Leaderboard


Popular Content

Showing most liked content since 12/17/2016 in all areas

  1. Selamat sore JJ’er,,,,,!! Hay hay,,,,apa kabaar ???? Boleh sharing ya tentang Lombok ? Tanggal 17 Nopember 2016 hari Kamis malam kami berangkat ke Lombok menggunakan pesawat Lion ambil penerbangan malam jam 20.10. Sesampainya Bandara Praya Lombok kami rental mobil Avanza Rp. 150.000,- untuk menuju M Hotel di Jalan Rajawali No.10, Cakranegara Barat, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat. Kami ber4 dengan pesawat dan jam penerbangan yang sama, sedang yang lainnya malah sudah sampai dari siang, jadi mereka bisa jalan2 dulu ke tempat2 lainnya. Tahu Lombok kan ? Wisatanya super duper banyak,,,,,sudah kesekian kalinya saya ke Lombok masih dengan destinasi yang berbeda dan belum habis juga di explore. Itulah sebabnya, kali ini kami datang kembali dengan ambil judul “Reuni Gathnas KJJI IX Lombok”, dan tempat2 yang dituju beda dengan yang pernah didatangi setahun yang lalu. Emejiiing… HhHhhmmmm,,,M Hotel lumayan juga loh JJ’er, cucok sama harganya yang sekitar 300.000 untuk yang stansard, tapi fasilitas didalam kamar cukup memuaskan kok, bersih. Hari Pertama, 18 Nopember 2016 Pagi hari jam 07.00 kami start dari hotel untuk menuju destinasi hari pertama, terlebih dahulu kami sarapan Nasi Balap Puyung, makanan khas Lombok yang sangat terkenal itu. Lokasinya ada di Jl Raya Puyung Jonggat, dan masuk gang kecil, warungnya sangat sederhana. Disinilah Nasi Balap Puyung Inaq Esun merupakan nasi balap yang asli, sehingga meski untuk menuju ke warungnya masuk2 lorong orang gak peduli, karena rasa biasanya lebih enak dibanding nasi2 balap lainnya. Nasi balap merupakan nasi bungkus, berupa nasi putih dengan menu ayam suwir bumbu pedas dan kering kentang, tapi pedasnya luar biasa. Satu bungkus dengan harga 15.000 bisa buat berdua, karena lumayan banyak porsinya. Enak loh, cucok di lidah saya yang dari Jawa. Recommended ! Gili Petelu Gili Petelu merupakan tujuan pertama jalan2 kami di Lombok, alamatnya di Sekaroh, Jerowaru, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat. Dari Mataram kurang lebih 2,5 jam, dan per-tama2 kita menuju ke Pelabuhan Tanjung Luar untuk sewa perahu. Yaaaa,,,,naik perahu lagi kita,,,,Lombok memang kagak ada matinya untuk urusan gili2, berbagai macam gili yang ada belum sempat terkunjungi semua. Ini Gili ke 4 di Lombok yang akan kami kenali dan nikmati. Cuaca sangat panas, anginpun kencang, namun semuanya tidak kami rasakan, hanya keindahan alamnya saja yang masih ter-bayang2, kenangan itu sungguh indah,,,, Sayang disayang, begitu sampai di Gili Petelu, ombak masih terasa besar, terbukti teman kami yang jago berenangpun kepayahan, dalam renangnya dia terbawa arus terus, tak mampu menahannya, hingga akhirnya awak kapalpun menyarankan untuk pindah tempat demi keamanan kami. Jadi disini kami hanya bisa main2 air sebentar lalu naik ke perahu lagi untuk kemudian melanjutkan perjalanan menuju Pantai Tanjung Cumi. Pantai Tanjung Cumi/Sumur Laut Nah kalau di pantai ini airnya sangat hijau dan dasar lautnya hampir kelihatan karena airnya sangat jernih juga dingin. Saking tergiurnya dengan air laut yang jernih inipun saya beranikan untuk nyebur,,,,lengkap dengan peralatan snorklingnya. Benar saja, karang2nya sangat indah,,,,begitu juga ikan2nya pada berseliweran berwarna warni, sayangnya gak siap kamera underwater, jadi Cuma mata saja yang bisa menikmatinya. Dan disini juga ada Sumur Laut katanya, ada temen kami yang berani mencari dimana Sumur Lautnya, katanya didalamnya dihuni oleh ular ? Benar atau tidak, yang jelas teman kami penasaran dan sambil bawa gopro diapun melesat ke bawah untuk ambil foto sumur laut. Ternyata memang ada, bentuknya lubang kecil di dasar laut, tapi siapa yang tahu kedalaman sumurnya ? Tentu gak ada yang berani lama2 berada disini,,,, Cukup lama di pantai ini, disamping snorkeling juga ada yang hanya sekedar main2 pelampung atau bersampan kesana kemari. Biar kelihatannya mudah tapi bagi yang gak bisa berenang akan sangat menakutkan, karena kalau tidak bisa menjaga keseimbangan badan akan kecebur pastinya,,,,hahahahah pengalaman pribadi. Ngiri lihat teman2 yang pada asyek ber-foro2 di atas pelampung berbentuk kerang raksasa,,,jadi seperti Putri Mutiara saja,,, Ketika jelang makan siang, kami lanjutkan perjalanan menuju Pantai Pink / Pantai Tangsi Pantai Pink / Pantai Tangsi Masih di desa Sekaroh, Jerowaru, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat pantai Pink ini berada. Pantai Pink warna pasirnya memang pink, hal ini disebabkan karena karang dan ganggang yang ada didalam laut ini pink, sehingga serpihan2 karang yang terbawa ke pantai berwarna pink. Nama aslinya sebenernya Pantai Tangsi, tapi sebutan topnya Pantai Pink, makanya orang suka keliru dengan Pantai Pink yang di NTT. Pantainya memang indah, keren dan wow kalau dilihat dari atas bukit, garis pantainya sangat jelas, lengkungannya menambah cantik pantai ini. Tapi panasnya luar biasa, jangan lupa pakai topi lebar atau payung yaaa JJ’er… Di samping2 pantai juga banyak spot2 menarik seperti ayunan, gubug2 buat berteduh dan bisa sekalian buat makan siang disini. Kami kebetulan sudah bawa bekal nasi kotak, jadi langsung buka bekalnya dan menuju gubug2 untuk makan. Paling2 kami beli air kelapa muda di warung tersebut dan cemilan2 lainnya supaya orang warung tidak marah gubugnya kami pakai buat makan. Sebenernya disini bisa buat snorkeling juga, tapi mungkin teman2 sudah pada kelelahan sewaktu snorkeling di Pantai Tanjung Cumi makanya begitu nyampai di pantai langsung berlari ke daratan untuk persiapan makan yang didahului foto2 cantek,,, Hanya ada 1 teman saya yang sebelum perahu sandar sudah duluan nyemplung ke laut dan berenang sampai ke pinggir pantai, hebat sekali dia,,, Ibu2nya juga gak hilang akal, rupanya mereka bawa bekal buah2an dan sambal, jadi sesudah makan kami langsung ngrujak,,,bisa dibayangkan seperti apa kenyangnya perut kami ???? Sehabis makan kami melanjutkan berperahu menuju destinasi selanjutnya yaitu Pantai Pink 2 Pantai Sebui / Pink 2 Pantai Sebui sering disebut sebagai Pantai Pink 2 karena pasir disana juga berwarna pink. Disini kami hanya bermain pasir dan air, tidak snorkeling, mungkin sudah pada capai ya ? Jadi waktu yang ada Cuma buat foto2 wefie dan sambil menunggu sunset di Pulau Pasir. Pasirnya bagus, halus dan bersih, jadi kamipun tidak sungkan2 untuk ber-guling2an. Temen2 yang belum kena air kami paksa turun bahkan kami siram2 dengan air laut supaya basah. Gak lucu kan kalau seharian mainan di laut jadi manusia perahu kok baju masih kering kerontang ? Saya mencoba beranikan diri bermain sampan, tapi gak mau ke tempat yang dalam, yaaa,,,masih belum bisa bersahabat dengan air rupanya, masih saja takut tenggelam dan terbawa arus. Begitulah ceritanya, sehingga ketika mentari sudah condong ke barat, kamipun bergegas menuju Pulau Pasir untuk mengejar sunset,,, Pulau Pasir Pulau ini hanya timbul kalau air dalam keadaan surut, diperkirakan kalau sore sudah timbul pasirnya. Keunikan pulau Pasir hampir ada di setiap kepulauan, dan itu selalu dicari oleh wisatawan, karena biasanya di Pulau Pasir banyak terdapat bintang laut yang terdampar. Benar saja, ada beberapa bintang laut yang kami temukan, kami mainin sebentar dan kami lepas kembali supaya tidak mati karena kelamaan kena udara. Pulau Pasir disini memiliki kekhasan tersendiri, pasirnya ber-gurat2 seperti sisik ikan, saying kalau diinjak akan rusak lukisan alamnya. Tapia pa boleh buat, bermain pasir dan ber-lari2an juga merupakan permainan yang mengasyikan, sampai lupa umur kalau sudah ketemu dengan teman2… Dan acara disini memang khusus untuk menikmati sunset, sayang sunsetnya tidak terbentuk sempurna, tidak ada telor mata sapi jingga di ufuk barat, karena awan kelabupun ikut hadir mengiringi mentari ke peraduan malam. Kami hanya puas foto2 siluet,,,,,dan sesudahnya kembali ke Pelabuhan Tanjung Luar. Kurang lebih 2,5 jam lagi kami baru akan sampai ke Mataram, dan…..gak sabar rasanya pingin buru2 menikmati ayam Taliwang, makanan khas Lombok yang kami rindukan. Ayam Taliwang Irama 3 Resto ini ada di Jl Ade Irma Suryani No 10 Monjok Mataram Lombok, semuanya ada 3 resto, walau begitu konon keaslian rasanya masih dijaga. Terbukti dari sejak berdirinya tahun 1982 masih bertahan dan bahkan makin bertambah ramai. Bahkan pernah memenangkan Taliwang Champion di tahun 2015. Kami ambil tempat yang lesehan, supaya santai dan lega. Menu yang special ayam bakar, sambal beberuk dan pelecing kangkung. Temen lain ada yang pesan sop bebalung atau sop iga, dan minumannya juga beraneka tapi yang special itu kelapa muda madu. Kebanyakan dari teman2 pesannya ayam, dan ketika costnya dibagi rata masing2 kena Rp. 80.000,- menurut saya harga yang standard karena ayamnya 1 ekor, pokoknya nendang banged deeh,,,, Setelah kenyang, kami balik hotel dan zzzzzzzzz…..(jangan lupa shalat yaaaa,,,). Hari Kedua, 19 Nopember 2016 Hari ini rencana perjalanannya cukup panjang, yaitu ke Pulau Paserang dan Pulau Kenawa di Sumbawa Barat. Kami harus menyeberang pulau melalui Pelabuhan Kayangan di Lombok Timur, kemudian dengan menggunakan kapal ferry sekitar 2 jam menuju Pelabuhan Poto Tano di Sumbawa Barat. Iya benar, Pulau Paserang itu ada di desa Poto Tano dan Kecamatan Poto Tano juga. Dari pelabuhan Poto Tano masih harus berlayar dengan perahu nelayan sekitar 30 menit menuju Pulau Paserang. Perjalanan panjang ini terhibur dengan adanya hiburan organ tunggal di kapal, teman2 kami ikut nyanyi dan joget2 bareng penumpang yang lainnya, suasana jadi berubah ceria,,,ini rahasianya rupanya, kata orang2 lebih baik ambil seat di kelas ekonomi saja karena aka nada hiburannya, dari pada di dalam kamar sumpek dan malah makin pusing. Benar juga ya ? Pulau Paserang Pulau Paserang terletak di kawasan Gili Balu Kabupaten Sumbawa Barat, masih di Nusa Tenggara Barat, pulau ini tidak berpenghuni jadi memang khusus untuk tujuan wisata. Bulan Oktober kemarin suasana pulau masih kering, rumput2an terlihat cokelat dan gersang, banyak debu disana sini, sehingga kalau kita sedang berjalanpun debu pada beterbangan. Kita bisa main snorkeling sebenarnya, tapi tujuan kali ini kami kepengin trecking menuju bukit yang ada di Pulau Paserang sehingga bisa melihat pemandangan pantai dan pulau2 di sekitarnya dari ketinggian. Jadi siapkan fisik untuk nanjak niihhhh,,,,pelan2 sajalah nanti juga bakal nyampai. Sepanjang perjalanan penuh dengan padang sabana, sangat bagus untuk berfoto, juga latar cottage2 disekitarnya yang masih dalam proses pembangunan menambah eksotiknya pulau ini. Listrik belum ada yaa,,,jadi pastikan power bank kita full baterei supaya tidak mati gaya disana. Jalanan menuju puncak bukit sudah bagus, batu tersusun dengan rapih sehingga kita tinggal ikuti saja jalan setapak itu,,,,dan sampailah ke tempat yang dituju. Silahkan foto2 selfie sepuasnya, tapi harap hati2 karena dibawah kita merupakan tebing yang curam dan dibawah kita air laut. Karena Pulau Paserang tidak berpenghuni maka tak akan ada warung yang jual makanan, kamipun sudah siapkan bekal nasi kotak untuk makan siang. Tapi untuk numpang shalat masih bisa, karena di cottage2 yang sedang dibangun ada penjaganya. Selesai shalat kami lanjutkan perjalanan menuju Pulau Kenawa. Pulau Kenawa Kurang lebih 45 menit – 1 jam kami berada di atas perahu, menyusuri lautan, dengan pemandangan kiri kanan yang begitu indah, pulau2 kecil berwarna coklat, padang2 rumputnyapun coklat, semuanya akibat hujan yang belum kunjung tiba, walau di lain tempat sebenernya sudah musim hujan. Gersang tapi indah, sangat ironis. Kami berniat melihat sunset di Pulau Kenawa, yang kata orang indahnya luar biasa, karena ketika di puncak bukit kita bisa melihat garis pantai di sekeliling pulau, sedang kita tepat di atas bukit yang paling tinggi, dan jika cuaca bagus, mentari jingga akan tepat berada di depan kita,,,,, Begitu dermaga panjang terlihat di kejauhan sana, pertanda sudah akan berlabuh perahu kami, dan bukit yang menjulang sudah terlihat pula, salah satu icon Pulau Kenawa, Subhanallah indahnya, karena ternyata di Bukit itu sudah agak menghijau. Namun karena mentari masih agak tinggi, maka sebagian teman2 da yang memanfaatkan waktunya untuk snorkeling ada pula yang langsung nanjak ke bukit pelan2 sambil foto2 sepanjang jalan. Oh yaaaa,,,hari itu tgl 19 Nopember 2016, Admin dan Momod KJJI yang kece (Mas Deffa Utama) sedang mengakhiri masa lajangnya di Bandung, dan kami yang ada disini tidak bisa menyaksikan langsung resepsinya, maka dengan berat hati kami hanya bisa kirim ucapan lewat video singkat, dan ada juga yang kirim ucapan via rangkaian bunga papan. Gak papa yaaaa Mas Deffa,,,yang penting kami masih ingat kalian meski jauh dimata tp di hati dekat,,,,Happy wedding Deffa & Jeanette,,,!! Well, sekarang saatnya mendaki bukit,,,meski di langit sebelah barat Nampak awan menggantung, tapi kami tetap semangat mendaki, berharap ketika sampai di puncak mentari berani menampakan sinar jingganya, dan melambaikan tangan untuk mengucapkan selamat malam,,,, Lumayan lama kami ber-main2 di pulau Kenawa, dan ketika sudah gelap kamipun turun, untuk menuju Pelabuhan Poto Tano menuju Lombok. Sebelumnya kami makan2 dan minum2 dulu di warung2 yang ada di sekitarnya. Iyaaa,,,disini sudah banyak warung2 bahkan listrik juga ada, kami bisa ngecharge handphone dengan sewa Rp. 10.000,- hingga baterai full. Dan kurang lebih 30 menit kami sudah sampai kembali di Pelabuhan Poto Tano, setelah ini kami berjuang kembali ditengah rasa kantuk yang melanda, untuk berlayar kembali menuju Pelabuhan Kayangan Lombok. Hhhhmmmm,,seru sekali petualangan hari ini…! Hari Ketiga, 20 Nopember 2016 Air Terjun Benang Stokel Hari ini kami explore Lombok Tengah, tepatnya Desa Teratak, Kecamatan Batukliang Utara, Lombok Tengah. Disini banyak terdapat air terjun karena topografinya pegunungan, yaitu dekat dengan Gunung Rinjani. Dan desa ini merupakan Geopark Rinjani, pintu masuknyapun dari pos pendakian Gunung Rinjani. Tapi kami enggak mau nanjak gunung laah, Rinjani gunung yang sangat tinggi, saya pribadi gak akan mampu mencapainya. Kenapa disebut Benang Stokel ? Katanya airnya seperti untaian benang ? Benarkah ? Itu yang bikin penasaran, karena kalau lihat di TV kok bagus sekali, air tercurah dengan lembutnya, ada 2 air terjun yang bersebelahan disini. Yang satunya (yang kecil) bahkan bisa memancarkan sinar pelangi jika pas matahari bersinar cerah. Letak air terjun Benang Stokel tidak terlalu berat dicapainya, kurang lebih berjalan selama 20 menitan sudah sampai ke lokasi. Pengunjung kali inipun tidak terlalu ramai jadi cukup puas menikmati serpihan airnya, lembut dan dingin. Kami tidak bermain air disini, hanya foto2 saja karena kolam yang terbentuk dibawah air terjun tidak nyaman untuk ber-main2. Jadi begitu selesai foto, kami lanjutkan perjalanan menuju Air Terjun Benang Kelambu yang kebetulan ada di desa yang sama. Air Terjun Benang Kelambu Untuk menuju kesini bisa jalan kaki sebenernya, dan jalanan juga sudah bagus karena sudah dibuat tangga2 dari batu. Temen2 banyak yang jalan kaki, saya tergoda oleh tukang ojek yang mangkal di ujung anak tangga,,,dan jujur badan saya memang juga sudah capai. Ya sutralah, order 2 motor untuk saya dan anak saya, kalau dari Pos depan sewa ojeknya 30.000 PP berhubung saya naiknya sesudah dari Benang Stokel jadi saya tawar 25.000 PP. Biarpun naik ojek perlu dipiawaian juga loh, karena dibawa melalui jalanan yang agak jelek, naik dan turun, ojek yang saya naiki pun hamper guling karena jalanannya tanah yang licin. Untung abang Ojeknya masih bisa menahannya untuk tidak guling, meski harus berkorban sandal jepitnya yang putus. Duuuhhhh,,,deg2an juga niihhhh,,,tapi memang hanya sebentar naik ojeknya, begitu sampai di parkiran kami masih harus berjuang untuk menuruni anak tangga yang lumayan banyak, hhhmmmmm kebayang nanti pulangnya bakalan nanjak….don’t give up ! Dari jauh Nampak air terjun yang halus2 bagai tirai kelambu, pantas sana namanya Air Terjun Benang Kelambu. Airnya sangat dingin,,,,bbbrrrrrr,,,,gak berani mainan air saya, teman2 yang lain juga hanya beberapa saja yang nyebur di kolam di bawah air terjun. Memang lebih bagus ini, tempatnya luas dan nyaman untuk duduk2 memandangi gemulainya air terjun ini. So sweet,,,,, Jika tidak ada teman yang harus diantar ke bandara siang ini, mungkin kami akan lama2 di tempat ini, untuk memanjakan mata dan pikiran dan menghilangkan penat2,,,,iyaaahhhh Jakarta bikin penat, jalanan yang macet dan bising bisa bikin stress, begitu di tempat ini rasanya plooooong,,,,,,suwwweerrrrrr deeehhh,,,!! Maka sesudah makan siang di warung2 di sekitar air terjun, kamipun antar teman menuju bandara. Sebelum sampai bandara kami sempatkan singgah di toko oleh2 khas Lombok. Bukit Meresse Masih di Lombok Tengah, dari Bandara Praya kurang lebih 1 jam, teman kami yang pulang duluan hanya 1, yang lainnya kebanyakan ambil penerbangan malam untuk menuju Jakartanya, sehingga sisa waktu sore ini kami masih ada waktu buat explore Bukit Merese. Lokasinya persis berseberangan dengan Pantai Tanjung Ann, dari atas bukit Merese akan Nampak juga Batu Payung, iconnya Pantai Tanjung Ann. Istimewanya di bukit ini adalah sunsetnya yang luar biasa indah, juga view pantai dan bukit2 yang ada disekitarnya Nampak artistic dan eksotik, banyak orang bilang tempat ini sangat romantic bagi pasangan yang sedang bercinta, entahlah benar atau tidak. Tapi memang, setelah melalui tracking yang lumayan berat, rasa2nya pegal2 kaki gak terasa lagi, apalagi setelah sunset tiba, Subhanallah,,,,jingganya sangat menawan, baru percaya kalau tempat ini sangat romantic. Rupanya,,,,,kebersamaan kami, ex Member Gathnas IX KJJI berakhir disini. Di akhir acara barulah terasa kalau kami sangat dekat, sangat akrab, ber-sama2 menikmati perjalanan yang mengasyikan ini. Semuanya tergambar di foto2 kami yang lucu dan seru. Terima kasih KJJI,,,,,berkat kalian kami ada, semoga persaudaraan ini terjalin selamanya,,,,aamiin. Ke Jakarta akhirnya kami kan kembali,,,,!! Trip ini terlaksana dengan apik berkat saudara kami di Lombok Mas Dimas dan Mas Dhan, serta komandan kami Kakak Ven2,,,thanks yaa semuanya,,,!! Salam Jalan2 Indonesia…!! PS : waduuuhhhhhh,,,gak bisa aplod foto niihhhh Mod...kunoan nyaakkk ????
    6 likes
  2. 6 likes
  3. Holaaaaa... setelah kemarin sempet cerita soal persiapan ke Jepang (ceritanya bisa dibaca di bawa ini yaaa), kali ini giliran cerita soal Osaka. Osaka merupakan kota pertama dari rangkaian perjalanan yang gw lakukan berdua suami. Untuk trip kali ini gw menggunakan Garuda Indonesia dengan transit di Denpasar. Berangkat dari Jakarta jam 20.00 WIB tanggal 2 Desember, sampe di Denpasar jam 23.00 WIB. Seperti biasa setiap jalan gw selalu membuat kebodohan kali ini kebodohan, kali ini seputar terminal keberangkatan di airport. Kebodohan pertama adalah salah terminal di bandara Soekarno Hatta. Ngooookkkk. Ini pertama kali gw naik pesawat ke luar negeri tapi pake transit di dalam negeri, ga pake nanya2 dengan PD-nya gw dan laki gw langsung minta diturunin supir Uber di terminal 2 Cengkareng dengan bawa 2 koper gede. Gw mikirnya ya kan tujuannya Osaka, ya naiknya dari terminal 2 dooongg.. ternyataaaaaaa begitu sampe pintu disuruh ke terminal 3 dulu. Imigrasinya nanti di Denpasar. OEMJIIIHHHHHH norak banget siiiikkk yaaaaaa.. Dengan berat hati kita geret2 koper pindah ke terminal ultimate . Sampe di Ultimate langsung duduk manis di Liberica sambil nunggu boarding, ternyata banyak Gate yang dipindah2 dan pengumuman tumpang tindih. Rusuh banget, maklumlah hari Jumat, biasanya jadwal penerbangan padet. Akhirnya kita ngga ngeh kalo udh boarding.. Daaaaann baru sadar pas udah last call. Langsung deh lari2 ke Gate. Aaaaaahhhh.. blom apa2 gw udah ngos2an duluan. Kebodohan gw masih berlanjut sampe di Denpasar.. Gw pikir sampe Denpasar masuk ke antrian transit, karena yaaa gw kan emang transit doang. Ternyata udah ngantri lama eeh salah pula. Aaaaakkkkkkkkkk ternyata harus keluar bandara lewat jalan setapak ke terminal internasional. Jam 12 malem, ditengah ngantuk-ngantuk pake jalan kurang lebih 20-30 menit. Mamak lelah.. Dan asli yaa airport Denpasar terminal Internasionalnya udah kaya pasar malem. Rame aja. Untung imigrasi ga pake antri lama. Langsung deh lanjut terbang Denpasar - Kansai. Sepanjang jalan lancar dan gw tidur pules banget. Bangun2 pas menjelang sarapan, 2 jam sebelum landing. Tepat 8.30 pesawat mendarat dengan mulus di Kansai, ga sempet ini itu langsung buru2 ke Namba Ticket Office buat nukerin Yokoso Pass yang udah gw beli online beberapa hari menjelang berangkat. Lokasi exchange counternya ada di lantai 2 persis di depan gate kalo mau naik train ke Osaka - Kyoto. Sampai di counter tiket tinggal tunjukin deh lembaran konfirmasi yang dikirim melalui email. Bentuknya kaya gini, jangan lupa di print yaaa Prosesnya cepet banget kira2 cuma 5 menit, langsung deh dikasih serangkaian tiket kaya gini: btw ini bukan foto tiket gw, ga sempet foto. Ini minjem dari website japanrailpass. Kok banyak banget? Lembaran yang paling gede itu Information memo, isinya gw juga ga ngerti apaan. Yang dibawahnya merupakan tiket Rapid Train Kansai - Namba. Nah kalo yang bawah kanan itu tiket reserved seat, di dalamnya tertera nomor gerbong dan nomor kursi. Kalo yang kuning merupakan tiket 1 day pass untuk naik subway - tram ataupun bus, bisa dipake hari itu juga ataupun bisa diaktifin untuk besoknya. Gw sendiri sih pake buat hari yang sama. Lumayan irit. Menurut gw kalo nginepnya di daerah Namba pass ini deal yang paling oke. Cerita soal Yokoso bisa dibaca disini Abis nuker tiket langsung deh ke seberang buat masuk ke Gate Nakai. Nah gatenya ini sebelahan sama gate JR. Gatenya Nankai yang sebelah kanan. Naik Rapid ini cuma butuh waktu sekitar 35 menitan buat sampe ke Namba station. Lumayan cepet kok. Keretanya juga nyaman banget. Sampe di Stasiun Namba langsung aktifin Day Pass, dan menuju ke Stasiun Shinsaibashi (jaraknya cuma 1 stasiun dari Namba station) untuk nitip koper di Osaka Hana Hostel. Gw menginap di Osaka selama 2 malem. dari tanggal 3 - 5 Desember. Gw merekomendasikan banget Hostel ini buat teman-teman yang berencana ke Osaka. Review soal Osaka Hana Hostel ini bisa dibaca di : Setelah nitip koper langsung jalan ke Osaka Castle, biar ga kesorean. Kebetulan cuaca cerah dan ga terlalu dingin. Tapi efeknya yaaa asli rame banget. Dari Hostel tinggal jalan kaki sekitar 3 menit ke Stasiun Subway Shinsaibashi, naik jalur yang hijau muda lalu turun di Stasiun Morinomiya. Terlampir petanya Setelah itu tinggal ikutin petunjuk menuju Osaka Castle. Sayang banget pas gw kesana Momijinya udah lewat. Daun-daun mulai berguguran dan suhu mulai dingin. Tapi masih tetap bagus kok. Dari Stasiun menuju Osaka Castle dibutuhkan waktu sekitar 20 menit, dengan melewati taman. Gw betah banget muter-muter di taman ini, sambil makan es krim. Pemandangannya kurang lebih seperti ini: Setelah jalan sambil sibuk foto2 ga berasa akhirnya nyampe juga di Osaka Castle. Ga sempet foto banyak-banyak karena waktunya cuma dikit. Kita lebih banyak duduk, ngobrol,nikmatin castle, nontonin kelakuan orang sambil nyemil. Gw mengahbiskan waktu sekitar 2,5 Jam disini, ga pake masuk ke dalam Castle yaaa.. Karena antriannya panjang banget. Maklumlah gw dateng pas hari Sabtu. Hasil foto gw juga ga ada yang bagus karena ga pake kacamata.. padahal mataharinya kenceng banget. Sekitar jam setengah 3 perut udah ga nahan lapernya, akhirnya kita putusin buat pergi makan siang. Browsing sana sini kita putusin buat makan Okonomiyaki. Nah katanya Okonomiyaki paling enak di Osaka ini aa 2, yaitu Kiji dan Ajinoya. Bahkan Ajinoya masuk dalam Michelin Guide. Karena lokasi Ajinoya ini sekitaran Dotonbori jadi lah kita putusin makan disana. Dari Osaka Castle ke Ayinoya tinggal balik ke Stasiun Morinomiya, naik jalur Hijau Tua, turun di Stasiun Hommaci lalu ganti Line Merah menuju Stasiun Namba. Dari Stasiun Namba tinggal jalan kaki sekitar 10 menit ke Ajinoya. Nyampe sana ternyata antriannya panjang bangeeeettt.. Gw nunggu hampir 1 jam baru dapet tempat. Begitu masuk ke dalam baru deh ketauan ternyata karena emang dalamnya kecil banget. Paling cuma ada sekitaran 10 meja, pantesan aja antri. Selain Mixed Okonomiyaki kita juga pesen Garlic Yakisoba (bisa pilih yang non- pork), buat minum cuma pesen air putih aja, nyari yang gratisan. Kerusakan yang terjadi cuma sekitar 2.400 Yen buat ber2. Termasuk murah sih yaaa.. karena sumpaaahh ini ENAAAAAAKKKK BANGEEEEEEETTTTTT!!! Wajib nyoba kalo mampir ke Osaka. Maaf ya fotonya agak ngeblur, maklum perut udah bergejolak kelaparan. Beres makan langsung deh puter-puter Namba sambil nyobain majajanan pinggir jalan Takoyaki, Oyster bakar, Oden, dll. Sepanjang jalan pokoknya kita nyemil. Udah ga kepikir lagi buat foto akibat sibuk ngunya. hahahaha. Yaaahh ukuran badan emang ga boong. Berbanding lurus sama kapasitas perut. Setelah puas dan kenyang muter2 Dotonbori diputuskan baut menyudahi hari dan balik ke Hostel. Kalo ditanya total pengeluaran selama di Osaka gw berapa ga tau berapa karena pake Day Pass, dan karena gw dan laki gw makannya udah kaya orang ga makan 4 hari. Selesai deh hari pertama di Osaka. Nanti dilanjut lagi dengan cerita main ke Universal Studio Japan (USJ) sambil ujan-ujanan. Link Terkait: Winter Wonderlust : Japan (December 2016) : Persiapan Winter Wonderlust : Japan (December 2016) : Part 1/Osaka Winter Wonderlust : Japan (December 2016) : Part 2/Universal Studio Winter Wonderlust : Japan (December 2016) : Part 3/Kyoto Winter Wonderlust : Japan (December 2016) : Part 4/Shirakawago Winter Wonderlust : Japan (December 2016) : Part 5/Shin-Hotaka Winter Wonderlust : Japan (December 2016) : Part 6/Takayama Winter Wonderlust : Japan (December 2016) : Part 7/Tokyo Review Hotel/Hostel : Osaka Hana Hostel Review Hotel/Hostel : Guesthouse Sanjyotakakura Hibiki Kyoto Review Hotel/Hostel :K's House Takayama Oasis Review Takayama Hokuriku Pass (JR East Pass) Review Kyoto Sightseeing Two-day Pass Discount Ticket (Yokoso Pass) Kansai Airport - Namba Station Osaka Panduan Bis di Kyoto Discount Ticket (Haruka+ICOCA) Kansai Airport - Shin-Osaka Alternatif Transportasi : Osaka - Kyoto - Kanazawa - Shirakawago - Takayama - Tokyo
    6 likes
  4. Hallow,,,,,apa kabar JJ’er ?? Lagi2, ketika saya dapat undangan married dari teman yang mantu, langsung terpikir untuk sekalian jalan2 kemana ya,,?? Kali ini undangannya di Purwokerto tanggal 6 Nopember 2016, langsung otak berputar, kira2 bisa jalan2 kemana saja dan mau ajak berapa orang ? Karena untuk urusan nginap rencananya akan nginap dirumah saya di Banyumas, jadi teman2 yang diajak itu prioritas teman yang mau diajak susah. Maklum, kamar Cuma ada 3, tentu tidak bisa untuk menampung 15 orang, jadi ada sebagian yang tidur lesehan di karpet atau sofa didepan TV. Dan untuk mencari 15 tentu mudah bagi saya, tinggal buka kontak whattsap dan broadcast ajakan mudik bareng,,,,blast,,,jawaban mereka singkat, cukup 3 huruf OKE. Well, kami ber11 berangkat bareng dari Jakarta menggunakan kereta api ekonomi Senja Utama Jogya menuju Purwokerto, tiket 185.000, ada juga yang berangkat dari Malang, dan meeting point di Stasiun Purwokerto. Peserta dari Purwokerto juga ada yang mau gabung, jadi sesudah ngumpul di Stasiun Purwokerto kami lanjutkan menuju Rumah teman saya, Lina, di Karangklesem Purwokerto. Sewa mobil avanza dari Stasiun sampai Karang Klesem seharga 60.000. Dirumah Lina kami numpang mandi dan sarapan, karena kebetulan dirumahnya ada warung makannya juga. Sehabis sarapan barulah cuss menuju Rumah saya di Banyumas untuk jemput 3 orang lagi yang dari Malang dan Jakarta. Kami rental mobil elf dari Purwokerto. Sehabis menurunkan barang2 / tas masing2, kami langsung melakukan perjalanan menuju Kebumen, hari pertama full untuk explore pantai dan bukit2 di sekitar Kebumen, selengkapnya sebagai berikut : Hari Pertama (5 Nopember 2016) : explore Kebumen 1. Pantai Menganti Pantai Menganti beralamatkan di desa Karangduwur, Ayah, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah. Berhubung kami menggunakan rental mobil, jadi kurang tahu dari mana kemananya, tapi kalau kita menuju arah Kebumen petunjuknya sudah lengkap, dan masyarakat di sekitarnya juga ramah2 jadi tidak mungkin tersesat, yang penting kita tidak salah menyebut nama pantainya, karena di Kebumen sangat banyak pantai2 yang dikelola oleh masing2 desa. Yang saya ingat jalanan menuju ke Pantai Menganti berkelok-kelok dan nanjak, jadi pastikan kendaraannya fit dan sopirnya handal. Lumayan juga dari Banyumas kurang lebih 2 jam baru sampai ke Kebumen, dan cuaca disana sangat terik jadi sangat bagus buat foto2 tapi bagi yang tidak tahan panas harus sedia topi lebar atau payung. Mobil tidak bisa sampai ke pinggir pantai persis, ada perkiran khusus di tempat dimana kendaraan wisatawan berada. Ya,,untuk menuju Mercusuar atau Tanjung Karangbata kami menggunakan mobil khusus yang disediakan secara gratis oleh pengelola, tapi kami kasih tips utk sopir 20.000 laah, karena jaraknya lumayan jauh dan nanjak. Kalau sudah sampai di lokasi ini, barulah Nampak ikon Pantai Menganti, deretan perahu nelayan yang berjajar di pinggir pantai, pasirnya yang putih, gubuk2 yang banyak bertebaran di pinggir pantai, karang2 dan laut selatan yang berombak, dan sangaaaat indah,,,,dan sudah dilengkapi dengan jembatan yang dihiasi bunga2 menambah cantiknya pemandangan di pantai ini. Jadi malas beranjak dari tempat ini deh,,,,, Tapi ketika lapar sudah memanggil, kamipun meninggalkan tempat ini dan menuju parkiran untuk makan siang di pinggir pantai, kami lesehan di atas tikar yang sudah disiapkan dari Rumah, juga menu makan siang special dari Ceff Lina,,,sedaap sekali,,,Alhamdulillah hanya dengan 200.000 kami bisa makan sepuasnya ber 15. HTM 15.000 per orang yaaaa…. 2. Pantai Watu Bale / Tebing Tampomas Masih di kecamatan Ayah lokasi Pantai Watu Bale ini, tepatnya di desa Pasir, beruntung dapat sopir yang sabar, kami sempat berputar sekali karena sudah kejauhan jalannya, dan seperti yang saya bilang tadi, penduduk di sekitar sini ramah2 jadi dengan modal Tanya akhirnya kamipun sampai ke lokasi yang di cari. Dari lapangan parkir mobil, sudah terdengar deburan ombak Pantai Selatan, menderu-deru persis seperti yang diceritakan orang2. Batu2 di pantai ini sangat banyak, pasirnya hitam dan panas luar biasa. Kami hanya bisa menikmati keindahannya dari jauh, dan se-kali2 berfoto ketika ombak sedang ber-gulung2 serta main ayunan ditemani angin yang semilir. Diujung timur sana Nampak Tebing Titanic,,,,,pasti bagus, tapi kami sudah kecapean sesudah dari Pantai Menganti, kami gak ada yng berani nanjak menuju Tebing Titanic,,,,aahhh terlewatkan foto2 cantek di Tebing Titanicnya, kami hanya bisa foto dengan latar Tebing Titanic di kejauhan,,,may be next time akan kesini lagi deh… HTM 5.000 per orang, dan parkir mobil 5.000 juga. 3. Pantai Sawangan Pernah lihat postingan foto pantai dengan tulisan I L U ? Saya lihat di facebook KJJI, dan ketika baca hastagnya ternyata di Pantai Sawangan Kebumen, akhirnya kami cari juga hari itu. Dan dengan menunjukkan foto tadi, dapat jugalah Pantai I L U nya, ternyata kawasan itu bernama Pantai Sawangan. Jalan masuk masih tanah dan sempit, tapi ketika warga bilang mobil bisa masuk maka kamipun nekat masuk. Beruntung juga ketika hari itu tidak hujan sehingga jalanan tidak becek, dan gak berapa lama sampai juga di Pantai Sawangan. Ternyata juga banyak spot disini, lembah, bukit, lapangan luas buat camping, goa, laut, air terjun dan hammock. Bisa dibayangkan, ke tempat ini butuh waktu yang lama supaya semua spot bisa dilihat semuanya. Dari sekian banyak spot yang ada, kami hanya bisa menikmatinya beberapa saja, yaitu Pantai I L U dan Bukit Sumber Angin. Keduanya masih masuk wilayah Kecamatan Ayah. Kedua lokasi ini berdekatan, bahkan bersebelahan, tapi untuk menuju kesini kita harus tracking kurang lebih 30 menit dan sedikit nanjak, tapi capainya tidak terasa kok, karena kita bisa melihat pemandangan yang sangat cantik,,, HTM 5.000 rupiah saja dan kita sudah diberi pendamping satu orang, dia yang akan menceritakan tempat2 yang kita lewati dan bisa juga dimintai tolong untuk foto2 serta bawakan tas kita. Anehnya begitu kami turun kembali, si Bapak tidak mau di kasih tips. Katanya cukup promosikan saja tempat ini ke temen2nya supaya makin banyak yang mengenal Bukit Sawangan. Saya jawab : tentu saja pak,,,setelah kami sampai di Jakarta akan saya promosikan tempat ini ya,,,nanti tambah ngetop pak… Begitulah akhirnya di sela2 kesibukan kantor sayapun paksa untuk menyelesaikan FR ini… Hari Kedua (6 Nopember 2016) : Explore Purwokerto 1. Telaga Sunyi Telaga Sunyi masih masuk kawasan wisata Baturaden, salah satu wisata yang sangat terkenal di Kota Purwokerto, arahnya menuju Gunung Slamet karena lokasinya memang di kaki Gunung Slamet. Karena daerah pegunungan, maka banyak sekali terdapat curug2 di sekitar Baturaden. Berhubung tgl 6 Nopember 2016 adalah hari penting saya (kondangan) maka destinasi yang diambil dengan pertimbangan mudah dijangkau supaya keduanya dapat, kondangan dan jalan2. Dan teman2 juga tidak keberatan, senang sekali kalau punya teman yang mudah kompromi. Untuk menuju Telaga Sunyi kita arahkan kendaraan kita menuju Baturaden yang lewat jalur utama, kemudian begitu sampai Baturaden kita arahkan lagi ke kanan kearah wana wisatanya, dan kalau sudah sampai gerbang wanawisata kitapun masih belok ke kanan kearah Telaga Sunyi (petunjuknya jelas kok). Ikuti jalannya dan lokasi ada di kiri jalan. HTM 10.000 dan parker mobil 5.000. Hawa dingin sangat terasa, anginnyapun basah, siap2 saja menggigil, walau begitu teman kami ada yang penasaran dengan kejernihan airnya, merekapun lompat ke telaga,,,,bbbeeerrrrrrrr Memang bisa untuk berenang bahkan snorkeling sebenernya telaga ini, Cuma pengelola belum menyediakan alat snorkeling, jadi yang bisa berenang hanya bisa menikmati renang2 saja, tapi hati2 ya, kata mereka arusnya sangat deras, teman saya hamper kebawa arus, jadi yang gak bisa berenang jangan coba2 untuk nyebur,,, Yang gak bisa berenang bisa menikmati indahnya hutan pinus di sekitar telaga Sunyi,,,,cukup bahagia dengan bercanda dan berwefie. 2. Curug Bayan Curug Bayan juga masih di kawasan Baturaden, posisinya jika dari Purwokerto, sebelum masuk Baturaden ada jalan kekiri, ikuti terus jalannya menuju Kalipagu. Kalipagu adalah jalur pendakian Gunung Slamet. Sebenernya kami mau menuju Curug Jenggala yg lagi ngehits, tapi krn hari Minggu jalanan menuju kesana full sehingga mbl elf tdk bisa masuk, bisanya hanya menggunakan ojek atau jalan kaki 45 menit. Teman2 tidak bersedia jalan akhirnya kami singgah di Curug Bayan ini karena lokasinya pas di jalan menuju Curug Jenggala. Hmmm masih ada PR ke Curug Jenggala niih… Curug Bayan sangat imut, tidak terlalu tinggi tapi airnya cukup deras sehingga terbentuk kolam yang cukup luas, bisa untuk berendam atau berenang. Hati2 karena batunya sangat licin. Di sekitar Curug Bayan terdapat cottage yang bisa dipakai untuk menginap jika akhir pekan. Sangat cocok untuk wisata keluarga karena tempatnya tidak nanjak, begitu parker langsung sudah sampai curug. Bagi saya kurang menantang,,,biar sudah lansia lebih senang destinasi yang ada treckingnya…. HTM 4.000 dan parker mobil 5.000 yaaaa,,, 3. Small Word Dari arti katanya, mempunyai arti Miniatur Dunia, jadi berbagai keajaiban dunia ada disini dalam bentuk miniaturnya. Lokasinya ada di desa Ketenger, dari Curug Bayan tadi kita ambil lurus saja kemudian ketemu pertigaan kekiri sampailah ke desa Ketenger, posisi ada di kanan jalan. Jadi yang belum bisa menikmati tempat2 terkenal di dunia bisa menikmatinya di Kota Purwokerto. Small Word merupakan wahana rekreasi sekaligus edukasi, miniatur bangunan terkenal dari seluruh dunia ada disini beserta keterangannya, seperti Kincir Angin khas Belanda dengan bunga tulip yang khas, Patung Merlion, Twin Tower, Big Ben, Colosseum, Angkorwatt, Menara Eiffel, Kinkakuji, Taman Bunga Sakura, Opera House Sidney dan banyak lainnya. Bangunan khas Indonesia juga ada seperti Rumah Tradisional dari daerah Sumatera dan Papua dengan rumah Honai, Tugu Monas, Patung Soedirman dan ada Miniatur Bundaran HI juga. HTM 15.000 dengan parker mobil 5.000 bisa dinikmati hingga jam 22.00 jika wiken. Wisata ini termasuk baru jadi belum rindang, kalau kita datang di siang hari bisa2 kepanasan, semoga kalau pas kesini lagi suasana akan lebih adem sehingga bisa ber-lama2 menikmati miniature dunia sambil berafirmasi agar suatu saat bisa kesana beneran…aamiin JJ’er…selesai sudah wisata kami selama 2 hari di Kebumen dan Purwokerto, dalam 2 hari kami hanya menghabiskan biaya 315.000 untuk keperluan sewa mobil elf, tiket masuk wisata, tips sopir, makan. Penginapan free karena nginap di Rumah saya to ? Jika ada yang kepengin tidur nyaman di hotel, di Banyumas juga sudah ada hotel di sebelah selatan alun2 Banyumas dengan rate per kamar sekitar 300.000-an. Sampai sini dulu yaaaa cerita jalan2nya,,,sampai jumpa di cerita lainnya. Salam Jalan2 Indonesia,,,!!
