Leaderboard


Popular Content

Showing content with the highest reputation since 03/17/2014 in all areas

  1. 19 points
    Hola Deffa Here !!! Sekarang sudah masuk waktu nya Pendaftaran Gathering Nasional IX Komunitas Jalan2 Indonesia, destinasi kali ini ke LOMBOKTanggal 16 - 18 Oktober 2015 Untuk biaya seperti biasa SHARE COST perorang Rp. 500.000DP Rp. 350.000Peserta 30 OrangPenutupan Pendaftaran 22 September 2015Pelunasan 6 Oktober 2015 (Setelah di hitung kembali jumlah peserta) Meeting Point di Bandara Lombok International Airport CLOSED FULL 30 PESERTAKalau Ada Perubahan Atau Ada Yang CANCEL, Nanti Di Buka Kembali Perhitungannya : Sewa Bus 30 Seat perhari Rp. 1.500.000 x 3 hari = Rp. 4.500.000Penginapan permalam perorang Rp. 65.000 x 2 malam x 30 orang = Rp. 3.900.000Sewa Boat ke Gili (Per Boat 10 Orang) Rp. 350.000 x 3 Boat = Rp. 1.050.000Makan Siang Nasi Box, Per Box Rp. 20.000 x 3 hari x 30 orang = Rp. 1.800.000Tiket Wisata Rp. 10.000 x 30 orang = Rp. 300.000Tips Supir + Guide + Biaya Tak Terduga = Rp. 1.500.000Kaos Jalan2.com Rp. 60.000 x 30 orang = Rp. 1.800.000Total Cost Rp. 14.850.000 di Bagi 30 orang = Rp. 495.000Dibulatkan jadi Rp. 500.000 (Kelebihan akan digunakan untuk keperluan ketika Tur) Note :Jika peserta kurang dari 30 akan dilakukan perhitungan ulang untuk Share Cost nya, maka dari itu di wajibkan DP terlebih dahulu sebesar Rp. 350.000Berapapun pesertanya acara tetap berjalanYang menggunakan pesawat disarankan datang sehari sebelum nya hari H dan yang pulang tanggal 18 Oktober di sarankan ambil penerbangan yang pukul 20.00 WIB ke atas Include : Bus Selama Tur 3 Hari Penginapan 2 Malam di Lombok Makan Siang Selama 3 Hari Sewa Boat ke Gili-Gili Tiket Wisata Tips Supir + Guide Kaos Jalan2.com Exclude :Transportasi Ke Meeting Point Bandara Lombok (Tiket Pesawat, dll)Makan Pagi dan MalamKebutuhan Pribadi Sewa Alat Snorkeling Penginapan di Hotel Cendrawasih Lombok Alamat : Jln.GARUDA no. 7/8, cakranegara, lombok, NTB. Telp. 0370-628283. Telp. 0370-636336. Itinerary Gathering Lombok : 16 Oktober 2015 08.00 - 09.00 : Meeting Point di Bandara Lombok, lanjut Ke Pantai Tanjung Aan 09.00 - 11.45 : Main di Pantai Tanjung Aan 11.45 - 12.00 : Menuju Kawasan Kuta 12.00 - 14.30 : Istirahat, Sholat, Makan Siang, Main di Pantai Kuta 14.30 - 14.45 : Menuju Pantai Mawun 14.45 - 16.00 : Main di Pantai Mawun 16.00 - 16.20 : Ke Desa Adat Suku Sasak 16.20 - 17.10 : Melihat2 Desa Adat Suku Sasak (Silahkan belanja bila tertarik dengan Kain dan Pernak-Pernik khas Desa tersebut) 17.10 - 18.40 : Balik menuju Mataram 18.40 - 20.00 : Makan malam 20.00 - 22.00 : Acara Bebas (Hotel) 17 Oktober 2015 07.00 - 10.00 : Menuju Air Terjun Sendang Gila dan Tiu Kelep 10.00 - 13.30 : Main di Air Terjun Sendang Gila dan Tiu Kelep 13.30 - 14.30 : Istirahat Makan 14.30 - 16.30 : Menuju Malimbu dan Kawasan Senggigi 16.30 - 18.30 : Main di Malimbu dan Kawasan Senggigi 18.30 - 19.10 : Balik menuju Mataram 19.10 - 21.00 : Makan malam 21.00 - 22.00 : Acara Bebas (Hotel) 18 Oktober 2015 06.30 - 09.30 : Check Out Hotel, Menuju Gili Kondo, Gili Bidara dan Gili Kapal 09.30 - 12.30 : Main di Gili Kondo, Gili Bidara dan Gili Kapal 12.30 - 13.30 : Istirahat Makan 13.30 - 14.30 : Main air lagi 14.30 - 17.30 : Balik menuju Mataram 17.30 - 18.00 : Acara Perpisahan Di Bandara Lombok Note : Itinerary sewaktu-waktu bisa berubah tergantung kondisi di lapanganYang sudah DP / LUNAS tapi batal berangkat, dana nya Hangus kecuali jika ada peserta pengganti Daftar Peserta :@jalan2 (Singaparna) LUNAS@deffa (Dihatimu) LUNAS@dimaz (Lombok) LUNAS@Dhan Doank (Lombok) LUNASFB Onya Deisi 1 (Jakarta) DPFB Onya Deisi 2 (Jakarta) DP@gayatri (Jakarta) DP@titi setianingsih (Jakarta) DPFB Eka Wahyuni (Jakarta) DPFB Netty Neh (Jakarta) DPFB Luxia Kwan 2 (Jakarta) DPFB Luxia Kwan 3 (Jakarta) DP@Eka Wibisono (Jakarta) DP@dodo mursalim (Makassar) DPFB Siti Rukoyah 1 (Bogor) LUNASFB Siti Rukoyah 2 (Bogor) LUNAS@menie (Jakarta) LUNASFB Rina Dwi Cahyani (Jakarta) DP@Eko Agus 1 (Pekalongan) LUNAS@Eko Agus 2 (Pekalongan) LUNASFB Reni Anggreiny 1 (NTT) DPFB Reni Anggreiny 2 (NTT) DPFB Niken Widiastuti 1 (Jakarta) DPFB Niken Widiastuti 2 (Jakarta) DPFB Niken Widiastuti 3 (Jakarta) DPFB Evi Yulianti 1 (Jakarta) DPFB Evi Yulianti 2 (Jakarta) DPFB Evi Yulianti 3 (Jakarta) DPFB Evi Yulianti 4 (Jakarta) DPFB Evi Yulianti 5 (Jakarta) DPFB Duty Nath (Jambi) DPFB Ifan Padja (Jakarta) DPcc @Jalan2 @Dimaz @Dhan Doank
  2. 14 points
    Holla Deffa Here !!! Tanggal 19 - 23 November 2014 kemaren saya menapak kan kaki pertama kali ke Negeri Sakura, salah satu Dream Destination saya ini terwujud dengan adanya promo Air Asia dari tahun 2013 lalu dengan total tiket PP Bandung - KL - Tokyo - KL - Bali - Bandung = 2,8 Juta (Tanpa Bagasi) Berikut cerita perjalanan saya semoga kalian berkenan dan bisa jadi informasi tambahan bagi yang mau ke sana Day 1: 19 November 2014 Setelah pengurusan Visa Jepang yang mudah sekali, baca DISINI Flight dari Bandung - Kuala Lumpur pukul 08.30 WIB seperti biasa Air Asia tepat waktu dan saya selalu Web Check in sebelum nya biar pas datang tinggal narik Boarding Pass saja di mesin Self Check in di Bandara Husein Sastranegara Bandung. Tapi apa daya ketika sampai bandara sekitar pukul 07.50 WIB ternyata mesin Self Check In nya sudah tidak ada jadi tetap harus ke Counter Check In antri, ya sudah lah, bayar Airport Tax International seharga Rp. 75.000 (Enak nya di Bandung Airport Tax masih harga lama ) Pukul 08.30 pas pesawat Air Asia meninggalkan Bandara Husein Sastranegara menuju KLIA2 Malaysia. Bandung Sky View Setiba nya di Bandara KLIA2 sekitar pukul 11.20 WITA (Waktu Malaysia), 10 menit lebih cepat dari perkiraan waktu tiba. Cuaca di Malaysia area Sepang KLIA2 ini cerah. Dan ini kali kedua saya menginjakkan kaki di bandara baru KLIA2 ini, dan kesan saya tetap ini bandara besar sekali. Jarak dari Landing Area ke Arrival Hall jalan kaki bisa sampai 20 menitan. Disarankan yang tidak terbiasa jalan jauh mungkin bisa menggunakan Free Buggy Ride yang disediakan pihak bandara. KLIA2 Plane Area Karena flight berikut nya pukul 14.40 WITA jadi masih ada waktu sekitar 2 jam untuk istirahat terlebih dahulu untuk sarapan dan yang pasti charging gadget, saya pilih lah Starbucks Coffee di Departure Hall. Oh ya dari Arrival Hall ke Departure Hall ini cuma beda 1 lantai, jadi ketika kalian udah keluar dari Arrival Hall (Lantai 2) tinggal cari Lift untuk naik ke Departure Hall (Lantai 3) KLIA2 Departure Hall Santai di Strabucks sambil minum Ice Green Tea Latte seharga 13.50 MYR (sekitar Rp. 50.000) dan Roti yang di bawa dari Indonesia beli di Alfamart (ngirit ). Well cukup mahal seh tapi ya udah lah sekalian mau bersantai dan charging gadget kan jadi bisa lama Sekitar pukul 13.00 WITA saya putuskan untuk masuk ke Gate untuk berangkat, ketika tiba di Imigration, petugasnya bertanya : "Ini Tiket Terusan keh, kenapa tak sila langsung ke Departure Terminal " Dan saya jawab : "Lapar makcik" Dan beliau pun tersenyum sambil menjawab : "Okeleh di dalam juge ade Resto, bila balik ke Indo ?" Saya Jawab : "Tanggal 24 November makcik, thank you" Kelar imigrasi langsung menuju Gate saya yang kebetulan berada di Gate L yang cukup jauh, dari imigrasi sekitar 15 menitan jalan kaki. Jadi lumayan ya olahraga di Bandara KLIA2 ini. Ketika tiba di pintu pemeriksaan untuk masuk ke Gate melihat pesawat Air Asia X Airbus yang gagah itu sedang parkir saya poto dulu donk, siapa tau buat kenang-kenangan jika terjadi kejadian buruk seperti Malaysian Airlines (Naudzubilah Mindzalik), maksudnya buat kenang-kenangan pernah naik Air Asia X Air Bus. Air Asia X Air Bus Oh ya ketika masuk ke Gate Pemeriksaan, ini sangat ketat sekali untuk masuk Scanner nya semua yang berinti kan materi Logam harus di lepas, dan saya maksud "SEMUA" itu tanpa kecuali, saya terpaksa melepas : Dompet, Handphone, Kacamata, Ikat Pinggang. Ketika melewati scanner badan saya masih terdetek ada logam yaitu di kancing celana panjang saya serta di koin logam di saku, dan saya harus balik lagi untuk menaruh koin logam itu, untung celana gak perlu di buka. Tapi ada cewek yang sepatu high heels nya berunsur logam juga harus melepas sepatu nya untuk di scan, dan dia terpaksa nyeker dulu Salah satu keunikan yang terjadi di Bandara KLIA2 ini bukan hanya Security dan Besarnya bandara, ternyata saya juga ketemu dengan 2 orang teman saya yang juga satu pesawat menuju ke Tokyo, tepatnya mereka adalah kakak-beradik Sutradara Video Klip Band ku Boys N Root namanya Satria dan Panji dari Karyakamera. Duo Jumbo ini pun menghapit saya untuk foto bareng buat kenang-kenangan ke teman-teman Band ku lainnya Satria dan Panji di KLIA2 Flight pukul 14.40 WITA tepat waktu dan pengalaman pertama saya menggunakan Air Asia X Air Bus ini, beda nya dengan Air Asia biasa yang cuma ada 2 baris tempat duduk, kalo di Air Asia X ini ada 3 baris dan masing-masing baris terdiri dari 3 kursi jadi cukup luas di dalam nya. Saya kebetulan dapat kursi dekat Toilet jadi gampang untuk ke belakang. Oh iya saya juga memesan makan siang di dalam pesawat ini berupa Nasi Lemak Pak Nasser seharga 19 MYR Di Dalam Air Asia X Ini merupakan perjalanan pertama saya dengan pesawat yang berjarak tempuh lebih dari 4 jam, tepatnya 8 jam perjalanan. Jadi antara excited dan nervous saya tidak bisa tidur selama perjalanan ini, jadi saya coba untuk mondar-mandir keliling pesawat ini. Sambil melihat-lihat kondisi penumpang lain, yang jelas untuk bagian Premium Flex (Bisnis Class) enak sekali karena kursi nya bisa berubah jadi tempat tidur, tapi bagi Economy Class juga kursi nya cukup enak kok karena tipe Reclining Seat nya cukup lega bagi orang Asia. Kebetulan ketemu dengan beberapa penumpang asal Bali yang tergabung di iKaskus dari Kaskus adalah komunitas pengguna IOS Device (Iphone, Ipad, Ipod, dll) dari forum Kaskus, yang juga mau backpacking ke Tokyo. Jadi sharing-sharing itinerary dan cerita-cerita perjalanan jadi teman perjalanan selama mengisi waktu perjalanan panjang ini Pukul 22.00 WIT (waktu Jepang, 2 jam lebih cepat dari WIB), Air Asia X sudah landing di bandara Internasional Haneda Tokyo lebih cepat 30 menit dari perkiraan, cuaca di sini agak gerimis atau mungkin sesudah hujan. Ketika mengatifkan handphone dan Mobile Data melihat ke arah Suhu Cuaca di Tokyo, jreng terlampir lah 7 derajat celcius sama dengan di Puncak Bromo neh, untung di Bandara Haneda menggunakan Heater. Ketika sudah turun dari pesawat dan menuju ke Arrival Hall, saya berjumpa lagi dengan Satria dan Panji, mereka mau ke area Yokohama dimana Saudara mereka tinggal. Setelah mengucapkan selamat tinggal dan semoga bisa ketemu lagi. Saya pun menuju Arrival Hall, untung nya Bandara Haneda ini tidak sebesar KLIA2 jadi jalan kaki tidak lebih dari 10 menit sudah tiba di bagian Imigrasi. Ketika tiba di Imigrasi, waduh langsung di sambut oleh kemacetan penumpang yang mengular untuk gantian pengecekan paspor di Imigrasi. Tapi ya tidak terlalu lama menunggu seh, unik nya ketika kita masuk ke line tertentu ada suatu plang yang menunjukkan Approximately Time dari tempat kita antri berdiri sampai ke gerbang Imigrasi, jadi kita tau waktu tempuh nya walaupun macet antri gini, dan tiba-tiba ada petugas yang nyamperin saya untuk minta tolong saya menyerahkan satu carik kertas yang berisi waktu antrian, jadi saya tinggal serahkan ke petugas imigrasi di depan. Mungkin sebagai evaluasi ya, berapa lama antrian imigrasi jika lagi traffic begini. Keunikan lain yang bikin saya salut, hal kecil seperti ini masih kepikiran oleh mereka untuk mungkin bisa ditingkatkan kinerja nya, agar waktu antri lebih singkat. Ketika tiba di meja petugas Imigrasi, juga proses tidak lama, saya cuma serahkan Paspor (yang sudah dicap visa jepang) serta 2 buah kertas yang wajib diisi bagi wisatawan (lebih baik di isi pas di pesawat biar gak ribet) dan juga kertas dari petugas di awal antrian tadi. Sekitar 5 menit beres, langsung menuju exit dan Arrival Hall. Keunikan berikutnya adalah saya menginap di Bandara Haneda, emang nya bisa ? Ya bisa lah setelah saya baca tulisan dari @vie asano di SINI Berdasarkan tulisan itu, disarankan menginap di Landside Area dekat dengan Lawson Store, jadi dari Arrival Hall (Lantai 3), kita tinggal turun ke Lantai 1 langsung berada di dekat Lawson. Dan disinilah berjejer kursi-kursi panjang tempat menginap sementara di Haneda. Alasan saya untuk menginap di sini karena waktu tiba di Haneda itu pukul 22.00 WIT, sedangkan kereta terakhir ke Tokyo itu pukul 24.00 WIT sangat mepet, belom lagi antrian di Imigrasi yang sampai 40 menitan. Lalu juga bisa mengirit pengeluaran penginapan 1 malam kan hehehe. FYI ini bukan pertama kali saya menginap di bandara internasional, yang pertama jelas di Bangkok Suvarnabhumi (Kiri) Kursi Tempat Menginap Di Haneda Airport | (Kanan) Lawson Store Lantai 1 Haneda Airport Lihat Pak Polisi yang sedang berdiri di poto di atas, nah di depan dia lah tempat saya tiduran di kursi yang cukup empuk, di belakang Pak Polisi itu adalah Lawson, lalu di ujung dekat Pak Polisi juga ada : Smoking Room, Toilet + Free Tap Water, Free Charging Station dan Coin Internet Computer (100 yen / 10 menit) Kebetulan belom makan malam dan Lawson dekat, jadi saya beli Menu Set mirip Bento Box nya Hoka Hoka Bento, seharga 450 Yen, dan juga air minum botol besar Kirin Water seharga 100 Yen. Memang dari berbagai review jika mau makan malam hemat disarankan untuk beli menu Bento Set dari Convenience Store seperti Lawson dan Family Mart, karena Menu Bento Set nya jika malam turun harga biar laku dan gak basi. Kalian tinggal minta di hangatkan saja di Oven Lawson nya, kenyang deh makan malam nya Bento Set Lawson Hal unik lainnya ketika saya tidur untuk beberapa saat di kursi itu, terjadi Gempa sebanyak dua kali, jadi dari jejeran kursi itu ada beberapa orang juga yang menginap, dan kami bangun bersamaan ketika Gempa terjadi sampai dua kali celingak-celinguk. Akhirnya merasakan gempa di negara sumber gempa juga neh Total Pengeluaran DAY 1 : Sarapan di Starbuck KLIA2 13.50 MYR Makan Siang Nasi Lemak di Pesawat KL - Tokyo 19 MYR Makan Malam + Minum di Lawson Haneda Airport 550 Yen Total = Rp. 180.000 Ok sekian dulu untuk hari pertama nanti di lanjut lagi ya TIPS : Untuk menginap di Haneda aman kok Pak Polisi itu berjaga sepenuhnya dan tidak di usir Disarankan membeli minum Kirin Water karena paling murah dan gede Untuk makanan Halal di Jepang itu sangat susah apalagi di Convenience Store kayak Lawson ini, saran cukup beli Onigiri (Nasi Kepal) yang berisikan ikan-ikan harga nya 100 - 120 yen, beli 3 buah udah kenyang kok Free Wifi ada di bandara Haneda dengan SSID Free Haneda Wifi, tapi kalian harus daftar email kalian dulu sebelom menggunakannya, dan biasanya tampilan pertama bahasa jepang tinggal di tekan English nya saja
  3. 12 points
    Di komunitas jalan2 ini tentu nya kita pengen saling membantu, baik dalam sharing pengalaman jalan jalan kita ( FR ) ataupun menjawab pertanyaan2 dari anggota2 yg membutuhkan informasi. Saya sebenernya bingung mau say thanks ya gimana kadang2 hehe... saya ingin mengucapkan terima kasih kepada temen2 sekalian yg sudah memberikan tenaga, waktu & kesediaan untuk membangun Komunitas Jalan2 ini sehingga akan terus lebih baik hehe Sementara ini saya liat ada temen2 yg sudah banyak memberikan kontribusi di forum ini dengan sharing cerita Field Report ( FR ) yg lengkap & sangat membantu teman2 lainnnya :) Untuk itu saya ingin memberikan tanda apresiasi berupa kaos kebanggaan Jalan2.com yg hanya bisa di dapat kalau ikut Gathering Nasional hehhehe.. meskipun tidak seberapa tp mohon tidak di liat dari nilainya :). Tp di liat dari symbolis nya, yaitu ucapan terima kasih Kemaren ini saya mencetak 30 baju, jadi sementara ini 30 members ini yg dapat duluan yaaa hehehe Berikut member2 yg sudah banyak membantu teman2 lain : ( Tp belom sempat ikut Gathering Nasional ) Periode 1 : 01. @tki SENT 02. @Nightrain SENT 03. @widingh SENT 04. @yayan 05. @papirubia 06. @chrizz_msweb SENT 07. @Wilson SENT 08. @adipramana SENT 09. @chrisvild SENT 10. @christopherapss SENT 11. @adeperdhana SENT 12. @SylarConan SENT 13. @hal9000 SENT 14. @givary98 SENT 15. @Asakura Yuki SENT 16. @Sari Suwito SENT 17. @_TYA_ SENT 18. @Mulyati Asih SENT 19. @denorra SENT 20. @rebegg SENT 21. @Mery SENT 22. @Novita Handayani SENT 23. @Jeani Eman SENT 24. @rhiennee SENT 25. @Afwatul Qodriyyah SENT 26. @peroetbuntjit SENT 27. @astinsoekanto SENT 28. @Vena Henrietta Pramesthi SENT 29. @vie asano SENT 30. @Ayu Merriandari SENT PERIODE 2 01. @Donnie SENT 02. @Tira_dhis SENT 03. @teguh.purnomo 04. @BraveHeart 05. @roz_san 06. @nashir SENT 07. @imam17stat SENT 08. @Riduwan SENT 09. @Arwin Lim SENT 10. @Mio Perdani SENT 11. @Kenny Kanawi SENT 12. @Esha 13. @Hendry_yoi SENT 14. @hnsdsgn SENT 15. @ncepaholic SENT 16. @hildaveronica SENT 17. @linn SENT 18. @Gulali56 SENT 19. @Dita DR SENT 20. @Fransisca Ranita SENT 21. @cnw 22. @vete SENT 23. @gadismecil 24. @Vica Fitrianindy 25. @agnez agnes SENT 26. @febriant rhezty SENT 27. @Irmanur SENT 28. @Hanumi SENT 29. @Ibi 30. @Nrw_itha SENT 31. @Septiyanitri SENT PERIODE 3 01. @kembali SENT 02. @Dhan Doank SENT 03. @braska SENT 04. @ksatriakoe SENT 05. @budhi sugeng SENT 06. @thoxy SENT 07. @baihaki1985 08. @Usman KualaSimpang SENT 09. @fikawijaya SENT 10. @jajaq SENT 11. @ines SENT 12. @Ismeli Meciko SENT 13. @Novita Handayani 14. @BraveHeart SENT 15. @arispurnama SENT PERIODE 4 01. @ko Acong SENT 02. @syahril SENT 03. @Reza Adhyaksa Tidar SENT 04. @pellokilay SENT 05. @Alex Dario 06. @MotorMasse SENT 07. @fxmuchtar SENT 08. @Hildree Takizawa SENT 09. @Meilan.Pontoh SENT PERIODE 5 01. @timebandit SENT 02. @byarno SENT 03. @Sidik Teguh SENT 04. @Dimaz SENT 05. @kamalludin SENT 06. @ SENT 07. @RYS SENT 08. @Lathifah Ratih SENT 09. @eka wibisono SENT 10. @mariakuntarti SENT 11. @Ari Ferdiani SENT Tentu saja masih banyak teman2 lain yg sudah banyak berkontribusi & membantu2 teman2 lain yg BELUM saya sebutkan namanya di atas, tp berhubung skrg ini bajunya hanya 30, jadi nanti di next batch ya tanda apresiasi nya :). Dan ini untuk yg Belum Pernah Ikut Gathering Nasional Untuk rekan2 di atas, mohon PM momod @deffa tentang alamat jelas nya, supaya bisa di kirim kaos kebanggaan Jalan2.com nya :) Sekali lagi terima kasih atas semua teman2 di komunitas ini , semoga komunitas ini bisa makin maju tiap hari nya hehe :) thanks rudy
  4. 11 points
    deffa

