Blogs

Featured Entries

  • Jalan2

    Dapatkan Hotel Murah melalui kerjasama Jalan2.com & Agoda.com

    By Jalan2

    Kalo kamu perlu akomodasi jalan2, &  bisa beli di agoda pls via jalan2.com hehe..  Kita dpt komisi dikit.  Tp harga tetep sama.   Caranya tinggal gunain search box agoda yg ada di http://jalan2.com/forum atau click di banner nya menuju website Agoda Setiap kali mau beli. Contohnya seperti Banner di bawah ini :    Dengan demikian ada cookies nya dari Jalan2.com, nanti komunitas kita dapet komisi yg di gunakan untuk membayar hosting, pegawai, dan pengembangan komunitas kita ini.  Bantu2 support komunitas Jalan2 Indonesia :)  Hanya dengan support dari kamu, komunitas kita bisa hidup Thanks ya :) rudy  
    • 41 comments
    • 15,392 views
 

(Yogyakarta) hotel amalia di malioboro jogjakarta

nah, dari sumba, ke bali, terus ke yogyakarta, ngapai pula ke yogyakarta, ya, binggung ngapain, tapi ke yogyakarta karena tiket bali ke jakarta lebih mahal sekitar 300 ribu di banding   saya ke yogyakarta dulu, baru yogyakarta jakarta, jadi selisihnya buat nginap di yogyakarta semalam, lumayan kan, bisa main di yogyakarta dulu di yogyakarta , saya mencari hotel yang kalau jalan ke maliboro tidak terlalu jauh, sehingga saya memilih hotel ini hotel ini posisi ada di jalan sosrowijayan, tapi bukan tepat di sosrowijayannya , masih perlu masuk ke satu gang yang muat 1 mobil, di dalam bisa parkir mobil sekitar 3 atau 4 mobil, kalau kamu masuk dari malioboro, nanti gangnya ada di sebelah kiri, ada petunjuknya di depan gang bila nginap di hotel ini, lebih baik pilih lantai loteng, jangan di lantai 1, karena jendela nya menghadap ke orang lalu lalang, sedangkan gordynnya tidak bisa di tutup rapat, sehingga orang dari luar bisa melihat ke dalam kamar, dan setiap aktifitas kita bisa kelihatan untuk harganya mulai dari Rp.240 ribu dengan menggunakan kipas angin, untuk harga yang lain silakan lihat di foto terlampir kamarnya tidak terlalu mewah, kesannya kamar hotel tua, tapi kamar mandi di dalam, dan kamar yang saya pilih adalah kamar ber ac di hotel ini , kita mendapat sarapan pagi, dan pagi ini saya mendapat sarapan pagi berupa nasi kuning, sarapan paginya bukan ala buffet, tapi kita ke loket dapur, lalu kita pesan makan disana, nanti duduk di kursi yang tersedia, tunggu di antar. secara jujur, saya tidak kenyang sama sekali dengan menu sarapannya, karena nasi kuningnya tidak di sajikan dengan padat, tapi memang sangat sedikit, akhirnya terpaksa cari makan ke malioboro yang pagi pagi sudah banyak angkringan, hindari selasa legi ya, kalau selasa legi , malioboro liburrrrrrrr, kosong karena dapat kamar lantai 1, tentunya beresiko orang bolak balik, sehingga tidur pasti terganggu, jadi sekali lagi, disarankan jangan pilih kamar lantai 1 dari segi pelayanan resepsionis masih ok lah, pelayanan dapur untuk sarapan juga ok, cepat, mungkin karena nasi kuningnya sudah tersedia, waktu check out juga sangat cepat yang sedikit masalah adalah, waktu check in, saya beli dari salah satu web online yang bayarnya di tempat pada saat check in, ternyata di tagih sesuai price list di counter, padahal waktu saya pesan di web online tersebut, ada diskon, saya kasih bukti di hp ku, akhirnya di tagih sesuai saat pesan di web online tanpa perlu tarik urat, langsung di rubah kwitansinya.

Hartono Hasian

Hartono Hasian

 

(Bali) relaksasi di pantai kuta bali

sebagai penikmat musik, sangat suka bila mendengar musik live, baik itu di cafe atau di panggung terbuka, maka tidak heran, sering pergi menikmati musik di panggung di sebuah mall di barat jakarta yaitu sumareccon mall serpong, terutama hari selasa, saya suka nongkrong di panggung broadway untuk mendengarkan musik mandarin jam 19.30  sampai 21.30 dan musik rock klasik               pas diajak dengar musik di pantai kuta di malam hari, saya langsung terima, malam itu adalah musik serba serbi ada country, ada pop, ada rock klasik, duduk di kursi hadap pantai sambil di temani sebotol bir, rasanya semua stress hilang. dengan angin sepoi sepoi, dengan suara ombak yang beraturan, warna ombak yang putih di suasana yang gelap yang menari nari, rasanya semua keruwetan hidup hilang dalam sekejab, rasanya semua kecapekan selama jalan jalan juga hilang , yang ada seperti semua yang jelek jelek terbawa bersama angin , dan tinggal kesenangan dan kenikmatan bagi anda yang ke bali, boleh lah malam malam nongkrong di pantai kuta, relaksasi disana, bagi yang mau ngobrol sama teman, disana juga cukup bersahabat, cuma dengan suara yang harus sedikit di tinggikan Bali memang tempat yang sangat layak di kunjungi, tidak heran wisatawan asing banyak sekali, dibalik wisatawan dari negeri naga yang banyak sekali berkunjung kemari, juga banyak sekali bule dan wisatawan negeri asia timur lainnya, Bali memang luar biasa

Hartono Hasian

Hartono Hasian

 

(bali) penitipan barang di bandara bali

jika kita ke bali, kadang sudah sampai bali, tapi belum waktunya boleh check in hotel, atau sudah check out hotel, tapi nanti ngak keburu balik hotel lagi , karena penerbangan mepet, sedangkan bawaan banyak, anda tidak perlu binggung , di bandara bali terdapat tempat penitipan barang, harganya pun murah, sehari hanya Rp.50 ribu / bagasi

Hartono Hasian

Hartono Hasian

 

(bali) wihara satya dharma tanjung benoa bali

sebagaimana tujuan ke bali kali ini, selain untuk bersantai, mencari kesunyian dan rohani, maka saya berkunjung ke wihara ini dengan menggunakan ojek online sebenarnya kurang cocok jika di gunakan istilah wihara, karena tempat ini juga di gunakan untuk konghucu dan tao, tapi sudah umum di Indonesia, umumnya di namakan Wihara, mungkin ini karena dipengaruhi politik waktu orde baru yang hanya mengakui agama Buddha, tetapi sebenarnya lokasi ini di namakan tempat peribadatan Tridharma, dimana agama Buddha, Konghucu dan tao di jadikan satu lokasi, maka di Indonesia juga ada Majelis Tridharma Indonesia. Vihara Satya Dharma berlokasi pada ujung utara jalan tol di Pelabuhan Benoa. Dana pembangunan tempat ibadah ini dikumpulkan oleh yayasan dari sumbangan umat di Indonesia khususnya Bali dan pendatang dari Bagansiapi api, juga dari para pelaut Jepang, Taiwan, dan Thailand yang singgah di Pelabuhan Benoa. Pembangunan berlangsung selama enam tahun hingga akhirnya diresmikan pada tahun 2012. Perayaan peresmian bangunan vihara dilakukan pada hari Rabu, 22 Agustus 2012, dengan dihadiri Wakil Gubernur Bali AA Ngurah Puspayoga. tuan rumah dari vihara ini adalah Na cha , sedangkan altari kiri adalah kwan kong, sedangkan altar kanan adalah altar Ma cho, sehingga wihara ini juga sebagai tempat sembahyang Ma Cho bagi nelayan yang merapat di pulau bali bagi anda yang berkunjung ke Pulau Bali, boleh lah berkunjung ke wihara ini, arsiteknya OK, tempatnya luas, dan di dalam ada kantin yang jual makanan dan minuman

Hartono Hasian

Hartono Hasian

 

(bali) warung babi cahaya bali

awalnya dapat saran dari teman dan saudara warung ini, tetapi tidak terlalu tertarik, masa babi lagi babi lagi, kepengen coba yang lain, tetapi saat lagi santai di hotel, malas bangun, maklum, setelah bercapek ria di pulau sumba, tujuan ke bali hanya untuk rileks dan ketenangan, tiba tiba teman sudah di lobby hotel, semua gara gara pasang status check in di medsos, hehehehe, diajaklah kita pergi makan, ayo saja , kita berangkat ternyata saya di bawa ke Jalan Dewi Ratih No.1, Legian, Kuta, Legian, Kuta, Kabupaten Badung, dimana warung cahaya berada, bentuknya kayak rumah biasa, tidak terlalu jauh dari sate bawah pohon kuta, tapi terlihat lumayan ramai, saat kami masuk, tidak ada tempat duduk , semua penuh, tapi kami jalan ke kasir dulu, pesan disana dan bayar dulu. ternyata di warung ini gaya bayar dulu, di kasih nomor antri, dan cari tempat duduk , nanti makanan akan di antar, tunggu sekitar 15 menit lah rasa makanan enak, rasa cabe matha nya enak juga, saya tidak suka cabe, tapi disini, makan cabenya enak juga,walau dengan keringatan seluruh tubuh, hehehe tentunya di restoran ini makanan khas adalah babi goreng matah, selain babi goreng, ada juga menu capcay, nasi goreng, ayam dan lain lain, makanan babi goreng ini tetap favorit ternyata tidak salah di ajak kesini

Hartono Hasian

Hartono Hasian

 

