fbpx
Home Guides Baru Putus Cinta? 7 tempat di Bandung Ini (Mungkin) Manjur Untuk Mengatasi...

Baru Putus Cinta? 7 tempat di Bandung Ini (Mungkin) Manjur Untuk Mengatasi Kegalauan Hati

Putus cinta memang menyakitkan. Dunia yang semula terasa indah dan penuh warna, mendadak berubah menjadi hampa dan monokrom. Hidup terasa hilang arah, dan tak sedikit yang akhirnya sulit untuk move on karena masih selalu terbayang dengan sang mantan; terjebak dalam angan-angan masa lalu yang seolah belum mau pergi.

Padahal hidup harus terus berjalan. Life must go on. Masih banyak hal lain yang harus kalian pikirkan dan kerjakan selain memikirkan mantan yang belum tentu masih memikirkan kalian. Ayo move on! Namun jika kalian masih terus kesulitan menemukan cara terbaik untuk move on, coba deh kunjungi 7 tempat di Bandung ini.

Tempat-tempat tersebut, jika kalian jeli memahaminya, menyimpan beberapa filosofi cinta dan kehidupan yang mungkin saja dapat membantu kalian mengatasi tahap-tahap kehilangan, dan akhirnya membuat kalian siap untuk betul-betul lepas dari bayang-bayang sang mantan.

Ilustrasi patah hati, via foedjioetomo.wordpress
Ilustrasi patah hati, via foedjioetomo.wordpress

1. Mari Mulai Mengenal Filosofi “Kalau Jodoh Takkan Kemana” dengan Main ke Batu Cinta di Situ Patengan, Pangalengan

Situ Patengan, via satriaprayoga.deviantart
Situ Patengan, via satriaprayoga.deviantart

Situ Patengan (versi nama lainnya: Situ Patenggang atau Situ Patengang) yang terletak di kabupaten Bandung ini tak hanya populer karena keindahan alamnya. Di Situ ini terdapat sebuah tempat bernama Pulau Asmara dan Batu Cinta, dan bisa kalian tebak jika kedua tempat tersebut memiliki sebuah legenda yang membuatnya populer.

Konon dulu ada sepasang kekasih bernama Raden Indra Jaya atau Ki Santang (keponakan Prabu Siliwangi, Raja Pajajaran) dan Dewi Rengganis (putri yang berasal dari Kerajaan Majapahit). Keduanya saling mencintai, namun karena meletusnya perang Bubat antara kerajaan Majapahit dan kerajaan Pajajaran membuat mereka berdua saling terpisah. Keduanya pun saling mencari, dan akhirnya setelah sekian lama, mereka baru bertemu di sebuah batu yang kemudian populer dengan nama Batu Cinta.

Menurut kabar, Dewi Rengganis lantas meminta dibuatkan danau dan kapal untuk berlayar, dan kapal tersebut menjadi cikal bakal sebuah pulau bernama pulau Asmara (yang juga terdapat di Situ Patengan).

Rumor yang berkembang, jika sepasang kekasih mengelilingi danau dengan menggunakan perahu, maka cinta mereka akan abadi seperti cinta Ki Santang dan Dewi Rengganis. Namun jika kalian baru putus cinta, nggak dosa kok jika kalian ingin ikut mengelilingi danau sambil berperahu. Setidaknya kalian bisa mempelajari pesan moral yang terselip dari kisah Ki Santang dan Dewi Rengganis berikut ini.

Pesan moral:

Jika si dia memang jodoh kalian, sesulit apapun keadaannya saat ini, percayalah suatu saat nanti pasti akan bersatu lagi.

