• entries
    210
  • comments
    1,446
  • views
    9,445

About this blog

jalan jalan , yes

santai , yes

ikut campur privasi orang lain , no

dicampurin privasiku oleh orang lain, no

Entries in this blog

 

(sumba) (17) : Sacca residence and restaurant : Bersama bocil dan bidadari 7-11 september 2018 ke sebuah surga kecil di Nusa Tengara Timur

badan sudah capek , ditambah makanan di restoran yang tidak wah rasanya, plus pelayanan yang lambat dan salah melulu, membuat badan ini ingin cepat sampai di hotel sudah beberapa kali , dari sejak sebelum berangkat sampai dengan terakhir di pulau sumba, saya selalu memesan supaya ranjang twin bed, karena saya tidak terbiasa tidur berdua 1 ranjang,ditambah kalau malam saya suka bangun ke toilet, plus kalau pagi pagi saya biasa bangun subuh, saya tidak mau membuat orang di sebelah ku terganggu, apalagi saya kadang ngorok juga. saya sebenarnya sudah dapat informasi dari supir saya, bahwa hotel ini tidak ada ranjang twin, tetapi semua hanya satu ranjang, tetapi tour guide kami masih yakin bisa dapat ranjang twin, disini lah nasib sebuah perjalanan kalau tour guide kurang bagus , dari kalau sampai satu tempat suka langsung foto sana sini sendiri, ditambah tidak pernah di jelaskan lokasi lokasi wisata/non wisata, ditambah lagi cuek banget, tidak mau pusing, untuk bidadari sulung yang membantu membuat acara ini cukup gesit, lebih tepatnya beliau jadi tour guide, dia langsung tanya saya, bagaimana kalau tambah extra bed dengan biaya sendiri, tentunya saya tidak keberatan, sehingga masalah teratasi sungguh lucu hotel ini, tidak ada ranjang twin, saya jadi teringat kalau jenis hotel jam jam an, atau istilahnya hotel mobil, kamu tidak akan pernah temukan twin bed, karena hotel tersebut umumnya digunakan untuk ......... (tahu donk) , apakah hotel ini juga untuk gitu gitu ? ntah lah, yang pasti sepanjang mata saya memandang, yang nginap disini adalah wisatawan wisatawan grup, tidak ada indikasi hotel mesum sih (eh, kesebut juga) selama di sumba, sampai dengan masuk hotel ini, setiap kali kalau tanya sama orang kelenteng atau wihara, mereka selalu kasih tahu tempatnya yang setelah di cek kembali, sebenarnya itu adalah pura hindu , ternyata sebagian , kalau tidak mau dikatakan umumnya, orang sumba tidak bisa membedakan agama Buddha (wihara/Kelenteng) dengan agama Hindu (Pura), jadi saat masuk ke hotel ini, saya melihat ada altar Sakyamuni Buddha, wah, rasanya plong, ingin tahu dari boss hotel ini soal agama Buddha di sumba didapat informasi , memang yang beragama Buddha di pulau sumba sangat sangat sedikit, dan tidak ada kelenteng / wihara (mungkin ada yang tertarik bangun di sana ? ), pemilik hotel ini adalah orang yang berasal dari bali yang melakukan investasi di pulau sumba. kembali ke topik, dengan kecapekan perjalanan, ditambah makan yang kurang nyaman, plus tour guide yang cuek, akhirnya kami masuk ke hotel, ternyata lagi lagi ke tidak profesionalan tour guide , kamar yang di berikan ada  2 macam, satu jenis kamar kecil, satu nya lagi kamar besar, dan ternyata kami yang ingin menambah extra bed dikasih kamar kecil, saat di tanya ke tour guide, jawaban gampang amat, saya tidak tahu, itu hotel yang atur , gubrakkkkkk dengan kesabaran penuh, kami tetap menggunakan kamar yang kecil, karena masing masing masuk kamar sudah langsung mandi, sedangkan pemasangan extra bed di kamar kami lama banget, sudah masuk kamar , masih menunggu hanya untuk dipasang kasur (kasur ya, bukan ranjang) di lantai , lama banget kami menginap di hotel ini 2 malam, untung malam kedua , salah satu bidadari karena alasan pekerjaan, harus langsung pulang ke jakarta, dan teman sekamar dia yang baik hati, menawarkan salah satu dari kami pindah ke kamar dia, sedangkan dia pindah ke kamar temannya yang besar, supaya mereka tidur bertiga, sungguh mulia bidadari peserta ini. sampai segitu jauh, saya sudah ambil kesimpulan bahwa lain kali jangan memakai tour ini lagi jika dengan tour guide yang kurang profesional begitu, tetapi kalau tetap koordinator kami si bidadari sulung yang atur, tetap ikut ah, masa tour guide kalah profesional dengan peserta. di depan hotel ini, ada penjual oleh oleh dengan menggunakan motor nongkrong di depan hotel, jadi anda yang suka belanja, boleh belanja di sini disebelah hotel ada warung warung, tetapi beli obat mungkin agak sulit,  sempat terjadi salah satu teman kami kaki bengkak, dan harus beli obat, sekitar hotel ternyata tidak ada apotik, selain tidak ada apotik, di sekitar hotel juga tidak ada mesin ATM sarapan pagi di hotel ini juga sederhana, tetapi dari lidah saya, masakan di hotel sinar tambolaka yang pertama kami nginap lebih nyaman dari hotel ini, termasuk juga hotel nya, hotel pertama lebih nyaman akhirnya kami tidur, untuk wisata lagi ke esokan hari nya

Hartono Hasian

Hartono Hasian

 

(sumba) (16) : waroenk ikan bakar enjoy aja : Bersama bocil dan bidadari 7-11 september 2018 ke sebuah surga kecil di Nusa Tengara Timur

setelah dari bukit Wairinding, perut sudah lapar, kami di kasih tahu ada makanan seafood di Komplek Pelabuhan Lama Waingapu, dalam pikiran saya, mungkin yang lain juga sama, mungkin kayak restoran di sunda kelapa atau di dadap, sehingga semangat sekali apalagi di tambah dengan supir saya bilang ini restoran masih ada hubungan saudara dengan dia sesampai di pelabuhan, kami masuk ke satu restoran namanya enjoy aja, waktu itu pas jam makan, restoran juga lumayan ramai, itu sebabnya kenapa kami tunggu minuman dan makanan sangat sangat lama sekali, dari cacing di perut yang sudah menari nari sampai cacingnya sudah malas menari, dari keroncongan menjadi tidak lapar, sudah lama, minuman yang di pesan keluar nya salah salah melulu pula. sampai supir kami dan tour guide juga ikut membantu melayani, tetap saja lama banget, soal makanan juga so so , ikan yang di sajikan juga kurang fresh di lidah saya, saya agak heran, pulau sumba kan pulau di tengah laut, mestinya ikan nya bagus bagus ya, tapi kenapa 2 kali makan ikan , dua dua nya ikan kurang fresh. satu satunya yang membuat terhibur adalah kita semua bisa foto bersama di meja makan ini, dan ini satu satunya foto bersama di meja makan, karena selama ini, setiap makan kalau ngak nasi kotak, meja nya pasti pisah pisah, harga makanan bagi kami pun relatif mahal, dengan menu hanya 4 macam, dengan orang 28 orang (termasuk supir dan tour guide), total yang dibayar adalah Rp.2 juta sekian wc nya cuma satu, dan gratis, jadi perlu antri panjang yang mau ke wc karena malam hari, jadi tidak ada yang bisa di lihat, mungkin kalau siang hari, ada pemandangan kali untuk anda yang rombongan dan mau buru buru karena kelaparan atau karena mau ke tempat lain lagi, saya tidak rekomen ke tempat ini deh habis makan, balik hotel, kali ini  hotelnya beda dengan malam pertama dan malam kedua, tunggu cerita ya    

Hartono Hasian

Hartono Hasian

 

(sumba) (15) : bukit Wairinding permadani yang indah : Bersama bocil dan bidadari 7-11 september 2018 ke sebuah surga kecil di Nusa Tengara Timur

sehabis dari air terjun lapopu, saatnya kami berkunjung ke bukit wairinding untuk mengejar sunset, sunset lagi ? ya, betul, tetapi tentu dengan kondisi yang berbeda, dan memang benar, dimulai dari sepanjang perjalanan , kita menemukan tanaman tanaman yang sudah kering, bagaikan di musim gugur di negara 4 musim sana, indah sekali, tidak heran, 2 mobil lain yang di belakang kami ketinggalan terus, tahu tahu nya mereka suka berhenti hanya untuk foto foto dengan tanaman tanaman tersebut,  sebenarnya kami juga sempat turun untuk foto beberapa, tapi ngak lama lama sih, maklum , cuma bertiga dibanding mobil lain yang ramai ramai. perjalanan dari air terjun lapopu agak jauh, tetapi sepanjang perjalanan , di sajikan pemandangan musim kering yang indah, apalagi saya duduk di depan , di samping supir, jadi bisa melihat pemandangan secara utuh. akhirnya kami sampai duluan di lokasi, karena yang lain sedang foto foto diperjalanan (saya baru tahu pas mereka sampai), yang pertama saya lakukan adalah mencari toilet, toilet di sini di gembok, jika kita ingin pipis, kita kasih tahu yang di warung, nanti akan di bukakan toiletnya, dan di sini tarif nya Rp.5.000 sekali pakai, setengah harga dari sumba barat. setelah dari toilet, saya naik dulu ke atas, perjalanan dari bawah ke atas bukit , dekat sekali, cukup 3 menit, di bukit itu ternyata indah sekali, walau musim kering, masih terlihat hijaunya bukit ini, bagaikan sedang melihat permadani, indah sekali, saya cuma sebentar diatas, karena masih panas sekali. akhirnya turun lagi ke pendopo, disini ada beberapa pendopo yang bisa kita gunakan untuk istirahat, dan sudah ada warung makan, seperti diceritakan supir kami, makin ke timur, akan makin maju, ternyata sudah mulai terbukti, sambil menunggu teman teman yang lain, kami makan mie instant telor, ngopi dan makan kacang, kacang nya enak banget menutur saya, boleh lah , kalau kalian kesini boleh makan kacangnya, dan harga harga disini masih masuk akal lah, seperti kacang sebungkus Rp.5.000 , mie instant Rp.10.000 , soalnya di pulau kan, kirimnya dari jakarta jauh, hehehe setelah semua berkumpul, kami naik ke atas lagi untuk foto foto dan lihat sunset, HATI HATI, disini banyak sekali kotoran binatang, jangan sampai terinjak. kebersamaan kami kelihatan sekali disini, jika ada satu yang mendapatkan pemandangan bagus , akan kasih tahu yang lain untuk foto foto disana, termasuk juga waktu bocil ketemu satu aktor dari brunei,sebagian cewek cewek langsung lari mendekat untuk salaman atau foto bersama aktor tersebut, dari body sih ok lah, dambaan cewek cewek atau "cowok", lumayan ganteng sih, ngak beda jauh sama bocil (tergantung pakai kaca mata mana , heheheh) nah, disini terbukti sudah, bahwa bocil ini memang cukup di kenal di negeri melayu (singapura/malaysia/brunei), karena si aktor brunei itu langsung video call kerumahnya di brunei, cuma kasih tahu dia bersama bocil di tempat wisata ini, memang sih, sebelumnya saya kurang percaya juga , saya kirim foto bocil ke temanku di malaysia, dia ternyata kenal, jadi memang bocil ini cukup dikenal, masa cuma terkenal di luar negeri saja ? didalam negeri ngak, moga moga ada produser yang mengorbitkan juga di sini, biar kita bisa sering nonton bocil berakting dan berlawak disini juga ada kuda yang di sewakan baik cuma untuk foto saja, atau untuk keliling bukit, setiap sewa kudanya,  harus hati hati dan jelas, karena kadang karena kendala bahasa (atau pura pura kendala bahasa), sehabis sewa, terjadi argumentasi harga. kita foto terus, makin lama makin indah, karena matahari makin bergeser, sehingga bukitnya terlihat ada beberapa warna, seperti abu abu, hijau tua, hijau muda, biru , kuning,  indah sekali, sama seperti waktu sampai, setiap ada view bagus , langsung buru buru panggil yang lain untuk foto, sungguh indah kebersamaan di antara perbedaan masing masing latar belakang peserta.   tibalah saatnya matahari sudah mulai terbenam, wah, indah sekali , malah ada saat matahari seperti bentuk hati, mungkin karena kelompok kami semua punya cinta kasih kali ya, jadi lihat dan foto jadi kayak bentuk hati, melihat sunset di atas bukit, sungguh indah, boleh di coba, sedikit demi sedikit matahari terbenam ke bawah bukit, sebagian langsung berjalan pulang, sebagian lagi mengatakan jangan pulang dulu , karena saat saat terindah di sunset adalah antara turun sampai sejam setelah nya, saya termasuk yang mengerti itu, maka saya tunggu saja sambil menunggu, wah, indah sekali , langit warnanya, woooow akhirnya langit sudah gelap, kami pun harus turun, dan mencari restoran untuk makan malam.    

