Bicara tentang Jepang memang nggak ada habisnya. Negeri yang kerap dijuluki sebagai negara matahari terbit dan negeri sakura tersebut memang layak dijadikan topik utama dalam berbagai bahasan, mulai dari segi teknologinya yang selalu terdepan, hingga aneka budaya pop-nya (seperti anime dan manga) yang dikenal oleh banyak negara di dunia.

Jika dilihat dari segi pariwisata, Jepang pun termasuk salah satu negara yang seksi di mata wisatawan. Ayolah, jujur saja. Siapa sih diantara kalian yang nggak berminat untuk pergi ke Jepang minimal sekali saja dalam seumur hidup? Jepang memang punya 1001 hal menarik yang akan menggoda iman para wisatawan untuk menjejakkan kakinya kesana.

Sayangnya, Jepang juga terkenal dengan image negara mahal. Segala sesuatu yang mahal dan berkelas identik dengan Jepang, dan image tersebut kurang cocok dengan budget traveller  yang punya anggaran wisata setipis kertas.

Tokyo Tower di antara bangunan di Tokyo, via timecaptures
Tokyo Tower di antara bangunan di Tokyo, via timecaptures

Fakta: Jepang memang mahal, tapi tak semahal yang dibayangkan

Pada kenyataannya, Tokyo memang dikenal sebagai salah satu kota termahal di dunia, begitu juga dengan Osaka. Tapi bukan berarti Jepang 100% mahal. Layaknya dua sisi dalam sebuah koin, dibalik image mahal yang disandang oleh Jepang, negara ini ternyata cukup ramah untuk wisatawan bermodal cekak. Tentunya, asalkan kalian tahu beberapa trik untuk melakukan wisata murah yang akan dibagikan disini.

Osaka Castle, via vebkraze
Osaka Castle, via vebkraze

1. Semakin Murah Tiket Pesawat Yang Kalian Dapat, Semakin Besar Biaya Wisata yang Bisa Dihemat

Ilustrasi pesawat terbang, via isralux
Ilustrasi pesawat terbang, via isralux

Tiket pesawat jelas menjadi salah satu item yang memiliki porsi cukup dominan dalam sebuah anggaran wisata. Karenanya, perlu kejelian ekstra untuk memilih tiket yang akan dibeli. Coba deh rajin-rajin menyatroni berbagai situs budget airlines.

Terkadang ada saja promo yang diberikan oleh budget airlines dan membuat harga tiketnya terjun bebas hingga terjangkau masuk dalam dompet budget traveller . Jika normalnya harga tiket ke Jepang kira-kira 5-8 juta untuk pulang pergi, budget airlines bisa menawarkan antara 1,5-2 jutaan (pp)! Tentunya ada beberapa tips lain yang perlu kalian perhatikan agar bisa mendapat harga terbaik.

  • Maskapai Budget airlines Berbasis di Malaysia Termasuk Salah Satu yang Paling Sering Mengadakan Promo Tiket Murah ke Jepang.

Contoh promo dari sebuah maskapai, via blog.airpaz
Contoh promo dari sebuah maskapai, via blog.airpaz

Karenanya, berangkat dari Kualalumpur Malaysia biasanya akan jauh lebih murah dibanding berangkat dari Jakarta (atau kota lainnya di Indonesia) ke Jepang. Konsekuensinya, kalian harus membeli tiket ekstra untuk pergi dari Indonesia ke Malaysia.

  • Jelilah dalam Memilih Kota Tujuan Wisata di Jepang, karena Itu Berpengaruh pada Anggaran

Oasis 21, salah satu bangunan dengan arsitektur keren di Nagoya, via hirogiggs.exblog
Oasis 21, salah satu bangunan dengan arsitektur keren di Nagoya, via hirogiggs.exblog

Tiket pesawat menuju ke Bandara Haneda biasanya lebih ekonomis dibanding tiket menuju ke Bandara Narita; dan tiket ke Nagoya biasanya punya harga yang lebih ramah dibanding tiket ke Tokyo dan Osaka.

Hanya saja, biasanya budget airlines menuju Haneda akan mendarat menjelang tengah malam; dan Nagoya memiliki jarak tempuh yang cukup lumayan jika diakses dari kota tujuan wisata populer lainnya seperti Tokyo, Kyoto, Osaka, dan Yokohama.

Jadi pertimbangkan dengan baik kota tujuan wisata yang diinginkan dan jangan hanya mengincar tarif yang kelihatannya murah, namun ternyata mahal dari segi transportasi dari dan menuju kesana.

