Dreamer

Sign in to follow this  
  • entries
    7
  • comments
    98
  • views
    2,482

Entries in this blog

 

Review Hostel : 5Footway Inn Project Chinatown Singapore

Yosh!!! ketemu lagi kita  kali ini mau nulis tentang hostel yang saya tempati sewaktu trip ke singapore dalam trip lanjutan sebelumnya ke jepang bareng @Sahat. kali ini mau ngulas 5Footway Inn Project Chinatown 1 di Singapore. gimana sih hostelnya? mari kita ulas. bagi yang belum baca cerita perjalanan saya bisa baca di sini   Momiji here i come!! Day 9 to 11 - From Tokyo to Pontianak   5Footway Inn Project Chinatown 1 letaknya persis didepan stasiun mrt chinatown singapore. mungkin berjarak 2-3 toko aja dari exit stasiun udah keliatan plang hostelnya. sayangnya letak lobby dan kamarnya pisah ranjang *eeh* gedung  jadinya kalo ada apa2 musti turun naik tangga lalu ke sebelah lagi buat manggil petugasnya. letak hostel ada di belakang lapak2 orang jualan di chinatown. jadi agak susah ditemukan untuk pertamanya. selain pakai subway, kalo dari bandara kita bisa pakai shuttle bus juga dan berhentinya tepat di pintu masuk ke chinatown. tinggal jalan lurus aja sekitar 100 meter sampai ketemu exit stasiun subway. saya pilih hostel yang satu ini berkat rekomen dari kaka @Vara Deliasani Lobby hostel untuk keamanan hostel sendiri cukup bagus. setiap orang dikasi kartu kayak di film2 action gitu. jadi mau masuk ke gedung yang isinya kamar itu musti scan kartunya, masuk ke kamar juga harus scan. termasuk kunci locker juga pakai kartu ini. jadi lumayan aman untuk kemanan barang2 bawaan kita. saya kemarin nginap di 4 bed male dorm dengan rate 16.10 SGD / malam include breakfast. lumayan lah dengan fasilitas dan lokasi yang ditawarkan. kebersihan kamar dan tempat tidurnya sangat bersih. begitu pun dengan kamar mandi yang sekaligus digabung dengan wc nya. sayangnya kamar mandi nya cuman ada 2. untungnya saya ngak pernah ngantri sih  mungkin karena saya jalannya juga agak siang kali. makanya ngak pernah ketemu penduduk dari kamar lain. dan di kamar dorm ini ngomongnya ngak perlu bisik2 kayak di tokyo kemarin. saya waktu malam sering ngobrol dengan yoshiki dan satu abang2 asal jogja. yoshiki ini mahasiswa dari salah satu universitas di osaka yang sedang menjalani program dari universitasnya untuk belajar bahasa inggris di luar negeri. sebelumnya dia belajar di filipina, dan berikutnya di singapore ini dia netap kurang lebih 3 bulan. dan saya baru tau di singapore ini ada semacam area yang orang2 jepang terpusat tinggal di sana. Ini penampakan kamarnya. loker ada di bawah tempat tidur staff di 5footway inn ini ramah2 dan kebanyakan cewe  asik kan. jadi bisa cuci mata bentar sambil nikmatin breakfast roti bakar  tapi sayangnya mereka kurang informatif. ditanya beberapa spot pelabuhan untuk ke batam mereka agak kurang tau. ujung2nya nanya mbah gugel aja lebih cepet  tapi untungnya staff nya bisa ngomong mandarin, inggris, dan melayu. jadi aman deh bagi yang ngak bisa inggris. dan juga informasi yang ada di lobby nya juga agak kurang mengenai spot2 apa aja yang ada di sekitaran sini. jadinya cuman duduk nongkrong aja ngabisin roti. dan pagi pas saya check out sempet terkejut. ketemu cewe bule asal US yang fasih banget ngomong mandarin  sempet kagok juga tapi ujung2nya saya jawab pake inggris. daripada saya bengong ngak ngerti dia ngomong apa kalo ngobrol lebih panjang lagi  tapi bagi first time traveller ke singapore, hostel ini lumayan untuk dijadikan rekomendasi karena lokasi dan harganya yang mantap.

twindry

twindry

 

