Leaderboard


Popular Content

Showing most liked content since 06/27/2017 in all areas

  1. 2 points
    silvia_win

    Chiang Mai, Bangkok trip Jan 2015

    Day 1 Jakarta-Kuala Lumpur Tiba di Klia2 sudah malam, makan dulu di Marry Brown, setelah itu ngitar2 di klia2 untuk foto2 suasana new year. Lalu cari lokasi yg kosong untuk tidur2an di klia2. Day 2 Kuala Lumpur-Chiang Mai Dini hari kami berangkat ke Chiang Mai, di airport Chiang Mai pesan taxi airport ke hotel (thb 150). Sampai di hotel belum bisa check in (katanya waktu check in 14:00). Hotel Western House di area kota tua. (@thb750/malam, deposit thb 500). Nanya info tour ke Chiang Rai dll, staf hotel memberikan brosur2 dari tour di suruh pilih yang dikehendaki, lalu dia tel ke tournya untuk tanya available ngga (staf hotel minta bayaran thb 20 untuk ongkos tel). Setelah konfirmasi dan bayar tour untuk besok (@thb1000), waktu check in hotel masih lama. Kamipun mulai jalan kaki mengitar kota tua ke chang puak gate, wat chiang man, three king monumen, wat prasingh. Di dalam kota tua banyak vihara2 besar dan kecil, yang masing2 menpunyai dekorasi yang unik. Setelah selesai berkeliling pulang ke hotel beristirahat, malamnya beli makan di seberang chang puak gate (dekat hotel), di sini ada 7-11, toko2 dan street food. Day 3 Local tour Pagi kami dijemput untuk ikut tour naik van, peserta tour belasan orang. Mobil tour membawa kami keluar kota tua, di luar kota tua terlihat pemandangan seperti kota2 pada umumnya, berbeda dengan kota tua yang banyak viharanya dan monumen. Kota tua dikelilingi oleh tembok kota yang sudah tidak utuh lagi. Stop 1: sumber air panas, airnya disemprotkan ke atas seperti air mancur, asap mengepul dari sumber air panas. Pedagang menawarkan telur mentah, yg bisa direbus di dalam sumber air panas. Sumber air panas di sini tidak terlalu luas, hanya satu sumber air panas di depan daerah wisata, di dalamnya ada toko makanan dan souvenir. Stop 2 : White temple, bangunan vihara ini adalah sebuah karya seni yang indah dengan warna putih. Untuk masuk ke dalam vihara perlu melewati jembatan yang dibawahnya banyak tangan menjulur ke atas (seperti makhluk di alam neraka sedang meminta makanan). Dinding di dalam vihara (tidak boleh foto) ada lukisan imaginer yang indah ada superman, minion dll. Banguan toiletnya berwarna emas. Stop 3 : Golden triangle, kami foto dulu di plang golden triangle yang ada peta negara Thailand, Laos dan Mynmar. Sebagian peserta naik perahu menyebrang sungai mekong ke Laos (katanya lihat sebuah pasar kecil di sana, jika ikut nyebrang ke Laos biaya tournya @thb1200). Kami makan di salah satu kedai makan di sepanjang sungai mekong, yang menu utamanya tom yam. Kami makan sambil menikmati pemandangan sungai mekong. Sebenarnya pemandangan sungai mekong tidak terlalu indah, air sungai berwarna kecoklatan tapi dari sini bisa melihat bangunan2 di seberang yang merupakan bangunan negara Laos jadi memberi nuansa yang istimewa. Setelah makan kami jalan ke sebuah vihara dengan patung Buddha keemasan di atas perahu. Sebelum sampai ke vihara ada dermaga, di mana banyak yang menawarkan untuk menyeberang ke Laos (dari sisi lain bukan dari tempat travel membawa peserta lain nyebrang). Vihara ini lumayan bagus, pemandangannya juga indah bisa melihat sungai mekong dari atas, dan juga ada teropong untuk melihat ke seberang. Stop 4: makan siang prasmanan, menunya lumayan banyak juda ada camilan thai. Stop 5: mengunjungi perkampungan suku leher panjang (suku Karen), di sini foto2 dengan suku leher panjang, yang memakai gelang di lehernya, yang terlihat hanya para wanitanya, semakin berumur gelang2 di lehernya makin banyak. Setelah ini perjalanan pulang ke chiang mai (+ 3 jam), mobil singgah sebentar di toko oleh2. Kami minta di drop di weekend night market. Pasar malam ini merupakan salah satu pasar malam yang terbaik yang pernah saya kunjungi, area pasar malamnya sangat luas, jalannya bercabang2, bingung juga mau jalan ke mana, lalu pilih jalanan yg tidak terlalu ramai. Beli camilan thai food yang disukai, keliling2 cuci mata dan belanja, di pasar malam ini tidak terlihat ada dagangan kaos, tas merek yang kw, tapi dagangannya adalah kaos, tas dll buatan kerajinan lokal. Di sepanjang jalan di area night market ada juga pemain musik tradisional yang menyanyi dan bermain musik (ngamen), ada juga seniman lukis yg menawarkan jasa lukis wajah, dan seniman lainnya yg menjajakan karya hand made yang dibuat di tempat. Kemudian kami melewati Wat Chedi Luang yang ternyata halamannya ditempati pedagang pasar malam, walau bangunan dalam vihara sudah tutup, tapi di halaman ada patung Buddha dan pengujung sekalian sembahyang di sana, bangunan vihara yang cukup besar itu diterangi lampu memberi kesan megah dan indah, kami berkeliling di dalam dan duduk berisitirahat di taman. Setelah istirahat jalan keliling pasar malam lagi, sampai di sebuah ujung jalan waktu sudah malam, beli sedikit camilan lagi, lalu stop tuk tuk untuk pulang hotel. Tuk tuk thailand lebih luas dan nyaman dari bajaj di jakarta. Tuk tuk berjalan melewati beberapa area yang masih merupakan area dari pasar malam, yang ternyata dari hotel juga dekat pasar malam. Sampai di hotel sudah jam 11:30 malam. Day 4 Mengunjungi Wat Doi Suthep. Hari ini bangun agak siang, lalu keluar cari money changer tapi tidak ketemu, akhirnya tarik tunai atm saja (biaya adm thb 180), beli sarapan lalu pulang hotel. Check out hotel, titip bagasi di hotel. Ke terminal mangkal angkot di depan 7-11 (diseberang chang puak gate). Angkot jalan setelah penumpang penuh (@ thb 50). Doi Suthep adalah vihara yang terletak di atas bukit. Di sini naik lift ke atas. Di sini bisa melihat pemandangan kota chiang mai, viharanya cukup luas dan indah. Setelah berkeliling, kami naik pulang, sampai ke area kota penumpang angkot ini tinggal sedikit, kami pun charter supirnya untuk ke Arcade bus terminal untuk beli tiket bus ke Bangkok. Di terminal bus, kami ingin membeli tiket bus malam ke Bangkok, tapi berhubung masih liburan new year tiket dari semua operator bus sudah habis. (sebenarnya sudah mau beli kemarin, tapi staf hotel bilang terminalnya jauh dari hotel, dan sudah ditanyakan ke staf hotel apa bisa pesan di hotel, katanya ngga bisa mesti ke terminal, ngga apalah sedikit bumbu2 go show). Akhirnya kami beli tiket bus jam 7:30 pagi, juga tanya ke staf yg jual tiket hotel di sekitar sana yang bagus di mana. Kami berkeliling melihat beberapa hotel, hotel di sana lumayan murah harga 700 an sudah bisa dapat kamar yang bagus dan luas, ada juga model apartmen dengan sofa, tv, dapur dll. Tapi kami milih hotel yang seperti losmen saja, terlalu nyaman besok susah bangun pagi. Staf hotel di sini tidak seperti hotel sebelumnya tidak mengerti bhs inggris, jadi kami pun berkomunikasi dengan bahasa isyarat, awalnya staf hotel menunjuk angka 3 dengan jarinya (maksudnya thb 300), kemudian dia menunjuk angka 4 dengan jarinya, yang mana maksudnya thb 300 untuk kamar non ac, thb 400 untuk kamar ac. Hotel ini seperti losmen, kamarnya cukup bersih lumayanlah buat 1 malam. Setelah booking hotel, kami mencharter tuk tuk untuk ke hotel western house ambil bagasi, supir tuk tuk seorang wanita muda yang bisa bicara bahasa inggris. Malam kami jalan2 ke star avenue (mall kecil di samping terminal). Day 5 Chiang Mai ke Bangkok Bus berangkat sesuai jadwal (thb 1700 utk 3 tiket). Di bus dibagikan air mineral, kopi, coca cola dan snack. Siang hari bus berhenti di tempat peristirahatan untuk makan siang, kami dibagikan voucher makan siang, jatahnya nasi+1lauk, jika mau tambah lauk bayar thb 10/lauk. Jam 6 sore bus sampai di terminal bus bangkok, kami antri taxi, tapi antrian panjang dan taxinya sedikit, lalu kami naik tuk tuk (thb 300), supir tuk tuk pasang harga mahal walau hotelnya ngga terlalu jauh, sudahlah antri taxi menghabiskan waktu. Check in hotel Bangkok 68 (thb 700/malam) dan beli makanan di resto di hotel, lalu bersiap2 explore kota bangkok. Dari bangkok jalan kaki ke MRT (cukup jauh juga + 10 menit), kami naik MRT+BTS ke taksin pier, dari sini naik free shuttle boat ke Asiatique. Shuttle boatnya sangat nyaman, mengarungi sungai Chao Praya yang pemandangan malamnya sangat indah, juga banyak boat dari hotel berbintang ataupun cruise yang hidir musik. Di Asiatique banyak resto2, toko2 juga ada arena permaian anak2, di sini tempat ngongkrong dan jalan2 yang asyik, kami makan KFC di sini lalu jalan2 dan menikmati pemandangan di sepanjang sungai. Setelah itu naik free shuttle bus (jadwal terakhir) ke halte taksin pear lagi. Banyak turis yg naik shuttle bus ini berhubung jadwal terakhir, semuanya antri beli tiket pulang ke tempatnya masing2, bule yang antri di depan kami mempersilahkan kami beli duluan, sambil melihat peta mereka bilang i want to make sure first. Setelah beli tiket kami pun naik BTS, tapi ternyata kami salah naik ke arah yg berlawanan, lalu kami turun ganti kereta. Saat kami mau ganti mrt ke hotel, ternyata stasiun mrt sudah tutup. Lalu kami menyetop taxi untuk pulang ke hotel, ternyata harga taxi tidak mahal malah lebih murah dari tiga tiket MRT. (mungkin sudah larut malam dan tidak macet) Day 6 Madame tussaud dan wat... Pagi ini, kami mau mengunjungi idola di Madame tussaud di Siam Discovery mall, berhubung harga taxi tidak terlalu mahal, langsung stop taxi saja dari hotel. Sampai di sini mallnya belum buka, kami tunggu di luar sambil lihat2 street food yang jual sarapan. Mallnya buka jam 10, kami pun masuk dan menuju madame tussaud (Beli tiket online @thb400). Di dalam Tussaud masih sepi, bisa foto sepuasnya berkali2. Siang hari kami ke wat emerald buddha (di samping grand palace, kami tidak masuk grand palace soalnya bayar tiket masuk , cukup lihat dari luar saja). Bangunan vihara ini bagus dan indah, merupakan vihara utama di bangkok yang di dalamnya ada patung Buddha dari Emerald. Dari sini naik tuk tuk ke pier untuk menyebrang ke wat arun, sampai di pier malas nyebrang (ternyata naik perahu kecil, dipikir perahunya mirip shuttle boat ke Asiatique). Setelah melihat2 sebentar wat arun yang berada di seberang sungai, kami naik taxi ke wat traimit. Wat traimit berada di sekitar china town Bangkok, adalah vihara dengan patung Buddha dari emas yang tingginya 3 m dan beratnya 5 ton. Dari Vihara kami berjalan ke china town melihat2 toko2 dan penjual makanan chinese food, jalanan ramai dan macet karena ada pasar di sana. Dari sini kami naik MRT ke Huai Khwang, di sini ada lokal night market, jualan baju, makanan, buah dll, keliling sebentar dan beli makan malam lalu naik tuk tuk pulang hotel. Day 7 Bangkok-Jakarta Pagi hari pulang ke jakarta via singapura (berhubung tiket direct flight mahal ngga apalah transit singapura). Karena masih suasana new year maka kamipun menikmati dekorasi new year di bandara bangkok dan singapura.
  2. 2 points
    Indonesia adalah negeri kaya sejarah. Bahkan sejarah itu sudah dimulai sejak zaman prasejarah. Buktinya bisa dilihat dari jejak-jejak yang tertinggal atau biasa kita sebut Situs Sejarah. Dalam Ajang Anugerah Pesona Indonesia 2017 yang diprakarsai oleh Kementrian Pariwisata Indonesia, situs sejarah juga masuk menjadi salah satu kategori yang dilombakan. 10 situs sejarah terpopuler masuk menjadi nominator. Kesepuluh nominator inipun memiliki keberagaman masa, ada yang berasal dari era prasejarah, kerajaan, hingga kemerdekaan. Mau tahu dimana saja 10 Situs Sejarah Terpopuler itu? Sebelum kita ulik, jangan lupa juga untuk turut berpartisipasi di ajang tahunan bagi objek wisata Indonesia ini di situs ayojalanjalan.com/vote 1.Gambar Cadas Goa Karst – Kab. Kutai Kawasan Karst Sangkulirang di Kutai membentang seluas 1,8 juta hektar dengan 550ribu hektarnya merupakan kawasan ekosistem ini. Sangat-sangat luas memang sehingga menjadi potensi yang sangat berharga bagi pariwisata Indonesia. Lokasinya dikelilingi oleh dinding alam terjal, gua bawah tanah, dan perbukitan hijau. Mencapai lokasi ini memerlukan waktu sekitar 8-9 jam dari Kota Samarinda melewati Sangatta dan Bengalon. Via klikpenajam.com Dari kawasan Karst yang luas itu, satu bagian yang menarik ialah Gambar Cadas berupa cap telapak tangan di dinding-dinding goa. Ini dipercaya sebagai jejak manusia purba yang telah ada sekitar 10.000 tahun Sebelum Masehi. Lokasi gambar cadas inilah yang menjadi nominator untuk Situs Sejarah Terpopuler dalam Anugerah Pesona Indonesia 2017. Gambar cadas peninggalan purba ini ditemukan oleh peneliti Prancis. Selain gambar atau lukisan cadas, mereka juga menemukan sejumlah bekas tempat pembakaran, patung, peralatan, perhiasan, bahkan guci menyebar dibanyak tempat di gua karst. Diduga hampir semua goa pernah ditinggali oleh peradaban manusia prasejarah. Karenanya juga kawasan Kars Sangkulirang ini sudah masuk daftar sementara warisan dunia UNESCO dan kawasan warisan geologi. 2. Istana Maimun – Kota Medan Ke Medan belum lengkap rasanya kalau tidak ke Istana Maimun. Lokasinya yang berada di pusat kota dan dekat dengan Masjid Raya Medan, membuat Istana Maimun sangat strategis untuk didatangi oleh siapa saja yang datang ke ibukota Sumatera Utara tersebut. Dok. pribadi Istana Maimun adalah situs sejarah peninggalan Kesultanan Deli. Pembangunannya berlangsung sejak tahun 1888 dan selesai tahun 1891. Istana ini terdiri atas dua lantai dan 3 bagian yaitu bangunan utama, bangunan sayap kiri, dan bangunan sayap kanan. Keunikan istana ini terdapat dari arsitekturnya yang merupakan perpaduan unsur-unsur budaya Melayu, dengan gaya Islam (timur tengah), Spanyol, India, dan Italia. Lambang atau ciri khas Melayu sangat tergambar dari warna utama Istana yaitu kuning. Warna Kuning juga merupakan warna kebesaran dari Kerajaan Deli Sumatera Utara. Pengunjung yang mau masuk ke dalam Istana cukup membayar tiket masuk sebesar Rp 5.000 saja. Di bagian dalam, kita akan disuguhkan kemegahan interior dari mulai langit-langit, jendela, lampu, singgasana raja, dan ornamen lainnya. Pengunjung bahkan juga bisa menyewa pakaian adat Melayu untuk berfoto dengan harga hanya Rp 10ribu. Dibagian lain diluar bangunan utama Istana, ada sebuah bangunan kecil yang ternyata merupakan tempat disimpannya Meriam Puntung. Kisah Meriam Puntung sendiri cukup melegenda bagi warga Kota Medan. Hikayatnya, Merian Puntung adalah penjelmaan dari adik Putri Hijau dari Kerajaan Haru di tahun 1594. Cerita tentang kisah ini, bisa kamu temukan di banyak tulisan dan sumber. 3. Istana Siak Sri Indrapura – Kab. Siak Selain di Medan, peninggalan kesultanan Islam juga ada di Riau tepatnya di Kabupaten Siak. Istana Siak Sri Indrapura memang sudah cukup terkenal. Kemegahan istana peninggalan Kesultanan Siak Sri Indrapura yang dibangun tahun 1889 sampai 1893 pada masa Sultan Syarif Hasyim tersebut memiliki bentuk arsitektur khas bercorak Melayu, Arab, dan Eropa. Via telertraveller.blogspot.com Masuk ke dalam istana, pengunjung dikenakan biaya masuk hanya sebesar Rp 3.000 untuk dewasa dan Rp 2.000 untuk anak. Istana yang berlantai dua ini terdiri atas beberapa ruang. Setiap ruang punya ornamen-ornamen khas seperti lampu yang memberi kesan mewah. Kebanyakan, benda-benda Istana Siak didatangkan langsung dari Eropa, itulah yang menjadi sentuhan Eropa di istana ini. Sebelum masuk, pengunjung harus membuka alas kaki terlebih dahulu untuk menjaga kebersihan istana. Di bagian pertama, ruang tamu sultan akan menyambut dengan nuansa kerajaannya yang bisa terlihat dari meja panjang dan kursi-kursi bak sebuah ruang perjamuan. Tepat diujung meja, terdapat singgasana sultan yang kini ditempatkan dalam kotak kaca. Dibagian lain ada ruang bernama ruang gading dan kristal dimana disimpan replika mahkota sultan yang berlapis emas dan bertakhta berlian. Koleksi lain ialah hadiah pemberian dari Kaisar Tiongkok dan negara lain. Sebuah tangga menuju lantai kedua berbentuk melingkar juga menjadi perhatian lebih lantaran tangga ini tampak sangat mewah dengan ukiran yang detil. Warnanya yang didominasi warna kuning juga membuatnya sangat mencolok. Tapi tangga ini tidak digunakan untuk umum alias sudah menjadi bagian bersejarah. Di lantai dua, menjadi ruang tempat pameran foto-foto dan benda-benda peninggalan lainnya yang pernah dimiliki dan digunakan keluarga sultan. Disana juga tersimpan pedang, rompi anti peluru, dan sepatu permaisuri. 4. Komplek Situs Muarajambi – Kab. Muaro Jambi Siapa tak kenal Kerajaan Sriwijaya. Kerajaan maritim terbesar dimasanya ini memiliki daerah kekuasaan yang luas dari Jawa, Sumatera, hingga Semenanjung Malaya. Situs peninggalannya berupa candi juga ternyata ditemukan di Kecamatan Maro Sebo, Kabupaten Muaro Jambi, Provinsi Jambi. Via otonomi.co.id Komplek Candi Muaro Jambi memiliki luas 3.981 hektar yang membuatnya menjadi komplek percandian Hindu-Buddha terluas di Asia Tenggara. Candi Muaro Jambi sendiri diperkirakan berasal dari abad ke 7 - 11 M dimana pertama kali ditemukan lagi pada tahun 1824 oleh seorang letnan Inggris, SC. Crooke. Saat ini ada delapan situs dari 82 situs candi yang sudah diekskavasi yaitu Candi Astono, Candi Tinggi, Candi Tinggi Satu, Candi Gumpung, Candi Kembar Batu, Candi Gedong Satu, Candi Gedong Dua, dan Candi Kedaton. Bagi pengunjung yang datang, pihak pengelola mematok tarif sebesar Rp 5 ribu saja untuk orang dewasa dan Rp 3 ribu untuk anak-anak. 5. Museum Joeang 45 – Kota Jakarta Pusat Sebuah bangunan peninggalan kolonial di Jakarta ini juga masuk menjadi nominator Situs Sejarah Terpopuler. Museum Joeng 45 yang menempati bangunan tua bernama Gedung Joeang 45 ini beralamatkam di Jalan Menteng Raya 31, Jakarta Pusat, hanya sekitar 100 m dari Patung Tani arah Jl. Cikini Raya. via shrayaresidence.com Bangunan Gedung Joeng 45 diperkirakan dibangun sekitar tahun 1920 sampai 1938 dimana awalnya digunakan sebagai bangunan Schomper Hotel. Pada masa pendudukan Jepang, bangunan ini digunakan sebagai markas program pendidikan politik dan dikenal dengan nama Gedung Menteng 31. Pengalihan fungsinya sebagai Museum sendiri baru diresmikan pada tahun 1974 oleh Presiden Soeharto setelah sebelumnya dilakukan renovasi. Museum Joeng 45 ini menyimpan koleksi benda-benda peninggalan para pejuang Indonesia. Beberapa diantaranya ialah Mobil dinas Presiden Soekarno dan Wapres M. Hatta, Mobil pada peristiwa pemboman Cikini, serta foto-foto, lukisan, dan diorama dokumentasi perjuangan tahun 1945 sampai 1950an. Selain ruang pameran, Museum juga memiliki perpustakaan, ruang khusus anak-anak, foto studio, plaza outdoor untuk teater, bioskop untuk pemutaran film dokumenter perjuangan, dan toko souvenir. 6. Petilasan Kraton Pajang – Kota Solo Via nusantaranews.co Petilasan Kraton Pajang di Kota Solo adalah lokasi peninggalan Kerajaan Pajang yang diprakarsai keberadaannya oleh Jaka Tingkir atau Sultan Hadiwijaya. Kerajaan Pajang memang tidak berumur lama sejak berdirinya tahun 1568, tetapi kerajaan Islam ini cukup berperan dalam khazanah kerajaan di Jawa pada abd ke 16. Runtuhnya Kerajaan Pajang sendiri bersamaan dengan akhir Kekuasaan Sultan Hadiwijaya. Karena tidak memiliki penerus dan kehilangan pengaruh kekuasaan, jadilan kerajaan ini harus berakhir. Secara fisik bangunan, Kraton Pajang sudah tidak ada lagi. Sisa yang ada hanya berupa puing-puing pondasinya saja. Karenanya, dibuatlah petilasan ini sebagai replika akan bukti sejarah kerajaan Pajang dahulu. Adapun beberapa peninggalan asli yang masih ada saat ini ialah rakit kayu yang pernah dinaiki Jaka Tingkir saat melawan buaya, arca-arca, dan sebuah bongkahan batu tempat persemediaan Jaka Tingkir. Lokasi Petilasan Kratin Pajang sendiri berada di Jalan Joko Tingkir, Gang Benowo III, Desa Makamhaji, Kecamatan Kartosuro, Sukoharjo, Kota Solo. 7. Pulau Sumsum – Kab. Pulau Morotai Sebuah pulau di Morotai, Maluku punya nilai sejarah yang tinggi sehingga masuk dalam Situs Sejarah di Indonesia. Pulau itu bernama Pulau Sumsum atau Zum-zum Mc. Arthur Island. Ya, pulau ini memang memiliki kedekatan dengan sosok Jenderal Mc Arthur yang merupakan pemimpin pasukan sekutu dalam peperangan di kawasan Asia Pasifik. Via http://tips-wisata-indonesia.blogspot.co.id Di pulau yang hanya berjarak sekitar 8 km dari Kota Daruba, ibukota Kabupaten Pulau Morotai inilah pasukan Amerika bersembunyi saat Perang Dunia II. Di sini juga, Jenderal Mc Arthur memberi perintah untuk mengebom Hiroshima dan Nagasaki. Beberapa bekas peninggalan yang bersentuhan dengan Mc Arthur dan pasukan perang ialah puing bekas rumah tinggal dari Mc Arthur, gua tempat persembunyian Mc Arthur yang juga menjadi pusat komando dan tempat pendaratan tank amfibi, serta ada juga bekas helipad yang berada di bibir pantai. Untuk mengenang sosok Mc Arthur dibuatlah juga sebuah monumen patung beliau. Untuk menuju Pulau Sumsum ialah dengan menyewa kapal cepat hanya perorangnya hanya seharga sekitar Rp 10.000. Pulau ini memang tengah dikembangkan kembali sebagai destinasi wisata Morotai yang memang sudah dikenal sebagai tujuan wisata bahari. Pulau Sumsum sendiri juga indah dengan pantai berpasir putihnya. 8. Rumah Betang Tumbang Gagu – Kab. Kotawaringin Timur Sebuah rumah tradisional tua di Kalimantan Tengah juga masuk dalam Situs Sejarah yang patut dijaga kelestariannya. Rumah bernama Betang di Tumbang Gagu ini adalah peninggalan asli suku Dayak Kalimantan. Dibangun tahun 1870 dan ditempati pertama pada tahun 1878, diawalnya rumah ini ditempati oleh enam kepala keluarga yang mendirikan rumah tersebut. Tidak hanya sebagai rumah tinggal, Rumah Betang juga difungsikan sebagai tempat perlindungan dari binatang buas dan pertemuan musyawarah adat. Memang salah satu pendiri dan penghuni rumah ini adalah sosok penting tokoh masyarakat Dayak Tumbang Gagu. Via jokar.com.a Bangunan rumah sendiri dibangun di lahan seluas 1.880 meter persegi dengan bentuk persegi panjang. Ukuran panjang bangunan ialah 58,7 meter, lebar 26,4 meter, dan tinggi 15,68 meter. Bahan kayunya sendiri ialah dari Kayu Ulin atau juga biasa disebut Kayu Besi. Kayu jenis ini memang terkenal kuat dan merupakan tanaman endemik di hutan Kalimantan dan Sumatera. Lokasi Rumah Betang Tumbang Gagu berada di hulu Kabupaten Katingan, Desa Tumbang Gagu, Kecamatan Mentaya Hulu, Kabupaten Kotawaringin Timur. Menuju lokasi ini bisa melalui beberapa cara. Salah satunya ialah dari Palangkaraya menuju Kasongan melalui jalur darat sejauh sekitar 84 km. Dari sana dilanjutkan dengan naik kapal cepat ke Tumbang Samba yang berjarak 128 km. Karena memakan waktu lama, pilihan terbaik ialah dengan menginap dulu di Tumbang Samba ini. Esoknya baru melanjutkan lagi perjalanan dengan perahu atau kapal menuju Desa Penda Tanggaring. Dari sana perjalanan harus dilanjutkan dengan berjalan kaki 7 km melalui kebun karet dan buah. 9. Situs Gunung Padang – Kab. Cianjur Situs Gunung Padang di Cianjur memang tengah naik daun setidaknya beberapa tahun silam. Situs ini memang menjadi hits lantaran dikabarkan memiliki besar melebihi Piramida Giza di Mesir. Meskipun sebenarnya Situs Gunung Padang bukanlah piramida, karena ini merupakan punden berundak yang berasar penelitian terdiri atas lima teras dengan undakannya masing-masing. Sampai saat ini pun, penggalian dan penelitian oleh para ahli terus dilakukan untuk membuktikan seperti apa sebenarnya gunung padang ini. Via pelangi-1ndonesia.blogspot.com Situs Gunung Padang merupakan situs prasejarah peninggalan masa Megalitikum. Diperkirakan fungsinya ialah sebagai tempat pemujaan bagi masyarakat yang bermukim disana pada sekitar 2000 tahun SM. Hasil penelitian bahkan menyebutkan adanya pelibatan musik dari beberapa batu megalitikum yang ada. Keunikan dari situs ini yang sekarang menjadi daya tarik ialah tersebarnya bebatuan megalitikum di atas bukit. Ya, lokasinya memang berada di atas bukit dan bisa didaki dengan menaiki anak tangga yang sudah disediakan. Pemandangan dari atas bukitnya sendiri memang memukau karena tak hanya dari sebaran bebatuan tetapi juga dari panorama lanskap pegunungan yang tersaji didepan mata. Berlokasi di Dusun Gunung Padang, Desa Karyamukti, Kecamatan Cempaka, Kabupaten Cianjut, Situs Gunung Padang bisa ditempuh dari Kota Cainjur menuju jalan Raya Cianjur-Sukabumi. Dari Jalan Raya ini, kalian bisa memilih dua rute yaitu Pal Dua dan Tegal Sereh. Jika dari Pal Dua, maka harus menuju Desa Warungkondang, Dari desa ini lalu belok kanan menuju Cipadang-Cibokor-Lempengan-Pal Dua-Ciwangin-Cimanggu dan sampai di Dusun Gunung Padang. Jika menggunakan pilihan rute Tegal Serehm kalian harus menuju Desa Sukaraja lalu belok kiri ke Cireungas-Cibanteng-Rawabesar-Sukamukti-Cipanggulan dan terakhir sampai di Dusun Gunung Padang. 10. Tapurarang – Kab. Fakfak Jauh menuju daratan Papua tepatnya di Kabupaten Fakfak, ternyata ada juga situs purbakala yang serupa dengan Goa Karst Kutai yaitu berupa Gambar Cadas. Bedanya, situs purbakala di Fakfak ini berada di tebing tepi laut. Via ksmtour.com Objek lukisan yang ada dibadan tebing ini beragam. Ada gambar tangan, wajah manusia, mata, cicak, lumba-lumba, tumbuhan, hingga bumerang. Teknik yang digunakan nampak seperti semburan dimana semburan itu menjadi tepian dari masing-masing objek. Warnanya merah dan kuning yang dipastikan berasal dari pewarna alami. Bahkan warna merah pada gambar itu diyakini warga berasal dari darah manusia sehingga sering juga disebut lukisan cap tangan darah. Untuk menuju lokasi situs yang berada di Kokas, Kabupaten Fakfak, Papua Barat ini, kita harus menempuhnya dengan jalan darat dan air. Perjalanan darat dimulai dari Kota Fakfak menuju Dermaga Ubadari selama sekitar 2 jam. Lalu dilanjutkan dengan naik perahu yang juga memakan waktu sekitar 2 jam untuk bisa tiba langsung di tebing situs.
  3. 2 points
    silvia_win

