Sign in to follow this  
Followers 0
  • entries
    17
  • comments
    87
  • views
    11,387

About this blog

I'm a flashpacker

Entries in this blog

Gulali56

Mei 2017 lalu saya trip ke Seoul selama 6hari 5malam.

Kali ini pertimbangan saya utk tempat stay adalah lokasi yang lively sampai malam dengan station yang sudah berfasilitas lift/escalator :tersipu

Awalnya saya sempat book di daerah Dongdaemun, dan sempet mikir mo didaerah Ewha university yg katanya tempat shoppingnya murmer, tapi setelah seorg teman yg sudah 3x ke Seoul menyarankan daerah Hongdae karena station Hongik merupakan station direct dengan Incheon airport sehingga tidak perlu transfer station yang terutama banyak turun naik tangga.:facepalm

 Yup, masih banyak station di Seoul yang tidak ada escalator ,mengingat saya dan kakak saya bukan tipe yang bisa ringkes bawaan, jadinya Hongdae ini kita anggap sangat memadai.

Station Hongdae/Hongik university merupakan station line 2 (hijau), AREX (Airport Railroad Express), dan Line Gyeongui–Jungang.

Line 2 sendiri merupakan circular line yg bbrp station terkenalnya adalah : Ewha university dan Dongdaemun.

 

Kelebihan hostel ini untuk tipe kamar Twin beds:

1.       3-5menit jalan kaki dari Hongik station exit 3 yg ada escalator nya.

2.       Fasilitas dlm kamar twin beds ini sangat lengkap seperti studio apartment: ensuite bathroom dengan toiletries (soap, shampoo, conditioner), hairdryer 1800watt (wajib buat saya), kitchenette & kitchen utensil (kompor kecil, wajan, sodet, pisau dapur, peralatan makan, piring, mangkok, gelas, coffee/tea maker, filter air )  patut dicatat tidak semua jenis kamar ada kitchenette nya ya.

3.       Fasilitas bersama: microwave , mesin cuci

4.       Sudah termasuk breakfast (susu, jus , yogurt,, teh, kopi, buah, roti, cereal)

5.       Hongdae area adalah area mahasiswa sehingga banyak café, restaurant dan toko yg buka sampai tengah malam dan banyak live show walaupun di hari weekday sekalipun

6.       Direct access to Incheon dan Gimpo airport. Biaya kereta one way airport -hongik : 4,150 won (menggunakan T-money) 56menitan.

7.       5-7menit jalan kaki ke bus airport.

8.       Daerah tidak terlalu rame sehingga tidak berisik tp tidak terlalu jauh dari keramaian Hongdae.

9.       Sistem pintu menggunakan pin sehingga tidak perlu pakai kunci/card lagi.

10.   Free wifi yang super kenceng

11.   Menyediakan egg wifi rental (mobile wifi) seharga 3,000 won sehari.

12.   Fasilitas laundry 5,000 won utk cuci dan mengeringkan . Ukuran berdasarkan washing net yang disediakan dikamar. 24jam selesai.

 

Kekurangan:

1.       Tidak ada lift didalam hostel. Usahakan meminta kamar di lantai satu. Saya dpt di kamar 102.

2.       Kamar mandi super kecil, sehingga tdk memungkinkan meletakan barang /baju ganti dikamar mandi tanpa terkena air.

3.       Tidak ada pengering baju dan setrika.

4.       Keramaian Hongdae ada di exit station no.9 , jalan kaki dari hostel sekitar 1km-an.

5.       Tidak ada staff yg available di meja receptionist, harus di telp/ kakao call dulu. Call pakai WA gak dijawab2..

Foto2 :

5934de67f0f3c_twinbeds.thumb.jpg.5e60a595e734c97655bca491741e1891.jpgP_20170511_130003_vHDR_Auto.thumb.jpg.eccc200239b0a029e73aef7a2208c9e5.jpg

P_20170511_130104_vHDR_Auto.thumb.jpg.500997e25df86168e67904c23da721f1.jpgP_20170511_130037_vHDR_Auto.thumb.jpg.32d00682dd3b285b3a5709829e86712a.jpg

P_20170511_125941_vHDR_Auto.thumb.jpg.fb3455fbef1189d755bc8ca387976ab1.jpgP_20170511_130517_vHDR_Auto.thumb.jpg.11e5ba4c6f5e28de3e54acfef732ccd4.jpg

P_20170512_083407_vHDR_Auto.thumb.jpg.87132b3c10449652906812a06a5edfbe.jpgP_20170512_093511_vHDR_Auto.thumb.jpg.78d78802a929f42c77d5e3f2676a41e5.jpg

Overall tinggal disini cukup oke. Cuman mungkin overpriced krn saya kurang maximal menggunakan fasilitas hostel, seperti masak. Apabila tdk ada rencana masak2 sih better cari hostel yg lbh murah yg mengorbankan fasilitas kitchenette per kamar ini. 

Tips: kalo mo budget makan ditekan, hari pertama cari supermarket besar (yg bukan 24jam), di Hongdae tdk ada supermarket murah (minimarket 24jam byk) , harus ke naik train satu station dari Hongik (Hapjeong Stn line 2) exit 10 yg nyambung ke mall dgn supermarket nya bernama HomePlus.

 

.:Seoul Mansion Guesthouse:.

Address: 147-44 Donggyo-Dong, Mapo-Gu, 121-816 Seoul, South Korea.

Check in 3pm.Check out: 12pm.

Twin beds room per night  ₩ 66,420. (setara Rp 830,250)

Map.thumb.jpg.c39443115c762218c928234e0e538c65.jpg

Gulali56

Hotel BW Suite ini terletak di daerah Tanjung Pandan alias masih dlm radius pusat kota Pulau Belitung. Jarak dari airport ke hotel sekitar 15km yang dapat ditempuh dlm waktu sekitar 20menitan menggunakan kendaraan pribadi. DiBelitung sampai saat ini blm ada istilah macet jadi gak usah buru2 ke airport seperti di Jkt.Apalagi di airport nyaris gak ada apa2. Foodcourt juga adanya jualan indomie/pop mie hrg 10rb.

Saya disini menginap selama 2malam pas libur long weekend Maulid Nabi 2016 kemarin. Dpt harga di Panorama Travel agent sebesar Rp 860,000/malam utk kamar Superior di rate Long weekend termasuk breakfast buat ber-2.

Penampakan dari luar sih gedung ini standar2 aja utk standar org Jkt, tp utk daerah Belitung termasuk oke dan megah. Dari foto2 situs booking online, kamarnya gak berbeda jauh dari fotonya. Jadi jangan kuatir kecele.

P_20161212_073940_vHDR_On.jpg

Satu2nya yg bikin kecele mungkin foto swimmingpool nya yg kesannya remarkable bgt. Krn seperti infinity pool yg lanjut ke laut. Swimmingpool nya kecil dan entah saat itu mungkin habis badai, jadi  warna lautnya sedang gak fotogenic alias kecoklatan gak kece.

P_20161212_073447_vHDR_On.jpg

(sayang bgt lautnya kotor gini)

P_20161212_073553_vHDR_On.jpg

(swimmingpoolnya kecil ajaa.. tp agak kebantu krn view laut)

-Untuk fasilitas, krn ini hotel Bintang 4, fasilitasnya cukup lengkap ada swimmingpool, karaoke lounge, gym, spa, dan breakfast/resto lounge.Oiya penting jg, jasa massage disini 24hr, jadi habis ngepantai bisa pijetan dgn tarif sejam sekitar 250rb-an (net)

-Kamarnya pun cukup luas. Sekitar 25m2, yg mnrt saya cukup langka jaman skrg dpt kamar twin bed Superior tapi masih muat extra bed 2 lagi saking gedenya.

-Toiletries cukup lengkap: sabun, shampoo, sikat gigi, pasta gigi, handuk badan,handuk tangan,keset, dan sandal kamar

-Ada hairdryer 1200watt, walau modelnya nempel di kamar mandi, dan tiap semenit mati, for the sake of energy saver.

-ada in-house safe, coffee/tea maker , refrigerator, dan re-stock 2bottle of mineral water.

-ada lemari baju. Jaman skrg mulai langka ada lemari baju, adanya hanger doank.

-tiap kamar ada balkon, walau balkonnya rada kurang safety krn memungkinkan utk gampang loncat ke kamar sebelahnya:wacko:

IMG_4196.JPG

(utk ukuran superior kamar ini lega bgt)

IMG_4198.JPG

P_20161212_085650_vHDR_On.jpg

(balkonnya nempel dengan kamar sebelah... mlm2 bisa ngetok2 jendela tetangga nih :lol:)

Untuk fasilitas breakfastnya. Mix review sih, teman saya berpendapat rasanya standard. Tp buat saya lumayan. Mungkin saya lapar:tersipu

Dari segi variasi makanan. Cukup banyak pilihan. Dari cereal (Koko crunch& cornflakes), salad bar, roti2an , nasi goreng, nasi putih dengan 1 lauk khas Belitung (setiap hari berbeda2, biasanya ikan spt gangan, sup ikan,dll) , sosis ,ayam , veggies, omelettes made by order, bubur dengan condiment yg cukup variatif, another masakan khas Belitung, pas saya kedapetan Mie Belitung (rasanya msh dibawah Mie Atep di Jl Sriwijaya  tp lumayan jg) hari berikutnya soto khas Belitung, dan tentu saja kue2, buah2an dan juice2 bahkan ada sop buah. :makan

Yg pasti sih saya satu suara  utk bubur ketan hitam dan bubur sumsumnya gak ada manis2nya.

P_20161211_074020_vHDR_On.jpg

P_20161211_074312_vHDR_On.jpg

P_20161211_075754_vHDR_On.jpg

P_20161211_081330_vHDR_On.jpg

(makan saya memang banyak... -_-)

Kalau ditanya dari segi lokasi, krn terletak di daerah Tanjung Pandan, hotel ini sangat strategis utk mencari tempat makan , tempat ngupi2 dan tmpt beli oleh2 .Akan tetapi ke tempat berjarak 60-an km aja bisa dicapai dlm waktu 1.5jam , saya rasa dimanapun tinggal di Belitung ini asalkan ada kendaraan , tdk tll menjadi masalah.

Overall , hotel ini cukup oke dengan tarif per mlm yg masih reasonable dengan fasilitas yg kita dapatkan.

 

Hotel BW Suite Belitung

Address:  Jl. Pattimura, Tanjung Pandan, Belitung  33411

Built: 2013

Check in : 2pm

Check out: 12pm

Gulali56

Ketika memutuskan traveling sendiri ke Eropa, yg ada dipikiran saya adlh penginapan. Dgn kurs 1 Euro itu Rp 15,000, susah menemukan akomodasi murah di Amsterdam utk kantong saya. Kriteria saya wkt itu adlh tidak lebih dari Rp 350,000/mlm , bukan  mix dorm, dekat station kereta, ada heating nya, harus ada hairdryer, akses lift dan kamar mandi yg bersih.:santai

Dari semua kriteria itu jatuhlah pada Hostelle , hostel khusus wanita. Hostelle ini lgsg mencuat krn jarak hrgnya yg sangat murah utk  dorm non mix dibanding hostel lainnya di seantero Amsterdam dengan tgl yg saya mau. Tersedia pilihan kamar dorm ber-4, ber-6 dan ber-8.

Harga per malam ini via booking.com adalah € 20.40 atau sekitar Rp 306,000/mlm,- utk kamar dorm ber-4. Harga ini didpt apabila byr full atau no refundable.

Krn masih kuatir visa ditolak, jadi utk jaga2 saya book dulu yg hrg non promo tp dengan free cancellation,  € 20 utk kamar ber-8., stlh visa di-approve baru saya cancel booking-an pertama kemudian book kamar ber-4 utk harga promo, non refundable.

Fasilitas Hostelle ini adalah:

-shared bathroom,

-shared kitchen,

-lounge,

-heating,

-hairdryer,

-passcode room

 

Kelebihan Hostelle ini:

-paling murah utk kamar non mix,

-dekat dengan stasiun kereta (Bijlmer ArenA Station) , direct access dengan Schipol Airport (NS train)

-kamar mandi yg bersih, dekat supermarket,

-ada hairdryer,

-ada kulkas, peralatan makan&minum, kompor, microwave, mesin pembuat kopi/the,  

-ada akses lift,

-dekat supermarket dan resto2

 

Kekurangan:

-tidak disediakan breakfast,

-kitchen nya kecil,

-tmpt tidur besi yang berisik,dan langit2 yg rendah shg disarankan pilih bed yang bawah,

-tidak ada penutup/gorden di bed,

-colokan sangat terbatas,   

-jauh dari pusat kota (15-20menitan dari Amsterdam Centraal Stn dengan Metro € 2.17/one way~ interval 15menitan sekali.  NS train € 2.70/one way,

-locker tdk aman ,krn modelnya ada lubang jendelanya, handphone dan dompet bisa lewat

-tidak ada mesin cuci,

-tidak menyediakan handuk (handuk harus sewa lagi).

 

lounge.jpg

(receptionist ~ foto dari booking.com)

kitchen.jpg

( kitchen - foto dr booking.com)

14549009.jpg

(penampakan kamar dorm utk ber-4 - foto credit dari booking.com)

hostelle1.jpg

(foto hasil camera saya yg bernasib buruk tidur di upper bed)

6.jpg

(shared bathroom - foto credit dari booking.com)

hallway.jpg

(gang kamar - foto credit dari Booking.com)

Stasiun terdekat utk mencapai Hostelle ini adlh Bijlmer ArenA Station.

Stasiun Bijlmer ArenA merupakan Stasiun yang meng-akomodasi NS train (kereta antar kota di Belanda) dan Metro (kereta dlm kota Amsterdam). Stasiunnya gak terlalu besar jadi jangan kuatir nyasar.

Dari Schipol Airport ke stasiun Bijlmer ArenA sekitar 40menit, menggunakan kereta NS. Seharga EUR 4.80 apabila tidak menggunakan OV-Chipkaart (kartu pass utk Kereta di Belanda) . Tapi apabila menggunakan OV-Chipkaart cukup EUR 3.80.

Dari pusat kota Amsterdam atau  Stasiun Amsterdam Centraal ke Bijlmer ArenA sekitar 15-20menitan menggunakan Metro no.54, tiap 15menitan sekali dengan tarif EUR 2.17

Maps.jpg

Seperti terlihat dari screenshot diatas, keluar dari Bijlmer ArenA cukup nengok ke kanan dari pintu keluar , apabila sudah keliatan Hotel Hampton dan resto2 berarti anda dijln yg benar. Spt kebykn jalan di Amsterdam, rata2 jalannya dari conblock , buat yg bawa koper beroda, asli setengah mati geret2 di tipe jalan kyk gini.

Saya sempet ngeyel searching pake Google Maps alamat hostel dan dibawalah ke jalan bertangga2 yg curam. Jadi cukup ikutin garis biru buatan saya diatas ini ya..

Disepanjang garis biru itu ada deretan toko2, cafe dan minimarket. Kalo sudah liat Supermarket Lidl disebelah kiri kalian berarti tinggal belok kiri cari jalan dibawah jembatan, karena si hostel ini letaknya dibawah jalan raya.

hostelle2.jpg

Ini penampakan jalan setapak dibwh jembatan. Entah kedpnnya jalan ini memang bentukannya spt ini, ato karena sedang ada pembangunan disamping kirinya. Dari jembatan ini sudah keliatan ujung nya sudah gedung tempat Hostelle ini berada.

Alamat Hostelle :

Frankemaheerd 2

1102 AN Amsterdam

The Netherlands

Telephone: + 31 (0) 20 233 7446

Fax: + 31 (0) 84 749 4042

E-mail: info@hostelle.com

Apakah hostel ini recommended/tidak, dari segi harga yang dibayar mnrt saya fasilitas dan lokasi sekeliling hostel sudah cukup oke. Tapi utk stay wkt yg lama, perlu dipertimbangkan juga biaya dan wkt yg dikeluarkan terutama apabila pusat wisata dan kegiatan lbh byk di pusat kota / stasiun centraal.

Gulali56

 

Karena berencana untuk ke Chiangmai (Thailand utara), kami memutuskan stay satu malam di hotel sekitar Donmueang airport di Bangkok. Keputusan yang tepat, karena kemudian pesawat Airasia kami dari Jakarta ke Bangkok direschedule ke jam yang lbh sore, gak kebayang kalau ambil pesawat lanjutan dihari yang sama .

