Leaderboard


Popular Content

Showing most liked content since 03/02/2017 in all areas

  1. 8 likes
    Kalo mau beli di agoda pls via jalan2.com hehe.. Kita dpt komisi dikit. Tp harga tetep sama. Caranya tinggal gunain search box agoda yg ada di http://jalan2.com/forum atau click di banner nya menuju website Agoda Setiap kali mau beli. Dengan demikian ada cookies nya dari Jalan2.com, nanti komunitas kita dapet komisi yg di gunakan untuk membayar hosting, pegawai, dan pengembangan komunitas kita ini. Bantu2 support komunitas Jalan2 Indonesia :) Hanya dengan support dari kamu, komunitas kita bisa hidup Thanks ya :) rudy
  2. 7 likes
    Seharusnya tempat ini saya kunjungi pada tahun lalu. Tapi karena ada beberapa kendala akhirnya baru bisa dilakukan sekarang tepatnya pada tanggal 21-27 Februari 2016 lalu. Seperti biasa, saya ngetrip dengan pasukan kecil saja, saya, istri dan anak. Kira-kira sebulan sebelum keberangkatan tiba-tiba terlintas pengen jalan ke Flores. Singkat cerita, semua tiket penerbangan sudah saya pesan 1 bulan sebelumnya. Rute yang saya ambil adalah dari timur ke barat dimulai dari kota Maumere via Kupang, lalu jalan merambat ke barat melintasi daratan pulau flores dan singgah-singgah di beberapa tempat. Dan diakhiri di kota abuan Bajo di sebelah barat Flores untuk kembali ke Makassar via Bali. Tepat 10 hari sebelum hari H, saya dikabari kalau penerbangan saya maskapai K membatalkan penerbangannya yang dari Kupang-Maumere. Tentu saja kecewa, artinya saya batal untuk bisa singgah di Kupang dan melihat kota Maumere. Karena pembatalannya nagnggung, maka saya sekalian saja batalkan semua penerbangan maskapai K itu dan saya alihkan penerbangan menjadi Makassar-Denpasar-Ende. Tentu saja, harga tiketnya sudah tidak murah lagi, ada selisih 1 jutaan jadinya. Kalau saya tetap ambil Maumere, jatuhnya akan jadi lebih mahal lagi. Trip kali ini adalah trip yang cukup mahal bagi saya, yang paling mahal disini adalah biaya transportasi. Jadi maaf saja kalau saya tidak bisa mereview angkutan umum selama di Flores. Ada angkutan umum, tapi tidak setiap saat ada karena masih jarang, sementara waktu saya hanya seminggu di Flores. Sehingga sangat tidak mungkin bagi saya untuk berganti-ganti angkutan yang akan sangat memakan waktu. Tanggal 21 Feb kami berangkat pagi-pagi sekali dari rumah. Jadwal penerbangannya jam 6.45 tepat waktu menggunakan maskapai L jadinya. Kok tumben tepat waktu? ya karena starting departurenya emang dari Makassar makanya ontime, coba kalo eks transit mana gitu LOL. Jam 8 tiba di Denpasar. Penerbangan lanjutannya ke Ende pada pukul 14.00. Lumayan lama. Untung ada teman kami yang datang ke bandara untuk menemani kita, jadinya waktu tunggu kita terasa tidak begitu lama. Day #1 Sabtu 20 Feb 2016 : Ende - Moni Karena sepertinya sikon tidak memungkinkan, saya langsung ambil saja mobil sewaan di Bandara Ende. Ende-Moni jika lancar hanya memakan waktu selama 1 jam 30 menit saja. Tapi seperti yang sudah - sudah, di beberapa blog sudah saya temukan informasi jalanan pada jalur itu sering terjadi kemacetan karena beberapa hal, diantara tanah longsor. Kali ini saya benar- benar menemui kemacetan pada jalur itu. Bukan karena longsor, tapi karena adanya proyek pelebaran jalan sehingga menggunakan sistem buka tutup. Kami berhenti disitu selama sekitar 30 menit, lalu lanjut jalan lagi menuju Desa Moni. Sampai di Moni sudah gelap. Dalam trip kali ini, saya sama seklai belum booking penginapan dimanapun. Jadi waktu sampai di Moni sempet cari-cari penginapan. Pertama kali masuk Desa Moni akan ketemu jalan/Gerbang menuju Kelimutu. Jalan bercabang, jika ke Kanan akan ke Kelimutu, ke kiri ke arah Desa Moni. Penginapan pertama kali yang dilewati adalah Sao Ria dan ada beberapa lagi penginapan kecil. Setelah itu lahan kosong, hanya kebun atau semak belukar. Lurus lagi akan ketemu Cafe Santiago, Cafe yang cukup ramai dan katanya sih masakannya enak, saya sendiri ga sempet nyobain. Cafe ini ramai dengan bule-bule. Setelah Cafe Santiago baru akan ketemu perkampungan Desa Moni, di kawasan ini banyak sekali terdapat penginapan, tinggal pilih aja. Lurus lagi akan ketemu dengan Eco Lodge Hotel. Hotel yang cukup nyaman dan bagus. Penghabisan Desa Moni adalah di Hotel Eco Lodge itu. Saya balik lagi karena ga sreg dengan lokasinya. Hotelnya bagus, hanya saja lokasinya menyendiri dan terpencil gitu, jadi agak repot kalo mau cari makan. Jadi kalo boleh saya membahasakan, Moni terdiri dari 3 kawasan, kawasan pertama yang dekat dengan gerbang menuju Kelimutu, lalu kampung tengah dekat Cafe Santiago lalu yang paling ujung dekat Eco Lodge Hotel. Saya sendiri akhirnya memutusnya untuk menginap di kampung pertama di dekat gerbang masuk Kelimutu. Nama penginapannya "Kelimutu Lodge". Sayang sekali saya lupa mengambil gambarnya disini. Sebenarnya saya pengen menginap di Sao Ria. Penginapannya terdiri dari gubug-gubug gitu, bungalow, view didepan kamar langsung melihat lembah dan perbukitan, harga juga murah banget, 150-200/malam. Tapi sayang sekali pas saya lihat dalemnya, kotor banget dan kurang terawat, terkesan amburadul. Akhirnya saya pilih penginapan di sebelahnya yaitu Kelimutu Lodge. Sedikit review mengenai Kelimutu Lodge, Kelimutu Lodge hanya terdiri dari 3 kamar. Bangunannya baru dan masih bersih. Didepannya sudah ada warung makan dengan pemilik yang sama. Waktu saya datang sudah ada welcome drinknya dan snack, Teh jahe dan pisang goreng hangat, masih panas malah karena baru digoreng. Pas banget di hawa dingin seperti itu. Kamarnya besar, ada air panas, dan bersih. Sarapan juga dapet. Harga permalamnya 350. Mungkin di area bawah di kampung tengah sana ada yang lebih murah lagi, tapi saya ga sempet nanya satu-satu karena banyak, dan saya kurang sreg dengan lingkungannya yang terlalu ramai. Bagi yang muslim, makanan di warung ini tidak halal, jadi pilih saja bahan makanan yang aman, sayuran, telur atau ikan. Setelah selesai semua urusan, unpacking, mandi, makan, dilanjutkan dengan istirahat. Day #2 Minggu 21 Feb 2016 : Moni-Bajawa-Ruteng-Denge Pagi-pagi sekali kita sudah bangun dan siap-siap menuju Kelimutu untuk mengejar Sunrise. Jam 4.30 mulai jalan dari penginapan. Perlu waktu sekitsr 30 menit untuk sampai diatas. Saya lupa menyimpan tiket masuk ke Kelimutu, seingat saya, saya hanya membayar sebesar 32rb untuk 2 dewasa, 1 anak, 1 supir, mungkin juga sudah termasuk tarif menbawa kamera. Oh iya, soal si supir, jadi itu supir yang sama yang saya sewa sejak dari Ende sehari sebelumnya. Mengingat kendala transportasi yang ada maka saya putuskan untuk menyewa sekalian sopir itu tadi. Pagi itu masih gelap gulita di area parkir. Jangan lupa bawa senter kalo mau berkunjung kesini. Disini sama sekali tidak ada penerangan. Dari area parkir kita harus berjalan kira-kira 1km untuk sampai ke kawah. Cukup ngos-ngosan juga. Sampai di kawah pertama masih gelap. View disini kurang begitu bagus. Lanjut ke puncak di kawah ke dua. Dari sini jalur trekkingnya sudah mulai menanjak curam, cukup bikin capek. Sampai puncak cahaya matahari mulai kelihatan. Tapi sayang, sunrise yang saya tunggu-tunggu tidak terlalu bagus karena terhalang awan. Disini kita bisa saran sekedar mengisi perut, ada penjual mie instan, camilan biskuit, kopi dll. Dari puncak sini juga bisa sekaligus melihat kawah ke 3. Pemandangan di Kelimutu memang bener-bener indah. Ga cuma kawahnya, tapi disekelilingnya juga sangat bikin adem mata. Sudah puas disini, kita lalu turun, balik ke penginapan untuk sarapan. Sudah disiapkan nasi goreng freshyang masih hangat. Packing lagi, lalu lanjut perjalanan menuju Bajawa. Dalam perjalanan itu kita singgah sebentar di Ende untuk mampir di rumah pengasingan Bung Karno. Sayangnya, karena saat itu minggu, maka tempat ini tutup. Jadi kita ga bisa masuk dan melihat-lihat didalamnya. Hanya mengambil gambar dari pagar luarnya saja. Berangkat dari Moni jam 9 pagi, sampai di Bajawa jam 3 sore. Di Bajawa saya hanya mengunjungi Kampung Bena saja. Masuk ke kampung ini biayanya 20rb. Disini kita bisa melihat-lihat kegiatan warga kamlung dan berinteraksi dengan mereka. Pukul 16.30 kami lanjut jalan lagi langsung menuju Denge via Ruteng. Keluar dari Kampung Bena sebenarnya ada spot untuk melihat pemandangan dari ketinggian yaitu Manulalu. Tapi sayang, keadaan saat itu sedang berkabut sehingga tidak terlihat apa-apa. Bahkan Gunung Inerie yang sangat dekat juga tidak terlihat. Tadinya saya berencana untuk bermalam di Ruteng. Tapi kemudian saya pikir-pikir kalau sama-sama menginap mending langsung aja ke Denge dan menginap disana. Informasi yang saya dapat melalui blog, perjalanan dari Ruteng menuju Denge hanya sekitar 2 jam saja sehingga saya berani memutuskan untuk langsung menginap di Denge. Ternyata ini salah besar. Sepanjang perjalan kita akan disuguhkan pemandangan yang keren banget. Jalanan selalu berkelak kelok naik turun, melalui bukit-bukit dimana dibawah sana terlihat laut dan pantai-pantainya, dan diseberang pantai ada pulau-pulaunya. Wah pokoknya indah banget alam Flores itu. Sampai di Ruteng sudah gelap sekitar jam 8 malam. Kami istirahat sebentar untuk mengisi perut. Jam 9 malam lanjut jalan lagi menuju Denge. Nah kebetulan si sopir saya ini juga belum pernah ke Denge. Sehingga waktu saya beritahu lama perjalanan hanya 2 jam maka dia iya iya saja. Perjalanan dari Ruteng menuju Denge adalah perjalanan yang paling berat menurut saya. Lepas dari kota Ruteng jalan masih lancar mulus. Kira-kira 15-30 menit perjalanan jalanan mulai rusak. Rusaknya ga kira-kira, sepanjang jalan sampai di Denge jalanan rusak terus. Jadi jalannya merayap. Dan kami baru tiba di Denge pada jam 00.30 tengah malam. Selama 3,5 jam itu pula jalannya terseok-seok karena jalanan yang jelek. Pas sudah di Denge pun kami masih mencari-cari rumah Pak Blasius. Saya sama sekali tidak dapat informasi dimana persisnya letak rumahnya. Yang saya tau hanya sebatas didekat SDN Denge. Itupun letaknya dimana ga tau juga. Mau nanya orang, siapa pula yang masih melek jam segini di desa sekecil itu?? Jadi kalau kalian ada yang mau kesana dan baru pertama kali, begitu masuk desa Denge, terus terus aja, ikuti jalan, nanti akan ada gereja besar, itu masih terus sedikit lagi sampai ada papan tanda petunjuk rumah Pak Blasius. Bagi yang belum tau, Pak Blasius hanya bisa dihubungi via SMS karena sinyal disana sangat susah, itupun pesannya tidak langsung delivered. Nomor HPnya : 0813 3935 0775. Malam itu terpaksa kami mengganggu tidur Pak Blasius dengan ketukan pintu Homestay. Tidak lama Pak Blasius bangun dan membukakan pintu. Masih tetap ramah dengan tamu meskipun terganggu tidurnya. Maafkan kami ya pak, ga ngira Denge akan sejauh itu soalnya. Ngobrol-ngobrol sebentar membicarakan rencana esok harinya, lalu lanjut istirahat lagi. Bermalam di Homestaynya Pak Blasius. Yang tengah itu Pak Blasius. Dan yang cewe celana pendek itu solo traveler dari Kupang. Ketemu di hutan pas kami naik ke Wae Rebo, dan dia baru saja dari Wae Rebo dan hendak turun ke Denge Day #3 Senin 22 Feb 2016 : Denge-Wae Rebo-Denge-Labuan Bajo Pagi sekitar jam 7.30 kami kedatangan tamu lain di Homestay, dia dari Depok, namanya Wisnu. Kelak orang ini akan sharing cost dengan saya selama di Denge sampai Komodo. Setelah ngobrol-ngobrol memperkenalkan diri, kami mulai trekking ke Wae Rebo pada jam 9.30 pagi itu. Dari Denge di rumah Pak Blasius sudah ada jalan aspal sepanjang kita-kira 3km, sehingga cukup membantu yang akan trekking ke Wae Rebo. Foto diatas itu ada di Pos 1, penghabisan jalan aspal, menyeberangi sungai kecil dan mulai masuk hutan serta menanjak terus sepanjang perjalanan sejauh kurang lebih 3,5km. Yang baju putih itu adalah teman sharing cost yang saya maksud di paragraf sebelumnya diatas. Dari Pos 1 ini, jalanan sudah benar-benar jalan tanah berbatu dan menanjak. Terus menanjak ga ada jalanan rata. Sudut kemiringan bervariasi, yang paling miring kira-kira sebesar 30-40º. Cukup terjal tapi tidak semua seperti itu, bervariasi. Sehingga sangat disarankan menggunakan alas kaki yang tepat supaya bisa meringankan perjalanan itu sendiri. Jangan gunakan sepatu yang solnya rata dan keras karena jalanan cukup licin. Licin bisa karena becek, juga karena berpasir dan berbatu. Baru 500m istri saya sudah kecapean. Sempat kawatir tidak bisa melanjutkan perjalanan ini. Tapi kalo dingat-ingat, kami sudah sejauh ini, rugi banget kalo balik arah. Akhirnya bulatkan tekad, manjat lagi. Kalo capek ya tinggal istirahat. Ditengah perjalanan ketemu beberapa penduduk setempat, ngobrol-ngobrol bentar sambil istirahat tarik napas. Kira-kira sejauh 2km kita akan sampai di Pos 2. Konon, di pos 2 ini terdapat sinyal, sehingga penduduk setempat biasanya nongkrong disini nyari sinyal. Saya sendiri tidak sempat mebuktikan karena HP saya tinggal di Homestay. Pada musim hujan seperti ini, disepanjang jalan banyak terdapat lintah/pacet. Binatang kecil yang tidak terasa kalo nempel, tau-tau kita sudah berdarah-darah. Ini adalah lintah yang sudah kekenyangan yang menggigit salah satu dari rombongan kita. Kagetnya pas dia sudah berdarah-darah kakinya. Kalo pas kecil kaya gini bentuknya, cuma sebesar ekor cicak. Setelah istirahat di Pos 2, kami lanjut jalan lagi, masih menanjak juga. Sepanjang perjalanan, kita akan diberikan informasi jarak seperti ini Hitungannya mundur, 4500 artinya masih sejauh 4500 m lagi menuju Wae Rebo Pada jarak kalau tidak salah 1700 m, jalan sudah mulai menurun, sesekali menanjak tapi tidak separah pada etape-etape sebelumhya. Tapi biarpun begitu, anak saya tetap aja moncer lenggang kangkung jalan terus. Dia senang sekali bisa masuk hutan dan naik gunung seperti ini. Tidak lama kemudian sampailah kita pada Pos 3. Pos terakhir sebelum masuk ke kampung Wae Rebo. Di Pos ini, guide kita akan membunyikan kentongan sebagai penanda bahwa akan ada tamu asing yang memasuki kampung. Dari pos 3 ini, kita sudah bisa lihat kampung Wae Rebo dari kejauhan. Kesan yang didapat, kampung ini sangat eksotik dan misterius. Bagaimana bisa ada manusia yang tinggal di lokasi sejauh ini, terisolir dari mana-mana. Ditengah hutan, diatas gunung. Kami sampai di desa ini sekitar jam 11 siang. 2,5 jam trekking mendaki bukit. Cukup melelahkan. Tapi begitu melihat pemandangan dibawah sana, kelihatan pucuk-pucuk rumah adat, rasanya gimana gitu... Dari sini jalan turun sedikit dan sampailah kita di desa Wae Rebo. Begitu masuk kampungnya, kita dilarang foto-foto dulu, kita sebelumnya harus meminta ijin masuk kampung dan ada sedikit sambutan dari ketua adatnya serta membayar semacam uang mahar sebesar 20rb. Konon, dulu maharnya adalah bahan pangan, tapi sekarang demi kemudahan tamu maka semua itu diganti dengan uang supaya lebih simpel. Prosesi itu dilakukan didalam rumah utama yang disebut rumah gendang. Disebut demikian karena didalam rumah tersebut disimpan gendang sebagai peralatan adat mereka. Usinya sudah ratusan tahun. Setelah semua prosesi itu selesai barulah kita boleh foto-foto dan berinteraksi dengan semua penduduk kampung. Foto dibawah berada didalam rumah yang lain, rumah untuk menyambut tamu yang datang. Disitu kami isuguhkan kopi khas Wae Rebo. Setelah acara ramah tamah dengan tuan rumah barulah kita membaur keluar, melihat-lihat lingkungan kampung ini dan berbagai aktifitas disana. Foto dibawah, bapak tua ditengah itu adalah Pak Raphael, ketua adat Wae Rebo Siang harinya kita disuguhi makan siang. Menu makanannya sederhana, terdiri dari nasi, sayur bening campur-campur, telur dadar, dan kerupuk. Tambahannya ada pisang sebagai pencuci mulut. Sebagai referensi, uang yang harus kita siapkan untuk memasuki kampung Wae Rebo adalah sbb : Uang Mahar 20rb/orang Uang masuk kampung sebesar 200rb/orang Uang porter/guide sebesar 200rb/porter. Uang porter diatas saya bagi 2 dengan Pak Wisnu Sudah puas disana kami lalu siap-siap untuk kembali ke Denge. Ya, saya tidak menginap. Rencana awal sebenarnya pengen banget nginap disini, tapi karena keterbatasan waktu akhirnya dibatalkan, sekaligus untuk menghemat biaya pengeluaran. Rute pulangnya tidak terlalu berat karena dominan menurun. Jalan menanjak hanya pas keluar dari kampung saja sejauh kira-kira 1,5km. Setelah itu jalanan terus menurun. Di pos 2 kita istirahat lagi. Tampak dikejauhan atap-atap perumahan di desa Denge Perjalan balik ke desa Denge hanya memakan waktu selama 2 jam saja. Sampai dirumah Pak Blasius kita istirahat sebentar. Teman saya tadi berangkat duluan ke Labuan Bajo, sebelumnya kita sudah janjian juga mau sharing cost sewa kapal untuk ke Komodo keesokan harinya. Sebelum meningglkan rumah Pak Blasius, kita selesaikan urusan administrasinya. Biaya yang harus saya keluarkan adalah : Biaya inap 1 kamar/malam : 200rb Biaya inap supir 1 kamar : 200rb Biaya makan minum dll : 100rb Pukul 5 sore kami mulai jalan meninggalkan Denge langsung menuju ke Labuan Bajo. Perjalanannya memakan waktu selama 6,5 jam. Sampai di Labuan Bajo jam 23.30. Seperti yang saya katakan sebelumnya, saya juga belum booking hotel untuk di Labuan Bajo. Malam itu juga begitu sampai di Bajo langsung cari penginapan. Hotel pertama yang saya tuju adalah Gardena, review di blog-blog cukup bagus, tapi sayang tidak ada petugas disana. Cari hotel lain dapatnya Bajo Beach. Tarif kamar semalamnya adalah 250rb. Sebenarnya banyak sekali penginapan-penginapan di Bajo di seputar jalan pelabuhan itu.. Tapi yang saya lihat layak dan tidak begitu mahal hanya ada 3 saja yaitu Gardena, Bajo Beach, dan Mutiara. Ga tunggu lama, kami langsung cek ini di Bajo Beach. Ternyata si Pak Wisnu tadi juga dapetnya di hotel yang sama. Day #4 Selasa 23 Feb 2016 : Labuan Bajo Pagi hari itu siap-siap mencari jasa tur komodo. Ternyata si Pak Wisnu sudah duluan mencari dan tau-tau dia sudah ngasih DP tanda jadi. Belum juga sempet bandingkan dengan yang lainnya tau-tau sudah deal aja. Harga yang didapat saat itu 3jt untuk paket 2D1N. Dibagi ber4 jadinya perorang 750rb. Total harga untuk saya, istri, dan anak jadinya 2,25jt. Ya sudahlah, udah kadung mau diapain lagi. Deal harga segitu, paket 2D1N. Spot-spot yang didapat adalah sbb : Hari I : P.Kelor-P.Sembilan-Pink Beach-Loh Liang -Namo Beach-P.Kalong Hari II : P.Padar-Loh Buaya-P.Singa-P.Pempeng Sebenernya P.Kanawa masuk dalam list, tapi menurut si kapten kapal, katanya sih angin lagi kenceng di kepulauan sebelah utara sana, jadinya di skip deh. Manta point saya skip karena harus nyelem buat bisa dekat dengan manta, nah saya kagak bisa nyelem… Hari ini saya manfaatkan ngelondri pakaian yang dari kemaren ga bisa dilondriin karena selalu dijalan, selain itu juga saya manfaatkan untuk keliling kota Labuan Bajo. Sewa Motor sehari 70rb. Londri cukup banyak di Bajo, sekilonya 10rb, kalo sama setrika 15rb. Tempat pertama yang ingin saya kunjungi sebenarnya adalah Gua Rangko. Saya kurang informasi mengenai lokasi gua ini, saya pikir deket aja. Jalanlah saya pake motor bertiga, gaya yakin aja, ga taunya salah jalan hahaha. Saya justru nemu pantai Wae Cicu. Pantai yang menurut saya biasa saja. Mau masuk pantainya kaya gelewatin halaman resort gitu, jadi ragu. Liat-liat sebentar lalu putar balik. Lanjut perjalanan ke arah gunung yang saya kira ke arah gua rangko. DIsitu kehujanan, berteduh di sebuah proyek hotel sekalian nanya orang lokasi gua rangko. Disanalah saya tau bahwa saya salah jalan dan sadar kalo gua ini jauh banget lokasinya dan agak sulit dijangkau kalo pas musim hujan gini karena jalannya berlumpur. Skip gua rangko, setelah reda saya mau cari bukit cinta. Ternyata bukit cinta juga sudah rata, dipangkas, entah untuk pembangunan hotel, atau diambil tanahnya untuk urukan ditempat lain, yang jelas sudah tidak ada lagi. Sayang saya lupa ambil gambarnya. Dari Bukit cinta saya cari Gua Batu Cermin. Ketemu lokasinya, tidak begitu jauh dari kota Bajo. tapi ternyata gua ini biasa saja dan tidak terawat. Padahal masuknya bayar loh, tapi pas nyampe dalem kok kayak ga pernah keurus gitu. Bingung mau kemana lagi, akhirnya balik ke hotel karena mau hujan juga. Hari ini ga dapet apa-apa. Malamnya kami cari makan malam di kampung ujung. Sebuah kawasan pusat kuliner di Labuan Bajo. Menunya ikan-ikanan, ada juga nasi goreng, bakso, dan mie ayam. Harga…standarlah…cenderung mahal untuk ukuran kota laut kalo saya bilang. Day #5 Rabu 24 Feb 2016 : Island Hopping Day 1 Pagi jam 8 kita sudah siap didepan hotel. Oh iya, jasa tur yang kita pakai itu lokasinya persis didepan hotel saya menginap di hotel Bajo Beach, Namanya PT.Ficko Cahaya Komodo 0812 3732 1023. Silahkan cari info sebanyak-banyaknya dulu supaya bisa membandingkan dengan tur yang lain. Kapal yang digunakan adalah kapal kecil. Keuntungan menggunakan kapal kecil itu lebih cepat dan bisa bersandar sampai bibir pantai. Kekurangannya, jadinya kami tidak bisa bermalam di kapal. Padahal saya pengen banget tidur di kapal, menikmati tenangnya malam diatas kapal. Karena kami pakai kapal kecil, malam harinya kami menginapnya di homestay di Pulau Komodo. Biaya menginap di Homestay ini sudah termasuk dalam harga paket, termasuk makan pagi siang malam. Balik ke Pelabuhan Bajo, jam 8.30 kapal mulai menjauhi pelabuhan menuju spot pertama, Pualu Kelor. Pulau Kelor adalah pulau kecil berbukit, ada pantainya kecil juga. Kalau mau snorkeling juga bisa, tapi kami cuma main-main air saja. Saya pilih mendaki bukitnya. Di pulai ini sekitar 1 jam lalu lanjut ke Pulau Sembilan. Pulau karang dimana di pulau ini ada kolam air lautnya. Di kolam itu ada ubur-ubur yang terjebak seperti yang ada di Derawan ataupun Togean. Ubur-ubur ini tidak gatal dan tidak bersengat. Dari sini lanjut ke Pink Beach, orang komodo menyebutnya pantai merah. Katanya sih dulu warnanya bukan pink lagi, tapi sampai merah warnanya. Tapi sekarang pink beach justru tidak berwarna pink lagi. Warnanya sudah memudar. Di pink beach kami snorkeling. Cukup lama disini, pantainya bagus, airnya tenang. Tidak jauh dari bibir pantai sudah bisa melihat karang dan ikan-ikannya. Sayangnya saya ga punya kamera underwater. Next…lanjut ke Loh Liang, masuk ke pulau Komodo. Biaya masuknya banyak banget, perorang 40rb dengan macam-macam perincian, ditambah biaya ranger 80rb dibagi 4, jadi totalnya perorang 60rb. Rutenya saya ambil yang pendek saja, ternyata melihat komodo di hutan susah ditemui, mereka malah kebanyakan berkumpul di sekitar rumah dekat pos masuk. Setelah puas, kami lanjut ke Namo Beach. Menurut anak-anak kapal kami saat itu, Namo Beach justru lebih berwarna pink daripada pink beach itu sendiri. Ternyata bener juga Lanjut ke Pulau Kalong. Melihat ribuan kalong/kelelawar terbang mencari makan saat matahari terbenam. Dari sini kami lanjut ke Kampung Komodo untuk bermalam di Homestay. Di Homestay sudah disediakan makan malam. Tidak ada yang spesial disini, hanya seperti kampung pada umumnya. Lagipula kami juga sudah kelelahan seharian di laut. Kami lalu istirahat karena besok harinya akan berangkat pagi-pagi sekali menuju Pulau Padar untuk melihat Sunrise. Day #6 Kamis 25 Feb 2016 : Island Hopping Day 2 Jam 3.30 pagi kami sudah bangun untuk siap-siap berangkat ke Pulau Padar. Jam 4 kami sudah siap berangkat. Lama perjalanan adalah 1 jam. Sampai Pulau Padar masih gelap, masih jam 5 subuh. Cahaya matahari sudah mulai tampak diujung laut sana. Sayangnya lagi, sunrisenya malu-malu dibalik awan. ga tunggu lama, kami lalu mulai mendaki ke atas bukit. Puas di Padar lalu lanjut ke Loh Buaya di Pulau Rinca Pulau Rinca ini lebih cantik dari Pulau Komodo, tapi puanas banget disini. Tapi pas kita sampai diatas bukitnya pemandangannya bener-bener indah. Tanpak lau biru dan pulau-pulau disekitarnya. Cantik banget Sekitar 1,5 jam berada di Pulau Rinca. Setelah itu lanjut jalan lagi ke Pulau Singa. Sebenarnya ga jelas apa nama pulau ini. Cuma kata anak-anak kapal sih ada batu karang yang mirip kepala singanya, jadi disebut Pulau Singa. Tidak ada apa-apanya di pulau ini selain karang yang berbentuk kepala singa. Dari pulau ini lanjut ke Pulau Pempeng. Pulau kecil bisa untuk snorkeling, tapi arusnya deras sekali sehingga saya ga berani snorkeling disini, hanya berenang main-main air saja. Banyak sampahnya disini. Inilah akhir dari komodo tour. Setelah puas bermain air kami lalu lanjut balik ke Labuan Bajo. Sampai Labuan Bajo jam 4 sore. Pada saat saya memulai tur, saya cek out dari hotel Bajo Beach dan menitipkan brang di konter provider tur. Saya sengaja ingin pindah hotel ke Hotel Mutiara di seberang jalan Hotel Bajo. Perbandingan hotel Bajo dengan Mutiara : Luas Kamar : Lebih besar Mutiara Kebersihan : Lebih bersih Mutiara Harga : Lebih murah Mutiara. Permalamnya 200rb. Sementara Bajo Beach 250rb Wifi : Mutiara tidak ada Wifi. Bajo ada. Ga penting-penting amat. Sudah beli paket data juga soalnya Air Panas : Di Bajo beach ada air panas tapi tidak bisa dipakai. Sama aja bo’ong Sarapan : sama-sama dapat sarapan. Roti/pancake Laundry : Bajo tidak punya laundry, jadi harus ngelaundri di Mutiara sebagai lokasi yang terdekat. Sewa Motor : Bajo tidak ada sewa motor, sewanya juga di Mutiara. Malam pertama ketika tiba di Labuan Bajo, Hotel Mutiara penuh sehingga saya mau ga mau menginap di Bajo Beach. Ngomongin soal Hotel, sekalian saya review sedikit mengenai Gardena, sekilas saja karena saya tidak masuk ke dalam. Hotel Gardena tempatnya asik, diatas bukit kecil gitu, didepannya ada teras untuk santai-santai, bisa melnikmati sunset disini. Harganya bervariasi,antara 150-450rb tergantung jenis kamar dan lokasi kamar. Makin ke atas makin murah. Hotel Gardena sebenarnya bagus secara lokasi diatas bukit, tapi itu juga termasuk kekurangannya sekaligus. Naiknya butuh ekstra tenaga. Kalo tiap hari naik turun tangga lumayan bikin betis kenceng. Day #7 Jumat 26 Feb 2016 : Free Hari ke 7 ini saya manfaatkan untuk beristirahat. Capek juga seminggu jalan terus. Baru berenti hari ini. Sebenarnya sayang juga waktumnya, bisa dimanfaatkan ke Goa Rangko. Tapi mempertimbangkan bahwa kesehatan itu lebih penting, maka saya putuskan saja untuk beristirahat seharian di hotel. Jalan-jalan hanya disekitar hotel saja. Apalagi hari jumat juga, harus ke masjid. Jadi seharian itu kami hanya bermalas-malasan di kamar saja. Sesekali main kartu ber tiga, mainan HP. Posting gambar-gambar biar pada mupeng Tidak ada agenda spesial di hari ini. Day #8 Sabtu 27 Feb 2016 : Back to Makassar Hari ini khusu untuk beberes. Packing barang-barang. Jadwal penerbangan pada pukul 13.00 jadi cukup longgar waktunya. Pas waktunya cek out pas berangkat ke Bandara. Bandara Komodo adalah Bandara bangunan baru, jadi masih keren banget. Desainnya agak nyeleneh, lain dari yang lain. Tepat pukul 13.15 pesawat kami terbang meninggalkan Labuan Bajo menuju Denpasar. Kesan saya pada Flores, sungguh saya tidak mengira Flores memiliki alam yang seindah itu. Jalan berkelak kelok cantik, dimana-mana ada pemandangan indah. Tapi yang disayangkan adalah kota Labuan Bajo, kota ini kotor sekali. Jalanan becek berlubang dimana-mana. Sampah dimana-mana. Padahal kota ini banyak turis asingnya. Malu rasanya melihat semua itu. Tapi diluar itu semua, Flores benar-benar memberikan kesan yang baik bagi saya. Pulau yang indah dengan masyarakatnya yang ramah-ramah. Senyum dimana-mana. Seharusnya yang lebih layak disebut Land of Smile itu bukan Thailand, tapi Flores. Sekian dulu FR saya kali ini. Sampai ketemu lagi di trip saya selanjutnya, InsyaAllah.
