Welcome , Guest   Sign in with
food, products or place Zip code or address

Basilica Sacre Coeur

0 out of 5 stars based on 0 Review

Address : 35 Rue du Chevalier de la Barre, 75018 Paris, France

Time :

BASILICA OF SACRÉ-CŒUR – PARIS – FRANCE

Basilica of Sacré-Cœur sering kali disebut sebagai The Jewel on the Hill atau Permata di Atas Bukit karena di malam hari basilika ini terlihat mencolok dari seluruh penjuru kota Paris dengan kilauannya yang serupa mutiara. Kemilau ini bukanlah efek pencahayaan di sekitar bangunan basilika namun karena material konstruksinya sendiri, travertine, adalah jenis bahan yang secara berkala mengikis kotoran serta bekas polusi yang menempel di tubuhnya.

Batuan travertine yang digunakan untuk membangun Basilica of Sacré-Cœur diambil dari Chateau Landon, suatu pemukiman kecil yang terletak tak jauh di barat daya kota Paris.

Sebagai kota dengan garis sejarah yang panjang serta kedekatannya dengan pusat Gereja Katolik di Roma, Paris cukup terkenal dengan gereja-gereja klasik dan unik dari abad pertengahan misalnya Katedral Notre-Dame atau gereja Saint-Severin yang bahkan sudah ada sejak abad ke-6.

Basilica of Sacré-Cœur sendiri seringkali disangka sebagai salah satu dari puluhan gereja kuno yang berada di kota Paris padahal kenyataannya basilika ini tergolong sangat muda, karena pembangunannya baru selesai pada awal abad ke-20 bahkan baru diresmikan setelah Perang Dunia I berakhir pada tahun 1919.

Pembangunan gereja di atas bukit ini dilatarbelakangi oleh beberapa orang yang prihatin akan beberapa tragedi yang terjadi susul-menyusul di Perancis. Saat itu Perancis kalah dalam peperangan melawan Prussia (Jerman dan Austria) dan pihak pemerintah sepakat untuk menempuh jalan damai. Hal ini kemudian memecah-belah Perancis menjadi dua kubu: demokrat, sosialis dan radikalis di satu sisi melawan aktivis gereja Katolik dibantu oleh pemerintah.

Kaum demokrat menganggap bahwa jalan damai artinya menyerah begitu saja, selain itu juga pengaruh Protestan dari Jerman akan merusak budaya Katolik yang sudah melekat erat dengan penduduk Perancis. Pemberontakan besar-besaran berkobar selama tahun 1870-1871 dengan puluhan korban jiwa berjatuhan dari kedua sisi. Tragedi ini dikenal sebagai peristiwa Paris Commune.

Disebutkan bahwa aktivitas pemberontakan dimulai di Montmartre, daerah di mana Basilika Sacre Couer kini berada karena lokasinya di perbukitan yang cukup jauh dari kota Paris apalagi Istana Versailles yang waktu itu masih menjadi pusat pemerintahan jauh di sebelah selatan. Pada akhirnya para pemberontak berhasil dipukul mundur dari kota Paris oleh angkatan perang Perancis, Army of Versailles.

Beberapa pemberontak yang masih tersisa kabur ke Montmartre namun terjebak di sebuah gua bekas penambangan kapur. Di situlah mereka menemui ajalnya saat Army of Versailles melempar bom ke dalam gua kemudian meledakkannya dari detonator yang dikendalikan dari mulut gua.

Pada peristiwa tragis itu para pemberontak tidak sendiri. Mereka menyandera beberapa warga sipil serta Georges Darboy, Uskup Agung kota Paris yang saat itu sedang berada di Montmartre. Sang Uskup dilepaskan oleh para pemberontak namun ia tidak bersedia pergi dan memilih untuk tinggal di situ bersama para sandera lainnya.

Setelah pemberontakan berakhir Uskup Agung Guibert yang menggantikan Darboy naik ke bukit Montmartre, berdiri menghadap kota Paris pada bulan Oktober 1872 dan berkata “It is here, it is here where the martyrs are, it is here that the Sacred Heart must reign so that it can beckon all to come.”

Tepat di tempat itulah Basilica of Sacré-Cœur (Sacré-Cœur berarti Sacred Heart dalam bahasa Inggris) dibangun untuk memperingati 58,000 orang yang tewas sebagai korban perang melawan Prussia serta banyak korban lagi selama tragedi Paris Commune.

Basilica of Sacré-Cœur memiliki arsitektur yang tiada duanya di kota Paris. Meskipun arsitekturnya sangat tidak “Perancis” namun di beberapa hal justru terasa sangat nasionalis, contohnya patung Jeanne d’Arc dan Raja Louis IX yang berdiri megah di atap bagian depan gereja.

Sang arsitek yang rancangannya mengalahkan lebih dari 70 peserta lain juga memiliki konsep avant-garde yang cukup fenomenal pada jamannya, seperti gaya Roman-Byzantium dengan tiga kubah yang khas. Bangunan dengan arsitektur seperti ini tidaklah umum dijumpai di Eropa Barat (Basilika Saint Mark di Venice adalah salah satu contohnya) namun hal ini justru membuat Basilica of Sacré-Cœur menjadi gereja kebanggaan warganya.

