• entries
    180
  • comments
    1,326
  • views
    4,737

About this blog

jalan jalan , yes

santai , yes

ikut campur privasi orang lain , no

dicampurin privasiku oleh orang lain, no

Entries in this blog

Hartono Hasian

selama di bangkok, memang makan di food court terminal 21 adalah yang paling murah di banding dengan tempat lain, tetapi memang agak sulit cari tempat duduk di terminal 21, karena tempatnya tidak terlalu luas, dan yang makan ramai terus, mau jam makan ataupun diluar jam makan, mungkin karena murah, jadi banyak yang makan disana

tetapi food court di MBK dan siam center juga bisa dijadikan sebagai pilihan, saya juga sempat makan di kedua food court ini, walau harganya lebih tinggi , tetapi orang Indonesia yang makan disana, biasa nya omong murah ya, murah ya, sama kayak orang Tiongkok kalau belanja di bali, dikit dikit murah , hehehhee, walau di ketok, tetap murah, untung ini food court dengan harga pas, jadi walau dibilang murah sama orang Indonesia, harga tetap sama saja, tidak bisa di ketok, paling porsi di sedikit kan kali ya (mungkin), hehehhee, jika mau lihat harga makanan, silakan lihat foto ya

hari ini , tanggal 1 nov 2017, siap siap pulang ke Jakarta, hari ini bangun agak siangan, karena penerbangan malam hari, dan pagi  hari terakhir di bangkok, turunlah hujan pagi pagi, seakan mengucapkan selamat jalan dan selamat menikmati perjalananku kembali ke jakarta,  akhirnya rapi rapi lah barang yang akan dibawa ke jakarta, sebenarnya bingung apa yang akan di rapikan, karena pakaian yang di bawa dari jakarta sudah berkurang, tidak beli oleh oleh, tadinya 1 rangsel, 1 koper, sekarang barang sudah muat di 1 koper, rangsel cuma buat sedikit barang saja, akhirnya turun dapur hostel, ini pertama kali saya sarapan pagi di hostel dari 8 malam nginap disini, makanan biasa saja, cuma roti + selai, itu saja, tapi lumayan buat menganjal perut.

sambil malas malasan, akhirnya jam sudah menunjukkan jam 12, saatnya harus check out dari hostel, sambil menenteng koper dan backpack, kembalikan kunci, ambil jaminan 50 bath, meluncurlah ke BTS untuk menuju stasiun mochit, memang, kepagian sih, soalnya pesawat malam, tetapi ngak apa apalah, bingung juga mau kemana lagi, di saat cuaca di kota bangkok hujan.

cuma butuh waktu 1,5 jam , dari naik BTS pindah ke bus A1, sampailah di bandara bangkok, jam sudah menunjukkan hampir 14.00, perut sudah lapar, maka kelilinglah saya mencari makanan, tapi bingung juga mau makan apa, akhirnya mata melihat satu counter Bon Chon Chicken, karena penasaran, masuk lah saya ke counter ini, kenapa penasaran ? karena sepanjang di bangkok, selalu melihat di mall mall bangkok , kondisinya adalah antri , dan antri, karena antri, saya malas untuk coba, kebetulan di bandara tidak antri, jadi saya mampir membeli

sebenarnya di Jakarta, di lippo mall, di food avenue, saya sudah pernah coba , tetapi kurang sesuai dengan lidahku, malah terakhir , saya cari cari, kayaknya sudah tutup deh, atau saya kelewat, kurang tahu juga.

setelah beli dan makan, ternyata tetap saja, tidak sesuai selera saya, hahahha, jadi makan saja lah, sudah beli ini, atau di bandara rasanya beda sama di mall, perasaan ngak mungkin lah.

habis makan keliling keliling bandara, pertama sekali melihat ada perubahan soal waktu bawa masuk bagasi ke counter check in, sebelumnya , waktu masukin barang, harus lewat security scan dulu, terus di tempel sticker security, yang jadi masalah, stickernya sering robek, dan harus balik lagi untuk scanning berulang ulang, kali ini , tidak melihat lagi ada security scanning, jadi langsung antri ke counter check in,karena kepagian , ya, saya ngak ikut antri, keliling keliling dulu ah.

saya melihat papan pengumuman, selain bahasa thailand, bahasa inggris, juga ada bahasa mandarin, thailand memang sangat memanjakan wisatawan dari tiongkok, sampai sampai pengumuman di bandara juga menggunakan 3 bahasa, thailand, inggris dan mandarin, saya maklum sih, karena selama di bandara, boleh dikatakan lebih dari separuh orang tiongkok, kiri kanan ketemu yang omong mandarin, selama wisata di kota bangkok juga, selalu ketemu yang omong mandarin logat dari RRT.

sekedar informasi, omong mandarin juga ada banyak logatnya, jika kita sering mendengar, kita bisa mengira gira yang lagi omong mandarin itu dari negara apa, seperti halnya kita mengira gira orang omong bahasa Indonesia yang berlogat dari daerah mana.

saat keliling bandara, melihat ada 2 ibu ibu sedang membongkar koper mereka, sampai sampai dus yang sudah di solatif, mereka bongkar juga, bingung juga , mereka lagi ngapain, awalnya kirain mereka kelebihan berat, jadi sedang membongkar bongkar, tetapi ternyata bukan, saat mereka sedang membongkar itu, ada pengumuman soal ditemukan paspor atas nama orang yang pakai nama mandarin, waktu pengumuman pakai  bahasa thailand, mereka masih sibuk, waktu pengumuman pakai bahasa inggris mereka masih cuek, waktu pengumuman pakai bahasa mandarin, mereka baru tersadar, bahwa paspor mereka ketinggalan di daerah mana gitu, akhirnya buru buru mereka masukkin barang barangnya kembali, dan salah satu pergi mengambil paspor itu, satunya lagi menunggu, oh, ternyata mencari paspor yang hilang.

namanya orang kepo, kurang kerjaan di bandara , keliling lagi, hehehhee, ketemu lagi hal yang tidak biasa, ada nci nci , kelihatannya seperti orang tiongkok, menenteng banyak sekali kantong plastik, bawanya juga agak susah, saya pikir, ini orang mau naik pesawat, atau pengungsi, tebakan saya, pasti waktu mau tukar boarding pass, barangnya overweight, ngak mau bayar, akhirnya di masukkin ke plastik itu, kalau bilang barang di plastik itu baru beli, kelihatan ngak mungkin, karena isinya brantakan, eh, malah dia duduk di depan saya, langsung kamera beraksi lah.

pas lagi duduk, ada cowok datang,ngoceh ngoceh, ternyata kali ini saya betul, pertama mereka pakai mandarin ala negara RRT, kedua , suami nya ngoceh soal beli barang kebanyakan, (tapi itu suami sah dia bukan ya,ngak sempat tanya, hehehe), karena malas dengar ocehan mereka, saya jalan saja keliling lagi, dalam hati, belum tentu barang itu bisa naik ke pesawat, karena barang yang naik ke cabin juga ada aturannya, tapi sebodoh ah, ngak kenal ini, hehehe

kita keliling lagi, sampai 3 jam sebelum penerbangan, kita ikut antri untuk ke meja counter, ternyata counter thailion antri sangat panjang, antrinya luar biasa, dan kelihatan tidak rapi, tapi saya tetap ikut antri, ternyata di saat antri, ada pengumuman untuk prioritas yang ke kota kota yang penerbangan sudah mepet, mereka dikasih prioritas, antrinya saja 1 jam lebih, jantung deg deg an juga, akhirnya ada yang mengarahkan ke counter lain yang baru di buka, dan kebetulan saya yang urutan pertama yang di suruh pindah, syukur, beruntung lagi , akhirnya tukar boarding pass, terus bagasi bawa ke tempat drop bagasi.

di bangkok , habis timbang bagasi di counter, akan di kasih sticker tempel di koper, terus bagasi kita bawa ke tempat drop bagasi untuk drop bagasi kita, bukan kayak di jakarta yang selama ini saya alami,  langsung drop di counter.

terus buru buru saya ke imigrasi, lagi lagi beruntung, pas sampai, saya di arahkan ke counter yang kelihatan baru buka, sedang, counter lain, orang orang sedang antri lumayan panjang, tanpa kesulitan, saya masuk melewati counter imigrasi, langsung cari tempat buat naik pesawat.

wah, ternyata kayak pasar malam di ruang tunggu, ramai banget, kursi tidak ada yang tersisa, duduklah saya di lantai, ikut dengan orang lain, sambil menunggu yang sedang duduk dikursi bangun karena mau naik pesawat, ternyata saat orang bangun, rebutan lah yang tadinya berdiri untuk duduk di kursi, ya, sudah, saya tetap duduk di lantai

akhirnya penerbangan kami di panggil, dan dengan lancar masuk ke bus yang antar kami ke pesawat, ya, disini pakai bus juga, bukan belalai langsung, heheheh, tapi , biarin saja lah, yang penting pulang

sampai di pesawat, tinggal duduk , sambil tunggu penumpang lain masuk, pesawat terbang telat 15 menit, tapi itu wajar lah, saat pesawat sudah terbang dan stabil, kita dibagi kertas beacukai khas Indonesia, saya tinggal isi form itu, ngak ada masalah

selanjutnya jual makanan datang, saya pesan makanan di pesawat, berupa nasi dan daging cincang, tidak enak , tapi lumayan buat ganjal perut, habis makan, langsung tidur, ngak apa apa kan, katanya habis makan ngak boleh langsung tidur, tapi ini khan duduk, bukan berbaring, hehehehe

tahu tahu bangun, pesawat sudah mau sampai jakarta, tinggal lap muka pakai tissue basah yang sudah saya sediakan sendiri, ternyata sampah yang di kursi saya sudah diambil, maklum, duduk di sisi jalan, jadi lebih gampang sisa sampah di ambil pramugari.

akhirnya pesawat mendarat dengan sempurna, keluar dari imigrasi juga tidak ada masalah, hanya waktu mengambil bagasi, wow, tunggu hampir 1 jam , hahahaha, salah sendiri, tadinya pikir ngak mau masukin bagasi, tahu tahu godaan supaya ngak repot, akhirnya dimasukkin bagasi juga.

habis ambil bagasi, keluar menunggu bluebird, sekarang antrian lumayan rapi, walau antrian panjang, tetapi cepat sekali giliran kita, saat sampai tempat taxi, ambil nomor dulu di mesin, ada bluebird sama non blue bird, saya ambil yang blue bird, liat di monitor, masih ada sekitar 60 orang antri, pikir ke toilet dulu ah, masih lama, habis balik dari toilet, ternyata giliran saya sudah lewat, untung boleh langsung naik

akhirnya sampailah dirumah, masak mie instant, makan dulu, mandi, dan langsung tidur, nah, kali ini melanggar lagi, habis makan langsung tidur, habis mandi langsung tidur, katanya ngak boleh, tapi ngak apa apa lah, sudah kangen kasur sendir, see you, mungkin segera akan ke thailand lagi, tapi kapan ya, enak juga thailand, yang tadinya selalu di takut takuti , susah bahasa inggris disana, akhirnya bisa puas disana, dan boleh dikatakan jarang nyasar, malah dapat pengalaman pengalaman baru yang tidak dimiliki oleh orang lain.

2017-10-25_13.30.03.jpg

2017-10-26_10.40.15.jpg

2017-10-27_16.18.12.jpg

2017-10-27_16.34.44.jpg

2017-10-25_13.28.58.jpg

IMG20171025121255.jpg

IMG20171101132947.jpg

IMG20171101133128.jpg

IMG20171101140603.jpg

IMG20171101145111.jpg

IMG20171101190052.jpg

IMG20171101190522.jpg

IMG20171101204535.jpg

Hartono Hasian

hari ini bangun pagi pagi lagi, rencana akan pergi ke istana musim panas (summer palace) atau dikenal dengan Bang Pa – In Palace , summer palace

dari hostel saya ke stasiun MRT sukhumvit, dari sini saya beli tiket lewat loket (tidak lewat mesin), dan naik MRT menuju ke stasiun MRT Hua Lamphong.

dari stasiun Hua Lamphong saya langsung menuju ke loket, saya melihat ada penumpang yang sedang antri di batasi oleh pembatas ke loket, saya tanya ke petugas sana untuk membeli tiket, langsung di arahkan ke loket, sampai di loket , saya bilang saja ke Bang Pa – In, langsung dikasih tiket ordinary seharga 12 bath (kurs 415), saya tidak tahu, yang antri itu antri apa, mungkin ada yang bisa kasih tahu ke saya , jika anda mengetahuinya.

setelah beli tiket, karena belum sarapan, saya ke kantin stasiun, makan disana, menu sangat sederhana, seharga 30 bath, ok lah, yang penting bisa kenyang

waktu di kantin, saya sambil searching di internet untuk kereta saya, seperti biasa, saya meng up load daftar stasiun yang akan di lewati oleh kereta yang akan saya gunakan, supaya tidak terlewati, apalagi summer palace di Bang Pa In bukanlah daerah tujuan wisatawan asing sebanyak seperti di Ayutthaya, jika di Ayyuthaya, sangat gampang dikenali jika sudah sampai, karena wisatawan terutama wisatawan asing berbondong bondong turun dari kereta, tetapi kalau di Bang Pa In, pasti tidak terlalu banyak yang turun, karena mungkin belum banyak yang tahu, apa karena kurang promosi.

karena waktu beli tiket, saya sudah dikasih tahu petugas loket jalur kereta api, jadi saya tidak perlu cek lagi ke papan pegumuman di stasiun, tapi untuk lebih menyakinkan saya, saya cek sekali lagi, dan memang ngak beda dengan informasi petugas loket

tiba saatnya saya ingin naik kereta api, karena waktu berangkat sudah sampai, cuma kereta api belum masuk jalur tunggu, akhirnya kereta api terlambat 15 menit, untuk naik kereta api di bangkok, jangan harap on time, makanya, saya tidak sarankan naik kereta api jika mau ke bandara don mueang, atau jika tetap mau pakai kereta api, lebih baik berangkat lebih cepat , tidak mepet waktunya

tibalah kereta , maka semua penumpang berebut untuk naik kereta api, disini beda sekali di kereta api dibanding MRT, BTS atau bis kota, disini tidak ada antri yang tertib, semua berebut, apalagi di kelas tanpa tempat duduk, karena semua berebut supaya dapat tempat duduk.

selain itu, tidak seperti MRT, BTS atau bis kota, orang akan bangun memberi tempat duduk kepada yang membutuhkan, di kereta api ini jangan berharap, seperti di depan saya, ada orang tua yang pakai tongkat dan cuma satu kaki, tidak ada satupun kasih tempat duduk, akhirnya saya berdiri memberi tempat duduk, malah banyak mata warga lokal melihat ke saya yang memberi tempat duduk.

seperti biasa, saat berangkat sangat lega, tetapi setelah lewat beberapa stasiun, kereta menjadi sangat padat, tetapi saya berusaha untuk mengingat setiap stasiun yang terlewati , sambil coret di smartphone saya, supaya jangan terlewat stasiun Bang Pa In tujuan saya, untung akhir bulan oktober , di bangkok udara sejuk, dan ada angin sepoi sepoi masuk ke kereta yang ber ac alam, kata satu moderator sebuah web / grup besar jalan jalan, saya selalu beruntung, heheheheh

didalam kereta, anda akan menemukan tukang jual keliling, sebagaimana zaman KRL dulu di jakarta, cuma tidak sebanyak waktu zaman KRL, dan tidak ada pengamen.

akhirnya sampai di stasiun Bang Pa in, saya tunjukin foto summer palace ke ojek motor, saya di hargai 20 bath, ok lah, ngak mahal, berangkat lah dari stasiun ke summer palace, eh, tunggu dulu, ternyata saya di turunkan di salah satu wihara , katanya itu lokasi nya, saya turun saja, dan dia buru buru kabur, saya tanya ke salah satu pegawai wihara yang lagi membersihkan lapangan, ternyata salah, akhirnya dengan berbaik hati, dia suruh salah satu orang disana mengantar saya ke summer palace, lagi lagi, beruntung, saya mau bayar kasih 50 bath, dia ngak mau terima, dia cuma bilang thank you, terus kabur, eh, dia yang thank you, bukan saya, beruntung , anda juga bisa jalan kaki dari stasiun ke summer palace, sekitar antara setengah jam sampai 1 jam sudah sampai, ada petunjuk nya jelas.