Review Hostel : Khaosan World Asakusa Tokyo

Yoshhh!!! ketemu lagi kita  kali ini mau ulas review tentang penginapan saya selama trip kemarin ke tokyo bareng @Sahat Perjalanan kami kemarin start tanggal 02 November - 07 November (sahat hanya sampai 06 November aja karena terkena insiden reschedule dari pihak maskapai AA). untuk cerita lengkapnya bisa baca di sini Selama di Tokyo kemarin, kami berdua menginap di Khaosan World Asakusa. untuk rate per malamnya saya kurang begitu tau pastinya karena saya booking tiket PP + penginapan via AA Go. tapi saya cek di website resminya sekitar Rp300.000 / malam untuk kamar 10 bed mixed dorm. mahal?? menurut saya ngak untuk rate segitu di tokyo. oke mari kita ulas satu per satu ya. Khaosan World Asakusa (source: booking.com) 1. Lokasi untuk lokasi, hostel yang satu ini berjarak sekitar 10-15 menit jalan kaki dari stasiun subway terdekat yakni stasiun asakusa. tapi kalo kita memakai subway express tsukuba line maka tinggal jalan kaki 1-2 menit aja karena letak stasiun persis di sebelah gang menuju penginapan. sayangnya tsukuba express masih belum begitu efektif baik dari segi jalur maupun informasi mengenai moda transportasi umum yang satu ini dan juga saya perhatikan masih banyak stasiun express yang masih dalam tahap pembangunan. kebanyakan kita yang "main-main" ke tokyo memakai subway toei dan metro ato pun kereta dibawah bendera JR. kalo untuk kita2 yang masih sweet 17 sih oke lah ya jarak segitu  tapi kalo untuk yang bawa "veteran" atopun junior sebaiknya di pertimbangkan lagi jarak segitu. karena kaki udah gempur duluan sebelum memulai perjalanan. kecuali kalo tsukuba express sudah berjalan dengan efektif, hostel yang satu ini patut untuk direkomendasikan.  untuk spot wisata terdekat dari hostel adalah sensoji temple yang terkenal itu. sama aja sih jalan kaki 10-15 menit juga karena sensoji letaknya dekat dengan stasiun subway asakusa. lokasi hostel juga tidak terlalu susah untuk dicari dan kalaupun tersesat, tanyakan saja jalan ke pak satpam yang kita temui di jalan pasti mereka tau dimana lokasi hostelnya. Tinggal jalan kaki menuju sensoji temple yang terkenal itu (source: booking.com) 2. Kamar / tempat tidur kondisi kamar selalu bersih dari noda (bukan iklan  ) tapi sayangnya hostel ini sunyi sekali. kebanyakan isi nya bule2 dan jarang saya ketemu dengan orang asia. sialnya karena isi nya bule, mereka tidur selalu buka AC  dengan kondisi suhu dibawah 10o tiap malamnya, mereka tidur hanya memakai kolor dan singlet plus AC. bukan maaaiiinn  saya jadinya tidur pakai jaket plus selimut tebal dari hostel. itupun masih tembus dinginnya  entah kenapa saya merasa satu kamar sama bule itu ngak asik. mereka jarang sekali ngobrol di dalam kamar dan juga rata2 bule yang gender nya female itu ribet banget. barangnya bertebaran dimana2  dan juga perputaran tamu di hostel ini lumayan cepat. tiap malam pulang ke hostel penghuninya udah ada yang beda lagi dengan yang kemarin. untuk kondisi tempat tidur dan kebersihannya lumayan oke. tapi untuk suasana dalam kamar nya saya kurang suka karena terlalu hening. bahkan di lorong hostel aja sepi   Ini dia suasana kamar 10 bed mixed dormitory yang kami tempati kemarin (source: booking.com) 3. Fasilitas Hostel fasilitas di hostel ini menurut saya sebanding dengan harga yang sudah dibayar. ruang makan yang luas + ada vending machine, ada lounge sekaligus pub (yang sayangnya kami ngak pernah gabung nongkrong di pub), wc + kamar mandi bersama (ada hair dryer juga), naik ke kamar juga sudah pakai lift, dan yang paling penting Wi-Fi yang speed nya joss untuk pamer di socmed semuanya menurut saya memuaskan terlebih ada sabun dan shampo gratis di dalam kamar mandi. mayan ya nyobain sabun dan shampo aseli buatan jepang  pas check in juga di kasi pisau cukur, penyumbat telinga, dan sandal jepit yang tipis itu. apa ya namanya  semuanya free loh  vending machine yang tersebar di setiap sudut hostel juga menurut saya harganya lebih murah daripada vending machine yang ada di luar hostel. oh ya rate yang dikasi itu exclude breakfast ya. tapi ada 7-11 di dekat penginapan kok. tinggal jalan kaki ke arah jalan raya dan nyebrang saja. sudah keliatan 7-11 nya. hostel juga menyediakan rental modem wifi seharga 500 Yen per hari dengan deposit 10.000 Yen. bentuk modemnya ya hp samsun* plus charger tanpa baterai tambahan. jadi harap di perhatikan juga kondisi baterai modemnya jangan sampai habis di tengah jalan. baterai modemnya kalo ngak salah tahan 9-10 jam pemakaian. untuk speed nya menurut saya sangat memuaskan. di bawa ke manapun tetap joss sinyalnya. untuk staff2 yang bertugas lumayan membantu meskipun kadang ada salah tangkap apa yang kami maksud sih. tapi mereka lumayan informatif dan sangat friendly. sayangnya ngak ada cewe kawaii yang bertugas  staff nya juga lumayan ramai sepertinya. 1 shift sekitar 2-3 orang yang bertugas. sepertinya khaosan ini koneksinya lebih kuat ke bule2 karena terbukti 90% penghuninya bule semua. jarang ketemu turis asia yang nginap di sini. dan juga asiknya sahat di perbolehkan early check in. padahal biasanya hostel mulai check in pukul 15:00 tapi kemarin kami check in pagi dan diperbolehkan masuk ke kamar   Dapur (source: booking.com) Beranda di lantai atas untuk ngaso (source: booking.com) Bisa nyuci juga loh (source: booking.com) Suasana pub (source: website resmi khaosan) secara keseluruhan menurut saya Khaosan World Asakusa ini reccomended banget terlebih letaknya yang dekat dengan sensoji temple dan stasiun subway asakusa. untuk urusan kebersihan, keramahan staff, dan fasilitas yang ditawarkan menurut saya sangat2 sebanding dengan apa yang kita bayarkan. demikian reviewnya. semoga membantu   website resmi Khaosan World Asakusa http://khaosan-tokyo.com/en/world/

twindry

twindry

 

