Welcome , Guest   Sign in with
food, products or place Zip code or address

Pulau Lihaga

0 out of 5 stars based on 0 Review

Address : Likupang, Manado, Sulawesi Utara

Time :

Pulau Lihaga – Manado

Pasir putih yang hilang begitulah sekiranya sebutan untuk Pulau Lihaga ini. Pulau Lihaga terletak disebelah utara Likupang dan secara geografis masih termasuk dalam kecamatan Likupang. Dari kota Manado jaraknya sekitar 50 kilometer yang dapat ditempuh sekitar 1,5 jam sampai 2 jam dengan perjalanan darat. Bisa juga melalui jalur air menggunakan perahu motor dari Pulau Bunaken sekitar 1 jam.

Memiliki sebutan pasir putih yang hilang karena pulau yang memiliki luas 8 ha ini memiliki pantai pasir putih hampir disetiap sudut pulaunya kecuali pada bagian timur pulau yang berupa batuan karang.

Disebut hilang ya karena pulau ini awalnya belum berpenghuni dan jarang didatangi oleh pendatang, baru beberapa tahun belakangan ini pulau ini mulai ramai wisatawan pengunjung dan mulai dihuni oleh penjaga pulau yang bertugas menjaga kebersihan pulau sambil menjual beberapa barang dan jasa untuk memenuhi sedikit kebutuhan wisatawan yang berkunjung.

Baru-baru ini juga sudah disediakan sebuar rumah kayu bagi para pengunjung yang ingin menginap. Sampai saat ini pulau ini masih cukup sepi dan cukup serasa milik pribadi jika ada pengunjung yang datang kesana. Pulau ini memiliki keindahan yang tidak kalah dengan Bunaken yang sudah lebih dahulu terkenal dibanding Pulau Lihaga.

Hanya berbeda pada tingkat keramaiannya, Bunaken sudah sangat ramai namun tak heran karena banyak sekali promosi mengenai Bunaken, sedangkan Pulau Lihaga baru mulai gencarnya berpromosi dan dilirik para pengunjung.

Kesepian pengunjung yang datang menjadi sensasi tersendiri bagi pengunjung yang beruntung dapat merasakan rasanya pulau ‘pribadi’ dengan hamparan pasir putih yang sangat halus seperti susu bubuk yang berkilau menjadikan dasar pantai yang tertutup air laut berwarna biru bening terlihat sangat jelas untuk melihat terumbu karang dan ikan yang berwarna-warni tanpa harus menyelam.

Kedalaman air di sekitar pulau juga tidak terlalu dalam sehingga sangat cocok untuk melakukan snorkeling, namun saking perawannya pulau ini belum tersedia jasa penyewaan alat-alat selam maupun snorkeling sehingga para pengunjung harus bersiap untuk membawa peralatan selam maupun snorkeling sendiri.

Tak harus membeli, persewaan bisa ditemukan di pinggir pantai Manado atau Likupang dan lebih mudah lagi untuk menemukannya di Bunaken. Bahkan untuk makan, para pengunjung juga wajib membawa bekalnya sendiri untuk menghindari kelaparan didalam sebuah pulau kecil yang dikelilingi air.

Penjaga yang tinggal di pulau ini hanya menjual beberapa alat kebutuhan mandi dan sedikit makanan ringan yang seringnya kehabisan stock karena belum sempat ke kota. Penjaga juga menawarkan jasa persewaan ruang ganti baju dan bilas badan, namun seringnya air bersih disini habis entah belum sempat mengambilnya dari kota atau belum menyaringnya dari laut.

Tapi dengan segala keterbatasan yang ada di pulau ini tidak akan membuat anda merasa kecewa pernah mengunjungi Pulau Lihaga yang menurut legenda sebenarnya berasal dari kata “I Hoga” yang dalam bahasa Indonesia artinya “Ih, hantu”.

Namun jangan berfikir bahwa pernah terlihat hantu disini, selama ini pengunjung yang datang belum pernah mengeluhkan tentang adanya hal-hal yang mistis. Kata tersebut terjadi saat puluhan tahun yang lalu, saat pulau ini benar-benar belum terjamah orang.

