• entries
    360
  • comments
    1,267
  • views
    368,241

Kamagasaki, Kota Yang Dihilangkan Dari Peta Jepang

vie asano

2,080 views

Udah lama nggak jalan-jalan ke Jepang secara virtual, ada rasa kangen juga terhadap negara gudangnya monster tersebut (menurut versi Kamen Rider, Ultraman, dan Power Ranger yah). Dan secara nggak sengaja saya menemukan sebuah topik yang menurut saya menarik banget untuk dibagi dalam blog ini, yaitu tentang sebuah kota yang tidak tercantum dalam peta Jepang.

Sewaktu saya menemukan topik tersebut, imajinasi liar langsung melayang pada manga Eden no Ori (dalam versi Indonesia berjudul Cage of Eden), yang menceritakan tentang sebuah pulau yang dipenuhi oleh berbagai hewan prasejarah. Pulau tersebut sangatlah misterius sampai-sampai tidak tercantum dalam peta dunia, dan belakangan diketahui pulau itu sengaja dirahasiakan karena satu dan lain hal (kalau saya sebut disini nanti jadi spoiler dong). Masalahnya, pulau dalam Eden no Ori adalah pulau terpencil. Mengingat selama ini Jepang dikenal sebagai negara yang sangat maju, apakah betul di Jepang ada sebuah kota yang tidak tercantum dalam peta?

Dan voila, ya, memang ada sebuah kota di Jepang yang sengaja tidak dicantumkan dalam peta Jepang. Adalah Kamagasaki, nama sebuah kota dalam kota yang keberadaannya tidak diakui oleh pemerintah Jepang, bahkan karena satu dan lain hal cenderung ditutup-tutupi. Penasaran seperti apa Kamagasaki itu?

Sekilas tentang Kamagasaki

Kenapa saya tulis Kamagasaki sebagai kota dalam kota? Karena Kamagasaki memang bukan kota yang sesungguhnya. Tempat ini merupakan sebuah kawasan yang menjadi bagian dari Distrik Nishininari di Osaka, tepatnya terdiri dari area Nishinari-ku Taishi, Haginochaya, Sanno, North Hanazono, dan Tengachaya. Nama Kamagasaki sudah ada sejak tahun 1922, namun nama resmi tempat ini adalah Airin-chiku (digunakan sejak tahun 1966). Luasnya kurang lebih mencapai 1-2 kilometer persegi.

Seperti apa Kamagasaki itu?

Berbanding terbalik dengan image Jepang sebagai negara modern, dan khususnya image Osaka sebagai salah satu kota terbesar di Jepang, Kamagasaki merupakan area kumuh terbesar di Jepang. Karena dianggap tidak sesuai dengan standar hidup penduduk Jepang pada umumnya, area Kamagasaki kemudian dianggap tidak ada oleh pemerintah Jepang. Bahkan pemerintah Osaka tidak mengijinkan nama Kamagasaki muncul dalam peta resmi, dan tercatat beberapa kali ada usaha dari pemerintah untuk membatasi penyebutan nama Kamagasaki dalam berbagai media (termasuk menarik sebuah film berjudul Fragile dari Osaka Asian Film Festival karena film tersebut menyorot kawasan Kamagasaki). Akibatnya, nama Kamagasaki hanya muncul dari mulut ke mulut saja dan tidak diketahui dengan pasti berapa jumlah penduduk disini walau ada yang memperkirakan sekitar 30000 populasi yang ada di Kamagasaki.

blogentry-843-0-52475200-1402311148_thum blogentry-843-0-11699600-1402311154_thum blogentry-843-0-26690600-1402311163_thum blogentry-843-0-80927800-1402311167_thum

Foto 01 (a-d.):

Kamagasaki [foto: Kounosu/wikimedia, Kamagasaki450/wikimedia, Kounosu/wikimedia, Kamagasaki450/wikimedia]

Apa saja yang ada di Kamagasaki?

Saat ini, populasi di Kamagasaki didominasi oleh para pengangguran, pekerja paruh waktu, maupun pekerja kasar. Tak sedikit dari mereka yang datang ke tempat ini setelah di PHK oleh perusahaan tempat mereka bekerja, sekedar melarikan diri dari kenyataan hidup, bahkan ada juga yang sengaja lari untuk menghindari jeratan hukum. Jadi tak heran jika pemandangan tuna wisma (mayoritas sudah berusia lanjut) tidur di pinggir jalan menjadi pemandangan yang wajar ditemukan di Kamagasaki, termasuk pemandangan antrian para tuna wisma yang ingin mendapat makanan cuma-cuma dari lembaga/yayasan non-profit. Pemandangan lain yang biasa ditemukan di Kamagasaki adalah banyaknya hotel murah yang dikenal dengan istilah doya. Begitu juga dengan bar murah, dan orang-orang yang berkumpul di taman untuk menyaksikan TV bersama-sama.

blogentry-843-0-09188900-1402311173_thum blogentry-843-0-25032500-1402311181_thum blogentry-843-0-39576700-1402311187_thum blogentry-843-0-17747500-1402311197_thum

Foto 02:

