Leaderboard


Popular Content

Showing most liked content since 01/19/2018 in all areas

  1. 4 points
    rianifitria

    Jalan2 ke China p1 Beijing

    Tahun lalu saya dan keluarga pergi ke China selama 10 hari - Beijing, Xi'An dan Shanghai. Berikut ini kesan2 perjalanan saya, saya harap ini bias berguna biarpun telat banget. Hari 1: Jakarta - Beijing Penerbangan Jakarta ke Beijing - Transit di HK (Mendarat di HK - 15.00, berangkat lagi jam 20.00). Mendarat di Beijing jam 12.55 pagi hari kedua. Hari 2: Beijing Berencana mencari mainan2 dan aksesoris2 palsu gitu, jadi berangkatlah kami ke Hongqiao Pearl's Market, shopping mall yg isinya macem2 dekat Temple of Heaven. Kami naik subway, harganya lumayan murah antara RMB 3-6 per orang per perjalanan. Mesin tiketnya ada Bahasa Inggrisnya, jadi gak perlu google translate tulisan2 China. Papan penunjuk arahnya juga bilingual, jadi gak repot nyari platform maupun pintu keluarnya. Dan sebelum masuk ke platform biasanya ada X-ray buat barang2 bawaan. Keluar di stasiun Tiantan Dongmen – subway Line 5. Dari situ jalan ke Hongqiao Pearl's Market melewati sekitar 2-3 gedung. Ada tulisannya Inggris besar2, jadi gampang taunya. Di Hongqiao Pearl's Market, setiap lantai memiliki ke-khas-an masing2. Misalnya mainan di lt. 3, baju di lt.4 dll. Ada juga food court di basement. Harga makanannya juga lumayan ok, sekitar RMB 15-18 per porsi. Oh ya, jangan lupa tawar menawar kalau belanja disini. Setelah belanja dan makan, kami jalan lagi menuju National Museum of China di Tian'anmen Square. Naik subway Line 2 ke stasiun Qianmen. Nah disini baru mulai seru, soalnya banyak banget polisinya. Setiap pintu keluar ada penjaganya, tiap belokan ada penjaganya, naik turun tangga ada penjaganya berdiri. Keluar dari subway kami berjalan mengarah ke Forbidden City, dan kira2 50 m dari pintu keluar, ada X-ray dan pengecekan ID/passport. Jalan lagi, dan 50 m sebelom pintu samping National Museum ada lagi x-ray dan pengecekan ID. Masuk ke National Museumnya gratis. Di tempat ‘karcis’ mereka bakalan minta ID (sim, passport, ktp) dan ngasih 1 tiket per ID. Dari tempat karcis ngantri masuk. Adalagi X-ray plus body scanner. Setelah lewat baru deh bias masuk ke lobby National Museum. National Museumnya GEDE BANGET. Ada 4 lantai dan basement dan 28 ruangan pameran. Setiap ruangannya memiliki tema yg berbeda, misalnya 1 ruangan isinya kaligrafi, 1 ruangan isinya mengenai uang, 1 ruangan isinya keramik dsb. Di luar tiap ruangan ada kounter souvenir yg khas buat ruangan tsb, kalau ruangannya mengenai jade, maka yg dijual adalah suvenir2 jade. Dan hampir di tiap sayap ada mesin souvenir koin (souvenir paling murah). Di lt 1 banyak kounter souvenir yg jual hampir semua barang, jadi kalau misalnya nyesel tadi gak beli souvenir di lt 3, bias cari di lit 1. Mereka tutup jam 16.30 pas. Jam 16.00 kira2 para penjaganya sudah mulai mengusir orang2. Dan jam 16.30 pas, bakalan ada upacara pembubaran petugas2 museum yg lumayan militer (biarpun orang2nya gak ada yg militer). Sehabis itu penjaganya beneran bakalan ngusir semua orang dengan paksa, bahkan yg duduk2 di beranda depan museum. Boro2 foto2 di depan museum. Dari Museum ini kami jalan ke Qian Men Street buat makan malam. Tadinya kami mau nyari Peking Duck dari Quanjude, tapi antrinya panjang. Jadi kami pindah ke restoran kecil di jalan samping. Makanannya enak dan harganya juga lumayan, misalnya sepiring RMB30 gitu, tapi bias share 1-2 hidangan buat berempat gitu. Hari 3: Beijing Hari ketiga dimulai dengan HUJAN DERAS. Dan sepanjang hari HUJAN. Kami berangkat lagi ke Tiananmen Square untuk pergi ke Forbidden City. Naik subway line 2 – stasiun Qianmen. Harga tiket masuknya RMB 60/orang. Turisnya yg masuk, local maupun internasional banyaknya minta ampun. Mulai dari masuk gerbang (belom beli tiket) aja udah antri, dan penuh sesak dgn orang2 berpayung dan berjas-hujan. Seperti biasa, banyak X-ray (keluar masuk mrt, mendekati Forbidden City, gerbang masuk, gerbang tiket). Forbidden City itu BESAR dan LUAS luar biasa. Masalahnya semua orang berusaha berteduh di koridor2 yg ada atapnya. Jadi serasa orang2 se DKI berjubel di pintu2 dan koridor2, dan gak ada yg mau bergerak Karena mereka gak mau basah, jadi ya nutupin jalan dan pintu dan kami gak ada yg bias keluar masuk. Bener2 gak enjoy abis. Setelah sukses keluar dari Forbidden City kami cari makan (masih deket sama Qian Men Street). Dari dari sana kami menuju Temple of Heaven; Subway line 5 – Tiantan Dongmen. Nah Temple of Heaven ini terbagi 2 bagian. 1 yg taman untuk umum, kalau gak salah RMB 15 buat masuk. Disini ada pagoda2 gazebo dan warga setempat bersantai. Yg satu bagian lagi, Temple of Heaven-nya, perlu karcis terusan yg harganya RMB 35. Sayangnya yg terkenang cuma besar, basah dan licin. Dari sini kami naik subway ke Wangfujing Pedestrian Street yg katanya tempat belanja (masih nyari barang2 kw) melalui subway Line 1 stasiun Wangfujing. Hampir semua barang disini sudah harga supermarket besar dan barang2 bermerk, jadi lumayan mahal juga, dan masih belom nemu tuh barang2 kw. Hari 4 : Beijing Pagi hari dimulai dengan berjalan ke Bird Nest Stadium. Kami lihat2 saja dari jauh, memakai Subway Line 8 atau 15 stasiun Olympic Park. Dari sana kami pergi ke stasiun Dongzhimen dari Subway line 2 atau 13 untuk naik bus 916快 (ekspress) menuju The Great Wall of China, Mutianyu section. Harga busnya 12 yuan. Keluar dari platform di Dongzhimen, cari penunjuk arah ke Bus Transfer Hall dan cari bus 916快. Perjalanannya lumayan jauh, sekitar 2jam gitu. Sampai sana tiket masuknya RMB 45, tiket naik kereta gantung ke atas RMB 120, tiket shuttle bus ke kaki Great Wall RMB 15. Dan tembok besar China itu emang bener2 LUAR BIASA. Gak salah kalau masuk 7 Wonders of the World. Dari jauh kelihatannya kecil dan rata, tapi begitu diatasnya ternyata lebar banget, saya rasa biar kereta kuda bias lewat diatasnya. Dan gak rata sama sekali tapi naik turun-nya sekitar 3 lantai dan ini belom naik menaranya. Di tiap beberapa meter bakalan ada menara benteng. Ternyata jarak antara 2 menara itu sepanjangan 2x jarak anak panah terbang. Jadi bila ada orang memanjat tembok persis diantara 2 menara, maka orang tersebut bias dipanah dari 2 sisi. Dan kalau berdiri diatas tembok tersebut emang bener bias melihat pemandangan sampai jauh kemana2. Kalau cuma ada 1 tempat di Beijing yg bias dikunjungi, saya rekomendasikan banget The Great Wall of China. Yg lain2nya gak terlalu penting setelah melihat tembok besar ini. Semua kesusahan dan kesialan2 beberapa hari lalu sebanding dengan pesona tembok China dan gak nyesel saya datang kesini. Hari 5 : Beijing Hari ini kami akan naik rickshaw untuk Hutong District Tour. Ini dimulai dari Hutong Tour meeting point di dekat stasiun Beihai North – subway line 6; melewati ‘daerah tua’ dan sampai ke stasiun Shichahai -Subeway line 8 dimana ada Bell and Drum Tower. Harganya sekitar RMB 80 per orang. Lumayan menarik juga bisa melihat rumah2 tua dan kesannya persis sama kaya di drama cina kuno gitu. Bell dan Drum Towers adalah alun2 pada jaman dahulu dan juga berfungsi sebagai penanda waktu. Jadi mereka akan berbunyi diawal dan diakhir hari. Naik keatasnya lumayan berat, tangga-nya curam dan tinggi. Satu menaranya RMB 20, kalau beli 2 sekaligus RMB 30. Dari sana kami pergi ke Summer Palace, di stasiun Beigongmen – subway Line 4. Kami makan mie di luar gerbangnya, rasa mie-nya khas gitu. Tarif masuknya RMB 30. Di dalam ada beberapa tempat yg bias dimasukin (seperti klenteng dll) tapi harus bayar lagi. Summer Palace itu taman yg dibangun disekitar danau. Banyak warga setempat yg pergi piknik disana. Kami pulangnya naik perahu untuk menyebrang balik ke pintu masuk, RMB 10. Malamnya kami akan terbang ke Xi’An. Disambung di p2 Xi'an dan Shanghai...
  2. 3 points
