Sign in to follow this  
  • entries
    2
  • comments
    51
  • views
    436

About this blog

Sahat's Experiences 

Entries in this blog

Sahat

Hi bor bro and sist, gw kali ini mau sharing short escape gw ke Ho Chi Minh City which is akan lebih banyak drama nya dan kesedihannya (Untuk FR Phuket menyusul ya after ini) .
Seperti ajakan gw di postingan gw sebelumnya, yang ngajakin travelling ke Ho Chi Minh Vietnam tanggal 24 maret 2017-28 Maret 2017.
Jauh jauh hari sebelum tanggal yg diatas, sebenarnya gw udah gak terlalu semangat lagi untuk pergi ke HCMC nya dengan berbagai alasan such as cuti gw udah running out sama kebetulan ada acara wajib di kantor gw tgl 24 maret dan rencananya akan membatalkan aja plan gw ke HCMC.
Tapi karena gw ada janji dengan 2 teman yang berbeda di HCM dimana gw janjian untuk ketemu dia sebelum dia kembali kenegaranya di europe sana dan teman yg ke dua gw udah janji untuk semacam "mengajar/sharing" di course punya dia. Jadilah gw jabani tetap untuk berangkat dengan status cuti gw belom "approved".
Drama dimulai di H-1 keberangkatan dimana gw baru notice kalo tiket yg udah issued itu adalah Kuala Lumpur-HCMC PP dan Kuala Lumpur -Bandung, sedangkan Indonesia-Kuala Lumpurnya belum dibeli. Coba check-check tiket, semua penerbangan ke kuala lumpur sudah sold out dari seluruh  kota di indonesia dengan tujuan kuala lumpur dikarenakan di Malaysia sedang ada libur nasional juga, jadi tiket sudah sold out. Pupus lah sudah harapan untuk pergi ke vietnam.
Coba check check lagi hingga jam 2 pagi di hari H, ada tiket yang available dari Banda Aceh menuju Kuala lumpur. Harapan mulai tumbuh kembali, dan sebelum booking tiket BandaAceh-KL, ane coba cek tiket Jakarta-Banda Aceh masih ada yg available. Eh tiba tiba, penerbangan Banda Aceh-Kuala Lumpur semuanya sold out. Dalam hati bye bye Ho Chi Minh.
Subuh itu dalam hati fix cancel untuk pergi ke HCMC, tapi janji gw ke 2 orang teman gw gimana?
Saya coba cek lagi semua penerbangan ke kuala lumpur dan benar-benar sold out. Saya coba telpon CS AirAsia, MalaysiaAIrlines dan Garuda, semua ticket sudah sold out, nah dan yang terakhir saya telpon CS LionGroup dan oh my God, lion group dengan armada Malind*Air menambah armada tambahan di tanggal 24 karena permintaan yang membludak, mereka menambah armada untuk penerbangan Jakarta-KL pukul 13.15 dan cus langsung  gw book satu seat dengan price Rp.2.2001.000, what the f**k..
Pukul 4 subuh gw book travel Bandung-Soekarno Hatta dan setibanya di soekarno hatta gw langsung checkin dan ngopi cakep di sbux sambil tiduran sekitar 2 jam an di sbux.

Jam 12 siang gw masuk waiting room dan tiba2 announcement "Malind*Air Jakarta-KL will be delayed until 14.45 karena pesawatnya belum tiba dr KL" (dalam hati mikir keras, gimana mau keburu untuk next flight gw ke HCMC which is flight gw dr KLIA2 ke HCMC itu Pukul 18.45 , sementara malindoair delay dan  terminalnya nantinya di KLIA1. Mulai dag dig dug seerrrr). Setelah 14.45 kita mulai boarding dan pesawat siap diberangkatkan. EH tiba tiba pilotnya kasih announcement lagi kalau pesawatnya belom bisa diberangkatkan karena kita belum masuk queue untuk menggunakan runway (ini akibat pesawatnya seelumnya  delay dan belum kebagian queue) jadi lah kita menunggu lagi di dalam peswat selama kurang lebih 45 menit, dan gw udah yakin 100% kalo gw gak akan mungkin bisa ngejar penerbangan gw selanjutnya. Selama penerbangan gw dah gak tenang, gelisah sana sini.
Lebih dari 2 jam penerbangan akhirnya tiba di,KLIA1 waktu setempat menunjukkan pukul 18.10, which is 35 menit lagi pesawat gw ke HCMC akan take off dr KLIA2.
Gw masih berusaha buru2 keluar dr pesawat dan langsung naik aerotrain di KLIA1 menuju arrival hall dan langusng ke imigrasi, melihat antrian imigrasi super super super membludak rasanya tidak mungkin lagi untuk mengejar si AA ke KLIA2, dan kali ini benar2 pasrah kalo gw tidak akan mungkin lagi bisa ngejar si AA ke KLIA2. Sambil ngantri di imigrasi, gw coba buka website KLIA2 untuk informasi departure dari KLIA2, ternyata AA 18.45 statusnya delayed dan langsung deh saya hampiri petugas di imigrasi "Sir, could i get the priority line, because i have to catch my next flight which is will be departed in next 20 minutes?", si petugas negosiasi dan akhirnya saya dibawa ke line depan dan di layani terlebih dahulu. Keluar imigrasi lari sekencang-kencangnya ke KLIA Express dan langsung cus ke KLIA2.

