• entries
    360
  • comments
    1,267
  • views
    368,301

Uniknya Love Hotel Ala Jepang

vie asano

5,897 views

Sesuai dengan janji yang saya sebut dalam tulisan sebelumnya, saya ingin lanjut membahas aneka akomodasi unik yang ada di Jepang. Kali ini yang akan saya bahas adalah sebuah akomodasi yang disebut Love Hotel. Hotel jenis ini juga menarik untuk dicoba lho, apalagi jika Anda mengaku sebagai traveller yang selalu tertarik mencari pengalaman baru.. ^_^

blogentry-843-0-21442900-1390472360_thum blogentry-843-0-13815900-1390472369_thum

(1) Love Hotel Hill di Shibuya [foto: TenSafeFrogs], (2) Bagian dari distrik Love Hotel di Lake Biwa [foto: ken_mayer]

Ada yang tahu apa itu Love Hotel? Love Hotel, atau dalam istilah Jepangnya adalah Rabu Hoteru (atau rabuho untuk versi gaulnya), sejatinya tak jauh berbeda dengan hotel pada umumnya. Bedanya, hotel jenis ini termasuk kategori boutique hotel yang menerapkan sistem short time (walau ada juga yang menerapkan sistem short time dan overnight time), sehingga populer di kalangan mereka yang perlu check in selama beberapa jam saja untuk berbagai alasan, mulai dari istirahat hingga istirahat.

 

Saya nggak akan terlalu detail membahas sejarah Love Hotel, karena tradisi check in short time ini konon sudah ada sejak Tokyo masih bernama Edo dan pastinya tak jauh-jauh dari bisnis prostitusi. Biasanya, penginapan maupun rumah minum teh (ochaya) yang memiliki sistem tersebut. Jadi Love Hotel yang berkembang di Jepang saat ini merupakan versi modern dari konsep yang sudah ada sejak dulu. Adapun Love Hotel modern pertama di Jepang dibangun di Osaka pada tahun 1968, dan konsep tersebut langsung menyebar ke berbagai kota yang ada di Jepang. Kabarnya saat ini telah terdapat 25000 Love Hotel di seluruh Jepang. Fantastis, bukan?

blogentry-843-0-40868000-1390472375_thum blogentry-843-0-64939600-1390472381_thum

(3) & (4) Salah satu Love Hotel di Shibuya [foto: Kojach, Emmanuel P.]

Tak sulit untuk membedakan antara Love Hotel dengan hotel biasa. Cara paling mudah adalah membedakan dari segi nama, karena tak sedikit Love Hotel yang terang-terangan menyebut kata love hotel atau love sebagai bagian dari namanya. Love Hotel pun biasanya memiliki desain yang eksentrik. Biasanya elemen hati maupun bunga menjadi pilihan favorit ditampilkan di bagian luar. Namun banyak juga Love Hotel yang menampilkan desain beragam seperti desain kastil, dan tak sedikit juga yang hampir mirip seperti hotel biasa. Ciri untuk mengenali Love Hotel, selain dari segi nama, adalah dari segi tarifnya. Love Hotel biasanya menampilkan 2 versi tarif: rest/short time dan stay/overnight time.

blogentry-843-0-78327900-1390472386_thum blogentry-843-0-71996600-1390472391_thum blogentry-843-0-77865500-1390472398_thum

(5) Castle Hotel [foto: Randomidea], (6) Hotel Myroom [foto: Jmettraux], (7) Rose Lips Hotel [foto: Furibond]

Jadi Love Hotel sama dengan hotel esek-esek dong?

Jika ditanya apakah Love Hotel sama dengan hotel esek-esek, jawabannya tergantung persepsi masing-masing. Ya, karena check in short time memang populer di antara mereka yang perlu waktu privat selama beberapa jam saja dan erat dengan konotasi seksual. Dan sesuai dengan namanya yang berarti hotel cinta, rata-rata konsumen utamanya adalah pasangan kekasih maupun mereka yang datang untuk kencan sesaat. Tapi jangan membayangkan Love Hotel sebagai hotel yang menyediakan teman kencan, karena pada dasarnya hotel ini hanya menyediakan fasilitas saja. Siapapun bisa menginap disini sekalipun datang sendirian.