    Berikut adalah kelanjutan perjalanan dari p1 Beijing menuju ke Xi'An dan Shanghai.... Hari 6 : Xi'An Hari pertama di Xi’An kami pergi ke Xi'An National Museum atau Shaanxi History Museum. Naik metro ke Xiaozhai – Line 2 atau 3. Tiket masuknya RMB 30. Sejarahnya Xi’An lumayan menarik. Karena kota ini adalah satu2nya kota yg dengan suksesnya selamat dari berbagai era dan perang lumayan utuh; dan sejarahnya mereka emang panjang banget. Oleh sebab itu kota ini terkenal sebagai kota pelajar; Karena memang banyak universitas2 kelas kakap di sini (dan bukan hanya di jaman ini saja). Mulai dari jaman purba, dan menjadi ibukota untuk berbagai dinasti yg peninggalan sejarahnya lumayan tercatat rapih dan lengkap. Kota ini juga kota awal mulanya komunitas Muslim di China; yg diawali dari perdagangan Jalur Sutra. Museumnya masuknya gratis! Dari Museum, kami pergi ke The Big Wild Goose Pagoda (Dayan Pagoda) – Metro Line 3 stasiun Dayanta. Ini adalah pagoda-nya biksu Tong Sam Chong (Kera Sakti/Sun Go Kong)! Beliau termasuk biksu terkemuka yg telah membuat catatan sejarah yg luar biasa detail mengenai masa tersebut selama perjalanan Beliau ke India. Bahkan catatan beliau telah dipergunakan untuk merekayasa sejarah agama Buddha di India. Dari sini kami berjalan menuju ke Muslim Quarter. Keluar dari stasiun Zhonglou – mentro line 2- dari pintu B dan jalan menuju ke Bell Tower dan belok ke kanan. Muslim Quarter ini adalah jalan yg penuh toko2 makanan Halal dan juga tradisional/khas-nya orang Muslim di Xi’An. Mulai dari kurma yg sebesar kepalan tangan sampai kacang cabe (cabenya hebat banget) dan kue persik yg khas, semuanya ada disepanjang jalan ini. Yg menarik adalah The Great Mosque yg berada di balik jalan ini. The Great Mosque adalah Masjid pertama dan tertua di China. Dibangun oleh Raja China dan diberikan kepada kaum pedagang dari Timur Tengah yg menetap di Xi’An sebagai ‘duta’ Jalur Sutra. Bangunannya persis dengan klenteng, tapi di dalam ruang utama Masjidnya dindingnya penuh ukiran Al-Qur’an. Tiketnya RMB 25 Hari 7 - Xi'An Hari ini kami pergi pagi2 banget ke Emperor Qinshihuang's Mausoleum Site Museum. Atau lebih dikenal sebagai The Terracotta Warrior Museum. Tempatnya lumayan di luar kota, karena konon sejarahnya raja ini dikubur di satu bukit dengan 35 ruangan. Di kuburan utamanya petinya Beliau terbaring diatas ‘danau’ yg terbuat dari air raksa dan kubah-nya dihiasi dengan permata dan dibikin semirip langit malam. Yg ditemui baru 14 ruangan, yg digali baru 7, dan yg bisa ditunjukkan masa (karena isinya lumayan utuh) hanya 3. Untuk kesini kami pergi ke stasiun Wulukou dan berjalan ke arah stasiun kereta (Railway Station). Kamu pergi ke perhentian bus jalur 5, persis di depan China Post dan naik bus 306. Harga tiketnya RMB 7 dan perjalanan kira2 1,5 jam. Karcis masuknya RMB 150, ngantrinya panjang, tapi ada keterangan Bahasa Inggris. Melihat skalanya satu ruangan yg baru 1/3-nya digali saja sudah terpana. Tidak heran kalau kuburannya 1 bukit sendiri. Di bagian belakang (yg belum digali), bisa dilihat sekumpulan orang berusaha keras merakit puing2 patung2 terakota tersebut, ada beberapa patung dalam berbagai tahap rekayasa juga. Keluar dari Museum Terakota, kami harus melewati daerah souvenir yg sudah seperti kota kecil. Tapi saya rasa souvenir yg khasnya bias didapat di dalam gedung Museum. Kami sempat beli persik (karena lagi musim) dan rasanya enak, renyah dan manis. Dari Museum Terakota kami kembali ke pusat kota dan pergi ke Xi'an City Wall – South gate. Kami naik metro line 2 ke Yongningmen dan karcis masuknya RMB 54. Xi'an City Wall adalah satu2nya ‘pagar’ atau ‘benteng’ kota yg masih utuh di China. Dan kami bias jalan diatasnya mengelilingi kota, dan bahkan bisa bersepeda diatas benteng ini. Di South Gate malam hari ada biasanya ada pergelaran dan kalau gak salah harga tiketnya RMB 600an, jadi kami tidak nonton. Malamnya kami pergi ke mall2 disekitar hotel. Hari 8 : Shanghai Pagi hari kami terbang ke Shanghai dan sampai pada sore hari. Malamnya kami pergi melihat Nanjing Road Pedestrian Street, naik subway ke People’s Square (line 1, 2 dan 8). Tempat shopping dan barang2nya mahal2, dan masih gak keliatan barang2 kw. Kami juga naik tram dari ujung ke ujung Nanjing Road, harganya RMB 5. Hari 9 : Shanghai Hari ini kami berangkat ke Shanghai Museum yg terletak diantara Dashijia (Subway line 8) dan People’s Square (Line 1,2,8). Shanghai Museum jadi terasa ‘biasa’ karena kami sudah pergi ke Beijing National Museum yg megah dan Xi’An Museum yg bersejarah. Tapi koleksinya Shanghai Museum juga lumayan banyak dan menarik, terutama lantai lukisan China-nya. Tiket masuknya gratis, tapi untuk koleksi ‘special’ harus mengantri dari pintu lain. Dari sini make pergi ke The Bund untuk naik Huangpu River Cruise. Perjalanan dimulai dari Shiliupu Wharf yg berada di belakang Yu Yuan Garden. Jalannya dari stasiun Yu Yuan Garden (line 10) lumayan juga. Harga tiketnya 120 yuan dan perjalanan total sekitar 50 menit. Kami naik kapal naik-turun sungai HuangPu untuk melihat kedua sisi Shanghai, dimana satu sisi memiliki bangunan2 tua dan sisi satunya penuh pencakar langit. Dari sini kami pergi ke Yu Yuan Garden, tiket-nya RMB 40. Yu Yuan Garden adalah taman bikinan yg penuh dengan berbagai dekorasi yg saya rasa lebih untuk menarik turis. Yg menarik adalah penataan tamannya sehingga taman tersebut terasa lebih besar dan lebih panjang dari ukuran aslinya. Yu Yuan Garden itu dikelilingi oleh toko2 berjualan souvenir, cheong-sam dan makanan. Kalau malam, lampu2 pertokoannya menyala dengan indah. Hari 10 : Shanghai Kami berangkat jam 6 pagi menuju Disneyland Shanghai memakai subway Line 11 – stasiun Disney. Antriannya luar biasa panjangnya; baik untuk X-ray barang bawaan, kemudian untuk masuk Disney (total waktu antri 3 jam), juga di setiap wahana. Selama satu hari kami hanya dapat naik 2 wahana karena terlalu lama mengantrinya. Setelah mengantri selama itu dengan cuaca panas sekali dan orang2 yg saling menyela antrian hanya untuk naik wahana 10 menit, kami jadi malas mengantri lagi dan akhirnya hanya duduk2 saja. Merasa agak rugi juga membayar RMB499 buat masuk Disneyland untuk duduk2. Nah pulangnya yg jadi masalah. Karena menurut website, subway bakalan buka sampe jam 23.00 lewat. Tapi ternyata saat kamu ke Subway jam 10an malem, sudah tutup subwaynya. Tidak ada bus juga karena bus terakhir jam 9an, taxi juga tidak ada sama sekali. Untungnya di China banyak sejenis grab/uber driver. Di Beijing biasanya mobil2nya akan memasang tanda di kaca depan. Di Xi’an maupun Shanghai kami tidak melihat tanda2 tersebut, tetapi ada yg menawarkan jasa mengantar kami pulang. Dan harganya kurang lebih sama dengan naik taksi dari Disneyland balik ke Hotel. Hari 10 : Shanghai Paginya kami pergi ke Qibao Ancient Town. Bagian Shanghai yg masih memiliki rumah2 tua (hampir mirip Hutong di Beijing, tapi jauh lebih kecil dan sempit. Qibao adalah bagian dari Shanghai tua yg dilestarikan oleh pemerintah karena sejarah daerah ini berawal dari dinasti Song sekitar 1000 tahun lalu. Kami naik subway Line 9 ke stasiun Qibao. Untuk jalan2 saja di Qibao gratis, tapi untuk atraksi2 harus bayar sendiri2. Kami kemudian berangkat ke Airport. Sayangnya karena cuaca buruk (badai), semua penerbangan hari itu dibatalkan dan kami harus cari penginapan sendiri (tidak dibantu pihak maskapai maupun bandara). Hari 11: Shanghai Akhirnya dapat penerbangan ke Jakarta langsung dari Garuda! Sekian laporan perjalan saya ke Beijing - Xi'An - Shanghai. Dari perjalanan saya tersebut ada beberapa tips: - Download peta google map China, atau screenshots peta2 karena sampai di China google gak bisa dipake. - Masukan foto2 dari nama tempat2 dan alamat2 tempat2 wisata yang Anda akan datangi, juga nama hotel dan alamat hotel (English dan Chinese) ke HP. Ini akan mempermudah cari jalan maupun bila perlu naik taksi/grab/uber - Selama perjalanan yg saya lihat semua tempatnya bersih, sampah jarang, orang2nya gak ada yg berniat menipu dan malah baik2 banget begitu mereka sadar bahwa kami semua turis kesasar, harga2 juga gak dinaikin gila2an. Emang yg pas ngantri di Disneyland agak mengerikan banget, tapi selain itu semuanya aman tentram dan disiplin. - Barang2 kw gak keliatan sama sekali, sedihnya... - Kalau bias naik kereta dari antar kota. Keretanya cepat dan tepat waktu, sementara penerbangan antar kotanya selalu delay (mungkin karena pas kami disana cuaca emang jelek banget). Waktu-nya kira2 sama, harga lebih murah dan banyak pemandangan. - Xi'An beneran surga oleh2 Halal, terutama di Muslim Quarter. - Selalu sedia uang kecil untuk beli karcis bus/subway/metro. - Kalau terdampar di airport tanpa hotel, tanya petugas yg berjaga di konter maskapai dan sekitarnya apakah mereka tahu penginapan murah. Biasanya mereka punya kenalan/tahu ada losmen murah yg bukan hotel resmi airport. - Jangan khawatir soal Bahasa, di 3 kota ini bus dan subway/metro petunjuknya bilingual (Inggris dan Mandarin). Apa lagi ya? Nanti kalo inget saya tambahin... kalau teman2 ada yg mau penjelasan lebih panjang lagi bilang aja, saya akan coba sebisanya untuk membantu.
  3. 2 points
    Endar

