Sign in to follow this  
  • entries
    11
  • comments
    81
  • views
    7,614

About this blog

Jalan-jalan seru nan heboh

Entries in this blog

 

Review: A' Hostel Bangkok

Seperti yg gw tulis di postingan sebelumnya, bahwa trip pertama gw ke Bangkok awal mei kmrn membuat gw ngubek-ngubek artikel di Jalan2.com dan berhasil menemukan beberapa penginapan murah di Bangkok yang keceh rupawan. Sempet bikin beberapa list, dan akhirnya menentapkan hati untuk menginap selama seminggu di A'Hostel Bangkok yang beralamat di 14 Soi Pardhipat 20.  ARTIKELNYA DISINI  Untuk sampai ke hostel ini (dr arah manapun) karena gw selama di Bangkok kemana-mana naik BTS so gw berikan rute BTS nya.  Dari arah manapun, naik BTS menuju stasiun Saphan Khawai, keluar ke Exit 1 (sebelah kanan) turun pake tangga biasa langsung muter balik (ke kiri) jalan aja sekitar 10 menit sampai ketemu traffict light pertama, lalu belok kanan ikutin jalan aja sampai ketemu jembatan penyebrangan, nah nyebrang deh tuh ya via Jembatan penyebrangan, gw saranin jangan selonong boy maen sebrang sembarangan, malu! Orang-orang Lokal dan turis di Negara ini taat sama peraturan (termasuk jangan ngerokok sembarangan, sambil jalan sambil ngerokok) tar setelah sampai seberang, turun lewat tangga sebelah kanan, tinggal jalan lurus ngikutin trotoar (kalau jalannya siang pemandangannya pertokoan, kl datengnya malam, di trotoar penuh dengan pedagang makanan, siap siap aja sama aroma ba*i, hahaha....) nanti loe bakal ngelewatin 7eleven, lurus lagi! Setelah itu siap siap liat street signboard SOI PARADHIPAT 20 (jgn malas baca petunjuk jalan, biar gak nyasar ke gw! Hahaha....) lalu belok kiri, dijalan itu terdapat beberapa penginapan dan Bar, jalan terus aja sampai ketemu perempatan pertama, lalu belok kanan, jalan lurus sampai mentok. A'Hostel sebelah kiri (sebelah kanannya Apartement)  Welcome to A'Hostel Bangkok! Pertama kali liat photo2 penampakan hostelnya di Jalan2, gw sih langsung jatuh cinta. Hostel ini mengusung tema Industrial dgn dominasi warna Abu-abu. Di Lantai dasar terdapat coffee shop (ice greentea latenya endul, musti coba. Harganya 45 Bath) soooooooo instagramble buanget, setiap pojok bisa buat photo dan kece, sayang gw terlalu lelah untuk langsung photo2 pas kali pertama sampai, dan kebetulan sudah jam 8 malam (gara-gara nyasar!!!!) dan suasana malam itu remang-remang, eitsssss ini bukan hostel esek-esek, memang sengaja sepertinya pencahayaannya dibuat seperti itu biar nyaman untuk istirahat. Kl pengen ngerokok, mereka menyiapkan smooking area di balkon lantai dasar.  Fasilitas di Hostel ini memadai. Wifi nya kenceng, coffee shoopnya oke, bersih buanget, masuk kamar WAJIB buka alas kaki (semacam mau masuk Masjid yess). Pilihan roomnya juga memadai, bagi travel budget ada pilihan 8 room dormitory mix and famale only, 4 room dormitory mix and female only, private room. Harga paling murah yah 8room dormitory. Gw hanya perlu membayar -/+ 800rb untuk 6 malam  Fyi, karena waktu gw check in ada kesalahan teknis dr pihak hotel, yg pada akhirnya room di upgrade ke 4room dormitory mix dgn harga yg sama, lucky me!  Anyway hostel ini juga menyedikan pantry kalau-kalau loe kerajinan pengen masak sendiri, lalu karena pilihan gw adalah dormitory room so ada loker disetiap lobby kamar, tapi aslik kecil bgt, menang tinggi doang lockernya. Walhasil backpack gw gak bisa masuk, dan berhubung dikamar gw pun sorang diri, maka backpack gw taruh aja di kamar tidur. Uniknya, kl kebanyakan kamar dormitory itu loe akan menemui ranjang bertingkat, di A'hostel gak demikian keadaannya. Setiap tempat tidur ada partisinya. Jadi tidurnya lumayan private sesungguhnya. AC nya poollllll. Gw adalah orang yg picky soal kebersihan toilet, apalagi dorm kan yah, which is penghuninya bisa dr mana aja dgn latar belakang yg gak ketebak. Tapiiiiiiiii. Toilet di hostel ini buersihhhhh! Lantai hotel loe jalan gak pake sendal juga gak akan ada debu yg nempel. Serius gw.  A'Hostel dibangun tahun 2016, jadi masih terbilang baru, sayang mereka justru gak punya account instagram, sistem promo mereka ada mouth to mouth or review dr travellers semacam ini. Hostel kece ini juga dilengkapi dgn area rooftop di lantai 6, lengkap dgn mini bar. Sayang waktu gw naik.ke rooftop kosong melompong karena mungkin tamunya belum.begitu banyak, jadi tidak terlalu jadi center point. Nampaknya rooftop digunakan hanya saat pick seasson aja dimana tamu lebih bejubel. Info: NO LIFT DI HOSTEL INI, jadi gak usah manja. Naik tangga aja biar kurus  Tapiiiiiiiii, karena terlalu asik berpetualang, pergi pagi pulang tengah malam buta, walhasil gw gak punya photo sama sekali di hostel kece ini, eitssss tapi jg sedih anda, loe bisa ngelihat room tour ala gw di vlog gw yess  ME, FRIENDS AND THE CITY Click aja link diatas yess, jo lupa subscribe, like, comment and share lah. Kali aja berfaedah buat tukang jalan lainnya, yekaaaan   Caooooobeeellllaaaaaa...

Fei

Fei

 

Bangkok im in love, ever!