    Kuliner + Jalan2 + Shopping = Bangkok

    Hola Momod Here !!! Balik lagi dengan petualangan 10 hari 3 negara nya, setelah Kuala Lumpur bisa baca disini KUALA LUMPUR MELAYU YANG MODERN Sekarang mau lanjutin ke negara Kedua yaitu Thailand kota Bangkok Saya akan tulis se detil mungkin agar berguna bagi yang mau jalan jalan ke Bangkok pertama kali 15 Februari 2014 Thailand mungkin bisa disebut negara Favorit saya ke dua setelah Indonesia, ini juga merupakan kunjungan saya ke tiga ke Thailand dan kedua ke Bangkok Flight pukul 19.25 WITA dari LCCT Kuala Lumpur sampai di Don Muang Airport Bangkok pukul 20.30 WIB dengan pesawat Air Asia tiket seharga 695 Baht Langsung saya cari provider lokal sudah riset paling bagus dan murah adalah dtac, paket Happy Tourist harga resmi nya 300 Baht 7 hari unlimited internet dan 100 baht nelpon. Namun karena udah malam nampaknya Booth dtac nya udah tutup jadi saya terpaksa beli di Mini Mart di sana seharga 500 Baht huhu Langsung minta setting dan jalan lah internet di smartphone. Lanjut tujuan saya adalah penginapan saya di daerah Khaosan Road nah dari Don Muang ini ada beberapa transportasi yang kesana. Yang paling gampang adalah via Bus no 59 yang stop di Halte di depan Don Muang dan langsung menuju jalan Ratchamdamnoen Klang Road (dekat Khaosan). Keluar bandara ambil kanan tar ketemu semacam Exit nah di dekat situ ada halte (dibawah jembatan). Nah disini keanehan terjadi hehe, saya ketemu mirip banget dengan mba @Sari Suwito akhirnya ngobrol dia dari Jakarta sendiri. Ternyata beliau emang namanya Sari juga dan penampakannya mirip dengan mba Sari Suwito. Singkat cerita dia juga mau ke daerah Khaosan dan pertama kali ke Bangkok masih bingung, yaudah kita putuskan bareng aja karena saya cukup hapal Bangkok. Nunggu bus no 59 lama banget ampe pukul 22.15 WIB gak muncul2 ya uda saya putuskan ambil bus no 29 (no berapa aja asal menuju Victory Monument). Perorang 6.50 baht. Sampe Victory Monument sekitar pukul 22.30 WIB poto2 dlo Disini kita setuju kalo kelamaan nunggu Bus no. 59 kita bakalan ambil taksi sharing aja, eh gak lama kemudian bus no. 59 nongol tuh lumayan ngirit perorang 7 Baht (Non AC). Sambil ngeliatin Bangkok malam hari. Saya kepikiran kalo supir bus metro mini / kopaja Jakarta sering ugal2an, masih kalah ama supir Bus Bangkok, gile bukan cuma ngebut, tiap ngerem aja kudu ampe ban nya kedengeran bunyi cceekkkkiiitttt Pukul 23.00 WIB sampe juga di jalan Ratchadamnoen Klang Road, oiya di Bus tadi banyak juga bule2 yang mau ke Khaosan jadi kondekturnya teriak "Khaosan Khaosan" pas udah deket jadi gak usah bingung tar. Dari halte Ratchadamnoen Klang ini kita tinggal nyebrang jalan dan menuju perempatan Traffic Light ke arah jalan Tanao. Nah jalan dikit dari sini tengok sebelah kiri ada jalan tada sampai lah kita di jalan Khaosan Road. Kebetulan penginapan saya yaitu Lucky House Mansion ada di seberang (ujung) satu nya dari Khaosan Road ini jadi sekalian melintas kita cuci mata dlo liat2. Oiya saya booking via agoda untuk 3 malam 1361 baht jadi permalam nya 453 baht, lebih murah daripad awalk in yang 600 baht. Karena udah tengah malam udah rame banget disini jalan aja agak susah. Yang pasti Pub, Kuliner, Jualan Baju / Souvenir berseliweran disini. Akhirnya pukul 23.30 WIB sampai juga di Guest House check in bentar, oiya mba Sari stay di Rainbow Guest House letak nya sebelah guest house saya kebetulan banget ahhahaha. Abis check in akhirnya langsung kulineran karena emang udah kelaparan belom makan malam. Saya langsung nyobain Pad Thai with Chicken 40 baht. Pad Thai ini semacam Capcay + Mie + + Telor + Ayam, yang seru topping nya banyak ada kacang, saos udang, dll. Sekali makan langsung kenyang. Pukul 00.30 WIB Saya putuskan istirahat dlo aja buat besok muterin Bangkok 16 Februari 214 Bangun pagi pukul 08.00 WIB langsung cari sarapan ke Sevel Roti + Air Mineral = 15 baht. Agenda hari ini banyak yang dikunjungi tapi dimulai dari Wat Wat Wat yang terdekat dlo deh yaitu Grand Palace karena satu daerah di Khaosan juga Sekitar pukul 09.30 WIB akhirnya saya jalan kaki ke Grand Palace tidak terlalu jauh seh ya sekitar 1 km lah. Sampai di gerbang Grand Palace saya gak boleh masuk, eh kenapa ? Ternyata saya make celana pendek dan itu dilarang. Saya lupa kalo di Thailand mengunjungi Wat (Temple) itu harus sopan dan celana panjang. Sebenernya di situ ada peminjaman kain, tapi karena saya bakalan ke WAT WAT lainnya akhirnya saya putuskan untuk balik lagi ke hotel ganti celana panjang dan tiba lagi di Grand Palace pukul 11.00 WIB Eh ternyata ketemu lagi dengan mba Sari yang kemaren bareng ke Khaosan Road, dia baru saja dari dalam Grand Palace kebetulan banget hahaha. Oiya karena saya udah pernah masuk ke Grand Palace dlo jadi saya cuma poto2 diluar aja dan cek in Path biar exis di socmed Oiya harga tiket masuk 500 baht perorang untuk Grand Palace Complex, disini ada Wat Pharakaew (The Emerald Buddha Temple), Museum Textile, Phra Borom Maharatchawong. Ok jadi saya dan mba Sari putuskan jalan bareng lagi untuk ke Wat Wat berikutnya next stop adalah Wat Pho yang deket dari Grand Palace tinggal jalan kaki sekitar 10 menitan. Di sekitar Grand Palace ini banyak penjaja barang2 loakan, siapa tau minat harganya juga murah2 bisa nego pula Sampai di Wat Pho sekitar pukul 12.00 WIB langsung masuk bayr tiket perorang nya 100 baht dapet free wifi + free mineral water lumayan kan. Oiya Wat Pho ini terkenal dengan patung Sleeping Buddha nya, namun juga karena merupakan sebuah Complex yang cukup besar jadi banyak tempat2 menarik juga disini untuk di eksplor Ok puas dengan Wat Pho kami kelilingi akhir nya kita putuskan untuk berangkat ke Wat berikutnya yang deket situ juga yaitu Wat Arun. Nah untuk menuju kesini kita harus nyebrang sungai Chao Phraya. Dermaga nya ada di Pintu Masuk Wat Pho bagian Selatan. Dan cukup dekat kok cuma 5 menit jalan kaki, oiya kita juga stop untuk nyobain Quail Egg (Telur Puyuh Goreng) seharga 20 baht. Sampai di Dermaga disini ada 2 pilihan Dermaga yaitu Dermaga untuk Cross River (Wat Pho - Wat Arun) atau Dermaga yang untuk antar Dermaga. Jadi pilih yang Cross River ya tiket perorang nya 3 baht sajo. Pukul 13.00 WIB, perjalanan pendek tapi lumayan dapat poto Wat Arun dari jauh keren juga. Sampe di Dermaga Wat Arun langsung saja menuju ke Temple utama nya yaitu ya Wat Arun yang mempunyai tangga yang cukup tinggi dan terjal jadi harus hati2 naik dan turunnya. Keren juga pemandangan dari Wat Arun ini kita bisa liat pemandangan Chao Praya River yang bagus Ok udah puas di Wat Arun kita putuskan untuk ke Chathucak Market kebetulan lagi weekend jadi pas buka karena chathucak adalah weekend market. Kita harus nyebrang lagi ke Wat Pho 3 baht. Lalu ambil dermaga yang antar dermaga, nah transportasi sungai Bangkok sangat unik jadi dibedakan rute dan harga sesuai bendera yang di pasang di Kapal nya disebut Chao Phraya Express . Ada Orange (15 baht), Green (13-32 baht), Yellow (30 baht), Blue (40 baht), Tanpa Bendera / Lokal (5 baht). Nah tiap bendera itu beda2 rute dermaga nya, jadi kalo untuk ke semua dermaga ambil yang Orange Flag atau No Flag / Local. Jadi kita ambil yang Orange Flag aja dari Dermaga Wat Pho (Tha Thien) menuju ke Marine Department seharga 15 baht. Selama perjalanan di kapal udah penuh tapi have fun aja kondektur kapal nya menagih ke tiap penumpang. Dan kita poto2 suasana Bangkok dari atas Chao Praya River. Pukul 14.00 WIB sampai di Marine Department Port dari sini kita tinggal keluar dermaga dan ambil jalan ke kiri menuju ke jalan utama. Oiya disini kayaknya sentral alat2 mobil spare part dll, karena banyak banget spare part mobil bekas. Jalan sekitar 15 menitan akhirnya sampai ke daerah Hua Lamphong disini kita mau menuju Railway Station nya karena untuk menuju Chatuchak naik MRT dari sini. tapi sebelom nya kita makan dlo di penjaja makanan disana Nasi Kuning + Ayam = 40 baht. Ok udah kenyang jalan lagi sekitar pukul 14.30 WIB sampai di depan Hua Lamphong Railway Station tapi tujuan kami bukan kesana, namun MRT Station di sebelahnya jadi kita masuk kesana dan beli tiket di Vending Machine. Oiya sistem Vending Machine Ticket (Token) nya mirip di Kuala Lumpur. Harga ticket MRT Hua Lamphong - Chatuchak = 40 baht Sampai juga di Chatuchak MRT Station sekitar pukul 15.00 WIB karena udah mulai sore jadi banyak yang jualan di depan Station. Oiya dari station ini tinggal keluar dan ke arah kanan untuk ke Chatuchak Market, sepanjang perjalanan ini nyobain Mango Sticky Rice = 40 baht, di Khaosan lebih murah seh cuma 25 baht. Sampai juga di Chatchucak Weekend Market udah pada mau tutup neh ke sorean kayaknya, tapi masih bisa lah hunting2. Nah disini saya dan mba Sari berpisah karena saya gak lama2 disini, namun beliau kayaknya mau hunting oleh2 disini. Oiya penampakan Chatuchak Market ini ya kayak pasar aja namun lebih bersih dari pasar tradisional dan soal harga kalo kalian pinter nawar bisa dapet lebih murah dari Platinum Mall Ok udah pukul 17.00 WIB saatnya saya pulang naik train dari Chatuchak Market namun kali ini bukan MRT tapi BTS (Bangkok Sky Train) letak nya di sebelah dari MRT. BTS Mo Chit (Chatuchak) - Victory Monument = 31 baht. Turun di Victory Monument lanjut naik Bus no. 59 dapet yang AC seharga 13 baht dan rutenya pas ngelewatin depan Guest House saya jadi tinggal turun aja. Langsung mandi dan istirahat bentar Pukul 20.00 WIB saat nya wisata kuliner di Khaosan. Target saya kali ini Pad Thai + Shrimp = 50 baht, terus lanjut Kebab Chicken = 60 baht, lanjut lagi Pancake Thailand + Nutela = 25 baht wah kenyang abes dah. Pengen nyobain kuliner ekstrem nya disitu ada Kalajengking Goreng, Belatung Goreng, dll tapi perut udah gak kuat neh, oiya kalo cuma mau poto kuliner ekstrem itu di kenakan harga 10 baht Pukul 22.00 WIB udah kenyang balik ke penginapan untuk prepare besok Day 3 di Bangkok yaitu Shopping hahahah 17 Februari 2014 Day 3 di Bangkok dan bangun kesiangan sekitar pukul 10.00 WIB langsung beli sarapan Roti + Air Mineral = 35 baht di sevel. Hari ini agenda nya cuma muterin Bangkok buat Shopping aja dan ke Madame Tussauds, kan sayang ke Bangkok gak belanja hehehe. Start dari penginapan saya putuskan pake Chao Phraya Express Boat aja deh ternyata deket dari Khaosan ada dermaga Phra Artit sekitar 1 km jalan kaki dlo ke Port nya. Karena kelamaan nunggu yang Orange Flag (15 baht), akhirnya saya ambil yang Blue Flag / Tourist Boat (40 baht). Santai sambil menikmati perjalanan guide di kapal menjelaskan tiap2 dermaga ada objek wisata apa aja in English (akhirnya ada orang Thailand yang bisa English lancar ) Saya turun di Central Port (semua boat pasti kesini) karena dari sini ada BTS deket jadi gampang kan. Nama BTS nya Samphan Taksin tujuan saya pertama ke MBK jadi pilih yang ke BTS National Stadium seharga 32 baht. Agak jauh juga perjalanan ini karena dari ujung BTS ke ujung nya lagi. Sampe BTS National Stadium pukul 13.00 WIB ternyata ada jalan masuk langsung ke MBK Mall nya dan ada pemandangan aneh di dekat mall itu banyak orang mendirikan tenda loh hhhmm. Yaudah masuk mall suasana mall nya sama lah kaya Mall Ambassador harga2 nya juga sama. Niat saya disini pengen makan siang di Food Festival lantai 5A nya. Nah disini banyak makanan HALAL nya. Saya cobain Tom Yam ala Resto Arab + Es Red Thai Tea disini dengan harga 250 baht. Ya untuk makanan disini cukup mahal seh. Oiya FYI kalo kalian makan disini bawa paspor karena kalo kalian tunjukin paspor kalian ke petugas resto nya kalian bakalan dapet Red Thai Tea gratis lumayan kan hehhe. Yup makan siang beres sekarang otw menuju Madame Tussauds yang terkenal itu, ya jalan kaki sajo dari MBK karena letak nya deketan sekitar 500 meter berada di Mall Siam Discovery lantai 4. Harga tiket walk in 800 baht tapi kalo kalian beli online bisa dapet 600 baht kalo gak salah lumayan lah Ya dari pintu masuk langsung di sambut Soekarno presiden pertama RI, kemudaian Lady Diana, Obama, Will Smith, Oprah, Justin Bieber dll. Lumayan lah. Oiya kalo kalian beli paket yang kombo kalian bisa dapet gratis bikin cetakan tangan kalian jadi lilin seperti patung2 itu Pukul 14.00 WIB langsung menuju ke Platinum Mall yang berada di Pratunam Road, yak jalan kaki lagi karena emang deket lah. ngelewatin Central World Mall ya mirip Grand Indonesia lah harga2 nya Dan di depan Central World ini ternyata lagi ada demo juga, unik nya demo di Thailand adalah ada panggung gede, Big Screen, Live Band. Lalu para demonstran nya itu pada diri in tenda kubah gitu sambil nunggu orasi dilaksanakan. Pas orasi dimulai saya bingung suara nya ada tapi orang nya gak ada. Oooo ternyata Orasi nya dari Big Screen itu tadi, si Orator melakukan Live Streaming Orasi ke seluruh negri lebih efisien seh. Dan mereka Demo udah kayak MLM aja pada teriak "Dahsyat" atau "Sukses" ya gtu lah hehee. Pukul 14.30 WIB sampai lah di Platinum Mall yup ini adalah kawasan favoritnya orang Indonesia, saya jamin dan saya yakin 60 persen turis yang berada di Mall ini adalah orang Indonesia hahaha. Istilahnya Tanah Abang nya lah kalo di Jakarta. Baru masuk aja ada 3 orang Cici bahasa jowo nya medok hehehe. Ya saya cuma beli celana untuk renang di Krabi aja disini seharga 190 baht dan celana dalam Calvin Klein 2 potong 150 baht. oiya dan es krim disini murah cuma 6 baht Sambil nunggu sore saya ngecek2 harga tas backpack yang ada roler nya ternyata disini cukup mahal di atas 1000 baht. Padahal di Khaosan ada yang 600 baht gede pula. Ya seperti biasa kalo udah sore para pedagang yang di dalam mall pasti berhamburan keluar untuk buka lapak di emperan depan Mall nya, dan harga nya turun lagi dari di dalam mall. Sekitar pukul 17.30 WIB saya berangkat menuju night market deket Baiyoke Sky Hotel ya disini harga nya lebih murah lagi dan bisa ditawar pula. Kalo di Platinum Mall biasanya fix price tapi kalo beli lebih dari 1 bakalan harga Grosir. Nah di night market saya beli celana panjang 300 baht dan oleh2 baju thailand 2 biji = 100 baht Udah pukul 19.00 WIB saat nya pulang udah cape dan lapar neh. Menuju ke BTS Siam - Victory Monument seharga 30 baht. Lanjut no 138 ke Ratchadamnoen Klang Road seharga 13 baht (AC). Sampe di guest house sekitar pukul 20.30 WIB saya mampir dlo ke toko tas yang jual Backpack + Roller seharga 600 baht, mandi bentar langsung lanjut lagi cari makan dan kali ini karena badan udah pegel2 banget mau nyobain Thai Massage. Makan di deket dermaga Phra Artit Ayam Bakar + Nasi + Air Mineral = 80 baht. Lanjut nyobain Thai Massage untuk Back and Shoulder selama 30 menit seharga 120 baht. Wah gile pertama kali ngerasain Thai Massage badan ampe di puter2, ditindih2 hahahaha. Tapi lumayan bikin seger lah. Beres semuanya pukul 22.30 WIB balik ke guest house untuk istirahat prepare buat Day 4 besok nya 18 Februari 2014 Day 4 di Bangkok dan hari terakhir disini saya harus check out, karena saya ada flight Pukul 15.40 WIB ke Krabi. Jadi bangun pagi pukul 08.00 langsung beli sarapan di Sevel kali ini beli Mie Instant Cup rasa Tom Yam + Air Mineral = 35 baht. Check out dari hotel pukul 11.00 WIB langsung menuju ke Halte Ratchadamnoen Klang Road untuk menunggu bus no. 59 yang langsung menuju ke Don Muang Airport. Tapi aneh udah 1 jam nunggu gak dateng2 bus nya. Akhirnya saya putuskan untuk naik Tuk Tuk aja sampai ke Victory Monument dapet harga 200 baht. Sepanjang perjalanan baru saya tau kenapa bus no. 59 gak ada. Ternyata rute nya yang di Democracy Monument di blokir karena ada demo besar. Akhirnya saya turun di Halte Victory Monument untuk nunggu Bus nomor berapa aja deh yang ke Don Muang. Akhirnya ketemu Bus No. 187 ber AC menuju Don Muang seharga 20 baht. Sampai di Don Muang pukul 14.00 WIB langsung ke lobi check in lantai 3 untuk penerbangan Domestic. Sambil nunggu beli KFC dlo makan siang sekitar 150 baht Pukul 15.40 WIB Air Asia Bangkok - Krabi take off Sampai ketemu di Field Report saya selanjutanya Krabi Kesan saya tentang Bangkok, kota yang setingkat lebih maju dari pada Jakarta, karena moda transportasi umum nya yang sangat banyak dari Bus, Tuk Tuk, Taksi, MRT, BTS, Chao Phraya Express Boat, dll. Jadi cukup memudahkan bagi wisatawan untuk jalan2. Namun berbeda dengan Kuala Lumpur dan Singapore yang terkesan bersih dan tidak kumuh oleh Gelandangan. Di Bangkok layaknya Jakarta dimana2 ada Pengemis dan Sampah di buang sembarangan. Tips di Bangkok : 1. seperti biasa selalu biasakan jalan kaki, karena di Bangkok ini medan perjalanan nya lebih jauh dari pada Kuala Lumpur dan Singapore jadi kaki kalian harus dibiasakan jalan jauh. 2. Jika mau menggunakan Bus kalian harus mengetahui dengan pasti no Bus yang akan kalian tumpangi apakah sesuai dengan tujuan. No bus di Bangkok ini sangat banyak dari 1 - 500 sekian. 3. Pelajari Rute MRT, BTS dan Chao Phraya Express Boat karena mereka saling berintegrasi dan bertemu di Samphan Taksin Station (Central Port) 4. Gunakan provider lokal dtac untuk smartphone untuk koneksi internet sangat membantu kalian mengecek Google Maps, bisa di dapat di Sevel atau Booth dtac di Bandara seharga 300 baht. Koneksi cepat, 7 hari unlimited internet dan 100 baht nelpon. 5. Selalu bawa air minum, yang cocok dan murah adalah 7 Select dari Sevel seharga 6 baht 6. Untuk info segala hal tentang Transportasi di Bangkok (no. bus, rute mrt - chao phraya boat express) cek ke web ini Transit Bangkok sangat membantu kalian, jadi pelajari dengan seksama 7. Di Bangkok sangat jarang warga yang bisa English, jadi minimal kalian mengetahui ejaan sederhana bahasa Thai minimal angka untuk bayar Semoga Berguna ya dan Jangan Lupa Follow This Topic ya
  5. 10 points
    thoxy