Hartono Hasian

Hartono Hasian

(sumba) (14) : air terjun lapopu : Bersama bocil dan bidadari 7-11 september 2018 ke sebuah surga kecil di Nusa Tengara Timur

sehabis dari kampung adat prai ijing, kami segera meluncur ke lokasi air terjun lapopu, perjalanan ke lokasi terasa lancar, saat kami sampai pun belum terlalu ramai di lokasi ini ada yang jual kopi instant, ada yang jual kelapa, ada juga jual makanan kecil, harga kelapa nya Rp.10 ribu / butir, di lokasi ini , kalau ke toilet gratis, ngak usah bayar perjalanan dari lokasi parkir mobil ke lokasi air terjun tidak terlalu sulit, walau tetap saja tidak ramah terhadap orang tua atau orang yang mempunyai keterbatasan, tapi jalan nya relatif tidak menanjak atau menurun dengan tajam dan atau jauh. kami harus melewati satu jembatan yang terbuat dari bambu untuk menyeberang, sebagai orang yang takut ketinggian, tentu tidak terlalu mudah untuk melewati jembatan bambu itu, tapi kalau mau dapat pemandangan, jika tidak lewat jembatan itu, ngak bakal dapat pemandangan ternyata lewat jembatan itu tidak sesusah yang di bayangkan, walau jembatannya goyang goyang, tapi niat mau lihat air terjunnya mengalahkan ke takutan air terjun nya sangat indah, konon tertinggi di NTB, setinggi konon 90 meter, saya tidak mengukur sih, cuma tanya tanya waktu duluan keluar , katanya kalau mau naik ke atas mesti melewati ratusan tangga, tapi lokasi kami kunjungi saja sudah sangat indah biasanya kalau saya ke air terjun di manapun , selalu terasa sejuk dan nyaman, tapi entah kenapa, di air terjun ini, udara terasa pengap dan tidak nyaman, tetapi teman teman yang lain semangat sekali foto foto nya, apa lagi bidadari laut selatan si jupe , gaya terus foto terus, bidadari miss universe juga demikian, dan yang lain lain sangat menikmati sebelum mereka selesai , saya sudah jalan sendiri keluar dari lokasi air terjun, karena ngak tahan dengan rasa udara yang tidak bersahabat bagi saya hari itu, jalan kembali harus melewati jembatan bambu yang tadi di lewati saat berangkat, tetapi harus menunggu yang jalan ke arah air terjun lewat semua terlebih dahulu baru bisa kita pakai, jadi saya menunggu hampir 15 menit disana, seperti saat berangkat, saat balik , jembatan tersebut juga goyang goyang. selama di dalam air terjun, teman teman bidadari yang baik hati , menggunakan hp dan kamera mereka untuk foto saya, bagus bagus foto foto nya. sampai segitu jauh, grup ini sangat kompak, pemimpinnya bidadari juga sangat baik dan tegas, kelihatan dia sudah sangat memahami sifat sifat anggota dia yang ikut tour ini, sehingga setiap ada sedikit masalah, dia bisa langsung selesaikan. akhirnya saya sampai di depan lagi , yang pertama di tuju adalah yang jual kelapa, kelapa nya enak enak, saya langsung minum 2 kelapa, tanpa ada sedotan, jadi minum gitu saja dari lobang kelapa, sungguh nikmat akhirnya tiba saat nya peserta keluar, kami makan siang disini , setelah makan siang, saya keliling keliling melihat sekitar, ternyata para supir sedang main kartu , wah, ternyata mereka membuang waktu dengan main kartu. disini saya tidak melihat ada anak kecil yang meminta minta, tapi ada lihat anak kecil jual kelapa, jago amat anak kecil itu potong kelapa, sayang sekali , lupa foto setelah semua sudah beres, tiba saat nya untuk ke tempat wisata lain, ternyata mobil sudah padat sekali, dengan jalan yang sempit, apalagi kiri kanan jalan dijadikan tempat parkir mobil, sehingga kami kesulitan untuk keluar dari daerah parkir, tetapi berkat supir supir lain yang belum mau pulang mengatur lalu lintas, sehingga kami keluar dari daerah tersebut untuk melanjutkan wisata ke tempat lain nya ada satu hal yang sejak pertama wisata dengan grup ini adalah masing masing tidak egois untuk foto dirinya saja, tetapi selalu foto teman yang lain, sehingga saya ke cipratan juga, jadi banyak foto yang bagus bagus, salut, masih banyak cerita kebaikan teman teman di grup ini, terutama bidadarinya, jangan sampai ikutin terus sampai selesai  

Hartono Hasian

Hartono Hasian

 

(sumba) (13) : kampung adat prai ijing : Bersama bocil dan bidadari 7-11 september 2018 ke sebuah surga kecil di Nusa Tengara Timur

hari kedua kami masih nginap di hotel yang sama, yaitu hotel sinar tambolaka, pagi pagi bangun, kami cowok berdua sarapan pagi duluan, yang lain masih belum turun, karena sarapan pertama, jadi semua makanan masih utuh, belum ada yang ambil, tapi ada ngak enaknya juga sarapan pertama, minuman cuma ada air mineral gelas, yang sirup dan yang lain belum tersedia, heheheh habis makan, kami berdua ke hotel bagian belakang dan foto foto disana, silakan lihat cerita pertama dalam seri ini, keren pemandangannya setelah makan, kami check out dari hotel, dan tak lupa membawa makan siang yang termasuk dalam biaya tour ini, yaitu nasi kotak, betul , nasi kotak, karena di tempat wisata, jarang ada makanan, malah boleh di katakan tidak ada , hanya beberapa yang ada. tujuan pertama kami dihari ketiga ini adalah kampung adat prai ijing , tapi sebelum berangkat, muat dulu bagasi di mobil, karena 3 mobil, muat kopernya di gabung gabung, tidak bisa ikut mobil pemilik, penumpang tetap sama seperti sebelumnya, 1 gank yang sekantor, 1 gank di elf, dan kami tetap bertiga dengan raja dan ratu universe selama di sumba. kampung adat prai ijing tidak terlalu beda jauh dengan kampung adat ratenggaro (lihat cerita ke 10), sesampai di kampung ini , pertama sekali adalah melihat kuburan batu, sebagaimana ada di kampung adat ratenggaro, cuma kampung adat prai ijing ini lebih luas dan berbukit , sehingga kita bisa foto dari atas ke kampung ini seperti biasa, di sini kami hanya berfoto foto, alangkah indahnya pemandangan disini, disediakan satu tempat di atas bukit untuk foto ke bawah, kami beberapa orang masuk pertama kali, dan foto foto sedikit di bawah, setelah itu kami naik ke atas untuk foto di tempat yang di sediakan untuk foto, (tour guide kami ngak tahu kemana, lagi lagi menghilang), setelah kami hampir selesai foto, tour guide baru muncul, akhirnya kami foto foto lagi . saat yang lain masih foto foto, saya sudah turun lebih dahulu dengan satu orang teman, ternyata di bawah ada tempat untuk menarik bea, disini management lebih bagus dibanding yang sebelum belum nya, karena tempat buat bayar bea jelas, walau masih tetap ada anak anak kecil yang ikut meminta, tetapi sudah tidak sehebat hari hari sebelumnya. mungkin karena dianggap lebih senior (jika tidak mau di katakan sudah sepuh), saya ditawarkan kursi untuk duduk, heheheheheh, nah , disaat duduk ini saya mendapatkan informasi informasi yang cukup menarik ternyata david beckham baru mengunjungi pulau sumba bulan agustus 2018, dan konon katanya david beckham sempat mengunjungi desa adat ini, mereka merasa bangga david beckham , sebagai pemain bola top dunia bisa berkunjung di desa adat ini, cuma konon saat itu mereka tidak berada di lokasi, sehingga tidak bisa foto foto konon menurut cerita lagi, david beckham nginap di hotel nihiwatu yang berharga paling murah sepuluh jutaan sampai paling mahal dua ratus jutaan per malam, mau coba ? sayang sekali waktu kami ke sumba ini, di jadwal awal, kami ada berkunjung kesini, tetapi jadwal selanjutnya ternyata ke sini dihapus dari jadwal, tetapi ya, sudah lah, nikmati saja kembali ke topik, menurut cerita lagi , rumah kampung adat ini pernah terbakar tahun 2000,  setelah kebakaran, saat ini rumah di desa adat ini hanya sebanyak 30 an rumah , waktu kebakaran, menghangguskan sekitar 20 rumah, listrik sudah masuk ke kampung adat ini, sehingga malam hari sudah terang, tetapi masih belum ada televisi, sehingga orang kampung ini agak tidak mengikuti perkembangan berita berita, kedatangan david beckham pun baru di ketahui berita dari mulut ke mulut oleh penduduk yang beraktivitas ke luar dari kampung adat ini. kenapa setelah kebakaran, tidak dibangun kembali, tidak mudah untuk membangun rumah adat , karena di butuhkan biaya ratusan juta, selain biaya bahan baku dan tenaga untuk membangun, biaya upacara adat juga sangat mahal, karena untuk upacara adat, harus menyediakan puluhan hewan sebagai seserahan untuk di sembelih yang akan di gunakan untuk perjamuan, sedangkan harga perekor hewan bisa mencapai puluhan juta rupiah. sekedar tambahan informasi, jika dalam perjalanan, ada hewan ternak lewat terutama babi, maka supir kami akan langsung melambatkan kendaraannya, dan supir kami super hati hati terhadap hewan ternak terutama babi, tadinya saya kira alasan agama yang di anut oleh beliau, ternyata saya mendapat informasi, bahwa menabrak babi bisa mengakibatkan ganti rugi mencapai puluhan juga, sehingga harus super hati hati di pulau sumba ini. saat di kampung adat ini, saya melihat 2 bentuk rumah, yaitu satu yang atapnya tinggi, dan satu lagi yang atapnya rendah, di jelaskan bahwa yang atap tinggi di namakan rumah menara atau Uma Mbatangu sedangkan yang atap rendah yaitu ruah besar atau Uma Bokulu.  Rumah yang bermenara (uma mbatangu) ini dimiliki oleh setiap persekutuan kerabat (kabihu) yang dihuni oleh keluarga secara turun temurun. Menara diyakini sebagai tempat Marapu ( nenek moyang atau leluhur yang didewakan). Di menara itu pula mereka menyimpan benda pusaka milik keluarga, seperti mas-mas yang telah dikuduskan untuk Marapu . Tempat itu adalah tempat muharam, yang hanya dapat dimasuki oleh para ‘ratu’ (imam) pada waktu upacara-upacara yang penting. dalam rumah, ada aturan nya, yaitu bagian bawah rumah digunakan untuk ternak atau roh jahat,  sehingga tidak heran, saya melihat peliharaan peliharaan adanya di bawah rumah (tapi tidak melihat roh jahat, karena saya di kelilingi bidadari yang baik baik) , saya tidak bisa membayangkan bau nya, karena bagian tengah diatas bagian bawah itu di huni oleh penghuni, jadi penghuni beraktifitas dan tidur tetap di atas ternak, cuma menurut yang kasih informasi, mereka sudah biasa, sedangkan bagian atas digunakan untuk menyimpan makanan dan benda benda pusaka.  untuk masuk rumah pun ada aturannya, setiap rumah ada 2 pintu yang berbeda, satu untuk lelaki, satu lagi untuk perempuan yang terbuat dari tiang berukir, sehingga kalau mau masuk rumah, kepala rumah tangga dan ibu masuk tidak lewat pintu yang sama, tapi berlainan.  selain informasi soal bagian rumah dan pintu yang tidak boleh sembarangan, ruangan di dalam rumah pun dibedakan berdasarkan empat tiang penyangga menara, ada tiang perempuan dan ada tiang lelaki, yang tiang perempuan dekat dengan aktifitas perempuan, sedangkan yang tiang lelaki adalah yang dekat dengan ruang ayah tidur dan ruang tamu, serta tempat ayah dan pria lainnya berdiskusi. salah satu khas di bagian depan rumah adat yaitu  digantung tulang babi atau tanduk kerbau untuk menunjukan bahwa si pemilik rumah telah memotong hewan ternak sebagai penanda kedudukan status sosial di masyarakat. gapura atau tugu yang ada di pulau sumba, umumnya menggunakan patung kuda, jadi jika anda melewati perbatasan, umumnya ada tugu patung kepala kuda. dari pembicaraan, ternyata salah satu petugas disana adalah guru sekolah menengah, pantas, bicaranya beda dengan yang lain, cukup sopan dan teratur. akhirnya kami harus meninggalkan lokasi ini untuk ke lokasi yang lain, sebelum meninggalkan lokasi ini, saya sempat mengusulkan untuk di buka warung jual makanan dan minuman, paling tidak buat tambah tambah kas desa, ehhehhe, sok kepo ya ...........  

Hartono Hasian

Hartono Hasian

 

(sumba) (12) : restoran Sumba hijau : Bersama bocil dan bidadari 7-11 september 2018 ke sebuah surga kecil di Nusa Tengara Timur

perut sudah keroncongan, bingung mau makan di mana, karena di sumba apalagi di sebelah barat / barat daya, susah sekali mencari restoran yang lumayan akhirnya atas saran dari supir kami, katanya ada restoran seafood alam hijau di dekat bandara tambolaka , karena tidak ada pilihan lain, kami bertiga di mobil itu ya kan saja, akhirnya kami ke arah yang di kasih tahu ternyata pas kami sampai disana, nama restorannya sumba hijau, bukan alam hijau, kata supirnya dulu bernama alam hijau, baru ganti nama jadi sumba hijau pas kami sampai, sudah ada 2 meja yang ada tamunya, kami terbagi dalam 4 kelompok (termasuk kelompok tour guide dan supir), , yang punya orang medan, jadi nya cap cup cap cup lah, terus orang medannya bilang sama saya, katanya grup supir suruh masukin bonnya ke meja yang ada berjilbab yang duduk di sebelahnya, saya kaget juga, karena setahu saya, supir dan tour guide sudah termasuk harga tour, mentang mentang makan malam sebelumnya dibayarin, kali ini langsung tembak , saya langsung ke meja supir tanyain, mereka bilang tidak bilang demikian, ya, sudah tahu tahu pas bayar, bonnya malah masuk ke bon kami, heheheheh, ya, sudah lah, dari pada sudah happy happy, jadi ngak happy restoran ini cukup besar, tempat parkir cukup luas, ada karaoke lagi, tapi karena kami juga sudah capek, jadi ngak karaoke lama lama disini, cuma si bocil dan kakak angkatnya si bidadari tompel sempat bernyanyi sebentar makanan ikan di lidah saya rasanya tidak segar, saya heran, di sumba khan pulau, harusnya ikannya segar ya, tapi ini kok tidak segar, aneh seperti biasa, kami bertiga sampai langsung pesan makanan ,sehingga makanan kami datang duluan, dan kami selesai duluan,yang lain pesan belakangan masih makan, kami sudah selesai, sehingga saya chit chat sama nko medannya, ternyata dia sudah hampir 10 tahun di pulau sumba, lumayan lama juga ya oh ya, alamat restoran ini lihat di foto ya, pokoknya dekat bandara tambolaka lah, hehehee

Hartono Hasian

Hartono Hasian

 

