Welcome , Guest   Sign in with
food, products or place Zip code or address

Masjid dan makam Teuku Dianjong

0 out of 5 stars based on 0 Review

Address : Peulanggahan, Kutaraja, Banda Aceh

Time :

Masjid dan makam Teuku Dianjong – Banda Aceh

Masjid dan makam Teuku Dianjong – Dua peninggalan bersejarah yang berada di satu lokasi. Kedua peninggalan tersebut pun masih berkaitan satu sama lain yakni sebuah masjid dan makam. Masjid yang dulunya digunakan Belanda untuk mengambil sumpah Teuku umar ini memiliki banyak nilai sejarah. Di samping masjid ini pula terdapat makam pendiri masjid, yaitu Teuku Dianjong.

Lokasi dan Transportasi

Masjid dan makam Dianjong ini terletak di sebelah sungai Aceh, yaitu di sebelah barat pasar Peunayong. Tepatnya berada di Kelurahan Peulanggahan, Kecamatan Kutaraja, Kota Banda Aceh. Jika pengunjung akan menuju ke lokasi ini, pengunjung dapat menggunakan kendaraan pribadi atau dengan menggunakan kendaraan becak motor.

Jika pengunjung akan menggunakan kendaraan pribadi, maka pengunjung dapat langsung menuju ke kecamatan kutaraja, yang dapat dilalui dari jalan Pangeran Diponegoro, lalu belok ke jalan cut meutia, teruslah melaju lurus, maka pengunjung akan masuk ke jalan Teuku muda, sampai akhirnya akan masuk ke jalan Teuku Dianjong.

Jika pengunjung menggunakan becak motor, maka pengunjung tinggal memberitahu kepada sopir becak motor jika anda ingin menuju lokasi ini, dan pengunjung akan diantarkan langsung menuju ke lokasi masjid dan makam Teuku Dianjong.

Sejarah dan wisata

Pada awalnya masjid ini didirikan pada masa pemerintahan Sultan Alaiddin Mahmudsyah, yang memerintah pada tahun 1760 – 1791. Didirikan oleh seorang ulama besar yang bernama Syaikh Abu Bakar bin Husein Bafaqih. Beliau merupakan ulama yang berasal dari Timur Tengah yang mengembara dan kemudian bermukim disini untuk mengembangkan ajaran agama islam.

Beliau juga merupakan guru besar pendidikan agama dan kemasyarakatan yang kemudian di beri gelar Teuku Dianjong. Pemberian gelar nama Teuku Dianjong ini memiliki arti bahwa orang yang di muliakan. Karena semasa hidupnya, beliau selalu menghabiskan waktunya untuk beribadah di masjid.

Selain itu beliau juga dikenal sebagai ulama yang telah banyak membimbing calon jamaah manasik haji, baik dari masyarakat Aceh sendiri maupun dari luar wilayah itu yang akan menunaikan ibadah haji melalui Aceh.

Beliau juga membangun sebuah rumah yang digunakan sebagai tempat pengembangan dakwa islam dan digunakan pula sebagai tempat pengajian Alquran. Selain membangun sebuah rumah, beliau juga membangun sebuah masjid sebagai bentuk wujud dari pengajaran islam yang diberikannya.

Masjid ini didirikan Teuku Dianjong di atas lahan berbentuk bujur sangkar dengan ukuran luas 14,80 x 9,20 meter dan tinggi 16 meter. Terdapat ruang tempat imam memimpin shalat berjamaah yang berukuran sekitar 166 x 166 cm dengan tinggi 177 cm. Terdapat pula teras di bagian depan masjid ini dan bentuk atapnya bertingkat dengan langit langitnya yang terbuat dari triplek.

Masjid tersebut digunakan umat islam untuk melakukan shalat berjamaah dan juga digunakan sebagai tempat pertemuan masyarakat dalam mengatur strategi untuk melawan Belanda yang menjajah tanah mereka saat itu. Pada zaman itu, masjid ini pernah pula dipakai Belanda sebagai tempat pengambilan sumpah Teuku Umar.