Berdasarkan review Agoda, jaraknya cuma 1,3km-an dari airport. Tapi nampaknya yang mereview adalah orang bule yang biasa jalan kaki jauh2.hehe

Cara tergampang ke hotel ini adalah melalui walkway/jembatan penyebrangan yg menuju hotel Amari . Walkway ini juga menuju ke arah railway station. Kalao nginepnya di Amari sih dari walkway lgsg ada pintu khusus ke lobby nya, nasib yg hostel murahan, kita turun tangga ke jalan raya nya.

15-12-01-21-11-18-003_deco.thumb.jpg.c21

Dari jalan raya yang ada Amari hotel ini tinggal ke kiri lurus terus sampai ketemu Don Muang Land Office. Kalo kata review sih 15-20menit jalan kaki, dgn kecepatan kita yang gerek2 koper yahhh sktr 30menitan.Yang paling males sih jalannya gelap gak ada lampu jalan, dan banyak tempat susah dilewati pejalan kaki karena jalan raya semua.

Sampai Don Muang Land office baru belok kanan, masih jalan kaki lagi sampai lewatin jembatan sungai, baru deh sampai. Basically saya dependable bgt sama google maps sih, gak pake tanya kanan kiri. Untunglah krn mo tanya org juga jarang ada yg lewat. Banyakan yang lewat kendaraan yg kenceng2.

Hostel ini lbh mirip disebut kost2an sederhana. Lobby nya merangkap tempat makan pagi juga. Kecil bgt.

Staff nya gak bisa bahasa inggris. Untuk ngomong breakfast di lobby aja kita sama2 harus pakai bahasa tarzan. End up browse review di Agoda utk lebih mengerti.

Kedapatan kamar di lt.3 yang notebene harus naik tangga sambil bawa2 koper. Kamarnya sendiri luas walau bentuknya aneh, memanjang gt. Ada kursi sofa utk nonton tv segala. Walaupun kamarnya luas, lemari tetep gak ada. Hehe. Tapi ya sudahlah harga nya juga murah,udah bagus masih dikasi sprei dan handuk.

15-12-01-21-09-20-030_deco.thumb.jpg.f0e

Breakfast nya berupa bubur, roti dan selai , kue kecil dan cereal plus the dan kopi yang seduh sendiri dari sachetan. Untungnya tamu hari itu cuma satu keluarga dengan 2 anak kecil, krn lobby nya sempit bgt. Itu pun akhirnya kami makan di meja luar di parkiran nya.Mungkin maksudnya ala2 outdoor gt, cuman masalahnya jalanannya mayan rame dengan taxi dan tuk tuk lalu lalang jadi rada polusi ya.

15-12-02-21-26-44-126_deco.thumb.jpg.267

Selain itu di lantai paling atas disediakan Jacuzzi, walau pun buat kami rada gak banget sih debu2 gt berendeman.. anyway we appreciate the effort.  

15-12-02-21-27-10-458_deco.thumb.jpg.7b9

Karena kapok jalan kaki apalagi pagi di Bangkok udh terik banget, brgkt ke airportnya kami naik taxi saja. Asal cegat taxi lewat, tanya pake argo/tdk. Total dengan tips buat supir sekitar 60baht untuk perjalanan hanya 2km saja.

Take A Rest Residence

Address:

6 Prachautid Rd. Donmuang, Donmuang, Don Mueang, Bangkok, Thailand

  Pro:

-Deket airport, bisa jalan kaki 30menitan kalo suka extreme dan uang terbatas

-harga termurah utk hotel transit ber-ac, 1,000baht semlm termasuk breakfast sederhana, 2botol air minum plus free wifi.

-711 200mtr dari hotel

-Kalau siang, byk taxi dan tuk tuk lalu lalang.

Cons:

-kalau jalan kaki malam-malam keliatannya bahaya kesamber mobil krn gelap, jarang pejalan kaki

-tempat makan terbatas

-gak ada lift

-Staff tdk fasih bahasa inggris.

Gulali56

Setelah sekian tahun outing kantor dihentikan, akhirnya tahun ini outing kembali diadakan. Beberapa tahun sebelumnya kantor saya ini pernah mengadakan outing di kota yang sama.Karena itu untuk membedakan, itinerary nya di update dengan perkembangan wisata kota Jogja sekarang dengan tidak mengesampingkan wisata budaya khas Jogja yaitu kunjungan wajib ke Candi Borobudur dan Keraton.

 

Hari 1 : CGK-JOG – Gudeg Bu Tjitro - Malioboro

 

Kami berangkat naik Batik Air. Ini pertama kali saya menjajal pesawat yang katanya ‘kompetitor’ Garuda dari group Lion.

1st impression: Gate khusus di Terminal domestic 1C yang ‘disulap’ dengan nuansa Batik.

 

Ketepatan waktu. Jadwal pesawat CGK-JOG 15.50-17.00. Boarding time yang tercetak adalah 15.20 tapi kami sudah dipersilakan naik pesawat dari jam 15.15. Tapi ternyata pesawat masih ‘ngetem’ manis , dengan sedikit AC, sambil menanti ‘antri’ take off. Sampai akhirnya beneran take off adalah jam 16.15.

 

Inflight Entertainment. Yes, ini dia yang membedakan . Batik menyediakan inflight entertainment yang pas saya kulik2 walaupun list movies maupun lagunya belum terlalu extensive tapi cukup lah untuk sekedar menghibur. Tapi note yaaa.. Batik ini tidak menyediakan Earphones. Ternyata oh ternyata Earphones harus beli sendiri lah yaw. Untung saya selalu bawa earphones HP.

Untuk penerbangan yang hanya 1jam 10menit. Total bisa benar-benar menikmati itu hanya 20menit dengan banyak nya announcement dan energy save selama antri take off dan menjelang landing. Saya memilih tv show singkat durasi 22 menit saja tidak selesai .

 

blogentry-11144-0-32589100-1433989611_th

 

Snack. Semua penerbangan Batik air mendapat roti , bolu dan air mineral 440ml. Cukup untuk mengganjal perut selama penerbangan.

 

blogentry-11144-0-01093500-1433989662_th

 

Mendarat di bandara Adi Sucipto Jogja jam 17.15. Setelah menanti rombongan ambil koper dan foto2 , akhirnya rombongan di bawa ke Gudeg Bu Tjitro 5menitan dengan bus.

 

Gudeg yang menurut orang-orang terkenal itu ,ternyata rasanya so-so. Hampir hambar. Yang enak malah teh manis anget nya.Hahaha.. Tp ini yang ngomong saya, si lidah Jawa ya. Temen saya yang kebetulan orang Sunda dan gak suka Gudeg, dia malah bisa makan tuh gudeg karena gak manis. Jadi ya kembali ke selera masing2.

Akhirnya check in hotel di jalan Gowongan Kidul.

Setelah kelar mandi , malamnya kami memutuskan jalan kaki ke Angkringan Lek Man didekat station Tugu, sekitar 10menitan jalan kaki dari hotel.

Setelah puas nyobain kopi joss, sate kerang dan gorengan, kami kembali jalan kaki menyusuri jalan malioboro.

Karena hari ini kami masih ngantor ½ hari dan besok full acara, saya dan teman yang udah ngantuk memutuskan balik ke hotel sekitar jam 10malam sementara yang lain masih terus jalan-jalan ke alun-alun kidul sampai jam 2pagi.

 

Hari 2 : Lava Tour Merapi – Borobudur – Gala dinner

 

Setelah sarapan dihotel, kami segera berangkat dengan 3 rombongan bis menuju parkiran jeep 4WD Lava tour yang terletak di kabupaten Sleman kaki gunung Merapi. Perjalanan dari hotel memakan waktu sejaman.

Di bis kami telah dibagikan masker muka oleh EO, tetapi rata-rata supir jeep juga akan menawarkan stock masker muka ke penumpang. :ph34r:

 

blogentry-0-0-91871900-1433990598_thumb. blogentry-0-0-53680000-1433990159_thumb.

Satu jeep bisa muat 4-5penumpang. Kalau boleh saran sih. Lebih nyaman diisi 3penumpang, satu di kursi depan, 2 di kursi belakang. Karena yang namanya trail offroad tuh akan membuat terguncang2. :huh:

 

blogentry-0-0-69515200-1433990228_thumb.

Saya kedapatan satu jeep 4penumpang, saya sih milih duduk ditengah.hhehe.. Dengan alasan saya penakut, padahal saya tau tuh, kalau terguncang-guncang sisi kiri kanan saya paha/pinggul penumpang sebelah,sedangkan yang duduk dipinggir langsung kena besi jeep.Muahahahah *evil laugh :lol::lol:

 

Rombongan saya kedapatan supir jeep yang cukup talkative dan informative. Sepanjang rute ia akan sibuk menerangkan nama-nama tempat yang dilewati dan cerita-cerita tentang letusan gunung Merapi dan dampaknya di setiap daerah yang terkena. Dan tentunya melewati rute-rute offroad yang gak biasa dilewati kendaraan biasa.

 

blogentry-0-0-60201800-1433990031_thumb. blogentry-0-0-06667100-1433990152_thumb.

 

Rute kami berhenti di beberapa tempat . Seperti Museum Sisa Hartaku , batu alien yang konon menghadap kota Jogjakarta, dan Bunker.

Museum Sisa Hartaku yang merupakan saksi bisu rumah peninggalan warga yang sengaja dimuseumkan untuk mengenang musibah letusan Gunung Merapi. Didalamnya ada kerangka sapi, motor, peralatan makan , koleksi kaset yang meleleh, dan tentunya jam monumental yang jarum nya meleleh menunjukan waktu erupsi gunung Merapi terjadi.

blogentry-0-0-03138600-1433990066_thumb. blogentry-0-0-97298200-1433990080_thumb.

 

blogentry-0-0-94283100-1433990089_thumb. blogentry-0-0-54532500-1433990095_thumb.

 

blogentry-0-0-86799200-1433990101_thumb. blogentry-0-0-00318400-1433990110_thumb.

 

blogentry-0-0-40440400-1433990122_thumb.

Salah satu highlight .puncak penutup dan penghabisan rute, adalah kawasan trail padang pasir yang ada genangan air nya ,kalau kata supir jeep kami, tour-tour lain tidak kesana. Disana rombongan jeep akan antri untuk melewati genangan air yang cukup dalam dengan kecepatan tinggi Jeep akan melewati genangan itu. Byurrr… Seruuu!! Buat yang jeep yang kaca depan nya dilipet atau tidak ada, siap-siap aja basah kuyup. Hahaha.. :P

 

blogentry-0-0-91782800-1433990255_thumb. blogentry-0-0-75697400-1433990281_thumb.

Setelah itu rombongan kembali ke parkiran jeep untuk istirahat makan snack dan minum teh manis.Tak terasa sudah hampir jam 1siang. Setelah menanti yang sholat selesai , kami pun kembali ke bis untuk makan siang sembari melanjutkan perjalanan menuju Candi Borobudur.

 

Terus terang setelah trip Lava tour tadi, kami semua sudah terlalu lelah,banyak yang tertidur di perjalanan 1.5 jam ke candi. Sampai candi sudah hampir jam 4. Padahal candi tutup jam 5sore. Berhubung rombongan banyak yang sepuh, dan yang muda tapi pemalas (seperti saya), setelah foto group di bawah candi, tidak banyak yang naik ke atas candi. Cukup foto-foto dihalaman dan tingkat 1 nya.

 

blogentry-0-0-21144300-1433990554_thumb.

 

Akhirnya 5.30 bis kembali berangkat, untuk kembali ke hotel. -_-

Siap-siap untuk gala dinner. Sebagai salah satu panitia, saya dan teman-teman panitia, sudah harus wira-wiri menyiapkan acara setelah bebersih kilat di kamar.

Serius deh, tahun depan saya nolak deh jadi panitia lagi. Enakan santai-santai, nyelain acara kalau ada yg gagal. Haha.. :lol:

 

Hari 3 : Keraton Jogjakarta – Mirota Malioboro

Akhirnya tiba juga hari terakhir, setelah penutupan di gala dinner yang meriah , akhirnya pagi ini jam 9.30 kami pergi ke keraton di drop menggunakan bis sampai 100meter dari keraton.Karena sekarang bis-bis tidak lagi diperbolehkan masuk ke parkiran keraton.

 

Again, karena sebelumnya outing pernah kemari, banyak rombongan yang memisahkan diri dari awal untuk wisata belanja dan oleh-oleh.

blogentry-0-0-09232800-1433990614_thumb.

Saya pribadi kalau bukan panitia dan kebagian bagi-bagi doorprize di kawasan keraton mungkin juga udah kabur juga.

Untungnya kami kebagian guide yang cukup ‘entertaining’ dengan ‘joke’ yang rada vulgar dan nyeleneh.Hahaha.. Biasa deh bapak-bapak dan yang laki-laki pada demen dengerin kalau ada bumbu-bumbu kayak gini. :bete

 

blogentry-0-0-30691700-1433990583_thumb. blogentry-0-0-22728300-1433990594_thumb.

Kebetulan di tengah halaman keraton ada yang sedang latihan tari, sehingga bisa jadi objek tontonan bagi yang malas keliling.

Jam 11 kami pun dibubarkan untuk acara free time sampai tiba kumpul di hotel.

Nyari-nyari becak di pintu keluar, rata-rata menolak ketika kita meminta di antar ke Mirota, kelihatannya mereka terikat kontrak dengan sentra batik atau toko bakpia tertentu. :bingung

Karena kesal, kami pun mencari becak dengan jalan kaki ke jalan besar. Baru disana kembali mencari becak yang mau mengantar ke tempat tujuan kami.

Dari keraton ke Mirota/Psr Beringharjo, kami bayar 20rb rupiah. Begitupula dari Mirota ke Hotel kami yang terletak didekat station tugu.

Akhirnya jam 1 kami pun diberangkatkan kembali ke Adi Sucipto airport untuk kembali ke Jakarta.

Bye Bye Jogjakarta. Sungguh trip yang menyenangkan sekali :kesengsem

Gulali56

Mid April 2015 saya ,kakak saya dan 1 teman saya pergi ke Jepang,dengan persiapan 2bulan sebelumnya ternyata sudah membuat saya kehabisan option hostel fave karena kami pergi saat peak season (Spring). Rekomendasi orang2 utk booking via booking.com pun tak tercapai, karena situs yang tidak menerapkan cancelation fee ini rata-rata sold out utk hostel yg masih terbilang oke.

Akhirnya saya pun booking via hostelworld.com dan sialnya 2minggu sebelum keberangkatan saya ada perubahan itinerary dengan menambah satu kota sehingga terkena cancelation fee yang walau gak seberapa jadi resek karena mereka menerapkan currency USD yang sedang melambung rate nya. :muntah

1) Backpackers Miyajima (Hiroshima)

Address: 1-8-11 Miyajimaguchi,Hatsukaichi-shi, Hiroshima, Japan.

Tel: +81-829-56-3650.

Email : reservation@backpackers-miyajima.com

www.backpackers-miyajima.com/index_e.html

Fasilitas: Free wi-fi,AC, hot shower,big lockers, laundry facilities, linen included, towel for hire, hairdryer, Tea/coffee making facilities. Bicycle for hire

Rate female / mixed dorm: 2,500yen/orang/mlm

Rating di situs adalah favorite. Kemungkinan karena satu-satunya hostel di dekat Ferry terminal.

Pro: 3-5menit jalan kaki dari JR Miyajimaguchi Station, 2menit jalan kaki ke JR Ferry Terminal menuju Pulau Miyajima.

Cons: bangunan tingkat 3 tidak ada lift.

blogentry-11144-0-59660500-1430277982_th

Hostel ini baru saja selesai direnovasi di bulan Maret 2015. Entah apa yang di renovasi ,yang saya lihat sih model temboknya semen tidak tercat begitu. Tapi setelah menginap di 3hostel lainnya di Jepang, toilet mereka lebih advance. Seperti rata-rata toilet di Jepang yang selalu memasang penghangat, di hostel ini kelebihannya ada suara air mengalirnya. Di 3 hostel lainnya tidak. Sayangnya mereka tidak memberikan info dlm bhs inggris untuk fungsi dari berbagai tombolnya. Untungnya saya sempat membaca fitur-fitur toilet pas di Bandara Kansai (KIX).

Saya booked female bed dorm 2 dan untuk teman saya mixed dorm. Ternyata kami selantai yaitu di lantai 2. Bedanya saya sama dia cuma kepisah partisi dinding tipis.

blogentry-11144-0-67932900-1430277900_th blogentry-11144-0-98898300-1430277919_th

Satu kamar ada 4 tempat tidur tingkat berhadap2an jadi bisa untuk 8 orang. Terus terang ini sempit. Setidaknya space untuk buka koper harus berbagi dengan 3roommate. Iya sih dorm itu untuk orang dengan tas backpack, saya sempet malu dengan koper 24†saya.Gak muat di loker, nyaris gak muat juga masuk kolong tempat tidur. Eh ternyata roommate saya yang lain ya backpack, ya koper besar lainnya. Cewe kali ye. Mo solo traveling ya gak bisa lepas dari bawaan seabrek.