Dengan membeli  tiket summer palace senilai 100 bath (kurs 415), akhirnya saya melangkah masuk ke daerah dengan luas 46 are.

summer palace ini letaknya masih di provinsi ayutthaya, jika di hitung dari bangkok, jauhnya adalah 60 km, saya naik kereta api hampir 2 jam, dan kereta api terlambat setengah jam.

Bang pa in royal palace atau lebih di kenal sebagai summer palace, karena pada zaman dulu, merupakan tempat berlibur para raja raja thailand, saat ini sudah tidak digunakan lagi oleh keluarga inti kerajaan, tetapi masih digunakan sewaktu waktu untuk acara ke negaraan, jadi jangan heran, jika anda menemukan tentara yang menggunakan senjata laras panjang menjaga di lokasi.

lokasi ini sangat indah, dengan bangunan, jembatan, sungai, danau , dan lainnya, semua sungguh indah, total sesuai peta yang didapat saat beli tiket adalah 39 spot yang bisa di jadikan buat foto foto, tetapi jika saya keliling, harusnya lebih dari 39 spot, tetapi sayang sekali, Wat Niwet Thammaprawat yang diidesain ala kathedral dan Gothic temple ini dihiasi kaca patri dan ksatria bersenjata sedang renovasi, jadi tidak bisa masuk ke dalam.

sesuai info,  ada 10 bangunan utama di sini, yaitu :

1. Aisawan Thiphya-Art
bangunan ini berupa pavilium yang sangat indah, dibangun di tengah tengahSebuah pavilion indah yang dibangun di tengah-tengah danau, pavilium nya berciri khas thai, mirip dengan bangunan yang ada di grand palace, bangkok, selain itu juga ada patung tembaga seukuran tubuh king rama V.

 

 
2. Warophat Phiman Throne Hall
Bangunan ini merupakan bangunan paling penting, dimana didalamnya terdapat singgasana yang biasanya Raja duduk disana, bangunan ini dipengaruhi oleh yunani dan neo classical dengan pilar pilar yang menjulang tinggi.
 
3.Gerbang  Thewarat Khanlai
Gerbang ini merupakan gerbang penghubung dari bagian luar ke istana dalam yang bergaya Corinthian Neo-Classical

 

 
4. Bridges of Statues
Jembatan ini terdapat banyak  patung bergaya yunani berdiri di jembatan ini
 
5. Wehart Chamrunt Royal Mansion (Heavenly Light)
Ini dibangun oleh kamar dagang cina pada tahun 1889, sehingga kenapa gedung ini sangat kental dengan orament oriental nya, gedung ini dominan dengan warna merah dan warna emas, dan dibangun untuk Raja chulalongkorn (rama V).
 
6. Krachom Trae Pavilion
Bangunan ini bentuknya seperti trompet, jika anda untuk melihat pemandangan sekitar kompleks, maka bangunan ini adalah tempat paling pas.
 
7. Utthayan Phumisathian Royal Mansion
Istana kediaman untuk raja dan ratu didesain sangat Eropa dalam gaya Swiss Chalet, dan terletak di sepanjang danau.. Meskipun bangunan aslinya terbakar di tahun 1938, tetapi raja Bhumibol membangunnya kembali di lokasi yang sama dan mendekorasinya dengan perabotan dari era Napoleon III

 

 
8. Withun Thasana Tower (Sages ‘Lookout)
bangunan ini juga merupakan bangunan yang ideal untuk melihat pemandangan sekitar
 
9. Memorial to Queen Sunandakumariratana
pada masa itu, hukum di Thailand melarang orang biasa menyentuk atau memegang ratu, sehingga hal itu mengakibatkan tewasnya sang ratu pada tahun 1880,  dimana Ratu Sunanda yang sedang berperahu tenggelam di sungai Chao Phraya , dan tidak ada yang berani menolong ratu, termasuk penjaga istimewanya, akibat peristiwa tersebut, raja rama V mengubah hukuman tersebut, dan mendirikan obeliks marmer untuk mengenang sang ratu .
 
10. Wat Niwet Thammaprawat
dengan design ala kathedral dan Gothic temple ini dihiasi kaca patri dan ksatria bersenjata dari petugas.
 
 
 
selain bangunan tersebut, kita juga bisa menemukan bangunan bangunan tempat tinggal keluarga raja, tetapi sayang sekali, umumnya bagian dalam baik bangunan utama maupun bangunan lainnya tidak boleh di foto.
 
saya mengelilingi tempat wisata ini sekitar 3,5 jam, dan sebagian besar wisatawan yang ada di dalam sini adalah wisatawan dari Tiongkok, sehingga berisik nya luar biasa, seperti biasanya
 
didalam area ini, anda sulit mendapatkan makanan , yang ada cuma minuman ringan (kayaknya sponsor dari salah satu perusahaan minuman ringan, karena semua minuman ringan produk perusahaan tersebut), dan cuma ada makanan kecil, saya tidak menemukan makanan berat baik di counter counter maupun di tempat yang agak lega dekat pintu keluar.
 
jam buka adalah jam 08.00 sampai jam 16.00, para pengunjung di wajibkan memakai pakaian sopan sebagaimana jika mengunjungi wat wat di thailand, jika anda tidak mau capek keliling area ini, anda bisa menyewa golf car yang tersedia.
 
akhirnya waktu yang membuat saya harus pulang ke bangkok, tiket kereta untuk pulang saya menggunakan kereta rapid, dengan harga 20 bath, saat pulang, terjadi hal yang tidak di duga, saat akan masuk ke stasiun hua lamphong bangkok, kereta sempat berhenti sebelum masuk stasiun 1 jam lebih, (jadi ingat kalau kereta mau masuk stasiun beos/ kota jakarta) , sehingga terjadi keterlambatan hampir 2 jam.
 
untuk anda yang ingin bertanya tanya, silakan , dan jangan lupa follow blog ku untuk mendapatkan cerita cerita lain.

240-e1434197182133.jpg

IMG_20171031_111845.jpg

IMG_20171031_123017.jpg

IMG20171031073339.jpg

IMG20171031085449.jpg

IMG20171031092226.jpg

IMG20171031102442.jpg

IMG20171031114208.jpg

IMG20171031114624.jpg

IMG20171031115348.jpg

IMG20171031115643.jpg

IMG20171031115821.jpg

IMG20171031120417.jpg

IMG20171031121407.jpg

IMG20171031121514.jpg

IMG20171031122121.jpg

IMG20171031122547.jpg

IMG20171031122839.jpg

IMG20171031123331.jpg

IMG20171031124221.jpg

IMG20171031124238.jpg

IMG20171031131559.jpg

Hartono Hasian

malam malam pas lagi ngobrol sama orang hostel, siap siap mau keluar makan, ada beberapa orang bule dekatin, tanya rencana mau kemana, saya jawab saja belum tahu, cuma mau cari makan, lalu di ajak minum ke cowboy soi, saya ok ok saja, namanya juga kelas backpacker, sama sama ngak kenal, cuma bedanya mereka nginap di dorm, yang 1 kamar 4 ranjang atau 6 ranjang , kalau saya lebih bonafid, nginap di kamar 1 orang private room, hehehehe

akhirnya kami berjalan menuju cowboy soi, tidak terlalu jauh dari penginapan kami, tempatnya hanya sekitar 10 menit jalan kaki, jika terminal 21 di tengah tengah, maka hostel kami di jalan sebelah kanan mall, maka cowboy soi di sebelah kiri mall.

saat kami masuk ke gang nya, banyak sekali calo calo menawarkan sambil memegang sebuah kertas/karton berisi menu, gangnya tidak terlalu panjang, kiri kanan ramai bar bar yang penuh lampu kelap kelip, didalamnya ada penari penari sedang menari, pintu bar sengaja di buka sedikit, supaya kita bisa melihat ke dalam dari depan , hehehe

akhirnya kami pilih minum dan makan di salah satu bar, duduk tidak terlalu lama disana, karena diantara bule itu , ada pasangan suami isteri, akhirnya kami sepakat berpisah, saya jalan sendiri ke ujung jalan satu lagi,mereka jalan balik, ngak tahu kemana mereka.

ternyata di ujung jalan , ada banyak panti pijat, sambil jalan dan lewat , melihat lihat, sedikit foto foto, karena banyak calo, takut ngak boleh, hehehe

IMG_20171030_212927
IMG20171030193017
IMG20171030194548
IMG20171030194759

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

tidak terlalu jauh beda dengan cowboy soi, cuma saat ke Pat Pong, calo calonya lebih banyak, dan kelihatan lebih ketat, saya mau foto, langsung di tegor salah satu calo,  cuma yang membedakan dengan cowboy soi adalah disini ada tempat belanja yang lumayan luas, saya tidak mampir, cuma sambil lewat saja sih

IMG20171031191020
IMG20171031192000
IMG20171031190941

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

karena tidak terlalu lama di tempat hiburan ini, jadi informasi juga tidak terlalu banyak, hehehhee

IMG20171031190941.jpg

IMG20171031191020.jpg

IMG20171031192000.jpg

IMG_20171030_212927.jpg

IMG20171030193017.jpg

IMG20171030194548.jpg

IMG20171030194759.jpg

Hartono Hasian

hari ini saya bangun pagi pagi lagi, karena hari ini tujuan saya adalah ke siam ancient city, daerah ini seperti taman mini indonesia indah, yang berisi duplikasi bangunan dari seluruh thailand

sesuai petunjuk, saya bisa naik bus no.511 tujuan ke pasar pak nam, bus ini dari pink lao, saya langsung menuju ke halte bus yang berada di depan hotel westin/ robinson, tetapi setelah saya lihat sana sini, kok ngak ada papan nama yang menulis , akhirnya saya balik lagi tanya satpam yang ada di depan terminal 21, hebatnya satpam itu juga kurang tahu, dan dia kontak temannya dengan Handy talkie

setelah dikasih tahu tunggu di depan hotel westin, saya pun menuju kesana untuk menunggu, memang untuk kota sadar wisata sama kota tidak sadar wisata ada perbedaan, pas saya lagi tunggu, melonggok kesana kemari, satpam itu datang lagi, kasih tahu no.511 ya, turun dipasar pak nam, wah, terima kasih sekali untuk satpam itu.

setelah bis datang, naik lah saya keatas bis itu, karena tempat duduk di dekat pintu belakang kosong, cuma ada 1 cewek disana, jadi saya duduk saja disana, untuk bis di kota bangkok, anda bebas naik atau turun lewat depan atau belakang, dan untuk bayarnya , nanti ada kondektur yang akan tagih

karena di bis ada televisi yang sedang menyiarkan tentang mendiang raja thailand , maka basa basi saya membuka pembicaraan dengan cewek itu, sambil memuji mendiang raja thailand, dan sekalian bilang nanti akan ke muangboran (orang sana tahunya muangboran, kalau kamu bilang ancient city, orang tidak akan tahu), maksud saya , nanti saya akan tanya tanya kalau ada yang binggung, ternyata cewek itu bisa bahasa inggris yang masih bisa di mengerti.

setelah bis berjalan melewati 1 halter, berdiri lah cewek itu sambil mengeluarkan tabung seng/aluminium panjang (bentuknya kayak tabung wisuda , bulat panjang), ternyata cewek itu kondektur, heheheheh, sambil melihat orang lain bayar, saya lihat yang di depan saya sebut pak nam , dan dia membayar 30 bath (kurs 415), pas  sampai ke saya, saya mau bayar juga, dijawab “no need to pay” saya binggung, habis itu dia tagih langsung ke belakang saya, pas balik, saya mau bayar lagi, dia bilang “free for you”, cieeeee, gratis ni, tentu senang hati lah, tetapi bingung juga, kok bisa gratis, akhirnya saya simpulkan sendiri, mungkin karena saya puji puji mendiang raja mereka.

pas sudah mendekati pasar pak nam, dia datang ke tempatku, katanya nanti turun , saya disuruh naik songtheaw no.36, katanya di bagian depan atap shongtheaw ada tulisan gede 36, jadi anda tinggal naik, nanti kasih tahu mau turun di muangboran

saya ikuti petunjuk dia, turun dari bus, nyeberang jalan, karena bentuk jalan nya pertigaan, jadi nyeberang , langsung jalan lurus, disana sudah banyak songtheaw yang tunggu, saya naik saja yang paling depan, masih kosong saya sendiri, tetapi hanya dalam waktu sebentar, sudah ramai , dan berangkatlah songtheaw tersebut, saya perhatikan jalan sekitar, akhirnya sebelum ancient city, penumpang tinggal berdua, satu lagi orang thailand berumur, saya yakin dia ngak bisa bahasa inggris, mateng lah, tetapi nekad, saya omong ke dia , muangboran, karena saya takut sudah sampai tapi supir ngak berhenti, dia kelihatan ngerti, ngak tahu omong apa dalam bahasa thailand, pas sudah sampai depan ancient city, benaran, supir ngak berhenti, lalu sama dia di tekan bel yang ada di atas songtheaw, mobil berhenti, sambil ucapkan thank you, saya turun, terus bayar ke supir 8 bath (tarif resmi),supir pas lihat saya, langsung pukul jidat dia, sambil bilang muangboran, ternyata benaran, supirnya lupa, hehehhee, untung bahasa tubuh berguna juga.

setelah bayar, langsung jalan melewati 1 jembatan, dan selfie dulu di jembatan itu, ok, sedikit banyak tentang the ancient city

bila kita berkunjung ke negara manapun, biasanya mereka mempunyai bangunan kuno atau kota kuno, seperti halnya jakarta ada kota tua dekat stasiun beos sebagai contoh, karena bangunan atau kota kuno itu merupakan salah satu sumber sejarah tentang kejadian , kemegahan atau kejayaan masa lalu.

dari hotel westin/asok yang dekat dengan penginapan saya, perjalanan sampai ke pasar paknam sekitar 1 jam, dan dari paknam sampai ancient city memakan waktu sekitar 1 jam juga, alternatif lain, jika anda tidak mau dipusingkan dengan naik bus terus ganti songtheaw lagi, anda bisa naik BTS sampai ke stasiun bearing, dari stasiun bearing anda naik taxi, maka akan jauh lebih cepat dan murah, dibanding jika naik taxi langsung dari kota bangkok.

Ancient Siam ini mempunyai luas sekitar 250 hektare. Bentuknya sesuai dengan peta negara Thailand. Area Ancient Siam diisi dengan duplikat bangunan megah dengan berbagai ukuran seperti candi, istana, pasar terapung, restoran, patung, gunung, danau, taman, dan masih banyak lagi.

Ancient Siam atau Ancient City (alias Kota Kuno) atau orang thailand lebih mengenal sebagai muangboran adalah taman yang dibangun oleh Lek Viriyaphant. Ide awal pembuatnya adalah membuat lapangan golf yang dihiasi dengan berbagai benda-benda yang berhubungan sejarah Thailand. Ketika melakukan riset, ternyata dia mengtahui bahwa banyak benda-benda yang dimaksud telah rusak seiring waktu. Akhirnya diputuskan untuk membuat replika dari struktur-struktur tersebut dalam ukuran asli atau skala yang lebih kecil.

ratusan candi yaitu bangunan yang dibuat identik menyerupai bangunan yang ada atau bangunan kuno dari seluruh Thailand. Di sini, wisatawan juga akan melihat beberapa bangunan yang menakjubkan, termasuk beberapa bangunan seperti Wat Arun, The Grand Palace, dan pasar terapung.

