Leaderboard


Popular Content

Showing most liked content since 04/30/2017 in all areas

  1. 10 likes
    Hai Jalan2ers... mau sharing nih tentang field report saya dan teman-teman waktu main ke Paris, Perancis, beberapa waktu lalu. Kalau ke Paris pasti ngunjungin banyak tempat sih, tapi biar lebih fokus field report kali ini dikhususkan ke Versailles dulu aja ya... Yang lain-lain ntar di next post aja Versailles adalah nama sebuah kota kecil yang jaraknya 30 kilometer di pinggiran Paris, kira-kira 30-40 menit naik metro. Dulu daerah ini dikenal sebagai sebuah pedesaan yang isinya estate orang-orang kaya, jadi gak heran kalau Raja Louis XIV tertarik juga untuk mendirikan istana yang super megah. Sedikit sejarah tentang berdirinya Chateau de Versailles (Palace of Versailles), istana ini berawal dari sebuah rumah berburu milik Raja Louis XIII. Penerusnya, Raja Louis XIV kemudian membangunnya menjadi istana yang megah dan mewah sekitar awal tahun 1700-an dan memindahkan istana Kerajaan Perancis dari Palais du Louvre (yang sekarang jadi Musee du Louvre) ke Versailles. Di sinilah Raja dan Ratu Perancis serta keluarga mereka tinggal. Penghuni yang terakhir dan yang paling terkenal adalah Raja Louis XVI dan ratunya Marie Antoinette yang tinggal sampai pada masa Revolusi Perancis. Kami pergi dari Paris pagi-pagi sekali, sekitar jam 7 pagi setelah sarapan. Memang sebaiknya begitu karena Istana Versailles ini luas sekali dan butuh waktu yang gak sebentar untuk puas menikmatinya. Selain itu, berangkat lebih pagi juga menghindari antrian di depan loket penjualan tiket masuk. Untuk ke Versailles dari Paris naiklah metro jalur RER C yang berhenti di stasiun-stasiun besar seperti St. Michel (Notre Dame), Musee d'Orsay atau Champ de Mars Tour Eiffel. RER C5 yang berwarna biru ini lewat kira-kira 15 menit sekali, jadi santai saja. Kalau sudah sampai di stasiun metro, belilah tiket pulang pergi sekalian (retour). Untuk ke Versailles harganya sekitar 4 euro per orang. Btw hati-hati ya perhatikan stasiunnya karena di sekitaran Versailles ada tiga stasiun kereta yang dilewati RER C ini: Versailles Rive Gauche, Versailles Rive Droite dan Versailles Chantiers. Pilih Versailles Rive Gauche yang terdekat. Dari stasiun, Chateau du Versailles cuma 5 menit jalan kaki. Gak usah khawatir nyasar karena di sepanjang jalan banyak petunjuk buat sampai ke sananya. Sebelum masuk gerbang kami melihat dua buah rumah mewah di kiri dan kanan jalan... Awalnya kami mengira ini rumah security istana atau bagaimana.. Ternyata rumah-rumah mewah ini Ini yang terlihat dari depan gerbang masuk Versailles ini adalah kandang kuda! Nah ini gerbangnya.... Dari gerbang langsung belok kiri saja ke tempat penjualan tiket. Tiket masuk ke Chateau de Versailles ada beberapa jenis, tergantung kamu mau berkunjung ke mana. Untuk tiket ke istana dan taman saja harganya 15 euro (atau 13 euro kalau kamu pelajar). Untuk ke Trianon Palace dan Maria Antoinette's Estate harganya hanya 10 euro (6 euro untuk pelajar). Trianon Palace dan Maria Antoinette's Estate tempatnya di belakang istana, dikelilingi hutan dan taman dan terpisah lumayan jauh dari istana utama. Nah kalau mau berkunjung ke kedua tempat ini kamu perlu bayar 18 euro (tidak ada diskon untuk pelajar). Oh ya tiket ini sudah termasuk audioguide ya, jadi jangan lupa minta audioguide di loket yang sudah disediakan. Lumayan mahal ya? Tidaaaaakkkk.. Istana ini luas sekali dan bagus luar biasa. Tamannya juga subhanallah indahnya, jadi harga segitu ya sudah sangat pantas. Nah apalagi yang bisa dilihat di dalam? Setelah beli tiket di sayap kiri istana masuklah lewat jalan yang sudah disediakan. Ada beberapa akses masuk yang dibagi berdasarkan jumlah pengunjung, dan apakah kamu datang dengan tur. Kami cuma datang berlima jadi masuknya lewat pintu masuk untuk pengunjung individual, di pintu sebelah kanan Royal Court (pelataran luas di depan istana). Ini denah Istana Versailles, biar bisa dibayangkan berapa besar istana, taman dan keseluruhannya: Mengelilingi Chateau de Versailles bukanlah hal yang sulit karena banyak petunjuk di sana sini dan petugasnya pun ramah-ramah. Di dalam istana gak boleh makan dan minum ya.. Tapi kadang kami duduk di tempat yang sudah disediakan dan minum dari botol kalo pas lagi capek Ada apa di dalam istana? Ini adalah kapel istana. Arsitekturnya bergaya baroque dan dibuat hampir satu abad karena Raja Louis XIV ingin kapel ini dibuat sedetail dan seindah mungkin. Kabarnya dari seluruh ruangan di istana di sinilah biaya paling banyak dikeluarkan Nah kalau tempat ini namanya Hall of Mirrors yang terkenal itu. Hall of Mirrors adalah sebuah lorong panjang yang menghubungkan satu tempat dengan tempat lain, tapi dekorasinya super mewah dan megah. Di kanan kiri ada patung dan lukisan dan di atapnya banyak bergantungan lampu-lampu kristal. Yang ini adalah singgasana Raja. Keren ya? Karena barangnya masih benar-benar asli jadi tidak boleh disentuh apalagi diduduki pengunjung Ini adalah tempat tidur raja dan ratu di kamar mereka masing-masing. Ya, Raja dan Ratu memiliki kamar terpisah. Kamar ratu lebih dekat dengan kamar-kamar para pelayan istana sedangkan kamar raja lebih dekat dengan singgasana. Ini adalah ruang ganti di salah satu sudut kamar, dengan papan lipat dan lukisan Raja Louis. Kalau sudah puas mengelilingi istana, keluarlah ke taman. Taman ini dirancang oleh Andre le Notre, seorang arsitek lansekap yang sering dipekerjakan oleh Kerajaan Perancis. Selain di Versailles, Andre le Notre juga ikut merancang Jardin des Tuileries, taman kota yang cantik di antara Place de la Concorde dan Musee du Louvre. Tamannya bergaya Formal French, dengan sisi-sisi yang simetris dan memiliki kolam utama serta beberapa kolam lainnya di bagian tengah taman. Perlu waktu beberapa jam untuk menjelajah dari satu sisi taman ke sisi lainnya. Serius deh. Ini adalah salah satu kolam dengan patung Poseidon berlapis emas. Kolam ini dilengkapi dengan jet pump untuk air mancurnya. Teknologi ini sudah ada sejak dulu, hanya alatnya belum secanggih sekarang. Kira-kira seperti itulah Chateau de Versailles yang ada di pinggiran Paris. Tempatnya gak begitu jauh jadi cukup lah dipake untuk day trip. Ambil waktu sekitar 7 jam untuk ke sini sebelum kembali lagi ke Paris. Waktu kami datang itu sekitar bulan April.. suasananya mendung dan hujan rintik-rintik, tapi untungnya kami bawa payung. Jadi memang musim semi itu banyak hujan, dan ada baiknya selalu sedia payung lipat di dalam tas. Setelah puas berkeliling istana dan tamannya kami kembali lagi ke Paris dari stasiun yang sama, Versailles Rive Gauche. Ada untungnya juga tadi sudah beli tiket bolak-balik, karena sesampainya di stasiun beli tiketnya ngantri banyak... Kalau sedang berkunjung ke Paris jangan lupa mampir ke Versailles ya!
  2. 7 likes
    Sepanjang liburan ke Jepang Januari lalu, perjalanan menuju Shirakawa go yang menurut gue paling berkesan. Berdasarkan itinerarry yang kami bikin, Shirakawa go kami kunjungi pada hari ke-5 kami di Jepang. Shirakawa go kami capai dari Osaka, sekaligus sebagai transit dalam perjalanan menuju ke Tokyo lagi. Sempet dibuat pusing perihal tiket bus PP dari Kanazawa (sempat galau milih antara Kanazawa, Takayama, dan Toyama). Karena Takayama sangat kompleks untuk dicapai dari Osaka, pilihan terakhir memang hanya Kanazawa dan Toyama yang kebetulan bersebelahan. Jadwal yang sangat rush pun kami tetapkan malam sebelum berangkat. Pagi-pagi sekali kami harus bangun untuk mengejar jadwal kereta pagi jam 06.24 which matahari belum terbit jam segitu. Gue yang bertugas sebagai time keeper kebangun jam 4 pagi, meski ngerasa capek karena kemarin ngabisin waktu di USJ (seneng banget bisa ngerasain Forbidden Journey, Back Drop Hollywood Dream, Jurasic Park dan Flying with Dinosaurs, sampe pusing). Sempet males-malesan dan mandi jam 04.45. Karena kami harus meninggalkan Osaka untuk pindah menginap selanjutnya di Tokyo, pagi itu pun sibuk menyelesaikan packing yang udah dicicil dari semalem. Dan, yes, jam 05.50 tepat abis Subuh kami jalan menuju JR Namba Station. Perjalanan awal cukup lancar karena google map masih fresh, terus lancar hingga kami ingat jalan itu sudah kami lalui kemarin. Tapi, rasa sok dan jiwa petualang muncul, dengan tanpa dosa kami mencoba improve jalur lain dengan keyakinan akan lebih cepat sampai. Dan … google map keparat, hang! Waktu yang tersisa hampir habis buat mengingat kembali jalur yang harus kami ambil untuk masuk stasiun JR Namba. Akhirnya sekitar kurang dari lima menit kami menemukan gerbang masuk. Tragedi pun terjadi! Pegangan koper Bobby patah, kopernya meluncur terjun dari anak tangga satu ke anak tangga lainnya. Panik! Gue yang refleks langsung ngambil tuh koper, bantuin buat segera lanjut. Tinggal lima menit tapi kami belum masuk kereta, begitu ketemu tangga lagi, gue saut tuh koper Bobby, gue tenteng dengan heroik menuruni tangga hingga melompat ke kereta. Tepat beberapa saat sebelum kereta jalan. Kereta pertama berhasil! Kami harus oper kereta di Imamiya. Buru-buru juga! Kereta kedua berhasil! Perjalanan selanjutnya ke Osaka via Loop Line. Gue udah wanti-wanti banget menghadapi pindah kereta di Osaka nanti yang notabene Osaka stasiun gede. Dari guidance yang gue baca kami musti pindah dari platform 2 ke 11 untuk naik Limited Thunderbird ke Kanazawa. Kereta ketiga berhasil! Luar biasa rasanya. Kami berhasil mengejar semua kereta rekomendasi tercepat dari Hyperdia, setengah mustahil padahal kalau ngeliat limit perpindahan yang kurang dari 10 menit, bahkan di Imamiya kami cuman punya spare 2 menit. Tapi udah lega, karena kami bakal tiba di Kanazawa sesuai jadwal pukul 09.38. Sesuai rencana, seharusnya kami masih bisa mendapatkan tiket ke Shirakawa go sekitar jam 10 lebih. Gue sempat nanya di tourist information Kanazawa tentang pemesanan tiket ke Shirakawa go. Kredit buat Mrs Tourist Information Kanazawa, her English was perfect! Jelas banget, gue jadi asyik ngobrol dan tanya ini itu. Dia juga ngasih saran, kalau nggakdapet tiket supaya balik ke dia. Dia punya beberapa solusi katanya. Gue pun meluncur ke Hokutetsu Bus buat beli tiket PP Kanazawa – Shirakawa go. Sayangnya tiket berangkat jam 10 an yang gue idam-idamkan udah sold out. Tiket paling deket jam 12.40. Dan … tiket baliknya nggak ada! DHUAAAR!!!!! Sempet panik sih. “Ya udah, kita nginep di Kanazawa aja ntar malem nggak papa, besok ke Tokyo.” Kurang lebih begitulah solusi yang tercetus dari Krysna dan Bobby. Heh? “Gimana mau nginep di Kanazawa, tiket balik ke sini aja nggak ada! Hoi, kita tuh bakal terjebak di Shirakawa go ….” Jeng jeng jeng. Mereka pun tersadar. “Oh, iya, juga, ya.” Akhirnya gue berlari menembus hujan di pelataran stasiun Kanazawa menuju tourist information. Setelah diskusi yang cukup mencerahkan, gue ambil solusi buat ngambil start di Shin-Takaoka menuju Shirakawa go PP. Konon di Shin-Takaoka tiket bus nggak perlu booking, langsung naik aja. Agak mahal dikit, sih. Yang ada dalam bayangan gue bus itu semacam bus ngetem di terminal Lebak Bulus. Gue pun balik ke Hokutetsu buat ngambil tas dan ngajak Krysna serta Bobby segera ngikutin rute yang gue dapet. Sempet ketemu pasangan Indonesia yang lagi galau juga menghadapi masalah tiket PP yang nggak tersedia. Gue sempat cerita rute solusi yang gue dapet. Mereka keknya masih bingung, akhirnya gue tinggal. Perjalanan kali ini sungguh berasa The Amazing Race! Step pertama yang kami ambil untuk bisa tetap ke Shirakawa go hari ini adalah kami harus naik Shinkansen Tsurugi dari Kanazawa ke Shin Takaoka. Kereta pas banget berangkat jam 10.34. Kami punya sekitar 15-20 menit sebelum berangkat. Kami tanpa pikir panjang langsung masuk, belum sempat reserve seat. Akhirnya kami cari gerbong yang non reserved seat. Sejauh dari Shinkansen, Tsurugi ini salah satu yang interiornya masih kinclong banget keknya. Nyaman dan enak. Sayang, kami di atas kereta itu hanya 13 menit. Jam 10.47 kami tiba di Shin Takaoka. Gue pikir stasiun kecil bakal seadanya. Ternyata gue salah. Stasiunnya meski kecil bagus banget. Sepi lagi. Lanjut kami ke halte depan, nunggu bus yang di jadwalnya berangkat jam 11.00 ke Shirakawa go. Anjir, sepi banget. Nuansa Lebak Bulus yang sempat muncul sama sekali nggak ada. Jauuuuuuh banget. Yaiyalah, di Jepang, jauh. Bus pun datang sebelum jam 11 dan berangkat pas jam 11.00. Penumpangnya cuman setengah. Denger-denger penumpangnya dari China, Thailand, Jepang dan kami. Perjalanan cukup menyenangkan. Awalnya melewati jalanan kota kecil yang sunyi. Kiri kanan jalan salju udah keliatan. Makin lama jalan mulai masuk ke pegunungan. Sesekali melewati tunnel. Surprisenya … salju turun ketika kami memasuki hutan. Wow! For the first time in my life! Gue ngeliat hujan salju yang jatuh dari langit seperti kapas kemudian meleleh di atas jalanan. Suasana itu makin sempurna dengan iringan musik tradisional Jepang yang diputar di player bus. Waaaah. Bus akhirnya berhenti di area parkir Shirakawa go jam 12.55. Sesuai target keberangkatan kami menuju Tokyo lagi, kami punya 1 jam 50 menit jalan-jalan di Shirakawa go. Hujan salju turun cukup lebat siang itu. Kami sengaja nggak nyewa payung biar ngerasain tubuh kami diterpa salju (alasan bodoh). Tapi asik. Dinginnya yang di bawah nol derajat ternyata nggak semengerikan yang kami bayangkan. Meski efek akhirnya pas balik naik bus kerasa telapak tangan beku. Kami sempet nengok beberapa rumah dan foto di suspension bridge. Kepikiran mau ke observatorium di atas bukit cuman waktu kami mepet. Dari pada sampai Tokyo malam banget, mending nggak usah. Udah ngerasain hujan salju dan njilat salju di Shirakawa go aja udah seneng banget rasanya. Sayangnya keputusan untuk langsung ke halte baru kami putuskan 10 menit sebelum bus berangkat. Alhasil gue lari duluan ke halte buat nahan bus berangkat. Pas banget. Pas gue nyampe, ada 2 bule yang untungnya minta ke sopir buat buka bagasi bawah. Gue pun mendekat ke Pak Tua sopir. “Can you wait a moment? My friends still take the bags there.” Gue nunjuk Bobby dan Krysna yang lagi kek kebingungan ngambil tas di penitipan. Setelah si sopir setuju gue pun masuk nyusul mereka. “Kenapa?” tanya gue. “Karcisnya?” kata Krysna. Gue pun sadar, yang pegang karcis penitipan tas ternyata gue. Dodol! Untungnya semua beres dengan cepat. Kami pun berhasil naik bus sesuai jadwal. Tiba di Shin Takaoka kami baru sadar kalau sedari pagi belum makan. Capek. Lelah. Laper. Kami pun membeli onigiri di 7Eleven stasiun. Masih ada 20 menitan sebelum Shinkansen kami meluncur ke Tokyo. Gimana, seru kan?! Bener-bener The Amazing Race to Shirakawa go! cc: @deffa @twindry @Sahat @HarrisWang @Vara Deliasani @Ikamarizka @kyosash @Andrizki
  3. 7 likes
    Setelah melepas penat perjalanan tanpa putus dari Palu – Jakarta – Kuala Lumpur – Tokyo – Kyoto, hari kedua gue di Jepang dimulai. Seperti yang sudah diperkirakan, start hari kedua molor dari jadwal. Aslinya, sesuai rencana kami pingin jam 8 udah keluar dari penginapan, lanjut sarapan. Nyatanya? Jam 8.30 kami baru mulai jalan. Langit udah keliatan mendung. Duh, keknya bakal hujan. Telat dari jadwal tidak serta merta membuat kami segera bergegas. Kami justru tertarik buat foto di depan gang tempat penginapan Airbnb. Pas pagi gitu ternyata pemandangan rumah-rumahnya kece abis. Sebagai salah satu oleh-oleh yang mudah dikenang, kami foto-foto dulu. Jadwal sarapan kami skip. Rencana awal ke Kiyomizu kami swith dengan ke Arashiyama lebih dulu, karena lebih jauh. Gue mimpin perjalanan pagi itu ke stasiun Sanjo Keihan. Kami beli tiket seharga 210 yen untuk rute Sanjo Keihan ke Nijo. Dari Nijo gue pilih gunain fasilitas JR Pass, karena kebetulan ada kereta JR dari Nijo ke Saga Arashiyama. Pas turun di Nijo gue sempat bingung naik kereta lanjutan yang mana. Di tulisan ada kereta asing yang datang. Gue sebut asing karena nama kereta beda dengan yang ada di Hyperdia gue. Daripada kesasar, gue bertanya pada 2 bidadari manis yang sedari tadi berdiri di depan gue. “Excuse me. Is it to SAGA ARASHIYAMA?” Dalam hitungan detik, 2 cewek depan gue langsung menoleh. KAWAIIII! Gilak, 2 cewek yang dari tadi cuman kelihatan rambutnya aja, ternyata manis-manis. Pantes aja pas berdiri di belakang mereka rasanya gue nemu arti kenyamanan, kesempurnaan cin … taaaaa. Ooo…oooowww #nyanyi Gue sengaja bertanya dengan menekankan kata Saga Arashiyama buat antisipasi kalau terjadi misskomunikasi kek kemari n sama sekumpulan aki-aki pas nyari penginapan. Tapi, kalau sama yang 2 ini, misal terjadi misskomunikasi, nggak papa juga sih, betah juga. Wkwkwkwk 2 cewek kawai menjawab dengan antusias. “Yess! Yess!” sambil mengangguk dan tersenyum lebar. Makin kawaii deh. Akhirnya kami satu kereta dengan cewek-cewek tadi ke Saga Arashiyama. Perjalanan berlangsung kurang lebih 15 menit. Kami tiba di st Saga Arashiyama dan langsung disambut hujan! Horrayyyyy Karena konon hujan adalah lambang rezeki. Tapi kami sadar, kami nggak bawa payung. Zonk! Ditambah jacket yang gue pakai kali ini wool. Zonk kedua! Untungnya sepatu boots gue tahan air. Yes! Intensitas hujan masih gerimis ringan. Kami pun nekad jalan cepet ke arah yang dijelaskan oleh tourist information di stasiun. Di bawah langit mendung kami menyusuri jalan yang melewati rumah-rumah warga. Terdapat beberapa café, tempat makan, butik, bahkan toko buku di antara rumah-rumah. Seperti di Sanjo, jalanan di Arashiyama bersih banget. Setelah jalan sekitar sepuluh menit, kami tiba di pertigaan. Jika ke kiri, ke arah Tenryu-ji Temple dan sungai. Ke kanan ke Bamboo groove. Gue memutuskan ke Tenryuji dulu. Hujan turun lebih deras ketika itu. Setelah sempat foto-foto di depan pintu masuk, kami pun memutuskan untuk tidak masuk. Jadi baru foto di depannya saja kami sudah puas. Coba bayangkan, jauh-jauh ke Arashiyama, hujan pula, sampai di depan pintu Tenryu-ji malah nggak jadi masuk. Tapi, ya, mau gimana lagi, kami memang mudah puas dan mudah pula dipuaskan #eh Selanjutnya gue memimpin regu menuju bamboo groove. Hujan rintik-rintik masih terus mengguyur. Tapi gue nggak mau kalah sama semangkat para abang-abang penarik ricksaw alias becak manusia. Dan di bamboo groove itulah sepasang mataku beradu pandang dengan sepasang mata penuh keindahan. Senyum manis darinya langsung tersaji ketika tahu aku tengah menatapnya. Waktu serasa berjalan pelan dari detik ke detik. Semilir angina disertai titik air sama sekali tak membuatku mudah beralih pandangan. “Minta foto, Bang!” suara cempreng Krysna menyadarkanku. Bocah tengik itu menggodaku supaya gue ngajakin foto cewek barusan. Btw, cewek yang baru saja tersenyum padaku adalah cewek yang sama kutanya di stasiun tadi. Ternyata dia masih mengingatku. “Lu mau ngajakin mereka foto?” Tanya gue balik ke Krysna. Krysna menggeleng. Dasar cemen! Akhirnya gue pun memberanikan diri menghampiran 2 cewek kawaii asli Jepang itu. Dengan malu-malu tak tahu malu gue pun ngajakin foto bareng. Mereka pun tampak terkejut bahagia penuh suka cita pesta pora ketika menyambut ajakan gue. Kami pun ber-wefie ria beberapa jepret. Krysna ikutan. Baru akhirnya gue tending Krysna buat motion gue. Gue pun berpose di tengah dua cewek Jepang itu. Dan kejutannya, si cewek minta foto juga dengan kameranya. Ternyata diriku menarik juga *mengambil kesimpulan sepihak. Usai foto hatiku serasa melayang. Gue pun melompat-lompat menyusuri bamboo groove. The end Eh, eh, belum selesai. Meski bahagia belum berarti selesai, ya. Oke, lanjut. Setelah mengelilingi bamboo groove kami menuju restoran Yoshiya untuk makan siang. Hujan masih turun. Satu hal yang gue kagumi dari Jepang, masyarakatnya meski hujan tetap olahraga. Ini dibuktikan dengan beberapa kali gue nemuin orang Jepang lagi lari-lari nggak kenal cuaca. Mau mendung, hujan, siang, sore, tetep olahraga. Ganbatte! Yoshiya Muslim Restoran ada di tepi sungai terkenal di Arashiyama. Gue dapat rekomendasi restoran halal itu dari aplikasi Halal Navi dan Halal Gourmet Japan. Ada beberapa menu halal yang disediain. Semacam lunch set gitu. Enak, sih. Tapi sedikit lebih mahal kalau dibandingin sama bento Familymart (yaiyalah). Karena hujan yang makin deras, kami memutuskan balik ke penginapan di Sanjo dulu. *** Setelah ganti jaket yang tahan air dan bawa paying dari penginapan, kami lanjut jalan kaki menuju Kiyomizudera. Berdasarkan google maps sih, jarak jalan kaki kami sekitar 2 km menuju tkp. Lumayan jauh sih. Ditambah hujan. Tapi justru saat hujan itulah kami menemukan banyak keindahan. Tsaaah Sepatu Bobby dan Krysna ternyata nggak tahan air banget. Alhasil, agak basah-basahan lah ya. Dan di balik semua perjuangan itu, keindahan di mulai saat kami melewati Hokan-ji Temple dan Yasaka Shrine. Lanjut kami melihat betapa indahnya Sanen zaka dan Ninen zaka. Jadi intinya, Kiyomizudera hanya sebagai tambahan aja. Keindahannya dilahap abis di sepanjang jalan menuju dan dari sana. Indah banget nuansa kiri-kanan jalan yang dipenuhi bangunan-bagunan tradisional, baik café, toko, maupun rumah. Feel like … amazing! Yaudahlah, ya, bagian ini susah dideskripsikan dengan kata-kata. Lewat foto aja (meski sebagian nge-blur) Gue bikin post di blog juga nih : http://alfiandaniear.blogspot.co.id/2017/02/7-hal-yang-bikin-kamu-pingin-ke-jepang.html Panggil para idola: @deffa @Andrizki @Vara Deliasani @HarrisWang @Monfi @kyosash @twindry @Ikamarizka
  4. 6 likes
    Hi Jalaners Regional Medan mo update info nih.. Minggu yang lalu tepatnya hari Sabtu, 22 April 2017 Jalaners Regional Medan mengadakan kopdar ( MeetUp ) bersama, sebagaimana yang rutin sudah kita adakan setiap bulan sekali. Tempat kopdar di JUMPA KAWAN CAFE Medan, dari jam 5 sore sampe tutup cafe, nggak puas ngobrol.. sambung di pelataran parkir, sampe tutup pagar baru pada bubar hiks.. Kami (jalaners medan) sih sudah pada setuju untuk menjadikan kopdar adalah kegiatan rutin bulanan, karena dengan ketemu bareng bisa saling bertukar pengalaman. Bukan saja yang berhubungan dengan wisata, namun hal-hal lain pun biasa kami share di pertemuan ini. Bahkan kami sudah merasa sangat akrab jika bertemu, meskipun terkadang ada anggota yang baru ketemu pada saat itu. Oke lah.. berikut dokumen narsis kami di acara kopdar kemaren... Kalo diatas Photo Narsisnya, sekarang yuk lihat langsung Videonya Karena waktunya bersamaan dengan liburan( panjang) sebagian temen-temen nggak bisa ikutan hadir di acara meetup rutin ini, seperti mas bro @thepo , @Muhammad Al Aufa , @Gempur Pranata Sumitro , @Vean Tristan , @dhiedhut , @kafkaalfarizdi enggak sempat datang karena mereka ada kegiatan liburan luar kota dan kegiatan lain. Tapi meskipun tidak datang kami tetap berkomunikasi via chat Group di WhatsApp. Owh ya... bro @thepo pas hari itu dia nggak datang karena lagi bawa rombongan ke Sabang Special Note @thepo : Paling rame kalo chat di Group WA Temen yang bisa hadir di MeetUp kemaren antara lain : Kenzie @Dhistiraz, Panca @pancaiwa, Anjas @just0682, Icha @Hafiza Humaira, Arie Arhen @arie arhen linggabersama calon (), Jenathan @Jenatan Sianipar, Boby(baru gabung), Eva (baru gabung), Sarah(baru gabung), Muni(baru gabung), Mariaty(baru gabung). Yang belum bisa datang & kami rindukan : Aufa @Muhammad Al Aufa, Vean @Vean Tristan, Gempur @Gempur Pranata Sumitro, Thepo @thepo, Rita @dhiedhut, Melda @Melda Quarter Goeltom( masih di Amerika) kafka @kafkaalfarizdi, Rizal, Santuo(baru gabung), Zaenal(baru gabung), Endri (baru gabung), Eko (baru gabung), Tito (baru gabung), Fany (baru gabung), silvi (baru gabung), Arrisqi @Arrizqi Fadhilah Note : sebagian jalaners yang baru gabung akan segera regist di forum kita Jalan2.com ( tercinta ini ) biar lebih kenal dengan temen jalaners dari seluruh Indonesia.... Buat temen2 jalaners yang berada di wilayah Sumatera Utara (Medan) hayuuk merapat... Jalaners.... Jangan Lupa.. BAHAGIA..!!
