Sign in to follow this  
  • entries
    7
  • comments
    67
  • views
    2,460

About this blog

ASEAN trip

Entries in this blog

Riky Ramadani

Bucaramanga adalah sebuah kota yang terletak di timur laut (northeast) Kolombia, tepatnya 8 jam dari Bogota, 4 jam dari Cucuta, kota perbatasan Kolombia dan Venezuela. Kota ini memiliki penduduk kurang dari 1 juta, dan memiliki banyak taman, sehingga disebut sebagai Ciudad de Los Parques, yang artinya kota taman. Kurang lebih, itulah informasi yang saya dapat dari om Google tentang Bucaramanga.

 

Namun Bucaramanga lebih itu, kota kecil ini memiliki banyak tempat yang membuat kenangan baik untuk saya, dan mungkin juga untuk teman-teman saya. Mari kita bahas kota yang namanya mungkin baru kalian pernah dengar sepanjang hidup dari blog ini.

Colombia_map.jpg

Opini saya ketika tiba di Bucaramanga adalah kota yang panas! Sangat berbeda dengan Bogota yang selalu sejuk sepanjang tahun, Bucaramanga ini kota yang panas, seperti Jakarta. Padahal kota ini memiliki ketinggian 950 m di atas permukaan laut dan sangat jauh dari laut. Pantai terdekat di sinipun letaknya di Santa Marta, kota yang terletak di pantai utara Kolombia, sekitar 474 km dan memakan jarak tempuh 12 jam dari Bucaramanga. Bayangkan, udah jauh-jauh kemari, eh malah ketemu kota panas lagi macam Jakarta. huhuhu...

 

Kota ini cukup tenang dibandingkan dengan kota lainnya di Kolombia, seperti Bogota dan Medellin. Di sini saya hampir tidak pernah merasakan macet seperti di Jakarta. Namun, hal itulah yang menyebabkan semua orang tidak sabar dalam mengemudi mobilnya, Supir taksipun bekendara seperti anak SMA yang baru mendapatkan pinjaman mobil dari orang tua. Ngebut seperti orang kegirangan dan terkesan asal-asalan!

 

Di samping itu, orang-orang Bucaramanga sangatlah ramah kepada siapapun, dan cenderung tidak rasis. Mereka memiliki sebutan Bumanges (cowok) dan Bumanguesa (cewek), dan dikenal dengan aksennya yang sedikit agak teriak, seperti orang Batak kalau di Indonesia.

Bisa dibilang di sini tempat yang baik untuk belajar bahasa Spanyol, kenapa? Karena di sini hampir mustahil menemukan orang yang bisa bahasa Inggris. Bisa dibilang cuma foreigner dan guru bahasa Inggris yang bisa berbahasa Inggris! Bahkan sesama anak pertukaran pelajarpun kami menggunakan bahasa Spanyol.

 

Buat yang laki-laki, Bucaramanga mungkin mempunya daya tarik sendiri karena kota ini dikenal sebagai gudangnya wanita-wanita cantik dan bahenol. di sini dikenal cantik, Ditambah karena cuacanya yang panas, wanita-wanita cenderung menggunakan baju terbuka, tidak seperti di Bogota yang dingin, Meski begitu wanita di Bucaramanga terkenal sebagai wanita berani, kerasa dan bossy di dari seluruh Kolombia! Lucu ya! Hal ini tentu berbeda dengan perspektif kaum hawa mengenai cowok Bucaramanga. Bagi mereka, penampakan cowok-cowok Bogota kayaknya jauh lebih keren baik dalam sisi penampilan dan behaviour. Yang ngomong ini bukan hanya saya lho, tapi juga orang-orang Kolombia, Indonesia, dan juga orang asing lainnya. Kesukaan Bumanguesos adalah party dan bailar aka dance aka menari. Hampir tidak ada orang yang tidak bisa menari dengan baik. Sungguh!

 

Di sini, saya tinggal bersama keluarga pemilik kos dan teman kos saya. Keluarga pemilik kosnya terdiri dari Luz, Carlos dan anaknya Sebastian. Mereka adalah keluarga asli Kolombia. Sedangkan teman kos saya bernama Nick, orang Inggris yang sudah tinggal di Kolombia kurang lebih 1 tahun (pada saat itu). Saya teringat pada saat pertama kali bertemu, Nick pernah bilang bahwa dia kenal dengan Ibu Dubes Indonesia. Lah kok bisa? Ternyata dia pernah menjadi penerjemah Bahasa Spanyol-Bahasa Inggris ketika bu dubes melakukan kunjungan ke Bucaramanga. Lucunya, meski kita sama-sama bisa berbahasa Inggris, kita selalu berbahasa Spanyol (dengan Spanyol saya yang terbata-bata dan modal nekat) selama di Kolombia.

12079322_10206899417777639_8486354612533543046_n.jpg

Coba tebak yang mana orang Inggris, mana Indonesia?

 

Luz, seorang pemilik kos sekaligus Ibu rumah tangga yang gemar belajar bahasa Inggris, setiap harinya dia selalu mempelajari bahasa Inggris melalui aplikasi duolingo dan menulisnya di sebuah buku. Ternyata, salah satu alasannya adalah kedua anaknya tertuanya menetap di luar negeri, di negara yang menggunakan bahasa Inggris, yang pertama ada di London, Inggris, yang kedua ada di Texas, Amerika Serikat. Saya mengetahuinnya ketika dia rutin melakukan skype dengan keduanya.

 

12316152_10205926411187101_2650898093948980134_n.jpg

Luz, Parasit Numpang, Sebastian

 

Setelah tinggal lebih dari sebulan, saya menemukan Bucaramanga sebagai kota yang cukup nyaman. Kota ini sangat tenang, namun sangat hidup. Orang-orangnya yang friendly dan reputasi sebagai kota paling aman di Kolombia membuat anggapan buruk kami mengenai hilang secara perlahan. Bucaramanga adalah kota yang sangat bersahabat bagi pejalan kaki, polusinya tidak parah seperti Jakarta, tidak bising, dan sangat hijau. Saya sendiri setiap hari berjalan kaki sejauh 1.5-2 km hanya untuk menuju kampus atau kosan teman, dan itu tidak termasuk pulangnya lho.

 

Secara keseluruhan, saya merasakan peningkatan kualitas hidup dibandingkan dengan di Jakarta. Selain itu, life balance kehidupan kami sebagai mahasiswa benar-benar seimbang. dan memang benar-benar kota yang cocok untuk kami, para mahasiswa, buat belajar dan menjalani kehidupan karena biaya hidupnya tidak semahal di Bogota.

Sebagai gambaran, biaya tempat tinggal di sini sekitar 350.000-600.000 Colombian Peso (setara dengan 1,5-2,5 juta Rupiah) untuk sebuah kamar, biasanya sudah termasuk listrik dan internet. Namun perlu diingat bahwa tempat tinggal ini termasuk di kawasan yang baik, alias harganya cenderung mahal. Alasannya karena kampus kami terletak di kawasan tersebut sehingga tidak lagi memerlukan transportasi.

Untuk makan sehari-hari, berada di kisaran 6.000-9.000 Colombian Peso (setara dengan 30.000 - 45.000 Rupiah). Untuk transportasi, kita bisa menggunakan bus atau taxi. Harga bus sekitar 1.500 Colombian Peso. Di samping itu, adapula bus Metrolinea sebagai Transjakartanya Bucaramanga, bus ini mempunyai cakupan zona yang lumayan jauh walaupun tidak memiliki terlalu banyak tempat, dan harganya sekitar 2.000 Colombian Peso (setara 10.000 Rupiah). Sedangkan Taxi biasanya sekitar 5000-8000 peso sudah hampir mencakup jarak terjauh Bucaramanga. Harga ini sangat murah, mengingat hanya sekitar 25.000-40.000 Rupiah. Hal ini pula yang membuat kami, mahasiswa Indonesia, malas menggunakan bus.

