Welcome , Guest   Sign in with
food, products or place Zip code or address

Jalan Braga

4 out of 5 stars based on 4 Reviews

Address : Jalan Brag

Time :

Menapaki Trotoar Jalan Braga

Jalan-jalan ke Bandung memang belum lengkap kalau belum mampir ke Jalan Braga, sampai-sampai bisa dibilang belum ke Bandung kalau, minimal, belum berjalan sepanjang jalan Braga.

Jalan Braga adalah nama sebuah jalan utama di Kota Kembang. Nama jalan ini memang sudah terkenal dari jaman pemerintahan Belanda, dan nama ini masih dipertahankan sebagai salah satu dari maskot dan tempat wisata di kota Bandung.

Ada beberapa pihak menyebutkan nama Braga diambil dari nama sebuah perkumpulan drama Belanda yang berdiri pada tahun 1882, dimana salah satu penulis naskah dramanya bernama Theotilo Braga.

Ada yang berpendapat juga nama Braga diambil dari nama dewa puisi dalam mitologi Jerman, Bragi. Namun para sastrawan Sunda berpendapat lain, menurut mereka Braga bisa berarti Baraga yaitu berjalan-jalan di tepi sungai, karena lokasi Braga yang terletak di tepi sungai Cikapundung. Masyarakat pada waktu itu suka menghabiskan waktu dengan baraga di sepanjang sungai Cikapundung.

Konon jalan Braga memiliki nama termasyhur seperti sekarang ini karena daerah ini adalah pusat dari bisnis dan mode jaman Hindia Belanda. Para usahawan Belanda banyak yang membuka toko, bar dan tempat hiburan di jalan tersebut pada tahun 1900-an, lalu 20 tahun kemudian mulai berjamuran toko pakaian dan butik yang kebanyakan mengambil model pakaiannya dari Paris, kota fashion yang saat itu menjadi kiblat dari mode pakaian di dunia.

Selain itu dengan dibangunnya gedung Societeit Concordia untuk pertemuan kalangan terhormat, juga menjadi alasan mengapa jalan Braga menjadi jalan yang bergengsi.
Jalan Braga ternyata dahulu tidak hanya terkenal di dalam negeri, tapi juga di luar negeri terutama di Eropa sebagai tempat untuk menunjukkan gaya hidup bergaya dan glamour. Jalan Braga pun mendapat julukan Paris Van Java oleh warga Eropa yang bermukim di Indonesia waktu itu.

Jalan Braga dijadikan pusat sebagai semua kegiatan politik, intelektual, budaya dan kesenian sampai dengan hiburan dan rekreasi. Pada zaman itu juga rutin diadakan pertunjukkan kesenian pada malam-malam tertentu. Suasana jalan Braga pada masa itu yang gemerlap dengan nuansa Eropa sangat mencerminkan jalan Braga sebagai jalan yang bergengsi dan penuh oleh kaum intelektual.

Tidak semua toko atau tempat usaha yang bisa membuka usahanya di jalan Braga, pemerintah Belanda menseleksi izin pendirian tempat usaha di jalan Braga. Beberapa diantaranya yang mendapatkan izin adalah butik Au Bon Marche yang hanya menjual pakaian impor dari Paris. Keberadaan butik ini adalah salah satu alasan mengapa jalan Braga disebut Paris Van Java.

Lalu ada toko jam Stocker yang hanya menjual jam buatan Swiss, toko bunga Van Doup, juga ada toko mobil pertama di Indonesia yaitu Fuchs & Rents, serta ada penjahit August Savelco yang memiliki langganan tokoh-tokoh penting mulai dari JP. Coen sampai dengan tokoh negara kita Bung Karno.
Selama tahun 1937 sampai dengan tahun 1939, adalah tahun keemasan bagi jalan Braga. Kawasan tersebut semakin ramai dengan orang-orang Belanda yang berbelanja ataupun yang pergi makan dan minum di Maison Borgerijen atau yang sekarang bernama Bandung Permai.

