Kenalan dengan musim gugur di Korea Selatan, sudah. Kenalan dengan aneka festival di bulan SeptemberOktober, dan November, juga sudah. Aneka rekomendasi tempat terbaik untuk dikunjungi saat musim gugur, sudah saya tulis juga. Berarti, tiba saatnya untuk menutup seri musim gugur ini dengan berbagi info seputar yang sedap-sedap, alias berbagi info aneka kuliner khas musim gugur di Korea Selatan.

Yang sudah membaca tulisan saya tentang aneka kuliner khas musim panas di Korea Selatan mungkin sudah tahu jika kuliner musim panas banyak didominasi dengan aneka menu yang sifatnya menutrisi dan menguatkan daya tahan tubuh agar tahan menghadapi hawa panas, dan tentunya ada juga menu-menu yang sifatnya menyegarkan.

Lalu bagaimana dengan kuliner khas musim gugur? Nah, kuliner di musim ini punya karakteristik yang berbeda dengan kuliner musim panas. Kuliner khas musim gugur kental dengan nuansa alam.

Ciri khas lainnya, kuliner musim gugur juga kaya nutrisi sehingga menguatkan daya tahan tubuh untuk menyambut musim dingin. Aneka produk seafood dan buah-buahan, termasuk aneka jamur, menjadi menu khas yang sulit ditolak saat musim gugur tiba. Untuk lebih jelasnya, berikut daftar aneka kuliner khas musim gugur tersebut.

Saya awali dulu dengan aneka seafood yah, karena ada beberapa produk seafood yang menjadi bintang kuliner ala musim gugur. Di posisi pertama, ada blue crabs atau kepiting biru. Kepiting ini sebetulnya tak hanya bisa dinikmati saat musim gugur saja, namun juga pada musim semi.

Kepiting biru kaya akan nutrisi, lezat, mengandung banyak kalsium dan kandungan bermanfaat lainnya; dan mudah diolah dalam berbagai jenis masakan seperti sup, dikukus, dibumbui aneka macam bumbu, dan banyak lagi. Favoritnya sih disantap dalam sup pedas dan panas. Yang tertarik mencoba kepiting biru, provinsi Chungcheongnam-do terkenal sebagai salah satu tempat terbaik untuk menikmati kepiting segar.

Blue crab [foto: Luke Hoagland/wikimedia]
Blue crab [foto: Luke Hoagland/wikimedia]
Blue crab [foto: Nate Steiner/flickr]
Blue crab [foto: Nate Steiner/flickr]
Blue crab [foto : Grete Howard/wikimedia]
Blue crab [foto : Grete Howard/wikimedia]
Blue crab via flickr]
Blue crab via flickr]

 

Kuliner populer lainnya adalah gizzard shads (ada yang tahu namanya dalam bahasa Indonesia apa ya?). Ikan ini juga terkenal memiliki rasa yang sedap, dan juga enak diolah dalam berbagai jenis masakan. Makin besar ukuran ikannya makin enak rasanya, sehingga untuk rasa terbaik disarankan menangkap atau mencoba ikan yang panjangnya lebih dari 15 cm.

Tempat terbaik menikmati ikan ini adalah di sekitar Chungcheongnam-do, Jeollanam-do, maupun dengan datang ke berbagai festival seperti Incheon Soraepogu Festival dan Hongwon Port Gizzard Shad & Crab Festival.

Masih bertema seafood, udang jumbo juga jadi kuliner khas musim gugur di Korea Selatan. Biasanya udang ini diolah dengan cara direbus, goreng, maupun dikukus, dan tetap enak walau disantap tanpa saus yang berlebihan. Untuk mencicipi secara langsung, Chungcheongnam-do masih menjadi tempat terbaik “meet and greet” bersama udang jumbo.

kuliner bertema udang jumbo [foto: Jon Sullivan/wikimedia]
kuliner bertema udang jumbo [foto: Jon Sullivan/wikimedia]
kuliner bertema udang jumbo [foto: David.nikonvscanon/flickr]
kuliner bertema udang jumbo [foto: David.nikonvscanon/flickr]
kuliner bertema udang jumbo [foto: Snowpea&Bokchoi/flickr]
kuliner bertema udang jumbo [foto: Snowpea&Bokchoi/flickr]
kuliner bertema udang jumbo [foto: BrokenSphere/wikimedia]
kuliner bertema udang jumbo [foto: BrokenSphere/wikimedia]
 

Sebetulnya masih ada beberapa keluarga seafood lain yang juga eksis di musim gugur ini, seperti sarden dan ikan haring. Namun jika saya list panjang lebar, nanti disangka daftar belanjaan pasar. Jadi saya akan sharing saja beberapa info tempat terbaik untuk menikmati kuliner seafood di musim gugur.

