Welcome , Guest   Sign in with
food, products or place Zip code or address

Pakaian Saudi Arabia

4 out of 5 stars based on 1 Review

Address : Saudi Arabia

Time :

Pakaian Pria dan Wanita Arab Saudi

Berkunjung ke Arab Saudi akan memberikan anda berbagai pengalaman yang berbeda dan unik. Seperti contohnya, di Arab Saudi anda akan mengetahui bahwa hari libur para penduduk Arab jatuh di hari kamis dan jumat. Hal ini tentu berbeda dengan hari libur di negara lain.

Para wisatawan yang berwisata ke negara ini pun jadi tahu bahwa tempat wisata ada yang areanya dipisah berdasarkan jenis kelamin. Selain hal-hal tersebut, pakaian Arab Saudi juga merupakan salah satu hal yang unik dan menjadi daya tarik wisatawan asing yang ada di Arab Saudi. Artikel kali ini akan membahas berbagai pakaian atau busana yang digunakan masyarakat Arab Saudi sehari-hari.

Pakaian khas Arab Saudi yang pertama adalah Thawb. Thawb merupakan pakaian standar untuk para pria di Arab Saudi. Thawb berbentuk baju terusan yang berlengan panjang. Ketika menggunakan Thawb, para pria biasanya memakai celana panjang berwarna putih sebagai bawahannya.

Keunikan Thawb terletak pada kebiasaan masyarakat menggunakan warna sejenis di suatu musim. Pada musim panas, para pria di Arab Saudi menggunakan Thawb yang berwarna putih. Sedangkan saat memasuki musim dingin, mereka menggunakan Thawb yang berwarna gelap seperti hitam, coklat tua, dan lainnya.

Bahan yang digunakan saat musim dingin juga berbeda dengan yang digunakan saat musim panas. Bila pada musim panas para pria Arab menggunakan Thawb yang berbahan tipis seperti katun, di musim dingin, mereka menggunakan Thawb dengan bahan yang lebih tebal seperti wol.

Pakaian Thawb juga mempunyai beberapa variasi. Ada satu jenis Thawb yang lengan dan kerahnya dibuat lebih kaku untuk menunjukan kesan formal. Selain itu, ada juga Thawb yang jenis lengannya lebih pendek dan ada yang bagian leher kerahnya lebih terbuka. Thawb jenis ini lebih sering dipakai oleh beberapa pria muda di Arab Saudi.

Untuk acara formal seperti pernikahan atau khotbah jumat, ada pakaian formal untuk pria yang bisa digunakan masyarakat Arab Saudi. Pakaian tersebut bernama Mishlah. Mishlah adalah jubah tradisonal yang biasanya digunakan setelah Thawb. Jubah ini biasanya terbuat dari katun, wol, dan berbagai macam bahan lain. Warna Mishlah beraneka ragam.

Ada yang berwarna hitam, kuning, putih, dan lain-lain. Jubah Mishlah juga ada yang berwarna kombinasi atau campuran dari beberapa warna. Salah satu contohnya adalah Mishlah yang berwarna hitam dan memiliki sentuhan warna emas pada bagian kerahnya.

Untuk melengkapi pakaian Thawb ataupun Mishlah, biasanya para pria Arab Saudi menggunakan aksesoris diatas kepala mereka. Salah satu aksesoris berbentuk topi berbahan katun dan berwarna putih. Topi yang dipakai langsung diatas rambut para pria Arab ini sering disebut dengan sebutan kopiah putih.

Kopiah putih atau bisa juga disebut sebagai peci haji merupakan salah satu aksesoris yang cukup terkenal di dunia. Di Indonesia pun anda pasti sering melihat banyak lelaki muslim yang menggunakan kopiah untuk sehari-hari atau untuk beribadah. Tujuan utama penggunaan kopiah adalah untuk menjaga agar penampilan tetap terlihat rapi.

Saat ini, kopiah terdiri dari berbagai macam model. Ada kopiah yang bermotif unik, ada juga yang terbuat dari bahan rajutan, ada yang modelnya berlubang-lubang. bahkan ada yang terbuat dari bambu. Selain kopiah, ada juga jenis pelindung kepala lain yang sering digunakan para pria Arab Saudi seperti Ghutra, Shumagh, ataupun Igal.

Untuk penduduk wanita, pakaian yang umum digunakan adalah Abaya. Abaya biasa digunakan pada saat wanita memutuskan untuk berpergian keluar dari rumah dan berfungsi untuk melapisi pakaian biasa yang telah mereka kenakan di dalam Abaya. Bentuk Abaya adalah baju terusan yang panjangnya bisa sampai ke mata kaki. Lengan baju abaya juga panjang.

