fbpx
Home Guides Aneka Obyek Wisata Gratisan Di Kyoto (Part 2 END): Istana Dan Kuil

Aneka Obyek Wisata Gratisan Di Kyoto (Part 2 END): Istana Dan Kuil

Melanjutkan topik tentang aneka tempat wisata gratisan di Kyoto. Pada tulisan Aneka Obyek Wisata Gratisan di Kyoto (Part 1): Sightseeing Spot, saya sudah berbagi informasi tentang aneka sightseeing menarik yang bisa dinikmati secara gratis di Kyoto, yang pastinya akan dicari oleh mereka yang termasuk dalam kategori budget traveler.

Nah, pada bagian ini saya ingin berbagi aneka obyek wisata menarik di Kyoto yang bisa dikunjungi tanpa harus membayar tiket masuk alias gratis. Mau tahu tempat wisata mana saja yang gratisan di Kyoto? Simak daftarnya berikut ini.

Sebelumnya, saya ingin mengelompokkan dulu obyek wisata gratisan di Kyoto ini dalam 2 kelompok besar, yaitu istana dan kuil. Untuk kategori istana, sama seperti Tokyo Imperial Palace, di Kyoto ini terdapat beberapa istana peninggalan kekaisaran Jepang tempo doeloe, serta beberapa villa yang dulunya biasa digunakan oleh keluarga kerajaan.

Tempat-tempat tersebut dapat dikunjungi secara cuma-cuma, dengan catatan wisatawan harus mengikuti tour khusus yang diselenggarakan oleh Imperial Household Agency. Mana saja tempat yang berkaitan dengan kekaisaran Jepang yang berada di Kyoto dan bisa dikunjungi secara gratis? Berikut ini daftarnya:

  • Kyoto Imperial Palace, merupakan sebuah istana yang dulunya digunakan sebagai tempat tinggal keluarga kekaisaran Jepang sebelum ibu kota dipindahkan ke Tokyo.
Seiryoden di Kyoto Imperial Palace [foto: Wikiwikiyarou/wikimedia]
Seiryoden di Kyoto Imperial Palace [foto: Wikiwikiyarou/wikimedia]
  • Sento Imperial Palace, merupakan sebuah istana kedua yang berada di dalam Kyoto Imperial Park. Dulunya digunakan sebagai tempat peristirahatan dari Kaisar Gomizuno yang telah pensiun.
Sento Imperial Palace [foto: Daderot/wikimedia]
Sento Imperial Palace [foto: Daderot/wikimedia]
  • Shugakuin Imperial Villa, yaitu sebuah villa yang dibangun pada abad ke-17 oleh Kaisar Gomizuno yang memiliki taman super luas.
Shugakuin Imperial Villa [foto: Wiiii/wikimedia]
Shugakuin Imperial Villa [foto: Wiiii/wikimedia]
  • Katsura Imperial Villa, yaitu sebuah villa yang pada abad ke-17 digunakan sebagai tempat tinggal dari keluarga Katsura, anggota keluarga kekaisaran Jepang.
Pemandangan dari salah satu rumah minum teh di Katsura Imperial Villa [foto: Bigjap/wikimedia]
Pemandangan dari salah satu rumah minum teh di Katsura Imperial Villa [foto: Bigjap/wikimedia]

Dari istana, saya ingin berbagi aneka tempat wisata gratisan lainnya di Kyoto untuk kategori villa. Sebelumnya saya ingin sedikit menjelaskan, jika di Kyoto ini terdapat 2 jenis kuil: kuil Buddha dan kuil Shinto.

Beberapa kuil populer di Kyoto, seperti Kinkaku-ji dan Kiyomizu-dera merupakan kuil Buddha. Berikut ini penampakan kedua kuil populer tersebut, yang saya rasa keduanya cukup familiar karena mudah ditemukan dalam berbagai wallpaper desktop.

Kinkaku-ji, atau Temple of the Golden Pavilion [foto: Keith Pomakis/wikimedia]
Kinkaku-ji, atau Temple of the Golden Pavilion [foto: Keith Pomakis/wikimedia]
Kiyomizu-dera [foto: New Japan/wikimedia]
Kiyomizu-dera [foto: New Japan/wikimedia]
 

Tapi tunggu dulu. Walau kedua kuil tersebut saya sebut disini, itu bukan berarti keduanya bisa dikunjungi secara gratis lho. Justru ini yang ingin saya informasikan. Mayoritas kuil Buddha di Kyoto (ingat, mayoritas ya) menerapkan sistem tiket masuk yang harganya bisa bervariasi mulai dari ratusan yen hingga ribuan yen (yang termahal adalah kuil Kokodera Temple).