(Bali) hotel euphoria, Legian , Kuta

saya mendapat hotel ini , karena harga nya yang murah , untuk menginap 2 malam hanya kena Rp.499.388,- , dan hasil konfirmasi dengan teman saya yang kerja di Bali, katanya temannya pernah tinggal disini, dan tidak mengecewakan saya membeli lewat web agen online, jadi bayar langsung , dari hotel hotel yang saya cari, ini paling murah dan memang setelah sampai sana , tidak mengecewakan dekat hotel ada mini market, di hotel sendiri juga ada jual minuman, saya melihat banyak rombongan tour yang nginap di sini, khususnya tamu dari negeri tiongkok, terlihat dari karakteristik mereka dan gaya bicara mereka, serta tidak bisa bahasa inggeris waktu pertama sampai lobby , lobby nya enak, terus waktu check in, pelayanan ok, ada lift, waktu sampai di kamar, ternyata bantal belum di sarung, jadinya panggil deh petugas untuk sarungin itu sarung bantal. yang saya suka dari kamar ini adalah dari ranjang bisa melihat keluar , karena kacanya cukup besar dan lebar, untuk kebersihan lumayan bersih lah dari hotel jalan kaki ke pantai tidak terlalu jauh, mau makan juga tidak terlalu susah, panggil grab atau gojek, juga tidak perlu tunggu terlalu lama bagi anda yang mau ke bali, hotel ini bisa di jadikan sebagai pilihan

Hartono Hasian

Hartono Hasian

 

(Bali) warung babi guling bu Dayu kuta

pas sampai di kuta dari bandara selepas dari sumba island, langsung teman ajak makan disini, katanya enak banget, ya, pasrah saja, namanya juga di jemput dan diantar makan, dan di antarlah ke lokasi ini parkir di sini susah, mau cari tempat duduk pun susah, jadi kesimpulan saya adalah tempat ini harusnya menyediakan makanan yang enak di makan. sesampai di lokasi, saya ikut teman saya pesan apa saja, jadi saya ikut dia, makanan yang disajikan memang enak banget, sesuai selera saya, cuma kalau mau kesini, bagusnya pakai go car atau grab, karena di bali, go car atau grab sangat banyak, biar ngak pusing cari parkir tempat makannya hanya berupa warung gerobak di kaki lima, tapi yang makan, wah, luar biasa banyaknya, tapi antri tidak terlalu lama, duduk, ngak lama langsung tersajikan di meja kita, dengan perut yang sudah lapar, langsung makan dengan "rakusnya", sedang di meja samping, ada rombongan wisatawan asing (dari gaya bicara mungkin orang singapore atau malaysia), terus ada bule bule juga untuk anda yang boleh makan babi, ngak ada salahnya anda mampir kesini kalau ke daerah kuta di bali, katanya di daerah ubud juga ada, tapi saya belum coba. alamatnya ? saya cuma tahu di jalan kuta raya, kuta, itu ada telepon di spanduk, anda boleh telepon untuk tanyain

Hartono Hasian

Hartono Hasian

 

(sumba) (25) : perpisahan dengan pulau sumba dikagetkan oleh pengumuman NAM Air : Bersama bocil dan bidadari 7-11 september 2018 ke sebuah surga kecil di Nusa Tengara Timur.

tidak ada perjalanan tanpa ada perpisahan, demikian juga perjalanan kami kali ini, kami akan segera berpisah dengan pulau sumba, saatnya kami menuju ke bandara , cuma kali ini kami pulang bukan lagi lewat sumba barat daya, tapi lewat bandara yang ada di sebelah timur pulau sumba, yaitu di kota waingapu ,mobil kami sampai duluan, sehingga kami langsung masuk ke bandara untuk tukar boarding pass, karena pikir, toh, nanti bisa ketemu di dalam, diluar itu panas banget, ternyata keputusan itu salah, karena yang lain foto foto di luar , kecuali kami bertiga yang sampai duluan perjalanan ke bandara ternyata tidak terlalu jauh, sesampai di bandara, antri cukup panjang, baru merasa badan itu capek sekali, dan ngantuk yang luar biasa, maka setelah tukar boarding pass, saya langsung masuk ketempat tunggu pesawat, karena rasanya kaki sudah ngak kuat berdiri. ternyata itu keputusan yang salah untuk kedua kalinya, karena yang masuk ke dalam, rasanya cuma saya sendiri, sedangkan yang lain masih di tempat tukar boarding pass , dan setelah tukar boarding pass, mereka foto foto di lokasi tukar boarding pass, heboh banget nah, ketiga kali,  ngak mau keputusan salah lagi, saat mau masuk pesawat, tunggu dulu, dan tidak terlewatkan sesi foto foto disini, dan sesi foto ini menjadi sejarah, termasuk juga untuk komunitas jalan jalan indonesia (www.jalan2.com/forum) , apa ya ? seru banget foto foto, kami semua sebenarnya dari beberapa kelompok kecil , yang induknya adalah komunitas jalan jalan indonesia, dan bisa akrab dari awal sampai akhir, tolong menolong, saling mendukung, luar biasa foto foto pun selesai, kami semua masuk ke pesawat #NAMair  ,  akhirnya pesawat kami pun mengudara, tidak ada yang spesial, semua duduk di tempat duduk masing masing, saat sedang terbang, seperti biasa, pilot akan mengumumkan pengumuman, dan di saat pengumuman tersebut , beliau ucapkan "Kami ucapkan selamat datang anggota KOMUNITAS JALAN JALAN INDONESIA, selamat beraktivitas kembali setelah jalan jalan" , tentunya kami merasa terhormat, dan ada beberapa teman bertanya tanya, kok pilot bisa tahu, padahal sebelum terbang, ada yang datang ke saya, tanya kami dari komunitas mana, karena kami heboh sekali waktu di bandara dan waktu mau masuk pesawat, juga dengan baju kuning kuning , ya, saya kasih tahu dari komunitas jalan jalan indonesia, yang tahu cuma saya dan salah satu bidadari yang duduk disamping ku dalam penerbangan pulang, terima kasih #NamAir yang secara tidak langsung membuat kita semakin dekat. penerbangan cukup lancar, cuma di pesawat sempat baca berita, salah satu kampung adat di sumba terbakar, sayang sekali, moga moga bisa segera di bangun kembali, karena bangun rumah di kampung adat butuh biaya yang sangat besar, selain bahan bangunan, juga perlu sumbang hewan untuk di sajikan ke para tamu yang hadir, dan itu bisa ratusan juga. akhirnya kami mendarat di denpasar tepat waktu, di denpasar , disini kami berpisah, ada yang nginap dulu di Denpasar, ada yang cuma transit dan langsung pulang ke Jakarta pada hari yang sama perjalanan yang sangat menyenangkan, moga lain kali di ajak lagi, jangan lupa ya, bidadari sulung dan bidadari lainnya, kalian baik sekali dan luar biasa

Hartono Hasian

Hartono Hasian

 

(sumba) (24) : oleh oleh : Bersama bocil dan bidadari 7-11 september 2018 ke sebuah surga kecil di Nusa Tengara Timur.

sebenarnya di jadwal kami harusnya mengunjungi pusat tenun Ama Tukang, tetapi semua gara gara mobil VIP yang isinya si raja, bidadari miss universe dan saya, ceritanya begini, saat kami ingin ke pusat tenun Ama Tukang, tiba tiba kami bertiga bisa kepikir, ngapain kesana, toh ngak ada rencana beli tenun, dan hanya mau beli makanan kalau ada, akhirnya di tawarkan oleh supir untuk ke toko yang jual oleh oleh makanan. setelah kami sepakat ingin ke toko jual oleh oleh makanan, saya whatsapp ke grup kami , bahwa kami tidak ke pasar/ pusat tenun, ternyata grup innova satu lagi punya pemikiran yang sama, meraka juga tidak mau kesana, karena terus terang, harga tenun diatas Rp.1 juta , wow, saya mana sanggup beli, maklum, budget terbatas. akhirnya kami ketemu di toko makanan yang bernama UD Utama, eh, pas kami sampai disana, ternyata mobil elf juga tidak jadi ke pusat tenun Ama Tukang, ternyata mereka juga ikut ke toko oleh oleh makanan ini, hehehe semua akhirnya masuk ke UD Utama , ada yang lihat kaos sama borong makanan, saya yang tidak berminat beli makanan, dan ke belet, pas tanya sama pegawai di UD Utama, dicuekin, mungkin dikira saya ngak beli ngapain minjam toilet, atau karena terlalu sibuk melayani pembeli dan tidak dengar. akhirnya saya ke toko sebelah, lihat ncik ncik lagi jaga, sok dikit bicara mandarin, mau pinjam toilet ada ngak, eh, katanya silakan masuk, ada, di belakang, dengan ramahnya, padahal saya ngak ada rencana beli oleh oleh, terpuaskan lah saya membuang air yang sudah di tahan tahan. karena ngak enak, saya belanja saja beberapa macam makanan yang made in sumba, akhirnya saya balik lagi ke UD Utama, ternyata ada beberapa teman tidak belanja, karena katanya setelah di lihat, umumnya bukan made in Sumba, malah ada yang dari malang, karena hutang budi sama toko sebelah yang pinjamin toilet (saya dapat komplain dari salah satu moderator grup jalan jalan/ backpacker bahwa dari awal bicara toilet saja, ya, memang wisata ke pulau sumba ini sangat menarik bicara toilet, dari jarangnya toilet, pipis mesti bayar Rp.10 ribu/ kali, sampai ada toilet yang tarif di tulis di pintu , kamar Rp 10 ribu dan kamar 5 ribu , ), saya bilang, di sebelah, makanan rata rata Made in Sumba, (nih, saya promosikan kan, gara gara kalian berbaik hati dan ramah pinjami toilet, padahal saya cuma pinjam toilet, ngak ada rencana belanja, sayang sekali, saya lupa tanya nama tokonya, karena tokonya ngak ada nama dan ngak ada spanduk jual oleh oleh, saya sudah sarankan ke mereka supaya paling tidak pasang banner atau spanduk, supaya orang tahu, moga di turuti, hehee) akhirnya , teman teman ke toko sebelah, dan belanja lah di sana , lumayan banyak, terus ada rombongan lain lihat toko yang pinjamkan saya toilet ramai, mereka masuk ke sana juga belanja, itu lah perbuatan baik ke orang baik (pinjamkan toilet, heheheheh) yang segera berbuah kebaikan. setelah belanja lumayan banyak, baik di UD Utama maupun di toko sebelah, kami tidak belanja di tempat lain lagi lah, sudah buanyakkkkkk, hehehehehhe

