• entries
    360
  • comments
    1,267
  • views
    371,007

Transit Di Narita, Main Kesini Dulu Yuk!

vie asano

5,537 views

Sudah baca tulisan tentang kota Narita? Kalau belum, baca dulu disini ya. Secara singkat, kota Narita merupakan kota tempat Narita International Airport berdiri. Jadi kota ini ideal untuk dijelajahi jika Anda sudah check-out dari hotel di Tokyo namun masih ada jeda waktu cukup lama sebelum terbang kembali ke Indonesia (maupun menuju kota atau negara tujuan lainnya). Sebaliknya, Anda juga bisa menjelajah Narita sebelum mampir ke Tokyo.

Saya ingin merekomendasikan beberapa tempat wisata yang bisa dikunjungi sebelum menuju ke Bandara Narita. Agar lebih mudah, saya menyertakan informasi akses dari Tokyo menuju obyek wisata tersebut, dan dari obyek wisata menuju ke Bandara Narita. Jika bermaksud untuk singgah sebelum menuju ke Tokyo, tinggal dibalik saja aksesnya. Mudah kan? Semoga bermanfaat ya! ^_^

 

Naritasan

(estimasi waktu wisata: 30-60 menit untuk wisata singkat, 1-2 jam untuk menjelajah seluruh area kuil)

Alamat:

1 Narita, Narita-shi, Chiba

Jam operasional:

Selalu buka (untuk area kuil)

Harga tiket:

free

Akses:

[Tokyo-Naritasan] Lihat disini untuk akses menuju ke Stasiun JR Narita maupun Stasiun Keisei-Narita. Dari kedua stasiun tersebut, jalan kaki 15-20 menit menuju Naritasan.

[Naritasan-Narita Airport] via Stasiun Narita, naik JR Sobu/Narita Line, ¥230*, 11 menit, turun di Narita Airport terminal 1. Atau dari Stasiun Keisei-Narita, naik Keisei Main Line, ¥250*, 9 menit, turun di Narita Airport terminal 1.

Naritasan, atau Narita Shinsho-ji Temple (alias kuil Narita) merupakan kuil terpopuler yang ada di kota Narita. Jaraknya tak begitu jauh dari Bandara Narita, sehingga ideal dikunjungi di sela waktu transit dari atau menuju Tokyo.

blogentry-843-0-84008200-1393411042_thum blogentry-843-0-45597800-1393411048_thum blogentry-843-0-66672200-1393411054_thum blogentry-843-0-19881000-1393411061_thum

Foto 01: Naritasan

(a.) Niomon [foto: Self/wikimedia], (b.) Main hall [foto: 663highland/wikimedia], (c & d) Shakado [foto: Joel Bradshaw/wikimedia, Abasaa/wikimedia]

Ada beberapa hal yang membuat kuil ini menarik selain masalah faktor kedekatan jarak dengan Bandara Narita. Dari segi sejarah, kuil ini telah berusia lebih dari 1000 tahun, dan telah menjadi saksi dari berbagai peristiwa bersejarah di Jepang. Naritasan juga memiliki beberapa benda bersejarah yang masih terjaga dengan baik, seperti patung buatan Kukai (salah satu pendeta Budha legendaris) yang sudah dibuat sejak periode Heian. Beberapa bangunan di Naritasan, yaitu Komyodo, pagoda 3 tingkat, Deva gate, Shakado, dan Gakudo; telah diakui sebagai important cultural properties karena sudah dibangun sejak tahun 1700-an. Di kuil ini juga terdapat taman yang luas dan Calligraphy Museum. Faktor menarik lainnya, di dekat Naritasan terdapat sebuah shopping street yang disebut Omotesando. Di sepanjang jalan ini terdapat beragam jenis toko dan restoran, sehingga Anda bisa sekaligus berburu oleh-oleh sebelum kembali ke Indonesia.

blogentry-843-0-01776500-1393411067_thum blogentry-843-0-69401300-1393411071_thum blogentry-843-0-50341700-1393411077_thum blogentry-843-0-11842700-1393411080_thum