Karena kawasan ini sangat luas, maka disediakan sepeda gratis yang bisa digunakan untuk mengeliling daerah tersebut, atau anda bisa menyewa mobil golf untuk mengeliling daerah tersebut

Setelah lelah berkeliling seharian, wisatawan dapat beristirahat dan makan di tempat yang telah disediakan di pasar terapung. Selain makanan, di pasar ini juga terdapat toko-toko kecil yang menjual barang kerajinan dan cinderamata khas Thailand.

kembali ke setelah melewati jembatan sejak turun dari songtheaw, saya bingung loket karcis dimana, karena petunjuk tidak jelas, saya tanya ke satpam, di kasih tahu ke satu ruangan, ternyata ruangan tersebut adalah untuk penjualan tiket group, akhirnya saya di kasih tahu ke loket penjualan tiket

loket penjualan tiket juga ada di satu ruangan, harga tiket adalah 700 bath orang dewasa, dan 350 bath anak anak umur 6 samapi 14 tahun, dibawah 6 tahun gratis, mahal memang, karena di kelola oleh swasta, saya sampai jam 09.00 tepat, jam buka loket, mau lebih murah ? bisa, anda datang jam 16.00 sore, maka anda hanya akan di suruh beli tiket setengah harga, untuk dewasa seharga 350 bath, dan anak anak umur 6 sampai 14 tahun seharga 175 bath, sedangkan dibawah 6 tahun adalah gratis, jam tutup adalah jam 19.00 malam

harga tiket sudah termasuk pemakaian sepeda dan Audio guide service in English, Chinese, Thai, Korean or Russian, pemakaian audio nya cukup gampang, tinggal ikutin petunjuk waktu kita mengambil

setelah beli tiket, saya dikasih sebuah masker, dan semua yang beli tiket juga dikasih masker, bingung juga saya, buat apa masker itu, dijawab nanti didalam akan tahu, ya, sudah, bawa saja, ternyata dibagian dalam banyak sekali yang lagi sapu lantai sehingga debu berterbangan, dan ada daerah tertentu lagi perbaiki jalan, dan banyak debu, pantas dikasih masker.

setelah beli tiket, saya jalan menuju ke pintu masuk, saat akan masuk, saya dipanggil seseorang, saya disuruh ambil sepeda, tapi saya ngotot , saya akan jalan kaki kata dia total 320 are, ngak mungkin jalan kaki, saya tanya berapa jam untuk keliling, katanya sekitar 3 jam kalau jalan kaki, ya, ngak masalah, saya tetap pilih jalan kaki, cuma saya masih binggung, apa benar ya, 320 are itu 250 hektar, mungkin ada yang bisa bantu jawab, akhirnya masuk lah saya dengan berjalan kaki.

didalam ancient city terdapat 120 spot antara lain seperti the old market, sanphet prasat palace ayutthaya, the phra kaew pavilion, the floating market, wat chong kham lampang, the wihan of wat chiang khong chiang rai, kuan yin, dan lain lain , untuk mengelilingi spot spot tersebut dengan jalan kaki, akhirnya saya menyelesaikan dengan waktu 6 jam lebih (bukan 3 jam), hehehehhehe, capek memang, apalagi cuaca panas terik, sudah itu, spot spotnya tidak berurutan, kadang mesti keliling keliling.

tetapi saya suka sekali disana, selain tantangan mencari spot spot sesuai nomor urut, kadang kadang ternyata spot sudah di depan mata, tapi tidak terlihat, kadang spot dibelakang kita, tapi kita cari kemana mana, tanya sama petugas didalam dengan cara tunjukin peta? sama saja bohong, mereka tidak hafal, tapi senang sekali, akhirnya selesai juga mencari spot tersebut, walau ada yang terlewati, hehehehhe, tapi next , mau kesini lagi , walau mahal, tapi masih OK lah, enak, seharian didalam

setelah keliling, akhirnya saya naik lagi songtheaw no.26 kembali ke pasar paknam, dan kembali lagi naik bus no.511 , eh, kali ini kondektur cowok, pas saya mau bayar, tangannya di goyang goyang, saya mau kasih duit, goyang terus, pas disebelah saya yang cewek, tanya dalam bahasa thai, saya bilang ngak ngerti, ternyata dia bisa inggris, dia tanya ada apa, saya bilang, saya mau kasih duit dia ngak mau, terus dia tanya dalam bahasa thai ke kondektur dan terjemahkan ke saya, katanya kondektur bilang gratis untuk saya, bingung khan, saya tanya ke cewek itu kenapa, cewek itu bilang, sudah , kalau dikasih gratis terima saja, ya, sudah, saya suruh kasih tahu terima kasih ke kondektur itu.

akhirnya balik ke penginapan, mandi terus tidur.

eng-map.jpg

IMG20171029085740.jpg

IMG20171029085829.jpg

IMG20171029151529.jpg

IMG20171029155140.jpg

IMG20171029092318.jpg

IMG20171029100836.jpg

IMG20171029102541.jpg

IMG20171029112042.jpg

IMG20171029141813.jpg

IMG20171029151529.jpg

IMG20171029155140.jpg

Hartono Hasian

sebelum kami teruskan bagian kedua dari wisata ke ayutthaya ini, perlu kami informasikan bahwa saat membeli tiket di Wat Maha That, kami sempat ditawarkan untuk membeli paket 6 wat seharga 220 bath, lebih murah dari jika kita beli seharga 50 bath per wat (kurs 415), tetapi kami tidak membeli paket tersebut, karena selain selisih ngak signifikan, kami juga pikir,nanti kalau ada tempat yang kami tidak tertarik, kami bebas memilih untuk masuk atau tidak, dan memang terbukti nantinya, silakan di baca lebih lanjut ya

WAT RATCHABURANA

ini adalah salah satu kuil Buddha di taman ayutthaya, lumayan cantik wat ini, buat foto foto ok lah

sehabis dari wat ini, perut sudah minta diisi , maka makan dulu nasi ayam, enak juga, harga cuma 40 bath, ngak sampai 20 ribu sudah termasuk minum air es

IMG20171028110017
IMG20171028110330
IMG20171028113131

 

 

WAT PHRA SI SANPHET

Merupakan kuil terbesar di Ayutthaya, yang dikenal dengan jajaran chedis (Stupa bergaya Thailand) yang dipugar. Dahulu kuil ini berada di dalam kompleks bekas istana kerajaan, dan hanya digunakan untuk upacara keagamaan kerajaan. Di dalam kuil tersebut tadinya terdapat patung Buddha setinggi 16 m yang ditutupi dengan 340 kg emas, tetapi Burma membakar patung tersebut untuk meleburkan emasnya sehingga kuil juga ikut terbakar dalam kebakaran tersebut. Istana kerajaan juga dapat diakses dari pintu yang sama di Wat Phra Si Sanphet, tetapi hanya memiliki beberapa bangunan berdiri yang tersisa.

IMG20171028113858
IMG20171028114041
IMG20171028114635

 

 

 

 

 

 

 

 

 

MONGKON BOPHIT

nah, waktu di tawarkan tiket 6 wat, ternyata pilihan saya beli satuan dan tidak terima beli paket, mulai terlihat, seperti wat ini, masih dalam rangka renovasi, walau kamu masuk , fotonya juga akan jelek sekali, jadi saya pilih tidak masuk ke mongkon bophit ini

Viharn Phra Mongkhon Bophit adalah kuil Buddha besar di Ayutthaya, diyakini telah didirikan sekitar tahun 1538. Sebelumnya patung ini terletak di luar ruangan di Wat Chichiang, namun dipindahkan di dalam ruangan di sini oleh Raja Lagu Tham. Ketika Burma menghancurkan Ayutthaya, baik Viharn dan Phra Mongkhon Bophit rusak berat akibat kebakaran dan dibiarkan selama hampir dua abad. Sampai masa pemerintahan Raja Rama VI di tahun 1920, pekerjaan restorasi dilakukan dan sejumlah besar gambar Buddha ditemukan di sini, dan dibawa ke dekat Chao Sam Phraya Museum Nasional untuk diamankan. Pada tahun 1957, Departemen Seni Rupa melakukan pekerjaan restorasi besar, dan Viharn baru dibangun sesuai dengan desain aslinya. Pada tahun 1990, pemerintah provinsi Ayutthaya memperoleh izin dari Departemen Seni Rupa untuk melapisi patung ini dengan lembaran emas, untuk memperingati ulang tahun ke-60 dari Yang Mulia Ratu.

IMG20171028114919

WAT PHRA RAM

Wat Phra Ram terletak di sebelah timur Istana Kerajaan, dan terletak di taman yang menarik dengan kolam teratai teratai. Pembangunan Wat ini dimulai pada tahun 1369 M. Dengan berbagai bangunan baru ditambahkan pada masa pemerintahan yang berbeda, termasuk renovasi besar-besaran pada tahun 1741 A.D.
Sebuah prang besar (periode awal) adalah gedung utama, dengan sebuah biara berisi deretan gambar batu Buddha. Struktur lain yang masih tersisa seperti chedi dari berbagai gaya mencerminkan gaya selanjutnya

IMG20171028121058
IMG20171028121326

 

 

 

 

 

 

 

WANGCHANG LAE PHANAIT

ini adalah tempat kedua yang tidak saya kunjungi, karena saya melihat hanya naik gajah, ngak penting banget, heheh

 

masih banyak sekali lokasi disini, tetapi saya tidak sempat kunjungi semua, seperti pasar apung nya, istana chandra kasem dan lain lain.

ini foto daerah lain yang saya kunjungi

IMG20171028121459
IMG20171028121614
IMG20171028123507
IMG20171028123620
IMG20171028124232
IMG20171028135605
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
IMG20171028140557
IMG20171028140649
IMG20171028140736
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

 

 

kalau anda ke bangkok, jangan lewatkan taman ayutthaya, karena perjalanan hanya 2 jam dari bangkok

IMG20171028110427.jpg

IMG20171028110643.jpg

IMG20171028113131.jpg

IMG20171028113858.jpg

IMG20171028114041.jpg

IMG20171028114323.jpg

IMG20171028114919.jpg

IMG20171028121614.jpg

IMG20171028123642.jpg

IMG20171028135420.jpg

IMG20171028140557.jpg

IMG20171028140649.jpg

IMG20171028140736.jpg

IMG20171028140759.jpg

Hartono Hasian

setelah semalaman tanya sana sini cara ke ayutthaya, malah ada supir taksi yang add facebook saya, dan menawarkan untuk menggunakan taxi dia dengan harga 2.000 bath, bagi saya itu kemahalan, maklum, bawa duit cuma 5.000 bath, habis lah duit saya, heheheh, akhirnya saya putuskan naik kereta api.

maka hari ini , pagi pagi jam 05.00 saya sudah bangun, mandi, terus ke stasiun MRT jam 06.00, ngak sarapan ni , hehehehe, dari MRT sukhumvit (paling dekat dengan penginapan saya), saya naik MRT ke Hua Lamphong station, dari stasiun MRT, saya cukup jalan kaki ke stasiun kereta api hua lamphong.

sesampai di stasiun, saya menuju loket karcis kereta, saya tinggal bilang ayutthaya, terus kasih uang sebesar 50 bath (kurs 415), saya langsung dikembalikan uang sebesar 30 bath, nah, artinya harga tiket cuma 20 bath, murah sekali ya, untuk perjalanan selama 2 jam, dan tanpa tempat duduk

IMG20171028071332
IMG20171028072646

 

 

 

 

 

 

 

 

setelah dapat tiket, saya lihat ke papan pengumuman, disana tercantum nomor kereta, di jalur mana, dan jam berangkat, papan pegumuman itu memuat huruf thailand dan inggris secara bergantian, dan mudah di mengerti

setelah OK semua, saatnya saya mencari makan pagi, di stasiun ada kantin , makanan tidak terlalu mahal, sekitar 40 / 50 bath, cara belinya adalah kita membeli kupon makanan, terus ke counter untuk membeli makanan, tapi saya biasa ke counter dulu, lihat berapa duit, saya beli kupon senilai harga makanan yang akan kita makan saja, hehehehe, ngak mau bolak balik

IMG20171028070943

makanan halal ? mereka ada counter yang khusus masakan halal, dan letaknya tersendiri, jadi tidak ada kesulitan untuk masakan halal, walau negera Buddhist, tetapi kelihatannya di thailand tidak terlalu sulit untuk mencari makanan halal, asal kita jeli dikit saja, baik itu di mall, di tempat tempat umum, maupun di tempat tempat wisata.

setelah makan, saya mencari pintu masuk untuk kasih cek tiket, ternyata stasiunnya tidak ada pintu yang melakukan cek tiket, kita langsung masuk saja, dan tunggu kereta di jalur yang akan kita naikin.

IMG20171028075324

saat lagi menunggu kereta api, pas jam 08.00 kok semua orang berdiri, saya ikut berdiri saja, dan berdiri sempurna, ada musik nya, ternyata saat kedua kali saya naik kereta api mau ke summer palace (summer palace akan di tulis tersendiri) , saya baru tahu, bahwa setiap hari jam 08.00 dan jam 18.00 , di tempat umum atau keramaian, semua kegiatan akan di tunda, dan lagu kebangsaan thailand akan diputar, semua harus berdiri dengan sikap sempurna, sebagaimana di youtube ini https://www.youtube.com/watch?v=cnM7S6wu2G0 , saya setuju , kalau di Indonesia juga di terapkan seperti ini.

karena kereta datang hampir sejam, maka saat kereta datang , para penumpang buru buru naik ke gerbong kereta, saya termasuk, walau tidak dorong dorongan, tetap tertib, akhirnya saya berhasil masuk ke gerbong kereta api, dengan percaya diri, langsung keluarin hp dan selfie

IMG20171028153807

ternyata itu gerbong untuk yang harga tiket 200 bath lebih, kalau ngak salah 285 bath, yang ada ac dan dapat tempat duduk, dengan agak sedikit malu, turun lah, dan ganti gerbong yang di depan, hehehehheh

nah, karena salah gerbong dan terlambat naik gerbong semestinya, terpaksa lah berdiri, tapi ngak apa apa, masih lega dan enak berdiri nya, bisa selfie dengan santai, hehehehh

IMG20171028084225

tetapi , setelah melewati beberapa stasiun, rasa syukur gerbong yang lega menjadi penuh sesak, bergerak dikit pun susah, tadi teringat KRL, untung masih pagi, cuaca masih belum panas benar, jadi ngak terlalu sesak.

