Leaderboard


Popular Content

Showing most liked content since 04/28/2015 in all areas

  1. 19 points
    Hola Deffa Here !!! Sekarang sudah masuk waktu nya Pendaftaran Gathering Nasional IX Komunitas Jalan2 Indonesia, destinasi kali ini ke LOMBOKTanggal 16 - 18 Oktober 2015 Untuk biaya seperti biasa SHARE COST perorang Rp. 500.000DP Rp. 350.000Peserta 30 OrangPenutupan Pendaftaran 22 September 2015Pelunasan 6 Oktober 2015 (Setelah di hitung kembali jumlah peserta) Meeting Point di Bandara Lombok International Airport CLOSED FULL 30 PESERTAKalau Ada Perubahan Atau Ada Yang CANCEL, Nanti Di Buka Kembali Perhitungannya : Sewa Bus 30 Seat perhari Rp. 1.500.000 x 3 hari = Rp. 4.500.000Penginapan permalam perorang Rp. 65.000 x 2 malam x 30 orang = Rp. 3.900.000Sewa Boat ke Gili (Per Boat 10 Orang) Rp. 350.000 x 3 Boat = Rp. 1.050.000Makan Siang Nasi Box, Per Box Rp. 20.000 x 3 hari x 30 orang = Rp. 1.800.000Tiket Wisata Rp. 10.000 x 30 orang = Rp. 300.000Tips Supir + Guide + Biaya Tak Terduga = Rp. 1.500.000Kaos Jalan2.com Rp. 60.000 x 30 orang = Rp. 1.800.000Total Cost Rp. 14.850.000 di Bagi 30 orang = Rp. 495.000Dibulatkan jadi Rp. 500.000 (Kelebihan akan digunakan untuk keperluan ketika Tur) Note :Jika peserta kurang dari 30 akan dilakukan perhitungan ulang untuk Share Cost nya, maka dari itu di wajibkan DP terlebih dahulu sebesar Rp. 350.000Berapapun pesertanya acara tetap berjalanYang menggunakan pesawat disarankan datang sehari sebelum nya hari H dan yang pulang tanggal 18 Oktober di sarankan ambil penerbangan yang pukul 20.00 WIB ke atas Include : Bus Selama Tur 3 Hari Penginapan 2 Malam di Lombok Makan Siang Selama 3 Hari Sewa Boat ke Gili-Gili Tiket Wisata Tips Supir + Guide Kaos Jalan2.com Exclude :Transportasi Ke Meeting Point Bandara Lombok (Tiket Pesawat, dll)Makan Pagi dan MalamKebutuhan Pribadi Sewa Alat Snorkeling Penginapan di Hotel Cendrawasih Lombok Alamat : Jln.GARUDA no. 7/8, cakranegara, lombok, NTB. Telp. 0370-628283. Telp. 0370-636336. Itinerary Gathering Lombok : 16 Oktober 2015 08.00 - 09.00 : Meeting Point di Bandara Lombok, lanjut Ke Pantai Tanjung Aan 09.00 - 11.45 : Main di Pantai Tanjung Aan 11.45 - 12.00 : Menuju Kawasan Kuta 12.00 - 14.30 : Istirahat, Sholat, Makan Siang, Main di Pantai Kuta 14.30 - 14.45 : Menuju Pantai Mawun 14.45 - 16.00 : Main di Pantai Mawun 16.00 - 16.20 : Ke Desa Adat Suku Sasak 16.20 - 17.10 : Melihat2 Desa Adat Suku Sasak (Silahkan belanja bila tertarik dengan Kain dan Pernak-Pernik khas Desa tersebut) 17.10 - 18.40 : Balik menuju Mataram 18.40 - 20.00 : Makan malam 20.00 - 22.00 : Acara Bebas (Hotel) 17 Oktober 2015 07.00 - 10.00 : Menuju Air Terjun Sendang Gila dan Tiu Kelep 10.00 - 13.30 : Main di Air Terjun Sendang Gila dan Tiu Kelep 13.30 - 14.30 : Istirahat Makan 14.30 - 16.30 : Menuju Malimbu dan Kawasan Senggigi 16.30 - 18.30 : Main di Malimbu dan Kawasan Senggigi 18.30 - 19.10 : Balik menuju Mataram 19.10 - 21.00 : Makan malam 21.00 - 22.00 : Acara Bebas (Hotel) 18 Oktober 2015 06.30 - 09.30 : Check Out Hotel, Menuju Gili Kondo, Gili Bidara dan Gili Kapal 09.30 - 12.30 : Main di Gili Kondo, Gili Bidara dan Gili Kapal 12.30 - 13.30 : Istirahat Makan 13.30 - 14.30 : Main air lagi 14.30 - 17.30 : Balik menuju Mataram 17.30 - 18.00 : Acara Perpisahan Di Bandara Lombok Note : Itinerary sewaktu-waktu bisa berubah tergantung kondisi di lapanganYang sudah DP / LUNAS tapi batal berangkat, dana nya Hangus kecuali jika ada peserta pengganti Daftar Peserta :@jalan2 (Singaparna) LUNAS@deffa (Dihatimu) LUNAS@dimaz (Lombok) LUNAS@Dhan Doank (Lombok) LUNASFB Onya Deisi 1 (Jakarta) DPFB Onya Deisi 2 (Jakarta) DP@gayatri (Jakarta) DP@titi setianingsih (Jakarta) DPFB Eka Wahyuni (Jakarta) DPFB Netty Neh (Jakarta) DPFB Luxia Kwan 2 (Jakarta) DPFB Luxia Kwan 3 (Jakarta) DP@Eka Wibisono (Jakarta) DP@dodo mursalim (Makassar) DPFB Siti Rukoyah 1 (Bogor) LUNASFB Siti Rukoyah 2 (Bogor) LUNAS@menie (Jakarta) LUNASFB Rina Dwi Cahyani (Jakarta) DP@Eko Agus 1 (Pekalongan) LUNAS@Eko Agus 2 (Pekalongan) LUNASFB Reni Anggreiny 1 (NTT) DPFB Reni Anggreiny 2 (NTT) DPFB Niken Widiastuti 1 (Jakarta) DPFB Niken Widiastuti 2 (Jakarta) DPFB Niken Widiastuti 3 (Jakarta) DPFB Evi Yulianti 1 (Jakarta) DPFB Evi Yulianti 2 (Jakarta) DPFB Evi Yulianti 3 (Jakarta) DPFB Evi Yulianti 4 (Jakarta) DPFB Evi Yulianti 5 (Jakarta) DPFB Duty Nath (Jambi) DPFB Ifan Padja (Jakarta) DPcc @Jalan2 @Dimaz @Dhan Doank
  2. 12 points
    Halo Guys! saya Mario dari www.mariophotoworks.com kebetulan saya adalah freelance fotografer & writer untuk travel magazine, prewed & wed dan sebagai kontributor untuk shutterstock. Maaf kalo kali ini saya buat judulnya antimainstream, judul aslinya sebenernya adalah Jangan coba-coba berkunjung ke Maluku kalau kita tidak bisa menjaga keindahan alamnya. Yup! seperti kita ketahui, Maluku itu menyimpan berbagai potensi wisata, khususnya bahari, meski bisa saya bilang makanannya juga enak-enak Oleh karena itu uda tanggung jawab kita untuk menjaga sisa-sisa keindahan alam di negri kita ini. Kenapa saya bilang sisa-sisa? karena banyak keindahan alam di Indonesia ini yang sudah rusak sama tangan-tangan yang ga bertanggung jawab, kabut asap kemarin contohnya. Ok, lanjut ke bawah ya.. Tujuan saya ke Maluku ini sebenernya mau berkunjung ke Ora Beach, sering banget saya liat orang posting tentang tempat ini dan sangat amaze sama keindahannya. Ya saya percaya si, Timur Indonesia memang sangat indah. Akhirnya saya join trip yang diadakan temen saya, kita berangkat ber 8 dengan background masing-masing profesi. Tapi tunggu dulu, sayang bukan sudah jauh-jauh ke Maluku tapi ga sempet explore Maluku atau Ambon ini. Eh ternyata, di sisi lain, banyak keindahan yang tertangkap oleh kamera saya baik wisata baharinya maupun dari sisi historical nya. Yu langsung aja dilihat foto-foto saya dibawah ini: Pantai Liang Pantai Hunimua lebih dikenal dengan nama Pantai Liang karena pantai ini terletak di Desa Liang, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah, Provinsi Maluku. Pantai ini pernah dinobatkan oleh UNDP-PBB sebagai pantai terindah di Indonesia pada tahun 1990. Dermaga panjang dengan air laut biru jernih ditambah gradasi warna yang indah menjadi daya tarik pantai ini. Pantai Pintu Kota Pantai Pintu Kota merupakan Pantai yang terletak di desa Air Louw, Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon, Maluku, dimana pantai ini memiliki keunikan yaitu terdapat lubang besar pada tebing karangnya hingga menembus di kedua sisinya. Di tempat ini kita juga bisa trekking ke atas bukitnya untuk meilhat Laut Banda dari kejauhan. Benteng Amsterdam Benteng Amsterdam adalah benteng peninggalan Belanda yang letaknya di perbatasan antara Negeri Hila dan Negeri Kaitetu, Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah, terletak sekitar 42 km dari kota Ambon. Letak benteng ini tepat di samping pantai Negeri Hila dan Negeri Kaitetu. Benteng Amsterdam merupakan salah satu bangunan tua yang berusia ratusan tahun dan merupakan bagian dari sejarah penguasaan VOC di Ambon, Maluku. Ora Beach Untuk mencapai Pantai Ora atau Ora Beach ini memang dibutuhkan waktu yang agak panjang dimana rute yang harus ditempuh adalah Kota Ambon - Pelabuhan Tulehu - Amahai - Terminal Masohi - Desa Saleman - Pantai Ora. Total perjalanan bisa mencapai 5 jam termasuk perjalanan darat - laut tapi itu semua terbayar kok sama keindahan yang didapat Berikut foto-fotonya: Floating Resto di Ora Beach Resort Berenang di sekitar Pantai Ora Beningnya perairan di sekitar Pantai Ora Sunrise di Pantai Ora Cottage di Pantai Ora Milky Way di Pantai Ora Bintang-bintang di langit Pantai Ora Jernihnya air laut di sekitar Pantai Ora Senyum ramah dari penduduk lokal Breathtaking View di sekitar Pantai Ora Gimana gan? indah banget kan negeri kita ini. Yu mari kita sama-sama jaga dan lestarikan keindahan alam Indonesia ini Foto: Dokumen Pribadi Text: Wikipedia & Dokumen Pribadi
  3. 10 points
    min0ru

    Jalan2 ke Wedding-nya Mod Deffa

    Dear diary, @deffa buat menghadiri Weddingnya pada tanggal 19 Nov 2016 lalu. Akhirnya saya ngintilin si oppa @mone yang rencana berangkat keretaan ke bandung barengan sama kak @Sari Suwito eh last minute si @Ikamarizka juga joinan ternyata. Baru tau ternyata ada @Fanny Nugraha juga beserta gandengan di kereta yang sama hanya berbeda gerbong. 19 Nov pagi jam 7 sudah sampe di stasiun Gambir, tapi si oppa kesiangan jadi 30 menit sebelom kereta capcus doi baru nongol Perjalanan ditempuh 3 jam 30 menit sampai di stasiun Bandung. Tiba di Bandung jam 12.00 WIB perut laper, pokoknya gamau tau harus makan dulu sebelum lanjut kemana mana. Dipilihlah sate hadori atas rekomendasi om google karena jaraknya deket banget dari stasiun tinggal jalan kaki, tepatnya dijalan stasiun timur. Ternyata ngga enak ini sate udah mahal pula kan tapi berhubung laper ya kita shikat merenggg bae' Perut senang hati riang, perjalanan dilanjutkan untuk check in hotel dulu karena bawaan kita cukup banyak. Nunggu abang go-jek lama bener dah, akhirnya jalan kaki ke Kartika Sari yang Kebon Jukut kalo ga salah (lumayan panas2an) Akhirnya kita ber 6 masing-masing naik gojek (nunggunya juga lama, mungkin karena kondisi bandung juga lagi ramai saat itu). Cas cis cus sampai di Amaris Hotel Cihampelas, taro barang, sebagian ke farmhouse, sebagian ke coffeeshop sekitaran hotel. Cuaca bandung siang itu panas lalu tiba2 mendung bin gerimis mengundang (indomie mana indomie). The Wedding. Acara dimulai pukul 18.00 WIB tapi kita jam 18.00 baru otw dari hotel perjalanan ditempuh 40 menitan juga sudah sampai dilokasi Weddingnya. karena antrian salaman itu lebih panjang daripada antrian makan, ya langkah bijaknya kita makan dulu. Abis makan dan kumpul dengan kloter lainnya yang dari negara lain (baca:kota lain) baru deh berbondong2 naik ke atas panggung buat salaman dan foto bareng. Ini video amatirnya bai de wey. Sepulangnya dari Wedding, kita lanjutkan mini gathering di warung bajigur sampai kira2 jam 12 malam (berubah jadi labu). 20 Nov 2016, Waktunya pulang! Bangun, mandi, sarapan langsung pesen Go-Car buat anter kita ke The Lodge Maribaya karena ogut sama oppa @mone belon pernah ksono. Disana cuma narsisan bentar, makan soerabi, cus balik lagi ke hotel buat check out trus lanjut makan siang di Chung Gi Wa sambil ngobrol ngalor ngidul gosip sana sini Kereta balik ke Jakarta baru berangkat jam 19.30 WIB jadi sekitar jam 17.00 WIB kita menuju ke stasiun dan sempet mampir ke Braga Permai buat makan es krim trus jalan kaki ke stasiun yang berjarak cuma 10 menitan dari situ. Yakkk kira kira gitu aja sih trip singkat jelas padatnya. @mone kalo ada foto yang mau ditambahin silahkan loh @deffa Happy Wedding once again. tolong dimention member2 lain yang hadir dan ada divideo, karena ogut gatau ID masing2nyah euyy. btw hasil foto keyen dari kamera fotografernya mau dong via dropbox or wetransfer kalo ada. Danke!
  4. 10 points
    Bila mendengan kata Gili, traveler pasti langsung membayangkan Gili Meno atau Gili Trawangan di Bali. Sebenar nya ada Gili lain yang tidak terletak di Lombok, yaitu Gili Labak di dekat Madura. Gili Labak ini tidak kalah dengan gili-gili lain di Bali. Untuk menuju Gili Labak, dari Jakarta saya terbang menuju Surabaya terlebih dahulu. Di Surabaya, tidak ada bis Trans Surabaya. Beda dengan Jakarta, Jogja, atau Semarang yang transportasi bis nya memiliki jalur tersendiri. Dari Bandara Juanda Surabaya, harus naik bis biasa ke terminal Bungurasih. Beruntung ada bis langsung ke Madura melewati jembatan Suramadu. Sebelum ada Suramadu, harus naik kapal lagi untuk menuju Madura. Terminal bis di Madura adalah terminal Sumenep. Dari sini, kita bisa sewa mobil menuju pelabuhan Kalianget. Sebaiknya periksa dulu jadwal kapal dari pelabuhan Kalianget. Saya kehabisan kapal hingga harus menginap semalam di Madura, baru besok nya bisa melanjutkan perjalanan ke Gili Labak. Untuk menginap di Madura, kebanyakan menginap di hotel Wijaya yang murah meriah, hanya sekitar 200 ribu semalam. Spot snorkeling di Gili Labak terletak di dekat pantai, jadi tidak perlu sewa kapal lagi untuk snorkeling. Namun sebaiknya tanya ke penduduk lokal, di mana bagian yang terdapat terumbu karang yang bagus. Air nya tidak terlalu bening pada saat saya melakukan freediving, penduduk lokal mengatakan bahwa kondisi air paling bening biasanya pada bulan Oktober. Terumbu karang yang terletak dekat pantai sudah banyak yang rusak, namun agak jauh dari pantai di kedalaman sekitar 8-10 meter kondisi terumbu karang nya banyak dan sangat cantik. Kebetulan saat saya ke sana, 17 Agustus, ada kegiatan SOLL (Save Our Littoral Life) yang diadakan oleh TNI AL. Kegiatan tersebut adalah penanaman kembali terumbu karang, bibit terumbu karang sudah disediakan dan kita tinggal mengikat nya ke dasar laut di kerangka yang sudah disediakan. Segera saya mendaftar jadi sukarelawan, kesempatan untuk berpartisipasi untuk keindahan terumbu karang, bukan hanya mengagumi keindahannya seperti yang selama ini saya lakukan. Kegiatan dimulai dengan upacara di dasar laut. Sayang air laut menjadi keruh karena terlalu banyak orang yang ikut serta dalam upacara. Foto underwater yang saya ambil hampir semua buram. Setelah upacara, penanaman terumbu karang pun dimulai. Bibit terumbu karang diikat di kerangka yang sudah disediakan di kedalaman sekitar 1.5 meter. Walaupun hanya 1.5 meter, cukup susah secara badan kita bergerak terus terkena arus, terlebih lagi saya tidak menggunakan scuba. Para TNI menggunakan scuba bisa memasang terumbu karang dengan lebih efisien, tidak perlu bolak balik naik turun seperti saya. Namun saya cukup puas bisa terlibat kegiatan ini. Di malam hari, keindahan lain dari Gili Labak muncul. Gili Labak adalah pulau kecil tidak sampai 5 hektar, dan listrik berasal dari diesel yang hanya cukup untuk penerangan seadanya. Bahkan jumlah rumah tidak cukup untuk menampung semua tamu sehingga banyak yang tidur di luar. Saya beruntung masih mendapatkan kamar untuk menginap dengan biaya hanya seratus ribu rupiah, walaupun sebenarnya lebih tepat disebut gudang alat snorkel daripada kamar. Dalam kondisi gelap seperti ini, bintang tampak dengan indah nya. Bahkan gugusan Bima Sakti bisa kita lihat dengan jelas. Untuk memotret bima sakti, perlu setingan khusus seperti bukaan besar, speed lambat, dan iso tinggi. Foto di bawah saya ambil dengan ISO 2500, F4, dan waktu 24 detik. Foreground diterangi dengan senter agar tidak jadi siluet. Keindahan lain dari Gili Labak adalah Sunrise nya. Sunset biasa saja, namun Sunrise di bagian belakang pulau sangat menarik. Tidak terdapat pulau lain di sisi Timur Gili Labak, jadi Sunrise tidak terhalang sama sekali. Juga terdapat kapal nelayan yang bersandar dengan jumlah pas, tidak terlalu banyak. Cocok untuk dijadikan foreground. Sayang kapal yang menjemput kita kembali ke Madura berangkat pagi. Jadi saya tidak sempat freediving lagi. Masih ingin menikmati lagi keindahan dasar laut Madura, padahal kemarin non stop di air dari jam 9 pagi sampai jam 3 sore. Full Story and Picture: http://chrizz-photography.blogspot.co.id/2015/09/backpacking-gili-labak-madura.html
  5. 9 points
    Kalo mau beli di agoda pls via jalan2.com hehe.. Kita dpt komisi dikit. Tp harga tetep sama. Caranya tinggal gunain search box agoda yg ada di http://jalan2.com/forum atau click di banner nya menuju website Agoda Setiap kali mau beli. Dengan demikian ada cookies nya dari Jalan2.com, nanti komunitas kita dapet komisi yg di gunakan untuk membayar hosting, pegawai, dan pengembangan komunitas kita ini. Bantu2 support komunitas Jalan2 Indonesia :) Hanya dengan support dari kamu, komunitas kita bisa hidup Thanks ya :) rudy
  6. 9 points
    Hola Deffa Here !!! Sekarang sudah masuk waktu nya Pendaftaran Gathering Nasional X Komunitas Jalan2 Indonesia, destinasi kali ini ke BELITUNG Tanggal 25-27 maret 2016 Untuk biaya seperti biasa SHARE COST perorang Rp. 650.000 Peserta 30 Orang Contact SMS / WA / TELP 08112239637 Pelunasan 1 Februari 2016 (Setelah di hitung kembali jumlah peserta) Meeting Point di Bandara Belitung Tanjung Pandan Perhitungannya : Sewa Bus 30 Seat perhari Rp. 1.750.000 x 3 hari = Rp. 5.250.000 Penginapan Vila permalam Rp. 300.000 x 2 malam x 9 Villa = Rp. 5.400.000 Sewa Boat Island Hopping (Per Boat 15 Orang) Rp. 1.050.000 x 2 Boat = Rp. 2.100.000 Makan Siang Nasi Box, Per Box Rp. 20.000 x 3 hari x 35 orang = Rp. 2.100.000 Tips Supir + Guide = Rp. 1.500.000 Volunteer + Biaya Tak Terduga = Rp. 1.350.000 Kaos Jalan2.com Rp. 60.000 x 30 orang = Rp. 1.800.000 Total Cost Rp. 19.500.000 di Bagi 30 orang = Rp. 650.000 Note : Jika peserta kurang dari 30 akan dilakukan perhitungan ulang untuk Share Cost nya, maka dari itu di wajibkan DP terlebih dahulu sebesar Rp. 500.000 Berapapun pesertanya acara tetap berjalan Prioritas peserta yang belum pernah ikut Gathering Nasional dan yang sudah DP DP hangus bila sudah masuk masa penutupan pendaftaran yaitu tanggal 1 Februari 2016 Bandara yang di tuju adalah Tanjung Pandan Yang menggunakan pesawat disarankan datang sehari sebelum nya, yaitu tanggal 24 Maret, dan penginapan untuk tanggal 24 biaya pribadi. Karena tidak termasuk di Sharing Cost acara Yang pulang nya tanggal 27 Maret disarankan ambil pesawat terakhir pukul 16.40 WIB (Dikondisikan) Include : Bus Selama Tur 3 Hari Penginapan Vila 2 Malam di Belitung Makan Pagi dan Siang Selama 3 Hari Sewa Boat Island Hopping Tiket Wisata Tips Supir + Guide + Biaya Tak Terduga Kaos Jalan2.com Exclude : Transportasi Ke Meeting Point Bandara Belitung (Tiket Pesawat) Makan Malam Kebutuhan Pribadi Sewa Alat Snorkeling (Rp. 25.000) Penginapan di Bumi Kedaton Villa Belitung Alamat : Jl. Air Saga, Tanjungpandan, Belitung, Indonesia Phone: 0819 2957 1112 Kita menyewa 9 Villa di mana 1 Villa nya bisa di isi 3 - 4 orang dan semuanya mendapatkan Sarapan Pagi Dan kamar / villa akan di bagi antara Perempuan dan Laki-Laki jadi tidak ada yang Campur (kecuali jika sekeluarga ber 4) Itinerary Gathering Belitung : 25 Maret 2016 07.00 Jemput di bandara 08.00 Breakfast & Persiapan menuju Belitung Timur 10.00 Explore SD Replika Film Laskar Pelangi 11.00 Explore Museum Sastra Andrea Hirata 11.30 Menuju kota Manggar 12.30 Makan Siang Di Kota Manggar 14.00 Explore Bukit Samak 15.00 Explore Pantai Lalang 16.00 Explore Vihara Dewi Kwan Im 16.30 Explore Pantai Burung Mandi 17.00 Kembali ke hotel 19.00 Makan Malam 21.00 Istirahat 26 Maret 2016 07.00 Break fast di Hotel 08.30 Persiapan Hoping Island ( Tour ke Pulau ) 09.00 Menuju Dermaga Tanjung Kelayang 09.30 Explore Pulau Kepayang 10.30 Explore Pulau Lengkuas ( Mercusuar ) 12.30 Makan siang di Pulau Lengkuas 14.00 Explore Pulau Burong 15.00 Explore Batu Layar ( jika air surut ) 16.00 Explore Pulau Pasir ( jika air surut ) 16.30 Kembali ke Dermaga Tanjung Kelayang 17.30 Ke Pantai Tanjung Tinggi (sunset) 18.30 Pulang Kehotel 19.30 Makan Malam Tanjung Pandan 21.00 Istirahat 27 Maret 2016 06.30 Break fast di Hotel 07.30 Check Out Hotel 08.00 Belanja Oleh-Oleh dan Souvenir 09.30 Kuliner Cofee Khas Belitung 10.30 Menuju Rumah Adat Belitung 11.00 Ke kolong / danau Kaolin 12.00 Makan siang 13.00 Ke Bukit Berahu 14.00 Ke Bandara 16.00 Finish Yang Pernah Ikut Gathering Nasional, Jangan DP Dulu Karena Gathering Kali Ini Di Prioritaskan Peserta Baru Yang Belum Pernah Ikut. Peserta : @Jalan2 (Singaparna) @deffa (Dihatimu) FB Fenny Ria Anggeraini (Serang) @Dahlia Tamarini (Palembang) Endy (Purwokerto) @willyhan (Bandung) FB Rafika Wijayanti (Batam) @ko Acong (Bandung) FB Sukma Dewi Handayani 1 FB Sukma Dewi Handayani 2 FB Dwi Kania Hapsari (Bogor) FB Alena Niman (Tangerang) Sondang Sihotang 1 (Kupang) Sondang Sihotang 2 (Jakarta) FB Didi NST S (Medan) FB Harahap Soleh (Batam) FB Ning Amrini 1 (Surabaya) FB Ning Amrini 2 (Surabaya) @kyosash (Jakarta) FB Mingzu Khekhe (Bandung) @Afdhal A Syamsoe (Riau) FB Arini Rahmatika (Bengkulu) FB Merry Karsono (Makassar) @Jean Mechanic (Riau) FB Yenny Rudi 1 (Jakarta) FB Yenny Rudi 2 (Jakarta) FB Adelina Pelinda Sidabutar (Bekasi) Panitia : @teddymardona (Belitung) FB Joe Parwan (Belitung)
  7. 9 points
    Ini lanjutan cerita dari trip “Doladoli goes to Bandung” Keluarga Dodadoli adalah bagian dari Komunitas Jalan Jalan Indonesia, kenapa disebut keluarga karena kami memang seperti keluarga cemara yang harmonis yang tak sengaja dipertemukan pada saat Gathering Nasional ke VII Komunitas Jalan Jalan Indonesia di Malang Jawa Timur. Tanggal 31 Juli – 02 Agustus 2015 kami mengadakan trip “Doladoli goes to Pekalongan” trip ini sekaligus halal bi halal dan silahturahmi di Keluarga Pakde Eko Agus (FB Eko Agus) yang kebetulan berdomisili di Pekalongan. Total yang ikut trip ini ada 27 orang yaitu : Saya, @Hartono Hasian, Mama @Sumoi Yo She Fei, Om Christo (FB Christo Wuwur), @Abdul Rozik, Nte Menie (FB. Triwahyu Trisnaningsin), Priska (anaknya nte Menie), Nte Retsis (FB Retsis W), Ewan (Ewan San), Nungki (Eknia Nttu Nunk), Rizal (FB Rizal Mahendra), @Gindo Parlin, Mustofa, Maida, @Maya Sartika, @Gayatri, @Irmanur, Heru (suami Irmanur), @Kimonoku, Septi, Ibnu, Yudi, Eka Wahyuni, Linda, Bayu, Desi, Iskandar. Urusan tiket kereta api di koordinir oleh Irma sehingga kami semua bisa berangkat bersama dalam satu gerbong, tiket kami sudah ditangan akhir Mei 2015 tinggal menunggu hari keberangkatan. Akhirnya hari itu tiba kami berkumpul di meeting point yang sudah ditentukan yaitu depan Sevel Stasiun Pasar Senen kami akan menggunakan KA. Tawang Jaya menuju ke Pekalongan sesuai jadwal keberangkatan di tiket pukul 23.00. namun sayang sekali 4 orang teman kami yaitu Mas Rozik, Ewan, Rizal dan Gindo tidak bisa ikut karena ada urusan yang tidak bisa ditinggalkan. Tepat pukul 23.15 kereta berangkat, bagi yang sudah tau doladoli pasti sudah bisa membayangkan kegaduhan yang terjadi dalam gerbong kereta ya begitulah kami, mulai dari sibuk berfoto-foto ria sampai ada yang menginterogasi pelayan restorasi yang keliling jualan, beruntung tidak ada penumpang lain yang komplain. Tiba di Stasiun Pekalongan pukul 04.35 kami sudah ditunggu Pakde Eko, sebelum menuju rumah pakde kami foto dulu didepan stasiun, total kami yang berangkat dari Jakarta 21 orang sementara mama Yosi dan om Christo sudah tiba duluan mereka berangkat dari Bandung, sebagian besar dari kami menginap di rumah Pakde Eko di Wiradesa dan yang datang bersama pasangan menginap di Hotel Marlin yang letaknya dekat dengan rumah pakde Eko. Sesuai itinerary hari ini kami akan mengunjungi Curug Bajing yang berada di Petungkriyono, setelah semua siap kami menuju rumah Pakde Eko di Kedungwuni untuk sarapan Sego Megono dan selanjutnya akan menuju ke Petungkriyono, sebenarnya kami akan naik mobil pick-up namun hari ini mobil yang kami pesan tidak bisa jadilah kami menggunakan 3 angkot, perjalanan dari Kedungwuni sampai ke Petungkriyono memakan waktu 2 jam dengan kondisi jalan menanjak, sampai dilokasi curug karena sedang musim kemarau maka debit air nya pun menurun, tapi tak apalah kami masih bisa menikmati air terjunnya. Setelah puas menikmati keindah curug bajing dan makan siang dilokasi kami bergegas kembali ke Pekalongan, kebetulan di kawasan Jetayu ada event Pekalongan Batik Week 2015, sampai disana ada yang belanja batik ada pula yang hanya berjalan-jalan keliling, sayang sekali kami tiba sudah sangat sore dan museum batik yang akan kami kunjungi sudah tutup tapi tak apalah masih bisa berfoto2 di depan museum. Jam 7 malam kami kumpul kembali untuk makan malam bersama Soto/Tauto khas Pekalongan, saya lupa apa nama rumah makannya, ada miss communication pas mau makan malam ini 1 mobil yang sudah duluan mengira tempat makan itu sudah tutup jadi mereka lanjut pulang ke hotel sementara 2 mobil lainnya mampir makan disitu dan tempat makan itu buka, karena jaraknya cukup jauh jadilah kami makan malam terpisah. Setelah selesai makan malam kami kembali ke rumah Pakde dan yang lain ke Hotel untuk beristirahat, hari yang sangat melelahkan tapi memiliki keseruan yang luar biasa. Hari kedua kami di Pekalongan diisi dengan kegiatan belajar membatik di rumah mas Arip, semua sangat antusias, sampai-sampai tempat pembuatan batik mas arip ambruk karena kebanyakan orang apalagi ada saya yang berbody big size hahaha…., tapi insiden itu tidak menyurutkan niat kami untuk melanjutkan belajar membatik. Selesai membatik untuk menghemat waktu karena jadwal kereta kami pukul 15.35 dari rumah mas Arip kami di bagi 2 kelompok ada yang mau belanja batik di International Batik Center ada juga yang mau ke Comal makan kepiting di RM. Pak Kardi. Semua kembali ke rumah Pakde Eko jam 13.00 untuk siap-siap kembali ke Jakarta, kami berangkat ke stasiun diantar oleh pakde eko, bude, mama Yosi dan Om Christo yang nanti akan berangkat ke bandung malam hari, kami naik KA Tawang Jaya lagi ke Jakarta sesuai jadwal keberangkatan pukul 15.35 dan berakhirlah trip “Doladoli goes to Pekalongan” Sampai jumpa di trip Doladoli goes to........ Terima kasih yang tak terhingga buat Pakde Eko dan Bude yang sudah mau kami repotkan Terima kasih juga buat semua anggota keluarga Doladoli yang ikut trip ini Kita semua saudara anggota Komunitas Jalan-jalan Indonesia
  8. 9 points
    Hola Deffa Here !!! Akhirnya kita kembali akan mengadakan Gathering Nasional berupa Jalan2 Bareng ke beberapa daerah di Indonesia, untuk kali ini yang ke 9 kali nya diadakan. Adapun rencana awal tanggal yang kita pilih adalah 16 - 18 Oktober 2015. Karena tanggal 15 Oktober tanggal merah jadi memungkinkan untuk Long Weekend, jadi acara diadakan selama 3 hari. Untuk destinasi nya di ajukan ada 3 nama daerah yaitu Balikpapan, Lombok dan Banyuwangi. Jadi seperti biasa kita akan polling untuk destinasi wisata nya sampai tanggal 24 Agustus 2015. Dan juga di harapkan untuk Rekomendasi tempat wisata dari masing-masing kota tujuan yang ada di Destinasi tersebut, juga kesediaan nya member Komunitas Jalan2 Indonesia yang berada atau mengenal dengan baik daerah di Destinasi tersebut untuk menjadi Ketua Panitia secara Sukarela (tidak di bayar). Sistem yang biasa kita lakukan adalah SHARING COST POLLING DITUTUP Hasil Total dari Facebook Group dan Forum Jalan2 : BALIKPAPAN = 20 Vote BANYUWANGI = 94 LOMBOK = 131 Vote Jadi Gathering Nasional IX tanggal 16-18 Oktober 2015 dengan Destinasi Lombok Pembukaan pendaftaran nanti di umumkan. Thx u
  9. 8 points
    deffa