Kenapa harus mencoba menginap di Love Hotel saat berwisata ke Jepang?

Konsep hotel cinta bukan ekslusif milik Jepang karena hotel-hotel sejenis banyak ditemukan di berbagai negara. Namun bukan Jepang namanya jika tidak menawarkan hal-hal unik di balik konsep yang sebetulnya standar saja. Love Hotel di Jepang tak melulu bicara tentang short time saja lho, yang berarti datang-istirahat-pergi. Banyak hal yang membuat hotel cinta ini akhirnya menawarkan pengalaman lebih untuk wisatawan asing. Berikut beberapa fakta menarik seputar Love Hotel, yang bisa menjadi pertimbangan para wisatawan sebelum mencoba akomodasi ini.

1. Dari segi harga, Love Hotel biasanya lebih murah dari bussiness hotel biasa. Memang ada Love Hotel yang harganya sama dengan bussiness hotel, namun jika dibandingkan dari segi fasilitas, Love Hotel bisa dianggap lebih murah. Dalam kisaran harga yang sama, bussiness hotel biasanya hanya menawarkan ranjang single serta ruang dengan dekorasi dan fasilitas seadanya (kadang-kadang tidak dilengkapi dengan kamar mandi), sedangkan Love Hotel biasanya memiliki ranjang double bed dan sudah dilengkapi dengan kamar mandi. Malah kamar di Love Hotel biasanya memiliki fasilitas hiburan tambahan, seperti TV layar besar lengkap dengan aneka pilihan film, karaoke dalam kamar, musik, jacuzzi tub, sistem pencahayaan tematik, dan banyak lagi.

blogentry-843-0-34420200-1390472404_thum blogentry-843-0-35367700-1390472409_thum

(8) Kamar standar di Love Hotel [foto: Fletchy182], (9) Jacuzzi di Love Hotel [foto: nicwn]

2. Waktu sewa di Love Hotel lebih fleksibel. Ada yang menawarkan tarif per-jam, per-beberapa jam (short time), atau per-malam. Tarif siang hari dan malam hari bisa berbeda jauh, begitu juga jika datang di hari biasa dengan akhir pekan. Jadi traveller bisa menyesuaikan dengan kebutuhan dan juga budget.

blogentry-843-0-02252900-1390472414_thum blogentry-843-0-05534200-1390472492_thum blogentry-843-0-82388400-1390472497_thum

(10), (11), (12) Beberapa contoh tarif Love Hotel [foto: matt murf, jdbc42, ffg]

3. Love Hotel biasanya memiliki sistem pelayanan yang unik lho. Kadang resepsionisnya tak kelihatan dan pengunjung memilih kamar melalui katalog elektronik yang ada di dekat area resepsionis. Beberapa Love Hotel menerapkan metode pembayaran yang tak kalah unik lho, misalnya saja ada yang menggunakan metode vacuum tube payment method. Intinya, selalu ada pengalaman unik yang bisa di dapat jika pergi ke Love Hotel.

blogentry-843-0-54112200-1390472518_thum blogentry-843-0-03826700-1390472527_thum blogentry-843-0-09694800-1390472535_thum blogentry-843-0-13469500-1390472544_thum

(13) & (14) Katalog ruang yang bisa dipilih [foto: Kalleboo], (15) & (16) Vacuum tube payment method [foto: Kalleboo]