(sumba) (11) : bukit lendongara : Bersama bocil dan bidadari 7-11 september 2018 ke sebuah surga kecil di Nusa Tengara Timur

akhirnya supir kami kontak kontakan dengan tour guide di mobil yang lain, sekedar mengingatkan, kami jalan jalan kali ini dengan 2 innova dan 1 elf akhirnya kami berangkat dengan tujuan ke bukit lendongara untuk mengejar sunset disana, tapi di perjalanan, kami terhambat sedikit dengan adanya pohon tumbang, untung pohon nya sudah di pinggirkan, dan saat kami mau lewat sudah tidak menghalangi jalan, sehingga kami bisa melewatinya perjalanan tidak bisa bareng terus, karena dalam perjalanan , ada mobil yang melihat pemandangan indah, berhenti dulu untuk foto, ada supir yang bawa gaya koboi dengan kecepatan full, ada yang tidak bisa cepat, tetapi tetap saat sampai , tidak berbeda jauh akhirnya sampailah kami di bukit lendongara , begitu indahnya bukit ini, dalam pikiran saya, langsung terkenang waktu di inner mongolia, bukit bukitnya juga indah, dan disini juga sangat indah karena matahari belum saatnya terbenam, maka disini semua foto sana foto sini, saya ambil sedikit kesempatan ngobrol ngobrol dengan supir ku dan yang lain, ternyata si bocil itu memang aktor terkenal di negara semenanjung, seperti malaysia, singapura dan brunei, hebat ya, expatriat cin, di negara sendiri kurang di kenal, tapi di negeri seberang terkenal, bocil ini punya keahlian melucu, sejenis lawak gitu lah, mc, stand up comedy, dan jenis jenis reality show, dengar dengar lagi, beliau sudah berkelana di televisi tetangga sudah hampir 15 tahun loh, hebat ya, gue jadi tambah senang bisa seperjalanan dengan dia, oh ya, bagi anda yang ingin panggil untuk show, nomor whatsapp nya bocil adalah +60133352583, hubungi lagi, kapan lagi bisa undang aktor indonesia yang terkenal di luar negeri tentang bocil ini, memang hebat dalam segala situasi selama perjalanan, bikin lucu sampai kami terpingkal pingkal , akting nya dalam berfoto dengan segala situasi bagus sekali, orangnya supel sekali dengan siapa saja, tidak sombong dan ramah akhirnya kami selain foto di lokasi ini, kami juga rekam pakai drone, karena sewaktu daftar untuk ikut tour ini, katanya ada drone, jadi benaran ada drone, happy happy semua dengan pemandangan padang rumput di musim kemarau, ada yang kehijau hijauan karena masih ada rumputnya, ada yang ke abu abuan karena sudah kering, ada lagi pohon yang sudah mengering, sungguh indah, jauh lebih indah daripada di foto makin sore, matahari makin turun, pemandangan sunsetnya memang sangat indah disini, matahari semakin turun di balik bukit, maka smartphone ku yang baru beli beberapa hari oppo f9 , jepret sana jepret sini, ternyata dapat beberapa yang bagus eh, supirku ternyata minta fotonya, ya, sudah, kasih saja, eh, ternyata dia pamer ke tour guide itu foto dia, pas saya lagi tunjukin ke bidadari karangan karena sering mengarang cerita yang sangat nyaman di baca,  tour guide langsung bilang, "saya tahu, saya tahu ini foto dari siapa", saya kaget, katanya dari supirku, saya bilang ini foto ku kok, di panggillah supir ku, supirku masih bilang itu foto dia, foto mah ngak bisa di bohongi, orang fotonya pakai oppo f9 , kok ngaku foto dari samsung, hehehehe, itulah, kadang ada beberapa teman foto nya yang bagus suka di kasih keterangan di tengah foto, saya maklum sih, hak cipta, apalagi yang profesional jika anda kesini, hati hati, banyak sekali tai binatang seperti kuda, sapi , jadi kalau jalan juga harus hati hati, kalau saat ini musim kemarau, gampang sekali kelihatan , sehingga tidak ada yang ke injak, tetapi jika kalian datang di musim hujan, hati hati, karena banyak dibalik rumput yang hijau selain bisa melihat matahari terbenam, bukit lendongara ini juga merupakan tempat favorit untuk melihat sunrise/ matahari terbit, silakan kalian pilih, mana yang kalian suka. setelah matahari terbenam, perut sudah lapar, kami harus mencari makan , malam ini, kami menuju restoran yang sama, walau tidak duduk di meja yang sama, karena tidak ada meja yang bisa muat kami 20 orang lebih.

Hartono Hasian

Hartono Hasian

 

(sumba) (10) : informasi duit, duit dan duit serta cerita tentang kampung adat ratenggaro : Bersama bocil dan bidadari 7-11 september 2018 ke sebuah surga kecil di Nusa Tengara Timur

Meninggalkan pantai bawana dengan dengar cerita kurang menyenangkan , ternyata ada hal hal yang tidak saya sadari sejak di mulainya perjalanan wisata ini, dan tidak ada signal atau pemberitahuan dari tour guide yang mengantar, untuk yang akan berkunjung ke sumba, moga informasi ini bisa di pelajari sebelum kita lanjut ke lokasi wisata selanjutnya pura pura ngawal atau bantu temani , ujung ujung nya minta duit Rp.20 ribu, bantu kita naik turun atau ke tempat foto, ujung ujungnya minta uang Rp.100 ribu, ada yang tidak sengaja , hampir jatuh terus ketahan mereka atau kesenggol, mintanya Rp.50 ribu, belum lagi toilet seharga Rp.10 ribu sekali pakai dan kelapa Rp.10 ribu / butir untung saya ditemani matheus terus, dia setia banget temani saya, mungkin kira saya banyak duit, di tanjung saya cuma kasih Rp.5.000,- untuk bantu foto foto, dan waktu di pantai bawana , saya kasih Rp.10 ribu untuk bantu saya pegang rangsel dari pertengahan di bawah (tidak sampai bawah) ke atas, kenapa saya tidak sampai bawah, karena jalan terjal, saya tidak mau ambil resiko ada kejadian , saya disuruh foto sama bapak bapak disana , katanya buat kenang kenangan, untung saya tidak di minta uang, setelah konfirmasi ke supir saya (sekali lagi bukan dari tour guide), bahwa di pulau sumba, memang makin ke barat , makin tidak tertib, nanti makin ke timur akan makin tertib, benar kah ? tunggu cerita selanjutnya ok, kita lanjut perjalanan ke kampung adat ratenggaro, sesampainya di lokasi , saya buru buru cari toilet, karena tadi di daerah pantai bawana saya tidak rela keluarkan Rp.10 ribu untuk ke toilet, ternyata disini sama juga, harus bayar Rp.10 ribu, ya, apa boleh buat, tai kambing bulat bulat, dimakan jadi obat, disimpan jadi jimat, biar jadi jimat, kalau tempel di pantat, tetap saja menimbulakan bau tak sehat. terpaksa lah saya keluarkan Rp.10 ribu untuk membayar saat sampai didesa adat tersebut, pertama sekali kita lihat adalah kuburan batu, bagi yang tidak tahu, bisa jadi duduk saja di kuburan tersebut, sebenarnya sebelum sampai ke desa adat ini, di sepanjang jalan di pulau sumba ini, kami sudah melihat di depan rumah sepanjang jalan , terdapat kuburan batu, cuma jumlahnya hanya beberapa, tidak seperti di desa adat ini, jumlahnya banyak sekali. rumah adat ini bentuknya agak aneh, atap nya tinggi sekali dan terbuat dari jerami, dan rumahnya rapat rapat, saya tidak bisa membayangkan jika terjadi kebakaran disalah satu rumah, maka akan cepat sekali menyebar ke rumah lain (jadi teringat rumah di kampungku tahun 70 an atau 80 an), moga moga jangan sampai terjadi hampir semua rumah adat ini, di lantai paling bawah adalah tempat pemeliharaan babi, penghuninya adalah di atas kandang babi (saya tidak bisa membayangkan baunya) ,  tapi seperti sifat bau, jika kita sudah terbiasa dengan sejenis bau, maka kita tidak akan merasa bau lagi terhadapnya. kampung adat ini juga berada di pinggir laut, jadi kita bisa main main di pantainya karena merasa kurang menarik, dan kendaraan supir kami harus pergi tambah ban yang tadi kempes di tanjung mareha, takut kalau kempes lagi, repot, ngak ada ban cadangan lagi, belum lagi kalau ngak ketemu kunci pas untuk buka baut velg racingnya beruntung di mobil kami hanya bertiga, selain saya, ada bidadari miss universe dan pangeran paling ganteng di tour ini, untung mereka langsung sepakat , tidak lama lama di desa adat ini, dan kami berangkat ke bengkel dulu untuk tambal ban, dengan meninggalkan teman teman yang lain. sampai di bengkel, ternyata ban tidak bisa di tambal, karena bukan bocor kecil, tapi robek, mungkin karena batu nya yang tajam, sehingga robek bannya, tapi di coba untuk di akali sambil menunggu, kami beli makanan kecil dan minuman ringan, makan di rumah sebelah bengkel, sambil menunggu yang lain dari kampung adat  

Hartono Hasian

Hartono Hasian

 

(sumba) (9) : Pantai Bawana : Bersama bocil dan bidadari 7-11 september 2018 ke sebuah surga kecil di Nusa Tengara Timur

dari tanjung mareha kami akan menuju ke pantai bawana, tapi tidak semulus itu kami bisa ke pantai bawana. ceritanya waktu kami ke watu malando, saat menuju ke tanjung mareha, mobil yang saya pakai, ternyata mengilas satu batu, batunya cukup tajam, tapi ban tidak langsung kempes, saat sampai tanjung mareha baru ketahuan ban kempes, ban kempes tinggal ganti ban serep khan langsung beres, ternyata tidak semudah itu, mobil boleh innova, tapi velgnya sudah diganti velg racing yang bautnya bukan ukuran biasa , dan paling seru adalah kunci untuk buka baut velg racing nya tidak terbawa. akhirnya supir supir yang ada disana, di pinjam kunci buat buka baut , coba coba kalau ada yang cocok, kempesnya saat sampai, tetapi setelah kami foto foto, nikmati pemandangan dan udara, makan siang, sampai bercanda bercanda, ternyata masih belum didapat kunci untuk buka baut velg akhirnya keberuntungan datang, salah satu mobil yang datang, punya kunci yang bisa pas untuk membuka velg mobil innova kami, akhirnya selamatlah, dan ban nya berhasil diganti ban serep akhirnya selamat lah kami sampai ke daerah pantai bawana, lagi lagi ketemu yang namanya matheus, wah, nekad benar ini anak, gara gara dikasih duit, ikutin rombongan kami terus, dan mereka lagi lagi lewat jalan pintas, sehingga sampai duluan untuk ke pantai bawana ,kami perlu turun lewat jalan yang sangat terjal, sebagian teman teman turun, ada yang tidak turun, saya termasuk yang tidak mau turun, tetapi di rayu terus sama yang namanya matheus, dikasih tahu jalannya gampang, di tunjukin satu bapak bapak yang umurnya mungkin jauh diatas saya, katanya bapak itu bolak balik atas bawah, akhirnya saya turun juga. tetapi saya cuma sampai separuh jalan, sudah tidak berani turun lagi, karena feeling saya, nanti naiknya pasti lebih susah, ternyata tebakan saya benar, saat teman teman naik ke atas, ada yang ampun ampunan, ada yang bilang saat naik tidak berani lihat kebelakang lagi, ngeri itulah kelemahan bila tempat wisata tidak di kelola dengan baik, coba kalau di buat tangga, khan lebih memudahkan wisatawan karena saya tidak turun lagi, saya di suruh foto sama bapak yang tadi di contohin, katanya buat kenang kenangan, hehehe, ngeledek kali di pantai bawana ada karang bolong yang tadi bisa di lihat dari tanjung mareha, tapi tentunya sekarang kebalik,dari bawah lihat ke atas setelah dari bawah, tentunya sebagian akan mencari toilet untuk buang air kecil, ternyata ke toilet harganya Rp.10 ribu rupiah, ya, Rp.10 ribu rupiah, padahal wcnya sangat biasa, bukan tembok, tapi memang ke wc di barat daya sini, mahal, alasan karena air mahal. sampai segitu jauh, hampir semua tempat kami makan kelapa, kelapanya beda dengan di jakarta, enak banget, rasanya manis, kayak minuman ringan bersoda, agak gigit di lidah, pokoknya bedalah , dan sebutir adalah Rp.10 ribu, di semua tempat sama akhirnya kami pun harus meninggalkan tempat ini untuk menuju ke lokasi berikut nya
 

(sumba) (8) : Tanjung Mareha : Bersama bocil dan bidadari 7-11 september 2018 ke sebuah surga kecil di Nusa Tengara Timur

setelah dari watu maladong, matahari sudah makin bergeser mendekati atas kepala, udara sudah makin siang, maka kami segera meluncur ke lokasi selanjutnya, yaitu tanjung mareha sampai tanjung mareha, saya melihat ada satu bujang yang mengikuti kami terus, bingung, kayak pernah lihat, maklum, saya merupakan orang yang super cuek, makanya suka bingung ketemu orang, pas lagi bingung, ternyata ada yang bilang, anak anak itu yang tadi di watu maladong juga, oalah, cepat banget mereka sampai di tanjung mareha ini, berarti ada jalan yang lebih cepat atau jalan pintas ke lokasi ini, rasa penasaran membawa saya menanyakan ke anak yang memakai baju bola bernama matheus, ternyata memang benar, mereka pakai motor lewat jalan pintas, kalau mobil tidak bisa lewat, dan ternyata anak ini memang nama matheus.   dari omongan dengan matheus, ternyata memang sebagian anak anak itu tidak sekolah, dan matheus sudah kelas 10, dan uang sekolah sebulan Rp.850 ribu, mahal juga ya di daerah akhirnya saya kasih kerjaan ke matheus untuk foto foto saya, dari pada tunggu tour guide yang lagi sibuk sendiri ke ujung untuk foto foto, seperti biasa, sampai satu lokasi dia akan buru buru foto sana foto sini jalan dengan cepat sekali,tapi kali ini saya tidak ikut dia, karena dia ke ujung tebing yang saya tidak berani kesana, maklum, takut ketinggian,heheh dari tanjung mareha ini, jika anda menghadap ke depan, maka anda akan melihat sebuah samudra yang begitu luas, menurut matheus, jika malam hari, dan cuaca bagus , bisa melihat australia berupa lampu lampu, entah benar atau tidak, tapi bisa jadi masuk akal juga, karena tanjung mareha ini menghadap ke lautan internasional. saat anda menghadap ke samudra, jika anda melihat ke sebelah kiri, anda akan melihat watu maladong di ujung yang baru dikunjungi sebelumnya dengan karang karang yang besar dan pasir yang sangat indah ditambah ombak yang besar jika anda melihat ke kanan, anda akan melihat sebuah pantai yang berkelak kelok dengan pasir yang begitu indah nya, selain itu anda akan melihat sebuah karang bolong dipantainya, itulah  pantai bawanna atau bhawana yang akan kami kunjungi pada destinasi berikutnya. memang pulau sumba pantas di sebut sebagai surga kecil , pemandangan disini juga sangat indah dengan udara yang segar, membuat kami ingin lama lama disini karena hari sudah siang, maka kami makan siang disini berupa nasi kotak yang kami bawa dari hotel tadi pagi, makanan masih tetap enak walau sudah dibungkus dari pagi, semua makan dengan lahapnya, mungkin karena sudah lapar setelah makan, kami lanjut foto foto , sebagian peserta bercanda canda, sebagian lagi duduk serius, tapi semua senang berada disini di lokasi ini saya mendapat informasi informasi dari anak yang bernama matheus, bukan dari tour guide, karena matheus sudah kasih informasi dan bantu foto foto, jadinya ya, dari dompet mesti keluar selembar yang bernilai untuk diberikan ke matheus, hehehe
 