  3. 6 likes
    Sepanjang liburan ke Jepang Januari lalu, perjalanan menuju Shirakawa go yang menurut gue paling berkesan. Berdasarkan itinerarry yang kami bikin, Shirakawa go kami kunjungi pada hari ke-5 kami di Jepang. Shirakawa go kami capai dari Osaka, sekaligus sebagai transit dalam perjalanan menuju ke Tokyo lagi. Sempet dibuat pusing perihal tiket bus PP dari Kanazawa (sempat galau milih antara Kanazawa, Takayama, dan Toyama). Karena Takayama sangat kompleks untuk dicapai dari Osaka, pilihan terakhir memang hanya Kanazawa dan Toyama yang kebetulan bersebelahan. Jadwal yang sangat rush pun kami tetapkan malam sebelum berangkat. Pagi-pagi sekali kami harus bangun untuk mengejar jadwal kereta pagi jam 06.24 which matahari belum terbit jam segitu. Gue yang bertugas sebagai time keeper kebangun jam 4 pagi, meski ngerasa capek karena kemarin ngabisin waktu di USJ (seneng banget bisa ngerasain Forbidden Journey, Back Drop Hollywood Dream, Jurasic Park dan Flying with Dinosaurs, sampe pusing). Sempet males-malesan dan mandi jam 04.45. Karena kami harus meninggalkan Osaka untuk pindah menginap selanjutnya di Tokyo, pagi itu pun sibuk menyelesaikan packing yang udah dicicil dari semalem. Dan, yes, jam 05.50 tepat abis Subuh kami jalan menuju JR Namba Station. Perjalanan awal cukup lancar karena google map masih fresh, terus lancar hingga kami ingat jalan itu sudah kami lalui kemarin. Tapi, rasa sok dan jiwa petualang muncul, dengan tanpa dosa kami mencoba improve jalur lain dengan keyakinan akan lebih cepat sampai. Dan … google map keparat, hang! Waktu yang tersisa hampir habis buat mengingat kembali jalur yang harus kami ambil untuk masuk stasiun JR Namba. Akhirnya sekitar kurang dari lima menit kami menemukan gerbang masuk. Tragedi pun terjadi! Pegangan koper Bobby patah, kopernya meluncur terjun dari anak tangga satu ke anak tangga lainnya. Panik! Gue yang refleks langsung ngambil tuh koper, bantuin buat segera lanjut. Tinggal lima menit tapi kami belum masuk kereta, begitu ketemu tangga lagi, gue saut tuh koper Bobby, gue tenteng dengan heroik menuruni tangga hingga melompat ke kereta. Tepat beberapa saat sebelum kereta jalan. Kereta pertama berhasil! Kami harus oper kereta di Imamiya. Buru-buru juga! Kereta kedua berhasil! Perjalanan selanjutnya ke Osaka via Loop Line. Gue udah wanti-wanti banget menghadapi pindah kereta di Osaka nanti yang notabene Osaka stasiun gede. Dari guidance yang gue baca kami musti pindah dari platform 2 ke 11 untuk naik Limited Thunderbird ke Kanazawa. Kereta ketiga berhasil! Luar biasa rasanya. Kami berhasil mengejar semua kereta rekomendasi tercepat dari Hyperdia, setengah mustahil padahal kalau ngeliat limit perpindahan yang kurang dari 10 menit, bahkan di Imamiya kami cuman punya spare 2 menit. Tapi udah lega, karena kami bakal tiba di Kanazawa sesuai jadwal pukul 09.38. Sesuai rencana, seharusnya kami masih bisa mendapatkan tiket ke Shirakawa go sekitar jam 10 lebih. Gue sempat nanya di tourist information Kanazawa tentang pemesanan tiket ke Shirakawa go. Kredit buat Mrs Tourist Information Kanazawa, her English was perfect! Jelas banget, gue jadi asyik ngobrol dan tanya ini itu. Dia juga ngasih saran, kalau nggakdapet tiket supaya balik ke dia. Dia punya beberapa solusi katanya. Gue pun meluncur ke Hokutetsu Bus buat beli tiket PP Kanazawa – Shirakawa go. Sayangnya tiket berangkat jam 10 an yang gue idam-idamkan udah sold out. Tiket paling deket jam 12.40. Dan … tiket baliknya nggak ada! DHUAAAR!!!!! Sempet panik sih. “Ya udah, kita nginep di Kanazawa aja ntar malem nggak papa, besok ke Tokyo.” Kurang lebih begitulah solusi yang tercetus dari Krysna dan Bobby. Heh? “Gimana mau nginep di Kanazawa, tiket balik ke sini aja nggak ada! Hoi, kita tuh bakal terjebak di Shirakawa go ….” Jeng jeng jeng. Mereka pun tersadar. “Oh, iya, juga, ya.” Akhirnya gue berlari menembus hujan di pelataran stasiun Kanazawa menuju tourist information. Setelah diskusi yang cukup mencerahkan, gue ambil solusi buat ngambil start di Shin-Takaoka menuju Shirakawa go PP. Konon di Shin-Takaoka tiket bus nggak perlu booking, langsung naik aja. Agak mahal dikit, sih. Yang ada dalam bayangan gue bus itu semacam bus ngetem di terminal Lebak Bulus. Gue pun balik ke Hokutetsu buat ngambil tas dan ngajak Krysna serta Bobby segera ngikutin rute yang gue dapet. Sempet ketemu pasangan Indonesia yang lagi galau juga menghadapi masalah tiket PP yang nggak tersedia. Gue sempat cerita rute solusi yang gue dapet. Mereka keknya masih bingung, akhirnya gue tinggal. Perjalanan kali ini sungguh berasa The Amazing Race! Step pertama yang kami ambil untuk bisa tetap ke Shirakawa go hari ini adalah kami harus naik Shinkansen Tsurugi dari Kanazawa ke Shin Takaoka. Kereta pas banget berangkat jam 10.34. Kami punya sekitar 15-20 menit sebelum berangkat. Kami tanpa pikir panjang langsung masuk, belum sempat reserve seat. Akhirnya kami cari gerbong yang non reserved seat. Sejauh dari Shinkansen, Tsurugi ini salah satu yang interiornya masih kinclong banget keknya. Nyaman dan enak. Sayang, kami di atas kereta itu hanya 13 menit. Jam 10.47 kami tiba di Shin Takaoka. Gue pikir stasiun kecil bakal seadanya. Ternyata gue salah. Stasiunnya meski kecil bagus banget. Sepi lagi. Lanjut kami ke halte depan, nunggu bus yang di jadwalnya berangkat jam 11.00 ke Shirakawa go. Anjir, sepi banget. Nuansa Lebak Bulus yang sempat muncul sama sekali nggak ada. Jauuuuuuh banget. Yaiyalah, di Jepang, jauh. Bus pun datang sebelum jam 11 dan berangkat pas jam 11.00. Penumpangnya cuman setengah. Denger-denger penumpangnya dari China, Thailand, Jepang dan kami. Perjalanan cukup menyenangkan. Awalnya melewati jalanan kota kecil yang sunyi. Kiri kanan jalan salju udah keliatan. Makin lama jalan mulai masuk ke pegunungan. Sesekali melewati tunnel. Surprisenya … salju turun ketika kami memasuki hutan. Wow! For the first time in my life! Gue ngeliat hujan salju yang jatuh dari langit seperti kapas kemudian meleleh di atas jalanan. Suasana itu makin sempurna dengan iringan musik tradisional Jepang yang diputar di player bus. Waaaah. Bus akhirnya berhenti di area parkir Shirakawa go jam 12.55. Sesuai target keberangkatan kami menuju Tokyo lagi, kami punya 1 jam 50 menit jalan-jalan di Shirakawa go. Hujan salju turun cukup lebat siang itu. Kami sengaja nggak nyewa payung biar ngerasain tubuh kami diterpa salju (alasan bodoh). Tapi asik. Dinginnya yang di bawah nol derajat ternyata nggak semengerikan yang kami bayangkan. Meski efek akhirnya pas balik naik bus kerasa telapak tangan beku. Kami sempet nengok beberapa rumah dan foto di suspension bridge. Kepikiran mau ke observatorium di atas bukit cuman waktu kami mepet. Dari pada sampai Tokyo malam banget, mending nggak usah. Udah ngerasain hujan salju dan njilat salju di Shirakawa go aja udah seneng banget rasanya. Sayangnya keputusan untuk langsung ke halte baru kami putuskan 10 menit sebelum bus berangkat. Alhasil gue lari duluan ke halte buat nahan bus berangkat. Pas banget. Pas gue nyampe, ada 2 bule yang untungnya minta ke sopir buat buka bagasi bawah. Gue pun mendekat ke Pak Tua sopir. “Can you wait a moment? My friends still take the bags there.” Gue nunjuk Bobby dan Krysna yang lagi kek kebingungan ngambil tas di penitipan. Setelah si sopir setuju gue pun masuk nyusul mereka. “Kenapa?” tanya gue. “Karcisnya?” kata Krysna. Gue pun sadar, yang pegang karcis penitipan tas ternyata gue. Dodol! Untungnya semua beres dengan cepat. Kami pun berhasil naik bus sesuai jadwal. Tiba di Shin Takaoka kami baru sadar kalau sedari pagi belum makan. Capek. Lelah. Laper. Kami pun membeli onigiri di 7Eleven stasiun. Masih ada 20 menitan sebelum Shinkansen kami meluncur ke Tokyo. Gimana, seru kan?! Bener-bener The Amazing Race to Shirakawa go! cc: @deffa @twindry @Sahat @HarrisWang @Vara Deliasani @Ikamarizka @kyosash @Andrizki
  4. 6 likes
    Huaaaah…lumayan jauh yaa jarak antara FR yg sebelumnya dengan yg ini…maaafkan..maklum lg sibuk mencari pundi2 emas demi trip selanjutnya hahaha Baiklah..next destination adalah daerah Gifu, yaitu Takayama, Shirakawa-Go, dan Kanazawa. Dari Sapporo menggunakan pesawat Skymark Airlines menuju Chubu Airport (Nagoya). Oiya Skymark ini merupakan pesawat LCC yg memberikan bagasi 20 kg lho dan harganya masuk akal. Jam 11 siang sampai di Chubu Airport, pengambilan bagasi termasuk cepat dan langsung naik kereta khusus Airport-Nagoya Station, yang nantinya jalan sedikit ke JR Nagoya Station untuk naik Wide View Hida Train (tercover JR Pass). Karena gw pengen cepet sampe Takayama, gw naik kereta tanpa reservasi karena sudah ga ada waktu lagi. Setengah berlari sambil geret koper, gw masuk gerbong apa aja yang penting masuk dulu dan pas banget, begitu masuk lgsg deh pintu keretanya tutup. Ternyata keretanya penuh, bahkan sudah ada bbrp orang yang berdiri, gw pun ikut berdiri selama berapa lama???? 2 jam..pegel2 deh..eh tapi sebenarnya gak terlalu kesel sih…kenapa??? karena gw bisa liat pemandangan yang baguuuuus banget selama perjalanan. Makanya kenapa kereta ini dinamakan Wide View Hida karena jendelanya terbilang besar sehingga penumpang bisa menikmati pemandangan yang sebagian besar masih asri dan berupa pedesaan serta hutan dan bukit. Karena musim salju, disinilah pertama kali gw melihat salju turun (karena di Sapporo sama sekali ga pernah kena hujan salju). Intinya ga kerasa deh selama 2 jam. Nah pas di Gero Station, orang2 banyak yang turun, gw pun kebagian tempat duduk. Lumayan 30 menit lagi bisa menekukkan lutut, walaupun tulang ekor gw agak gak nyaman kalo nyender Menjelang sore, gw pun sampai Takayama disambut hujan salju yang makin lama makin deras. Sebelum menuju Guesthouse, menyempatkan diri ke terminal bus yang ada di sebelah stasiun untuk reservasi tiket bus besok ke shirakawa-go dan lusa dari shirakawa-go ke kanazawa. Petugasnya bilang kalo tiket bus ke shirakawa-go udah full untuk yang reservation. Tapi ada tiket open seating dimana kita bisa bebas naik yang jam berapa aja (dikasih jadwalnya, busnya ada per 2 jam) dan tinggal antri. Kalo penuh, berarti tunggu bis berikutnya. Abis beli tiket dan beli nasi instan sama cemilan, gw pun menuju J-Hoppers Takayama GH. Cuman jalan 5 menit sebenarnya kalau ga pake geret2 koper di atas tumpukan salju dan hujan2an salju. Begitu check-in, gw leyeh2 bentar dan memutuskan untuk ke kitchen karena laper. Masak mie instan deh, makan pakai nasi +abon ;p Pas lagi makan, ada cewek Jepang gitu panggil saja dia Daisy (emang ini beneran english name-nya), tadinya dia ngobrol sama salah satu guest (cowok, entahlah dari mana). Tapi tiba-tiba si Daisy ini ngajak ngobrol dengan bilang kalau dia sering lihat beberapa tamu dari Indonesia bawa abon. Ternyata Daisy itu adalah part time staff di GH ini untuk belajar Bahasa Inggris. Aslinya dia Suster di Rumah Sakit Takayama. Pantas aja dia nongkrong di kitchen dan ngajak ngobrol orang-orang. Di akhir percakapan, gw tawarin lah yaa si abon, dan dia bilang enak. Gw tawarin pula sambel sachet, yang akhirnya Daisy ngasih gw matcha latte sachet :) Oiya, pas check in, gw dikasih tau sama staf kalo ada winter illumination di Hida Folk Village. Akhirnya gw dan temen2 memutuskan kesana. Naik bus dari terminal bus yang sama dan disana sudah ada beberapa turis yang menunggu (dinginnya entah kenapa lebih dingin daripada Sapporo, rasanya pengen cepet2 naik ke dalam bus). Harga tiket bus one way adalah 210 yen. Sedangkan tiket masuk Hida Folk Villagenya 300 yen. Di dalam disediakan the panas dan sake panas. Gw nyoba teh panas karena kedinginan parah tapi rasanya aneh banget. Kami ga lama-lama disana karena takut ketinggalan bus terakhir dan temen2 gw pengen makan sedangkan resto2 gitu kebanyakan udah tutup jam 9. Apa sih Hida Folk Village itu, jadi ini semacam museum rumah-rumah tua (gassho-Zukuri House). Nah sewaktu winter, museum ini buka di malam hari dengan diberikan pencahayaan yang indah. Jadi kalo misalnya tidak sempat ke shirakawa-go, bisa deh kesini untuk mengetahui rumah2 gassho-zukuri yang memang khas banget. Malam ini adalah malam terakhir gw bersama teman-teman, karena besok kami punya rencana sendiri2. Besok dimulailah solo trip :) Sebelum gw berangkat ke Shirakawa-Go, gw menyempatkan diri jalan-jalan sekitar Takayama. Ternyata hari itu, salju pun masih turun dan terpaksa gw beli payung yang akhirnya menjadi salah satu aksesoris dalam berfoto hehe. Tadinya gw masih pengen keluyuran karena Takayama ini indah banget dan banyak jajanan hahaha…tapi hari sudah semakin siang dan gw ga mau terlalu sore/malam sampai di shirakawa-go. Akhirnya gw memutuskan naik bus jam 13.30. Sekitar jam 15.30 gw pun sampai di Shirakawa-go. Begitu turun lgsg menuju bagian informasi untuk lapor bahwa gw akan menginap di Furusato (salah satu gassho-zukuri house yang dijadikan penginapan) sambil bertanya arah jalannya. Ternyata rumahnya itu berada paling ujung desa ini, yang cukup jauh, kalo kata ibu petugasnya sih 15 menit jalan kaki hahaha. Si ibu ini berkali-kali bilang Ganbatte! yg artinya semangat yaa. Hari itu di shirakawa juga turun salju cukup lebat sehingga jalanan tertutup tumpukan salju dan menyulitkan gw saat menyeret koper jadi tambah berat. Sepanjang jalan gw diliatin sama turis2 karena mungkin jarang yang bawa koper dan menginap disana. Pantes aja si ibu petugas berkali-kali bilang ganbatte, karena Furusato ini lumayan jauh dan agak menanjak serta berada di jalan kecil. Akhirnya gw pun sampai dan disambut oleh bapak tua (ga tau namanya), yang ramah dan sedikit bisa berbahasa Inggris. Dia pun membantu mengangkat koper gw ke dalam kamar. Setelah itu, gw diajak berkeliling rumahnya dan memberitahu letak toilet (thanks god its modern toilet), kamar mandi, dan tempat minum tes/kopi. Sebenarnya, penginapan menyediakan makan malam dan sarapan. Namun karena di email reservasi gw menuliskan memiliki food restriction (halal, non alcohol, dll). Akhirnya penginapan memutuskan untuk tidak menyediakannya. Tentu saja harga yang diberikan hanya harga kamar (jadi sedikit lebih murah). Lalu, gw makan apa buat dinner, tentu saja pop mie+nasi instan+abon (lagi2). Setelah leyeh-leyeh 15 menit, gw memutuskan untuk keluar jalan-jalan. Padahal itu udah jam 5 sore dan sudah agak gelap serta udah sepi pengunjung. Rencananya gw mau ke shiroyama point untuk lihat pemandangan yang paling diari-cari orang kalau ke shirakawa-go. Sebenarnya ada shuttle bus, tapi karena sudah sore, saya pun terpaksa jalan kaki sekitar 20 menit (jalan lambat banget karena takut kepeleset). Jalan ini jalan setapak yang kiri kanannya pohon pinus tinggi serta agak menanjak. Walaupun dingin karena lumayan mendaki, gw sempet loh berasa keringetan dan gerah hahahaha. Akhirnya sampailah gw ke puncak ini, sayang karena udah sore menjelang malam dan juga hujan salju yang cukup deras, pemandangan desa shirakawa ini kurang terlihat jelas. Tapi gw cukup puas hehe. Setelah foto-foto dan selfie sana sini, gw pun memutuskan kembali turun karena sudah mulai gelap karena sepanjang jalan setapak itu tidak ada penerangan sama sekali dan juga karena gw jalan sendirian jadi takut kalau ada apa2. Di sepanjang jalan turun ternyata masih ada aja loh beberapa orang yang naik dan mereka selalu nanya “masih jauh ga sih???” Gw bilang aja “Deket kok..semangat yaaaah” padahal mah hmmm lumayan masih jauh hihiihi Sepanjang jalan pulang ke penginapan, gw cuman melihat beberapa orang yang sebagian besar penduduk desa. Memang bener yah..berasa beda ketika siang (banyak turis) dan malam (sepi tapi menyenangkan). Menurut gw sih ini pengalaman paling mantap selama di Jepang :) Begitu gw sampe Furusato, host gw menawarkan untuk mulai mempersiapkan kasur. Gw iyain aja karena sudah lelah dan pengen tiduran. Sebelum ini gw makan malem dulu. Di kamar sebelah terdengar tamu lain sedang makan malam yang disediakan oleh penginapan (jadi mupeng huhuhuhu). Oiya tidur disini berasa banget kayak di film2 Jepang, beralaskan tatami, menggunakan kasur dan selimut tebal serta pakai kimono (disediakan lho). Sumpah tebel banget selimutnya dan berasa berat dan hangat banget. Peraturan penginapan ini adalah kalau malam, penghangat ruangan harus dimatikan (katanya sih biar ga terjadi kebakaran). Dan malam ini gw pun tidur dengan nyenyak, meski muka gw kedinginan parah hahaha Keesokan harinya, pagi2 gw udah bersiap menuju Kanazawa karena gw akan naik bus pertama jam 8 pagi. Ini karena sebelum gw kembali ke Osaka melalui Kanazawa, pengen banget jalan2 sebentar disini. Sekitar 1,5 jam perjalanan, sampailah di Kanazawa. Lgsg nyari locker untuk menyimpan koper karena repot juga jalan-jalan sambil geret koper. Setelah itu, seperti biasa ke bagian informasi untuk minta brosur dan beli tiket bus terusan. Oiya tempat wisata di Kanazawa ini bisa dicapai dengan bus lokal. Jadi belilah The Hokutetsu Bus One Day Pass seharga 500 yen. Tadinya gw berencana ke 21st Century Museum of Contemporary Art, tapi berhubung hari Senin, tutup deh yaa. Lgsg aja menuju Kenroku-en Garden. Setelah itu jalan kaki menuju Omicho Market sambil nyari makan siang. Berhubungan keterbatasan waktu, gw memutuskan kembali ke JR Kanazawa Stasiun karena jam 4 harus naik kereta menuju Osaka (sebelumnya udah reserve seat dan ini tercover JR pass). Yaaah selesailah sudah perjalanan gw disini..tinggal 2 hari lagi waktu gw di Jepang..hiks..next FR adalah Hiroshima dan Miyajima..see you :)
  5. 6 likes
    Setelah melepas penat perjalanan tanpa putus dari Palu – Jakarta – Kuala Lumpur – Tokyo – Kyoto, hari kedua gue di Jepang dimulai. Seperti yang sudah diperkirakan, start hari kedua molor dari jadwal. Aslinya, sesuai rencana kami pingin jam 8 udah keluar dari penginapan, lanjut sarapan. Nyatanya? Jam 8.30 kami baru mulai jalan. Langit udah keliatan mendung. Duh, keknya bakal hujan. Telat dari jadwal tidak serta merta membuat kami segera bergegas. Kami justru tertarik buat foto di depan gang tempat penginapan Airbnb. Pas pagi gitu ternyata pemandangan rumah-rumahnya kece abis. Sebagai salah satu oleh-oleh yang mudah dikenang, kami foto-foto dulu. Jadwal sarapan kami skip. Rencana awal ke Kiyomizu kami swith dengan ke Arashiyama lebih dulu, karena lebih jauh. Gue mimpin perjalanan pagi itu ke stasiun Sanjo Keihan. Kami beli tiket seharga 210 yen untuk rute Sanjo Keihan ke Nijo. Dari Nijo gue pilih gunain fasilitas JR Pass, karena kebetulan ada kereta JR dari Nijo ke Saga Arashiyama. Pas turun di Nijo gue sempat bingung naik kereta lanjutan yang mana. Di tulisan ada kereta asing yang datang. Gue sebut asing karena nama kereta beda dengan yang ada di Hyperdia gue. Daripada kesasar, gue bertanya pada 2 bidadari manis yang sedari tadi berdiri di depan gue. “Excuse me. Is it to SAGA ARASHIYAMA?” Dalam hitungan detik, 2 cewek depan gue langsung menoleh. KAWAIIII! Gilak, 2 cewek yang dari tadi cuman kelihatan rambutnya aja, ternyata manis-manis. Pantes aja pas berdiri di belakang mereka rasanya gue nemu arti kenyamanan, kesempurnaan cin … taaaaa. Ooo…oooowww #nyanyi Gue sengaja bertanya dengan menekankan kata Saga Arashiyama buat antisipasi kalau terjadi misskomunikasi kek kemari n sama sekumpulan aki-aki pas nyari penginapan. Tapi, kalau sama yang 2 ini, misal terjadi misskomunikasi, nggak papa juga sih, betah juga. Wkwkwkwk 2 cewek kawai menjawab dengan antusias. “Yess! Yess!” sambil mengangguk dan tersenyum lebar. Makin kawaii deh. Akhirnya kami satu kereta dengan cewek-cewek tadi ke Saga Arashiyama. Perjalanan berlangsung kurang lebih 15 menit. Kami tiba di st Saga Arashiyama dan langsung disambut hujan! Horrayyyyy Karena konon hujan adalah lambang rezeki. Tapi kami sadar, kami nggak bawa payung. Zonk! Ditambah jacket yang gue pakai kali ini wool. Zonk kedua! Untungnya sepatu boots gue tahan air. Yes! Intensitas hujan masih gerimis ringan. Kami pun nekad jalan cepet ke arah yang dijelaskan oleh tourist information di stasiun. Di bawah langit mendung kami menyusuri jalan yang melewati rumah-rumah warga. Terdapat beberapa café, tempat makan, butik, bahkan toko buku di antara rumah-rumah. Seperti di Sanjo, jalanan di Arashiyama bersih banget. Setelah jalan sekitar sepuluh menit, kami tiba di pertigaan. Jika ke kiri, ke arah Tenryu-ji Temple dan sungai. Ke kanan ke Bamboo groove. Gue memutuskan ke Tenryuji dulu. Hujan turun lebih deras ketika itu. Setelah sempat foto-foto di depan pintu masuk, kami pun memutuskan untuk tidak masuk. Jadi baru foto di depannya saja kami sudah puas. Coba bayangkan, jauh-jauh ke Arashiyama, hujan pula, sampai di depan pintu Tenryu-ji malah nggak jadi masuk. Tapi, ya, mau gimana lagi, kami memang mudah puas dan mudah pula dipuaskan #eh Selanjutnya gue memimpin regu menuju bamboo groove. Hujan rintik-rintik masih terus mengguyur. Tapi gue nggak mau kalah sama semangkat para abang-abang penarik ricksaw alias becak manusia. Dan di bamboo groove itulah sepasang mataku beradu pandang dengan sepasang mata penuh keindahan. Senyum manis darinya langsung tersaji ketika tahu aku tengah menatapnya. Waktu serasa berjalan pelan dari detik ke detik. Semilir angina disertai titik air sama sekali tak membuatku mudah beralih pandangan. “Minta foto, Bang!” suara cempreng Krysna menyadarkanku. Bocah tengik itu menggodaku supaya gue ngajakin foto cewek barusan. Btw, cewek yang baru saja tersenyum padaku adalah cewek yang sama kutanya di stasiun tadi. Ternyata dia masih mengingatku. “Lu mau ngajakin mereka foto?” Tanya gue balik ke Krysna. Krysna menggeleng. Dasar cemen! Akhirnya gue pun memberanikan diri menghampiran 2 cewek kawaii asli Jepang itu. Dengan malu-malu tak tahu malu gue pun ngajakin foto bareng. Mereka pun tampak terkejut bahagia penuh suka cita pesta pora ketika menyambut ajakan gue. Kami pun ber-wefie ria beberapa jepret. Krysna ikutan. Baru akhirnya gue tending Krysna buat motion gue. Gue pun berpose di tengah dua cewek Jepang itu. Dan kejutannya, si cewek minta foto juga dengan kameranya. Ternyata diriku menarik juga *mengambil kesimpulan sepihak. Usai foto hatiku serasa melayang. Gue pun melompat-lompat menyusuri bamboo groove. The end Eh, eh, belum selesai. Meski bahagia belum berarti selesai, ya. Oke, lanjut. Setelah mengelilingi bamboo groove kami menuju restoran Yoshiya untuk makan siang. Hujan masih turun. Satu hal yang gue kagumi dari Jepang, masyarakatnya meski hujan tetap olahraga. Ini dibuktikan dengan beberapa kali gue nemuin orang Jepang lagi lari-lari nggak kenal cuaca. Mau mendung, hujan, siang, sore, tetep olahraga. Ganbatte! Yoshiya Muslim Restoran ada di tepi sungai terkenal di Arashiyama. Gue dapat rekomendasi restoran halal itu dari aplikasi Halal Navi dan Halal Gourmet Japan. Ada beberapa menu halal yang disediain. Semacam lunch set gitu. Enak, sih. Tapi sedikit lebih mahal kalau dibandingin sama bento Familymart (yaiyalah). Karena hujan yang makin deras, kami memutuskan balik ke penginapan di Sanjo dulu. *** Setelah ganti jaket yang tahan air dan bawa paying dari penginapan, kami lanjut jalan kaki menuju Kiyomizudera. Berdasarkan google maps sih, jarak jalan kaki kami sekitar 2 km menuju tkp. Lumayan jauh sih. Ditambah hujan. Tapi justru saat hujan itulah kami menemukan banyak keindahan. Tsaaah Sepatu Bobby dan Krysna ternyata nggak tahan air banget. Alhasil, agak basah-basahan lah ya. Dan di balik semua perjuangan itu, keindahan di mulai saat kami melewati Hokan-ji Temple dan Yasaka Shrine. Lanjut kami melihat betapa indahnya Sanen zaka dan Ninen zaka. Jadi intinya, Kiyomizudera hanya sebagai tambahan aja. Keindahannya dilahap abis di sepanjang jalan menuju dan dari sana. Indah banget nuansa kiri-kanan jalan yang dipenuhi bangunan-bagunan tradisional, baik café, toko, maupun rumah. Feel like … amazing! Yaudahlah, ya, bagian ini susah dideskripsikan dengan kata-kata. Lewat foto aja (meski sebagian nge-blur) Gue bikin post di blog juga nih : http://alfiandaniear.blogspot.co.id/2017/02/7-hal-yang-bikin-kamu-pingin-ke-jepang.html Panggil para idola: @deffa @Andrizki @Vara Deliasani @HarrisWang @Monfi @kyosash @twindry @Ikamarizka
  6. 5 likes
    Hola Deffa Here !!! Sebelum nya sedikit intro dahulu bahwa sanya (bahaha bahasa gue), well tanggal 7-15 maret 2016 kemarin saya baru saja melakukan perjalanan dari Osaka - Nara - Kyoto - Seoul. Jadi perjalanan lintas 2 Negara, yang 2 negara ini Jepang dan Korea Selatan merupakan salah dua Bucket Travel Wishlist saya dari sejak lama. Namun disini saya mau memberikan sedikit cerita pengalaman saya menggunakan satu alat / media Tranportasi berupa Kartu yang disebut KANSAI THRU PASS Apa Itu Kansai Thru Pass ? Seperti kalian tahu di Jepang ini banyak sekali pass pass atau kartu kartu yang di peruntukkan untuk kemudahan Turis berwisata di Jepang. Sebut saja Pass seperti JR Rail Pass, Kanto Wide Pass, JR West Rail Pass, Kansai Thru Pass dan Pass Lainnya. Yang biasanya di bedakan akan Perusahaan dan Jalur dari Transportasi yang akan di gunakan, baik itu Subway, Kereta Listrik, Bus ataupun lainnya yang di cover oleh Pass tersebut. Nah untuk perjalanan ke area Osaka - Nara - Kyoto kali ini saya menggunakan Kansai Thru Pass. Karena Osaka - Nara - Kyoto ini berada dalam kawasan KANSAI. Masih ada 1 Pass lagi untuk area Kansai ini yaitu JR West Rail Pass, sesuai nama depan nya di operasikan oleh perusahaan JR (Japan Rail). Sedangkan Kansai Thru Pass atau disebut juga Surutto Kansai ini di bawah naungan perusahaan Nankai Travel International Co. Lebih gampang nya Kalian harus pahami maksud dari Selain Moda Transportasi Dari Perusahaan JR, karena ada beda nya dan juga untuk Subway dan MRT, Stasiun nya pun berbeda (walaupun ada Stasiun yang ter Koneksi). Biasa nya Moda Transportasi dari Perusahaan JR ini ada tulisan JR di depan nya. Misal stasiun JR Nara, JR Kyoto. Atau kereta JR Shinkansen, dll Nah selain dari Moda Transportasi JR tersebut kalian bisa gunakan dengan Kansai Thru Pass, biasa di singkat jadi KTP (baca kei, ti, pi). Karena cukup banyak Moda Transportasi selain JR di area Kansai ini. Jadi kalian bisa gunakan KTP ini. Bagaimana Cara Mendapatkan Kansai Thru Pass ? Mendapatkan nya dalam kata lain adalah Membeli nya cukup mudah dan bisa di lakukan dari Indonesia juga. Seperti yang saya lakukan kemarin. Saya melakukan pembelian secara online untuk Kansai Thru Pass ini, melalui website Resmi mereka di Nankai Travel International Co Langkah Membeli Online KTP sebagai berikut : 01. Baca terlebih dahulu info lengkap Surutto Kansai Thru Pass di website INI 02. Lalu masuk ke bagian pembelian Online ke website Nankai Travel International Co 03. Pilih berapa hari yang kalian perlukan ada yang 2 dan 3 hari dengan harga yang berbeda pula. 04. Lalu pilih tanggal mulai penggunaan KTP sesuai yang kalian mau 05. Isi semua data diri dengan Lengkap 06. Pembayaran menggunakan Kartu Kredit dan mata uang Yen Jepang 07. Print out bukti booking KTP kalian ini, yang nanti untuk di tukar di Kantor Perwakilan KTP di Jepang ada di beberapa tempat. Selain pembelian secara Online kalian juga bisa mendapatkan nya secara Offline atau membeli langsung di Kantor atau Perwakilan KTP ini di Jepang, ketika kalian sudah tiba di Jepang. Dengan harga yang sama tentu nya Daftar Lokasi Pembelian Kansai Thru Pass di Jepang : Kansai Tourist Information Center Kansai International Airport(1st Floor / 07:00 – 22:00) Nankai Electric Railway Kansai-Airport Station Ticket Office (5:00 – 23:29) Osaka Airport Information Center (1st floor, North and South Terminals / North Terminal: 8:00 – 21:00 South Terminal: 6:30 – 21:00) Kyoto Station Bus Information Center (Kyoto Station Karasuma Exit / 07:30 – 19:30) Osaka Visitors' Information Center – Namba (Inside the General Information Center Namba on the 1F of Nankai Building / 09:00 – 20:00) Kansai Tourist Information Center Shinsaibashi(11:00~19:00) Osaka Visitors' Information Center – Umeda (JR Osaka Station, Central Ticket Gate / 08:00 – 20:00) Nara City Tourist Information Center (Alight at Kintetsu Nara Station / 09:00 – 21:00) Shin-Osaka Youth Hostel (Alight at Osaka Municipal Subway Shin-osaka Station / 06:00 – 23:00) Hankyu Tourist Center Umeda Osaka (8:00 – 17:00) Kansai Tourist Information Center Kyoto (10:00 – 18:00) Kansai Tourist Information Center Daimaru Shinsaibashi (10:30 – 21:00) Tourist information Center "Kanku Machidokoro" (KANSAI AIR PORT TERMIANL2 / 11:30 – 22:00) Bagi yang membeli Kansai Thru Pass secara online bisa menukar kan Print Out Booking nya di tempat-tempat di atas dan akan menerima Kartu KTP, sebagai ganti nya. Hal-Hal Yang Perlu Kalian Tahu Tentang Kansai Thru Pass Kansai Thru Pass ini unik karena memang penggunaan awal nya adalah untuk memudahkan traveler berkunjung ke Jepang khususnya area Kansai dengan mendapatkan berbagai potongan harga menarik baik dari Transportasi dan lain hal nya. Berikut hal yang kalian harus tahu tentang Kansai Thru Pass : 01. Kansai Thru Pass hanya bisa digunakan di Area Kansai yaitu Osaka - Kyoto - Kobe - Nara - Wakayama - Hyogo - Shiga 02. Terdapat 2 jenis KTP yang terbagi atas banyak nya hari yaitu 2 hari dan 3 hari 03. Harga tiap hari pun berbeda, untuk KTP 2 Hari harganya 4000 Yen, sedangkan KTP 3 Hari harganya 5200 Yen 04. Penggunaan KTP tidak harus dalam hari yang berurutan misal kan KTP 3 hari tidak harus tanggal 1-2-3. Kalian bisa gunakan bebas seperti tanggal 1-2-4 atau 3-5-10 dan seterusnya. Selama dalam jangka waktu 30 hari masa aktif 05. Di Kyoto kalian akan menggunakan banyak KTP ini karena jalur nya lebih tercover oleh Bus, yang biaya nya tercover oleh KTP ini 06. Pembelian Kansai Thru Pass disertai buku Panduan KTP berisikan Panduan lengkap wisata di Kansai, Map kereta yang menggunakan KTP dan juga Voucher Diskon untuk beberapa Tempat Wisata yang ada di Kansai Efektifkah Menggunakan Kansai Thru Pass ? Untuk hal ini saya sendiri pernah menanyakan dan berdiskusi dengan banyak orang sebelum memutuskan untuk menggunakan KTP ini. Dimana efektifitas nya itu dinilai akan banyak hal. Seperti Biaya, Waktu dan juga Keuntungan Lainnya. Untuk saya pribadi cukup terbantu dalam hal Berhemat biaya Transportasi selama 3 hari di Kansai di mana jika di hitung : One Way dari Kansai Internasional Airport ke Osaka itu paling murah sekitar 1100 yen, jika Pulang Pergi sudah 2200 yen. Lalu perjalanan Pulang Pergi Osaka - Kyoto paling murah sekitar 1200 yen. Kemudian Kyoto - Nara one way sekitar 710 yen. Belum lagi dengan destinasi saya lain nya seperti Area Osaka, area Kyoto (Bus) yang total bisa lebih dari 3000 yen. Jadi cukup membantu dalam soal berhemat. Namun untuk Efisien Waktu agak kurang bagus karena Jalur kereta dari Kansai Thru Pass ini rata-rata sangat jauh jadi cukup memakan waktu. Contoh dari Kansai Airport ke Osaka jika menggunakan JR Railways hanya perlu waktu sekitar 45 menit, namun jika menggunakan KTP ini menghabiskan waktu sekitar 2 jam lebih karena harus berganti beberapa kali Jalur Kereta di Stasiun. Untuk hal ini saya juga mempersiapkan diri dengan membeli ICOCA Card mirip PASMO Card yang di Tokyo, kegunaan nya hanya untuk Transportasi Perusahaan JR. Karena saya juga perlu efisien waktu tidak habis di jalan, karena hanya punya waktu sekitar 4 hari di Osaka - Kyoto - Nara. Jadi apakah Kansai Thru Pass ini efisien ? Bagi saya tergantun dari hal apa, jika melihat dari Biaya jelas sangat efisien karena terbantu mengurangi biaya. Namun jika dari hal waktu kurang efisien karena waktu terbuang percuma di Kereta / Subway. Demikian lah semoga jadi referensi buat kalian yang mungkin mau ke Kansai Jepang
  7. 5 likes
    Catatan Perjalan Sibocah Tua Nakal D.01 Sore BDO KuL KANSAI AIrport D 02. pagi Mendarat Di Kansai airport Melihat situasi sekeliling Bandara . mecari tahu tentang Wifi Rental , ternyata Banyak berbagai kios resmi Menawarkan Rental / sistim Wifi . dan Harganya Komplit Rata2 diatas Rp 9 RATUSAN ribu Soal petunjuk arah, banyak dan cukup dimengerti “sekelas ko Acong” Setelah cukup cari si eksit sebelah kiri !!! ngudut dulu sambil melihat situasi diluar Hall airpot dan kutemukan Stasiun kereta , to Osaka dll juga platform bus nya. Beres ngudut, lanjut menuju stasiun sinkansen. lansung disuguhkan robot penjual tiket (mesin ) Nah lu, gimanana cara belinya. dengan “sekelas ko Acong “ langsung cari antrian orang banyak pasti itu bantuan ,, ternyata benar, orang sedang beli / tanya2 antrilah saya disana, pas ujung antrian disortir. Keperluannya --- dikemukakanlah masalah saya , langsung dicatat pointnya dikertas, oleh mereka sampe loket, di infokan bahwa saya sebaiknya pake bus . 1 murah-- 2 lebih cepat--- 3 karena bawa koper. jadi langsung tujuan ( tidak perlu Pindah2 Line Kereta ) dan dianjurkan Beli ICOCA sebesar 2000 yen. dengan Saldo 1500 yen--- 500 buat jaminan dan biaya kartu Balik lagi saya ke pltfom bus no 4 .saya mau tujuan yang dekat ke hotel / dotonbori> sinsabashi Area adalah NAMBA sts, . beli tiket Bus 1300 yen . Dikarenakan kebiasaan “ ” saya bila mau masuk Negara yang belum diketahui , selalu Menghapal Diluar Kepala, sekeliling Gedung. minimal 2 minggu ke H terus dipelajari, seperti anak2 mau ujian Akhir , singkat cerita. jos langsung sampe area hotel………. nah disinilah sedikit ada trobel >>>>>><<<<<< nyasar namun saya selalu , di damping aplikasi dari Booking.com ada alamat bhs local , dan Google map otomatis . namun saya nga bisa mengerti , sampe sekarang tentang google map nya . tapi selalu Dan Selalu dapat dewa penolong ( KWII JIN ) lewat penduduk local setempat. secara saya BUDDHA Hotel pertama saya Grand Sauna Sinshabashi Cabin Hotel di jl.? Sangat dekat dengan area ( doton bori / Shinsabasi dan Namba) Area Center Publik / Wisata 2 hari pun cukup untuk area ini diselingi kunjungan ke OSAKA castel wajib di Area Tani Machi bisa pake subway, oh inilah gunanya ICOCA dari namba ke tanimachi PP di potong 220 Yen setelah puas main siang malam OH YA PERJALANAN SAYA DI DAMPINGI JUGA DENGAN XL PASS RP 200.000.- Untuk 7 Hari Siungal sangat Bagus Didukung Soft bank Japan Di gunung Sekalipun kuota lumayan perharinya untuk Google Map Washap dan Fesbuk Lebih Dari Cukup dengan kirim2 foto saja video belum pernah coba D.03 besoknya setelah pulang dari, Osaka castel langsung Cek out Menuju Kyoto, dengan Bus dari NAMBA lagi >>>>ke Kyoto stasiun , sebesar 430 yen 65 menit perjalanan Pake Keihin Bus yang Murmer Setelah Tiba Di Kyoto bus sts , nyebrang menuju Kyoto railway sts . pilih kereta line Karasuma ke gojo ….. shijo nah shijo lah, Area ke Hotel Saya . begitu Keluar dari Subwah, saya Disuguhi MALL yang BUesaaar Daimaru Dilihat Saldo Di kurangi 130 yen Bengong deh saya, harus cari si eksit mana . untung tidak panic seperti kebiasaan saya (panik saya jadi bodoh) segera Ku Buka pendamping Saya. aplikasi Booking.com ternyata sangat membantu lansung, diarahkan dan keluar pas Hotel ( yang Tidak saya sadari dan baru tahu setelah nyasar dulu, dan dianter Nenek2 yang jauh Lebih tua dari saya } yang Dituju dan Streetnya WOW street No Satu Di Kyoto Shijo Sore pun menuju Malam, saya kurang menyenangi SI Emall jadi main sekeliling , dan menghapal area pulang lagi menikmati , onsen trus istirahat di ”Ryokan” dan beli voucher segala minuman dari hotel 04 Besok pagi mulai nih pertempuran , menuju berbagai lokasi wisata , saya pilih yang susah dulu. yaitu ke Jalur Nijo temple trus Sampe Ke Ujiga Jinja, yang BANYAK SEKAL, I yang Pake Pakaian Ala Geisha . Dan sempat Minta Foto, ke sepasang anak muda sedang naik Beca , si ganteng tea Pake oneday pas 500 yen Sapuasna, pass Bus Sore Menuju Ke Ciater Rasa Kyoto Namanya nga Tau yang ada kera japan ? mungkin ONSEN ? Sore Ke malam pulang Ke Hotel sembari Lihat2 isi mall Namun . Perasaan saya SAKIIIITTTT di hatiku !!!n ibu Ibu Kalo Di Shijo Dori banyak tawaran oleh2 dari baju / elektronik / mainan / tentunya Makanan snack, yang aduhai dengan bonus koper2 bagus pembelanjaan nilai tertentu . ……….tapi saya tak mampu beli , mengingat kekuatan fisik saya membawa barang , yang mana saya masih banyak kota, dan destinasi yang wajib dikunjungi 05 Besok Pagi , Saya Siap Ke onsen Century hotel , dan Mandi . …semasa menikmati Onsen Terjadilah Sesuatu inimah HOK KIE Para “man” semua---- datang Suara gaduh ternya 4 orang perempuan Seperti nya Dari RRTn dalam keadaan Bugil beneran bugil losss , masuk mau Mandi Onsen juga nah hokkie yang yak terduga . hahaha rasain lu, main nyelonong. Beres mandi saya langsung cekout, titip koper di lobby buat siang nanti di ambil Dan pertempuran… ingatan saya mulai di uji lagi. untuk ke kuil Fushimi dan Kenara. Hari ini saya pake ICOCA….>>> yang menghabiska saldo sampe Hotel lagi 470 yen. untuk 2 tempat ini Rincian Pengeluaran selama Di kansai > Oasaka > Kyoyo cekout Kansai Namba Bus Rincian Pengeluaran selama Di kansai > Oasaka > Kyoyo cekout Kansai Namba Bus 1300 yen Icoca 2000 yen Bus Ke Kyoto 430 yen Kyoto Ke Shijo saldo Icoca 220 Yen Subway Ke Osaka Caste Saldo Icoca 220 yen Pa ss untuk bus Kyoto one day 500 yen Saldo Icoca Fushimi dan Nara Saldo Icoca 470 Yen Makan selama 4 day @ 1500x4 hari 6000 yen Lebih Dari Cukup apalagi campur 711 dan bekal Total selama Kansai lepas Kyoto 10230 Yen + grand sauna cabin hotel 2700 yen + century hotel 2 nit 81000 yen total Jendral 21.030 yen Kira2 jam 16.00 Mendekati Fujiyama, Terlihat kurang Jelas View nya duduk pas bangku jejeran Kiri dari Kyoto (kalo dari Tpkyo minta jejeran Kanan ) siang Pake HIKARI Sinkansen no reserved 11560 yen (Bila tak ngerti beli pake Mesin “Seperti saya “ Cari TIKET OFFICE Lantai Gedung Hijau !! Biasanya Berbeda Tinggal Tanya Petugas) menuju Odawara pake Hikari change di Stsiun Koda? Lupa ganti kereta turun pintu kanan Dan Sudah Ditunggu Kereta Odawara , namun terjadi kesalahan tidak lihat kebawah spesifikasi tiket/ jenis no reserve. saya naik green car. jadi merasakan greencar juga , tak disengaja satu gerbong . hanya saya penumpangnya. namun nga berapa lama, diperiksa kondektur dan dimarahi , pake bhs local biarlah nga apa2 saya yang salah, digiring lah ke gerbong seharusnya dengan tatapan muka penumpang lainnya , malu aku tapi. biarlah bukan melalukan kejahatan disengaja ini ) tiket masih tetap Sampe Keluar Stasiun Odawara Tiket Free . mencari hotel lumayan nyasar sekitaran, dan beruntung lagi “ kwi jin” mendekat via anak sekolah smp dia mungkin memperhatikan. Sebelumnya dia sendiri menanyakan uncle? blab bla ? Ah Pokoe ngerti , Cepat2 saya Cari Print Hotel Dan diperlihatkannya Ke anak tersebut, mengerti langsung Menyataka Mau Anter sampe Hotel Namun saya perhatikan Anak itu Tidak Sampe Pintu Lokasi Masih jarak 10 meter,,,,, dan menjauh Dari saya sambil menunjuk itu SAMURAI GUEES HOASE ….. Good boy anak yang tanpa Pamrih semoga Karma Baik selalu Untukmu Nak . Samurai Ryokan Gaya Jadul 2700 Yen 06. Saya menuju Ke Sts Odawara Beli Tosan Pass 2 day 4000 yen, menuju Fuji san Dll Dimulai Naik Kereta Romance car dari Odawara menuju ke>>>> yumoto hakone sts >>>> ganti yumoto ke Gora >>>>ganti naik Cabel Train menuju sts Sounsan >>> Ganti Bus Menuju>>> Kawah Tosan owakudoni Yang Masih Aktip , Dengan gemuruh Suara Bagai Pesawat Mau ” Take OF “ tak lupa Beli Telur Hitam Yang Enak , Khas Dilumuri Lumpur Kawah. Anteng tuh Perut Habiskan 4 Telur ,,,, lanjut pake Rop way Menuju Kawaguciko, lanjut naik perahu legendaries ala “ bajak laut” untuk melihat Fuji san Dari Danau Namun saya hari ini , Kurang Beruntung Karena Hujan besar dan Kabut Turun , Haduh jauh jauh impian sejak kecil mulai bisa membaca dan Lihat sampul buku jaman itu, selalu ada gambar salah satunya Fujiyama dan popular waktu itu lagu Titik Sandhora DESTINASI UTAMA SAYA KE JAPAN HANYA FUJIYAMA haaaa gatot nih , sepertinya impianku , pulang lah saya menyusuri jalur tadi pagi dan langsung menuju TOKYO dengan rasa lunglai tak bersemangat untuk ekplor hakone beli Tiket Shinkansen to Tokyo 1165 yen >> Ganti Jr Line yamamoto>> Ganti lagi Narita Line Yang Dikelola JR juga dari Tokyo Ke Minami senju Tiket Free dari Shinkansen Langsung menuju Hotel Karena tak kuat menahan badai. anginnya Dingin . seperti biasa sampe titik Area nga bisa cari lokasi Hotel, langsung Minta Bantuan dan Dianter Yang Pulang Lari olah raga, Menuju Hotel FUKUDAYA 5400 yen mana badan penat namun nga bias mandi onsen karena jadwal mandinya masih untuk perempuan , dan untuk lelaki harus lewat jam 20.30 . masuk kamar online kekinian lupa tertidur tanpa mandi 07.besok pagi bangun mau mandi , eh belum boleh harus nunggu jam 20.30 ….. 2 hari deh nga mandi hanya cuci muka dengan persaan malu, menuju setasiun WOW ternyata pas jam kantor pasti berdesakan, dan ternyata cewe2 cantikpun sepertinya jarang mandi pagi ? dan lebih bau dari saya mantelnya ……asyik PD lagi deh saya , langsung menuju Shibuya dan lainnya pake iCoca , sampe sore menjelang malam , dan kurasakan lagi sensasi rebutan masuk ke kereta subway Hachiko Tokyo Govermen Building / dan lain2 . Pulang Ke Hotel kali ini kutunggu sd jam 8.30 malam , langsung dapat giliran mandi pertama,,,, tak ada orang lain begitu beres dihanduk , datang bergantian yang mau mandi bersama tentunya, ah berhasil mandi juga setalah lewat dari ‘50 jam ‘ nga mandi langsung naik ke kamar mau ngudut curi2, buka jendela, waduuuuh anginnya dingin. jadi puasa roko deh Buka pemanas setel 30 degree teteup terasa dingin. tapi ok juga bisa tidur D.08. esok pagi terbangunkan , oleh sinar terang sekali matarahari terbit > niat mau ke goji temple asakusa kubatalkan , saya cari informasi tentang Gunung Fuji Kata bos Hotel Feri nice Today Langsung kejar ke Tokyo sts…. walo berdesakan di kereta namun penuh semangat dan saya mempertimbangkan bila naik mromance car dari Tokyo takuy kesiangan gonta ganti moda mending pake JR Bus Hightway menuju Kaweaguciko Sts Bayar 1800 ternyata keputusan saya dilancarkan oleh TUHAN YME begitu diperjalanan , muncul pemandangan yang di idamkan , tak tahan begitu sampe fujimount Station , Minta turun . namun masih Kurang Puas. eh terlihat Kereta Jadul yang Mewah menuju Kawaguciko 120 yen.. dengan pemandanga lebih Bagus, namun tetep masih Kurang Puas karena waktu kecil selalu melihat….. Fujiyama berbatasan dengan air …..di sampul Coklat jilid buku tulis saya waktu SD , Kucari informasi untuk Menuju Kawaguciko oh ternya harus jalan kaki 15 menit dulu semua pemandangan tertutup,, oleh bangunan hotel walo sudah sampe danau sekalipun. tapi ada 1 feri sedang menerima penumpang , saya Tanya petugas , nga nyambung bahasanya . ok saya tunggu penumpang yang sudah naik . nanti juga bakal turun piker sata , nah mereka 30 menit kemudian merapat , dan penumpang pada turun. kutanya turis asing How to go ? Fujiyama mount situris nunjuk ferri , dan mengacungkan jempol Langsung deh beli ke mesin tiket ferri , tersebut 930 yen, naik ke ferri begitu jalan waoooo muncul tu https://www.youtube.com/watch?v=msa0D6g_cVE Fujiyama di pinggiran bangunanan , makin lama makin jelas bentuk Rupanya . itulah gunung ya selama ini ku ingin jumpai , ahhh seolah olah deh ,, nga bis di jabarkan .. senangya saya . Sinar terang Digunung saat itu, terpuaskan Hatiku Bertemu, saat saat berlalu 50 tahun lalu tak terasa berjumpa denganmu , penampakanmu takkan hilang, pada penampakanmu , sinar matahari yang terang jadi saksi, pertemuan kita Terima Kasih. Thien Akung TUHAN YME Setelah Puas penuh Kemenangan, karena terlalu terlena , dan menurut perhitungan saya cukup Aman untuk mengejar penerbangan pulang jam 23.20 boarding time 23.20 ---- jam 15,45 saya naik bus dari kawa guciko Ke Tokyo dengan pertimbangan 18.00 Tiba Di Tokyo Sts , Change ICOCA 1000 Yen betul Tepat waktu namun , Trobel menghadang Untuk Naik Kereta Ke Hotel 2x Ganti sudah muncul 3 x Kereta tapi nga berhasil masuk , kalah berani sama local. Akhirnya berani juga dengan gaya mereka tak perduli siapapun cewe ato cowo , pegang seruduk desak , sampe berhasil ke batas pintu alhasil saya tiba kembali ke Tokyo STS jam 20.00 yang seharusnya perhitungan saya harus 19.30 paling telat Nah Disini Masalah nya terjadimau Naik Shinkansen Jadwal 21.00 Ke Haneda naik bus 20.45 terakhir Saya mau beli Bus Saja, biar Langsung Jos Bandara. namun keberuntungan terjadi lagi petugas minta jadwal penerbangan saya,,,, dan petugas menolak jual tiket ke saya , dengan Bhs Lokal yang sangat tidak saya ngerti , Beruntung Dibelakang Antrian Ada sepasang Anak muda mengajak Saya keluar Antrian Dan di memberikan Gambaran Pake Bahs Inggris (pokonya saya ngerti lagi deh ) Maksudnya dia menanyakan tau kah situasi bandara Haneda dan Bila Naik Bus itu 20.45 >>> sampe jam 22.00 saya jawab saya sudah punya Print Boarding , Tapi Dia Bilang tidak Berlaku . Harus Boarding Tiket Resmi jadi dia ngasih anjuran , altenatip pake subway ..dan monorel>>> ke bandara dipastikan tiba Jam 21.00 dengan Catatan Uncle Must Run to Platfom ok are yu ready ? ya pasti saya jawab Ok, eh Dia Justru mau Anterkan sampe Platform Yang dicari Yamamoto line ke hamamatchuo , but uncle go to Hamamatchou !! yu must run Againt !! Changge To Monorel Haneda. hahaha Saya jawak OK . Thank Yu thankyu dan Di Balas tak henti2nya Membungkuk hahahahahahahaha senangnya lupa saya terlalu banyak Basa basi karma Baik Semoga selalu padamu anak muda Jumlah pengeluaran Seluruhnya Trip Bocah tua nakal Sebesar Total Kansai Osaka Kyoto 21.030 Change ICOCA ke 2 1.000 Shinkansen Ke Odawara 11.560 Samurai Guees Hauose 2.700 Hakone Pass 4.000 Sinkansen Odawara Tokyo 1.165 Local Ferri 930 Change ICOCA terakhir ke 3 1.000 Makan 4 Hari x @1500 6.000 Total Jendral Pengeluaran Perjalan Sejak Mendarat Di Japan HARGA REAL 1 kali Kunjungan fuji Yama 49.385 Rate Yen 118 = RP 5.827.430 . Biaya mengunjungi Fujiyama Yang Ke 2 3600 Yen PP sd Tokyo station Saldo ICOCA masih sisa 1610 yen Mengenai Sensasi Ryokan / ONSEN/ Destinasi Wisata / suka duka mencari jalur kereta / makanan akan di ulas terpisah lain waktu Mohon Maaf saya Tidak bias Cara Menulis dan penempatan titik koma juga terlalu panjang cerita saya Semua ini hanya menunjukan kebanggaan saya telah berhasil menaklukan ketakutan saya yang biasa baca2 di komen lainnya saya pake sistim HAJAR SAJA KO ACONG ujar @Deffa Catt “ ” Secara ko Acong low student Low teknologi Low International Speak