    5 likes
  5. Perjalanan kereta dari Hakodate ke Sapporo memakan waktu kurang lebih 5 jam. Di tiket sih harusnya 4 jam tapi karena katanya ada badai salju, jadi beberapa kali berhenti ato nurunin kecepatan. Ga terlalu menikmati perjalanan ini karena entah kenapa kepala gw pusing trus rasanya ngga sampe2. Mungkin karena pake kereta limited express yah, jadi sempet liat jalanan dan makin berasa deh lamanya. Tapi aslik pemandangannya bagus dan kayak di negeri antah berantah. Jadi relnya itu di pesisir laut. Jadi hamparan luas warna putih. Ga kebayang kalo kecemplung disana. Agak ngeri sih ya sebetulnya. Akhirnya sekitar jam 6 sampe Sapporo, langsung transfer subway ke hotel buat checkin. kebetulan emang cari hotel yang di daerah Susukino supaya bisa happening sampe malem dan depan hotel persis ada pintu masuk subway. Setelah checkin dan naro tas, tanpa bebersih dan lain2 kita langsung cabut lagi. Itin malem ini ga neko2 sih. Yang penting menikmati Sapporo malam hari. Aslik, udaranya enak banget, adem. Cuman karena anginnya kenceng ya, jadi menggigil. Sebelumnya udah browsing, ada acara apa di Sapporo di awal desember gini. Jadi dari akhir November sampe awal desember, di Sapporo ada winter illumination. Jadi lampu2 hias betebaran di pohon2 dan taman2, dengan latar salju, jadi bagus banget. Areanya di sekitar odori park dan susukino. Selain itu, tepat di odori parknya, ada lampu2 yang lebih heboh lagi. Plus ada si German Christmas Market,. Jadi , karena Sapporo ini sister city sama Munich, orang jerman bikin pasar malem di sini. Isinya makanan dan pernak pernik khas jerman. bahkan yang jualan pun orang jerman. tapi bisa ngomong Jepang. Nah lho. Begitu sampe langsung terkagum sama lampu2 hias yang dibentuk jadi macem. Bengong. PLAKK!!! Ditampar angina dingin. Alhasil, Cuma foto2 bentar sok ga kedinginan, trus lanjut ke pasar malem di ujung taman tepat di bawah TV Tower, keliatannya lebih hangat. Begitu sampe lebih bengong lagi, tempatnya lucu banget. Di tengah2 ada paduan suara nyanyi lagu natal, dan semua mulutnya berasep kedinginan. Kita keluar liat2 sebentar dan berakhir di stand makanan. Hahaha. Asepnya kemana-mana bikin ngiler. Tapi akhirnya pilihan jatuh ke Turkey Leg. Favorit banget ini tiap ke US pasti beli. Setelah khatam kita putusin buat cari oleh2 karena takut besok ga sempet. Kebetulan pas tadi berangkat kita lewat kayak semacam dotonburinya Sapporo gitu. Jadi kita ke situ lagi. Setelah belanja sogokan buat bos dan tim, kita makan. Gw udah berjanji sama diri sendiri buat makan malem coco curry. Hahahah ga penting. Cuman udah ngidam banget dari pertama sampe jepang. Kita pesen nasi yang paling kecil, karena tadi udah makan turkey leg. Seperti biasa, minumnya air es tetep. Kalo ada emak gw, udah diomelin nih. Yatuhan, dikucurin madu sama dicampur pickle sih , langsung meledak di mulut. Setelah makan, temen gw bilang kalo di Jakarta itu lagi happening banget Cheesetart Hokkaido. Nah harusnya asalnya dari sini dong yah. kita cari deh tuh ada dimana. Ternyata yang peling deket itu di Sapporo station. Sayangnya tutup jam 8, sedangkan waktu itu udah 21.30. yaud kita jalan2 lagi muter2 sampe akhirnya badai salju, ujan salju lebat, yang membuat kita nyerah dan pulang aja. Keeseokan harinya… Bangun langsung semangat mau main ski lagiiii. Sebelumnya sempet sedih karena tempat ski andalan (gratis) belum buka. Jadi kudu nyari yang udah buka dan itupun baru beberapa. Akhirnya, dengan pertimbangan waktu dan tempat, kita pilih Sapporo Teine Ski Resort. Selain udah buka duluan, aksesnya mudah. Tinggal naik kereta sambung bus langsung turun di resortnya. Sesudah packing, kita jalan ke Stasiun Sapporo dulu buat naro tas di locker. Trus lanjut naik kereta JR ke stasiun Teine, total 30 menit. Keluar stasiun langsung disambut tumpukan salju karena semalem hujan salju lebat. Tapi uniknya matahari bersinar cerah. Jadi hangat. Untuk kemudian PLAKKK!!!. Ditampar angin. Langsung ke bus stop nomor 3 persis di depan mister donat (patokan). Ternyata bis pertama jam 9.10 (bisnya sejam sekali). kita langsung bediri aja disitu. Celingak celinguk kok sepi. Padahal udah jam 8.50. karena kita lihat info di plangnya bener, kita diri aja situ. Pas jam 9 teng, orang2 mulai berdatangan, ada yang baru keluar dari mister donat, ada yang baru keluar dari ruang tunggu (ternyata ada di belakang kita). Dari tadi kita kedinginan, ternyata orang2 ini anget di dalem. Sad. Tapi gpp jadinya kita paling depan (dan paling kedinginan). Persis jam 9.10 bis dating. Kita semua masuk. Alhamdulillah busnya juga JR, jadi gratis deh perjalanan ski ini. Oiya perlu dicatat, jadwal bisnya berubah menyesuaikan keadaan yah. jadi emang ga update terus di papan bus stop. Perjalanan sekitar 30 menit. Mendaki gunung lewati lembah, sungai mengalir indah ke samudera. Alhamdulillah sampe dengan selamat. Kita ga punya banyak waktu karena harus ngejar flight jam 7 malem ke Osaka. Akhirnya langsung lari ke tempat penyewaan alat. Diputuskan kita nyewa alat aja, satu perlengkapan ski dan satu perlengkapan snowboard masing2 5000an JPY. Alhamdulillah cerah banget, jadi agak hangat. Walaupun anginnya lagi2 PLAKK!!! nampar2 yah. kita nyoba dulu di turunan landai yang emang buat latian. Gw karena udah pernah main jadi lumayan masih inget. Temen gw yang baru pertama kali plus pake acara mau nyobain snowboard, awalnya agak kagok tapi akhirnya bisa seru2an. Setelah nyoba kita beli tiket lift seharga 3000an JPY. Oiya tiket sama harga nyewa tadi itu Cuma untuk 4 jam. Liftnya ada banyak. Kita pilih yang keliatannya ga curam2 banget. Njir, naik lift yang bawahnya gw yakin ada salju setinggi pohon cemara dan tanpa pengaman sih serem juga yah. hahahaha. Sampe diatas, ada 2 turunan. Yang ke kiri dan ke kanan. Pas kita turun di atas agak kagok karena belum biasa. sama bapak penjaganya yang ngeliat kita, dia nyaranin ke kanan aja, lebih landai katanya. Kita liat emang landai. Kita coba deh, lumayan lancar dan seru. Trus di tengah jalan, ngeliat theme park yang tutup, bagus banget, bianglala warna warni di tengah putihnya salju. Oiya sama dari sini kita bisa liat kota Sapporo dari ketinggian. Nah abis foto2 ketawa2 bahagia. Ternyata eh ternyata, si landai itu Cuma sampe tengah, abis itu turunan 45 derajat. Njir. Kita berdua keder lah. Ngeri banget. Sempet diem pengen nangis aja. Tapi itu satu2nya jalan ke bawah L Mau gamau akhirnya kita Cuma pelan2. EALAH YA MANA MUNGKIN BISA PELAN2?!?!. Yang ada nyerodok, meluncur tak terkendali untuk akhirnya jatuh teguling2. Aslik kesel banget ama si bapak yang menjerumuskan kita ke lembah yang dalam ini. Karena yang paling susah adalah berdiri dengan 2 kaki nemplok si alat ski. Susah payah akhirnya sampe bawah juga. Kita cuman bisa ketawa lah. Selanjutnya kita maen2 di yang landai2 aja. Sampe akhirnya udah mau jam 1. Kita putusin buat udahan supaya ngejar bis yang jam 13.30. Walaupun sebentar tapi puas banget sih. Cuacanya cerah banget soalnya. Kebayang kalo lagi badai, pasti dingin banget. Sampe di Stasiun Sapporo, kita beli Hokkaido bake cheese tart dulu buat oleh2 (dan dimakan sendiri). Kita juga sempetin makan siang dulu di stasiun terbesar di Hokkaido ini. Kita ambil tas trus lanjut ke bandara. Sampe bandara Chitose kita masih punya waktu buat muter2 bentar sebelum akhirnya masuk pesawat dan tidur. Bangun2 udah di Kansai airport. rencananya malem ini kita tidur disini aja biar hemat dan ga repot. Area paling enak adalah di terminal 1 lantai 2 di depan information center. Disitu lampunya redup, pojokan dan belakang mcd sama Lawson dan toilet. Jadi tenang deh. Enaknya lagi kursi2 disini ga ada armchairnya jadi bisa nyelonjor. Tadinya disini bisa minjem selimut, tapi karena sekarang harus jalan agak jauh, kita berdua males, lagi pula ga terlalu dingin malem ini. Gw putuskan buat mandi dulu, sebelum tidur karena dr siang kagak mandi, sekalian biar besok pagi ga usah mandi. Mandinya di Kansai Lounge, bayar 510JPY buat 15 menit air. Make kamar mandinya sih bisa 40 menit max. jadi kita bakal dikasih koin gitu buat dimasukin di dalem kamar mandi. Ga perlu kuatir karena sabun dan shampoo sudah ada. Sebetulnya ini persis eksekutif lounge, Cuma siapa aja bisa bayar. Dan ratenya per 30 menit. Setelah mandi bisa tidur dengan tenang. Bangun2 dibangunin satpam. Ga usah kuatir karena dia Cuma ngecek random aja dokumen dan nanya2 dikit. Soalnya ternyata emang banyak juga homeless yang tidur dipojokan bandara. Bebersih bentar di toilet. Checkin. imigrasi. Ini tumben, kamaren2 antriannya panjang ampe luar2, kali ini sepi. Bener2 bukan peak season. Semalem juga ga terlalu rame yang tidur di bandara. Akhirnya naik pesawat. Perjalanan jepang kali ini bener penuh keberuntungan sih. dari awal ngecek semua rencana bakalan gagal tapi ternyata semuanya persis apa yang kita pengenin dari awal. Yeay, thank you Jepang. Thank you teman2 yang udah nemenin deg2an di hari2 menuju keberangkatan (Jemaah Haji kali ah) jalan2 @Vara Deliasani @deffa @twindry @HarrisWang @kyosash dll. Bahkan saat gw naik pesawat, gw udah mikir kapan kemungkinan gw bisa balik lagi. So, that’s my 3rd trip to Japan. Hope you guys enjoy, feel free to ask anything.. ARIGATO!!!
    5 likes
  6. Ini beberapa irisan cerita perjalanan saya dalam misi rekonstruksi uang seribu, karena saking penasarannya, saya sampai membuat itinerary backpacking ke maluku utara, ternate-tidore-morotai, sejak setahun yg lalu, namun karena kendala teknis,baru bisa berangkat september silam, alhamdulillah. Setelah menebar racun,lalu menskrining calon travelmate saya, tentunya dg berbagai alasan banyak yg membatalkannya, akhirnya saya berhasil mengajak 1 orang, masrangga nama samarannya, wkwkwk. Karena gak tega liat saya berangkat sendiri, akhirnya masrangga bersedia nemenin saya. Maacih ya mas. Berangkat dari Surabaya malam tgl 16 september,lalu transit d makassar tengah malam,lanjut terbang subuh,dan akhirnya landing dg selamat d bandara baabulah ternate jam 6 pagi tgl 17 september. Overall, bandaranya meski kecil tp view sekitar sangat memanjakan mata. Dari atas saya bisa melihat view masjid Al Munawwar (salah 1 masjid terapung di Indonesia) dan gunung Gamalama, Pulau Maitara, dan pulau2 lainnya. Ceritanya saya skip ya, next akan saya posting d lain waktu. Setelah keluar dari bandara, saya jalan sekitar 500 meteran lah,sampai ke gerbang luar,lalu nyetop angkota,atau di sini menyebutnya oto. Setelah tawar menawar,jatuh pada harga 300ribu untuk putar2 ternate seharian, lebih murah daripada sewa travel yg berada d kisaran 300-500rb. Sambil niatnya berbagi rezeki dg supir oto,krn d sana oto lumayan sepi penumpang. Deal berangkat sodara. Oiya, oto d sini sama seperti d flores,ambon,kupang,ada full musik nya. Jadi jangan heran ya nuat teman2 d jawa. Tp pas waktu masuk sholat, semua kendaraan yg lalu lalang dpn masjid mematikan lagu mereka. (Ini baru toleransi). Lanjut, setelah tanya2,dan gugling, akhirnya didapat informasi bahwa lokasi uang 1000 itu ada d 3 spot, d pantai gambesi, cafe florida, dan pantai fitu. Tp bang supirnya menyarankan ke cafe florida,karena katanya pula di sini ada pigura berinformasikan sbg lokasi uang 1000. Okelah demikian. Toh juga baru sekali ke ternate, belum tentu bisa kesana lagi next. Kemudian kami masuk,bang supir milih d luar aja. Kesan pertama memang wow banget, viewnya keren, cuma sayangnya untuk spot 1000 kurang pas, mungkin kami harus bergeser ke arah timur 10 derajat lah. Tapi krn sudah terlanjur, skalian pesen minuman, dan kami sempat terkejut, harga minuman d sini lumayan mihil untuk kantong bekpekere macem saya. Akhirnya kami sepakat untuk sedikit khilaf dg bersikap hedon selama di sini . Gb.1 view dari cafe floridas + minuman yg saya pesan Setelah gagal merekonstruksi krn posisi yg kurg bbrp derajat, akhirnya kami cuma ceki2 selfie sebentar sembari ngabisin minuman di sini. Setelahnya, kami sepakat melanjutkan perjalanan ke benteng kalamata untuk hunting sunset, karena searah lanjut balik ke pusat kota bawah sambil cari akomodasi. besok pagi sebelum berangkat ke tidore, mau menyempatkan ke pantai fitu. 18 september jam 6 pagi, kami sudah siap packing,niat awal mau ke pantai fitu,mumpung masih pagi,dan cuaca di sana cukup terik untuk jam 7 pagi ke atas, gak seperti di malang yg masih sejuk. Setelah naik oto yg menuju ke atas/ngade, tibalah kami d bibir pantai fitu, berkat pak sopir yg bersedia otonya kami carter untuk berangkat saja, 20k/2 orang. Jadi drpd jalan dr depan sampai ke bibir pantai,lumayan jauh,sekitar 300meter. Dan berikut view pantai fitu sbg spot uang 1000 Gb.2 misi rekonstruksi uang 1000 berhasil,,uyeee Pantai fitu sendiri terletak d kawasan pemukiman penduduk yg bermatapencaharian sbg nelayan, dan sebelum memasuki bibir pantai ini, kita akan melewati pemukiman/mess tentara nasional Indonesia. Tidak ada tiket masuk ke kawasan pantai fitu, kita cukup membayar dg senyuman hangat kepada penduduk sekitar. Dan penduduknya ramah dg pendatang atau turis. Setelah bermain disini kurleb 1 jam, kami beranjak menuju pelabuhan bastiong, kali ini kami membayar 6rb/orang untuk oto nya. Tetap jadi pejalan yg santun dan bijak ya jalaners. Semoga bermanfaat
    5 likes
  7. Universal Studio Japan (USJ) Universal Studi Japan (USJ) merupakan tujuan utama gw dalam perjalanan ke Jepang kali ini,, karena gw emang doyan banget baca Harry Potter. Baca loh yaaaa.. bukan nonton, bahkan 1 pun filmnya ga ada yang gw tonton sampe selesai. abisnya kalo setelah baca buku lalu nonton film suka jadi bete karena ga sesuai dengan apa yang gw imajinasikan. So.. daripada kecewa mendingan gw ga nonton filmnya. hahaha Oke balik lagi ke cerita kunjungan ke USJ. Sebenernya pengennya ke USJ pada saat hari kerja biar ga terlalu rame.. tapi apa boleh buat jadwal ga memungkinkan.. Gw kesana tanggal 4 Desember 2016, pas banget jatuhnya di hari minggu. Udah kebayang pasti penuh. Jadilah diniatin sampe USJ harus pagi banget dan begitu pager dibuka mau langsung lari menuju ke area Harry Potter (sebelom keramean). Karena planningnya gitu jadinya gw harus beli tiket USJ dari pas masih di Jakarta. Berhubung yang paling deket rumah itu JTB akhirnya diputusin buat beli di JTB. Tiketnya cuma selembar gitu. Open date dan berlaku selama 1 tahun. Walaupun jangka waktunya 1 tahun tapi cuma bisa dipakai untuk 1 kali kunjungan. Pada saat pembelian tiket dijelasin kalo tiket ini cuma buat sekali masuk, jadi kalo udah keluar gabisa masuk lagi. Beda banget sama Universal Studio Singapore yang keluar masuk sampe pusing. Tiket USJ dari JTB Dari Osaka Hana Hostel menuju USJ harus sekali ganti kereta. Dari Shinsaibashi station menuju ke Osaka Station, lalu ganti ke JR line dan turun di Universal City. Untuk pembayaran transportasi ga di cover yaa sama day pass yang dapet dari paketan Yokoso Pass, kenapa? karena perjalanan ke USJ harus menggunkan JR line. Jadi gw beli ICOCA buat bayar transportasi sekalian nanti selama di Tokyo. ICOCA Card Hari yang di nanti akhirnya tiba!!! Lalu seperti biasa... gw dan kebodohan gw kembali menjadi perusak rencana. Kali ini gw salah setting alarm. AAAAAAAKKKKKKKK!!! Niatnya bangun pagi banget trus jam 8an udah harus sampe di USJ. Tapi kenyataannya jam 8 BARU BANGUN. HAHAHAHAHA. Telaaattt deeehhhh.. Blom lagi pake salah liat peta dan salah stasiun. hahahaha. Jadinya jam 9.30 baru sampe USJ. Udah pengen nangis kebayang pasti bakalan penuh. Turun dari kereta, gw jalannya udah lesu gitu, kehilangan semangat. hahahaha. Tapi begitu liat gerbang USJ waaahh ternyata ga terlalu rame. Belom serame cendol.. Waaaaahhhhh... gw langsung semangat lari ke dalem. Btw kita ber 2 ga sempet sarapan jadinya ngebungkus onigiri, tadinya udah takut tas diperiksa trus onigirinya dibuang.. tapi ternyata pas nyampe gate ga diperiksa. Yeeeeeiiiii... tapi sayang cuma bawa 4 biji. Tau gitu kan bawa 15 bijiiiii, sekalian buat bekel makan siang sampe malem. hahahaha. Padahal lumayan kaaaaann bisa irit... maklum lah rencananya seharian disana dan makanan disana mahal. Pintu Utama USJ Map USJ Oke sampe didalam langsung panik lari ke arah kanan, buru-buru jalan ke arah Harry Potter. Sampe di depan area gw pikir bakalan dibatesin gitu masuknya. Harus pake ngambil tiket yang ada waktu masuknya gitu. tapi ternyataaaaaa.... aaaaaahhhh ga pake tiket. Yeeeeiiiiiii!!! kayanya sih karena masih pagi jadi belom terlalu rame. Masuk area Harry Potter, ga pake liat kiri kanan langsung menuju Hogwarts buat ngantri main Harry Potter and the Forbidden Journey. Antrinya udah 100 menit. Dan ga ada single ride. Ya udahlah yaaaaa... terima aja. Masuk ke antrian sambil makan bekel onigiri. Ga berasa udah nyampe giliran.. semangat banget langsung naik dengan cengengesan. Ternyata cuma bentar banget ride-nya.. cuma kedip-kedip udah kelar aja gitu. Gw sama laki gw begitu selesai cuma liat2an trus langsung ketawa meringis.. udaaaahhh??? gitu doaaaanggg???? hahahahhaha. Ngantri 100 menit, mainnya cuma 5 menit. Udah gitu ga ada single ride.. mungkin karena itungannya sepi kali yaaa jadi ga dibuka single ridenya. Atau mungkin memang ga ada? Ntahlah... tapi saran gw emang pertama masuk harus kesini dulu. Karena ride ini emang yang paling rame. Beres dari situ kita putusin muter-muter area Harry Potter dulu baru setelah itu geser ke area Jaws. Di dalam are ini ada 2 ride utama, selain Harry Potter and the Forbidden Journey ada Flight of The Hippogriff. Laki gw males ngantrinya.. gw juga ikutan males. Masih kebayang pegel ngantri. Jadilah kita muter-muter sambil foto-foto aja. Sebelum keluar kita sempetin mampir ke Wand Magic, kebetulan antrinya cuma 15 menit aja,. Disini bakalan ketemu Ollivander, nanti kita semua disuruh masuk ke ruangan lalu Ollivander bakalan milih satu orang buat nyoba dan milih wand yang pali sesuai. Ntah kenapa tiba-tiba GW YANG KEPILIH!!!! OEEEMMMMJIIIIHHH!!! Majulah gw, disuruh nyobain beberapa tongkat. Ujung2nya "dapet" tongkat yang cocok.. trus disuruh pegang dan keluar ruangan.. gw udah GR aja kaaannn.. Gw pikir beneran dikasih. Lumayaaannn kaaaaannn.. Ternayat begitu diluar ruang disuruh beli aja cuuuiiii. OGAAAAAHHH. hahahaa. Males banget.. mendingan duitnya buat makan. (Iyaaaa gw pelit. hahaha). Oke udah puas muter-muter disini akhirnya kita putusin buat pindah ke area lain. Kalo diliat di peta USJ kita muternya berlawanan dengan jarum jam.. Jadi tujuan berikutnya adalah area Amity Village. Di area ini ride utamanya cuma Jaws. Liat antrian 60 menitan gitu. Cek antrian single ride wah cuma 5 menit. Jadi diputusin buat ambil antrian single ride aja. Ga barengan gpp orang tujuannya emang mau mainya kaaann.. Ga pake lama2 ngantri langsung deh naik ke perahu. Seru sih yaaaaa.. tapi sayang bahasa Jepang. Ya ga paham laaah gw mba2nya cerita apa. Tapi overall oke lah. Seru juga, apalagi ledak2annya gitu. Cuma sayang gw ga kebagian basah2an. hahaha (yang lain berharap ga kena basah gw malah pengennya basah2an). Ya abis ga seru kaaaannn kalo ga basah,,, ga ada ceritanya. Ga sempet foto siang-siang karena pengen ngejer show di waterworld yang udah mau mulai. Jadi foto "ikan"nya pas malem deh. Beres dari area Amity Village pindah ke Waterworld. Seru sih yaa.. cuma lagi-lagi gw ga paham mas mbak nya cerita apa. Ya kaliiiii dia kira semua bisa bahasa Jepang. Jadilah cuma duduk sambil celingak celinguk. Tapi actionnya oke lah. Gw mau sih nonton lagi. Cuma lebih oke kalo pake bahasa inggris. Shownya sendiri sekitar 15-20 menit kalo ga salah. Salah Satu Sudut di Waterworld Beres nonton atraksi di Waterworld kita langsung pindah ke area Jurrasic Park. Tadinya sih laki gw mau naik The Flying Dinosaur, tapi begitu liat cuma digantung gitu trus pake muter-muter langsung dia mundur teratur. hahaha. Kalo gw sih emang udah niat ga bakalan mau naik. Makin berumur makin ga kuat main beginian. Tanda-tanda ke jompo-an. Akhirnya selama di area ini kita cuma ngetawain yang naik roller coaster sambil makan onogiri. Abis itu langsung main Jurrasic Park - The Ride. Ceritanya naik perahu trus keliling area Jurrasic Park, trus nanti ada tanjakan trus meluncur turun gitu. Udah gitu doang. Kita ber2 emang cupu. hahaha. Tapi lagi2 gw ga basah. Kecewaaaaaaaaa....... Setelah itu pindah area lagi.. Kali ini giliran area San Francisco. Di area ini ada 2 ride, yaitu Back to The Future dan Backdraft. Sayangnya back to the futurenya lagi di renovasi. Ngoookkkk. Jadi cuma main Backdraft aja. Backdraft ini kalo di Universal Studio Singapore kaya Lights Camera Action. Kta dibawa ke area yang di set kaya tempat syuting Backdraft. Lagi2 bahasa Jepang,, tapi untung gw udah pernah nonton filmnya, jadi yaa lumayan ngerti lah ya. Antrinya juga ga lama cuma sekitar 40 menitan. Dari situ pindah lagi ke area New York.. disini ada Spiderman dan Terminator. Buat Spiderman kita pake single ride lagi.. cuma ngantri 30 menit aja. Ridenya mirip kaya Transformer di Universal Singapore. Kalo terminator kombinasi 3D dan Live Show. Keren.. tapi gw paham ceritanya. hahaha. Disini juga harusnya ada Space Fantasy tapiiii tapiii tapiiii.. ditutup buat acara Cool Japan. KECEWAAAAAAAAAHHHHHHH. Padahal ini dan Back to The Future merupakan mainan yang paling gw tunggu2. Didepannya Back to The Future aditutup pake kayu-kayu dilukis gambar Minions gitu.. jadilah buat menghibur diri kita foto-foto disini aja. Lalu mendadak ujan aja doooonggg. UJAAAAAAANNNNNNNN Dari situ lanjut ke area Hollywood, disini ada Hollywood Dream - The ride tapi kan ujan.. jadi tutup deeeh... Gw emang ga bakalan naik tapiii tapiii tapiii kan ga asik ajaaaaaaa... Kalo kata @syahrulsiregar gw semacam gadis pengundang hujan (Gadis yaaaa.. gadis..). Karena ujan emang suka ngikutin gw. Bahkan nanti sampe ngikut gw ke Takayama pas gw janjian sama om alul. Karena ujan ya udah deh kita main yang ga penting-penting yang di indoor sambil muter-muter sambil foto-foto. Semua parade juga di cancel. Syeeeddddddiiiiiiiiihhh... Kita keasikan main sampe lupa makan. Padahal udah jam 7 malem. Padahal cuma baru diganjel makan onigiri 2 biji/orang. Mendadak laper... akhirnya kita putusin udaha aaah.. Pulang ke Hotel. Lagian besok pagi-pagi udah harus jalan ke Shirakawago. Kesimpulan : Seru sih yaaa main kesini. Boleh lah dicoba. Kalo antrian panjang manfaatin aja single ride, lumayan bisa menghemat waktu dan tenaga. Toh dateng kesana niatnya main kan.. jadi ga barengan gpp lah yaaa. Perlu beli express pass? hhhmmm... kalo ada duit lebih sih gpp, tapi mending adteng terus liat kondisi dulu aja. kalo emang antriannya udah ga ketolong banget, bahkan dengan single ride, ya boleh lah beli express pass. Dadaaaaaaaahhhh USJ... Sampe ketemu laaaagiiiiiii..... Gw bakalan balik lagi khusus buat main Back to The Future dan Space Fantasy dan nonton Parade. Link Terkait: Winter Wonderlust : Japan (December 2016) : Persiapan Winter Wonderlust : Japan (December 2016) : Part 1/Osaka Winter Wonderlust : Japan (December 2016) : Part 2/Universal Studio Winter Wonderlust : Japan (December 2016) : Part 3/Kyoto Winter Wonderlust : Japan (December 2016) : Part 4/Shirakawago Winter Wonderlust : Japan (December 2016) : Part 5/Shin-Hotaka Winter Wonderlust : Japan (December 2016) : Part 6/Takayama Winter Wonderlust : Japan (December 2016) : Part 7/Tokyo Review Hotel/Hostel : Osaka Hana Hostel Review Hotel/Hostel : Guesthouse Sanjyotakakura Hibiki Kyoto Review Hotel/Hostel :K's House Takayama Oasis Review Takayama Hokuriku Pass (JR East Pass) Review Kyoto Sightseeing Two-day Pass Discount Ticket (Yokoso Pass) Kansai Airport - Namba Station Osaka Panduan Bis di Kyoto Discount Ticket (Haruka+ICOCA) Kansai Airport - Shin-Osaka Alternatif Transportasi : Osaka - Kyoto - Kanazawa - Shirakawago - Takayama - Tokyo
    5 likes
  8. Setiap liburan, secapek apapun pasti gw kebangun pagi dan langsung seger. Termasuk pagi ini. Mungkin terlalu excited juga karena saking ga sabarnya mau nyobain roller coaster tergila yang pernah ada. Seperti biasa, ritual pagi gw mulai dengan bikin kopi. Sebelumnya pas pesen kamar tadinya ga expect banyak, yang penting deket sama stasiun dan FujiQhighland. Ealah, pas lagi ngaduk kopi, gw buka jendela pelan-pelan. Pelan banget karena takut anginnya dingin… Dan… Pas kebuka… Gw… Dapet… FUJI-SAN!!! Seseneng itu sih, gunungnya jelas banget keliatan. Ga nyangka bakal dapet kamar yang viewnya Fuji. Akhirnya foto2 dulu deh sebelum siap2. Sambil ngopi nikmatin pemandangan dulu. Setelah siap2, kita sarapan dulu. Semalem beli makanan dingin di konbini, tinggal diangetin di microwave hotel. Setelah makan selesai, kita udah ga sabar mau ke FujiQ akhirnya baru jam 8 udah jalan kaki kesana. Rute jalan kakinya agak berliku2 dan ternyata kita dapet pintu belakang yang nyambung sama stasiun Fujikyu Highland. Masih sepi banget. Dan ternyata baru buka jam 9.30. Nunggu sejam deh, mana anginnya super nusuk lagi. Sambil nunggu, ya foto2 deh. Trus liat2 ada pengumuman soal mana yang jalan dan mana yang atraksi yang tutup. Tapi dalam tulisan kanji jadi ngga ngerti. Huft. Eh tiba2 orang2 pada datang dan ngantri, untung aja nyadar, jadi langsung antri paling depan. Oiya untuk tiket FujiQ ini agak tricky. Pernah nelpon ke HIS, katanya mereka ga stock, jadi kalo mau harus nunggu beberapa hari. Malahan disuruh beli langsung karena katanya lebih murah. Lha. Hahahaha. Tapi pas lagi ngantri beli tiket, walaupun banyak juga yang antri, tapi ada beberapa yang langsung masuk. Pernah baca kayaknya ada yang tiket paketan sama transport dari Tokyo. *males googling lagi*. Setelah dapet tiketnya, kita titipin tas di locker. Ga dicek ternyata tasnya, karena pintunya electronic, ngescan sendiri kayak masuk stasiun. Jadi onigiri aman deh. Kayaknya hari ini ga terlalu rame deh. Sebelumnya kita udah atur strategi urutan mainannya. Setelah beres, kita langsung lari ke: 1. EEJANAIKA Langsung kesini karena yang paling deket sama pintu masuk belakang. Untung antrian belum terlalu panjang. Nah selama ngantri ini ada vidoe2 dan update2 soal atraksi2 lain. Perasaannya? Aslik jangan pake perasaan. Kita duduk ngegantung. Dengen tempat duduk yang bebas muter 360 derajat ikutin gravitasi, diputer2 pake lintasan yang bikin adrenalin ga karu2an. Ini edan banget. Ampe engap rasanya. Suara abis tereak2. 2. DODONPA Pas sampe di depan atraksi ini, lho kok sepi? Mmhhh, mencurigakan. Tapi kita tetep masuk. Pas udah di dalem ga ada antrian sama sekali. Cuma ada gw berdua ama orang jepang 2 biji. Begitu naik, kita dikasih google yang buat virtual reality itu lho. Setelah dijelasin cara makenya, fokusin gambar dll. Pas udah siap. Ditayangin lah video tuh, seolah2 kita lagi main dodonpanya. Pemandangannya persis sama. Trus udah. Udah. Udahan aja gitu. Gitu doing dodonpa? Usut punya usut ternyata lintasannya lagi direnovasi. Huft. Dodonpa yang putih bawah, fujiyama yang atas. 3. FUJIYAMA Nah roller coaster tertinggi ini (dulunya) sayangnya tutup karena waktu itu anginnya emang kenceng banget. Nungguin sampe sore juga ga buka2. Sedih. 4. TAKABISHA Ini juga renov. Tambah sedih. 5. ULTIMATE FORT Muter2 akhirnya liat antrian yang mayan panjang. Isinya anak muda semua. Ikutan lha yah kayaknya seru. Jadidisini kita dikasih rompi, kartu, sama timer. Mainnya adalah, kita harus nyolong iedntitas dengan cara ngetab si kartu di alat tab yang tersebar di seluruh labirin tanpa kena kamera pengintai. Kalo kena, rompinya langsung nyala warna merah. Wih berasa kayak mission impossible yah. Dan ternyata kita berhasil. Yeay. Setelah itu lanjut babak dua. Nah disini si kamera pengintainya dipasang di robot yang bergerak. Dan harus bisa keluar dengan cara ngetab di ointu yang sesuai dengan identitas yang tadi kita copy di babak satu. Ealah ketangkep. Hahaha. Mayan seru sih kalo yang suka detektif2an. 6. SHINING FLOWER Kayak bianglala gitu. Harus sih tapi ya supaya bisa liat seluruh area. Dan ternyata bener, dari sini keliatan alat2 berat lagi renov si Takabisha sama Dodonpa. 7. RUMAH HANTU Gw emang penakut, jadi gw ga masuk deh daripada ga bisa tidur sebulan kebayang2. Temen gw juga ga jadi masuk karena ternyata bayar lagi 500JPY. Ga Cuma itu sih, kita juga ke Thomas land dan mainan2 lain. Karena sepi jadi dapet banyak sih. Tapi tetep agak kecewa karena banyak yang ga buka. Akhirnya jam 3an kita memutuskan buat udahan dan ngejar kereta balik ke Tokyo. Biar ga numpang tidur doang juga. Sampe Tokyo, kita langsung lari ke hotel buat checkin dan taro barang trus jalan2 deh. Kita ngejar pengen nyobain burger Shake Shack yang buka cabang di deket stasiun Tokyo. Temen gw sekalian mau poto ama patung Godzilla deket situ. Akhirnya nemu tuh resto burger cabang New York. Antrinya nguler banget tapi cepet sih pelayanannya. Dan pas udah nyobain. Yatuhan, pattynya itu mateng tapi ga kering, dang w pesen yang double jadi agak ga muat masuk mulut gw. Hahahaha. Enak banget. Setelah makan dan temen gw udah foto ama patung Godzilla. Masih sore, akhirnya kita ke shibuya deh beli si Pablo yang disini antrinya parah banget. Udah sampe shibuya, sambil muter2 liat2 sepatu, sambil nyari Pablo. Lha tokonya wis tutup. Forever. Akhirnya kita lanjutin jalan2 aja. Karena masih penasaran akhirnya kita kejar ke stasiun Shinjuku kalo ga salah. Sekalian arah pulang sih. Sampe hotel langsung bebersih dan istirahat. Oh dan berdoa semoga besok di Takaragawa dapet salju. Karena kalo ngga ada saljunya, biasa banget. Meding kalo masih dapet daun2 merah.