4. Mayoritas Love Hotel memiliki kamar dengan tema beragam, dan asyiknya pengunjung boleh memilih sendiri tema kamar yang diinginkan. Ingin mencoba tidur dalam kamar bernuansa ruang kelas (lengkap dengan papan tulis), atau mencoba kamar bernuansa Hello Kitty? Bisa banget.. ^_^ Atau mungkin ingin mencoba kamar dengan pencahayaan yang aneh-aneh, kamar dengan ranjang yang bisa berputar, atau kamar yang dirancang ala kereta? Hotel biasa jelas takkan memiliki fasilitas seperti itu. Hanya saja perlu diketahui, tak semua Love Hotel memiliki kamar tematik. Ada juga yang menawarkan kamar biasa seperti hotel pada umumnya.

blogentry-843-0-81187900-1390472549_thum blogentry-843-0-50371300-1390472554_thum blogentry-843-0-05771100-1390472559_thum

(17), (18), (19) Contoh kamar dengan pencahayaan tematik [foto: Gruntzooki]

blogentry-843-0-49035300-1390472568_thum blogentry-843-0-98232300-1390472668_thum

(20) Kamar bertema Totoro [foto: Sweet_redbird], (21) Kasur putar dengan desain ala UFO [foto: Bernard McManus]

5. Kadang-kadang ada juga Love Hotel yang menyediakan fasilitas tambahan yang unik, seperti rental kostum serta vending machine yang menjual berbagai keperluan dewasa. Namun ada juga yang melengkapi kamarnya dengan fasilitas-fasilitas lucu, seperti merry go round!

 

6. Perlu diperhatikan, tak semua Love Hotel menerima tamu yang datang bersama teman sejenis (perempuan dan perempuan atau laki-laki dan laki-laki), sekalipun tujuan Anda hanya untuk singgah sejenak. Itu karena di Jepang konsep same-sex couple belum diterima secara luas. Jadi perhatikan aturan main yang berlaku di setiap Love Hotel sebelum memutuskan untuk booking kamar.

 

7. Bagaimana dengan kebersihan di Love Hotel? Sebagai informasi, warga Jepang terkenal memiliki tuntutan tinggi terhadap kebersihan dan higienitas sehingga pengelola Love Hotel harus selalu menjaga masalah kebersihan jika tak ingin ditinggalkan pelanggannya. Memang, seperti hotel pada umumnya, ada juga Love Hotel yang kurang bersih (biasanya yang harganya terlalu murah), jadi semua kembali pada pandai-pandainya wisatawan memilih hotel yang akan disinggahi.

 

Love Hotel cukup seru, bukan? ^_^ Jadi jangan ragu untuk mencoba menginap di Love Hotel saat berwisata ke Jepang. Namun perlu diingat, walau memiliki kamar yang lucu seperti Hello Kitty, jangan membawa keluarga Anda menginap di Love Hotel. Bagaimanapun hotel jenis ini menyasar kalangan dewasa, sehingga terkadang ada saja beberapa fasilitas tambahan (seperti alat kontrasepsi) yang kurang sesuai untuk anak-anak. Tenang, di Jepang masih banyak akomodasi unik lainnya yang cocok dinikmati bersama keluarga. Semoga infonya bermanfaat! ^_^

Note: Baca juga tulisan terkait lainnya: Siapa Bilang Akomodasi di Jepang itu Mahal, dan Serba-serbi Capsule Hotel.

* Semua foto diambil dari flickr, melalui creative commons. Credit nama berdasarkan userrname flickr. Tidak ada materi foto yang dirubah dari aslinya.



7 Comments


Recommended Comments

Hahaha, jangan lupa foto2 ya mod! :D

siap saya poto tar :P

 

 

momod udah "diniatin" banget mau kesitu...wkwkwkwk

oo iya dnk percuma ke jepang gak nyobain ini :P

Share this comment


Link to comment

aihh aku mau coba, btw range harganya brapa yah ?

 

Range harga bervariasi, bisa mulai ¥3000-8000 tergantung fasilitasnya juga :D Kalau jadi coba, nanti bagi2 pengalamannya yah.. ^_^

Share this comment


Link to comment

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!

Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.

Sign In Now