Welcome , Guest   Sign in with
food, products or place Zip code or address

Batu Lubang

4 out of 5 stars based on 1 Review

Address : Sibolga, Sumatera Utara

Time :

BATU LUBANG, DARI TEROWONGAN HINGGA EKSOTIKA AIR TERJUN

Jika Anda pernah melintasi jalur yang bernama 1200 Tikungan Tarutung – Sibolga, tentunya Anda sudah banyak mengetahui tentang berbagai hal yang terdapat di jalur ini mulai dari panorama alam Kota Sibolga yang tampak dari jalur pada perbukitan tertinggi hingga kisah dibukanya jalur ini pada masa pemerintahan Belanda. Ya, jalur ini memang memiliki sejarah tersendiri yang telah menjadi cerita yang diwariskan secara turun temurun dari masyarakat di Kota Tarutung maupun Kota Sibolga.

Berbicara tentang jalur ini, tahukah Anda bahwa jalur ini mempunyai dua buah lorong yang membentuk gua ? Lorong yang membentuk gua tersebut bisa dikatakan juga sebagai terowongan penanda pintu masuk Kota Sibolga karena letaknya berada tepat ketika memasuki gerbang Kota Sibolga, sehingga bagi para pengendara yang melintasi lorong ini mengetahui bahwa mereka hampir memasuki Kota Sibolga.

Lorong yang membentuk gua ini dinamakan masyarakat sekitar sebagai Batu Lubang. Lorong ini memang terbentuk dari bebatuan cadas yang sangat keras dan kokoh, dan apabila Anda mencoba meneliti usia bebatuan ini maka Anda akan segera mengetahui bahwa usia bebatuan yang terdapat di Batu Lubang ini cukup tua bahkan pernah beberapa orang peneliti yang meninjau tentang usia bebatuan tersebut dan memberitahukan bahwa usia bebatuan cadas ini lebih dari 1 abad.

Ya, disekitar lokasi ini terdapat dua buah bebatuan yang masing-masing memiliki panjang yang berbeda. Pada bebatuan yang pertama, ukurannya tidak terlalu panjang karena panjangnya hanya beberapa meter saja sehingga cahaya yang terdapat di depannya terlihat sangat jelas. Meskipun begitu di samping jalur bebatuan tersebut terdapat jurang sehingga para pengendara harus tetap berhati-hati ketika melintasinya.

Pada bebatuan yang kedua, ukurannya cukup panjang dan berkelok-kelok, dan sudah dipastikan bahwa di dalam bebatuan kedua ini sama sekali tidak terdapat cahaya yang masuk karena ketika memasuki bebatuan yang kedua ini suasana mulai terasa begitu gelap. Sehingga para pengendara diharuskan menyalakan lampu kendaraan sembari membunyikan klakson untuk memberitahukan kepada para pengendara lainnya bahwa kendaraan Anda sedang melintasi jalur ini. Hal tersebut dilakukan guna mencegah terjadinya kecelakaan di sekitar jalur.

Batu Lubang sendiri mempunyai cerita sejarah dari masa pemerintahan kolonial Belanda di Indonesia. Menurut informasi, Batu Lubang ini dulunya merupakan sebuah bebatuan cadas yang ukurannya sangat besar dan volumenya pun terlihat sangat padat. Namun pada masa itu, Pemerintah Belanda yang menginginkan dibuatnya sebuah jalur untuk memudahkan akses antar kota maupun sebagai sarana pengiriman bahan pokok, maka bebatuan cadas ini pun di lubangi oleh para pekerja rodi yang bertugas mengerjakan pembukaan jalur ‘baru’ tersebut.

Bahkan kabarnya lagi, untuk melubangi bebatuan cadas ini mereka tidak menggunakan peralatan pahat yang canggih, melainkan bebatuan tersebut dilubangi secara manual dengan menggunakan tangan dan peralatan seadanya. Bisa dibayangkan bagaimana cara memahatnya ?

