Welcome , Guest   Sign in with
food, products or place Zip code or address

Canakkale (Part 1)

0 out of 5 stars based on 0 Review

Address : Canakkale, Turkey

Time :

Canakkale I

Kota yang berada di tepian selat dardanalles ini punya sejarah yang cukup penting bagi negara Turki. Tak jauh dari sana, sebuah peperangan yang menghilangkan ribuan nyawa antara tentara Turki dan Tentara Inggris pernah terjadi. Pertempuran yang lebih dikenal dengan pertempuran Gallipoli tersebut adalah sebuah pertempuran yang terjadi untuk memperebutkan selat dardanalles dan kawasan di sekitarnya yang menjadi penghubung antara laut mati dan laut marmara.

Dua bagian daratan yang berada di rantang terdekatnya berjarak 1.2 KM dengan kedalaman 100 meter. Selat ini merupakan kunci untuk merebut Constantinople (Istanbul). Kapal-kapal perang yang bisa melewati selat tersebut akan dengan mudah bisa mengarahkan moncong senjatanya ke istana sultan yang berada di Constantinople untuk kemudian menguasai kesultanan ottoman.

Karenanya, saat Perang Dunia I bergolak, angkatan laut kerajaan Inggris sangat berhasrat untuk bisa menguasainya. Di pihak lain, Letnan Kolonel Mustafa Kemal Attaturk yang memimpin tentara ottoman paham betul bahwa jika Inggris menguasai dardanalles, berarti kekalahan berada di depan mata.

Selat yang juga berarus cukup kencang itu memang telah menjadi sebuah kawasan yang strategis semenjak beratus-ratus tahun yang lalu. Sebagai contoh, sebelum terjadi pertempuran Gallipoli, kawasannya sempat pula di perebutkan oleh suku Troya dan Acheans di masa yang silam.

Pengunjung yang datang kesana juga bisa menyaksikan benteng cimenlik dan kilitbathir yang di bangun masing-masing di kedua seberang daratan yang terpisah oleh selat tersebut. Sebuah museum militer bernama Azkeri Muzesi yang berada di bangunan benteng cimnelik juga pantas untuk di datangi. Dari ‘alun-alun’ kota carnakkale sendiri, tempat tersebut bisa di datangi hanya dengan berjalan kaki.

Bagi wisatawan dan para pelancong yang akan berkunjung ke Canakkale dengan lokasi awal perjalanan kota Istanbul, idealnya di sarankan untuk menginap paling tidak 2 malam. Canakkale berada di bagian asia-nya Turki. Perjalanan dari Istanbul ke Canakkale sendiri akan memakan waktu 5 hingga 6 jam jika menggunakan bis yang berangkat dari terminal bis buyuk ottogar di Istanbul. Sebelum mencapai Canakkale, bis tersebut akan menyebrangi selat Dardanelles dengan menaiki kapal ferry.

Perjalanan menyebrangi selat tersebut akan memakan waktu sekitar 30 menit. Meskipun tentunya akan mengeluarkan ongkos perjalanan yang lebih mahal, Istanbul dan Canakkale juga di hubungkan oleh sebuah penerbangan udara di malam hari yang jadwalnya hanya satu kali sehari.

Di dekat bangunan benteng cimenlik terdapat pula sebuah museum angkatan laut. Pengunjung yang datang kesana bisa menyaksikan model ranjau laut nusrat. Saat peperangan terjadi, ketika tentara Inggris berhasil menyapu bersih ranjau dari selat Dardanelles, ranjau nusrat di tebar di tengah kegelapan malam.

Keeseokan harinya, saat kapal-kapal perang Inggris akan memasuki Constantinople dari lautan marmara, 3 kapal meledak terkena ranjau dan yang masih tersisa terpaksa harus terusir mundur.

Pertempuran yang terjadi di daratannya juga berlangsung di sebuah kawasan yang cukup luas. Adu senjata dan tentara tersebut berlangsung dari sebuah lokasi yang bernama tanjung Helles hingga ke utaranya, di perbukitan Anarfalar. Kedua lokasi tersebut terpisah oleh jarak sejauh sekitar 35 KM. Kini, wilayah pertempuran itu telah berubah menjadi sebuah kawasan yang tenang.

Pemerintah Turki juga telah menjadikannya sebuah taman nasional lengkap dengan bangunan-bangunan monumen yang terbuat dari keramik dan marmer sebagai penanda sejarah yang terjadi di masa yang lalu. Kawasannya bisa di datangi oleh wisatawan baik dengan berjalan kaki (bagi penggemar trekking) maupun dengan menggunakan angkutan umum (taksi).

Selain pertempuran Gallipoli, sejarah dan legenda lain juga menjadi latar belakang keberadaan selat dardanalles. Konon, seorang pemuda bernama Leander menyebrangi selat tersebut untuk menjumpai sang kekasih Hero yang berada di daratan seberangnya.

Namun dirinya harus mati karena terseret arus yang cukup kencang di malam hari. Selat yang juga di kenal dengan nama Hellespont itu juga beberapa kali telah di seberangi oleh perenang professional yang cukup terkenal, Lord Byron.

Di canakkale, para penyuka jalan-jalan dan penikmat sejarah juga bisa berkunjung ke sebuah museum yang menggelar koleksi-koleksi benda bersejarah dari era perunggu (peradaban sesudah prasejarah/zaman batu) hingga koleksi yang berasal dari abad ke-20. Lokasinya ada di bangunan museum yang bernama Canakkale’s Archeological Museum.

Destinasi wisata tersebut bisa di capai dari pusat kota – dimana sebuah menara jam dan alun-alun kotanya berada – hanya dengan berjalan kaki selama 20 hingga 30 menit (jaraknya sekitar 2 KM). Di tempat yang sama, pengunjung juga bisa menyaksikan koleksi-koleksi bersejarah peninggalan kota kuno Troy.

Jika wisatawan dan pelancong ingin melanjutkan perjalanan ke kawasan asia lain yang masih berada di tepian selat dardanelles, seperti eceabat atau gelibolu, wilayah-wilayah tersebut juga bisa di datangi dengan menaiki kapal ferry.

Kapal-kapal ferry dari canakkale biasanya berangkat setiap jam sekali dengan lama perjalanan sekitar 30 menit ke masing-masing tujuan. Untuk penumpang tarifnya sekitar 2 TL hingga 3 TL (sekiatr US $ 3.5 – US $5.5)*. Untuk yang membawa kendaraan bermotor tarifnya sekitar 20 TL (sekitar US $36.5)*.

*harga bisa berubah sewaktu-waktu

Place Tags: Canakkale and turkey.

Apa Pendapat Anda ?

Berikan penilaian pada tempat ini dengan memilih bintang di bawah :

Captcha Verification
captcha image

Upload Image

Attach a image to your review.

Send To Friend

Captcha Verification
captcha image

Send Enquiry

Captcha Verification
captcha image

Claim Listing

What is the claim proccess?

Captcha Verification
captcha image