• entries
    59
  • comments
    452
  • views
    2,365

About this blog

jalan jalan , yes

santai , yes

ikut campur privasi orang lain , no

dicampurin privasiku oleh orang lain, no

Entries in this blog

Hartono Hasian

Di penang , Malaysia, di daerah bukit mertajam, terdapat satu orang shin she yang melakukan pengobatan alternatif untuk yang bermasalah dengan pernafasan seperti yang ringan hanya sekedar flue sampai dengan yang berat seperti sinusitis.

cara pengobatan nya agak antik menurut saya, cara nya adalah mengisap dengan salah sarana pengisapan asap melalui mulut, seperti yang terlihat pada foto di bawah ini

InkedScreenshot_2017-04-07-08-31-40-47_LI

InkedScreenshot_2017-04-07-07-53-24-89_LI

nanti pada saat pipa itu di angkat, akan ada beberapa ulat putih yang telah mati bisa banyak , bisa sedikit, bisa besar, bisa kecil

walaupun tidak ada jaminan bisa sembuh 100 persen, tapi dari beberapa teman yang pernah kesana juga, mereka memberi kesaksian bahwa mereka sembuh dari penyakit mereka setelah berobat ke tempat ini

lokasi tempat ini terdapat di penang, jika anda dari bandara naik uber taxi ke tempat ini sekitar rmb 40 ringgit, terus biasa kita suruh uber menunggu kita, nanti pas balik kita akan dikenakan 30-40 ringgit, tergantung tawar menawar, alamat nya adalah

InkedIMG-20170407-WA0037_LI

jika kurang mengerti , bisa telepon dulu, itu yang di coret adalah nama pasien dan alamat pasien (menjaga privasi)

ini foto tampak depan lokasi dan shinshe nya, lokasi nya ada di dalam pasar ya

DSC08131
Screenshot_2017-04-07-08-35-10-33

 

 

 

 

 

 

bagi yang butuh, bisa mencoba, semoga sembuh

Iklan

 

Hartono Hasian

saya menginap di hotel ini, karena salah satu tamu saya yang sudah suruh booking kamar di hotel ini, tiba tiba membatalkan menginap di hotel ini, karena sudah di bayar , maka saya nginap saja di hotel ini , lumayan, gratis, hahahahha

hotel ini letaknya di daerah pluit, seberang seberangan dengan apartemen laguna, dan kalau ke rumah sakit pluit cukup jalan kaki, ke halte trans jakarta yang di depan showroom honda/ rumah sakit pluit juga cukup jalan kaki, mau ke taman waduk pluit pun cukup jalan kaki.

harga kamar di hotel ini sekitar Rp.400 ribu, hotel nya adalah hotel lama, sehingga kamarnya cukup luas (khas hotel lama), lobby juga cukup luas, ada tempat makan di dalam jika butuh, walau lebih baik makan di daerah sekitarnya yang banyak jual makanan seperti food court didalam apartemen laguna, atau tempat tempat jual makanan disekitarnya

jika ke emporium mall, pluit village, pluit junction, ke tol arah bandara, ke sunda kelapa juga tidak terlalu jauh, dari segi posisi ok lah

waktu di hotel ini, ada hal yang menganggu , tapi cukup prinsip, yaitu saat lagi enak ngobrol sama teman, eh, tiba tiba pintu serasa ada yang buka pintu, terus saat saya mau buka, eh, tiba tiba terbuka, untung saya ada lock yang pakai untuk pintu kalau , tidak bisa terbuka semua, kaget juga, ternyata ada orang indonesia timur didepan pintu saya, kirain debt collector atau orang dari mana yang mencari tamu yang tidak jadi menginap, dia kasih lihat kartu ditangan dia, nomor kamar sama dengan kamarku, akhirnya dia turun ke resepsionis lagi, saya langsung protes, alasan resepsionis orangnya salah kamar, tapi kok kartunya tulis nomor kamar sama dengan kamar tempat saya menginap plus bisa buka pintu kamar saya, wah, untung ada double lock yang berupa besi itu loh.

secara keseluruhan , hotelnya OK, termasuk tempat parkir yang luas, cuma kejadian tamu tak diundang itu saja sih, tapi itu saya juga ngak tahu kenapa bisa terjadi, waktu di surabaya, di salah satu hotel 4  , saya juga pernah kejadian yang sama.

IMG20170325163327
IMG20170325163333
IMG20170325163401
Hartono Hasian

hotel ini masih sangat baru, waktu saya menginap baru berjalan 2 bulan, sebelumnya saya biasa nginap di hotel yang cuma beberapa gedung dari hotel ini, tapi karena ini hotel baru, dan harga nya juga cukup bersahabat, hanya 288 ribu, jadi saya memilih hotel ini.

IMG20170307155556

hotel ini letaknya mulai lantai 2, karena lantai paling bawah digunakan untuk food court, jadi kalau ingin cari makan, mudah sekali, pagi pagi sudah ada yang jualan, malam malam juga masih ada, hotel ini juga di lengkapi dengan lift, dan di lantai paling atas hotel ini, ada restoran dengan view batam , tapi karena waktu saya cukup mepet, saya tidak sempat menikmati suasana restoran tersebut.

IMG20170307190031

hotel ini terletak di jalan pembangunan, penuin, lokasi yang sangat dekat dengan kelenteng toa pek kong yang cukup terkenal di batam, di kelenteng ini juga ada counter makanan yang cukup ramai biasanya (non halal), cukup jalan kaki kalau dari hotel ke kelenteng ini

karena terletak di jalan besar, jadi dari hotel ini sangat mudah mendapatkan taxi

kamar hotel dengan perlengkapan kamar mandi yang lengkap membuat tidur nyenyak, karena hanya digunakan selama 2 bulan, jadi hotel ini masih cukup bersih baik kamar maupun resepsionis

IMG20170307155618
IMG20170307160459
IMG20170307160519
IMG20170307161914

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

bagi anda yang ingin ke batam dalam waktu dekat, boleh lah di coba

Hartono Hasian

saya pertama kali menginap di hotel ini atas rekomendasi satu orang teman yang katanya kenal sama atasannya, dan dia tinggal dekat dengan hotel ini.

tetapi saya sengaja pesan hotel ini tidak melalui teman saya, karena waktu saya jalan jalan, jarang mau merepotkan orang dan suka nya bebas,  bagi saya, kalau wisata, itu harus bebas sebebas bebasnya, tanpa memberikan beban atau merepotkan orang lain.

hotel ini letaknya di simpang rimbo, jalan pattimura no.65, hotel ini terletak 1 kompleks dengan hotel golden harvest , cuma hotel golden harvest di bagian depan, sedangkan hotel ini terletak di bagian belakang.

IMG20160930115822
IMG20161001082244

 

 

 

 

 

 

 

 

harga kamarnya adalah sekitar 325 ribu – 350 ribu, dengan kondisi gedung agak baru, walau tidak terjaga kebersihannya, kondisi kamar agak gelap, peralatan mandi adalah lengkap.

IMG20160930115403
IMG20160930115415

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

kemudahan sekitar hotel, jika anda mau cari makanan sekitar hotel, maka sekitar hotel bukan lah pusat makanan yang dengan mudah anda bisa mencari makanan dengan hanya jalan kaki.

sarapan pagi di hotel ini juga sangat sederhana, walau prasmanan, tapi tidak banyak pilihan, tapi rasanya itu sesuai dengan standar hotel bintang 3 sih

IMG20161001062037

jika anda dinas kantor atau buat bisnis, masih ok lah hotel ini, walau agak jauh dari pusat perkantoran, tapi kalau untuk wisata, harap pertimbangkan kembali

hotelnya juga agak mojok, jadi kalau buat kegiatan yang tidak suka ketemu teman, boleh lah hotel ini, heheheh

IMG20160930115704.jpg

IMG20160930114614.jpg

IMG20160930115352.jpg

IMG20161001082738.jpg

Hartono Hasian

https://balebaleku.wordpress.com/2017/03/19/china-perjalanan-nantong-ke-dan-kembali-ke-shanghai-antara-disneyland-dan-pusat-snack-shanghai/

hari ini pagi pagi sudah bangun, rasanya sudah kangen masakan minang, kangen bakso, kangen kuliner kuliner indonesia, padahal baru 2 minggu tinggalkan indonesia untuk berwisata, dulu waktu setahun pulang sekali, apalagi, saat mau pulang indonesia, selalu bikin list dulu, mau makan apa saja, hahahahha

bangun , jalan kaki ke the bund, hirup udara segar, sekalian olah raga, tapi ngak keringatan sih, soalnya udara cukup dingin di akhir musim gugur, dari the bund, mampir ke KFC , ya, kentucky fried chicken, menu sarapan pagi nya berupa bubur, cakwe dan susu kacang, saya sangat suka, panas panas menemani cuaca yang dingin , rasanya nikmat sekali, sehabis makan, balik ke hotel, mandi, dan beres beres

jam 10.00 saya sudah check out dari hotel, terus saya naik MRT ke pudong airport, sampai di pudong airport ditemani oleh hujan rintik rintik dan kabut yang tebal , sampai lah saya di bandara, karena kepagian sampai, jadi saya sempat jalan jalan keliling bandara, maklum, perut lapar lagi, jadi sambil cari makan, akhirnya ketemu juga ajisen ramen di bandara, maka saya mampir makan di ajisen ramen, dingin dingin makan ginian , enak juga, tapi ngak makan banyak, karena nanti di pesawat pasti dapat makan lagi, hahahah

IMG20161018174544

setelah makan, saya ke counter, untuk boarding,tadinya pikir ngak mau masukin bagasi, barang mau dibawa sendiri, tapi akhirnya saya titip bagasi juga, mengingat malas pas ganti pesawat di Kuala Lumpur, berat harus bawa koper ikut pindahan.

setelah selesai semua, saya berjalan ke imigrasi, dan lancar semua, sampai ke tempat tunggu, feeling sudah ngak enak, karena melihat kabut diluar cukup tebal, tapi ketolong ada bawa buku novel, jadi saya baca baca novel itu, akhirnya feeling ngak enak pun terbukti, pesawat delayed, apa mau dikata, dalam hati cuma pikir, wah , mau sampai jakarta jam berapa.

yang saya kurang mengerti adalah, pesawat walau delayed, tapi pilot dan pramugari sudah sampai di pintu pesawat juga, jadi tambah was was lah, dasar panaroid, hahahahah

IMG20161026152706

setelah 3 jam menunggu, akhirnya disuruh naik pesawat, penerbangan dari shanghai pudong ke KLIA berjalan dengan lancar, baik penerbangan mau pun pelayanan, seperti biasa, makanan yang disajikan selalu ada pilihan 2 macam, mau nasi atau mie, mau yang ikan atau daging, saya pilih nasi ikan , dan tidak ketinggalan , khas MH adalah kacang masin yang selalu ngangenin.

sampai di Kuala Lumpur sudah terlambat untuk penerbangan ke Jakarta, maka saat turun pesawat, dan pas mau keluar pintu kedatangan (pintu belalai), sudah ada petugas maskapai yang menunggu, sambil teriak yang ke jakarta disuruh kumpul, setelah itu , dikasih tahu ke sama sama hotel, karena penerbangang akan di lanjutkan besok pagi, semua diarahkan untuk ke sama sama hotel di bandara

hotel nya OK, not bad, makanan juga ok, untuk hotelnya silakan baca ini  https://balebaleku.wordpress.com/2017/03/20/kliakuala-lumpur-hotel-sama-sama-hotel-di-dalam-bandara-klia-kuala-lumpur/

maka malam itu, nginap di hotel bandara, besok paginya , bangun pagi pagi karena alarm hp berbunyi, memang sengaja di set alarm, supaya ngak telat bangun, hehehehe, tidak lupa ke tempat sarapan pagi , makanan sarapannya ok, enak kok, karena saya ngak ada bawa barang apapun, cuma ada backpack, jadi santai saja, sedang beberapa agak kerepotan taruh tas koper mereka, soalnya pas mau sarapan, sudah di beritahu supaya langsung check out (mungkin maskapai pesan kamar per jam kali ya, heheheh)

habis makan, saya langsung ke terminal keberangkatan, terbang lah ke Jakarta, bye bye, china, bye bye, malaysia , sampai ketemu lagi di perjalanan berikut nya

 

Hartono Hasian

https://balebaleku.wordpress.com/2017/03/19/china-perjalanan-nantong-ke-dan-kembali-ke-shanghai-antara-disneyland-dan-pusat-snack-shanghai/

sebenarnya secara tidak sengaja , saya menginap di hotel ini, saat pulang dari Shanghai ke Jakarta transit Kuala Lumpu, akibat udara yang kurang bersahabat, penerbangan dari shanghai ke Kuala Lumpur menjadi terlambat sekitar 3 jam, maka kami ketinggalan pesawat dari Kuala Lumpur menuju Jakarta.

karena keterlambatan akibat ke lalaian pihak maskapai, maka kami disediakan menginap 1 malam di bandara Kuala Lumpur, nama hotel nya hotel sama sama, di KLIA ada hotel sama sama transit, ada hotel sama sama express, dan ada hotel sama sama, dari tarifnya tidak beda terlalu jauh, untuk yang berangkat sendiri, dapat kamar sendiri, untuk yang berdua, dapat 1 kamar berdua, dan ada juga yang bertiga, dikasih pilihan, mau pakai extra bed, atau mau dibagi 2 kamar.

kebetulan hotel yang kami nginap adalah hotel sama sama express KLIA, untuk tarif transit 6 jam, harga sekitar MYR 280 , sedangkan untuk yang 12 jam sekitar MYR 560, dan tentunya harga kamar di bayar oleh maskapai

untuk ukuran kamarnya , tidak terlalu besar, tetapi boleh lah kebersihannya, ada air panas juga, dan harga tersebut termasuk sarapan pagi.

tetapi karena kami masuk lewat dalam bandara (tidak melewati imigrasi), maka saya tidak tahu kalau masuk dari luar bagaimana, tapi paling tidak ini bisa sebagai informasi bagi yang ingin transit di bandara, dan tidak mau repot keluar dari bandara

IMG20161026231709
IMG20161026231716
IMG20161026231727

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

karena sampai hotel sudah jam 23.00 waktu malaysia, maka dengan kondisi ngantuk berat, masuk kamar, mandi, langsung tidur.

pagi pagi check out, sarapan pagi, langsung menuju gate untuk balik ke Jakarta, oh ya, sebelum keluar dari hotel, silakan lihat layar TV yang akan menunjukkan gate mana kita akan terbang, karena gate sangat besar kemungkinan beda sama gate sebelumnya.