Selain Chungcheongnam-do (persisnya di Seocheon dan Namdanghang Port), daerah Gwangyang dan Boseong di Jeollanam-do juga dikenal sebagai tempat paling mantap untuk menikmati seafood. Jinhae dan Changwon di Gyeongsangnam-do, serta Soraepogu Port di Incheon juga tak kalah populer sebagai penghasil seafood. Nama tempat populer lainnya adalah Baeksajang Port di Pulau Anmyeondo, dan pulau Ganghwado.

Tak hanya seafood yang menjadi bintang kuliner musim gugur. Jamur pinus juga termasuk salah satu kuliner populer sekaligus kuliner mahal. Selain karena kaya kandungan nutrisi dan berkhasiat mencegah kanker, jamur pinus ini tidak bisa dibudidayakan sehingga hanya bisa dinikmati saat musimnya tiba.

Cara terenak menyantap jamur ini adalah dengan mengirisnya dan mencampurnya ke dalam nasi. Bisa juga dibuat sup maupun diolah dengan bahan makanan lainnya. Tempat terbaik untuk mendapatkan jamur pinus tentu saja di daerah pegunungan seperti di Yangyang, Gangwon-do. Tempat lainnya adalah di pegunungan Taebaek dan Sobaek, serta di daerah Uljin, Bonghwa, dan Cheongdo di Gyeongsangbuk-do, Inje di Gangwon-do, dan Danyang di Chungcheongbuk-do.

Pine Mushroom [foto: Tomomarusan/wikipedia]
Pine Mushroom [foto: Tomomarusan/wikipedia]
Kuliner dari jamur pinus [foto: Eekim/flickr]
Kuliner dari jamur pinus [foto: Eekim/flickr]
Kuliner dari jamur pinus [foto: Eekim/flickr]
Kuliner dari jamur pinus [foto: Eekim/flickr]
Kuliner dari jamur pinus [foto: Camemberu/wikimedia]
Kuliner dari jamur pinus [foto: Camemberu/wikimedia]
 

Untuk kategori buah-buahan, buah persimmon (atau kesemek) disebut-sebut sebagai buahnya musim gugur. Di Korea Selatan, buah ini disebut dalam berbagai istilah, mulai dari hongsi (untuk buah dengan warna kuning-oranye atau merah gelap-oranye), bansi (kesemek tanpa biji), dan gotgam (untuk kesemek yang dikeringkan).

Salah satu tempat terbaik untuk menikmati buah kesemek ini terdapat di daerah Sangju, di Gyeongsangbuk-do. Daerah lainnya yang juga populer sebagai penghasil kesemek adalah Yeongdong di Chungcheongbuk-do, Gimhae di Gyeongsangnam-do, dan Cheongdo di Gyeongsangbuk-do.

Kesemek [foto: Geomr/wikimedia]
Kesemek [foto: Geomr/wikimedia]
Kesemek [foto: Joe Ravi/wikimedia]
Kesemek [foto: Joe Ravi/wikimedia]
Proses pengeringan kesemek [foto: Sarang/wikimedia]
Proses pengeringan kesemek [foto: Sarang/wikimedia]
Gotgam [foto: Johl/wikimedia]
Gotgam [foto: Johl/wikimedia]
 

Masih ada beberapa kuliner khas musim gugur lainnya. Untuk buah-buahan, buah pir, dan sitrun menjadi salah satu favorit di bulan September. Panganan rice cake (sejenis mochi)  biasanya disantap pada bulan Oktober, dan kerap disajikan dengan berbagai bahan lainnya seperti kacang merah, bunga krisan, dan lain-lain.

Sedangkan di bulan November, bubur kacang merah (patjuk)yang disajikan hangat menjadi salah satu hidangan populer yang wajib disantap di bulan tersebut. Untuk kategori minuman, sujeonggwa, yaitu minuman yang terbuat dari kesemek, kayu manis dan jahe, menjadi minuman favorit.

Tteok, salah satu varian rice cake ala Korea [foto: Republic of Korea/wikimedia]
Tteok, salah satu varian rice cake ala Korea [foto: Republic of Korea/wikimedia]
Tteok, salah satu varian rice cake ala Korea [foto: HellaOAKLAND/wikimedia]
Tteok, salah satu varian rice cake ala Korea [foto: HellaOAKLAND/wikimedia]
Patjuk [foto: Taylorandayumi/wikimedia]
Patjuk [foto: Taylorandayumi/wikimedia]
Sujeonggwa [foto: Bernat/wikimedia]
Sujeonggwa [foto: Bernat/wikimedia]
Yak, kurang lebih itulah aneka kuliner musim gugur yang wajib dicoba saat wisata ke Korea Selatan. Jika ada yang mau share info kuliner lainnya, monggo banget lho. Semoga infonya bermanfaat ya!

***

* Seluruh foto diambil melalui creative commons. Tidak ada perubahan dari foto aslinya. Credit nama berdasarkan username flickr/wikimedia.

 

baca juga :

Spring In Korea, Wisata Kemana Ya?

Winter In Korea, Saatnya Main Salju!

Comments

comments