  8. 5 likes
    Hola gaes, long time no write! berhubung td ada kendala teknis, gue jd males nulis ulang, gue langsung singkat aja ya, ntar gue tambahin dikti2 pas ada waktu (yeah rite, kaya yg sibuk aje:p) gue ke pangkalan bun akhir taon lalu (iye, telat banget nulis dimari, hihihi). gue ke SM. Lamandau, Orangutan Care Centre, Camp Leakey/Tj. Puting Berhubung ini terkait sama kerjaan gue, jd gue ga bisa syer soal tour guide, transportasi atau hotel, semua uda diarrange, hehehe Satu hal yg pasti, kalo mau kesana, pake baju bahan kaos aj yg nyerep kringet, dg kelembaban seratus persen, gue sakses berat basah bermandi keringat, mending jg bermandikan cinta kan? #eaaaaaaaaaaa Borneo kali ini istimewa karena bberapa hal sih, 1. Tour guide gue Dr. Biruti galdikas, the living legend herself. setelah pertemuan pertama 2010 tanpa kata, 5 taon kemudian ktmu lagi dan ga cm ngobrol, tp kerja bareng! yg ga tau beliau, gugel deh 2. Menyaksikan interaksi antara manusia sm hewan emg membahagiakan. restore ur humanity, bikin ati adem. gue smpe ga bisa komen ngliat orang2 yg mendedikasikan ngurusin orangutan di Kalimantan. mengharukan. berkaca-kaca 3. Cinta Tanpa Koma. setelah mengarungi luasnya dan panjangnya sungai ples masuk utan, gue ga kebayang kerja Bu Biruti taon 70an, naik perahu kayu seharian (skrang pake speedboat bisa 2 jam, naik perahu agak gede 4 jam) utk menuju Lamandau dan Tp Puting ples ngediriin Camp Leakey. Kalao bukan Cinta ya ga mungkin! denger cerita stafnya aj bikin maknyes. ga ada ekspresi sedih, capek, bahagia2 aj mereka. Love at its purest form. 4. di Care Centre, gue liat bayi orangutan, remaja, sm yg dewasa, kaya manusia aj, bayi manusia ya ampuuun cue abiiiiiis! 5. SM Lamandau dan TN Tanjung Puting tu ga melulu liat pemandangna yg eksotis (TjPuting ternyata cakep bagnet deh sepanjang sungainya), tp ya cinta itu sendiri (ini gue kok drama banget, hahah)
  9. 4 likes
    Pagi semuanya. Saya sudah book tiket terbang tanggal 20 Nov pulang tanggal 4 Des. Tapi bakal sampai di Jepang tanggal 21 pagi. Tujuan buat thread disini bukan buat cari temen jalan2 dari awal sampai akhir, tapi buat nyari teman ketemuan selama dijepang nanti. Karena saya orangnya galauan, tadinya mau jalan bentar 7 harian ala momod @deffa trus ngiler main salju Shin Hotaka dari member2 disini sebut saja @Monfi @Ikamarizka @Vara Deliasani (Kaka, lanjutan FR dong) jadinya nambah 12 hari, lalu apa daya kombinasi tiket termurah adalah 14 hari yang selisih harga tiketnya cukup buat biaya hotel sama makan ngirit selama djepang . Setelah ditakut-takutin sama nyokap soal jalan sendiri, yg sebenernya saya pikir lebih baik jalan sendiri setelah sadarnya berubah2nya itienary yg saya planning bbrp bulan lalu. Lalu sadar 1 hal, masa 14 hari terasingkan tanpa nemu org indonesia sama sekali . Setelah menimbang2 dan baca FR2 bbrp member yg ketemuan di jepang biarpun sekedar makan bareng, akhirnya bikin thread ini untuk ngajak ketemuan dijepang (iya, saya ga yakin bisa ketemu jodoh jalan-jalan seperti @twindry dan @Sahat) Kebetulan rangka saya jalan2 kejepang ini untuk menikmati Autumn Foliage di jepang dan taman2 dijepang, yang semoga saja bisa sesuai planning . Jika ada yg mau jalan2 kejepang dan sedang nyari tiket/ tanggalnya samaan boleh coba toel saya, siapa tau kita bisa ketemuan untuk makan bareng dan day trip. Terlampir Rough Plan saya yg hotel sdh book bbrp, dan sudah menentukan bermalam dimana, jadi tinggal menyusun rincian detilnya, kecuali ada yg bikin saia galau lagi Feel free to mail at Vay_lyn@yahoo.com Itienary Japan.xlsx
  10. 4 likes
    Hallo Sobat Jalan2 Ingin pergi ke Curug yang alami dengan spot selfie yang kekinian tapi ngga pake rame??? Curug Cipamingkis solusinya. Curug ini dikelola oleh perhutani, keasriannya tetap terjada dengan baik dengan fasilitas yang sangat baik karena dilengkapi dengan Mshola, Ruang ganti baju/Toilet yang bersih, area camping dan juga warung2. Apa sih keistimewaan dari Curug ini? Mau taukan... hehehhehe.. Curug cipamingkis tidak hanya menawaran keeindahan air terjun yang alami dan kesegaran airnya yg sangat jernih tetapi juga ada spot2 kece untuk berphoto ria/berselfie ria seperti Rumah Pohon, jembatan cinta dan kapal kayu untuk berphoto ala titanic.... seru kan Penasaran dengan Curug Cipamingkis serta mencari suasana yang tenang untuk bernasrsi ria, maka kami beriga : saya, @Fu Cen dan cik Nani Handayani meluncur ke sana ditemani oleh Rudi driver yang merangkap phoografer dadakan kami hehehe..... Curug Cipamingkis berdekatan dengan curug Ciherang yang terkenal dengan rumah pohonnya jika dari Jakarta dengan memakai kendaraan pribadi roda empat bisa mengambil rute tol bogor keluar Cibubur kemudian ambil jurusan menuju jonggol, kemudian akan ada pilihan ke kanan menuju citeurep, ke kiri menuju ciherang, kita ambil yang menuju ciherang sampai jalan menuju puncak 2 yang akan menuju ke arah curug ciherang, sampai mentok kita akan ada pilihan lagi kanan menuju curug ciherang, kiri menuju cipamingkis dan cipanas, kita ambil kiri menuju cipamingkis. Kondisi jalanan menuju cipamingkis berlubang dan menanjak jadi siapkan kondisi kendaraan anda terlebih dahulu yaa (jangan lupa isi full juga BBMnya) Pemandangan menuju cipamingkis cukup indah , kami juga sempat berhenti di sungai di desa Kondang sebenernya tempat penambangan pasir etatpi viewnya cukup instagramable istilah kekiniannya. Setelah puas berphotria dan bermain air di sungai , kamipun melanjutkan perjalanan menuju curug cipamingkis, cuaca agak mendung saat ini, sempat was2 ntar turun hujan pada saat sampe di curug, sepanjang perjalanannya, mata kita disuguhi dengan hamparan sawah yang indah, lumayan untuk menyegarkan mata. Selanjutnya kita dihibur dengan kawasan hutan pinus yang alami sehingga jalanan yang lumayan jelek tidak terlalu dirasakan hahahahahaa dan sampailah kiat di curug cipamingkis HTM Curug Cipamingkis Rp 16.500/org, parkir roda ampat Rp 5000 Dari parkiran untuk menuju curug kita melewati Rumah pohon seperti yang terdapat di curug ciherang, walaupun tidak sebesar yang di curug Ciherang, ngga kalah kece loh. Mau buktinya? Ayo kita melanjutkan perjalanan lagi menuju curug dengan berjalan kaki, sudah ada jalur trekking berupa tangga sehingga akses untuk ke curug tergolong mudah, tapi bagi saya yang biasa travelling ke tempat2 cantik saja, lumayan menguras tenaga, tetapi teman perjalanan kali ini adalah Mom2 yang tangguh2 semua, spot selanjutnya ada gardu pandang ke arah sungai dan kapal kayu yang terdampar di sungai hahahahaa Finally kita menuju curugnya, perjalanan dengan berjalan kaki dari spot perahu sekitar 65M tetapi agak menanjak dan melelahkan, kelelahan segera terbayarkan dengan luas sesampai di Curug Cipamingkis. Debit air yang besar sehingga menimbulkan percikan air disekitarnya memberikan kesejukan tersendiri. Airnya sangat segar dan suasana yang masih alami memberikan ketenangan sehingga membuat kita lebih relax. Waktunya untuk bermain air.... Setelah puas menyegarkan badan dan jiwa, kamipun memutuskan melanjutkan perjalanan untuk kembali ke Jakarta, tetapi tidak melalui jalan waktu pergi melainkan menuju cipanas dengan tujuan Sate maranggi yang berlokasi dekat dengan Wisma Kompas. Sate maranggi ini agak berbeda dengan sate yang biasa karena bumbunya adalah bumbu oncom setelah perut kenyang, waktunya pulang..... Happy Travelling sobat..... dan jangan lupa untuk selalu menjaga kebersihan di tempat wisata.... see u next trip
  11. 4 likes
    Tentu kita sangat mengenal dengan negara yang populer dengan industri filmnya ini. India sangat dekat dengan kita sejak dulu melalui film dan sekarang pun masih dekat melalui serial dramanya yang menjamur di layar kaca. Melalui film atau drama ini juga, dunia bisa melihat berbagai hal tentang India, dari hal-hal positifnya seperti kekayaan budaya dan sejarah hingga ke hal-hal kurang baiknya seperti kriminalitas dan kemiskinannya. Meskipun bagi turis Indonesia, negara India belum begitu menarik perhatian, tetapi semenjak salah satu maskapai low budget membuka penerbangan ke India melalui KL, ketertarikan ini mulai bisa dirasakan. Ditambah lagi, maskapai tersebut beberapa kali membuka harga promo sehingga semakin menarik perhatian. Penerbangan ke India via KL yang cukup diminati ialah ke tujuan Kolkata dan Kochi, hal ini karena tarifnya yang lebih murah dibanding dengan memilih tujuan ke ibukota New Delhi. Hal ini tidak begitu menjadi masalah bagi pecinta wisata karena toh India memiliki transportasi kereta yang mengubungkan banyak kota, sehingga kemanapun tujuan kedatangannya, kita tetap bisa menjelajah ke banyak tempat termasuk yang wajib, Taj Mahal. Kolkata dan Kochi memang berada jauh dari New Delhi, jadi wajar jika tarifnya juga jauh lebih murah. Kolkata dengan Kochi sendiri juga berada saling berjauhan, Kolkata di bagian Timur yang berbatasan dengan Bangladesh, sedangkan Kochi berada di Ujung Selatan. Jadi, kamu bisa pilih saja sesuai keingian dan kenyamanan. Letak Kolkata, Kochi, dan New Delhi dalam peta India Nah, sebelum memilih, supaya kamu punya bayangan tentang kedua kota ini, berikut informasi seputar Kolkata dan Kochi termasuk objek-objek menarik yang bisa menjadi tujuan wisata di sana. KOLKATA Kolkata berada dibagian Timur daratan India, sekitar 1.460 km jauhnya dari New Delhi. Jika naik mobil, kamu harus menyiapkan waktu sehari semalam bahkan lebih, begitupun dengan kereta, meskipun jadwalnya menyebutkan perjalanan sekitar 18-19 jam, tetapi pada kenyataannya juga akan memakan waktu sekitar 20 sampai 24 jam. Ya, kereta dari Kolkata ke Delhi tersedia beberapa kali dalam sehari. Untuk jarak jauh seperti ini, ada baiknya kamu memesan tiket beberapa hari sebelumnya agar menjamin kepastian. Karena jika kehabisan di loket, pilihan yang bisa kamu ambil ialah membelinya di calo, tapi harganya tentu akan lebih mahal. Pemesanan online tiket kereta India bisa kamu akses di https://irctc.co.in, untuk urusan perkretaaapian seperti ini, India terbilang memiliki sistem yang cukup baik. 1.Kota Bercita Rasa Kolonial Kolkata yang sebelum tahun 2001 bernama Calcutta atau Kalkuta ini merupakan ibukota dari Benggala Barat. Kota ini didirikan kolonial Inggris pada tahun 1690 dan bahkan sempat menjadi ibukota India di tahun 1833 sampai 1912. Tak heran kota terbesar ke tiga di India ini memiliki banyak bangunan yang berarsitektur khas kolonial Inggris termasuk transportasi tram yang juga peninggalan masa Inggris. Bangunan-bangunan tua ini memang banyak yang belum terperhatikan, tetapi banyak juga yang masih difungsikan untuk perkantoran dan objek wisata. New Market di Kolkata via wikipedia.com Berkeliling kota dan melihat langsung deretan bangunan kuno sudah bisa menjadi daya tarik sendiri bagi kota ini. Di kawasan New Market, Lindsey Street misalnya, kamu bisa mengabadikannya dalam jepretan foto karena bangunan bergaya kolonial nampak mencolok dengan warna merah batanya. Ada juga Dalhousie Square atau BBD Bagh yang juga menjadi kawasan alun-alun yang cocok untuk menyaksikan banyak bangunan tua bercita rasa kolonial yang masih terjaga dan terawat. Tram Kolkata via wikipedia.com Seperti yang sudah disinggung diatas, Tram menjadi moda transportasi yang menarik di Kolkata. Meskipun Kolkata memiliki Metro atau kereta bawah tanahnya yang menunjukkan kemajuan kota, tetapi Tram kuno ini tetap dipertahankan dan menjadi ciri khas. Tram Kolkata ini sudah mulai dibuat tahun 1873 dan menjadi tram listrik tertua di Asia. Dengan bentuknya yang klasik, Kolkata Tram menarik perhatian turis untuk mencobanya sehingga sudah menjadi atraksi wisata tersendiri selain juga tetap digunakan oleh warganya karena jalur yang dilalui cukup banyak di penjuru kota. Tetapi sekarang juga sudah mulai dioperasikan armada baru tram yang bentuknya lebih modern dengan tetap mempertahankan tram lamanya. 2. Kolkata, Rumah Terakhir Bunda Teresa Tentu kalian tahu dengan sosok religius nan berhati mulia ini. Bunda Teresa memang berpengaruh besar bagi dunia terutama India melalui kegiatan Misionaris Cinta Kasihnya. Kegiatan kemanusiaannya juga berhasil membuatnya meraih Nobel Perdamaian pada tahun 1979. The Mother House via hellotalalay.blogspot.co.id Bunda Teresa datang ke India tahun 1929 dan menjadi warga negara India. Singkat cerita, beliau melakukan pelayanan di sekolah Biara Loereto di sebelah Timur Kolkata. Dari sanalah ia mulai peduli dengan isu-isu kemanusiaan terutama kemiskinan dan menjadikannya berbuat banyak untuk menolong mereka yang sakit, miskin, dan lemah. Kebaikan dan pengaruhnya ini bahkan membuatnya dijuluki sebagai ‘Ibu bagi orang-orang melarat’. Kolkata dan Bunda Teresa memang tidak bisa dipisahkan. Meskipun ia tidak dilahirkan di Kolkata atau India, tetapi ia tumbuh dan disemayamkan di sana. Ya, Bunda Teresa banyak menghabiskan kehidupannya di Kolkata termasuk disemayamkan di sana. Rumah tempat Bunda Teresa tinggal dikenal dengan nama Mother Teresa’s House atau The Mother House. Hingga sekarang bangunan cukup besar bertingkat ini masih difungsikan sebagai rumah bagi para suster yang tergabung dalam Misionaris Cinta Kasih. Dan di bangunan itu jugalah makam persemayaman Bunda Teresa berada. Makam Bunda Teresa via outlookindia.com The Mother House sendiri berada di pusat kota tepatnya di 54a, A.J.C Bose Road, sehingga sangat mudah dijangkau. Dengan mengunjungi The Mother House, kita bisa mendapat banyak informasi seputar perjalanan hidup Bunda Teresa melalui deratan foto dan termasuk kamar serta barang-barang peninggalannya. Makam sang Bunda pun ditempatkan dengan sangat khusus di sebuah ruang luas seperti aula dan selalu dihiasi bunga-bunga segar diatasnya. 3. Victoria Memorial, Museum untuk Ratu Victoria Via stoneart.asia Ini adalah bangunan marmer putih super megah yang berarsitektur khas kolonial Inggris. Dibangun tahun 1906 sampai 1921, Victoria Memorial menjadi bangunan untuk mengenang Ratu dari Inggris, Queen Victoria yang wafat di tahun 1901. Bangunannya yang super megah bagai Taj Mahal, membuat Victoria Memorial menjadi objek wajib yang dikunjungi ketika berada di Kolkata. Berada di lahan seluas 259 ribu meter persegi, Victorial Memorial sudah menarik perhatian karena dikelilingi taman yang tertata rapih sehingga mendukung kemegahan bangunan utamanya . Di bagian pelataran, terdaoat patung-patung serta ukiran yang menceritakan Ratu Victoria. Untuk memasuki bagian dalam yang merupakan museum ini, pengunjung dikenakan tarif sekitar 150 Rupee atau sekitar 30 ribuan rupiah. Bagian dalam museum menempatkan ragam koleksi seperti lukisan kehidupan sang ratu, alat perang, busana, patung, dan banyak lainnya. Karena banyak ruang dan banyak hal yang bisa dinikmati baik dari luar sampai ke dalam museum, maka mengunjungi Victoria Memorial cukup memakan banyak waktu. 4. Kota dengan Museum Tertua se-India Via theholidayindia.com Indian Museum yang berada di Jalan Jawaharlal Nehru, pusat Kota Kolkata ini merupakan museum tertua sekaligus yang terluas di India. Bangunannya yang juga masih bergaya kolonial ini didirikan sejak tahun 1814. Terdiri atas enam bagian, museum ini mencakup banyak hal dari mulai seni, arkeologi, geologi, hewan, antropologi, hingga ekonomi botani. Tercatat hingga tahun 2004, Museum India memiliki koleksi hingga lebih dari 102 ribu benda termasuk yang cukup menarik perhatian ialah mumi mesir yang berusia sekitar 4.000 tahun. 5. Jembatan Howrah, Padatnya India Tergambar disini Howrah Bridge saat malam via factsninfo.com Kita sudah sangat tahu bahwa India sangat padat penduduk. Jalanan kotanya ibarat pasar tradisional yang selalu ramai dari kendaraan hingga pejalan kaki. Tapi ternyata kepadatan itu tidak hanya ditemui di jalanan saja, di Kolkata bahkan jembatan besar pun ramai dan padat. Tidak hanya diisi kendaraan, jembatan juga penuh dengan lalu lalang pejalan kaki hingga mereka yang tidak memiliki rumah pun tidur disana. Ya, pemandangan yang terbilang miris karena bahkan homeless pun tidur diatas jembatan utama yang ramai. Keramaian di atas jembatan via searchforanidentity.com Tak cukup disitu, masalah kebiasaan orang India yang suka meludah sembarangan juga ternyata juga menjadi masalah cukup serius bagi jembatan ini. Bekas ludahan dari kunyahan sirih, pinang, dan kapur menjadi penyebab korosi atau berkaratnya konstruksi dasar jembatan yang membuatnya diambang keambrukan. Karenanya, para insinyur setempat terus berupaya mencegah tragedi yang tak diinginkan itu dengan menambahkan serat kaca atau fiber glass pada dasar dan setiap tiang jembatan. Terlepas dari semua hal yang nampak negatif itu, Howrah tetap menjadi salah satu ikon bagi Kolkata. Jembatan yang terbuat dari 26.500 ton baja ini memiliki 78 gantungan penyangga. Dibangun tahun 1935, menariknya lagi jembatan sepanjang 705 meter ini tidak memiliki sekrup satu pun. KOCHI Kochi merupakan ibukota dari negara bagian Kerala yang secara geografis berada di India Selatan dan menghadap langsung ke Laut Arabian. Karenanya pula, Kochi menjadi kota pelabuhan yang penting bahkan memiliki julukan ‘Queen of the Arabian Sea’. Kochi dan Kerala pada umumnya termasuk daerah yang cukup maju, lebih bersih, dan tertata dibanding gambaran India pada umumnya. Bahkan melek huruf disini pun menjadi yang tertinggi. Kochi sendiri berada sangat jauh dari ibukota negara, New Delhi. Kochi berjarak sekitar 2.680 km sisi Selatan Delhi, yang artinya jika dilalui dengan menggunakan mobil akan memakan waktu hingga 2 hari perjalanan. 6. Kota Pelabuhan yang Pernah Ditukar dengan Pulau Bangka Area Metropolitan Kota Kochi. Photo by Pramodusnair & BEEGEEVEE via skyscrapercity.com Kota Kochi atau juga disebut Cochin ternyata memiliki keterkaitan sejarah dengan Indonesia. Dahulu, para pelaut dari Kerajaan Kalingga di Jawa dan Kerajaan Sriwijaya kerap melakukan pelayaran dan singgah di Kochi. Bahkan beberapa sumber menyatakan bahwa sejak abad ke 10, beberapa pelaut nusantara dipercaya menjadi pemimpin pembuatan kapal layar di Kochi, dan hingga kini pun Kochi juga masih menjadi galangan pembuatan kapal terbesar di India. Terkait dengan hubungan itu, Kochi juga ternyata pernah ditukarkan dengan Pulau Bangka. Ya, Pulau Bangka di Provinsi Bangka Belitung. Dahulu, Bangka masih dalam wilayah kekuasaan Inggris, dan Kochi dibawah jajahan Belanda. Melalui perjanjian di tahun 1841, kedua negara ini sepakat bertukar wilayah jajahan, Kochi menjadi milik Inggris dan Pulau Bangka menjadi milik Belanda. 7. Kota Tempat Wafatnya Vasco da Gama Siapa tak kenal sosok dunia satu ini. Dalam buku sejarah yang kita pelajari sejak sekolah menengah, nama Vasco da Gama kerap muncul sebagai penjelajah asal Portugal yang berhasil menemukan jalur pelayaran ke Indonesia. Vasco da Gama juga memiliki keeratan dengan Kota Kochi. Da Gama sendiri dalam hidupnya sebanyak 3 kali mengunjungi India dalam persinggahan pelayarannya, tetapi dalam pelayarannya ke 3 itu pula, ia menghembuskan nafas terakhirnya di India tepatnya di kochi. Gereja St. Francis via makemytrip.com Ia meninggal pada 24 Desember 1524 akibat sakit yang dideritanya. Ia sendiri bahkan kabarnya sempat dimakamkam di Kochi tepatnya di Gereja St. Francis, namun menurut sejarah juga jasadnya kemudian dipindahkan ke Biara Hieronimit, Kota Lisbon, Portugal pada tahun 1539. Gereja St. Francis berada di region Fort Kochi tepatnya di River Road. Gereja ini nampak sederhana dengan dinding berwarna krem dan sebuah monumen batu di bagian depannya. Tidak ada sesuatu yang terlalu spesial memang dari arsitektur gereja ini selain kisah sejarahnya yang menarik tersebut. 8. Berperahu Tradisional di Kerala Backwater Houseboat di Kerala Backwater via viator.com Bersantai dengan menyewa perahu tradisional atau sejenis houseboat di sebuah laguna / danau adalah salah satu atraksi wisata yang bisa dinikmati selama berada di Kochi. Dikelilingi oleh pemandangan alam yang masih sangat alami, kawasan air payau yang dikenal dengan sebutan Backwater ini terdapat banyak di wilayah Kerala yang membuatnya seperti sebuah jaringan air bak labirin. Potensi inilah yang cukup menarik untuk kegiatan wisata. Biasanya wisatawan melakukan wisata perahu ini pada sore hari agar bisa sekalian melihat matahari terbenam. Suasana tenang yang hadir adalah suatu hal yang dirasakan paling berkesan oleh kebanyakan wisatawan selepas mencoba kegiatan ini. Untuk dapat menikmati pengalaman Kerala Backwater ini, kalian harus merogoh kocek mulai dari sekitar USD 70 untuk perahu kecil hingga sekitar USD 135 untuk jenis Houseboat. Tarif ini tidak begitu mahal karena setidaknya kalian bisa diajak menyusuri Kerala backwater hingga selama 5-7 jam. 9. Nuansa Kuno di Fort Kochi Salah satu sudut di Fort Kochi via hellotravel.com Wilayah bernama Fort Kochi atau dulu dikenal dengan Old Kochi adalah lokasi paling cocok jika kamu mau merasakan nuansa kolonial di Kochi. Banyak peninggalan bangunan berarsitektur Inggris, Belanda, dan Portugis disana termasuk gereja St. Francis yang sudah dibahas diatas. Fort Kochi memang memiliki sejarah yang panjang bahkan sebelum kolonial. Perkembangannya semakin kental dengan nuansa Inggris di periode tahun 1790an. Bangunan-bangunan kolonial yang masih tersisa menjadikan Fort Kochi memiliki nilai jual tersendiri. Bangunan-bangunan tua itu juga banyak yang masih difungsikan. Beberapa lokasi yang bisa menjadi rujukan wisata seperti Indo Portuguese Museum, Fort Kochi Beach Museum, dan Maritim Museum. Sempatkan juga bersantai di Pantai Fort Kochi yang memanjang di bagian barat termasuk melihat budaya jaring ikan khas China yang masih dilestarikan di sana.
  12. 4 likes
    Singapura memang negara yang sangat kecil. Luas wilayah dari negara Singapura sangat jauh berbeda kalau dibandingkan dengan Indonesia. Bahkan kalau dibandingkan wilayah provinsi Jawa Timur sekalipun, Singapura jauh lebih kecil. Meskipun begitu, pada kenyataannya, Singapura menjadi salah satu tempat wisata favorit, termasuk oleh masyarakat Indonesia yang kerap mengunjungi Singapura sebagai tempat untuk berbelanja. Nah, sebagai negara multikultural, Singapura menjadi tempat wisata dengan berbagai budaya dunia. Termasuk dalam hal makanan. Di negara yang satu ini, memperoleh makanan, termasuk itu makanan halal, tak begitu sulit. Terlebih Singapura sendiri bisa dijelajahi secara keseluruhan dalam waktu yang tak terlalu lama. Jadi, menemukan makanan halal selama di Singapura bukanlah hal yang sulit. Kalaupun kamu bingung dengan dengan restoran-restoran halal yang ada di Singapura, tenang saja. Biasanya, restoran-restoran tersebut akan memberi tahu kalau makanan yang mereka sajikan adalah menu makanan halal. Terlebih kalau kamu datang ke tempat mereka dengan menggunakan jilbab yang jelas menunjukkan kalau kamu adalah seorang muslim. Selain itu, kalaupun mereka tak memberi tahu, tak ada salahnya untuk inisiatif tanya terlebih dulu. Jangan sampai kasus seperti Kesang Pengarep terjadi pada kamu. Ayam Penyet Ria Ayam Penyet Ria menjadi salah satu restoran halal yang populer di Singapura. Untuk menikmati sajian menu halal di sini, kamu pun bisa memilih empat lokasi yang ada, yakni di: · Lucky Plaza #01-45/#04-25 Singapore 238863 · Far East Plaza #05-22 Singapore 228213 · Jurong Point #B1-06 Singapore 648886 · Bedok Mall #01-71/72 Singapore 467360 21 on Rajah Beberapa menu makanan di On Rajah 21 (kredit: On Rajah 21) Restoran 21 On Rajah menyediakan menu berupa buffet ataupun ala carte. Jadi, kalau ingin bikin pesta di Singapura dan ingin menyediakan menu buffet halal, di sini bisa dijadikan rujukan. Terlebih restoran dengan menu buffet halal cukup jarang di Singapura. Alamat dari restoran ini adalah di 1 Jalan Rajah Singapura 329133. Badoque Cafe Badoque Cafe (kredit: Badoque) Restoran yang satu ini sebenarnya tidak mempunyai sertifikat halal. Meski begitu, mereka mempunyai dapur halal serta menggunakan bahan-bahan yang diambil dari suplier bahan-bahan halal. Alamat dari restoran ini adalah di 298 Bedok Rd, Simpang Bedok, Singapore 469454. Yellow Submarine Yellow Submarine (kredit: Yellow Submarine) Sandwich di Yellow Submarine menjadi makanan halal yang populer di Singapura. Meski sayangnya, kalau dibandingkan dengan menu makanan di McDonald, harga di sini memang terbilang lebih mahal. Mereka mempunyai dua outlet yang masing-masing berada di alamat: · 200 Victoria Street #B1-K24 Bugis Junction Singapura 188021 · Blk 177 Toa Payoh Central, #01-110 Singapore 310177 I Am... Cafe I Am Cafe (kredit: occasionaltraveler) Tempat makan yang beralamat di 674 North Bridge Road #01-01 Singapore 188804 selalu nampak ramai pengunjungnya. Banyak yang suka dengan sajian makanan di tempat ini, meskipun restoran I Am... Cafe ini tak secara resmi mempunyai sertifikasi halal. Namun mereka menggunakan bahan-bahan dari suplier halal. 1market by Chef Wan kredit: asia-city Berada di alamat Plaza Singapura #04-45/46/47/48/49 68 Orchard Road Singapore 238839, 1market menjadi tempat untuk bisa merasakan menu halal dengan variasi yang beragam. Di Singapura sendiri, nama Chef Wan cukup terkenal, dan beberapa menu yang ada di 1market diciptakan oleh Chef Wan. Carousel Restoran Carousel (kredit: danielfooddiary) Restoran yang satu ini menyediakan menu makan ala buffet dengan opsi pilihan yang beragam. Dari shashimi, nasi lemak ataupun pangsit. Untuk alamatnya sendiri, Carousel terletak di Royal Plaza on Scotts, 25 Scotts Road Singapore 228220. Fika Swedish Cafe & Bistro Kalau bosan dengan menu makanan Asia, kamu bisa juga mencoba menu makanan Swedia yang ada di Fika Swedish Cafe & Bistro. Salah satu menu wajib yang harus dicoba di sini adalah meatball-nya. Untuk mencoba makanan mereka, bisa ke dua tempat, yakni di alamat: 257 Beach Road/Arab Street Singapore 520728 #01-20 Millennia Walk Singapore 039596 Le Steak by Chef Amri Le Steak Restaurant ( kredit: danielfooddiary ) Kalau ingin mencoba menu steak yang halal, bisa datang ke Le Steak by Chef Amri yang ada di alamat 248 Jalan Kayu Singapura 7999472. Hajah Maimunah Restaurant Restoran Hajah Maimunah (kredit: fifo) Restoran yang satu ini juga menjadi salah satu tempat makan halal yang cukup populer di Singapura. Mereka bahkan mempunyai empat outlet yang masing-masing tersebar di: · 11 & 15 Jalan Pisang Singapore 199078 · 20 Joo Chiat Road #01-02 Singapore 427357 · 6 Jalan Pinang Singapore 199138 · 3017 Bedok North Street 5 #04-08 Gourmet East Kitchen Singapore 486121 Tang Tea House Hong Kong Cafe Tempat makan halal di Singapura yang satu ini menyajikan menu dim sum. Di sini, kamu pun bisa menikmati berbagai varian dim sum yang tentunya halal, seperti siew mai ataupun Golde Sand Pau yang menjadi menu hits di restoran ini. Alamatnya, berada di 357 Bedok Road Singapura 469545. Selera Nasi Lemak Menu nasi lemak di restoran Selera Nasi Lemak banyak disukai oleh masyarakat Singapura. Beralamat di 2 Adam Road 289876, restoran ini pun dapat dengan mudah dijumpai. Hal ini karena mereka bisa dilihat berkat antreannya yang selalu panjang. Yureka Teppanyaki Restaurant Restoran ini adalah satu-satunya dan restoran teppanyaki Jepang pertama yang memperoleh sertifikasi halal di Singapura. Jadi, sangat sayang kalau kesempatan untuk menikmati menu teppanyaki halal kamu lewatkan. Lokasi dari restoran ini bisa dijumpai di alamat 10 Jalan Masjid Singapura 418930.
  13. 4 likes
    setelah dari candi sukuh, kami lanjut mencari vihara lawu, wihara yang letaknya di gunung lawu, dan wihara ini di kenal dengan nama wihara lawu awal ke salatiga dengan teman teman untuk menghadiri pelantikan Bapak Sudhamek AWS untuk mendapatkan gelar Doktor HC dari universitas kristen satya wacana salatiga, saya sudah memberi satu syarat, harus berkunjung ke wihara ini, karena sebelumnya teman saya sudah promosi selangit untuk wihara ini. tetapi saat semua tiket baik pesawat maupun hotel sudah dipesan, tiba tiba dia bilang belum ketemu posisi wihara ini, dengan setengah memaksa, sy minta tolong supaya dicari sampai dapat, hahahahhaha, setibanya kami di solo, kami masih cari cari dimana posisi vihara tersebut, sampai candi sukuh pun kami masih mencari cari informasi vihara tersebut, memang sulit sekali mencari posisi vihara ini, karena signal hp/internet disepanjang jalan pun naik turun, sehingga kesulitan browsing. Memang tekad yang bulat selalu susah di kalahkan, apalagi untuk kebaikan, tiba tiba supir bilang, dia pernah melihat sepertinya vihara itu, yg bentuknya seperti rumah warna putih, secerca harapan pun menghampiri, tapi tiba tiba teman saya yang mempromosikan sebelumnya bilang disana ada 2 wihara, satu lagi wihara jepang NSI, wah, berabe, hahahahha. Akhirnya dengan tekad bulat dan nekad, kami minta supir menuju ke lokasi yang dia tahu, sepanjang perjalanan sangat indah, jarangnya halangan baik gedung maupun apa saja, membuat pemandangan sawah dan kebon yang luar biasa indah enak di pandang mata. setelah melewati banyak persimpangan tempat wisata, seperti tawamangu, grojogan sewu dan lain lain, sungguh mengoda suatu saat bisa bermalam disini beberapa hari, minggu atau bahkan bulan, sunggu indah dan udara yang sangat menyenangkan, akhirnya kami sampai di satu pertigaan ekstrim, dikatakan ekstrim karena bentuk pertigaan seperti Y diantara belokan belokan gunung. pertama kali kami belok ke tikungan sana, kami keluar lagi ketempat semula, ternyata saat kami belok ke jalan tersebut, kami harus langsung belok kiri ke 1 jalan yang hanya muat 1 mobil, sampai ujung baru belok kanan lagi , lagi lagi hanya muat 1 mobil. sampailah kami di vihara lawu tersebut, suasana yang tenang dan sejuk membuat kami nyaman sekali, walau sempat binggung mau kesana, akhirnya kami berdoa di vihara tersebut. Ternyata vihara tersebut ada penjaganya, penjaganya menunjukan kami ke bagian bawah yang katanya ada altar Eyang Lawu, turunlah kami berdoa di eyang lawu, dengan dikelilingi oleh udara yang sejuk dan pemandangan gunung, kebun, sawah yang sangat indah setelah dari vihara lawu, kami masih sempat berkunjung ke padepokan tri murti, salah satu tempat disamping vihara lawu yang menurut penjaga vihara , padepokan tersebut merupakan tempat kejawen. bisa juga dibaca di : https://hartono238.wordpress.com/2016/02/02/karang-anyar-wihara-lawu-wihara-diperbatasan-jawatengah-dan-jawa-timur
  14. 3 likes
    Hehe sedikit mau sharing tentang perjalanan ke jepang pas awal januari. uda gatel sih mau cerita, cuma berhubung lagi persiapan magang yang super hectic ... jadi ga sempet2 cerita :') *so sorry gaes padahal uda dibantuin banyak banget disini :')) Jadi singkat cerita, hp aku sempet ketinggalan di jepang gaes pagi2 aku otw dari apartment di sapporo ke soen station, karena super dingin menggigil, salju so tebel jadi naik taxi. ya uda santai aja aku hapean. eh ternyata jatuh di taxi dan baru inget pas mau naik train :') aku sempet blank .--. tapi tetep calm karena 'pasrah' kalau sampe bener2 hilang. karena jadwal padet banget, ngejar flight ke tokyo, jadi aku langsung lanjutin perjalanan dari soen station ke sapporo station, trus cus langsung ke new chitose airport. abis check in bagasi, aku kepikiran buat nyoba report hal ini ke polisi, ya siapa tau gitu bisa ditolongin. Beneran deh, orang jepang emang helpful walaupun ada kendala dalam bahasa. Jadi aku laporan sambil pakai google translate buat komunikasi. Setelah isi form plus cerita kronologinya, ga lama polisinya langsung coba telp ke soen station dan tanya apa ada hp yang dititipkan. ketemu gaes :') ketemu .... bahagia maksimal hahahaha pihak taxi company mau anterin ke bandara, tapi karena flight aku tinggal 20 menit dan besoknya aku flight ke hongkong, jadi polisi offer aku untuk kirimin hp aku sampe indonesia. aku sempet kaget. wow, this people are so kind and helpful. kurang apa coba aku yang ilangin mereka yang bantuin sampe segitunya :") Setelah kasik data lengkap dan alamat, I said goodbye and thankyou to them. setelah 3 mgg menunggu .. beneran nyampe loh hapenya. hilangnya tgl 16, tgl 17 langsung dikirim. dibungkus bubble wrap rapih. hp dimatiin. hehe jadi kesimpulannya. Jepang itu super aman. ga mungkin barang kalian itu dicolong orang. dan walaupun mereka ga bisa bahasa inggris, believe me they are friendly and very kind. and most importantly, they are willing to help people in need! So, dont be afraid to explore Japan for my story in english http://bit.ly/ithasgoneastray
  15. 3 likes
    SINGAPORE – MALAYSIA – VIETNAM – CAMBODIA – THAILANDBandung – Singapore – Johor Bahru – Melaka – Kuala Lumpur – Putrajaya – Ho Chi Minh City – Mui Ne – Ho Chi Minh City – Phnom Penh – Siem Riep – Bangkok – Pattaya – Bangkok – Phuket – Hatyai – Penang – Kuala Lumpur – Jakarta – BandungHemm Yeahhh !!!Finaly perjalanan 30 hari ini kelar juga beberapa hari yang lalu, tepatnya dari tanggal 9 Februari sampe 10 Maret 2017, dalam rangka 1 tahun pernikahan tepatnya tanggal 13 Februari kemarin kita rencanain untuk backpackeran keliling 5 Negara di Asia Tenggara dan rencana perjalanan ini hampir dikatakan dadakan karena saya bikin itinerary nya ini hanya dalam waktu 1 bulan sebelum kepergian, gara-gara dapet tiket pesawat Kuala Lumpur - Ho Chi Minh City dengan harga Rp. 219.534/org dan kebetulan bertepatan dengan keluar kerjanya istri sya, setelah sekian lama doi terperangkap dengan pekerjaannya yang membuat kita gak bisa pergi kemana-mana dalam waktu yang lama Berhubung rencana awal budget kita ini sebenarnya buat dipake keliling Indonesia selama 1-2 tahunan kedepan, jadi trip ini saya usahakan untuk iriiittt seirit-iritnyaaaaa, tapi meskipun begitu ternyata ada beberapa hal tak terduga yang gak bisa dihindari seperti sewa motor di Mui Ne Vietnam yang mogok yang harus bayar orang yang nolongin kita dorong ke bengkel (lahh katanya nolongin kok bayar? iya emang pertamanya nolongin pada akhirnya dia minta bayaran, belum bayar bengkel dan bensin motor yang seharga sewa motornya!!! (Gila!!! boros bangettttt) dan lagi kena tilang pas di Pattaya ada razia gede yang harus bayar seharga sewa motor (masih untung jg sih karna harusnya 2x lipat dari itu hahaha) dan juga mahalnya harga rokok di Thailand dan hostel di Phuket & Penang yang cukup mahalll padahal udah 3-4jaman berjalan kaki hanya untuk ngebandingin harga, ya itulah resikonya kalo nyari hostel secara go show "Penuhhh perjuangan!!!" dan masih banyak kejadian tak terduga lainnya....Oke gak usah banyak basa-basi lagi dehhh, sekarang saya akan share rincian budget selama perjalanan 30 hari ini, karena perjalanan ini hanya kita berdua jadi budgetnya bakalan saya kali dua.(Transportasi – Tiket Masuk Destinasi – Hostel) 1 SGD = 9.480 IDR 1 RM = 3.035 IDR 1 USD = 13.335 IDR 1 VND = 0,58 IDR 1 THB = 380 IDR Tiket Pesawat PP : Bandung – Singapore = 800.000 IDR Kuala Lumpur – Ho Chi Minh = 439.068 IDR Kuala Lumpur – Jakarta = 437.690 IDR TOTAL = Rp. 1.676.758 (2 Person) = Rp. 838.379 / Person TOTAL SGD 82.85 = Rp. 785.418 RM 584.79 = Rp. 1.774.837,65 VND 1.443.973 = Rp. 837.504,34 USD 94,4 = Rp. 1.258.824 THB 10.293 = Rp. 3.911.340 IDR 477.390 = Rp. 477.390 TOTAL = Rp. 9.045.313,99 (2 Person) = Rp. 4.522.657 / Person Yupp jadi total pengeluaran kita selama 30 hari adalah Rp. 4.522.657/Person, kalo ditambah tiket pesawat sih emang 5jt lebih, tapi yang namanya tiket pesawat itu sangat flukluatif bangett harganya gak nentu, maka dari itu untuk budget tiket pesawat gimana pinter-pinter kalian aja dahh nyarinya… soal tiket pesawat kita masih terbilang mahal apalagi yang dari Bandung – Singapore dan Kuala Lumpur - Jakarta, itu menurut saya masih MAHALLL BANGEETTTT!!! Soal kita belinya 1 bulan sebelum berangkat, apalagi yang Bandung – Singapore itu belinya 1 minggu sebelum pergi, haha dan itu harga yang sangat-sangat murah dikala itu, soal hampir setiap hari saya pantau selama 2-3 bulanan tiket pesawat dari Bandung ke Singapore rata-rata harganya tinggi 550 – 900rban, itu aja 400rb dapet dari Broadcast BBM promo agen travel gitulah… karna mepet, takut kecopet yang bisa bikin gagal ngetrip! gak pake lama langsung aja kita order, soal juga baru liat lagi Tiket pesawat tujuan Bandung – Singapore seharga 400rban setelah 2-3blnan mantau harga tiket pesawat. Dan terakhir perjalanan ini tanpa tiket pesawat untuk pulang! hah" maksudnya? iya jadi gini, berhubung waktu itu tiket pesawat KL - Bandung ato KL - Jakarta untuk tanggal 10 maret sangat mahal terpaksalah kita pergi meskipun belom punya tiket untuk pulang, yang pada akhirnya kita dapetin tiket promo waktu di Phuket tepatnya satu minggu sebelum kepulangan, dengan harga Penang-KL 123rb/org dan KL-Jakarta 218rb/org, hahahahaha beruntungnya kita setelah 3 mingguan nunggu dan mantengin harga tiket pesawat akhirnya dapet juga harga tiket yang cukup murah LAH. Semoga bermanfaat! *Salam backpack! field report nya ntar nyusul yaa
  16. 3 likes
    Hola Deffa Here!!! Akhirnya menulis lagi setelah lama vakum, maklum lah pengantin baru aaayyyyeeeyyy Kali ini mau membuat review tentang sebuah penginapan berupa Villa yang saya dan istri gunakan ketika menjalani Honeymoon November 2016 kemarin di Bali, tepatnya di Ubud. Namun sebelum nya ada yang unik dari pemilihan villa yang bernama Villa Tegal Tis ini, karena di kasih GRATIS loh, beneran gratis sebagai hadiah pernikahan dari salah satu member forum ini juga yaitu mba @Vara Deliasani kira-kira begini lah percakapan kami sebelumnya: Singkat cerita mba Vara langsung memberikan saya kode booking dari Agoda berupa 1 malam menginap di Villa Tegal Tis di Ubud. Saya dan calon istri senang banget dapat kabar ini dan langsung cek ke website Agoda penampakan Villa nya dan ternyata keren banget. Villa Tegal Tis Ubud ALAMAT Alamat: Br. Tibe Kauh, Melinggih Kelod, Payangan,Ubud-Gianyar, 80571, Bali Phone: +62 82 236204086 / +62 81 220175795 E-mail: info@tegaltisubud.com Reservation: reservation@tegaltisubud.com Sebenarnya tidak lah sulit menuju ke Villa Tegal Tis di Ubud ini, namun saya sarankan lebih baik menyewa mobil atau motor sendiri (kalau bisa nyetir) tapi saya rasa semua driver atau taksi di Bali tahu kok lokasinya. Namun yang unik adalah karena berada masih di Jalan Raya Ubud-Gianyar dan harus masuk ke area Desa Adat jadi mungkin agak sedikit membingungkan arahnya. Inti nya lokasi nya tidak di pinggir Jalan Raya. Tapi, Google Map sangat membantu dan akurat. HARGA Sebenarnya saya tidak tahu berapa harga tepatnya karena saya di berikan menginap semalam secara Gratis hehehe. Di Agoda tertulis untuk semalam di One Bedroom Pool Villa seharga Rp. 462.810 (weekdays), sudah termasuk Sarapan Pagi untuk berdua. Iini worth banget deh, walaupun tulisan nya Pool Villa namun pool nya tidak private ya melainkan Shared Pool, tapi cukup bagus kok. FASILITAS Fasilitas yang di dapatkan untuk kamar One Bedroom Pool Villa: Paviliun Villa 30m2 Queen Size Bed Meja dan Kursi Air conditioner TV LCD TV Kabel Lemari Private Bathroom with Bath Tub Handuk + Bath Robe Free Wifi Complimentary Mineral Water Hair Dryer Sarapan REVIEW Pertama tiba resepsionis sangat friendly, dengan langsung memberikan welcome drink dan mengurus semua keperluan Check In dengan cepat, sebelum nya saya sudah email-emailan kalau akan tiba agak sore, dan mereka sudah ready. Saya dan istri sangat suka dengan konsep Private Villa nya, walaupun lokasi nya yang sebenarnya agak unik dan sedikit membingungkan, apalagi di tambah jalan masuk ke parkiran nya yang sempit banget, bagi kalian yang membawa mobil sendiri, hati-hati ketika masuk ke area parkiran nya, bisa-bisa jeblos ke sawah hehehe. Shared Pool nya juga asik banget, walaupun tidak begitu besar, namun di buat dengan nuansa Infinity Pool, yang langsung terlihat indah nya kehijauan dari pemandangan kebun di sebelah Villa ini. Kemudian, satu hal yang unik adalah Breakfast in Bed yang sebenarnya jarang saya lakukan, namun karena sedang Honeymoon, pihak villa pun menyediakan menu nya yang berupa Nasi Goreng dan Aneka Roti. FYI, mereka juga menyediakan Free Shuttle PP dari Ubud – Villa loh, jadi kalian yang gak bawa kendaraan bisa datang dengan nyaman. Jadi jika kalian memang ingin mencari suasana yang tenang dan nyaman selama liburan Bulan Madu (Honeymoon Days), Villa Tegal Tis ini cocok banget loh, recommended by me and my wife. Dan tentunya tak lupa Special Thanks to mba @Vara Deliasaniatas Wedding Gift nya yang super ini.
