• entries
    193
  • comments
    1,390
  • views
    8,320

(Thailand) makan di mbk dan siam center, and pengalaman pulang dari bangkok : edisi bangkok 24102017to01112017 (20 – habis)

Hartono Hasian

265 views

selama di bangkok, memang makan di food court terminal 21 adalah yang paling murah di banding dengan tempat lain, tetapi memang agak sulit cari tempat duduk di terminal 21, karena tempatnya tidak terlalu luas, dan yang makan ramai terus, mau jam makan ataupun diluar jam makan, mungkin karena murah, jadi banyak yang makan disana

tetapi food court di MBK dan siam center juga bisa dijadikan sebagai pilihan, saya juga sempat makan di kedua food court ini, walau harganya lebih tinggi , tetapi orang Indonesia yang makan disana, biasa nya omong murah ya, murah ya, sama kayak orang Tiongkok kalau belanja di bali, dikit dikit murah , hehehhee, walau di ketok, tetap murah, untung ini food court dengan harga pas, jadi walau dibilang murah sama orang Indonesia, harga tetap sama saja, tidak bisa di ketok, paling porsi di sedikit kan kali ya (mungkin), hehehhee, jika mau lihat harga makanan, silakan lihat foto ya

hari ini , tanggal 1 nov 2017, siap siap pulang ke Jakarta, hari ini bangun agak siangan, karena penerbangan malam hari, dan pagi  hari terakhir di bangkok, turunlah hujan pagi pagi, seakan mengucapkan selamat jalan dan selamat menikmati perjalananku kembali ke jakarta,  akhirnya rapi rapi lah barang yang akan dibawa ke jakarta, sebenarnya bingung apa yang akan di rapikan, karena pakaian yang di bawa dari jakarta sudah berkurang, tidak beli oleh oleh, tadinya 1 rangsel, 1 koper, sekarang barang sudah muat di 1 koper, rangsel cuma buat sedikit barang saja, akhirnya turun dapur hostel, ini pertama kali saya sarapan pagi di hostel dari 8 malam nginap disini, makanan biasa saja, cuma roti + selai, itu saja, tapi lumayan buat menganjal perut.

sambil malas malasan, akhirnya jam sudah menunjukkan jam 12, saatnya harus check out dari hostel, sambil menenteng koper dan backpack, kembalikan kunci, ambil jaminan 50 bath, meluncurlah ke BTS untuk menuju stasiun mochit, memang, kepagian sih, soalnya pesawat malam, tetapi ngak apa apalah, bingung juga mau kemana lagi, di saat cuaca di kota bangkok hujan.

cuma butuh waktu 1,5 jam , dari naik BTS pindah ke bus A1, sampailah di bandara bangkok, jam sudah menunjukkan hampir 14.00, perut sudah lapar, maka kelilinglah saya mencari makanan, tapi bingung juga mau makan apa, akhirnya mata melihat satu counter Bon Chon Chicken, karena penasaran, masuk lah saya ke counter ini, kenapa penasaran ? karena sepanjang di bangkok, selalu melihat di mall mall bangkok , kondisinya adalah antri , dan antri, karena antri, saya malas untuk coba, kebetulan di bandara tidak antri, jadi saya mampir membeli

sebenarnya di Jakarta, di lippo mall, di food avenue, saya sudah pernah coba , tetapi kurang sesuai dengan lidahku, malah terakhir , saya cari cari, kayaknya sudah tutup deh, atau saya kelewat, kurang tahu juga.

setelah beli dan makan, ternyata tetap saja, tidak sesuai selera saya, hahahha, jadi makan saja lah, sudah beli ini, atau di bandara rasanya beda sama di mall, perasaan ngak mungkin lah.

habis makan keliling keliling bandara, pertama sekali melihat ada perubahan soal waktu bawa masuk bagasi ke counter check in, sebelumnya , waktu masukin barang, harus lewat security scan dulu, terus di tempel sticker security, yang jadi masalah, stickernya sering robek, dan harus balik lagi untuk scanning berulang ulang, kali ini , tidak melihat lagi ada security scanning, jadi langsung antri ke counter check in,karena kepagian , ya, saya ngak ikut antri, keliling keliling dulu ah.

