Welcome , Guest   Sign in with
food, products or place Zip code or address

Upacara Adat Mbah Bergas

0 out of 5 stars based on 0 Review

Address : dukuh Ngino, Mergoagung, Seyegan , Sleman, Yogyakarta

Time :

Upacara Adat Mbah Bergas – Bersih Desa Untuk Menyambut Rejeki Tahun Depan, Sleman – Yogyakarta

Terkadang, kebiasaan yang dilakukan oleh seseorang dimasa lampau masih diteruskan dan dilaksanakan hingga kini karena mengandung pesan dan filosofi tinggi. Upacara Mbah Bergas adalah salah satu upacara adat yang masih dilakukan hingga sekarang. Hanya saja, anda tidak dapat datang begitu saja menyaksikan upacara meriah karena acara ini dilakukan satu tahun sekali. Dan jika anda masih penasaran kapan upacara adat Mbah Bergas dilangsungkan, maka anda pun diwajibkan untuk membuka kalender yang masih menerapkan sistem penanggalan Jawa, seperti ; Kliwon, Wage, Pon, dan Paing, Legi.

Mungkin sekarang ini agak sulit menemukan sistem kalender seperti itu, tetapi upacara adat Mbah Bergas tiap tahunnya dilaksanakan pada hari Jum’at Kliwon pada bulan Mei. Nah, bila anda tertarik sekali untuk menyaksikan acara ini, maka mulai sekarang anda harus mencatat agenda tahunan untuk bulan Mei tahun depan.

Pada mulanya, upacara adat Mbah Bergas ini dilakukan secara teratur oleh Mbah Bergas kala ia masih hidup setelah panen raya dengan bentuk syukuran dan bersih desa sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan atas limpahan rejeki yang diterima oleh warga desa dan berdoa agar tahun depan rejeki tetap lancar dan mengalir tanpa ada halangan. Mbah Bergas sendiri adalah seorang pengikut setia Sunan Kalijaga yang merupakan penyebar agama Islam di tanah Jawa dan ia juga cikal bakal penghuni pertama di Dukuh Ngino Desa Mergoagung.

Kebiasaan ini selalu dilaksanakan dan walaupun Mbah Bergas telah wafat, para penduduk lokal pun masih mempertahankannya. Dan kini, upacara adat Mbah Bergas yang identik dengan acara bersih desa telah menjadi salah satu agenda tahunan Desa Mergoagung khususnya, dan Kabupaten Sleman pada umumnya. Ketika acara ini telah tertata dan terorganisasi dengan baik, maka tanpa diundang pun para wisatawan lokal dan mancanegara pun datang untuk melihat langsung salah satu upacara adat di Yogyakarta yang masih terus dilestarikan hingga kini.

Apakah anda ingin tahu rute menuju ke Desa Mergoagung agar tahun depan dapat menyaksikan upacara adat Mbah Bergas ini? Sebenarnya, akses untuk menuju ke Dukuh Ngino Desa Mergoagung Kecamatan Sayegan Kabupaten Sleman Yogyakarta ini cukup mudah. Akan jauh lebih praktis bila anda menggunakan kendaraan pribadi seperti motor atau mobil karena anda dapat mengambil rute dari Jalan Magelang – Yogyakarta. Ketika anda telah sampai di Terminal Jombor, anda dapat mengambil arah jalan ke kiri untuk sampai ke Kecamatan Sayegan. Ikuti saja arahnya hingga anda mendapati papan petunjuk yang akan mengarahkan anda ke tempat Mbah Bergas.

Tetapi, bila anda harus menggunakan transportasi umum, anda dapat turun di Terminal Jombor dan melanjutkan perjalanan kembali dengan menggunakan angkutan pedesaan untuk dapat sampai ke Sayegan. Biasanya tarif angkutan pedesaan untuk jauh dekat Rp2.500. Jadi, cukup murah bukan? Dan untuk menyaksikan upacara adat Mbah Bergas, anda tidak dipungut biaya sama sekali alias gratis karena ini merupakan acara bersama warga yang dapat ditonton oleh pengunjung dari tempat lain.