Hartono Hasian

https://balebaleku.wordpress.com/2017/03/18/nantong-kenangan-kota-nantong-4/

pagi ini , adalah hari terakhir di nantong, dan hari ini adalah hari terakhir keliling shanghai, nantong, louyang, xian dan huangshan selama 15 hari

pagi pagi mau chek out dari hotel jin jiang inn nantong, ternyata ramai sekali yang check out, jadi saya kasih tahu mau check out, siapa tahu dapat prioritas lagi seperti saat check in, ternyata ngak dapat prioritas, hahahhaa, berharap boleh donk, jadi tunggu sampai giliran check out

setelah check out, saya rencana mau naik bus, tapi karena habis hujan, jalan becek, akhirnya saya naik taxi saja ke terminal bus kota, sampai terminal, beli tiket senilai rmb 53 kurs 2.000 , tidak perlu tunggu lama, karena bus nantong ke shanghai hampir setiap setengah jam ada.

sebenarnya ada bus pudong airport ke nantong pp, tapi dengan memperhitungkan kalau buru buru itu bagi saya adalah sesuatu banget, maka malam terakhir di tiongkok saya nginap di shanghai.

perjalanan 2 jam dengan bus , membawa saya sampai ke shanghai , akhirnya saya teruskan naik MRT ke hotel saat pertama kali saya sampai shanghai, saya nginap lagi di hotel ini dengan harga lebih murah, ngak tahu kenapa , silakan baca https://balebaleku.wordpress.com/2016/10/14/shanghai-hotel-dekat-the-bundchun-sen-jiang/

setelah check in, ngapain lagi di shanghai, dengan waktu yang mepet, saya putuskan pergi ke disney land, dari tempat nginap saya, cukup naik MRT, maka akan bawa anda ke disney land

dengan udara yang sangat segar di akhir musim gugur, rencana saya masuk ke disneyland saya batalkan, karena saya lihat antri yang mau masuk pintu buat beli tiket saja sudah antri panjang sekali, bagaimana nanti setelah beli tiket, asumsi saya pasti antri lagi

melihat taman disneyland yang begitu luas, dengan pemandangan yang indah, maka saya hanya keliling keliling tamannya, memang sangat segar udaranya, dan indah indah pemandangannya

IMG20161025131548
IMG20161025132107
IMG20161025134003
IMG20161025134325
IMG20161025134617

 

 

 

 

 

 

 

setelah capek keliling taman di disneyland, karena awan sudah mulai menutupi matahari, maka saya putuskan untuk balik ke hotel, eh, benar saja, hujan langsung turun saat saya berada di MRT , keberuntungan memihak lagi

pulang hotel mandi, ngaso sebentar, akhirnya keluar cari makanan, awalnya mau cari ajisen ramen, tapi ngak ketemu, akhirnya masuk ke pusat makanan kecil, yang diatasnya ada counter counter makanan, pilihan saya jatuh pada yang ini, tidak terlalu mahal, cuma 50 rmb, untuk daerah wisata dan daerah nanjing road, ok lah, sekalian habiskan koin koin rmb, yang terima bayaran saja senyum senyum, hahahahha

IMG20161025174142
IMG20161025174404
IMG20161025174407

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

habis makan, saya turun ke tempat snack, cari titipan salah satu teman, saya pikir pas di lokasi, ya, cari sekalian, ternyata snack tersebut tidak tersedia di tempat ini, padahal tempatnya besar dan luas loh, eh, malah ketemu snack indonesia, ntah kenapa, ada rasa bangga, padahal kenal sama perusahaan atau pemilik perusahaan nya pun ngak, hahhahah

IMG20161025182655
IMG20161025182737

 

 

 

 

 

 

 

setelah capek keliling, akhirnya pulang ke hotel, mandi, eh, baru ingat, hari ini cuma makan sekali, hahahha, tapi perut tidak terasa lapar, akhirnya berbaring untuk tidur saja ah

IMG20161025131713.jpg

IMG20161025132248.jpg

IMG20161025132646.jpg

IMG20161025132652.jpg

IMG20161025132759.jpg

IMG20161025133247.jpg

IMG20161025134318.jpg

IMG20161025134609.jpg

IMG20161025134711.jpg

IMG20161025134743.jpg

IMG20161025134949.jpg

IMG20161025135158.jpg

IMG20161025135525.jpg

IMG20161025142415.jpg

IMG20161025160022.jpg

IMG20161025161224.jpg

IMG20161025171010.jpg

IMG20161025171021.jpg

Hartono Hasian

https://balebaleku.wordpress.com/2017/03/16/nantong-kenangan-di-kota-nantong-3-restoran-xiao-shanghai/

Setelah bangun dari tidur, buru buru saya cari makan pagi, hari ini makan pagi berupa makanan yang paling sering dimakan waktu di kota nantong , yaitu bakpao, telor dan susu kacang

telornya tetap enak, bakpaonya kurang, susu kacangnya juga kurang, hahahahha, memang waktu disana, terasa enak, kesimpulannya , makanan indonesia selalu lebih enak

setelah selesai makan, berangkatlah saya , tetap ke halte bus di depan bank of china, cukup jalan kaki, saya rencana mau ke bukit kwan im yang ada wiharanya, tapi jangan salah, walau namanya bukit kwan im, tapi ini letaknya bukan di atas bukit, cuma nama daerah nya bukit kwan im

karena ke kwatiran salah jalan, akhirnya saya naik taxi, yang di charge 20 rmb saja, memang hokki selalu mengikuti , ternyata daerah tersebut sudah berubah total, yang dulunya banyak rumah kumuh, sekarang sudah jadi gedung gedung bertingkat, seperti perkantoran, apartemen, mall mall, untung naik taxi, kalau naik bus, mungkin nyasar

akhirnya sampai lah saya di wihara bukit kwan im, wiharanya sudah berkembang, dulu masuk ke dalam gratis, pas mau masuk, ternyata ada loket yang tulis harga tiket RMB 20, tetapi di dalam loket tidak ada orang, akhirnya saya masuk saja tanpa beli tiket, masuk ke dalam , secara keseluruhan masih sama, cuma sudah lebih luas, dan dulu yang pagoda , kita bisa mendekat untuk foto, saat ini sudah ngak boleh, karena pagoda tersebut adalah rumah abu, tempat keluarga mendiang untuk menaruh abu disana.

setelah dari bukit kwan im, saya naik bus buat pulang, tidak perlu takut nyasar lagi, karena balik ke hotel gampang sekali

bus melewati daerah pusat olah raga nantong, kalau di jakarta mungkin gelora senayan, daerah sini dulu masih banyak kosong, sekarang sudah banyak gedung gedung tinggi, ada mall, ada hotel , ada apartemen, maka saya yang penasaran turun disini, khusus untuk gedung pusat olah raga, waktu saya kerja di nantong, masih keren sekali, atap nya bisa buka tutup, tetapi sekarang agak kumuh, ngak beda dimana mana, pintar bangun, ngak pintar rawat, dan saya tanya orang sana, atapnya masih bisa buka tutup ngak, mereka ngak tahu juga, hahahahha

 

cuma 1 yang agak surprise, nama toko toko di mall tersebut, hampir semua sudah pakai nama bule, bukan lagi karakter mandarin, padahal negara tiongkok terkenal dengan negara yang bangga dengan produk , tulisan atau negara mereka, apakah sudah banyak perubahan ?

sebuah perubahan budaya yang kontras sekali dibanding saat saya masih kerja disana, akhirnya setelah capek capek keliling, saya mampir makan siang di food court salah satu mall disini, tentunya dengan porsi yang super besar, tidak bisa dihabiskan :)

 

setelah selesai makan siang, rencana mau nonton film, tapi akhirnya batal, gara gara sepele, bioskopnya aneh, kalau kita beli tiket secara online, harga tiket sebesar rmb 30 (kurs 2.000) tapi kalau kita beli di loket, harganya rmb 60, wah, beda 2 kali, mending ngak usah nonton

akhirnya saya putuskan balik  ke hotel, buat beres beres barang, karena besoknya mau ke shanghai, selain itu mau mandi dulu, terus malam akan makan makan lagi dengan teman di nantong, tetapi sambil tunggu waktu malam, saya masih sempat tidur sebentar, ngaso dulu

akhirnya tiba saat nya makan malam bersama teman teman, menu malam ini adalah sao jie kong, makanannya berupa ayam jantan dimasak cabe merica, enak banget, ini salah satu favorit saya, walau makan sambil keringatan, nah, malam ini , mereka bawa macam macam arak, tapi saya tetap ngak tergoda, saya tetap minuman ringan saja, hahahha

total makanan adalah sekitar 600 rmb, dan dibayari lagi, enak ya, hahahhahah

sayang sekali , masih ada 2 macam makanan yang ngak sempat makan, karena long xia (lobster kecil) yang dimasak pedas karena belum musimnya , musimnya april mei, dan angsa rebus ( er thang) yang sudah tutup , lain kali makan er thang mesti ke taiwan, hahahah, moga yang ditaiwan ngak tutup

selesai makan, saya masih sempat pergi lihat tempat makan yang terbuka, dulunya berupa tenda tenda, tapi sekarang sudah bagus, setelah puas melihat, balik hotel , istirahat, besok ke shanghai, terus terbang deh balik indonesia

 

IMG20161024095320.jpg

IMG20161024095509.jpg

IMG20161024095757.jpg

IMG20161024095905.jpg

IMG20161024095940.jpg

IMG20161024100258.jpg

IMG20161024100505.jpg

IMG20161024100856.jpg

IMG20161024101326.jpg

IMG20161024104229.jpg

IMG20161024105343.jpg

IMG20161024105713.jpg

IMG20161024111455.jpg

IMG20161024111515.jpg

IMG20161024111934.jpg

IMG20161024114904.jpg

IMG20161024114914.jpg

IMG20161024115034.jpg

IMG20161024115300.jpg

14908188_10154528688068213_4040628223251046266_n.jpg

IMG20161024181643.jpg

IMG20161025071502.jpg

Hartono Hasian

https://balebaleku.wordpress.com/2017/03/15/nantong-langshan-%ef%bc%88%e7%8b%bc%e5%b1%b1%ef%bc%89-bukit-serigala-di-nantong-jiangsu-tiongkok/

 

setelah puas di bukit srigala, maka naiklah bus ke kota nantong, ke pusat kotanya, biasa, nostalgia, oh ya, harga bus untuk dipusat kota hanya 1 rmb kurs Rp.2.000 , – sedangkan untuk yang ke luar dari pusat kota, seperti ke kaifaqu maka akan di kenakan rmb 2

pertama sekali adalah ke lotus, ya, lotus department store, dulu sering nongkrong disini, beli vcd disini, makan kentucky disini, maka masuklah saya ke KFC mencari makan twistter lao bei jing (non halal) yang saya sukai, di Indonesia atau di negara lain, ngak pernah temukan , isinya daging babi, sayur sayuran dan di kasih saus manis, cuma itu saja, beda sama yang model mexican, dikasih saus pedas, itu saja bedanya.

dengan cuaca akhir musim gugur yang segar, dan sejuk, sambil baca buku disana, (kebetulan bukan jam makan , jadi sepi), tidak terasa sudah 3 jam, jadinya mau keliling kota, batal deh, karena harus segera balik ke hotel untuk mandi dan bersiap, karena ada yang mau traktir makan di rumah makan kenangan

setelah siap, jalan jalan lah sekitar hotel yang kebetulan dekat dengan tempat tinggal dulu, waktu pertama kali ke sini, di awal perjalanan kali ini, sebenarnya sudah kesini, tapi karena kurang puas, jalan jalan lagi deh, ternyata belum banyak perubahan, hanya yang dulu tanah kosong, sekarang sudah penuh bangunan, terutama tempat usaha, ngak beda di mana saja, tanah kosong segera menjadi bangunan dalam beberapa tahun

akhirnya kaki melangkah ke restoran xiao shanghai, dulu restoran xiao shanghai itu kecil sekali, sekarang karena maju, pindah ke tempat sekarang, cuma seberang seberangan, cuma tempat ini dulu di tempati masakan shichuan yang sekarang pindah ke lokasi sekitar 200 meter dari lokasi ini, dua dua nya merupakan langganan kami, tapi karena waktu yang tidak cukup, kami cuma sempat makan di xiao shanghai, secara makanan, kedua restoran ini hampir sama.

karena tidak mau pusing, maka serahkan ke yang traktir untuk pilih, ternyata pilihan adalah makanan makanan kesukaan saya waktu dulu, ternyata mereka masih ingat, kadang kalau model begini, bikin terharu juga

ini makanan yang di pesan

IMG20161023180352
IMG20161023180356
IMG20161023180359
IMG20161023180402
IMG20161023182037
 
 
 
 
 
 
IMG20161023190016

 

 

 

 

 

 

 

 

 

karena malam ini yang makan rata rata sudah memahami sifat saya ngak suka minum, jadi malam ini kami cuma minum minuman ringan dan teh, tanpa alkohol

makanan di restoran ini enak enak, sesuai selera, masih ramai yang makan, total makanan ini saya intip bon nya, total 580 rmb , kurs 2.000, makanan di restoran china memang mahal mahal, padahal cuma rumah makan biasa, bukan restoran elite, hahahha

sehabis makan , saya dikasih kenangan ini

IMG20161023204530

akhirnya balik satu persatu, saya balik ke hotel yang sama, jin jiang inn, tidur, buat lanjut besok hari

IMG20161023180352.jpg

IMG20161023180356.jpg

IMG20161023180359.jpg

IMG20161023180402.jpg

IMG20161023182037.jpg

IMG20161023190010.jpg

IMG20161023192731.jpg

IMG20161023204530.jpg

Hartono Hasian

https://wordpress.com/read/feeds/55633655/posts/1374340994

bangun tidur dari tidur puas semalaman, saya langsung mandi, walau udara dingin sekali di akhir musim gugur, tetapi karena ada pemanas ruangan dan air panas, jadi dinginnya tidak terlalu terasa

habis mandi, tanpa sarapan, langsung ke halte bus di depan bank of china, naik bus menuju tempat yang saya akan datangi, yaitu Langshan yang mempunyai arti  bukit serigala.

waktu saya masih kerja di dikota nantong ini, saya sering ke bukit ini, hanya sekedar pasang dupa, (karena diatas bukit ada wihara) , atau sekedar santai dan rileks, waktu saya masih di kota ini, harga pintu masuk cuma RMB 6 (dengan kurs 1.200), keatas bukit mesti naik tangga, selalu keringatan kalau sudah sampai atas.

selain bukit ini, di dekat Langshan ini masih ada 4 bukit lain, yaitu huang ni shan (黄泥山) , jian shan (剑山),junshan (军山),dan ma an shan (马鞍山), jika lagi butuh ilham, maka pergilah ke salah satu bukit ini, apalagi kalau musim semi dan musim gugur, udara enak sekali.

kali ini saya hanya berhasil mengunjungi langshan, karena bukit ini adalah paling terkenal untuk wisatawan, zaman saya masih disana, wisatawan kesini umumnya wisatawan lokal dari jiangsu atau shanghai dan sekitarnya, tetapi kali ini saya kesini, wah, ramai juga wisatawan, dari logatnya, seperti dari malaysia/singapore, taiwan, ada juga western, sayang sekali ngak dengar yang bicara bahasa indonesia.