Hartono Hasian

Hartono Hasian

 

(sumba) (23) : bukit persaudaraan/ persahabatan dan pematang sawah : Bersama bocil dan bidadari 7-11 september 2018 ke sebuah surga kecil di Nusa Tengara Timur.

balik dari acara melihat sunrise, kami buru buru mandi , ganti pakaian , dan sarapan pagi, sekalian bawa koper untuk check out, karena kami tidak balik ke hotel ini lagi, langsung ke bandara untuk terbang ke bali. akhirnya tiba lah waktunya kami harus segera berangkat untuk menuju ke bukit persahabatan atau bukit persaudaraan, jangan heran, karena mungkin management yang belum bagus, maka ada beberapa tempat wisata yang penggunaan namanya tidak standar, sehingga agak membinggungkan saya yang dari luar pulau sumba, sedangkan tour guide sendiri juga suka bingung, karena dia bukan asli pulau sumba, sedangkan supirku yang saya tanya, dia bilang bukit ini ada yang sebut bukit persaudaraan ada yang sebut bukit persahabatan, apa saja deh, ya, saya ikut saja deh, apa saja kalian mau sebut, betul semua di bukit ini juga cukup indah, tapi ada satu yang spesial di bukit ini yaitu adanya pematang sawah yang tersusun rapi, bagaikan sebuah karya seni yang sengaja di buat, tapi baik di sengaja atau tidak disengaja, itu tidak penting, karena keindahan yang di lihat dari atas bukit luar biasa, kami foto foto dengan latar belakang pematang sawah itu, dan segera balik untuk cari makan, dan makan siang kali ini, makan di restoran padang, tapi bukan restoran kayak sederhana atau garuda gitu ya, cuma warung biasa, tapi yang penting makan lah, heheheh, soal restoran ini tidak ada yang spesial untuk di cerita, makanan pun biasa saja, ngak ada yang spesial, silakan lihat foto foto nya, kalau masih ngak puas, boleh buka facebook ku , silakan di cari heheh

Hartono Hasian

Hartono Hasian

 

(sumba) (22) : sunrise di bukit tenau : Bersama bocil dan bidadari 7-11 september 2018 ke sebuah surga kecil di Nusa Tengara Timur.

akhirnya semalam bisa tidur sekamar sendiri, karena temanku pindah ke kamar salah satu cewek yang rela berkorban untuk gabung ke teman temannya, sehingga kamar dia bisa kami pakai, terima kasih, bidadari  yang baik hati kami pagi ini sebagian peserta bangun pagi pagi, karena secara mendadak, semalam ada yang ajak pagi ini mau lihat sunset di bukit tenau, saya ok in saja semalam, karena semua serba ok lah, namanya jalan jalan, yang penting happy, tetapi pas bangun pagi, ternyata ada yang tiba tiba bilang mau ikut, sehingga perkiraan 1 mobil innova tidak cukup untuk memuat kami, saya putusin saya tidak ikut, karena bagi saya, ikut ngak ikut ngak ada yang spesial, tujuan wisata ramai ramai ini adalah kebersamaan dan kegembiraan, jadi masalah kecil ngak di masalahin ternyata teman saya si raja, katanya dia yang ngak mau ikut, jadi suruh saya ikut, nah, enak khan di grup ini, semua berusaha mengalah untuk kebaikan bersama, eh, ngak tahu gimana cerita nya, akhirnya semua ikut, karena ternyata kalau ngak salah salah hitung peserta yang ikut, ternyata mobil muat,oh ya, sunrise tour ini adalah optional tour, semua peserta membayar tambahan. akhirnya berangkat lah kami ke bukit tenau, waktu kami sampai masih gelap banget, terhitung kami paling pertama sampai di lokasi, sehingga kami naik ke atas bukit dibantu dengan senter HP, dasar orang tua, saya beberapa kali di bantu oleh bidadari bidadari. nah , kembali ke awal, perkiraan cuma ada 3 orang cowok, semua bidadari , tentunya para cowok kelabakan membantu yang cewek, ternyata kebalik, selama perjalanan dari awal , para bidadari sangat independen dan sangat mandiri, tidak perlu di bantu apa apa, termasuk angkat yang berat berat, yang ada , saya yang kadang di bantu oleh mereka, seperti naik bukit pagi ini, akhirnya semua sampai ke puncak bukit paling tinggi, saya menyerah, ngak berani naik lagi, untuk keamanan, hehehe bukit ini juga sangat indah, apalagi di tambah waktu matahari mulai terbit, wow, warna nya beda beda , indah sekali, bagaikan di surga, yang tidak ikut, sorry ya, anda tidak bisa melihat ke indahan yang di berikan oleh Tuhan di bukit ini, benar benar sungguh indah, saya sudah sering lihat sunrise, tapi merasa di sini paling bagus, karena lapangan bukit bukitnya sangat luas, sehingga saat matahari keluar, warna warni rumput dan tanaman, bukit yang utuh dan bukit yang sepertinya sudah mulai di gali, semua memancarkan warna yang berbeda, ditambah udara pagi yang sangat segar, oksigen melimpah. karena sinar dan udaranya yang luar biasa, membuat saya akhirnya memutuskan naik keatas dengan sedikit merangkak, dan di bantu oleh bidadari, akhirnya saya juga sampai ke puncak, sungguh besar karunia yang di berikan oleh Tuhan yang maha Kuasa atas umatnya, maka di sini , saya cuma bisa berdoa, semoga para "rakus rakus" tidak sampai ke daerah sini untuk merubuhkan bukit bukit ini, semoga doa saya di restui, karena jika tidak, saya dengar informasi, sudah ada investor yang masuk mengali bukit disana, moga hanya sedikit, dan tidak membuat bukit bukit yang indah tersebut menjadi runtuh saya jadi ingat , zaman dulu kalau naik kereta api dari jakarta ke bandung, alangkah indahnya sepanjang perjalanan, bukit bukit yang ada di sisi jalan nun jauh , dengan ukuran serba serbi , menambah indah nya perjalanan, tapi sekarang , semua hilang sudah, bagai di telan bumi, tetapi ini bukan di telan bumi, tapi hilang kemana ? moga moga ada yang bisa jawab. matahari semakin tinggi, kilauan bukit yang masih berumput dengan kilauan tanah gersang menambah indahnya pagi ini, tetapi panas teriknya matahari membuat saya buru buru turun kebawah, tetapi para bidadari masih semangat foto foto diatas sana, apalagi ada yang berdua terus dengan supir yang membawa kami, supir nya jadi tukang foto, dia jadi model nya, wow, bikin iri yang memandang, tapi sayang, mereka di ujung bukit, jadi memandang juga tak tampak jelas, akhirnya kami putuskan kami harus segera pulang ke hotel untuk sarapan dan berbenah, karena sebentar lagi rombongan akan segera berangkat lagi ke tujuan selanjutnya, kami tidak boleh membuat rombongan yang tidak ikut menikmati karunia pagi ini di bukit tenau menunggu. akhirnya pulang lah kami, dan supir menunjukkan ke saya , bukit yang sedang di gali, huh  

Hartono Hasian

Hartono Hasian

 

(sumba) (21) :alun alun dan depot cak Asmo di Waingapu : Bersama bocil dan bidadari 7-11 september 2018 ke sebuah surga kecil di Nusa Tengara Timur

sehabis dari walakiri beach ,  perut sudah lapar banget,walau sudah makan mie instant, makan ice cream dan kelapa muda di pinggir pantai, tetap saja cacing ngak bisa bersahabat, sudah minta suapan di perut masing masing malam ini kami tidak makan di restoran, kami mau merasakan tempat umum di kota waingapu, mampir lah kami ke alun alun kota waingapu, alun alun kota nya ngak beda dengan alun alun di daerah jawa, cuma untuk ukurang lebih kecil, dan manusia yang lebih sepi, cuma tempat jualan lebih teratur, di kiri kanan alun alun terdapat jualan gerobak, mau sate ada, mau soto ada, mau mie ada, dll tetapi saya kurang nafsu makan disana, akhirnya saya keliling, dan didapatlah seberang salah satu gereja disana ada satu restoran atau lebih tepatnya rumah makan kecil bernama cak asmo, disana ada tulisan jual chinese food, indonesia food dan seafood, saya langsung posting ke grup jalan jalan kali ini, tetapi ternyata tidak ada yang membaca, hehehe setelah tunggu beberapa lama, saya pikir , saya balik saja kasih tahu mereka, pas mau balik, ternyata serombongan bidadari datang dari arah tujuan saya, saya kasih tahu soal rumah makan ini, maka karena merasa cocok, jadinya pada makan disini, rasa makanan lumayan cocok dengan lidah saya, dan rumah makannya juga lumayan bersih, kalau ke waingapu, boleh lah di coba. setelah makan, akhirnya kami pulang ke hotel, , mandi, bersih diri, dan tidur, oh ya, malam ini, saya tidur satu kamar sendiri, karena teman sekamarku pindah ke kamar salah satu bidadari yang pindah ke kamar temannya untuk tidur bertiga di kamar yang besar, sampai jumpa besok hari, merupakan hari terakhir di pulau sumba