Nah sekarang kita lanjutkan penggambaran tentang upacara adat Mbah Bergas yang akan anda saksikan disana. Sebenarnya, acara ini dimulai satu hari sebelumnya yaitu dengan adanya pertunjukan kuda lumping Turonggo Mudo pada pukul 10.00 WIB yang diwakili oleh para pemuda dari Dukuh Ngino Desa Mergoagung hingga selesai. Seperti atraksi kuda lumping lainnya, biasanya acara seperti ini diselipi mistik karena para pemainnya seperti kesurupan dan bertindak diluar akal, seperti memakan beling, mengupas sabut kelapa, dan mengunyah bara api. Bagi anda yang tidak merasa nyaman, cukup melihat dari jauh saja. Jadi, anda tidak akan merasa begitu ketakutan. Tetapi jika anda penasaran, anda dapat mendekat untuk mengabadikan atraksi kuda lumping Turonggo Mudo.

Kemudian, pada malam hari dilanjutkan dengan mengambil air suci tujuh klenting yang bersumber di Tirto Saptomulyo Sendang Planangan oleh sesepuh desa untuk diarak pada hari Jum’at. Orang-orang percaya bahwa sendang ini dulunya digunakan oleh Mbah Bergas untuk berwudhu sebelum melaksanakan shalat. Bila pengambilan air suci ini telah selesai, selanjutnya para warga pun berduyun-duyun untuk pergi ke makam Mbah Bergas yang berukuran 5 x 5 meter. Dari sana dilanjutkan dengan acara tirakatan yang biasanya dibarengi dengan tradisi nembang karawitan, macapat dan cokekan sampai pagi.

Ketika Jum’at pagi menjelang, para warga dukuh Ngino Desa Mergoagung pun telah bersiap-siap untuk melaksanakan puncak acara adat Mbah Bergas. Anda pun harus bersiap-siap untuk menyaksikan acara ini bila tidak ingin ketinggalan. Pertama-tama, para warga akan mengumpulkan 3 gunungan yang akan dibagikan kepada warga saat acara telah selesai nanti. Gunungan pertama biasanya berisi gunungan pari (padi) yang dibuat kerucut sebagai simbol atau lambang setelah panen raya. Gunungan kedua adalah wulu telu yang berisi hasil palawija dan juga buah-buahan. Sedangkan gunungan ketiga ini berisi nasi tumpeng yang dilengkapi dengan bunga-bunga, ingkung ayam, daun sirih kinang yang menjadi favorit Mbah Bergas dan tentu saja air suci yang telah di ambil dari Sendang Planangan malam sebelumnya.

Jika semuanya telah disiapkan, kini giliran pawai dan arak-arakan yang akan dimulai dari Balai Desa Mergoagung dengan diikuti oleh tari-tarian. Disana nanti, anda akan menyaksikan para perangkat desa yang memakai pakaian tradisional dan juga penduduk lokal yang bergabung sambil memakai pakaian prajurit Keraton Yogyakarta Hadiningrat untuk mengawal gunungan yang diarak hingga ke Dukuh Ngino berjarak sekitar 2 km dari Balai Desa.

Sesampainya di Dukuh Ngino, air Sendang Planangan yang diarak kemudian digunakan untuk menyiram pohon beringin yang dipercaya sebagai tempat Mbah Bergas untuk bertapa dan gunungan yang dibawa pun akan didoakan oleh sesepuh desa disana. Sisa air yang tidak dipakai kemudian akan dibagikan kepada para warga yang telah lama menunggu. Mereka yakin bahwa air suci tersebut berkhasiat dan dapat menyembuhkan penyakit. Sedangkan gunungan yang telah didoakan kemudian diperebutkan oleh masyarakat yang mempercayai akan datangnya berkah dan kemurahan rejeki jika bisa mengambil bagian dari gunungan tersebut.

Nah, bila belum merasa lelah juga, pada malam harinya anda dapat bergabung dengan penduduk lokal untuk menyaksikan pertunjukan wayang kulit semalam suntuk. Selamat begadang.

Place Tags: Upacara Adat Mbah Bergas and yogyakarta.

Apa Pendapat Anda ?

Berikan penilaian pada tempat ini dengan memilih bintang di bawah :

Captcha Verification
captcha image

Upload Image

Attach a image to your review.

Send To Friend

Captcha Verification
captcha image

Send Enquiry

Captcha Verification
captcha image

Claim Listing

What is the claim proccess?

Captcha Verification
captcha image