    Chaozhou trip Jun 2015

    Chaozhou, Shenzhen, Hongkong trip Jun 2015 Perjalanan ke kampung halaman Chaozhou Day 1 Jakarta-Singapura Kami naik Jetstar Jakarta ke Chauzhou via sin. (Saat itu hanya ada Jetstar yang terbang sampai ke Chaozhou, sekarang Air Asia ada rute ke sana via KL airportnya adalah Jieyang/Shantou karena terletak antara jieyang dan shantou). Dari Jakarta berangkat malam, sampai di singapura sudah larut malam. Makan malam lalu cari tempat tidur di snooze lounge terminal I (tidak nginap di hotel) Day 2 Singapura-Chaozhou Setelah sarapan, kami dari terminal I ke terminal II untuk daftar free singapura city tour untuk penumpang transit. Ternyata bagasi beroda tidak boleh di bawa, jadi mesti titip (biaya penitipan SGD 6.4 / 2 bagasi) Jam 9 dijemput tour guide untuk city tour, terlebih dulu proses imigrasi lalu keluar dan naik bus + 40 seats. Sepanjang jalan tour guide terus memperkenalkan singapura. Rute city tour: airport – merlion park (stop 20 menit), china town, india town, malay town(stop 30 menit), jam 11 bus bertolak kembali ke airport. Check in imigrasi, makan lalu bersiap2 boarding ke Chaozhou. Sampai di chaozhou sore, airport di chaozhou tidak terlalu besar, waktu itu cuma pesawat kami yang tiba, kami disuruh petugas cepat2 keluar imigrasi. Keluar imigrasi kami dijemput mobil yg dipesan sebelumnya. (Sebelumnya saya pesan hotel 3 malam di chaozhou+antar jemput dan hotel 2 malam di shenzhen @cny 1140, pesan di travel shenzhen, uangnya bisa bayar di china, lumayanlah no risk). Ternyata waktu kami tiba baru habis hujan, jadi cuaca cukup sejuk. Mobil membawa kami dari bandara ke kota, melewati sawah, rumah petani yang jalannya cukup mulus. +1jam kami tiba di hotel Green Tree Inn, dapat kamar 4+3 untuk kami ber7. Kamar family room untuk 4 org cukup luas terdiri dari 2 kamar tidur dan 1 ruang keluarga dengan TV ukuran besar. (bayar deposit cny 300 utk 3 kamar). Di sebelah hotel ada supermarket Lotus, kami ke sini untuk makan malam dan melihat2. Masuk ke supermarket tas bawaan mesti dimasukkan ke tas lotus dan disegel, nanti dibuka saat bayar di kasir. Supermarket Lotus cukup besar dan lengkap seperti carrefour.. Day 3 City tour Pagi sarapan di hotel dengan bubur + lauk, nasi goreng, mie goreng, kue, susu kacang. Setelah itu kami mulai explore kota chaozhou dengan mobil charter. Stop I : di sebuah sungai yang ada pintu air, supir menunjuk ke seberang, katanya di sana lokasi kampung halaman yang akan dituju besok. Stop II: di sebuah viewpoin di mana jembatan guangji bisa dilihat dari jauh. Stop III: jembatan guangji, guangji gate tower, binjiang galery, chaozhou arch street. Ini adalah objek wisata utama kota chaozhou, jembatan guangji adalah salah satu jembatan kuno di tiongkok, jembatannya berbentuk paviliun yang tengahnya dihubungkan kapal yang bisa dibuka tutup, jembatan ini dibangun di atas sungai Han, di area ini terdapat pinjiang galeri koridor di sepanjang sungai Han, diseberangnya dikelilingi tembok dengan beberapa gate tower, di dalamnya ada guangzhou arch street (pedestarian shopping area dengan bangunan kuno). Area ini memadukan nuansa sungai Han, jembatan kuno dengan bangunan khas tiongkok memberi suasana sejuk dan santai, juga bisa belanja dan makan di toko2 di arch street. Banyak becak mangkal yang menawarkan untuk membawa berkeliling. Setelah menikmati pemandangan sepanjang sungai, kami berjalan ke arch street untuk melihat2, saat ini turun hujan, kami lalu mencari kedai makan dan memesan makanan, banyak yg excited maklum makanan kampung halaman rasa ori (selain mama mertua saya, yang lain pertama kali ke balik kampung) Setelah itu kami kembali ke jembatan guangji, waktu menunggu supir kami ditawarin becak untuk berkeliling @cny 10, anak2 gratis. Kamipun memesan 3 becak untuk ber7. Tadinya membayangi becak akan membawa kami berkeliling sungai Han sepanjang binjiang galeri, eh..., ternyata mereka membawa kami masuk ke dalam arch street melewati lorong2 kecil si dalam arch street akhirnya sampai di sebuah vihara kecil, di sana ada sebuah kedai kecil yang menjamu kami dengan minuman khas (entah minuman dari apa lupa, rasanya asam manis), katanya banyak khasiatnya ada yg di awetkan 5 tahun, 10 tahun, 15 tahun ( who know, asal ngecap gimana membuktikannya...), penjual terus menawari kami untuk membeli, kami pergi sembahyang sebentar, waktu kembali penjual lebih gigih lagi menawarkan, akhirnya ada peserta yang tanya harga satu toples, setelah ditimpang harganya cny 500 (wow...). Kubilang ke pedagangnya no money, pedagangnya bilang bisa pakai kartu kredit, kujawab no credit card. Akhirnya yang mau beli minta dikurangi cukup beli cny100 untuk minuman dari tanaman ...(lupa) umur 15 tahun... Becak membawa kami kembali ke jembatan guangji, supir sudah menunggu kami. Ternyata arch street dengan toko2 dan jalanan pedestrian yang bagus, dibelakangnya adalah rumah2 penduduk dengan lorong2 yg agak sempit. Stop IV Kai Yuan temple, vihara ini masih satu area dengan arch street entah di sebelah mananya, daripada cari dengan jalan kaki, mending minta supir ngantar.Vihara ini cukup terkenal di kota chaozhou, kami masuk sembahyang dan istirahat. Stop 5 West lake Chaozhou Di pintu masuk, supir say hello ke yang jaga pintu, katanya bawa teman mau ke dalam lihat2. (sepertinya yg jaga pintu kenalannya). Mobil melewati jembatan yang menghubungkan danau dengan taman di dalamnya. West lake memberikan nuansa sejuk dengan perpaduan danau dan taman, di dalam taman ada pohon2, lampion, kuil, paviliun dll, secara keseluruhan mirip dengan taman2 lain di tiongkok pada umumnya, berbeda dengan jembatan guangji yang memberikan kesan istimewa karena berarsitek bangunan kuno. Di dalam taman agak sepi, entah karena weekday atau habis hujan. Kami menikmati suasana di west lake sampai hujan turun lagi, karena hujan supir membawa kami berkeliling dengan mobil, namun hujan turun semakin deras, kamipun minta kembali ke hotel untuk istirah, juga pesan kke supir mampir ke toko kue khas setempat buat beli camilan. Sampai di hotel baru jam 3 sore (karena lokasi tempat kami berkunjung hari ini tidak terlalu jauh dari hotel jadi tidak boros waktu). Sempat tidur sore bentar, malam lanjut shopping ke lotus. Day 4 mengunjungi famili Di sini kami ngobrol dan diajak melihat2 di sekeliling kampung, dijamu makan siang dan makan malam. Day 5 Chaozhou-Shenzhen Setelah sarapan, check out hotel dan diantar ke stasiun KA. Di sini terlebih dulu antri di loket untuk mencetak tiket yang telah dibeli sebelumnya, tiket kelas I @cny 120 beli lewat travel (kalau beli di loket @107.5). Kami menunggu di ruang tunggu, penumpang akan diinfo untuk masuk ke peron berdasarkan no kereta dan rute masing2 sekitar 15 menit sebelum keberangkatan, ternyata boarding per kereta menyebabkan tidak ada penumpang yang menumpuk di peron, penumpang langsung masuk ke kereta dan mencari tempat duduk masing2. Kelas 1 seatnya 2-2 (gerbong paling depan dan belakang saja) Kelas 2 seatnya 3-2 Ada 1 gerbong resto tempat makan, banyak orang yang nongkrong di sini (entah mau makan atau karena tiket berdiri) Kereta berangkat tepat waktu dan berhenti di beberapa stasiun, setelah+ 2 jam kereta samapi di shenzhen, ini adalah KA express dgn kecepatan + 200 km/jam (kalau naik bus + 5jam) Dari stasiun naik taxi ke hotel(memang tidak charter mobil, karena mau ke taman wisata naik taxi atau mrt saja), taxinya mesti yg warna merah (yg boleh masuk ke downtown). Nginap di CAA holy sun hotel dekat lowu border. Sore jalan2 ke pusat perbelanjaan Lowu commercial city di dekat hotel, Day 6 Shenzhen tour Setelah sarapan di hotel, kami ke window of the world (WOW), taman wisata yg berisi miniatur bangunan terkenal dunia, sebagian naik taxi, sisanya naik metro (mrt), dipintu keluar metro di WOW, banyak calo tiket yg menawari tiket masuk WOW (sepertinya mereka beli online soalnya tiketnya hanya di print di kertas), iseng tanya harga @150 cny, beda 30 cny dengan di kounter, setelah dipikir sudahlah beli sini saja, beli 5 tiket karena 2 peserta lansia > 70 tahun, tiket masuk gratis cukup menunjukkan paspor. Penjualnya berbaik hati menuliskan no hp dan berpesan jika tiketnya bermasalah boleh telepon. Masuk ke dalam WOW, beli tiket tram untuk keliling WOW @cny20, tram berhenti dibeberapa tempat populer, penumpang boleh turun untuk berfoto atau melihat2, setelah selesai bisa menstop tram berikutnya untuk ke tempat berikutnya. Setelah berkeliling dengan tram kami malas mengitar karena cuaca rada panas, lalu kami mampir ke ice world yg ada di dalam WOW, berhubung indoor jadi tidak panas, di sini ada ice skating dan snow world untuk main salju, sebagian ada yang masuk dan main ke snow world. Dari WOW kami ke splendid china, sebagian naik taxi, sisanya naik metro. (sekalian cari2 ada calo tiket ngga, tapi ngga ketemu mungkin sudah sore) Tiket masuk @ 180 cny, lansia gratis. Splendid China berisi miniatur bangunan terkenal di China. Di dalam, kami ngitar bentar di area dekat pintu masuk, berhubung ada jadwal pertunjukkan tarian, kutemani yang lansia nonton biar sekalian duduk istirahat, yg lain berkeliling di splendid china. Ada beberapa pertunjukkan di sini, jadwal dan lokasi berbeda2, tarian yang kami tonton kali ini sangat bagus, bahkan menyertakan binatang2 seperti burung merak dll. Setelah selesai pertunjukkan, keluar dari lokasi pertunjukkan di lapangan sampingnya masih ada pertunjukkan kungfu shaolin, setelah selesai nonton, sebagian yang tadi keliling taman sudah kembali dan kami makan malam. Setelah makan malam kami menonton pertunjukkan pertunjukkan malam Dragron and Phoenix Dancing show, pertunjukkan ini merupakan acara puncak yang ditunggu pengunjung tempat wisata ini, bercerita ttg tiongkok masa lalu sampai sekarang, sebenarnya pertunjukkan ini sangat bagus tapi berhubung ramai dan tempat duduk tidak terlalu strategis, jadi merasa sepertinya pertunjukkan tarian sebelumnya lebih bagus (berhubung dapat tempat duduk strategis). Pertunjukkan ini juga menyertakan binatang2, kuda saat berperang bahkan menembakkan roket api dll, sapi, kambing dll untuk menceritakan masyarakat perternak dll. Setelah acara semua pengunjung berjalan ke pintu keluar karena taman wisata sudah tutup, tapi di dekat pintu wisata banyak kedai yang menjual pistol air, ember dll, ternyata masih ada acara perang air di suatu tempat di sana, sudahlah kami tidak berminat ikut. Dari sini kami naik 2 taxi pulang hotel. (sudah malam malas naik metro) Day 7 Shenzhen – Hongkong Setelah sarapan, checkout hotel dan naik taxi ke lowu border mau nyebrang ke hongkong (walau dekat stop taxi saja, malas angkat koper). Setelah melewati imigrasi dan sampai ke Hongkong, cari loket untuk beli octopus card dulu (kartu untuk naik mrt, bus dll), yg lansia bisa beli octopus card untuk lansia harganya lebih murah. Lalu masuk naik kereta dari sini ke downtown, ada kelas1 dan kelas biasa, kelas 1 ada line khusus, harganya double, jadi kartu octopusnya di gesek 2 kali, biasanya kelas1 lebih lega karena penumpangnya tidak banyak. Kereta ini sampai East tsim sha shui, sebenarnya menurut mrt map bisa ganti mrt sampai hotel tapi berhubung repot pindah bawa2 koper, kami keluar stasiun, cari taxi ke hotel. Kami tinggal Best Western harbour view hotel (check in hotel di Hongkong lebih praktis tidak seperti di China mesti fotokopi paspor semuanya, di sini cukup kasih voucher booking langsung di kasih kunci kamar). Kemudian kami keluar makan siang, di sekitar hotel banyak resto. Lalu naik taxi ke victory peak tram terminal . Beli tiket 3 in 1 : tram one way + madame tussaud + sky terrace 3 in 1 @hkd 308, untuk lansia ada potongan harga, lupa berapa harga tiketnya. Kalau beli tiket 3 in 1 bisa langsung ke antrian depan di tram naik ke victory peak, yg pengunjung warga lokal mereka tidak antri beli tiket, tapi ngantri panjang buat naik tram pakai gesek kartu octopus untuk pembayaran. Di the peak kami main lama, belanja di toko souvenir, masuk tussaud (kecuali saya, saya hanya beli tiket tram, sudah pernah malas). Sambil menunggu yg lain main saya ngitar di sekitar the peak, ke bangunan peak galleria di sebelahnya, ada supermarket, trick eye museum, di atas top roof juga ada tempat melihat pemandangan (gratis cuma tidak 3600), setelah berkeliling saya beli tiket mau ke sky terrace, kupikir buat lihat pemandangan sambil menunggu yg lain selesai main di tussaud, saat naik eskalator ke atas, ketemu yg lain sudah turun dari sky terrace. Saya ke sky terrace, di sana super ramai, ngga sampai 10 menit saya pun keluar. Mending di top roof yg peak galleria deh gratis juga ngga terlalu ramai. Lalu kami ke peak galleria duduk2 dan membeli makan di Mac di, untuk makan di sana, langit dari sore berganti menjadi malam, pemandangan kota hongkong dengan lampu terlihat jelas dari sana. Kami duduk dan istirahat cukup lama lalu pulang, naik sebagian naik taxi, sisanya naik bus+mrt (dari mrt jalan ke hotel tidak jauh) Day 8 Hongkong-Jakarta Sarapan di hotel lalu check out. Tadinya mau naik shuttle bus gratis dari seberang hotel ke Hongkong express stasiun ( di sini bisa city check in beberapa airlines bisa check in 24 jam sebelumnya), tapi bus yang ditunggu ngga datang2, akhirnya kami naik taxi. Ternyata untuk check in ke airlines mesti bayar tiket kereta express ke airport @Hkd100, lah... kami tidak ada rencana mau naik kereta express beli tiket untuk apa, tapi juga dilema koper kalau ngga check in repot bawanya (mana staf check in china airlines kutunjukkan penumpang yg check in tidak masuk berdiri di luar, tidak mau kasih check in, katanya semuanya mesti ke dalam) , ternyata isi octopus card lalu slash masuk ke kounter check in dipotong hkd 100 sekali, lalu bisa keluar lagi, gantian yg masuk, berhubung belum ganti stasiun waktu slash keluar jadi saldo cuma di potong sekali, dan kami gantian masuk. Selesai check in, stasiun ini satu tempat dengan mrt, kami tidak naik kereta airport express, tapi ke mrt cari rute ke disney land, photo stop dan belanja boneka disney. Setelahnya naik mrt ke Tung Cung factory outlet, keluar dari mrt cari counter refund octopus card (7 kartu uangnya lumayan). Makan siang di sini lalu window shopping. Dari sini naik taxi ke airport, bersiap2 pulang.
  4. 2 points
    silvia_win

    Phuket Krabi Jan 2017

    Day 1 Jakarta-Kuala Lumpur-Phuket Sampai di Phuket sudah malam, naik mini van airport ke Patong @Thb 180 di antar langsung ke hotel masing2. Nginap di Hotel House of Wing Chun Patong (2 malam = Rp 585.000). Karena tiba di hotel sudah malam, beli makan malam di 7-11 dekat hotel, nasi berserta lauk yg dihangatkan di oven. Day 2 Phuket city tour. Bangun agak siang, berhubung hotel tidak menyediakan sarapan, ke 7-11 lagi cari sarapan, sekalian tanya info ke hotel tentang tour, saya di kasih brosur suruh lihat dan pilih, kalau sudah pilih nanti mereka akan telepon tanya ke tour, lihat brosurnya saya rada bingung, ya sudahlah tanya petunjuk jalan ke pantai patong. Setelah sarapan, kami bermaksud jalan ke pantai. Dari hotel menuju pantai banyak kios yang menawarkan paket tour, tanya2 info pas ada yang sesuai selera yakni phuket town city tour Thb 2000 untuk ber3, berangkat jam 1 siang. Kami pun booking tour dan makan siang dulu, lalu dijemput travel dengan mobil van yang pesertanya belasan orang. Stop 1 : mobil travel membawa kami melalui pantai patong, karon, kata sampai di suatu view poin untuk melihat pemandangan pantai. Stop 2 : Big Buddha temple, lokasi dari vihara ini terletak di atas bukit, dari sini pemandangan pantai phuket terlihat sangat indah. Stop 3 : Wat Chalong temple yang merupakan vihara terbesar di phuket, di halaman vihara banyak penjual makanan. Stop 4 : Toko souvenir (cashew nut, madu, gem galeri), walau saya tidak suka belanja di toko souvenir yang diatur oleh tour, tapi stop over di toko souvenir di phuket tour ini cukup menyenangkan, waktu singgahnya tidak lama dan semua makanan boleh dicicip walau tidak beli, juga di gem galeri ada mini museum yg indah. Stop 5 : Phuket old town adalah daerah kota tua phuket dengan bangunan model sino portugis. Pulangnya kami minta didrop di JungCeylon mall di dekat hotel, makan KFC di sini, lalu jalan2 dan melihat ke supermarket di dalam mall. Day 3 Hari ini jalan kaki ke pantai patong menikmati pemandangan pantai, lalu check out hotel mau pindah ke phuket city. (soalnya kami mau extend hotelnya bilang full book dan lihat hotel kiri kanan harganya mahal) Minta hotel booking taxi ke CA residence di phuket city (Rp 345 ribu/malam). Setelah check in hotel, kami ke terminal bus 2 yang letaknya tidak terlalu jauh dari hotel untuk beli tiket bus ke Krabi. Kami beli tiket untuk besok (@ thb 140), lalu kami mampir ke super cheap market (seperti makro) di dekat terminal untuk melihat2. Lalu kembali ke hotel, makan malam cari di 7-11 dekat hotel. Kamar hotel ini cukup luas dan nyaman, di hotel ada swimming pool dan gym, cuma lokasi hotel yg agak jauh dari keramaian, jadi kami istirahat di hotel saja. Day 4 Phuket – Krabi Setelah check out hotel, kami minta tolong call taxi ke terminal bus 2, tapi kata orang hotel mahal soalnya taxinya datang dari luar, kami disarankan jalan kaki saja. Ya sudahlah tadinya malas soalnya mesti bawa koper. Begitu keluar dari hotel banyak mobil van yang mangkal di luar, kami ditawarin naik mobil, kami bilang cuma mau ke terminal bus2, akhirnya setelah nego harga Thb 150 kami naik mobil van belasan seat ke terminal. Perjalanan Krabi ke Phuket sekitar 3 jam, sepanjang jalan bus berhenti di beberapa tempat untuk mengambil paket dan penumpang. Dari terminal kami naik minivan (tuk tuk) minta di antar ke hotel @Thb 50, ini adalah transport umum berhubung tidak ada taxi, petugas terminal yang membantu kami meminta supir mengantar kami ke city hotel. Setelah check in City hotel (Rp 875.000/2malam) kami pun berjalan di sekitar hotel, kami ke patung kepiting yang tidak jauh dari hotel dan merupakan land mark kota krabi. Kami bersantai di sini cukup lama, di sini kami ditawari naik perahu berkeliling sungai (mangrove boat trip) ber3 thb 400 untuk perjalanan pp selama lebih kurang 1 jam, setelah dipertimbangkan bolehlah, soalnya kali ini lagi tidak berminat wisata ke pulau2 sekitar phuket dan krabi, naik perahu mengitar sungai juga lumayan deh bisa merasakan naik long tail boatnya. Kami naik ke daratan seberang yang berpasir dan ada goa serta monyet2, setelah berkeliling sebentar, perahu mengantar kami ke sebuah rumah/resto apung untuk melihat ikan, setelah itu kami kembali ke lokasi patung kepiting. Malam hari kami ke Vogue mall di dekat hotel juga ke pasar buah di seberang hotel, di krabi banyak resto halal karena banyak muslim di kota ini. Day 5 Ao Nang beach Naik mini van ke Ao Nang @thb 50 (sebelum sampai di pantai Ao Nang ada sebuah pantai yang bagus juga tapi kami tidak singgah hanya melihat dari mobil). Di pantai banyak long tail boat ke pulau2 sekitarnya, ada loket jual tiket dengan beberapa tujuan dan jadwal. Kami makan di resto di tepi pantai menikmati pemandangan pantai, lalu berjalan sepanjang pantai (air laut di pantai patong dan ao nang sedikit beda dengan di Indo, karena pasir pantai tidak lengket di kaki, mungkin kadar garamnya tidak tinggi) Di seberang pantai banyak toko2 yang menjual souvenir. Lalu naik angkot mini van kembali ke hotel, turun di wat kaeo korawaram dekat hotel Malamnya ngitar di sekitar hotel untuk shopping dan cari makanan thai. Day 6 Krabi-Kuala Lumpur Pesan airport transfer (thb 350) dari hotel, pagi2 ke bandara, di jalanan masih sepi, ada beberapa bhiksu yang pindata, kata supirnya setiap hari ada. Sampai di Klia 2, beli tiket bus ke melaka, tadinya ingin singgah beberapa jam sebelum ke singapura. Tapi sampai terminal bus melaka malas jalan, makan siang lalu beli tiket bus ke singapura. Total harga bus dr klia2 ke sin @ rm 50 Saat di imigrasi singapura, antrian lama sekali karena pemeriksaan yang ketat. Sampai di singapura sudah malam, makan dan istirahat di hotel. Day 7 Singapura-Jakarta Pagi check out hotel titip koper, keluar sarapan lalu naik mrt ke garden by the bay. Setelah selesai main di garden by the bay, jalan kaki ke marina sands naik mrt ke bugis, makan di bugis junction lalu ke bugis street untuk belanja. Pulang hotel ambil koper dan naik taxi ke airport.
  5. 2 points
    silvia_win