Bangkok, satu kata yg sedari kecil sebetulnya secara gak sadar ditanamkan dijatung sanubari gw oleh bokap. Bagaimana tidak, sebagai petani, bokap sepertinya punya ketertarikan besar terhadap bibit buah-buahan asal negeri gajah putih itu. Yang jelas gw masih terlalu kecil untuk mahami itu semua. Yang gw tau, Bangkok it means BESAR. bagaimana tidak, setiap kali panen buah datang, bokap dengan bangganya akan memamerkan hasil panennya kepada isteri, anak, tetangga dan teman-teman sesama petani.  "ini Mangga Bangkok, Ini jambu Bangkok, ini jeruk bangkok..Blaa....blaaa...blaaaa...." Dan tahun berlalu, kata Bangkok yg tadinya gw pahami sebagai sesuatu berukuran Besar berubah menjadi = Kota bebas. Bebas segala-galanya *you know what i mean* hahahaha.  Lalu, Awal Mei 2018, gw berhasil pelesiran dadakan ke Negeri ini mostly a week. Solo trip pertama ke luar negeri, dengan perbekalan informasi alakadarnya dari artikel yg gw baca di website tercinta ini, dan passport yg masa kadaluarsanya tinggal 8 bulan.  Ini adalah sebentuk hadiah ulang tahun gw yg 36, dan hadiah perjalanan ini diberikan oleh diri gw sendiri! Hahahaha. Fyi, beberapa hari sebelum berangkat hal yg gw siapkan meliputi: •Begadang semalaman suntuk buat beli paket tiket pesawat & Hostel Backpackers, karena rada picky soal moda transportasi, sorry kalau harus mengesampingkan jiwa Backpackers gw untuk kasus ini. Karena gw gak akan naik Air***a apalagi Lio***r. Tadinya kemana mana naik Garu*a dan berhubung tiket PP beserta hostelnya muahal buanget, sempet kepikiran Naik SQ yg lagi promo tapiiiiiii jadwal transitnya dr singaporenya lumayan lama (gw gak masalah sama transitnya, happy malah! Sekali trip dua negara sekaligus, yg bikin geregetan terbang dr S'pore ke Bangkok nya jam 12 malam. Bhuaayyyyyyy!!!!!!! Terbang pagi aja gw gemeteran. Menurut ngana aja!) Menjelang pukul 5 pagi, gw menemukan promo yg sangat indah. Thai Airways beserta hostel selama seminggu 4.252.000. BUNGKUS! Tau dong belinya dimana? Noh Apps sebelah logo burung. • Baca-baca artikel soal Bangkok, Do and Does! Ini penting. Biar main ke negara orang gak bego-bego amat. Jadi, info soal Hostel kece yg gw tempati, informasinya bersumber dari web tercintah inih! Gw nginep di A'Hostel sob yg letaknya di 14 Soi Pradiphat 20, dgn rate -/+ 800rb selama seminggu. Hostel keceh bgt, dgn tema Industrial, bersih and very instagrambale bgt! Trust me! Its important to me, demi eksistensi di perjagatan Instagram (my instagram). Kamar yg gw pilih adalah dormitory mix 8. Artinya satu ruangan bisa ditempati oleh 8 orang dan campur cowok cewek. Naasnya begitu sampai hostel, adminnya bilang kl gw baru booking blm payment, shitttttt! Padahal dah lunas. walhasil di double check ke apps tmpt gw beli paketnya dannnnnn kamar gw penuh ajah gitu! Dan karena kesalahannya bukan di gue, walhasil gw di upgrade ke Dormy 4 mix Dengan harga dormitory 8 mix! Lucky me, rejeki anak soleh. Dan selama seminggu hanya semalam gw ada teman Barengan, bule bule lucu entah dr mana. Selebihnya ruangan besar itu milik gw seorang. Bayar kamar dormitory rasa kamar private yess!. Serem serem asoy! Untuk sampai ke hostel ini: Dr svarnabhumi airport naik Airport Rail Link (ARL) yg stasiunnya turun dua lantai dari lantai dasar airport. Beli tiketnya seharga 45 Bath (kurs 480 rupiah, silahkan itung sendiri) -----> stasiun terakhir ARL Phayya Thai, sambung pakai BTS (monorail) beli rabbit Card (semacam kartu untuk transjakarta) seharga 100Bath dan top up minimal 100bath. Atau bisa pakai tiket sekali jalan, harganya tergantung daerah tujuan. Dr Phayya Thai gw meluncur ke stasiun Saphan Kwai seharga 44Bath (kali ini gw nyasar untuk pertama kali, kelewat satu stasiun. Gw malah turun di stasiun Mochit whih is ini stasiun yg loe harus turun kl mau mengunjungi Chatuchak weekend market yang tersohor itu) jadiiiiiiii, gw balik lagi satu stasiun, turun di Saphan Kwai, keluar di Exit 1 (jangan sembarangan keluar Exit door kl gak mau nyasar kemana-mana) sambung jalan kaki yang harusnya cm 10 menit untuk sampai ke Hostel karena jaraknya yang gak terlalu jauh. Tapi kenyataannya gw jalan kaki 1,5 jam karena susahhhhhh bgt baca petunjuk jalannya, maklum kali pertama di negara orang. Naasnya tanya-tanya ke warga lokal tapiiii sial karena yg gw tanya gak ngerti apalagi ngomong inggris, kelarrrrrrrrrrrr!!!! Udah Magrib, Hujan, kesasar, walhasil pake bahasa TARZAN! and i got it • The last is important, gw nonton banyak vlog orang soal Bangkok, supaya saat landing gak berasa lagi ada di dunia antah berantah!  • Bikin Itanerary! Kalau trip dlm negeri gw peduli setan sama hal ini, tapi ke negara orang? Mending bikin ye. Termasuk bikin budget plan biar gak bengkak pengeluarannya. Gw bawa -/+10.000 Bath, kenyataannya baru 3 hari dah keabisan duit dan narik dr ATM sana 10.000bath lagi saudara! SARAN: JANGAN PERNAH NUKER RUPIAH KE BATH DI MONEY CHANGER di Bangkok, rugi! Muahal. Bawa bath dr Indonesia, or beli Dollar di Indonesia Tuker Bath di Bangkok, dapetnya banyak. Or kl bener bener kehabisan mending tarik tunai dr ATM bang bangkok. Selama atm loe ada tulisannya  CIRRUS, MAESTRO, PRIMA hidup loe aman sejahtera! Karena rupiah loe akan keluar dr mesin ATM dlm bentuk Bath. Tapi untuk transaksi tunai dikenakan fee 200 Bath. Notes: gw beli bath di Jakarta 480rupiah, begitu narik dr atm bank Bangkok jadinya 521,200 rupiah. Sedikit lebih mahal. Tapi di bandingkan dengan nuker di money changer nilainya 0.359 rugi bandar yess!!!  Panjang banget tulisannyaaaaaaa.  Liat vlog gw aja yess ME, FRIENDS AND THE CITY Jangan lupa Subscribe, like and share. Caoooooobellaaaaaaaa     

Fei

Fei

 

Mengejar Sunset Di Bontang

Bali, mungkin adalah jawaban paling populer jika orang mempertanyakan lokasi paling cihuy menikmati sunset. Kenapa? Yah karena orang-orang memang tahunya begitu.  Kalau orang-orang menjawab BONTANG sebagai salah satu destinasi menikmati sunset, barangkali loe akan terbenggong-benggong. Tapi sungguh, jawaban itu tak sepenuhnya salah. Sebagai anak perantauan dr Bontang, gw bahkan tidak pernah tahu bahwa gue bisa menikmati pendar orange dari si Raja Siang ketika lengser ke tempat tidurnya, jika mudik lebaran kemarin gw tak iseng bikin fashion photoshoot di area Bontang Lestari (Bontang Lestari adalah daerah pemekaran Bontang, dan menjadi pusat pemerintahan kota kecil ini).   