IMG20171028091709

diperjalanan ini, ada sepasang bule mau ke bandara don mueang, tetapi kelewatan, soalnya karena terlalu padatnya, sehingga pengumuman tiap tiap stasiun ngak kedengaran jelas, mata mau memandang keluar juga kesulitan, akhirnya mereka berhenti saja di stasiun terdekat, itulah kenapa saya tidak menyarankan ke stasiun don mueang naik kereta api, walau memungkinkan.

setelah 2 jam perjalanan , akhirnya kami sampailah di stasiun ayutthaya, kalau sampai stasiun ayutthaya, anda tidak perlu kwatir ke lewatan, karena pertama , bakal ada kondektur yang teriak terus ayutthaya, ayutthaya, ayutthaya, walau dengan logat thailand, kedua kereta dalam sekejab akan terasa lega, karena banyak sekali penumpang akan turun disini, termasuk banyak yang rambut pirang dan kulit bule, gampang sekali di kenali, kecuali anda ke tiduran atau kurang eling.

sebagai tambahan informasi, anda juga bisa naik bus dari terminal utara bangkok, stasiun mochit, tetapi karena saya tidak melalui sini, tidak banyak informasi yang bisa saya berikan.

setelah turun dari kereta api, ada beberapa pilihan transportasi yang dikasih tahu oleh teman, seperti sepeda, sepeda motor atau tuk tuk, pilihan saya jatuh pada motor, mengingat sepeda ? wah, ngak lah, pasti ngak bisa pergi jauh jauh, tuk tuk ? wah, terbatas, kita ngak bisa bebas semau kita, akhirnya pilihan saya jatuh pada sepeda motor

tempat persewaan sepeda motor ada nya di seberang stasiun kereta api, tinggal nyeberang jalan, ketemu lah, pada saat saya sampai, masih sangat banyak sepeda motor (tetapi saat saya jam 15.00 antar balik motor saya, ternyata sudah kosong , tidak ada lagi sepeda motor, kecuali motorku), maka saya sewa motor disini, setiap penyewa di haruskan meninggalkan tanda pengenal , baik itu KTP thailand atau paspor, tetapi saya tidak mau tinggalkan paspor saya, soalnya takut juga, akhirnya jalan keluar adalah saya kasih uang jaminan 2.000 bath, ditambah biaya sewa untuk seharian sampai maksimal adalah jam 07.00 malam (19.00)

saat kita menyewa, kita akan di kasih sebuah peta untuk jalan jalan, kita dikasih tahu jalurnya, tapi selama perjalanan, saya tidak melewati jalurnya sih, kalau ada yang bagus , saya mampir,

IMG20171028130150

akhirnya saya mengambil sebuah motor, menurut saya paling besar, sesuai dengan oversize body saya, motornya motor matik, dan kita dikasih sebuah kunci rantai untuk kita kunci (cuma saya lihat, umumnya orang tidak pakai kunci rantai, cuma untuk keamanan, saya selalu rantai)

IMG20171028105535

setelah itu, kita dikasih penjelasan, bahwa berangkat bensin penuh (diperlihatkan), pulang juga harus penuh

sebelum berangkat, saya kasih tahu terlebih dahulu, ayutthaya itu apa sih :

Ayutthaya (nama lengkap Phra Nakhon Si Ayutthaya, ) ialah ibu kota Provinsi Ayutthaya, Thailand, berpenduduk sekitar 65.000 jiwa (2000). Didirikan oleh Raja U-Tong pada tahun 1350, untuk menjadi ibu kota kerajaannya, Kerajaan Ayutthaya di Siam. Pada tahun 1767 kota ini dihancurkan oleh pasukan Burma, dan reruntuhan kota lamanya kini dikenal sebagai taman bersejarah Ayutthaya.

nah, karena sudah jelas, semua, berangkat lah saya dengan sepeda motor itu, tanpa pakai jaket, tanpa lengan panjang, hebat ,hehehhe (efeknya kulit hitam dan terkelupas setelah beberapa hari)

perjalanan awal saya masih rajin ikuti petunjuk di peta, dari no. 1 , no. 2 dan selanjutnya, tetapi makin lama, saya makin tertarik ketempat yang lain, sehingga sedikit bergeser geser, dan ada beberapa tempat saya tidak pergi, seperti wihara yang sedang dalam perbaikan, atau naik gajah atau floating market.

lokasi pertama yang saya pergi adalah wat mahathat kemudian saya lanjut ke lokasi lokasi berikut nya :

WAT MAHA THAT :

Pada masa kejayaan kerajaan Ayutthaya, kerajaan memiliki banyak sekali arca dan patung Buddha, harta karun berlimpah, hal tersebut memancing serangan dari luar oleh kerajaan Burma, sehingga kekayaan kerajaan di jarah sana sini, akhirnya kerajaan rusak sana sini, patung patung dan arca terpecah belah, sehingga tempat ini tidak terawat, berlumut dan bersemak.

saat pemerintah thailand membersihkan reruntuhan tersebut untuk dijadikan tempat wisata, disebuah pohon di sudut reruntuhan, di temukan sebuah kepala Buddha sudah terlilit dan menjadi satu dengan pohon, batu kepala Buddha berada 30 cm diatas tanah, sedangkan badan dari patung tersebut tidak terlihat, tidak di ketahui apakah karena sudah hancur.

Kepala pohon ini menjadi sangat menarik, soalnya mesti terlilit akar pohon tersebut, bagian wajah masih menghadap keluar dengan tersenyum dan posisi tegak, warna nya pun sewarna dengan warna pohon, sehingga seolah olah kepala tersebut adalah merupakan bagian dari pohon tersebut, bukan karena lilitan , sungguh indah

bagi anda yang ingin foto disini, maka ada petugas yang menjaga, anda tidak dibolehkan untuk berdiri , posisi foto pun sudah ditentukan

lanjut part 2 .

IMG20171028102950.jpg

IMG20171028103226.jpg

IMG20171028103256.jpg

IMG20171028103313.jpg

IMG20171028103336.jpg

IMG20171028103430.jpg

IMG20171028103615.jpg

IMG20171028104111.jpg

IMG20171028104209.jpg

IMG20171028104309.jpg

IMG20171028104327.jpg

IMG20171028104638.jpg

IMG20171028104738.jpg

IMG20171028104815.jpg

IMG20171028105535.jpg

IMG20171028111010.jpg

IMG20171028130150.jpg

Hartono Hasian

balik lagi ke Wat Arun, sebelumnya ikut tour , tapi kali ini tidak sengaja ke sini, ya, tidak sengaja, karena biasanya kapal akan mampir di Tha Tien Pier, dari Tha Tien kita baru naik ferry penyeberangan seharga 3,5 bath (kurs 415) untuk menyeberang ke Wat Arun ini.

tujuan saya sebenarnya adalah ke Tha Tien , untuk keliling sekitar Grand Palace, tetapi karena Tha Tien hari ini di tutup (masih berhubungan dengan kremasi mendiang raja), maka kapal merapat ke Wat Arun, ya, sudah disini, saya manfaatkan jalan jalan lah, harga tiket masuk adalah 50 bath

jika hari normal, Menuju Pasar Wat Arun atau Temple of Dawn wisatawan atau pengunjung akan naik kapal, turun di dermaga Tha Tien, dari dermaga Tha Tien baru naik ferry penyeberangan seharga 3,5 bath untuk mengunjungi Wat Arun ini..

Wat Arun sudah selesai di renovasi, tetapi tetap kita tidak bisa naik sampai ke tempat paling atas, tetapi foto nya lebih bagus dari pada saat saya kesini pertengahan tahun 2017, karena tiang kayu/bambu sudah tidak ada

IMG20171025084025

dilokasi Wat Arun ini anda juga bisa mengunjungi tempat penjualan oleh oleh yang tepatnya di sampingnya, jika anda kehabisan bath, tempat penjualan oleh oleh ini bisa menerima mata uang rupiah loh, tetapi kurs yang di hitung adalah 550 rupiah / bath, dibanding kalau kita beli seharga 415/bath, beda yang jauh sekali, sedih sekali ya, rupiah kurang dihargai.

dilingkungan wat arun ini, sebenarnya masih ada lokasi yang jarang dikunjungi orang, jika anda bersama rombongan tour, rasanya anda jarang sekali di ajak ke lokasi ini, tapi sebenarnya tempatnya ok juga, itu satu kelebihan kalau wisata sendiri, kita bisa mengunjungi lokasi lokasi yang jarang di kunjungi orang, gratis pula tiket masuk nya

IMG20171025091241
IMG20171025091427
IMG20171025091504
IMG20171025091704
IMG20171025091721

tulisan lain tentang wat arun ini bisa di baca di https://balebaleku.wordpress.com/2017/07/08/bangkok-wat-arun-edisi-bangkok-pattaya-bersama-iam-19/

IMG20171025084025.jpg

IMG20171025084205.jpg

IMG20171025084318.jpg

IMG20171025084601.jpg

IMG20171025084615.jpg

IMG20171025085254.jpg

IMG20171025085444.jpg

IMG20171025085517.jpg

IMG20171025085521.jpg

IMG20171025090618.jpg

IMG20171025091241.jpg

IMG20171025091427.jpg

IMG20171025091504.jpg

IMG20171025091615.jpg

IMG20171025091630.jpg

IMG20171025091704.jpg

IMG20171025091721.jpg

Hartono Hasian

rata rata kota kota besar di negara lain yang mempunyai china town, di bangkok juga ada china town

china town tersebut cukup dekat dengan stasiun kereta api hua lamphong dan the golden buddha

jika anda ingin ke china town, anda bisa dilakukan dengan cara lewat laut atau darat,

  1. Naik MRT ke stasiun Hua Lamphong, lanjut naik tuk tuk atau jalan kaki sekitar 15 menit menuju Thanon Yaowarat (Yaowarat Road)
  2. Naik Chao Phraya Express Boat, turun di dermaga/pier Ratchawong (N5), lanjut jalan kaki menyusuri Ratchawong Road menuju Chinatown.

kedua cara tersebut sama gampangnya, di sepanjang china town, jika siang hari, terdapat toko toko yang menjual berbagai macam oleh oleh, toko mas, obat obatan china dan lain lain , tetapi jika malam hari, pemandangan dan suasana akan berubah secara drastis, di depan toko toko yang tutup itu para penjaja makanan akan mulai memasang tenda-tenda, dan siap merubah kawasan perdagangan menjadi kawasan surga wisata kuliner . Para pemburu kuliner, baik wisatawan maupun penduduk lokal mulai membentuk antrean untuk mencicipi kelezatan street food andalan kota Bangkok.

makanan yang disajikan dari namanya seafood, jajanan sampai makanan yang berat berat lainnya tersedia, hindari akhir pekan, jika memungkinkan, karena pada akhir pekan, informasi yang di dapat, anda akan sulit membeli makanan, karena setiap kali akan ikut antrian yang panjang, sehingga memungkinkan anda kelaparan karena antrian, hehehe

IMG20171027123011
IMG20171027123726
IMG20171027124257

 

 

 

 

 

 

 

 

 

di china town juga banyak sekali wat/wihara yang bisa di kunjungi, selain itu, ada juga penginapan penginapan yang bisa anda nginap disana.

IMG20171027123011.jpg

IMG20171027123726.jpg

IMG20171027124257.jpg

IMG20171027124404.jpg

IMG20171027130018.jpg

Hartono Hasian

dari stasiun kereta api, saya tinggal menyeberang jalan, dan jalan kaki tidak terlalu jauh, sampailah saya di Wat Traimit Wittayaram atau biasa disebut Temple of the Golden Buddha berada tak jauh dari ujung Chinatown atau di sebelah Barat dari Hua Lamphong Railway Station. Kuil ini menjadi sangat terkenal sebab memiliki patung Buddha seberat 5,5 ton dan tinggi sekitar 15 kaki yang terbuat dari 83% emas murni berharga jutaan Dollar usd, gila ya, 5,5 ton, sesuatu yang luar biasa.

IMG20171027113650
IMG20171027114417

 

 

 

 

 

 

untuk masuk kesini, jika anda hanya ingin ke goden buddha saja, maka anda akan di kenakan tiket 40 bath (kurs 415) , sedangkan jika anda akan ke museum china town dan museum pembuatan patung kepala Buddha, maka anda harus menambah lagi tiket seharga 100 bath, saya pilih 140 bath, karena tanggung , sudah kesini

IMG20171027113640

namanya juga tempat keagamaan , ya , kita harus ikuti tata cara disana, seperti harus buka alas kaki, tidak berisik dan lain lain, saya ikuti saja, hehehhehIMG20171027115133

tapi bagi anda yang tidak ingin keluarkan duit buat beli tiket, anda juga bisa foto foto di bagian luar saja, tidak perlu naik ke atas, banyak wisatawan yang hanya foto foto diluar, tanpa naik ke atas

selain ruangan yang ada patung buddha seberat 5,5 ton, saya juga berkunjung ke museum china town yang terletak di gedng yang sama, cuma beda lantai, di museumnya , museum china town, berisi tentang perjalanan china town dari zaman dulu, namanya juga tidak terlalu mahal , masih ok lah, dengan ruangan ber ac, masuk mesti lepas sepatu yang sepatunya sudah ada kantung kain, kita masukkin sepatu kita, terus kita pegang bersama kita, nanti pas keluar, sepatunya dikeluarkan, terus kantungnya ditaruh di tempat yang di sediakan.

IMG20171027115428
IMG20171027120249

,

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

selain itu, juga ada museum, menunjukkan bagaimana cara membuat kepala Buddha dari batu biasa menjadi bentuk patung patung , posisi di gedung yang sama juga, tapi beda lantai juga, masuk kedalam juga harus buka sepatu, taruh di kantung kain, dibawa masuk, nanti keluar, keluarkan sepatu, dan kantung taruh pada tempat yang disediakan.

IMG20171027121149
IMG20171027121259
IMG20171027121440
IMG20171027121621

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

setelah keliling wat godlden buddha, bagi anda yang suka hunting makanan, di seberang/ disamping banyak sekali yang jual makanan, saya sempat makan bubur (walau tidak seenak seperti di saphan thaksin) ,, tapi masih ok lah, selain itu saya juga sempat makan lumpia khas thailand, kedua makanan ini non halal, dan banyak sekali makanan disana, anda boleh hunting satu persatu

IMG20171101094135
IMG20171101094219
IMG20171101102953
IMG20171101103318

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

tapi bagi anda yang sayang keluarkan duit, di wat juga disediakan makan gratis, anda boleh mencoba nya, banyak yang makan disana kok

IMG20171101101351

dari sini, anda dapat melanjutkan perjalanan ke china town, karena dekat sekali, jadi saya dari sini langsung ke china town dengan jalan kaki.

 

IMG20171027113504.jpg

IMG20171027113640.jpg

IMG20171027113650.jpg

IMG20171027114203.jpg

IMG20171027114228.jpg

IMG20171027114242.jpg

IMG20171027114417.jpg

IMG20171027114453.jpg

IMG20171027115133.jpg

IMG20171027115247.jpg

IMG20171027115428.jpg

IMG20171027120201.jpg

IMG20171027120249.jpg

IMG20171027120508.jpg

IMG20171027121149.jpg

IMG20171027121309.jpg

IMG20171027121440.jpg

IMG20171027121543.jpg

IMG20171027121621.jpg

IMG20171101094135.jpg

IMG20171101094219.jpg

IMG20171101101351.jpg

IMG20171101102953.jpg

IMG20171101103318.jpg

Hartono Hasian

seperti dalam cerita sebelumnya, dari taman Lumphini, saya berjalan kaki menuju ke stasiun kereta api Hua Lamphong, lama perjalanan sekitar 2 jam, tetapi sepanjang jalan, saya tidak menemukan hal hal yang bagus , mungkin karena pas siang hari, orang orang lebih baik dalam rumah, karena di bangkok itu kalau siang panas sekali

saya hanya sempat mampir ke kaki lima di samping taman lumphini untuk sarapan plus makan siang sekalian (selama di bangkok, hampir tiap hari saya cuma makan 2 kali, hehehehe), terus sempat mampir ke satu wihara bernama wihara Hua Lamphong / wat hua lamphong, tapi saya tidak terlalu lama disana, karena disana lagi sibuk menata bunga untuk acara, sehingga lumayan berantakan seluruh area wihara tersebut.

saya sempat melewati beberapa rumah makan yang kelihatan sedap, tapi karena baru makan di samping taman lumphini, saya hanya biarkan air liur saya mengalir, tanpa ada daya untuk mampir, maka langkahku tetap melangkah menuju tujuan akhir, stasiun Hua Lamphong

sesampainya di Hua Lamphong, saya melangkah masuk ke stasiunnya , takjub melihat stasiunnya, bersih, besar, dan tidak ada yang tunggu di pintu gerbang, ya, betul, di stasiun Hua Lamphong ini beda dengan di Indonesia, di Indonesia, naik kereta api, waktu mau masuk ke dalam, kita akan di periksa tiket terlebih dahulu, malah di periksa dengan tanda pengenal, tapi di stasiun hua lamphong ini , tidak ada pemeriksaan di pintu masuk.