    Snorkeling Di Bunaken

    Hallo sobat jalan2, kali ini aku akan berbagi sedikit cerita tentang pengalaman pertamaku snorkeling di Bunaken. Pengalaman pertama di Bunaken? yaa. Sebagai orang Manado, aib banget dah rasanya yaa kalau udah tuir begini belom pernah menginjakkan kaki (bukan nginjak2 karang lho yaa) di salah satu taman laut terkenal di dunia yang letaknya di kampung halaman sendiri. hehe... mohon maaf sebelumnya, postingan ini sedikit repost atau diringkas dari blog-ku di sini (part I) dan di sini (part II) Bunaken, 26 Desember 2014 Entah sudah berapa banyak ulasan tentang Bunaken. Aku lihat di group ini juga sudah ada beberapa. Nah, ini kutambah satu lagi nih. Siapa yang tidak kenal dengan Taman Nasional Bunaken? ayo tunjuk tangan??? kebangetan dah kalo belom pernah denger. Namanya sudah mendunia. Taman Nasional yang terletak di teluk Manado, Sulawesi Utara ini terdiri dari Pulau Bunaken, Pulau Manado Tua, Pulau Montehage, Pulau Siladen, Pulau Nain dan Tanjung Pisok. Terletak di Segi Tiga Terumbu Karang Dunia (Coral Triangle), menjadikannya rumah bagi ratusan spesies terumbu karang, ikan dan mamalia laut. Makanya nggak heran lah kalo pesona taman lautnya itu menjadi magnet bagi para penyelam dari berbagai penjuru dunia. Jangankan para penyelam, yang nggak bisa nyelampun penasaran dengan keindahannya. Tidak hanya taman lautnya lho sobat, daratannya pun punya berbagai kekayaan ekosistem lainnya, seperti rusa, kuskus - bukan nama forum itu lho yaa - burung laut, kepiting dan hutan mangrove. Terdaftar sebagai Taman Laut pada tahun 1991, menjadikannya pula sebagai salah satu taman laut pertama di Indonesia. Kemudian terdaftar di UNESCO pada tahun 2005. Peta sebagian Sulawesi Utara, Bunaken di sebelah kiri atas (sumber: dephut.go.id) Nggak sulit kog kalau mau ke Bunaken. Dari pusat kota Manado, hanya berjarak beberapa menit saja ke Pelabuhan Calaca, sebuah pelabuhan kecil dimana terdapat banyak boat yang siap membawa anda ke Bunaken. Berhati-hati dalam memilih atau me-nego boat adalah suatu keharusan. Jangan sampe bernasib sama seperti kami kemaren. Panjang ceritanya, nggak usah ku posting di sini kali yaaa... nanti lah di sesi tanya jawab kalo penasaran. hehehe.... Pelabuhan Calaca, Manado di sore hari Rata-rata harga sewa per boat Rp. 750.000,- sehari (PP). Biasanya tukang perahu akan membuka dengan harga lebih dar Rp. 800.000,-. Tinggal ditawar saja. Bisa juga menyewa perahu Katamaran, yang ada kacanya di bagian bawah buat liat-liat karang. Mungkin akan lebih mahal. Jangan lupa pastikan tersedia life jacket. Perjalanan yang ditempuh hampir satu jam. Sebaiknya datengnya pagi. BIar adem. Manado itu fanass.. hehe.. Hampir tiba di pulau Bunaken, kami kemudian beralih sejenak dari speedboat ke kapal katamaran. Ini optional. Buat sobat yang takut nyebur, ya pake ginian. Tapi kalau niatnya mau snorkeling, sesi ini di-skip saja lah. toh pemandangan langsung di bawah laut nanti lebih paknyuuuss... lakinya maknyuusss... hehe... ini nih yang namanya katamaran nah, itu lagi pada liatin kaca.. nih view-nya. Kurang lengkap rasanya kalau tidak menginjakkan kaki di pulau Bunakennya. BIaya masuk Taman Laut Bunaken Rp. 7.500,- untuk wisatawan domestik dan Rp. 200.000,- untuk wisatawan asing atau apabila sobat ada yang merasa bule'. hehe... Di sini bisa menyewa perlengkapan snorkeling (wetsuit, snorkel, mask, fins) Rp. 150.00,-, kamera underwater Rp. 300.000,-, guide Rp. 150.000,- (optional), dan perlengkapan selam menyelam (gak sempat nanya). Mahal? menurutku sih iya. Apalagi setelah melihat kondisi fins-nya. Makanya aku bawa sendiri perlengkapannya. Pantai Bunaken Ada juga yang jualan cinderamata dan kaos khas Bunaken. Buat sobat yang mahir malang melintang dalam dunia tawar menawar, jurus anda tidak akan berlaku banget di sini. Yah, sukur2 dikasih korting Rp. 5000,-. Pendirian para penjualnya susah untuk digoyahkan... hehe... Nggak usah sesi mandi2 di sini kali yaa.. Pantainya sih menurutku biasa aja. Airnya juga agak kabur. Oh, ya. Yang terpenting dari semua aktifitas di pulau ini adalah sesi foto di icon pulaunya. Itu tuh, yang biasanya dilakukan orang-orang kebanyakan kalau dateng ke sini. narsis di sini wajib sob. hehehe.. Nyesel banget kemaren kaos Jalan2.com ketinggalan di rumah, padahal udah niat mau dipake foto di sini... hehe.... Dari sekian banyak spot snorkeling atau diving di seputaran perairan Taman Laut Bunaken, kami dikasih 2 spot saja. Pantai Barat dan Timur. Oh, ya. Jangan lupa pada saat tawar menawar, pastikan juga spot-spotnya. Kadang hanya dikasih satu spot saja, padahal bisa 2 spot. Sorkeling di Pantai Barat Bunaken. Di sini karangnya sudah banyak yang rusak. Tapi ikan-ikannya banyaaakk bangeuuuuddhh... Easy going bin friendly lagi ikan2nya tuh. BIsa diajak ramah-tamah. hehe... di sini visibilitinya sangat bagus. Airnya sangat jernih. Tidak salah memang di beberapa artikel ada yang menyebutkan kalau taman laut Bunaken ini merupakan salah satu taman laut dengan visibility terbaik di dunia. Buat yang baru belajar atau belom lancar snorkeling, tempat ini bisa menjadi pilihan karena area dangkalnya lumayan luas. Tapi hati-hati kalau sudah mendekati bagian jurangnya. Kalo gak bisa berenang, gak pake pelampung trus panik yaa bahaya. Tapi justru di jurang inilah daya tariknya menurutku. Coba deh freediving di situ, pasti seru. Buat sobat yang suka wall diving, di sinilah tempatnya. siap2 mau turun snorkeling. tampak perbatasan antara sisi dangkal dan jurangnya yang dalam. tuh, ikannya lagi ramah tamah... hehe tuh, jurangnya.. hehe yang suka wall diving?? freediving ke bawah seru juga lho Karena pengetahuanku yang masih kurang tentang perikanan dan kelautan, jadi nggak bisa menceritakan lebih lanjut spesies apa yang ada di foto itu. Nggak tahu sob, cuman asal jepret aja. hehe.... Pokoknya begitu kira-kira sedikit penampakannya. Oh, yaa. Menurutku, waktu yang tepat mengunjungi spot ini adalah saat cuaca cerah di jam siang, saat matahari mulai bergeser ke Barat. Cahaya sepertinya akan maksimal di sini. setelah belum puas dengan spot di Pantai Barat ini, kami beralih ke pantai Timur yang katanya lebih bagus terumbu karangnya. yuuukkk sob... Sorkeling di Pantai Timur Bunaken. Langsung saja yaa ke penampakan permukaan laut di Pantai Timur Bunaken. kalau diliperhatikan dari atas, di sini airnya kelihatan lebih hijau dari pantai barat tadi. Hal ini menyiratkan bahwa sepertinya keadaan terumbu karang bawah laut di spot ini lebih sehat dan lebih bagus dari spot pertama. Oke, mari kita buktikan.... eh, beneran... di sini lebih rimbun. Karang-karangnya sehat wal afiat adanya. Banyak soft coralnya juga yang menari-nari dihempas arus laut yang untungnya tidak deras. hehe... mari kita explore lebih jauh lagi sob. aaaakkk... kaget juga ketemu sama ular laut ini. Baru kali ini aku melihat dari dekat, ternyata bentuknya kayak ular di darat. Tapi lebih pintar berenangnya. Untunglah ular laut ini katanya tidak agresif. Makanya dia cuek aja waktu aku coba ambil fotonya ini. Meski begitu, aku tetap nggak berani donk yaa deket2. Bisa-nya lebih mematikan dari cobra lho... oke, mari kita lanjutkan ke pemandangan yang lain. hehe... Nah, gimana? Terumbu karangnya bagus2 nggak? Ikannya di sini banyak banget. Sama seperti spot pertama tadi, di sini ikan-ikannya juga ramah-ramah dan suka dekat-dekat dengan manusia. Jangan lupa biskuitnya. Meski tidak dikasih biskuit, mereka pasti mendekat. Jangan biarkan mereka kecewa. Kalau dikasih makan, mereka lebih senang lagi. Jangan lupa pembungkus makanannya dibawah pulang yaa. hehe... Ikannya kurang banyak ya? nih kutambahin lagi... w wooyyyy... bisa geser nggak sih nih ikan2? aku lagi foto terumbu karangnya malah mereka menghalangi di depan. heheheheheh Oke sobat jalan2, demikian sedikit catatanku waktu liburan sehari di Bunaken akhir tahun kemaren. Mohon maaf kalo kurang berkenan. Foto2 di atas itu mah nggak terlalu bagus, nggak seberapa dibanding kalo sobat liat langsung, beeuuuhhhhh.. ajeeeebbb banget dah... Masih pengen kembali ke sini. Masih pengen banget menjelajahi spot-spot yang lain. Semoga suatu saat nanti kita bisa sama2 bareng liburan di sini. Thankss udah membaca regards, Thox
  6. 10 points
    Bila mendengan kata Gili, traveler pasti langsung membayangkan Gili Meno atau Gili Trawangan di Bali. Sebenar nya ada Gili lain yang tidak terletak di Lombok, yaitu Gili Labak di dekat Madura. Gili Labak ini tidak kalah dengan gili-gili lain di Bali. Untuk menuju Gili Labak, dari Jakarta saya terbang menuju Surabaya terlebih dahulu. Di Surabaya, tidak ada bis Trans Surabaya. Beda dengan Jakarta, Jogja, atau Semarang yang transportasi bis nya memiliki jalur tersendiri. Dari Bandara Juanda Surabaya, harus naik bis biasa ke terminal Bungurasih. Beruntung ada bis langsung ke Madura melewati jembatan Suramadu. Sebelum ada Suramadu, harus naik kapal lagi untuk menuju Madura. Terminal bis di Madura adalah terminal Sumenep. Dari sini, kita bisa sewa mobil menuju pelabuhan Kalianget. Sebaiknya periksa dulu jadwal kapal dari pelabuhan Kalianget. Saya kehabisan kapal hingga harus menginap semalam di Madura, baru besok nya bisa melanjutkan perjalanan ke Gili Labak. Untuk menginap di Madura, kebanyakan menginap di hotel Wijaya yang murah meriah, hanya sekitar 200 ribu semalam. Spot snorkeling di Gili Labak terletak di dekat pantai, jadi tidak perlu sewa kapal lagi untuk snorkeling. Namun sebaiknya tanya ke penduduk lokal, di mana bagian yang terdapat terumbu karang yang bagus. Air nya tidak terlalu bening pada saat saya melakukan freediving, penduduk lokal mengatakan bahwa kondisi air paling bening biasanya pada bulan Oktober. Terumbu karang yang terletak dekat pantai sudah banyak yang rusak, namun agak jauh dari pantai di kedalaman sekitar 8-10 meter kondisi terumbu karang nya banyak dan sangat cantik. Kebetulan saat saya ke sana, 17 Agustus, ada kegiatan SOLL (Save Our Littoral Life) yang diadakan oleh TNI AL. Kegiatan tersebut adalah penanaman kembali terumbu karang, bibit terumbu karang sudah disediakan dan kita tinggal mengikat nya ke dasar laut di kerangka yang sudah disediakan. Segera saya mendaftar jadi sukarelawan, kesempatan untuk berpartisipasi untuk keindahan terumbu karang, bukan hanya mengagumi keindahannya seperti yang selama ini saya lakukan. Kegiatan dimulai dengan upacara di dasar laut. Sayang air laut menjadi keruh karena terlalu banyak orang yang ikut serta dalam upacara. Foto underwater yang saya ambil hampir semua buram. Setelah upacara, penanaman terumbu karang pun dimulai. Bibit terumbu karang diikat di kerangka yang sudah disediakan di kedalaman sekitar 1.5 meter. Walaupun hanya 1.5 meter, cukup susah secara badan kita bergerak terus terkena arus, terlebih lagi saya tidak menggunakan scuba. Para TNI menggunakan scuba bisa memasang terumbu karang dengan lebih efisien, tidak perlu bolak balik naik turun seperti saya. Namun saya cukup puas bisa terlibat kegiatan ini. Di malam hari, keindahan lain dari Gili Labak muncul. Gili Labak adalah pulau kecil tidak sampai 5 hektar, dan listrik berasal dari diesel yang hanya cukup untuk penerangan seadanya. Bahkan jumlah rumah tidak cukup untuk menampung semua tamu sehingga banyak yang tidur di luar. Saya beruntung masih mendapatkan kamar untuk menginap dengan biaya hanya seratus ribu rupiah, walaupun sebenarnya lebih tepat disebut gudang alat snorkel daripada kamar. Dalam kondisi gelap seperti ini, bintang tampak dengan indah nya. Bahkan gugusan Bima Sakti bisa kita lihat dengan jelas. Untuk memotret bima sakti, perlu setingan khusus seperti bukaan besar, speed lambat, dan iso tinggi. Foto di bawah saya ambil dengan ISO 2500, F4, dan waktu 24 detik. Foreground diterangi dengan senter agar tidak jadi siluet. Keindahan lain dari Gili Labak adalah Sunrise nya. Sunset biasa saja, namun Sunrise di bagian belakang pulau sangat menarik. Tidak terdapat pulau lain di sisi Timur Gili Labak, jadi Sunrise tidak terhalang sama sekali. Juga terdapat kapal nelayan yang bersandar dengan jumlah pas, tidak terlalu banyak. Cocok untuk dijadikan foreground. Sayang kapal yang menjemput kita kembali ke Madura berangkat pagi. Jadi saya tidak sempat freediving lagi. Masih ingin menikmati lagi keindahan dasar laut Madura, padahal kemarin non stop di air dari jam 9 pagi sampai jam 3 sore. Full Story and Picture: http://chrizz-photography.blogspot.co.id/2015/09/backpacking-gili-labak-madura.html
  7. 9 points
    Kalo kamu perlu akomodasi jalan2, & bisa beli di agoda pls via jalan2.com hehe.. Kita dpt komisi dikit. Tp harga tetep sama. Caranya tinggal gunain search box agoda yg ada di http://jalan2.com/forum atau click di banner nya menuju website Agoda Setiap kali mau beli. Contohnya seperti Banner di bawah ini : Dengan demikian ada cookies nya dari Jalan2.com, nanti komunitas kita dapet komisi yg di gunakan untuk membayar hosting, pegawai, dan pengembangan komunitas kita ini. Bantu2 support komunitas Jalan2 Indonesia :) Hanya dengan support dari kamu, komunitas kita bisa hidup Thanks ya :) rudy
  8. 9 points
    Ini lanjutan cerita dari trip “Doladoli goes to Bandung” Keluarga Dodadoli adalah bagian dari Komunitas Jalan Jalan Indonesia, kenapa disebut keluarga karena kami memang seperti keluarga cemara yang harmonis yang tak sengaja dipertemukan pada saat Gathering Nasional ke VII Komunitas Jalan Jalan Indonesia di Malang Jawa Timur. Tanggal 31 Juli – 02 Agustus 2015 kami mengadakan trip “Doladoli goes to Pekalongan” trip ini sekaligus halal bi halal dan silahturahmi di Keluarga Pakde Eko Agus (FB Eko Agus) yang kebetulan berdomisili di Pekalongan. Total yang ikut trip ini ada 27 orang yaitu : Saya, @Hartono Hasian, Mama @Sumoi Yo She Fei, Om Christo (FB Christo Wuwur), @Abdul Rozik, Nte Menie (FB. Triwahyu Trisnaningsin), Priska (anaknya nte Menie), Nte Retsis (FB Retsis W), Ewan (Ewan San), Nungki (Eknia Nttu Nunk), Rizal (FB Rizal Mahendra), @Gindo Parlin, Mustofa, Maida, @Maya Sartika, @Gayatri, @Irmanur, Heru (suami Irmanur), @Kimonoku, Septi, Ibnu, Yudi, Eka Wahyuni, Linda, Bayu, Desi, Iskandar. Urusan tiket kereta api di koordinir oleh Irma sehingga kami semua bisa berangkat bersama dalam satu gerbong, tiket kami sudah ditangan akhir Mei 2015 tinggal menunggu hari keberangkatan. Akhirnya hari itu tiba kami berkumpul di meeting point yang sudah ditentukan yaitu depan Sevel Stasiun Pasar Senen kami akan menggunakan KA. Tawang Jaya menuju ke Pekalongan sesuai jadwal keberangkatan di tiket pukul 23.00. namun sayang sekali 4 orang teman kami yaitu Mas Rozik, Ewan, Rizal dan Gindo tidak bisa ikut karena ada urusan yang tidak bisa ditinggalkan. Tepat pukul 23.15 kereta berangkat, bagi yang sudah tau doladoli pasti sudah bisa membayangkan kegaduhan yang terjadi dalam gerbong kereta ya begitulah kami, mulai dari sibuk berfoto-foto ria sampai ada yang menginterogasi pelayan restorasi yang keliling jualan, beruntung tidak ada penumpang lain yang komplain. Tiba di Stasiun Pekalongan pukul 04.35 kami sudah ditunggu Pakde Eko, sebelum menuju rumah pakde kami foto dulu didepan stasiun, total kami yang berangkat dari Jakarta 21 orang sementara mama Yosi dan om Christo sudah tiba duluan mereka berangkat dari Bandung, sebagian besar dari kami menginap di rumah Pakde Eko di Wiradesa dan yang datang bersama pasangan menginap di Hotel Marlin yang letaknya dekat dengan rumah pakde Eko. Sesuai itinerary hari ini kami akan mengunjungi Curug Bajing yang berada di Petungkriyono, setelah semua siap kami menuju rumah Pakde Eko di Kedungwuni untuk sarapan Sego Megono dan selanjutnya akan menuju ke Petungkriyono, sebenarnya kami akan naik mobil pick-up namun hari ini mobil yang kami pesan tidak bisa jadilah kami menggunakan 3 angkot, perjalanan dari Kedungwuni sampai ke Petungkriyono memakan waktu 2 jam dengan kondisi jalan menanjak, sampai dilokasi curug karena sedang musim kemarau maka debit air nya pun menurun, tapi tak apalah kami masih bisa menikmati air terjunnya. Setelah puas menikmati keindah curug bajing dan makan siang dilokasi kami bergegas kembali ke Pekalongan, kebetulan di kawasan Jetayu ada event Pekalongan Batik Week 2015, sampai disana ada yang belanja batik ada pula yang hanya berjalan-jalan keliling, sayang sekali kami tiba sudah sangat sore dan museum batik yang akan kami kunjungi sudah tutup tapi tak apalah masih bisa berfoto2 di depan museum. Jam 7 malam kami kumpul kembali untuk makan malam bersama Soto/Tauto khas Pekalongan, saya lupa apa nama rumah makannya, ada miss communication pas mau makan malam ini 1 mobil yang sudah duluan mengira tempat makan itu sudah tutup jadi mereka lanjut pulang ke hotel sementara 2 mobil lainnya mampir makan disitu dan tempat makan itu buka, karena jaraknya cukup jauh jadilah kami makan malam terpisah. Setelah selesai makan malam kami kembali ke rumah Pakde dan yang lain ke Hotel untuk beristirahat, hari yang sangat melelahkan tapi memiliki keseruan yang luar biasa. Hari kedua kami di Pekalongan diisi dengan kegiatan belajar membatik di rumah mas Arip, semua sangat antusias, sampai-sampai tempat pembuatan batik mas arip ambruk karena kebanyakan orang apalagi ada saya yang berbody big size hahaha…., tapi insiden itu tidak menyurutkan niat kami untuk melanjutkan belajar membatik. Selesai membatik untuk menghemat waktu karena jadwal kereta kami pukul 15.35 dari rumah mas Arip kami di bagi 2 kelompok ada yang mau belanja batik di International Batik Center ada juga yang mau ke Comal makan kepiting di RM. Pak Kardi. Semua kembali ke rumah Pakde Eko jam 13.00 untuk siap-siap kembali ke Jakarta, kami berangkat ke stasiun diantar oleh pakde eko, bude, mama Yosi dan Om Christo yang nanti akan berangkat ke bandung malam hari, kami naik KA Tawang Jaya lagi ke Jakarta sesuai jadwal keberangkatan pukul 15.35 dan berakhirlah trip “Doladoli goes to Pekalongan” Sampai jumpa di trip Doladoli goes to........ Terima kasih yang tak terhingga buat Pakde Eko dan Bude yang sudah mau kami repotkan Terima kasih juga buat semua anggota keluarga Doladoli yang ikut trip ini Kita semua saudara anggota Komunitas Jalan-jalan Indonesia
  9. 9 points
    Hola Deffa Here !!! Flashpacker, apa itu ya ? Istilah baru lagi dalam dunia Traveling kah ? Sebenarnya isitilah ini tidak terlalu baru dan kadang kalian juga tidak menyangka sedang melakukan traveling ala ini. Apalagi bagi kalian yang punya libur Weekend atau Jatah Cuti bagi Karyawan. Nah kalian pasti udah mulai menebak ciri khas FLASHPACKER atau FLASHPACKING ini Kita sudah mengenal istilah Backpacking atau Backpacker dan Leisure Travel atau Koper, di dunia wisata. Namun apa definisi dari Flashpacking ini ? Dari definisi di atas bisa kita tarik kesimpulan bahwa beberapa ciri khas Flashpacking adalah perpaduan dari cara Backpacking dan Leisure Travel (Koper). Beberapa ciri khas nya : 01. Waktu Yang Sedikit Flashpacker ini umumnya para pekerja kantoran atau pun mereka yang memang hanya mempunyai waktu sedikit untuk berwisata misal nya Weekend atau Public Holiday ataupun Cuti Kantor yang tidak banyak. Jadi dengan waktu yang sedikit itu memaksimalkan semua nya dengan baik. Rentang waktu seorang Flashpacker itu sekitar 3 - 4 hari. 02. Perpaduan Ransel dan Koper Karena demi kenyamanan dan efisiensi waktu, flashpacker kadang memadukan sarana pengangkut barang bawaan nya (TAS) menjadi dua yaitu Ransel dan Koper. Terkadang memang hanya salah satu namun kebanyakan kedua nya di bawa karena demi kenyamanan itu tadi. Untuk efisien nya ukuran dari kedua tas ini kecil karena hanya untuk beberapa hari saja. 03. Perjalanan Mandiri Ciri khas dari seorang Backpacker tercermin disini, ketika seorang Flashpacker melakukan perjalanan mereka cenderung melakukan semua persiapan sendiri dan juga ketika berwisata nya memilih melakukan nya tanpa bantuan Tour & Travel Agent. Karena ada sifat bertualang dari seorang backpacker 04. Mengutamakan Pengalaman Berharga Flashpacker dengan waktu yang sedikit, sangat menghargai pengalaman yang sangat berharga. Jadi pilihan itinerary akan menentukan. Karena yang akan di tuju adalah destinasi yang benar-benar suatu Ikon wajib wisata di daerah tersebut. Dan tentu saja mengabadikan setiap momen dengan yang berkelas agar tiap pengalaman yang di dapat sangat berharga, makanya sering dilihat menggunakan Kamera DSLR 05. Kenyamanan Akomodasi Walaupun seorang Flashpacker masih tergolong relatif lebih murah dari pada seorang Leisur Traveler atau Koper yang menggunakan Tour. Namun tetap pengeluarannya agak di atas dari seorang Backpacker, karena mereka tetap mementingkan kenyamanan dalam waktu yang sedikit ini. Salah satu nya adalah pemilihan penginapan, karena kenyamanan yang dicari biasanya pilihan penginapan di Hotel, biasanya di bintang 3 ke atas. Dan juga pilihan akan Makanan atau Kuliner. Di samping kenyamanan makan, mereka ingin merasakan kuliner yang Otentik dari suatu daerah itu. Dan biasanya di dapatkan di Restoran yang cukup terkenal. 06. Pilihan Transportasi Yang Murah Nah untuk urusan transportasi, Flashpacker cenderung mengarah ke backpacking. Karena mereka tetap mengutamakan murah untuk urusan transportasi, misal : Hunting tiket promo, menggunakan angkutan umum di tempat wisata dan juga memilih jalur se arah agar pengeluaran transportasi se minim mungkin. Nah ada kah dari ciri-ciri di atas yang kalian sedang lakukan, jadi mungkin kalian juga termasuk dalam traveler ala Flashpacking. Selain itu ada beberapa hal lagi yang harus di perhatikan oleh seorang Flashpacker sebagai berikut : IG / Twitter / Steller: @Deffa_Utama Facebook : Deffa Boys N Root
  10. 9 points
    Hola Momod Here !!! Yup kali ini mau share keseruan dan cerita perjalanan selama Gathering Nasional Komunitas Jalan2 Indonesia ke 7 di Malang-Batu 7-8 Februari 2015 kemaren. Sekalian mengenang dan mungkin ada teman2 yang gak ikut juga bisa ikut merasakan kehebohan di acara Acara memang cuma berlangsung 7-8 Februari jadi cuma 2 hari, namun peserta yang terkumpul total 73 orang ada yang sudah tiba dari tanggal 6 februari dan juga ada yang extend sampai tanggal 9 februari. Jadi kita akan ceritakan dari tanggal 7 februari ya DAY 1 - 07 Februari 2015 Di mulai dengan penjemputan peserta dari Surabaya pukul 01.00 WIB Dini Hari yaitu Airport Juanda dan Stasiun Kereta Pasar Turi, tim yang di koordinir oleh @Agus Bolang Setiawan @aRai @adeperdhana meluncur kesana dengan 1 bus dan 1 elf. Bus menuju ke Pasar Turi, sedangkan ELF menuju ke Juanda. Peserta yang di Pasar Turi cukup banyak ada @Irmanur @Gayatri @kimonoku @adel_lia @adiguna @imam17stat @Mulyati Asih @Carol Laurent @Eko Agus @mich_an @LastBreath @ibnu @Gayatri Maya Sartika, Triwahyuni Trisnaningsih, Eka Wahyuni, dll. Peserta di Juanda ada @Ten @Dewi Julianti @Dodo Mursalim @andi darmawan @handoko89ndok @ujhe @zie @kembali @Ten @umi shahifah @mariaroswati @Gabriella Giovani @Rita Mutiara Abdul Rasyid dll Mereka akhirnya tiba di Meeting Point depan Stasiun Malang Kotabaru sekitar pukul 04.00 WIB. Sedangkan menurut Rundown itinerary berangkat dari Stasiun Malang pukul 06.30 WIB, wah lama juga nunggu nya ya, maaf kan teman-teman. Saya @dediku @kyosash @Jalan2 tiba disini pukul 06.00 WIB Disana sudah ada Ibu Yosepha dan Pak Chirsto serta calon mantu nya @_TYA_ dan @miss_kanti Nony Sri Lestari (Hubulala) @Fanny Nugraha @Iskandar Alam @d_iis @spin_cobra @cheezlover @non_sarii Abdul Rozik dll. Karena masih nunggu yang naik bus yaitu @aprilian_teja dan ibu guru @Diyan Hastari. Eh ternyata rombongan pak dokter @Okky KusumaH @qonitash @Astrid Anindita @Arda Fauzi Fabriano paling terakhir pas 06.25 WIB eeeaaa Akhirnya terkumpul semua bus pun berangkat sesuai Itinerary pukul 06.30 WIB menuju destinasi pertama ke Pantai Balekambang. Sebelum nya di info kan bahwa jalan menuju pantai ini ada Longsor karena sering hujan, tetapi akhirnya kita tetap menuju ke sana dengan melalu jalur yang agak beda sesuai petunjuk om @Agus Bolang Setiawan. Perjalanan memakan waktu sekitar 2 jam lebih ke arah Malang Selatan, masih malu-malu di dalam bus masing2 tapi tetap om @Hartono Hasian paling exist kirim-kirim poto hehehe Tiba di Pantai Balekambang sekitar pukul 09.00 WIB langsung briefing dan pembukaan acara Gathering Nasional ini yang dipimpin oleh mimin @Jalan2, dan tentu nya poto bareng donk :) Rencananya disini acara bebas keliling-keliling pantai Balekambang, yang terkenal di sini kan ada Pura Ismoyo di dekat pantai nya jadi mirip Tanah Lot Bali gitu. Jadi kita coba kesana dulu walaupun cuaca udah mulai panas :) Tapi Pantai Balekambang memang membuat banyak cerita, salah satu nya saya @imam17stat @Okky Kusumah @andi darmawan @kyosash memutuskan untuk mencoba ke pantai di sisi Kanan dari Pura Ismoyo disini ada sebuah jembatan Putus yang disebut Jembatan Panjang. Yang kata petugas disini salah satu areal Konservasi Penyu. Tiba di areal ini saya dan yang lain akhirnya memutuskan untuk poto-poto di bekas jembatan nya dan meninggalkan Sendal di sisi Pantai, saya tambahan meninggalkan Kacamata + Iphone. Kondisi di Pantai Balekambang saat itu memang lagi ombak besar, jadi ketika kita sedang asik poto-poto dan main air. Sebuah Ombak Besar menyapu ke pantai dan menerjang kami semua hingga terseret ombak. Dan tiba-tiba @andi darmawan teriak "Sendal sendal" Sontak semua berlarian menyelamatkan sendal. Ketika sendal sudah terselamatkan nyantai sejenak, saya duduk dan teringat "Iphone Gue". Semua nya langsung mencoba mencari ke sekitar area pantai sampai agak ke tengah dengan melawan deburan ombak yang tetap besar. Namun akhirnya pak dokter @Okky Kusumah berhasil menemukan Iphone saya masih di dekat pantai yang lagi terseret ombak. Untung nya Iphone saya menggunakan underwater pouch jadi selamat Duduk sebentar karena puas Iphone selamat langsung teriak lagi "Kacamata Gue". Eeaaaaa nyari lagi hahahah tapi untuk yang satu ini saya relakan untuk termakan ombak karena akan sangat sulit mencari Kacamata yang sudah terseret ombak dan sudah cukup lama juga. Tumbal Balekambang adalah Kacamata Saya Sekitar pukul 12.00 WIB kita kumpul lagi di tempat Bus parkir, disini ada sedikit insiden dimana @cheezlover mengalami sakit maag yang membuat dia lemas dan harus istirahat, untung nya kita punya se paket tim medis yang siap sedia yaitu dokter @Okky Kusumah perawat @Astrid Anindita apoteker @_TYA_ Sekitar pukul 13.00 WIB Bus berangkat ke destinasi selanjut nya yaitu Coban Rondo karena mumpung cuaca masih belum hujan jadi mungkin bisa kesana di daerah Batu perjalanan sekitar 3 jam an, namun apa daya di tengah jalan ternyata hujan cukup deras, sehingga kita memutuskan untuk ganti destinasi ke Alun-Alun Batu untuk Kuliner dan berfoto ria di alun - alun nya. Tiba sekitar pukul 16.00 WIB di Alun-Alun Batu, disini acara bebas ada yang kulineran dan sebagian lagi mencoba untuk foto-foto di Alun-Alun Batu ini yang memang unik. Oh iya disini ada Ketan Susu yang terkenal udah lama namanya POS KETAN, sampai-sampai antri nya udah panjang banget padahal di buka baru pukul 17.00 WIB, Saya @d_iis @Okky Kusumah nongkrong di kedai Susu di sebelah nya saja Puas dengan poto-poto kuliner dan per modusan Kita putuskan untuk kembali ke Villa Primavera yang tidak jauh dari alun alun ini cuma 5 menitan. Sampai di Villa Primavera hal pertama yang kita lakuin adalah pindahin Extra Bed dan set tempat tidur masing-masing hehe, Tapi saya @Gabriella Giovani @LastBreath dan om @dediku nyebur ke kolam renang nya donk hahah Btw yang punya poto kita pas di kolam renang tolong diupload ya Karena udah pada mandi semua pukul 19.00 WIB kita putuskan untuk malam Ramah Tamah atau Perkenalan Diri. Dan kita kedatangan mas Bayu @m150aja beserta istri dan bayi nya dari Bali loh heheh. Oh iya satu yang sangat mencolok disini ternyata Man Of The Match perkenalan kemaren adalah @Iskandar Alam, kayak nya banyak yang penasaran dengan sosok beliau. oh iya dengan mba Vera @kimonoku juga tentu nya Kelar acara perkenalan diri, sekitar pukul 20.00 WIB saatnya makan malam yang sudah di siapkan prasmanan di Vila, dengan menu Mie + Sate Ayam udah lapar neh om @dediku paling duluan hihhih Kelar makan ada acara Optional ke Batu Night Spectacular (BNS) dan juga Games di Villa, namun ternyata banyak yang milih untuk ke BNS, jadi acara Games di batalkan. Sehingga yang stay di Villa bisa istirahat dan sebagian mojok di gazebo belakang karena mendapatkan oleh-oleh dari om @vicky cc @al_an @Okky Kusumah @Agus Bolang Setiawan @non_sarii @LastBreath @kyosash @Jalan2 @ines, Dan kita disini di hibur dengan cerita mistis dan "bergetar" dari dokter @Okky Kusumah hahah Akhirnya sekitar pukul 12.00 WIB kita putuskan untuk tidur namun sebagian masih ada yang bermain kartu juga Sekian untuk Day 1 di tunggu kelanjutannya ya Silahkan upload poto-poto nya ya untuk meramaikan
  11. 9 points
    Hola Deffa Here !!! Akhirnya kita kembali akan mengadakan Gathering Nasional berupa Jalan2 Bareng ke beberapa daerah di Indonesia, untuk kali ini yang ke 9 kali nya diadakan. Adapun rencana awal tanggal yang kita pilih adalah 16 - 18 Oktober 2015. Karena tanggal 15 Oktober tanggal merah jadi memungkinkan untuk Long Weekend, jadi acara diadakan selama 3 hari. Untuk destinasi nya di ajukan ada 3 nama daerah yaitu Balikpapan, Lombok dan Banyuwangi. Jadi seperti biasa kita akan polling untuk destinasi wisata nya sampai tanggal 24 Agustus 2015. Dan juga di harapkan untuk Rekomendasi tempat wisata dari masing-masing kota tujuan yang ada di Destinasi tersebut, juga kesediaan nya member Komunitas Jalan2 Indonesia yang berada atau mengenal dengan baik daerah di Destinasi tersebut untuk menjadi Ketua Panitia secara Sukarela (tidak di bayar). Sistem yang biasa kita lakukan adalah SHARING COST POLLING DITUTUP Hasil Total dari Facebook Group dan Forum Jalan2 : BALIKPAPAN = 20 Vote BANYUWANGI = 94 LOMBOK = 131 Vote Jadi Gathering Nasional IX tanggal 16-18 Oktober 2015 dengan Destinasi Lombok Pembukaan pendaftaran nanti di umumkan. Thx u
  12. 9 points
    Hola Momod Here !!! Akhirnya bisa bikin Field Report untuk Gathering Samosir - Medan 19-21 September 2014 kemaren neh Yup acara yang kita adakan tiap 3 - 4 bulan sekali ini bertajuk Gathering Nasional VI jadi peserta nya dari semua daerah di Indonesia ya. Terima kasih untuk Ketua Pelaksana @Krismartin yang udah mau di repotin untuk jalan nya acara ini Total peserta yang terkumpul ada 18 orang dari berbagai daerah yaitu : 01. @Jalan2 (Singaparna) 02. @deffa (Di Hatimu) 03. @kyosash (Jakarta) 04. @Krismartin (Medan) 05. @Sindunora (Depok) 06. Balqiz (Payakumbuh) 07. @Okky Kusumah (Jakarta) 08. @benjou (Medan) 09. @anty 1 (Solo) 10. @anty 2 (Solo) 11. @dediku (Lampung) 12. Linda Yap (Singapura) 13. @pacamucu (Depok) 14. @Fitriani Fitri 1 (Medan) 15. @Fitriani Fitri 2 (Medan) 16. @d_iis ( Jakarta) 17. Ibu Anna 1 (Bandung) 18. Ibu Anna 2 (Bandung) 19 September 2014 Hari Jumat 19 September 2014 saya berangkat ke Bandara Soekarno - Hatta untuk flight Lion Air Jakarta - Medan pukul 08.55 WIB dan ternyata bareng dengan dokter pribadi saya yaitu Dokter Ryan "Tong Fang" @Okky Kusumah. Karena saya masih dalam kondisi sakit jadi padok memberikan saya beberapa obat yang cukup manjur selama Gathering ini loh dan itu pun GRATIS Sekitar pukul 11.00 WIB pesawat tiba di bandara Kuala Namu Sumatera Utara. Pertama kali melihat bandara ini ternyata lebih bagus dari pada bandara Soekarno - Hatta loh, eh denger2 arstiek Bandara Kuala Namu ini om @adriepn ya waw ebat om . Saya langsung kontek2 an dengan peserta lain yang udah hadir pertama mimin @Jalan2 bersama mba Linda Yap dari Singapura yang sudah menunggu di Cafe Kopi di bandara, dan ternyata mba @Sindunora juga berada disana Lanjut menghubungi ketua pelaksana @Krismartin dan ternyata sudah bareng dengan mas @dediku di restoran A&W di deket situ. Lalu kita kumpul disana, kemudian hadir lah semua peserta yang sudah dlo tiba di Medan seperti @pacamucu @Fitriani Fitri @kyosash @d_iis @benjou. Sementara menunggu Ibu Anna dari Bandung landing beberapa dari kami putuskan untuk Sholat Jumat dlo di Bandara. Pukul 13.00 setelah semua peserta berkumpul kami lanjutkan perjalanan menggunakan Mini Bus 22 seat yang sudah di sewa untuk 3 hari langsung ke Samosir. Suasana Medan lagi mendung jadi selama perjalanan ini kita adem ayem dan juga Bus nya enak AC dingin. Oiya untuk mba @anty dari Solo dia nyusul ke esokan hari nya Sekitar pukul 14.00 WIB kita tiba di Lubuk Pakam disini kita jemput satu personil lagi yaitu Balqiz seorang cewek dari Payakumbuh Sumatera Barat. Dan ada sedikit kejadian unik yang terjadi ketika jemput beliau. Ketika dia mau naik Bus ini, dia langsung di samperin oleh beberapa orang tak dikenal yang mungkin mau berniat jahat, kita di dalam semua bingung di kirain ini perebutan calon penumpang travel, tapi untung bisa di selesaikan oleh Supir Bus kita dan semua aman hehehe Lanjut sekitar pukul 14.30 WIB kita mampir dlo untuk makan siang di Restoran Padang Simpang Tiga karena memang udah waktu nya makan siang, sambil poto2 dan kenalan dikit kan hehehe Setelah kenyang makan kita lanjutkan perjalanan selama kurang lebih 3 jam dengan melintasi Tebing Tinggi - Pematang Siantar - Parapat. Dan selama perjalanan kita mengetahui kalo om senior @dediku ini pelawak karena gak henti2 nya semua orang di bagian tempat duduk belakang bus ketawa dengerin beliau cerita Sampai di Pelabuhan Ajibata Parapat sekitar pukul 19.30 WIB kita sudah kelewatan untuk nyebrang kapal yang pukul 17.00 WIB jadi kita menunggu yang pukul 21.00 WIB saja. Sambil ngisi waktu kita masing2 makan malam, maen kartu dan poto2 sekitar Pelabuhan. Sekitar pukul 21.00 WIB mobil2 mulai masuk ke kapal untuk menyebrang ke Samosir, perjalanan menyebrang danau ini cuma sekitar 45 menit lah, karena malam jadi gak kerasa kalo bergerak, kata @kyosash "ini kita gak jalan2 ya apa mungkin macet di pelabuhan sana :P" Sekitar pukul 22.00 WIB tiba di pelabuhan Tomok Samosir dari sini kita langsung menuju ke penginapan yang udah di booking di Carolina Cottages cuma sekitar 15 menit perjalanan kita udah sampe penginapan. Langsung check in dan bagi2 kunci kamar yang memang berbeda2 ada yang di depan danau, di atas bukit dll Carolina Cottages ini bagus sekali konsep penginapannya loh bagi kalian yang mau liburan ke sini bisa cobain di sini worth dan harganya juga relatif murah Semua nya langsung istirahat karena udah capek jadi tar di lanjutin lagi ya Yang lain silahkan upload foto2 nya di topic ini ya
  13. 8 points
    Hola Deffa Here !!! Wilujeng Sumping ka Bandung Sadayana :) Karena Bandung sekarang udah makin menjadi primadona wisata khusus nya area Jawa Barat, di karenakan sudah makin bagus nya infrastruktur yang ada di Kota dan Kabupaten Bandung. Maka saya akan bantu untuk membuat itinerary yang pas untuk kalian mengunjungi Bandung. Mengunjungi Bandung paling enak itu minimal 2 hari, namun paling enak dan santai itu 3 - 5 hari, karena biar tidak terburu-buru, apalagi weekend Bandung itu bakalan rasa Jakarta. Ya macetnya kendaraan dan juga orang-orang nya yang mungkin akan kalian temui orang Jakarta lagi heheh. Berikut Itinerary yang sebenar nya saya sadur dari tulisan Facebook Rommy Budax Badeur yang sedikit saya edit menurut pandangan saya : ----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- ITINERARY 2 HARI Day 1 Bandung Utara (Lembang) : Dusun Bambu Gunung Tangkuban Perahu Kawah Domas De Ranch The Lodge Maribaya Floating Market Lembang Farmhouse Day 2 Kota Bandung : Tebing Keraton Cafe D'Pakar Goa Jepang, Goa Belanda dan Curug Maribaya (THR Juanda) Cihampelas atau Jalan Riau (Wisata Belanja) Taman Film atau Taman Tematik lain nya di Dago Gedung Sate Jalan Braga Gedung Asia Afrika Alun-Alun Bandung ----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- ITINERARY 3 HARI Day 1 Bandung Selatan (Ciwidey) : Kawah Putih Curug Cipanji Situ Patenggang Ranca Upas (Penangkaran Rusa dan Camping Ground) Pemandian Air Panas Ciwalini / Cimanggu Perkebunan Teh Ciwalini Day 2 Bandung Utara (Lembang) : Dusun Bambu Gunung Tangkuban Perahu Kawah Domas De Ranch The Lodge Maribaya Floating Market Lembang Farmhouse Day 3 Kota Bandung : Tebing Keraton Cafe D'Pakar Goa Jepang, Goa Belanda dan Curug Maribaya (THR Juanda) Cihampelas atau Jalan Riau (Wisata Belanja) Taman Film atau Taman Tematik lain nya di Dago Gedung Sate Jalan Braga Gedung Asia Afrika Alun-Alun Bandung ----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- ITINERARY 4 HARI Day 1 Bandung Selatan (Ciwidey) : Kawah Putih Curug Cipanji Situ Patenggang Ranca Upas (Penangkaran Rusa dan Camping Ground) Pemandian Air Panas Ciwalini / Cimanggu Perkebunan Teh Ciwalini Day 2 Bandung Utara (Lembang) : Dusun Bambu Gunung Tangkuban Perahu Kawah Domas De Ranch The Lodge Maribaya Floating Market Lembang Farmhouse Day 3 Kabupaten Bandung Barat (Padalarang) : Stone Garden Gua Pawon Day 4 Kota Bandung : Tebing Keraton Cafe D'Pakar Goa Jepang, Goa Belanda dan Curug Maribaya (THR Juanda) Cihampelas atau Jalan Riau (Wisata Belanja) Taman Film atau Taman Tematik lain nya di Dago Gedung Sate Jalan Braga Gedung Asia Afrika Alun-Alun BandungSpoiler ----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- ITINERARY 5 HARI Day 1 Bandung Selatan (Ciwidey) : Kawah Putih Curug Cipanji Situ Patenggang Ranca Upas (Penangkaran Rusa dan Camping Ground) Pemandian Air Panas Ciwalini / Cimanggu Perkebunan Teh Ciwalini Day 2 Bandung Utara (Lembang) : Dusun Bambu Gunung Tangkuban Perahu Kawah Domas De Ranch The Lodge Maribaya Floating Market Lembang Farmhouse Day 3 Kabupaten Bandung Barat (Padalarang) : Stone Garden Gua Pawon Day 4 Kota Bandung : Tebing Keraton Cafe D'Pakar Goa Jepang, Goa Belanda dan Curug Maribaya (THR Juanda) Taman Film atau Taman Tematik lain nya di Dago Gedung Sate Jalan Braga Gedung Asia Afrika Alun-Alun Bandung Day 5 Kota Bandung Wisata Belanja Dan Kuliner : Saung Angklung Udjo Bukit Moko Cihampelas (Oleh-Oleh) Jalan Riau (Factory Outlet) Kuliner Batagor Kingsley di Jalan Veteran Jalan Cibaduyut (Belanja Sepatu) Kuliner Bu Imas di Kebon Kalapa Kuliner Ceu Mar di Cikapundung Taman Cikapundungiler ------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------ Info Harga Tiket Masuk Beberapa Tempat Wisata di Bandung Harga Tiket Gunung Tangkuban Perahu Harga Tiket Kawah Putih ----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- Itinerary di atas bisa berubah secara flexible sesuai yang kalian mau, tapi di atas itu di bikin searah agar perjalanan nya tidak pulang pergi. Masih banyak tambahan itinerary lain seperti Kuliner, Wisata Budaya dll. Kalian bisa konsultasi ke saya langsung jika perlu bantuan itinerary tambahan. Karena seperti Saung Angklung Udjo ataupun Kuliner Street Gourmet itu membutuhkan waktu yang cukup lama untuk di lakukan. Dan juga beberapa Taman Tematik Bandung yang makin kece juga bisa kalian selipkan di sela-sela waktu itinerary di atas Ya silahkan di coba itinerary nya, karena itinerary yang di bikin ini sudah searah dan bisa di lakukan sesuai hari yang di tempuh. Thx to bro Rommy Budax Badeur atas info sumber nya. Jika perlu SEWA MOBIL MURAH Di BANDUNG cek ke SINI Wilujeng Sumping ka Bandung IG / Twitter / Steller: @Deffa_Utama Facebook : Deffa Boys N Root
  14. 8 points
    ines

