Welcome , Guest   Sign in with
food, products or place Zip code or address

Mamasa

0 out of 5 stars based on 0 Review

Address : Mamasa, Mamuju, Sulawesi Barat

Time :

Mamasa: Berwisata di Kabupaten Muda

Bila ‘Curug Penganten’ yang berada di Ciamis (Jawa Barat) memiliki legenda suara gamelan yang akan berbunyi kala kiamat telah tiba atau ‘Curug Bangkong’ memiliki legenda ular raksasa penghuni lubang misterius nya, maka air terjun Sambabo pun memiliki cerita seekor burung raksasa yang membawa keberuntungan bagi siapa saja yang pernah melihat nya.

Bagi yang sakit, penyakitnya akan hilang, bagi yang belum mendapatkan jodoh akan segera mendapatkan pasangannya, dan bagi yang punya usaha dengan melihat ‘penampakan’ burung ini maka usahanya akan lancar dan maju. Warga setempat menamakan burung ini, ‘Sambabo’.

Konon, burung yang sayapnya tak bisa ditembus oleh air ini berdiam di dalam gua yang berada balik tirai air terjun Sambabo. Burung ajaib bersayap layaknya plastik ini juga sering terbang ke wilayah-wilayah yang berada di sekitar air terjun, bahkan hingga ke selat Makassar. Sambabo sendiri berarti ‘wilayah yang luas’ (samba botto)

Air terjun Sambabo sendiri berada di Malunda, sebuah kecamatan yang berada di wilayah kabupaten Majene. Meski berada di kabupaten Majene, jaraknya hanya sekitar 60 Km dari kabupaten tetangga nya Mamuju. Kedua kabupaten ini dihubungkan oleh ruas jalan berkondisi mulus yang merupakan jalur trans Sulawesi.

Meski di kanan kirinya jurang yang amat dalam, panorama perbukitan dan hijaunya pepohonan hutan yang lebat juga menjadi pemandangan yang menarik di kedua sisi jalan. Sambabo juga hanya berjarak 10 Km-an dari pusat kota kabupaten Mamasa yang juga bisa di singgahi sebagai destinasi perjalanan yang menarik.

Mamasa bergelar ‘Kota Sejuk’ dan banyak juga wisatawan yang menganugerahi julukan ‘Kota Kembang’ nya Sulawesi, sebuah tempat beristirahat untuk menenangkan diri yang sudah terkenal sedari dulu.

Di sebuah desa bernama Salu Tambong lah air terjun yang indah ini persisnya berada. Atau persisnya kurang dari 15 jam perjalanan bila titik awal perjalanannya pusat kota Majene. Desa yang dulunya adalah sebuah dusun dan merupakan bagian dari Desa Sambabo ini berada di dataran tinggi. Kesejukan udara khas pegunungan membawa aura yang nyaman bagi siapa saja yang datang berkunjung.

Meski berada di tempat yang tinggi wilayah ini terletak tak begitu jauh dari laut. Bahkan laut akan menyambut siapa saja di jalan keluar desa. Karenanya pemandangan lautan biru juga bisa dinikmati meski sedikit tertutup oleh tanaman khas dataran tinggi.

Kehangatan secangir kopi terasa lebih nikmat bila meminum nya sambil menikmati rindangnya pepohonan. Warga desanya yang ramah juga akan membuat pendatang merasa betah tinggal berlama-lama.

Air terjun Sambabo memiliki sungai indah yang menumpahkan airnya. Sebelum jatuh ke bawah, air yang deras tersebut akan mengalir turun melewati tiga tingkatan. Tinggi tingkat teratasnya kurang lebih 40 meter, lebihi tinggi dari air terjun Bantimurung.

Debit air di air terjun Sambabo memang kalah dari ‘saudaranya’, Bantimurung tapi bentuk tingkatan dan keadaan bebatuan yang ada di Sambabo jauh lebih artistik dan menarik, formasi nya pun beraneka ragam. Hampir sepanjang alur sungai nya juga di apit oleh tebing yang curam.

Pemandian dan air terjun nampaknya sudah menjadi primadona wisata bagi kabupaten Mamasa. Selain Sambabo, terdapat pula ‘Liawan’ sebuah destinasi wisata air terjun yang berada di kecamatan Sumarorong. Di sebuah sebuah kecatam yang bernama Messawa juga terdapat dua obyek wisata menarik yaitu air terjun ‘Solokan’ dan pemandian air panas ‘Malimbong’.

Bagi penggemar ‘Trekking’, trek yang menantang bisa di jajal di perjalanan menuju puncak Gunung Mambuliling. Kesejukan air di Mambuliling juga bisa menjadi bagian perjalanan yang menarik. Mambuliling adalah sebuah gunung indah yang bisa di saksikan panorama nya dari pusat kota Mamasa.

Kabupaten Mamasa juga memiliki panorama unik di sebuah lokasi yang berketinggian 1600 meter di atas permukaan laut. Namanya ‘Mussa Ballapeu’. Wilayah ini merupakan sebuah desa wisata yang memiliki pemukiman tradisional terpanjang se-kabupaten Mamasa. Lokasi nya berada di punggung sebuah bukit dan jurang di pagari oleh perbukitan kecil yang mengelilinginya.

Bangunan yang banyak berdiri di pemukiman Ballapeu memiliki arsitektur tradisional yang hampir mirip dengan Tongkonan milik masyarakat Toraja. Yang sedikit membedakan adalah bentuk nya yang lebih pendek dan lebih luas, sementara rumah adat Tongkonan lebih ramping dan tinggi.

Arsitektur dan ornament dari rumah-rumah di Ballapeu juga memiliki bentuk-bentuk khusus yang menggambarkan kedudukan sosial sebuah keluarga di dalam komunitasnya.

Di tempat ini juga bisa di saksikan sebuah kuburan tua yang usianya sudah beratus-ratus tahun. ‘Minanga’, demikian kuburan ini disebut. Kearifan lokal nya tergambarkan dari bangunan yang di dalamnya terdapat makam-makam kayu uru dengan bentuk hewan babi, kerbau atau perahu.

Bila anda tertarik untuk mengunjungi air terjun Sambabo dan sejuta panorama milik destinasi wisata Mamasa lainnya, kota ini bisa di datangi dari Makassar dengan 2 cara yaitu rute udara dan darat.

Untuk rute udara, Mamasa bisa di capai dengan penerbangan pesawat Makassar-Mamuju selama tak lebih dari 1 jam. Dari Mamuju, angkutan darat berupa bis bisa dinaiki hingga tiba di Mamasa. Untuk perjalanan darat, bis bisa dinaiki dari terminal daya di Makassar.

Place Tags: Mamasa, Mamuju, and Sulawesi Barat.

Apa Pendapat Anda ?

Berikan penilaian pada tempat ini dengan memilih bintang di bawah :

Captcha Verification
captcha image

Upload Image

Attach a image to your review.

Send To Friend

Captcha Verification
captcha image

Send Enquiry

Captcha Verification
captcha image

Claim Listing

What is the claim proccess?

Captcha Verification
captcha image