Fei

Fei

 

Bikini Party @beras Basah

Ini mungkin liburan dan postingan gw yang kali kesekian ttg Beras Basah, aaaaahhh kalau orang-orang bersusah susah menghabiskan 45-60 menit perjalanan dari pelabuhan Tanjung laut atau Bontang Kuala menuju Pulau kecil ini, gw hanya perlu 12-15 menit nyebrang dari Pantai Marina Kawasan LNG Badak. Sorry browwwwwwww ini adalah keuntungan memiliki banyak relasi yang memungkinkan untuk menggunakan fasilitas yang tidak semua orang bisa gunakan (rejeki anak soleh). Eniwei, after my show yg sudah gw mimpi-mimpikan sejak dua tahun lalu, yang pada akhirnya kejadian di tanggal 11 dan 13 des 2014. Oke gw tak akan membahas soal fashion show. Tapi after party-nya. Tak seperti kebanyakan after party fashion show yg banyak dilakukan oleh fashion designer lain yg kerap dieksekusi di club malam lengkap dengan DJ, dance floor dan alcohol. After party gw dibuat berbeda, sorry guys gw penganut "anti mainstream" so "after party" nya gw buat dengan mengajak beberapa model dan fashion choreographer gw untuk menikmati dua pulau sekaligus di sekitar Bontang. Destinasi pertama kami adalah sebuah pulau kecil yang bisa ditempuh dengan speed boat selama -/+ 45 menit dr Dermaga Pantai Marina (pelabuhan khusus di area PT. Badak NGL Bontang) atau sekitar 15 menit menggunakan Ketinting (perahu traditional) dari kawasan Bontang Kuala, rencananya gw akan mengajak teman-teman model gw untuk snorkling cantik di pulau segajah, pulau pasir kecil yang akan lenyap disapu air laut pasang saat sore menjelang, dan saat kami tiba setelah speed boat kami menghantam permukaan ombak yg lumayan bikin mabok laut, namun naas, speed boat yg gw tumpangi tak sanggup berlabuh karena air laut sedang surut. So, perjalanan gw lanjutkan ke Pulau Beras Basah yang tersohor se-antero Bontang. And the party was started!!!!! Speed boat kami merapat ke Dermaga pulau yang sudah semakin mengecil karena abrasi, seketika semua pasang mata yg ada dipulau ini kontan tertuju pada rombongan kecil kami, saat kami menonggolkan kepala dari lambung perahu hanya dengan BIKINI, hohohooooo kami semacam alien yang tiba-tiba nyasar ke pulau ini. Dapat dimaklumi, karena pemandangan ini sebagaian besar pasti akan dianggap tak senonoh oleh pengunjung lain. Berenang dipantai dengan pakaian lengkap di laut adalah hal biasa bagi penduduk setempat, sementara buat gw yg sudah terkontaminasi dengan life style perkotaan, berenang dengan pakaian lengkap dipantai justru adalah hal aneh! Brooooowww sisterrrrr kami menggunakan pakaian tepat ditempat yang tepat! So siapa yang aneh? Hahahhaahhahhaaa. So maafkan kalau saat itu gw terpaksa mendamprat seorang bapak yang mengomentari cara berpakaian kami yg mereka anggap tak senonoh. Sorry jekkkkk gw gak akan resek kl ente gak nge-rese-in gw!

Fei

Fei

 