(sumba) (7) : Watu Malando/watu maladong : Bersama bocil dan bidadari 7-11 september 2018 ke sebuah surga kecil di Nusa Tengara Timur

setelah tidur semalaman, pagi pagi sudah bangun, disaat para bidadari masih bersolek, kami cowok berdua sudah turun untuk makan di restoran, ternyata di restoran hotel untuk sarapan belum ada orang, tapi katanya sudah boleh makan, ya, kami langsung makan lah. makanan cukup sederhana, tapi tetap nikmat , karena soal makanan , saya tipikal orang yang ngak rewel, jadi kalau butuh teman untuk makan bareng, boleh ajak saya, hehehe. waktu para bidadari sudah turun dari kamar untuk makan, kami sudah selesai makan,akhirnya kami manfaatkan waktu untuk ke roft top , lihat lihat pemandangan dari atas, ternyata view lumayan bagus, semalam waktu minum moke disini, malam hari kurang bagus, tapi kalau pagi pagi , bagus pemandangannya   setelah semua selesai makan, akhirnya kami siap berangkat dengan nasi kotak dari restoran, nah loh, kok ada nasi kotak. nasi kotak itu  adalah bekal buat makan siang kami, karena pulau sumba masih belum maju, apalagi di sumba barat atau barat daya, maka jangan harap penjual makanan di tempat wisata seperti di jawa, jadi bawalah nasi kotak dari restoran tujuan hari ini adalah Watu Malando/watu maladong, karena lokasi wisata ini juga terdapat di kabupaten sumba barat daya, maka perjalanan tidak terlalu jauh. sesampai di lokasi, langsung ada petugas sana naik motor dan membawa buku tulis menagih bea, seperti biasa di catat di buku jika sudah membayar, karena pada saat kami akan keluar, terjadi tarik urat sedikit, karena petugas tersebut akan menagih mobil yang lain, padahal mobil tiga tiganya sudah bayar, ternyata petugas tersebut mempunyai keterbatasan dalam mendengar dan bicara, makanya, saya heran, kok supir saya yang orang sumba, komunikasi dengan dia, ternyata agak sulit juga seperti biasa, terdapat anak anak kampung yang mengikuti kita, tapi ada beberapa anak kampung ini sudah remaja, sehingga ada beberapa teman minta bantuan mereka untuk foto fotoin, terus kasih tip lah, ada yang kasih Rp.20 ribu, ada yang Rp.10 ribu, kalau ngak salah, bidadari kamera kita kasih Rp.20 ribu, karena sempat titip hp  dan tas, terus dia ke dalam karang, nekad benar, untung anaknya jujur, tidak dibawa kabur. seperti hari pertama, pada hari ini , kebodohan saya terjadi lagi, saya secara refleks ikut tour guide buru buru jalan ke arah karang yang arahnya ke sebelah kiri, sedangkan teman teman yang lain foto foto dulu di sebelah kanan, bersyukurlah , tidak lama kemudian, teman teman sudah berkumpul, sehingga jepret sana jepret sini, pemandangan memang wah, air nya juga bersih, pasir nya lembut angin sepoi sepoi di udara yang panas. Keunikan pantai ini adalah menawarkan keindahan alam berupa batu batu karang yang besar, dimana salah satunya menyerupai rumah adat sumba dengan empat tiang penyangga dan memiliki celah dibawahnya. selain itu, pasir di pantai ini terasa lembut, sehingga jika anda berjalan dengan telanjang kaki, maka akan terasa lembut di kaki tanpa takut kaki cidera kadang pengunjung disini menunggu dan menikmati matahari terbenam, tapi karena kami datang pagi, kami tidak menunggu matahari terbenam kalau ke pulau sumba, ini salah satu lokasi yang tidak boleh terlewatkan, laut laut di pulau sumba memang sungguh indahnya, dengan langit yang biru, air laut yang jernih ditambah udara yang segar membuat wisata disini terasa membahagiakan.
 

(sumba) (5) Pantai Mandorak : Bersama bocil dan bidadari 7-11 september 2018 ke sebuah surga kecil di Nusa Tengara Timur

tidak berlama lama di perjalanan dari danau waikuri menuju ke pantai mandorak, perjalanan tidak terlalu jauh,  hanya sekitar 2-3 km , kami segera sampai di pantai, saat kami akan masuk ke lokasi pantai, kami sudah di sapa oleh anak anak sana, kelihatan supir kami (“mobil VIP) lumayan dekat dengan anak anak itu, mereka bicara dalam bahasa daerah, terlihat bahwa anak anak itu bicara dengan akrab dan segan dengan supir kami, penasaran dan kepo pun muncul, saya langsung tanya kesupir kami. ternyata supir kami itu pernah ingin masuk pendidikan kepolisian, sehingga dekat dengan beberapa teman di kepolisian, dia juga pernah bawa rombongan polisi ke lokasi ini, jadi dia dikira polisi juga, pantas , anak anaknya terlihat akrab. tahap kedua , kami langsung di samperin anak anak yang jualan dan minta minta , sama juga dengan lokasi pertama juga kan, jadi kalau kalian kasih uang receh, berapa yang mesti kalian bawa, ini baru lokasi wisata yang kedua, masih banyak di belakang, heheheehhe, maka tidak heran, orang yang pernah ke sumba , selalu sarankan bawa permen. akhirnya kami sampai di pinggir pantai, pertama sekali , kami adalah melihat perahu di atas pasir, sungguh indah, saya tinggal jepret jepret dulu, saya ikuti saja jalan tour guide kami, dia jalan cepat, saya ikut saja .ternyata itu adalah posisi aman untuk menyandarkan kapal mereka dari gelombang air pasang, jika mereka pulang dari melaut menangkap ikan seharian, mereka biasa bekerja sama menarik perahu mereka untuk disandarkan di posisi itu, dan posisi itu cukup aman. saya cuma foto sedikit disini, dan buru buru ikut tour guide ke bagian atas, dan, ternyata keputusan saya salah, keputusan buru buru ikut tour guide adalah kebiasaan kalau saya ikut tour , supaya tidak ketinggalan informasi, tetapi tidak seharusnya kali ini saya juga demikian, karena tour guide kami ini tidak ada kasih informasi apa apa, jadi cuma sampai, foto, naik mobil, turun mobil, makan, hehhehehehe kenapa keputusan ku salah, karena rombongan lain ternyata dibawah foto foto dengan nikmatnya, saya yang sudah diatas jujur, agak iri, tapi mau turun lagi juga malas, karena jujur, saya agak agak takut ketinggian, hehehehhehe di atas ini, lantainya adalah karang karang yang cukup tajam, jadi kalau mau kesini, pakailah sandal yang agak kuat dan tebal dikit lah, tidak bisa telanjang kaki, tapi lumayan juga ya, kalau buat refleksi kaki, heheheheh, paling berdarah akhirnya ada teman saya datang si bidadari karangan di temani bidadari takut naik pesawat (ini baru saya tahu, saat pulang dari sumba ke denpasar, kebetulan duduk disebelah saya, heheheh),  mungkin karena bidadari biasa bisa terbang sendiri, jadi kalau di terbangkan , jadi takut, fotolah kami bertiga dengan berbagai pose, lumayan, ada teman fotoin, tour guide nya lagi sibuk sendiri foto sana foto sini, seperti biasa, tiap ke lokasi baru, dia selalu sibuk foto sana foto sini dulu, sebelum foto kami secara jujur, saya bisa menganggap bahwa pantai mandorak ini sebagai surga tersembunyi, karena letaknya memang tersembunyi dengan ombak yang sangat besar, pantai ini juga terdapat pasir pasir yang masih putih dan berkilauan, ombak besarnya sangat cocok untuk yang suka berselancar. ciri khas pantai mandarok adalah adanya 2 karang yang seperti saling menunjuk, dan pantainya tidak terlalu lebar, sehingga harus hati hati disini jika bermain air, lebih baik jangan berenang disini, karena selain ombak yang besar, juga gelombang pasang sewaktu waktu mendobrak pantai ini, dan akan segera menyedot pengunjung kelaut, sehingga sangat membahayakan akhirnya kami foto foto sambil menunggu sunset , ternyata sunsetnya sangat indah, memang sih, dimana mana sunset indah, tapi angin sepoi sepoi, dengan daerah sini yang hanya ada 1 bangunan besar dengan berdiri diatas karang, memang beda. konon katanya bangunan itu adalah milik orang perancis, dan tanah ini juga milik orang perancis tersebut, “katanya” sih. disini kami foto sana foto sini, masih ingat yang saya cerita di cerita sebelumnya, yang saya kira anak kecil di bandara ? ternyata dengar cerita  , bahwa dia adalah seorang aktor terkenal di malaysia, sering main reality show, atau lawak, atau film film televisi, padahal dia orang Indonesia, pantas, saya lihat dia pose pose untuk difoto sangat alami, ternyata seorang aktor yang biasa di kamera, tapi ya, cuma dengar sepintas, belum percaya penuh, prinsip buktikan dulu sesuatu, baru percaya membuat saya sering terlambat dalam mengambil keputusan. cukup lama kami disini, rasanya malas saya melangkahkan kaki untuk balik, tapi karena lokasi tersembunyi, takut juga habis sunset kalau gelap, bingung melangkah di atas karang, saya penakut juga ya, hehehehehe setelah foto foto, balik lah ke mobil untuk segera pergi cari makan, rasa penasaran atas aktor kita, sehingga membuat saya langsung searching online di mobil pas ada signal , bukan medsos yang dibaca atau berita, tapi cari langsung soal si bocil, hehehehhe        
 

(sumba) (4) Danau Waikuri/ weekuri : Bersama bocil dan bidadari 7-11 september 2018 ke sebuah surga kecil di Nusa Tengara Timur

sehabis makan makanan yang sangat sederhana, kami segera siap siap berangkat, tujuan kami adalah danau waikuri atau danau weekuri (untuk selanjutnya saya sebut danau waikuri), saya masih buta sama sekali tentang danau itu, karena saya sangat yakin dengan pilihan bidadari sulung kami, dia sudah pengalaman jalan jalan ke mana mana, jadi saya yakin pilihan pasti tidak salah, apalagi sebagian yang ikut adalah maniak (maaf, agak bombastis, hehhehe) jalan jalan, mau bukti ? jika anda berteman dengan mereka di medsos, anda akan tahu,  seberapa seringnya mereka jalan jalan terus, saya yang sudah sering di kepo in orang bahwa betapa seringnya saya jalan jalan, secara jujur, saya masih kalah jauh, sehingga kenapa saya tidak baca baca refrensi tentang danau ini dulu sebelum berangkat. perjalanan tidak terlalu jauh untuk menuju danau waikuri, pertama sampai, kami sudah di sambut petugas yang memungut biaya masuk, sepanjang jalan di pulau sumba ini, semua pemungutan iuran adalah bukan pakai tiket, tetapi dicatat disebuah buku, ingat, jika anda sudah bayar untuk biaya apapun, jangan lupa untuk mencatat dibuku, jika anda tidak mau ditagih ke dua atau beberapa kali, dan jika anda bawa beberapa mobil, ingat, pastikan kasih tahu secara jelas mana mobilnya, atau kalian mau di tagih beberapa kali. yang kedua , kami disambut yang jual kain kain khas sumba, yang jualan lumayan banyak, tetapi kami belum tertarik, karena kami harus segera mengejar tour guide yang jalan cepat sekali , meninggalkan beberapa dari kami , kebiasaan tour guide ini adalah jika sampai satu tempat, dia akan dengan cepat jalan di depan, terus jepret sana jepret sini, mungkin buat arsip dia, karena secara daerah, tour guide ini bukan orang sumba, makanya di perjalanan, beberapa kali harus diskusi dengan supir yang asli orang sumba, hehehe lanjut lagi, langsung di sambut anak anak kecil, mereka ternyata meminta duit receh, karena saya baru pertama kali ke pulau sumba, saya tidak tahu bahwa kalau mau ke sumba, bawalah permen permen, nanti untuk di bagi bagi ke anak anak kecil, kami tidak memberikan , karena konsentrasi untuk segera jalan dan foto, lagi pula uang receh juga sedikit sekali. akhirnya kami sampailah di jembatan yang ada di atas danau, wah, saya jadi teringat kalau lagi jalan jalan di negara tiongkok , yang suka ada jembatan jembatan begini, cuma ini dalam versi lebih sederhana dan lebih kecil, tetapi bagus juga untuk foto foto. berbahagialah saya sebagai minoritas disini, cowoknya hanya bertiga, sehingga kesana kemari bisa foto foto dengan para bidadari di jembatan ini, saya jadi membayangkan film mandarin yang pernah saya tonton, saya membayangkan mereka adalah para bidadari yang baru turun dari khayangan, cantik cantik sih, apalagi dijemur matahari cuma, ya, namanya juga cewek, pasti takut panas, makanya, rata rata pakai kaca mata hitam atau topi, atau suka tangan menutupi mukanya, tapi kalau kami berdua lelaki cuek, oh ya, laki satu lagi mana ? laki satu lagi lagi asyik foto foto juga sama yang lain, juga foto foto sama kakaknya waktu foto foto disini, saya sudah merasa salah satu peserta , kakak beradik, sangat menjaga masing masing, sang kakak si bidadari pelindung sangat menjaga adiknya, demikian juga adiknya sangat hormat pada kakaknya, senang melihat nya, sehingga alam yang sangat indah ini dengan udara yang panas, jadi ikut menyejukan hati setelah foto foto di jembatan, kami segera ke arah danau, wah, danaunya jernih sekali, ada sebagian teman ngak tahan, langsung terjun berenang atau berendam di danau itu, danau waikuri airnya asin, beda dengan danau danau yang lain, dan kedalaman danau ini beda beda, sehingga saya bisa melihat orang yang berdiri di danau ini hanya selutut, dan ada juga tempat untuk orang loncat dari menara yang sengaja di buat untuk orang meloncat , itu petanda tempat itu dalam. dilokasi ini, sungguh indah dalam pandangan mata saya, serasa di surga, apalagi ditemani para bidadari yang , sementara ini, masih baik baik, baik hati, dan cepat akrab. kami cukup lama santai dan menikmati alam disini, tetapi ada sebagian teman yang merasa bertanggung jawab atas pekerjaan kantornya, agak gelisah juga, karena signal hp tidak ada yang nyala, maklum, kayaknya rata rata adalah punya jabatan penting di kantornya, hehehhe sekedar informasi, signal hp di hampir semua tempat wisata tidak ada, sedangkan di tempat yang ada signal hp nya , hanya telkomsel yang dapat signal, sedangkan operator lain tidak ada, jadi kalau mau ke pulau sumba, pastikan siapkan kartu telkomsel ya. setelah puas bermain disini, yang berenang sudah ganti pakaian dan keringkan badan, yang duduk duduk juga sudah berdiri, tentunya tidak lupa foto foto disini lagi ya, apalagi pemandangannya indah sekali. setelah beres semua, ada yang mampir dulu ke toilet untuk kenyamanan, saya ngak tahu disini bayar ngak ya, soalnya saya ngak pipis disini, hehehehe, tapi nanti tulisan di tempat lain, akan bikin kalian kaget seperti saya untuk urusan toilet. selain itu, saya juga sempat lihat ada bidadari yang bagi bagi uang kecil ke anak anak disana, ternyata relawan juga ya. bye bye, danau waikuri, eh, eh, belum, ternyata ada salah satu teman mau belanja kain khas sumba, sedangkan yang lain sudah jalan dulu, akhirnya saya temani beliau belanja dulu, pas sampai tempat parkir yang lain sudah kumpul semua. akhirnya kami berangkat ke tujuan selanjutnya untuk melihat sunset perjalanan dari tempat parkir ke danau waikuri sangat bagus, orang tua yang bawa tongkat pun bisa , walau memang harus pelan pelan dan di temani.  
 