  5. 6 likes
    Halo semuanya Sorry FR agak lama nih, aku mau sharing trip ke Jepang kali ini, topik utamanya sih Alpine Route krn memang ini yg di incar dari sejak hunting tiket. Jadi ceritanya ini adalah trip kami yg ke-2 ke Jepang. Trip yg pertama itu semuanya serba last minute, pas dpt kerjaan baru ak ambil break 3 mingguan sebelum start job baru, dan pas ngajuin resign baru beli tiket dll, jadilah semuaya serba kilat, dpt tiket lmyn 2x lipat dr harga promo tiket murah, plus ga tau apa-apa soal Jepang, taunya cuma pengen ke harry potter aja... nah akhirnya waktu itu 2015 dapet hotel juga yang di pelosok2 antah berantah , untungnya itu love hotel jadi adalah hiburan setelah jalan jauh dr stasiun ke hotel 30 menit per sekali jalan, krn aja jacuzi yg romantis bisa warna warni gitu. Intinya waktu itu banyak banget waktu yang kebuang krn jauhnya hotel dan kurang persiapan... Nah kali ini kami jalan dengan persiapan yang lumayan lah ga seahli para sesepuh tp cukuplah untuk perjalanan kali ini dan yang di incer dr awal adalah Alpine Route, yg cuma di buka di minggu ke-3 april smp minggu ke-3 juni. Sejak awal hunting tiket di garuda travel fair kita sudah menetapkan tanggal 25 april untuk berangkat, dan pulangnya 6 mei, semuanya direct flight karena males transit2 dan lewatin imigrasi lagi. Setelah itu dengan sabar menunggu jadwal land tour ke Alpine route dibuka, oh ya kita ambil land tour ke Alpine route dr HIS travel ya... versi ga mau repot krn transport takayama, shirakawa go dan tateyama kan nyambung2, jadinya mau simple aja ... versi males Sekitar 3 bulan sblm berangkat land tour baru ada jadwal, dan syukur banget jadwalnya tgl 27 jadi pas lah dengan jadwal sampe di Jepang, tapiiiii titik kumpulnya di Nagoya, ga ada yg dr Tokyo kmrn itu, ya sudahlah gpp berarti agak mahal di tiket Haneda-Nagoya, tapi ya sudahlah toh memang mau ke Alpine, sikat aja euy dibawa enjoy Untuk trip kali ini mungkin ntar pas dibaca kesannya santai, dan banyak kuliner, karena memang itu tujuan kita kali ini, no pressure, just enjoy.... Semoga menikmati bacaan terus ke bawah ya Hari ke-1 dan 2 : Jkt - Haneda - Nagoya Tgl 25 April take off jam 12 malam dan besoknya 26 April sampai di Nagoya jam 8 pagi kurang lebih, dan langsung beli ke Tourist Information Center untuk beli tiket ke Nagoya. Transport ke Nagoya hrs nyambung 1x, dan lama perjalanan itu hmpr 3 jam, jadinya sampai di Nagoya sudah after lunch. Mau note ya, selama di Nagoya nginepnya di Sunroute Plaza Hotel Nagoya, dan aku ga rekomended banget hotel ini bukan karena lokasi krn secara lokasi paling 10 menit jalan santai udah plus nyebrang ke Nagoya Stasiun tapi karena ranjangnya keras, bantalnya tipis dan keras, alhasil aku ga bisa tidur pules dan kamarnya beneran 4L alias lu lagi lu lagi kecilllll banget. Overall not recommended Well, untuk habisin waktu tadinya mau ke Nagoya Castle dan Toyota Museum tapi karena besoknya berangkat untuk ke Alpine, jadinya cuma ke Toyota Museum yang deket paling 10 menit naik kereta dan 10 menit jalan kaki dr stasiun. Toyota Museum ini keinginannya hubby ya sudahlah kita ikutin aja ya, masuknya bahar 500 yen, dan isinya itu ada yg tentanng sejarah tekstil di Jepang dan yg otomotif. Mobilnya sih keren2 ya dr yg super jadul juga ada Setelah itu kita pulang ke hotel, beli dinner di Family mart sebelah hotel krn besoknya jam 7 sudah hrs kumpul di tikum untuk jalan ke Alpine. Inilah dinner kita, ga ketinggalan sekaleng bir gede Hari ke-3 & 4 : Land Tour (Takayama - Shirakawa Go - Kurobe Dam - Alpine Route) Bangun super pagi krn hrs cek out dan titip bagasi di hotel jam 6, terus jalan kaki santai ke stasiun sambil cari lokasi tikum. Sarapan sandwich yg beli malem sebelumnya di family mart aja, semuanya serba kilat. Pengalaman dong kan lokasi tikum itu di sebelah Mc Donald, dan udah susah payah nanya2 orang masa ga ada yang tau McD? Usut punya usut ternyata cara pelafalan mereka itu aneh deh pokoknya, dan hal ini terbukti pas kita dengerin lagunya Pablo di outletnya, Pablo itu dilafalnya Paburoooo pantesan ga ketemu McD Ok akhirnya ketemu juga itu tikum, dantepat jam 7.10 berangkat naik bus ke Takayama dulu. Btw ini ya attachment itin-nya ITINERARY ALPINE ROUTE.pdf. Tour guidenya inggrisnya parah tp tetep bersyukur karena lebih mendingan drpd grup travel lain, dan guidenya berusaha keras banget untuk ngomong dalam bahasa inggris, so it ok lah... Sampai di Takayama kita jalan-jalan disana free dilepas gitu aja kyk anak kambing (dan hampir di semua lokasi gitu, cuma dikasih tau kumpul jam berapa dan parkirnya dimana), jadwal di Takayama itu lunch dan jalan-jalan. Eh masih ketemu sakura di Takayama dan lg ada yg prewed disana wowwww Pemandangan bagus kok disana apalagi masih ketemu sakura, jembatan merahnya bikin makin menarik, oke kyknya buat dikunjungin yg penting bukan musim panas Btw disana ketemu golde retriver, cakep banget dan pinter, mau disuruh salaman, namanya Jack Dan ga lupa dong begitu ketemu to Dan begitu ketemu toko sake icip-icip gitu dan ketemu juga plum sake yang katanya enak, hajarrrrr beli 1 botol plum sake dan 1 botol lemon sake , masuk bagasi ya ini si sake Habis dari Takayama kita lanjut ke Shirakawa Go, sayangnya bukan winter jadi ga se epic pas ada salju di atap rumahnya, disana kita jalan-jalan aja keliling, hunting2 gantungan kunci, ga tll byk yg seru kalau bukan winter tp still ok kok. Sehabis dr Shirakawa Go kita balik nginep di Toyama Hotel di Takayama, hotelnya bahkan lbh bagus drpd Sun Route itu... tidur pulesssss Besok pagina lanjut deh rute ke Tateyama dan Kurobe Dam, rutenya itu nyambung-nyambung ya dan pas naik cable carnya ak u tuh deg2an krn dipenuh2in gitu sampe diwanti-wanti sm petugasnya backpack disandang di depan, ga tau takut copet atau apa, memang super padet sih duh sampe ga bisa bergerak di dalam cable carnya. Dengan pengalaman yg super dipadet2in gitu aku ragu apakah mau ke alpine route lagi, kok rasanta ngeri-ngeri sedap naik cable car terlalu padet kyk gitu Rute ke Alpine route kurang lebih kyk gini: Selama beberapa stasiun pemberhentian ini kita bisa koleksi stamp, pas di Stasiun pertama Tateyama ada brosur yang bisa diambil, dan ada tempat buat jeplak stamp nya,ak miss 1 yg di murodo kalau ga salah krn itu cuma stasiun kecil dan padet banget turis cina luar biasa banyak dan heboh plus ga mau kalah spt biasa ya sudahlah ngalah aja, tapi soal tempat duduk eitssss enak aja cepet2an lah yawwww Akhirnyaaaa sampai juga di Alpine Route ini , buat temans yg kesana pas sampe langsung ambil jalan keluar yg snow walk ya, jangan naik ke atas ke balkon dan food court, kurang ga ada snow walls nya kalau di atas, berikut sekilas penampakan di Alpine Route Ga dingin kok, aku ga pake sarung tangan aja kuat, anginnya memang kenceng tapi super asik, cuaca cerah jadi keren banget, tapi wanti-wanti ya sepatunya yg anti selip, licin soalnya... worth it untuk pergi kesini menurutku, paling ga sekali aja karena memang snow wall ini adanya terbatas, mungkin itu juga yang bikin super padet pengunjungnya. Puas main di Alpine route, kita pindah ke Kurobe Dam, yaitu bendungan yang dibuat udah sejak sebelum ak lahir, dan kalau ga salah ga lama setelah Jepang dihantam bom, salut sama mereka semangatnya luar biasa. Soal dingin malah menurutku lebih dingin di Kurobe Dam drpd Alpine, tanganku smp beku du Kurobe, dan intinya kmrn itu cuma jalan nyebrangin jembatan bendungan yang panjang itu, abis itu antri bus untuk balik ke parkiran. Habis nyebrangin jembatan Kurobe Dam, antri bus untuk ke Parkiran,kemudian stop sebentar di Nagano untuk ke toilet, dan selesai sudah petualangan di Alpine, walau singkat tapi berkesan banget buatku, snow wall yg jadi impian kesampean sudah, balik lagi ke Nagoya jam 8 malam, pluk pluk tidur krn besok paginya mau naik willer bus ke Shinjuku Hari ke-5 & 6 : Shinjuku Tokyo (Hachiko - Tokyo Tower - Toko LOFT - Asakusa Temple) Nah hari ini bangun pagi lagi check out, sarapan sandwich lagi karena mau naik willer bus jam 7.20 pagi ke Shinjuku, jadi sampe di Shinjuku siang sekitar jam makan siang. Untuk info teman-teman yang mau naik willer bus ini, pesen dari 2-3 bulan sebelumnya ya krn kalau ga khawatir ga dpt kursi, dan datang ke tikum ontime, krn mereka beneran akan tinggal kalau ga dateng ontime. Busnya warna pink, ada tudungan kyk di baby stroller buat yang mau tidur ga kena sinar, dan so far sih nyaman. Willer bus akan stop 2 jam sekali di rest area. Drivernya akan pasang papan di pintu pas mau turun yang menandakan departure time jam berapa. Inget ya... ONTIME ga akan mereka rempong cariin yg ga disiplin. Tips: rest areanya keren-keren, gede-gede, jadi waktu 15-20 menit yang diksh driver ga akan cukup sih jadi kalau ktm sesuatu yang unik dan kepengen langsung beli aja krn ternyata harganya sama aja kok aku udah bandingin sm supermarket lain di tokyo. Nyesel klo ga beli krn susah lagi nyarinya di supermarket nantinya. Sayangnya ga sempet foto-foto situasi rest areanya Guys, boleh kok makan dan minum di bus tapi jangan yang baunya menyengat dan jaga kebersihan ya, aku beli makanan kok di rest area yang terakhir sebelumsampai Shinjuku, dan makan di mobil, banyak penumpang lain juga begitu. Sampai di Shinjuku, kebetulan kita nginep di IBIS dan dpt 1 malem free, tapi itu lho cari hotelnya bingung, orang-orang tunjukin jalan beda-beda dan google maps juga aneh, ya sudah lah kita agak buang waktu disini. Once again, IBIS Shinjuku not recommended masa kamarnya lamah lebih sempit drpd Sunroute di Nagoya, untuk kelas Ibis kok kayaknya kekecilan deh. Welcome drinknya oke lah boleh pilih red wine, mau jalan aja di kamar hrs gantian kalau mau ke kamar mandi saking sempitnya. Rute hari ini adalah ke Shibuya liat Hachiko dan Tokyo Tower (ngincer pas terang dan gelap nya). Untuk ke Shibuya rutenya dr Stasiun Shinjuku itu begini: Naik Marunochi Line ke Shinjuku Sanchome (1 stop) --> transit pindah ke Fukutoshin Line ke Shibuya Station (3 stops). Pas sampai di Shibuya stasiun ini untuk ke Hachiko keluarnya di Gate 8. Pas di Shibuya ini kita juga mampir ke LOFT yang katanya toko pernak pernik keren, dan aku kecewa karena walau LOFT itu 6 lantai tapi isinya bukan pernak pernik yang bakal kita beli untuk kenangan dan dibawa pulang. Isinya itu lebih ke pernak pernik yang abg jepang suka dan bukan untuk oleh-oleh sifatnya, jadinya ya cuma liat2 aja di loft ini, niat awalnya mau beli yg unik2 tapi ga kesampean. Lanjut ke Tokyo Tower, rutenya dr Shibuya : Naik Ginza Line ke Aoyama Ichome (3 stops) --> transit pindah ke Oedo Line ke Akabanebashi (3 stops) nah udah tinggal nyebrang abis keluar stasiun keliatan deh Tokyo Towernya. Aku ga naik ke dek observasi ya, males mahal juga, tapi jalan-jalan ngeker sana sini fotoin si Tokyo Tower, beli miniaturnya, dan nunggu agak gelap karena mau dapat foto pas udah gelap gitu. Tadinya mau cari makan sambil nunggu agak gelap eh ternyata makanan di sana mahal-mahal semua ga jadilah, sudah duduk aja sambil istirahatin kaki, dan pas pulangnya dong makan di Coco Ichibanya searah dengan jalan ke hotel.... nah ini recommended bgt, karinya lbh lembut drpd coco yg di jkt, dan harganya worth it kok dan saking lapernya udah ga kepikir foto makanannya pas disajikan langsung makan Tapi inget kata @deffa beli juga ahhhh curry instannya ga tanggung2 beli 7 pak dan masih disayang sampai sekarang malah bukain curry instan yg beli di sevel sono Nah pulang deh ke hotel terus tidur Bangun santai pagi ini ga rempong sekalian istirahatin kaki maklum faktor U nih, jadwal hari ini mau ke Asakusa dan kalau memungkinkan tadinya mau ke Kawagoe. Tapi ternyata di Asakusa kita terlena lama disana dan Kawagoe terlalu jauh untuk dijangkau, dan malam ini mau naik Willer bus lagi ke Kyoto jam 11 malem, jadi ya sudahlah bersantai-santai aja Asakusa dulu. Mungkin buat temen-temen kok gitu sih? Sayang waktunya. Tapi apa daya ternyata faktor U berpengaruh dan memang tema kita kali ini jalan2 santai ga memaksakan diri, jadi ya sudahlah nanti ada rejeki bisa pulkam lagi,semoga yaaaaa Rute dr Shinjuku ke Asakusa: Naik Toei Oedo Line ke Daimon (7 stops) --> transit pindah Asakusa Line ke Asakusa (9 stops). Asakusa padat banget jalanannya, sepanjang jalan orang jualan banyak banget, kuilnya juga oke, kalau mau rice crackers disana banyak banget, yang wasabi enak lho rice crakersnya Rice crakers dan crab stick di Asakusa, enak banget crab sticknya, sampe pengen nambah lagi Nah sekalian deh beli lagi chicken karage dan juga fresh juice, karagenya lumayan banget buat isi perut, dan fresh juicenya itu beneran buah asli dibolongin atasnya terus dimasukin alat yang ancurin isinya jadi kita nyedot isinya, segerrrr Selesai jalan-jalan di Asakusa laper euy belum makan yang nendang dari pagi, perasaan tadi celingak celinguk deket stasiun ada resto murmer, dan ternyata bener, jadilah kita makan disana, untuk ukuran resto harganya 600 yen per porsi, dan rasanya enak, mau nambah nasi ga dikenain charge, asik kan. ini mah udah dinner hitungannya sekalian jadi ga makan lagi smp besok pagi dan tidur di bus ntar malemnya. ok, abis dr Asakusa balik ke Shinjuku Stasiun, dan willer bus itu di lantai 4 ngetemnya, lebih tepatnya semua jenis bus sih. Kita ga tau kalau di lantai 4 itu nyaman banget tempat nunggunya dan baru naik sekitar 1 jam lebih dikit untungnya masih dapet tempat duduk, jadi buat temans yg mau naik bus dr stasiun shinjuku, kalau pumn masih agak lama mendingan langsung naik ke temat tunggu di lantai 4, nyaman banget dan ada lawson pula. Akhirnya willer bus sampai tepat waktu, naik dan ga lama langsung pules.....zzzzz Hari ke-7-9 : Kyoto (Fushimi Inari - Nara - Kiyomizudera, Kodaiji Temple, Yasaka Shrine - Nijo Castle - Kinkakuji Temple) Pagi jam 6 lewat sudah sampai di Kyoto, nah sayangnya salah pilih tempat pemberhentian, awalnya cek di gugel mana yang lebih dekat ke J-Hoopers Kyoto? dari Gion Shijo atau Kyoto? gugel bilang Gion shijo ternyata itu mah jauhhhhh akhirnya pagi2 gitu kita jalan kaki ngeret2 koper sejauh ada rasanya 3-4 km olahraga aja makan pagi aja belum hiks Ternyata pemberhentian yg kyoto jauhhhhhh lebih deket ke J-Hoopers, ya sudahlah mau gimana lagi, sampe penginapan udah pegel2 aja, check in dikasih kunci tapi belum bisa masuk kamar sebelum jam 2 siang. Karena kita nginep di questhouse, jadi ga ada lift yaaaa, nah untungnya udah prepare bawa tas travel jinjing 1 jadi selama 3 hari di penginapan kita bawa naik yang penting2 dan bakal dipake aja, dankoper ditaro di ruangan koper, klo ga sih mati aja deh keret2 koper naik 4 lantai, dan lebar tangganya sempit. Aku dapat di lantai 4 karena pilih yang private room, pas book ga ada yg buat berdua adanya buat ber3 ya sudahlah gpp, tapiiiii spesial nih buat @deffa klo di kyoto nanti jangan nginep di J-Hoopers ya krn ranjangnya bergerak dikit bunyi, ga cucok banget buat honeymoon , suasana sih ok, lebih kekeluargaan drpd J-Hoopers Osaka malahan. So tips buat temans yg mau nginep di questhouse, ga ada salahnya siapin tas jinjing 1 jadi ga keret2 koper ke atas, lumaya lhooo apalg koer beranak karena udah hari ke sekian, gawat aja J-Hoopers jaraknya sekitar 5 menit jalan kaki dr Stasiun Kyoto (5 menit jalan kakinya org jepang karena mereka jalan kaki cepet banget). Ok,setelah beli sarapan di sevel deket penginapan, hari itu kita jalan ke Kiyomizudera, kemudian jalan kaki lewat kimizu street ketemu Kodaiji temple dan akhirnya ketemu Yasaka Shrine. Kiyomizu fotonya dikit aja kali ya karena udah pernah liat semua nih kayaknya Tapi pas jalan ke Kiyomizu nemu stand yang bikin hiasan atau gantungan dari kayu, isinya nama kita kalau diartikan dalam bahasa jeang gimana, ukirannya pun belakangnya bisa milih, wah unik nih dan ga ada di jakarta, ayuklah bikin, dan jadinya seperti ini: Kodaiji temple, kita ga masuk ke dalemnya liat dr luar aja karena kayaknya agak suram Lanjut ke Yasaka Shrine, nah disini juga icip2 beberapa cemilan, lagi2 crab stick yang malah lebih tebel drpd Asakusa tapi kurang terasa bumbunya. Ada Candy apple juga, dan Hashimaki yang super enak aku sampe nambah, isinya keju wuih mantap Buat cewe2 yang mau beli kimono, pas jalan dr kiyomizu street dan ketemu Kodaiji, nengok kanan dikit deh, pas ada toko yang jual kimono seond, harga bervariasi tapi ok kalau menurutku, tapi sayangnya aku ragu2 mau beli disitu padahal yang dipake di boneka pajangan bahannya oke dan 2000 yen aja tapi ya sudahlah mungkin belum jodoh dan di Yasaka Shrine ketemu yg jual kimono lagi, ak akhirnya beli kali ini 2000 yen juga, hehehe punya kimono Selepas dr Yasaka Shrine pulang ke penginapan, beli dinner di Sevel. Besoknya, tujuan seharian ke Fushimi Inari dan lanjut ke Nara, karena ke Nara itu ternyata jauh ya, naik kereta yang rapid aja mau 1 jam kok dr Kyoto, jadi seharian mau santai aja. Kita bangun ga terlalu pagi duh udah berasa nenek2 nih kaki pegel semua. Rute dr Kyoto Stasiun ke Fushimi Inari itu cuma naik sekali dan ga sampe 10 menit, harga tiket 160 atau 170 yen sekali jalan aku lupa : Naik JR Nara Line ke Inari Station (1 stop only). Dari Fushimi Inari naik yang rapid ke Nara Station, karena kalau yang biasa ga stop di Inari hanya yang rapid aja kayaknya (kalau ga salah informasi) , rutenya: Inari Sta ke Uji Sta (track 2, 6 stops) --> transit Miyakoji Rapid ke Nara (track 4) Di Fushimi Inari tertarik sama gerbang merahnya dan karena memang belum pernah kesini jadilah berlambat-lambat jalan menikmati yang ada, dan penuh euy Puas jalan2 di Fushimi, lanjut ke Nara,malah sampai ngantuk2 sepanjang perjalanan. Sampai di stasiun Nara naik bus lagi ke Nara dan Todaiji Temple, harga tiket 210 yen per sekali jalan, kalau cuma mau ke Nara ga usah beli pass di tourist information karena harga pass itu 500 yen jadi pp ke stasiun ke Nara cuma 420 yen. Di Nara yang sudha di incar itu memang mau liat rusa, rusanya banyak banget bebas berkeliaran begitu aja. Disana sepanjang jalan ke Todaiji temple banyak yang jual biskuit untuk kasih makan rusa, harga biskuitnya 150 yen. Tau ga? Aku dateng masih pegang map, dan tau2 map ku disamber dicopet sama rusa yang gede , ak tarik lagi dari mulutnya ga dikasih, jadilah adegan tarik2an beberapa saat sampai akhirnya ku nyerah nasib itu map gimana, rusa2 disana brutal juga. Mereka akan langsung nyamperin orang yang bawa biskuit makanan mereka, dan sekali pegang biskuit semuanya langsung ngerumunin, sweaterku di tarik2 disundul2 sama rusa yang gede , ada cewe yang dikejar dan disundul pantatnya sama rusa, wah brutal deh. Tapi anehnya ga sekalipun rusa2 itu ngacak orang2 yang jualan biskuit itu, padahal kan mereka tau itu biskuit untuk mereka? Dan ga upa ngemil, ada rice cracker yg enak bgt, es krim rasa sakura (cherry blossom) dan juga mochi coklat isinya kirm coklat dan atasnya strawberry segar, wuih mantap.... makan terusssss Sekilas penampakan Todaiji temple di Nara, kita ga masuk karena bayar masuknya, males hehehe Pulang dari Nara sebelum naik kereta di Nara Sta ada supermarket, nah naluri ibu2 keluar deh, yukkk belanjaaaa hasilnya belanja keperluan dapur taburan nasi baik pedas atau netral, sup miso yg tinggal diseduh, bubuk cabe, curry instant lagi dan rice crackers... pulang tentengan banyak di Kyoto Sta udah kelaperan mau makan apa bingung, eh ketemu resto di Kyoto Sta yg murmer tapi spt biasa ga ada tempat duduknya, makan berdiri semua dan rame bgt untungnya pas kita masuk pas lg jeda arus tamunya, pas kita udah mulai makan langsung penuh lg. KIta pilih menu yg diatas itu, harganya 580 yen dan pas datang wuih banyak banget isinya, isinya ada yang udon atau soba, udah pake beef tipis kyk sukiyaki gitu plus 2 potongan ayam tanpa tulang gede banget,puas banget makannya, kenyang abissss..... dan besoknya cari resto itu lagi ga ketemu lagi saking gedenya itu stasiun. Yuk lah mari kita balik ke penginapan dan istirahat perut kenyang hati senang Ok, full day trakhir di Kyoto, bangun agak pagi karena mau ke Nijo Castle dan Kinkakuji, pengen dapet bus sepi jadi asik naik turunnya dan sudah rencana pulangnya mau makan Ikkousha ramen yg asli di Kyoto Sta lantai 10, enak banget deh pokoke, kalau ke kyoto sta pasti harus ke Ikkousha. Perjalanan dimulai dari Kyoto Sta naik bus ke Nijo Castle, masuknya bayar 600 yen kalau ga salah, isinya sih pemandangan dan kelilingin isi dalemnya Nijo castle yang ternyata gede banget, tapi ga boleh foto2 di dalam ruangan castle nya, ini yang bikin ga seru, overall ga terlalu worth it untuk bayar masuk Sekali masuk ke nijo castle itu keluarnya lama karena ternyata tanahnya luas banget, jadinya cukup lamalah di sana, sehabis itu langsung meluncur ke Kinkakuji untuk liat Golden Temple nya, walau ga terlalu besar wilayahnya tapi menurutku lebih worth it daripada Nijo. Di Kinkakuji banyak makanan unik salah satunya ada wasabi peanuts, ada samplenya pas nyomot duh enak , kalap deh beli beberapa pak Nah ini wasabi peanutsnya dan cuma nemuin di Kinkakuji di tempat lain ga nemu Habis dr Kinkakuji langsung balik ke Kyoto Sta, dan meluncur ke lantai 10, Hakata Ikkousha here we came Ini malam terakhir di Kyoto, setelah belanja crepes khas kyoto buat oleh2 dan diri sendiri, balik ke penginapan istirahat dan besoknya berangkat ke Osaka Hari ke-10 & 11 : Osaka (Osaka Castle - Shinsaibashi - Dotonbury - Universal Studio) 4 Mei, hari ke-10, pagi check out dr penginapan J-Hoopers Kyoto dan berangkat ke Osaka, dan lagi2 stay di J-Hoopers Osaka, lokasinya hanya 5 menit dr Fukushima Stasiun, Osaka. Begitu sampai di Fukushima Sta, nengok eh ada Yoshinoya, mendaratlah kita di Yoshinoya, sekalian brunch isi tenaga sebelum lanjut ke J-Hoopers untuk taruh koper dan jalan lagi ke Osaka Castle. Menu yang kami pilih tentunya salmon, harganya 1 set 580 yen, kalau di jakarta rasanya salmon ga dapet harga segitu Sesampainya di J-Hoopers Osaka, resepsionis namanya Meg sangat membantu untuk rute kereta ke Osaka Castle. Tujuan kali ini ke Osaka Castle murni hanya untuk bikin koin untuk oleh2 para krucil (ponakan), personalized dengan nama mrk masing2. Perjuangan banget ya ke Osaka Castle, untungnya lagi ada bazar begitu keluar dr stasiun, ada res mueshu beer dan green tea beer, wuihhh walau siang2 sikatttt enak banget rasanya apalg yg res mueshu mantap Sampai di Osaka Castle jujur aku kecewa.... karena tanah lapang yang begitu luas sekarang penuh dengan stand2 dan foodtruck, dan antrian masuk tiketnya buset uler2an panjang banget, ga kayak dulu lagi. Tampaknya efek tiket murah mulai terasa. Definitely ga akan mampir ke Osaka Castle lagi, ini terakhir kalinya aja. Btw, begini penampakan koin yang segitu di incernya buat oleh2 bisa personalized pake nama sendiri jadi sifatnya personal, bagus buat kenang2an atau oleh2, tapi harus masuk ke castle nya dulu, letak mesin bikin koin nya ada di lantai dasar deket yang jual souvenir. Harga koin 500 yen dan tulis nama 30 yen. Taruh koinnya, ketik nama yang mau ditampilkan dan setelah itu mesin mulai cetak nama di koin. Karena kecapekan jalan ke Osaka Castle, pas baliknya ke stasiun akhirnya naik mobil kereta2an gitu dr Osaka Castle ke stasiun, lumayan banget untuk istirahatin kaki, mengingat besoknya hari terakhir mau Universal Studio dan masih mau mampir ke shinsaibashi sebelum pulang ke penginapan. Dari Osaka Castle mampir dulu ke Shinsaibashi untuk cari kit-kat dan entah aku yang jalannya beda atau shinsaibashi yang sudah berubah banyak, ga ketemu itu toko kit kat dari ujung ke ujung, sampai capek nyerah, akhirnya makan, mampir di Pablo cobain pablo yang asli dan pulang ke penginapan. 5 Mei, hari trakhir aktif di Jepang, pagi2 banget udah nyampe di Universal Studio, astagaaa loket belum buka tapi antrian udah panjang, itu yang udah punya tiket ya, gimana yang belum? Pas pintu dibuka, arus orang masuk lari2 udah kayak semut, terbagi 2 arah: Lurus ke Minion (baru buka seminggu) dan belok kiri ke Harry Potter. Aku tentunya ke Harry Potter dulu karena terakhir kesini dan kena di timing untuk masuk area nya dan udah ga keburu naik wahana nya. Asikkk, naik wahana Harry Potter and the Forbidden Journey masih lancar, memang jalan antrian jauh tapi lancar ga tersendat2 ga jelas kayak sebelumnya, naik deh wahananya, yang 4D gitu bagus sih sayang aja ga bisa rekam pas masuk ruangan2 keren kastilnya. Inget Butter Beer dong? nah ternyata USJ udah ada peningkatan, sekarang cangkir butter beer yang bisa dibawa pulang sudah lebih bagus ada pilihan yang stainless jadi lebih kuat dan lebih bagus, tentunya ambil dongggg Habis dr Harry Potter niatnya mau ke minion dan pas sampe ke minion waiting time untuk masuk arenya aja udah 200 menit lebih, ditambah rame banget karena golden week dan panas yang menyengat karena sudah mulai masuk musim panas, wah akhirnya cari sana sini semuanya antri ga jelas, akhirnya kita memutuskan untuk pulang aja, ikutan acara di J-Hoopers minum2 bareng, nge-post-in modem wifi sakura karena kebetulan ada kotak pos di sebrang Fukushima stasiun, dan besok paginya mau ngejar direct train ke Kansai aiport untuk check in bagasi lebih awal dan masih mau berjuang cari kitkat, coklat royce, dll..... Sampai di penginapan, kita langsung check in mobile untuk penerbangan pulang besok siangnya, rebahan dulu sambil nunggu jam minum2 mulai. Jam minum2 mulai turun ke bawah dan nukerin voucher free 1 welcome drink masing2, aku pilih Plum Wine dong, enak banget dan akhirnya ketemu di Kansai Airport versi botol 500ml. Hari Terakhir : Pulang ke Jakarta Hari terakhir untuk pulang ke Jkt dgn jadwal direct flight jam 12 siang. Hari ini berangkat pagi banget untuk direct train yang pagi supaya sampai di Kansai Airport pagi, mau check in awal supaya masih bisa ngacak2 keliling untuk hunting kitkat, royce coklat, dll.... Sampai di airport keliling area sebelum check in ga ada yang menarik, luckily kita sudah check in via mobile jadi diprioritaskan untuk chack in duluan dan ada counternya sendiri, dan habis itu ternyata di area setelah check in barang2 lengkap, yeayyyyy ketemu kitkat ras sake borong lah, ketemu royce coklat harganya cuma 720 yen, sedangan di jakarta 220 rb, jauh banget ya? ktm Wine plum, wine green tea ambil semua dan usut punya usut ternyata memang kitkat sudah susah ditemuin di shinsaibashi dan malah berpusat di airport, antrian belanja di airport memang panjang tapi kasirnya pun buka 3 jadi cepet jalan antriannya. Akhirnya tiba waktunya untuk naik pesawat dan landing di jkt jam 5 sore.... back to reality guys Ulasan ttg Modem Wifi Sakura Selama di Jepang kita pakai modem wifi Sakura mobile, untuk 2 minggu hanya sekitar 6000 yen, bisa minta diantar ke hotel tempat kita menginap, dan tinggal balikin kirim masukin ke kotak pos, semua amplopnya sudah ada. Kesanku selama pakai sakura mobile, koneksinya kurang kuat ya, pas di nagoya oke lah kenceng, tokyo oke kenceng, tapi masuk ke kyoto dan osaka kurang ya, cuma 3G aja sih dapetnya itu juga ga full. Secara harga yup lebih murah 6000 yen dengan kapasitas 3GB bisa untuk berdua, plus hubby masih sibuk ngurusin orderan jadi oke aja sih untuk kapasitasnya, tapi jangan berharap terlalu banyak apalagi di tempat yang tinggi seperti Alpine Route, sakura ini ga maksimal disana. Tag ah para sesepuh: @deffa @kyosash @twindry @HarrisWang @Vara Deliasani @Ari Iqbal Putra Nugraha @Sahat @Rawoniste
  6. 6 likes