pintu masuk saat ini adalah rmb 70 (kurs 2.000), dan dengan pertimbangan tidak mau capek, maka saya naik gondolla (kereta gantung) dengan harga rmb 40 , padahal jaraknya sangat dekat.

saat masuk pintu gerbang, tidak ada yang berubah dibandingkan dulu, terus saya naik kereta gantung menuju puncak bukit, ternyata diatas ada sedikit perubahan, tempat lebih lega dibanding sekitar 10 tahun lalu, dengan wisatawan yang cukup padat, termasuk wisatawan asing, dari atas bukit ini, anda akan bisa melihat kota nantong, termasuk pelabuhan yang banyak kapalnya, nantong  terkenal dengan kota pelabuhan, kota garmen dan kota kimia, juga salah satu tempat untuk transit kapal kapal asing , termasuk juga jika butuh perbaikan, maka anda jangan heran, jika ketemu orang orang asing seperti philipina, afrika, tapi kok ngak pernah ketemu orang indonesia ya ?

saya cerita sedikit tentang langshan ,Langshan dengan ketinggian sekitar 107 meter dan luas sekitar 18 hektar, kenapa dinamakan bukit srigala (langshan) ? karena konon cerita nya, zaman dulu di bukit ini hidup serigala putih, dan ini merupakan tempat wisata paling terkenal di nantong,

setelah puas keliling wihara yang diatas bukit, maka saya turun dengan jalan kaki, menuruni tangga pelan pelan, tangganya tambah banyak jalur dibanding dulu, selanjutnya saya keliling Farutang yang merupakan situs dari Da Xiong Bao Palace. Selain itu ada Jin Gang Palace, Langshan Capeway, Air Paradise, dan Jianzhen Memorial Pagoda. Meilin Fajar Musim Semi, bertengger di lereng barat Ma'an Hill, adalah kompleks bangunan dengan gaya Jiang Nan Garden

tentunya langshan sekarang sudah beda jauh dengan langshan waktu saya disana, tempatnya tambah luas, tambah banyak variasi, tambah ramai, setelah agak capek jalan jalan didalam, baru teringat belum sarapan pagi, maka saya beli 1 sosis, 1 telor dan 1 susu kacang untuk sarapan di udara yang sejuk dengan angin sepoi sepoi, mantap benar

setelah capek keliling, hari sudah menuju siang, maka saya meninggalkan langshan, menuju kota , mau lihat lihat lagi kota nantong , baik perkembangannya maupun kenangannya, tunggu lanjutan ya :)

IMG20161023102501.jpg

IMG20161023103051.jpg

IMG20161023103442.jpg

IMG20161023104438.jpg

IMG20161023105027.jpg

IMG20161023105039.jpg

IMG20161023110320.jpg

IMG20161023110729.jpg

IMG20161023113347.jpg

IMG20161023113600.jpg

IMG20161023113702.jpg

IMG20161023113758.jpg

IMG20161023114002.jpg

IMG20161023114539.jpg

IMG20161023115812.jpg

IMG20161023120035.jpg

IMG20161023120240.jpg

IMG20161023120957.jpg

IMG20161023121121.jpg

IMG20161023121152.jpg

IMG20161023105544.jpg

IMG20161023120059.jpg

IMG20161023104702.jpg

IMG20161023105741.jpg

IMG20161023105744.jpg

Hartono Hasian

 

 

https://wordpress.com/post/balebaleku.wordpress.com/3841

pagi pagi saya sudah bangun dari hotel di kota huangshan, semalam tidur dengan puas, mungkin karena terlalu capek jalan di gunung huangshan, bangun tidur, ke resepsionis , bilang mau check out, sudah siap rugi satu malam, karena waktu masuk , saya sudah bayar tiga malam, ternyata yang 1 malam di balikin, syukurlah, walau di layani dengan judes dan jutek

akhirnya keluar dari hotel, saya cari makan dulu, rencana mau makan telor sama bakpao lagi, akhirnya di batalkan, takut kebanyakan makan telor dan bisulan, sehingga makan mie goreng, seperti biasa, porsinya sangat gede dan tidak enak, jadi saya cuma makan separuh, hahahhaha

IMG20161021151239

habis makan, tanya sama yang punya rumah makan, kalau mau ke stasiun maglev itu naik apa, katanya naik saja bis yang di halte bis, yang tulis 2 huruf kuai tie (tentu dalam huruf mandarin) besar besar, akhirnya saya ke halte, saya liat orang bawa koper disana, saya tanya mau ke kuai tie ya, dijawab ya, jadi saya tunggu dia naik, saya ikut naik, hehehehe

sampai di stasiun maglev, cara pertama adalah mencari loket tiket, sebenarnya ngak terlalu sulit sih, loket maglevnya mudah di temukan, tapi karena mungkin kurang eling, saya malah mau masuk ke pintu masuk stasiun, hahahha, terus di tanya tiket sama petugas, saya bilang mau beli tiket, katanya beli tiket di sebelah, keluar lagi deh, terus ke loket.

pas sampai loket, dapat tiket jam 13.50 untuk ke shanghai, seharga 304 rmb, kurs 2.000,- , maka dengan tiket, masuk lah ke stasiun, waktu masih agak panjang, cari lah tempat buat nongkrong, buat makan, buat buang waktu, pilihan jatuh di KFC, pikir kalau di KFC, makan kentang gorengnya bisa lama lama, jadi lama disana, tapi ternyata akhirnya makan 1 bungkus kentang goreng, 2 potong ayam, 2 twiser lao bei jing dan mexican, hahahahha, tiap kali habis makan satu, beli lagi.

sampai akhirnya jam 13.45, saya turun , dan ikut antri masuk ke tempat kereta, satu yang saya salut, selalu ontime dan on time, masuk ke kereta, baru jalan dikit saja, hujan turun dengan lebatnya, kereta berjalan melewati stasiun stasiun, penumpang turun dan naik silih berganti, akhirnya jam 18.00 sampai lah di shanghai hongqiao stasiun, langsung buru buru cari tiket bus untuk menuju ke nantong

ternyata yang berangkat dari hongqiao, tiketnya sudah habis, saya ditawarkan untuk yang berangkat dari shanghai raiway station, akhirnya saya ambil pilihan itu, maka dari hongqiao saya naik MRT ke shanghai railway station, sampai stasiun, cuma duduk ngak sampai 15 menit,sudah dipanggil naik ke bus

berangkat lah bus, menuju nantong tepat jam 18.40, dari pada bosan di bus, saya coba cari hotel di nantong kai fa qi, lokasi saya tuju di nantong, tempat tinggal teman teman yang mau ajak ketemu, di bus , saya sambil buka buka web buat beli voucher hotel, buka sana sini, akhirnya jatuh pada jinjiang inn yang harganya 150 rmb sampai 175 rmb (beda web beda harga), ntah kenapa tiba tiba terpikir buka jalan2.com , disana ada link ke agoda, saya langsung klik link itu, tanyata harga net cuma Rp.247.271 atau sebesar kira kira ngak sampai 125 RMB, jauh lebih murah, tanpa pikir, saya langsung beli lewat jalan2.com, yang ada link ke agoda, beda jauh banget, hehehhehe, promosi dikit, jadi kalau kalian mau beli tiket, boleh tuh, lewat jalan2.com , cari link agoda

sesampai di nantong terminal, saya langsung naik taxi ke kaifaqu, mengingat sudah hampir jam 21.00 malam, tujuan ku langsung hotel jinjiang inn, sampai hotel , saya check in, ternyata waktu bersamaan ada grup yang mau check in juga, tetapi karena pemegang paspor  , saya di prioritas check in, hehehhehe

setelah check in, mandi, terus cari makan di rumah makan kenangan zaman masih kerja disana, pilihan jatuh pada lamian , yang buka selalu pakai topi putih, karena muslim, makanan pasti halal, cuma makanan seperti biasa, banyaknya, dan ngak habis, hheheheheh

IMG20161022214955
IMG20161022215331

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

waktu masih kerja di nantong, rumah makan ini sering kami kunjungi, orangnya juga masih sama, cuma sekarang yang pegang anaknya

setelah makan, balik lagi ke hotel jin jiang inn, hotel ini cukup enak, seperti hotel hotel sejenis budget hotel, lokasi nya pun cukup strategis

disamping hotel ada mini market, ke atm atm bank of china, icbc, construction bank dan semua bank bank besar tiongkok cukup jalan kaki, ke tempat makan juga cukup jalan kaki, mau naik bis ke ibu kota kabupaten (pusat kota nantong) , cukup naik bis no. 22 dari halte bis yang cukup di jangkau dengan jalan kaki

kalau mau ke tempat wisata 5 bukit, juga cukup satu kali naik bis, perlu di ketahui, jinjiang inn kaifaqu ini terletak di daerah pengembangan, jadi kalau kayak di jakarta, ini mungkin di kalideresnya atau di kali malangnya lah, jadi bukan di pusat kota

kalau untuk tahu lebih banyak, silakan baca

https://balebaleku.wordpress.com/2016/10/14/nantong-kenangan-di-kota-nantong/

https://wordpress.com/post/balebaleku.wordpress.com/2712

https://wordpress.com/post/balebaleku.wordpress.com/2749

https://wordpress.com/post/balebaleku.wordpress.com/2779

 

Inkednantongg_LI
Inkednantongd_LI

 

 

 

 

 

 

 

 

setelah makan, pulang lah ke hotel, tinggal tidur hahahhahha

Hartono Hasian

https://wordpress.com/post/balebaleku.wordpress.com/3755

setelah tidur semalaman di hotel, sejujurnya , selama semalam, saya paranoid, semalaman ngak bisa tidur pulas, karena kenapa? ya, karena pintu kamar hotel tidak ada lock/kunci dari dalam, terus kalau orang jalan kaki atau buka pintu kamar yang lain, suara terdengar jelas, jarang jarang saya susah tidur, akhirnya pagi pagi saya bangun dan cari sarapan pagi dulu, mungkin karena pengaruh tidur tidak puas, jadi semua makanan terlihat tidak enak, terakhir beli 2 telor, 1 bakpao dan 1 air mineral buat bekal .
 

dengan bekal itu, jalanlah ke terminal angkutan (ukuran mobil L 300 yang biasa dipakai untuk wisata) , naiklah saya ke salah satunya, yang sudah ada penumpang, harga angkutan itu jika tidak salah 20 rmb, saya juga agak lupa, soalnya tidak ada karcis, saya cuma lihat orang lain bayar berapa, saya ikut bayar berapa.

maka perjalanan dilakukan , karena udara sejuk akhir musim gugur, tidak terasa saya tertidur, waktu sampai lokasi, saya di bangunkan, dan buru buru turun

pertama saya turun, adalah mencari tempat pembelian tiket untuk masuk ke huangshan, terus saya ikut antri, ternyata itu antrian buat pintu masuk, untung saya lihat kiri kanan orang bawa tiket, terus saya tanya , dikasih tahu bagian yang jual tiket.

harga tiket buat pintu masuk adalah 230 rmb (sekitar 460 ribu rupiah, mahal khan ? hahahha) , dan saya juga membeli tiket gondolla yang naik dari jalur yungu seharga 80 rmb, saat naik tidak terlalu menarik, karena selain masih hujan, juga ada kabut, sehingga lautan awan kurang terlihat.

 

setelah turun dari kereta gantung/ gondola, mulailah saya berjalan kaki , jangan pikir turun jalan kereta gantung tidak perlu jalan kaki lagi , ternyata masih jauh perjalanan jalan kaki, di tengah perjalanan, ketemu yang tidak kuat jalan , di tandu pakai tandu oleh orang , lihatnya enak banget, sehingga pikir kalau ngak kuat, mau naik itu.

pas lagi jalan, saya ada lihat salah dua (1 tandu 2 orang yang nandu), duduk lagi istirahat, saya tanya, kalau naik dari bawah sampai atas bolak balik berapa duit, eh, bukan dikasih tahu, dia bilang, kamu pasti ngak sanggup bayar, gila benar, hina kali, belum tahu siapa saya, hahahahhahah

akhirnya karena disamping ada orang tiongkok sambil tersenyum lihat saya, saya dekati , saya tanya, katanya dihitung pertitik, misal titik A ke B, rata rata 200 rmb, kalau dari bawah sampai atas, sekitar 1.000 rmb atau lebih, terus di sarankan tidak tanya ke mereka, karena mereka gaya kasar, terus saya ditanya asal dari negara mana, saya bilang indonesia, ternyata yang saya lihat kayak orang tiongkok itu orang australia, orang tua nya orang tiongkok, tapi pindah ke australia, heheheh

terus memang benar, di perjalanan , saya melihat yang angkut makanan ke atas, saya liatin, eh, kena ngomel, apa yang dilihat, suruh buruan, makanya, foto itu saya umpet umpet fotonya, hehehhee

karena naik dari jalur yungu, saya punya rencana turun dari taiping, supaya dapat view yang beda, maka arah perjalanan saya adalah ikut petunjuk ke taiping , sambil jalan melihat pemandangan yang indah, juga ketemu yang tidak pernah saya liat sebelumnya, seperti orang angkut laundry dan sampah untuk turun gunung, dan angkut makanan, minuman, laundry bersih bahkan ada yang membawa kayu dan kaca dan bahan bangunan lainnya untuk naik gunung.