Jika ditotal, pengeluaran kami selama sebulan sekitar 1.000.000-1.300.000 Colombian Peso. Ini tergantung tingkat gaya hidup, tapi kebanyakan dari kami yah segitu. Tentu saja biaya tersebut di luar biaya jalan-jalan. hehee..

colombian%2Bpeso.jpg

Colombian Peso, 1 Peso setara dengan 4,5-5 Rupiah (rate 2015-2017)

 

Buses%2Bmetrolinea.jpg

Metrolinea

 

Bucaramanga ini seperti perpaduan hutan dan kota. Di kota ini, kita masih bisa menemukan hutan kota dengan mudah. Selain masih banyak hutan, terdapat pula taman-taman yang indah. Saking banyaknya, terdapat sekitar 160 taman di seluruh Bucaramanga, maka dari itu Bucaramanga mendapat julukan Ciudad de Los Parques yang artinya Kota Taman-Taman. Taman yang yang kenal di antaranya adalah Parque de Los Niños, Parque de San Pio, Parque Santander, Parque de Las Palmas dan Parque de San Francisco. Di kota ini kita bisa jalan kaki hingga 2 km dengan tidak terlalu lelah, karena trotoarnya yang lebar, dan polusinya tidak terlalu gila seperti di Jakarta.

 

 

9c504b7bd927e48e81e775c4d45bcbd9.jpg

Parque de Las Palmas

 

DATA_ART_369698_BIG_CE.jpg

Parque de los niños

 

 

 

 

 

Di Bucaramanga, terdapat 2 kawasan pusat keramaian yang paling terkenal, yaitu Cabecera dan Cañaveral. Dua kawasan tersebut dikenal zonanya kehidupan anak muda, kafe dan juga kehidupan malam. Cabecera terletak sangat dekat kampus saya di Bucaramanga, yaitu UNAB.

Di situ terdapat komplek mall perbelajaan yang bernama Etapa 1 hingga Etapa 5, jadi seperti komplek kafe dan mall. Di dekat situ, terdapat sebuah kawasan yang berisi banyak bar yang dikenal sebagai Cuadra Picha. Cuadra Picha ini tempatnya anak-anak muda Bucaramanga nongkrong dan party sampai bego.

04_cc_laquinta_dsc_0354.jpg

Quinta Etapa, Cabecera

web_tempgsdgg_big_tp.jpg

Cuadra Picha

 

Di luar itu, Bucaramanga juga punya beberapa mall besar, yang menurut saya pribadi ukurannya sangat besar untuk kota dengan populasi sekitar 2.5 juta (Bucaramanga dan Metronya). Mall-mall besar tersebut diantaranya adalah Mall Cañaveral dan Mall Caracolí yang menyambung satu sama lain, serta mall Cacique yang berada dekat dengan kawacan Caberra.

 

Tidak hanya mall, pasar tradisional di Bucaramangapun menjadi salah satu tempat favorit saya untuk di kunjungi, diantaranya ada La Plaza de Mercado Central dan San Andresito. Nah kedua pasar ini adalah tempat terbaik untuk mencari oleh-oleh Kolombia dan sesuatu yang khas tentang Kolombia, seperti sombrero, hammock, rokok tembakau, aguardiente, dll. 

88910445.jpg

Mall Cacique

 

IMG_20150814_130948.jpg

James aja belanja di sini

 

 

 

 

IMG_20150814_143824.jpg

Berandanya Mercado Central

 

 

IMG_20150814_145656.jpg

Tukang buah di dalam pasar Mercado Central

 

 

Untuk yang suka jalan-jalan menikmati keindahan alam atau kegiatan outdoor, Bucaramanga merupaklan tempat yang sangat menarik, kenapa? karena Bucaramanga letaknya dikelilingi pegunungan (cordillera), dan hanya membutuhkan waktu 2 jam untuk tiba di San Gil, pusatnya kegiatan alam di Kolombia. Kamu bisa rafting, parasailing, bungee jumping, air terjun, hiking pegunungan, paramo dan melakukan kegiatan lainnya! Namun, bagian ini akan saya tulis di tulisan berikutnya berhubung Bucaramanga mempúnyai banyak tempat keren yang wajib dikunjungi, hehee...

 

Bagaimana dengan kampus tempat saya belajar setiap harinya?

Kampus keren bernama Universidad Autonoma de Bucaramanga atau yang bisa disebut UNAB. UNAB adalah kampus swasta yang paling penting dan terbaik di provinsi Santander. Kampus ini memiliki 3 sede alias headquarter alias gedung kampus. Kampus utamanya terletak di El Jardin (The Garden) yang sangat dekat dengan kawasan Cabecerra, bisa dibilang tempat ini adalah pusatnya keramaian di Bucaramanga. Kampus ini sangat autentik karena dikelilingi dengan hutan, pohon-pohon di dalamnya. Benar-benar eco campus!

Yang kedua, adalah Centro de Servicios Universitarios (CSU)! CSU ini terletak di Terrazas, dekat kosan saya, yaitu cukup jalan kaki kurang dari 5 menit. UNAB Terrazas ini adalah sport center dan pusatnya ekstrakurikuler mahasiswa. Terdiri dari banyak kelas, laboratorium, lapangan basket, sepakbola, tenis, taman, gym, dan studio musik yang semuanya gratis untuk digunakan. Ini salah satu tempat favorit saya selama di Kolombia.

Sedangkan yang ketiga namanya Kampus El Bosque (The Forest) yang terletak di kawasan Floridablanca, dekat Cañaveral. Lokasi kampus ketiga ini sangat jauh dari kedua kampus yang sebelumnya saya sebutkan. Kampus ini dikhususkan untuk mahasiswa jurusan kedokteran dan keperawatan, dan letaknya memang sangat dekat dengan rumah sakit-rumah sakit paling penting dan terbaik di Bucaramanga. Silahkan di buka deh video tentang kampusnya..

unab%2Bel%2Bjardin.jpg

Kampus UNAB

 

 

 

 

 

 

12038186_10206851908269931_4119929443271889747_n.jpg

Wong Indonesia di UNAB

11254522_10207245440230263_8982704691581570307_n.jpg

Los Intercambios aka Exchangers

Ngomong-ngomong soal event, Bucaramanga juga tidak kalah dibandingkan dengan kota lainnya. Bucaramanga juga memiliki komunitas traveling yang asyik. Hanya saja kedua hal berikut akan saya bahas di artikel selanjutnya..hehee...

IMG_20151006_154637.jpg

 

 

 

 

IMG_20151006_160800.jpg

Bucaramanga, Kota Sukacita

 

 

 

IMG_20150905_165050.jpg

 

IMG_20150905_173823.jpg

 

 

IMG_20150908_170706.jpg

 

Riky Ramadani

Medellin, kota terbesar kedua di Kolombia, yang lebih dikenal sebagai kotanya Pablo Escobar dahulu dan juga kota paling innovatif sekarang ini terletak di Departemen Antioquia. Selain kota Medellin, ternyata Antioquia juga memiliki tempat keren yang wajib dikunjungi. Tempat tersebut adalah Guatape dan el Peñol atau yang biasa juga disebut la Piedra. Hanya diperlukan waktu 2 jam untuk menuju tempat tersebut dari kota Medellin.
 