    Sebelumnya mohon maaf, karena kisah ini terlambat dari jadwalnya. Mohon maklum, kerjaan padat menyergap seusai balik dari Jepang. Aaaah, jadi pingin liburan lagi, wkwkwwk Berbekal JR Pass nan sakti, gue pun menyusun perjalanan yang anti rugi. Maksudnya, selama bisa pakai JR Pass, ngapain musti bayar tiket lagi. Kalau bisa nyicip gratis, ngapain musti beli *Halah. Namun prinsip itu harus berhadapan dengan realitas yang cukup mencengangkan di Kyoto (apa pula bahasa gue barusan). Ya, intinya jalur yang di-cover JR Pass di Kyoto sangat terbatas. Tempat wisata utama yang dekat stasiun JR mungkin hanya Fushimi Inari (JR Inari) dan Arashiyama (JR Saga Arashiyama). Sementara penginapan yang kami pilih di Sanjo. Mau nggak mau kami musti beli tiket kereta di jalur Keihan dari Kyoto Station ke Sanjo Keihan untuk sampai di penginapan. Mungkin kalian penasaran, ngapain juga gue musti nginep di Sanjo. Ehem, beginilah ceritanya. Berbekal advice dari insidekyoto.com, salah satu wilayah yang nginep-able di Kyoto adalah Sanjo. Waii?? *Why. Karena banyak tujuan wisata yang dekat dari area ini. Sebut saja Gion, Kamo River, Sannen-zaka, Ninen-zaka, Kiyomizudera. Semua itu bisa ditempuh dengan jalan kaki. Ya, kecuali kalau kalian tipikal manjanya keterlaluan dan males jalan kaki, bus akan sedia menawarkan tumpangan berbayar. Karena dari Kyoto ke Sanjo nggak ada JR line, untuk menghemat perjalanan kami memutuskan langsung ke Fushimi Inari dari Kyoto Station pada hari pertama kedatangan kami di Kyoto. Kyoto Station Jadi, begitu Shinkansen Hikari yang kami tumpangi tiba di Kyoto Station, hal pertama yang gue cari adalah coin locker. Berat cuy bawa carier 60 L kemana-mana. Setelah nekad memohon petunjuk ke petugas station (yang kebetulan kagak ngerti bahasa Inggris) dengan bahasa tubuh kami pun menemukan loker. Setelah beres kami segera meluncur ke platform di mana kereta JR Nara Line berada. Oh, iya, begitu dapat koneksi internet di Jepang, jangan lupa untuk install app Hyperdia (entah sejak kapan, app-nya hanya bisa di-instal di Jepang. Versi web-nya masih bisa dibuka di Indonesia, sih, buat cek-cek rute di itinerary). Kereta yang kami tumpangi ini akan melewati statsiun Tofukuji dan tiba di Inari. Perjalanan berlangsung sangat cepat. Hanya 5 menit. Begitu tiba di Inari station kami disambut masa yang cukup padat. Tak jauh di seberang jalan, gerbang utama Fushimi Inari sudah terlihat. Gate Fushimi Inari Sabtu siang itu pengunjung cukup ramai. Sebelum memutuskan masuk, kami mencari makan siang dulu (ehem, rapelan sama sarapan sebenernya) di Daily Yamazaki, semacam convenience store. Karena nggak ada tempat duduk di sekitar situ, kami pun memilih makan di balik patung rubah di depan gerbang. Sungguh pilihan lokasi yang mencolok dan mengundang perhatian. Makan di balik patung ini Tak jauh dari lokasi inilah terjadi adegan salah grepe *eh! Adegan salah sapa oleh sekumpulan turis dari Thailand (denger bahasanya yang canggih luar biasa gue langsung mengenali kebangsaan mereka). Jadi ceritanya si Bobby dikira salah seorang teman dari mereka, karena emang agak mirip sih mukanya. Jadilah mereka cengar-cengir setiap ketemu kami. *Dih Punten! Sepertinya hari itu Fushimi Inari akan dipakai untuk upacara. Gue nebak begitu karena kuil utama udah rapi dan pendetanya juga kek lagi siap-siap, ditambah petugas-petugas yang beredar di sekitar kuil. Entah kenapa, ketika melihat penampakan pendeta dengan topi tingginya itu aura magis langsung terasa. Untuk mengalihkan rasa itu gue segera melihat arah lain. Wajahmu mengalihkan duniaku, Mbak :) Sesuai rencana bersama, kami memutuskan untuk tidak mendaki hingga puncak. Jadilah kita foto-foto di antara tori-tori merah nan indah itu. Tuh, rame, kan *nggak tahu diri ngganggu yang ngantri jalan Tori Foto ala ala dulu Pose siapa yang lebih sukses? Baru dapat beberapa meter kita milih jalur memutar. Dan balik. Ya, gitu doang sih. Inari Station Timetable Kami pun balik ke Kyoto Station. Selain Hyperdia, app yang sangat membantu tentu saja google map, Kyoto metro map. Tambahan bagi yang muslim, ada Halal Navi, Halal Gourmet Japan, yang bisa jadi navigator buat nyari rekomendasi tempat makan yang udah ada sertifikat halalnya. Setelah ngambil barang di loker, kami pindah ke kereta Keihan. Dari Kyoto Station ke Sanjo Keihan perlu transit sekali di Karasuma Oike. Harga tiket total 260 yen. Kejadian konyolnya adalah, gue salah memasukkan kertas receipt (bukan karcis) ke gate. Ya jelas nggak mau buka dong. Gue coba sekali lagi. Sama juga. Akhirnya munculah seorang kakek-kakek berhati malaikat yang memberitahu gue kalau yang gue masukin salah. Gue pun memasukkan kertas lain, yang mana lebih kecil dari kertas pertama. Dan berhasil. Yaelah, karcisnya ternyata yang kecil. Untung kagak gue buang. Sebelum naik kereta gue sempat bertanya pada seorang gadis Jepang, apakah kereta yang kami tumpangi benar ke arah Karasuma Oike (sebetulnya ini adalah modus nyepik). “Neng, ini kereta ke Karasuma Oike?” Tanya gue sambil merapikan sarung yang melingkar di pundak. Si eneng tampak kaget dengan pertanyaan gue. Diselipkannya anak rambutnya di belakang telinga. “Eh, iya, A’. Aa bade kemana?” “Ndak jauh, kok. Cuman ke Sanjo.” *berubah logat. “Ati-ati, ya, Mas.” *ikutan nggak konsisten. Ya, dialog di atas hanya rekaan belaka. Setelah gue Tanya beginilah reaksi sebenarnya: Si gadis yang cantik itu pun mengangguk. Bahkan dia masih melihat ke gue ketika dia turun duluan di stasiun Shijo. Entah apa maksud tatapan itu. Tatapan berat untuk berpisah, tatapan ingin meminta ID Line, atau yang paling masuk akal tatapan kasihan gue bakal salah stasiun. Tiba di Sanjo Keihan ternyata bukan sebuah kelegaan. Gue yang baca direction dari host Airbnb ngerasa lost banget karena gerbang keluar stasiun yang di foto dengan yang gue lalui kok beda. Gue sadar kalau salah keluar gerbang, tapi di mana gerbang yang di gambar lebih bikin gue bingung. Gue pun usul buat masuk ulang, cari jalan keluar lain. Tentunya pilihan ini sangat menyiksa Bobby, karena dia yang satu-satunya bawa koper harus nenteng naik turun tangga. Begitu gue nemu jalan keluar lain, kami ikuti, sampai keluar … zonk! Tetep beda. Malah pintu keluar itu cuman beberapa meter dari pintu keluar yang pertama. Sempet buntu sampai akhirnya kami berjalan ke Family Mart. Krysna yang menguasai bahasa Jepang dasar berusaha berkomunikasi dengan dua orang kakek-kakek. Dan jawaban sang kakek membuat Krysna menganga! Yaiyalah, si dua kakek itu menjawab dengan sanga cepat dan heboh, panjang. Krysna pun nggak mudeng sama sekali dengan apa yang dikatakan sang kakek. Gue akhirnya ikut nimbrung setelah gue inget lokasi penginepan di dekat studio dance. “Dansa! Dansa!” seru gue sambil membuat gerakan ala ala. Eh, si kakek ternyata nangkep. Dari omongannya gue nangkep kata “hoteru” yang mungkin artinya hotel. Dia juga nunjuk arah. Kami pun ngikutin arah itu dan … tara!!! Gambar yang ada di peta akhirnya tampak. Setelah jalan 5 menitan tibalah kami di rumah milik Madame Hanano. Tirai depan rumah yang menyambut kami Secarik pesan dari sang host Ruang tamu tempat Misae dan Shinchan bercengkerama Area rumah yang kami sewa benar-benar bersih. Rumahnya kecil tapi bersih banget. Terdiri dari dua lantai. Lantai satu berupa ruang tamu, dapur, kamar mandi. Yang gue suka, pintu gesernya Jepang banget. Naik ke lantai dua ada 3 kasur yang udah disediain buat kami. Masih sisa satu ranjang tingkat sih sebenernya. Jadi kalau kebetulan trip ber-5, rumah ini keknya masih bisa, deh. Lebih hemat lagi pembagiannya. Gue yang nggak sabar liat futon langsung nyobain tidur. Gilak! Anget banget. Nyaman banget. Jadilah khayalan live as a Japanese untuk dua malam di Kyoto ini terkabul. Karena belum makan malem, kami segera beberes untuk berangkat ke Gion. Tujuan kami adalah Gion Naritaya Ramen Halal. Di tengah dinginnya malam kami menjelajah gang-gang di area Sanjo menuju Gion. Google map always on. Meski cuman jalan kaki, gue excited banget. Ngelihat rumah-rumah dan bangunan yang gue lalui. Pas-pasan sama masyarakat local yang keknya baru pulang kerja. Ngelewatin kedai dan bar-bar Jepang. It’s not a dream! Dulu waktu kecil gue punya mimpi buat ke Jepang. Begitu beranjank dewasa mimpi itu kek hilang, karena gue mulai realistis. Gimana caranya gue ke Jepang coba? Eh, hari itu mimpi gue ternyata bisa tercapai. Yeah, gue pun sadar, terkadang realistis dan pesimis itu beda tipis. Seharusnya gue tetapin niat yang kuat dan nyari cara gimana buat mencapai mimpi gue. *motivator mode on Tibalah kami di Gion Naritaya Ramen. Kedainya lucuk, Jepang banget (yaiyalah, di Jepang). Di sebelah Gion Naritaya Ramen ada Gion Naritaya Yakiniku (yang ini special jualan daging yakiniku gitu). Sesuai rencana kami milih makan ramen malam itu. Daftar Menu Begitu masuk kedai kami disajikan ruangan yang terbilang sempit. Tapi sempitnya justru membuat semakin nikmat. Ada beberapa pengunjung berhijab yang gue perkirakan berasal dari negeri tetangga, negeri jiran. Ada satu penjaga kedai, merangkap sebagai koki, mas-mas Jepang yang masih muda banget. Malm itu gue memesan shoyu ramen + fried chicken. Harganya 1000 yen. Sambil bergunjing tentang pengunjung lain di meja sebelah, karena gue melihat “penampakan”,*Mohon untuk tidak ditiru, pesanan yang kami tunggu pun datang. Waaahhh! Shoyu Ramen Spicy Ramen Ramen Mamen Enyak! Pas banget dingin-dingin musim dingin gini, makan yang anget-anget, berkuah anget, di kedai anget. Anget banget! *Wkwkwkwk Review makanannya, jujur ini pertama kali gue makan ramen di Jepang. Sensasi yang pertama yang gue rasain adalah fresh. Kenapa? Karena lidah gue sama sekali nggak mencap adanya rasa micin macam makan mie instan atau ramen yang dijual di beberapa kedai ala-ala Indonesia (mungkin mereka pakai ramen instan). Ramennya terasa lembut. Kuah shoyu nya juga sedap. Irisan ayam bakarnya pas banget. Mateng dan lembut. Dan yang jadi juara menurut gue adalah ayam gorengnya! Potongan kecil-kecil bikin bumbunya meresap, sedaaap! Sampai kami mutusin buat pesen lagi ayamnya, he he. Makan malam pertama kali kami di Jepang ditutup dengan secangkir green tea hangat khas Jepang. Ditambah air putih gratisan. Kami pun meninggalkan kedai dengan suka cita. “Hoi, bayar dulu!!!!” teriak si penjaga kedai. Mungkin itu yang terjadi seandainya kami terlalu menikmati suasana dan meninggalkan kedai tanpa bayar. Untungnya kami belum khilaf. Setelah menimbang-nimbang kami memutuskan melanjutkan perjalanan ke Minna Kyoto Store. Si Bobby ngajak buat cek jaket winter. Doi belum sempet beli di Indonesia. Kami pun berjalan kaki menyusuri jalan-jalan Gion ke arah Kamo River. Udara malam itu dingin banget. Tapi suasana sekitar bikin gue tetap gigih berjalan. Gue bisa melihat Starbucks nan legendaris (karena sering mejeng di berbagai foto ketika searching tentang Kyoto). Starbucks itu berada pas di tepi Kamo River, terlihat klasik. Di Minna Store kami cek jaket di Uniqlo Jepang dan membandingkannya dengan harga di Indonesia. Emang iya, sih, di sana lebih murah disbanding di Indonesia untuk barang yang sama. Gue pun beli neck warmer yang cuman 500 yen, karena gue belum bawa syal. Usai dari Minna kami mampir ke minimarket kecil nggak jauh dari sana. Gue lupa apa nama minimarketnya. Yang pasti di situ gue nemu air mineral paling murah yang gue temuin selama di Jepang. Bayangin 52 yen udah dapet 2 liter?! Dan … malam itu harus ditutup dengan drama. Gue kebelet buang hajat! *Malu Dengan panik gue masuk lagi ke Minna Kyoto Store, nyari-nyari di mana toilet. Akhirnya nemu di saat yang tepat di lantai dasar. Fuuuuh. Malam itu kami mengakhiri petualangan hari pertama. Sebelum tidur gue sempet nyobain shower yang dinginnya naudzubillah. Kami nggak mungkin lupa nyalain pemanas ruangan. Kehangatan seketika menyeruak. Kasur di lantai 2 yang menyajikan kehangatan Sampai jumpa hari kedua :) Sebelumnya: Mention: @deffa @HarrisWang @kyosash @twindry @Vara Deliasani @Andrizki @Ikamarizka
  7. 5 likes
    Tanggal 4 Mei 2017. Pemandangan sepanjang perjalanan seperti ini... Iya, akhirnya aku berhasil taklukkan Tibet setelah sebelumnya dipenuhi kekhawatiran yang berlebih. Sejak memutuskan untuk ke Tibet, banyak baca, cari tahu tentang Tibet, yang paling mendominasi batin ini adalah serangan AMS ( Altitude Mountain Sickness ). Banyak yang cerita bagaimana sengsaranya ketika diserang AMS. Coba tanya om google tentang AMS dan bagaimana gelajanya. Kekhawatiran aku bukan tidak mendasar, manusia seperti aku yang jarang sekali olahraga, ditambah lagi, aku juga bukan tipe anak gunung, membuat diriku semakin berpikir tidak karuan. Berada diatas ketinggian 3.000 m sama sekali bukan ide yang tepat buat diriku, terlebih lagi, berani membeli paket tour sampai ke Everest Base Camp yang mencapai ketinggian 5.200 m diatas permukaan laut. Finally, di EBC.. Berbagai persiapan mulai dilakukan sebelum tanggal keberangkatan, tapi semuanya gagal. Hampir tidak pernah olahraga walaupun sudah beli paket olahraga, jadwal kerja yang padat, termasuk jadwal traveling yang menggila sejak 2 bulan sebelum terbang ke Nepal. Pasrah. Jalani saja. Nikmati saja. Jika membaca dan mendengar dari pengalaman orang lain, sudah terbayangkan, bagaimana susahnya untuk bisa traveling di Tibet. Aku sendiri mulai merancang beberapa kode sandi untuk dipakai di Tibet jika mau minta tolong, entah sakit, entah mau apa, entah mau bicara. Termasuk tidak boleh banyak bicara, jangan terlalu banyak bergerak, jalan juga harus pelan – pelan. Kenyataannya, Aku tidak mengalami satu hal apapun. Semua berjalan dengan lancar diluar dari prasangka yang telah tercipta diotakku sebelumnya. Begitu keluar dari airport, tanpa sadar, aku jalan seperti biasanya di Jakarta, malahan pakai lari. Saat di mobil, oleh Tan Jeng, tour guide yang menemaniku selama tripku di Tibet, ditanya, apakah aku baik- baik saja? Dari serius tanya sampai malas tanya hingga tidak pernah tanya lagi, bagaimana kondisiku? Apakah aku ada alami pengaruh altitude itu ? Potala Palace Pikirku, mungkin masih di Lhasa, ketinggian baru 3.000 m – an saja, belum terlalu tinggi, masih okey. Ketika mendaki naik jalan kaki ke puncak Potala Palace sekitar 3.600 m, kondisi badan masih baik. Kemudian masuk ke Jokhang Temple dan keliling Barkor Street sampai berkali- kali, kondisi badan tetap stabil. View dari depan Potala Palace. Koko Tour Guide ingatkan untuk banyak istirahat, cepat tidur, agar tubuh bisa fit dan tidak terganggu pengaruh AMS. Aku, malah keliyuran sampai jam 10 malam baru pulang ke hotel, belum lagi beberes, sekitar jam 11-an malam baru tidur. Dia hanya bisa geleng – geleng kepala. Saat mulai meninggalkan Lhasa dan mendaki naik ke atas menempuh perjalanan ke Shigatse, pemandangannya memang luar biasa. Beberapa kali kami berhenti sekedar untuk menikmati alam. Aku ingat betul, perbehentian pertama itu diatas ketinggian 4.200 m, begitu pintu mobil dibuka, yang terasa udara segar… Yupss, udaranya segar banget. Aku menghirup udara dalam- dalam dan perlahan melepaskannya. Sejenak kemudian aku baru sadar, aku tidak terganggu sama sekali dengan pengaruh AMS. Yihaa… senangnya… Jalan sana- sini, foto sana- sini, pakai pose ini- itu. Diatas ketinggian 4.200 m. Okey, baru 4.200 m, masih okey. Mobil kemudian melaju naik ke atas lagi. Tepat berada diatas ketinggian 4.998 m, kami berhenti lagi untuk melihat pemandangan kece dari atas gunung ke Yamdrok Lake. Masih sama, tetap stabil. Tidak ada terasa apapun. Bisa jalan dari ujung ke ujung. Ngobrol tidak jelas dan berada diluar mobil cukup lama. Jalan seperti biasa, tidak perlahan- lahan. Diatas ketinggian 4.998 m. Selanjutnya kami berhenti di Karola Glacier yang berada diatas ketinggian 5.020 m. Disini, aku senangnya luar biasa. Ada salju, ya… turun salju tipis. Sama sekali tidak ada pengaruh AMS. Aku berjalan normal. Malahan terkadang berjalan cepat. Kadang, diiringi lari kecil. Tertinggi yang aku datangi, 5.248 m Dan yang paling tinggi di 5.248 m, aku juga tidak ada masalah. Tidak mengalami sedikitpun halnya tentang AMS. Semuanya seperti biasanya. Ya, namanya diatas gunung, ya dingin. Anginnya kencang. Aku cuma terasa tangan sedikit beku saat terlalu lama diluar mobil. Selebihnya, tidak ada masalah. Sedangkan, jaket tebal yang aku bawa, aku malah tidak pakai. Si bapak supir malahan berkali- kali ingatkan untuk pakai jaket tebal hitamku. Ya, aku pakai, sebentar saja, terus aku buka lagi. Hahahaha… Di Karola Glacier. Puncaknya adalah ketika sudah berada di Rongbuk, yang terletak tepat dikaki gunung Everest. Kami tiba disana sekitar jam 5 sore. Dingin, iya dingin sekali. Sedikit mendung. Sambil menunggu cuaca cerah supaya bisa menikmati sunset sore itu, kami kumpul di restoran Rongbuk Hotel. Koko Tour Guide memastikan sekali lagi kondisiku, apakah baik- baik saja? Tentu, aku baik – baik saja. Nikmati Everest dari Rongbuk. Dan benar saja, cuaca sore itu kembali cerah. Aku bisa nikmati biasnya sunset yang menyinari puncak Everest yang begitu kokoh dan angkuh itu. Puas. Iya, aku puas. Tinggal selangkah lagi, aku berada dititik paling dekat dengannya. Dengan berbagai tingkah dan gaya pose, aku menjadikan Everest sore itu menjadi latarnya. Tertawa dan berjalan sana – sini. Mount Everest Rongbuk Hotel. Khusus hotel ini, aku ingin membahasnya disini. Selain hotel ini, tempat terdekat ke EBC adalah tinggal di tenda – tenda. Tapi hotel ini lebih tepatnya disebut Rongbuk guesthouse. Bentukkannya seperti rumah penduduk lokal. Kamar- kamarnya sampai toiletnya. Hahaha… Terutama adalah tentang toiletnya yang ajib banget. Tidak ada ruangan, hanya ruang sekat biasa sebatas paha dan terbuka. Kalau mau buang air besar, ya kamu harus pas- pas-kan pantat kamu sama lubangnya yang telah disediakan. Aromanya… sudah tidak perlu diragukan lagi… Jangan dibayangkan ya…Disinilah, mental kamu diuji.. Rongbuk guesthouse. Kamar tidurnya, standart saja, mungkin karena terbuat dari bebatuan, jadi dinginnya luar biasa. Satu- satu tempat yang hangat disana hanya restorannya yang seadanya itu. Ada tungku masak air, jadi pada kumpul disana. Memang, mereka ada lengkapi dengan pemanas tempat tidur, tapi udaranya dingin banget, jadi lumayan mengganggu. Malam itu, aku ingat betul, aku hampir tidak tidur semalaman. Aku pakai sleeping bag yang aku bawa sendiri, pakai seprei-nya, dingin sih sudah tidak terasa lagi. Entah kenapa, tetap saja tidak bisa tidur. Tidak sesak napas, tidak pusing, tidak mual, tidak sakit. Normal saja. Karena tidak ada kegiatan, bosan, ya makan, sempat makan pop mie yang aku bawa dari Jakarta, ketawa- ketawa, ngobrol tidak jelas, terus masih sempat makan buah. Menunggu datangnya pagi, lama sekali. Ketika sudah jam 6 pagi, bersyukur banget, akhirnya bisa keluar kamar. Yang lain pada belum bangun, aku sudah diluaran. Masih gelap. Dingin banget. Menunggu datangnya matahari pagi itu, aku ngobrol dengan supir dan tour guide. Aku cerita, aku tidak tidur semalaman loh. Dia malah bilang, oh , tidak masalah, itu wajar saja, kalau di Rongbuk, tidurnya tidak pulas. Kamu ini sudah sangat bagus. Mereka cerita, tidak sedikit yang minta pulang tengah malam itu juga, karena tidak tahan karena kekurangan oksigen, ada yang sakit dan sebagainya. Dan aku tersipu malu… Titik terdekat, aku ke Mount Everest. Tambahnya lagi, jangankan disini, ada yang lebih parah, baru di ketinggian 4.000 m saja sudah muntah- muntah, pusing, susah napas, akhirnya tidak jadi datang dan kembali ke Lhasa lagi. Bahkan, terparah, ada yang di Lhasa saja, sudah masuk rumah sakit, diinfus. Yang paling parah, ada yang sampai pembuluh darah matanya pecah. Seram juga sih kalau dengar ceritnya. Entahlah, aku merasa bersyukur banget, dikasih kesempatan untuk melihat dari dekat Mount Everest walaupun tidak mendakinya. Karena itu bukanlah aku, pendaki. Aku sangat puas, untuk bisa berada dari jarak yang sangat dekat, dengan kondisi badan yang tetap stabil dan fit, tanpa ada gangguan kesehatan apapun. Bersyukur dikaruniai kondisi badan sedemikian rupa, diluar dari prediksiku sendiri, bersyukur karena alam memberiku kesempatan, karena alam menerima kondisi badanku. Diatas ketinggian 5.190 m Ketika yang lainnya, hanya untuk berjalan saja perlu perjuangan, hanya untuk bernapas saja perlu oksigen yang dibeli dan dibawa kemana- mana, ketika yang lainnya, harus banyak diam dan menyimpan energy, aku malah bisa berjalan bebas, aku bisa lari, aku bisa menghirup udara segar dengan enteng, bahkan, aku bisa berfoto sambil loncat. Ya, gaya alay, gaya favorit kebanyakan orang kalau di pantai. Aku melakukannya 3 kali, sekali di ketinggian 5.198 m, sekali diketinggian 4,700 m dan sekali diatas ketinggian 4.200 m. Halah, bukan bermaksud sombong. Tapi ya sedikitlah bangga pada diri sendiri, karena awalnya memang tidak punya keyakinan penuh pada diri sendiri. Tidak disangka saja. Di Namtso Lake.. diatas ketinggian 4 700- an m. Beginilah pengalamanku, berbeda banget dengan pengalaman yang dari traveler yang sudah pernah kesana, dari yang aku baca. Setiap orang punya kondisi badan yang berbeda. Tidak bisa disamakan. Yang tahu tentang kondisi badanmu, ya kamu sendiri. Bukan orang lain. Jadi, jika memang kamu punya impian untuk menikmati panorama super keren yang ada didunia ini, Tibet yang menjadi payung dunia, yang terkenal dengan istilah Rooftop of The World, wujudkanlah. Jangan takut. Persiapkan dengan baik. Aku yakin, kamu pasti bisa. Sekedar informasi, selama di Tibet, aku konsumsi obat penangkal AMS yang aku beli di Kathmandu, 1 butir setiap pagi, makan apel dan pisang seadanya saat sarapan di hotel, makan suplemen Omega dan vitamin C, aku kurangi makanan pedas karena khawatir sakit perut, tahulah, toilet di Cina pada umumnya, aku banyak makan sayur hijau, tidak terlalu banyak minum juga sih, padahal kalau konsumsi penangkal AMS, disarankan banyak minum air putih, tidur diatas jam 10 malam, bangun paling pagi 6 jam, paling siang jam 8, tergantung jadwal keberangkatan besoknya. Dari pakaian super lengkap, jaket tebal sampai syal hingga hanya jaket tipis buat tahan angin saja. Tidak pakai sunblock, padahal aku bawa, hasilnya, kulit wajahku terbakar. Buddhis Tibetan, dalam menjalankan ibadahnya. Sumpah, Tibet itu luar biasa indahnya. Aku sih bilang, harga yang dibayar itu setimpal dengan yang didapatkan. Selain pemandangan alamnya yang TOP – BGT, sejarah Tibet, budayanya, agamanya, orang- orangnya, lingkungannya juga tidak kalah menarik. Bagaimana orang- orang Tibet begitu taat dalam menjalani ibadahnya. Semuanya, tidak didapatkan dibelahan dunia manapun juga. Bagaimana orang Tibet yang beragama Buddha melaksanakan ibadahnya? Aku yang penganut agama Buddha saja, aku yakin, aku tidak sanggup. Aku salut sama ketulusan hati mereka, salut dengan keyakinan dan kepercayaan mereka terhadap agama dan Tuhan mereka. Pemandangan sepanjang perjalanan. Kamu harus datang dan lebih sendiri, betapa Tibet itu apa adanya. Betapa Tibet tentang pengaruhnya dari pemerintah Cina pusat, berapa Tibet yang tidak tahu menahu tentang dunia luar, tentang Tibet yang ketat banget keamanannya, terutama turis, betapa Dalai Lama, Panchen Lama dan Tibetannya. Menarik, sangat menarik. Tibet itu berbeda. Tibet, harus kamu datangi, cukup sekali saja, seumur hidupmu!!! With Love, www.ranselahok.com @ranselahok ---Semoga semua mahluk hidup berbahagia---
  8. 5 likes
    SELAMAT SIANG SOBAT Ini saya mau berbagi pengalaman saya NONTON BARENG MOTOGP SEPANG MALAYSIA Sirkuit Internasional Sepang secara wilayah terletak di Selangor, Malaysia, yang berdekatan dengan Bandara Internasional Kuala Lumpur. Sirkuit ini adalah tempat yang digunakan untuk semua ajang balapan di Malaysia, Dibuka secara resmi oleh Mahathir Mohamad, saat itu menjabat perdana menteri Malaysia, pada tanggal 7 Maret 1999, sirkuit ini digunakan ajang MotoGP Malaysia untuk pertama kalinya pada 20 April 1999, dan Formula 1 Malaysia Grand Prix pada 17 Oktober 1999. Jadi apabila anda br pertama x mau nonton motogp sepang malaysia.., jangan takut sobat..., anda tidak akan tersesat kok, disana kita bisa pakai bahasa indonesia, mereka msh ngerti kok kalo kita gk bs bisa bahasa inggris. OKE.... KITA MULAI,........, TIPS 1. TIKET MOTOGP sebaik nya beli tiket motogp sebelum tanggal 31 maret, karena masih ada diskon 30 % dari tarif normal (EARLY BIRD) tiket bs kita dapatin di INDONESIA, banyak kok yg jual di indonesia, salah satu nya di Tx Travel (maaf bukan promosi) tp biasa nya anda cm dapat invoice dl. TIKET FISIK NYA baru keluar bulan September. TIPS KE 2 TIKET PESAWAT Sobat harus rajin cek tiket pesawat, banyak aplikasi buat cek tiket pesawat..., sobat sekalian apsti sdh tau TIPS KE 3 HOTEL SELAMA DI KUALA LUMPUR Kalau menurut saya.., apa yg saya rasakan..., ada 2 daerah yg cocok untuk di jadikan Hotel tempat kita menginap A. DAERAH BUKIT BINTANG disini kawasan yg sangat ramai.., tempat pusat perbelanjaan, dan juga ada jalan ALor disini, tempat pusat makanan kaki lima di pinggir jalan. saya biasa nya hotel SOLEIL atau di alpha genesis dan masih banyak lagi yg sejenis B. DAERAH KL SENTRAL disini dekat dengan KL SENTRAL (PUSAT PERTEMUAN SEMUA MODA TRANSPORTASI) enak nya disini dekat ke KL sentral, jd kalau mau naik monorail dan lain2 deket biasa nya saya hotel MY HOTEL, Hotel Metro, atau Hotel Summer View TIPS KE 4. CARA KE SEPANG SIRKUIT A. apabila sobat pengen nonton Qualifikasi Motogp, sobat bs datang hari sabtu ke Sepang Sirkuit. Sobat bs naik Bis Kusus ke SEPANG, BUS RAPID KL Sobat bisa naik dari halaman KL SENTRAL, atau di Halaman KLCC Kalau anda mau bertemu dengan pembalap idola sobat anda bisa datang pagi pagi hari sabtu untuk antri meet n greet B. CARA KE SEPANG WAKTU RACE HARI MINGGU Kalau saya sarankan.. sebaik nya anda pakai grab taksi aja untuk race nya hari minggu apabila anda kurang dr ber 4, cb aja say hay ke orang2 yg mau nonton motogp yg menginap di hotel sobat. lebih enak naik taksi, tarif kurang lebih 100 ringgit. lebih simple.. dan lebih nyaman. kenapa saya bilang lebih nyaman, kalau sobat naik bus rapid kl. dijamin... anda akan penuh sesak... berjubel broooooooo......... trus untuk pulang nya gt jg.., naik grab aja bro.. Tau gak antrian mau naik bus rapid nya waktu pulangnya.., bs sd 500 meter antrian nyya......................... panjaaang.. bayak bro grab taksi disana, jangan takut gk dapat. tarif flat.., jd gak takut di puter puter. wangi ber ac lagi........, intinya, jangan malu malu buat say hai dengan teman2 di deket km. sp tau mau diajak share grab taksi nya. TIPS KE 5. Suasana SIrkuit sepang sangat panas.., jd jangan lupa membawa sunblok, kacamata hitam, earplug (karena suara motor nya sangat kencang), Tysu basah banyak yang membagikan kipas di stand sebelum pemeriksaan Tiket hawa disana SANGAT SANGAT PANAS.. TIPS 6. MEMILIH TEMPAT DUDUK Menurut saya..., enak di MGS bro....... sis........... karna tiket tdk begitu mahal.., yg ke dua.. dekat bgt melihat rider rider pintu masuk MGS Kalau mau foto foto, sy sarankkan waktu baru datang broo siss..., soal nya wajah msh fresh... segaaar,, dan belum berjubel..., narsis dl .......... ' setelah pemeriksaan tiket kita memasuki MGS Bro................ di situ kita ada dua pilihan tempat duduk. yg pertama MENGHADAP GARIS START / MENGHADAP GARASI TEAM kelebihan dan kekurangan nya.., A. KELEBIHAN NYA DUDUK DISITU 1. kita bisa lihat langsung team idola kita di garasi nya, misalnya pass manasin motor..., pas Rossi keluar masuk garasi suasana menghapad garis start 2. kita bisa lihat start dan finish balapan 3. kita bs lihat raider naik podium KEKURANGAN NYA Kita gk bs dengan leluasa waktu lihat pembalap lwt depan kita soal nya cuma jalan lurus saja... paling lihat cm... weeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeng....... weeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeng................ weeeeeeeeeeeeeeeeeeng .... cuma per sekian detik aja. jd kurang seru . B. TEMPAT DUDUK DI MGS BAGIAN BELAKANG kelebihan : 1. ada bayak tikungan tikungan di sini yg bisa kita lihat, dan juga jalan lurussssss sebelum putar balik ke garis finish. disini biasa nya yg banyak duduk bule bule..., dan gue biasa nya duduk disini jg... heheheee lbh puas liat para raider overtake disini dan jg banyak yg jatuh disini, kayak kmaren marquez, ianone, jatuh di area sini Situasi nya seperti ini ada tv gede nya jg.............. (BIG SCREEN) IANONE JATUH DI SINI JG.......... TIPS SELANJUTNYA HATI HATI DENGAN BARANG BAWAAN ANDA setelah motogp selesai... semua akan berjubel jadi satu..., bener bener penuh sesak bro.......... Demikian semua tips dari saya BROOOO N SISSSSS insya allah motogp 2017 sepang saya nonton jg.., bisa kita kopdar disana.., kalau ada pertanyaan atau yg lain lain.., inbox aja brooooooooooooooo salaaaaaaaaaaaaam VR 46