    Pergasingan, Nirwana di Lombok Timur

    Lombok tidak hanya diberikan keindahan pada pesisir pantainya, tapi juga pada dataran tingginya yang tidak kalah indah. Menjelajahi Lombok Timur, kawasan dataran tinggi Sembalun tidak hanya menjadi salah satu pintu masuk pendakian gunung Rinjani. Sembalun, dataran tinggi yang dikelilingi oleh bukit-bukit berbalut padang rumput ini menyimpan begitu banyak pesona. Bukit pergasingan salah satunya. Berada pada bukit dengan ketinggian 1700mdpl ini kita dapat melihat cantiknya Rinjani dipadu dengan indahnya formasi perkebunan buah dan sayur masyarakat Sembalun. Lelah berkendara tiga jam dari Sekotong ke Sembalun, bergelut dengan truk-truk besar, melewati jalan berkelak-kelok dan harus berhati-hati dengan kawanan monyet yang menyeberang setelah memasuki kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani, tidak menghilangkan semangat saya untuk mendaki Pergasingan. Setelah menyiapkan bekal dan peralatan untuk bermalam di Pergasingan saya siap untuk mendaki di malam hari. Pendakian saya ditemani oleh satu orang warga asli Sembalun, Pak Agus, yang lebih sering menemani pendakian ke Rinjani dari pada Pergasingan. Bisa dibilang ini pendakian Beliau ke Pergasingan setelah beberapa belas tahun lalu. Jika membawa kendaraan, terdapat parkir motor di akhir perkampungan warga sebelum memasuki pintu masuk. Begitu juga untuk yang membawa mobil, tapi untuk mobil tidak terdapat parkiran tertutup hanya di pinggir jalan saja. Saya memulai pendakian sekitar pukul delapan malam dan bertemu dengan penjaga pintu pendakian Pergasingan di tengah jalan perjalanan saat mereka akan pulang. Restribusi sepuluh ribu rupiah per orang dan mereka memberikan nomor yang dapat dihubungi jika terjadi sesuatu. Saya senang karena bukan tergolong pungutan liar yang tidak bertanggung jawab. Lima menit berjalan dari tempat parkir ke pintu masuk. Pendakian awal adalah anak tangga yang sebenarnya lebih melelahkan dibanding dengan jalan tanah biasa. Pendakian awal tergolong terjal namun masih terdapat area pijakan dan batu untuk berpegang yang cukup membantu. Semakin ke atas pendakian semakin landai karena memasuki bagian atas bukit. Malam itu terang bulan jadi cukup membantu saya untuk melihat jalur pendakian. Setelah 45 menit mendaki, sudah terlihat kelap-kelip lampu kemah para pendaki yang menambah semangat saya tapi juga menjadi sugesti bahwa pendakian sebentar lagi. Target pendakian dua jam dapat dipercepat menjadi satu setengah jam. Mencari tempat mendirikan tenda cukup sulit karena saat itu ramai dan kami tidak cukup mengenal area Pergasingan. Akhirnya kami memutuskan untuk mendirikan tenda di dekat jalur akhir pendakian walaupun angin secara langsung menerpa tenda. Tenda selesai dan teh hangat datang. Setelah cukup beristirahat saya coba untuk keluar menikmati taburan bintang. Memesona sekali, sinar bulan terang saat itu tidak mengurangi keindahan bintang. Tidak puas kalau tidak mengabadikan momen ini. Angin bertiup semakin kencang dan udara semakin dingin. Akhirnya saya menyerah, kamera saya biarkan di luar untuk foto time lapse dan saya beristirahat.. Pagi hari waktunya menikmati pesona lain, matahari terbit. Saya sedikit berjalan ke timur bersama pendaki lainnya. Sayangnya cuaca tidak begitu mendukung, awan di timur menutupi matahari terbit. Namun pagi yang semakin terang semakin memperjelas indahnya Pergasingan. Rinjani benar-benar megah terpapar oleh kuningnya matahari pagi dan Sembalun benar-benar elok dengan polesan kabut tipis. Saya takjub, saya terpesona. Cukup lama kami berfoto dan kembali ke tenda. Banyak yang mulai membereskan tenda dan turun menghindari perjalanan di siang hari karena kondisi jalur tanpa pohon menjadikan perjalanan yang dapat sangat panas di siang hari. Setelah sarapan mie instan dan minum teh hangat kami membereskan tenda dan turun. Kurang memang rasanya jika hanya satu hari di Sembalun karena masih banyak tempat-tempat memesona lainnya. Lain kali, lain waktu, lain suasana saya akan ke tempat ini lagi. Semoga tetap lestari.
  4. 2 points
    Dewi Calico

    NDORO DONKER TEA HOUSE

    안녕하세요... hai hai hai, Lagi musim ujan nih yeee. Paling seru minum teh kalo pas lagi dingin gitu. Apalagi ditambah ada camilannya yee kaann, hmmm enaknyooo. Ngomongin soal teh nih, aku ada cerita waktu minum teh di Ndoro Donker Tea House. Lokasi di Kabupaten Karanganyar,JATENG. Perjalanan sekitar 1 jam dari Kota Solo. Nah jadi Ndoro Donker ini lokasinya tepat di sebelah Kebun Teh Kemuning. Kebayang kan lokasi Kebun Teh ya adem gitu. Setelah perjalanan 1 jam dari Solo, finally nyampe deh. Entah kenapa ya aku itu kalo di Kebun Teh gitu bawaannya males dan ngantuk, mungkin karna hawanya dingin kali yak. Ga pake lama, aku pesan Teh & Camilan. Kalo aku bilang sih disini lebih menjual View dibanding menjual Food. Taste nya yaaa standard aja, engga yang bikin aku amazed gitu sih. Teh nya ya menurutku biasa, apa mungkin karna aku ga banyak pengetahuan soal teh kali yak haha. Untuk lahan kebun Tehnya itu luas dan bagus untuk foto-foto. Tapi hati-hati yaaa jangan sampe digigit serangga. Lumayan lah yaaa bagi yang pengen spend time untuk berfoto dengan tema alam & tumbuhan. Oiya, engga dipungut biaya kok untuk jalan jalan di Kebun Teh ini. Nah, cara menuju lokasi ini sebenarnya ada 2 jalur. Jalur pertama via Kota Solo,Jateng. Jalur kedua via Kabupaten Magetan, Jatim. Aku kemarin sih lewatnya Solo. Untuk kesini ga ribet karna petunjuk jalannya jelas banget, jadinya engga perlu pake GPS maupun tanya penduduk. Tapi bagi yang ga yakin ya better pake GPS aja. Yaapp itu dia perjalanan aku. Buat kalian yang sedang Traveling di Kota solo, bisa nih masukin Ndoro Donker ke list kalian. NDORO DONKER TEA HOUSE. Jl. Karangpandan-Ngargoyoso, Puntukrejo, Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah 57793 Happy Traveling semuuaaaa.
  5. 1 point
    Hola Deffa Here !!! Kawah Upas, sebenarnya kawah ini sudah lama berada di Lembang kab. Bandung. Namun orang lebih kenal nya Kawah Ratu dan Kawah Domas yang sama-sama berada di kawasan Gunung Tangkuban Perahu Lembang. And yes you read it correct, i am literally in the middle of Volcanic Crater FYI di Gunung Tangkuban Parahu ini total terdapat 12 Kawah aktif namun yang boleh di kunjungi dan di jadikan tempat wisata hanyalah 3 buah kawah saja yaitu Kawah Ratu, Kawah Domas dan Kawah Upas. Nah Kawah Upas ini kalah pamor dari dua kawah lainnya padahal cukup dekat dari Kawah Ratu dan mempunyai keindahan kawah yang cukup bagus juga ditambah sedikit adventure untuk mengunjungi nya loh. Mau tahu cerita nya baca terus ya Cara Menuju Kawah Upas dari Bandung Bagaimana cara ke Kawah Upas dari Bandung ? Pasti pertanyaan kalian yang pertama adalah hal tersebut jadi akan saya bagi berdasarkan 2 kategori menggunakan Angkutan Umum dan juga Kendaraan Pribadi : 01. Menuju Kawah Upas dari Bandung dengan Angkutan Umum Starting point dari Stasiun Kereta Bandung atau Stasiun Hall. Naik Angkot jurusan St Hall - Lembang, turun di Pasar Lembang seharga Rp. 10.000. Lalu naik Angkot jurusan Lembang - Cikole, turun di depan Gerbang Tangkuban Perahu seharga Rp. 8000. Dan naik ke atas area Kawah Ratu menggunakan Shuttle dari pengelola Tangkuban Perahu seharga Rp. 15.000. 02. Menuju Kawah Upas dari Bandung dengan Kendaraan Pribadi Starting Point dari Pintu Tol Pasteur, arahkan kendaraan kalian menuju Lembang bisa melalui Jalur Utama yaitu Jalan Setiabudi - Lembang atau jalur alternatif lainnya seperti Setiabudi - Parongpong - Lembang atau Dago Giri - Lembang. Ketika sudah tiba di Kota Lembang, tetap arahkan ke arah Utara menuju Subang yang searah ke Tangkuban Perahu. Perjalanan di tempuh sekitar 1 jam tergantung kondisi lalu lintas. Google Map KLIK Harga Tiket Masuk Kawah Upas Untuk Harga Tiket Masuk Kawah Upas ini sebelum nya kalian harus membayar Tiket Masuk Kawasan Wisata Alam Gunung Tangkuban Perahu, terlebih dahulu Tiket Masuk Kawasan Wisata Alam Gunung Tangkuban Perahu Weekdays : Wisatawan Lokal Rp. 20.000 Wisatawan Asing Rp. 200.000 Motor Rp. 12.000 Mobil Rp. 25.000 Sepeda Rp. 7000 Weekends : Wisatawan Lokal Rp. 30.000 Wisatawan Asing Rp. 300.000 Motor Rp. 17.000 Mobil Rp. 35.000 Sepeda Rp. 10.000 Tiket Masuk Kawah Upas Untuk Tiket Masuk Kawah Upas ini Gratis karena sudah termasuk dari Tiket Masuk TWA Tangkuban Perahu. Namun unik nya adalah kita wajib menggunakan jasa Guide Lokal Kawah Upas. Untuk bisa masuk ke area Kawah Upas tersebut. Karena gerbang masuk Kawah Upas ini di gembok oleh mereka. Harga Guide Lokal Kawah Upas Rp. 50.000 - Rp. 150.000 (Nego) per Guide Cara Menuju Kawah Upas dari Kawah Ratu Gunung Tangkuban Perahu Nah untuk menuju ke Kawah Upas dari Kawah Ratu ini. Kalian harus melakukan sedikit trekking ke arah Utara dari Kawah Ratu yang menanjak menembus sedikit hutan. Perjalanan awal dari Kawah Ratu ke pos Gerbang Kawah Upas sekitar 15 - 30 menit, tergantung kalian jalan. Nah di gerbang ini untuk masuk kalian harus menggunakan jasa Guide Lokal (jika tidak gerbang yang di gembok tidak akan mereka buka). Harga yang mereka tawarkan biasanya Rp. 150.000 per Guide kalian bisa tawar saja, kemarin saya dapat Rp. 100.000 (kami ber 6 orang). Ada teman yang datang cuma ber 3 dapat Harga Guide Rp. 50.000 Setelah dari Gerbang ini, kita akan masuk ke area hutan nya yang di awali dengan jembatan Bambu, yang tadi nya di bawah nya ada sungai, namun sudah tidak ada lagi air nya. Dan juga di karenakan masih musim kemarau jadi air nya surut. Perjalanan di lanjutkan menuju ke tangga yang sudah di buat sedikit curam dan tinggi juga jadi harus berhati-hati, siapkan air minum karena tidak ada penjual minuman disini. Teman saya dari India menggunakan sendal jepit berkali-berkali terjatuh dan sendal nya putus, jadi di sarankan menggunakan Sendal Gunung atau Sepatu. First Stop, Guide menunjukkan ke kami area Hutan Mati. Dimana disini terdapat banyak pepohonan yang sudah mati, hanya tinggal batang saja tanpa dedaunan hijau nya. Second Stop, guide menunjukkan kepada kami area di mana masih terdapat semburan kecil dari Belerang. Disini dia meniup asap Belerang tersebut yang cukup panas, hingga mampu membakar Rokok yang akan dia hisap (lihat Video di atas) Third Stop, guide menunjukkan ke kami suatu persimpangan di mana jika di lihat seksama mirip dengan kondisi di Film Layar Lebar seperti The Lord Of The Rings ataupun The Hobbits. Dimana tentara keluar dari sisi gunung, ya jika imajinasi kalian tinggi, kalian bisa membayangkan nya Fourth Stop, berdiri di atas bukit sebelum menuju tengah dari Kawah Upas ini sangat keren. Kalian bisa melihat luas jauh ke arah Kawah Upas tersebut. Karena kondisi air di Kawah ini sedang kering. Jadi bisa terlihat banyak susunan batu besar, yang pernah di susun oleh pengunjung yang tiba di sini, menjadi kata atau mungkin logo produk mereka. Jadi istilahnya Pasang Iklan GRATIS di Kawah Upas Fifth Stop, akhirnya kami turun ke tengah kawah tersebut, namun hati-hati turunan ini cukup curam dan tidak ada jalan hanya berpandu pada pijakan yang kokoh dari bebatuan. Namun jangan khawatir guide sudah pengalaman ikuti saja rute mereka. Lalu di tengah kawah ini makin banyak bebatuan yang di susun menjadi sebuah kata. Di sini luas sekali, walaupun hanya tercium sedikit bau belerang. Sixth Stop, diarahkan menuju tempat di mana biasanya air kawah ini berkumpul (yang mana sekarang sedang surut), namun memang terasa perbedaan nya. Dimana area bebatuan tadi kering. Di area ini masih lembab dan agak panas. Tanah nya retak seperti membentuk berbagai macam ukuran Ubin. Yes i am in the Middle of an active volcanic crater Seven Stop, menuju ke ujun dari Kawah Upas ini dimana terdapat banyak bongkahan Batu Kapur. Disini kita bisa mencoba menulis kan nama kita atau apapun itu di beberapa batu besar disini. Tenang saja tidak termasuk Vandalisme kok, karena menurut Guide menulis dengan Batu Kapur ini pasti hilang kok, kena air hujan juga hilang. Jadi menulis nya cukup dengan Batu Kapur di sini saja ya Eight Stop, di dekat sini terdapat area di mana terdapat banyak Batu Apung. Kalian tahu kan batu apung, dimana batu yang jika kita lempar ke air dia akan mengambang, walaupun terlihat nya besar namun ketika di angkat sangat enteng. Ya demikian lah kami pun menyudahi kunjungan disini dengan rute balik yang sama, sempat saya bertanya ke Guide, jika kalian perhatikan sepi sekali tidak ada pengunjung lain nya selain kami ber 6. A : Kang naha kok sepi di sini, ai di Kawah Ratu mah rame wae ? B : Hu uh kang, didie mah emang bukan favorit wisatawan lokal, biasa na emang bule nu kadie A : Oh kitu kang, kenapa ya, padahal lumayan bagus kok ? B : Rata-rata seh, biasanya karena kurang suka trekking na lumayan bikin capek kang, jeng gak ada yang jualan di sini oge A : Hooo kitu kang, bener juga seh Nah jadi kalau kalian suka dengan sedikit aktivitas adventure bisa di coba kesini kok. Dan juga lokasi ini sangat bagus buat Photography, apalagi Pre Wedding. Dengan perencanaan waktu kunjungan yang pas, ketika air kawah tidak surut. Kalian bisa dapat background yang cantik. Juga area Hutan Mati salah satu favorit Photo Spot Tips Berkunjung ke Kawah Upas Bawa selalu air minum botol karena tidak ada yang jualan Bawa uang cash karena Guide tidak terima gesek menggesek Gunakan Jaket karena beberapa waktu tertentu bisa dingin sekali Gunakan Sendal Gunung atau Sepatu lebih baik Jangan merusak lingkungan seperti membawa pulang Batu Belerang atau membuang sampah sembarangan Tidak disarankan datang pada sore hari karena Gas Belerang sedang naik, lebih baik dari pagi hingga pukul 3 sore Toilet ada di depan Gerbang Masuk bayar Rp. 2000 Persiapkan fisik karena cukup melelahkan perjalanan naik turun tangga dan trekking bukit Demikian semoga berguna dan silahkan di Share jika berkenan
  6. 1 point
    Linda Kusumo