Untungnya dari 8 beds, yang terisi Cuma 5 walau tetap padat bgt sih karena saya dan kakak saya kalau buka koper kayak buka lapak jualan.

Walau mereka tidak menyediakan lift, setidaknya staff nya membantu membawakan koper saya dan kakak saya ke lantai kami. Berhubung teman saya cowo ya dia bawa sendiri keatas.

Diantara 3 hostel lainnya staff disini paling ramah. Selalu menyapa tiap kali ada orang keluar/masuk pintu.

Anyway,saya kebagian tempat tidur diatas karena tiap tempat tidur ada nomernya. Pusingnya ketinggian tempat tidur nya rada gak normal mnrt saya. Mungkin karena ada space kolong tempat tidur. Jadi cukup struggle untuk naik ketmpt tidur atas.

Di dorm jepang ,mewajibkan kita melapisi matras dan selimut (bed cover)dengan kain sprei. Di hostel ini pula yang memberikan kain sprei dengan karet sehingga ketika melapisi selimut bisa menutup sempurna. Yang lainnya wasalam tergantung rapih/tidaknya kita tidur.

Dalam satu lantai yang kalau saya itung-itung kurang lebih ada 32tempat tidur harus berbagi 2 toilet dan 1 shower. Bayangkan kalo lagi penuh2nya. Karenanya saya selalu bangun paling pagi untuk cepat-cepat mandi. Untungnya tamu banyakan bule Caucasian yang *uhuk* relatif males mandi pagi. Jadi bangun jam 6.30-07.00 masih sepi tak ada saingan. Walau kamar mandi dan toilet mixed, herannya spotless. Tiap shower di hostel selalu ada space untuk ganti baju, jadi walau bentuk ruang shower nya kyk shower pesawat, kita masih bisa ganti, taro baju ganti dan handuk diluar. Dimiyajima ini shower dan space ganti bajunya paling besar dan rapih. :rate

blogentry-11144-0-45324100-1430277951_th

Karena cuma semalam, dan baru datang dari Indo saya terus terang tidak menikmati fasilitas common room nya.Teman saya sempet kongkow2 di common room di lantai dasar, sempat dijamu sake gratis oleh staff disana. Makanya dia paling berkesan sekali di penginapan ini.

Rute: dari Hiroshima Station naik naik JR Sanyo line turun di Miyajimaguchi Stn (26menit).

Keluar station cari gedung kecil JR Ferry Terminal. Semuanya pake kanji,jadi cari aja tulisan JR di gedung 1lantai. Kearah terminal , ikutin sisi JR Ferry terminal sebelah kanan kearah dermaga. Kalau kata petunjuk ikutin pojok jalan, lihat Italian resto nah si hostel disebelah kirinya. Percayalah the-so-called Italian resto ini susah dibedakan. Apalagi hostel 3lantai warna putih ini.

blogentry-11144-0-65156400-1430277864_th

Tips nya apalin bentuk gedungnya. Google maps? Well agak2 muter2 atau versi jauhnya tapi nyampe kok.

2) Daikoku Hostel (Osaka)

1-2-3. Daikoku, Naniwa -ku, Osaka, Osaka, 556-0014.

ph: +81-665679612

email: daikokuhostel@wf6.so-net.ne.jp

Fasilitas : Free wi-fi, adaptor, linen incld, locker, Shower room is on the 1st floor. A Hair dryer is attached.Washlet is currently placed on the second and third floors. Electromagnetic cooker, refrigerator, microwave, and electric pot are available in a common room on the 4th floor.

Rate 8beds mixed dorm : 2,800yen/orang/mlm

Pro: 1menit jalan kaki dari Daikokucho Stn exit 5 (dengan elevator!) atau 1.5menit dari exit 6 (pake lift)

Ada pilihan JR station sejauh 8menit dari hostel (Imamiya Stn)

Cons: bangunan 4lantai tidak ada lift. Tapi staff ngebantuin bawain tas ke atas.

blogentry-11144-0-58760200-1430278037_th blogentry-11144-0-85050000-1430278070_th

Satu lantai hanya 8 tempat tidur, tapi posisinya yang U kecil ini tetap membuat sesak. Tiap matras cukup besar dengan tangga bisa dipindah-pindah. Kali ini saya pilih tidur dibawah. Ada sedikit debu dilantai tapi sprei dan selimut tidak sampai membuat gatal.

Walau terlihat lebih modern dari segi interior. Tapi toilet seater nya dan shower justru masih kalah dari hostel di Hiroshima.

Saya menginap disini 2malam. Gak menggunakan common room juga. Mungkin karena kebagian kamar di lt.3. Udah males naik selantai lagi untuk ke common room.

blogentry-11144-0-34115500-1430278127_th

Seperti biasa saya bangun jam 7 teng langsung mandi pagi gak pake antri. Thanks to my Caucasian roommate. Yay.

Oiya. Ada yoshinoya 24jam sekitar 3menit jalan kaki, dan Lawson 100yen.

blogentry-11144-0-38988900-1430278108_th

Dari segi lokasi dan fasilitas tempat ini recommended . :senyum

3) J-Hoppers Kyoto Guest House (Kyoto)

51-2, Nakagoryo-cho, Higashikujo, Minami-ku, Kyoto, Japan

Tel: +81-75-681-2282.

Email: kyoto@j-hoppers.com

Fasilitas: Free wifi, Hairdryer, AC, hot showers, kitchen, tea/coffee making, lockers, laundry facilities, linen incld, bicycle hire, kimono free rent

Rate : female/mixed : 2,500yen/org/mlm

Pro: 5menit jalan kaki dari local subway Kujo Stn exit 4 (lift).

Cons: menekankan di situsnya 8menit dari Kyoto stn padahal 15-20menit jalan kaki. Exit Shinkansen Hachijo Exit / Hachijo East Exit. Gedung 5 lantai tanpa lift tanpa dibantu.

blogentry-11144-0-38094200-1430278767_th

Kedapatan lantai 3 tanpa dibawakan koper tuh rasanya mau gelinding ke bawah. Belum lagi karena focus bawa2 koper saya 2 kali kelewatan alias naiknya kelebihan ke lantai 4. Edan. Diledek sama stiker ditangga bergambar kalori yang terbuang dan kartun berotot.

Common room, wc dan shower di lantai 2. Pertama kalinya liat kamar mandi rada tuwir. Shower room &ganti baju juga mayan sempit.

blogentry-11144-0-55577000-1430278162_th blogentry-11144-0-06581900-1430278191_th

blogentry-11144-0-95409600-1430278216_th blogentry-11144-0-87477100-1430278259_th

blogentry-11144-0-78754600-1430278280_th blogentry-11144-0-72527600-1430278341_th

6-bed female dormnya lapang. Mo taro 4koper gede jejer-jejer masih bisa . Tiap lantai ada toilet dan dpt tambahan kapas cuma cuma buat apus make up.

Terus terang semenjak disuruh angkat koper sendiri. Saya kurang sreg sama ni tempat. Plus lagi2 gak ada info bhs inggris untuk nyetel ac/heater saya kedapatan ada yang sotoy utak atik, akhirnya 2malam saya kedinginan karena heater tidak terasa walaupun sudah pakai selimut 2 lapis,dan piyama tertutup .

Jadi walau ada fasilitas coba-coba kimono dan baju ninja gratis tidak membuat saya merekomendasi tempat ini. #dendam.com :terharu

4) Khaosan Tokyo Ninja (Tokyo)

2-5-1 Bakurocho Nihonbashi, Chuo-ku, Tokyo, Japan

Fasilitas: Free wi-fi, free tea/coffee, free lockers, luggage storage, linen incld blankets.

Rate:

twin-private : 3,000yen/orang/mlm

Mixed bed: 2,800yen/orang/mlm

Pro: 1menit jalan kaki dari JR Bakurocho Stn Exit C4, 6menit jalan kaki dari Asakusabashi exit A2 (A3 dengan lift)

Cons: 5lantai tanpa lift tanpa dibantu.

blogentry-11144-0-79551600-1430278798_th blogentry-11144-0-34907200-1430278843_th

Akhirnya kedapatan juga private room pas Tokyo adalah kota terakhir sebelum pulang ke Indo. Kamar private nya lapang. Walau tangga naik ke bed atas agak curam menurut saya. AC/heater ada keterangan bhs inggrisnya!

Menyediakan banyak free map baik buatan sendiri maupun dari tourist information centre. Setiap lantai ada toilet dan shower room dengan 1 hairdryer. Kali ini selantai saya ada orang Asia nya jadinya dpt juga antri shower.

blogentry-11144-0-34523800-1430278990_th blogentry-11144-0-04720000-1430279006_th

blogentry-11144-0-15379500-1430278820_th

Untuk mixed dorm ,modelnya kayu utk cabin cabin nya, rada mirip konsep kapsul. Lucunya ada jendela dan instead of tirai dimodelin pintu kayu geser kayak buka/tutup lemari bisa digembok pula :D

blogentry-11144-0-88616800-1430279030_th

Didekat hostel ada supermarket 24jam Hanamasa. Perlu diketahui supermarket di Jpn ini unlike di Indo atau Negara lain yang menjual bermacam2 barang selain keperluan dapur, disini supermarket hanya menjual keperluan masak, seperti beras, sayur, bumbu, daging, makanan instant. Setidaknya air mineral 2liter cuma sehrg 68yen.

Teman saya sempet beli nasi instant dan kalengan tuna. Maklum mendekati hari-hari terakhir , uang mulai menipis.

Sepanjang jalan ke Asakusabashi Stn dekat jembatan Asakusabashi , ada penjual taiyaki si ikan isi kacang merah. Cocok buat udara dingin. Juga minimarket 24jam disebrang jalan (lupa namanya) yang menjual onigiri yang lebih enak dari Lawson, Daymart,dll.

Kecuali tanpa liftnya. Tempat ini recommended banget.

Baca-baca ditulisan yang ditempel di pintu, mrk juga menawarkan penginapan gratis untuk tamu yang volunteer 3jam sehari bekerja membantu membersihkan hostel selama 5hari. Well mungkin gratis semlm aja kali ya. Tapi saya liat sih byk bule2 yang sibuk bersih2 di pagi hari kemungkinan krn kerja 3jam ini.

Tips: jangan makan di resto jpn depan hostel, semangkuk udon dengan tempura harganya 1,000yen. Porsi tidak besar, rasa pun so-so.

Overall kesamaan dari semua hostel yang saya inapin diatas, semua shared bathroom dan toilet nya spotless. Mau seberapa byknya tamu . :rate

Gulali56

Berhubung banyak yang sudah bikin keberhasilan membuat visa jepang.

Saya mo bikin judul yg beda sendiri . :ngeledek

Jadi ceritanya saya mau pergi ke Jepang mid April 2015 bersama kakak dan teman saya. Sebagai orang yang selalu well-prepared dan agak obsessive compulsive, sebulan setengah sblm pergi saya sudah mengajukan visa. Maklum masih pakai passport lama.

Akhirnya cuti ½ hari dari kantor, parkir mobil di plaza Indonesia P3 (khusus parkir Kantor The Plaza) lalu naik escalator di dekat Kitchenette untuk motong jalan di lobby kantor The Plaza yang sebelahan sama Embassy Jpn.

Nongkrong di pagar embassy jam 8.15pagi krn nungguin temen sampai 08.45. Dapet nomer 54 dari mesin A. Dipanggil ke loket jam 10.45. Suasana di embassy Jepang memang lagi crowded banget sampai gak kebagian bangku. Mayan 2jam berdiri kehausan sambil ngobrol2 ngomongin itinerary dengan teman yang akan berangkat akhir Maret ini.

Terus terang, baru kali ini saya mengurus visa serame dan selama ini. Selama ini baik visa China maupun Taiwan, serba sepi. Mungkin karena kami perginya pas Spring ya alias peak season.Kemaren2 sengaja cari low season. Ke Jepang pas Spring ini memang khilaf sih.haha. :D

Ketika giliran dipanggil, â€ini dokumen siapa?†Karena saya bawa 2 dokumen.Satu lagi punya kakak. Ketika bilang saudara dan orngnya tidak ada, staf nya minta copy Kartu Keluarga.

Oke udah bawa donk. Si staf nya juga udh kasi 2lembar kertas kecil tanda terima dan sebagai bukti pengambilan visa nanti. Tiba-tiba, dia lihat copy SIM punya kakak saya.

“ini apa ya, copy sim ya? Copy KTP nya mana? Harus copy KTP.â€

Berhubung kakak saya itu kerja di Bandung dan entah kenapa di 2tahun expire KTP nya gak pernah minat meluangkan waktu perpanjang KTP di Jakarta, saya pun coba2 kasi copy KTP ke staf nya.

“eh ini expired†*iyalah..hahaha :P

Saya coba-coba bujuk kasi copy lainnya..tetep ditolak aja.

“Setidaknya kalau KTP tidak ada, harus copy surat perpanjangan KTP kalau memang KTP sedang diurus.â€

Akhirnya punya kakak saya dicap dan dikasi keterangan di formnya.

blogentry-11144-0-17856600-1425957391_th

Detail dokumen visa kami :

blogentry-11144-0-99001100-1425957436_th

3hari kemudian, saya sudah ambil visa saya.. lolos lahh. si super detail :D . Titip temen saya yang antri dari jam 13.00 diluar pintu embassy yang baru buka jam 13.45. Seperti biasa kata dia, antriannya mengular. Peak season oh peak season. Untung saya nitip :ngeledek

Tapi jam 14.20 passport kita kembali dengan slip pengambilan (gak perlu surat kuasa), bayar Rp 320,000 cash diloket. Done.

Jepang kami datanggg :kiss

Eniwei sampai hari ini kakak saya masih belum ada niatan ngurus KTP nya. Dan saya pun cari-cari agen yang bisa bantuin tanpa copy KTP masih belum nemu. Overpriced sekali ya agen ini. Siapapun kalo dokumen lengkap gak perlu pake bantuan agen deh.Hegh. Kudu dikejar-kejar lagi nih. Kapok. next trip gak mau ajak sodara ngerepotin plus plus gini. <_<

UPDATE (02 Apr '15):

Setelah bersusah payah nge-push kakak untuk mengurus KTP , akhirnya Senin, 30Maret mengutus kurir kantor saya ke Embassy Jpn.

Berdasarkan pengalaman temen kantor 2minggu yang lalu mengurus visa via kurir kantor yang diberi NOTE: BUKAN SURAT KUASA TAPI SURAT TUGAS"

Akhirnya saya membuatkan surat Tugas ke kurir saya:

blogentry-11144-0-11125500-1428282825_th

Jam 9pagi,bad feeling nelpon kurir dan Jreng jreng..benar saja, Kembali direject :terharu dgn alasan, Si kurir kerja di kantor saya di Jkt sedangkan kakak saya kerja di Bandung. :muntah

Karena sudah mepet dan empet, saya akhirnya minta kurir saya balik utk jemput saya dan saya sendiri yang antri di embassy, dengan membawa berbagai format Surat Tugas & Surat Kuasa ke saya dengan ttd palsu.hahaha iyalah Kakak saya di bandung, sudah gak ada waktu lagi minta ttd asli.

TERNYATA, karena saya adiknya, lebih simple, tinggal kasi copy KK dan copy KTP saya tanpa harus embel2 surat tugas or surat kuasa.

Untungnya kali ini embassy pas jam 10.30 pagi justru kosong, cuma 10menit semua berhasil submit. Visa bisa diambil di hari Kamis nya sblm long weekend Paskah. :oke

INTINYA: Kalau tidak bisa datang mengurus visa sendiri ,ataupun tidak diuruskan saudara/keluarga se Kartu Keluarga, mendingan PAKE AGENT!!! Tawar sampai 400ribu utk Single trip visa holiday (krn ternyata ada teman saya berhasil nemu agent dgn fee murah ini). KARENA bolak balik plus tip kurir/ojek saya 80ribu sendiri utk Visa seharga 320rb.