Hartono Hasian

Hartono Hasian

 

(sumba) (20) :walakiri beach dan cerita babi : Bersama bocil dan bidadari 7-11 september 2018 ke sebuah surga kecil di Nusa Tengara Timur

dalam perjalanan wisata, biasanya ada moment moment yang diluar dari jalur sebenarnya, tapi moment tersebut malah menambah variasi dari perjalanan tersebut, tentunya moment tersebut bukan moment yang membuat bad mood peserta yang lain, tetapi malah semua gembira, seperti saat kami foto di jalan raya, ada yang pakai koper , ada yang pakai rangsel, seperti saya memakai rangsel, karena kopernya sedang di gunakan oleh yang lain, sedangkan saya merasa lebih cocok pakai rangsel, tentunya lebih keren bagi saya. ok, itu hanya pembuka, kali ini kita akan berwisata di pantai walakiri, pantai ini selain terdapat pasir yang putih, tanaman kelapa yang miring ke arah pantai, juga terdapat pohon bakau untuk pohon bakau ini sangat unik, selain seperti di bongsai karena pendek pendek seperti "bocil", bentuk nya meliuk liuk seperti sedang menari, dan terdapat di laut, tetapi lautnya ini adalah bagian yang keras, jika kita campur bedak dengan air atau semen dengan air , terus mengeras, ya, bagian kerasnya itu seperti itu berbahagialah kami, saat kami sampai, air laut surut, sehingga kami bisa melihat secara jelas , tetapi jika air pasang, maka dengan menyesal, saya terpaksa kasih tahu kalian, kasihan deh kalian, kalian tidak bisa menikmatinya kami duduk agak lama disini, sambil bersendau gurau, sambil cerita sana sini, dari cerita yang ringan ringan sampai yang berat berat, terutama si aktor kita si bocil, melucu terus, sejenak si bocil kehilangan kakaknya , dia sampai cari cari kakak nya si bidadari pelindung kemana, sungguh bikin iri, akrabnya kedua kakak beradik ini, akhirnya yang di cari cari tiba tiba muncul, si adik rasanya lega amat, dia ngak tahu, tadi si kakak pergi makan enak, sengaja adiknya ngak di ajak, hehehehehe, (asumsi saya) nah, moderator komunitas jalan jalan indonesia sempat komentar bahwa saya cerita soal toilet melulu, tapi cuek ah, saya mau cerita toilet lagi, toilet disini ada  2 harga, kalau mandi dan pipis Rp,10 ribu, kalau pipis saja hanya Rp, 5 ribu, untuk yang 10 ribu ada 2 ruangan, yang 5 ribu cuma 1, jadinya antri panjang, tapi saya iseng tanya, mau  pipis disini boleh ngak (sambil tunjuk ke toilet yang di pintu ada tulis 10 ribu), katanya boleh, saya tanya bayar berapa, jawab 5 ribu, nah, ternyata tanya ngak ada ruginya kan, hehehe di depan toilet ini, ada pelihara beberapa ekor babi, babi di pulau sumba ini sangat berharga, karena harga nya mahal, 1 ekor bisa Rp.10 jutaan, seperti foto terlampir ini, katanya bisa seharga Rp.15 juta, nah, di sini babi di ikat di pohon, tapi kalau di kampung adat, babinya di pelihara di kandang, yang tempatnya di tempat tinggal manusia. selain di pelihara di kandang atau di ikat, di pulau sumba ini, akan sering ketemu babi yang dilepas liar dan sering tiba tiba menyeberang jalan, maka kalau bawa kendaraan pun harus super hati hati, sebagaimana di cerita kan supir kami (bukan di cerita tour guide ya), karena tiap kali kalau dari jauh dia ada lihat babi mau lewat, dia akan segera melambatkan kendaraan nya , karena babi jalan nya pelan sekali, takut di tabrak, artinya ganti rugi akan menanti pas cerita babi dan biaya pengantian, saya jadi teringat waktu kuliah, sama teman bawa mobil di jalan parung, tiba tiba tabrak anak kambing yang lewat, dan saat itu di suruh ganti rugi sebesar Rp. 100 ribu, itu tahun 1989 atau tahun 1990, mau ngak mau , ganti lah, dari pada di keroyok orang sekampung, hehehehhe kami ngobrol sambil minum kelapa dan makan mie instant, enak enak, nah, teman ku si bocil ini juga belanja, wah, ternyata banyak fans yang ajak bicara, tapi dia cuek, bukan sombong, tapi geli juga kali ya, di kelilingi ramai gitu, mereka ada tanya saya, itu darius bukan, hehehehe, saya bilang bukan, ditanya itu aktor bukan, umur berapa, wah, jawaban saya cuma satu, tanya langsung saja, ehehhe akhirnya waktu yang di tunggu tunggu pun datang, matahari semakin turun disebelah barat, wah, alangkah indahnya, warna nya bisa merubah setiap penurunan matahari dari waktu ke waktu, mungkin karena pancaran cahaya yang kena laut/pohon atau yang lain ya, memang sungguh indah untuk teman teman yang ke pulau sumba, jangan lupa waktu untuk main di pantai ini, ngak ada ruginya, tapi kalau pas datang , laut sedang pasang, sehingga tidak bisa maksimal menikmati disini, terimalah nasibmu, hehehe    

Hartono Hasian

Hartono Hasian

 

(sumba) (19) : bukit tanarara : Bersama bocil dan bidadari 7-11 september 2018 ke sebuah surga kecil di Nusa Tengara Timur

kadang wisata dengan orang yang berhasil dan punya jabatan tinggi, ada resiko nya juga, apalagi orang tersebut adalah profesional yang dipercaya oleh boss, demikian juga wisata kami kali ini, selain banyak nya telepon bolak balik para bidadari yang berhubungan dengan pekerjaannya, hari ini , salah satu bidadari terpaksa pulang duluan ke jakarta, karena ada tugas yang sangat penting, mungkin "tanpa" dia, perusahaan ngak bisa jalan kali ya, hehehhe yang heran, yang sibuk urusan bisnis dan pekerjaan adalah para bidadari, sedangkan para cowok, santai saja jalan jalan, itu mungkin salah satu bukti, bahwa wanita karir saat ini sudah sangat banyak yang berhasil dan melebihi cowok. karena salah satu sudah pulang, sehingga saat kami sampai di bukit tanarara, peserta sudah kurang satu orang, tempat wisata bukit Tanarara hanyalah salah satu bukit dari sekian banyak bukit yang ada di pulau sumba, keindahan di bukit ini juga sangat indah, merupakan satu dari sekian banyak bukit di pulau Sumba yang menyajikan keindahan alami dan membuat kita seakan berada di Surga, konon katanya menyerupai grand canyon, saya sih ngak pernah ke grand canyon, jadi saya tidak tahu seberapa akuratnya tetapi saya malah membayangkan saat mengunjungi inner mongolia dengan hamparan rumputnya , jika musim hujan, tentu lah akan sama persis suasana di sini, tidak ada salahnya kalian kesini kali ini kami makan siang di lokasi ini, seperti biasa, nasi kotak, nasi kotak kami kali ini di bawa dari hotel sacca yang kami nginap, nikmatnya disini, makan siang berupa nasi kotak dengan memandang pemandangan bukit bukit, di temani oleh angin yang kencang dan debu yang berterbangan, wow, nikmat sekali, hehehehe kata siapa , wisatawan suka membuang sampah sembarangan dan mengotori tempat wisata, grup kami tidak lah yaw,  setelah makan, langsung sampah di masukkin di plastik, dan di masukkin di bagasi mobil, karena daerah sana tidak terlihat tong sampah, sampah sampah itu baru di buang di tempat semestinya saat ketemu, ternyata bidadari cantik di grup kami bukan yang "cantik tapi jorok" terasa nikmat makan disini, suasana beda banget, bagi anda yang ingin camping, rasanya tempat ini cocok untuk kalian camping, bawalah tenda, nikmati bintang bintang di langit, jika wisata dengan bertenda kurang menantang, kalian boleh ke tempat bencana, disana juga tidur di tenda, kadang ngak ada tenda , tidur beratapkan langit, bisa membantu yang sedang kesusahan pula, silakan di coba

Hartono Hasian

Hartono Hasian

 

(sumba) (18) :Puru Kambera Savanna : Bersama bocil dan bidadari 7-11 september 2018 ke sebuah surga kecil di Nusa Tengara Timur