  9. 5 likes
    Pagi semuanya. Saya sudah book tiket terbang tanggal 20 Nov pulang tanggal 4 Des. Tapi bakal sampai di Jepang tanggal 21 pagi. Tujuan buat thread disini bukan buat cari temen jalan2 dari awal sampai akhir, tapi buat nyari teman ketemuan selama dijepang nanti. Karena saya orangnya galauan, tadinya mau jalan bentar 7 harian ala momod @deffa trus ngiler main salju Shin Hotaka dari member2 disini sebut saja @Monfi @Ikamarizka @Vara Deliasani (Kaka, lanjutan FR dong) jadinya nambah 12 hari, lalu apa daya kombinasi tiket termurah adalah 14 hari yang selisih harga tiketnya cukup buat biaya hotel sama makan ngirit selama djepang . Setelah ditakut-takutin sama nyokap soal jalan sendiri, yg sebenernya saya pikir lebih baik jalan sendiri setelah sadarnya berubah2nya itienary yg saya planning bbrp bulan lalu. Lalu sadar 1 hal, masa 14 hari terasingkan tanpa nemu org indonesia sama sekali . Setelah menimbang2 dan baca FR2 bbrp member yg ketemuan di jepang biarpun sekedar makan bareng, akhirnya bikin thread ini untuk ngajak ketemuan dijepang (iya, saya ga yakin bisa ketemu jodoh jalan-jalan seperti @twindry dan @Sahat) Kebetulan rangka saya jalan2 kejepang ini untuk menikmati Autumn Foliage di jepang dan taman2 dijepang, yang semoga saja bisa sesuai planning . Jika ada yg mau jalan2 kejepang dan sedang nyari tiket/ tanggalnya samaan boleh coba toel saya, siapa tau kita bisa ketemuan untuk makan bareng dan day trip. Terlampir Rough Plan saya yg hotel sdh book bbrp, dan sudah menentukan bermalam dimana, jadi tinggal menyusun rincian detilnya, kecuali ada yg bikin saia galau lagi Feel free to mail at Vay_lyn@yahoo.com Itienary Japan.xlsx
  10. 5 likes
    Masih dengan negara yang sama... United Kingdom. Oke selanjutnya di part ini gw bakal memberikan sedikit pengalaman di kota southampton dan Liverpool. hmmmm mungkin banyak dari kita yg berfikir ngapain sih ke southampton. Atau dengan kota kedua yaitu liverpool... kalo kota ini jelas impian dari semua liverpudlian di seluruh penjuru dunia. Adalah mengunjungi markas dari salah satu Club sepakbola terbaik di dunia terutama di daratan britania raya. Yups... Anfield Stadium. Selain itu di kota ini terdapat sebuan band legendaris ... yaitu The Beatles. Sebuah Grup Band yang mempunyai tempat tersendiri di hati para fans nya. Oke melanjut ke kota yang mungkin gak banyak orang tau mengenai kota ini. Southampton. Ada apa sih disini??? Sebuah kota pelabuhan di Inggirs bagian selatan. hmm kalo mengenai sejarah dari kota ini bisa lu pada buka di mbah google aja hehehe... yang menarik dari kota ini menurut ane adalah... Titanic. yaaa kapal titanic yang legendaris yang walaupun pada saat itu mendapat banyak penghargaan namun aktor pria si om ganteng leonardo dicaprio justru tidak mampu meraih penghargaan walaupun doi sudah susah payah melukis rose yang di perankan oleh kate winslet. Ups.. Tapi bukan lukisan itu point nya. disini lah bermula perjalan Kapal Titanic yang legendaris itu. Sebenernya gw ke kota ini hanya one day trip aja... Ya di karenakan ada temen gw yang dulu satu kantor lagi dapet beasiswa sekolah di University Of Southampton. Oke kita mulai aja perjalanan dari London ke Southampton. london - Southampton Dari london gw menggunakan moda transportasi Bus, yaitu menggunakan National express. Hmmm menurut gw harga nya cukup mahal karena gw on de spot untuk beli ticketnya. harga nya 16.50 GBP. cukup mahal, hanya memakan waktu sekitar 2 jam 15 menit waktu tempuh. Dari london ticket bus bisa di beli di Victoria Station for coach (dalam bahasa inggris bus = coach). Jadi perlu di ketahui kalo Victoria Station ini cukup membingungkan. Pake GPS gw 2x salah jalan hahaha.... karena di sini ada stations buat kereta juga. Jadi untuk terminal coach nya agak berjarak 500m dari terminal kereta. Oke lanjut ke pembelian ticket. Ticket bisa lu beli di mesin atau di counter penjualannya. Di station ini ada beragam maskapai bus dan destinasinya. mau destinasi domestik ataupun international semua ada di terminal ini. Mulai dari Megabus, National express, eurolines dll... Karcis dari London ke Southampton Southampton Menurut gw kota ini enak... entah karena gw cuma one day trip kesini atau memang karena kota ini kota pelabuhan yang memiliki rasa tersendiri. Memorial of Titanic Layaknya kota-kota di Britania Raya, rivalitas sebuah club sepakbola memang cukup menjadi topic yang sangat menyenangkan. Dimana disini terdapat dua buah club English Premier League yaitu Southampton dan Pourthmouth. Stadion Kebanggaan Southampton ST. Mary's Stadium Hmmmm.... menurut gw sih emang gak banyak tempat wisata di southampton, tapi karena gw mw lepas kangen aja ama temen gw di sini hehehe... Karena otak gw gak sanggup kalo harus beasiswa di Universitas ini, ya foto disini aja udah gud lah bwt gw... hahahaa Sore harinya gw balik ke london,,, untuk melanjutkan perjalanan ke esokan hari ke Liverpool.... ......... Go to Liverpool...... Memulai perjalan melalui Victoria Coach Station... Gw mempercayakan perjalan menggunakan Megabus.. dengan harga London - Liverpool 7 GBP. Yang gw beli jauh hari sebelum berangkat. Perjalanan dari London ke Liverpool sekitar 5 jam perjalanan. Menurut gw mega bus cukup nyaman, ada colokan untuk charger hp juga... untuk seat kita bebas me duduk dimana, karena bus ini bertingkat lu pada bisa pilih aja,, siapa cepat dy dapat... hehehe Sampai di liverpool pemberhentian bus terakhir adalah di liverpool one station. dan letaknya di pusat kota liverpool. Dikarenakan gw nginep di YHA Liverpool, maka gw cuma jalan sekitar 500an m aja... kalo gak salah hehehe... sesampai nya di Liverpool gw disambut hujan... huft... Liverpool.. The Merseyside City kota tepi sungai yang legendaris... Liverpool Bis Station memang tempat yang strategis... Di depan terminal tersebut ada bangunan bernama Albert Dock yang juga menjadi icon kota liverpool. Kemudian memasuki area tersebut terdapat museom dan yaa... The beatles museum. Di sekitar area ini juga terdapat pusat perbelanjaan yaitu John Lewis. Gak lengkap memang jika berkunjung ke kota ini tanpa mampir ke Anfield stadium... Untuk menuju ke anfield melalui liverpool one bus station. dengan menunggu coach no 26 untuk berangkat. Melalui coach no 26 ini lu bisa turun di depan stadion pas. Dengan harga ticket untuk sehari adalah sebesar 4.20GBP. Jadi dalam satu hari lu bisa naik turun bus terserah kmn aja. Kemudian untuk kembali dari anfiled ke kota lu bisa menggunakan bus no 27. This is Anfiled.... mimpi dari sekian banyak orang untuk bisa berada di sini... dan gw adalah bagian dari sedikit orang yang berkesempatan mengunjungi tempat ini. Yaps liverpool... Bahkan dulu gw pikir hanya ada dalam mimpi aja gw bisa ketempat ini... dan ternyata Tuhan mewujudkan salah satu mimpi gw... hmmm mungkin sekian aja dulu FR dari daratan Britania Raya.... "You'll Never Walk Alone"
  11. 4 likes
    Hi JJ-ers… Dah lama tak jumpa… Apa kabar semua? Aku kali ini ingin bercerita mengenai pengalaman berwisata di kota Jakarta dengan Bus Wisata 2 tingkat yang baru direlease oleh pemerintah DKI Jakarta pada tahun 2015 yang lalu. Jadi, keinginan ini sebenarnya udah terpendam sekian lama tapi selalu ragu tuk merealisasikannya. Rasa Penasaranlah yang mendominasi keinginan ini, seperti apa yah kira2 rasanya naik bis wisata 2 tingkat keliling kota jakarta ini. Selama ini kan taunya adanya di luar negeri doank… Hop On Hop Off… Keinginan menjadi semakin kuat setelah peresmian RPTRA Kalijodo. Dan akhirnya aku realisasikan bareng sama beberapa teman ex Gatnas Lombok IX. Selain melepas kangen juga merealisasikan rasa penasaran ini. Bagaimana caranya dan mesti naik dari mana baru nyaman dan bisa pilih tempat duduk yang nyaman? Yuk.. keliling bareng kami… Bus Wisata Jakarta ini terbagi menjadi 5 tema/rute, yaitu : 1. Sejarah Jakarta (History of Jakarta) 2. Jakarta Baru (Jakarta Modern) 3. Pencakar Langit Jakarta (Skyscrapers) 4. Kesenian & Kuliner (Art & Culinary) 5. RPTRA Kalijodo Berikut rute lengkapnya : Untuk rute bertemakan Sejarah Jakarta, Jakarta Baru, Pencakar Langit Jakarta dan RPTRA Kalijodo, Bus Wisata Gratis Jakarta beroperasi mulai jam 09.00 hingga 17.00 WIB (Senin – Sabtu) dan jam 12.00 hingga 19.00 WIB (Minggu). Untuk rute bertemakan kesenian & kuliner, Bus Wisata Gratis Jakarta beroperasi mulai jam 17.00 hingga 23.00 WIB dan hanya beroperasi pada hari Sabtu dan Minggu saja. GRATIS LHOO...!!! Bagi teman-teman yang hendak memulai perjalanan Wisata dengan Bus Gratis ini dari Balai Kota bisa menggunakan beberapa alternative kendaraan umum menuju kesana antara lain : 1. Busway ada beberapa alternatif, antara lain yaitu : - Dari Harmoni: ambil yang ke arah Blok M, turun di halte Monas, lalu tunggu Busway yang ke arah Pulo Gadung dan turun di Halte Balai Kota. - Dari Harmoni: bisa langsung tunggu busway yang ke arah Pulo Gadung, turun di Halte Balai Kota. - Dari Blok M: ambil yang ke arah Kota, turun di halte Monas lalu nyambung ke arah Pulo Gadung dan turun di Halte Balai Kota. 2. Kereta Api (Commuter Line), Jurusan yang paling dekat adalah Stasiun Tanah Abang. Keluar dari Gate Out ke kanan menuju jalan raya lalu belok kiri ke arah lampu merah… langsung aja naik ojek. Tarif ojek online dari Tanah Abang ke Balai Kota hanya Rp 10.000 – Rp 15.000 saja, tergantung armada apa yg akan dipilh. 3. Bis Umum, bisa naik yang jurusannya ke Monas, lalu turun di Monas. Dari halte Balai Kota kita berjalan mundur, akan terlihat plang IRTI (Ikatan Restoran dan Taman Indonesia) tepatnya di lapangan parkir IRTI (Jl. Medan Merdeka Selatan, Gambir). Nah di depan IRTI ada bus-bus wisata yang sedang menunggu penumpangnya. Setelah sekian bulan tidak bertemu, kangen-kangenan, ceng-cengan, akhirnya kami tetapkan hati untuk berkumpul kembali di hari Sabtu yang cerah itu. Kami ber-10 (Aku, Ibu @Titi Setianingsih, Ghea @Gayatri, Ibu Rina (FB Rina Dwi Cahyani) + Putri Sulungnya, Mak @menie + Anak Bungsunya, FB Netty Neh, Cici @eka wibisono dan Mba @Onya Deisi) berkumpul pada jam 10.00 WIB di IRTI . Penampakan Bus Wisata tema : Sejarah Jakarta Tunggu punya tunggu, belum nemu Bus Wisata yang menuju kea rah Juanda seperti rencana awal kami, akhirnya daripada buang-buang waktu, diputuskanlah naik Bus Wisata apa aja yang masih kosong. Jadilah, pilihan pertama jatuh pada Jurusan RPTRA Kalijodo. Kamipun naik Bus dan bergegas menuju ke tingkat 2. Ternyata pada hari itu ada 2 group lainnya yang sedikit mencolok seragamnya selain kami, group berbaju merah dan biru. Bus Wisata ini Bersih, Aman (meskipun tetap waspada ya) dan Nyaman. Ber-AC, 2 tingkat, serta supirnya membawa bisnya tidak dengan istilah “mo kejar omset” alias bus berjalan cukup baik dan tidak ngebut, statis gasnya, sehingga tidak ada tuh cerita rem mendadak atau klackson2an seperti layaknya bus-bus lainnya di Jakarta. Ketika berada di dalam Bus Wisata Gratis Jakarta ini harap diperhatikan beberapa aturannya ya, seperti : - Dilarang mengkonsumsi makanan dan minuman di dalam Bus Wisata - Dilarang berdiri selama perjalanan keliling Jakarta - Tidak ada istilah penumpang berdiri di dalam Bus Wisata - Bagi penumpang yang terlebih dahulu datangnya silahkan langsung menuju ke tingkat 2 dan diisi penuh, sedangkan bagian bawah diprioritaskan bagi penumpang Lansia, Hamil dan Disable. - Bagi yang bawa anak kecil sebisa mungkin anaknya dipangku agar kursi nya bisa digunakan penumpang yang lainnya. - Satu lagi tambahan dari aku, bagi orang tua yang membawa anak2 mohon dapat menasihati anak-anaknya apabila duduk di tingkat 2 agar duduk dengan manis. Ini pengalaman kami kemarin, ada anak sekitar umur 6-7 tahun yang kesal dengan orang tuanya, lalu menghentak-hentakkan kakinya di lantai Bus tersebut sehingga mengganggu penumpang yang berada di bawah, setelah diperingatkan oleh kondektur Bus Wisata dengan Microphone (karena kondekturnya duduk di lantai 1 dekat supir), tetap saja si anak berulah dan orang tuanyapun tidak bisa melarangnya sampai ada salah satu anggota kami yang ikutan menegur barulah orang tuanya malu dan mengingatkan anaknya. JANGAN YA..CH!! Bus Wisata tema RPTRA Kalijodo Mungkin bagi teman-teman yang sudah pernah naik Bus Wisata ini mengeluh ramai tidak bisa dapat duduk di tingkat atas, aku kasih kisi-kisinya sedikit ya. Kalau mau dapat tempat duduk nyaman dan masih banyak pilihan maka cari lah lokasi naik Busnya yang tepat, contohnya : 1. Kalau mau ke RPTRA Kalijodo, naiknya harus dari halte Monas (depan pagar IRTI). Bus ini hanya menurunkan penumpang di halte Kalijodo dan Monas saja. Tetapi bisa menerima penumpang (jika tempat duduknya masih tersisa) di tiap titik pemberhentian yang telah ditandai. Jika dari RPTRA Kalijodo hendak ke tempat lainnya, kita mesti kembali dulu ke Monas untuk kemudian naik Bus Wisata jurusan yang dimaksud. 2. Kalau mau ke Kota Tua / Batavia, Museum Bank Indonesia, Museum Fatahilah, Sunda Kelapa, Toko Merah, Museum Kapal, disarankan untuk naik dari halte Juanda / Istiqlal, karena disitu Bus Wisata tersebut masih kosong tempat duduknya. Karena tema tulisanku kali ini adalah Bagaimana caranya berwisata di Jakarta dengan Bus Wisata, maka saya singkat saja ya mengenai rute kami. Rute pertama adalah RPTRA Kalijodo, kurang lebih jam 10.30 WIB kami naik dari halte di depan IRTI lalu turun di RPTRA Kalijodo, perjalanan kami tempuh kurang lebih 15-30 menit saja karena Bus Wisata ini melewati jalur Tol Semanggi lalu turun di pintu tol Jelambar, sehingga cukup mempersingkat banyak waktu mengingat daerah yang dilalui dari mulai Semanggi, Slipi, Grogol dan Latumenten itu macet meskipun hari Sabtu ya. Setiba di RPTRA Kalijodo kami singgah untuk foto-foto sebentar karena cuaca cukup panas kamipun tidak berlama-lama di Kalijodo dan belum keliling sampai ke lokasi Skateboard. Kurang lebih 30 menit di Kalijodo, berhubung hari sudah siang, matahari sudah di atas kepala yang artinya sudah jam 12 lewat sekian dan perut kami sudah protes minta diisi, maka kamipun memutuskan untuk melanjutkan perjalanan kami menuju Juanda, hendak kemana kita?? KULINERAAANNN….. Rombonganpun naik Bus Wisata yang tadi untuk menuju ke Monas (kebetulan kami masih dapat Bus Wisata yang sama dengan waktu kami kesini), karena memang Bus Wisata yang 1 ini tidak melayani rute lain kecuali Monas & RPTRA Kalijodo saja, jadi kita mesti balik dulu ke Balai kota, repot sih memang.. tapi yah,, sesuai kan dengan temanya, keliling Jakarta.. ya sudah lah, kembali lah kita ke Monas. Setibanya di halte depan IRTI, kami pun bimbang, karena Bus yang ke Juanda masih lama, akhirnya kami putuskan untuk ber-umum-ria saja ke Juanda, karena jaraknya juga gak jauh dari Monas (hanya sekitar 2.4 KM saja). Kami pun mem”belah diri” menjadi 2 grup, 1 naik bajaj dan 1 lagi naik taksi. Tarif Bajaj Rp 20.000/way (syukur kalau bisa nawar dan dapat harga Rp 15.000/way) dan Taksi Rp 16.000/way (kondisi jalan lancar). Setibanya di area Jl.Veteran 1 No. 10, Gambir, langsung menuju ke toko Ragusa Es Italia. Rombonganpun bergegas mencari tempat duduk didalam toko es krim Ragusa… daaan… PENUH. Seperti sudah kami duga sebelumnya karena memang favorit banget. Ya ok deh, kami pun cek toko sebelah, menu di toko sebelah ada sate ayam, asinan juhi, mie juhi, gado-gado, otak-otak dan minuman. Harga makanannya per-porsi rata-rata Rp 20.000,- saja, sedangkan minumannya berkisar antara Rp 5.000,-/botol s/d Rp 7.000,-/botol saja. Jadi lah kami duduk memesan makanan ditoko ini dan beli "takeaway" es krim Ragusanya. Ragusa Es Italia adalah Produk es Italia yang telah berdiri sejak tahun 1932 dan menggunakan bahan dasar susu sapi segar sehingga menghasilkan es krim dengan tekstur yang lembut, tidak terlalu manis dan tidak menggunakan bahan pengawet. Toko es krim Italia ini hanya menjual tujuh rasa dasar es krim yang meliputi coklat, vanila, mocca, stroberi, nougat, durian, dan rum raisin dan beberapa kombinasi es krim lainnya. Pilihan menu favorit di Ragusa ini adalah Banana Split, Spaghetti, Cassata Cisiliana dan Tutti Frutti, harga menu favoritnyapun hanya Rp 35.000,-/porsi dan cukup banyak juga kalau untuk dikonsumsi sendirian. Berikut Menu es krim yang tersedia di Ragusa: by Google Berikut penampakan aslinya: Banana Split Spaghetti Ice Cream Tutti Frutti Selesai makan, kamipun melanjutkan perjalanan menuju Kota Tua/Batavia, sebelum meninggalkan lokasi, kami foto-foto dulu, sekalian perpisahan dengan Mak Menie, yang harus pulang lebih dahulu karena masih ada urusan lain. Selesai foto-foto kamipun menuju ke halte Bus Wisata, dari toko belok kiri, Jl. Veteran 1, jalan kearah luar gang belok ke kanan. Di sini ada 3 rute Bus Wisata yang berhenti mengambil penumpang, yaitu Jakarta Modern, Pencakar Langit Jakarta dan Sejarah Jakarta. Khusus untuk Sejarah Jakarta, antriannya adalah diatas trotoar, posisinya paling kanan. Jangan salah jalur ya, kalo salah jalur bisa diteriakin kondektur Bus untuk antri lagi dari belakang lho. Bus Wisata Pencakar Langit Jakarta Lama kami menunggu di halte, sempat bertanya-tanya kenapa busnya belum juga berjalan kearah kami, busnya berhenti sekitar 10 meter dari halte. Para petugas Bus mulai dari driver sampai dengan kondektur sibuk, hilir mudik, keluar masuk bus. Ada apa ya?? Oooo.. Ternyata Busnya sedang disapu dan di Pel dulu, mungkin ada penumpang sebelumnya yang sedikit kurang disiplin makan dan minum hingga menjatuhkan sesuatu yang membuat kotor Busnya…. Jadi ingat yach… Jangan abaikan larangannya. Kasian petugas-petugasnya. Menunggu sekitar 10-15 menitan, akhirnya bus wisatanya menghampiri kami dan penumpang mulai berjalan ke dalam bus dan bergerak menuju ke tingkat atas. Buspun jalan menuju Kota Tua dengan melewati Jalan Gajah Mada. Tiba di depan Museum Bank Indonesia, jam tangan menunjukan waktu sudah pukul 15.55 WIB, sudah tidak bisa masuk ke Museum Bank Indonesia lagi karena tutupnya jam 16.00 WIB, pintu pagarpun sudah ditutup rapat-rapat. Baik lah, berarti langsung saja menuju Wisata Kota Tua. Di Kota Tua, kita bisa menemukan Museum Fatahillah, Café-café yang di-design sedemikian rupa sehingga terkesan tua, meskipun menu dan merk restorannya adalah restoran masa kini, seperti Bangi Kopitiam dan lainnya. Ada Indomaretnya juga di samping Café Batavia. Pemandangan mulai menarik karena pintu bangunan masih terkesan kuno, disekitarnyapun banyak berdiri Patung-patungan Pahlawan dan Super Hero Tempo Dulu seperti Imam Bonjol, Gatot Kaca, Tentara Kompeni, Noni Belanda (yang tampangnya jauh dari orang Belanda…. Hehehe); pelukis, souvenir-souvenir, dan lainnya. Ada sepeda Ontel juga disana, dulu waktu tahun 2013, Saya pernah bawa tamu ke sini, sewa sepeda ontelnya untuk keliling ke Pelabuhan Sunda Kelapa, Museum Kapal, Pasar Ikan dan Toko Merah, harga sewanya Rp 30.000,- /unit. Tapi sepertinya sekarang Sepeda Ontelnya sudah tidak boleh keluar dari kawasan Kota Tua deh. Tapi menariknya sepeda-sepeda itu sekarang dicat berwarna warni dan masih dapat disewakan untuk pengunjung Kota Tua dan hanya boleh berkeliling didalam saja. Sayang sekali memang, padahal kalau masih boleh berkeliling ke Pelabuhan dan lain2 jadi bisa mengenal obyek-obyek wisata yang lainnya disekitar Kota Tua. Tapi.. ya sudah lah… Kami cukup puas juga dengan pemandangan yang ada disini. Setelah Capek foto-foto di Kota Tua, jam sudah menunjukkan pukul 17.05, lalu kamipun beranjak keluar dari Kota Tua dan berencana ngopi-ngopi cantik dulu sebelum bubar. Tujuan kami adalah Kopi “Lau Hue” (pernah dibahas oleh Ci Eka Wibisono) tahun lalu. Sebelum Ngopi ternyata Ibu-Ibu sudah lapar perutnya dan akhirnya nongkrong dulu dipinggir jalan didepan Museum Bank Indonesia mencoba jajanan berat pake bakulan di depan gedung Museum Bank Indonesia. Ada Gado-gado, ada Kwetiau, Mie Goreng, Bihun Goreng, lengkap dengan gorengan bakwan serta sambal kacangnya.. Rame lah pokoknya itu bakul. Yang pasti semua happy meskipun rasanya so so banget banget sih katanyaaa…. (karena aku sendiri tidak mencoba). Setelah nye”nack” jajanan berat itu tadi, kami lanjutkan perjalanan menuju ke Petak 9, Glodok area dengan berjalan kaki (jaraknya kurang lebih 1,2 KM). Kebayang kan bagaimana perjuangan kami hari itu… huff… berjalan kaki kurang lebih 15-20 menit, akhirnya tiba lah di tujuan yaitu kedai “Lau Hue”. Disini kami memesan Liang Teh (Rp 9.000,-), Es Kopi (Rp 12.000,-/gelas), gorengan pisang (Rp 3.500,-/pc), Talas (Rp 6.000,-/pc) dan tapenya (Rp 3.000,-/pc). Dah kecapean jadi gak napsu makan yang berat lagi (atau Ibu-Ibu kita udah kekenyangan ya… hahaha.. kagak tau juga). Yang pasti di Kedai ini ada jual Mi kuah, bihun kuah, kwetiau dan lain-lain khas Bangka. Ok… Tiba lah saatnya kami harus berpisah di halte Busway Glodok. Sebagian ke Kelapa Gading, Mangga Besar, ke Gajah Mada, dan sisanya kami balik lagi ke Balai Kota dengan menumpang Busway dengan tujuan akhir Monas, Foto-foto lagi sebelum berpisah. kami minta diturunkan didepan Balaikota. Kami pun menyempatkan diri untuk masuk ke halaman Balaikota dan berfoto ria dengan background Karangan Bunga yang banyak itu... Pertemuan ini singkat memang tetapi cukup berkesan karena memang sudah pada kangen sih… Akhir kata, bagi teman-teman yang di luar sana, baik Jakarta maupun luar kota, jangan ragu, silahkan mencoba berkeliling Jakarta dengan Bus Wisata Jakarta Ini. Mumpung masih Gratis. Kalau udah lewat dari bulan Oktober 2017, gak tau lagi deh. Dijamin nyaman dan memuaskan. Selamat Mencoba dan Semoga Bermanfaat..!!
  12. 4 likes
    Melanjutkan FR hari ke2 di Batu setelah sebetulnya ke bromo. Setelah open trip bromo Berakhir, kami berlima dianter pulang ke mepo statsiun KA malang. Akan terapi semua peserta tidak ada yg pulang hari ini Pada nambah nginep 1 malam, Saya sendiri nambah 2 malam. Ahir nya kita request kulineran di malang, tentunya ada biaya tambahan Tempat kulineran yg pertama di kunjungi adalah baso Kota cak man, konon ada 3 baso Kota yg ngetop di malang. Teman Saya ada yg udah nyuri star dulu an makan di baso malang president yg deket rel kereta api itu, tp review nya jelek, gak enak katanya. Baso cak man yg aku sambangi adalah yg di ruko jln wr. Supratman tinggal tanya RS lavallete saja. ini tempat nya ini basonya, kisaran harga 3k sampe 6k Saya ngambil 5 jenis plus aqua Hanya 19k. Kuahnya ternyata enak bgt gak bau gajih2 gitu Apalagi setelah di tambah cacahan bawang mentah dan goreng Makin sedap saja. Beres makan mlipir sedikit, Teman Saya ada yg beli malang strudel jgn Salah, malang strudel ada gambar teku wisnu nya :) harga kisaran 48k sampe 65k byk macem nya. Kalo beli di statsiun KA tinggal tambahkan 15k saja dr harga outlet Beres beli oleh2, kita meluncur ke toko oen yg byk di rekomendasikan. Tdk ada yg menarik buat di coba, mungkin pada masih kenyang. Aku Cuma nyoba es krim tuti fruti (35k) temen yg lain nyoba es krim special nya (55k) pada sepakat, es krim nya GAK ENAKKKKKKK..... mending magnum saja kamana2. Beres Dr toko oen kita bubaran, yg 2 dianter ke balava hotel, yg 2 lg ke Haris hotel, sedan kan aku naik grab ke batu 65k taripnya. Ada sedikit insiden, karena Saya Blum install grab, sama Teman Saya di order kan, ternyata Salah tujuan.... Menuju ke kabupaten malang. Untung pas di Mobil driver nya nanya lagi, Saya buru2 install grab, registration dan reorder lg. Kali ini bener tujuan nya ke batu hahaha. Di tempuh kurleb 1 jam kira2 17km, udah menjelang magrib sampe the batu villas nya. Tujuan malam ini ke BNS dan pos ketan legenda. Tapi setelah mandi kok ngantuk banget, ahirnya gak jadi kamana2 alias tidur sampe bablas. Pagi2 bangun langsung Pesan sarapan nasgor rempah, hmm gak enak nasgor nya. Setelah ambil motor (ada sewaan 70k/hari) Saya meluncur ke Jatimpark2. Gak susah nyari jln nya tinggal puter balik langsung masuk jln oro oro ombo. Dpt bocoran mending pagi2 kesana eco green udah buka jam 9, Jatimpark2 Baru buka jam 10. Saya beli tiket terusan 3 wahana. Eco green Park, secret zoo dan museum satwa. Pas lg clingak clinguk nyari loket tiket, di atrium ada jalur cepat kalo beli tiket terusan. Harga tiket 150k. Tujuan pertama eco green Park dulu (recommendation) disediakan angkutan meskipun jalan jg gak jauh plng 200m. Sebelum masuk kita di paksa di siram dulu, katanya untuk sterlisasi gitu gak sampe basah, seperti di semprot avene eau thermal spray gitu hahahaha Namanya jg eco green Park Jd didominasi yg berbau Ramah lingkungan plus education nya. Taman nya thematic, disini di dominasi sama burung yg entah berapa ratus koleksi nya, jg serangga Dr berbagai negara Taman water music, silahkan bermain2 disini awas kena seprot!! Amankan hp Anda hahaha Kalo cape dan lapar bisa istirahat dulu di food court nya. Kalo jam 12an ada bird show disini Byk jg wahana di sini mulai Masuk Ruangan kaca, yg aku sendiri gak bisa keluar hahaha Simulasi Gempa, lorong tambang, masuk area jungle sambil tembak2an semua lorong sangat bersih, tidak ada yg bau2 cape menjelajah eco green Park, lanjut ke secret zoo Setelah kena seprot lg, langsung disuguhi tikus2 yg berat nya 10kg, lanjut area monyet yg byk bgt koleksi nya mulai yg unyu sampe yg seremsemua satwa disini sehat2, gemuk2 jg kalo beruntung pas jam berkunjung ada atraksi2 hewan seperti ngasih makan, ngajak bermain2 dll. Untuk menelusurinya semua wahana disini gak perlu takut ada yg kelewat, asal jeli setelah puas lihat tinggal cari arah panah untuk wahana selanjutnya Maka seluruh wahana bisa di lihat. Klo cape ada mini skuter siap di sewa 100k/3 jam. Cape di tengah jln? Tinggal call entar di anterin skuter nya. selanjutnya masuk museum satwa Byk sekali koleksi binatang awetannya, sayang latar belakang nya lukisan. Kalo pake photo Asli lebih hidup selesai jg Saya menjelajah 3 wahana. Total 6 jam lebih jalan2 nya.... Gempor. Balik ke hotel, mandi, makan nasi pecel lanjut lg ke museum angkut jam 5an sore. 2 jam menjelajah museum angkut ini. Bagi yg suka otomotif wajib ke sini, outdoor nya jg sangat keren Kota gangster Tema Las Vegas itali German Paris area pesawat terbang mobile nya ada yg replica ada jg yg Asli jgn tanya deh berapa koleksi Mobil nya, banyaaaaaaak bgt. Gempor menelusurinya, istirahat dulu di Pasar apung. Sambil beli jamu beras kencur Dr sini msh ada museum DE topeng, takjub jg berapa ribu ato ratusan ribu koleksi topeng nya. selesai Dr sini let go BNS! Ketika nyampe, lihat Dr luar langsung urung saja.... Ah Cuma liat lampu2 doang puter balik ke alun2 batu, tujuan Utama pos ketan legenda. Eh buseet penuh terus Batal deh nyicip, pulang dgn tangan hampa ada yg tdk kesampaian. Pulang hotel, bobo pulas. Pagi2 udah bangun langsung ke coban Rondo Selesai sudah trip nya Selesai sudah trip nya. Packing, balik malang via grab kena 54k
  13. 4 likes
    Berkunjung ke Lampung untuk Dinas Kerjaan, ga lengkap rasanya tanpa menyisipi dengan jalan-jalan di wisata lokal. Beberapa yang saya kunjungi : Pulau Pahawang. too mainstream sih, tapi okelah untuk jalan-jalan seharian. berbekal nekat karena pas longweekend, kesana rame banget. modal nyerocos akhirnya bisa ikut open trip per orang cuma kena 200rb (udah include alat snorkling). pas disini bikin video ulang tahun deh buat istri tercinta Air Terjun Way Lalaan. rasanya ga banyak yang tau air terjun ini. lokasinya ada di deket komplek Pemda Kabupaten Tanggamus. masuknya murah kok (lupa harga tiketnya). cukup OK buat cari air tawar seger habis perjalanan laut dan darat yang ekstrim di Kota Agung (daerah Sedayu) Bandar Lampung. Menikmati malam kota Bandar Lampung di Masjid Agung Al-Furqon sambil ngopi, naikin Drone deh. cukup indah untuk ambil foto & video di sekitar masjid agung ini karena pencahayaannya cukup terang, so hasilnya OK.