Namun sayangnya saat terjadinya perang Dunia ke 2 tahun 1942, pamor jalan Braga semakin menurun. Setelah konfrensi Asia-Afrika tahun 1955, bangunan-bangunan di jalan Braga kembali diperbaiki sehingga jalan Braga kembali hidup dan ramai.

Kini jalan Braga menjadi warisan bersama rakyat Indonesia khususnya warga Bandung, juga sekaligus menjadi kawasan bisnis yang memiliki daya tarik untuk para wisatawan lokal maupun mancanegara. Setiap tahunnya masyarakat Bandung merayakan sejarah jalan Braga yang legendaris ini dengan mengadakan acara tahunan di sepanjang jalan Braga dan sekitarnya.

Acara tahunan ini disebut dengan Festival Braga dan menjadi acara yang sangat ditunggu-tunggu oleh masyarakat dan wisatawan luar. Pada acara ini biasanya diramaikan oleh banyaknya pertunjukkan seni seperti halnya jalan Braga pada zaman kejayaannya.

Pertunjukkan seni tersebut biasanya berupa pertunjukkan musik dan tari dari berbgai komunitas di Jawa Barat. Festival Braga juga dipenuhi oleh pameran produk kreatif dan kerajinan. Berbagai macam kuliner ala Jawa Barat dan nasional juga turut serta meramaikan festival tahunan ini.

Jika Anda memiliki mobil pribadi, mungkin sebaiknya Anda berpikir dua kali kalau ingin membawa mobil terutama pada malam hari, karena sempitnya lahan parkir yang tersedia disana. Cara terbaik selain menggunakan taksi adalah dengan menggunakan angkutan umum alias angkot. Karena di pusat kota sangat banyak pilihan angkot yang melewati jalan Braga.

Jika kebetulan Anda berada di daerah sekitar Setiabudi atau Ledeng, naiklah angkot jurusan Ledeng – Kalapa. Atau jika Anda baru sampai di stasiun kereta, cukup lompat ke dalam angkot berwarna hijau muda yang bertuliskan Dago – St. Hall. Masih kurang yakin dengan cara menuju kesana? Jangan malu-malu bertanya pada masyarakat Bandung, apalagi yang ditanyakan adalah tempat bersejarah disana. Jadi tunggu apalagi?

Langkahkan kaki Anda menyusuri jalan Braga sambil menikmati salah satu sisi kota Bandung yang megah di masanya. Cukup pejamkan mata dan bayangkan diri Anda berada di tengah-tengah kemegahan suasana saat jalan Braga di puncak kejayaannya.

Place Tags: braga bandung and jalan braga.

4 User Reviews on Jalan Braga
Utama lives in

Wajib kesini klo k bandung
Coz lo bsa foto2 keren dg background oldies
Nongkrong2 di pub serasa d legian bali

Assessment on 12-13-2012
4 User Reviews on Jalan Braga
Pras lives in

Hahaha setuju bangeet :D jadi inget jaman sma pernah foto2 narsis bareng temen2 pas malem2 di salah satu sudut jalan ini, dan hasilnya baguus.. Kapan lagi bisa ngerasain suasana indah belanda jaman dulu di salah satu kota di indonesia, kan? :)

Assessment on 12-15-2012
4 User Reviews on Jalan Braga
christin lives in

jangan lupa mampir ke braga huis atau kopitiam oey buat nyoba kulinernya yang eksotis!

Assessment on 12-22-2012
4 User Reviews on Jalan Braga
ulie lives in

wuhh..penasaran, sering sekali denger jalan braga, tapi belum sempat ke sana…aduhh jadi penasaran nih…biasa kalo di Surabaya ada kawasan peninggalan Belanda tuh di daerah Jembatan merah…soerabaya tempoe doeloe..

Assessment on 12-26-2012

Apa Pendapat Anda ?

Berikan penilaian pada tempat ini dengan memilih bintang di bawah :

Captcha Verification
captcha image

Upload Image

Attach a image to your review.

Send To Friend

Captcha Verification
captcha image

Send Enquiry

Captcha Verification
captcha image

Claim Listing

What is the claim proccess?

Captcha Verification
captcha image