bangun tidur, ku terus mandi, tidak lupa mengosok gigi,  habis mandi makan pagi, nah, hari ini, kami bukan yang pertama lagi sarapan pagi, pas sampai tempat sarapan, sudah ada beberapa orang makan di sana, makanan sih lebih banyak variasi dari hotel di sinar tambolaka, tapi rasanya kok kurang cocok di lidah ku, apa karena kecapekan kali ya. semalam tour guide dan supir tidak nginap di hotel yang sama, mereka nginap di hotel yang katanya lebih murah, dan terjadi lah sesuatu yang sangat jarang terjadi jika kita wisata, dimana peserta menunggu tour guide, bukan tour guide yang tunggu peserta, kami tunggu sekitar setengah jam , tour guide baru sampai, sebagai orang yang juga kadang membawa rombongan tour, bagi saya , jika sampai peserta tunggu saya , itu dosa besar, kecuali ada force major lain cerita. sebenarnya puru kambera savana tidak masuk dalam daftar , seharusnya hari ini ke bukit tanarara dulu, baru ke air terjun waimarang, tetapi karena rata rata peserta malas ke air terjun waimarang, maka kami ke puru kambera dulu sebagai penganti air terjun waimarang, untung peserta kompak, biasa seia sekata, semua sama , jadi bidadari sulung ngak pusing lah perjalanan kami ke puru kambera savana sangat menyenangkan, pertama sekali kami lewat pohon yang katanya pohon sakura , padahal bagi orang sumba, itu adalah pohon liar, ada juga yang bilang pohon johar, tapi terserah apa namanya, yang pasti , kami ramai ramai foto disini, lumayan lama juga, infonya ada tulisan foto Rp.5.000 , tapi saya ngak sadar sih, hehehee setelah foto , kami lanjutkan perjalanan, sungguh indah sepanjang jalan, dengan pohon pohon dan rumput yang sudah mengering, kalau bombastis dikit bayangan saya , serasa di negeri afrika, sungguh menarik,kalau tidak mau dikatakan seperti di afrika, mungkin seperti di negara 4 musim yang saat itu di musim gugur akhirnya kami sampai di lokasi, daerahnya juga sangat indah , di ujung tanah yang kering, dengan pepohonan dan rumput yang mengering, ternyata ada laut dengan warna kebiruan, orang menyebutnya pantai puru kambera selain itu, kita bisa melihat sekumpulan kuda liar yang sedang memakan rumput yang kering di kejauhan, kami tidak berusaha mendekat, karena kami lebih suka foto foto dengan pemandangan yang indah, apalagi bersama para bidadari, sayang sekali kalau tidak foto foto musim kemarau tentu beda dengan musim hujan , pada saat kami kemari adalah musim kemarau, lapangan yang luas dengan rumpun yang kering, dengan tanaman yang kering, melihat tingkah laku kuda liar di savana, rumput mengering yang kekuningan  dengan langit yang biru dan hamparan laut yang biru, tentu membuat kesan tersendiri  

Hartono Hasian

Hartono Hasian

 

(sumba) (17) : Sacca residence and restaurant : Bersama bocil dan bidadari 7-11 september 2018 ke sebuah surga kecil di Nusa Tengara Timur

badan sudah capek , ditambah makanan di restoran yang tidak wah rasanya, plus pelayanan yang lambat dan salah melulu, membuat badan ini ingin cepat sampai di hotel sudah beberapa kali , dari sejak sebelum berangkat sampai dengan terakhir di pulau sumba, saya selalu memesan supaya ranjang twin bed, karena saya tidak terbiasa tidur berdua 1 ranjang,ditambah kalau malam saya suka bangun ke toilet, plus kalau pagi pagi saya biasa bangun subuh, saya tidak mau membuat orang di sebelah ku terganggu, apalagi saya kadang ngorok juga. saya sebenarnya sudah dapat informasi dari supir saya, bahwa hotel ini tidak ada ranjang twin, tetapi semua hanya satu ranjang, tetapi tour guide kami masih yakin bisa dapat ranjang twin, disini lah nasib sebuah perjalanan kalau tour guide kurang bagus , dari kalau sampai satu tempat suka langsung foto sana sini sendiri, ditambah tidak pernah di jelaskan lokasi lokasi wisata/non wisata, ditambah lagi cuek banget, tidak mau pusing, untuk bidadari sulung yang membantu membuat acara ini cukup gesit, lebih tepatnya beliau jadi tour guide, dia langsung tanya saya, bagaimana kalau tambah extra bed dengan biaya sendiri, tentunya saya tidak keberatan, sehingga masalah teratasi sungguh lucu hotel ini, tidak ada ranjang twin, saya jadi teringat kalau jenis hotel jam jam an, atau istilahnya hotel mobil, kamu tidak akan pernah temukan twin bed, karena hotel tersebut umumnya digunakan untuk ......... (tahu donk) , apakah hotel ini juga untuk gitu gitu ? ntah lah, yang pasti sepanjang mata saya memandang, yang nginap disini adalah wisatawan wisatawan grup, tidak ada indikasi hotel mesum sih (eh, kesebut juga) selama di sumba, sampai dengan masuk hotel ini, setiap kali kalau tanya sama orang kelenteng atau wihara, mereka selalu kasih tahu tempatnya yang setelah di cek kembali, sebenarnya itu adalah pura hindu , ternyata sebagian , kalau tidak mau dikatakan umumnya, orang sumba tidak bisa membedakan agama Buddha (wihara/Kelenteng) dengan agama Hindu (Pura), jadi saat masuk ke hotel ini, saya melihat ada altar Sakyamuni Buddha, wah, rasanya plong, ingin tahu dari boss hotel ini soal agama Buddha di sumba didapat informasi , memang yang beragama Buddha di pulau sumba sangat sangat sedikit, dan tidak ada kelenteng / wihara (mungkin ada yang tertarik bangun di sana ? ), pemilik hotel ini adalah orang yang berasal dari bali yang melakukan investasi di pulau sumba. kembali ke topik, dengan kecapekan perjalanan, ditambah makan yang kurang nyaman, plus tour guide yang cuek, akhirnya kami masuk ke hotel, ternyata lagi lagi ke tidak profesionalan tour guide , kamar yang di berikan ada  2 macam, satu jenis kamar kecil, satu nya lagi kamar besar, dan ternyata kami yang ingin menambah extra bed dikasih kamar kecil, saat di tanya ke tour guide, jawaban gampang amat, saya tidak tahu, itu hotel yang atur , gubrakkkkkk dengan kesabaran penuh, kami tetap menggunakan kamar yang kecil, karena masing masing masuk kamar sudah langsung mandi, sedangkan pemasangan extra bed di kamar kami lama banget, sudah masuk kamar , masih menunggu hanya untuk dipasang kasur (kasur ya, bukan ranjang) di lantai , lama banget kami menginap di hotel ini 2 malam, untung malam kedua , salah satu bidadari karena alasan pekerjaan, harus langsung pulang ke jakarta, dan teman sekamar dia yang baik hati, menawarkan salah satu dari kami pindah ke kamar dia, sedangkan dia pindah ke kamar temannya yang besar, supaya mereka tidur bertiga, sungguh mulia bidadari peserta ini. sampai segitu jauh, saya sudah ambil kesimpulan bahwa lain kali jangan memakai tour ini lagi jika dengan tour guide yang kurang profesional begitu, tetapi kalau tetap koordinator kami si bidadari sulung yang atur, tetap ikut ah, masa tour guide kalah profesional dengan peserta. di depan hotel ini, ada penjual oleh oleh dengan menggunakan motor nongkrong di depan hotel, jadi anda yang suka belanja, boleh belanja di sini disebelah hotel ada warung warung, tetapi beli obat mungkin agak sulit,  sempat terjadi salah satu teman kami kaki bengkak, dan harus beli obat, sekitar hotel ternyata tidak ada apotik, selain tidak ada apotik, di sekitar hotel juga tidak ada mesin ATM sarapan pagi di hotel ini juga sederhana, tetapi dari lidah saya, masakan di hotel sinar tambolaka yang pertama kami nginap lebih nyaman dari hotel ini, termasuk juga hotel nya, hotel pertama lebih nyaman akhirnya kami tidur, untuk wisata lagi ke esokan hari nya

Hartono Hasian

Hartono Hasian

 

(sumba) (16) : waroenk ikan bakar enjoy aja : Bersama bocil dan bidadari 7-11 september 2018 ke sebuah surga kecil di Nusa Tengara Timur

setelah dari bukit Wairinding, perut sudah lapar, kami di kasih tahu ada makanan seafood di Komplek Pelabuhan Lama Waingapu, dalam pikiran saya, mungkin yang lain juga sama, mungkin kayak restoran di sunda kelapa atau di dadap, sehingga semangat sekali apalagi di tambah dengan supir saya bilang ini restoran masih ada hubungan saudara dengan dia sesampai di pelabuhan, kami masuk ke satu restoran namanya enjoy aja, waktu itu pas jam makan, restoran juga lumayan ramai, itu sebabnya kenapa kami tunggu minuman dan makanan sangat sangat lama sekali, dari cacing di perut yang sudah menari nari sampai cacingnya sudah malas menari, dari keroncongan menjadi tidak lapar, sudah lama, minuman yang di pesan keluar nya salah salah melulu pula. sampai supir kami dan tour guide juga ikut membantu melayani, tetap saja lama banget, soal makanan juga so so , ikan yang di sajikan juga kurang fresh di lidah saya, saya agak heran, pulau sumba kan pulau di tengah laut, mestinya ikan nya bagus bagus ya, tapi kenapa 2 kali makan ikan , dua dua nya ikan kurang fresh. satu satunya yang membuat terhibur adalah kita semua bisa foto bersama di meja makan ini, dan ini satu satunya foto bersama di meja makan, karena selama ini, setiap makan kalau ngak nasi kotak, meja nya pasti pisah pisah, harga makanan bagi kami pun relatif mahal, dengan menu hanya 4 macam, dengan orang 28 orang (termasuk supir dan tour guide), total yang dibayar adalah Rp.2 juta sekian wc nya cuma satu, dan gratis, jadi perlu antri panjang yang mau ke wc karena malam hari, jadi tidak ada yang bisa di lihat, mungkin kalau siang hari, ada pemandangan kali untuk anda yang rombongan dan mau buru buru karena kelaparan atau karena mau ke tempat lain lagi, saya tidak rekomen ke tempat ini deh habis makan, balik hotel, kali ini  hotelnya beda dengan malam pertama dan malam kedua, tunggu cerita ya    

Hartono Hasian

Hartono Hasian

 

