Welcome , Guest   Sign in with
food, products or place Zip code or address

Masjid Jamae Chulia

0 out of 5 stars based on 0 Review

Address : 218 South Bridge Road , Singapore

Time :

Mengunjungi Masjid Di Chinatown

Singapura memang diketahui memiliki beberapa kebudayaan dan juga berbagai macam suku yang terdapat di sana. Yang paling dominan adalah kebudayaan Cina dan Melayu. Sementara India bisa dibilang merupakan kebudayaan Minor. Dan Singapura mampu memanfaatkan unsur kebudayaan tersebut dengan menciptakan atau membangun kawasan untuk mempertahankan serta mengenalkan kebudayaan yang dimiliki oleh Singapura guna dikenalkan ke wisatawan asing.

Kawasan wisata seperti Chinatown, Little India, dan Kampong Glam memberikan informasi secara detail bagaimana kebudayaan yang berada di Singapura dan mempengaruhi setiap unsur di negeri Merlion ini. Sekilas memang terkesan dikotak-kotakkan. Bahkan di beberapa tempat anda akan melihat suku yang satu kadang tidak mau berkumpul dengan suku yang lain. Dan ini memang sangat telihat jelas. Namun ternyata hal tersebut hanya berada di permukaan.

Di setiap kawasan mereka tetap menghormati kebudayaan dan juga agama yang dianggap sakral. Seperti di Chinatown, di sini memang sangat identik dengan nuansa kebudayaan Cina. Namun tidak membuat para penghuni Chinatown antipati diluar budaya dan juga agama mereka. Salah satunya adalah adadnya Masjid Jamae Chulia.

Masjid Jamae Chulia merupakan masjid yang pertama yang dibangun di Chinatown ini. Dengan adanya Masjid ini membuat pandangan mata mengenai adanya pengkotak-kotakan kebudayaan dan suku serta agama di Singapura terhapus. Masjid Jamae Chulia ini merupakan jawabannya. Jika anda mengunjungi daerah Chinatown, tidak perlu repot-repot mencari tempat jika anda ingin melakukan ibadah sholat. Masjid Jamae Chulia bisa anda jadikan pilihan.

Dari jauh anda sudah bisa melihat Masjid Jamae Chulia ini. Dengan dua menara yang cukup tinggi di pintu gerbangnya, membuat Masjid Jamae Chulia ini cukup mudah dikenali. Nama Masjid Jamae Chulia konon diambil dari nama perantauan dari Asia Selatan yang datang ke Singapura. Dan Masjid ini konon juga dibantu oleh pemerintah Inggris jaman dulu.

Arsitektur Masjid Jamae Chulia memang tidak seperti masjid kebanyakan. Masjid Jamae Chulia ini memang sedikit mengadaptasi dari unsur China dengan bentuk Menara yang mirip dengan kuil atau pagoda Cina. Namun bagian atas dari menara ditambahi dengan kubah kecil. Dan Masjid Jame Chulia juga tidak menggunakan kubah besar seperti halnya beberapa masjid pada umumnya. Namun yang tidak ketinggalan untuk dibawa adalah unsur pintu dengan bentuk lengkung atau arch diatasnya.

Masjid Jamae Chulia memang mengadopsi gaya Turki Konstantinopel dipadukan dnegan gaya Cina. Dan ini sangat menarik, terutama jika anda seorang arsitek. Kebudayaan lain yang mempengaruhi Masjid Jamae Chulia adalah kebudayaan India. Beberapa unsur dari kuil atau pura India juga tampak di sini. Seperti ukiran-ukiran di atas pintu serta kolom membuat akulturasi beberapa budaya tampak terlihat jelas. Dan akulturasi ini justru membaut Masjid Jamae Chulia akan semakin menarik.

Di sini Interiornya, Masjid Jamae Chulia menggunakan unsur warna hijau untuk memberikan kesan Islami. Di eksterior warna hijau tua bisa anda lihat jelas. Sementara di sisi dalam atau interior, warna hijau muda tampak lebih dominan. Dan warna hijau yang digunakan tampak lebih soft. Di pintu utama anda akan melihat beberapa nama dan juga ukiran yang ditulis dalam beberapa bahasa.

Anda akan melihat nama Jamae Chulia ditulis dalam bahasa Inggris, Sansekerta, Arab dan juga Tamil. Tulisan-tulisan tersebut membentang dan melengkung diatasnya. Sementara untuk plafon dan ceiling di Masjid Jamae Chulia ini menganut unsur dari budaya India dengan bentuk yang berundak-undak. Di sisi luar interior Masjid Jamae Chulia ini memiliki tinggi yang lebih rendah dibanding sisi dalam. Dan di bagian tempat Imam dan mimbar, anda akan melihat ukiran-ukiran emas yang menghiasi tempat Imam tersebut. Cukup menarik tentunya.

Masjid Jamae Chulia memang di dominasi oleh warna hijau Tidak tekecuali karpet yang di gelar di Masjid Jamae Chulia tersebut. Warna-warna seperti hijau tua dan muda tampak mendominasi interior masjid tersebut. Dan udara di sekitar Masjdi Jamae Chulia tetap sejuk dan hembusan angin di sekitarnya cukup keras. Pasalnya bukaan-bukaan jendela yang ada di Masjid Jamae Chulia cukup banyak dan terbuka.

Anda bisa merasakan hembusan angin tersebut. Sayangnya Masjid Jamae Chulia tidak terlalu terawat. Hal ini bisa anda lihat dengan beberapa bagian kolom yang tampak usang dan cat yang mulai mengelupas. Sementara karpet yang cukup kotor di beberapa bagian membuat Masjid Jamae Chulia ini sedikit kurang nikmat.

Seperti halnya dengan beberapa masjid lain, Masjid Jamae Chulia akan lebih semarak jika saat musim puasa atau Ramadhan. Di sini akan digelar beberapa kegiatan termasuk membagikan makanan berbukan yaitu takjil. Namun kegiatan di Masjid Jamae Chulia memang tidak sebanyak di Masjid Sultan. Tentunya hal ini tidak menyurutkan niat para jamah Masjdi Jame Chhulia tersebut untuk ikut serta dalam kegiatan tersebut.

Dan dengan hadirnya Masjid Jamae Chulia ini memang sedikit menggerus opini publik yang menganggap terjadi pengkotak-kotakan kebudayaan di Singapura ini. Justru penciptaan kawasan tersendiri dengan ditambah beberapa unsur budaya lain, membuat kawasan wisata di Singapura cukup unik. Dan tentunya memiliki cita rasa tersendiri di banding negara-negara lainnya. Bukti yang juga semakin kuat bahwa Singapura mampu mengembangkan potensi wisatanya dengan cukup maksimal.

Place Tags: Jamae Chulia, masjid, mosque, and singapura.

Apa Pendapat Anda ?

Berikan penilaian pada tempat ini dengan memilih bintang di bawah :

Captcha Verification
captcha image

Upload Image

Attach a image to your review.

Send To Friend

Captcha Verification
captcha image

Send Enquiry

Captcha Verification
captcha image

Claim Listing

What is the claim proccess?

Captcha Verification
captcha image