    5 likes
  9. EUROPE TRIP 8-20 NOVEMBER 2016 Hi Guys, sorry ya lama banget nih au baru mau bikin FR Europe Trip kemarin di November 2016. Karena baru pertama kali bikin FR, mohon dimaklumi ya klo agak ngaco Day 1-2 : Jakarta - Abu Dhabi - Rome (Vatican) Ok, jadi ceritanya kami memang sudah pengen banget ke Europe tapi baru bisa terwujud tahun ini, dan ini pun juga udah mundur dari Agustus 2016 tp quota peserta ga terpenuhi di tanggal yang sesuai dengan kerjaan, mundur ke September 2016 eh kejadian lagi tanggal yang bisa match dgn kerjaan quotanya ga terpenuhi, mundurrrr lagi smp ke November.... akhirnya jalan juga . Nah emang dasar rejeki ga kemana, di November itu kurs euro turun jadinya total biaya tour dibalikin lagi deh sama pihak tournya sebesar 1.700.000 / orang, wah rejeki jadi total biaya tour all ini sdh termasuk visa, apt tax, tipping sekitar 27jt/orang. Kami pake tour dengan pertimbangan waktu yang terbatas tapi pengen ngunjungin banyak tempat, memang resikonya ga santai dan terkesan diuber2 dibatasin waktu tapi ya gpp deh, siapa tahu nanti ada rejeki bisa pergi lagi. So, tgl 8 November jam 12 malam pswat berangkat dan transit di Abu Dhabi, dan aku kok kecewa ya dengan Abu Dhabi, menurutku ga tll ok airport-nya, pas mau boarding naik lagi bus smp ke pesawat, dan toiletnya itu lhoo penuh banget dan terkesan kurang bersih krn orang2 seenaknya cuci kaki cuci muka gosok gigi tp ga rapih gitu. Tgl 9 November mendarat di Roma siang-siang gitu dan lgs menuju ke Vatican. Suhu bersahabat sekitar 10 derajat. Pas landing di Rome kita naik trem penghubung dulu untuk ke imigrasi, dan selfie dulu dong krn kuper bgt norak baru pertama kalinya menginjakkan kaki di Italy Di Vatican sendiri sebenernya ga boleh foto-foto, dan pas masuk petugasnya udah bilang ga boleh foto-foto tapi tetep aja turis semau foto2, dannn ya aku ikutan juga. Secara pemandangan dan arsitektur gedung bagus2, tapi memang karena ikut tour ya itu waktu terbatas jadi pas keliling pake guide tour lokal disana di dalam Vatican ga sempat banyak foto2 ga keburu tapi bagus banget. di Vatican sempet laper dan celingak celinguk akhirnya beli paket kopi dan sandwich chicken di tolo sekitar, sandwichnya gede, isi dagingnya banyak, 1 latte dan dapet 1 souvenir pencil motif Vatican ceritanya, total 6,9 Euro not bad lah ya krn sandwichnya cukup buat makan berdua, sambil menunggu makan malam. Nah setelah keliling di Vatican, jadwal untuk hari ke-2 selesai,dan kita keluar lagi dr Rome, mampir sebentar di Colloseum tapi sayangnya udah malam jadi colloseum ga keliatan apa-apa, Sehabis itu kita ke Trevi Fountain, ternyata Trevi Fountain itu udah malem pun rame banget, mau foto dgn spot yang bagus agak susah, mendingan makan gelato aja deh... Gelato pertama di Europe, not bad, 1 nya uty kisaran 2-3 Euro Dan iseng-iseng mau foto toko gelatonya tapi nanti penjualnya marah ga ya? karena sepanajang jalan ke Trevi Fountain banyak banget toko gelato, dan toko yang mau kita foto itu tadi kita ga beli gelato disana, eh ternyata penjualnya narsis dan seneng difoto dan balik ke Hotel, malam ini hotelnya adalah Best Western Tor Vergatta. sorry ga kepikir foto2 kamar hotel krn sampe hotel lgs teparrrr, linknya aja ya https://www.agoda.com/id-id/best-western-hotel-roma-tor-vergata/hotel/rome-it.html?checkin=2016-12-27&los=1&adults=2&rooms=1&cid=1416264&tag=d4acd512-998b-77e2-75ea-b6a898abc91d&searchrequestid=2ae48230-7745-49e1-8e34-39478c164bba Day 3 - 5 : Italy (Pissa - Prato - Venice - Milan) Day 3, bangun pagi, sarapan dan meluncurlah kita ke Pissa, perjalanan lumayan lamasekitar 4-5 jam dari Rome ke Pissa, tapi untungnya kita sampai masih siang, jadi foto2nya masih cakep at less mula msh seger . Di Pissa sendiri cuma ada 2 bangunan yaitu semacam katedral dan Leaning Pissa itu sendiri. Susah banget cari lokasi yang bisa buat dapet Pissa dgn lengkap, dan turis2 cina itu ga peduli udah liat ada org lg ngeker mau foto tetep aja dia lewat di depan kamera cuek bebek gitu aja . Oh ya, di Europe secara keseluruhan dogie boleh kemana aja ya, termasuk di Pissa ini banyak dogie jalan2 sore sama pemiliknya, di hotel juga dogie boleh masuk, wah kereennn Nah di hari ke 3 ini kan kita harusnya ganti supir dan bus secara permanen, jadi supir dan bus ini akan menemin kita sampai hari terakhir, supirnya asik orangnya namanya Andrea.....ehhh di tengah jalan busnya rusak dongggg padahal bus baru lho, baru 6 bulan usianya katanya, dan setelah nunggu 1 jam gitu ga bisa bener juga akhirnya vendor busnya memutuskan untuk minta dikiirmkan bus dan supir lain untuk gantiin dia, jadilah kita nunggu di rest area sekitar hmpr 3 jam smp bus baru dateng, supirnya agak galak namanya Fernando. Kenapa ak sebutin namanya nanti ya ada cerita lain tentang supir ini... Dikarenakan waktu sudah terbuang banyak, jadilah kita semua sepaat tujuan ke pusat pembuatan tas kulit Piero Tuci di skip aja , kite semua lebih pilih untuk langsung menuju ke Pissa, kan sayang bangat klo sampe kesorean dan ga bisa foto2 di Pissa. Nah siangnya sebelum sampai di Pissa kita stop dulu di rest area seperti biasa buat lunch dan ke toilet, lumayan menghemat karena di sini ke toilet aja bayar klo di rest area sebagian besar free. Makanan di rest area juga enak2 kok, nah ini ngeliat sandwich napsuin semua bentuknya, harga sekitar 7 Euro dan bisa makan berdua karena perut masih kenyang abis sarapan di hotel paginya. dan ini sandwich pilihan kita harganya cuma 7 Euro blm lagi ngeces liat banyak banget kopi cair di cup gitu, jadilah cobain 1 aja deh, harganya rata-rata 3 Euro per cup. Kalau buat lidahku sih kemanisan. Hubby ku ga mau kalah bergaya gitu di menara PIssa nya Setelah dari Pissa, disini waktu kita fleksibel krn skip 1 tujuan, kita dinner di chinesse food dan abis itu ke hotel lagi istirahat. kali ini hotelnya President Prato. Ohya untuk souvenir disini lumayan terjangkau, gantungan kunci 1 Euro/pc dan 5 Euro dapat 6 pcs, magnet kulkas sedikit lebih mahal 2 Euro/pc dan 5 Euro dapat 3pcs, syal besar 5 Euro/pc. Day 4, pagi dr hotel kita menuju ke Venice, di perjalanan menuju Venice kita lunch dulu di rest area, menu di rest area oke2 ternyata, kita makan berdua udah sampe perut ga muat lagi ga sampe 20 Euro, kali ini kita pilih menu salmon dan pasta untuk masing2. Salmonnya gede dan tebel banget dimasak dengan cara convit direndem dengan minyak sampe mateng jadi warnanya tetap pink tapi matang total, untuk pasta dibuat langsung begitu pesan. Nah di rest area ini juga ada coklat ferero segede bola voli gitu, aku ga beli karena bingung bawanya gimana, keteken kan ancur Habis lunch perjalanan lanjut ke Venice , asik nih udah pengen liat gondola nya, untuk naik gondola itu per gondola muat maksimal 6 orang, dan per orangnya dikenakan biaya 25 Euro, jadi per gondola itu 150 Euro. Kalau mau berdua aja juga boleh kok tapi ya bayar 150 Euro buat berdua. Setelah diskusi ya sudahlah kita naik ber-6 aja toh lumayan asik orang2nya. Dan emang dasarnya ak dan hubby cuek, rasanya ga sah klo ga kissing sambil naik gondola, kapan lagi gitu lho udah jauh2 kesini tp ga kissing pas naik gondola? nah pas gondola keliling sebenernya setelah sekitar 100 meter ya ga banyak yang bisa dilihat, jadi buat temen2 yang ke Venice sini, kalau mau foto di gondola itu pas awal2 naik, karena setelah 200 meter itu suasananya suram ga ada pemandangan. Disini waktu kita banyak banget kebanyakan malah 2,5 jam buat keliling, dengan suhu yang tidak bersahabat dan angin kencang buset deh dingin banget, plus ujan, lengkaplah sudah brrrr.... Souvenir di Venice sini lebih murah kalau beli yang di depan sebelum nyebrang naik boot ke Venice nya, gantungan kunci dan magnet yang di stand2 luar hargamya sama dgn di Pissa, kalau sudah nyebrang ke Venice nya harganya naik rata-rata 1 Euro per pc. Syal besar 7 Euro/pc. Topeng Venesia di dalam bervariasi dan cantik-cantik, ak sampe beli 3 padahal pengen beli lebih banyak tapi bingung ngaturnya di koper karena riskan hancur kalau tertekan. Dan winter boot yang aku pakai entah kenapa protes, rusak dia pinggirnya mulai coak, duh mana ga bawa boot cadangan konsultasi dengan tour leader katanya beli di milan aja besokannya, dan perjalanan dilanjutkan dengan boot yang rusak, yang penting bertahan sampe besok deh. Oh ya, di day 4 ini pas siang2 menuju Venice tiba2 kaca depan mobil kena batu di jalanan yang mental dan retak, buset deh kaca segitu bisa retak, ak udah deg2an kok bisa retak ya? Feeling ga enak tapi ya mau gimana lagi terusin aja deh. Setelah dr Venice seperti biasa dinner chinnese food dan ke hotel. Day 5, pagi setelah breakfast kita berangkat dari Venice ke Milan, udah ga sabar mau cari boot baru karena boot ini tampaknya akan wafat hari ini. Tujuan hari ini kita mau menuju ke Swiss tapi dalam perjalanan akan ke Milan dulu yaitu ke Piazza El Duomo (alun-alun lota Milan) dan kemudian shopping ke Victorio Emanuelle yang jadi satu dengan alun-alun Milan. baru setelah itu melanjutkan perjalanan dan bermalam di Swiss. Seperti biasa lunch di rest area, kali ini kita masih kenyang dan pilih menu lunch risotto (kan pengen cobain rissoto itu kayak gimana sih) , turkey dan potato, itu aja ga habis potatonya kita bawa ke hotel akhirnya abisnya gede banget. harga menurutku sih dengan kualitas dan ukuran lumayan bersahabat. Ternyata Nutella B Ready itu hanya ada di Italy, keluar dari daerah Italy ga bakal ketemu lagi Nutella itu, tour leader kasih tau ayo yang mau beli ini kesempatan terakhir, kalau di Indo harga Nutella B Ready di yang jualan online kan sekitar 100rb-an, nah di Italy harganya 2,9 Euro jadilah aku beli 6 sedikit kalap ya, dan masih nyesel kok ga beli banyakan . Di setiap rest area pasti nemu Nutella ini, dan pimter2nya kita cari coklat yang promo di bundling gitu. Supir kita pas perjalanan dari hotel ke Milan dia berbaik hati menawarkan mau ga mampir sebentar di San Siro Stadium? Tapi hanya mampir ya foto-foto 15 menit karena disana ga boleh parkir jadi kita harus lari-lari untuk supaya deket ke stadiumnya dan bisa foto, dan semua cowo2 mau dong mampir kesana hadeuhhh Piazza El Duomo itu seperti gereja di tengah Alun-alun, kita ga masuk ke sana dan kalau masuk antri dan dikenakan tiket per orang. Harga tiketnya ak ga nanya krn hari ini fokus untuk cari boot pengganti drpd besoknya ga punya boot nyeker kan lucu. Sepanjang El Duomo itu udah shopping area, toko dimana-mana, food truck gelato di tiap persimpangan. Usaha masuk ke tiap toko ternyata yang jual boot itu sedikit, lebih banyak fashion drpd boot, akhirnya dapet juga di 1 toko walau bukan winter boot gpp deh, harga 50 Euri not bad lah... Baru abis itu jalan balik kita makan lagi aja gelato krn waktu udah habis dipakai untuk keliling cari boot jadi ga sempet foto-foto kesana kemari, duh sayang ya tapi yang penting boot udah aman. Ini Milan Gthic Cathedral yang ada di tengah alun-alun Dan dogie dimana-mana Nah seperti biasa, habis dr Milan ini sambil perjalanan pulang kita dinner lagi chinesse food, baru check in ke hotel, tapi ak acungin jempol pilihan chinese food selama kita disana itu lumayan rasanya, bahkan ada yang pake chilli oil duh senengnya krn disana kan ga ada sambal.... jadi selesailah kita di Italy dan resmi malem ini menginap di Swiss. Day 6 - 8 : Swiss (Zurich - Lucerne - Schauhauseen - Frankfurt - Koln) Ok, stamina badan drop, demam dan kena radang duhhh ga asik banget nih, tp untung tour leadernya sigap dia bawa amoxcylin sementara ak sendiri udah bawa redoxon, fg troche, obat flu, tolak angin dll tapi ga nyangka harus stok antibioitik, pengalaman berharga banget lain kali kalau pergi durasi lama bawa deh antibiotik karena ga tau kapan diperlukan. Apalgi tujuan hari ini ke Mt. Pilatus, bisa drop habis stamina. Btw, sebenenrnya tujuan awal itu ke Mt. Titlis yang lebih tinggi sekitar 1000 m daripada Mt. Pilatus, tapi Mt. Titilis mendadak sedang tidak bisa dikunjugi karena renovasi dan jalur yang tersedia pun sedang tidak bisa digunakan, jadi kita beralih ke Mt. Pilatus. Untuk menuju ke Mt. Pilatus ada 2 tahapan naik cable car, pertama naik cable car sekitar 10 menit dan berhenti di Kriens, kemudian lanjut naik cable car lg ke Mt. Pilatus dengan lama perjalanan 20 menit. Pemandangan selama naik cable car beneran bagus, ak sih ga banyak foto-foto biar aja hubbyku yang foto-foto karena rasanya sayang kalau tidak diserap semua pemandangannya , keren banget baru kali itu liat salju sebanyak itu, dan suhu sekitar -2 aja sih tapi anginnya itu lho brrrr... Pemberhentian pertama di kriens Pemandangan selama naik cable car Dan akhirnya narsis di Mt.Pilatus Nah disini kita makan siang sendiri di Mt Pilatus, lumayan kok makanannya untuk harga di Swiss yang mahal, 20 Euro udah dapat porsi yang bisa buat berdua, udah plus hot chocolate. Oh ya, kalau main game kan snowflake itu bentuknya seperti bintang ya, dan ternyata bener spt bintang lhooo karena ada salju yang jatuh di coat dan kita foto zoom ternyata memang bentuknya seperti bintang, norak ya hehehhee Dari Mt. Pilatus kita lanjut ke Lucerne untuk liat Lion Minument, karena aku demam aku ga ikut turun bus, mendingan di bus aja deh buat jaga stamina buat hari berikutnya sayang perjalanan masih panjang, hubby ku turun untuk ke Lion monument , yang berupa pahatan di dinding yang melambangkan sejarah. Dari Lucerne kita lanjut ke acara shopping dan makan sendiri. ak cari foto dinnernya kok ga ketemu ya, sehabis dinner kita balik lagi ke hotel, tidurrrr istirahat untuk lanjut besok. Day 7, hari ini kita akan mengunjungi Rhine Falls (masih area Swiss) dan kemudian masuk ke Jerman dan berkunjung ke Lake Titise dan area yang jual chucko clock. Horeeee, antibiotiknya berhasil, demam menurun dan semangat lagi untuk lanjut Paginya kita langsung menuju Rhine Falls (air terjun) yang ada di Swiss, lumayan tapi ga bisa didekati air terjunnya, cuma bosa diliat aja dari jauh, tpp g[[ lah bagus juga kok pemandangannya, dan disini pisau liat Victorinox itu banyak banget yang jual, harganya lebih murah dari Indo, untuk yang 15 fungsi harganya itu sekitar 30 Euro dan kalau belinya ditoko tertentu bisa langsung digrafir nama free of charge. Nah kita lanjut yuk ke Lake Titise. Overall lake titise ini biasaaaa banget ga banyak yang bisa diliat tapi sepanjang jalan ke ujungnya itu toko-toko semua dan ada drubba shop yang biasa dikunjungi turis dan dapet tax refund. Uniknya kita lunch disini, ada resto Zur Muhle yang terkenal sm prok knuckle nya tapi memang ndeso, kita salah pesen menu lain, tapi gpp lah tetep enak dan juga sekalian cobain bir asli Jerman ini . Dasar maruk pesennya 2 porsi makanannya, megap-megap ngabisin tapi worth it harganya cuma 20 Euroan per porsi tp buanyak banget.Titise ini udah masuk Jerman ya, okelah makanannya, aku suka banget Plus cobain black forest cake nya juga, kepengen tau yang asli itu seperti apa, beda sama di indo, black forest cake asli itu bolunya moist banget dan rhum nya asik kenceng pisan tapi krimnya banyak ga dilapis coklat kyk di indo Sekarang perut udah kenyang, hati senang, bolehlah masuk liat-liat ke Druba shop, akhirnya cuma beli ban pinggang aja sih buat hubby, emang bukan hobi belanja. Malam ini kita dinner chinesse food lagi, dan balik ke hotel untuk besok mulai menuju ke Amsterdam. Day 8, hari ini kita mau ke Koln yang parfum eau de cologne itu, melewati Gothic Cathedral dan lanjut ke Amsterdam untuk bermalam. Buatku hari ini ga efektif, karena berkunjung ke Koln, peserta yang ibu-ibu sih langsung aja semangat hunting shopping parfum, aku sih ga heheheh.... dan Gothic Cathedral itu berdiri di tengah jalan persimpangan, dan suhu sedang tidak bersahabat, jadinya daripada angin-anginan ujan-ujanan dengan resiko drop lagi mendingan ak ngetem di Mcd, chicken wingsnya enak banget sampe nambah dan juga sekalian cobain real apple pie yang mulai dibikin lagi di indo, lumayan lebih enak yang di sono. Selesai dari Gothic Cathedral, menuju ke area yang banyak toko branded, dan yang jual jam Rolex itu lho, harganya menakjubkan ya jam Rolex dan karena aku bukan tipe belanja, sekalian masih jaga stamina, jadilah kita sekalian dinner aja deh di Bachman Chocolatier, itu toko coklat gede, banyak coklat Lindt (tapi di jakarta kan juga banyak jadi ga unik), dan Bachman juga sekaligus caffe pizza jadi kita pesen pizza, kopi dan hot coklat, sambil numpang duduk dan pake wifi nya. ibu-ibu shopping dan makan, perjalanan lanjut lagi untuk ke Amsterdam dan bermalam di Amsterdam. Day 9 - 10 : Amsterdam & Brussel (Zaanse Schans - Volendam - Belgia - Grand Palace - Maneken Piss Sampai di Amsterdam malam sebelumnya, pagi ini kita jalan ke Zaanse Schans yang ada kincir angin tuanya dan sepatu bakiak kayu itu. Pas turun dari bus, udah ada tukang foto yang standby dan dia akan ambil foto candid kita, dia akan cetak foto kita ukuran besar dilengkapi dengan foto kecil untuk dicrop masuk ke gantungan kunci yang juga sudah disertakan, plus kalender. Jadi kalau kita berkenanmaka fotonya bisa kita beli seharga 10 Euro sepaket itu. Kincir aginnya ga terlalu banyak, aku malah sibuk nyariin mana itu si sirup waffle yang katanya enak itu, setelah menghangatkan diri sebentar sekalian beli souvenir di toko, foto2 sebentar pake bakiak kayyu yang guede itu, kita balik lagi ke depan untuk liat foto kita bagus ga, cakep ga? dan bagus kok lagipula sekalian menghargai usaha mereka juga kan, sekalian nanya mana sih yang jual syrup waffle? Ternyata jualannya ngumpet pake jendela, nah balik lagi karena penasaran sama si syrup waffle ini, dengan 2 Euri udah bisa dapetin syrup waffle yang dilumurin coklat, tapi lupa difoto karena udah langsung caplok aja baru nyadar itu belum difoto. Bentuknya seperti waffle yang ada di starbuck tp jauh lebih enak karena fresh lansgung dibikin pas kita pesen. worth it to try... Akku juga suka ngumpulin koin, kalau ketemu mesin yang jual koin souvenir langsung deh mampir, sayangnya ga banyak ketemu mesin ini, sempet ketemu pas di Rome, dan ini ketemul agi jadi buat koleksi Zaanse Schans selesai yuk lanjut ke Volendam,alias pelabuhan dan kita makan siang di Volendam, karena pakai grup jadi bisa pesen steak gitu tinggal pilih mau pork atau beef. Tapi sebelumnya kita foto dulu dong pakai baju khas sana, dan aku keliatan tembem banget di foto omg Sehabis lunch kita lanjut ke Coaster diamond, itu tempat kyk jual diamond gitu, dan ak ga tertarik jadi aku bilang sm hubby silahkan ajaak stay di bus aja istirahat. Turns out ini keputusan yang tepat krn mereka lama sekali di tempat diamond itu, dan ak pengen pee ngacir jalan2 sendirian cari toilet, eh malah ketemu alun-alun amsterdam dan selfie cepet2 disana sebelum dicariin karena hilang ga balik ke bus dan peserta lain ga ngunjungin alun-alun itu lumayan hehehe Dari situ kita ke jalan menuju dinner (chinesefood again) sambil lewatin Royal Palace, ada beberapa peserta yang tertarik ke Sex Museum tapi ak dan hubby lebih milih hunting coklat di minimarket setempat karena krucil-krucil ponakan banyak banget. Sehabis dinnerkita balik lagi ke hotel. Day 10, hari ini kita akan walkimg tour ke Maneken Piss dan nyobain waffle yang bertebaran sepanjang jalan. Yang disebut walking tour itu beneren walking lumayan jauh, intinya sih cuma ngeliat patung Meneken Piss yang kecil itu, tapi jalannya jauh euy. Btw, coklat Godiva asalnya dari sini juga, jadi ada 2 toko Godiva yang aku liat ada disana. Dan tokoh komik Tintin juga dari sini jadi instead of hunting yang enah-aneh, ak dan hubby sepakat kita makan waffle, hunting coklat, dan ke toko Tintin. Grand Palace di Brussel Wafel yang menggoda, enak dan banyak pilihan toppingnya Di TinTin Boutique sayangnya model kaos kerahnya ga banyak. modelnya flat tp at less tetep aja Tintin gitu lhoooo Nah setelah dari Maneken Piss di bus ibu-ibu teriak dong sm tour leadernya," Meicooooo shopping lagi dong" Rembuk punya rembuk, si supir pun setuju untuk mampir dulu ke Rourmont, disana ada Mac Glenn Factory Outlet, dan harganya lebih murah daripada Paris nanti, dan dikaish waktu 2 jam untuk belanja, dan ternyata komplek outletnya guede banget jadi kyk perumahan isinya banyak toko-toko semuanya branded. Ya sutra kita hunting tas buat mertua, eh ketemu winter boot prada lagi sale, dan tas ransel Kipling kecil, dan amaze harganya emang beneran murah disini. Puas belanja, cussss lanjut ke Paris dan bermalam di Paris Day 10 - 11 : Paris (Eiffel Tower - Notre Dame - Arch De Triomphe - Louvre - Galleries Lafayete) Day 10, hari ini akan full keliling Paris, dimulai dari Arch De Triomphe, monumen bentuknya seperti gerbang gitu, letaknya ditengah-tengah jalan persimpangan, kita stop sebentar foto-foto di situ dan terus lanjut ke Eiffel. Di Eiffel dan sekitarnya mulai dari Arch de Triomphe itu sudsah cari toilet, ga ada toilet umum, ada pun jauh dari Eiffel dan bentuknya portable toilet, jadi kita lebih pilih tahan pee aja dan pee nanti di restoran pas lunch. Jadi judulnya hari ini adalah foto-foto dan belanja di Lafayete yang mahal (kita ga belanja apa-apa ) di sana itu. Di Eiffel itu kalau bisa sampai sore-sore lebih bagus lagi pemandangannya, dan kita juga ga maik ke atas Eiffelnya karena antrinya luar biasa, waktunya ga akan terkejar. Dari Eiffel kita lanjut lunch dan abis itu lanjut ke Louvre di depannya aja yang penting dapert foto-foto Louvre, terus lanjut ke Ben Lux (outlet murah buat turis), baru lanjut lagi ke Galerie Lafayete. Di Galerie Lafayete kita lebih pilih dinner aja, dan ini dinner trakhir kita di Paris, kita pilih beef steak, choccolate cake dan minumnya red wine 1 jar yang udah tinggal ambil di etalase pendingin, and quess what? red wine nya itu cuma 4 Euro sebanyak itu udah kita tuang kok ga abis-abis ternyata isinya lumayan banyak ga seperti perkiraan semula krn keliatannya jar nya kecil, dan gara-gara kita makan chocolate cake, beberapa peserta lain ketularan ngeces liat dan beli juga itu chocolate cake Habis dari Galerie Lafayete balik ke hotel, ada beberapa orang yang mau balik lagi ke Eiffel buat dapetin suasana sorenya (tapi dengan syarat mereka balik sendiri ke hotel). kita memilih untuk balik ke hotel untuk packing-packing karena waktunya tinggal besok check out dari hotel dan semuanya sudah harus rapih. Day 12 : Waktu bebas sampai jam 2 siang dan lanjut check in ke airport untuk kembali ke Jakarta Hari ini lebih santai, ga terburu-buru. Sesuai pengambilan suara sebelumnya, sebagian peserta ikut Canal Cruise (tour tambahan naik kapal pesiar) dan sebagian lagi termasuk ak dan hubby lebih milih untuk ngabisin waktu balik lagi ke Louvre. Tiket masuk ke Louvre itu 15 Euro/orang, dan usia di bawah 16 tahun free ga usah beli tiket. Hasilnya, Louvre itu luasnya ga tau deh berapa, kita sudah kelilingin 3 jam masih juga ga tercover semuanya. Lukisan Monalisa yang terkenal itu ukurannya kecil dan cuma bisa difoto dari jauh karena dibuat lagi pembatas supaya pengunjung tidak mendekat. Ada beberapa patung lagi yang terkenal aku lupa namanya apa aja karena memang dasarya minim sejarah tapi bagus-bagus sih, kalau mau ke Louvre dan bisa kelilingin semuanya, harus luanin waktu seharian baru bisa. Dan kalau sudah ke Louvre susah payah masuk kayaknya ga klop kalau ga beli coin nya untuk dikoleksi, ada 2 macam koin untuk dikoleksi, yang 1 monalisa dan yang 1 lagi yang gambar patung sayap itu... Foto-foto di dalam louvre ada lumayan tapi belum di copy sm hubby, isinya mostly semua karya seni. Selesai dr Louvre, kita makan siang di mal Louvre nya. letaknya di samping pintu keluar Louvrenya, baru deh abis itu kita naik taxi ke titik kumpul untuk lanjut ke airport. jam 6 sore, pesawat take off, bye bye Europe.... who know nanti bisa kesana lagi Day 13 : Landing di Jakarta, kembali ke Jakarta yang padat dan macet. Nah balik ke cerita tentang supir kita selama tour si Fernando, setelah beberapa hari sampai di Jakarta kita dapet kabar bahwa pas setelah Fernando drop kita di airport, beberapa menit kemudian dia terkena serangan jantung dan meninggal seketika dan busnya nabrak ppan reklame maish di area airport. Waduh, jadi apakah itu arti dari kaca mobil yang retak? apapun itu untungnya kejadiannya setelah kita semua selamat di drop di airport, kalau ga FR ini ga ada duh serem juga. Semoga berkenan ya teman-teman dengan FR ini, maklum baru pertama kali bikin FR
    5 likes
  10. 안녕하세요... Saat berkunjung ke Ubud belum sah jika belum melihat sawah. Sawah memang hampir di seluruh Indonesia ada sawah. Bahkan di belakang rumahku juga ada sawah hahaha. Tapi sawah di Ubud itu unik dengan sistem Sawah Terasering. Sawah yang berundak-undak dengan pesona alam ubud yang sejuk. Aku menikmati hamparan sawah di pagi hari. Warna hijau adalah warna utama, sangat memanjakan mata. Sawah Terasering ini seolah hasil Mahakarya yang luar biasa. Sawah yang sudah turun temurun dari nenek moyang dengan sistem terasering dan masih sangat terjaga. Tidak lekang oleh jaman dan tak tergeser oleh bangunan modern. Aku berharap tidak ada bangunan modern yang menggeser sawah sawah ini sampai kapan pun. Karena memang salah satu keistimewaan dari Ubud adalah Sawah. Di tempat ini juga ada Cafe Cafe yang menawarkan berbagai menu. Jadi yang ingin makan sambil menikmati view sawah di Ubud bisa datang di Tegalalang. Tapi aku tidak mencoba Cafe itu. Aku hanya memfoto sawah-sawah. Jika ingin berjalan-jalan di sawah juga bisa. Tapi aku tidak melakukan itu karena tanah becek setelah hujan hahaha. Aku datang saat pagi jadi belum terlalu ramai. Jika sudah siang hari mungkin akan sangat ramai dan padat pengunjung. Untuk menikmati pemandangan sawah tidak dikenakan biaya (FREE). Alamat Tegalalang Rice Terrace: Jl.Tegallalang, Banjar Ceking, Gianyar, Tegallalang, Denpasar, Bali 80561 Happy Traveling. Salam Dewi Calico. IG: Deelittlestep FP: dee little step Blog: www.dewicalico.blogspot.com
    4 likes
  11. Waktu SMP dulu saya pernah nonton sebuah siaran di Trans TV yang ngabahas soal jalan-jalan di Maroko, waktu itu di liatin mulai dari Laut, Selat Gibraltar, Gunung Bersalju sampai ke Padang Pasir. Di otak saya bilang, keren ya bisa ada gurun sama padang pasir dalam satu negara, akhirnya sebagai anak kecil saya berandai pergi ke Maroko, tak lain hanya untuk merasakan naek onta di padang passar dan merasakan nginap di camp ala suku berber di Sahara. Dan ternyata mimli itu menjadi kenyataan waktu saya umur 23 tahun, nggk pernah kebayang sebelumnya, tapi ternyata terjadi ehehehe. So here we go my trip to Merzouga. Saya mengambil penerbangan dari Barcelona menunju Marrakech, harganya waktu itu skitar 40an euro, hampir 750ribu, karena winter jadi harganya agak mahal, destinasi yang makin selatan harga pasti mahal, dan yang ke utara pasti murah. Penerbangan waktu di tempuh sekitar dua jam menggunakan maskapan Vueling, atau semacam maskapai low cost di Spanyol punya pemerintah. yeah tiba di Marrakech untuk Maroko sendiri rata-rata turis menuju Marrakech, kalau di Indonesia semacam Bali lah, pintu masuk lain itu Casablanca, kalau di Indonesia kayak Jakarta, pusat bisnis. Dari Marrakech sendiri jarak tempuh ke Merzouga itu sekitaran 12 jam naek mobil, tapi enaknya jalannya semuanya bagus, dan banyak yang jalan lurus, tapi di kiri kanan jalanannya gersang banget. Banyak banget orang yang duduk di pinggir jalan untuk naek transport antar daerah, jadi biasanya mereka nunggu di pinngir jalan buat angkutan tadi, mereka bisa nunggu seharian karena jam angkutan tadi nggk pasti, dan sayangnya suma satu kali sehari. Padang di jalan kita papasan sama onta yang nyebrang, seperti gambar ini perjalanannya cukup menarik menurut saya karena saya belum pernah merasakan yang kiri kanan bukit2 tandus, beda banget sama di Indo yang jalanannya kiri kanan pasti ijo. Saya cukup bersemangat ketika udah ngeliat dari kejauhan tumpukan gurun pasir. Dan sebenarnya Merzouga ini posisinya dekat banget dengan Aljazair, diperbatasan gitu, tapi hubungan Maroko dan Aljazair itu cukup tegang karena ada kasus West Sahara, jadi perbatasan kedja negara di tutup. tiba di lokasi untuk ngecamp, kita dipilih untuk di tentukan bakal naik onta yang mana, karena kalau onta yang agar aktif perempuan suka takut, berat badan juga memengaruhi pemilihan ontanya, jadi kita di pilihin siapa yang naek duluan dan sebagainya, naek onta awalnya takut karena cukup tinggi, apalagi pas proses berdiri dan duduk.. Dari tempat naik onta untuk menuju camp membutuhkan waktu sekitar 20-30 menit, dan suhunya panasnya minta ampun. tiba di camp, kita langsung milih tenda untuk menginap, setelah itu saya naek ke gundukan pair, dan ternyata sangat melelahkan, karena pasirnya bergerak, bisa naek satu langkah turun dua langkah, kita harus naek ke sisi yang keras dan harus cepat, kalau nggk nanti bisa géra lagi passer, capek banget sumpah, tetapi sesampainya di atas, pemandangannya worth banget. saya menunggu sunset samba ngobrol bersama para peserta tour, karena saya ikut tour, dan harganya cukup bersahabat, sekitar 1,5-1,7jt untuk 3 hari dan 2 malam. pas sunset keren banget, sumpah. setalah sunset kita turun ke camp untuk makan malam di dalam tenda, setelah itu ada sesi api unggun samba ngobrol, suhunya sangat dingin, saya lebih tertarik untuk naek ke atas bukit pasir dan menikmati bintang-bintang yang jumlah tak bisa terhitung, indahnya minta ampun, saya di jelasin berbagai rasi bintang, benar-benar peaceful. benar-benar luar biasa, saya ngebayangin jaman dulu orang lintasin gurun make navigasi bintang, keren banget. btw seperti ini tempat kita tidur setelah melewati waktu tidur, kita bersiap untuk perjalanan kembali menaiki onta, ceritanya kita sunrise di atas onta ahahha tiba di parkiran mobil, kita bersiap melalui perjalanan 12 jam menuju kembali marrakech. Sepanjang perjalanan banyak pengembala domba seperti di cerita-cerita nabi gitu. Dan kebetulan ada satu yang pasukan yang lagi nyebrang, nih, ehehe Perjalanan saya untuk memenuhi mimpi masa kecil saya akhirnya terpenuhi, suatu saat saya berharap bisa balik kesini lagi :) Semoga teman2 Forum Jalan2.com juga bisa dapat kesempatan ke Merzouga
    4 likes