    KAMPUNG WARNA-WARNI JODIPAN

    Hayooo ... siapa yang hobinya selfie-selfie ... ? Nah, kalo itu kamu dan lagi mampir di kota Malang, wah ... pas banget, tuh ... moment-nya. Soalnya ada sebuah lokasi buat selfie-selfie sampai sepuas hatimu , loh ... Namanya Kampung Warna-Warni Jodipan. Apaan, tuh ... ??? Okelah ... Ada istilah tak kenal maka tak sayang, ya. Jadi kita intip dulu, yuk ... sejarah terbentuknya Kampung Warna-Warni ini ... Berawal dari sekelompok mahasiswa Komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), yaitu GuysPro yang harus mengerjakan tugas kuliah praktikum PR dan Event Management di kampusnya. Mereka harus menggandeng klien yang nyata, loh ... Akhir kata mereka mendapatkan klien dari perusahaan cat Indana Paint yang punya pabrik di kota Malang. Pada tanggal 4 Mei 2016 mereka mempresentasikan rencana mewarnai kampung Jodipan di depan direksi Indana Paint. Sebelum dicat dengan tema "Decofresh Warnai Jodipan", warga kampung Jodipan melakukan kerja bakti terlebih dulu untuk membersihkan kampung, baru kemudian dicat oleh tukang dan dengan cat yang keduanya sudah disiapkan oleh pihak Indana Paint. Ternyata ide ini justru menjadikan Kampung Jodipan sebagai salah satu tujuan wisata Kota Malang, loh ... Selain mengubah perilaku kurang baik dari warganya yang semula sering buang sampah sembarangan, keberadaan Kampung Warna-Warni ini ternyata juga dapat meningkatkan perekonomian warganya (suryamalang.tribunnews.com/5 September 2016). Nah ... Sekarang kita ulas kampungnya, ya ... Sebetulnya pintu masuk ke Kampung Warna-Warni ini ada 2, ya ... Cuma bagi kamu yang dari luar kota Malang, sebaiknya masuk dari Kampung Tridi saja yang jaraknya tidak jauh dari stasiun Kota Baru Malang. Apa lagi sih, Kampung Tridi itu ? Jadi Kampung Tridi itu berseberangan dengan Kampung Warna-Warni yang hanya dipisahkan dengan Sungai Brantas. Sesudah Kampung Warna-Warni booming, Kampung Tridi ini segera berbenah diri juga, ya ... Selain pemukiman penduduknya dicat warna-warni trus digambari juga dengan (maunya) gambar 3 dimensi. Cuma, ya ... jangan berharap lebih sama kualitas gambarnya, ya ... Maklumlah ... HTM-nya juga cuma Rp.2.500,- aja, sedangkan HTM Kampung Warna-Warni cuma Rp.2.000,- (jadi terlalu sadis kayaknya kalo kualitas gambarnya dibandingin sama museum 3D yang HTM-nya bisa puluhan ribu sampe seratusan ribu itu, loh ...hehehe ....). Pada tanggal 9 Oktober 2017, jembatan kaca yang menjadi penghubung antara Kampung Warna-Warni dan Kampung Tridi diresmikan oleh Walikota Malang. Jembatan ini memiliki panjang 25 meter dan lebar 1,25 meter dan mampu menampung 50 orang. Inspirasinya, sih mengambil dari jembatan kaca di Tiongkok. Tapi memang gak seluruh lantai jembatannya dari kaca, ya ... Cuma sedikit saja, kok ... di tengahnya. Jadi gak usah ngeri, deh pas melewatinya. Kalo kita bawa kendaraan roda 2, sih gak masalah karena bisa diparkir di halaman parkirnya kampung Tridi ini, ya ... Tapi kalo kita bawa kendaraan roda 4, sebaiknya memang diparkir di halaman stasiun Kota Baru-Malang trus kita jalan melipir, dah ... ke arah jembatan Jodipan. Naek becak juga bisa, sih ... Jaraknya memang nanggung, tuh ... Buat yang gak hobi jalan dan gak betah panas, ya ... sedikit jauh. Tapi kalo naek becak, juga terlalu dekat. Paling mahal Rp.10.000,- Di lokasi penduduknya juga banyak yang berjualan makanan dan minuman sampe jualan sandal japit warna-warni juga ada, loh ... hehehe ... Selain buat antisipasi kalo sepatu atau sandalnya lepas gara-gara keasikan foto-foto, bisa juga dijadikan cendera mata. O'ya ... kalo datengnya pas musim liburan, kusarankan datangnya sepagi mungkin, ya ... karena jam 6 pagi, kampung ini sudah menerima pengunjung, loh ... Selain hawanya masih segar dan tidak panas, jumlah pengunjungnya juga masih sedikit. Soalnya semakin siang pengunjungnya semakin mbludak dan kita sudah gak bisa bebas lagi poto-poto di spot-spot kerennya. Jangan lupa juga bawa power bank, ya ... soalnya dijamin bakalan bolak-balik charge hp, tuh .... Banyak banget spot potonya yang keren-keren, loh ... Zuerrrr .....
  7. 1 point
    Hai.. aku ada rencana ke korea pas autumn (12-22 november 2018).. inshaallah pasti jadi karena aku sendiri udah beli tiket. Itinerary belum fix, jadi bisa didiskusiin bareng2. Sejauh ini sih masih pgn explore sekitaran Seoul aja, tapi rencana ke luar kota kaya Busan atau kota yang lain juga ada tergantung nanti budgetnya ada atau engga.. Karena aku lumayan suka kpop&kdrama, jadi nanti mungkin bakal ke agensi kpop dan tempat syuting kdrama. Nanti kalo yang ga suka, bisa misah ya :) Karena ini pertama kalinya bagi aku ke korea, jadi cari temen yang bisa diajak nyasar bareng-bareng. Lebih diutamakan cewek ya, soalnya biar bisa share cost penginapan juga hihi rencana sih mau stay di daerah Hongdae. Cowok bisa join tapi ga bisa share cost penginapan.. Karena masih lumayan lama, jadi bisa nabung dulu. Yang mau join bisa PM ya, yang mau nambahin tips boleh banget :) Thank you ~
  8. 1 point
    baru liat. hahahaha. gw tektokan kok. karena paketan sama bis, dan bisnya cuma 1, jadi pas sampe onsennya, bilang aja kita mau naik bis pulang jam brp.
  9. 1 point
    HarrisWang

