• entries
    225
  • comments
    1,461
  • views
    10,989

(Lampung) Lampung tidak hanya pantai, laut dan pulau

Hartono Hasian

85 views

setiap kali kalau bicara wisata ke lampung, yang di sarankan selalu tidak jauh dari pantai, laut dan pulau, termasuk juga saat saya minta saran wisata ke lampung, sudah tercantum jelas, wisata non pantai, pulau, laut, nyelam, tetap saja yang kasih saran, masih sekitar sekitar itu

akhirnya dengan bekal beberapa informasi dari teman teman, berangkat lah saya ke lampung dengan membawa mobil, perjalanan sangat santai, dari grogol sampai merak makan waktu sekitar 2 jam, naik kapal dari merak sampai bakauheni sekitar 2 jam, dan dari bakauheni sampai ke hotel de green di bandar lampung sekitar 2,5 jam , semua waktu termasuk istirahat minum dan makan cepat

waktu sampai merak, kami membeli tiket Rp.347 ribu, harga tiket itu adalah untuk mobil xenia termasuk penumpang, mobil kami langsung di arahkan ke kapal ferry, ternyata mobil kami naik ke lantai atas, sedangkan lantai bawah adalah untuk mobil besar seperti bus/ truk

berjalanlah kapal kami menuju bakauheni, perjalanan sekitar 2 jam, sampai di bakauheni, kami turun kapal, terus jalan menuju bandar lampung dengan lewat tol yang masih gratis, ternyata jalan tolnya hanya pendek, kami hanya ngak terlalu lama di tol, ngak hitung berapa lama, pas turun dari tol, kami mampir dulu makan siang di restoran padang, setelah makan, kami langsung menuju ke bandar lampung, check in hotel

check ini sangat lancar di hotel de green, walau tadinya saya minta supaya ganti 2 kamar yang tempat tidurnya 2 , diganti dengan 1 kamar dengan tempat tidur 4, dan tidak disetujui dengan alasan sistim (silakan baca tulisan tentang hotel de green), tapi, so far , semua lancar

setelah check in, kami menuju satu lokasi yang di beri tahu perserta perjalanan kali ini, adalah little europe di perumahan citra, tetapi ternyata itu hanya ruko yang hampir semua tidak buka, dan agak kotor, ternyata informasi salah, heheheh

PUNCAK MAS :

akhirnya kami searching lokasi lain, dapat lah lokasi yang namanya puncak mas, lokasi tersebut ternyata sangat nyaman, dengan tiket masuk perorang Rp.20 ribu dan mobil Rp.10 ribu, kami nongkrong di dalam sana, banyak sekali spot buat foto foto, dan ada tempat duduk buat santai dan ngobrol, sayang sekali, tidak ada tempat makan yang lumayan, yang ada hanya warung kaki lima, di lokasi puncak mas juga ada penginapan , anda boleh nginap disini , jika berminat.

kami duduk santai disana, pertama sampai masih sepi, tapi makan sore dan makin malam, tempatnya makin ramai, tempatnya sangat nyaman, sejuk, bisa lihat pemandangan kota lampung dari atas, tanpa sadar, ternyata sudah malam, kami mesti pulang ke hotel buat istirahat, tetapi sebelum ke hotel, kami mampir dulu makan malam di rumah makan mbok wito

lokasinya kami ikuti map di android hp ku, jalanan cukup mulus, walau ada beberapa tanjakan dan tikungan yang mesti hati hati, tapi secara keseluruhan, cukup nyaman perjalanan

 