(sumba) (6) : makan malam di LG Malole (non halal) : Bersama bocil dan bidadari 7-11 september 2018 ke sebuah surga kecil di Nusa Tengara Timur

sudah capek seharian, matahari sudah terbenam, perut pun sudah keroncongan, saatnya cari makan malam, paket tour kali ini, makan malam adalah biaya sendiri, jadi tidak termasuk dalam biaya tour yang sebesar Rp.2,4 juta untuk 5 hari 4 malam, tanpa termasuk tiket pesawat pp (meeting point di bandara sumba barat daya), tetapi transpor, tiket wisata, hotel , makan pagi dan siang sudah termasuk biaya tour kami makan malam terpisah, karena sebagian mau makan masakan khas sumba, yaitu babi, sedangkan sebagian yang ngak makan babi , makan di tempat lain, yang kenalin restoran ini , supir yang membawa mobil tempat saya berada, dia tidak makan babi, tapi dia mempromosikan babi, untuk yang makan babi , makanlah di restoran LG Malole, sedangkan yang tidak makan babi, ke warung lain bersama supir mobilku. katanya sih, ini restoran babi satu satunya di sumba barat daya, ngak tahu benar atau tidak, rasa makanan di rumah makan ini cocok dengan selera saya, pada saat kami duduk, kami terbagi 2 meja, yaitu meja cewek yang ramai ramai, sedangkan meja cowok hanya berlima , saat cewek cewek masih sibuk mau pesan apa, di meja cowok sudah pesan makanan cepat cepat, maklum, cacing di perut sudah mulai menari nari. saat para cewek selesai pesan, makanan para cowok sudah ludas, kenyangggg, heheheheh, cowok sudah kenyang, cewek baru mau mulai makan, gubrak, cacing perutku lihat mereka makan, langsung menari lagi, lapar lagi, gara gara itu, malamnya waktu minum moke (baca mokei) , saya pesan lagi pisang bakar dan kentang goreng, cacingku ini keterlaluan. makanan di rumah makan ini dengan harga relatif, rasa relatif juga, toiletnya lumayan bersih (saya pakai), hehehehehe, yang jual mengaku dia pemilik satu satunya rumah makan babi di daerah sana, oh ya, katanya daging asap disebut se’i, tapi ada yang bilang se’i itu berarti   babi asap, ngak tahu mana yang betul sehabis makan, belanja dikit di warung dekat rumah makan untuk bekal di kamar tidur, terus langsung balik ke hotel semuanya sampai di hotel, saya dengan supir pergi beli minuman moke (baca mokei), ternyata belinya di perumahan, bukan di toko atau pasar atau warung, isinya juga di botol air mineral, akhirnya kami minum di roft top restoran hotel sambil makan pisang bakar dan kentang goreng, saya cuma minum sedikit, setutup botol air mineral, hehehehe, mau tahu saja rasanya, ternyata memang enak, tapi ngak berani banyak. sehabis makan dan minum, balik kamar, tidur, siap siap besok jalan lagi
 

(sumba) (3) hotel sinar tambolaka dan minuman moke (baca mokei) : Bersama bocil dan bidadari 7-11 september 2018 ke sebuah surga kecil di Nusa Tengara Timur

setelah keluar dari bandara, secara otomatis , masing masing pilih mobil masing masing, ada grup heboh yang mereka rasanya sudah saling kenal sebelumnya, mereka masuk ke mobil elf, ada lagi satu grup yang rasanya biasa satu grup, mereka ke innova, tersisa lah saya sendiri bingung mau yang mana, akhirnya saya naik ke innova satu lagi bersama satu peserta lelaki dan satu peserta wanita elfnya berkesan sangat mewah (yang katanya cuma ada satu di pulau sumba), tetapi tunggu dulu, pas sudah mulai perjalanan , baru diketahui bahwa acnya tidak dingin, sehingga lumayan panas di elf tersebut, tapi ngak tahu benaran ac yang tidak dingin, atau karena terlalu hebohnya peserta di mobil elf ini, sehingga hawa panas lebih panas dari pada yang lain, atau karena ada yang "kulit hitam" dan rambut dicat yang memberi hawa panas, atau karena rombongannya berbadan makmur makmur, sehingga panas lemak memberi hawa yang sangat panas seperti kalau kita goreng lemak, hawanya khan sangat panas, atau semua jadi satu, ntah lah, hehehehe, yang pasti mobil innova yang saya duduki bagai kelas VIP, hanya 3 penumpang dengan ac yang dingin, dan dengan supir yang gaya koboi. setelah melalui perjalanan yang tidak terlalu jauh, sampai lah kami di hotel untuk check in, karena pesertanya  sudah biasa wisata mandiri, maka  saat sampai hotel, semua  langsung ke kamar masing masing tanpa ada yang protes ini itu, apa karena si bidadari kakak sulung yang berwibawa kali ya, jadi ngak ada yang berani protes, takut di pulangkan, hehehe nama hotel ini adalah hotel sinar tambolaka, dengan tarif senilai Rp.250 ribu / non ac atau Rp. 350 ribu ber ac, di hotel ini juga ada kamar khusus yang seharga Rp.750 ribu hotel ini boleh lah untuk menginap, dengan kamar ada yang model hotel bisa, ada yang model pendopo, selain itu ada restoran di hotel ini yang buka 24, jam, diatas restoran ada roft top , tempat nongkrong , kamar hotel bentuk pendopo dan bentuk tembok di lokasi yang berbeda, tapi masih dalam satu kompleks, dipisah oleh jalan setapak yang lumayan jauh saya dan teman satu lagi, bersyukur karena sempat foto di daerah pendopo dan kolam renang nya, dan rasanya foto di kolam renang dan pendopo ini cuma beberapa teman, yang lain  ngak sempat, moga mereka ngak nyesal, hehehe udara dihotel ini juga banyak angin, karena sekitar nya sangat luas, hotel ini juga ada kolam renang yang sangat bagus untuk foto foto, di kolam ini, kami sempat kenalan dengan orang lombok , jadi sedikit topik soal relawan di lombok, dan ketemu salah satu yang orang tuanya ternyata orang sekampungku, tetapi tidak kenal. kebersihan hotel ini juga lumayan, tidak terlalu kotor, dan tidak terlalu bersih, cuma mungkin karena terlalu ramai, air mineral yang merupakan compliment lupa di kasih di hari pertama, pas di komplain pada hari kedua, akhirnya di kasih 4 botol (penganti hari pertama yang tidak di beri) kalau anda mau booking di hotel ini, rasanya kalau go show agak riskan, karena saya lihat hotelnya sangat ramai, kelihatannya paket paket tour umumnya mengambil hotel ini saat ada di barat daya pulau sumba.     siangnya kami makan siang di hotel ini dengan menu seadanya, karena perut sudah sangat lapar, makanan yang di sajikan di hotel ini terasa enak, sambil makan, sebagian teman yang sudah selesai makan, langsung melihat lihat jualan yang ada di depan hotel, seperti kain, gelang dan lain lain, dan akhirnya setelah semua sudah selesai makan, kami lanjut ke tempat wisata selanjutnya kami menginap di hotel ini selama 2 malam, dan selama 2 malam , beberapa dari kami nongkrong di roft top restoran hotel ini sambil minum arak sumba yang bernama moke (baca mokei), saya hanya minum sebanyak tutup botol air mineral, arak ini di beli di salah satu rumah yang saya tidak tahu di mana posisinya, cuma tahunya supir antar kesana, dan supir yang turun membeli, harganya Rp.50 ribu, karena ditanya makanan atau minuman khas di sumba apa, mereka tidak bisa menjawab, akhirnya cari arak khas sumba, dimana setahu saya, di daerah setelah pulau lombok, banyak yang suka minum alkohol, jadi kita beli untuk di coba. hari pertama tidak seru, karena hanya minum, atau mungkin  minum sedikit, tetapi makan cemilan berupa kentang goreng dan pisang bakar yang banyak, minumannya hampir 1 botol air mineral ukuran 600 ml, kami cuma minum dikit, dan diminta oleh teman nongkrong yang sama sama diatas roft top, kami bagi saja. hari kedua yang saya tidak ikut , katanya seru, mereka duduk di satu pendopo di roft top bersama sepasang entah kekasih, atau suami isteri atau TTM atau cuma teman biasa, seperti diceritakan sebelumnya, bahwa teman teman dalam perjalanan ini asyik asyik dan heboh heboh, jadi mungkin karena sangat hebohnya, ada kata kata yang membuat pasangan itu "merasa" omongin mereka, sampai sampai si wanita bilang saya bukan pelakor loh, hehehhehe, seru :), tapi secara keseluruhan, minumannya enak. kesan pertama sampai check in hotel dan makan siang, cukup baik, masih lancar semua
 

(sumba) (2) Denpasar/tambolaka : Bersama bocil dan bidadari 7-11 september 2018 ke sebuah surga kecil di Nusa Tengara Timur

saat di bandara ngurah rai denpasar, saya sempat minum kopi dan istirahat dulu, pas di salah satu counter restoran, salah satu teman minta foto sama pelayan restoran , tetapi kurang di layani, akhirnya alasan nanti akan makan disana, sehingga dibantu fotoin, tahu tahu teman tersebut habis foto, menghilang, teman lain yang merasa ngak enak, akhirnya dengan terpaksa makan dan minum disana, saya ikutan minum dan makan disana juga, akhirnya ngobrol ngobrol bertiga sedangkan sebagian teman, termasuk yang sudah sampai sehari sebelumnya dan nginap di denpasar, mereka makan di nasi pedas bu andika yang dekat bandara, saya tidak bisa meriview restorannya, karena tidak ikut, tapi dengar dengar sih enak akhirnya satu persatu masuk ke tempat tunggu di bandara, di ruang tunggu , tak kalah hebohnya, apalagi seluruh peserta sudah bergabung, ada yang sudah kenal, ada juga yang belum kenal, tapi heboh heboh semua, dan tidak ada yang jaim, tapi peserta kurang 2 orang, ternyata yang 2 orang sudah sampai duluan di pulau sumba, 2 orang itu tidak bisa ikut merasakan kehebohan di bandara ngurah rai, hehehheh ke hebohan peserta akhirnya mesti di akhiri, karena panggilan masuk pesawat sudah dilakukan, tetapi jangan pikir pesta sudah selesai, mau masuk pesawat pun tetap heboh, foto sana , foto sini, bercanda sana bercanda sini, mau umur tua, mau muda , mau gendut mau makmur sama saja semua (ngak ada yagn langsing kayaknya, hehehe) , semua happy, ini awal dari kebahagiaan kami selama perjalanan akhirnya terpaksa masuk ke pesawat, kalau tidak, bisa bisa di tinggal pesawat, grup dari denpasar, cowoknya cuma 2 orang, dan jangan pikir yang cowok  2 jadi banyak kerja ya, ternyata tidak, cewek ceweknya sangat mandiri, maklum, para tukang jalan, sudah terbiasa jalan, dan sering solo travelling malahan , bukan di indonesia saja, tapi keliling dunia, hebat hebat semua, selain mandiri, mereka ternyata penolong juga, nyatanya, yang koordinir tour ini salah satu dari cewek itu loh, mau tahu siapa ? pilih dulu yang mana ya ? yang pasti salah satu dari bidadari.             akhirnya terbanglah pesawat baling baling wings air menuju pulau sumba, sepanjang perjalanan, saya tahu nya cuma tidur, tahu tahu bangun pas ada hentakan karena pesawat mendarat, sampailah kami di bandara tambolaka, sebuah bandara yang ada di kabupaten sumba darat , bandara ini konon adalah peninggalan jepang pada tahun 1945, bandara nya sudah pernah di renovasi, jadi sudah ngak jadul. saat keluar dari pesawat , menuju tempat pengambilan bagasi, ada anak kecil lari lari ke dalam bersama seorang kakak, kirain saya anak mama, terus anak itu akrab banget dengan teman teman yang akan ikut tour, telinga saya sempat mendengar orang orang  bisik bisik Darius, darius, ada yang bilang bukan, terus saya liat lebih jelas, dan berusaha untuk foto foto sama beliau, sambil lihat lihat, darius bukan, tetapi ternyata beda mukanya, pasti bukan darius sepintas lalu, dengar teman panggil nama beliau, oh, ternyata ini toh cowok ketiga yang suka ketik kata kata yang bikin saya ketawa sendiri di grup medsos untuk tour ini, ternyata orangnya memang kocak, supel dan tidak sombong, ternyata beliau memang bukan darius, tapi kocaknya saya lihat lebih alami. para bidadari ada beberapa yang sudah pernah wisata bersama saya atau kontak di medsos, seperti bidadari karangan, bu titi yang sering tulis di facebook nya, enak enak di baca, bidadari yang waras asal sumber waras mbak menik yang biasa wisata bareng sang pangeran setia, tapi tumben kali ini tidak ikut, terus bidadari pantai selatan, hoops, salah ya, soalnya biasa di panggil  jupe yang selalu suka di foto sana sini seperti wisata sebelumnya, bidadari sang sulung, ven ven yang biasa di panggil kakak sulung yang sudah luar biasa mengatur wisata ini, tanpa dia , mungkin wisata ini batal, ada bidadari cool eka wibisono yang kelihatan kalem, tetapi kocak juga, belum lagi upay, onya, dan yang lainnya, total ada 20 orang. nah, yang 2 orang , yang disangka darius dan sang kakak, ternyata mereka juga peserta tour ini, bersyukur lah, lengkap sudah 20 peserta , setelah foto foto untuk waktu yang lumayan lama, mungkin wisata di bandara terus pulang lagi ke jakarta, hehehe, ngak sih, akhirnya kami keluar dari bandara sambil dorong koper masing masing. sampai di luar cari tour guide yang akan menuntun kami selama di sumba, tinggal sebut nama dia, orang yang disana langsung tunjukin orangnya, ternyata kami dibagi menjadi 3 mobil, karena katanya di sumba cuma ada 1 elf yang layak, jadi kami pakai 1 elf dan 2 innova, akhirnya bagilah masing masing , dan kami menuju ke hotel untuk check in hotel. ini baru awal ke kocakan dan kegilaan peserta, sepanjang perjalanan masih banyak sekali yang seru seru.  
 