  14. 3 likes
    Tanggal 4 Mei 2017. Sebelum memutuskan untuk melihat keindahan alam yang ada di Tibet ( baca : Aku berhasil Taklukan Tibet ), ada baiknya perhatikan dulu beberapa hal berikut ini, tentu, semua yang aku tulis dibawah ini adalah berdasarkan pengalaman yang telah aku alami sendiri. Namanya juga pengalaman, bisa saja, itu hanya berlaku buatku sendiri, tidak berlaku buat kamu, karena setiap kesempatan itu punya kejadiannya sendiri. Mount Everest. Seperti halnya aku, sebelum akhirnya benar- benar sampai di Tibet, aku banyak baca pengalaman dari travelers sebelumnya yang berbeda- beda juga, cari tahu dan bertemu langsung dengan penulis buku beken “7 Hari 1.500 Kilometer Mengelilingi Tibet“, Feby Siahaan dan temannya, Ossy Ika Dorin Gultom. Mereka, total berlima, punya pengalaman yang super keren trip dari Nepal ke Tibet. Jelas, kamu harus tahu, mau ke Tibet, kamu mau masuk dari Kathmandu, Nepal atau dari Chengdu, Cina. Dari kedua kota tersebut, kamu bisa dapatkan The Group Visa China. Jika kamu masuk dari Nepal, sekarang ini, satu- satu caranya adalah lewat udara, yups, ada beberapa flight langsung dari Kathmandu ke Lhasa, Tibet. Untuk overland, jalur darat yang sangat terkenal dikalangan travelers dunia itu sekarang ini sudah ditutup. Informasi yang didapatkan, sejak gempa bumi yang terjadi di Nepal beberapa tahun lalu, banyak jalan yang hancur. Mungkin, kedepannya akan dibuka kembali. View dari balik jendela pesawat. Nah, kalau kamu dari Chengdu, kamu bisa pilih mau naik kereta api yang membutuhkan 46 jam perjalanan itu atau pesawat. Perbedaannya sangat jauh, dari view yang akan didapatkan jika naik kereta api dan pesawat. Dan diyakini, jalur kereta api dari Chengdu ke Lhasa ataupun sebaliknya, itu menyuguhkan pemandangan alam yang super indah. Menjadi jalur kereta api tertinggi didunia hingga saat ini. Beda dengan penerbangan dari Kathmandu ke Lhasa, kamu akan mendapatkan pemandangan luar biasa, sang pilot akan menurunkan pesawat dan berada tepat sekitar 2.000 m diatas pegunungan Himalaya dan kamu bisa melihat dari atas secara dekat, puncak gunung tertinggi didunia itu. Tentukan bulan apa kamu mau kunjungi Tibet. Tour guide yang bawa aku sih bilang Juli – September. Cuaca akan sangat bagus, pemandangan sangat jelas, tapi akan hujan di malam hari. Hampir setiap malam. Tambahnya lagi, jika ingin ke Everest Base Camp ( EBC ) sih tidak terlalu pengaruh, karena sudah berada diatas 5.200 m dari permukaan laut. Jika sudah tahu kapan mau kesana dan mau masuk dari mana? Carilah tiket. Sudah dapat tanggal. Sudah boleh mulai cari travel agent deh. Heh? Travel agent? Berarti pakai tour dong? Yes.. satu – satunya cara untuk bisa kunjungi Tibet, kamu wajib pakai travel agent yang ditunjuk pemerintah Cina. Kenapa pemerintah Cina? Karena Tibet bukan negara, Tibet adalah bagian dari Cina, Tibet dikontrol langsung oleh Cina, secara politik, kamu bisa google sendiri. Aturannya masih berlaku hingga saat ini, tidak tahu untuk kedepannya. Di Yamdrok Lake, 4.998 mdpl. Ada baiknya, sebelum ke travel agent, cari tahu dulu dari pengalaman travelers sebelumnya yang sudah kesana, ingat, setiap orang punya pengalaman yang berbeda- beda, tahun dan bulan keberangkatan dari orang yang sudah pernah ke Tibet, tidak menjamin akan seperti itu juga yang akan kamu alami. Karena, peraturan pemerintah selalu berubah seiring waktu yang berjalan dan tidak ada yang tahu, bahkan dari travel agent setempat sekalipun. Contoh sederhana, setelah dapat tiket Jakarta ke Kathmandu, aku memutuskan ke Tibet. Tapi setelah cari tahu tentang cara ke Tibet, oaalaa… harus group yang terdiri dari minimal 5 orang dari pemegang paspor yang sama. Nyatanya, sekarang ini tidak berlaku, aku sudah disini. Kedepannya, kita tidak pernah tahu akan seperti apa ? Dan, sekarang ini, sudah pasti, tidak bisa traveling ke sana tanpa travel agent, apalagi mau backpackeran. Karena begitu sampai di bandara saja, harus ada yang jemput kamu dipintu pemeriksaan, yakni, tour guide kamu yang telah ditunjuk, lengkap dengan Tibet Permit kamu yang sudah harus diurus oleh travel agent jauh hari sebelum kamu tiba. Minimal harus ada 5 jenis surat izin yang wajib kamu miliki itupun hanya sampai di Lhasa saja, jika mau ke EBC, tambah 1 jenis surat izin lagi. Group visa Cina hanya bisa diurus di Kathmandu atau di Chengdu ( setahu aku, entah di kota lainnya di Cina juga ). Yamdrok Lake. Bandingkanlah itinerary yang ditawarkan satu travel agent yang satu dengan yang lain. Aku menghubungi lebih dari 10 travel agents yang ada di Chengdu dan di Kathmandu. Baiknya, kamu mulai cari travel agent minimum 4 bulan sebelum tanggal keberangkatan kamu. Banyak tik- tok-an, belum lagi negosiasi harga dan revisi tempat yang mau kamu kunjungi. Jangan mau ikutin apa maunya travel agent, ikuti apa maunya kamu, toh kamu yang bayar kok. Sebenarnya, kamu juga bisa beli paket dari travel agent Jakarta, nah, hanya saja, mereka juga harus beli dari rekanan mereka di Cina, yang ada kamu malah bayar fee double. Harganya bisa lebih mahal. Menjelang keberangkatan, sebaiknya jaga kondisi badan supaya tetap fit. Jika kamu bukan tipe orang yang banyak waktu buat olahraga, atau tidak suka olahraga, coba atur waktu deh buat olahraga. Karena Tibet itu rata- rata berada diatas ketinggian 3.000 m diatas permukaan laut. Seperti aku, 2 bulan sebelum berangkat ambil paket olahraga, walaupun hanya datang 2 minggu pertama saja, itupun seminggu cuma 2 kali. Hahahha… Yang paling dikhawatirkan adalah AMS ( Altitude Mountain Sickness ). Jadi, itulah maksudnya agar tetap menjaga badan tetap bugar. Semua tergantung pada kondisi badan sendiri, daya tahan tubuh masing- masing. Rongbuk.. Aku sih tidak punya pengalaman apapun tentang gejala yang dialami orang yang diserang AMS. Tapi berdasarkan yang aku baca, kabarnya, mual- mual, sesak napas, sakit kepala, muntah, bisa kejang- kejang, demam, dengung di telinga, sakit tenggorokan, memar, perubahan penglihatan dan lain sebagiannya, kamu bisa tanya om google. Kabarnya, ada yang sampai pembuluh darah matanya pecah. Yang akhirnya, tidak bisa menikmati Tibet itu sendiri. Bawalah pakaian yang hangat. Tibet dikelilingi oleh pegunungan. Anginnya kencang. Sarung tangan, topi, jaket yang sudah ada topinya, masker, lips balm, kaca mata hitam buat narsis,hahaha, kaca mata lebih buat menghalau matahari langsung ke mata kamu, karena sinarnya terik sekali. Untuk makanan, coklat dan apel bagus untuk menambah stamina tubuh. Bawalah kamera, sepanjang perjalanan, aku yakin kamu bakalan jeprat- jeprit terus- terusan. Hanya didalam Jokhang Temple dan Potala Palace saja tidak boleh foto, selebihnya boleh, outdorr, asal jangan foto hal- hal yang berbau militer, kayak pos militer, tentaranya. Aku sih lebih pilih bertanya, kalau menurutku tidak yakin, apakah boleh di foto atau tidak? Siapkan list lagu kesayangan kamu yang banyak. Perjalanan dari 1 tempat ke tempat lainnya “terlalu” jauh, walaupun pemandangan alamakjang, indahnya. Tetap saja bisa bosan, sangking lamanya perjalanan itu sendiri. Bawalah obat- obatan, terutama konsumsi obat pengangkal AMS. Kemaren aku beli di apotek Kathmandu. Aku juga ada konsumsi vitamin c supaya tubuh tetap fit. Konsumsi obat penangkal AMS itu kalau aku sih, 2 hari sebelum terbang ke Lhasa. Aku makan 1/2 butir dulu, baru kemudian 1 butir di pagi hari. Katanya, kalau ada gejala tidak enak, segera konsumsi lagi. Banyak minum air deh. Tapi aku sendiri, entah kenapa, selama di Tibet, tidak begitu banyak minum. Sediakan banyak tisu kering dan tisu basah, pewangi atau semacam minyak angin, Tibet sama seperti Cina pada umumnya, toiletnya punya aroma yang khas. Hahaha… Lebih baik cari toilet alam. Kali saja, kamu ketemu zonk didalam toilet. Seperti aku, banyak lalar yang berterbangan sana sini. Maklum, kue- kue hasil manusia, menumpuk begitu saja didalam saja. Please.. jangan dibayangkan. Buat kamu yang suka baca buku, aku sih cuma bilang, jangan deh baca buku, pemandangannya terlalu sayang untuk dilewatkan. Tapi yang terserah juga, aku, walaupun ngantok, tidak mau tidur sekejappun dalam mobil. Mesjid di Lhasa. Tidak tahu bagaimana rencana perjalanan kamu di Tibet, tapi saat baru tiba di Lhasa, kamu disarankan untuk tidak mandi apalagi keramas untuk 2 hari pertama. Ini supaya kamu menyesuaikan diri dengan alam dan badan kamu tidak terkejut. Jelas kok, itinerary dari travel agent kamu juga tertera. Mata uang yang dipakai adalah Cina Yuan, RMB. Bahasa lokal mereka ya Bahasa Tibet, mandarin, dan sebagian kecil bisa Bahasa Inggris. Tour guide bisa ketiga bahasa. Makanan lokal kurang cocok dilidahku. Mereka lebih banyak masak pakai minyak yark, hewan lokal semacam sapi gitu. Aku lebih banyak makan masakan Chinesse food. Untuk masakan halal, khususnya di Lhasa, ada 1 area dekat ke Jokhang temple, disana ada Muslim area sih. Ada mesjidnya juga, mesjidnya bagus. Local food, tidak cocok dilidahku. Balik lagi tentang aturan main di Tibet yang super ketat !!! Sekali lagi, sudah dipastikan untuk saat ini, kamu tidak bisa ke Tibet tanpa travel agent yang menjamin keberadaan kamu. Mulai dari saat kamu mendarat di Lhasa, harus ada tour guide yang menjemput kamu dengan Tibet Permit yang sudah didapat sebelumnya, sepanjang perjalanan, entah berapa puluh kali, tour guide harus turun ke pos militer untuk melapor keberadaan kamu, terlebih lagi, saat melakukan perjalanan keluar dari Lhasa. Ketika mau ke Rongbuk, wajib apply Aliens Travel Permit di Shigatse kemudian ada satu pos penjagaan, kamu harus turun bersama tour guide kamu memperlihatkan PASPOR, TIBET TRAVEL PERMIT, GROUP VISA, ALIENS TRAVEL PERMIT. Selebihnya, entah berapa puluh kali melewati pos militer, dan itu harus lapor. Tidak jarang, militernya akan mendekat ke mobil untuk periksa. Group Visa selain berlaku untuk masuk ke Tibet, juga berlaku untuk ke kota lainnya di Cina. Potala Palace. Begitu dengan supir, dia juga wajib lapor setiap kali melewati pos militer. Repot, ribet dan super ketat. Semua hal ada aturannya, kecepatan mobil, ketepatan waktu, bahkan ketika mengunjungi Potala Palace di Lhasa, ditiket tertera jam 10 pagi, kita jam 9.20 sudah harus berada dipos pemeriksaan pertama, tetap, wajib didampingi tour guide. Tepat 9.30 kita baru boleh masuk untuk tukar tiket asli. Prosesnya sedemikian ketat. Aku ingat, ada 1 tour guide kehebohan kehilangan 1 anggota tournya, sedangkan saat itu juga sudah jamnya mereka masuk. Aku tidak tahu, jika sewa router dari Jakarta apakah bisa berfungsi atau tidak? Di Tibet, sebagai turis, kamu bisa beli simcard. Harga untuk 12 GB, aku bayar 76 RMB, provider China Mobile. Ketika kamu mau pulang, kamu wajib kembalikan potongan simcard itu ke tokonya lagi. Barkhor Street. Sebagian juga menyebutkan bahwa, akan banyak pemeriksaan secara ketat saat masuk ke Tibet. Bagasi dan sebagainya akan dicek dan dibongkar. Aku sih tidak mengalaminya sama sekali. Dari awal perjalanan, mendarat dengan selamat di Lhasa, melewati imigrasi, melewati pemeriksaan bagasi, melewati pos penjemputan oleh tour guide, menikmati indahnya Tibet, melihat dari dekat puncak Mount Everest, tepatnya mengingap semalam di kaki gunungnya, Rongbuk dan menginjakkan kaki di EBC. Kemudian pindah ke Chengdu, naik kereta api, yang katanya, harus tahan mental karena prilaku yang orang Cina soal kebersihan, hingga pulang ke Jakarta, lancar dan tidak ada satu hambatan apapun. Sebelah kanan, Rongbuk Guesthouse. Semuanya berjalan aman dan selamat. Tidak ada pengaruh AMS yang menyerangku sama sekali, tidak ada pemeriksaan yang seperti yang banyak dialami yang lainnya, tidak mengalami hal yang aneh bersama mereka saat naik kereta api ke Chengdu. EBC With Love, @ranselahok www.ranselahok.com ---Semoga semua mahluk hidup berbahagia---
  15. 3 likes
    Baca juga bagian 1 artikel ini di sini 11. Fatehpur Sikri, Bekas Komplek Ibukota Mughal Panorama udara Fatehpur Sikri via airpano.com Komplek luas bekas ibukota kekaisaran Mughal ini berada cukup jauh dari pusat kota Agra, tepatnya sekitar 45 km di sisi Barat. Fatehpur Sukri memang sempat menjadi ibukota Mughal di tahun 1571 sampai 1585 ketika masa kepemimpian Raja Akbar Sikandra. Ia membangun kota berbatas dinding dengan beragam fasilitas didalamnya mulai dari istana, lapangan, masjid, bangunan khusus, dan utilitas lainnya. Sama seperti bangunan megah lainnya di era Mughal, Fatehpur Sikri juga banyak menggunakan bata merah. Gaya arsitekturnya juga sangat mencirikan arsitektur Islam Mughal dari berbagai aspek dan sudut. Memasuki komplek Fatehpur Sikri, pengunjung sudah akan disambut gerbang megahnya setinggi 54 meter dengan dimensi yang sangat besar dan megah. Pengunjung turis mancanegara dikenakan tarif masuk sebesar INR 485, jah berbeda dengan pengunjung lokal yang hanya INR 50. Namun biaya ini sangat sepadan karena ada banyak bangunan bersejarah yang bisa disaksikan di dalam komplek seperti Beberapa Istana, Masjid Jama, Hall, Bangunan Ibadat Khana, Taman dan Kolam, Menara Hiran, hingga Makam Salim Chrishti. 12. Chini Ka Rauza, Makam Sang Penyair Chini Ka Rauza via expedia.co.in Bangunan monumental ini merupakan makam sang penyair terkenal masa Kekaisaran Mughal, Allama Mullah Khan Afzal. Karya sastranya terbilang sangat populer di India. Selain penyair, ia juga seorang pemikir yang membuatnya banyak berdedikasi bagi kekaisaran Mughal dimasa kekuasaaan Raja Shah Jahan. Berada tak jauh dari Taj Mahal, hanya sekitar 11 km, Chini Ka Rauza berada tepat di tepi Sungai Yamuna. Bangunan ini sudah dibangun sejak tahun 1635 dan diresmikan langsung oleh Shah Jahan. Menariknya bangunannya memiliki gaya yang tidak hanya dari arsitektur Mughal tetapi juga mencampurkannya dengan sentuhan lain yang membuatnya memiliki perbedaan dengan umumnya bangunan masa Mughal. 13. Gurudwara Guru Ka Tal Guru Ka Tal Via worldgurudwaras.com Bangunan Gurudwara bagi agama Sikh ini didedikasikan untuk mengenang Guru besar Sikh ke sembilan, Sri Guru Tegh Bahudar Ji. Berada di Jalan Mathura, bangunan Gurudwara ini memang bukan objek wisata utama, tetapi tentu tidak salah juga untuk disambangi apalagi tidak ada biaya atau tiket masuk tertentu. Bangunannya sendiri memang baru dibangun tahun 1970 dan memiliki ciri arsitektur khas dengan delapan menara yang berkubah di bagian atasnya. Pelataran luas dibagian depan membuatnya bisa diabadikan dalam foto dengan leluasa dari berbagai sisi. 14. Mehtab Bagh, Taman Belakang Taj Mahal Taman Mehtab Bagh via wikimedia.org Berada tepat di sisi Utara atau belakang Taj Mahal yang bersebrangan dengan Sungai Yamuna, Taman Mehtab Bag bisa menjadi pilihan untuk melihat Taj Mahal dari sisi yang berbeda. Taman persegi berukuran 300 x 300 meter ini dibangun tahun 1652 atau sejalan dengan akhir pembangunan Taj Mahal. Taman ini sendiri menjadi proyek pembangunan taman ke tujuh di sekitar Sungai Yamuna pada masa Kekaisaran Mughal. Karena berada tepat di tepi sungai menjadikan area taman ini seringkali terendam saat musim pasang tiba. Taman ini memang dibangun untuk menunjang keindahan Taj Mahal sehingga jika dilihat dari atas pun, lebar dan dimenasi taman sangat sejajar dengan keseluruhan komplek Taj Mahal. Bentuk polanya juga simetris yang melambangkan pola arsitektur Islam. Meskipun tidak semewah taman di bagian depan Taj Mahal, tetapi menyambangi taman ini juga sangat menarik karena memiliki axis lurus ke arah bangunan Taj Mahal. Dari sini juga, kalian bisa mendapatkan pemandangan dan foto Taj Mahal yang tak umum dari kebanyakan wisatawan. 15. Aram Bagh, Taman Tertua Era Mughal Aram Bagh via cpreecenvis.nic.in Jika Mehtab Bagh menjadi taman ke tujuh, maka Aram Bagh adalah yang pertama. Taman ini sudah dibangun sejak tahun 1528 di Kesultanan Mughal masa Raja Babur. Berjarak hanya sekitar 5 km Timur Laut dari Taj Mahal, Aram Bagh sangat layak dijadikan pilihan untuk mengenal lebih jauh masa keemasan Mughal sebagai bagian dari sejarah penting India. Taman ini memiliki gaya arsitektur lanskap Persia yang bisa dicirikan dengan jalur kanal yang membagi taman, meskipun saat ini seringkali kanalnya kering karena memang kurang begitu dirawat. Kanal atau kolam-kolam memang menjadi ciri arsitektur Islam pada umumnya karena peranan air sebagai penyuci diri sangat kental dalam ajaran Islam itu sendiri. 16. Kanch Mahal, Bangunan Mughal Berstruktur Menarik Fasad depan Kanch Mahal via babakathullu.com Di artikel pertama kita sudah membahas tentang makam Raja Akbar Sikandra. Ternyata di komplek yang sama juga ada bangunan monumental lain selain makam. Bangunan yang bernama Kanch Mahal ini juga merupakan peninggalan masa kekaisaran Mughal tepatnya dibangun antara tahun 1605-1619. Monumen ini memiliki arsitektur yang khas Mughal, meskipun yang ada saat ini tidak lagi utuh alias hanya sebagian dari reruntuhannya saja, hal ini bisa sangat jelas terlihat karena hanya di bagian depan saja yang fasadnya masih baik, berbeda dengan setengah sisi samping dan belakang yang sudah tidak utuh. Reruntuhan bangunan yang ada saat ini berbentuk kubus dengan tingkat dua. Pintu melengkung besar khas gaya Mughal menjadi bagian yang cukup menarik karena juga memiliki ukiran detil yang lebih besar dibanding jendela-jendelanya yang lain. Saat ini bagian dalam monumen ini hanya berupa ruang kosong dengan pilar-pilar saja tetapi tetap menarik dan mengesankan. Dulunya fungsi bangunan ini dianggap sebagai kediaman Harem, tetapi sejarah lain mencatatnya sebagai lokasi pondok singgah perburuan oleh kaisar Jehangir. 17. Makam Mariam-uz-Zamani, Sang Jodha Akbar Mariam-uz-Zamani adalah istri beragama Hindu dari Kaisar Mughal, Akbar. Ia adalah ibunda dari Jahangir atau nenek dari Shah Jahan. Ia juga dikenal sebagai permaisuri Hindu Mughal yang menjabat paling lama yaitu 43 tahun. Sosoknya yang dikenal dengan nama Jodha ini sangat berpengaruh dalam era Mughal. Bahkan kalau kalian pernah menonton drama Jodha Akbar yang tayang di salah satu tv swasta beberapa waktu silam, maka itulah cerita dari sosok Mariam uz-Zamani tersebut. Makam Jodha Akbar via mapsofindia.com Melihat begitu fenomenalnya sosok Jodha Akbar ini, maka sangat layak jika ketika ke India tepatnya Agra, kita menyangi tempat peristirahatannya yang terakhir setelah wafatnya di tahun 1623. Makam beliau berada di Jalan Raya Mathura Delhi, tak jauh di sisi Barat Daya komplek makam sang suami, Kaisar Akbar. Pembangunan makam berlagsung sejak 1623 hingga 1627 dimana lokasi tersebut awalnya merupakan sebuah pavilian terbuka. Makam asli Jodha sendiri berada di ruang bawah tanah, sedangkan nisan di bagian ruang bangunan yang bisa didatangi pengungunjung adalah tiruan atau monumennya saja. Bangunannya sendiri nampak gagah dengan struktur batanya serta menara-menara kecil di setiap sudut. Pintu-pintu berbentuk lengkungan nampak mendominasi karena berukuran besar dan membentuk lorong dibagian dalamnya. Di sekitar bangunan makam sendiri dibangun taman yang tertata rapi dan simetris yang menjadi ciri arsitektur Islam pada umumnya dan gaya arsitektur Mughal terkhususnya. JAIPUR Sudut ketiga dari segitiga emas India ialah Kota Jaipur. Kota yang juga menjadi ibukota dari negara bagian Rajasthan ini menjadi salah satu destinasi favorit turis selain karena memiliki peninggalan sejarah dan budaya yang kaya, tata kotanya juga sangat cantik dengan bangunan-bangunan kuno yang didominasi warna merah muda, karenanya kota ini sering dijuluki sebagai ‘Kota Pink’. Kota ini memang terbilang direncanakan cukup baik oleh pendirinya Raja Amer, Jai Singh II di tahun 1726. Berjarak sekitar 240 km arah Barat dari Agra atau sekitar 260 km arah Barat Daya Kota New Delhi, Jaipur sangat mudah dijangkau dengan berbagai pilihan moda transportasi dari mulai Bus, kereta, termasuk pesawat. 18. City Palace, Komplek Istana Maharaja Jaipur Jaipur dahulunya merupakan Kerajaan Amber. Komplek kerajaannya bahkan masih terawat hingga sekarang yang dikenal dengan City Palace. Di komplek yang berada di kawasan kota tua Jaipur ini menjadi lokasi bagi beberapa bangunan penting kerajaan seperti Chandra Mahal, Mubarak Mahal, Diwan e Khas, Diwan e Aam, dan masjid Istana. Buka setiap hari dari jam 9 pagi sampai 3 sore, wisatawan mancanegara harus mengeluarkan biaya sebesar INR 500. Karena kompleknya luas dan banyak bangunan didalamnya alias tidak satu objek saja, maka tarif ini cukup wajar. Diwan i-khas di komplek City Palace via wikipedia.org Memasuki gerbang masuk komplek, nuansa megah sudah akan langsung menyambut dengan pintu melengkung khas Islam. Detil lukisan marmer di dinding bangunan juga sangat mencolok dan semakin mentakbirkan keseriusan pembangunannya. Satu gerbang yang paling mencuri perhatian di City Palace ialah Gerbang Merah atau Peacock Gate. Seperti namanya, gerbang ini dihiasi dengan lukisan burung merak di bagian atas melengkungnya. Terlihat sangat cantik dan menakjubkan. Saat ini bangunan-bangunan Istana seperti Mubarak Mahal, Maharani Palace, dan Chandra Mahal menjadi museum dimana didalamnya tersimpan berbagai benda koleksi istana termasuk persenjataan. Namun khusus untuk Chandra Mahal, hanya lantai dasarnya saja yang terbuka untuk umum, hal ini karena bangunan berwarna pink ini hingga sekarang masih ditempati oleh keluarga anggota kerajaan Jaipur. Tak hanya bangunan-bangunan megahnya, taman-taman di sana juga menjadi penunjang keindahan dan kenyamanan komplek. Berkeliling komplek yang dibangun antara tahun 1729 sampai 1732 ini tak cukup beberapa menit saja. Kamu harus menyiapkan alokasi waktu yang lebih agar puas menyusuri setiap sudutnya. 19. Hawa Mahal, Istana Angin yang Tersohor Hawa Mahal via expedia.co.in Mungkin bisa dikatakan bangunan ini paling terkenal di Jaipur. Setiap wisatawan pasti menyempatkan diri berfoto dibangunan bertingkat berwarna merah muda ini. Bangunan itu ialah Hawa Mahal atau mempunyai julukan ‘The Palace of Winds’. Dibangun tahun 1799 oleh Maharaja Sawai Pratap Singh, desain bangunan setinggi 15 meter ini memiliki tingkatan di bagian atasnya dimana ini melambangkan mahkota dari Dewa Kresna. Desain bangunannya memang sangat menarik yaitu seperti dinding tinggi dengan 5 tingkatan dimana masing-masing tingkat terdapat jendela-jendela yang berjajar sehingga angin bisa masuk ke dalam ruang dengan bebas, inilah yang menjadi alasan kenapa Hawa Mahal disebut Istana Angin. Warnanya yang berupa merah muda juga semakin membuat banguan ini nampak mencolok. Berada dekat dengan City palace tepatnya di persimpangan jalan Hawa Mahar- Johari Bazar- Tripoli Bazar- Ramganj Bazar, pengunjung bisa masuk ke bagian dalam istana setiap hari dari pukul 9 pagi hingga setengah 5 sore dengan membayar biaya sebesar 50 rupee. Jika kamu ingin melihat Hawal Mahar semakin menawan, datanglah saat pagi hari karena cahaya matahari akan langsung menyinari bagian depan fasad istana dan membuatnya memantulkan warna pink mengkilau. 20. Galta Ji Temple, Kuil dengan Ribuan Kera Monkey Temple Jaipur via pinterest.com/pin/97320041917459557 Galta Ji Temple dikenal juga dengan Monkey Temple karena memang di kuil yang berada di 10 km Timur dari pusat Kota Jaipur ini menjadi lokasi berkumpulnya ribuan kera. Lokasi kuil yang jauh dari keramaian kota dan berada di antara tebing yang curam, bisa dikatakan menjadi alasan kenapa banyak kera yang mampir dan bermain disana. Kuil Suci Hindu ini seperti yang diungkap diatas berada di lanskap tebing yang curam tepatnya di perbukitan Aravalli. Karena lokasinya inilah membuat bangunan kuil juga dibangun mengikuti kontur. Kalian bisa merasakan suasana dramatis di beberapa lokasi karena diapit oleh tebing batu. Beberapa bagian lainnya juga menarik karena memiliki pemandangan perbukitan. Keunggulan lainnya ialah karena kuil ini memiliki 7 kolam mata air dimana salah satunya tidak pernah kering. Selain itu salah satu kolam juga sudah dikuasi ribuan kera saat sore hari. Ya, saat sore adalah waktu terbaik untuk wisatawan datang karena saat itulah kera datang untuk mandi. Meskipun kera liar tetapi mereka cukup ramah terhadap manusia termasuk jika kalian membawa makanan untuk mereka. Tidak ada biaya untuk memasuki kuil ini sehingga bisa dijadikan alternatif destinasi ketika berada di Jaipur. 21. Benteng dan Istana Amer, Nuansa Megah di Perbukitan Batu View Benteng Amer via MouthShut.com Daya tarik dari benteng dan istana ini ialah lokasinya di perbukitan batu atau tanah gersang khas timur tengah. Kontur ini membuat bangunan benteng dan istana juga dibuat mengikuti kontur alam sehingga memberikan visual yang menarik dan tidak monoton. Bahkan untuk memasuki gerbang utama, pengunjung harus mendaki bukit, karenanya bisa juga menyewa jeep atau bahkan menaiki gajah dengan tarif sekitar 900 Rupe untuk 2 orang. Berjarak hanya sekitar 11 km dari pusat Kota Jaipur, Benteng dan Istana Amber berada persis di sebuah danau kecil bernama Danau Maotha. Kawasan Kota Amer ini berakar dari suku Meenas dan kemudian dibangun oleh Raja Man Singh I sejak tahun 1592. Di komplek ini ada banyak hal yang bisa dilihat dari mulai gerbang, bangunan kuil, aula atau pelataran umum, ruang khusus kerajaan, pavilion, taman, dan banyak lainnya. Lengkapnya fasilitas disana karena sebagaimana halnya Istana, area ini menjadi tempat tinggal keluarga Kerajaan Rajput selama masa konstruksi Kota Jaipur. Kawasan bersejarah dengan bangunan berwarna senada dengan coklat dari perbukitan batu ini buka setiap hari dari jam 9 pagi hingga setengah 5 sore. Wisatawan asing dikenakan biaya masuk sebesar 200 Rupe. 22. Benteng Nahargarh, Menara untuk Melihat Kota Nahargarh Fort via guidelet.com Selain Benteng Amer, Jaipur juga punya Benteng Nahargarh yang berjarak sekitar 10 km saja dari Amer. Benteng ini dibangun oleh Maharaja Sawai Jai Singh II pada tahun 1734 untuk pertahanan kota. Bangunan benteng dibangun di atas perbukitan Aravalli sehingga dari atas benteng ini juga pengunjung bisa melihat kota Jaipur secara luas dari ketinggian. Karenanya pula, banyak pengunjung yang datang saat sore hari untuk menikmati matahari terbenam. Bangunan benteng ini mirip kastil-kastil eropa. Menyusurinya sedikit mirip dengan tembok rakasasa di Tiongkok karena kontur berbukitnya. Benteng ini sendiri melindungi sebuah istana didalamnya dimana istana ini memiliki gaya perpaduan indo-eropa. Detil arsitekturnya yang menarik seperti mural di bagian Madhavendra Bhavan. Tiket masuk bagi turis mancanegara ialah sebesar INR 30 dan dibuka setiap hari sejak matahari terbit hingga terbenam. Di area ini juga terdapat istana yang dibuka dari pukul 10 pagi hingga setengah 6 sore. 23. Jal Mahal, Istana di Atas Air Jal Mahal via makemytrip.com Tak jauh dari Istana Amer tepatnya di Danau Man Sagar, ada satu lagi objek yang menarik yaitu sebuah istana yang berada di atas air danau. Jal Mahal, begitulah nama istana yang didirikan oleh Maharaja Madho Singh I di pertengahan abad ke 18 yang dulunya menjadi tempat singgah raja ketika berburu. Istana ini sendiri awalnya berdiri di atas tanah seperti umumnya, tetapi ketika ada kekeringan di India maka dilakukan perluasan danau yang akhirnya memakan wilayah istana. Jadilah Jal Mahal pun berada di tengah danau dimana 4 lantainya terendam alias berada di bawah air. Sayangnya saat ini pengunjung tidak bisa memasuki bagian dalam Jal Mahal termasuk kapal yang membawa kelokasi sudah tidak beroperasi, tetapi melihat keunikan ini dari kejauahan sudah cukup memuaskan mata. Apalagi pemandangan alam perbukitan yang melatarinya menjadi pelengkap keindahan bangunan. Kalian juga bisa menyewa pakaian tradisional yang ditawarkan pedagang di tepi danau untuk merasakan sensasi berfoto dengan nuansa yang kental India. 24. Sanganeri Gate, Gerbang Kota Tua Jaipur Gerbang Sanganeri via barbara-and-stu.com Gerbang Sanganeri juga bisa menjadi pilihan untuk disambangi di Jaipur. Berada di Jalan Bazar Johari, gerbang yang berdiri kokoh dengan warna merah mudanya ini dinding kota yang melindungi Kota Tua Jaipur. Dibangun tahun 1727 ketika Raja Jai Singh II membangun kota, gerbang ini dihiasi dengan lukisan yang detil dan menambah cantik tampilannya. Selain gerbang Sanganeri, ada 6 gerbang lain yang menjadi pintu bagi tembok kota setinggi 6 meter tersebut yaitu Chandpole, Surajpole, Ajmeri, New gate, Ghat gate, Samrat Gate, dan Zorawar Singh Gate.