    Pesona Pulau Merah Banyuwangi

    Udah pada tau belum ya sama pantai yang satu ini ?? Yup Pulau Merah. Salah satu pantai di Banyuwangi yang gak kalah bagusnya dengan pantai Green Bay dan Plengkung yang sebelumnya udah terkenal duluan. Lokasi pantai Pulau Merah berada di Desa Sumber Agung, dari pusat kota Banyuwangi juga gak seberapa jauh, jarak yang di tempuh sekitar 3 sampai 4 jam, medan perjalanan kesana juga mulus banget jadi mau pake kendaraan apa aja gak ada kendala. Banyak wisatawan asing yang suka surfing disini karena Pulau Merah juga terkenal dengan ombaknya yang besar gak kalah seperti di pantai Kuta, Bali hehehe.. Di tengah pantai juga ada bukit yang menyerupai gunung, berasa suasana sejuk terus sepanjang hari belum lagi di sekelilingnya berjejer pegunungan hijau yang menyejukkan mata Pulau Merah juga punya beragam fasilitas seperti penyewaan papan selancar, tempat berjemur di pinggiran pantai, snorkling, dan yang punya hobi memancing juga bisa menyewa perahu tradisional untuk memancing di tengah lautnya. nih yang penasaran aku kasih beberapa fotonya hehe
  15. 8 points
    Titi Setianingsih

    Curug Nangga

    Awalnya takjub ketika membaca dan melihat postingan2 teman di facebook perihal keindahan Curug Nangga di Desa Pekuncen Kecamatan Ajibarang Kabupaten Banyumas Jawa Tengah, secara saya kan orang asli Banyumas juga. Akhirnya rasa penasaran saya terbayar ketika ada libur harpitnas kemarin tanggal 15-17 Mei 2015. Sungguh, penuh perjuangan untuk menuju Curug Nangga. Dari Jakarta kami naik kerete ekonomi AC, KA Serayu dari Pasar Senen menuju Stasiun Purwokerto, tiket hanya Rp. 70.000,-. Jika mau lebih cepat bisa menggunakan kereta lainnya semisal yang bisnis ataupun eksekutif, kami sengaja menggunakan kelas ekonomi supaya lebih efisien. Sesampainya di Purwokerto kami rental mobil karena kebetulan kami berlima, jd kami pilih mobil kijang agar bisa muat banyak. Sewa mobil plus sopir plus bahan bakar sehari Rp 650.000,-. Ini akan murah karena kami menggunakan sistem share cost, sehingga per orang dikenakan biaya transport Rp. 130.000,- saja. Dari Purwokerto perjalanan menuju arah utara kearah kota Bumiayu, namun ketika sampai di Ajibarang bisa bertanya ke warga sekitar untuk menuju ke desa Petahunan Pekuncen Ajibarang, ketika itu kami ke arah kiri (diarahkan warga), terus menelusuri jalanan yang menanjak. Disini diperlukan sopir yang berpengalaman karena tanjakannya luar biasa curamnya, kamipun sempat terhenti karena mobil tidak kuat nanjak, sehingga kami ramai2 mencari batu untuk mengganjal ban mobil. Supaya aman kamipun berjalan saja, biarkan mobilnya mendahului kami, namun ternyata berjalan kaki menanjak itupun terasa berat,,,sungguh,,,capainya luar biasa, mungkin akan terasa ringan bagi pendaki gunung. Huufftttt,,,dua kali kami melalui jalanan menanjak, namun kurang lebih 1,5 jam menggunakan mobil akhirnya sampai juga ke lokasi parkir tempat wisata Curug Nangga. Dari tempat parkiran menuju Curug kurang lebih berjalan 2 km, naik turun bukit, persawahan dan hijaunya alam pegunungan. Amaziiing,,,sangat segar dipandang mata, padi yang masih menghijau, pohon kelapa yang melambai-lambai ditiup angin yang semilir. Pelan-pelan kami jalan, setelah sebelumnya bayar tiket masuk yang hanya Rp. 3.500,-. Wooowwww,,,Subhanallah,,,dari kejauhan sudah tampak air terjun yang bersusun-susun, benar kata orang, indahnya luar biasa,,,,,,,takjub, kagum dan inilah salah satu keindahan Indonesia,,,,luar biasa. Capai memang,,,tapi kami tidak cukup puas hanya sampai ke lokasi saja, kamipun harus naik menuju tingkat yang paling atas. Mau gak mau kamipun harus menaiki bukit,,,,,,huuffff licin dan terjal berbatu. Gak percaya akan keindahan Curug Nangga ? Lihatlah foto-foto kami.,,,,luar biasa bukan ??? So....datanglah ke Purwokerto, wisata indah yang murah meriah, jika hanya ke Curug Nangga hanya menghabiskan kocek anda sebesar Rp 373.500 dengan perincian sebagai berikut : Tiket KA PP : 140.000 Sewa mobil ber 5 : 130.000 per orang Tiket masuk : 3.500 Makan kurang lebih : 100.000 Total Rp 373.500.....cukup ekonomis kan ???? Tunggu apa lagi,,,,,,,mari berpiknik, supaya kalian tahu bahwa Indonesia itu indaaahhhh...!!!!!
  16. 8 points
    Hola Momod Here !!! Seperti kalian tahu kalo tanggal 19 July 2014 kemaren Regional Jabodetabek mengadakan acara Bakti Sosial dengan tema Berbagi Kisah Kasih Bersama Veteran Indonesia Panitia yang terdiri dari : @adel_lia (Ketua Pelaksana) @ikasaroma (Sekretaris) @qonitash (Humas) @giesaka (Acara) @Mio Perdani (Acara) @KucingPintar (Konsumsi) @Yessi Febrianty (Logistik) @Arda Fauzi Fabriano (Perlengkapan) @Riduwan (Perlengkapan) @Okky Kusumah dkk (Tim Medis) @deffa (Dokumentasi) Telah berhasil merampungkan acara ini dengan sedemikian rupa agar terlaksana dengan baik Begitu juga bantuan kooperatif dari pihak Legiun Veteran Indonesia (LVRI) Acara yang bertempat di Gedung LVRI di Gedung Wira Purusa LVRI DKI Jl. Radin Inten II No. 2 Duren Sawit, Jakarta Timur Dimulai pukul 16.00 WIB sambil menunggu para veteran dan member komunitas jalan2 indonesia kumpul mengisi buku absen terlebih dahulu yang dijaga oleh @rara indrawaty @zeekyuryu @giesaka Lalu sekitar pukul 16.30 WIB acara pun dimulai dengan dibuka oleh MC dadakan Bogor Group yaitu @adriepn dan @Yessi Febrianty Dan juga dilanjutkan sambutan dari ketua pelaksana ibu Lia Maya Sari aka @adel_lia dan perwakilan dari LVRI yaitu bapak Siswanto selaku Wakil Ketua I DPD LVRI Jakarta Timur ini Acara berjalan dengan ramah tamah dan cerita perjuangan dari salah satu veteran indonesia ini yang salah satunya pernah menjemput Bung Karno dalam misi di Makassar, Panitia juga mengadakan kegiatan Medical Check Up yang dipimpin oleh Dokter Rian Tong Fang aka @Okky Kusumah beserta tim dari Rumah Sakit Pantai Indah Kapuk (Astrid, Fadly, Pipit, Tresna dkk) Menjelang bedug magrib pukul 17.30 WIB untuk berbuka puasa hidangan sudah tersedia hasil dari donasi teman2 semua baik dari Komunitas Jalan2 Indonesia maupun dari luar. Dan pembacaan Al-Quran dari mas @Albin dan @vidya nurina Dan ketika bedug magrib sudah berkumandang waktunya untuk Sholat Magrib berjamaah dan dilanjutkan makan malam Sambil santap malam Veteran disuguhkan dengan penayangan film Nagabonar Pukul 19.30 WIB dilanjutkan dengan acara simbolik penyerahan Goodie Bag untuk para Legiun Veteran beserta hasil Medical Check Up yang dilakukan oleh Dokter Okky dan tim, yang di wakilkan oleh ibu Lia Maya Sari aka @adel_lia dan diterima oleh Perwakilan dari LVRI Dan acara ditutup dengan poto bersama dengan Spanduk kebanggan jalan2.com uye Terima kasih atas Partisipasi berupa donasi dan kehadiran member Komunitas Jalan2 Indonesia : @Jalan2 @yusuf gembel ea @riekashadrina @onnel @sisil prisilia "QC" @jane_chan @Detrile @handoko89ndok @d_iis @Shei Layla @Albin @zeekyuryu @zaqi @HeryRyanto @andi darmawan @Kingson Sagala @_TYA_ @desi asiah dll yang belum disebutkan dan special thx untuk tim medis Dokter Rian Tong Fang @Okky Kusumah Astrid, Fadly, Pipit, Tresna dkk Banyak cerita yang kita ukir disini dari yang Kepo sampe yang Modus tapi semuanya satu dalam kebersamaan Bakti Sosial Bonus Silahkan yang puya poto2 lainnya di tambahkan ya
  17. 7 points
    Lalala-yeyeye..Setelah menunggu selama 7 Bulan lamanya, akhirnya nemu juga 5 orang korban lain (*eh?!) yang bersedia nge-trip bareng ke sini..uwowww jd terharu sayaa.. so, langsung saja.. Day 1. Kita berangkat hari Jumat tgl 26 Sept'14, naik pesawat TriganaAir dari Jakarta menuju PangkalanBun. Sesampainya disana langsung dijemput oleh Tour Guide kami (Pak Andreas dari Yobel Tour), dan kita dicarterin taxi untuk menuju pelabuhan Kumai dengan jarak tempuh yg lumayan singkat yaitu 30 menit saja..Da..engingjrennggg... langsung terkesima dengan kapal yang akan kita kendarai selama 3 hari 2 malam mendatang..huhuhu..ga nyangka kapalnya oke banget,bersih dan ga se-prihatin yg saya bayangkan (mulai norak). Jadi awak kapal terdiri dari 1 orang kapten kapal, 1 orang crew kapal, 1 orang juru masak, dan Pak Andreas sbg Tour Leadernya. Kapal yg populer dinamakan kapal kelotok (karena bunyinya klotok..klotok..klotok) ini cukup luas buat kami ber 6 plus 4 orang awak kapal. Ada 2 dek, dek bawah itu untuk aktivitas awak kapal (buat nahkodanya, tempat menyimpan kasur2 tamu, tempat masak, dll). Dek atas disediakan untuk tamu. Fasilitasnya juga Ok bgt, kamar mandi pakai shower dan ada closet duduk, disediakan meja makan, ada balkon dengan 2 kursi leyeh2 untuk berjemur (what?berjemur??udah ky areng ginih -____- ! ) Oiya, jangan sedih..kita dapat 3x makan dan 2x snack dalam 1 hari. dan masakannya sungguhlah berlimpah dan super yummy.. Di hari pertama ini kita langsung menuju Tanjung Harapan untuk lihat feeding time nya orangutan. Trekking masuk hutan sekitar 1 km dan sesampai di tempat feeding cuaca mulai mendung dan turunlah hujan. Eh, ternyata disana sudah menunggu beberapa rombongan tourist yg mau lihat proses feeding time ini. Dan dikarenakan wisata tanjung puting ini lebih populer atau diminati tourist luar, maka pemandangan disini adalah bule bule semua . Disini kita menunggu ?-/+ 30 menit hingga orangutan yg masih ngumpet pada mau turun dari atas pohon menghampiri "panggung" yg berisi pisang2. Beruntung kita bisa melihat orangutan yg muncul dikarenakan kalau hujan biasanya mereka prefer leyeh2 di atas pohon (macam manusia yg kalo hujan lebih senang nedekem di rumah). Uwoww, beda lho rasanya ngelihat orangutan di ragunan/taman safari dengan orangutan disini. Kalo disini ada perasaan degdegan kalo mereka melintas dengan tubuh besarnya itu. Dikarenakan orangutan liar belum terbiasa disentuh oleh manusia (tdk sperti kbon binatang di jakarta), maka juga ada anjuran jangan sembarangan memberi makan orangutan, jangan berdiri diantara orangutan jantan dan betina, jangan bersuara terlalu keras/ribut yg akan mengganggu ketenangan orangutan dan beberapa rambu2 lainnya. Diperjalanan pulang, ketika melintasi sungai sekonyer kita bisa melihat sekawanan bekantan di kiri dan kanan pepohonan, kalau beruntung bisa melihat buaya pula. Dan saya beruntung melihat buaya dengan mata merahnya sedang mengincar mangsa. Malam harinya kita ber candle light dinner dengan lauk ikan nila bakar, tumis kangkung, tempe goreng, uhmm apa lagi ya lupa hehehe dan ditutup dengan dessert potongan buah mangga. Bener2 beruntung dapet chef yg jago masak. Setelah kenyang, kapal menuju tempat dimana kita bisa melihat kunang2 dimana-mana..woww ga bisa dilukiskan dengan kata2 kita lihat pemandangan sejuta bintang dan kunang2 yg seprti pohon natal di kiri kanan kita..(sayang ga bisa ke photo). suasana malam hari disana sangat sunyi dan syahdu. Hanya ada suara jangkrik dan serangga2 lain yg bersahut2an dan Anyway kita tidur disediakan kasur beserta kelambu..Thanks God we had a marvellous momment and unforgettable experiences. Day2. Yang biasanya pagi2 di jakarta dibangunin sama kokok ayam, eh jangan sedihh disini kita subuh2 dibangunin sama suara bekantan jejeritan yg sedang bersendagurau..woww so sweet bgt ga sih dibangunin suara monyet.. hehehe..Setelah sarapan nasi goreng ikan asin yang banyaknya naujubilah (tapi abis dan kenyang) dan ngeteh2 cantik, maka berangkatlah kita menuju Pondok Tanggui dan dilanjutkan ke Camp Leakey. Di Pondok Tanggui trekkingnya seru, byk spot2 lucu buat foto2, nemu tumbuhan kantong semar, rayap, akar liana, dll tapi sayang setelah menunggu selama 1 jam, orangutannya ga ada yang mau turun di tempat feeding. Mungkin karena masih pagi dan byk bgt wisatawan yg berkunjung kesana jadi mereka malu-malu mau gitu kali ye.. Perjalanan dilanjutkan ke Camp Leakey, pusat rehabilitasinya orangutan. Perjalanan lumayan jauh sekitar 8 km, namun pemandangannya mulai berubah, pohon2 lebih rindang, kiri kanan bisa lihat burung kingfisher, lihat buaya dan biawak berenang, pokoknya settingannya mirip film annaconda deh ngeri-ngeri sedap gitu heheheh.. dan air sungai berubah menjadi lebih jernih dan berwarna hitam. Warna hitam dikarenakan dasar tanahnya gambut namun bening sekali. Sampai bisa ngaca dan hasil fotonya mengagumkan bgt,krn pohon2 yg terpantul di air seperti ada reflection effectnya. Begitu menginjakkan kaki disini, kita disambut oleh kedatangan Siswi, orangutan betina dewasa yang dari kecil sudah diasuh disini. Dikarenakan hujan, dia mulai ngumpet2 nyari tempat berlindung dan menutupi kepalanya dengan mencabut2 dahan2 yg ditumbuhi banyak daun. Uwoww lutunaaa.. Perjalanan ternyata masih panjang. Pak Andreas mengarahkan untuk ambil jalur masuk hutan sambil lihat2 tumbuhan endemik yang ada di hutan sini,jadi sekitar 1,5 km untuk sampai ke tempat feedingnya orang utan. Beruntung bisa lihat beberapa orangutan,uwa-uwak,squirel yg ke "atas panggung" buat ambil makanan. Yang menyenangkan lihat proses feeding ini adalah, kita jadi tahu gimana cara manggil orangutan supaya turun, gimana liat proses mereka bergelayutan dari pohon ke pohon, gimana cara mereka mengupas pisang dan memasukkan ke mulut, gimana cara ibu orangutan memberi makan anaknya, gimana mimik muka/ekspresi mereka mengendap2 atau mencuri makan lalu kabur, dan banyak lagi tingkah laku kocak lainnya. Adapula kedatangan babihutan yang ikut meramaikan suasana. Setelah sekitar 2 jam muncullah orangutan yg kita tunggu2 yaitu Tom, the king of Camp Leakey. Ya, si Tom ini penguasanya. Selayaknya raja, binatang lain akan mundur atau menyingkir ketika rajanya datang dan membiarkan si raja menghabiskan makanan yg disediakan. Jika ada orangutan dewasa disekitar sana yang dirasa mengancam kedudukannya, serta merta akan terjadi baku hantam disana. Hampir saja kami melihat proses baku hantam itu, yaitu ketika Ponorogo (salah satu orangutan dewasa ) terbirit2 dikejar oleh Tom karena lebih dahulu mengambil jatah makanannya. Namun sayang tidak terkejar dan Tom kembali duduk di singgasanannya sambil minum susu. Ya, makanan yg disediakan oleh Ranger hutan (petugas yg memberi makan orangutan) itu biasanya adalah pisang, tebu, dan susu dancow. wow. hehehe..Perjalanan trekking pulang, kita dihampiri juga oleh orangutan remaja bernama Gajah Mada. Serem ya namanya, tapi ternyata unyu2 gitu penampilannya hihihi.. siswi the team Tom Gajah Mada Day 3. The Last Day, pagi2 seperti biasa kita dibangunkan oleh sekawanan bekantan, namun kali ini pemandangannya bekantan lagi pada lompat-lompat main air, ceritanya mau nyebrang pohon melintasi sungai, cuman ada aja jatoh2nya di sungai.. LUCU BGT, tapi ga sempet kefoto saking terseponanya. Oia, karena kita malam itu kapal berlabuh di pinggir rawa2 masih dekat Camp Leakey, maka paginya pun kita juga dibangunkan oleh kikikan burung kingfisher, iya kikikkan bukan kicauan karena ternyata suaranya macam kuntilanak yg lagi ngikik. hiiiii... Sepanjang perjalanan pulang ke pelabuhan kumai, puas2in berjemur (literally berjemur, panas sih untung byk angin dan hewan kece) demiii menikmati pemandangan yang sebentar lagi akan kami tinggalkan huhuhu.. Jam 12 siang kami sampai di bandara pangkalan bun dan belum siap move on untuk menghadapi hiruk pikukknya jakarta
  18. 7 points
    Diana Megawati