Mengejar Sunrise di Bromo

Ini adalah salah satu destinasi jalan-jalan yang sudah gw idam-idamkan sejak lama, BROMO! Dan malam ini, ketika semua orang tengah bergelut dengan berbagai kejadian di alam mimpi, gw sedang bercengkrama dengan Mbah gugle. Membuka banyak laman dan hasil review beberapa penjelajah yg mengulas area wisata termahsyur ini. Adalah @Deffa sang moderator Jalan2.com yg walau tengah terkapar karena gejala demam berdarah, tetap berbaik hati memberikan gw banyak info penting dan akurat untuk mencapai lokasi wisata Gunung Merapi yg masih aktif ini. Kolaborasi antara sang Momod dan Mbah Gugle, menjadikan rencana perjalanan ini nampak mudah dan itu perlu gw berikan sebuah apresiasi serupa ucapan TERIMA KASIH BANYAK! Seperti pepatah kuno yang menyebutkan bahwa "Banyak jalan menuju Roma" maka itupun berlaku untuk tujuan perjalanan 1/2 backpacker gw kali ini. Ada banyak jalan menju BROMO kawan. Dan gw memilih jalur Jakarta-Surabaya-Probolinggo. Tapiiiiiiiii......... Walau jalur perjalanan sudah ditentukan dan walau banyak jalan menuju Bromo, tetep aja dong rencana perjalanan ini sarat rintangan. - Rintangan pertama : Tiket pesawat Garuda Indonesia yg sudah gw reserv dengan harga 675rb harus tercancel dengan naasnya, karena sampai H-1gw juga belom mendapatkan penginapan. Kenapa sampai tercancel? Karena mbak gw yang ikut bagian dalam perjalanan ini tak membolehkan gw melakukan pembayaran tiket sebelum hotel yang masuk kriteria dia gw TEMUKAN! - Rintangan Kedua: Gw adalah tipe pelancong yg bisa tidur di Masjid sekalipun, tapi mbak gw punya kriteria khusus dan akhirnya gw harus menelpon semua penginapan yg ada di Bromo dan sekitarnya. Doi jatuh cinta dengan Java Banana resort yg merupakan hotel bintang 3 yg ada di area Bromo tapi apa daya harga sewa kamar yg semalam mencapai 4juta pun telah ludes diborong traveler lain. Dan setelah menelpon semua penginapan yg ada di kawasan bromo dan probolinggo dan setelah melewati fase ngotot-ngototan yg alot dipilihlah Hotel Tampiarto di Probolinggo dan berjarak -/+ 1jam perjalanan hingga parkiran Bromo. -Rintangan ketiga: hotel sudah dapet, waktunya reserv ulang tiket pesawat daaaaaaaaaaaaannnnn H- kurang dr 24 jam harga tiket berubah. Dan gw harus membayar tiket Garuda Indonesia 4jt 144rb untuk 4orang dan one way. Good!!!!!! -Rintangan ke empat: perjalanan ini bukan perjalanan biasa, karena gw juga akan melakukan sesi photoshoot untuk kebaya gw dan gw baru menyadari ada kesalahan request model di salah satu Agency Model di Surabaya. Dalam perjalanan gw baru menyadari bahwa kali pertama telp gw salah sebut nama model, sehingga model yg sebelumnya gw minta dgn tinggi badan 178cm menjadi 168cm. Arghhhhhhhhhhh. Dan sudah tak ada waktu cari lg karena di Surabaya sedang berlangsung Ciputra Fashion Week sehingga tak ada satupun stock model yang nganggur. Cakep!!!!! CUT! Surabaya sedang bermandi sinar matahari, AC di dalam mobil yang berkapasitas 17 orang dan hanya terisi 5 orang ini tak sanggup menahan hawa panas di luar sana. Ditambah goyangan syurrrr dari penyanyi dangdut lokal yang terpampang nyatah di layar tv beberapa centi dari muka gw membuat hawa semakin panas. Belum lagi lagu dangdut yang sedang happening saat ini (Buka dikit joss!) tengah membahana dalam kotak besi bermesin ini membuat suasana hinggar binggar bersamaan dengan derai tawa kami saat mengomentari lagu yang tengah didendangkan. Mari kita tidur sejenak.......... Mobil Elf yg gw sewa dan membawa rombongan kecil kami dr Surabaya, mendarat dengan sukses pukul 14 lebih sedikit di Hotel Tampiarto Probolinggo, beruntungnya hotel ini sudah gw reserv, tak terbayang kl harus on the spot, 1000 persen gw yakin benar-benar akan tidur di pelantaran Masjid selama 4D 3N. Probolinggo sedang padat pengunjung saudara-saudara. Lompat ke Hari selanjutnya yah....... Pukul 6.30, dan gw baru saja melewatkan 2 jam untuk melukis wajah model yg akan gw siksa hari ini di tengah gurun pasir. Waktu yang sudah gw tentukan bergeser 2 jam. Alhasil rombongan photoshoot gw baru beranjak dari hotel tak berbintang ini pukul 7 pagi setelah menandaskan sepiring nasi goreng di restoran hotel. Hanya hening yang menemani satu jam perjalanan kami dari Probolinggo kota menuju Bromo. Gw hanya mendesah kagum mana kala mobil kami membelah jalan berkelok dengan jurang curam disisi kiri kanan kami. Melihat pedesaan dengan landscape berbingkai pengunungan ini membuat mata gw nyaris lompat dari cangkangnya. Batang-batang pohon pinus ditambah perkebunan sayur mayur dikemiringan bukit yang nyaris mendekati 90 derajat benar-benar membuat gw merasa sedang tidak berada di Indonesia. Damnnnnn suasananya seperti lukisan, lukisan hidup 3 dimensi. Sejenak kita tinggalkan pedesaan indah ini, kami sudah sampai di pelataran parkir. Dimana jeep berderet-deret parkir di tepi jalan. Setelah bernegosiasi cukup alot gw sepakat membayar sewa jeep 900rb untuk sesi photo seharian ini. Dan setelah itu semua mata amang-amang ini beralih ke sosok model berbalut kebaya putih berkilauan tertimpa sinar matahari. Wajah bulenya yang telah bertopeng make up tebal memang menggiurkan teman. Jadi sebelum irama siul-siul genit ini semakin mengganas, mari segera meluncur dengan Jeep hitam ini menuju lokasi pemotretan. Prediksi gw meleset, photoshoot dengan 3 outfit ini selesai dipukul 12 siang di 3 lokasi berbeda: Pasir berbisik, bukit teletubbies dan sekitar gunung Bromo. Masih ada sisa waktu 5 jam sesungguhnya. Tapi team gw sudah tak bertenaga nampaknya. Sinar matahari terik ditambah hawa dingin, dan sapuan badai pasir membuat kami urung menjelajah siang ini. Belum lagi wajah kami sudah compang camping karena pasir yg menempel di wajah dan rambut bak sapu ijuk, jadi mari segera angkat kaki dan mencari kedai makanan untuk isi perut. Hari ketiga......... Setengah 3 pagi team hore ini beranjak kembali menuju kawasan bromo. Ini hari bebas, waktunya berpetualang dan mari Mengejar Sunrise di puncak Pananjakan. Pagi-pagi buta ditempat ini berbading terbalik dengan pagi2 buta di Probolinggo kota. Disini, dijalan sempit ini, deru jeep bersahut-sahutan, dari atas pegunungan gw seperti melihat lampu-lampu sorot mobil jeep bak ular raksasa panjang yg merayap ingin memeluk Pananjakan. Hawa dingin 5 atau 6 derajat celcius menggempur kami habis-habisan. Badan gw yang penuh lemak ini ditambah jaket 3 lapis plus kupluk dan sarung tangan tak juga sanggup menghalau angin pengunungan yang masuk dari celah2 jaket rajut gw. Celana harem batik tipis yg gw kenakan membuat angin makin leluasa masuk dan otomatis membuat dua "sesuatu" dalam balutan underwear gw mengkerut. Hahahahahaaa........ Manusia tumpah ruah disini. Jeep kami terpaksa parkir di 2 km sebelum puncak karena jalan sempit berliku-liku ini sudah menjadi lautan manusia, tak sanggup dilalui mobil. Pilihannya adalah melanjutkan perjalanan ke puncak dengan ojek atau jalan kaki. Gw boleh dong memilih jalan kaki? bukan karena gak punya duit untuk bayar ojek yg hanya 10ribu, tapi karena gw penasaran menantang diri gw sendiri. Entah karena kelewat gembira atau karena pecicilan, gw melangkahkan kaki gw dengan cepat meninggalakan photographer gw beberapa meter di belakang sana, dan akhirnya gw pun ngos-ngosan sendiri. Jantung gw seperti lari ditempat, kepala pening tapi gw tetap melangkah tanpa mengindahkan tawaran tukang ojek yg terus terusan menawarin gw duduk diboncengannya. Gak lama kok, cuma sekitar 20menit, dan ketika kaki memijak di puncak Pananjakan yang penuh sesak dengan manusia, gw disambut sinar matahari yang pecah merona di batas cakrawala dan itu hanya bisa dilukiskan dengan satu dua patan kata : SUBHANALLAH, TUHAN ini INDAH SEKALI. Terimakasih ya Allah sudah memberikan saya kesempatan melihat kesempurnaan kuasa-Mu dari salah satu puncak terbaik Indonesia : Pananjakan Bromo.

Fei

Fei

 

Beras basah

Bontang mungkin tidak sepopuler Belitong atau Bali, karena kota ini memang bukan kota dengan tujuan wisata, yah Bontang yang berjarak 6 jam perjalanan darat dari Balikpapan adalah kota Industri. Di kota ini berdiri 3 perusahaan berkaliber International, PT. PUPUK KALTIM dengan produksi pupuk ureanya, LNG BADAK dengan Gas alam cairnya dan PT PAMA PERSADA dengan produksi batu baranya. Dan ini adalah kota dimana gw menghabiskan masa kecil. Tapi...... Bontang gak terlalu menyedihkan kok sebetulnya untuk urusan spot wisata. Bagi penyuka petualang silahkan meleburkan diri di dalam area Taman Nasional Kutai, syukur2 kalau bisa ketemu habitat Orang Utan yang mulai sangat langka, dan berdecak kagumlah dengan pepohonan ulin yg juga sebenernya sudah mulai berkurang populasinya karena habitatnya banyak dijarah untuk perkebunan. Atau ingin menikmati rimbunnya pepohonan bakau? Ada Teluk kabah yg berjarak +/- 3jam dr Pelabuhan Tanjung Limau. Walau dibingkai oleh lautan, kota ini sebetulnya tidak punya banyak pantai berpasir. Hal ini dikarenakan Laut Bontang adalah Laut dalam, dan tepian pantainya lebih banyak didominasi Lumpur karena banyak pohon bakau serta bebatuan karang. Eittsssss....tapi jgn sedin cyinnnnnnn!!!!! Bontang punya area perkampungan nelayan diatas laut yg populer dgn sebutan Bontang Kuala, dan ini adalah spot paling heitssssss untuk kongkow2 dan tempat strategis untuk berpatcharan anak2 muda Bontang sembari menikmati sunset. Selain itu salah satu pulau berpasir putih dengan air berwarna torquise dan paling sering dikunjungi adalah Pulau Beras Basah. Konon kisahnya pulau ini terbentuk karena ada sebuah perahu pengangkut beras yang karam disini dan menjelma menjadi pulau, hahahahahaaa....Dongeng! Gw tidak bisa memastikan sejarahnya secara pasti, namun menurut gw pulau ini dinamakan beras basah karena pasir putihnya, mungkin seputih beras, qiqiqiqiqiqiii. Pulau ini tak seberapa besar, cuma butuh 15 menit untuk mengelilinginya secara utuh, dilengkapi sebuah dermaga, dan mercusuar. Karena abrasi pulau ini semakin mengecil. Seingat gw, dulu, dulu sekali! Waktu gw kelas 3 SD, mercusuar di pulau ini tepat berada di tengah pulau, tapi sekarang mercusuarnya sudah berada tepat ditepi pulau, sayang buanget. Dan sangat disayangkan, pulau kecil ini tidak dikelola dengan baik. Jgn berharap ada cottage ditmpt ini, karena hanya terdapat dua rumah penduduk yg mendiami pulau ini. Di tengah pulau ditumbuhi banyak pohon nyiur, dan perjalan gw lepas idul fitri 2013 membuat gw terhenyak. Pulau ini kotorrrrrrrrr sekali, sampah plastik bertebaran dimana2. Gw binggung kenapa pemerintah gak care sama pulau ini. Tak ada petugas kebersihan, tempat sampah yg disediakan hanya menjadi semacam aksesoris, dan pengunjung yang datang sungguh gak peduli dengan sampah2 yg mereka bawa. Sebetulnya pulau ini akan semakin layak untuk menjadi area pariwisata paling keceh di Bontang kl semua orang dan pemerintah mau peduli dgn pulau ini. Cari investor yang mau membangun area ini, dan bisa dipastikan pulau ini akan menghasilkan sesuatu. Udah ah.........