Review penginapan : DengBa Hostel

Yosh!!! ketemu lagi kita   kali ini mau ngulas tentang pengalaman saya menginap di DengBa Hostel (Budget Inn) sewaktu trip ke Kuala Lumpur awal bulan November kemarin. untuk FR nya bisa mulai baca di sini. Untuk lokasi, DengBa Hostel ini terletak tidak jauh dari stasiun MRT Bukit Bintang dan, mungkin sekitar 2-3 menit berjalan kaki saja. letak hostel tepatnya di jalan alor yang dimana kita semua tau di sepanjang jalan alor ini berjejeran orang jualan makan. untuk hostel tampak depannya memang agak kurang meyakinkan karena hostelnya nyempil tepat berada di belakang lapak orang jualan seafood bakar. tapi kalo malam juara deeeehhh. banyak bule dan gadis2 asia berlalu lalang yang membuat para lelaki lupa akan segalanya  saya bahkan nongkrong sampai jam 1 subuh hanya duduk diam dan memperhatikan orang2 berlalu lalang. ada live music juga loh di dekat hostel  tapi karena berada di pusat keramaian yang aktivitasnya berlangsung sampai subuh, bagi yang susah tidur kalo ada suara berisik bakal tersiksa  suara musik nya masuk sampai ke dalam kamar. Dengba Hostel juga ternyata dekat dengan halte bus GoKL loh, tepatnya halte bus starhill gallery. cukup menyebrangi jalan raya di dekat stasiun MRT Bukit Bintang, dan berjalan sekitar 1 menit kita sudah melihat kerumunan orang yang sedang menunggu bus GoKL. kalo nginap di DengBa Hostel ngak perlu takut kelaparan tapi harganya juga ngak murah kalo makan di alor  di sepanjang jalan alor banyak pilihan makanan yang patut untuk di coba   Plang DengBa Hostel kemarin saya pilih kamar dorm dengan 2 tempat tidur bertingkat, jadi 1 kamar bisa diisi oleh 4 orang. letak kamar dorm ini ada di lantai 3, dan perlu diingat hostel ini ngak ada liftnya. tangganya pun yang bentuknya melingkar  saya paling anti dengan tangga yang begitu. bikin pusing. untuk kebersihan ruangan dan tempat tidurnya oke banget  petugasnya membersihkan kamar setiap hari dan seprei langsung di ganti begitu ada yang check out. sayangnya tempat tidurnya agak berderit kalo penghuni di bagian atas naik atau turun dari tempat tidurnya dan saya salah satu penghuni di tempat tidur bagian atas. jadinya agak ngak enak sama orang dibawah  untungnya selama menginap kondisi kamar hanya di isi 3 orang. jadi yah enak barang bisa taruh sembarangan dan lebih leluasa untuk bergerak. karena ambil kamar dorm, jadi harus berbagi WC dan kamar mandi. kebersihan wc dan kamar mandinya juga oke banget  untuk wc ada 3 dan kamar mandi kalo ngak salah saya ada sekitar 4 ato 5 ruangan. jadi ngak perlu takut musti antri hanya untuk urusan wc ato mandi. sayangnya kalo mau ke wc dan kamar mandi harus melewati ruangan untuk dorm 8 orang kalo ngak salah. jadi musti jalan pelan2 karena takut ganggu penghuni yang lain. untuk urusan kemanan barang bawaan, kita di kasi loker kecil yang dikunci menggunakan kunci biasa.cukup aman sih, tapi ukuran lokernya yang agak kecil kalo dibandingkan dengan beberapa penginapan di trip selanjutnya. maklum keliling 3 negara chooyy (belagu dulu) oh ya, kunci loker kita digantung bersamaan dengan gantungan kunci yang menjadi akses kita untuk masuk ke hostel kalo resepsionis sudah tutup. jadi kalo ada rencana pulang malam, jangan lupa bawa kunci loker kita atau ngak bakal tidur diluar (resepsionis buka sampai jam 10 malam saja) Kondisi kamar dorm dengan 2 tempat tidur susun WC dan kamar mandi bersama Harus lewat lorong ini dulu untuk ke wc dan kamar mandi (gambar diambil membelakangi wc dan kamar mandi) untuk staff nya sih lumayan membantu ya kalo di tanya. mereka bisa berbahasa inggris, melayu dan mandarin dan sialnya ngak ada staff cewe yang jagain di resepsionis  di lobby hostel juga banyak map dan selebaran tentang spot2 wisata di KL yang tentunya gratis. untuk breakfast sih standar lah ya. cuman roti panggang + selai nya aja. tapi lumayan membantu budget untuk makan juga loh. jadi yah panggang rotinya menurut kalori yang kita butuhkan biar ngak perlu makan pagi lagi. sambil manggang roti juga bisa ngobrol2 dulu dengan penghuni kamar yang lain. lumayan nambah teman dan berbagi pengalaman. saya suka nanyain orang2 asing apa pendapat mereka tentang indonesia menarik mendengar pendapat2 mereka tentang negara kita. Tampak lobby hostel nah berikutnya tentang harga. saya kemarin memesan kamar via booking.com/budget-inn dan mendapat harga 80 RM include breakfast untuk penginapan selama 2 malam. menurut saya dengan harga segitu sudah lumayan murah mengingat letak hostel berada di pusat jalan alor dan dekat dengan stasiun MRT. dengan skore 8,3 / 10 di situs booking maka sudah tidak diragukan lagi dengba hostel termasuk salah satu budget hostel yang patut untuk di rekomendasikan   source foto : booking.com