Sebaliknya, kuil Shinto rata-rata bisa dikunjungi secara cuma-cuma. Jadi jika teman-teman termasuk budget traveller yang memang mencari obyek wisata gratisan, mari intip aneka kuil Shinto populer di Kyoto berikut ini.

  • Yang berada di deretan pertama tentu saja adalah Fushimi Inari Taisha. Kuil ini populer karena memiliki torii yang jumlahnya mencapai ribuan (jika ditotal untuk seluruh area kuil), dan memiliki lorong torii yang ikonik (lihat foto). Kuil ini bisa dikunjungi secara gratis.
Lorong torii di Fushimi Inari Taisha. Yang pernah nonton film Memoirs of Geisha pasti familiar dengan lorong ini [foto: M338/wikimedia]
Lorong torii di Fushimi Inari Taisha. Yang pernah nonton film Memoirs of Geisha pasti familiar dengan lorong ini [foto: M338/wikimedia]
  • Kuil populer lainnya adalah Yasaka Shrine yang berada di ujung distrik Gion sehingga kuil ini dikenal juga sebagai Gion Shrine. Yasaka Shrine ini menjadi tuan rumah dari festival terbesar di Kyoto dan juga di seluruh Jepang, yaitu Gion Matsuri.
Gerbang kuil Yasaka [foto: Yanajin33/wikimedia]
Gerbang kuil Yasaka [foto: Yanajin33/wikimedia]
  • Heian Shrine menjadi kuil Shinto berikutnya yang menarik untuk dikunjungi. Kuil ini punya sejarah yang unik lho. Kuil ini sengaja dibangun untuk memperingati ulang tahun ke-1100 berdirinya ibu kota Jepang di Kyoto (note: Heian merupakan nama lama dari Kyoto). Bangunan utama kuil ini sengaja dibangun menyerupai Imperial Palace pada periode Heian, tentunya dengan skala yang lebih kecil.
Torii utama Heian Shrine [foto: Hirayuki1886/wikimedia]
Torii utama Heian Shrine [foto: Hirayuki1886/wikimedia]

Bergerak ke sisi utara Kyoto, ada kuil Shimokamo Shrine dan Kamigamo Shrine. Shimokamo Shrine (atau Lower Kamo Shrine) dan Kamigamo Shrine (atau Upper Kamo Shrine), keduanya dianggap sebagai kuil penjaga Kyoto sekaligus menjadi kuil terpenting dan tertua di Kyoto. Kedua kuil ini menjadi tuan rumah untuk salah satu festival besar di Kyoto, yaitu Aoi Matsuri.

Shimogamo Shrine [foto: LordAmeth/wikimedia]
Shimogamo Shrine [foto: LordAmeth/wikimedia]
Kamigamo Shrine [foto: Fg2/wikimedia]
Kamigamo Shrine [foto: Fg2/wikimedia]
Kuil Shinto populer lainnya adalah Kitano Tenmangu Shrine. Kuil yang dipersembahkan untuk Sugawara Michizane ini terutama populer karena rutin menggelar pasar loak setiap tanggal 25. Berbagai barang menarik, mulai dari mainan hingga barang antik bisa ditemukan di pasar tersebut.

Kitano Tenmangu Shrine [foto: 663highland/wikimedia]
Kitano Tenmangu Shrine [foto: 663highland/wikimedia]

Nishi Honganji (atau Honganji Barat) dan Higashi Honganji (atau Honganji Timur) merupakan sebagian kuil Buddha yang bisa dimasuki secara gratis. Kedua kuil ini lokasinya saling berdekatan karena memang memiliki sejarah yang saling berkaitan. Baik Nishi Honganji dan Higashi Honganji hanya berjarak beberapa menit jalan kaki dari Stasiun Kyoto. Jadi jika memang tak memiliki banyak waktu untuk mengelilingi Kyoto, salah satu dari kedua kuil ini cukup menarik untuk dikunjungi.

Nishi Honganji [foto: 663highland/wikimedia]
Nishi Honganji [foto: 663highland/wikimedia]
Main hall di Higashi Honganji [foto: Urashimataro/wikimedia]
Main hall di Higashi Honganji [foto: Urashimataro/wikimedia]
Sebagai penutup, saya ingin menginformasikan tentang kuil Kiyomizudera. Walau disebut jika kuil tersebut menerapkan sistem tiket masuk, namun masih ada beberapa area dalam kompleks kuilnya yang bisa dimasuki secara cuma-cuma. Jadi jangan ragu untuk main-main ke kuil Kiyomizu-dera ya! Semoga informasinya bermanfaat!

***

*Seluruh foto diambil melalui creative commons. Tidak ada perubahan dari foto aslinya. Credit nama berdasarkan username wikimedia.

Comments

comments