    Exploring Pacitan Beaches

    Hai haaaiiii... ini postingan cerita pertama, maaf kalau berantakan yaa Awalnya karena bosan dengan crowdednya Jakarta tercinta ini, liburan adalah satu-satunya cara buat mengembalikan semangat yang patah *fiuh.. Waktu itu gw ma teman mutusin untuk meluncur ke Pacitan, selain dengar-dengar pantainya bagus disana, gw juga punya saudara disana jadi itung-itung hemat biaya penginapan lah plus dapat tour guide gratisan hahaha... Pacitan adalah sebuah kota yang terletak di jawa Timur, 4-5 jam dari Semarang. Yang menarik bagi gw adalah pantainya yang konon katanya kece-kece a.k.a bagus pake banget, gw emang hobi banget dengan yang namanya pantai, jadi excited banget kalau denger kata "pantai", apalagi yang masih sepi gitu, berasa pantai milik sendiri. hoho Pantai pertama yang gw kunjungi namanya Pantai Teleng Ria, ini pantai dah terkenal dikalangan masyarakat Pacitan. Tebing/deretan gunung yang membentang sangat memanjakan mata, pantai ini terletak sekitar 3,5 km dari Pacitan dan berhadapan langsung dengan Pantai Selatan. Pantai ini juga menjadi tempat pelelangan ikan yang baru ditangkap oleh para nelayan. Karena sampai sana matahari dah mau tenggelem, jadinya potonya kurang cakep. Hikss The next beach, gw diajak kepantai taman yang letaknya di desa Ngadirojo, Pacitan, Jawa Timur. Hati hati jangan mandi dipantai ini ya karena ombaknya besar jadi cukup poto-poto aja hehe.. Yang gw suka dari pantai ini adalah air ombaknya waktu sampai pantai seperti berbuih/berbusa layaknya busa sabun. The Last beach.. jeng jeng... Pantai Klayar, paling baguuussss Pantai dengan pasir putih dengan tebing tebing yang mengelilingi pantai. Pantai ini letaknya di desa Danurejo, Pacitan agak jauh dari pusat kota, tapi selama perjalanan mata akan dimanjakan dengan keindahan bukit bukit yang berkelok juga goa-goa kecil. Hati-hati ya jangan juga mandi di pantai ini, ombaknya lumayan besar, tapi airnya jerniihh banget sampe karang-karang bebatuan terlihat jelas dengan mata. Pantai ini juga punya tebing yang mirip sama Spinx yang di Mesir, jadi gak perlu jauh-jauh kan ke Mesir hehe.. diantara tebing itu juga ada semacam semburan air yang suaranya menyerupai seruling, disebut Seruling Laut. Dan yang cakep itu waktu ombak menerjang tebing tebing yang tinggi membentuk seperti air terjun. Duduk sambil mendengarkan deburan ombak juga seruling laut itu bikin adem rasanyaaa Ini pantai recommended banget buat dikunjungi. Gak bakal nyesel deh. pamer poto dulu yaaaa sebagai bonus; gw suka banget ini poto, poto ini memperlihatkan betapa indahnya alam Indonesia ini, gak perlu jauh-jauh keluar negeri kan buat traveling. Indonesia itu indah, bahkan lebih dari Indah. Thank you buat yang udah baca, maap kalo berantakan dan ada salah salah kata ya hehe.. Salam Jalan2 !!
  19. 7 points
    deffa

    Phuket City Tour Is A Must

    Holla Deffa Here !!! Balik lagi dengan jalan2 uye yang saya lakukan tanggal 24 - 28 september 2014 kemaren Kali ini saya balik lagi ke Phuket untuk ke dua kalinya sekalian jalan2 dan juga mau ketemu teman yang berada disana mas @Sononi Noni Langsung aja ya 24 September 2014 Flight Air Asia Jakarta - Bangkok pukul 17.00 WIB saya dapat dari Promo air asia tahun lalu dengan harga 250 ribu one way, tiba di Don Mueang Bangkok pukul 20.00 WIB langsung menuju imigrasi untuk Flight selanjut nya Bangkok - Phuket pukul 21.30 WIB seharga 300 ribu promo air asia juga dnk Pukul 23.00 WIB tiba di Phuket International Airport langsung beli sim card Dtac untuk internetan 7 hari seharga 500 baht di mini mart terdekat (di counter resmi hanya 300 baht). Ternyata mas @Sononi Noni udah nunggu dengan Mini Bus nya hanya untuk menjemput saya baik sekali beliau hehehe Pukul 23.30 WIB memasuki Phuket Town dan di traktir makan malam dlo ama mas Noni di warung makan Muslim pinggir jalan, menu Tom Yam Seafood + Sticky Rice bikin saya kenyang dan makin akrab dengan mas Noni, ternyata beliau asli Brebes sudah tinggal di Phuket sejak 2003 mempunyai istri orang Thailand juga, dan fasih bahasa Thailand. Sekarang kerja sebagai Travel Agent merangkap Driver di perusahaan nya sendiri wow keren Beres makan malam atau tengah malam tepatnya, langsung di antar ke Hotel saya di Patong Road namanya Baan Paradise Hotel, hotel bintang 2 saya dapat harga 170 ribu permalam, hotel nya bagus loh walaupun berada di kawasan Gay Bar hehehe diskon dari Forum Jalan2 dnk cek kesini caranya ya >> Diskon 75% Ketika mau turun dari mobil mas Noni nawarin kalo besok mau ikut City Tour Phuket gak ? Karena kebetulan besok dia bawa tamu untuk City Tour juga. Sebenarnya saya udah pernah City Tour Phuket pas pertama kali ke Phuket, baca di SINI Tapi apa salah nya nyoba lagi dan katanya rute City Tour nya beda ok deh besok di jemput jam 9 pagi Lalu check in hotel dan istirahat 25 September 2014 Pukul 09.00 WIB mas @Sononi Noni dan mobil nya udah nangkring di depan hotel waw tepat waktu banget kayak bukan orang Indonesia aja Di dalam mobil udah ada pasangan yang lagi Honeymoon asal Jakarta saya lupa namanya hehehe Langsung cabut ke destinasi pertama. Phuket City View Point Phuket City View Point, pas pertama kali ke Phuket gak sempat kesini jadi ini destinasi baru. Kita bisa menyaksikan pemandangan Phuket dari ketinggian sungguh keren dan tempat yang pas untuk poto2 apalagi selfie, ditunggu uploadan foto selfie nya dari hape mas @Sononi Noni ya Lanjut ke destinasi berikutnya Karon Temple Atau disebut juga Wat Suwan Khiri Khet, ketika mau naik ke Phuket City View Point pasti akan melewati Temple ini jadi tinggal turun dikit. Disini ada patung Big Buddha juga tapi tidak sebesar Big Buddha yang asli, dan juga Temple nya mempunyai anak tangga yang tinggi, saya pengen coba naik tapi karena masih pagi jadi saya urungkan niat hehehe. Lanjut Old Phuket Town Saya yakin di setiap kota / negara yang saya kunjungi ada satu bagian yang mempunyai tipe bangunan2 lama atau disebut juga Kota Tua. Yup di Phuket pun ada, bangunan2 tua dari masa lampau. Seperti hal nya jalan Braga Bandung. Old Phuket Town ini juga di alih fungsikan untuk tempat wisata budaya dan juga shopping, banyak toko kain disini, dan ada juga yang jual Batik Indonesia loh, karena haus sempat beli Red Thai Tea dan kata mas Noni dalam bahasa Thailand disebut Cha Yen, Cha = Teh, Yen = Coklat. Dan sudah pasti pake Susu, seharga 20 baht dan lagi2 ditraktir Lanjut Madunan Souvenir / Gift Shop Yup pas pertama kali ke Phuket saya sempat kesini jadi hapal dengan tempat ini dan kebiasaan yang ada di toko ini. Pertama kali kita masuk bakal di jemput oleh salah satu pegawai nya dan ditanya asal dari mana, jawab lah Indonesia dan mereka akan menggunakan bahasa Indonesia untuk menjelaskan terlebih dahulu sejarah dan cara belanja di sini. Yang dijual disini sebagian besar kaos2 dan souvenir2 umum lainnya tapi disini di banderol dengan harga murah loh dari tempat souvenir lainnya yang ada di Phuket start dari 10 - 500 baht. Lanjut Pornthip Phuket Nah kalo yang ini sama tempat belanja oleh2 tapi lebih ke makanan yang di keringkan, dari buah2an hingga sayur2an yang dikeringkan. Kalian akan menemui durian di keringkan dan banyak lagi, saya suka kesini karena banyak tester gratis jadi gak beli juga udah kenyang hahahahah (dan saya emang gak beli ) Letaknya berseberangan dengan Madunan jadi kalian tinggal putar arah saja. Lanjut Big C Food Court Phuket Nah karena udah masuk jam makan siang sekitar pukul 13.00 WIB maka mas @Sononi Noni ajak kita ke tempat makan yang unik dan murah yaitu Big C Food Court berada di dalam sebuah Mall saya lupa nama mall nya tapi kayaknya di tiap mall di phuket ada deh. Sistem pembayaran disini kita menggunakan deposit, saya deposit 200 baht di counter nya lalu di berikan kartu untuk pembayaran. Nah tinggal pilih makan apa di Stand2 food court yang ada rate disini dari 30 - 100 baht. Saya pilih Boiled and Fried Chicken With Rice seharga 50 baht, yang unik nya Rice di Phuket ini hampir seluruh nya Sticky Rice loh. Lalu berikan kartu pembayarannya ke petugas stand dia akan menggesek kartu itu lalu keluar print out sisa saldo kartunya Lanjut Sribhurapa Orchid Farm Ini adalah teman pengolahan Kacang Mede, yup Phuket terkenal akan produksi Kacang Mede nya jadi ini salah satu perusahaan yang mengolah nya, kenapa wajib kesini karena kita bisa mencoba tester gratis yang banyak sampai kenyang tanpa harus beli hahahahah ada berbagai macam rasa dari goreng biasa, pedas, coklat, bawang, durian dll Lanjut Wat Chalong Yup pasti udah pernah dengar soal temple ini kan, karena ini adalah komplek temple terbesar di Phuket dan wisata wajib kalo kesini. Karena dlo pernah kesini jadi saya sudah hapal jalan2 nya dan kebetulan lagi ada semacam upacara vegetarian jadi banyak di nyalakan petasan disini. Ada dua bangunan utama yang wajib di kunjungi di sini, yang satu bangunan tertinggi tempat paling bagus untuk poto2 dan yang satu lagi bangunan terluas biasanya ada semacam doa2 disini, oiya bagi yang pakai celana pendek wajib pake semacam kain disini yang disediakan gratis Lanjut Big Buddha Nah ini satu lagi destinasi wajib jika ke Phuket yaitu patung Buddha terbesar se Thailand, yup berada di atas bukit dari jauh aja kita udah bisa liat ini patung. Karena jalur nya se arah dengan Wat Chalong jadi mudah ditemukan. Sesampai nya di atas bagi kalian yang memakai celana pendek wajib memakai kain yang di sediakan gratis. Ya kompleks Big Buddha ini masih dalam proses renovasi, namun patung Buddha nya berdiri kokoh, oiya disini juga di tentukan sebagai titik 0 KM dari Phuket, dan kita bisa melihat Phuket dari ketinggian view yang keren untuk poto2. Masuk ke dalam kompleks ada biarawan yang mempersilahkan pengunjung untuk mendapatkan Blessing dari dirinya dan mendapatkan semacam gelang, jangan lupa donasi se ikhlasnya ya Ke dalam lagi ke kompleks yang lagi di bangun, ada yang unik di mana kita bisa mendonasikan uang untuk pembangunan dengan imbalan kita bisa dapat semacam marmer untuk kita tempelkan di dinding Temple yang sedang di bangun, lalu marmer itu bisa di tulis doa atau permohonan kita, walaupun di tulis pake spidol dan bisa hilang tapi cara yang unik untuk mengumpulkan donasi, lebih kreatif dari pada di indonesia yang berdiri di tengah jalan membawa semacam raket menunggu mobil lewat untuk melemparkan uang donasi Lanjut Big Bee Farm Ini kali kedua kesini ya disini adalah peternakan Lebah Madu, dlo ketika pertama kesini salah satu pegawai nya ada yang satu alumni Universitas Pasundan dan juga satu Jurusan Hubungan Internasional tapi beliau cewek asli Thailand jadi bisa fasih bahasa Indonesia, namun sekarang udah gak ada. Oiya satu hal yang harus di ingat disini kayaknya kalian gak akan keluar tanpa membeli sesuatu disini, karena bagus nya trik marketing nya, kita akan di bawa ke suatu ruangan dan di berikan penjelasan soal Madu dan Lebah2 yang ada serta khasiat nya lalu di berikan beberapa tester tentunya dalam bahasa Indonesia biasanya selama 15 menit, setelah selesai kita akan di berikan pilihan untuk membeli produk nya. Nah disini kita kan jadi gak enak jadi ya mau gak mau harus beli saya beli yang ukuran 300 gram seharga 450 baht hehehe Kata Beach Yup pantai pertama yang akan kita temui selama City Tour ini, pantai yang sangat populer di kalangan wisatawan karena kontur pantai yang landai dan ombak yang tidak terlalu besar jadi tempat yang asik bersantai, dan juga di tunjang kafe2 unik disekitaran pantai ini. Lanjut Karon View Point Nah view point yang satu ini dekat dengan Kata Beach dan searah ke Promthep Cape jadi mampir sejenak untuk poto2, namanya View Point jadi memang tempat yang pas untuk melihat pemandangan dari ketinggian Lanjut Another Side Of Promthep Cape Ya karena ini bukan Promthep Cape tapi sedikit lagi menuju sana, sebenarnya ini adalah Gardu Pandang untuk Kincir Angin dari pembangkit listrik tenaga angin yang di miliki Phuket, tapi jadi tempat wisata baru untuk memandang Promthep Cape yang terkena itu. Nice view from here Lanjut Promthep Cape Yup biasanya ini adalah ending City Tour Phuket karena disini adalah tempat terbaik untuk menyaksikan Sunset di Phuket namun sayang kali ini sunset nya malu2 alias ketutupan awan, kata mas Noni udah 2 bulan tiap kesini sunset nya ketutupan awan terus. Jadi 2 tahun lalu saya kesini beruntung dnk karena Sunset nya keren heheh End ini 2 tahun lalu Yup sekian City Tour Phuket yang di sponsori oleh mas @Sononi Noni yang baik hati hehehe Bagi kalian yang pertama kali ke Phuket City Tour ini wajib di coba sisihkan waktu 1 hari kalian untuk mencoba nya biasanya Rate nya 800 - 1000 baht full day tour. Atau kalian bisa hubungi mas @Sononi Noni aja beliau orang indonesia jadi lebih mudah untuk tournya (bukan promosi ya) Tips : Pakai lah Dtac Sim Card karena internetnya sangat kencang dan sinyal yang bagus bahkan sampai ke Phi Phi Island Selalu sedia air minum karena Phuket cukup panas, air minum 7 select dari 7-11 seharga 13 baht Jika takut kulit kebakar pakai sun screen Jangan takut bertanya jika tidak ada label harga, biasanya jika mereka tidak bisa English akan menggunakan gerakan tangan atau kalkulator Bersambung Phuket Beaches
  20. 7 points
    Ramdan