    Visa jepang

    pada saat di imigrasi bakal di tanya2 apa saja? Saya baru beberapa kali sih, tapi pas di imigrasi ga ada ditanya sama sekali. Lalu jika data berbeda misal penginapan berbeda antara visa dan penginapan waktu hr H bagaimana? Ga ngaruh, saya selalu beda pas apply sama actual pas hari H Lalu semisal saya pergi ber 4 tp waktu apply visa saya bilang ber 2 bagaimana? Ga ngaruh, saya selalu apply sendiri sendiri, walaupun pas hari H jalan beberapa orang dan penginapannya barengan.
  10. 1 point
    HarrisWang

    Parapat - Samosir - Medan 17 - 20 Feb

    Halo mba, 17 Feb Kalau boleh tau, landing nya di KNO atau DTB?Kalau KNO, cuma sekitar 3.5 Jam ke Parapat. Saran saya, lebih baik sekalian nyebrang ke Samosir dan menginap di sekitaran Tuk Tuk (Pulau Samosir). Aktifitas di Tgl 18 Feb itu yang di Tomok dan Siallagan masih bisa dilakukan di hari yang sama, ga perlu ke esokan harinya. 18 Feb Hari berikutnya baru rental mobil untuk kejar lokasi lokasi lainnya, selain dari yang sudah selesai di 17 Feb, Tambahkan pemandian air soda di Pangururan, Aek si pitu dai (air 7 rasa), pantai pasir putih, dan explore Tuk Tuk/Simanindo/Tomok, Simalem Resort 19 Feb Aktifitas nya sama kayak punya mba, tapi start udah dari Parapat, jangan dari Samosir lagi. entah udah nginap disini dari hari sebelumnya, atau nyebrang pagi pagi dari Samosir. 20 Feb Explore Medan, Kuliner dll (dengan catatan dalam kota saja), jangan keluar kota, karna flight nya malam ini Boarding Jam 19.00
  11. 1 point
    pernah coba di puncak. alot kek makan sendal jepit swallow. wkwk. makanya nanya ke om @kyosash
  12. 1 point
    tergantung bagian tubuh yang mana yang dimakan. (tergantung jenis kuda juga)
  13. 1 point
    thepo

    transportasi nan mewah tapi murah

    Akhirnya bisa juga menjejakkan kaki di salah satu provinsi yang ada di Indonesia tercinta ini yang terkenal sebagai salah satu paru-paru dunia dan memiliki banyak fauna dan flora yang sangat beragam dan endemik. mencoba untuk mencari kehidupan yang lebih baik di kampung halaman suku dayak ini dan semoga bisa betah disini amin. Salah satu transportasi yang khas di kalimantan adalah kapal maupun sampan baik itu yang dibuat secara tradisional maupun modern yang menghubungkan setiap pulau maupun daerah yang ada di seputaran di daerah kalimantan selatan ini. Tempat yang pertama sekali nya saya kunjungi adalah pelabuhan yang ada di daerah batu licin,yang pertama sekali terbersit di dalam pikiran adalah pasti tempatnya kotor dan banyak sampah,secara itu adalah lokasi umum yang bisa dikunjungi semua orang tapi ternyata saya salah karena tempatnya sendiri sangat bersih dan rapi. saya sengaja datang di pagi hari sekitar pukul 08.00 dan memang berniat hanya ingin keliling saja tanpa ada niat untuk keliling pulau,seperti biasanya di manapun tempat publik berada pasti ada yang namanya tiket agar bisa masuk ke lokasi. harga tiketnya tergolong murah lho hanya Rp.8.000/ dewasa dan sudah bisa cuss naik kapal ferrynya Seperti biasanya yang namanya kapal ferry adalah memiliki pintu pintu di depan maupun belakangnya dan itu sudah biasa. namun ketika saya masuk kedalam kapalnya saya tercengang dan sempat berpikir apakah ini ruangan vip yang bentuk tempat duduknya mempunyai busa nan empuk dan melingkar dan memilki minibar bahkan toiletnya pun terpisah untuk wanita dan pria?? bisa kalian bayangkan betapa mulusnya tempat itu kan hahaha dan enaknya naik kapal ini adalah kita tidak harus menunggu banyak penumpang agar kapal bisa bergerak,karena kapal ferry ini beroperasi 24 jam katanya. oh ya nama pelabuhannya tidak ada saya temukan,adanya adalah nama perusahaan yang menangani pelabuhan yaitu PT.ASDP (angkutan sungai danau dan penyeberangan ) cabang batu licin kabupaten tanah bumbu kalimantan selatan. adapun rute penyeberangan adalah batulicin - tanjung serdang kabupaten kota baru yang bisa di tempuh dengan waktu sekitar 30-45 menit,betapa murah bukan? Lautnya juga tidak kecoklatan seperti pantai yang ada di sumatera sana tapi justru berwarna hijau tosca dan tak ada sampah lho. Perjalanan kali ini sangat menyenangkan walaupun hanya menyeberang saja dan pulang pergi tanpa ada turun sama sekali. semoga perjalanan selanjutnya lebih baik lagi dan bertemu teman yang mempunyai hobi yang sama seperti saya
  14. 1 point
    thepo

    transportasi nan mewah tapi murah

    Benar mas,tapi juga di dalam kaya cafe indoor gitu tatanan duduknya
  15. 1 point
    https://tiardath.blogspot.co.id/2018/01/review-penginapan-murah-di-jepang.html Tempat Tinggal yang Sempurna Akhirnya kami bisa beristirahat dengan nyaman sampai-sampai kami tertidur sampai malam hari, padahal dari Indonesia saya sudah berniat pokoknya hari pertama sampai Jepang langsung jalan-jalan he..he.. ternyata badan berkata lain ketika menyentuh kasur langsung terasa seperti terhipnotis apalagi badan sudah terasa segar selesai mandi dan perut sudah kenyang dengan makanan yang kami beli di mini market Sevel apalagi kalau bukan bento he…he… Di tulisan kali ini saya mau mereview bagaimana suasana tempat tinggal kami di Kyoto, bagaimana tempat tinggal ini benar-benar memberikan inspirasi untuk saya pribadi agar bisa di terapkan di rumah kami di Indonesia. Bagaimana penataan ruangan yang luar biasa baik walaupun di lahan yang sempit tapi terasa luas, konsep tata ruang yang ciamik menurut saya bisa memanfaatkan lahan yang begitu terbatas. Baik saya mulai dari pertama kali saya masuk kedalam penginapan, saya harus melewati pintu gerbang masuk utama yang otomatis dan hanya bisa di buka secara manual dari dalam penginapan, jadi masing-masing orang sudah diberikan nomer pin yang berbeda untuk masuk kedalam penginapan. Karena saya tinggal di lantai 4 maka saya bisa memanfaatkan fasilitas lift, nah… ketika saya berada didalam lift saya melihat banyak sekali kertas yang di tempel di bagian dalam pintu lift, kalau saya perhatikan dari gambarnya, ini merupakan peraturan yang harus di ikuti oleh seluruh penghuni penginapan, tapi saya nggak ngerti maksudnya he..he…karena semua tulisannya dalam bentuk kanji. Setelah keluar dari lift saya langsung menuju pintu kamar saya dan membuka pintu dengan kunci yang sudah diberikan oleh pihak penginapan kepada kami dan kami di wanti-wanti oleh pihak dari pengelola penginapan untuk menjaga kunci tersebut dengan baik jangan sampai hilang, oh iya teman-teman terkadang memang setiap penginapan Airbnb yang terdapat di Kyoto menerapkan kebijakan bahwa kalau sampai kunci kamar hilang maka penghuni kamar akan dikenakan denda ¥10.000 (ini setara satu juta rupiah lo he..he…) jadi tolong dijaga dengan baik ya kunci kamar kalian. Kamar yang kami tempati sebetulnya kalau dibandingkan dengan rumah kami yang ada di Bandung untuk masalah luasannya jauh lebih besar rumah kami yang ada di bandung, rumah kami di Bandung tipe 36 dengan luas tanah 72 m2 tapi kok saya merasa rumah kami di Bandung tidak seluas kamar yang kami tepati ini he..he..pada akhirnya saya paham bahwa yang mendesain kamar kami ini cukup pintar dalam menata ruangannya, dia bisa memposisikan ruangan-ruangan dengan baik sehingga kamar tidur terlihat cukup luas karena disandingkan dengan ruangan keluarga dan juga ruang TV, sedangkan kamar mandi di buat seefisien mungkin dengan meletakan bathup dan juga sower dalam satu bagian jadi kita bisa bebas mau mandi dengan shower atau berendam didalam bathup. Walaupun kamar mandi di desain dalam sekala ruangan yang kecil tapi saya merasa tetap leluasa di dalam kamar mandi bahkan masih ada wastafel di dalamnya lho... Untuk BAB diberikan satu ruangan khusus yang hanya berisi toilet duduk, jadi tidak akan mengganggu ketika ada yang sedang mandi. Untuk dapur sendiri saya merasa cukup nyaman menggunakannya ketika memasak, sekali lagi walau di desain dalam sekala ruangan yang kecil tapi saya masih bisa leluasa dalam menyiapkan makanan untuk suami saya dan yang paling penting penempatan peralatan dapurnya seperti kompor, kulkas, rice cooker, microwave, dan juga tempat cucian piring cukup mempermudah saya ketika saya bekerja di dapur semuanya dalam posisi yang pas tidak terlalu jauh dan juga tidak terlalu dekat, makannya jadinya saya pengen masak terus deh he..he.. dan ternyata masih ada bagian luar dari kamar kami yang berupa balkon yang dipergunakan untuk tempat menjemur pakaian dan juga tempat mencuci pakaian. Selama saya berada di kamar ini saya merasa semua pekerjan rumah saya bisa selesai dengan cepat baik itu beres-beres, mencuci, memasak semuanya bisa selesai hanya dalam hitungan jam, saya sungguh terbantu dengan semua peralatan rumah tangga yang lumayan canggih yang disediakan oleh pihak penginapan, makannya saya pengen banget mengaplikasikan semua yang ada di kamar saya ini baik itu tata ruangannya, maupun peralatannya untuk di terapkan di rumah kami di Bandung, kira-kira bisa nggak ya he..he…mudah-mudahan bisa, yang penting tetap berusaha untuk mewujudkannya. Semangat…!!! Oh iya tarif penginapan kami perharinya kalau di rupiahkan sekitar Rp.600.000 cukup murahkan untuk sekala Jepang, dengan tarif sebesar itu kita sudah mendapatkan fasilitas yang cukup, Ya sudah saya beres-beres rumah dulu ya nanti di lanjut lagi ceritanya…pokoknya di tunggu saja ya cerita dari saya selanjutnya mengenai petualangan kami berdua di Jepang. Terimakasih jangan lupa senyum hari ini. https://tiardath.blogspot.co.id/2018/01/review-penginapan-murah-di-jepang.html
  16. 1 point
    Dewi Calico