12144705_10207848605432984_860257715397074085_n.jpg

 



Old Peñol adalah sebuah replika kota Peñol yang sengaja dilestarikan untuk mengenang kota yang dilanda banjir pada akhir 1970-an dalam rangka pembuatam bendungan Penol-Guatapé.
Ketika kompleks pembangkit listrik tenaga air megah tersebut dibangun, megaproyek ini memberikan dampak besar pada pembangunan sosial, ekonomi, politik, lingkungan dan budaya di wilayah ini. Melalui pembangunan bendungan ini, Guatapé menjadi salah satu pusat penghasil listrik di Kolombia. Satu-satunya yang tersisa dari kota lama original hanyalah tiang salip di puncak gereja. Di replika kota tua ini, pengunjung dapat melihat replika situs penting seperti gereja dan balai kota. 


 

12091238_10153082098736817_3923371042223966542_o.jpg12095186_10153082099086817_7024181308459435012_o.jpg



Setelah 2 jam perjalanan, kami tiba di sebuah kota kecil yang bernama Guatape. Nama Guatape diambil dari nama seorang Cacique (kepala suku) yang mengendalikan tempat tersebut pada abad ke 16, disaat tempat ini masih ditempati suku pribumi. Guatape sendiri artinya adalah batu dan air dalam bahasa Quecha. Sebelum memasuki kota kecil Guatape, kami menyusuri sebuah bendungan yang menjadi pembangkit listrik bagi departmen Antioquia. Dengan menggunakan sebuah ferry, kami berlayar mengelilingi danau buatan yang indah ini. Diantara pulau-pulau kecil ini kami juga melihat sebuah rumah yang dimiliki Pablo Escobar. 
 

12087160_10153082099426817_3022781666368670349_o.jpg

 

12120101_10207848587672540_7754385478508027113_o.jpg


Setelah puas "maen aer", kami segera menelurusi pueblo ini. Guatape adalah desa kolonial kecil (pueblo) yang setiap bangunan rumahnya memiliki hiasan dan dekorasi mural disepanjang tembok bagian bawahnya. Hiasan ubin/relief tersebut memiliki warna cerah dan timbul seperti efek 3 dimensi. Konon gambar-gambar relief tersebut  budaya warisan pertanian masyarakat.
 

 


 

12138510_10153082100016817_288349211959924253_o.jpg

 

12113437_10153082100051817_8592180584154275300_o.jpg

 

12068543_10153082099736817_6113390676387822661_o.jpg
 

 

12141155_10153082100556817_1418352089365309062_o.jpg



At least but not least, sore harinya kami mengunjungi El Peñol yang juga dikenal sebagai la Piedra (Si Batu). El Peñol adalah sebuah batu yang sangat besar dan tinggi menyerupai gunung batu. Sebelum jaman kolonial, batu megalitik ini adalah sesembahan bagi orang pribumi disini.
Tiket masuk untuk menaiki batu ini sebesar COP 10.000 (sekitar Rp. 50.000).
Dari atas batu tersebut, pengunjung akan disuguhi pemandangan yang kerennya luar biasa. Pemandangan sebuah danau dengan banyak pulau kecil seperti di Raja Ampat, akan tetapi pemandangan ini disuguhkan oleh danau. Bahkan mereka berani mengklaim el Peñol sebagai the best view lake in the world!
Untuk mencapai puncak batu tersebut, dibutuhkan tenaga untuk menaiki 700 anak tangga! Tidak usah khawatir, jika lelah kita bisa segera melihat pemandangan danau untuk merecharge kembali tenaga kita. hehee...Semakin tinggi posisi kita berdiri, semakin indah pemandangan yang dapat kita lihat.
Dan akhirnya kami disuguhkan pemandangan yang spektakuler dari ketinggian 2.135m dpl...

 

IMG_20151011_161746.jpg

 

IMG_20151011_163039.jpg

 

IMG_20151011_163438.jpg

 

IMG_20151011_164856.jpg

 

IMG_20151011_164931.jpg

 

IMG_20151011_174433.jpg

 

 
IMG_20151011_172419.jpg12068910_10153082101016817_5843427270832647872_o.jpg
 
 
 
Riky Ramadani

Tibalah kami, sekelompok yang terdiri dari 9 orang Indonesia, tengah malam di Bogota. Ibukota Kolombia. Waktu menunjukkan sekitar pukul 12 malam. Situasi di Bandara sangat sepi dan dipenuhi beberapa anjing pendeteksi. Dengan perasaan senang walaupun capek, maklum kami baru saja menjalani flight selama 2 hari dengan flight total lebih dari 40 jam, akhirnya kaki ini menginjakkan dirinya di negeri bernama Kolombia tersebut.

 

IMG_20150810_082944.jpg


Cuaca di Bogota benar-benar mengejutkan kami, karena yang kami tahu Kolombia ini adalah negeri tropis seperti Indonesia, namun ternyata cuacanya dingin banget! Walaupun saya tahu  ketinggian kota ini berada pada 2.600 mdpl, tetap saja dinginnya lebay. Disambut oleh mas-mas latin ganteng yang membuat peserta cewek terkesima namun kami lupa namanya. Langsunglah kami menuju hotel untuk beristirahat. Akhirnya nyentuh kasur! Bogota hanya kota sepi yang tidak macet pada pukul 12 malam, sangat kontras dengan Jakarta yang biasanya tetap ramai dan banyak orang nongkrong di pinggir jalan.


Jet lag membuat sebagian besar dari kami tidak bisa tidur secara optimal, tidur hanya 1 jam dan 2 jam terbangun, lalu tidur lagi 1 jam dan terbangun lagi 2 jam, begitu seterusnya.



 

IMG_20150811_080712.jpgIMG_20150811_064221.jpg

 

Pagi telah tiba dan kami harus mempersiapkan diri untuk opening ceremony yang diselenggarakan oleh pemerintah Kolombia yang terdiri dari Kementrian Kebudayaan, Kementerian Luar Negeri, APC dan Pro Colombia. Kami segera bergegas menuju La Candelaria, salah satu top destination di Bogota. Menggunakan bus, kami dapat melihat kehidupan Bogota di pagi hari. Ternyata Bogota merupakan kota yang bersih dan hidup. Terlihat orang-orang berangkat kerja menggunakan jas dan dasi, dan wanita-wanita dengan tampilan modis keren sedang berjalan kaki. Fenomena yang hampir mustahil di lihat di Jakarta. Macetnya Bogotapun masih terbilang sangat wajar bagi kami yang sebagian besar tinggal di Jakarta. Ditambah cuacanya yang dingin, sekitar 8-15°Celcius. Sebuah kombinasi yang menarik untuk ukuran kota tropis. Tidak hanya itu, Bogota juga bisa sebut sebagai kota Graffiti. Terdapat banyak street art yang terbilang sangat keren di sepanjang tembok selama kami menempuh perjalanan.

 

DSC_5122.JPG

 Graffiti, ciri khas Bogota

 

Photo%2BNov%2B09%252C%2B5%2B11%2B23%2BAM

Spot yang bagus untuk berfoto ria, bukan?

