Sign in to follow this  
  • entries
    9
  • comments
    68
  • views
    11,756

Jalan-jalan ke museum samurai Tokyo

Sign in to follow this  
Donnie

203 views

        Anda seorang yang menyukai cerita-cerita perang, cukup tertarik dengan sejarah, dan berencana jalan-jalan ke Tokyo dalam waktu dekat? Baiklah, museum Samurai yang terletak di Kabukicho, Shinjuku adalah tempat yang tepat untuk anda kunjungi. Buat anda para sejarawan ‘serius’ atau bahkan kolektor pedang, sebenarnya untuk rujukan yang lebih komplet dan detail anda  bisa mengunjungi  National museum di Taito atau Sword Museum di Yoyogi. Namun bagi anda para traveller yang mencari penjelasan ringkas ditengah kota Tokyo yang cukup bernuansa ‘medsosable’, yup datanglah ke Samurai museum. Gak akan nyesel deh hehehe..

     Baiklah, museum ini terdiri atas dua lantai yang masing-masing lantai terbagi dalam beberapa area. Lantai satu-tempat dimana semua bermula-berisi deretan yoroi (baju zirah), ada yang asli dan (kebanyakan) replika-yang dipakai oleh para samurai diwaktu yang berbeda-sejarah para samurai terbentang selama kurang lebih 800 tahun yang terbagi dalam beberapa jaman seperti jaman Kamakura, dan terutama era Muromachi (1336-1573), dan Edo (1600-1868)-dengan derajat yang berbeda sesuai jenjang kepangkatan mereka. Bagi para bangsawan, jenderal, dan kalangan atas lainnya tentu bahan-bahan yang digunakan untuk membuat zirah-zirah tersebut lebih kuat dengan warna-warni dan relief yang menunjukan tingginya derajat  mereka. Untuk para prajurit, pastinya lebih sederhana dan minim relief.

     Oh ya, untuk menikmati dan memahami secara utuh koleksi-koleksi  museum, pihak pengelola menyediakan tour guide yang ‘cukup fasih’bahasa Inggris (walau logat Jepangnya kental banget dan bikin kita susah paham apa yang dia ucapkan :D). Satu tour guide melayani sekitar 15 pengunjung untuk satu sesi tour selama kira2 dua jam. Waktu kami (saya, istri dan dua anak saya) tiba sudah ada sekitar 12 orang yang  stand by menunggu kuota pengunjung terpenuhi. Pas. Setelah menyelesaikan ‘admission fee’ di reception kami memperoleh tiket dan siap diantar mengelilingi oleh Kyoko, tour guide kami hari itu. Sekedar info, harga tiket masuk atau admission fee disini memang relative mahal dibanding museum-museum pada umumnya. Untuk dewasa, dibanderol 1.900 Yen, usia 12 tahun kebawah 900 Yen, 3 tahun kebawah bebas biaya masuk. Tapi percayalah, gak rugi deh untuk mampir kesini.

     Lanjut kelantai dua, sebelum memasuki ruang-ruang pamer kita diwajibkan mencopot alas kaki sebelum memasuki area ruang display. Bicara ruang display saya cukup kagum dengan perancang museum ini. Nuansa tradisional yang dihadirkan lewat arsitektur jepang kuno yang bernuansa kayu, pernik-pernik seperti tatami, lampion, lukisan, dengan tata lampu  yang redup diperkuat dengan lagu-lagu tradisional Jepang yang diputar lirih. Benar-benar membangun suasana yang oke banget. Ruang pertama yang kami datangi adalah ruang pedang yang berisi aneka pedang katana dan senjata-senjata bilah lainnya (tombak, pedang pendek, pisau, anak panah, tombak pendek, sampai golok besar yang khusus dipergunakan untuk menyerang kaki kuda dalam pertempuran).