Tips Wahid:

Untuk wisata hemat, anggarkan maksimal 2,5 juta untuk tiket pesawat pulang-pergi ke Jepang (atau kira-kira 3 juta jika berangkat bukan dari Indonesia). Dan jangan mengincar musim keberangkatan tertentu karena terkadang kemewahan untuk pergi sesuai musim yang diinginkan hanya dimiliki oleh mereka yang punya budget ekstra.

 

2. Akomodasi Murah Meriah Banyak Bertebaran di Jepang Untuk Mereka yang Punya Jiwa Petualang

Setelah urusan tiket selesai, saatnya mengurus pos anggaran kedua yang kerap membuat budget wisata membengkak: akomodasi. Yaps, akomodasi termasuk salah satu masalah yang tricky. Bagi mereka yang hobi bertualang, masalah akomodasi mungkin bukan masalah besar karena tidur di tempat publik hanya dengan bermodalkan kantong tidur pun tak masalah.

Namun, mengingat nggak semua orang siap untuk tidur beratapkan bintang, berikut ini beberapa trik untuk menghemat biaya akomodasi tanpa harus membuat kalian 100% menggembel di Jepang. Tentu saja, faktor “kenyamanan” dan “anggaran” selalu berjalan seiring sejalan.

Jika ingin keamanan maksimal, maka anggaran pun harus maksimal. Sebaliknya, jika menginginkan anggaran yang minimal, maka mimpi untuk tidur di kasur super empuk dalam kamar hotel berbintang pun sebaiknya diserahkan pada mereka yang punya anggaran unlimited.

  •  Hari pertama, jangan sungkan atau gengsi untuk menginap di bandara.

Tidur di bandara Haneda, via lutfi-fadil
Tidur di bandara Haneda, via lutfi-fadil

Jika kalian mendarat di Jepang saat malam hari, terutama jika mendarat sesaat menjelang tengah malam, jangan buang-buang uang untuk menginap di hotel. Lebih baik menginap saja di bandara dan kalian dapat menghemat beberapa ribu yen! Beberapa bandara di Jepang cukup terbuka pada wisatawan asing yang ingin menginap disana, yang dibuktikan dengan semakin mudahnya wisatawan untuk menginap di bandara tanpa harus berurusan dengan petugas.

Fasilitas di beberapa bandara pun sangat ramah terhadap budget traveller , dan justru seperti mengundang untuk dijamahi. Beberapa spot di Bandara Haneda, misalnya, telah dilapisi dengan karpet yang cukup empuk sehingga bisa ditiduri oleh wisatawan.

Kursi tunggunya pun tidak dilengkapi dengan pegangan tangan, jadi wisatawan dapat merebahkan badan secara maksimal di atas kursi. Kansai International Airport juga terkenal sebagai bandara yang ramah pada wisatawan asing. Jika diperlukan, kalian dapat meminjam selimut secara cuma-cuma saat menginap di bandara lho.

  • Hari selanjutnya, pulihkan tenaga dengan menginap di akomodasi yang nyaman tapi hemat

Salah satu youth hostel di Jepang, via mahoutokoro.wikia
Salah satu youth hostel di Jepang, via mahoutokoro.wikia

Kalau belum terbiasa dengan kenyamanan ala kadarnya, menginap di bandara mungkin akan membuat badan kalian pegal-pegal. Supaya badan nggak nge-drop, di hari kedua menginaplah di penginapan yang cukup nyaman, tapi harganya pun aman untuk ukuran kantong.

Carilah hostel khusus untuk backpacker, atau dormitori. Disarankan untuk mencari penginapan dengan rate maksimal 3000 yen (setara dengan Rp.330.000 untuk kurs 1 yen = 110 rupiah).

  • Hari lainnya, bangkitkan semangat berpetualang dengan menjajal aneka jenis penginapan lain yang mungkin kurang biasa, tapi super hemat

Gambaran bilik di sebuah manga kissa, via ungatsensenom.blogspot
Gambaran bilik di sebuah manga kissa, via ungatsensenom.blogspot

Jangan hanya terpaku pada hotel dan hostel saja. Di Jepang banyak lho beragam jenis tempat menginap lainnya yang mungkin kurang biasa, tapi harganya super miring. Misalnya saja manga kissa atau kissaten.

Tempat ini sejatinya merupakan sebuah perpustakaan manga, dan wisatawan hanya perlu membayar durasi waktu yang mereka habiskan disana. Biayanya kadang per-30 menit (bervariasi antara 100-300 yen), per-3 jam (700-100 yen), per-5 hingga 8 jam (1500-2500 yen).