Konon katanya dulu di Pulau Bangka tak jauh dari Pulau Lihaga, adalah sebuah pintu masuk dari negeri peri ke dunia manusia. Di Pulau Bangka inilah sering terlihat peri dan katanya banyak manusia yang tinggal di Bangka diajak pula berkeliling di negeri peri.

Hingga pada suatu saat di negeri peri ada peri cantik yang dilamar oleh raksasa buruk rupa, si peri pun menolak dan karena merasa terhina sang raksasa mengamuk dan mengejarnya, si peri lari dan memutuskan untuk pergi ke negeri manusia, peri bersembunyi di hutan pulau bangka yang saat itu juga belum berpenghuni.

Tak disangka sang raksasa pun juga ikut menuju pulau Bangka dan menghancurkan hutan, terlihat oleh para penduduk akhirnya ada seorang manusia yang menantang sang raksasa karena merasa hal tersebut lucu seorang manusia yang kecil ingin melawan raksasa yang besar sang raksasa pun tertawa terbahak-bahak tapi tak disangka manusia itu melemparkan bambu kecil yang ujungnya runcing dan masuk tepat ditenggorokannya, raksasa tersebut kesakitan dan akhirnya mati, tubuhnya mengeras dan berubah menjadi batu karang yang besar.

Akibat kejadian romantis tersebut jatuh hatilah sang peri pada laki-laki pemberani itu dan berbalas cinta oleh laki-laki tersebut. Karena keterbatasan fisik merekapun hanya bisa bertemu sesekali yaitu pada saat bulan purnama.

Mereka selalu berjanji untuk bertemu pada setiab bulan purnama di batu karang dari si raksasa, waktu demi waktu tiba saatnya bertemu sang peri menunggu kedatangan lelaki tersebut namun lelaki itu tidak pernah datang, hingga setiap waktu bulan purnama tiba sang peri selalu menyanyikan tangisan kesedihan yang akhirnya didengar oleh penduduk, dan muncullah kata-kata “i hoga” yang lama kelamaan terdengar menjadi Lihaga.

Dipulau ini jarang sekali terlihat ramai oleh pengunjung, penjaganya juga hanyalah satu keluarga. Jadi keramaiannya paling hanya saat musim liburan saja. Jangankan ATM, penjual dan penginapan saja hanya ada satu jadi persiapkanlah uang tunai yang cukup, karena harga barang-barang disini cukup mahal diatas rata-rata, yah tapi maklum penjualnya berhak memonopoli perdagangan di pulau ini karena hanya dia satu-satunya penjual.

Menuju Pulau Lihaga bisa melalui pelabuhan Likupang, sekitar 2 jam dari Manado dengan mobil atau motor kemudian dilanjutkan dengan perahu motor sekitar 45 menit. Jadi dari Manado melewati jalan menuju bandara namun berbelok sedikit untuk tetap dijalan menuju Dimembe, sesampainya Dimembe mengikuti jalan saja untuk menuju Likupang.

Atau juga bisa dari Manado langsung menyewa perahu motor untuk menuju pulau Likupang. Menggunakan perahu motor sewa perharinya sekitar Rp 400.000 untuk perahu yang lebih kecil tanpa menggunakan atap atau sekitar Rp 600.000 untuk perahu yang lebih besar yang mampu mengangkut 20 orang.

Harga-harga tersebut masih bisa dinego tergantung keahlian anda. Persiapkanlah baik-baik jika ingin menuju pulau Lihaga, jangan lupa persiapkan makanan dan minuman yang cukup mengingat tidak ada penjual disana. So, enjoy your traveling .

Place Tags: manado, pulau, and Pulau Lihaga.

Apa Pendapat Anda ?

Berikan penilaian pada tempat ini dengan memilih bintang di bawah :

Captcha Verification
captcha image

Upload Image

Attach a image to your review.

Send To Friend

Captcha Verification
captcha image

Send Enquiry

Captcha Verification
captcha image

Claim Listing

What is the claim proccess?

Captcha Verification
captcha image