    Vietnam trip Jun 2016

    Day 1 Jakarta-Kuala Lumpur Hari ini kami cuma jalan2 di KLIA2, nginap di Tune Hotel KLIA2 Day 2 Kuala Lumpur - Hanoi Bangun pagi2 dan bersiap untuk terbang dengan Air Asia berhubung tidak ada bagasi check in, kami langsung masuk imigrasi menuju ruang tunggu boarding. Sampai di Hanoi dijemput airport transfer dari hotel, yg jemput bawa mobil sedan sedan kami 6 orang, sopir menunggu kami menunggu, dia telepon temannya. Kemudian datang movel van dan kami di antar ke Bodega hotel. Sampai di hotel kami check in dan tanya2 info tentang tour. Kamar hotel Bodega cukup luas, bangunannya agak tua, cukup bersih. Hotelnya tidak besar model hotel dari berapa ruko. Tour halong bay @usd28 (naik bus sedang) or @usd25(naik bus besar) Kalau 2d1n @usd70 (sekamar ber3) @usd80(sekamar ber2) Kami juga tanya info tour ke tempat lain untuk hari berikutnya. Setelah diskusi kami memesan tour halong bay @usd 28, juga tour bai dinh-trang an @usd28 untuk hari berikutnya. Total pengeluaran perorang usd 89 untuk hotel(termasuk sarapan) +tour+airport transfer: 1. Hotel usd 9 x 3 hari 2. Airport transfer pp usd 3 x 2 3. Tour 2 hari usd 28 x 2 Semua biaya di bayar ke hotel pada hari ke 4 saat check out. (senangnya, baru pertama kali mengalami pembayaran saat checkout, untuk pembayaran kartu kredit kena charge 3%) Berhubung kami tidak bawa banyak VND (vietnam dong) jadi ingin tukar uang, di depan hotel ada bank kecil (Baca bank), bank ini hanya menerima note usd yang baru, ternyata di hotel ada melayani penukaran uang juga, bahkan bisa menerima usd note lama dgn rate usd 1 = vnd 22.000. Kami meminta peta dari hotel, lalu menanyakan tempat makan dan wisata di sekitar hotel. Dengan bekal peta dari hotel kami mulai mengitar kota Hanoi, pertama jalan kaki mencari resto Quan an ngon yg di rekomendasikan staf hotel (walau sedang turun hujan, tapi semuanya semangat mencari resto). Resto ini menyediakan makanan traditional vietnam seperti pho dan seafood. Total harga makan kami vnd 550.000. Dari sini kami stop taxi (taxi di Vietnam ada yg 7 seats cocok buat kami ber6) ke Ho Chi Minh Mausoleum dan one pillar pagoda (bersebelahan). Kami melewati temple of Literature. Kami berfoto2 di lapangan Ho Chi Minh Mausoleum karena mausoleumnya tidak buka, lalu melihat2 ke one pillar pagoda. Dari sini berpatokan pada peta dari hotel yg sudah dilingkari tempat wisatanya, kami ingin ke Hoan Kiem Lake, namum begitu taxi sampai ke danau ini berhubung cuaca masih agak panas, kami lagi malas jalan minta taxi membawa kami ke Vincom mall saja, mall di sini cuma mall yang kecil, kami makan di pizza hut dan belanja di supermarket vinmart. Di mall ini juga ada bank BIDV, sekalian tukar valas, bank ini bisa tukar SGD. Lokasi wisata di atas tidak terlalu jauh dari hotel. Naik taxi sekitar vnd 50.000-100.000. Pulang ke hotel istirahat, malam jalan kaki ke Hoan Kiam Lake yang tidak terlalu jauh dari hotel, di tepi danau banyak orang duduk menikmati pemandangan danau yang dihiasi lampu. Kami makan lagi di KFC di seberang danau lalu jalan kaki pulang hotel sambil melihat2 toko2 kecil sepanjang jalan. Day 3 one day tour ke Halong Bay Sarapan di hotel dengan menu nasi goreng, mie goreng, roti, telur dan buah. Travel APT menjemput kami dengan bus ukuran sedang, terdapat 2 group dan 2 tour guide dalam bus (1 group 1 day tour, 1 group 2 days tour). Dalam perjalanan tour guide menerangkan sekilas ttg kota Hanoi. Perjalanan ke Halong Bay sekitar 3.5 jam, dan kami singgah sekali di toko di rest area yang merupakan toko yang menjual seni batu pahat, seni kain sulam dan juga menjual baju dan aneka souvenir. Sampai di Halong Bay kami check in masuk kapal White Tiger. Kapal mulai berlayar mengarungi halong bay dan makanan mulai di hidangkan, semeja ber6 dengan 10 menu makanan yg lezat yg kebanyakan adalah seafood. Sepanjang perjalanan terhampar pemandangan batu karst yg indah, cuaca cukup bagus, kami naik ke bagian atas kapal melihat pemandangan, tour guide menerangkan berbagai bentuk dari batu karst. Stop 1 floating village, villagenya tidak banyak dari kapal2/rumh2 yang terapung. Di sini peserta tour turun ke dermaga, boleh naik perahu kecil yang didayung tukang perahu atau kayaking. Pemandangan di teluk ini sangat indah sayang naik perahunya hanya sebentar. Stop 2 gua istana surga kami mengikuti tour guide yang membawa kami naik tangga ke sebuah gua stalagtit, dan stalagmit yang indah dengan lampu warna warni, tour guide menerangkan aneka bentuk dari batu2an yg ada. Setelah itu kapal membawa kami kembali ke demarga dan kami naik bus kembali ke Hanoi. Day 4 one day tour Bai Dinh, Trang An Tour hari ini ke 2 tempat, pagi hari kami berkunjung ke Bai Dinh Pagoda yang merupakan salah satu vihara terbesar di Vietnam, siang kami berkunjung ke Trang An untuk wisata naik perahu kecil yang didayung pedayung yg semuanya wanita yang menelusuri gua-gua, kalau di halong bay naik perahu kecil yg didayung tidak cukup puas karena cuma sebentar, di sini cukup puas karena cukup lama dan melewati beberapa gua. Malam saat kembali dari one day tour, kami minta di drop di weekend night market. Setelah berkeliling di night market dan makan ala lokal vietnam (duduk di kursi rendah) kami kembali jalan kaki ke hotel karena night market tidak terlalu jauh dari hotel (dekat danau Hoan Kiam). Konfirmasi ke hotel untuk antar bandara besok. Day 5 Hanoi-Ho Chi Minh Setelah sarapan, check out hotel lalu diantar ke bandara untuk penerbangan Vietnam Airlines Hanoi ke Ho Chi Minh. Di bandara Ho Chi Minh kami naik mobil yang di kounter bandara ke hotel vnd 220.000 (sebelumnya ada minta airport pickup dari hotel tapi tidak ada tanggapan ya sudahlah) Setelah check in hotel Phan Lan, kami tanya info tour. Kami memilih tour ke floating market @usd15 untuk keesokkan harinya. Tidak seperti di Hanoi di sini mesti bayar dulu bukan bayar saat check out. Setelah itu kami naik taxi ke post office dan katedral yang bersebelahan. Setelah melihat2 dan berfoto kami lanjut ke Ben Thanh market mulai deh acara belanja2. Day 5 one day tour Mekong Delta Floating market Kami dijemput tour guide dibawa jalan kaki ke terminal yang tidak jauh dari hotel lalu di bagi ke bus berdasarkan rute tujuan wisata, tour yang ini memakai bus besar. Karena ingin melihat delta sungai mekong, maka kami memilih tour ini. Kami dibawa naik perahu berkeliling sungai Mekong, floating marketnya ternyata hanya beberapa perahu yang menjual sayuran, kata tour guidenya sih ramainya pagi hari. Sungai mekong airnya berwarna kecoklatan, di sisi sungai ada bangunan penduduk, pemandangannya biasa2 saja. Kami berhenti di tempat pembuatan makanan traditional dan tempat penjualan madu. Siang kami berhenti di darat lalu mengikuti tour guide yang menyediakan sepeda bagi yang mau bersepeda ke resto makan siang yg katanya jalan lurus ke depan, atau boleh naik ojek motor yg dipanggil oleh tour guide. Setelah makan siang dan beristirahat sebentar, tour guide mebawa kami jalan kaki ke sebuah sungai kecil untuk naik perahu kecil yg didayung tukang perahu, dari sungai kecil ini perahu yang didayung menuju ke sungai besar, tempat perahu yang membawa kami berkeliling sungai Mekong berlabuh, kami pun naik ke perahu besar dari perahu kecil. Sebenarnya wisata sungai kali ini biasa2 saja tidak sebagus pemandangan wisata sungai di Hanoi. Pulang dari tour kami minta di drop ke Ben Thanh market, tapi tour guidenya bilang bus hanya berhenti 2 tempat yaitu terminal dan tempat yg dekat dengan Ben Thanh market. Kami berhenti di dekat Ben Thanh market jalan kaki ke Ben Thanh market yang sudah tutup, tapi malam hari di depan pasar ada night market dan banyak tempat makan. Setelah melihat2, makan dan belanja kami jalan kaki pulang hotel. Day 6 Ho Chi Minh-Kuala Lumpur Pagi hari mampir ke pasar dekat hotel di seberang terminal bus, ternyata pasar lokal yang penjualnya tidak bisa bahasa Inggris seperti di Ben Thanh market, tapi harga di pasar ini jauh lebih murah daripada Ben Thanh market yang menyasar turis asing. Setelah dari pasar, naik taxi ke mall yang ternyata mall di Vietnam memang tidak besar, kami belanja di supermarket lalu pulang makan siang dan check out hotel, naik mobil antar bandara dari hotel ke bandara. Note : lebih baik menukar vnd dengan usd di Vietnam, karena selisih harga kurs yg cukup besar jika tukar di Indo. Rp 800.000 = Vnd 1.000.000, sedang tukar valas di vietnam kurs sekitar Rp 600.000 = Vnd 1.000.000. Kartu kredit bisa di pakai di hotel, resto setempat. Bandara di Vietnam cukup sepi dan jalanan tidak macet, tidak perlu datang sangat awal seperti kebiasaan kalau mau ke bandara soetta.
  6. 2 points
    silvia_win

    Yunnan Trip 11-19 Jun 2017

    Yunnan Trip Jun 2017 Day 1 naik pesawat malam (Lion Air) Jakarta – Kuala Lumpur Menginap di hotel dekat bandara, EV World hotel kota warisan dengan airport transfer dari hotel (harga RM 65 untuk midnight dan RM 55 untuk pagi untuk 8 orang) Kami booking kamar 4+2+2 dengan harga Rp 830.000 di agoda, kamarnya kecil dan bersih, lingkungan di sekeliling hotel sepi. Hotel menyediakan sarapan roti dan nasi uduk porsi kecil serta teh dan kopi. Cocok untuk transit daripada nginap di hotel bandara yang mahal. Day 2 naik hotel transfer tiba di bandara check in Air Asia Kuala Lumpur – Kunming, setelah check in makan dulu di curry house (lantai basement). Penerbangan ke Kunming (ibukota propinsi Yunnan) selama hampir 4 jam berjalan dengan lancar, sore hari kami tiba di Kunming. Di bandara Kunming menyediakan telepon untuk telepon lokal, dengan telepon ini saya menelepon sopir pick up airport yang sudah di pesan sebelumnya. Sebelumnya saya memesan jemput bandara ke hotel (200 cny) dan charter mobil keliling kunming untuk keesokkan harinya (600cny). Dari bandara kami diantar ke Kunming Nissi Holiday Hotel yang berupa apartemen hotel, sebelumnya saya memesan 2 apartemen hotel seharga Rp 880.000 via agoda. Apartemennya cukup luas dengan 2 kamar tidur dan satu ruang tamu, selain itu hotel juga menyediakan makan pagi berupa bubur, mantau, roti, telur, mie kuah, teh, kopi, buah. Malam hari kami jalan2 di sekitar hotel untuk melihat2 dan mencari makan malam, di sana ada tempat permainan anak2, toko2, kami menyebrang ke VC park melihat hiasan lampu, toko2 dan makan malam di sana. Lingkungan di sekitar hotel cukup menyenangkan, bersih dan nyaman dengan banyak toko2 enak untuk jalan2 dan shopping walau ngga belanja banyak, cuma belanja sedikit di mini so. Selesai ngitar pulang ke hotel, buka app agoda untuk pesan hotel ini 1 malam lagi, karena harga di hotel lebih mahal, juga harus bayar cash (karena cuma kartu kredit yang ada union pay yang bisa dipakai di sana) . Day 3 Pagi hari kami dijemput mobil charter, pertama kami singgah di Yuan Tong temple yang merupakan vihara yang cukup tua di kota Kunming. (HTM @6 cny) Dari sini kami ke Green Lake Park (Cui Hu Park) yg merupakan telaga atau taman kota Kunming dan Yunnan University yang ada di seberangnya. Kami jalan santai di Green Lake Park makan siang buffet vegetarin @19 cny. Juga mampir ke travel yang ada di dalam taman, tanya info jalan2. Sebelumnya sebenarnya ingin booking tour dengan travel tempat saya charter mobil (entah travel apa, saya cari online), tapi jadwal tournya sangat padat, jadi saya ragu2, karena kami lebih suka jalan santai. Saya tanya ke travel ini charter mobil ke Shi Lin (stone forest) buat besok, serta minta di check jadwal dan beli tiket kereta api ke Lijiang buat besok. Ternyata beli tiket online via travel tidak bisa dilakukan karena harus input no id. Lalu kami ke stasiun KA kunming untuk beli tiket di loket untuk rute Kunming-Lijiang sesuai dgn jadwal yg telah kami check dan masih ada available seats di travel sebelumnya. 2 tiket VIP @ 669 cny (satu bedroom untuk maks 3 orang) 2 tiket soft sleeper (@226 cny ranjang bawah @217 cny ranjang atas). Karena sudah agak capek dan malas jalan, minta supirnya keliling bentar lihat gapura kota golden horse dan jade rooster. Kembali ke hotel ada wifi lalu booking mobil ke Shi Lin untuk besok dan pulangnya minta di drop di stasiun KA, juga tanya charter mobil di Lijiang untuk 2 hari. Charter mobil ke Shi Lin 900 cny, charter mobil di Lijiang 1000 cny/hari. Saya OK in saja, malas cari perbandingan, daripada ikut tour yg jadwalnya padat, lebih cocok sewa mobil yg jadwalnya sesuai keinginan. Setelah beristirahat sebentar lanjut cari makan malam dan ngitar di VC park. Day 4 Check out hotel dan dijemput sopir mobil charter jam 11 pagi, memang pingin berangkat agak siang karena nanti pulang dari Shi Lin berangkat dengan KA malam. Sampai di Shi Lin siang hari, sebelum masuk kompleks wisata, kami singgah di resto untuk makan siang. HTM Shi Lin @175 cny naik tram keliling @25 cny, sewa tour guide di pintu masuk 160 cny/ kali. Lansia 70 tahun ke atas gratis tiket masuk (lalu saya dapat info anak2 bisa beli tiket pelajar setengah harga), nah ini juga alasan saya malas ikut tour, karena setelah ditanya tidak ada cashback tiket masuk untuk lansia, juga harga tour hanya termasuk tiket masuk belum termasuk naik tram, cable car dll. Taman wisata Shi Lin (stone forest) adalah taman wisata yg sangat luas yang terbagi atas 2 area, area bagian depan adalah area big shi lin (yg diumpanakan sebagai pria yang gagah), dan area bagian belakang disebut small shi lin (yg diumpanakan sebagai wanita yang lembut). Kedua area ini penuh dengan gunung dari batu, area depan kumpulan gunung batu lebih padat, area belakang lebih jarang di mana dibawahnya ada tanah rumput yang indah). Menurut info tour guide Shi Lin adalah taman laut jutaan tahun yang lalu, yang kemudian lautnya mengering dan gunung batunya muncul ke permukaan. Setelah selesai berwisata di Shi Lin kami di drop di stasiun KA, makan di resto cepat saji dulu, sebelum masuk ke stasiun KA, kami mendapat ruang tunggu untuk tiket VIP dan soft sleeper. Kami 6 cewek tidur di 2 kamar VIP, 2 cowok di soft sleeper yg 1 kamar ber4 untuk umum. Tidak terbiasa tidur di kereta, lalu ke gerbong makan sedikit dulu, lalu kembali ke kamar berhubung sudah malam dan capek akhirnya tidur juga, di perjalanan kadang2 terbangun, KA singgah di berapa stasiun yg mana berhenti cukup lama (mungkin karena sleeper train di mana penumpang tidur juga bawa bagasi banyak, jadi tidak bisa turun naik cepat). Ketika langit mulai terang, saya sudah terbangun dan membuka tirai jendela di sepanjang jalan banyak gunung dan awan berjalan di atas (maklum posisi tidur jadi awan seperti berjalan di depan mata). Pemandangan dari jendela KA Day 4 sampai di Lijiang pagi hari, cuaca hujan, di jemput supir mobil charter. Persinggahan pertama sarapan dulu, lalu lanjut ke lokasi wisata kota kuno shu he, kota kuno na xi, berhubung kami ke kota kuno ini pagi2, di sini masih sepi toko2 masih belum buka, jadi kami bisa menikmati suasana kota tua yg asri juga banyak bunga, bunga mawar di sana besar2, air di kali juga sangat jernih, supir di Lijiang ini cukup bawel dan baik, menemani kami keliling (lumayan tour guide gratis). Setelah dari 2 kota kuno ini kami kembali ke kota untuk makan siang lalu check in hotel, sebelumnya saya sudah pesan hotel di dalam kota kuno Lijiang via agoda yang bayar ditempat (menurut referensi yg saya lihat banyak hotel yg tidak melihat pesanan agoda, jika datang ada kamar kosong dikasih jika tidak direferensikan ke hotel lain). Tapi di sana menurut info dari supir untuk hotel di dalam kota tua tidak bisa masuk mobil, mesti bawa koper jalan kaki masuk, jadi malas. Lalu minta supir cari hotel di luar kota tua yang dekat dengan kota tua. Kami mendapat kamar 3+3+2 di hotel红宝玉 dengan harga 550 cny + sarapan. Setelah check in dan mandi, kami melanjutkan wisata ke danau La Shi, di sini ada danau yg tidak terlalu besar, dengan objek wisata taman bunga, berkano dan berkuda. Dilihat dari luar tamannya tidak terlalu menarik, berkano dan berkuda juga mahal, kami tidak berminat melhat2 sebenar lalu cabut. (untung sebelumnya saya tidak pesan tour di acara tour kami di suruh singggah di sini bayar @260 cny untuk taman bunga, berkano dan berkuda) Kami minta diantar ke vihara, sopir mengantar kami ke sebuah vihara tibet di atas bukit, masuk ke vihara dan naik tangga ke atas, pemandangan dari atas vihara sangat indah. Lalu kami kembali ke hotel beristirahat. Malamnya saya jalan ke kota tua Lijiang yg terletak di seberang hotel, tapi berhubung hujan saya cuma jalan sebentar. (kemudian saya dapat info bawa pusat keramaian di kota kuno lijiang ada di pintu utara, sedang saya masuk dari pintu selatan jadi tidak banyak yang menarik). Day 5 tujuan hari ini jade dragon snow mountain, atas saran supir kami menyewa jaket dan membeli tabung O2 di lokasi kota Lijiang. (harga tabung O2+ jaket @88cny). HTM Jade Dragon snow mountain @130 cny, bus di dalam taman wisata @20cny (mobil cuma sampai tempat parkir), cable car @180 cny. Untuk tiket masuk kawasan wisata lansia gratis, pelajar setengah harga, tidak bawa kartu pelajar jadi mengandalkan komunikasi supir dengan yg jual tiket). Saya dan ibu mertua tidak naik ke snow mountain, kami naik bus ke blue moon valley, makan di resto duduk di halte tunggu yg ke atas snow mountain. Di bawah halte bus ada telaga yg jernih dengan latar snow mountain. Saya turun ke telaga menikmati pemandangan, di sana ada jalur lantai dari kayu yang bisa berkeliling ke area lain, tapi saya malas jalan cukup pemandangan telaga ini saja. Setelah rombongan turun dari snow mountain, kami makan di resto di dekat halte bus @40cny 8 orang dapat 8 lauk, lalu kami turun ke telaga foto2 lagi. Setelah itu naik bus ke tempat parkir dan pulang ke hotel. Malam hari, saya berjalan ke pintu utara kota kuno Lijiang, ternyata cukup jauh juga, pintu utara memang cukup ramai, ada juga pedestarian street, saya cuma melihat toko2 di dekat pintu utara, makan di Mac Donald di dalam kota kuno, pulangnya coba naik bus soalnya rutenya cuma lurus sampai hotel (@ 1cny). Day 6 Setelah sarapan kami check out hotel, sebelumnya charter mobil Lijiang ke Dali dan jalan2 di Dali sehari lalu di drop di hotel. (1400 cny) Perjalanan dari Lijiang ke Dali sekitar 3 jam, persinggahan pertama danau west lake, maksudnya mau naik perahu dan melihat pertunjukkan elang menangkap ikan, perjalanan di west lake tidak berjalan mulus karena melewati daerah pasar yg ramai, mobil susah lewat karena jalan sempit dan ramai, kami lewat pelan2 sambil melihat aktivitas pasar di sana, yang belanja di pasar membawa keranjang belanja di punggung, juga ada bajaj yg mengangkut barang dan penumpang, dan ada juga mesjid dan muslim di sepanjang jalan. Sampai di west lake, kami dapat info pertunjukkan elang menangkap ikan sudah tidak ada, ada elangnya buat foto2, setelah dipikirkan kami malas naik perahu mengitar danau. Kami lalu melanjutkan perjalanan singgah lagi di kota tua Xi Cheng, banyak toko2 di dalam kota kuno ini, kami mengitar dan makan siang di sini. Supir menawarin membawa kami singgah di sebuah vihara sebelum sampai di kota Dali, berhubung viharanya lagi renovasi kami tidak jadi masuk. Lalu kami ke 3 pagoda Dali (HTM@120 cny, tram pp@35 cny, lansia gratis tiket masuk, pelajar setengah harga). Naik tram ke atas komplek wisata ada sebuah vihara besar di sana, setelah dari sana tram mengantar kami ke area 3 pagoda. Setelah dari sini supir membantu kami beli tiket bus untuk besok Dali-Kunming, mencari hotel yg dekat kota kuno Dali, kali ini kami mendapat kamar 3+2+2 dengan harga 450 cny, berhubung kamar ber3 ber4 sudah penuh (tapi hotel kali ini mirip losmen yg 1 kamar 2 orang tidak ada AC nya tidak ada sarapan lagi) ya sudahlah cuma semalam, malas pindah koper cari sana sini. Lokasi hotel dekat dengan pintu selatan kota kuno Dali yang merupakan pusat keramaian di kota kuno Dali. Kami makan malam dan keliling kota kuno Dali. Day 7 pagi ke pintu utara kota kuno foto2 lagi, sarapan, lalu ke pusat informasi turis beli tiket ke kota wisata tempat shooting film the demi-gods and semi-evils, HTM+tiket bus pp @44 cny, tiket bus saja (untuk lansia)@16cny. Kami naik bus jam 8.30 karena menurut info ada pertunjukkan jam 9. Pertunjukkan di mulai di pintu gerbang masuk untuk menyambut tamu jam 9 pagi, tamu di sambut masuk oleh rombongan pemain yang berperan menjadi raja, pemainsuri, dayang dan prajurit. Di dalam komplek kota wisata masih ada pertunjukkan lainnya seperti putri raja melempar bola mencari pasangan, tarian barongsai, prajurit menangkap buronan, lalu para pemain menari di lapangan, pegunjung juga diundang menari bersama. Kami mengitar di area utama tempat wisata ini berfoto2 lalu pulang. Makan siang lalu pulang hotel, bersiap2 lalu dijemput agen bus ke tempat naik bus. Setelah sekitar 6 jam perjalanan kami sampai di Kunming kami naik taxi ke hotel (Nissi Holiday Hotel). Day 8 Hari ini kami naik MRT dari depan hotel ke Xin Luoshiwan (area shopping seperti mangga 2). Tiket MRT @ 5 cny langsung sampai tidak perlu ganti line. Di sini belanja seharian... Pulang dari sini ngitar di sekitar hotel lagi. Day 9 charter mobil ke City of Flower dan antar ke bandara (@900cny, sebenarnya agak mahal, mau pesan antar bandara dari hotel tapi katanya tidak ada mobil besar suruh naik 2 mobil @100 cny) ya sudahlah malam2 sms travel yg kami charter mobil sebelumnya. City of Flower sedikit mirip garden by the bay singapore. Di pintu masuk disajikan pertunjukkan film dengan layar setengah bola di langit2 yang bercerita tentang pemandangan yg indah di Yunnan, setelah selesai menyaksikan film kita masuk lewat pintu tengah di dalam theater, di sana ada taman bunga dengan maskot burung merak, banyak bunga di dalamnya yang ditata dengan indah (tapi bunga yg letaknya jauh dari jalan sebagian adalah bunga plastik). Dari taman bunga menuju pintu keluar melewati ruangan yang didekorasi ala eropa style. Setelah ini kami kembali ke hotel berkemas bersiap2 kembali ke Jakarta via KL. Note : 1. Tidak bisa memberi no hp di sana, soalanya mesti pakai id card. 2. Kartu kredit yg di terima di sana adalah Union Pay (visa dan master umumnya tidak diterima) jadi mesti menyediakan cash yg cukup, susah mencari money changer, tukar di valas di bank juga repot berhubung mesti mengisi formulir penukaran, lebih praktis tarik tunai di atm (max 3000 cny/hari) 3. Saat mencari hotel via agoda dll, pilihlah yang ada review dari turis asing, karena banyak hotel yg hanya menerima turis lokal. 4. Belanja oleh oleh : obat Tiongkok seperti yunnan bai yao dll, mini so, jaket anti UV (bagus untuk menangkal matahari saat kegiatan out door).
  7. 1 point
    idhostigo

    Salam Kenal dari Medan Saya Eko F

    Saya sudah hampir 6 Bulan gabung di group WA jalan2 sumut, tapi baru ini berkesempatan untuk memperkenalkan diri, dan selanjutnya akan memberikan referensi tempat wisata sumut yg sudah pernah saya kunjungi
  8. 1 point
    idhostigo

    Salam Kenal dari Medan Saya Eko F

    Salam kenal juga @kyosash Ada lagi Ne durian yg lebih gede
  9. 1 point
    Lats

    Transit di Incheon butuh visa transit kah ?

    Halo semua Mau nanya ya. saya terbang dari jakarta ke incheon naik korean airlines(codesharenya S7), transit 3 jam, setelah itu ke Russia naik S7.. nah baca2 di koreanairlines katanya kalo ke negara russia, pas sampe incheon kita harus claim bagasi sendiri trus check in lagi. Kalo gini butuh keluar imigrasi dong ya untuk ambil bagasi? Butuh visa transit gak yah ? cuman 3 jam aja kok padahal.. makasi.. ditunggu pencerahannya
  10. 1 point
    ya kalau kebijakan tiap maskapai seh mungkin beda2 ya, yang pasti kalau dari kasus dia ketika dia menginjakkan kaki di Seoul harus ada Visa, saya gak tanya visa nya jenis apa. Kalau gak salah Visa Transit Korea itu udah gak ada lagi kan sejak April 2016. Dulu saya pernah pake Visa Transit untuk masuk Korea dari Jepang, yaitu Visa Jepang saya itu berfungsi sebagai Visa Transit, jadi saya cuma apply Visa Jepang untuk masuk Korea Maret 2016. @Lats
  11. 1 point
    halo @Lats kasusnya sama kayak teman saya mau transit ke Jeju Island, dan walaupun transit Tetap Butuh Visa Korea. FYI Jeju Island Free Visa bagi WNI tapi kalau tidak transit dulu di Incheon, misal dari Hongkong - Jeju atau Bangkok - Jeju
  12. 1 point
    https://balebaleku.wordpress.com/2017/07/02/thailand-platinum-mall-dan-skywalk-bangkok-edisi-bangkok-pattaya-bersama-iam-15/ skywalk di bangkok memang luar biasa, membuat orang berjalan kaki dengan sehat, juga mengurangi penggunaan kendaraan bermotor, semoga gubenur DKI jakarta yang baru terpilih , bisa membuat gebrakan bikin skywalk di Jakarta, yang sambung menyambung sampai puluhan kilometer. lewat skywalklah saya berjalan dari platinum mall ke lokasi Dewa 4 muka di Erawan, sangat mudah sekali perjalanannya, selain di skywalk selalu ada petunjuk jalan, juga jika anda ingin melewati 1 gedung yang di lewati skywalk (silakan baca tulisan sebelumnya tentang skywalk ini) , anda akan di periksa tasnya oleh keamanan disana, jadi anda bisa tanya langsung tujuan kamu, kamu akan di kasih tahu orang di bangkok memang sudah sadar wisata, dengan bahasa english khas thailand yang kadang tidak dimengerti, tapi mereka berusaha untuk melayani wisatawan mancanegara, jadi tidak heran, kalau bangkok pada tahun 2016 menjadi kota yang paling banyak di kunjungi wisatawan seluruh dunia, mengeser kota London yang sebelumnya menduduki posisi puncak. Kuil Erawan ini sering tidak di lewati oleh yang beragama hindu atau agama Buddha dari seluruh dunia, di Thailand mayoritas adalah agama Buddha, tapi budaya hindu sangat kental sekali, sehingga kadang susah dibedakan mana yang hindu dan mana yang Buddha, terutama bagi yang bukan bergama Buddha atau Hindu, atau yang beragama hanya sebatas pengakuan atau agama KTP, demikian juga turis yang bukan beragama Hindu atau Buddha juga mampir ke lokasi ini, paling tidak sekedar untuk meminta berkah atau melihat lihat. Kuil Erawan adalah rumah bagi Than Tao Mahaprom ( Phra Phrom) yang juga adalah Dewa Brahma, Brahma yang memiliki 4 wajah dalam manifestasi ini memiliki sifat kebaikan, belas kasih, simpati, dan keadilan, sedangkan penyebutan kadang kadang di sebut sebagai dewa 4 wajah atau bagi sebagian orang yang beragama Buddha suka di sebut sebagai Buddha 4 wajah, penyebutan tergantung masing masing lah,saya ngak ikut campur, walau penyebutan tersebut kadang agak aneh, hehhehee sedangkan empat wajah Buddha pun memiliki arti masing-masing, Wajah bagian depan adalah tempat berdoa meminta perlindungan dari marabahaya. Wajah sebelah kanan untuk meminta doa kesehatan. Wajah bagian belakang untuk mendoakan keluarga dan anak. Yang terakhir, wajah sebelah kiri untuk meminta hoki dan rezeki, nah, bagi anda yang percaya, boleh mencoba , tapi dengar dengar info, banyak yang berhasil doanya disini loh. mudah sekali anda menemukan lokasi ini, jika anda tidak bisa menemukan, anda bisa ambil petunjuk jalan ke Grand Hyatt Erawan, nah, lokasi kuilnya terletak di depan hotel mewah tersebut saat saya tiba di lokasi ini, ramai sekali orang sedang bersembahyang , berbagai bunga dan buah disediakan dalam ritualnya. Selain itu juga diadakan pertunjukan tarian Klasik Thailand , dimana orang yang ingin bersembahyang, berlutut di depan Dewa tersebut, dan penari di belakang orang tersebut akan menari nari. awalnya saya tidak tahu arti tarian tersebut, tetapi dari berbagai informasi yang di dapat ada 3 versi : Terdapat sebuah cerita tentang seorang wanita yang sedang dilanda permasalahan dan tidak tahu kemana harus bersandar. Ia datang ke hadapan patung dewa Brahma yang kebetulan ia lihat di pojok sebuah hotel. Ia memohon penyelesaian masalah di hadapan Phra Phrom dan bertekad bahwa kalau masalahnya bisa terselesaikan, ia akan menari telanjang di hadapan patung. Ternyata permasalahannya benar-benar selesai dan wanita itu melakukan tekadnya. Peristiwa ini menjadi sensasi besar bagi masyarakat dan para pemandu wisata mempropagandakan cerita tersebut kepada para pelancong manca negara, terutama yang berasal dari wilayah Asia , sehingga tidak heran akhirnya saya bisa melihat tarian tersebut, walau dengan balutan pakaian tradisional thailand, tidak telanjang lah, hahahhah Pengunjung kuil ini menyewa penari tradisional Thailand untuk menari sebagai wujud terima kasih karena permohonan mereka di kabulkan, karena Dewa brahma menyenangi tarian tarian Pengunjung kuil menyewa penari Tradisional thailand untuk menari , supaya doa mereka lebih di dengar atau di restui Dewa tersebut, karena dewa tersebut menyukai tarian versi mana yang lebih benar, ntah lah, atau semua versi benar atau semua versi merupakan karangan, bagi saya tidak penting, yang penting semua bergembira dan bertujuan baik. dari berbagai sumber, di dapat bahwa sejarah Kuil Erawan dibangun pada tahun 1965 menyusul pembangunan salah satu hotel mewah milik pemerintah, Hotel Erawan (kini berganti nama menjadi Grand Hyatt Erawan). Namun pembangunan hotel sempat terhenti lantaran banyak masalah yang terjadi seperti kekurangan biaya, kecelakaan pekerja, hingga keterlambatan pengiriman bahan bangunan, yang pada akhirnya para pekerja menolak untuk meneruskan penyelesaian konstruksi hotel. Seorang penasehat, memberi masukan kepada pihak hotel untuk membangun kuil untuk melawan masalah masalah yang terjadi tersebut. Patung Brahma yang dipajang di Kuil Erawan didesain dan dibangun oleh Departemen Seni Rupa Thailand pada 9 November 1956. Setelah pembangunan kuil selesai, pembangunan hotel kembali berlanjut dengan lancar, tanpa adanya masalah yang terjadi. Pada 21 Maret 2006 dini hari, kuil pernah dirusak oleh seorang pria yang menderita gangguan jiwa. Setelah merusak patung dengan palu, Thanakorn Pakdeepol, 27 tahun, dipukuli hingga tewas oleh massa yang berada di sekitar kuil. saat itu , sebuah putih diletakkan di tengah kuil untuk menutupi bagian patung Brahma yang rusak. Kuil ditutup untuk umum sementara waktu, namun tak lama dibuka kembali dan terpajang foto Brahma untuk menggantikan sosok patung sehingga para umat Hindu tetap bisa berdoa. Patung Brahma yang baru dipajang kembali pada 21 Mei 2006 pada sekitar pukul 11:39 waktu setempat, atau tepat pada saat matahari bersinar tepat di atas kuil. selanjutnya pada tanggal 17 agustus 2015, kuil tersebut juga pernah di ledakan teroris, tapi dengan secepatnya tgl 19 agustus 2015, kuil tersebut sudah dibuka kembali untuk umum, ledakan tersebut hanya mengakibatkan kerusakan yang sangat kecil sekali pada rupang dewa tersebut. jika anda ke bangkok, boleh lah anda berdoa disini, siapa tahu, masalah anda yang susah diselesaikan, setelah berdoa disini, langsung selesai dengan baik. oh ya, di Jakarta, ada juga lokasi yang mirip dengan di Bangkok ini, tepatnya di dekat hotel Aston Cengkareng, dekat rumah ku loh, hehehhehe, dan katanya ini juga sangat mujarab bagi yang doa disini, dan bentuknya mirip banget dengan yang di thailand.
  13. 1 point
    Selamat malam menjelang pagi Salam kenal para senior sekalian Nama Hero asal Jakarta, domisili sementara di Jayapura karena terikat kerja. Mohon bimbingannya dalam berpartisipasi di forum ketjeh ini
  14. 1 point
    andie_ofie