Foto 02: Naritasan

(a.) Komyodo [foto: Abasaa/wikimedia], (b.) Shokutaishido [foto: Joel Bradshaw/wikimedia], (c.) Pagoda [foto: 663highland/wikimedia], (d.) Great Pagoda of Peace [foto: Joel Bradshaw/wikimedia]

***

Museum of Aeronautical Science

(estimasi waktu wisata: 1-2 jam)

Alamat:

Iwayama 111-3, Shibayama-machi, Sanbu-gun, Chiba 289-1608

Jam operasional:

10.00-17.00 (penjualan tiket terakhir pukul 16.30). Tutup setiap hari Senin (atau hari berikutnya jika Senin adalah hari libur), 29-31 Desember. Buka setiap hari pada bulan Januari dan Agustus.

Harga tiket:

¥500* (dewasa), ¥300* (pelajar SMP dan SMA), ¥200* (usia 4 tahun ke atas)

Akses:

[Tokyo-Museum of Aeronautical Science] via Stasiun Narita Airport (keisei line) atau dari Narita Airport Terminal 1 maupun 2, naik Airport Museum Shuttle Bus menuju museum (¥200*, 15-20 menit). Lihat disini untuk akses dari Tokyo menuju Stasiun Narita Airport maupun dari Terminal 1 dan 2. Alternatif lain, naik taksi (± ¥1600*).

[Museum of Aeronautical Science-Narita Airport] bisa naik Airport Museum Shuttle Bus lagi, atau naik taksi ke Bandara Narita.

Museum of Aeronautical Science ini merupakan museum aviasi pertama yang ada di Jepang. Disini pengunjung dapat melihat-lihat berbagai display yang berhubungan dengan perkembangan dunia penerbangan di Jepang. Terdapat berbagai replika pesawat, observation deck yang menawarkan pemandangan 360 derajat (termasuk melihat runway di Bandara Narita), restoran, dan simulator menarik yang membuat pengunjung dapat merasakan pengalaman virtual menjadi pilot.

blogentry-843-0-06948800-1393411165_thum blogentry-843-0-44857800-1393411169_thum blogentry-843-0-30208100-1393411175_thum blogentry-843-0-43301900-1393411181_thum

Foto 03: Museum of Aeronautical Science

(a.) Jalan masuk ke museum [foto: Abasaa/wikimedia], (b.) Bangunan museum [foto: Hyougushi/flickr], (c & d) Interior museum [foto: Abasaa/wikimedia]

Lokasi museum ini sebetulnya tepat di luar Bandara Narita, tepatnya di ujung selatan dari runway bandara ini. Namun sebetulnya museum ini agak sulit diakses menggunakan kendaraan umum. Untuk mengakses museum ini (dari maupun menuju Bandara Narita) wisatawan bisa menggunakan shuttle bus maupun taksi (detail bisa dilihat di bagian akses). Tambahan informasi, di sekitar museum juga terdapat spot menarik untuk melihat runway pesawat, yaitu Sakura no Oka Observation Area (di ujung selatan Bandara Narita, dekat dengan museum); dan Sakura no Yama Observation Area (di sebelah utara Bandara Narita). Jadi jika sekedar ingin melihat runway sambil menikmati suasana dan tak sempat untuk masuk ke dalam museum, bisa pergi ke dua tempat tersebut.

blogentry-843-0-89335700-1393411188_thum blogentry-843-0-73434500-1393411193_thum blogentry-843-0-25595600-1393411198_thum blogentry-843-0-30419200-1393411203_thum

Foto 04: Museum of Aeronautical Science

(a.) Pesawat di luar museum [foto: Mamo/wikimedia], (b.) Cockpit [foto: Alec Wilson/wikimedia], (c.) Cesna 172 [foto: Alec Wilson/wikimedia], (d.) Hangar pesawat [foto: Alec Wilson/wikimedia]

***

Jika punya waktu transit yang lebih senggang (lebih dari 4 jam), bisa juga mampir ke tempat-tempat berikut ini:

 

Boso no Mura

Alamat:

1028 Ryukakuji, Sakae-machi, Imba-gun, Chiba 270-1506

Jam operasional:

09.00-16.30, tutup setiap hari Senin (atau Selasa jika Senin bertepatan dengan hari libur)

Harga tiket:

¥300* (dewasa), ¥150* (pelajar SMA dan mahasiswa), gratis (anak-anak, pelajar SD dan SMP, usia 65 tahun ke atas)

Akses:

[Tokyo-Boso no Mura] lihat disini untuk akses ke Stasiun JR Narita. Dari Stasiun Narita, naik bus Chiba Kotsu yang menuju ke Ryukakuji-dai-shako, turun di Ryukakuji-dai-2-chome (¥390*, 12 menit). Lanjutkan dengan jalan kaki 8-10 menit.

