Welcome , Guest   Sign in with
food, products or place Zip code or address

Wat Arun

3 out of 5 stars based on 1 Review

Address : Thonburi, Bangkok, Thailand

Time :

Wat Arun, Kuil yang Secantik Fajar

Mengunjungi Bangkok tanpa datang ke landmark kota tersebut tampaknya belum terasa lengkap. Ibukota Thailand ini sendiri sebenarnya memiliki beberapa landmark yang dapat menjadi pilihan wisata Anda. Namun, pastikan Anda menyisipkan Wat Arun kedalam daftar tempat yang ingin Anda kunjungi di Bangkok. Wat Arun atau yang lebih dikenal dengan Temple of Dawn memang menjadi salah satu tujuan favorit para wisatawan yang datang. Bagaimana tidak, kuil yang berdiri di tepi barat sungai Chao Phraya ini memiliki bentuk yang sangat indah dan menjulang tinggi ke langit.

Kuil ini diberi julukan The Temple of Dawn karena memiliki pemandangan yang mempesona saat matahari terbit atau tenggelam. Siluet kuil yang bentuknya seperti candi ini sangat indah jika Anda melihat dari seberang sungai Chao Phraya di waktu senja. Saat pagi hari kuil ini juga memancarkan pesonanya yang luar biasa, dinding-dindingnya yang terbuat dari marmer berwarna-warni memantulkan cahaya matahari dengan cantik. Anda pasti tidak ingin melewatkan pemandangan yang indah di Wat Arun.

Kuil ini sudah berdiri selama bertahun-tahun lamanya sejak pusat pemerintahan Thailand masih di Ayyuthaya. Pada awalnya kuil ini bernama Wat Makok. Namun, perang yang terjadi dengan Burma menyebabkan ibukota Thailand dipindahkan ke Thon Buri. Pada masa ini Raja Rama I mengganti nama Wat Makok menjadi Wat Chaeng. Kuil yang telah mengalami kerusakan akibat perang tersebut kembali dipugar oleh Raja Rama II dan dibangun hingga mencapai ketinggian 70 meter.

Nama kuil ini berganti lagi menjadi Wat Arunratchatharam. Pemerintah Thailand sangat peduli terhadap peninggalan-peninggalan sejarah, oleh sebab itu pada masa pemerintahan Raja Rama IV, kuil ini kembali di restorasi dengan nama Wat Arunratchawararam.

Nama ini adalah nama yang masih dipergunakan hingga saat ini. Nama Arun sendiri mengadopsi nama salah satu dewa di India, yaitu Aruna, dewa fajar di India. Mungkin, pemilihan nama ini terinsipirasi dari keindahan kuil yang begitu cantik dikala fajar.

Daya tarik utama dari Wat Arun adalah Phra Prang atau pilar tinggi yang mencapai 75 meter dengan lebar keliling menara sebesar 234 meter. Sekilas Phra Prang ini memiliki komposisi bangunan yang mirip dengan candi, namun Phra Prang di Wat Arun dibuat dengan arsitektur khas Kamboja yang menjadikan tempat ini sangat anggun.

Phra Prang utama dikelilingi empat Phra Prang dengan ukuran yang lebih kecil di sekelilingnya. Empat Phra Prang ini juga didesain dengan menggunakan porcelain berwarna-warni serta cangkang kerang mutiara yang cantik. Phra Prang utama dibangun dengan menggambarkan 3 level kehidupan, yaitu Bumi, Neraka dan Surga. Anda dapat mendaki kuil ini, namun hanya sampai pada level bumi.

Walau begitu, untuk mencapai balkon yang berada di level bumi membutuhkan usaha yang luar biasa. Anda harus menaiki tangga yang sangat tinggi dengan kemiringan terjal yang bisa mencapai 360⁰. Mungkin ini adalah salah satu penggambaran mengenai kehidupan yang harus dijalani manusia saat di Bumi sebelum mereka bisa mencapai level yang lebih tinggi lagi.