    Salam Kenal

    Salam kenal dan happy weekend saya Andi dari medan..salam...
  15. 1 point
  16. 1 point
    Sebagai negara yang multi suku, khazanah budaya di negeri inipun sangat beragam. Kita bisa melihat keberagaman kebudayaan itu dengan menyambangi perkampungan asli atau kampung adat di suatu daerah. Disana, kita akan merasakan secara langsung bagaimana kehidupan masyarakat yang masih menjaga nilai-nilai luhur budaya. Menariknya Indonesia, antar suku punya kebudayaan yang berbeda, bahkan di satu provinsi sekalipun. Inilah yang membuat mengeksplore lebih jauh Indonesia di Perkampungan adat tidak akan membosankan. Seperti di 10 Kampung Adat Terpopuler yang masuk nominasi Anugerah Pesona Indonesia 2017 berikut. Budaya baik berupa benda maupun bukan, menjadi magnet yang akan membuat wisatawan terpikat. Apalagi di era media sosial sekarang, pengembangan Kampung Adat sebagai bagian dari atraksi wisata dapat sangat menunjang peningkatan jumlah kunjungan wisata. 1.Desa Ensaid Panjang (Rumah Betang) – Kab. Sintang Kamu tertarik untuk melihat kehidupan masyarakat Suku Dayak Kalimantan? Satu tempat yang bisa kamu singgahi ialah Desa Ensaid Panjang, di Kecamatan Kelam Permai, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat. Jaraknya sekitar 27 km sebelah timur dari pusat kecamatan Kelam Permai, atau sekitar 58 km dari ibukota Kabupaten, dan atau sekitar 478 km dari ibukota Provinsi, Pontianak. Letak desa nya sendiri berada di kawasan hutan yang masih sangat alami sebagaimana kehidupan asli Suku Dayak. Rumah Betang di Desa Ensaid Panjang. Foto : Anyo Flores via panoramio.com Mencapai desa ini memang jauh dari Pontianak, butuh sekitar 9-10 jam untuk menuju Kota Sintang. Pontianak ke Sintang sendiri ada Bus dan Travel yang melayani rute tersebut. Selanjutnya dari Sintang dilanjutkan 1-2 jam untuk mencapai desa dengan jalan yang masih tidak begitu baik. Namun mengingat desa ini terus dikembangkan sebagai desa wisata, nampaknya tak lama kondisi aksesnya akan jauh lebih baik. Di Desa Ensaid Panjang ini, objek yang menjadi perhatian ialah rumah adatnya. Rumah Betang khas Suku Dayak bisa ditemukan di desa berpenghuni sekitar 500 orang ini. Rumah Betang memang memiliki keunikan arsitektur yang patut dibanggakan. Rumah berbentuk panggung tersebut berbentuk memanjang karena diisi tidak hanya satu Kepala Keluarga tapi terdiri atas beberapa bahkan bisa puluhan. Seperti Rumah Betang di Desa Endsaid Panjang ini yang ditempati oleh 88 orang dari 22 keluarga. Kegiatan menenun via colouringindonesia.com Berukuran 118 x 17 meter, Rumah Betang satu ini memiliki tinggi 12 meter. Ya, ciri khas Rumah Betang tua ialah tingginya yang benar-benar tinggi. Hal ini kabarnya selain untuk menghindari serangan hewan buas, juga dulu untuk menghindari serangan musuh. Jadi saat malam hari, tangga untuk menuju rumahpun akan dilepas sehingga tidak ada musuh yang bisa naik. Rumah Betang sendiri terdiri atas beberapa bagian. Bagian terdepan disebut ruai dimana diruang ini tidak ada sekat sehingga menjadi ruang berkumpul semua penghuni. Sedangkan ruang pribadi masing-masing keluarga berada di bagian kedua sampai keempat. Jika kamu ingin benar-benar lebih dekat dengan kehidupan warga, kamu bisa menginap di desa ini. Pengurus adat tidak menetapkan tarif khusus bagi wisatawan yang ingin tinggal sehingga kalian bisa mengira-ngira sendiri sesuai keihklasan. Kamu juga bisa membeli buah tangan asli berupa kain tenun yang memang dibuat langsung oleh kaum wanita Dayak disana. Harganya mulai dari ratusan ribu sampai jutaan rupiah berdasar ukuran. 2. Desa Tanimbar Kei – Kab. Maluku Tenggara Desa Tanimbar Kei berada di pulau bernama sama yang terletak di Kepulauan Kei, Kabupaten Maluku Tenggara, Provinsi Maluku. Desa ini memang terkenal berhasil menjaga kearifan budaya dan sejarah dalam kehidupan sosial mereka. Bahkan keyakinan beragama masyarakatnya juga berbeda-beda dengan mayoritas beragama Hindu, diikuti minoritas agama Kristen Protestan, Katolik dan Islam, namun semua bisa hidup rukun. via pasiarkei.wordpress.com Salah satu kearifan budaya yang ada di desa ini ialah sistem kepemimpinannya. Desa Tanimbar Kei dipimpin oleh dua raja yang masa kepemimpinannya diganti atau digilir setiap tiap tahun sekali. Gelar raja inipun dipegang oleh dua marga asli keturunan Tanimbar Kei yaitu Sarmaf dan Tabalubun. Peran raja sendiri ialah menyangkut penentuan dan pengaturan lahan garapan di darat dan laut. Kearifan lainnya juga tampak dari pembagian ruang desa dimana terdiri atas tiga pembagian tempat tinggal yaitu Ohoratan atau Kampung Atas, Tahat atau Kampung bawah, dan Lokasi Dusun Mun. Khusus Kampung atas, lokasi ini sangat disucikan oleh umat Hindu karena memiliki peninggalan sejarah seperti tempat suci, arca, meriam peninggalan belanda, dan lainnya. Karena suci, maka warga dilarang melakukan kebisingan disana, sehingga secara umum yang tinggal disana hanya khusus warga beragama Hindu. 3. Desa Tenganan Pegringsingan – Kab. Karangasem Mengeksplore Bali dengan cara berbeda bisa kamu lakukan dengan mengunjungi desa adat di Kecamatan Manggis, Kabupaten Karangasem satu ini. Desa Tenganan Pegringsingan merupakan salah satu dari desa Bali Aga, selain Trunyan dan Sembiran. Bali Aga artinya ialah desa yang masih mempertahankan pola hidup yang mengacu pada aturan tradisional yang diwariskan nenek moyang mereka. via dewey.petra.ac.id Sejarah asal desa ini memang tidak tertulis secara resmi selain dari cerita rakyat yang banyak versi, namun begitu, kearifan budaya yang ada nampaknya sudah bisa mencerminkan betapa desa ini masuk dalam jajaran desa tertua di Bali. Beberapa sistem adat yang masih dipegang tegun masyarakat Desa Tenganan ialah seperti sistem pemerintahan desa, hak tanah, hak sumber daya alam, pendidikan, upacara adat, dan perkawinan. Dalam hal keseharian, wisatawan dapat melihat langsung kehidupan warga desa yang kental dengan kegiatan gotong royong. Nuansa akrab menjadi hal lazim ditemui. Namun ada waktu terbaik untuk mengunjungi desa ini yaitu saat ada upacara adat yang biasanya diadakan pada bulan Januari, Februari, Juni, Juli, dan Desember. Satu tradisi unik salah satunya ialah mageret pandan atau perang pandan. Tradisi ini merupakan ritual untuk pemuda desa dimana mereka akan saling menyayat tubuh terkhusus punggung menggunakan duri-duri dari daun pandang. Setelahnya, luka sayatan akan diobati dengan obat tradisional dari bahan umbi-umbian. Obat yang berfungsi seperi antiseptik inipun akan menimbulkan rasa perih hingga akhirnya luka mengering sendiri setelah beberapa hari. Tradisi mageret pandan via desawisatatenganan.wordpress.com Selain dengan kehidupan sosial, tentu yang paling bisa dirasakan atau tepatnya dilihat langsung ialah dari bangunan-bangunannya. Nuansa Bali di desa ini punya sentuhan yang berbeda dibanding tempat lain. Bangunan memiliki struktur bahan dari mulai batu sungai, batu merah, tanah, dan kayu dengan atap jerami. Tak hanya bangunan rumah warga, balai pertemuan dan pura juga dibangun dengan arsitektur yang mirip. Namun sayangnya wisatawan tidak bisa menginap di Desa Tenganan. Izin untuk bisa bermalam disana harus melalui pemangku adat namun akan sangat susah didapat apalagi hanya sekedar kunjungan wisata. 4. Desa Wisata Setulang – Kab. Malinau Foto : aan hartono via kompasiana.com Lebih jauh, cobalah berwisata ke provinsi termuda, Kalimantan Utara. Di sana ada satu desa wisata yang patut menjadi pilihan yaitu bernama Desa Setulang di Kecamatan Malinau Selatan Hilir, Kabupaten Malinau. Berkunjung ke Desa Setulang akan membawa kita masuk ke kehidupan Suku Kenyah, salah satu bagian dari suku Dayak Kalimantan. Di desa ini juga masih bisa dilihat rumah adat dayak. Menariknya rumah adat ini memiliki detil yang sangat unik dan nyentrik. Satu Rumah adat dengan ukuran terbesar dan terpanjang merupakan Balai adat dan menjadi pusat kegiatan seni. Saat saat tertentu, biasanya memang diadakan pagelaran seni untuk para wisatawan. Selain bangunan rumah dan kebudayaan, bagian dari Desa Setulang yang sangat mereka banggakan ialah hutan alam nya yang masih asri. Hutan seluas 5.300 hektar itu menjadi bagian dari tanah adat yang dilindungi. 5. Kampung Adat Bena – Kab. Ngada Tanah flores memang sangat menarik. Selain keindahan alam, flores juga punya kebudayaan yang khas nan menarik. Jika ingin melihat langsung khazanah budaya tersebut, kamu bisa singgah ke Kampung Bena, tepatnya di Kecamatan Aimere, Kabupaten Ngada, NTT. Via wisata.nttprov.go.id Kampung Bena adalah perkampungan megalitikum. Ya, kampung ini memang sudah sangat tua berusia lebih dari 1.200 tahun, namun masyarakatnya sangat arif menjaga kebudayaan yang diwariskan nenek moyang. Masyarakatnya sangat menjaga alam sekitar bahkan tidak terlihat ekploitasi alam. Terbukti dengan dibiarkannya kontur tanah berbukit yang memang lokasi desa sendiri berada di kaki Gunung Inere. Rumah-rumah mereka yang jumlahya hanya 40 rumah, berbentuk saling melingkar di area berkontur dengan badan kampung berbentuk memanjang dari utara ke selatan. Ditengah-tengah kampung, terdapat beberapa bangunan yang mereka sebut Bhaga dan Ngadhu. Untuk menuju desa ini bisa menggunakan kendaraan roda dua atau empat dengan jalan yang sudah beraspal namun berkelok-kelok khas dataran tinggi. Jika dari Kupang, kalian bisa naik Travel tujuan Kota Bajawa. Sampai di Bajawa bisa langsung dilanjutkan dengan naik ojek menuju desa ini sekitar setengah jam perjalanan. Kegiatan wisata sendiri diizinkan dari pukul 8 pagi sampai 5 sore. Tidak ada tiket resmi untuk masuk memang, tapi kamu harus mengisi buku tami dan sebaiknya memberikan donasi seiklhasnya di kotak yang sudah disediakan. Perlu diperhatikan juga bahwa tidak ada penginapan dan rumah makan di sekitar desa. Biasanya wisatawan yang terpaksa bermalam, akan menginap dan makan di Kota Bajawa. Apalagi untuk Muslim, untuk menjaga kehalalan, bisa membeli makan di Kota Bajawa saja karena ada beberapa rumah makan padang disana. 6. Kampung Terapung Suku Bajo – Kab. Wakatobi Hal yang menjadi incaran wisatawan ke Wakatobi tentunya ialah alam bawah lautnya. Tapi sekarang cobalah untuk juga melihat kehidupan tradisional asli Suku Bajo di sepanjang pesisir pantau Kepualaun Wakatobi, seperti di Pulau Kaledupa, dan Pulau Wangi-wangi. via http://korem143.kodam-wirabuana.mil.id Perkampungan Suku Bajp ini memang unik karena rumah-rumahnya dibangun diatas laut sehingga nampak terapung. Tentu ini tidak terlepas dari mata pencaharian warga dimana sejak nenek moyang merekapun adalah nelayan yang kehidupannya tak bisa jauh dari laut. Mereka menjadikan laut bak daratan dimana tidak hanya rumah, tetapi jalan penghubung seperti jembatan kayu juga dibuat. Persis seperti sebuah perkampungan darat biasa. Kampung Suku Bajo di Desa Sama Bahari, Kecamatan Kaledupa misalnya. Disana hiudp sekitar 400 kepala keluarga. Perkampungannya bahkan terpisah dari daratan hingga sekitar 2 km. Dengan luas mencapai 25 hektar, mereka membangun rumah dan jalan dari kayu. Untuk beraktivitas selain dengan melalui jalan atau jembatan kayu, mereka juga biasa menggunakan sampan. Bagaimana dengan listrik? Karena jauh dari darat, mereka menggunakan genset sebagai sumber aliran listriknya. Itupun hanya untuk malam hari. 7. Desa Wisata Kakilangit Mangunan Dlingo – Kab. Bantul Via http://jogja.tribunnews.com Desa wisata satu ini tengah populer bagi wisatawan yang berkunjung ke Yogyakarta. Desa Mangunan Dlingo di Kabupaten Bantul ini memiliki beberapa objek menarik untuk wiasata diantaranya yaitu Watu Lawang, Seribu Batu, Bukit Panguk Kadiwung, Kebun Buah Mangunan, Hutan Pinus, dan Kampung Limasan. Setiap objek punya ciri khasnya sendiri sehingga tidak akan membosankan. Tentunya kampung adatnyalah yamg masuk dalam kategori ini. Di kampung adat ini terdiri atas rumah-rumah tradisional dengan aktivitas kebudayaan warga seperti bermain gamelan. Kalau kamu mau menginap di desa ini pun bisa lantaran sudah disediakan 20 kamar di beberapa rumah tradisional. Ada juga penginapan komunal berupa satu rumah yang bisa dihuni untuk 40 orang. Secara khusus memang Desa Mangunan kini dikonsep menjadi desa wisata sehingga hasilnya pun memang sesuai untuk kegiatan wisata. Banyak wisatawan yang sengaja datang karena tertarik oleh tenarnya lokasi desa wisata kaki langit ini di media sosial. Bahkan baru-baru ini, Mantan Presiden Amerika Serikat, Barack Obama juga dikabarkan berkunjung ke sana, loh dalam lawatan liburannya ke Yogyakarta. 8. Kete Kesu – Kab. Tana Toraja Tana Toraja memang sudah sangat terkenal sebagai destinasi wisata budaya. Satu desa wisata yang begitu kental dengan kehidupan tradisionalnya itu ialah Kete Kesu yang berada sekitar 5 km di bagian tenggara Rantepao, ibukota Kabupaten Toraja Utara. Foto : yunanithebest Via flickr.com Hal menarik dari Kete Kesu tentunya ialah rumah adat Tana Toraja yaitu Rumah Tongkonan. Bentuk arsitekturnya yang unik dan khas menjadikan barisan rumah yang ada sangat menarik perhatian dan cocok untuk diabadikan dalam kamera. Di salah satu rumah tersebut, terdapat museum yang berisi koleksi benda adat kuno Toraja, mulai dari senjata, keramik, kain dari Tiongkok, ukiran, patung, dan termasuk bendera merah putih yang kabarnya merupakan bendera pertama yang dikibarkan di Toraja. Desa Kete Kesu merupakan kawasan cagar budaya karena selain benda fisik peninggalan budaya, kehidupan warganya juga masih sangat kental dengan nilai-nilai tradisional warisan nenek moyang. Contohnya juga ialah upacara adat seperti ritual pemakaman, upacara memasuki rumah baru, dan ritual lain. Kamu yang datang juga bisa mengunjungi kuburan adat di sana. Kuburan tersebut ialah berupa peti-peti jasad yang tergantung di tebing. Uniknya, peti-peti itu memiliki beragam bentuk seperti perahu, atau ukiran hewan yang menghiasi dindingnya. Namun sekarang masyarakat Toraja tidak lagi menggantung peti di tebing melainkan dimasukkan ke dalam gua. Bagi wisaratawan, biaya masuk ke Desa Kete Kesu ialah sebesar Rp 10 ribu saja. Selain menikmati suasana khas tradisional, kamu juga jangan sampai melewatkan membeli buah tangan. Disana ada sederet toko souvenir yang dibuka oleh warga desa. 9. Perkampungan Budaya Betawi – Kota Jakarta Selatan Salah satu rumah adat betawi di Setu Babakan Via Tribunnews.com/Valdy Arief Suka tidak suka, mau tidak mau, perkembangan zaman membuat nilai-nilai budaya dan termasuk bukti fisik peninggalan budaya terusir bahkan dari rumahnya sendiri. Karenanya perlindungan akan perkampungan adat menjadi mutlak dilakukan. Nah, untuk kamu yang di Jakarta, sebelum jauh mengeksplore ke pelosok negeri, ada baiknya juga mengenali dulu kebudayaan asli Betawi seperti yang ada di Kawasan Pusat Perkempungan Budaya Betawi, Srengseng Sawah, Jagakarsa, Jakarta Selatan, atau biasa dikenal dengan kawasan Setu Babakan. Menyambangi perkampungan ini memang seolah membawa wisatawan ke lorong waktu. Hiruk pikuk kemodernan Jakarta seperti tak tampak disini. Nuansa asri dengan rumah-rumah adat menjadi pemandangan umum yang bisa dilihat disetiap sudut. Tak hanya itu, kuliner khas Betawi dan jajanan masa lalu juga bisa ditemui di Kampung Cagar budaya tersebut. Jangan lewatkan pula menyaksikan pagelaran seni yang biasa dilakukan setiap hari Minggu siang. 10. Saribu Rumah Gadang – Koto Baru Sungai Pagu Menyambangi Sumatera Barat tentu akan menemukan banyak bangunan berarsitektur khas Rumah Gadang. Tapi untuk menemukan perkampungan asli tradisional Minangkabau, kamu bisa mendatangi Nagari Koto Baru, Kabupaten Solok Selatan, sekitar 150 km dari Kota Padang. Via minangtourism.com Memasuki kawasan kampung, pengunjung sudah akan disambut dengan ratusan rumah adat Minang alias Rumah Gadang di sepanjang jalan kampung. Arsitekturnya yang khas dengan atap bak tanduk kerbau itu membuat pemandangannya sangat cantik. Nuansa klasik juga nampak karena penggunaan kayu untuk bangunannya yang kini sudah terlihat kesan tuanya. Menariknya lagi, Nagari Koto Baru ini dihuni oleh beragam suku seperti Melayu, Bariang, Durian, Kampai, Tigo Lareh, Panai, Koto Kaciak, dan Sikumbang. Setiap suku tersebut memiliki rumah gadang kaum nya sendiri. Namun meskipun beragam, nyatanya mereka tetap menjaga toleransi yang sudah diajarkan sejak dulu. Bagi wisatawan yang mau menginap, disana juga sudah disediakan homestay yang dikelola oleh masyarakat. Tentunya homestay nya tak lain tak bukan ialah rumah gadang itu sendiri.
  17. 1 point
    Hai Jj'ers Kali imi saya ingin membagikan pengalaman menjelajah Lampung selama 4 hari ( 13-16 April 2017) kemaren. Selama ini Lampung hanya terkenal degan Pulau Pahawangnya, terus terang saya juga belum pernah ke Pahawang tetapi karena sudah banyak orang2 yang ke sana, ingin mencari sesuatu yang berbeda, akhirnya dipilihlah target utama trip kali ini yaitu Pantai Gigi Hiu yangterletak di daerah Kelumbayan, Tanggamus Lampung. Belum trlalu banyak orang pergi ke tempat ini dikarenakan akses jalan yang masih parahdan rusak. Akses jalan yang rusak tidak menyurutkan semangat untuk mendatangai tempat ini. Rencana dengan mobil pribadi dan kebetulan ada teman ngetrip yang bisa brgabung, maka saya bersama @Fu Cen serta suami dan anaknya ikut dalam trip ini. Kami berlima termasuk supir menuju ke Lampung Berikut itinerary perjalanan kami : Day 01. 13 April 2017 - Jakarta - Lampung Jam 10 pgi kami start menuju Lampung dimulai dari Mepo Rumah Sakit awal Bross di Cikokol dengan kendaraan pribadi mobil terios. Jalanan lumayan lancar, tiba di pelabuhan mrah sekitar jam 11.45 langsung dapat kapal erry sehingga kami tidak perlu menunggu, beli tiket ferry seharga Rp 325ribu/mobil, mobil lsg masuk ke dalam ferry. Sekitar jam 12.15 Ferry berangkat menuju Pelabuhan Bakauhueni Lampung. Kami beruntungmendapat Ferry yang bagus dan sepi serasa milik pribadi hehehehhee. Begitu dduk, lagsung menyantap bekal yang sudah disiapkan oleh Fu cen dai rumah yaitu nasi liwet dan ayam taliwang.... hmmmmm sedap deh. Sekitar jam 2.55 sore akhirnya ferry kami merapat juga di Pelabuhan bakauhueni.... Lampung, We are coming.... Kondisi jalan dari Bakauhueni menuju kota Bandarlampung agak rusak sehingga kendaraan tidak bisa melaju dengan kencang, kami tiba di Teluk Betung sekitar jam 5.30 langsung menuju hotel yang sudah kami booking sebelumnyayaitu Jazz Guest house seharga Rp 172ribu/kamar. Istirahat dan mandi sebentar setelah itu kami keluar hotel untuk makan malam dan mencari oleh2, karena hotel dekat dengan pusat oleh2 di lampung yaitu Yenyen yangterkenal itu. Sambil membeli oleh2, kami juga bertanya2 dimana gerangan lokasi Panta Gigi Hiu yang menjadi target utama kami itu berada. Selesai beli oleh2, kembali ke Hotel untuk beristirahat karena subuh2 kami akan brangkat ke Gigi Hiu Day 02 14 April 2017 Teluk Betung-Gigi hiu Jam 2 subuh kami berangkat menuju Kiluan karena untuk sampai ke Gigi Hiu kami harus ke Kiluan terlebih dahulu, jadi sekalian ingin melihat Lumba-Lumba yang berada di teluk Kiluan. Target harus sampai di Teluk Kiluan paling lambat jam 6 pagi jika ingin melihat lumba-lumba. Arah menuju Teluk Kiluan searah dengan yang menuju Ke Pahwang, patokan yag kami ambil taitu jalan menuju padang cermin, sesampai perempatan padang cermin ke kanan, kami mengambil arah yang ke kiri, ikuti saja jalan tersebut. Kondis jalan sampai ke pelabuhan Ketapang untuk menyebrang ke pahawang sudah cukup bagus dari ketapang masih lurus saja untuk menuju ke teluk kiluan.... masih ada beberapa ruas jalan yang rusak. semakin mendekati teluk Kiluan kondisi jalan lebih banyak yang rusak. Kita akan menemukan gerbang selamat datang di Kiluan yang berda di sebelah kiri, masuk ke dalam gerbang tersebut dan ikuti saja jalannya sampai menuju ke arah pantai... jalanan sudah bagus karena sudah di cor beton, tetapi sayang masih kurangnya papan petunjuk untuk menuju lokasi penyewaan perahu di teluk kiluan. Kami berhenti disembarang tempat karena tidak mengetahui arah dan lokasi yang dituju, kalo orang bilang traveller nekat... hahahahahaa tapi keberuntungan masih bersama kami, tempat kami berhenti teernyata slaha satu homestay di Teluk Kilian aitu Homestay "Pak Rusdi" kami tiba di teluk Kiluan jam 4.45 pagi dan hujanpun turun pada saat itu yang sempat menyurutkan semangat untuk melihat lumba-lumba. Kami nego harga untuk sewa jungkung jika ingin melihat lumba2. Sewa Jungkung Rp 300ribu/Jungkung. 1 jungkung max 3 org, karena kami berlima maka kami harus menyewa 2 jungkung. Sambil menunggu kami juga menanyakan bagaimana caranya jika ingin menuju ke pantai Gigi Hiu. dikarenakan akses jalan, kendaraan roda 4 belum bisa menuju ke sana. Untuk ke sana bisa dengan berjalan kaki atau sewa ojek sebesar Rp10ribu/ojek pp termasuk biaya masuk ke Gigi Hiu. Tepat jam 6 pagi, kami menuju ke Jungkung untuk berperahu melihat lumba2. Dari homestay kira2 memakan waktu 30 menit menuju lokasi pemburuan melihat lumba2. Tidak banyak yang berkunjung ke Kiluan pada saat itu, hanya 2 jungkung kami saja dan lumba2nya tidak banyak, tetapi Puji Tuhan kami masih bisa melihat lumba-lumba tersebut. setelah puas melihat lumba-lumba kami menuju Pulau Kelapa (Kiluan) untuk berphoto di pantaunya yang berpasir putih dan halus serta irnya yang sangat jernih dengan degrasi warna hijau tosca yang menyegarkan mata. Ingin rasanya brlama-lama di pulau ini, tetapi kami diingatkan oleh Pak Rusi karena ingin menuju Gigi Hiu, maka harus segera kembali ke homestay. SEsampainya di homestay, kami berisitirahat sebentar sambil mengganti pakaian yang basah karena percikan air laut serta hujan, tepat jam 10 kami berlima naik ojel menuju Gigi Hiu. Belum ada bayangan mengenai kondisi jalan yang akan kami lalui. Dalam benak saya hanya kondisi jalan yang rusak saja ternyata akses untuk menuju ke gigi Hiu bukan hanya rusak tetapi cukup extreme. Motor harus melewati tanjakan dan turunan tajam yang cukup panjang dengan kondisi jalan yang masih bebatuan atau tanah merah saja, kondisi jalan cukup lcin dikarenakan semalam hujan. Bettambah lagi deh tantangan yang harus kami lewati.... pada saat itu semua orang menjadi sangat religius karena berdoa sepanjang perjalanan semoga motor tidak jatuh Kali ini saya benar2 pasrah mengandalkan keahlian abang ojek dalam mengendalikan motornya.... hahahahahahaa. Perjalanan dari teluk kiluan mnuju Gigi Hiu kira2 memerlukan waktu 1.5 jam dengan ojek (=/-5km) Jikakondisi jalan bagus mungkin hanya 45 menit. Perjalanan yang panjang dan menegangkan terbayarkan dengan keindahan alam yang terhampar di depan mata kami.... hanya 1 kata yang trucap "WOW". Sayang sekali tempat yang begitu indah tidak dikelola dengan baik oleh Pemda setempat. Jika akses jalan baik, kami percaya bahwa gigi hiu akan menjadi salah satu Icon pariisata di Lampung Dari tempat parkir untuk menuju gugusan karang2nya memerlukan waktu =/- 20 menit berjalan kaki. Segala keepenatan dan ketegangan yang dialami hilang dalam hitungan detik melihat keindahan Gigi Hiu. Sayang sekali ombak lg tinggi sehingga kmi tidak bisa menyebrang untuk masuk ke tengah2 gugusan karangnya. Setelah puas menikmati keindahan Gigi Hiu, kami kembali ke homestay dan mengulang kembali ketegangan engan ojek hahahahaha ternyata pulang lebih menyeramkam daripada perginya, motor yang saya tumpangi sempat tergelincir karena tidak kuat menanjak. PujiTuhan tidak terjadi kecelakaan. Sampai di Homestay jam 14.15, kami sudah disediakan makan siang oleh pak Rusdi berupa ikan goreng, tempe goreng, sayur asem dan sambal. Makan siang dihitung Rp 20ribu/org. Sebenarnya setelah makan siang yang telat, masih ada 1 tempat yang bisa dikunjungi di teluk kiluan yaitu pantai Laguna, dikarenakan kecapean karena ke Gigi hiu maka kami memutuskan untuk tidak ke sana. menggunakan waktu untuk berisitahat sambil meluruskan kaki yang pegal2 selama naik ojek. Jam 15.00 kami cabut dari Kiluan menuju Pringsewu dengan mengandalkan Gooegle map yang menuntun perjalanan kami. Tiba di Prinsewu jam di Regensy Hotel Pringsewu.jam 19.30. Harga kamar Rp 250ribu/kamar. Kami berisitiraht setelah perjalanan yang melelahkan. Day 03: 15 April 2017 Pringsewu-Kota Agung Selesai sarapan di hotel, tepat jam 8.00 kami menuju kota agung untuk melamjutkan perjalanan ke air terjun way Lalaan yang berada di Kota Agung dengan mengandalkan gooegle map kembali. Perjalanan dari hotel keWay Lalaan +- 1 jam perjalanan. Cukup mudah untuk mencapai air terjun ni karena berada tepat dipinggir jalan raya dari pringsewu menuju kota agung. HTM Rp 5ribu/org + parkir roda 4 Rp 5ribu Air terjun way lalaan mempunyai 2 air terjun aitu way lalaan 1 dan way lalaan2. Akses menuju ke way lalaan sangat bagus sdh dibuatkan tangga dari semen . dari parkiran menuju air terjun way lalaan1 +- 10 menit. Dikarenakan musim hujan maka air di way lalaan keruh. menurut penjual warung2 di sana, jika musim kemarau, air di way lalaan sangat jernih. Setelah puas di way lalaan kami menuju Pantai Terbaya, hasil dari bertanya-tanya dengan ibu penjual makanan dan minuman di way lalaan. Pantai ini jugaa sangat mudah untuk dicapai karena tebat berada di pinggir jalan raya. dari way lalaan hanya sekitar 20 menit perjalanan dengan mobil. HTM Rp 7500/org parkir mobil Rp 12.500. Berdasarkan info dari pendududk setempat terdapat lagi salah satu tujuan wisata di darah Kota Agung yaitu Bendungan Batu Tegi . Jarak dari pantai terbaya ke batu Tegi sekitar 1.5 jam perjalanan, kali ini kami juga mengandalkan google ma untuk menuju ke sana. HTM Rp 3000/org. Biaya parkir sukarela. Ada2 tempat yang bisa kita kunjungi di Batu Tegi yaitu Demaga/Jetty dan Bendungannya. Di dermaga kita bisa berkeliling bendungan dengan menyewa prahu Rp 75ribu/perahu. Di sekitar danau yang terbentuk karena bendungan ii terdapat 2 air terjun yang bisa dikunjungi tetapi saat ii ditutup karena ada siswa SMA yang meninggal dunia tenggelam di ar terjun ersbut dan 1 lg air terjun yang aliran airnya sangat kecil langsung menju ke danau. Hanya air terjun ini daoat kami lihat dari perahu. Sayang sekali banyak sampah di sekitar air terjun tersebut yang mengurangi keindahannya. Kotajuga bisa melihat bendungan ini dari atas di gardu pandang yang sudah disediakan, pemandangan dari atas sangat indah. Setelah puas di Batu tegi, kami kembali menuju kota Lampung untuk berisiirahat. Tiba di hotel Jazz Guest House sekitar jam 7.30 sebelumnya kami makan malam dengan menyantap Bakso J=Haji Son Sonny yangt terkenal di lampung. kata Fu Cen blm ke lampung kalo belum mencoba bakso Sony.... day 04 16 April 2017 Lampung-Jakarta Setelah sarapan, kami kembali ke Jakarta tepat jam 8 pagi. Sebelumnya kami memuttuskan untuk ke tempat wisata yang dilalui dalam perjalanan pulang kami ke jakarta, akhirnya kami memutuskan untuk pergi ke Pulau Mengkudu dan Pantai Batu lapis yang beradadi Kalianda.. Kembali mengandalkan google map untuk sampai ke tempat ini. Kami harus menuju pantai kahay terlebih dahulu, dari pantai Kahay kemudian menyewa perahu untuk sampai ke Pulau mengkudu dan Batu Lapis. Sewa perahu Rp 30ribu/org ke dua spot wisataini. Perjalanan dari pabtai kahay ke batu lapis sekitar 15menit berperahu. Batu lapis merupakan pantai dengan batu karang yang berlapis-lapis sehingga di sebut dengan pantai batu Lapis. HTM Rp 5000/org Setelah puas di bayu lapis kami melanjtkan perjalanan dengan perahu ke Pulau mengkudu selama 10 menit. Pulaumengkudu merupakan 2 pulau yang terhubungkan dengan gugusan pasir putih yang terbentang menyambungkan dua pulau yang terpisah. Sauang sekali banyak sekali sampah di sekitar pulau sehingga keindahan air laut yang berwarna hijau tosca tertutup dengan sampah yang berserakan. Jika kita hendak mandi2 dan lama di pulau mengkudu maka Tukang perahu akan kembali ke Pantai kahay terlebih dahulu dan kembali setelah kita puas bermain. Tukang perahu akan meninggalkan no Hpnya untukk kita hubungi. Tetapi karena kondisi pantai yang kotor, maka kami meminta tukang perahu untuk menunggu sebentar saja. HTM Rp 5000/org . setelah itu kami kembali ke pantai kahay melanjutkan perjalanan pulang ke Jakarta..... Bye2 lampung..... Salam Jalan-jalan
  18. 1 point
  19. 1 point
    @deffa: kalo kabut mah ada Def, tapi jika dibandingkan dengan 4 tahun yang lalu, memang dinginnya dah berkurang. Mungkin beda bulannya kali yah...
  20. 1 point
    Sudibyo Tan