Ya, jika ditinjau dari luasnya Batu Lubang ini, sebenarnya tidaklah seluas seperti sekarang ini. Sebab pada masa pemerintahan kolonial Belanda, bebatuan cadas ini hanya dilubangi seadanya dan cukup untuk dilintasi oleh satu kendaraan roda empat yang kala itu merupakan kendaraan khusus milik para petinggi di pemerintahan kolonial Belanda.

Namun kini, karena semakin banyaknya transportasi yang berlalu lalang dengan rute Tarutung – Sibolga, maka pemerintah setempat berinisiatif untuk melakukan pelebaran pada jalur ini sekaligus melakukan pemugaran pada dinding-dinding bebatuannya agar tetap terjaga dan kokoh, disamping itu juga untuk menjaga lokasi ini sebagai lokasi yang mengandung nilai sejarah.

Sehingga kini Batu Lubang tersebut sudah dapat dilintasi oleh satu kendaraan roda empat dan satu kendaraan roda dua, dengan dua jalur berlawanan di kanan dan kiri. Kini, Keberadaan Batu Lubang ini menjadi salah satu objek wisata yang unik ketika berada di jalur menuju Kota Sibolga dari Kota Tarutung. Bahkan tak jarang beberapa wisatawan pun mengabadikan foto-foto mereka tepat di depan Batu Lubang ini. Namun sayangnya untuk memberitahukan kepada wisatawan bahwasanya jalur ini adalah Batu Lubang sama sekali belum terdapat pamflet atau penanda khusus.

Tak hanya itu, di sebuah sisi Batu Lubang kedua ini pun terdapat sebuah aliran air terjun yang mengalir dengan indah. Air terjun tersebut bernama Air Terjun Batu Lubang. Air Terjun Batu Lubang sendiri merupakan objek wisata yang cukup populer di kawasan ini, sehingga memberikan kesan tersendiri bagi para pengendara yang melintas jalur ini. Air Terjun Batu Lubang terdiri dari tiga buah air terjun yang semua alirannya berasal dari sebuah aliran Sungai diatas perbukitan yang tinggi dalam jejeran Bukit Barisan.

Aliran sungai tersebut bermuara dari dataran tinggi menuju sebuah aliran sungai yang terdapat di dataran rendah Kota Sibolga. Air terjun ini memiliki ketinggian yang sangat tinggi, dikelilingi oleh panorama hutan lindung yang masih sangat alami yang terdapat di sekitarnya, bahkan sesekali juga terlihat beberapa burung yang beterbangan di objek wisata Air Terjun Batu Lubang, menambah keindahan tersendiri selama melintasi jalur Batu Lubang ini.

Karena masih dikelilingi oleh hutan lindung di sekitar perbukitan, tentunya udara di sekitar air terjun ini pun masih sangat alami dan jauh dari polusi. Tak hanya itu, debit Air Terjun Batu Lubang ini pun sangat deras bahkan kabarnya debit air tersebut tidak pernah kering meskipun pada musim kemarau. Ya, sekilas Air Terjun Batu Lubang ini mirip sekali dengan Air Terjun Sipiso-Piso yang terdapat di dataran tinggi Karo, Kota Berastagi, Sumatera Utara.

Place Tags: Air Terjun, Batu, Batu Lubang, and sibolga.

1 User Review on Batu Lubang
Facebook - Kiky Amal lives in

Melewati batu ini ketika menuju ke kota Sibolga menjadi suatu pengalaman yang menyangkan. Bayangin aja, suasananya yang gelap, lembab, tanpa penerangan apapun. ya, meskipun begitu melintasi batu lubang ini tetap menjadi bagian yang tak akan terlewatkan apabila menuju ke kota Sibolga..

Assessment on 02-05-2013

Apa Pendapat Anda ?

Berikan penilaian pada tempat ini dengan memilih bintang di bawah :

Captcha Verification
captcha image

Upload Image

Attach a image to your review.

Send To Friend

Captcha Verification
captcha image

Send Enquiry

Captcha Verification
captcha image

Claim Listing

What is the claim proccess?

Captcha Verification
captcha image