IMG20171028072646
IMG20171028075324

 

 

 

 

 

 

wah, kalau gitu bisa naik gratis donk, harusnya bisa ya, kalau kita mengingat waktu naik kereta api KRL zaman dulu yang desak desakan,  pemeriksaan tiket akan di lakukan di atas kereta api, jadi bila kereta api sudah berjalan, akan datang kondektur periksa tiket kita satu persatu, cuma tetap saja bisa lolos sih, mengingat penumpang yang ramai sekali dan desak desakan.

saya naik kereta api di stasiun ini waktu akan berangkat ke ayutthaya dan waktu berangkat ke summer palace.

jika anda ingin ke bandara don mueang atau dari bandara don mueang , bisa juga naik kereta api dari depan bandara ke stasiun ini, tetapi tidak disarankan, mengingat waktu yang tidak tepat dari jadwal , takutnya malah buang waktu terlalu banyak

untuk pembelian tiket, dari beberapa tulisan sebelumnya, bahwa ada loket atau ruangan khusus untuk penjualan tiket ke orang asing, tetapi pada saat saya sampai sini, ternyata semua harus beli di loket, ruangan untuk orang asing tersebut sedang renovasi.

di stasiun ini ada papan pengumuman elektrik dalam bahasa thai dan inggris, bisa melihat di jalur berapa kereta mu , silakan baca di papan pengumuman tersebut

IMG20171028072043

tiket yang paling murah, biasa di namakan kelas ordinary, saya selalu menggunakan tiket ini, karena selain murah, juga bisa merasakan serba serbi rakyat thailand di kereta api., tiket paling murah ini tidak ada tempat duduknya

di stasiun ini juga ada kantin, harga makanan juga tidak terlalu mahal, anda cukup membeli kupon di loket, dan beli makanan di counter yang tersedia, ada juga counter halal di pojok sendiri, tidak bercampur dengan counter makanan lain nya.

IMG20171031085449

selain kantin, juga ada minimarket, ada cafe, ada toko obat, ada juga warung warung diluar kantin, tetapi saya lebih suka makan di kantin ini, karena selalin terlihat lebih bersih, juga tempatnya lebih besar dengan pembeli yang tidak terlalu banyak

di stasiun ini tersedia kursi kursi yang empuk untuk di duduki, tapi terlihat tidak jauh berbeda dengan tempat lain yang pernah saya kunjungi, terdapat kursi yang di taruh barang barang , sebagai booking tempat untuk temannya, hehehehe, jadi kursi kursi tersebut ditaruh koper atau barang barang.

ada kejadian lucu di stasiun ini, ada salah satu penumpang cacat (maaf) naik kursi roda, tanpa tangan dan kaki, kursi rodanya elektrik, bolak balik di depan saya, akhirnya saya mau kasih duit, tapi di tolak, dia omong dalam bahasa thailand yang tidak saya mengerti, untung disebelah ada anak sekolah, dia bilang orang itu penumpang juga, bukan pengemis, saya sampai bilang maaf ke dia berkali kali, tapi orangnya cuma senyum saja, konyol betul, hehehhehehe

di stasiun ini juga ada tempat penitipan barang, anda bisa menitip barang barang anda di sini, dengan ruangan yang lumayan lah

IMG20171031075403
IMG20171031075407

 

 

 

 

 

 

 

 

ada juga ruangan khusus buat bhiksu , anda berminat tunggu di ruangan ini ? jadi lah bhiksu lebih dahulu, hehehhe

saya membeli tiket pada hari keberangkatan, jadi tidak pesan dulu, di sini juga melayani pesan dulu tiketnya, tapi seperti biasa, saya selalu lebih suka beli pada hari yang sama, jadi tidak ada kekwatiran terlambat atau karcis hilang

cara beli tiket, pertama ke stasiun, menuju loket beli tiket, dan masuk stasiun , tunggu di jalur kereta kita, biasa saat beli tiket akan di kasih tahu jalurnya, tapi jika tidak di kasih tahu, lihat di papan pengumuman elektronik

karena pengumuman di kereta suara agak kecil, dan umumnya pakai bahasa thai, maka saya terbiasa memakai mesin pencari dengan memasukkan nomor kereta kita, setelah itu di capture, dan pada saat perjalanan , ikuti saja stasiun pemberhentian yang ada di data tersebut, jadi tidak nyasar, jangan sampai seperti bule ada yang mau ke dongmueang, tapi kelewatan

IMG_20171031_111845

cara paling gampang ke stasiun ini adalah naik MRT jurusan Hua Lamphong

IMG_20171031_111845.jpg

IMG20171028072043.jpg

IMG20171028072429.jpg

IMG20171028072646.jpg

IMG20171028075324.jpg

IMG20171030094459.jpg

IMG20171031075403.jpg

IMG20171031075407.jpg

IMG20171031085449.jpg

Hartono Hasian

sebagai seorang yang suka olah raga jalan pagi, maka saya mencari taman yang biasa digunakan oleh orang bangkok untuk berolah raga, setelah cari informasi kesana sini, akhirnya saya dapat informasi ada satu taman yang bernama Lumphini park (mungkin kalau di indonesiakan jadi taman lumbini , nama yang digunakan tersebut adalah nama taman tempat kelahiran sidharta gautama di Nepal, perbatasan india).

saya ke Lumphini park ini naik MRT dari sukhumvit station (stasiun kereta dekat penginapan ku), sampai di stasiun Lumphini, saya sempat salah jalan, masuk ke perkantoran orang, heheheheh, tetapi akhirnya di beritahu lokasinya

Lokasi taman kota ini letaknya sangat strategis, dan menurut saya tamannya sangat luas, konon cerita , taman ini adalah yang terluas dan tertua di kota bangkok dengan luas kira kira 57 hektar, Suasana taman kota yang penuh dengan nuansa alam di Bangkok ini pada tahun 1920an, raja Rama VI memberikan taman ini sebagai hadiah bagi rakyat Bangkok. Tujuannya adalah untuk melestarikan bunga Thailand dan kerajinan khas Thailand. Namun, ternyata fungsi taman ini berubah menjadi pusat aktivitas luar-ruangan (outdoor).

IMG20171027090629
IMG20171027090417

 

 

 

 

 

 

 

 

segala kegiatan bisa anda temukan disini, seperti orang jalan pagi ,lari pagi, menari, menyanyi, santai, baca buku dan lain lain, tamannya cukup sejuk dengan udara yang segar di pagi hari , baik tua, muda maupun anak anak bisa di temukan disini.

selain itu ada satu lokasi tempat fitnes, banyak sekali berfitnes disini dengan alat yang sudah tua dan seadanya

IMG20171027090909

tempat ini juga mempunyai foodcourt yang lumayan besar, sayang sekali, setelah saya akan makan disana jam 10.00 an, ternyata foodcourt ini sudah tutup, padahal waktu datang masih melihat foodcourt ini ramai orang makan, mungkin karena sudah kesiangan

IMG20171027091616

karena perut lapar, akhirnya cari makan di bagian luar Lumphini park, ternyata lumayan banyak juga yang berjualan disana, akan hal nya di indonesia, kaki lima ada di trotoar trotoar, cuma agak bersih, sampah ngak sembarangan, setelah lihat lihat, akhirnya saya mampir di sebuah warung mie, mienya seharga 49 bath (kurs 415) menurut saya kurang enak, hehehehe, pertama dikasih 1 gelas es, saya kira itu buat apa, ternyata di bangkok , kalau makan di kaki lima (setelah beberapa kali makan di kaki lima, selalu sama) , kita akan dikasih gelas (gelas kaleng umumnya), dan airnya ternyata sudah diatas meja, jadi kita tinggal isi air ke dalam es tersebut, dan itu minuman kita.

sedangkan di meja juga sudah di sediakan macam macam penyedap masakan seperti cabe.

2017-10-27_16.38.12
IMG20171027093917

 

 

 

 

 

 

 

 

dari taman Lumphini ini saya jalan kaki ke stasiun Hua Lamphong , sekalian, siapa tahu ketemu tempat menarik di perjalanan, jalan kaki lumayan jauh, sekitar 2 jam , heheheh

boleh lah, lain kali  ke bangkok, kalau pagi pagi bingung mau kemana, boleh mampir di taman ini

2017-10-27_16.38.12.jpg

IMG20171027090417.jpg

IMG20171027090629.jpg

IMG20171027090909.jpg

IMG20171027091616.jpg

IMG20171027092123.jpg

IMG20171027092536.jpg

IMG20171027093917.jpg

Hartono Hasian

salah satu transportasi di kota bangkok ini adalah MRT, ya, kereta bawah tanah, kereta bawah tanah ini berdiri sendiri, dalam arti, kamu kalau naik MRT buat ke jenis transportasi lain, kamu harus keluar dulu dari stasiun MRT, baru ganti transportasi lain seperti BTS, bus dan lainnya

naik MRT di bangkok sama seperti MRT di negara lain, cuma kesannya agak ketat, seperti masuk terminal BTS , di MRT juga, jika anda bawa tas agak besar atau rangsel, maka anda akan disuruh buka untuk dibuka, walau kadang kesannya hanya formalitas, tapi tetap harus di periksa.

pembelian tiket MRT ini bisa dilakukan di mesin otomatis atau di loket, saya lebih suka beli di loket, karena walau antrian panjang, biasa lebih cepat antriannya dibanding antrian di mesin

tiket MRT dalam bentuk coin , tidak seperti bus kota dalam bentuk kertas, atau BTS dalam bentuk kartu

IMG20171027084245

pada saat anda akan masuk ke stasiun, coin ini cukup di tab / di scan di bagian atas mesin, maka pintu akan terbuka, dan anda memasuki stasiun, setelah itu, anda akan memasuki ke lorong untuk masuk kereta.

seperti biasa, orang sana antri nya tertib, jadi antri sesuai dengan tempatnya, tunggu yang didalam keluar dulu baru naik, dan kalau didalam kereta, jika yang didalam mau keluar, tapi terhalang anda, maka anda turun dulu kereta , tunggu semua sudah turun, anda baru naik lagi.

jika sampai stasiun tujuan, saat anda akan keluar dari stasiun, maka masukan coin itu kedalam lobang mesin, pintu akan terbuka, dan anda keluar, coin itu akan secara otomatis tertahan di dalam mesin.

kadang di waktu sepi, bisa jadi 1 gerbong cuma muat anda sendiri , hehehhe

IMG20171026080414

dari penginapan saya di asok, ke MRT sukhumvit , jalan kaki hanya 5 menit, dan jika saya ke stasiun kereta api hua lamphong , saya juga naik MRT ini

IMG20171028064003

IMG20171026080414.jpg

IMG20171027084245.jpg

IMG20171028064003.jpg

Hartono Hasian

saya sudah ke sini di bulan Juni 2017, tetapi saya kesini lagi, kenapa ? karena sebelumnya saya ikut tour, tahunya cuma diantar kesini, ngak ada tantangan, kali ini saya ala backpacker, jalan sendiri, cari akal sendiri, akhirnya berhasil

saya dari hostel naik BTS di stasiun asok/ terminal 21, terus ganti BTS di stasiun siam (cuma turun, nyeberang, naik lagi BTS diseberang), dan turun di saphan taksin, dari stasiun saphan taksin, anda jalan kaki ke tempat penyeberangan ferry, urutan ferry saat saya kesini adalah :

  1. ferry untuk menyeberang ke seberang
  2. ferry dengan bendera orange (favorit wisatawan untuk ke tempat wisata)
  3. anda akan ketemu pintu yang ada tulisan asiatique, antri disana, ikutin saja antri orang orang, tetapi jika anda ingin benar benar gratis, anda harus lihat betul betul, kadang kadang ada ferry yang harus bayar, murah sih, cuma belasan bath, sekian ribu rupiah, tapi namanya juga duit , ada yang rela tunggu gratis dari pada mesti bayar, perhatikan jam operasional 16.00 sampai 23.30
    IMG20171025145950
    IMG20171025150228
    IMG20171025150337

     

     

 

 

  1.  

  2.  

  3.  

  4.  

  5.  

  6.  

  7.  

 

untuk yang gratis, akan turun di tengah tengah bagian asiatique (lebih strategis), sedangkan yang bayar , malah turunnya di ujung asiatique , hehehhehe, tapi ngak beda jauh sih.

untuk soal asiatique, dapat baca disini https://balebaleku.wordpress.com/2017/06/18/bangkok-asiatique-the-riverfront-edisi-bangkok-pattaya-bersama-iam-3/

kali ini saya akan cari kepiting, udang, cumi seperti saat pergi itu, tetapi tidak ketemu, ternyata penjualan makanan saat itu hanya seperti food fair, yang temporary, pantas, beberapa teman tanya saya soal makanan itu pas saya pulang, karena waktu mereka kesana, mereka tidak temukan itu.

kapal bayar dan kapal gratis, bagusan mana ? yang gratis malah lebih bagus, heheheh, ngak percaya ? silakan coba kesana

kali ini saya juga tidak sempat menonton baik calypso show maupun thai boxing, maklum, terlalu mahal menurut saya, kalau di rupiahkan sekitar Rp.500 ribu per show, karena tipe perjalanan saya adalah bukan wisata murni, tapi wisata sambil olah raga, maka saya tidak menonton show tersebut, padahal sudah tanya tanya soal beli tiket online, yang semurah murah nya juga harga sekitar Rp.300 ribu, ogah ah, pelit khan gue , hehehe

setelah keliling sana sini, akhirnya cuma beli minyak angin ,dan melihat pemandangan, pemandangan sunset kali ini tidak sebagus waktu kami kesini bulan Juni 2017, karena langit agak mendung

IMG20171025170539
IMG20171025165036

 

 

 

 

 

 

dan kali ini , saya juga mencari nasi bebek yang letaknya di bagian depan (jika sungai dianggap bagian belakang) asiatique, nasi bebeknya enak, karena sebelumnya sudah makan disini, saya kesini lagi, dan dipastikan halal, karena ini foodcourt halal, letaknya di sebelah masjid, makanlah disini, lebih murah dari pada di dalam asiatique, hehehehe

2017-10-25_19.19.18

setelah keliling sana sini tanpa tujuan, dengan ketemu wisatawan kiri kanan yang hampir semua bicara mandarin (wisatawan dari tiongkok), akhirnya saya putuskan balik, dan naik kapal gratis dari lokasi ini

IMG20171025172059

thailand benar benar memanjakan turis dari negeri tiongkok, tidak heran, karena sekarang dunia , dimana mana , sangat memanjakan turis dari tiongkok, yang tahun tahun belakangan ini , banyak sekali wisata keluar negeri, bagaimana dengan Indonesia ? yang saya tahu, di manado dan bali juga sangat memanjakan, maka kenapa di manado terjadi ledakan wisatawan asing yang wisata ke manado tahun tahun belakangan ini, dan hampir dapat dipastikan itu karena wisatawan dari negeri Tiongkok, mereka bisa memanfaatkan peluang, bagaimana dengan kota lain ? moga moga juga sama ,jika rata rata perorang belanja Rp.1 juta rupiah perhari saja, misalkan wisatawan ada 100 ribu orang saja, wah, sehari mereka belanja Rp. 100.000.000.000 / hari, berapa setahun ya, itu kalau cuma Rp. 1 juta perhari , hehehhe

akhirnya ferry/kapal membawa saya ke saphan taksin lagi, dan saya naik BTS lagi ke terminal 21 / asok , tetap harus ganti BTS di stasiun siam, gantinya gampang kok, untuk pembelian tiket dan pemakaian tiket bts dapat dibaca di

https://balebaleku.wordpress.com/2017/11/12/thailand-transportasi-bts-edisi-bangkok-24102017to01112017-2/

2017-10-25_19.19.18.jpg

IMG20171025145950.jpg

IMG20171025150228.jpg

IMG20171025150337.jpg

IMG20171025154651.jpg

IMG20171025154652.jpg

IMG20171025154744.jpg

IMG20171025160236.jpg

IMG20171025165036.jpg

IMG20171025170539.jpg

IMG20171025172059.jpg

Hartono Hasian

salah satu jenis angkutan umum di bangkok adalah angkutan sungai chao phraya, di sungai chao phraya ini sangat lebar dan sangat panjang, jadi angkutan ini sangat berguna.

sering sekali saya membaca atau mendengar bahwa jangan salah naik kapal , harus naik kapal orange, dan lain lain, saya iseng iseng tanya , karena hari pertama sampai hari ketiga sampai , saya tidak ada rencana hunting tempat wisata, hanya mau lihat bagaimana rakyat thailand menghormati raja nya yang akan di kremasi pada tanggal 26 oktober 2017, jadi sedikit banyak bisa tanya tanya informasi, ternyata kapal kapal tersebut ada fungsinya, seperti :

  1. Chao Phraya tourist boat : kapal ini seperti bus hop on hop off, dimana kita bisa naik turun di 8 lokasi pemberhentiannya dan harga nya adalah 180 bath (kurs 415),tapi jika hanya ke satu dermaga, anda akan di charge 50 bath.