    Marseille : Kota Tertua di Prancis

    Halo teman-teman forum Jalan2 kali ini saya mau berbagi cerita mengenai kota Marseille di Prancis Selatan. Kota Marseille adalah kota pelabuhan di Prancis selatan dengan perjalanan sejarah yang sangat panjang. Kota ini telah berdiri sejak 2600 tahun yang lalu dan dulu bernama Massalia,bahkan bisa dibilang dari kota inilah asal muasal negara Prancis berdiri. Saking kaya sejarahnya, Marseille pada tahun 2013 dinobatkan sebagai Ibukota Budaya di daratan Eropa. Pada awalnya kota tempat lahir Zinedine Zidane ini dibentuk oleh orang-orang yunani yang datang karena melihat topografi daerah Marseille yang penuh dengan bukit bebatuan yang sangat ideal untuk berlindung dari serangan musuh. Lama kelamaan pelabuhan Marseille menjadi pelabuhan perdagangan penting pada masanya. Sehingga pelabuhan Marseille terus berkembang menjadi kota besar. Karena Marseile adalah awalnya kota pelabuhan, maka kota ini sangat multikultural. Disini semua hampir semua suku bangsa di dunia hidup dan tinggal di kota ini. Jangan heran apabila teman-teman ke Marseille banyak ditemui warga prancis keturunan Arab, benua Afrika dan negara Eropa lainnya termasuk orang-orang keturunan Asia. Kayaknya bosen juga ngomongin sejarahnya, hehe langsung saja saya teruskan ceritanya mengenai tempat-tempat di kota Marseille yang biasanya menjadi tujuan para wisatawan. Tempat-tempat yang harus dikunjungi di kota Marseille. Pelabuhan Vieux Port Pelabuhan vieux port (vieux= tua port=pelabuhan) menjadi titik sentral para turis yang berkunjung ke kota Marseille. Saat ini pelabuhan vieux port berubah menjadi tempat parkir ratusan yacht dan kapal-kapal untuk para turis. Aktifitas pelabuhannya sendiri sudah berpindah tempat ke area yang lebih besar yang berjarak beberapa kilometer dari pelabuhan yang lama. Area vieux port ini pada saat musim panas biasanya dibanjiri turis-turis dari seluruh dunia. Saat ini vieux port sudah mengalami peremajaan dengan area pejalan kaki yang sangat ekstra lebar sehingga memberikan kenyamanan untuk para turis. Untuk mencapai area ini bisa ditempuh dengan menggunakan Metro ( kereta bawah tanah) dari stasiun kereta Marseille dengan tiket seharga 1,5 euros sekali jalan dengan lama perjalanan 5-10 menit. Untuk mencapai stasiun kereta ini bisa menggunakan bis langsung dari bandara Marignane( 30 menit dari Marseille). Gereja Notre Dame De La Garde Gereja ciri khas Marseille ini terletak di atas bukit dan memiliki pemandangan ke hampir seluruh kota Marseille. Untuk berkunjung ke gereja ini bisa menggunakan Bis dari area pusat kota atau dari Pelabuhan Vieux Port dengan membeli tiket bus seharga 1,5 euros dengan lama perjalanan 15-20 menit. Les Calanques Les Calangues adalah area bukit bebatuan di pinggiran laut yang sangat indah dan memiliki warna air laut biru jernih. Untuk mencapai area ini bisa menggunakan kapal tour dari area vieux port dengan rute khusus mengunjungi les Calangue ini dengan tarif 29 euros dengan durasi tour kurang lebih 3 jam. Bagi anda yang hobi naik gunung Les Calanqes ini juga bisa dicapai dengan hiking selama 2-3 jam menjelajahi semua bukit bebatuan dengan air laut yang jernih. Selain tempat-tempat populer diatas, layaknya kota-kota lain di Prancis, Marseille juga memiliki banyak museum salah satu diantaranya dan yang paling baru dibuat sekaligus menjadi salah satu museum terbesar di eropa yaitu Museum Mucem. Museum ini kaya dengan karya seni eropa dan bukti-bukti sejarah kota Marseille. Harga tiket masuk 8 euros untuk dewasa dan 5 euros untuk anak kecil. Biasanya kadang hari minggu pertama setiap awal bulan tiket masuk diberikan gratis. Lokasi museum ini masih disekitar area vieux port yang bisa dicapai dengan berjalan kaki. HOW TO GET THERE Penerbangan dari Indonesia biasanya dilayani oleh maskapai Air France/KLM dengan tujuan Bandara Marignane (30 menit dari kota Marseille) dengan 1 atau 2 kali transit di Belanda atau Negara Eropa lain. Sedangkan Maskapai Timur Tengah seperti Etihad biasanya hanya sampai Paris dan harus melanjutkan dengan pesawat atau kereta menuju Prancis selatan. Akan tetapi apabila menggunakan Emirate biasanya melayani tujuan ke kota Nice dengan transit di Dubai, Nice berjarak 1,5 jam dari kota Marseille. Biasanya bagi yang ingin menjelajahi French Riviera biasanya langsung ke Nice. Karena Nice berdekatan dengan kota-kota lain seperti Cannes, Monaco, St-Tropez dan biasanya terakhir baru mengunjungi Marseille. Apabila ingin menjelajahi kota-kota di Prancis selatan yang paling ideal adalah dengan menyewa mobil dengan pertimbangan lebih leluasa dan bisa kemana saja. Biaya sewa mobil disini biasanya berkisar 40-50 euros / hari tergantung jenis mobilnya juga. Bisa juga menggunakan kereta tetapi kurang leluasa menjelajah kota-kota kecil lainnya seperti La Ciotat atau Grasse- kota parfum. Fakta Mengenai Marseille 1. Marseille relatif kotor menurut saya dibandingkan dengan kota-kota lain, terutama di pusat kotanya. 2. Sama halnya dengan Paris, disini juga copet juga kadang masih ada. Waspada tetap harus. 3. DI Marseille ada kantor Konsulat Indonesia, jadi kalo ada apa-apa tidak harus ke Kedutaan Indonesia di Paris. 4. Bagi teman-teman yang muslim dan ingin makan makanan Halal jangan khawatir disini banyak tersedia rumah makan orang-orang keturunan arab yang pasti halal. Bahkan di Marseille ada suatu daerah berbelanja kebutuhan sejari-hari dimana penjualnya 90 persen keturunan arab jadi ketika ke daerah ini kadang saya seperti di Timur Tengah :). Bagusnya harga yang ditawarkan toko-toko tersebut lumayan murah, tidak heran banyak orang Prancis asli yang juga ikut berbelanja disitu. Tempat ini juga adalah tempat favorit saya untuk menemukan bahan-bahan makanan eksotis seperti cabe merah, beras bahkan kerupuk udang. Dibalik kekurangan dan kelebihannya menurut saya Marseille tetap layak untuk dikunjungi mengingat sejarahnya yang sangat tua. 2/3 hari di Marseille saya rasa cukup untuk menjelajahi Marseille, setelah bosan teman-teman bisa berkunjung ke kota lainnya seperti misalnya saja Aix-en-Provence yang juga tidak kalah cantiknya yang hanya berjarak 30 menit dari kota Marseille. Sementara itu yang bisa saya bagikan mengenai kota Marseille, apabila ada waktu saya cerita juga kota-kota lainnya nanti. Sumber foto: sebagian besar koleksi pribadi dan sisanya dari internet
  21. 7 points
    Liburan Hari Raya Idul Adha tahun ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, kali ini saya merayakan Idul Adha di Malaysia. Saya berangkat H-1 sebelum Hari Raya Idul Adha, esok paginya saya ikut sholat Idul Adha di masjid. Setelah selesai sholat Idul Adha kembali ke rumah, bersalam-salaman dan menikmati kue, kami menuju ke rumah kerabat di Sungai Kertas untuk menyaksikan acara pemotongan hewan kurban. Kali ini daging kurban tidak dibagikan mentah kepada tetangga-tetangga, tetapi akan dimasak lalu mengundang tetangga untuk menikmati daging kurbannya. Jadi setelah selesai pemotongan hewan kurban, daging segera dipotong-potong untuk diolah menjadi berbagai menu masakan untuk dihidangkan pada malam harinya. Hari kedua Idul Adha adalah waktunya jalan-jalan, tujuan wisata kami adalah ke Colmar Tropicale Berjaya Hills. Colmar Tropicale merupakan model dari kota Colmar pada abad ke-16 di daerah timur laut Alsace, Perancis, juga menggabungkan desain dan arsitektur dan unsur-unsur dari desa desa kuno di sekitarnya, seperti Riquewihr, Turckheim and Kaysersberg. Realisasi desa bertema Perancis ini berasal dari wish list Perdana Menteri Malaysia ke empat yaitu Tun Dr. Mahathir bin Muhammad yang sangat terkesan pada saat kunjungannya ke wilayah Alsace. Lalu memberi gagasan kepada Tan Sri Vincent Tan, pendiri Berjaya Corporation Berhad untuk membuat replika serupa dengan Kota Colmar di Malaysia. Begitu kita keluar dari toll kita sekitar 2-3km kita akan menemukan dua papan penunjuk arah ke beberapa obyek wisata dari group Berjaya Co. Bhd, untuk menuju ke Colmar Tropicale kita belok ke kanan. Tak lama kemudian kami sampai di gerbang ticketing, membayar tiket masuk seharga RM 13 untuk dewasa, dan RM 8 untuk anak-anak. Di kawasan ini di paling depan terdapat Colmar Tropicale, lalu di atasnya ada adventure park, dan paling atas ada tempat parkir untuk ke Japanese Village dan Botanical Garden. Dari tempat parkir kita perlu menaiki 88 anak tangga sebelum kita lanjutkan berjalan kaki lagi menuju ke Botanical garden dan Japanese Village. Saya memilih untuk melihat-lihat kawasan Botanical Garden terlebih dahulu. Di bagian depan Botanical garden ini terdapat aneka tanaman hias dan kolam kecil. Disini juga terdapat satu restoran Jepang Ryo Zan Tei tempat untuk melepas lelah setelah berjalan menyusui Botanical Garden. Menyusuri jalan setapak yang menurun kita bisa mengamati aneka tumbuhan herbal maupun tumbuhan langka lainnya. Tanaman yang menarik buat saya adalah sejenis pohon anggur tapi lupa apa nama latinnya. Ada dua jenis yaitu warna pink dan merah, sangat cantiiik... Menyusuri jalan setapak yang menurun, dari kejauhan tampak bangunan Green House, saya pun melihat-lihat beberapa koleksi tanaman yang ada di dalamnya. Semakin jauh kita berjalan kita akan menuju kawasan hutan yang dihuni beberapa spesies monyet liar, bahkan dari sini pun terdengar suaranya yang bersahut-sahutan. Saya pun jadi takut dech, jadi memutuskan untuk keluar aja dari Botanical Garden. Setelah keluar dari Botanical Garden, kami berjalan menuju ke Japanese Village, terlebih dahulu mampir ke toko souvenier untuk beli minuman dan beli souvenier, saya membeli magnet tempelan kulkas bergambar Colmare Tropicale, saya beli 1 pax isi 3pcs seharga RM 10.50. Lanjut...memasuki Japanese Village kita menapaki jalan yang terbuat dari susunan batu-batu kecil di bawah rimbunnya pepohonan hutan hujan tropik. Lalu sampailah kami lokasi di taman dengan aliran sungai yang terdapat ikan koi di dalamnya. Di taman ini juga terdapat beberapa air terjun mini, sayang gambar air terjunnya tertutup badan saya. hehehe.... Japanese Village terletak 3,500 kaki di atas permukaan laut, ini merupakan Japanese Village yang pertama dari jenisnya yang berada di luar Jepang. Taman ini dirancang oleh arsitek terkenal Jepang, Kaio Ariizumi dan dibangun oleh tim dari 22 pengrajin terampil dari Jepang. Taman ini berada dalam hutan hujan tropis yang rimbun dan memiliki fitur menarik seperti Japanese Tea House, disini tamu dapat memilih untuk berpartisipasi dalam Upacara Teh (4 sesi setiap hari) di mana kita akan belajar lebih banyak tentang budaya Jepang atau menyewa kimono untuk berfoto. Setelah keluar dari Japanese Garden, kami kembali ke tempat parkir berhubung tadi sebelum berangkat lupa ga isi BBM maka kami berniat untuk naik bus shuttle untuk ke Colmare Tropicale, tapi setelah bertanya ke security ternyata bus shuttlenya sedang ada masalah atau bahkan rusak, jadi mungkin harus menunggu agak lama. Akhirnya kami bawa mobil aja langsung ke Colmar Tropicale, kami sempat berhenti sebentar di gedung parkir yang berada di bagian depan hotel, bangunan berada di sebelah The Chateau. Gedung parkirannya mirip kastil gitu dech, dari atas kita bisa berfoto dengan latar belakang bangunan Colmare Tropicale. Selesai berfoto, kami lanjut menuju tempat parkir yang berada di bawah lobby hotel Colmar Tropicale, lalu naik lift menuju lobby hotel daaan...taraaaa....sampailah kami di Kota Colmar. Saatnya berfoto-foto...hehehe... Untuk mendapatkan view dari atas, kita bisa naik ke menara yang berada di ujung Colmar Tropicale ini, kita bisa naik lift atau naik tangga. Menara pandang ini terdiri dari 3 lantai, dari atas kita bisa melihat pemandangan bukit di seberang dengan beberapa bangunan bungalow di atasnya. Kami juga sempat menyaksikan pertunjukan tari di stage performance, pengunjung yang berminat juga boleh ikutan menari di atas panggung kok. Kalo saya sih pilih nonton dan berfoto bersama penarinya aja dech. Berikut Jadwal stage performance-nya; Di sini juga terdapat beberapa fasilitas seperti toko souvenier, toko roti, restaurant, tempat bermain anak, 6D motion ride, dll. Berjalan ke bagian ujung luar, kita bisa menuruni tangga untuk menuju ke kanal kecil, diatas aliran kanal ini terdapat beberapa angsa hitam dan putih yang berenang-renang. Terdapat tanda larangan untuk tidak memberi makan, tapi saya melihat beberapa pengunjung memberi makan tuch. hehehe... Setelah berfoto di dekat kanal ini saya kembali ke atas, untuk ambil gambar di bagian jembatan kastil ini, tapi sayaang saya lupa ga berfoto di depan air mancur yang ada patung burung bangaunya. hehehe... Oh ya, sewaktu saya foto-foto di atas jembatan ini tiba-tiba ada cewek panggil-panggil saya, "mak cik mak cik, boleh minta tolong fotokan saya?" Saya langsung noleh, saya bilang "mba dari Jakarta? Saya juga dari Jakarta lho". Dia jawab "Saya dari Bekasi". Lalu saya bilang, baiklah mari saya fotokan. Saya fotokan beberapa pose. Lalu kami berpisah disitu. Setelah itu kami pun kemudian memutuskan untuk pulang karena sudah mulai lapar, tapi sepertinya kami ingin makan siang di rest area Genting Sempah aja, yang lokasinya tak jauh dari terowongan genting sempah. NB : Untuk ke Colmare Tropicale bisa juga naik Shuttle bus dari Berjaya Times Square Kuala Lumpur. Harga tiket (sudah termasuk tiket bus PP, tiket masuk wisata ke Japanese Village dan Botanical Garden) : Dewasa : RM 60 Anak-anak : RM 55 Sebaiknya membeli tiket 1 hari sebelum keberangkatan untuk menghindari full booked. Info lebih lanjut tentang jadwal shuttle bus silahkan baca di http://www.colmartropicale.com.my/services.php
  22. 7 points
    TRIP REPORT HONGKONG-MACAU-SINGAPORE 17 -25 Oktober 2015 Halo lg guys, mo nulis FR lg nih, kali ini trip ke Hong Kong, Macau dan Singapore selama 1 minggu pada tanggal 18 Oktober - 24 Oktober 2015 lalu. Seperti biasa, saya pergi bersama pasukan, istri dan anak saya, bertiga aja kemana2 :) Sebenernya trip kali ini ga terpikir sebelumya, saya sudah rencana mau ngetrip jauh2 hari, tapi trip domestik. Berhubung sikon kantor kurang kondusif, maksudnya kepastian ijin cuti saya belum didapat dikarenakan hal-hal tertentu sehingga posisi saya waktu itu diPHPin sama kantor. Jadinya semua urusan tiket pesawat, hotel dan lain2 sama sekali blm saya urus. Jelang hari H, kira2 seminggu sblm hari H, eh itu ijin tau-tau keluar ijinnya. Cek cek cek...ternyata tiket ke destinasi domestik saya harganya sudah naik. Ga tau kenapa tiba - tiba terbersit ngerubah haluan...ke Hong Kong!!! Dan saat itu juga saya hunting tiket, penginapan dll. Tiket ke HK dan ke destinasi domestik saya ga jauh bedanya ternyata. Ya sudah sy putuskan saja ke HK. Langsung saja ya... Day #1 Sabtu 17 Oktober 2015 : Makassar - Jakarta - Singapore Ada pengalaman yang cukup bikin kesel stengah mati. Pada tanggal 18 kami berangkat dari Makassar. Jadwal penerbangan pada pukul 14.05 wita. Kami berangkat dari rumah pukul 12.30 wita. Dengan harapan biar cepet kelar urusan, langsung tinggal nungguin aja flightnya. Eh sudah pukul 15.00 baru ada pengumuman kalau delay, mundur jadi jam 16.30. Saya mulai berhitung kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi. Jika jam segitu berangkat berarti masih aman penerbangan lanjutan di CGKnya. Ya sudah tenang - tenang saja. Tapi ternyata sampai jam 16.30 pun tidak ada tanda - tanda kehadiran pesawatnya. Mulai gusarlah saya. Kembali berhitung dan mengira - ngira hmmm... Perkiraan dan kekawatiran saya pun benar terjadi bahwa pesawat akan baru take off jam 18.30, meleset sedikit yaitu tepatnya jam 18.15 wita. Pupus sudah, hangus tiket saya dari CGK-SIN hiks . Pesawat lanjutan ke SIN adalah menggunakan TR jam 19.40 wib. Secara teori, saya sudah mencoba merancang kemungkinan-kemungkinan yang akan tercover jeda durasi dari penerbangan 1 dari Makassar ke penerbangan 2 dari Jakrta yaitu selama 6 jam. Namun apa mau dikata, kenyataan jauh berbeda. Sampai CGK jam 19.30. 10 menit kemudian saya sampai di terminal 2. Harapan saya, pesawat TRnya delay haha . Nanya mbak - mbak counter ternyata pesawatnya on time berangkatnya. Ironisnya, pas saya sampai terminal 2, pas pada saat itu waktu take off pesawat tersebut . Saya kemudian diarahkan mbak counter tadi untuk menuju konter informasi di dalam gedung yang sama di keberangkatan 2E. Atas info mbak itu masih ada flight terakhir ke SIN pake 3K. Dan dia menyarankan untuk menanyakan di konter informasi itu. Sayapun juga baru tau kalau ternyata dikonter informasi ternyata "bisa" melayani tiket go show. Dadakan lagi! Alhamdulillah akhirnya saya dapet tiket ke SIN malam itu juga pakai 3K. Harga tiket perorang 600an, jadi totalnya 1,8jtan sekali jalan. Tiket saya ke HK adalah tiket terusan TR dengan rute CGK-SG-HK, jadi sebisa mungkin saya ngejar flight yang dari SG-HK di pagi hari besoknya (jam 6.05 waktu SIN) supaya ga rugi-rugi amat hangusnya . Opsi terakhir adalah pake AK besok paginya via KL, tp artinya itu benar-benar beli tiket baru dari CGK-HK via KL. Untung aja...(masih bilang untung)...saya masih dapet tiket malam itu. Rencana awal penerbangan jika pakai TR harusnya landed SIN jam 22.30 waktu SIN, sehingga masih banyak cukup waktu untuk beristirahat di Changi. Tapi karena insiden diatas, maka kami baru landed di Changi pada jam 00.30. Karena penerbangan 3K ada di T1 maka saya langsung geser ke T2 dimana penerbangan TR akan berlangsung besok paginya, jadi maksudnya supaya lebih mudah kalo kita kesiangan . Sampailah kami di T2 dan langsung cari spot tidur. Ini adalah pengalaman kami pertama kali tidur di airport. Sebelumnya ga pernah kepikir . Tempat mojok kita saat itu di T2 Lt 2 diatas cekin counter. Ternyata disitu sudah banyak orang-orang yang mojok juga. Gelar kain pantai dan sajadah supaya tidak terlalu dingin, dan tidurlah kita. Saya sendiri cuma bisa tidur 2 jam. Day #2 Minggu 18 Oktober 2015 : Singapore – Hong Kong Jam 4 pagi bangun ternyata sudah ramai dibawah sana. Kami lalu siap - siap, cekin, dan menuju ruang tunggu. Sesuai jadwal penerbangan kami take off jam 6.05. Dipesawat kelar sarapan yang sudah kami pesan online bersamaan dengan reservasi tiket, setelah makan lalu langsung tidur lagi. Jam 10.30 kami akhirnya landed di HKIA. Setelah kelar urusan imigrasi yang ga ribet, kami istirahat bentar di Arrival Hall yang guede itu. Cari ganjelan perut lagi, minum-minuman hangat, dan cari Octopus Card buat modal keliling HK. Mengenai Octopus Card pasti dah banyak yang tau kali ya. Kalo ga tau tinggal gugling aja, banyak kok informasinya, salah satu hal penting dimiliki selama di HK. Tadinya, list itinerary saya pertama setelah landing adalah langsung menuju ke Ngong Ping dan Disneyland. Tapi karena kami sepertinya kelelahan karena kurang tidur, akhirnya saya ubah itin. Setelah istirahat sejenak kami lanjut menuju penginapan kami di Kowloon pake bus. Bisa pake kereta cepat bandara, tp harganya jauh lebih mahal, sayang duitnya . Lokasi terminal bus di HKIA adalah setelah keluar dari Arrival langsung belok kanan, jalan aja terus ikutin orang-orang nanti ga lama ketemu terminal busnya. Rute – rute busnya sendiri terpampang sangat jelas disana jadi tidak perlu bingung. Tarifnya saya lupa…kalo ga salah sih HKD 33 ya. Kalo pake kereta bisa kena HKD 100, 3 kali lipat . Sayang kan, harga segitu bisa buat bertiga padahal. Bus dari airport bisa langsung dibayar pake Octopus Card tadi. Busnya sendiri model double decker, jd enakan ambil seat diatas biar bisa bebas lihat-lihat pemandangan. Jalannya santai jadi ya agak lama, sekitar 1 jam kami baru sampe di Kowloon tepatnya di distrik Tsim Sha Tsui (TST). Lokasi ini sebelumnya sudah saya riset, dan putuskan untuk ambil lokasi disini karena pertimbangan beberapa hal, tapi belakangan saya justru lebih prefer ambil di HK Island aja daripada di TST. Bus berhenti tidak jauh dari lokasi penginapan saya. Sampe Hostel langsung bersih-bersih dan istirahat tidur lagi. Nama penginapannya adalah Ashoka Hostel yang berlokasi di gedung Chungking Mansion. Gedung ini sendiri sepertinya sudah sangat terkenal karena kalo boleh saya bilang, gedung ini adalah sebuah kampung kecil, karena isinya lengkap banget, ada penginapan hostel maupun hotel, restoran, laundry, souvenir, toko kelontong dll, lengkap pokoknya. Satu gedung disebelahnya juga sama, yaitu Mirador Mansion. Sekilas tentang lokasi penginapan ini, kalau boleh saya bilang, daripada Chungking Mansion, masih lebih baik di Mirador. Chungking terlalu rame, ramenya pake banget, ya persis seperti kampung gitu, ramai sekali orang-orang didalamnya dengan berbagai aktifitas. Dan yang sedikit bikin ga nyaman adalah calo-calo penginapan dan restoran yang kadang suka maksa dan ngikutin kita terus. Pertama kali saya masuk gedung langsung dikuntit oleh beberapa orang, cukup saya tunjukkan printout bukingan penginapan saya dan sayapun bebas dari kerumunan mereka . Satu lagi adalah calo-calo restoran, bukan calo sih ya…tapi seperti orang-orang suruhan pemilik resto yang menginginkan dia mencari orang agar datang dan makan di restonya. Orang-orang ini juga gigihnya luar biasa haha . Ga cukup sekali dua kali ditolak/diusir. Bikin risih. Sajauh pengamatan saya, di Mirador Mansion gak gitu-gitu amat deh. Ya tetap ada sih tapi ga seramai di Chungking. Sayangnya saya tidak mengambil foto di depan Chungking Mansion maupun foto ashoka hostelnya. Uniknya, di Chungking Mansion terdapat 2 lift, 1 untuk lantai genap, dan satunya lagi lantai ganjil. Jadi perhatikan saja dimana kita harus naik lift menuju penginapan kita, tertulis di printout bukingan via Booking com. Untuk Ashoka sendiri terletak di lantai 13. Saya ga perhatikan di printoutnya, ternyata sudah tertulis bahwa CSnya hostel ini ada di lantai 16. Aneh banget kan . oke…sayapun naik ke lantai 16 pakai tangga. Yup, pake tangga karena lift dari lantai-lantai setelah lantai dasar tidak ada pencetan keatas lagi, Cuma ada panah ke bawah. Sampai di lantai 16 ternyata disitu ada Delta Hotel. Pemiliknya sama ternyata. Kami cekin waktu itu sekitar jam 12.30, dan ternyata kami diijinkan masuk, padahal seharusnya jam 2 siang baru boleh masuk. Alhamdulillah…bisa cepat istirahat. Masuk, beberes, madi, dan tidur, bayar kurang tidur semalem. Bangu jam 5 sore. Mandi, dan langsung jalan, langsung menuju Avenue of Stars (AOS). Yaitu tempat seperti Walk of Fame nya di LA gitu. Sampai sana ternyata AOS sedang direnov…yaaahhhh…ga bisa deh poto-poto. Akhirnya kami nongkrong aja di dekat clock tower situ melihat-lihat pemandangan malam kota HK diseberang laut sana. Tidak lama disitu akhirnya kami putuskan untuk cari makan, nyebrang ke HK Island tujuannya adalah warung malang. Pelabuhan penyeberangannya dekat banget dengan clock tower. Jalan sekitar 200-300m udah sampai. Karena tujuan kita adalah warung malang, maka kami beli tiket menuju Wan chai pier. Dari Wan chai pier kami jalan kaki, cukup jauh ternyata. Muter muter muter kok ga nemu…nanya sama beberapa orang HK ga ada yang tau. Untungnya ketemu beberapa kali dengan TKW yang baik-baik, mau nunjukin dan nganter pula. Ada satu mba mba TKW yang kita temui bersedia nganter, dalam perjalanan dia banyak cerita ini itu, sampai suggest kita beli kartu SIM HK. Eh ga taunya dia malah nganterin kita ke konter jualan simcard, bukan ke tempat makan . Saya sendiri memang tidak berencana membeli simcard karena kan tidak lama di HK. Soal simcard, di HK ada simcard khusus untuk orang-orang Indonesia, namanya saya lupa, tapi yang jelas disana terpampang gede tulisan berbahasa Indonesia. Kalau lokasinya saya masih inget. Kami lalu berpisah dengan mba nya karena dia beda arah, dan untuk menghargai si mba tadi akhirnya kami berjalan kearah yang ditunjukkan. Tapi karena kami memang tidak rencana beli simcard jadinya ya Cuma muter bentar aja disitu liat-liat. Ga lama kamipun jalan arah balik, dan tanpa sengaja justru menemukan warung “Sedap Gurih”, tertulis Halal. Walaupun saya sendiri agak meragukan kehalalannya karena yang jualan orang-orang Chinese. Bisa berbahasa Indo patah-patah. Karena perut sudah lapar ya sudahlah sikat aja makanan