twindry

twindry

 

Mekuru Noodle Pontianak : Tempat Menikmati Ramen Dengan Suasana Jepang Di Pontianak

Yoshh.. akhirnya dapat bahan untuk nulis lagi  Kali ini mau nulis tentang Mekuru Noodle Pontianak Mekuru Noodle Pontianak merupakan salah satu tempat makan favorit anak2 muda Pontianak khususnya yang suka dengan tema Jepang. Why?!?!?! Mekuru menyajikan menu2 makanan khas negara sakura Jepang khususnya mie ramen. Bahkan saat masuk aja kita udah di sambut dengan banner bertuliskan huruf Jepang. Beragam jenis ramen dan makanan khas Jepang di sajikan oleh Mekuru. Here is the Menu sodara2: Silahkan di buka menu nya maaass/mbaaaa Untuk harga makanan dan minuman di Mekuru Noodle Pontianak masih terbilang standar nya tempat2 makan anak muda di Pontianak. Selain menunya yang unik, si pemilik juga unik loh. Ini penampakannya Nah itu yang paling kanan koki sekaligus pemiliknya. Gaya si pemilik ini lah yang jadi salah satu daya tarik Mekuru. Dandanan si koki dengan Harajuku Japanese Stye nya. Yang paling kanan di foto di atas itu dan foto yang di bawah mereka adalah kakak beradik. Dulunya mereka bikin band dengan aliran Japanese Rock dan akhirnya berganti profesi menjadi koki  dan kebetulan juga mereka tetangga saya dari kecil. Dulu sering dengar mereka nyanyi lagu2 nya band rock asal Jepang yang legendaris L'arc~En~Ciel (gitu yak nulisnya?  wahahah) Selain dandanan si koki yang bikin menarik, pelayan2 nya juga menarik loh. Ketika masuk kita akan di sambut oleh si pelayan sambil menyapa kita dengan kata2 irasshaimase (kalo saya ngak salah dengar, dan artinya pun saya ngak tau apa. kayaknya sih selamat datang ya? ) dan ketika pulang juga kita di sapa dengan arigatou. Untuk foto yang di atas itu kayaknya sewaktu ada promo cosplay. Dikasi diskon kalo yang pergi makan ke Mekuru dengan baju cosplay. Nah gimana dengan rasa ramennya? Untuk rasa relatif lah yah. Tiap orang kan beda2 untuk ukuran rasa. Menurut saya sih rasanya memang lumayan ajeeebbbbb  meskipun belum pernah nyicip ramen yang asli ya  but at least rasanya ngak kayak soto ato sejenisnya lah. Kuah nya lumayan kental dan mie nya pun panjang dan kenyal. Pas makan mie nya serasa kayak naruto nge sruput ramen nya, panjang dan ngak ada putus nya. Sewaktu kesana kemarin saya bareng ama pacar (uuppss... maap ya bagi yang j....)  berdua mesen yang beda. Doi mesen spicy kare ayam sedangkan saya mesen shoyu ayam ples X-tra chili paste Shoyu Ayam + X-tra chili paste Spicy Kare   Maap ramennya udh keburu di kodak2 alias di campur. Lupa kalo mau poto  Untuk spicy kare pedesnya pas. Sedangkan xtra chili paste nya yah blenderan cabe gitu. Kalo udh cabe di blender yah pedes banget, apalagi kalo cabe orang tionghoa nya Pontianak. pedes euy. Untung saya nyampur cabenya ngak banyak. Jadi pas lah, ajeeeeb banget  Untuk kekentalan kuah dan wanginya udah mantap abis. Kira2 kayaknya sih mirip2 dengan asli dari Jepang lah ya.  Untuk shoyu ayamnya yah isinya telor kecap di belah dua sama irisan daging ayam. Spicy kare juga kurang lebih isinya, cuman beda di kuah aja. Nah untuk tempat duduknya, ada yang lesehan juga loh. Terus yang bikin spesial adalah kita juga bisa makan tepat di depan kokinya juga. Jadi berasa di emperan kaki lima di Jepang gitu. maap   itu yang lesehan tepat di belakang kami. Sebenarnya lampion di atas ada tulisan Jepangnya. Cuman karena moto pake HP yah gitu hasilnya Ini bangku di depan gerobak kokinya. Bisa makan di depan kokinya itu (note: koki yang sekarang bukan si pemilik yang berdandan harajuku style, sekarang si pemilik ada di cabang Mekuru yang satunya lagi di Pontianak). Sebenarnya di sebelah gerobak ada meja outdoor di depan tokonya. Cuman waktu itu ada pengunjung jadi saya ngak berani foto (emang dasarnya saya belum terbiasa untuk foto2 buat di jadiin bahan tulisan). Mungkin karena nuansa tema yang kental akan Jepang yang membuat Mekuru digemari sama anak2 muda Pontianak. Kalo pergi saat malam minggu kadang ngak kebagian tempat duduk loh. Mekuru juga memadukan nuansa Jepang dan nuansa Nusantara. Terkadang ada menu2 spesial khas Indonesia yang disajikan seperti es dawet, soto, dll. Jadi perpaduan antara budaya Jepang dan Indonesia disajikan dalam bentuk makanan. Contohnya yah soto ramen ini Gimana?? Pengen nyoba?? Kalo ke Pontianak coba deh samperin Mekuru Noodle Pontianak. Ada 2 cabang Mekuru di kota Pontianak. Silahkan di samperin salah satunya   Mekuru Noodle Pontianak : Jl. Ketapang No.87 D, Benua Melayu Darat, Pontianak Sel., Kota Pontianak, Kalimantan Barat 78122 Mekuru Noodle Pontianak : Jl. DR. Sutomo No.4, Sungai Bangkong, Pontianak Kota, Kota Pontianak, Kalimantan Barat 78113 Maap saya belum ngerti masang google maps gimana  nanti mau minta di ajarin   See ya    