  12. Dari sekian banyak distrik keren yang ada di Tokyo, nama Shibuya termasuk salah satu distrik yang paling wajib disambangi kalau punya kesempatan untuk wisata ke ibu kota Jepang tersebut. Shibuya memang layak masuk dalam daftar distrik terpopuler di Tokyo, karena distrik ini memang memiliki hampir semua yang dicari oleh wisatawan: tempat kongkow keren, spot yang ikonik, aneka tempat belanja, hingga urban legend populer seperti Hachiko. Jika kalian baru pertama kali menjejakkan kaki ke Tokyo dan berencana untuk mengunjungi Shibuya, mari simak berbagai tips trivia berikut ini. Ingat, Shibuya itu lebih dari sekedar Shibuya crossing dan Patung Hachiko saja. Jangan puas kalau baru mengetahui kedua spot tersebut, karena sebetulnya di Shibuya masih banyak spot keren lainnya – beberapa diantaranya masih relatif jarang terekspos – yang layak masuk dalam itinerary kalian. * * * * * Informasi Dasar Shibuya, via Nelo Hotsuma/flickr/creative commons Kalau menyebut nama Shibuya, biasanya orang akan langsung membayangkan daerah komersial yang ada di sekitar Stasiun Shibuya – termasuk Shibuya crossing-nya yang fenomenal itu. Pendapat tersebut nggak salah, tapi nggak sepenuhnya benar. Shibuya sejatinya merupakan nama sebuah distrik di Tokyo. Tepatnya, Shibuya merupakan salah satu dari 23 distrik khusus di Tokyo yang terdiri dari beberapa distrik. Dengan kata lain, Shibuya itu luas banget! Kalian mungkin perlu waktu 1-2 harian jika betul-betul ingin menjelajah Shibuya sampai tamat hingga ke ujung gang-nya. Shibuya, via Candida.Performa/flickr/creative commons Ingin membayangkan seluas apa distrik Shibuya ini? Mari kita kenalan dulu dengan beberapa distrik dan sub-distrik yang menjadi bagian dari Shibuya: Hatagaya (Sasazuka, Hatagaya, Honmachi), Yoyogi (Uehara, Oyamacho, Nishihara, Hatsudai, Motoyoyogicho, Tomigaya, Yoyogi-kamizonocho), Sendagaya (Sendagaya, Jingumae), Ebisu-Omukai (Kamiyamacho, Sakuragaokacho, Jinnan, Hachiyamacho, Udagawacho, Uguisudanicho, Shoto, Daikan’yamacho, Shinsencho, Ebisunishi, Maruyamacho, Ebisuminami, Dogenzaka, Nanpeidaicho), Hikawa-Shimbashi, Shibuya, Higashi, Ebisu, Hiroo. Luas banget kan? * * * * * Daya Tarik Shibuya Shibuya, via jonolist/flickr/creative commons Sudah tahu kan, kalau Shibuya itu luas? Tapi mari kita persempit fokusnya pada hal-hal yang membuat Shibuya ini menarik perhatian wisatawan, yaitu mulai dari fashionnya. Shibuya memang terkenal sebagai salah satu distrik fashion ternama di Tokyo. Tepatnya, Shibuya dikenal sebagai kiblatnya fashion wanita muda. Berbeda dengan Harajuku yang lebih cocok untuk segmen remaja. Berbagai tren mode fashion terbaru lahir dari distrik Shibuya, dan itulah yang membuat para pecinta fashion wajib mampir ke sana saat memiliki kesempatan untuk wisata ke Tokyo. Di Shibuya ada banyak toko-toko fashion dan berbagai pusat perbelanjaan yang wajib dikunjungi oleh pecinta fashion, salah satunya adalah Shibuya 109 dan PARCO (sementara ditutup untuk proses renovasi, dan baru dibuka lagi tahun 2019). Shibuya Crossing, via Yoshikazu TAKADA/flickr/creative commons Hal lain yang membuat Shibuya terasa begitu seksi dikunjungi oleh wisatawan, adalah karena di distrik ini bertabur spot ikonik yang kerap muncul dalam berbagai media – seperti film dan buku. Misalnya saja, di Shibuya ada patung Hachiko yang diangkat dari kisah anjing Hachiko yang legendaris. Kemudian ada Shibuya Crossing yang pernah muncul dalam berbagai film terkenal seperti The Fast and the Furious: Tokyo Drift dan Resident Evil: Afterlife. Jangan lupakan juga kalau Harajuku dengan Takeshita-dori nya itu masih termasuk dalam wilayah Shibuya. Karaoke, via vanityfair Shibuya juga kaya akan tempat kongkow yang asyik. Mulai dari resto biasa, aneka resto tematik, hingga izakaya (bar khas Jepang), semua bisa ditemukan di Shibuya. Bahkan jika kalian tiba-tiba kangen kehidupan malam saat tengah berada di Tokyo, beberapa klub terbaik bisa kalian sambangi di Shibuya. Atau, jika ingin sekedar karaoke, Shibuya juga memiliki banyak tempat karaoke keren lho. Hal lain yang membuat Shibuya begitu menarik adalah banyaknya sub-distrik keren di distrik ini. Masing-masing sub-distrik memiliki ciri khas tersendiri, seperti Daikanyama yang terkenal sebagai spot belanja barang bermerk, atau Ebisu yang memiliki sejumlah bar dan restoran kelas atas. Detailnya bisa dilihat pada bagian selanjutnya. * * * * * Yang Harus Dilakukan di Shibuya Sebetulnya, ada banyak sekali variasi aktifitas yang bisa dilakukan di Shibuya. Maklum, hampir semua hal bisa ditemukan di distrik ini. Berikut ini beberapa aktifitas populer dan semi-populer untuk dilakukan oleh wisatawan di Shibuya. 1. Mengeksplorasi Area di Sekitar Stasiun Shibuya Punya waktu traveling yang sangat terbatas? Kalau begitu, fokus saja menjelajah area di sekitar Stasiun Shibuya. Mayoritas daya tarik Shibuya memang ada di sekitar Stasiun Shibuya. Berikut ini beberapa spot keren yang bisa kalian temukan disana: A. Patung Hachiko Patung Hachiko, via IQRemix/flickr/creative commons Meeting poin paling populer di Shibuya. Patung Hachiko dibuat untuk mengenang anjing Hachiko, sosok anjing yang setia menunggui tuannya di depan Stasiun Shibuya hingga ajal menjemputnya. Kalian belum sah mengunjungi Shibuya kalau belum melihat patung yang ada di depan Stasiun Shibuya ini. B. Shibuya Crossing Shibuya Crossing, via WIL/flickr/creative commons Sejatinya, Shibuya Crossing ini merupakan zebra cross biasa. Yang membuatnya unik adalah karena banyaknya jumlah pejalan kaki yang menyeberangi zebra cross ini dalam satu waktu. Detail tentang Shibuya Crosing bisa dibaca disini: Shibuya Crossing: Antara Cerita, Realita, dan Tips. C. Shibuya 109 Shibuya 109, via timeout Salah satu shopping center paling populer di Shibuya. Bangunannya yang ikonik membuat Shibuya 109 ini sering muncul dalam berbagai manga dan film. Sekedar informasi, berbagai tren fashion di Tokyo banyak yang lahir dari tren di Shibuya 109 ini. D. Patung Moyai Patung Moyai, via retrip Selain Patung Hachiko, patung Moyai juga menjadi salah satu meeting point populer di Shibuya – walau masih kalah populer dari Patung Hachiko. Patung ini dihadiahkan oleh orang-orang dari pulau Niijima pada tahun 1980. E. Shibuya Hikarie Shibuya Hikarie (bangunan di sebelah kiri), via Dick Thomas Johnson/flickr/creative commons Gedung pencakar langit setinggi 34 lantai yang lokasinya sangat dekat dengan Stasiun Shibuya. Gedung ini memiliki department store seluas 8 lantai, dan dilengkapi dengan beberapa fasilitas keren seperti teater, museum, ruang pamer, restoran, dan lain-lain. 2. Shopping, Shopping, Shopping! Pusat perbelanjaan di Shibuya, via barnimages.com/flickr/creative commons Sebagai salah satu distrik fashion ternama, tentu saja Shibuya memiliki banyak sekali shopping spot keren. Mulai dari toko kecil di berbagai sudut Shibuya, hingga aneka department store dan shopping mall besar, semua bisa kalian temukan di Shibuya. Jika kalian (terutama wanita muda) memang termasuk shopaholic, Shibuya jelas akan menjadi salah satu surga belanja favorit di Tokyo. Menariknya, Shibuya nggak hanya didominasi oleh fashion saja. Di distrik ini pun terdapat beberapa toko bagi para otaku (sebutan untuk die hard fans) manga dan anime. Bagi penggemar segala pernak-pernik Disney, di Shibuya ada Disney Store Shibuya yang menjual bermacam merchandise Disney. Kalau kalian nggak sempat pergi ke Tokyo Disneyland ataupun Tokyo DisneySea, kalian bisa memuaskan hasrat belanja souvenir dengan mampir ke toko ini. 3. Menjelajah Hingga ke Sudut Shibuya Jangan puas hanya keliling-keliling di depan Stasiun Shibuya! Jangan merasa cukup setelah melihat Patung Hachiko, menyeberangi Shibuya Crossing, maupun belanja di Shibuya 109. Shibuya juga memiliki banyak jalan dan kawasan yang menarik untuk dijelajahi; beberapa diantaranya masih relatif jarang disebutkan dalam berbagai panduan wisata Shibuya. Jika kalian termasuk doyan jalan kaki dan hobi sightseeing, yuk mari intip beberapa jalan dan kawasan favorit di Shibuya berikut ini. A. Center Gai Center Gai, via kcomiida/flickr Center Gai merupakan jalur pedestrian utama di Shibuya. Kawasan ini lokasinya dekat sekali dengan Stasiun Shibuya. Di blok ini banyak terdapat bermacam jenis toko, restoran, hingga bar dan klab malam. Center Gai ini cukup menarik untuk dilalui oleh mereka yang hobi window shopping, atau sekedar ingin kongkow di tengah keramaian Shibuya. B. Love Hotel Hills Love Hotel Hill, via irubyourbrog.blogspot Sesuai dengan namanya, Love Hotel Hills ini merupakan sebuah kawasan di Shibuya yang memiliki konsentrasi Love Hotel lebih banyak dibanding daerah lainnya. Di kawasan ini banyak terdapat bangunan dengan gaya arsitektur yang nyentrik, dan tentu saja, deretan Love Hotel yang bisa kalian coba (kalau penasaran). Hanya saja, sekedar pemberitahuan, rata-rata Love Hotel di Shibuya ini memiliki rate yang lebih tinggi dibanding tempat lainnya. C. Spain Slope Spain Slop, via de.jal.com Spain Slope a.k.a Supein-zaka merupakan sebuah jalan sempit sepanjang 100 meter yang menghubungkan PARCO dan Inogashira Street. Jalan ini dinamakan “Spain Slope” karena suasananya yang mengingatkan pada suasana jalanan di Spanyol. Di sepanjang jalan ini banyak terdapat kafe kecil, toko-toko, dan juga restoran. D. Dogenzaka Street Dogenzaka, via User:Piotrus/wikimedia commons Salah satu jalan utama sekaligus jalan tersibuk di Shibuya. Jalan yang dimulai dari Hachiko Square dan membentang ke arah Barat ini memiliki banyak tempat makan, tempat belanja, perkantoran, dan klub malam. E. Koen Dori Koen Dori, via irubyourbrog.blogspot Suka belanja? Maka kalian perlu banget mampir ke Koen Dori (=jalan taman). Jalan sepanjang 450 meter tersebut merupakan salah satu shopping street populer di Shibuya yang memiliki banyak department stores dan bangunan yang menarik. Jalan ini dimulai dari Marui Department Store mengarah ke Yoyogi Park di Harajuku. F. Sakuragaoka-cho Sakuragaoka-cho, via Momotarou2012/wikimedia commons Kawasan yang terletak di sebelah Barat Daya Stasiun Shibuya ini memiliki banyak kafe dan restoran. Dibanding kawasan lain di Shibuya, Sakuragaoka-cho ini relatif lebih tenang dan suasananya pun menyenangkan. G. Bunkamura Dori Jalan di dekat Shibuya 109 yang dipenuhi dengan berbagai tempat makan, belanja, serta hiburan. H. Nonbei Yokocho Nonbei Yokocho, via Rs1421/wikimedia commons Salah satu kawasan di Shibuya yang memiliki suasana ala Tokyo sebelum Perang Dunia II. Di kawasan ini banyak terdapat bangunan kecil, dan restoran berkapasitas 3-4 tamu saja. Suasana di Nonbei Yokocho ini mirip-mirip dengan Golden Gai di Shinjuku. I. Cat Street Shibuya Cat Street, vi Aw1805/wikimedia commons Jalan ini terletak di antara Shibuya dan Harajuku. Suasana jalan ini terbilang menyenangkan, karena mayoritas areanya diperuntukkan bagi pejalan kaki, sementara di setiap sisi jalannya mayoritas dipenuhi oleh aneka toko kecil dan kafe yang trendi. 4. Kulineran dan Minum-minum Alcatraz ER, sebuah kafe tematik di Shibuya, via Aleksi M/flickr Shibuya memiliki banyak tempat makan keren untuk berbagai jenis tamu. Mulai dari izakaya, restoran fine dining, hingga restoran tematik, semua bisa ditemukan di Shibuya. 5. Dugem, Atau Sekedar Nonton Musik Pengunjung di Club Asia, via MIXTRIBE/wikimedia commons Yes, Shibuya memang terkenal juga sebagai salah satu distrik yang memiliki beberapa klub terbaik di Tokyo. Jika kalian mendadak ingin dugem saat berada di Shibuya, kalian bisa mencoba main ke beberapa club berikut ini: Wombs (salah satu klub terbesar di Tokyo), Club Asia (terkenal karena kerap memutar musik trance sepanjang malam), Camelot (klub malam yang memiliki banyak ruang yang memutar bermacam aliran musik), dan Sound Museum Vision (klub underground di Dogenzaka yang memiliki sound system unik). Sebagai tambahan informasi, di Shibuya juga kerap digelar berbagai pertunjukan musik. Saat berkunjung ke Shibuya, coba deh cek jadwal pertunjukan artis kesayangan kalian. Siapa tahu waktunya bertepatan dengan konser/pertunjukan mereka yang digelar di Shibuya. 6. Mengunjungi Kuil dan Tempat Ibadah Lainnya Konno Hachimangu Shrine, via Rs1421/wikimedia commons Shibuya mungkin nggak memiliki kuil-kuil besar seperti yang terdapat di Asakusa dan Harajuku (walau secara teknis, Harajuku masih termasuk wilayah Shibuya). Tapi di Shibuya ada beberapa kuil yang memiliki nilai sejarah tinggi, dan layak disambangi kalau kalian sudah bosan dengan hiruk pikuk Shibuya. Dua diantaranya adalah Konno Hachimangu Shrine dan Miyamasu Mitake Shrine. Konno Hachimangu Shrine merupakan sebuah kuil yang didirikan di bekas rumah klan Shibuya yang dulu menguasai daerah tersebut (dan namanya diabadikan sebagai nama distrik itu). Sedangkan Miyamasu Mitake Shrine merupakan tempat bersemayamnya Kaisar Keikou, salah satu pahlawan legenda di Jepang. Selain memiliki kuil, di Shibuya pun terdapat masjid terbesar di Tokyo, yaitu Tokyo Camii. Bagi traveller muslim, berkunjung ke Tokyo Camii bisa menjadi alternatif wisata yang menyenangkan saat berada di Shibuya. 7. Main-main ke NHK Studio Park Salah satu aktifitas di NHK Studio Park, via planetyze Di Shibuya memang tidak ada theme park besar seperti Disneyland, DisneySea, maupun Tokyo Dome. Tapi di Shibuya ada NHK Studio Park, sebuah theme park interaktif milik NHK (Nippon Hoso Kyokai), sebuah stasiun televisi dan radio di Jepang. Di theme park ini pengunjung dapat melihat bagaimana proses recording berbagai program populer, merasakan serunya menjadi dubber, melihat teater 3D, dan lain-lain. 8. Menghadiri Beberapa Festivalnya Kemeriahan pesta Halloween di Shibuya, via Hideya Hamano/flickr Mengingat distrik Shibuya itu cukup luas, sebetulnya banyak sekali event yang bisa kalian sambangi di sepanjang tahun. Tapi jika ada event yang harus diberi highlight, maka itu adalah event Halloween (31 Oktober). Setiap pelaksanaan Halloween, banyak muda-mudi berkostum yang akan memadati Center Gai. Suasana pun akan sangat meriah, dan pastinya, banyak sekali obyek menarik yang bisa dijepret selama momen kemeriahan Halloween di Shibuya. 9. Main-main ke Beberapa Spot Populer di Shibuya A. Daikanyama Daikanyama T-Site, via 江戸村のとくぞう (Edomura no Tokuzo)/wikimedia commons Salah satu kawasan di Shibuya yang terkenal sebagai kawasan perumahan high class dan memiliki banyak butik fashion ternama. Di Daikanyama juga terdapat banyak restoran, toko-toko unik, dan tempat nongkrong keren seperti Hillside Terrace dan Daikanyama T-Site. B. Ebisu Ebisu Garden Place, via Guilhem Vellut/flickr/creative commons Ebisu populer sebagai salah satu area perumahan mewah di Shibuya. Di kawasan ini pun terdapat area perkantoran, dan sebuah shopping complex populer Ebisu Garden Place. Di Ebisu pun terdapat The Museum of Yebisu Beer, sebuah museum bir Ebisu yang dapat dimasuki secara cuma-cuma; dan sebuah museum fotografi. C. Sendagaya Hatonomori Hachiman Jinja di Sendagaya, via 110kuwahara/wikimedia commons Kawasan perumahan di Shibuya yang lokasinya berbatasan dengan Shinjuku dan Aoyama. Sendagaya relatif lebih tenang dibanding daerah lainnya di Shibuya, sehingga mungkin terkesan kurang meriah di mata wisatawan. Tapi di kawasan ini terdapat beberapa spot yang cukup menarik, seperti National Noh Theatre, Tokyo Metropolitan Gymnasium and Sport Comple, sebagian area Shinjuku Gyoen National Garden, beberapa kuil, dan lain-lain. D. Harajuku, Omotesando, Aoyama Detail tentang ketiga tempat tersebut dapat dibaca disini: Serba-serbi Harajuku Untuk Pemula, dan Kenapa Kalian Wajib Kesana Saat di Tokyo. * * * * * Akses Di depan Stasiun Shibuya, via IQRemix/wikimedia commons Cara paling mudah untuk mencapai Shibuya tentu saja dengan menggunakan kereta api. Sebagi salah satu stasiun tersibuk di Tokyo, Stasiun Shibuya dilalui oleh berbagai jalur kereta api. Stasiun ini pun dilalui oleh jalur Yamanote Line, sebuah jalur kereta berbentuk loop line di Tokyo. Pokoknya, nggak sulit deh untuk mencapai Shibuya jika kalian berangkat dari berbagai tempat lainnya di Tokyo.
    4 likes
  13. TOKYO 東京..... day 2 Jadi itu tadi perjalanan di Kawagoe. Disini saya habis waktu kurang lebih setengah hari lebih, karena jalan dari stasiun kereta lumayan jauh 30 menit-an dan juga karena banyak liat-liat juga hahaha. Overall asik disini buat yang mau liat-liat bangunan tua dan jajananya banyak jadi hati-hati kantong harus dijaga hahaha. Oke lanjut setelah dari Kawagoe langsung balik lagi ke Tokyo, tepatnya Shibuya
    4 likes
  14. Nama “Harajuku” mungkin sudah tak asing lagi di telinga kebanyakan orang, entah orang tersebut penggemar segala sesuatu yang bertema Jepang atau tidak. “Harajuku” kerap diasosiasikan dengan segala sesuatu yang berbau budaya pop Jepang, dan istilah “Harajuku style” pun identik dengan segala sesuatu yang funky dan unik, khususnya dalam hal style fashion. “Harajuku” juga acapkali identik dengan orang-orang yang berdandan unik dan khas, cosplayer yang memenuhi jalan, dan banyak stereotipe lain tentang Harajuku – yang sebagian diantaranya too good to be true. Agar tidak terjebak dengan ilusi tentang Harajuku, dan agar tidak kecewa saat memiliki kesempatan untuk berkunjung ke sana (khususnya bagi first time traveller), yuk mari mengenal sedikit tentang Harajuku. Sebetulnya, Harajuku itu apa? Dan apa saja yang bisa kalian temukan dan dapatkan disana? Simak detailnya berikut ini. * * * * * Informasi Dasar Harajuku, via (imagine)/flickr/creative commons Saat menyebut nama “Harajuku”, tak sedikit yang mengira jika Harajuku adalah nama sebuah distrik di Tokyo. Sayangnya, pendapat tersebut kurang tepat. Sejatinya Harajuku adalah nama sebuah kawasan (bukan distrik resmi) yang berada di sekitar Stasiun Harajuku. Bahkan Harajuku tidak digunakan sebagai alamat surat menyurat lho, karena secara administratif Harajuku ini termasuk dalam Distrik Shibuya. Jadi, saat melihat peta Tokyo, jangan harap kalian dapat menemukan nama Harajuku tercantum sebagai nama kawasan disana. Sejarah Harajuku sebagai pusat fashion anak muda dan tren budaya pop Jepang terkini konon dimulai paska Perang Dunia II berakhir. Pada saat itu, banyak tentara Amerika dan penduduk sipil yang tinggal di area (yang kini menjadi Harajuku). Secara tidak langsung, penduduk di Harajuku pun jadi terinspirasi dengan gaya fashion Western yang dibawa oleh warga Amerika tersebut, yang akhirnya menarik minat pada desainer fashion untuk meluncurkan “Harajuku style”. Tren tersebut semakin mewabah sejak pelaksanaan Tokyo Olympics pada tahun 1964 yang selenggarakan di Yoyogi National Gymnasium (dekat Harajuku). Event tersebut otomatis membuat Harajuku ikut kebanjiran didatangi oleh turis asing, dan mendorong tumbuhnya berbagai toko untuk mengakomodasi kebutuhan turis tersebut. Sejak saat itulah Harajuku populer sebagai salah satu tempat kongkow trendi, dan seiring berjalannya waktu, dikenal sebagai pusat trend fashion anak muda Jepang terkini. * * * * * Daya Tarik Harajuku Ada banyak hal yang membuat Harajuku menarik untuk dikunjungi saat berada di Tokyo. Mari mulai dengan Takeshita-dori (atau Jalan Takeshita) yang menjadi jantungnya Harajuku. Kepadatan di pintu masuk Takeshita-dori, via jdnx/flickr/creative commons Dari seluruh daya tarik Harajuku, Takeshita-dori layak mendapat peringkat pertama, sehingga belum sah rasanya menjejakkan kaki di Harajuku jika belum mampir ke Takeshita-dori. Jalan sepanjang 400 meter ini memiliki banyak toko, kafe, outlet fashion, hingga restoran fast food di sepanjang sisinya. Dari toko-toko di jalan inilah lahir tren fashion yang dikenal sebagai Harajuku Style. Takeshita-dori ini sangat populer, dan selalu ramai dipadati oleh pengunjung, khususnya dari kalangan anak muda Jepang. La Foret Harajuku, via Comyu/wikimedia commons Tak hanya memiliki toko-toko kecil yang menawarkan tren fashion terkini, Harajuku juga memiliki pusat perbelanjaan yang cukup populer, yaitu LaForet Harajuku. Pusat perbelanjaan yang terdiri dari 7 lantai ini memiliki banyak butik fashion dan toko, serta museum di lantai atasnya. Tak jauh dari La Foret Harajuku, ada Tokyu Plaza Omotesando Harajuku yang baru beroperasi sejak tahun 2012. Sama seperti La Foret Harajuku, Tokyu Plaza ini juga memiliki banyak toko fashion dan lifestyle. Meiji Jingu, via Kakidai/wikimedia commons Selain memiliki Takeshita-dori, di Harajuku juga terdapat terdapat beberapa obyek wisata menarik. Salah satu yang paling terkenal adalah Meiji-jingu, sebuah kuil Shinto yang lokasinya dekat sekali dengan Stasiun Harajuku. Meiji-jingu ini merupakan sebuah kuil yang dipersembahkan untuk mengenang dan menghormati Kaisar Meiji. Suasana di sekitar Meiji-jingu ini sangatlah asri karena dipenuhi dengan pepohonan. Kontras dengan suasana lain di sekitar Harajuku yang sibuk dan ramai. Obyek wisata lain yang cukup dekat dengan Takeshita-dori adalah Togo Shrine atau Togo Jinja, sebuah kuil yang didedikasikan untuk mengenang Admiral Togo. Posisi kuil ini sebetulnya ada di kawasan Aoyama, namun cukup dekat dari Takeshita-dori Yoyogi Park, via Eyewall ZRH/flickr/creative commons Tak jauh dari Meiji-jingu ada sebuah taman yang disebut-sebut sebagai salah satu taman publik terluas di Tokyo, yaitu Yoyogi Park. Taman ini dilengkapi dengan beberapa fasilitas menarik seperti area joging, hutan, spot untuk piknik, dan lain-lain. Ngomong-ngomong, Harajuku ini posisinya sangat dekat dengan beberapa kawasan populer di Tokyo. Dua diantaranya adalah Aoyama dan Omotesando. Aoyama merupakan salah satu kawasan elit di Tokyo yang memiliki banyak pusat perbelanjaan, restoran, dan pusat hiburan. Sedangkan Omotesando memiliki banyak butik dan retail yang dirancang dengan gaya arsitektur yang menarik. Detailnya bisa kalian simak dalam bagian selanjutnya. * * * * * Yang Wajib Dilakukan di Harajuku Ada banyak aktifitas gratis dan non-gratis yang bisa kalian lakukan di Harajuku. Mari mulai dari yang gratisan lebih dulu: 1. Melihat-lihat Takeshita-dori Jalan-jalan di Takeshita-dori, via Leng Cheng/flickr/creative commons Sebagai daya tarik utama dari Harajuku, mengunjungi Takeshita-dori jelas merupakan sebuah kewajiban. Asyiknya, jalan ini menarik untuk dikunjungi tanpa harus membeli apapun, alias window shopping saja. Itu karena Takeshita-dori selalu ramai dipadati oleh pengunjung, sehingga suasananya selalu hidup dan menarik untuk dinikmati. Tambahan lain, di Takeshita-dori banyak muda mudi yang kerap berdandan dengan padu padan menarik. Bagi kalian yang suka bingung mix and match baju, bisa mencari inspirasi dari dandanan pada muda mudi di Harajuku. 2. Mengunjungi Meiji-jingu Pesta pernikahan di Meiji Jingu, via Everjean (EverJean) from Antwerp, Belgium/wikimedia commons Yes, Meiji-jingu ini bebas biaya tiket masuk alias dapat dikunjungi secara gratis – kecuali jika kalian masuk ke Treasure House dan/atau taman di bagian dalam (biaya JPY500 untuk masing-masing spot). Nggak sulit kok untuk mencapai Meiji Jingu ini, karena lokasinya yang sangat dekat dengan Stasiun Harajuku. Hanya saja, walau terbilang dekat, kalian membutuhkan waktu kira-kira 15 menitan jalan kaki melewati hutan sebelum betul-betul bisa mencapai kuil ini. 3. Mampir ke Togo Jinja Togo Jinja, via Rs1421/wikimedia commons Togo Jinja merupakan sebuah kuil yang didedikasikan untuk mengenang Admiral Togo Heihachiro, seorang jenderal di periode Taisho yang pernah mengalahkan armada kapal Rusia pada perang Russo-Jepang tahun 1905. Walau kalah megah dari Meiji Jingu, kuil ini cukup populer dijadikan spot pemotretan foto pernikahan karena suasananya yang cukup menarik. Togo Jinja juga memiliki danau, jembatan kecil, dan tempat penjualan jimat. PS: kuil ini hanya berjarak 5 menitan jalan kaki dari Stasiun JR Harajuku. 4. Menghabiskan waktu di Yoyogi Park Dancer di Yoyogi Park, via blondinrikard/flickr/creative commons Sebagai salah satu taman publik terbesar di Tokyo, Yoyogi Park ini memiliki hampir semua yang bisa dicari dari sebuah taman: danau, lapangan terbuka, area hutan, taman bunga, dan banyak lagi. Jika kalian berkunjung ke taman ini pada akhir pekan, kalian dapat melihat berbagai pertunjukan dari street performer (dance, band, dll). PS: Taman ini bebas tiket masuk lho. 5. Berburu Cosplayer Cosplayer di Harajuku, via Jacob Ehnmark/wikimedia commons Salah satu daya tarik Harajuku yang sudah populer ke mancanegara adalah keberadaan para cosplayer yang kerap berdiri di titik-titik tertentu. Para cosplayer ini biasanya akan dengan senang hati meladeni permintaan berfoto bersama, atau bahkan memperagakan beberapa adegan dari cosplay yang tengah diperankannya. Tips: salah satu spot yang jadi tempat nongkrong favorit para cosplayer adalah Harajuku Bridge. 6. Menghadiri Berbagai Festival Harajuku Omotesando Genki Matsuri Super Yosakoi, via 工房 やまもも/wikimedia commons Ada beberapa festival menarik yang digelar di Harajuku, atau setidaknya, cukup dekat dari Harajuku. Beberapa festival yang layak masuk dalam agenda kalian antara lain: - St.Patrick’s Day Parade (pertengahan Maret), - Yoyogi Park Wanwan Carnival (pertengahan April), - Tokyo Rainbow Pride (pertengahan Mei), Thai Festival (pertengahan Mei), - The Okinawa Festival (akhir Mei), - Vietnam Festival (pertengahan Juni), - Ocean Peoples Toko (awal Juli), - Brazilian Day Japan (pertengahan Juli), - Taiwan Festa (akhir Juli), - Jingu Gaien Fireworks Festival (pertengahan Agustus), - Harajuku Omotesando Genki Matsuri Super Yosakoi (akhir Agustus), - Fashion’s Night Out (awal September), - Namaste India (akhir September), - Hokkaido Fair in Yoyogi (akhir September-awal Oktober), - Indonesia Japan Friendship Festifal (pertengahan Oktober), - Omotesando Halloween Pumpkin Parade (akhir Oktober), - Tokyo Vegefood Festa (akhir Oktober), - Meiji Jingu Shrine Yabusame (awal November), - Fiesta de Espana (akhir November), Note: Beberapa festival di atas mungkin saja bukan festival tahunan. Ada baiknya lakukan double check untuk memastikan tanggal pelaksanaan festival sebelum memasukkan dalam itinerary. Tapi jika kalian berkunjung ke Harajuku diluar waktu tersebut, setidaknya kalian bisa mencoba main ke Meiji Jingu maupun Togo Shrine. Jika beruntung, siapa tahu kalian berkesempatan melihat acara pernikahan khas Shinto yang digelar di kedua kuil tersebut. 7. Main-main ke Aoyama, Omotesando, atau Shibuya Sudah tahu kan kalau Harajuku sangat dekat dengan Aoyama, Omotesando, atau Shibuya? Maka tentu saja salah satu aktifitas gratisan yang bisa kalian lakukan di Harajuku, adalah dengan sekaligus mengunjungi kawasan-kawasan tersebut. Selama kalian mau berjalan kaki beberapa menit, cukup mudah kok untuk mencapai Aoyama, Omotesando, dan Shibuya tanpa harus mengeluarkan tiket kereta sama sekali. Berikut ini daftar beberapa rekomendasi aktifitas yang bisa kalian lakukan di Aoyama, Omotesando, dan Shibuya: Aoyama Icho Namiki Avenue, via Kakidai/wikimedia commons - Jalan-jalan di Icho Namiki Avenue (khususnya kalau berkunjung ke Tokyo saat musim gugur). Icho Namiki Avenue merupakan sebuah jalan yang memiliki deretan pohon Ginkgo. Saat musim gugur, pohon-pohon tersebut akan berubah warna menjadi keemasan. - Mampir ke Akasaka Palace - Mengunjungi Aoyama Cemetery (Aoyama Reien). Ya, Aoyama Cemetery adalah salah satu kuburan publik tertua di Jepang. Tempatnya cukup luas, dan di kuburan ini terdapat banyak makam orang dan tokoh ternama – salah satunya adalah anjing Hachiko. Lanskap di pemakaman ini pun cukup menarik, dan populer dikunjungi saat musim semi tiba (untuk melakukan hanami). - Jalan-jalan ke Killer-dori (Killer Street) yang memiliki banyak toko street fashion. Lokasinya terletak di Minami Aoyama, tak jauh dari Aoyama Cemetery. Omotesando Omotesando Hills, via IQRemix/flickr/creative commons - Jalan-jalan menikmati suasana. Omotesando bertabur banyak bangunan yang memiliki gaya arsitektur menarik. - Belanja. Tak hanya memiliki banyak gedung menarik, Omotesando juga bertabur toko dan butik ternama. Prada dan Louis Vuitton hanyalah sebagian brand yang bisa kalian temukan di Omotesando. - Mengunjungi beberapa museum keren di Omotesando, seperti Nezu Museum dan Ota Memorial Museum of Art. Shibuya Patung Hachiko di Shibuya, via Leng Cheng/flickr/creative commons - Melihat/memotret/melintas di Shibuya Crossing. - Shopping. Shibuya kaya akan berbagai tempat belanja, mulai dari shopping mall besar hingga toko-toko kecil. - Mencicipi izakaya, atau bar ala Jepang. - Jalan-jalan di berbagai walking spot populernya, seperti Dogenzaka Street, Nonbei Yokocho, dan lain-lain. - Berpose di Patung Hachiko. - Mengubah penampilan di berbagai salon trendi di Shibuya. - Mengunjungi beberapa kuil di Shibuya. Walau kuil-kuil itu sebetulnya bukan kuil populer, namun lumayan bisa dijadikan tempat pelarian sejenak jika kalian sudah bosan dengan suasana Shibuya yang ramai. Sedangkan aktifitas non-gratisan yang bisa kalian lakukan di Harajuku antara lain: 1. Belanja, Belanja, Belanja Deretan toko di Harajuku, via Joe Mabel/wikimedia commons Sudah tahu, kan, kalau di Harajuku bertabur banyak tempat belanja? Jadi, jelas banget kalau shopping menjadi aktifitas yang wajib dilakukan saat berada di Harajuku. Kalian bisa keluar masuk berbagai toko di Harajuku – mulai dari toko kecil hingga shopping mall – untuk belanja, maupun sekedar mencari inspirasi mix and match fashion. Sedangkan jika kalian ingin membeli pernak-pernik murah untuk dijadikan oleh-oleh, Daiso Harajuku bisa menjadi pilihan asyik untuk dilirik. Sedangkan kalau ingin mencari toko mainan terkenal, bisa mampir ke Kiddy Land. PS: Jangan hanya fokus pada toko-toko yang ada di jalan utama. Terkadang kalian akan menemukan toko-toko menarik di jalan kecil yang ada di belakang jalan utama. Informasi beberapa toko populer di Harajuku dan sekitarnya bisa dilihat disini. 2. Kulineran! Display crepes di Harajuku, via Leng Cheng/flickr/creative commons Sebagai salah satu kawasan yang populer di kalangan anak muda, tentu saja Harajuku memiliki beberapa kuliner khas. Salah satu yang paling wajib untuk dicoba adalah mencicipi aneka crepes dengan berbagai kombinasi rasa. Harga aneka crepes ini biasanya ada di kisaran JPY500, dan kalian akan mudah menemukan kios penjual crepes di Takeshita Dori. 3. Membuat Purikura Contoh booth purikura, via Pixelms/wikimedia commons Purikura, atau photo sticker booth (di Indonesia lebih populer dengan sebutan ‘photo box’), sebetulnya sudah banyak ditemukan di Indonesia. Hanya saja, purikura di Jepang biasanya memiliki lebih banyak fitur imut dan juga bisa mengedit wajah. Membuat purikura merupakan salah satu aktifitas yang disukai oleh remaja Jepang, dan di Harajuku kalian bisa dengan mudah menemukan berbagai mesin purikura. * * * * * Akses Stasiun JR Harajuku, via Chris 73/wikimedia commons Harajuku terletak di sekitar area Stasiun Harajuku, yang jaraknya hanya terpaut 1 stasiun dari Stasiun Shibuya dan 2 stasiun dari Stasiun Shinjuku. Otomatis Harajuku ini asyik dikunjungi saat kalian berwisata ke Shibuya maupun Shinjuku. Stasiun Harajuku ini dilalui oleh JR Yamanote Line, yaitu sebuah jalur kereta loop line mengelilingi Tokyo, sehingga jalur ini mudah sekali di akses dari mana-mana. Dari Stasiun Harajuku, kalian hanya tinggal menyeberang jalan untuk mencapai Takeshita Dori. Alternatif lainnya, kalian dapat naik Chiyoda dan Fukutoshin Subway Lines, dan turun di Stasiun Meijijingu-mae. Dari stasiun ini, kalian tinggal jalan kaki beberapa menit untuk mencapai Takeshita Dori. Ngomong-ngomong, stasiun ini juga relatif dekat dengan Omotesando lho. Jika turun di Meijijingu-mae, kalian bisa bebas memilih apakah akan menjelajah Omotesando atau Harajuku lebih dulu. Ingin jalan-jalan sambil menikmati suasana? Jika berangkat dari Shibuya, kalian bisa jalan kaki untuk mencapai Harajuku. Jarak tempuhnya mungkin kira-kira 10-15 menitan jalan kaki. Tidak terlalu jauh kan? * * * * * Note: Seluruh foto diambil dari creative commons (credit tercantum dalam setiap foto). Tidak ada proses editan tambahan lainnya selain proses resizing.