Teuku umar diambil sumpahnya untuk membantu dan berjuang bersama Belanda melawan pejuang Aceh. Hal ini ternyata hanya merupakan bentuk strategi dari Teuku umar dalam melawan Belanda. Awalnya Teuku umar sempat bertempur di pihak Belanda.

Saat itu beliau diberi gelar Teuku Johan oleh Belanda. Gelar tersebut diberikan Belanda sebagai bentuk penghargaan terhadapnya yang telah berkhianat kepada masyarakat Aceh. Sampai pada akhirnya Teuku umar meninggalkan Belanda dan kembali berjuang untuk masyarakat pribumi.

Pada saat Teuku Dianjong meninggal dunia, kemudian masyarakat memakamkannya di samping masjid tersebut dan sebagai bentuk penghormatan terhadap beliau, masjid tersebut kemudian diberi nama Masjid Teuku Dianjong. Pada tahun 1990, pemerintah kota Banda Aceh merenovasi masjid ini dengan memperluas bangunan masjid. Namun pembangunannya kemudian dihentikan karena terjadi penyimpangan bentuk semula dari masjid ini.

Pada saat terjadinya bencana tsunami tahun 2004 lalu, masjid ini sempat mengalami kerusakan parah, lalu pemerintah setempat kembali merenovasi masjid yang kemudian banyak merubah dari bentuk asli bangunan masjid ini.

Lokasi Masjid dan makam Teuku Dianjong saat ini ramai dikunjungi oleh para peziarah. Baik dari masyarakat sekitar maupun dari luar daerah. Seperti pengunjung yang berasal dari Hadhramaut sendiri, seperti Habib Umar bin Hafidz dan Habib Kazim Assagaf dari pesantren Daarul Mustafa yang berasal dari Tarim, Habib Salim Assyathiri dan Habib Saleh bin Muhammad yang berasal dari Alatas.

Selain berziarah ke makam Teuku Dianjong yang terletak di sebelah masjid, para peziarah juga dapat menyempatkan sholat di masjid Teuku Dianjong ini. Dahulu lokasi makam ini sepi dari pengunjung yang berziarah, namun sewaktu diadakannya kenduri oleh masyarakat peulanggahan bersama Rabithah alawiyah provinsi Aceh, perhatian masyarakat pun kembali muncul dan kemudian daerah ini mulai ramai dikunjungi para peziarah.

Masjid ini terletak dekat dengan sungai Aceh, pengunjung yang datang kesini selain untuk berziarah, dapat pula menikmati pemandangan sungai Aceh yang selalu ramai di lewati perahu motor nelayan ini. Pemandangannya yang indah selalu memberikan suasana yang damai dan tenang.

Tips
1. Gunakanlah pakaian yang sopan dan bersih saat berkunjung ke masjid dan makam Teuku dianjong ini. Karena merupakan wilayah bernilai religius.
2. Jagalah sopan santun saat berada di lokasi ini.
3. Bawalah uang dan barang bawaan anda secukupnya, jangan sampai memberatkan di perjalanan.
4. Sediakan topi atau payung jika anda tidak tahan dengan cuaca Banda Aceh yang panas.

Berwisata sejarah sekaligus wisata religi ini akan lebih meningkatkan keimanan anda dan juga banyak ilmu yang akan diperoleh. Jangan lewatkan tempat satu ini jika anda sedang berwisata di Kota Banda Aceh. Selamat berwisata!

Place Tags: aceh and Masjid dan makam Teuku Dianjong.

Apa Pendapat Anda ?

Berikan penilaian pada tempat ini dengan memilih bintang di bawah :

Captcha Verification
captcha image

Upload Image

Attach a image to your review.

Send To Friend

Captcha Verification
captcha image

Send Enquiry

Captcha Verification
captcha image

Claim Listing

What is the claim proccess?

Captcha Verification
captcha image