(sumba) (15) : bukit Wairinding permadani yang indah : Bersama bocil dan bidadari 7-11 september 2018 ke sebuah surga kecil di Nusa Tengara Timur

sehabis dari air terjun lapopu, saatnya kami berkunjung ke bukit wairinding untuk mengejar sunset, sunset lagi ? ya, betul, tetapi tentu dengan kondisi yang berbeda, dan memang benar, dimulai dari sepanjang perjalanan , kita menemukan tanaman tanaman yang sudah kering, bagaikan di musim gugur di negara 4 musim sana, indah sekali, tidak heran, 2 mobil lain yang di belakang kami ketinggalan terus, tahu tahu nya mereka suka berhenti hanya untuk foto foto dengan tanaman tanaman tersebut,  sebenarnya kami juga sempat turun untuk foto beberapa, tapi ngak lama lama sih, maklum , cuma bertiga dibanding mobil lain yang ramai ramai. perjalanan dari air terjun lapopu agak jauh, tetapi sepanjang perjalanan , di sajikan pemandangan musim kering yang indah, apalagi saya duduk di depan , di samping supir, jadi bisa melihat pemandangan secara utuh. akhirnya kami sampai duluan di lokasi, karena yang lain sedang foto foto diperjalanan (saya baru tahu pas mereka sampai), yang pertama saya lakukan adalah mencari toilet, toilet di sini di gembok, jika kita ingin pipis, kita kasih tahu yang di warung, nanti akan di bukakan toiletnya, dan di sini tarif nya Rp.5.000 sekali pakai, setengah harga dari sumba barat. setelah dari toilet, saya naik dulu ke atas, perjalanan dari bawah ke atas bukit , dekat sekali, cukup 3 menit, di bukit itu ternyata indah sekali, walau musim kering, masih terlihat hijaunya bukit ini, bagaikan sedang melihat permadani, indah sekali, saya cuma sebentar diatas, karena masih panas sekali. akhirnya turun lagi ke pendopo, disini ada beberapa pendopo yang bisa kita gunakan untuk istirahat, dan sudah ada warung makan, seperti diceritakan supir kami, makin ke timur, akan makin maju, ternyata sudah mulai terbukti, sambil menunggu teman teman yang lain, kami makan mie instant telor, ngopi dan makan kacang, kacang nya enak banget menutur saya, boleh lah , kalau kalian kesini boleh makan kacangnya, dan harga harga disini masih masuk akal lah, seperti kacang sebungkus Rp.5.000 , mie instant Rp.10.000 , soalnya di pulau kan, kirimnya dari jakarta jauh, hehehe setelah semua berkumpul, kami naik ke atas lagi untuk foto foto dan lihat sunset, HATI HATI, disini banyak sekali kotoran binatang, jangan sampai terinjak. kebersamaan kami kelihatan sekali disini, jika ada satu yang mendapatkan pemandangan bagus , akan kasih tahu yang lain untuk foto foto disana, termasuk juga waktu bocil ketemu satu aktor dari brunei,sebagian cewek cewek langsung lari mendekat untuk salaman atau foto bersama aktor tersebut, dari body sih ok lah, dambaan cewek cewek atau "cowok", lumayan ganteng sih, ngak beda jauh sama bocil (tergantung pakai kaca mata mana , heheheh) nah, disini terbukti sudah, bahwa bocil ini memang cukup di kenal di negeri melayu (singapura/malaysia/brunei), karena si aktor brunei itu langsung video call kerumahnya di brunei, cuma kasih tahu dia bersama bocil di tempat wisata ini, memang sih, sebelumnya saya kurang percaya juga , saya kirim foto bocil ke temanku di malaysia, dia ternyata kenal, jadi memang bocil ini cukup dikenal, masa cuma terkenal di luar negeri saja ? didalam negeri ngak, moga moga ada produser yang mengorbitkan juga di sini, biar kita bisa sering nonton bocil berakting dan berlawak disini juga ada kuda yang di sewakan baik cuma untuk foto saja, atau untuk keliling bukit, setiap sewa kudanya,  harus hati hati dan jelas, karena kadang karena kendala bahasa (atau pura pura kendala bahasa), sehabis sewa, terjadi argumentasi harga. kita foto terus, makin lama makin indah, karena matahari makin bergeser, sehingga bukitnya terlihat ada beberapa warna, seperti abu abu, hijau tua, hijau muda, biru , kuning,  indah sekali, sama seperti waktu sampai, setiap ada view bagus , langsung buru buru panggil yang lain untuk foto, sungguh indah kebersamaan di antara perbedaan masing masing latar belakang peserta.   tibalah saatnya matahari sudah mulai terbenam, wah, indah sekali , malah ada saat matahari seperti bentuk hati, mungkin karena kelompok kami semua punya cinta kasih kali ya, jadi lihat dan foto jadi kayak bentuk hati, melihat sunset di atas bukit, sungguh indah, boleh di coba, sedikit demi sedikit matahari terbenam ke bawah bukit, sebagian langsung berjalan pulang, sebagian lagi mengatakan jangan pulang dulu , karena saat saat terindah di sunset adalah antara turun sampai sejam setelah nya, saya termasuk yang mengerti itu, maka saya tunggu saja sambil menunggu, wah, indah sekali , langit warnanya, woooow akhirnya langit sudah gelap, kami pun harus turun, dan mencari restoran untuk makan malam.    

Hartono Hasian

Hartono Hasian

(sumba) (14) : air terjun lapopu : Bersama bocil dan bidadari 7-11 september 2018 ke sebuah surga kecil di Nusa Tengara Timur

sehabis dari kampung adat prai ijing, kami segera meluncur ke lokasi air terjun lapopu, perjalanan ke lokasi terasa lancar, saat kami sampai pun belum terlalu ramai di lokasi ini ada yang jual kopi instant, ada yang jual kelapa, ada juga jual makanan kecil, harga kelapa nya Rp.10 ribu / butir, di lokasi ini , kalau ke toilet gratis, ngak usah bayar perjalanan dari lokasi parkir mobil ke lokasi air terjun tidak terlalu sulit, walau tetap saja tidak ramah terhadap orang tua atau orang yang mempunyai keterbatasan, tapi jalan nya relatif tidak menanjak atau menurun dengan tajam dan atau jauh. kami harus melewati satu jembatan yang terbuat dari bambu untuk menyeberang, sebagai orang yang takut ketinggian, tentu tidak terlalu mudah untuk melewati jembatan bambu itu, tapi kalau mau dapat pemandangan, jika tidak lewat jembatan itu, ngak bakal dapat pemandangan ternyata lewat jembatan itu tidak sesusah yang di bayangkan, walau jembatannya goyang goyang, tapi niat mau lihat air terjunnya mengalahkan ke takutan air terjun nya sangat indah, konon tertinggi di NTB, setinggi konon 90 meter, saya tidak mengukur sih, cuma tanya tanya waktu duluan keluar , katanya kalau mau naik ke atas mesti melewati ratusan tangga, tapi lokasi kami kunjungi saja sudah sangat indah biasanya kalau saya ke air terjun di manapun , selalu terasa sejuk dan nyaman, tapi entah kenapa, di air terjun ini, udara terasa pengap dan tidak nyaman, tetapi teman teman yang lain semangat sekali foto foto nya, apa lagi bidadari laut selatan si jupe , gaya terus foto terus, bidadari miss universe juga demikian, dan yang lain lain sangat menikmati sebelum mereka selesai , saya sudah jalan sendiri keluar dari lokasi air terjun, karena ngak tahan dengan rasa udara yang tidak bersahabat bagi saya hari itu, jalan kembali harus melewati jembatan bambu yang tadi di lewati saat berangkat, tetapi harus menunggu yang jalan ke arah air terjun lewat semua terlebih dahulu baru bisa kita pakai, jadi saya menunggu hampir 15 menit disana, seperti saat berangkat, saat balik , jembatan tersebut juga goyang goyang. selama di dalam air terjun, teman teman bidadari yang baik hati , menggunakan hp dan kamera mereka untuk foto saya, bagus bagus foto foto nya. sampai segitu jauh, grup ini sangat kompak, pemimpinnya bidadari juga sangat baik dan tegas, kelihatan dia sudah sangat memahami sifat sifat anggota dia yang ikut tour ini, sehingga setiap ada sedikit masalah, dia bisa langsung selesaikan. akhirnya saya sampai di depan lagi , yang pertama di tuju adalah yang jual kelapa, kelapa nya enak enak, saya langsung minum 2 kelapa, tanpa ada sedotan, jadi minum gitu saja dari lobang kelapa, sungguh nikmat akhirnya tiba saat nya peserta keluar, kami makan siang disini , setelah makan siang, saya keliling keliling melihat sekitar, ternyata para supir sedang main kartu , wah, ternyata mereka membuang waktu dengan main kartu. disini saya tidak melihat ada anak kecil yang meminta minta, tapi ada lihat anak kecil jual kelapa, jago amat anak kecil itu potong kelapa, sayang sekali , lupa foto setelah semua sudah beres, tiba saat nya untuk ke tempat wisata lain, ternyata mobil sudah padat sekali, dengan jalan yang sempit, apalagi kiri kanan jalan dijadikan tempat parkir mobil, sehingga kami kesulitan untuk keluar dari daerah parkir, tetapi berkat supir supir lain yang belum mau pulang mengatur lalu lintas, sehingga kami keluar dari daerah tersebut untuk melanjutkan wisata ke tempat lain nya ada satu hal yang sejak pertama wisata dengan grup ini adalah masing masing tidak egois untuk foto dirinya saja, tetapi selalu foto teman yang lain, sehingga saya ke cipratan juga, jadi banyak foto yang bagus bagus, salut, masih banyak cerita kebaikan teman teman di grup ini, terutama bidadarinya, jangan sampai ikutin terus sampai selesai  

Hartono Hasian

Hartono Hasian

 