 

Kami bersembilan diturunkan disebuah daerah antik yang bernama La Candelaria. Ternyata La Candelaria ini adalah kota tua Kolombia, disini terdapat banyak gedung kolonial peninggalan Spanyol. Jujur saya cukup terpukau dengan keindahan Kota Tua ini, sungguh berbeda dengan Kota Tua yang dimiliki Jakarta. Baik dari sisi gedung peninggalan maupun perawatannya. Nuansanya seperti alun-alun di Eropa.


Disini kami mengunjungi Instituto Caro y Cuervo yang merupakan penyelanggara program ELE Focalae. Gedung Insituto Caro y Cuervo ini seperti rumah tua khas kolonial Spanyol. Disini kami bercengkrama dengan peserta dari berbagai negara Asia, dan Indonesia menjadi rombongan tersebesar yaitu 9 orang dari sekitar 60 orang yang diwakili 14 negara. Kami juga dikenalkan dengan enaknya buah-buahan segar Kolombia dan minuman seperti cokelat panas dan kopi asli Kolombia.

 

IMG-20150811-WA0021.jpgIMG-20150811-WA0016.jpg


Opening Ceremony

 

Setelah mengunjungi Instituto Jose y Cuervo, kami langsung dialihkan ke gedung Kemetrian Luar Negeri Kolombia. Pada opening ceremony ini kami tidak hanya disambut hangat oleh goverment Kolombia, tapi juga dari government Indonesia. Yup, Ibu Dubes dan rombongannya bersedia menyambut kami di venue tersebut. Senangnya!

 

 

 

IMG_20150810_165327.jpgIMG_20150810_164717.jpg

 

IMG_20150810_175321.jpg

Ibu Dubes Indonesia di Kolombia

 

Hal yang paling kami ingat adalah ketika mereka mengenalkan Kolombia kepada peserta dengan menggunakan video clip dari lagu Carlos Vives dan kawan-kawan berjudul La Tierra del Olvido. Siapapun yang melihat video ini pasti akan terkagum-kagum akan keindahan alam Kolombia. Setelah itu kami juga disajikan beberapa makanan khas Kolombia, dan makanan favorite saya adalah Empanada. Empanada adalah roti isi atau pastry panggang yang dibuat dengan melipat adonan patty atau roti disekitar isian. Isian dapat terdiri dari antara lain berbagai daging, keju,jamur, sayuran atau buah-buahan. Enak banget!

video_object.png

 


 

 

IMG_20150810_194626.jpgIMG-20150811-WA0019.jpgIMG-20150811-WA0018.jpg

Usai opening ceremony, kami diajak berkeliling La Candelaria dengan berjalan kaki. Hal yang paling memukau adalah momen dimana kami menyentuhkan kaki di Plaza de Bolivar, alun-alun paling indah di Bogota. Tepat ditengah-tengah plaza ini terpampang dengan gagah patung Simon Bolivar, sang Libertador yang membebaskan negara-negara Latin (Kolombia, Venezuela, Peru, Bolivia, Ekuador dan Panama) dari penjajahan Spanyol.

Plaza de Bolivar ini selain luas dan dipenuhi burung-burung merpati yang ramah manusia, juga dikelilingi berbagai gedung bersejarah yang keren dari segala penjuru mata angin. Sekarang ini, gedung-gedung tersebut menjadi kantor government Kolombia.


Selain bercengkerama dengan ribuan merpati, pengunjung bisa menikmati pemandangan gedung-gedung tua bersejarah yang kini difungsikan sebagai kantor pemerintahan di sekitar Plaza.

Kalo di sebelah selatannya ada gedung Capitolio Nacional atau gedung Kongres Kolombia,di utara Plaza Bolivar ini terdapat Palacio de Justicia, sesuai namanya yang berarti Gedung pengadilan alias gedung Mahkamah Agung. Sedangkan di sebelah baratnya terdapat Gedung Lievano yang sekarang menjadi Balai Kota Bogota, dan di sebelah timur terdapat Catedral Primada de Colombia yang merupakan gereja terbesar di Kolombia.

 

IMG_20150810_184705.jpg

IMG_20150810_184928.jpg



 

IMG_20150810_184753.jpg

IMG_20150810_185428.jpg

 

IMG_20150810_185738.jpg

 

e.jpg

 

IMG_20150810_190853.jpg

IMG_20150810_191338.jpg

 

video_object.png



Setelah puas mengunjungi area La Candelaria, kami kembali ke hotel melalui rute yang memungkinkan kami melihat kehidupan jalanan di Bogota. Malam harinya kami diajak makan malam bersama tim dari program ELE Focalae dan disambut meriah dengan tarian Cumbia yang menjadi tarian nasional Kolombia. Tim dari KBRI Bogotapun ikut serta dalam acara pelepasan ini. Malam tersebut merupakan farewell pertama kami sebelum dilepas menuju kota masing-masing. Terima kasih Bogota, Colombian goverment, penyelenggara ELE Focalae dan KBRI Indonesia atas penyambutannya yang luar biasa.


Dan, Bucaramangapun menunggu....

 

video_object.png


 

IMG_20150811_023655.jpg


 

12004940_10206785517610206_5275600157134

 

 





 

Riky Ramadani

Nah berhubung izin visa Thailand saya tersisa kurang dari dua minggu, ditambah hari Minggu ini merupakan hari minggu terakhir saya di Thailand, saya memutuskan untuk mengunjungi Pasar yang merupakan ikon Bangkok sekaligus Thailand. Sebenarnya saya ingin mengunjungi pasar ini sejak tahun lalu, namun apadaya baru sempat ketika pada kunjungan saya yang kali kedua. Begitu tiba di stasiun Mo Chit, awalnya saya pikir pasar Cathucak adalah sebuah pasar di pinggir jalan yang saya lihat seperti pasar kaget. Pasar pinggir jalan tersebut itupun kebanyakan menjual asesoris, baju dan headset. Namun ketika saya menelusuri pasar tersebut selama 5-10 menit sayapun tersadar bahwa Pasar Cathucak ini terletak di sebuah area seperti komplek, dan ukurannyapun cukup LEBAAAY.....

 

IMG_0603.JPG

 

Sejujurnya luasnya Pasar Cathucak ini bukan hanya isapan jempol. Benar-benar diluar ekspektasi saya. Ternyata pasar Cathucak adalah pasar terbesar di Asia Tenggara. Bahkan ukurannya melebihi pasar kaget di Chiang Mai. Bayangin aja 35 hektar, lebih besar dari kampus ITB yang 30 hektar. Udah gitu ya, menurut data yang saya dapat kalo di pasar ini terdapat lebih dari 15.000 kios dan setiap kunjungan per harinya rata-rata mencapai lebih dari 200 ribu orang. Padahal kalo dipikir ini pasar cuma buka pas weekend, kebayang kalo buka tiap hari kayak apa.ckckck....

 

IMG_0627.JPG

Untuk menuju pasar Chatuchak ini kalian bisa menggunakan MRT, BTS Skytrain, dan Taksi. Sebenarnya paling gampang dengan naik BTS Skytrain Shukumvit Line, dari situ kita bisa turun di stasiun Mo Chit, atau dengan MRT turun di Cathucak Park. Dari kedua tempat tersebut, pasar dapat dijangkau dengan jalan kaki skitar 5-10 menit. saya tidak merekomendasikan pake tuk-tuk, kecuali kalo memang mau yang lebih mahal.hehe..Kalo mau gratis tanpa bayar bisa juga, caranya dengan menggunakan Bus yang bergaris merah panjang (berhubung saya tidak tahu cara membacanya), kalo tidak salah nomor 3.