 

2. Dan, Berkunjunglah ke Gunung Tangkuban Perahu untuk Memahami Filosofi Cinta Lainnya: Kalau Tak Jodoh, Sekuat Apapun Kalian Mencoba, Pasti Takkan Berhasil

Salah satu kawah di Gunung Tangkuban Perahu, via anggiagistia
Salah satu kawah di Gunung Tangkuban Perahu, via anggiagistia

Jika masih tak mengerti mengapa hubungan asmara bisa berakhir sementara kalian merasa sudah habis-habisan memperjuangkan cinta tersebut, maka kalian harus mampir ke Gunung Tangkuban Perahu. Gunung yang terletak di wilayah Lembang tersebut menyimpan sebuah legenda yang berkaitan dengan Sangkuriang dan Dayang Sumbi.

Dalam versi singkat, Sangkuriang bertemu dengan seorang gadis bernama Dayang Sumbi dan mereka berdua saling jatuh cinta. Masalah pun muncul saat Dayang Sumbi mengetahui jika Sangkuriang ternyata adalah anaknya yang pernah dia usir saat masih kecil.

Untuk menolak lamaran Sangkuriang, Dayang Sumbi pun meminta dibuatkan sebuah danau beserta perahu yang harus diselesaikan sebelum matahari terbit, dan permintaan tersebut disanggupi oleh Sangkuriang yang sakti mandraguna.

Agar Sangkuriang gagal menyelesaikan misi, Dayang Sumbi lantas membuat ayam jantan berkokok lebih cepat dan membuat ilusi jika matahari sudah terbit sebelum waktunya. Sangkuriang yang kecewa lantas menendang perahu yang hampir jadi, dan akhirnya perahu itu pun berubah menjadi Gunung Tangkuban Perahu.

Terlepas dari mitos jika Dayang Sumbi menolak Sangkuriang karena ternyata mereka adalah ibu dan anak, sangatlah penting untuk menyadari jika kalian maupun Sangkuriang bukan satu-satunya yang mengalami sakit hati paska putus cinta, padahal sudah habis-habisan menjadi pejuang cinta.

Di Jawa Tengah pun terdapat sebuah legenda yang serupa-tapi-tak-sama. Untuk menolak lamaran seorang pria bernama Bandung Bondowoso, Roro Jonggrang meminta dibuatkan seribu candi sebelum matahari terbit. Dan Roro Jonggrang pun menghianati upaya Bandung Bondowoso dengan membuat ilusi seolah-olah matahari terbit lebih cepat sehingga Bandung Bondowoso gagal melamar gadis pujaannya.

Pesan moral:

Walau kalian sudah habis-habisan dalam sebuah hubungan asmara, jika memang bukan jodohnya, maka takkan bisa bersatu juga. Jadi jangan terlalu lama berduka, karena itu bukan kesalahan kalian.

 

3. Dakilah Gunung Rakutak. Kesulitan Saat Mencapai Puncak Akan Membuat Kalian Melupakan Kesulitan Hidup

Mendaki Gunung Rakutak, via denisugandi
Mendaki Gunung Rakutak, via denisugandi

Terkadang, kalian hanya perlu mengalihkan perhatian dari masalah percintaan untuk mengubah suasana hati. Mendaki Gunung Rakutak bisa menjadi salah satu cara untuk membantu kalian.

Kesulitan saat menuju puncak akan membuat kalian melupakan kesulitan hidup setidaknya untuk sementara waktu, karena kalian harus fokus mengatasi masalah yang ada di depan mata dibanding memikirkan hal-hal yang telah berlalu.

Gunung Rakutak memang tidak seberapa tinggi, hanya sekitar 1921 mdpl. Namun gunung tersebut memiliki banyak pepohonan yang masih rapat sehingga masih sangat alami, dan pemandangannya tak kalah dari gunung yang lebih tinggi.

Track-nya pun cukup menantang, dimana ada beberapa single track yang diapit oleh jurang di sisi kanan-kirinya; membuat kalian menyadari jika kesulitan itu memang selalu mengapit kehidupan dan itu sebuah hal yang biasa.

Pesan moral:

Fokus mengatasi masalah yang ada di depan mata akan membuat kalian melupakan masalah yang telah berlalu, termasuk masalah patah hati.