    RUMAH BATU VILLA & SPA, SOLO

    안녕하세요... Haaaiii, aku muncul lagi dan membawa cerita. Kali ini tentang sebuah Villa & Spa di Solo. Meskipun bukan di Solo Kota, Karena ini sudah masuk Kabupaten sukoharjo. Tetapi lebih di kenal dengan Solo Baru. Meskipun bukan di Solo kota, tapi disini itu aku merasa bahwa sangat nyaman. Tidak terlalu padat gedung-gedung, tetapi masih dekat dengan Mall-Mall. Jadi kalo pengen hangout di Mall gitu gampang. Ada The Park, Hartono Mall, serta dekat juga dengan Rumah Sakit Dokter Oen. Namanya adalah RUMAH BATU VILLA & SPA. Hal pertama kali yang aku rasakan saat sampai disini adalah. Aku sangat senang, melebihi expectations aku sebelum tiba disini. Nyaman banget. Nuansa Traditional tapi ga kuno banget, ada campuran unsur modern yang bikin keren. Tenang dan teduh banyak pepohonan. Aduh gillaakk ini seru banget, tempat untuk melepas penat & stress. Dan tentu saja banyak spot keren untik berfoto. Namanya Rumah Batu, that's why banyak batu-batu untuk jalan setapak dan exterior building nya. Meski banyak pohon, Tapi tetap yaaa terjaga banget kebersihan dan kerapian pohonnya. Disini itu seru banget Pool nya. Memang awalnya terasa aneh karena air nya asin, persis dengan air laut. Why ?? Padahal kan jauh dari laut. And finally aku menemukan jawabannya. Memang sengaja dikonsep seperti air laut yang mengandung garam. Biar apa ?? Supaya orang yang abis berenang itu badannya segar. Karena garam kan mengandung mineral dan segala macamnya yang bikin badan lebih segar. Menu breakfast nya enak, aku suka. Sebelum disajikan Bfast menu. Akan disajikan Tea or Coffee. Aku memilih untuk Tea time dahulu, sambil menunggu makanan utama selesai dimasak. Waktu itu aku memilih Continental meal. Menu Continental meal yang aku pilih terdiri dari: - Sunny side up, French Fries, Sausage. - Toast Bread or French Toast. - Jam & Butter. - Slice Fruit or Fresh Juice. - Bubur Kacang Ijo / Sweet Mung Bead Porridge. Untuk kamar hotel. Kamarnya luas, fasilitas lengkap. Bed nya juga enak banget. Maaf yaaa ga banyak foto kamarnya. Room nya ada di lantai satu dan lantai dua. Pas itu aku pilih yang di depan kolam renang, double bed. Waktu aku chek-in itu prosesnya cepat dan ga ribet. Dan ga perlu pake uang deposit. Oiya disini selain ada SPA, juga ada SHOP. Shop menjual merchandise semacam baju, tas, dompet, topi sampai barang antik. Untuk rate per night. Aku kemarin dapat harga 400 Ribu lebih sedikit. Ga sampai 500 Ribu. Dengan rate segitu tuh sangat luar biasa banget karena pelayanan memuaskan, staff ramah, kamar nyaman, fasilitas bagus dan terawat, tempat nyamam dan bersih, Bfast menu juga enak. Dan inilah alamatnya: RUMAH BATU VILLA & SPA. Jl. Ovensari Raya No.8, Kadilangu, Baki, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah 57556
  17. 1 point
    deffa

    kelompok regional

    aamiin sukses bro
  18. 1 point
    Hola Deffa Here !!! Tips Menulis Itinerary Untuk Syarat Apply Visa Jepang, karena baru-baru ini saya teringat akan sebuah pertanyaan di Facebook saya. Waktu itu seperti ini : A : Kang Deffa, nanya itu kalau Itinerary untuk Apply Visa Jepang nya di tulis lengkap gak ya ? B : Gak perlu kok, yang penting inti nya saja A : Terus kan saya malam pertama nginap di Bandara Haneda, itu ditulis juga di bagian Tempat Tinggal ? B : Ya, di tulis saja tidak jadi masalah kok itu, asalkan di Malam berikut nya di tulis penginapan Fix dan alamat yang lengkap nya A : Ok, kang Hatur Nuhun B : Sami2 Ya sedikit perbincangan tersebut membuat saya tercetus ide untuk menulis Panduan Menulis Itinerary untuk Apply Visa Jepang ini. Karena pasti bagi yang pertama kali ke Jepang masih agak bingung ya. Saya juga mengalami hal itu kok dulu pas pertama kali apply visa jepang, jadi sudah selayak nya saya bagikan tips-tips nya Tapi sebelum nya kalian harus tahu dulu syarat untuk Apply Visa Jepang ya. Dokumen-dokumen yang perlu dilengkapi dalam mengajukan permohonan Visa Kunjungan Sementara untuk Tujuan Wisata dengan Biaya Sendiri Paspor maksimal 6 bulan sebelum masa berlaku habis Formulir permohonan visa. [download (PDF)] dan Pasfoto terbaru (ukuran 4,5 X 4,5 cm, diambil 6 bulan terakhir dan tanpa latar, bukan hasil editing, dan jelas/tidak buram) Foto kopi KTP (Surat Keterangan Domisili) Fotokopi Kartu Mahasiswa atau Surat Keterangan Belajar (hanya bila masih mahasiswa) Bukti pemesanan tiket (dokumen yang dapat membuktikan tanggal masuk-keluar Jepang) Jadwal Perjalanan [ download (DOC)] (semua kegiatan sejak masuk hingga keluar Jepang) Fotokopi dokumen yang bisa menunjukkan hubungan dengan pemohon, seperti kartu keluarga, akta lahir, dlsb. (Bila pemohon lebih dari satu) Dokumen yang berkenaan dengan biaya perjalanan: Bila pihak Pemohon yang bertanggung jawab atas biaya * Fotokopi bukti keuangan, seperti rekening Koran atau buku tabungan 3 bulan terakhir (bila penanggung jawab biaya bukan pemohon seperti ayah/ibu, maka harus melampirkan dokumen yang dapat membuktikan hubungan dengan penanggung jawab biaya). Dokumen harus disusun sesuai urutan No. 2 - 8 sebelum diserahkan di loket. Bagi yang termasuk dalam kategori berikut, maka Pemohon maupun anggota keluarga (suami/istri dan anak) tidak perlu melampirkan bukti keuangan (tercantum pada nomor 8). (Bila diperlukan, dokumen tambahan akan diminta untuk melengkapi atau membuktikan hal tersebut). Pemohon adalah karyawan perusahaan yang terdaftar di Bursa Saham Indonesia. Pemohon adalah karyawan BUMN. Pemohon adalah karyawan dari perusahaan yang menjalin kerja sama dengan perusahaan di Jepang. Pemohon adalah karyawan dari perusahaan joint venture Indonesia - Jepang, atau anak perusahaan Jepang, atau cabang dari perusahaan Jepang. Pemohon adalah karyawan dari instansi pemerintah. Pemohon adalah budayawan/ seniman yang sudah go-international; atlit yang sudah diakui ; dekan, profesor, asisten profesor dari universitas; pimpinan museum, atau lembaga penelitian pemerintah maupun swasta. *Bila aplikan ingin mengajukan permohonan visa untuk kunjungan berkali-kali (Multiple Visa), maka harus melampirkan surat penjelasan alasan keperluan kunjungan berkali-kali ke Jepang atau surat penjelasan dari pihak Pengundang. *Untuk visa kunjungan berkali-kali, harap melihat persyaratan visa untuk kunjungan berkali-kali. *Biaya Pembuatan Visa : Single Entry = Rp. 330.000 Multiple Entry = Rp. 660.000 Info Lengkap kunjungi Website Embassy Jepang berikut KLIK Panduan Penulisan Itinerary Pada Formulir Jadwal Perjalanan Pengajuan Visa Jepang Di syarat Dokumen yang harus di siapkan di atas pada point no. 6 terdapat syarat "Jadwal Perjalanan [ download (DOC)] (semua kegiatan sejak masuk hingga keluar Jepang)" Ini berarti kita harus menuliskan semua rute wisata yang akan kita tempuh selama kunjungan kita di Jepang, lengkap beserta Alamat tempat kita Tinggal atau Menginap. Contoh Formulir nya yang telah di download dari link di atas adalah berupa File Microsoft Word seperti ini 01. Tulis tanggal dari awal mendarat (menginjakkan kaki) di Bandara (wilayah Jepang) lainnya 02. Untuk bagian Tempat yang akan di kunjungi cukup Tulis Inti nya Saja misal : Tokyo : Tokyo Disneyland, Tokyo Tower. 03. Untuk bagian Tempat Menginap, tulis lah nama Penginapan sesuai dengan Bukti Booking penginapan tersebut beserta Alamat Lengkap. 04. Jika selama beberapa hari menginap di Penginapan yang sama, di hari berikut nya cukup tulis nama Penginapan nya saja 05. Jika malam pertama Menginap di Bandara. Tulis Bandara tempat Menginap. Misal : Haneda Airport atau Kansai International Airport 06. Di bagian akhir paling bawah, isi lengkap Tanggal dan Tanda Tangan Pemohon Visa 07. Saran walaupun kalian mengisi Itinerary nya hanya Garis Besar saja, namun untuk Tempat Menginap WAJIB SESUAI dengan Bukti Booking yang diserahkan untuk Apply Visa. JANGAN DUMMY BOOKING. 08. Berlaku juga untuk Bukti Booking Tiket Pesawat Jangan Dummy Booking, karena beberapa waktu lalu, ada kasus Apply Visa Jepang dengan mengajukan syarat Bukti Pembelian Tiket Pesawat dengan Dummy Booking. Visa nya Approved. Namun ketika di imigrasi Jepang. Bermasalah, karena Bukti Booking yang diserahkan ke Embassy Jepang ketika Apply Visa, berbeda dengan Tiket yang mereka pegang (Dummy Booking menggunakan Garuda, Tiket asli menggunakan Air Asia). Akhirnya mereka di DEPORTASI. Contoh Penulisan Itinerary Formulir Jadwal Perjalanan Pengajuan Visa Jepang Demikianlah semoga berguna untuk teman-teman sekalian, walaupun sepele tapi kadang bikin bingung dan bertanya-tanya. Silahkan di share jika berkenan
  19. 1 point
    anna22

