fbpx
Home Guides Benarkah Jepang Itu Aman Untuk Wisatawan Asing?

Benarkah Jepang Itu Aman Untuk Wisatawan Asing?

Jepang selalu dikenal sebagai salah satu negara teraman di dunia. Biasanya, pembandingnya adalah tingkat kejahatan di Jepang yang jauh lebih kecil dibanding Amerika, serta image bahwa orang Jepang jauh lebih saling peduli dan cukup aktif membantu wisatawan asing dibanding orang Amerika. Sehingga predikat “Jepang adalah negara yang aman” begitu melekat dan seolah menjadi merk dagang bagi negara tersebut, dan sukses menarik banyak wisatawan asing untuk berkunjung ke negara ini.

Pertanyaannya: “Benarkah Jepang adalah negara yang betul-betul aman?”

Mari kita mulai dari mitos tentang keamanan di Jepang yang mudah didengar di berbagai forum:

  • “Jepang itu aman banget. Buktinya, kita bisa meninggalkan handphone maupun tas untuk menandai meja dan kursi di restoran tanpa takut akan hilang.”
  • “Polisi di Jepang cepat tanggap kalau ada laporan, dan mereka rutin berkeliling menggunakan sepeda sehingga lingkungan di Jepang relatif aman.”
  • “Sangat aman berjalan di malam hari, untuk wanita sekalipun, karena Jepang memang negara yang aman.”
  • “Kalau kita kehilangan barang, tinggal lapor polisi saja. Biasanya yang menemukan barang tersebut akan mengantarkannya ke pos polisi terdekat.”
  • “Konon, banyak orang mabuk sampe tidur di pinggir jalan, tapi mereka nggak kehilangan dompet, barang bawaan, maupun baju. Beda banget sama di Amrik sana!”

Dan banyak lagi mitos lainnya tentang keamanan di Jepang, khususnya yang biasa didengar oleh wisatawan asing.

Pemandangan orang mabuk dan tidur di pinggir jalan bukan hal aneh di Jepang. Foto: via evenmag.com
Pemandangan orang mabuk dan tidur di pinggir jalan bukan hal aneh di Jepang. Foto: via evenmag.com

Itu baru mitos. Sekarang kita bicara tentang fakta-fakta tentang tingkat kejahatan di Jepang untuk membuktikan “benarkah Jepang adalah negara yang aman?”

  • Tingkat kejahatan di Jepang memang terbilang kecil. Kabarnya, jika dirata-ratakan, kurang dari 1 orang terbunuh dari setiap 100,000 populasi. Tepatnya, 0,83/100,000 per-tahun. Sangat kecil jika dibandingkan dengan angka rata-rata di Amerika (4,8) yang berarti 5,7 kali lebih tinggi dibanding Jepang.
  • Jika dirata-ratakan dari 10 tingkat kejahatan yang biasa terjadi (diantaranya adalah perampokan, pencurian, dan pemerasan), tingkat kejahatan di Jepang berada di urutan kedua terendah dibawah Spanyol. Untuk kejahatan berat pun (seperti pemerkosaan dan pembunuhan) rata-rata tingkat kejahatan di Jepang termasuk salah satu yang terendah di dunia.
  • Senjata api termasuk ilegal di Jepang, jadi tak sembarang orang bisa memilikinya.

Dari uraian di atas, bisa disimpulkan jika tingkat kejahatan di Jepang memang relatif rendah, sehingga mungkin ada benarnya jika Jepang dikategorikan sebagai negara yang aman untuk dikunjungi.

Diagram Crime Victim Rates yang disusun berdasarkan data tahun 2006 dan 2009. Foto: via nippon.com
Diagram Crime Victim Rates yang disusun berdasarkan data tahun 2006 dan 2009. Foto: via nippon.com

Lalu, bagaimana realita tentang tingkat kejahatan di Jepang?

Sebetulnya, kejahatan ada dimana saja. Walau Jepang di klaim sebagai negara yang aman, kejahatan tetap saja ada dan bisa menghampiri siapa saja. Kejahatan ringan seperti pencurian dan penjambretan, hingga kejahatan berat seperti pemerkosaan dan pembunuhan, masih saja ada di negara ini (walau jumlahnya kecil).