    4 likes
  15. Pengalaman di Sapporo gk berenti sampai situ, mimpi buruk saya terjadi saat penerbangan dari Sapporo ke Osaka di CANCEL karena emang pagi itu hujan saljunya lebat banget. Dan kalian bisa bayangin kalian sendiri disana dan dapet pengumuman kaya gitu, semua rencana kalian di kota selanjutnya pasti udah berantakan apalagi kalo kalian harus pulang ke Indonesia hari itu dari Tokyo atau Osaka, sudah pasti JEGEEERRR paniknya bukan main. Dan ini terjadi pada penumpang Indonesia yang kebetulan ketemu saat bingung denger pengumuman ini. Dia pulang ke Indonesia lewat Tokyo di malam harinya dan flight dia dari Sapporo pagi itu juga di cancel yang akhirnya membuat dia berdebat dan marah-marah ke petugas jetstarnya hahaha. Jadi saran ke sembilan saya lagi nih buat kalian yang ke Sapporo saat musim salju baiknya kasi spare waktu 1-2 hari sebelum kalian pulang ke Indonesia kalo baliknya lewat kota lain (Tokto/Osaka). Kalo baliknya lewat Sapporo sih gk masalah, kalo flight kalian di cancel pasti ada ganti flightnya. Jadi saat ada pengumuman flight di cancel, pihak Jetstar langsung kasi pengumuman kita dapat reschedule atau refund tiketnya. Opsi buat saya sudah pasti reschedule dan berita buruknya lagi mereka kasi schedule besoknya dan sore hari. Buat saya ini rugi banget karena sudah hilang 2 hari waktu saya di Osaka. Tapi untungnya setelah nego-nego dengan staffnya dan dengan muka memelas saya dikasi flight sorenya dengan konsekuensi kalo masi hujan salju bakalan di cancel lagi wkwkwkwk. Tapi saya ambil itu, walau delay tapi tetep bisa berangkat dan akhirnya Osaka . Untuk si penumpang yang marah-marah tadi saya gk tau kelanjutanya gimana tapi saya sempat dengar dia minta ganti rugi 2 kali lipat dan flight dia ke Indonesia (via ANA) di reschedule oleh pihak Jetstar. Nah disini juga saya belajar kenapa baiknya booking langsung lewat website maskapai, jadi saya dikasi penjelasan sama pihak Jetstar, kalo kalian pesen lewat travel agent dll itu untuk refund tidak bisa minta langsung ke pihak jetstar melainkan harus lewat travel agent dimana kita beli tiket tersebut. Lain cerita kalo pesen lewat website langsung, kalo ada kejadian gini bisa langsung di refund walaupun bukan berupa uang cash melainkan voucher seharga ticket.
    4 likes
  16. Di tengah trip ini sengaja diselipin onsen karena ngeliat itin yang super bikin sesek napas ada baiknya maen ke onsen yang terkenal di seluruh penjuru dunia ini. Best viewnya untuk ke onsen ini pas autumn ato pas winter. Karena onsennya tepat dipinggir sungai, dan sungainya di tengah hutan, jadi bakalan bagus banget viewnya smabil berendem. Nah usut punya usut, googling sana googling sini, buat ngecek di tanggal gw visit ini bakalan dapet view seperti apa. Ternyata hampir semua info bilang bahwa kemungkinan besar viewnya bakalan abu2 lempeng aja. Karena daun2 merah udah pada gugur dan salju belum dating karena masih terlalu early. Sempet mikir dan diskusi sama temen gw, apa mau diterusin ato mau cari rute lain. Anyway, kita belum beli apa2 sih buat kesini. Tapi akhirnya disepakati buat disamperin aja. Oiya sampe sekarang belum nemu livecamnya buat ngecek kayak di shirakawago. Perjalanan lumayan panjang.sebetulnya ada beberapa cara buat kesini. dan infonya menurut gw agak kurang lengkap. jadi kudu baca banyak sumber supaya ngeuh maksudnya apa. plus, kita tergantung banget sama local bus buat menuju area onsennya. dan schedulenya sangat terbatas. Dari stasiun Tokyo, kita akhirnya naik kereta Shinkansen ke TakasakiNah serunya shinkansennya yang MAX, jadi double decker gitu. Kirain bakal lebih sempit ternyata sama aja. Seru banget. Dapetnya yang lantai atas, jadi liat view lebih tinggi. Nah dari takasaki, masih harus naik kereta local selama sejam ke Minakami. Keretanya tua banget. Kayak comuter laine jaman dulu. Isinya pun entah kenapa lansia-lansia gitu. Sampe takasaki udah keliatan gunung2 di kejauhan, tapi ngga ada putih2nya. Sad. Yaudahlah yah kita berendem sambil merem aja. Perjalanan dari takasaki ke minakami ini lewatin gunung2. Terowongan2 juga. Nah setelah beberapa kali masuk terowongan. Di terowongan yang ke sekian, tiba2, pas keluar terowongan, semuanya berubah putih. Aslik kayak masuk ke Narnia. Sebelumnya ga ada tanda2 apapun. Bahkan matahari juga lagi terang2nya. Makin kea rah minakami, makin deres hujan saljunya, dan makin keliatan gunungnya putih2. Girang banget parah. Akhirnya sampe lah di stasiun Minakami. Nah dari sini harus naik bis local. Jadwalnya agak terbatas, apalagi yang langsung ke Takaragawa Onsen, Cuma ada 2x sehari. Kalo ngga kita haruse minta dianter ke halte terdekat sama orang onsennya. Gw ambil yang paling pagi. Tiketnya bisa dibeli di information center di seberang stasiun, paketannya bis pp ke stasiun sama tiket onsennya total 2900JPY. Perjalanan ke onsennya kurang lebih 40 menit. Selama perjalanan berdoa aja sih karena hujan saljunya lebat banget saljunya super tebel, dan jalanan sempit berliku pinggir2nya jurang. Aslik bikin deg2an. Tapi akhirnya sampe juga di Takaragawa Onsen. Pas sampe, hampir semua yang jaga ibu2 tua. Mencoba ngasih tahu arah2nya karena agak berliku2 nih dari lobby sampe akhirnya di pinggir sungai. Akhirnya karena ga sabar, kita sotoy2an aja lah. Lama ngejelasinnya. Ngikutin peta aja pelan2. Pas buka pintu terakhir. YATUHAAAANNN.. Viewnya ga ngerti lagi. Super happy dan kedinginan. Saljunya tebel banget. Nah disini kolamnya ada banyak. Beberapa kolam ada yang campur, ada yang khusus cewe. Jadi harus ati2 salah masuk yah. Ngga kayak onsen lain, disini, diijinin kalo mau pake celana pendek. Tapi gw sih bodo amat, mana enak berendem pake celana telanjang bullet aja lah. Kita keliling bentar liat2 sebelum memutuskan mau nyemplung di kolam yang mana. Aslik dinign banget, gimana kalo ga pake bajuuuu.. ternyata eh ternyata, pas telanjang malah biasa aja lho. Ya tapi kalo lama2 pasti masuk angin yah. akhirnya kita nyemplung deh. Tiba2 dunia kayak damai banget. Airnya anget. Aliran darah berasa langsung lancar. Pegel2 lumayan berkurang. Dan ngeliat viewnya jadi makin pasrah sama dunia. Enak banget sensasinya. Nah tibalah saatnya pengen nyobain kolam yang lain. Ahahaha, ga berani keluar. Karena ngeliat salju di sepanjang jalan. Tapi ternyata sepanjang jalan setapaknya itu dialiri air anget, jadi kalo kita jalan, yang dingin Cuma badannya, itupun ga semenggigil kalo kena angina sih. Sempet ngumpet2 foto2 karena sebetulnya ga boleh poto2. Tapi berhubung sepi Alhamdulillah deh jadi bisa poto2. Sayang, waktunya terbatas, karena harus ngejar bis, karena kalo ngga bakal sore banget buat itin selanjutnya. Selesai mandi dan bebersih balik ke lobby. Tadi udah janjian sama orang lobbynya kalo kita mau naik bis yang jam 13. Jadi sama dia udah disuruh stand by sebelum jam 13 trus dianter sama dia ke halte terdekat. Selama nunggu jalanan tuh sepi banget. Cuma ada satu dua mobil lewat. Setelah di bism perjalanan deg2an kembali di mulai. Jalannya berliku banget dan anehnya, ngga ada suara klakson sama sekali. Mulus aja gitu walaupun sisipan di belokan pinggiran jurang. Alhamdulillah sampe di Minakami dengan selamat. Perjalanan ke Takaragawa ini bener ajaib banget sih menurut gw. Dari masuk terowongan masih kering, keluar terowongan udah putih. Kolam air anget dipinggi sungai yang bersalju. Bene2 salah satu yang akan gw rekomendasikan ke semua orang kalo mereka winter ke jepang. Plus dari Tokyo Cuma 2 jam. Sangat worth it. Next time semoga bia nginep palingga semalem disana. Selanjutnya balik ke stasiun Tokyo buat ngejar kereta ke Hakodate. See you di Hakodate...
    4 likes
  17. Pada awal Desember 2017 ini gw berkesempatan travelling ke Jepang dan menghabiskan 2 malam di Osaka. Tadinya gw udah booking hotel berbintang di sekitaran Shin-Osaka Station tapi karena kebodohan (kesalahan tanggal) yang baru gw sadari sekitar 1 minggu sebelum berangkat, terpaksa mengcancel bookingan hotel dan nyari alternatif lain di menit-menit terakhir. NIatnya tetep stay di hotel, berhubung gw rempong kalo soal urusan tempat tinggal, kamar harus privat dan bersih, kamar mandi en suite, full privacy. Tapi karena last minute harga hotel di Osaka udah ga masuk akal semua, akhirnya mencari alternatif lain selain hotel. Beruntung tiba2 ada kamar pivate yang available di Osaka Hana Hostel, tapi kamar mandinya sharing.. Awalnya sempat ragu-ragu karena ini pertama kali mencoba nginep di Hostel. Gw langsung kebayang pasti kamar ga nyaman, kalo mau ke toilet repot keluar2 dulu. Tapi setelah baca2 review @deffa @min0ru soal nginep dibeberapa guest house dan hostel di Jepang, kayanya nyaman2 aja malah seru kayanya. Jadilah gw memberanikan diri buat booking di Osaka Hana Hostel. Aaaahhh.. pengalaman pertama nih nyobain nginep di Hostel. Hasilnya? KETAGIHAAAANNNN!!! hahahaha. Gw emang senorak itu sih. Pengalaman nginep di Osaka Hana malah jadi pengalaman menginap yang paling berkesan perjalanan kemarin. Apa sih yang bikin segitu berkesannya nginep di Osaha Hana? alasan utama gw karena pelayanan dan keramahan staffnya yang luar biasa, lokasinya yang strategis, teman2 yang seru.. Buat teman-teman yang akan berkunjung ke Osaka mungkin bisa membaca review gw berikut ini siapa tau jadi tertarik juga buat nginep disana. Sumber : http://osaka.hanahostel.com/ Osaka Hana Hostel ini masih 1 group dengan J-Hoppers, kalo gw baca dari websitenya mereka kayanya pembedanya adalah J-Hoppers disebut sebagai guest house dan Osaka Hana disebut sebagai Hostel. Bedanya dimana? ntahlah... karena gw belom pernah nginep di J-Hoppers. Mungkin @syahrulsiregar bisa nambahin, karena kemarin dia sempet nyobain nginep di J-Hoppers Takayama. Osaka Hana ini deket banget dengan exit 7 stasiun shinsaibashi, cuma butuh jalan kaki sekitar 5 menit. Sempet agak bingung karena memang plang hotelnya kecil banget. Daaaaaaannnn resepsionisnya di lantai 2 daaaaaaaaannnn harus naik tangga. Lumayan pegel si ngangkat koper gw yg lumayan berat. Begitu sampai lobby ternyata suasananya "rumah"an banget. Langsung betah. Tampilan Depan dan Lobby (sumber : http://osaka.hanahostel.com/) Buat gw Osaha Hana ini homey bangeeeettt... Gw sampe hotel jam 10 pagi, sedangkan seperti biasa check in jam 4 sore. Begitu masuk langsung di sambut sama Manager Hostel, namanya Masae. Pertanyaan pertama yang ditanya Masae begitu liat paspor gw dengan stempelan tanggal hari itu adalah gimana tadi di pesawat, lancar ga, pasti pegel2 badannya. Seumur-umur gw travelling kemana-mana ga pernah ditanya gimana tadi di jalan. Aaaaahh langsung berasa kaya ketemu temen lama. hahaha. Sambil proses check-in gw dan Mase ngobrol panjang lebar soal travelling dan rencana selama di Osaka. Sebenarnya check in baru bisa sore hari, tapi karena jadwal gw yang emang padat dan resepsionis tutup jam 10 mlm akhirnya check-in dan serah terima kunci dilakukan pagi itu juga. Setelah proses check in beres Masae langsung ngajak keliling Hostel dan karena tau ini pertama kali gw nginep di Hostel dijelasin deh satu-satu mulai dari cara pake kompor sampai mesin cuci.. Hostel ini terdiri dari 8 lantai, gw sendiri dapat kamar di lantai paling atas. Di lantai 8 ini terdapat 3 kamar private dan 1 toilet. Adalift dengan kapasitas 3-4 orang yang bisa dipake untuk menuju lantai 7, dari lantai 7 ke lantai 8 harus naik tangga. AAAAAAAAAKKKKK!!! Yaah itung-itung olahraga lah yaaaa. Untuk shower room, living room dan dapur terletak di lantai 7. 1 Shower room dan 2 toilet digunakan barengan buat 6 orang. (Yaaaah emang sih jadi lumayan ngantri karena ternyata bangunya samaan pagi2 semua, jam 6 kita udah pada manis ngantri mandi ). Shower room emang sempit tapi bersih banget. Sabun dan Sampo juga disediain kok. Toilet juga dilengkapi pemanas, dan sendal jadi yaa cukup nyaman. Shower Room di Lantai 7 Kamar di lantai 8 (maaf yaaa berantakan Dapur dan ruang makan terdapat di lantai 2 dan 7, dapurnya lengkap banget. Malah pas hari ke 2 gw sempet masak buat sarapan dan bekal main ke USJ. Lumayan... jadi agak ngirit, Dapur Lantai 7 Living Room Lantai 7 (sumber : http://osaka.hanahostel.com/) Dapur dan Living Room lantai 2 Di lantai 1 ada Hana Sake Bar, gw sempet nyobain sake disana sambil ngobrol-ngobrol dengan tamu hostel dan pengunjung umum. Segelas sake seharga 500 yen. Pilihannya ada banyaaaaaakkk benget. Gw nyoba beberapa (ntah karena doyan atau kesambet) dan favorit gw Sugi-Isamai dari Yamagata Pref (hasil rekomendasi Masae). Lebih lengkap soal Hana Sake Bar bisa diliat disini http://hanasakebar.com/index.php Satu lagi yang gw suka dari Hostel ini, tiap gw mau keluar Masae selalu ngingetin soal cuaca dan payung. Pas hari ke2 gw mau ke USJ, pas mau jalan Masae ngingetin: Var, siang ini sekitar jam 2 ujan..bawa payung. Setelah ngecek tas baru ngeh kalo payung ketinggalan di kamar, tapi kalo naik lagi harus buka sepatu lagi. Manalah boots gw talinya rempong. Liat muka gw yang cemberut Masae langsung minjemin payung lipat, pake dipilihin lagi yang paling ringan, katanya kasian backpack gw udah berat. Aaaaaahhh terharrruuuuu.. Soal rate menurut gw juga terjangkau banget.. karena booking di menit-menit terkahir gw dapet harga sekitar 600ribuan rupiah semalem, kalo itung perkepala jadinya ya 300ribuan perorang permalem. Secara keseluruhan gw sih puas bangeeeeettttt. Pelayanan oke, fasilitas lengkap, ke stasiun cuma selemparan kolor. Laki gw juga seneng banget selama di Osaka Hana, kita janjian nanti kalo ke Osaka harus ngenep disana lagi, sekalian kangen2an sama Misae. Btw kalo ada temen2 yang ada rencana nginep disana kabarin gw boleh yaaaa yaaaa yaaaaa.. Gw mau nitip oleh2 buat Misae. Foto keluarga bareng Masae (Maafkan mata gw yang bengkak akibat alergi dingin ) Info lebih lengkap soal Osaka Hana Hostel bisa diliat di http://osaka.hanahostel.com/ bisa booking langsung melalui website hostel atau bisa juga lewat Agoda atau lewat Booking.com. Semoga membantu teman-teman yang lagi bingung nyari akomodasi di Osaka.
    4 likes
  18. 안녕하세요.. Finally aku bisa mendaki bukit, melewati lembah dan menikmati suara aliran sungai serta kicauan burung. Merasakan hangat sinar matahari pagi dan dimanjakan oleh pemandangan yang luar biasa menakjubkan. Inilah suasana lain dari Ubud. Ubud tidak hanya sekedar sawah. Ada tempat lain yang menyajikan pesona alam Ubud yang memanjakan mata. Campuhan Ridge Walk. Jalan setapak yang menawarkan keindahan bukit, sungai dan ilalang hijau yang menggoda. Panjang Ridge Walk ini sekitar 2 KM. Pagi itu aku bergegas bangun kemudian mandi dan dandan. Aku sangat bersemangat dari Kuta menuju Ubud. Sekitar jam 8 pagi aku sudah di Ubud. Aku menuju ke Campuhan Ridge Walk untuk menikmati pagi yang masih segar dengan sinar matahari yang hangat. Perjalanan dimulai dari pintu masuk dengan jalan bercabang (lurus & dan ambil kanan dengan tulisan Campuhan Ridge Walk). Ambil jalan kanan. Melewati jembatan dengan sungai berbatu dengan air yang cukup deras. Pohon-pohon rindang menambah udara semakin segar. Setelah melewati jembatan maka akan tampak Pura. Jalan terus mengikuti Jalan setapak, jalanan sempit dan sedikit licin karena mungkin malam harinya telah hujan. Disinilah kesabaranku diuji. Aku hampir menyerah karena belum terlihat bukit yang penuh keindahan, semua terasa biasa saja dan hanya semak belukar yang aku lihat. Tapi aku melihat para Bule Bule yang masih bersemangat, oke Dewi ayo lanjut sampai menemukan Bukit yang Indah. Bukankah jika tidak mencoba maka tidak akan tau seperti apa hasilnya. Oke berjalan naik naik dan terus naik mendaki bukit. Perjuangaku tidak sia-sia. Mulai terlihat jalanan setapak yang berliku seperti ular yang seksi. Kanan kini ditumbuhi Ilalang Hijau. Beberapa pohon kelapa menjulang tinggi menambah spot istimewa Campuhan Ridge Walk. Berjalan disepanjang Campuhan Ridge Walk sangat menyenangkan. Sangat bersih. Suara air sungai memanjakan telinga. Ilalang hijau memanjakan mata. Bertemu dengan orang orang disepanjang jalan yang memberikan senyum dan menyapa dengan penuh keramahan semakin membuat aku bahagia. Aaaaaaahhhh Thank TUHAN ini sangat luar biasa. Which one yang cocok untuk aku, Trekking or Jogging?? Banyak yang Jogging, entah mereka punya tenaga yang banyak seperti di punggung mereka ada energi mesin pesawat atau pun pabrik batu bara haha. Aku hanya berjalan pelan, kadang berhenti karena lelah. Dan lebih banyak mengambil Foto hahaha. Alam disini masih sangat terjaga, di ujung Ridge Walk ada semacam Hotel dan juga Cafe. Untuk yang ingin menikmati Campuhan Ridge Walk. Ada beberapa hal yang aku sarankan: 1. Pakailah sepatu yang nyaman (misalkan kalian ingin foto Prewed, tetap pakailah sepatu untuk sampai di atas bukit dan baru deh dandan yang cantikk ala Princess). Please jangan sok cantik pakai wedgest atau heels, bisa bisa terpeleset haha. 2. Pakai Baju yang nyaman, menyerap keringat dan jangan terlalu ketat hahaha. 3. Pakai celana yang nyaman, jangan terlalu ketat juga karena saat mendaki akan memerlukan langkah yang mantab dan tidak menyakiti (**maaf) paha dan selangkangan. 4. Menggunakan Lotion ber SPF dan Foundation ber SPF. karena semakin siang maka matahari akan semakin menembus kulit. 5. Bawa Topi dan Kacamata hitam jika cahaya matahari terlalu silau. 6. Wajib membawa Air Minum, minimal 1 botol kecil air mineral kemasan 300ml. 7. Penting gak penting tapi Tissue juga perlu untuk mengelap keringat. 8. Jika membawa tas, lebih baik Ransel. Tak perlu kebanyakan gaya membawa tas ala Princess karena akan melelahkan dan ribet. Selamat menikmati keindahan Campuhan Ridge Walk. Tiket masuk Gratis (FREE). Alamat: Jalan Raya Ubud No. 35, Ubud, Kelusa, Payangan, Kabupaten Gianyar, Bali 80571 Happy Traveling. Salam Dewi Calico. IG: Deelittlestep FP: dee little step Blog: www.dewicalico.blogspot.com
    3 likes
  19. 3 likes
  20. Hi...JJners Regional MEDAN Terima kasih udah pada datang di KOPDAR kita yang ke-4 di KITO Art Cafe, Sabtu, 7 Januari 2017. hadir di acara kopdar; @Dhistiraz(kenzie), @pancaiwa (panca), @Vean Tristan (vean), @just0682 (anjas), @Muhammad Al Aufa (aufa), @thepo (rizal), @kafkaalfarizdi (kafka), @Hafiza Humaira ( Icha), @Gempur Pranata Sumitro ( gempur). nggak hadir diantara kami @arie arhen lingga (arie), @Arrizqi Fadhilah (rizqie), @Weny Woyla ( weny), @dhiedhut (rita), @Melda Quarter Goeltom (melda) >> we miss you friends.. Dari kiri: Aufa, Rizal, Vean, Kenzie, Panca, Gempur, Kafka, Icha, Anjas " Kita tutup aja jalan masuk ini cafe ya..... " "ketepokkk ..Plaakkkk !!!.. Lo kate ini rumah eLo ..huss..huss.... biar udah malem tetep semangat !!.... ah sayangnya aufa, kafka, gempur dah pulang duluan... jepret jepret disudut ini juga asik koook... nahhh.... anggap aja rumah sendiri... Jika sudah kumpul begini, biarpun ada yang baru kenal dan baru ketemu, tetep aja seruuu... Banyak hal yang kami bahas & banyak hal yang kami sharing. Tidak hanya tentang spot wisata, tiket dan rencana wisata, hal lain diluar itupun kami bahas, ada bisnis, loker, fashion, sosmed, bahkan tamu cafe yang lain diluar meja kami pun kami bahas...( ihh...jahat..jahat.. dasar jones) woi.... udah jam 1 pagi ini...tinggal kita tamunya... cafe dah mo tutup.... yuk cabut cabut.. OK lah...FINE !!! eh sebelum end text " Buat temen-temen JJners Regional Medan ( SUMUT), yang belum bisa ikut gabung, atau yang belum pernah gabung, pliss ikutan di next kopdar ya.. " Salam JJners....
    3 likes
  21. Siapa yang tidak kenal dengan Pantai Indah Kapuk? Belakang daerah Pantai Indah Kapuk lebih terkenal dengan proyek reklamasi (pulau buatan) tapi siapa sangka ternyata di Pantai Indah Kapuk atau lebih dikenal dengan PIK menyimpan sebuah tempat wisata kuliner yang patut dicoba, ibarat mutiara yang tersimpan rapat. Tidaklah mudah untuk masuk ke area PIK, salah satu menuju tempat ini dengan menggunakan akses tol yang menuju bandara Soekarno Hattta dan keluar di pintu tol Pantai Indah Kapuk. Salah satu tempat yang direkomendasikan untuk wisata kuliner di PIK adalah Food Plaza, berjejer makan enak di area food plaza ini dari yang halal hingga nol-halal dari hidangan laut hingga olahan daging sapi maupun babi. Salah satu nilai jual tempat ini selain makanannya yaitu suasana yang disuguhkan. Area makan dari Food Plaza adalah open air (lapangan terbuka), dan tersedia banyak tempat untuk makan jadi jangan kuatir tidak kebagian tempat. Beberapa jenis makan yang disajikan di Food Plaza adalah : Bola Seafood Acui, Sate Babi Johan, Ayam Gepuk Sambal Bawang Pak Gembus,Nasi Uduk Babi Buncit dan Nasi Goreng Gila. Salah satu makan yang direkomendasikan khususnya pencinta makanan non-halal yaitu Sate Babi Johan. Kenikmatan Sate Babi Johan jangan ada tanyakan lagi, beberapa orang yang sudah pernah coba ini pasti akan ketagihan untuk kembali lagi. Sate babi manis dan Tulang Iga bakar menjadi salah satu pilihan terbaik ketika mengunjungi Sate Babi Johan. Liang Teh ataupun minuman Badak menjadi salah satu teman yang baik ketika anda menyantap makanan. Masalah harga anda tidak perlu kuatir karena masih bisa terjangkau khususnya untuk mahasiswa (tapi mahasiswa jangan sering sering, tidak baik untuk kesehatan). Cara memesan makan di sate babi johan yaitu ada langsung mendekat dengan mba mba yang berdiri tidak jauh dari kasir, langsung pilih jenis sate yang diinginkan dan anda akan diberi no meja untuk mengetahui pesanan and a. Puas menikmati makanan utama saatnya menikmati makanan ringan, di Food Plaza PIK banyak pilihan yang disajikan disini salah satunya Kembang Tahu, Bolu Ubi Kopong, Kue Leker, Es Steamboat Durian bahkan sampai Wedang Ronde. Banyak sekali pilihan makanan ringan disini, sebaiknya sebelum anda menentukan untuk membeli ada baiknya anda berkeliling terlebih dulu dan baru menentukan pilihan. Tetapi anda perlu berhati hati jangan sampai anda kalap mata dan membeli semuanya, karena makanan disana "sedap dipandang mata" jadi kepingin untuk membeli semuanya. Food Plaza PIK buka dari jam 18.00 sampai larut malam, tapi jangan datang terlalu larut karena tidak dijamin makanannya masih ada. Sebaiknya ketika anda kesini gunakan pakaian yang nyaman dan sedikit longgar karena ketika ada keluar dari area Food Park pasti ada merasa kekenyangan dan merasa bersalah karena diet anda selama ini gagal semua. Selamat menikmati Food Plaza PIK.