 

luar biasa tenaga mereka, saya yang cuma bawa 1 back pack saja sudah capek banget, apalagi mereka, sambil menikmati view view cantik sepanjang gunung, sambil foto sana sini, dan menghidup udara segar, baru keingat, 1 bakpao, 2 telor , dan 1 air mineral belum di makan/minum, maka buka lah itu makanan , sambil makan disana, menghirup udara segar

setelah makan, saya lanjut lagi jalan, ternyata sejak naik gunung, sampai turun gunung sore harinya, saya hanya makan itu, hahahaha, mungkin lemak yang mencair, memberi kekenyangan bagi perut

setelah melewati pemandangan pemadangan yang indah, maka sampailah tempat kereta gantung taiping, saya beli lagi tiket sebesar 80 rmb, maka masuklah saya ke tempat akan naik kereta gantung, tapi oh, tapi kok beda ya, ruangan kayak satu ruangan tunggu, dan tidak melihat kereta gantungnya, ternyata kereta gantungnya beda, waktu naik, kereta gantung, 1 kereta maksimal 6 orang, maka saat turun, kereta gantung bentuknya kayak gerbong gitu, bisa muat ratusan, karena saya sampai duluan di ruang tunggu, maka pas masuk ke kereta gantung,saya adalah peserta pertama yang masuk, tentu saya duduk dikursi dan cari tempat paling pojok, pikiran saya , supaya bisa lihat viewnya lebih jelas, dari ruang tunggu naik ke kereta gantung harus melewati 1 pintu yang tadinya ditutup, dan jam turunnya ada waktu waktu tertentu, jadi penumpang yang sampai, disuruh tunggu dulu di ruang tunggu.

setelah berapa lama, penuhlah kereta gantung itu dengan ratusan orang, saya ada dengar ada yang bilang, supaya anak muda bangun , kasih tempat duduk orang tua, enak saja, saya juga sudah ngak muda, soalnya ini bukan bis kota, ini tempat wisata, tentu semua orang mau dapat posisi terbagus dengan view paling bagus, maka saya pura pura ngak jelas, terus saya ada dengar orang bilang itu orang asing, tidak mengerti lah.

akhirnya jalan lah itu kereta, untung saya ngak bangun, yang berdiri terutama yang bagian belakang, tidak bisa mendapat view view bagus, dan saat kereta kadang agak di rem dikit , mereka agak kehilangan ke stabilan, sehingga ada yang hp jatuh, saya sih sambil duduk, sambil foto viewnya

akhirnya sampailah di bawah gunung, dan saya naik kendaraan lagi ke hotel, malam ini nginap lagi di hotel yang sama, tanggung, mau cari hotel lagi, saya sudah rencana besok pagi mau check out, moga yang 1 malam ngak di tagih.

mau lihat view gunung kuning .(huang shan) lihat foto di bawah , khusus yang foto di depan hotel, itu hotel di atas gunung tapi mahal banget, untuk yang dominatary saja , semalam bisa sekitar 800 rmb, sekitar 1 juta an, kali ini karena waktu, buru buru mau ke nantong lagi, karena ex staff waktu saya kerja di nantong, sudah beberapa telepon, minta balik kesana, mereka mau ajak makan, ngak enak juga sih, kalau satu dua bel, sy cuek, tapi kalau sudah banyak, kurang elok kalau tidak memenuhi permintaan mereka

 

tidurlah malam itu di hotel yang sama, mungkin karena kecapekan, malam ini pulas sekali, dan paginya saya ambil koper dan backpack, saya ke resepsionis yang masih tidur, saya bangunkan, bilang mau check out, dengan muka yang judes dan jutek, saya dikembalikan uang jaminan , saya sudah siap ,kalau 1 malam ngak balikin duit, saya rela, ternyata dibalikin, akhirnya lanjut naik bus ke stasion maglev lagi

 

 

IMG20161021075156.jpg

IMG20161021080356.jpg

IMG20161021080450.jpg

IMG20161021081146.jpg

IMG20161021082511.jpg

IMG20161021092225.jpg

IMG20161021093109.jpg

IMG20161021095810.jpg

IMG20161021100204.jpg

IMG20161021100429.jpg

IMG20161021104318.jpg

IMG20161021104540.jpg

IMG20161021113521.jpg

IMG20161021113528.jpg

IMG20161021113555.jpg

IMG20161021113558.jpg

IMG20161021113600.jpg

IMG20161021113602.jpg

IMG20161021113616.jpg

IMG20161021113622.jpg

IMG20161021113631.jpg

IMG20161021113644.jpg

IMG20161021113649.jpg

IMG20161021113652.jpg

IMG20161021113721.jpg

IMG20161021113813.jpg

IMG20161021113829.jpg

Hartono Hasian

saat ini bandara medan sudah pindah ke kualanamu, tentunya lokasi tersebut jauh dari kota Medan

seperti biasa, jika jam keberangkatan pesawat kita masih lama, tentunya kita akan mencari tempat untuk membuang waktu, supaya tidak jenuh,tapi kalau kita bawa barang cukup banyak,  dan atau cukup berat,  tentunya merupakan beban yang cukup berat.

untuk meringankan dari tersiksa akibat membawa barang tersebut, maka cara efektif adalah menitipkan bawaan kita di tempat penitipan

bandara kualanamu menyediakan tempat penitipan, lokasinya dekat atm center dan Customer center angkasa pura 2, dengan harga yang cukup masuk akal.

untuk harga dan lokasi, silakan lihat foto berikut

tmp_4346-IMG201703071028021600098990.jpg

tmp_4346-IMG20170307102434-867386799.jpg

Hartono Hasian

https://balebaleku.wordpress.com/2017/02/21/xian-terracotta-antara-hidup-dan-tidak-hidup-antara-patung-atau-asli/

setelah dari terracota, badan terasa capek, malamnya tidur enak sekali, pagi pagi bangun, sarapan, langsung naik bus menuju ke stasiun maglev , saya buru buru ke stasiun, karena sebelumnya, cari transportasi dari xian ke huangshan, dari informasi yang diperoleh, hanya ada bus dan bus.

tetapi sehari sebelum berangkat ke huangshan, didapat informasi, bahwa ada maglev dari xian ke huangshan, maka saya harus pagi pagi ke stasiun maglev, takut informasi tersebut salah, atau tiket maglev keburu habis, mengingat informasi sebelumnya soal sulitnya transportasi dari xian ke huangshan

setiba di stasiun maglev xian, saya langsung menuju ke loket untuk membeli tiket, ternyata tiket masih ada, dengan harga RMB 664,50, kurs sekitar Rp.2.000,- , cukup mahal memang, tapi apa boleh buat, yang penting tiket di dapat, dan harga itu adalah harga untuk kelas paling murah, jam ke berangkatan adalah jam 10.31 dan rencana akan sampai di huangshan sekitar jam 18.51, seperti biasa, kereta maglev berangkat tepat waktu.

Dengan tentengan yang semakin ringan, karena seperti biasa, wisata saya beda dengan orang lain, kalau orang lain, umumnya pergi dengan koper/tas yang kosong, pulang dengan kondisi penuh dan tambah berat, kalau saya, sebaliknya, pergi dengan tas / koper yang penuh, tetapi pas pulang, akan makin berkurang dan makin ringan, kok bisa ? ya, karena saat wisata, saya suka bawa pakaian yang sudah ngak layak di pakai atau yang sudah mau di pensiunkan, terus saya bawa, saya pakai, habis pakai, saya buang, setelah pakaian habis dipakai, saya baru beli baju baru disana, tentunya yang dibeli lebih dikit dari pada yang dibawa, dan satu lagi, saya golongan yang anti oleh oleh, tidak suka beli oleh oleh, dan tidak suka di kasih oleh oleh , hehehehhe

back to topics, dengan tentangan yang semakin ringan, saya masuk dan melangkah ke kereta nya, karena sudah beberapa kali naik kereta maglev, jadi sudah mulai terbiasa, maka dengan percaya diri, masuk ke kereta, duduk, dan langsung nikmati perjalanan yang jauh.

oops, baru saja kereta berangkat, turunlah hujan yang sangat lebat , bersyukur sekali, karena selama wisata, jarang sekali hujan, ini di kereta dari xian mau ke huang shan, hujan dengan lebat sekali, dan hujannya hampir sepanjang perjalanan selalu mengikuti keretanya, hanya beberapa lokasi yang hujannya agak dikit atau tidak hujan, umumnya lebat sekali, ada rasa kwatir, kalau besoknya wisata ke huangshan, tentu akan merepotkan sekali.

akhirnya sampailah di stasiun maglev huangshan (perlu di ketahui, hampir semua stasiun kereta maglev beda dengan stasiun kereta non maglev ), ternyata hujan sudah tinggal gerimis, dan langit sudah mulai gelap, dalam hati , pikir nginap di sekitar stasiun maglev saja, ternyata sekitar stasiun maglev tidak ada penginapan yang ok, karena stasiun nya masih baru, jadi penginapan belum berkembang.

dalam pikiran saya, di stasiun kereta non maglev pasti banyak penginapan, makanya , saya cari bus yang menuju ke stasiun kereta, di bus , kenalan sama sepasang pensiunan , katanya dia akan nginap di dekat stasiun kereta , tapi tidak pas di sampingnya, karena besok mereka juga akan ke huangshan, dan hotel yang di tuju, sebelahnya ada terminal angkutan yang antar kita ke huangshan, maka saya mengikuti saja dia , waktu dia turun bus.

ternyata dia menuju ke satu hotel namanya du shi wang jin, pas saya masuk ke resepsionis,    tanya harga, dikasih harga 150 rmb, saya bilang , mahal banget, dengan gaya seperti orang lokal, eh, langsung di kasih diskon jadi rmb 80 , akhirnya saya pesan 3 malam , dan kasih dp 3 malam

ternyata pas saya mau masuk ke kamar, saya ketemu 2 pensiunan itu, ternyata mereka tidak jadi nginap di hotel itu, yang menurut mereka kurang nyaman, yaaaaaaa, terkecoh lah saya.

hotel Du shi wang jin itu terletak di sebelah angkutan yang hendak ke huangshan, cuma itu saja kelebihan hotel ini, jadi saya tidak merekomen hotel ini, itu yang menjadi alasan kenapa saya tidak membuat topik sendiri khusus membahas hotel ini.

pintu hotel ini bukanya pakai password, jadi saat kita check in, hotel akan sms pinnya ke hp kita, terus waktu kita mau masuk kamar, kita tinggal pencet pin/password, maka pintu akan buka sendiri, di bagian dalam, tidak ada kunci tambahan yang bisa menutup dari dalam, jadi kalau ada yang tahu pin kita, dengan gampangnya akan bisa membuka dari luar.

selain itu, hotelnya juga dalam renovasi, jadi banyak debu dan liftnya tidak bisa sampai lantai dasar tempat resepsionis, jadi tiap kali , lift cuma bisa sampai lantai 1 (diatas lantai dasar), terus naik atau turun tangga, karena saya nginap di lantai 5, jadi tiap kali, saya hanya turun sampai lantai 1 terus turun tangga, atau naik tangga baru naik lift ke lantai 5

resepsionis nya pun judes banget, tiap kali di tanya, jawabnya sangat jutek, dan jawab sangat singkat, jadi kita susah sekali dapat informasi, malah saya dapat informasi dari rumah makan sekitarnya

rencana awal, nginap 3 malam karena satu hari mau ke tunxi dan jixi, tetapi waktu di huangshan bicara sama orang orang (biasa, sok kenal sok dekat), katanya 2 desa itu hanya desa yang biasa saja, dan saya percaya sih, karena saya sudah pernah ke beberapa desa, hanya rumah rumah tua, saya lebih suka yang view jauh dan luas, karena suasana hotel juga tidak nyaman, akhirnya saya hanya nginap 2 malam, dan langsung naik maglev lagi ke shanghai.

tunggu cerita selanjutnya ke huangshan, kota diatas awan, sungguh menarik, walau ngak nginap disana untuk lihat sunshine atau sunset, tapi tetap kagum dengan tempat wisatanya.

karena hotelnya kurang sekali, saya tidak foto, jadi ini saya kasih foto stasiun maglev dan sepatu mau jebol saja ya, gede buanget stasiunnya, hahahahha

IMG20161019175608.jpg

IMG20161020095701.jpg

Hartono Hasian

https://balebaleku.wordpress.com/2017/02/17/xian-huaqing-palace-istana-hua-qing-istana-penuh-kolam-buat-mandi/

setelah mendengar cerita soal dinasti Tang dan istana huaqing, pikiran langsung segar, tidak sebete waktu ke Lishan, akhirnya kami kembali ke mobil, siap siap berangkat ke terracotta army.

tapi saat di bus mau berangkat, yang 3 orang lokal tiongkok menanyakan bahwa mereka harus balik ke stasiun kereta api, karena kejar kereta api, mereka tidak ikut ke terracota, si tour guide jawab tidak mungkin antar mereka ke stasiun kereta api, karena ini akan lanjut ke terracotta, akhirnya sedikit ada keributan , akhirnya penumpang mengalah, tapi bilang tidak ada duit lagi buat naik bis, akhirnya si tour guide kasih 21 rmb, da

 

n suruh mereka naik bis, makanya hati hati kalau wisata di tiongkok, sama orang lokal saja begitu, saya tidak bisa membayangkan, kalau pesarta nya orang luar yang tidak bisa atau tidak fasih bahasa mandarin

ok, lanjut ke cerita kita, akhirnya kami melanjutkan perjalanan ke terracotta, tadinya saya pikir , patung patung itu dialam terbuka, dan adanya di taman taman, tetapi dugaan saya salah, patung patung itu adanya di dalam gedung, ditutupi atap, dan terdiri dari 3 pit dengan total area 16.300 meter persegi, atau 1,63 hektar

pit 1 adalah daerah galian terluas, dan paling pertama di temukan, pertama kali di buka pada hari Nasional Republik Rakyat tiongkok tgl 01 Oktober 1979, pit ini terdapat sekitar 6.000 patung terracotta, dan diatas nya terdiri dari sebuah hall yang luas, dari hall ini kita bisa melihat sekitar 1.000 patung terrcaotta berdiri dengan rapi dengan formasi perang, sementara sisanya masih dalam pengalian, pembersihan dan pencocokan , karena sudah banyak yang rusak

pit ke 2 ditemukan pada tahun 1976, jauhnya sekitar 20 meter dari pit 1, berisi 1.300 patung kuda dengan tentara, dan bermacam senjata yang konon sekitar ribuan , semua senjata terbuat dari perunggu

pit ke 3 juga di temukan pada tahun 1976, jaraknya sekitar 25 meter dari pit 1, di pit ini hanya sekitar 68 patung tentara, 4 kuda dan 1 kereta, dan beberapa senjata terbuat dari perunggu, baru, dan emas

saat di dalam jadi teringat film  berjudul "The Myth" yang diperankan aktor terkenal Jackie Chan , film tersebut mengambil latar belakang cerita terracotta.

Total pasukan Terakota atau prajurit Terakota adalah 8.099 patung berbentuk tokoh prajurit dan kuda dengan ukuran asli yang terletak di dekat makam dari Kaisar pertama dinasti Qin, Qin Shi Huang.

Patung terracotta merupakan salah satu hasil karya manusia yang menakjubkan. Patung-patung ini dibuat 210-209 SM yang lalu untuk mengawal patung Kaisar pertama China, Qin (Qin Shi Huang). Dinasty Qin adalah dinasti pertama dan sangat terkenal kekejamannya.

Dalam bahasa lokalnya (bahasa China) museum ini lebih dikenal dengan nama Bing Ma Yong. Raja Qin Shi Huang yang memerintahkan pembangunan pada saat kepemimpinan Dinasti Qin menggunakan bahan terracota untuk membentuk patung-patung tentara sebagai objek utama dari museum ini.

Meskipun hanya patung, namun benda-benda bersejarah yang ada di dalam museum ini dibuat hampir menyerupai aslinya,

Terakota yang menakjubkan ini ditemukan pada 1974 oleh sekelompok petani China yang tengah mencoba mengebor sumur. Penemuan tersebut sungguh sangat menakjubkan. Patung kuda dan prajurit yang jumlahnya ribuan memiliki raut wajah yang sangat hidup dan berlainan satu sama lain, termasuk raut wajah kuda.

Begitu bedanya, Anda dapat membedakan setiap prajurit dan kuda yang lain dalam penampilan mereka yang unik. Tak hanya itu saja, termasuk jenis persenjataan dan cara berpakaian mereka.

