Welcome , Guest   Sign in with
food, products or place Zip code or address

Sekatenan

4 out of 5 stars based on 2 Reviews

Address : Kraton, Yogyakarta

Time : pk. 15.00 – 21.00 WIB

Sekatenan Di Yogyakarta – Membeli Bunga Kantil Untuk Enteng Jodoh Dan Lancar Rejeki, Yogyakarta

Apakah anda ingin datang ke sekatenan di Yogyakarta? Kalau begitu, anda tidak sendirian karena hampir semua masyarakat Yogyakarta pada khususnya, dan masyarakat yang tinggal di sekitar Yogyakarta pada umumnya banyak yang menantikan acara tahunan ini. Acara sekatenan yang juga disebut sebagai Pasar Malam Perayaan Sekaten atau PMPS selalu dikerubuti oleh para pengunjung. Menariknya lagi adalah karena acara sekaten dan pasar malam ini diadakan sebulan penuh sehingga anda akan mempunyai banyak waktu untuk datang ke acara yang diselenggarakan untuk menyambut Maulud Nabi Muhammad SAW.

Sekelumit cerita tentang sekatenan ini. Sebenarnya, acara sekaten ini termasuk tradisi yang terus dilestarikan oleh Keraton dan masyarakat Yogyakarta sejak jaman Kerajaan Demak di abad ke-16. Acara ini dilangsungkan pada bulan Maulud, atau bulan ketiga pada sistem penanggalan Jawa dengan lokasi utamanya di alun-alun utara Keraton Yogyakarta. Jika ditelisik lebih dalam lagi tentang sejarah sekaten di Yogyakarta, saat itu Raden Patah sebagai Adipati yang berkuasa di Demak berniat untuk menyebarkan syiar Islam kepada para masyarakat disana dengan cara membunyikan dua gamelan berupa gending-gending Jawa yang dibuat oleh Sunan Giri dan Sunan Kalijaga.

Mereka yang ingin memeluk agama Islam pun kemudian mengucapkan syahadat atau shahadatain yang kemudian berubah menjadi sekaten karena terjadinya kesalahan pengucapan. Selanjutnya, acara sekaten yang telah dicanangkan oleh Raden Patah dan para Walisongo pun terus dilakukan secara rutin setiap tahun hingga diadopsi oleh Kerajaan Islam Mataram yang kemudian terbelah menjadi dua, yaitu Kasunanan Surakarta dan Kasultanan Ngayogyakarta. Di Yogyakarta sendiri, perayaan sekaten yang telah menjadi acara hiburan rakyat tiap tahun kemudian dikembangkan dan dibagi menjadi 3 inti.

Inti pertama yang dapat anda jumpai saat menyaksikan acara sekaten di Yogyakarta adalah akan diperdengarkan 2 perangkat gamelan, yaitu Kanjeng Kyai Guntur Madu dan Kanjeng Kyai Nagawilaga di lokasi Kagungan Dalem Pagongan Masjid Agung Yogyakarta yang dilakukan selama 7 hari secara terus menerus, kecuali pada hari Kamis malam hingga Jum’at siang. Inti sekaten yang kedua adalah dibacakannya riwayat Nabi Muhammad SAW oleh seorang abdi dalam Kasultanan, kerabat, pejabat dan oleh rakyat saat dilangsungkannya peringatan hari lahirnya Nabi Muhammad SAW pada tanggal 11 Maulid malam yang dilakukan di serambi Kagungan Dalem Masjid Agung.

Sedangkan inti sekaten yang ketiga adalah dilakukannya Grebeg sebagai bagian dari puncak acara sekaten dengan cara pemberian sedekah yang dilakukan oleh Ngarso Dalem Sampean Dalem Ingang Sinuhun Kanjeng Sultan, yaitu berupa Hajad Dalem Gunungan. Semua acara tersebut akan dilangsungkan secara meriah oleh pihak Keraton Yogyakarta dan juga masyarakat luas.

Ada hal menarik yang mungkin saja bisa anda jumpai saat anda mengunjungi acara sekaten ini. Beberapa orang yang ingin tetap terlihat awet muda, mereka mau berkorban untuk mengunyah daun sirih yang rasanya agak pahit di halaman Masjid Agung Yogyakarta.

Hari baik yang disarankan oleh mereka yang mempercayai hal tersebut adalah pada saat hari pertama dimulainya acara sekaten. Jadi, anda tidak perlu heran bila disaat itu, anda akan banyak menjumpai para pedagang yang berjualan daun sirih, gambir, enjet (kapur), jambe, bunga kantil dan tembakau kering yang dibungkus dengan daun pisang membentuk kerucut yang disebut dengan conthong.