  17. 3 likes
    Istanbul dengan anak Selat Bosporus-nya via jumeirah.com Istanbul adalah gerbang utama masuknya turis ke Turki. Kota terbesar di Turki ini juga menjadi magnet wisata utama salah satunya karena keunikan yang dimilikinya yaitu berada di dua benua. Kedua bagian darat ini terpisahkan oleh Selat Bosporus dan keduanya juga diubungkan dengan dua jembatan. Hal yang langka inilah yang membuat wisatawan tertarik datang untuk merasakan sensasi melintasi antar benua tetap masih dalam satu negara bahkan kota. Terlepas dari itu semua, Turki terkhusus Istanbul memang menarik karena memiliki sejarah peradaban yang kaya. Siapa yang tak tahu dengan sejarah Konstantinopel? nama terdahulu dari Istanbul. Sejarahnya yang begitu terkenal dan berpengaruh menjadikan kota ini tidak hanya sebuah daratan untuk dihuni, tetapi juga menjadi bukti peradaban dan kekuasaan yang berputar. Peninggalan-peninggalan sejarah inilah yang hingga kini menjadi magnet bagi banyak orang untuk datang ke Turki. Banyak bangunan dan bukti sejarah tersimpan disana dan selalu menarik perhatian karena juga memiliki cita rasa seni dan kemegahan yang menawan. Memang saat ini kondisi keamanan Turki akibat Kudeta masih menjadi kekhawatiran banyak orang apalagi Turis. Dampaknya sangat terasa apalagi di Istanbul karena banyak serangan tertuju di kota ini. Namun jika memang kalian memiliki keyakinan, sebenarnya Turki tetap layak untuk dipilih sebagai destinasi wisata saat-saat ini. Justru kondisinya sedikit di untungkan karena tempat-tempat wisata yang biasanya selalu ramai, antri, dan berdesakan, kini bisa leluasa untuk didatangi. Nah, jika memang datang dan berwisata ke Turki terkhusus Istanbul tetap menjadi pilihan. Maka tentu kalian tidak akan melewatkan datang ke tempat sejarah dan museumnya. Menarik dan hematnya, ada alternatif yang bisa kamu pilih yaitu dengan membeli Istanbul Museum Pass. Kartu ini bisa dikatakan tiket masuk terusan untuk beberapa objek wisata utama dan museum di kawasan Istanbul termasuk destinasi wisata yang paling wajib yaitu Hagia Sophia dan Istana Topkapi. Ada dua tipe kartu yaitu yang 3 hari dan 5 hari. Kartu untuk paket 3 hari bertarif 85 Lira dan bisa masuk ke 6 museum yaitu Hagia Sophia, Istana Topkapi, Hagia Irene, Istanbul Archaeology Museum, Turki and Islamic Art Museum, Istanbul Mosaic Museum, dan Museum of The History of Science and Technology in Islam. Sedangkan untuk paket 5 hari memiliki tarif 115 Lira dimana bisa masuk selain daftar diatas juga tambahan 5 lain yaitu Chora Museum, Galata Mavlevi House Museum, Yidiz Palace, Rumeli Hisar Museum, dan Fathiye Museum. Anak dibawah 12 tahun tidak perlu membeli tiket karena gratis memasuki objek-objek wisata tersebut. Harga 85 Lira saja contohnya, tentu sangat bermanfaat untuk penghematan dibandingkan harus membeli tiket ke masing-masing tempat. Sebagai contoh, Hagia Sophia dan Istana Topkapi saja, tiket masuknya masing-masing 40 Lira. Artinya datang kedua tempat ini saja sudah memakan biaya 80 Lira. Sedangkan di museum lain tarifnya sekitar 20 Lira, artinya mengunjungi 3 tempat saja, kita sudah mendapat untung dengan membeli Istanbul Museum Pass. Istanbul Museum Pass via citytransferistanbul.com Istanbul Museum Pass bisa didapatkan di sebuah mobil tiket bertuliskan Muzekart / Istanbul Museum Pass di Hagia Sophia, Istanbul Mosaic Museum, Istana Topkapi, Archeological Museum, Chora Museum, dan Museum of Turkish and Islamic Art. Tersedia juga di loket / counter khusus di dekat loket tiket masuk Hagia Sophia serta di Tourist Information di Bandara. Untuk membeli kartu, kalian harus menunjukkan paspor sebagai data diri. Kalau kartu sudah ditangan, maka waktunya untuk mengunjungi tempat-tempat tersebut ! 1.Hagia Sophia Bangunan Hagia Sophia via planetware.com Ini adalah salah satu tujuan wisata paling utama di Istanbul. Belum ke Istanbul rasanya jika belum berfoto dengan latar kemegahan bangunan abad ke 6 Masehi ini. Bangunannya yang megah dengan arsitektur yang sangat khas, menjadikan Hagia Sophia sebagai destinasi komplit antara perpaduan sejarah, budaya, dan seni. Hagia Sophia sendiri saat ini dijadikan sebagai museum dimana awalnya diperuntukan sebagai katedral atau gereja kristen antara tahun 537 sampai 1054. Kemudian beralih menjadi katedral Ortodoks Yunani, lalu menjadi Katedral Katolik Roma, kembali lagi menjadi Katedral Ortodoks Yunani sampai tahun 1453. Barulah di tahun 1453, ketika kekuasaan Konstantinopel direbut oleh Kesultanan Utsmani, banguan ini menjadi Masjid hingga ditutup untuk umum setelah berdirinya Republik Sekuler Turki tahun 1931. Barulah di tahun 1935, Hagia Sophia kembali dibuka untuk umum dan hingga kini dijadikan sebagai Museum. Cerita panjang fungsi Hagia Sophia menjadikannya sebagai saksi bisu dari perguliran kekuasaan yang terjadi. Lepas dari itu, secara artistik pun, bangunan dengan kubah besar dan 4 menara runcing ini sangat memukau pandangan. Bagian dalam Hagia Sophia via planetware.com Hagia Sophia sendiri berada di kawasan Sultan Ahmet, tepat di depan ikon lain dari Istanbul yaitu Masjid Biru. Jika naik Tram jurusan T1, kalian turun di Stasiun Sultan Ahmet, dan berjalan kaki sebenat menuju lokasi. Tutup hanya di hari Senin, Hagia Sophia buka sejak jam 9 pagi sampai 5 petang dengan terakhir masuk kunjungan jam 4 sore. Namun jika saat musim panas, museum buka lebih lama yaitu sampai pukul 7 petang. Seperti yang sudah diungkap sebelumnya, jika tanpa Istanbul Museum Pass, tiket masuk ke Hagia Sophia adalah sebesar 40 Lira. Siapkan cukup banyak waktu untuk menikmati setiap sisi bangunan megah ini karena ada banyak hal yang menarik baik didalam maupun luar bangunan utama. Bahkan dibagian belakang Hagia Sophia juga terdapat makam para sultan dan keluarga yang bisa didatangi secara gratis. 2. Topkapi Palace Destinasi utama lainnya yaitu Istana Topkapi. Istana tempat kediaman Kesultanan Utsmaniyah selama 600 tahun ini sangat menarik perhatian karena bentuk gerbangnya saja sudah mirip dengan istana-istana negeri dongeng Disney. Istana Topkapi berada di pinggir pantai selat Bosporus, tak sampai 500 meter arah Timur Laut dari Hagia Sophia. Jika dari wilayah luar Sultan Ahmet, kalian bisa naik trem dan turun di Stasiun Gulhane. Dari sana kalian bisa berjalan kaki menuju Topkapi atau jika tak mau capek atau kebetulan kamu membawa balita ataupun orang tua, lebih baik kalian naik shuttle ataun sejenis mobil golf yang memang disediakan pengelola Istana untuk mobilitas pengunjung. Menariknya, layananan ini gratis, kok. Gerbang Istana Topkapo via firdausguritno.com Memasuki gerbang utama (tentunya tidak perlu mengantri tiket kalau sudah memiliki Istanbul Museum Pass), kita akan melewati security check terlebih dahulu. Sebenarnya dalam kondisi normal, antrian masuk akan sangat panjang. Tetapi sejak tahun lalu dimana isu keamanan di Turki tidak stabil, berdampak besar terhadap kondisi pariwisata disana yang dapat dilihat dari antrian tempat wisata yang tidak seramai dulu. Saat ini sebenarnya kondisi itu sudah mulai membaik meskipun tidak benar-benar kembali seperti dulu. Memasuki gerbang utama bernama Gerbang Babussalam, pengunjung akan diajak seolah masuk ke dunia dongeng dengan arsitektur kastilnya yang khas. Bedanya, kaligrafi Islam yang menghiasi bagian atas pintu membawa nuansa yang berbeda. Bagian utama yang dituju setelah gerbang ini ialah Second Courtycard yang dipenuhi oleh pepohonan rindang. Di salah satu sisi taman terdapat sebuah bangunan yang didalamnya menjadi museum untuk koleksi jam yang bernama Outer Treasury. Tetapi sayangnya pengunjung yang msuk bagian ini tidak diperkenankan untuk memotret. Disamping gedung Outer Treasury terdapat wilayah atau area tempat tinggal Sultan dan keluarga. Area ini dinamai The Harem. Untuk masuk kesini sebetulnya perlu tiket lagi, tetapi bagi pemegang Istanbul Museum Pass tidak perlu membeli tiket itu. Hanya saja jika kamu membawa anak dibawah 12 tahun (yang sebelumnya tidak perlu tiket), maka tetap dikenakan tiket seharga 25 Lira per anak. Interior The Harem via worldwanderista.com Bangunan di The Harem ini sangat layak untuk dikunjungi, Bagian interiornya dihiasi dengan keramik yang begitu detil hiasannya termasuk kaligrafi dan kaca patri. Detil yang hampir tidak ada ruang kosong untuk dilewatkan dan sangat menarik untuk difoto. Ya, untungnya dibagian ini pengunjung diizinkan membawa kamera dan mengambil foto. Dibagian halaman The Harem, kalian bisa melihat pemandangan kota Istanbul yang sangat memukau. Lokasi istana yang berada di atas perbukitan, menjadikan pemandangan dari sana sangat luas terbentang. Selain kedua bangunan itu, masih ada banyak bagian lain yang bisa di jelajahi di Istana Topkapi yang dikelilingi benteng sepanjang 5 km ini. Satu yang tak boleh terlewat ialah Chambers of The Sacred Relics. Di ruang itulah koleksi barang-barang peninggalan Para Nabi dan sahabat, termasuk Nabi Muhammad SAW disimpan. Pengunjung Non Muslim tetap diperbolehkan masuk tetapi disediakan sarung dan selendang sebagai bentuk penghormatan. Disinilah terdapat tongkat Nabi Musa yang dalam sejarah sebagai tongkat yang berubah menjadi ular. Ada juga Serban nabi Yusuf, Potongan Janggut Nabi Muhammad, Pedang Nabi Muhammad, pakaian Fatimah Az Zahrah, dan masih banyak lainnya. Sayangnya pengunjung tidak boleh mengambil foto didalam sini. Puas berkeliling komplek istana yang begitu luas, kalian bisa beristirahat di cafe khusus di dalam kawasan istana yang menghadap langsung ke Selat Bosporus. Kamu juga bisa membeli oleh-oleh khas di dekat pintu keluar. Agar bisa puas mengelilingi setiap bagian istana, kamu harus menyiapkan banyak waktu. Perlu diingat juga bahwa Istana Topkapi buka dari jam 9:00 sampai 17:00 namun Tutup Setiap hari Selasa. Hal ini nampaknya menjadi strategi wisata karena hari libur antara Istana Topkapi dan Hagia Sophia berbeda, sehingga jika kamu datang selepas weekend, setidaknya kamu harus menyiapkan waktu 2 hari agar bisa datang ke keduanya. 3. Istanbul Arcaeology Museum Sangat dekat dengan Istana Topkapi, kamu juga bisa memanfaatkan Istanbul Museum Pass untuk masuk ke Museum Arkeologi Istanbul. Dalam tarif normal, tiket masuk museum ini ialah sebesar 20 Lira dimana jam buka museum ialah dari jam 09:00 sampai 19:00 di musim panas dan 09:00 sampai 18:00 di musim dingin. Museum ini sendiri tutup setiap hari Senin. Bangunan utama Museum Arkeologi Istanbul via istanbularkeoloji.gov.tr Seperti namanya, Istanbul Arcaeology Museum menjadi tempat koleksi beragam benda dari beberapa masa peradaban sejarah dunia sejak tahun 7 ribu sebelum masehi sampai zaman Khalifah Usmani dan Republik Turki. Koleksi paling terkenal ialah seperti Peti mati Alexander, Patung-patung dari Kuil Zeus, Patung Alexander Agung dan Zeus, Fragmen dari Kuil Athena, koin-koin era Ottoman, manuskrip perjanjian damai yang ditandatangani Raja Ramses II, Artefak peradaban Mesopotamia, Saudi, dan Mesir, dan tentunya masih ada ribuan bahkan jutaan koleksi lainnya. Selain Museum Arkeologi di gedung utama, komplek ini juga memiliki 2 bagian museum lain yaitu Museum Orient Kuno dan Museum Seni Islam. 4. Hagia Irene Bangunan Hagia Irene via Youropi.com Berdekatan dengan Hagia Sophia, tepatnya di halaman pertama Istana Topkapi, kalian bisa menyempatkan pula menyambangi Hagia Irene, bekas gereja Yunani Ortodoks. Pembangunan awal gereja ini ialah sejak abad ke 4 Masehi, namun sempat mengalami kerusakan akibat Kerusuhan untuk kemudian direnovasi di era Justinan I. Setelahnya, renovasi terus dilakukan karena sempat juga mengalami beberapa kerusakan karena kebakaran dan juga gempa. Kini, Hagia Irene dijadikan sebagai museum dimana bagian dalamnya memang hanya berupa ruang kosong. Namun kemegahan dengan nuansa kuno menjadi kental terasa dari bahan dinding bangunan yang terekspose. Selain sebagai museum, ruangan di Hagia Irene juga digunakan sebagai lokasi konser musik klasik dan pameran seni dalam event-event tertentu. Hagia Irene buka setiap hari kecuali Hari Selasa dari jam 09:00 sampai 17:00. Jika tidak memakai Istanbul Museum Pass, pengunjung dikenakan harga tiket sebesar 20 Lira untuk bisa masuk museum gereja ini. 5. Turkish and Islamic Art Museum Koleksi karpet di salah satu ruang Museum via traveldk.com Selanjutnya ialah Museum yang menyimpan lebih dari 40 ribu koleksi dari yang berkaitan dengan seni seperti kaligrafi islam, ubin, etnografi dari berbagai budaya Turki termasuk sejarah kerajaan dan kesultanan di Turki, dan yang paling utama ialah koleksi seni karpet dari abad ke 13. Berlokasi masih di kawasan Sultan Ahmet yaitu persis di seberang Blue Mosque, dahulunya bangunan museum yang dibangun tahun 1524 M ini diperuntuk sebagai Istana Sultan ibrahim Pasha. Peruntukannya sebagai museum sendiri dimulai pada abad ke 19. Museum ini juga layak untuk disambangi karena selain berada di dekat objek wisata utama lain, secara khusus Museum Seni Islam ini terbilang memiliki koleksi yang berbeda dibanding museum pada umumnya. Kita seolah diajak masuk ke nuansa lain dari koleksi-koleksinya. Museum ini buka setiap hari dari jam 09:00 sampai 19:00 dengan tiket masuk normal alias jika tidak punya Istanbul Museum Pass yaitu sebesar 20 Lira. 6. Istanbul Mosaic Museum Bagian dalam Museum via atriptoistanbul.com Istanbul Mosaic Museum atau nama resminya The Great Palace Mosaic Museum merupakan tempat koleksi berbagai mozaik atau tulisan dan lukisan mozaik peninggalan periode Bizantium. Bangunan Museum ini memang tidak besar dan tidak mencolok, tetapi koleksi didalamnya cukup menarik pandangan. Sudut-sudut dinding berhiaskan koleksi lukisan mozaik bahkan dibagian dasar ubin pun tak lepas dari lukisan mozaik ini. Tidak ada tema khusus keagamaan dalam koleksi museum ini melainkan semuanya tentang kehidupan alam, keseharian, dan mitologi. Tak heran banyak dijumpai mozail hewan, manusia, dan termasuk aktivitas didalamnya. Museum ini berada di dekat kawasan Sultan ahmet tepatnya di Arasta Carisi. Buka dari jam 09:00 sampai 19:00 di musim panas dan 09:00 sampai 17:00 di musim dingin, museum ini mematok tarif tiket masuk sebesar 15 Lira perorangnya. 7. Museum of The History of Science and Technology in Islam Salah satu ruang pameran museum via hassa.com Islam dalam sejaranya dengan perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi memang sangat dekat. Sejarah mencatat banyak ilmuwan muslim yang sudah menemukan berbagai temuan mutakhir yang berpengaruh besar terhadap kemajuan sains dunia, termasuk soal peta dunia. Karenanya dibagian halaman museum ini kita akan langsung disambut dengan bola dunia besar. Museum yang baru dibuka tahun 2008 ini mengambil luas lahan 3.500 meter persegi. Meskipun terlihat membosankan karena bertajuk sejarah sains dan teknologi, tetapi justru museum ini akan mengajak pengunjung memahami sejarah itu dengan lebih mengasyikkan. Diorama dan koleksi yang dihadirkan tidak sebatas sebuah teks tetapi turut membuat pengunjung berinteraksi serta dibuat artsitik. Bahkan disalah satu ruang, terdapat lorong yang bagian atasnya juga dihaiasi lukisan yang bercahaya sehingga membuatnya menarik dan tidak membosankan. Jika kamu sangat tertarik dengan ini, maka wajib untuk mendatangi Museum Sejarah Ilmu Pengerahuan dan Teknologi dalam Islam yang beralamat di Taman Gulhane, Jalan Taya Hatun, Cangkurtaran Mahallesi, Istanbul, tak sampai 1 km dari kawasan Sultan Ahmet. Dengan tiket sebesar 10 Lira, pengunjung bisa datang dari jam 9:00 sampai 18:30 di musim panas dan sampai pukul 16:30 di musim dingin. Baca juga bagian 2 artikel ini di sini
  18. 3 likes
    AYAM GEPREK DEKAT KAMPUS 안녕하세요, Huuwaaaa Traveler Cute menemukan kuliner enak di Bali, cocok buat para pecinta rasa pedas. Based olahannya adalah Ayam. Jadi Pedas & Ayam, pasti banyak yang suka kan???? Dan menurutku lidah orang Indonesia itu suka pedas hahaha. Awalnya aku terpesona dengan kuliner ini saat ada postingan di IG dan yaa aku kepoin dong karena foto makanannya beneran meluluhkan hatiku. Well, lokasi di Bali dan aku sudah bertekad kalau ke Bali harus mencari makanan Ayam pedas itu. Finally saat aku di Bali langsung buka App Waze, yeeaahh App kesayanganku yang always help me dan setia menunjukan jalan hahaha. Okay chek Waze estimasi waktu sekitar 30 menitan dari Kuta. Dan capcuuss berangkat mengikuti petunjuk Waze. Aaaiihhh ternyata cukup jauh yaaa ditempuh dengan Motor dan cuaca super panas dan hanya pakai Hotpant Tanktop. Yaahh begitulah lalu lintas padat, dan perjuanganku cukup berat haha. Tarraaaa saat sampai di lokasi, Hmm lokasi tidak terlalu besar tapiiii rapi bersih dan good looking laaaa ibaratnya. Nama tempat makan ini yaaa itu tadi AYAM GEPREK DEKAT KAMPUS. Maybe because dekat kampus dan supaya orang mudah ingat kali yaa that's why diberi nama seperti itu. Saat itu aku meminta untuk dibungkus. Aku memilih menu dan woow harga terjangkau. Aku membeli Paket Ayam+Nasi+Sayur seharga 20.000 IDR. Dan juga Ceker mercon seharga 15.000 IDR. Ceker isi 5 pcs. Ayam paketnya unik siihh karena di Box bungkusan itu sudah bentuk ayam suwir, jadi aku gak harus ribet memilah Ayam dan tulang. Soal rasa yaapp eennaakkk, sedap dan aku pengen lagi. Sambalnya nyoosss pedasnyaaaa. Ceker super empuk, bumbu pas banget. Dan pokoknya aku suka banget pedasnyaaaa itu lhoo menggoyang lidah banget hahhahaha. No., Jl. Jend. Sudirman No.19A, Denpasar Bar., Kota Denpasar, Bali 80113 Kuliner ini pas banget untuk kalian kalian yang pengen tantangan pedas. Capcuuss dicoba yaaa. Happy Traveling. Salam Dewi Calico.
  19. 3 likes
    Siapa yang tak mau ke Turki? Negara Eurasia alias wilayahnya sebagian kecil berasa di Eropa dan sebagian besar lain di Asia ini memiliki keunggulan wisata yang selalu mencuri perhatian. Sejarahnya yang kaya dan penting bagi peradaban dunia serta budayanya yang juga perpaduan antara Timur dan Barat membuat Turki sering disebut sebagai Jembatan Antara Dua Peradaban. Sebagai destinasi wisata favorit turis dari berbagai negara, Turki memang layak untuk kamu perhitungkan. Tapi sayangnya hampir jarang ada penerbangan promo ke Turki untuk kita yang berupaya menghemat biaya. Keperluan di Turki pun terbilang tidak begitu murah meskipun masih dalam taraf wajar karena dia bersentuhan dengan perekonomian Eropa. Jadilah, jika kita berbudget minim harus pintar-pintar mensiasati pengeluaran. Nah, apakah siasat-siasat itu bisa cukup membantu mengurangi sedikit biaya? 1.Kapan Penerbangan Termurah? Seperti yang sudah dikatakan diatas, sangat jarang ada penerbangan promo ke Turki. Jadilah kita harus cermat-cermat menanti kapan kira-kira ada tiket yang lebih murah dibanding waktu lainnya. Sama seperti kebanyakan penerbangan ke tempat wisata lain, harga termurah ialah saat Low Seasson alias bukan saat liburan atau saat terbaik untuk liburan. Low Season di Turki berlangsung saat musim dingin atau sekitar Desember-Maret. Sayangnya tidak ada wisata khusus musim dingin yang ada di Turki, jadi sangat wajar jika selain penerbangan, harga kamar hotelpun bisa turun selama Low Season ini. Intinya selama musim ini sebenarnya bukan waktu yang cocok untuk berlibur ke Turki. Sedangkan jika mau datang di saat terbaik, maka datanglah saat musim semi dan gugur yang biasanya berlangsung antara April sampai pertengahan September. Matahari yang bersinar cerah, langit biru bersih, dan waktu siang yang lebih lama menjadikan bulan ini sebagai high season yang membuat segala hal berkaitan wisata menjadi lebih mahal pula. 2. Apply e-Visa, Hemat USD 10 Bagi turis Indonesia, pemerintah Turki memberlakukan sistem Visa On Arrival dengan durasi tinggal maksimal 30 hari dan masa berlaku via selama 180 hari. VOA dilakukan saat kita tiba di bandara dimana kita harus mengantri untuk mengajukan visa ini dan sekaligus membayar biayanya sebesar USD 35 (per 2016), dan ingat bahwa biaya ini hanya bisa dibayar dengan cash alias tidak bisa dengan kartu kredit. Tapi ada yang lebih gampang dan bisa lebih murah yaitu dengan mengurus e-Visa atau secara online. Ya, dengan cara ini kalian tidak perlu repot mengantri sesampainya di bandara Turki, ditambah lagi biaya e-Visa ini lebih murah yaitu sebesar USD 25 plus. Jadi, sudah bisa mengirit sekitar 10 Dollar ! Pembuatan e-Visa juga sangat gampang, kamu cukup masuk ke web resmi evisa.gov.tr/en/ dan mengisi formulirnya. Setelahnya kamu bisa langsung membayar dengan kartu kredit (cc) mastercard/visa/union pay. Kalau kamu tidak punya cc tersebut sendiri, kamu bisa memakai cc teman karena akun cc tidak mesti sama dengan pengaju visa. Selain itu juga satu cc bisa langsung untuk membayar maksimal 10 apply. Seperti yang sudah disebut diatas, biayanya sebesar USD 25 plus beberapa dollar (hanya sekitar 0,7 USD) untuk service fee cc nya. 3. Hemat Beberapa Dollar dengan Menggunakan Mata Uang Lira Banyak tempat di Turki bersedia menerima uang Dollar Amerika ataupun Euro. Tetapi kurs yang mereka gunakan biasanya lebih tinggi dibanding kurs resmi, jadi sangat disarankan untuk menggunakan mata uang lokal Turki saja yaitu Lira (TL). Apalagi menariknya, saat ini awal tahun ini (2017) rupiah menguat terhadap Lira yaitu sebesar 3.600an Rupiah per 1 Lira, berbeda jauh dengan tahun sebelumnya yang bisa mencapai IDR 5.500 per 1 Lira. Jika kamu mau menukarkan uang Dollar ke TRL, ada baiknya jangan di Bandara. Sekalipun harus dibandara, turkarkan secukupnya saja misal dengan nominal minumum yaitu USD 10 untuk keperluan transportasi keluar bandara saja. Jika kamu mendarat di Istanbul, lokasi terbaik untuk mendapat penawaran yang pas ialah di kawasan Grand Bazaar. Carilah money changer hingga ke bagian dalam dan bandingkan ratenya di setiap toko. Biasanya dibagian dalam Grand Bazar, Money Changernya justru memberi rate lebih baik. Sedangkan jika kamu menukar di Indonesia, selain sangat susah menemukan money changer yang memiliki uang Lira, sekalipun ada biasanya harganya jauh lebih tinggi. Pilihan buruk untuk penghematan. Berbeda lagi jika kamu mau menarik uang di ATM di Turki, ada biaya layanan untuk sekali transaksi. Kamu bisa mengeceknya dahulu ke Bank masing-masing untuk biaya transaksi di Turki ini karena setiap bank berbeda-beda tarif, tetapi kisarannya yaitu sekitar Rp 25.000an. Oh ya, jika sempat ada baiknya kamu melapor dulu ke bank kamu bahwa kamu akan pergi ke Turki dan mengambil sejumlah uang disana. Setidaknya ini bisa mengurangi resiko jika kartu ATM tiba-tiba di blokir karena ada transaksi penarikan di negara lain. Selain itu juga untuk mengurangi resiko jika saja ada kendala dalam penarikan uang seperti tidak keluarnya uang saat penarikan. 4. Mandiri atau Paket Tour? Baik mengatur perjalanan secara mandiri ataupun dengan ikut paket tour, semuanya memiliki lebih-kurangnya masing-masing. Jika kamu pergi sendiri hanya berdua orang, ikut Paket Tour mungkin bisa membantu pengeluaran jika kamu bandingkan dengan menyewa mobil yang tentunya juga harus menyediakan pengeluaran bensin juga. Tetapi jika kamu tidak mempermasalhkan bila harus menggunakan angkutan umum, maka secara mandiri tentu akan lebih murah. Apalagi transportasi umum seperti Bus dan Trem umumnya melewati objek wisata utama disana sehingga tidak perlu takut kesulitan. Berbeda lagi jika kalian pergi berombongan lebih dari 3 orang atau keluarga, maka sharing cost sewa mobil tentu bisa menjadi lebih hemat. Kalian juga bisa bebas berpergian tanpa ada batasan waktu. Tarif sewa mobil ialah sekitar 120 Lira perhari dan tentunya belum termasuk bensin. 5. Makan di Luar Kawasan Wisata, Hemat 12-20 Lira Perhari Urusan makan sebenarnya sama seperti kebanyakan tempat wisata di negara manapun, jika kita membeli makan di objek wisata maka dijamin harganya akan lebih mahal dibanding jika kita membelinya di luar kwasan wisat tersebut. Di Turki juga demikian. Jika ingin hemat, carilah tempat makan yang banyak didatangi orang lokal, bukan turis. Salah satu kedai lokal murah di Istanbul via zomato.com Kebab misalnya, sebagai makanan yang sangat identik dengan Turki, harga Kebab di tempat wisata bisa mencapai 6-10 Lira perporsi. Bandingkan jika membelinya di tempat keramaian warga lokal, maka harganya hanya sekitar 4 Lira saja dan itupun ada yang sudah termasuk dengan segelas minuman. Itu baru kebab, menu makanan lain juga tentunya bisa memiliki selisih yang lebih besar. Selisih ini tentu bisa sangat bermanfaat jika sehari kamu makan 3 kali saja, maka kamu sudah bisa menghemat setidaknya 12 Lira perhari. 6. Membeli Minum dan Cemilan di Minimarket Cara ini juga sangat pas untuk menghemat pengeluaran. Untuk kebutuhan minum yang pasti kita butuhkan, ada baiknya membeli di Minimarket atau supermarkt saja dibandingkan selalu membeli di pinggir jalan atau di restoran ketika makan. Harga sebotol air mineral besar sekitar 5 Liter harganya hanya 3 Lira di Minimarket dan ini tentu bisa digunakan seharian bahkan mungkin lebih. Begitupun dengan cemilan, belilah saja di minimarket dengan harga yang juga lebih murah. 7. Hemat 23 Lira dengan Istanbul Museum Pass Museum Pass Istanbul via theistanbulinsider.com Khusus di Kota Istanbul, jika kamu memang berencana masuk ke banyak tempat wisata utama disana, kamu bisa menghemat biaya dengan membeli Istanbul Museum Pass. Kamu bisa mendapatkan kartu yang resmi dikeluarkan oleh Departemen Pariwisata setempat ini di sebuah mobil van bertulis Muzekart / Istanbul Museum Pass, dekat pintu masuk Hagia Sophia. Harga kartu ini ialah 85 Lira dan berlaku selama 3 hari. Harga ini akan menghemat pengeluaran sebesar 23 Lira dibanding kamu harus membeli tiket dimasing-masing tempat wisata berikut yaitu Hagia Sopia, Istana Topkapi, Archeological Museum, Istanbul Mozaic Museum, Museum of Turkish and Islamic Art, dan Museum Chora. Sebagai contoh, Hagia Sophia dan Istana Topkapi saja sebagai objek wisata paling populer, tiket masuk masing-masingnya 30 Lira. Artinya keduanya sudah 60 lira. Ditambah objek wisata museum lain yang dikisaran 10-20 Lira, maka dengan kartu ini kalian dipastikan bisa menghemat. Selain hemat, dengan kartu ini juga kamu tidak perlu lagi mengantri untuk membeli tiket, karena pemegang kartu ini bisa langsung masuk ke tempat wisata tersebut. Jadi secara langsung juga bisa menghemat waktu perjalanan.
  20. 3 likes
    Liburan di Cilacap telah usai (BACA CERITANYA DI SINI), tapi masih ada satu destinasi lagi yang harus kami kunjungi sebelum kembali ke Jakarta. Sore itu, dari kediaman Om Ristanto kami diantar menuju pool bis Efisiensi. Jadwal keberangkatan bis dari Cilacap menuju Yogyakarta pukul 4 sore. Sebenarnya kami hanya sampai di kecamatan Karanganyar kabupaten Kebumen, tapi tarif bis yang harus kami bayar sama dengan kalau kami turun di Yogyakarta yaitu sebesar Rp. 90.000. Saat membeli tiket, kami bilang ke petugas tiket bahwa kami minta dirutunkan di alun-alun Karanganyar, tapi ternyata rute bisnya tidak lewat alun-alun, mereka bilang nanti akan diturunkan di perempatan lampu merah Karanganyar. Tak perlu mengaret lama, kurang lebih pukul 4 sore bis meninggalkan pool, meskipun penumpangnya tidak penuh. Saya duduk disamping Nisa sedangkan Elvi duduk bersama Andis. Untuk mengisi waktu saya dan Nisa saling bercerita tentang banyak hal, sedangkan Elvi dan Andis asik mengisi teka-teki silang. Lumayan masing-masing penumpang diberi air mineral 600 ml, bis berAC ini terus melaju tapi mata saya terasa berat diserang kantuk. Baru saja memejamkan mata, Elvi sudah membangunkan saya "jangan tidur Mbak, sebentar lagi sampai". Ternyata bis baru saja melewati stasiun Gombong, beberapa kali ke Gombong naik kereta, Elvi masih hafal benar dengan stasiun Gombong. Kami terus memperhatikan jalan, saat melewati stasiun Kebumen saat itulah kami sadar kalau Karanganyar sudah terlewati. Andis beranjak maju ke arah supir dan kondektur, minta bis untuk berhenti. Ternyata mereka mengira kami turun di perempatan Kebumen, padahal dari awal kami sudah bilang turun di perempatan Karanganyar, bis menepi dan bergegas kami turun. Lanscape Bukit Langit yang menawan Di pinggir jalan saya memperhatikan sekeliling, di manakah posisi kami sekarang ini. Adzan Maghrib terdengar berkumandang, diseberang jalan ada rumah makan Padang. Rupanya Elvi kebelet buang air kecil dan buru-buru menuju rumah makan Padang bersama Nisa. Mata saya tertuju pada dua laki-laki duduk di atas motor tak jauh dari kami berdiri, mereka menjadi sasaran kami tempat bertanya. Saya dan Andis menghampirinya, Andis bertanya jarak alun-alun Karanganyar dari sini dan apakah masih ada kendaraan umum menuju Bukit Langit yang terletak di Desa Giripurno tepatnya di Dukuh Kembangabang RT.01 RW.03 Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Kebumen Jawa Tengah. Suasana kini mulai gelap, rasanya sulit menemukan kendaraan umum menuju Bukit Langit saat malam hari. Tiba-tiba muncul ide di kepala saya kenapa kami tidak naik ojek saja, "Mas nya bisa ngojekin kita nggak? tapi kita butuh empat motor," seketika itu tawaran saya lontarkan. Gayungpun bersambut, mereka bersedia mambantu kami. Sebenarnya dari alun-alun Karanganyar ada kedaraan umum langsung ke Bukit Langit, itu jika kami sampai di alun-alun Karanganyar sebelum pukul 4 sore. Ditengah-tengah obrolan kami ada tukang ojek bapak tua menghampiri, sudah ada tiga motor pikir saya. Sayangnya mereka tidak tahu persis lokasi Bukit Langit, jadi mereka memanggil satu orang lagi teman mereka. Wow dari tampangnya sangar betul, ada tato di lengannya kepalanya pun plontos tak berambut. Sudah lama berdiri saya baru tahu kalau kami berada di depan gudang semen, obrolan masih terus berlanjut seputar cara menuju Bukit Langit. Saya minta izin untuk numpang sholat Magrib, salah satu dari mereka mengantarkan saya ke ruang kantor mereka. Usai sholat saya menemukan Elvi, Andis dan Nisa berdiskusi soal tarif ojek yang harus kami bayar. Laki-laki berkepala plontos bilang Bukit Langit jaraknya 4 km dari sini, mereka mendatangkan satu orang lagi yang katanya tahu betul lokasi Bukit Langit. Diskusi panjang berakhir dengan kesepakatan ongkos ojek yang harus kami bayar Sebesar Rp. 70.000 perorang. Sebelum hari makin malam dan hujan turun, bergegas kami meninggalkan gudang semen. Elvi di depan bersama ojek yang tahu jalan, kemudian disusul ojek yang ditumpangi Andis, saya, Nisa dan satu motor mengiringi kami di belakang. Dari jalan raya iringan motor mulai masuk ke pemukiman penduduk, ojek yang ditumpangi Elvi terlalu cepat melaju dan beberapa kali kami harus tertinggal jauh di belakang. Motor terus melaju ditelan kegelapan malam saat melewati jalan setapak di tengah sawah. Dan yang tak disangka kami harus melewati jalan menurun dan menanjak. Ojek yang saya tumpangi tampak cemas ketika melewati jalan menurun yang curam, beberapa kali terdengar kata "waduh...waduh!" Ia tampak kahwatir motor metik yang dikendarainya tak mampu berjalan mulus. Di tengah perjalanan kami harus membeli air mineral untuk persiapan kemping, syukurlah masih ada warung yang buka. Beberapa jalan yang kami lewati tampak licin, hal ini menyulitkan manakala jalanan menanjak. Ojek yang Elvi tumpangi sempat terpelesat dan jatuh, untunglah tidak sampai cidera. Pukul 19.30 kami sampai di rumah ketua RT.01 Dukuh Kembangabang, ojek meninggalkan kami setelah menerima ongkos yang kami bayar. Kami disambut oleh Pak Sarno, untuk bisa kemping kami harus mengisi buku tamu dan membayar biaya kemping sebesar Rp. 5.000 per orang. Ternyata ini rumah paling akhir di Dukuh Kembangan, di depan adalah jalan menuju lokasi Bukit Langit. Setelah urusan administrasi kami lengkapi, Pak Sarno mengantar kami menuju lokasi kemping. Suasananya gelap gulita, kami harus menyalakan headlamp atau senter. Butuh waktu 30 menit untuk bisa sampai di lokasi kemping, dengan trek sedikit menanjak. Pak Sarno sempat kaget begitu tahu kami datang dari Jakarta, padahal objek wisata ini baru dibuka secara umum bulan Desember 2015 tepatnya dua bulan yang lalu. Media sosial lah yang membuatnya cepat dikenal dan yang mengantarkan kami sampai di sini. Ditengah obrolan Pak Sarno sempat bertanya di mana kami kenal dengan tukang ojek tadi, ternyata salah satu dari mereka dikenal sebagai preman. Pak Sarno mengajak kami beristirahat di gubuk bambu, senternya Ia arahkan ke depan pada jalan setapak. Ia menunjukkan jalan ke puncak untuk menikmati sunrise esok hari, kami dilarang melewati jalan pintas yang mengharuskan menginjak rumput. Setelah cukup beristirahat, kami beranjak mengikuti Pak Sarno ke lokasi kemping. Daypack dan carrier mulai kami turunkan dari punggung, kami memeriksa sekeliling kami dengan senter. Karena lokasinya terlalu sempit jadi kami perlu hati-hati saat berbatasan langsung dengan jurang yang belum ada pagar pengamannya. Setelah menemukan tanah datar, kami mulai mendirikan tenda. Udara terasa panas tak ada semilir angin yang bertiup, tapi kabut perlahan-lahan mulai naik. Dua buah tenda sudah kami dirikan, Andis merebus air untuk membuat cokelat hangat. Sebelum tidur kami hanya menghabiskam malam dengan ngobrol di dalam tenda, ikan bakar dan udang yang kami bawa dari Cilacap akhirnya kami santap tanpa nasi. Tak terasa malam mulai larut jam menunjukkan pukul sebelas malam, dan rintik hujan mulai turun. Tak ada yang bisa kami lakukan selain tidur untuk memulihkan tenaga. Entah pukul berapa hujan mulai berhenti, saat tengah malam ada pengunjung lain yang datang untuk kemping. Tak sia-sia perjuangan sampai ke Bukit Langir, kalau pemandangannya menyejukkan mata Kami tidak lupa bangun pagi untuk melihat sunrise Bukit Langit, setelah sholat Subuh saya bergegas keluar tenda. Kami berkenalan dengan tetangga tenda kami, mereka berempat datang dari Cirebon. Tak ingin membuang-buang waktu bergegaslah kami berjalan menuju puncak untuk menikmati sunrise. Hujan semalam ternyata menyisakan jalanan yang becek, kami harus hati-hati karena tanahnya licin. Kerlap-kerlip lampu dari rumah penduduk terlihat di lembah, udara segar khas pegunungan berhembus membalut tubuh kami. Untuk sampai di puncak, kami harus melewati jalan menanjak dengan bantuan tali tambang. Puncak memiliki area yang tidak terlalu luas, di sana ada bangku bambu untuk duduk menikmati sunrise. Sayang sekali cuaca mendung, sunrise yang kami tunggu tidak terlihat, hanya ada langit yang sedikit memerah. Jalan menuju puncak Bukit Langit Puncak Bukit Langit, spot terbaik untuk menyaksikan Sunrise Kami duduk di bangku bambu menikmati panorama alam Bukit Langit yang menyejukkan mata. Dari kejauhan, tampak warna tenda kami yang mencolok di tengah-tengah rimbunan hijau. Bukit Langit merupakan objek wisata alam yang menyuguhkan lanscape dengan pemandangan barisan perbukitan, lembah dan tebing serta panorama langit yang indah. Jika Bandung punya objek wisata alam Tebing Keraton, maka Kebumen punya Bukit Langit. Kami harus bergantian dengan pengunjung lain di puncak ini. Karena masih tergolong baru, maka fasilitas di sinipun masih minim. Tebingnya pun belum diberi pagar pengaman, hanya beberapa tempat yang dipagari bambu ditambah tulisan peringatan. Jam telah menunjukkan pukul 6 pagi. Suasana di sini semakin terang, pemandangan Bukit Langit jadi terlihat jelas. Kami belum berniat beranjak dari sini, masih duduk di pinggir tebing ditemani teh panas dan biskuit. Kumpulan awan putih semakin mempercantik lanscape Bukit Langit, dari kejauhan terlihat ada pelangi di langit yang mulai cerah. Sungguh, panca indera kami dimanjakan dengan panorama yang menakjubkan ini. Tak pernah bosan memandang lembah Barisan perbukitan dan awan putih, benar-benar memanjakan mata Nisa nggak pernah bosan memandang ke depan Pengunjung mulai banyak berdatangan, rata-rata diantara mereka adalah muda-mudi. Sama hal nya dengan Tebing Keraton di Bandung, di sini pengunjung ramai datang saat pagi. Selain udaranya yang masih sejuk, belum terik terkena matahari , rata-rata juga ingin melihat sunrise. Setelah puas dengan Bukit Langit, kami kembali ke tenda. Sebelum pukul 8 kami harus membongkar tenda dan segera meninggalkan lokasi kemping, kami tidak ingin ketinggalan angkutan desa yang katanya hanya sampai pukul 9 pagi. Masih sepi pengunjung, hanya ada tenda kami Bongkar-bongkar tenda, siap kembali ke Jakarta karena liburan telah berakhir Di rumah Pak RT kami melapor untuk pulang, syukurlah masih ada tumpangan mobil yang akan mengantarkan kami ke Karanganyar. Di angkutan umum kami harus berbaur dengan ibu-ibu yang akan ke pasar. Mobil mulai melaju melewati jalan berliku dan menurun, kami hanya dikenakan ongkos Rp. 7.000 per orang. Siang itu, 8 Februari 2016 kami mengakhiri liburan Imlek dan kembali ke Jakarta menggunakan bis. Siap pulang dengan angkutan desa menuju Karanganyar Menuju Bukit Langit dari Karanganyar Kebumen Rute termudah menuju Bukit Langit bisa dimulai dari alun-alun Karanganyar, ini Karanganyarnya Kebumen ya bukan Kabupaten Karanganyar Jawa Tengah. Jika kita tidak membawa kendaraan sendiri, dari alun-alun ada angkutan umum langsung ke Bukit Langit. Untuk rute yang membawa kendaraan pribadi, dari alun-alun Karanganyar ke Timur sampai ketemu simpang lima desa Candi, kemudian ambil jalur tengah atau menuju Utara sampai ketemu tugu Canonade. Kemudian ke Utara sampai ketemu pertigaan dan belok kanan. Ikuti saja jalan sampai ketemu SD 3 Giripurno, kemudian menuju Timur sampai ketemu gardu dukuh Kembangabang. Informasi tentang Bukit Langit bisa tanya ke Pak Udin Prayitno ketua RT.01 di 081383217036 atau Pak Sarno 085810444255.