Dan jangan lupakan juga beberapa kasus yang terbilang besar pernah terjadi di Jepang, contohnya seperti kasus Tokyo Sarin Gas Attack (1995). Serangan gas di berbagai kereta Tokyo Metro menewaskan 12 orang dan melukai lebih dari 1000 orang. Lalu ada peristiwa Akihabara Massacre (2008), dimana seorang pria berlari ke kerumunan dan menikam orang-orang.

6 pria dan 1 wanita tewas, dan 11 lainnya terluka. Dan masih ada beberapa contoh kejahatan lainnya yang membuktikan jika Jepang tak sepenuhnya aman. Oya, tambahan lainnya, ingat juga jika di Jepang masih ada beberapa kelompok yakuza yang identik dengan dunia hitam. Kesimpulannya: tak ada negara yang benar-benar aman, bahkan Jepang sekalipun.

Diagram berbagai tingkat kejahatan pencurian di Jepang. Foto: via nippon.com
Diagram berbagai tingkat kejahatan pencurian di Jepang. Foto: via nippon.com

Saya ingin coba mengangkat masalah tingkat kejahatan di Jepang dan menghubungkannya dengan berbagai tindak kriminal yang kerap menyasar wisatawan asing. Dalam konteks travelling, berikut ini beberapa kasus kriminal yang beberapa kali terjadi di Jepang dan sayangnya, menimpa wisatawan asing.

1. Scamming

Kasus ini terbilang paling sering menimpa wisatawan asing, khususnya yang mencari hiburan malam maupun berniat menjelajah daerah-daerah yang terbilang rawan di Jepang (ya, bahkan di Jepang pun ada daerah yang tergolong rawan). Bahkan pemerintah Amerika pernah mengeluarkan travel warning ke Jepang berkaitan dengan hal tersebut. Biasanya beberapa modus yang digunakan adalah sebagai berikut:

  • Membujuk wisatawan untuk masuk ke sebuah bar (biasanya menggunakan gadis cantik, pria tampan, maupun penyebar selebaran), dan ternyata total tagihan di bar tersebut melebihi dugaan.
  • Meminta wisatawan untuk membayar menggunakan kartu kredit, namun ternyata yang ditagihkan melebihi seharusnya.
  • Memanfaatkan kelengahan wisatawan untuk menyelipkan sejumlah charge ekstra.
  • Membuat wisatawan mabuk di bar maupun di club, dan berbagai hal buruk lainnya akan menyusul (mulai dari dompet hilang, tagihan diluar kewajaran, pencurian kartu kredit, terbangun di pinggir jalan, dan banyak lagi).

Bagaimana jika wisatawan tak bisa membayar apa yang ditagihkan pada mereka? Untuk bar dan pusat hiburan malam maupun dewasa, perlu diketahui jika tempat tersebut rata-rata dilindungi oleh kelompok yakuza tertentu. Setiap kali ada yang membuat masalah, maka akan berurusan dengan kelompok yakuza tersebut.

Suasana di sebuah host club di Tokyo. Foto: via y1.ifengimg.com
Suasana di sebuah host club di Tokyo. Foto: via y1.ifengimg.com

 

2. Pelecehan seksual

Walau terbilang aman, bukan berarti Jepang 100% aman, dan kasus wanita yang dilecehkan di depan umum bukan termasuk hal baru. Salah satu tempat yang paling rawan akan pelecehan adalah di kereta api, khususnya pada jam sibuk (dan dinamakan chikan). Biasanya yang menjadi sasarannya adalah para wanita, dan wanita asing pun tak luput dari resiko chikan.

 

Kedua jenis kejahatan tadi termasuk yang paling sering menimpa wisatawan. Namun, bukan berarti itu tak bisa dihindari. Kunci utamanya adalah jangan lengah, tetap waspada, danpercaya pada common sense kalian. Dan yang paling penting, sebisa mungkin hindari daerah-daerah yang dianggap rawan, yang detailnya akan saya bagikan dalam tulisan lainnya. Semoga informasinya bermanfaat!

 

baca juga :

Inilah Daerah-Daerah Berbahaya Di Jepang : Area Tokyo

Inilah Daerah-Daerah Berbahaya Di Jepang : Kota Lainnya, Plus Tips Menghadapi Chikan

Comments

comments