Welcome , Guest   Sign in with
food, products or place Zip code or address

Pulau Kisar

0 out of 5 stars based on 0 Review

Address : Ambon, Maluku

Time :

Keindahan di Tapal Batas

Pulau yang berada di bagian terluar Indonesia ini memang jarang terdengar namanya. Namun barisan pantai yang dimilikinya serta pesona keunikan lokal budaya dan masyarakatnya layak di jadikan sebuah destinasi budaya. Pulau ini bernama Kisar. Lokasi nya adalah juga pembatas bagi wilayah Indonesia dan Timor Leste.

Dari kota Ambon, pulau ini bisa dicapai dengan menggunakan pesawat Merpati selama sekitar 1 jam 45 menit. Tiket pesawat yang berkapasitas penumpang 20 orang tersebut berada di kisaran harga 370 ribu*. Seminggunya ada 2 kali penerbangan, yaitu hari senin dan jum’at. Bandara di pulau Kisar bernama Jhon.J.Baker. Lapangan terbang ini sudah dilengkapi dengan landas pacu sejauh 800 meter yang bisa di darati oleh pesawat-pesawat sekelas Cassa 212.

Di bandara yang berada di kawasan Pupura tersebut, hanya ada dua pilihan kendaraan yang bisa di pilih untuk bisa mencapai pusat kotanya yaitu kendaraan sewaan dan ojek. Pengemudi ojek biasanya memasang harga 15 hingga 20 ribu rupiah sekali jalan*. Dari bandara pusat kota di capai dengan waktu tempuh 1 jam-an.

Pulau Kisar juga bisa di datangi dari laut dengan menggunakan KM. Pangrango milik PT. Pelni. Rute nya akan menyinggahi Pulau Damer. Dari Ambon harga tiket per-penumpangnya 300 ribu* dengan lama perjalanan 2 hari. Pilihan lain adalah dengan menggunakan KM. Maloli. Rutenya adalah Ambon-Saumlaki-Tepa-Demar-Roma-Kisar-Wetar-Kupang. Harga tiket kapal KM. Maloli adalah 30 ribu rupiah* dengan waktu tempuh 5 hari.

Dulunya, pulau kecil yang berada dalam kawasan Maluku Barat Daya tersebut bernama Kihar, dengan pantai yang bernama Kiasar. Dua suku bermukim di daratannya, yaitu Meher dan Oirata. Ketika VOC menjejakkan kakinya di sana terjadilah ketidak pahaman komunikasi karena kedua pihak punya bahasa yang berbeda.

Salah seorang Belanda kemudian menusuk-nusukkan batang kayu yang kering ke dalam tanah. Penduduk asli mengira bahwa ia menanyakan nama pantai dimana mereka berada, dan mereka pun menjawabnya dengan : ‘Kiasar’. Namun, kata Kiasar susah terucap dengan sempurna oleh lidah eropa mereka. Yang terucap adalah Kisar. Nama itu pun digunakan hingga saat ini.

Daratan Kisar memiliki kawasan seluas lebih dari 117 KM2. Pulau ini bertetangga dengan pulau Romang, pulau Rakor, pulau Leti, pulau Wetar, pulau Moa, dan pulau Timor yang kawasannya juga menjadi bagian dari negara Timor Leste. Di Kisar, setiap tahunnya musim kemarau berlangsung begitu panjang. Karenanya daratan ini punya iklim yang kurang mendukung masyarakatnya untuk bercocok tanam.

Di desa Oirata, kawasan nya dihuni oleh ladang-ladang kacang, jagung dan umbi-umbian. Selain itu terdapat pula bentangan padang rumput yang oleh warga lokal kerap digunakan sebagai area penggembalaan kambing, domba dan sapi.

Kontur daratan Kisar yang dipenuhi padang rumput dan karang membuat warganya tidak membuka lahan yang khusus diperuntukkan bagi areal perkebunan atau pertanian. Sebagai gantinya, mereka memilih untuk bercocok tanam di pekarangannya.

Jagung, kacang tanah, kacang hijau, kacang merah serta umbi-umbian adalah ragam tanaman yang mereka tanam. Hasilnya digunakan untuk dimakan setiap harinya.

Baik di lading maupun di pekarangan rumah, aktivitas bercocok tanam tersebut banyak dilakukan oleh kaum wanitanya. Mereka jugalah yang menjual hasilnya. Tak heran bila peran mereka amat besar, baik di rumah dan di dalam lingkungan sosialnya.
Meski kawasannya berupa daratan yang tandus, di Kisar juga terdapat perkebunan jeruk.

Di pasar-pasar tradisional nya akan banyak di temui para pedagang jeruk menawarkan nya ke pembeli. Jeruk yang berwarna hijau kekuningan ini ukurannya lebih besar dari jeruk-jeruk di daerah lain.

Dagingnya yang tidak terlalu manis namun juga tak terlalu asam mengingatkan kita pada rasa daging jeruk Bali. Bentuknya juga hampir sama. Airnya banyak dan menyegarkan. Amat segar bila dimakan selagi cuaca sedang terik.

Untuk 4 buah, biasanya para pedagang jeruk menawarkannya dengan harga 5,000. Harga menjadi lebih murah bila jeruk yang dibeli lebih banyak. Letak Kisar yang begitu dengan Timor Leste menjadikan Jeruk Kisar jadi komoditi andalan yang banyak dikirim ke negara tersebut.

Selain pantai Kisar, pulau ini juga punya banyak pantai lain yang menarik yaitu pantai Nama, pantai Portuki, pantai Malara, pantai Kiou, pantai Intutun, dan pantai Jawalang. Hampir semua pantai punya terumbu karang yang indah. Berada di tempat yang terpencil menjadikan surga bawah laut tersebut jarang terjamah.

Air lautnya yang belum banyak tercemar menjadikan kawasan perairan Kisar cocok untuk berenang dan snorkeling.
Salah satu kawasan yang bernama Lekewain punya cerita yang menarik.

Konon, wilayah perbukitan yang menghadap ke Timor Leste ini dulunya adalah tempat penyembahan berhala dan penuh dengan aura black magic yang berdatangan dari pelbagai penjuru dunia. Nama tempatnya adalah bukit doa. Kini, kawasannya telah di sterilkan dan menjadi tempat kebaktian pemeluk agam nasrani.

Jejak kedatangan Belanda di daratan ini bisa ditandai dengan adanya benteng Deleshaven yang terbangun di desa Kotalama. Demikian juga benteng Vollenhove yang didirikan Belanda di kawasan pantai Nama. Di pantai Kisar juga bisa ditemui sebuah prasasti dengan yang dibuat oleh Belanda pada tahun 1665.

*harga bisa berubah sewaktu-waktu

Place Tags: ambon, pulau, and Pulau Kisar.

Apa Pendapat Anda ?

Berikan penilaian pada tempat ini dengan memilih bintang di bawah :

Captcha Verification
captcha image

Upload Image

Attach a image to your review.

Send To Friend

Captcha Verification
captcha image

Send Enquiry

Captcha Verification
captcha image

Claim Listing

What is the claim proccess?

Captcha Verification
captcha image