:kungfu

Gulali56

blog-0421857001421032086.jpgBermula dari iseng baca retweet dari salah satu twitter account backpacker lokal yang cukup dikenal dikalangan penggemar traveling,saya pun berhasil membujuk saudara dan teman saya untuk ikutan tur di Jakarta, untuk mengisi waktu kami di hari Minggu pagi. :cintaindo

Sebagai orang Jakarta yang lahir, sekolah dan kerja di Jakarta , harus diakui semenjak lulus SMA pengetahuan saya tentang ibukota tercinta ini seperti terhapus dari ingatan. Tertutup dengan kesibukan, rutinitas dan keruwetan sebagai warga ibukota tercinta ini. Atau memang saya saja yang punya ingatan kayak ikan Dory di Nemo. :ngeledek

Yang paling mendasari saya ikutan program ini adalah, beberapa tahun lalu saya pernah menemani kolega dari Vietnam keliling landmark-landmark Jakarta dan saya terkesima dengan minimnya ingatan saya tentang fakta-fakta simple Jakarta. Sampai kemudian datang backpacker dari China yang saya kenal dari salah satu social media perkumpulan backpacker,saya wanti wanti, “I’ll accompany you but please do not ask me for anything specific †Paraaahhhh…Pokoknya memalukan deh. :tersipu

Nah, setelah beberapa hari sebelumnya mengirim email ke Farid ,founder dari Jakarta Good Guide,saya pun mendaftarkan 2 saudara saya dan teman saya beserta adiknya. Teman saya ini orang Jogja yang sudah tinggal di Jakarta sejak tahun 2007,so at least, masih KTP non-DKI lah ya.

Untuk 1x acara tour mereka membatasi peserta nya hanya 15orang,biar gak kebanyakan terus gak nyaman aja sih katanya. Tapi hebatnya tidak ada minimalnya,jadi misal cuma ada 1 peserta pun tour nya tetap jalan. Hebat! Baca-baca dari web nya, ternyata tour guide mereka pun tidak sembarangan guide,melainkan guide yang sudah berlisensi yang dikeluarkan dari Dinas Pariwisata. Wow. Serius ternyata. :rate

Walau serius berlisensi, mereka tidak menarik biaya tetap untuk tournya,alias Pay As Your Wish alias se-ikhlas nya saja.Tapi jujur sih, kalau sudah ikutan tour ini ,in the end , kamu akan se-ikhlasnya ngasi banyak. :terpesona

Titik kumpul adalah Museum Nasional alias Museum Gajah jam 8 pagi. Karena hari minggu adalah Car Free Day, dan saya tidak yakin mobil boleh masuk di Medan merdeka, akhirnya saya memarkir kendaraan di kantor lama saya di jalan belakang museum. Turn out, medan merdeka walau jam CFD bisa dilewati kendaraan dan Museum Gajah membuka parkirannya dari jam 8 kurang 15.Oke noted. :lol:

Ternyata ada peserta bule yang juga ikutan yaitu Anne dari Jerman, yang baru saja tiba di Indonesia hari Kamis lalu. Baguslah jadi peserta kami bukan total orang Jakarta.Hahaha.. ;)

Tour dimulai jam 08.15 dengan perkenalan .Guide kami namanya Candha.

blogentry-11144-0-20716800-1421031159_th

Setelah perkenalan singkat antar peserta , kegiatan dan tempat-tempat yang akan didatangin, tour pun dimulai dari Museum Gajah. Karena ada Anne, maka guide kami ini berusaha bilingual,alias menerangkan dengan bahasa inggris kemudian dia terangkan lagi dalam bahasa Indonesia. Ampe kasian dengernya, akhirnya kami memberitahu dia untuk kasi penjelasan dalam bahasa inggris saja toh kita ngerti juga. Later on, dia bilang, baru kali ini dia kasi guide orang lokal tapi dalam bahasa Inggris full.

blogentry-11144-0-37039800-1421031292_th

Yang bisa disimpulkan dari semua landmark yang kita lewatin,si Candha guide kami ini bercerita dari tahun dibangunnya, gaya bangunan ,cerita-cerita dibalik pembangunan, angka-angka simbolis seperti arti jumlah pilar dibangunan, berat emas di puncak monas,tinggi menara Istiqlal sampai update terbaru tentang peristiwa seputar landmark seperti pencurian artefak di museum gajah ataupun masalah penyelesaian Jokowi-Prabowo di Mahkamah Konstitusi. Tidak tertutup juga dari pembahasan lain karena Candha selalu meng-encourage kita untuk bertanya.

Buat bule pun tur ini sangat bermanfaat, walaupun hanya lewat saja tanpa memasuki satu persatu. Karena tak lupa Candha akan memberitahu dari pintu masuk, cara antri ataupun tata krama masuk ke Istiglal maupun Cathedral. Tak lupa karena kita lewat jalan Veteran juga yaitu lewat Ragusa, dia pun menjelaskan history nya Ragusa. Sayang jam 9 pagi belum buka.

Rute yang kita lewati sebagai berikut:

Museum Nasional (Museum Gajah) – Mahkamah Konstitusi –

blogentry-11144-0-73523800-1421031333_th blogentry-11144-0-63905600-1421031476_th

Monumen Nasional – Istana Kepresidenan - belok kanan menyusuri Mabesad –

blogentry-11144-0-42831600-1421031532_th blogentry-11144-0-29648800-1421031573_th

blogentry-11144-0-50597800-1421031612_th blogentry-11144-0-08280800-1421031664_th

Belok kiri Veteran -

blogentry-11144-0-54795600-1421031714_th blogentry-11144-0-97830500-1421031752_th

Lalu belok kanan menuju Mesjid Istiglal – Gereja Katedral – menyusuri stasiun Gambir – Landmark terakhir Gereja Kristen Immanuel.

blogentry-11144-0-63286500-1421031930_th blogentry-11144-0-24338100-1421031984_th

blogentry-11144-0-73550500-1421032052_th

Karena saya dan Candha parkir di sekitaran Museum Gajah, dan Anne mau mengunjungi dalamnya Museum Gajah, maka kami pun berjalan kaki menyusuri Gambir , memotong jalan melewati halaman Monas untuk kembali ke Museum Gajah . Kami sampai kembali ke Museum Gajah jam 11.15 dan berpisah disana dengan tak lupa untuk keep in touch dengan Anne dan guide kami untuk tur selanjutnya.

Selain bertambah pengetahuan kami, bertambah pula teman baru. Serunya! :kiss

https://jakartagoodguide.wordpress.com/about/

Gulali56

blog-0814480001418197654.jpgAlamat : No. 161, Li Shi Hu Tong, Dong Si Nan Da Jie,Dongcheng District, Wangfujing Street & Forbidden City, Beijing, China 100010

Hotel ini berdasarkan keterangan Agoda.com dibangun tahun 2008. Terdiri dari 4 lantai dan tanpa elevator.Jeng jenggg.. Tapi bell boy nya banyak, jadi sebanyak apapun bawaan akan dibantu dibawakan ke kamar.Asal kasi tip aja secara kesian bener kayak kuli panggul gitu bell boy nya.

Kamar yang saya book adalah kamar tipe superior. Alias kamar termurah dengan luas 20m2 seharga 235yuan.Tapi Tuhan berkehendak lain (halah) jadinya saya di upgrade ke Business Room. Secara fasilitas dan luas sih hampir sama cuma ditambah computer aja dikamar tipe bisnis ini. Disini kami mendapat heater/AC, coffee/tea maker, hairdryer, LCD TV, shower dan tentunya free Wi-fi. Disini kita dikenakan deposit CNY 200 yang akan dikembalikan pada waktu check out.

blogentry-11144-0-26313000-1418197210_thblogentry-11144-0-09986100-1418197231_thblogentry-11144-0-95697100-1418197253_th

blogentry-11144-0-58154400-1418197272_thblogentry-11144-0-56160100-1418197291_th

Di lobby hotel ada café nya ,yang saya ingat harga cheese cake 23yuan (mahal ye) dan ada juga lokal tur dan airport transfer. Airport transfer one way nya CNY 200 pake sedan sebesar camry tua. Kalau lokal tur saya rasa sih overpriced tapi saya juga gak tau diluaran berapa.

blogentry-11144-0-16511000-1418197539_thblogentry-11144-0-82459900-1418197630_th

Hotel ini terletak dekat dengan Dongsi Stn exit C. Dari exit ambil kiri jalan yang kalo sok shortcut kayak saya lewat parkiran sepeda. Terus ikutin jalan ,gang ke dua belok kiri. Ada kok tulisan jalan nya “Li Shi Hu Tong†pas depan gang. Jalan kaki dari stasiun gak sampai 5menitlah.

Secara lokasi kalau hobi jalan kaki, bisa kok 20menit ke Wangfujing, walau kalau kaki saya ya 40menitan. Forbidden City 30menit ,kalau saya 1jam-an. Yang bilang 20-30menit itu kata reviewer di Agoda yang saya curigai org China lokal. Kalau gak pegang peta/gps, jangan coba-coba jalan kaki, karena disini pelit petunjuk arah.

Seberang jalan exit C Dongsi Stn ada Wu Mart, supermarket 2 lantai, sebelah supermarket ada McDonalds dan pintu exit B Dongsi Stn.

blogentry-11144-0-95576200-1418197467_th

Sepanjang jalan dari Exit B dan C, ada butik-butik kecil, ada restaurant shabu shabu Xiabu Xiabu yang murmer, semahal2nya makan berdua dengan 1set daging sepiring dan sesayuran sepiring besar dan kulit tahu adalah 55yuan , ada café dan ada minimarket lagi.

blogentry-11144-0-77707600-1418197377_th

Dongsi Stn ini merupakan stasiun transfer 2 line, yaitu line 5 dan line 6. Exit A,B,C terletak di line 5. Untuk yang bingung pas ngikutin tanda line 5 justru keluarnya Cuma di exit B, jangan keluar stasiun tapi turun lagi ke Platform line 5 untuk ke exit A dan C. Karena exit B dan C sebenarnya bersebrangan jalan. Tapi kalau bawa koper kayak orang pulkam ya mending exit B aja,tinggal belok kiri nyebrang jalan yang keliatan exit C nya terus belok kiri di gang ke-2. Daripada naik/ turun platform dengan tangga biasa.

Overall tempat ini oke lah. Water pressure dan hot/cold nya stabil , heater nyala, wc bersih walau karpet nya rada mencurigakan tampilannya. Staff di lobby pun bisa bahasa inggris yang bagus.

Gulali56

blog-0152735001418015177.jpgAlamat: 6th Floor, No.350 South Shanxi Road, Huangpu - People Square & South Bund, Shanghai, China 200001

Hostel yang menurut Agoda.com ini dibangun tahun 2010, terletak dibangunan di area Nanjing yang terkenal dengan deretan mall seperti Orchard Rd di Singapura. Kami memesan kamar tipe Standard Twin Room seharga CNY 240 dengan fasilitas kamar mandi dalam dengan shower, heater (penting), hairdryer , coffee/tea maker , free Wi-fi, toiletries, sandal kamar dan dengan luas sekitar 15m2. Karena ‘katanya’ kamar yang kami booked tidak ada, kami di “upgrade†ke triple room dengan tempat tidur tingkat.Kalau dari rate hotel sekitar CNY 260. Fasilitas nya sama tapi dengan model bunk bed, kamar jadi terasa lebih luas. :senyum Deposit kamar adalah CNY 100 yang akan dikembalikan pada waktu check out.

blogentry-11144-0-36249000-1418014560_th blogentry-11144-0-23455800-1418014597_th blogentry-11144-0-23593500-1418014621_th

Untuk menuju hostel ini bisa dicapai dengan subway line 2 atau line airport. Dari Airport CNY 5 turun di East Nanjing Rd Stn exit 1. Perlu diketahui exit 1 ini tidak ada escalator naik, alias tangga biasa. Kalau bawa koper segede orang pulkam kayak saya, ya wasalam aja.

Dari Exit 1 kita akan langsung berhadapan dengan deretan mall. Samping kiri ada Uniqlo.hehe.. Tapi langsung ke kanan ya, di persimpangan yang ada Bee Cheng Hiang belok kanan lagi.Nah dari situ lurusss aja lewatin 2 persimpangan sampai ketemu bangunan paling tinggi di kanan. Tulisan paling jelas sih “Motel†warna ijo dan “7Daysinn†daripada si Youth Hostel ini. Jadi didalam satu gedung ini ada bermacam-macam hotel ternyata.

blogentry-11144-0-18653300-1418014709_thblogentry-11144-0-79564000-1418089987_th

Hostel ini terletak di lantai 6. Dari entrance ambil lift yang lurus. Dari 3 lift pilih yang paling kiri.

Secara lokasi sih lumayan strategis yaitu sekitar 300-400meter dari stasiun. Walau ternyata diantara nyasar kami ada nemu Youth Hostel yang lebih dekat.

Dengan harga tidak sampai 500ribu per malam heater nya hangat, tidak perlu selimut malah dikala malam suhu diluar 8derajat Celcius. Tekanan air shower sih rada lemah, tapi cukuplah. WC bersih, WC umum di bagian dormitory pun bersih walau kecil. Lantai dari parkit kayu, tapi agak berdebu maka dari itu dikasi sandal kamar.

Sekeliling hostel ini ada banyak hawker, mini market yang persis depan gedung, ada train travel office yang cuma 20meter dari hostel, deket The Bund (walau entah The Bund sebelah mananya), kalau balik ke arah stasiun ada banyak mall alias si Nanjing road yang setara Orchard Rd. :foto2

Overall secara lokasi tempat ini cukup recommended lah. :senyum

Untuk dormitory, saya tidak liat kamarnya seperti apa, tapi ada common room berupa tempat menonton tv, dan tenis meja. Ada pula cafe nya pula,yang tp sayangnya rada mahal kalo dari segi harga dibanding makan diluar. Tapi buat yang bingung bahasa mandarin sih tempat ini safe spot banget. Makanan yang disediakan western dan selebihnya liquor.

Tips buat yang bawa koper segede gaban kayak kita. Daripada pilih exit 1 yang pake tangga, ambil exit 4 yang ada escalator naik . Dari exit 4 ambil kanan tinggal lurus ikutin jalan lewatin 3 persimpangan , gedung hostel ini sebelah kanan.

Kalau mo lebih canggih lagi, ambil exit 2 , exit 2 ini malah ada escalator naik dan turun plus lift buat disable. Munculnya di sebelum exit 1. Jadi ambil kanan lurus ke arah Uniqlo, ketemu pintu exit 1, pas persimpangan Bee Cheng Hiang belok kanan tinggal lurus terus deh.

blogentry-11144-0-83534900-1418015076_th

blogentry-11144-0-89276800-1418015113_th

Gulali56

blog-0818085001416541372.jpgBelum lama ini saya ada pelatihan di Singapura di daerah Changi.Karena budget kantor untuk pegawai ecek-ecek setara saya adalah Hotel bintang 3 :( dan makan tidak ditanggung :mellow: :mellow: , saya memilih lokasi hotel yang tidak terlalu jauh dengan Changi tapi dekat dengan sarana transportasi dan tempat makan. Sebenarnya ada hotel setara di daerah Changi tapi melihat google maps dan review di Agoda yang bilang jauh dari keramaian dan kemana-mana harus naik taxi maka sayapun mengurungkan niat.

Pilihan saya jatuh pada Santa Grand Hotel di daerah East Coast tepatnya di daerah Katong.Hotel seharga SGD 150/malam ini sudah mendapatkan sarapan pagi ‘sederhana’ ala Western, India sampai Chinese. Inget ya,penekanan kata sederhana, alias masing-masing Cuma selected 1-2 pilihan. Agak bosenin kalau tinggal nya lebih dari 2malam kayak saya. :bete

Luasan kamar untuk tipe superior twin-bed adalah 14m2.Cukuplah untuk berdua. Rada gak recommended untuk ber-3.Haha..Tapi yang namanya orang irit,silahkan aja. Fasilitas nya cukup lengkap untuk keperluan business traveler,seperti setrika, free Wi-fi yang cukup kenceng, hairdryer, in room safe, toiletries lengkap. Bahkan di rooftop ada fasilitas kolam renang segala.

blogentry-11144-0-79102400-1416540883_thblogentry-11144-0-28758700-1416540862_thblogentry-11144-0-92699000-1416540981_thblogentry-11144-0-33819800-1416540960_th

Sesuatu yang langka untuk sekelas Bintang 3 diSingapura.

East coast ini sebenarnya jauh dari mana-mana bahkan jauh dari MRT. Terkenalnya East coast ini adalah pantainya.Itupun ternyata jauh juga dari hotel ini. Yang bikin saya minat adalah berada di pinggir jalan besar yang 2 arah dengan 2 halte bis hanya 10meter dari hotel. Terakhir saya menginap di Singapura, saya tinggal di hotel yang dijalan satu arah dan ternyata jalan kaki seharian itu melelahkan dan menghabiskan waktu. Ya iyalah ya.