disitu. Mudah-mudahan benar Halal. Selesai makan kami pun balik ke Kowloon. Kali ini tidak pakai kapal penyeberangan tapi pakai MTR. Dari lokasi warung sedap gurih kami pake Tram menuju Admiralty station. Naik sekali aja udah sampai di TST Station. Jarak dari TST staion ke Chingking todak jauh, hanya sekitar 200-300m saja. Sampai hostel istirahat lagi untuk Day #3 Senin 19 Oktober 2015 : Ngong Ping dan Ladies Market Bangun pagi jam 7, mandi, siap-siap, cari sarapan sekedarnya di sevel sebelah Chungking Mansion. Lalu ke TST station untuk menuju Ngong Ping. Perlu 2x ganti kereta. Kereta pertama dengan rute TST-Lai king, lalu dilanjutkan lagi dari Lai king station-Tung cung station. Dari tung cung kami memilih naik Cable Car menuju Ngong Ping. Sebenarnya ada 2 pilihan, bisa naik bus, bisa juga naik cable car. Kami memilih naik Cable Car karena kapan lagi kesini naik Cable Car yang rutenya cukup jauh dan melintas diatas laut… Harga tiket lumayan mahal. Untuk Standar cabin kena HKD115, anak-anak HKD60. Sementara kalo pake bus Cuma sekitar 30an dollar aja. Pembelian tiket bisa booking internet, bisa juga on the spot. Nah untungnya saya ga beli online, coba kalau dah keburu beli waktu itu, badan masih remek masa harus dipaksakan jalan-jalan pada hari pertama, yang ada malah ga menikmati. Tapi ga enaknya ya harus ngantri beli tiketnya. Ngantrinya afgan lagi...puanjaaaaaaang…kami ngantri ada kali 1 jam. Keuntungan naik cable car selain bisa melihat pemandangan, juga jaraknya yang jadi lebih dekat, perjalanan kurang lebih 30 menit. Sementara kalua naik bus, rutenya memutar gunung, jadinya jauh, bisa 1jam dari Tung cung-Ngong ping atau sebaliknya. Pada saat akan sampai, sudah terlihat di kejauhan patung Buddha raksasa. Disitulah lokasi Ngong Ping. Sampai di ngong ping langsung poto-poto dulu dong haha Tempatnya sendiri luas, ada beberapa spot wisata disana, yaitu Tian Tan Buddha, Ngong Ping Piazza, Po lin Monestery, Wisdom Path, Lantau Peak, dan satu lagi saya lupa sebutannya…yaitu jalur treking di bukit-bukit sekitar situ mengitari area Ngong Ping. Pilihan terakhir tidak kami ambil karena sudah lelah. Tian Tan Buddha, Ngong Ping Piazza, dan Po Lin Monestery berada di satu kawasan yang berdekatan, sementara Wisdom Path cukup jauh, sekitar 500m. Kelar dari Ngong Ping kami pulang, tapi ga naik cable car lagi, kami ambil bus ke Tung Cung. Terminal busnya dekat dengan pintu masuk Ngong ping, jadi pas kita datang udah keliatan tuh terminalnya. Jadwalnya juga jelas dan sangat ontime. Dari Tung cung pake MTR lagi menuju TST dengan rute yang sama namun kebalikannya. Tadinya mau langsung ke ladies market, tapi sepertinya ini badan udah lengket ga keruan. Jadi kami balik dulu ke hostel, mandi, dan istirahat bentar. Lepas magrib kami mulai jalan lagi menuju Laddies Market (LM). Kembali kami ke TST station dan ambil rut eke Mong Kok. Lokasi LM mudah sekali dicapai. Pokoknya ikuti saja apa yang ada di Google Maps, semua lengkap dan akurat. Oh iya, sekedar info, tadi kan saya bilang ga beli kartu sim HK, lah kok bisa pake Google Maps??? Jadi gini…Google Maps itu akan menyimpan semua cookies chache dll lokasi-lokasi yang udah pernah kita jelajahi (pernah kita lihat di smartphone kita). Selagi masih di Indonesia, saya buka-buka terus maps yang berlokasi di HK (dan Macau serta Singapore), setidaknya lokasi-lokasi yang akan kita rencanakan untuk dilewati. Begitu sampai di HK, meskipun smartphone kita tidak dapat sinyal internet, kita masih bisa buka maps lengkap dengan keterangan-keterangan yang ada secara offline. Itulah mengapa saya tidak membeli simcard, karena kebutuhan saya/alat bantu yang paling penting dalam sebuah perjalanan hanya GPS dan Mapsnya saja, internet bisa diakses dari wifi hostel ataupun tempat-tempat yang memang menyediakan akses wifi gratis. Nah bicara menganai akses wifi di HK, jangan kuatir, di HK banyak sekali tempat-tempat yang ada akses wifi gratisnya, terutama ditempat-tempat public. Saya juga baru tau…jadi bukan sengaja ga beli simcard karena itu loh…karena hal tersebut baru saya ketahui selama ada disana. Balik ke leptop. Menurut saya, LM tidak begitu menarik. Banyak barang murah, tapi kualitas barang sesuai dengan harganya yang murah alias tidak begitu bagus kualitasnya. Bagi saya, yang disebut barang murah adalah barang dengan harga murah tapi kualitas barang tidak dikorbankan. Alias ada valuenya disitu. Nah di LM tidak demikian. Saya kaget sewaktu tiba-tiba melintas di depan kios tshirt. Penjualnya ngomong “100-5”, maksudnya HKD100 dapet 5 kaos. Lalu saya datangi kios itu, liat-liat barangnya, ga menarik , bahannya menyedihkan. Eh tiba-tiba dia bilang “100-8”. Byuuuuuh….murah amat diobral. Yah karena sy sudah ilfil dengan bahannya jadi ya tetap tidak saya beli. Eh dia teriak lagi…”100-9”…masyaAllah…hahaha . Tapi sesuai yang saya bilang diatas, harga barang berbanding lurus dengan kualitas. Skip deh. Saya Cuma beli beberapa souvenir khas HK saja disana. Karena hampir semua dagangannya tidak begitu menarik, pendapat saya pribadi loh ya… Belakangan ternyata harga souvenir hampir sama dimana-mana, bedanya, kalo di LM kita harus tawar-menawar. Paling males deh sama nawar-nawar gitu. Soalnya salah-salah justru bisa jadi lebih mahal dari tempat lain. Pulang dengan tangan setengah hampa, LM diluar ekspektasi saya dan istri. Banyangan kami, LM itu seperti di Chatuchak atau Pratunam di BKK, yang barang-barangnya murah tapi kualitasnya ga gitu-gitu amat jeleknya. DI BKK pun saya lebih suka beli oleh-oleh di MBK, udah tempatnya bersih, berAC, harga jelas. Bener-bener diluar dugaanlah di LM…Hong Kong gitu loh…kota fashion yang deketan sama daratan China…kirain bakalan dapet harga lebih murah dan punya kualitas bagus daripada di Thailand…eh ternyata… Pulang sampe Chungking langsung cari makan. Bingung cari-cari karena banyak disana, dapetlah restoran Malaysia (katanya sih gituh ). Pesan nasi lemak, yang keluar bubur hahaha . Jadi itu nasinya benyek gitu, ga tau tuh gimana cara masaknya, kaya nasi basi gitulah...benyek-benyek menjijikkan gitu untungnya si owner melihat mimik wajah aneh kami, dia menawarkan untuk ditukar, ya sudah kami minta tukar nasinya menjadi nasi yang normal saja hahaha . Rasanya…haduh…ga lagi-lagi deh . Ini pertama kalinya kami makan di Chungking Mansion, soalnya sudah pada kecapekan, males mau jalan jauh lagi. Dan lagipula harganya itu loh…mahal-mahal euy…rata-rata harga makanan diatas HKD50 atau sekitar IDR100. Ini kantong beraaat banget buat keluarin duit. Mending makanannya jelas…lah ini… . Sebenarnya di warung Sedap Gurih juga ga murah-murah amat, harga makanan juga sama, sekitar HKD 50-70, tapi rasa dan seleranya jelas. Kalau di Chungking banyakan masakan-masakan India gitu. Saya sendiri ga gitu cocok dengan selera India. Paling kalo terpaksa ya briyani atau roti prata/canai aja. Sebenarnya di Chungking banyak warung halalnya, hanya saja hampir semuanya orang India yang punya. Ada 1 chinese food halal disana, belom sempat nyoba juga sih, mahal sih harganya . Ada juga masakan Turki kebab-kebaban gitu. Kalo kalian muslim dan ga rewel soal makanan, sepertinya ga jadi masalah kalo tinggalnya di Chungking Mansion karena banyak makanan halalnya disana. Diluar Chungking saya belom pernah nemu masakan halal selain di HK island. Oh iya, selagi di LM (Mong Kok) juga beberapa kali ditawari orang-orang India gitu bilang Halal food. Disana juga ada 1 resto Indonesia, tapi sayangnya tidak halal, karena jelas-jelas tertulis menu bahan daging babi. Day #4 Selasa 20 Oktober 2015 : The Peak, Time Square, AOS. Kali ini kami bangun agak siang sekitar jam 8 karena si kecil kayanya kecapekan, jadi kami biarkan saja dia tidur sepuasnya dulu. Mulai start jalan sekitar jam 9. Seperti biasa, cari sarapan sekedarnya. Dari penginapan kami menggunakan MTR menuju Admiralty station. Di dekat Admiralty station ada semacam tempat ngetem bus-bus yang akan menuju ke The Peak langsung, maupun ke stasiun Tram menuju The Peak. Saya sendiri pakai bus menuju ke stasiun Tram. Sebenarnya harganya lebih mahal naik tram daripada naik bus. Tapi kapan lagi bisa naik tram yang bisa mendaki gunung? Di loket penjualan tiket tram tersedia tiket one way atau return. Ada juga tiket paketan, tiket tram itu sendiri plus tiket masuk ke Sky Terrace. Saya beli paketan tiket tram one way plus sky terrace. Secara umum, menurut saya satu-satunya hal yang menarik adalah naik tram nya itu sendiri. Di lokasi The Peak kalo boeh dibilang tidak ada yang special. Atraksi utama disana adalah kita bisa liat kota HK dari ketinggian. Udah…gitu aja . Nothing special. Yah…buat sekedar tau aja sih. Mungkin pemandangan akan lebih bagus jika berkunjung pada malam hari. Tapi…menurut cerita-cerita orang-orang, semakin malam akan semakin ramai, artinya antrian menuju the peak dan suasanya diatas sana bakalan heboh dengan keramaian. Pada saat kita baru turun dari Tram, kita akan digiring melewati toko-toko souvenir. Saya cukup kaget juga, ternyata harga-harga souvenir disini ga gitu-gitu mahal. Jadi menurut saya, daripada ke Ladies Market, mending kalo ke The Peak sekalian aja beli beberapa souvenir sekalian. Karena disini kita ga perlu kuatir ketipu dengan harga barang. Jatuhnya sama beti-beti kok. Beberapa item ada yang sama harganya. Okey…setelah “puas” berada disana yang panasnya naujubilah, sampe mata perih karena sangat terik, kamipun turun menuju terminal bus. Ya…kami tidak naik tram lagi, sengaja, biar ngirit hahaha , yang penting udah ngerasain tramnya kan. Ternyata rute bus dari/ke The Peak lumayan beda jauh, muter-muter perbukitan. Kalo naik tram hanya diperlukan waktu hanya 10-15 menit, sementara kalo naik bus bisa 45mnt-1jam. Namanya juga lebih murah . Rute bus nya sendiri hanya ada dari The Peak menuju Central. Padahal saya maunya turun di Admiralty supaya tidak kejauhan. Eh ternyata, saya cek di Gmaps, itu rute busnya sebenarnya juga ngelewatin akses ke Admiralty station, saya lupa daerah apa, jadinya saya ga turun di Central, jalan dikit udah sampe di station. Dari Admiralty saya menuju ke Causeway bay station untuk mencari kembali warung malang yang kemarin ga ketemu. Penasaran. Ternyata, pada hari pertama saya mencari itu, saya disorientasi, jadi agak bingung membaca maps. Nah kali ini, lokasinya ternyata memang sama persis dengan apa yang ada di Gmaps, tertera disitu “Warung Malang Club”. Secara posisi, ini warung memang ga mencuri perhatian, hampir ga keliatan, karena dia berada di lantai 3 ruko-ruko gitu. Kami makan disitu. Masakannya juga enak. Ibunya ramah banget. Ga kaya waktu di Sedap Gurih. Ciciknya agak-agak jutek gitu. Di Warung Malang jelas terlihat label halal, ditambah lagi si ibu penjual dan anak-anak buahnya semua memakai hijab. Sudah kenyang, kami lanjut jalan kaki menuju Jardines Bazzar dan Jardines Cressent. Nah menurut saya, buat para cewe-cewe, disinilah sebaiknya berbelanja. Banyak toko-toko fashion maupun kaki lima yang dagangannya lebih beragam dibanding di Ladies Market. Setelah muter-muter disitu kami lanjut jalan kaki lagi menuju Time Square, mall elitnya HK. Ga belanja sih, cuma pengen tau aja kaya apa. Wong kita Cuma nongkrong-nongkrong aja disana, sambal menfaatin wifi gratis dari beberapa gerai toko di mall itu, skalian ngelurusin kaki. Sudah capek, sudah gempor, kami lalu pulang kembali ke hostel. Istirahat bentar sampe magrib. Selepas magrib kami menuju AOS lagi untuk menikmati malam terkahir kami di HK sambal ngeliat Symphony of Light, yang saya bilang sih juga biasa-biasa aja…permainan lampu dan laser dari gedung-gedung tinggi disebrang sana, di pulau HK. Permainan lasernya sih yah…cukupan lah…Cuma yang bikin annoying adalah music pengiringnya, kok kaya ga nyambung dan ga elegan gitu ya. Malamnya cari makan lalu balik ke kamar untuk packing karena besok paginya kami akan bergeser ke Macau. Day #5 Rabu 21 Oktober 2015 : Hong Kong – Macau – Hong Kong Saya sengaja tidak menginap di Macau, karena sebelumya saya sudah cari-cari referensi di blog-blog. Kesimpulan saya, tidak banyak hal menarik di Macau. Dari beberapa tulisan banyak yang memasukkan itinnya ke casino-casino terkenal disana. Hmmm…bagi saya kayanya biasa aja sih ya. Lagian saya kan juga bawa anak kecil, mana bisa masuk casino hahaha . Okey…dari penginapan di chungking kami start jalan kaki jam 6.30 menuju ke pelabuhan Hong Kong China Ferry Terminal. Sampai sana jam 6.45 lah kira-kira. Jarak hanya sekitar 500m. Jadwal kapal paling pagi ada di jam 07.00. Bangunan ini sama sekali tidak menunjukkan ciri-ciri sebuah pelabuhan, tapi lebih ke sebuah Mall. Dan memang benar saja, bangunan ini sebenarnya adalah sebuah Mall, tapi didalamnya ada pelabuhannya. Mungkin dulunya berupa bangunan terpisah trus direnov trus jadi satu kesatuan bangunan. Mungkin loh ya…kira-kiranya saya aja hahaha . Untuk menuju ke hall pelabuhan kita harus naik ke Lt.1. Pelabuhannya juga bersih banget, udah kaya bandara aja, ada gate-gate nya gitu. Nah trus dipelabuhan ini juga ada imigrasinya, karena destinasi-destinasi kapalnya semua keluar “negara” HK. Setelah beli tiket on the spot (bisa juga beli online di http://www.turbojet.com.hk/en/ ), lalu menuju imigrasi, lalu ke ruang tunggu, kapal diberangkatkan tepat jam 07.00. Semua proses-proses itu dilewati dengan tanpa ada masalah. Petugas imigrasinya juga ga ketat-ketat amat jadi semua berjalan lancer hanya dalam waktu kurang lebih 15 menit saja. Masuk kedalam kapal, cari seat dan…konek wifi! Ya…di kapal ini disediakan wifi gratisannya. Asik banget kan . Kapalnya juga bersih banget. Seatnya kaya di pesawat tapi lebih lebar. Perjalanan laut dari Hong Kong menuju Macau ditempuh dalam waktu sekitar 50mnt sampai 1 jam. Ga lama sampailah kami di pelabuhan Macau Outer Ferry Terminal yang ga kalah bersihnya dengan yang ada di HK. Jam 8 kami turun kapal. Tujuan pertama adalah mencari tempat penitipan tas. Menurut keterangan yang ada di blognya mba Vicky Kurniawan, ada 2 tempat penitipan tas. DI lantai 2, dan di lantai dasar. Karena saya mendaratnya masuk ke arrival hall di lantai 2, maka saya mencarinya disitu. Tempat penitipan tas ini modelnya self service, terdiri dari banyak loker-loker penitipan yang cukup besar, sepertinya ada beberapa pilihan ukuran ruang loker, saya ga gitu perhatikan detail. Biayanya kalau ga salah MOP 20/jam (20 Pataca, mata uang Macau). Setelah nukerin uang HKD, saya coba sewa loker ini untuk selama 8 jam. Entah kenapa, beberapa kali saya coba masukkan uang selalu keluar lagi uang saya. Bolak balik, dan coba berbagai pecahan uang lain tetap ga bisa. Padahal masih ada sisa 1 loker lagi yang kosong. Ya sudah, setelah beberapa kali mencoba dan tidak berhasil, kesimpulan saya semua loker penuh terpesan, dan sisa 1 aja rusak. Saya coba cari tempat penitipan tas di lantai dasar, tapi ternyata tidak ada. Mungkin dulunya ada sesuai keterangan di blog nya mba Vicky tadi, nanya ke petugas juga katanya Cuma ada di lantai 2. Apa mau dikata, kami harus jalan-jalan di Macau dengan membawa Backpack kami yang berat L . Apesnya lagi…beberapa keterangan yang mengatakan bahwa untuk nebeng menggunakan free shuttlebus dari pelabuhan ke casinobisa mengakomodir anak-anak. Ternyata saya ditolak! Hiks L. Karena saya bawa anak kecil sementara batas usia buat nebeng minimal 21 tahun. Saya berencana nebeng ke Hotel Grand Lisboa yang bertujuan agar dekat dengan Senado Square, tujuan yang pertama kami sesampainya di Macau. Lalu saya coba tunggu tebengan ke hotel lain yaitu hotel sintra. Tapi ditunggu-tunggu kok ga dateng-dateng. Akhirnya daripada waktu yang sempit ini terbuang, saya terpaksaaaaaaaaaaaaaaa banget naik taksi ke senado square hwuaaaa… L. Kena MOP34, yah sekitar 60-70rb rupiah lah. Ga mahal-mahal amat sih, tapi rasanya ga puas aja harus pake taksi. Oh iya, sekedar info saja, bagi yang belum tau, jadi kalo di Macau itu kita bisa nebeng dengan bebas free shuttlebus yang memang disediakan oleh oleh-hotel yang ada Casino nya di Macau. Katanya sih bebas untuk siapa aja, tp nyatanya karena saya bawa anak kecil, saya tidak diijinkan ikut bus itu. Mungkin tidak semua juga sih. Bagi yang mau ke Pulau Taipa, nunggu bus nya harus nyebrang dari pelabuhan. Tapi kalo cuma mau ke Macau bagian peninsula, ga perlu nyebrang, tinggal jalan aja dikit diluar pelabuhan, keluar dari kedatangan langsung belok kiri, disitu banyak bus-bus yang ngetem nunggu penumpang penuh ke berbagai tujuan. Okey setelah turun dari taksi di Senado Square, kami istirahat bentar disana, duduk-duduk, beli ganjelan perut, ngopi-ngopi bentar dan foto-foto. Saya tidak melihat satupun makanan halal disini. Satu-satunya makanan yang kami rasa paling "aman" adalah McD, pilih burger yang isi ikan. Terlepas dari minyak apa yang dipakai, paling tidak kami sudah sangat berhati-hati dalam memilih makanan karena tidak ada pilihan lain lagi, daripada kelaperan. Setelah puas disana, kita lanjut jalan kaki menuju Ruins of St.Paul, ikon kota Macau, berupa bangunan gereja yang sudah tinggal dinding depannya saja. Jarak dari Senado Sq ke St.Paul tidak jauh, hanya berkisar kira-kira 500-600m, petunjuknya jelas yang terpasang disepanjang sisi jalan mulai dari Senado Sq, tinggal ikuti saja. Foto-foto disitu sambil duduk-duduk istirahat. Setelah itu lanjut ke sebelah St.Paul ada benteng tua peninggalan jaman Portugis, namanya Monte Fort (Mount Fortress), dinamakan demikian karena benteng ini terletak diatas bukit. Jadi agak perlu usaha manjat beberapa anak tangga untuk mencapai benteng ini. Bebas masuk kedalam benteng tanpa dipungut biaya. Enaknya di Macau, mungkin hampir semua tempat-tempat tujuan wisatanya gratis, bahkan ada 1 theme park namanya Fisherman’s Wharf pun juga gratis. Tapi saya tidak kesana, karena selain waktunya juga tidak cukup, beberapa referensi juga mengatakan tidak terlalu bagus isinya alias biasa saja. Setelah itu tidak ada lagi tujuan kami di Macau, jadi saya putuskan untuk kembali ke pelabuhan saja dan menunggu jadwal kapal balik ke HK sambal istirahat di loby nya yang adem. Kami jalan kaki kearah belakang St.Paul lalu belok kanan. Dalam perjalanan itu tanpa sengaja kami lihat sebuah toko souvenir yang bertuliskan “Indonesia Philippines Store”. Penasaran, masuklah kami kedalam. Ternyata penjaga tokonya orang Indonesia. Bosnya orang Chinese Macau, baek banget, ramah. Harga-harganya sih standar, ga murah, tp juga ga mahal-mahal amat. Beli beberapa souvenir lalu lanjut lagi jalan kaki. Sebenarnya istri udah merengek-rengek minta naik taksi. Tapi saya ga mau haha . Namanya juga jalan-jalan, ya harus jalan biar bisa ngelihat dan tau banyak hal. Saya lalu teringat ada satu-satunya masjid di Macau. Karena sudah masuk waktu shalat, sekalian dalam perjalanan pulang itu mampir masjid dulu. Saya bilang aja mau mampir masjid dulu, nanggung jaraknya. (Saya sengaja ga bilang kalau jaraknya nyampe 3 kiloan dari St.Paul, saya tau karena sudah ceh di Gmpas ). Jalan…jalan….jalan…sampailah kami di dekat waduk. Kalau ke kiri ke arah masjid, kalo lurus ke arah waduk dan pelabuhan. Saya mampir shalat. Sementara istri nunggu di taman dekat waduk itu. Kebetulan istri sedang tidak shalat. Di taman waduk itu ternyata tempat berolahraga warga Macau, ada beberapa fasilitas olahraga yang bisa dipakai secara bebas disana. Dan sedikit uraian mengenai masjid Macau, masjidnya kecil banget, mungkin lebih tepatnya disebut mushalla kalau di Indonesia, saking kecilnya. Dari persimpangan waduk yang saya sebutkan tadi sudah keliatan gerbang masjid, kira-kira hanya berjarak 200-300m saja. Pas saya kesana, ternyata edang ada perkumpulan orang-orang muslim yang bermukin di Macau. Banyak orang Indonesia, menurut mereka, sebenarnya ini adalah acaranya orang Pakistan, mereka rutin mengadakan pertemuan di measjid ini setiap bulan untuk silaturrahmi. Mereka membawa makanan masing-masing dan akan memakannya sevara bersama-sama. Tapi karena banyak juga muslim dari negara lain, akhirnya mereka berbaur dan makan bersama dengan seluruh jamaah yang ada disana sat itu. Sayapun sebenarnya juga diundang makan, tapi sungkan, lagipula nanti istri yang lagi nunggu di taman waduk kelamaan nunggu saya. Maka setelah selesai shalat, saya langsung berpamitan saja dengan orang-orang yang ada disitu. Balik ke taman waduk tadi. Dawi waduk itu, sudah keliahatan bangunan pelabuhan Macau, berjarak kira-kira 500m. Lanjut lagi jalan kearah pelabuhan dan menunggu jadwal kapal. Oh iya, sewaktu dari HK dan mendarat di pelabuhan Macau, saya langsung beli tiket balik ke HKIA. Ya, saya beli tiket balik dengan tujuan langsung ke Airport di HK. Dengan tujuan supaya tidak perlu lagi gonta ganti transportasi. Disinilah kesalahan saya, seharusnya duluuu….pas bikin itin…seharusnya saya ambil flight saja dari Macau langsung Singapura tanpa perlu balik lagi ke HK dulu. Tapi entah kenapa…kenapa tidak sampe kepikir saat itu. Saya udah terlanjur beli tiket pesawat HK-SG. Ya sudahlah…dah terlanjur juga. Padahal harga tiket kapalnya juga cukup mahal. Kalo dirupiahin sekitar 500rb per org dewasa. OK, singkat cerita, baliklah saya ke HK langsung ke HKIA. Di pelabuhan Macau kembali masuk imigrasi. Dan perlu diketahui, jika kita ambil rute kapal dari Macau langsung ke HKIA, maka sesampai di bandara HK tidak masuk imigrasi lagi, jadi langsung masuk ke airside dan sudah dianggap steril, ga bisa keluar bandara lagi. Lagi-lagi ini adalah suatu kesalahan, 2x kesalahan. Kesalahan yang pertama, karena akibatnya saya jadi ga bisa refund kartu Octopus saya karena lokasi konternya berada di hall depan airport. Lumayan ada deposit saya sebesar HKD50, kalo dikalikan 3 udah dapet HKD150, ditambah lagi sisa HKD yang masih belum kepakai didalam kartu itu. Buat beli makan malam juga bisa tuh…hiks L . Jadinya kartu itu dibuat sebagi kenang-kenangan aja Kesalahan yang kedua, saya jadinya terlalu cepat tiba di HKIA dimana seharusnya saya masih bisa menghabiskan waktu di Macau. Perkiraan saya kenapa saya ambil jadwal kapal yabg jam 16.30, karena jika kapal berangkat pada jam itu, maka memerlukan waktu 1 jam sampai di HK jam 17.30, masih kena urusan imigrasi dll yang bisa memakan waktu sekitar 1 jam juga, anggaplah kelar semua urusannya jam 18.30. Jadwal pesawat HK-SG jam 21.40, jadi pas waktunya. Ternyata semua perhitungan saya jauh meleset karena tidak hati-hati membaca referensi-referensi yang sudah tertulis di blog. Akibatnya saya sudah tiba di HKIA jam 17.30 dengan hanya perlu melakukan cekin yang memakan waktu tidak lebih dari 15 menit. Kecepetan banget kan. Balik ke urusan kapal. Setelah beres semua urusan, kami lalu ditransfer ke main hall keberangkatan HKIA. Disini baru saya melihat betapa besarnya airport ini. Luas banget…jalan dari ujung ke ujung jauhnya minta ampun. Sambil menunggu jadwal penerbangan kami mencari makan malam dulu. Lagi-lagi saya dapat info dari blognya mba Vicky Kurniawan yang mengatakan ada 2 resto halal di HKIA, satu di landside, satunya lagi di airside, di ruang tungu bandara. Yang di Landside tidak saya temukan sewaktu mendarat pertama kali di HK. Nama restonya adalah “Popeyes Lousiana Kitchen” cari aja ngider-ngider tempat makan di lantai atasnya ruang tunggu. Sejauh ini yang saya lihat memang inilah satu-satunya resto halal yang ada di HKIA. Belakangan saya juga baru tau ternyata di Singapura juga ada banyak cabangnya, dan sama-sama bersertifikat halal. Selesai makan lalu menuju ke ruang tunggu. Karena gate pesawat kami belum tertera di boarding pass, maka kami acak milih kursinya. Gate belum ada karena kita tadi cekin terlalu cepat. Dan setelah beberapa lama menunggu kepastian gate kami, ternyata di display informasi penerbangan, pesawat kami kena delay yang lumayan lama, dari seharusnya boarding jam 21.10 menjadi jam 23.55 L. Saya manfaatkan untuk istirahat. Untuk tempat shalat, tidak saya temukan ruang shalat di bandara HKIA, sama sekali tidak ada petunjuknya. Jadilah kami shalat di ruang tunggu bandara yang luas itu. Sementara si kecil sudah tidur duluan. Setelah menunggu beberapa lamanya, akhirnya saya dapatkan informasi gate