    3 likes
  22. Hola #jalan2ers Seperti biasaa saya muncul buat ngajakin bermain.. Maen yuuuk ============================= KOPDAR AKBAR JABODETABEK - TEMUKAN INDONESIAMU! Kapan? Sabtu, 14 Januari 2017 Di mana? Di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur Biaya Rp 50.000* Include: - HTM TMII 1 orang dewasa (Rp 10.000) - Uang kas Jabodetabek (Rp 5.000) - Perlengkapan acara, games, dsb. (Rp 35.000) *Share cost yang dihitung MINIMAL 50 orang. Seandainya peserta kurang dari 50 orang akan disesuaikan kembali Exclude: - Parkir kendaraan - Makan - Keperluan pribadi lainnya =============================== RUNDOWN: 09.00 - Meeting point di Tugu Api TMII 10.00 - Games 12.00 - Ishoma 13.00 - Perkenalan & sharing session 15.00 - Bagi2 hadiah 16.00 - Selesai =============================== HADIAH: - Kaos Jalan2.com - Voucher hotel - Voucher belanja - Uang tunai - Peralatan Travelling - Dan masih banyak hadiah lainnya =============================== Games Temukan Indonesiamu! Permainan ini mengajak kita untuk lebih mengenal lebih dalam Indonesia dengan mengunjungi Taman Mini Indonesia Indah dengan cara yang lebih fun dan seru. Siapa aja yang boleh ikut? Siapa saja boleh ikutan kok asal bersedia sharing cost Kita tidak membatasi usia selama masih dalam keadaan sehat Takut Capek? Tenang aja, permainan ini hanya untuk fun aja kok. Nggak seekstrim Batavia Amazing Race & Paris Van Java Amazing Race Peserta boleh membawa uang, bekal makanan, bahkan kalau mau bawa kendaraan sendiri juga boleh..asal bensin diatur masing2 kelompok yaa ============================== DRESSCODE: RED COLORS ============================== note: Untuk ticket masuk nanti akan ada panitia yang menggunakan kaos Jalan2.com yang menunggu di PINTU UTAMA (PINTU 1) dari pukul 09.00-10.00 WIB. So, jangan pada telat yaaa Yuk buruan registrasi ke: 085 777 181 772 - WA/SMS (Adel) Transfer biaya registrasi ke: BCA 6044036864 A.n. Lia Maya Sari Pendaftaran ditutup Sabtu, 7 Januari 2017 Jangan sampai kelewatan yaaa Cc: @Jalan2 @deffa
    3 likes
  23. @Wulansari Denu jawabannya bisa karena memang apply visa korea gak ada persyaratan harus punya tiket pesawat dllu :)
    3 likes
  24. Di awal banget berencana nyamper Sapporo, Hakodate ga masuk di itin. Bahkan tadinya dari Tokyo kita taunya naik pesawat aja ke Sapporo. Tapi ternyata, usut punya usut mulai tahun 2016 Shinkansen Hayabusa yang tadinya Cuma sampe Aomori, sekarang bisa bablas sampe ShinHakodate. Dan dalam waktu kurang lebih 4 jam, kita udah bisa pergi hampir 1000km. Pulang dari Takaragawa kemarin, kita udah plan naik hayabusa dari stasiun yang sama, Tokyo. Karena perjalanan bakalan 4 jam, kita udah persiapkan makanan dan cemilan, walaupun ada yang jualan di dalem kereta, tapi pasti harganya ga sehemat kalo kita beli di stasiun. Seperti biasa, kalo udah ke Dept store, kalap liat makanan yang enak2 banget itu. Akhirnya naik kereta juga. Kirain bakal bisa makan dengan tenang. Tapi ternyata dengan kecepatan yang gatau berapa itu, kalo kita makan, berasa agak mual yah. aslik. Walaupun ga sampe muntah sih, tapi berasa ajam, perutnya agak nolak. Tapi karena laper ya abis juga sih. Sampe di ShinHakodate sekitar jam setengah 12 malem, kita masih harus naik local train ke stasiun hakodate. Nah pas keluar kereta, aslik, dingin mampus. Nusuk banget dinginnya. Dan ujan salju pula. Kereta kita keliatan gitu numpuk salju di kolong2nya. Akhirnya local trainnya dating. Cuma segerbong. Yup satu gerbong doing. Entah karena udah malem ato biasanya segitu. Anyway itu emang kereta terakhir sih. Sampe di stasiun hakodate sekiatar jam 12 malem. Makin dingin. Untung emang udah siap dengan hotel yang emang di depan stasiun jadi ga perlu mengarungi dinginnya kota ini lama-lama. Ternyata jalanan udah numpuk salju. Bahkan beberapa bagian udah jadi es batu jadi licin kalo diinjak. Jalan pelan2 banget ke hotel. Nyampe hotel langsung ngambil the gratisan. Ga kuat banget dinginnya. Sambil check in sambil kita ngecek itin besoknya, biar sekalian capek dan bisa nanya2 ke resepsionis. Pas udah fix, kita bebersih trus istirahat deh. Pagi2 iseng buka jendela karena pengen ngerokok, kebetulan kamarnya smoking. Tutup lagi. Dingin. Akhirnya memutuskan langsung bebersih aja sekalian packing lagi dan cabut ke stasiun buat naro tas di locker. Itin pertama kita adalah ke pasar pagi. Berhubung hakodate ini ga gede2 amat pusat kotanya jadi ya disitu-situ aja. Pasar paginya persis di sebelah stasiun. Buanyak banget yang jual seafood. Pas di dalem pasarnya lebih ke bingung sih. Ahahha. Akhirnya kita ngikut aja lah yang paling rame. Kita pesen beberapa buat icip2 aja. Tapi menurut gw rasanya ga sewah itu. Salmon sashiminya ga seseger yang gw bayangkan. Trus dibakarin cumi2 tapi juga rasanya kayak ga seger walaupun teksturnya amazing banget. Tapi ya abis juga sih karena laper. Tempat berikutnya adalah mount hakodate. Tapi karena baru buka jam 10, kita memutuskan jalan di tanjakan2 yang terkenal di hakodate. Jadi tanjakan ini terkenal karena viewnya laut. Nah dari pasar pagi kesini, kita naik trem, Cuma ada 2 jalur trem sih jadi ga terlalu bingungin. Masalahnya minim banget tulisan latin. Kanji semua. Untungnya ada google maps. Jadi tau pas halte yang kita mau. Daerahnya sepi banget. Mobil jarang. Orang juga sedikit. Sampelah di tanjakan yang katanya viewnya lebih mirip eropa akibat dulu dijadiin pusat angkatan udara sama tentara aliansi jepang. Bangunnya, gerejanya emang eropa banget. Udah mau jam setengah 10 nih, kita jalan kaki aja ke stasiun ropewaynya. Ga terlalu jauh sekalian jalan2. Mataharinya lumayan nyentrong, tapi angina ga kalah galak. Sampe di ropewaynya, kita beli tiket, dan langsung antri buat masuk. Oiya pagi ini anginnya lumayan. Menuju ke kaki gunung ini lebih lagi anginnya. Pas masuk dan udah muali naik, keliatan deh tuh, landscape kota hakodate yang sering ada di foto2. Walaupun katanya malem-malem viewnya keren, tapi pas pagi gini juga ga kalah sih. Sampe dia atas ada beberapa deck buat ngeliat view. Begitu keluar anginnya kuenceeeeng banget aslik beberapa orang bahkan masuk lagi. super dingin. Maksain buat foto2 bentar karena sayang viewnya bagus banget. Alhamdulillah dapat foto bagus. Ga kuat akhirnya kita masuk lagi. Aslik anginnya dingin banget. Tujuan terakhir kita sebelum nanti ke Sapporo adalah, botanical garden. Di sini mau liat monyet yang lagi santi dalem kolam panas. Buat kesini, naik trem lagi sampe mentok. Dari situ tinggal jalan. Tadinya gw piker, namanya botanical garden yah, minimal kayak kebon raya lah yah. ealah ternyata Cuma kebon di dalem rumah kaca yang juga ga terlalu gede. Trus ada kolam buatan buat si monyet berendem. Agak kecewa sih pas sampe sana. Dan ternyata pada review jelek juga di beberapa forum. Sangat ga rekomen deh. Dari sini kita naik bus balik ke stasiun. Oiya tadi pagi udah resereve tiket pas sekalian naro tas, jadi aman deh. Sambil nunggu, beli makan buat di kereta karena perjalanan bakalan 4 jam lagi nih. Langsung ke Sapporo. Huft, ga sabaaar main skiii…
    3 likes
  25. Kamu berjiwa petualang? Pernah terpikir untuk mengunjungi Laos? Atau jangan-jangan kamu sendiri lupa dimana itu negara Laos?. Di artikel sebelumnya, sudah dibahas tentang wisata di ibukota negara Laos, Vientiane dan juga wisata di salah satu pusat destinasi wisata favorit di Laos yaitu Luang Prabang juga bisa kamu baca disini. Tapi Laos tidak hanya soal Vientiane dan Luang Prabang. Meskipun kurang populer, Laos memiliki destinasi lain yang justru sudah dikenal cukup banyak backpacker dunia seperti dari Australia. Destinasi itu bernama Vang Vieng, sebuah kota kecil yang hanya berjarak sekitar 150 km utara dari Kota Vientiane. Karakter lanskap Vang Vieng sendiri mirip dengan kawasan Raman-ramang, di Maros, Sulawesi Selatan. Berupa barisan perbukitan Karst, Vang Vieng juga didukung oleh keberadaan Sungai Nam Song yang membelah kota. Potensi alam Van Vieng juga terbilang tidak biasa, beberapa spot memiliki keunikan sehingga membuatnya khas dan orisinil. Sebenarnya, dulu Vang Vieng lebih ramai dibanding sekarang. Hal itu karena dulu ada banyak bar di tepian Sungai Nam Song dan sering dijadikan lokasi pesta anak-anak muda dari turis Australia dan eropa. Tetapi karena banyak alasan termasuk pesta pora, minuman keras, dan peredaran narkotika yang bahkan menelan korban jiwa, akhirnya bar-bar itu dibongkar habis tahun 2012 silam. Meskipun ada penurunan angka wisata diawal-awal setelah pembongkaran, beberapa tahun setelahnya mulai kembali bergeliat kegiatan wisata. Jika dulu Vang Vieng identik dengan wisata pesta nya anak muda, sekarang Vang Vieng justru lebih menggeliat karena wisata alamnya. Turispun lebih beragam dari yang muda, tua, bahkan untuk keluarga. Berbanding terbalik dengan sebelum 2012, Nuansa tenang dan relax justru menjadi andalan wisata disana saat ini. Lantas seperti apakah potensi wisata di Vang Vieng sehingga terus bisa menggaet wisatawan mancanegara? Apa saja objek-objek menarik disana? 1. Cara ke Vang Vieng Vang Vieng yang berada tidak jauh dari ibukota negara, sangat mudah untuk dituju. Cara paling lumrah ialah dengan menggunakan mobil travel atau minivan yang banyak disediakan oleh agen perjalanan di sana. Tarifnya sendiri hanya sekitar 50.000 kip atau sekitar Rp 60 ribu dengan lama perjalanan hanya sekitar 4 jam saja. Jadwal keberangkatan minivan dari Vientiane tentu tergantung kebijakan masing-masing travel agen, tetapi biasanya kebanyakan berangkat 2 kali sehari yaitu di jam 9 pagi dan 2 siang. Minivan ke Van Vieng via travelwithean.com Jika kamu dari Bangkok Thailand, kamu juga bisa menuju Vang Vieng dengan beberapa transit. Pertama ialah naik kereta dari Bangkok dengan tujuan Nong Khai. Setelah sampai Nong Khai, bisa langsung membeli tiket kereta ke Vientiane sekaligus satu paket dengan tiket mini bus tujuan Vang Vieng. Tarif paket Kereta Nong Khai-Vientiane dan mini Bus Vientiane-Van Vieng ialah sebesar 600 Baht. Hal ini tentu akan cukup membantu karena setelah turun dari kereta, sudah bisa langsung naik mini bus ke Vang Vieng tanpa harus takut ditipu biaya atau harus ke pusat kota dulu mengingat Stasiun kereta cukup jauh dari pusat kota Vientiane. 2. Penginapan di Vang Vieng Sebagai sebuah kota wisata, Vang Vieng tentu memiliki banyak sekali pilihan tempat menginap yang bervariasi dari harga hingga tipe. Kamu yang berbudget lebih tentu bukan menjadi kendala karena selain di pusat kota, lokasi-lokasi lain seperti di tepi sungai atau yang menghadap langsung ke perbukitan ada banyak pilihan penginapan yang mewah. Beberapa diantara penginapan-penginapan kelas bintang hingga mewah itu seperti Riverside Bputique Resort, Silver Naga Hotel, Elephant Crossing Hotel, Champalao Villa, dan lain sebagainya. Salah satu view dari Riverside Boutique Hotel via kerdowney.com Sedangkan kamu yang berbudget minim atau memang memburu hotel budget, maka Vang Vieng akan sangat menyediakan berbagai pilihan. Apalagi Vang Vieng memang dikenal sebagai destinasi wisata bagi Backpacker dunia sehingga beragam pilihan hotel budget sangat mudah ditemukan. Beberapa ialah seperti Central Backpacker, Domon Guesthouse, Dokboua Guesthouse, Kianethong Guesthouse, Pan’s Place, Malany Villa, dan banyak lainnya. Tarifnya bahkan masih ada yang kurang dari 10 USD permalamnya. 3. Karunia Alam Vang Vieng dan Cara Menikmatinya Ketika mulai memasuki Vang Vieng, maka kita seolah diajak masuk ke dimensi lain dimana perbukitan yang menjulang berbaris baris didepan mata. Di beberapa spot, perpaduan pemandangan tersebut berpadu pula dengan jalanan dan jajaran bangunan sederhana kota. Lanskap Vang Vieng via laoshostels.com Sebagai daerah yang cenderung mirip perdesaan, Vang Vieng memiliki udara yang sejuk. Hanya saja di pusat kotanya, debu nampak menjadi teman harian seolah menjadi kontras mengingat Vang Vieng berada di daerah dengan ketinggian sekitar 240 mdpl. Dengan nuansa alam yang mengelilinginya dan persawahan yang tersebar, membuat Vang Vieng sangat cocok bagi turis yang menyukai atmosfer Tropis. Apalagi dengan banyaknya wisatawan bule yang berlalu lalang di penjuru daerah, menjadikan suasan liburan semakin kental terasa. Bersepada di Vang Vieng via wonderfultours.la Karena kawasan kotanya sendiri sangat kecil, kalian bisa mengeksplore keindahan alam Vang Vieng dengan bersepeda. Menyusuri jalanan beraspal, jembatan kayu di atas sungai, hingga jalanan tanah nampak menyenangkan karena suguhan perbukitan yang membentang sejauh mata memandang. Penyewaan sepeda sendiri banyak ditemui disana dengan tarif sekitar 15.000 - 20.000 kip perhari. Tak hanya turis, warga lokal juga masih sangat lumrah menggunakan sepeda apalagi anak-anak sekolah. Jangan heran juga jika di jalanan banyak sapi dan kerbau yang berkeliaran. Biasanya pengendara sudah terbiasa untuk menunggu sebentar hingga mereka tidak menghalangi jalan lagi. Sedikit banyak kondisi ini mirip jika kita berada di jalanan daerah-daerah di Aceh. 4. Tham Phoukham, Blue Lagoon yang Menjadi Magnet Kunjungan Meskipun Laos tidak mempunyai pantai, tapi alam seolah mensubtitusinya dengan anugerah alam yang tak kalah menariknya. Sebuah kolam alami atau laguna dengan warna toska jernih sehingga membuatnya seolah memanggil siapa saja untuk menceburkan diri kesana. Blue Lagoon via fimextravel.com.vn Penduduk lokal menamai Blue Lagoon ini dengan Tham Phoukham. Berjarak sekitar 10 km dari pusat kota, untuk menuju lokasi ini, kalian harus melalui jembatan kayu. Tak biasanya alias aneh, untuk menggunakan jembatan yang sebenarnya fasilitas umum ini, pelintas harus membayar. Dan ketika tiba di Blue Lagoon, tentu juga harus membayar tiket masuk lagi. Biasanya wisatawan memanfaatkan sebuah pohon besardi tepi kolam. Dari atas rantingnya, pengunjung bisa menceburkan diri dengan cara melompat dari sana. Air nya yang dingin tentu sangat menyegarkan, ditambah lagi dengan pemandangan alam yang masih lebat sehingga sangat nyaman untuk dinikmati meskipun hanya sekedar berendam atau bersantai. 5. River Tubing, Aktivitas Wisata Wajib di Vang Vieng Jika ditanya soal kegiatan apa yang paling direkomendasikan jika berada di Vang Vieng, maka jawabannya tak lain dan tak bukan ialah Tubing atau beberapa aktivitas sungai lain seperti kayaking. Umumnya di penginapan tersedia pilihan paket wisata seperti mencakup tubing, kayaking, flying fox, zip line, dan termasuk ke Blue Lagoon. Tarifnya beragam di kisaran 15-20 USD tergantung berapa banyak pilihan kegiatannya. River Tubing berteman Suasana alam via redshirtliving.wordpress.com Biasanya titik awal tubing ialah di Tham Nam atau Water Cave. Penyusuran sungai akan dilakukan di dalam gua dan cukup panjang. Kalau kalian pernah melihat tubing di Gua Pindul Jogja, maka kondisinya sedikit banyak mirip. Selama tubing juga kalian bisa singgah ke beberapa spot untuk beristirahat atau makan. Setelah melewati jalur Tubing, kalian bisa melanjutkan petualangan dengan kayaking menyusuri sungai mulai dari 10 hingga 20 km. Selama petualangan ini, panorama alam akan selalu menemani dan membuat petualangan susur sungai tidak merasa membosankan. Salah satu trek Flying fox di Vang Vieng via blog.miraafianti.com Selain itu, jika kamu memang berjiwa petualang dan suka tantagan, disarankan juga untuk mengambil paket zip line atau estafet flying fox. Ya, dalam kegiatan ini, kita akan diajak melakukan flying fox di beberapa titik. Setidaknya ada 7 trek yang akan dilalui dengan panjang jalur bisa mencapai 1,2 km. Lokasinya juga berbeda beda suasana sehingga akan sangat menantang adrenalin. 6. Memandang Vang Vieng dari Balon Udara Balon udara yang mengudara di Vang Vieng via farawayreasons.com Masih memandang sebelah mata dengan Vang Vieng? Nyatanya, kota kecil satu ini justru sudah memiliki atraksi wisata kelas dunia, Balon Udara. Ya, jika memang kamu memiliki dana lebih, rasanya tidak salah menjadikan Balon Udara sebagai aktivitas wisata. Setidaknya kamu harus menyiapkan biaya sekitar 95 USD perorang untuk dapat mengudara di langit Vang Vieng selama sekitar 45 menit. Harga itu tentu akan sangat sebanding dengan pemandangan alam yang dimiliki Vang Vieng yang berupa perbukitan karst, sungai, hutan, dan area persawahan yang berpetak rapih.
    3 likes
  26. Tampilan Depan Guesthouse Menjelang berangkat ke Jepang kemarin sempet bingung setengah mati pas pilih akomodasi selama di Kyoto. Abisnya semuanya murah dan bagus-bagus. Susah emang..mahal salah..murah juga salah. hahahaha. Setelah pusing setengah mati akhirnya dipilih yang ratingnya paling tinggi. Kali ini gw pake aplikasi booking.com, kenapa ga pake aplikasi yang lain? karena gw member dengan peringkat Genius jadi dapet beberapa fasilitas tambahan, antara lain diskonan. (sumpah ini buka iklan). Oke balik ke cerita... Dari hasil liat-liat yang ratingnya paling tinggi tapi harganya dibawah 1juta semalem adalah Guesthouse Sanjyotakakura Hibiki. Namanya sih boleh guesthouse tapi sebenernya ini merupakan apartment. Jadi kalo booking di guesthouse ini dapet fasilitas layaknya apartment, yaitu 1 kamar tidur, tv, lemari, meja makan, dapur lengkap,kulkas, mesin cuci dan kamar mandi. Gw nambah 500 yen buat deterjent, pengharum buat nyuci baju dan perlengkapan masak. Apartment ini terdiri dari 5 lantai, tapi unit yang disewain hanya yang berada di lantai 3 - 5. Perlantai ada sekitar 4 kamar. Gw dapet di lantai paling atas, lantai 5, persis depan lift. Kamar nomor 501. Kamarnya nyaman dan bersih. Suhu air panas pun bisa diatur melalui panel elektronik yang tersedia dibeberapa tempat di dalam apartment kita. TV dan Wi-Fi juga tersedia. Guesthouse ini memiliki rating 9.5 (pada saat gw booking di bulan Agustus 2016), dapet harga untuk 2 malem (tanggal 5 - 7 Desember 2016) sebesar 1,5 juta atau sekitar 750ribu semalem. Lumayan banget kaaaaaaannnnn.. kalo ditiung perorang jatohnya ga nyampe 400rb, udah dapet apartment lengkap pula. Soal lokasi jangan ditanya.. cuma 8menit jalan kaki dari subway station. Mau ke Nishiki Market? jalan kaki 10 menit. Mau ke Gion jalan kaki? bisa juga.. cuma 20 menitan. Ada 3 subway yang bisa dijangkau dengan jalan kaki. Dan ada beberapa bus stop yang cuma selemparan kolor. Family mart cuma selang 1 gedung. Pengen ngopi dan nyemil? ada Paul persis didepan gedung. Pintu Utama Guesthouse Front Desk Tersedia Lift Foto Apartment 501 (unit yang gw temaptin) Check In time jam 4 sore, front desk buka cuma dari jam 9.00 - 17.00. Kalo datengnya setelah jam 17.00 tinggal buka kotak penyimpanan kunci di ruang depan dengan menggunakan kode yang telah diemail oleh pihak guesthouse. Gw dateng jam 9 pagi, ngambil kunci (tapi ga boleh masuk kamar dulu yaaa), titip tas di front desk dan langsung jalan ke Nishiki Market. Malem-malem begitu nyampe guesthouse koper udah rapi di dalam kamar. Mau check out pagi-pagi kaya gw? (gw check out jam 6 pagi). Tinggal masukin aja kunci di dropbox yang tersedia di lobby. Gw seneng banget nginep disini. Murah, lokasi strategis, fasilitas lengkap. Minus sidenya emang kurang personal touch dan colokannya dikit. Apalagi sebelumnya gw sempet nginep di Osaka Hana. Jadi yaaa gimana yaaaa. yaaa gitu deh.. Menurut gw guesthouse ini emang layak buat dapat rating 9,5!! Dan gw merekomendasikan guesthouse buat teman-teman yang mau berkunjung ke Kyoto. Aapalagi kalo bawa anak.. kayanya disini emang pas banget. Untuk booking bisa lewat booking.com atau lewat website guesthousenya Review Osaka Hana bisa dibaca disini :
    3 likes
  27. Yosh!!! ketemu lagi kita kali ini mau nulis tentang hostel yang saya tempati sewaktu trip ke singapore dalam trip lanjutan sebelumnya ke jepang bareng @Sahat. kali ini mau ngulas 5Footway Inn Project Chinatown 1 di Singapore. gimana sih hostelnya? mari kita ulas. bagi yang belum baca cerita perjalanan saya bisa baca di sini Momiji here i come!! Day 9 to 11 - From Tokyo to Pontianak 5Footway Inn Project Chinatown 1 letaknya persis didepan stasiun mrt chinatown singapore. mungkin berjarak 2-3 toko aja dari exit stasiun udah keliatan plang hostelnya. sayangnya letak lobby dan kamarnya pisah ranjang *eeh* gedung jadinya kalo ada apa2 musti turun naik tangga lalu ke sebelah lagi buat manggil petugasnya. letak hostel ada di belakang lapak2 orang jualan di chinatown. jadi agak susah ditemukan untuk pertamanya. selain pakai subway, kalo dari bandara kita bisa pakai shuttle bus juga dan berhentinya tepat di pintu masuk ke chinatown. tinggal jalan lurus aja sekitar 100 meter sampai ketemu exit stasiun subway. saya pilih hostel yang satu ini berkat rekomen dari kaka @Vara Deliasani Lobby hostel untuk keamanan hostel sendiri cukup bagus. setiap orang dikasi kartu kayak di film2 action gitu. jadi mau masuk ke gedung yang isinya kamar itu musti scan kartunya, masuk ke kamar juga harus scan. termasuk kunci locker juga pakai kartu ini. jadi lumayan aman untuk kemanan barang2 bawaan kita. saya kemarin nginap di 4 bed male dorm dengan rate 16.10 SGD / malam include breakfast. lumayan lah dengan fasilitas dan lokasi yang ditawarkan. kebersihan kamar dan tempat tidurnya sangat bersih. begitu pun dengan kamar mandi yang sekaligus digabung dengan wc nya. sayangnya kamar mandi nya cuman ada 2. untungnya saya ngak pernah ngantri sih mungkin karena saya jalannya juga agak siang kali. makanya ngak pernah ketemu penduduk dari kamar lain. dan di kamar dorm ini ngomongnya ngak perlu bisik2 kayak di tokyo kemarin. saya waktu malam sering ngobrol dengan yoshiki dan satu abang2 asal jogja. yoshiki ini mahasiswa dari salah satu universitas di osaka yang sedang menjalani program dari universitasnya untuk belajar bahasa inggris di luar negeri. sebelumnya dia belajar di filipina, dan berikutnya di singapore ini dia netap kurang lebih 3 bulan. dan saya baru tau di singapore ini ada semacam area yang orang2 jepang terpusat tinggal di sana. Ini penampakan kamarnya. loker ada di bawah tempat tidur staff di 5footway inn ini ramah2 dan kebanyakan cewe asik kan. jadi bisa cuci mata bentar sambil nikmatin breakfast roti bakar tapi sayangnya mereka kurang informatif. ditanya beberapa spot pelabuhan untuk ke batam mereka agak kurang tau. ujung2nya nanya mbah gugel aja lebih cepet tapi untungnya staff nya bisa ngomong mandarin, inggris, dan melayu. jadi aman deh bagi yang ngak bisa inggris. dan juga informasi yang ada di lobby nya juga agak kurang mengenai spot2 apa aja yang ada di sekitaran sini. jadinya cuman duduk nongkrong aja ngabisin roti. dan pagi pas saya check out sempet terkejut. ketemu cewe bule asal US yang fasih banget ngomong mandarin sempet kagok juga tapi ujung2nya saya jawab pake inggris. daripada saya bengong ngak ngerti dia ngomong apa kalo ngobrol lebih panjang lagi tapi bagi first time traveller ke singapore, hostel ini lumayan untuk dijadikan rekomendasi karena lokasi dan harganya yang mantap.
    3 likes
  28. Bagi para pecinta pantai, nama Pantai Carita sudah tidak asing lagi khususnya bagi masyarakat berdomisili Banten dan Jawa Barat. Pantai Carita terletak di Kecamatan Carita, Kabupaten Pandeglang, Banten. Pantai Carita menjadi salah satu destinasi wisata pantai bagian barat Banten selain Pantai Karang Bolong dan Anyer. Pada hari libur tidak jarang pantai Carita menjadi lokasi yang sepi. Ribuan pengunjung ada yang bermain di pinggir Pantai dan bermain watersport seperti jetski dan banana boat. Memasuki pantai Carita dikenakan tarif yang tidak terlalu mahal, sekitar 10.000-35.000 Rupiah tergantung hari dan musim. Fasilitas yang terdapat di sekitar pantai Carita juga cukup lengkap,terdapat mini market, penginapan, maupun restoran yang menyediakan hidangan laut serta adanya kamar mandi umum untuk pengunjung melakukan MCK. Wilayah pantai Carita, mayoritas pantainya adalah berpasir meski beberapa bagian terdapat karang. Suasana Pantai Carita Meskipun banyak masyarakat yang sudah mengenal Pantai Carita, tidak semua lokasi Pantai mereka kunjungi. Terdapat sebuah lokasi Pantai Carita yang terletak di bagian selatan dan berbatasan dengan pantai Laguna, Kecamatan Labuan, Kabupaten Pandeglang. Dapat dikatakan pantai ini terletak di sudut bawah lokasi wisata pantai Carita yang banyak di kunjungi orang. Karena lokasinya yang cukup jauh dari wilayah Carita-Anyer membuat pantai ini jarang dikunjungi wisatawan. Terlihat resort mewah yang sudah tidak aktif lagi karena sepi pengunjung. Namun keindahan Pantai Carita ini tidak kalah dari lokasi wisata Pantai Carita. Hanya saja tidak terdapat fasilitas seperti penginapan,kamar mandi umum, pedagang, dan tempat makan. Lokasi ini sangat baik bagi para wisatawan yang senang dengan suasana sepi dan tenang. Warna air laut yang indah dan suasana yang sepi dapat menenangkan hati dan pikiran. Untuk mengunjungi Lokasi ini dapat melalui Jalan raya Carita menuju labuan. Pintu masuk merupakan sebuah jalan menuju Resort pantai carita yang sudah tidak aktif. Lokasi ini lebih dekat ditempuh melalui Kecamatan Labuan, daripada melalui lokasi wisata Carita Anyer, karena lokasinya yang berbatasan dengan kecamatan Labuan. Untuk masuk ke lokasi ini pun tidak perlu mengeluarkan biaya. Saat siang hari, pantai akan didatangi oleh masyarakat pesisir yang mencari rumput laut dan kerang-kerangan untuk memenuhi kebutuhan hidup. Apabila wisatawan ingin mengunjungi lokasi ini dsarankan untuk membawa makanan sendiri.
    3 likes
  29. Untuk temen2 muslim dan muslimah yg pengen jalan2 tetapi khawatir kalau jalan2 di luar negeri susah cari makan-nya mauapun tempat shalat; ini ada beberapa website yg bisa membantu (sudah terbukti): 1. Muslim Travel Girl Elena memulai blog-nya untuk membantu orang2 jalan2 dengan harga murah, menggunakan beberapa 'travel hacks' yg dia sudah tes. Dia juga sudah sering diwawancara mengenai Muslim travelling. 2. Have Halal Will Travel Blog yg dimulai dari 4 sekawan dari Singapura yg mengikuti pertukaran pelajar ke Seoul. Di Seoul mereka berusaha keras mencari tempat2 makan Halal dan dari situ lahirlah blog ini. Cocok untuk anak2 muda karena para penulisnyapun masih muda. 3. Halal Trip Blog Blog ini adalah extra dari app gratis halaltrip yg didesain untuk membantu muslim traveler. Berasal dari Crescent Rating yg bisa dibilang salah satu pemuka dalam bisnis Muslim Travelling. 4. Muslim Travelers Pasangan suami-istri Muslim dari Amerika yg mendokumentasikan travel mereka dan juga menawarkan jasa tour. 5. Sacred Footsteps Website yg mengumpulkan berbagai macam tulisan travel untuk para Muslim. Mulai dari tips dan trik, sumber2 data, warisan2 budaya dan bahkan perjalanan spiritual. Bonus: Blog2 lain yg berkaitan dengan Islam dan travel 6. European Muslim Heritage Tharik Hussain mendokumentasikan warisan budaya Islam di Eropa dan Amerika dalam blognya. Untuk teman2 yg hobi sejarah, patut dibaca nih. Dia memenangkan 'World’s Best Religious Program' di New York Festivals World’s Best Radio Programs Awards dan juga sudah menerbitkan guide untuk Haji di Lonely Planet. 7. The Eye in Islam Ammar Asfour mendokumentasikan perjalannya di 6 negara dan mencakupi 21000 mil. Menceritakan mengenai bagaimana orang2 muslim di berbagai negara melihat dunia dari sudut pandang mereka dan Islam. Untuk teman2 yg suka dgn berbagai macam kebudayaan. 8. Healing Hearts Sidra Mushtaq menulis mengenai perjalan spiritualnya selama dia traveling. Blognya bagus untuk orang2 yg tertarik mengenai perjalanan spiritual dan refleksi diri. Secara pribadi, saya suka 'Have Halal Will Travel' dan 'Sacred Footsteps'. Selamat berjalan-jalan!
    2 likes
  30. @Ryandio_ramadhan coba di Hotel Cendrawasih ini: kalau sewa mobil coba ke mas @Dimaz
    2 likes
  31. wih keren bu @Titi Setianingsih banyak juga yang ikut dari gath lombok waktu itu @Luxia @eka wibisono dkk tapi rutenya agak beda ya bagusan ini
    2 likes
  32. Siapa sih yang gak mau liburan ke New Zealand. Negara di Tenggara Australia ini dianugerahi keindahan alam yang memukau. Setiap sudut rasanya menjadi spot yang menarik untuk dikunjungi atau sekedar dipandangi untuk disyukuri. Apalagi kalau kamu pecinta film ‘The Lord of The Rings’, pasti terbayang sudah betapa menakjubkannya negara satu ini. Letak New Zealand di Peta Keindahan lanskap daratan New Zealand sangat dipengaruhi oleh letak geografisnya di tumpukan lempeng pasifik dan lempeng Indo-Australia. Hal ini membuat variasi topografinya yang kaya bahkan puncak-puncak gunungnya yang tajam. Selain itu, karena daratan New Zealand menjadi lokasi yang terpencil dan bahkan kabarnya menjadi kepulauan terakhir yang didiami manusia, membuat keanekaragaman hayati disana sangat tinggi nan khas. Sayangnya memang biaya untuk berlibur ke New Zealand terbilang fantastis. Kalau kamu memakai agen tur saja, tarif yang mereka patok untuk satu minggu pelesiran bisa mencapi Rp 50 Juta perorangnya. Padahal, satu minggu di New Zealand pun sebenarnya terlalu singkat dengan banyaknya objek menarik disana. Terlepas dari itu, nyatanya seberapapun biayanya, New Zealand akan membayar besarnya biaya tersebut dengan sesuatu yang jauh lebih besar lagi. Bisa dikatakan, ada rupa, ada harga. Tak salah jika setiap tahunnya kunjungan wisatawan mancanegara ke negara tersebut selalu saja tinggi. Lantas jika kamu berencana berlibur ke New Zealand, hal-hal apa saja yang perlu kamu ketahui seputar negara tersebut? Beikut beberapa diantaranya ! 1.Mau Bagian Utara atau Selatan? Atau Keduanya? Pelu kamu tahu bahwa New Zealand memiliki dua pulau utama, yaitu di pulau Utara dan pulau Selatan. Keduanya sama cantiknya dan sama menggodanya, meskipun memang jika harus memilih, banyak yang lebih condong ke Pulau Selatan. Pulau Utara dan Pulau Selatan NZ via tourism.net.nz Ibukota negaranya sendiri berada di Pulau Utara, di bagian ujung selatan pulau. Tetapi tentu lokasi ibukota negara bukan menjadi patokan bagian mana yang lebih cocok didatangi, apalagi karena bandara utama New Zealand juga berada di kedua pulau tersebut yaitu Auckland di pulau Utara dan Chrischurch di pulau Selatan. Jadi intinya, kedua pulau punya pesonanya sendiri, tinggal pilih berdasar kecondongan hati. Lalu, mengapa tidak keduanya? Ya, tentu saja bisa dan sah-sah saja. Asalkan budget cukup dan waktunya juga cukup. Dari banyak pengalaman, berlibur ke New Zealand sebaiknya bukan untuk 3-4 hari. Negara ini terlalu sesak akan keindahan untuk dikunjungi hanya dalam hitungan kurang dari seminggu. Selain itu, rugi juga kalau sudah mengeluarkan biaya besar dan pengurusan visa, tetapi hanya sebentar. Banyak yang beranggapan, mengeksplore satu bagian pulau saja, baik utara atau selatan, setidaknya butuh waktu satu minggu. Itu sudah waktu paling umum. Jadi jika kamu ingin mengunjungi kedua pulau, setidaknya kamu harus menyiapkan waktu sekitar 2 minggu agar perjalanan kamu bisa terasa santai dan nyaman. 2. Biaya Hidup New Zealand menggunakan matauang Dollar New Zealand atau disingkat NZD. Kisaran kursnya terhadap rupiah di awal 2017 ini ialah sekitar IDR 9.400. Jenis uangnya juga ada koin dan kertas, Koin untuk nominal 10, 20, dan 50 sen, serta 1 dan 2 NZD. Sedangkan uang kertas untuk nomial NZD 5, 10, 20, 50, dan 100. Dollar NZ via radionz.co.nz Bagaimana dengan biaya hidup? Jika dibanding Indonesia sudah tentu biayanya jauh lebih mahal. Satu kali makan besar setidaknya kamu harus menyiapkan uang sekitar NZD 10-30. Burger atau Hotdog misalnya dijual dikisaran NZD 5-8. Penginapan juga sama mahalnya termasuk untuk transportasi apalagi taksi. 3. Sewa Mobil untuk Berkeliling Jika ditanya cara apa yang paling baik untuk mengelilingi New Zealand, maka jawabnya ialah dengan menyewa mobil dan mengendara sendiri. Ada banyak jasa penyewaan atau rental mobil di sana. Mereka bahkan membuka counter di bandara-bandara. Beberapa perusahaan rental mobil yang mudah ditemui ialah Apex, Avis, Budget, dan Thrifty. Lebih baik, kalian sudah melakukan pemesanan secara online di website perusahaan masing-masing sebelum tiba di sana. Seperti Apex misalnya, kalian bisa booking online secara gratis dan pembayaran baru dilakukan ketika mengambil mobil dibandara. Menariknya lagi, mobil yang kita sewa di kota A bisa dikembalikan di kota B, tentunya asalkan ada kantor perusahaan rental mobil tersebut. Bagaimana dengan biaya? Biaya rental mobil ini ialah sekitar NZD 55 perhari untuk mobil sejenis sedan. Tetapi ada juga tambahan biaya asuransi sebesar sekitar NZD 12 perhari. Jenis Campervan via maui.co.nz Mau yang lebih unik? Kalian bisa menyewa mobil van atau biasa dikenal juga dengan motorhome atau mobil caravan atau campervan. Mobil ini bermuatan lebih besar karena didalamnya sudah ada tempat tidur, dapur, bahkan ada juga yang dilengkapi toilet. Karena berukuran besar, kalian harus memastikan bahwa kalian bisa dan aman mengendarainya. Keuntungan menggunakan campervan ialah kamu tidak perlu lagi pindah-pindah hotel karena kalian bisa menggunakan mobil ini untuk tidur dengan syarat memarkirkannya di lokasi-lokasi resmi atau campground secara gratis. Lokasi campground juga cukup menjanjikan karena banyak yang memiliki pemandangan indah termasuk di tepi danau, pantai, atau padang rumput. Beberapa perusahaan yang menyediakan mobil caravan ini seperti Britz, Maui, Wenderkreisen, dan Jucy. Selain itu untuk mempermudah pengguna campervan seperti mencari campground bahkan lokasi ATM, Toilet, atau SPBU, kalian bisa mendownload aplikasi Camper mate. Salah satu keindahan selama perjalanan di NZ via bruisedpassports.com Memilih untuk menyewa mobil atau campervan, bukan hanya karena soal penghematan, tetapi pesona negara ini tidak sekedar dari objek wisatanya saja. Sepanjang perjalanan menuju satu lokasi, maka sepanjang itupula kalian bisa melihat menakjubkannya alam New Zealand. Hamparan rumput saja sudah menjadi pemandangan yang rasanya sayang untuk dilewatkan karena karakter alam New Zealand yang sangat khas. Dengan mengendarai kendaraan sendiri, kalian bisa bebas berhenti dimanapun. Selain itu karena memang kebanyakan wisatawan melakukan Road Trip atau plesiran melintasi berbagai daerah, bukan menetap di satu kota. Perlu diketahui juga bahwa New Zealand menggunakan jalur kiri arau setir kanan, sama seperti Indonesia. Hal ini tentu bisa memberik kenyamanan bagi kita. Hal lain yang perlu diingat tentunya ialah soal SIM. Kalian wajib menggunakan SIM Internasional atau bisa juga menggunakan SIM A Indonesia asalkan sudah diurus resmi untuk terjemahan bahasa Inggris. Hal-hal lain yang perlu diwaspadai ketika berkendara di New Zealand ialah hewan yang mungkin menyebrang jalan. Ketika kalian sudah mulai memasuki area pedesaan, maka perhatikan dengan baik jalanan. Jangan sampai kalian menabrak hewan baik liar maupun ternak. Biasanya juga ada rambu-rambu pengingat tersebut di titik-titik yang rawan. Perhatikan juga dengan baik rambu-rambu lalu lintas seperti rambu give way di jalanan sempit, prioritas untuk pejalan kaki dan sepeda, dan termasuk kecepatan maksimum kendaraan karena di beberapa titik ada kamera pemantau dan patroli polisi yang siap menilang pelanggar. 4. Ragam Jenis Penginapan Salah satu Motel di Omarama NZ via omarama.co.nz Tak kalah penting untuk kamu ketahui adalah soal akomodasi. Sebagai negara yang sangat populer untuk wisata, urusan penginapan juga tersedia dengan banyak pilihan. Bahkan, kamu juga bisa menyewa tempat di kawasan holiday park dan mendirikan tenda pribadi disana atau menyewa kabin khusus wisata. Itulah uniknya New Zealand, untuk urusan tidur pun kamu tetap dibawa dalam suasana liburan. Hotel, Motel, Hostel, Apartmen, hingga Villa semua bisa menjadi pilihan. Apalagi dengan round trip, kamu bisa mencoba semuanya sebagai bentuk pengalaman. Mau kesan khas lainnya? Coba menginap di Farm Stay. Seperti namanya, penginapan ini berada di daerah peternakan yang artinya juga berada di wilayah pedesaan. 5. Kapan Baiknya ke New Zealand? Summer di Queenstown NZ via queenstownnz.co.nz Sebenarnya sepanjang tahun sah-sah saja pergi ke New Zealand. Tapi tentunya ada waktu-waktu yang punya keunggulan tersendiri. Musim semi misalnya, bisa menjadi salah satu waktu yang cocok kesana karena suhunya tidak terlalu dingin yaitu sekitar 12 hingga 22 derajat celcius. Biasanya musim semi berlangsung di antara September hingga November. Selain itu, Musim Panas juga sangat cocok karena suhunya lebih sesuai untuk kita yaitu di kisaran 20an derajat celcius. Musim panas biasanya berlangsung di antara bulan Desember hingga Fabruari. Selain itu, di musim panas waktu siang berlangsung lebih lama. Malam baru hadir sekitar jam 9 malam, sehingga kalian bisa berwisata lebih puas. Sedangkan Musim Gugur dengan cuaca yang cukup sejuk bisa kamu pilih untuk berlibur di bulan Maret hingga Mei. Sedangkan kalau kamu memang mau mencari cuaca dingin, maka datanglah diantara bulan Juni dan Agustus. Saat itu, suhu disana sekitar 10-16 derajat celcius. Bagaimana dengan salju? Biasanya salju di New Zealand terjadi di bulan-bulan Juni hingga Oktober. Salju biasanya turun di wilayah-wilayah pegunungan. 6. Penduduk Ramah Selain alamnya yang sudah terlampau indah, New Zealand juga didukung dengan keramahan Kiwis, julukan untuk penduduk New Zealand. Ketika baru tiba di bandara pun, keramahan itu sudah lumrah didapat dari para petugas imigrasi. Ya, mungkin mereka terbawa aura positif dari alam yang cantik menjadikan penaduduk setempat bisa dengan ramahnya membantu wisatawan. Kamu yang tidak pandai berbahasa Inggrispun, mereka umumnya siap bersabar meladeni bahasa-bahasa isyarat yang terpaksa digunakan. Itu sekelumit hal-hal umum yang bisa menjadi bayangan kamu sebelum menginjakkan kaki ke New Zealand. Di artikel berikutnya, mari kita ulik pesona apa saja yang ada disana.