  16. 3 likes
    Hai Gengs Jalan-jalaners ! Seringkali suatu tempat yang biasa bisa menjadi lebih menarik dengan kehadiran satu atau beberapa objek yang memiliki keunikan dan menonjol diantara objek lainnya. Biasanya, patung atau Sculpture dipilih oleh seniman untuk memenuhi keinganan tersebut. Sculpture sendiri bisa diartikan sebagai bentuk karya seni tiga dimensi dengan bahan apapun, karenanya dalam bahasa Indonesia sering diartikan sebagai Patung meskipun jika dikatakan patung, persepsi kebanyakan kita lebih kepada bentukan menyerupai sesuatu, sedangkan sculpture bisa berarti lebih luas lagi. Sculpture biasanya ditemui di tempat wisata, galeri, dan ruang publik, karena memang sculpture diharapkan menjadi daya pikat di wilayah padat kunjungan. Karya seni ini bisa menjadi focal point, pemberi estetika, ataupun sebagai pemertegas tema yang hendak dibangun dari suatu tempat. Dari sekian banyak sculpture yang ada, beberapa sculpture di ruang publik berikut punya keistimewaan tersendiri karena berhasil membuat terpesona pengunjung yang ada disana. Kalau kamu kebetulan pergi ke lokasi ini, jangan lewatkan mengabadikan diri bersama sculpture menarik berikut ini ya ! 1.Laba-Laba Raksasa, Menarik atau Seram? Maman, The Giant Spider Sculpture di London, via demilked.com Kalau kalian melihat sculpture diatas, apa reaksimu? Mungkin awalnya kaget karena tampak seram, tapi kamu pasti tertarik untuk mendekat dan secara tak langsung mengaguminya (kecuali kamu phobia laba-laba). Mau tau nama sculpture ini? Namanya adalah Maman, tentunya dengan penyebutan bahasa Inggris, hehehe... Kabarnya, nama ini merupakan kata Perancis yang familiar digunakan untuk sebutan ibu atau mama. Si Maman ini berada di Area Luar Tate Modern, sebuah galeri seni modern di Kota London, Inggris. Tate Modern sendiri menjadi salah satu museum seni modern dan kontemporer terbesar di dunia sehingga kunjungannya tidak hanya turis lokal tetapi dari segala penjuru dunia. Karya seni setinggi 30 kaki dan selebar 33 kaki ini merupakan karya seniman kelahiran Paris tahun 1911 bernama Luoise Bourgeois. Dibuat tahun 1999, Sculpture yang berada persis di tepi sungai ini terbuat dari bahan perunggu, stainless steel, dan marmer. Sebenarnya, karya seni serupa dengan nama yang sama, Maman dan juga tentunya dibuat oleh seniman yang sama, tidak hanya ada di London, tetapi ada juga di negara-negara lainnya seperti Canada, Argentina, Jerman, bahkan Mexico. 2. Sinking Building, Melbourne, Australia Sculpture berupa ‘bangunan tenggelam’ di Melbourne via demilked.com Kreatifitas memang tidak terbatas. Karya kreatif itu agar menjadi perhatian tentu harus memiliki keunikan setidaknya dari lingkungan sekitarnya. Mungkin hal itulah yang membuat Sculpture satu ini begitu eyecatching karena memiliki konsep tak biasa ditenga-tengah kawasan keramaian. Sinking Building atau Bangunan yang nampak tenggelam ini berada di Jalan Swanston, tepatnya di plaza depan Perpusatakaan Negeri Melbourne. Bukan tenggelam di air, melainkan nampak seolah tenggelam di perkerasan. Bentuknya berupa sisi atas bangunan dan tiang kolomnya serta dibuat asimetris sehingga benar-benar nampak seperti tenggelam selain juga membuatnya langsung menarik perhatian siapa saja yang tengah melintas disana. Dibuat oleh seniman bernama Petrus Spronk tahun 1993, Sculpture ini seolah menjadi penunjuk bagi keberadaan Perpustakaan Negeri Melbourne. Hal ini bisa terlihat dari tulisan ‘LIBRA’ di satu sisi dan ‘RY’ di sisi satunya yang seolah menjadi tulisan yang masih terlihat dari tulisan asli berupa LIBRARY yang berarti Perpusatakaan. 3. Sculpture Nelson Mandela, Afrika Selatan Siapa tak kenal tokoh dunia Nelson Mandela. Presiden pertama Afrika Selatan yang mahsyur berkat upayanya menghapus pengaruh apartheid atau diskriminasi terhadap orang kulit hitam. Perjuangannya berhasil membuat kesetaraan status bagi mereka orang kulit hitam dengan kulit putih sehingga membuatnya terkenal seantero dunia dan dihargai dengan penerimaan Nobel Perdamaian tahun 1993. Beliau akhirnya wafat di tahun 2013 silam di usia 95 tahun namun nama beliau ternyata tidak pudar sepeninggalannya bahkan setiap tanggal 18 Juli yang menjadi tanggal kelahirannya, secara internasional diperingati sebagai ‘Hari Mandela’. Karya Sculpture Siluet Wajah Nelson Mandela via perthnow.com.au Sebuah karya seni yang begitu memukau dibuat untuk mengenang sosoknya yang fenomenal. Bukan berupa patung seperti umumnya tetapi berupa kolom-kolom atau bar vertikal dari 50 batang baja yang berkumpul di satu area dengan bentuk sisi masing-masing kolom tidak beraturan. Namun bentuk ini tidak sembarangan, bentukan ini baru bisa dinikmati dan diketahui maksudnya dari satu sisi tertentu dimana baru akan terlihat siluet wajah Sang Nelson Mandela. Menjadi begitu spesial tentu saja dari karya seniman bernama Marco Cianfanelli tahun 2012 ini ialah karena keunikannya dan diperlukan ketelatenan khusus untuk akhirnya berhasil membuat gambaran siluet wajah bukan di bidang datar. Sculpture ini sendiri berada di Jalan Raya R102 Howick, sekitar 5 jam berkendara dari Kota Durban, Afrika Selatan. Lokasinya dikelilingi area persawahan dan lahan terbuka sehingga membuatnya nampak menjadi pusat perhatian bahkan dari kejauahan. 4. Cartoon Sculpture, New Zealand Sculpture kartun via imgur.com ‘Hah? Itu editan deh kayaknya !’ Banyak memang yang melihat foto diatas adalah hasil editan karena memang nampak seperti potongan gambar kartun yang ditempel di foto asli bernuansa alam. Tapi ternyata pendapat itu terbukti salah. Sculpture super unik ini ternyata merupakan karya nyata dari seniman Neil Dawson. Sang seniman memang terkenal sebagai seniman cukup nyentrik dengan karya sculpture kartunnya yang juga ada di Australia hingga Inggris. Karya berbentuk seperti lembaran kertas atau tissue ini terbuat dari logam dengan pengecatan dan bentukan khusus sehingga terlihat seperti karya dua dimensi jika dilihat dari kejauahan. Barulah ketika kalian berada dekat dengan scultpure nya, dapat terlihat bahwa itu ialah baja yang berdiri kokoh di tengan bukti hijau. Jika kamu tertarik untuk melihatnya langsung, Scultpure ini berada di padang rumput Distrik Kaipara, New Zealand. Daerah yang berada di sisi utara dari Selandia Baru, sekitar 160 km utara dari Kota Auckland, kota terbesar di Selandia Baru dan sekitar 800 km dari Ibukota negara di Kota Wellington. 5. Mihai Eminescu, Romania Sculpture Mihai Eminescu via primaria.onesti.ro Sculpture satu ini juga tak kalah unik dan menarik perhatian. Berada di Kota Oneshti, negara Romania, Sculpture yang berada di tengan sebuah jalan raya ini pasti menarik perhatian siapa saja yang melintas. Berbentuk seperti ranting pohon, karya seni ini membentuk sketsa wajah dari tokoh penyair, penulis, dan jurnalis fenomenal Romania yang lahir tahun 1850. Karya sculpture ini terbukti berhasil menjadi perhatian dan dianggap sebagai landmark kota. Apalagi, bisa terlihat bahwa bukan hal mudah membuat karya seperti yang ada ini. Keunikannya membuat Sculpture Mihai Eminescu tidak hanya sebagai bentuk monumental menghargai tokoh nasional tetapi juga sebagai pemberi estetika ruang terbuka. 6. Les Voyageurs, France Les Voyageurs, si Petualang via lazypenguins.com Pernah melihat manusia tembus pandang di film-film atau tv? Mungkin inilah yang menjadi inspirasi sang seniman bernama Bruno Catalano untuk membuat karya seni patung yang ia namai Les Voayageurs atau The Travelers di Kota Marseilles, Perancis. Terbuat dari perunggu, Sculpture ini sebagai mana namanya menampilkan sosok lelaki yang seolah berjalan membawa sebuah tas yang di jinjing. Namun uniknya, sosok tubuh manusia ini dibuat tidak utuh, terdapat bagian yang hilang atau seolah tembus pandang, yaitu di bagian dada hingga lutut serta sebelah tangannya. Hal inilah yang membuat pengunjung penasaran untuk melihatnya dan mengetahui bagaimana patung ini bisa berdiri dengan tegak. Sebenarnya, sang seniman tidak hanya membuat satu patung tipe ini. Ia juga membuat beberapa patung serupa dengan wajah berbeda yang diletakkan di berbagai tempat. 7. Jaume Plense, Inggris Jaume Plense Sculpture via greatacre.wordpress.com Berada di komplek Taman Sculpture Yorkshire di West Bretton, Wesr Yorkshire, Inggris, Sculpture raksasa ini terbentuk dari satuan-satuan logam berbentuk alfabet dan simbol dari berbagai bahasa yang membentuk tubuh manusia yang tengah duduk mendekap kedua kakinya. Setinggi sekitar 8 meter, Jaume Plense, begitu sculpture ini dinamai berhasil menarik perhatian pengunjung taman yang memang dikhususkan untuk menampung karya seni sculpture seniman Inggris dan dunia seperti Henry Moore dan Barbara Hepworth.
  17. 2 likes
    This is my simple field trip ala emak2 DPS-SEOUL-BUSAN-SEOUL-DPS Dari DPS with Garuda sampai di SEOUL jam 10 pagi. Langsung cari stand yang menyediakan sewa wifi. Dah antri eh unit wifi nya abis mau nga mau beli kartu unlimited seharga 38.000 won hiks mahalnya tapi butuh mau nga mau deh. Nga sempat cari cemilan, langsung ke gate KTX buat tuker e-tiket ke Busan. Sampai di counter KTX, seat untuk ke BUSAN dah habis, adanya standing. Kalau menunggu train to busan yang jadwal berikutnya – terlalu malam sampai di busan, duh takut ada zombie. Hhahaha. Akhirnya kami memilih tiket standing. Tapi emang rejeki emak soleh, kami dapat seat di antara gerbang train (bangku lipat) – walaupun udara di gerbong penghubung tersebut lumayan dingin (setiap gerbong ada pintu dan bagian dalam udaranya hangat) at least kami dapat duduk untuk perjalanan ke Busan selama 3 jam. Lesson : Jangan lupa untuk langsung pesan seat untuk kepulangannya. Sampai di Busan jam 4 sore, disambut dengan hujan, suhu drop ke angka 6”C aja. cukup bikin badan dingin gemeteran. Di Busan station kami kelaparan dan melihat antrian warga Korea di Samjin Fish Cake, akhirnya kami pun ikutan antri. And the taste is endes mak, like it so much. Must Try! Untuk harga tidak mahal range antara 500 won – 2000 won. Saya beli yang 500 won aja 4 pcs. Keliling Busan Saat kami di Busan, cuaca tidak mendukung banget, mendung dipagi hari dan ternyata gerimis sepanjang hari. Rencana awal mau ambil Busan City Tour yang 1 pax seharga 12ribu won. Tapi karena budget pas-pas, kami memutuskan keliling dengan metro pass seharga 4500won. Kami akhinya keliling ke Gamcheon Cultural Village, BIFF, Jagalchi Market, Gukje Market, Seomyeon Market, Haeundae Beach. Banyak tempat wisata yang saya skip karena cuaca sangat tidak mendukung. Tapi saya sempet melihat Cherry Bloosom sebelum melanjutkan perjalanan kembali ke Seoul. Keliling Pasar Seoul Ini keliling Seoul ala emak-emak ya. Hahaha.. Selain keliling palace dan tempat-tempat tourist lainnya, buat saya, trip ke negera orang tuh paling seru melihat pasar tradisionalnya. Kalau nga ke pasar, nga seru. Mulai dari Gwanjang Market – makan kimbab yang terkenal, dengan harga 2500won, sudah dapat kimbab dan japchae. Cukup mengenyangkan perut kecil kami berdua. Di Pasar ini semua tersedia, saya sempat mencoba fermentasi baby gurita. Enak tapi asin bgt. Namdaemun Market – Ini pasar tradisional yang terbesar di Seoul. Kami juga berburu souvenir di pasar ini dan mencoba mie sujekbi (mie potong Korea). Di pasar ini juga kami berburu baju-baju murah, seperti jaket second yang harganya hanya 5000 won tapi kondisi masih ok banget. Tapi karena saat ke pasar ini, gerimis, jadi nga terlalu explore. Tongin Market – dari hasil google, pasar ini terkenal dengan Dosirak. Cukup menukar 5000won dapat 10 uang kepeng yang ditukar dengan makanan yang dibeli disepanjang pasar ini. Jungbu Market – kami diberitahu oleh landlord mengenai pasar ini saat kami mencari teh ginseng. Harga teh ginseng dipasar ini maknyoss murahnya. ½ harga lebih murah dari harga di pasar lain atau disupermarket. Selain ginseng, pasar ini juga menjual kacang2an dan buah2an kering. Saya membeli cranberry dan juga walnut yang masing-masing 5000won untuk ½ kilo. Murah nga? Sedikit Tips dari emak2 : 1. Setiap hari Rabu di akhir bulan, gratis masuk ke palace di Seoul. Kecuali secret garden Changdeokgung. And it’s totally worth it. 2. Jangan malu bertanya saat dipasar, walaupun Ajummanya rata-rata nga bisa English, tetapi cukup kasih lihat gambar apa yang kalian cari, mereka sangat mau membantu. 3. Setiap belanja di store (any store tapi bukan di market) untuk belanja lebih dari 30ribu won, jangan lupa minta receipt untuk tax refund di airport. Lumayan banget bisa untuk jajan di airport. Kalau mau beli makanan korea untuk dibawa pulang, coba beli di supermarket Home Plus. 4. Download aplikasi yang sangat berguna buat backpack seperti saya adalah : Kakao Metro – subway navigation - App ini paling membantu kami, yang kemana-mana naik subway. Ada alarm saat station yang dituju sudah dekat. Naver Map - Saat google maps tidak dapat diandalkan, Naver Map lebih akurat walaupun semua dalam Bahasa korea. Jadi pintar-pintar lihat peta. Kami bulak balik pakai google maps dan naver ini. Naver translation - Sedikit membantu, saat nyasar, dan perlu bertanya, saya translate pertanyaan saya dan memperlihatkannya kepada orang korea. Berikut sedikit foto-foto hasil trip ala emak2 ke seoul
  18. 2 likes
    Cerah berawan menyambut aku dan teman-temanku di bandara Tambolaka, Sumba Barat Daya. Bukan bandara besar jadi dengan cepat kami bisa bertemu Pak Harlan yang sudah dua puluh tahun menjelajah jalan-jalan Sumba. Selama empat hari kedepan kami akan ditemani Pak Harlan di tanah Sumba. Sebelum ke tujuan pertama, kami mengisi perut terlebih dahulu. Kami tidak menemukan tempat makan khusus yang menjual makanan khas Sumba. Namun kami dapat memesan makanan spesial yang tidak ada di menu, sambal bunga pepaya tumis di Warungku tempat dimana kami santap siang. Jalan utama di Sumba sudah baik, tidak ada lubang-lubang. Hanya saja jalan berliku-liku mengikuti kontur bukit. Untuk mencapai danau Weekuri sebagai tujuan pertama membutuhkan waktu sekitar satu setengah jam dari Tambolaka karena jalan yang dilalui bukan jalan utama, jadi tidak semuanya mulus. Danau berair asin karena air laut yang terperangkap ini sungguh indah. Siang itu banyak pengunjung lokal karena hari libur nasional. Saya tidak mandi di danau tapi menikmati suasana danau dan deburan air laut yang menghantam dinding sebelah danau. Ke arah selatan kami pergi ke kampung adat Ratenggaro. Kubur-kubur batu seperti tugu selamat datang berbaris di pintu utama. Lestarinya agama adat Marapu juga menjadikan budaya megalitik ini tetap ada sampai sekarang. Kepercayaan akan roh orang yang sudah meninggal menjadi pengubung dengan Sang Pencipta menjadikan orang Sumba tidak bisa jauh dari kerabat yang telah meninggal maka dari itu kubur batu diletakkan di depan rumah atau perkampungan. Hari menjelang sore, bergegas kami melanjutkan perjalanan ke pantai Mawana atau Bawana. Setelah berjalan sepuluh menit di jalan setapak yang terjal kami diberikan keindahan alam yang luar biasa. Menikmati sunset di pantai Bawana bersama penduduk lokal yang memancing ikan. Besok pagi kami bertolak ke Sumba Timur. Jika di Sumba barat pohon hijau tinggi di pinggir jalan, Sumba Timur berbeda. Bukit-bukit dengan padang rumput berpohon perdu lebih mendominasi. Hal ini terlihat jelas di Bukit Wairinding. Walaupun matahari terik tapi udara tetap sejuk dan dengan gembiranya anak-anak sumba bermain di atas bukit segembira saya melihatnya. Setelah melapor di hotel kami melanjutkan ke bukit Morinda. Di atas bukit itu ada rumah makan dan juga kamar jika ingin menginap. Pemandangan di bukit Morinda begitu memesona dengan bukit yang mengelilingi dan lembah subur di bawahnya, tidak mau pulang rasanya. Mama yang menjaga tempat makan sangat ramah dan dengan semangat mempelajari bahas Inggris sebagai penunjang berkomunikasi. Belum puas sebenarnya bersantai di Morinda tapi karena waktu kami harus meninggalkan Morinda untuk mendapatkan pesona matahari terbenam di pantai Walakiri. Dalam perjalanan ke pantai Walakiri akan banyak kandang-kandang peternakan alam dengan pohon sebagai pagar. Kuda, sapi, babi, kerbau atau kambing tidak jarang kita temui di sepanjang jalan. Pantai Walakiri bukan pantai berpasir putih atau pantai dengan laut biru dengan banyak terumbu. Di pantai ini sedikit berlumpur dengan banyak pohon bakau tapi kondisi ini menjadikan pantai ini menjadi tempat yang tepat untuk menikmati matahari terbenam. Waingapu bukan kota yang besar tapi lebih ramai di banding Tambolaka atau Waikabubak. Kota ini sudah memiliki bandara dan karena letaknya yang lebih dekat dengan Flores menjadikan pelabuhan di Waingapu lebih ramai. Malam itu dengan perut yang lapar kami mencoba makanan laut di pinggir pelabuhan. Bukan musim yang tepat memang sehingga hasil laut tidak begitu banyak. Hanya ada ikan dan cumi tapi kesegarannya tidak dapat dipungkiri. Bulan terang dengan sedikit awan mengurungkan niat kami untuk menikmati malam dengan langit penuh bintang di atas bukit pintu kedatangan kota Waingapu. Sebelum kembali ke hotel untuk beristirahat, kami berhenti di alun-alun Waingapu. Jangan lupa untuk menikmati STMJ disini. Pagi-pagi sebelum matahari terbit kami menuju ke Puru Kambera dimana padang rumput dan pantai berpadu bersama kuda-kuda yang dibiarkan bebas. Tidak ada matahari bulat pagi itu karena cuaca yang berawan tapi pemandangan di Puru Kambera sudah membuat suasana hatu kami pagi itu begitu bahagia. Menjelang siang kami menuju pantai Tarimbang. Perjalanan ke Tarimbang memang agak lama karena jalan yang tidak bagus . Hal ini juga yang membuat pantai ini jarang dikunjungi. Tapi pemandangan dalam perjalanan seolah-olah menghilangkan waktu sehingga perjalanan tidak terasa lama. Hanya kami yang ada di pantai Tarimbang waktu itu. Sayangnya, indah pasir putih, deburan ombak dan birunya warna laut tidak dapat dibawa pulang. Hujan menemani kami dalam perjalanan kembali ke Tambolaka sehingga kami tidak bisa melihat matahari terbenam di bukit Lailara. Hari terakhir di Sumba, saya menyempatkan diri untuk berkunjung ke pasar tradisional. Tidak ada penjual makanan jadi atau oleh-oleh. Hanya ada sayuran dan kebutuhan sehari-hari. Saya membeli cabai yang sangat pedas yang saya bawa ke Jakarta dan alpukat. Dibanding harga di Ibukota, harga kebutuhan sehari-hari yang dihasilkan sendiri dari tanah Sumba tidak mahal. Sayangnya siang itu saya harus meninggalkan Sumba, tempat dimana matahari tidak perlu malu untuk menyinari alam dengan bukit-bukit sabana indah. Masih banyak tempat yang sangat indah di Sumba dan tanah ini akan kurindukan.
  19. 2 likes
  20. 2 likes
    Selamat siang JJ’er,,,duh kangen nulis niiihhhh, banyak banget yang mau ditulis, tapi kalau sudah lama berhenti kok mau memulainya luar biasa beratnya. Hhhmmmm,,,seperti ada sesuatu yang bikin malas, tapi sungguh sayang 1000x kali sayang kalau keindahan alam Indonesia tidak saya bagi ke teman2 semua,,,,nanti bakal sepi dunia pariwisata kita. Okey,,,saya mulai dengan cerita seputar Raja Ampat, walau sudah banyak yang kesana, tapi segei ketertarikannya biasanya beda2 ya ? Sebenarnya sudah lama pingin ke Raja Ampat, tp kok imagenya Raja Ampat itu wisata mahal siy ? Jadi beberapa lamanya keinginan kesana dipending terus, hingga suatu ketika dapat tawaran murah dari seorang teman facebook yang orang Sorong, iseng2 mencoba mencari informasi sekaligus mencari teman untuk kesana. Awalnya sudah dapet teman 15 orang, eeee lama2 rontok karena tergiur trip ke tempat lain (maklum Indonesia itu semuanya indah), akhirnya yang masih bertahan tinggal 9 orang, ya sudah,,,jalanlah dengan 9 orang ini, bismillah saja karena teman yang di Sorong juga belum pernah ketemu. 12 APRIL 2017 MAKASSAR Setelah deal dengan tanggal keberangkatan, akhirnya saya buking pesawat ke Sorong via Makassar menggunakan Sriwijaya Air. Berangkat dari Bandara Soekarno Hatta jam 21. 45 dan tiba di Bandara Hasanuddin Makassar jam 01.00 esok harinya. Berhubung penerbangan ke Sorong masih kurang 2 jam lagi, maka di dini hari itu kami sempatkan untuk sarapan pagi di bandara. 13 April 2017 SORONG Masih dengan pesawat yang sama, melanjutkan pererbangan ke Sorong jam 03.15 dari Bandara Hasanuddin Makassar, tiba di Bandara Domine Eduard Osok Sorong jam 06.30. Alhamdulillah cuaca begitu cerahnya, sehingga kami dapat menikmati pagi yang cerah di Kota Sorong. Apa yang pertama dicari di Kota Sorong ? Signaaaalllll handphone tentunya,,,iyaaa handphone saya dengan simcard XL gak bisa menangkap signal dengan baik, disana yang paling bagus Telkomsel, mau gak mau kami kudu ganti simcard dengan Telkomsel, tapi berhubung masih pagi, tokopun belum ada yang buka, terpaksa nanti di Waisai baru nyari simcard. Kapal ferry yang menuju Waisai berangkat jam 09.00 kurang lebih 2 jam sampai di Pelabuhan Waisai. Kamipun menunggu sambil ber-panas2an dan ber-foto2 di sekitar Pelabuhan Rakyat Sorong. Air laut yang biru dan cerahnya langit di atas sana, menyadarkan kami kalau kami sudah berada di Indonesia Bagian Timur. Subhanallah,,,,, Saudara kita di Papua sudah hilir mudik di sekitar pelabuhan, ada yang berjualan di pinggir jalan, ada yang bekerja sebagai porter pelabuhan dan anak2pun bersuka ria di sepanjang jalanan itu. Kami mengikuti porter menuju pelabuhan, dan mengambil tempat duduk di belakang supaya bisa melihat laut lepas, sehingga benar2 merasakan petualangan terpanjang dalam sejarah jalan2 kami. Dua jam didalam kapal ferry terasa cukup lama, kebetulan saya ambil tempat duduk sesuai nomornya pas didepan televisi, sehingga suasana kejenuhan terhibur sedikit oleh film yang ada di televisi. Sesekali layar televisi terputus, kemudian nyala lagi, begitulah kondisi persignalan di atas kapal. Di sela2 kantuk yang melanda, mata saya tertuju pada layar televise, dan begitu rasa haru menyelimuti hati manakala terdengar percakapan dua insan yang saling mencintai akhirnya bertemu dalam detik2 akhir hayatnya,,, “I knew you’d come for me” Nothing would ever keep me away from you” “I will search for you in a thousand worlds and ten thousand lifetimes until I find you” “I will wait for you in all of them” Mika dan Kai,,,,lambang cinta sejati dalam 47 Ronin. Busyeeettt daah,,,saya terbawa arus kisah film itu, hingga ketika sudah terdengar hingar bingar penumpang ferry untuk ber-siap2 turun dari kapal, rasa2nya saya sebaliknya, masih ingin duduk ber-lama2 menikmati film itu,,,lagi. WAISAI Hups,,,,Kakak Esau (guide kami) sudah teriak2 panggil porter untuk turunkan barang2 kami, ya sudahlah, move on dari 47 Ronin, saatnya menikmati kota Waisai. Panas terik sungguh2 menyapa kami, di tengah2 perut yang sudah keroncongan pula, akhirnya sesudah mobil jemputan datang, kamipun melesat ke Rumah Makan Sederhana untuk makan siang, kabarnya Bapak Jokowi pernah makan juga disini, ada fotonya looh,,, Perbedaan harga mulai dirasakan, makan sederhana dengan sayur dan udang sekitar 40.000an. Jadi untuk tmn2 yang mau ke Raja Ampat siapkan uang yang lebih ya,, Sehabis makan kami citytour terlebih dahulu ke pantai WTC, Waisai Torang Cinta, tempat ini seperti Taman Hiburan Rakyat, kalau sore hari anak2 dan remaja berkumpul disini, menikmati sore yang indah, bermain sepeda dan berenang di laut. Tapi karena kami datang di siang bolong maka tak satupun orang kami dapatkan disini. Dari pelabuhan Waisai kami lanjutkan pelayaran menuju Arborek tempat kami menginap dengan menggunakan speed boat kurang lebih 2jam lagi. Dan kali ini uji adrenalin benar2 dimulai, speed boat di laut lepas, terbayang kan ? Kami akan menyatu dengan alam, dengan samudra luas dan angin serta ombak,,,,,indahnya alam Papua,,,!! Sesekali kapal kami kena dentuman ombak yang besar, dan tubuh kami terlempar ke atas, air lautpun menimpa kami, basah semuanya,,,,begitupun masih ada tawa menambah serunya candaan kami dengan alam. ARBOREK Alhamdulillah kami tiba dengan selamat di Arborek, sebuah pulau kecil di Raja Ampat, pulau indah yang merupakan spot snorkeling dan diving, karena disini banyak sekali jenis2 ikannya, walau di pinggir lautpun ikan ber-warna warni sangat banyak, bagi yang pintar berenang tentu akan gatal sekali kalau tidak turun ke laut. Sabaaar kawan,,,,kita mesti ke homestay dulu, untuk ganti baju dan bersnorkling serta menikmati sunset. Sore itu pantai Arborek ramai, banyak juga wisatawan asing yang sedang menikmati snorkeling, anak2 kampung juga banyak, rupanya kalau senja tiba, masyarakat sekitar Arborek pada berkumpul di tepi pantai menikmati indahnya sunset, mereka bercanda dan bermain serta bernyanyi, sangat ramah mereka, dalam waktu singkat kamipun sudah akrab dengan mereka. Setiap kami melewati Rumah penduduk dan berpapasan dengan warga, selalu ada sapa ramah dari mereka,,,,akhirnya kamipun ikuti adat mereka,,,,sapa dan senyum terlebi dahulu kepada semua warga yang berpapasan. Malamnya kami bersantap special, ikan cakalang bakar, sayur kangkung dan bunga papaya, terong balado dan kerupuk. Masakan Mama homestay luar biasa enak. Malam ini kami bermalam di homestay Arborek dengan ditemani bintang dan bulan,,,sungguh romantis, seandainya kantuk belum menyerang, ingin rasanya saya duduk di depan homestay ber-lama2, menjuntaikan kaki hingga menyentuh air laut,,,, 14 APRIL 2017 Pagi ini kami menikmati sarapan sederhana, nasi goreng doang,,, tak banyak yang kami makan, karena pagi ini kami hendak memulai petualangan yang cukup jauh, mengarungi laut, menuju pulau2 kecil di Raja Ampat, pulau yang menjadi salah satu icon Raja Ampat, Piaynemo. Foto selfie di Piaynemo menjadi idaman kebanyakan para JJ’er, hhmmmm pastinya, baru lihat gambarnya di kalender saja sudah bikin sakau, dan mungkin menjadi urutan pertama di wishlist teman2 ??? Di speed boat menuju ke Piaynemo, kami seperti gak percaya, sepanjang jalan hanya air yang terlihat, gunung2 batu yang Nampak artistic, sepertinya pemandangan seperti ini ya baru kali ini saya lihat, decak kagum gak henti2nya terdengar dari mulut kami,,,,entah mau diungkapkan dengan apa untuk memuji keindahan alam Papua ini ? SELPELE Angin yang menerpa wajah kami tidak kami pedulikan, masing2 dari kami kepingin berfoto dengan latar laut biru dan gunung2 batu yang menjulang dengan cantiknya,,,ditambah lagi di kejauhan sana sudah Nampak anak2 kampung sedang memancing di dermaga, rupanya itu Desa Selpele yang merupakan pintu gerbang untuk masuk ke Wilayah Raja Ampat / sekitar Piaynemo. Perkampungannya cukup ramai, banyak Rumah penduduk disini, anak2 juga banyak yang masih kecil2, kita bisa minum kopi dan makan pisang goring disini. Anak2pun Nampak senang menyambut kedatangan kami, ingin rasanya ngobrol lebih lama dengan mereka, tapi waktu terus memburu kami,,, Ketika boat kami sudah di area Piaynemo, dermaganya Nampak beberapa boat lainnya, pertanda masih banyak wisatawan di area ini, kamipun melanjutkan perjalanan untuk menuju Telaga Bintang terlebih dahulu. TELAGA BINTANG Untuk menikmati keindahan Raja Ampat, ternyata kita harus berada di ketinggian, gugusan pulau2nya akan Nampak jelas terlihat, itulah sebabnya terlebih dahulu kita harus tracking menuju ketinggian, diantara batu2 karst yang terjal, sehingga sarung tangan menjadi alat bantu kita supaya tangan kita tidak terantuk batu karst. Untuk Telaga Bintang, tempat pijakan kaki kita sudah di semen, jadi sudah aman dari terjalnya batu karst, walau begitu tempat kita pegangan masih merupakan batuan2 yang lancip2, ke-hati2an sangat diperlukan. Dan jalan menuju ke atas merupakan jalan setapak, sehingga kita harus antri untuk menuju ke atasnya. Sungguh, jalan setapak ini tidak bisa buat papasan, jadi jangan memaksa naik kalau yang di atas belum pada turun, ikuti perintah guide local yang tentu lebih berpengalam ya,,, Dan,,,,taraaaaa,,,Telaga Bintang memang seperti bintang bentuknya, sebuah telaga yang tepiannya membentuk segilima seperti bintang, airnya ke-hijau2an, bening dan sangat menawan. Panas yang menyengat tidak menjadi halangan bagi kami untuk menikmati keindahannya,,, Satu persatu dipersilahkan foto2 selfie untuk kemudian turun kembali karena dibawah sudah ada yang berteriak kalau sudah ada yang antri untuk menuju ke atas. Begitulah caranya menikmati keindahan Telaga Bintang,,,, PIAYNEMO Apa yang kita bayangkan tentang Piaynemo ? Gugusan pulau2 kecil ditengah laut, yang kalau dilihat dari ketinggian seperti onggokan batu2 hijau bertebaran bagai noktah besar. Piaynemo terletak di Desa Pam, Kecamatan Waigeo Barat Kepulauan, Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat. Dari Arborek kurang lebih 2 jam lewat laut, lokasinya berdekatan dengan Telaga Bintang. Untuk bisa menikmati gugusan pulau2 di Piaynemo kita harus naik tangga yang terbuat dari kayu kurang lebih 320 anak tangga. Jangan dibayangkan banyaknya/ tingginya, kalaupun capai kita bisa istirahat sejenak, karena disekitar tangga banyak ditumbuhi pohon2an jadi suasana rindang tidak terlampau panas. Rumah2an untuk istirahatpun ada disekitar tangga. Mungkin ada 3 kali saya istirahat, dan gak nyangka setelah istirahat ketiga akhirnya gak berapa lama sampai di puncak, Subhanallah, ini yang saya impikan, Wayag Mini alias Piaynemo, selama ini hanya dengar dari orang lain seperti apa keindahannya, sekarang sudah terbukti, saya bisa melihat dengan mata kepala sendiri,,,waktupun tidak ter-sia2kan, tongsis mulai bekerja dan cekrak cekrek sepuasnya. Memang mau apalagi selain foto sepuasnya ? Ketika mata sudah puas memandang, dan mengabadikannya, kamipun turun kembali. Jika turun rasanya sebentar, walau begitu, tak apalah singgah minum air kelapa muda dan jajanan di tepi dermaga, hitung2 kasih penglaris buat Bapa dan Mama penjaja makanan disitu. Tapi kaget sekali ketika beli kacang tanah goreng yang harganya 10.000 sementara kalau di Jakarta hanya 2.000,,,olala ??? TELUK KABUI Baru saja boat kami berlayar, perut serasa ada yang bergelinjang di dalamnya, rupanya lapar melanda. Akhirnya bekal nasi kotak kami buka, dan ternyata kami makan siang di atas Teluk Kabui. Teluk yang sangat diminati para diver karena pemandangan alam bawah lautnya luar biasa indah, dari atas boatpun Nampak jernih sekali airnya dan sesekali Nampak terumbu karang di permukaan, jika akan menikmatinya boat harus dimatikan mesinnya, tp yang di atas kapal tdk boleh terlalu goyang karena dikhawatirkan boat akan oleng. Teluk Kabui masih di desa Pam Kecamatan Waigeo, kami yang bukan diver hanya bisa menikmati batu2 karst yang bertebaran disana sini dan hijaunya pohon2 di atas bebatuan. Mata kami hamper tak berkedip,,,jika dilihat dari ketinggian, Teluk Kabuipun katanya seperti Wayag. Jadi memang Wayang itu icon utama Raja 4, pulau2 lainnya hanya mirip dengan Wayag. PASIR TIMBUL Pasir Timbul hampir ada di setiap pulau jika kondisi air laut sedang surut, kondisi inipun ada di Pulau Mansuar Raja Ampat. Lokasinya sebenernya lebih dekat dengan Waisai, tapi karena kami berangkat dari Arborek lalu menuju Telaga Bintang – Piaynemo – Teluk Kabui jadinya gak berasa jauh, Cuma nanti pulangnya yang terasa agak lama, tapi keindahan yang tiada habis2nya inilah yang menyebabkan perjalanan singkat2 saja, tahu2 senja sudah menyapa nanti. Ketika berada di Pasir Timbul inipun mentari sudah condong ke barat, tapi teriknya masih terasa. Begitu lihat warna ke-putih2an timbul di kejauhan kamipun gak sabar,,,,segera lompat ke air dan berlari menuju pasir. Sungguh, halus sekali pasir itu, putih dan bersih tanpa adanya sampah. Sayangnya di pasir ini kami tidak ketemu dengan bintang laut, tidak seperti ketika di Lombok, Belitung dan Karimun Jawa kami bertemu dengan komunitas Bintang Laut yang terdampar di atas pasir. Kami hanya bisa bersendau gurau disini, kebetulan Tour Leader kami baru saja married, jadi kami kerjain saja dia, kami giring ke tengah laut untuk kemudian kami basahin dengan air laut,,,,xixixixi,,,sebuah kerja sama team yang kompak,,,siapa sangka kalau mau dikerjain gini ??? Maap yaaaa Kakak Desy,,,itu tanda sayang dari kami,,,! TELAGA MANTA Salah satu makhluk di lautan tropis itu manta atau ikan Pari, Raja Ampat merupakan salah satu Rumah mereka, tapi kemunculan ikan Pari ini tidak setiap saat, biasanya pagi atau sore hari. Inipun tidak setiap hari, bagi para diver kalau sudah sampai di Telaga Manta akan menunggu sampai Ikan Pari ini muncul. Lha kalau kita yang hanya lewat dan tak bergeming dari atas boat apa yang mau dilihat ? Paling2 kapten akan bilang, itu disebelah sana yang airnya bergerak-gerak dan berombak pertanda ada ikan besar dibawahnya, bisa ikan Pari atau Ikan Paus. Nah bagi yang kepengin berenang bersama Ikan Pari tentu saja harus berani nyebur ke laut dan prepare diri karena biasanya Ikan Pari berada di laut yang dalam. Jadi kami hanya bisa lewat saja sambil menuju pulang ke Arborek, karena memang lokasi Telaga Manta tidak jauh dari Arborek, bisa ditempuh kurang lebih 10 menitan. Senja kembali menyambut kami di dermaga Arborek, teriakan anak2 kampung menyambut kami pulang, keceriaan di wajahnya masih seperti kemarin, serasa duka enggan mendekat. Kami suka kalian,,,,mari kita menari bersama sebelum malam tiba. Yamko Rambe Yamko Hee yamko rambe yamko aronawa kombe Hee yamko rambe yamko aronawa kombe Temino kibe kubano ko bombe ko Yuma no bungo awa ade Temino kibe kubano ko bombe ko Yuma no bungo awa ade Hongke hongke hongke riro Hongke jombe jombe riro Hongke hongke hongke riro Hongke jombe jombe riro 15 APRIL 2017 WAYAG 1 Inilah icon Raja Ampat yang paling terkenal, Kepulauan Wayag, ada Wayag 1 dan Wayag 2. Saking terkenalnya sehingga hamp1r di tiap pulau ada tempat2 yang dibilang mirip Wayag, seperti di Sulawesi Tenggara ada Pulau Labengki yang disebut sebagai Wayagnya Sulawesi, ada Pulau Painan yang disebut sebagai Wayagnya Sumatra Barat dan mungkin ada masih banyak lagi. Untuk menuju Wayag 1 dari Arborek kurang lebih ditempuh selama 4 jam dengan menggunakan speedboat, sehingga pagi2 sekali kita kudu siap2 dan kurang lebih jam 06.00 start menuju Wayag. Namun sungguh diluar dugaan kalau dini hari itu hujan turun, sehingga diluar homestay Nampak berkabut, pelayaran agak terhambat karena areanya yang akan dilalui penuh kabut, pandangan nakhoda terbatas. Dan ketika keberangkatan kami tunda 1 jam kemudian, Alhamdulillah, sinar mentari berhasil menghalau kabut hingga terang dan cerah yang kami dapatkan. Hatipun menjadi lega dan tenang menjalani petualangan ke pulau terujung dari Raja Ampat. Sepanjang jalan, seperti hari2 kemarin, yang Nampak batu2 karst yang menjulang, bukit2 menghijau menambah terbelalaknya mata ini dan sekaligus mengucap syukur atas nikmat Allah yang kami rasakan. Batu2 karst ini akan Nampak unik dan artistic jika dilihat dari ketinggian, meski untuk menuju ke atas kita butuh stamina yang luar biasa. Bayangkan jika yang mau kita daki itu batu karst yang runcing2 dan terjal, belum ada alat bantu sehingga murni masih alami. Tangan2 kita berpegangan pada pohon yang ada maupun pada dinding batu karst yang masih asli. Tapi sesulit apapun karena ada pemandunya, akhirnya kamipun sampai juga ke atas, dalam suasana panas terik matahari yang menyengat. Alhamdulillah,,,terbayar sudah jerih payah kami. Mungkin selama 1 jam kita mendaki bahkan lebih karena beberapa kali istirahat, dan bayangkan jika yang kami duduki itu juga batu karst yang runcing, bagaimana rasanya ? Sakiiiiiittttttt,,,, Ketika Guide menawarkan untuk lanjut ke puncak tertinggi dimana disitu bendera Merah Putih ditambatkan, menyerahlah saya,,,,,,tanjakannya begitu tinggi dengan sudut kemiringan yang runcing dan tanpa bantuan apapun, tak mungkin rasanya kami bisa menggapai tempat itu,,,,,,hiks Hanya sampai sini, dibatas inilah kami temui kepuasan, dan apa kata orang selama ini bahwa “belum ke Raja Ampat namanya kalau belum ke Wayag”, de facto kami sudah mencapainya. Di Wayag 1 pun kita tidak bisa terlalu ramai di perjalanan mendakinya, jadi ketika kita tahu ada kapal yang sandar di sekitar dermaga Wayag maka kita sebaiknya menunggu sampai mereka turun, atau jika terpaksanya papasan, maka sebaiknya antri untuk secara bergantian mendaki / menuruni bukit. Sambil menunggu, kita bisa ber-main2 di pantai sambil bercanda dengan anak2 ikan hiu. Mereka sudah jinak dan tidak terlalu besar, jadi kita tidak usah takut, tapi namanya ikan liar maka tidak mudah untuk memegangnya, begitu kita terlalu bergerak merekapun akan lari. TO BE CONTINUOS
  21. 2 likes
    @Gunnersaurus Kayaknya lebih prefer: Hari 1: Dari Kyoto ke Osaka beli tiket ketengan aja (naik JR atau Hankyu sekitar 400-500an yen), terus beli Osaka Kaiyu Ticket (2,550 yen) yang udah termasuk tiket masuk Kaiyukan Aquarium & naik subway seharian. Hari 2: Beli Kansai Area Pass 1 Day (beli di Indonesia / internet 2,200 yen). Pertimbangan hari 2 pake Kansai Area Pass karena untuk pindah2 kota yang agak jauh mending pake JR, klo pake private railway takutnya kelamaan di jalan. Note: ngga bisa naik shinkansen & hanya bisa naik Limited Express Haruka. Btw Kobe sama Himeji itu searah, tapi Nara berlawanan arah. Hari 4: Dari Osaka ke Kansai Airport beli tiket ketengan (naik JR atau Nankai sekitar 1,000an yen) Klo beli Kansai Thru Pass 3 Days 5,200 yen, jatohnya lebih mahal.. Mungkin bisa jadi masukan..