pesawat kami. Sialnya jaraknya ternyata lumayan jauh, harus turun lagi 1 lantai. Day #6 Kamis 22 Oktober 2015 : Hong Kong - Singapura Akhirnya tepat jam 00.30 pesawat take off menuju Singapura. Sebenarnya, singapura tadinya tidak masuk dalam list perjalanan saya. Tadinya rencana saya adalah Hong Kong-Senzhen-Macau, tapi karena setelah baca-baca referensi di Senzhen tidak begitu ada hal yang menarik akhirnya saya skip dan alihkan mampir ke Singapura karena kebetulan istri dan anak saya juga belum pernah ke Singapura. Jam 4.00 kami landed Singapura. Langsung mencari tempat pewe buat tidur lagi. Jam 6.30 kami bangun dan keluar bandara. Sebenarnya kalopun eluar kami juga belum tau mau ngapain, kalopun tetap di bandara juga bingung, udah mulai rame dan jd ga tenang juga istirahatnya. Hotel yang kami pesan baru akan menerima kami jam 14.00. Kali ini saya tidak memilih hostel, tapi sengaja pilih hotel. Karena jika kami ambil hostel, biaya rata-rata perkepala kan bisa 200-500rb per malam, ya mending sekalian aja ambil hotel yang tarifnya 800an rb/malam. Saya dapat di Hotel Victoria, di Victoria St. Dari Bugis station jalan kaki sepanjang jalan Victoria kira-kira 500m. Sengaja milih daerah bugis supaya dekat kemana-mana, cari makan tinggal ke albert center, atau popeye bugis. Cari oleh-oleh dan belanja macem-macem tinggal ke bugis street. Ke merlion dekat, ke Gardens by the bay tinggal lurusnya lagi. Ke orchard juga dekat. Ke MRT station bugis dekat. Ke masjid Sultan juga dekat. Selama di Singapura kami jarang pake MRT, jadi keman-mana jalan kaki aja. Jaraknya nanggung-nanggung soalnya. Di Singapura kami stay selama 3H2M saja. Dari tanggal 22-24 Okt 2015. Pada saat pertama kali sampai hotel, sekitar jam 8. Kami langsung nitipin tas di hotel. Ya saya iseng-iseng nanya bisa nggak masuk kamar lebih awal. Saya sudah tau jawabannya tentu saja tidak bisa hahaha :D. Namanya juga nanya :p. Sejak saat itu kami jadi seperti gelandangan di sana. Udah ngabisin waktu di bugis liat-liat, kalo ada yang menarik sekalian dibeli, udah sarapan, udah muter-muter daerah sekitar sana juga. Sepertinya waktu berjalan sangat lamaaaa banget :D. Ini badan uadh mulai kerasa pegel-pegel capek banget, udah gitu rasanya lepek minta ampun karena mandi terakhir kami adalah pagi hari sehari sebelumnya pada saat mau jalan dari HK menuju Macau hihihi :D. Mana di Singapura itu gerah banget rasanya. Keringat ngucur terus. Singkat cerita, akhirnya kami berhasil masuk kamar tepat jam 14.00, tepat bangetlah, ga mo rugi hotelnyah hahaha Langsung beres-beres, mandi, tidur sampe sore. Malamnya kami jalan ke Merlion dan Garden by the Bay. Day #7 Jumat 23 Oktober 2015 : Singapura Hari ini kami jalan ke orchard, cuma jalan dan liat-liat aja. Etapi dapet juga beberapa item diskonan hahaha :D. Dari Orchard kami naik MRT menuju bugis karena ngejar waktu Shalat jumat di masjid Sultan. Sebenarnya hari ini saya berenca ake Henderson Bridge yang unik itu, tapi karena tempatnya agak jauh, dang a bisa sekali diakses pake MRT, harus nyambung bus, padahal saya ga gitu paham rute bus di singapura, akhirnya lagi-lagi saya skip tujuan kesana. Sisa hari hanya dihabiskan di bugis street buat bela beli kebutuhan sendiri dan juga oleh-oleh. Malamnya si bocah malah pengen balik lagi ke Gardens by The Bay karena kemarin ketinggalan light shownya. Day #8 Sabtu 24 Oktober 2015 : Singapura – Jakarta Hari terakhir di Singapura tidak ada agenda khusus mau kemana, hanya kami manfaatkan untuk packing karena siangnya kita harus cekout hotel. Setelah cekout kita nitipin tas lagi karena jam penerbangan saya malam hari jam 20.55. Kami cari sarapan dulu ke albert center. Selasai makan langsung ambil task e hotel dan cabut ke Changi. Sengaja kami langsung ke Changi biar bisa istirahat disana sambal nunggu jam penerbangan. Sampai di Changi kami tidak langsung cekin, tapi nunggu diluar dulu karena masih siang. Kalo butuh makan biar ga repot cari makannya. Soalnya duit di kantong hanya tinggal SGD25 plus beberapa keeping uang sen, bayangin aja duit segitu harus cukup buat 3 orang . Saya ngincer makan di Staff Canteen yang sudah banyak diulas di blog-blog supaya dengan uang segini bisa mencukupi kebutuhan makan buat 3 orang . Agak sorean mulailah saya cari-cari jalan menuju Staff Canteen itu. Ternyata tidak susah karena ada keterangannya juga. Bagi yang belum tau, Staff Canteen ini berlokasi di T1 Changi (katanya di T2 juga ada tapi saya belum coba cari), lokasinya di level B1. Jadi kalo kita berada di cekin hall Changi T1, pergilah ke row 12, lalu masuk ke belakang, lihat arah kanan, disitu ada petunjuk tertulis “Staff Canteen” berdampingan dengan petunjuk menuju Toilet. Carilah Lift yang ada disitu, lift mana saja (Ada 2 lift, lift barang dan orang), tekan level B1. Keluar dari lift sudah bisa kita lihat area kantin tersebut. Makanan-makanan yang dijual disitu seharga standar biaya makan di downtown Singapore. Berkisar antara SGD3-5. Bahkan tertulis 2 harga, harga untuk Staff, dan harga Public. Yang untuk staff lebih murah lagi harganya. Ada makanan halalnya juga disana. Kami makan bertiga hanya menghabiskan sebanyak SGD11.9 saja, duit di kantong masih bersisa juga hahaha , sisa uangnya kami belikan cemilan di Sevel Changi sebagai teman menunggu jadwal penerbangan. Pas deh…uangnya tinggal receh-recehnya aja buat koleksi . Kali ini jadwal penerbangannya ga delay lama lagi. Jam 21.00 kami boarding. Jam 21.30 take off menuju Jakarta. Sampai Jakarta jam 22.30 dan langsung menuju T1 untuk melanjutkan perjalanan lagi menuju Makassar. Day #9 Minggu 25 Oktober 2015 : Jakarta – Makassar Pesawat menuju Makassar kali ini Alhamdulillah ontime. Saya sengaja ambil yang jadwal tengah malam jam 00.05 alias flight pertama pada tanggal 25 Oktober. Jadi waktu tunggu saya dari mulai landing dari Singapura di T3 sampai berangkat lagi lanjut ke Makassar di T1 tidak lama. Pengalaman menggunakan pesawat “S” pada jam yang sama dulu, saya bawa 1 bagasi, pas sampe Makassar bagasi saya ga ada, ternyata terangkut pada pesawat lain pada jam setelahnya. Mau ga mau harus nunggu dulu dan itu sangat menjengkelkan karena badan sudah sangat letih plus ngantuk banget. Nah kali ini, karena saya juga punya bagasi 1, saya akalin aja. Begitu samai di Jakarta, semua barang saya atur ulang. Backpack anak saya dikeluarin semua dan dipepet-pepetin supaya bisa masuk backpack saya dan istri sehingga bagasi yang 1 lagi itu bisa saya tenteng dan masuk ke kabin, aman. Kebetulan juga cabin size. Saya tidak mau terulang kejadian beberapa waktu lalu dimana saya jadinya harus menunggu bagasi sampai pagi, semalam suntuk ga tidur. Bagasi yang saya bawa itu semua berisi pakaian kotor selama di Singapura. Ceritanya saya ga tau harus nyari laundry dimana di singapura, daripada habis waktu, dan juga pasti laundry di sana pasti juga mahal, akhirnya kami membeli saja kaos baru di Singapura yang harganya SGD10 dapet 5 itu…hahaha sebagai ganti baju-baju kami yang kotor :D. Backpack juga ga berat dan penuh seperti waktu kita berangkat. Semua baju kotor masuk ke tas khusus, diiket, di wrap di bandara sampe penyet jadi seukuran cabin size. Jam 3 pagi WITA sampailah kami kembali di Makassar dan berakhirlah trip kami kali ini. Kesimpulan trip kali ini, sebagai pandangan dan perbandingan biaya hidup, atau biaya kehidupan pokok/makan selama di HK dan SG. Kalau di SG sekali makan, perorang rata-rata SGD3-5 atau kalo dirupiahkan ya sekitar 30-50rb. Nah kalo di HK, sekali makan rata-rata bisa HKD50-70, atau kalo dirupiahkan bisa 100-150rb perorang sekali makan. Makanya selama di HK tiap pagi saya sarapannya beli di sevel aja, roti-roti sekedar buat ganjel perut. Standar harganya di warung-warung sederhana ya, bukan di resto gede atau café-café, ga masuk budget kalo itu mah :p. Ok, sekian dulu Trip Report kali ini, semoga bisa menjadi referensi bagi teman-teman yang ingin berkunjung ke HK. Bonus foto kabut asap di Singapore
  23. 7 points
    China Trip ( Beijing, Louyang dan Xian ) Ini sedikit pengalamanku berback packer ria jalan-jalan ke China bulan Mei 2014, masalah bahasa no problem yang penting bernyali. Karena baru pertama kali menulis sorry jika banyak kesalahah. Sebelum berangkat aku sudah cari-cari info soal China dan tempat wisatanya, booking hotel via booking.com, dll. Untuk info- info wisata bisa dilihat web ini http://www.travelchinaguide.com dan aku juga download Triposo, web trevel yang bisa dibuka saat offline. Web ini Ok banget lho, infonya up to date, semua info bisa dicari disini. Perjalananku dimulai dari bandara Soetta , kebetulan aku dan rombonganku dapat tiket promo Garuda Jkt- Beijing. Kami berangkat hari jumat malam dan sampai sabtu pagi sekitar jam 5 di bandara Beijing. Dari bandara kami naik airport bus menuju Beijing Xi Railway Station ( Beijing West Railway Station ) dengan tarif Y 24/orang. Untuk naik bus harus beli karcis dulu diloket yang berada diluar bandara, ya mirip naik Damri di bandara Soetta . Sampai di Railway station ( south gate ) kami segera cari tempat penitipan tas. Disana ada banyak loket Deposit Bag, saying tariff resminya tidak ditulis. Berhubung kami titip sampai jam 7 malam kami dipungut Y50 untuk 4 tas. Rencana hari ini adalah ke Tian An Men pakai MRT . Di Beijing semua Station KA-nya nyambung dengan MRT, cukup lihat petunjuknya cari papan arah subway. Kalo tinggal lebih dari 3 hari mending beli Beijing Transportation Smart Card sebab kalo naik bus dapat diskon 60 %, kalo naik MRT sih tetap Y2 pertrip. Info ya tarif MRT Beijing flat Y2 kemana pun tujuannya, kalo bus Y1. Jangan khawatir MRT Beijing selain tulisan Mandarin juga ada tulisan latinnya alias bahasa Inggris. Nah setelah berjibaku naik turun tangga dan pindah MRT maka sampailah kami di Tian An Men, keluarkan kamera dan foto…Tak usah bingung kearah mana banyak sekali rombongan wisata yang berkumpul, ikut saja pasti mereka menuju Forbidden City alias Kota terlarang. HTM perorang Y60. Siapkan kaki teman-teman jalan dari pintu Utama lurus sampai pintu keluar utara saja sudah 1 jam , kalo singgah ke kiri dan kanan bangunan butuh waktu 3 jam an. Kebayang donk orang Jakarta yang tak biasa jalan kaki? Apa yang bisa dilihat di FC , baca aja disini http://www.travelchinaguide.com/cityguides/beijing/forbidden.htm Keluar dari FC lapar nih, cari makan dimana ya? Oh dari Gerbang Utara ( berseberangan dengan pintu masuk Jingshan Park )cukup jalan ke sebelah kanan lurus sampai lampu merah ( +/- 1 KM), sebrangi lampu merah maka ketemulah deretan aneka restoran. Harganya hampir sama dengan di Mall Jakarta. Sebenarnya di FC ada restoran juga cuma kurang menarik deh. Selesai makan kami jalan kembali ke arah FC karena kami akan ke Jingshan Park. Masuk Jingshan Park Y2/orang. Lagi-lagi jalan dan naik tangga sampai ke bangunan di puncak bukit. Nah dari puncak bukit kamu bisa lihat kota terlarang secara jelas. Pemandangannya sip.... Oh iya Jingshan park ini terkenal dengan bunga peony yang mekar di bulan april, kami cuma dapat sisanya aja nih. Hari sudah sore, kami putuskan untuk kembali ke West Railway Station untuk siap-siap naik KA jam 9 menuju kota Luoyang di Propinsi Henan. Kebetulan untuk tiket KA aku titip beli sama sepupuku yang kuliah di Beijing, tapi kalo bukan musim liburan bisa langsung beli di stasiun atau via agent trevel ya mirip di Indo lah. KA di China ada banyak jenisnya KA super cepat ( G) , express ( T/Z ) atau lambat ( K ) dan masing-masing ada kelasnya lagi tempat duduk (hard/soft seat), tempat tidur (hard /soft sleeper) dan VIP. Nah kami beli tiket express hard seat Y105/org tempat duduknya mirip KA bisnis ke semarang 3 + 2. Perjalanan +/- 8 jam. Kalo naik KA super cepat ( G ) cuma 4 jam. Sampai di Luoyang sekitar jam 5 pagi , kami langsung ke Zhongzhou Hotel . Cukup jalan kaki saja karena lokasinya dekat stasiun. Kebiasaan di China itu di setiap Stasiun KA pasti di samping atau didepannya adalah stasiun bus juga. Sampai di hotel kami langsung check in ( tak usah tunggu sampai jam 12.00 ), mandi, langsung jalan lagi. Dari Hotel kami cukup jalan kami ke stasiun bus , naik bus wisata 2 tingkat ( no 81 ) menuju Longmen Grotto cukup bayar Y1. Longmen Grotto adalah wisata yang dikelola oleh pemerintah China kerjasama dengan Unesco sehingga tempatnya sangat rapi dan bersih. Longmen ini adalah peninggalan dari Wu Che Tian kaisar wanita satu-satunya di China. Mejeng dulu nih di jalan masuk nya. Tiket masuknya Y120. Udara di Luoyang ( LY) itu mirip dengan Bandung . Sejuk jadi walaupun jalan jauh tak terasa capek dan banyak bangku yang tersedia di sepanjang jalan. Sebenarnya LY paling terkenal dengan taman bunga Peony yang mekar dibulan April. Selain Longmen Grotto, tempat wisata lainnya adalah Shaolin Temple ( 1 jam naik bus ) . Seharian puas keliling kami balik ke Hotel dan istirahat. Pagi setelah check out, dan titip tas di resepsionis , kami naik bus ke Wang Cheng Park taman bunga peony di LY. Sayangnya semua bunga sudah berbunga di April. Sedih deh. Puas keliling kami balik ke hotel untuk ambil tas. Naik bus no 33 (Y1) menuju Longmen Railway Station untuk naik kereta super cepat ke Xi’an. Di LY station KA super cepat dan express berbeda tempat, kalo di Beijing tempatnya sama. Sampai di Longmen Railway Station aku langsung ke loket karcis, tunjukkan paspor dan tujuan. 1 paspor 1 karcis. Harga second class seat Y174.5 perjalanan +/- 2 jam. Walaupun second class tapi tempat duduknya sangat bagus mirip tempat duduk pesawat ekonomi Garuda. Tiba di Xian North Railway station kami lanjutkan dengan naik MRT menuju pusat kota Y4. Tarif MRT xian berdasarkan jarak, jadi saat beli karcis beritahu petugasnya mau turun di stasiun mana. Di Xian kami sewa kamar apartemen 2 malam, 2 kamar , all Y300 namanya Yan Xiang Hotel via Booking.com. Murah meriah. Kebetulan waktu check in kami di berikan 1 apartemen yang isi 2 kamar dan 1 kamar mandi, jadi bebas deh serasa rumah sendiri. Sebenarnya tempat yang kami sewa ini mirip dengan situasi di Singapura dimana pemilik menyewakan kamar apartemen, jadi kita akan ketemu orang lokal dalam liftnya. Selesai check in kami langsung naik bus no 21 ke Big Goose Pagoda ( Dayan ) Y2/org. Tarif bus di Xian Y1 non AC, AC Y2. Big Goose Pagoda ( Dayan ) adalah tempat suci agama Budha dan bangunan tua di china. Saat kami sampai sudah sore nih . Kebetulan disamping Dayan ada jalan kecil yang dipenuhi tempat makan dan berhiaskan lampion. Seru banget deh makan disana dengan menu lokal khas Xian. Selesai makan kami baru jalan ke Big Goose Pagoda, keliling tamannya dan menunggu jam pertunjukan air mancur. Selesai nonton air mancur menari kami pun balik ke hotel dan istirahat. Hari ini kami mau naik gunung, makanya Jam 6 lewat kami sudah keluar cari makan lalu naik bus no 40 ke arah Xian Railway station Y2/orang , didepan station kami naik bus wisata ( dikelola pemerintah kota Xian) menuju gunung Hua Shan. Semua bus wisata dengan aneka jurusan mangkal disini. Kalo yang suka nonton film silat tahu donk Shaolin dan Butong. Nah Hua Shan itu markasnya partai Butong. Tiket bus Y22/org . Supaya tidak usah antri tiket masuk Hua Shan bisa langsung beli karcis di dalam bus dengan harga resmi ( ada petugas yang tawarin dalam bahasa Mandarin, aku juga tak ngerti sih , orang lain beli ya aku beli juga ) harga Y540/org ( tiket masuk Y180,tiket bus ke cable car PP Y 80, tiket naik Cable Car PP 280 total ada 5 tiket perorang) untuk tiket bus ke cable car dan tiket cable car bisa beli 1 way, tapi aku tidak recommend ya. Bisa semaput jalan kalo tak biasa. Setelah 1.5 jam perjalanan sampailah kami di pintu gerbang Hua Shan, turun bus lalu jalan kaki menuju pintu masuk. Kami tunjukkan semua karcis yang kami punya, lalu petugasnya mengarahkan kami untuk naik bus lagi. Perjalanan kurang lebih 30 menit menuju puncak gunung. Dilanjutkan dengan jalan kaki. Lihat foto dibawah , kami jalan kaki melewati Gerbang ini menuju ke tempat cable car. Perjalanan Cable car +/- 20 menit, pemandangannya sangat bagus. Tak kecewa deh biarpun bayar mahal. Sampai di puncak kami mendaki ke Puncak tertinggi yaitu arah South Peak. That’s My Dad 77 years old. Kembali ke Xian Railway station kami lanjut ke Moeslim Street naik bus 611 tarif Y1. Di Xian ini banyak pemeluk agama Islam sehingga ada jalan yang namanya Moeslim Street dan Mesjid kuno yang megah disini. Dikiri kanan jalan banyak restoran Halal yang menjual makanan dan aneka survenir. Sangat seru buat wisata kuliner. Selesai makan kenyang kami balik untuk istirahat. Dihari kelima ini , pagi - pagi kami check out langsung bawa tas ke Xian Railway Station dan cari tempat penitipan tas. Lalu naik bus menuju Teracotta Y9. Masuk Teracotta Y150/org. Saat kami ke sana PM Malaysia datang, semua atraksi ditutup , terpaksalah kami menungu 1 jam . sungguh menyebalkan. Kalo mau tahu sejarah terracotta kamu cari aja di internet, bisa juga bayangin film The Mummy plus wajah Jet Li. Balik dari Teracotta bingung mau kemana akhirnya kami naik bus wisata tingkat keliling kota Xian ( Cuaca sangat panas mau naik ke City wall bisa mati kekeringan nanti ...lebay). Keliling City aja habis 2 jam-an. Akhirnya waktu untuk naik kereta ke Beijing tiba . dari Xian ke Beijing 13.5 jam naik kereta express ( T ) hard seat Y272.5/org, kalo kereta super cepat cukup 5.5 jam Y515.5. Kami sengaja pilih kereta ekspress biar bisa tidur dikereta ( penghematan gitu ). Pagi sampai di Beijing. Dari Beijing West Railway Station kami langsung menuju Beijing City Central Youth Hotel yang letaknya di depan Beijing Railway Station naik MRT . Tuh bingung kan apa bedanya Beijing West Railway Station dan Beijing Railway Station. Kalo West itu buat kereta yang kearah GuangZhou sedangkan Beijing Railway Station buat kereta yang arah Harbin. Nih lihat disini bedanya http://www.travelchinaguide.com/cityguides/beijing/transportation/train.htm Hotel di Beijing ini emang focus buat treveller jadi ada brosur petunjuk tempat wisata ,cara perginya dan peta MRT dalam bahasa Inggris dan Mandarin – Free dan lokasinya keren banget tepat di samping MRT pintu A. Dari Hotel kami langsung ke Temple of Heaven atau Kuil Langit tempat berdoa Kaisar China ( pintu masuk Y35 ).Selesai keliling kami dilanjutkan ke Wangfujing buat shopping. Semua pakai MRT kalo pakai bus takut nyasar juga. Dari Wangfujing balik ke Hotel akhirnya naik bus no 104 Y1. Untuk urusan makan di Wangfujing banyak jualan ala kaki lima cuma tak seleralah akhirnya kami makan di samping hotel saja, ada Mc Donald, KFC, MR. Lee (mirip Hokben tapi Chinese food ) dan restoran lokal. Tambahan info dekat Temple of Heaven ada tempat belanja yaitu Pearl Market. Ke China tak lengkap jika tak ke Great Wall maka hari ini kami ke Badailing Great Wall, dimulai dari naik MRT ke Xizhimen station ( Line 2 ) lalu jalan kali ke North Beijing Station untuk naik kereta. Tarif MRT ke great wall Y6/org. Tiket masuk Y45 plus naik cable car pp Y80. Cuaca sangat panas , ternyata di TV bilang 40 derajat. Dari Great wall kami naik bus 919 Y12 balik ke kota , lalu jalan ke station MRT untuk balik ke Hotel. Sorenya kami mengunjungi Maliando Tea market dekat Beijing West Railway gerbang selatan. Sepanjang jalan lurus semua jual teh. Sampai kembung cobain aneka tea, sampai diujung jalan ketemu Carrefour , mampir deh ternyata ada buah leci sedap…. Hari ini adalah kesempatan terakhir buat keliling Beijing. Jadi acaranya agak padat nih. Pagi- pagi kami ke Olympic Stadium buat foto-foto di depan Bird Nest dan Water Cubic Setelah itu langsung lanjut ke Hutong. Hutong adalah kawasan kota tua Beijing dimana banyak bangunan rumah tua dengan gang-gang kecil khas kota tua. Kami sempat jalan-jalan mengeliling danau yang ada disana selama kurang lebih satu jam. Sebenarnya kita bisa keliling dengan memakai becak disini. Benar di Beijing ada becak,Cuma abang becaknya ada didepan penumpang bukan dibelakang seperti becak Indonesia Dari Hutong kami melanjutkan perjalanan ke Summer Palace , masuk dari pintu utara dan keliling sampai ke perahu batu +/- 1 jam jalan kaki. Untuk keliling semua kompleks Summer Palace ini butuh waktu kurang lebih 3 jam , jadi kami cuma ke tempat utama saja tidak keliling semua tempat. Nah berhubung sepupuku ingin lihat panda maka kami ke Beijing Zoo. Hari ini ada kesalahan rute harusnya ke Beijing Zoo dulu lihat panda via MRT baru dari Beijing Zoo naik perahu ke Summer Palace. Di Beijing Zoo beli tiket yang harga Y25 lalu sampai didalam dekat patung penguin beli karcis perahu ke summer palace. Tapi karena kami terbalik akhirnya dari Summer Palace ke Beijing Zoo kami naik MRT lagi. Oh iya Total dana yang kami keluarkan perorang +/- 2500 yuan, itu termasuk tiket kereta ,tiket masuk tempat wisata, bus,MRT, makan,hotel. Murah meriah untuk 9 hari perjalanan. Selesai sudah acara jalan –jalan di Beijing , hari ini kami pulang ke Jakarta . Dari Hotel kami cukup jalan kaki menuju shuttle Airport bus ke bandara . Go home…. Tips: 1. bulan Mei akhir cuaca di Beijing sudah panas banget bisa lebih panas dari Indonesia jadi bawalah topi atau payung 2. WC – di China banyak public toilet yang jadi masalah adalah tidak ada air untuk flush , bau dan isinya nya bisa kebayang donk, kalau bisa ke toilet tempat wisata aja lebih bersih walau masih bau 3. makanan – rasanya memang beda , jadi kalo cerewet dalam makan bawa aja garam, cabe, kecap dll Terima kasih sudah membaca sharing ini,
  24. 7 points
    Hola Deffa Here !!! Baca dulu Baik-Baik postingan ini sebelum Telepon ya !!! Kali ini mau posting jual jasa aja deh, kebetulan ada mobil Xenia nganggur dirumah Jadi kalian yang mau ke Bandung saya menawarkan Jasa Sewa Mobil Xenia Bandung Murah dan Bisa Lepas Kunci atau Tanpa Supir, tapi syarat dan ketentuan berlaku ya Syarat dan Ketentuan Saya Bukan Travel Agent atau Agen Rental Mobil. Ini mobil pribadi saya. Mobil saya hanya 1 yaitu Xenia aja, jadi jangan tanya Ayla, Avanza, dll Rental Mobil hanya Weekend / Hari Libur untuk semua paket Sewa Mobil Tanpa Supir atau Lepas Kunci, hanya untuk member Komunitas Jalan2 Indonesia / Forum Jalan2 yang SAYA KENAL, dan wajib jaminan KTP ASLI. Selain itu jangan harap Sewa Lepas Kunci ya Harga belum termasuk Bensin, Tol, Parkir dan Makan Supir. Bensin mobil cukup Rp. 100.000 untuk Xenia bisa muterin Bandung Paket Rental Mobil Sewa Mobil Supir dan Tanpa Supir Per Jam :: 6 Jam = Rp. 300.000 12 Jam = Rp. 400.000 16 Jam = Rp. 500.000 Spesifikasi Mobil Xenia Li 2008 Hitam AC Single Blower Dingin Tape CD No Smoking Car 3 Row Seater (7 Passenger + 1 Driver) Contact Person Call / Whatsapp : 08996852907 Dikarenakan ini mobil Pribadi saya, jadi hanya bisa Weekend atau Hari Libur, dimana bukan waktu jam kerja. Dan driver nya juga saya pribadi kok. Jadi untuk rute Kota Bandung dan Kabupaten Bandung sudah jelas saya hapal. Mau Tempat Wisata Mainstream - Anti Mainstream ataupun Kuliner Murah - Mahal. Saya jagonya. Karena sekalian buat saya riset untuk materi Blog saya juga hehehe Untuk Bensin muterin Bandung itu cukup Rp. 100.000 kok, Xenia itu kan irit, lalu untuk parkir, sekali parkir cuma Rp. 2.000 doank. Jadi jika kalian ramean ya mungkin 5 orang kan bisa di sharing tuh. Misal Sewa Mobil Dengan Supir 12 Jam + Bensin = Rp. 500.000. Dibagi ber 5. Perorang kan cuma Rp. 100.000. Terus makan gue ya elah Indomie aja cukup aku mah apa atuh anak kosan yang terlunta Penjemputan hanya di area Kota Bandung. Ingat Cimahi dan Lembang itu bukan Kota Bandung tapi Kabupaten Bandung. Booking dulu ya di nomor di atas karena kalau dadakan belum tentu saya bisa karena saya juga mau weekend nan keles Yup silahkan jika ada yang perlu rental mobil murah di bandung. Ini loh mobil dan driver nya yang ganteng eeeaaa
  25. 7 points
    Hi Guys Jalan2.com kini ada Android App nya loh - silahkan di download hehe.. simple version dulu, nanti akan di kembangkan terus. Tolong download & kasih 5 stars review ya https://play.google.com/store/apps/details?id=com.jalan2.p2425hh IOS app & Windows phone app menyusul ya.. kalo lancar dalam 2-3 minggu ini. thanks :) rudy