Welcome , Guest   Sign in with
food, products or place Zip code or address

Pasar Rawabening

0 out of 5 stars based on 0 Review

Address : Jln. Stasiun Jatinegara, Jakarta

Time :

Mencari Batu Permata di Pasar Rawabening Jakarta

Bukan Jakarta namanya kalau tak bisa menghadirkan berbagai tempat wisata yang unik dan menarik kepada pengunjungnya! Makanya Anda yang tinggal di Jakarta haruslah bersyukur mengingat kota ini memberikan segalanya kepada Anda mulai dari kehidupan ekonomi, pendidikan, sampai wisata. Jakarta merupakan episentrumnya Indonesia dan menjadi rujukan utama kota-kota lainnya di seluruh negeri.

Bagi Anda yang suka dan gemar mengoleksi batu-batu mulia, maka Jakarta menyediakan pasarnya untuk Anda. Ingin mencari batu mulia jenis apapun rasanya tersedia di pasar ini. Tinggal siapkan saja koceknya karena tahu sendiri kan batu mulia ini harganya selangit.

Diperlukan sistem keuangan yang khusus bagi Anda yang ingin mengoleksi jenis batuan mulia ini. Harganya yang mahal tentu sebanding dengan kualitas dan keistimewaan yang dimilikinya. Anda penasaran ingin segera membelinya?

Kalau begitu Anda harus segera datang ke Pasar Batu Permata di Rawa Bening Jakarta Timur. Pasar khusus batu mulia ini sangat tepat untuk dikunjungi terutama sekali kalau Anda sangat menyukai mengoleksi batu-batu mulia. Pasar batu permata yang lokasinya tak jauh dari Stasiun Jatinegara ini menawarkan berbagai jenis batu permata yang sesuai dengan keinginan dan selera Anda.

Kalau Anda memiliki model sendiri maka bisa membawa model tersebut untuk selanjutnya dibuatkan oleh para pengrajin batu permata sesuai dengan pesanan yang Anda minta.
Jenis Batu Permata

Harganya sendiri sangat bervariasi mulai dari yang murah-meriah sampai dengan yang jutaan. Macamnya sendiri terdiri dari ribuan semisal Pendot, Citrine, Rock Crystal, Malchite, Dyed Lapis, Arizona Stabilized Turq, Leopard Skin, Red Tigereye, Black Onix, Sowflake dan masih banyak yang lainnya.

Kebanyakan batu permata yang dijual di pasar ini ialah barang impor karena memang banyak pesanan yang lebih memilih batu impor dibandingkan batu lokal. Misalnya saja, batu permata impor yang banyak dicari itu seperti zamrud dari Kolombia dan Rusia, ruby dari Birma dan Thailand atau safir dari Sri Lanka.

Kalau Anda berkunjung kesini memang tak ada pedagang lainnya selain yang berjualan batu permata. Hal itu memang disebabkan oleh pasar ini khusus untuk para pengrajin dan penjual batu mulia tersebut.

Tempat ini juga merupakan aset bagi pemerintahan daerah karena potensi penghasilan dari bisnis ini memang sangat menggiurkan. Pasar Rawabening ini juga merupakan tempat ideal untuk mempromosikan berbagai batu permata khas lokal kepada para wisatawan asing yang kebetulan datang kesini.
Omzet Lumayan

Bisnis batu permata di Pasar Rawabening ini pernah merasakan kejayaannya terutama ketika krisis moneter sebelum melanda negeri ini pada tahun 1998 silam. Juga ketika bom Bali belum meletus. Omzetnya sangat lumayan dan ciamik sehingga para pedangan dan pengrajinnya bisa meraup untung yang besar.

Namun ketika dua peristiwa getir itu terjadi mendadak para wisatawan dari luar negeri sangat jarang yang mendatangi tempat ini sehingga omzet pedagangpun menjadi turun drastis. Saat ini memang keadaan tersebut sudah sedikit berangsur membaik meskipun dilihat dari omzetnya belum ada setengahnya dibandingkan masa sebelum krisis terjadi.

Banyak pedagang yang berjualan di pasar ini tidak memiliki basic pengetahuan yang memadai mengenai batu permata. Namun karena pengalaman dan keinginan untuk belajar yang keras tentang seluk beluk batu permata maka lama-kealamaan merekapun menjadi faham dan mengerti soal batu mulia yang menjadi simbol kekayaan dan kejayaan ini.

Bisnis batu permata ini memang sangat menggiurkan karena berbeda dengan bisnis yang lainnya. Bayangkan saja banyak pedagang batu mulia yang mampu menarik omzet sampai puluhan juta rupiah perbulannya.

Jenis pembeli batu permata yang biasanya datang ke tempat ini ada dua yakni ia yang merupakan seorang kolektor atau pengoleksi batu permata dan juga pedagang batu permata yang berasal dari kota-kota yang jauh. Beberapa pembelinya yang juga pedagang banyak datang dari Palembang, Jambi, Medan dan kota-kota liannya. Kemudian untuk mereka yang membeli batu permata guna dipakainya sendiri, jumlahnya antara pembeli perempuan dengan laki-laki ternyata cukup seimbang.

Diantara mereka banyak yang membeli batu permata untuk kalung, cincin, giwang, gelang, dan lainnya. Diantara mereka banyak juga yang membeli sampai satu set dengan harga yang sangat lumayan tentunya.

Kebanyakan dari mereka biasanya datang pada hari-hari libur atau week end dimana mereka bebas dari pekerjaannya. Yang datang kesinipun sangat bervariasi mulai dari pembeli dari kalangan ekonomi menengah sampai ekonomi mapan.

Pasar Rawabening Jakarta Timur ini biasanya mulai didatangi oleh para pembelinya pada pukul 08.00 sampai dengan pukul 16.00. Keseluruhan penjualnya sekitar 350 pedagang. Pedagang yang masih berskala kecil umumnya menempati lapak-lapak yang telah disediakan yang jumlahnya mencapai 228 lapak.

Sedangkan untuk pedagang yang berskala besar biasanya menempati kios yang telah disisun dengan api dan berjumlah sekitar 122 kios. Pembeli yang datang kesinipun biasanya terpolarisasi menjadi pembeli yang menawar batu mulai di lapak-lapak dan juga pembeli yang menawar batu mulia di kios-kios.

Bagi Anda yang gemar dengan batu permata maka tak ada salahnya untuk mengunjungi salah satu lapak yang ada disini dan kemudian membelinya untuk menambah koleksi Anda.

Place Tags: Jakarta, Pasar, and Pasar Rawabening.

Apa Pendapat Anda ?

Berikan penilaian pada tempat ini dengan memilih bintang di bawah :

Captcha Verification
captcha image

Upload Image

Attach a image to your review.

Send To Friend

Captcha Verification
captcha image

Send Enquiry

Captcha Verification
captcha image

Claim Listing

What is the claim proccess?

Captcha Verification
captcha image