(sumba) (13) : kampung adat prai ijing : Bersama bocil dan bidadari 7-11 september 2018 ke sebuah surga kecil di Nusa Tengara Timur

hari kedua kami masih nginap di hotel yang sama, yaitu hotel sinar tambolaka, pagi pagi bangun, kami cowok berdua sarapan pagi duluan, yang lain masih belum turun, karena sarapan pertama, jadi semua makanan masih utuh, belum ada yang ambil, tapi ada ngak enaknya juga sarapan pertama, minuman cuma ada air mineral gelas, yang sirup dan yang lain belum tersedia, heheheh habis makan, kami berdua ke hotel bagian belakang dan foto foto disana, silakan lihat cerita pertama dalam seri ini, keren pemandangannya setelah makan, kami check out dari hotel, dan tak lupa membawa makan siang yang termasuk dalam biaya tour ini, yaitu nasi kotak, betul , nasi kotak, karena di tempat wisata, jarang ada makanan, malah boleh di katakan tidak ada , hanya beberapa yang ada. tujuan pertama kami dihari ketiga ini adalah kampung adat prai ijing , tapi sebelum berangkat, muat dulu bagasi di mobil, karena 3 mobil, muat kopernya di gabung gabung, tidak bisa ikut mobil pemilik, penumpang tetap sama seperti sebelumnya, 1 gank yang sekantor, 1 gank di elf, dan kami tetap bertiga dengan raja dan ratu universe selama di sumba. kampung adat prai ijing tidak terlalu beda jauh dengan kampung adat ratenggaro (lihat cerita ke 10), sesampai di kampung ini , pertama sekali adalah melihat kuburan batu, sebagaimana ada di kampung adat ratenggaro, cuma kampung adat prai ijing ini lebih luas dan berbukit , sehingga kita bisa foto dari atas ke kampung ini seperti biasa, di sini kami hanya berfoto foto, alangkah indahnya pemandangan disini, disediakan satu tempat di atas bukit untuk foto ke bawah, kami beberapa orang masuk pertama kali, dan foto foto sedikit di bawah, setelah itu kami naik ke atas untuk foto di tempat yang di sediakan untuk foto, (tour guide kami ngak tahu kemana, lagi lagi menghilang), setelah kami hampir selesai foto, tour guide baru muncul, akhirnya kami foto foto lagi . saat yang lain masih foto foto, saya sudah turun lebih dahulu dengan satu orang teman, ternyata di bawah ada tempat untuk menarik bea, disini management lebih bagus dibanding yang sebelum belum nya, karena tempat buat bayar bea jelas, walau masih tetap ada anak anak kecil yang ikut meminta, tetapi sudah tidak sehebat hari hari sebelumnya. mungkin karena dianggap lebih senior (jika tidak mau di katakan sudah sepuh), saya ditawarkan kursi untuk duduk, heheheheheh, nah , disaat duduk ini saya mendapatkan informasi informasi yang cukup menarik ternyata david beckham baru mengunjungi pulau sumba bulan agustus 2018, dan konon katanya david beckham sempat mengunjungi desa adat ini, mereka merasa bangga david beckham , sebagai pemain bola top dunia bisa berkunjung di desa adat ini, cuma konon saat itu mereka tidak berada di lokasi, sehingga tidak bisa foto foto konon menurut cerita lagi, david beckham nginap di hotel nihiwatu yang berharga paling murah sepuluh jutaan sampai paling mahal dua ratus jutaan per malam, mau coba ? sayang sekali waktu kami ke sumba ini, di jadwal awal, kami ada berkunjung kesini, tetapi jadwal selanjutnya ternyata ke sini dihapus dari jadwal, tetapi ya, sudah lah, nikmati saja kembali ke topik, menurut cerita lagi , rumah kampung adat ini pernah terbakar tahun 2000,  setelah kebakaran, saat ini rumah di desa adat ini hanya sebanyak 30 an rumah , waktu kebakaran, menghangguskan sekitar 20 rumah, listrik sudah masuk ke kampung adat ini, sehingga malam hari sudah terang, tetapi masih belum ada televisi, sehingga orang kampung ini agak tidak mengikuti perkembangan berita berita, kedatangan david beckham pun baru di ketahui berita dari mulut ke mulut oleh penduduk yang beraktivitas ke luar dari kampung adat ini. kenapa setelah kebakaran, tidak dibangun kembali, tidak mudah untuk membangun rumah adat , karena di butuhkan biaya ratusan juta, selain biaya bahan baku dan tenaga untuk membangun, biaya upacara adat juga sangat mahal, karena untuk upacara adat, harus menyediakan puluhan hewan sebagai seserahan untuk di sembelih yang akan di gunakan untuk perjamuan, sedangkan harga perekor hewan bisa mencapai puluhan juta rupiah. sekedar tambahan informasi, jika dalam perjalanan, ada hewan ternak lewat terutama babi, maka supir kami akan langsung melambatkan kendaraannya, dan supir kami super hati hati terhadap hewan ternak terutama babi, tadinya saya kira alasan agama yang di anut oleh beliau, ternyata saya mendapat informasi, bahwa menabrak babi bisa mengakibatkan ganti rugi mencapai puluhan juga, sehingga harus super hati hati di pulau sumba ini. saat di kampung adat ini, saya melihat 2 bentuk rumah, yaitu satu yang atapnya tinggi, dan satu lagi yang atapnya rendah, di jelaskan bahwa yang atap tinggi di namakan rumah menara atau Uma Mbatangu sedangkan yang atap rendah yaitu ruah besar atau Uma Bokulu.  Rumah yang bermenara (uma mbatangu) ini dimiliki oleh setiap persekutuan kerabat (kabihu) yang dihuni oleh keluarga secara turun temurun. Menara diyakini sebagai tempat Marapu ( nenek moyang atau leluhur yang didewakan). Di menara itu pula mereka menyimpan benda pusaka milik keluarga, seperti mas-mas yang telah dikuduskan untuk Marapu . Tempat itu adalah tempat muharam, yang hanya dapat dimasuki oleh para ‘ratu’ (imam) pada waktu upacara-upacara yang penting. dalam rumah, ada aturan nya, yaitu bagian bawah rumah digunakan untuk ternak atau roh jahat,  sehingga tidak heran, saya melihat peliharaan peliharaan adanya di bawah rumah (tapi tidak melihat roh jahat, karena saya di kelilingi bidadari yang baik baik) , saya tidak bisa membayangkan bau nya, karena bagian tengah diatas bagian bawah itu di huni oleh penghuni, jadi penghuni beraktifitas dan tidur tetap di atas ternak, cuma menurut yang kasih informasi, mereka sudah biasa, sedangkan bagian atas digunakan untuk menyimpan makanan dan benda benda pusaka.  untuk masuk rumah pun ada aturannya, setiap rumah ada 2 pintu yang berbeda, satu untuk lelaki, satu lagi untuk perempuan yang terbuat dari tiang berukir, sehingga kalau mau masuk rumah, kepala rumah tangga dan ibu masuk tidak lewat pintu yang sama, tapi berlainan.  selain informasi soal bagian rumah dan pintu yang tidak boleh sembarangan, ruangan di dalam rumah pun dibedakan berdasarkan empat tiang penyangga menara, ada tiang perempuan dan ada tiang lelaki, yang tiang perempuan dekat dengan aktifitas perempuan, sedangkan yang tiang lelaki adalah yang dekat dengan ruang ayah tidur dan ruang tamu, serta tempat ayah dan pria lainnya berdiskusi. salah satu khas di bagian depan rumah adat yaitu  digantung tulang babi atau tanduk kerbau untuk menunjukan bahwa si pemilik rumah telah memotong hewan ternak sebagai penanda kedudukan status sosial di masyarakat. gapura atau tugu yang ada di pulau sumba, umumnya menggunakan patung kuda, jadi jika anda melewati perbatasan, umumnya ada tugu patung kepala kuda. dari pembicaraan, ternyata salah satu petugas disana adalah guru sekolah menengah, pantas, bicaranya beda dengan yang lain, cukup sopan dan teratur. akhirnya kami harus meninggalkan lokasi ini untuk ke lokasi yang lain, sebelum meninggalkan lokasi ini, saya sempat mengusulkan untuk di buka warung jual makanan dan minuman, paling tidak buat tambah tambah kas desa, ehhehhe, sok kepo ya ...........  

Hartono Hasian

Hartono Hasian

 

(sumba) (12) : restoran Sumba hijau : Bersama bocil dan bidadari 7-11 september 2018 ke sebuah surga kecil di Nusa Tengara Timur

perut sudah keroncongan, bingung mau makan di mana, karena di sumba apalagi di sebelah barat / barat daya, susah sekali mencari restoran yang lumayan akhirnya atas saran dari supir kami, katanya ada restoran seafood alam hijau di dekat bandara tambolaka , karena tidak ada pilihan lain, kami bertiga di mobil itu ya kan saja, akhirnya kami ke arah yang di kasih tahu ternyata pas kami sampai disana, nama restorannya sumba hijau, bukan alam hijau, kata supirnya dulu bernama alam hijau, baru ganti nama jadi sumba hijau pas kami sampai, sudah ada 2 meja yang ada tamunya, kami terbagi dalam 4 kelompok (termasuk kelompok tour guide dan supir), , yang punya orang medan, jadi nya cap cup cap cup lah, terus orang medannya bilang sama saya, katanya grup supir suruh masukin bonnya ke meja yang ada berjilbab yang duduk di sebelahnya, saya kaget juga, karena setahu saya, supir dan tour guide sudah termasuk harga tour, mentang mentang makan malam sebelumnya dibayarin, kali ini langsung tembak , saya langsung ke meja supir tanyain, mereka bilang tidak bilang demikian, ya, sudah tahu tahu pas bayar, bonnya malah masuk ke bon kami, heheheheh, ya, sudah lah, dari pada sudah happy happy, jadi ngak happy restoran ini cukup besar, tempat parkir cukup luas, ada karaoke lagi, tapi karena kami juga sudah capek, jadi ngak karaoke lama lama disini, cuma si bocil dan kakak angkatnya si bidadari tompel sempat bernyanyi sebentar makanan ikan di lidah saya rasanya tidak segar, saya heran, di sumba khan pulau, harusnya ikannya segar ya, tapi ini kok tidak segar, aneh seperti biasa, kami bertiga sampai langsung pesan makanan ,sehingga makanan kami datang duluan, dan kami selesai duluan,yang lain pesan belakangan masih makan, kami sudah selesai, sehingga saya chit chat sama nko medannya, ternyata dia sudah hampir 10 tahun di pulau sumba, lumayan lama juga ya oh ya, alamat restoran ini lihat di foto ya, pokoknya dekat bandara tambolaka lah, hehehee