8 dermaga utama itu adalah dari Sathorn Pier (Central)/ thaksin ke Phra Arthit Pier (N13) pp, yaitu:

tempat pemberhentian :

  • Sathorn Pier — BTS Saphan Taksin station / Wat Yannawa
  • River City Pier — Holy Rosary Church / Wat Traimit
  • Ratchawongse Pier — China Town / Wat Mangkon Kamalawat
  • Pakklong Taladd (Yodpiman) Pier — Flower Market
  • Wat Arun Pier — Wat Arun (The Temple of Dawn) / Wat Pho( The Temple of Reclining Buddha)
  • Tha Maharaj Pier — The Grand Palace and Wat Pra Kaew (The Temple of Emerald Buddha)
  • Thonburi Railway Pier — Royal Barge Museum / Siriraj Museum / Wanglang Market
  • Phra Arthit Pier — Khaosan Road

kapal diberangkatkan dari  Sathorn dan  Phra Arthit piers setiap 30 menit.

  • dari sathorn ke phra arthit jam 09.00 – 17.30
  • dari phra arthit ke sathorn/ thaksinjam 09:30 – 18:00
  • dari jam  16:00 (dari Phra Arthit) atau dari jam 16:30 (dari Sathorn),kapal juga akan berhenti di asiatique

kapal ini menggunakan bendera biru (blue flag)

routemap-landscape-01

2. selain kapal wisata tersebut diatas, juga ada kapal yang tanpa bendera, menggunakan bendera orange, bendera kuning dan bendera hijau, pembagian kapal tersebut adalah sebagai berikut :

Kapal Bendera Oranye
Rute: Dermaga Nonthaburi (N30) – Dermaga Wat Rajsingkorn (S3).
Operasional: 06.00–19.30 (setiap hari)

harga tiket adalah 15 bath kurs 415, kapal ini adalah kapal favorit untuk ketempat wisata, karena setiap 20 menit sekali dan harga sudah pasti, kapal ini adanya tiap hari, jadi kalau anda ingin wisata di sungai chao phraya, memang ngak salah naik kapal ini seperti yang di sarankan.

Kapal Tanpa Bendera
Rute: Dermaga Nonthaburi (N30) – Dermaga Wat Rajsingkorn (S3)
Operasional: Beroperasi hanya pada jam sibuk saja dan hanya pada hari kerja
Senin–Jumat, pagi (06.20–08.05) dan sore (15.00–17.30)

kalau kapal ini, operasional nya hanya pada jam sibuk, dan harganya tidak pasti, bisa 10 bath, 12 bath atau 14 bath, tergantung jarak, jadi tidak benar khan , bahwa

Kapal Bendera Hijau
Hanya stop di 3 dermaga saja (lebih cepat), tapi tiket lebih mahal dan hanya pada hari kerja
Rute: Dermaga Pakkred (N33) – Nonthaburi (N30) – Sathorn (Central)
Operasional: Senin–Jumat, pagi (06.15–08.10) dan sore (15.30–18.05)

harga tiket dari pakkred ke nonthaburi seharga 13 bath, nonthaburi ke sathorn sebesar 20 bath, dan dari pakkred ke sathorn 32 bath kurs 415 , ingat, ini hanya berhenti di 3 dermaga, jadi kenapa biasa tidak di sarankan kalau mau wisata.

Kapal Bendera Kuning
Hanya stop di 3 dermaga saja (lebih cepat), tapi tiket lebih mahal dan hanya pada hari kerja
Rute: Dermaga Nonthaburi (N30) – Sathorn (Central) – Ratburana (S4)
Operasional: Senin–Jumat, pagi (06.15–8.30) dan sore (15.30–20.00)

harga tiket 20 bath sampai 29 bath

img-route-1

IMG20171025105604,

tiket yang sudah dibayar, jangan sampai hilang, karena kadang di pemberhentian berikutnya , kita dikira baru naik, dan akan di tagih lagi

IMG20171024151854

Dermaga Tempat Atraksi dan Wisata di Sepanjang Chao Phraya:

Sathorn (Central Pier)
terkoneksi dengan BTS saphan taksin dan akses kapal ke asiatique

Oriental (N1)
akses ke Mandarin Oriental Hotel, ke gedung gedung nuansa kolonial , ke pusat barang antik O.P Place dan ke kedutaan besar perancis.

Si Phaya (N3)
akses ke Royal orchid sheraton hotel & towers , ke river city shopping complex dimana tempat ini merupakan lokasi sebagian besar kapal untuk dinner cruise berangkat, dan anda dapat mengeksplorasi seputar charoen krung road

Rachawongs (N5)
akses ke china town, bisa juga akses sampai ke wat mangkon kamalawat , atau jika kuat jalan, bisa akses sampai ke stasiun kereta api hua Lamphong

Memorial Bridge/Saphan Phut (N6)
akses ke saphan phut night market, ke king rama I monument, ke pasar bunga/ buah 24 jam pak Khlong Talad, Little India pahurat road

Rajinee (N7)
akses ke Wat Pho, ke pak khlong talad, ke museum of siam, ke gereja santa cruz, dan bisa melihat kuil wat arun di seberang yang sangat indah.

Tha Tien (N8)
akses ke Wat Pho, ke Wat Arun (harus naik ferry lagi untuk menyeberang sebesar 3 bath), akses ke tha tien market

Tha Chang (N9)
akses ke maharaj road, ke wat phra kaew, ke The Grand palace

Maharaj Pier
dermaga ini hanya untuk tourist boat saja (bendera biru), yang chao phraya express boat tidak singgah disini, dan dari sini akses ke Grand Palace dan wat phra kaew, serta ke bangkok national museum dan taman sanam Luang

Wang Lang (Siriraj) (N10)
akses ke Wang Lang market, ke Patravadi Theatre, ke Wat Rakhang khositaram, dan ke Siriraj hospital dan museum

Phra Pin Klao Bridge (N12)
akses ke southern bus terminal, akses ke the royal barges museum

Phra Arthit (N13)
akses ke phra athit pusat kafe, benteng phra sumen, restoran halal roti mataba, Santiphap park, phra sumen fort, banglamphu market , jakkapong road, wat chana songkram , national art gallery, khao san road

King Rama VIII Bridge (N14)
akses melihat king rama VIII bridge, ke samsen road, ke Kin Lom Saphan restoran

Thewet (N15)
dermaga tempat memberi makan pada ikan patin , yang dipercaya kalau anda berhasil melihat patin putih, itu merupakan petanda baik , akses ke Wat Benchamabophit, ke dusit zoo, ke vimanmek mansion dan ke ananta samakhom throne hall

Kiak Kai (N21)
akses ke Soi Ari dengan naik taksi dari sini, dan dekat dengan river side bangkok hotel

Nonthaburi (N30)
– Daerah di sekitar Nonthaburi dilengkapi berbagai bangunan indah, salah satunya ada menara jam (clock tower), dan juga market yang menjual busana-busana.
– Akses untuk menuju ke Koh Kret, sebuah pulau yang jadi favorit untuk daytrip atau jalan-jalan selama sehari.

 

3. kapal ke asiatique

ada kapal yang berbayar, dan ada kapal yang gratis, disini saya akan membahas tentang kapal yang gratis, karena ini cukup menarik ,jam operasional hanya dari jam 16.00 sampai jam 23.30 , diluar jam itu, ya, mesti naik kapal berbayar yang hanya bayar 15 bath , kurs 415

jika anda sampai di saphan taksin, anda ikutin jalan ke arah sini

IMG20171025145950
IMG20171025150228
IMG20171025150337

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

antri nya disini, jadi ngak usah bingung bingung lagi, nanti jam 16.00 kapalnya akan datang, tapi biasa sebelum jam 16.00, juga ada kapal yang datang dan akan membawa anda ke asiatique, tetapi berbayar

 

 

.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

IMG20171025150228.jpg

IMG20171024151854.jpg

IMG20171024152403.jpg

IMG20171024155126.jpg

IMG20171025105604.jpg

IMG20171025145950.jpg

IMG20171025150337.jpg

img-route-1.jpg

routemap-landscape-01.png

Hartono Hasian

setiap kali kalau mau naik boat keliling tempat wisata, terutama ke daerah tujuan grand palace dimana rakyat banyak berkumpul disana untuk memberikan penghormatan terakhir kepada raja, maka saya akan naik BTS dari ashok/terminal 21 ke stasiun saphan taksin, karena beberapa kali melewati sini, maka saya iseng iseng keliling daerah saphan taksin

  1. disini ada 1 klenteng khas chinese, klenteng tersebut cukup lah, tidak bisa dikatakan besar, juga tidak bisa dikatakan kecil, anehnya, saya mau foto ke kelentengnya, dilarang, ya, sudah , foto dikit diluar , dan lebih aneh adalah petugas disana langsung ajak saya omong bahasa tio ciu (salah satu dialek daerah orang china), untung saya mengerti, jadi ya, bicara seadanya dengan khas bahasa hokkian saya, dan dia mengerti juga, hehehhee

klenteng ini dari stasiun saphan taksin sudah kelihatan , tepatnya di bagian bawah dari stasiun

IMG20171024150600
IMG20171024150858

 

 

 

 

 

 

 

2. ada 1 mesjid, letaknya dibelakang kelenteng ini, dari depan/samping klenteng ini ada jalan, ikuti jalan ini saja, nanti ada di sebelah kanan jalan

IMG20171030082413
IMG20171030082442

 

 

 

 

 

 

 

 

 

3. ada pasar tradisional, jika dari mesjid, terus saja, nanti akan ketemu shangrilla di sebelah kiri, lalu anda belok kanan ke gang ini

IMG20171030082010

setelah itu, anda akan belok kanan lagi ke gang ini

IMG20171030082153

terus lihatlah di sebelah kiri, belok kiri saja, maka anda akan menemukan pasar itu

IMG20171030082034

saya bisa ke pasar ini, karena ikut bule bule yang bersama tour guide berjalan kesini, ternyata bule bule itu mau belajar masak masakan thailand di dalam, didalam ada salah satu toko yang atasnya di pakai untuk belajar masak, tetapi saya tidak ikut masuk ke tempat belajar masak, saya malah tertarik dengan bubur babi yang ada disini, karena buburnya khas dengan bubur yang dulu sering dimasak oleh mama saya, yaitu bubur dicampur babi cincang terus dikasih irisan kunyit, enak sih, sesuai lidah saya, harganya juga antara 30 bath sampai 40 bath (kurs 415) tergantung isinya

IMG20171030081201
IMG20171030081323

 

 

 

 

 

 

 

untuk selanjutnya , saya kalau lihat bubur begini dimana saja, saya akan coba, tapi tidak ada yang seenak ini, next ke bangkok lagi, saya akan makan disini lagi, hehehhe

selain bubur , dipasar tradisional ini ada makanan lain, seperti kopi susu, nasi campur, mie, dan lainnya , sedangkan oleh oleh juga ada di pasar ini, tapi saya tidak menanyakan, karena memang ngak terterik membeli.

selain yang disebut diatas, disini juga ada robinson yang tidak terlalu jauh dari stasiun saphan taksin

 

N.B : untuk foto lebih jelas, silakan lihat lampiran

 

IMG20171024150600.jpg

IMG20171024150858.jpg

IMG20171030081201.jpg

IMG20171030081323.jpg

IMG20171030082010.jpg

IMG20171030082034.jpg

IMG20171030082153.jpg

IMG20171030082413.jpg

IMG20171030082442.jpg

Hartono Hasian
 

https://balebaleku.wordpress.com/2017/11/13/thailand-asok-montri-hostel-edisi-bangkok-24102017to01112017-3/

setelah check in di hostel, baru sadar, perut belum terisi dari pagi, maka segera saya meluncur ke terminal 21 mall, ini adalah sebuah mall yang sering di kunjungi wisatawan, termasuk juga orang Indonesia

dari hostel jalan kaki ke mall ini hanya sekitar 5 menit, mall ini mempunyai akses langsung ke stasiun BTS asok, tapi jika anda ingin ke MRT sukhumvit, anda perlu turun tangga dulu, jadi jika anda naik BTS , turun di stasiun Asok, dan jika anda naik MRT, anda turun di stasiun sukhumvit.

mall ini membawa tema dengan nama nama kota di luar negeri, seperti tokyo, istambul, san francisco, dan lain lain

karena perutku sudah lapar, saya langsung meluncur ke food court di lantai 5 yang dinamakan pier 21.

cara belanja di food court ini adalah kita beli voucher dulu berupa kartu (seperti kartu flazz/e tol), nanti kita akan isi jumlah berapa duit, nanti kita belanja di counter food court dengan menggunakan kartu itu, setelah selesai makan, sisa dana di kartu itu bisa di kembalikan / di refund

bertepatan dengan vegetarian festival, maka banyak counter yang hanya berjualan vegetarian (biasanya menjual yang ada daging), jadi untuk beberapa counter yang saya kunjungi, pas tunjuk gambar di counternya, di kasih tahu bahwa selama 9 hari mereka hanya menjual vegetarian, jadinya putar putar

untuk sejarah vegetarian festival dapat dibaca di link ini https://balebaleku.wordpress.com/2015/10/22/budaya-tionghua-festival-vegetarian-9-dewa-kaisar-kiu-ong-tai-tei/

akhirnya karena sudah lapar banget, saya mampir di satu counter yang menjual nasi ayam campur babi, ternyata harganya murah sekali, cuma 35 bath (kurs 415), coba bandingkan dengan harga dimall Jakarta

kemudian saya membeli segelas es tebu yang hanya seharga 28 bath , setelah makan, disini disarankan untuk mengantar piring dan gelas ke tempat yang tersedia, tetapi saya lihat banyak sekali yang tidak melakukan hal itu, tapi saya tetap lakukan itu, karena sudah di sarankan.

karena tinggal di hostel dekat sini, saya beberapa kali makan disini, mengingat makanan disini harganya sangat murah, malah lebih murah daripada di kaki lima, seperti nasi ayam campur babi, disini 35 bath, di kaki lima 40 sampai 48 bath, dan satu lagi, umumnya disini kamu akan di kenakan tambahan biaya sebesar 5 bath, jika anda take away dan tidak makan di tempat, selama 9 hari saya di bangkok, saya bisa simpulkan bahwa di foodcourt ini adalah paling murah diantara semua foodcourt atau tempat makan yang pernah saya kunjungi

mengenai makanan halal ? tenang saja, disini ada beberapa counter yang khusus menjual makanan halal, salah satunya saya lihat bernama Bismillah, jualannya ala Warteg atau rumah makan padang gitu, kita pilih macam macam sayur, ada nasi kari juga.

untuk foodcourtnya memang boleh dikatakan harga paling murah, tetapi kalau anda masuk ke restoran di luar foodcourt, makanan tetap saja tidak murah , jadi kalau makan di terminal 21, rencana mau makan yang murah, langsung ke lantai 5 , pier 21

karena saya tidak suka belanja, jadi saya tidak terlalu memperhatikan toko toko disini, tetapi saya menemukan banyak sekali yang bicara bahasa China dan ada beberapa yang bicara bahasa Indonesia, jadi saya berkesimpulan banyak wisatawan china dan Indonesia yang belanja disini.

