Jump to content
Forum Jalan2.com - Silahkan Berbagi & Bertanya Tentang Tujuan Wisata Anda
Sign in to follow this  
  • entries
    7
  • comments
    74
  • views
    3,342

Bogota, kesan pertama mengenai Kolombia!

Riky Ramadani

1,124 views

Tibalah kami, sekelompok yang terdiri dari 9 orang Indonesia, tengah malam di Bogota. Ibukota Kolombia. Waktu menunjukkan sekitar pukul 12 malam. Situasi di Bandara sangat sepi dan dipenuhi beberapa anjing pendeteksi. Dengan perasaan senang walaupun capek, maklum kami baru saja menjalani flight selama 2 hari dengan flight total lebih dari 40 jam, akhirnya kaki ini menginjakkan dirinya di negeri bernama Kolombia tersebut.

 

IMG_20150810_082944.jpg


Cuaca di Bogota benar-benar mengejutkan kami, karena yang kami tahu Kolombia ini adalah negeri tropis seperti Indonesia, namun ternyata cuacanya dingin banget! Walaupun saya tahu  ketinggian kota ini berada pada 2.600 mdpl, tetap saja dinginnya lebay. Disambut oleh mas-mas latin ganteng yang membuat peserta cewek terkesima namun kami lupa namanya. Langsunglah kami menuju hotel untuk beristirahat. Akhirnya nyentuh kasur! Bogota hanya kota sepi yang tidak macet pada pukul 12 malam, sangat kontras dengan Jakarta yang biasanya tetap ramai dan banyak orang nongkrong di pinggir jalan.


Jet lag membuat sebagian besar dari kami tidak bisa tidur secara optimal, tidur hanya 1 jam dan 2 jam terbangun, lalu tidur lagi 1 jam dan terbangun lagi 2 jam, begitu seterusnya.



 

IMG_20150811_080712.jpgIMG_20150811_064221.jpg

 

Pagi telah tiba dan kami harus mempersiapkan diri untuk opening ceremony yang diselenggarakan oleh pemerintah Kolombia yang terdiri dari Kementrian Kebudayaan, Kementerian Luar Negeri, APC dan Pro Colombia. Kami segera bergegas menuju La Candelaria, salah satu top destination di Bogota. Menggunakan bus, kami dapat melihat kehidupan Bogota di pagi hari. Ternyata Bogota merupakan kota yang bersih dan hidup. Terlihat orang-orang berangkat kerja menggunakan jas dan dasi, dan wanita-wanita dengan tampilan modis keren sedang berjalan kaki. Fenomena yang hampir mustahil di lihat di Jakarta. Macetnya Bogotapun masih terbilang sangat wajar bagi kami yang sebagian besar tinggal di Jakarta. Ditambah cuacanya yang dingin, sekitar 8-15°Celcius. Sebuah kombinasi yang menarik untuk ukuran kota tropis. Tidak hanya itu, Bogota juga bisa sebut sebagai kota Graffiti. Terdapat banyak street art yang terbilang sangat keren di sepanjang tembok selama kami menempuh perjalanan.

 

DSC_5122.JPG

 Graffiti, ciri khas Bogota

 

Photo%2BNov%2B09%252C%2B5%2B11%2B23%2BAM

Spot yang bagus untuk berfoto ria, bukan?

 

Kami bersembilan diturunkan disebuah daerah antik yang bernama La Candelaria. Ternyata La Candelaria ini adalah kota tua Kolombia, disini terdapat banyak gedung kolonial peninggalan Spanyol. Jujur saya cukup terpukau dengan keindahan Kota Tua ini, sungguh berbeda dengan Kota Tua yang dimiliki Jakarta. Baik dari sisi gedung peninggalan maupun perawatannya. Nuansanya seperti alun-alun di Eropa.


Disini kami mengunjungi Instituto Caro y Cuervo yang merupakan penyelanggara program ELE Focalae. Gedung Insituto Caro y Cuervo ini seperti rumah tua khas kolonial Spanyol. Disini kami bercengkrama dengan peserta dari berbagai negara Asia, dan Indonesia menjadi rombongan tersebesar yaitu 9 orang dari sekitar 60 orang yang diwakili 14 negara. Kami juga dikenalkan dengan enaknya buah-buahan segar Kolombia dan minuman seperti cokelat panas dan kopi asli Kolombia.

 

IMG-20150811-WA0021.jpgIMG-20150811-WA0016.jpg


Opening Ceremony

 

Setelah mengunjungi Instituto Jose y Cuervo, kami langsung dialihkan ke gedung Kemetrian Luar Negeri Kolombia. Pada opening ceremony ini kami tidak hanya disambut hangat oleh goverment Kolombia, tapi juga dari government Indonesia. Yup, Ibu Dubes dan rombongannya bersedia menyambut kami di venue tersebut. Senangnya!

 

 

 

IMG_20150810_165327.jpgIMG_20150810_164717.jpg

 

IMG_20150810_175321.jpg

Ibu Dubes Indonesia di Kolombia

 

Hal yang paling kami ingat adalah ketika mereka mengenalkan Kolombia kepada peserta dengan menggunakan video clip dari lagu Carlos Vives dan kawan-kawan berjudul La Tierra del Olvido. Siapapun yang melihat video ini pasti akan terkagum-kagum akan keindahan alam Kolombia. Setelah itu kami juga disajikan beberapa makanan khas Kolombia, dan makanan favorite saya adalah Empanada. Empanada adalah roti isi atau pastry panggang yang dibuat dengan melipat adonan patty atau roti disekitar isian. Isian dapat terdiri dari antara lain berbagai daging, keju,jamur, sayuran atau buah-buahan. Enak banget!

video_object.png

 


 

 

IMG_20150810_194626.jpgIMG-20150811-WA0019.jpgIMG-20150811-WA0018.jpg

Usai opening ceremony, kami diajak berkeliling La Candelaria dengan berjalan kaki. Hal yang paling memukau adalah momen dimana kami menyentuhkan kaki di Plaza de Bolivar, alun-alun paling indah di Bogota. Tepat ditengah-tengah plaza ini terpampang dengan gagah patung Simon Bolivar, sang Libertador yang membebaskan negara-negara Latin (Kolombia, Venezuela, Peru, Bolivia, Ekuador dan Panama) dari penjajahan Spanyol.