Dalam bahasa Jawa, mereka harus bersedia ‘nginang’ (mengunyah daun sirih beserta ramuannya) untuk mengharapkan kemudahan dan kemurahan rejeki tahun depan. Setelah selesai, dengan wajah sumringah dan bibir yang masih belepotan dengan ramuan nginang, mereka bersemangat kembali untuk melayani para pembeli yang datang ke alun-alun utara Yogyakarta.

Nah sekarang, kita beralih ke magnet sekaten itu sendiri, yaitu pasar malam yang selalu dipadati oleh para wisatawan. Sangat disarankan ketika anda pergi ke pesta rakyat sekaten ini dalam keadaan perut kosong dan dompet tebal. Karena, jika perut anda telah kenyang dari rumah, saat disana anda hanya akan melihat-lihat berbagai macam makanan yang berjajar rapi di hampir setiap sudut tanpa mencicipinya sedikitpun. Jadi, jika perut anda masih lapar, disana anda dapat mencoba onde-onde, sate lemak, bolang-baling, tempe gembus, tempura, gula-gula, tahu petis, kerak telor, pisang molen, pizza, hingga hamburger.

Selain itu, ada juga panganan khas sekaten yaitu endhog kamal atau telur asin, wedang ronde, sego liwet (nasi uduk), karak (kerupuk yang terbuat nasi), cambuk rambak (makanan yang terbuat dari ketupat dengan tambahan sambal kacang), gangsingan bambu, serta pecut yang biasa dijual dipelataran Masjid Agung Yogyakarta. Dan saat anda berkeliling, anda juga bisa melihat para penjual produk lain seperti, sandal, sepatu, baju, kerudung, tas, kerajinan tangan, aksesoris, dan masih banyak lagi yang masih bisa anda temui saat berkunjung ke acara sekaten.

Apakah menurut anda hanya itu yang bisa anda lihat di sana? Tentu saja tidak. Masih banyak lagi wahana permainan yang boleh anda coba. Seperti rumah hantu yang dapat menguji nyali anda dalam kegelapan (tiket Rp5.000), Kereta Altaria (tiket Rp5.000), Jet Columbus (tiket Rp7.000), Kincir (tiket Rp5.000), Bom-bom Car (tiket Rp10.000), Kora-Kora Mini (tiket Rp7.000), dan Ombak Asmara (tiket Rp5.000). Arena permainan ini hanya buka pada pukul 15.00 – 21.00 WIB. Jadi jika anda datang disiang hari, anda tidak akan dapat ikut menikmati wahana permainan tersebut.

Ada satu hal unik yang terjadi di acara sekaten. Disaat para pengunjung membeli bahan-bahan untuk nginang, jika anda amati para penjualnya menyediakan dua jenis bunga kantil, yaitu bunga yang masih kuncup dan bunga yang telah mekar. Menurut kata-kata orang dulu, bunga kantil yang kuncup hanya dijual kepada pembeli yang belum menikah. Sedangkan bunga kantil yang telah mekar hanya dijual kepada mereka yang telah menikah.

Walaupun jodoh ditangan Tuhan, namun mereka percaya bahwa para gadis dan bujang yang membeli bunga kantil kuncup akan segera didekatkan jodohnya. Sedangkan bagi mereka yang telah menikah dan nginang dengan bunga kantil yang telah mekar maka pernikahannya akan langgeng, dan rejekipun mengalir lancar.

Place Tags: kraton, Sekatenan, and yogyakarta.

2 User Reviews on Sekatenan
Christin lives in

sekaten ini seru sekali dan selalu ditunggu setiap tahun, selain pasar malam dan atraksi-atraksinya juga banyak jajanan-jajanan lucu… tapi awas dompetnya dijaga baik-baik ya… hehehe

Assessment on 11-08-2012
2 User Reviews on Sekatenan
Hanumi lives in

Momen paling rame buat orang Jogja tentu saja saat sekatenan di keraton. Paling enak kalau perginya malem-malem karena ngga panas. Banyak yang jualan, mulai dari kantor pos sampe alun-alun penuh sama warung tenda. Tapi, yang paling asyik tentu saja makan molen bareng temen-temen. Habis itu muter-muter lagi nyari camilan sama nonton rumah hantu. Karena acara ini sebulan penuh, kita bisa mampir kapan saja. Tapi, kalo sudah dekat puncak acara, jalanan pasti macet. Jarak cuma 100 meter saja bisa sampe 30 menit lebih. Jadi, mendingan datang ke sakatenan jauh-jauh hari. Biarpun penuh, tapi ngga terlalu padet.

Assessment on 02-22-2013

Apa Pendapat Anda ?

Berikan penilaian pada tempat ini dengan memilih bintang di bawah :

Captcha Verification
captcha image

Upload Image

Attach a image to your review.

Send To Friend

Captcha Verification
captcha image

Send Enquiry

Captcha Verification
captcha image

Claim Listing

What is the claim proccess?

Captcha Verification
captcha image