• entries
    360
  • comments
    1,267
  • views
    367,561

Mengenal Lebih Dekat Aneka Situs Warisan Dunia Di Nikko (2-End)

vie asano

992 views

Masih tentang kota Nikko dan aneka obyek wisata menarik yang ada di dalamnya, khususnya yang masuk dalam kategori World Heritage Site of Nikko. Dari 3 kuil yang sudah diakui oleh UNESCO sebagai situs warisan dunia sejak tahun 1999, 2 diantaranya (yaitu kuil Toshogu dan kuil Futarasan) sudah saya singgung di tulisan sebelumnya: Mengenal Lebih Dekat Aneka Situs Warisan Dunia di Nikko (1). Jika ingin mendapat gambaran lebih lengkap tentang Nikko, silahkan mampir dulu ke Another Trip from Tokyo (2): Nikko. Untuk tulisan ini saya akan lanjut ke kuil ketiga yang masuk dalam daftar World Heritage Site of Nikko, yaitu Rinnoji Temple.

3. Rinnoji Temple

Jam operasional: 08.00-17.00 (hingga pukul 16.00 pada bulan November hingga Maret)

Harga tiket: 400 yen* (untuk masuk ke Sanbutsudo saja), 300 yen* (Treasure House dan Shoyoen Garden)

Akses: dari Stasiun JR Nikko maupun Stasiun Tobu Nikko, naik World Heritage Meguri Bus

800px-Niomon_of_Taiyuin_of_Rinnoji_Temple.JPG

Foto 01:

Niomon di Rinnoji Temple [foto: ãらã¿ã¿/wikimedia]

Kuil ini merupakan kuil ketiga yang masuk dalam daftar World Heritage Site of Nikko dan Shrines and Temple of Nikko, dan Rinnoji Temple ini memang layak masuk dalam daftar tersebut. Dibangun di abad ke-8 oleh Shodo Shonin, seorang pendeta Buddha yang memperkenalkan ajaran Buddha ke Nikko, kuil ini pun lantas menjadi kuil Buddha terpenting di Nikko. Saking pentingnya, pernah ada masa keluarga kerajaan masuk dalam kuil ini untuk memimpin kuil (tradisi tersebut berakhir saat periode Edo berakhir dan digantikan oleh periode Meiji).

800px-Treasure_house_of_Rinnoji_Temple.JPG

Foto 02:

Treasure house [foto: ãらã¿ã¿/wikimedia]

Kuil Rinnoji ini terdiri dari banyak bangunan yang berdiri terpisah, mulai dari Sanbutsudo (bangunan kuil utama), treasure house, dan lain-lain. Sayangnya, beberapa bangunannya kini tengah berada dalam masa renovasi yang baru akan berakhir tahun 2021 nanti. Walau begitu area kuil ini masih dibuka untuk pengunjung dan masih banyak tempat menarik yang bisa dilihat disini, termasuk shoyoen (taman bergaya Jepang yang terletak di belakang treasure house). Namun jika sekiranya setelah sampai ke kuil ini dan kalian kecewa karena tidak bisa melihat keseluruhan area kuil, kalian bisa langsung pindah ke kuil Toshogu yang lokasinya hanya beberapa menit jalan kaki saja dari kuil ini.

800px-NikkoRinnoji5390.jpg

Foto 03:

Sanbutsudo di kuil Rinnoji, salah satu bangunan yang tengah di renovasi [foto: Fg2/wikimedia]

Wilayah Nikko kota ini tak hanya terdiri dari 3 kuil yang termasuk dalam World Heritage Site itu saja (Toshogu, Futarasan, dan Rinnoji). Memang ketiga kuil itu merupakan obyek wisata terpopuler di Nikko karena jaraknya berdekatan sehingga bisa dikunjungi dengan berjalan kaki. Namun masih banyak lho spot populer lainnya yang bisa dilihat-lihat di Nikko kota ini. Contohnya saja Taiyuinbyo, yang menariknya, lokasinya tak jauh dari ketiga kuil populer tersebut.

