Jump to content
Forum Jalan2.com - Silahkan Berbagi & Bertanya Tentang Tujuan Wisata Anda
Sign in to follow this  
  • entries
    4
  • comments
    19
  • views
    1,594

Menelusuri Jejak Batavia

A Luciana Setiawati

1,298 views

DSCN0597-1.JPG

 

Dalam rangka memeringati ulang tahun Republik Indonesia yang 70 tahun, saya  terinspirasi untuk menuliskan sebuah catatan perjalanan ke Museum Fatahillah. Museum ini terletak di kawasan Kota Tua. Tepatnya di Jln. Taman Fatahillah 1, Jakarta. Museum Fatahillah merupakan sebuah bangunan kuno yang pernah menjadi Balai Kota pada jaman kolonialisme Belanda. Bangunan tersebut juga berfungsi sebagai pusat administrasi dari VOC atau Kantor Urusan Dagang Hindia Belanda pada abad 18. Setelah Indonesia merdeka, bangunan ini beralih fungsi menjadi kantor Gubernur Jawa Barat. Tahun 1970 barulah bangunan bersejarah ini digunakan menjadi pusat pemerintahan Kota Jakarta.

Di dalam museum terdapat berbagai koleksi peninggalan kolonial Belanda dan ada juga beberapa prasasti dari kerajaan kuno di Indonesia yaitu Tarumanegara.

2015-08-18-00-35-07_deco.jpg

Salah satu koleksi Museum Fatahillah

Di tengah bangunan terdapat sebuah lapangan yang terdapat patung Hermes yang menurut mitos Yunani kuno merupakan dewa pengantar pesan (Messenger God). Replika dari patung tersebut dapat ditemukan di jembatan Jln. Djuanda.

DSCN0529.JPG

Pose di depan patung Hermes

Di belakang lokasi patung tersebut terdapat juga penjara bawah tanah yang digunakan pada jaman penjajahan Belanda. Dulunya di lokasi lapangan terbuka ini diletakan sebuah meriam yang bernama meriam si Jagur, namun sejak beberapa tahun lalu meriam tersebut dipindahkan ke luar lokasi bangunan, tepatnya berada di sebelah Café Batavia.

DSCN1519.JPG

Meriam Si Jagur

Di sekeliling luar Museum juga terdapat beberapa museum seperti Museum Wayang dan Museum Bank Mandiri. Di bagian luar Museum Fatahillah terdapat sebuah alun-alun atau dikenal dengan nama Taman Fatahillah. Di alun-alun ini seringkali menjadi lokasi para fotografer mulai dari keperluan narsis sampai untuk portofolio. Banyak yang menyewakan sepeda berwarna-warni untuk berkeliling areal Museum bahkan sampai ke Pelabuhan Sunda Kelapa yang tidak jauh dari Museum. Pengunjung dapat menyewa sepeda selama 1 jam dengan tarif kurang lebih Rp 60.000, jika memilih dibonceng menggunakan ojek sepeda maka tarifnya lebih mahal.

FB_IMG_1439811585060.jpg

Areal sekeliling Museum merupakan lokasi yang bagus untuk berfoto dengan nuansa vintage. Di Taman Fatahillah ini juga akan kita temui beberapa seniman jalanan yang menggunakan kostum dan body painting. Beberapa dari mereka berperan sebagai tentara Indonesia, noni Belanda sampai vampire China. Pengunjung bebas berfoto dengan para seniman tersebut tanpa dikenakan tarif wajib, mereka meletakan ember untuk para pengunjung dapat memberikan tips sukarela.

DSCN1472.JPG

Museum berseberangan langsung dengan sebuah Café bernuansa vintage yaitu Café Batavia. Menu yang disuguhkan beragam, mulai dari menu tradisional Indonesia, makanan peranakan dan juga menu dari negeri kincir angin. Suasana ruangan di café ini pun cukup tematik. Harga menu di café ini dimulai dari kisaran Rp 40.000, harga yang lumayan mahal untuk kantong backpacker. Namun suasana dan rasa yang disajikan sebanding dengan harga yang dibandrol di café ini.