  21. 3 likes
    SELAMAT SIANG SOBAT Ini saya mau berbagi pengalaman saya NONTON BARENG MOTOGP SEPANG MALAYSIA Sirkuit Internasional Sepang secara wilayah terletak di Selangor, Malaysia, yang berdekatan dengan Bandara Internasional Kuala Lumpur. Sirkuit ini adalah tempat yang digunakan untuk semua ajang balapan di Malaysia, Dibuka secara resmi oleh Mahathir Mohamad, saat itu menjabat perdana menteri Malaysia, pada tanggal 7 Maret 1999, sirkuit ini digunakan ajang MotoGP Malaysia untuk pertama kalinya pada 20 April 1999, dan Formula 1 Malaysia Grand Prix pada 17 Oktober 1999. Jadi apabila anda br pertama x mau nonton motogp sepang malaysia.., jangan takut sobat..., anda tidak akan tersesat kok, disana kita bisa pakai bahasa indonesia, mereka msh ngerti kok kalo kita gk bs bisa bahasa inggris. OKE.... KITA MULAI,........, TIPS 1. TIKET MOTOGP sebaik nya beli tiket motogp sebelum tanggal 31 maret, karena masih ada diskon 30 % dari tarif normal (EARLY BIRD) tiket bs kita dapatin di INDONESIA, banyak kok yg jual di indonesia, salah satu nya di Tx Travel (maaf bukan promosi) tp biasa nya anda cm dapat invoice dl. TIKET FISIK NYA baru keluar bulan September. TIPS KE 2 TIKET PESAWAT Sobat harus rajin cek tiket pesawat, banyak aplikasi buat cek tiket pesawat..., sobat sekalian apsti sdh tau TIPS KE 3 HOTEL SELAMA DI KUALA LUMPUR Kalau menurut saya.., apa yg saya rasakan..., ada 2 daerah yg cocok untuk di jadikan Hotel tempat kita menginap A. DAERAH BUKIT BINTANG disini kawasan yg sangat ramai.., tempat pusat perbelanjaan, dan juga ada jalan ALor disini, tempat pusat makanan kaki lima di pinggir jalan. saya biasa nya hotel SOLEIL atau di alpha genesis dan masih banyak lagi yg sejenis B. DAERAH KL SENTRAL disini dekat dengan KL SENTRAL (PUSAT PERTEMUAN SEMUA MODA TRANSPORTASI) enak nya disini dekat ke KL sentral, jd kalau mau naik monorail dan lain2 deket biasa nya saya hotel MY HOTEL, Hotel Metro, atau Hotel Summer View TIPS KE 4. CARA KE SEPANG SIRKUIT A. apabila sobat pengen nonton Qualifikasi Motogp, sobat bs datang hari sabtu ke Sepang Sirkuit. Sobat bs naik Bis Kusus ke SEPANG, BUS RAPID KL Sobat bisa naik dari halaman KL SENTRAL, atau di Halaman KLCC Kalau anda mau bertemu dengan pembalap idola sobat anda bisa datang pagi pagi hari sabtu untuk antri meet n greet B. CARA KE SEPANG WAKTU RACE HARI MINGGU Kalau saya sarankan.. sebaik nya anda pakai grab taksi aja untuk race nya hari minggu apabila anda kurang dr ber 4, cb aja say hay ke orang2 yg mau nonton motogp yg menginap di hotel sobat. lebih enak naik taksi, tarif kurang lebih 100 ringgit. lebih simple.. dan lebih nyaman. kenapa saya bilang lebih nyaman, kalau sobat naik bus rapid kl. dijamin... anda akan penuh sesak... berjubel broooooooo......... trus untuk pulang nya gt jg.., naik grab aja bro.. Tau gak antrian mau naik bus rapid nya waktu pulangnya.., bs sd 500 meter antrian nyya......................... panjaaang.. sy nyari2 foto dokumentasi saya sayang nya gak ketemu. bayak bro grab taksi disana, jangan takut gk dapat. tarif flat.., jd gak takut di puter puter. wangi ber ac lagi........, intinya, jangan malu malu buat say hai dengan teman2 di deket km. sp tau mau diajak share grab taksi nya. TIPS KE 5. Suasana SIrkuit sepang sangat panas.., jd jangan lupa membawa sunblok, kacamata hitam, earplug (karena suara motor nya sangat kencang), Tysu basah banyak yang membagikan kipas di stand sebelum pemeriksaan Tiket hawa disana SANGAT SANGAT PANAS.. TIPS 6. MEMILIH TEMPAT DUDUK Menurut saya..., enak di MGS bro....... sis........... karna tiket tdk begitu mahal.., yg ke dua.. dekat bgt melihat rider rider pintu masuk MGS Kalau mau foto foto, sy sarankkan waktu baru datang broo siss..., soal nya wajah msh fresh... segaaar,, dan belum berjubel..., narsis dl .......... ' setelah pemeriksaan tiket kita memasuki MGS Bro................ di situ kita ada dua pilihan tempat duduk. yg pertama MENGHADAP GARIS START / MENGHADAP GARASI TEAM kelebihan dan kekurangan nya.., A. KELEBIHAN NYA DUDUK DISITU 1. kita bisa lihat langsung team idola kita di garasi nya, misalnya pass manasin motor..., pas Rossi keluar masuk garasi suasana menghapad garis start 2. kita bisa lihat start dan finish balapan 3. kita bs lihat raider naik podium KEKURANGAN NYA Kita gk bs dengan leluasa waktu lihat pembalap lwt depan kita soal nya cuma jalan lurus saja... paling lihat cm... weeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeng....... weeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeng................ weeeeeeeeeeeeeeeeeeng .... cuma per sekian detik aja. jd kurang seru . B. TEMPAT DUDUK DI MGS BAGIAN BELAKANG kelebihan : 1. ada bayak tikungan tikungan di sini yg bisa kita lihat, dan juga jalan lurussssss sebelum putar balik ke garis finish. disini biasa nya yg banyak duduk bule bule..., dan gue biasa nya duduk disini jg... heheheee lbh puas liat para raider overtake disini dan jg banyak yg jatuh disini, kayak kmaren marquez, ianone, jatuh di area sini Situasi nya seperti ini IANONE JATUH DI SINI JG.......... TIPS SELANJUTNYA HATI HATI DENGAN BARANG BAWAAN ANDA setelah motogp selesai... semua akan berjubel jadi satu..., bener bener penuh sesak bro.......... Demikian semua tips dari saya BROOOO N SISSSSS insya allah motogp 2017 sepang saya nonton jg.., bisa kita kopdar disana.., kalau ada pertanyaan atau yg lain lain.., inbox aja brooooooooooooooo salaaaaaaaaaaaaam VR 46
  22. 3 likes
    Barangkali ada di antara minimal mendengar nama Bapak Don Hasman. Beliau biasa di panggil Oom Don. Salah satu wartawan, fotografer, senior yang namanya tidak asing lagi kalangan rekan-rekan fotografer khusunya. Dalam beberapa kali seminar fotografi yang pernah saya ikuti dimana beliau menjadi pembicara utama, tercetus ucapan tentang Bromo. Kurang lebih demikian yang pernah ia ucapkan : “Foto Bromo dari angle (sudut pengambilan) ini sudah terlalu banyak. Saya sering lihat foto yang lagi-lagi itu”. Foto yang dimaksud adalah yang saya tampilkan atau mirip-mirip di awal tulisan ini. Mungkin foto seperti ini yang di maksud sudah terlalu banyak oleh Oom Don Hasman. brrrrrr.......dingin poll.......poll....Aku yang sering di juluki "manusia kutub", alias sering tahan dingin, nyerah dech disini. Nyesel cuma pake celana selutut. Agak meremehkan sebelum berangkat. Passti tahan. Nyatanya....... Untung ada tungku pengapian. Nikmat banget disini... menanti sunrise di Bukit Kingkong. Mulai terlihat bias bernuansa jingga Mulai ada tanda-tanda nongol Akhirnya yang di tunggu-tunggu muncul juga. Entahlah apakah yang diucapkan tadi berupa keluhankah, sindirankah khususnya kepada rekan-rekan fotografer, kritikankah. atau apalah. Bagaimana pun sebagai rasa hormat akan ke-senior-an-nya, saya memberikan apresiasi positif terhadap yang disampaikan tadi. Bicara Bromo, rasanya sulit untuk tidak mengatakan WOOOUWWW….!!! . Kenapakah?Ya barangkali seperti pengakuan yang sudah pernah, Bromo terlalu indah untuk di ucapkan spontan dan tulus. Bromo sangat eksotis, sangat indah. Tidak berlebihan pujian seperti ini karena begitulah faktanya. Tidak heran juga ada ucapan : “jangan mati dulu sebelum ke 3B”. Salah satu dari 3B adalah Bromo. Membidik Bromo dari ketinggian 33.000 feet, penerbangan Jakarta Denpasar Pesona Gunung Semeru sisi eksotis kawah Bromo Lupa euy nama spot ini. Ngga jauh dari penanjakan rame-rame dengan kawan-kawan-ku. Lokasi dari Bukit Kingkong wooouww....gunung Batok keren juga ya Tangga menuju Puncak Bromo pesona Bromo aku narsis dulu ya.... Bromo & Fotografi Gaung keindahan Bromom sedemikian kuat bergema. Seakan menarik publik negeri ini dan mancanegara untuk menengoknya. Tidak heran saat weekend, musim liburan selalu saja ramai. Tidak sedikit mereka yang datang bukanlah yang pertama kali. Salah satunya saya yang sudah 3 kali kesana. Ngga menolak yang jika ada ajakan yang keempat kalinya kesana..hahaha… Pertanyaan dari yang belum pernah kesana, apa sich daya tarik utama dari Bromo sehingga berbondong-bondongkesana, sampai ada yang berpesan jangan mati dulu sebelum ke Bromo? Wah tidak cukup dengan kata-kata untuk menggambarkan betapa eksotisnya Bromo. Pastinya Kombinasi kontur lembah, ngarai, kaldera, lautanpasir, menghadirkan landscape yang sangat indah. Satu lagi, inilah yang sering di-incar adalah SUNRISE. Momen matahari terbit dianggap paling indah di negeri ini. jalan pelan-pelan menuju puncak Bromo tanngga menuju Bromo dari sisi beda mencoba keberanian naik ke puncak Bromo. just info aja, aku ini takut ketinggian. Saat di tangga terakhir seorang rekan moto ekspresi-ku yang sedang gemeteran.... Bukan karena dingiin...ya itu tadi, takut ketinggian. Suer...ngga berani liat belakang.... Padahal dimana-mana sama aja ya. Pagi-pagi, matahari nongol, selesai. Kog gitu saja dibilang bagus sich. Ooo…beda dong. Aura dan suasana saat matahari terbit di setiap tempat akan berbeda. Saya sudah membuktikan itu. Umumnya yang datang kesana tidak akan lupa dengan kamera. Ya atau ya? Keindahan Bromo sangat sayang jika Cuma di lihat, di rekam dalam ingatan saja. Bromo adalah surga bagi penggemar fotografi. Berbondong-bondong fotografer profesional, amatir, baru belajar, mencoba uji ketrampilan menghasilkan foto-foto eksotik dari Bromo. Tidak ketinggalan fotografer asing dengan peralatan yang wuaaahh ikut “berlomba” mendapatkan momen indah. seperti inilah kawah Bromo nah ini dia...sisi lain eksotis Bromo Bisa di maklumi jika Oom Don Hasman meng-kritisi begitu banyak-nya foto-foto dari Bromo tetapi foto-nya itu-itu saja. Bisa di maklumi jika banyak fotografer yang tidak punya pilihan memilih sudut pengambilan. Lagi lagi dari Penanjakan. Ah dari lagi-lagi dari Cemara Lawang. Kebanyakan Cuma itu. Ya tapi mau gimana ya. Bromo sudah sedemikian populer. Pertama, yang datang kesana bukan Cuma kalangan fotografer profesional yang mengerti secara teknis, menguasai settingan kamera, memahami sudut pengambilan, yang akhirnya menghasilkan foto apik. Sangat banyak yang selfie lalu sharing di medsos. Hasilnya ya foto yang “itu-itu” saja. Kedua, tidak sedikit yang datang adalah traveler yang tidak semuanya berjiwa advanturer. Jadi traveler Cuma ngikuti aja atau ambil paket wisata yang umum. Beda dengan traveler, fotografer yang punya jiwa petualang lebih. Tipikal ini berani melakukan terobosan mengambil obyek dari spot yang beda. Atau fotografer yang mendapat sponsor dari media tertentu, mendapat mission khusus, di bayar untuk mengambil momendari tempat-tempat yang tidak umum, jarang di datang-i. Jika upaya ini yang di tempuh, rasanya tidak cukup Cuma sehari saja berada di kawasan Bromo. Seorang rekan fotografer dari salah satu media terkenal negeri ini membagikan pengalamannya. Ia bersama 3 kawannya di tugaskan selama seminggu di Bromo. Membayar ekstra lebih untuk jasa guide setempat yang paham tempat-tempat yang jarang di datangi pengunjung pada umumnya. Salah satu yang disebutkan adalah puncak B-29. Masih ada beberapa spot lain yang ia tidak sebutkan. “erhaes” (rahasia), katanya sambil bergurau. Yang arti seriusnya tidak ingin di ketahui banyak orang demi eksklusifitas sudut pengambilan. Wuiiii....ngga asyik bener nich lihat ibu satu ini. Dia menjual bunga Edelweis. Bukannya ngga boleh tuch Spot-spot tersebit harus di tempuh dengan ekstra tenaga dan ke-hati-hati-an, mengingat medannya tidaklah ringan. Harus bawa porter sendiri selain guide, orang setempat yang tahu lokasi. Targetnya adalah menghasilkan foto-foto eksklusif, yang berbeda dari yang lainnya. Hasil akhir…? Cuapeeeeeekkkk poll…..hahaha….. Demikian pengakuannya. Namun sangat puas manakala hasil foto-foto-nya mendapat apresiasi secara luas termasuk media internasional. Plok…plok…applaus saat diperlihatkan hasil foto-foto yang penuh perjuangan. Pastinya ngga boleh di copy. Cukup membuat iri. Sayangnya dunia saya sehari-hari saya pesona pagi di lautan pasri Lautan pasir yang bikin Bromo begitu eksotis berjauhkan dari kegiatan advanture. Sulit melakukan missi khusus untuk pengambilan foto eksklusif seperti rekan saya tadi Namun bolehlah, dalam kesempatan ini berbagi beberapa foto yang barangkali sedikit beda dari yang lainnya. Barangkali lho…. Belajar dari kritik Oom Don Hasman tadi….
  23. 3 likes
    Hi JJners Medan.. Makasih dah pada datang di Kopdar kita yang ke 5 ya.. Kopdar kali ini tidak ngumpul di Cafe seperti biasanya, tapi ngumpul di rumah member komunitas JJners Medan @Hafiza Humaira (Icha ) seperti rencana awal, konsumsinya juga seperti rencana, masak Kerang rebus, bakar sate ayam dan buat sirup + serutan timun dingin, urunannya cuma 20 rebu ajah, biar sederhana yang penting seru lah. Icha - tuan rumah kopdar Panca @pancaiwa yang traktir kerangnya Thepo @thepo, yang kali pertama makan kerang rebus ( bingung cara bukanya) , lihatlah sambelnya acak-acakan.... Gempur @Gempur Pranata Sumitro yang lagi semangat buka kerang, sampai lupa liat temen sebelah Ada yang romantis, kompak banget makan kerang nya....... co cweet..... seru kan ????? Habis makan kerang rebus, pindah ke teras.... acara bakar sate ayam pun dimulai....... Nggak disangka, ternyata mas gempur, punya tenaga super !!! lihaat kipasnya sampai nggak keliatan saking cepetnya... MC kopdar JJners Medan.mp4 yg hadir di kopdar kali ini : Vean @Vean Tristan, Anjas @Just Fadli, Panca @pancaiwa, Gempur @Gempur Pranata Sumitro, Rita @dhiedhut (first ikut kopdar), Thepo @thepo, Kenzie, Kafka @kafkaalfarizdi, Rizal, Icha @Hafiza Humaira, hayo yg lain next kopdar ikutan ya... colek , @aufa @Muhammad Al Aufa, arie @arie arhen lingga,
  24. 3 likes
    aselik!! gw juga lagi mempertimbangkan ke jepang tanggal 26 nov 2017 sampe 4 desember. ini lagi galau bgt pgn beli tiket murah di depan mata. kesana demi mengejar autumn nya yg menggiurkan itu. blum bikin rutenya sih, tapi yg pasti harus ke sapporo krn udah ada shinkansen kesana. nanti gw kabar kabarin ya kalo sayaaah jadi beli tiket kwkwkwkwkw
  25. 2 likes
    Pernah dengar nama Georgia? Bukan ! Bukan Georgia nama negara bagian di Amerika Serikat, melainkan sebuah negara sendiri. Lantas, taukah kamu dimana negara Georgia ini? Mungkin banyak diantara kita membayangkan negara ini berada di Eropa, padahal itu tidak sepenuhnya benar, meskipun tidak juga salah. Georgia mirip dengan Turki atau Rusia dimana wilayah negaranya terbagi dua, satu di Benua Asia dan lainya di Benua Eropa atau biasa dikenal Eurasia. 1.Republik Georgia Negara ini sendiri berbatasan langsung dengan Turki di bagian Barat Daya dan Rusia di bagian Utara. Sedangkan bagian Selatan dengan Armenia, bagian Timur dengan Azerbaijan, dan bagian Barat dengan Laut Hitam. Kawasan antara Laut Hitam dan Laut kaspian ini disebut juga dengan Kaukasus yaitu meliputi Rusia, Armenia, Azerbaijan, dan Georgia. Negara-negara Kaukasus ini karena berada di dua peradaban besar yaitu Asia dan Eropa membuatnya memiliki keanekaragaman linguistik dan budaya paling luas di dunia. Lokasi Negara Georgia Georgia merupakan negara berbentuk Republik semi-presidensial yang beribukota di Kota Tbilisi. Sebelum merdeka, Georgia adalah bagian dari Uni Soviet. Penduduk negara ini berjumlah lebih dari 4,4 juta jiwa dengan luas wilayah 69.700 km persegi. Menariknya negara ini selain terbagi atas 53 provinsi dan 11 kota, juga memiliki 2 republik otonomi yaitu Abhkazia dan Ajaria. 2. Visa ke Georgia Sebelum tahun 2015 sebenarnya warga Indonesia bisa mengajukan Visa on Arrival untuk kunjungan wisata ke Georgia. Tetapi sayangnya sekarang VoA ini sudah tidak berlaku lagi. Artinya, pengurusan visa hanya bisa dilakukan di Kedutaan Besar Georgia untuk Indonesia yang berada di Jl. Karang Asem Tengah Blok C5 No,22, Kuningan, Jakarta Selatan. Untuk mengurus persyaratan visa kalian bisa menghubungi terlebih dahulu atau email dimana jam kerjanya yaitu dari Senin-Jumat pukul 9 pagi sampai setengah 5 sore. 3. Cara Ke Georgia Karena tidak ada penerbangan langsung Jakarta ke Tbilisi, maka cara paling gampang untuk ke Georgia ialah melalui Turki. Apalagi karena Turki memang menjadi salah satu negara favorit wisata, maka tak ada salahnya mampir juga ke Georgia. Kamu bisa menggunakan jalur udara ataupun melalui jalur darat dari Turki ke Georgia. Jika menggunakan pesawat maka tentu tidak perlu repot karena tinggal memesan tiket dan bisa langsung terbang. Tetapi jika mau menggunakan jalur darat, maka berikut adalah tips tips nya. Bandara Internasional Tbilisi via wikimedia.org Ada beberapa pos perbatasan darat Turki dengan Georgia. Satu yang paling populer ialah melalui Batumi. Selain itu bisa juga melalui Posof karena perbatasan ini dekat dengan salah satu objek wisata menarik yaitu Ani, sebuah wisata kota tua di daerah bernama Kars. Dari Kars ini kalian bisa langsung mencari minibus tujuan Ardahan. Barulah dari kota Ardahan ini ada bus tujuan Akhaltsikhe, sebuah kota kecil di Georgia. Bus Ardahan – Akhaltsikhe hanya tersedia satu yang berangkat setiap hari di pagi hari. Pastikan kamu datang sebelum jam 8 karena keberangkatannya seringkali tidak menentu. Tarif bus sendiri ialah sekitar 40 Lira. Seperti umumnya perbatasan, penumpang harus turun di check point untuk menunjukkan paspor dan visa sebelum masuk ke Georgia. Jadi jangan sampai lupa menyiapkan semua perlengkapan itu termasuk jawaban jika ditanya soal hari kunjungan, kemana, dan dimana tinggal. Sekitar 20 km dari perbatasan, barulah kita sampai di Kota Akhaltsikhe. Untuk menuju Tbilisi, kalian bisa melanjutkan perjalanan dengan minibus yang banyak tersedia dengan waktu tempuh hanya sekitar 3,5 jam. 4. Mata Uang dan Transportasi Lari Georgia via fortuna.ge Georgia memiliki nama mata uang yaitu Lari atau disingkat GEL. Mata uang ini secara resmi digunakan baru sekitar tahun 1995 silam dimana sebelumnya menggunakan mata uang Rubel. Kurs Lira Georgia terhadap Rupiah Indonesia per Maret 2017 ini yaitu sekitar Rp 5.500 an. Untuk keperluan harian, kurang lebih tarifnya sama dengan standar negara-negara eropa. Sekali makan ditempat biasa kamu butuh 5-10 Lari. Begitupun untuk urusan transportasi umum yang kisarannya sekitar 1 Lira. Moda Transportasi Marshrutka via cookiesandthecaucasus.wordpress.com Membahas soal moda transportasi, Georgia sudah cukup nyaman dan lengkap untuk hal ini. Di dalam kota-kota besar utamanya Tbilis, kalian bisa menggunakan kereta Metro bawah tanah. Selain nyaman, moda transportasi satu ini juga terbilang tepat waktu dan tidak perlu berdesakan karena memang penduduk kotanya juga tidak padat. Selain metro, ada juga bus dengan tarif yang lebih murah atau jika butuh taksi pun tersedia cukup banyak di pusat-pusat keramaian. Sedangkan untuk berpergian keluar kota, tersedia moda transportasi sejenis mobil van yang dikenal dengan nama Marshrutka. Moda transportasi ini cukup populer karena menjangkau banyak kota di Georgia dan bisa dengan mudah ditemukan di terminal kota. 5. Tbilisi, Ibukota Negara View sebagian kota Tbilisi via nbta.bg Tbilisi sebagai ibukota negara juga kota terbesar di Georgia hanya memiliki luas sekitar 350 km persegi dan berpenduduk sekitar 1,5 juta jiwa. Kota yang juga masih sering disebut dengan nama turki ‘Tiflis’ ini berada di ketinggian antara 380 sampai 770 mdpl dan membuatnya bercuaca cukup sejuk. Secara umum memang Georgia memiliki kondisi geografis berupa pegunungan dan yang paling terkenal ialah pegunungan Kaukasus. Kota ini memang tidak dipenuhi oleh gedung-gedung pencakar langit, tetapi nuansa khas eropa sangat kental terasa karena memang Tbilisi merupakan kota kuno yang didirikan abad ke 5 oleh raja dari Kerajaan Iberia. Kotanya teratur dan tidak padat, bangunan-bangunan tua yang masih terjaga, serta bentang alamnya yang menarik menjadi satu kesatuan yang membuat kota ini mudah untuk dicintai. Satu wilayah yang cocok untuk kamu kunjungi jika tertarik merasakan tempo dulunya Tblilisi yaitu Old Tbilisi. Di distrik ini masih banyak bangunan berarsitektur kuno dari mulai rumah penduduk, perkantoran, hingga gereja. Kondisi saat ini pun sudah diperbaiki oleh pemerintah setempat sehingga lebih menarik bagi wisatawan. 6. Benteng Narikala, Tbilisi Tampak Benteng dari bawah bukit via wikipedia.com Di sebuah kawasan bukit Kota Tbilisi terdapat sebuah benteng bernama Narikala. Benteng telah ada sejak abad ke 4 Masehi meskipun sebagian besarnya yang ada sekarang adalah hasil pembangunan abad ke 8. Selain itu di tahun 1827, sebagian benteng ini juga sempat runtuh akibat ledakan amunisi meskipun kemudian dibangun kembali. Lokasi benteng yang berada di atas bukit membuatnya bisa dilihat dari banyak titik. Melihat keindahan kota secara luas juga tentunya bisa dilakukan dari benteng ini. Dibagian dalam benteng ini terdapat sebuah gereja bernama St. Nicholas. Gereja ini dibangun di abad ke 13 namun sempat hancur akibat kebakaran untuk kemudian dibangun ulang di tahun 1996 sampai 1997. Menariknya pengunjung yang ingin datang ke Benteng ini bisa secara bebas datang alias gratis tanpa tiket khusus. Saat ini untuk memudahkan wisatawan, sudah tersedia tram gantung dari Terminal di Rike Park, di tepi Sungai Mtkvari dengan biaya 1 Georgian Lari (GEL), mata uang Georgia 7. Bridge of Peace, Tbilisi Bridge of Peace Tbilisi via viatcheslav.livejournal.com Ini adalah satu ikon dari Kota Tbilisi yang juga menjadi kebanggan warganya. Jembatan Perdamaian ini menjadi penghubung antara Old Tbilis dengan Tbilisi yang modern dimana membentang 150 meter di atas Sungai Kura alias Mtkvari. Bukan jembatan besar karena jembatan ini hanya untuk pejalan kaki atau jembatan penyebrangan orang saja. Jembatan ini memiliki bentuk unik yaitu melengkung dengan atap baja bertutup atau dilapisi kaca. Karenanya jembatan ini juga sering disebut ‘Glass Bridge’. Baru diresmikan tahun 2010 silam, Bridge of Peace jembatan ini semakin modern terlihat saat malam karena dirangka bajanya dilengkapi dengan ribuan lampu LED yang membuatnya sangat berwarna dan menarik untuk dilihat. 8. Pegunungan Kaukasus Bentang alam satu ini adalah magnet Georgia yang sangat kuat memikat mata pendatangnya. Pegunungan Kaukasus membentang di Eropa Timur dan Asia Barat. Pegunungan ini memiliki karakter khas dari mulai kontur hingga perpaduan warnanya. Ada banyak lokasi yang bisa menjadi pilihan untuk bisa melihat langsung pesona alam pegunungan ini, salah satunya di Taman Nasional Borjom-Kharagauli. Taman Nasional Borjomi Kharagauli via georgia-tours.eu Borjomi Kharagauli National Park (BKNP) berada di tengah daratan Georgia. Bentang alam seluas 85 ribu hektar ini sangat menarik yaitu berupa pegunungan dengan hutan lebat, sungai, dan lembahnya. Bagi turis yang hendak melakukan wisata alam juga difasilitasi dengan baik karena trek dari yang pendek hingga panjang disediakan dan dikelola dengan baik. Berkemah, bersepeda, bahkan berkuda juga bisa menjadi pilihan jika kamu memang menyukai wisata alam pegunungan. 9. Gereja Gergeti Trinity, Khevi Jika wisata gereja di Eropa kita biasanya tercengang dengan kedetailan arsitekturnya, maka sensasi lain akan kamu rasakan ketika mengunjungi gereja di Desa Gergeti, Luar Kota Stephantsminda, Provinsi Khevi ini. Bangunannya memang tidak megah tetapi lokasinya yang berada di puncak gunung lah yang membuatnya tak pernah sepi dari kunjungan wisatawan. Gergeti Trinity Church via someforeignguy.com Gereja Gergeti ini memang berada di salah satu puncak tertinggi dimana disekitarnya juga terhampar pemandangan pegunungan dan puncak lainnya. Sudah ada sejak abad ke 14, Gereja ortodoks ini memang terpencil karena berada di atas gunung yang curam, tapi nyatanya kondisi ini justru membuatnya lebih terkenal dan tidak mengurungkan jamaat sekitar untuk beribadah. Bagi wisatawan, kini bisa memilih naik jeep khusus untuk bisa menuju gereja ini dengan waktu tempuh sekitar 30 menit. Tetapi jika kamu memiliki waktu lebih dan suka tantangan, bisa juga memilih mendaki alias berjalan kaki selama sekitar 2 jam atau lebih. Namun tentunya perjalanan ini tidak akan membosankan karena pemandangan alam yang menjadi teman. Apalagi ketika sudah sampai lokasi, semua letih tentu akan terbayar. 10. Desa Svaneti Desa Tradisional Svaneti via travelworld.org.ua Kalau kamu tertarik dengan wisata budaya dan ingin merasakan kehidupan warga lokal yang tradisional di Georgia, maka kamu bisa mengunjungo Svaneti. Di wilayah ini hidup sejumlah warga dari beberapa desa yang sudah ada di abad ke 9. Menariknya lagi Svaneti ini berada di perbatasan dengan rusia dengan bentang alam berupa Pegunungan Kaukasus Selatan. Inilah yang menjadikan desa-desa ini terlihat sangat nyaman untuk dihuni. Karena kondisi alamnya yang begitu memukau, menyambangi desa ini tentu tidak hanya akan memberikan gambaran kehidupan warga lokal yang memang terkenal ramah, tetapi juga menjadi penyegar mata tersendiri. Bayangkan saja deretan rumah di lembah antara pegunungan yang memiliki latar pegunungan lainnya di kejauhan. 11. Benteng Gonio, Adjara Berada tepat di ujung Barat Daya Georgia, Benteng Gonio berada di Desa Gonio, daerah Adjara sekitar 15 km Selatan Kota Batumi atau hanya 4 km sisi utara dari perbatasan dengan negara Turki. Benteng ini merupakan peninggalan Romawi yang sebelumnya dikenal dengan nama Asparuntos. Gonio Fortress via wikimedia.org Menempati area seluas 4,5 hektar, dinding benteng membentang sepanjang 900 meter dan tinggi 5 meter. Di beberapa titik terdapat menara yang kini jumlahnya hanya tersisa 18 menara. Dari empat gerbang yang ada, saat ini hanya gerbang masuk bagian Barat saja yang masih ada dan digunakan. Saat ini benteng Gonio memang hanya berupa sisi reruntuhan dengan beberapa bagiannya saja yang masih utuh. Namun bentukan dan suasana yang ada disana cukup memberikan gambaran bagaimana dulunya benteng ini berdiri dan bisa dikatakan menahan serangan dari arah laut. Ya, lokasinya yang juga dekat dengan garis pantai membuat banyak pula wisatawan yang datang untuk bisa pula merasakan keindahan pantai disana yang dianggap jauh lebih bersih dibanding pantai lain di Kota Batumi. 12. Mtskheta Tulisan dan cara bacanya memang membingungkan, tetapi Mtskheta adalah salah satu destinasi yang tidak serumit itu untuk dikunjungi karena hanya berada sekitar 20 km dari Ibukota Tbilisi. Mtskheta adalah nama kota di Provinsi Mtskheta-Mtianeti. Kota ini menjadi menarik karena merupakan salah satu kota tua di Georgia yang masih menyimpan banyak bangunan tua pula. Pemandangan dari Jalan Gamsakhurdia di Mtskheta via wikipedia.org Kota ini memiliki sejarah penting bagi agama kristen di Georgia, bahkan oleh Gereja Ortodoks Georgia dianobatkan sebagai Kota Suci sejak 2014 lalu. Tak hanya secara lokal, UNESCO juga menjadikan bagian dari Mtskheta sebagai situs warisan dunia sejak tahun 1994. Beberapa bangunan bersejarah yang ada di Mtskheta saat ini ialah seperti Cathedral Svetitskhoveli yang dibangun di abad ke 11 dan Biara Jvari yang dibangun di abad ke 6. Selain kedua diatas, masih ada beberapa gereja, biara, monumen, dan termasuk Benteng Bebris Tsikhe yang dibangun di abad ke 14 yang menjadi bangunan peninggalan sejarah penting disana. Kalian bisa menyusuri banyak tempat di Mtskheta yang dalam perjalananpun sudah bisa merasakan nuansa kuno sebuah kota. 13. Desa Omalo Omalo via wikimedia.org Sensasi menenangkan di atas ketinggian lebih dari 2.800 mdpl bisa kamu nikmati jika berkunjung ke Omalo, desa di wilayah Tusheti. Lokasinya yang berada di pegunungan Kaukasus Besar menjadikan Desa Omalo memiliki pemandangan yang super menarik. Hamparan rumput luas membentang dengan tekstur bergelombang berpadu tebing-tebing curam menjadikan panoramanya sangat eksotis. Lokasinya yang hanya bisa diakses dari satu jalan utama yaitu Abano Pass, menjadikan tidak begitu banyak wisatawan yang datang. Hal ini juga menguntungkan karena membuat Omalo tetap hening dan suara alamlah yang dominan bisa dirasakan
  26. 2 likes
    Tanggal 23 Mei 1990, Indonesia kehilangan salah satu putra terbaik yang pernah menerima penghargaan Bintang Jasa Utama. Pelukis, yang mendapat julukan Grand Maestro dari komunitas Seni di Italia, telah kembali kepada SANG PENCIPTA. Lahir di kota udang, Cirebon, tahun 1907, Affandi Koesuma menghabiskan hampir seluruh usianya meneukuni profesi pelukis. Sebelumnya ia pernah bekerja sebagai penyobek karcis di salah satu gedung petunjukan di Bandung. Menekuni pekerjaan sebagai pembuat poster. Keahliannya di manfaatkan bung Karno di masa perjuangan untuk membuat poster-poster propaganda melawan Belanda. Setelah itu ia merasa panggilannya hidupnya sebagai pelukis. Sebagai putra terbaik ia meraih sejumlah penghargaan sebaaai berikut : Daftar di bawah ini adalah penghargaan yang ia pernah terima Guru besar kehormatan untuk mata kuliah ilmu seni lukis di Ohio state University, Colombia, Amerika Serikat, 1960 Piagam anugerah seni dari Depdikbud 1969 Anugerah Doktor Honoris Causa dari University of Singapore 1974 Bintang Jasa Utama dari Pemerintah RI 1979 Dag Hammarskjold, Penghargaan Kedamaian International 1997 di Italia Pelukis Ekspresionis Baru dari Indonesia dari Koran International Herald Tribune Penghargaan Grand Maestro di Italia Kompleks Museum Affandi yang pernah menjadi tempat tinggalnya berada di salah satu dari 3 galeri di Museum Affandi. Menyempatkan ber-foto di salah satu karya yang di hargai ratusan juta.... woooowwww...... Kemudian tercatat pernah melakukan pameran tunggal lukisan karyanya di beberapa negara. Jika di buatkan list-nya sbb : Museum of Modern Art (Rio de Janeiro, Brazil, 1966) East-West Center (Honolulu, 1988) Festival of Indonesia (AS, 1990-1992) Gate Foundation (Amsterdam, Belanda, 1993) Singapore Art Museum (1994) Centre for Strategic and International Studies (Jakarta, 1996) Indonesia-Japan Friendship Festival (Morioka, Tokyo, 1997) ASEAN Masterworks Selangor, Kuala Lumpur, Malaysia, 1997-1998) Arrandi saat menerima penghargaan Bintang Karya Utama dari Presiden Soeharto (waktu itu). Kesederhaannya masih di wujudkan di acara formal mengenakan sarung. Meskipun telah tiada namun ia telah meninggalkan warisan yang sangat bernilai, khususnya bagi penggemar seni Lukis. Saat ke Yogya kita bisa berkunjung ke Museum Affandi, yang sekaligus menjadi tempat tinggalnya. Tidak sulit jika ingin berkunjung. Letaknya di jalan Adisucipto 167 Yogyakarta. Sangat strategis di ruas jalan Yogya Solo. Mudah di jangkau kendaraan umum apalagi pribadi. Penikmat seni Lukis dapat berkunjung setiap hari, kecuali hari libur dan Senin pertama setiap awal bulan, mulai pukul 09.00 sampai 16.00. Luas museum 3.500 meter persegi menampung sekitar 300 karya peninggalan lukisan bernilai seni tinggi. Masih terlalu sedikit di banding 2000 lebih yang ia hasilkan semasa hidupnya. Salah satu galeri yang kerap di kunjungi rombongan pelajar atau pencinta seni Setelah hampir 8 tahun kuliah dan tinggal di Yogyakarta, baru tahun ini mewujudkan keinginan berkunjung ke Museum Affandi. Meski sudah cukup lama mengenal nama besar beliau dari media pemberitaan. Ada satu hal yang cukup heran dan kerap kali menjadi pertanyaan. Kenapa lukisan yang, maaf, lebih bagus dari anak sekolahan, justru malah di hargai ratusan juta. Dimana letak value-nya? Apakah karena beliau terkenal bergaya naturalis, ekspresionis, dan romantisme, yang khas, sudah di sejajarkan pelukis-pelukis tingkat dunia. Sehingga lukisannya menjadi begitu mahal? salah satu karya lukis ekspresionis. Jika perhatikan ada 3 simbol, yaitu matahari sebagai sumber kehidupan. Tangan simbol untuk terus berkarya. Kaki, simbol untuk terus melangkah menghasilkan yang berguna. Dalem sekali ya maknanya. Informasinya, gaya ekspresionis upaya sang pelukis menampilkan gejolak emosi, kemarahan, kesedihan, kegembiraan, melalui suatu tema di atas kanvas. Selain gaya Ekspresionis, dalam seni lukis ada juga gaya/aliran Naturalis, Surealisme, Realisme, Romantisme, Abstrak, Impresionisme Makam Affandi dan istrinya di komplek Museum Salah satu galeri dari 3 galeri di Museum Affandi. kalau tidak ini di galeri 3. Jika kita perhatikan atapnya seperti pelepah daun pisang. Di rancang langsung Affandi yang mengingatkan kejadiaan saat hujan sambil membawa kanvas, ia mengambil pelepah daun pisang sebagai ganti payung untuk menaungi dirinya. “Rahasia” Keberhasilan Beruntung sekali berkenalan dengan Pak Dedi, yang pernah bersama Affandi selama 10 tahun lebih. Menemani saya selama di museum, ia banyak bertutur mengenai sejumlah makna dan keistimewaan lukisan Affandi. Sisi kehidupan Affandi sebagai pelukis di tunjukkan dalam 3 simbol. Matahari, tngan, kaki, simbol yang sarat makna filosofis hidup yang pernah ia torehkan di salah satu lukisannya. Ada matahari, tangan, dan kaki. Allah memberikan Matahari simbol sumber kehidupan yang tidak boleh di lupakan dan selalu harus di syukuri. Simbol tangan untuk selalu berkarya dan menghasilkan sesuatu yang baik. Simbol kaki untuk terus melangkah dan melangkah, berkarya tanpa henti sampai akhir hayat. Tidak goyah dengan sejumlah hadiah, popularitas, penghargaan, figur Affandi tercermin dalam tindakan dan perbuatan yang khas. Memilih hidup sederhana jauh dari kemewahan meski dengan yang ia miliki saat itu mampu memilih bergaya hidup eksklusif. Pak Dedi bertutur selama hidupnya Affandi suka merendah, humanis, tidak sombong, tipikal yang lain. Meski sudah melalang buana tetap ia tidak lupa dengan makanan kesukaannya, yaitu nasi dengan tempe bakar. Selama 3 jam di Museum Affandi saya di temani pak Dedy, yang pernah bersama Affandi selama 10 tahun. Dari beliau lah saya belajar dan jadi tahu dimana ciri khas karya Affandi. Jujur aja kalau tidak ada penjelasan bingung banget Karya bercorak ekspresionis. Cukup membingungkan jika kita tidak paham. Seakan cuma oret-oret-an biasa. Padahal karya ini luar biasa Memiliki perhatian dan kepekaan dengan alam lingkungan sekelilingnya. Tidak jarang tidak jarang ia tuangkan dalam lukisan. Karya lukis berjudul : Dead in My Hand tahun1945, Fallen Plant in a Race Field tahun 1975, Parangtritis at Night tahun 1984, barulah sebagian kecil bukti persahabatan dengan alam sekelilingnya. Salah satu karya berjudul "dead in my hand", tahun 1945. Meng-ekspresi-kan kegusaran terhadap perilaku tentara jepang yang gemar menembaki burung. Lalu ada se-ekor burung yang sekarat, di ambil dalam genggaman tangan Affandi dan meningggal. Baik semasa ia hidup maupun telah tiada figur itu masih bisa kita rasakan saat berada di Museum Affandi. Ia memilih rumah tinggal sekaligus untuk berkarya di pinggir Sungai Gajahwong. Lingkungan yang bersahabat dengan alam, memberikan kesan suasana asri, sejuk, tenang. Sama sekali tidak ada kesan mewah meski di dalamnya menyimpan karya yang bernilai ratusan juta rupiah. Sepeda favoit Affandi. Meski mampu beli motor terbaru di jamannya, ia tetap memilih naik sepeda dan mobil tua kesayangannya Melalui karya seni Affandi menyatakan syukur kepda SANG PENCIPTA atas karunia bakatnya. Tidak lupa ia ungkapkan rasa syukur dengan terus berkarya dan memberikan yang berharga bagi dunia seni lukis negeri ini. Karya terakhir Affandi yang belum tuntas karna saat itu kena stroke. Setelah itu ia tidak mampu lagi melukis.
  27. 2 likes
    "Ah gila si Adit bawa gue ke sini....". . comment ku begitu tiba di tempat yang di tunjukannya. "Tenang aja, bang. Adit sudah biasa kog ke sini...", sahutnya tenang. Bukan apa-apanya. Meski senang sekaligus surprise tetap ada ada rasa was-was. Masalahnnya tempat ini persis di salah satu ujung landas pacu bandara Sepinggan di Balikpapan. Ternyata area terbuka. Melihat kondisinya bisa saja nyusup masuk ke landasan. Beruntung saat itu tidak ada petugas yang jaga. Tapi keberadaan kami disini mudah sekali terlihat dari areal dalam bandara. Bahkan pilot yang akan mendarat pun bisa melihat posisi kami. Yeaaaa.....itulah kulminasi yang cukup menegangkan di penghujung traveling di Balikpapan. Awalnya perkenalan dengan Adit, pemuda ganteng yang tinggal di Balikpapan. Obrolabn, chatting, tibalah tawaran untuk main-main ke Balikpapan. Wah sudah pernah sebelumnya. Ngga hanya Balikpapan tapi juga ke Samarinda. Kali ini Adit menawarkan dan bersedia mengantar kemana aku mau selama di Balikpapan. Tawaran menarik, cuma aku harus mikir-mikir dulu sebelum menerima ajakannya. Beruntung ternyata Garuda membuka tiket promo dengan harga menarik tujuan Jakarta-Balikpapan. Setelah konfirm dari Adit di tanggal tersebut dia bisa segera aku done-kan tiket itu. Jadilah berangkat. Benar saja. Jumpa perdana di Balikpapan Adit langsung mengantar kemana aku mau. Naik motor keliling kota Balikpapan. Bahkan sampai ke luar kota, 20 kilo dari Balikpapan, yaitu ke Teritip, di jalanin juga. Mengetahui aku suka motret pesawat, jelang pulang Adit ngajak mampir ke salah satu spot yang oke untuk motret pesawat. Sudah pasti senang dan semangat. Thanks sebelumnya Adit. Setelah parkir kendaraan di daerah perkampungan, entah namanya apa, di ajak melewati semakp-semak. Sampai di sebuah pos penjagaan yang kosong. Disinilah tempatnya, kata Adit. Begitu lihat lokasinya, yang tadinya senang lah kog jadi mendebarkan. Teringat beberapa waktu lalu seorang rekan fotografer pernah akhirnya di ciduk petugas keamanan, di introgasi hampir 12 jam, baru di lepas. Penyebabnya, dia hunting tanpa ijin di sekitar sini. Ketahuan petugas jadilah...... Masalahnya waktu itu di bandara Sepinggan rupanya sedang parkir 2 pesawat tempur F-16. Semua isi memori di periksa. Setelah clear baru di lepas. Oalaaaaaa....apakah aku akan ngalami seperti ini... Jangan khawatir bang, Ngga sampai begitu kog, kata Adit setelah aku ceritakan kecemasan. Yeaaa.......semoga saja. Jadilah aku motret dengan rasa cemas......Berikut beberapa hasilnya....hunting yang mendebarkan... Awan tebal di atas bandara Sepinggan dari tempat ku berdiri, dalam kondisi hujan, sempat motret salah satu pesawat Garuda yang sedang taxi ancang-ancang take off. Adit "maksa" aku motret persis di ujung landasan. Tentu saja ini mendebarkan. Terlihat petugas langsung aku di ciduk. Tinggal melangkah dikit sudah masuk areal bandara. Akhirnya...happy ending. Aman... kamera pun aman... Cuma ogah di ajak hunting mendebarkan begini lagi.... momen yang aku tunggu, saat ada pesawat ancang[-ancang landing siap-siap pencet tombol shutter Makin mendekat...makin semangat meskipun cemas juga.... siiip.....dapet..... Saat ada pesawat take off ealaaaaa....ada warga yang berani melintas landas pacu. "Tuch bang. lihat itu orang. ngga apa-apa kog...", kata Adit. Iya...cuma aku tetap aja kurang yakin. Yeaaaa.....motret berhadapan satpam sudah sering. Berani aja... tapi kalau ngadepin tentara....nah itu dia. Ngga berani main-main dech. Untunglah happy ending. "aman". Ngga di samperin tentara seperti rekan fotografer yang aku ceritakan di atas. Cuma....mikir ulang tuk sport jantung hunting begini.....