twindry

twindry

 

Review dorama: Orange

Beberapa hari yang lalu di FB saya ada teman yang share film ini, judulnya : Orange. Selama film di putar dengan durasi kurang lebih 2 jam, selama itu pula saya merasa terbawa oleh suasana yang berhasil di ciptakan oleh pemain-pemainnya. Selain itu, pemandangan tempat syuting juga membuat saya terkagum-kagum. Berikut ceritanya secara ringkas. Yang jelas film ini masuk kategori MUST WATCH bagi penggemar drama Jepang. (FYI : film ini merupakan live action dari manga yang berjudul sama) Film ini berlatar belakang di kota Matsumoto. Opening scene dimulai dengan latar musim semi. Nah, kita semua tau kalo musim semi di Jepang identik dengan bunga sakura. Dan saya terpukau dengan pemandangan yang ada. It's coooooollll  Source: Screen Shoot PC sendiri. Opening scene (entah pengambilan gambar benar-benar di matsumoto ato di kota lain  tapi yang jelas tetap woke banget) Di awal scene si pemeran utama Naho Takamiya (diperankan oleh Tao Tsuchiya) berada di tengah taman dengan latar musim semi. Setting film ada di tahun 2015 dan pada saat itu Naho merupakan siswi SMA kelas 2. Di musim semi tahun ini tiba-tiba Naho menerima surat yang ditujukan kepada Naho yang dikirim dari dirinya sendiri dari 10 tahun di masa depan. Dalam surat itu Naho yang berada di masa depan ingin Naho tidak mengulangi penyelasannya di masa SMA nya itu. Naho membaca surat itu di dalam kelas sebelum pelaharan di mulai, dan di awal surat mengatakan bahwa Naho akan bertemu dengan Kakeru Naruse (diperankan oleh Kento Yamazaki), seorang murid pindahan dari Tokyo. Sesampainya di kelas, apa yang dikatakan dalam surat itu ternyata terjadi dengan tepat. Sang guru pada awal pelajaran memperkenalkan seorang siswa pindahan dari Tokyo bernama Kakeru Naruse. Dan lagi-lagi di scene ini saya terpukau dengan pemandangan dari dalam kelas. Ada gunung bersalju yang bisa di lihat dari dalam kelas. Mungkin itu merupakan gunung dari Tateyama Kurobe Alpine Route ya (salah tulis ngak?  ) karena kalo gak salah Matsumoto dekat dengan objek wisata yang satu itu (songong ). source: Screen shoot PC sendiri Singkat cerita Kakeru memiliki luka emosional karena sang ibu meninggal dan dia merasa bersalah atas kematian ibunya dan Naho berusaha untuk mengubah jalan hidupnya agar tidak ada penyesalan lagi dalam hidupnya dengan mengikuti saran dari surat yang didapatkannya itu. Kemudian scene pun berubah ke latar 10 tahun yang akan datang. Naho dan teman-temannya, yakni Hiroto Suwa (diperankan oleh Ryo Ryusei), Takako Chino (diperankan oleh Hirona Yamazaki), Saku Hagita (diperankan oleh Dori Sakurada), dan Azusa Murasaka (diperankan oleh Kurumi Shimizu); mereka mengunjungi rumah Kakeru pada saat tanggal ulang tahun Kakeru. Mereka di sambut oleh nenek Kakeru yang kemudian menceritakan kejadian sebenarnya. Kakeru yang meninggal pada usia 17 tahun akibat tertabrak oleh truck menulis sepucuk surat untuk neneknya. Dalam surat itu Kakeru meminta neneknya untuk mengatakan kepada teman-temannya bahwa kejadian itu merupakan sebuah kecelakaan karena ia tidak ingin teman-temannya memiliki luka yang sama yang ditanggung oleh dirinya ketika ibunya meninggal. Sebenarnya Kakeru dengan sengaja mengarahkan sepedanya ke arah jalur mobil karena Kakeru ingin pergi ke tempat ibunya dan mengucapkan kata maaf kepada ibunya yang sudah meninggal. Sepulang dari rumah Kakeru, Naho dan Suwa yang ternyata sudah menikah dan atas inisiatif dari Suwa, mereka mulai menulis surat untuk diri mereka di masa lalu. Mereka menguburnya di taman dan percaya bahwa surat itu akan sampai kepada diri mereka di masa lalu. Kemudian alur cerita kembali ke masa sebelumnya. Naho mengalami kesulitan untuk mengikuti apa yang diminta di dalam surat karena pada dasarnya ia orang yang pendiam dan juga ia mulai jatuh cinta kepada Kakeru. Ternyata pada pertengahan film, Suwa juga mendapat surat yang sama. Diam-diam Suwa dan Naho mulai mencoba untuk mengubah jalan hidup mereka agar tidak ada penyesalan lagi di masa depan. Awalnya mereka tidak memberitahu teman yang lainnya karena takut mereka tidak akan percaya dengan surat yang mereka terima dari masa depan. Namun pada akhirnya Naho dan Suwa memberitahu Takako, Hagita ,dan Azu sehingga mereka pun bahu membahu untuk menolong Kakeru keluar dari trauma dan luka emosional akibat kematian ibunya. Dan pada endingnya, Naho dan teman-temannya berhasil membawa Kakeru keluar dari keterpurukan dan terciptalah dimensi kehidupan yang baru dimana mereka masih bisa melihat Kakeru tetap hidup. Lagi-lagi di ending scene ini saya disuguhi pemandangan yang memukau. Entah di edit atau tidak yang jelas keren banget pemandangannya. Saya rasa film ini menyuguhkan secara lengkap suasana 4 musim di kota Matsumoto. Mulai dari musim semi di awal cerita, musim panas dan gugur di pertengahan dan musim dingin di akhir2 cerita. Mungkin produser nya sekalian mempromosikan kota Matsumoto dan bagi saya itu sangat menarik sekali. Mempromosikan objek-objek wisata melalui film. Patut di tiru oleh produser-produser negeri kita juga sepertinya  dan secara garis besar cerita ini mirip dengan film Ao Haru Ride. Sama-sama di adaptasi dari manga dan menceritakan trauma dan luka yang mendalam akibat kematian seorang ibu yang sangat dicintai. Yang menjadi pembeda adalah film Orange berlatarkan Matsumoto, sedangkan Ao Haru Ride berlatarkan kota Hiroshima. Untuk para pemeran di film Orange ini juga lumayan mantap. Memerankan peran yang di adaptasi dari Manga saya rasa bukanlah sesuatu yang gampang. Bagi yang pengen download filmnya udh ada di Nekonime. Silahkan di download di sana ya   Tanggal rilis: 12 Desember 2015 Tao Tsuchiya as Takamiya Naho Kento Yamazaki as Kakeru Naruse Ryo Ryusei as Hiroto Suwa (si Ryo ini juga main di film remake GTO dan actingnya juga epik banget) Kurumi Shimizu as Murasaka Azusa Hirona Yamazaki as Takako Chino Dori Sakurada as Hagita Saku Setelah saya nonton film ini sepertinya mulai nge fans sama si Tao Tsuchiya   Berkat main di film ini si Tao ini memenangkan Rookie Of The Year di 39th Japan Academy Prize di tahun 2016 