Sampai KLIA 2 sebelum masuk departure hall/imigrasi, saya baca monitor departure information ternyata pesawat gw sudah "DEPARTED". Bye bye tiket gw, rasanya semua perjuangan gw sia sia. BYE BYE BYE BYE BYEBYE
Setelah gw tertinggal pesawat, akhirnya gw balik lagi ke KLIA1 untuk complain ke Malind*Air dan ternyata complain gw sia sia, they said mereka tidak bertanggung jawab untuk hal ini dan paling sialnya gw gak beli asuransi jadi gak bisa klaim juga... how stupid am i...........

Masih mau lanjut gak?

Tungguin ya.... makan siang dulu gw hahahhahaah



 

Sahat

Jepang, Waiver Aja...!

Hola hola, im back again setelah kekesalan yg terjadi pasca pengurusan visa waiver saya, gak usah dibahas kali ya disini :tersipu:tersipu
Okeh deh, lets gooohhhhhh,

Ada yang berencana ke jepang dalam waktu dekat? atau bahkan ada yang sudah issued ticket tapi takut Visa ditolak atau pusing ngurusin persyaratan pengajuan Visa yang super ribet? Tenang saja, VISA ke Jepang? Mudah dengan E-Passport. Tinggal Apply Visa Waiver saja............
Nah sebelum jauh membahas bebas visa (visa waiver jepang), bro bro and sissi harus sudah paham dulu apa itu epassport dan bagaimana mengurus epassport, kali ini saya asumsikan kita semua sudah pada ngerti apa itu epassport atau jika belom, bisa baca ulasan saya mengenai apa itu epassport dan cara pengajuan epassport  disini . 

Nah sekarang, apa sih Visa Waiver/BEBAS VISA  itu ? Bisa cari sendiri lah ya di om google atau di website kedubes jepang nya langsung Read here

Siapa yang bisa mendaftar untuk bebas visa (Visa Waiver)?

Yang bisa mendaftar untuk bebas visa (Visa Waiver) adalah Warga Negara Indonesia pemegang IC passport/e-passport. Paspor tersebut memiliki logo chip di bagian sampul depan yang sesuai standar ICAO (International Civil Aviation Organization).

Ke mana mengurus bebas visa (Visa Waiver)?

Bagi siapapun (WNI) yang sudah  memiliki e-paspor bisa mendatangi Kantor Perwakilan Negara Jepang (Kedutaan Besar Jepang/Konsulat Jenderal Jepang/Kantor Konsulat Jepang) di Indonesia sebelum melakukan perjalanan ke Jepang. Kita juga bisa mengurus visa waiver melalui agen perjalanan yang telah terdaftar resmi. Kali ini saya mengurus visa waiver saya di Embassy of Japan yang beralamat di Jalan MH Thamrin No.24, Menteng, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10350. Patokannya adalah gedung setelah tower Plaza Indonesia. Nah ketika anda mendatangi kantor kedutaan jepang ini, kita akan diperiksa layaknya pemeriksaan keamanan di bandara-bandara, ketika kita sampai di pintu depan, tas kita akan diperiksa oleh petugas security , setelah itu kita menukarkan ID kita (Bisa KTP/SIM) di petugas keamanan depan. Setelah kita menukarkan ID kita, kita kemudian masuk kembali ke bagian scanning barang dan diri  dari pintu yang bertuliskan Nomor 2 (ini saya mengurus di kedutaan jepang yang berada di jalan M.H Thamrin Jakpus), disini barang kita akan di X-ray  begitu juga dengan badan kita. 
Setelah selesai dari bagian security, bergegaslah menuju ruang pengurusan Visa, dan langsung ambil nomor antrian dengan menekan tombol "A", jangan mengambil nomor antrian dari tombol B.
Tombol "A" adalah antrian untuk pengurusan Visa baik Visa biasa maupun Waiver, Tombol "B" untuk Warga jepang.
IMG_20161010_090653.jpg

ssssss, sebenarnya tidak diperbolehkan mengambil photo didalam ruang pengurusan visa.

Berikut adalah Dokumen dan nomor antrian yang akan saya serahkan kepada petugas

IMG_20161010_101035.jpg

Notes: Ketika kalian sudah didalam ruang tunggu, silahkan meminta nomor "receipt" kepada petugas security yang sedang bertugas disitu, isi dan nanti serahkan sekalian pas penyerahan dokumen pengajuan.