 

IMG_0604.JPG

Di pasar Chatuchak ini menjual bermacam-macam barang. Mulai dari fashion, tekstil, kerajinan tangan, lukisan, ukiran, perlengkapan rumah, buku-buku, makanan, minuman, barang antik, dekorasi rumah sampai ikan tawar, ikan laut dan burung dijual. Bukan cuma lengkap, tapi harga-harga yang tersedia cukup murah, udah gitu bisa ditawar pula! Jangan ragu-ragu untuk menawar lebih dari setengah harga. SWEAR!

IMG_0628.JPG

 

Di pasar ini saya hanya sempat  membeli 2 buah kaos dan 1 lukisan kopi yang menyerupai peta jaman dulu. sebenarnya ini bukan karena waktunya yang tidak sempat, melainkan uangnya.hehe.. Harga  kaos yang saya beli harganya cukup murah, hanya 100 THB (sekitar 33 ribu, rate February 2013). Sebenarnya terdapat baju-baju yang lebih bagus, harganya sekitar 200-250 THB, namun kalo dilihat dari segi kualitasnya harga tersebut tetap murah.

Lukisan kopi yang saya beli dengan harga sekitar 350 THB, namun ternyata barang tersebut dapat ditawar hingga 250 THB. Kalo tau begini saya akan menawar jauh lebih murah!

 

IMG_0625.JPG

Disini pengunjung akan dimanjakan dengan barang murah dan tidak perlu khawatir ketika mabuk belanja hingga kehabisan uang Baht. Disini terdapat banyak spot ATM, dan cukup mudah ditemukan. Silahkan lihat dipeta apabila tersasar.hehe..

IMG_0626.JPG

 

Sejujurnya pasar ini cukup homy untuk ukuran pasar tradisional, sebagai pengunjung setidaknya kita bisa berleha-leha ditengah ataupun di food court yang terletak ditengah-tengah pasar tersebut. Suasananya rindang, asri dan tenang. Cukup pas untuk berdiskusi dan ngopi-ngopi sejenak.Hal-hal yang mengesankan lainnya adalah ketika memasuki kawasan kesenian, disini kita dapat melihat karya seni baik traditional, modern, ataupun gabungan keduanya. Ketika memasuki kawasan tersebut, kalian akan merasakan nuansa seni yang cukup kental, seperti memasuki art space atau galeri. Hanya saja dalam sebuah pasar. Selain terdapat lukisan-lukisan yang indah, terdapat pula gambar-gambar tokoh dengan quotenya masing-masing. Menurut saya ini cukup kreatif mengingat tidaklah sulit untuk membuatnya, mungkin bisnis ini akan muncul di Jakarta dalam waktu dekat.

 

IMG_0624.JPGIMG_0622.JPGIMG_0620.JPG

Kehebohan yang saya rasakan tidak hanya sampai disitu. Kehebohan itu bermula ketika saya memasuki kawasan ikan hias. Awalnya saya melihat banyak ikan cupang yang dijual di kios-kios pinggiran gang. Ikan cupang ini cukup bagus, semakin berjalan kedalam kawasan tersebut, saya semakin dikejutkan oleh ikan laut yang didalam plastik. Ikan hias laut dijual dalam plastik! saya emang tidak sempat nanya harganya sih, namun kalau di Indonesia itu bukan ikan murah.. Namun itu tidak seberapa dibandingkan ketika saya melihat lobster dalam plastik.hahaa..gila nih penjual, lobster ditaruh dalam plastik. Puncak keheranan saya terjadi ketika saya melihat ikan pari (manta) dijual dalam kantong plastik. Ini baru fenomenal! (kombinasi kejam dan konyol)

 

 

 

IMG_0606.JPG

 

 

 

IMG_0605.JPG

 

 

IMG_0612.JPG

 

 

 

 

 

Setelah puas berkeliling dan belanja (sedikit) di pasar Cathucak, sayapun menuju taman yang letaknya tepat berdekatan dengan pasar bertebut. Nama tamannya pun Cathucak Park, disini kita bisa melepas jenuh dan relaks. Fasilitasnya pun bervariasi ada wahana bermain untuk anak-anak, penyewaan tikar, bahkan terdapat perahu apabila kalian tertarik untuk menjelajahi danau kecil yang terletak ditengah-tengah taman tersebut. Suasana yang ditawarkan sangat cocok untuk berleha-leha sejenak setelah lelah berkeliling pasar Cathucak.

 

 

IMG_0630.JPG

 

IMG_0634.JPG

 

Baca cerita Thailand lainnya di : www.kakisamson.com/thailand

Riky Ramadani


Akhirnya, setelah 4 hari 3 malam menjelajah pulau yang indah bernama Pulau Penang. Saya memutuskan untuk pergi ke Thailand pada tanggal 14 Januari. Sebenarnya ini ngaret dari yang saya rencanakan sebelumnya, tadinya saya cuma mau ngabisin waktu 2 malam di penang. Cuma ternyata saya masi betah dan ingin menjelajah lagi. Berkat bantuan host yang sangat baik, Mic, saya mendapatkan informasi yang cukup detail darinya.

 

 

Seperti yang pernah saya baca sebelumnya, untuk menuju Thailand (entah itu Bangkok, Hatyai, Surat Thani, Huahin atau sebagainya) terdapat dua opsi. Pertama menggunakan bus, harganya cukup murah. Dengar-dengar sekitar 50 Malaysian Ringgit, akan tetapi transitnya sedikit membingungkan. Selain itu juga tidak ada toilet.

Sedangkan kereta api harganya cenderung mahal, namun memiliki sleeping berth (tempat tidur) dan air conditioner. Selain itu sudah pasti bisa berjalan-jalan di dalamnya dan tersedia toilet. Host sayapun menyarankan saya menggunakan kereta. Tapi saya tetap mencoba mencari referensi dengan perantara om Google.

Setelah mondar mandir sana sini internet. Ternyata banyak sekali orang-orang yang merekomendasikan kereta. Akhirnya saya memutuskan menggunakan kereta api.


Stasiun kereta terletak di Butterworth, bukan di pulau Penangnya. Namun jangan khawatir, hanya memakan waktu 1 jam untuk menuju pelabuhan,dan jetty atau ferry lewat setiap setengah jam. Yang lebih menggembirakan ferry ini gratis!

Lumayanlah buat backpacker kere seperti saya ini.haha..


Setelah tiba di Butterworth, perjalanan dari pelabuhan ke stasiun kereta api sangatlah dekat. Sepertinya memang dirancang sedemikian mudahnya, karena baik terminal bus, pelabuhan dan stasiun letaknya bersebelahan.jika dari arah Penang akan terlihat jelas palang (sign) disebuah pertigaan kalo terminal bus belok kiri sedangkan stasiun sbelah kanan.


Setelah masuk ke stasiun kereta akan terlihat jelas harga setiap rutenya. Tujuan dari Butterworth - Bangkok berangkat jam 2.30 dengan harga 104 untuk lower bed dan 112 untuk upper bed.


 

IMG_1266.JPG

 

 

 

IMG_1263.JPG

 

Setelah memasuki ke keretapun ternyata saya tidak menyesal, karena keretanya cukup nyaman. Karena satu kursi panjang disediakan untuk satu orang, biasanyakan kalo di Indonesia buat 2 orang. Keadaan ACnya pun baik, dan tidak ada orang yang jualan sembarangan. Dan memang kenyataannya tidak ada yang jual makanan. Jadi sebaiknya membawa makanan dari sebelum berangkat.