 

4. Jika Kalian Tak Bisa Terlalu Jauh Dari Pusat Kota, Datang Saja ke Taman Jomblo. Kursinya yang Kecil-kecil akan Menyadarkan Kalian Jika Kalian Bukan Jomblo Terakhir di Muka Bumi

Taman Jomblo alias Taman Pasupati yang berlokasi di bawah jalan layang Pasupati, via galihsedayu.wordpress
Taman Jomblo alias Taman Pasupati yang berlokasi di bawah jalan layang Pasupati, via galihsedayu.wordpress

Nggak semua orang suka mendaki gunung, dan nggak semua orang punya waktu luang untuk berlibur ke daerah yang baru untuk mengubah suasana hati. Untuk kalian yang sibuk namun tengah mencoba mencari cara mengatasi kegundahan hati paska putus cinta, mainlah ke Taman Pasupati yang terletak dibawah kolong jalan layang Pasupati.

Taman yang populer dengan nama Taman Jomblo tersebut dihiasi dengan kursi yang hanya cukup diduduki oleh satu orang saja, dan jumlahnya cukup banyak diseluruh taman tersebut. Banyaknya kursi jomblo tersebut menyelipkan sebuah pesan, lho.

Pesan moral:

Coba lihat kuantitas kursi jomblo di taman tersebut. Cukup banyak kan? Begitu juga dengan populasi jomblo di dunia ini. Hei, kalian bukan jomblo terakhir di muka bumi. Jadi, untuk apa lama-lama bersedih karena menyandang status single? Fokus menatap masa depan itu lebih penting.

Tambahan pesan moral:

Taman Jomblo ini kerap dikunjungi oleh muda-mudi yang tengah mencari suasana baru. Walau nggak jadi jaminan yang datang sepenuhnya adalah jomblo, siapa tahu jika main ke taman ini membuka kesempatan bagi kalian untuk menemukan tambatan hati yang baru.

 

5. Ketenangan Suasana di Taman Hutan Raya Juanda Akan Mengingatkan Kalian Jika Terkadang Manusia Itu Perlu Sendirian

Hutan pinus di TaHuRa Juanda, via libregraphics/Drs.Ary Setyadi
Hutan pinus di TaHuRa Juanda, via libregraphics/Drs.Ary Setyadi

Saat masih bersama sang kekasih, dunia terasa milik berdua. Kemana-mana inginnya bersama, bahkan saat tak sedang bersama pun maunya terus memikirkan sang pacar. Itulah mengapa ketika sebuah hubungan berakhir, dunia terasa hampa dan hilang arah karena tiba-tiba kalian merasa sendirian. Kesepian.

Padahal, terkadang manusia memang perlu sendirian agar tak kehilangan jati diri yang sebenarnya. Hanya saja karena terlalu lama bersama di tengah kerumunan, terkadang kita melupakan kebutuhan untuk menjadi diri sendiri.

Bagi kalian yang tengah merasa hampa karena sendirian, Taman Hutan Raya Juanda (TaHuRa Juanda) yang terletak di Dago ini mungkin akan menjadi tempat yang tepat untuk kalian. Ketenangan suasana alamnya akan membuat kalian menyadari, jika sunyi dan sepi itu sebetulnya bukan hal yang menakutkan.

Hirup udaranya yang sejuk untuk melepaskan himpitan masalah yang menyesaki dada. Dan, lengkapi petualangan sunyi kalian dengan mengunjungi Tebing Keraton yang masih berada di wilayah TaHuRa Juanda. Pemandangan hutan yang hijau di bagian bawah akan menyejukkan hati siapa saja yang melihatnya, termasuk kalian yang tengah diliputi kegalauan.

Tebing keraton, via juliushajj.wordpress
Tebing keraton, via juliushajj.wordpress

Pesan moral:

Alam tetap menjadi salah satu obat terbaik untuk mengubah suasana hati. Walau nggak bisa jauh-jauh dari pusat kota, nggak ada salahnya jika kalian meluangkan waktu ditengah kesibukan untuk menikmati alam, dan lihat deh perbedaan mood kalian sebelum dan sesudah meleburkan diri dengan alam.