     Kyoko, sang tour leader secara fasih menjelaskan kegunaan dan perkembangan teknologi pembuatan bilah pedang termasuk peralatan-peralatan pendukungnya seperti helm pelindung kepala saat perang berlangsung, yang semakin maju seiring berkembangnya jaman. Seraya juga fasih menceritakan beberapa pertempuran besar yang melibatkan dunia samurai, yaitu perang Sekigahara dan pertempuran melawan invasi bangsa Mongol, yang masing-masing diabadikan dalam lukisan kuno yang dipajang dalam kotak kaca. Sayangnya lukisan itu tidak boleh difoto entah kenapa-saya juga gak nanya, karena lebih tertarik memperhatikan kecantikan Kyoko dan koleksi senjata dalam museum hehehe. Dari penjelasan Kyoko pula saya baru tahu bahwa para samurai tidak selalu identic dengan pedang, ada beberapa samurai yang terkanal sebagai ‘si jago memanah’, bahkan dijaman yang lebih modern, saat senapan matchlock dipergunakan secara luas dalam berbagai pertempuran di Jepang, ada beberapa samurai yang terkenal sebagai ‘jago tembak’, salah satunya Sakatomo Ryoma, samurai terkenal dari daerah Sochi.

     Sesi keliling terus berlanjut dan diakhiri dengan penjelasan tebntang berakhirnya era samurai semenjak restorasi Meiji yang membawa Jepang kepada ‘abad perubahan’ dimana mereka mulai membuka diri pada pengaruh-pengaruh asing dan memulai era industrialisasi. Kyoko menjelaskan sejarah singkat tokoh-tokoh terkenal dalam dunia samurai, hingga tokoh-tokoh yang membawa Jepang menuju abad modern. Selesai sesi ini kita boleh loh mencoba yoroi, lengkap dengan helm dan pedangnya. Bahkan kalau mau merogoh kocek sedikit lebih dalam, anda dan keluarga  bias dirias berdandan ala para shogun atau daimyo tempo dulu unbtuk kemudian diabadikan oleh juru potret professional. Ada pula kursus singkat kaligrafi, ilmu pedang, dan menggambar pada hari-hari dan jam tertentu.

     Berhubung masih banyak tempat yang harus saya datangi, terpaksa saya skip deh bonus-bonusnya. Cukup foto sekali bergaya komandan samurai dan belanja-belanja dikit di souvenir shopnya. Pedang asli katana dengan kualitas bilah premium juga dijual loh disitu. Tertarik juga sih Cuma bingiung bawa masuknya aja ke Indonesia. Sekian laporan singkat saya dari museum Samurai, Shinjuku, Tokyo. Untuk yang Tanya-tanya arah untuk sampai kesana, saya sertakan link dibawah berikut untuk

38065445_2115962175390335_3084564040752562176_n.jpg

38072441_2115962398723646_6325233787479261184_n.jpg

38072107_2115963112056908_2772069337056411648_n.jpg

37969434_2115962795390273_8426382993282564096_n.jpg

38131546_2115962698723616_6308750184033550336_n.jpg

38057348_2115968525389700_2750427533722779648_n.jpg

38012389_2115968622056357_1638151980402606080_n.jpg

38124886_2115967462056473_1654516961146568704_n.jpg

38003769_2115967902056429_7845905840966991872_n.jpg

38043130_2115970395389513_549607439947792384_n.jpg

37989638_2115968395389713_2985145207231610880_n.jpg

38059414_2115967672056452_6863529185512521728_n.jpg

38046228_2115967695389783_2721910832073015296_n.jpg

37949198_2115967565389796_4667380835039576064_n.jpg

38023577_2115968322056387_1774406231570513920_n.jpg

Sign in to follow this  


17 Comments


Recommended Comments

@deffahalooo Iya lama jg y gak nulis disini hehehe lama gak jalan2 jg soale ..btw Iya @deffa kalo difoto style tawuran pake yoroi, kabuto, n katana itu gratis ..Yg bayar kalo kita mau difoto sama fotografer mereka didandanin ala daimyo gt (kaya di Volendam kalo k Belanda Yg pake baju belanda itu

@kyosash Thank you Bro

Share this comment


Link to comment
10 hours ago, Donnie said:

@deffahalooo Iya lama jg y gak nulis disini hehehe lama gak jalan2 jg soale ..btw Iya @deffa kalo difoto style tawuran pake yoroi, kabuto, n katana itu gratis ..Yg bayar kalo kita mau difoto sama fotografer mereka didandanin ala daimyo gt (kaya di Volendam kalo k Belanda Yg pake baju belanda itu