Daerah Katong itu sebenarnya daerah pemukiman, sehingga banyak HDB dan loft mewah disekitarnya. Nah di dekat hotel saya itu lebih hidup sih. Samping hotel ada hawker walaupun makanan rata-rata Chinese jadinya gak halal . Yang halal ada restaurant Padang Garuda diseberang hotel. Well..saya di Jakarta aja cuma sesekali ke Garuda karena mahal, jadinya gak minat deh. Kalau budget lebih sih bisa makan di café-café seputaran hotel . Sepanjang jalan East Coast ini banyak café /resto/ bar kecil.Sayangnya temen perjalanannya saya kurang minat kuliner ‘agak’ mahal begitu. Udah jiper duluan.

blogentry-11144-0-31366500-1416540913_th

Sekitar 30meteran dari hotel didekat persimpangan ada 112 Katong Plaza. Plaza kecil 3 lantai ada pilihan foodcourt nya juga. Kalau mau lebih capek tapi lebih banyak pilihan halal nya ada Parkway@Marina Parade. Kalau yang ini rada jauhan.Kaki orang Indonesia kayak saya sih butuh waktu 20menitan. Mau naik bis ternyata gak ada yang rute dari hotel pas lewat situ.Nasib.

Tapi memang lebih besar sih Parkway ini dan apa aja ada. Ada McDonalds, Yoshinoya, Starbucks,dll plus foodcourt yang jauh lebih besar.Cara ke Parkway @Marina Parade ini dari hotel jalan kaki ke arah 112 Katong, belok kiri di persimpangan 112Katong, ke arah Joo Chiat Rd terus belok kanan di Marina Parade Rd. Parkwaynya pas seberang Grand Mercure Roxy Hotel yang ada jembatan penyebrangannya.

MRT terdekat itu Dakota MRT dan harus naik bis dulu, 3 stop-an dari hotel. Kalau sudah punya EZlink Card dan internet aktif kayak saya, cukup install SG Streetdirectory app di smartphone terus cari bis yang direct deh. Soalnya ternyata kalau naik MRT yang ada acara pindah-pindah jalur/line dengan kaki santai kayak saya,waktu nya lama aje. Mendingan duduk manis di bis terus sampai deh.Beda waktu nya paling 5-10menit lbh lama.

Overall hotel ini cukup recommended untuk perjalanan bisnis atau yang berkeperluan didaerah East Coast. Untuk yang pengen ke daerah tengah dan gak piawai dengan bis di Singapura sih kurang disarankan walaupun banyak bis direct ke Orchard, Bugis maupun Vivo.

Gulali56

blog-0714356001415066614.jpgSudah banyak memang yang menulis bahwa apply visa China itu gampang . Tetapi yang namanya sudah beli tiket pesawat pulang pergi , apply visa selalu membuat saya was was.

Ini kali kedua saya apply visa, setelah sebelumnya apply visa Taiwan 2 tahun yang lalu. Yang bikin kuatir mungkin karena salah satunya adalah saya baru memperpanjang paspor pertengahan tahun ini.So far dengan paspor yang baru cuma ada cap Negara Singapura 2x dan Malaysia 1x. :wacko:

Untuk apply visa China sekarang tidak lagi di kedutaan RRC melainkan agen khusus yang ditunjuk yaitu di Chinese Visa Application Service Center di The East Mega Kuningan. Padahal Kedutaan RRC cuma 3 menit jalan kaki dari kantor saya. Sedangkan ke The East itu justru 10menitan.

Pertama-tama saya mendownload form di https://www.visaforchina.org/ sebenarnya bisa sekalian isi online terus tinggal print tapi karena teman saya tidak ada internet akhirnya saya download saja dan isi manual tulisan tangan.

Pertanyaannya tidak terlalu ribet, mungkin yang agak ‘tricky’ karena ada kolom itinerary tapi cuma dikasi jatah 5baris. Akhirnya saya tulis tanggal saya sampai di Beijing dan tanggal keluar dari Beijing.Haha.. asli culun. Maksud saya toh memang mau menyertakan itinerary di lembar terpisah.Ternyata pas di loket, dikembaliin tuh lembar itinerary yang di ketik bagus-bagus.Yang culun di aplikasi justru tak masalah.

Jadi yang dibutuhkan untuk apply visa China itu adalah sbb:

  1. Form aplikasi yang sudah diisi lengkap dan di ttd. Oiya pake ukuran kertas A4 ya print nya.
  2. Foto 4x4.5cm latar belakang putih 1 lembar. Kalau saya ambil foto di Mal Ambassador lt.1,15-20menit saja harga Rp 40,000.Cukup bilang foto buat visa China ya.Orgnya sudah biasa bgt ngelayanin pembuatan foto buat visa jadi gak pake tanya ukuran foto.Iyalah daerah kuningan gudangnya kedutaan dan agen pembuat visa.
  3. Paspor asli dgn masa berlaku lbh dari 6bln dari tgl keberangkatan.
  4. Copy paspor, copy KTP
  5. Copy Ticket pesawat
  6. Copy booking hotel

Saya datang jam 11.30 langsung diarahkan naik tangga ke lantai 2 pas di depan pintu masuk The East. Di lantai 2 ketemu satpam,ditanya mau ambil jalur regular atau express.Berhubung santai ya kita pakai jasa regular. Dikasi nomer urut.Baru duduk 2 menit sudah dipanggil nomer saya, karena memang saat itu kosong banget disana.

Di loket langsung dicek kelengkapan dokumen, ternyata temen saya lupa copy passport nya untung mba petugasnya baik. Diterima

aja tanpa embel-embel harus bayar fotocopy lagi. Langsung dikasi form pengambilan visa

blogentry-11144-0-33938000-1415065604_th

Saya submit aplikasi di hari selasa, visa bisa diambil di hari jumatnya. Yang paling oke lagi. Bayar nya pas visa jadi dan bisa pakai credit card.

Akhirnya berhasil juga dapat visa China, padahal pas ambil pas sampai sana jam 4kurang 2menit.hehehe..

Cuman lagi mikir aja. Betapa enaknya itu agen service visa yang di kasi hak exclusive itu. Harga single entry (reguler) yang Rp 300,000 jadi Rp 540,000. Ckckck..Kaya banget tuh agen. :terharu

The East Building, Unit 6, 2nd Floor,

Jl, DR. Ide Anak Agung Gde Agung Kav.E 3.2

no.1 South Jakarta 12950, Indonesia.

Office Hours:

Monday – Friday

Application Submission: 9:00AM to 3:00PM

Payment and Passport Collection: 9:00AM-4:00PM

The Center is closed on Saturdays, Sundays and Indonesian public holidays.

Biaya Visa + Processing Fee

Single Entry:

Reguler(4hari) : 300,000 + 240,000

Express (3hari): 300,000 + 200,000(extra fee) + 400,000

Urgent (2hari): 300,000 + 300,000(extra fee) + 500,000

Nah kebayang deh jadi berapa total biaya untuk entry dibawah ini.

Double entry : Rp 450,000

Multiple entry /6bulan : Rp 600,000

Multiple entry/1thn: Rp 900,000

:bete

Gulali56

“A monopod, also called a unipod, is a single staff or pole used to help support cameras, video cameras, binoculars, rifles or other precision instruments in the field.â€

Monopod atau yang sekarang populer disebut tongsis ini sebenarnya bukan barang baru di dunia per-kamera-an, cuman setahun belakangan ini saja, fungsi nya bertambah sebagai alat bantu ber-‘selfie’ pake kamera handphone.

Monopod itu awalnya berdiameter cukup besar karena fungsi awalnya menopang kamera ukuran DSLR. Perkembangan selanjutnya mulai diciptakan ukuran yang lebih ‘slim’ untuk camera pocket dan bahkan untuk camera handphone.

Kalau untuk saya sendiri, berkenalan dengan monopod untuk camera pocket ini sudah cukup lama, yaitu tahun 2011.

Pertama kali terkesima pas seorang rekan kerja orang Thailand membawa monopod ke pesta perkawinan di Jakarta. Sebenarnya si teman saya ini, langsung dicelain dibelakang. Pertama karena pada waktu itu baru pertama kalinya kita semua melihat monopod buat camera pocket, dan yang kedua, ‘hellooo.. ini pesta kawinan orang kantor,dimana yang bisa dimintain tolong itu lebih dari selusin dua lusin’.

Anyway, semenjak itu, dimulailah petualang saya mencari yang namanya monopod kecil ini. Terlebih karena saya sering traveling keluar negeri ber-dua saja. Cocok banget nih alat bantu. Nyatanya dijaman itu, search kata ‘monopod’ di google ya munculnya monopod buat DSLR, yang selain berat, menuhin tempat, harganya juga tidak murah. Tanya kiri kanan sama temen yang hobi kamera, ya mereka taunya monopod yang buat DSLR. Sekalinya ketemu yang buat camera pocket, masih baru ada di Amrik sono,dengan harga USD 30. Dengan kurs saat itu sekitar Rp 250rb-an. Belum ongkir ke Indo nya. :(

blogentry-11144-0-24346600-1407902125_th

Pada saat itu biarpun udah kayak orang ngidam, saya selalu percaya ini inovasi yang mudah ditiru orang. Masa iya orang cina pada belum bikin sih (no offense but this is fact). Sempet berusaha nitip saudara di Kuwait, tetep percuma, sampai mereka nawarin mau beliin gratis monopod yang DSLR. Hahahaha.. Cari-cari di toko kamera baik di mall maupun ITC, mereka semua gak pernah denger/tau, dan saya inget banget mukanya memandang dengan tampang mencela.

Akhirnya,seorang teman memberi ide untuk search di Kaskus,â€semua ada di Kaskusâ€katanya. haha, bukan iklan berbayar. Dan dia pun ikut bantuin search di kaskus. Dan akhirnya setelah 4-5 bulan mencari berhasil juga saya beli tuh monopod seharga Rp 125rb. Puas banget. :kesengsem

Pemakaian perdana saya adalah pada waktu saya ke HongKong. Ternyata punya monopod ini bisa bikin ‘ice breaker’ juga lho. Tiap kali saya dan teman saya menggunakan monopod , banyak orang langsung nengok, iyalah panjang bener tuh tongkat, terus bikin semua orang either nanya, atau sekedar ketawa bersama. Seru! :P Pada waktu saya ke Vietnam, malahan orang lokal sana ikutan nunggu terus liat hasil fotonya, agak kepo dan kind of creepy..haha tapi lucu.

Akhirnya masuklah tahun 2013, mendadak muncul si tongsis yang ternyata ada penambahan clip buat smartphone di tongkat monopod dan diproduksi massal di Indonesia. Mendadak banyak orang lokal kita yang pada pakai di resto2, di mall2, dan dimana2. :ngeri Tongsis ini juga sebenarnya udah lama di Amrik sono. Tapi inovasinya buat si Iphone yang size nya imut. Dulu juga sempet mau beli,cuman takut gak muat di HP saya yang berlayar 4inch. Akhirnya ya saya ikutan beli juga si tongsis HP yang ber-klip. Eh ternyata si klip ini belakangan bisa dibeli terpisah. Nyesel beli. Terus terang saya hanya pakai tongsis eh monopod camera maupun hp dikala traveling doank. Kalo di mall , masih anti. Haha.. Maaf yaakk karena menurut saya selama masih bisa minta tolong orang lain fotoin pake bahasa Indo ngapain repot2 pake tongsis. Lagipula menurut saya bedanya waiter /pelayan resto di Indo itu jumlahnya banyak banget.Beda kalau diluar negeri yang serba sedikit, semua pegawai bahkan owner super sibuk.Kitanya yang kasian minta tolong fotoin. Selain kendala bahasa juga. B)

Sekarang kalau search di Google, langsung berderet deh tuh si monopod alias tongsis. Dari harga 250rb yang termasuk kaca buat selfie ,sampai tambahan remote Bluetooth sampai clip doank 50rb. Sekarang di toko kamera di ITC pada sibuk jualan. Dulu yang ngenyek saya karena saya dibilang lebay menyalahgunakan fungsi monopod (emang Al Quran harus baku yak pemakaiannya), malah sekarang pada ber-tongsis semua. Dih resek.

Sekarang saya jadi curiga , kalo traveling berikutnya, tiap kali pakai tongsis eh monopod ,orang-orang justru akan bilang “deeuuhh.. Indonesia benerrr†.Semoga enggak yaaa.. Secara sekarang di SG ditiap hawker juga ada.. :oke

blogentry-11144-0-43588900-1407902208_th

Gulali56

Akhirnya merasakan juga menginap di Geylang area di Singapura! Sempat ragu dengan hampir semua review yang rada miring mengenai red distric area di Singapura ini. Tapi apa daya, budget untuk menginap 4 malam cukup minim apalagi pas libur lebaran gini. Awalnya memilih hotel ini adalah:

  1. Murmer! Haha..tidak bisa dipungkiri, 4malam di Singapura itu berasa banget biayanya. Jumlah kami 4 orang dewasa, jadi share 1 kamar tentunya terlalu sempit apalagi size kamar hotel di Singapura ini super kecil. Rata-rata hotel dibawah S$ 100/mlm luasnya dibawah 15m2 yang absurb banget kalau dipaksain diisi 4 cewe yang tidak bisa ringkes dalam mengepak bawaan. Kami memesan kamar tipe “Family Room with Wi-Fi-Loft†S$105/mlm. Jadi per-org kena S$105 utk 4 malam. Bandingkan dengan tipe dormitory termurah S$25x4malam per org jatuhnya hampir sama,beda S$ 5 lebih mahal doank.
  2. NEWLY Renovated. Terakhir direnovasi adalah tahun 2014, jadi masih hitungan bulan khan barunya. Review di Agoda.com pun bagus-bagus, karena hotel ini masih oke tampilannya dibandingkan hotel setara disekitaran area situ yang agak tua-tua.

blogentry-11144-0-71536400-1407125335_th

Jujur sih ini hotel adalah pilihan terakhir, walau harga cocok dan kondisi hotel oke, lokasinya cukup jauh buat ukuran kita yang males jalan kaki. Stasiun MRT terdekat adalah Aljunied yang kurang lebih 20 menit jalan kaki. Halte bis pun juga harus jalan kaki dulu 3-4menit.

Sempet browsing dan cek ricek ke kenalan untuk sewa apartemen di Orchard seperti Lucky Plaza ataupun Chinatown, per orang rata-rata dikenai $120-$140per-org utk 4malam karena ber-4.

Sempet juga browsing lewat Travelmob.com maupun Airbnb.com.sg mentah juga, selain mereka tidak responsif,mungkin karena sebagian bukan agen professional melainkan orang per orang yang punya space kamar lebih,yang sehari-hari punya aktivitas lain,sehingga reply email bisa berhari-hari. Alasan kedua, kami mulai mencari kamar 3minggu sebelum hari H, di libur lebaran. Riskan bgt deh. Sekalinya dpt di harga yg oke, pas di reply, udh fully booked.

IMO, ke-dua website ini ,lebih cocok untuk bepergian buat 2 orang yang cari kamar dibawah S$90/mlm atau sekalian dalam jumlah besar seperti 8-12orang yang bisa book 1 apartemen dengan 2-4kamar.

Okeh,kembali lagi ke Hotel Fragrance Pearl. Family Room – loft ini sebenarnya buat max 3 orang. Tapi kita sembunyi-sembunyi nyeludupin 1 orang tambahan. Pas check-in mereka meminta paspor semua orang yang menginap,dan disuruh isi form data tamu. Lobby hotel lumayan kecil sehingga susah sembunyi dilobby.Solusinya 1 org menunggu di luar, sedangkan koper pun kita cuma bawa 3 , jadi ada 1 koper besar utk ber-2. Setiap malam pun, kita masuk kamar terpisah jarak ber-2-2 untuk mengurangi resiko.Tapi 1 teman saya pernah suatu malam ditanyain paspor pas dia pulang sendirian jam 2pagi.Untungnya dia kedaftar sebagai tamu.Mungkin dikira cewe2 dari geylang mau namu kali ya.Hahaha… Salah sendiri clubbing gak ngajak2.

blogentry-11144-0-80358600-1407125360_th

Luas kamar Family room ini sebenarnya sempit pit cuma 15m2 termasuk kamar mandi dengan 1 queen size bed dan 1 single bed. Tapi bagusnya single bed terletak di loft atas. Queen size bed ini bisa dipakai tidur ber-3 horizontal, untuk yang tinggi,kakinya mungkin agak gantung. Saya sih akhrinya taruh koper disisi tempat tidur dan dikasi bantal sehingga kaki tidak gantung. Kreatif sedikit biar nyaman.Toh bantal nya dikasi 6. Lebih dari cukup.