(sumba) (1) berangkat : Bersama bocil dan bidadari 7-11 september 2018 ke sebuah surga kecil di Nusa Tengara Timur

saat ada teman yang mengajak untuk ke pulau sumba, saya segera menerima nya, soalnya pulau sumba adalah salah satu surga kecil (menurut versi saya) yang sebaiknya di kunjungi, tetapi karena surga kecil ini tidak cocok untuk solo backpacker, jadi tentu sangat membahagiakan atas ajakan ini. sebenarnya saya hampir tidak jadi berangkat, karena ada salah satu teman yang bilang ke saya, dia susah mendapatkan cuti dari kantor dia, tetapi saat sudah dapat cuti, ternyata kuota untuk ke pulau sumba pada rombongan ini sudah penuh, tadinya saya ingin memberikan tempatku kepada beliau, tetapi atas saran dari teman teman di rombongan tersebut,  bahwa saat ini sudah pas, untuk mengatur tempat nginap sudah gampang, jika saya di ganti peserta jenis kelamin wanita, nanti akan susah mengatur tempat tidur, saya sepakat dan setuju dengan pendapat mereka, apalagi harus segera diputuskan, karena tentunya tiket pesawat makin dekat akan makin mahal, akhirnya saya putuskan tetap berangkat hunting tiket pun di mulai, tapi ada ketentuan waktu berangkat naik wings denpasar ke waikabubak, tambolaka, sedangkan pulang naik nam air waingapu  ke denpasar, dengan pertimbangan tidak mau ambil resiko, saya ambil connecting flight dari jakarta-denpasar pakai lion air, dan denpasar ke waikabubak pakai pesawat wings air, sebagian teman ada yang beli tiket tanggal 6 september 2018, menginap semalam di denpasar, tapi saya memilih berangkat subuh dari jakarta,untuk menghemat waktu dan biaya, apalagi hari sebelumnya , saya ada urusan , jadi ngak perlu buru buru, saya benci buru buru. seperti biasa, sebelum hari H, sudah dibuat grup medsos untuk keperluan tour ini, suasana sudah ramai, walau ada sebagaian saya sudah kenal, tapi sebagian lagi belum kenal, akhirnya berusaha untuk mengakrabkan diri di grup medsos tersebut, ternyata di medsos semua asyik asyik , dan berharap pada hari h di dunia nyata, asyik asyik juga, karena pengalaman pengalaman sebelumnya, sering orang asyik di medsos, tetapi di dunia nyata beda sama sekali sampailah sehari sebelum hari H, saya web check in dulu di komputer , seperti biasa, saya suka tempat duduk di lorong, karena dengan badan yang agak (baca baik baik ya, agak, hehehehe) over size, jika di bagian dalam, apalagi di tengah ,tentu sangat menyiksa, akhirnya saya memilih tempat duduk di lorong , dapat bagian depan untuk jakarta denpasar, sedangkan untuk denpasar ke sumba, saya pilih tempat duduk belakang, karena saya tahu untuk pesawat kecil , pintu masuk dan keluar ada nya di belakang, jadi ngak usah jalan jauh jauh di pesawat, hehehe pada hari H, subuh subuh saya sudah berangkat ke bandara, karena jam boarding adalah 04.30, di bandara sempat ketemu beberapa teman yang sama sama berangkat subuh hari, pesawat pun berangkat ontime, akhirnya pesawat mendarat di denpasar tepat waktu. saat sampai di bandara denpasar, saya yang connecting flight langsung ke bagian transit, sedangkan teman teman yang tidak non connecting flight , keluar ambil bagasi tersebut, saya gunakan waktu itu untuk minum kopi sebesar Rp.1 dengan kartu kredit baik bca bagaimana perjalanan selanjutnya ? tunggu edisi lanjutan
 

Pop hotel malioboro hotel yang sangat dekat ke stasiun tugu dan malioboro

pemilihan hotel ini didapat tidak dengan sengaja, sebenarnya saya hanya ingin cari hotel di sekitar stasiun tugu saja, karena saya dapat tugas mengantar sesuatu ke yogyakarta, istilahnya hand carry kalau ngak salah bahasa kerennya, tetapi dapat pembayaran uang saku pertimbangan saya dekat stasiun tugu, karena saya hanya datang, kasih, nginap semalam dan besoknya pulang jakarta lagi waktu searching di web online, didapat lah hotel ini , dengan harga sekitar 300 ribuan, dan dapat di jangkau jalan kaki dari stasiun tugu hanya sekitar 10 menit, maka saya putuskan ambil hotel ini hotel ini lokasi nya di : Jl. Gandekan No.92, Sosromenduran, Gedong Tengen, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta 55272 Telepon: (0274) 6429711 jika anda keluar dari pagar stasiun tugu, anda tinggal belok kanan, sampai pertigaan belok kiri, nah, hotelnya di sebelah kiri waktu saya sampai sekitar jam 14.00 an, ternyata hotel belum siap, jadi saya pesan saya ingin ranjang double, karena hanya nginap sendiri, di ok in sama resepsionis, karena kamar yang katanya belum siap, nanti akan siap sekitar jam 16.00, bagaimana pula ini, di voucher tertulis jam 14.00 bisa check in, tapi dengan kesabaran tingkat dewa, saya pergi beli gudeg dulu, gudeg bu jum, waktu dari stasiun sesampai pertigaan, saya ada melihat gudeg bu jum di sebelah kanan, tetapi saya salah lihat, ternyata bukan bu jum, tapi yu djum, akhirnya saya bungkus disana, dan bawa ke hotel untuk makan di hotel saya makan di hotel, di tempat orang sarapan pagi, tempatnya besar dan luas, makan disana sangat nyaman, sebelumnya saya sempat beli minuman di toko kelontong samping hotel, karena saya tidak melihat toko modern sejenis minimarket atau supermarket dekat hotel. setelah makan, saya ke resepsionis lagi, katanya bentar lagi kamar akan siap, karena ada rombongan yang lain, jadi saya nongkrong saja di resepsionis, supaya tidak kasih ke orang lain lagi, karena saya sudah capek, maklum, naik kereta ekonomi dari jakarta. akhirnya saya di kasih kunci untuk ke kamar, dengan senang hati saya naik lift ke kamar, ternyata saya dikasih twin , bukan double, saya terpaksa turun lagi untuk komplain, dikatakan kamar double sudah habis, wah, untung kesabaran yang di pelajari sejak sering backpacker ada gunanya, saya minta tetap harus double, sesuai janji, alasannya di voucher ngak tertulis double, saya tetap ngotot, karena jam 14.00 tadi di janjikan ada double akhirnya disuruh tunggu lagi, ternyata sampai jam 17.00 an , saya baru mendapat kamar double, luar biasa hotel ini, tapi memang ramai sekali sih hotelnya. saya tidak mengambil sarapan pagi di hotel ini, karena saya ingin makan pagi makanan khas khas yang ada di yogyakarta, lagi pula kalau saya ambil sarapan, seperti biasa, akan di hitung 2 orang, rugi kalau saya beli voucher termasuk makan pagi. dari hotel ini jalan ke malioboro memang cukup dekat, di hotelnya juga ada tersedia penjualan minuman , pisau cukur kumis, ice cream dan lain nya, tetapi saat saya mau beli ice cream, ternyata yang jualan ngak ada, ngak jadi beli deh ice cream di hotel ini tercantum cukup jelas, jika ada barang yang rusak atau hilang , maka anda harus mengantikannya ukuran kamar, seperti tipe hotel budget, hanya yang ini, wastafelnya di luar kamar mandi, bukan di dalam kamar mandi, karena kamar mandinya sangat kecil tetapi memang hotel ini dapat di jadikan sebagai alternatif bagi yang ingin dekat dengan stasiun tugu atau malioboro  
 

