• entries
    225
  • comments
    1,461
  • views
    10,829

(sumba) (3) hotel sinar tambolaka dan minuman moke (baca mokei) : Bersama bocil dan bidadari 7-11 september 2018 ke sebuah surga kecil di Nusa Tengara Timur

Hartono Hasian

39 views

setelah keluar dari bandara, secara otomatis , masing masing pilih mobil masing masing, ada grup heboh yang mereka rasanya sudah saling kenal sebelumnya, mereka masuk ke mobil elf, ada lagi satu grup yang rasanya biasa satu grup, mereka ke innova, tersisa lah saya sendiri bingung mau yang mana, akhirnya saya naik ke innova satu lagi bersama satu peserta lelaki dan satu peserta wanita

elfnya berkesan sangat mewah (yang katanya cuma ada satu di pulau sumba), tetapi tunggu dulu, pas sudah mulai perjalanan , baru diketahui bahwa acnya tidak dingin, sehingga lumayan panas di elf tersebut, tapi ngak tahu benaran ac yang tidak dingin, atau karena terlalu hebohnya peserta di mobil elf ini, sehingga hawa panas lebih panas dari pada yang lain, atau karena ada yang "kulit hitam" dan rambut dicat yang memberi hawa panas, atau karena rombongannya berbadan makmur makmur, sehingga panas lemak memberi hawa yang sangat panas seperti kalau kita goreng lemak, hawanya khan sangat panas, atau semua jadi satu, ntah lah, hehehehe, yang pasti mobil innova yang saya duduki bagai kelas VIP, hanya 3 penumpang dengan ac yang dingin, dan dengan supir yang gaya koboi.

IMG-20180909-WA0170

setelah melalui perjalanan yang tidak terlalu jauh, sampai lah kami di hotel untuk check in, karena pesertanya  sudah biasa wisata mandiri, maka  saat sampai hotel, semua  langsung ke kamar masing masing tanpa ada yang protes ini itu, apa karena si bidadari kakak sulung yang berwibawa kali ya, jadi ngak ada yang berani protes, takut di pulangkan, hehehe

nama hotel ini adalah hotel sinar tambolaka, dengan tarif senilai Rp.250 ribu / non ac atau Rp. 350 ribu ber ac, di hotel ini juga ada kamar khusus yang seharga Rp.750 ribu

hotel ini boleh lah untuk menginap, dengan kamar ada yang model hotel bisa, ada yang model pendopo, selain itu ada restoran di hotel ini yang buka 24, jam, diatas restoran ada roft top , tempat nongkrong , kamar hotel bentuk pendopo dan bentuk tembok di lokasi yang berbeda, tapi masih dalam satu kompleks, dipisah oleh jalan setapak yang lumayan jauh

saya dan teman satu lagi, bersyukur karena sempat foto di daerah pendopo dan kolam renang nya, dan rasanya foto di kolam renang dan pendopo ini cuma beberapa teman, yang lain  ngak sempat, moga mereka ngak nyesal, hehehe

udara dihotel ini juga banyak angin, karena sekitar nya sangat luas, hotel ini juga ada kolam renang yang sangat bagus untuk foto foto, di kolam ini, kami sempat kenalan dengan orang lombok , jadi sedikit topik soal relawan di lombok, dan ketemu salah satu yang orang tuanya ternyata orang sekampungku, tetapi tidak kenal.

kebersihan hotel ini juga lumayan, tidak terlalu kotor, dan tidak terlalu bersih, cuma mungkin karena terlalu ramai, air mineral yang merupakan compliment lupa di kasih di hari pertama, pas di komplain pada hari kedua, akhirnya di kasih 4 botol (penganti hari pertama yang tidak di beri)

kalau anda mau booking di hotel ini, rasanya kalau go show agak riskan, karena saya lihat hotelnya sangat ramai, kelihatannya paket paket tour umumnya mengambil hotel ini saat ada di barat daya pulau sumba.

 

 

siangnya kami makan siang di hotel ini dengan menu seadanya, karena perut sudah sangat lapar, makanan yang di sajikan di hotel ini terasa enak, sambil makan, sebagian teman yang sudah selesai makan, langsung melihat lihat jualan yang ada di depan hotel, seperti kain, gelang dan lain lain, dan akhirnya setelah semua sudah selesai makan, kami lanjut ke tempat wisata selanjutnya

kami menginap di hotel ini selama 2 malam, dan selama 2 malam , beberapa dari kami nongkrong di roft top restoran hotel ini sambil minum arak sumba yang bernama moke (baca mokei), saya hanya minum sebanyak tutup botol air mineral, arak ini di beli di salah satu rumah yang saya tidak tahu di mana posisinya, cuma tahunya supir antar kesana, dan supir yang turun membeli, harganya Rp.50 ribu, karena ditanya makanan atau minuman khas di sumba apa, mereka tidak bisa menjawab, akhirnya cari arak khas sumba, dimana setahu saya, di daerah setelah pulau lombok, banyak yang suka minum alkohol, jadi kita beli untuk di coba.

hari pertama tidak seru, karena hanya minum, atau mungkin  minum sedikit, tetapi makan cemilan berupa kentang goreng dan pisang bakar yang banyak, minumannya hampir 1 botol air mineral ukuran 600 ml, kami cuma minum dikit, dan diminta oleh teman nongkrong yang sama sama diatas roft top, kami bagi saja.

hari kedua yang saya tidak ikut , katanya seru, mereka duduk di satu pendopo di roft top bersama sepasang entah kekasih, atau suami isteri atau TTM atau cuma teman biasa, seperti diceritakan sebelumnya, bahwa teman teman dalam perjalanan ini asyik asyik dan heboh heboh, jadi mungkin karena sangat hebohnya, ada kata kata yang membuat pasangan itu "merasa" omongin mereka, sampai sampai si wanita bilang saya bukan pelakor loh, hehehhehe, seru :), tapi secara keseluruhan, minumannya enak.

kesan pertama sampai check in hotel dan makan siang, cukup baik, masih lancar semua

IMG-20180907-WA0191.jpg

IMG-20180907-WA0288.jpg

IMG-20180909-WA0170.jpg

IMG20180909064527.jpg

IMG20180909064750.jpg

IMG20180909064856.jpg

IMG20180909064953.jpg

IMG20180909065003.jpg

IMG20180909065117.jpg

IMG20180909065411.jpg

IMG20180909065438.jpg

IMG20180909065443.jpg

IMG20180909065843.jpg

IMG20180909065910.jpg

IMG20180909070116.jpg

IMG20180909070133.jpg

IMG20180909070140.jpg

IMG20180909072427.jpg

IMG20180909065843.jpg



0 Comments


Recommended Comments

There are no comments to display.

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!

Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.

Sign In Now