  28. 2 likes
    Binggung liburan mau kemana...ke luwuk banggai saja... Postingan kali ini aku akan membawa kalian membayangkan surga alam yg tersembunyi & terlewatkan selama ini... Konon di tempat ini adalah kerajaan yang lebih tua dari pada majapahit & bagi bangsa tiong hoa atau chines., di Banggai ada kuburan tertua orang chines yg meninggal & di kuburkan di banggai pada tahun 20 masehi lho., so.. bukan cuman itu kalian akan menikmati indahnya panorama alam gold sunset..serta beberapa pulau dgn pantai yg berpasir putih airnya warna biru tosca yg bikin ngangenin.,hehehe gak cuma itu kalian akan di temani beberapa ubur yg bisa di ajak kompromi snorkling bersama kalian., hehehe dan masih banyak lagi wisata lainnya..sekian dulu ya postingan saat ini travelling & backpaker yuk ke luwuk banggai., Ket. Foto :, bukit keramat., pantai kelapa lima., pantai aoyama
  29. 2 likes
    Oleh seorang rekan aktif KJJI di Yogyakarta, saya di rekomenkan menginap di Greenhost. Kebetulan Kang Momod pernah menginap disini juga waktu ke Yogya. Oya...? thanks rekomen-nya. Tidak langsung aku iya rekomen itu. Melihat dulu foto-fotonya di Agoda dan booking.com. tampak luar. sudah terlihat bernuansa eco green eee...ada becak unik dari Green House Numpang narsis dulu ya.... Melihat lokasinya....hhhmmm Prawirotaman . Memang adalah lokasi turis asing. Salah satu saudara yang tinggal di Belanda waktu ke Yogya pernah menginap di daerah sini. Cukup jauh dari Malioboro. Tapi...yakin dan mantap memilih disini setelah lihat foto-foto-nya. Bahkan dua kali. Di kedatangan berikutnya juga menginap disini. Suasana kamar yang cukup artistik ruang utama yang eco-friendly. Memudahkan sirkulasi udara dan cahaya matahari masuk Baru tahu disini pernah di lakukan shooting AADC 2. Wah......coba kalau tahu dari kemarin, ngga perlu di rekomenkan sudah langsung pilih disini. AADC 2 fans gitu lho. Obyeknya saya suka konsepnya. Memang beda banget di banding hotel lainnya di Yogya. Ya harus beda. Bukan berkonsep modern, juga bukan tradisional. Pertama, bangunannya berkonsep Green Building, bangunan yang ramah lingkungan. Benar saja begitu kita datang, di sambut suasana eco-green. Like it. Kedua.Bagian tengah tampak terbuka. Jelas sekali sirkulasi udara bagus dan alami. Selain itu cahaya matahari bisa leluasa menembus bagian inti hotel. Ini salah satu wujud konsep eco friendly. Lagi-lagi...like it.... buka notebook disini. duduk santai ngetik bikin tulisan atau edit foto, sambil dengar musik. Nikmaaaaatttnya......, Area untuk sarapan pagi. Baru tahu di sini pernah jadi lokasi shooting AADC 2 Ketiga. Ini hotel kesannya nyeni banget ya. Selain sarat dengan nuansa eco green friendly. Hampir di setiap sudut terdapat karya-karya seni. Saat kita tiba di sambut patung yang juga hasil karya seni. Dinding yang di dominasi nuansa semen, tidak banyak cat, ada maksudnya juga. Selain untuk efisiensi pemeliharaan, juga menjadi “kanvas” untuk menuangkan ekspresi kreativitas para seniman datau disainer. salah satu pilihan menu sarapan pagi saya saya suka. Soto taman sari Keempat. Jalan lah ke lantai paling atas. Kita akan menikmati kebon sayur hidroponik. Rupanya pihak manajemen ingin mengangkat tema khusus yaitu “City Farming”. Pihak hotel ingin perkenalkan “pertanian kota” di dalam bangunan. Very good.... di lantai paling atas bisa kita lihat Citi Farming, tanaman perkotaan hidroponik, yang menjadi tema utama hotel ini Bagaimana menu breakfast? Biasa-nya menjadi tolak ukur cocok tidaknya menginap di suatu hotel dari sajian breakfast. Standard....cukup puas. Artinya ada menu lokal yang bisa kita nikmati. Memang jika ingin puas harus sudah datang jam 6-an. Saat sarapan sudah mulai tersedia dan belum ramai. Harga per-malam untuk weekend sekitar 600 ribu. Worthed lah terutama yang suka dengan konsep ini. Eee....pernah juga yang kedua kalinya dapat harga Cuma 500 ribu. Padahal weekend juga. Kog bisa?ya itu karena bukan musim liburan. Kedua, booking sebulan sebelumnya. Saking sukanya disini, dari pagi sampai batas check out sengaja di hotel terus. Jalan ke lantai atas. Duduk di cafe sambil foto-foto tentunya. Suasana di sekeliling hotel oke juga. Karena daerah turis, cukup banyak pilihan cafe, resto, jika ingin menikmati sendiri atau bersama pasangan. Kami pun agak ngotot juga ber-kuli-ner di sekitar hotel. Setelah dinner di salah satu cafe, lanjut ke cafe khusus es krim yang juga di kawasan Prawirotaman. Tidak jauh dari hotel cukup jalan kaki saja. Ternyata cafe es krim-nya asyik banget. Hanya saja terlalu rame....mungkin karena weekend ya. Sebelum check out, foto dulu di depan resepsionis..... Dua kali nginap disini cuma 1 komplainnya. Suasana pesta atau apalah di cafe cukup membuat bising sampai ke kamar. Mungkin karena malam minggu banyak yang booking disini untuk merayakan pesta. Mencoba maklum dech.... Salah satu karya seni yang banyak di tampilkan disini Ngga kapok nginap disini. Suatu saat pasti yang ketiga kalinya. Duduk di salah satu cafe, sambil buka notebook, nulis atau edit foto, sambil mendengar musik favorit. Asyik...syik...banget dech....hahaha....
  30. 2 likes
    kebetulan februari kemarin hbs dari disney HK, ni beberapa fotonya mas
  31. 2 likes
    Kondisi kemanan Turki yang sempat bergejolak belakangan ini ternyata sangat berpengaruh dengan sektor pariwisatanya. Kunjungan turis mancanegara menurun drastis dan seolah melesu. Tetapi keamanan Turki sebenarnya tidak sebegitu parahnya, wisatawan masih bisa menikmati negara penuh sejarah itu dengan cukup aman. Apalagi sebenarnya kondisi ini cukup menguntungkan karena keramaian di objek wisata yang biasanya terjadi justru berkondisi berbeda. Sekarang sebenarnya kondisi itu mulai pulih meskipun tidak sepenuhnya, terbukti dengan mulai kembali menggeliatnya wisatawan mancanegara yang datang. Terlepas dari kondisi diatas, Turki memang menarik perhatian karena kekayaan sejarah yang dimilikinya. Sejarah yang tidak hanya tentang negara itu saja tetapi juga menyangkut peradaban dunia termasuk tentang cerita Para Nabi. Letak Provinsi Izmir di Turki Izmir contohnya, provinsi di bagian Barat daratan Turki ini memiliki sejarah dengan kebesaran Yunani dan Romawi. Provinsi yang saat ini berpenduduk sekitar 4 juta jiwa ini beribukota di kota bernama sama yaitu Kota Izmir atau dulu bernama Smyrna dalam bahasa Yunani. Untuk menuju Izmir, kita bisa menggunakan pesawat dari beberapa kota di Turki seperti Istanbul. Perjalanan udara Istanbul ke Kota Izmir ini memakan waktu hanya sekitar 1 jam. Selain itu, bisa juga dengan menggunakan bus yang sangat nyaman dengan lama perjalanan sekitar 9 jam. Kota utama untuk wisata di Provinsi Izmir yaitu di Kota Selcuk. Untuk menuju Selcuk, jika kamu naik pesawat maskapai Atlasjet, maka kamu tak perlu repot karena maskapai ini menyediakan bus gratis untuk menuju Selcuk. Kamu cukup menunjukkan boardingpass saja ketika naik bus ini. Jika tidak, maka kamu bisa naik kereta dari Stasiun Basmane, Kota Izmir. Tarif tiket kereta tujuan Selcuk hanya sebesar 10 Lira dan perjalanan memakan waktu sekitar 1 jam. Atau juga bisa naik Bus dari Izmir menuju Kusadasi. Kedua pilihan ini sama nyamannya karena fasilitas transportasi Turki terkenal sangat modern. Kota Selcuk ini memiliki peninggalan penting ketika Yunani lalu Romawi yaitu di Kota Kuno Ephesus. Menyambangi reruntuhan situs peninggalan disana membuat kita seolah masuk ke lorong waktu. Namun selain tentang peninggalan sejarah Yuanani- Romawi, Ephesus juga memiliki ikatan sejarah dengan agama Kristen dan Islam. Lantas seperti apakah Ephesus ini? Ephesus, Kota Kuno Yunani dan Romawi Ini adalah tujuan paling utama di Selcuk. Ephesus atay Efes dalam bahasa Turki awalnya merupakan kota kuno Yunani namun beralih dan mengalami kejayaan ketika berada di tangan bangsa Romawi. Sudah ada sejak tahun 117 M, saat ini Ephesus meninggalkan reruntuhan bangunan Romawi tersebut. Hal ini juga karena dalam sejarahnya, kota ini sempat hilang akibat gempa bumi tahun 614 M, namun kemudian dibangun kembali dan hingga kini menjadi destinasi wajib bagi wisatawan ketika di Turki. Via archaeological.org Ephesus sendiri berada di Efes Yolu, Distrik Selcuk. Karena disebut kota, maka Ephesus tentu memiliki banyak bagian, alias tidak hanya satu atau dua objek saja. Di kawasan kota kuno ini ada reruntuhan perpustakaan kota (Celcus Library), kuil Artemis, Kuil Domitian, teater utama (Grand Theater), bekas pasar (Agora), Makam Adik dari Cleopatra (Arsione), Vila tempat tinggal kaum elit Romawi (Terraces Houses), Jalan Curetes, Pemandian (Varius Bath), air mancur penghormatan nymph atau peri air (Nymphaeum), Gerbang Herkules, Aula Pertunjukan (Odeion), Goa Ashabul Kahfi, Rumah Bunda Maria, dan peninggalan sejarah besar lainnya. Jam Buka dan Tiket Masuk Perlu diketahui juga bahwa kawasan wisata Ephesus dibuka setiap hari dari jam 08:30 sampai 19:00 dengan tiket masuk sebesar 30 Lira saja. Untuk menuju gerbang masuknya, kalian bisa naik taksi untuk menuju gerbang atas atau naik Dolmus alias mininbus dari Otogar untuk menuju Gerbang bawah dengan tarif sekitar 5 Lira. Fasilitas Audio Guide Nah, bagi kamu yang ingin mengetahui banyak soal Ephesus, ada baiknya kamu menyewa sebuah Audio Guide yang tersedia di counter khusus di sebelah kanan pintu gerbang. Audio Guide ini akan menjadi pemandu pengunjung untuk mengetahui berbagai informasi seputar Ephesus dan setiap bagiannya. Tersedia beberapa pilihan bahasa di audio guide ini terutama Inggris, Turki, dan beberapa bahasa negara-negara Eropa. Untuk bisa menyewanya, kalian harus membayar 15 Lira dan meninggalkan paspor sebagai jaminan. 1.Library of Celcus Library of Celcus via wikimedia.org Library of Celcus bisa dikatakan menjadi ikon dari Ephesus. Wajib hukumnya pengunjung yang datang untuk mengabadikan diri di sisa dinding dan pilar bagian depan perpustakaan. Dulunya Library of Celcus menjadi yang terbesar ketiga dimasanya dimana pembangunan oleh Gauis Julius Aquila di tahun 135 M ditujukan kepada sang ayah yang juga senator Romawi yaitu Tiberius Julius Celsus Poelmaeanus. Meskipun kini Library of Celcus ini hanya berupa puing bagian depan dan ruang kosong tak beratap dibagian dalam, tetapi dari sisa bangunannya saja pengunjung bisa membayangkan kemegahan perpustaakaan yang dulu menyimpan 12.000 koleksi gulungan kertas atau perkamen ini. Di dinding bagian depan perpustakaan ini bisa dilihat patung 4 wanita yang melambangkan kebijaksanaan, keunggulan, pemahaman, dan pengertian. Namun kabarnya patung ini hanya duplikatnya saja karena yang asli sudah disimpan di Museum Ephesus di Vienna. 2. Grand Theatre Grand Theatre Ephesus via pinterest.com Berikutnya yang juga menjadi bagian paling populer ialah Grand Theatre. Area teater terbuka super besar ini bisa menampung sekitar 25 ribu penonton. Dulunya, ini merupakan tempat pertarungan para gladiator dan juga tempat pertunjukan drama. Tak hanya itu, Grand Theatre juga tercatat dalam Injil Perjanjian Baru dimana disini menjadi tempat berkotbah Rasul Paulus selama tinggal 3 tahun di Ephesus. Menapaki theatre galidiator ini, kita akan merasakan betapa megahnya Ephesus saat itu. Apalagi lokasinya yang dikelilingi oleh perbukitan menjadikan theater ini tidak hanya soal batuan bangku melingkar tetapi juga berpadu dengan alam yang memukau mata. 3. Agora Agora via holylandphotos.wordpress.com Setelah dari Grand Theatre, kalian akan berjalan di jalan marmer tepat di sebelah lahan luas dengan puing-puing tiang dan hamparan sisa bangunan lainnya. Area itu adalah bekas pasar alias Agora. Dulunya, Agora ini merupakan pasar yang memiliki atap dibagian atasnya, tetapi kini yang bisa dilihat hanya tiang-tiangnya saja. Hamparan puing ini juga tak kalah eksotisnya untuk dijadikan lokasi berfoto. Apalagi ciri khas tanah gersang saat musim panas menjadi pelengkap kesan kuno Romawi bagi latar dari Agora ini. Sebenarnya selain Agora di sisi ini, ada juga pasar lainnya yang disebut Civic Agora. Kondisinya juga hampir sama dengan agora yang satu ini. Diujung jalan marmer dari Agora ini, pengunjung akan langsung sampai ke Library of Celcus. Didekatnya pula ada sebuah batu seperti prasasti yang kabarnya merupakan makam dari Arsinoe IV, saudara tiri dari Cleopatra VII. Monumen berbentuk persegi delapan ini diusulkan menjadi makam Arsinoe setelah dilakukan penelitian di sana sekitar tahun 1990. 4. Terrace House Terrace House via ephesusbreeze.com Terraces House adalah villa atau rumah tinggal mewah kaum elit Romawi jaman itu. Seperti namanya, bangunan ini terdiri atas tingkatan atau berteras. Setidaknya ada tiga tingkatan rumah ini dimana lantai pertama terdiri atas ruang tamu dan ruang makan. Lantai kedua merupakan kamar tidur dan kamar tamu, sedangkan lantai teratas sudah runtuh. Terdapat mosaik dan lukisan dinding yang ditemukan di dalam rumah yang mulai dilakukan pengalian tahun 1960 ini. Lukisan dan mosaik yang sudah mulai mengelupas ini tetap bisa menggambarkan kemegahan rumah ini dahulunya.Dan untuk menjaga kondisi bahan bangunan agar tidak rusak, sekarang sudah dipasang rangka atap di kawasan ini. Pendingin ruangan khusus juga diberikan untuk menjaga kondisi ini. Tetapi untuk masuk ke Terrace House, ada biaya khusus selain tiket utama masuk ke Ephesus. Biaya tiketnya yaitu sebesar 15 Lira. 5. Varius Bath Varius Bath via shutterstock.com Setelah dari Terrace House, pengunjung akan melalui jalan yang bernama Curetes. Di kiri kanan jalan ini terdapat reruntuhan puing yang membuatnya juga nampak menarik. Tak jauh, sampailah di bekas area pemandian yang bernama Varius Bath. Ini adalah komplek pemandian umum yang dibangun pada zaman Helenistik sekitar abad ke 2 Masehi. Dulunya komplek pemandian ini terbilang sangat lengkap termasuk tersedianya ruang mewah untuk bangsawan. Bahan pembangunannya juga menggunakan bahan terbaik dari batuan alami. Namun dalam sejarahnya, Varius Bath sempat mengalami beberapa kali perubahan. Namun sekarang, kondisi pemandian ini hanya berupa sedikit bagian reruntuhan. Hampir tidak ada struktur yang bisa menggambarkan secara utuh bagaimana pemandian ini dulunya. Berjalan terus ke arah atas, maka objek peninggalan berikutnya yang bisa dilihat ialah bekas taman air mancur yang dikenal dengan nama Nymphaeum. Aliran airnya berasal dari saluran lembah Sungai Caster yang berjarak 40 km. Selanjutnya ada juga Gerbang Herkules yang tak kalah populernya dijadikan lokasi berfoto. 6. Heracles Gate Gerbang Herkules via ephesustoursguide.com Heracles Gate alias Gerbang Herkules berada tepat diujung Curetes Street. Gerbang Herkules bukanlah sebuah gerbang besar melainkan hanya dua tiang batu di kanan dan kiri layaknya gerbang. Dinamai Herkules sendiri karena ada patung atau relief Herkules di bagiannya. Nampaknya dulu gerbang ini sebenarnya berukuran cukup besar dan megah. Yang ada saat ini tentunya hanya sisa reruntuhannya saja. Disekitar dua pilar gerbang ini juga bertebaran sisa-sisa pilar lainnya yang menjadikan nuansanya benar-benar bak kota kuno yang hancur. Selepas dari gerbang ini, objek menarik berikutnya yang akan kita temui ialah Kuil Domitian. 7. Kuil Domitian Temple of Domitian via biblicalephesus.com Berada di ujung selatan Domitianus Street, Kuil ini dibangun di area seluas 50 x 100 meter. Dinamakan Domitian karena kuil ini dibangun oleh Kaisar Domitian dan untuk orang-orang memuja dirinya sendiri pula. Kaisar ini memang dianggap memiliki sifat Megalomania berlebihan yaitu mengganggap dirinya adalah dewa. Meskipun memang kondisi reruntuhannya sangat besar, sisa-sisa pilar dan reruntuhan yang tersebar disana terbilang cukup bisa menggambarkan bagaimana sebenarnya besar dan megahnya kuil ini. 8. Odeon Odeon via wikimedia.org Hampir mirip dengan Grand Theatre, Odeon juga berupa Teater terbuka namun berukuran lebih kecil. Fungsinya lebih terkhusus untuk pertemuan para wakil rakyat atau disebut bouleuterion serta sebagai aula untuk pertunjukan berbagai hal seperti konser musik, nyanyian, sampai lomba puisi dan lainnya. Dibangun di abad ke 2 Masehi, kapasitas dari Odeon ini ialah sebanyak 1.500 penonton. Menariknya dibagian belakang panggung atau yang berhadapan langsung dengan penonton, terhampar luas perbukitan dengan rumput dan pepohonan sehingga terbayang bagaimana menariknya teater ini ketika dilihat saat ada pertunjukan. 9. Haus der Maria Sebenarnya lokasi dari Haus der Maria atau Rumah Bunda Maria tidaklah berada di kawasan kota kuno Ephesus. Kalian harus keluar dari kawasan wisata itu dan berkendara sekitar 7 km, tepatnya di gunung Nightingale, wilayah Bulbul dagi. Rumah ini ditemukan pada abad ke 19 dan dianggap sebagai rumah terakhir bagi Bunda Suci Maria dalam sebuah buku dari seorang biarawati. Meskipun tidak ada bukti yang secara kuat membenarkan hal tersebut, tetapi kepercayaan ini tetap terjaga terbukti dengan banyaknya ziarawan yang datang termasuk beberapa tokoh Paus. House of Virgin Mary via wikimedia.org Bangunan ini merupakan sebuah gereja era Bizantium yang sampai sekarang masih berperan sebagai sebuah gereja. Setiap minggu tetap diadakan misa disana sebagai mana gereja umumnya. Misa khusus juga dilakukan yaitu di tanggal 15 Agustus setiap tahunnya dimana tanggal ini dipercaya sebagai hari terangkatnya Bunda Maria ke Surga. Kawasan wisata ini mematok tarif tiket sebesar 15 Lira bagi wisatawan. Kunjungan wisata sendiri bisa dilakukan sejak jam 8:00 sampai 19:00. Gereja ini sendiri bukanlah sebuah bangunan besar. Dibangun pada abad ke 6, strukturnya berupa bata ekspose. Memasuki bagian dalam, terdapat altar khusus Bunda Maria yang menarik mata karena patung Bunda Maria dengan berlatar tembok batanya. Tak hanya umat Kristiani, umat Islam pun boleh masuk dan berziarah. Namun sayangnya, tidak diizinkan mengambil gambar dibagian dalam ini. Untuk keluar dari bangunan, kita bisa menuruni anak tangga dan menuju ke sebuah sumber air. Air ini dipercaya memiliki manfaat untuk kesehatan sehingga banyak pula pengunjung yang mengambil dan menyimpannya di botol untuk dibawa pulang. 10. The Cave of Seven Sleepers (Ashabul Kahfi) Ashabul Kahfi Cave di Selcuk, photo by Farchan via liputanislam.com Sebenarnya masih menjadi perdebatan dimana sebenarnya Goa tempat cerita Tujuh orang Ashabul Kahfi yang tertidur lebih dari 300 tahun itu berada. Para ahli sejauh ini memprediksi beberapa lokasi yang dipercaya sebagai lokasi goa tersebut seperti di Yordania, Suriah, Tunisia, Palestina, dan salah satunya di Turki ini yaitu di Ephesus, Selcuk. Dipercayanya lokasi di dekat Ephesus ini karena berdasarkan sejarah Ephesus itu sendiri yang merupakan kota kuno Romawi. Dalam sejarah Kristen dan Islam keduanya memiliki keterkaitan untuk menyimpulkan goa tersebut berada di Selcuk ini. Terlepas dari perdebatan itu, tak ada salahnya juga kalau sudah berada di Selcuk untuk mencoba menyambangi Goa tempat tidurnya Ashabul Kahfi ini. Lokasinya juga berada di kaki Pegunungan Bulbul dagi dan cukup terpencil. Untuk menuju lokasi ini dari pusat kota Selcuk memang harus menggunakan taksi atau kendaraan pribadi karena belum adanya angkutan umum yang khusus menuju jalur ini. Didekat area masuk, terdapat sebuah restoran perkebunan. Disanalah titik yang bisa dikatakan cukup hidup karena selama perjalanan ke lokasi ini saja kalian akan melalui jalanan lengang dan sepi, apalagi untuk menuju gua nya, maka jalanan tanah tanpa fasilitas wisata adalah temannya.
  32. 2 likes
    Hai jalan2ers, Kali ini saya mau share mengenai aplikasi baru dari google, namanya : Google trips Aplikasi ini diluncurkan tanggal 16 September 2016, dan saya yakin sangat berguna bagi traveller, memang kita bisa nanya di forum, teman atau di site2 informasi seperti tripadvisor dkk mengenai tujuan wisata kita, tapi dengan google trips, ( hampir ) semua informasi ada dalam semarpon kita, dia ada menu untuk kategori informasi, rencana harian, reservasi, ngapain aja, kuliner dan banyak hal lainnya, dan yang keren, kita bisa download map secara offline, jadi apabila tidak ada koneksi wifi gratisan, dan teman perjalanan kita pasang tampang polos sambil senyum lebar ( karena dia juga ga beli paket wifi atau juga ga punya pulsa ) maka kita tetap bisa mencari informasi mengenai tujuan wisata secara offline Saya akan coba bahasa featurenya satu satu, bisa ditambahkan sesuai pengalaman teman2 dan update2 yang terbaru Bisa mengetahui trips yang sudah lalu, asal pemesanan ticket dengan menggunakan email gmail kita, saya tidak tahu apabila pemesanan dilakukan dengan email non gmail, bisa tampil atau tidak Bisa mengetahui upcoming trip kita, bisa entry secara manual dan memasukkan tujuan trip kita Kita bisa menyimpan tujuan wisata Kita bisa melihat informasi di tempat tujuan kita, apa yang bisa kita lakukan, obyek wisata apa yang menarik dan bisa kita kunjungi Di things to do, kita bisa melihat berbagai jenis wisata, misalnya wisata favorit, sejarah, seni, anak2, indoor dan outdoor, ada review yang kita bisa baca Kita bisa memasukkan tujuan tersebut dan mendapatkan informasi bagaimana cara kita kesana, jalan kaki, atau moda transportasi umum lainnya Ada informasi mengenai kuliner Bisa download peta dan informasi untuk offline mode Kita juga bisa menentukan tempat yang kita kunjungi, dan untuk seterusnya google akan menyarankan tempat2 yang lain di sekitar situ Bisa di download untuk android dan iphone Informasi selengkapnya bisa dibaca disini Silahkan di explore, tinggal ditambahkan kalau ada feature baru
  33. 2 likes
    Hallo, Kayaknya beban banget yah kalau di cariin FR pas habis jalan jalan, hahahaha.. Kalau senang foto, FR nya sih bakalan bagus, foto foto lebih banyak berbicara dari pada kata kata biasanya lol. Lakita, moto aja burem melulu, wkwkwkwkwk Jadi kemarin, lanjutan dari ajakan nge trip ke Jepang yang ini akhirnya kesampean, dan udah kelar dan udah balik di negara Indonesia tercintah Persiapan: Semua semuanya emang udah di beli dari awal sih, apalagi ini udah trip ke 2 kali nya ke Jepang. Jadi udah lebih santai jiwa raga. Udah pede aja tanpa itin berangkat ke Jepang wkwkwkwkwk. JRPass beli di bobobobo.com karena udah ada yang pernah, si @Daniear jadi nekat aja beli disana hahahaha Penginapan udah dipesan temen semuanya, kebetulan ada 1 cewe dalam trip kali ini, jadi beliau yang beresin semuanya Berangkat ber 4, yakni 3 cowo dan 1 cewe. Senangnya nge trip dengan teman gw yang ini, ga pernah pake itin, jadi ngalir gitu aja entah kemana mau kemana hari itu, cari Gmaps dan explore sepuasnya. Lagi ngga mood, tinggal gabut gabutan di coffeshop terdekat lol. 26 Feb 2017 Karena 1 dan lain hal, pesawat mendarat dengan delay dan semua waktu yang dijadwalkan menjadi molor. Landing sekitar jam 12 siang, dan baggage clearance + imigrasi kelar kelar udah hampir jam setengah 3. Cerita lucu ketika di imigrasi: Udah wanti wanti dari lama, kalau ke Jepang segala sesuatu harus di print out, in case ditanyain di imigrasi, bisa nunjukin buat meyakinkan mereka kalau kita hanya akan berkunjung sebagai tourist. Apa daya, karna gw bahkan hampir lupa dan baru ngeh gw akan berangkat ke Jepang H-1 ga sempat kepikiran, pulpen aja ga bawa, buat isi embarcation card pake manggil pramugari dulu lol. Jadi ketika di imigrasi, antriannya panjang dan semua yang di depan gw rata rata ditanyain ini itu macem macem. Pas 2 orang di depan gw, malah sampai bongkar bongkar tas buat nunjukin semacam print out akomodasi dari AirBnB (ketauan karna keliatan lambangnya). Deg degan dong, kirain gw juga bakalan ditanyain, soalnya memang nginapnya beberapa di AirBnB. Eh, ternyata pas giliran gw (awalnya gw senyum dan basa basi bilang good morning ke mba nya), eh ga pake ditanya apa apa saudara saudara, langsung biomteric dan foto retina (yang faktanya setengah badan di fotoin) dan langsung di cap sambil bilang "welcome back to Japan". Omg! Hampir gw teriak HAHAHAHA... Klimaks dari deg degan sepanjang ngantri, tetiba ga diapa apain itu rasanya gimana gitu wkwkwkwkwkwk. Cerita lucu ketika di Custom: Pengalaman dari sebelumnya, form declaration sudah di isi selama di pesawat (pulpen minjem dari pramugari) jadi harusnya tinggal lewat lewat aja. Lagi lagi dibikin panik, karena beberapa orang yang di depan gw (ada banyak barisan yang ada, dan hampir semuanya kejadian) bagasinya pada di buka bukain. Kurang paham, padahal kan kena XRay, kenapa harus digeledah lagi secara manual yang ujung ujungnya juga ga nemu apa apa. Bahkan ada si om yang sampe badan badannya di rogoh habis habisan, asli bikin pucet. Ga bawa barang apa apa sih, tapi kondisi sekitar bisa beneran bikin pucet LOL. Pas giliran gw, cuma dilirik kertasnya, dan langsung disuruh lewat sambil senyum bilang "be careful, so cold outside". Omg! Hampir mau loncat hahahahaha... Sambutan yang cukup hangat namun terbalaskan dengan kejadian berikutnya yang mengenaskan hahahahahahahaha. Langsung turun ke bawah kantor JR untuk nukerin JRPass, antri hampir 45 menit an. Gile, lagi rame yang landing Langsung tanya tanya tentang tiket ke Sapporo dan si mas nya jelasin udah ga memungkinkan, karena Narita - Tokyo sudah 1 jam an. Tokyo - Hakodate udah 4 Jam an, udah ga kekejar last train dari Hakodate ke Sapporo nya. Sempat WA an sama teman, dan gw sempat mau cancel ke Hakodate karena dengan pikiran lebih gampang cari penginapan di Tokyo di banding Hakodate (yang sama sekali gw gatau keadaan disana). Tapi finally tetap ambil reserved seat nya sampe Hakodate. The jouney about to begin (Reserved Seat Narita Express NEX bound for Tokyo St) Setelah sempat makan yang mahalnya gausah di mention langsung turun ke platform buat naik NEX ke Tokyo Station, karena Shinkansen Hayabusa (tujuan Hakodate - Sapporo) naiknya dari Tokyo St. Cuss, perjalanan sekitar 1 jam ga terasa, pemandangannya kece abis, dan emang penggemar kereta Nyampe di Tokyo St langsung fokus cari platform Shinkansen, dan bisa di cek di monitor yang ada juga. Tinggal cek nama train yang kita akan gunakan beserta nomor nya, terus lihat di platform berapa. Langsung menuju kesana, jangan sampai telat, karna ga bakalan ditungguin hahahaha. (Reserved Seat Hayabusa bound for Shin Hakodate) Perjalanannya wah banget pokoknya selama masih terang, sisanya pas gelap gw sih tidur, ga paham ada apaan di luar hahahaha.... Sekitar jam 10 malam nyampe di Shin Hakodate Hakuto St. Gw bingung harus kemana, karena memang sama sekali belum pernah kesini. Gw nanya dong, kalau kereta ke Sapporo harus kemana. Dan ternyata Stasiunnya kepisah hahahahaha Harus naik kereta local, kayak odong odong gitu cuma 2 gerbong. Mana di luar dingin banget minus 10 dan semua rel ketutupan salju Ya sudah, ikutin naik keretanya dan nyampe di Hakodate St. Ngenesnya adalah Stasiun nya ngga ber pemanas, dan semi open gitu. Kecil dan tidak operated 24 hours. LOL Mau ngga mau harus keluar stasiun dan samperin hotel hotel kecil (consider budget dan lamanya menginap), 3 hotel kecil kecil disamperin dan semuanya bilang pada full book. Gw aja ga bisa kebayang malam itu gw ngeret ngeret koper di jalanan licin penuh salju, dibawah suhu minus 10 derajat dan sendirian pula hahahahhaa (FYI, teman gw yang udah duluan sampai ke Sapporo karna gw delayed). Sempet kepikiran mau ngemper di Smile Hotel karena yang jaga bilang ga ada kamar, eh ga dibolehin HAHAHAHAHA/ Ya sudah, uji peruntungan ke Hotel Four Points nya Sheraton, nanya kamar, katanya kosong juga. Bingung, sebenarnya pada full apa karna ga bisa English buat jelasin sih. Untungnya hotel terakhir ini staff nya jago English, langsung izin buat stay di Lobby nya (karena gw liat ada sofa segede gede gaban dan ber pemanas ruangan juga). Di izinini, dan langsung say thank you dan langsung nongkrong di lobby nya yang segede aula itu. Sebenarnya masih pengen nyari hotel lain, tapi udah ga kuat jalan, ditambah suhunya ga kuat, plus udah jam 2an, sementara jam 5an gw udah harus balik ke Stasiun buat kejar kereta jam 6 subuh ke Sapporo. Ya sudah, ngemperlah malam itu 27 Feb 2017 Jam 5 udah stand by di Stasiun karena kereta nya jalan jam 6.10. Dinginnya ajegile, dalam stasiun pun dingin hahahahaha.... (Reserved Seat Super Hakuto bound for Sapporo St) Akhirnya berangcut! Excited banget ke Sapporo nya, sumvvah perjalanan sekitar hampir jam juga, jadi total total Tokyo - Sapporo sekitar 8 Jam. View nya amazing, dan gw baru ngeh belum makan dari semalam, dan di kereta ini untungnya jual makanan lol Dan langsung terpukau karena pemandangannya langsung salju semua. MOV_0030.mp4 MOV_0040.mp4 Sekitar jam 10an pagi nyampe dan langsung pindah naik subway buat menuju AirBnB. Senang banget, AirBnB nya berada persis di samping Odori Park dan dekat banget dari Stasiun Subway. Langsung naik ke AirBnB dan ternyata teman teman gw masih pada molor HAHAHAHA. Gw nyampe langsung gw recokin, beberes, dan langsung mulai jalan hari itu. Makan siang di Sukiya (lebih murah dari pada Yoshinoya tapi konsep dan makanan mirip), cuma sekitar 359 Y untuk paket beef bowl ukuran Large. Dan ini jadi tempat makan favorit saya sama Mitsuya dan Yoshinoya hahahahahaha. Kita langsung main main di Odori Park, taman nya semua ketutupan salju Dan langsung foto foto dong hahahahaha. (Odori Park, No Filter) (Travel Mate gw kali ini yang tadinya sama sama anak Jakarta tapi sekarang pindah ke Bali ) Puas di Odori Park, kita terusin jalan jalan aja seputaran kota Sapporo. Kirain Sapporo itu desa kecil yang ga ada apa apanya, ternyata kota Metro juga kayak Osaka/Kyoto dll Di Sapporo kita nyobain naik tram, dan ke Mt Moiwa dan pas lagi turun salju tipis tipis (Nyerokin salju buat dibawa pulang lol) (Strolling around Sapporo City) Sumpah yah, Sapporo itu dingin banget, bawaannya cuma pengen makan, tidur, makan, tidur LOL. Pokoknya hawa hawanya ngajakin males malesan doang hahahahahahaha 28 Feb 2017 Kita bangun juga udah agak siangan, betah di kamar, anget dan nyaman hahahahaha... Lupa keluar jam berapa, tapi yang pasti tujuan kita cuma mau ke Sapporo Beer Museum. Naik subway entah turun dimana, terus lanjut jalan kaki sekitar 1 KM. dan langsung sampai (Sapporo Beer Museum) Setelah ada semacam tour ngiterin museum, tibalah saat yang di tunggu tunggu, icip icip beer hahahahahaha. Asli, semua varian enak enak, ga nyesal kesini, harganya juga murehhh Hari ini kita sekalian check out karena mau langsung ke Hakodate. Tapi karena memang kita pemalas, di Hakodate pun tidak kemana mana, hanya untuk transit semalam buat istirahat sebelum lanjut ke Osaka lol 1 Mar 2017 Hari ini langsung cuss ke Osaka, udah cape dengan dinginnya Sapporo dan Hakodate hahahahaha (Bye Hakodate) Untuk di Osaka Kyoto dan Tokyo, standard lah ya, udah banyak yang tau hahaha... cuma makan ichiran Ramen sampe 2 kali , Dotonburi, Arashiyama, Starbucks Shibuya Crossing dll. Lebih enak foto yang berbicara lol (Arashiyama Bamboo Grove) (Dotonburi) Sekian. lol
  34. 2 likes
    Setelah di bagian 1 artikel ini yang membahas 7 lokasi yang bisa didatangi dengan Istanbul Museum Pass paket 3 hari seharga 85 Lira. Maka di bagian 2 ini kita lanjutkan dengan tambahan lokasi museum lain jika kamu memilih paket 5 hari yang seharga 115 Lira. Terdapat 5 destinasi tambahan dengan pilihan paket ini yaitu Chora Museum, Galata Mevlevi House Museum, Yildiz Palace, Rumeli Hisari Museum, dan Fethiye Museum. 8. Chora Museum Bangunan Museum via stevesayskanpai.wordpress.com Memiliki cerita yang mirip dengan Hagia Sophia, Chora Museum juga awalnya merupakan Gereja era Bizantium sekitar tahun 400an. Kemudian dialihfungsikan menjadi Masjid pada era Utsmaniyah abad ke 16. Barulah di tahun 1948, Chora dijadikan sebagai sebuah Museum. Ketika menjadi Masjid, dekorasi dan hiasan dinding bagian dalam yang dipenuhi dengan lukisan bernafas Kristiani, ditutup dengan plester. Sekarang setelah menjadi museum, lukisan dinding itu kembali dibuka dan menjadi bagian paling mencolok pandangan. Setidaknya ada 3 bagian ruang di Museum ini dan yang terbesar ialah ruang utama dimana diatasnya terdapat kubah besar dengan lukisan yang menggambarkan Bunda Maria dan tokoh-tokoh kudus lainnya. Begitu tuanya bangunan ini dan termasuk efek plester menjadikan lukisan nampak mulai memudar seiring waktu, namun tidak menghilangkan kesan agungnya. Bagian dalam Museum via magiccityistanbul.blogspot.com Berada di wilayah Karieye Camii Sokak, sekitar 7,5 km arah Barat Laut dari Hagia Sophia, Chora Museum buka setiap hari, dari jam 09:00 sampai 19:00 di musim panas (April-Oktober), dan sampai pukul 17:00 di musim dingin (November-Maret). Dalam kondisi tertentu museum mungkin saja tutup terutama hari Rabu, jadi untuk memastikannya kamu bisa menghubungi atau melihat di situs resmi mereka. Untuk tiket sendiri yaitu sebesar 15 Lira. 9. Galata Mevlevi House Museum Dari namanya mungkin kita tak terbayang museum apa ini. Namanya memang tidak begitu familiar, tapi jika disinggung tentang sufi dan tarian memutarnya, maka tentu kita akan langsung terbayang. Mevlevi ialah julukan untuk para pengikut Mawlana Jalaludin Rumi. Anggota Mevlevi tersebar di seluruh dunia dan mereka juga dikenal sebagai Penari Darwis. Ruang pentas di Mevlevi House via luxuryistanbul.com Galata Mevlevi House ini sendiri awalnya merupakan rumah pertama bagi Mevlevi yang dibangun tahun 1491 di atas bukit bernama Galata. Bangunan awal ini sempat hancur karena gempa besar Istanbul tahun 1509 untuk kemudian direnovasi ulang. Namun di tahun 1765 rumah ini juga sempat mengalami kebaran besar untuk juga langsung diperbaiki ditahun yang sama. Setelah tahun-tahun itu, Rumah Mevlevi terus mengalami renovasi oleh beberapa masa pemerintahan hingga akhirnya di tahun 1925 fungsinya sebagai Rumah bagi para Mevlevi dihentikan karena kasus hukum. Pemanfaatannya sebagai Museum mulai tahun 1946. Terdapat beberapa bagian ruang di museum ini mulai dari ruang utama berupa ruang segi delapan yang bagian tengahnya merupakan panggung tempat penari sufi beraksi dengan memutarkan diri, lalu ruang kamar para darwis, ruang pameran alat musik, perpusatakaan, dan termasuk area pemakaman tokoh darwis. Jika kamu tertarik menyambangi museum unik ini, kalian bisa menuju Sahkulu Mh. Galip Dede Caddesi, wilayah Tunel Beyoglu. Buka setiap hari dari jam 09:00 sampao 19:00 dimusim panas dan sampai pukul 17:00 di musim dingin, pengunjung non pemegang Istanbul Museum Pass dikenakan tarif sebesar 10 Lira untuk masuk ke museum ini. 10. Yildiz Palace Istana Yildiz adalah istana terkahir dari Sultan Ottoman yang mulai dibangun tahun 1880 hingga awal abad 20 dan langsung digunakan oleh Sultan Abdul Hamid II. Komplek istana seluas 500 ribu meter persegi ini bernama Yildiz yang berarti Bintang. Nama ini diimplementasikan dibagian langit-langit kubah yang dihiasi dengan lukisan bintang-bintang. Bangunan Istana Yildiz via www.traveldk.com Setelah kekaisaran Ottoman berakhir, istana ini bahkan sempat dijadikan sebuah bangunan untuk kasino mewah untuk kemudian berubah fungsi menjadi sebuah rumah tamu bagi kepala negara atau orang penting lain yang datang ke Istanbul. Barulah kemudian ditahun 1970an pengelolaannya diambil alih oleh organisasi kebudayaan setempat hingga akhirnya di tahun 1993 diubah lagi menjadi museum seperti saat ini. Bangunan bercat putih dua lantai ini memang tidak semegah istana lain, tetapi arsitekturnya yang khas dengan jendela kayu yang berjajar rapih disemua sisi bangunan menjadikan kesan megah dan resmi bisa dirasakan. Bagian-bagian ruang istana sebagaimana museum dijadikan sebuah galleri yang menampilkan cerita serta benda artefak peninggalan istana termasuk perabot rumah tangga yang digunakan oleh keluarga istana. Tak ketinggalan interior dinding dan termasuk atap atau langit-langitnya yang begitu detil menjadi pelengkap keindahan ruang Istana dan membuat pengunjung bisa membayangkan bagaiman dulunya kehidupan keluarga istana berjalan. Istana ini beralamat di Yildiz park, Serencebey, Barbaros Bulvari No.62. Jadwal buka untuk umum ialah dari jam 09:30 sampai 16:30 dengan waktu tutup ialah setiap hari Senin dan Kamis, namun jadwal ini juga sangat mungkin berubah. Biaya masuknya sendiri jika tidak memiliki Istanbul Museum pass ialah sebesar 10 Lira. 11. Rumeli Hisari Museum Tampak Rumeli Hisari dari arah Selat Bosporus via PackageTours-Turkey.com Rumeli Hisari adalah sebuah benteng atau kastil yang berada di tebing bibir pantai. Selain bentuk khas kastilnya, lokasinya ini membuat Rumeli Hiasari ini terlihat sangat menarik. Terletak di distrik Sariyer, Rumeli Hisari dibangun oleh Sultan Ottoman Mehmed II antara tahun 1451 dan 1452. Pembangunannya diperuntukan untuk mengontrol lalu lintas di Selat Bosporus serta mencegah datangnya bantuan dari luar saat penaklukan Turki oleh Ottoman. Benteng ini dirancang oleh arsitek Muslihiddin yang awalnya diberi nama Bogazkesen yang berarti ‘Pemotong Selat’ dimana merujuk pada posisinya di Selat Bosporus. Namun istilah Bogaz juga memiliki multitarfsir yang juga bisa berarti tenggorokan, sehingga nama ini diganti menjadi Rumelihisari yang berarti ‘Benteng di Tanah Roma’ yang merujuk pada Byzantium Eropa atau Balkan. Bagian dalam benteng via visit-istanbul.org Terlepas dari sejarah panjangnya, benteng yang kini menjadi museum sejak tahun 1960 ini memilliki daya pikat karena tampak gagah ditepi jurang. Bagian yang terlihat jelas ialah menaranya dimana terdapat tiga menara utama di kastil ini yang masing-masing berada di dekat pintu gerbang, bagian Selatan, dan bagian Utara. Serta terdapat juga satu menara kecil dan tiga belas menara pengawas kecil yang ditempatkan di dinding penghubung menara utama. Setiap menara memiliki keunikan arstitekturnya sendiri, seperti Menara utama bagian Utara yang disebut Pasha Tower memiliki bentuk silinder dengan ketinggian 28 meter dan diameter 23,3 meter dengan tebal dinding mencapai 7 meter. Selain bisa berkeliling bagian benteng, pengunjung yang datang saat musim panas juga bisa saja beruntung karena tengah diadakan festival disana sehingga dibuatlah teater terbuka yang akan menampilkan pertunjukan atau konser. Dibuka setiap hari kecuali Rabu, pengunjung bisa masuk sejak pukul 09:00 sampai 19:00 di musim panas dan sampai pukul 17:00 di musim dingin. Tarif masuknya sendiri bagi non pemegang Istanbul Museum Pass ialah sebesar 10 Lira. 12. Fethiye Museum Bangunan Fethiye Museum via howtoistanbul.com Fethiye awalnya merupakan bangunan gereja yang dibangun pada periode Romawi Timur sekitar abad ke 11 oleh kaisar Bizantium Michael VII Ducas. Bangunan berupa bata ekspose menjadi penguat kesan kuno dari Gereja Fethiye yang mulai direstorasi sejak tahun 1930an dan menjadi bagian dari Museum Hagia Sophia. Barulah kemudian difungsikan sebagai museum sendri sejak tahun 2006. Selain bagian luar arsitektur bangunannya yang megah, bagian dalampun tetap tampak kemegahannya dengan keunikan dimasing-masing ruang. Lukisan bernafas kristiani masih banyak menempel didinding hingga langit-langit. Lukisan ini tampak sangat detil dan berwarna sehingga menarik mata. Bagian dinding yang masih berupa bata eskpose juga membuat perpaduannya nampak sangat kuno namun tetap megah. Dibagian lain terdapat juga ruang yang jendela-jendelanya dilapisi kaca berwarna warni sehingga pantulan cahaya membuatnya seolah seperti pelangi. Museum ini buka setiap hari dari jam 09:00 sampai 19:00 di bulan pertengahan April sampai akhir Oktober dan pukul 09:00 sampai 17:00 di bulan akhir Oktober sampai pertengahan April. Jika tidak memiliki Istanbul Museum Pass, pengunjung dikenakan tarif tiket sebesar 5 Lira untuk bisa masuk Museum Fethiye ini.
  35. 2 likes
    wah asyik nih musim dingin di Kyoto, as always nice share
  36. 2 likes
    sewa motor, klo suka mengembara sana sini. bus ada, tp rutenya sudah semakin jarang. tergesur zaman. btw singaraja sedang panas2nya,..jgn lupa bawa aqua, hoho.. br dr singaraja kemarin.