Hartono Hasian

Hartono Hasian

 

(sumba) (11) : bukit lendongara : Bersama bocil dan bidadari 7-11 september 2018 ke sebuah surga kecil di Nusa Tengara Timur

akhirnya supir kami kontak kontakan dengan tour guide di mobil yang lain, sekedar mengingatkan, kami jalan jalan kali ini dengan 2 innova dan 1 elf akhirnya kami berangkat dengan tujuan ke bukit lendongara untuk mengejar sunset disana, tapi di perjalanan, kami terhambat sedikit dengan adanya pohon tumbang, untung pohon nya sudah di pinggirkan, dan saat kami mau lewat sudah tidak menghalangi jalan, sehingga kami bisa melewatinya perjalanan tidak bisa bareng terus, karena dalam perjalanan , ada mobil yang melihat pemandangan indah, berhenti dulu untuk foto, ada supir yang bawa gaya koboi dengan kecepatan full, ada yang tidak bisa cepat, tetapi tetap saat sampai , tidak berbeda jauh akhirnya sampailah kami di bukit lendongara , begitu indahnya bukit ini, dalam pikiran saya, langsung terkenang waktu di inner mongolia, bukit bukitnya juga indah, dan disini juga sangat indah karena matahari belum saatnya terbenam, maka disini semua foto sana foto sini, saya ambil sedikit kesempatan ngobrol ngobrol dengan supir ku dan yang lain, ternyata si bocil itu memang aktor terkenal di negara semenanjung, seperti malaysia, singapura dan brunei, hebat ya, expatriat cin, di negara sendiri kurang di kenal, tapi di negeri seberang terkenal, bocil ini punya keahlian melucu, sejenis lawak gitu lah, mc, stand up comedy, dan jenis jenis reality show, dengar dengar lagi, beliau sudah berkelana di televisi tetangga sudah hampir 15 tahun loh, hebat ya, gue jadi tambah senang bisa seperjalanan dengan dia, oh ya, bagi anda yang ingin panggil untuk show, nomor whatsapp nya bocil adalah +60133352583, hubungi lagi, kapan lagi bisa undang aktor indonesia yang terkenal di luar negeri tentang bocil ini, memang hebat dalam segala situasi selama perjalanan, bikin lucu sampai kami terpingkal pingkal , akting nya dalam berfoto dengan segala situasi bagus sekali, orangnya supel sekali dengan siapa saja, tidak sombong dan ramah akhirnya kami selain foto di lokasi ini, kami juga rekam pakai drone, karena sewaktu daftar untuk ikut tour ini, katanya ada drone, jadi benaran ada drone, happy happy semua dengan pemandangan padang rumput di musim kemarau, ada yang kehijau hijauan karena masih ada rumputnya, ada yang ke abu abuan karena sudah kering, ada lagi pohon yang sudah mengering, sungguh indah, jauh lebih indah daripada di foto makin sore, matahari makin turun, pemandangan sunsetnya memang sangat indah disini, matahari semakin turun di balik bukit, maka smartphone ku yang baru beli beberapa hari oppo f9 , jepret sana jepret sini, ternyata dapat beberapa yang bagus eh, supirku ternyata minta fotonya, ya, sudah, kasih saja, eh, ternyata dia pamer ke tour guide itu foto dia, pas saya lagi tunjukin ke bidadari karangan karena sering mengarang cerita yang sangat nyaman di baca,  tour guide langsung bilang, "saya tahu, saya tahu ini foto dari siapa", saya kaget, katanya dari supirku, saya bilang ini foto ku kok, di panggillah supir ku, supirku masih bilang itu foto dia, foto mah ngak bisa di bohongi, orang fotonya pakai oppo f9 , kok ngaku foto dari samsung, hehehehe, itulah, kadang ada beberapa teman foto nya yang bagus suka di kasih keterangan di tengah foto, saya maklum sih, hak cipta, apalagi yang profesional jika anda kesini, hati hati, banyak sekali tai binatang seperti kuda, sapi , jadi kalau jalan juga harus hati hati, kalau saat ini musim kemarau, gampang sekali kelihatan , sehingga tidak ada yang ke injak, tetapi jika kalian datang di musim hujan, hati hati, karena banyak dibalik rumput yang hijau selain bisa melihat matahari terbenam, bukit lendongara ini juga merupakan tempat favorit untuk melihat sunrise/ matahari terbit, silakan kalian pilih, mana yang kalian suka. setelah matahari terbenam, perut sudah lapar, kami harus mencari makan , malam ini, kami menuju restoran yang sama, walau tidak duduk di meja yang sama, karena tidak ada meja yang bisa muat kami 20 orang lebih.

Hartono Hasian

Hartono Hasian

 

(sumba) (10) : informasi duit, duit dan duit serta cerita tentang kampung adat ratenggaro : Bersama bocil dan bidadari 7-11 september 2018 ke sebuah surga kecil di Nusa Tengara Timur

Meninggalkan pantai bawana dengan dengar cerita kurang menyenangkan , ternyata ada hal hal yang tidak saya sadari sejak di mulainya perjalanan wisata ini, dan tidak ada signal atau pemberitahuan dari tour guide yang mengantar, untuk yang akan berkunjung ke sumba, moga informasi ini bisa di pelajari sebelum kita lanjut ke lokasi wisata selanjutnya pura pura ngawal atau bantu temani , ujung ujung nya minta duit Rp.20 ribu, bantu kita naik turun atau ke tempat foto, ujung ujungnya minta uang Rp.100 ribu, ada yang tidak sengaja , hampir jatuh terus ketahan mereka atau kesenggol, mintanya Rp.50 ribu, belum lagi toilet seharga Rp.10 ribu sekali pakai dan kelapa Rp.10 ribu / butir untung saya ditemani matheus terus, dia setia banget temani saya, mungkin kira saya banyak duit, di tanjung saya cuma kasih Rp.5.000,- untuk bantu foto foto, dan waktu di pantai bawana , saya kasih Rp.10 ribu untuk bantu saya pegang rangsel dari pertengahan di bawah (tidak sampai bawah) ke atas, kenapa saya tidak sampai bawah, karena jalan terjal, saya tidak mau ambil resiko ada kejadian , saya disuruh foto sama bapak bapak disana , katanya buat kenang kenangan, untung saya tidak di minta uang, setelah konfirmasi ke supir saya (sekali lagi bukan dari tour guide), bahwa di pulau sumba, memang makin ke barat , makin tidak tertib, nanti makin ke timur akan makin tertib, benar kah ? tunggu cerita selanjutnya ok, kita lanjut perjalanan ke kampung adat ratenggaro, sesampainya di lokasi , saya buru buru cari toilet, karena tadi di daerah pantai bawana saya tidak rela keluarkan Rp.10 ribu untuk ke toilet, ternyata disini sama juga, harus bayar Rp.10 ribu, ya, apa boleh buat, tai kambing bulat bulat, dimakan jadi obat, disimpan jadi jimat, biar jadi jimat, kalau tempel di pantat, tetap saja menimbulakan bau tak sehat. terpaksa lah saya keluarkan Rp.10 ribu untuk membayar saat sampai didesa adat tersebut, pertama sekali kita lihat adalah kuburan batu, bagi yang tidak tahu, bisa jadi duduk saja di kuburan tersebut, sebenarnya sebelum sampai ke desa adat ini, di sepanjang jalan di pulau sumba ini, kami sudah melihat di depan rumah sepanjang jalan , terdapat kuburan batu, cuma jumlahnya hanya beberapa, tidak seperti di desa adat ini, jumlahnya banyak sekali. rumah adat ini bentuknya agak aneh, atap nya tinggi sekali dan terbuat dari jerami, dan rumahnya rapat rapat, saya tidak bisa membayangkan jika terjadi kebakaran disalah satu rumah, maka akan cepat sekali menyebar ke rumah lain (jadi teringat rumah di kampungku tahun 70 an atau 80 an), moga moga jangan sampai terjadi hampir semua rumah adat ini, di lantai paling bawah adalah tempat pemeliharaan babi, penghuninya adalah di atas kandang babi (saya tidak bisa membayangkan baunya) ,  tapi seperti sifat bau, jika kita sudah terbiasa dengan sejenis bau, maka kita tidak akan merasa bau lagi terhadapnya. kampung adat ini juga berada di pinggir laut, jadi kita bisa main main di pantainya karena merasa kurang menarik, dan kendaraan supir kami harus pergi tambah ban yang tadi kempes di tanjung mareha, takut kalau kempes lagi, repot, ngak ada ban cadangan lagi, belum lagi kalau ngak ketemu kunci pas untuk buka baut velg racingnya beruntung di mobil kami hanya bertiga, selain saya, ada bidadari miss universe dan pangeran paling ganteng di tour ini, untung mereka langsung sepakat , tidak lama lama di desa adat ini, dan kami berangkat ke bengkel dulu untuk tambal ban, dengan meninggalkan teman teman yang lain. sampai di bengkel, ternyata ban tidak bisa di tambal, karena bukan bocor kecil, tapi robek, mungkin karena batu nya yang tajam, sehingga robek bannya, tapi di coba untuk di akali sambil menunggu, kami beli makanan kecil dan minuman ringan, makan di rumah sebelah bengkel, sambil menunggu yang lain dari kampung adat  

Hartono Hasian

Hartono Hasian

  • Blog Statistics

    578
    Total Blogs
    1,698
    Total Entries