    Mohon Info Nusa Penida

    Selamat sore temans, mau nanya : kami berencana lebaran ini mau ke Bali. Kami ingin ke Nusa Penida jalan2 ke Angel;s Billabong dll. Pertanyaannya : setelah turun dari kapal penyeberangan (RoRo) atau Fast Boat, apakah dari situ ada kendaraan umum, atau ada sewa motor atau mobil ? Tarif nya berapa?? Terima kasih banyak
  21. 1 point
    novitasari03

    Butuh Teman Jalan2

    Saya butuh temen2 untuk jalan ke Thailand nih,, heheheh tapi saya prefer ada banyak cewe sih ehehhe ada yg tahu gak thailand kira2 butuh uang berapa yaa
  22. 1 point
    deffa

    Chaozhou trip Jun 2015

    wah @ko Acong ini mungkin bisa tambahan kalau mau keliling Cina lagi
  23. 1 point
    Banyak hal-hal unik di negeri kita ini seperti keajaiban alam dan khazanah budayanya. Keunikan ini pula yang bisa menjadi magnet untuk menarik kunjungan wisatawan baik lokal maupun mancanegara. Semakin unik, berbeda, bahkan mungkin satu-satunya, maka semakin besar pula kekuatan magnet tersebut. Anugerah Pesona Indonesia yang diprakarsai oleh Kementrian Pariwisata Indonesia juga menjadikan keunikan suatu tempat sebagai salah satu kategori penghargaan yaitu Obyek Wisata Unik Terpopuler. Sebelum kita ulik para nominatornya, diingatkan juga buat kamu ikut berpartisipasi memilih yang kamu favoritkan dalam ajang ini. Caranya denga voting di website anugerahpesonaindonesia.com atau ayojalanjalan.com serta bisa pula dengan mengirimkan SMS. Voting ini dibuka sejak awal Juni kemarin hingga akhir Oktober nanti. Dalam artikel sebelumnya (baca disinii), kita juga sudah membahas untuk Kategori 10 Surga Tersembunyi Terpopuler dan artikel (baca disini) untuk Kategori 10 Tujuan Wisata Baru Terpopuler 1.Air Jin – Kab. Buru Selatan Via burselkab.go.id Namanya saja sudah unik, Air Jin. Meskipun namanya seram, namun nyatanya objek wisata ini justru akan membuat kamu tenang dan betah berlama-lama disana. Ini merupakan wisata alam berupa kucuran air yang keluar dari dalam sebuah lubang batu karang dan langsung ke lautan. Airnya yang berwarna toska jernih dengan rimbunnya pepohonan hijau sekitar menjadi pemandangan yang membuat Air Jin ini semakin memikat. Selain itu, di atas Air Jin ini juga punya peninggalan datuk dan leluhur warga berupan bekas telapak kaki manusia raksasa. Masih ada juga potensi alam lain yaitu adanya 9 buah gua yang di dinding dalam guanyya terdapat lukisan manusia. Lokasi objek wisata ini ialah di kaki Gunung Kapala Madan. Kabupaten Buru Selatan. Provinsi Maluku. Untuk menuju lokasi ini, pengunjung bisa langsung menuju Desa Biloro di Pulau Tomaho Kecamatan Kapala Madan. Setelanya perjalanan dilanjutkan dengan naik perahu atau speedboat menuju lokasi Air Jin dengan tarif sekitar Rp 300 ribuan perperahu. 2. Air Panas (Air Terjun) Semolon – Kab. Malinau Via humasmalinau.go.id Airnya yang bertingkat-tingkat seperti terasering adalah keunggulan dan keunikan dari Air Panas Semolon di Kecamatan Mentarang, Desa Paking, Kabupaten Malinau, Provinsi Kalimantan Utara ini. Bagi kamu pemburu keunikan alam apalagi pecinta fotografi, maka memang Semolon ini adalah tujuan tepat. Air Panas Semolon memang merupakan sumber air panas. Karena berbentuk undakan tangga, jadilah juga dikenal dengan sebutan air terjun. Bagi warga Kalimantan Utara khususnya, memang objek wisata ini sudah cukup dikenal. Apalagi sebagai sebuah sumber air panas, banyak orang meyakini dengan berendam disana akan menyembuhkan berbagai penyakit terutama penyakit kulit. Berada di kawasan hutan yang masih sangat alami membuat Air Panas Semolon juga mempunyai pemandangan alam yang menarik. Kita seolah tengah melihat air terjun bertingkat dengan dikelilingi hijaunya pepohonan. Gemericik yang tenang juga menjadi penambah keeksotisan lokasi wisata alam unik satu ini. Menariknya lagi, pengunjung yang mau menginap juga tersedia cottage yang khusus disiapkan. Kamu dan teman atau keluarga bisa merasakan langsung ketenangan hutan kalimantan dengan menginap di cottage ini. Dalam waktu dekat juga dinas pariwisata setempat akan membangun sejumlah fasilitas penunjang lain seperti outbond, playground, dan lain sebagainya. 3. Gua Jomblang – Kab. Gunung Kidul via piknikasik.com Unik dan Eksotik. Itulah dua kata yang bisa mewakili keindahan alam yang ada di Jetis Wetan, Semanu, Kabupaten Gunung Kidul, Yogyakarta ini. Namanya Gua Jomblang, sebuah gua vertikal yang sudah cukup dikenal bagi pecinta wisata alam. Tak salah jika gua di kawasan pegunungan Karst ini masuk dalam kategori Wisata Unik lantaran memang Gua Jomblang terbilang unik sebagai sebuah wisata alam. Gua ini mempunyai mulut gua vertikal atau diatas dengan jarak antara mulut gua dengan dasar yang bervariasi namun paling dalam mencapai sekitar 80 meter. Karena alasan ini pula, pengunjung yang mau turun ke bawah ada baiknya memiliki kemampuan khusus dan tentunya bersama tim ahli yang memang ada disana. Sebenarnya untuk masuk ke dalam gua ada empat jalur yang bisa dipilih. Pertama merupakan jalur termudah yang sering disebut VIP. Jalur yang bisa dipilih untuk mereka yang pertama kali mencoba ini akan melintasi tebing terjal 15 meter yang masih bisa ditapaki kaki, namun tentu tetap menggunakan tali pengaman. Setelahnya baru dengan meluncur dengan tali sejauh sekitar 20 meter. Sementara itu, ketiga jalur lainnya merupakan pilihan khusus untuk mereka yang memang sudah biasa melakukan olahraga ekstrem karena terbilang lebih sulit. Via wisataku.id Meskipun tentunya melelahkan dan menegangkan, namun semua itu akan terbayar dengan pengalaman yang didapat. Setelah sampai di dasar gua, maka kamu akan merasakan sensasi berbeda. Bak disebuah hutan, meskipun di gua tetapi disekeliling dasar gua ini justru tetap ditumbuhi tanaman hijau. Hal yang paling menarik ialah saat ada cahaya matahari yang masuk, maka semburatnya akan masuk dari mulut gua ke dasar gua bak sebuah cahaya surga. Inilah fenomena yang paling diburu pengunjung. Tak hanya cantik dilihat mata, mencari momen terbaik dan hasil terbaik untuk dipotret juga menjadi incaran. Jika kamu mau mengeskplore lebih jauh, kamu juga bisa menyusuri gua. Uniknya, lorong di gua ini terhubung dengan gua vertikal lainnya yaitu Gua Grubug yang berjarak sekitar 300 meter. Tertarik untuk datang dan mencoba langsung pengalaman menuruni gua vertikal ini? Kamu bisa langsung menuju Gunung Kidul tepatnya di Jetis Wetan. Kamu bisa singgah dulu di rumah Kadus Jetis Wetan karena bisa menitipkan barang disana, lalu dilanjutkan dengan berjalan sekitar 3 km. Jauh memang karena harus melalui hutan. Untuk masuk ke kawasan Gua Jomblang memang gratis, tetapi itu hanya sebatas mulut gua. Jika kamu mau turun, maka kamu harus ikut dalam paket wisata khusus. Tentunya ini karena perlu peralatan dan sedikit pelatihan untuk bisa masuk kedasar gua. Tarifnya sendiri cukup beragam tergantung jumlah peserta atau rombongan. 4. Lumpur Sidoarjo – Kab. Sidoarjo Siapa yang tak tau dengan Lumpur Sidoarjo. Kawasan yang merupakan lokasi bencana semburan lumpur panas dari pengeboran milik Lapindo Brantas Inc. ini memang menjadi sebuah ironi. Terjadi sejak 2006 silam, lumpur yang merendam permukiman padat seluas 1500 hektar itu seolah tak ada solusi untuk menghentikan semburannya. Berbagai metode dan teknologi hingga hal-hal takhayul sempat dilakukan, tapi semua nihil. Via cnnindonesia.com Fenomena bencana yang memang terbilang tak biasa ini pada akhirnya membuat lokasi lumpur ini justru menarik perhatian sejak awal-awal terjadinya. Banyak orang yang malah sengaja datang untuk sekedar ingin tahu, seperti apa lautan lumpur itu bisa begitu dahsyatnya. Pada akhirnya, hal tersebut menjadi peluang. Alih-alih sebagai sebuah kawasan bencana, sekarang kawasan Lumpur Lapindo menjadi sebuah objek wisata yang unik. Terlebih lagi ketika tahun 2014 lalu, seorang seniman asal Tegal bernama dadang justru menuangkan idenya dengan membuat patung dari bahan Lumpur Lapindo. Puluhan patung berbentuk orang yang nampak kesusahan itu menjadi gambaran penduduk kampung yang rumahnya terendam lumpur. Patung-patung itu diletakkan diatas lokasi lumpur yang mengering dan membuatnya menjadi begitu menarik. Sejak itulah warga sekitar membuka tempat wisata baru yang mereka namai Wisara Lumpur Lapindo. Lokasi lumpur lapindo sendiri sangat mudah dituju karena berada di jalan penghubung Surabaya Malang. Kamu bisa menggunakan kendaraan pribadi atau bus untuk mencapainya. Karena sudah dikelola menjadi tempat wisata, ada retribusi yang harus pengunjung bayar. Untuk parkir kendaraan dan tiket masuk ialah sebesar Rp 15 ribu. Karena luas, kamu yang mau menuju pusat semburan, bisa menggunakan jasa ojek sebesar Rp 25 ribu rupiah. Memang harus menggunakan ojek karena untuk menuju lokasinya cukup berbahaya bagi orang biasa atau mereka yang tidak pengalaman. 5. Pasar Terapung Lok Baintan – Kab. Banjar Via cumilebay.com Pasar Terapung di Banjar, Kalimantan Selatan tentu sudah sangat kamu kenal. Ini adalah salah satu keunikan budaya yang dimiliki negeri kita yang harus dijaga. Di Kalimantan Sendiri sebenarnya Pasar Terapung yang dulu sangat terkenal ialah yang berada di Muara Kuin, anak Sungai Barito. Inilah Pasar Terapung alami yang legendaris karena sudah berusia ratusan tahun. Kalau kamu ingat brand iklan salah satu TV swasta tahun 90an, Pasar Terapung Muara Kuin inilah lokasinya. Namun sayang di tahun 2000an, pasar terapung ini meredup dan hilang pamor akibat turunnya pula pariwisata setempat. Beruntung dalam beberapa tahun lalu, terekspose kembali satu pasar terapung lain yang berhasil mengangkat kembali budaya pasar terapung Kalimantan Selatan. Itulah Pasar Terapung Lok Baintan di Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar. Tampak jembatan gantung Lok Baintan via cumilebay.com Pasar terapung Lok Baintain berada di atas Sungai Martapura. Lokasinya memang diluar Kota Banjarmasin, namun justru itulah yang katanya membuat Pasra terapung ini lebih eksotis. Dari Kota Banjarmasin, wisatawan bisa naik perahu mesin khas dengan perjalanan sekitar 1 jam. Selama perjalanan, pemandangan alam yang masih asri menjadi suguhan. Ditambah aktivitas warga tepi sungai juga menjadi atraksi yang menarik untuk dilihat. Selain via sungai, kamu juga bisa menuju lokasi melalui jalur darat. Jarak dari Kota Banjarmasin sekitar 10 km dan bisa dituju dengan kendaraan mobil maupun motor, namun perlu diingat bahwa jalannya kecil dan tidak sepenuhnya dalam kondisi baik. Arahnya ialah dari Banjarmasin menuju Jalan Veteran atau Jalan Martapura lama ke Pasar Sungai Lulut. Lalu kamu akan melihat jembatan kecil dengan ciri konstruksi atas berbentuk melengkung, lintasilah jembatan itu karena jika lurus justru kita akan menuju Kota Martapura. Setelah melalui jembatan, jalan lurus saja terus hingga sekitar 4 km dan bertemu pertigaan jalan di Desa Gudang Hiring atau di dekat SDN Gudang Hiring 2. Ambil jalan ke kiri dan terus hingga sekitar 1 km dan bertemu Jembatan Gantung Lok Baintan. Dibawah jembatan itulah Pasar Terapung berada. Oh ya, perlu diingat juga bahwa Pasar Terapung berjalan di subuh sampai pagi hari. Datanglah sekitar jam 6 pagi untuk bisa menikmati suasana ini karena jika sudah jam 8 biasanya perahu-perahunya sudah mulai bergerak menyebar. 6. Patung Seribu Budha – Kota Tanjungpinang Via travelingyuk.com Kalau kamu mau mencari tempat wisata unik dan menarik, Patung Seribu Budha di Tanjungpinang, Kepulauan Riau memang sangat cocok untuk dipilih. Bayangkan saja di lapangan terbuka di sebuah bukit, terdapat 500 patung budha yang berjajar berdekatan. Menariknya lagi, patung-patung itu memiliki gaya yang berbeda-beda sehingga tidak membosankan untuk dilihat satu persatunya. Kawasan bukit tempat keberadaan patung ini memang dirancang sebagai tempat ibadah. Mencapainya bisa menggunakan kendaraan roda empat. Arahnya ialah dari simpang tiga Batu 9, ambil jalan ke arah Kijang sampai melewati Lanud TNI AU. Tak jauh, kamu akan bertemu jalan Asia Afrika di sebelah kanan. Dari sana, hanya sekitar 2 menit, kamu akan sampai di gerbang vihara lokasi patung Seribu Budha. Nuansa gerbang begitu indah seolah kita berada di negeri Tiongkok. Patung Buddha raksasa yang tengah duduk juga menjadi objek menarik di depan Vihara. 7. Pulau Gunung Api Batutara – Kab. Lembata Sudah pernah dengan dengan objek fenomena alam satu ini? Namanya Pulau Gunung Api Batutara (jika di peta namanya Pulau Komba) yang berada di perairan Laut Flores Kabupaten Lembata, NTT.. Untuk mencapainya, pengunjung bisa berangkat dari Pelabuhan Lewoleba Lembata. Sebaiknya untuk melihat keindahan fenomena alam gunung ini ialah saat gelap atau sesubuh mungkin. Biasanya wisatawan berangkat dari pelabuhan paling lama jam 2 dini hari karena pelayaran memakan waktu sekitar 3 jam. Kenapa subuh? Karena saat itulah cahaya semburan lava dari gunung api bisa dilihat lebih memukau. Via indahnyalembata.tk Pulau Gunung Batutara ini terbentuk dari gunung api yang masih aktif (stratovolcano). Hal yang menjadi spesial ialah gunung ini secara rutin mengeluarkan lava hampir setiap 20 menit sekali. Fenomena yang memang jarang ditemui di tempat lain. Setelah melihat keindahan lava bak kembang api raksasa dan ketika pagi sudah tiba, wisatawan juga bisa melakukan penyelaman di perairan sekitar pulau. Atau jika tidak ikut menyelam, kamu juga bisa sekedar menepi di sisi pantai yang landai untuk merasakan langsung tanah Pulau Komba ini. Jangan kaget dan tetap hati-hati juga karena seperti yang sudah diungkap diatas bahwa gunung akan meletus mengeluarkan lava secara berkala. 8. Pulau Kakaban – Kab. Berau Via kompasiana.com Pulau Kakaban di Kalimantan Timur mempunyai keunikan berupa danau yang mengisi bagian tengah pulau seperti sebuah perairan yang terperangkap daratan. Air di danau ini meruapakan campuran dari air hujan yang turun serta rembesan air laut dari pori-pori tanah, karenanya Danau Kakaban ini membuat suatu habita endemik sendiri yang berbeda dari kebanyakan. Satu jenis fauna khas dari Danau Kakaban ialah ubur-ubur yang terdiri atas 4 jenis ubur-ubur. Uniknya, jika ubur-ubur di lautan bersifat menyengat, maka ubur-ubur di Kakaban tidak menyengat. Ini diperkirakan karena evolusi yang terjadi ribuan tahun lalu akibat kondisi habitat yang terperangkap ditengah pulau. Karena tanpa sengatan, kamu bisa snorkeling atau diving di danau ini dengan aman. Ubur-ubur di Danau Kakaban Via alamendah.org Selain di Danau Kakaban, pengunjung juga bisa mengeksplore keindahan lain dari Pulau seluas 774,2 hektar ini. Alamnya yang masih hijau bisa menjadi pilihan selain juga menikmati perairan di sekitar pulau. Bahkan koral di perairan Kakaban ini dikatakan sebagai yang terbaik kedua di Indonesia setelah Raja Ampat. Pulau Kakaban sendiri ialah salah satu pulau di Kepualaun Derawan, Kalimantan Timur. Untuk menujunya, kamu harus menggunakan kapal dari Dermaga Tanjung Batu dengan waktu tempuh sekitar 1 jam. 9. Taman Wisata Batu Putih Tangkoko – Kota Bitung Via sepasangsepatuhidup.blogspot.com Kota Bitung di Sulawesi Utara ternyata juga punya objek wisata alam yang menarik dan unik yaitu Taman Wisata Batu Putih Tangkoko. Taman Wisata Alam berupa hutan alam ini menjadi habitat bagi Tarsius, hewan ikon Sulawesi Utara, dan Yaki, monyet hitam endemik Sulawesi. Kedua hewan asli Tanah Celebes inilah yang menjadi daya tarik utama dari Taman Wisata Alam (TWA) yang berada di dalam Taman Nasional Tangkoko ini. Lokasi TWA Batu Putih berada di Kelurahan Batu Putih Bawah, Kecamatan Ranowulu, sekitar 20 km dari pusat Kota Bitung atau sekitar 60 km dari Kota Manado. Jika kamu ingin mengeksplore TWA Batu Putih ini, perlu menggunakan jasa pemandu yang memang sudah siap oleh pihak pengelola. Pemandu atau guide memang sangat penting selain agar tidak tersesat di hutan, juga untuk mempermudah menemukan lokasi untuk melihat Yaki ataupun Tarsius. Untuk mempermudah, pengelola sudah menyiapkan tiga paket wisata yang bisa dipilih wisatawan yaitu Short Trip, Midle Trip, dan Long trip. Ketiganya tentu dibedakan berdasar jangka waktu yang pengunjung bisa lakukan. 10. Telaga Biru – Kab. Merangin Via jambidaily.com Kejernihan air tidak hanya ada di laut lepas. Nyatanya, di Kabupaten Merangin, Provinsi Jambi, ada danau kecil atau telaga yang airnya begitu jernih bak kaca. Padahal lokasinya berada di dalam hutan lebat. Berada di daerah ketinggian sekitar Gunung Masurai, sumber air Telaga Biru berasal dari bawah tanah. Dengan diameter sekitar 20 meter dan kedalaman yang belum diketahui, air tanah ini memang nampak begitu biru jernih yang membuatnya kontras dengan alam sekitarnya yang didominasi warna hijau. Sebenarnya di Jambi ada satu lagi kembaran Telaga Biru di Merangin ini yaitu Danau Kaco di Kerinci. Keduanya bisa dikatakan sangat mirip, bedanya hanya dari sumber airnya saja karena Danau kaco di Kerinci sumber airnya dari aliran sungai kecil yang langsung menuju danau.
  24. 1 point
    deffa