800px-Taiyuin_honden.jpg

Foto 04:

Honden (main hall) di Taiyuinbyo [foto: Nerotaso/wikimedia]

Taiyuinbyo ini merupakan mausoleum dari Tokugawa Iemitsu, cucu Tokugawa Ieyasu, pendiri keshogunan Tokugawa yang memulai periode Edo. Jika sang kakek disemayamkan di kuil Toshogu, maka Tokugawa Iemitsu disemayamkan tak jauh dari kuil tersebut. Bagian menarik lainnya, mausoleum sang cucu ini pun dibangun dengan gaya arsitektur dengan warna-warni yang “wow†juga, mirip seperti kuil Toshogu. Bedanya, jika Toshogu Shrine merupakan kuil Shinto (walau tidak sepenuhnya lepas dari pernak-pernik ajaran Buddha), Taiyuinbyo ini merupakan kuil Buddha yang menjadi sub-kuil dari Rinnoji Temple.

800px-Taiyuin-DSC3917.jpg

Foto 05:

Mausoleum Tokugawa Iemitsu di Taiyuinbyo [foto: Fg2/wikimedia]

Bergeser sedikit keluar dari kompleks World Heritage Site of Nikko, ada Tamozawa Imperial Villa. Tempat ini dulunya merupakan villa dari cabang keluarga Tokugawa dan sempat digunakan sebagai istana kekaisaran, dan sempat dijadikan vila peristirahatan bagi keluarga kerajaan. Sayangnya vila ini sempat rusak pasca Perang Dunia II dan memerlukan renovasi besar-besaran sebelum akhirnya dibuka untuk umum pada tahun 2000. Walau luasnya kini hanya 1/3 dari luas aslinya, bangunan vila ini tetap terasa mengesankan dan agung, terutama karena disini banyak terdapat ruang-ruang yang merupakan perpaduan antara gaya Barat dan gaya Jepang (seperti ruang dengan pintu geser khas Jepang namun dengan lantai berlapis karpet).

19-nikko-tamozawa-imperial-villa.jpg

Foto 06:

Tamozawa Imperial Villa [foto:

SUMBER]

Tak jauh dari Tamozawa Imperial Villa, ada Nikko Botanical Garden. Taman ini merupakan cabang dari Koishikawa Botanical Garden yang dikelola oleh University of Tokyo, kampus paling populer di Tokyo. Taman yang bisa dimasuki setelah membeli tiket seharga 400 yen* ini memiliki suasana yang sangat tenang. Terdapat lebih dari 1500 jenis tanaman yang dikumpulkan dari seluruh Jepang.

800px-Nikko_Botanical_Gardens%2C_the_University_of_Tokyo.JPG

Foto 07:

Nikko Botanical Garden [foto: Qwert1234/wikimedia]

Dari Nikko Botanical Garden, kita bisa memandang ke arah Kanmangafuchi Abbys (namun tidak bisa langsung mencapai tempat ini dari taman botani), obyek wisata populer lainnya di Nikko. Tempat ini dibentuk oleh erupsi Gunung Nantai, dan kini dikenal sebagai salah satu walking trail terindah di Nikko karena disini pengunjung bisa berjalan-jalan sambil menyusuri tepian sungai. Di sepanjang area ini terdapat beragam jenis lanskap, mulai dari sungai, air terjun, batu-batuan besar, dan banyak lagi. Namun salah satu yang mencolok dan juga paling mencuri perhatian adalah deretan patung Jizo yang berbaris melihat ke arah sungai. Patung ini berjumlah kurang lebih 70 buah. Namun sebuah legenda mengatakan jika jumlah patung Jizo ini akan berbeda jika kita hitung saat pertama menyusuri jalan ini dan jika dihitung saat pulang. Hmm, tertarik untuk mencoba?

2483536474_f0a1ff9286_b.jpg

Foto 08:

Patung Jizo di Kanmangafuchi Abbys [foto: Kimon Berlin/flickr]

Aneka obyek wisata ini baru yang bisa ditemukan di daerah Nikko kota saja. Untuk wilayah Okunikko akan saya simpan untuk episode selanjutnya. Rencananya saya juga akan memberikan sample itinerary dari Tokyo menuju Nikko, jadi ditunggu saja yah.

***

*Harga sewaktu-waktu dapat berubah.

**Foto (kecuali yang memiliki sumber sendiri) diambil melalui creative commons. Tidak ada perubahan dari foto aslinya. Credit nama berdasarkan username flickr/wikimedia.



0 Comments


Recommended Comments

There are no comments to display.

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!

Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.

Sign In Now