Sebai informasi juga, dikantor kedutaan jepang yang beralamat Jalan MH Thamrin, loket pengurusan ada 5 loket yang tersedia, 3 loket untuk Antrian "A" dan 2 loket untuk antrian "B".
Dan satu loket di loket "A" biasanya digunakan untuk travel agent.
Sebenarnya sih pas pengajuan berkasnya, pengechekan dan validasi berkas saya tidak sampai 1 menit, tetapi menunggu nomor antriannya lah yang lama, apalagi jika yg masih dilayani diloket adalah travel agent, yang membawa pengajuan permohonan visa dalam jumlah banyak, ya harus sabar sabar sajalah menunggu.

Dokumen yang diperlukan mengurus bebas visa (Visa Waiver)?

Untuk pengurusan Visa Waiver, kita hanya cukup menyiapkan dokumen e-paspor (Passport elektronik kita itu sendiri)  dan formulir aplikasi permohonan. Formulir permohonan visa waiver, bisa diunduh di situs resmi Kedutaan Jepang di sini  yang tersedia dalam bentuk pdf dan word. Tinggal isi nama, tanggal lahir, jenis kelamin, nomor paspor, masa berlaku, alamat tinggal, nomor telepon rumah, nomor handphone, tanggal pengajuan, dan tanda tangan. That’s it

Berikut sample form untuk pengajuan Visa Waiver, kita hanya perlu mengisi form ini saja. Tidak perlu persyaratan lain seperti pengajuan visa biasa.

form waiver.PNG

 

Berikut Formulir yang sudah saya isi:

1.jpg

Catatan: Untuk pengisian formulir, bisa diketik secara komputerisasi atau ditulis tangan. Bagi kalian yang sedikit pemalas seperti saya, jika kalian tidak punya waktu untuk ngeprint sendiri, kalian bisa ambil form ini juga di dalam kantor kedutaan nya, jadi selagi menunggu nomor antrian dipanggil oleh petugas, kalian bisa isi form ini. Form ini tersedia secara gratis di rak yg terletak deket dengan mesin Nomor Antrian berada.
 

Berapa lama pengurusan Visa Waiver ?

Proses pengurusan Visa Waiver selama dua hari kerja di Kedutaan Jepang atau Kantor Konsulat Jenderal Jepang di Indonesia. Untuk mendaftarkan permohonan visa waiver, rentang waktu adalah pada pukul 08.00 sampai 12.00 WIB. Hasil permohonan visa waiver akan diberikan pada siang hari (13.30-15.00).
Notes: seperti pada gambar berikut akan kita temukan pada kertas receipt yang kita dapatkan. Tetapi pada kenyataannya, untuk visa waiver, bisa selesai dalam satu hari kerja.
Semisal jika kita apply visa waiver hari ini (antara 8.00-12.00), besoknya (antara pukul 13.30-15.00) sudah bisa kita ambil visa waivernya.

pengambilan visa.jpg

Nah jika ingin mengambil visa waiver yang sudah diajukan, jangan lupa datang pada rentang pukul 13.30 WIB-15.00 WIB dan jangan lupa membawa bukti receipt pengajuannya, seperti gambar beriku:

2 ambil.jpg

Jangan coba-coba datang terlambat walau hanya telat 1 menit saja, karena mereka tidak akan melayani. Kasus saya: saya tiba di kedubes jepang pukul 15.02, perkara telat 2 menit saya pulang kebandung dengan tangan kosong.

Berapa biaya yang diperlukan mengurus Visa Waiver?

Untuk mengurus permohonan visa waiver, tidak dikenakan biaya administrasi dengan kata lain gratis tis tis tis...... Hal yang berbeda jika akan mengurus visa dengan paspor biasa, kita akan dikenakan biaya administrasi permohonan visa.

Bukti bebas visa (Visa Waiver)?

Bagi  yang telah mendaftarkan permohonan visa waiver akan diberikan e-paspor dengan bukti registrasi berupa stiker bebas visa. Visa tersebut bisa digunakan untuk kunjungan  ke Jepang dengan durasi tinggal maksimal selama 15 hari dalam sekali kunjungan dan berlaku selama 3 tahun, bisa digunakan berkali-kali hingga masa berlaku stiker tersebut habis, tanpa perlu melakukan registrasi lagi di tiap kali melakukan perjalanan. 

Berikut sticker visa waiver yang sudah saya dapatkan, yeyeyeyeyeyeyeiiii akhirnya jadi juga ke Jepang.... lets rock japan...........