Semua wajah prajurit menghadap ke arah timur untuk melindungi Qin Shi Huang Di dari kemungkinan serangan musuh yang datang dari arah tersebut di akhirat. Teknik pembuatan patung sehebat ini pun menjadi tanda tanya, apalagi dibuat 2000 tahun silam. Keajaiban lainnya, ketiga ruang prajurit terakota ini hanya menempati 1 persen total luas makam.

Bagian yang tak kalah menarik dari kompleks makam Kaisar Qin Shih Huang Di adalah lubang terakota. Lubang ini merupakan bangunan struktur tanah dan kayu yang menyerupai terowongan yang di dalamnya digali empat hingga delapan meter dari permukaan tanah. Di dalam lubang tersebut dibangun dinding yang dipasang tiang kayu, belandar, penyangga atap, dan gelaran tikar.

Di dalam lubang terakota ini juga terdapat senjata perunggu menakjubkan yang dibuat dengan teknik cor, teknik yang luar biasa untuk usia 2000 tahun silam. Kompleks makam Kaisar Qin Shih Huang Di ini menjadi simbol dahsyatnya budaya Tiongkok kuno yang mampu bertahan hingga ribuan tahun.

 

setelah dengar cerita guide lokasi yang bawa kami keliling, kami di bawa ke 1 toko yang jual barang barang terbuat dari giok, tapi kelihatannya tidak satu pun yang beli, sama seperti saya, yang masuk ke dalam pun tidak.

 

akhirnya matahari sudah mulai tengelam, kami diantar kembali ke tempat pertama kami berangkat, yaitu dekat stasiun kereta api, akhirnya saya jalan ke MRT, naik MRT kembali ke hotel untuk istirahat, karena besok akan berangkat ke huangshan, huangshan adalah sebuah gunung yang selalu di jadikan obyek dalam lukisan atau foto foto, negeri diatas awan, atau kayak avatar, ditunggu lanjutan ceritanya

IMG20161019145330.jpg

IMG20161019145332.jpg

IMG20161019145409.jpg

IMG20161019145434.jpg

IMG20161019145538.jpg

IMG20161019145545.jpg

IMG20161019145950.jpg

IMG20161019151347.jpg

IMG20161019152156.jpg

IMG20161019152412.jpg

IMG20161019152419.jpg

IMG20161019152639.jpg

IMG20161019152746.jpg

IMG20161019152807.jpg

IMG20161019152934.jpg

IMG20161019152942.jpg

IMG20161019153347.jpg

IMG20161019153351.jpg

IMG20161019153850.jpg

IMG20161019154208.jpg

IMG20161019154628.jpg

IMG20161019154633.jpg

IMG20161019160158.jpg

IMG20161019161325.jpg

IMG20161019161349.jpg

IMG20161019161356.jpg

IMG20161019170838.jpg

IMG20161019170846.jpg

Hartono Hasian

setelah sekian lama bolak balik ke Surabaya, tidak pernah menemukan bakso yang enak sesuai selera ku,  bolak balik coba bakso yang ada,  selalu berakhir dengan kekecewaan,  padahal bolak balik Surabaya sudah dijalankan sejak tahun 1989, malah antara tahun 1995 sampai 1998 boleh dikatakan lebih banyak di Surabaya, tuban dan madura dibanding di kota lain,  tapi toh selalu gagal dalam menemukan bakso yang sesuai selera.

sampai bulan desember 2016 kemarin, saat ada teman mantu di Surabaya, iseng iseng menanyakan soal bakso yang enak,  akhirnya diperoleh petunjuk bahwa di jalan ciliwung,  ada bakso rindu malam yang enak banget.

atas dasar petunjuk dari jalan diponegoro,  yang ambil arah ke mayjen soengkono,  melewati jalan ciliwung,  maka akan menemukan warung bakso rindu malam,  maka berangkatlah kami.

pas sampai di lokasi, ternyata ada beberapa yang rindu malam,  karena bingung yang mana,  maka masuklah warung pertama

tmp_13108-img20161228104139941458233

setelah dicoba, rasanya biasa saja dengan selera saya, sedang yang makan juga tidak ramai,  sehabis makan,  kami lanjut ke warung kedua

tmp_13108-img-20161228-wa0003111221238

warung ini ramai sekali, setelah makan,  maka saya akui baksonya memang enak sesuai selera

karena yakin warung ini yang benar, maka tidak lanjut ke warung lainnya yang terlihat lebih sepi

bakso nya untuk warung kedua yang kami masuk (yang atap banyak tulisan teh botol)   rekomen banget, boleh dicoba

 tmp_13108-img20161228104114187589442

tmp_23725-tmp_13108-img20161228104139941458233941458233.jpg

tmp_23725-tmp_13108-img-20161228-wa0003111221238-800401129.jpg

tmp_23725-tmp_13108-img201612281041141875894421677923729.jpg

Hartono Hasian

https://balebaleku.wordpress.com/2017/02/16/xian-gunung-lishan/

sehabis turun dari Lishan, kami di ajak ke istana Hua Qing , walau dalam kondisi masih argumentasi antara peserta dan tour guide, tapi tour guide  cuek saja, sambil jalan ke lokasi ini, kami terus ikutin, saya mah cuek saja, dari pada di tinggal, hahahhaha

sesampai di lokasi, bagi yang ingin masuk harus beli tiket lagi sebesar RMB 110 (sekitar Rp.220 ribu) , karena takut nanti kondisi sama lagi dengan di gunung Lishan, maka agak sangsi antara ikut masuk atau ngak, sayang juga dengan nilai semahal itu kalau ngak ada apa apa nya, waktu lagi sangsi, yang 3 orang teman yang sama sama berangkat dari stasion pakai audie (silakan baca https://balebaleku.wordpress.com/2017/02/08/xian-museum-banpo-museum-akhir-zaman-batu-di-tiongkok/ ) bilang ikut saja, cuma RMB 110 , gengsi nya kepancing, akhirnya ikut deh

didalam istana hua qing ini terdapat pemandangan yang sungguh indah, ada pemandangan air dan ada pemandangan gunung

di dalam istana, juga terdapat kolam kolam, ada kolam buat raja, buat selir, buat pegawai dan lain lain, tentunya masih banyak pemandangan yang indah, termasuk juga ada show show , sayang sekali  , sekali lagi, itu resiko ikut rombongan, tidak bisa explorer semua tempat wisata didalamnya, next harus kesini lagi

soal kolam ada satu cerita soal istana huaqing ini dan sang selir tercantik :

Sosok wanita ini merupakan salah satu dari empat wanita tercantik dalam sejarah tiongkok kuno, kisah hidupnya banyak diceritakan kembali dalam drama dan syair syair kuno, yang paling terkenal tentunya "tembang penderitaan tiada akhir" yang ditulis oleh Bai JuYi atau drama WuTongYu oleh Bai Pu atau ChangShengDian yang digubah oleh HongSheng seniman terkenal dari dinasti Qing, sosok wanita tersebut adalah Yang GuiFei, yang juga dikenal dalam sejarah jepang, yang disebut sebagai wanita yang cantik LUAR BIASA, sampai bisa menjatuhkan kejayaan suatu dinasti.

GuiFei sebenarnya adalah sebuah gelar, nama asli dari Yang FuiFei adalah Yang Yuhuan, dia adalah puteri pejabat pemerintahan, Ayahnya Yang XuanYan adalah pejabat sensus di Prefektur Shu yang sekarang bernama Cheng Du, sedangkan kakeknya adalah pejabat penting pada dinasti Sui, jadi dari masa kecil, Yang GuiFei sudah ikut bapaknya ke Cheng Du, cuma sayangnya , bapaknya meninggal saat mereka masih kecil kecil, sehingga dia dan saudaranya di asuh oleh pamannya yang hanya seorang pejabat rendahan di Henan.

Yang Yuhuan tumbuh menjadi gadis dengan kecantikan luar biasa, sehingga sering dalam lukisan lukisan kuno, menggunakan sosok nya untuk di jadikan lukisan, dengan sosok wanita yang bertubuh subur dengan dada yang ranum, dengan kecantikan yang luar biasa yang membuat pria manapun yang melihatnya pasti kagum padanya.

Dalam Changhen'ge, Bai Juyi menceritakan sosok Yang YuHuan mempunyai rambut yang seperti awan dan wajahnya secantik bunga, diceritakan bahwa bunga bunga pun tersipu malu karena kalah cantik dengan Yang YuHuan.

 

Pada tahun 733, Yang Yuhuan terpilih menjadi mempelai Pangeran Li Mao dari Shou, LiMao merupakan anak dari kaisar XuanZong dan permaisuri Wu, saat terpilih menjadi mempelai pangeran, usia Yang Yuhuan saat itu masih berumur 14 tahun, karena menjadi menanti kaisar, sehingga diberi lah gelar Putri Shou kepada Yang YuHuan

Setelah beberapa tahun kemudian, isteri kaisar meninggal, kaisar XuanZong lalu berupaya mencari penganti permaisuri, karena bagaimanapun , permaisuri wu adalah isteri kesayangan kaisar, sehingga kaisar merasa perlu mencari ke seluruh negeri untuk mendapatkan wanita tercantik sebagai penganti permaisuri, tetapi justru kaisar jatuh hati kepada Yang YuHuan yang tak lain tak bukan, adalah menantunya, maka kata orang jika cinta sudah melekat, tai kambing pun terasa coklat, ini contohnya.

 

Buta karena cinta, sehingga apa boleh buat, tai kambing bulat bulat, dimakan jadi obat, di simpan jadi jimat, maka  Xuanzong pun memikirkan bagaimana caranya supaya bisa mendapatkan Yang Yuhan yang saat itu baru 6 tahun menjadi  menantunya, dengan segala cara dipikirkanlah strategi strategi busuk, akhirnya kaisar yang saat itu sudah berumur 60 tahun memerintahkan dan mengasingkan menantunya untuk menjadi pendeta tao, menantunya diasingkan di istana khusus dan di beri nama baru TaiZhen yang saat itu baru berumur 26 tahun.

strategi busuk sudah di jalankan, kaisar lantas menganugrahkan putranya isteri baru, sehingga puteranya memiliki isteri baru.

karena puteranya sudah memiliki isteri baru, maka kaisar mengangkat Yang YuHan yang saat itu sudah diberi nama baru TaiZhen menjadi selir resmi kerajaan.

Selain memiliki Yang YuHan, menurut cerita, kaisar juga memiliki banyak isteri, malah ada cerita mencapai ribuan, ada yang merupakan selir resmi, ada juga yang merupakan simpanan, tetapi diantara semua isterinya, tidak ada yang bisa menyaingi Yang YuHan, termasuk mendiang permaisuri Wu, benar kata orang, cinta itu memang buta, karena butanya, kaisar memberi gelar tertinggi kepada Yang YuHan dengan gelar GuiFei (selir kehormatan)

karena terlalu cinta , maka kaisar memberikan apa saja untuk menyenangi hati sang selir kesayangan, seperti menghadiahkan sumber air panas hua qing di ibukota chang an (saat ini xian) agar sang selir tidak kedinginan di musim dingin dan bisa menghangatkan diri di musim dingin, selain itu , buah kesukaan sang selir berupa leci segar juga diperintahkan dikirim langsung ke istana.

Akibat dari kebutaan akibat cinta, sang kaisar pun lupa mengurus negara, karena sering menemani selir kesayangannya dengan menghabiskan waktu hanya memainkan waktu dengan memainkan alat musik dalam mengiringi sang selir menari dan menyanyi, karena kebetulan mereka berdua sama sama menyukai seni.

Karena cintanya, maka tidak hanya sang selir yang mendapatkan keistimewaan dari sang kaisar, keluarga besar sang selir baik orang tua maupun saudara perempuannya mendapat gelar bangsawan dan harta yang melimpah, malah kalau dalam acara pesta kerajaan, saudara perempuan kaisar pun di tempati di posisi yang lebih rendah dari pada saudara perempuan sang selir.

bukan hanya keluarga inti sang selir yang mendapat posisi utama di kerajaan, malah paman dan sepupu sang selir juga mendapat jabatan penting di kerajaan, malah ada salah satu yang bernama YangZhao  yang sampai menduduki jabatan perdana menteri berkat permintaan sang selir sehingga diberi nama Guozhong yang berarti setia pada negara , sehingga di panggil Yang GuoZhong.

Di kerajaan ada seorang jenderal keturunan turki yang bernama An LuShan , yang konon merupakan anak angkat dari sang selir, tapi spekulasi yang berkembang, keduanya mempunyai hubungan terlarang, tapi karena sang kaisar sudah dibutakan oleh cinta, maka sama sekali sang kaisar tidak curiga

Pada tahun 755, atas usul seorang pejabat bernama Li Linfu, An LuShan  menjadi sangat kuat dan dipercaya oleh kaisar,  Kaisar juga menyayanginya sampai-sampai menganggapnya putranya sendiri., Ia memiliki kebiasaan yang aneh, yaitu pada jamuan kerajaan ia tidak akan bersujud kepada kaisarr namun hanya kepada Yang Guifei. Pada saat ditanya ia menjawab bahwa ia adalah keturunan dari suku di utara dan kebiasaan sukunya hanya menghormati ibu dan bukan ayah,] Mendengar itu kaisar hanya tetawa dan memaafkannya, memang cinta benar benar membuat orang buta.

karena posisinya semakin kuat, Kemudian ia mulai menentang kedaulatan pemerintahan Kaisar Xuanzong, Ia memimpin pemberontakkan di bawah panji untuk menghancurkan pemerintahan Yang Guozhong yang korup, Yang GuoZhong merupakan perdana menteri yang juga sepupu dari sang selir , pemberontakan ini bernama pemberontakan Anshi dan ingin membangun rezim Dayan

karena pemberontakan semakin kuat, sehingga pasukan pemberontakan semakin mendekati ChangAn, ibu kota Tang (saat ini kota ChangAng sudah berganti nama jadi Xian), maka sang kaisar melarikan diri bersama seluruh isi istananya dan pasukan tentaranya ke shi chuan , saat mereka mencapai sebuah desa yang dinamakan Lereng MaWei, pasukan nya menolak untuk meneruskan perjalanan, mereka meminta supaya perdana menteri Yang GuoZhang dan selir Yang GuiFei di eksekusi mati, karena semua masalah yang terjadi saat ini adalah akibat dari yang mereka berdua hasilkan.