    3 Hari di Osaka Itu Seru Loh

    Hola Deffa Here !!! Akhirnya saya mulai menulis Cerita Perjalanan Explore Kansai selama 5 hari dari perjalanan saya kemarin 7-11 Maret 2016. Perjalanan yang sangat menyenangkan dan juga menegangkan. Kok menegangkan ? Karena saya harus berhadapan dengan Last Minute Call, bukan hanya sekali namun 3 kali hahahah Yup rute perjalanan saya yaitu 2 hari di Osaka dan 2 hari di Kyoto - Nara. Jadi kali ini saya akan membahas tentang perjalanan saya ke Osaka dulu agar tidak terlalu panjang membaca nya ya. Semoga tulisan saya ini bisa menjadi informasi buat kalian nanti Word of Advice tulisan ini sangat panjang semoga kalian tidak bosan membaca nya ya, tapi harus di baca dengan seksama kalau kalian mencari info yang detil loh DAY 1 : 7 Maret 2016 Itinerary Day 1 : Bandara Hussein Sastranegara Bandung Bandara KLIA2 Makan Siang di Restoran Nyonya Colors KLIA2 Bandara Kansai International Airport Menginap di Kansai International Airport Akhirnya hari yang di nanti pun tiba setelah hasil hunting tiket promo Air Asia tahun lalu, saya mendapatkan harga tiket ini One Way Bandung - Kuala Lumpur - Osaka sebesar Rp, 1.400.000 atau 1,4 juta rupiah. Untuk pulang nya saya dari Seoul jadi nanti kita bahas itu. Pesawat pukul 08.30 WIB berangkat dari Bandara Hussein Sastranegara Bandung menuju KLIA2 Malaysia. Saya sudah tiba di bandara sejak pukul 07.00 WIB. Karena belum sarapan saya putuskan untuk membeli roti di Circle K terdekat. Ketika mau membayar saya cek dompet, baru lah teringat Uang Yen Jepang dan Won Korea Selatan saya tidak ada. Sontak lah saya kaget dan panik. Saya baru ingat jika uang tersebut masih tersimpan di Lemari pakaian saya di rumah. Tanpa pikir panjang saya langsung mencari Ojek untuk kembali ke rumah, jarak dari Bandara ke Rumah itu sekitar 1,5 jam dan di tambah lagi ini hari Senin. Saya hanya bisa berdoa dan minta tolong ke tukang Ojek untuk melaju dengan sangat cepat. Di jalan menuju balik ke rumah ini saya sempatkan untuk Web Check In dan berhasil, singkat cerita, ketika saya sudah tiba lagi di bandara pukul 08.30 WIB pas, dan ketika saya tiba di dalam Bandara dari petugas bilang saya sudah tidak bisa masuk ke pesawat : Saya : Pak mohon saya untuk naik pesawat masih ada kan Petugas : Sudah ditutup pintu pesawat nya, sudah tidak bisa naik Announcer : Panggilan terakhir untuk bapak Deffa Utama Saya : Tuh pak masih ada tuh Last Call tolong pak Petugas : Bentar saya tanya dulu......... ok masih bisa katanya belum di tutup Saya : Wah terima kasih banyak pak Petugas : Ya sudah santai saja gak usah panik lagi, ditunggu kok sudah di kasih ijin Dan tepat pukul 08.40 WIB pesawat pun tinggal landas, dengan saya duduk di kursi di dalam pesawat dengan keringatan dan rasa panik yang masih melanda, dalam hati "Terima kasih tuhan, semoga tidak terjadi lagi kebodohan seperti ini" KUALA LUMPUR INTERNATIONAL AIRPORT 2 Di dalam pesawat saya pun akhirnya tertidur sebentar karena lama perjalanan ini sekitar 1 jam 30 menit. Dan ketika terbangun sudah landing di bandara KLIA2. Waktu menunjukkan pukul 11.00 WITA beda 1 jam lebih cepat dari Bandung. Karena penerbangan berikut nya adalah pukul 15.00 WITA tujuan Osaka Kansai International Airport jadi saya putuskan untuk mengisi perut yang sudah berteriak karena beban dari belum sarapan dan masih panik karena kejadian Last Minute Call tadi di Bandung. Saya pun memilih untuk makan di area Lantai 3 KLIA2 yaitu di dekat Terminal Keberangkatan. Makan di Bandara kalian pasti tahu donk yaitu Mahal. Tapi saya menemukan satu Restoran yang mempunyai menu enak dan Harga nya murah yaitu Nyonya Colors. Nasi Lemak Pandan nya cuma seharga RM 3.71 loh. Untuk review lengkap nya baca DISINI Jreng jreng disini malapetaka kembali terjadi, apa yang saya doa kan untuk tidak terjadi lagi akhirnya kejadian lagi. Dikarenakan saya terlalu santai di Restoran ini. Tidak saya sadari waktu sudah menunjukkan pukul 14.00 WITA. Kalian harus tahu jika penerbangan Internasional itu maksimal Check In adalah 1 jam sebelum keberangkatan. Dan saya sudah melewati waktu Check In Dengan kaget saya pun langsung buru-buru ke Counter Check In Air Asia, dan kondisi sedang sangat penuh. Saya bertanya kepada petugas yang ada disana Saya : Where can I check in my flight to Kansai ? Petugas : What time your flight is ? Saya : 3 pm Petugas : Its already closed, you should checked in 1 hour before you departure Saya : What, oh no, please can you help me there is still time before the flight Petugas : Ok why don't you go to counter 16 over there and try to check in Saya : Thank you Dan untung lah saya masih bisa check in, namun saya di suruh lari karena waktu hanya tinggal 50 menit lagi. Malapetaka lagi ketika masuk area Imigrasi. Kalian harus tahu bagian Imigrasi di bandara KLIA2 ini salah satu yang terlama di dunia. Kinerja petugas Imigrasi nya lambat sekali. Jika di perhatikan 1 orang bisa sampai 5 menit untuk di periksa. Sedangkan antrian sudah mengular. Disini saya sudah Hopeless. Namun tiba-tiba di belakang saya ada orang Indonesia juga yang bertanya : Orang : Mas mau ke Jakarta juga ? Saya : Gak mas saya mau ke Osaka Jepang Orang : Oh gitu, lambat banget ya ini, padahal saya flight Lion 15.30 WITA neh bisa telat Saya : Wah saya lebih parah mas 15.00 WITA dan sekarang udah 14.10 WITA Orang : Ya sudah kita berdoa saja ya mas, mudah-mudahan di kasih jalan Dan tiba-tiba saya melihat gerak-gerik petugas Imigrasi yang hendak membuka barisan baru untuk Counter di sebelah rombongan saya. Saya pun langsung dengan cepat pindah barisan dan berdiri paling depan. Pertolongan Tuhan masih ada. Saya pun melewati Imigrasi ini lebih cepat. Dan akhirnya saling tos dengan orang Indonesia yang saya ajak ngobrol Dari Imigrasi ini saya lari sekuat tenaga, untuk menuju Gate saya di P12 yaitu paling ujung. Kalian harus tahu jarak dari Imigrasi ke Gate itu sekitar 30 menitan jalan biasa. Dan waktu sudah 14.30 WITA gak mungkin saya jalan biasa. Lari lah saya sekuat tenaga dengan menggendong Backpacke seberat 10 kg mungkin. Tiba di area Gate sebelum di P12 di KLIA2 ini ada pengecekan Scanner lagi yang sangat ketat semua yang bematerialkan logam harus di lepas. Kacamata, Belt, Dompet dll. Akhirnya saya lepas Belt saya karena ada besi nya dan membuat celana panjang saya agak melorot. Petugas bertanya Petugas : Terbang jam berape ? Saya : Jam 3 pak Petugas : Sekarang 2:57 PM. ya sudah lari lari Saya : Iya pak terima kasih Dengan memegang celana panjang yang kedodoran karena belum sempat memasang Belt saya pun berlari. Dari kejauhan saya sudah mendengar "Kansai Last Call, Kansai Last Call". Saya pun berteriak dari jarak sekitar 100 meter mungkin "Kansai, Kansai". Untung petugas itu mendengar dan melihat saya berlari. Dia segera menghubungi rekan nya. Dan segera membantu saya membawakan tas dan memeriksa dokumen. 15.00 WITA akhirnya saya sudah duduk di kursi Air Asia X. Dan pukul 15.10 WITA pesawat pun berangkat. Dan dalam hati "Ya Tuhan 2 kali saya melakukan kebodohan ini, semoga tidak ada yang ketiga". Perjalanan sekitar 6 jam dari KLIA2 ke Kansai International Airport, kebetulan di dekat saya juga ada orang Indonesia yag mau liburan ke Jepang jadi ada teman ngobrol. KANSAI INTERNATIONAL AIRPORT Selama perjalanan ini saya tidak bisa tidur antara Excited dan masih Parno akan Last Minute Call tadi. Tidak terasa ternyata sudah landing saja di Kansai International Airport sekitar pukul 22.00 WIT (beda 2 jam lebih cepat dari Indonesia). Rencana saya malam ini menginap di Bandara Kansai International Airport untuk menghemat biaya menginap semalam. Untuk maskapai Low Cost biasanya mendarat di Gate yang agak terpisah dari Bandara jadi ketika kalian turun dari pesawat akan menggunakan semacam Shuttle Train menuju Terminal Kedatangan Bandara KIX. Sedangkan maskapai yang tidak Low Cost seperti Garuda, langsung mendarat di Gate Terminal Kedatangan. Menginap di Bandara Kansai International Airport emang bisa ? Bisa donk dan sudah banyak yang mencoba, akhirnya saya pun merasakan nikmat nya Kursi Sofa di Bandara KIX ini saya pilih di Lantai 2 Terminal Keberangkatan. Untuk info lengkap Cara Menginap di Bandara Kansai International Airport baca DISINI Malam itu saya tidak bisa tidur jadi saya putuskan untuk membuat Itinerary. Heheh saya memang tipe yang Berangkat dulu Itinerary belakangan. Jadi selalu membuat itinerary ketika sudah tiba di TKP. Saya pun membeli Onigiri seharga 100 yen di Family Mart terdekat, karena sedikit lapar Sekian untuk Hari Pertama yang melelahkan. Ingat jangan sampai kalian mengalami Last Minute Call ya, karena itu melelahkan Jasmani dan Rohani loh PENGELUARAN DAY 1 DAY 2 : 8 MARET 2016 Itinerary Day 2 : Universal Studios Japan The Wizarding World of Harry Potter Osaka Castle Takoyaki Making J-Hopper Osaka Guesthouse Masih di Kansai International Airport dan pukul menunjukkan 05.00 WIT, saya putuskan untuk berangkat karena menggunakan kereta pertama dari bandara KIX ini. Dan saya sebelum nya sudah membeli Kansai Thru Pass dari Indonesia secara online, yang berguna untuk menggunakan semua Transportasi umum yang ada di Kansai ini selain dari Perusahaan JR, seharga 5200 Yen untuk 3 hari penggunaan. Info lengkap cara membeli dan penggunaan nya Baca DISINI Saya tinggal menukar bukti pembelian ke bagian Counter dari Nankai Train Railways yang berada di bandara KIX ini, dari Terminal Keberangkatan tersebut tinggal keluar saja menuju pintu utama tetap di lantai 2 dan setelah di luar akan melewati semacam jembatan. Lalu kita akan bertemu dengan semacam Gerbang di sebelah Kanan untuk menuju ke Stasiun Kereta JR dan di sebelah nya Nankai Line Sebelum nya saya ke kantor Nankai dulu untuk menukar bukti pembelian menjadi kartu Kansai Thru Pass. Karena saya yang duluan dan pertama jadi proses cukup cepat. Oh ya saya juga memutuskan untuk menggunakan kartu ICOCA yang fungsi nya di gunakan untuk semua moda Transportasi dari perusahaan JR. Di Ticket Vending Machine di dekat sini. Harga kartu nya 500 yen dan Saldo saya isi 2000 yen jadi total 2500 yen Tapi jika kalian sudah mempunyai kartu PASMO dari kunjungan di Tokyo, tidak perlu lagi membeli kartu ICOCA karena fungsi nya sama saja dan PASMO CARD bisa di gunakan di Kansai untuk transportasi dari JR. Oh ya saya sempat membeli Onigiri lagi di Family Mart 2 buah seharga 220 yen untuk sarapan heheh Langsung menuju Nankai Line dan menggunakan Kansai Thru Pass ini. Tujuan saya adalah ke Fukushima Station jadi saya harus berkali-kali ganti Kereta di beberapa Station. Kereta pertama Nankai Airport Line Rinku Town Station. Lalu ganti Nankai Main Line menuju Namba Station, lalu Hanshin Namba Line menuju Amagaski Station, terakhir Hanshin Main Line menuju Fukushima Station. Atau bisa coba rute berikut Perjalanan dengan rute ini cukup panjang dan lama, total menghabiskan waktu sekitar 2 jam, namun karena semua di cover oleh Kansai Thru Pass jadi tidak perlu membayar lagi. Tujuan saya yang pertama ini ke penginapan untuk mandi dan menaruh tas yaitu di J-Hoppers Osaka Guesthouse J-HOPPERS OSAKA GUESTHOUSE Letak nya memang dekat dengan Fukushima Station namun yang JR Fukushima Station bukan yang Hanshin Fukushima Station. Karena saya di Hanshin Fukushima Station harus jalan sekitar 10 menit ke JR Fukushima Station lalu 3 menit ke penginapan nya. Cukup mudah di cari kok. Dan penginapan ini worth sekali. Untuk pengalaman menginap di J-Hoppers Osaka Guestouse baca DISINI Semalam untuk Private Room nya seharga 6000 yen Setelah check in dan mandi saya pun beranjak untuk ke destinasi pertama yaitu ke Universal Studios Japan. Yup salah satu impian saya adalah bermain di Theme Park di seluruh dunia jadi salah satu nya disini, apalagi di sini ada Wizarding World of Harry Potter salah satu favorit saya. Saya sebelum nya sudah membeli tiket Universal Studios Japan dari Indonesia membeli nya dari Jalan Tour Travel Agent seharga 7400 Yen sudah termasuk Pajak. Untuk cara pembelian nya Tiket Universal Studios Japan di Indonesia baca DISINI Rute saya kali ini menuju UniversalCity Station karena terlalu jauh dan makan waktu jika menggunakan Hanshin Main Line (Kansai Thru Pass). Saya putuskan menggunakan JR Fukushima Station saja jadi menggunakan ICOCA,. Rute nya adalah JR Fukushima Station (JR Kansai Airport Rapid Service for KANSAI AIRPORT) - NISHIKUJO Station (JR Yumesaki Line for SAKURAJIMA) - UNIVERSALCITY. Total seharga 160 yen UNIVERSAL STUDIOS JAPAN Ok tiba lah di Universal Studios Japan sekitar pukul 10.00 WIT, ternyata sudah rame gak ngaruh walaupun datang pas Low Season dan Weekdays tetap saja ramai. Dari Universal City Station saja sudah mulai rame nya. Dan kebetulan hari ini di buka penjualan Annual Pass USJ sebesar 10000 yen murah banget. Karena saya sudah membeli tiket sebelumnya jadi tinggal masuk saja dan tidak lupa mengambil Map USJ yang luas ini. Karena gerbang utama nya sedang di renovasi jadi background nya agak kurang bagus hehe, tapi bola dunia khas Universal Studios tetap ada Karena disini sangat ramai jadi ya saya sudah maklum tidak akan banyak mengunjungi wahana nya, karena destinasi utama saya kesini yaitu Harry Potter jadi saya langsung antri untuk mengambil Timed Entry Ticket di dekat Gerbang masuk Harry Potter. Kebetulan dapat di pukul 12.30 WIT, jadi masih ada waktu. Universal Studios Japan sendiri di bagi beberapa wilayah : New York Hollywood Parade San Francisco Jurassic Park Amity Village Universal Wonderland Water World Yang pertama saya temui dari pintu masuk adalah area Hollywood disini kita bisa melihat bangunan-bangunan ala abad pertengahan dan juga beberapa Cosplay dari film-film hollywood Karena bingung mau kemana, saya langsung menuju ke wahana Back To The Future. Karena ya saya pernah mengalami masa kejayaan Film ini jadi bernostalgia dulu Disini sebenarnya ada wahana Ride nya yang 4D tapi karena malas antri jadi saya gak ikutan, gila antri nya sampai 2 jam loh. Di sekitar sini juga ada wahana The Amazing Adventures of Spiderman berupa wahana Ride 4D yang kebetulan antrian untuk Single Ride nya tidak terlalu lama sekitar 20 menitan ya sudah saya ikut disini dulu deh Di The Amazing Adventures of Spiderman The Ride ini mirip dengan Transformer 4D Ride nya Universal Studios Singapore loh. Jadi kalian naik di semacam Jet Coaster gitu lalu menggunakan kacamata 4D untuk menonton aksi Spiderman menyelamatkan dunia melawan musuh-musuhnya. Cukup tegang karena jet coaster nya yang jungkir balik. Sambil menunggu waktu lagi saya menghabiskan dengan berkeliling di area San Francisco. Disini ada wahana Jaws namun karena sedang di Maintenance jadi tidak buka, cukup untuk foto-foto saja deh di area Wharf nya. Dan ternyata di USJ ini lagi demam Minions, sampai ada makanan berbentuk seperti bakpau di hias warna kuning mirip Minion, namun sayang Tidak Halal jadi saya tidak mencoba. Oh ya di area San Francisco ini banyak bangunan yang kece-kece loh untuk background foto-foto seru. Jadi jangan sampai di lewatkan ya heheheh Dan akhirnya Pukul 12.30 WIT pun tiba saya langsung bergegas ke Gerbang The Wizarding World of Harry Potter dan menunjukkan Timed Entry Ticket kepada petugas di persilahkan masuk. Yes akhirnya bisa merasakan dunia nya Harry Potter juga. THE WIZARDING WORLD OF HARRY POTTER Masuk area Harry Potter kita akan melalui jalan dengan rimbunan pohon pinus di kiri dan kanan ditemani dengan suara kodok jadi semacam kesan mistis gitu, tidak jauh kita akan bertemu dengan Weasley Flying Car, itu loh Mobil Terbang yang ada di Buku Kedua Harry Potter, pas Ron Weasley jemput (menyelamatkan) Harry di rumah nya Uncle Vernon, karena gak boleh lagi sekolah di Hogwarts. Oh ya antri ya poto nya, seperti biasa Turis dari Cina Tiongkok bikin ulah gak mau antri heheh Lanjut kita akan bertemu Gerbang Utama dari The Wizarding World of Harry Potter ini, kalau di Film ini adalah gerbang nya Desa Hogsmeade. Jadi yang pertama kita masuki adalah memang Desa Hogsmeade seperti yang di film nya. Masuk ke Gerbang Hogsmeade kalian tidak akan pernah bisa melepaskan pandangan dari satu bentuk yang ikonik yaitu Kereta Hogwarts Express, yup kereta yang muncul di tiap Buku dan Film Harry Potter ini nongol juga disini. Lengkap dari Lokomotif sampai Gerbong nya. Bahkan di Gerbong nya kita bisa berfoto mengenakan pakaian Hogwarts dan di dalam Kompartemen khusus seperti di Film. Harga sewa dan poto nya 3000 Yen. Jalan lagi di dekat sini ada Zonko Jokes & Tricks Shop lalu di sebelahnya ada Honeydukes. Di dalam Zonko kalian bisa menemukan semua alat kejahilan yang sering di bawa oleh Fred & George Weasley. Seperti Puking Pastilles, Screaming yo-yo dll. Sedangkan di Honeydukes kalian akan menemukan yang paling terkenal adalah Bertie Bott's Every Flavour Beans. Dan dijual dengan harga 3000 yen Nah yang paling saaya tunggu-tunggu juga untuk datang kesini adalah mencoba Butterbeer, oh kalian penggemar Harry Potter pasti penasaran kan gimana seh rasa Butterbeer itu ? Apakah beer ? Apakah Butter ? Apakah Es Krim ? hahahah. Akhirnya saya mencoba nya dan ini momen yang sangat priceless banget dah Ada stand atau lebih tepatnya Barrel Stand di depan Honeydukes ini yang menjual Butterbeer seharga 900 yen dan 1200 yen. Jika 1200 yen kalian juga mendapatkan gelas / mug khas Butterbeer seperti di film, jika 900 yen hanya menggunakan mug biasa. Saya pilih donk yang 1200 yen buat kenang-kenangan hehehe Mau tahu rasa nya kayak apa ? Bilang aja penasaran ye kan ? hahahahaha (devil smile / gak ada emot nya ). Ok jadi gini Butterbeer ini terdiri dari 2 komposisi Butter dan Beer. Butter itu sendiri yang berada di atas seperti buih warna putih itu, rasanya manis seperti krim Susu Vanilla. Lalu untuk Beer nya rasanya berupa Root Beer yang kayak di A&W itu loh atau kalau jaman dulu Sarsaparila hahah Pokoknya enak banget, saya minum nya pun dikit-dikit takut cepat habis hahah, biarin katro jalan-jalan sambil megang minuman. Oh ya di tempat saya bersantai sejenak sambil minum Butterbeer ini adalah Barvish Banges, disini ada Owl, yup kalian tahu kan di serial Harry Potter, Owl (burung hantu) juga memegang peranan penting. Apalagi di buku terakhir Deathly Hallows, Hedwig lah salah satu yang menyelamatkan Harry Potter Nah disini kita bisa bertemu dengan Live Hedwig well at least ada putih-putih nya lah ya, kalo Hedwig kan Snow White banget putih semua se badan-badan hahah. Tapi gak boleh mendekat jadi poto nya harus dari jauh Three Broomsticks nah kalau yang ini saya tidak sempat masuk karena di sini berupa Restoran, ya mirip seperti di film dan buku seh berupa tempat makan, tapi yang unik adalah satu papan pengumuman yang bertuliksan "Have You Seen This Wizard?". Di depan restoran ini, karena seperti yang kalian bisa tebak di ambil dari film ketiga Harry Potter and The Prisoner of Azkaban yaitu ada Sirius Black disana Selanjut nya kita akan bertemu dengan Restoran Hog's Head. Kalau di serial nya di sini restoran underground yaitu restoran nya para penjahat atau orang-orang yang di Blacklist. Jadi kesan nya agak suram gitu. Nah di depan ini ada satu gedung yang unik yaitu Owl Post, yup disini tempat semua Post dari Owl di kumpulkan, banyak sekali Owl disini walaupun bukan Owl asli tapi nuansa nya seperti di kandang burung hantu. Lengkap dengan surat-surat dan lain sebagai nya. Oh ya di bagian tengah ruangan ini ada The Monster Book of Monster yang di kasih Hagrid ke Harry Potter, di sini juga dia bisa bergerak loh Oh ya di sini juga jual souvenir khas Harry Potter dan yang paling keren adalah disini jual Jubah sekolah Hogwarts dari masing-masing House Grtffindor, Slytherin, Hufflepuff, Ravenclaw. Tapi mahal banget 12000 yen Lanjut di depan dari Owl Post ini ketemu dengan Ollivanders Maker of Fine Wand Since 382 BC. Yup ini Ollivanders Shop yang terkenal itu, dimana Harry mendapatkan Wand pertama nya disini. Dan di sini juga ternyata ada atraksi nya loh, antrian nya tidak panjang hanya menunggu sekitar 20 menitan. Kita akan masuk ke Ollivanders Shop dan akan menyaksikan suatu teatrikal seorang Shopkeeper yang di tunjuk oleh Ollivanders untuk membantu kami para Murid Baru memilih Wand. Dan dalam teatrikal ini ada satu yang di panggil secara Random, untuk memilih Wand nya. Dan adegan berikut nya persis seperti pertama kali Harry memilih wand dimana ruangan menjadi berantakan karena salah Wand. Dan akhirnya ketika Wand yang di pilih sudah ditemukan, dia yang di tunjuk untuk maju itu bisa mendapatkan Wand tersebut secara Gratis. Enak banget ya, padahal gue udah sengaja berdiri paling depan tapi gak di tunjuk huhu, harganya kalau beli 3.800 yen Keluar dari Ollivanders Wand Shop ini kalian akan langsung melihat kemegahan Hogwarts Castle dari jauh. Wuih keren abis dah, apalagi di tambah danau di sekitar nya itu loh keren juga. Tenang dan adem rasanya Nah di jalan menuju Hogwarts Castle ini kalian akan menemukan suatu pertunjukkan dari akademi Beauxbatons dan Durmstang Institute yang memperagakan tarian nya seperti di film Harry Potter ke empat Goblet of Fire. Bagus loh sayang jika di lewatkan Dari sini juga kita sudah bisa melihat kemegahan dari Hogwarts Castle, disini sebenarnya ada wahana unggulan nya yaitu Harry Potter The Ride 4DXD, namun kalian bisa bayangkan berapa lama antrian nya 1 - 2 jam ? Wah itu sih biasa, ini seh antrian nya 5 jam dan masih naik lagi. Gila gak tuh, saya pass deh. Saya pilih untuk mengelilingi Hogwarts Castle nya saja dan menelusuri ruangan dalam Castle. Masuk ke Castle nya dengan penerangan cukup gelap jadi kurang bagus untuk poto namun saya bisa gambarkan, disini kita akan menjelajahi dari Ruang Kelas, Ruang Kelas Potion nya Professor Snape, Ruang Poto Headmaster terdahulu, Ruang Headmaster Dumbledore lengkap dengan Pensieve nya, dan Ruang Defends Against Dark Arts Magic Gggiilllaaa puas banget muterin ini Castle, dan setelah keluar Castle ini pun kita bisa berfoto ria di dengan bendera ke 4 House of Hogwarts. Saya pilih Slytherin karena saya rasa, saya emang cocok dengan filosofi Salazhar Slytherin ahahahah Di dekat sini juga ada penjual Souvenir saya sempatkan untuk membeli Gantungan Kunci berbentuk Deathly Hallows, lumayan harganya 1200 yen. Sudah puas lalu saya pun putuskan untuk menyudahi kunjungan di sini, selama jalan keluar saya memilih untuk mengambil jalan Diagon Alley. Disini bisa melihat Quidditch Shop dan Wiseacres Wizarding Equipment Akhirnya saya keluar dari The Wizarding World of Harry Potters karena lapar saya mencoba mencari makanan ringan dan menemukan Hot Dog seharga 800 yen, dan saya makan di pinggir Wharf sambil menyaksikan wahana Jet Coaster yang sedang lewat. Dan akhirnysa saya keluar dari Universal Studios Japan sekitar pukul 16.00 WIT dan masih ada cukup waktu saya putuskan untuk menuju ke Osaka Castle. Niat hati ingin melihat Sakura semoga sudah ada yang Early Bloom. Rute yang saya lalui adalah Universal City Station - Nishikujo Station - Bentencho Station - Tanimachiyoncome Station, seharga 400 yen di cover oleh ICOCA OSAKA CASTLE Untuk menuju Osaka Castle kalian di sarankan untuk melalui Otemon Gate itu berada di area South West dari Osaka Castle jadi Station terdekat adalah Tanimachiyonchome atau Tanimachi-4-Chome. Karena jika melalui Otemon Gate ini kalian akan langsung bertemu dengan Nishinomaru Garden. Taman yang sangat cantik apalagi jika musim semi dengan bunga Sakura Namun sayang karena saya tiba sudah sore dan lagi Sakura belum mekar, jadi saya tidak bisa masuk kesana. Saya langsung menuju ke Tower Utama saja. Namun lagi-lagi karena sudah sore Tower Utama di tutup Puku; 17.00 WIT dan tidak bisa masuk ya sudah poto di depan saja Di area ini juga terdapat Museum Osaka Castle yang juga tutup pukul 17.00 WIT jadi hanya bisa di poto dari luar saja. Oh ya jika kalian mau bermain kano di sekitar Osaka Castle ini bisa loh dengan menyewa kano seharga 200 yen. Apalagi jika pas musim Sakura bagus banget pasti Dan akhirnya saya sudahi hari kedua di Osaka ini dengan berkunjung ke Osaka Castle. Namun malam nya saya sudah ada acara di penginapan saya yaitu J-Hoppers Osaka Guesthouse dimana kami akan di ajak untuk membuat Takoyaki seru tuh. Rute pulang nya saya menggunakan Kansai Thru Pass. Tanimachiyonchome Station - Hiasghiumeda Station - Umeda Hanshin Station - Fukushima Hanshin Station di cover oleh Kansai Thru Pass J-HOPPERS OSAKA GUESTHOUSE Pukul 07.00 WIT saya sudah berkumpul di Lobby Hostel bersama tamu yang lain yang mau ikut event Membuat Takoyaki bersama dan bertemu dengan Mr. Yano selaku Manager dari j-Hoppers Osaka ini yang akan mengajak saya dan beberapa tamu lain yang ikut untuk membuat Takoyaki. Ada sekitar 5 orang yang gabung dari berbagai negara, Saya, Momo Hanada dan Yuki Yamamoto dari Okayama Jepang, Andrew Voegel dari United States dan Eric Chen dari Taiwan Untuk cerita lengkap keseruan Acara Takoyaki ini kalian bisa baca DISINI Untuk biaya acara Takoyaki ini perorang 600 yen Demikian lah petualangan Hari Kedua ini yang sangat seru akan di lanjut di Hari Ketiga nanti ya, tunggu saja keseruan berikutnya PENGELUARAN DAY 2 DAY 3 : 9 MARET 2016 Itinerary Day 3 : Umeda Sky Building Shitennoji Temple Shinshaibashi Daisho KitKat Store Curry House CoCo Ichibanya Bangun pagi sekitar pukul 06.30 WIT kondisi di luar ternyata hujan, dan setelah mengecek prakiraan cuaca hari ini, Kansai Area di selimuti hujan seharian. Ya sudah jadi memang itinerary harus rubah dan mungkin akan mengecil Saya awali dengan sarapan membeli Cup Noodles rasa Kare + Onigiri Salmon dari Seven Eleven terdekat. Seharga Cup Noodles 280 yen dan Onigiri Salmon 120 yen, total 400 yen. Memang mahal ya hanya untuk sarapan saja, ya beginilah di Jepang. Karena hujan jadi saya agak santai pukul 07.00 WIT saya sudah ready namun saya habiskan waktu dengan mengadakan Mini Concert di Lobby Guesthouse, karena ada gitar disana. Dan kebetulan teman baru saya Eric Chen suka mendengarkan musik, dia request beberapa lagu dari saya, lalu di ikuti juga Meg dan Keiko Yang paling saya ingat ketika membawakan lagu dari Meteor Garden - Qing Fei De Yi, mereka semua tahu loh lagu ini. Eric Chen dari Taiwan jelas tahu karena F4 Meteor Garden berasal dari sana, namun Meg dan Keiko yang asli Jepang mereka juga tahu hahahaha. Sekitar 10 lagu saya bawakan dan tidak terasa sudah pukul 10.00 WIT, saya putuskan untuk memulai perjalanan. Destinasi pertama saya putuskan ke Umeda Sky Building UMEDA SKY BUILDING Umeda Sky Building ini ternyata lokasi nya dekat dari J-Hoppers Osaka Guesthouse, bisa berjalan kaki sekitar 15 menitan. Dan tiket masuk nya pun bisa di beli disini lebih murah. Harga Tiket Umeda Sky Building 700 yen, namun beli di J-Hoppers Osaka Guesthouse seharga 650 yen, lumayan irit 50 yen Saya pinjam payung dari guesthouse dan memulai perjalanan 15 menit yang butuh perjuangan, karena selain hujan, cuaca dingin nya itu sangat menyulitkan. Berkali-kali saya mampir dulu di Seven Eleven atau Family Mart terdekat untuk menghangatkan badan. Rute untuk ke Umeda Sky Building sangat mudah kalian tinggal search di Google Maps Umeda Sky Building, dan ikutin saja petunjuknya. Namun setelah saya tiba di titik yang ditunjuk, belum menemukan Bangunan yang khas Umeda Sky Building. Malah berada di depan Hotel The Westin. Baru setelah bertanya-tanya ternyata Umeda Sky Building ini ada di area dalam dari The Westin, jadi memang harus masuk dulu Umeda Sky Building adalah bangunan tertinggi ke 19 yang berada di Osaka ini. Dan mempunyai Floating Garden yang berada di Roof Top setelah lantai 46. Terdapat observation deck di lantai 40. Naik dari Entrance West, kalian harus menuju lantai 39 untuk membeli Tiket Masuk. Dan lanjut lagi ke lantai 46 untuk ke Floating Garden nya. Sepanjang lantai ini kalian akan menemukan maket dari Umeda Sky Building ini juga, dan ada toko souvenir, serta semacam Kuil Kecil untuk berdoa Tiba di lantai 46 kalian akan mulai bisa melihat betapa tinggi nya bangunan ini karena akan menaiki elevator yang beralaskan kaca, jadi kita bisa melihat ke bawah, ngeri-ngeri sedap gitu heheh. Lalu naik lagi ke Roof Top untuk menuju Floating Garden nya. Di Roof Top ini kita bisa melihat kota Osaka secara 360 derajat dan juga terdapat area Gembok Cinta loh Namun karena hujan jadi saya tidak berlama-lama disini, angin nya juga kencang sekali. Saya putuskan untuk kembali lagi ke guesthouse untuk Check Out karena perjalanan saya dari Osaka ini akan langsung ke Kyoto, namun akan mampir dulu di beberapa destinasi terlebih dahulu. Destinasi selanjutnya ke Shitennoji Temple SHITENNOJI TEMPLE Saya sudah mendengar jika Shitennoji Temple ini sedang ada renovasi dan hari itu kondisi sedang hujan tapi saya tetap ingin mencoba kesana. Karena selain temple nya saya ingin coba kue Dorayaki yang khas, yang katanya ada di area Shitennoji Temple ini. Berangkat lah saya sekitar pukul 12.00 WIT dari penginapan Rute yang saya lalui menggunakan Kansai Thru Pass menuju ke Shitennoji Temple adalah sebagai berikut : Fukushima Hanshin - Umeda Hanshin - Higashi Umeda - Shitennojimae Yuhigaoka. Total 380 yen di cover oleh Kansai Thru Pass Dari Shitennojimae Yuhigaoka Station masih harus jalan kaki sekitar 10 menitan, di kala hujan itu jalan sepi seh namun dingin sangat terasa, jadi jalan pelan saja. Tapi enak seh jalan kaki di Jepang itu aman dan nyaman, jalan nya memang Pedestrian Friendly. Oh ya saya menitipkan Tas di Coin Locker di Shitennoji Station ini. Penggunaan nya sangat mudah kok tinggal ikuti saja cara nya dan ada bahasa Inggris nya dan juga harganya berbeda berdasarkan ukuran saya pilih ukuran yang sedang seharga 500 yen perhari Untuk cara penggunaan Coin Locker di Jepang baca DISINI Tiba di Shitennoji Temple tidak ada Tiket Masuk alias GRATIS dan suasana agak sedikit sepi, dan memang terlihat sedang ada renovasi, saya masuk dari gerbang utama. Terlihat gerbang dari Shitennoji ini cukup besar dan megah, mirip gerbang nya Sensoji Temple di Asakusa Tokyo Masuk ke area dalam nya langsung terlihat renovasi Temple utama di tengah-tengah yang sedang di kerjakan, jadi tidak bisa masuk ke area utama nya. Namun tetap bisa mengitari area Temple lain nya. Jika tidak sedang hujan pasti lah sangat indah. Saya masuk ke area semacam taman nya ini, terdapat beberapa temple kecil yang di hiasi pohon Sakura, namun belum berbunga Masuk lagi ke area Temple nya yang cukup besar di mana di bagian depan nya terdapat sebuah kolam yang sangat indah, menurut info petugas, di area ini lah ada beberapa toko souvenir termasuk juga penjual Kue Dorayaki khas Sitennoji, namun di karenakan hujan dan mungkin juga weekdays hanya sedikit yang buka, dan Kue Dorayaki tidak buka. Ya tidak apalah saya menikmati keindahan Temple nya saja Oh ya di dalam Temple ini juga sedang ada Biksu atau Pendeta atau apa pun sebutannya sedang berdoa.Jadi jika kalian kesini jangan ribut-ribut ya Pukul 15.00 WIT saya sudahi kunjungan saya di sini dan kembali menuju Shitennojimeu Yuhigaoka Station untuk menuju destinasi berikut nya area Shopping Center Shinshaibashi SHINSHAIBASHI Rute saya dari Shitennoji ini ke Shinsaibashi adalah sebagai berikut : Shitennojimae Yuhigaoka - Tennoji - Shinshaibashi, sebesar 240 yen dan di cover oleh Kansai Thru Pass. Cukup dekat kan ya rute nya Sebenarnya gak niat kesini tapi karena ada titipan untuk membeli Benang Rajut di Daisho dan sekalian mau coba Nasi Kare yang enak katanya ada di sini jadi ya saya kesini deh iseng-iseng berhadiah hahaha. Dan ternyata banyak sekali exit nya loh jadi jika tujuan kalian ke Shinshaibashi-Suji. Gunakan exit Crysta ya. Patokannya ada Uniqlo di bagian depan Gerbang Shinshaibashi nya Shinshaibashi ini sangat lah panjang Shopping Center Complex terbentang dari Shinshaibashi Station sampai ke Yodoyabashi Station kebayang kan berapa panjang nya. Jadi dia hanya semacam jalan mirip lorong / gang yang di kiri kanan nya terdapat banyak toko baik yang Branded atau pun biasa, bahkan ada yang Toko menjual Barang Bekas juga. Rata-rata barang Fashion disini tapi ada juga restoran kok Bagi cewek pasti di sini adalah Surga ya, jujur saya tidak tahu apakah disini harga nya Murah atau Mahal tidak terlalu memperhatikan dan tidak tahu juga beda nya apa ahahahha. DAISHO JAPAN Jadi saya langsung menuju ke Daisho saja mencari Benang Rajut. Ceileh cowok kok maenan nya rajutan hahaha. Pasti kalian yang anak Komunitas Jalan2 Indonesia atau Forum Jalan2 udah tahu donk siapa member yang doyan merajut. Yup dia lah uni Vera @kimonoku dan dalam perjalanan ke Jepang kali ini saya kebetulan di bikinin Syal Rajutan nya loh, jadi lumayan menghangatkan leher di kala dingin begini hehehe . Daisho Japan ini One Stop Shopping with One Fix Price yaitu harga nya semua nya sama 100 yen kurang lebih. Yup jadi saya belikan uni Vera 3 buah benang rajutan yang saya gak tahu apakah udah benar atau belum hahaha. Total 300 yen, cukup murah kan. Kemarin saya ke Jakarta di Kemang ada juga Daisho tapi semua harganya lebih tinggi Rp. 25.000 atau 220 yen. KITKAT STORE Beres dari Daisho eh ketemu Toko KitKat. Wah kayak nya kalau ke Jepang gak bawa KitKat Green Tea gak afdol ya, yowes saya beli satu pak KitKat Green Tea seharga 800 yen. Lumayan lah sebenarnya buat ngemil selama di kereta hehehe. Beres dari KitKat Store saya sudah lapar soal nya sudah pukul 16.30 WIT dan belum makan siang, tapi saya sengaja seh belum makan siang karena mau mencoba Nasi Kare yang cukup terkenal di Shinshaibashi ini yaitu Curry House CoCo Ichibanya. CURRY HOUSE COCO ICHIBANYA Alamat nya rada bingung karena bahasa Jepang, pokok nya dari Gerbang Shinshaibashi-Suji lurus aja sekitar 300 meter (perempatan kedua) belok kanan nah dia ada di sana. Keliatan kok dan ada beberapa Plang petunjuk nya di area Shinshaibashi ini. Saya mencoba yang Shrimp and Asari Clam Curry with Cuttlefish dan dengan tingkat kepedasan Level 2 lalu kekentalan kuah karenya Mild level 3, dan juga nasi 300 gram. Oh ya disini unik setelah memilih Kare nya kita harus memilih ukuran nasi, tingkat kepedasan dan juga kekentalan dari kuah Kare nya yang tiap level nya berbeda harganya, semacam add on gitu. Jadi total 800 + 42 +63 = 905 Yen Ini pengalaman saya memakan Nasi Kare dan saya lakukan di Jepang. Dan saya bisa katakan ini enak banget banget banget hahah, saya nagih banget nasi Kare ini. Gak percuma saya sempatkan waktu ke Shinshaibashi ini. Rasa seafood nya yang di bakar terlebih dahulu enak banget terasa daging nya yang lembut. Lalu kuah nya itu loh di tenggorokkan hangat dan pedas nya ya tidak terlalu pedas seh tapi pas. Pokok pol deh, kalau kalian ke Jepang wajib coba Nasi Kare. Untuk review lengkap nya nanti saya tulis di topic berbeda ya Oh ya saking enak nya saya akhirnya beli Beef Curry Instant nya seharga 550 yen untuk di bawa ke Indonesia. Masih belum saya makan seh karena sayang hahahaha. Dan karena waktu sudah menunjukkan pukul 17.30 WIT dan hujan pun masih mengguyur, saya sudahi kunjungan saya di Osaka kali ini, dengan mengambil train dari Shinshaibashi menuju ke Kyoto dengan menggunakan Kansai Thru Pass dengan rute sebagai berikut : Shinshaibashi - Umeda - Osaka - Kyoto. Seharga 800 yen di cover oleh Kansai Thru Pass Yup demikian lah perjalanan 3 hari di Osaka ini tunggu lanjutannya perjalanan di Kyoto - Nara ya. Semoga info yang saya berikan ini berguna dan silahkan di Share jika berkenan PENGELUARAN DAY 3 INFO DAN TIPS TAMBAHAN Beberapa info dan tips tambahan yang kalian harus tahu mengenai Osaka : Jika kalian ingin melihat Sakura di Osaka paling bagus memang di Osaka Castle, harus di cocok kan waktu kunjungan dengan tanggal berbunga, sekitar Akhir Maret - Awal April Penggunaan Internet Smartphone di Jepang saya sarankan gunakan Sim Card Jepang seperti B-Mobile Visitor Sim 14 hari 2500 yen KLIK Antara Kansai Thru Pass dan ICOCA Card penggunaan nya berdampingan, karena ada wilayah yang tidak di cover oleh Kansai Thru Pass, begitu pula dengan ICOCA / PASMO Card Jika ingin ke Universal Studios Japan, lebih baik beli tiket di Indonesia baca caranya DISINI Jika ingin bermain di semua Wahana Ride di Universal Studios Japan termasuk Harry Potter The Ride, disarankan membeli juga tiket Express Pass agar tidak terlalu lama antri nya, namun harga tiket Express Pass dan tiket masuk Universal Studios Japan berbeda ya Selalu update tentang ramalan cuaca di Jepang, dari Smartphone karena prakiraan cuaca di Jepang cukup akurat Jika kalian tinggal di Guesthouse / Hostel cobalah ikuti Event-Event di penginapan tersebut untuk mendapatkan kenalan baru Baca Juga : Perjalanan Unik 5 Hari di Tokyo Jepang
