fbpx
Home Guides Another Trip From Tokyo (1): Hakone

Another Trip From Tokyo (1): Hakone

Sejak memutuskan untuk menulis tentang Gunung Fuji, saya sudah gatel banget ingin buru-buru menulis tentang Hakone. Cuma terpaksa harus di pending dulu karena ingin fokus menyelesaikan tentang Fujigoko. Hakone memang termasuk salah satu kota dengan banyak obyek wisata menarik, namun, bukan hanya itu yang membuat saya ingin menulis tentang kota ini.

Setidaknya ada 2 hal utama yang membuat saya penasaran dengan Hakone. Pertama, karena Hakone dikenal sebagai salah satu destinasi wisata yang wajib dikunjungi saat mengunjungi Gunung Fuji. Dan yang kedua, karena Hakone juga dikenal sebagai salah satu destinasi favorit untuk melakukan side trip dari Tokyo.

Bagi teman-teman yang baru mampir di blog ini, beberapa waktu silam saya pernah menulis tentang aneka kota yang populer sebagai kota tujuan wisata tambahan saat berwisata ke Tokyo, yang antara lain bisa dibaca disini: Side Trip from Tokyo (1): Yokohama, Side Trip from Tokyo (2): Kawasaki, Side Trip from Tokyo (3): KamakuraSide Trip from Tokyo (4): Enoshima, dan Side Trip from Tokyo (5): Narita.

Masing-masing kota tujuan wisata sampingan tersebut juga sudah saya ulas beberapa spot wisata menariknya. Nah, karena Hakone ini juga populer sebagai kota tujuan wisata sampingan dari Tokyo, saya akan membahas kota yang satu ini dengan pola seperti kota-kota wisata sampingan lainnya, yaitu dimulai dari pendahuluan, ulasan global, akses untuk menuju kesana, dan baru mengulas lebih detail beberapa tempat wisata lain yang menarik.

Untuk membedakan tulisan ini dengan seri side trip sebelumnya, untuk tulisan sekarang akan diberi judul yang sedikit berbeda. So, grab your popcorn and enjoy!

Sekilas tentang Hakone

Hakone merupakan sebuah kota yang memiliki total area 92,82 kilometer persegi yang berada di prefektur Kanagawa. Kota ini menjadi bagian dari Fuji-Hakone-Izu National Park dengan total populasinya kira-kira 13.492 jiwa atau 145 orang/kilometer persegi. Karena posisinya hanya berjarak kira-kira 100 kilometer dari Tokyo serta sangat dekat dengan Gunung Fuji, Hakone ini memiliki popularitas tersendiri di kalangan wisatawan khususnya yang berminat untuk mendaki Gunung Fuji. Posisi Hakone dalam peta Jepang kurang lebih sebagai berikut.

Sejarah singkat

Nama Hakone sudah mulai muncul dalam literatur periode Heian (tahun 794-1185) karena disana terdapat sebuah kuil yang sangat populer, yaitu Hakone Gongen. Kabarnya, salah satu tokoh Jepang ternama seperti Minamoto no Yoritomo pun berdoa di kuil tersebut saat akan meminta kemenangan dari lawannya.

Hakone pun semakin dikenal setelah pada saat Periode Edo, kota tersebut menjadi salah satu pos pemeriksaan di jalur Tokaido, jalan raya yang menghubungkan kota Edo (kini Tokyo) dan Kyoto; dan juga menjadi salah check point untuk rute Hakone Sekisho (atau Hakone Checkpoint) yang membatasi wilayah Kanto. Barulah pada tahun 1889 Hakone memperoleh status sebagai sebuah kota, dan pada tahun 1956 mendapat luas wilayah seperti saat ini setelah merger dengan 5 kota dan desa lainnya.

Yang menarik dari Hakone

Sebagai gambaran awal, Hakone ini merupakan sebuah kota yang perekonomiannya disokong oleh aktifitas pariwisata dan pariwisata utama di Hakone ini adalah resort onsen. Onsen di Hakone sangat banyak dan digemari oleh wisatawan lokal dan internasional, dan ini termasuk salah satu yang akan saya bahas lebih detail dalam tulisan selanjutnya.