Bagi umat Buddha, candi atau bisa disebut juga dengan kuil (karena termasuk tempat peribadatan) ini diibaratkan seperti sebuah gunung yang tinggi. Biasanya di setiap candi terdapat abu para raja yang tersimpan didalamnya. Hal ini merupakan kepercayaan mereka bahwa jiwa para raja yang telah wafat dapat tinggal dengan tenang di gunung bersama Sang Buddha.

Penggambaran ini juga tidak jauh berbeda dengan Phra Prang utama di Wat Arun. Phra Prang ini digambarkan sebagai gunung tinggi yang berdiri diatas laut dan ditopang oleh Kinnaree, yaitu makhluk raksasa setengah manusia yang berdiri dengan satu lutut ditanah. Kinnaree ini menopang setiap level yang ada pada Phra Prang. Ada cerita lucu mengenai posisi para Kinnaree yang menopang level dengan satu kaki berlutut tersebut.

Konon katanya para Kinnaree ini dahulu menopang setiap level dengan kaki yang berdiri lurus, namun karena kelelahan harus menopang level yang berat, satu kaki mereka diturunkan ke tanah. Terdengar agak tidak masuk akal mungkin, tetapi apakah cerita ini benar atau tidak sepertinya Anda harus datang sendiri kesana dan membuktikan cerita tersebut.

Area Wat Arun adalah area yang sangat luas. Selain Phra Prang sebagai bangunan utama, terdapat beberapa tempat lain yang juga menarik. Salah satunya adalah patung Buddha Niramitr yang dapat Anda temukan di aula masuk kuil ini. Sebenarnya, di saat Anda pertama kali masuk kedalam Wat Arun, Anda akan menemukan banyak patung-patung dewa penjaga yang sangat menarik. Salah satunya adalah dua patung Yakhsa yang berdiri didepan aula masuk.

Dua patung Yakhsa ini melambangkan sosok Rahwana dalam cerita Ramayana. Arsitektur yang dibuat di Aula Ubosot (aula masuk) Wat Arun sangat indah. Diatas aula terdapat Prang yang menjulang tinggi (prang utama aula) yang menggambarkan Gunung Meru di India. Gunung Meru sendiri memiliki mitos di India yaitu sebagai timpat tinggal para dewa. Oleh sebab itu, arsitektur di Wat Arun tidak hanya cantik namun juga memiliki makna yang dalam. Selain, prang utama, disekelilingnya juga terdapat prang dengan ukuran lebih kecil yang menggambarkan Dewa Angin.

Salah satu hal yang juga menarik, terutama bagi wisatawan Indonesia, adalah para penjual souvenir di sekeliling wat ini dapat berbicara dalam bahasa Indonesia. Sangat unik bukan? Walaupun mereka tidak begitu lancar, namun mereka cukup baik dalam mengucapkan salam dan melakukan komunikasi dasar dengan para wisatawan. Hal ini tentu saja menarik minat para turis Indonesia yang berkunjung.

Jika Anda ingin berbelanja oleh-oleh khas Thailand, sebaiknya Anda berbelanja di area Wat Arun ini karena disini Anda bebas melakukan tawar-menawar dengan penjual menggunakan bahasa Indonesia. Hal yang cukup sulit untuk dilakukan di Thailand, mengingat penduduknya tidak terlalu baik dalam berbahasa inggris. Tempat ini buka mulai pukul 8 pagi sampai 5.30 sore dengan harga tiket masuk sekitar 50 baht. Have a nice trip!

Place Tags: bangkok, temple, and Wat Arun.

1 User Review on Wat Arun
mini giant lives in

butuh ekstra tenaga dan kehati-hatian untuk naik tangganya…saya kagum dengan pesona warnanya yang cerah ceria…

Assessment on 03-14-2013

Apa Pendapat Anda ?

Berikan penilaian pada tempat ini dengan memilih bintang di bawah :

Captcha Verification
captcha image

Upload Image

Attach a image to your review.

Send To Friend

Captcha Verification
captcha image

Send Enquiry

Captcha Verification
captcha image

Claim Listing

What is the claim proccess?

Captcha Verification
captcha image