    Edisi Vietnam - 12 hari 4 negara Asean

    Temen bisa gabung lagi setelah istirahat di bangkok 2 hari. Jadi bisa jalan lagi pas di bangkok dan selanjutnya penang.
  20. 1 point
  21. 1 point
    @kyosash Keliatannya aja gak padat, padahal sama mengerikannya sama Beijing. Penuh manusia. @deffa Kayaknya pas high season deh. Tapi emang pengelolaan antriannya belum bagus banget sih (kurang banyak penjaga) dan kayaknya mereka overload capacity wahana juga. Bahkan express pas aja ticket machine-nya pada rusak. Dan kata Disneyland Shanghai ini pengunjungnya masih kurang banyak. Entah gimana itu nantinya. @HarrisWang Ya, perjalanan ke Shanghai berikutnya deh~ Delay-nya beneran parah. Mungkin karena emang cuaca gak bagus ya (lagi musim hujan + badai). Makanya saya saranin naik bullet train kalau bisa daripada pesawat. Wah hebat! Taktiknya perlu dipelajarin nih. Kemaren pas antri Disneyland sih udah mulai belajar gitu. Anak kecilnya disuruh nyerobot depan dulu sambal bilang 'Mama saya di depan'. Terus gak lama Mamanya nyerobot bilang 'Itu anak saya di depan'.
  22. 1 point
    rianifitria

    Jalan2 ke China p1 Beijing

    @kyosash Thanks! Iya bajajnya lucu! Dan pedagang buah itu mbayarnya bisa pakai QR code lho, padahal gerobak gitu. @deffa Beijing emang seru~ rutenya... ok lah, masih bisa lebih baik lagi... Misalnya National Museumnya satu hari sendiri bukan hanya setengah hari (soalnya besar banget).
  23. 1 point
    kyosash

    ngelayap ke negeri Kimi Raikkonen

    nice video
  24. 1 point
    AL-Akbar

    [Flight Experience] KLM Royal Dutch KL-0809

    Akhirnya terlaksana tgl 16 sore.. sempet delay 10 menit karena telat mendarat yang dari AMS nya.. dapet di window dan emergency.. jadi kaki bebas merdeka hahhahaha.. karena berhadapan tempat FA duduk jadi ngobrol ternyata bapak nya belanda sedangkan ibu nya orang semarang.. sekarang stay di AMS.. *makanan sama dapet pastel gede.. dan dapet earphone gratis
  25. 1 point
    denorra

