Sign in to follow this  
  • entry
    1
  • comments
    0
  • views
    89

Entries in this blog

 

Humble people: 5 characteristics that define them

Humility is one of the personal characteristics that have been most valued and praised historically. However, in practice, humble people are not what prevails in our society. How are humble people? Practically all nations have stories that tell the life of humble and hardworking people who strive to improve some aspect of society, even if they exaggerate. In any case, it is clear that it is a value that is usually promoted to try to get everyone to get it. However, humble people are not the norm, but the exception; most of the people do not stand out in this characteristic, in the same way in which the majority is not characterized by being the opposite, narcissistic and presumed. The fact of opting for humility brings positive advantages for society, but for those who practice this habit it is not always a behavior dynamic that brings personal benefits; This depends a lot on the context. Partly because of this, and because in a culture dominated by individualism and the logic of personal marketing sells more communication than doing something worthy of being communicated, humble people are not the most usual, although they are not of an absolute rarity either. Let's see what the personality characteristics that help us recognize them are. 1. They give value to hard work Humble people are aware that most situations in life unless they are part of a privileged minority, require hard work to live with dignity and help others to do so. Therefore, they value very positively the value of effort and hard work , and of course they do not make fun of those who decide to sacrifice various aspects of their day to day to promote ambitious and difficult projects (a complicated university career, a very specialized professional career and in which many people compete, etc.). 2. They do not find pleasure in overcoming others A humble person does not have to completely reject situations in which they participate in a competition dynamic, such as in a competition or a project contest to receive a scholarship. However, he also does not experience pleasure in the experience of overcoming something in a person or group, given that his self-esteem does not depend on obsessive comparisons with others. That is, they do not get emotionally involved in the competition itself, but rather in the development of the quality product that can help them stand out in a competition. 3. They can tolerate the lack of attention better Humble people can be both introverted and extroverted, but in any case, they suffer less from the experience of not receiving much attention from others. This is something relative, given that everyone needs to be recognized by their peers, but as this type of people do not feel the need to be receiving validation from third parties constantly, certain loneliness in this aspect does not generate them as much discomfort. 4. They yield less to prejudice It is practically impossible never to have fallen into prejudice, but humble people have it easier because spontaneously they rarely find reasons to negatively value other people without having a concrete and rational reason for it. For example, a humble person is less likely to make negative judgments about the fact that another individual has little money since classism is unjustified. 5. They give relative importance to their virtues
 
Humble people do not have self-esteem inflated, among other things because although their ability to make an effort in something can make them stand out, that for them does not define their overall value as human beings. As written on Essay help online UK ,  others would believe that they are above others by virtue of being elite athletes or recognized authorities in some academic arena, humble people simply see what there is: a skill that they are good at.