twindry

twindry

 

Side Trip From Tokyo : Kawagoe

Tulisan ini saya ambil dari Japan-Guide dan Koedo-Kawagoe sepenuhnya, saya cuman menerjemahkan apa yang ada di isi websitenya. Saya dapat info Kawagoe sewaktu menyusun itin untuk November nanti. Iseng-iseng nyari website-website yang mengulas tentang Tokyo tidak sengaja terdampar di website Japan-Guide. Oke berikut ulasannya. Sekilas Tentang Kawagoe Kawagoe merupakan sebuah kota di Perfektur Saitama dengan total populasi per 1 Februari 2016 yang tercatat adalah 350.541 jiwa dan dengan kepadatan penduduk 3.210 jiwa per km2. Luas kota Kawagoe 109.13 km2 dan dikenal dengan nama sebutan "Little Edo". Selama periode Edo berlangsung (1603 - 1867) Kawagoe merupakan daerah penyuplai bahan-bahan keperluan untuk kota Edo (Tokyo) dan daerah perdagangan yang penting di jamannya. Hingga saat ini bangunan-bangunan yang ada di Kawagoe ini masih mempertahankan arsitektur di jaman Edo. Jadi ketika kita berada di sini, kita di ajak kembali merasakan suasana ketika jaman Edo dulu. How To Get There? Kawagoe terhubung ke pusat kota Tokyo yang dihubungkan oleh Tobu, Seibu, dan JR. Apabila kita berangkat dari Stasiun Ikebukuro maka kita bisa membeli "Kawagoe Discount Pass" yang menawarkan tiket PP Ikebukuro - Kawagoe, dan diskon untuk beberapa spot wisata di Kawagoe. Harga Kawagoe Discount Pass ini adalah 800 Yen (harga tiket Ikebukuro - Kawagoe one way 470 Yen). Kawagoe Discount Pass hanya berlaku bagi wisatawan asing dan berlaku 1 hari kalender saja. Kawagoe Dicount Pass by Tobu Line Kawagoe juga bisa capai melalui Stasiun Shinjuku (JR Saikyo / Kawagoe Line, 760 Yen, dicover oleh JR Pass). Kawagoe memiliki 3 stasiun yakni Stasiun Hon-Kawagoe (Seibu), Stasiun Kawagoe (JR dan Tobu), dan Stasiun Kawagoe-Shi (Tobu). Stasiun yang paling dekat dengan spot wisata di Kawagoe adalah Stasiun Hon-Kawagoe. Untuk menikmati spot-spot wisata di Kawagoe selain jalan kaki kita juga bisa naik bus. Koedo Kawagoe Loop Bus menawarkan One-day Pass seharga 300 Yen yang berhenti di spot-spot wisata utama di Kawagoe. Ada juga Co-Edo Loop Bus yang menawarkan 180 - 190 Yen sekali perjalanan atau 500 yen untuk One-day Pass. Ada apa sih di Kawagoe? Beginilah kira-kira walking map nya Kawagoe Begitu keluar dari Stasiun Hon-Kawagoe kita akan menemui Taisho Roman Street. Disepanjang Taisho Roman Street kita akan menemui bangunan-bangunan bergaya arsitektur Taisho. Taisho Roman Street Kitain Temple Kuil Kitain merupakan kuil utama di daerah Kanto dari sekte Tendai. Bagian aula dari kuil ini merupakan satu-satunya bangunan yang masih asli dari jaman Edo. Di kuil ini juga terdapat ruangan yang dipercayai merupakan tempat kelahiran salah satu Shogun yang terkenal yaitu Shogun Iemitsu. Main Hall yang merupakan satu-satunya bangunan asli dari Jaman Edo Pintu masuk ke Kastil Selain itu, di kompleks Kuil Kitain ini juga terdapat Gohyaku Rakan Statues. Ini merupakan 540 patung budha yang memiliki ekspresi yang berbeda-beda (mungkin seperti Terakota nya China ya ). Selain itu di dekat Kuil Kitain ini ada Nakain Temple. Gohyaku Rakan Statues Kitain Temple Jam Operasional Kitain Temple : 8:50 - 16:30 (sampai 16:00 dari 24 November hingga akhir Februari). Tutup lebih awal 20 menit pada hari Minggu dan pada hari Libur Nasional HTM : 400 Yen Kurazukuri No Machinami (Kawagoe's Warehouse Disctrict) Warehouse District Daerah ini menawarkan nuansa Edo yang sangat kental karena bangunan-bangunan di sepanjang Kurazukuri Street. Bangungan-bangunan di sini sebagian masih bangunan asli dari Jaman Edo. Bangunan di sepanjang Kurazukuri Street dulunya merupakan gudang dan tempat usaha para pedagang.  Kurazukuri Street Tidak jauh dari jalan utama di Warehouse Disctrict terdapat Bell Tower (Toki no Kane) yang merupakan landmark dan simbol dari Kawagoe. Bell Tower akan berdentang 4 kali dalam sehari (6:00, 12:00, 15:00 dan 18:00). Sayangnya Bell Tower hancur pada peristiwa Kebakaran Kawagoe di tahun 1893 dan bangunan yang ada saat ini merupakan hasil pembangunan kembali di tahun 1894. Bell Tower (Toki no Kane) Kemudian di distrik ini ada salah satu rumah yang dibuka untuk umum yang kemudian disebut dengan Museum of Kurazukuri. Dulunya rumah ini merupakan toko penjual tembakau yang terkenal. Pengunjung bisa melihat mesin-mesin tradisional yang digunakan pada masa lalu. Museum of Kurazukuri Pada akhir pekan ketiga di bulan Oktober juga dilaksanakan Kawagoe Festival yang sudah berlangsung sejak 360 tahun yang lalu. Kawagoe Festival merupakan festival parade replika kapal yang diarak sepanjang jalanan kota. Festival ini berlangsung selama 2 hari, dan bagi yang tidak bisa mengikuti festival ini jangan berkecil hati. Ada Kawagoe Festival Museum yang bisa mengobati rasa penasaran kita gimana rasanya merayakan festival ini. Museum ini menawarkan replika kapal yang di arak dan pertunjukan dari Kawagoe Festival. Kawagoe Festival Museum Museum Kurazukuri Jam Operasional : 09:00 - 17:00 (last entry 16:30) Tutup : Senin, hari Jumat keempat setiap bulan (kecuali hari libur nasional) HTM : 100 Yen            300 Yen (include Honmaru Goten dan City Museum)            450 Yen (include Honmaru Goten, City Museum, dan Art Museum)            650 Yen (include Honmaru Goten, City Museum, Art Museum, dan Festival Museum) Festival Museum Jam Operasional : 09:30 - 18:30 (17:30 dari bulan Oktober hingga Maret) Tutup : Hari Rabu kedua dan keempat setiap bulan HTM : 300 Yen Honmaru Goten (Kawagoe Castle) Honmaru Goten (Kawagoe Castle) Honmaru Goten dulunya dipakai sebagai tempat kediaman raja dan kantor pemerintahan. Bangunan yang ada sekarang ini merupakan satu-satunya bangunan yang bertahan dari Kawagoe Castle. Kawagoe Castle dibuka untuk umum pada tahun 2011 dan terdapat ruangan dimana kita bisa berfoto bersama para tokoh-tokoh penting di masa lalu. Mari foto Jam Operasional : 09:00 - 17:00 (last entry 16:30) Tutup : Senin, Jumat keempat setiap bulan. HTM : 100 Yen Candy Alley (Kashiya Yokocho) Candy Alley merupakan shopping street yang terletak tidak jauh dari Warehouse District. Sepanjang Candy Alley kanan kirinya dipenuhi dengan toko yang menjual permen dan kue tradisional khas Kawagoe. Diawal periode Showa ada sekitar 70 toko yang memenuhi jalan ini, akan tetapi sekarang hanya tersisa sekitar 20 toko saja. Contoh permen dan kue yang dijual Kawagoe City Museum Kawagoe City Museum Kawagoe City Museum memamerkan sejarah dan kultur Kawagoe dari jaman dulu hingga jaman modern. Di museum ini juga kita bisa mempelajari bagaimana bangunan-bangunan yang ada di Kurazukuri dibangun. Puas mengitari Kawagoe City Museum, tepat disebelahnya terpadat City Art Museum. City Art Museum berisi benda-benda seni yang dibuat baik oleh seniman lokal maupun seniman dari daerah lain yang mendedikasikan hasil karyanya untuk Kawagoe. City Museum Jam Operasional : 09:00 - 17:00 (last entry 16:30) Tutup : Senin, Jumat keempat setiap bulan, dan jadwal tidak tertentu dari pihak museum untuk keperluan maintenance HTM : 200 Yen Art Museum Jam Operasional : 9:00 - 17:00 (last entry 16:30) Tutup : Senin, dan jadwal tidak tertentu dari pihak museum untuk keperluan maintenance HTM : 200 Yen Sekian tulisan saya tentang Kawagoe ini. Menurut saya Kawagoe sangat cocok bagi wisatawan yang berlibur ke Tokyo namun tidak bisa ke Kyoto (seperti saya ) karena Kawagoe menyuguhkan nuansa tradisional seperti di Kyoto dan cukup dengan (hanya 30 menit dari Ikebukuro) Tokyo. Kawagoe sudah saya jadwalkan di Itin saya sebagai "Must Go". Semoga bisa ke sana nanti. Note : Maap kalo ada salah-salah inpoh  

twindry

twindry

 

Wisata Kuliner Pontianak : Merasakan Kesegaran Es Krim di Tengah Panasnya Suhu Kota Khatulistiwa Pada Siang Hari