IMG_20161019_150742.jpg
 

 

Nah Gampang bangat kan mengurus bebas visa ke jepangnya, nah tunggu apalagi, jangan ngantor mulu. hehheheheh

Semoga tulisan ini dapat sedikit membantu bagi bro-bro and sissi yang berencana ke jepang menggunakan visa waiver.... Keep travelling...... :melambai:melambai:melambai:melambai:melambai

Sign in to follow this  
  • Posts

    • Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh Bukit Bantir ini saya pikir hanya sebatas bukit biasa. Tapi, kata teman-temanku, bukit ini lagi hits di Semarang. Saya nggak tahu kenapa, ya, karena di pikiran saya hanya bukit biasa wkwk. Jalan-jalan ke sana sama temen-temen ini nggak ada rencana sebelumnya. Main kumpul aja trus berangkat. Letaknya di Desa Losari, Kec. Sumowono, Kabupaten Semarang. Dari lokasi wisata Candi Gedong Songo, masih lurus terus, tapi kita nggak masuk ke gapura candi, ya. Awalnya karena sudah siang, mau ke tempat biasa untuk sekedar ngobrol. Tapi ternyata, kita diajak ke Bukit Bantir. Jalan ke sana sudah beraspal, tapi jalannya menanjak (yaiyalah namanya juga mau ke bukit). Hal yang paling nggak enak adalah, waktu di pasar jimbaran sampai ke daerah bandungan, jalanannya padat. Nah, ini naik motor aja udah badmood gitu kan, mikir mau nyelip dari sisi mana. Apalagi kalau naik mobil, duuuh. Kalau saran saya, sih, lebih baik naik motor, karena selain bisa nyelip-nyelip, juga bisa menikmati udara pegunungan (maklum lah ya, Semarang panas). Tapi, kalau memang nggak ada alternatif lain selain mobil, bolehlah. Cuma saran aja pake motor. Selain menanjak juga jalannya menukik (?) tapi nggak tajam, kok. Sampai di lokasi, kita diarahin tukang parkir untuk markirin motor. Bayangan saya di rumah, ketika sampai parkiran, kita sudah sampai di tempat. Ternyata..... Dari parkiran motor, kita masih harus naik dengan berjalan kaki, mendaki bukit. Sempat di tengah jalan, teman saya nggak kuat dan minta turun. Yaaahh....       Tapi akhirnya kita mutusin buat istirahat di bawah pohon besar beberapa menit. Lalu lanjut perjalanan lagi, kalau ngap, istirahat lagi, begitu seterusnya hihi. Dari perjalanan menuju puncak bukit, kita banyak ngelewatin tulisan-tulisan dan juga beberapa spot yang mungkin dianggap “hits” sama orang-orang.       Sampailah di atas bukit. Amazeeee seumur-umur saya belum pernah naik bukit wkwkwk. Pemandangannya bagus, banyak yang diriin tenda di sana, katanya juga biasa buat kemah. Yah, kita cuma nikmatin bentar aja. Bukan nikmatin, sih, lebih tepatnya numpang duduk, numpang istirahat, kita bawa 6 air mineral dan itu habis semua saking keringnya kerongkongan hahaha.     Saatnya turun ke bawah, di tengah perjalanan yang masih mayan jauh, hujaaaaaannnn ya Allah pengen nangis jadinya hahaha. Kita neduh di salah satu tempat kayak gazebo gitu, memang sengaja disediain karena saya lihat ada beberapa di sana, walaupun udah basah kuyup karena semua tempat yang buat neduh udah dipenuhi sama pengunjung lain. Hal yang saya nggak suka habis hujan dan posisi di atas bukit adalah, jalannya jadi licin, susah buat jalan, takut kepleset, dan kaki harus bener-bener bisa ngerem.   Tiket parkir : Rp 2.000,- Tiket masuk : Rp 5.000,-   -Sekian- Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh
    • Trims Bro Deffa atas penjelasannya.  Masalahnya kalo kita gak siapain uang cash bisa ketemu model : circle of life ryokan di echigo, ternyata walau dibuking pake CC, tapi mereka cuma terima cash.   Tadi nya saya juga pikir masa buking di booking.com yg selalu pake CC, gak bisa terima CC pas bayar.   Lalu saya coba2 email ke semua bukingan.  eh dari beberapa yg reply ada tuh ketemu yg gak terima CC.  hehehe.   Ya mungkin bisa jadi contoh kasus aja sih.    Regds, Nostra.
    • @deffa terimakasih infonya..huum semoga mas @Dimaz segera muncul..
    • Nope, Day 1 nya tanggal 30, karena flight Air Asia sampai di Kansai itu 29 malam  @epinami
    • @Needha Mungkin yang Day 2 Gili Kondo bisa sekalian Gili Bidara dan Gili Kapal, sewa perahu banyak di pantai untuk menyebrang ke Gili Kondo, waktu itu per perahu Rp. 750.000 mungkin mas @Dimaz bisa bantu info nya