[boso no Mura-Narita Airport] naik bus ke Stasiun Narita, dilanjutkan dengan naik JR Sobu/Narita Line, ¥230*, 11 menit. Turun di Narita Airport Terminal 1.

Tempat ini merupakan museum terbuka yang bertujuan untuk memberikan gambaran kehidupan lokal pada periode Edo. Terdapat berbagai display rumah dan bangunan berskala 1:1 dari periode Edo, serta replika rumah dari periode Jomon (13000-300 tahun sebelum masehi). Suasananya mengingatkan pada Edo-Tokyo Open Air Architectural Museum dan Nihon Minka-en, sehingga perlu waktu beberapa jam untuk betul-betul menjelajah museum ini.

blogentry-843-0-14780200-1393411216_thum blogentry-843-0-90357300-1393411221_thum blogentry-843-0-08852300-1393411227_thum blogentry-843-0-05272400-1393411233_thum

Foto 05 (a-d): Boso no Mura [foto: Tanaka Juuyoh/flickr]

***

Sawara

Akses:

[Tokyo-Sawara] lihat sini untuk akses ke Stasiun Narita. Dari Stasiun Narita, naik JR Narita line, ¥480*, 30 menit. Turun di Stasiun Sawara.

[sawara-Narita Airport] dari Stasiun Sawara, naik JR Narita Line, ¥650*, turun di Stasiun Narita. Transfer ke JR Sobu/Narita Line Rapid, 11 menit, turun di Narita Airport Terminal 1.

Sawara sejatinya merupakan sebuah kota kecil yang berada sedikit di luar Narita. Lalu kenapa kota ini layak dikunjungi jika punya waktu luang saat berada di Narita? Itu karena Sawara memiliki spot menarik, yaitu kawasan dengan suasana ala kota tua, yang terletak di sekitar kanal (10-15 menit dari Stasiun Sawara). Beberapa rumah dan bangunan dari periode Edo dipertahankan, sehingga area tersebut dikenal dengan sebutan Little Edo. Sawara juga menjadi tuan rumah dari beberapa festival unik, salah satunya adalah Higenade Matsuri.

blogentry-843-0-02170300-1393411238_thum blogentry-843-0-57386500-1393411242_thum blogentry-843-0-88652600-1393411249_thum blogentry-843-0-99905100-1393411256_thum

Foto 06 (a-d): Sawara [foto: At by At/wikimedia, At by At/wikimedia, Aktorisi/wikimedia, アリオト /wikimedia]

***

* Harga sewaktu-waktu dapat berubah.

** Seluruh foto diambil melalui creative commons. Tidak ada perubahan dari foto aslinya. Credit nama berdasarkan username flickr/wikimedia.

***

Baca juga:

 

Side trip from Tokyo (1): Yokohama

- Yokohama Chinatown, Kenapa Harus Kesana?

- Serba-serbi Minato Mirai 21, Landmark Kebanggaan Yokohama

Side Trip From Tokyo (2): Kawasaki

- Yang Seru dari Kawasaki: Ikuta Ryoukuchi Park

Side trip from Tokyo (3): Kamakura

- Inspirasi Itinerary Kamakura: Obyek Wisata + Hiking Trail

- Setengah hari di Kamakura, kemana saja?

- Seru-seruan di Kamakura, mulai dari pantai hingga aneka event tahunan

Side Trip from Tokyo (4): Enoshima

- Yang Wajib Dikunjungi di Enoshima

Side trip from Tokyo (5): Narita

- Transit di Narita, Main Kesini Dulu Yuk!



3 Comments


Recommended Comments

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!

Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.

Sign In Now