 

6. Pergilah ke Bukit Dago Pakar dan Lihatlah ke Kota Bandung yang Terdapat dibawah. Bayangkan Betapa Banyak Kesulitan yang Mungkin dialami Oleh Mereka Dibawah Sana, dan Kalian Akan Merasa Lebih Baik

Pemandangan di Dago Pakar, via skyscrapercity
Pemandangan di Dago Pakar, via skyscrapercity

Terkadang untuk mengatasi sebuah masalah, yang perlu kalian lakukan hanya mengubah sudut pandang. Coba deh kalian pergi ke daerah Dago Pakar. Eits, tapi jangan dulu merasa merana melihat aneka kafe romantis yang mungkin masih menggenggam secuil kenangan bersama si dia. Ini beberapa hal yang bisa kalian lakukan di Bukit Dago Pakar untuk mengubah suasana hati menjadi lebih baik:

  1. Kalian dapat memanjakan diri dengan menikmati beragam sajian makanan yang terdapat di berbagai kafe dan restonya yang bervariasi. Good food brings good mood. Ubah mood-mu yang suram dengan menyantap makanan lezat.
  2. Jangan lupa untuk memesan kursi yang berada di area outdoor. Carilah yang memiliki pemandangan langsung ke arah kota Bandung yang berada di bagian bawah. Pemandangan yang indah selalu bisa mengusir kesuraman dalam hati. Lebih mantap jika kalian datang di malam hari, saat kota Bandung bak bertabur permata karena kerlip lampu mulai menerangi seisi kota.
  3. Coba lihat banyaknya rumah (atau lampu, jika kalian datang di malam hari) yang ada dibawah sana. Di masing-masing rumah tersebut pastilah ada individu-individu yang juga memiliki masalah. Jika dibandingkan dengan berbagai masalah yang dialami oleh seluruh penduduk Bandung yang ada dibawah sana, masalah yang kalian alami ibaratnya sebutir debu di antara hamparan pasir pantai. Jadi nggak ada gunanya merasa jadi yang paling menderita di seluruh dunia deh!

Pesan moral:

Dengan berpikir jika masalah yang kita hadapi hanyalah kerikil biasa di tengah lautan kehidupan, sedikit banyak itu bisa membantu kalian untuk nggak mellow terlalu lama dan akhirnya bisa move on.

 

7. Makan di kantin kampus lain, atau setidaknya di tempat nongkrong favorit anak kampus lain

Good food brings good mood. Makanan memang selalu bisa menjadi pembangkit mood yang sedang terpuruk. Tapi, ada sebuah tips ekstra bagi yang ingin cepat-cepat move on dari mantan, yaitu makanlah di kantin kampus lain (atau daerah nongkrong favorit anak kampus lain).

Bagi yang sudah bekerja, makanlah di luar tempat kalian biasa nongkrong. Ada beberapa keuntungan jika kalian mencoba makan di luar orbit pergaulan. Selain dapat mencari suasana baru yang dapat membantu mengubah mood, kalian juga sekaligus membuka peluang untuk mencari kecengan baru! Berikut beberapa area makan yang populer bagi mahasiswa beberapa tempat kuliahan populer di Bandung:

  • Jalan Gelap Nyawang dan Kantin Masjid Salman, Populer Untuk Mahasiswa ITB

Suasana makan di Soto Betawi ITB, salah satu tempat makan favorit di Jalan Gelap Nyawang, via gembulisme.wordpress
Suasana makan di Soto Betawi ITB, salah satu tempat makan favorit di Jalan Gelap Nyawang, via gembulisme.wordpress

Jalan Gelap Nyawang jaraknya sangat berdekatan dengan Jalan Ganesha yang merupakan pintu masuk utama ke Institut Teknologi Bandung (ITB). Di jalan tersebut berdiri kios-kios makanan yang menawarkan beragam menu, mulai dari menu biasa seperti Nasi Goreng dan Soto Betawi, hingga menu-menu unik seperti Ayam Goreng Cola. Tentu saja harganya sangat bersahabat dengan kantong mahasiswa. Jadi jalan ini kalian bisa hangout hemat dan tentu saja sambil cuci mata.