Resort onsen di Hakone [foto: Kounoichi/wikimedia]
Resort onsen di Hakone [foto: Kounoichi/wikimedia]
Sebagai kota yang pernah memiliki peran penting sebagai pos pemeriksaan jalur yang menghubungkan Edo dan Kyoto, di Hakone ini masih terdapat beberapa spot bersejarah yang menarik untuk dijelajahi seperti Hakone Checkpoint (yang sebetulnya hasil rekonstruksi yang dibuat sedetail mungkin). Terdapat juga Hakone Detached Place, bangunan bergaya Eropa yang dulunya menjadi istana musim panas bagi keluarga kerajaan.

Hakone Checkpoint [foto: ãらã¿ã¿/wikimedia]
Hakone Checkpoint [foto: ãらã¿ã¿/wikimedia]

Di Hakone ini juga terdapat beberapa museum yang menarik seperti Hakone Art Museum, sebuah museum seni yang memiliki taman indah yang dipenuhi lumut. Museum tersebut bukan satu-satunya museum seni yang ada di Hakone, karena masih ada museum lainnya POLA Museum of Art yang dibangun oleh sebuah perusahaan kecantikan POLA group.

Dan ada Hakone Open Air Museum yang menampilkan aneka koleksi dalam ruang pamer outdoor dan indoor. Sebetulnya masih banyak lho museum menarik lain dari Hakone, yang mungkin akan saya bahas di lain waktu.

Untuk wisata alam, Hakone ini berpusat di sekitar Danau Ashi. Otomatis Danau Ashi ini menjadi salah satu daya tarik wisata lain dari Hakone selain wisata onsen. Hakone juga memiliki taman botani bernama Hakone Botanical Garden of Wetlands yang populer dikunjungi di bulan Juni, yaitu saat bunga Nikko Kisuge (daylily) mekar penuh.

Namun jika kalian lebih suka belanja, Hakone juga memiliki sebuah outlet mall yang diklaim paling populer di Jepang, yaitu Gotemba Premium Outlet. Pusat perbelanjaan ini memiliki butik-butik kelas internasional, yang menariknya, harga yang ditawarkan di pusat perbelanjaan ini rata-rata jauh lebih murah dibanding yang ditemukan di tempat lainnya.

Danau Ashi [foto: Aimaimyi/wikimedia]
Danau Ashi [foto: Aimaimyi/wikimedia]
Tempat-tempat wisata di atas hanya sebagian saja dari yang bisa ditemukan di Hakone. Kota tersebut juga memiliki kuil-kuil, theme park, dan juga atraksi wisata seperti kereta gantung, yang kalau sempat akan saya bahas terpisah (mungkin dalam bentuk itinerary atau sejenisnya).

Hakone Ropeway [foto: Σ64/wikimedia]
Hakone Ropeway [foto: Σ64/wikimedia]

Akses dari Tokyo

Ada 3 cara mudah untuk mengakses Hakone dari Tokyo. Pertama dan yang paling populer bagi wisatawan yang memiliki JR Pass, adalah dengan naik kereta JR. Jika berangkat dari Stasiun Shinagawa, bisa naik kereta JR Tokaido Shinkansen (pilih shinkansen Kodama atau Hikari) dan turun di Stasiun Odawara (biayanya 3500 yen* sekali jalan atau gratis via JR Pass, durasi perjalanan 30 menit).

Alternatifnya, bisa naik JR Shonan Shinjuku Line (dari Stasiun Shinjuku, Shibuya atau Ikebukuro) maupun naik JR Tokaido Main Line (dari Stasiun Tokyo, Shimbashi, Shinagawa). Sayangnya kereta JR hanya sampai Stasiun Odawara saja, dan dari sana wisatawan harus naik kereta non-JR dan turun di Hakone.

Alternatif kedua adalah naik Odakyu Railway dari Stasiun Shinjuku (Tokyo) ke Stasiun Hakone-Yumoto. Biayanya kira-kira 2080 yen* dengan durasi waktu 85 menit).

Alternatif ketiga adalah dengan naik bus highway. Bisa berangkat dari Stasiun Shinjuku ke Danau Ashi di Hakone. Perjalanannya kira-kira 2 jam (jika kondisi jalan lancar) dan biayanya 2000 yen*.

***

*Harga sewaktu-waktu dapat berubah.
**Seluruh foto diambil melalui creative commons. Tidak ada perubahan dari foto aslinya. Credit nama berdasarkan username flickr/wikimedia.

 

Another Trip From Tokyo (2): Nikko

Comments

comments