  10. 8 points
    Hola Deffa Here !!! Akhirnya saya kembali menulis Field Report masih dengan sambungan dari perjalanan saya bulan Maret 2016 lalu yaitu tanggal 7 - 15 Maret 2016. Dengan rute Osaka - Kyoto - Nara dan kemudian dilanjutkan ke Negara kedua yaitu Korea Selatan di ibukota nya Seoul Untuk cerita sebelum nya bisa baca di sini ya : 3 Hari di Osaka Itu Seru Loh Awesome 3 Days in Kyoto Nara in a Glance Perjalanan saya kali ini di lakukan setelah explore Nara selama cuma 3 jam pada tanggal 11 Maret 2016 dan saya langsung menuju bandara Kansai International Airport (KIX) untuk flight saya ke Incheon pukul 18.15 WIT. Saya menggunakan maskapai Fly Peach sayang nya dengan harga yang tidak Promo, yaitu Harga Reguler seharga Rp. 860.000. FYI jika promo bisa Rp. 300.000 - Rp. 500.000 an loh one way. Untuk pengalaman menggunakan Fly Peach baca Pengalaman Menggunakan Maskapai Low Cost FLY PEACH Saya masuk Seoul ini menggunakan Visa Jepang sebagai Visa Transit, namun semenjak tanggal 1 Mei 2016 Visa Jepang sudah Tidak Bisa Lagi Masuk Korea Selatan bagi pemegang Passport Indonesia baca di SINI Jadi saya termasuk yang beruntung masih bisa merasakan masuk Seoul dengan Visa Jepang hehehe Advice tulisan ini akan panjang jadi di sarankan perlu waktu untuk membaca nya, tapi kalian tidak rugi loh membaca nya karena info yang saya berikan Lengkap dan pasti Berguna buat kalian jika mau ke Seoul juga :) DAY 1 : 11 Maret 2016 Itinerary Day 1 : Incheon Airport Top Up T-Money Yakorea Dongdaemun Hostel INCHEON AIRPORT Tiba di Incheon International Airport sekitar pukul 20.10 WIT dan cuaca waktu itu dibawah 0 derajat celcius. Saya tiba di Terminal Low Cost Airlines jadi ketika mendarat mirip di Kansai International Airport kita harus naik Train Link Airport untuk menuju Lobby Utama nya. Tenang saja ikuti saja penumpang lain ke arah Station nya cukup mudah kok arah nya Dari Gate pesawat sampai ke Lobby Utama cukup dekat sekitar 15 menitan, berbeda dengan KLIA2 dan Kansai International Airport yang sangat besar jadi memakan waktu lama untuk tiba ke Lobby. Setiba di Lobby nuansa dekorasi nya Musim Semi, karena saya memang tiba nya bulan Maret jadi sudah mulai masuk Musim Semi. Di tengah lobby ada sebuah Taman Buatan yang cukup cantik, spot yang bagus untuk foto-foto. Dan disini saya katakan dalam hati "Seoul Touchdown" Hal pertama yang saya lakukan adalah harus membeli T-Money. T-Money ini adalah sebuah kartu elektronik yang berfungsi sebagai sistem pembayaran untuk banyak hal dari transportasi bahkan pembelian makanan dan minuman di banyak merchant di Seoul khususnya dan Korea Selatan umumnya. Mirip dengan kartu EZ-Link di Singapura Dari berbagai blog yang saya baca dan juga panduan dari member forum Komunitas Jalan2 Indonesia Korean Holic siapa lagi kalau bukan @mone. Membeli T-Money sangat mudah karena ada di banyak Convinience Store seperti Seven Eleven (7-11). Nah 7-11 terdekat di Incheon ini berada di Lantai 1 Oh ya Incheon Airport ini terdiri dari 4 lantai, lantai Kedatangan berada di Lantai 2, berarti harus turun 1 lantai lagi untuk ke area Seven Eleven dan juga Incheon Train Station. Bentuk dari Bandara Incheon ini Setengah Kurva jadi center nya yaitu Information Center di depan Information Center ini ada eskalator untuk kebawah, lalu ikut saja plang menuju Arex Train Station. Sebelum tiba di Station akan bertemu dengan 7-11. Disini saya membeli T-Money seharga 2500 Won. Hanya kartu saja belum di isi Saldo, isi saldo nya nanti di Vending Machine. Kartu nya unik gambar karakter Line bernama Brown Setelah membeli kartu T-Money nya saya menuju ke Ticket Vending Machine dimana di sini lah untuk mengisi saldo nya. Sebenarnya bisa juga membeli tiket kereta nya tanpa T-Money yaitu dengan tiket sekali jalan, namun tidak efisien untuk traveler yang mempunyai banyak rute. Saya isi Saldo sebesar 20.000 Won, untuk cara pengisian saldo nya sangat mudah kok sama dengan pengisian saldo di Ticket Vending Machine pada umumnya, untuk review nya nanti saya tulis di topic lain ya :) Setelah mengisi saldo dari T-Money saya masuk ke Arex Incheon Train Station. Nah Arex Train Station ini ada 2 jenis yaitu : Express Train, langsung menuju Seoul Station tanpa berhenti di Station lain, harganya 8000 Won dan menempuh waktu sekitar 45 menit Commuter Train, berhenti di tiap Station (total 9 Station), harganya bervariasi setiap station dari 900 - 4150 Won, dan menempuh waktu yang lebih lama dari Express Train sekitar 58 menit Untuk informasi tentang Arex Train ini bisa cek langsung ke website nya di SINI Nah karena saya akan menuju Yakorea Dongdaemun Hostel which is berada di Dongdaemun pasti nya, dekat dengan Cheonggu Station di Line 6, jadi saya harus turun di Gongdeok Station lalu Transfer ke Line 6, menggunakan Arex Commuter All Stop Train. Jadi biaya yang saya keluarkan adalah 4050 Won di cover oleh T-Money. Lalu Geongdeok Station menuju Cheonggu Station dengan biaya 1250 Won di cover oleh T-Money FYI Seoul Subway jauh dekat harga nya sama 1250 Won jika menggunakan T-Money, kecuali Arex Train YAKOREA DONGDAEMUN HOSTEL Sangat gampang banget untuk menuju kesini karena lokasi nya dekat Cheonggu Station. Jadi jika dari Bandara Incheon, ambil AREX Train All-Stop yang berhenti di tiap stasiun (bukan yang langsung direct ke Seoul Station). Turun di Gongdeok Station lalu Transfer ke Line 6 dan ambil Train yang menuju ke Samgakji Station. Turun di Cheonggu Station. Lalu setelah keluar station, kalian harus menyebrang jalan di depan gedung KB Bank. Nah di sebelah kiri gedung KB Bank ini ada jalan kecil masuk kesana dan kalian akan menemukan nya. Bisa search di Google Maps dengan kata kunci Yakorea Hostel Dongdaemun Saya memesan kamar online dari situs mereka, Double Private Room with Private Bathroom dengan harga 38.400 Won (Rp. 438.000). Karena saya mendapatkan diskon sebesar 40.000 Won jadi total yang saya bayarkan hanya 113.600 Won (Rp. 1.300.000) Untuk pengalaman di Yakorea Dongdaemun Hostel bisa baca di sini Review Penginapan Murah di Seoul Yakorea Hostel Dongdaemun Karena saya tiba di Hostel cukup malam sekitar pukul 23.30 WIT jadi saya tidak ada waktu lagi untuk kemana-mana hanya langsung istirahat di Hostel saja, sambil menyiapkan itinerary untuk besok. Sekian Day 1 di Seoul, nantikan lanjutan nya ya :) PENGELUARAN DAY 1 DAY 2 : 12 Maret 2016 Itinerary Day 2 : Gwanghamun Gate Gyeongbokgung Palace The National Folk Museum of Korea Bukchon Hanok Village Unhyeongung Palace Cheong Gye Cheon Stream Insadong Tamiya Plamodel Factory Line Friends Cafe & Store Pajeon Street Kyunghee University "Good Morning Seoul" kalimat pertama yang saya ucapkan dari atas roof top Hostel yang saya tempati selama 3 malam ini, suasana Seoul di pagi hari masih belum terlalu padat apalagi daerah Dongdaemun ini. Sarapan saya hari ini tetap sama dengan seperti di Jepang kemarin yaitu Cup Noodles seharga 1500 Won. Tujuan hari ini saya mengikuti saran dari @mega_yoora yang sudah dengan baik hati memberikan saya itinerary untuk keliling Seoul selama 3 hari, sebelum saya berangkat. Tujuan pertama saya langsung ke Gyeongbokgung Palace GWANGHAMUN GATE Untuk menuju Gwanghamnun Gate di Gyeongbokgung Palace dari Cheounggu Station saya harus menuju ke Gwanghamun Station. Karena masih di line yang sama yaitu Line 5 warna Ungu jadi cukup dekat. Rute nya Line 5 Cheounggu Station - Gwanghamun Station sebesar 1250 Won di cover T-Money. Keluar melalui Exit 2 lalu jalan sekitar 400 meter, sudah terlihat langsung megah nya Patung Kaisar Korea Selatan yaitu King Sejong. Kalian tidak akan melewati nya pasti. Tidak jauh dari Patung tersebut sudah terlihat Gerbang Utama dari Gyeobokgung Palace ini yaitu bernama Gwanghamun Gate. Sempatkan poto-poto dulu. Cuaca saat itu dingin sekali masih berkisar di 0 - 3 derajat celcius loh :) Untuk masuk ke area pelataran Gwanghamun Gate ini GRATIS tapi perlu di ingat hanya pelataran saja ya, dimana disini biasanya ada pertunjukkan The Gate Guard Changing Ceremony. Mereka melakukan upacara ini di jam tertentu jadi pastikan kalian tiba di waktu yang pas yaitu Pukul 10.00 WIT dan 14.00 WIT. Waktu pertunjukkan hanya 15 menit Masuk ke area pelataran Gwanghamun Gate ini sangat lah luas karena saya tiba sekitar pukul 09.50 WIT, cukup pas waktu nya untuk melihat pertunjukkan yang sebentar lagi akan di mulai. Jadi saya sempatkan untuk foto-foto sebentar di area ini Tidak lama sedang asik foto-foto beberapa petugas menarik tali semacam Tali Pengaman gitu di sekeliling area Gwanghamun Gate ini dan dari kejauhan tedengar suara Terompet. Tanda bahwa Ceremony akan di mulai. Saya pun langsung mencari spot di bagian depan agar bisa langsung melihat pertunjukkan nya. Pertunjukkan di mulai dengan Tentara Khas Korea Selatan pada jaman dulu yang dominan baju warna Biru membawa beberapa Bendera, yang kemudian di ikuti oleh tentara yang ber senjata lengkap seperti Pedang dan Tombak menggunakan baju dominan warna Hijau. Lalu di bagian belakang rombongan dari para Musisi dengan alat musik Khas Korea Selatan dengan pakaian mereka yang dominan Merah. Pertunjukkan selama 15 menit ini tidak ada yang spesial, hanya prajurit yang mengikuti Instruksi sang Kapten untuk berjalan teratur dan beberapa prajurit di tempatkan di bagian depan Gerbang untuk berganti posisi dari prajurit yang sebelum nya. Sedangkan para pemain musik terus berkumandang selama 15 menit pertunjukkan ini. Ekspetasi saya kira tadinya akan ada sedikit pertunjukkan mungkin adu pedang lah, silat lah, taekwondo lah atau apapun itu. Namun tidak ada, tapi ya gak papa mungkin memang Ceremony nya seperti ini heheh Selesai Ceremony ini, sebelum acara ini saya sudah melihat satu bangunan yang isi nya adalah penyewaan Kostum Prajurit yang tadi melakukan acara dan ini GRATIS, namun hanya buka setelah / sebelum acara Ceremony berlangsung. Jadi setelah ceremony beres saya langsung menuju ke tempat penyewaan ini yang kebetulan antri hanya 1 orang jadi gak nunggu lama. Penyewaan Baju Perang Korea Selatan Gratis ini letak nya jika kita masuk dari Gwanghamun Gate ada di sebelah kiri. Berupa rumah khas Korea Selatan disana ada plang nya kok. Dan waktu penyewaan hanya pada jam tertentu yaitu Pukul 10.15, 11.10, 13.10, 14.15, 16.15 WIT. First come first served. Dan pilihan kostum nya ada beberapa, saya pun pilih yang warna Biru atau disebut Jungbyoung Setelah dipanggil antrian saya masuk dan langsung dibantu petugas untuk mengenakan pakaian yang saya pilih, jaket dan tas bisa di simpan di loker di sini. Sedangkan waktu menggunakan pakaian ini untuk foto-foto di berikan waktu perorang selama 15 menit, dan boleh berkeliling di area Gwanghamun Gate ini. Juga boleh berfoto dengan Prajurit nya loh Sudah puas foto-foto dengan Baju Prajurit nya sudah 15 menit jadi saya kembalikan lagi ke petugas nya dan kali ini saya bersiap untuk ke area utama dari Gyeobokgung Palace nya. GYEONGBOKGUNG PALACE Gyeongbokgung Palace ini masih satu area dengan Gwanghamun Gate jadi kita tinggal jalan kaki saja, namun untuk masuk ke Palace nya kita harus membeli tiket. Tiket nya berada di sebelah kanan dari Gwanghamun Gate. Dan harga tiket nya untuk dewasa perorang adalah 3000 Won. Ada beberapa jenis tiket nya namun saya hanya pilih yang Gyeongbokgung Palace saja Masuk ke area Gyeongbokgung Palace ini karena masih awal Musim Semi jadi pohon-pohon Sakura nya juga masih belum berbunga, yap disini juga punya Pohon Sakura loh, jadi kalau datang pas musim nya bermekaran akan sangat bagus pasti Kompleks Gyeongbokgung Palace ini sangat lah luas, saya hanya sempat untuk mengelilingi beberapa tempat saja dari Main Palace, Rumah Kerajaan dan Gyeonghoeru sebuah Paviliun di tengah danau yang dulu nya berfungsi sebagai tempat jamuan makan malam terhadap tamu kerajaan. FYI Korea Selatan sudah tidak berbentuk Kerajaan lagi karena Monarki nya sudah di runtuhkan oleh Jepang ketika perang dan Korea Selatan sempat di jajah oleh Jepang. Sehingga semua Keluarga Kerajaan dan berdarah Kerajaan di bunuh. Sekarang Korea Selatan berkonstitusi Republik dan di pimpin oleh Presiden dan Perdana Menteri. Awal nya saya juga mengira mereka masih kerajaan, karena banyak Drama Korea aka DraKor yang menceritakan kisah tentang masa Kerajaan, apalagi dulu favorit saya adalah DraKor Princess Hours dan Prince Hours. Dan saya pun kecele ternyata hanya setting film saja Saya sudahi kunjungan di Gyeongbokgung Palace ini dan menuju ke destinasi berikutnya yang masih berada di area yang sama yaitu The national Folk Museum of Korea THE NATIONAL FOLK MUSEUM OF KOREA Keluar dari Gyeobokgung Palace ambil gerbang Timur kita akan menuju ke arah dari The National Folk Museum Of Korea ini (panjang ya namanya disingkat aja deh jadi National Folk Museum). Jalan kaki paling juga sekitar 10 menit jadi gak ada masalah kan heheh Oh ya yang menarik lagi adalah Tiket nya GRATIS loh. Di dalam museum nya yang tidak terlalu besar ini kita bisa melihat berbagai sejarah dari jaman Manusia Purba nya ala Korea (jangan bayangin Lee Min Ho jaman purba ya ) sampai ke jaman Kerajaan nya. Di bagi 4 lokasi sesuai Tema nya, cukup menarik untuk di pelajari jika kalian punya waktu, tapi sayang saya tak punya waktu banyak hehehe Setelah keliling di area National Folk Museum ini sekitar 30 menitan saya putuskan untuk lanjut lagi, namun di area luar dari Museum ini terdapat patung-patung unik yang bikin saya penasaran. Ternyata setelah di lihat patung-patung tersebut merupakan simbol dari 12 Shio menurut tradisi China loh, Ada shio macan, anjing, kelinci dll. Unik juga Tujuan saya untuk keluar dari area National Folk Museum ini ke arah Timur, namun di tengah jalan saya bertemu dengan sebuah taman yang lebih di peruntukkan untuk anak-anak, dimana terdapat ayunan dan patung dengan karakter lucu, juga beberapa kafe dan toko souvenir yang menarik. Cocok untuk spot selfie loh Sampai juga di Pintu Gerbang Utama dari National Folk Museum yang berada di Timur dari Gyeokbokgung Palace ini. Ada spot foto menarik yaitu logo dari National Folk Museum itu sendiri dan juga ada patung-patung yang unik dimana ada beberapa patung anak kecil yang di deretkan sedang nungging dan anak paling depan berdiri di hadapan mereka hahahah 9Gag Ruined Me Tujuan berikut nya adalah Bukchon Hanok Village yang letak nya tidak jauh dari National Folk Museum ini BUKCHON HANOK VILLAGE Cara paling gampang kesini yaitu jalan kaki saja ya karena menurut Google Maps dari National Folk Museum ini menuju ke Bukchon Hanok Village hanya sekitar 500 meter saja jadi sekitar 10 menit jalan kaki. Sepanjang jalan ini menemukan banyak banyngan-bangunan menarik loh. Seperti kumpulan Pohon Sakura yang walaupun belum bermekaran tapi cukup enak dilihat. Dan juga melewati salah satu cafe unik yang di depan nya terdapat Sebuah Boneka Beruang yang besar bernama Radio M Coffee Dessert or Me ? Saya tidak masuk ke cafe nya karena ya melihat menu nya harga nya agak mahal seh ya standar cafe-cafe di Jakarta lah. Jadi saya lanjutkan perjalanan. Setiba di titik yang di tunjukkan oleh Google Maps saya bingung, loh kok cuma jalan kosong saja dengan rumah-rumah di kiri kanan. Jalan nya juga kecil. Apa saya salah jalan ya, tidak nampak seperti "Village". Akhirnya saya coba google apa seh Bukchon Hanok Village itu Oooo baru ngeh ternyata Bukchon Hanok Village itu ya ini sebuah jalan di antara Gyeongbokgung Palace dan Jongmyo Shrine dengan desain rumah di sekitar nya yang masih Rumah Tradisional Korea disebut Hanok. Setelah saya ingat-ingat lagi emang benar juga seh di beberapa DraKor ada setting seperti di Jalan kecil dan kiri kanan nya banyak Rumah Hanok hahahah Setelah melihat cewek yang menggunakan baju khas Korea disebut Hanbok di atas baru lah saya lebih ngeh, ternyata Bukchon Hanok Village ini lebih berasa jika kita menggunakan Hanbok ketika berfoto di sini. Banyak kok penyewaan Hanbok di Seoul :) Lanjut perjalanan karena memang jalan ini hanya pendek saja, rute saya berikut nya menuju ke Insadong UNHYEONGUNG PALACE Ketika menuju ke Insadong melewati satu komplek Istana lagi bernama Unhyeongung Palace, yang tidak begitu besar namun karena penasaran dan masuk nya GRATIS jadi saya coba aja masuk. Oh ya jika kalian perhatikan dari Gwanghamun sampai sini dan nanti ke Insadong saya tidak menggunakan transportasi apapun alias jalan kaki, karena memang jarak nya berdekatan sekitar 10 - 15 menit jalan kaki loh Well sebenarnya nothing special seh disini mirip dengan Gyeobokgung Palace hanya kompleks nya lebih kecil saja, tapi ya cukup menarik juga untuk di kunjungi sekedar berfoto jika di Gyeobokgung rame disini kalian bisa dapat spot selfie kece yang sepi loh CHEONG GYE CHEON STREAM Untuk destinasi satu ini saya khusus menanyakan langsung ke Korean Holic di forum ini yaitu @mone karena saya agak bingung, karena ini stream atau aliran sungai jadi bingung ujung mana yang harus saya tuju untuk dapat lokasi yang keren nya. Dan menurut mone lokasi utama dari Cheong Gye Cheon Stream ini adalah dekat dengan Gwanghamun Gate. Ya sudah dari Unhyeongung Palace saya berjalan kaki ke arah Selatan dan akhirnya bertemu juga dengan aliran sungai ini, yang memang cukup panjang jadi tidak akan terlewatkan. Karena saya berada di sisi timur dari Gwanghamun jadi saya berjalan menyusuri sungai ini ke arah Barat. Dan selama berjalan di sisi sungai ini saya melihat memang aliran sungai nya sangat bersih. FYI sungai ini pada awal nya hampir sama parah nya dengan sungai di Indonesia sebut saja Citarum di Jakarta, kotor banyak tempat pemukiman kumuh dll. Namun pada tahun 2003 Walikota Seoul saat itu melakukan Restorasi Cheong Gye Cheon selama 3 tahun dan akhirnya menjadi seperti sekarang ini, air nya bersih dan sekitar nya juga sudah nyaman sekali. Restorasi bukan hanya dari infrastruktur nya saja, namun juga moral masyarakat nya agar ikut menjaga dan tidak membuang sampah sembarangan. Semoga saja bisa di tiru oleh masyarakat Indonesia umumnya dan khusunya warga Jakarta Akhirnya tiba juga ke area Cheong Gye Cheon Fountain merupakan area utama dari sungai ini. Disini terdapat sebuah air terjun mini buatan yang sangat cantik. Katanya kalau malam juga terdapat permainan lampu disini, jadi menambahkan kecantikannya INSADONG Lanjut dari Gwanghamun Station yang dekat Cheong Gye Cheon Stream menuju ke Jongno 3(sam-ga) Station yang dekat dengan Insadong. Insadong merupakan sebuah jalan Raya yang di kiri kanan jalan di bagian Pedestrian Walk banyak sekali pedagang baik itu Souvenir, Baju dan Makanan. Jadi salah satu sentra Shopping dan Kuliner di Seoul ini. Satu hal yang saya penasaran untuk coba di Seoul ini adalah Tteokbokki, pasti kalian udah tahu kan apa itu, yap salah satu jajanan khas Korea di setiap DraKor pasti nongol terus neh jajanan berupa Kue Beras dengan saos pedas nya itu. Inin sangat bikin saya penasaran banget. Kebetulan di Insadong ini banyak dan harga nya per cup 3000 won Makannya pun ala-ala DraKor berdiri dekat Ahjuma (Bibi penjual), dan di makan selagi panas, karena Seoul ini dingin dan gue langsung berasa Lee Min Ho hahahahha Karena kebetulan sudah jam makan siang sekitar pukul 12.30 WIT sudah saat nya untuk mencari makan dan saya putuskan untuk mencoba makanan khas Korea, tetap di area Insadong ini. Saya mencoba masuk ke beberapa gang nya dan menemukan satu restoran dengan menu makanan Korea Otentik namanya Tidak Tahu, karena huruf Hangeul Korea hahaha Tapi menu yang di tawarkan seperti Bulgogi, Gopchang Jeonggol, Yang Gomtang, dll. Jadi saya pilih lah di sini, namun jika saya di suruh tunjukkan alamat nya lagi, saya rasa akan sulit ketemu. Karena saya masuk ke salah satu gang / alley nya secara random saja. Tapi saya rasa di sekitar Insadong ini banyak kok Menu Restoran Korea Otentik. Ok saya mencoba untuk makan disini, restoran nya ternyata di dalam nya cukup luas dengan di bagi 2 area, area pertama meja dan kursi biasa dan area kedua Seperti Lesehan tapi ala Korea tentu nya. Saya memilih yang lesehan. Menu yang saya pilih adalah Bulgogi, dan Myeolchi Bap. Bulgogi adalah Makanan tradisional Korea berupa daging sapi panggang, sedangkan Myeolchi Bap adalah campuran sayuran. Tentu saja dengan pendamping Kimchi yang terkenal itu, kali ini saya makan Kimchi nya di Korea Selatan langsung Pertama ketika makanan nya datang, waduh banyak banget ini porsi untuk makan 4 orang sebenar nya. Apakah orang Korea Selatan kalau makan memang sebanyak ini kah hehehe. Yowes mubazir kan kalau gak habis. Yang saya coba pertama kali nya adalah Kimchi yang pasti karena saya penasaran, pernah coba di Bandung tapi ternyata agak beda rasanya Kimchi di Bandung lebih pedas, sedangkan yang di Korea Selatan ini lebih menonjolkan rasa Asam Manis, walaupun ada pedas nya. Untuk Bulgogi nya daging sapi nya enak di panggang merata, oh ya ada kuah nya yang ketika saya rasakan mirip kuah Mie Yamin Bandung heheh. Untuk Myeolchi Bap nya awal nya saya bingung bagaimana cara makan sayuran ini apakah satu persatu, ternyata kata pelayan nya harus di aduk dulu dan tambahkan Kimchi biar makin enak. Memang enak deh kalau tiap hari Salad nya seperti ini saya mau deh jadi vegetarian hehehe Untuk Harga Bulgogi Set 8000 Won, Myeolchi Bap 7000 Won. Jadi total 15.000 Won sekali makan, ini mungkin makan saya paling mahal selama trip ini. Tapi ya gak papa lah kapan lagi makan otentik hidangan Korea TAMIYA PLAMODEL FACTORY SEOUL Salah satu alasan kuat akhirnya saya mau ke Seoul juga adalah karena satu kata yaitu TAMIYA. Hahaha bagi kalian yang lahir jaman TVRI dan Dunia Dalam Berita, ada satu serial kartun Jepang yang sangat populer pada saat itu yaitu Dash Yonkuro, dan permainan yang di mainkan adalah balapan mobil Mini 4WD yang disebut Tamiya. Dan dari kecil saya sudah hobby dan mengumpulkan beragam jenis Tamiya ini, dan ketika sudah dewasa sekarang akhirnya saya punya kesempatan langsung datang ke Pusat Tamiya itu berada yaitu di Jepang. Nah Tamiya ini mempunyai toko Official yang di sebut Tamiya Plamodel Factory. Ada di beberapa negara salah satu nya Korea Selatan di Seoul. Saking ngebet nya kesini saya sampai konsultasi dengan petugas di Tamiya Plamodel Factory Seoul untuk arah nya dan di pandu oleh @mega_yoora tentu nya, kalau lokasinya ini di Gangnam tapi pinggiran nya heheh. Tapi apapun itu saya sempatkan kesini. Alamat lengkap Tamiya Korea Head Office nya berada di 215, Baumoe-ro, Seocho-gu, Seoul. Yang gampang nya adalah dari Yang-Jae Station (Line3) keluar Exit 8 ikutin Google Maps ke arah Showroom Chevrolet. Karena gedung nya bersebelahan Sebenarnya ada yang lebih mudah di In Yong-San I'Park Mall tapi itu cabang nya, mending saya ke pusat nya hehehe. Singkat cerita dari Insadong ke Yang Jae Station menggunakan Subway yang biayanya tetap 1250 won di cover oleh T-Money. Disini saya sempatkan belanja sekitar 35.000 Won, heheh borong soal nya kapan lagi ya kan LINE FRIENDS CAFE & STORE Katanya kalau udah di daerah Gangnam sekalian aja mampir ke Line Friends Store Garosu-Gil (Flagship), sebenarnya seh kesini gak sengaja tadi nya mau ke Rodeo Street yang katanya tempat Luxury and High End Fashion sekaligus tempat beberapa Agency Artis Korea. Tapi apa daya salah turun Station, harusnya di Apgujeong Rodeo Station, saya turunnya di Apgujeong Station heheh. Btw di tengah jalan menuju Line Cafe ini ketemu satu Clinic yang bagi saya unik seh, tpai mungkin bagi orang Korea Selatan biasa saja, yaitu Klinik Bedah Plastik, hahahha. Ya ternyata memang benar area Gangnam ini banyak sekali Clinic Plastic Surgery. Dan istilah "Permak Wajah" itu berlaku banget disini. Btw gue gak masuk ya, muka masih asli loh Ya sudah lah terlanjur sudah di sini, search google ada apa di sekitar Apgujeong Station dan ketemu lah ada Line Cafe salah satu nya di Seoul ini. Yowes saya jalan kesana sekitar 15 menitan tidak terlalu jauh ikuti saja jalan utama ini. Alamat lengkap nya di Gangnam-gu, 15 현대맨션, 535-. Google Maps KLIK Oke ada apa aja di dalam Line Friends Cafe & Store ini, ya sesuai namanya sudah jelas ada cafe dan toko souvenir ya hahah. Tapi kata Friends disini unik juga karena Line Friends disini kumpulan dari semua Karakter yang ada di aplikasi Line seperti Brown, Cony, dll. Ya semua tema dari Aplikasi Line ada disini dari suvenir sampai ke sajian makanan yang ada di Cafe. Hal yang paling pertama akan terlihat ketika masuk, kalian akan langsung bertemu sebuah boneka Brown, yang sangat besar. Jadi satu spot foto wajib pertama kalian. Lalu masuk ke dalam nya, mungkin bagi kalian pengguna aplikasi Line karakter-karakter yang ada disini familiar ya, tapi karena saya jarang menggunakan Line jadi agak asing. Dan saya rasa memang lucu dan unik saja seh. Ada 3 lantai di mana lantai 1 adalah Toko Souvenir, lalu Lantai Underground adalah Cafe, sedangkan lantai 3 Kantor. Saya penasaran dengan Line Cafe nya jadi langsung ke lantai bawah nya, ternyata cafe nya tidak terlalu besar malah kalau di bilang hanya 1/3 bagian dari lantai bawah ini, yang sisa nya juga di peruntukkan untuk Etalase Souvenir. Tapi akhirnya saya putuskan untuk mencoba satu Cake nya yang paling murah hahahah. Yaitu Brown Cheesecake seharga 12000 Won Sebenarnya seh Cheesecake biasa hanya saja pembungkus nya ada gambar karakter Brown nya dan rasa nya sama saja seperti Cheesecake biasa, mahal ya 12000 Won sekitar IDR 135.000 an. Tapi ya sudah lah namanya juga penasaran hehehe Tidak lama di sini karena saya juga memang sambil ngisi waktu sebelum janjian ketemu ama member Forum Komunitas Jalan2 Indonesia yang kebetulan tinggal di Seoul yaitu @mega_yoora dan @uphe. Kita janjian di Resto Imone Pajeon malam sekitar jam 7 an, Jadi sekarang sudah pukul 18.00 WIT jadi cukup waktu lah kesana PAJEON STREET Paling seru kalau ke luar negeri dapat teman baru ya kan, tapi lebih seru lagi kalau ke luar negeri ketemu teman yang di kenal baru via online dan akhirnya bisa janjian ketemuan di Negara Orang pula. Yup inilah yang terjadi dengan saya dan @mega_yoora kami kenal ya di Forum Komunitas Jalan2 Indonesia ini. Sedangkan dengan si @uphe judul nya ketemu lagi setelah bertahun-tahun gak ketemu, yang terakhir ketemu pas Jalan2 Bareng ke Malang-Batu acara Gathering Komunitas Jalan2 Indonesia sekitar tahun 2015 Dan tempat yang di rekomendasi ini Mega adalah Pajeon Street berawal dari chatting sebelum berangkat ke Seoul : A : Meg, ketemuan yuk tar di Seoul sambil kongkow dimana gitu Soju yang asik heheh B : Soju ya, ayo aja asal pas weekend, karena kalo weekdays kan besok nya kerja A : Nah pas tuh kan gue nyampe Jumat, Sabtu nya aja tuh B : Boleh lah, gimana kalo Pajeon aja di mix dengan Makgeolli ? A : Mak apaan ? Ya udah bebas aja yang penting enak aja hahah B : Oke tar meet up di Hoegi Station Line 1 Exit 1 ya Ya begitulah chit-chat singkat via Kakao Talk itu. Dan akhirnya saya pun menuju Hoegi Station dari Apgujeong Station - Oksu Station (Line 3). Pindah ke Line 1 menuju Hoegi Station. Tetap 1250 Won di cover T-Money Nah ternyata kalau mau ketemuan di Station itu memang harus detil seperti yang ditulis Mega "Hoegi Station Line 1 Exit 1". Ok Hoegi Station nya benar, Line 1 nya udah benar, nah yang saya gak cermati adalah Exit nya, karena saya pikir ya exit sama saja deh dekatan ini masih satu area. Ya sudah saya keluar Exit 2. Padahal si Mega sudah nungguin di depan Exit 1. Saling mencari, akhirnya saya ditelepon via Kakao Talk, untuk kembali ke Exit 1 hehehe Ketemu lah dengan Mega dan temannya Ivan orang Indonesia juga tepatnya Lampung, sedangkan Mega dari Jakarta yang asli Medan, berarti semua nya orang Sumatera termasuk saya lahir di Palembang hahaha. Jauh ya orang Sumatera rantauan nya ke Negeri Orang demi sesuap Pajeon dan seteguk Makgeolli hahhaha Yowes tidak lama si @uphe dan temannya pun datang dari "Luar Kota" Seoul. Akhirnya kami langsung menuju ke sebuah Restoran langganan Mega yang ternyata dekat Kosan dia juga hahah, yaitu IMONE PAJEON di Pajeon Street. Bagi kalian yang bingung cara menuju Pajeon Street (Pajeon Alley) / Nakseo Pajeon (Hangeul). Cukup menuju Hoegi Station Line 1, keluar Exit 1. Ketika keluar dari stasiun berjalan lah ke arah kiri sekitar 200 meter kalian akan menemukan banyak sekali Restoran bertemakan Pajeon. Kenapa di sebut Pajeon Alley (Street) ? Ya karena banyak Restoran Pajeon disini dan salah satu yang terkenal adalah IMONE PAJEON. Bagaimana penampakan Restoran atau lebih tepatnya di sebut Warung Makan / Warung Minum ala Korea ? Ya seperti bayangan saya dan banyak lihat di Drama Korea. Dimana tempatnya tidak terlalu luas, rame pengunjung, dan suara berisik dari para pengunjung heheh. Tapi memang inilah yang saya cari, merasakan jadi Anak Nongkrong Korea hahahah Kami pun pesan Paket Pajeon + Tteokbokki + Cheese Corn + Jjampong + Snack = 18.000 Won, lalu Makgeolli 4000 Won jadi total 22.000 Won, ini porsi buat ber 8 mungkin sedangkan kami saat itu ber 6, jadi jika di bagi 6 perorang jadi 3666 Won. Murah banget kan porsi nya juga banyak banget neh. Pajeon adalah makanan khas Korea yang berupa Pancake dengan berisikan Seafood di dalam nya, sedangkan Makgeolli adalah minuman beralkohol sekitar 6-8% hasil dari beras yang di kukus lalu di fermentasi, kalau kata Mega si air tajin hahah. Lalu ada Jjampong merupakan Mie Seafood dengan kuah pedas Anyway Pajeon dan Makgeolli nya emang juara banget, memang benar Pajeon pas banget minum nya Makgeolli loh. Seafood di Pajeon nya juga banyak banget campuran dari Udang dan Cumi gede-gede juga. Belum lagi makanan yang lain nya kenyang abis dah. Ini muka-muka para pelahap hahaha Akhirnya kami pun kenyang dan menyudahi acara makan-makan di negeri orang ini hahaha. @uphe dan temannya memutuskan untuk pulang ke asrama nya karena berada di "Luar Kota" Seoul dan ada jam malam, jam 11 malam pintu di tutup susah untuk masuk katanya. Sedangkan saya dan yang lainnya masih jalan menuju kampus tercinta @mega_yoora yaitu Kyunghee University. Yup dia sedang mengejar S2 disini jurusan nya saya lupa mungkin Sastra Korea, karena bahasa Korea nya fasih banget heheh Karena sudah malam tidak banyak yang di lihat dari Kyunghee University ini, tapi sepanjang jalan ke Kyunghee, Mega menjelaskan kalau toko-toko di sini tergolong murah karena harga pelajar. Dari makanan sampai ke fashion Ya akhirnya kami memutuskan cukup sampai disini untuk meet up kali ini, saya dan Ivan akhirnya pulang bareng menggunakan Bus yang memang searah ke Kosan dia dan penginapan saya di Dongdaemun (tapi saya harus naik Subway lagi). Bus juga di cover oleh T-Money dan keren nya harganya tetap 1250 won, dan ketika naik Kereta juga tidak di potong lagi loh. Jadi 1250 Won tadi Bus + Kereta Subway. Memang bagus sekali mekanisme sistem transportasi nya Akhirnya menyudahi hari kedua ini dengan istirahat di Yakorea Dongdaemun Hostel karena sudah malam sekali. Dan besok adalah Hari Ketiga untuk explore Seoul lagi. Ditunggu lanjutannya ya PENGELUARAN DAY 2 LANJUT KE My Best Moments 5 Days in Seoul : Part 2
  11. 8 points
    Hola Deffa Here !!! Wilujeng Sumping ka Bandung Sadayana :) Karena Bandung sekarang udah makin menjadi primadona wisata khusus nya area Jawa Barat, di karenakan sudah makin bagus nya infrastruktur yang ada di Kota dan Kabupaten Bandung. Maka saya akan bantu untuk membuat itinerary yang pas untuk kalian mengunjungi Bandung. Mengunjungi Bandung paling enak itu minimal 2 hari, namun paling enak dan santai itu 3 - 5 hari, karena biar tidak terburu-buru, apalagi weekend Bandung itu bakalan rasa Jakarta. Ya macetnya kendaraan dan juga orang-orang nya yang mungkin akan kalian temui orang Jakarta lagi heheh. Berikut Itinerary yang sebenar nya saya sadur dari tulisan Facebook Rommy Budax Badeur yang sedikit saya edit menurut pandangan saya : ----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- ITINERARY 2 HARI Day 1 Bandung Utara (Lembang) : Gunung Tangkuban Perahu Kawah Domas De Ranch Floating Market Lembang Tahu Lembang Day 2 Kota Bandung : Tebing Keraton Cafe D'Pakar Goa Jepang, Goa Belanda dan Curug Maribaya (THR Juanda) Cihampelas atau Jalan Riau (Wisata Belanja) Taman Film atau Taman Tematik lain nya di Dago Gedung Sate Jalan Braga Gedung Asia Afrika Alun-Alun Bandung ----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- ITINERARY 3 HARI Day 1 Bandung Selatan (Ciwidey) : Kawah Putih Curug Cipanji Situ Patenggang Ranca Upas (Penangkaran Rusa dan Camping Ground) Pemandian Air Panas Ciwalini / Cimanggu Perkebunan Teh Ciwalini Day 2 Bandung Utara (Lembang) : Gunung Tangkuban Perahu Kawah Domas De Ranch Floating Market Lembang Tahu Lembang Day 3 Kota Bandung : Tebing Keraton Cafe D'Pakar Goa Jepang, Goa Belanda dan Curug Maribaya (THR Juanda) Cihampelas atau Jalan Riau (Wisata Belanja) Taman Film atau Taman Tematik lain nya di Dago Gedung Sate Jalan Braga Gedung Asia Afrika Alun-Alun Bandung ----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- ITINERARY 4 HARI Day 1 Bandung Selatan (Ciwidey) : Kawah Putih Curug Cipanji Situ Patenggang Ranca Upas (Penangkaran Rusa dan Camping Ground) Pemandian Air Panas Ciwalini / Cimanggu Perkebunan Teh Ciwalini Day 2 Bandung Utara (Lembang) : Gunung Tangkuban Perahu Kawah Domas De Ranch Floating Market Lembang Tahu Lembang Day 3 Kabupaten Bandung Barat (Padalarang) : Stone Garden Gua Pawon Curug Cimahi / Pelangi Day 4 Kota Bandung : Tebing Keraton Cafe D'Pakar Goa Jepang, Goa Belanda dan Curug Maribaya (THR Juanda) Cihampelas atau Jalan Riau (Wisata Belanja) Taman Film atau Taman Tematik lain nya di Dago Gedung Sate Jalan Braga Gedung Asia Afrika Alun-Alun BandungSpoiler ----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- ITINERARY 5 HARI Day 1 Bandung Selatan (Ciwidey) : Kawah Putih Curug Cipanji Situ Patenggang Ranca Upas (Penangkaran Rusa dan Camping Ground) Pemandian Air Panas Ciwalini / Cimanggu Perkebunan Teh Ciwalini Day 2 Bandung Utara (Lembang) : Gunung Tangkuban Perahu Kawah Domas De Ranch Floating Market Lembang Tahu Lembang Day 3 Kabupaten Bandung Barat (Padalarang) : Stone Garden Gua Pawon Curug Cimahi / Pelangi Day 4 Kota Bandung : Tebing Keraton Cafe D'Pakar Goa Jepang, Goa Belanda dan Curug Maribaya (THR Juanda) Taman Film atau Taman Tematik lain nya di Dago Gedung Sate Jalan Braga Gedung Asia Afrika Alun-Alun Bandung Day 5 Kota Bandung Wisata Belanja Dan Kuliner : Saung Angklung Udjo Bukit Moko Cihampelas (Oleh-Oleh) Jalan Riau (Factory Outlet) Kuliner Batagor Kingsley di Jalan Veteran Jalan Cibaduyut (Belanja Sepatu) Kuliner Bu Imas di Kebon Kalapa Kuliner Ceu Mar di Cikapundung Taman Cikapundungiler ------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------ Info Harga Tiket Masuk Beberapa Tempat Wisata di Bandung Harga Tiket Gunung Tangkuban Perahu Harga Tiket Kawah Putih ----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- Itinerary di atas bisa berubah secara flexible sesuai yang kalian mau, tapi di atas itu di bikin searah agar perjalanan nya tidak pulang pergi. Masih banyak tambahan itinerary lain seperti Kuliner, Wisata Budaya dll. Kalian bisa konsultasi ke saya langsung jika perlu bantuan itinerary tambahan. Karena seperti Saung Angklung Udjo ataupun Kuliner Street Gourmet itu membutuhkan waktu yang cukup lama untuk di lakukan. Dan juga beberapa Taman Tematik Bandung yang makin kece juga bisa kalian selipkan di sela-sela waktu itinerary di atas Ya silahkan di coba itinerary nya, karena itinerary yang di bikin ini sudah searah dan bisa di lakukan sesuai hari yang di tempuh. Thx to bro Rommy Budax Badeur atas info sumber nya. Jika perlu SEWA MOBIL MURAH Di BANDUNG cek ke SINI Wilujeng Sumping ka Bandung IG / Twitter / Steller: @Deffa_Utama Facebook : Deffa Boys N Root
  12. 8 points
    deffa