(a.) Airin Hello Work [foto: Ogiyoshisan/wikimedia], (b.) Liberation Hall di Kamagasaki [foto: Kamagasaki450/wikimedia], (c-d.) Contoh penginapan murah di Kamagasaki [foto: Kamagasaki450/wikimedia]

Walau begitu, di Kamagasaki juga tetap bisa ditemukan adanya sekolah seperti SMP dan sekolah Teologi. Ada juga beberapa bangunan lain seperti Nishinari Labor Hello Work, Airin Labor and Welfare Center, dan Nishinari Citizen Center. Kamagasaki juga memiliki beberapa hari besar seperti Kamagasaki May Day (1 Mei), Kamagasaki Summer Festival (13-15 Agustus), Come Here Festival, aneka konser, dan lain-lain. Intinya, walau Kamagasaki bukanlah tempat yang biasa dibayangkan dari negara Jepang, dan juga bukanlah tempat tujuan wisata favorit untuk warga setempat sekalipun, tempat ini cukup menarik untuk diketahui oleh mereka yang ingin mengenal Jepang yang sesungguhnya.

blogentry-843-0-01014400-1402311320_thum blogentry-843-0-36222000-1402311326_thum blogentry-843-0-15282100-1402311335_thum blogentry-843-0-91429500-1402311348_thum

Foto 03:

(a.) Summer Festival [foto: Kamagasaki450/wikimedia], (b.) Come Here Festival [foto: Kamagasaki450/wikimedia], (c.) Twilight Concert [foto: Kamagasaki450/wikimedia], (d.) Yotteki Festival [foto: Kamagasaki450/wikimedia]

Apakah Kamagasaki berbahaya?

Sebetulnya, tergantung dari definisi berbahaya bagi masing-masin orangg. Memang di tempat ini tercatat pernah terjadi beberapa kali kerusuhan, termasuk bentrokan dengan pejabat kepolisian setempat. Di Kamagasaki juga menjadi tempat berkumpulnya para anggota yakuza, dan nggak sedikit juga yakuza yang bermarkas di area ini (konon jumlahnya mencapai 90 kantor yakuza). Belum lagi di area ini tingkat konsumsi alkoholnya sangat tinggi, dan mayoritas penduduknya pun berjenis kelamin laki-laki sehingga nyaris tak ada ruang untuk perempuan (kecuali yang punya kepentingan bisnis di Kamagasaki). Tak heran jika kaum perempuan bisa jadi akan merasa kurang nyaman berada di area ini.

blogentry-843-0-76411400-1402311358_thum blogentry-843-0-42671300-1402311369_thum blogentry-843-0-66977700-1402311375_thum blogentry-843-0-36327600-1402311381_thum

Foto 04 (a-d.):

Suasana demo di Kamagasaki [foto: Kamagasaki450/wikimedia]

Walau begitu, penduduk Kamagasaki sebetulnya cukup ramah, punya ikatan persahabatan yang kuat, dan juga berpendidikan. Minimal bisa baca dan tulis. Rata-rata rutinitas harian mereka diawali dengan membaca koran, dan karena mereka umumnya merupakan korban dari krisis ekonomi, tak sedikit penduduk Kamagasaki yang punya pandangan luas dalam bidang politik maupun ekonomi. Jauh lebih luas dari rata-rata pekerja kantoran sehingga menarik dijadikan teman bertukar pikiran. Jadi tak sedikit juga orang yang akhirnya lebih suka menggunakan kata “unik†untuk menjelaskan tentang Kamagasaki setelah bersentuhan langsung dengan penduduk setempat.

Kenapa saya berbagi tentang Kamagasaki?

Ada satu alasan mengapa saya tertarik menulis tentang Kamagasaki. Saya ingin memberikan informasi saja bahwa negara semodern Jepang pun bukanlah sebuah negara yang sempurna. Jadi jangan terlalu berkiblat pada luar negeri dan menjelekkan negeri sendiri, karena belum tentu negara lain sebagus kelihatannya. Lebih baik fokus membangun negeri sendiri, betul nggak?

Oya, bagi yang tertarik melihat langsung Kamagasaki, tempat ini bisa dicapai diantaranya melalui Stasiun Shin-Imamiya (Nankai Main Line, Koya Line, Osaka Loop Line), Stasiun Imaike (Hankai Line), Stasiun Dobutsuen-mae (Midosuji Line, Sakaisuji Line). Semoga informasinya bermanfaat yah.

***

* Seluruh foto diambil melalui creative commons. Tidak ada perubahan dari foto aslinya. Credit nama berdasarkan username flickr/wikimedia.



5 Comments


Recommended Comments

oalah ternyata ada juga ya tempat kumuh di jepang 

thx u info nya mba :D

 

 

Di Seoul juga ada mod, bisa cek disini :D

 

tempat kumuhnya jauh lebih bersih dari jkt :D

 

 

Klo bersihnya memang iya, haha.. Tapi klo menurut saya, sepertinya pengertian kumuh di Kamagasaki lebih ke arah tingkat ekonomi orang2nya, bukan suasananya. IMHO.. 

 

area kumuh, tapi paling ga mereka punya microwave dan kulkas ya :D

 

Klo di foto atas, itu foto penginapan murahnya mbak.. :D 

Share this comment


Link to comment

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!

Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.

Sign In Now