• entries
    182
  • comments
    1,328
  • views
    6,440

(Thailand) berwisata ke Ayutthaya, sisa sisa reruntuhan ex kerajaan siam part 1 : edisi bangkok 24102017to01112017 (15)

Hartono Hasian

156 views

setelah semalaman tanya sana sini cara ke ayutthaya, malah ada supir taksi yang add facebook saya, dan menawarkan untuk menggunakan taxi dia dengan harga 2.000 bath, bagi saya itu kemahalan, maklum, bawa duit cuma 5.000 bath, habis lah duit saya, heheheh, akhirnya saya putuskan naik kereta api.

maka hari ini , pagi pagi jam 05.00 saya sudah bangun, mandi, terus ke stasiun MRT jam 06.00, ngak sarapan ni , hehehehe, dari MRT sukhumvit (paling dekat dengan penginapan saya), saya naik MRT ke Hua Lamphong station, dari stasiun MRT, saya cukup jalan kaki ke stasiun kereta api hua lamphong.

sesampai di stasiun, saya menuju loket karcis kereta, saya tinggal bilang ayutthaya, terus kasih uang sebesar 50 bath (kurs 415), saya langsung dikembalikan uang sebesar 30 bath, nah, artinya harga tiket cuma 20 bath, murah sekali ya, untuk perjalanan selama 2 jam, dan tanpa tempat duduk

IMG20171028071332
IMG20171028072646

 

 

 

 

 

 

 

 

setelah dapat tiket, saya lihat ke papan pengumuman, disana tercantum nomor kereta, di jalur mana, dan jam berangkat, papan pegumuman itu memuat huruf thailand dan inggris secara bergantian, dan mudah di mengerti

setelah OK semua, saatnya saya mencari makan pagi, di stasiun ada kantin , makanan tidak terlalu mahal, sekitar 40 / 50 bath, cara belinya adalah kita membeli kupon makanan, terus ke counter untuk membeli makanan, tapi saya biasa ke counter dulu, lihat berapa duit, saya beli kupon senilai harga makanan yang akan kita makan saja, hehehehe, ngak mau bolak balik

IMG20171028070943

makanan halal ? mereka ada counter yang khusus masakan halal, dan letaknya tersendiri, jadi tidak ada kesulitan untuk masakan halal, walau negera Buddhist, tetapi kelihatannya di thailand tidak terlalu sulit untuk mencari makanan halal, asal kita jeli dikit saja, baik itu di mall, di tempat tempat umum, maupun di tempat tempat wisata.

setelah makan, saya mencari pintu masuk untuk kasih cek tiket, ternyata stasiunnya tidak ada pintu yang melakukan cek tiket, kita langsung masuk saja, dan tunggu kereta di jalur yang akan kita naikin.

IMG20171028075324

saat lagi menunggu kereta api, pas jam 08.00 kok semua orang berdiri, saya ikut berdiri saja, dan berdiri sempurna, ada musik nya, ternyata saat kedua kali saya naik kereta api mau ke summer palace (summer palace akan di tulis tersendiri) , saya baru tahu, bahwa setiap hari jam 08.00 dan jam 18.00 , di tempat umum atau keramaian, semua kegiatan akan di tunda, dan lagu kebangsaan thailand akan diputar, semua harus berdiri dengan sikap sempurna, sebagaimana di youtube ini https://www.youtube.com/watch?v=cnM7S6wu2G0 , saya setuju , kalau di Indonesia juga di terapkan seperti ini.

karena kereta datang hampir sejam, maka saat kereta datang , para penumpang buru buru naik ke gerbong kereta, saya termasuk, walau tidak dorong dorongan, tetap tertib, akhirnya saya berhasil masuk ke gerbong kereta api, dengan percaya diri, langsung keluarin hp dan selfie

IMG20171028153807

ternyata itu gerbong untuk yang harga tiket 200 bath lebih, kalau ngak salah 285 bath, yang ada ac dan dapat tempat duduk, dengan agak sedikit malu, turun lah, dan ganti gerbong yang di depan, hehehehheh

nah, karena salah gerbong dan terlambat naik gerbong semestinya, terpaksa lah berdiri, tapi ngak apa apa, masih lega dan enak berdiri nya, bisa selfie dengan santai, hehehehh

IMG20171028084225

tetapi , setelah melewati beberapa stasiun, rasa syukur gerbong yang lega menjadi penuh sesak, bergerak dikit pun susah, tadi teringat KRL, untung masih pagi, cuaca masih belum panas benar, jadi ngak terlalu sesak.

IMG20171028091709

diperjalanan ini, ada sepasang bule mau ke bandara don mueang, tetapi kelewatan, soalnya karena terlalu padatnya, sehingga pengumuman tiap tiap stasiun ngak kedengaran jelas, mata mau memandang keluar juga kesulitan, akhirnya mereka berhenti saja di stasiun terdekat, itulah kenapa saya tidak menyarankan ke stasiun don mueang naik kereta api, walau memungkinkan.

setelah 2 jam perjalanan , akhirnya kami sampailah di stasiun ayutthaya, kalau sampai stasiun ayutthaya, anda tidak perlu kwatir ke lewatan, karena pertama , bakal ada kondektur yang teriak terus ayutthaya, ayutthaya, ayutthaya, walau dengan logat thailand, kedua kereta dalam sekejab akan terasa lega, karena banyak sekali penumpang akan turun disini, termasuk banyak yang rambut pirang dan kulit bule, gampang sekali di kenali, kecuali anda ke tiduran atau kurang eling.