Tempat tidur bersih dan cukup empuk,walaupun tidur horizontal gak bikin badan pegel-pegel. Kamar mandi modern dan bersih. Walau exhauser atau mesin penghisap bau kayaknya tidak ada,sehingga bau-bau bisa semerbak ke penjuru kamar.Huek. Solusinya? Tiap kali flush, tutup kakus dulu baru flush.

blogentry-11144-0-93186800-1407125386_th

Fasilitas kamar cukup oke untuk budget: dapat gratis sabun cair dan shampoo yang tertempel di dinding ala shower di gym, sikat gigi,shower cap dan handuk buat 3 orang, coffee/tea maker termasuk free sachet-an teh celup, gula, dan kopi yang dikasi tiap hari plus 3 botol air mineral ukuran 350ml. Hairdryer diluar kamar mandi ditempel permanen pas disamping cermin besar.Sebenarnya ada ironing facilities juga,tapi saya gak liat tuh,mungkin by request ya. Free Wi-fi nya cukup lumayan.Kita dikasi login dan password yang bisa dipakai kesemua gadget tanpa masalah.Bisa browse video di instagram tanpa buffering.Oke khan. Pokoknya overall hotel ini cukup oke lah fasilitasnya.

Nah sekarang lokasi.

Dari MRT Aljunied, ada 2 exit A dan B, selama 3malam kita selalu keluar dari stasiun lewat exit A, belok kanan nyusurin gedung MRT ke halte bis dibawah jembatan penyembrangan jalan. Hari pertama malah lebih parah, karena sisi jalan yang bisa dilalui koper disebelah kiri, kami menyusuri halaman/tanah lapang stasiun sejauh 300meter untuk mencapai halte bis yang cuma 20meter dari stasiun.Padahal dipintu ada peta nya.Nasib buta arah gak bisa baca peta. Pas malam ke-4 (mlm terakhir) malah lebih o’on lagi, lewat exit B yang ternyata nyambung juga ke halte bis yang sama dan ternyata ada food court halal yang terjangkau kantong dan mini market 24jam yang juga jualan makanan. Pelajaran buat kita semua. Bahwa tak ada salahnya utk explore gedung stasiun di dekat hotel kita.

Sebenarnya dari Aljunied stasiun ini bisa juga jalan kaki.Kurang lebih 1-1.5km-an atau sekitar 20menitan jalan kaki. Tapi setelah ke Sentosa atau puter2 Orchard seharian, ini bokong rasanya maunya nempel kursi melulu. Sebenarnya naik bis tuh agak nanggung culun gitu. Karena naik dari halte bis dekat MRT, cuma beda 1 bus stop saja itu pun masih harus jalan kaki 2 lorong/gang lagi dari hotel.

Kalau Geylang sendiri menurut saya biasa-biasa saja. Selama 4malam disini, malah gak ketemu tuh the-so-called-prostitute .Lebih kearah nih area, padat orang jualan sampai malam,jadinya rame. Kalau jalan kaki harus belok kiri kanan menghindari orang jualan entah apaan di trotoar ,sampai meja kursi dari food stall yang buka malam. Lorong atau jalan di hotel Pearl ini malah lebih rapih lagi. Sebelah hotel ada condominium mewah dan baru yang bikin sisi jalan ini terasa sbg daerah pemukiman nyaman. Padahal pernah baca di artikel mana, untuk menghindari lorong genap. Nyatanya baik baik aja tuh nih lorong.

Yang paling bikin emosi ya, susah cari makanan halal. Al Mufiz yang merupakan resto India yang cabangnya di geylang tiap 500meter ini, menurut saya standard aja.Nasi biryani dengan ayam dan telur pindang (ala India) seharga $6 memang bisa buat ber-2, tapi ayam nya kering kayak dipanasin 2hari dan hambar, telurnya pun agak keras.Roti pratanya mungkin yang worth the value, prata kosong tidak lebih dari $2.

Tapi kalau ditanya apakah saya akan balik lagi kemari. Engga deh kalau gak kepepet banget. Cape abis jalan kakinya.

Fragrance Hotel - Pearl , 21 Lorong 14 Geylang, Geylang, Singapore 398961

Gulali56

Latar belakang penulisan artikel ini adalah bentuk apresiasi saya atas pelayanan yang saya dapatkan dari kantor imigrasi di bilangan Jakarta pusat ini.

Mungkin buat sebagian orang yang belum lama ini perpanjang paspor akan bilang "kemana aja sih mba,kok baru tau.." :lol:

Eits,ini adalah kali ke-3 saya ke kantor imigrasi untuk urusan paspor, tapi yang pertama kali menjajal kantor imigrasi di Jakarta pusat.

Sebagai warga DKI dengan domisili jakarta selatan, dahulu kala khan membuat/memperpanjang paspor harus sesuai daerahnya, alias untuk saya berarti harus di Kantor Imigrasi Jakarta Selatan di Mampang.

Terus terang sih saya rada trauma sama Kantor imigrasi di Mampang.

Pertama kali saya bikin paspor sih pake calo,tapi tetep aja walau tinggal bayar mas nya, kasih kelengkapan dokumen, pas antri wawancara dan foto tetep lama aja. Datang pagi ya setelah makan siang lah baru dapat gilirannya. Jadi walhasil muka udah minyakan dan lusuh :blink:

Kedua kali (masih di Mampang) ,bayar dobel calo, gara-gara perpanjang paspor mepet dengan tanggal keberangkatan.Eh terus mati lampu aja tuh kantor , jadinya bayar orang dalam lagi biar minta dipercepat,uang diambil tapi pake alasan lagi banyak KPK, lahh.. kenapa terus tetap diambil duitnya?? :angry: Asem banget dah, belum karena diiming-imingin janji kelar sehari tapi omong kosong belaka.Pokoknya nightmare banget dah. In the end, tetep jadi 3hari dan saya pun ketinggalan pesawat. Dobel ludes deh duit.

Itu dulu jamannya Air Asia beneran promo Rp 0,- jadi tiket sih memang gak mahal-mahal amat.Tapi tetep aja sakit ati banget :terharu

Nah kali ke-3nya saya lega banget,bisa memperpanjang paspor di mana saja. Sebenarnya dari kantor lama di bilangan monas lebih dekat ke Imigrasi Jakarta Barat, tinggal naik bus Transjakarta turun di kota, tapi itu berarti lusuh lagi..haha penting banget yak. Pernah nge-drop temen yang turun disitu, kok ya sama aja, tempatnya gersang, parkiran susah.

Eh ya kok nasib kelamaan mikir, justru keburu pindah kantor ke daerah Kuningan yang lebih dekat ke Mampang lagi.

Tapi saya kekeuh, udah gak mau lagi ke Mampang. Belum lagi ngeliat kakak saya urus paspor di Mampang, harus antri nomer nya dari jam 5 pagi saking ramainya plus nomer banyak diambil oleh calo.

Akhirnya dicobalah ke Imigrasi Jakarta Pusat yang terletak di Kemayoran. Buat yang suka ke PRJ pasti tahu daerah sini.

Sebagai pengguna kendaraan bermotor, kantor imigrasi yang ini adalah surga. :P Karena lokasinya yang berada didaerah perumahan, parkirnya bisa disepanjang jalan tanpa mengganggu lalu lintas, mungkin lebih kearah mengganggu penghuni perumahan sekitar situ.

Kronologis:

1. Jam 8pagi sampai,antri nomer walk in kurang lebih 10-15menitan. Yang apply online bisa ambil nomer terpisah tidak perlu ikutan antri. Pada saat ambil nomer, dilihat sekilas kelengkapan dokumen asli dan fotocopy punya kita.

2.Tunggu nomer urut walk in kita dipanggil,sambil duduk di tempat yang agak adem ber-ac tetapi karena pintu terbuka ya sayup-sayup angin ac nya. Dipanggil nomer kita untuk kembali dicek kelengkapan dokumen dan diberikan formulir yang harus diisi dengan bolpen warna hitam, dan map kuning dari imigrasi.

Ditempat imigrasi lain , ada lho map kuning ini bayar tersendiri.

Disini gratis.

Yang apply online malahan sudah langsung tunggu dipanggil ke lt.2 per 10-10.

3.Nah ternyata si nomer urut digunakan kembali untuk dipanggil ke lt.2. Dipanggil nya per 10-10 juga.

Sambil nunggu ya isi form yang cuma selembar. Dan karena baru tau paspor lama harus dicopy juga ya saya fotocopy di koperasi belakang plus beli bolpen warna hitam. Hadeh bisaan aja. :lol:

4. Di lt.2 ternyata nomer kita diambil sama petugasnya,dicek lagi tuh kelengkapan didalam map kuning. Disini dapat nomer urut untuk wawancara dan foto yang sudah tergabung dengan yang apply online.

5.Dipanggil utk wawancara&foto, apa yang kita isi di form, diketik ulang sama petugasnya,sembari nunggu giliran foto, cap jari dan wawancara singkat.

6.Selesai foto deh, dikasi tanda bukti terima dokumen, dan tanda untuk bayar ke BNI.

7.Bayar di loket BNI di lt.2, sejumlah Rp 255.000 dan tambahan administrasi Rp 5.000. Dapet tanda terima pembayaran dan untuk ambil paspor kita 3 hari kerja lagi. S

Jadi jam 8pagi saya datang, jam 11.45 saya sudah kelar bayar di BNI. Udah sarapan pagi segala, minum jus dan makan siang di tempat makan pinggir jalan depan imigrasi.Kelar deh ijin 1/2 hari saya.

3Hari kemudian ambil paspor baru, dan paspor lama kita dikembalikan ke kita free of charge , di imigrasi lain ada yang minta bayaran lho. Foto saya di paspor ,dengan penuh kebanggaan, tidak akan mengecewakan saya untuk 5 tahun kedepan.

Menyenangkann :cintaindo

Kantor Imigrasi Jakarta Pusat

Jl.Merpati Blok B.12 No.3

Kel.Gunung Sahari Selatan

Kec.Kemayoran Jakarta Pusat 10720

Antrian walk in dari jam 6.30. Buka gerbang jam 7 pagi.

Kelengkapan dokumen:

1.FC PP lama

2.FC KTP

3.FC KK, Akta lahir, Ijazah

4.Surat keterangan dari perusahaan

5.Dokumen asli : PP lama, KTP, Akta lahir dan Ijazah wajib dibawa untuk ditunjukkan

6.Bolpen hitam,

7. dan power bank buat isi smartphone kita. :lol:

8.Bawa duit pastinya

Gulali56

blogentry-11144-0-53417600-1402562395_th

Ini sering jadi dilema pada waktu merencanakan pergi berlibur. Pake travel agent atau arrange sendiri.

So far sih dari liburan yang saya bayar sendiri, baru 2x pake bantuan travel agent.

Biasanya orang memilih travel agent itu karena gak sempat mengurus sendiri perjalanannya apalagi kalau pergi dalam satu rombongan besar dan karena suatu negara itu susah transportasinya.

Kalau buat saya yang alhamdulillah suka punya waktu luang di kantor. Lebih sering arrange sendiri perjalanan liburan saya.Termasuk ke luar negeri. Walaupun masih seputaran Asia saja.Tetapi berdasarkan pengalaman saya, gak semua negara mudah dijelajahi tanpa bantuan travel agent.

Menurut saya idealnya pergi tanpa bantuan travel agent itu adalah ber-4. Kenapa ber-4 ?Karena masih muat dalam satu taxi, sehingga memudahkan dalam pembagian biaya transportasi maupun akomodasi.

Seringnya saya pergi cuma berdua saya dengan temen traveling saya. Karena semakin banyak peserta semakin susah menyamakan waktu perginya. Sebagai orang yang selalu kebagian booking tiket, saya suka kesel sendiri karena selalu gagal tiap kali ada promo tiket, yang lain selalu adaaa aja yang tidak bisa.

Nah kalau temen saya yang satu ini , paling available dari yang lain. Terus orangnya walau sehari-hari saya kurang cocok, dalam hal berlibur,memiliki visi (halah) yang sedikit banyak mirip sama saya.

Temen berlibur saya itu adalah orang yang balance antara outdoor dan indoor, alias seimbang antara wisata alam, dan wisata belanja.

Ibaratnya kami berdua tuh misal harus ke gunung sehari maka besoknya harus ke mall.Kalau engga bisa stress :D Hahaha..

Emoticon%20Nonton.gifCara bikin itinerary / jadwal perjalanan itu sebenarnya gampang.Asal mau dan ada waktu saja untuk browsenya.

Cara paling gampang contek plek plek itinerary punya travel agent, terus kita bikin satu persatu cara kesananya. Karena saya tipe orang yang detail biasanya saya kasi keterangan tuh satu2 mengenai tempat tersebut, seperti jam buka/tutup, biaya masuk, sejarah singkat nya apa, dan plus preview foto biar ada gambaran. :P

Makanya temen-temen saya selalu minta itinerary saya tiap kali saya selesai ke negara tertentu. Kadang sebelum kasi, saya kasi review juga apa-apa yang recommended.

Banyak yang bilang ngapain pake itinerary, go with the flow aja,nyasar itu seni lagi, well kalau menurut saya sih, kalau waktu berlibur cuma 3-4hari, gak ada itinerary itu terlalu membuang byk waktu. Kecuali niatan tuh berlibur berminggu2 disatu tempat, itu lain cerita.

Nah berikut negara-negara yang pernah saya kunjungin :

1) Singapore : ini negara pertama saya untuk berlibur. Negara paling gampang dijelajahi tanpa travel agent. Baru keluar pesawat aja udah disuguhi kenyamanan airport Changi dan peta-peta gratisannya yang super detail.

Asli deh peta gratisan SG bener2 top markotop. Gak punya itinerary,cukup mengandalkan peta nya saja sudah cukup. Karena biasanya didalamnya sudah ada highlight tempat2 wisata di SG dari Marina Sands Bay, Bugis, Chinatown, Mustafa, Sentosa, Clarke Quay dll beserta cara kesananya, buka/tutup, dan biaya masuknya. Lengkap banget deh. Negaranya aman, transportasi nya oke dan menjangkau semua tempat.Yang naik taxi itu hanya orang kaya aja deh,menurut saya.hahaha.. :D :D

2) HongKong: negara kedua teraman menurut saya.Dan fasih berbahasa inggris.Walau untk bbrp tempat, bisa berbahasa Mandarin itu cukup membantu kalau naik bis.Eh Cantonese denk. Karena teman saya yang fasih Mandarin tetep aja bengong disana.Tapi at least bisa baca tulisannya katanya.

Sama seperti SG, transportasinya oke banget, MTR or MRT nya kemana aja ada.

Nah pas di Macaunya nih yang kacau. Bahasa Inggris gak bisa, Cantonese kitanya yang gak bisa. :unsure: :unsure:

Macau adalah tempat yang kita nyasar seharian karena cuma ada bis dan taxi. Sampai akhirnya sukses nyampe, senyum udah tipis.

3) Malaysia: kalau cuma di Kuala Lumpur, masih gampil lah. Bahasa inggris bisa, melayu bisa di mengerti. Asal jangan tanya sama mba mba India, males jawabnya kayaknya mereka. Disini juga gak perlu travel agent. Bis nya kyk bis transjakarta semua,murah dan ber-ac.Ati-ati copet ya btw.

Harga taksinya sama pula kayak di Indonesia. Nih negara yang tiap kali pasrah atau cape dikit langsung kita naik taxi. <_<

Bis antar kotanya juga oke. Banyak browsing karena mas mas supir Indianya agresip banget nyari penumpang.Kesannya murah ternyata kemahalan.

4) Brunei Darusalam: eh memang ada apaan sih disana. Kalau memang kemari ya pake travel agent deh. Suwer gak ngerti ada apaan disana dan pake apaan.

Terakhir kesana di anter kesana kemari sama orang lokal yang kayaknya kaya kaya semua itu. :mellow:

5) Vietnam-Hanoi: Vietnam khan gede tuh ya, baru ke Hanoi nya aja, kalo pake travel agen cari yang langsung Ho Chi Minh-Hanoi-Ha long Bay ya, itu baru worth the value kalau udah termasuk hotel dan tiket pesawat ya.

Kalau ke Hanoi aja sih. Gak perlu.Cukup nginep didaerah Old Quarter, rata-rata masih dalam sejangkauan kaki. Yang HCM Mausoleum bisa minta dicariin taksi sama hotel.Dicariin yang pake argo jadinya murahh paling cuma 50rb/one way. Ke halong bay bisa minta dicariin sama hotel, agak mahal dikit, tapi kalau ada waktu ya cari-cari sendiri juga bisa travel agent yang murah dikit asal detail ya nawarnya.Dapet antar jemput dari/ke hotel ke port/ tidak, dan fasilitas apa aja di cruisenya. ;)

6) Taiwan: nah ini dia, negara yang menurut saya perlu pake travel agent.Kecuali cuman stay di Taipei nya ya.