  22. 2 likes
    Selamat pagi rekans Backpacker Internasional, kali ini mau sharing perjalanan liburan musim semi kami di negeri Sakura Jepang yang semuanya diurus sendiri modal searching2 dan ga malu banyak tanya (maap yg merasa direpotkan kmrin2 ya...) Bermodal tiket promo Garuda Indonesia dari T*******a, akhirnya kesampaian ke Jepang utk melihat sakura, tidak hanya itu, kami juga dapet bonus bisa ngliat salju di Takayama dan Shirakawago... Untuk transportasi selama di Jepang, kami menggunakan JR Pass, Tokyo Subway Metro Pass dan Donichi Eco Kippu utk one day pass di Nagoya.. Berikut rincian perjalana kami dan nanti detailnya bisa dibaca di blog amatiran saya ya rekans : Day 1 : - CGK - DPS Day 2 : - DPS - NRT - NRT - Shinjuku - Apartemen - Shinjuku Gyoen - Jeonji Temple Day 3 : - Tokyo - Nagoya - Hotel utk check in - Nagoya Castle - Osu Cannon Temple - Tsuruma Park - Yamazaki River Day 4 : - Nagoya - Kyoto - Fushimi Inari - Arashiyama Bamboo Forest - Kyoto - Osaka (Kemasakuaranomiya Park) - Dotonburi Day 5 : - Nagoya - Takayama - Shirakawago Day 6 : - Takayama - Nagoya - Shibuya - Nakameguro River park - Omotesando, Harajuku Day 7 : - Chidorigafuchi canal - Shinjuku Gyoen - Liberty Statue at Odaiba Day 8 : - Sensoji Temple - Sumida River Park - Akihabara Day 9 : - Shibuya - Narita - NRT - DPS - CGK *Semoga bisa memberi gambaran destinasi rekans yg ingin merencanakan musim semi di Jepang. selengkapnya rekans bisa baca di http://singgihusman.blogspot.co.id/2017/05/liburan-musim-semi-di-negeri-sakura.html ketemu sama mbak @Monfi .. semoga bisa gabung lagi kami di lain kesempatan ..
  23. 2 likes
    Kabar gembira travelers !!! Setelah akan direncanakannya pembukaan rute baru maskapai Air Asia dari Jakarta ke Tokyo, ternyata mulai 7 Agutus nanti maskapai low budget ini juga akan membuka rute penerbangan direct baru dari Jakarta yaitu tujuan Macau. Tiketnya pun sudah bisa dibook mulai sekarang. Ya, jika sebelumnya jika kita mau ke Macau harus via Kuala Lumpur, sekarang kita bisa mempersingkat waktu. Tak perlu transit dan biayanyapun bisa lebih murah. Berdasarkan beberapa webstie resmi air asia, harga awal yang mereka tawarkan untuk penerbangan Jakarta-Macau bulan Agustus ialah mulai dari IDR 788k. Penawaran harga per Mei 2017 Dengan adanya penerbangan direct ini, apa kamu tertarik untuk menjadikan Macau sebagai pilihan destinasi wisata berikutnya? Ingat ! Macau tak hanya soal perjudian casino-nya, kota ini juga berhasil menggaet puluhan juta wisatawan juga karena potensi wisatanya itu sendiri. Lantas, seperti apa potensi yang dimiliki Macau? yuk kita kenali dulu kota ragam pesona ini ! 1.Seputar Macau Sama seperti Hongkong, sejak tahun 1999 Macau juga merupakan Daerah Administratif Khusus dari Negara Tiongkok. Artinya, beberapa urusan diurus langsung oleh Pemerintahan Macau kecuali tanpa tergantung dengan negara Tiongkok atau mirip dengan sistem Otonomi. Tampak udara Makau via cina.panduanwisata.id Macau atau Macao selama lebih dari 400 tahun ada di bawah jajahan Portugis. Barulah di tahun 1999 tersebut, terjadi penandatanganan perjanjian antara Tiongkok dan Portugal untuk membebeskan Makau dan Hongkong. Hal itulah yang membuat Makau banyak terpengaruh dengan Portugis seperti bahasa dan budaya. Bukti fisik juga bisa dilihat dari peninggalan bangunan-bangunan kolonial yang hingga kini masih terawat dan bersanding dengan bangunan-bangunan pencakar langit modern. Karena itu pula, Makau sering disebut sebagai ‘kota masa lampau dan masa depan’. Peta Macau via maps-of-the-world.net Letak Makau sendiri berada di sisi Tenggara daratan Tiongkok atau sekitar 70 km sebelah Barat Daya Hong Kong. Kawasan darat Makau sangat kecil yaitu hanya sekitar 30 km persegi dengan penduduk sekitar 643 ribu jiwa. Selain daratan utamanya yang menyatu dengan daratan Tiongkok, Makau punya dua pulau lain yaitu Taipa dan Coloana, tetapi keduanya kini dihubungkan oleh pulau buatan yang disebut Cotai sehingga ketiganya nampak menjadi seperti satu pulau tersendiri. Untuk mengubungkan pulau tersebut dan daratan utama Makau maka dibuatlah 3 buah jembatan. 2. Mata Uang Bukan Yuan atau Dollar, Macau punya mata uangnya sendiri yaitu Pataca atau disingkat MOP. Per awal Mei 2017 ini, nilai tukar 1 MOP ialah sebesar sekitar 1.660 IDR. Lantas apa hanya MOP yang bisa dipakai? Ternyata tidak ! Di Macau kalian bisa menggunakan mata uang Yuan (CNY) ataupun Dollar Hongkong (HKD). Menariknya, karena nilai ketiganya tidak berbeda jauh, jadilah ketiga mata uang ini dianggap memiliki nilai tukar yang sama. Artinya 1 MOP sama saja dnegan 1 CNY dan sama saja pula dengan 1 HKD. Tapi perlu diketahui bahwa jika di konversi ke Rupiah, ketiganya memiliki nilai yang berbeda. Justru MOP punya tukaran terendah terhadap rupiah, sedangkan jika 1 CNY per Mei 2017 ini ialah sebesar 1.930 IDR, sedangkan 1 HKD ialah sebesar 1.711 IDR. Artinya, kita akan lebih untung jika menggunakan mata uang MOP saja. Bayangkan jika membeli barang seharga 10 MOP yang jika dirupiah sekitar 16.600an, tapi jika kamu pakai Yuan maka barang itu seharga 19.300an. Selain itu, jika kita membayar pakai HKD atau Yuan dan ada kembaliannya, maka sudah bisa ditebak bahwa pedagang akan mengembalikan kembaliannya pakai mata uang MOP. Yang artinya lagi, kita mendapat kembalian yang nilainya lebih kecil dari semestinya. 3. Transportasi Umum Pilihan transportasi umum yang bisa digunakan di Macau ialah Bus. Moda angkutan massal ini menjadi yang termurah, mudah ditemui, dan menjangkau banyak titik. Apalagi Macau yang tidak begitu luas, tentunya Bus bisa dikatakan sudah menjadi solusi untuk mobilitas. Setiap trayek ditandai dengan nomor bus. Di setiap halte juga akan ada petunjuk nomor bus apa saja yang akan berhenti di halte itu termasuk trayek atau jalur yang dilaluinya. Tapi yang sering menjadi kesulitan utama ialah penggunakan aksara dalam petunjuknya. Macau umumnya hanya memakai tulisan Mandarin dan Portugis, ditambah lagi warganya yang sedikit dapat memahami bahasa Inggris. Jadilah ketelitian kita masing-masing harus sangat diandalkan. Bus di Macau via cptdb.ca Tips terbaik agar tidak salah ialah kalian harus sudah menyiapkan itinerary kemana saja tujuan yang akan didatangi. Setibanya di Macau baik bandara atau pelabuhan, langsung saja ke Tourism office untuk meminta peta yang tentunya gratis, di peta ini sebenarnya sudah ada juga keterangan halte bus, nomor dan tujuannya. Tapi untuk meyakinkan kalian bisa langsung tanyakan ke petugas yang ada. Tarif bus sendiri ialah bekisar di angka 3,2 sampai 5 MOP tergantung jalur dan dari mana halte awal kalian masuk. Ya, tarif bus di Macau bukan hanya dihitung berdasarkan jauh atau jarak perjalanan, melainkan juga berdasar halte bus yang anda naiki. Halte khusus area di semenanjung Macau misalnya memiliki tarif tiket 3,2 MOP, sedangkan jika menyebrang menuju Taipa maka bus yang digunakan ialah bertarif 4,2 MOP. Jangan lupa juga untuk menyiapkan uang pas karena tidak akan ada kembalian untuk kelebihan pembayaran. Ketika masuk bus dari pintu depan akan ada kotak tempat pembayaran. Disana juga tertulis tarif yang harus dibayar. 4. Akomodasi Sebagai sebuah ‘Kota Perjudian Dunia’, rasanya terbayang sudah betapa glamornya kehidupan di Macau. Tapi ternyata itu tidak juga benar meskipun tidak juga salah. Macau terbilang sama saja dengan kota-kota besar lain seperti Hongkong. Justru jika sepintas dilihat, Hongkong jauh lebih mewah. Intinya, kemewahan dan kehidupan hedon ya khusus untuk mereka yang mau saja. Kalau tidak, kamu masih bisa melakukan wisata hemat kok di Macau. Nam Pan Guesthouse via tedveller.com Akomodasi misalnya. Macau masih punya beberapa penginapan bertarif rendah sekelas hostel atau guesthouse. Beberapa contoh yang mungkin bisa menjadi referensi ialah San Va Hospedaria di Rua Da Felicidad dengan tarif mulai dari 160 MOP permalam. Karena merupakan bangunan tua di jalan kecil, Guesthouse ini nampak tidak begitu menarik. Kamar mandinya pun diluar kamar alias shared bathroom. Tapi bagi backpackers, tentu hal itu bukan menjadi kendala. Selagi murah dan masih layak, kenapa tidak? Berikutnya ada juga Penginapan Nam Pan yang beralamat di Avenida de D. Jaoi IV no. 8.20 Andar. Sama seperti penginapan San Va, Nan Pan juga nampak tidak begitu menarik dari tampak bangunannya. Lagi-lagi, ada rupa ada harga. Penginapannya berada di lantai 3 sehingga kita harus naik tangga dahulu untuk naik. Di lantai 3 inilah ruang reservasi dan kamar tersedia. Meskipun kecil tapi suasananya terbilang sangat nyaman dan bersih. Pelayannya pun sangat ramah. Untuk yang satu ini, tarifnya mulai dari 280 MOP permalam untuk single room, 380 MOP untuk double room, 480 MOP untuk triple beds room, dan 580 MOP untuk four beds room. Harga ini naik masing-masing 100 MOP jika kalian datang di hari atau musim liburan. Kedua diatas hanya contoh untuk tipe hostel atau guesthouse. Sedangkan kalau kamu mau yang lebih nyaman, maka Hotel tentu menjadi pilihannya. Sebagai bayangan, hotel bintang 2 misalkan tarif terendahnya mulai 600 MOP. Untuk hotel tentu tidak sulit mencarinya, mau di jalan besar maupun kecil ada sangat banyak hotel di Macau. Tapi tentu cara terbaik ialah browsing dan booking terlebih dahulu. 5. Kuliner Halal Golden Peacock, salah satu restoran Halal di Macau via rebeccasaw.com Bagaimana untuk urusan makanan halal? Ternyata meskipun perjudian menjadi identitas dari Macau, kaum Muslim tetap bisa berwisata dengan nyaman disini. Beberapa restoran halal tersedia di beberapa titik. Kalian bisa melihat logo Halal yang terpampang di depan restoran sebagai identitas bahwa Restoran tersebut menyediakan masakan halal. Beberapa contoh restoran halal tersebut ialah Taste of India di kawasan Fisherman’s Wharf. Seperti namanya, menu makanan utama yang disediakan di rumah makan ini ialah masakan khas India seperti Nasi Briyani, masala, chikken tikka, naan, Indian Tea, dan lainnya. Ada juga di R. Do Teatro, dekat Senado Square, sebuah restoran halal yang menyediakan menu makanan yang sangat beragam dari mulai makanan khas Tiongkok hingga Timur Tengah. Nama restoran ini ialah Loulan. Selain dua diatas, ada juga rekomendasi lain yaitu Golden peacock, Indian Kitchen, Xin Yue MuSiLin, Indian Spice, dan sebuah restoran khas Indonesia bernama Cafe Enak San Ma Lou dan Loly Indonesian Food. --- baca bagian 2 di sini
  24. 2 likes
    kunjungan ke pontianak dan singkawang sebenarnya ngak sengaja, rencana awal adalah mencari tiket ke bali waktu libur panjang, tetapi saat sedang cari tiket, ada sms masuk, minta jasa terjemahan dari orang tiongkok, tapi lokasi di pontianak, dan meetingnya adalah hari selasa tanggal 2 Mei 2017. saya langsung mengalihkan cari tiket ke pontianak, tapi berangkat hari sabtu tanggal 29 April 2017, biasa, ngak mau rugi, sekalian jalan jalan , hehehehhe sambil cari tiket,saya sambil kontak teman saya yang orang pontianak kalau kalau ada yang waktu kosong, dan kebetulan salah satu nya ada waktu kosong, malah dia bersedia membantu saya menyewa mobil ke singkawang dan kasih tahu beberapa informasi yang sangat membantu. keputusan akhirnya diambil, berangkat tgl 29 april 2017 langsung ke singkawang , nginap semalam, dan kami janji ke temu di mega mall pontianak yang ada bioskop xxi loh, dengar dengar , mau nonton harus antri panjang , dan harga tiket Rp.45 ribu, dan kalau ngak salah, akhir pekan Rp.60 ribu. akhirnya tiba pada hari H, pagi saya berangkat ke bandara jam 07.00 , karena pesawat saya jam 09.00 pagi dengan lion air, sesampai di bandara , saya ketemu salah satu teman yang mau ke medan, karena pagi belum sarapan, jadi saya ajak dia makan di lounge buffet seharga Rp.80 ribu, tapi di tolak dengan halus oleh dia, dia lebih suka makan di rumah makan padang, yang menurut dia , akan murah, tetapi pas saya keluar dari lounge mau masuk ke ruang tunggu, saya ketemu dia lagi, dia ngoceh, ternyata harga yang dia makan adalah seperti bon dibawah ini , hehehhee saya memang selalu jodoh dengan Lion air, hari ini masuk pesawat on time, jam 09.00 , tetapi ngak tahu kenapa , pesawat lama banget ngak terbang terbang, tapi saya cuek saja, saya langsung tidur, karena dari pada binggung, hahahahha terbang lah pesawat ke pontianak, dengan tiket pp Rp.695.000,- (setelah diskon tambahan web travel online), sepanjang perjalanan , saya tidur saja, tahu tahu pas bangun, pesawat akan segera mendarat. pesawat mendarat dengan hentakan yang cukup keras, tapi bagi saya, itu sudah biasa, di daerah daerah yang runway nya agak pendek, sering terjadi mendarat dengan hentakan yang keras dan rem yang seperti dipaksakan. setelah mendarat, saya naik taxi yang bukan dengan argometer, tapi dengan cara membeli di loket taxi seharga Rp.110.000,- sampai mega mall, letak loketnya pas keluar pintu bandara, langsung melihat loket taxi tersebut, saat menuju ke mega mall , saya ada baca ini, siapa tahu lain kali ada yang perlu , tapi saya ngak pakai sih akhirnya sampai lah saya di mega mall, karena perut sudah lapar, saya cari makanan yang sebenarnya mau cari yang khas daerah, tapi tidak ada yang khas, akhirnya saya makan nasi goreng plus es jagung sambil makan, sambil menunggu teman yang akan menjemput pergi ke singkawang, tidak berapa lama, akhirnya teman saya itu datang , dan dengan motornya kami berangkat mengambil mobil di tempat persewaan mobil, mobil di sewa dengan lepas kunci, dan ternyata temanku ini hebat, tidak perlu kasih jaminan apa apa ke pemilik mobil, cuma telepon, terus ambil kunci, dan berangkat lah kami ke singkawang. heheh
  25. 2 likes
    Di artikel sebelumnya (baca disini) kita sudah membahas petualangan di Praha pada hari pertama dan kedua. Kali ini kita lanjutkan dalam perjalanan di hari ke tiga. Seperti yang sudah kita bahas di bagian 1, pada hari pertama dan kedua adalah saat dimana kita mengunjungi destinasi utama atau unggulan. Makan di hari terakhir ini, kita akan menunjukkan beberapa pilihan destinasi. Kalian bisa memilih beberapanya yang memang paling sesuai minat. Kemana saja itu Hari 3 9. Lennon Wall Jika kalian tidak berniat turut dalam paket tur Prague Riverside Parties yang sudah dibahas di artikel bagian 1, dimana dalam paket tur tersebut memasukan Lennon Wall sebagai salah satu tujuannya. Maka kalian bisa juga tetap datang ke lokasi ini dihari ketiga. Berada di Velkopresvorska namesti, di dekat tepi sungai Vlvtava sisi Barat, kalian bisa mencapainya dengan naik Trem no. 12, 20, 22, atau 23 dari Stasiun Metro Malostranska. Lalu turun di Halte Malostranseke namesti atau Hellichova sebagai halte terdekat dengan Velkopresvorska namesti. Salah satu bagian The Lennon Wall via Foreigners.cz Dinding Lennon ini adalah dinding memanjang yang dihiasi oleh lukisan. Ya, sama dengan seni grafiti jalanan kurang lebih. Hal yang membuat The Lennon Wall berbeda ialah sejarahnya. Dinamakan Lennon karena dinding ini memang awalnya diisi dengan grafiti dan lukisan John Lennon yang terinspirasi dari lagu-lagu The Beatles. Grafiti pertama sendiri awalnya dimulai sejak tahun 1980an dan terus berlanjut. Bahkan di tahun 1988, tembok itu akhirnya menjadi media untuk menyampaikan keluhan atau aspirasi pemuda-pemuda Ceko. Kegiatan menulis keluhan di dinding ini bahkan memiliki istilah khusus yang disebut ‘Lennonisme’. Lebih dari itu, The Lennon Wall juga dianggap menjadi inspirasi Revolusi Velvet yang tanpa adanya kekerasan di Ceko pada tahun 1989. Sekarang, dinding ini begitu penuh dengan lukisan dan tulisan. Bahkan karena sudah tidak ada ruang, lukisan yang lama akan hilang dengan sendirinya karena sudah ditertutup dengan yang baru. Bagi warga Ceko, Lennon Wall adalah simbol cita-cita akan kedamaian dan cinta kasih global. Berfoto di sepanjang Lennon Wall tentu akan sangat menarik, bahkan kalian juga bisa turut menuangkan ide disana melalui lukisan atau tulisan. 10. Vysehrad Castle Tampak udara Komplek Kastil Vysehrad via VisitPraha.cz Selain Prague Castle, ada juga benteng yang dibangun 70 tahun setelahnya yaitu Vysehrad. Nama Vysehrad sendiri dalam bahasa Ceko berarti Kastil yang berada diketinggian. Memang Vysehrad juga berada di atas bukit di daerah V Pevnosti. Awalnya, di komplek ini hanya dibangun sebuah Gereja dan Benteng pos perdagangan. Barulah di tahun 1085, pangeran dinasti Premyslid yaitu Vratislav II membangun kastil. Pada saat itu selama 40 tahun, Kastil Vysehrad ini menjadi kastil utama di Praha. Namun kemudian berpindah atau kembali lagi ke Prague Castle. Saat ini memang kastil di dalam kawasan benteng sudah hancur akibat perang. Namun tetap masih ada banyak hal yang bisa dinikmati. Terdapat 5 museum dan galeri yang ada dan bisa dikunjungi. Tapi di 2 museum yaitu Vysehrad brick gate dan Vysehraf case mate pengunjung yang mau masuk harus menunggu tur yang diadakan setiap satu jam sekali. Harus turut dalam tur karena museum ini tidak hanya berisi diorama, melainkan ada juga pemutaran video visual yang akan menerangkan sejarah Praha dan benteng-benteng yang pernah ada. Kapel St. Rotunda via wikipedia.org Jangan lewatkan pula menyambangi Gereja St. Peter and Paul, Pemakaman kuno para seniman, komposer, penulis, dan tokoh penting lain, ada juga Kapel tertua di Praha yang bernama St.Rotunda, dan beberapa patung yang ada di area taman kastil. Karena berada di atas bukit, maka pengunjung juga bisa menikmati keindahan pemandangan Kota Praha dari ketinggian. Apalagi Vysehrad ini terbilang tidak seramai objek wisata lain di Praha, jadi kalian bisa bebas berkelilng dan berfoto narsis. 11. Bukit Petrin Stasiun Fernicular menuju puncak bukit via www.fototuristika.cz Masih dengan bukit, kali ini di Bukit Petrin yang hanya berjarak sekitar 6 km saja dari Vysehrad. Tapi jika Vysehrad berada di sisi Timur Sungai Vltava, maka Petrin berada di sisi Barat dan berjarak sekitat 130 meter saja dari tepi sungai. Bukit yang puncaknya setinggi 327 meter ini memiliki daya tarik dari taman-taman, Hunger wall : sebuah dinding yang dulu berfungsi seperti benteng pelindung, dan sebuah menara mirip Menara Eiffel mini. Untuk menuju puncak bukit, selain dengan mendaki sendiri, kalian bisa memilih menggunakan kereta atau funicular. Titik start atau stasiun fernicular ini berada di Halte Tram Ujezd atau Tram nomor 12, 22, dan 23. Kereta angkut ini berangkat setiap hari dari jam 9 pagi sampai 11:30 malam dengan durasi perjalanan sekitar 15 menit. Tarifnya sendiri yaitu sebesar 26 CZK. Bersantai di taman dengan latar Petrin Tower via wikimapia.org Menaiki menara yang dikenal dengan nama Petrin Tower ini menjadi hal yang tak boleh dilewatkan. Untuk menaiki puncaknya yang memiliki tinggi 63,5 meter, kamu tak perlu mengeluarkan biaya alias gratis. Tetapi kalian harus menyiapkan tenaga ekstra karena harus melalui 299 anak tangga yang artinya cukup membuat lelah. Tapi tentunya sesampainya diatas, pemandangan yang tersuguh akan sangat menawan. Sensasi ketika ada goyangan akibat angin dan banyak pengunjung juga mungkin bisa menjadi pemacu adrenalin tersendiri. 12. Prague National Gallery Salah satu bagian ruang Galeri Nasional Praha via prague-me.cz Jika kalian tertarik juga dengan pameran seni, maka tak ada salahnya menjadikan National Gallery of Prague sebagai pilihan. Galeri atau Museum seni yang sudah didirikan sejak tahun 1796 ini menjadi salah satu museum terbesar di Eropa Tengah. Alamatnya berada di Veletrzni Palac, Dukelskych hrdinu 47. Ragam koleksi yang tersedia di Galeri Nasional ini mencakup berbagai jenis karya dari berbagai seniman terkenal seperti Picasso, Monet, Van Gogh, Renoir, Munch, dan lainnya. Beberapa karya seniman bahkan ditempatkan di satu ruang sendiri sehingga pengunjung bisa lebih fokus. Dibuka setiap hari kecuali Senin dari jam 10 pagi sampai 6 sore, pengunjung dikenalan tarif masuk sebesar 250 CZK dan gratis untuk anak-anak, bahkan remaja usia dibawah 18 tahun termasuk pelajar dibawah usia 26 tahun. 13. Museum of Communism Salah satu bagian ruang Museum via muzeumkomunismu.cz Masih dengan wisata museum, kali ini kita bisa menyambangi Museum yang akan memaparkan sejarah rezim Komunis yang pernah ada di Ceko. Rezim komunis pernah menguasi negara yang dulu masih mencakup Cekoslovakia (sekarang negara Ceko dan negara Slovakia) ini pada tahun 1948 hingga 1989. Kekejaman komunis dengan penyiksaan terhadap rakyat adalah kekelaman yang paling buruk dalam sejarah Ceko. Dalam catatan sejarah, rezim ini telah menewaskan ratusan ribu nyawa warga. Belum lagi yang disiksa, dipenjara, dan diasingkan. Kisah dan perjalanan kelam Ceko tersebut setidaknya bisa sedikit kamu bayangkan di Museum yang beralamatkan di Na Prikope 10, Nove Mesto ini. Pengunjung bisa datang setiap hari kecuali Senin dari jam 9 pagi sampai 8 petang. Tiketnya sendiri sebesar 190 CZK untuk dewasa dan gratis untuk anak dibawah 10 tahun. Banyak bagian ruang di Museum yang mulai dibuka tahun 2001 ini yang bisa dijelajahi. Secar spesifik lagi, Museum yang menempati area seluas 500 meter persegi ini mengusung tema ‘Komunisme : Impian, Kenyataan, dan Mimpi Buruk’. Menariknya, pengunjung tidak hanya sekedar melihat diorama melainkan akan diajak seolah masuk ke situasinya karena setting yang baik dan juga menarik. Sebuah ruang khusus pemutaran video film pendek juga tersedia sehingga bisa lebih memberi gambaran kepada pengunjung. 14. Taman Monumen Korban Komunis Masih soal sejarah rezim Komunis. Jika tertarik sempatkanlah juga untuk datang ke sebuah taman di Mala Strana 118. Di sana ada sebuah monumen peringatan berupa patung yang bisa membuat merinding. Communism monument park via roundtable.typepad.com Terdapat 7 patung yang nampak melangkah menuruni tangga. Tapi seramnya, patung-patung tanpa menggunakan busana ini berbentuk tak utuh atau tampak robek-robek badannya. Patung terdepan dibuat utuh, tetapi patung kedua dibuat robek sedikit, lalu patung ketiga dengan bagian yang lebih banyak tak utuh, dan seterusnya hingga patung terakhir yang hanya menyisahkan kaki. Selain patungnya yang memang dibuat menyeramkan layaknya zombie, latarnya yang berupa pepohona juga menjadi penyempurna atmsofer yang hendak dihadirkan. Ide desain ini dibuat oleh arsitek dan pemaung yaitu Jan Kerel dan Zdenek Holzel. Taman ini sendiri buka setiap saat dan tanpa biaya masuk. Bisa dikatakan saat sore hari ketika cahaya mulai mereda menjadi waktu terbaik untuk bisa mendapatkan suasana yang lebih mencekam.