    Tips Traveling Ala Flashpacker

    Hola Deffa Here !!! Flashpacker, apa itu ya ? Istilah baru lagi dalam dunia Traveling kah ? Sebenarnya isitilah ini tidak terlalu baru dan kadang kalian juga tidak menyangka sedang melakukan traveling ala ini. Apalagi bagi kalian yang punya libur Weekend atau Jatah Cuti bagi Karyawan. Nah kalian pasti udah mulai menebak ciri khas FLASHPACKER atau FLASHPACKING ini Kita sudah mengenal istilah Backpacking atau Backpacker dan Leisure Travel atau Koper, di dunia wisata. Namun apa definisi dari Flashpacking ini ? Dari definisi di atas bisa kita tarik kesimpulan bahwa beberapa ciri khas Flashpacking adalah perpaduan dari cara Backpacking dan Leisure Travel (Koper). Beberapa ciri khas nya : 01. Waktu Yang Sedikit Flashpacker ini umumnya para pekerja kantoran atau pun mereka yang memang hanya mempunyai waktu sedikit untuk berwisata misal nya Weekend atau Public Holiday ataupun Cuti Kantor yang tidak banyak. Jadi dengan waktu yang sedikit itu memaksimalkan semua nya dengan baik. Rentang waktu seorang Flashpacker itu sekitar 3 - 4 hari. 02. Perpaduan Ransel dan Koper Karena demi kenyamanan dan efisiensi waktu, flashpacker kadang memadukan sarana pengangkut barang bawaan nya (TAS) menjadi dua yaitu Ransel dan Koper. Terkadang memang hanya salah satu namun kebanyakan kedua nya di bawa karena demi kenyamanan itu tadi. Untuk efisien nya ukuran dari kedua tas ini kecil karena hanya untuk beberapa hari saja. 03. Perjalanan Mandiri Ciri khas dari seorang Backpacker tercermin disini, ketika seorang Flashpacker melakukan perjalanan mereka cenderung melakukan semua persiapan sendiri dan juga ketika berwisata nya memilih melakukan nya tanpa bantuan Tour & Travel Agent. Karena ada sifat bertualang dari seorang backpacker 04. Mengutamakan Pengalaman Berharga Flashpacker dengan waktu yang sedikit, sangat menghargai pengalaman yang sangat berharga. Jadi pilihan itinerary akan menentukan. Karena yang akan di tuju adalah destinasi yang benar-benar suatu Ikon wajib wisata di daerah tersebut. Dan tentu saja mengabadikan setiap momen dengan yang berkelas agar tiap pengalaman yang di dapat sangat berharga, makanya sering dilihat menggunakan Kamera DSLR 05. Kenyamanan Akomodasi Walaupun seorang Flashpacker masih tergolong relatif lebih murah dari pada seorang Leisur Traveler atau Koper yang menggunakan Tour. Namun tetap pengeluarannya agak di atas dari seorang Backpacker, karena mereka tetap mementingkan kenyamanan dalam waktu yang sedikit ini. Salah satu nya adalah pemilihan penginapan, karena kenyamanan yang dicari biasanya pilihan penginapan di Hotel, biasanya di bintang 3 ke atas. Dan juga pilihan akan Makanan atau Kuliner. Di samping kenyamanan makan, mereka ingin merasakan kuliner yang Otentik dari suatu daerah itu. Dan biasanya di dapatkan di Restoran yang cukup terkenal. 06. Pilihan Transportasi Yang Murah Nah untuk urusan transportasi, Flashpacker cenderung mengarah ke backpacking. Karena mereka tetap mengutamakan murah untuk urusan transportasi, misal : Hunting tiket promo, menggunakan angkutan umum di tempat wisata dan juga memilih jalur se arah agar pengeluaran transportasi se minim mungkin. Nah ada kah dari ciri-ciri di atas yang kalian sedang lakukan, jadi mungkin kalian juga termasuk dalam traveler ala Flashpacking. Selain itu ada beberapa hal lagi yang harus di perhatikan oleh seorang Flashpacker sebagai berikut : IG / Twitter / Steller: @Deffa_Utama Facebook : Deffa Boys N Root
  13. 8 points
    Tangkahan, The Hidden Paradise di Sumatera Utara merupakan julukan yang cocok untuk tempat yang satu ini. Sebagian besar kita tidak banyak yang tahu dan Tangkahan ini sudah lama dikenal oleh turis mancanegara, terutama bagi mereka yang berada di luar Pulau Sumatera. Tangkahan terletak di antara dua desa yaitu Namo Sialang dan Sei Serdang. Bagi orang Medan mendengar kata Tangkahan pasti akan terngiang dengan “Gajah”. Ya, memang karena tangkahan dikenal sebagai tempatnya gajah-gajah liar dan sungai yang berada di sini sangat jernih dan masih terjaga kebersihannya. Ekowisata Tangkahan hadir di kawasan Taman Nasional Gunung Leuser yang terletak di Kabupaten Langkat Propinsi Sumatera Utara. Tangkahan mulai ramai dikunjungi karena panorama alamnya yang menakjubkan dan kesegaran udara yang disuguhkan membuat siapa saja betah berlama-lama di sini. Hutan Tangkahan umumnya sangat lebat di mana terdapat sungai, air terjun, air panas, lembah bahkan tumbuhan langka seperti Raflessia juga ada di tempat ini. Tak heran jika turis mancanegara mulai melirik Tangkahan The Hidden Paradise di Sumatera Utara sebagai tujuan wisata sejak dahulu kala. Objek wisata Tangkahan seolah menjadi daya magnet para pecinta keindahan alam, seolah tidak mau ketinggalan dengan yang lain, Komunitas Jalan2 Indonesia (Jalan2.com) Regional SUMUT pun mengawali kegiatan perdananya dengan mengadakan “ Gathering Regional SUMUT pada tanggal 25-26 Maret 2016 dengan spot wisata “ Tangkahan “. Yuk kita lihat apa saja yang di lakukan dalam kegiatan Gathering Regionl SUMUT untuk yang perdana ini. Peserta Gathering ; Sebenarnya kami sangat berharap jika semua member Jalan2ers yang ada di regional sumut bisa ikut bergabung dalam Gathering perdana ini. Di awal rencana yang kami bahas di Kopdar 1 dan kopdar 2, peserta Gathering perdana ini harusnya sekitar 15-20 orang, baik yang sudah join di forum Jalan2.com maupun yang belum join. Namun menjelang hari H, beberapa peserta batal ikut dengan alasannya masing-masing, bahkan salah satu peserta inti @pancaiwa terpaksa tidak bisa ikut gabung karena sakit dan harus opname di Rumah sakit ( GWS ya bro Panca …) sehingga sampai hari H peserta hanya tinggal 5 orang saja yakni : Kenzie @Dhistiraz, Aufa @Muhammad Al Aufa, Vean @Vean Tristan, Anjas @just0682, Arie @arie arhen lingga. Gathering Must Go ON, Hanya ber- 5 ? nggak papa…!! Rencana tetap harus berjalan… Akhirnya pada Jum’at, jam 6 pagi kami berangkat dari Medan menuju Tangkahan menggunakan mobil Avanza miliknya @Dhistiraz, lhoo kok pake mobil pribadi ? iyalah ..secara lebih hemat, wong cuman 5 orang kok .. Karena pada belum sarapan, kami singgah dulu mencari sarapan lontong sayur di samping Pom Bensin dekat kawasan Tomang elok sekalian isi full bahan bakar, setelah perut terisi kami lanjutkan kembali perjalanan. Selama perjalanan selalu aja ada yang jadi bahasan, apapun itu !! … Rute Perjalanan ; Rute perjalanan menuju tangkahan, Dari Medan – Binjai ( bisa dari kota binjai atau bisa juga ambil jalan pintas Jl. Megawati ) menuju Stabat, setelah melewati jembatan panjang sampailah kami di Simpang 3 Hinai, ini adalah patokan awal kita untuk menuju tangkahan. Dari simpang 3 Hinai ini belok ke kiri menuju tangkahan, Bagi yang belum pernah kesana ikuti aja terus jalan besarnya meskipun akan ketemu beberapa persimpangan jalan, karena jalan menuju ke Tangkahan lebih besar dan lebih baik dari jalan-jalan yang lain. Jika Anda bingung menentukan arah jalan, silahkan tanya saja ke penduduk setempat arah menuju Tangkahan, semua pasti tau…hahaha.. Sekitar 1 jam perjalanan sampailah kami di desa Cinta Raja, nah buat agan-agan tidak membawa perbekalan makanan ada baiknya singgah ke Warung Nasi dulu disini untuk isi perbekalan meskipun ditempat tujuan sebenarnya juga ada. Seperti kami, kami membeli nasi bungkus + cemilan pisang goreng di sini. Rumah makan yang kami singgahi, ternyata juga menjadi pavorit para wisatawan yang akan menuju tangkahan, karena biasanya wisatwan sering mampir kemari untuk mengisi perut sebelum melanjutkan perjalanan, bahkan beberapa diantaranya adalah temen-temen dari media televisi dan artis yang berkunjung ke Tangkahan, begitu kata pemilik warung nasi. Hemm… Yuk lanjutt perjalanan, setelah beli nasi bungkus kami melanjutkan perjalanan, nah di ujung desa cintaraja ini jalan Aspal yang muluspun selesai …ahhaha , dan kami pun harus menempuh perjalanan sepanjang 15 km dengan kondisi jalan berbatu dan berdebu dengan pemandangan kanan kiri pohon sawit. Oops jangan bilang aduuh dulu gan…. Meski bukan aspal, berbatu dan berdebu kondisi jalan bagus tidak ada lubang , mungkin baru di perbaiki kali ya.. Nah selama perjalanan yang melewati perkebunan kelapa sawit ini akan ketemu banyak persimpangan jalan perkebunan, pastikan agan-agan memperhatiakan Papan petunjuk arah menuju Tangkahan. Biar nggak salah belok ya gan..hehehe Tapi jangan takutlah..di setiap simpang pasti ada kok Papan Petunjuknya. Dan sekitar 45 menit dari warung nasi tadi dengan kecepatan 10-20km /jam ( jalan santai ) sampailah kami ke tempat yang di tuju, TANGKAHAN !! Jadi total perjalanan dari Medan – Tangkahan sekitar 3 jam sudah termasuk berhenti untuk jepret” dan pipis hiks.. Cek Point TANGKAHAN; begitu memasuki wilayah wisata petugas wisata sudah menunggu di depan dan kamipun harus menghentikan mobil, dan membayar tarif masuk per orang dan parkir mobil ( Rp. 3.000.-/orang dan Rp. 10.000 parkir mobil ) Murah kaaaann… Penginapan di TANGKAHAN; Setelah memarkirkan mobil kami pun turun untuk mencari penginapan. Sebenarnya kami sudah booking sebulan sebelumnya untuk 7 kamar, namun karena perubahan peserta kami memutuskan untuk membatalkannya dan memilih untuk go show aja, dan setelah bertanya ke abang-abang ( panggilan khas medan ) yang lagi duduk di warung nasi, dan ternyata dia juga seorang Guide kami pun di tunjukan ke penginapan yang paling ujung namanya Green Lodge , biar pun paling ujung tapi punya kelebihan lhoo .. Yaitu penginapan kami berada persis di samping penangkarang Gajah dan tempat pemandian Gajah dengan tarif Rp. 150.000 / kamar utk 2-3 orang. Fasilitas kamar mandi di dalam. Kegiatan Hari Pertama ; setelah makan siang ( makan nasi bungkus ) si Guide yang menunjukan penginapan tadi pun mendatangi kami dengan senyuman yang ramah sambil menawarkan ke kami Paket Tubbing, dan setelah tawar menawar harga akhirnya kami sepakat untuk Ikut paket Tubing dengan biaya Rp. 110.000 /orang, dan kamipun turun ke bawah menuju sungai, tepatnya pas di area pemandian Gajah, dan sampai sana Ban-ban besar sudah di persiapkan dan dirakit menjadi satu. Paket tubbing yang kami ikuti adalah paket sedang, dengan spot point Pemandian Gajah- Air terjun kecil-Batu Loncat- Hot Spring, Taman kupu-kupu – Air terjun besar. Kegiatan Hari Kedua; Jam 6 pagi kami sudah bersiap-siap untuk menikmati mandi pagi di sungai yang berair sangat jerniih dan suegerrr..!! Sekitar 2 jam kami bermain air, perut pun bunyi minta di isi.. Sarapan sarapan… untuk sarapan kami makan POP Mie aja + Teh manis panas, sambil menunggu acara yang paling di nanti yaitu acara Memandikan Gajah…. Sekitar jam 8.30 an Gajah-gajah sudah mulai dikeluarkan dari kandangnya dan berbaris teratur menuju ke pemandian. Nah sebagai info; untuk mengikuti acara memandikan Gajah hanya sudah membeli tiket memandikan gajah seharga Rp. 150.000 saja yang boleh masuk ke lokasi pemandian, padahal sangat banyak orang yang ingin menyaksikan acara sakral tersebut, sampai ada anak-anak lucu yang nyletuk “ Loh masa kita yang memandikan gajah, menggosok-gosok badannya kok kita yang bayar? Harusnya kitalah yang dibayar ..” heheheh dan kami pun ikut ketawa.. Sempat juga kami bertanya kepada petugas informasi “ mengapa kami yang tidak membawa tiket nggak boleh masuk? Kan pingin juga sih lihat…. Dan petugas dengan kesopanan dan keramahannya pun menjelaskan kepada kami, bahwa hal itu memang terpaksa di lakukan untuk menghindari hal-hal yang tidak di inginkan, misalnya karena terlalu rame orang apalagi para pengunjung biasanya gemes liat baby gajah yang sangat imut terus ngelus-ngelus di khawatirkan induk gajah akan marah atau panik, nah jika sudah kejadian gini akan repot karena gajah bisa tidak terkendali… it’s OK.. we know lahh….. Ya sudahlah Jepret” dengan background Gajah pun sudah memuaskan hati….hiks… Nah Bagi Anda yang pingin Trekking Naik Gajah silahkan membeli tiketnya seharga Rp. 800.000/orang ( baik Turis asing maupun Domestik ) pada musim normal ( Low Season ), dan Rp. 1.000.000.- / orang ( Asing /Domestik) pada musim Liburan ( High Season ). Perlu di ketahui bahwa; sebagai patokan musim libur adalah masa liburan Eropa buka Indonesia, yakni bulan Mei – Oktober, di bulan ini turis dari eropa sangat banyak, dan biasanya mereka sudah booking jauh hari utk trekking Gajah. Sehingg bulan Mei-Oktober di tetapkan sebagai High Seasion dan selain bulan itu di anggap sebagai Low Seasion. Bagi Anda yang hanya ingin menaiki Gajah, Anda bisa beli tiket Naik gajah keliling penangkaran seharga Rp. 30.000.- Namun kondisi ini hanya jika Gajah sudah kembali dari Trekking normal, atau ada Gajah yang menganggur, mengingat jumlah gajah yang terbatas. Note : Hari Jum’at tidak ada kegiatan Gajah. Hunting Penginapan; mengapa kami hunting penginapan padahal kami sudah mau pulang ? jawabannya adalah “ Untuk Anda !! “ Ya benar untuk Anda.. Dari pengalaman kami ketika merencanakan perjalanan ke mari, kami tidak memiliki referensi penginapan yang lengkap. Sehingga kami sepakat untuk mencari info ini secara lengkap, dengan tujuan agar kunjungan berikutnya bisa lebih jelas dan buat Anda yang belum pernah kemari juga bisa booking penginapan. Berikut Penginapan yang Ada di Tangkahan; MEGA INN Kontak Person : Bpk. MEGA DEPARI ( Owner ) – 085371122213 Posisi Paling Strategis terletak di area persimpangan sungai ( pusat pemandian ) Jumlah kamar : 19 kamar, 4 kamar berada di tepi sungai ( River view ), 2 Family Room ( Rp. 30.000/orang ) Rate : Rp. 100.000.-/malam utk 2-3 orang , extra bed : Rp. 50.000.- Fasilitas hotel : Restoran dan Aula pertemuan Fasilitas Kamar : Kamar mandi didalam, meja kursi, Hammock ( tempat tidur ayunan didepan kamar ) Cek out : Jam 12 siang, atau jam berapa cek in jam segitu pula cek out nya, tapi mereka bilang itu hanya lihat kondisi aja, kalo nggak rame yang boleh aja jam cek outnya molor… Rate Restoran : lihat Menu Parkir kendaraan :silahkan parkir di Parkir Umum di samping Cek Point, banyak tempat dan aman GREEN LODGE Kontak person : Fernando / Novita - 081370084859 Posisi : Paling Ujung / hulu sekitar 500 meter dari Cek Point, Disamping Penangkaran Gajah, dekat dengan tempat pemandian Gajah. Jumlah Kamar : 15 kamar, 4 kamar river view ( pemandangan sungai ) Rate : Rp. 150.000 / malam utk 2-3 orang, extra bed. Rp. 50.000.- Fasilitas Hotel: Restoran, Parkir speda motor / Mobil di depan penginapan. Fasilitas kamar : Kamar mandi, sower, dan meja kursi ( air langsung dari sumber mata air yang di alirkan ke hotel ) Rate makanan : Nasi Putih 1 porsi : Rp. 5.000.- / Indomie rebus – Rp. 13.000.- Popmie Rp. 8.000.- Nasi+ayam Rp. 20.000, Nasi + Ikan Laut Rp. 17.000, Kopi Tubruk Rp. 5.000 yang lain gak sempet nanya hehehe TANGKAHAN INN Kontan Person : Darwin ( Owner) – 085206408090 Posisi : sebelum Green Lodge Jumlah kamar : 10 kamar, 4 kamar view sungai ( 2 kamar diantaranya Harga : Rp. 200.000 ) Rate : Rp. 150.000 / malam 2-3 orang, extra bed Rp. 50.000.- Cek Out : jam 2 siang, atau lihat kondisi Fasilitas : Restoran luas, parkir kendaraan MOUNTAIN VIEW COTTAGES & RESTAURANT Contak : 082360437146, 08126579113, 081263520408 Posisi : sebelum Tangkahan Inn Rate : Rp. 150.000/ malam 2-3 orang, extra bed Rp. 50.000.- Fasilitias : Restauran, parkir kendaraan DREAM LAND RESORT Reservasi: 081269631400 or 081269699057 ( Ucok ), 081260611218 ( Suka ) Posisi di pinggir sungai, sebelah MEGA INN, Jumlah kamar : 3 kamar Rate : Rp. 150.000/malam 2-3 orang, extra bed Rp. 50.000.- Fasilitas : Restauran JUNGLE LODGE Contact : Sitepu - 081376334787 Posisi belakang Megga Inn Jumlah kamar : 9kamar Rate : Rp. 150.000/malam 2-3 orang, extra bed Rp. 50.000.- Fasilitas : Restauran BAMBOO RIVER ( Black Tiger Lodge ) Contact : Wak Youn - 085358676372 Posisi belakang Megga Inn Jumlah kamar : 9 kamar Rate : Rp. 150.000/malam 2-3 orang, extra bed Rp. 50.000.- Fasilitas : Restauran LINNEA RESORT Contact : Benny – 081260463071, 081370531176(kinul), Posisi belakang Megga Inn Jumlah kamar : 8 kamar Rate : Rp. 150.000/malam 2-3 orang, extra bed Rp. 50.000.- Fasilitas : Restaurant, Aula meeting Wisata Kota Binjai ; Sekitar jam 2 siang kami pulang dari tangkahan, dan mampir ke Kota Binjai untuk menikmati ES Krim di HAWAII resto & ICE Cream Café, es krim di sini adalah yang paling favorit di kota ini. Setelah puas makan es krim, kami jalan sebentar mengitari kota binjai, dan mampir ke area wisata kuliner di Jl. Bangkatan. Disini kulinner macem-macem, nggak kalah dengan yang ada di kota medan. Udah kenyang ???...yuk lanjut Mampir ke Binjai Super Mall, dengan langkah cepat kami menuju ke CINEMA 21 Nontooon… ?? Yups.. “ SPIDERMAN vs BATMAN Mungkin masih panas kali yee itu film, jadi semua studio full seat, akhirnya kami dapat yang jam 21.15, nggak papalah meski udah malem, …tapi tetep aja kami dapet seat di baris ke 5 dari depan. Nah mungkin karena pada kecapean dari siang muter-muter pas kena ademnya ruangan studio langsung ada yang ngorok hisk…, malah si @arie arhen lingga , ampe pules dan kebangun pas film udah mo abis, pas ada adegan Superman terbunuh, Arie (sambil ngucek mata): “ Tadi Superman mati kena apa ya …?? Dan tidak berapa lama pintu EXIT studio pun terbuka…… yups kami melajutkan perjalan pulang ke Medan, dengan hati yang senang…………… OK lah… itu adalah acara Gathering Regional Sumut yang perdana Kami berharap untuk Gathering Regional kedepan peserta bisa lebih banyak lagi….Amiinn.. Setelah Agan-agan membaca rentetan kegiatan kami di atas, berikut adalah Tips dan info tambahan yang mungkin berguna buat agan : Transportasi : - BUS Pembangun Semesta ( Anda naik dari terminal Pinang Baris ) dan akan berhenti pas di pemberhentian terakhir di Cek Point Tangkahan. Saya lupa tarifnya: tapi sekitar Rp.15.000- Rp. 20.000 gitu… - Taxi ( travel ), Mini bus, Kendaraan pribadi. - Untuk Sedan, kurang di sarankan, karena ada beberapa bagian jalan yang berlubang ( sayang lecet gan..) - Jika Anda menggunakan Speda Motor, sebaiknya gunakan perlengkapan yang cukup ( Helm, masker, dan sebaiknya membawa perlengkapan tambal ban, mengingat di 15km terakhir adalah jalan berbatu dan disarankan Agan berangakat tidak sendirian, mana tau ada masalah dengan speda motor anda jadi ada yang standby. Pergi bersama rombongan mungkin lebih asik… - Bahan bakar : untuk mobil sejenis Avanza bajet Rp. 150.000 sudah cukup untuk PP, karena hanya di pakai untuk pergi dan pulang saja, selama disana mobil hanya terparkir. Rute : Tangkahan Dari Jalan raya Medan – Stabat – Terminal Bus Hinai (bukan terminal besar, tapi disimpang ini biasanya bus ngetem ) dari simpang ini Belok Kiri menuju Sawit Sebrang – Batang Serangan-Simpang Robet – Tangkahan. Jangan khawatir di setiap persimpangan akan ada papan petunjuk arah ke Tangkahan. Tarif Masuk & Parkir : - Biaya masuk Rp. 3000.-/ Orang - Parkir Roda 2 Rp. 5000.- - Parkir Roda 4 Rp. 10.000 - Biaya nyebrang jembatan gantung Rp. 3000.-/orang jika agan ingin menyebrang lewat jembatan, tapi jika agan pobia ketinggian yang nyebrang naik getek( prahu penyebrangan ) aja, ongkos suka rela aja. Kalo nggak mau ya nyebrang aja wong nggak dalam kok sungainya…keliatan dasarnya, paling hanya se pinggang… Paket Wisata : a. Mandi di sungai sepuasnya Nggak bayar b. Paket Wisata Goa ( Domestik ), Goa Kambing Dan Goa Kelelawar + Makan Siang & Peralatan+ Tubbing (pulang nganyut lewat sungai) hinggak ke Air terjun Besar Rp. 300.000.-/orang, Guide : Darwin ( owner Penginapan Tangkahan Inn ) - 085206408090 c. Paket Camping di dalam Goa Air Terjun 2Hari 1 Malam Include : Tenda, makan, perlengkapan lain2 + Tubbing ( pulang nganyut lewat sungai ) pokoknya terima beres Rp. 800.000.-/orang, Guide : Darwin ( owner Penginapan Tangkahan Inn ) - 085206408090 d. Paket Camping di area camping / luar goa 2hari 1 malam include : makan, tenda, peralatan lain2 + Tubbing ( Pulang nganyut lewat sungai ) pokoknya terima beres : Rp. 650.000.-/orang, Guide : Darwin ( owner Penginapan Tangkahan Inn ) - 085206408090 e. Paket Tubing sedang, dari pemandian Gajah- sampai ke air terjun besar (Spot terakhir ) Include Makan siang Rp. 135.000.-/orang. Dan Jika tanpa makan siang Rp. 90.000.-/orang – paket ini di pandu oleh Guide : Darwin ( owner Penginapan Tangkahan Inn ) - 085206408090 f. Paket Tubing Sedang , dari pemandian Gajah - sampai ke Air terjun besar (spot terakhir) Tanpa makan siang Rp. 120.000 / orang . khusus yg ini kami maren nego jadi Rp. 110.000/orang, Paket Tubing ini dengan Guide : Boy – 082277158251 g. Paket e & f rutenya sama, hanya harga yang beda, karena kebetulan kami ketemu dengan guide pertama ( boy ) ya ikut harga yang Rp. 110.000/orang udah nego. Coba ketemu yang Guide Darwin kan hanya Rp. 90.000.- kan bisa hemat 20 rebu ..hiksss, So Guys…pandai pandailah nawar harga… h. Paket Trekking Gajah – Low Seasion Rp. 800.000.-/orang dan High Season Rp. 1.000.000.-/orang, *high seasion ikut liburan eropa yakni bulan Mei – Oktober, selain itu di anggap Low sesion, meskipun di indonesia sedang musim liburan. Tips: - Sebaiknya agan-agan membawa sendal gunung, jangan sendal jepit bakal putus gan.dan jangan nggak pake alas kaki, soalnya selama kegiatan tubbing kita akan banyak berjalan di bebabutan di dasar/pinggir sungai, dan membawa sepatu gunung jika agan-agan memang mau ikut paket wisata goa, karena agan-agan akan berjalan menyusuri jalan setapak di hutan, pacet gan paceet…hiks - Jika agan punya Kamera anti air itu lebih baik, jika tidak ya udah pake kamera HP juga bisa tapi di bungkus plastik anti air ya gan… pastikan memory agan cukup, karena selama perjalan baik tubbing maupun trekking agan akan di manjakan dengan pemandangan yang indah nan menawan. - Bawalah Tas punggul kecil jika ada, ini untuk menyimpan barang-barang berharga agan, dompet,Hp, masukan aja ke dalam tas jangan tinggalkan di penginapan, Maaf untuk masalah keamanan kamar kami nggak menjamin. Meskipun menurut pemilik penginapan nggak masalah di tinggal di kamar, tapi untuk jaga-jaga ya sebaiknya di bawa saja. - Tidak perlu membawa pakaian yang terlalu banyak, karena selama di sini agan akan banyak bermain air, jadi satu stel pakaian bermain air bisa dipakai lagi untuk besoknya…di cuci dulu ya gan… Nggak perlu membawa jaket tebal, meskipun Tangkahan berada di kaki gunung Leuser tetep aja udaranya nggak sedingin di brastagi atau puncak, alias suhu normal namun udaranya sangat segar. - Untuk menghemat biaya konsumsi, agan tidak harus membawa Rice Cooker, karena kondisi kelistrikan yang nggak stabil. Tapi ada baiknya agan membawa stok lauk semisal ayam goreng dan sambal teri dari rumah, jadi agan tinggal beli nasi putihnya aja paling + mie kuah atau sayur , coz lauk rada mahal disana, tapi ya tetep terjangkau sihh.. - Bagi yang Pobia kegelapan, bawalah lampu emergency atau lampu senter jika punya, tapi yang kecil” aja, mana tau mati lampu,atau agan mau jalan-jalan malam/ mancing ikan di malam hari. - Jika agan hoby mancing, bawa pancing akan lebih asik , ikan jurung paling banyak disana… - Bawalah Power bank yang cukup, jika tidak ingin gadget agan lowbat, tapiii…disana untuk urusan paket data ( internet rada susah ) jadi hanya bisa mengandalkan jaringan telpon aja. - Tidak suka dengan kesunyian di malam hari ? bawalah poket mp3 agan, biar seru. - Owh yaaa…. Jika agan-agan tidak ingin menginap alias pulang hari, sebaiknya pergilah pagi-pagi dari medan, agan bisa pergi sekitar jam 4 atau jam 5 pagi, atau bisa lebih pagi lagi, karena jika agan sudah sampai sana dikisaran jam 8 pagi, agan masih sempet untuk wisata memandikan Gajah di penangkaran, kemudian agan masih sempet untuk tubbing, mengingat tubing akan memakan waktu sekitar 3 jaman, tapi itu bisa lebih lama atau lebih cepat tergantung sport yang mau kita kunjungi aja. - Untuk urusan Guide, silahkan agan bertanya aja biasanya para guide suka duduk di warung, bahkan jika agan menginap di hotel agan bisa minta cariin guide, guide disana ramah–ramah, penyabar dan bertanggung jawab. Tapi kalo mau cepet ya diatas ada 2 nama guide yang bisa agan hubugi. Guide Darwin mungkin akan jadi pilihan… ( secara paket wisatanya murah” ). Tips bagi yang suka selfie ; pakailah pakaian yang full color biar nambah jreng, karena background kebanyakan berwarna hijau gelap, dan bebatuan berwarna gelap, jadi kalo pake baju gelap ya nggak keliatan ahahahhah… Next gathering colek : @thepo, @dhiedhut, @pancaiwa, @Weny Woyla, @Arrizqi Fadhilah, @Gempur Pranata Sumitro
  14. 8 points
    Hola Deffa Here !!! Akhirnya kita kembali akan mengadakan Gathering Nasional berupa Jalan2 Bareng ke beberapa daerah di Indonesia, untuk kali ini yang ke 10 kali nya diadakan. Dah lumayan banyak juga ya hehehe Adapun rencana awal tanggal yang kita pilih adalah 25 - 27 Maret 2016. Karena itu adalah Long Weekend di harapkan tanggal 25 sudah berada di TKP destinasi yang terpilih ya Untuk destinasi nya di ajukan ada 3 nama daerah yaitu Balikpapan, Karimun Jawa (Jepara) dan Bangka / Belitung. Jadi seperti biasa kita akan polling untuk destinasi wisata nya sampai tanggal 1 Januari 2016. Dan juga di harapkan untuk Rekomendasi tempat wisata dari masing-masing kota tujuan yang ada di Destinasi tersebut, juga kesediaan nya member Komunitas Jalan2 Indonesia yang berada atau mengenal dengan baik daerah di Destinasi tersebut untuk menjadi Ketua Panitia secara Sukarela (tidak di bayar). Sistem yang biasa kita lakukan adalah SHARING COST Polling ini juga akan diadakan di Facebook Groups Komunitas Jalan2 Indonesia dan hasil nya akan di Akumulasikan Note : Untuk Bangka / Belitung, sesuai kondisi disana aja tar, jika memungkinkan kedua pulau itu ya gak masalah, tapi jika tidak memungkinkan ya akan di pilih salah satu saja :) Hasil Akhir Polling : Bangka / Belitung = 11 + 67 = 78 Balikpapan = 25 + 21 = 46 Karimun Jawa = 8 + 30 = 38 POLLING DITUTUP PEMENANG NYA BANGKA / BELITUNG
  15. 8 points
    Titi Setianingsih