    2 likes
  33. Kebanyakan kita pasti memimpikan liburan ke Luar Negeri, Eropa, Amerika, Turki, Jepang, Korea, atau setidaknya negara tetangga seperti Malaysia, Singapura, dan Thailand. Tapi bagaimana dengan Timor Leste? Bukankah negara ini juga bertetangga dekat dengan kita bahkan pernah menjadi bagian dari negara kita? Nama Timor Leste atau dulu sebelum memisahkan diri dari NKRI dikenal dengan sebutan Timor Timur, memang sudah sangat kita kenal. Tetapi memang negara yang berbatasan darat dengan Provinsi Nusa Tenggara Timur ini bukanlah destinasi favorit untuk wisata. Selain banyak yang belum tahu tentang keunikan apa yang ada disana, faktor lain yang cukup menguatkan alasan untuk tidak memasukkan Timor Leste sebagai list tujuan liburan ialah karena biaya transportasi ke sana yang terbilang tinggi. ‘Dengan biaya segitu, mending saya ke X aja sekalian yang jelas lebih menarik’ Kurang lebih begitulah pemikiran kebanyakan kita. Lantas apakah Timor Leste memang sebegitu tidak menariknya? Kuy, kita ulik saja. 1.Perlukah Visa ke Timor Leste? via Topsy.fr Timor Leste menempatkan Visa On Arrival bagi wisatawan Indonesia. Artinya kamu bisa mengurus visa ketika tiba di sana melalui bandara atau jalur masuk lainnya. Biayanya sendiri sekitar USD 30 atau sekitar Rp 390 ribu. Tapi ada juga perbatasan yang tidak memerlukan visa on arrival sekalipun yaitu perbatasan di wilayah Atambua, NTT, tetapi sayangnya turis hanya dibolehkan masuk sejauh 5 km saja, jadi untuk berwisata opsi ini harus dicoret. Kecuali kalau kamu hanya sekedar ingin menginjakkan kaki saja alias ‘setidaknya pernah ke Timor Leste’. 2. Perjalanan ke Timor Leste Seperti yang sudah disinggung di awal, perjalanan menuju Timor Leste sebenarnya mudah, tapi mahal. Dari Jakarta, belum ada penerbangan langsung ke Dili, jadi kamu harus transit dulu di Bali. Tarif standar pesawat Jakarta-Dili kurang lebih Rp 2,5 juta atau setidaknya kamu harus menyiapkan uang sekitar 5 juta untuk pulang pergi. Eits, tapi itu untuk penerbangan kelas ekonomi, ya. Perbatasan Indonesia-Timor Leste di Atambua NTT via sinarharapan.net650 × 372 Selain jalur udara, jalur darat juga sangat bisa menjadi pilihan, setidaknya kamu bisa sedikit lebih hemat dibanding menggunakan pesawat. Caranya ialah dengan mengambil penerbangan tujuan Kupang, NTT. Lalu barulah perjalanan dilanjutkan dengan jalur darat. Tersedia minibus travel yang melayani perjalanan darat Kupang ke Dili. Tarifnya hanya sekitar Rp 200.000. Perbatasan yang akan dilalui ialah di Mota’ain atau Batu Gade jika dari sisi Timor Leste. Perjalanan darat ini sendiri berlangsung sekitar 9-11 jam dengan pembagian sekitar 6-7 jam dari Kupang ke perbatasan, dan sekitar 3-4 jam dari perbatasan ke Dili. Jangan lupa, diperbatasan kalian harus membayar Visa on Arival yang sudah dijelaskan sebelumnya, ya. 3. Dua Mata Uang, Centavos dan Dollar Amerika Koin untuk mata uang Centavos via timorlestemerdeka.wordpress.com Salah satu keunikan dari Timor Leste ialah dari penggunaan mata uangnya. Negara ini meskipun mantan bagian dari Indonesia, tetapi mereka tidak menggunakan Rupiah. Mereka menggunakan mata uang Centavos untuk pecahan koin dari 1 hingga 100 dan Dollar Amerika untuk pecahan uang kertas. 100 centavos setara dengan 1 Dollar Amerika. Ya, Dollar Amerika bukan Dollar Timor Leste, yang artinya kurs nya pun sama dengan Dollar Amerika. Hal ini tentu bisa menjadi kemudahan juga bagi turis karna tentunya sangat mudah menukarkan kurs ke USD. 4. Dili, City of Peace Tak lengkap tentunya jika membahas sebuah negara tapi tidak mengulas ibukota negaranya. Timor Leste sendiri beribukota masih sama dengan ibukota saat masih menjadi provinsi NKRI, yaitu Kota Dili. Mantan presidennya, Jose Ramos Horta, menjuluki kota di pantai utara Timor Leste ini dengan nama City of Peace. Bird view dari Kota Dili via momentum.tl Seperti ibukota negara pada umumnya, Dili menjadi pintu gerbang utama memasuki Timor Leste. Bandara Internasional di kota ini bernama Presidente Nicolau Lobato, di sisi Barat Kota Dili. Namun, jangan pula membayangkan Dili seperti Jakarta atau ibukota negara pada umumnya, di kota yang kental dengan nuansa portugis ini lebih mirip kota-kota kecil di Indonesia, tanpa gedung pencakar langit, ditambah kurang penghijauan dan cuaca khas Timor yang kering menjadikannya tampak kering nan berdebu. Penduduknya sendiri hanya sekitar 220 ribu jiwa sehingga sangat lengang apalagi saat malam. Meskipun ibukota negara, nyatanya kehidupan malam kota ini sangat senyap. Kebanyakan pertokoan tutup maksimal jam 7 malam. Hanya mall dan beberapa tempat makan yang masih buka itupun mungkin, karena bahkan restoran di mall sekalipun juga tutup di jam 7 malam. Kabarnya hanya Burger King yang buka hingga jam 9 malam. Mungkin inilah yang disebut City of Peace, benar-benar damai untuk pecinta kesunyian. Namun menariknya, karena berada di pesisir pantai utara, Dili memiliki pemandangan pantai. Hidangan laut di sana juga banyak tersedia sehingga cukup memanjakan hasrat wisata kuliner. Tak hanya soal pantai dan laut, bagian selatan kota juga berupa lanskap perbukitan sehingga juga menjadi potensi keindahan tersendiri. 5. Biaya Hidup? Mungkin karena menggunakan mata uang Dollar Amerika dan kebanyakan merupakan produk impor, harga berbagai kebutuhan hidup di Timor Leste terbilang tinggi. Sekali makan di rumah makan biasa, setidaknya kamu harus merogoh kocek USD 3-5, itupun belum termasuk minum. Bayangkan dengan kurs sekarang, artinya kamu harus merogoh kocek setidaknya 50 ribu rupiah sekali makan. Itu di rumah makan biasa, apa jadinya kalau kamu makan di restoran?. Sebanding lurus, biaya bensin di sana juga lebih mahal dibanding di negara kita. Satu liter BBM mencapai harga USD 1,5 perliternya. Tentu ini akan berpengaruh juga pada biaya transportasi disana. Tapi ada yang murah, loh ! Mobil. Ya, harga mobil di Timor Leste bisa 30-40 % lebih murah dibanding di Indonesia. Hal ini karena pajak barang impor disana jauh lebih rendah. 6. Transportasi Umum Antar kota di Timor Leste bisa dituju dengan menggunakan Bus atau Minibus. Sedangkan untuk di dalam Kota Dili sendiri, tersedia mobil angkot yang disebut mikrolet, bus, dan taksi. Biasanya mikrolet lebih umum digunakan warga untuk mobilitas di dalam kota. Jumlahnya pun cukup memadai meskipun tidak juga dikatakan banyak. Mikrolet di Kota Dili, pict by Zamush via flickr Mungkin pula karena saking sepinya, jika kamu naik taksi, bisa jadi dinaiki oleh penumpang lain. Maksudnya di tengah perjalanan, jika ada penumpang lain, supir taksi juga bisa mengangkut mereka meskipun sudah ada penimpang di dalam taksi. Tidak mau ribet? Kamu bisa menyewa mobil. Tarifnya juga lebih mahal dibanding di Indonesia, yaitu sekitar Rp 500 ribu untuk sehari sewa. 7. Penginapan Masih terbilang mahal, tarif hotel bintang 3 atau 4 sekitar USD 100-200. Tetapi tidak selalu, karena kalau kamu mau lebih berhemat, kamu bisa menginap di beberapa penginapan atau guesthouse murah seharga sekitar USD 15-25. Beberapa penginapan murah di Kota Dili ialah seperti Casa Minha Backapcker, Dili Central Backpacker, dan East Timor Backpacker. 8. Kuliner Hidangan laut cukup banyak menjadi andalan makanan favorit terkhusus di Kota Dili. Banyak kedai makan di dekat pantai yang secara khusus menghidangkan seafood. Dan perlu diingat bahwa mayoritas penduduk Timor Leste ialah Kristiani sehingga bagi wisatawan muslim bisa mencari restoran berlabel halal. Tidak begitu sulit meskipun tidak juga mudah. Beberapa rumah makan khas Indonesia masih bisa dijumpai di beberapa titik di Kota Dili, seperti Restoran Wong Solo didekat Timor Plaza, Restoran Makassar di dekat Kampung Alor, Restoran 77 di dekat Masjid An Nur Kampung Alor, termasuk restoran Jepang, Wasabi dan restoran Burger King di Komplek Timor Plaza yang juga berlabel Halal. Sedangkan bagi kamu yang non Muslim tentu bukan lagi menjadi kendala. Pada sore hingga malam, selain ikan bakar juga ada penjual daging babi panggang di sekitaran jalanan tepi pantai. Roti Paun khas Timor Leste via estrelaonline.co Bagaimana dengan makanan tradisional? Perpaduan unsur Portugis, Indonesia, Tiongkok, bahkan Arab sangat bisa dirasakan di negara ini. Di Pagi hari, bahkan kalian sudah bisa merasakan sensasi khas dari Roti Pa’un yang biasa dijual pedagang sarapan. Roti ini lebih cenderung berasa tawar namun dengan sentuhan rasa sedikit asin. Biasanya roti ini dimakan dengan segelas kopi hangat. Untuk makanan berat, ada Carne assada yaitu daging kerbau bakar yang diberi saus kental dan taburan merica. Ada juga Caldeirada yang terbuat dari daging sapi atau kambing yang dibumbui tomat, cabe merah, garam, merica, cuka dan bir serta potongan kentang dan wortel. Ada juga hal sambal khas yang populer bagi warga Timor Leste, Sambal Belimbing. Jangan bayangkan rasanya pedas dari kata sambal, tetapi bayangkan rasa belimbingnya. Sambal ini berasa sangat asam dan sangat asin dalam satu waktu. Mungkin kurang cocok bagi kamu yang menderita maag atau memang tidak suka dengan rasa yang terlampau kuat seperti ini. 9. Ramelau, Puncak Tertinggi Tempat Bertakhtanya Patung Bunda Maria Puncak Ramelau dan Patung Ave Maria via visiteasttimor.com Patung Raksasa Bunda Maria atau Ave Maria atau Virgin Mary memang cukup banyak ada di beberapa negara, termasuk Timor. Patung Ave Maria raksasa yang menjadi kebanggaan warga Timor Leste sekaligus menjadi objek wisata andalan di sana. Patung setinggi sekitar 3 meter yang berada di atas ketinggian 2.985 mdpl ini berada di puncak tertinggi dari daratan Timor Leste yaitu puncak Gunung Ramelau atau biasa juga di sebut Tatamailau. Berada sekitar 70 km sebelah Selatan dari Kota Dili, Ramelau menjadi pilihan mendaki favorit di Timor Leste, apalagi dengan adanya Patung Ave Maria, pendakian juga dilakukan untuk berwisata religi. Untuk mendaki puncak gunung ini, kalian bisa memulai pendakian dari desa Aimeta di sisi utara atau Kota Hato Bulico di sisi Timur Laut. 10. Mundo Perdido, The Lost World dari Timor Leste View dari Mundo Perdido via australianmuseum.net.au Hutan Tropis mungkin terdengar tidak begitu menarik untuk dikunjungi, tetapi untuk daratan Timor yang identik dengan suasana gersang, keberadaan hutan dengan pepohonan hijau atau padang rumput luas merupakan sesuatu yang cukup menarik. Cobalah ke Mundo Perdido, sebuah hutan pegunungan di bagian tengah dari sisi Timur negara Timor Leste. Tak hanya soal lanskap hijau pegunungan, daya tarik lainnya ialah dari sebaran aneka satwa yang sering dijumpai, termasuk jika beruntung kalian bisa melihat segerombolan kuda tengah mencari makan di padang rumput. Padang rumput di atas ketinggian inilah yang menjadi spot utama yang paling mempesona untuk dikunjungi. Namun untuk bisa mencapai puncak padang rumput Mundo Perdido, perjalanan yang harus ditempuh tidaklah mudah, itulah mengapa disebut The Lost World of Timor Leste. Kalian harus mendaki dengan trek khas kawasan pegunungan yang naik turun selama sekitar 5 jam. Lebih menarik lagi jika kamu menyewa pemandu wisata dengan biaya sekitar USD 15 untuk menemani petualangan agar lebih efektif dan efisien. 11. Areia Branca, Pantai Pemikat Hati Pantai Areia Branca, pict by vi27hahah via panoramio.com Jika ada sesuatu yang wajib untuk dikunjungi ketika di Timor Leste, maka Areia Branca adalah salah satunya. Pantai yang artinya pasir putih ini memang memiliki keunggulan dari pasir pantainya yang berwarna putih, lautan biru jernih berkilau dengan ombak yang bersahabat, serta daratan perbukitan yang menjadi pendampingnya. Tak heran jika Areia Branca adalah pemikat hati paling ampuh yang dimiliki Timor Leste untuk warganya sendiri dan wisatawan. Pantai ini berada di sebelah Timur Laut Kota Dili, tepat di kaki bukit dimana Patung Kristus, Cristo Rei yang terkenal itu berada. Untuk mencapainya juga sangat mudah karena cukup mengikuti jalan raya tepi pantai di arah timur kota. Perjalanan hanya memakan waktu sekitar 15 menit dari pusat kota Dili. Memasuki pantai ini juga tidak perlu menyiapkan biaya alias gratis. 12. Cristo Rei, Patung Kristus Raja Tertinggi Kedua di Dunia Patung Cristo Rei menghadap laut lepas via id.pinterest.com/pin/545568942332529209 Objek menarik lain yang juga wajib disambangi ketika berada di negara yang memisahkan diri dari Indonesia tahun 2002 ini ialah Patung Kristus Raja atau Cristo Rei. Patung yang menghadap ke laut lepas ini menjadi kebanggan bagi warga Timor Leste karena selain menjadi ikon, juga karena Patung Cristo Rei setinggi 27 meter ini merupakan yang tertinggi kedua di dunia setelah patung Christ the Redeemer di Brazil. Terletak 90 mdpl di puncak sebuah bukit di Tanjung Fatucama, pengunjung bisa dengan mudah mencapainya karena sudah diberikan akses menggunakan tangga. Apalagi tidak ada biaya atau tiket masuk untuk bisa mencapainya. Menariknya lagi, selama pendakian, terdapat gua-gua yang diset sesuai alur cerita bak perhentian jalan salib mengenang peristiwa penyaliban Yesus Kristus. 13. Pantai Dolok Oan, Diantara Perbukitan dan Lautan View Pantai Dolok Oan dari arah Bukit Fatucama via nnoart.com Jika kamu sudah berada di atas Bukit Fatucama tempat patung Cristo Rei, maka tengoklah ke bawah sisi Timur, itulah Pantai Dolok Oan, pantai yang masih satu garis pantai dengan Pantai Areia Branca. Karenanya, pantai inipun memiliki karakter yang tidak berbeda dengan pantai Areia Branca tersebut. Fasilitas wisata pada awalnya memang belum ada di Dolok Oan, berbeda dengan Areia Branca yang sudah dilengkapi fasilitas wisata. Tetapi, sekarang Pantai Dolok Oan sudah mulai dibangun fasilitas penunjang wisata tersebut. Untuk menuju pantai yang befrada di wilayah Metinaro, Kota Dili ini kalian bisa mengikuti jalur jalan menuju Hera dan Dolok Oan Beach. Arahnya sama dengan menuju Areia Branca, hanya saja jika ke Areia belok ke kiri, sedangkan ke Dolok Oan mengarah ke kanan. Ikuti saja petunjuk arahnya. Atau bisa juga dengan berjalan kaki menaiki anak tangga yang menuju patung Cristo Rei. Sesampainya di stasi ke 16, kalian pilih tangga menurun di sisi kanan. Dari sanalah arah menuju Pantai Dolok Oan. Tidak begitu jauh, perjalanan menurun ini hanya memakan waktu sekitar 5-10 menit. 14. Pantai Tutuala di Ujung Timur Timor Berada di ujung paling timur dari daratan Timor, membuat Pantai Tutuala sering dilewatkan. Padahal pantai yang masuk dalam wilayah Taman Nasional Nino Konis Santana ini memiliki pemandangan yang menawan dari hamparan pasir putih dan laut lepas yang berkilau. Apalagi karena masih jarang terjamah, kebersihan akan sangat kental terasa. Lokasi pantai ini sendiri berada di Desa Tutuala yang berjarak sekitar 234 km dari Kota Dili. Jika dibayangkan sekilas, dengan jarak tersebut harusnya bisa dituju dengan lama perjalanan sekitar 4-5 jam, tetapi kenyataannya infrastruktur jalan menuju sana sangat buruk apalagi jika musim hujan. Perjalanan justru bisa memakan waktu hingga 2 kali lipat dari seharusnya atau sekitar 8-10 jam. Selain itu sangat sulit menemukan angkutan umum menuju ke lokasi sehingga ada baiknya memang kalian sudah membawa kendaraan pribadi saja. 15. Pulau Jaco di Lepas Pantai Timur Timor Leste Tampak udara Pulau Jaco via ekonomipos.com Dari lepas Pantai Tutualu, terdapat satu pulau yang tak kalah menarik untuk disambangi. Jaco, begitulah nama pulau yang masuk dalam wilayah Tutuala di distrik Lautem. Pulau yang memiliki luas hanya sekitar 10 km persegi ini bisa dituju menggunakan perahu nelayan yang bisa ditemui di pinggir pantai Tutuala. Tarifnya sekitar USD 6 perorang pulang-pergi. Pelayaran sendiri hanya berlangsung sekitar 15 menit saja. Bukan pulau berpenghuni menjadikan Pulau Jaco bisa dinikmati untuk bersantai meskipun memang dahulu, pulau ini masih dianggap suci dan dilarang untuk dimasuki. Tetapi sekarang wisatawan bisa bebas masuk untuk berbagai kegiatan seperti menyelam, berenang, atau sekedar bersantai. Namun karena masih masuk dalam wilayah Taman Nasional Nino Konis Santana, wisatawan harus ekstra menjaga untuk tidak mengotori apalagi merusak. 15. Baucau, Kota Atmosfer Portugis Banyak sudut di Timor Leste yang kental dengan nuansa Portugal sebagai negara yang menjajahnya di sekitaran abad ke 15. Bahkan pasca pendudukan Belanda lalu Jepang, setelah Perang Dunia II pun, Portugal kembali menguasai Timor Leste. Barulah di tahun 1976, Timor Leste resmi menjadi bagian dari NKRI meskipun pada akhirnya sekarang kembali berpisah sebagai negara merdeka. Sejarah inilah yang akhirnya membuat Timor Leste lebih kental dengan nuansa Portugis dibanding nuansa Indonesia, dari mulai Bahasa hingga atmosfer kota. Salah satu kota yang masih meninggalkan jejak-jejak Portugis yang kental ialah Baucau. Kota terbesar kedua setelah Dili ini berada 122 km sisi Timur dari Dili. Dihuni sekitar 16.000 jiwa, Baucau memiliki sejarah yang panjang. Pada masa referendum kemerdekaan tahun 1999, banyak bangunan disana yang hancur dan dirusakkan. Tetapi untungnya sejumlah sisa-sisa bangunan kolonial Portugis masih bisa dilihat di wilayah kota lama-nya. Itulah yang sekarang menarik menjadi objek wisata. Kota lama atau kota tua itu berada di bawah perbukitan. Kotanya sejuk dengan pemandangan yang menawan. Mirip dengan Bogor yang dimasa Belanda dijadikan kota singgah, maka Baucau juga begitu dijadikan pusat aktivitas kolonial Portugis karena kenyamanannya. Bekas Pasar di Kota Tua Baucau via cornelioaniceto.wordpress.com Beberapa sisa puing bangunan yang menarik itu seperti Pousada de Baucau yang sekarang menjadi sebuah hotel, kolam renang dan pemandian bernama Piscina de Baucau, serta sebuah bekas pasar lama O-Mercadu dengan gerbang khas nuansa mediteran kuno. Kondisinya yang sudah tua nan kusan, justru membuat bangunan ini menjadi lebih eksotis. Kalau ada Kota Lama, maka ada juga Kota Baru. Wilayah di Baucau ini memang baru dikembangkan pada masa Indonesia. Nuansa kota lama lebih tampak modern. Bahkan di kota ini terdapat masjid satu-satunya di Baucau yaitu Masjid Al Amal. Tak hanya masjid, di kompleknya juga terdapat semacam panti asuhan dan sekolah.
    2 likes
  34. Pertama kali saya ke thailand saya hanya berbekal googling dan baca blog aja (Pada dasarnya saya banyak baca dan kepo Google Maps sebelum traveling, tanya2 kalo bener2 mentok banget) , Transportasi MRT dan BTS petanya sangat mudah dipahami, Naik Grab taxi juga murah disana, di beberapa kota di Thailand juga bisa sewa sepeda motor, bus antar kota juga murah. jadi untuk masalah transportasi saya ga pusing. Biar menghemat cost traveling saya dan temen saya inisiatif cari temen couchsurfing di Thailand , temen saya berhasil dpt 2 teman couchsurfing, luckily dpt teman couchsurfing orang Thailand dan saya dapet tebengan keliling kota Ayutthaya gratis tis plus ditraktir pula disana. Intinya sebelum traveling cuma rajin baca aja dan nekat berangkat... jangan too much worries. Untuk biaya menurut saya itu tergantung masing2 orang, ada yg suka belanja, ada yg suka kulineran, dsb.. kalo saya Traveler Recehan mah cuma bawa 5000 THB aja itu aja sisa, 1000 THB. untuk 5 hari. hehe, Untuk Hotel bisa cari2 di Agoda atau Booking.com pilih yg sesuai budget dan kebutuhan, Biasanya cewe2 lebih ribet karena pengen ada hairdryer lah, colokan lah ini itu ini itu, kalo cowo mah asal nyaman n aman aja plus deket transportasi dah cukup. Ya semoga membantu ya jawaban saya hahaha, walaupun sebenrnya ga membantu
    2 likes
  35. @Wendyfrenica di Bangkok transportasi gampang kok ada MRT, Bus dan Perahu memang ada beberapa daerah yang gak bisa pake MRT kayak Khaosan Road jadi naik Bus atau Perahu baca aja field report saya ini lengkap dengan itinerary: http://forum.jalan2.com/topic/11695-kuliner-jalan2-shopping-bangkok/
    2 likes
  36. @Wilen iya betul gk masalah kok, yang penting hp nya bisa connect WiFi hehe. Anyway kapan rencana ke Jepangnya?hehe
    2 likes
  37. Akhir bulan lalu saya liburan hemat ke lombok. Yup hemat ala backpacker / flashpacker kali yah :p. Pada perjalanan ini saya dapat tiket promo dari citilink loh, tiketnya seharga Rp. 980.000 untuk pulang pergi dari Soekarno-Hatta Intl Airport. Kira-kira jam 06.00 WIB saya sudah sampai dibandara dan langsung check in tanpa bagasi karena cuma bawa ransel gendong aja. Sayangnya promo yang saya dapatkan ini transit selama 1 jam di Surabaya (gpplah yang penting promo :p) Keberangkatan ini lancar tanpa delay, ngga seperti perjalanan saya ke Malang yang delay hampir 3 jam Kira-kira jam 11.30 itu saya sudah tiba di LOP (Lombok Airport) begitu turun pesawat langsung cari counter DAMRI yang berada persis setelah pintu otomatis keluar dari ruang kedatangan. Harga tiket DAMRI untuk sampai kota Mataram adalah Rp. 25.000 sedangkan jika mau sampai Senggigi Rp. 35.000. Berbeda dengan DAMRI di Jakarta yang dengan kondisi apa pun (penuh atau tidak penuh) tetap berangkat, DAMRI di Lombok nunggu sampai penuh! baru jalan dan saya menghabiskan 1 jam untuk nunggu bus itu penuh :(. Saya naik yang sampai Senggigi lalu makan siang di warung soto pinggir jalan karena darurat sudah kelaparan banget ; makan soto ayam 2 mangkok + es teh manis + aqua botol + krupuk 3 seharga Rp. 55.000 :D. Dari situ nyambung ke pelabuhan ferry bangsal yang berjarak kurang lebih 30-40 menit dari senggigi dengan menggunakan taksi burung biru alias bluebird seharga Rp. 80.000. Sebenarnya ada cara lebih hemat untuk ke pelabuhan bangsal dari kota mataram dengan naik semacam angkot gitu tetapi lama harus menunggu sampai penuh baru berangkat dan menurut saya sangat membuang waktu. Oh ya biasanya taksi tidak boleh masuk sampai kedalam pelabuhan tetapi beruntungnya waktu saya datang diperbolehkan untuk masuk sampai kedalam. Buat kalian yang nanti akan mengalami larangan masuk ini ga usah kuatir, jalan kaki cuma 6-10 menit aja dari depan gerbang pelabuhan kira-kira 300 meter atau naik delman yang disebut cidomo kalau di Lombok yang harganya Rp. 25.000 – 30.000 aja. Well kira-kira jam 15.00 saya sampai di pelabuhan bangsal dan membeli tiket kapal umum Rp. 20.000 untuk sekali jalan menuju ke Gili Trawangan. Alternatif untuk ke Gili Trawangan bisa juga dengan kapal cepat seharga Rp. 80.000 cuma 15 menit katanya, tapi saya memilih kapal umum (nunggu penuh baru berangkat). Ngga sampai 5 menit nunggu sudah mau berangkat aja nih kapal yang saya tumpangi dan perjalanan ke Gili Trawangan hanya memakan waktu 40 menit aja. Sesampainya di Gili Trawangan saya pun langsung menuju ke penginapan karena badan sudah cukup lelah eh ternyata jalannya jauhhhh dan agak menanjak menuju penginapan kira-kira 15-20 menit jalan kaki dari pelabuhan GilTraw. Sampai penginapan mandi dan leyeh-leyeh dulu sebentar dan menjelang sunset baru keluar lagi naik sepeda. Lokasi kekinian untuk melihat sunset adalah Ombak Sunset yang ada ayunannya itu loh tapi sayangnya hari itu saya kurang beruntung karena ada awan tebal yang menutupi matahari terbenam :(. Yoweslahhh lanjutkan muterin pulau dan akhirnya berhenti di The Exile Bar and Resto lanjut nikmatin sisaan sunset yang malah warna orangenya keluar dan bagus. Beer disini Rp. 30.000 / botol sedangkan snack kayak chicken wing Rp. 40.000-an ya harga yang standartlah ya. Lanjut dari The Exile saya coba lanjut lagi gowes sepeda dan menemukan pasar malam yang isinya makanan semua! wah surgaaaa buat perut buncit saya ini :p. Bentuknya sih sederhana ya hanya gerobak-gerobak besar dengan pilihan makanan yang sangat bervariasi mulai dari ikan, ayam, udang, sate, martabak, pancake dan masih banyak lagi dengan harga yang relatif murah Rp. 10.000 – Rp. 50.000. Keesokan harinya saya sudah standby kembali didekat pelabuhan GilTraw karena ikutan island hopping 3 Gili (Gili Trawangan, Gili Meno dan Gili Air) dengan snorkeling. Harga paketnya Rp. 100.000 per orang sudah termasuk kapal dan alat snorkeling. Paket 3 pulau ini dimulai jam 10.30 dan berakhir jam 15.00 dengan 3 spot snorkeling dan makan siang di Gili Air (kalau tidak salah jika dengan makan siang harganya menjadi Rp. 120.000). Kondisi perairan di 3 Gili ini masih sangat bersih makanya ngga heran banyak sekali turis yang kesini untuk snorkeling bahkan diving. Banyak juga sekolah diving di Gili Trawangan ini. Dilokasi snorkeling terakhir, guide saya memberikan roti untuk makan ikan sehingga nanti ikan berkumpul disekitaran kita yang snorkeling dan bisa difoto-foto. Sore harinya saya coba mencari sunset tetapi masih juga ketemu awan yang tebal, alhasil melipir aja deh ke toko kebab, es krim gelato dan ditutup dengan makan malam dipasar malam. Hari berikutnya setelah breakfast saya sudah bersiap menuju kembali ke Lombok dengan kapal umum yang kali ini tiketnya cukup Rp. 15.000 ga jelas kenapa lebih murah, mungkin yang lalu termasuk tiket wisata kali ya :p. Jam 10.00-an saya sudah merapat kembali ke pelabuhan bangsal dan naik siburung biru lagi menuju ke senggigi karena malam terakhir akan saya habiskan disenggigi. Dijalan menuju senggigi saya sempat mampir di 2 tempat yaitu warung ayam taliwang dan tempat oleh-oleh. Menurut saya pribadi, ayam taliwang yang begitu terkenal itu ternyata ngga seenak yang saya bayangkan atau mungkin saya makan diwarung yang kurang pas ya :). Oleh-oleh juga sama seperti diBali, Surabaya dan lainnya yang isinya cuma keripik, kacang, emping pedes, kerupuk dll dan menurut saya masih lebih murah belinya dicarrefour atau dihypermart ahahaha. Hari terakhir ini saya habiskan hanya dihotel saja bersantai dan berenang plus mencoba spa 15 menit yang gratisan. Hari keempat waktunya pulang kembali ke Jakarta, bawaan sudah banyak dan gamau repot jadinya langsung naik burung biru ke bandara dengan jarak tempuh 50 menit saja dan bayar Rp. 170.000 karena kalau naik damri mesti ke pool DAMRI Mataram lalu nunggu penuh lagi seperti membuang waktu dan tenaga. Sampai di Jakarta masih sore sekitar jam 15.00 dan tiba kembali dirumah masih jam 17.00, bisa istirahat dulu sebelum besoknya kerja lagi. Estimasi pengeluaran selama dilombok: Tiket Pesawat PP : Rp. 980.000 DAMRI LOP – Senggigi : Rp. 35.000 Taksi Senggigi – Bangsal : Rp. 80.000 Kapal Bangsal – Gili Trawangan : Rp. 20.000 Hotel di Gili Trawangan : Rp. 350.000 / 2 malam Paket Snorkeling 3 Gili : Rp. 100.000 Kapal Gili Trawangan – Bangsal : Rp. 15.000 Taksi Bangsal – Senggigi : Rp. 150.000 (sudah termasuk mampir 2 tempat) Hotel di Senggigi : Rp. 500.000 / malam Taksi Senggigi – LOP : Rp. 170.000 Total : Rp. 2.400.000 Nahh kira-kira itu yang bisa saya sharing mengenai liburan hemat ke lombok versi saya. Pengeluaran untuk makan tidak saya sertakan karena tergantung selera tetapi ditulisan diatas sudah saya tuliskan perkiraan biaya untuk persekali makan. Pengeluaran diatas pun masih bisa ditekan lagi sehingga bisa lebih hemat seperti hotel dan transportasi. Silahkan disesuaikan dengan kantong masing-masing. Cheers!