Wisata Kuliner Pontianak : Merasakan Kesegaran Es Krim di Tengah Panasnya Suhu Kota Khatulistiwa Pada Siang Hari Kota Pontianak?!?!?!  Tentunya nama kota yang satu ini masih terdengar asing bagi beberapa orang. Bahkan ada yang tidak tahu bahwa Kota Pontianak merupakan ibukota Provinsi Kalimantan Barat.  Kota Pontianak memang terbilang kecil jika dibandingkan dengan ibukota provinsi lainnya di Indonesia. Seharian naik motor saja sudah bisa mengelilingi Pontianak dari ujung ke ujung.  Bioskop dan beberapa franchise terkenal yang sudah tidak asing di Jakarta saja baru beberapa tahun belakangan ini baru masuk ke Pontianak, dan yang terbaru adalah rencana akan dibukanya gerai Starbucks di Ayani Megamall. Jadi bisa dibayangkan betapa kecilnya Kota Pontianak yang tercinta ini. Ditengah "serangan" gerai-gerai franchise yang menyuguhkan menu ataupun makanan western yang tengah gencar saat ini di Pontianak, gerai tradisional yang menawarkan makanan khas Kota Pontianak masih tidak dilupakan oleh masyarakat Pontianak. Pada kesempatan ini saya akan mencoba mengulas salah satu makanan khas Pontianak yang sayang jika teman-teman jalan2ers berkunjung ke kota yang dilintasi oleh Garis Khatulistiwa ini.  Segarnya Es Krim Angi di Tengah Panasnya Suhu Kota Pontianak Es Krim merupakan makanan yang sudah tidak asing lagi ya bagi kita semua.  Yap!!! Makanan yang satu ini paling pas dinikmati jika disantap pada saat suhu panas, apalagi di Kota Pontianak. Suhu pada siang hari di Pontianak mencapai 42o C dengan kelembapan 42% juga loh!!! Kebayang kan panasnya seperti apa?!?! Bahkan di waktu hujan saja suhu udara masih berada di kisaran 30ano C. Jadi, makan es krim merupakan salah satu cara untuk mengurangi efek terik panas di kota Pontianak.  Apabila Jalan2ers berada di Pontianak dan ingin mencicipi es krim, Es Krim Angi ini lah salah satu gerai es krim yang reccomended di kota ini.  Es Krim Angi juga dikenal dengan sebutan Es Krim Petrus karena kebetulan gerainya berada persis di depan komplek persekolahan St. Petrus. Banyak pelancong dari luar kota Pontianak yang membawa pulang Es Krim Angi ini untuk dijadikan oleh-oleh.  Bahkan di google map juga ada loh Es Krim Angi ini. Agar es krim tidak meleleh sudah disediakan kotak sejenis tupperw*re yang menjaga es krim tetap bertahan 2 hingga 3 jam. Jadi yang mau pulang ke Jakarta sih enteng-enteng aja karena penerbangan Pontianak-Jakarta hanya memakan waktu sekitar 90 menit.  Bagi yang mau makan di tempat, ada 2 jenis cara penyajian Es Krim Angi; yaitu disajikan dengan gelas styrofoam dan dengan batok kelapa muda. Makan es krim dengan gelas styrofoam jelas sudah biasa bagi kita. Nah, yang satu ini yang membuat Es Krim Angi ini begitu spesial. Es Krim yang disajikan dengan menggunakan batok kelapa muda. Hmmm!!!! Bisa dibayangkan betapa segarnya perpaduan es krim dan daging kelapa muda ya.  Es Krim Angi menyediakan beberapa varian rasa tergantung musim dari komposisi es krimnya. Yang sudah umum tentu rasa coklat, strawberry dan vanila. Untuk rasa es krim yang musiman adalah rasa cempedak, durian, alpokat, dan ketan hitam. Rasa durian dan cempedak selalu jadi buruan untuk dijadikan oleh-oleh. Selain itu, kita juga bisa menambahkan cincau, agar-agar dan kacang merah pada es krim untuk menambah kesegaran yang tiada tara. Kita juga bisa mix rasa es krimnya loh!!! Jadi dalam satu buah batok kelapa es krim itu kita bisa merasakan beberapa rasa es krim yang berbeda di padu dengan cincau, agar-agar, kacang merah pluuussss daging kelapa muda. Jadilah panas di kota Pontianak ini sedikit teredam oleh segarnya Es Krim Angi ini. Kata Pak Bondan : Top Markotop!!!  Informasi Tambahan: Harga per cup Rp10.000,- Harga per batok kelapa Rp15.000,- s/d Rp17.000,- Harga per kotak tupperw*are Rp90.000,- (sudah include cincau, dan teman2nya yah)  Alamat: Jl. KS Tubun No. 8, Pontianak Jam Buka: 09.00 - 17:00 Note: Jangan datang pada saat jam pulang sekolah dan jam istirahat makan siang (12:00 - 13:00). Warung ini akan penuh sekali baik yang makan di tempat ataupun yang take away. Takut gak kebagian untuk dijadikan oleh-oleh? Tenang!!! Kita bisa pesan satu hari sebelumnya dan di sesuaikan dengan jadwal penerbangan kita. Jadi, pada saat akan berangkat ke bandara tinggal diambil langsung ke gerainya. Mantap!!! Sumber gambar semua dari Google  

twindry

twindry

Sign in to follow this  
  • Posts

    • Alor adalah sebuah pulau yang terletak di ujung timur Kepulauan Nusa Tenggara. Selain memiliki keindahan alam yang dapat dilihat secara langsung di daratan dan di pantai, Alor juga memiliki keindahan alam bawah laut berupa ikan-ikan langka nan indah serta karang dan tumbuhan-tumbuhan laut yang begitu mempesona. Daya pikat lainnya yaitu Desa Takpala, sebuah desa tradisional yang dihuni oleh Suku Abui dengan pola perkampungan linear dengan deretan rumah adat. Masyarakatnya yang masih memegang teguh adat dan tradisi akan mempertontonkan atraksi budayanya yang khas dalam menyambut para pelancong, membuat nama desa ini melambung hingga ke mancanegara.     Open trip Alor 2019 :
      * 07 – 10 Maret
      * 18 – 21 April
      * 02 – 05 Mei
      * 01 – 04 Juni

      Itinerary :
      HARI 1
      KUPANG – ALOR (L, D)
      - Anda akan dijemput di Bandara Kalabahi (Alor) lalu menuju Pantai Batu Putih dan Pantai Maimol. Sore hari menuju homestay untuk beristirahat.

      HARI 2
      ISLAND HOPPING (B, L, D)
      - Snorkeling & island hopping Pulau Buaya, Pulau Ternate, Pulau Pura.

      HARI 3
      ISLAND HOPPING (B, L, D)
      - Snorkeling & island hopping Pulau Pantar, Pulau Kepa, Pantai Sebanjar.

      HARI 4
      ALOR – KUPANG (B)
      - Setelah makan pagi, mengunjungi desa adat suku setempat, yaitu Desa Takpala. Setelah itu Anda akan diantar ke Bandara, dan trip berakhir.

      Include :
      - Transportasi darat (mobil AC)
      - Kapal island hopping
      - Tiket masuk objek wisata
      - Homestay 3 malam (AC)
      - Makan 9x sesuai jadwal
      - Air mineral
      - Life jacket
      - Guide lokal

      Exclude :
      - Tiket pesawat
      - Peralatan snorkeling (disarankan membawa sendiri)
      - Tambahan destinasi / makan di luar itinerary
      - Tips guide / driver

      Rekomendasi flight :
      Kupang (KOE) – Kalabahi (ARD) : Wings Air 12.15 – 13.15
      Kalabahi (ARD) – Kupang (KOE) : Wings Air 13.40 – 14.40

      Terms & Conditions :
      - Konfirmasi keikutsertaan dengan mengirimkan 50% DP. Harap konfirmasi setelah melakukan pembayaran.
      - Pelunasan dilakukan paling lambat 1 minggu sebelum hari keberangkatan.
      - Jika terjadi pembatalan dari pihak peserta setelah pembayaran, maka pembayaran dinyatakan hangus.
      - Apabila destinasi tujuan tidak memungkinkan untuk dikunjungi karena bencana, cuaca yang tidak mendukung, penutupan tempat wisata, atau sebab lain di luar kendali kami, maka peserta tidak berhak meminta kompensasi atau pengembalian biaya yang telah dibayarkan.
      - Apabila kuota trip tidak memenuhi kuota minimal, maka peserta trip tetap dapat mengikuti trip dengan biaya yang menyesuaikan, atau peserta trip dapat membatalkan keikutsertaan dengan pembayaran yang dikembalikan 100%.
      - Apabila terjadi pembatalan dari pihak kami di luar sebab-sebab di atas, maka biaya yang telah dibayarkan oleh peserta akan dikembalikan 100%.
      - Harga dan itinerary dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan kondisi setempat.