    Curug Nangga

    Awalnya takjub ketika membaca dan melihat postingan2 teman di facebook perihal keindahan Curug Nangga di Desa Pekuncen Kecamatan Ajibarang Kabupaten Banyumas Jawa Tengah, secara saya kan orang asli Banyumas juga. Akhirnya rasa penasaran saya terbayar ketika ada libur harpitnas kemarin tanggal 15-17 Mei 2015. Sungguh, penuh perjuangan untuk menuju Curug Nangga. Dari Jakarta kami naik kerete ekonomi AC, KA Serayu dari Pasar Senen menuju Stasiun Purwokerto, tiket hanya Rp. 70.000,-. Jika mau lebih cepat bisa menggunakan kereta lainnya semisal yang bisnis ataupun eksekutif, kami sengaja menggunakan kelas ekonomi supaya lebih efisien. Sesampainya di Purwokerto kami rental mobil karena kebetulan kami berlima, jd kami pilih mobil kijang agar bisa muat banyak. Sewa mobil plus sopir plus bahan bakar sehari Rp 650.000,-. Ini akan murah karena kami menggunakan sistem share cost, sehingga per orang dikenakan biaya transport Rp. 130.000,- saja. Dari Purwokerto perjalanan menuju arah utara kearah kota Bumiayu, namun ketika sampai di Ajibarang bisa bertanya ke warga sekitar untuk menuju ke desa Petahunan Pekuncen Ajibarang, ketika itu kami ke arah kiri (diarahkan warga), terus menelusuri jalanan yang menanjak. Disini diperlukan sopir yang berpengalaman karena tanjakannya luar biasa curamnya, kamipun sempat terhenti karena mobil tidak kuat nanjak, sehingga kami ramai2 mencari batu untuk mengganjal ban mobil. Supaya aman kamipun berjalan saja, biarkan mobilnya mendahului kami, namun ternyata berjalan kaki menanjak itupun terasa berat,,,sungguh,,,capainya luar biasa, mungkin akan terasa ringan bagi pendaki gunung. Huufftttt,,,dua kali kami melalui jalanan menanjak, namun kurang lebih 1,5 jam menggunakan mobil akhirnya sampai juga ke lokasi parkir tempat wisata Curug Nangga. Dari tempat parkiran menuju Curug kurang lebih berjalan 2 km, naik turun bukit, persawahan dan hijaunya alam pegunungan. Amaziiing,,,sangat segar dipandang mata, padi yang masih menghijau, pohon kelapa yang melambai-lambai ditiup angin yang semilir. Pelan-pelan kami jalan, setelah sebelumnya bayar tiket masuk yang hanya Rp. 3.500,-. Wooowwww,,,Subhanallah,,,dari kejauhan sudah tampak air terjun yang bersusun-susun, benar kata orang, indahnya luar biasa,,,,,,,takjub, kagum dan inilah salah satu keindahan Indonesia,,,,luar biasa. Capai memang,,,tapi kami tidak cukup puas hanya sampai ke lokasi saja, kamipun harus naik menuju tingkat yang paling atas. Mau gak mau kamipun harus menaiki bukit,,,,,,huuffff licin dan terjal berbatu. Gak percaya akan keindahan Curug Nangga ? Lihatlah foto-foto kami.,,,,luar biasa bukan ??? So....datanglah ke Purwokerto, wisata indah yang murah meriah, jika hanya ke Curug Nangga hanya menghabiskan kocek anda sebesar Rp 373.500 dengan perincian sebagai berikut : Tiket KA PP : 140.000 Sewa mobil ber 5 : 130.000 per orang Tiket masuk : 3.500 Makan kurang lebih : 100.000 Total Rp 373.500.....cukup ekonomis kan ???? Tunggu apa lagi,,,,,,,mari berpiknik, supaya kalian tahu bahwa Indonesia itu indaaahhhh...!!!!!
  16. 7 points
    Huaaaah…lumayan jauh yaa jarak antara FR yg sebelumnya dengan yg ini…maaafkan..maklum lg sibuk mencari pundi2 emas demi trip selanjutnya hahaha Baiklah..next destination adalah daerah Gifu, yaitu Takayama, Shirakawa-Go, dan Kanazawa. Dari Sapporo menggunakan pesawat Skymark Airlines menuju Chubu Airport (Nagoya). Oiya Skymark ini merupakan pesawat LCC yg memberikan bagasi 20 kg lho dan harganya masuk akal. Jam 11 siang sampai di Chubu Airport, pengambilan bagasi termasuk cepat dan langsung naik kereta khusus Airport-Nagoya Station, yang nantinya jalan sedikit ke JR Nagoya Station untuk naik Wide View Hida Train (tercover JR Pass). Karena gw pengen cepet sampe Takayama, gw naik kereta tanpa reservasi karena sudah ga ada waktu lagi. Setengah berlari sambil geret koper, gw masuk gerbong apa aja yang penting masuk dulu dan pas banget, begitu masuk lgsg deh pintu keretanya tutup. Ternyata keretanya penuh, bahkan sudah ada bbrp orang yang berdiri, gw pun ikut berdiri selama berapa lama???? 2 jam..pegel2 deh..eh tapi sebenarnya gak terlalu kesel sih…kenapa??? karena gw bisa liat pemandangan yang baguuuuus banget selama perjalanan. Makanya kenapa kereta ini dinamakan Wide View Hida karena jendelanya terbilang besar sehingga penumpang bisa menikmati pemandangan yang sebagian besar masih asri dan berupa pedesaan serta hutan dan bukit. Karena musim salju, disinilah pertama kali gw melihat salju turun (karena di Sapporo sama sekali ga pernah kena hujan salju). Intinya ga kerasa deh selama 2 jam. Nah pas di Gero Station, orang2 banyak yang turun, gw pun kebagian tempat duduk. Lumayan 30 menit lagi bisa menekukkan lutut, walaupun tulang ekor gw agak gak nyaman kalo nyender Menjelang sore, gw pun sampai Takayama disambut hujan salju yang makin lama makin deras. Sebelum menuju Guesthouse, menyempatkan diri ke terminal bus yang ada di sebelah stasiun untuk reservasi tiket bus besok ke shirakawa-go dan lusa dari shirakawa-go ke kanazawa. Petugasnya bilang kalo tiket bus ke shirakawa-go udah full untuk yang reservation. Tapi ada tiket open seating dimana kita bisa bebas naik yang jam berapa aja (dikasih jadwalnya, busnya ada per 2 jam) dan tinggal antri. Kalo penuh, berarti tunggu bis berikutnya. Abis beli tiket dan beli nasi instan sama cemilan, gw pun menuju J-Hoppers Takayama GH. Cuman jalan 5 menit sebenarnya kalau ga pake geret2 koper di atas tumpukan salju dan hujan2an salju. Begitu check-in, gw leyeh2 bentar dan memutuskan untuk ke kitchen karena laper. Masak mie instan deh, makan pakai nasi +abon ;p Pas lagi makan, ada cewek Jepang gitu panggil saja dia Daisy (emang ini beneran english name-nya), tadinya dia ngobrol sama salah satu guest (cowok, entahlah dari mana). Tapi tiba-tiba si Daisy ini ngajak ngobrol dengan bilang kalau dia sering lihat beberapa tamu dari Indonesia bawa abon. Ternyata Daisy itu adalah part time staff di GH ini untuk belajar Bahasa Inggris. Aslinya dia Suster di Rumah Sakit Takayama. Pantas aja dia nongkrong di kitchen dan ngajak ngobrol orang-orang. Di akhir percakapan, gw tawarin lah yaa si abon, dan dia bilang enak. Gw tawarin pula sambel sachet, yang akhirnya Daisy ngasih gw matcha latte sachet :) Oiya, pas check in, gw dikasih tau sama staf kalo ada winter illumination di Hida Folk Village. Akhirnya gw dan temen2 memutuskan kesana. Naik bus dari terminal bus yang sama dan disana sudah ada beberapa turis yang menunggu (dinginnya entah kenapa lebih dingin daripada Sapporo, rasanya pengen cepet2 naik ke dalam bus). Harga tiket bus one way adalah 210 yen. Sedangkan tiket masuk Hida Folk Villagenya 300 yen. Di dalam disediakan the panas dan sake panas. Gw nyoba teh panas karena kedinginan parah tapi rasanya aneh banget. Kami ga lama-lama disana karena takut ketinggalan bus terakhir dan temen2 gw pengen makan sedangkan resto2 gitu kebanyakan udah tutup jam 9. Apa sih Hida Folk Village itu, jadi ini semacam museum rumah-rumah tua (gassho-Zukuri House). Nah sewaktu winter, museum ini buka di malam hari dengan diberikan pencahayaan yang indah. Jadi kalo misalnya tidak sempat ke shirakawa-go, bisa deh kesini untuk mengetahui rumah2 gassho-zukuri yang memang khas banget. Malam ini adalah malam terakhir gw bersama teman-teman, karena besok kami punya rencana sendiri2. Besok dimulailah solo trip :) Sebelum gw berangkat ke Shirakawa-Go, gw menyempatkan diri jalan-jalan sekitar Takayama. Ternyata hari itu, salju pun masih turun dan terpaksa gw beli payung yang akhirnya menjadi salah satu aksesoris dalam berfoto hehe. Tadinya gw masih pengen keluyuran karena Takayama ini indah banget dan banyak jajanan hahaha…tapi hari sudah semakin siang dan gw ga mau terlalu sore/malam sampai di shirakawa-go. Akhirnya gw memutuskan naik bus jam 13.30. Sekitar jam 15.30 gw pun sampai di Shirakawa-go. Begitu turun lgsg menuju bagian informasi untuk lapor bahwa gw akan menginap di Furusato (salah satu gassho-zukuri house yang dijadikan penginapan) sambil bertanya arah jalannya. Ternyata rumahnya itu berada paling ujung desa ini, yang cukup jauh, kalo kata ibu petugasnya sih 15 menit jalan kaki hahaha. Si ibu ini berkali-kali bilang Ganbatte! yg artinya semangat yaa. Hari itu di shirakawa juga turun salju cukup lebat sehingga jalanan tertutup tumpukan salju dan menyulitkan gw saat menyeret koper jadi tambah berat. Sepanjang jalan gw diliatin sama turis2 karena mungkin jarang yang bawa koper dan menginap disana. Pantes aja si ibu petugas berkali-kali bilang ganbatte, karena Furusato ini lumayan jauh dan agak menanjak serta berada di jalan kecil. Akhirnya gw pun sampai dan disambut oleh bapak tua (ga tau namanya), yang ramah dan sedikit bisa berbahasa Inggris. Dia pun membantu mengangkat koper gw ke dalam kamar. Setelah itu, gw diajak berkeliling rumahnya dan memberitahu letak toilet (thanks god its modern toilet), kamar mandi, dan tempat minum tes/kopi. Sebenarnya, penginapan menyediakan makan malam dan sarapan. Namun karena di email reservasi gw menuliskan memiliki food restriction (halal, non alcohol, dll). Akhirnya penginapan memutuskan untuk tidak menyediakannya. Tentu saja harga yang diberikan hanya harga kamar (jadi sedikit lebih murah). Lalu, gw makan apa buat dinner, tentu saja pop mie+nasi instan+abon (lagi2). Setelah leyeh-leyeh 15 menit, gw memutuskan untuk keluar jalan-jalan. Padahal itu udah jam 5 sore dan sudah agak gelap serta udah sepi pengunjung. Rencananya gw mau ke shiroyama point untuk lihat pemandangan yang paling diari-cari orang kalau ke shirakawa-go. Sebenarnya ada shuttle bus, tapi karena sudah sore, saya pun terpaksa jalan kaki sekitar 20 menit (jalan lambat banget karena takut kepeleset). Jalan ini jalan setapak yang kiri kanannya pohon pinus tinggi serta agak menanjak. Walaupun dingin karena lumayan mendaki, gw sempet loh berasa keringetan dan gerah hahahaha. Akhirnya sampailah gw ke puncak ini, sayang karena udah sore menjelang malam dan juga hujan salju yang cukup deras, pemandangan desa shirakawa ini kurang terlihat jelas. Tapi gw cukup puas hehe. Setelah foto-foto dan selfie sana sini, gw pun memutuskan kembali turun karena sudah mulai gelap karena sepanjang jalan setapak itu tidak ada penerangan sama sekali dan juga karena gw jalan sendirian jadi takut kalau ada apa2. Di sepanjang jalan turun ternyata masih ada aja loh beberapa orang yang naik dan mereka selalu nanya “masih jauh ga sih???” Gw bilang aja “Deket kok..semangat yaaaah” padahal mah hmmm lumayan masih jauh hihiihi Sepanjang jalan pulang ke penginapan, gw cuman melihat beberapa orang yang sebagian besar penduduk desa. Memang bener yah..berasa beda ketika siang (banyak turis) dan malam (sepi tapi menyenangkan). Menurut gw sih ini pengalaman paling mantap selama di Jepang :) Begitu gw sampe Furusato, host gw menawarkan untuk mulai mempersiapkan kasur. Gw iyain aja karena sudah lelah dan pengen tiduran. Sebelum ini gw makan malem dulu. Di kamar sebelah terdengar tamu lain sedang makan malam yang disediakan oleh penginapan (jadi mupeng huhuhuhu). Oiya tidur disini berasa banget kayak di film2 Jepang, beralaskan tatami, menggunakan kasur dan selimut tebal serta pakai kimono (disediakan lho). Sumpah tebel banget selimutnya dan berasa berat dan hangat banget. Peraturan penginapan ini adalah kalau malam, penghangat ruangan harus dimatikan (katanya sih biar ga terjadi kebakaran). Dan malam ini gw pun tidur dengan nyenyak, meski muka gw kedinginan parah hahaha Keesokan harinya, pagi2 gw udah bersiap menuju Kanazawa karena gw akan naik bus pertama jam 8 pagi. Ini karena sebelum gw kembali ke Osaka melalui Kanazawa, pengen banget jalan2 sebentar disini. Sekitar 1,5 jam perjalanan, sampailah di Kanazawa. Lgsg nyari locker untuk menyimpan koper karena repot juga jalan-jalan sambil geret koper. Setelah itu, seperti biasa ke bagian informasi untuk minta brosur dan beli tiket bus terusan. Oiya tempat wisata di Kanazawa ini bisa dicapai dengan bus lokal. Jadi belilah The Hokutetsu Bus One Day Pass seharga 500 yen. Tadinya gw berencana ke 21st Century Museum of Contemporary Art, tapi berhubung hari Senin, tutup deh yaa. Lgsg aja menuju Kenroku-en Garden. Setelah itu jalan kaki menuju Omicho Market sambil nyari makan siang. Berhubungan keterbatasan waktu, gw memutuskan kembali ke JR Kanazawa Stasiun karena jam 4 harus naik kereta menuju Osaka (sebelumnya udah reserve seat dan ini tercover JR pass). Yaaah selesailah sudah perjalanan gw disini..tinggal 2 hari lagi waktu gw di Jepang..hiks..next FR adalah Hiroshima dan Miyajima..see you :)
  17. 7 points
    Hola Deffa Here !!! Melanjutkan Field Report petualangan saya 28 April - 5 Mei di Thailand (Pattaya - Hua Hin - Phuket) Yang sebelum nya saya Eksplor Pattaya 1 hari 2 malam di Kali ini saya menuju Hua Hin tepatnya area Cha Am yang katanya disini ada Santorini yang seperti di Yunani itu loh. Ya mungkin gak mirip karena yang disini berupa Waterpark hehe. Namun perlu di ingat Hua Hin dan Cha Am itu berbeda ya. Mereka emang berdekatan hanya 30 menitan jarak nya namun Cha Am masuk Propinsi Petchaburi dan Hua Hin masuk Propinsi Prachuap Khiri Khan Destinasi saya kesini berawal dari Twitter ketika saya lagi di Bank dan iseng menulis status "Rampok bank dulu buat modal ke Santorini" eh ada yang Retweet mba @Sari Suwito "kalo ke Santorini di Thailand gak perlu mahal mod" dan saya langsung ingat kalau di Hua Hin memang ada sekilas Santorini nya heheh 30 April 2015 Nah saya tiba lagi di Bangkok pukul 11.00 WIB dengan menggunakan Pattaya Van dan langsung menuju Pool nya di dekat BTS Victory Monument, dan ternyata disini juga ada destinasi menuju Cha Am seharga 160 Baht, yasudah gak usah repot langsung saya ambil dan cuma menunggu 10 menit, mini bus nya pun berangkat Perjalanan ditempuh selama 2 jam dan di dalam Mini Bus penuh dan saya kebagian kursi paling belakang, dan dalam perjalanan ini lagi-lagi tidak bisa tidur karena ya Demam saya mulai berulah lagi SANTORINI PARK Setelah 2 jam perjalanan sekitar pukul 13.00 WIB sang supir pun berteriak "Santorini Santorini" saya pun langsung bilang "Yes Please". Ternyata rute mini bus nya pas melalui Santorini Park jadi saya tinggal menyebrang jalan sedikit saja. Ini loh tampilan depan nya Santorini Park masih belum terlihat ya gaya khas Santorini Yunani nya hehe Ok saya masuk ke dalam dan udah mulai terlihat neh gaya bangunan khas Santorini yang ada di Yunani berupa bangunan kotak berdempetan dan penuh nuansa Putih dan Biru. Di loket masuk tertera untuk wisatawan asing seharga 150 Baht Dan ketika saya masuk, mulai lah saya sedikit terkagum-kagum dengan arsitektur nya yang memang agak mirip dengan yang saya sering lihat di Internet tentang Santorini di Yunani sana. Walaupun tidak terlalu mirip tapi mendekati lah. Dari arsitektur bangunan rumah-rumah nya yang khas kotak ditambah warna nya yang dominan putih dan biru. Lalu ada beberapa area yang di dinding rumah nya di khiasi taman gantung cukup unik dan cantik loh untuk spot foto-foto kalian hehe Pada dasarnya bangunan berupa rumah khas itu di fungsi kan juga sebagai Kafe, Restoran ataupun Toko Souvenir dan Baju. Jangan salah disini ada toko Adidas juga loh hehehe Oh ya saya sempat makan siang disini di salah satu restoran menu Jepang nya, saya pesan Chicken Katsu seharga 200 baht Ya walaupun sebentar cukup lah waktu yang di habiskan disini, memang disini lebih ke spot foto-foto, dengan bangunan-bangunan yang unik kita bisa dapat background yang bagus pula. Nah beres dari sini permasalahan berikut nya adalah bagaimana cara dari Santorini Park ke Penginapan saya di Blue Lagoon Guesthouse dekat Pantai Cha Am. Karena minim nya transportasi umum dan ketika saya tanya ke petugas Santorini, jika mau saya harus ambil semacam taksi saja seharga 400 baht ke Pantai Cha Am. Ya sudah saya ambil taksi deh. Pukul 16.30 WIB saya sudah berada di Blue Lagoon Guesthouse, reviewnya nanti ya, pemilik nya bernama Stuart, dan dia sangat baik sekali menjelaskan semua kegiatan dan destinasi wisata yang ada di Cha Am ini, hingga pas besok nya dia menawari mengantar saya ke Mini Bus Pool untuk kembali ke Bangkok. Oh iya saya booking via Agoda semalam harga nya 580 baht Karena badan sudah tidak enak jadi saya putuskan untuk istirahat saja, niat hati ingin eksplor Cha Am tapi ya apa boleh buat. Pukul 20.00 WIB saya bangun untuk cari makan malam, dan ternyata di malam hari di sini suasananya mirip di Krabi, dimana tidak berisik dan cukup tenang, banyak pedagang jualan makanan kaki lima. Akhirnya saya coba makan di salah satu resto dekat pantai dan order Thai Fried Rice Seafood seharga 100 baht + Thai Tea seharga 40 baht Beres makan Pukul 21.00 WIB saya putuskan untuk balik ke penginapan untuk istirahat dan saya ketemu lagi dengan Stuart dan dia sekali lagi menawarkan untuk mengantar saya ke Pool Mini Bus besok pukul 08.00 WIB dan saya meng iya kan 01 Mei 2015 Saya terbangun pukul 06.00 WIB langsung saya cari makanan untuk sarapan, karena di Pantai Cha Am ada Seven Eleven saya menuju kesana sekalian mau lihat pantai nya kayak gimana. Pukul 06.00 WIB pagi ini ternyata di Pantai Cha Am sudah banyak aktifitas dan ternyata juga pantai nya saya rasa kurang menarik dan tidak terlalu bersih, dan juga kurang mengenakkan nya banyak nya tenda yang di pasang di area pantai, mengurangi keindahan pantai itu sendiri. Ya sudah saya beli sarapan saja berupa Tom Yam Fried Rice di Seven Eleven seharga 50 baht. Oh iya di Cha Am ini ada satu lagi destinasi favorit yaitu Jetty Stone Cha Am. Berupa semenanjung dan tempat yang bagus jika kalan mengincar poto sunset. Sayang saya tidak sempat kesana Pukul 08.00 WIB saya sudah siap dan menunggu di lobby tidak lama kemudian Stuart datang dengan mobil nya dan langsung mengantar saya ke Pool Mini Bus untuk ke Bangkok, tidak terlalu jauh ternyata hanya 1 km dari penginapannya dan pas berada di perempatan jalan. Setelah saya mengucapkan terima kasih banyak ke Stuart saya langsung ke Pool Mini Bus tersebut dan membayar tiket seharga 160 Baht untuk menuju ke Victory Monument Bangkok Mungkin Web ini sedikit menggambarkan Santorini Park klik di SINI BANGKOK Perjalanan pulang hampir sama sekitar 2 jam an. Tiba di Victory Monument sekitar pukul 10.30 WIB. Tujuan saya disini hanya ke Platinum Mall untuk beli celana renang dan juga ke RCA Road untuk ke Siam Tamiya, yup apalagi kalo bukan beli Tamiya hahaha Ternyata di BTS Victory Monument ini kalo siang ini sangat ramai, mungkin karena lagi ada demo Hari Buruh Internasional ya bertepatan libur juga 1 Mei. Saya cukup lama antri untuk membeli tiket BTS ini. Tujuan saya ke BTS Siam untuk ke Platinum Mall namun melintasi Central World Mall dulu seharga 25 baht Kebetulan di Central World ini lagi ada pameran Toys & Hobbies Exhibition namun sayang gak ada Tamiya cuma ada Die Cast dan Action Figure Central World dan Platinum Mall hanya berjarak jalan kaki sekitar 10 - 15 menitan, disini saya cuma beli Celana Renang seharga 100 baht dan nyantai dulu di Starbucks nya minum Ice Chocolate seharga 70 baht Beres langsung balik lagi ke Central World untuk ke BTS nya kali ini naik BTS Chit Lom untuk menuju BTS Asok seharga 25 baht. Dan berganti ke MRT Sukhumvit menuju MRT Phra Ram 9 seharga 16 baht Tujuan saya adalah ke Siam Tamiya dari sini saya jalan kaki sekitar 1,5 km lumayan lah hahaha Dan setelah 30 menit jalan kaki akhirnya sampai juga di Siam Tamiya ini. Saya hanya beli 2 kit disini seharga total 700 baht Ok beres dari sini saya balik lagi ke Phra Ram 9 MRT Station tapi kali ini saya naik Bus aja deh seharga 10 baht langsung turun di MRT Station nya hahahha Ini peta BTS dan MRT Bangkok Sekarang tujuannya adalah ke Bandara Don Mueang karena nanti malam saya harus Flight pukul 20.35 ke Phuket, sekarang sudah pukul 18.00 WIB. Jadi dari Phra Ram 9 MRT Station saya menuju ke Mo Chit MRT Station seharga 30 baht Tiba di Mo Chit MRT Station saya harus menyebrang ke sisi sebelah nya karena saya berada di sisi Catchucak Market dan Bus A1 yang menuju Bandara Don Mueang ada di halte sisi sebelah nya, jadi saya menyebrang dan tidak lama Bus A1 khusus untuk ke Don Mueang tiba seharga 30 baht perorang. Tiba di Don Mueang sekitar pukul 19.30 WIB langsung saya Self Check in karena tidak ada bagasi, dan tinggal menunggu flight saya pukul 20.35 WIB ke Phuket. Sekian Petualangan saya ke Santorini Park Cha Am. Intinya jika kalian belum ada biaya untuk ke Santorini di Yunani, Santorini Park di Cha Am Thailand ini bisa jadi Opsi loh, walaupun tidak terlalu mirip tapi lumayan lah. Ini perbedaan nya Santorini Yunani dan Cha Am Thailand, poto dari mas @chrisvild | Ya saya bilang lumayan lah untuk Low Budget Santorini hehe Silahkan yang mau coba ke Santorini Park nya Cha Am di Thailand ya Pengeluaran Cha Am : Mini Bus Victory Monument ke Cha Am = 160 baht Tiket Santorini Park = 150 baht Makan Siang = 200 baht Penginapan = 580 baht Makan Malam = 140 baht Sarapan = 50 baht Mini Bus Cha Am ke Victory Monument = 160 baht Pengeluaran Bangkok : BTS Victory Monument ke BTS Siam = 25 baht Celana Renang = 100 baht Ice Chocolate Starbucks = 70 baht BTS Chit Lom ke BTS Asok = 25 baht MRT Sukhumvit ke MRT Phra Ram 9 = 16 baht Beli Tamiya = 700 baht Bus ke MRT Phra Ram 9 = 10 baht MRT Phra Ram 9 ke MRT Mo Chit = 30 baht Bus A1 ke Don Mueang = 30 baht UPDATE Untuk Mini Van dari Victory Monument ke Cha Am dan Huahin sudah pindah ke Bangkok Southern Terminal dan Ekkamai Terminal. Info dari @nashir
  18. 7 points
    cnw

    8 DAYS ICELAND 5 jutaan!

    Informasi lengkap baca disini ya, foto & video avaible http://www.sayalia.com/2016/12/iceland.html ICELAND Ini negara impian banyak org termasuk saya. Negara mahal? Iya banget! Klo dibanding Indonesia grocery disini bisa 5x lipat harganya. Tapi based on lifestyle lah, kalo mau hemat juga bisa murah kok! Kalo mau irit ya cari temen buat share cost, klo solo yaa lumayan berat karena tour2nya juga gak murah, waktu gak flexible. Sayang banget klo ikut tur karena Iceland itu LUAR BIASAA!!! Kalo ada yg punya job di Islandia bolehlah tawarin ke saya dengan senang hati bakal kesana lagi *lmao maklum pengangguran* Percaya ato nggak, Total semua pengeluaran bersama 4org -+Rp 22,5jt, per orang cuma Rp 5,6jtan buat 8hr!!! exclude tix pesawat dan pengeluaran pribadi. Detail tar update di blog kalo udh pulang. Mata uang 1ISK= -+Rp 125,-. Negara populasi gak sampai 1/4 dr Indonesia! Lebih banyak domba dan kuda dibanding manusia. Gak perlu bayar parkir2 & tol disini karena gak ada! Semuanya free! Kecuali di Tringvellir bayar parkir 500isk, dan tunnel tol 1000isk kalo dr Akranes ke Reykjavik. Sisanya alam Islandia gratis tanpa tiket masuk! Tinggal nyetir sambil melongo, mau foto tinggal nyari stopan pinggir jalan. Ada banyak camp site sepanjang highway. TICKET Pesawat saya dpt Paris-Reykjavik 1jt transavia dan Reykjavik-Bergen 800rb norwegian air. Semuanya tanpa bagasi. Kabin max 10kg tas -+30lt SIM CARD? Yang ini saya gak bisa kasi info karena saya gak beli sim card selama perjalanan soalnya mahal, klo gak salah -+5000isk 1GB. Jadi mengandalkan google maps offline, maps me ama paper map aja. Dan aman aja kok! Karena jalan di Iceland longgar2, sepi, dan hampir semua ada plang nya. Max speed 90km/jam. Apalagi kalo ke waterfall langsung keliatan dr pinggir jalan! RENT CAR Kita pake Blue Car Rental booking sebelum berangkat di websitenya langsung. Pick up & return airport. Mobilnya Renault Clio manual 2WD Rp 7.2jt untuk 8hr, full insurance, without additional GPS, tapi mobilnya keluaran baru udh built in gps *yehey lucky!*. Nggak ada deposit yg di hold tapi ttp dimintain cc buat jaga2. Bisa pk SIM Lokal Indonesia, International driving licence sih kmrn nggak ditanya. Rent car disini matic lebih mahal, dan kalo pake GPS, additional driver itu harus nambah lagi. BENSIN Total perjalanan 2425km. Bensin isi 4x total nya semua Rp 3,8jt. 1Lt bensin klo gak salah 20rban. FOOD Selama 7hr kita gak makan diluar karena hemat. Makan keluar hari terakhir doang setelah seminggu berhemat wkwkwk, makan hotdog legendaris di Reykjavik. Bawa bekal bumbu instan dr Indonesia. Di Iceland ada jual beras kok jadi jangan takut kangen nasi hehe. Beras disini barga macem2 mulai 650ISK (80rban) 1kg. Paling murah makan kentang dan roti tawar 1kantong 50rban isi -+15slice. Selama 7hr di Iceland total pengeluaran untuk grocery 4orang -+Rp 1,7jt (kelewat hemat kali ya kita lol, yg penting kenyang hati senang). kalo mau makan di luar siapin budget paling murah 850ISK (105rban) dapet mie ayam polos di Reykjavik, pake ayam jadi 1200ISK (150rb). Itu udh paling hemat saya cari muter2 Reykjavik. Atau HotDog 450ISK (67rban), frozen food 700ISKan, sandwich 400ISKan di mini market. ACCOMMODATION Tiap hari kita pindah2 kota. Booking.com h-1 sebelumnya. Paling murah kita dapet 1kamar 4org €95, dan paling mahal cottage €120. Total pengeluaran untuk 6malam 4orang -+Rp 10jt. Rata2 guest house disini ada shared kitchen dan wifi jadi bisa masak tiap hari. Tapi kalau cottage gak ada wifi. Sempet hidup 3hr tanpa internet dan sangat menyenangkan! WEATHER Awal Oktober kmrn paling rendah 3°C paling tinggi 11°C. Iceland memang gak bisa di prediksi! 3hr diawal kita kena cuaca buruk dan hujan terus seharian. Dari 7hari perjalanan kita cuma dapet 1x aurora di Akureyri, 3hari hujan, 1hr badai. Masih bersyukur walau cuma dpt 1 malam northern lights show. Tapi gak bisa di rekam, cm di foto. Jadi ke Iceland jangan berharap terlalu tinggi sama Aurora, fokusin sama Icelandnya aja. Kalo dapet aurora jadi itu BONUS! ✌ CASH or CARD? Rata2 di Iceland semua bisa pake card. Saya cm tuker €100 itu aja jarang kepake, jd sisa isk gak bisa dituker mata uang di negara lain, gak laku. Alhasil jadi koleksi ISKnya ITINENARY DAY 1 Paris-Reykjavik, landing sore. Hello Iceland! DAY 2 Golden Circle : Tringvellir, Geysir, Gulfos + Seljalandfoss DAY 3 Vik to Höfn : Skogafoss, Wrecked D-3 Plane, Reynisfjara, Jökulsalron, Diamond Beach DAY 4 Höfn to Akureyri : Godafoss. Perjalanan terpanjang di jalan -+6jam, sempet berhenti di beberapa kota kecil tapi nggak ada di video. DAY 5 Akureyri to West Iceland : Glaumbær, Hvitserkur, Traðir DAY 6 West Iceland : Budakirkja (black church), Djupallonsandur, Snaefelljoekul, Kikjufell, Hraunfossar & Barnafoss, Akranes DAY 7 Akranes to Reykjavik DAY 8 Reykjavik-Bergen. Bye Iceland!
  19. 7 points
    Hola Deffa Here !!! Baca dulu Baik-Baik postingan ini sebelum Telepon ya !!! Kali ini mau posting jual jasa aja deh, kebetulan ada mobil Xenia nganggur dirumah Jadi kalian yang mau ke Bandung saya menawarkan Jasa Sewa Mobil Xenia Bandung Murah dan Bisa Lepas Kunci atau Tanpa Supir, tapi syarat dan ketentuan berlaku ya Syarat dan Ketentuan Saya Bukan Travel Agent atau Agen Rental Mobil. Ini mobil pribadi saya. Mobil saya hanya 1 yaitu Xenia aja, jadi jangan tanya Ayla, Avanza, dll Rental Mobil hanya Weekend / Hari Libur untuk semua paket Sewa Mobil Tanpa Supir atau Lepas Kunci, hanya untuk member Komunitas Jalan2 Indonesia / Forum Jalan2 yang SAYA KENAL, dan wajib jaminan KTP ASLI. Selain itu jangan harap Sewa Lepas Kunci ya Harga belum termasuk Bensin, Tol, Parkir dan Makan Supir. Bensin mobil cukup Rp. 100.000 untuk Xenia bisa muterin Bandung Paket Rental Mobil Sewa Mobil Supir dan Tanpa Supir Per Jam :: 6 Jam = Rp. 300.000 12 Jam = Rp. 400.000 16 Jam = Rp. 500.000 Spesifikasi Mobil Xenia Li 2008 Hitam AC Single Blower Dingin Tape CD No Smoking Car 3 Row Seater (7 Passenger + 1 Driver) Contact Person Call / Whatsapp : 08996852907 Dikarenakan ini mobil Pribadi saya, jadi hanya bisa Weekend atau Hari Libur, dimana bukan waktu jam kerja. Dan driver nya juga saya pribadi kok. Jadi untuk rute Kota Bandung dan Kabupaten Bandung sudah jelas saya hapal. Mau Tempat Wisata Mainstream - Anti Mainstream ataupun Kuliner Murah - Mahal. Saya jagonya. Karena sekalian buat saya riset untuk materi Blog saya juga hehehe Untuk Bensin muterin Bandung itu cukup Rp. 100.000 kok, Xenia itu kan irit, lalu untuk parkir, sekali parkir cuma Rp. 2.000 doank. Jadi jika kalian ramean ya mungkin 5 orang kan bisa di sharing tuh. Misal Sewa Mobil Dengan Supir 12 Jam + Bensin = Rp. 500.000. Dibagi ber 5. Perorang kan cuma Rp. 100.000. Terus makan gue ya elah Indomie aja cukup aku mah apa atuh anak kosan yang terlunta Penjemputan hanya di area Kota Bandung. Ingat Cimahi dan Lembang itu bukan Kota Bandung tapi Kabupaten Bandung. Booking dulu ya di nomor di atas karena kalau dadakan belum tentu saya bisa karena saya juga mau weekend nan keles Yup silahkan jika ada yang perlu rental mobil murah di bandung. Ini loh mobil dan driver nya yang ganteng eeeaaa
  20. 7 points
    Ikamarizka