 

Ah I see ada set khusus ya untuk yang bayar. Ini pas summer kemarin ya? Cuacanya pas siang gimana? Karena kayak nya di berita panas banget. @Donnie

Share this comment


Link to comment

Yup..summer kemarin..kalo Tokyo mah kaya di Jakarta aja lah ya, jadi masih familiar hahaha..kalo sore malah adem..Kalo mau aktivitas outdoor sore aja sampe  malem mendingan..kalo summer sorenya panjang, jam 7 mmlm jg masih terang tapi udah gak panas 

Share this comment


Link to comment
4 hours ago, Donnie said:

Yup..summer kemarin..kalo Tokyo mah kaya di Jakarta aja lah ya, jadi masih familiar hahaha..kalo sore malah adem..Kalo mau aktivitas outdoor sore aja sampe  malem mendingan..kalo summer sorenya panjang, jam 7 mmlm jg masih terang tapi udah gak panas 

I see, saya memang tahun depan mau cobain summer, tapi takut sering banjir, kemarin ada ngalamin bencana alam gak pas kesana? @Donnie

Share this comment


Link to comment

Kalo ngalamin lgsg mah cuma gempa doang dikit ya..dikit versi sana loh alias lumayan kenceng (to ngeliat org sana cuek kita jg ‘belanja cuek’)  kita jg dah deg2an jg krn saya kesana gak lama setelah gempa Osaka..pas disana jg kita denger berita ada banjir di Osaka n beberapa daerah lain.. @deffa

Share this comment


Link to comment
1 minute ago, Donnie said:

Kalo ngalamin lgsg mah cuma gempa doang dikit ya..dikit versi sana loh alias lumayan kenceng (to ngeliat org sana cuek kita jg ‘belanja cuek’)  kita jg dah deg2an jg krn saya kesana gak lama setelah gempa Osaka..pas disana jg kita denger berita ada banjir di Osaka n beberapa daerah lain.. @deffa

Oh I see, jadi memang Summer rentan bencana ya @Donnie

tapi saya penasaran aja dengan suasana summer. Winter dan Autumn udah, Spring High Season jadi Summer deh yang low season ehehh

Share this comment


Link to comment

Kayanya kl bencana mah gak kenal season @deffa waktu winter taun kmrn saya kesana jg malah badai salju..ada longsor jg di gunung Fuji jd jadwal naik sampai pos 4 (sekitar diatas 3rb m dpl) dipangkas jd cuma sampe pos 1 (2rb sekian m dpl)..Summer bnyk festival malah asik jg buat hunting foto..Musim semi sy jg gak prefer krn selain org jepangnya ndiri pd liburan, orang dari seluruh penjuru dunia jg dateng buat liat Sakura..penuh sesak hehe

Share this comment


Link to comment
8 minutes ago, Donnie said:

Kayanya kl bencana mah gak kenal season @deffa waktu winter taun kmrn saya kesana jg malah badai salju..ada longsor jg di gunung Fuji jd jadwal naik sampai pos 4 (sekitar diatas 3rb m dpl) dipangkas jd cuma sampe pos 1 (2rb sekian m dpl)..Summer bnyk festival malah asik jg buat hunting foto..Musim semi sy jg gak prefer krn selain org jepangnya ndiri pd liburan, orang dari seluruh penjuru dunia jg dateng buat liat Sakura..penuh sesak hehe

Oh pas winter bisa mendaki Gunung Fuji? Kirain di tutup pas winter @Donnie

Ya spring crowded katanya, tapi masih penasaran aja, tar cari2 lokasi di Jepang yang gak terlalu populer pas Spring tapi tetap dapat sakura nya :D 

Share this comment


Link to comment
5 minutes ago, Donnie said:

Nginep gak @deffa di Kawaguchiko? Asik tuh dingin2 nyobain onsen outdoor :D

 

 

wah gak PP aja kemarin, iya pengen nyobain cuma waktu mepet, hari terakhir di Jepang soal nya :D @Donnie

Share this comment


Link to comment

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!

Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.

Sign In Now