Akibat desakan pasukan dan mendengar nasehat dari seorang pejabat yang bernama WeiE, bahwa kehidupan dinasti untuk masa depan lebih penting dari pada seorang wanita, maka kaisar menyetujui eksekusi tersebut, walau kaisar sangat mencintai sang selir, tapi dia tetap memerintahkan eksekusi tersebut, akhirnya sang selir di gantung dengan seutas selendang putih oleh Gao LiShi, walaupun seorang kaisar sangat berkuasa, tapi kaisar tidak berdaya untuk mencegah eksekusi tersebut, hanyalah air mata mengalir di pipinya , dan tidak tega melihat eksekusi tersebut, sang kaisar menutup matanya. (lebay banget ya, hahahhahha)

Pemberontakkan akhirnya dapat ditumpas, kaisar pun kembali ke istananya, tetapi sang selir sudah di eksekusi, yang sudah pergi tak akan kembali, hanyalah kesedihan yang setia menemani, sehingga sang kaisar sangat menderita, hidup tanpa semangat, tidurpun tidak nyenyak.

akibat penderitaan sang kaisar, maka datang lah seorang pendeta tao yang katanya bisa berkomunikasi dengan orang mati, karena cintanya belum padam, sang kaisar setuju untuk menggunakan jasa pendeta tao tersebut, akhirnya roh sang selir di temukan disebuah pulau suci untuk orang mati, pulau itu dipenuhi oleh para bidadari, dan sang selir adalah bidadari tercantik dipulau tersebut (bombastis banget ya, hahahaha, tapi saya cuma meneruskan apa cerita tour guide)

menurut cerita tour guide itu lagi, karena mendengar utusan sang kaisar (pendeta tao), maka sang selir buru buru keluar kamar tanpa menggunakan banyak hiasan rambut, dan meminta pendeta tao supaya menyampaikan kepada sang kaisar, bahwa kehidupan didunia nyata itu singkat, tetapi di pulau sici waktunya tidak terbatas, dan meminta pendeta tao tersebut memberikan setengah jepit rambut sang selir kepada sang kaisar, biar sang kaisar tahu cinta sang selir untuk sang kaisar tetap kokoh seperti emas yang menjadi bahan dari jepitan rambut tersebut.

maka setiap hari ketujuh bulan ke tujuh , sang kaisar akan ke kuil panjang umur untuk berkomunikasi dengan sang selir, dan berdoa , semoga kami menjadi sepasang buruh yang terbang di surga dan menjadi sepasang pohon berjalin dibumi (so sweettttttttt)

walaupun kaisar berhasil memadamkan pemberontakan An LuShan, dan tahun 757 Pangerang LiHeng berhasil mengambil tahta sebagai kaisar, namun Kejayaan Dinasti Tang tak bisa lagi dipulihkan. Dinasti itu telah memasuki masa senjanya sejak Yang Guifei memasuki istana dan mengendalikan kaisar bersama keluarga besarnya
 
setelah selesai mendengar cerita sambil lihat sumur sumur, maka foto foto dikit, kembali lah ke bus yang akan segera menuju ke terracotaa
 

IMG20161019130456.jpg

IMG20161019123450.jpg

IMG20161019123502.jpg

IMG20161019123713.jpg

IMG20161019123718.jpg

IMG20161019123917.jpg

IMG20161019123925.jpg

IMG20161019124100.jpg

IMG20161019124112.jpg

IMG20161019124242.jpg

IMG20161019124307.jpg

IMG20161019124949.jpg

IMG20161019125000.jpg

IMG20161019125237.jpg

IMG20161019125310.jpg

IMG20161019130351.jpg

IMG20161019131031.jpg

IMG20161019131043.jpg

IMG20161019131454.jpg

IMG20161019132608.jpg

IMG20161019132700.jpg

Hartono Hasian

https://balebaleku.wordpress.com/2017/02/08/xian-museum-banpo-museum-akhir-zaman-batu-di-tiongkok/

karena sudah termasuk dalam paket transportasi bus , maka saya ikutin saja kemana bus pergi, setelah dari museum banpo, kami diantar ke lokasi gunung Lishan, dari namanya, rasanya keren sekali, dan feeling tempat ini pasti bagus

Gunung Lishan tidak berlokasi di pusat kota xian, tapi di distrik lain yang bernama Lintong distrik, lokasinya disebelah Istana Hua Qing  (akan di cerita pada tulisan selanjutnya).

dari brosur yang kami dapat, sebenarnya di dalam Lishan ini banyak sekali spot wisata, seperti sunset pavilion (wanzhao ting) , REmonstrance pavilion (Bingjian Ting) , Beacon tower (fenghuo tai), Laojun palace (Laojun Dian), tapi dengan alasan buru buru, dan akan segera hujan angin (padahal tidak terjadi), kami hanya mengunjungi sebuah wihara, yang malah sama sekali tidak menarik, seperti cerita pohon yang sudah tua sekali, tentang wihara yang ceritanya sama sekali tidak menarik
 
padahal untuk masuk ke dalam, kami harus beli tiket sebesar RMB 70 atau sekitar 140 ribu rupiah, masih untung kami tidak naik kereta gantung, jika naik kereta gantung yang untuk jarak sangat dekat kami harus bayar lagi RMB 60 untuk pp
 
peserta banyak yang protes, tapi guide nya cuek saja, katanya nanti ketinggalan bis, dia tidak bertanggung jawab, mau ngak mau , peserta ikut saja dia keluar
 
mungkin lain kali , saya akan coba sendiri kesini lagi, kalau dari xian, bisa naik bus no.5 (306) dari east square nya stasiun kereta xian yang menuju ke terracotta, nanti tinggal turun di Lishan, lama perjalanan sekitar 45 menit, dengan biaya RMB 4, atau bisa naik bus 307, 914, 915 dari kota xian, dan turun di kereta gantung Lishan, dengan biaya RMB 4 juga dengan lama perjalanan sekitar 45-60 menit.
 
sebenarnya pemandangan dari atas gunung Lishan lumayan menarik juga, tapi karena buru buru, jadi tidak sempat explorer untuk jangka waktu yang lama, moga lain kali bisa mampir lagi
setelah dari gunung Lishan, kami mampir lagi ke istana Hua Qing yang hanya dengan jarak jalan kaki sekitar 15 menit, terpaksa deh ikut lagi
 

IMG20161019114504.jpg

IMG20161019115042.jpg

IMG20161019115321.jpg

IMG20161019115330.jpg

IMG20161019120551.jpg

IMG20161019121028.jpg

IMG20161019121258.jpg

IMG20161019121341.jpg

IMG20161019121906.jpg

IMG20161019122347.jpg

IMG20161019122356.jpg

IMG20161019122508.jpg

IMG20161019123100.jpg

Hartono Hasian

https://wordpress.com/read/feeds/55633655/posts/1319881580

hari ini 19 oktober 2016, sesuai petunjuk dari resepsionis hotel, bahwa untuk tujuan ke terracotta adalah naik MRT ke stasiun kereta api xian, terus dari sana naik taxi/bis atau jalan kaki ke arah stasiun kereta nya, pada saat saya lagi jalan kaki, dan tanya ke polisi lokasi buat naik bus ke terracota, datanglah calo menawarkan untuk ikut bis rombongan , 1 orang hanya 10 rmb, nanti akan di antar ke  4 lokasi wisata, saya pikir cukup menarik juga, sehingga saya rencana ikut rombongan ini.

tetapi setelah 1 jam menunggu, tetap saja belum berangkat, akhirnya saya batalin , akan jalan kaki ke tempat bus yang ke terracotta, saat baru jalan sekitar 100 meter, ada yang panggil panggil, katanya , bis akan segera berangkat, karena ada penumpang lain, seperti terhipnotis, saya ikut saja dia.

pas sampai di counter bis rombongan tersebut, ternyata ada 3 orang lagi tawar , tapi mereka hanya akan ke 3 tempat, tidak termasuk terracotta, karena mereka buru buru akan naik kereta kembali ke kampungnya (peringatan kalau buru buru waktu, jangan sekali kali ikut tour local atau rombongan begini, masalah terjadi , saat selesai kunjungan ke 1 lokasi sebelum terracotta dan menuju terracotta, penumpang itu di suruh turun naik bus balik ke stasiun kereta api) , akhirnya kami berempat di antar pakai mobil audie (benar benar mobil sedan audie), dalam hati saya , keren amat, pakai audie, sudah senang banget, ternyata mobil audi hanya antar kami ke bus rombongan yang akan ketemu di depan museum banpo, gubrak, akhirnya ngak jadi deh , wisata pakai audie dengan 10 rmb, hahahhaha

tempat wisata pertama yang di kunjungi adalah museum banpo, harga tiket masuk adalah sebesar 65 rmb (sekitar 130 ribu rupiah)

Awalnya adalah sebuah desa, yang merupakan Desa Banpo, desa ini sangat kuno, boleh dikatakan desa kehidupan di akhir zaman batu, desa tersebut dulunya di kelilingi oleh sungai wei , dan berasal dari sekitar 6000 tahun silam

Saat ini, Banpo dijadikan sebagai museum arkeologis peradaban neolitikum tiongkok, museum tersebut dibuka sejak tahun 1958, setiap tahun, museum tersebut selalu ramai di kunjungi oleh wisatawan, baik dalam maupun luar negeri,  penemuannya pun tanpa sengaja, sebuah proses pengerjaan dan pembangunan pusat pembangkit listrik di tahun 1953 disekitar bentangan wilayah kota Xi’an dikejutkan dengan penemuan sederetan benda-benda arkeologi khas zaman neolitikum. 
 

Konon ceritanya , pada zamannya, wanita banpo biasanya memiliki lebih dari satu suami, mereka tidak pernah terikat komitmen apapun, sehingga anak anak yang dilahirkan , umumnya tidak mengetahui siapa ayah mereka, kebanyakan anak anak di asuh oleh neneknya. ( kalau melihat di kota besar, anak sekarang yang banyak di asuh oleh neneknya, tentu tidak sama, karena anak sekarang tahu siapa ayahnya), wanita desa banpo adalah mendominasi di keluarga, pekerjaan seperti menenun, memelihara unggas dan pekerjaan lainnya di kerjakan oleh perempuan, sedangkan lelaki hanya berburu dan memancing.

di dalam museum, terdapat sisa sisa reruntuhan desa banpo, katanya semua masih asli, termasuk ukuran tanahnya, selain itu terdapat rumah khas suku banpo dari berbagai ukuran, ada gudang, ada juga kuburan, tapi sayang sekali, HP ku low bat, dan power bank ada di bus, jadi tidak bisa mengabadikan kondisi dalam banpo museum

dimuseum kita juga bisa melihat proses berdirinya rumah rumah di desa banpo dari layar komputer, umumnya rumah desa banpo terbuat dari kayu dan berlantai tanah, berbentuk lingkaran dengan dinding berbentuk kerucut keatas dan beratap jerami, sekeliling rumah di buat parit , katanya menghindari ular mendekat, sedangkan masing masing ruangan mempunyai perbedaan tinggi rendah satu ruangan dengan ruangan lainnya.

masih banyak barang seperti guci, botol air, tengkorak dan lain lain, tapi karena kami datang terlambat, dan rombongan akan segera ke lokasi lain, mau ngak mau, kami harus ikut, agak kecewa sih, bayar mahal mahal, tapi ngak bisa nikmati secara santai, dan semua serba terburu buru

karena hp low bat, jadi fotonya cuma satu, pas sudah keluar, mau berangkat, ambil power bank, charge, dan foto di depan gerbang.

img20161019105823

 

Hartono Hasian

https://wordpress.com/read/feeds/55633655/posts/1312296894

setelah pulang malam dari big groose pagoda, hari ini pagi pagi sekali saya menuju ke stasion kereta peluru/ kereta cepat, tujuan adalah ke hua shan, dari depan hotel saya naik MRT sampai ke stasiun xian utara , dari sini saya beli tiket kereta cepat/ maglev dengan tujuan stasiun hua shan utara sebesar RMB 54,50 (kurs Rp.2.000/RMB) , dengan jam keberangkatan 08.10 , dari xian ke huashan tidak jauh, cuma 38 menit, maka jam 08.48 saya sudah sampai di stasiun hua shan utara, seperti biasa, saya selalu sampai lokasi baru cari informasi.

dari stasion saya naik taxi ke kaki gunungnya sebesar rmb 20 , dengan kongsian sama 2 orang lain, supir taxi yang  akan membantu beli tiket untuk masuk ke gunung hua shan, ditanya tanya mau naik arah mana, turun arah mana, karena saya tidak mengerti, saya kasih tahu tukang taxi the best saja (tentunya pakai bahasa mandarin).

karena yang satu taxi sama saya tujuan naik barat, turun utara, supir taxi sarankan saya ikut jalur itu saja, karena jalur barat lebih tinggi , jadi nanti pas mau turun dari gondola sebelah utara, jalan kakinya menurun, tidak menanjak.

ada lagi naik utara, turun barat, kalau ini jalan nya menanjak terus , saya yang jalan menurun saja sangat merasakan tantangan dan kecapekan, apalagi yang jalan menaik ya, ada lagi yang ngak mau naik gondola, jalan kaki dari kaki gunung, itu suatu tantangan yang luar biasa, cuma saya tidak tahu , apakah mereka sanggup sampai atas ? , ntah lah

sesampai di loket penjualan tiket (bukan di lokasi, tapi di salah satu ruko) , disana antri lumayan juga, saya ikut antri sekitar 10 menit sampai giliran, ternyata tiket terbagi atas pintu masuk seharga RMB 180, pas masuk harus naik bus lagi ke lokasi dengan harga tiket bus RMB 40, terus gondola naik menuju barat senilai RMB 120 , terus gondola turun dari barat seharga rmb 80 , total rmb 420 langsung bayar, untuk semua tiket langsung di kasih, tapi khusus tiket turun , baru di ambil di loket atas , mungkin takut kita hilang kali ya, kode tiket di sms ke hp kita yang nomor tiongkok, saya ngak tahu kalau ngak ada nomor tiongkok, bisa ngak

sebelum masuk ke pintu masuk, saya jelaskan dulu bahwa untuk gondola , ada 2 arah, satu ke barat, satu ke utara

Di bagian North Peak, kita dapat menikmati cable car sepanjang 1.500 meter dengan waktu tempuh sekitar 8 menit. Sedangkan di bagian West Peak kita akan menaiki cable car sepanjang 4.211 meter yang menjulang ke atas dengan waktu tempuh sekitar 20 menit. Nah, setelah dipikir dengan pertimbangan kepuasan dan pengalaman yang akan saya dapatkan, saya memilih untuk mendaki di jalur West Peak.

sedangkan untuk puncaknya ada timur, barat, utara, selatan dan tengah (pusat), selain naik turun lewat gondola, ada juga yang naik turun pakai jalan kaki, yang jalan kaki tantangan nya sangat berat, coba searching di internet, kalian akan melihat foto fotonya,ngeri, karena saya naik pakai jalan kaki, saya takut di bilang bajak foto, jadi fotonya saya ngak pasang disini

East Peak, memiliki ketinggian 2.090 meter dan sebagai spot untuk menyaksikan sunrise. Butuh sekitar 4 sampai 6 jam untuk mendaki sampai ke puncaknya. Normalnya jika memulai pendakian dari malam hari di titik ini.

Middle Peak, masih menyatu dengan East Peak dan berada di tengah antara East Peak, South Peak dan West Peak.

South Peak, memiliki ketinggian 2.160 meter dan merupakan yang tertinggi.