 

Ketika jam 5 atau jam 6 nanti penumpang akan turun untuk mendapatkan cap imigrasi. Prosesnya kurang lebih setengah jam. Setelah mendapatkan cap. Coba anda perhatikan kereta api tersebut. Mereka akan menyambung keretanya menjadi beberapa gerbong lebih banyak. Setelah itu akan ada orang yang menjual makanan. Orang-orang ini datang dari perusahaan kereta Thailand, bukan Malaysia. Makanan tersebut harganya 190bath atau 20 ringgit. Sama banget dari info yang saya dapat di internet sebelumnya. Cuma tetap saja saya tidak memesan apa-apa, dengan dalih saya bisa makan 6 kali dengan uang segitu nanti di kota. Dasar traveller kere! Hahaha.. 

 

Setelah menjelang malam, nanti petugas akan menyulap kursi penumpang menjadi tempat tidur. Cara "making bed"nya pun unik. Akan terlihatlah perbedaan antara bed atas dan bawah, bed atas memiliki ukuran lebih kecil sedangkan bed bawah memiliki ukuran lebih lebar dan punya lampu tidur. Selainakan  itu, bed atas sangat menyulitkan penumpang (khususnya orang tua) untuk menggapainya, inilah salah satu penyebabnya mengapa bed bawah memiliki harga lebih mahal.


 

IMG_1268.JPG

 

IMG_1294.JPG

Esok paginya petugas tersebut akan menyulap kembali bed anda menjadi kursi penumpang apabila anda sudah bangun tidur. Jangan khawatir, mereka tidak akan mengganggu penumpang untuk membangunkan. Petugas tersebut akan menunggunya. Setelah itu perjalanan akan melewati Hua Hin, Surat Thani hingga akhirnya tiba di Bangkok pada pukul 12 siang di stasiun kereta api yang bernama Hua Lamphong Stasiun!

 

Cerita backpacking lainnya bisa dilihat di : kakisamson.com

 

 

 

IMG_1267.JPG

Riky Ramadani
Siapa sih yang engga kenal Angkor Wat? Angkor Wat adalah salah satu destinasi utama bagi backpacker dari seluruh dunia yang mengunjungi Asia Tenggara. Jadi jangan ngaku backpacker, kalo belum pernah dengar nama yang satu ini. Angkor Wat adalah bangunan religius yang biasa kita sebut candi atau kuil terbesar di dunia dengan arsitek yang megah dan menakjubkan yang pernah dibuat. Tempat ini adalah salah satu tujuan nomor 1 di Kamboja yang membuat kota Siem Reap, kota yang paling berdekatan dengan Angkor Wat, menerima pengunjung sekitar 1 juta setiap tahunnya!
 
Angkor sendiri sebenarnya adalah sebuah kota, Kota ini dulunya adalah ibukota dari kerajaan Khmer kuno dan pernah menjadi pusat peradaban di Asia Tenggara karena daerah kekuasaannya mencakup hingga Myanmar dan Vietnam pada abad 9 hingga 13. Peradaban tersebut adalah salah satu yang terbesar pada masanya yang menjadi kebanggan orang Kamboja. Peradaban ini runtuh pada abad 15 karena kerajaan tersebut diserang oleh kerajaan Ayuthaya (sekarang Thailand). Sedangkan Angkor Wat adalah bangunan yang paling megah dan indah didalam Angkor Complex. Pada tahun 1992, Angkor wat menjadi salah satu situs warisan dunia UNESCO.
 
 
Untuk mengunjungi Angkor Wat, saya menggunakan tuk-tuk seharian. Setelah tawar menawar, saya mendapatkan tuk-tuk untuk satu hari dengan harga 10 USD. Lumayan murah, mengingat harga pasarannya adalah 12-15 USD.hehehee....
 
IMG-20130309-00289.jpg
Angkor Pass
 

 

 

 

Setelah tiba di loket tiket Angkor, saya ditawarkan 3 pilihan macam tiket, yaitu 1 hari (seharga USD 20), 3 hari (seharga USD 40), dan 7 hari (seharga USD 60). Saya membeli Angkor Pass untuk 1 hari seharga USD 20 hari. Yang saya suka dari tiket ini, adalah foto dari pemilik tiket! Cukup keren sebagai kenang-kenangan. hehee... Perlu diingat, bahwa pembayaran di tiket ini hanya bisa menggunakan uang cash, dan jangan harap ada atm di sekitar lokasi. 
Kantor tiket Angkor ini buka dari pukul 5 pagi hingga setengah 6 sore. Jadi kalau kalian ingin mendapatkan sun rise, datanglah pada pukul 5 pagi! hehee.. Semakin pagi, semakin banyak pula waktu yang dapat anda gunakan untuk menjelajahi Angkor Complex ini.
Dengan Angkor Pass ini, pengunjung bebas menjelajahi Angkor Complex hingga pukul 6.30. Bawalah tiket tersebut, karena kamu akan dikenakan denda USD 30 jika tertangkap tanpa tiket. Terdapat beberapa petugas di beberapa site yang melakukanrandom check, jadi jangan tinggalkan tiket ini.
IMG-20130309-00339.jpg

 

 

 

 
Disarankan untuk membawa peta karena kamu bisa menggunakan berbagai rute untuk menjelajahi area ini. Bagian terpenting dalam rute ini adalah mengunjungi yang kamu inginkan,

 

Saya sendiri mengunjungi Angkor Wat, Phnom Bakheng, Bayon, Terrace of the Elephant, Terrace of the Leper King, Ta Keo dan Ta Phrom,  karena tempat tersebut adalah highlight dalam komplek Angkor ini.

 
Hi-Res-Temple-Map.jpg
 
IMG-20130309-00378.jpg
 
IMG-20130309-00412%2B%25281%2529.jpg
 
Angkor Wat
Angkor Wat adalah kuil paling megah dan indah didalam Angkor Complex, dibangun selama 30 tahun. Angkor berarti ibu kota dan Wat berarti candi. Angkor Wat berarti "Candi/Kuil Kota". Pada masa penjajahan Siam (sekarang Thailand), Angkor Wat dialhi fungsikan menjadi candi Buddha, sehingga kondisi candi ini jauh lebih terawat bila dibandingkan candi lainnya di kompleks tersebut. Pada tahun 1992, Angkor Wat menjadi salah satu situs warisan dunia UNESCO. Nama asli Candi ini adalaha Preah Pisnulok atau Vishnuloka yang berarti tempat dewa Wishnu bersemayam.
IMG-20130309-00297.jpg
Welcome to Angkor Wat
 
 
IMG-20130309-00298.jpg
Tembok Angkor wat

 
IMG-20130309-00321.jpg
 
 
IMG-20130309-00308.jpg
Apsara Dancer
 
 
 
IMG-20130309-00309.jpg
Let's go to the top of Angkor Wat
 
 
IMG-20130309-00329.jpg
Ngantri coy naiknya
 
 
 
IMG-20130309-00334.jpg
Angkor Wat
 
 
 
South Gate of Angkor Thom
Setelah mengunjungi Angkor Wat, saya  menuju Komplek Angkor Thom yang terdiri dari banyak candi seperti Bayon, Baphuon, Terraces dan lain-lain. Sebelum memasuki Angkor Thom, saya memberhentikan diri di South Gate of Angkor Thom yang dikenal sebagai gerbang dengan 4 muka. Selain saya juga disambut berbagai ekspresi muka yang terdiri dari 54 figur demon disebelah kiri dan 54 figur dewa disebelah kanan.
 