DSCN0592.JPG

 

DSCN0581.JPG

Mr. S di depan Hall of Fame Café Batavia 

2015-08-18-00-36-22_deco.jpg

Poffertjes

Kembali ke Museum Fatahillah. Untuk masuk ke museum, pengunjung diwajibkan membayar tiket seharga Rp 2000 untuk turis domestik dan sekitar Rp 10000 untuk turis mancanegara. Jika membutuhkan jasa tour guide, museum juga menyediakan. Pengunjung diminta untuk melepaskan alas kaki dan menggantinya dengan sandal yang sudah disediakan pihak museum. Alas kaki dapat dimasukan ke dalam tas yang telah disediakan.

Setelah puas berkeliling museum, sempatkan untuk bejalan-jalan di sekitar kota tua. Ada banyak lokasi bagus untuk berfoto. Ada sebuah gang dimana mobil antik menjadi obyek foto, atau berjalan sedikit ke lokasi Toko Merah, gedung yang berwarna merah sesuai dengan namanya.

DSCN0541.JPG

 

DSCN0605.JPG

Jika ingin puas menelusuri jejak Batavia, usahakan berkunjung mulai pagi hari saat cuaca masih bersahabat dan pengunjung belum terlalu ramai.

Enjoy Jakarta ☺



16 Comments


Recommended Comments

Wah menarik nih, boleh kapan2.. dah lama pengen mampir cuman ga pernah kesampaian. Next time deh ksini. ^^ Museumnya buka jam berapaan ya Mbak? Info2 ya, thank you ^^

Share this comment


Link to comment

Wah menarik nih, boleh kapan2.. dah lama pengen mampir cuman ga pernah kesampaian. Next time deh ksini. ^^ Museumnya buka jam berapaan ya Mbak? Info2 ya, thank you ^^

halo @areyuri salam kenal ya.

Aku dua kali kemari ga langsung masuk museum tapi manfaatin waktu untuk benarsis ria di alun2 nya sebelum ramai sama pengunjung lain. Sepertinya sama ya dengan jam buka museum lain dari jam 8 pagi. Senin biasanya museum tutup. Saran saya, datang pas weekend sekitar jam 7 pagi. Foto2 dulu di alun2 sebelum ramai dan panas. Nanti jam 8-an kalau sudah mulai ramai dan panas baru masuk museum.

ohh...seru juga kalau bikin lagi yah☺

Thanks infonya @deffa

beberapa kali dteng tp gak prnah masuk museumnya.... :tersipu

ayo mas @Tarmizi Arl sekali2 coba masuk. Awalnya aku juga ga suka wisata museum cuma karena suami penggemar sejarah, 'terpaksa' nemenin :tersipu

Kalau sekarang sdh biasa kemana2 pasti ada wisata sejarah, aku sih tetap wisata narsis :foto2

Share this comment


Link to comment

cafe batavia mahal yaa hhihi
di kota tua banyak, seniman yang bisa lukisin wajah dan siluet wajah.. :D

iya harganya lumayan banget, jadi kalau waktu itu kita nikmatin cafe dengan budget seadanya. Akhirnya kita pesan teh dan poffertjes 

Iya senimannya banyak di alun2 tapi belum pernah coba mb @samsamudro

Share this comment


Link to comment

dulu pernah pas malam minggu  nongkrong disini ..banyak pengamennya..tapi nggak tahu sekarang??? hihi mantaf mbak artikelnya...:rate

kalo pengamen mungkin masih ada tapi pedagang kaki lima nya udah berkurang mungkin gak ada :D

Share this comment


Link to comment

dulu pernah pas malam minggu  nongkrong disini ..banyak pengamennya..tapi nggak tahu sekarang??? hihi mantaf mbak artikelnya...

Wah, Saya malah blm pernah nongkrong pas malam minggu, Mas @budhi sugeng. Beberapa kali saja lewat daerah sana pas malam dan memang rame ya.

Share this comment


Link to comment
×
×
  • Create New...