sebagai tambahan informasi, anda juga bisa naik bus dari terminal utara bangkok, stasiun mochit, tetapi karena saya tidak melalui sini, tidak banyak informasi yang bisa saya berikan.

setelah turun dari kereta api, ada beberapa pilihan transportasi yang dikasih tahu oleh teman, seperti sepeda, sepeda motor atau tuk tuk, pilihan saya jatuh pada motor, mengingat sepeda ? wah, ngak lah, pasti ngak bisa pergi jauh jauh, tuk tuk ? wah, terbatas, kita ngak bisa bebas semau kita, akhirnya pilihan saya jatuh pada sepeda motor

tempat persewaan sepeda motor ada nya di seberang stasiun kereta api, tinggal nyeberang jalan, ketemu lah, pada saat saya sampai, masih sangat banyak sepeda motor (tetapi saat saya jam 15.00 antar balik motor saya, ternyata sudah kosong , tidak ada lagi sepeda motor, kecuali motorku), maka saya sewa motor disini, setiap penyewa di haruskan meninggalkan tanda pengenal , baik itu KTP thailand atau paspor, tetapi saya tidak mau tinggalkan paspor saya, soalnya takut juga, akhirnya jalan keluar adalah saya kasih uang jaminan 2.000 bath, ditambah biaya sewa untuk seharian sampai maksimal adalah jam 07.00 malam (19.00)

saat kita menyewa, kita akan di kasih sebuah peta untuk jalan jalan, kita dikasih tahu jalurnya, tapi selama perjalanan, saya tidak melewati jalurnya sih, kalau ada yang bagus , saya mampir,

IMG20171028130150

akhirnya saya mengambil sebuah motor, menurut saya paling besar, sesuai dengan oversize body saya, motornya motor matik, dan kita dikasih sebuah kunci rantai untuk kita kunci (cuma saya lihat, umumnya orang tidak pakai kunci rantai, cuma untuk keamanan, saya selalu rantai)

IMG20171028105535

setelah itu, kita dikasih penjelasan, bahwa berangkat bensin penuh (diperlihatkan), pulang juga harus penuh

sebelum berangkat, saya kasih tahu terlebih dahulu, ayutthaya itu apa sih :

Ayutthaya (nama lengkap Phra Nakhon Si Ayutthaya, ) ialah ibu kota Provinsi Ayutthaya, Thailand, berpenduduk sekitar 65.000 jiwa (2000). Didirikan oleh Raja U-Tong pada tahun 1350, untuk menjadi ibu kota kerajaannya, Kerajaan Ayutthaya di Siam. Pada tahun 1767 kota ini dihancurkan oleh pasukan Burma, dan reruntuhan kota lamanya kini dikenal sebagai taman bersejarah Ayutthaya.

nah, karena sudah jelas, semua, berangkat lah saya dengan sepeda motor itu, tanpa pakai jaket, tanpa lengan panjang, hebat ,hehehhe (efeknya kulit hitam dan terkelupas setelah beberapa hari)

perjalanan awal saya masih rajin ikuti petunjuk di peta, dari no. 1 , no. 2 dan selanjutnya, tetapi makin lama, saya makin tertarik ketempat yang lain, sehingga sedikit bergeser geser, dan ada beberapa tempat saya tidak pergi, seperti wihara yang sedang dalam perbaikan, atau naik gajah atau floating market.

lokasi pertama yang saya pergi adalah wat mahathat kemudian saya lanjut ke lokasi lokasi berikut nya :

WAT MAHA THAT :

Pada masa kejayaan kerajaan Ayutthaya, kerajaan memiliki banyak sekali arca dan patung Buddha, harta karun berlimpah, hal tersebut memancing serangan dari luar oleh kerajaan Burma, sehingga kekayaan kerajaan di jarah sana sini, akhirnya kerajaan rusak sana sini, patung patung dan arca terpecah belah, sehingga tempat ini tidak terawat, berlumut dan bersemak.

saat pemerintah thailand membersihkan reruntuhan tersebut untuk dijadikan tempat wisata, disebuah pohon di sudut reruntuhan, di temukan sebuah kepala Buddha sudah terlilit dan menjadi satu dengan pohon, batu kepala Buddha berada 30 cm diatas tanah, sedangkan badan dari patung tersebut tidak terlihat, tidak di ketahui apakah karena sudah hancur.

Kepala pohon ini menjadi sangat menarik, soalnya mesti terlilit akar pohon tersebut, bagian wajah masih menghadap keluar dengan tersenyum dan posisi tegak, warna nya pun sewarna dengan warna pohon, sehingga seolah olah kepala tersebut adalah merupakan bagian dari pohon tersebut, bukan karena lilitan , sungguh indah

bagi anda yang ingin foto disini, maka ada petugas yang menjaga, anda tidak dibolehkan untuk berdiri , posisi foto pun sudah ditentukan

lanjut part 2 .

IMG20171028102950.jpg

IMG20171028103226.jpg

IMG20171028103256.jpg

IMG20171028103313.jpg

IMG20171028103336.jpg

IMG20171028103430.jpg

IMG20171028103615.jpg

IMG20171028104111.jpg

IMG20171028104209.jpg

IMG20171028104309.jpg

IMG20171028104327.jpg

IMG20171028104638.jpg

IMG20171028104738.jpg

IMG20171028104815.jpg

IMG20171028105535.jpg

IMG20171028111010.jpg

IMG20171028130150.jpg



8 Comments


Recommended Comments

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!

Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.

Sign In Now