(Lampung) Lampung tidak hanya pantai, laut dan pulau

setiap kali kalau bicara wisata ke lampung, yang di sarankan selalu tidak jauh dari pantai, laut dan pulau, termasuk juga saat saya minta saran wisata ke lampung, sudah tercantum jelas, wisata non pantai, pulau, laut, nyelam, tetap saja yang kasih saran, masih sekitar sekitar itu akhirnya dengan bekal beberapa informasi dari teman teman, berangkat lah saya ke lampung dengan membawa mobil, perjalanan sangat santai, dari grogol sampai merak makan waktu sekitar 2 jam, naik kapal dari merak sampai bakauheni sekitar 2 jam, dan dari bakauheni sampai ke hotel de green di bandar lampung sekitar 2,5 jam , semua waktu termasuk istirahat minum dan makan cepat waktu sampai merak, kami membeli tiket Rp.347 ribu, harga tiket itu adalah untuk mobil xenia termasuk penumpang, mobil kami langsung di arahkan ke kapal ferry, ternyata mobil kami naik ke lantai atas, sedangkan lantai bawah adalah untuk mobil besar seperti bus/ truk berjalanlah kapal kami menuju bakauheni, perjalanan sekitar 2 jam, sampai di bakauheni, kami turun kapal, terus jalan menuju bandar lampung dengan lewat tol yang masih gratis, ternyata jalan tolnya hanya pendek, kami hanya ngak terlalu lama di tol, ngak hitung berapa lama, pas turun dari tol, kami mampir dulu makan siang di restoran padang, setelah makan, kami langsung menuju ke bandar lampung, check in hotel check ini sangat lancar di hotel de green, walau tadinya saya minta supaya ganti 2 kamar yang tempat tidurnya 2 , diganti dengan 1 kamar dengan tempat tidur 4, dan tidak disetujui dengan alasan sistim (silakan baca tulisan tentang hotel de green), tapi, so far , semua lancar setelah check in, kami menuju satu lokasi yang di beri tahu perserta perjalanan kali ini, adalah little europe di perumahan citra, tetapi ternyata itu hanya ruko yang hampir semua tidak buka, dan agak kotor, ternyata informasi salah, heheheh PUNCAK MAS : akhirnya kami searching lokasi lain, dapat lah lokasi yang namanya puncak mas, lokasi tersebut ternyata sangat nyaman, dengan tiket masuk perorang Rp.20 ribu dan mobil Rp.10 ribu, kami nongkrong di dalam sana, banyak sekali spot buat foto foto, dan ada tempat duduk buat santai dan ngobrol, sayang sekali, tidak ada tempat makan yang lumayan, yang ada hanya warung kaki lima, di lokasi puncak mas juga ada penginapan , anda boleh nginap disini , jika berminat. kami duduk santai disana, pertama sampai masih sepi, tapi makan sore dan makin malam, tempatnya makin ramai, tempatnya sangat nyaman, sejuk, bisa lihat pemandangan kota lampung dari atas, tanpa sadar, ternyata sudah malam, kami mesti pulang ke hotel buat istirahat, tetapi sebelum ke hotel, kami mampir dulu makan malam di rumah makan mbok wito lokasinya kami ikuti map di android hp ku, jalanan cukup mulus, walau ada beberapa tanjakan dan tikungan yang mesti hati hati, tapi secara keseluruhan, cukup nyaman perjalanan   KELENTENG THAY HIN BIO DAN PUSAT OLEH OLEH : setelah semalaman tidur di hotel, hari ini pagi pagi kami bangun untuk keliling lagi, kondisi ngak tahu mau kemana, cuma sempat pesan sama hotel, bahwa hari ini kami pindah ke kamar yang 4 tempat tidur, sedangkan barang barang minta tolong di pindahkan berangkat lah kami, tujuan pertama kami adalah ke kelenteng Thay Hin Bio, kelenteng ini punya kesan tersendiri bagi saya, karena saat bhiksu Ashin Jinarakhita , bhiksu pertama orang Indonesia setelah runtuhnya majapahit di semayamkan disana saat beliau meninggal, sebelum di kremasi di lempasing, waktu itu saya juga sempat mengantar dari jakarta sampai ke lampung (kelenteng Thay Hin Bio), dan sampai ke tempat kremasi, waktu itu luar biasa, manusi ramai sekali mengantar beliau sampai ke tempat kremasi, luar biasa sehingga saya mempunyai kesan mendalam di kelenteng ini, saat masuk ke kelenteng ini, saya sudah sangat salut, karena terpasang tulisan Namo Shangyang Adi Buddhaya, yang dapat kira kira di artikan terpujilah ketuhanan yang maha esa, umumnya wihara/kelenteng khas Buddhayana ada tulisan itu terutama dalam kebaktian maka saya sembahyang disana kali ini, petugas disana pun sangat ramah melayani kami yang akan sembahyan, dikasih tahu arah sembahyang, walaupun sebenarnya sudah ada tulisan urutan dari angkat 1 dan seterusnya selesai sembahyang, kami mampir sebentar ke tempat oleh oleh untuk belanja, walau biasanya orang bilang belinya di toko yen yen, tapi saya ngak kesana, karena belum buka, saya ke toko seberang kelenteng, beli saja yang saya suka, selesai belanja, kami menuju ke tempat wisata lain MUNCAK PASS : setelah belanja , kami langsung menuju ke satu lokasi namanya Muncak Pass, tadinya saya pikir puncak mas dan muncak pas adalah lokasi yang sama, ternyata lokasinya beda, walau tiket masuk adalah sama, perorang rp.20 ribu dan mobil Rp.10 ribu jalan menuju muncak pass tidak semulus jalan ke puncak mas, tanjakan lebih tajam, jalan lebih rusak, jalan lebih sempit, jadi perlu lebih hati hati kesini akhirnya kami sampai ke lokasi setelah melewati jalan yang tidak terlalu bagus, tadinya pikir mungkin ngak nyasar, masa tempat wisata yang bagus, tapi jalannya begitu, ternyata kami tidak salah, sampai di lokasi, tempatnya nyaman juga , tempatnya hampir mirip dengan puncak mas, tetapi dengan design yang berbeda diatas sini juga terasa sejuk, nyaman, dan tenang, kami juga kepengen berlama lama disini, tetapi setelah hampir 2 jam disini, kami segera turun,mengingat masih kepengen ke lokasi lain didalam lokasi muncak pass ini ada lokasi campingnya juga, tetapi kami tidak meninjau kesana, karena tidak ada rencana camping                         BUKIT RANDU : setelah turun dari muncak pass, perut sudah mulai lapar, walau masih sore, maka kami putuskan untuk mampir ke bukit randu, mau makan malam disana waktu kami sampai, kami kasih tahu satpam mau makan malam, kami di arahkan ke hotel, padahal restoran di bawah hotel, dan mobil bisa parkir di depan restoran. karena kepalang ke hotel yang ada di atas, kami terpaksa turun tangga, tetapi terpaksa membawa berkah, karena saat kami turun itu, kami bisa mendapatkan spot spot foto yang menarik, jadi jepret sana jepret sini akhirnya kami sampai di restorannya, restoran bukit randu, disini yang keren cuma pemandangan sih, makanan so so, harga go go, tapi pemandangan dan suasana emang enak banget, (silakan baca tulisan bukit randu), boleh lah, kalau mau melamun atau nongkrong ramai ramai disini dari bukit randu, kami putuskan pulang ke hotel untuk istirahat, kami wisata tidak model bak buk bak buk, tapi wisata dengan santai dan nyaman   PASIR PUTIH :           pagi pagi kami bangun, setelah sarapan di hotel, kami segera check out, karena hari ini kami akan pulang ke Jakarta dalam perjalanan dari bandar lampung ke bakauheni, kami mampir dulu ke satu pantai namanya pantai pasir putih, di pintu masuk tertulis camp latihan pasir putih, ngak tahu camp latihan apa disini tiket masuk disini perorang adalah Rp.20 ribu, dan mobil Rp.10 ribu, pantai disini cukup sejuk waktu kami kesini, enaknya nongkrong disini sambil makan kelapa yang dihargai 1 biji Rp.10 ribu fotonya juga lumayan keren, bole lah mampir kesini PANTAI EMBE setelah dari pasir putih, kami masuk ke daerah kalianda resort, kami ada dikasih saran waktu tinggalkan hotel, supaya ke pantai embe, pas sampai di lokasi, saya melihat tempatnya tidak terlalu nyaman, sedangkan tiket masuk perorang adalah Rp.25 ribu perorang, jadi saya tidak jadi masuk, hanya numpang lewat saja, cuma saya sempat foto tarif kalau mau permainan disana GRAND ELTY KRAKATOA : dari pantai Embe, kami lanjut ke Grand Elty Krakatoa, tujuan sebenarnya mau survey dulu, supaya bulan agustus ini mau kesana, cuma ada ketidak nyamanan waktu masuk ke hotel ini dan waktu keluar (silakan baca tulisan tersendiri tentang hal ini ) pantainya cukup bersih, tempatnya sejuk dan adem, spot spotnya bagus, cafenya nyaman untuk nongkrong dan ngobrol disini, juga cocok sebagai tempat istirahat waktu perjalanan dari dan ke lampung dari dan ke jakarta. waktu mau masuk, satpam kasih batas waktu 10 menit untuk di dalam, jika tidak, tiap orang harus bayar Rp.50 ribu, jadi kesimpulan saya , harga tiket Rp.50 ribu perorang, tetapi saya ngak bayar, karena saya makan minum di cafenya                             PULANG : setelah makan minum sekitar 2 jam di cafe , akhirnya kami melakukan perjalanan pulang, kami kali ini tidak lewat tol, tapi lewat jalan biasa, perjalanan ngak beda jauh sih antara lewat tol dan biasa, karena jalan tolnya pendek, untuk kedepannya , tol akan sampai bandar lampung beli tiket ferry tetap Rp.347 ribu , dan lagi lagi mobil di arahkan ke lantai atas kapal , berjalanlah kapal kembali ke jakarta perjalanan yang sangat puas , kepengen balik lagi ke lampung kapan kapan, tidak macet, tidak sepolusi jakarta, bisa ke tempat yang sejuk ngak usah macet macet an  
 

(Lampung) minum kopi / makan santai di hotel grand elty krakatoa (kalianda resort)

pada saat kami ingin pulang dari lampung menuju ke jakarta, kami berusaha untuk mampir ke beberapa pantai di sepanjang kalianda, salah satunya yang kami mampir adalah hotel Grand Elty Krakatao (kalianda resort) sebenarnya kami ke hotel ini tujuan adalah untuk mampir makan siang dan sekalian lihat hotelnya, siapa tahu, Agustus 2018 rencana mau  nginap disini. saat kami ingin masuk ke hotel ini, satpam memberitahukan bahwa maksimal kami boleh di dalam adalah 10 menit, jika tidak, kami harus bayar Rp.50 ribu / orang, agak aneh juga ya, saya bilang, saya ingin makan siang , sekalian survey hotel, mana cukup 10 menit, langsung ditanya, benar ngak ? rasanya ngak percaya amat , memang sih, pakaian ku kumal, dan saya nyetir mobil, jadi kayak supir gitu lah, ngak punya potongan punya duit buat makan disana atau nginap disana, hehehe setelah saya yakinkan, bahwa kami mau makan siang, dan survey hotel, akhirnya kami masuk, dan ke resepsionis, saya langsung tanya resepsionis, bagaimana bisa 10 menit kalau saya survey, terus makan siang di sana, kata resepsionis , nanti dia akan kasih tahu ke satpam akhirnya dengan tenangnya kami makan disana, suasana cukup nyaman dan enak, petugas cafe juga sangat bagus pelayanannya, sambil makan, kami sambil foto foto disana, dan sambil bicara dengan pelayan nya, soal satpam tadi. setelah duduk hampir 2 jam, setelah kenyang perut, akhirnya kami keluar, sampai di pos satpam, satpam tanya "ngak jadi nginap dan makan , pak " , wah, memancing emosi, saya langsung bilang, apa perlu saya kasih lihat bonnya, dengan segan, dibuka lah portal, saya langsung keluar dari hotel tersebut, rencana bulan agustus 2018 akan nginap disana, jadi nafsu hilang lah, ngak lucu kalau nanti bolak balik digituin. nama tempatnya sih grand elty krakatoa, tapi saya tidak melihat ada gunung krakatau disana, setelah tanya pegawai disana, katanya memang jauh banget krakataunya , kadang kelihatan pun kecil sekali. makanan yang di sajikan sih cukup ok, harga juga tidak terlalu mahal, dan di dalam kalian bisa main permainan permainan di dalam, ada daftar harga harga nya, cukup nyaman tempatnya , dengan pasir putihnya, dengan tempat fotonya yang keren, dengan angin sepoi sepoi yang sejuk, cuma tetap tidak nyaman dengan kondisi pertama kali sampai dan saat mau tinggalkan hotel tersebut tapi boleh di coba sih, kalau memang terasa capek dari lampung ke jakarta atau dari jakarta ke lampung, jujur, tempatnya ok, pelayan resto/cafe ok, cuma saya ngak tahu satpam di depan, memang , supaya tempatnya cukup private, tetapi mungkin bisa gunakan cara lain, sehingga kesan ramah dan melayani itu tidak tercoreng
 

(Lampung) Pempek 123 di kota lampung

selama ini dalam pikiran saya, untuk makan pempek selalu pikiran ke palembang atau jambi, tetapi ternyata di lampung juga ada pempek yang menurut orang orang enak, namanya pempek 123, lokasinya di : Jln. Ikan Belanak No. 15, Bandar Lampung 35223, Indonesia. dengan bantuan maps dari aplikasi smartphone ku, meluncurlah kami ke lokasi ini , langsung pesan paket yang isinya macam macam, tapi jujur saja, bagi yang tidak suka makanan asin seperti saya, rasanya pasti tidak seenak yang di promosikan orang, tetapi bagi yang suka masakan asin, memang enak banget pempeknya (menurut temanku) lokasinya di jalan yang tidak terlalu lebar,tetapi jangan bingung untuk parkir mobil, karena ada tukang parkir disana yang membantu kita memarkir mobil kita dari penjualnya, katanya bisa pesan di web online juga, tapi dia tidak bisa menjelaskan web online mana dan kayak gimana, jadi bagi yang penasaran mau beli lewat online, silakan di cari sendiri ya, hehehe menurut saya , pempeknya sama saja dengan yang lain lain, tetap legit, lumayan enak, cuma bagi saya keasinan, dan saya ngak suka pedas, jadi pakai cuka yang ngak pedas, mungkin itu salah satu yang berakibat saya makannya tidak sebagaimana cerita enaknya temanku makan lokasi nya tidak terlalu jauh dari pusat oleh oleh khas lampung yang dekat kelenteng Thay Hin Bio itu, jadi kalau pergi beli oleh oleh ke daerah sana, tidak ada salahnya mencoba pempek 123 ini untuk harga , standar harga pempek lah, tidak kemahalan tidak kemurahan juga, STANDARD
 

(Lampung) De Green , hotel yang cukup nyaman di pusat kota, ada kamar 3 tempat tidur dan 4 tempat tidur.

sebenarnya saya sudah pernah nginap di hotel ini, tetapi karena sudah lama, jadi lupa bahwa pernah nginap disini, sudah sekitar 6 tahun lalu. walau sudah sekitar 6 tahun lalu kesana, sekarang kesana lagi, pas masuk hotel, langsung keingat pernah nginap disana,  suasana masih sama, keramahan pegawainya, pas saya ada satu permintaan, waktu saya booking lewat online, saya booking 2 kamar yang 2 ranjang, tetapi pas sampai tempatnya ternyata ada kamar yang 4 tempat tidur, jadi saya ingin pindah saja ke sana, walau harga yang 4 tempat tidur lebih murah dari 2 kamar yang 2 tempat tidur, tetapi saya hanya minta ganti kamar, tidak minta pengembalian selisihnya, karena saya tetap berusaha supaya bisa di ganti, akhirnya managernya keluar, dan menjelaskan sistimnya tidak bisa, karena sistim komputer hotel online ke perusahaan travel online, sehingga nanti sulit sesuaikan di akuntansi, akhirnya saya mengalah, karena saya hanya booking 1 malam, jadi malam kedua saya langsung pindah ke kamar yang 4 tidur, pas malam ketiga mau extend lagi, ternyata sudah ngak bisa, hotel full booked hotel ini selain ada yang kamar untuk 2 orang di web travel online, juga ada kamar yang 3 tempat tidur dan 4 tempat tidur yang hanya di tawarkan ke walking customer, jadi tidak dijual di web secara keseluruhan, hotel ini boleh di coba, sarapan paginya prasmanan , walau dengan menu yang sederhana, tetapi masih ok lah, namanya juga hotel budget hotel tidak ada lift, jadi kalau kalian dapat lantai 3, tentu agak merepotkan, tetapi petugasnya cukup gesit untuk membantu kita mengangkat barang kita ke atas saya melihat hotel ini sedang peluasan, artinya hotel ini sering penuh, sehingga perlu tambah kamar lagi di ruang makan sarapan, selalu tersedia pisang dan air minum, jadi kapan saja kita bisa makan dan ambil disana, kayak saya yang seperti "monyet" yang suka pisang, saya setiap keluar, comot pisang, pulang comot pisang, gratis ini, hehehehe kamar mandi juga cukup bersih, walau untuk kamar yang isi 2 tempat tidur , kamar mandinya cukup kecil, sedangkan yang 4 kamar, kamar mandinya cukup besar. dari segi harga di hotel ini juga cukup bersahabat untuk ukuran lampung, dari harga 200 ribuan anda sudah bisa nginap di hotel ini. dari hotel ini ke mall kartini juga cukup dekat, bisa jalan kaki lewat jalan kecil dari hotel, sekitar hotel juga ada penjualan makanan, di hotel juga ada kulkas yang menjual minuman dengan harga wajar.
 

