Welcome , Guest   Sign in with
food, products or place Zip code or address

Bangunan Stadthuys (Part 1)

0 out of 5 stars based on 0 Review

Address : Melaka, Malaysia

Time :

Mengenal Bangunan Sejarah Stadthuys Melaka (Part 1)

Melaka merupakan salah satu negara bagian di Malaysia yang memiliki aspek kesejarahanya yang sangat panjang. Makanya ketika para turis mengunjungi Melaka, mereka bukan hanya berkemungkinan untuk menyaksikan dan mengunjungi tempat-tempat wisatanya saja namun juga sekalian menelisik sejarah Melaka secara umum maupun sejarah (historis) tempat-tempat yang dikunjungi.

Karena patut diketahui ada banyak sekali tempat wisata bersejarah yang ada di Melaka. Mustahil kiranya kesemua tempat itu bisa didatangi dalam satu atau dua hari saja. Kalau ingin mendatangi semua objek wisata yang penuh sejarah itu diperlukan waktu yang cukup panjang.

Ketika anak sedang libur panjang atau Anda tengah menagjukan cuti kerja, maka bisa dimanfaatkan untuk menelisik Melaka dari berbagai aspek dan sudutnya. Melaka pernah mengalami masa-masa kolonialisme yang tentu saja menyengsarakan.

Namun ternyata kolonialisme tidak melulu soal penindasan atau kenestapaan bagi rakyat, tapi kolonialisme juga biasanya meninggalkan jejak-jejak bangunan atau teks yang bisa memperkaya khazanah kebudayaan dan kesejarahan suatu tempat. Di Melaka contohnya, ada Stadthyus yang merupakan bangunan bersejarah peninggalan Belanda.

Bangunan tua ini berdiri dengan megah dan besarnya seolah mendeskripsikan visi si pembuatnya yang tak lekang dimakan zaman. Bangunan ini sendiri berada di sebuah kawasan yang juga cukup terkenal yakni Red Square—karena memang mayoritas bangunan di kompleks ini berwarna merah.

Bangunan bersejarah ini juga letaknya berdekatan dengan fasilitas publik lainnya seperti Gereja Kristus, sebuah gereja yang dulunya digunakan untuk berdoa orang-orang Belanda yang taat. Pokoknya Anda bisa bernostalgia dan mengimajinasikan seperti dulunya kompleks bangunan ini.

Banyak yang mengklaim dan menduga bahwa Stadthyus ini merupakan bangunan tertua yang merupakan buah karya para arsitektur Belanda di Asia Tenggara. Meski begitu, tidak banyak yang tahu seperti apa sejarah yang sebenarnya dari bangunan ini. Kalau kita amati secara cermat maka seperti ada bagian-bagian konstruksi museum yang sudah tidak utuh karena terkubur atau mengalami kerusakan cukup parah.

Para ahli sejarah banyak yang meyakini kalau bangunan tua ini telah berumur ratusan tahun, dibangun pada tahun 1641 ketika Belanda menuasai Melaka. Sungguh usia yang sangat tua namun ajaibnya bangunan masih tampak kokoh dan gagah.
Dalam lembar sejarahnya, Melaka ini berada di bawah kekuasaan Portugal yang sebelumnya menggempur kekuasaan Sultan Melaka. Portugispun akhirnya bisa menyingkirkan dan mengamputasi kekusaan Sultan pada tahun 1511.

Mengapa Portugis ngebet ingin menguasa Melaka? Karena Melaka terkenal sebagai kawasan yang menjadi sentralnya lalu lintas perdagangan di Asia Tenggara. Tak seberapa lama Portugis menguasai Melaka, kemudian muncul bangsa Iberia yang menguasai rute perdagangan di Selat ini dan membuat Belanda yang tengah bercokol menjajah Indonesia jengkel.

Untuk menghentikan aksi bangsa Iberia yang menguasai rute perdagangan potensialnya kemudian Belanda menyiapkan pasukan untuk melakukan serangan secara besar-besaran. Belandapun kemudian menyerang Selat Melaka yang diperintahkan oleh Gubernur Jenderalnya, Antonio van Duemen di Batavia.

Belanda juga menyerang Portugis pada tahun 1640 yang akhirnya menimbulkan pertempuran begitu sengit. Benteng-benteng pertahanan Portugis di bombardier oleh kapal-kapal Belanda dan berhasil merusaknya. Pasukan Belanda yang didukung Jerman kemudian merangsek menyerang lewat jalur darat.

Serangan dan gempuranpun tak henti-hentinya dilakukan oleh Belanda tersebut dan menimbulkan banyak korban jiwa. Korban-korban yang bergelimpangan tersebut bukan hanya meninggal karena serangan senjata, bom dan sejenisnya melainkan juga karena penyakit sebagai dampak perang. Dan yang meninggalpun bukan hanya dari pihak yang dikepung, melainkan banyak juga tentara Belanda yang mati karena serangan penyakit.

Karena fakta itulah, benar sebetulnya peribahasa yang menyebutkan bahwa dalam perang itu tidak ada satu pihak pun yang diuntungkan. Kedua belah pihak sama-sama kalah karena sejatinya tidak ada keuntungannya sama sekali dari berperang.

Menurut laporan, setidaknya ada 1.500-an prajurit Belanda yang meninggal sebagai dampak dari perang. Namun dibalik semua pengorbanan tersebut Belanda telah menorehkan keberhasilan misinya dalam menguasai Melaka. Mereka berhasil menguasai kawasan ini pada Januari 1641, tepat setahun kemudian pasca perang terjadi.

Belanda sendiri paska menguasai Melaka merasa terkejut dan tidak menyangka ternyata efek dari perang yang telah dihembuskannya begitu dahsyat. Makanya itu, mereka kemudian berusaha untuk membangun kembali reruntuhan kota yang sudah tak berbentuk itu.

Dinding yang telah hancur kemudian diperbaiki. Begitu juga dengan banyaknya bangunan didalam kota seperti kantor pemerintahan, administrasi, bangunan komersial, rumah-rumah pribadi, gudang dan lainnya kemudian dibangun dengan menggunakan gaya arsitektural yang mereka bawa, khas Eropa.

Hal itu bertujuan selain untuk merekonstruksi situasi dan keadaan didalam kota, juga untuk menarik banyak saudagar untuk kembali ke Melaka melakukan bisnisnya. Adapun gubernur pertama Belanda yang diberikan mandat ialah Jan van Twist dimana ia pula-lah yang memiliki inisiatif untuk membangun Stadthyus yang ditujukan sebagai tempat tinggal gubernur yang baru, sebagai pusat arministrasi dan juga balai kota.

Patut Anda ketahui bahwa The Stadthyus ini merupakan bangunan yang mirip dengan Staduis yang ada di Kota Frisian di Belanda. Makanya mungkin bangunan Stadhuys Melaka ini selain karena fungsinya yang riil, juga menjadi bangunan untuk bernolgianya para pejabat Belanda ketika mengenang Stadhuis of Horn di negeri mereka. (Bersambung)

Place Tags: Bangunan Stadthuys and melaka.

Apa Pendapat Anda ?

Berikan penilaian pada tempat ini dengan memilih bintang di bawah :

Captcha Verification
captcha image

Upload Image

Attach a image to your review.

Send To Friend

Captcha Verification
captcha image

Send Enquiry

Captcha Verification
captcha image

Claim Listing

What is the claim proccess?

Captcha Verification
captcha image