didekat pintu masuk mall dari arah robinson mall, terdapat 1 money changer yang saya lihat sering orang antri disana untuk menukarkan mata uang.

jam buka mall ini adalah jam 10 ke jam 22

2017-10-24_19.20.53.jpg

2017-10-27_20.25.11.jpg

IMG20171024143801.jpg

Hartono Hasian

https://balebaleku.wordpress.com/2017/11/12/thailand-transportasi-bts-edisi-bangkok-24102017to01112017-2/

hostel ini letaknya sangat strategis, dekat dengan BTS dan MRT yang jika jalan kaki hanya sekitar 5 menit, dan dekat halte bus yang jika jalan kaki juga sekitar 5 menit.

saya memilih hostel ini karena selain dekat dengan transportasi , juga karena ada private room 1 orang dengan bathroom sharing, harga yang saya dapat adalah Rp.190 ribuan lewat pemesanan online traveloka.

hotel ini bersih, jika anda mau masuk ke dalam dari pintu keluar, anda harus membuka alas kaki, alas kaki bisa taruh di rak sepatu , juga bisa di bawa ke kamar, kalau saya bawa ke kamar

resepsionis tidak 24 jam, jadi kita keluar masuk, akan di kasih kunci berupa kunci scan untuk pintu utama, dan kunci kamar yang merupakan kunci biasa

IMG20171030071945

IMG20171031070157

posisi hotel ini, kalau anda dari BTS/MRT atau halte bus, anda ingat saja terminal 21, posisi hostelnya ada persis di belakang terminal 21, jadi anda jalan kaki antara Robinson yang ada hotel westin nya (orang sana lebih tahu Robinson dibanding westin) dan terminal 21, setelah itu , lorong pertama sebelah kanan diantara panti pijat, atau setelah melewati 1 gereja disebelah kanan

IMG20171027155239

kamar tidur juga cukup ok, bersih, dan minimalis dengan kamar mandi yang cukup bersih juga, sayang sekali, saya lupa foto kamar mandinya, silakan lihat di web online kalau mau lihat kamar mandinya

IMG20171024130824

resepsionis yang menerima saya , ramah dan mengerti jalur jalur ke tempat wisata, dan di hostel ini ada petunjuk kalau mau ke grand palace

IMG20171024134529

secara keseluruhan, cukup puas selama 8 malam menginap di hotel ini

  1. resepsionis yang ramah dan inggris yang ok
  2. kamar bersih walau selama 8 malam cuma diganti cover bed sekali
  3. kamar ber ac dan ada exchaust fan sehingga tidak berbau
  4. kamar mandi ada air panas
  5. dapat sarapan sederhana berupa roti dan selai yang baru tersedia jam 08.00 sampai jam 10.00
  6. saya tidak pernah rebutan kamar mandi, mungkin karena waktu mandi saya beda sama yang lain, saya biasa mandi jam 06.00 pagi dan jam 05.00 sore
  7. hostel dekat dengan pusat perbelanjaan terminal 21, dekat seven eleven, sehingga tidak kesulitan jika mau belanja atau makan.
  8. hotel dekat MRT, BTS, halte bus

 

kekurangannya :

  1. kamar mandi tidak di setiap lantai ada, seperti saya menginap di lantai 2, saya kalau mau ke kamar mandi atau toilet harus turun ke lantai 1 atau naik ke lantai 3
  2. tidak mendapat sabun, shampo, atau sikat gigi, tetapi mendapat handuk

IMG20171024130824.jpg

IMG20171024134529.jpg

IMG20171027155239.jpg

IMG20171030071945.jpg

IMG20171031070157.jpg

Hartono Hasian

https://balebaleku.wordpress.com/2017/11/12/thailand-berangkat-edisi-bangkok-24102017to01112017-1/

tulisan sebelumnya tentang naik bus dari bandara don mueang sampai ke mochit, nah, dari mochit ini kita naik salah satu transportasi berupa BTS , dari mochit kita naik menuju asok, dimana hotel kami berada

sebenarnya saat turun dari bis, jalan ke arah BTS kami ada melewati MRT yang harusnya bisa juga kami gunakan, tapi kami lewati, karena info yang kami terima adalah naik BTS

sampai lah kami di stasiun BTS mochit, pertama sekali, kami harus beli tiket ke arah mochit, pembelian tiket bisa lewat loket, dan bisa lewat mesin, karena mau belajar, jadi kami melihat orang lain beli lewat mesin, dan kami juga membeli lewat mesin

mesin di BTS ini sebagian besar belum mesin otomatis, jadi saya sebut semi otomatis saja, jika tidak mau di sebut magnetik,

IMG20171025073249

cara membelinya adalah kita melihat daftar di samping mesin tersebut, lihat tujuan kita, jika sudah tahu harga nya, kita akan tekan nilai tersebut

IMG20171025110004

misalkan harga 44 bath, maka anda tekan 44 di tombol mesin tersebut, setelah itu, anda masukkin koin 1, 5 atau 10 bath, untuk yang 2 bath tidak bisa digunakan, setelah nilai terpenuhi, maka akan keluar kartu untuk masuk ke stasiun

IMG20171024121513
IMG20171024121517

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

saat masuk ke stasiun, kartu tersebut dimasukkin ke lobang yang bagian bawah, maka pintu akan terbuka, dan kartu tersebut akan muncul di bagian atas mesin, kartu tersebut di tarik, karena kartu tersebut akan digunakan saat keluar dari stasiun tujuan.

setelah masuk ke stasiun, ikutin arah stasiun yang akan kita gunakan, tunggu kereta mendekat, pengumuman digunakan bahasa thai dan inggris, jadi dengarkan tujuan kereta, karena di stasiun tertentu  yang cuma 1 rel, kereta yang lewat beda beda jurusan

sampai di tempat tunggu kereta, ikutin antrian,di thailand, antrian lebih tertib, mereka akan tunggu kereta sampai, terus menunggu yang di kereta turun, baru mereka naik ke kereta satu persatu

sedangkan yang di kereta, jika yang didalam susah keluar, mereka akan keluar kereta dulu, dan antri di paling depan, setelah yang di dalam keluar, mereka baru naik lagi

setelah masuk ke kereta, duduk di kursi, jika masih ada kursi, jika tidak ada, terpaksa berdiri, dan di kereta ada kursi khusus untuk bhiksu , atau untuk wanita hamil, orang cacat atau yang membutuhkan, ada gambarnya,jadi kalau mereka naik, kita duduk di kursi itu, kita harus berdiri untuk kasih mereka duduk

IMG20171024121631

untuk kereta BTS di bangkok, umumnya penuh di tempel iklan, jadi jika kita dari bagian depan, kita tidak bisa melihat gerbong mana yang kosong, gerbong mana yang penuh, jadi nasib nasiban

setelah sampai tujuan, kartu kereta tadi kita akan masukkin lagi ke mesin kontrol, dan pintu akan terbuka, terus kita jalan keluar , dan menuju tempat tujuan, kartu kontrol tidak akan keluar lagi

perlu di ingat, bagi anda yang akan ganti kereta BTS lainnya, anda tidak perlu beli tiket lagi untuk melanjutkan, cukup pindah kereta , tetapi jika anda akan ganti ke bis atau MRT, anda perlu keluar dulu, terus beli tiket, baru naik ke angkutan selanjutnya, untuk bis beli di atas bis, untuk MRT beli di loket atau di mesin otomatis, untuk MRT tidak ada mesin semi otomatis, mesin otomatisnya sama dengan mesin MRT di shanghai, singapore, malaysia atau lainnya.

jika anda takut salah kereta, di bagian atas pintu kereta, biasa ada petunjuk dalam bahasa thai dan inggris, silakan anda perhatikan

IMG20171024122105

sesampai di stasiun asok, kami jalan keluar dari stasion, cari hotel westin dulu, karena kedua teman saya nginap di westin yang berbintang, sedangkan saya nginap di hostel backpacker, hehehe, ternyata dari hotel westin ke hostel saya, jalan kaki cukup 2 menit, lumayan

IMG20171024121513.jpg

IMG20171024121517.jpg

IMG20171024121631.jpg

IMG20171024122105.jpg

IMG20171025073249.jpg

IMG20171025110004.jpg

Hartono Hasian

alo, kembali lagi menulis, kali ini menulis tentang pengalaman perjalanan solo di kota bangkok dan sekitarnya, sebelum perjalanan solo ini, saya sudah ikut tour ke bangkok pada bulan juni 2017 bersama teman yang dulu seangkatan waktu SMP, karena belum puas, pas pulang Jakarta, langsung beli tiket pesawat pp untuk ke sana lagi pada akhir oktober 2017 , harga tiketnya adalah Rp.1,6 juta sekian, berangkat dengan Air Asia, pulang dengan Thai lion.

perjalanan ke bangkok ini merupakan perjalanan saya yang kedua kali, tetapi merupakan perjalanan pertama kali dengan ala backpacker dan sendiri, sebenarnya ada 2 orang lagi teman yang suruh antar jalan jalan kota bangkok, tetapi kedua orang itu nginap di hotel yang beda , tetapi berdekatan, nanti akan di cerita sendiri

penerbangan kali ini saya membeli bagasi, karena ada yang titip jarum, tetapi bagasi dibayarin sama yang titip, jadi saat ke bandara saya terlebih dahulu ke counter untuk taruh bagasi, dan dikasih boarding pass dengan tempat duduk seperti biasa, C atau D yang dekat jalan (posisi kesukaan ku), setelah dapat boarding pass , ke bagian imigrasi yang counter manual (karena pasportku masih belum E paspor), lancar semua, tinggal tunggu pesawat.

pesawat berangkat tepat waktu, untuk ke thailand, masih perlu melakukan isi kartu imigrasi, maka sampai di atas pesawat, kita akan dibagikan kartu imigrasi untuk di isi , ikutin saja cara isinya, mudah kok.

setelah isi, saya gunakan waktu buat tidur sampai pesawat mendarat, pesawat mendarat tepat waktu (kurang lebih hampir 4 jam), turun pesawat, langsung menuju meja imigrasi, di imigrasi bangkok, ada jalur khusus untuk asean dan foreigner dipisah, kita boleh ke yang jalur asean atau jalur foreigner, jalur asean umumnya lebih sepi, karena wisatawan yang ke bangkok banyak sekali dari negara Tiongkok, tetapi kali ini , jalur asean ditutup, karena yang tiba juga tidak terlalu banyak, sehingga saya antri di jalur foreigner.

tinggal kasih passport , kartu imigrasi, boarding pass, di foto, di stempel, tanpa ada pertanyaan apa apa, lewat lah .

lewat imigrasi turun untuk ambil bagasi yang menunggu agak lama sekitar 1 jam, setelah ambil bagasi, keluar lah ke bagian luar, nah, disini meraba raba lah, ke arah mana, bukan meraba orang lain , hehehhehe.

saya ikuti saja arah yang ada tulisan ke bus, sampai di luar , karena dapat informasi bahwa naik bus ke arah mochit dengan bus A1, saya ikuti saja cari yang ada tulisan A1

sebenarnya baik A1 dan A2 , semua melewati jalur Mochit, tempat kita akan naik BTS, seperti yang dikasih tahu pendahulu pendahulu yang pernah ke bangkok, cuma yang A1 sampai ke Mochit, A 2 masih lanjuti sampai ke victory monument.

jadi saya naik saja yang A1 seperti yang dikasih tahu sebelumnya, bayar karcis diatas bus, kita akan di tagih oleh kondektur, kondektur memegang sebuah kalengan panjang, digoyang goyang (khas baik di bus maupun di kapal, kondekturnya saya melihat selalu bawa kaleng itu), kita bayar 30 bath (kurs Rp.415 / bath), maka kita akan di kasih karcis ini, karcis jangan hilang, karena di tengah jalan, sewaktu waktu ada pemeriksaan

bus sempat berhenti di tempat lain sebelum sampai di mochit, kita ikuti saja bus, sesampai di mochit, kondektur teriak mochit mochit, dan hampir semua penumpang akan turun, karena sudah sampai.

sesampai di mochit, saya cari BTS untuk naik BTS ke hotel, waktu jalan ke BTS , saya juga melewati stasion MRT, tetapi saya tidak turun ke MRT, saya cari aman nya saja, ikutin petunjuk sebelumnya ke BTS, dari BTS saya naik ke arah ASOK dimana penginapan saya berada.

informasi tambahan :

  1. dari bandara Don Mueang, sebenarnya kita juga bisa naik kereta api ke Hua Lampong, dari Hua Lampong kita bisa naik MRT atau bis ketujuan (alternatif lain), cuma kalau naik kereta api , kita buang waktu, karena ikutin jadwal kereta api.
  2. waktu turun di Mochit, sebenarnya ke Asok juga bisa naik MRT sampai ke stasiun sukhumvit, tetapi saya tetap ikuti pakai BTS saja, cari aman

 

 

IMG20171023185308.jpg

IMG20171024113336.jpg

IMG20171024114145.jpg

Hartono Hasian

https://balebaleku.wordpress.com/2017/11/03/semarang-mesdjid-agung-jawa-tengah-tanggal-21-24-september-2017-semarang-magelang-3-hal-yang-saya-hindari-dan-3-hal-yang-saya-ingini-tapi-tidak-terjadi-20/

pada saat di ajak untuk ikut jalan jalan ini, sebenarnya ada 3 hal yang bikin saya semangat untuk ikut, walau bukan karena mutlak 3 hal tersebut, tetapi memang 3 hal tersebut sangat membikin harus ikut, hehehe

1. akan ketemu seorang Romo di semarang, namanya Romo Ari, romo tersebut pernah saya ketemu waktu acara pengumpulan dana untuk Prasadha Jinarakkhita , setelah itu ngak pernah ketemu lagi, ternyata waktu tidak memungkinkan untuk ketemu beliau

2. bhante Bodhi, pernah ketemu beliau di acara waisak di candi sewu, sama juga, waktu tidak memungkinkan untuk ketemu beliau

3. ke STIAB Smaratungga, sama juga, waktu tidak memungkinkan untuk ke lokasi tersebut

hehehehhe, tapi karena percaya jodoh dan karma, jadi hal tersebut tidak terlalu saya permasalahin, tetapi kami sempat ketemu murid bhante Bodhi yang bernama  Badra Palo, beliau juga saya pernah ketemu waktu waisak di candi sewu, malah sempat ikut beliau ke sumber air jumprit.

kami juga di antar ke smp smaratungga, terletak didaerah perdesaan, sungguh nyaman daerahnya , udara yang sejuk, dan suasana yang damai

sedangkan STIAB smaratungga, sebenarnya ke pengen kesana lagi, suasana di tempat tersebut juga sangat nyaman, tapi memang kali ini ngak sempat kesana

sekian soal semarang, akhirnya kami balik jakarta, dan siap ke tempat wisata selanjutnya, hehehe

IMG-20170922-WA0011.jpeg

IMG20170922161644.jpg

IMG20170922173657.jpg

IMG20170922175148.jpg

IMG20170922175200.jpg

Hartono Hasian

https://balebaleku.wordpress.com/2017/10/22/semarang-trans-semarang-trans-jateng-tanggal-21-24-september-2017-semarang-magelang-3-hal-yang-saya-hindari-dan-3-hal-yang-saya-ingini-tapi-tidak-terjadi-18/

hari ini kami berkunjung ke masjid agung Jawa Tengah di daerah sambirejo , gayamsari, Semarang , kami putuskan berkunjung ke masjid ini karena sering melihat berita di media massa yang bentuknya wah, apalagi dibangun di tanah seluas 10 hektar, tentunya sangat besar sekali.

saat kami sampai di masjid ini, memang benar, besar dan agung sekali, tidak salah berkunjung kesini, walau saya tidak sampai masuk ke dalam masjid, tapi dari bagian luar, merasakan sekali kebesaran dan ke agung an masjid ini.

ya, seperti biasa, kalau berkunjung ke tempat ibadah, harus menggunakan pakaian yang sopan dan rapi, maka sangat bersyukur, pakaian yang kami kenakan cukup sopan untuk masuk ke pelataran masjid, sehingga tidak menjadi pusat perhatian karena norak dalam berpakaian, ada sih, beberapa wisatawan yang pakaian tidak sesuai etika ketempat ibadah, saya lihat cuma nongkrong di parkiran

rasanya bagi anda yang belum pernah ke masjid ini, cobalah kesini, terutama bagi yang beragama Islam dan di hari besar, karena payung elektrik di masjid ini akan di buka pada saat jemaah ramai seperti hari jumat atau hari besar keagamaan, payung elektrik yang sama dengan masjid nabawi , infonya di Indonesia cuma ada di 2 masjid yaitu di Jawa Tengah ini dan di Aceh, di Jawa Tengah ini ada 6 payung.