(Lampung) bukit randu , restoran yang nyaman buat nongkrong

mau cari restoran di daerah lampung, tapi bukan cari murah atau enak, cuma cari suasana yang nyaman dan sejuk, restoran bukit randu ini  lah lokasinya. waktu saya kesana , sebenarnya mau makan di restorn ini, tapi di tunjuk sama satpam ke hotelnya ,mungkin tampilan saya cocoknya ke hotel kali ya, hehehhehe, setelah parkir di hotel, ternyata restorannya mesti turun tangga yang lumayan jauh juga, tapi hitung hitung olah raga plus bisa foto sana sini, ngak terasa berat lah restoran ini tepatnya di : Jl. Kamboja No. 1-2A, Kebon Jeruk, Tanjung Karang Timur, Kb. Jeruk, Tj. Karang Tim., Kota Bandar Lampung, Lampung 35121 Telepon: (0721) 241333   saya ke restoran ini dengan menggunakan google map, tahu tahu sudah sampai saja, tempatnya enak , sejuk, tapi yang enak di sini hanya suasananya, makanan nilai cukup lah, pelayanan cukup lah, harga cukup lah maksudnya cukup premium, tapi suasanya nya, sip, mungkin harga makanan yang bikin mahal itu suasananya   bagi anda yang ingin santai di kota lampung sambil makan, tempat ini bisa jadi sebagai alternatif, apalagi yang mau makan agak lama sambil nongkrong, karena waktu kami makan disini, tidak terlalu ramai ,jadi makan dan duduk lama lama, ngak di usir kok, sampai bosan sendiri, apalagi outdoornya sejuk dan nyaman, bisa melihat sunset juga, pokoknya kangen sama suasananya.   untuk ke depannya, jika ke lampung , tempat ini masih jadi alternatif saya untuk santai disini, termasuk mencari ilham tulisan, hehehe
 

(Lampung) Mbok Wito, boleh di coba kalau anda ke lampung

sebenarnya kami ke tempat ini tidak sengaja, saat sedang keliling kota lampung,  kami melewati rumah makan ini, terlihat bersih, ramai, terang , dan tempat parkir yang lumayan besar, maka kami coba mampir ketempat ini, dan tidak mengecewakan makan disini. kami tidak perhatikan ini yang ada di jalan apa ya , karena mbok wito di lampung ada beberapa cabang, seperti : jalan Arif Rahman Hakim Blok A No. 16, Way Halim Permai, Way Halim, Way Halim Permai, Way Halim, Kota Bandar Lampung, Lampung 35122 Jl. Gatot Subroto No. 64, Pahoman , Bandar Lampung Palapa Jl. P. Emir M. Noer .(0721) 5604853 tapi itu nga penting, tinggal cari saja alamat yang cocok dengan anda rumah makan ini khasnya ke ayam dan bebek, rasanya manis dan asin berimbang, dagingnya empuk, cabenya ok , selain makanan ayam bebek, menu lainnya juga ada, seperti saya yang makan mie , rasa mienya juga nikmat, sesuai selera saya waktu pesan mie, sudah langsung di info kan , bahwa kalau mie , akan lama dikit, kebetulan sudah capek jalan jalan, jadi kalau masakan lama, bisa nongkrong agak lama disini, apalagi suasana ruangan cukup nyaman untuk bersantai,  so, saya tetap pesan mie, dan memang rasanya tidak mengecewakan, toppingnya juga ok ok untuk anda yang ke lampung, rumah makan ini boleh dijadikan sebagai alternatif,
 

(Yogyakarta) Warung makan bakmi bhayangkara , gorengnya pakai arang, rasanya bikin terngiang ngiang

Dari sekian banyak dan seringnya makan bakmi di Yogyakarta, belum pernah sekalipun saya makan masakan yang mengandung babi, tetapi kali ini ke yogyakarta, diajak teman makan nasi goreng babi , katanya enak, ya, tanpa membuang waktu, saya langsung meng ya kan, apalagi sudah jam 19.00 lewat, sudah waktunya bagi saya untuk makan malam. kami pun segera berangkat ke jalan bhayangkara, nama warungnya warung makan bakmi bhayangkara, walau yang di jual bukan hanya bakmi, tapi ada menu lainnya, sedangkan tempat jual hanya berupa gerobak, dengan kursi dan bangku yang diletakan di depan pasar phatuk yang sudah tutup dimalam hari,  posisi warungnya memang tepat di depan pasar phatuk, atau seberang bakpia AGI,  saat kami sampai, ternyata antrian sudah cukup ramai, Saya pribadi baru tahu ada warung ini jika tidak di ajak, malah ada beberapa teman yang saya tanyakan , baik warga yogyakarta, ataupun yang pernah lama di yogyakarta, mereka tidak tahu warung ini, aneh bukan, heheheh seperti di tulis di awal, warung ini menyediakan makanan yang mengandung babi, jadi tentu tidak cocok bagi yang tidak makan babi, walau saya ada lihat ada yang pesan tanpa babi. kami memesan nasi goreng dan bakmi goreng , saya mau coba dua duanya, jadi nanti minta bagi sama teman saya, biar bisa coba dua duanya, hehehehe cara pesannya adalah kasih tahu ke pelayannya, dengan menyebut nama kita, nanti akan di tulis pesanan kita Selama penantian, aroma masakan tercium kemana mana, sehingga membuat cacing diperutku makin berontak, rasanya kepengen merebut masakan yang sudah jadi, tetapi hal tersebut tidak mungkin, apalagi masa menunggu cukup lama, hampir 1 jam , hehehehe, 2 gelas minuman pun sudah di habiskan. akhirnya makanan yang kami pesan datang, makanan yang di goreng dengan api arang ini langsung ingin segera di lahap, untung temanku mengingatkan saya untuk mencoba masakan dia, sehingga saya minta sedikit untuk di coba, hal pertama yang saya rasakan adalah rasa gurihnya, dan masakannya terasa tidak semanis bakmi jawa, ini agak sedikit asin khas kwantung atau tiociu. testur bakmi nya agak kenyal dan agak besar walau tidak sebesar mie karet, rasanya pun agak sedikit asin , tidak semanis bakmi jawa, sedangkan nasi gorengnya juga terasa asin bukan manis semanis nasi goreng jawa,apalagi dimasak dengan api arang, wow, bikin segera di habiskan dalam waktu tidak sekejap, tunggunya satu jam, habiskannya cukup 5 menit, heheheh untuk harga, menurut saya agak mahal untuk harga kaki lima di kota Yogyakarta, tapi karena sudah ada harga di menu, jadi tidak merasa sengaja di mahalin dibanding yang lain, karena dari semua pembeli,harganya sama. boleh lah, kalau ke yogyakarta, sekali kali boleh coba disini bagi yang memang boleh makan babi, tapi kalau sering, rasanya harga kurang bersahabat, mendingan saya makan yang lain lah, heheheh
  • Posts

    • Kami benar-benar percaya bahwa kesuksesan finansial adalah salah satu poin di antara prioritas hidup Anda. Unichange menawarkan berbagai arah pertukaran yang dapat Anda pilih. Tentukan apa arah pertukaran yang Anda ingin gunakan dan kami akan mengurus pesanan pertukaran Anda!
    • Halo Jalan2.com!  Siapa yang tidak tahu dengan Universal Studio Jepang? Tempat yang satu ini wajib kamu kunjungi saat liburan ke Jepang. Di lokasi wisata yang ikonik ini, Travel Mates akan bertemu banyak karakter film yang pasti sudah nggak asing lagi deh! Tapi kalau kamu masih bingung mau ke mengunjungi spot yang mana dulu, Artikel HIS Travel rekomendasikan kamu ke spot Harry Potter yang super duper fantastis dulu, Travel Mates. Karena tempat yang satu ini menjadi para incaran para wisatawan manca negara yang ingin melihat langsung kastil atau bangunan yang mirip seperti di film Harry Potter.
      Setelah puas mengunjungi spot-spot yang seru, pastinya perut kamu butuh asupan kan? Selain karakter dan filmnya yang terkenal, Universal Studio Jepang juga memiliki menu kuliner yang wajib kamu cicipi ketika mengunjunginya. Pasti Travel Mates penasaran kan apa aja sih kuliner yang wajib dicicipi ketika mengunjungi Universal Studio Jepang? Yuk simak di bawah ini! Restoran The Three Broomsticks Sumber gambar: squarespace.com
      Buat kamu pecinta buku atau film Harry Potter pasti sering mendengar nama restoran yang satu ini. Ternyata beneran ada di dunia nyata lho, Travel Mates. Kalau kamu sedang mengunjungi Universal Studio Jepang, restoran ini ada di pintu Hogsmeade dengan tanda tulisan "Please Respect the Spell Limits". Dari pintu masuknya aja udah keren dan Harry Potter banget ya, Travel Mates?
      Kalau kamu belum tau, dalam buku-buku dan film Harry Potter, Three Broomsticks ini adalah penginapan dan restoran yang berada di Hogsmeade yang biasa dikunjungi oleh murid Hogwarts, termasuk Harry Potter dan teman-temannya.
      Untuk menu-menu makanan di sini juga mirip seperti yang ada di buku dan film Harry Potter, lho. Seperti Butterbeer, Fire Whisky, Gilly Water, dll. Untuk harganya sendiri mulai dari $2 - $9 per tiap menunya. Delicious Me! & POP-A-NANA Sumber gambar: https://idntimes.com
      Kalau baca nama restoran di atas, kira-kira menggambarkan karakter apa ya, Travel Mates? Dari logonya sih dominan warna kuning. Betul, apa lagi kalau bukan Minion! Di dua restoran ini kamu bisa cobain cemilan yang seru. Delicious Me! memiliki menu sandwich snack dengan rasa fruits and cream. Dan ketika memakannya Travel Mates akan menemukan rasa beberapa buah seperti stroberi, pisang, dan anggur yang dicampur dengan cream. Kamu akan diajak merasakan perpaduan biskuit yang manis dan buah yang segar dalam sekali gigit. Penasaran 'kan?
      Karena tempat ini berada di satu tempat, yaitu kawasan Minion Park, selanjutnya kamu harus mencoba mengunjungi restoran POP-A-NANA yang ada disebelahnya. Hayoo, apa makanan favorit Minion? Betul, jawabannya adalah banana atau pisang. Terinspirasi dari makanan favorit minion, restoran ini memiliki menu serba pisang, lho. Salah satu menu yang paling sering dipesan adalah popcorn rasa pisang cokelat.  Amity Landing Restaurant, Teror Hiu Jaws Sumber gambar: https://tdrexplorer.com
      Jaws, pasti kamu pernah melihat film yang satu ini. Teror hiu yang satu ini ternyata tidak hanya di film, tapi juga ada di Universal Studio Japan, Travel Mates. Tenang, teror yang satu ini bisa kamu serang balik kok, caranya dengan memakannya langsung. Seperti di filmnya, Universal Studio Jepang memiliki area Amity Village atau biasa dikenal dengan rumahnya habitat atau rumah Jaws. 
      Pulau yang dikelilingi oleh laut ini memiliki restoran yang unik, yaitu Amity Landing Restaurant. Siapa yang tau kalau Travel Mates bisa memakan Jaws dalam bentuk dessert yang menggemaskan di restoran satu ini? Dengan harga $4 kamu bisa mendapatkan menu Jaws Cake yang dibentuk swiss roll dan dilengkapi dengan cream soda. Kalo terornya seperti ini, pasti Travel Mates maunya di teror mulu. Betul? Discovery Restaurant, Restoran bertema Jurassic Park Sumber gambar: https://www.usj.co.jp
      Travel Mates ingin merasakan langsung dunia Jurassic Park? Restoran ini sangat cocok untuk mewujudkannya. Dengan membuat konsep interior yang sama seperti di film dan pilihan menu bertema hutan Jurassic Park, para pengunjung akan merasakan atmosfer langsung seperti apa kehidupan di dunia Jurassic Park. 
      Tapi kamu harus berhati-hati Travel Mates, karena di restoran ini akan ada dinosaurus yang tiba-tiba muncul dihadapan kamu ketika kamu sedang makan. Jadi sebelum kamu ke sini, lebih baik kamu berlatih dulu seperti Owen Grady di film Jurassic Park saat mengendalikan Velociraptor, ya!   SUMBER
    • PAKET TOUR OVERLAND MADURA 3D2N EXPERIENCES 3 DAYS EXCITING TRIP THROUGH MADURA ISLAND Open trip 2018 : 24 – 25 November 08 – 09 Desember Itinerary : HARI 1 SURABAYA – BUKIT JADDIH – AIR TERJUN TOROAN – SUMENEP (L, D) Pukul 08.00 peserta dijemput di Bandara Juanda atau St. Gubeng Surabaya, kemudian berangkat menuju Madura. Destinasi pertama adalah Bukit Kapur Jaddih.  Setelah itu kita makan siang di Bebek Sinjay yang terkenal di Bangkalan. Kemudian menuju Air Terjun Toroan, air terjun yang airnya langsung jatuh ke laut. Puas menikmati keindahan air terjun, kita langsung menuju hotel di Sumenep untuk beristirahat.  HARI 2 GILI LABAK – SURABAYA (B, L) Pagi hari kita menuju pelabuhan untuk menyeberang menuju Gili Labak. Di sana kita akan explore pulau, berenang, dan bermain di pantai seharian. Siang hari menyeberang kembali ke pelabuhan, lalu kembali ke Surabaya. Diperkirakan pukul 21.00 sudah tiba di Surabaya, dan trip berakhir.    Price : Rp. 895.000/pax
      Quota : 10 Pax Include : Transportasi darat (mobil AC) Tiket masuk objek wisata Hotel Sumenep 1 malam Kapal tour Gili Labak Makan sesuai jadwal Air mineral 600 ml/hari Peralatan snorkeling Life jacket Guide Parkir, tol Exclude : Tiket pesawat Tambahan destinasi / makan di luar itinerary Tips guide / driver Terms & Conditions : Konfirmasi keikutsertaan dengan mengirimkan 50% DP. Harap konfirmasi setelah melakukan pembayaran. Pelunasan dilakukan paling lambat 1 minggu sebelum hari keberangkatan. Jika terjadi pembatalan dari pihak peserta setelah pembayaran, maka pembayaran dinyatakan hangus. Apabila destinasi tujuan tidak memungkinkan untuk dikunjungi karena bencana, cuaca yang tidak mendukung, penutupan tempat wisata, atau sebab lain di luar kendali kami, maka peserta tidak berhak meminta kompensasi atau pengembalian biaya yang telah dibayarkan. Apabila kuota trip tidak memenuhi kuota minimal, maka peserta trip tetap dapat mengikuti trip dengan biaya yang menyesuaikan, atau peserta trip dapat membatalkan keikutsertaan dengan pembayaran yang dikembalikan 100%. Apabila terjadi pembatalan dari pihak kami di luar sebab-sebab di atas, maka biaya yang telah dibayarkan oleh peserta akan dikembalikan 100%. Harga dan itinerary dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan kondisi setempat. Contact :
      Whatsapp only :
      +62 812-4485-0707
      Call only :
      +62 812-3384-3907
      +62 812-8694-4675
      Email : berangantrip@gmail.com
      Facebook : Berangan Trip Organizer
      Twitter : @berangan_trip
      Instagram : @berangan_trip
    • salam kenal juga @Ilham Hafriliandro welcome di forum jalan2