    3 Hari di Osaka Itu Seru Loh

    Hola Deffa Here !!! Akhirnya saya mulai menulis Cerita Perjalanan Explore Kansai selama 5 hari dari perjalanan saya kemarin 7-11 Maret 2016. Perjalanan yang sangat menyenangkan dan juga menegangkan. Kok menegangkan ? Karena saya harus berhadapan dengan Last Minute Call, bukan hanya sekali namun 3 kali hahahah Yup rute perjalanan saya yaitu 2 hari di Osaka dan 2 hari di Kyoto - Nara. Jadi kali ini saya akan membahas tentang perjalanan saya ke Osaka dulu agar tidak terlalu panjang membaca nya ya. Semoga tulisan saya ini bisa menjadi informasi buat kalian nanti Word of Advice tulisan ini sangat panjang semoga kalian tidak bosan membaca nya ya, tapi harus di baca dengan seksama kalau kalian mencari info yang detil loh DAY 1 : 7 Maret 2016 Itinerary Day 1 : Bandara Hussein Sastranegara Bandung Bandara KLIA2 Makan Siang di Restoran Nyonya Colors KLIA2 Bandara Kansai International Airport Menginap di Kansai International Airport Akhirnya hari yang di nanti pun tiba setelah hasil hunting tiket promo Air Asia tahun lalu, saya mendapatkan harga tiket ini One Way Bandung - Kuala Lumpur - Osaka sebesar Rp, 1.400.000 atau 1,4 juta rupiah. Untuk pulang nya saya dari Seoul jadi nanti kita bahas itu. Pesawat pukul 08.30 WIB berangkat dari Bandara Hussein Sastranegara Bandung menuju KLIA2 Malaysia. Saya sudah tiba di bandara sejak pukul 07.00 WIB. Karena belum sarapan saya putuskan untuk membeli roti di Circle K terdekat. Ketika mau membayar saya cek dompet, baru lah teringat Uang Yen Jepang dan Won Korea Selatan saya tidak ada. Sontak lah saya kaget dan panik. Saya baru ingat jika uang tersebut masih tersimpan di Lemari pakaian saya di rumah. Tanpa pikir panjang saya langsung mencari Ojek untuk kembali ke rumah, jarak dari Bandara ke Rumah itu sekitar 1,5 jam dan di tambah lagi ini hari Senin. Saya hanya bisa berdoa dan minta tolong ke tukang Ojek untuk melaju dengan sangat cepat. Di jalan menuju balik ke rumah ini saya sempatkan untuk Web Check In dan berhasil, singkat cerita, ketika saya sudah tiba lagi di bandara pukul 08.30 WIB pas, dan ketika saya tiba di dalam Bandara dari petugas bilang saya sudah tidak bisa masuk ke pesawat : Saya : Pak mohon saya untuk naik pesawat masih ada kan Petugas : Sudah ditutup pintu pesawat nya, sudah tidak bisa naik Announcer : Panggilan terakhir untuk bapak Deffa Utama Saya : Tuh pak masih ada tuh Last Call tolong pak Petugas : Bentar saya tanya dulu......... ok masih bisa katanya belum di tutup Saya : Wah terima kasih banyak pak Petugas : Ya sudah santai saja gak usah panik lagi, ditunggu kok sudah di kasih ijin Dan tepat pukul 08.40 WIB pesawat pun tinggal landas, dengan saya duduk di kursi di dalam pesawat dengan keringatan dan rasa panik yang masih melanda, dalam hati "Terima kasih tuhan, semoga tidak terjadi lagi kebodohan seperti ini" KUALA LUMPUR INTERNATIONAL AIRPORT 2 Di dalam pesawat saya pun akhirnya tertidur sebentar karena lama perjalanan ini sekitar 1 jam 30 menit. Dan ketika terbangun sudah landing di bandara KLIA2. Waktu menunjukkan pukul 11.00 WITA beda 1 jam lebih cepat dari Bandung. Karena penerbangan berikut nya adalah pukul 15.00 WITA tujuan Osaka Kansai International Airport jadi saya putuskan untuk mengisi perut yang sudah berteriak karena beban dari belum sarapan dan masih panik karena kejadian Last Minute Call tadi di Bandung. Saya pun memilih untuk makan di area Lantai 3 KLIA2 yaitu di dekat Terminal Keberangkatan. Makan di Bandara kalian pasti tahu donk yaitu Mahal. Tapi saya menemukan satu Restoran yang mempunyai menu enak dan Harga nya murah yaitu Nyonya Colors. Nasi Lemak Pandan nya cuma seharga RM 3.71 loh. Untuk review lengkap nya baca DISINI Jreng jreng disini malapetaka kembali terjadi, apa yang saya doa kan untuk tidak terjadi lagi akhirnya kejadian lagi. Dikarenakan saya terlalu santai di Restoran ini. Tidak saya sadari waktu sudah menunjukkan pukul 14.00 WITA. Kalian harus tahu jika penerbangan Internasional itu maksimal Check In adalah 1 jam sebelum keberangkatan. Dan saya sudah melewati waktu Check In Dengan kaget saya pun langsung buru-buru ke Counter Check In Air Asia, dan kondisi sedang sangat penuh. Saya bertanya kepada petugas yang ada disana Saya : Where can I check in my flight to Kansai ? Petugas : What time your flight is ? Saya : 3 pm Petugas : Its already closed, you should checked in 1 hour before you departure Saya : What, oh no, please can you help me there is still time before the flight Petugas : Ok why don't you go to counter 16 over there and try to check in Saya : Thank you Dan untung lah saya masih bisa check in, namun saya di suruh lari karena waktu hanya tinggal 50 menit lagi. Malapetaka lagi ketika masuk area Imigrasi. Kalian harus tahu bagian Imigrasi di bandara KLIA2 ini salah satu yang terlama di dunia. Kinerja petugas Imigrasi nya lambat sekali. Jika di perhatikan 1 orang bisa sampai 5 menit untuk di periksa. Sedangkan antrian sudah mengular. Disini saya sudah Hopeless. Namun tiba-tiba di belakang saya ada orang Indonesia juga yang bertanya : Orang : Mas mau ke Jakarta juga ? Saya : Gak mas saya mau ke Osaka Jepang Orang : Oh gitu, lambat banget ya ini, padahal saya flight Lion 15.30 WITA neh bisa telat Saya : Wah saya lebih parah mas 15.00 WITA dan sekarang udah 14.10 WITA Orang : Ya sudah kita berdoa saja ya mas, mudah-mudahan di kasih jalan Dan tiba-tiba saya melihat gerak-gerik petugas Imigrasi yang hendak membuka barisan baru untuk Counter di sebelah rombongan saya. Saya pun langsung dengan cepat pindah barisan dan berdiri paling depan. Pertolongan Tuhan masih ada. Saya pun melewati Imigrasi ini lebih cepat. Dan akhirnya saling tos dengan orang Indonesia yang saya ajak ngobrol Dari Imigrasi ini saya lari sekuat tenaga, untuk menuju Gate saya di P12 yaitu paling ujung. Kalian harus tahu jarak dari Imigrasi ke Gate itu sekitar 30 menitan jalan biasa. Dan waktu sudah 14.30 WITA gak mungkin saya jalan biasa. Lari lah saya sekuat tenaga dengan menggendong Backpacke seberat 10 kg mungkin. Tiba di area Gate sebelum di P12 di KLIA2 ini ada pengecekan Scanner lagi yang sangat ketat semua yang bematerialkan logam harus di lepas. Kacamata, Belt, Dompet dll. Akhirnya saya lepas Belt saya karena ada besi nya dan membuat celana panjang saya agak melorot. Petugas bertanya Petugas : Terbang jam berape ? Saya : Jam 3 pak Petugas : Sekarang 2:57 PM. ya sudah lari lari Saya : Iya pak terima kasih Dengan memegang celana panjang yang kedodoran karena belum sempat memasang Belt saya pun berlari. Dari kejauhan saya sudah mendengar "Kansai Last Call, Kansai Last Call". Saya pun berteriak dari jarak sekitar 100 meter mungkin "Kansai, Kansai". Untung petugas itu mendengar dan melihat saya berlari. Dia segera menghubungi rekan nya. Dan segera membantu saya membawakan tas dan memeriksa dokumen. 15.00 WITA akhirnya saya sudah duduk di kursi Air Asia X. Dan pukul 15.10 WITA pesawat pun berangkat. Dan dalam hati "Ya Tuhan 2 kali saya melakukan kebodohan ini, semoga tidak ada yang ketiga". Perjalanan sekitar 6 jam dari KLIA2 ke Kansai International Airport, kebetulan di dekat saya juga ada orang Indonesia yag mau liburan ke Jepang jadi ada teman ngobrol. KANSAI INTERNATIONAL AIRPORT Selama perjalanan ini saya tidak bisa tidur antara Excited dan masih Parno akan Last Minute Call tadi. Tidak terasa ternyata sudah landing saja di Kansai International Airport sekitar pukul 22.00 WIT (beda 2 jam lebih cepat dari Indonesia). Rencana saya malam ini menginap di Bandara Kansai International Airport untuk menghemat biaya menginap semalam. Untuk maskapai Low Cost biasanya mendarat di Gate yang agak terpisah dari Bandara jadi ketika kalian turun dari pesawat akan menggunakan semacam Shuttle Train menuju Terminal Kedatangan Bandara KIX. Sedangkan maskapai yang tidak Low Cost seperti Garuda, langsung mendarat di Gate Terminal Kedatangan. Menginap di Bandara Kansai International Airport emang bisa ? Bisa donk dan sudah banyak yang mencoba, akhirnya saya pun merasakan nikmat nya Kursi Sofa di Bandara KIX ini saya pilih di Lantai 2 Terminal Keberangkatan. Untuk info lengkap Cara Menginap di Bandara Kansai International Airport baca DISINI Malam itu saya tidak bisa tidur jadi saya putuskan untuk membuat Itinerary. Heheh saya memang tipe yang Berangkat dulu Itinerary belakangan. Jadi selalu membuat itinerary ketika sudah tiba di TKP. Saya pun membeli Onigiri seharga 100 yen di Family Mart terdekat, karena sedikit lapar Sekian untuk Hari Pertama yang melelahkan. Ingat jangan sampai kalian mengalami Last Minute Call ya, karena itu melelahkan Jasmani dan Rohani loh PENGELUARAN DAY 1 DAY 2 : 8 MARET 2016 Itinerary Day 2 : Universal Studios Japan The Wizarding World of Harry Potter Osaka Castle Takoyaki Making J-Hopper Osaka Guesthouse Masih di Kansai International Airport dan pukul menunjukkan 05.00 WIT, saya putuskan untuk berangkat karena menggunakan kereta pertama dari bandara KIX ini. Dan saya sebelum nya sudah membeli Kansai Thru Pass dari Indonesia secara online, yang berguna untuk menggunakan semua Transportasi umum yang ada di Kansai ini selain dari Perusahaan JR, seharga 5200 Yen untuk 3 hari penggunaan. Info lengkap cara membeli dan penggunaan nya Baca DISINI Saya tinggal menukar bukti pembelian ke bagian Counter dari Nankai Train Railways yang berada di bandara KIX ini, dari Terminal Keberangkatan tersebut tinggal keluar saja menuju pintu utama tetap di lantai 2 dan setelah di luar akan melewati semacam jembatan. Lalu kita akan bertemu dengan semacam Gerbang di sebelah Kanan untuk menuju ke Stasiun Kereta JR dan di sebelah nya Nankai Line Sebelum nya saya ke kantor Nankai dulu untuk menukar bukti pembelian menjadi kartu Kansai Thru Pass. Karena saya yang duluan dan pertama jadi proses cukup cepat. Oh ya saya juga memutuskan untuk menggunakan kartu ICOCA yang fungsi nya di gunakan untuk semua moda Transportasi dari perusahaan JR. Di Ticket Vending Machine di dekat sini. Harga kartu nya 500 yen dan Saldo saya isi 2000 yen jadi total 2500 yen Tapi jika kalian sudah mempunyai kartu PASMO dari kunjungan di Tokyo, tidak perlu lagi membeli kartu ICOCA karena fungsi nya sama saja dan PASMO CARD bisa di gunakan di Kansai untuk transportasi dari JR. Oh ya saya sempat membeli Onigiri lagi di Family Mart 2 buah seharga 220 yen untuk sarapan heheh Langsung menuju Nankai Line dan menggunakan Kansai Thru Pass ini. Tujuan saya adalah ke Fukushima Station jadi saya harus berkali-kali ganti Kereta di beberapa Station. Kereta pertama Nankai Airport Line Rinku Town Station. Lalu ganti Nankai Main Line menuju Namba Station, lalu Hanshin Namba Line menuju Amagaski Station, terakhir Hanshin Main Line menuju Fukushima Station. Atau bisa coba rute berikut Perjalanan dengan rute ini cukup panjang dan lama, total menghabiskan waktu sekitar 2 jam, namun karena semua di cover oleh Kansai Thru Pass jadi tidak perlu membayar lagi. Tujuan saya yang pertama ini ke penginapan untuk mandi dan menaruh tas yaitu di J-Hoppers Osaka Guesthouse J-HOPPERS OSAKA GUESTHOUSE Letak nya memang dekat dengan Fukushima Station namun yang JR Fukushima Station bukan yang Hanshin Fukushima Station. Karena saya di Hanshin Fukushima Station harus jalan sekitar 10 menit ke JR Fukushima Station lalu 3 menit ke penginapan nya. Cukup mudah di cari kok. Dan penginapan ini worth sekali. Untuk pengalaman menginap di J-Hoppers Osaka Guestouse baca DISINI Semalam untuk Private Room nya seharga 6000 yen Setelah check in dan mandi saya pun beranjak untuk ke destinasi pertama yaitu ke Universal Studios Japan. Yup salah satu impian saya adalah bermain di Theme Park di seluruh dunia jadi salah satu nya disini, apalagi di sini ada Wizarding World of Harry Potter salah satu favorit saya. Saya sebelum nya sudah membeli tiket Universal Studios Japan dari Indonesia membeli nya dari Jalan Tour Travel Agent seharga 7400 Yen sudah termasuk Pajak. Untuk cara pembelian nya Tiket Universal Studios Japan di Indonesia baca DISINI Rute saya kali ini menuju UniversalCity Station karena terlalu jauh dan makan waktu jika menggunakan Hanshin Main Line (Kansai Thru Pass). Saya putuskan menggunakan JR Fukushima Station saja jadi menggunakan ICOCA,. Rute nya adalah JR Fukushima Station (JR Kansai Airport Rapid Service for KANSAI AIRPORT) - NISHIKUJO Station (JR Yumesaki Line for SAKURAJIMA) - UNIVERSALCITY. Total seharga 160 yen UNIVERSAL STUDIOS JAPAN Ok tiba lah di Universal Studios Japan sekitar pukul 10.00 WIT, ternyata sudah rame gak ngaruh walaupun datang pas Low Season dan Weekdays tetap saja ramai. Dari Universal City Station saja sudah mulai rame nya. Dan kebetulan hari ini di buka penjualan Annual Pass USJ sebesar 10000 yen murah banget. Karena saya sudah membeli tiket sebelumnya jadi tinggal masuk saja dan tidak lupa mengambil Map USJ yang luas ini. Karena gerbang utama nya sedang di renovasi jadi background nya agak kurang bagus hehe, tapi bola dunia khas Universal Studios tetap ada Karena disini sangat ramai jadi ya saya sudah maklum tidak akan banyak mengunjungi wahana nya, karena destinasi utama saya kesini yaitu Harry Potter jadi saya langsung antri untuk mengambil Timed Entry Ticket di dekat Gerbang masuk Harry Potter. Kebetulan dapat di pukul 12.30 WIT, jadi masih ada waktu. Universal Studios Japan sendiri di bagi beberapa wilayah : New York Hollywood Parade San Francisco Jurassic Park Amity Village Universal Wonderland Water World Yang pertama saya temui dari pintu masuk adalah area Hollywood disini kita bisa melihat bangunan-bangunan ala abad pertengahan dan juga beberapa Cosplay dari film-film hollywood Karena bingung mau kemana, saya langsung menuju ke wahana Back To The Future. Karena ya saya pernah mengalami masa kejayaan Film ini jadi bernostalgia dulu Disini sebenarnya ada wahana Ride nya yang 4D tapi karena malas antri jadi saya gak ikutan, gila antri nya sampai 2 jam loh. Di sekitar sini juga ada wahana The Amazing Adventures of Spiderman berupa wahana Ride 4D yang kebetulan antrian untuk Single Ride nya tidak terlalu lama sekitar 20 menitan ya sudah saya ikut disini dulu deh Di The Amazing Adventures of Spiderman The Ride ini mirip dengan Transformer 4D Ride nya Universal Studios Singapore loh. Jadi kalian naik di semacam Jet Coaster gitu lalu menggunakan kacamata 4D untuk menonton aksi Spiderman menyelamatkan dunia melawan musuh-musuhnya. Cukup tegang karena jet coaster nya yang jungkir balik. Sambil menunggu waktu lagi saya menghabiskan dengan berkeliling di area San Francisco. Disini ada wahana Jaws namun karena sedang di Maintenance jadi tidak buka, cukup untuk foto-foto saja deh di area Wharf nya. Dan ternyata di USJ ini lagi demam Minions, sampai ada makanan berbentuk seperti bakpau di hias warna kuning mirip Minion, namun sayang Tidak Halal jadi saya tidak mencoba. Oh ya di area San Francisco ini banyak bangunan yang kece-kece loh untuk background foto-foto seru. Jadi jangan sampai di lewatkan ya heheheh Dan akhirnya Pukul 12.30 WIT pun tiba saya langsung bergegas ke Gerbang The Wizarding World of Harry Potter dan menunjukkan Timed Entry Ticket kepada petugas di persilahkan masuk. Yes akhirnya bisa merasakan dunia nya Harry Potter juga. THE WIZARDING WORLD OF HARRY POTTER Masuk area Harry Potter kita akan melalui jalan dengan rimbunan pohon pinus di kiri dan kanan ditemani dengan suara kodok jadi semacam kesan mistis gitu, tidak jauh kita akan bertemu dengan Weasley Flying Car, itu loh Mobil Terbang yang ada di Buku Kedua Harry Potter, pas Ron Weasley jemput (menyelamatkan) Harry di rumah nya Uncle Vernon, karena gak boleh lagi sekolah di Hogwarts. Oh ya antri ya poto nya, seperti biasa Turis dari Cina Tiongkok bikin ulah gak mau antri heheh Lanjut kita akan bertemu Gerbang Utama dari The Wizarding World of Harry Potter ini, kalau di Film ini adalah gerbang nya Desa Hogsmeade. Jadi yang pertama kita masuki adalah memang Desa Hogsmeade seperti yang di film nya. Masuk ke Gerbang Hogsmeade kalian tidak akan pernah bisa melepaskan pandangan dari satu bentuk yang ikonik yaitu Kereta Hogwarts Express, yup kereta yang muncul di tiap Buku dan Film Harry Potter ini nongol juga disini. Lengkap dari Lokomotif sampai Gerbong nya. Bahkan di Gerbong nya kita bisa berfoto mengenakan pakaian Hogwarts dan di dalam Kompartemen khusus seperti di Film. Harga sewa dan poto nya 3000 Yen. Jalan lagi di dekat sini ada Zonko Jokes & Tricks Shop lalu di sebelahnya ada Honeydukes. Di dalam Zonko kalian bisa menemukan semua alat kejahilan yang sering di bawa oleh Fred & George Weasley. Seperti Puking Pastilles, Screaming yo-yo dll. Sedangkan di Honeydukes kalian akan menemukan yang paling terkenal adalah Bertie Bott's Every Flavour Beans. Dan dijual dengan harga 3000 yen Nah yang paling saaya tunggu-tunggu juga untuk datang kesini adalah mencoba Butterbeer, oh kalian penggemar Harry Potter pasti penasaran kan gimana seh rasa Butterbeer itu ? Apakah beer ? Apakah Butter ? Apakah Es Krim ? hahahah. Akhirnya saya mencoba nya dan ini momen yang sangat priceless banget dah Ada stand atau lebih tepatnya Barrel Stand di depan Honeydukes ini yang menjual Butterbeer seharga 900 yen dan 1200 yen. Jika 1200 yen kalian juga mendapatkan gelas / mug khas Butterbeer seperti di film, jika 900 yen hanya menggunakan mug biasa. Saya pilih donk yang 1200 yen buat kenang-kenangan hehehe Mau tahu rasa nya kayak apa ? Bilang aja penasaran ye kan ? hahahahaha (devil smile / gak ada emot nya ). Ok jadi gini Butterbeer ini terdiri dari 2 komposisi Butter dan Beer. Butter itu sendiri yang berada di atas seperti buih warna putih itu, rasanya manis seperti krim Susu Vanilla. Lalu untuk Beer nya rasanya berupa Root Beer yang kayak di A&W itu loh atau kalau jaman dulu Sarsaparila hahah Pokoknya enak banget, saya minum nya pun dikit-dikit takut cepat habis hahah, biarin katro jalan-jalan sambil megang minuman. Oh ya di tempat saya bersantai sejenak sambil minum Butterbeer ini adalah Barvish Banges, disini ada Owl, yup kalian tahu kan di serial Harry Potter, Owl (burung hantu) juga memegang peranan penting. Apalagi di buku terakhir Deathly Hallows, Hedwig lah salah satu yang menyelamatkan Harry Potter Nah disini kita bisa bertemu dengan Live Hedwig well at least ada putih-putih nya lah ya, kalo Hedwig kan Snow White banget putih semua se badan-badan hahah. Tapi gak boleh mendekat jadi poto nya harus dari jauh Three Broomsticks nah kalau yang ini saya tidak sempat masuk karena di sini berupa Restoran, ya mirip seperti di film dan buku seh berupa tempat makan, tapi yang unik adalah satu papan pengumuman yang bertuliksan "Have You Seen This Wizard?". Di depan restoran ini, karena seperti yang kalian bisa tebak di ambil dari film ketiga Harry Potter and The Prisoner of Azkaban yaitu ada Sirius Black disana Selanjut nya kita akan bertemu dengan Restoran Hog's Head. Kalau di serial nya di sini restoran underground yaitu restoran nya para penjahat atau orang-orang yang di Blacklist. Jadi kesan nya agak suram gitu. Nah di depan ini ada satu gedung yang unik yaitu Owl Post, yup disini tempat semua Post dari Owl di kumpulkan, banyak sekali Owl disini walaupun bukan Owl asli tapi nuansa nya seperti di kandang burung hantu. Lengkap dengan surat-surat dan lain sebagai nya. Oh ya di bagian tengah ruangan ini ada The Monster Book of Monster yang di kasih Hagrid ke Harry Potter, di sini juga dia bisa bergerak loh Oh ya di sini juga jual souvenir khas Harry Potter dan yang paling keren adalah disini jual Jubah sekolah Hogwarts dari masing-masing House Grtffindor, Slytherin, Hufflepuff, Ravenclaw. Tapi mahal banget 12000 yen Lanjut di depan dari Owl Post ini ketemu dengan Ollivanders Maker of Fine Wand Since 382 BC. Yup ini Ollivanders Shop yang terkenal itu, dimana Harry mendapatkan Wand pertama nya disini. Dan di sini juga ternyata ada atraksi nya loh, antrian nya tidak panjang hanya menunggu sekitar 20 menitan. Kita akan masuk ke Ollivanders Shop dan akan menyaksikan suatu teatrikal seorang Shopkeeper yang di tunjuk oleh Ollivanders untuk membantu kami para Murid Baru memilih Wand. Dan dalam teatrikal ini ada satu yang di panggil secara Random, untuk memilih Wand nya. Dan adegan berikut nya persis seperti pertama kali Harry memilih wand dimana ruangan menjadi berantakan karena salah Wand. Dan akhirnya ketika Wand yang di pilih sudah ditemukan, dia yang di tunjuk untuk maju itu bisa mendapatkan Wand tersebut secara Gratis. Enak banget ya, padahal gue udah sengaja berdiri paling depan tapi gak di tunjuk huhu, harganya kalau beli 3.800 yen Keluar dari Ollivanders Wand Shop ini kalian akan langsung melihat kemegahan Hogwarts Castle dari jauh. Wuih keren abis dah, apalagi di tambah danau di sekitar nya itu loh keren juga. Tenang dan adem rasanya Nah di jalan menuju Hogwarts Castle ini kalian akan menemukan suatu pertunjukkan dari akademi Beauxbatons dan Durmstang Institute yang memperagakan tarian nya seperti di film Harry Potter ke empat Goblet of Fire. Bagus loh sayang jika di lewatkan Dari sini juga kita sudah bisa melihat kemegahan dari Hogwarts Castle, disini sebenarnya ada wahana unggulan nya yaitu Harry Potter The Ride 4DXD, namun kalian bisa bayangkan berapa lama antrian nya 1 - 2 jam ? Wah itu sih biasa, ini seh antrian nya 5 jam dan masih naik lagi. Gila gak tuh, saya pass deh. Saya pilih untuk mengelilingi Hogwarts Castle nya saja dan menelusuri ruangan dalam Castle. Masuk ke Castle nya dengan penerangan cukup gelap jadi kurang bagus untuk poto namun saya bisa gambarkan, disini kita akan menjelajahi dari Ruang Kelas, Ruang Kelas Potion nya Professor Snape, Ruang Poto Headmaster terdahulu, Ruang Headmaster Dumbledore lengkap dengan Pensieve nya, dan Ruang Defends Against Dark Arts Magic Gggiilllaaa puas banget muterin ini Castle, dan setelah keluar Castle ini pun kita bisa berfoto ria di dengan bendera ke 4 House of Hogwarts. Saya pilih Slytherin karena saya rasa, saya emang cocok dengan filosofi Salazhar Slytherin ahahahah Di dekat sini juga ada penjual Souvenir saya sempatkan untuk membeli Gantungan Kunci berbentuk Deathly Hallows, lumayan harganya 1200 yen. Sudah puas lalu saya pun putuskan untuk menyudahi kunjungan di sini, selama jalan keluar saya memilih untuk mengambil jalan Diagon Alley. Disini bisa melihat Quidditch Shop dan Wiseacres Wizarding Equipment Akhirnya saya keluar dari The Wizarding World of Harry Potters karena lapar saya mencoba mencari makanan ringan dan menemukan Hot Dog seharga 800 yen, dan saya makan di pinggir Wharf sambil menyaksikan wahana Jet Coaster yang sedang lewat. Dan akhirnysa saya keluar dari Universal Studios Japan sekitar pukul 16.00 WIT dan masih ada cukup waktu saya putuskan untuk menuju ke Osaka Castle. Niat hati ingin melihat Sakura semoga sudah ada yang Early Bloom. Rute yang saya lalui adalah Universal City Station - Nishikujo Station - Bentencho Station - Tanimachiyoncome Station, seharga 400 yen di cover oleh ICOCA OSAKA CASTLE Untuk menuju Osaka Castle kalian di sarankan untuk melalui Otemon Gate itu berada di area South West dari Osaka Castle jadi Station terdekat adalah Tanimachiyonchome atau Tanimachi-4-Chome. Karena jika melalui Otemon Gate ini kalian akan langsung bertemu dengan Nishinomaru Garden. Taman yang sangat cantik apalagi jika musim semi dengan bunga Sakura Namun sayang karena saya tiba sudah sore dan lagi Sakura belum mekar, jadi saya tidak bisa masuk kesana. Saya langsung menuju ke Tower Utama saja. Namun lagi-lagi karena sudah sore Tower Utama di tutup Puku; 17.00 WIT dan tidak bisa masuk ya sudah poto di depan saja Di area ini juga terdapat Museum Osaka Castle yang juga tutup pukul 17.00 WIT jadi hanya bisa di poto dari luar saja. Oh ya jika kalian mau bermain kano di sekitar Osaka Castle ini bisa loh dengan menyewa kano seharga 200 yen. Apalagi jika pas musim Sakura bagus banget pasti Dan akhirnya saya sudahi hari kedua di Osaka ini dengan berkunjung ke Osaka Castle. Namun malam nya saya sudah ada acara di penginapan saya yaitu J-Hoppers Osaka Guesthouse dimana kami akan di ajak untuk membuat Takoyaki seru tuh. Rute pulang nya saya menggunakan Kansai Thru Pass. Tanimachiyonchome Station - Hiasghiumeda Station - Umeda Hanshin Station - Fukushima Hanshin Station di cover oleh Kansai Thru Pass J-HOPPERS OSAKA GUESTHOUSE Pukul 07.00 WIT saya sudah berkumpul di Lobby Hostel bersama tamu yang lain yang mau ikut event Membuat Takoyaki bersama dan bertemu dengan Mr. Yano selaku Manager dari j-Hoppers Osaka ini yang akan mengajak saya dan beberapa tamu lain yang ikut untuk membuat Takoyaki. Ada sekitar 5 orang yang gabung dari berbagai negara, Saya, Momo Hanada dan Yuki Yamamoto dari Okayama Jepang, Andrew Voegel dari United States dan Eric Chen dari Taiwan Untuk cerita lengkap keseruan Acara Takoyaki ini kalian bisa baca DISINI Untuk biaya acara Takoyaki ini perorang 600 yen Demikian lah petualangan Hari Kedua ini yang sangat seru akan di lanjut di Hari Ketiga nanti ya, tunggu saja keseruan berikutnya PENGELUARAN DAY 2 DAY 3 : 9 MARET 2016 Itinerary Day 3 : Umeda Sky Building Shitennoji Temple Shinshaibashi Daisho KitKat Store Curry House CoCo Ichibanya Bangun pagi sekitar pukul 06.30 WIT kondisi di luar ternyata hujan, dan setelah mengecek prakiraan cuaca hari ini, Kansai Area di selimuti hujan seharian. Ya sudah jadi memang itinerary harus rubah dan mungkin akan mengecil Saya awali dengan sarapan membeli Cup Noodles rasa Kare + Onigiri Salmon dari Seven Eleven terdekat. Seharga Cup Noodles 280 yen dan Onigiri Salmon 120 yen, total 400 yen. Memang mahal ya hanya untuk