IMG-20130309-00356.jpg
Gerbang dengan empat muka
 
IMG-20130309-00349.jpg
 
IMG-20130309-00353.jpg
 
IMG-20130309-00358.jpg
 
IMG-20130309-00378.jpg
IMG-20130309-00437.jpg
Tuk tuk transformer
 
 
 
Bayon
Bayon adalah sebuah candi besar yang terletak ditengah-tengah Komplek Angkor Thom. Karakteristik candi Bayon ini adalah menara menara tinggi yang memiliki berbentuk 4 wajah. Menurut sejarawan, wajah-wajah pada menara Bayon merupakan perwujudan Raja Jayawarman VII.
 
 
 
 
 
IMG-20130309-00369.jpg
 
IMG-20130309-00371.jpg
 
IMG-20130309-00380.jpg
 
 
IMG-20130309-00365.jpg
 
 
 
Baphuon
Baphuon terletak di Angkor Thom, barat laut dari Bayon. Dibangun pada pertengahan abad ke-11. Baphuon adalah candi bertingkat tiga dibangun yang didedikasikan untuk dewa Hindu Siwa.
 
IMG-20130309-00392.jpg
 
IMG-20130309-00397.jpg
 
 
IMG-20130309-00400.jpg
Masih ada sampah, perusak tempat ini!
 
 
IMG-20130309-00402.jpg
 
Leper King Terrace dan Elephant Terrace
Teras ini letaknya saling berdekatan, kita bisa melihat 2 relief berbeda pada kedua teras ini.
 
IMG-20130309-00416.jpg
 
IMG-20130309-00417.jpg
 
IMG-20130309-00412%2B%25281%2529.jpg
 
Ta Prohm
Candi terakhir yang saya kunjungi dan yang paling saya ingin lihat adalah Ta Prohm. Ta Prohm adalah nama kini dari candi yang aslinya bernama Rajawihara.  Candi ini mengingatkan kita akan adegan  Lara Croft yang diperankan oleh Angelina Jolie pada film Tomb raider. Tidak seperti candi lainnya di Angkor, Kondisi Ta Prohm cenderung dibiarkan dalam kondisi asal sebagaimana ditemukan. Hal ini membuat candi tersebut terlihat eksotik dengan melestarikan suasana rimba liar yang asli seperti membiarkan lilitan akar pohon besar yang memeluk tubuh candi, Karena keunikan inilah Ta Phrom menjadi salah satu candi yang paling banyak dikunjungi wisatawan.
 
IMG-20130309-00455.jpg
 
IMG-20130309-00466.jpg
IMG-20130309-00446.jpg
 
IMG-20130309-00477.jpg
 
 

 

 

 

Setelah mengunjungi Ta Prohm, saya memutuskan untuk pulang ke hotel (sudah pukul 6), hanya saja saya meminta agar diturunkan di sebuah mesjid. Kenapa, loh kok bisa? karena pada saat saya tiba di Siem Reap, saya mendengarkan suara adzan dari hostel saya menginap. Rasanya agak aneh bisia mendengar adzan di kota tersebut, bahkan orang-orang sekitar tidak mengetahui bahwa ada mesjid di daerah tersebut. Untungnya supir tuk-tuk ini tahu bahwa ada mesjid yang telaknya memang dekat dengan Garden Village.

Dan...pengalaman tak terdugapun dimulai..


Tips ketika mengunjungi Angkor Wat :
1. Gunakan tuk-tuk, agar bisa mendapatkan penjelasan dari supir dan mendapatkan rekomendasi cara menjelajahi wilayah tersebut. Tanpa guide, cerita atau knowledge, Angkor Wat hanyalah kota mati dan tumpukan batu.
2. Berangkat sepagi mungkin untuk mendapatkan banyak waktu untuk melakukan penjelajahan. Jika ingin melihat sun rise, datanglah pada pukul 5 pagi
3. Bawalah air minum. Cuaca disini sangat panas dan terik, dan dapat membuat kamu dehidrasi. Disarankan membawa minuman (dan makanan jika perlu). Jangan khawatir jika tidak membawa, kamu bisa membelinya dari pedagang kaki lima atau warung di sekitar kuil-kuil.
3. Selalu bawa tiket angkor pass kemanapun, biar engga kena denda
4. Bawalah peta, baik soft copy ataupun hanya sekedar brosur. Peta sangat diperlukan untuk menjelajahi area ini.  
5. Bawalah kamera, atau kamu akan menyesal nantinya.hehee...


*Semua foto diambil menggunakan blackberry bolt dikarenakan kamera saya rusak
*Perjalanan dilakukan pada Maret 2013
 
Baca artikel lainnya di : kakisamson
Riky Ramadani

IMG-20130126-00172.jpg

Luang Prabang adalah kota tujuan para pelancong yang menjadi andalan pariwisata Laos. Terletak 9-10 jam dari Ibukota Vientiane.

Luang Prabang adalah kota yang dapat memenuhi hasrat para traveller, karena memiliki kedua situs alam dan sejarah. Di antara situs wisata alam adalah Kuang Si Falls dan Pak Ou Caves. Cuacanya juga cenderung sejuk, tetapi memiliki sungai yang seperti pantai. Karena Laos tidak memiliki laut. Sedangkan sejarah ada The Haw Kham Royal Palace Museum dan Wat Xieng Thong, salah satu kuil paling terkenal dalam sejarah. Selain itu daya tarik dari kota ini adalah banyaknya rumah tua bergaya Eropa, yang sepertinya pengaruh Perancis. Hal ini yang membuat Luang Prabang mendapatkan predikat sebagai UNESCO world heritage site .

Salah satu kota kecil dengan kepribadian atmosfer dan menawan,Luang Prabang adalah salah satu tujuan top di ASEAN dan sekarang ini sudah menjadi tujuan sebagian besar wisatawan seperti Venesia , Ubud, Hoi An, Cuzco, Napier, Santorini,Chiang Mai, Siem Reap atau Barcelona. Hal ini dibuktikan dengan jumlah kunjungan turis yang melonjak hingga 22% dalam satu tahun.

Nah, biasanya orang-orang akan bosan ketika puas menjelajah berbagai objek wisata dan menjelajah Luang Prabang. Sekarang gw akan berbagi mengenai hal-hal yang dapat dilakukan untuk menikmati waktu senggang tersebut.

Apa yang bisa kita untuk menghabiskan waktu di Luang Prabang?

Lao Sandwich dan Juice

Laos terkenal dengan sandwichnya. Dengan ukuran rotinya yang besar dan isinya yang bermacam-macam membuat sandwich ini menjadi makanan yang praktis dan bisa dimakan sambil santai ataupun berjalan kaki. Sandwich ini dapat ditemukan di jalan-jalan seperti perempatan yang menjadi lokasi pasat malam misalnya.

IMG-20130126-00210.jpg

IMG-20130126-00211.jpg

Bersantai di Bar/ Cafe

Luang Prabang memiliki banyak bar diantaranya Lao Lao Garden, JoMa Bake cafe, LaLa Cafe, ataupun Irish Bar. Bar ini merupakan tempat-tempat yang santai untuk sharing, rileks dan menikmati minuman, misalnya lao beer yang terkenal itu. Tempat ini juga merupakan tempat yang cocok untuk berkenalan dengan sesama traveller. Alternatif lain adalah bersantai di cafe-cafe sepanjang Sisavangvong Road yang menjadi jalan utama di kota ini.

IMG_0254.JPG

Lunch di Mekong River

Nah, ini adalah hal yang harus dicoba. Makan di pinggir sungai Mekong adalah hal yang menyenangkan dan romantis. Selain harganya murah, berbagai macam makanan pun mudah ditemukan.