West Peak, memiliki ketinggian 2.086,6 meter dan di sini terdapat sebuah kuil Taoist di puncaknya.

North Peak, memiliki ketinggian 1.614 meter.
ok, kembali lagi ke cerita ku, setelah pegang tiket, kami balik ke taxi, ternyata supir taxi masih di dalam, saat supirnya kembali, saya tanya kenapa lama, secara jujur dia bilang tunggu komisi karena antar tamu, tiketnya beli diloket juga harga sama, tapi mereka ngak dapat komisi, itu terjawab sudah, kenapa ramah sekali ini supir membantu beli tiket, hahahhaa

akhirnya taxi antar lagi kami ke dekat pintu gerbang ticket hall, setelah bayar taxi , ditinggalkan lagi kami, dan kami masuk lah ke pintu gerbang hua shan, dengan menunjukan tiket  pintu masuk yang seharga rmb 180 dan tiket bus senilai rmb 40, setelah masuk pintu utama, bagi yang tidak mau naik bus, boleh jalan kaki sampai gondola,tapi tidak disarankan, jauhnyaaaaaa, karena naik bus saja , sampai ke tangga menuju gondola saja sudah 30 menit , belum lagi naik tangga menuju gondola

setelah pintu masuk, kami langsung antri untuk naik bus, tidak perlu menunggu lama, karena pelayanan yang sangat cepat, bus juga segera penuh, maka berangkat lah ke daerah untuk naik gondola, selama perjalanan bus, kita sudah bisa merasakan keindahan gunung hua (hua shan) di sepanjang perjalanan

saat turun bus, ditawarkan lagi kereta kecil untuk ke gondola, kalau mau, perlu bayar rmb 20, akhirnya saya naik kereta kecil ini, dari pada capek mesti naik tangga lagi

img20161018102534

setelah sampai di gondola, naik lah ke puncak barat, sekitar 20 menit perjalanan, indah sekali pemandangannya, lebih indah lihat langsung dari pada lihat di foto atau film

turun dari gondola, mulailah perjalanan tantangan (tidak setantang yang jalan kaki sih, tapi tetap berat meurut saya), yang pertama adalah jalan kaki dan foto foto ke puncak barat, sungguh indah pemandangan dari atas sini

setelah dari puncak barat, saya mulai perjalanan turun ke utara, untuk ke arah gondola turun, saya melewatkan puncak timur , selatan dan tengah, mungkin next time kalau ada waktu baru mampir lagi kesini

dengan berbagai tantangan (lihat foto), dengan bantuan tongkat dan untung pakai sepatu khusus buat jalan kaki, sambil ngos ngosan dan kaki yang pegal, tetap harus dipaksakan sampai ke gondola utara, tapi semua itu terbayar dengan pemandangan yang indah, sungguh sungguh indah

setelah perjalanan yang sangat panjang, dan sempatkan makan siang di gunung, cuma mie seduh sama telor dan minuman ringan, lanjut lagi jalan dan jalan, selama perjalanan , habiskan 3 botol mineral 600 ml dan 2 botol minuman ringan 310 ml (kalau ngak salah), 2 butir telor dan 1 mie seduh, serta 3 tusuk sosis ,harga sudah ngak ingat, maklum , kalau haus beli, kalau lapar beli juga, ngak di ingat harganya

setelah sampai di gondola utara, akhirnya ikut gondola turun, sampai dibawah, naik taxi seharga rmb 20 lagi ke stasiun maglev, beli tiket kereta seharga 54,50 rmb, dan kembali lah ke hotel di xian, nginap semalam , sebelum lanjut perjalanan keesokan harinya

IMG20161018132012.jpg

IMG20161018140248.jpg

IMG20161018140303.jpg

IMG20161018141513.jpg

IMG20161018141530.jpg

IMG20161018101000.jpg

IMG20161018102205.jpg

IMG20161018102653.jpg

IMG20161018105735.jpg

IMG20161018120205.jpg

IMG20161018123407.jpg

IMG20161018110802.jpg

IMG20161018120138.jpg

IMG20161018125932.jpg

IMG20161018140823.jpg

Hartono Hasian

https://wordpress.com/read/feeds/55633655/posts/1311589821

setelah puas dengan kota xian, sekarang saatnya keluar kota , tapi masih di sekitar xian ,  karena katanya malam hari di depan Big Wild goose pagoda ada air mancur yang di mainkan dengan musik , cantik sekali dan bagus sekali, maka sorenya saya langsung menuju ke lokasi big wild goose , saya naik subway ke xian railway station, dari sana saya naik taxi sebesar rmb 20 ke lokasi.

setelah sampai  di lokasi, mau masuk ke big wild goose pagoda harus beli tiket, tapi saya kurang minat, karena katanya didalam cuma wihara, karena waktu yang mepet, dan di sekitar pagoda banyak tempat untuk hunting foto, jadi saya ngak ikut masuk, apalagi harga karcis masuk sebesar RMB 50 (kurs 2.000) , dan pintu masuk akan segera tutup jam 17.00, saat saya sampai sudah jam 16.30

karena air mancur nya baru akan main jam 21.00, maka saya gunakan waktu untuk foto foto, jalan jalan, dan sekalian istirahat di taman, dimana banyak sekali orang juga istirahat disana.

air mancur tersebut merupakan air mancur bermusik yang dinamakan big Wild Goose Pagoda Music Fountain Xian City, China. The Big Wild Goose Pagoda merupakan sebuah air mancur musikal terbesar di Asia yg dilengkapi dengan lampu bar terpanjang. Ada 22 jenis semprotan yg berbeda yg bisa membuat waterscape yg besar. Untuk mengeluarkan air maka di area tersebut terpasang 1.024 lubang yg berfungsi sebagai jalur keluarnya air. Namun tidak hanya air saja yg disemprotkan lubang tersebut, semprotan api juga menjadi salah satu pertunjukan di sana. Air mancur ini menempati lahan seluas 15.000 meter persegi & akan melakukan atraksinya saat musik dimainkan. Biasanya musik yg dipakai untuk mengiringi adalah musik simfoni Air Phantom of Tang. Saat pertunjukan dimulai, lubang-lubang itu akan mulai menyemburkan air ke udara. Dengan kemajuan ilmu pengetahuan & teknologi, model semburan airpun bisa dibentuk menjadi berbagai bentuk seperti bunga teratai, lautan awan, burung terbang & lain sebagainya, total ada 22 pola matriks yg bisa dibuat air mancur ini. Dalam atraksi tersebut sesekali juga akan disemburkan api yg membumbung setinggi 20 meter yg akan menarik perhatian pengunjung

air mancur tersebut sangat indah, dengan di iringi musik yang bagus, cuma secara jujur, saya lebih suka air mancur di nantong, karena ukuran lebih kecil, sehingga sound musiknya lebih terasa, tapi karena di wild goose pagoda ini , terlalu besar, dan yang nonton terlalu ramai, sehingga agak berisik, akibatnya kurang nikmati, atau karena tubuh saya yang sudah capek ?

perlu di ketahui, kita nonton keindahan air mancur ini , semua gratis, hanya satu hal yang perlu di pertimbangkan, setelah selesai air mancur, susah sekali mencari angkutan, baik taxi maupun bus, anda akan menemukan banyak yang menawarkan taxi gelap

jika anda ke xian, jangan lupa kesini, tapi sebaiknya malam hari, karena air mancurnya dilengkapi lampu warna warni yang sangat indah, katanya ada juga siang hari, tapi ngak ada lampu

silakan tunggu cerita selanjutnya, cerita xian dan sekitarnya belum selesai

IMG20161017203252.jpg

IMG20161017191209.jpg

IMG20161017203107.jpg

IMG20161017203150.jpg

IMG20161017203239.jpg

IMG20161017203252.jpg

IMG20161017203305.jpg

IMG20161017183926.jpg

IMG20161017184542.jpg

IMG20161017185824.jpg

IMG20161017203103.jpg

IMG20161017203305.jpg

IMG20161017171332.jpg

IMG20161017182523.jpg

IMG20161017203150.jpg

IMG20161017203648.jpg

IMG20161017203927.jpg

Hartono Hasian
tmp_16490-img_20170125_0811272114859874
img20161017154330
img20161017154454
img20161019182737

 

 

 

 

 

 

 

 

 

sudah lama sekali saya ingin berkunjung ke kota ini, selama 3 tahun kerja di tiongkok, kesempatan tersebut tidak pernah datang , tapi rasa penasaran dan keingin tahuan yang besar, akhirnya membawa saya melakukan perjalanan ke kota ini dalam tour 15 hari ke Tiongkok oktober 2016 kemarin, dengan cuaca akhir musim gugur yang sangat sejuk dan nyaman, udara sekitar 10 drajat celcius sampai 20 drajat celcius

ke ingin tahuan soal kota xian , adalah karena merupakan salah satu dari 4 kota yang pernah menjadi ibu kota di tiongkok , selain itu merupakan kota muslim , ada nya terracota , dan ada air mancur yang katanya terbesar di dunia.

Dahulu kala , kota ini bernama Chang’an.tetapi saat ini di kenal sebagai kota xian

Kota tua ini terletak di bagian utara Tiongkok. Kota ini merupakan salah satu dari empat ibukota kuno Tiongkok. Xi’an juga pernah jadi ibukota  beberapa dinasti kuno Tiongkok. Makannya kota Xi An juga terdaftar sebagai Ibukota Bersejarah di Dunia oleh UNESCO sejak tahun 1981 bersama Athena, Roma, dan Memphis.

Kota Xi’an  dibangun di masa Dinasti Han, sekitar 206 tahun sebelum Masehi. Pada masa itu, Dinasti Han menjadikan kota Xi’an sebagai ibu kota kerajaan.

Kota xian di kelilingi oleh tembok benteng, tembok ini dibangun pada abad ke-14 oleh Zhu Yuanzhang, yaitu Kaisar pertama pada Dinasti Ming, Tembok Xi’an ini memiliki ketinggian 12 meter dengan lebar bagian atasnya antara 12-14 meter, sementara lebar bagian bawah atau dasarnya antara 15-18 meter. Tembok ini berdiri sepanjang 13,7 kilometer yang mengelilingi area seluas 14 kilometer persegi di dalam kota. Ada empat pintu gerbang utama, dan merupakan satu-satunya cara untuk akses masuk dan keluar ke kota kuno. Setiap gerbang diawasi oleh penjaga pada tiga menara , sebenarnya jumlah gerbang adalah 18 buah, tapi tidak semua bisa di lewati/dimasuki

anda bisa jalan jalan di sekitar tembok tersebut, anda juga bisa naik ke atas tembok sambil melihat pemandangan kota xian, diatas juga banyak yang memakai sepeda untuk keliling tembok tersebut, sedangkan pada malam hari , tembok ini akan indah sekali , karena dikelilingi oleh lampu sepanjang tembok, harga tiket untuk naik keatas adalah RMB 54 (kurs sekitar 2.000) sedangkan harga sewa sepeda adalah RMB 40 sampai RMB 60 , jarak jalan kaki keliling tembok adalah sekitar 4 jam, sedangkan naik sepeda katanya sekitar 2 jam

Semua gerbang akan terhubung satu sama lain, anda masuk lewat pintu manapun akan sama saja, tetapi biasanya para turis akan melewati gerbang yongning, karena paling dekat dengan pusat kota/ bell tower/ drum tower/ muslim quarter, jika bicara xian , anda akan sering melihat sebuah pagoda tua, itulah ikon kota xian

tembok xian merupakan batas yang memisahkan kota baru xian dan kota lama xian , di bagian dalam tembok kota, maka anda akan menemukan  kota lama yang tentunya masih berciri khas kota tiongkok lama seperti masih banyak gang gang kecil , banyaknya bangunan tua yang masih terjaga seperti bell tower, drum tower dan muslim square

sedangkan kota baru terdapat di sisi luar tembok kota xian, khas dari kota baru xian adalah jalan yang lebar, kesibukan perkantoran dan pusat perbelanjaan modern, gedung gedung yang sangat tinggi.

Kedua sisi tembok kota Xi’an tetap terhubung tanpa halangan, cuma tembok xian yang membatasi, tetapi akses transportasi umum baik taxi, bus, kereta bawah tanah sangat mudah di dapat

Kota Xi’an sebagaimana umumnya kota kota di negeri tiongkok,  juga ramah bagi pejalan kaki, dengan trotoar yang lebar, jalan yang bersih dan rapi , maka walau kita berjalan jauh, tidak terasa capek dengan udara akhir oktober ini.

salah satu hal yang saya pelajari dan kagumi dari kota ini adalah : penataan kota yang rapi dan indah sebagaimana kota kota di tiongkok lainnya, peninggalan sejarah yang masih di jaga dengan baik dan tidak di gusur, malah peninggalan sejarah tersebut di rawat dengan baik, xian membuktikan bahwa peninggalan sejarah tanpa perlu di gusur untuk kemajuan teknologi dan perkembangan bisnis kelas dunia, malah bisa jalan beriringan dan bersama, salah satu Dari kota ini kita bisa belajar penataan kota yang apik dan indah. Peninggalan sejarah yang masih dijaga dan tak terbuang. Justru dijadikan aset dan kekayaan lokal. Xi’an membuktikan peninggalan sejarah bisa berjalan beriringan dengan kemajuan teknologi dan kesibukan kota bisnis kelas dunia.

tembok kota xian bukannya ngak pernah di rencanakan untuk di hancurkan, pada masa pergerakan sosial (penghancuran budaya) sekitar tahun 1950, tembok kota xian hampir di hancurkan, untungnya salah seorang ahli sejarah berhasil merayu sekretaris jenderal dewan negara saat itu, xi zhong xun, yang merupakan ayah dari presiden tiongkok saat ini xi jin ping, sehingga tembok kota tersebut tidak jadi di hancurkan

jika anda punya kesempatan, jalan jalan lah ke kota xian ini, saya saja masih ingin berkunjung

untuk tulisan soal drum tower/bell tower dan muslim quarter ada di tulisan sebelumnya dan untuk wisata lainnya di sekitar xian, ditunggu ya

Hartono Hasian

https://wordpress.com/read/feeds/55633655/posts/1301230181

xian merupakan salah satu kota favorit wisata , terutama bagi teman teman yang beragama islam, karena umumnya kalau ke Tiongkok, sulit sekali mencari tempat masakan halal, tapi jika anda ke Xian , anda tidak perlu kwatir , karena xian merupakan kota yang pertama kali di perkenalkan agama Islam, pada tahun 651, pada dinasti Tang, pengenalan agama Islam terjadi di kota tersebut

dan daerah muslim yang terkenal di kota Xian adalah di muslim quarter, daerah tersebut banyak sekali umat islam yang tinggal disana, dan di daerah sini, terdapat 1 jalan yang menjual macam macam masakan, yang dinamakan muslim street, anda tidak perlu binggung yang mana pasti halal, lihat saja ada tulisan tulisan khas di toko atau warung mereka (ada tulisan arab nya)

img20161017143157

jalan ini dibelakang bell tower , jadi sangat mudah menemukan jalan ini kalau anda sampai ke bell tower, tapi saya tidak bisa lama lama disini, karena rasa khas makanan nya yang bikin saya tidak tahan lama lama disini, seperti di daerah makanan kecil di louyang.

untuk mencari mesjid, tidaklah sulit, info yang saya peroleh dari petugas mesjid, di Xian ada sekitar 10 mesdjid yang tersebar di seluruh kota xian, tapi yang paling tua dan besar adalah di dekat bell tower ini , yang dinamakan great mosque xian

penamaan great mosque xian ini tidaklah berlebihan, mengingat mesjid ini sangat besar, luas tanah mesjid ini saja seluas 1,2 hektar, dengan bangunan bangunan arsitek kombinasi timur tengah dan asia timur

Mesjid ini dibangun oleh imigran muslim yang dulu berkerja sebagai diplomat atau pedagang di Tiongkok, mesdjid ini pada saat itu mempunyai tujuan untuk membaur dengan masyarakat lokal dalam penyebaran agama islam di xian.

