Welcome , Guest   Sign in with
food, products or place Zip code or address

Ritual di Desa Cikoang

0 out of 5 stars based on 0 Review

Address : Takalar, Sulawesi Selatan

Time :

Perayaan Maulid Nabi di Cikoang

Tidak banyak tradisi leluhur yang bisa dilestarikan di Indonesia. Namun di sebuah desa di tanah ‘Batara Guru’, terdapat ritual adat yang telah digelar semenjak tahun 1621. Gelaran budaya daerah ini adalah bentuk perayaan hari besar agama Islam yaitu ‘Maulid Nabi Muhammad SAW’.

Bauran antara kepercayaan asli penduduk dan ajaran agam Islam ini pertama kali diperkenalkan oleh seorang penyebar agama Islam bernama Sayyid Djalaludin. Maudu Lompoa adalah ritual yang merupakan wujud cinta kasih kepada Nabi Muhammad SAW

Tiupan angin laut berhembus lumayan kencang di muara sungai yang terletak persis di desa Cikoang, sebuah desa yang berada di kabupaten Takalar. Di desa yang berjarak 2 jam perjalanan dari kota ‘anging mammiri’, Makassar-Sulawesi Selatan; sinar keemasan mentari pagi menyeruak menembus rimbun nya dedaunan lontar yang tumbuh dengan suburnya di pemukiman warga dekat sungai Cikoang.

Perahu-perahu kayu berukuran besar nampak terparkir rapi di muara sungainya. Yang unik, ‘Lambere Japing-Japing’ (sebutan warga masyarakat bagi perahu-perahu mereka) yang jumlahnya puluhan tersebut terbalut oleh hiasan lembaran-lembaran kain beraneka warna.

Beragam sesajian pun penuh mengisi lambung moda transpotasi air lokal tersebut. Sebuah ‘Baku Maudu’ (bakul berukuran raksasa yang terbuat dari anyam-anyaman daun-daun lontar) terlihat padat terisi oleh nasi, kelapa, ayam goreng, beragam kue tradisional, bunga-bunga yang terbuat dari kertas, tikar pandan, dan puluhan telur yang telah diberi warna merah dan putih serta telah ditusuk menjadi satu dengan bambu.

Bakul yang terbuat dari anyaman lontar adalah simbolisasi dari empat ribu susunan syaraf yang ada di tubuh manusia. Sementara beras yang jumlahnya empat gantang adalah perwujudan dari jumlah bulu yang melekat pada keseluruhan tubuh. Daging ayam adalah simbolisasi dari pembelajaran hidup di sebuah rentang kehidupan.

Buah Kelapa menggambarkan mata hati manusia dan telur-telur diartikan sebagai keyakinan yang dimilikinya. Perahu adalah simbolisasi dari bahtera nikmat dan berkah. Sementara kain tradisional adalah tempat bernaung bagi manusia di padang mahsyar.

Tak jauh dari barisan perahu, terdapat bentangan rumah-rumah warga desa. Pemandangan menarik bisa terlihat dari barisan rumah-rumah panggung yang semuanya terbuat dari kayu itu. Masyarakatnya sibuk mempersiapkan segala sesuatu yang diperlukan bagi terselenggaranya ritual tahunan ini.
Rangka ‘Julung-Julung’ (perahu kayu yang memiliki kaki keseimbangan di kedua sisinya) terlihat gagah mengawal rumah-rumah warga Cikoang.

Kaum lelakinya dengan sigap terus menghiasi perahu di iringi oleh tetabuhan gong, gandrang dan ‘pa’kacaping’ (gitar kayu berukuran kecil). Sarung-sarung tradisional pun menjadi bagian dari busana utama kaum perempuannya. Para perempuan Cikoang ini tak mau kalah turut menghias wajah dan penampilan nya.