Yang bikin mupeng, manga kissa ini kerap dilengkapi dengan beberapa fasilitas menarik seperti internet (sehingga manga kissa kadang sulit dibedakan dengan warnet biasa), kamar mandi, air minum gratis, CD/DVD gratis, vending machine, printer, televisi, konsol game, dan spot untuk menginap! Spot menginap pun biasanya privat, berupa bilik dengan komputer yang terhubung dengan internet berkecepatan tinggi.

Jika dibandingkan dengan dormitori biasa yang privasinya kurang, manga kissa ini sulit ditolak bagi mereka yang punya anggaran super terbatas namun enggan tidur di taman kota dan berselimut udara malam.

Dan, psst, terkadang love hotel menawarkan rate super miring untuk istirahat short time lho. Dimana lagi kalian dapat menikmati kamar privat dengan fasilitas super lengkap dengan harga yang tak jauh berbeda dengan hostel jika bukan di love hotel.

  • Mengaku punya banyak teman? Kenapa tidak menghubungi mereka untuk melepas kangen sambil menginap bersama (dan menghemat biaya akomodasi)

Couchsurfing di Jepang, via 20yearshence
Couchsurfing di Jepang, via 20yearshence

Banyak mahasiswa Indonesia yang menuntut ilmu di Jepang. Begitu juga dengan warga Indonesia yang mencari sesuap nasi dan segenggam berlian di negara tersebut. Jika teman kalian ada yang kuliah maupun bekerja di Jepang, coba deh untuk menghubungi mereka. Siapa tahu mereka tidak keberatan jika kalian berkunjung dan menginap untuk 1-2 malam. Bayangkan, berapa ribu yen yang bisa kalian hemat dengan tips ini!

Namun jika kalian tak memiliki teman yang berdomisili di Jepang, kalian bisa mengikuti program couchsurfing dan sejenisnya. Kalian bisa menjalin pertemanan dengan orang Jepang dan menginap secara gratis dirumahnya.

  • Ingin berpindah dari satu kota ke kota lain? Lupakan shinkansen dan beralihlah ke bus malam.

Tidur di bus malam menghemat biaya akomodasi, via bittersweetbyte
Tidur di bus malam menghemat biaya akomodasi, via bittersweetbyte

Biasanya, shinkansen menjadi favorit bagi mereka yang akan pergi dari satu kota ke kota lain, misalnya dari Tokyo ke Kyoto. Namun jika kalian beralih menggunakan bus malam, ada beberapa keuntungan yang bisa kalian dapatkan. Pertama, penghematan anggaran karena selisih harga tiket shinkansen dan bus malam cukup jauh. Dan yang kedua, kalian sekaligus menghemat biaya akomodasi karena bisa tidur selama di perjalanan.

  • Saat Kantong Semakin Menipis, Restoran Fast Food 24 Jam pun Bisa Jadi Tempat Menginap.

Tidur di restoran cepat saji, via runawayguide
Tidur di restoran cepat saji, via runawayguide

Oke, menginap di restoran fast food 24 jam mungkin bukan pilihan akomodasi yang mainstream. Tapi jika karena satu dan lain hal budget wisata menipis, jangan gengsi untuk mempertimbangkan opsi ini.

Cukup dengan membeli paket makan yang paling murah, kalian sudah punya hak untuk duduk manis di dalam resto dan pelayan resto takkan heran jika kalian lantas tidur disana karena –diluar dugaan- cukup banyak budget traveller  yang melakukan hal tersebut.

Tips Wahid:

Jangan hanya terpaku pada akomodasi mainstream. Jika budget memang super tipis, jangan ragu untuk menjajal akomodasi unik di Jepang.

 

3. Makanan Hemat pun Mudah Ditemukan di Jepang Asal Kalian Tahu Trik-nya.

Masalah perut jelas menjadi salah satu masalah terpenting, dan sayangnya, juga termasuk salah satu yang siap untuk melubangi anggaran wisata kalian. Apalagi karena makanan di Jepang memang relatif mahal.

Namun tenang, kalian nggak perlu sampai berpuasa demi menghemat biaya makan selama wisata ke Jepang. Dengan sedikit trik, kalian bisa kok mengakali biaya makan di Jepang yang mahal agar sesuai dengan budget wisata.