Great Mosque Xi’an ini  dibangun pertama kali pada tahun 742 pada masa Kaisar Xuanrong dari Dinasti Tang. tapi mesdjid yang ada saat ini sudah tidak sama lagi dengan saat pertama kali di bangun, karena pada zaman dinasti Ming dan dinasti qing sudah terjadi perubahan perubahan sehingga kondisi seperti saat ini, jadi jika anda ke xian , tidak ada salahnya anda berkunjung ke mesdjid ini.

ada ruangan tertentu di mesdjid ini tidak diperbolehkan untuk dimasuki oleh yang bukan ingin sholat didalam, jadi bagi yang beragama islam, kalian tentu boleh sholat di ruangan ini, dari luar melihat, ruangan ini rasanya nyaman sekali

img20161017150507

 

mesdjid ini kalau zaman sekarang, sering disebut konsep hemat energi, karena satu bagian ke bagian lain terpisah oleh lapangan tanpa atap, sehingga saat saya kesana bulan oktober 2016 , udara sangat segar, membuat mau lama lama disana, tapi ngak bisa, karena lokasi lain nya sedang menunggu untuk dikunjungi.

masuk ke mesdjid ini harus membeli tiket masuk dengan harga tercantum, sekedar info, masuk ke wihara buddha di tiongkok umumnya juga harus beli tiket juga

cuma jika anda bisa menyakinkan penjaga pintu bahwa anda muslim dan hendak sholat, anda bisa di bebaskan dari biaya pintu masuk (ini menurut penjaga saat saya tanya), dan jika anda ingin tahu lebih banyak tentang mesjid ini, di pintu masuk ada buku kecil dalam bahasa english dan mandarin, saya ada ambil, tapi karena kehujanan, jadi hancur, malas balik lagi untuk ambil.

img20161017145035

itu lah tentang muslim street dan great mosque xian, tunggu cerita lanjutan ya, masih ada cerita xian lainnya

IMG20161017145145.jpg

IMG20161017143040.jpg

IMG20161017145203.jpg

IMG20161017145233.jpg

IMG20161017145310.jpg

IMG20161017145407.jpg

IMG20161017145437.jpg

IMG20161017145549.jpg

IMG20161017145648.jpg

IMG20161017145706.jpg

IMG20161017145710.jpg

IMG20161017145738.jpg

IMG20161017145840.jpg

IMG20161017150005.jpg

IMG20161017150130.jpg

IMG20161017150203.jpg

IMG20161017150224.jpg

IMG20161017150310.jpg

IMG20161017150707.jpg

IMG20161017150816.jpg

IMG20161017150903.jpg

Hartono Hasian

https://wordpress.com/read/feeds/55633655/posts/1281697215

 

setelah selesai siap siap, sebenarnya rencana tujuan pertama adalah ke terracota, tapi sesuai saran dari resepsionis hotel, mending ke bell tower dan drum tower dulu, setelah saya pertimbangkan, maka saya menuruti saran tersebut.

cuaca hari ini sangat bagus, udara sejuk sekali untuk cuaca akhir dari musim gugur di bulan Oktober 2016, sesekali hujan gerimis , sehingga udara tidak panas sama sekali

dari hotel, saya  memilih naik MRT , dari stasiun MRT dekat hotel , saya menuju stasiun zhonglou (bell tower), setiba di stasiun tower, kita akan keluar ke sebuah persimpangan jalan besar, dari jalan tersebut , saya cari cari cara untuk bisa sampai ke bell tower, akhirnya melihat satu tulisan underpass to the bell tower, ternyata ke bell tower , harus lewat jalan bawah tanah, karena letaknya di seberang jalan, akhirnya sampailah di bell tower

20151020_080122

menurut sejarah, konon sekitar  tahun 1300-an, terdapat 2 buah menara yang dijuluki “sister building” yaitu bell tower dan drum tower, kedua bangunan tersebut satu sama lain mirip sekali, hanya satunya ada lonceng, satu nya lagi ada drum

tetapi jika kita mempelajari sejarahnya maka kedua bangunan tersebut memiliki fungsi dan keunikan masing masing

dari petunjuk tersebut saya menuju ke drum tower, dan membeli tiket disana, saran saya, kalian mending beli terusan drum dan bell tower sekalian, karena jatuhnya akan lebih murah, karena tadinya saya kira drum tower dan bell tower adalah sama, jadi saya beli saja bell tower saja, tidak bermaksud ke drum tower, tapi akhirnya saya kesana juga, jadinya lebih mahal, karena belinya ketengan, jika beli sendiri sendiri, masing masing adalah 35 rmb, sedangkan jika terusan, maka kedua tower tersebut hanya di hargai sebesar Rp.50 rmb, hemat 20 rmb

dari atas bell tower, anda akan bisa melihat pemandangan pemandangan yang indah dari ketinggian, tapi kalau orang tua yang ada masalah dengan kaki atau tenaga , mungkin agak sulit ke atas

Tinggi Bell Tower adalah 36 meter,  dibangun  tahun 1384 oleh kaisar Zhu Yuanzhang pada masa Dinasti Ming. Dahulu Xi`an merupakan kota militer terpenting di Barat Laut China. Menara ini dibangun untuk menguasai daerah sekitar pedesaan dan untuk memberikan peringatan awal dari serangan penguasa lain kala itu.

Bangunan Bell Tower yang didominasi oleh warna merah ini memiliki dua lantai. Di lantai 1 terdapat sebuah ruangan mirip aula. Sejumlah peninggalan budaya turut dipamerkan disini. Di dinding aula tercatat beberapa sejarah renovasi menara ini.

selanjutnya saya menaiki anak tangga kecil yang terletak di salah satu sudut aula. Tiba di lantai 2 kita bisa melihat beberapa plakat yang mencatat sejumlah relokasi menara. Ternyata letak menara ini sudah dipindahkan dari tempat aslinya sejauh 1000 meter pada tahun 1582. Perpindahan menara tersebut menjadi catatan prestasi dalam sejarah arsitektur China. Kini semua bagian dari menara yang kita saksikan adalah asli, kecuali bagian dasar menara yang telah mengalami perbaikan.

Di sisi luar aula terdapat bel berukuran raksasa setinggi 2,45 meter dan berat 6,5 ton dengan prasasti yang diukir di atasnya. Bel asli yang dikenal dengan nama Jingyun Bell kini telah berpindah ke Forest of Stone Steles Museum pada tahun tahun 1953. Yang kita lihat di menara ini merupakan replika yang diletakkan sejak tanggal 30 Januari 1997.

img20161017133128
img20161017132228

setelah selesai mengunjungi drum tower, saya berjalan ke bell tower, tadinya tidak ada rencana untuk masuk ke drum tower, tetapi karena melihat ada show musik tradisional, akhirnya saya beli tiket senilai 35 rmb untuk masuk ke drum tower (kalau beli terusan , kedua tempat tersebut hanya 50 rmb)

img20161017134806

Jika Bell Tower dijuluki dengan ‘morning bell’, maka Drum Tower dijuluki dengan ‘dark drum’. Dibangun pada tahun 1380 konon drum ini dahulu digunakan sebagai tanda berjalannya waktu. Dalam situasi darurat, drum tersebut juga digunakan sebagai alarm peringatan. Kini walau tidak difungsikan sebagai penanda waktu lagi, di tempat ini pada waktu-waktu tertentu para pengunjung bisa menyaksikan pertunjukan musik tradisional.

Seperti halnya Bell Tower, Drum Tower juga telah mengalami beberapa kali renovasi sejak tahun 1950an. Pada tahun 1996 pemerintah kota Xi`an memutuskan untuk membuat drum berukuran besar setinggi 1,8 meter dan berat 1,5 ton, dengan diameter permukaan sebesar 2,83 meter.

setelah capek jalan di drum tower, saya sempatkan mendengar musik tradisional, cocok dengan selera saya, dan setelah mendengar musik trasional tesebut, saya akhirnya keluar dari drum tower

img20161017140134
img20161017141131
img20161017141722

IMG20161017131330.jpg

IMG20161017131343.jpg

IMG20161017132015.jpg

IMG20161017132550.jpg

IMG20161017133140.jpg

IMG20161017133159.jpg

IMG20161017133610.jpg

IMG20161017133807.jpg

IMG20161017134505.jpg

IMG20161017134520.jpg

IMG20161017134647.jpg

IMG20161017134713.jpg

IMG20161017141226.jpg

IMG20161017141622.jpg

IMG20161017142241.jpg

IMG20161017142745.jpg

IMG20161017144145.jpg

Hartono Hasian

awalnya saya anggaran dari Indonesia untuk semua perjalanan adalah memakai bis kota atau kereta api biasa, tetapi saat sampai di tiongkok, anggaran untuk hotel yang saya sediakan ternyata jauh melebihi dari kenyataan di lapangan, karena saya bisa mandarin, jadi saya ke hotel yang resepsionisnya hanya bisa mandarin, bisa tawar pula harga hotelnya, jadinya harga hotel hotel dapat dengan harga sekitar 100 rmb saja,  jadi dana budget yang berlebih, saya alihkan untuk naik kereta cepat (kereta peluru), salah satu pertimbangan adalah untuk menghemat waktu.

banyak sekali orang tiongkok lebih senang naik kereta cepat dibanding pesawat terbang, karena naik kereta cepat, cukup datang, beli tiket, tunggu sekitar 30 menit (untuk kereta yang banyak alternatif waktu), langsung naik ke kereta , berangkat lah.

kereta cepat ditiongkok terbagi beberapa kelas, tentunya dengan harga yang berbeda, lumayan juga perbedaan harganya, seperti dari shanghai ke beijing dengan harga kelas 2 seharga 553 rmb, kelas 1 seharga 933 rmb, sedangkan kelas bisnis seharga 1.748 rbm, waktu perjalanan shanghai ke beijing hanya 5 jam 50 menit , bandingkan dengan naik pesawat , sekitar 2 jam an, belum lagi tunggu dibandara 2 jam an, sering kali harga tiket pesawat lebih murah dari kereta cepat, seperti shanghai ke beijing kadang bisa dapat harga 36o rmb, tapi tetap saja banyak yang pakai kereta cepat.

untuk biaya yang saya keluarkan kota perkota bisa baca disini https://balebaleku.wordpress.com/2016/10/28/rekap-biaya-perjalanan-ke-tiongkok-2-minggu/

untuk membeli tiket kereta cepat ini dibutuhkan tanda pengenal seperti KTP untuk lokal dan paspor untuk asing, nanti di tiket kita tercantum nama kita, untuk pemesanan lewat web online, juga harus sesuai tanda pengenal , karena pembelian tiket bisa pesan dengan online atau beli langsung di loket , untuk memastikan tidak kehabisan tiket, maka lebih baik di pesan online, biasa saya menggunakan english.ctrip.com , tapi untuk perjalanan kali ini saya sama sekali tidak menggunakan pesanan online, semua go show, karena kebetulan bulan 10 akhir itu low seasons

kereta cepat ini terkesan mewah, seperti layaknya memakai pesawat terbang full service, semua sangat bersih dan mewah, untuk tempat tunggu nya , besar dan luas sekali, bersih, dan no smoking (ini kereta cepat kelas paling murah loh)

img20161017085741

pada saat akan memasuki area ruang tunggu stasiun, semua barang anda harus di x ray sebagaimana layaknya bandara, tiket anda di sesuaikan dengan tanda pengenal anda, dan badan anda akan di periksa, semua pemeriksaan sebagaimana di bandara

img20161017080120
img20161022123427

saat anda di ruang tunggu, ada board yang mencantumkan semua jadwal keberangkatan, anda bisa melihat jadwal ke berangkatan disana, biasa di sebelah kanan paling atas ada tulisan pintu boarding (warna biru) , sedangkan tempat duduk (lihat tanda warna merah, disana tertulis gerbong dan tempat duduk)

53e6ccf5-4901-4763-aa86-4df749393be6_43_Ink_LI.jpg

di semua stasiun, pada saat dipanggil untuk masuk peron, selalu saja semua berebutan untuk antri paling depan, biasa saya santai santai saja, karena saya cuma bawa 1 backpack, ngak takut kalau ngak dapat tempat buat taruh barang, oh ya, bagi yang bawa barang banyak, siap siap agak capek, karena tidak ada porter yang membantu mengangkat barang, untuk koper yang besar bisa taruh di tempat bagian belakang tempat duduk, tempatnya luas, biasa koper yang besar besar mereka taruh disana

dan saat masuk ke peron, jika anda berjalan agak lambat, jangan kaget saja kalau ada yang senggol, karena orang tiongkok terbiasa jalan cepat, jadi mau ngak mau kita lebih baik ikut irama nya yang serba cepat

petugas di stasiun cukup banyak , jika anda kesulitan, silakan tanya saja, jika binggung bahasanya, ada beberapa petugas bagus bahasa englishnya, tapi kalau masih kesulitan, cara paling gampang adalah mencari anak sekolah, umumnya mereka cukup ramah membantu.

saat anda masuk ke kereta, anda akan merasakan kemewahan, termasuk toilet tiongkok yang biasa kesan bau dan jorok, ini toiletnya bersih dan wangi, petugas sampah juga bolak balik mengambil sampah kita sepanjang perjalanan, jadi ngak ada alasan buang sampah di lantai.

petugas penjual makanan dan minuman juga bolak balik menawarkan penjualan , jika anda ingin minuman gratis, jangan kwatir, karena ada tersedia termos untuk anda ambil airnya, biasa dekat toilet

setiap stasiun yang akan berhenti, selalu di umumkan lewat pengeras suara di kereta dalam versi english dan versi mandarin, jadi tidak mungkin anda terlewati.

sampai di stasiun tujuan, anda bawa sendiri lagi barang barang mu

perhatian untuk tiket kereta, jangan sampai hilang, karena pada saat keluar, anda harus buka dengan tiket anda, baru bisa keluar dari peron ke pintu keluar