Welcome , Guest   Sign in with
food, products or place Zip code or address

Arung Jeram – Sungai Nimanga

0 out of 5 stars based on 0 Review

Address : Timbukar, Minahasa, Manado

Time :

Arung Jeram Sungai Nimanga

Sungai Nimanga adalah sebuah sungai di desa Timbukar, kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara. Sungai ini merupakan sungai untuk melakukan olah raga arung jeram. Lokasi ini dapat dicapai sekitar 30 kilometer dari kota Tomohon. Bagi yang berlibur sambil ingin menguji adrenalin, cobalah salah satu alternatif ini berarung jeram di sungai Nimanga. Sungai ini memang belum begitu dikenal oleh wisatawan Indonesia, namun bagi para atlet profesional arung jeram lokal maupun internasional lokasi ini sangat tersohor sekali.

Dalam bahasa atlet profesional sungai ini memiliki grade III-V, berdasarkan sumber sungai dalam bahasa arung jeram ada 6 tingkatan dari I yang paling mudah hingga VI yang paling sulit. grade III adalah sungai yang sudah memiliki rintangan yang cukup untuk memerlukan tenaga, tidak hanya asal mendayung agar perahu jalan namun perlu ‘manuver’ untuk melalui jeram yang ada. Sedangkan grade V sudah cukup sulit memang jeramnya cukup tinggi atau panjang arusnya deras dan cukup berbahaya.

Namun di Sungai Nimanga ini cukup aman bagi para amatir atau bahkan hanya yang ingin iseng-iseng mencoba arung jeram untuk pertama kali, asalkan menggunakan peralatan yang lengkap dan menggunakan pemandu atau jasa. Supaya dapat menjadi tim pengawas/penyelamat kita sekaligus mengarahkan kita dasar-dasar rafting yang perlu kita lakukan saat berada di sungai. Sungai ini memiliki jumlah jeram hingga 6 dimusim hujan.

Kemiringan jeramnya mencapai 60 derajat dan di jeram yang paling menantang, namanya jeram Good Bye, ketinggian jeram ini sekitar 4 meter. Memang cukup tinggi untuk para wisatawan yang bisa dibilang masih ‘amatiran’ dalam berarung jeram. Namun jeram-jeram disungai ini tergolong aman karena setelah jeram akan ada flat-water atau sungai berarus tenang. Jadi saat melewati flat-water pengunjung dapat bersantai-santai sambil menikmati pemandangan yang ada, pemandangan disini belum tercemar masih sangat asri.

Bebatuan di kanan dan kiri sungai ditambah rimbunnya pepohonan hijau menghiasi sepanjang perjalanan menyusuri sungai. Karena pepohonan yang tumbuh masih cukup liar dan belum dirusak manusia kadang akan muncul monyet khas Sulawesi atau disebut Macaca Nigar oleh masyarakat sekitar dan juga kadang terlihat Tarsius untuk ‘say hello’ hewan mungil yang lucu tapi juga serem ciri khas Manado. Yang uniknya disini ada bebatuan yang cukup aneh atau mustahil terjadi sebenarnya, di samping-samping sungai banyak bebatuan kecil berbentuk agak lonjong yang dapat dengan mudahnya berdiri atau diletakan dengan posisi vertikal diatas batu yang lebih besar namun tidak pada posisi yang rata.

Cukup aneh memang, mitos penduduk sekitar batu-batu inilah yang ikut menjaga sungai ini untuk tidak meluap. Memang perjalanan yang seru, unik dan menyenangkan. Untuk menyusuri sungai ini waktu tempuhnya bisa 2 sampai bahkan 6 jam tergantung keinginan kita, mau sambil bersantai atau ngebut ‘kejar setoran’. Untuk panjangnya sungai ini mencapai 35 kilometer. Yang harus dihindari saat perjalanan adalah perahu terbalik, tapi tenang karena peralatan sudah lengkap dan adanya pemandu kita tidak perlu khawatir. Yang penting para pengunjung harus melakukan petunjuk para pemandu dan alat-alat keamanan juga digunakan benar-benar jangan cuma asal pake biar keren aja.

Untuk tiket masuk disini tidak ditarik biaya. Biaya yang dikeluarkan hanya untuk persewaan perlengkapan arung jeram dan pemandu. Untuk yang satu ini rata-rata Rp 180.000 sampai Rp 200.000 untuk kelompok 4 – 6 orang. Dan bagi yang berkelompok 7 orang atau lebih biasanya dikenakan biaya sekitar Rp 150.000. Cuma biaya ini yang relatif naik turun, untuk biaya makan, penginapan, transportasi dan yang lain relatif tetap. Jadi untuk tarif wisata arung jeram bisa coba ditawar saja, tapi jangan memaksa juga. Untuk tempat makanan bisa anda temukan di ujung sungai setelah anda selesai mengarungi sungai Nimanga.

Harga makanannya standar tapi tentunya menyesuaikan jumlah yang anda makan karena biasanya setelah arung jeram perut serasa bertambah lebar 2 kali lipat. Kalau untuk penginapan memang ada di sekitar lokasi ini tapi sebaiknya kalau ingin menginap disarankan di pusat kota Tomohon saja karena lebih ramai , akses lebih mudah dan lebih variatif baik harga maupun fasilitas penginapannya.

Menuju lokasi ini anda bisa menuju kota Tomohon terlebih dahulu. Kalau untuk persiapan khusus tidak ada yang penting bawa uang tunai yang cukup aja, karena ATM terdekat ada di kota Tomohon. Yang lainya standar baju ganti dan gunakan baju yang nyaman, kalo bisa jangan menggunakan celana jins panjang. Dari Manado sekitar setengah jam lewat jalan utama Manado – Tomohon. Bagi yang naik transportasi umum bisa menggunakan bus menuju Tomohon bayarnya sekitar Rp 6.000 atau bagi yang mau bisa sewa mobil rata-rata Rp 250.000 tapi yang paling murah ada Rp 200.000 tanpa supir. Terus dari Tomohon menuju kecamatan Sonder, bagi yang naik angkot bisa dari Terminal Tomohon naik jurusan Sonder bayarnya Rp 4000.

Lanjut naik ojek ke desa Timbukar biasanya Rp 5.000 nego, bilang aja ke jembatan atau tempat arung jeram gitu. Bagi yang naik mobil dari Tomohon juga lewat Sonder terus ikutin petunjuk jalan untuk ke Timbukar. Sampai disitu daftar dulu dan bayar retribusi untuk sewa pemandu (skipper) dan segala perlengkapannya. Pakai semua peralatan dengan baik dan benar, dengarkan arahan yang diberikan, ingat harus bekerja sama, penting sekali itu. So, enjoy your traveling .

Place Tags: Arung Jeram, manado, and Sungai Nimanga.

Apa Pendapat Anda ?

Berikan penilaian pada tempat ini dengan memilih bintang di bawah :

Captcha Verification
captcha image

Upload Image

Attach a image to your review.

Send To Friend

Captcha Verification
captcha image

Send Enquiry

Captcha Verification
captcha image

Claim Listing

What is the claim proccess?

Captcha Verification
captcha image