Plaza de Bolivar ini selain luas dan dipenuhi burung-burung merpati yang ramah manusia, juga dikelilingi berbagai gedung bersejarah yang keren dari segala penjuru mata angin. Sekarang ini, gedung-gedung tersebut menjadi kantor government Kolombia.


Selain bercengkerama dengan ribuan merpati, pengunjung bisa menikmati pemandangan gedung-gedung tua bersejarah yang kini difungsikan sebagai kantor pemerintahan di sekitar Plaza.

Kalo di sebelah selatannya ada gedung Capitolio Nacional atau gedung Kongres Kolombia,di utara Plaza Bolivar ini terdapat Palacio de Justicia, sesuai namanya yang berarti Gedung pengadilan alias gedung Mahkamah Agung. Sedangkan di sebelah baratnya terdapat Gedung Lievano yang sekarang menjadi Balai Kota Bogota, dan di sebelah timur terdapat Catedral Primada de Colombia yang merupakan gereja terbesar di Kolombia.

 

IMG_20150810_184705.jpg

IMG_20150810_184928.jpg



 

IMG_20150810_184753.jpg

IMG_20150810_185428.jpg

 

IMG_20150810_185738.jpg

 

e.jpg

 

IMG_20150810_190853.jpg

IMG_20150810_191338.jpg

 

video_object.png



Setelah puas mengunjungi area La Candelaria, kami kembali ke hotel melalui rute yang memungkinkan kami melihat kehidupan jalanan di Bogota. Malam harinya kami diajak makan malam bersama tim dari program ELE Focalae dan disambut meriah dengan tarian Cumbia yang menjadi tarian nasional Kolombia. Tim dari KBRI Bogotapun ikut serta dalam acara pelepasan ini. Malam tersebut merupakan farewell pertama kami sebelum dilepas menuju kota masing-masing. Terima kasih Bogota, Colombian goverment, penyelenggara ELE Focalae dan KBRI Indonesia atas penyambutannya yang luar biasa.


Dan, Bucaramangapun menunggu....

 

video_object.png


 

IMG_20150811_023655.jpg


 

12004940_10206785517610206_5275600157134

 

 





 



12 Comments


Recommended Comments

 

Ke Bogota 3 th yang lalu, yang keinget betul adalah banyak sekali persewaan handphone. Sampai sekarang masih belum terjawab, kenapa ya orang lokal pada sewa hape ? apakah harga hape mahal? atau pulsanya mahal? Unik aja lihat caranya, hape dirante . Apa sampai sekarang masih begitu?

 

IMG_2887.JPG

Share this comment


Link to comment
8 hours ago, Fe Angka said:

 

Ke Bogota 3 th yang lalu, yang keinget betul adalah banyak sekali persewaan handphone. Sampai sekarang masih belum terjawab, kenapa ya orang lokal pada sewa hape ? apakah harga hape mahal? atau pulsanya mahal? Unik aja lihat caranya, hape dirante . Apa sampai sekarang masih begitu?

 

IMG_2887.JPG

o0h iya saya pernah dengar soal ini juga, menarik ya, saya jadi inget dulu SD abang2 Gamewatch hahah

Share this comment


Link to comment

Kalo denger Bogota itu ingetnya TransMilenio, itu cikal bakalnya transjakarta alias nyontek ide colombia, tapi transmilenio nampaknya jauh lebih berkualitas ya dan keren ga kaya transjakarta (pernah lihat di youtube) :bingung

Share this comment


Link to comment
On 6/23/2016 at 1:01 AM, Fe Angka said:

 

Ke Bogota 3 th yang lalu, yang keinget betul adalah banyak sekali persewaan handphone. Sampai sekarang masih belum terjawab, kenapa ya orang lokal pada sewa hape ? apakah harga hape mahal? atau pulsanya mahal? Unik aja lihat caranya, hape dirante . Apa sampai sekarang masih begitu?

 

IMG_2887.JPG

@aprisnando disana itu orang banyak banget yang ga punya pulsa. sengaja dirantai emang biar engga dicuri (rawan).

itu tulisan 200 minutos artinya, 200 peso/menit, alias kurang dari 1000 rupiah.

Jujur aja dibandingin sama Kolombia, orang Indonesia ini jauh lebih update mengenai gadget.

Orang juga agak parno menelpon/main hape di jalanan, takut kena curi/rampok.

On 6/23/2016 at 3:49 PM, aprisnando said:

Kalo denger Bogota itu ingetnya TransMilenio, itu cikal bakalnya transjakarta alias nyontek ide colombia, tapi transmilenio nampaknya jauh lebih berkualitas ya dan keren ga kaya transjakarta (pernah lihat di youtube) :bingung

iya, mereka lebih cepat dan lebih banyak cabang rutenya. bahkan ada banyak rute dalam 1 halte.

Share this comment


Link to comment
×
×
  • Create New...