    BORNEO: CINTA TANPA KOMA

    Hola gaes, long time no write! berhubung td ada kendala teknis, gue jd males nulis ulang, gue langsung singkat aja ya, ntar gue tambahin dikti2 pas ada waktu (yeah rite, kaya yg sibuk aje:p) gue ke pangkalan bun akhir taon lalu (iye, telat banget nulis dimari, hihihi). gue ke SM. Lamandau, Orangutan Care Centre, Camp Leakey/Tj. Puting Berhubung ini terkait sama kerjaan gue, jd gue ga bisa syer soal tour guide, transportasi atau hotel, semua uda diarrange, hehehe Satu hal yg pasti, kalo mau kesana, pake baju bahan kaos aj yg nyerep kringet, dg kelembaban seratus persen, gue sakses berat basah bermandi keringat, mending jg bermandikan cinta kan? #eaaaaaaaaaaa Borneo kali ini istimewa karena bberapa hal sih, 1. Tour guide gue Dr. Biruti galdikas, the living legend herself. setelah pertemuan pertama 2010 tanpa kata, 5 taon kemudian ktmu lagi dan ga cm ngobrol, tp kerja bareng! yg ga tau beliau, gugel deh 2. Menyaksikan interaksi antara manusia sm hewan emg membahagiakan. restore ur humanity, bikin ati adem. gue smpe ga bisa komen ngliat orang2 yg mendedikasikan ngurusin orangutan di Kalimantan. mengharukan. berkaca-kaca 3. Cinta Tanpa Koma. setelah mengarungi luasnya dan panjangnya sungai ples masuk utan, gue ga kebayang kerja Bu Biruti taon 70an, naik perahu kayu seharian (skrang pake speedboat bisa 2 jam, naik perahu agak gede 4 jam) utk menuju Lamandau dan Tp Puting ples ngediriin Camp Leakey. Kalao bukan Cinta ya ga mungkin! denger cerita stafnya aj bikin maknyes. ga ada ekspresi sedih, capek, bahagia2 aj mereka. Love at its purest form. 4. di Care Centre, gue liat bayi orangutan, remaja, sm yg dewasa, kaya manusia aj, bayi manusia ya ampuuun cue abiiiiiis! 5. SM Lamandau dan TN Tanjung Puting tu ga melulu liat pemandangna yg eksotis (TjPuting ternyata cakep bagnet deh sepanjang sungainya), tp ya cinta itu sendiri (ini gue kok drama banget, hahah)
  26. 1 point
    Hallo, Kayaknya beban banget yah kalau di cariin FR pas habis jalan jalan, hahahaha.. Kalau senang foto, FR nya sih bakalan bagus, foto foto lebih banyak berbicara dari pada kata kata biasanya lol. Lakita, moto aja burem melulu, wkwkwkwkwk Jadi kemarin, lanjutan dari ajakan nge trip ke Jepang yang ini akhirnya kesampean, dan udah kelar dan udah balik di negara Indonesia tercintah Persiapan: Semua semuanya emang udah di beli dari awal sih, apalagi ini udah trip ke 2 kali nya ke Jepang. Jadi udah lebih santai jiwa raga. Udah pede aja tanpa itin berangkat ke Jepang wkwkwkwkwk. JRPass beli di bobobobo.com karena udah ada yang pernah, si @Daniear jadi nekat aja beli disana hahahaha Penginapan udah dipesan temen semuanya, kebetulan ada 1 cewe dalam trip kali ini, jadi beliau yang beresin semuanya Berangkat ber 4, yakni 3 cowo dan 1 cewe. Senangnya nge trip dengan teman gw yang ini, ga pernah pake itin, jadi ngalir gitu aja entah kemana mau kemana hari itu, cari Gmaps dan explore sepuasnya. Lagi ngga mood, tinggal gabut gabutan di coffeshop terdekat lol. 26 Feb 2017 Karena 1 dan lain hal, pesawat mendarat dengan delay dan semua waktu yang dijadwalkan menjadi molor. Landing sekitar jam 12 siang, dan baggage clearance + imigrasi kelar kelar udah hampir jam setengah 3. Cerita lucu ketika di imigrasi: Udah wanti wanti dari lama, kalau ke Jepang segala sesuatu harus di print out, in case ditanyain di imigrasi, bisa nunjukin buat meyakinkan mereka kalau kita hanya akan berkunjung sebagai tourist. Apa daya, karna gw bahkan hampir lupa dan baru ngeh gw akan berangkat ke Jepang H-1 ga sempat kepikiran, pulpen aja ga bawa, buat isi embarcation card pake manggil pramugari dulu lol. Jadi ketika di imigrasi, antriannya panjang dan semua yang di depan gw rata rata ditanyain ini itu macem macem. Pas 2 orang di depan gw, malah sampai bongkar bongkar tas buat nunjukin semacam print out akomodasi dari AirBnB (ketauan karna keliatan lambangnya). Deg degan dong, kirain gw juga bakalan ditanyain, soalnya memang nginapnya beberapa di AirBnB. Eh, ternyata pas giliran gw (awalnya gw senyum dan basa basi bilang good morning ke mba nya), eh ga pake ditanya apa apa saudara saudara, langsung biomteric dan foto retina (yang faktanya setengah badan di fotoin) dan langsung di cap sambil bilang "welcome back to Japan". Omg! Hampir gw teriak HAHAHAHA... Klimaks dari deg degan sepanjang ngantri, tetiba ga diapa apain itu rasanya gimana gitu wkwkwkwkwkwk. Cerita lucu ketika di Custom: Pengalaman dari sebelumnya, form declaration sudah di isi selama di pesawat (pulpen minjem dari pramugari) jadi harusnya tinggal lewat lewat aja. Lagi lagi dibikin panik, karena beberapa orang yang di depan gw (ada banyak barisan yang ada, dan hampir semuanya kejadian) bagasinya pada di buka bukain. Kurang paham, padahal kan kena XRay, kenapa harus digeledah lagi secara manual yang ujung ujungnya juga ga nemu apa apa. Bahkan ada si om yang sampe badan badannya di rogoh habis habisan, asli bikin pucet. Ga bawa barang apa apa sih, tapi kondisi sekitar bisa beneran bikin pucet LOL. Pas giliran gw, cuma dilirik kertasnya, dan langsung disuruh lewat sambil senyum bilang "be careful, so cold outside". Omg! Hampir mau loncat hahahahaha... Sambutan yang cukup hangat namun terbalaskan dengan kejadian berikutnya yang mengenaskan hahahahahahahaha. Langsung turun ke bawah kantor JR untuk nukerin JRPass, antri hampir 45 menit an. Gile, lagi rame yang landing Langsung tanya tanya tentang tiket ke Sapporo dan si mas nya jelasin udah ga memungkinkan, karena Narita - Tokyo sudah 1 jam an. Tokyo - Hakodate udah 4 Jam an, udah ga kekejar last train dari Hakodate ke Sapporo nya. Sempat WA an sama teman, dan gw sempat mau cancel ke Hakodate karena dengan pikiran lebih gampang cari penginapan di Tokyo di banding Hakodate (yang sama sekali gw gatau keadaan disana). Tapi finally tetap ambil reserved seat nya sampe Hakodate. The jouney about to begin (Reserved Seat Narita Express NEX bound for Tokyo St) Setelah sempat makan yang mahalnya gausah di mention langsung turun ke platform buat naik NEX ke Tokyo Station, karena Shinkansen Hayabusa (tujuan Hakodate - Sapporo) naiknya dari Tokyo St. Cuss, perjalanan sekitar 1 jam ga terasa, pemandangannya kece abis, dan emang penggemar kereta Nyampe di Tokyo St langsung fokus cari platform Shinkansen, dan bisa di cek di monitor yang ada juga. Tinggal cek nama train yang kita akan gunakan beserta nomor nya, terus lihat di platform berapa. Langsung menuju kesana, jangan sampai telat, karna ga bakalan ditungguin hahahaha. (Reserved Seat Hayabusa bound for Shin Hakodate) Perjalanannya wah banget pokoknya selama masih terang, sisanya pas gelap gw sih tidur, ga paham ada apaan di luar hahahaha.... Sekitar jam 10 malam nyampe di Shin Hakodate Hakuto St. Gw bingung harus kemana, karena memang sama sekali belum pernah kesini. Gw nanya dong, kalau kereta ke Sapporo harus kemana. Dan ternyata Stasiunnya kepisah hahahahaha Harus naik kereta local, kayak odong odong gitu cuma 2 gerbong. Mana di luar dingin banget minus 10 dan semua rel ketutupan salju Ya sudah, ikutin naik keretanya dan nyampe di Hakodate St. Ngenesnya adalah Stasiun nya ngga ber pemanas, dan semi open gitu. Kecil dan tidak operated 24 hours. LOL Mau ngga mau harus keluar stasiun dan samperin hotel hotel kecil (consider budget dan lamanya menginap), 3 hotel kecil kecil disamperin dan semuanya bilang pada full book. Gw aja ga bisa kebayang malam itu gw ngeret ngeret koper di jalanan licin penuh salju, dibawah suhu minus 10 derajat dan sendirian pula hahahahhaa (FYI, teman gw yang udah duluan sampai ke Sapporo karna gw delayed). Sempet kepikiran mau ngemper di Smile Hotel karena yang jaga bilang ga ada kamar, eh ga dibolehin HAHAHAHAHA/ Ya sudah, uji peruntungan ke Hotel Four Points nya Sheraton, nanya kamar, katanya kosong juga. Bingung, sebenarnya pada full apa karna ga bisa English buat jelasin sih. Untungnya hotel terakhir ini staff nya jago English, langsung izin buat stay di Lobby nya (karena gw liat ada sofa segede gede gaban dan ber pemanas ruangan juga). Di izinini, dan langsung say thank you dan langsung nongkrong di lobby nya yang segede aula itu. Sebenarnya masih pengen nyari hotel lain, tapi udah ga kuat jalan, ditambah suhunya ga kuat, plus udah jam 2an, sementara jam 5an gw udah harus balik ke Stasiun buat kejar kereta jam 6 subuh ke Sapporo. Ya sudah, ngemperlah malam itu 27 Feb 2017 Jam 5 udah stand by di Stasiun karena kereta nya jalan jam 6.10. Dinginnya ajegile, dalam stasiun pun dingin hahahahaha.... (Reserved Seat Super Hakuto bound for Sapporo St) Akhirnya berangcut! Excited banget ke Sapporo nya, sumvvah perjalanan sekitar hampir jam juga, jadi total total Tokyo - Sapporo sekitar 8 Jam. View nya amazing, dan gw baru ngeh belum makan dari semalam, dan di kereta ini untungnya jual makanan lol Dan langsung terpukau karena pemandangannya langsung salju semua. MOV_0030.mp4 MOV_0040.mp4 Sekitar jam 10an pagi nyampe dan langsung pindah naik subway buat menuju AirBnB. Senang banget, AirBnB nya berada persis di samping Odori Park dan dekat banget dari Stasiun Subway. Langsung naik ke AirBnB dan ternyata teman teman gw masih pada molor HAHAHAHA. Gw nyampe langsung gw recokin, beberes, dan langsung mulai jalan hari itu. Makan siang di Sukiya (lebih murah dari pada Yoshinoya tapi konsep dan makanan mirip), cuma sekitar 359 Y untuk paket beef bowl ukuran Large. Dan ini jadi tempat makan favorit saya sama Mitsuya dan Yoshinoya hahahahahaha. Kita langsung main main di Odori Park, taman nya semua ketutupan salju Dan langsung foto foto dong hahahahaha. (Odori Park, No Filter) (Travel Mate gw kali ini yang tadinya sama sama anak Jakarta tapi sekarang pindah ke Bali ) Puas di Odori Park, kita terusin jalan jalan aja seputaran kota Sapporo. Kirain Sapporo itu desa kecil yang ga ada apa apanya, ternyata kota Metro juga kayak Osaka/Kyoto dll Di Sapporo kita nyobain naik tram, dan ke Mt Moiwa dan pas lagi turun salju tipis tipis (Nyerokin salju buat dibawa pulang lol) (Strolling around Sapporo City) Sumpah yah, Sapporo itu dingin banget, bawaannya cuma pengen makan, tidur, makan, tidur LOL. Pokoknya hawa hawanya ngajakin males malesan doang hahahahahahaha 28 Feb 2017 Kita bangun juga udah agak siangan, betah di kamar, anget dan nyaman hahahahaha... Lupa keluar jam berapa, tapi yang pasti tujuan kita cuma mau ke Sapporo Beer Museum. Naik subway entah turun dimana, terus lanjut jalan kaki sekitar 1 KM. dan langsung sampai (Sapporo Beer Museum) Setelah ada semacam tour ngiterin museum, tibalah saat yang di tunggu tunggu, icip icip beer hahahahahaha. Asli, semua varian enak enak, ga nyesal kesini, harganya juga murehhh Hari ini kita sekalian check out karena mau langsung ke Hakodate. Tapi karena memang kita pemalas, di Hakodate pun tidak kemana mana, hanya untuk transit semalam buat istirahat sebelum lanjut ke Osaka lol 1 Mar 2017 Hari ini langsung cuss ke Osaka, udah cape dengan dinginnya Sapporo dan Hakodate hahahahaha (Bye Hakodate) Untuk di Osaka Kyoto dan Tokyo, standard lah ya, udah banyak yang tau hahaha... cuma makan ichiran Ramen sampe 2 kali , Dotonburi, Arashiyama, Starbucks Shibuya Crossing dll. Lebih enak foto yang berbicara lol (Arashiyama Bamboo Grove) (Dotonburi) Sekian. lol
  27. 1 point
    SMS / TELPON 085648344782, 081237832140, 081938043018 CEK TOKO di WWW.TOKOARAPRINT.COM By : MAYA ARNELITA MESIN CUTTING STICKER JINKA 351, 721, 1351 Kini Kemampuan Mesin cutting sticker China Sudah mencapai titip Kesempurnaan, dengan adanya penjualan Mesin cutting sticker Jinka hingga 600 Unit Perbulan, Maka Mesin cutting Sticker Jinka ini Sedang Naik daun, bahkan Kini Pabrik Mesin Cutting Jinka Meluncurkan Produk Mesin Cutting Sticker Jinka Keluaran Terbaru dengan Fitur-fitur yang semakin Canggih (Tentunya Yang Jinka Original) Meskipun mesin ini Tergolong sudah canggih dan sudah mencapai kesempurnaan, tetapi anda tidak perlu khawatir, karena Harga Mesin Cutting Sticker Jinka akan Selalu dengan Senang hati akan menempatkan di bawah Harga dari Seluruh Mesin Cutting Sticker Lainnya dengan SeLevelnya. Selain Mesin cutting sticker Jinka dapat di andalkan, lebih cepat untuk BEP (sambil perlahan mengumpulkan biaya untuk upgrade ke mesin Jepang), dapat juga digunakan sebagai plotter atau cutting plotter. DAFTAR HARGA MESIN CUTTING STICKER JINKA ORIGINAL: Mesin Cutting Sticker Jinka 361 = Rp. 3.980.000 Mesin Cutting Sticker Jinka 721 = Rp. 5.980.000 Mesin Cutting Sticker Jinka 1351 = Rp. 7.980.000 Mesin Cutting Sticker Redsail 360/RS360C = Rp. 3.980.000 Mesin Cutting Sticker Redsail 450/RS450C = Rp. 4.300.000 Mesin Cutting Sticker Redsail 720/RS720C = Rp. 5.980.000 Mesin Cutting Sticker Redsail 1360/RS1360C = Rp. 7.980.000 BONUS : 3 pcs Mata Pisau Merk ROLAND, Software Artcut, Driver Corel Draw, CD Driver Jinka, Kabel Power, Kabel COM, Kabel USB, Buku Panduan, Standing dan Garansi 1 Tahun CATATAN : Tidak semua Mesin Cutting Sticker buatan Cina yang beredar di pasaran bisa memotong langsung dari CorelDraw. Perhatikan sebelum membeli. Pastikan Anda membeli di ARAPRINT UNTUK BISA MEMOTONG LANGSUNG DARI COREL DRAW ATAU Lebih Jelasnya LIHAT DI TOKO KAMI : WWW.TOKOARAPRINT.COM SMS / TELPON 085648344782, 081237832140, 081938043018 CEK TOKO di WWW.TOKOARAPRINT.COM By : MAYA ARNELITA