    Sisi Lain Singapore Nature part 2

    Hari ke 2 Jayan Jayaaaan Pilihan jatuh kepada macritchie reservoir. Karena saya ga mau ke daerah2 mainstream a k a shopping mall dkk nya. Cek cek ternyata perjalanan kesana agak jauh yaah. Singapur pass bener2 jadi penyelamat bgt. Dari pod tempat saya menginap, saya naik di line kuning nichole highway. Daaan 20 pemberhentian berikutnyaaa barulah sampai ahahaha. Turun di distrik Caldecot dan langsung jalan kaki dengan bermodalkan tanya sana sini sama petugas dan penduduk disini. Jalan kaki bisa ditempuh sekitar 1 km dr stasiun ke gerbang si reservoir ini. Dan bener aja sepanjang jalan kaki di menuju kesini saya melewati hamparan hijau rumput dan toko bunga dimana mana. Wuiiiiiii. Di Macritchie reservoir ini gratisssss ya man temaaaan. Saya sukak bgt dengan pemandangan air nya, taman tamannya, aahhhh semua nya… yg punya uang lebih bisa banget main kano disini. Cuman 15$. Malah ada promo juga kalo kita punya Singapore pass maka akan diberi discount tambahan. Sayangnya karena saya mengejar waktu untuk acara nanti malam, saya tdk mau terlalu lelah. Jadi hanya duduk2 di pinggiran nya yg cozyyyyy bgtttt lalu siap2 untuk lanjut jalan kaki lagi di track area nya. windy but cozy udara disini super duper segeeeeer bangeeeet! kebanyakan yg datang kesini keluarga keluarga kecil untuk berpiknik, wanita wanita berbadan aduhai yg asik joging dan yoga, yg cowo2 juga banyak yg latian lari disini dgn tanpa busana (harus ya??) (kan jadi susah fokus) saya menghabiskan waktu sekitar 1 jam disini untuk dengerin musik sambil baca buku sambil sesekali nyelupin kaki ke airnya yg dingin ini. hoooooo... (pencitraan) (padahal buku komik) ahahahahaha. okeh puas disini, lanjuuuuuut... kano ing yg bener2 bikin ngiri. mari berjalan kakiiii... JENG JENG… ternyata tracking ke atas harus menempuh 4,5km. Dan saya lagi pake sendal jepit sama rok ajah sodara sodara ahahhahhahahaa. Whoooops. But hey! Bukan tukang jalan jalan namanya kalo bgini doang udah ciut. Sikhaaaaat.. akhirnya nekat naik ke atas bukit dgn lahan yg lumayan bgt terjal, licin dan sempit bgt medannya. Perjalanan ke atas tree top hill ini saya tempuh sekitar 2jam jalan kaki. Kalo cape di setiap km pasti ada kaya pendopo gitu untuk istirahat. Cuman jangan berharap ada yg jualan minuman atau makanan yh disini. Gak adaaaaa. (untung tadi bekel somay sama pie dari hostel hohohohohoho) nih info penting ya. SENIN TUTUP. jalan ke tempat ini mendingan dari pagi supaya ga buru2 pas turunnya. baru 1,5 kilo udah mulai tepar ahahahahaa. nanjaaaaak vrooooh Di 3km pertama jujur kaki udah mulai senut2, karena daritadi yang warawiri memang pada pake sepatu layak. Saya aja nih yg blagu bgt pake sendal krik krik krik. Wuiiiiiiiih akhirnya sampe deh di gerbang. Kebetulan cuaca juga cerah hari itu, jadi seneng bgt bias lihat view bird eyes nya. YAY SAMPE!!!! Voilaaaaaaa…… cakep bgt di atas sini. Tinggi sekitar 25 meter dan lebar jembatan ini hanya cukup untuk per orangan. Yg fobia tinggi mah siap2 keringet dingin ahahhahaa, karena jembatannya pun bergoyang goyang. Jadi kalo lagi ada angin samping jyaaaaaaaah… uhuuuy bgt ahahahaha. (anaknya ga bisa diem maklum ya) cekrek cekrek cekreeeeeeeek nya lama bgt Kira2 seperti ini pemandangannya si tree top. Okay selesai menikmati pemandangan di atas, siap2 meluncuuuuur trail ke bawah sejauh 4,5 km lagi ahahahaaha (salaaaah perhitungan nih brooo siiis) kakiiiiii he eh bgt kwkwkwkw. Di tengah jalan saya pun nyerah akhirnya memilih nyeker aja. Lebih enak ga pake sendal jadi ceritanya menyatu sama alam.. azeeek. Selama perjalanan turun saya disuguhi pemandangan aliran2 air kecil dan beberapa monyet liar. Nah ini nih himbauan untuk turis, tas sempet ditarik sama mereka karena sepertinya mereka bisa mencium bau bekas makanan saya tadi. Turis Malaysia di belakang saya malah bener2 di keroyok sama mereka karena mereka bawa nasi bungkus. Alhasil akhirnya kita rame2 bantuin ngusir ngusirin monyetnya. Plus kita juga bantuin makanin bekalnya…… ahhahhaahahahahaha. You wiiiiish!!! (modus) (udah kelaperan berat) Okeh… setelah jalan ke gerbang belakang yang notaben nya berbeda bgt dr gerbang depan, saya ga sanggup jalan kaki lagi ke mrt terdekat. Akhirnya saya memutuskan naik bus aja dari halte di depan mata. Bus yang saya naiki juga ternyata bisa digunakan untuk dating ke reservoir ini, tapi tentunya memakan waktu yang jauh lebih lama. Jadi buat kamu yg punya waktu lebih dan pgn bgt nyoba naik bis tingkat keliling2 kota sing, bisa menggunakan si bus no 855 atau 852. Bus ini akan mengantarkan kamu ke pusat kota. Nah kebetulan bus ini mengantarkan saya ke Little India. Tempat makan fav saya dari dulu selama di Singapore. Nyuuuuuum! Ada yg suka dgn makanan Nasi Briyani? disini nih juaranya “Mubarak” dari stasiun halte little India hanya jalan sekitar 100 meter saja. harga 8$ Ga pake lama langsung pesen si nasi briyani kambing. Oh may god! Saya butuh banget makan satu porsi kuli ini setelah jalan lebih dari 10kiloooooo. Yatalaaam… penampakannya bikin air liur kemana mana. selesai makan lagi lagi saya gatel bgt ngeliat warna warni di little india ini. Jadilah saya muter2 dulu sekitar 1 jam sambil nunggu sunset di sekitaran sini. unsur tradisional dari kultur mereka memang kental bgt disini. Bau dupa, sesajen untuk sembahyang dan jamuan jamuan lainnya bertebaran dimana mana. okhayyy jangan keasikan ZkaneChaaan... cuzz lari ke mrt menuju hostel, mandi, merem 1 jam dan siap2 berangkat ke stadium untuk motret si sesepuh Metalica. Walaupun di Album baru nya banyak yg saya ga tau lagu lagu nya. tapi mata saya bener2 dimanjain sama permainan lampu lampu di panggung yg juara kerennya. Dan harus saya akuin, penampilan opa opa ini ga ada mati nya. Energic dan lompat sana lompat sini. hadeuuuh takut salah urat aja sih AHAHAHAHA. ditambah ketemu idola juga, mayan bisa nonton bareng doi... ihiiiiy selesai menonton si opa2 ini, saya bersama temen2 memutuskan untuk jalan jalan sebentar di sekeliling Haji lane. Nuansa malamnya berbeda banget dgn nuansa siang. cocok deh buat yg susah tidur kaya saya ini ehehehe. sampai ketemu di hari ke 3 yaaaah
  21. 7 points
    Hi Jalaners Regional Medan mo update info nih.. Minggu yang lalu tepatnya hari Sabtu, 22 April 2017 Jalaners Regional Medan mengadakan kopdar ( MeetUp ) bersama, sebagaimana yang rutin sudah kita adakan setiap bulan sekali. Tempat kopdar di JUMPA KAWAN CAFE Medan, dari jam 5 sore sampe tutup cafe, nggak puas ngobrol.. sambung di pelataran parkir, sampe tutup pagar baru pada bubar hiks.. Kami (jalaners medan) sih sudah pada setuju untuk menjadikan kopdar adalah kegiatan rutin bulanan, karena dengan ketemu bareng bisa saling bertukar pengalaman. Bukan saja yang berhubungan dengan wisata, namun hal-hal lain pun biasa kami share di pertemuan ini. Bahkan kami sudah merasa sangat akrab jika bertemu, meskipun terkadang ada anggota yang baru ketemu pada saat itu. Oke lah.. berikut dokumen narsis kami di acara kopdar kemaren... Kalo diatas Photo Narsisnya, sekarang yuk lihat langsung Videonya Karena waktunya bersamaan dengan liburan( panjang) sebagian temen-temen nggak bisa ikutan hadir di acara meetup rutin ini, seperti mas bro @thepo , @Muhammad Al Aufa , @Gempur Pranata Sumitro , @Vean Tristan , @dhiedhut , @kafkaalfarizdi enggak sempat datang karena mereka ada kegiatan liburan luar kota dan kegiatan lain. Tapi meskipun tidak datang kami tetap berkomunikasi via chat Group di WhatsApp. Owh ya... bro @thepo pas hari itu dia nggak datang karena lagi bawa rombongan ke Sabang Special Note @thepo : Paling rame kalo chat di Group WA Temen yang bisa hadir di MeetUp kemaren antara lain : Kenzie @Dhistiraz, Panca @pancaiwa, Anjas @just0682, Icha @Hafiza Humaira, Arie Arhen @arie arhen linggabersama calon (), Jenathan @Jenatan Sianipar, Boby(baru gabung), Eva (baru gabung), Sarah(baru gabung), Muni(baru gabung), Mariaty(baru gabung). Yang belum bisa datang & kami rindukan : Aufa @Muhammad Al Aufa, Vean @Vean Tristan, Gempur @Gempur Pranata Sumitro, Thepo @thepo, Rita @dhiedhut, Melda @Melda Quarter Goeltom( masih di Amerika) kafka @kafkaalfarizdi, Rizal, Santuo(baru gabung), Zaenal(baru gabung), Endri (baru gabung), Eko (baru gabung), Tito (baru gabung), Fany (baru gabung), silvi (baru gabung), Arrisqi @Arrizqi Fadhilah Note : sebagian jalaners yang baru gabung akan segera regist di forum kita Jalan2.com ( tercinta ini ) biar lebih kenal dengan temen jalaners dari seluruh Indonesia.... Buat temen2 jalaners yang berada di wilayah Sumatera Utara (Medan) hayuuk merapat... Jalaners.... Jangan Lupa.. BAHAGIA..!!
  22. 7 points
    Sepanjang liburan ke Jepang Januari lalu, perjalanan menuju Shirakawa go yang menurut gue paling berkesan. Berdasarkan itinerarry yang kami bikin, Shirakawa go kami kunjungi pada hari ke-5 kami di Jepang. Shirakawa go kami capai dari Osaka, sekaligus sebagai transit dalam perjalanan menuju ke Tokyo lagi. Sempet dibuat pusing perihal tiket bus PP dari Kanazawa (sempat galau milih antara Kanazawa, Takayama, dan Toyama). Karena Takayama sangat kompleks untuk dicapai dari Osaka, pilihan terakhir memang hanya Kanazawa dan Toyama yang kebetulan bersebelahan. Jadwal yang sangat rush pun kami tetapkan malam sebelum berangkat. Pagi-pagi sekali kami harus bangun untuk mengejar jadwal kereta pagi jam 06.24 which matahari belum terbit jam segitu. Gue yang bertugas sebagai time keeper kebangun jam 4 pagi, meski ngerasa capek karena kemarin ngabisin waktu di USJ (seneng banget bisa ngerasain Forbidden Journey, Back Drop Hollywood Dream, Jurasic Park dan Flying with Dinosaurs, sampe pusing). Sempet males-malesan dan mandi jam 04.45. Karena kami harus meninggalkan Osaka untuk pindah menginap selanjutnya di Tokyo, pagi itu pun sibuk menyelesaikan packing yang udah dicicil dari semalem. Dan, yes, jam 05.50 tepat abis Subuh kami jalan menuju JR Namba Station. Perjalanan awal cukup lancar karena google map masih fresh, terus lancar hingga kami ingat jalan itu sudah kami lalui kemarin. Tapi, rasa sok dan jiwa petualang muncul, dengan tanpa dosa kami mencoba improve jalur lain dengan keyakinan akan lebih cepat sampai. Dan … google map keparat, hang! Waktu yang tersisa hampir habis buat mengingat kembali jalur yang harus kami ambil untuk masuk stasiun JR Namba. Akhirnya sekitar kurang dari lima menit kami menemukan gerbang masuk. Tragedi pun terjadi! Pegangan koper Bobby patah, kopernya meluncur terjun dari anak tangga satu ke anak tangga lainnya. Panik! Gue yang refleks langsung ngambil tuh koper, bantuin buat segera lanjut. Tinggal lima menit tapi kami belum masuk kereta, begitu ketemu tangga lagi, gue saut tuh koper Bobby, gue tenteng dengan heroik menuruni tangga hingga melompat ke kereta. Tepat beberapa saat sebelum kereta jalan. Kereta pertama berhasil! Kami harus oper kereta di Imamiya. Buru-buru juga! Kereta kedua berhasil! Perjalanan selanjutnya ke Osaka via Loop Line. Gue udah wanti-wanti banget menghadapi pindah kereta di Osaka nanti yang notabene Osaka stasiun gede. Dari guidance yang gue baca kami musti pindah dari platform 2 ke 11 untuk naik Limited Thunderbird ke Kanazawa. Kereta ketiga berhasil! Luar biasa rasanya. Kami berhasil mengejar semua kereta rekomendasi tercepat dari Hyperdia, setengah mustahil padahal kalau ngeliat limit perpindahan yang kurang dari 10 menit, bahkan di Imamiya kami cuman punya spare 2 menit. Tapi udah lega, karena kami bakal tiba di Kanazawa sesuai jadwal pukul 09.38. Sesuai rencana, seharusnya kami masih bisa mendapatkan tiket ke Shirakawa go sekitar jam 10 lebih. Gue sempat nanya di tourist information Kanazawa tentang pemesanan tiket ke Shirakawa go. Kredit buat Mrs Tourist Information Kanazawa, her English was perfect! Jelas banget, gue jadi asyik ngobrol dan tanya ini itu. Dia juga ngasih saran, kalau nggakdapet tiket supaya balik ke dia. Dia punya beberapa solusi katanya. Gue pun meluncur ke Hokutetsu Bus buat beli tiket PP Kanazawa – Shirakawa go. Sayangnya tiket berangkat jam 10 an yang gue idam-idamkan udah sold out. Tiket paling deket jam 12.40. Dan … tiket baliknya nggak ada! DHUAAAR!!!!! Sempet panik sih. “Ya udah, kita nginep di Kanazawa aja ntar malem nggak papa, besok ke Tokyo.” Kurang lebih begitulah solusi yang tercetus dari Krysna dan Bobby. Heh? “Gimana mau nginep di Kanazawa, tiket balik ke sini aja nggak ada! Hoi, kita tuh bakal terjebak di Shirakawa go ….” Jeng jeng jeng. Mereka pun tersadar. “Oh, iya, juga, ya.” Akhirnya gue berlari menembus hujan di pelataran stasiun Kanazawa menuju tourist information. Setelah diskusi yang cukup mencerahkan, gue ambil solusi buat ngambil start di Shin-Takaoka menuju Shirakawa go PP. Konon di Shin-Takaoka tiket bus nggak perlu booking, langsung naik aja. Agak mahal dikit, sih. Yang ada dalam bayangan gue bus itu semacam bus ngetem di terminal Lebak Bulus. Gue pun balik ke Hokutetsu buat ngambil tas dan ngajak Krysna serta Bobby segera ngikutin rute yang gue dapet. Sempet ketemu pasangan Indonesia yang lagi galau juga menghadapi masalah tiket PP yang nggak tersedia. Gue sempat cerita rute solusi yang gue dapet. Mereka keknya masih bingung, akhirnya gue tinggal. Perjalanan kali ini sungguh berasa The Amazing Race! Step pertama yang kami ambil untuk bisa tetap ke Shirakawa go hari ini adalah kami harus naik Shinkansen Tsurugi dari Kanazawa ke Shin Takaoka. Kereta pas banget berangkat jam 10.34. Kami punya sekitar 15-20 menit sebelum berangkat. Kami tanpa pikir panjang langsung masuk, belum sempat reserve seat. Akhirnya kami cari gerbong yang non reserved seat. Sejauh dari Shinkansen, Tsurugi ini salah satu yang interiornya masih kinclong banget keknya. Nyaman dan enak. Sayang, kami di atas kereta itu hanya 13 menit. Jam 10.47 kami tiba di Shin Takaoka. Gue pikir stasiun kecil bakal seadanya. Ternyata gue salah. Stasiunnya meski kecil bagus banget. Sepi lagi. Lanjut kami ke halte depan, nunggu bus yang di jadwalnya berangkat jam 11.00 ke Shirakawa go. Anjir, sepi banget. Nuansa Lebak Bulus yang sempat muncul sama sekali nggak ada. Jauuuuuuh banget. Yaiyalah, di Jepang, jauh. Bus pun datang sebelum jam 11 dan berangkat pas jam 11.00. Penumpangnya cuman setengah. Denger-denger penumpangnya dari China, Thailand, Jepang dan kami. Perjalanan cukup menyenangkan. Awalnya melewati jalanan kota kecil yang sunyi. Kiri kanan jalan salju udah keliatan. Makin lama jalan mulai masuk ke pegunungan. Sesekali melewati tunnel. Surprisenya … salju turun ketika kami memasuki hutan. Wow! For the first time in my life! Gue ngeliat hujan salju yang jatuh dari langit seperti kapas kemudian meleleh di atas jalanan. Suasana itu makin sempurna dengan iringan musik tradisional Jepang yang diputar di player bus. Waaaah. Bus akhirnya berhenti di area parkir Shirakawa go jam 12.55. Sesuai target keberangkatan kami menuju Tokyo lagi, kami punya 1 jam 50 menit jalan-jalan di Shirakawa go. Hujan salju turun cukup lebat siang itu. Kami sengaja nggak nyewa payung biar ngerasain tubuh kami diterpa salju (alasan bodoh). Tapi asik. Dinginnya yang di bawah nol derajat ternyata nggak semengerikan yang kami bayangkan. Meski efek akhirnya pas balik naik bus kerasa telapak tangan beku. Kami sempet nengok beberapa rumah dan foto di suspension bridge. Kepikiran mau ke observatorium di atas bukit cuman waktu kami mepet. Dari pada sampai Tokyo malam banget, mending nggak usah. Udah ngerasain hujan salju dan njilat salju di Shirakawa go aja udah seneng banget rasanya. Sayangnya keputusan untuk langsung ke halte baru kami putuskan 10 menit sebelum bus berangkat. Alhasil gue lari duluan ke halte buat nahan bus berangkat. Pas banget. Pas gue nyampe, ada 2 bule yang untungnya minta ke sopir buat buka bagasi bawah. Gue pun mendekat ke Pak Tua sopir. “Can you wait a moment? My friends still take the bags there.” Gue nunjuk Bobby dan Krysna yang lagi kek kebingungan ngambil tas di penitipan. Setelah si sopir setuju gue pun masuk nyusul mereka. “Kenapa?” tanya gue. “Karcisnya?” kata Krysna. Gue pun sadar, yang pegang karcis penitipan tas ternyata gue. Dodol! Untungnya semua beres dengan cepat. Kami pun berhasil naik bus sesuai jadwal. Tiba di Shin Takaoka kami baru sadar kalau sedari pagi belum makan. Capek. Lelah. Laper. Kami pun membeli onigiri di 7Eleven stasiun. Masih ada 20 menitan sebelum Shinkansen kami meluncur ke Tokyo. Gimana, seru kan?! Bener-bener The Amazing Race to Shirakawa go! cc: @deffa @twindry @Sahat @HarrisWang @Vara Deliasani @Ikamarizka @kyosash @Andrizki
  23. 7 points
    ko Acong