Siapakah arsitek kontroversial ini? Ia adalah Paul Abadie, arsitek lulusan universitas seni Ecole des Beaux-Arts di kota Paris. Selain basilika ini ia juga adalah arsitek yang melakukan renovasi di Katedral Notre-Dame pasca Revolusi Perancis juga Sainte-Croix di Bordeaux dan Katedral Saint-Pierre of Angouleme.

Selain tangan dinginnya dalam menangani restorasi gereja peninggalan abad pertengahan ia juga dikenal sebagai arsitek yang mendobrak arsitektur konvensional seperti gaya Romanesque dan Gothic yang sudah jauh lebih dulu berada di Perancis. Sayang sekali Abadie meninggal pada tahun 1884 dan tidak sempat melihat basilika masterpiece-nya selesai didirikan.

Pembangunan Basilica of Sacré-Cœur memakan waktu 40 tahun (jauh lebih lama daripada Parthenon di Athena!) kurang lebih karena alasan finansial (gereja ini dibangun murni dari kantong pribadi para donatur) serta pecahnya Perang Dunia pertama. Di antara kedua patung di fasade basilika tedapat sebuah patung Yesus dengan inskripsi bertuliskan “Cor Jesu Sacratissimum” (The Sacred Heart of Jesus); Sacred Heart adalah simbol umum dalam gereja Katolik yang melambangkan cinta kasih Allah pada semua umat manusia.

Interior Basilica of Sacre-Coeur pun dibuat megah layaknya gereja Roman-Byzantium (Hagia Sophia di Turki adalah salah satu contoh). Sebuah mosaik yang diberi nama Christ in Majesty terlihat sangat khidmat menghiasi sepanjang kubah utama. Mosaik ini adalah salah satu dari sedikit mosaik terbesar di dunia. Di sisi kiri dan kanan juga terdapat kapel-kapel kecil untuk berdoa serta patung para Rasul. Sebuah ruang bawah tanah dibangun untuk menyimpan benda-benda berharga gereja serta relic yang dipercaya berisi jantung Yesus.

Beberapa yang tidak diketahui oleh wisatawan adalah bahwa Anda dapat naik ke puncak kubah utama! Pintu masuknya terletak di sebelah kiri basilika, di sisi yang sama dengan patung Raja Louis IX. Hanya 300 buah anak tangga yang harus dilalui untuk berdiri di tempat tertinggi di kota Paris, 129 km di atas permukaan laut.

Selain dari atas Arc de Triomphe atau puncak menara Eiffel rasanya tempat ini dapat menjadi alternatif untuk memandang kota Paris dari ketinggian. Jika anda tidak menyukai keramaian di depan basilika, ada taman dengan tempat duduk dan kolam air mancur di sekitar basilika tempat anda ingin menikmati suasana yang hening sambil mendengarkan lonceng gereja berbunyi, salah satu lonceng terbesar di dunia dengan beratnya yang 19 ton.

Basilica of Sacré-Cœur berada di perbukitan Montmartre, dapat diakses dari kota Paris dari stasiun metro Abbeses atau Pigalle (line 2 dan 12) kemudian naik ke basilika melalui anak tangga atau funicular dengan harga tiket metro sekali jalan. Gereja ini dibuka setiap hari mulai pukul 06.30 pagi sampai dengan pukul 22.30 malam tanpa dipungut biaya kecuali anda ingin ke puncak kubah.

Tangga ke puncak kubah dibuka mulai pukul 09.00 pagi sampai dengan pukul 19.00 (18.00 pada musim dingin) dengan tiket seharga 3 Euro (semua umur) atau 5 Euro tiket combo untuk akses ke kubah dan ruang penyimpanan bawah tanah. Semua pengunjung – baik turis yang hanya ingin berwisata maupun yang ingin mengikuti ibadah – diharuskan menggunakan pakaian tertutup dan tidak diperkenankan untuk membuat keributan di dalam gereja.

Kamera dan video sama sekali tidak boleh digunakan, bahkan jika anda ketahuan mencuri-curi gambar petugas gereja bisa jadi akan langsung mendatangi dan meminta foto tersebut langsung dihapus. Pssst, selain alasan untuk menghormati korban perang kabarnya alasan pembangunan basilika dilakukan di Montmartre adalah untuk mengurangi keberadaan “dunia malam” di sekitarnya, yaitu Pigalle dan Boulevard de Clichy.

Namun yah sekarang daerah tersebut masih dikenal sebagai Red Light District di kota Paris bahkan Moulin Rouge serta teater-teater sejenis masih saja ramai pengunjung. Enjoy!

Note: Harga dapat berubah sewaktu-waktu

Basilique du Sacré-Cœur de Montmartre
Pl. Du Parvis-du- Sacré-Cœur, 75018 Paris
www.sacre-coeur-montmartre.com

Place Tags: Basilica Sacre Coeur and paris.

Apa Pendapat Anda ?

Berikan penilaian pada tempat ini dengan memilih bintang di bawah :

Captcha Verification
captcha image

Upload Image

Attach a image to your review.

Send To Friend

Captcha Verification
captcha image

Send Enquiry

Captcha Verification
captcha image

Claim Listing

What is the claim proccess?

Captcha Verification
captcha image