KELENTENG THAY HIN BIO DAN PUSAT OLEH OLEH :

setelah semalaman tidur di hotel, hari ini pagi pagi kami bangun untuk keliling lagi, kondisi ngak tahu mau kemana, cuma sempat pesan sama hotel, bahwa hari ini kami pindah ke kamar yang 4 tempat tidur, sedangkan barang barang minta tolong di pindahkan

berangkat lah kami, tujuan pertama kami adalah ke kelenteng Thay Hin Bio, kelenteng ini punya kesan tersendiri bagi saya, karena saat bhiksu Ashin Jinarakhita , bhiksu pertama orang Indonesia setelah runtuhnya majapahit di semayamkan disana saat beliau meninggal, sebelum di kremasi di lempasing, waktu itu saya juga sempat mengantar dari jakarta sampai ke lampung (kelenteng Thay Hin Bio), dan sampai ke tempat kremasi, waktu itu luar biasa, manusi ramai sekali mengantar beliau sampai ke tempat kremasi, luar biasa

sehingga saya mempunyai kesan mendalam di kelenteng ini, saat masuk ke kelenteng ini, saya sudah sangat salut, karena terpasang tulisan Namo Shangyang Adi Buddhaya, yang dapat kira kira di artikan terpujilah ketuhanan yang maha esa, umumnya wihara/kelenteng khas Buddhayana ada tulisan itu terutama dalam kebaktian

maka saya sembahyang disana kali ini, petugas disana pun sangat ramah melayani kami yang akan sembahyan, dikasih tahu arah sembahyang, walaupun sebenarnya sudah ada tulisan urutan dari angkat 1 dan seterusnya

selesai sembahyang, kami mampir sebentar ke tempat oleh oleh untuk belanja, walau biasanya orang bilang belinya di toko yen yen, tapi saya ngak kesana, karena belum buka, saya ke toko seberang kelenteng, beli saja yang saya suka, selesai belanja, kami menuju ke tempat wisata lain

IMG20180703074623

MUNCAK PASS :

setelah belanja , kami langsung menuju ke satu lokasi namanya Muncak Pass, tadinya saya pikir puncak mas dan muncak pas adalah lokasi yang sama, ternyata lokasinya beda, walau tiket masuk adalah sama, perorang rp.20 ribu dan mobil Rp.10 ribu

jalan menuju muncak pass tidak semulus jalan ke puncak mas, tanjakan lebih tajam, jalan lebih rusak, jalan lebih sempit, jadi perlu lebih hati hati kesini

akhirnya kami sampai ke lokasi setelah melewati jalan yang tidak terlalu bagus, tadinya pikir mungkin ngak nyasar, masa tempat wisata yang bagus, tapi jalannya begitu, ternyata kami tidak salah, sampai di lokasi, tempatnya nyaman juga , tempatnya hampir mirip dengan puncak mas, tetapi dengan design yang berbeda

diatas sini juga terasa sejuk, nyaman, dan tenang, kami juga kepengen berlama lama disini, tetapi setelah hampir 2 jam disini, kami segera turun,mengingat masih kepengen ke lokasi lain

didalam lokasi muncak pass ini ada lokasi campingnya juga, tetapi kami tidak meninjau kesana, karena tidak ada rencana camping

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

 

BUKIT RANDU :

setelah turun dari muncak pass, perut sudah mulai lapar, walau masih sore, maka kami putuskan untuk mampir ke bukit randu, mau makan malam disana

waktu kami sampai, kami kasih tahu satpam mau makan malam, kami di arahkan ke hotel, padahal restoran di bawah hotel, dan mobil bisa parkir di depan restoran.

karena kepalang ke hotel yang ada di atas, kami terpaksa turun tangga, tetapi terpaksa membawa berkah, karena saat kami turun itu, kami bisa mendapatkan spot spot foto yang menarik, jadi jepret sana jepret sini

akhirnya kami sampai di restorannya, restoran bukit randu, disini yang keren cuma pemandangan sih, makanan so so, harga go go, tapi pemandangan dan suasana emang enak banget, (silakan baca tulisan bukit randu), boleh lah, kalau mau melamun atau nongkrong ramai ramai disini

dari bukit randu, kami putuskan pulang ke hotel untuk istirahat, kami wisata tidak model bak buk bak buk, tapi wisata dengan santai dan nyaman

 

PASIR PUTIH :

 

 

 

 