  • Tips untuk sepanjang hari: Berbekal botol minum isi ulang untuk menekan biaya minum

Air minum dalam kemasan di Jepang, via nydailynew
Air minum dalam kemasan di Jepang, via nydailynew

Ini sebuah fakta yang wajib diketahui oleh wisatawan yang akan pergi ke Jepang. Negara tersebut dikuasai oleh vending machine! Berbagai produk bisa dibeli melalui vending machine, mulai dari minuman kemasan hingga makanan panas. Dan tentu saja salah satu yang paling menggoda saat kita lelah berjalan kaki maupun berlari mengejar jadwal kereta, adalah vending machine yang menjual aneka minuman kemasan.

Sayangnya, harga minuman dalam vending machine sebetulnya sedikit lebih mahal dibanding harga di toko kelontong. Dan, jika dipikir lagi, harga sebotol air mineral di toko kelontong pun terbilang mahal, bisa mencapai 80 – 150 yen (tergantung merk dan ukuran), atau setara dengan Rp.8800 – Rp.16500 (untuk kurs 1 yen = Rp.110).

Padahal kalian bisa menghemat banyak jika membawa botol air minum isi ulang dan mengisinya dengan air keran, karena air keran di Jepang siap untuk diminum tanpa direbus.

Tips Wahid:

Bawa botol air minum isi ulang untuk menekan biaya minum.

 

  • Sarapan Itu Penting, dan Mencari Sarapan Hemat itu Tak Kalah Pentingnya

Bento di konbini, via thenarcolepticfirefly.blogspot
Bento di konbini, via thenarcolepticfirefly.blogspot

Untuk menekan biaya sarapan tanpa harus kehilangan kualitas sarapan, anggarkan kira-kira 100-400 yen untuk sarapan (setara dengan Rp.22000 – 44000 untuk kurs 1 yen = Rp.110). Pertama, dengan membeli roti di konbini (convenience store).

Biasanya harga per-potong-nya mulai dari 100 yen, dan kalian bisa menyantap 1-2 potong roti. Kedua, bento di konbini juga bisa menjadi alternatif, dan harganya bisa mulai dari 150 yen. Ketiga, jika tempat menginap dengan restoran cepat saji seperti McDonald, tahukah kalian jika harga sepotong cheese burger hanya kira-kira 150 yen saja?

  • Berburu Paket Makan Siang Untuk Makan Siang Mewah Tapi Hemat
Yoshinoya di Jepang dan iklan rice bowl-nya, via japanflix
Yoshinoya di Jepang dan iklan rice bowl-nya, via japanflix

Normalnya, makan siang di Jepang membutuhkan anggaran antara 1000-1500 yen (setara dengan Rp.110000-165000, untuk kurs 1 yen = Rp.110). Namun jika ingin hemat, batasi pengeluaran antara 500-1200 yen. Caranya, dengan berburu paket makan siang yang biasa disediakan di berbagai restoran untuk jangka waktu terbatas.

Ingin lebih murah? Beli saja semangkuk rice bowl di Yoshinoya. Walau di Indonesia Yoshinoya hadir dalam bentuk gerai di pusat perbelanjaan, di Jepang Yoshinoya hanyalah sebuah warung kecil. Semangkok rice bowl (nasi dengan lauk daging) harganya kira-kira hanya 280 yen saja lho! Atau jika ingin mencicipi sushi, cari restoran sushi putar. Harga sushi di restoran seperti itu terbilang miring, mulai dari 80 yen per-piringnya. Wowww, nom nom nommm….

  • Makan Malam Hemat dengan Mencari Diskonan

Asalkan kalian kuat menunda makan malam sedikit lebih lama dibanding jam makan yang biasa, mungkin saja kalian bisa mendapatkan makan malam super murah dan hemat. Ada beberapa cara yang bisa dilakukan. Pertama, dengan pergi ke konbini menjelang berakhirnya jam operasional.

Biasanya bento yang tersisa akan dijual dengan harga super miring. Kedua, dengan mencari restoran yang menawarkan diskon 50% jika makan 1 jam sebelum tutup. Jika mengikuti trik berburu diskonan tersebut, kalian bisa menganggarkan 200-500 yen untuk makan, sementara untuk anggaran hemat yang lebih “normal” kira-kira cukup dengan 300-800 yen (setara dengan Rp.33000-88000 untuk kurs 1 yen = Rp.110).