    Bocah Tua Nakal Keluyuran di Jepang

    Catatan Perjalan Sibocah Tua Nakal D.01 Sore BDO KuL KANSAI AIrport D 02. pagi Mendarat Di Kansai airport Melihat situasi sekeliling Bandara . mecari tahu tentang Wifi Rental , ternyata Banyak berbagai kios resmi Menawarkan Rental / sistim Wifi . dan Harganya Komplit Rata2 diatas Rp 9 RATUSAN ribu Soal petunjuk arah, banyak dan cukup dimengerti “sekelas ko Acong” Setelah cukup cari si eksit sebelah kiri !!! ngudut dulu sambil melihat situasi diluar Hall airpot dan kutemukan Stasiun kereta , to Osaka dll juga platform bus nya. Beres ngudut, lanjut menuju stasiun sinkansen. lansung disuguhkan robot penjual tiket (mesin ) Nah lu, gimanana cara belinya. dengan “sekelas ko Acong “ langsung cari antrian orang banyak pasti itu bantuan ,, ternyata benar, orang sedang beli / tanya2 antrilah saya disana, pas ujung antrian disortir. Keperluannya --- dikemukakanlah masalah saya , langsung dicatat pointnya dikertas, oleh mereka sampe loket, di infokan bahwa saya sebaiknya pake bus . 1 murah-- 2 lebih cepat--- 3 karena bawa koper. jadi langsung tujuan ( tidak perlu Pindah2 Line Kereta ) dan dianjurkan Beli ICOCA sebesar 2000 yen. dengan Saldo 1500 yen--- 500 buat jaminan dan biaya kartu Balik lagi saya ke pltfom bus no 4 .saya mau tujuan yang dekat ke hotel / dotonbori> sinsabashi Area adalah NAMBA sts, . beli tiket Bus 1300 yen . Dikarenakan kebiasaan “ ” saya bila mau masuk Negara yang belum diketahui , selalu Menghapal Diluar Kepala, sekeliling Gedung. minimal 2 minggu ke H terus dipelajari, seperti anak2 mau ujian Akhir , singkat cerita. jos langsung sampe area hotel………. nah disinilah sedikit ada trobel >>>>>><<<<<< nyasar namun saya selalu , di damping aplikasi dari Booking.com ada alamat bhs local , dan Google map otomatis . namun saya nga bisa mengerti , sampe sekarang tentang google map nya . tapi selalu Dan Selalu dapat dewa penolong ( KWII JIN ) lewat penduduk local setempat. secara saya BUDDHA Hotel pertama saya Grand Sauna Sinshabashi Cabin Hotel di jl.? Sangat dekat dengan area ( doton bori / Shinsabasi dan Namba) Area Center Publik / Wisata 2 hari pun cukup untuk area ini diselingi kunjungan ke OSAKA castel wajib di Area Tani Machi bisa pake subway, oh inilah gunanya ICOCA dari namba ke tanimachi PP di potong 220 Yen setelah puas main siang malam OH YA PERJALANAN SAYA DI DAMPINGI JUGA DENGAN XL PASS RP 200.000.- Untuk 7 Hari Siungal sangat Bagus Didukung Soft bank Japan Di gunung Sekalipun kuota lumayan perharinya untuk Google Map Washap dan Fesbuk Lebih Dari Cukup dengan kirim2 foto saja video belum pernah coba D.03 besoknya setelah pulang dari, Osaka castel langsung Cek out Menuju Kyoto, dengan Bus dari NAMBA lagi >>>>ke Kyoto stasiun , sebesar 430 yen 65 menit perjalanan Pake Keihin Bus yang Murmer Setelah Tiba Di Kyoto bus sts , nyebrang menuju Kyoto railway sts . pilih kereta line Karasuma ke gojo ….. shijo nah shijo lah, Area ke Hotel Saya . begitu Keluar dari Subwah, saya Disuguhi MALL yang BUesaaar Daimaru Dilihat Saldo Di kurangi 130 yen Bengong deh saya, harus cari si eksit mana . untung tidak panic seperti kebiasaan saya (panik saya jadi bodoh) segera Ku Buka pendamping Saya. aplikasi Booking.com ternyata sangat membantu lansung, diarahkan dan keluar pas Hotel ( yang Tidak saya sadari dan baru tahu setelah nyasar dulu, dan dianter Nenek2 yang jauh Lebih tua dari saya } yang Dituju dan Streetnya WOW street No Satu Di Kyoto Shijo Sore pun menuju Malam, saya kurang menyenangi SI Emall jadi main sekeliling , dan menghapal area pulang lagi menikmati , onsen trus istirahat di ”Ryokan” dan beli voucher segala minuman dari hotel 04 Besok pagi mulai nih pertempuran , menuju berbagai lokasi wisata , saya pilih yang susah dulu. yaitu ke Jalur Nijo temple trus Sampe Ke Ujiga Jinja, yang BANYAK SEKAL, I yang Pake Pakaian Ala Geisha . Dan sempat Minta Foto, ke sepasang anak muda sedang naik Beca , si ganteng tea Pake oneday pas 500 yen Sapuasna, pass Bus Sore Menuju Ke Ciater Rasa Kyoto Namanya nga Tau yang ada kera japan ? mungkin ONSEN ? Sore Ke malam pulang Ke Hotel sembari Lihat2 isi mall Namun . Perasaan saya SAKIIIITTTT di hatiku !!!n ibu Ibu Kalo Di Shijo Dori banyak tawaran oleh2 dari baju / elektronik / mainan / tentunya Makanan snack, yang aduhai dengan bonus koper2 bagus pembelanjaan nilai tertentu . ……….tapi saya tak mampu beli , mengingat kekuatan fisik saya membawa barang , yang mana saya masih banyak kota, dan destinasi yang wajib dikunjungi 05 Besok Pagi , Saya Siap Ke onsen Century hotel , dan Mandi . …semasa menikmati Onsen Terjadilah Sesuatu inimah HOK KIE Para “man” semua---- datang Suara gaduh ternya 4 orang perempuan Seperti nya Dari RRTn dalam keadaan Bugil beneran bugil losss , masuk mau Mandi Onsen juga nah hokkie yang yak terduga . hahaha rasain lu, main nyelonong. Beres mandi saya langsung cekout, titip koper di lobby buat siang nanti di ambil Dan pertempuran… ingatan saya mulai di uji lagi. untuk ke kuil Fushimi dan Kenara. Hari ini saya pake ICOCA….>>> yang menghabiska saldo sampe Hotel lagi 470 yen. untuk 2 tempat ini Rincian Pengeluaran selama Di kansai > Oasaka > Kyoyo cekout Kansai Namba Bus Rincian Pengeluaran selama Di kansai > Oasaka > Kyoyo cekout Kansai Namba Bus 1300 yen Icoca 2000 yen Bus Ke Kyoto 430 yen Kyoto Ke Shijo saldo Icoca 220 Yen Subway Ke Osaka Caste Saldo Icoca 220 yen Pa ss untuk bus Kyoto one day 500 yen Saldo Icoca Fushimi dan Nara Saldo Icoca 470 Yen Makan selama 4 day @ 1500x4 hari 6000 yen Lebih Dari Cukup apalagi campur 711 dan bekal Total selama Kansai lepas Kyoto 10230 Yen + grand sauna cabin hotel 2700 yen + century hotel 2 nit 81000 yen total Jendral 21.030 yen Kira2 jam 16.00 Mendekati Fujiyama, Terlihat kurang Jelas View nya duduk pas bangku jejeran Kiri dari Kyoto (kalo dari Tpkyo minta jejeran Kanan ) siang Pake HIKARI Sinkansen no reserved 11560 yen (Bila tak ngerti beli pake Mesin “Seperti saya “ Cari TIKET OFFICE Lantai Gedung Hijau !! Biasanya Berbeda Tinggal Tanya Petugas) menuju Odawara pake Hikari change di Stsiun Koda? Lupa ganti kereta turun pintu kanan Dan Sudah Ditunggu Kereta Odawara , namun terjadi kesalahan tidak lihat kebawah spesifikasi tiket/ jenis no reserve. saya naik green car. jadi merasakan greencar juga , tak disengaja satu gerbong . hanya saya penumpangnya. namun nga berapa lama, diperiksa kondektur dan dimarahi , pake bhs local biarlah nga apa2 saya yang salah, digiring lah ke gerbong seharusnya dengan tatapan muka penumpang lainnya , malu aku tapi. biarlah bukan melalukan kejahatan disengaja ini ) tiket masih tetap Sampe Keluar Stasiun Odawara Tiket Free . mencari hotel lumayan nyasar sekitaran, dan beruntung lagi “ kwi jin” mendekat via anak sekolah smp dia mungkin memperhatikan. Sebelumnya dia sendiri menanyakan uncle? blab bla ? Ah Pokoe ngerti , Cepat2 saya Cari Print Hotel Dan diperlihatkannya Ke anak tersebut, mengerti langsung Menyataka Mau Anter sampe Hotel Namun saya perhatikan Anak itu Tidak Sampe Pintu Lokasi Masih jarak 10 meter,,,,, dan menjauh Dari saya sambil menunjuk itu SAMURAI GUEES HOASE ….. Good boy anak yang tanpa Pamrih semoga Karma Baik selalu Untukmu Nak . Samurai Ryokan Gaya Jadul 2700 Yen 06. Saya menuju Ke Sts Odawara Beli Tosan Pass 2 day 4000 yen, menuju Fuji san Dll Dimulai Naik Kereta Romance car dari Odawara menuju ke>>>> yumoto hakone sts >>>> ganti yumoto ke Gora >>>>ganti naik Cabel Train menuju sts Sounsan >>> Ganti Bus Menuju>>> Kawah Tosan owakudoni Yang Masih Aktip , Dengan gemuruh Suara Bagai Pesawat Mau ” Take OF “ tak lupa Beli Telur Hitam Yang Enak , Khas Dilumuri Lumpur Kawah. Anteng tuh Perut Habiskan 4 Telur ,,,, lanjut pake Rop way Menuju Kawaguciko, lanjut naik perahu legendaries ala “ bajak laut” untuk melihat Fuji san Dari Danau Namun saya hari ini , Kurang Beruntung Karena Hujan besar dan Kabut Turun , Haduh jauh jauh impian sejak kecil mulai bisa membaca dan Lihat sampul buku jaman itu, selalu ada gambar salah satunya Fujiyama dan popular waktu itu lagu Titik Sandhora DESTINASI UTAMA SAYA KE JAPAN HANYA FUJIYAMA haaaa gatot nih , sepertinya impianku , pulang lah saya menyusuri jalur tadi pagi dan langsung menuju TOKYO dengan rasa lunglai tak bersemangat untuk ekplor hakone beli Tiket Shinkansen to Tokyo 1165 yen >> Ganti Jr Line yamamoto>> Ganti lagi Narita Line Yang Dikelola JR juga dari Tokyo Ke Minami senju Tiket Free dari Shinkansen Langsung menuju Hotel Karena tak kuat menahan badai. anginnya Dingin . seperti biasa sampe titik Area nga bisa cari lokasi Hotel, langsung Minta Bantuan dan Dianter Yang Pulang Lari olah raga, Menuju Hotel FUKUDAYA 5400 yen mana badan penat namun nga bias mandi onsen karena jadwal mandinya masih untuk perempuan , dan untuk lelaki harus lewat jam 20.30 . masuk kamar online kekinian lupa tertidur tanpa mandi 07.besok pagi bangun mau mandi , eh belum boleh harus nunggu jam 20.30 ….. 2 hari deh nga mandi hanya cuci muka dengan persaan malu, menuju setasiun WOW ternyata pas jam kantor pasti berdesakan, dan ternyata cewe2 cantikpun sepertinya jarang mandi pagi ? dan lebih bau dari saya mantelnya ……asyik PD lagi deh saya , langsung menuju Shibuya dan lainnya pake iCoca , sampe sore menjelang malam , dan kurasakan lagi sensasi rebutan masuk ke kereta subway Hachiko Tokyo Govermen Building / dan lain2 . Pulang Ke Hotel kali ini kutunggu sd jam 8.30 malam , langsung dapat giliran mandi pertama,,,, tak ada orang lain begitu beres dihanduk , datang bergantian yang mau mandi bersama tentunya, ah berhasil mandi juga setalah lewat dari ‘50 jam ‘ nga mandi langsung naik ke kamar mau ngudut curi2, buka jendela, waduuuuh anginnya dingin. jadi puasa roko deh Buka pemanas setel 30 degree teteup terasa dingin. tapi ok juga bisa tidur D.08. esok pagi terbangunkan , oleh sinar terang sekali matarahari terbit > niat mau ke goji temple asakusa kubatalkan , saya cari informasi tentang Gunung Fuji Kata bos Hotel Feri nice Today Langsung kejar ke Tokyo sts…. walo berdesakan di kereta namun penuh semangat dan saya mempertimbangkan bila naik mromance car dari Tokyo takuy kesiangan gonta ganti moda mending pake JR Bus Hightway menuju Kaweaguciko Sts Bayar 1800 ternyata keputusan saya dilancarkan oleh TUHAN YME begitu diperjalanan , muncul pemandangan yang di idamkan , tak tahan begitu sampe fujimount Station , Minta turun . namun masih Kurang Puas. eh terlihat Kereta Jadul yang Mewah menuju Kawaguciko 120 yen.. dengan pemandanga lebih Bagus, namun tetep masih Kurang Puas karena waktu kecil selalu melihat….. Fujiyama berbatasan dengan air …..di sampul Coklat jilid buku tulis saya waktu SD , Kucari informasi untuk Menuju Kawaguciko oh ternya harus jalan kaki 15 menit dulu semua pemandangan tertutup,, oleh bangunan hotel walo sudah sampe danau sekalipun. tapi ada 1 feri sedang menerima penumpang , saya Tanya petugas , nga nyambung bahasanya . ok saya tunggu penumpang yang sudah naik . nanti juga bakal turun piker sata , nah mereka 30 menit kemudian merapat , dan penumpang pada turun. kutanya turis asing How to go ? Fujiyama mount situris nunjuk ferri , dan mengacungkan jempol Langsung deh beli ke mesin tiket ferri , tersebut 930 yen, naik ke ferri begitu jalan waoooo muncul tu https://www.youtube.com/watch?v=msa0D6g_cVE Fujiyama di pinggiran bangunanan , makin lama makin jelas bentuk Rupanya . itulah gunung ya selama ini ku ingin jumpai , ahhh seolah olah deh ,, nga bis di jabarkan .. senangya saya . Sinar terang Digunung saat itu, terpuaskan Hatiku Bertemu, saat saat berlalu 50 tahun lalu tak terasa berjumpa denganmu , penampakanmu takkan hilang, pada penampakanmu , sinar matahari yang terang jadi saksi, pertemuan kita Terima Kasih. Thien Akung TUHAN YME Setelah Puas penuh Kemenangan, karena terlalu terlena , dan menurut perhitungan saya cukup Aman untuk mengejar penerbangan pulang jam 23.20 boarding time 23.20 ---- jam 15,45 saya naik bus dari kawa guciko Ke Tokyo dengan pertimbangan 18.00 Tiba Di Tokyo Sts , Change ICOCA 1000 Yen betul Tepat waktu namun , Trobel menghadang Untuk Naik Kereta Ke Hotel 2x Ganti sudah muncul 3 x Kereta tapi nga berhasil masuk , kalah berani sama local. Akhirnya berani juga dengan gaya mereka tak perduli siapapun cewe ato cowo , pegang seruduk desak , sampe berhasil ke batas pintu alhasil saya tiba kembali ke Tokyo STS jam 20.00 yang seharusnya perhitungan saya harus 19.30 paling telat Nah Disini Masalah nya terjadimau Naik Shinkansen Jadwal 21.00 Ke Haneda naik bus 20.45 terakhir Saya mau beli Bus Saja, biar Langsung Jos Bandara. namun keberuntungan terjadi lagi petugas minta jadwal penerbangan saya,,,, dan petugas menolak jual tiket ke saya , dengan Bhs Lokal yang sangat tidak saya ngerti , Beruntung Dibelakang Antrian Ada sepasang Anak muda mengajak Saya keluar Antrian Dan di memberikan Gambaran Pake Bahs Inggris (pokonya saya ngerti lagi deh ) Maksudnya dia menanyakan tau kah situasi bandara Haneda dan Bila Naik Bus itu 20.45 >>> sampe jam 22.00 saya jawab saya sudah punya Print Boarding , Tapi Dia Bilang tidak Berlaku . Harus Boarding Tiket Resmi jadi dia ngasih anjuran , altenatip pake subway ..dan monorel>>> ke bandara dipastikan tiba Jam 21.00 dengan Catatan Uncle Must Run to Platfom ok are yu ready ? ya pasti saya jawab Ok, eh Dia Justru mau Anterkan sampe Platform Yang dicari Yamamoto line ke hamamatchuo , but uncle go to Hamamatchou !! yu must run Againt !! Changge To Monorel Haneda. hahaha Saya jawak OK . Thank Yu thankyu dan Di Balas tak henti2nya Membungkuk hahahahahahahaha senangnya lupa saya terlalu banyak Basa basi karma Baik Semoga selalu padamu anak muda Jumlah pengeluaran Seluruhnya Trip Bocah tua nakal Sebesar Total Kansai Osaka Kyoto 21.030 Change ICOCA ke 2 1.000 Shinkansen Ke Odawara 11.560 Samurai Guees Hauose 2.700 Hakone Pass 4.000 Sinkansen Odawara Tokyo 1.165 Local Ferri 930 Change ICOCA terakhir ke 3 1.000 Makan 4 Hari x @1500 6.000 Total Jendral Pengeluaran Perjalan Sejak Mendarat Di Japan HARGA REAL 1 kali Kunjungan fuji Yama 49.385 Rate Yen 118 = RP 5.827.430 . Biaya mengunjungi Fujiyama Yang Ke 2 3600 Yen PP sd Tokyo station Saldo ICOCA masih sisa 1610 yen Mengenai Sensasi Ryokan / ONSEN/ Destinasi Wisata / suka duka mencari jalur kereta / makanan akan di ulas terpisah lain waktu Mohon Maaf saya Tidak bias Cara Menulis dan penempatan titik koma juga terlalu panjang cerita saya Semua ini hanya menunjukan kebanggaan saya telah berhasil menaklukan ketakutan saya yang biasa baca2 di komen lainnya saya pake sistim HAJAR SAJA KO ACONG ujar @Deffa Catt “ ” Secara ko Acong low student Low teknologi Low International Speak
  24. 7 points
    Setelah melepas penat perjalanan tanpa putus dari Palu – Jakarta – Kuala Lumpur – Tokyo – Kyoto, hari kedua gue di Jepang dimulai. Seperti yang sudah diperkirakan, start hari kedua molor dari jadwal. Aslinya, sesuai rencana kami pingin jam 8 udah keluar dari penginapan, lanjut sarapan. Nyatanya? Jam 8.30 kami baru mulai jalan. Langit udah keliatan mendung. Duh, keknya bakal hujan. Telat dari jadwal tidak serta merta membuat kami segera bergegas. Kami justru tertarik buat foto di depan gang tempat penginapan Airbnb. Pas pagi gitu ternyata pemandangan rumah-rumahnya kece abis. Sebagai salah satu oleh-oleh yang mudah dikenang, kami foto-foto dulu. Jadwal sarapan kami skip. Rencana awal ke Kiyomizu kami swith dengan ke Arashiyama lebih dulu, karena lebih jauh. Gue mimpin perjalanan pagi itu ke stasiun Sanjo Keihan. Kami beli tiket seharga 210 yen untuk rute Sanjo Keihan ke Nijo. Dari Nijo gue pilih gunain fasilitas JR Pass, karena kebetulan ada kereta JR dari Nijo ke Saga Arashiyama. Pas turun di Nijo gue sempat bingung naik kereta lanjutan yang mana. Di tulisan ada kereta asing yang datang. Gue sebut asing karena nama kereta beda dengan yang ada di Hyperdia gue. Daripada kesasar, gue bertanya pada 2 bidadari manis yang sedari tadi berdiri di depan gue. “Excuse me. Is it to SAGA ARASHIYAMA?” Dalam hitungan detik, 2 cewek depan gue langsung menoleh. KAWAIIII! Gilak, 2 cewek yang dari tadi cuman kelihatan rambutnya aja, ternyata manis-manis. Pantes aja pas berdiri di belakang mereka rasanya gue nemu arti kenyamanan, kesempurnaan cin … taaaaa. Ooo…oooowww #nyanyi Gue sengaja bertanya dengan menekankan kata Saga Arashiyama buat antisipasi kalau terjadi misskomunikasi kek kemari n sama sekumpulan aki-aki pas nyari penginapan. Tapi, kalau sama yang 2 ini, misal terjadi misskomunikasi, nggak papa juga sih, betah juga. Wkwkwkwk 2 cewek kawai menjawab dengan antusias. “Yess! Yess!” sambil mengangguk dan tersenyum lebar. Makin kawaii deh. Akhirnya kami satu kereta dengan cewek-cewek tadi ke Saga Arashiyama. Perjalanan berlangsung kurang lebih 15 menit. Kami tiba di st Saga Arashiyama dan langsung disambut hujan! Horrayyyyy Karena konon hujan adalah lambang rezeki. Tapi kami sadar, kami nggak bawa payung. Zonk! Ditambah jacket yang gue pakai kali ini wool. Zonk kedua! Untungnya sepatu boots gue tahan air. Yes! Intensitas hujan masih gerimis ringan. Kami pun nekad jalan cepet ke arah yang dijelaskan oleh tourist information di stasiun. Di bawah langit mendung kami menyusuri jalan yang melewati rumah-rumah warga. Terdapat beberapa café, tempat makan, butik, bahkan toko buku di antara rumah-rumah. Seperti di Sanjo, jalanan di Arashiyama bersih banget. Setelah jalan sekitar sepuluh menit, kami tiba di pertigaan. Jika ke kiri, ke arah Tenryu-ji Temple dan sungai. Ke kanan ke Bamboo groove. Gue memutuskan ke Tenryuji dulu. Hujan turun lebih deras ketika itu. Setelah sempat foto-foto di depan pintu masuk, kami pun memutuskan untuk tidak masuk. Jadi baru foto di depannya saja kami sudah puas. Coba bayangkan, jauh-jauh ke Arashiyama, hujan pula, sampai di depan pintu Tenryu-ji malah nggak jadi masuk. Tapi, ya, mau gimana lagi, kami memang mudah puas dan mudah pula dipuaskan #eh Selanjutnya gue memimpin regu menuju bamboo groove. Hujan rintik-rintik masih terus mengguyur. Tapi gue nggak mau kalah sama semangkat para abang-abang penarik ricksaw alias becak manusia. Dan di bamboo groove itulah sepasang mataku beradu pandang dengan sepasang mata penuh keindahan. Senyum manis darinya langsung tersaji ketika tahu aku tengah menatapnya. Waktu serasa berjalan pelan dari detik ke detik. Semilir angina disertai titik air sama sekali tak membuatku mudah beralih pandangan. “Minta foto, Bang!” suara cempreng Krysna menyadarkanku. Bocah tengik itu menggodaku supaya gue ngajakin foto cewek barusan. Btw, cewek yang baru saja tersenyum padaku adalah cewek yang sama kutanya di stasiun tadi. Ternyata dia masih mengingatku. “Lu mau ngajakin mereka foto?” Tanya gue balik ke Krysna. Krysna menggeleng. Dasar cemen! Akhirnya gue pun memberanikan diri menghampiran 2 cewek kawaii asli Jepang itu. Dengan malu-malu tak tahu malu gue pun ngajakin foto bareng. Mereka pun tampak terkejut bahagia penuh suka cita pesta pora ketika menyambut ajakan gue. Kami pun ber-wefie ria beberapa jepret. Krysna ikutan. Baru akhirnya gue tending Krysna buat motion gue. Gue pun berpose di tengah dua cewek Jepang itu. Dan kejutannya, si cewek minta foto juga dengan kameranya. Ternyata diriku menarik juga *mengambil kesimpulan sepihak. Usai foto hatiku serasa melayang. Gue pun melompat-lompat menyusuri bamboo groove. The end Eh, eh, belum selesai. Meski bahagia belum berarti selesai, ya. Oke, lanjut. Setelah mengelilingi bamboo groove kami menuju restoran Yoshiya untuk makan siang. Hujan masih turun. Satu hal yang gue kagumi dari Jepang, masyarakatnya meski hujan tetap olahraga. Ini dibuktikan dengan beberapa kali gue nemuin orang Jepang lagi lari-lari nggak kenal cuaca. Mau mendung, hujan, siang, sore, tetep olahraga. Ganbatte! Yoshiya Muslim Restoran ada di tepi sungai terkenal di Arashiyama. Gue dapat rekomendasi restoran halal itu dari aplikasi Halal Navi dan Halal Gourmet Japan. Ada beberapa menu halal yang disediain. Semacam lunch set gitu. Enak, sih. Tapi sedikit lebih mahal kalau dibandingin sama bento Familymart (yaiyalah). Karena hujan yang makin deras, kami memutuskan balik ke penginapan di Sanjo dulu. *** Setelah ganti jaket yang tahan air dan bawa paying dari penginapan, kami lanjut jalan kaki menuju Kiyomizudera. Berdasarkan google maps sih, jarak jalan kaki kami sekitar 2 km menuju tkp. Lumayan jauh sih. Ditambah hujan. Tapi justru saat hujan itulah kami menemukan banyak keindahan. Tsaaah Sepatu Bobby dan Krysna ternyata nggak tahan air banget. Alhasil, agak basah-basahan lah ya. Dan di balik semua perjuangan itu, keindahan di mulai saat kami melewati Hokan-ji Temple dan Yasaka Shrine. Lanjut kami melihat betapa indahnya Sanen zaka dan Ninen zaka. Jadi intinya, Kiyomizudera hanya sebagai tambahan aja. Keindahannya dilahap abis di sepanjang jalan menuju dan dari sana. Indah banget nuansa kiri-kanan jalan yang dipenuhi bangunan-bagunan tradisional, baik café, toko, maupun rumah. Feel like … amazing! Yaudahlah, ya, bagian ini susah dideskripsikan dengan kata-kata. Lewat foto aja (meski sebagian nge-blur) Gue bikin post di blog juga nih : http://alfiandaniear.blogspot.co.id/2017/02/7-hal-yang-bikin-kamu-pingin-ke-jepang.html Panggil para idola: @deffa @Andrizki @Vara Deliasani @HarrisWang @Monfi @kyosash @twindry @Ikamarizka
  25. 7 points