Larissa Dawn

Larissa Dawn

Sign in to follow this  
  • Posts

    • jadi masih ada apa saja di sana ? Indoor theme parknya juga ga ada ? @deffa
    • Semoga bisa ke vietnam jg :). Makasi info-nya _/|\_ 
    • Mimisan memang sering terjadi pada anak-anak. Tidak jarang, kondisi ini bisa membuat Bunda khawatir. Namun, dengan cara mengatasi mimisan yang tepat, kondisi ini sebanarnya bisa reda dengan cepat. Bunda tidak perlu panik, karena mimisan pada anak pun biasanya tidak menandakan suatu gangguan kesehatan yang serius. Meski begitu, Bunda juga tetap perlu berhati-hati jika mimisan yang dialami dirasa tidak kunjung berhenti dan disertai dengan gejala-gejala lain. Cara mengatasi mimisan pada anak yang perlu Bunda ketahui Mimisan paling sering terjadi pada anak berusia 3 hingga 10 tahun. Biasanya, kondisi ini bisa terjadi karena udara kering atau karena anak tidak sengaja melukai bagian dalam hidung dengan jari atau kuku.
      Meski mimisan terlihat cukup menyeramkan, namun Bunda bisa melakukan cara mengatasi mimisan yang tepat di bawah ini untuk membantu meredakannya: Tetap tenang dan beritahu anak untuk juga tetap tenang. Bawa anak untuk duduk tegak di kursi atau di pangkuan Bunda, lalu posisikan kepalanya sedikit menunduk. Jangan posisikan kepala anak pada posisi menengadah atau mendongak. Hal ini bisa membuat darah mengalir ke belakang tenggorokan dan bisa menyebabkan anak mual, muntah, dan batuk. Jepit cuping hidung perlahan, dengan tisu atau handuk yang halus. Lakukan hal ini selama kurang lebih 10 menit. Jika berhenti terlalu cepat, mimisan bisa kembali terjadi. •    Biarkan anak beristirahat dengan santai setelah mimisan berhasil diatasi. Beritahu kepada si kecil untuk tidak mengorek-ngorek hidung atau mengusap-ngusap hidung setelah mimisan. Jika cara mengatasi mimisan tidak membuahkan hasil, segera hungi dokter Meski mimisan umumnya bukanlah kondisi yang membahayakan, terdapat kondisi-kondisi tertentu yang membuat mimisan perlu mendapatkan penanganan dari dokter. Hubungi dokter apabila: Si kecil sangat sering mimisan Mungkin baru saja memasukkan suatu benda ke hidungnya Anak terlihat mudah memar Punya kecenderungan berdarah banyak, meski luka yang dialami hanya kecil, atau gusinya mudah berdarah Baru-baru ini mengonsumsi obat yang sebelumnya belum pernah dikonsumsi Mimisan yang dialami disertai dengan gejala lain seperti pusing atau lemas Mimisan terjadi akibat benturan di kepala Tidak kunjung berhenti meski telah melakukan cara mengatasi mimisan dua kali berturut-turut Jadi, Bunda tidak perlu bingung lagi jika anak mimisan. Bunda tinggal mengikuti langkah-langkah di atas, dan mimisan pun diharapkan dapat segera berhenti. Jangan tunda untuk ke dokter jika anak sudah menunjukkan tanda-tanda seperti di atas.
    • Menurut para peneliti di Mayo Clinic, penyakit batu ginjal pada wanita semakin mengalami peningkatan dari waktu ke waktu. Kejadian ini paling banyak dialami oleh pasien wanita berusia 18-39 tahun. Alat diagnostik berupa CT scan membuat deteksi batu ginjal pada pasien jadi lebih mudah terdiagnosis.    Apa Itu Penyakit Batu Ginjal? Batu ginjal merupakan infeksi yang menyerang area saluran kandung kemih dengan tingkat yang sudah kronis. 
      Akan tetapi, batu ginjal sama sekali bukan batu. Hanya saja, karena sangat sulit dan sakit saat buang air kecil, pasien seperti merasakan adanya sebongkah batu yang menghambat saluran kencing.
      Batu ginjal umumnya berukuran kecil. Besarnya seperti sebutir garam atau seukuran inti biji jagung. Jika tubuh mengandung terlalu banyak mineral tertentu dan pada saat yang sama kekurangan cairan, maka batu ginjal bisa terbentuk.  Batu ginjal bisa berwarna cokelat atau kuning, dan teksturnya ada yang halus atau kasar. Batu ginjal pada wanita maupun pria sangat berisiko. Namun, peluang pria lebih besar dua kali lipat ketimbang pada wanita.  Penderita batu ginjal umumnya harus membuat perubahan gaya hidup. Termasuk menerapkan pola makan seimbang untuk mencegah penyakitnya kambuh. Tak hanya itu, penderita batu ginjal juga harus minum lebih banyak air, mengurangi makan daging, dan mengurangi asupan garam (mengurangi makanan asin). 
      Para peneliti mencatat temuan mereka mungkin tidak berlaku untuk semua orang. Karena mereka hanya melakukan penelitian dengan melibatkan para peserta yang berkulit putih. Sedangkan, dari ras keseluruhan di seluruh dunia, ras kulit putih (kaukasia) merupakan ras yang paling tinggi berisiko batu ginjal.  Gejala Batu Ginjal Beberapa penderita batu ginjal tidak pernah menyadari mereka memiliki gejala sebelum mengeluh sakit saat buang air kecil. Berikut adalah gejala-gejala batu ginjal yang perlu diketahui. Nyeri di punggung  Nyeri di bagian bawah perut Sering buang air kecil Merasa sakit saat buang air kecil Urin berwarna merah jambu, merah, atau coklat Mual karena sakit perut Demam dan kedinginan Tes Pemeriksaan Batu Ginjal Dikutip dari situs kesehatan SehatQ.com, ada beberapa pemeriksaan agar dokter bisa mendiagnosis batu ginjal, antara lain: Sinar X. Pada kasus orang dewasa, batu ginjal lebih mudah dilihat dan ditemukan.  CT scan. Menggunakan alat CT (computed tomography) scan untuk mengambil gambar X-ray. Gambar ini nantinya akan digunakan dokter untuk membuat diagnosis yang cepat.  USG. Tes ini menggunakan gelombang suara untuk membuat gambar dari organ di bagian dalam tubuh pasien. Jika pasien memiliki batu ginjal, tes ini dapat membantu dokter untuk mengetahui seberapa besar dan di mana lokasi tepatnya. Tes darah. Bertujuan untuk mengetahui apakah pasien memiliki terlalu banyak zat tertentu dalam darah, seperti asam urat atau kalsium, sebagai pembentuk batu ginjal.  Tes urine. Fungsinya untuk mendeteksi mineral pembentuk batu ginjal di dalam urin. Pengambilan sampel urin membutuhkan waktu selama 1-2 hari.  Setelah pemeriksaan batu ginjal, dokter akan memiliki informasi yang cukup dalam memutuskan perawatan terbaik. Dengan melakukan pemeriksaan tersebut, dapat membantu dokter menangani penyakit batu ginjal lebih efektif dan cepat.
    • Pernah nih iseng main kesini pas perjalanan dari malang ke ponorogo. Awalnya semua fine-fine ajaa ehh lama2 disuruh bayar macem2 sampe kalo di total sekitar 250rb an (kita anggap sedekah), Pas pulang dikasih semacam bungkusan dapet 2 yaa karna gangerti kita bawa aja sampe di ponorogo, Pas di Ponorogo dibilangin katanya suruh buang di kali/sungai dan akhirnya pas perjalanan balik ke malang kita buang bungkusannya di kali kita kira udah gapapa eh malemnya disekitar rumah ada yang siskamling dan kata yang siskamling di depan rumah ada binatang yang warnanya putih tp bentuknya musang dan mukanya muka monyet ntah lah itu apa lari dari jalan ke dalem got terus ilang di dalem got... mungkin suhu2 disini ada yang tauu?? hehehe