IMG-20170924-WA0028.jpg

IMG-20170924-WA0029.jpg

IMG20170924094210.jpg

Hartono Hasian

https://balebaleku.wordpress.com/2017/10/22/semarang-soto-ayam-mbak-lin-simpang-lima-tanggal-21-24-september-2017-semarang-magelang-3-hal-yang-saya-hindari-dan-3-hal-yang-saya-ingini-tapi-tidak-terjadi-18/

umumnya orang akan pernah dengar busway atau trans jakarta di kota Jakarta, proyek yang super hebat, proyek yang tidak peduli kemacetan akibat ada trans jakarta, karena memang penduduknya di arahkan untuk naik angkutan umum dibanding naik kendaraan pribadi

ok, itu Jakarta, tapi tahukah anda , di semarang juga ada Trans Semarang dan Trans Jateng, terus bedanya apa ?

kalau trans Jakarta di Jakarta, haltenya umumnya besar besar dan terkesan agak mewah, pembayaran pun harus dengan kartu prabayar dari salah satu bank yang bekerja sama, tetapi di semarang, haltenya sangat sederhana, dan terbuka.

cara pembayaran, kalau transjakarta, waktu kita masuk ke halte, kita tinggal tap kartu pra bayar, dan kita masuk ke bus transjakarta manapun, sudah tidak pusing selama kita tidak keluar dari halte, tetapi kalau di semarang , pertama kali anda ke halte anda akan bayar , setelah itu, waktu transit, tiket jangan hilang, karena jika hilang, kita akan di tagih lagi, setiap halte yang berhenti, akan ada kondektur yang bawa mesin tiket untuk menagih harga tiket, jika anda cuma transit, dan ada karcis sebelumnya, tinggal perlihatkan, anda tidak perlu bayar lagi, jika tidak ada, anda harus bayar lagi.

bagaimana dengan transjateng ? jika anda transit dari sebelumnya naik trans semarang, terus ganti ke trans jateng, maka karcis trans semarang tidak berlaku, anda harus bayar lagi trans jateng

anda yang ke semarang, boleh lah anda naik trans ini, tidak sepadat trans jakarta, dan tidak semacet jakarta, anda akan dibawa ke tempat tempat tujuan kalian, jika anda tidak tahu, tenang saja, di tiap halte, banyak petugas yang akan membantu anda, dan memberikan informasi yang anda butuhkan, petugas petugas tersebut sangat ramah, malah seperti pengalaman saya, tiap kali saya naik bus, karena tahu saya kurang tahu, petugas di halte selalu ingatin kondektur, bahwa saya akan turun dimana, dan pas sampai halte itu, kondektur akan kasih tahu, dan kondektur akan kasih tahu lagi ke petugas halte, bahwa saya akan naik bus kemana lagi, sungguh sangat membantu.

beda nya trans semarang dan trans jateng, anda bisa lihat tulisan di body mobil , sangat informatif, dan setiap bis yang sampai halte, petugas halte akan teriak jurusan yang di tuju, sangat membantu

kalau dari bandara mau ke kota, anda juga bisa naik bus ini, caranya anda jalan kaki dulu ke luar bandara sampai ke halte nya, lumayan jauh sih, buat yang bawaan banyak sih tidak di sarankan, jika anda pernah ke bandara semarang, haltenya sebelum rel kereta, jadi adanya di luar area bandara, bukan di dalam area

mengharapkan semua kota besar di Indonesia , sarana transportasi tambah ok, sehingga jalan jalan tambah mudah

081076700_1500703230-3.jpg

15365896066_6aceb878c8_b.jpg

IMG20170925090337.jpg

sisemut.jpg

Hartono Hasian

https://balebaleku.wordpress.com/2017/10/20/semarangkota-lama-dan-lawang-sewu-tanggal-21-24-september-2017-semarang-magelang-3-hal-yang-saya-hindari-dan-3-hal-yang-saya-ingini-tapi-tidak-terjadi-17/

Soto ayam mbak Lin ini adalah soto ayam khas kudus, khas kudus adalah kuahnya sedikit keruh dan kekuningan

lokasi soto ayam mbak lin gampang sekali di temukan, dari simpang lima, ambil saja jalan ahmad dahlan , jalan ini adalah jalan penghubung dari simpang lima ke arah hotel amaris tempat saya menginap, atau ke rs Telogorejo, spanduknya cukup besar, sehingga mudah di temukan

sebenarnya saya tidak tahu tentang soto ini, tapi karena promosi dari teman, sehingga waktu jalan pagi setelah teman teman sudah pulang (saya extend 1 malam nginap di hotel pelangi indah, silakan baca hotel pelangi indah), saya mampir ke soto ayam ini, semangkok soto ayam campur nasi, harusnya tidak cukup bagi yang biasa makan super, tetapi bagi saya cukup, karena saya tambah makan satenya 5 tusuk, dan perkedel, hehehhe.

seperti biasa kalau makan soto ayam di semarang, sotonya sih mini, tapi toppingnya yang berupa sate sate nya selalu maxi, makannya suka lupa diri, sehingga tusukan yang masuk ke mulut suka melewati jumlah jari dikaki, itulah yang selalu bikin kenapa kalau mau ke soto ayam selalu harus super hati hati, takut sehabis makan berat berdiri.

untuk gambar gambar makanannya silakan liat di bawah ini, ngiler khan, heheheheh, untuk anda yang ke semarang,ngak adalah salahnya mencoba, karena lokasinya gampang di cari

IMG20170925093910.jpg

IMG20170925093916.jpg

IMG20170925093919.jpg

IMG20170925093924.jpg

IMG20170925093929.jpg

IMG20170925093936.jpg

IMG20170925094622.jpg

Hartono Hasian

 

 

https://balebaleku.wordpress.com/2017/10/19/jawa-tengahwihara-wihara-dan-kelenteng-tanggal-21-24-september-2017-semarang-magelang-3-hal-yang-saya-hindari-dan-3-hal-yang-saya-ingini-tapi-tidak-terjadi-16/

Kota Lama dan Lawang sewu, dua dua nya adalah daerah yang wajib untuk di kunjungi jika ke semarang, Kota Lama menempati area yang sangat luas, sedangkan Lawang Sewu hanya terdiri dari 1 gedung yang didalamnya sangat luas

kedua lokasi tersebut sama sama mempunyai banyak sekali spot spot untuk dilakukan pemotretan

kali ini kami ke kota lama, hanya sempat mengunjungi gang lombok karena temanku mau beli lumpia, ke daerah sekitar gereja blenduk yang kebetulan lagi ada festival kota lama 2017, dan nongkrong di cafe spiegel

seperti biasa, tempat penjualan lumpia yang di gang lombok selalu ramai, jika anda tidak pesan dulu, maka anda akan menunggu sangat lama hanya untuk mendapatkan lumpianya, sangat membuang waktu, maka jika anda akan membeli disini, sebaiknya pesan dulu, pergi jalan jalan, nanti balik lagi, kalau saya, terus terang, tidak suka lumpia nya, karena tidak suka bau rebung nya

kami tadinya mau ke gereja blenduk, tetapi karena hari itu adalah hari minggu, sehingga gereja di gunakan untuk aktifitas kebaktian, akhirnya kami ke festival kota lama 2017 yang tepat di sampingnya, harapan kami, bisa membeli oleh oleh disini, ternyata sangat mengecewakan, festivalnya hampir semua menjual barang barang antik,seperti uang yang sudah lama, akhirnya cuma keliling sebentar

kami juga sempat ke spiegel cafe yang letaknya juga dekat gereja blenduk, cafenya nyaman, tenang, dan pelayanannya boleh dikatakan sangat memuaskan, kenapa ? karena pelayannya ramah, sangat menguasai menu, penawaran menu alternatif juga bagus sekali, kami sempat duduk dan makan minum disini untuk menghilangkan kepenatan.

kami juga sempat pergi ke lawang sewu pada malam hari, menurut cerita, malam hari sangat seram kalau ke lawang sewu, maka banyak sekali teman teman yang tidak berani kesana kalau malam hari, tetapi saat kami kesana, lawang sewu jauh dari kesan seram, lampu terang ada dimana mana, pengunjung cukup banyak, sehingga yang di bilang malam hari seram sekali untuk saat ini, sudah biasa, sudah ngak seram, boleh anda coba

foto di lawang sewu ini banyak spot spot indah, untuk ambil video clip, disini juga bagus sekali, silakan teman yang penasaran dengan suasana malam hari di lawang sewu, silakan berkunjung, tidak perlu takut, ngak seram

 

IMG20170924102934.jpg

IMG20170924102940.jpg

IMG20170924102950.jpg

IMG-20170924-WA0058.jpg

IMG20170924140852.jpg

IMG20170923193738.jpg

IMG20170923194306.jpg

IMG20170923194414.jpg

IMG20170923194520.jpg

IMG20170923194607.jpg

IMG20170923195449.jpg

IMG20170923195715.jpg

IMG20170923201500.jpg

Hartono Hasian

 

 

https://balebaleku.wordpress.com/2017/10/18/semarangkedai-beringin-tanggal-21-24-september-2017-semarang-magelang-3-hal-yang-saya-hindari-dan-3-hal-yang-saya-ingini-tapi-tidak-terjadi-15/

Didalam perjalanan, kami memanfaatkan pergi ke beberapa tempat wihara/kelenteng, banyak sekali wihara kelenteng di jawa tengah

1. Liong Hok Bio : letaknya di sisi alun alun magelang, kelenteng ini sehabis kebakaran tahun 2014 , sampai sekarang masih belum selesai di renovasi, altar altarnya sementara masih menggunakan ruang serba guna

2. wihara gunung pati, nama wihara ini diambil dari nama lokasi gunung pati, kami sempat terlewatkan wihara ini, tapi dengan bantuan map, kami berhasil ketemu wihara ini, dimana kalau mau ke wihara ini, keleteng kwan kong yang di seberangnya lebih terlihat dari jalan, jadi lokasinya tepat di seberang kelenteng kwan kong , kami tidak ke kelenteng tersebut, karena pintunya tertutup

wihara ini tempatnya lumayan luas, dan duduk sore disana dengan hembusan angin yang tidak dingin dan tidak panas, enak sekali, apalagi disajikan makanan oleh pegawai wihara.

IMG20170923125739
IMG_20170923_130551
IMG20170923122939
IMG20170923123920

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

3. Low Lie Bio, atau biasa di kenal sebagai kelenteng kebon jeruk, letaknya di kota semarang , kelenteng ini walau terletak di jalan yang tidak terlalu besar, tetapi kelentengnya sangat besar dan nyaman, pada saat kami datang kesini, kelenteng tersebut sedang dalam renovasi

IMG20170923133216
IMG20170923133505
IMG20170923133821
IMG20170923133926

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

4. wihara watugong, kami juga sempat datang ke wihara yang terkenal ini, karena disini ada satu batu mirip gong, sehingga di namakan wihara watugong, wihara ini sangat banyak di kunjungi oleh wisatawan baik yang agama Buddha ataupun non buddhist, termasuk juga wisatawan manca negara

IMG20170923092936

5, wihara gunung kalong , wihara ini terletak di gunung kalong , ungaran, wihara ini sebenarnya bernama wihara avalokitesvara, tapi karena terletak di gunung kalong, sehingga lebih di kenal sebagai wihara gunung kalong, letaknya di perbukitan, sehingga dari atas, terlihar pemandangan yang indah, banyak sekali wisatawan yang berwisata tetapi tidak sembahyang juga ke wihara ini.

IMG20170923102000

 

6. wihara wening sari, wihara ini terletak di desa, jalan kesana sudah lumayan mulus, cuma jalan agak kecil, umat dari wihara ini adalah orang orang sekitar yang beragama Buddha, kebetulan didesa ini banyak umat Buddhanya

IMG20170922151807
IMG20170922152137
IMG20170922152211

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

7. selain wihara tersebut diatas, kami juga sempat mampir ke mahavira graha semarang di daerah marina semarang, dan ada pergi ke 3 kelenteng di daerah tanah mas, tetapi tidak sempat dokumentasi

IMG_20170923_130551.jpg

IMG20170923122939.jpg

IMG20170923123920.jpg

IMG20170923125739.jpg

IMG20170923133216.jpg

IMG20170923133505.jpg

IMG20170923133821.jpg

IMG20170923133926.jpg

IMG20170923092936.jpg

IMG20170923102000.jpg

IMG20170922151807.jpg

IMG20170922152137.jpg

IMG20170922152211.jpg

  • Posts

    • NOMOR CANTIK SMARTFREN
      GAMPANG INGAT & COCOK UNTUK JADI NOMOR CONTACT KAMU


      0888 1 400 400
      0882 10 400 400
      0882 11 400 400
      0882 12 400 400
      0882 13 400 400

      08889 500 500
      08896 500 500
      0888 1 500 500
      0889 1 500 500
      0888 2 500 500
      0882 10 500 500
      0882 76 500 500
      0882 77 500 500
      0888 01 500 500


      Info HARGA, klik aja di nomornya

      Tersedia RATUSAN RIBU nomor cantik lainnya

      Info lengkap, klik aja langsung www.galerinomor.com

      BARU !!!! PROMO BELI 1 GRATIS 1 !!!!!

      Call / SMS / WhatsApp : 0813 88 911 911
       
      TWITTER: galerinomorcom
      FACEBOOK: galerinomorcom
      INSTAGRAM: galerinomorcom
      PATH: galerinomorcom

       
    • Kalau dari Belanda kemarin kita pesannya di Booking.com dan kemarin di Yunani 2 kali kita ada masalah (pas di Athens juga, lebih parah). Jadi kalau di Belanda, kita bisa bayar pakai debit card, jd langsung lunas sebelum datang (mungkin Mas Deffa juga tahu). Nah, entah kenapa sistem booking dengan hotel2 yang kita kunjungi kemarin agak bermasalah. Jadi entah hotelnya yg kurang komunikasi antar personel atau kurang advance, somehow kita dianggap belum bayar! Jadi saranku selalu print bukti reservasi dan pembayaran, kalau perlu notifikasi transfer dari rekening bank ke rekening booking atau web travel yang dipakai. @deffa
    • Siap noted via agoda ya? @norma sofisa
    •   Saya sepakat dengan pendapatnya! Kekejaman saat itu sangat sulit awalnya saya bayangkan benar-benar terjadi, dan bagaimana mungkin orang - orang begitu banyaknya berbuat itu dengan mengesampingkan nuraninya. Karena itulah kita butuh untuk mempelajari sejarah, agar kekejaman di masa lalu dapat dijadikan pelajaran berharga dan berusaha agar tidak lagi terjadi di masa sekarang maupun masa yang akan datang. @Soul Seeker
    • Kalau pas peak season kemarin dapat 40 Euro, kalau pas off season bisa lebih murah lagi. Coba cek aja kalau pas Bulan April, mungkin di Fira juga masih murah @deffa