 

pagi pagi kami bangun, setelah sarapan di hotel, kami segera check out, karena hari ini kami akan pulang ke Jakarta

dalam perjalanan dari bandar lampung ke bakauheni, kami mampir dulu ke satu pantai namanya pantai pasir putih, di pintu masuk tertulis camp latihan pasir putih, ngak tahu camp latihan apa disini

tiket masuk disini perorang adalah Rp.20 ribu, dan mobil Rp.10 ribu, pantai disini cukup sejuk waktu kami kesini, enaknya nongkrong disini sambil makan kelapa yang dihargai 1 biji Rp.10 ribu

fotonya juga lumayan keren, bole lah mampir kesini

IMG20180704085347

PANTAI EMBE

setelah dari pasir putih, kami masuk ke daerah kalianda resort, kami ada dikasih saran waktu tinggalkan hotel, supaya ke pantai embe, pas sampai di lokasi, saya melihat tempatnya tidak terlalu nyaman, sedangkan tiket masuk perorang adalah Rp.25 ribu perorang, jadi saya tidak jadi masuk, hanya numpang lewat saja, cuma saya sempat foto tarif kalau mau permainan disana

IMG20180704102647

GRAND ELTY KRAKATOA :

dari pantai Embe, kami lanjut ke Grand Elty Krakatoa, tujuan sebenarnya mau survey dulu, supaya bulan agustus ini mau kesana, cuma ada ketidak nyamanan waktu masuk ke hotel ini dan waktu keluar (silakan baca tulisan tersendiri tentang hal ini )

pantainya cukup bersih, tempatnya sejuk dan adem, spot spotnya bagus, cafenya nyaman untuk nongkrong dan ngobrol disini, juga cocok sebagai tempat istirahat waktu perjalanan dari dan ke lampung dari dan ke jakarta.

waktu mau masuk, satpam kasih batas waktu 10 menit untuk di dalam, jika tidak, tiap orang harus bayar Rp.50 ribu, jadi kesimpulan saya , harga tiket Rp.50 ribu perorang, tetapi saya ngak bayar, karena saya makan minum di cafenya

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

PULANG :

setelah makan minum sekitar 2 jam di cafe , akhirnya kami melakukan perjalanan pulang, kami kali ini tidak lewat tol, tapi lewat jalan biasa, perjalanan ngak beda jauh sih antara lewat tol dan biasa, karena jalan tolnya pendek, untuk kedepannya , tol akan sampai bandar lampung

beli tiket ferry tetap Rp.347 ribu , dan lagi lagi mobil di arahkan ke lantai atas kapal , berjalanlah kapal kembali ke jakarta

perjalanan yang sangat puas , kepengen balik lagi ke lampung kapan kapan, tidak macet, tidak sepolusi jakarta, bisa ke tempat yang sejuk ngak usah macet macet an

IMG20180704152657

 

IMG20180702161747.jpg

IMG20180702163130.jpg

IMG20180702175018.jpg

IMG20180702180210.jpg

IMG20180703074623.jpg

IMG20180703083648.jpg

IMG20180703083926.jpg

IMG20180703085352.jpg

IMG20180703085615.jpg

IMG20180703092948.jpg

IMG20180703171735.jpg

IMG20180703173358.jpg

IMG20180703174635.jpg

IMG20180703183049.jpg

IMG20180703192446.jpg

IMG20180704085258.jpg

IMG20180704085347.jpg

IMG20180704102647.jpg

IMG20180704104510.jpg

IMG20180704105041.jpg

IMG20180704110954.jpg

IMG20180704110957.jpg

IMG20180704111018.jpg

IMG20180704113527.jpg

IMG20180704113713.jpg

IMG20180704113759.jpg

IMG20180704152657.jpg



5 Comments


Recommended Comments

31 minutes ago, Hartono Hasian said:

Ya, tapi saya lebih suka puncak mas

Tapi destinasi yang di ambil memang unik sih,

biasanya Lampung itu ya pantai atau pulau. Lumayan buat referensi nih om @Hartono Hasian

Share this comment


Link to comment

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!

Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.

Sign In Now