Fei

Fei

 

Tidur di Jeep

Seperti yang sering gw utarakan: Jogja adalah semacam kota Garis Keras untuk berpatcharan. Bercinta di kota yg dl katanya kotanya para pelajar ini romantisnya memang gak kira-kira. Tapi setelah itu bersiaplah untuk patah hati karena putua cinta. Semacam ada kutukan bagi para muda mudi yg bercinta di Kota Budaya ini. Tapiiiiiii........ Walau demikian, Jogja selalu punya caranya sendiri untuk menarik gw kembali, seperti ombak besar yg menghantui hati para peselancar untuk kembali bergumul dengan gulungan-gulungan jutaan kubik air bergaram alami. Dan kawan, disinilah gw hari ini. Menari bersama goncangan dasyat Jeep diantara lajunya di bebatuan lahar panas yang pernah dimuntahkan Sang Merapi beberapa tahun lewat. Sekali lagi, kunjungan ke lereng Merapi yg mulai kembali menghijau ini bukan jadwal terencana. In. Trip dadakan dianta jadwal kunjungan ke Jogja Fashion Week dan schedule photoshoot gw di Wonosari. Demi memenuhi hasrat dan rengekan si ponakan kecil yg sejak mengudara bersama burung besi puluhan ribu kaki dr permukaan air laut, disinilah sabtu siang ini kami berada. Bersimbah peluh, berderai teriakan, disirami sengatan matahari dan cipratan debu-debu dari roda-roda truck pengangkut bebatuan yg rela memperkosa gersangnya tanah berdebu. Perjalan kami tak selamanya mudah untuk tiba ditempat ini, menjelang waktu makan siang tiba, dipertigaan tajam, Inova yg gw sewa berasap. Entah karena mobil ini sudah seharusnya dikiloin di penampungan besi tua, atau karena kelalaian sang juru kemudi yg lupa memeriksa kelayakanya, yang jelas kejadian ini membuat rombongan kecil ini huru hara, gesit meninggalkan mobil yang berasap, khawatir terpanggang seperti yg kerap gw tonton di berita yg terpampang di layar TV. Oke, lupakan insiden mobil berasap, mari kita menari bersama Jeep yg sengaja turun gunung menjemput kami, lalu setelah itu kita mencari sudut-sudut terbaik untuk mengabadikan pose-pose jumawa. Hei, kalian tau dalam tour berdurasi 2 jam di lereng gunung ini? Gw sempat tertidur bersama goyangan Jeep yg tak lebih asoy dari goyangan Inul Daratista.

Fei

Fei

 