  37. 2 likes
    Wowowwowowowowowoww...cewek jepang beneran kan. Kawaii bangeeeett yg topi putih mantap tuh. Suaranya kayak gimana mas @Daniear kayak2 di itu gak? Wkwkwk *eeh kok mesum* gk tukeran kontak? Aah menang banyak lu sob wkwkwk.iri gua jadinya lu tau darimana mrk org jepang? Jgn kyk gua kmrn. Kirain orang jepang. Pas udh ngajak poto, eeeh ngomongnya xie xie Kyoto selalu memikat ya. Dari foto aja berasa suasana disana. Apalagi benar2 ngerasain di sana. Heeemmmm..smoga lah gua bisa nyusul
  38. 2 likes
    Terimakasih sabutan hangat dari temen2. Silahkan kalau mau berlibur ke daerah saya, bisa kontek. Freiburg adalah kota terbesar di daerah BlackForest (kalo di Indonesia terkenal dengan cake nya), lokasinya di dekat perbatasan Swiss dan Prancis. Jerman, walaupun negara nya maju dalam bidang teknologi dan ilmu, tapi di daerah saya ini orang2nya masih percaya dengan mitos, salah satunya dengan ilmu sihir / mistis dan lain2, hal ini mereka hingga ke dalam perayaan2 festival. Festival ini, yang baru saja berlalu, disebut Fasching. silahkan kalau ada pertanyaan lagi ya.. makasih :) @twindry @Sahat @HarrisWang @deffa @kyosash
  39. 2 likes
    Salah satu hal yang saya senang sekali lakukan pada saat traveling adalah mencoba makanan atau minuman khas negara yang saya kunjungi. Udah mengeluarkan biaya dan udah jauh-jauh ke suatu negara, sayang banget kan kalau belum mencoba hidangan khasnya? Restoran ataupun streetfood (jajanan kaki lima), saya senang dua-duanya. Tetapi melihat kondisi keuangan saya yang masih terbatas, serta banyaknya pilihan streetfood dan ada banyak jumlahnya sehingga mudah ditemukan, menjadikan saya lebih tertarik explore streetfood jika berkunjung ke suatu negara. Terutama ketika ke Thailand, negara yang merupakan surganya streetfood Ada berbagai macam jajanan kaki lima yang ada di Thailand, tetapi yang paling sering saya temukan adalah kaki lima yang menjual thai milk tea/thai green tea dan crepes.Thai tea dan thai green tea memang minuman yang berasal dari Thailand sehingga wajar saja kalau ada banyak penjual yang menjual minuman tersebut. Nah.. bagaimana dengan crepes? Crepes yang ada di Thailand mirip dengan martabak kalau di Indonesia. Penjual crepes di Thailand biasanya menggunakan gerobak, yang ukurannya cukup besar, ada beberapa yang menggunakan atap supaya si penjual tidak kehujanan, ada juga yang tidak. Di atas gerobak terdapat alat panggangan crepes pada umumnya yang berbentuk bulat datar. Panggangan ini memudahkan orang yang lalu lalang engeh kalau itu adalah gerobak penjual crepes. Di sebelah panggangan terdapat alat dan bahan yang digunakan untuk membuat crepes. Bahan-bahan yang ada digunakan untuk adonan, topping dan filling crepes, seperti telur, pisang, nutella, keju, susu kental manis, berbagai macam selai, dan yang lainnya. Bahan-bahan ini menentukan rasa apa saja yang dapat anda pilih ketika membeli crepes ini. Anda bisa memilih mau banana crepes, banana + nutella crepes, dan rasa lainnya menyesuaikan dengan bahan yang ada. Kalau hanya menggunakan satu bahan seperti banana crepes, harganya cukup murah sekitar 30 Bath. Kalau menggunakan 2 bahan atau lebih, atau menggunakan bahan yang mahal seperti nutella, maka harganya semakin bervariasi dan jadi lebih mahal. Penjual crepes di Thailand cukup banyak jumlahnya, terutama di kota Bangkok. Mereka menyebar di berbagai sudut kota. Ada yang berjualan di atas trotoar di pinggir jalan, ada yang membuka lapak di satu tempat besar seperti di Pasar Chatuchak. Ketika saya pergi dari hostel atau balik ke hostel (hostel saya ada di daerah Siam), saya sering melewati satu penjual crepes yang berjualan dengan gerobak di depan 7-eleven yang ada di seberang MBK Center. Beberapa kali melewati, saya penasaran ingin tau jualan apakah si penjual crepes tersebut dan bagaimana cara membuatnya, tetapi saya belum tertarik untuk mecobanya karena saya sudah tau akan bagaimana rasanya. Setelah beberapa hari di Bangkok, saya pergi ke daerah Khaosan Road. Saya kesana menjelang sore hari dan sudah cukup lelah karena sebelumnya saya jalan-jalan di kawasan Grand Palace. Setelah sampai di ujung Khaosan Road, saya memutuskan untuk duduk-duduk sebentar sambil mencoba streetfood yang ada di Khaosan Road. Salah satu streetfood yang ada disana adalah crepes yang sering saya lihat di sekitar hostel. Karena perut juga sudah lumayan lapar, akhirnya saya membeli crepes tersebut yang banana crepes jadi ada potongan pisang didalem crepesnya. Setelah adonan yang berisi pisang hampir matang, si penjual melipatnya jadi segi empat kemudian setelah mateng si penjual memotongnya jadi kecil-kecil lalu diatasnya dikasih susu kental manis. Rasanya gimana? ternyata ENAK BANGET! nyesel juga saya nggak beli dari kemarin-kemarin Padahal harganya murah, porsinya juga cukup, dan pas banget kalau dimakan sehabis makan-makanan khas Thailand yang pedes atau bersantan. Selamat mencoba crepes ala thailand ini!
  40. 2 likes
    Di post-post saya yang sebelumnya, saya sering menyinggung bahwa Thailand surganya makanan enak. Streetfood di negara ini banyak sekali macamnya dan tersebar di berbagai tempat terutama di lokasi wisata yang ramai dengan wisatawan. Salah satu kawasan yang ramai wisatawan dan turis adalah Khaosan Road, karena di kawasan ini terdapat banyak penginapan murah. Karena itu, para pedagang pakaian dan streetfood juga banyak yang membuka lapaknya di kawasan ini. Salah satu streetfood yang saya lihat dan menarik perhatian saya ketika pergi ke Khaosan Road adalah Papaya Salad. Papaya Salad atau salad pepaya dalam bahasa thai disebut som tam. som tam memiliki arti 'asam yang ditumbuk'. Kalau salad-salad yang biasa kita lihat adalah sayuran yang dicampur dan diberi saus, som tam sedikit berbeda dengan salad tersebut. Som tam juga terdiri dari berbagai bahan yang dicampur tetapi sesuai dengan namanya, semua bahan yang ada di som tam, tidak hanya dicampur tetapi juga ditumbuk. Bahan utama som tam adalah pepaya muda yang masih belum matang. Pepaya yang digunakan bukan pepaya biasa yang banyak anda lihat di Indonesia tetapi pepaya hijau. Karena itu, salad ini juga sering disebut dengan green papaya salad. Pepaya hijau yang masih belum matang rasanya asam, bertekstur renyah dan agak sedikit keras jadi nggak akan mudah hancur ketika ditumbuk. Ketika saya menghampiri seorang ibu pedagang som tam di Khaosan Road, ia sedang membuat satu porsi untuk pembeli yang memesan. Saya menyaksikan prosesnya. Pertama, pepaya hijau dipotong memanjang lalu dimasukan ke dalam mortir. Pepaya tersebut kemudian ditambah bahan-bahan utama lainnya seperti bawang putih yang dihaluskan, potongan cabai, gula aren, kecap ikan, kacang goreng, tomat, perasan jeruk limau, dan mentimun Bahan-bahan tersebut tentu tidak asing bagi saya. Tetapi setelah kelima bahan tersebut dimasukkan, ibu itu kemudian memasukkan satu atau dua ekor kepiting utuh (sama kulit-kulitnya) yang berukuran kecil. Terus terang saya kaget.. selama ini saya belum pernah melihat ada kepiting sekecil itu yang dicampurkan ke dalam suatu makanan. Setelah saya cari tau, ternyata penduduk lokal Thailand memang umum menambahkan kepiting ke dalam som tam. Kepiting tersebut adalah kepiting sawah yang telah diasinkan. Setelah semua bahan tercampur, ibu itu menumbuk dan mengaduk semua bahan jadi satu dan jadilah satu porsi som tam. Sehabis melihat proses pembuatan som tam, saya sudah bisa memperkirakan bagaimana rasanya. Asam dari pepaya dan perasan jeruk limau, pedas dari potongan cabai, gurih dari kacang goreng dan kecap ikan, serta manis dari gula aren, semuanya pasti terasa pas dimakan. Saya sebenarnya ingin sekali mencoba tetapi karena perjalanan saya di Thailand saat itu masih panjang, saya takut perut saya sakit karena nggak bisa menahan rasa asam dan dan malah mengganggu aktivitas saya selama disana. Wadah buat menaruh bahan-bahan untuk som tam milik si ibu penjual som tam yang saya temui di Khaosan Road saat itu juga agak berantakan jadi terkesan kurang higienis. Tetapi tidak semua penjual som tam sama seperti yang saya temukan, jadi anda jangan takut untuk mencoba. Pilihan lainnya jika anda ingin mencoba som tam yang terjamin kebersihannya dan enak, anda bisa membelinya di restoran. Survey dari CNN pada tahun 2011 menyatakan bahwa som tam termasuk salah satu dari 50 makanan terenak di dunia. Jadi, jangan ragu untuk mencoba ketika anda sedang di Thailand :)
  41. 2 likes
    Maskapai Air Asia via Kuala Lumpur kembali membuka rute baru yaitu ke Kota Bhubaneswar. Apa kamu tahu dimana kota ini? Bhubaneswar itu berada di INDIA. Ya, namanya memang tidak setenar kota Agra, Jaipur, atau New Delhi jadi wajar jika masih banyak yang belum tahu dengan kota ini. Penerbangan KL-Bhubaneswar dalam seminggunya ada 4 kali. Menariknya beberapa tanggal bisa dikatakan sangat murah, mungkin karena masih masa promosi. Penerbangan sendiri memakan waktu sekitar 4 jam dengan perbedaan waktu antara KL dan Bhubaneswar ialah 2,5 jam. 1.Dimana Bhubaneswar ? Dalam peta India, kota ini berada di sisi Timur, jauh sekitar 1.680 km dari ibukota New Delhi atau butuh lebih dari sehari semalam dengan berkerata atau kendaraan lain. Kota ini sendiri merupakan ibukota dari negara bagian Odisha. Letak Bhubaneswar di daratan India Bhubaneswar termasuk kota tua karena disana banyak peninggalan candi Hindu abad 8 sampai 12. Bahkan jika ditarik rangkaian sejarahnya dengan bukti situs yang ada, maka cikal bakal kota ini sudah ada sejak abad ke-1 Sebelum Masehi. Meskipun sebagai sebuah kota kuno, namun pengembangan kota modernya sendiri baru mulai di rancang sejak 1946 oleh arsitek Jerman bernama Otto Konigsberger. Peresmian kota Modern Bhubaneswar akhirnya terjadi pada dua tahun setelahnya yaitu tahun 1948. Kota dirancang dengan perhitungan jalan yang lebar dan pembuatan taman-taman kota. Namun perkembangan kota ternyata terbilang jauh lebih cepat, jika di tahun 1951 tercatat hanya sekitar 16 ribu penduduk, maka pada tahun 1991 penduduknya sudah menacapai 411 ribu dan sensus terakhir di 2011 mencatat sudah lebih dari 837 ribu penduduk tinggal di pusat kota yang memiliki luas 422 km persegi tersebut. 2. Cara Ke dan Dari Bhubaneswar Sebagaimana judul dari artikel ini, cara ke Bhubaneswar salah satunya bisa menggunakan pesawat Air Asia. Sejauh ini ada 4 kali penerbangan seminggu yaitu Senin, Rabu, Jumat, dan Minggu, dari Kuala Lumpur International Airport 2. Maskapai ini menjadi satu-satunya yang melayani penerbangan langsung ini di kawasan ASEAN sehingga jadi pilihan yang paling efektif dan murah untuk orang Indonesia. Eits, tapi penerbangan pertamanya baru dilakukan pada 26 April 2017 mendatang, jadi sampai hari ini masih dibuka pembelian tiketnya saja untuk penerbangan pertama tersebut hingga bulan Oktober. Biju Patnaik Airport via patratravels.com Bandara Kota Bhubaneswar sendiri bernama Biju Patnaik International Airport yang berada hanya sekitar 3 km dari pusat kota. Dari bandara yang cukup modern ini menuju kota, kalian bisa menggunakan moda transportasi taksi. Selanjutnya jika kamu mau pergi dari Bhubaneswar ke kota lain di India, maka pilihan transportasi selain yang paling nyaman selain pesawat ialah dengan menggunakan kereta. Kereta memang menjadi moda angkutan massal paling populer di India mengingat bahwa daratan India sangatlah luas. Kereta tujuan New Delhi misalnya kalian bisa memilih beberapa kereta seperti Rajdhani Express yang berangkat jam 9:30 pagi dan jadwal tiba di New Delhi pada esok harinya di jam 10:40. Ada juga kereta lain seperti Nandankanan, Kalinga Utkal, Duranto, Puri, dan Purushottam Express yang berangkat dari jam 6 pagi, 12 siang, dan 23 malam. Tarifnya sendiri sekitar INR 700 untuk Sleeper Class, INR 1.800an untuk kelas tiga AC, sampai yang IND 5.700an untuk kelas 1 AC. 3. Welcome To Bhubaneswar, City Of Temples Kota berusia 2.000 tahun ini sangat wajar memiliki peninggalan sejarah yang kaya. Tercatat ada ratusan kuil atau candi di kota ini dan sekitarnya. Kuil-kuil besar hingga kecil, kuil-kuil baru, kuil-kuil peninggalan kuno Kalinga, hingga bahkan kuil-kuil yang belum diketahui kapan awal berdirinya banyak di Bhubaneswar ini. Itulah kenapa kota ini dijuluki sebagai City of Temples. Seperti yang sudah diungkap diawal, penduduk kota ini mencapai lebih dari 800 ribu jiwa. Jumlah ini terbilang tidak ramai untuk ukuran kota-kota India, sehingga jika kalian sudah pernah ke kota utama lain di India, maka ketika ke Bhubaneswar akan merasakan nuansa yang lebih tenang. Jalanan kotanya juga tidak begitu padat dan didukung oleh tata kota yang terbilang cukup tertata rapih. Menariknya warga Bhubaneswar menggunakan bahasa Oriya sebagai bahasa harian. Aksara yang mereka gunakan juga berbeda dengan aksara Hindi. Jika di kota besar lain di India cukup banyak yang paham bahasa Inggris, maka di Bhubaneswar tidak begitu, banyak orang yang tidak mengerti bahasa Inggris sehingga bagi wisatawan cukup memerlukan trik-trik khusus. 4. Lingaraj Temple, Ikon Wisata Bhubaneswar Satu lokasi yang terbilang sangat wajib dikunjungi ketika ke Bhubaneswar ialah Candi atau Kuil Lingaraj yang berada di kawasan Kota Tua. Candi ini adalah ikon kota yang paling tersohor dan dibanggakan warganya. Dibangun di abad ke 11 M oleh Raja Jajati Keshari dari Dinasti Somavamsi, Candi Lingaraj menjadi komplek candi terluas di Bhubaneswar. Lingaraj Temple dengan Candi Tertingginya via wikimedia.org Lingaraj atau Lingaraja berasal dari kata Raja Lingam yang merepresentasikan atau simbol dari Dewa Siwa. Keunikan dari candi ini ialah arsitekturnya yang unik. Gaya arsitektur ini dipercaya ialah dari era Kerajaan Kalinga yang memang menjadi kerajaan besar di kawasan tengah dari Timur India. Selain itu perancangan komplek ini meliputi empat komponen utama yaitu Vimana alias tempat suci, jagamohana yaitu aula majelis, natamandira atau aula festival, dan Bhoga Mandapa alias aula persembahan. Menara utama candi yang memiliki tinggi 55 meter memiliki bentuk lonjong keatas yang membuatnya menarik pandangan. Di komplek candi ini sendiri terdapat 50 candi lain yang ditutupi oleh dinding-dinding. Karena cukup luas dan banyak candi dengan detil-detilnya yang bisa dieksplore, kamu sebaiknya meluangkan waktu setidaknya 2 jam untuk berkeliling. Candi ini sendiri buka setiap hari dari jam 6 pagi hingga 9 malam tanpa biaya tiket masuk. Candi juga tetap buka saat ada perayaan khusus seperti Shivratri di bulan Februari, Ashokastami di bulan April, dan Chandan Yatra di Bulan Mei. Mengunjungi candi saat ada acara khusus seperti ini juga bisa menjadi keuntungan lebih bagi wisatawan meskipun juga harus rela beramai-ramai. 5. Rajarani Temple Rajarani Temple via mycitylinks.in Tak Jauh dari Lingaraj, tepatnya di Jalan Tankapani ada juga Candi Rajarani. Diperkirakan juga dibangun disekitar abad ke 11 sampai 12, Candi Rajarani memiliki bentuk yang mirip dengan Lingaraj yaitu melengkung di bagian atasnya, hanya saja tidak setinggi di Lingaraj. Terdapat dua bangunan candi di sini yaitu Jagamohana dan vimana. Jagamohana ialah candi yang lebih pendek dengan bentuk piramida di atapnya. Sedangkan Vimana ialah menara atau yang candi tertinggi seperti yang sudah diungkap sebelumnya yaitu melengkung di bagian atas dengan tinggi 18 meter. Selain bangunan kuil atau candinya itu sendiri, daya tarik dari Rajarani bagi pecinta sejarah ialah ukiran yang menghiasi setiap dindingnya. Motif-motif dekoratif yang detil menjadi pelengkap kesan kuno candi ini termasuk ukiran yang erotis antara sepasang manusia yang membuat candi ini juga dikenal sebagai ‘Love Temple’ oleh penduduk lokal. Komplek Candi Rajarani dibuka setiap hari dari matahari terbit hingga ternggelam. Biaya masuknya cukup terjangkau yaitu sebesar INR 200 untuk wisatawan mancanegara dan hanya INR 15 untuk warga lokal. 6. Mukteswar Temple Mukteswar Temple via orissaguide.com Masih dengan gaya arsitektur yang serupa, bergerak ke Jalan Kedar Gouri, Old Town, ada Candi Mukteswar. Merupakan candi Hindu di abad ke 10, Mukteswar didedikasikan kepada Dewa Siwa. Pembagian ruang berupa Viman atau menara dan Jagmohana atau aula pertemuan menjadi bagian dari candi ini sebagaimana ciri arsitektur Kalinga di candi-candi lainnya. Terdiri dari beberapa bangunan yang memiliki dimensi vertikal menjadikan pemandangan di komplek candi sangat menarik untuk difoto. Nuansa kuno sangat erat karena sebagaimana umumnya candi, Mukteswar juga dibangun dengan susunan bata. Ukiran-ukiran dan patung menjadi bagian pengisi dinding candi sehingga membuatnya lebih menarik. Daya tarik lainnya ialah keberadaan kolam yang sering dijadikan tempat pensucian bagi umat Hindu setempat. Tidak ada biaya tiket bagi pengunjung yang ingin memasuki komplek candi, dimana candi bisa dikunjungi setiap harinya dari pukul 6:30 pagi hingga 7:30 petang. 7. Goa Udayagiri dan Khandagiri Goa dibagian Udayagiri via easytoursofindia.com Meninggalkan sejenak candi atau kuil, kali ini kita menuju objek wisata goa. Bukan sepenuhnya goa alam, Udayagiri dan Khandagiri adalah perpaduan goa alam dan goa buatan. Menurut sejarah, awal peruntukan dibangunnya goa ini ialah untuk tempat tinggal dan bertapa para biarawan Jain selama pemerintahan Raja Kharavela. Mereka memilih sejumlah goa di dua bukit yang berdekatan yaitu Udayagiri dengan 18 goa dan Khandagiri dengan 15 goa. Dari puluhan goa-goa itu, untuk Bukit Udayagiri maka Goa ke 10 yaitu Ganeshagumpha dan goa ke 14 yaitu Hathigumpha menjadi dua yang paling banyak menarik perhatian. Hal ini karena disana terdapat banyak relief dan patung yang menghiasinya. Ada juga goa pertama yaitu Rani ka Naur yang juga memiliki ukiran yang rumit dengan dekorasi patung yang beragam Sedangkan untuk Bukit Khandagiri, ada goa ke tiga yaitu Ananta dimana terdapat ukiran beberapa tokoh, ukiran gajah, dan angsa dan lainnya. Tiga goa dibagian Khandagiri ini bahkan belum diketahui namanya. Kawasan wisata goa sejarah ini dibuka setiap hari dari sejak matahari terbit sampai tenggelam dengan tarif masuk untuk turis mancanegara ialah sebesar INR 500 dan hanya INR 15 untuk pengunjung Lokal dan dari negara-negara seperti Thailand, Myanmar, Srilanka, Bhutan, Bangladesh, dan Nepal. 8. Ananta Vasudev Temple Ananta Vasudev Temple via nuaodisha.com Kembali dengan candi-candi kuno, berikutnya ialah candi untuk Dewa Wisnu yang berada di Gouri Nagar, Old Town. Candi bernama Ananta Vasudev ini dibangun pada abad ke 13 oleh Raja Chandrika. Selain Patung Dewa Wisnu, di candi ini juga terdapat patung persembahan untuk Dewa Krisna, Baladewa, dan Subrada. Dewa Krisna digambarkan memagang gada, chakra, dan lotus. Baladewa nampak berdiri di bawah tujuh ular, sedangkan Subadra memegang pot dan bunga teratai di kedua tangannya. Secara umum, bentuk arsitektur candi sama persis dengan candi lain yang sudah kita bahas sebelumnya sehingga bisa dikatakan menyambangi satu diantaranya akan menggambarkan kesemua candi kuno lain yang ada. 9. Rameshwar Temple Rameshwar Temple via heritageodisha.com Candi Rameshwar berada di kawasan IRC Village, Blok N6, Jayadev Vihar. Candi kuno ini dipercaya sudah dibangun pada abad ke 9 Masehi. Memiliki bentuk serupa dengan candi lain di era Kalinga, Rameshwar terlihat mencolok diantara rerimbunan pepohonan yang mengelilinginya. Komplek candi ini juga dibuka setiap hari dari pagi sampai petang tanpa biaya atau tarif tiket khusus untuk pengunjung. 10. Megheswar Temple Megheswar Temple via happytrips.com Megheswar Temple adalah candi Hindu yang dibangun pada abad ke 12 atas instruksi Swapnesvara, kakak ipar dari Raja Ganga saat itu, Rajaraja. Candi yang beralamat di Jalan Tankapani ini diperuntukan bagi Dewa Shiwa. Secara umum candi ini juga dibangun dengan bata yang bagian atapnya nampak berundak seperti piramida. Relief di bagian luar maupun dalam candi menjadi hal yang selalu menarik perhatian pecinta sejarah dan budaya. Memang candi ini tidak besar dan luas tetapi karena merupakan peninggalan kuno menjadikannya cukup menarik perhatian. 11. Ram Mandir Ram Mandir via wikipedia.org Selain Lingaraj dan Rajarani, Ram Mandir merupakan kuil atau candi yang juga paling terkenal di Bhubaneswar. Meskipun bukan kuil kuno, tetapi bentuknya yang juga mengadopsi arsitektur Kalinga dengan sentuhan warna merah dan kuning menjadikan kuil ini sangat menarik mata bahkan dari kejauhan. Apalagi tidak hanya satu menara, melainkan terdapat beberapa menara dengan bentuk khasnya yang mengisi komplek kuil ini sehingga membuatnya nampak tak biasa Beralamatkan di Jalan Janpath, Pengunjung wisata bisa masuk ke komplek kuil sejak jam 6 pagi hingga 9 malam tanpa dipungut biaya tiket. Luangkan waktu sekitar 30 menit sampai 1 jam jika kalian ingin puas menikmati setiap bagian kuil ini. Memang tidak banyak hal yang bisa diekspose melainkan dari keindahan bangunan kuil itu sendiri. 12. Dhauli Hill Shanti Stupa di Dhauli Hill via kalingabuddha.com Bergerak sedikit keluar dari wilayah Bhubaneswar tepatnya di seberang Sungai Daya atau sekitar 8 km arah Selatan dari Kota Bhubaneswar. Di daerah bernama Dhauli terdapat sebuah bukit bernama sama yang memiliki nilai sejarah penting. Di Bukit inilah kabarnya terjadi Perang Kalinga tahun 265 SM. Disana juga terdapat prasasti yang dipercaya sebagai peningggalan Ashoka. Sekarang di atas bukit ini dibangun sebuah stupa yang dinamai Vishwa Shanti Stupa. Dibangun tahun 1972 atas kerjasama dengan Jepang, bangunan ini dikenal juga sebagai Pagoda Perdamaian. Memiliki bentuk kubah di bagian atasnya dengan kelopal bunga teratai sebagai mahkota, bagian atasnya juga dihiasi dengan lima buah chattris atau patung. Kelimanya mewakili lima aspek penting dalam ajaran Buddha. Dengan dominasi warna putih dan terdiri atas beberapa puluh anak tangga untuk mencapai bangunannya, Shanti Stupa nampak sangat menarik mata. Karena berada di atas perbukitan, pengunjung juga bisa melihat pemandangan alam yang luas dari kawasan ini. 13. Menikmati Hidangan Lokal Selain banyaknya tempat bersejarah, Bhubaneswar juga memiliki daya tarik wisata kuliner. Hidangan lokal India umumnya memang selalu menarik dengan penggunaan rempahnya yang kaya dan kuat, termasuk Bhubaneswar yang juga tak kalah menggodanya. Beras menjadi makanan pokok karena menjadi komoditas pertanian utamanya. Penduduknya juga gemar mengolah daging-dagingan seperti domba, ayam, dan termasuk makanan laut. Maccha Ghanta via holidify.com Maccha Ghanta adalah salah satunya. Bukan Teh Hijau atau Maccha seperti yang kita tau, nama ini ditujukan untuk makanan dari olah ikan yang dicampur garam masala, bawang, tepung, kentang, dan rampah lainnya. Ada juga olahan Kepiting yang dimasak dengan kentang, bawang, jahe, dan rempah-rempah lain. Chuda, Khichdi, Chungdi Malai, Murg Saagwala, Chhena Jalebi, Rasmalai, Dalma, dan masih banyak deretan cita rasa khas lainnya yang bisa kamu coba.
  42. 2 likes
    Tanggal 10 November 2016. Setelah menempuh perjalanan dari Phuket menggunakan bus umum dan beberapa kali pindah angkutan, aku tiba di Krabi sudah sore. Aku diturunkan pas didepan hostel yang aku sudah booked sebelumnya saat masih di Phuket. Waktu aku checked in di Slumber Party Hostel, petugasnya yang orang bule itu bilang, kalau namaku tidak terdaftar di-list nama tamu mereka hari itu. Aku tunjukkin bukti konfirmasi dari Agoda. Ya, dia sih tidak ngotot. Dia berusaha cek dan tetap, memastikan bahwa aku bukan tamu mereka. Kemudian, pada solusinya, dia minta maaf, mungkin ada yang tidak beres dengan sistem mereka. Dia bilang kalau hari itu penuh, aku diminta untuk pindah ke hostel lain, yang menurutnya, juga bagian dari hostel mereka juga. Dia juga bilang, lagian, Slumber Party Hostel ini bakalan pesta sepanjang malam. Aku rasa, kamu tidak akan cocok disini. Disini berisik dan orang akan mabuk- mabukan. Okey, well...Akhirnya aku tahu alasannya, kenapa dia tolak aku ? Tidak masalah sih buatku. Toh dipindahkan ke K- Bunk Hostel, tidak perlu bayar lagi dan hanya beberapa pintu dari hostel sebelumnya. Disini, memang, terasa lebih santai dan tidak berisik. Ya tapi, aku tahu kok hostel seperti apa Slumber Party itu ketika aku memutuskan untuk menginap disana. Nyatanya, mungkin aku terlihat kecil, Asian, mata sipit, dibanding mereka semua, yang notabene, bule semua. Lobby hostel.. K- Bunk bagus. Sama sajalah, yang namanya hostel mau semewah apa sih? Yang buat beda dari setiap hostel, menurutku adalah kreatifitas dari owner-nya saja bagaimana dalam menghadirkan suasana senyaman mungkin dan sebeda mungkin dari hostel lainnya. Wifi, sudah pasti, free sepanjang hari. Tidak ada sarapan. Hostel ada cafe-nya, jadi kamu bisa beli makanan dari mereka. Harga? Aku rasa mahal ya. Baru kali ini, aku ketemu hostel yang petugasnya membacakan semua peraturan yang ada, walaupun sudah di-print out dan ditempel didekat meja. Bentukan kamarnya... Kamarku berdelapan orang dan campur. Tapi malam itu, hanya ada 4 orang saja termasuk aku. Kamarnya lega, bersih dan okey-lah. Aku bayar Slumber Party Hostel via Agoda Rp 88.524,- berarti seharga itu juga aku nginap di K-Bunk. Yups, itu untuk satu malam. Kamar mandi diluar, ada air panas dan ada lokernya. Repotnya sih, loker berada diluar kamar. Ya, kudu bolak- balik keluar kamar kalau kamu lupa ambil barang keperluan. Bunk bed-nya dilengkapi tirai. Kalau merasa terganggu, tarik saja tirainya. Lobby hostel, sekalian cafe-nya. K- Bunk lumayan jauh dari Aonang Beach. Kalau kamu jalan kaki mungkin sekitar 30 menit kali ya. Kemaren tidak sempat perhatikan, karena berhenti untuk cari makan. Tapi, berada dipinggir jalan raya. Gampang buat naik turun tuk- tuk mau kemana saja. Mau ke pantai atau ke pasar malam. Rasanya, hostel ini juga ada living room-nya. Bisa buat bersantai kalau kamu malas keluar jalan- jalan. Atau sekedar duduk manis didepan teras sambil celingak- celinguk melihat orang yang lalu - lalang, entah itu jalan kaki. naik tuk- tuk atau motor. Teras depan hostel Aku kasih nilai 7,5 deh untuk hostel ini. Petugasnya juga ramah. Oh ya, kamu dikasih key card sebagai access keluar masuk hostel. Jangan sampai hilang kawan, akibatnya, ya kudu bayar extra saja. With Love, @ranselahok www.ranselahok.com IG: ranselahok ---semoga semua mahluk hidup berbahagia---
  43. 2 likes
    Baca juga bagian 1 artikel ini di sini 11. Fatehpur Sikri, Bekas Komplek Ibukota Mughal Panorama udara Fatehpur Sikri via airpano.com Komplek luas bekas ibukota kekaisaran Mughal ini berada cukup jauh dari pusat kota Agra, tepatnya sekitar 45 km di sisi Barat. Fatehpur Sukri memang sempat menjadi ibukota Mughal di tahun 1571 sampai 1585 ketika masa kepemimpian Raja Akbar Sikandra. Ia membangun kota berbatas dinding dengan beragam fasilitas didalamnya mulai dari istana, lapangan, masjid, bangunan khusus, dan utilitas lainnya. Sama seperti bangunan megah lainnya di era Mughal, Fatehpur Sikri juga banyak menggunakan bata merah. Gaya arsitekturnya juga sangat mencirikan arsitektur Islam Mughal dari berbagai aspek dan sudut. Memasuki komplek Fatehpur Sikri, pengunjung sudah akan disambut gerbang megahnya setinggi 54 meter dengan dimensi yang sangat besar dan megah. Pengunjung turis mancanegara dikenakan tarif masuk sebesar INR 485, jah berbeda dengan pengunjung lokal yang hanya INR 50. Namun biaya ini sangat sepadan karena ada banyak bangunan bersejarah yang bisa disaksikan di dalam komplek seperti Beberapa Istana, Masjid Jama, Hall, Bangunan Ibadat Khana, Taman dan Kolam, Menara Hiran, hingga Makam Salim Chrishti. 12. Chini Ka Rauza, Makam Sang Penyair Chini Ka Rauza via expedia.co.in Bangunan monumental ini merupakan makam sang penyair terkenal masa Kekaisaran Mughal, Allama Mullah Khan Afzal. Karya sastranya terbilang sangat populer di India. Selain penyair, ia juga seorang pemikir yang membuatnya banyak berdedikasi bagi kekaisaran Mughal dimasa kekuasaaan Raja Shah Jahan. Berada tak jauh dari Taj Mahal, hanya sekitar 11 km, Chini Ka Rauza berada tepat di tepi Sungai Yamuna. Bangunan ini sudah dibangun sejak tahun 1635 dan diresmikan langsung oleh Shah Jahan. Menariknya bangunannya memiliki gaya yang tidak hanya dari arsitektur Mughal tetapi juga mencampurkannya dengan sentuhan lain yang membuatnya memiliki perbedaan dengan umumnya bangunan masa Mughal. 13. Gurudwara Guru Ka Tal Guru Ka Tal Via worldgurudwaras.com Bangunan Gurudwara bagi agama Sikh ini didedikasikan untuk mengenang Guru besar Sikh ke sembilan, Sri Guru Tegh Bahudar Ji. Berada di Jalan Mathura, bangunan Gurudwara ini memang bukan objek wisata utama, tetapi tentu tidak salah juga untuk disambangi apalagi tidak ada biaya atau tiket masuk tertentu. Bangunannya sendiri memang baru dibangun tahun 1970 dan memiliki ciri arsitektur khas dengan delapan menara yang berkubah di bagian atasnya. Pelataran luas dibagian depan membuatnya bisa diabadikan dalam foto dengan leluasa dari berbagai sisi. 14. Mehtab Bagh, Taman Belakang Taj Mahal Taman Mehtab Bagh via wikimedia.org Berada tepat di sisi Utara atau belakang Taj Mahal yang bersebrangan dengan Sungai Yamuna, Taman Mehtab Bag bisa menjadi pilihan untuk melihat Taj Mahal dari sisi yang berbeda. Taman persegi berukuran 300 x 300 meter ini dibangun tahun 1652 atau sejalan dengan akhir pembangunan Taj Mahal. Taman ini sendiri menjadi proyek pembangunan taman ke tujuh di sekitar Sungai Yamuna pada masa Kekaisaran Mughal. Karena berada tepat di tepi sungai menjadikan area taman ini seringkali terendam saat musim pasang tiba. Taman ini memang dibangun untuk menunjang keindahan Taj Mahal sehingga jika dilihat dari atas pun, lebar dan dimenasi taman sangat sejajar dengan keseluruhan komplek Taj Mahal. Bentuk polanya juga simetris yang melambangkan pola arsitektur Islam. Meskipun tidak semewah taman di bagian depan Taj Mahal, tetapi menyambangi taman ini juga sangat menarik karena memiliki axis lurus ke arah bangunan Taj Mahal. Dari sini juga, kalian bisa mendapatkan pemandangan dan foto Taj Mahal yang tak umum dari kebanyakan wisatawan. 15. Aram Bagh, Taman Tertua Era Mughal Aram Bagh via cpreecenvis.nic.in Jika Mehtab Bagh menjadi taman ke tujuh, maka Aram Bagh adalah yang pertama. Taman ini sudah dibangun sejak tahun 1528 di Kesultanan Mughal masa Raja Babur. Berjarak hanya sekitar 5 km Timur Laut dari Taj Mahal, Aram Bagh sangat layak dijadikan pilihan untuk mengenal lebih jauh masa keemasan Mughal sebagai bagian dari sejarah penting India. Taman ini memiliki gaya arsitektur lanskap Persia yang bisa dicirikan dengan jalur kanal yang membagi taman, meskipun saat ini seringkali kanalnya kering karena memang kurang begitu dirawat. Kanal atau kolam-kolam memang menjadi ciri arsitektur Islam pada umumnya karena peranan air sebagai penyuci diri sangat kental dalam ajaran Islam itu sendiri. 16. Kanch Mahal, Bangunan Mughal Berstruktur Menarik Fasad depan Kanch Mahal via babakathullu.com Di artikel pertama kita sudah membahas tentang makam Raja Akbar Sikandra. Ternyata di komplek yang sama juga ada bangunan monumental lain selain makam. Bangunan yang bernama Kanch Mahal ini juga merupakan peninggalan masa kekaisaran Mughal tepatnya dibangun antara tahun 1605-1619. Monumen ini memiliki arsitektur yang khas Mughal, meskipun yang ada saat ini tidak lagi utuh alias hanya sebagian dari reruntuhannya saja, hal ini bisa sangat jelas terlihat karena hanya di bagian depan saja yang fasadnya masih baik, berbeda dengan setengah sisi samping dan belakang yang sudah tidak utuh. Reruntuhan bangunan yang ada saat ini berbentuk kubus dengan tingkat dua. Pintu melengkung besar khas gaya Mughal menjadi bagian yang cukup menarik karena juga memiliki ukiran detil yang lebih besar dibanding jendela-jendelanya yang lain. Saat ini bagian dalam monumen ini hanya berupa ruang kosong dengan pilar-pilar saja tetapi tetap menarik dan mengesankan. Dulunya fungsi bangunan ini dianggap sebagai kediaman Harem, tetapi sejarah lain mencatatnya sebagai lokasi pondok singgah perburuan oleh kaisar Jehangir. 17. Makam Mariam-uz-Zamani, Sang Jodha Akbar Mariam-uz-Zamani adalah istri beragama Hindu dari Kaisar Mughal, Akbar. Ia adalah ibunda dari Jahangir atau nenek dari Shah Jahan. Ia juga dikenal sebagai permaisuri Hindu Mughal yang menjabat paling lama yaitu 43 tahun. Sosoknya yang dikenal dengan nama Jodha ini sangat berpengaruh dalam era Mughal. Bahkan kalau kalian pernah menonton drama Jodha Akbar yang tayang di salah satu tv swasta beberapa waktu silam, maka itulah cerita dari sosok Mariam uz-Zamani tersebut. Makam Jodha Akbar via mapsofindia.com Melihat begitu fenomenalnya sosok Jodha Akbar ini, maka sangat layak jika ketika ke India tepatnya Agra, kita menyangi tempat peristirahatannya yang terakhir setelah wafatnya di tahun 1623. Makam beliau berada di Jalan Raya Mathura Delhi, tak jauh di sisi Barat Daya komplek makam sang suami, Kaisar Akbar. Pembangunan makam berlagsung sejak 1623 hingga 1627 dimana lokasi tersebut awalnya merupakan sebuah pavilian terbuka. Makam asli Jodha sendiri berada di ruang bawah tanah, sedangkan nisan di bagian ruang bangunan yang bisa didatangi pengungunjung adalah tiruan atau monumennya saja. Bangunannya sendiri nampak gagah dengan struktur batanya serta menara-menara kecil di setiap sudut. Pintu-pintu berbentuk lengkungan nampak mendominasi karena berukuran besar dan membentuk lorong dibagian dalamnya. Di sekitar bangunan makam sendiri dibangun taman yang tertata rapi dan simetris yang menjadi ciri arsitektur Islam pada umumnya dan gaya arsitektur Mughal terkhususnya. JAIPUR Sudut ketiga dari segitiga emas India ialah Kota Jaipur. Kota yang juga menjadi ibukota dari negara bagian Rajasthan ini menjadi salah satu destinasi favorit turis selain karena memiliki peninggalan sejarah dan budaya yang kaya, tata kotanya juga sangat cantik dengan bangunan-bangunan kuno yang didominasi warna merah muda, karenanya kota ini sering dijuluki sebagai ‘Kota Pink’. Kota ini memang terbilang direncanakan cukup baik oleh pendirinya Raja Amer, Jai Singh II di tahun 1726. Berjarak sekitar 240 km arah Barat dari Agra atau sekitar 260 km arah Barat Daya Kota New Delhi, Jaipur sangat mudah dijangkau dengan berbagai pilihan moda transportasi dari mulai Bus, kereta, termasuk pesawat. 18. City Palace, Komplek Istana Maharaja Jaipur Jaipur dahulunya merupakan Kerajaan Amber. Komplek kerajaannya bahkan masih terawat hingga sekarang yang dikenal dengan City Palace. Di komplek yang berada di kawasan kota tua Jaipur ini menjadi lokasi bagi beberapa bangunan penting kerajaan seperti Chandra Mahal, Mubarak Mahal, Diwan e Khas, Diwan e Aam, dan masjid Istana. Buka setiap hari dari jam 9 pagi sampai 3 sore, wisatawan mancanegara harus mengeluarkan biaya sebesar INR 500. Karena kompleknya luas dan banyak bangunan didalamnya alias tidak satu objek saja, maka tarif ini cukup wajar. Diwan i-khas di komplek City Palace via wikipedia.org Memasuki gerbang masuk komplek, nuansa megah sudah akan langsung menyambut dengan pintu melengkung khas Islam. Detil lukisan marmer di dinding bangunan juga sangat mencolok dan semakin mentakbirkan keseriusan pembangunannya. Satu gerbang yang paling mencuri perhatian di City Palace ialah Gerbang Merah atau Peacock Gate. Seperti namanya, gerbang ini dihiasi dengan lukisan burung merak di bagian atas melengkungnya. Terlihat sangat cantik dan menakjubkan. Saat ini bangunan-bangunan Istana seperti Mubarak Mahal, Maharani Palace, dan Chandra Mahal menjadi museum dimana didalamnya tersimpan berbagai benda koleksi istana termasuk persenjataan. Namun khusus untuk Chandra Mahal, hanya lantai dasarnya saja yang terbuka untuk umum, hal ini karena bangunan berwarna pink ini hingga sekarang masih ditempati oleh keluarga anggota kerajaan Jaipur. Tak hanya bangunan-bangunan megahnya, taman-taman di sana juga menjadi penunjang keindahan dan kenyamanan komplek. Berkeliling komplek yang dibangun antara tahun 1729 sampai 1732 ini tak cukup beberapa menit saja. Kamu harus menyiapkan alokasi waktu yang lebih agar puas menyusuri setiap sudutnya. 19. Hawa Mahal, Istana Angin yang Tersohor Hawa Mahal via expedia.co.in Mungkin bisa dikatakan bangunan ini paling terkenal di Jaipur. Setiap wisatawan pasti menyempatkan diri berfoto dibangunan bertingkat berwarna merah muda ini. Bangunan itu ialah Hawa Mahal atau mempunyai julukan ‘The Palace of Winds’. Dibangun tahun 1799 oleh Maharaja Sawai Pratap Singh, desain bangunan setinggi 15 meter ini memiliki tingkatan di bagian atasnya dimana ini melambangkan mahkota dari Dewa Kresna. Desain bangunannya memang sangat menarik yaitu seperti dinding tinggi dengan 5 tingkatan dimana masing-masing tingkat terdapat jendela-jendela yang berjajar sehingga angin bisa masuk ke dalam ruang dengan bebas, inilah yang menjadi alasan kenapa Hawa Mahal disebut Istana Angin. Warnanya yang berupa merah muda juga semakin membuat banguan ini nampak mencolok. Berada dekat dengan City palace tepatnya di persimpangan jalan Hawa Mahar- Johari Bazar- Tripoli Bazar- Ramganj Bazar, pengunjung bisa masuk ke bagian dalam istana setiap hari dari pukul 9 pagi hingga setengah 5 sore dengan membayar biaya sebesar 50 rupee. Jika kamu ingin melihat Hawal Mahar semakin menawan, datanglah saat pagi hari karena cahaya matahari akan langsung menyinari bagian depan fasad istana dan membuatnya memantulkan warna pink mengkilau. 20. Galta Ji Temple, Kuil dengan Ribuan Kera Monkey Temple Jaipur via pinterest.com/pin/97320041917459557 Galta Ji Temple dikenal juga dengan Monkey Temple karena memang di kuil yang berada di 10 km Timur dari pusat Kota Jaipur ini menjadi lokasi berkumpulnya ribuan kera. Lokasi kuil yang jauh dari keramaian kota dan berada di antara tebing yang curam, bisa dikatakan menjadi alasan kenapa banyak kera yang mampir dan bermain disana. Kuil Suci Hindu ini seperti yang diungkap diatas berada di lanskap tebing yang curam tepatnya di perbukitan Aravalli. Karena lokasinya inilah membuat bangunan kuil juga dibangun mengikuti kontur. Kalian bisa merasakan suasana dramatis di beberapa lokasi karena diapit oleh tebing batu. Beberapa bagian lainnya juga menarik karena memiliki pemandangan perbukitan. Keunggulan lainnya ialah karena kuil ini memiliki 7 kolam mata air dimana salah satunya tidak pernah kering. Selain itu salah satu kolam juga sudah dikuasi ribuan kera saat sore hari. Ya, saat sore adalah waktu terbaik untuk wisatawan datang karena saat itulah kera datang untuk mandi. Meskipun kera liar tetapi mereka cukup ramah terhadap manusia termasuk jika kalian membawa makanan untuk mereka. Tidak ada biaya untuk memasuki kuil ini sehingga bisa dijadikan alternatif destinasi ketika berada di Jaipur. 21. Benteng dan Istana Amer, Nuansa Megah di Perbukitan Batu View Benteng Amer via MouthShut.com Daya tarik dari benteng dan istana ini ialah lokasinya di perbukitan batu atau tanah gersang khas timur tengah. Kontur ini membuat bangunan benteng dan istana juga dibuat mengikuti kontur alam sehingga memberikan visual yang menarik dan tidak monoton. Bahkan untuk memasuki gerbang utama, pengunjung harus mendaki bukit, karenanya bisa juga menyewa jeep atau bahkan menaiki gajah dengan tarif sekitar 900 Rupe untuk 2 orang. Berjarak hanya sekitar 11 km dari pusat Kota Jaipur, Benteng dan Istana Amber berada persis di sebuah danau kecil bernama Danau Maotha. Kawasan Kota Amer ini berakar dari suku Meenas dan kemudian dibangun oleh Raja Man Singh I sejak tahun 1592. Di komplek ini ada banyak hal yang bisa dilihat dari mulai gerbang, bangunan kuil, aula atau pelataran umum, ruang khusus kerajaan, pavilion, taman, dan banyak lainnya. Lengkapnya fasilitas disana karena sebagaimana halnya Istana, area ini menjadi tempat tinggal keluarga Kerajaan Rajput selama masa konstruksi Kota Jaipur. Kawasan bersejarah dengan bangunan berwarna senada dengan coklat dari perbukitan batu ini buka setiap hari dari jam 9 pagi hingga setengah 5 sore. Wisatawan asing dikenakan biaya masuk sebesar 200 Rupe. 22. Benteng Nahargarh, Menara untuk Melihat Kota Nahargarh Fort via guidelet.com Selain Benteng Amer, Jaipur juga punya Benteng Nahargarh yang berjarak sekitar 10 km saja dari Amer. Benteng ini dibangun oleh Maharaja Sawai Jai Singh II pada tahun 1734 untuk pertahanan kota. Bangunan benteng dibangun di atas perbukitan Aravalli sehingga dari atas benteng ini juga pengunjung bisa melihat kota Jaipur secara luas dari ketinggian. Karenanya pula, banyak pengunjung yang datang saat sore hari untuk menikmati matahari terbenam. Bangunan benteng ini mirip kastil-kastil eropa. Menyusurinya sedikit mirip dengan tembok rakasasa di Tiongkok karena kontur berbukitnya. Benteng ini sendiri melindungi sebuah istana didalamnya dimana istana ini memiliki gaya perpaduan indo-eropa. Detil arsitekturnya yang menarik seperti mural di bagian Madhavendra Bhavan. Tiket masuk bagi turis mancanegara ialah sebesar INR 30 dan dibuka setiap hari sejak matahari terbit hingga terbenam. Di area ini juga terdapat istana yang dibuka dari pukul 10 pagi hingga setengah 6 sore. 23. Jal Mahal, Istana di Atas Air Jal Mahal via makemytrip.com Tak jauh dari Istana Amer tepatnya di Danau Man Sagar, ada satu lagi objek yang menarik yaitu sebuah istana yang berada di atas air danau. Jal Mahal, begitulah nama istana yang didirikan oleh Maharaja Madho Singh I di pertengahan abad ke 18 yang dulunya menjadi tempat singgah raja ketika berburu. Istana ini sendiri awalnya berdiri di atas tanah seperti umumnya, tetapi ketika ada kekeringan di India maka dilakukan perluasan danau yang akhirnya memakan wilayah istana. Jadilah Jal Mahal pun berada di tengah danau dimana 4 lantainya terendam alias berada di bawah air. Sayangnya saat ini pengunjung tidak bisa memasuki bagian dalam Jal Mahal termasuk kapal yang membawa kelokasi sudah tidak beroperasi, tetapi melihat keunikan ini dari kejauahan sudah cukup memuaskan mata. Apalagi pemandangan alam perbukitan yang melatarinya menjadi pelengkap keindahan bangunan. Kalian juga bisa menyewa pakaian tradisional yang ditawarkan pedagang di tepi danau untuk merasakan sensasi berfoto dengan nuansa yang kental India. 24. Sanganeri Gate, Gerbang Kota Tua Jaipur Gerbang Sanganeri via barbara-and-stu.com Gerbang Sanganeri juga bisa menjadi pilihan untuk disambangi di Jaipur. Berada di Jalan Bazar Johari, gerbang yang berdiri kokoh dengan warna merah mudanya ini dinding kota yang melindungi Kota Tua Jaipur. Dibangun tahun 1727 ketika Raja Jai Singh II membangun kota, gerbang ini dihiasi dengan lukisan yang detil dan menambah cantik tampilannya. Selain gerbang Sanganeri, ada 6 gerbang lain yang menjadi pintu bagi tembok kota setinggi 6 meter tersebut yaitu Chandpole, Surajpole, Ajmeri, New gate, Ghat gate, Samrat Gate, dan Zorawar Singh Gate.