saya melihat papan pengumuman, selain bahasa thailand, bahasa inggris, juga ada bahasa mandarin, thailand memang sangat memanjakan wisatawan dari tiongkok, sampai sampai pengumuman di bandara juga menggunakan 3 bahasa, thailand, inggris dan mandarin, saya maklum sih, karena selama di bandara, boleh dikatakan lebih dari separuh orang tiongkok, kiri kanan ketemu yang omong mandarin, selama wisata di kota bangkok juga, selalu ketemu yang omong mandarin logat dari RRT.

sekedar informasi, omong mandarin juga ada banyak logatnya, jika kita sering mendengar, kita bisa mengira gira yang lagi omong mandarin itu dari negara apa, seperti halnya kita mengira gira orang omong bahasa Indonesia yang berlogat dari daerah mana.

saat keliling bandara, melihat ada 2 ibu ibu sedang membongkar koper mereka, sampai sampai dus yang sudah di solatif, mereka bongkar juga, bingung juga , mereka lagi ngapain, awalnya kirain mereka kelebihan berat, jadi sedang membongkar bongkar, tetapi ternyata bukan, saat mereka sedang membongkar itu, ada pengumuman soal ditemukan paspor atas nama orang yang pakai nama mandarin, waktu pengumuman pakai  bahasa thailand, mereka masih sibuk, waktu pengumuman pakai bahasa inggris mereka masih cuek, waktu pengumuman pakai bahasa mandarin, mereka baru tersadar, bahwa paspor mereka ketinggalan di daerah mana gitu, akhirnya buru buru mereka masukkin barang barangnya kembali, dan salah satu pergi mengambil paspor itu, satunya lagi menunggu, oh, ternyata mencari paspor yang hilang.

namanya orang kepo, kurang kerjaan di bandara , keliling lagi, hehehhee, ketemu lagi hal yang tidak biasa, ada nci nci , kelihatannya seperti orang tiongkok, menenteng banyak sekali kantong plastik, bawanya juga agak susah, saya pikir, ini orang mau naik pesawat, atau pengungsi, tebakan saya, pasti waktu mau tukar boarding pass, barangnya overweight, ngak mau bayar, akhirnya di masukkin ke plastik itu, kalau bilang barang di plastik itu baru beli, kelihatan ngak mungkin, karena isinya brantakan, eh, malah dia duduk di depan saya, langsung kamera beraksi lah.

pas lagi duduk, ada cowok datang,ngoceh ngoceh, ternyata kali ini saya betul, pertama mereka pakai mandarin ala negara RRT, kedua , suami nya ngoceh soal beli barang kebanyakan, (tapi itu suami sah dia bukan ya,ngak sempat tanya, hehehe), karena malas dengar ocehan mereka, saya jalan saja keliling lagi, dalam hati, belum tentu barang itu bisa naik ke pesawat, karena barang yang naik ke cabin juga ada aturannya, tapi sebodoh ah, ngak kenal ini, hehehe

kita keliling lagi, sampai 3 jam sebelum penerbangan, kita ikut antri untuk ke meja counter, ternyata counter thailion antri sangat panjang, antrinya luar biasa, dan kelihatan tidak rapi, tapi saya tetap ikut antri, ternyata di saat antri, ada pengumuman untuk prioritas yang ke kota kota yang penerbangan sudah mepet, mereka dikasih prioritas, antrinya saja 1 jam lebih, jantung deg deg an juga, akhirnya ada yang mengarahkan ke counter lain yang baru di buka, dan kebetulan saya yang urutan pertama yang di suruh pindah, syukur, beruntung lagi , akhirnya tukar boarding pass, terus bagasi bawa ke tempat drop bagasi.

di bangkok , habis timbang bagasi di counter, akan di kasih sticker tempel di koper, terus bagasi kita bawa ke tempat drop bagasi untuk drop bagasi kita, bukan kayak di jakarta yang selama ini saya alami,  langsung drop di counter.