    2 likes
  38. TOKYO 東京..... day 1 Dan akhirnya boarding jam dan berangkaaatt TOKYO . Untuk entertain di pesawat sepertinya sih kurang lebih sama dengan yang lain, film-film dan saya cukup senang karena update filmnya dan saya nonton Suicide Squad soalnya blm sempat nonton jadi lumayan walau gad subtitle inggris ato indonesia hahaha. Untuk makanan karena flight saya hampir tengah malam di awal-awal penerbangan cuman di kasi minum pilihanya sih macem-macem sama snack kaya semacam pastel tapi panjang bentuknya entah apa namanya yang penting enak haha. Lalu kurang lebih 2jam sebelum mendarat baru deh dikasi sarapan dan enak sarapanya. Foto-foto selama di pesawat ada di bawah ya Kalo bole kasi review naik MH sih sebenernya selama saya naik ini pelayanan dan semuanya oke. Tidak ada yang special sih mungkin juga karena saya naiknya kelas ekonomi kali ya haha. Tapi kalo bole saya review pertama untuk interior sih saya bilang oke dan seperti kebanyakan pesawat lainya. Untuk entertaiment di pesawat cukup lengkap, filmnya update (walau gad subtitle indo/english hahah), lagu-lagunya juga baru-baru jadi menurut saya cukuplah untuk nemenin perjalanan panjang heheh. Lalu untuk makanan sendiri saya bilang cukup enak dan banyak hahhaha dan selalu ada 2 opsi pilihan (lokal/western atau japanese style karena penerbangannya ke jepang). Bagi yang doyan wine nih dia ngasi wine (red and white) juga buat penumpang 18thn ke atas hahahah So overall sih buat saya pribadi puas dan cukuplah untuk nemenin perjalanan kurang lebih 8jam ke Jepang
    2 likes
  39. Temen-temen yang berada di SUMUT ( Medan ), Datang ya di KOPDAR JJNers REGIONAL SUMUT Kami Tunggu Kedatangannya....... * mas @deffa mohon dibantu info ya...
    2 likes
  40. Salam kenal buat teman semua~ Aku annisa sekarang sih statusnya masih jadi siswi kelas XII di SMA 2 Subang.. Bukan asli orang sunda, aku kelahiran bengkulu (sumatra) dan tinggal disana sampai smp, mungkin saya bisa share tempat wisata yg bagus di bengkulu bagi teman-teman yg mau kesana.. Hobi sih ya gitu kesana kemari jalan-jalan cari tempat yg indah maklum selagi masih muda.. Tinggal di Subang Jawa Barat, bagi teman2 forum yg mau liburan ke ciater, tangkuban parahu atau sekitarnya lah wilayah subang-lembang bisa hubungi aku untuk jadi tourguide dadakan mungkin buat teman-teman perempuan juga bisa kok yg butuh tempat bermalam dirumah aku, selalu terbuka ya walaupun ala kadarnya.. Alasan bergabungnya ke forum ini mau cari teman untuk backpacker ke korea sih rencana mau 2017 akhir atau di awal 2018, masih bingung mencocokkan sama jadwal libur~
    2 likes
  41. Wah aslina itu harganya 58 usd? gillee lebih mahal dari hanoi ke luang prabang 52 usd an... wkwkw eh iya lupa, bus hanoi - vientiane langsung aja ke terminal Bus Nuoch Ngam banyak pilihan, paling murah $22.5 klo pengen simple, beli di travel agent daerah Old Quarter harus pinter nawar... $25-26an ntr dijemput didepan travel agentnya ngikutin yg pake motor, trus naek van buat dianterin ke terminal nuoch ngam, dan ntr nunggu calo mesenin busnya
    2 likes
  42. Setelah sebelumnya kita sangat dibantu dengan kehadiran ragam online travel agent seperti agoda, traveloka, tiket.com, pegipegi, dan macam lainnya, beberapa bulan belakang mulai berkembang pula startup serupa tapi tak sama, Layanan Booking Kamar Hotel atau Virtual Hotel Operator (VHO). Berbeda dengan online travel agent yang menjadi penghubung antara konsumen dan pihak hotel dalam urusan transaksi, Layanan Booking kamar hotel / VHO ini secara khusus mengakuisisi kamar dari suatu hotel, dengan kata lain kamar hotel tersebut akan di sesuaikan baik fasilitas maupaun desainnya dengan standar si penyedia layanan booking tersebut seperti seprei, peralatan mandi, air mineral, dan lainnya yang menggunakan label mereka sendiri, bukan label hotel. Keuntungan mereka sendiri ialah melalui komisi yang diberikan hotel atas setiap penjualan kamar melalui VHO. Tentu hal ini bisa sangat menguntungkan pihak hotel, dibandingkan jika mereka membiarkan ada kamarnya yang kosong. Mungkin ini juga yang membuat biasanya hotel yang bekerja sama ialah hotel budget dan/atau yang tidak memiliki website sendiri. Umumnya startup ini menyasar hotel budget atau bintang 3 kebawah. Hal ini bisa dikatakan juga untuk mendongkrak permintaan hotel budget yang mungkin beberapa belum mampu bersaing dalam hal promosi. Meskipun beberapa juga ada yang bekerjasama dengan hotel atau villa mewah. Keunggulan dari layanan ini ialah jaminan standar kualitas yang disediakan. Semua kamar dari hotel yang bekerja sama dengan mereka bisa dipastikan akan memiliki standar kualitas yang sama baik di satu hotel dengan hotel lainnya. Dengan begitu, kita yang belum pernah menginap di hotel tersebut setidaknya sudah tahu hal-hal yang akan kita dapatkan jika menginap menggunakan kamar dari layanan VHO ini. Selain itu, dengan fasilitas yang telah terstandar ini, harga yang ditawarkan tetaplah murah bahkan bisa lebih murah dibanding kamar lain di hotel yang sama. Ada beberapa layanan booking kamar hotel ini yang sudah cukup dikenal, beberapa bahkan mungkin sudah tidak asing melintas di layar kaca. Lantas apakaha kamu sudah pernah mencoba? 1.Airy Rooms Beberapa bulan belakang, nama Airy rooms sudah hilir mudik di iklan tv. Airy Room bermitra dengan ratusan hotel budget di lebih dari 38 kota di Indonesia. Airy rooms mengelola lebih dari 2000 kamar dengan standar yang sama. Mereka menerapkan 7 standarisasi kenyamanan yang meliputi WiFi gratis, TV layar datar, AC, air hangat, tempat tidur bersih, perlengkapan alat mandi, serta air minum gratis. Tampilan website airyroom Airy room dalam websitenya juga menawarkan kelebihan atau keuntungan jika menggunakan layanan mereka yaitu Mereka menjamin kenyamanan konsumen, memberikan penawaran harga terbaik tanpa dipungut biaya transaksi lain, serta kemudahan dalam booking. Cara pemesanan di website airyrooms juga sangat mudah yaitu cukup memasukkan nama kota tujuan, lalu pilih tangga; check in dan check out. Setelahnya akan tampil berbagai pilihan kamar dari berbagai hotel yang tersedia termasuk tipe kamar dan detail fasilitas yang disediakannya. Kamu juga bisa melakukan filter di tombol sisi kanan atas dimana kamu bisa memilih tipe airyrooms, kisaran harga, serta fasilitas kamar dan hotel yang diinginkan. Jika sudah menentukan pilihan kamarnya, kalian tinggal mengisi data pemesanan meliputi nama tamu, no handphone, dan alamat email. Barulah kalian akan diarahkan ke laman sistem pembayaran yang dipilih yaitu bisa menggunakan kartu kredit ataupun melalui transfer ATM. Tampilan laman reservasi pada website airyrooms Menariknya, selain dapat melakukan reservasi via website dan aplikasi andorid, mereka juga bisa melayani pemesanan melalui telepon dan whatsapp selama 24 jam penuh sehari. 2. Nida Rooms Salah satu kamar nida rooms di KL Malaysia via nidarooms.com Nida rooms memiliki jaringan yang lebih luas yaitu meliputi Indonesia, Malaysia, Thailand, dan Filipina. Di Indonesia sendiri, Nida sudah launching sejak Desember 2015 lalu oleh perusahaan Global Rooms Limited. Sejauh ini, Nida rooms secara khusus membidik hotel budget bintang 3 kebawah. Mereka bisa dikatakan menjadi penggerak utama hotel low budget di kawasan Asia Tenggara dan sangat cocok bagi kamu wisatawan ala backpacker atau budget traveler. Meskipun mengusung low budget, tetapi soal kayanan Nida rooms tetap berupaya memberikan yang optimal. Standar fasilitas yang mereka miliki meliputi WiFi, hot shower, AC, dan perlengkapan kamar. Kini, Nida sudah memiliki sekitar 3.100 kamar dari ratusan hotel di Indonesia di sekitar 1.200 lokasi dari mulai Jawa, Sumatera, Bali, Kalimantan, dan Sulawesi. Di negara-negara lainnya juga seperti Malaysia, Nida bisa ditemukan di lebih dari 100 lokasi. Cara pemesanan Nida rooms juga tak kalah simplenya. Kalian bisa memesan di website mereka atau mengunduh aplikasinya di iphone dan android. Tampilan website Nida rooms Di halaman muka website, kalian cukup memasukkan kota tujuan, tanggal check in dan check out, jumlah tamu dan jumlah kamar. Kemudian kalian akan diarahkan pada beragam pilihan kamar dan harganya. Kalian juga bisa mengatur rentang harga yang diinginkan di bagian kiri halaman web. Setelah memilih kamar, barulah kita diarahkan kelaman yang menunjukkan fasilitas yang tersedia di hotel dan kamar hotel. Setelah sesuai barulah kalian bisa mengisi detil biodata tamu untuk kemudian kesistem pembayaran. Pembayaran bisa dilakukan dengan kartu kredit, transfer ATM, ataupun Internet Banking. 3. Zenrooms Jika Nida melingkupi kawasan Asia Tenggara, maka zen room jauh lebih luas lagi. Selain Indonesia, Thailand, Malaysia, dan Filipina, Zen room juga tersedia untuk negara Srilanka, Hongkong, hingga Brazil. Meskipun memang untuk Indonesia, zen room baru tersedia di Jakarta, Bogor, Bandung, Batam, Bali, Malang, Magelang, Yogyakarta, Surabaya, Lombok, dan Makassar. Salah satu kamar zenrooms di salah satu hotel Jakarta Seperti dua sebelumnya, Zen room juga masih menyasar hotel budget dengan rentang yang cukup lebar. Meskipun begitu, kualitas yang diberikan terbilang sangat mumpuni dan memuaskan. Standar yang mereka jamin ialah berupa Wifi kencang dan gratis, AC yang dingin, Shower hangat, Sprei yang bersih, dan layanan pelanggan 24 jam setiap harinya. Sama seperti yang lain pula, sistem reservasi online di Zenroom sangatlah mudah. Kalian cukup memasukkan kota tujuan, tanggal check-in dan check out, jumlah tamu, serta jumlah kamar. Barulah kita diajak memilih serangkaian pilihan kamar yang tersedia dengan foto kamarnya serta harganya. Setelah itu pilih tombol pemesanan untuk kemudian masuk ke laman untuk mengisi data tamu. Menariknya di laman ini juga terdapat kolom yang bisa diisi jika kamu memiliki permintaan khusus seperti double bed atau informasi travel. Sistem pembayarannya juga bisa dipilih yaitu bisa menggunakan kartu kredit atau transfer via ATM. 4. RedDoorz Kalau kamu memang memburu penginapan low budget, RedDoorz bisa dikatakan sangat direkomendasikan. Kisaran harga yang ditawarkan mulai dari 150 ribuan sehingga bahkan ada yang lebih murah dari itu. Hal ini tentu sangat cocok juga bagi kamu petualang ala backpacker. Dengan kata lain, RedDoorz juga menyasar penginapan-penginapan kecil bahkan mungkin jauh dari jalan raya. Meskipun begitu standar fasilitas yang diberikan juga mumpuni yaitu meliputi Wifi gratis, TV Satelit, Air mineral, kasur dan kamar mandi bersih, serta perlengkapan mandi. Salah satu budget room di Bali via RedDoorz Didirikan sejak 2015, RedDoorz memang baru mencakup Kota Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Bali. Tapi, RedDoorz sendiri sekarang tidak hanya menggaet hotel melainkan mulai merambah ke kamar kosan atau residence. Pengguna layanannya juga bisa terbantu karena mereka menyediakan hotline service 24 jam setiap hari. 5. Tinggal Tampilan home website tinggal.com Bagaimana dengan yang satu ini? Masih nampak asingkah? Startup satu ini memang baru mulai launching di Februari 2016 lalu. Hingga saat ini, Tinggal sudah menjamah Kota Jakarta, Bandung, Surabaya, Yogyakarta, Medan, Malang, dan Pulau Bali. Pilihan 3 kategori kamar di Tinggal Pembeda Virtual Hotel Operator Tinggal dan lainnya ialah, di Tinggal tersedia 3 pilihan jenis kamar hotel yaitu Budget, Standar, dan Premium. Hal ini memberikan kelebihan bagi Tinggal untuk menggaet pasar dari segala keperluan. Di kategori Budget, pilihan kamar yang tersedia mulai dari tarif 100 ribuan rupiah, kategori standar muai dari 300 ribuan, dan premium mulai dari 500 ribuan rupiah. Salah satu pilihan kamar budget di Bali via Tinggal Pembeda ketiganya tentu dari fasilitas yang tersedia di kamar dan hotelnya itu sendiri, tetapi seminimalnya mereka punya standar seperti jaminan kebersihan kamar, kasur yang nyaman, AC, kamar mandi dalam, dan Wifi gratis. 6. Zuzu Hotels Zuzu Hotels berkembang cukup baik di Asia. Awalnya meliputi Indonesia, India, dan Taiwan, dan sekarang sudah menjamah Thailand di Pattaya. Di Indonesia sendiri, saat ini Zuzu Hotels menyediakan layanan di ratusan hotel dari beberapa kota besar seperti Jakarta, Surabaya, Bogor, Solo, Medan, Makassar, Bandung, Gorontalo, Cirebon, Tangerang, Yogyakarta, Semarang, dan Bali. Sama seperti Tinggal, Zuzu Hotels juga menyediakan 3 tipe pilihan kamar yaitu Budget, Standar, dan Premium. Ketika kalian memilih kota tujuan dan tanggal pemesanan, maka di laman berikutnya akan tampil pilihan kamar serta pilihan untuk 3 tipe pilihan kamar tersebut beserta kisaran harganya. Standar fasilitas yang disediakan Zuzu Hotels sendiri meliputi wifi gratis, kasur yang nyaman, sarapan, AC, dan shower mandi. Mereka juga menambahkan promo khusus berupa gratis 1 malam untuk pemesanan 10 malam.
    2 likes
  43. hai @soekito 1. Tokyo - Takayama : ada 2 pilihan jalur, yaitu : Tokyo Stasiun - Toyama - Takayama atau melalui rute Tokyo Station - Nagoya - Takayama. Waktu tempuhnya mirip2. dan keduanya di cover JR Pass. Tinggal pilih aja mana yang jam berangkatnya lebih cocok dengan itinerary. Takayama - Shirakawago harus naik bus dan ga di cover JR Pass, naiknya dari Nohi bus station yang persis ada di sebelah Takayama Station. Perjalanan sekitar 1 jaman. Tiket bisa langsung dibeli di stasiun. Untuk jadwal bisa di cek di 22122016075600-0001.pdf Loker di depan Nohi Bus ada sekitar 10 loker, di dalam statiun ada lebih banyak. Ukuran paling gede 600yen perhari. Cukup ga kalo baru sampe Takayama tus lsg ke Shirakawago? cukup2 aja.. tergantung nyampe di Takayama jam berapa dan mau ngabisin brp lama di Shirakawago. Gw sendiri ngabisin sekitar 5-6 jam disana, karena gw suka nyari foto. Kalo tmn2 yang lain ada yang cuma 2 jam udh puas kok. Disesuaikan aja dengan jadwal bus di atas. Btw hati2 bisnya biasanya harus reserved, tertutama saat peak season. Gampang bgt caranya, tinggal tlp aja call center ke Nohi bis, pilih tanggal, jam dan jumlah penumpang. Bayarnya nanti pada saat nuker nomor reservasi dengan tiket. 2. Takayama - Sin Hotaka. Sama kaya ke Shirakawago, naiknya dari Nohi bis terminal. Perjalanan sekitar 1,5 jam. Tersedia beberapa pilihan paketan yang bisa dibeli langsung di terminal nohi bus sebelum berangkat.Info lebih lengkap bisa cek di lampiran berikut: Shin Hotaka.pdf 3. Takayama - Kyoto : sama kaya @syahrulsiregar sampein kalo JR Pass ga mengcover Nozomi. " The JAPAN RAIL PASS is not valid for any seats, reserved (incl. Green Car) or non-reserved, on ”NOZOMI” and “MIZUHO” trains. " Info lebih lengap cek di http://www.japanrailpass.net/en/about_jrp.html Tapi banyak pilihan lain kok kaya Shinkansen Hikari, waktu tempuh ga jauh beda dengan Nozomi. 4. Kyoto dan Osaka: seperti yang disampein om @kyosash karena pake JR Pass bisa aja nginep untuk 2 kota ini digabung di 1 kota aja. Bisa di Osaka atau Kyoto. Karena jarak tempuhnya singkat. Naik kereta lokal cuma 30 - 45 menit. Kalo naik shinkansen bisa lebih cepet. Kereta juga lewat ga nyampe 10 menit sekali, sering banget.. jadi kalo mau bolak balik yaa masih oke kok. Kecuali emang mau ngerasain nginep di koya yang beda2. 5. Osaka - Hakone :Hati2 masih ada Nozomi, bisa pilih Shinkansen jenis lain. pindah kereta cukup banyak.. jadi pastiin bawaannya ga ribet yaaa.. Itinerarynya so far oke sih.. om @kyosash juga udah komen kan di atas. Berarti udah ok.. Percaya deh kalo sama om kyo. Semoga membantu.
    2 likes
  44. Iya bro tp kemarin saya yg 3gb yg pay as you go paketnya dan hanya untuk saya sendiri. Kalo ber 4 sih gk cukup pasti hahaha. Mending kalo ver 4 sewanya 2 wifi aja bro @min0ru
    2 likes
  45. MASIH INGAT KAN DENGAN CERITA PENDEKAR Sin Tiao Hiap lu /PENDEKAR RAJAWALI dari Gunung Goby /Omei/kini Emei Shan Emei Shan Adalah salah satu gunung Terkenal Di Chengdu Selatan (+180 km) ke Emeisan Bisa Langsung Dari Bandara Atao Dari Chengdu Stasiun Pake CRH Ke Emeisan Melalui STT Chengdu Selatan 74/61 yuan Lanjut Ganti Pake bus no 5A dan 8Menuju Baoguo STT Bus kurleb 5 yuan Lanjut bus Pariwisata taman 85 Yuan PP Bisa Juga Langsung Jos Dari terminal Xian Nanmen bus STT Kurleb 51 yuan 3 jam sampe Sampai Di XiaoBa Stt Bus Lanjut Menuju STT bus Baogou Lanjut Bus Taman pintu Masuk85 yuan Batas Midle gunung lanjut naik Gondola Yang lumayan Ektreem Sekali angkut 150 Orang Berbayar 120 yuan turun dan naiknya Dan turun di STT Gondola ,,,,,Kita jalan Kaki Yang Lumayan Memeras Tenaga dengan Ektra , Kira kira 5 km dengan Jalan Setapak yang telah Di bikin tanga tangga, yang lumayan Curam Menuju Puncak Golden Summitnya , Namun Pemandangan Di ketinggian Lebih Dari 3ribuan Km itu saaaangaaaaat Indah Dan Dilanjut lah Menuju temple, satu persatu Seperti wan Nian Fo, tempat para pendekar silat Wanita Dari gunung Goby dan Temple2 Lainya sampe titik ketinggian tertinggi., disinilah kita sangat takjub , dengan penampakan bangunan berlapis emas , yang sangat MEGAH. dengan diselingi awan saling bergantian melewati muka kita .. sementara kita bener2 berada di negri atas awan . Puncak Yuen Ching / GOLDEN SUMMIT Catt , Paling Pas Kunjungannya Di satu paket kan dengan Ke leshan Big Buddha 2 D 1 n Durasi Trip Emei Shan , Dari Kaki Gunung Emei sekitar 8 sampai 10 jam Sebaiknya jam 7 pagi sudah Start dari kaki gunung emei Nginap di kota Baogou kaki gunung Emei Sangat Indah Dan Rame Pesta Makanan /Kulineran Vegetarian segala jenis Sayuran Yang Segar ,/ aneka kacang2 rebus ., jagung rebus yang legit rasa ketan,/ aneka buah buahan segar baru metik darik pohon
    2 likes
  46. @Vaylyn coba baca2 field report nya @Ikamarizka dia juga ke Shin-Hotaka seru tuh
    2 likes
  47. 2 likes
  48. Haloo, salam kenal semuanya. Perkenalkan saya Enda, tinggal di Bandung. akhir-akhir ini lagi suka jalan2 ke Luar negeri. untuk trip mendatang saya rencananya mau ke Bangkok Januari 2017 ini. trus trip yang lain rencananya sih mau ke jepang Agustus 2017 (nekad banget gara2 liat ticket return pke Airasia keitung murah). Saya orang nya friendly jadi gampang dkt sama orang, jadi klo ada yang mau nge trip bareng hayu ditunggu banget pkonya (biasa ng-trip sendiri). segitu aja mungkin perkenalan nya. :)
    2 likes
  49. Tanggal 1 November 2016. 1 Srilanka Rupee = Rp 88,9,- Sempat bingung, keinginan hati yang paling kuat adalah melihat keindahan alam di Adam`s Peak setelah dari Kandy. Antara iya dan tidak lantaran, ketika itu sedang low season dan parahnya, menurut orang lokal, itu artinya disana sepi. Tidak peduli sih soal sepi, tapi lagi musim hujan, khawatirnya tidak ada yang bisa dilihat setelah mencapai puncak, terus tidak ada penerangan sama sekali sepanjang perjalanan kalau sedang low season. Begitu juga si Jee, antara meneruskan perjalanan ke tujuan selanjutnya, atau ikut aku ke Adam`s Peak. Setelah mendapatkan pencerahan terakhir dari Benjamin, host aku di Kandy, akhirnya aku mantap untuk tidak ke sana dengan alasan diatas. Aku pilih ke Ella langsung dari Kandy, sedangkan Jee, pilih ke Nuwara Eliya. Pagi itu, setelah pamit dengan keluarga Benjamin, aku naik tuk- tuk ke stasiun kereta terdekat untuk menyambung perjalananku selanjutnya ke Ella. Iya, Ella, aku sudah mantap ke Ella. Jee juga, jadinya ikut aku ke Ella. Faktanya, Kereta ke Ella tidak beroperasional hari itu dengan alasan, semalam hujan deras, ada tanah longsor, ya, jalur keretanya tertutup. Selesai sudah tujuan perjalanan ini. Kenapa? Karena, kereta rute Kandy ke Ella yang paling wajib, sepanjang perjalanan itu, akan disuguhkan pemandangan luar biasa. Keretanya sih bukan tipe kereta baru dan bagus, tapi alamnya yang bisa dinikmati itu yang luar biasa. Alternatifnya, harus naik bus. Tidak ada rute langsung, aku harus turun di terminal Nuwara Eliya dulu, kemudian nyambung lagi ke Ella. Okey, naik busnya dari terminal yang dekat stasiun Kandy. Tinggal tanya saja, bus ke Nuwara Eliya yang mana? Dari Kandy ke Nuwara itu butuh 3 jam perjalanan dengan jalanan berkelok- kelok, menanjak naik, mengitari pinggir gunung yang tepat disebelahnya, jurang. Bayar 100 Rupee, sayangnya, aku tidak dapat tempat duduk di dekat jendela. Sumpah, pemandangannya super indah. Tidak terbayang, pakai rute bus saja, begitu indah, tidak tahu seberapa indahnya alam Srilanka, jika aku naik kereta. Tidak percaya, coba search saja, naik kereta Kandy - Ella, bisa nge - youtube juga. Hahahaha, sebenarnya, naik bus di Srilanka, punya pengalaman sendiri deh. Jalanan tidak terlalu besar, jalan gunung, tapi tetap saja balap. OMG... harus pegangan kuat biar. Orang lokal sudah terlatih kali ya, berdiri-pun, mereka tenang dan biasa saja. Jee kemudian berubah pikiran ketika sudah tiba di Nuwara Eliya, dia bilang, dia suka banget Nuwara, memang, bagus sih. Ya, mungkin karena, pemandangan sepanjang perjalanan itu yang merubah pemikiran Jee. Okey, akhirnya, kami pisah di terminal. Aku tetap menuju ke Ella. Jee tenteng backpack-nya jalan ke arah kota. Baru satu putaran mencari bus ke Ella, tidak sampai 15 menit, eh... ketemu Jee lagi. Dia batalin, katanya, penginapan disini mahal banget. Terus cuma lihat perkebunan teh yang terkenal di Srilanka. Nuwara Eliya identik dengan perkebunan teh. Ini yang menjadi daya tariknya. Turis yang kesini, hanya untuk santai, menikmati segarnya udara, hijaunya pemandangan sekitar dan tidak melakukan apa-apa. Yups, menikmati hidup. Jee, pada akhirnya, ikut aku ke Ella. Di bus, ketemu beberapa backpacker bule. Alasannya sama, tidak ada kereta, satu- satunya ya pakai bus. Perjalanannya sekitar 2 jam, bayar 100 Rupee. Alamnya sama, keren, bagus, indah tapi sayang, hujan. Kali ini, sudah dapat tempat duduk dekat jendela. Alam berkata lain. Sepanjang perjalanan, ya melamun saja. Berjuang bersama penumpang lainnya, bekerja keras mendapatkan udara yang semakin menipis. Bus selalu penuh, selalu saja ada yang naik dan turun. Sampai, giliran kami, turun... Belum ada ide, entah mau jalan ke kanan atau ke kiri. Belum ada bookingan penginapan sama sekali. Lah, bule- bule itu, mereka semua sudah ada. Mana hujan masih mengguyur. Alamak.. berteduh sejenak sembari pelajari kota Ella sejauh mata bisa memandang. Tidak ada tanda dari Tuhan, kalau hujan akan segera diberhentikan. Tidak ada pilihan lain. Jalan ke arah kiri, sambil sedikit berlari. Jalan raya itu cuma muat 2 mobil buat 2 arah. Bus yang lalu lalang, gede- gede. Untungnya, tidak sampai 20 langkah, mata tertuju pada satu plang, satu hostel. Mampir, sekalian cek harga dan bentukannya. Cocok, opss, langsung okey. Langsung bayar. Jadi, aku menghabiskan malam itu di hostel yang menurutku, hahaha... murah... nyaman dan dipinggir jalan. Buru- buru mandi karena kehujanan. Sudah segar, pesan teh tarik panas, keluarkan biskuit, duduk santai di ruang makannya yang menghadap ke jalan, ruangan terbuka, udara dingin akibat hujan bebas menari keluar masuk sesuka hati. Kalau ingat, moment itu,.... Tuhan... Terima kasih banget atas Anugerah Yang Engkau berikan pada hamba-Mu ini.... Tidak ada kegiatan lain sore itu menjelang malam. Hujan masih tetap berlanjut. Tidak bisa kemana- mana. Cuma ada 3 kamar yang terisi. 1 bule cowok asal Belarus, 1 bule cewe asal German, ya sisanya Jee dan aku. Terjebak dalam situasi yang sama, kami semua, larut dalam satu percakapan yang panjang. Saling cerita sudah dari mana saja, sudah kemana saja, apa yang bagus, apa yang keren, besok mau kemana, besok mau ngapain, sudah keliling negara mana saja, setelah dari Srilanka mau kemana, sampai entah apa saja dibicarakan. Akrab.. mendadak akrab.. kami akrab, karena hujan mempertemukan kami. Sisa malam itu, aku pakai buat makan di Cafe C didekat hostel. Makan sepiring Kottu dan minum teh tarik panas, bayar 450 Rupee. Jalanan sepi. Tidak banyak yang lalu lalang, tidak ada bus yang lewat, kendaraan juga hampir tidak ada. Restoran sepanjang jalan juga tidak tampak ada keramaian yang berarti. Setelah makan, aku manfaatin waktunya untuk cari souvenir untuk koleksi pribadi dan post card. Pulang, tidur deh. Rencananya, ingin bangun pagi- pagi buta untuk mendaki Mini Adam`s Peak atau Little Adam`s Peak dan menunggu datangnya matahari secara perlahan menyinari tanah Srilanka. Inilah alasan utamanya, kenapa aku pilih Ella? Walaupun tidak bisa mengunjungi Adam`s Peak versi aslinya, Ella juga menawarkan Mini Adam`s Peak yang tidak kalah indah. Namanya saja sudah mini, berarti versi kecilnya, jalurnya juga pendek, pendakiannya juga enteng. Eh baru terbangun jam 6 pagi. Cuaca tidak terlalu bagus pagi itu, mendung, sebentar gelap, sebentar terang. Perjalanan sampai ke puncak Mini Adam Peaks sekitar 45 menit. Itu sih relatif, aku sih jalan santai. Sembari menikmati alam yang aku lewati.. Jalan gunung, alam dan masih alami, udaranya segar, tidak ada kendaraan yang lalu lalang, rumah penduduk yang jarang- jarang dan sederhana, bersapa ria dengan anak- anak yang mulai berangkat ke sekolah, sekedar bilang : morning ke penduduk setempat. Arg... rasanya, hidup seperti itu lebih terasa hidupnya. Jalanan menuju ke puncak, sudah pasti, menanjak, ada bagian yang sudah ada tangganya, ada yang bagian, kamu harus nginjak batu- batu, sama seperti naik gunung-lah. Mungkin tidak separah seperti naik gunung. Untuk anak gunung, menurutku sih, ini tidak ada artinya sama sekali buat mereka. Tapi buatku, ngap juga... Manusia seperti aku yang jarang olahraga, waloh... capeknya luar biasa, setiap 30 anak tangga, aku berhenti untuk tarik napas. Apapun itu, seberapa berat apapun perjuangan itu, pada akhirnya, tinggal memetik hasil manisnya. Sama, setelah diatas, yang bakal kamu dapatkan, alam yang indah. Dan satu hal, buatku, terdiam, berpikir, bagaimana Tuhan bisa menciptakan alam seindah ini? Aku takjub, Hanya Tuhan yang punya Kuasa, hanya Tuhan yang sanggup menciptakannya dan Tuhan pula yang akan melenyapkannya. Mini Adam Peak, Ella Aku sih bilang, betapa beruntungnya hidupku, betapa beruntungnya, aku dikasih hobi traveling dan punya kesempatan melihat dunia, melihat alam dan menikmatinya. Ingatlah untuk bersyukur, karena banyak hal di dunia ini yang kamu hanya nikmati saja tanpa harus bersusah payah untuk membuatnya. Jadi, jika tinggal menikmatinya saja juga tidak bisa, hahahah... KETERLALUAN... Kalau bukan karena hujan, aku tidak akan beranjak turun secepat itu. Aku hanya sekitar 1 jam. Yang aku suka dari puncak sini, tenang, sepi, hanya ada beberapa turis, tidak berisik, tidak ada kumpulan manusia yang desak- desakan. Bukan berarti tidak ada yang datang. Turis datang dan pergi sesuka hati, setelah puas yang turun. Tidak ada entrance fee. Dari Mini Adam`s Peak, aku jalan kaki melewati perkampungan, melewati sawah, rumah penduduk, naik turun bukit sampai ketemu Nine Arch Bridge. Yang menjadi konsen aku saat itu bukan pada tujuan akhirnya, lebih pada proses yang aku lalui, lebih pada apa yang aku dapat sepanjang perjalananku sekitar 1 jam. Jangan bicara alamnya lagi deh, hahaha... sudah pasti indah, ini buatku. Yang bisa dilihat dari tempat ini ya itu Nine Arch Bridge- nya. Jalur rel kereta api di Ella saja bisa menarik hati para turis untuk mau berusaha payah sebelum bisa melihatnya. Pilihannya, naik turun seperti aku atau bisa dari stasiun kereta Ella, jalan kaki mengikuti rel keretanya, waktunya juga sama, sekitar 45 menit - 1 jam, tapi lebih tidak capek, karena jalanan lurus. Nine Arch Bridge.. Sembari menunggu datangnya kereta-nya, kamu bisa berfoto- foto disekitaran sana, duduk santai menikmati segarnya udara, kalau aku, lebih pilih diam dan berusaha menyatu dengan alam. Pulangnya, aku pilih cara tidak capek, tidak perlu mendaki, cukup jalan kaki mengikuti rel kereta sampai stasiun Ella. Stasiunnya kecil dan sederhana. Jee memilih naik kereta ke kota terdekat dari Ella yang berjarak 2 stasiun. Sorenya pulang. Aku, memilih menjelajah sudut Ella lainnya. Dari stasiun, aku jalan kaki menuju restoran yang menawarkan sarapan pagi sambil melihat pemandangan super keren. Ini sih rekomendasi dari cowok asal Belarus, katanya, walaupun bayar 500 Rupee, tapi pantas, makanannya tidak terlalu mewah, tapi alamnya, kalau dihitung, 500 Rupee itu tidak sebanding. Penasaran juga yang membawaku kesana. Waktu sudah menunjukkan jam 10 pagi lewat, hampir jam 11 siang. Breakfast-nya sudah tutup. Mereka tidak ada penawaran buat makan siang. Alhasil, kesempatan yang didapatkan si bule, aku tidak dapatkan. Tidak putus asa, aku pesan minum, ya, pesan minum, aku boleh bersantai dan duduk menikmati pemandangan didepan mata. Restoran ini, sebenarnya adalah hotel juga. Jadi, view dari kamar hotelnya benar- benar luar biasa. Sempat jalan kaki sekitar 6 km dan akhirnya menyerah. Kali ini, aku menuju ke Ravana Waterfall. Orang- orang yang aku temui bilang, dekat kok, cuma 2 km dari sini, jalan kaki sih bisa, ya kalau 2 km sih aku masih sanggup. Buset, sudah melewati 2 km yang kedua, tuh air terjun masih belum kelihatan. Tanya orang lagi, iya, 2 km dari sini. Itulah yang membuatku akhirnya naik bus saja. Toh cuma bayar 20 Rupee. Tidak ada kejelasan soal 2 km yang mereka punya itu seberapa jauh. Ravana Waterfall.. Air terjunnya berada tepat ditepi jalan raya. Kudu waspada, bukan pada orang, tapi pada lalu lintasnya, kemudian, mungkin pada monyet- monyet yang ada, waspadanya pada barang bawaan kamu ya... Tidak ada yang istimewa. Terkesan biasa saja. Oh ya, ternyata, waterfall-nya jauh banget, naik bus saja butuh 10 - 15 menit dari titik terakhir. aku naik bus tadi. Jadinya, saat pulang, tidak mau mengulangi hal yang sama lagi, aku naik bus, turun didekat hostel. Sudah hampir jam 2 siang. Sedari pagi belum makan, cuma ngemil biskuit seadanya. Makan siang sebentar sebelum balik ke hostel, packing dan pulang ke Colombo. Rakus, sekali pesan 2 menu. Untuk boleh makan kedua macam makanan ini, aku harus bayar 982 Rupee.. hahaha ya sudahlah, menjelang dipenghujung trip. Kebetulan, masih under budget... Aku masih sempat ketemu Jee sebelum berangkat ke stasiun Ella. Dia masih bermalam di Ella dan besoknya Jee melanjutkan perjalanan selanjutnya ke kota berikutnya. Aku menunggu hampir 2 jam di stasiun. Satu jam pertama menunggu jadwal pembelian tiket kereta, sejam berikutnya menunggu datangnya kereta. Aku memilih second class, pikirku itu sudah kelas yang lumayan, harga tiket dari Ella ke Colombo 350 Rupee dengan menempuh 10 jam perjalanan. Stasiun Ella Begitu keretanya datang dan masuk ke gerbong yang dimaksud, ya ampun, ini ya seperti kelas ekonomi.. hahaha.. Pada dasarnya, aku sih tidak masalah, toh sama saja, sama- sama tiba ditujuan. Cuma, karena ini kereta malam, rada was-was juga, beberapa reviews sih bilang, lebih berhati- hati saja kalau naik kereta malam. Makanya, aku beli kelas kedua. Dalam kerete menuju Colombo.. Setelah aku selidiki, second class yang dibeli online, gerbongnya beda dengan secong class yang beli on the spot. Ya sudahlah, malam itu, tidur- tidur ayam sahaja. Tempat duduknya, kalau kamu ingin tahu, keras, dudukannya tegak, hahahaha... Tidak nyaman banget. Yang penting, aku selamat dan tidak ada kendala apapun, tiba di Colombo tanpa ada kekurangan satu hal apapun. With Love, @ranselahok www.ranselahok.com ---semoga semua mahluk hidup berbahagia---
    2 likes
  50. Saya rencana ke Hongkong-Guangzhou (sm teman2) dan Macau tgl 24 s.d. 29 Maret 2017, tgl 28 rencana ke Macau via Hongkong (sendiri), kalo bisa bareng tgl 27 dan 28 jalan2 di hongkong dan Macau, gmn mas?
    2 likes