Gathering Huru Hara

Sudah pukul 2 dini hari ketika gue memaksakan diri mengatupkan kelopak mata yang tak kunjung mencapai moment mengantuk, alhasil usaha ini hanya membuahkan efek guling-guling gak jelas di atas kasur gue dengan aroma apeknya yang semerbak. Entah karena terlalu deg-deg serr menanti pukul 5 pagi, atau karena alam bawa sadar gue memikirkan nasib se-ember seprai yang sudah gue rendam sejak tiga hari lalu, namun tak kunjung gue jamah. Ahhhh, gak bisa tidur, nyuci sajalah. Jarum jam dilayar android gw sudah menunjukkan pukul 4.30 WIB, manakala gue sudah duduk manis di atas boncengan seorang security minimarket yg subuh2 buta ini gw paksa menjadi ojek untuk membawa gw menyambangi poll x-trans yang sebetulnya bisa ditempuh dengan angkot. Rupanya nasib sedang tidak mujur, disebuah spanduk yang di bentangkan asal di depan pangkalan travel ini tertulis besar-besar jadwal keberangkan pertama x-trans menuju Bandung adalah pukul 6 pagi ini, ahhhh rupanya info yang tertera di laman website mereka tak sesuai dgn kenyataan. Payah! Maka beberapa detik kemudian, roda-roda ninja besi ini sudah kembali menjamahi permukaan aspal, dan membawa gue menuju pangkalan taxi. Moda transportasi berlogo burung biru ini tepat sampai di halaman Hotel Kartika Chandra sesuai waktu yg gw pinta, walau dengan kecepatan menyamahi kecepatan siput yg dipaksa lari marathon. Namun apa daya, perasaan was-was yang sedari tadi menyelimuti perasaan telak terbukti. Gue masuk daftar waiting list saudara, dan itu menjengkelkan. Mari berdoa, semoga keajaiban datang dan malaikat membuat orang-orang yang telah reservasi untuk keberangkatan subuh ini terlelap hingga pukul 12 siang. Bandung........ Mata gue masih terasa seperti diglendotin dua t***k, berat sekali untuk terbuka saat langkah kaki gue semakin melaju menuju restroom Ciwalk untuk menyelesaikan hasrat alami pagi ini. Ada kekuatan maha dasyat dr isi usus dan kantung kemihnyang ingin segera dibebaskan dari tempatnya berdiam semalaman suntuk. Sementara itu 30 menit sudah beranjak dr pukul 8 pagi, waktu yg ditetapkan panitia gathering untuk bersua di simpang dago. Jadi "kewajiban" pagi ini harus segera dituntaskan setuntas tuntasnya. Bukan hal sulit sebenarnya untuk bisa sampai dalam waktu singkat ke daerah Dago, tapi disaat-saat genting seperti ini, rupanya para tukang ojek pun raib entah kemana, so angkotlah yg menjadi penolong pagi ini, walau akhirnya bikin kepala betanduk juga. Emang2sopir : "Sakedap ya A." Rupanya emang2sopir yg tak seberapa keceh ini menangkap juga aura tak suka di muka gw, saat keputusan sepihaknya nge-tem tak jauh dari pasar deprok yg kami lewati. Hemmm demi kebutuhan memenuhi kuota isi angkotnya dia rela dicemberutin sama gue. 2nd floor, MC D simpang Dago Tak sulit menemukan keberadaan rombongan kecil ini, terlebih logo Jalan2.com terpampang nyatah di punggung beberapa orang dalam balutan t-shirt warna torquise yang kemudian gw ketahui sebagai Ko Rudi yg tak lain dan tak bukan adalah founder situs pencinta jalan-jalan ini. So, keterlambatan gw dateng ke meeting point yg mencapai 1,5 jam setidaknya termaafkan (ada kali yg baru berangkat jam 8 pagi dr Jakarta, hahahahahaa). Sejam lagi posisi matahari tepat berada diubun-ubun dunia ketika rombongan ini bergerak menuju destinasi pertama: Taman Hutan Raya. Sejujurnya ketika kali pertama menginjakkan kaki di depan gerbang taman hutan ini, sesungguhnya dibenak gw hanya ada satu asumsi ~> Mari kita berekreasi ala-ala perpisahan Anak SD, tapi ketika rombongan mulai melewati pintu gerbang terbentanglah hamparan hutan hijau memanjakan mata. Semua sudut rasanya pas untuk jadi spot photo. Oke sesi photo-photo dengan gaya manis dimulai dari sini (semoga di spot photo berikutnya posenya bisa lebih fun). Jalan setapak menuju Gua Jepang sesekali berliku dengan turunan yg cukup terjal, energi setiap orang dalam rombongan gathering kali ini begitu meluap-luap. Pun begitu, mana kala mulut gua jepang yg kami tuju sudah menyambut kami dengan segala kemisteriusannya. Beberapa orang yg menyewakan senter untuk menjelajah dalam kegelapan gua hanya berbuah ketidakpedulian kami untuk sementara waktu. Kegiatan photo mem-photo lebih menarik perhatian gue dan member-member lain. Dinding-dinding gua menyambut dengan aroma apek nan lembab. Sejurus mata memandang hanya ada kegelapan disana sini, rombongan ini berjalan berhimpit-himpitan dibawah arsitektur yang melengkung. Tanpa pemandu wisata yang paham betul tentang history dibalik lorong-lorong beraroma spoky ini, membuat rombongan kami beberapa kali harus berhadapan dengan jalan buntu. Maka perjalan dlm goa ini lebih semacam main petak umpet tanpa tahu tentang segelintir kejadian yg pernah terjadi dalam rongga dibawah gunung ini. Lepas hilir mudik dalam kegelapan, pasukan kecil kami beranjak menuju goa Belanda yang jaraknya lumayan bikin betis berkonde. Beruntunglah ada beberapa gubuk disepanjang jalan sempit ini yg menggelar dagangan, seporsi jagung bakar yang keasinan lumayan menjadi pengganjal perut yang mulai mengeluarkan suara2 aneh. Goa Belanda terletak dipenghujung area wisata ini, hemmmm rupanya dulu Jepang dan Belanda berteman baik sehingga tempat persembunyian mereka tak seberapa jauh. Dengan halaman yg cenderung lebih luas, mulut gua ini sedikit terasa lebih mistis. Tapi itu tak cukup menarik perhatian gw, cukup sudah gue menderita menahan gatal disekujur tubuh manakala menyusuri Gua Jepang. Aksi monyet-monyet kecil yg jumpalitan dr satu dahan ke dahan lain diatas gua kompeni ini lebih menarik perhatian gue. Oke kita tinggalkan keriaan di area Taman Hutan Raya. Saatnya beranjak ke destinasi berikutnya. Wisata kuliner. Daerah Punclut, Cimbeluit menjadi lokasi yang dipilih oleh Momod. Restoran sunda ini menawarkan view yang ciamik, rumah panggung bermaterial besek dengan dinding terbuka, membuat angin bebas merdeka menyapa setiap costumer yang datang untuk memadamkan kelaparannya disini. Hamparan pegunungan dan perkebunan terpampang dibawah sana membuat gue dan member lain boleh menjamahnya dengan pandangan takjub sembari menanti hidangan siap untuk disantap. Oke gue gak suka bagian ini, gue merasa di dzolimi, makanan gue di sabotase, walhasil ketika 24member sedang syahdu menyantap makan siang mereka, gue hanya duduk sambil mengunyah irisan ketimun dengan sambel terasinya yang bikin tandunk bermunculan dikepala gw, makanan gue mana woiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii. Ketika segelas teh manis panas sudah gw tandaskan, dan ketika Amer sang ketua panitia sudah menandaskan pete bakarnya dengan lahap gue masih saja mengunyah irisan ketimun, selera makan gue rontok seketika. Ahhhhhh menyebalkan sekali, terlebih saat pramusajinyg gue semprot hanya datang membawa billing makanan gue tanpa tahu dimana piring berisi segepok ikan asin dan cumi asin itu berada. Seseorang : "Itu kali makan loe fei." 24 pasang mata kemudian mengarah pada sepiring nasi merah dan sepiring lauk pauk berisi ikan asin jambal, cumi asin, dan seiris tahu yang teronggok begitu saja ditengah-tengah kumpulan kecil ini. Sejujurnya kejadian ini membuat gw ilang rasa lapar. Ditambah nasi yang sudah nyaris mengering tertitup dinginnya angin kawasan ini, tapi kata orang tua mubazir kl gak dimakan, ada ribuan orang diluar sana yg rela saling bunuh demi sepiring nasi. Maka tandaslah makanan itu. Kawan tahukah kau kekekian gw semakin memuncak manakala ikan asin jambal berukuran sedikit lebih besar dari ukuran dadu di hargai 6000perak per pcsnya. Jiamput! Baiklah, kita tinggalkan saja moment tak mengenakan ini. Saatnya berpacu dengan waktu, perjalanan masih panjang untuk bisa sampai ke puncak perahu kayu yang konon ditendang seorang pemuda bernama sangkuriang karena murka pada Dayang Sumbi dan kemudian perahu itu menjelma menjadi perahu. 1 1/2 jam waktu tempu kami untuk kemudian bergabung dengan wisatawan lain menghirup wangi belerang yang menusuk indra penciuman. Hufffttttt, terbayar sudah perjalanan panjang ini. Sejauh mata memandang yang ada hanyalah kekaguman. Tuhan Maha Besar menciptakan pemandangan se-elok ini. Waktu kami tak banyak, hanya sekitar 30 menit sebelum gerbang Tangkuban perahu ditutup sore ini. Maka tak ingin kehilangan moment, serta merta kami menyebar mencari spot-spot ciamik untuk pose-pose ganteng. Kawasan antah berantah....... Kepala gue pening, tertidur dengan posisi edgy dalam kotak besi yang terus meluncur, leher gue terasa kaku disertai mual yang menggedor-gedor dinding lambung gw. Oke fineeeeeeeee asam lambung gue naik. Gue kelelahan. Gue berjalan sedikit sempoyongan saat melangkah ke rumah kayu yang menjadi tmpt kami bernaung malam ini. Gw mendapati diri gue di kawasan antah berantah, malam sudah menjalar sejak tadi, agak bergidik juga mendapati villa yg di ruang tamunya terdapat tmpt sembahyang lengkap dengan aroma dupa. Alamak, dimana ini? Planing bakar-bakar jagung ternyata gagal total malam ini, rupanya persediaan belum tersedia, sehingga lepas acara perkenalan secara resmi antar member yang menjadi peserta gathering ini, sebagian besar member memilih untuk wisata kuliner, sementara gw memilih tinggal dipenginapan, menyelesaikan pekerjaan lalu terlelap dalam belaian angin malam yang tak bersahabat.