terus buru buru saya ke imigrasi, lagi lagi beruntung, pas sampai, saya di arahkan ke counter yang kelihatan baru buka, sedang, counter lain, orang orang sedang antri lumayan panjang, tanpa kesulitan, saya masuk melewati counter imigrasi, langsung cari tempat buat naik pesawat.

wah, ternyata kayak pasar malam di ruang tunggu, ramai banget, kursi tidak ada yang tersisa, duduklah saya di lantai, ikut dengan orang lain, sambil menunggu yang sedang duduk dikursi bangun karena mau naik pesawat, ternyata saat orang bangun, rebutan lah yang tadinya berdiri untuk duduk di kursi, ya, sudah, saya tetap duduk di lantai

akhirnya penerbangan kami di panggil, dan dengan lancar masuk ke bus yang antar kami ke pesawat, ya, disini pakai bus juga, bukan belalai langsung, heheheh, tapi , biarin saja lah, yang penting pulang

sampai di pesawat, tinggal duduk , sambil tunggu penumpang lain masuk, pesawat terbang telat 15 menit, tapi itu wajar lah, saat pesawat sudah terbang dan stabil, kita dibagi kertas beacukai khas Indonesia, saya tinggal isi form itu, ngak ada masalah

selanjutnya jual makanan datang, saya pesan makanan di pesawat, berupa nasi dan daging cincang, tidak enak , tapi lumayan buat ganjal perut, habis makan, langsung tidur, ngak apa apa kan, katanya habis makan ngak boleh langsung tidur, tapi ini khan duduk, bukan berbaring, hehehehe

tahu tahu bangun, pesawat sudah mau sampai jakarta, tinggal lap muka pakai tissue basah yang sudah saya sediakan sendiri, ternyata sampah yang di kursi saya sudah diambil, maklum, duduk di sisi jalan, jadi lebih gampang sisa sampah di ambil pramugari.

akhirnya pesawat mendarat dengan sempurna, keluar dari imigrasi juga tidak ada masalah, hanya waktu mengambil bagasi, wow, tunggu hampir 1 jam , hahahaha, salah sendiri, tadinya pikir ngak mau masukin bagasi, tahu tahu godaan supaya ngak repot, akhirnya dimasukkin bagasi juga.

habis ambil bagasi, keluar menunggu bluebird, sekarang antrian lumayan rapi, walau antrian panjang, tetapi cepat sekali giliran kita, saat sampai tempat taxi, ambil nomor dulu di mesin, ada bluebird sama non blue bird, saya ambil yang blue bird, liat di monitor, masih ada sekitar 60 orang antri, pikir ke toilet dulu ah, masih lama, habis balik dari toilet, ternyata giliran saya sudah lewat, untung boleh langsung naik

akhirnya sampailah dirumah, masak mie instant, makan dulu, mandi, dan langsung tidur, nah, kali ini melanggar lagi, habis makan langsung tidur, habis mandi langsung tidur, katanya ngak boleh, tapi ngak apa apa lah, sudah kangen kasur sendir, see you, mungkin segera akan ke thailand lagi, tapi kapan ya, enak juga thailand, yang tadinya selalu di takut takuti , susah bahasa inggris disana, akhirnya bisa puas disana, dan boleh dikatakan jarang nyasar, malah dapat pengalaman pengalaman baru yang tidak dimiliki oleh orang lain.

2017-10-25_13.30.03.jpg

2017-10-26_10.40.15.jpg

2017-10-27_16.18.12.jpg

2017-10-27_16.34.44.jpg

2017-10-25_13.28.58.jpg

IMG20171025121255.jpg

IMG20171101132947.jpg

IMG20171101133128.jpg

IMG20171101140603.jpg

IMG20171101145111.jpg

IMG20171101190052.jpg

IMG20171101190522.jpg

IMG20171101204535.jpg



3 Comments


Recommended Comments

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!

Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.

Sign In Now