  44. 2 likes
    @Jukijuki 01. Kalau naik nya Cipaganti berarti turunya di Pasteur atau Cihampelas aja. Saran seh yang di Pasteur aja 02. Onderdil Truk coba ke daerah Jatayu itu banyak jual barang rongsokan mungkin @Rawoniste mau nambahin 03. Coba di Bantal Guling Guesthouse di Mohammad Toha
  45. 2 likes
    Hi, segera yaaa dilaksanakan itu niatan ke Waerebo, perjalanannya berat (buat saya) tapi totally worth it! waktu itu saya ikut open trip-nya Amabel (bisa di-googling)... tapi banyak kok yang ngadain open trip ke sana, biasanya sekitar 2juta kalau cuma overland Flores (dari Labuan Bajo ke Ende/Maumere). Enaknya si sekalian ikut sailing Pulau Komodo-nya, sayang soalnya tiket ke Labuan Bajo lumayan mahal
  46. 2 likes
    Kehidupan kampus tak bisa dipungkiri memiliki tingkat kestressannya sendiri. Meskipun jadwal kuliah tampak tidak sepadat jadwal pelajaran SMA, tetapi kemampuan Mahasiswa dalam menganalisis dan belajar mandiri diluar kelas justru jauh lebih memberikan tekanan. Kondisi ini tentunya akan menimbulkan tingkat ketegangan atau stress sendiri pada Mahasiswa. Jika kamu Mahasiswa yang mengalami hal-hal tersebut, maka sempatkanlah untuk Traveling, kemanapun dan dengan atau tanpa siapapun. Tidak hanya sebagai obat kepenatan hidup, Traveling sejatinya dipenuhi sejuta manfaat lain apalagi bagi kalian yang masih muda, lebih bernilai plus lagi ketika kamu masih menyandang gelar mahasiswa. Apa dan kenapa saja alasannya? 1. Ketika Traveling, Mahasiswa Adalah Status yang Menguntungkan via boombastis.com Ketahuilah bahwa status yang paling menyenangkan adalah sebagai Mahasiswa. Status tanpa gelar tersebut sejatinya memberikan banyak keuntungan bagi pemegangnya. Hal ini karena karakter umum masyarakat kita -terutama di daerah pinggir kota hingga desa- yang masih menganggap bahwa Mahasiswa memiliki status sosial yang tinggi dan pantas dihormati. Kondisi ini sedikit banyak akan membantu kalian ketika traveling apalagi di daerah suburban dimana kalian bisa saja menyatakan diri sebagai mahasiswa ketika berinteraksi dengan masyarakat. Tentu hal itu tidak dilakukan dengan cara yang angkuh dan bukan bermaksud menyombongkan diri, melainkan hanya sebagai tameng diri. Warga biasanya akan lebih ramah ketika melihat anak muda berstatus Mahasiswa, apalagi jika kalian mampu bersikap santun, dijamin kalian akan dijamu dengan jauh lebih ramah lagi. 2. Sepadat Apapun Rutinitas Kuliah dan Organisasi, Tapi Tetap Saja Mahasiswa Juara dalam Waktu Luang via telegraph.co.uk Walaupun kalian beralasan terlalu sibuk dengan jam kuliah, tugas kuliah, ataupun kegiatan organisasi, tetap saja tak bisa dipungkiri bahwa waktu luang lebih banyak dimiliki bagi kalian yang berstatus Mahasiswa. Dibandingkan dengan anak sekolahan, jam kuliah mahasiswa tentu jauh lebih sedikit setiap minggunya, kuliahpun cenderung tidak full senin sampai sabtu. Apalagi jika kalian bandingkan dengan pekerja kantoran, tak perlu dijelaskan, kalian tentu sudah tahu perbedaan mencoloknya. Keuntungan lain ketika kuliah ialah waktu liburan semester yang jauh lebih panjang. Jika semasa sekolah menengah maksimal liburan hanya 2 minggu, maka Mahasiswa bisa mendapatkan jatah liburan hingga 2 bulan. Perlu dibandingkan lagi dengan mereka yang bekerja kantoran? 3. Tugas Utama Mahasiswa Memang Kuliah, Tapi Traveling Juga Penting untuk Mengasah Kepribadian via goabroad.com Belajar di dunia perguruan tinggi sejatinya bukan sekedar untuk mendapatkan ilmu dari program studi yang kita ambil. Lebih dari itu, sesuai dengan Tridarma Perguruan Tinggi bahwa salah satunya ialah untuk pengabdian kepada Masyarakat. Secara luas maka poin ini diartikan pula sebagai bentuk kemampuan mahasiswa bersosialisasi dengan masyarakat luas. Untuk dapat mencapai tujuan tersebut, maka sangat penting seorang mahasiswa mengasah kepribadiannya agar mampu hidup bersama ditengah masyarakat. Traveling adalah salah satu cara terampuh untuk seseorang mengenal dirinya sendiri sekaligus mengasah kepribadiannya atau biasa dikenal dengan istilah soft skill. Pengalaman kalian bertraveling saat masa kuliah harus dimanfaatkan semaksimal mungkin sebagai sarana latihan diri mengenal berbagai karakter masyarakat dari berbagai golongan dan lapisan. Percayalah, di kehidupan pasca kampus, kemampuan kalian berinteraksi dengan masyarakat akan sangat membantu dalam jenjang karir kalian. 4. Saat Mahasiswa, Kamu Memiliki Banyak Teman Sebaya yang Apa Adanya Tanpa Topeng Kepalsuan via news.okezone.com Mungkin terlihat berlebihan, tapi di masa-masa kuliahlah kalian bisa menemukan teman-teman terbaik yang apa adanya dan cenderung tidak memiliki kepentingan tertentu. Ya, di kehidupan kerja tak bisa dipungkiri kalian berpeluang besar menemukan orang-orang yang tidak se’apa adanya’ seperti yang kalian pikir. Itulah kenyataan kehidupan dimana semakin tua, semakin banyak pula kepentingan hidup yang tak jarang membuat orang-orang menggunakan banyak ‘topeng’. Dalam kehidupan kampus, kalian akan menemukan banyak orang dengan banyak karakter, itu artinya semakin banyak pula pilihan dengan siapa kalian akan berteman. Dengan begitu, teman-teman terdekat kalian tak jarang menjadi keluarga terdekat selama kuliah, bahkan persahabatan di bangku kuliah cenderung lebih awet hingga tua. Banyaknya teman tentu akan menguntungkan ketika hendak traveling. Selain bisa berpergian bersama mereka, kalian juga bisa memilih lokasi traveling di kota asal teman-teman kalian. Bahkan jika beruntung kalian bisa menginap di rumah teman kalian tersebut, tidak hanya berhemat, kalianpun bisa mendapatkan keluarga baru. 5. Belajar Me-manage Segala Hal Ketika Traveling, Akan Sangat Membantu Ketika Menjalani Hidup Sebagai Mahasiswa via forbes.com Traveling adalah sebuah seni. Seni merencanakan hingga seni mengatur. Mengatur atau me-manage sebuah traveling tidak hanya ketika pelaksanaannya saja tetapi juga sebelum (pra) hingga juga berdampak pada kondisi setelahnya (pasca). Untuk itulah diperlukan suatu pengelolaan yang baik agar perjalanan yang kalian lakukan tidak menimbulkan dampak negatif. Melalui traveling kalian diajak berpikir untuk mengatur rencana perjalanan yang meliputi lokasi tujuan, estimasi waktu, dan tentunya biaya. Pelajaran tak sampai disitu saja karena didalam sebuah perjalanan biasanya dijumpai faktor x yang diluar rencana sehingga dibutuhkan aksi cepat dalam mengambil keputusan. Aksi tersebut sedikit banyak akan mempengaruhi managemen yang sudah dibuat, dengan begitu kalian juga diajak untuk mengatur dan memperbaiki rencana yang ada menyesuaikan dengan kondisi di lapang. Dari semua konsep managemen yang kalian hadapi ketika melakukan traveling itulah, sejatinya kalian akan belajar bagaimana mengelola kehidupan selama menjadi Mahasiswa, apalagi bagi kalian yang tinggal jauh dari rumah. 6. Usia Ideal untuk Berpetualang. Apa Lagi yang Menghalangimu Beranjak dari Kamar Kos? via ucdavisevents.blogspot.com Mahasiswa umumnya ialah mereka yang berusia muda. Usia muda yang dianggap sudah cukup dewasa dan mandiri. Usia muda juga identik dengan tubuh yang fit, ide yang kreatif, dan lebih berani mengambil jalan. Terlihat memang Mahasiswa ialah usia yang paling ideal untukmu berpetualang. Hampir tak ada tempat wisata yang melarang orang seusia mahasiswa umumnya untuk datang atau melakukan sesuatu. Secara norma kepantasanpun, usia mahasiswa adalah usia paling aman melakukan ekplorasi dengan berwisata. Sebagai contoh ialah jika kalian ingin naik gunung, anak dibawah 17 tahun tentu akan mengalami penolakan dari orang-orang sekitar terutama orang tua mereka karena dianggap belum cukup umur. Atau ketika usiamu pun sudah diatas 50 tahun, justru faktor fisik lah yang akan menghalangi. 7. Melalui Traveling Kamu Akan Menemukan Banyak Insiprasi, Termasuk untuk Judul Skripsi via tnooz.com Kamu tentu setuju jika inspirasi itu bisa datang dari mana saja termasuk dari kamar kos sendiri. Tapi ada kalanya otak juga butuh asupan angin segar agar inspirasi lebih leluasa masuk, dan salah satu cara mengundang angin segar tersebut ialah dengan traveling ke lokasi yang belum pernah kamu kunjungi sebelumnya. Melalui traveling, kalian akan melihat lebih banyak nan beragam. Semua itu jangan hanya dianggap sebagai suatu pengalaman tetapi itu juga sejatinya bisa saja menjadi ide untuk tulisan sakral dipenghujung studi Mahasiswa, Skripsi. Interaksi dengan orang-orang selama perjalanan juga bisa saja menjadi cara Tuhan untuk mengenalkanmu pada sesorang yang memiliki link dalam penulisan skripsimu. Itu semua bisa saja terjadi, karena link atau koneksi tidak didapat dari bilik kamar kos melainkan dari interaksi dengan orang banyak. 8. Traveling-lah Ketika Mahasiswa Karena Tanggung Jawabmu Belum Sebesar Pasca Kampus via gopakistan.no Tidak bisa digeneralisir, tetapi saya yakin kamu setuju jika masa kuliah ialah masa dimana tanggung jawab yang dipikul belum sebesar ketika kamu sudah lulus nanti. Begiutlah hidup, semakin tua maka semakin besar pula tanggung jawab yang akan diemban, dan masa Kuliah bisa dikatakan menjadi masa terakhir sebelum menuju masa tanggung jawab hidup yang sesungguhnya dimulai. Kamu yang berstatus mahasiswa, seumumnya ialah dia yang masih ditanggung kehidupannya oleh orang tua. Kamu belum wajib mencari pekerjaan karena status sebagai pelajar yang artinya wajib untuk belajar. Dengan kondisi tersebut, tak ada salahnya untuk memanfaatkan masa muda untuk traveling, bukan berfoya-foya, melainkan untuk mengeksplore kemampuan diri sendiri. Seperti yang sudah diulas sebelumnya, bahwwa tarveling akan sangat berguna untuk kehidupan setelah kuliah. 9. Traveling Akan Membuatmu Lebih Menghargai Rumah. Jadi, Jangan Sombong Hai Mahasiswa ! via wol.jw.org Traveling seharusnya bukan hanya untuk bersenang-senang mengisi waktu luang, tapi lebih dari itu, jadikanlah traveling sebagai cara kita mengenal dan introspeksi diri. Ketika kita pergi dari zona nyaman, maka tak menutup kemungkinan kita akan menemui beragam kendala. Selama berpergian itu pula seringkali kita menjumpai hal-hal atau orang-orang yang menguji kesabaran. Bayangkan ketika kalian kehabisan uang atau lebih buruk lagi kecopetan, maka siapa lagi yang bisa membantu kalau bukan keluarga yang siap mentransfer?. Atau dalam kondisi baik sekalipun, misalkan kalian mendapatkan keramahan dari warga, maka yang akan kalian ingat ialah kasih sayang keluarga kalian sendiri. Melalui beragam pengalaman yang tak menyenangkan dan menyenangkan itulah, kalian akan lebih paham bahwa sejauh apapun kita pergi, tak ada tempat paling nyaman selain rumah sendiri. Tak ada pula yang bisa kita banggakan karena sejatinya kita masih bergantung pada rumah.
  47. 2 likes
    Ternyata sudah lama saya nggak posting . Mumpung habis jalan-jalan kali ini saya mau posting tentang pengalaman mendaki Gunung Lawu beberapa minggu lalu. Rada telat sih tapi nggak apa-apa lah ya. Better late than never. Cerita pengalaman kemaren sebenarnya sudah saya tulis di sini. Tapi untuk forum ini saya rela nulis ulang Semua berawal dari SMS seorang teman yang tiba-tiba mengajak mendaki Gunung Lawu. Termasuk mendadak karna saya baru dikabarin kurang dari seminggu sebelum hari H. Ini merupakan pendalaman kedua saya naik gunung yang berada di perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Timur tersebut. Pada pendakian pertama saya tidak sempat sampai puncak karna terhalang oleh cuaca. Untuk kali ini pun saya tak punya ekspektasi untuk sampai ke puncak tapi syukur alhamdulilah Tuhan memberi saya kekuatan untuk jalan sampai puncak :) Saya dan teman berangkat mendaki tanggal 2 April 2016, malam Minggu. Kami hanya berdua. Tapi sebagaimana pada pendakian-pendakian sebelumnya, di perjalanan saya bertemu dengan beberapa teman baru yang sangat menyenangkan. Mereka menjadi teman perjalanan saat perjalanan naik dan turun Kami mulai mendaki sekitar pukul 10 malam melalui Cemoro Sewu. Cuaca malam itu tak sedingin biasanya. Saya bahkan tak mengenakan jaket gunung. Hanya kemeja flanel. Sarung tangan pun baru saya pakai setelah sampai di pos 3 ketika cuaca mulai terisi dingin di kulit. Saya sangat beruntung karna cuaca malam itu terlihat sangat cerah. Tak ada mendung. Pemandangan langit malam terasa istimewa dengan taburan bintang dimana-mana. Beberapa kali ketika beristirahat di jalur pendakian saya mendapati pemandangan bintang jatuh. Indah Malam itu kami berencana bermalam di pos 3 dan baru akan naik lagi pagi-pagi buta. Namun, rencana kami tak berjalan lancar karna setibanya di pos 3 kami mendapati pos sudah penuh dengan tenda. Kami tak menemukan tempat untuk mendirikan tenda. Kalau tidak lupa, saat itu sudah jam 2 dini hari Mau tak mau, kami harus meneruskan perjalanan dan itulah yang kami lakukan Dengan menahan lelah dan mata yang sudah mulai ngantuk, kami melanjutkan perjalanan ke pos 4 dan berencana menikmati sunrise di sana. Dalam perjalanan menuju pos 4 kami sempat merem sejenak ketika istirahat di jalur pendakian, saking ngantuknya Sekitar pukul setengah 5 pagi kami tiba di pos 4. Semburat jingga sudah mulai terlihat di ufuk timur. Udara terasa sangat dingin hingga saya tak berani membuka sarung tangan. Teman saya mulai menyalakan kompor untuk membuat minuman hangat sementara saya sibuk menyiapkan diri untuk menyambut matahari terbit. Setelah matahari benar-benar terbit, saya mulai sibuk mengabadikan momen indah tersebut Menikmati momen sunrise membuat saya lupa diri dan waktu. Tiba-tiba waktu sudah menunjukkan pukul setengah 6. Kepalang tanggung, saya langsung melanjutkan perjalanan ke puncak. Sementara teman saya -- karna tak kuat menahan kantuk -- memilih untuk tidur di pos 4 Ini adalah pertama kalinya saya ke puncak Gunung Lawu. Pemandangan di Gunung Lawu ternyata baru akan terlihat sangat indah ketika kita sudah melewati pos 4. Padang rumput yang luas serta bunga edelweis akan mulai kita jumpai seletah melewati pos 5 yang jaraknya tidak terlalu jauh dari pos 4 Sekitar jam 7 pagi saya tiba di puncak Hargo Dumilah. Beberapa pendaki lain sudah mendahului saya. Beberapa tampak sibuk mengambil foto dengan latar belakang monumen yang berada di puncak tertinggi Gunung Lawu ini. Berjalan ke arah barat dari Hargo Dumilah kita akan sampai ke sebuah tebing batu dimana dari tebing ini kita bisa menyaksikan pemandangan yang sangat indah. Gunung Merapi dan Merbabu terlihat begitu elegan dengan dihiasi awan-awan putih di sekelilingnya. Melihat pemandangan seperti ini saya tak banyak berkata melalui mulut. Tapi percayalah, batin saya tak pernah berhenti mengucap kalimat kekaguman dalam berbagai bentuk. Tuhan memang Maha Pemurah. Menganugrahi bumi Indonesia dengan alam yang indah Setelah merasa puas menikmati pemandangan di sekitar puncak, saya mulai turun ke pos 4 untuk melanjutkan tidur yang sempat tertunda. Jam setengah 11 siang kami baru mulai benar-benar turun. Dengan senang
  48. 2 likes
    Pulau Seribu Sungai, Kalimantan terkenal sebagai paru-parunya Indonesia. Pulau yang ditempati oleh 3 negara ini memang memiliki ekosistem hutan tropis yang luas yang menjadikannya cukup kaya pula akan habitat satwa. Keelokan Pulau terbesar ke 3 dunia ini juga dapat kalian nikmati dikala senja tiba. Beberapa spot atau lokasi memiliki pemandangan terbaik untuk melihat sunset. Pengalaman wisata kalianpun tentu akan semakin kaya karena dapat menyaksikan langsung sang cahaya surya menghilang perlahan dari pulau yang terkenal juga dengan sebutan Borneo tersebut. Lantas apa dan dimana sajakah lokasi-lokasi pilihan untuk menikmati senja tersebut? 1. Jangan Ketinggalan Tren untuk Merasakan Senja di Pantai Melawai Balikpapan Balikpapan, kota di Provinsi Kalimantan Timur ini tidak hanya terkenal sebagai kota industri minyak. Beberapa tahun belakang, Kota berpenduduk lebih dari 700 ribu jiwa tersebut juga mulai mengembangkan promosi kepariwisataan. Pengembangan tersebut mencakup pula perbaikan fasilitas dan tata kota termasuk pembangunan bandara yang kini masuk dalam jajaran Bandara megah di Indonesia. Salah satu objek wisata paling terkenal dari Balikpapan ialah Pamtai Melawai. Pantai yang berada di Sepanjang Jalan Sudirman tersebut sudah sangat populer oleh warga kota sebagai lokasi bersantai saat sore hingga malam. Hal tersebut karena pantai ini secara geografis menghadap barat yang berarti menghadap langsung ke arah matahari ketika menuju peraduannya. Ya, meskipun Balikpapan sendiri sejatinya berada di pesisir Timur Kalimantan, tetapi terdapat teluk kecil yang membelahnya sehingga terdapatlah sisi pantai menghadap Barat. Pantai Melawai sendiri bukan pantai berpasir, namun begitu pemerintah setempat sudah mengelola dan membangunnya sehingga tertata menjadi pelataran dan beberapa spot lainnya. Di sepanjang tepi pantai pula terdapat cafe-cafe dan toko-toko makanan sehingga membuatnya sangat nyaman untuk didatangi. Tak heran jika kawasan ini menjadi favorit berkumpul warga Balikpapan. Tidak hanya menarik untuk melihat lautan lepas, tetapi Pantai Melawai juga dihiasi oleh kapal-kapal segala ukuran yang tengah berlayar. Di salah satu bagian terdapat juga pulau kecil yang nampak timbul dari tengah lautan sehingga memberikan kesan berbeda. Semuanya akan terbingkai penuh pesona ketika senja tiba dimana semburat jingga akan memeberikan warna bagi Pantai Merawai. 2. Bertabur Nyiur, Sunset dari Pantai Takisung Kalimantan Selatan akan Membuatmu Tak Ingin Cepat Beranjak Masih tak beranjak dari pantai, kali ini Kalimantan Selatan memiliki sebuah pantai di Kecamatan Takisung, Kabupaten Tanah Laut. Pantai yang berada sekitar 87 km dari ibukota provinsi di Kota Banjarmasin ini menjadi salah satu tempat favorit warga untuk berkumpul terutama saat sore hari. Apalagi lokasinya yang tidak begitu jauh dari Kota Banjarmasin dan karakter Kota Banjarmasin yang tidak akrab dengan nuansa pantai membuat Pantai Takisung menjadi lokasi paling masuk akal untuk warga kota yang ingin liburan. Keindahan pantai yang menghadap Laut Jawa ini ialah pasirnya yang membentang luas serta pepohonan kelapa yang menambah nuansa tropis yang khas. Di kawasan pantai ini juga ramai dengan jasa olahraga dan hiburan seperti banana boat, motor racing, serta kapal-kapal yang siap mengantarkan berkeliling pantai. Pedangan kaki lima juga banyak memenuhi pinggir pantai yang membuatnya semakin semarak. Kondisi ini memang terbilang terlalu ramai apalagi saat liburan, namun tetap saja menarik kunjungan wisatawan. Ketika senja tiba, maka panorama sunsetlah yang akan membuat siapa saja terpaku sejenak. Hamparan laut yang membentang luas menjadikan sunset nampak begitu jelas didepan mata. Bagi kalian pecinta fotografi, jangan sia-siakan keberadaan deretan nyiur yang akan menjadi siluet indah kala senja. Jika ingin lebih beragam lagi, kalian bisa menuju perkampungan nelayan yang berada tidak jauh dari pantai. Dari perkampungan nelayan ini suasana senja juga tak kalah menariknya, apalagi tergolong lebih sepi dari kawasan pantai. 3. Kemilau Sunset Dari Sungai Kapuas, Mentadbirkan Kalimantan Sebagai Pesona Pulau Seribu Sungai Tak lengkap memang jika membahas kalimantan jika tidak membahas sungainya. Pulau berjuluk ‘seribu sungai’ tersebut memang memiliki kedekatan pada sungai. Sungai memiliki pengaruh besar bagi kehidupan masyarakat Kalimantan, bahkan sungai jugalah yang membentuk pola kemasyarakatan disana. Banyak nya aliran sungai di Kalimantan sudah tentu menjadi potensi menarik pula bagi sektor kepariwisataan, seperti Sungai Kapuas yang berada di Kalimantan Barat. Sungai ini merupakan sungai terpanjang, tidak hanya di Kalimantan tetapi juga di Indonesia. Panjangnya mencapai lebih dari 1.100 km. Ada banyak pesona yang bisa dinikmati dari sungai Kapuas, termasuk ketika senja tiba. Jika kalian berada di Kota Pontianak sebagai salah satu wilayah yang dilalui Sungai Kapuas ini, maka sempatkan untuk menikmati keindahan Sungai Kapuas ketika sore hari. Kalian bisa mencoba naik perahu atau sekedar bersantai di tepian sungai. Memandangi sungai dengan beragam aktivitas didalamnya saat sunset tentu akan memberikan pengalaman yang berbeda. Apalagi jingganya langit yang memantul dari riak tenang arus sungai akan memberikan kemilaunya sendiri. 4. Bukit Batas di Banjar Siap Menghadirkan Cantiknya Senja Tanpa Batas Kabupaten Banjar di Kalimantan Selatan ternyata memiliki pesona alam yang sangat istimewa. Di kabupaten yang beribukota di Martapura ini terdapat sebuah bukit yang dikenal dengan nama Bukit Batas. Lokasi persisnya ialah di Desa Tiwingan Baru, Kecamatan Aranio, atau lebih dikenal juga sebagai Wilayah Waduk Riam Kanan. Ya, lokasi bukit ini dikeliling oleh perairan berupa waduk yang berfungsi sebagai sumber air penggerak turbin PLTA. Keunikan dari Bukit Batas dan pemandangan waduk dibawahnya ialah adanya pulau-pulau kecil yang nampak bertebaran. Panorama ini membuat viewnya mirip dengan kepulauan Raja Ampat di Papua. Tak jarang, orang-orang yang kesana mebyebutnya sebagai miniatur Raja Ampat dari Kalimantan Selatan. Banyak wisatawan yang datang bahkan untuk camping, hal ini karena dari atas bukit tersebut, kalian bisa melihat sunrise dari sisi Timur. Dan ketika petang, Bukit Batas tak kehabisan pesonanya karena juga siap menyapa dengan cantiknya senja. Ketika senja, cahaya yang meredup seolah bersiap untuk berpaling ke balik perbukitan yang ada jauh didepan mata. Perbukitan juga nampak berlapis sehingga nampak sangat mempesona siapa saja yang melihatnya. Jingganya cahaya juga memantul dari perairan waduk yang tenang membuat nuansa semakin syahdu. Jika kalian tertarik untuk datang, perjalanan untuk menuju puncak Bukit Batas terbilang menantang. Perjalanan akan dilalui dengan 2 tipe yaitu darat dan perairan. Dari Bandara Syamsudin Noor, kalian bisa langsung menuju simpang 4 Banjarbaru dan menuju Sungai ulin lalu ke arah Desa Tiwingan Lama, Kecamatan Aranio. Barulah dari sana, tepatnya Pelabuhan Riam Kanan, perjalanan dilanjutkan dengan naik kapal sekitar 30 menit menuju Pinus 2. Perjalanan belum berakhir justru dari sanalah pendakian dimulai. Pendakian sendiri tidak begitu lama yaitu sekitar 1,5 – 2 jam. Selama perjalanan, dijamin tidak akan merasa bosan karena akan ditemani pemandangan indah. 5. Bukit Batu Daya di Ketapang, Sensasi Sunset yang Memperdaya Mata Jika kalian ingin melihat Bukit Batu Uluru atau Ayers Rock di Australia tapi belum memiliki kesempatan, maka kalian ada baiknya mengunjungi juga sebuah bukit batu yang tak kalah mempesona di Kalimantan Barat. Tersebutlah Bukit Batu Daya, sebuah bukit batu dengan bentukan unik yang berada di Taman Nasional Gunung Palung, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat. Banyak sebutan untuk Bukit Batu Daya ini, beberapa menyebutnya Bukit Gantang dan beberapa lain menyebutnya Bukit Onta. Ya, kesemua sebutan tersebut menjadi bukti bahwa memang bukit ini berhasil memperdaya, sesuai namanya, Bukit Daya. Bukit ini memang akan terlihat berbeda-beda bentuknya jika dilihat dari sisi-sisi yang berbeda, seolah bukan satu bukit yang sama. Bukit ini memang sangat mempesona, bentukannya yang unik menjadikannya sangat bagus sebagai objek foto. Selain itu, bagi pecinta olahraga rock climbing, bukit ini sangat cocok dijadikan spot berlatih, hanya saja bentuknya yang sangat terjal membuatnya cukup berbahaya jika bukan atlit profesional. Namun begitu, bagi kalian yang hanya ingin menikmati keindahan Bukit Batu Daya ini, cukup memandanginya dari sisi-sisi yang diinginkan. Dan seperti yang sudah diungkap bahwa setiap sisi akan menghadirkan view yang berbeda. Jika ingin melihat nuansa yang lebih mempesona maka datanglah saat petang dari sisi timur atau memandang ke ufuk barat. Dari sana, panorama mentari dengan semburat cahaya jingganya akan membuat suasana Bukit Batu Daya semakin dramatis dan mempesona. Jika kalian tertarik untuk datang ke Bukit Batu Daya ini, kalian bisa langsung naik speedboat dari kota Pontianak menuju Teluk Melano, Kecamatan Simpang Hilir. Jadwal regulernya ialah jam 9 pagi dengan biaya Rp 110 ribu. Perjalanan sungai akan ditempuh selama 3 jam. Setelahnya perjalanan dilanjutkan menuju Desa Perawas dimana dari sanalah kenggunan bukit ini sudah dapat terlihat. Namun jika ingin mengambil spot lebih dekat lagi, kalian bisa menggunakan jasa ojek. 6. Pantai Pasir Panjang Singkawang Berselimut Senja Terakhir yang Menyapa Kalimantan Kalimantan Barat menjadi provinsi terakhir yang menerima cahaya mentari tiap sore harinya. Provinsi yang beribukota di Pontianak ini juga memiliki sejuta kisah tentang senja, salah satunya yang dimiliki oleh Singkawang, kota yang berjuluk Kota Seribu Klenteng. Kota Singkawang berjarak sekitar 145 km sebelah utara dari Kota Pontianak. Kota ini berjuluk Seribu Klenteng karena memang di sana terdapat banyak klenteng yang tersebar diseluruh penjuru kota. Hal tersebut tentu tak terlepas dari masyarakatnya yang memang kebanyakan keturunan Tionghoa, sehingga dikenal juga sebagai pecinannya Kalimantan Barat. Singkawang juga terkenal sebagai kota wisata. Selain karena multikulturnya, berbagai pesona alam juga bisa dinikmati di sana, salah satu yang populer ialah Pantai Pasir Panjang. Pantai yang berada di Kecamatan Tujuh Belas atau sekitar 30 menit dari Pusat Kota Singkawang tersebut merupakan pantai berpasir dengan karakter ombak yang cukup tenang. Kawasan sekitarnya juga masih alami sehingga cukup menyegarkan pandangan. Menikmati panorama Pantai Pasir Panjang akan semakin komplit jika datang kala senja. Sunset yang disuguhkan oleh pantai ini terkenal sangat difavoritkan oleh pengunjung dan wisatawan. Birunya air laut seolah berubah menjadi berkilau dengan sentuhan warna jingga khas cahaya sore. Bersantai sembari menikmati sunset menjadi pilihan paling tepat karena akan membuat kalian merasa tenang.
  49. 2 likes
    Indonesia Timur terkenal sebagai surganya bahari Indonesia. Di sana, kekayaan dan keindahan lautnya tidak bisa dipandang sebelah mata, bahkan harus dilihat dengan mata sejelas-jelasnya. Namun tak hanya soal pantai dan lautan, tetapi Indonesia Timur juga masih memiliki segudang keindahan lanskap alami lainnya. Semua nampak berpadu serasi membentuk surganya sendiri. Segala keindahan karunia Tuhan tersebut semakin apik ketika alam mendukungnya dengan menghadirkan nuansa berbeda kala senja. Indonesia Timur menjadi wilayah pertama di Indonesia yang merasakan senja setiap harinya. Setiap harinya pula, ada pesona yang dihadirkan tanpa bosannya. Seperti beberapa lokasi pilihan berikut yang terkenal indah dan semakin mempesona ketika mentari bersiap menuju peraduannya. 1. Surganya Senja yang Disuguhkan oleh Pantai Tuada di Halmahera Barat, Siap Menghipnotis Penikmatnya Berlokasi di Jailolo, Kabupaten Halmahera Barat, Provinsi Maluku, Pantai Tuada terbilang populer bagi warga setempat sebagai lokasi wisata. Bahkan di kawasan Jailolo sendiri kini rutin diadakan Festival Teluk Jailolo seperti pada waktu dekat yaitu awal bulan Mei 2016 ini akan diadakan Festival tersebut. Pantai karang sepanjang sekitar 1 km tersebut nampak sangat menarik karena kejernihan airnya sehingga cukup beberapa meter dari bibir pantai maka keindahan bawah lautnya sudah dapat dinikmati. Berhadapan dengan muka pantainya, terdapatlah pulau kecil bernama Babua. Keberadaan pulau inilah yang akhirnya membuat pamandangan dari Pantai Tuada semakin menarik mata, apalagi saat senja dimana mentari nampak beranjak bersembunyi dari balik pulau tersebut. Jika kalian tertarik berburu senja di Pantai Tuada ini, kalian bisa menuju Ternate terlebih dahulu yaitu Bandara Sultan Babullah. Kemudian melanjutkan perjalanan menuju Pelabuhan Dufa-dufa. Dari sanalah banyak speed boat yang akan membawa ke Jailolo, Halmahera. 2. Bersama Monumen Sang Pahlawan, Kita Nikmati Indahnya Ambon Manise Kala Senja Ambon Manise, begitulah ibukota Provinsi Maluku tersebut biasa disebut. Ambon memang manis, akan menghadirkan kisah manis pada siapa saja yang menyambanginya, termasuk ketika kalian berkesempatan mengunjungi monumen Sang Pahlawan Wanita Kebanggan orang Maluku yaitu Martha Tiahahu. Monumen patung dari Pahlawan yang lahir tahun 1800 tersebut dapat kalian temui di Karang Panjang, sebuah kawasan bukit di Ambon yang juga berhadapan langsung dengan Laut Banda. Kawasan monumen ini memang cukup populer dijadikan lokasi berkumpul bagi warga terutama muda-mudi setempat. Selain pemandangan laut dan perbukitan di sekeliling, taman yang ada di sekitarnya juga nampak rapih sehingga menarik untuk dijadikan tempat kongkow. Semakin menarik dan mempesona ialah saat petang dimana mentari yang mulai turun di sisi barat akan memberikan efek dramatis bagi kawasan sekitar monumen. Nampak seperti patung Christina Tiahahu memandang gagah ke arah terbenamnya matahari dan menimbulkan siluet indah jika kita berada di belakang monumennya. Perpaduan antara seni patung buatan manusia dan mahakarya lanskap alami berupa lautan dan perbukitan nampak begitu selaras dan memberikan kesan tersendiri bagi yang melihatnya. Tak salah dan tak akan menyesal memang jika kalian berkesempatan datang kesini. Ketika senja mulai berganti malam pun, pesona yang dihadirkanpun tak akan pergi begitu saja. Sempatkan untuk tetap menikmati betapa indahnya Kota Ambon dari ketinggian karena dari lokasi tersebut, gemerlap lampu-lampu kota nampak sangat indah dan penuh warna. 3. Teluk Triton, Pesona Senja dari Barat Papua Papua nampaknya menjadi surga Indonesia yang belum terjamah. Banyak lokasi terutama keindahan alam yang belum diketahui luas oleh wisatawan, salah satunya ialah Teluk Triton. Teluk Triton berlokasi di Kabupaten Kaimana, Provinsi Papua Barat. Wisata paling terkenal di sini ialah wisata bawah laut karena keberagaman dan keindahan yang dimilikinya. Tercatat, surga bawah laut milik Teluk Triton terdiri hampir seribu jenis ikan karang dan hampir 500 jenis karang, bahkan beberapa diantaranya merupakan spesies baru. Jika beruntung kalian juga bisa menemui paus Bryde’s yang sedang berenang di lautan tersebut. Tidak cukup sekedar keindahan alami tetapi ternyata Teluk Triton juga menyimpan peninggalan sejarah. Di salah satu dinding tebing karang yang mencapai panjang sekitar 1 km, terdapat lukisan kuno yang diprediksi peninggalan prasejarah. Ada beberapa bentuk lukisan seperti telapak tangan, tengkorak, hingga binatang. Puas melihat dan menyaksikan keindahan alam dan peninggalan sejarah, maka pesona Teluk Tritoan akan semakin memukau mata dengan nuansa senjanya. Kala senja tersebut, pengunjung seolah dibawa ke dimensi lain karena siluet dan gradasi warna langit yang dihasilkan seolah menjadi pesona titisan surga yang sengaja di perlihatkan Tuhan. 4. Menyapa Senja dari Teluk Cendrawasih Apakah kalian pernah mendengar tentang Hiu terbesar di dunia? Itulah Hiu Paus. Bangganya lagi ialah bahwa salah satu lokasi terbaik untuk dapat melihat bahkan berinteraksi langsung dengan Hiu Paus tersebut berada di Indonesia tepatnya di Bumi Papua. Taman Nasional Teluk Cendrawasih menjadi lokasi konservasi dari spesies tersebut. Taman Nasional yang juga menjadi kawasan konservasi laut terbesar di Indonesia tersebut sudah cukup terkenal bagi para peneliti dunia termasuk wisatawan minat khusus. Hiu Paus yang menjadi primadona disini tidak hanya sekedar omong kosong belaka karena nyatanya wisatawan dapat secara langsung berinteraksi dengan berenang bersama mereka. Hiu yang bisa mencapai panjang 14 meter tersebut juga dikenal cukup jinak sehingga aman bagi wisatawan. Terlepas dari Hius Paus yang menjadi primadona, Teluk Cendrawasih di sisi Barat juga memiliki pesona lain yang tak boleh terlewatkan begitu saja. Senja di kawasan ini dijamin akan membuat siapa saja terpaku sejenak. Ketenangan laut yang ada juga menjadi pelengkap suasana syahdu berpadu semburat cahaya yang berasal dari mentari sore. Perlahan, warna-warni alam khas petang nampak berubah-ubah seiring tenggelamnya sang pemberi cahaya semesta. Apalagi, batu-batu karang yang ada seperti menjadi pemanis pesona senja milik negeri Cendrawasih ini. Jika kalian tertarik menuju Teluk Cendrawasih, kalian bisa memili penerbangan dari Jakarta atau Surabaya, Denpasar, dan Makassar tujuan Biak. Dari Biak, barulah naik pesawat perintis tujuan Manokwari atau Nabire. Perjalanan lalu dilanjutkan dengan perahu motor langsung menuju Teluk Cendrawasih. 5. Keanggunan Senja Pulau Lelei Akan Membuatmu Tak Ingin Cepat Pulang Indonesia Timur tak akan pernah ada habisnya. Pantai Lelei yang berada di Halmahera ini juga berhasil mengisi bagian dari pesona negeri Timur Indonesia tersebut. Pulau Lelei sendiri sebenarnya menjadi salah satu dari dua pulau wisata andalan yang berada di Kecamatan Kayoa, Kabupaten Halmahera Selatan. Satu lainnya yaitu Pulau Guraici yang berhadapan langsung dengan Pulau Lelei ini. Kelebihan dari Pulau Lelei ini ialah pasir putihnya, suasana hijau didaratannya yang masih sangat alami, serta tentu saja airnya yang sangat jernih. Di tambah lagi jika kalian menyukai ketenangan, maka pantai ini akan sangat senang hati menyuguhkan suasana tersebut. Ketika hari mulai berada diujung lelahnya, maka senja yang ditunggu akan menyapa. Dari Pulau Lelei inilah, kalian akan menyaksikan secara langsung betapa indahnya pancaran khas dari cahaya petang. Selain dari tepi pantainya, lokasi terbaik untuk melihat secara utuh panorama lautan dan gugusan pulau ialah dari menara pandang dengan tinggi sekitar 25 meter. Salah satu keunikan senja yang bisa dinikmati dari menara pandang tersebut ialah pemandangan pulau-pulau memanjang yang nampak timbul dari tengah lautan. Hal tersebutlah yang memberikan kesan berbeda yang akhirnya membuat siapa saja tak ingin cepat pulang. Wisatawan yang tertarik berliburpun kini sudah tak perlu khawatir soal akomodasi. Di Pulau Lelei sudah tersedia cottage dan homestay. Rumah makan juga tersedia dan siap melayani pengunjung. Jika kalian tertarik untuk datang ke Pulau Lelei, kalian bisa naik speed boad dari Ternate tepatnya Pelabuhan Bastiong. Hanya saja untuk kapal reguler hanya tersedia 2 kali seminggu yaitu Rabu dan Jumat pagi dengan tarif sekitar Rp 100 ribu. Perjalanan laut akan ditempuh cukup lama yaitu mencapai 5 jam. Namun jika kalian berkocek tebal, bisa menyewa speedboad dengan tarif sekitar Rp 5 juta atau sesuai kesepakatan. 6. Nikmati Lukisan Alam Kala Senja dari Danau Sentani Papua Danau Sentani mungkin sudah tidak asing bagi kallian. Keindahan danau dengan bentukan tak biasa tersebut berhasil menyihir siapa saja yang melihatnya. Tak jarang, banyak wisatawan yang datang ke Papua akan menyempatkan diri menyaksikan langsung mahakarya alam dari bumi Papua tersebut. Berada di Kabupaten Jayapura, bentukan alam dari danau terluas di Papua tersebut memang terbilang unik. Tidak seperti umumnya danau yang terbentang luas airnya dan dikeliling daratan, Danau Sentani ini justru memiliki seperti tanjung dan teluk yang menyebar. Selain itu, terdapat juga 21 pulau kecil di tengah danau sehingga jika dilihat dari ketinggian bukit, maka nampak danau ini seperti lautan dengan gugusan pulau. Berada di ketinggian 75 mdpl, untuk menuju Danau Sentani dapat dilakukan dengan menggunakan mobil dari Kota Jayapura. Jaraknya sekitar 50 km. Jika dari kota lain seperti Jakarta, maka kalian bisa langsung memilih penerbangan tujuan Bandara Sentani. Dari bandara, perjalanan dilanjutkan dengan sewa mobil atau ojek dengan waktu tempuh hanya sekitar 15 menit saja. Menikmati keindahan danau inipun tidak hanya dari daratannya saja karena kalian bisa menyewa kapal untuk berkeliling. Tarifnya juga terbilang murah sekitar Rp 30 sampai 50 ribuan perorang. Ketika senja mulai menampakan dirinya, maka tak ada pilihan lain selain untuk menikmati suguhan alam tersebut. Suasananya yang tenang tanpa kebisingan serta visual perbukitan yang memanjakan mata akan membuat kalian lupa permasalahan hidup. Manfaatkan pula momen berharga tersebut dengan mengabadikannya dalam kamera kalian dari segala sisi, hal ini karena ada banyak spot yang bisa kalian pilih dari atas perbukitan yang begitu luas terbentang. Apalagi karena berupa bukit hamparan rumput dan jarang ada pohon membuat hasil jepretan akan nampak luas nan eksotis. Apabila kalian ingin datang disaat yang lebih semarak, maka datanglah saat perayaan Festival Danau Sentani. Perayaan rutin tahunan tersebut terselenggara setiap pertengahan bulan Juni. Acara budaya tersebut akan dimeriahkan dengan beragam kekayaan budaya seperti tarian yang tidak hanya dari daratan tetapi juga disuguhkan dari atas perahu. Momen itu juga menjadi waktu terbaik untuk kalian pecinta wisata kuliner.
  50. 1 like
    Nah berhubung kemarin sempet batal karena tuntutan kerjaan , masih nyari" nih buat temen backpacker dari jakarta trip ke bali rute darat di tanggal 31 maret - 10 / 14 april 2017 adakah yang mau ikut? siapa tau ada yang pengen refreshing bareng sekalian berbagi pengalaman bisa hubungi lewat DM atau line : ariiqbal