Di berbagai kota di Arab Saudi anda akan melihat para wanita banyak yang menggunakan abaya berwarna hitam. Abaya berwarna hitam adalah Abaya tradisional. Para orang tua mengajarkan anak-anak perempuannya secara turun temurun untuk menggunakan pakaian ini.

Oleh karena itu, mayoritas penduduk wanita Arab Saudi menggunakan abaya hitam. Meskipun abaya awalnya hanya berwarna hitam, saat ini Abaya mulai mengikuti perkembangan mode dan tren. Anda bisa melihat Abaya dengan warna yang beraneka ragam dilengkapi dengan motif-mofif yang menarik.

Selain banyaknya pilihan warna dan motif pada Abaya, saat ini pun ada Abaya yang terbuat dari bahan jeans. Saat menggunakan Abaya, para wanita Arab Saudi menggnakan penutup kepala atau jilbab. Jilbab ini berfungsi untuk menutupi rambut. Dalam syariat Islam, rambut adalah aurat dan wanita dilarang untuk memperlihatkannya.

Selain menutupi rambut, Banyak juga wanita Arab Saudi yang menutupi bagian bawah mukanya dengan cadar (bisa juga disebut Niqab) sehingga yang tampak hanyalah mata mereka. Dalam ajaran agama islam, penggunaan cadar tidak diharuskan. Bahkan ada beberapa pemuka agama yang mengatakan bahwa cadar tidak sesuai dengan syariat islam.

Selain pakaian Abaya, tidak sedikit wanita Arab Saudi yang mengenakan pakaian tradisional khas negaranya. Pada masa lalu, hampir semua wanita Arab Saudi mengenakan pakaian tradisional sebagai busana untuk kegiatan sehari-hari.

Tetapi seiring berlalunya waktu, penggunan pakaian tradisional sebagai busana sehari-hari, mulai ditinggalkan. Saat ini, pakaian tradisional biasanya digunakan pada momen-momen spesial seperti Ghorma atau malam sebelum pernikahan, iftar atau pada saat berbuka puasa bersama, dan juga pada saat lebaran.

Salah satu pakaian tradisonal Arab Saudi adalah thawb antik. Thawb antik biasanya berbentuk dress panjang yang menyerupai kaftan. Umumnya, Thawb antik terbuat dari sutra yang disulam dengan Qasab atau yang sering disebut sebagai benang emas. Pakaian tradisional ini sering digunakan oleh wanita yang sudah menikah untuk menghadiri acara-acara penting.

Selain thawb antik yang berasal dari Aab Saudi, ada juga pakaian tradisional asal Kota Abha. Pakaian Tradisional Abha berupa atasan kain yang dicetak dengan pola bunga. Untuk bawahannya, pakaian tradisonal yang ditemukan di dataran tinggi Abha ini berupa kain berwarna-warni yang dilengkapi dengan pantalets.

Pantalets digunakan di pergelangan kaki untuk melindungi diri dari dinginnya cuaca d kota Abha. Supaya pemakai terlindung dari matahari, pakaian tersebut dilengkapi dengan sebuah topi jerami yang digunakan di atas syal warna-warni.

Selain Pakaian tradisonal khas kota Abha, ada juga pakaian tradisional yang berasal dari sebelah barat Arab Saudi atau yang bisa disebut dengan Kawasan Hijaz. Pakaian Tradisional Hijaz adalah sebuah blus yang menyerupai thawb tetapi memiliki lebih banyak hiasan.

Pakaian Tradisonal Hijaz dipakai dengan bawahan berupa Sirwal atau celana panjang. Sebagai aksesorisnya, masyarakat hijaz biasa memakai tutup kepala tradisional hijaz yang dikenal dengan nama Mihramah dan Mudawwarah.

Place Tags: clothes, pakaian, and saudi arabia.

1 User Review on Pakaian Saudi Arabia
omron plc lives in

ooo hari liburnya disana hari kamis – jum\’at yaa…

Assessment on 05-20-2013

Apa Pendapat Anda ?

Berikan penilaian pada tempat ini dengan memilih bintang di bawah :

Captcha Verification
captcha image

Upload Image

Attach a image to your review.

Send To Friend

Captcha Verification
captcha image

Send Enquiry

Captcha Verification
captcha image

Claim Listing

What is the claim proccess?

Captcha Verification
captcha image