Fei

Fei

 

Only 24 hours

Sering melakukan perjalanan atau liburan ke satu tempat tanpa Itinerary? Jangan tanya gw karena itu habbit gw yang paling buruk. Hasilnya begitu sampai di lokasi liburan suka mati gaya, dan budget pasti membengkak. Well, ketika sedang chat dengan seseorang yg gw kenal dari social media, tercetuslah ide jalan-jalan singkat ke puncak. Ini mungkin bukan kali pertama gw menjejakkan kaki dikawasan perkebunan teh ini, tapi ini adalah kali pertama gue menyusun perjalanan ini mulai transport yg bisa membawa km ke puncak, penginapan, lokasi liburan, hingga kuliner yg bisa kami jajal. Mengingat gw sendiri tak punya kendaraan, begitu pula dengan partner jalan-jalan gw. Dan ditambah dia yg akan saya culik menemani perjalanan kali ini pun masih harus ngantor di hari sabtu, so perjalanan yang gw plan start jam 5 sore molor hingga pukul 7 malam. Dannnnnnnnn, travel yg sudah gw reservasi dengan tarif 55rb per orang terpaksa batal karena kami ditinggal. Alhasil pilihannya jatuh pada bus Agra Mas dr Lebak Bulus menuju Bogor dengan biaya 11.500 per orang. Malam sudah semakin berjalan jauh ketika bus merah menyala yg kami tumpangi merapat di terminal Baranangsiang. Hasil tanya-tanya singkat dengan dua orang Pak Polisi yang sedang berdiri santai depan terminal, gw mendapatkan informasi jalur angkot yang bisa membawa kami sampai ke Arwana Resort yg sdh terlebih dahulu gw reservasi. Tapi apa daya karena sudah terlalu larut, ditambah badan yang semakin letih mendekati lemas, maka pilihannya adalah naik taxi menuju puncak dengan tarif 200rb hasil nego yang cukup alot. Beruntung malam minggu ini tak macet sama sekali, sehingga tanduk di kepala gak jadi keluar, sekitar satu jam taxi sewaan kami memperkosa aspal yang berkelok-kelok hingga terparkir di depan resort yg gw sewa 325rb semalam. Dan waktunya tidur........(apapun yg terjadi dalam kamar ini, biarkan cuma gw, dia dan tembok yg tahu, hahahahahaaa) Keesokan harinya....... T-shirt merah andalan, lengkap dengan sneaker warna senada plus kaca mata hitam untuk mendongkrak presentase ke gantengan gw sudah menempel from head to toe. Waktunya ubek-ubek puncak dan sekitarnya. First destination: Menuju Puncak Pass dengan angkot 8rb (berdua) untuk Wisata kuliner di sana dengan menu -jagung bakar, roti bakar cokelat, kelapa muda, moci kacang ijo, cilok = 67rb. Second destination: kembali dengan naik angkot yang melalui jalur alternatif diantara perkebunan teh dan bisa bikin ibu-ibu hamil bisa brojol seketika dengan ongkos 6ribu rupiah ditambah jalan kaki diantara kemacetan sejauh 700meter menuju area wisata Agro Gunung Mas. Menapakkan kaki di jalan tak seberapa luas yg terhimpit pegunungan menuju area perkebunan teh termahsyur ini, gw seolah memasuki dunia lukisan, ciamik kali lukisan alam yg terbentang di depan mata ini. Indah sekaligus sejuk. Dan tantangan pertama yang akan gw taklukkan adalah menunggang kuda menyusuri perkebunan teh. Wowwww, this is the first time for me! Setelah mendapatkan quickly leasson cara menunggang kuda, waktunya menyusuri jalan2 setapak di antara perkebunan teh yang tracknya kadang berkelok, kemudian menanjak dengan bebatuan yang berserakan tanpa aturan. Kesenangan selama 30 menit ini bisa didapatkan dengan merogoh kocek 100rb (sayang kali ini jusrus menawar gw tak berlaku dipermainan ini). After that, wisata kuliner di kafetaria yang disediakan oleg pengelola wajib untuk dijajal. Dan pilihannya jatuh pada seporsi pisang bakar kayu manis seharga 17.500 per porsi, black curren tea (lupa harganya) seporsi otak-otak yang di bandrol 25ribu rupiah untuk 10pcs otak2 dalam satu porsisnya. Sebagai lelaki yang tingkat ke narsis-annya sudah diambang mengkhawatirkan, tidak lengkap rasanya jika tidak melakukan sesi pose-pose ganteng diantara rimbunnya pepohonan teh lalu menyusuri jalan-jalan setapak yang akhirnya membawa gw ke ketinggian tertentu dan dengan leluasa memperkosa keindahan lukisan alam ini. This is heaven in the world! Matahari sudah mulai tergelincir. Pukul 4 sore, waktunya turun gunung. Angkot yg hilir mudik di kawasan ini tentunya sangat membantu wisatawan lokal macam gw dan partner untuk bisa mengunjungi tujuan berikutnya. Dan destinasi berikutnya yang tak boleh dilewatkan adalah Romantic dinner at Cimory. Persis adzan berkumandang disertai rinai hujan yang mulai tumpah satu-satu dr langit, kami berdua tiba di restoran yang konon katanya berbagai hidangannya diramu dari susu sapi segar, dan untuk santapan malam ini menu pilihannya jatuh pada: Nasi bistik sati lada hitam, Asem-asem daging, Mantao kukus, teh manis hangat, leci ice tea, and for this all menu we only pay IDR.169.000. Well, after all of the quickly trip in Puncak, Bogor East java. Its time to go back to jakarta with the shit traffic. Balik ke jakarta via bogor dengan angkot dr kawasan Cimory ke ciawi 8rb, ciawi to bogor 6rb, dan bogor to jakarta 11.500, lebak bulus kos daerah Pondok indah dengan metromini 2rb. And im doneeeeeee with my 24 hours trip to puncak.