Nampak pula deretan ‘Kandawari’ berderet di pekarangan milik warga. Wadah kayu berbentuk segi empat tempat meletakkan sesaji ini turut mempertebal nuansa kedaerahan yang ada.

Kala mentari mulai berada di titik tertinggi nya, ratusan warga desa berdatangan ke pendopo warga (baruga) yang sengaja dibangun tepat di tengah-tengah desa. Diiringi tetabuhan gandrang yang menggema, para warga desa ini berduyun-duyun datang dengan membawa wadah-wadah sesaji. Sebagian dari mereka juga mengangkat ‘Julung-julung’ yang lumayan beratnya.

Disambut oleh lantunan dzikir dari pemangku adat dan sesepuh desa, tak lupa warga desa juga menjunjung ‘Kandawari’ mereka untuk di letakkan di pelataran baruga. Seusai panjatan rasa syukur dan terima kasih dalam untaian doa dilantunkan, ritual daerah ini pun berlanjut dengan penuh rasa suka cita.

Puluhan anak perempuan dan laki-laki berlompatan ke permukaan sungai. Warga desa yang lebih tua pun ikut larut dalam kegembiraan ini. Mereka juga turut diarak dan diceburkan ke dalam sungai.

Prosesi menceburkan diri ke sungai dipercaya sebagai upaya membersihkan dosa yang melekat di tubuh dan jiwa sekaligus ritual buang sial. Di sungai Cikoang di gelar pula lomba dayung ‘lepa-lepa’ (perahu kecil para nelayan), lomba menangkap itik dan pagelaran ‘Tunrung pakanjara’, sebuah tarian adat warga Takalar.

Acara utama digelar sore harinya. Di saat inilah perahu-perahu berhias berukuran besar di larung ke tengah lautan. Seusai pelarungan perahu, warga desa pun menyantap hidangan yang tersaji di atas ‘Kandawari’ yang beberapa diantara nya di letakkan di atas ‘Julung-julung’.

Biasanya, prosesi adat yang tak jarang memakan biaya hingga jutaan rupiah ini sudah dimulai empat puluh hari sebelumnya. ‘A’je’ne-je’ne’Sappara’ adalah tahapan awal dari ritual ini. Ritual tersebut adalah prosesi membersihkan diri / mandi yang dipimpin oleh seorang tetua adat.

Tahap selanjutnya adalah menangkap ayam dan mengurung ayam-ayam tersebut. Kurungan ayam yang dipergunakan harus dalam keadaan bersih dan ayam-ayam yang telah tertangkap diberikan makanan berupa beras dari kualitas yang paling bagus. ‘Angnganang Baku’ adalah prosesi berikutnya, pada tahapan ini para warga bergotong royong menganyam daun-daun lontar yang nantinya akan dipergunakan sebagai wadah sesaji.

Berikutnya adalah ‘A’dengka Ase’ yaitu menumbuk padi di atas sebuah lesung kayu. Yang terakhir adalah ‘Ammisa’ Kalulu’ yaitu mengupas kulit kelapa dari buahnya. Kelapa-kelapa ini adalah hasil kebun milik para warga.

Tepat 2 hari sebelum acara utama Maudu Lompoa digelar, kaum wanita di Cikoang mulai menanak beras dalam keadaan setengah matang, setelah sebelumnya dicuci sebanyak tujuh kali. Sementara ayam goreng dan kue-kue tradisional di masak diatas tumpukan kayu-kayu bakar di bawah rumah-rumah panggung mereka, tanpa diijinkan meninggalkan pagar pekarangan.

Place Tags: Desa Cikoang, ritual, and takalar.

Apa Pendapat Anda ?

Berikan penilaian pada tempat ini dengan memilih bintang di bawah :

Captcha Verification
captcha image

Upload Image

Attach a image to your review.

Send To Friend

Captcha Verification
captcha image

Send Enquiry

Captcha Verification
captcha image

Claim Listing

What is the claim proccess?

Captcha Verification
captcha image