Di Taipei city sih masih okelah, MRT nya bagus dan oke.Masih banyak yang fasih bahasa inggris. Tapi begitu keluar kotanya, beuh, pake bahasa Mandarin is a must. Gak ada MRT, kemana2 pake bis yang tulisan tujuannya pake tulisan kanji semua. Nanya sebelah, gak ngerti juga bahasanya. :mellow: :mellow: saya ada ke daerah pergunungannya,bisnya sejam dua jam sekali. Matek berdebu dan ngabisin waktu nunggunya.

Yang gak perlu pake travel agent itu kalo pergi ber-6 dan nemu supir taxi yang bawa mobil nya sekelas Honda Stream, karena mobil taxinya memang gede-gede,yang bisa dicharter seharian.

Soalnya temen saya kesana ber-3 itung2 ya kok mahal aje, ongkos saweran charter taxi buat diluar kotanya,belum harus ganti2 hotel ditiap kota. Haduh kebayang enaknya pake travel agent yang pake bus charteran.Cuman bawa diri, koper dijagain.Sampai sekarang saya nyesel gak pake travel agent :( :( Kapan ya ada duit lebih ke sana lagi.

8) Thailand-Phuket: Duh ini sih Bali nya Thailand deh,sifat travel agentnya juga mirip. Jadi critanya saya cari gampil, book travel agent lokal buat city tour half day sekalian wisata Phi phi island dll. Gak pake banyak browsing, lah saya baca gak ada yg heboh amat city tournya. Cuma keliling pantai ini itu, liat view pantai dari atas titik tertinggi Phuket, belanja dikit, krn harga disana mahal2 euy, gak kayak di Bangkok.

Ternyata saya ada lupa.. ada sempilan makan siang tuh dan kita gak tau belanja dimana, terserah mbak aja.Eh dibawalah ketempat makan dan tempat souvenir yang mana supirnya dapat insentif tambahan tiap kali kita makan/belanja disitu. Semacam Dagadu gitu dengan harga yang malah lebih mahal dibanding harga souvenir diseputaran Patong yang notebene Legiannya Thailand.

Jadi tetep ya pake agen lokal banyak-banyak browsing juga. :wacko: :wacko:

So far, baru segitu aja negara-negara yang pernah saya jelajahi. Insya Allah, next nya mau ke China/Korea/Jepang.

Mari sama-sama berdoa, Rupiah kembali menguat ya

Emoticon%20Oke.gif

Gulali56

Sebenarnya nginep nya sudah dari Oktober 2013 lalu, tapi mendadak pengen share aja tentang hostel dari kacamata saya.

Ke Singapore bukan hal baru buat saya, Alhamdulillah selalu ada rejeki untuk tiap tahun kesana, entah dengan orangtua, sama saudara, sama temen jaman sekolah, temen kantor sampai business trip. Dari nginep di hotel berbintang,apart. di Lucky Plaza, apart. sekitar Mount Elizabeth hospital sampai HDB temen2 di SG udah pernah saya lakonin. ^_^

Nah kalau hostel,baru perdana nih,perdana juga berbayar di SG,hehehe. Latar belakangnya,saya pengen mencoba hal baru, pengen belajar traveling sendiri, pengen mandiri.Haha..norak ye.Kenapa SG? Ya karena menurut saya SG itu the safest country,udah familiar, transportasi publik oke, dan masih ada temen-temen di sana.

Kebetulan ada temen deket yang lagi acara seminar di SG.Berhubung temen saya, laki yang udah menikah, ya kalee,, share hotel room sama dia,mau di kick sama bininya? <_<

Akhirnya saya bulatkan tekad,nge booked hostel perdana saya untuk 2 malam. Dan kenapa ada 2 hostel, karena sebenarnya saya tuh masih gak pede, takut dapet yang gak bersih,kasur berkutu ,takut dapet temen sekamarnya rempong, dll. :unsure:

Poin saya milih nih 2 hostel:

1) Deket stasiun MRT, based on review di agoda.com beneran 5menit jalan kakinya org Indon bukan org SG, org PRC or orang bule yang kuat dan terbiasa kemana2 jalan kaki.

Kenapa harus MRT, saya pernah nginep di HDB temen yang hanya dekat dengan halte bis, biar kata orang gampang, saya masih gak makfum tuh baca rute bis, belum pake acara ngitungin halte bis tujuan,gak nikmat deh.Kerjanya duduk di bis celingukan mulu.

2)Relatively newly built alias masih baru.

Kenapa penting? karena menurut saya, hotel yang udah 2tahun aja udah keliatan usangnya,apalagi hostel murah.Ini ngaruh banget ke kualitas kamar mandi. Kebayang donk makin lusuh kayak apa sharing kamar mandinya.

3)Tempat tidur kayu :P ,soalnya saya tau persis tempat tidur tingkat yg model besi itu berisik banget.Kriek kriek kriek.. :mellow:

4)Private pake tirai :D :D

Ini buat saya penting, soalnya saya orangnya gak comfort chit chat sama orang baru. Daripada harus canggung basa basi ya udah tutup aja tirai terus tidur.Hehe gak banget deh.Jangan kayak saya ya..

Untuk poin-poin yang saya mau ini, saya dapat ke-2 hostel di harga SGD 35/malam. Udah termasuk pajak dan sarapan pagi berupa cereal , selai dan roti di pantry dengan jam yang ditentukan.

ABC Premium Hostel

Alamat: 91A,93A,95A Owen Rd.

Built: 2012

5 menit jalan kaki dari Farrer Park MRT, exit D belok kiri ikutin jalan terus belok kanan.

Tetep aja keluar exit D, cari peta yang selalu ada disetiap exit MRT untuk beneran gak tuh kiri/kanannya.

Penting karena saya pernah dibilang belok kiri malah puter ke kiri 180derajat. Jadi peta tetep penting.Nanya orang? Gak semua org paham/apal nama jalan. Kecuali nanya nya landmark atau mall terkenal.

Daerahnya sepi, kayak lingkungan ruko ruko gitu.

Hostelnya nyelempit, kalau gak berdiri depannya persis ya gak kebaca dari jauh tulisannya.

blogentry-11144-0-53860500-1402547142_th

Lobby nya sederhana, kanannya udah pantry dan ruang tv.Manggil-manggil baru deh datang staff nya.Abis proses check-in saya dikasi kunci elektronik buat masuk akses kamar dan loker2 saya.Loker sepatu untuk tinggal sepatu di lobby. Oya, gak ada deposit payment. Bagus deh, tiap sen penting buat saya.haha.

Dengan harga SGD 35,saya dapat kamar ber-delapan khusus wanita. Tapi saya beruntung ,karena low season, si kamar itu kosong,cuma saya seorang dengan 8tempat tidur.Tapi ngeri juga sih,rada gelap gitu. Si kunci saya ini juga digunakan untuk akses locker koper dibawah ranjang,dan locker hp/dompet disisi kepala tempat tidur. Jadi bisa ninggal charge hp di kamar karena colokannya didalam lemari berkunci.

blogentry-11144-0-62715400-1402547773_th

blogentry-11144-0-40358300-1402547793_th

blogentry-11144-0-53202600-1402547883_th

Di gambar Agoda ada tv nya juga sih, tp dikamar saya,8-8nya gak ada tuh. Ya untung cuma buat tidur doank.Lagian tv di tmpt tidur bikin kejeduk aja. Duduk tegak aja gak bisa.Tapi tempat tidurnya empuk kok, bantal dan selimutnya bersih warna putih kinclong.AC boleh nyala 24jam.Walau mereka mengingatkan apabila keluar kamar untuk mematikan AC. Hemat energi lah.Size kamar,jujur gak kebayang kalo full 8 orang. Tapi karena setiap tempat tidur hadap tembok setidaknya masing-masing jadi ada cukup spacelah. Jangan pake koper 28" keatas ya.Koper saya yg 20" aja agak makan tempat di lokernya.Apalagi besar-besar.

Nah wc nya terletak di sebelah kamar, ini wc khusus cewe ternyata.

Tapi bagian cuci tangan dan tempat hair dryer nya ada jendela langsung view ke ruang tv. Alias nyisir-nyisir bisa keliatan dari ruang tv. Bisa ditutup sih.

Biliknya wow. Kecil. Ada yang khusus toilet, ada yang khusus shower. Yang paling ujung, agak besaran size nya krn dicampur toilet dan shower. Ini yang saya pakai terus.Phobia ruang sempit kalo bilik lainnya.

blogentry-11144-0-99175800-1402548303_th

WC nya terus terang,untuk ukuran gak ada siapa-siapa selain saya, menurut saya sih kurang. Tapi gak sampai jorok juga. Lebih ngingetin kayak wc umum di tempat umum. Bersih tapi kita yakin itu enggak.Gimana ya jelasinnya.hahaha.. :lol:

So far sih saya cukup puas, okelah apalagi kalo untuk saya yang semalam doank :lol:

Bunc@Radius Clarke Quay

36 South Bridge Road, Clarke Quay / Riverside

Built: 2013

5Menit jalan kaki dari MRT Clarke Quay exit E,nyebrang jalan belok kiri dll.. Agak ribet neranginnya.Akhirnya saya buka web dia langsung dan kontak orangnya minta peta bikinannya dia.Karena google maps kurang jelas (buat saya yang buta arah).Apalagi yang namanya hostel ya nyelempit.

Nah yang ini wow.. lobby nya mirip hotel kecil futuristik modern. Tapi stafnya rada kurang ramah lah dibanding si ABC yang dari yg jaga sampai tukang beberesnya aja ramah.

Disini kayaknya cukup ramai ketimbang si ABC,mungkin krn lokasinya yang deket hiburan malam nan mahal si Clarke Quay.

Bayar SGD 35 untuk mixed dormitory alias gabung cowo cewe dan gak dikasi tau dapat kamar yang ber-8/10/14 di agodanya. Buset mahal sih kalo dpt yang sekamar ber-14.

Ternyata saya diupgrade ke kamar yang 4bed mixed. Yang kalo rate aslinya adalah sekitar SGD 48/malam.

Wah ya lumayan ya.

Kunci kamar nya berupa gelang karet yang kayak jam tangan karet Nike dll gitu. Untuk akses kamar dan kamar mandi.Weit? Kamar mandi.Rempong aje.

Dari lobby seuprit saya naik lift ke lantai 4. Yang juga tempat ruang pantry nya.Pantry nya cantiiiikk...

Masih baru sih ya, minimalist modern ,pokoknya cantik dah. Saya sih bias krn suka yang modern minimalist.Kesannya bersih dan simple.

blogentry-11144-0-47772700-1402550985_th

Ternyata dari pantry, masuk ke kamar yang kayaknya ber jumlah 8bed ,dari kamar itu baru deh masuk ke kamar 'upgrade' yang 4bed itu.Oalah..apanya yang private itu sih. Terus juntrungannya si kamar mandi sharing ber-12 donk.

Pantes aja ke kamar mandi aja pake akses.Gak kebayang donk kalo tidak,yang abis makan di pantry ikutan nimbrung ke wc kita.

Yang lebih cupu, si kamar 4tempat tidur saya itu tempat tidurnya sebrang-sebrangan, alias.. sempit pit..kalo mo buka koper ya itu-itu doank spacenya.Masih mending kamar ber -8 luar saya donk.Setidaknya satu sisi tempat tidur saja, kayak si hostel ABC, jadinya bisa buka koper saingannya cuma sama temen di tmp tidur atasnya.

Nah kalo saya, saingannya 3 nih.

Oiya si loker koper gak ada kuncinya pula. Misal bawa kunci sendiri, pake rantai sepeda kali ye..Lha wong bentuknya jeblak gitu.

blogentry-11144-0-29942800-1402551701_th

Akhirnya kalau mo mandi saya harus taro barang berharga di koper dan mengunci.Inget ya bilik wc kecil-kecil masa iya bawa hp ke wc, naro peralatan mandi aja susah.

Dan wc nya campur cowo cewe pula. :wacko:

blogentry-11144-0-90364400-1402551974_th

Tapi wc nya relatif bersihan sih.Mungkin karena masih baru kali ya. Belum setahun pas saya kesana. :huh:

Sebenarnya Bunc@Radius ini ada 2cabang. Yang pertama di Little India.Review2 di Agoda sih bilang bagusan di Little India dan ada pilihan kamar khusus cewe pula. Tapi lebih jauh dari MRT (15menit kaki orang SG,nah lho) dan banyak orang Indianya. Hehehe..maap ya bukan rasis. Tapi kadang agak gak kuat aja sama odor mereka yang cukup menyengat karena makanannya bawang mulu kali ya.

blogentry-11144-0-52676900-1402552146_th

blogentry-11144-0-05801500-1402552160_th

Secara kualitas tempat tidur,menurut saya sih sama nyamannya kayak ABC hostel.Bersih,empuk dan bebas kutu. Malah lebih lebar sedikit kayaknya. Tiduran ala lipet kaki, masih bisa tuh. Cuman tingkat keamanan barang2 saja yang jadi concern saya dikala tidur.Haha macam bawa batu berlian sekilo aja ya.

All in all, Bunc@Radius ini mayan oke kalo niatan nya mo ngedugem party party di daerah Clarke Quay. Kalau untuk lama-lama,kayaknya kurang nyaman.