IMG-20130126-00202.jpg

Berkeliling dengan sepeda

Luang Prabang tidak hanya memiliki cuaca yang sejuk, ukuran kota yang kecil, gedung-gedung bersejarah dengan arsitek gabungan Lao dan Prancis, dam kehidupan orang lokal yang menarik, tapi juga memiliki banyak penyewaan sepeda dengan harga yang sangat murah (Sekitar 10-20 ribu kip per 24 jam) yang membuatnya merupakan kombinasi daya tarik tersendiri. Ditambah dengan menggunakan sistem setir kanan akan membuat pengalaman berkendara kalian semakin berkesan. Hal ini membuat Luang Prabang sangat layak dijelajah hanya menggunakan sepeda.

IMG_0158.JPG

Menyumbang ataupun hunting buku

Di Luang Prabang terdapat perpustakaan untuk para wisatawan untuk menyumbangkan bukunya. Selain itu terdapat pula toko-toko buku bekas yang berbahasa Inggris. Wisatawan dapat pula membeli buku yang ditulis dengan bahasa Lao atau Inggtis dan menaruhnya di tas besar untuk disumbangkan ke orang-orang lokal.

Nyobain Lao Wine

Lao Wine/ Whisky adalah minuman traditional yang berasal dari fermentasi hewan-hewan yang menurut orang menjijikan seperti ular, serangga dan tikus. Rasanya sendiri tergolong kuat. Dibeberapa tempat seperti dipinggir jalan minuman tersebut dijual bebas dalam bentuk gelas kecil. Bahkan kalian bisa menulis testimoni setelah mencobanya!

IMG-20130126-00204.jpgIMG-20130126-00203.jpg

IMG-20130126-00207.jpgIMG-20130126-00206.jpg

Window Shopping di pasar malam Luang Prabang

Luang Prabang memiliki pasar malam yang menjadi daya tarik turis, dimana selain bisa interaksi dengan orang lokal. Para pelancong tersebut dapat melakukan tawar menawar. Di ujung jalan utama Luang Prabang adalah pasar malam di mana kios-kios menjual kaos, gelang, tas, kerajinan tangan, kopi, minuman traditional hingga souvenir lainnya . Disini anda dapat makan sampai keyang hanya dengan uang 1-2 dollar sembari melihat aktivitas orang-orang di pasar malam. Sungguh menarik!

IMG_0233.JPGIMG_0249.JPG

Itulah hal-hal yang sempat gw lakukan untuk mengisi waktu ketika di Luang Prabang.Meski beberapa objek wisata telah dikunjungi bukan berarti kota tersebut menjadi tidak menarik. Perpaduan kehidupan orang lokal, turis dan tempat membuat Luang Prabang menjadi tempat yang membuat para pengunjungnya betah.

cerita ini juga bisa dilihat di : http://www.kakisamson.com/2013/05/leha-leha-sejenak-di-luang-prabang-laos.html

Sign in to follow this  
  • Posts

    • Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh Bukit Bantir ini saya pikir hanya sebatas bukit biasa. Tapi, kata teman-temanku, bukit ini lagi hits di Semarang. Saya nggak tahu kenapa, ya, karena di pikiran saya hanya bukit biasa wkwk. Jalan-jalan ke sana sama temen-temen ini nggak ada rencana sebelumnya. Main kumpul aja trus berangkat. Letaknya di Desa Losari, Kec. Sumowono, Kabupaten Semarang. Dari lokasi wisata Candi Gedong Songo, masih lurus terus, tapi kita nggak masuk ke gapura candi, ya. Awalnya karena sudah siang, mau ke tempat biasa untuk sekedar ngobrol. Tapi ternyata, kita diajak ke Bukit Bantir. Jalan ke sana sudah beraspal, tapi jalannya menanjak (yaiyalah namanya juga mau ke bukit). Hal yang paling nggak enak adalah, waktu di pasar jimbaran sampai ke daerah bandungan, jalanannya padat. Nah, ini naik motor aja udah badmood gitu kan, mikir mau nyelip dari sisi mana. Apalagi kalau naik mobil, duuuh. Kalau saran saya, sih, lebih baik naik motor, karena selain bisa nyelip-nyelip, juga bisa menikmati udara pegunungan (maklum lah ya, Semarang panas). Tapi, kalau memang nggak ada alternatif lain selain mobil, bolehlah. Cuma saran aja pake motor. Selain menanjak juga jalannya menukik (?) tapi nggak tajam, kok. Sampai di lokasi, kita diarahin tukang parkir untuk markirin motor. Bayangan saya di rumah, ketika sampai parkiran, kita sudah sampai di tempat. Ternyata..... Dari parkiran motor, kita masih harus naik dengan berjalan kaki, mendaki bukit. Sempat di tengah jalan, teman saya nggak kuat dan minta turun. Yaaahh....       Tapi akhirnya kita mutusin buat istirahat di bawah pohon besar beberapa menit. Lalu lanjut perjalanan lagi, kalau ngap, istirahat lagi, begitu seterusnya hihi. Dari perjalanan menuju puncak bukit, kita banyak ngelewatin tulisan-tulisan dan juga beberapa spot yang mungkin dianggap “hits” sama orang-orang.       Sampailah di atas bukit. Amazeeee seumur-umur saya belum pernah naik bukit wkwkwk. Pemandangannya bagus, banyak yang diriin tenda di sana, katanya juga biasa buat kemah. Yah, kita cuma nikmatin bentar aja. Bukan nikmatin, sih, lebih tepatnya numpang duduk, numpang istirahat, kita bawa 6 air mineral dan itu habis semua saking keringnya kerongkongan hahaha.     Saatnya turun ke bawah, di tengah perjalanan yang masih mayan jauh, hujaaaaaannnn ya Allah pengen nangis jadinya hahaha. Kita neduh di salah satu tempat kayak gazebo gitu, memang sengaja disediain karena saya lihat ada beberapa di sana, walaupun udah basah kuyup karena semua tempat yang buat neduh udah dipenuhi sama pengunjung lain. Hal yang saya nggak suka habis hujan dan posisi di atas bukit adalah, jalannya jadi licin, susah buat jalan, takut kepleset, dan kaki harus bener-bener bisa ngerem.   Tiket parkir : Rp 2.000,- Tiket masuk : Rp 5.000,-   -Sekian- Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh
    • Trims Bro Deffa atas penjelasannya.  Masalahnya kalo kita gak siapain uang cash bisa ketemu model : circle of life ryokan di echigo, ternyata walau dibuking pake CC, tapi mereka cuma terima cash.   Tadi nya saya juga pikir masa buking di booking.com yg selalu pake CC, gak bisa terima CC pas bayar.   Lalu saya coba2 email ke semua bukingan.  eh dari beberapa yg reply ada tuh ketemu yg gak terima CC.  hehehe.   Ya mungkin bisa jadi contoh kasus aja sih.    Regds, Nostra.
    • @deffa terimakasih infonya..huum semoga mas @Dimaz segera muncul..
    • Nope, Day 1 nya tanggal 30, karena flight Air Asia sampai di Kansai itu 29 malam  @epinami
    • @Needha Mungkin yang Day 2 Gili Kondo bisa sekalian Gili Bidara dan Gili Kapal, sewa perahu banyak di pantai untuk menyebrang ke Gili Kondo, waktu itu per perahu Rp. 750.000 mungkin mas @Dimaz bisa bantu info nya