sarapan saja, ya beginilah di Jepang. Karena hujan jadi saya agak santai pukul 07.00 WIT saya sudah ready namun saya habiskan waktu dengan mengadakan Mini Concert di Lobby Guesthouse, karena ada gitar disana. Dan kebetulan teman baru saya Eric Chen suka mendengarkan musik, dia request beberapa lagu dari saya, lalu di ikuti juga Meg dan Keiko Yang paling saya ingat ketika membawakan lagu dari Meteor Garden - Qing Fei De Yi, mereka semua tahu loh lagu ini. Eric Chen dari Taiwan jelas tahu karena F4 Meteor Garden berasal dari sana, namun Meg dan Keiko yang asli Jepang mereka juga tahu hahahaha. Sekitar 10 lagu saya bawakan dan tidak terasa sudah pukul 10.00 WIT, saya putuskan untuk memulai perjalanan. Destinasi pertama saya putuskan ke Umeda Sky Building UMEDA SKY BUILDING Umeda Sky Building ini ternyata lokasi nya dekat dari J-Hoppers Osaka Guesthouse, bisa berjalan kaki sekitar 15 menitan. Dan tiket masuk nya pun bisa di beli disini lebih murah. Harga Tiket Umeda Sky Building 700 yen, namun beli di J-Hoppers Osaka Guesthouse seharga 650 yen, lumayan irit 50 yen Saya pinjam payung dari guesthouse dan memulai perjalanan 15 menit yang butuh perjuangan, karena selain hujan, cuaca dingin nya itu sangat menyulitkan. Berkali-kali saya mampir dulu di Seven Eleven atau Family Mart terdekat untuk menghangatkan badan. Rute untuk ke Umeda Sky Building sangat mudah kalian tinggal search di Google Maps Umeda Sky Building, dan ikutin saja petunjuknya. Namun setelah saya tiba di titik yang ditunjuk, belum menemukan Bangunan yang khas Umeda Sky Building. Malah berada di depan Hotel The Westin. Baru setelah bertanya-tanya ternyata Umeda Sky Building ini ada di area dalam dari The Westin, jadi memang harus masuk dulu Umeda Sky Building adalah bangunan tertinggi ke 19 yang berada di Osaka ini. Dan mempunyai Floating Garden yang berada di Roof Top setelah lantai 46. Terdapat observation deck di lantai 40. Naik dari Entrance West, kalian harus menuju lantai 39 untuk membeli Tiket Masuk. Dan lanjut lagi ke lantai 46 untuk ke Floating Garden nya. Sepanjang lantai ini kalian akan menemukan maket dari Umeda Sky Building ini juga, dan ada toko souvenir, serta semacam Kuil Kecil untuk berdoa Tiba di lantai 46 kalian akan mulai bisa melihat betapa tinggi nya bangunan ini karena akan menaiki elevator yang beralaskan kaca, jadi kita bisa melihat ke bawah, ngeri-ngeri sedap gitu heheh. Lalu naik lagi ke Roof Top untuk menuju Floating Garden nya. Di Roof Top ini kita bisa melihat kota Osaka secara 360 derajat dan juga terdapat area Gembok Cinta loh Namun karena hujan jadi saya tidak berlama-lama disini, angin nya juga kencang sekali. Saya putuskan untuk kembali lagi ke guesthouse untuk Check Out karena perjalanan saya dari Osaka ini akan langsung ke Kyoto, namun akan mampir dulu di beberapa destinasi terlebih dahulu. Destinasi selanjutnya ke Shitennoji Temple SHITENNOJI TEMPLE Saya sudah mendengar jika Shitennoji Temple ini sedang ada renovasi dan hari itu kondisi sedang hujan tapi saya tetap ingin mencoba kesana. Karena selain temple nya saya ingin coba kue Dorayaki yang khas, yang katanya ada di area Shitennoji Temple ini. Berangkat lah saya sekitar pukul 12.00 WIT dari penginapan Rute yang saya lalui menggunakan Kansai Thru Pass menuju ke Shitennoji Temple adalah sebagai berikut : Fukushima Hanshin - Umeda Hanshin - Higashi Umeda - Shitennojimae Yuhigaoka. Total 380 yen di cover oleh Kansai Thru Pass Dari Shitennojimae Yuhigaoka Station masih harus jalan kaki sekitar 10 menitan, di kala hujan itu jalan sepi seh namun dingin sangat terasa, jadi jalan pelan saja. Tapi enak seh jalan kaki di Jepang itu aman dan nyaman, jalan nya memang Pedestrian Friendly. Oh ya saya menitipkan Tas di Coin Locker di Shitennoji Station ini. Penggunaan nya sangat mudah kok tinggal ikuti saja cara nya dan ada bahasa Inggris nya dan juga harganya berbeda berdasarkan ukuran saya pilih ukuran yang sedang seharga 500 yen perhari Untuk cara penggunaan Coin Locker di Jepang baca DISINI Tiba di Shitennoji Temple tidak ada Tiket Masuk alias GRATIS dan suasana agak sedikit sepi, dan memang terlihat sedang ada renovasi, saya masuk dari gerbang utama. Terlihat gerbang dari Shitennoji ini cukup besar dan megah, mirip gerbang nya Sensoji Temple di Asakusa Tokyo Masuk ke area dalam nya langsung terlihat renovasi Temple utama di tengah-tengah yang sedang di kerjakan, jadi tidak bisa masuk ke area utama nya. Namun tetap bisa mengitari area Temple lain nya. Jika tidak sedang hujan pasti lah sangat indah. Saya masuk ke area semacam taman nya ini, terdapat beberapa temple kecil yang di hiasi pohon Sakura, namun belum berbunga Masuk lagi ke area Temple nya yang cukup besar di mana di bagian depan nya terdapat sebuah kolam yang sangat indah, menurut info petugas, di area ini lah ada beberapa toko souvenir termasuk juga penjual Kue Dorayaki khas Sitennoji, namun di karenakan hujan dan mungkin juga weekdays hanya sedikit yang buka, dan Kue Dorayaki tidak buka. Ya tidak apalah saya menikmati keindahan Temple nya saja Oh ya di dalam Temple ini juga sedang ada Biksu atau Pendeta atau apa pun sebutannya sedang berdoa.Jadi jika kalian kesini jangan ribut-ribut ya Pukul 15.00 WIT saya sudahi kunjungan saya di sini dan kembali menuju Shitennojimeu Yuhigaoka Station untuk menuju destinasi berikut nya area Shopping Center Shinshaibashi SHINSHAIBASHI Rute saya dari Shitennoji ini ke Shinsaibashi adalah sebagai berikut : Shitennojimae Yuhigaoka - Tennoji - Shinshaibashi, sebesar 240 yen dan di cover oleh Kansai Thru Pass. Cukup dekat kan ya rute nya Sebenarnya gak niat kesini tapi karena ada titipan untuk membeli Benang Rajut di Daisho dan sekalian mau coba Nasi Kare yang enak katanya ada di sini jadi ya saya kesini deh iseng-iseng berhadiah hahaha. Dan ternyata banyak sekali exit nya loh jadi jika tujuan kalian ke Shinshaibashi-Suji. Gunakan exit Crysta ya. Patokannya ada Uniqlo di bagian depan Gerbang Shinshaibashi nya Shinshaibashi ini sangat lah panjang Shopping Center Complex terbentang dari Shinshaibashi Station sampai ke Yodoyabashi Station kebayang kan berapa panjang nya. Jadi dia hanya semacam jalan mirip lorong / gang yang di kiri kanan nya terdapat banyak toko baik yang Branded atau pun biasa, bahkan ada yang Toko menjual Barang Bekas juga. Rata-rata barang Fashion disini tapi ada juga restoran kok Bagi cewek pasti di sini adalah Surga ya, jujur saya tidak tahu apakah disini harga nya Murah atau Mahal tidak terlalu memperhatikan dan tidak tahu juga beda nya apa ahahahha. DAISHO JAPAN Jadi saya langsung menuju ke Daisho saja mencari Benang Rajut. Ceileh cowok kok maenan nya rajutan hahaha. Pasti kalian yang anak Komunitas Jalan2 Indonesia atau Forum Jalan2 udah tahu donk siapa member yang doyan merajut. Yup dia lah uni Vera @kimonoku dan dalam perjalanan ke Jepang kali ini saya kebetulan di bikinin Syal Rajutan nya loh, jadi lumayan menghangatkan leher di kala dingin begini hehehe . Daisho Japan ini One Stop Shopping with One Fix Price yaitu harga nya semua nya sama 100 yen kurang lebih. Yup jadi saya belikan uni Vera 3 buah benang rajutan yang saya gak tahu apakah udah benar atau belum hahaha. Total 300 yen, cukup murah kan. Kemarin saya ke Jakarta di Kemang ada juga Daisho tapi semua harganya lebih tinggi Rp. 25.000 atau 220 yen. KITKAT STORE Beres dari Daisho eh ketemu Toko KitKat. Wah kayak nya kalau ke Jepang gak bawa KitKat Green Tea gak afdol ya, yowes saya beli satu pak KitKat Green Tea seharga 800 yen. Lumayan lah sebenarnya buat ngemil selama di kereta hehehe. Beres dari KitKat Store saya sudah lapar soal nya sudah pukul 16.30 WIT dan belum makan siang, tapi saya sengaja seh belum makan siang karena mau mencoba Nasi Kare yang cukup terkenal di Shinshaibashi ini yaitu Curry House CoCo Ichibanya. CURRY HOUSE COCO ICHIBANYA Alamat nya rada bingung karena bahasa Jepang, pokok nya dari Gerbang Shinshaibashi-Suji lurus aja sekitar 300 meter (perempatan kedua) belok kanan nah dia ada di sana. Keliatan kok dan ada beberapa Plang petunjuk nya di area Shinshaibashi ini. Saya mencoba yang Shrimp and Asari Clam Curry with Cuttlefish dan dengan tingkat kepedasan Level 2 lalu kekentalan kuah karenya Mild level 3, dan juga nasi 300 gram. Oh ya disini unik setelah memilih Kare nya kita harus memilih ukuran nasi, tingkat kepedasan dan juga kekentalan dari kuah Kare nya yang tiap level nya berbeda harganya, semacam add on gitu. Jadi total 800 + 42 +63 = 905 Yen Ini pengalaman saya memakan Nasi Kare dan saya lakukan di Jepang. Dan saya bisa katakan ini enak banget banget banget hahah, saya nagih banget nasi Kare ini. Gak percuma saya sempatkan waktu ke Shinshaibashi ini. Rasa seafood nya yang di bakar terlebih dahulu enak banget terasa daging nya yang lembut. Lalu kuah nya itu loh di tenggorokkan hangat dan pedas nya ya tidak terlalu pedas seh tapi pas. Pokok pol deh, kalau kalian ke Jepang wajib coba Nasi Kare. Untuk review lengkap nya nanti saya tulis di topic berbeda ya Oh ya saking enak nya saya akhirnya beli Beef Curry Instant nya seharga 550 yen untuk di bawa ke Indonesia. Masih belum saya makan seh karena sayang hahahaha. Dan karena waktu sudah menunjukkan pukul 17.30 WIT dan hujan pun masih mengguyur, saya sudahi kunjungan saya di Osaka kali ini, dengan mengambil train dari Shinshaibashi menuju ke Kyoto dengan menggunakan Kansai Thru Pass dengan rute sebagai berikut : Shinshaibashi - Umeda - Osaka - Kyoto. Seharga 800 yen di cover oleh Kansai Thru Pass Yup demikian lah perjalanan 3 hari di Osaka ini tunggu lanjutannya perjalanan di Kyoto - Nara ya. Semoga info yang saya berikan ini berguna dan silahkan di Share jika berkenan PENGELUARAN DAY 3 INFO DAN TIPS TAMBAHAN Beberapa info dan tips tambahan yang kalian harus tahu mengenai Osaka : Jika kalian ingin melihat Sakura di Osaka paling bagus memang di Osaka Castle, harus di cocok kan waktu kunjungan dengan tanggal berbunga, sekitar Akhir Maret - Awal April Penggunaan Internet Smartphone di Jepang saya sarankan gunakan Sim Card Jepang seperti B-Mobile Visitor Sim 14 hari 2500 yen KLIK Antara Kansai Thru Pass dan ICOCA Card penggunaan nya berdampingan, karena ada wilayah yang tidak di cover oleh Kansai Thru Pass, begitu pula dengan ICOCA / PASMO Card Jika ingin ke Universal Studios Japan, lebih baik beli tiket di Indonesia baca caranya DISINI Jika ingin bermain di semua Wahana Ride di Universal Studios Japan termasuk Harry Potter The Ride, disarankan membeli juga tiket Express Pass agar tidak terlalu lama antri nya, namun harga tiket Express Pass dan tiket masuk Universal Studios Japan berbeda ya Selalu update tentang ramalan cuaca di Jepang, dari Smartphone karena prakiraan cuaca di Jepang cukup akurat Jika kalian tinggal di Guesthouse / Hostel cobalah ikuti Event-Event di penginapan tersebut untuk mendapatkan kenalan baru Baca Juga : Perjalanan Unik 5 Hari di Tokyo Jepang
  25. 1 point
    Anugerah Pesona Indonesia yang diprakarsai oleh Kementrian Pariwisata Indonesia kembali diadakan tahun 2017 ini. Anugerah Pesona Indonesia 2017 menawarkan 15 kategori dimana masing-masingnya terdapat 10 nominator. Salah satu kategori itu ialah Tujuan Wisata Baru Terpopuler yang akan kita bahas dalam artikel ini. Sebelum kita ulik para nominatornya, diingatkan juga buat kamu ikut berpartisipasi memilih yang kamu favoritkan dalam ajang ini. Caranya denga voting di website anugerahpesonaindonesia.com atau ayojalanjalan.com serta bisa pula dengan mengirimkan SMS. Voting ini dibuka sejak awal Juni kemarin hingga akhir Oktober nanti. Dalam artikel sebelumnya (baca disini), kita juga sudah membahas untuk Kategori 10 Surga Tersembunyi Terpopuler. 1.Danau Linow – Kota Tomohon Via kebudayaanindonesia.com Kota Tomohon mungkin selama ini hanya dikenal sebagai Kota Bunga. Festival Bunga juga menjadi agenda rutin yang sudah dikenal luas para pecinta traveling. Tapi belakang mulai muncul juga destinasi wisata baru yang mulai dikenal yaitu Danau Linow. Keunikan dari danau ini ialah airnya yang bergradasi 3 warna layaknya sebuah lautan dan seringkali juga berubah-ubah warna. Danau Linow sendiri berada di Desa Lahedong, Kecamatan Tomohon Selatan, Kota Tomohon, Sulawesi Utara. Kota Tomohon sendiri memang memiliki potensi keindahan alam yang luar biasa lantaran diapit dua gunung yaitu Gunung Lokon dan Gunung Mahawu. Untuk menuju Tomohon sangat mudah yaitu hanya sekitar 1 jam dari Kota Manado. Sedangkan untuk ke Danau Linow nya, perjalanan dilanjutkan berlanjut skeitar 3 km ke arah barat dari pusat Kota Tomohon. Jika menggunakan angkutan umum, kamu bisa naik angkot dari Terminal Kota Tomohon dan bilang saja ke supirnya untuk berhenti di Danau Linow. Namun setelahnya kamu masih harus berjalan kaki sekitar 700 meter untuk tiba di gerbang masuknya. Via indonesiakaya.com Pengelola wisata di danau seluas 34 hektar ini mematok tarif Rp 25 ribu perorang sebagai retribusi masuknya. Namun tarif ini sudah termasuk dengan minuman dan kue khas Manado yang disediakan gratis. Menariknya lagi, kawasan danau ini bisa dikatakan sangat terjaga dengan baik. Tidak hanya bersih, fasilitasnya juga lengkap seperti adanya trek yang mengelilingi danau dan dek kayu untuk cafe yang berada persis di bibir danau. Pemandangan dari cafe ini tentu menjadi spot terbaik untuk dinikmati. Waktu terbaik untuk menyambangi danau ini ialah saat pagi hari. Tak hanya udara yang masih segar, cahaya yang belum terik, serta suasana yang masih tenang juga menjadi bius yang menyentuh semua indera. Oh ya, tapi jangan coba-coba berenang ya, karena air danau ini mengandung belereng kadar tinggi. Tak heran jika dari jauhpun, aroma menyengat belerang sudah bisa tercium dan biasa menjadi penanda pengunjung bahwa danau Linow sudah dekat. 2. Danau Love – Kab. Jayapura Via indonesia-tourism.com Jika dilihat dari ketinggian, danau ini memang berbentuk tanda cinta atau love. Itulah keunikan danau yang berada di bagian Timur Sentani, tepatnya Kampung Putali, Kabupaten Jayapura. Danau yang aslinya bernama Telaga Imfote ini karena bentuknya itu akhirnya jauh lebih dikenal dengan nama Danau Love. Danau Love berukuran tidak begitu luas, namun danau ini dikelilingi oleh perbukitan kecil yang luas berupa padang rumput. Jadilah memandang danau ini dari salah satu bukitnya akan menghadirkan panorama yang memukau mata. Suasana tenang dengan hembusan semilir angin menjadi penambah nikmat untuk bersantai di danau ini. Sayangnya saat ini Danau Love belum dikelola langsung oleh Pemda setempat. Jadilah warga sekitar saja yang mengatur pengelolaanya karena bagi mereka tanah tersebut masih masuk dalam tanah adat mereka. Tarif tiket masuk yang mereka patok ialah sebesar Rp 25 ribu untuk motor dan Rp 50 ribu untuk mobil. 3. Danau Ugo – Kab. Batanghari Jika mendengar kata Batanghari mungkin yang langsung terpintas ialah dengan nama sungai terpanjang di Sumatera tepatnya di Provinsi Jambi. Nama Batanghari sendiri juga digunakan sebagai nama salah satu Kabupaten di Jambi. Ternyata kabupaten ini tepatnya di Desa Aur Gading, Kecamatan Bhatin XXIV punya potensi wisata yang menjanjikan keindahan yaitu Danau Ugo. Via instagram/muhammadallif17 Untuk menuju Desa Aur Gading, cara tercepat adalah dengan melewati jembatan gantung dari besi yang hanya bisa dilalui sepeda motor. Jika tidak melalui jembatan ini atau menyebrang sungai, maka perjalanan akan lebih jauh karena harus memutar. Setelah melalui jembatan, kita masih harus melalui perkebunan karet dan jalan setapak berkelok-kelok. Cukup terpencil memang, tetapi sebagai sebuah wisara alam, Danau ugo bak surga tersembunyi yang memang harus dilalui dengan perjuangan. Namun nampaknya kondisi ini tidak lama lagi akan berubah lebih baik karena memang pemerintah daerah setempat sudah membuat rancangannya untuk menjadikan Danau Ugo benar-benar sebagai objek wisata. Danau Ugo memiliki besaran yang cukup luas. Ketenangan dari alam sekitarnya yang masih berupa hutan dan perkebunan juga menjadi daya pikatnya. Biasanya pengunjung yang datang memang lebih bertujuan untuk mencari ketenangan sembari melihat pemandangan lanskap danau yang indah. 4. Kawasan Pura Batu Kursi Pemuteran – Kab. Buleleng Via masbroo.com Selalu ada saja hal baru yang hadir di Bali, salah satunya yang sekarang juga mulai naik daun ialah kawasan Pura Batu Kursi Pemuteran di Kabupaten Buleleng. Tak begitu sulit menemukan objek wisata yang beralamat lengkap di Banjar Pekraman Yeh Panes Kanin, Yeh Panes Kauh, Jalan Raya Seririt – Gilimanuk, Desa Pemuteran, Kecamatan Gerokgak, Buleleng. Jika dari arah Singaraja, kamu bisa menjadikan patokan Hotel Matahari Beach yang berada di sisi kanan. Hanya beberapa meter setelah hotel, ada jalan ke kiri. Masuk jalan tersebut lalu lurus terus sampai mentok dan bertemu pura. Disitulah lokasi Kawasan Pura Batu Kursi ini. Objek wisata ini merupakan kawasan bukit hijau. Dinamakan Pura Batu Kursi karena di puncak bukit itulah terdapat Pura suci yang didalamnya terdapat batu berbentuk kursi dengan diamater sekitar 20 meter. Menariknya, untuk menuju pura pengunjung akan melalui bukit ini dengan menapaki jalan dan anak tangga yang seolah membelah bukit sejauh sekitar 700 meter. Mirip dengan Bukit Campuhan di Ubud yang sudah lebih dulu terkenal. Pemandangan dari kontur alam itulah yang menjadi daya tarik utama dari Pura Batu Kursi ini. Apalagi pesona alam ini bisa berubah suasana. Saat musim hujan maka hamparan rumput hijau yang tersaji, sedangkan saat musim kemarau maka rumput kering kecoklatanlah yang akan menjadi pemandangannya. Selain itu, kita juga bisa melihat birunya laut lepas yang merupakan Teluk Pemuteran. 5. Pantai Mbawana – Kab. Sumba Barat Daya Via wikimedia.org Karang besar yang bolong bak gerbang raksasa di tepi pantai memang menjadi satu keajaiban alam yang selalu menarik perhatian. Di Pulau Sumba, Nusa Tenggara Timur ternyata juga ada si ‘karang bolong’ ini. Lokasi persisnya ialah di Pantai Mbawana, Kodi, Kabupaten Sumabawa Barat Daya. Pantai ini memang bisa dikatakan baru beberapa tahun ini disadarai pesonanya oleh warga setempat sehingga masih banyak yang belum tahu. Padahal, keindahan pantai dengan tebing karang setinggi 5 meter yang berlubang itu adalah karya alam yang tak bisa dipungkiri keindahannya. Nampaknya setelah masuk dalam nominasi Anugerah Pesona Indonesia, Pantai Mbawana akan menjadi destinasi favorit selanjutnya di NTT. Apalagi fasilitas penunjang juga tengah dibangun oleh pemerintah daerah setempat karena sadar akan potensi wisata dari Pantai Mbawana ini. 6. Pulau Bokori – Kab. Konawe Via sindonews.net Sulawesi Tenggara punya daya tarik wisata baru selain Wakatobi, bahkan letaknya lebih dekat dengan ibukota Kendari. Daya tarik wisata itu ialah Pulau Bokori yang masuk dalam wilayah adminsitraif Kabupaten Konawe. Ada dua lokasi awal penyebrangan yang bisa dipilih untuk menuju Pulau Bokori. Pertama ialah dengan naik kapal laut dari Pelabuhan Kendari, sedangkan cara kedua ialah dari perkampungan Suku Bajo di Kecamatan Soropia. Di perkampungan ini, Desa Mekar misalkan, penduduk menyediakan jasa antar jemput ke Pulau Bokori dengan tarif hanya sekitar Rp 30 sampai 50 ribu perorang. Pulau Bokori sendiri dulunya sempat dihuni oleh warga Suku Bajo, namun karena mulai padat penduduk, pada tahun 80an akhirnya pemerintah setempat memindahkan penduduk pulau ke daratan yang kini mendiami lima desa di wilayah Kecamatan Soropia. Kembali tentang pesona Pulau Bokori. Pulau yang hanya memiliki diameter sekitar 2 km ini memang terkenal indah dengan garis pantai berupa pasir putih. Pohon kelapa dan pinus menjadi vegetasi utama yang hidup di sana dan membuat suasana pulau sangat mencirikan pulau-pulau Tropis. Karena juga masih jarang kunjungan wisatawan, jadilah pulau ini juga sangat tenang. 7. Pulau Hatta – Kab. Maluku Tengah Via marischkaprudence.blogspot.co.id Pernah mendengar nama Pulau Hatta? Jika belum tentu wajar saja, karena pulau ini masih terbilang baru dieskpose sebagai destinasi wisata. Pulau Hatta sendiri berada di Kecamatan Banda, sekitar 25 km sebelah timu Kepulauan Banda, Kabupaten Maluku Tengah, Provinsi Maluku. Dinamakan Hatta memang terinspirasi dari sang proklamator, Muhammad Hatta yang memang pernah diasingkan di Banda Neira. Sebelumnya, nama pulau ini ialah Rozengain. Didalam Pulau Hatta terdapat 2 permukiman kecil yang tentunya dengan fasilitas minim termasuk urusan signal yang belum menjangkau disini. Karenanya, bagi turis pulau ini sangat cocok untuk mencari ketenangan di tengah keindahan alam. Turis tak perlu khawatir untuk urusan akomodasi karena dipulau ini sudah tersedia homestay dengan harga cukup terjangkau yaitu sekitar Rp 250 ribuan permalamnya. Pulau Hatta juga cocok bagi kamu pecinta snorkeling. Tak perlu jauh dari bibir pantai, variasi ikan dan terumbu karang sudah bisa dilihat. Tentunya airnya yang sangat jernih membuat kita bisa leluasa melihat kedalam air. Jangan lewatkan juga menikmati sunrise dan sunset yang langsung bertemu dengan garis pandang lautan. 8. Pulau Kumala – Kab. Kutai Kartanegara Pulau Kumala di Tenggarong, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur sebenarnya sudah cukup lama dikembangkan oleh Pemda setempat sebagai suatu kawasan wisata. Namun memang pembangunannya sempat mangkrak akibat beberapa kendala. Via wikimapia.org Pulau Kumala sendiri merupakan daerah delta di Sungai Mahakam yang memanjang di sebelah barat Kota Tenggarong. Jika dari ibukota provinsi di kota Samarinda, jaraknya sekitar 27 km. Selain kendaraan pribadi, kamu juga bisa menggunakan bus untuk menuju Tenggarong. Sedangakn untuk menyebrang ke Pulau Kumala sendiri yang berada di tengah sungai, kini sudah dibangun jembatan penghubung khusus pejalan kaki. Jembatan itu bernama Jembatan Repo-repo. Namun jika kamu mau merasakan sensasi lain, maka dengan cara naik perahu motor kecil juga bisa dilakukan dari beberapa dermaga yang ada. Jembatan Repo-repo via kutaikartagenara.com Pulau seluas sekitar 76 hektar ini ibarat pulau rekreasi. Ada banyak wahana yang bisa dinikmati seperti skytower, kereta gantung, kereta api mini, trampolin, air mancur, dan taman-taman rekreasi lain. Selain itu dipulau ini juga dibangun resort dan cottage yang cukup mewah dengan sarana memadai termasuk kolam renang. Beberapa spot foto juga sudah bisa dinikmati seperti Patung Lembuswana yang menjadi ikon Pulau Kumala, patung naga, Pura Pasak , Rumah adat Kalimantan timur, dan lain sebagainya. Karena masih terus dibangun, maka nantinya Pulau Kumala ini akan berkembang sebagai objek wisata rekreasi yang lengkap. Tarif masuk ke Pulau Kumala sendiri ialah hanya sebesar Rp 10.000,- untuk dewasa dan Rp 5.000 untuk anak dihari kerja. Sedangkan saat weekend dan libur, tarif tiketnya naik 2 kali lipat. Sedangkan untuk setiap wahana, tarifnya berkisar diangka Rp 2.000 sampai Rp 20.000,-. 9. Skywalk – Bandung Via beritabandung.com Baru-baru ini baru saja dibuka inovasi teranyar dari Kota Bandung yaitu Skywalk di Cihampelas. Jembatan khusus pejalan kaki (skywalk) yang diberi nama Teras Cihampelas ini memang menjadi ikon baru dari Kota Bandung yang terkenal sangat inovatif berkat kepemimpinan Walikota Ridwan Kamil. Keunikan dari jembatan ini ialah karena dibuat sangat ‘nyeni’ dan variatif baik dari segi warna, tekstur, maupun bentuk. Jembatan sepanjang 450 meter dan lebar sekitar 9 meter ini juga menjadi lebih menarik orang untuk melintas juga karena diberikan ruang bagi pedagang kaki lima. Tentunya semua sudah terkonsep dalam desain yaitu semua pedagang ditempatkan di kios-kios berwarna-warni dengan penataan yang sedap dipandang. Karena berada di atas ketinggian sekitar 4,6 meter dari jalan, skywalk ini akhirnya juga semakin dekat dengan tajuk pohon. Jadilah penggunanya justru merasa lebih nyaman karena ternaungi. Komplitnya lagi, Teras Cihampelas juga ramah terhadap kaum difabel. 10. Taman Breksi – Kab. Sleman Kawasan bekas tambang seringkali menjadi masalah lingkungan. Tapi justru seringkali juga menjadi daya tarik. Seperti halnya bekas tambang batu breksi di Kabupaten Sleman satu ini. Justru kawasan ini sejak 2015 lalu dijadikan sebagai Cagar Budaya oleh Gubernur Yogyakarta, Sri Sultan Hamengkubuwono X. Pelestarian ini ternyata beralasan karena tebing kapur breksi ini merupakan endapan abu vulkanik dari Gunung Api Purba Nglanggeran, sama halnya dengan Candi Ijo dan Ratu Boko yang berada di kawasan yang sama. Via priobodro.my.id Saat ini tebing breksi ini memang dikelola sebagai sebuah taman. Tebing kapur yang putih dipahat sehingga menjadi karya seni ukir raksasa yang menarik. Pembuatan tangga dan area seperti amphiteater terbuka juga membuat Taman Breksi semakin menarik untuk dijadikan lokasi nongkrong. Apalagi jika kamu datang saat sore hari, maka jingga cahaya dari matahari begitu membuat tebing kapur ini semakin nampak eksotis. Kamu juga bisa melihat matahari terbenam langsung dari atas tebing yang bisa dilalui dengan menaiki anak tangga yang jumlahnya cukup banyak. Untuk menuju Taman Breksi tidak sulit. Jaraknya tidak jauh dari Candi Ijo, tepatnya di Dusun Groyokan, Desa Sambirejo, Kecamatan Prambanan. Jika dari pusat kota Jogja, maka kamu bisa mengarahkan kendaraan ke Candi Prambanan. Lalu di pertigaan pasar prambanan, ambil jalan kekanan yaitu arah Piyungan. Terus cari saja petunjuk ke arah Candi Ijo namun belok kiri di arah pertigaan sebelum SDN Sambirejo. Bagaimana dengan tiket masuk? Sejauh ini belum ada tarif khusus yang dikenakan untuk pengunjung yang mau masuk ke Taman Breksi. Biaya hanya dikeluarkan untuk parkir yaitu Rp 2.000 untuk motor dan Rp 5.000 untuk mobil.
  26. 1 point
    devi admaja