 

4. Tentukan Moda Transportasi Publik yang Paling Cocok dan Jangan Lupa Berburu Free Pass yang Sesuai dengan Budget.

Di Jepang terdapat beberapa moda transportasi publik. Yang paling mainstream adalah kereta, subway, dan bus. Itu belum termasuk moda transportasi lainnya seperti taksi. Dari berbagai moda transportasi publik tersebut, kereta, subway, dan bus merupakan moda yang paling murah dan efisien. Dan ini beberapa tips untuk menyiasati biaya transportasi:

  • Jangan Malas Jalan Kaki! Selain Dapat Menghemat Anggaran Wisata, Jalan Kaki Juga Menyehatkan Badan

Suasana di Shibuya crossing, via japan-hub
Suasana di Shibuya crossing, via japan-hub

Ini salah satu “trik” umum yang biasa dilakukan oleh budget traveller  ke Jepang, yaitu jalan kaki untuk mencapai beberapa obyek wisata tertentu. Supaya nggak kehabisan tenaga dan juga mengefisienkan waktu, kunci utamanya adalah dengan menyusun itinerary secermat mungkin dan menempatkan beberapa obyek wisata yang berdekatan dalam satu rute.

  • Jeli dalam Memilih Free Pass karena Tidak Semua Menguntungkan.

JR Pass, via backpackerlee.wordpress
JR Pass, via backpackerlee.wordpress

Yaps, betul. Nggak semua free pass itu layak dibeli. Contohnya saja JR Pass. Jika kalian hanya berwisata ke satu kota saja, membeli JR Pass merupakan sebuah pemborosan karena JR Pass ini baru terasa sisi ekonomisnya jika digunakan untuk naik shinkansen dan pergi ke beberapa kota sekaligus.

  • Jika memungkinkan, belilah tiket Seishun 18 Kippu

Seishun 18 Kippu, via rijojapao.blogspot
Seishun 18 Kippu, via rijojapao.blogspot

Tiket ini merupakan tiket terusan untuk naik kereta lokal di seluruh Jepang. Seishun 18 Kippu berlaku untuk 5 hari kalender, namun bisa digunakan oleh lebih dari 1 orang (dengan total pemakaian maksimal 5x).

Tiket ini harganya jauh lebih ekonomis dibanding JR Pass (hanya 11850 yen), namun sayangnya hanya dijual pada periode tertentu saja, yaitu: 20 Februari – 31 Maret (masa berlaku 1 Maret – 10 April), 1 Juli – 31 Agustus (masa berlaku 20 Juli – 10 September), dan 1 – 31 Desember (masa berlaku 10 Desember – 10 Januari). Konsekuensinya, perjalanan menggunakan kereta lokal akan jauh lebih menghabiskan waktu dibanding naik shinkansen.

 

5. Realistislah dalam Menyusun Itinerary. Lupakan DisneyLand Jika Anggaran tak Memungkinkan.

Tokyo Disneyland, via travel.qunar
Tokyo Disneyland, via travel.qunar

Sebagai gantinya, di Jepang banyak sekali obyek wisata gratisan yang bisa kalian kunjungi. Misalnya saja berkunjung ke berbagai istana kekaisaran yang terletak di Tokyo dan Kyoto, atau mungkin sekedar berjalan-jalan mengelilingi distrik tertentu.

Jangan memaksakan untuk mengunjungi aneka obyek wisata populer seperti Tokyo DisneyLand, Tokyo DisneySea, dan Universal Studio Japan yang harga tiketnya bisa langsung menguras tabungan wisata kalian. Alternatif lainnya, kunjungi aneka landmark di sebuah kota dan pilih yang gratisan maupun harga tiketnya terjangkau.

 

6. Bersahabatlah Dengan Toko 100 Yen, Karena Disana Kalian Bisa Dapat Apapun yang Diperlukan.

Toko 100 yen di Kamakura, via neilbaldwin
Toko 100 yen di Kamakura, via neilbaldwin

Toko 100 yen (hyakuen) merupakan sebuah toko yang menjual aneka barang dengan harga 100 yen (belum termasuk pajak). Di toko tersebut kalian bisa mendapat berbagai barang yang kalian perlukan, mulai dari sikat gigi, payung, hingga korden.

Jika kalian memiliki kerabat yang antusias meminta oleh-oleh dari Jepang, toko 100 yen ini bisa menjadi solusi tempat belanja souvenir murah tanpa harus membuat kalian menggali tabungan hingga ke bagian dasar.

 

Kesimpulan

Untuk mendapat gambaran berapa total biaya yang kalian butuhkan untuk berwisata ke Jepang, mulailah ambil kalkulator dan otak-atiklah beberapa gambaran budget yang telah diberikan. Jangan lupa untuk mengkonversinya dalam kurs terbaru. Kalian akan menemukan jika sebetulnya Jepang itu cukup ramah terhadap kantong budget traveller  sekalipun.

Comments

comments