Fei

Fei

 

Pandawa Beach, Pantai perawan yang tersembunyi

Pandawa Beach, sebuah area yang dulunya adalah perkampunyan nelayan tempat membudidayakan rumput laut, namun belakangan area ini dikembangkan menjadi salah satu destinasi wisata. and that beach soooooooooooooooooo beautiful. bolehlah gw menyebutnya sebagai pantai perawan yang tersembunyi. lautnya yang biru dengan debur ombaknya yang "Pecahhhhhhhh" plus bonus terik mataharinya yang passs banget buat pelancong yang gemar membakar kulit. Memasuki area ini, akan membuat mata lompat dari tengkorak kepala, bagaimana tidak, untuk sampai ke bibir pantai, kita akan dibawa menyusuri jalan berkelok yang terbentang ditengah bukit kapur yang di "Belek", yess, perbukitan kapur yang membingkai kawasan ini, dibelah dan dibuat berteras-teras, dengan patung Lima Pandawa yang menghiasi salah satu sisi tebing batu kapur di sisi jalan. Gw sebetulnya secara tidak sengaja menemukan lokasi ini ketika satu waktu berseluncur di laman sebuah social media, guna mencari lokasi yangh eksitis untuk sesi photoshoot sebuah majalah fashion. Kecanggihan Mbah Gugle yang pada akhirnya membawa gue menginjakkan kaki di pantai tersembunyi ini, tapi jangan tanya bagaimana gw bisa sampai ke lokasi ini, saat perjalan kurang lebih 2jam dari Kuta, gw sedang terlelap dengan indahnya. Rasa kantuk yang bergelayut mesra di pelupuk mata, sekejap hilang dengan decak kagum plus mulut menggangga karena terkesima. gw berasa berdiri di tepian dunia ketika berdiri disalah satu bibir ngarai, dan samudra biru yang memantulkan sinar keperakan terbentang sangat luas dibawah sana. In this portfolio: Kebaya dress by Fei Model by Ana Vidosalvjevic Make up And Hair do by Eva Yunny, Gedung studiMaya. Jl. dewi Sri No 17, Legian - Kuta 80361 Phone: 081936279666, 0361-766444 Aksesories by Rani Ranov Photo by M.Aditya.S phone 085697660666 Pengarah gaya by Fei Ass.pengarah gaya by Amanda Location at Pandawa beach & Tegal Wangi, Bali. Was published on Majalh Kebaya Indonesia, April Issue.

Fei

Fei

 

Diving nekat

Bagi sebagian pencinta diving, hilir mudik bersama ikan dan menyapa terumbu karang dikedalaman laut adalah hal yang memabukkan. Bagi gue, yang phobia ikan hiu, diving adalah aktivitas menyeramkan. Terlebih kabar-kabar yg beredar, seseorang yang ingin nyemplung dan memperkosa keindahan kehidupan bawah laut harus memiliki sertifikat diving. Tapiiiiiiii....... Cerita berganti ketika akhir bulan lalu, gw diculik diantara kepadatan jadwal kerja yang merayap. Short vacation ke Bali, dan trip kali ini gw ibaratkan sebagai blind date. Bagaimana tidak, rencana 3 hari dua malam di Pulau bertabur bule-bule berbikini ini, gw gak tahu mau ngapain, nginep dimana, pergi kemana. Buta se buta-butanya. Maka alhasil gw ibarat kebo yang dicolok idungnya, ngintil aja kemana rombongan bergerak. Dan, begitu si burung besi mendarat dengan mulusnya di Ngurah Rai Int Airport, rombongan kecil kami langsung capcus ke daerah Nusa Dua, tujuannya ternyata main air di Tanjung Benoa. Damnnnnnnnn, no kaca mata renang, no sunblock, belom tidur dua malam, lapar pula, dan gw dihadapkan pada permainan menantang nyali. Okeh, setelah berjam2 terombang ambing dan terpental kiri kanan di atas permukaan air laut, waktunya nyemplung ke dalam laut, and this is my first dive anyway. Gw yang selalu terpesona pada gambar2 dunia laut yang semacam kehidupan di dunia Peri dan biasa gw nikmati di mesin pencari Om Gugle, tapi skrng gw pun turut ambil bagian di dalamnya, walau hanya sebatas pemeran figuran. Hahahahaaa...... Setelah mendapat training super singkat bagaimana cara bernafas dibawah laut, trik menggunakan peralatan selam, sampai belajar kode2 singkat sebagai cara berkomunikasi dibawah laut akhirnya tiba masanya untuk nyemplung di kedalaman 9 meter. Hayahhhhhhhh........panick attack! Berkali-kali instruktur diving profesional nyeret2 gw biar gak nabrak body kapal laut yg kita tumpangi, dan akhirnya menarik gw untuk masukkkkkkkkk...... Ohhhhh my Goddnes. This is life, im in love with diving. Walau terumbu karang di spot diving ini sudah kacau balau, tapi kehadiran ikan2 lucu yang hilir mudik berebut remah-remah roti tawar di jemari gw, membuat gw jatuh cinta. Dan ternyata untuk diving gak perlu tuh mahir renang atau punya sertifikat diving, dateng aja ke Tanjung Benoa. Para profesional diver akan membawa loe memperkosa keindahan bawah laut. Cukup $35 untuk 20 menit penyelaman, ditambah complaiment berupa video aktifitas penyelaman dan photo2 narsis loe dibawah sana. Oke, Next Diving PULAU DERAWAN! SOON, mari menabung

Fei

Fei

Sign in to follow this  
  • Posts

    • Seperti yang kupahami, Aku akan menunggu jawaban dari pesan pribadiku untuk waktu yang lama, jadi aku menulis di sini!

      Sebenarnya, aku sudah di forum Anda lama, tapi aku harus mendaftar lagi - mengapa, aku akan memberitahu Anda nanti.
      Baru-baru ini, saya putus dengan suami saya (beberapa orang tahu dia di sini!), dan aku sudah mengobrol pada situs kencan selama 2 tahun. Ini memalukan, tapi itu benar.
      Situs kencan mengecewakanku. Terlalu banyak orang mesum dan hanya pria bodoh. Saya suka intelektual yang kuat. Saya seorang insinyur, tapi juga aku mencoba sendiri dalam bisnis modeling. ... ;)

      Oh ya, aku 24 tahun, dan aku suka online chat room) (instagram, skype.instagram Aku hanya akan membalas dengan pesan pribadi! Tapi aku bisa menjawab hanya di malam hari - aku melarikan diri untuk sementara waktu!
      Saya berharap untuk hubungan yang serius. Menulis, Mungkin aku beruntung di sini.



      Post diubah:
      Bagus, fotonya tidak muat! Ada yang tahu cara memperbaiki ini?
      Dalam hal apapun, Foto saya yang lain dapat dilihat di sini, saya akan senang bertemu dengan Anda, saya suka menggoda))

      http://luvandates.com/profile/FannieEagep/


      P.S. michael! Jangan tulis surat lagi! Anda berada di Abaikan Daftar!
      ___________
      Post diubah 22.07.2019
    • perumahan syariah bekasi
    • Ingin cepat mendapatkan uang dengan mudah?
      dan mendapatkan pasif income seumur hidup?
       bergabunglah dengan kami. uang ratusan juta menunggu kamu.
      Elangsamudra Betting online pertama dan terbaik di indonesia.
      WA: 0813 8619 3537
      Line: elangsamudra
       
    • Hi , tanpa mandarin bisa kok jalan-jalan di China. Print dulu nama-nama lokasi yang dituju dalam bahasa mandarin dan Pinyin nya. mau beli tiket bus atau kereta cukup tunjukkan saja pakai print lokasi tersebut. Naik bus dalam kota juga bisa. Orang lokal mau membantu sepanjang kita bisa tunjukkan nama lokasi tujuan dalam bahasa mandarin.