Tambahan info, di antara Jalan Gelap Nyawang dan Jalan Ganesha terdapat Masjid Salman ITB. Masjid tersebut juga memiliki sebuah kantin yang harganya mahasiswa banget! Atau jika kalian ingin tempat hangout mahasiswa lainnya, masuk saja ke dalam kampus ITB. Di dalam kampus yang udaranya sejuk itu juga terdapat beberapa kantin

  • Maranatha Food Center, Tempat Hangout Favorit Mahasiswa Universitas Maranatha

Maranatha Food Center, via fatimahrusmawati.blogspot
Maranatha Food Center, via fatimahrusmawati.blogspot

Universitas Maranatha memiliki kantin keren yang disebut Maranatha Food Center. Kantin ini dirancang tak ubahnya seperti area food court di berbagai pusat perbelanjaan: keren, bersih, dan luas. Bagi yang ingin hangout keren ala mahasiwa, kantin ini boleh banget untuk dilirik. Namun jika kalian ingin suasana cuci mata dan icip-icip diluar kampus, di sekitar Universitas Maranatha juga banyak terdapat kantin dan kafe.

  • Kantin ITENAS dan Kuliner di Sekitar Jalan P.H.H Mustofa dan Cikutra, Tongkrongan Wajib Anak ITENAS

Bagian depan Institut Teknologi Nasional (ITENAS), via eli-nurlela.blogspot
Bagian depan Institut Teknologi Nasional (ITENAS), via eli-nurlela.blogspot

Layaknya kantin di sebuah kampus, kantin di dalam kampus ITENAS juga populer sebagai tempat nongkrongnya mahasiswa. Begitu juga dengan tempat nongkrong lain di sekitar kampus, seperti di sekitar jalan P.H.H. Mustofa. Sedangkan jika kalian masuk dari arah jalan Cikutra, di bagian pintu belakang ITENAS juga terdapat beberapa tempat makan yang dijadikan tempat hangout favorit bagi mahasiswa.

  • Aneka Kantin di Universitas Parahyangan Juga Menarik Untuk Dijelajahi

Universitas Parahyangan di Ciumbuleuit, via hotel-di
Universitas Parahyangan di Ciumbuleuit, via hotel-di

Universitas Parahyangan (Unpar) yang terletak di Jalan Ciumbuleuit ini memiliki beberapa kantin populer. Salah satu yang terfavorit adalah kantin FISIP. Bagi yang memang tengah galau dan ingin mencari suasana baru dengan berkeliling ke berbagai kantin kampus, kantin Fisip termasuk salah satu yang wajib untuk dikunjungi. Dan di sekitar kampus Unpar pun bertabur tempat makan favorit mahasiswa dan non-mahasiswa, lho. Terutama di sekitar Jalan Ciumbuleuit.

 

Tempat-tempat di atas baru secuil saja dari sekian banyak aneka tempat kongkow favorit mahasiswa di berbagai universitas di Bandung. Jadi jangan khawatir akan kehabisan tempat untuk mencari suasana baru, karena selalu ada kantin di kampus lain yang menarik untuk dijelajahi.

 

baca juga :

14 Taman Tematik yang Akan Membuat Kalian Berpikir Jika Bandung Itu Sangat Keren

25 Tempat di Indonesia yang Akan Memuaskan Hasrat Menapaki Luar Negeri

14 Pesona Wisata Sumedang yang Akan Membuat Kalian Jatuh Cinta Pada Kota Tersebut

Comments

comments