      Contact :
      Whatsapp only :
      +62 812-4485-0707
      Call only :
      +62 812-3384-3907
      +62 812-8694-4675
      Email : berangantrip@gmail.com
      Facebook : Berangan Trip Organizer
      Twitter : @berangan_trip
      Instagram : @berangan_trip
    • Pagi itu, saya dan keluarga mendarat di Kansai International Airport (Osaka) pukul 08.30 waktu setempat. Ini kali kedua saya mengunjungi negara yang kawaii ini dan kota pertama yang akan saya kunjungi adalah Takayama. Seusai mengambil bagasi, saya bergegas menuju ke JR Office untuk menukarkan JR Pass (Japan Railway Pass). Antrian ternyata cukup panjang mengular dan menghabiskan waktu lebih dari 30 menit sampai akhirnya saya mendapatkan JR Pass. Cara Menuju ke Takayama Karena saya menggunakan JR Pass, jadinya kami bisa langsung naik ke Shinkansen (kereta cepat). Dari Kansai International Airport (KIX) kami mengarah ke Shin-Osaka Station dahulu baru nyambung kereta lagi ke Nagoya Station sebelum akhirnya menggunakan Hida Train (JR) dan turun di Takayama Station. Jalan Sore di Takayama Sesampainya di Takayama, saya langsung bergegas menuju hotel karena memang sudah waktunya check-in, lagipula repot rasanya jika harus berjalan-jalan menggeret koper. Kami menginap di J-Hoppers Takayama yang jaraknya hanya 10 menit berjalan kaki dari Takayama Station. Saya bertanya kepada resepsionis hostel mengenai apa saja yang bisa dilihat di Takayama ini dan dijawab dengan sangat ramah olehnya. Jadi di Takayama ini ada bagian kota tuanya yang cukup ramai tapi hanya di akhir pekan dan banyak street food. Karena kami datang di hari biasa, jadi kami cukup manyun dan memutuskan untuk eksplorasi saja jalan-jalan di Takayama. Sebelumnya kami makan dulu di restoran ramen yang dipilih secara random karena cukup ramai. Rasanya pun cukup enak dan menghangatkan. Saat itu cuaca cukup dingin kalau tidak salah sekitar 5-10°C. Sayang banget karena kalap saya ngga sempet mengabadikan foto makanan maupun restorannya.  Berseberangan dengan restoran rame, ada sebuah jembatan kecil  untuk menyeberang sungai dan ada jalanan kecil di sisi sungai tersebut yang cukup cantik untuk berfoto. Jadilah ambil beberapa frame dulu ☺️. Ngga kerasa hari cepet banget gelap, suasana lampu bangunan tua satu persatu mulai menyalah membuat suasana malam itu makin cantik. Kebayang ngga sih bangunan tua yang kebanyakan berbahan kayu dihiasin lampu berwarna kuning atau lampion berwarna merah?  Malam itu kami kembali lebih cepat ke hostel, karena ngga banyak lagi tempat yang bisa dilihat dan memang tujuan ke Takayama ini hanya persinggahan untuk menuju ke Shirakawa-Go. Keindahan Desa Sejarah Shirakawa-Go (UNESCO's World Heritage Sites). Cara yang saya gunakan untuk menuju ke Shirakawa-Go dari Takayama adalah menggunakan tur yang di arrange oleh J-Hoppers Hostel. Kenapa saya memilih tur dari J-Hoppers? Karena harganya lebih murah ¥500 untuk orang yang menginap di J-Hoppers, kan lumayan 4 orang sudah jadi semangkok ramen.  Bus melaju dengan santai ke Shirakawa-Go, dalam waktu kurang dari 1 jam kami sudah tiba di situs bersejarah ini. Kami diberikan waktu bebas selama 2 jam di desa ini. Ngga pake lama, saya langsung ngacir turun dari bus dan cari spot buat pepotoan. Rumah-rumah di desa ini disebut Gasshō-style atau bebentuk seperti tangan sedang berdoa. Atapnya terbuat dari susunan jerami yang sangat kuat dari berbagai cuaca. Walaupun hanya terbuat dari jerami tetapi pada musim dingin tetap dapat menghangatkan dan sejuk saat musim panas. Senangnya saya liat sisaan salju yang masih terhampar luas dan tebal, pengen rasanya tambahin duren sama cendol trus sirup tjampolay~ *eh. 
    • Kalah jauhlah sama aslinya. Hahahaha KW sama Ori anggepannya. Nahh ini, baru baca setelah buka forum mod. notif ga pernah muncul lagi sekarang. ngga kayak dulu ya Mba @Dantik seru amattt euyyy jalan ke Santorininya 
    • kalau mau gabung bisa tanya kemana yaa?
    • Hello,, langsung aja.. I really (banget!) need some travelmates to explore India such as New Delhi, Kashmir, Especially Ladakh! kebetulan sekarang masih sendirian hiks. Tanggal nya pas banget lagi libur lebaran tahun 2019 (biar jatah cuti nggak terlalu banyak hilang, hehe) Tiket Balik udah di beli dan Alhamdulillah dapet yang transit 30 Jam di Colombo Srilanka jadi bisa sekalian melipir satu malem disana. kalau ada temen-temen yang sekiranya punya schedule yang (luckily!) sama seperti saya, Please (I beg) feel free to contact me on whatsapp (089632327787)  Let's have a chit chat!   Rencana Itinerary nya sbb: 1. Rabu (29/5) : flight Jak-Del, stay di Delhi airport
      2. Kamis (30/5) : Check In Hostel, Explore Delhi
      3. Jumat (31/5): Morning flight Delhi-Srinagar, stay di Srinagar 1 malam
      4. Sabtu (1/6) : Srinagar-kargil, naik mobil share cost (approx waktu tempuh 6-7 jam), stay di Kargil 1 malam
      5. Minggu (2/6) : kargil-leh, approx. 5 jam
      6. Senin (3/6 - 8/6) : Explore Ladakh (Tanggal 8 Juni ambil penerbangan ke Delhi Siang)
      7. Minggu (9/6) : Morning flight to Colombo (arrive 08:50AM)
      8. Rabu (10/6) : Morning flight to Jakarta Ps: Itinerary Tentatif. (Full Itinerary Details on discuss) Image Source: Google