  26. 2 likes
    Hola Deffa Here!!! Tahu kan Bandros? Bandros adalah Bus Double Decker yang di desain khusus untuk wisata di Bandung yang dilengkapi, dengan desain menarik, pertama kali di perkenalkan pada tahun 2014 ketika Ridwan Kamil baru menjabat jadi Walikota Bandung. Masyarakat umum boleh menaiki Bandros ini untuk berkeliling Kota Bandung, menikmati suasana Kota Bandung dari atas Bus ini. Bandros pertama yang dimiliki pemkot Bandung adalah Bandros yang bernomor 01 atau Bandros 01. Namun, sudah tidak beroperasi lagi, karena sudah di gantikan bandros terbaru. Tapi atas prakarsa walikota Ridwan Kamil. Bandros ini masih bisa di gunakan untuk sekedar Foto-Foto dan GRATIS. Lokasinya di parkiran Polrestabes Bandung, di depan Taman Vanda, dekat Balai Kota. Note: Untuk naik Bandros yang aktif kalian bisa datang ke Taman Cibeunying, jalan Cilaki. Tiket perorang Rp. 25.000. Muterin beberapa spot di Kota Bandung
  27. 2 likes
    wah tugu 0 Kilometer nya udah selesai di renovasi ya @thepo
  28. 2 likes
    wah airnya jernih , btw seru nih rame2, nice share
  29. 2 likes
    Semenjak Maskapai Low Budget membuka penerbangan dari Malaysia ke India, cukup banyak wisatawan Indonesia yang memanfaatkan kesempatan untuk menginjakkan kaki ke negara berpenduduk lebih dari 1,2 milyar jiwa tersebut. India memang sangat menarik karena memiliki unsur budaya yang sangat kental dan terjaga. Apalagi adanya bangunan super megah, Taj Mahal menjadi magnet terkuat bagi kepariwisataan negara yang merdeka sejak tahun 1947 itu. Jika memang kalian tertarik untuk ke India dengan biaya yang cukup murah, kalian bisa memilih penerbangan promo dari salah satu maskapai low budget. Mereka juga membuka penerbangan KL ke New Delhi, tetapi tarif paling rendah ialah yang ketujuan Kota Kolkata dan Kochi (artikel tentang kedua kota ini bisa dibaca disini). Apabila membahas tentang wisata India, maka tak bisa terlepas dari tiga kota dengan nilai historis dan warisan budaya tinggi yaitu Delhi, Agra, dan Jaipur. Ketiga kota inilah yang dikenal dengan sebutan ‘segitiga emas India’, karena memang jika diambil garis melalui peta, hubungan ketiga kota ini membentuk segitiga. Delhi, Agra, dan Jaipur (segitiga emas India) Bagi wisatawan dunia, Segitiga Emas ini tentu sudah sangat dikenal. Wajib rasanya ketika ke India untuk mengunjungi ketiganya agar wisata ke India benar-benar berasa lengkap. Lantas seperti apa ketiga kota ini? Apa saja yang membuatnya begitu penting untuk disambangi? NEW DELHI Sebagai ibukota negara, New Delhi tentu menjadi gerbang utama bagi turis memasuki India. New Delhi sendiri merupakan distrik yang menjadi pusat bagi Wilayah Ibukota Nasional Delhi. Jadi Delhi dan New Delhi secara umum sama saja yang merujuk pada yurisdiksi wilayah dimana Delhi untuk semua wilayah ibukota dan New Delhi adalah bagian didalamnya. Tetapi memang kebanyakan orang lebih sering menyebut nama ‘Delhi’ saja untuk mempersingkat ucapan. 1.New Delhi vs Old Delhi Letak Old Delhi di New Delhi Jika ada sebutan New Delhi, maka apakah ada Old Delhi? Ternyata Old Delhi bukan hanya sekedar nama tetapi masih bisa dikunjungi. Kawasan Old Delhi ibarat kota tuanya Delhi. Dulunya Old Delhi bernama Shahjahanabad yang didirikan tahun 1639 di masa Kaisar Mughal pada masa kekuasaan Shah Jahan. Shahjahanabad ini menjadi ibukota kekaisaran Mughal hingga keruntuhannya pada tahun 1857. Pada masa itu tentunya ada banyak bangunan yang didirikan dan beberapa diantaranya masih ada dan terjaga seperti Masjid Jama, Masjid Zinat-ul, Red Fort, Gurudwara Sis Ganj Shahib, dan Pasar Candni Chowk. Diluar Old Delhi, maka itulah New Delhi. Disanalah pusat perniagaan dan pemerintahan dibangun. New Delhi berkembang dimasa kolonial Inggris dan terus berkembang hingga kini dengan pembangunan modernnya. Secara keseluruhan total penduduk urban Delhi ialah sekitar 16 juta jiwa, bahkan mencapai 22 juta jiwa untuk keseluruh wilayah metro nya. 2. Wisata Kekaisaran Mughal Menyambung tentang Old Delhi, maka area yang hanya seluas sekitar 6,1 km persegi ini sangat layak dijadikan tujuan wisata. Sebagai kawasan tua yang penuh sejarah, setiap sudut Old Delhi ibarat saksi bisu kejayaan Kekaisaran Mughal. Red Fort via transindiaholidays.com Titik utama dari Old Delhi ialah Benteng Merah atau Red Fort-nya. Benteng berupa dinding batu pasir berwarna merah ini dibangun antara tahun 1639 hingga 1648 yang dirancang oleh Ustad Ahmad Lahauri. Gaya arsitekturnya sangat khas dengan gaya Mughal atau India kuno yang banyak bisa ditemui di bangunan tua lainnya. Benteng Merah ini bahkan dianggap sebagai puncak dari arsitektur Mughal. Untuk masuk ke komplek benteng, wisatawan mancanegara dikenakan tarif INR 250. Masjid jama via planetbell.me Juga menjadi ikon dari Old Delhi ialah Masjid Jama. Masjid ini didirkan pada masa Shah Jehan tahun 1650 dan selesai pembangunannya pada tahun 1656. Masjid ini menjadi yang terbesar di India dan mampu menampung hingga 25 ribu jamaah dalam satu waktu. Lokasina yang berada di sisi jalan raya yaitu Chadni Chowk membuat masjid ini sangat mudah dijangkau. Arsitekturnya yang sangat kental dengan gaya Mughal India, menjadikan Masjid Jama sangat otentik. Penggunaan batu bata merah dengan bentukan lorong berupa kubah bergelombang adalah ciri kuat dari arsitektur ini. Masjid Jama menghadap langsung ke Barat alias Mekkah dengan tiga gerbang di ketiga sisi lainnya. Terdapat tiga Kubah besar berbentuk seperti bawang di bagian atas masjid. Bentuk kubah seperti inilah yang pada akhirnya menginspirasi pembangunan kubah masjid di seluruh dunia. Selain kubah, terdapat dua menara utama di bagian depan yang memiliki tinggi 41 meter. Masjid Zeenat-ul via flickr.com/photos/nileshkorgaokar Tak jauh dari Masjid Jama, hanya sekitar 1,2 km ada juga Masjid Zeenat-Ul. Selesai dibangun tahun 1710, pembangunan masjid diprakarsai oleh Zinat ul Nissa, Putri dari Kaisar Aurangzeb. Menariknya, Masjid Zeenat-Ul ibarat bentuk kecil dari Masjid Jama karena arsitekturnya terbilng mirip mirip yaitu dibangun dengan bata merah, memiliki tiga kubah, dan dua menara. Gurudwara Sis Ganj Sahib via mapsofindia.com Tidak hanya bernafas Islam, ternyata di Old Delhi juga ada sebuah Gurudwara atau rumah ibadah agama Sikh. Gurudwara Sis Ganj Sahib, itulah nama bangunan di Jalan Chandni Chowk ini. Dibangun tahun 1783, Gurudwara Sis Ganj Sahib menjadi salah satu dari sembilan gurudwara bersejarah di Delhi. Saat ini, bangunan yang ada adalah hasil renovasi tahun 1930. Salah satu sisi Pasar Chandni Chowk via mygola.com Satu bagian lain yang paling mencolok dari Old Delhi ialah Pasar Chandni Chowk. Ini adalah pasar tertua dan paling sibuk di Delhi. Berada dekat dnegan stasiun Old Delhi, Pasar Chandni Chowk sudah ada sejak abad ke 17 yang juga dimasa Shah Jahan. Konseptornya sendiri ialah anak peremouan beliau yaitu Jahanara. Di pasar yang berada di sepanjang jalan ini menjual berbagai hal sebagaimana umumnya pasar tradisional. Hal yang tak boleh dilewatkan ketika ke sini ialah berwisata kuliner. Pasar ini menjadi gudangnya kuliner khas India yang beragam seperti Halwa, Rasmalai, Jalebi, Samosa, Chaat, dan banyak lainnya. Satu rumah makan terkenal karena sudah ada sejak tahun 1790 ialah Toko Ghantewala. Toko ini menjual makanan dan camilan khas India dan kabarnya resep menunya masih sama seperti awal berdirinya di tahun 1790 tersebut. Selain itu ada juga restoran Karim yang sempat masuk majalah Time sebagai restoran terbaik di Asia. Kamu bisa bertanya untuk menemukan restoran ini karena berada masuk ke banyak jalan yang padat. Kamu yang mau membeli oleh-oleh atau cemilan berupa aneka kacang-kacangan, pasar ini juga menjadi surganya. 3. India Gate, Arch de Thriomph-nya India India Gate via culturalindia.net Seperti namanya : Gerbang India, maka harusnya India Gate ini wajib dikunjungi karena menjadi ‘gerbang utama’ dari negara Bollywood. India Gate berada di jantung kota tepatnya di ujung Jalan Rajhpat serta terhubung dengan ruas jalan lainnya. India Gate sama halnya dengan Arch de Thriomph-nya Paris, juga menjadi monumen peringatan tepatnya untuk peringatan Perang Dunia I di periode 1914-1921 yang menewaskan 82.000 tentara India. Bangunan monumen berbahan batu bata merah dan granit dengan pintu berbentuk lengkungan ini mulai dibangun di awal tahun 1921 dan diresmikan 10 tahun setelahnya. Disekeliling monumen dibangun taman yang tertata dan menjadi pelengkap keindahan visual dari bangunan setinggi 42 meter tersebut. Di bagian dinding atas monumen tampak tulisan INDIA dan dibawahnya jika diperhatikan lebih jelas juga terdapat tulisan seputar tragedi perang yang melibatkan tentara India di berbagai belahan dunia. Sekitar 150 meter di Timur India Gate, ada juga sebuah monumen kecil seperti paviliun setinggi sekitar 20 meter. Terinsiprasi dari paviliun abad ke enam dari Mahabalipuram, bangunan ini seolah menjadi bagian pendukung axis India Gate. 4. Qutub Minar, Menara Bata Tertinggi di India Menara Qutub Minar, photo by Attini Zulfayah via femina.co.id Kesejarahan Islam di Delhi juga bisa disaksikan di wilayah Mehrauli, sisi Selatan New Delhi. Ini merupakan bangunan menara berbahan bata merah setinggi 72,5 meter. Menara ini adalah monumen Islam kuno peninggalan Qutb-ud-din Aibak, seorang penguasa muslim pertama di Delhi. Dibangun tahun 1193, menara ini tampak menarik dengan ukiran kaligrafi di badan menara dan ukiran etnik dekoratif yang detil di bagian pemisah tingkatan menara. Menara ini sendiri memiliki tiga tingkatan utama dan disetiap tingkatan itu tersedia balkon melingkar. Sayangnya sekarang pengunjung tidak boleh naik ke atas menara yang memiliki 379 anak tangga ini. Tak hanya menara, di komplek Qutub Minar juga ada Masjid Quwwat ul-Islam yang dibangun setelah menara. Kabarnya juga sebenarnya Qutub Minar adalah menara masjid itu sendiri, tetapi karena ukuran menara yang terlalu besar, seolah kedua bangunan itu bukan satu kesatuan. Selain masjid, di dalam komplek juga ada bangunan Alai Minar, nisan Alauddin Khilji, Makam Adham khan, dan termasuk sebuah madrasah. Wisatawan mancanegara harus merogoh kocek sebesar INR 500 untuk bisa masuk ke komplek menara ini sedangkan warga India hanya dikenakan biaya INR 30. Dibuka setiap hari, kalian bisa menuju lokasi dengan naik metro yang melalui stasiun Qutab Minar. 5. Makam Humayun, Kaisar Mughal Kedua Humayun Tomb via indovacation.net Humayun yang bernama lengkap Nasir ud-din Muhammad Humayun adalah kaisar Mughal kedua yang menguasi wilayah utara India, hingga yang sekarang bagian dari Afghanistan dan Pakistan. Ia memerintah dari 1530-1540 ketika menggantikan ayahnya, kemudian kembali memimpin pada periode 1555 untuk kemudian wafar setahun setelahnya yaitu tahun 1556 ketika ia baru berusia 47 tahun. Sebagai bentuk kecintaan, sang Istri pertama Humayun, Bega Begum membangun makam sang suami dengan bantuan arsitek asal Persia, Mirak Mirza Ghiyaz. Dibangun tahun 1569, makam ini memiliki rancangan yang sangat mewah dan berciri asritektur Islam mughal. Tak hanya Humayun, disini juga akhirnya menjadi makam bagi sang istri, Bega Begum dan Hamida Begum, putra Shah Jahan, Dara Shikoh, termasuk beberapa raja Mughal lainnya. Keunikannya dari bangunan ini ialah karena menjadi struktur pertama yang menggunakan batu pasir merah dengan skala yang begitu besar. Hal ini juga nampaknya yang menjadikan Makam Humayun sejak tahun 1993 tercatat sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO. Lokasi Makam Humayan sangat mudah di jangkau karena sangat dekat dengan jantung Kota New Delhi, tepatnya di Jalan Mathura, wilayah Nizamuddin Timur. Sebelum ke Taj Mahal, mungkin makam Humayun ini bisa menjadi pilihan karena memang Makam Humayun justru dibangun sebelum Taj Mahal yang baru dibangun tahun 1632. Dibuka setiap hari dari pagi hingga petang, pengunjung dikenakan tarif masuk sebesar INR 500 untuk turis mancanegara dan hanya INR 30 untuk warga lokal. 6. Laxminarayan, Kuil Terbesar Pertama di Delhi Kuil Laxminarayan via friendlyplanet.com Kuil Laxminarayan atau dalam bahasa Hindi disebut Birla Mandir, adalah kuil hindu yang dibangun tahun 1933 sampai 1939 oleh Baldeo Das Birla, seorang bangsawan entreprenuer dan philantropis. Kuil yang diresmikan langsung oleh Mahatma Gandhi ini memiliki keunikan dari atapnya yang menyerupai stupa. Dengan warna merah bata dan perpaduan krem kekuningan, kuil yang berada di Mandir Marg, pusat kota New Delhi ini tampak menarik pandangan. Meskipun bukan objek wisata wajib, tetapi Laxminarayan juga tak salah untuk disambangi jika kebetulan berada di New Delhi. 7. Akshardham, Kuil Megah Beraksen Tradisional Kuil Akshardham via travelokam.com Kuil Akshardham memang bukanlah kuil kuno karena baru diresmikan tahun 2005 silam setelah 5 tahun pembangunan. Namun kemegahan kuil ini berhasil mencuri perhatian penduduk India dan wisatawan, bahkan tercatat 70% turis yang datang ke Delhi juga mendatangi kuil yang beralamat di Noida Mor, Pandav Nagar, sisi Timur New Delhi. Kuil ini sengaja dibangun dengan gaya arsitektur khas Tradisional/kuno India dan Hindu untuk memperingati 10.000 tahun kebudayaan India yang melambangkan keagungan, keindahan, kebijaksanaan, dan kebahagiaan. Bangunan berwarna coklat tanah dengan detil ukiran serta atap kubah bertingkat terlihat sangat megah bak bangunan kuno. Dengan tinggi 43 meter, Kuil Akshardham semakin cantik dengan keberadaan pelataran luas bertingkat didepannya serta kolam dikedua sisinya. Tak hanya bangunan utama Kuil saja, di komplek ini pengunjung juga bisa mengeksplore banyak kegiatan seperti eksebisi atau ruang diorama bernama Sahajanad Darshan, teater Nilkanth Darshan, berperahu wisata indoor Sanskruti Vihar, Air Mancur menari (musical fountain), dan taman tematik. Untuk memasuki komplek kuil ini pengunjung tidak dikenakan tarif atau tiket masuk, tetapi untuk eksibisi diberlakukan tiket sebesar INR 170 dewasa dan INR 100 untuk anak. Termasuk untuk atraksi Musical Fountain dikenakan tarif INR 30 dewasa dan INR 20 untuk anak. Pengunjung bisa masuk mulai pukul 9:30 pagi dan tutup pukul 6:30 sore. Tapi sayangnya, pengunjung tidak diperkenankan mengambil foro dan membawa hp kedalam komplek. AGRA Kita Lanjutkan ke sudut kedua dari segitiga emas yaitu Agra. Kamu yang tertarik dengan Taj Mahal tentu sangat akrab dengan nama Agra. Di kota kuno berpenduduk lebih dari 1,6 juta jiwa itulah bangunan akbar dunia, Taj Mahal berada. Agra dan New Delhi hanya berjarak sekitar 200 km sehingga bisa ditempuh hanya sekitar 2,5 sampai 3 jam perjalanan. Ada banyak pilihan transportasi yang bisa kamu gunakan dari mulai kereta, bus, dan termasuk menyewa taksi. Sesampainya di Agra pun seperti di stasiunnya, kamu bisa memilih berbagai sarana transportasi seperti jika tidak mau repot bisa menyewa mobil full day dengan tarif mulai dari IND 1.850 atau ikut tur khusus setengah hari dan satu hari. Semua tergantung pilihan, tetapi jika pergi beramai-ramai, menyewa mobil akan jauh lebih hemat. 8. Taj Mahal, Destinasi Wajib ke India Taj Mahal via fpinfo.in Tak perlu diperdebatkan lagi seberapa layaknya bangunan marmer putih ini dijadikan destinasi kunjungan wisata. Sebagai salah satu keajaiban dunia, Taj Mahal sudah begitu dikenal diseluruh penjuru dunia termasuk cerita yang melatarinya. Taj Mahal memang menjadi magnet bagi wisata India. Monumen cinta yang diprakarsai oleh Kaisar Mughal Shah Jahan ini mulai dibangun tahun 1632 dan selesai di tahun 1653. Kemegahan bangunan yang sangat simetris di setiap sisinya ini selaras dengan kisah cinta yang melatari pembangunannya. Karenanya lah Taj Mahal begitu tersohor dan menarik perhatian. Wisatawan mancanegara yang ingin masuk Taj Mahal dikenakan tarif sebesar INR 750 dan akan diberi kain pembungkus sepatu. Ya, memasuki area bangunan kita wajib melepas atau membungkus kaki dengan alas ini agar tidak merusah marmer Taj Mahal. Ada baiknya datang seawal mungkin karena biasanya antrian tiket sangat panjang. Perlu diingat bahwa Taj Mahal dibuka untuk umum setiap hari kecuali Jumat, jadi jangan sampai salah menentukan jadwal kunjungan. Taj Mahal buka sejak jam 6 pagi hingga 7 malam. Buka memang terbilang sangat cepat karena banyak juga yang mengincar sunset disana. Taj Mahal juga buka saat malam di jam 20:30 sampai 00:30 khusus di dua hari sebelum dan dua hari setelah bulan purnama. Tentu akan menjadi kesan menarik jika kamu bisa merasakan pesona Taj Mahal saat malam purnama. 9. Agra Fort, Komplek Istana Kekaisaran Mughal Benteng Agra via mapsofindia.com Hanya beberapa kilometer dari Taj Mahal, lokasi bersejarah lain yang patut di sambangi ialah Agra Fort. Mirip dengan Benteng Merah, Agra Fort juga terbangun dari bata merah dengan arsitektur khas Islam Mughal. Benteng peninggalan Dinasti Mughal ini dibangun sejak tahun 1565 hingga 1573 M. Disana selain sebagai benteng perlindungan, beberapa bagian di dalamnya juga menjadi komplek istana bagi kekaisaran Mughal sebelum akhirnya ibukota Mughal berpindah ke Red Fort di Old Delhi. Tiket memasuki komplek benteng ini, wisatawan mancanegara dikenakan biaya INR 300 dan mendapatkan potongan INR 50 jika kalian menunjukkan tiket Taj Mahal. Jadi, sebaiknya ke Taj Mahal dulu baru ke Agra Fort untuk menghemat 50 Rupee ini. Memasuki benteng, nuansa megah akan langsung menyambut dari detil dan menjulangnya bangunan. Gerbang utamanya bahkan dinamakan Elephant gate karena memang berdimensi sangat besar dan megah. Memasuki bagian dalam benteng pengunjung seolah masuk ke dalam labirin karena ada banyak lorong dan ruang. Satu bagian yang cukup populer ialah Istana Jahangir. Istana ini juga berwarna merah bata dengan bentukan jendela dan pintu kubah yang khas. Dari salah satu jendela di sini pula, kalian bisa melihat bangunan Taj Mahal dari kejauhan. 10. Makam Akbar Sikandra, Sosok Penting Kekaisaran Mughal Gerbang utama Makam Akbar Sikandra via Expedia.co.id Akbar Sikandra adalah raja ketiga kekaisaran Mughal yang merupakan keturunan Dinasti Timurid, Putra dari Sultan Humayun. Ia memimpin Mughal sejak tahun 1556 ketika ia baru berusia 14 tahun. Kepemimpinnya berlangsung hingga tahun 1605 ketika ia wafat diusia 63 tahun. Akbar Sikandra sangat berpengaruh terhadap kekaisaran Mughal, bahkan ia menjadi raja pertama yang membangun istana di sisi Sungai Yamuna yang pada saat itu masih dikuasi beberapa dinasti lain. Sosoknya yang penting dan lebih dari 47 tahun memimpin tentunya sangat dihargai termasuk dengan pembangunan makamnya yang juga terbilang megah meskipun memang Raja Akbar sendiri yang sudah menginisasi lokasi pembangunan makamnya sejak 5 tahun sebelum wafatnya. Pembangunan makam tersebut berlangsung hingga 8 tahun setelah wafat sang Raja dengan mengambil luas lahan 48 hektar di Utara Kota Agra tepatnya di Jalan Mathura. Bangunan makam memiliki arsitektur yang sangat khas dengan arsitektur Islam Mughal yang umum dijumpai di bangunan peninggalan Mughal lainnya. Dikelilingi oleh dinding disetiap sisi, gerbang utama berada di sisi Selatan. Gerbang ini mirip dengan gerbang di Taj Mahal dengan empat menara putihnya. Pintu besar berbentuk kubah atau lengkungan juga menjadi ciri kuat dan membuatnya menjadi tampak megah. Tak ketinggalan motif marmernya yang sangat detil menjadikan setiap sudut nampak menarik. Memasuki dalam bangunan utama makam, kita justru akan memasuki lorong yang cukup kecil. Ujung dari lorong itulah menjadi makam sang raja. Berbeda dengan bagian luarnya yang nampak mewah, justru dibagian inti makamnya, nampak sangat sederhana. Nisan makam berupa marmer putih disimbolkan sebagai makan sang raja. Ya, hanya sekedar simbol karena justru makam aslinya berada di ruang bawah tanah yang tidak bisa dimasuki oleh wisatawan.
  30. 2 likes
    Regional Jawa Tengah, kita absen di sini yup @adel_lia @febeVBfebe (semarang) cc: @hobijalan2poto2 @Toto (demak) @ykuntoaji (solo) @KABULRIYANTO (cilacap) @endhema (klaten) @mlakumlaku @bukan fans (karanganyar) @sikucing laut (sukoharjo) @nogabeatz (smg) @Socia Scratch (dieng) @habewe (smg) @radja @Achmid Brata @rizkichuk @Diyan Hastari (wonosobo) @Choirul (solo) @tandakaki (semarang) @adika @agung_cimplon @ahmad @anggun putri rusmini @ariwinda @Black Knight @catur @Dian Verianingsih @djayust @Gravity Bind @gust0world @hadisastro @hendra mardiyanto @Hery Febriyanto @ida @maulanaelsahnon @meiza hayyu @Naratama @nyunyu @pite_chan @ryan fadillah @sastro suwignyo @siaupai @tandakaki @tikno aja @Trastiana Dewi @Rembo @Afwatul Qodriyyah @anwarliverpudlian @astinsoekanto @Badoetz @Munim Mubarok @FadlanMom @[member="Dinar Puspita"] @Jeanette Juliani Juwono @FadlanMom @Bobo El Dean @Margaretha nina @Nia Perdhani @alsha @diasfebi08 @febriant rhezty @Charisma Annisa @Sem @SylarConan @rizamaria (Solo) @fresia Ayo..siapa lagi yang dari atau tinggal di Jawa Tengah?
  31. 1 like
  32. 1 like
    marhaban ya ramadhan selamat berpuasa bagi teman2 JJers yang menjalankannya
  33. 1 like
    Menurut Wikipedia Tibet daerah Otonomi Khusus RRT China: https://id.wikipedia.org/wiki/Tibet @Rawoniste
  34. 1 like
    Bro @min0ru heheheh. Itu tempat keren banget. Aku juga baru tahu tempat itu setelah nonton film nekad traveller. Ternyata gak jauh dari bandara makasar. @deffa. Heheheh ayok kapan kapan terbang bareng. Di Manado juga boleh, siap jadi host. Heheheheh
  35. 1 like
    Fungsinya memang ciri khas kuil fushimi inari krn di kuil lain kyknya ga ada yg sebanyak itu gerbangnya. Warnanya merah agak orange gitu tergantung pencahayaan nanti lbh dominan yg mana. Kalau di malang ada bagus lah boleh jadi spot yg bisa didatengin Peanut wasabinya sdr disana harganya 300yen sesuatu gitu klo mnrtku worth it sama rasanya sayang aja itu di bandung ya jauh
  36. 1 like
    hahay insya allah 2 minggu lagi di jakarta neh bu @Titi Setianingsih
  37. 1 like
  38. 1 like
    Total habis sekitar berapaan ya bu? hahahaha.... selama ini kepikiran dengar Raja Ampat pasti mahal bangat wkwkwkwkwk... Berarti ambil tour nya pas start dari bandara Sorong yah? Si mas nya itu yang guide nya sekalian sopir kah?
  39. 1 like
    wah mantap nih airnya jernih banget , asyik juga tuh bisa maen payung sama balon di pantai , as always nice share
  40. 1 like
  41. 1 like
    Di cover kok dia ada Train Khusus untuk KTP, pokok nya semua train yang bukan dari JR tercover :) Baca FR saya yang Osaka Day 2 itu ada kereta yang saya gunakan dari Osaka - Kyoto di cover KTP @Gunnersaurus
  42. 1 like
    naik bus ok kok, nanti dari Kyoto ke Osakanya bisa beli tiket biasa (Kereta), kalau jalur JR ( ¥560 ) sekitar 30 menit. yah keuntung-an beli tiket biasa (keteng-an) sih adalah lebih fleksibel dalam memilih transportasi. coba-coba dulu hitung total biaya transportasi lihat di hyperdia, kalau cuma beda dikit dengan harga tiket Pass yang mau dibeli, menurut saya lebih baik beli tiket keteng-an.
  43. 1 like
    Kalo Boleh bilang “Ini Gila…..” Seminggu yang lalu tim “dibalik kamera” di ajak nyicipin wisata river tubing pertama yang di bangun di Boyolali.River Tubing saba kali ini sendiri dibangun atas dasar keinginan teman-teman dari “Selusur Sungai Sawit” yang berkeinginan mengembalikan kondisi sungai di kecamatan sawit sebagai yang mulai kotor karena sampah. “Mumpung belum telambat” Kata Dwi Sundarto salah satu inisiator Selusur Sungai Sawit yang juga Camat Kecamatan Sawit. Hal ini juga di amin-i oleh inisiator yang lainnya seperti Kang Mbilung (Agung),Pak Ody (Ody D.F.),Eka,Pakdhe Panji,Yanto (Goweng) dan pendukung acara yang lainnya. Acara ini di back up penuh oleh komunitas relawan dari KRI,Rempala,I-DERU,Sekolah Sungai Boyolali,KSI,FPRB Boyolali dan komunitas lain yang namanya sampai saya lupa (Banyak Banget soalnya).Komunitas-komunitas tersebut ada yang langsung terjun membantu pengamanan peserta,memberikan pinjaman perangkat keselamatan bahakan untuk KRI,Rempala,I-DERU,Sekolah Sungai Boyolali,KSI dan FPRB Boyolali sendiri mensuport sejak sebelum sungai ini masih dalam kondisi yang cukup memprihatinkan Okelah…. saya ga pengen bahas hal ini lebih jauh…Lha wong ini field report kok… “Pagi Yang Cerah” Nikmat mana lagi yang ingin kau dustakan tuan? Perkap dah dateng Spanduknya belom kelar dipasang,saya datengnya kepagian Briefing dulu ndoro……. Selesai briefing,disapa ibu-ibu pulang dari pengajian Poto Dulu……. “Sedekah Sungai” ngelepasin bibit ikan lele ke sungai (Bentuknya kayak kecebong) Muka-muka Tegang “Muka tegang yang lain” Daripada cuma pengen “Nyebur Sekalian Bang” “Tereak coba kalo bisa…wkwkwkwkwk” “Minum bang?” “mantab…….” “Diajak panitia ke Monumen Gempa Bumi Sawit 2006” “Gila-gilaan bareng panitia” Sumur
  44. 1 like
    @deffa menurut aku , sun moon lake gak cocok buat solo treveller . Karena tempatnya romantis dan sejuk , jadi cocok untuk bulan madu he he he .. Kalau lagi solo mendingan siang saja , sore nya balik ke Taichung . Ada bus sampai jam 6 sore , cuma 1 jam an . Kalau malam gak ada apa apa , makan susah apalagi untuk teman muslim . Tips : Untuk jalan jalan di Taiwan gak usah takut walaupun gak bisa bahasa Mandarin . Saya yg gak bisa sepatahpun bisa keliling asal bisa pake Google Map , google translate and google search .Semua Tranportasi Umum ada infonya di Web dan google Map dan selalu up to date . Untuk info saja semua Tranportasi umum selalu tepat waktu sampe ke menit , jadi kalau mau naik kereta api nya harus sudah siap 10 menit sebelumnya di Nomor gerbong karena kereta apinya rata rata stop paling lama 5 menit . Cuma kadang di karcis kereta susah baca nya ha ha ha , jadi terpaksa lihat jadwal di web nya Taiwan TRA .
  45. 1 like
    Hahaha... Kebetulan timingnya pas... Pas mo kumpul,, bisa, Pas Libur pula, Pas mo jalan pada bisa... Pas... Pas... Pas... Ni kita lagi nungguin Gathnas berikutnya nih Def, mudah2an ilmu "Pas" nya masih bisa dipake...
  46. 1 like
    ya, jadi kalau makan disana (kasus saya yang di pluit sih), harus teliti cek kembali, ayam makan 1 bisa jadi 2, es durian 15 ribu bisa jadi 30 ribu, Hahahahaha
  47. 1 like
  48. 1 like
    siapa tau vina mau ke bali bisa jalan2 bareng
  49. 1 like
    Lha itu ke rusia aja bisa segitu tp memang durasi ga tll lama dan sistim nya backpakeran dan nginepnya ga keren2 amat tp kan hotel ga tll penting jg mewah kan buat tidur aja
  50. 1 like
    Gile.... hasil foto nya bisa keren keren begini, padahal dia cuma asal asal jepret doang deh kayaknya Mod @deffa Gw aja ga ngeh itu kapan di jepret jepret sebagian tuh foto foto, tau tau udah jadi aja. Memang kalau udah tangan "bau kamera" begini nih ye wkwkwkwkwkwkwk Stiker permitted nya di lem aja di paspor nya, di halaman visa, Itung itung kenang kenangan dan nambah nambahin (pengganti) visa hahahahaha Macau tuh harusnya, etapi sudahlah, toh udah lewat