Tapi saya tetap jatuh cinta sih sama pantry nya

:ngeledek

Sign in to follow this  
Followers 0
  • Posts

    • You are able to save plenty of money and time should you can forget the gimmicks and easy highways that are supposed to enhancement. The simplest way to obtain a bigger penis is with exercises that are normal. It might take you a time to have the outcome you want, but introducing 1 to 3 inches within 3 months is very probable having a superior set of penile exercises. Product :- Clinamax
      Ideal for :- Men's
      Category :- Male Enhancement
      Official Website :- http://fornatgaex.com/clinamax-male-enhancement/  
    • Banyak hal-hal unik di negeri kita ini seperti keajaiban alam dan khazanah budayanya. Keunikan ini pula yang bisa menjadi magnet untuk menarik kunjungan wisatawan baik lokal maupun mancanegara. Semakin unik, berbeda, bahkan mungkin satu-satunya, maka semakin besar pula kekuatan magnet tersebut. Anugerah Pesona Indonesia yang diprakarsai oleh Kementrian Pariwisata Indonesia juga menjadikan keunikan suatu tempat sebagai salah satu kategori penghargaan yaitu Obyek Wisata Unik Terpopuler. Sebelum kita ulik para nominatornya, diingatkan juga buat kamu ikut berpartisipasi memilih yang kamu favoritkan dalam ajang ini. Caranya denga voting di  website anugerahpesonaindonesia.com atau ayojalanjalan.com serta bisa pula dengan mengirimkan SMS. Voting ini dibuka sejak awal Juni kemarin hingga akhir Oktober nanti. Dalam artikel sebelumnya (baca disinii), kita juga sudah membahas untuk Kategori 10 Surga Tersembunyi Terpopuler dan artikel (baca disini) untuk Kategori 10 Tujuan Wisata Baru Terpopuler   1.Air Jin – Kab. Buru Selatan   Via burselkab.go.id Namanya saja sudah unik, Air Jin. Meskipun namanya seram, namun nyatanya objek wisata ini justru akan membuat kamu tenang dan betah berlama-lama disana. Ini merupakan wisata alam berupa kucuran air yang keluar dari dalam sebuah lubang batu karang dan langsung ke lautan. Airnya yang berwarna toska jernih dengan rimbunnya pepohonan hijau sekitar menjadi pemandangan yang membuat Air Jin ini semakin memikat. Selain itu, di atas Air Jin ini juga punya peninggalan datuk dan leluhur warga berupan bekas telapak kaki manusia raksasa. Masih ada juga potensi alam lain yaitu adanya 9 buah gua yang di dinding dalam guanyya terdapat lukisan manusia. Lokasi objek wisata ini ialah di kaki Gunung Kapala Madan. Kabupaten Buru Selatan. Provinsi Maluku. Untuk menuju lokasi ini, pengunjung bisa langsung menuju Desa Biloro di Pulau Tomaho Kecamatan Kapala Madan. Setelanya perjalanan  dilanjutkan dengan naik perahu atau speedboat menuju lokasi Air Jin dengan tarif sekitar Rp 300 ribuan perperahu.   2. Air Panas (Air Terjun) Semolon – Kab. Malinau   Via humasmalinau.go.id Airnya yang bertingkat-tingkat seperti terasering adalah keunggulan dan keunikan dari Air Panas Semolon di Kecamatan Mentarang, Desa Paking, Kabupaten Malinau, Provinsi Kalimantan Utara ini. Bagi kamu pemburu keunikan alam apalagi pecinta fotografi, maka memang Semolon ini adalah tujuan tepat. Air Panas Semolon memang merupakan sumber air panas. Karena berbentuk undakan tangga, jadilah juga dikenal dengan sebutan air terjun. Bagi warga Kalimantan Utara khususnya, memang objek wisata ini sudah cukup dikenal. Apalagi sebagai sebuah sumber air panas, banyak orang meyakini dengan berendam disana akan menyembuhkan berbagai penyakit terutama penyakit kulit. Berada di kawasan hutan yang masih sangat alami membuat Air Panas Semolon juga mempunyai pemandangan alam yang menarik. Kita seolah tengah melihat air terjun bertingkat dengan dikelilingi hijaunya pepohonan. Gemericik yang tenang juga menjadi penambah keeksotisan lokasi wisata alam unik satu ini. Menariknya lagi, pengunjung yang mau menginap juga tersedia cottage yang khusus disiapkan. Kamu dan teman atau keluarga bisa merasakan langsung ketenangan hutan kalimantan dengan menginap di cottage ini. Dalam waktu dekat juga dinas pariwisata setempat akan membangun sejumlah fasilitas penunjang lain seperti outbond, playground, dan lain sebagainya.    3. Gua Jomblang – Kab. Gunung Kidul   via piknikasik.com Unik dan Eksotik. Itulah dua kata yang bisa mewakili keindahan alam yang ada di Jetis Wetan, Semanu, Kabupaten Gunung Kidul, Yogyakarta ini. Namanya Gua Jomblang, sebuah gua vertikal yang sudah cukup dikenal bagi pecinta wisata alam. Tak salah jika gua di kawasan pegunungan Karst ini masuk dalam kategori Wisata Unik lantaran memang Gua Jomblang terbilang unik sebagai sebuah wisata alam. Gua ini mempunyai mulut gua vertikal atau diatas dengan jarak antara mulut gua dengan dasar yang bervariasi namun paling dalam mencapai sekitar 80 meter. Karena alasan ini pula, pengunjung yang mau turun ke bawah ada baiknya memiliki kemampuan khusus dan tentunya bersama tim ahli yang memang ada disana. Sebenarnya untuk masuk ke dalam gua ada empat jalur yang bisa dipilih. Pertama merupakan jalur termudah yang sering disebut VIP. Jalur yang bisa dipilih untuk mereka yang pertama kali mencoba ini akan melintasi tebing terjal 15 meter yang masih bisa ditapaki kaki, namun tentu tetap menggunakan tali pengaman.  Setelahnya baru dengan meluncur dengan tali sejauh sekitar 20 meter. Sementara itu, ketiga jalur lainnya merupakan pilihan khusus untuk mereka yang memang sudah biasa melakukan olahraga ekstrem karena terbilang lebih sulit.   Via wisataku.id Meskipun tentunya melelahkan dan menegangkan, namun semua itu akan terbayar dengan pengalaman yang didapat. Setelah sampai di dasar gua, maka kamu akan merasakan sensasi berbeda. Bak disebuah hutan, meskipun di gua tetapi disekeliling dasar gua ini justru tetap ditumbuhi tanaman hijau. Hal yang paling menarik ialah saat ada cahaya matahari yang masuk, maka semburatnya akan masuk dari mulut gua ke dasar gua bak sebuah cahaya surga. Inilah fenomena yang paling diburu pengunjung. Tak hanya cantik dilihat mata, mencari momen terbaik dan hasil terbaik untuk dipotret juga menjadi incaran. Jika kamu mau mengeskplore lebih jauh, kamu juga bisa menyusuri gua. Uniknya, lorong di gua ini terhubung dengan gua vertikal lainnya yaitu Gua Grubug yang berjarak sekitar 300 meter. Tertarik untuk datang dan mencoba langsung pengalaman menuruni gua vertikal ini? Kamu bisa langsung menuju Gunung Kidul tepatnya di Jetis Wetan. Kamu bisa singgah dulu di rumah Kadus Jetis Wetan karena bisa menitipkan barang disana, lalu dilanjutkan dengan berjalan sekitar 3 km. Jauh memang karena harus melalui hutan. Untuk masuk ke kawasan Gua Jomblang memang gratis, tetapi itu hanya sebatas mulut gua. Jika kamu mau turun, maka kamu harus ikut dalam paket wisata khusus. Tentunya ini karena perlu peralatan dan sedikit pelatihan untuk bisa masuk kedasar gua. Tarifnya sendiri cukup beragam tergantung jumlah peserta atau rombongan.   4. Lumpur Sidoarjo – Kab. Sidoarjo Siapa yang tak tau dengan Lumpur Sidoarjo. Kawasan yang merupakan lokasi bencana semburan lumpur panas dari pengeboran milik Lapindo Brantas Inc. ini memang menjadi sebuah ironi. Terjadi sejak 2006 silam, lumpur yang merendam permukiman padat seluas 1500 hektar itu seolah tak ada solusi untuk menghentikan semburannya. Berbagai metode dan teknologi hingga hal-hal takhayul sempat dilakukan, tapi semua nihil.   Via cnnindonesia.com Fenomena bencana yang memang terbilang tak biasa ini pada akhirnya membuat lokasi lumpur ini justru menarik perhatian sejak awal-awal terjadinya. Banyak orang yang malah sengaja datang untuk sekedar ingin tahu, seperti apa lautan lumpur itu bisa begitu dahsyatnya. Pada akhirnya, hal tersebut menjadi peluang. Alih-alih sebagai sebuah kawasan bencana, sekarang kawasan Lumpur Lapindo menjadi sebuah objek wisata yang unik. Terlebih lagi ketika tahun 2014 lalu, seorang seniman asal Tegal bernama dadang justru menuangkan idenya dengan membuat patung dari bahan Lumpur Lapindo. Puluhan patung berbentuk orang yang nampak kesusahan itu menjadi gambaran penduduk kampung yang rumahnya terendam lumpur. Patung-patung itu diletakkan diatas lokasi lumpur yang mengering dan membuatnya menjadi begitu menarik. Sejak itulah warga sekitar membuka tempat wisata baru yang mereka namai Wisara Lumpur Lapindo. Lokasi lumpur lapindo sendiri sangat mudah dituju karena berada di jalan penghubung Surabaya Malang. Kamu bisa menggunakan kendaraan pribadi atau bus untuk mencapainya. Karena sudah dikelola menjadi tempat wisata, ada retribusi yang harus pengunjung bayar. Untuk parkir kendaraan dan tiket masuk ialah sebesar Rp 15 ribu. Karena luas, kamu yang mau menuju pusat semburan, bisa menggunakan jasa ojek sebesar Rp 25 ribu rupiah. Memang harus menggunakan ojek karena untuk menuju lokasinya cukup berbahaya bagi orang biasa atau mereka yang tidak pengalaman.   5. Pasar Terapung Lok Baintan – Kab. Banjar   Via cumilebay.com Pasar Terapung di Banjar, Kalimantan Selatan tentu sudah sangat kamu kenal. Ini adalah salah satu keunikan budaya yang dimiliki negeri kita yang harus dijaga. Di Kalimantan Sendiri sebenarnya Pasar Terapung yang dulu sangat terkenal ialah yang berada di Muara Kuin, anak Sungai Barito. Inilah Pasar Terapung alami yang legendaris karena sudah berusia ratusan tahun. Kalau kamu ingat brand iklan salah satu TV swasta tahun 90an, Pasar Terapung Muara Kuin inilah lokasinya. Namun sayang di tahun 2000an, pasar terapung ini meredup dan hilang pamor akibat turunnya pula pariwisata setempat. Beruntung dalam beberapa tahun lalu, terekspose kembali satu pasar terapung lain yang berhasil mengangkat kembali budaya pasar terapung Kalimantan Selatan. Itulah Pasar Terapung Lok Baintan di Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar.   Tampak jembatan gantung Lok Baintan via cumilebay.com Pasar terapung Lok Baintain berada di atas Sungai Martapura. Lokasinya memang diluar Kota Banjarmasin, namun justru itulah yang katanya membuat Pasra terapung ini lebih eksotis. Dari Kota Banjarmasin, wisatawan bisa naik perahu mesin khas dengan perjalanan sekitar 1 jam.  Selama  perjalanan, pemandangan alam yang masih asri menjadi suguhan. Ditambah aktivitas warga tepi sungai juga menjadi atraksi yang menarik untuk dilihat. Selain via sungai, kamu juga bisa menuju lokasi melalui jalur darat. Jarak dari Kota Banjarmasin sekitar 10 km dan bisa dituju dengan kendaraan mobil maupun motor, namun perlu diingat bahwa jalannya kecil dan tidak sepenuhnya dalam kondisi baik. Arahnya ialah dari Banjarmasin menuju Jalan Veteran atau Jalan Martapura lama ke Pasar Sungai Lulut. Lalu kamu akan melihat jembatan kecil dengan ciri konstruksi atas berbentuk melengkung, lintasilah jembatan itu karena jika lurus justru kita akan menuju Kota Martapura. Setelah melalui jembatan, jalan lurus saja terus hingga sekitar 4 km dan bertemu pertigaan jalan di Desa Gudang Hiring atau di dekat SDN Gudang Hiring 2. Ambil jalan ke kiri dan terus hingga sekitar 1 km dan bertemu Jembatan Gantung Lok Baintan. Dibawah jembatan itulah Pasar Terapung berada. Oh ya, perlu diingat juga bahwa Pasar Terapung berjalan di subuh sampai pagi hari. Datanglah sekitar jam 6 pagi untuk bisa menikmati suasana ini karena jika sudah jam 8 biasanya perahu-perahunya sudah mulai bergerak menyebar.   6. Patung Seribu Budha – Kota Tanjungpinang   Via travelingyuk.com Kalau kamu mau mencari tempat wisata unik dan menarik, Patung Seribu Budha di Tanjungpinang, Kepulauan Riau memang sangat cocok untuk dipilih. Bayangkan saja di lapangan terbuka di sebuah bukit, terdapat 500 patung budha yang berjajar berdekatan. Menariknya lagi, patung-patung itu memiliki gaya yang berbeda-beda sehingga tidak membosankan untuk dilihat satu persatunya. Kawasan bukit tempat keberadaan patung ini memang dirancang sebagai tempat ibadah. Mencapainya bisa menggunakan kendaraan roda empat. Arahnya ialah dari simpang tiga Batu 9, ambil jalan ke arah Kijang sampai melewati Lanud TNI AU. Tak jauh, kamu akan bertemu jalan Asia Afrika di sebelah kanan. Dari sana, hanya sekitar 2 menit, kamu akan sampai di gerbang vihara lokasi patung Seribu Budha. Nuansa gerbang begitu indah seolah kita berada di negeri Tiongkok. Patung Buddha raksasa yang tengah duduk juga menjadi objek menarik di depan Vihara.   7. Pulau Gunung Api Batutara – Kab. Lembata Sudah pernah dengan dengan objek fenomena alam satu ini? Namanya Pulau Gunung Api Batutara (jika di peta namanya Pulau Komba) yang berada di perairan Laut Flores Kabupaten Lembata, NTT.. Untuk mencapainya, pengunjung bisa berangkat dari Pelabuhan Lewoleba Lembata. Sebaiknya untuk melihat keindahan fenomena alam gunung ini ialah saat gelap atau sesubuh mungkin. Biasanya wisatawan berangkat dari pelabuhan paling lama jam 2 dini hari karena pelayaran memakan waktu sekitar 3 jam. Kenapa subuh? Karena saat itulah cahaya semburan lava dari gunung api bisa dilihat lebih memukau.   Via indahnyalembata.tk Pulau Gunung Batutara ini terbentuk dari gunung api yang masih aktif (stratovolcano). Hal yang menjadi spesial ialah gunung ini secara rutin mengeluarkan lava hampir setiap 20 menit sekali. Fenomena yang memang jarang ditemui di tempat lain. Setelah melihat keindahan lava bak kembang api raksasa dan ketika pagi sudah tiba, wisatawan juga bisa melakukan penyelaman di perairan sekitar pulau. Atau jika tidak ikut menyelam, kamu juga bisa sekedar menepi di sisi pantai yang landai untuk merasakan langsung tanah Pulau Komba ini. Jangan kaget dan tetap hati-hati juga karena seperti yang sudah diungkap diatas bahwa gunung akan meletus mengeluarkan lava secara berkala.     8. Pulau Kakaban – Kab. Berau   Via kompasiana.com Pulau Kakaban di Kalimantan Timur mempunyai keunikan berupa danau yang mengisi bagian tengah pulau seperti sebuah perairan yang terperangkap daratan. Air di danau ini meruapakan campuran dari air hujan yang turun serta rembesan air laut dari pori-pori tanah, karenanya Danau Kakaban ini membuat suatu habita endemik sendiri yang berbeda dari kebanyakan. Satu jenis fauna khas dari Danau Kakaban ialah ubur-ubur yang terdiri atas 4 jenis ubur-ubur. Uniknya, jika ubur-ubur di lautan bersifat menyengat, maka ubur-ubur di Kakaban tidak menyengat. Ini diperkirakan karena evolusi yang terjadi ribuan tahun lalu akibat kondisi habitat yang terperangkap ditengah pulau. Karena tanpa sengatan, kamu bisa snorkeling atau diving di danau ini dengan aman.   Ubur-ubur di Danau Kakaban Via alamendah.org Selain di Danau Kakaban, pengunjung juga bisa mengeksplore keindahan lain dari Pulau seluas 774,2 hektar ini. Alamnya yang masih hijau bisa menjadi pilihan selain juga menikmati perairan di sekitar pulau. Bahkan koral di perairan Kakaban ini dikatakan sebagai yang terbaik kedua di Indonesia setelah Raja Ampat. Pulau Kakaban sendiri ialah salah satu pulau di Kepualaun Derawan, Kalimantan Timur. Untuk menujunya, kamu harus menggunakan kapal dari Dermaga Tanjung Batu dengan waktu tempuh sekitar 1 jam.   9. Taman Wisata Batu Putih Tangkoko – Kota Bitung   Via sepasangsepatuhidup.blogspot.com Kota Bitung di Sulawesi Utara ternyata juga punya objek wisata alam yang menarik dan unik yaitu Taman Wisata Batu Putih Tangkoko. Taman Wisata Alam berupa hutan alam ini menjadi habitat bagi Tarsius, hewan ikon Sulawesi Utara, dan Yaki, monyet hitam endemik Sulawesi. Kedua hewan asli Tanah Celebes inilah yang menjadi daya tarik utama dari Taman Wisata Alam (TWA) yang berada di dalam Taman Nasional Tangkoko ini. Lokasi TWA Batu Putih berada di  Kelurahan Batu Putih Bawah, Kecamatan Ranowulu, sekitar 20 km dari pusat Kota Bitung atau sekitar 60 km dari Kota Manado. Jika kamu ingin mengeksplore TWA Batu Putih ini, perlu menggunakan jasa pemandu yang memang sudah siap oleh pihak pengelola. Pemandu atau guide memang sangat penting selain agar tidak tersesat di hutan, juga untuk mempermudah menemukan lokasi untuk melihat Yaki ataupun Tarsius. Untuk mempermudah, pengelola sudah menyiapkan tiga paket wisata yang bisa dipilih wisatawan yaitu Short Trip, Midle Trip, dan Long trip. Ketiganya tentu dibedakan berdasar jangka waktu yang pengunjung bisa lakukan.   10. Telaga Biru – Kab. Merangin   Via jambidaily.com Kejernihan air tidak hanya ada di laut lepas. Nyatanya, di Kabupaten Merangin, Provinsi Jambi, ada danau kecil atau telaga yang airnya begitu jernih bak kaca. Padahal lokasinya berada di dalam hutan lebat. Berada di daerah ketinggian sekitar Gunung Masurai, sumber air Telaga Biru berasal dari bawah tanah. Dengan diameter sekitar 20 meter dan kedalaman yang belum diketahui, air tanah ini memang nampak begitu biru jernih yang membuatnya kontras dengan alam sekitarnya yang didominasi warna hijau. Sebenarnya di Jambi ada satu lagi kembaran Telaga Biru di Merangin ini yaitu Danau Kaco di Kerinci. Keduanya bisa dikatakan sangat mirip, bedanya hanya dari sumber airnya saja karena Danau kaco di Kerinci sumber airnya dari aliran sungai kecil yang langsung menuju danau.