    3 Hari di Osaka Itu Seru Loh

    Pada saat itu ngelamun-kah mod sampe duit aja ga kebawa??? Mana hampir ketinggalan pesawat pula ლ(´ڡ`ლ) . . . untuk HarPot-nya keren abis yah wahananya , mirip banget gt (liat pict-mu) sama di film-nya , sayang momod kurang beruntung ga dpt wand-nya ollivander pdhl uda paling dpn yah wkwkwk (╥╯θ╰╥). . .
  27. 1 point
    @Muhammad Irzan Jauhari Putra ya bisa kok sertakan Surat Hilang dari Kepolisian, Surat Keterangan RT dan Foto Copy KK. Tapi biasanya Surat Kepolisian sudah cukup. Tapi buat jaga2 bawa aja itu semua
  28. 1 point
    Dhistiraz

  29. 1 point
    Selain itu penting juga untuk mengenakan jaket yg berbahan wind & water proof. Bila kita udah mengetahui gejala-gejala hipotermia, maka kita akan tahu sendiri apabila tubuh kita mulai mengalami gejala itu. Dan tentunya tahu apa yang harus dilakukan untuk mencegahnya.
  30. 1 point
  31. 1 point
    anna22

    Winter in Japan : Last Destination

    Finally, FR terakhir mengenai perjalanan musim dingin di Jepang Feb 2017. Sewaktu menyusun itin, pertamanya ingin ke Izu, Kawazu karena sudah mulai Sakura Festival. Ini kotanya dekat dari Tokyo, sekitar 2,5 jam berkereta dan tercover JR pass. Tapi mengingat saya pulang dari Kansai Airport, kok kayaknya capek yah bolak-balik. Jadi berpikir lagi, kira-kira tempat apa yang dekat dari Osaka dan tercover JR Pass. Akhirnya terpilihlah Hiroshima dan Miyajima Island. Kenapa kesana? Pertama memang penasaran dengan kota Hiroshima yang pernah dijatohi bom atom dan adanya keterkaitan sejarah dengan Indonesa. Kalo Miyajima Island dipilih karena deket sama Hiroshima dan terkenal dengan floating tori (baca:gerbang kuil yang terlihat seperti mengapung). Salah satu pengalaman terbaik selama di Osaka adalah gw mendapatkan guesthouse yang oke banget hanya dengan 1500 yen/malam (female dorm). Namanya adalah Kintetsu Friendly Hostel yang dekat dengan Tennoji Subway dan JR station. Ini hostel bersih banget, modern, toilet dan shower room banyak, make up room luas dan sangat dekat dari stasiun dengan lingkungan yang nyaman karena berada di Tennoji Park dan Zoo. Sayang kurang punya waktu untuk eksplor... Oke back to topic, di tanggal 14 feb hari terakhir yang bertepatan dengan hari valentine (pantesan kok banyak jualan coklat yaaa di sekitaran stasiun, baru sadar haha), gw pun keluyuran sendirian ke Hiroshima dan Miyajima. Jam 6 udah keluar hostel biar lgsg menuju Shin-Osaka JR stasion dan naik kereta shinkansen pagi ke Hiroshima. Belum reserved seat karena mikirnya lgsg aja di stasiun toh cuman jalan sendiri jadi pasti ada seat lah. Dan bener aja kereta pagi itu ga rame2 amat dan lebih banyak turis asing yang rame-rame. Gw liat ada beberapa grup gitu. Bukannya geer yaaaa..tapi sepanjang jalan gw berasa diliatin karena pake jilbab dan jalan sendirian haha Selain naik shinkansen sebenarnya bisa juga menggunakan bus umum (seperti willer express dkk). Durasi perjalanan sekitar 1,5 jam tapi ga berasa sih. Pas nyampe Hiroshima Station (yang cukup luas juga), gw menyempatkan diri ke bagian reservasi untuk memilih tempat duduk kereta pulang. Setelah itu, langsung menuju information center buat nanya2 dan ngambil brosur. Oiya, kalo pakai JR pass, kamu bisa naik bus gratis lho untuk keliling Hiroshima. Ada dua rute, tinggal pilih mau yang mana. Pokoknya Hiroshima ga ribet lah. Kalo pakai JR pass, masuk bus dari pintu depan dan supir akan meminta kita menunjukkan jr pass kita lalu doi foto (iyaaa difoto pake pocket camera gitu). Destinasi pertama gw adalah Peace Memorial Park, ada beberapa hal yang bisa dilihat yaitu A-Bomb Dome. Jadi ini sisa-sisa reruntuhan salah satu gedung yang pas bom atom dijatuhkan masih berdiri sampai saat ini. Terus juga adalah Children’s peace monument, ini dibangun untuk mengenang anak-anak yang menjadi korban bom. Lanjut jalan ada Hiroshima Peace Memorial Museum. Biaya masuknya cuman 200 yen. Disini ada benda-benda peninggalan atau saksi bisu dari tragedy bom atom dan juga foto2 yang sebenarnya membuat perasaan campur aduk antara haru, sedih, dan ngeri. Serunya di beberapa bagian, ada volunteer yang kebanyakan sudah nenek2 kakek2 bertugas menjelaskan benda2 atau gambar2 yang ada disana. Di salah satu foto yang lumayan besar, saat gw membaca deskripsinya, seorang nenek volunteer bertanya “Japanase?” dan gw jawab “No…no”. Dia nanya lagi “Where are you come from?” (iya volunteer ini jago bahasa Inggris untuk sekedar menjelaskan dan bercakap2 sederhana) gw pun bilang “Indonesia”…Nenek “Oooh..Indonesia…” dan dia pun mulai menjelaskan tentang foto tersebut. Ceritanya sedih banget pokoknya dengan suara si nenek yg lirih dan tanpa sadar gw menitikkan air mata (sumpah beneran). Ini sebenarnya jadi pemikiran gw sendiri sih..pada intinya Indonesia kan bisa menyatakan kemerdekaannya saat kedua kota di Jepang yaitu Hiroshima dan Nagasaki dibom. Jepang yang sedang panik membuat pertahanan di Indonesia melemah. Peluang inilah yang diambil bangsa Indonesia untuk kuat dan berani memerdekakan diri dari penjajahan Jepang. Tapi di sisi lain, korban bom atom ini menyisakan penderitaan yang luar biasa. Meski Jepang dengan cepat bangkit dan justru menjadi salah satu Negara maju. Yaah begitulah... Kalo yang suka wisata sejarah, wajib deh kesini. Nah tadinya gw berencana ke Hiroshima Castle tapiiiii karena udah siang, gw memilih lanjut ke Miyajima Island. Balik lagi ke Hiroshima Station untuk menuju Miyajimaguchi dengan naik JR sanyo line selama 30 menit (tercover JR pass). Setelah sampe, jalan sedikit menuju pelabuhan untuk naik ferry selama. Kalau bingung ikuti saja orang-orang karena pasti sebagian besar akan ke Miyajima Island. Ada dua ferry, satu yang JR, satu lagi non JR. Tentu saja gw pilih yang JR biar tercover. Harganya sih sebetulnya lumayan murah yaitu 180 yen sekali jalan. Lamanya ferry menyebrangi laut sekitar 10 menit . Selama ini disini, gw cuman sempet ke Itsukushima shrine dan melihat floating torii. Nah kalau lagi surut, kita bisa turun lho mendekati di gerbang kuil ini. Tapi sayang, pas gw kesana masih pasang lautnya. Apa yang gw lakukan disana menikmati pemandangan dan keluar masuk toko sama nyemil2. Ini surga jajan dan bahaya bagi pecinta jajan seperti gw hahaha… mana belom makan siang lagi. Sebenarnya masih banyak lho atraksi wisatanya di Miyajima tapi berhubung waktu terbatas dan kondisi fisik gw akibat jatoh masih belum baik, jadi gw pun memilih pulang kembali lagi ke Hiroshima Station. Masih ada waktu 1 jam menunggu Shinkansen kembali ke Osaka, gw pun makan sore onigiri dan lagi2 diliatin orang2 pas nunggu di ruang tunggu yang sebagian besar orang Jepang. Kayaknya jarang banget liat orang Indo atau yang pake jilbab kayak gw. Yaah gw mah cuek aja sambil ngabisin 2 biji Onigiri. Sehabis dari Osaka, gw lgsg ke Shinsaibashi Shopping street untuk nyari oleh2 dan juga belanja2 (hehe). Dan gw baru sadar kalo winter itu toko2 lebih cepet tutupnya jadi jam 9. Tapi ada juga sih yg 24 jam kayak Don Quixote (supermarket lengkap mirip Mustafa di Singapura) dan Matsumoto Kiyoshi (drug store lengkap). Tapi gilaaa yaa padahal udah jam 10 malam, itu di Don Quixote masih rame aja, mana gang2nya sempit banget lagi dengan orang2 belanjaannya segambreng. Padahal gw cuman beli beberapa jenis kopi aja huh..tapi yaa kapan lagi dan harganya murah kalo disini. Oiya gw ga sempet jalan2 di daerah namba dan dotonburi ini karena udah pernah pas tahun 2015 ke Jepang..bahkan sampe bolak balik 2 kali ke daerah ini..jadi cuman numpan lewat aja deh kali ini. Jam 11 malem pun gw baru balik menuju Hostel..udah sepiii banget dan untungnya masih dapet kereta. Begitu nyampe hostel, lgsg tepar dan tidur. Packing besok subuh aja karena udah ga sanggup hahaha.. Yaaah sekian FR perjalanan Winter di Jepang ini…mohon maaf kalo ga seru atau kurang informatif atau fotonya2 ga bagus. Gw doakan teman2 yang niat ke Jepang semoga kesampaian dan teman2 yg ingin balik lagi ke Jepang juga tercapai hehe.. Kalo butuh informasi bisa dm ato komen lgsg disini yaa :) “mata ne” (baca: sampai jumpa) ^^
  32. 1 point
    deffa

    Honeymoon Bali 4D3N

    @inggit9393 saya kemarin honeymoon di Bali lebih sering di Villa (saya stay di beberapa Villa) aja seh jadi gak banyak tempat. Paling area Ubud mungkin bisa di tambahin Pura Tirta Empul dan Bukit Tjampuhan. Dan kalau ke Seminyak bisa coba ke La Laguna walaupun makanan nya Mahal tapi bisa cuma datang dan poto2 aja kok tempat nya asik 01. Jatiluwih pasti bisa karena se arah ke Ubud itu bisa ditambahin di Day 2, kalau yang lain nya agak jauh2 02. PP bisa aja ke Nusa Lembongan ambil boat paling pagi sekitar jam 8 pulang jam 3 sore dari Pantai Sanur 03. Cukup di 1 Hotel di daerah Kuta / Seminyak / Denpasar. 04. Sew mobil kemarin saya lepas kunci perhari dari mas Bayu @m150aja atau ke @noped juga bisa
  33. 1 point
    Program Televisi memiliki kekuatan besar bagi kehidupan termasuk di Indonesia. Jangkauannya yang luas menjadikan TV sudah menjadi bagian hidup masyarakat, bahkan tak bisa dipungkiri bahwa TV mengambil peran bagi perkembangan suatu negara. Di Indonesia sendiri perkembangan media televisi dapat dilihat dari semakin banyaknya saluran/channel baik yang bertaraf nasional maupun lokal. Banyaknya pilihan channel juga berbanding lurus dengan semakin beragamnya pilihan program, dari sinetron, berita, ajang pencarian bakat, musik, komedia, dan banyak lainnya termasuk Traveling atau petualangan. Khusus untuk Traveling, sejak dulu sudah ada program-program khusus ini, namun sekarang nampaknya semakin naik daun saja. Kemasan yang lebih menarik dengan tujuan wisata lokal yang lebih eksotis menjadikan Program TV petualangan semacam ini berhasil menyedot banyak perhatian pemirsa tv. Kondisi ini tak bisa dipungkiri berdampak positif pula bagi perkembangan pariwisata di Indonesia. Nah, kali ini kita akan membahas beberapa tayangan program tv tentang Petualangan atau dunia Traveling yang terbilang legendaris bagi penikmat tayangan televisi, baik yang sudah tidak tayang lagi maupun yang masih eksis menghias layar kaca. 1.Jelajah – Trans TV Masih ingat dengan program yang tayang sore hari setiap weekend ini? Jika melihat logo acaranya yang berupa kompas dan tulisan JELAJAH, maka kalian pasti langsung bisa mengingatnya. Di tahun-tahun awal mengudaranya Trans Tv, program ini menjadi salah satu program travel show yang berhasil menarik perhatian. Namun sayangnya sekarang program ini sudah pensiun dari layar kaca. Sesuai tajuknya, Jelajah lebih mengedepankan gaya petualangan berjelajah, dengan ruang lingkup liputan mulai dari gaya hidup, hobi, hingga misteri. Dikemas dalam bentuk story line, target penonton program Jelajah ini selain pecinta traveling ialah para penggiat alam. 2. Wara Wiri – Trans 7 Wara Wiri... weh weh weh.... Begitulah jargon yang menjadi andalan program yang dibawa oleh Adul dan Komeng. Dua host ini berhasil membawakan program petualangan dengan gaya baru bertajuk Wara wiri. Terbayang sudah bagaimana kemasan travel show ini dibawakan oleh dua host yang notabenenya merupakan komedian tersebut. Nuansa komedi menjadi yang spontan khas mereka berdua menjadikan petualangan terasa sangat menarik. Program Trans 7 yang tayang di sekitar tahun 2010-2011 di setiap weekend pada petang hari ini, memang menghadirkan gaya yang berbeda dari program traveling umumnya. Kedua host membawakan acara sesuai karakter mereka yang kuat yaitu komeng dengan keusilannya dan Adul dengan keluguannya. Mereka akan mengulas beragam tempat wisata, kuliner, budaya, belanja dan sejenisnya dengan pembawaan santai berbalut komedi. Karena itulah, acara ini berhasil memikat banyak penonton dimasanya. Tapi sayang, sekarang kita sudah tidak bisa lagi menyaksikan keseruan wara wiri mereka. 3. Alenia’s Journey Uncover Papua – Metro tv Berbeda dengan program petualangan lainnya, program bertajuk Alenia’s Journey Uncover Papua yang ditayangkan oleh stasiun Metro TV ini secara khusus menghadirkan video dokumenter yang dilakukan oleh pasangan Ari Sihasale dan Nia Zulkarnaen menjelajahi alam papua. Perjalanan mereka ini dilakukan bersama team Alenia Pictures dengan maksud memperkenalkan dan mengangkat beragam hal dari Papua yang selama ini tidak terangkat di media. Tak hayal, perjalanan mereka ini bukan hanya menuju lokasi-lokasi wisata, tetapi juga masuk ke pelosok yang seringkali harus melalui jalanan sulit. Dokumenter yang dibawakan dengan sisi-sisi yang tak biasa ini menjadikan program Alenia’s Journey Uncover Papua ini menjadi salah satu alternatif tontonan seputar petualangan yang menarik. Bahkan setelah sukses selama 80 hari menjelajah Papua sepanjang 30.000 km di Alenia’s Journey Uncover Papus sesion 1, sekarang kembali berlanjut dengan sesion 2 nya yang juga masih mengangkat keunikan Papua namun jauh lebih mendalam lagi sehingga lebih menarik perhatian penonton setianya. 4. Ethnic Runaway – Trans Tv Satu lagi program tv petualangan yang terbilang berkonsep unik, Ethnic Runaway. Program ini tidak seperti program petualangan lain yang mengeksplore suatu tempat dengan cara biasa, namun Ethnic Runaway justru mengajak hostnya untuk tinggal dan bergaya hidup layaknya penduduk lokal. Menjadi menarik lagi, sesuai judulnya sehingga lokasi-lokasi yang didatangi ialah perkampungan atau suku terpencil yang masih sangat kental dengan kearifan lokal. Host yang bercengkrama dengan anak-anak lokal (via vimeo.com) Program ini terbilang cukup mendidik karena mengenalkan kebudayaan yang ada di Indonesia secara lebih mendalam karena kehidupan keseharian warganya diikuti secara penuh. Gegar budaya yang dialami host yang merupakan selebritis ketika merasakan kehidupan yang sangat etnik tersebut menjadikan jalannya program semakin menarik saja. Hal ini seolah menjadi gambaran bagi penonton betapa kayanya bangsa ini akan nilai-nilai budaya. Berjalan sekitar 2 tahun dari awal 2013, Ethnic Runaway yang tayang seminggu sekali di chanel Transtv ini akhirnya mengakhiri penayangannya di awal 2015 silam. 5. Jejak Petualang – Trans 7 Dari semua program petualangan yang ada, mungkin Jejak Petualang pantas mendapat gelar yang paling eksis. Bagaimana tidak, program ini tetap bertahan hingga hari ini sejak penayangan perdananya di tahun 2002. Berarti Program Jejak petualang ini tak bosan menghiasi layar kaca Indonesia selama 14 tahun, umur yang sangat luar biasa bagi sebuah program tv. Uniknya lagi, Jejak Petualang sejatinya sudah ada sebelum Trans 7 itu sendiri ada. Ya, Jejak Petualang pertama mengudara sejak Trans 7 belum bergabung dengan Trans corp yang saat itu masih bernama TV7. Tidak hanya programnya, pembawa acaranya pun terbilang sangat fenomenal. Ya, siapa tak kenal Riyanni Djangkaru, wanita muda yang berhasil membawa program petualangan tersebut menjadi program unggulan. Wajahnya yang cantik dan menarik seolah menjadi daya pikat tersendiri, apalagi di awal-awal penanyangannya saat itu belum ada pemandu acara wanita yang membawa program dengan petualangan seekstrem itu. Dapat dikatakan, dialah pioner presenter wanita yang energik membawakan program petualangan namun tetap menjaga sisi feminimnya. Diusianya yang begitu matang, Jejak Petualang tetap tak mau kehilangan eksistensinya. Saat ini, setiap senin hingga rabu sore, Jejak Petualang masih bisa disaksikan di layar tv. Gaya petualangannya juga masih konsisten mengajak penikmat setianya menyaksikan keindahan alam dan budaya dengan gaya backpacker. 6. Si Bolang : Bocah Petualang – Trans 7 Siapa tak kenal dan akrab dengan program yang dianggap sebagai salah satu program paling mendidik ini. Bocah Petualang atau di singkat Si Bolang ini memang merupakan program anak dengan mengedepankan pengenalan terhadap Keberagaman Indonesia. Dikemas secara semidokumenter, program ini telah berhasil bertahan selama 10 tahun sejak penayangan perdana di tahun 2006. Istilah Bolang sendiri akhirnya sangat melekat bagi masyarakat Indonesia, bahkan sudah seperti kosa kata baru yang ditujukan kepada kegiatan berpetulang diluar rumah. Begitulah kuatnya program ini yang akhirnya tidak hanya digemari anak-anak tetapi juga menyentuh segala umur. Bahkan di tahun awal penanyangannya, Bolang sempat meraih share 18 persen, angka fantastis untuk sebuah program anak dalam sejarah pertelevisian Indonesia. Program yang masih setia tayang setiap Senin hingga Jumat di siang hari ini, secara khusus menayangkan kehidupan anak-anak di suatu daerah dengan satu anak sebagai aktor utama yang dipanggil Bolang. Mereka akan mengajak pemirsa berkeliling daerah mereka, megeksplore keindahannya, tradisi, adat budaya, permainan, makanan, dan hal-hal menarik lainnya dengan kemasan video dokumenter sehingga lebih terasa real. Mungkin itulah yang membuat program ini berhasil bertahan hingga satu dekade ditengah semakin terpuruknya program kids edutainment di negeri ini. 7. Indonesia Bagus – Net. Masuk dalam jajaran stasiun tv muda, nama Net justru berhasil menyedot perhatian banyak pemirsa tv. Salah satu programnya yang juga berhasil menyita perhatian ialah sebuah program petualangan bertajuk Indonesia Bagus. Mulai tayang di pertengahan tahun 2013, Indonesia Bagus mengedepankan konsep petualangan dokumenter. Dibawakan oleh penduduk lokal dengan narasi yang juga menggunakan logat lokal, menjadikan program ini berbeda dengan kebanyakan program petualangan lainnya. Nuansa yang disajikan juga berbeda dimana settingannya terasa lebih alami. Keindahan alam yang diekspose nampak lebih artistik berpadu dengan kearifan lokal yang kental diangkat. Kebudayaan, kehidupan sosial, kuliner, dan keberagaman lainnya juga tak tertinggal disampaikan dengan penelusuran langsung oleh pembawa ceritanya. Fenomenalnya program Indonesia Bagus diusianya yang tergolong muda pun berhasil meraih penghargaan di tahun pertama penayangannya dan tahun berikutnya yaitu melalui Anugerah Komisi Penyiaran Indonesia untuk Program TV Feature Budaya Terbaik 2014 dan Program TV Feature terbaik 2015. 8. My Trip My Adventure – Trans TV Sebagai stasiun tv dengan mengusung konsep entertaiment, nampaknya Trans corp memang berjaya menghadirkan program outdoor atau petualangan. Tak cukup menggebrak dengan program-program yang disebut sebelumnya, satu lagi program yang berhasil memancing banyak peminat yaitu My Trip My Adventure (MTMA). Euforianya tak perlu dijelaskan lagi, karena sebagai sebuah program tv petualangan, MTMA bahkan tidak hanya sekedar eksis dilayar kaca tetapi berhasil menarik banyak orang terutama kawula muda di berbagai daerah membuat komunitas MTMA di masing-masing daerah mereka sendiri. Tak heran, sering kali ketika tayangannya, kru MTMA justru dibantu langsung oleh komunitas tersebut ketika berkunjung ke suatu daerah. Kemasan yang berbeda dari kebanyakan program serupa nampak menjadi satu alasan kenapa MTMA masuk jajaran program fenomenal saat ini. Kru memilih lokasi-lokasi wisata alam yang eksotis dan bahkan mungkin belum dikenal luas oleh masyarakat. Pemanfaatan teknologi drone juga sangat maksimal digunakan sehingga gambaran lokasi wisata lebih menyeluruh dan nampak jauh lebih eksotis dibanding penggunaan kamera biasa dengan sudut pandang mata manusia. Pesona alam yang diekspose dengan sangat apik inilah yang membuat pemirsanya dibuat terpanah dan berdecak kagum. Semua kemasan itu semakin komplit saja dengan pembawa acaranya yang tampan, cantik, dan menarik. Demam MTMA saat ini bahkan bisa dikatakan berhasil mendongkrak minat wisata oleh masyarakat Indonesia sendiri. Banyak pelaku wisata yang menjadikan MTMA sebagai referensi mereka dalam menentukan objek wisata tujuan. Gaya backpacker yang umum digunakan oleh team program yang tayang setiap pagi di Jumat, Sabtu, dan Minggu tersebut juga menjadi tren yang digunakan karena terasa lebih anak muda. Tak cukup disitu, saking fenomenalnya program ini, kini tengah diproduksi film bertajuk My Trip My Adventure The Movie.