    Seharusnya tempat ini saya kunjungi pada tahun lalu. Tapi karena ada beberapa kendala akhirnya baru bisa dilakukan sekarang tepatnya pada tanggal 21-27 Februari 2016 lalu. Seperti biasa, saya ngetrip dengan pasukan kecil saja, saya, istri dan anak. Kira-kira sebulan sebelum keberangkatan tiba-tiba terlintas pengen jalan ke Flores. Singkat cerita, semua tiket penerbangan sudah saya pesan 1 bulan sebelumnya. Rute yang saya ambil adalah dari timur ke barat dimulai dari kota Maumere via Kupang, lalu jalan merambat ke barat melintasi daratan pulau flores dan singgah-singgah di beberapa tempat. Dan diakhiri di kota abuan Bajo di sebelah barat Flores untuk kembali ke Makassar via Bali. Tepat 10 hari sebelum hari H, saya dikabari kalau penerbangan saya maskapai K membatalkan penerbangannya yang dari Kupang-Maumere. Tentu saja kecewa, artinya saya batal untuk bisa singgah di Kupang dan melihat kota Maumere. Karena pembatalannya nagnggung, maka saya sekalian saja batalkan semua penerbangan maskapai K itu dan saya alihkan penerbangan menjadi Makassar-Denpasar-Ende. Tentu saja, harga tiketnya sudah tidak murah lagi, ada selisih 1 jutaan jadinya. Kalau saya tetap ambil Maumere, jatuhnya akan jadi lebih mahal lagi. Trip kali ini adalah trip yang cukup mahal bagi saya, yang paling mahal disini adalah biaya transportasi. Jadi maaf saja kalau saya tidak bisa mereview angkutan umum selama di Flores. Ada angkutan umum, tapi tidak setiap saat ada karena masih jarang, sementara waktu saya hanya seminggu di Flores. Sehingga sangat tidak mungkin bagi saya untuk berganti-ganti angkutan yang akan sangat memakan waktu. Tanggal 21 Feb kami berangkat pagi-pagi sekali dari rumah. Jadwal penerbangannya jam 6.45 tepat waktu menggunakan maskapai L jadinya. Kok tumben tepat waktu? ya karena starting departurenya emang dari Makassar makanya ontime, coba kalo eks transit mana gitu LOL. Jam 8 tiba di Denpasar. Penerbangan lanjutannya ke Ende pada pukul 14.00. Lumayan lama. Untung ada teman kami yang datang ke bandara untuk menemani kita, jadinya waktu tunggu kita terasa tidak begitu lama. Day #1 Sabtu 20 Feb 2016 : Ende - Moni Karena sepertinya sikon tidak memungkinkan, saya langsung ambil saja mobil sewaan di Bandara Ende. Ende-Moni jika lancar hanya memakan waktu selama 1 jam 30 menit saja. Tapi seperti yang sudah - sudah, di beberapa blog sudah saya temukan informasi jalanan pada jalur itu sering terjadi kemacetan karena beberapa hal, diantara tanah longsor. Kali ini saya benar- benar menemui kemacetan pada jalur itu. Bukan karena longsor, tapi karena adanya proyek pelebaran jalan sehingga menggunakan sistem buka tutup. Kami berhenti disitu selama sekitar 30 menit, lalu lanjut jalan lagi menuju Desa Moni. Sampai di Moni sudah gelap. Dalam trip kali ini, saya sama seklai belum booking penginapan dimanapun. Jadi waktu sampai di Moni sempet cari-cari penginapan. Pertama kali masuk Desa Moni akan ketemu jalan/Gerbang menuju Kelimutu. Jalan bercabang, jika ke Kanan akan ke Kelimutu, ke kiri ke arah Desa Moni. Penginapan pertama kali yang dilewati adalah Sao Ria dan ada beberapa lagi penginapan kecil. Setelah itu lahan kosong, hanya kebun atau semak belukar. Lurus lagi akan ketemu Cafe Santiago, Cafe yang cukup ramai dan katanya sih masakannya enak, saya sendiri ga sempet nyobain. Cafe ini ramai dengan bule-bule. Setelah Cafe Santiago baru akan ketemu perkampungan Desa Moni, di kawasan ini banyak sekali terdapat penginapan, tinggal pilih aja. Lurus lagi akan ketemu dengan Eco Lodge Hotel. Hotel yang cukup nyaman dan bagus. Penghabisan Desa Moni adalah di Hotel Eco Lodge itu. Saya balik lagi karena ga sreg dengan lokasinya. Hotelnya bagus, hanya saja lokasinya menyendiri dan terpencil gitu, jadi agak repot kalo mau cari makan. Jadi kalo boleh saya membahasakan, Moni terdiri dari 3 kawasan, kawasan pertama yang dekat dengan gerbang menuju Kelimutu, lalu kampung tengah dekat Cafe Santiago lalu yang paling ujung dekat Eco Lodge Hotel. Saya sendiri akhirnya memutusnya untuk menginap di kampung pertama di dekat gerbang masuk Kelimutu. Nama penginapannya "Kelimutu Lodge". Sayang sekali saya lupa mengambil gambarnya disini. Sebenarnya saya pengen menginap di Sao Ria. Penginapannya terdiri dari gubug-gubug gitu, bungalow, view didepan kamar langsung melihat lembah dan perbukitan, harga juga murah banget, 150-200/malam. Tapi sayang sekali pas saya lihat dalemnya, kotor banget dan kurang terawat, terkesan amburadul. Akhirnya saya pilih penginapan di sebelahnya yaitu Kelimutu Lodge. Sedikit review mengenai Kelimutu Lodge, Kelimutu Lodge hanya terdiri dari 3 kamar. Bangunannya baru dan masih bersih. Didepannya sudah ada warung makan dengan pemilik yang sama. Waktu saya datang sudah ada welcome drinknya dan snack, Teh jahe dan pisang goreng hangat, masih panas malah karena baru digoreng. Pas banget di hawa dingin seperti itu. Kamarnya besar, ada air panas, dan bersih. Sarapan juga dapet. Harga permalamnya 350. Mungkin di area bawah di kampung tengah sana ada yang lebih murah lagi, tapi saya ga sempet nanya satu-satu karena banyak, dan saya kurang sreg dengan lingkungannya yang terlalu ramai. Bagi yang muslim, makanan di warung ini tidak halal, jadi pilih saja bahan makanan yang aman, sayuran, telur atau ikan. Setelah selesai semua urusan, unpacking, mandi, makan, dilanjutkan dengan istirahat. Day #2 Minggu 21 Feb 2016 : Moni-Bajawa-Ruteng-Denge Pagi-pagi sekali kita sudah bangun dan siap-siap menuju Kelimutu untuk mengejar Sunrise. Jam 4.30 mulai jalan dari penginapan. Perlu waktu sekitsr 30 menit untuk sampai diatas. Saya lupa menyimpan tiket masuk ke Kelimutu, seingat saya, saya hanya membayar sebesar 32rb untuk 2 dewasa, 1 anak, 1 supir, mungkin juga sudah termasuk tarif menbawa kamera. Oh iya, soal si supir, jadi itu supir yang sama yang saya sewa sejak dari Ende sehari sebelumnya. Mengingat kendala transportasi yang ada maka saya putuskan untuk menyewa sekalian sopir itu tadi. Pagi itu masih gelap gulita di area parkir. Jangan lupa bawa senter kalo mau berkunjung kesini. Disini sama sekali tidak ada penerangan. Dari area parkir kita harus berjalan kira-kira 1km untuk sampai ke kawah. Cukup ngos-ngosan juga. Sampai di kawah pertama masih gelap. View disini kurang begitu bagus. Lanjut ke puncak di kawah ke dua. Dari sini jalur trekkingnya sudah mulai menanjak curam, cukup bikin capek. Sampai puncak cahaya matahari mulai kelihatan. Tapi sayang, sunrise yang saya tunggu-tunggu tidak terlalu bagus karena terhalang awan. Disini kita bisa saran sekedar mengisi perut, ada penjual mie instan, camilan biskuit, kopi dll. Dari puncak sini juga bisa sekaligus melihat kawah ke 3. Pemandangan di Kelimutu memang bener-bener indah. Ga cuma kawahnya, tapi disekelilingnya juga sangat bikin adem mata. Sudah puas disini, kita lalu turun, balik ke penginapan untuk sarapan. Sudah disiapkan nasi goreng freshyang masih hangat. Packing lagi, lalu lanjut perjalanan menuju Bajawa. Dalam perjalanan itu kita singgah sebentar di Ende untuk mampir di rumah pengasingan Bung Karno. Sayangnya, karena saat itu minggu, maka tempat ini tutup. Jadi kita ga bisa masuk dan melihat-lihat didalamnya. Hanya mengambil gambar dari pagar luarnya saja. Berangkat dari Moni jam 9 pagi, sampai di Bajawa jam 3 sore. Di Bajawa saya hanya mengunjungi Kampung Bena saja. Masuk ke kampung ini biayanya 20rb. Disini kita bisa melihat-lihat kegiatan warga kamlung dan berinteraksi dengan mereka. Pukul 16.30 kami lanjut jalan lagi langsung menuju Denge via Ruteng. Keluar dari Kampung Bena sebenarnya ada spot untuk melihat pemandangan dari ketinggian yaitu Manulalu. Tapi sayang, keadaan saat itu sedang berkabut sehingga tidak terlihat apa-apa. Bahkan Gunung Inerie yang sangat dekat juga tidak terlihat. Tadinya saya berencana untuk bermalam di Ruteng. Tapi kemudian saya pikir-pikir kalau sama-sama menginap mending langsung aja ke Denge dan menginap disana. Informasi yang saya dapat melalui blog, perjalanan dari Ruteng menuju Denge hanya sekitar 2 jam saja sehingga saya berani memutuskan untuk langsung menginap di Denge. Ternyata ini salah besar. Sepanjang perjalan kita akan disuguhkan pemandangan yang keren banget. Jalanan selalu berkelak kelok naik turun, melalui bukit-bukit dimana dibawah sana terlihat laut dan pantai-pantainya, dan diseberang pantai ada pulau-pulaunya. Wah pokoknya indah banget alam Flores itu. Sampai di Ruteng sudah gelap sekitar jam 8 malam. Kami istirahat sebentar untuk mengisi perut. Jam 9 malam lanjut jalan lagi menuju Denge. Nah kebetulan si sopir saya ini juga belum pernah ke Denge. Sehingga waktu saya beritahu lama perjalanan hanya 2 jam maka dia iya iya saja. Perjalanan dari Ruteng menuju Denge adalah perjalanan yang paling berat menurut saya. Lepas dari kota Ruteng jalan masih lancar mulus. Kira-kira 15-30 menit perjalanan jalanan mulai rusak. Rusaknya ga kira-kira, sepanjang jalan sampai di Denge jalanan rusak terus. Jadi jalannya merayap. Dan kami baru tiba di Denge pada jam 00.30 tengah malam. Selama 3,5 jam itu pula jalannya terseok-seok karena jalanan yang jelek. Pas sudah di Denge pun kami masih mencari-cari rumah Pak Blasius. Saya sama sekali tidak dapat informasi dimana persisnya letak rumahnya. Yang saya tau hanya sebatas didekat SDN Denge. Itupun letaknya dimana ga tau juga. Mau nanya orang, siapa pula yang masih melek jam segini di desa sekecil itu?? Jadi kalau kalian ada yang mau kesana dan baru pertama kali, begitu masuk desa Denge, terus terus aja, ikuti jalan, nanti akan ada gereja besar, itu masih terus sedikit lagi sampai ada papan tanda petunjuk rumah Pak Blasius. Bagi yang belum tau, Pak Blasius hanya bisa dihubungi via SMS karena sinyal disana sangat susah, itupun pesannya tidak langsung delivered. Nomor HPnya : 0813 3935 0775. Malam itu terpaksa kami mengganggu tidur Pak Blasius dengan ketukan pintu Homestay. Tidak lama Pak Blasius bangun dan membukakan pintu. Masih tetap ramah dengan tamu meskipun terganggu tidurnya. Maafkan kami ya pak, ga ngira Denge akan sejauh itu soalnya. Ngobrol-ngobrol sebentar membicarakan rencana esok harinya, lalu lanjut istirahat lagi. Bermalam di Homestaynya Pak Blasius. Yang tengah itu Pak Blasius. Dan yang cewe celana pendek itu solo traveler dari Kupang. Ketemu di hutan pas kami naik ke Wae Rebo, dan dia baru saja dari Wae Rebo dan hendak turun ke Denge Day #3 Senin 22 Feb 2016 : Denge-Wae Rebo-Denge-Labuan Bajo Pagi sekitar jam 7.30 kami kedatangan tamu lain di Homestay, dia dari Depok, namanya Wisnu. Kelak orang ini akan sharing cost dengan saya selama di Denge sampai Komodo. Setelah ngobrol-ngobrol memperkenalkan diri, kami mulai trekking ke Wae Rebo pada jam 9.30 pagi itu. Dari Denge di rumah Pak Blasius sudah ada jalan aspal sepanjang kita-kira 3km, sehingga cukup membantu yang akan trekking ke Wae Rebo. Foto diatas itu ada di Pos 1, penghabisan jalan aspal, menyeberangi sungai kecil dan mulai masuk hutan serta menanjak terus sepanjang perjalanan sejauh kurang lebih 3,5km. Yang baju putih itu adalah teman sharing cost yang saya maksud di paragraf sebelumnya diatas. Dari Pos 1 ini, jalanan sudah benar-benar jalan tanah berbatu dan menanjak. Terus menanjak ga ada jalanan rata. Sudut kemiringan bervariasi, yang paling miring kira-kira sebesar 30-40º. Cukup terjal tapi tidak semua seperti itu, bervariasi. Sehingga sangat disarankan menggunakan alas kaki yang tepat supaya bisa meringankan perjalanan itu sendiri. Jangan gunakan sepatu yang solnya rata dan keras karena jalanan cukup licin. Licin bisa karena becek, juga karena berpasir dan berbatu. Baru 500m istri saya sudah kecapean. Sempat kawatir tidak bisa melanjutkan perjalanan ini. Tapi kalo dingat-ingat, kami sudah sejauh ini, rugi banget kalo balik arah. Akhirnya bulatkan tekad, manjat lagi. Kalo capek ya tinggal istirahat. Ditengah perjalanan ketemu beberapa penduduk setempat, ngobrol-ngobrol bentar sambil istirahat tarik napas. Kira-kira sejauh 2km kita akan sampai di Pos 2. Konon, di pos 2 ini terdapat sinyal, sehingga penduduk setempat biasanya nongkrong disini nyari sinyal. Saya sendiri tidak sempat mebuktikan karena HP saya tinggal di Homestay. Pada musim hujan seperti ini, disepanjang jalan banyak terdapat lintah/pacet. Binatang kecil yang tidak terasa kalo nempel, tau-tau kita sudah berdarah-darah. Ini adalah lintah yang sudah kekenyangan yang menggigit salah satu dari rombongan kita. Kagetnya pas dia sudah berdarah-darah kakinya. Kalo pas kecil kaya gini bentuknya, cuma sebesar ekor cicak. Setelah istirahat di Pos 2, kami lanjut jalan lagi, masih menanjak juga. Sepanjang perjalanan, kita akan diberikan informasi jarak seperti ini Hitungannya mundur, 4500 artinya masih sejauh 4500 m lagi menuju Wae Rebo Pada jarak kalau tidak salah 1700 m, jalan sudah mulai menurun, sesekali menanjak tapi tidak separah pada etape-etape sebelumhya. Tapi biarpun begitu, anak saya tetap aja moncer lenggang kangkung jalan terus. Dia senang sekali bisa masuk hutan dan naik gunung seperti ini. Tidak lama kemudian sampailah kita pada Pos 3. Pos terakhir sebelum masuk ke kampung Wae Rebo. Di Pos ini, guide kita akan membunyikan kentongan sebagai penanda bahwa akan ada tamu asing yang memasuki kampung. Dari pos 3 ini, kita sudah bisa lihat kampung Wae Rebo dari kejauhan. Kesan yang didapat, kampung ini sangat eksotik dan misterius. Bagaimana bisa ada manusia yang tinggal di lokasi sejauh ini, terisolir dari mana-mana. Ditengah hutan, diatas gunung. Kami sampai di desa ini sekitar jam 11 siang. 2,5 jam trekking mendaki bukit. Cukup melelahkan. Tapi begitu melihat pemandangan dibawah sana, kelihatan pucuk-pucuk rumah adat, rasanya gimana gitu... Dari sini jalan turun sedikit dan sampailah kita di desa Wae Rebo. Begitu masuk kampungnya, kita dilarang foto-foto dulu, kita sebelumnya harus meminta ijin masuk kampung dan ada sedikit sambutan dari ketua adatnya serta membayar semacam uang mahar sebesar 20rb. Konon, dulu maharnya adalah bahan pangan, tapi sekarang demi kemudahan tamu maka semua itu diganti dengan uang supaya lebih simpel. Prosesi itu dilakukan didalam rumah utama yang disebut rumah gendang. Disebut demikian karena didalam rumah tersebut disimpan gendang sebagai peralatan adat mereka. Usinya sudah ratusan tahun. Setelah semua prosesi itu selesai barulah kita boleh foto-foto dan berinteraksi dengan semua penduduk kampung. Foto dibawah berada didalam rumah yang lain, rumah untuk menyambut tamu yang datang. Disitu kami isuguhkan kopi khas Wae Rebo. Setelah acara ramah tamah dengan tuan rumah barulah kita membaur keluar, melihat-lihat lingkungan kampung ini dan berbagai aktifitas disana. Foto dibawah, bapak tua ditengah itu adalah Pak Raphael, ketua adat Wae Rebo Siang harinya kita disuguhi makan siang. Menu makanannya sederhana, terdiri dari nasi, sayur bening campur-campur, telur dadar, dan kerupuk. Tambahannya ada pisang sebagai pencuci mulut. Sebagai referensi, uang yang harus kita siapkan untuk memasuki kampung Wae Rebo adalah sbb : Uang Mahar 20rb/orang Uang masuk kampung sebesar 200rb/orang Uang porter/guide sebesar 200rb/porter. Uang porter diatas saya bagi 2 dengan Pak Wisnu Sudah puas disana kami lalu siap-siap untuk kembali ke Denge. Ya, saya tidak menginap. Rencana awal sebenarnya pengen banget nginap disini, tapi karena keterbatasan waktu akhirnya dibatalkan, sekaligus untuk menghemat biaya pengeluaran. Rute pulangnya tidak terlalu berat karena dominan menurun. Jalan menanjak hanya pas keluar dari kampung saja sejauh kira-kira 1,5km. Setelah itu jalanan terus menurun. Di pos 2 kita istirahat lagi. Tampak dikejauhan atap-atap perumahan di desa Denge Perjalan balik ke desa Denge hanya memakan waktu selama 2 jam saja. Sampai dirumah Pak Blasius kita istirahat sebentar. Teman saya tadi berangkat duluan ke Labuan Bajo, sebelumnya kita sudah janjian juga mau sharing cost sewa kapal untuk ke Komodo keesokan harinya. Sebelum meningglkan rumah Pak Blasius, kita selesaikan urusan administrasinya. Biaya yang harus saya keluarkan adalah : Biaya inap 1 kamar/malam : 200rb Biaya inap supir 1 kamar : 200rb Biaya makan minum dll : 100rb Pukul 5 sore kami mulai jalan meninggalkan Denge langsung menuju ke Labuan Bajo. Perjalanannya memakan waktu selama 6,5 jam. Sampai di Labuan Bajo jam 23.30. Seperti yang saya katakan sebelumnya, saya juga belum booking hotel untuk di Labuan Bajo. Malam itu juga begitu sampai di Bajo langsung cari penginapan. Hotel pertama yang saya tuju adalah Gardena, review di blog-blog cukup bagus, tapi sayang tidak ada petugas disana. Cari hotel lain dapatnya Bajo Beach. Tarif kamar semalamnya adalah 250rb. Sebenarnya banyak sekali penginapan-penginapan di Bajo di seputar jalan pelabuhan itu.. Tapi yang saya lihat layak dan tidak begitu mahal hanya ada 3 saja yaitu Gardena, Bajo Beach, dan Mutiara. Ga tunggu lama, kami langsung cek ini di Bajo Beach. Ternyata si Pak Wisnu tadi juga dapetnya di hotel yang sama. Day #4 Selasa 23 Feb 2016 : Labuan Bajo Pagi hari itu siap-siap mencari jasa tur komodo. Ternyata si Pak Wisnu sudah duluan mencari dan tau-tau dia sudah ngasih DP tanda jadi. Belum juga sempet bandingkan dengan yang lainnya tau-tau sudah deal aja. Harga yang didapat saat itu 3jt untuk paket 2D1N. Dibagi ber4 jadinya perorang 750rb. Total harga untuk saya, istri, dan anak jadinya 2,25jt. Ya sudahlah, udah kadung mau diapain lagi. Deal harga segitu, paket 2D1N. Spot-spot yang didapat adalah sbb : Hari I : P.Kelor-P.Sembilan-Pink Beach-Loh Liang -Namo Beach-P.Kalong Hari II : P.Padar-Loh Buaya-P.Singa-P.Pempeng Sebenernya P.Kanawa masuk dalam list, tapi menurut si kapten kapal, katanya sih angin lagi kenceng di kepulauan sebelah utara sana, jadinya di skip deh. Manta point saya skip karena harus nyelem buat bisa dekat dengan manta, nah saya kagak bisa nyelem… Hari ini saya manfaatkan ngelondri pakaian yang dari kemaren ga bisa dilondriin karena selalu dijalan, selain itu juga saya manfaatkan untuk keliling kota Labuan Bajo. Sewa Motor sehari 70rb. Londri cukup banyak di Bajo, sekilonya 10rb, kalo sama setrika 15rb. Tempat pertama yang ingin saya kunjungi sebenarnya adalah Gua Rangko. Saya kurang informasi mengenai lokasi gua ini, saya pikir deket aja. Jalanlah saya pake motor bertiga, gaya yakin aja, ga taunya salah jalan hahaha. Saya justru nemu pantai Wae Cicu. Pantai yang menurut saya biasa saja. Mau masuk pantainya kaya gelewatin halaman resort gitu, jadi ragu. Liat-liat sebentar lalu putar balik. Lanjut perjalanan ke arah gunung yang saya kira ke arah gua rangko. DIsitu kehujanan, berteduh di sebuah proyek hotel sekalian nanya orang lokasi gua rangko. Disanalah saya tau bahwa saya salah jalan dan sadar kalo gua ini jauh banget lokasinya dan agak sulit dijangkau kalo pas musim hujan gini karena jalannya berlumpur. Skip gua rangko, setelah reda saya mau cari bukit cinta. Ternyata bukit cinta juga sudah rata, dipangkas, entah untuk pembangunan hotel, atau diambil tanahnya untuk urukan ditempat lain, yang jelas sudah tidak ada lagi. Sayang saya lupa ambil gambarnya. Dari Bukit cinta saya cari Gua Batu Cermin. Ketemu lokasinya, tidak begitu jauh dari kota Bajo. tapi ternyata gua ini biasa saja dan tidak terawat. Padahal masuknya bayar loh, tapi pas nyampe dalem kok kayak ga pernah keurus gitu. Bingung mau kemana lagi, akhirnya balik ke hotel karena mau hujan juga. Hari ini ga dapet apa-apa. Malamnya kami cari makan malam di kampung ujung. Sebuah kawasan pusat kuliner di Labuan Bajo. Menunya ikan-ikanan, ada juga nasi goreng, bakso, dan mie ayam. Harga…standarlah…cenderung mahal untuk ukuran kota laut kalo saya bilang. Day #5 Rabu 24 Feb 2016 : Island Hopping Day 1 Pagi jam 8 kita sudah siap didepan hotel. Oh iya, jasa tur yang kita pakai itu lokasinya persis didepan hotel saya menginap di hotel Bajo Beach, Namanya PT.Ficko Cahaya Komodo 0812 3732 1023. Silahkan cari info sebanyak-banyaknya dulu supaya bisa membandingkan dengan tur yang lain. Kapal yang digunakan adalah kapal kecil. Keuntungan menggunakan kapal kecil itu lebih cepat dan bisa bersandar sampai bibir pantai. Kekurangannya, jadinya kami tidak bisa bermalam di kapal. Padahal saya pengen banget tidur di kapal, menikmati tenangnya malam diatas kapal. Karena kami pakai kapal kecil, malam harinya kami menginapnya di homestay di Pulau Komodo. Biaya menginap di Homestay ini sudah termasuk dalam harga paket, termasuk makan pagi siang malam. Balik ke Pelabuhan Bajo, jam 8.30 kapal mulai menjauhi pelabuhan menuju spot pertama, Pualu Kelor. Pulau Kelor adalah pulau kecil berbukit, ada pantainya kecil juga. Kalau mau snorkeling juga bisa, tapi kami cuma main-main air saja. Saya pilih mendaki bukitnya. Di pulai ini sekitar 1 jam lalu lanjut ke Pulau Sembilan. Pulau karang dimana di pulau ini ada kolam air lautnya. Di kolam itu ada ubur-ubur yang terjebak seperti yang ada di Derawan ataupun Togean. Ubur-ubur ini tidak gatal dan tidak bersengat. Dari sini lanjut ke Pink Beach, orang komodo menyebutnya pantai merah. Katanya sih dulu warnanya bukan pink lagi, tapi sampai merah warnanya. Tapi sekarang pink beach justru tidak berwarna pink lagi. Warnanya sudah memudar. Di pink beach kami snorkeling. Cukup lama disini, pantainya bagus, airnya tenang. Tidak jauh dari bibir pantai sudah bisa melihat karang dan ikan-ikannya. Sayangnya saya ga punya kamera underwater. Next…lanjut ke Loh Liang, masuk ke pulau Komodo. Biaya masuknya banyak banget, perorang 40rb dengan macam-macam perincian, ditambah biaya ranger 80rb dibagi 4, jadi totalnya perorang 60rb. Rutenya saya ambil yang pendek saja, ternyata melihat komodo di hutan susah ditemui, mereka malah kebanyakan berkumpul di sekitar rumah dekat pos masuk. Setelah puas, kami lanjut ke Namo Beach. Menurut anak-anak kapal kami saat itu, Namo Beach justru lebih berwarna pink daripada pink beach itu sendiri. Ternyata bener juga Lanjut ke Pulau Kalong. Melihat ribuan kalong/kelelawar terbang mencari makan saat matahari terbenam. Dari sini kami lanjut ke Kampung Komodo untuk bermalam di Homestay. Di Homestay sudah disediakan makan malam. Tidak ada yang spesial disini, hanya seperti kampung pada umumnya. Lagipula kami juga sudah kelelahan seharian di laut. Kami lalu istirahat karena besok harinya akan berangkat pagi-pagi sekali menuju Pulau Padar untuk melihat Sunrise. Day #6 Kamis 25 Feb 2016 : Island Hopping Day 2 Jam 3.30 pagi kami sudah bangun untuk siap-siap berangkat ke Pulau Padar. Jam 4 kami sudah siap berangkat. Lama perjalanan adalah 1 jam. Sampai Pulau Padar masih gelap, masih jam 5 subuh. Cahaya matahari sudah mulai tampak diujung laut sana. Sayangnya lagi, sunrisenya malu-malu dibalik awan. ga tunggu lama, kami lalu mulai mendaki ke atas bukit. Puas di Padar lalu lanjut ke Loh Buaya di Pulau Rinca Pulau Rinca ini lebih cantik dari Pulau Komodo, tapi puanas banget disini. Tapi pas kita sampai diatas bukitnya pemandangannya bener-bener indah. Tanpak lau biru dan pulau-pulau disekitarnya. Cantik banget Sekitar 1,5 jam berada di Pulau Rinca. Setelah itu lanjut jalan lagi ke Pulau Singa. Sebenarnya ga jelas apa nama pulau ini. Cuma kata anak-anak kapal sih ada batu karang yang mirip kepala singanya, jadi disebut Pulau Singa. Tidak ada apa-apanya di pulau ini selain karang yang berbentuk kepala singa. Dari pulau ini lanjut ke Pulau Pempeng. Pulau kecil bisa untuk snorkeling, tapi arusnya deras sekali sehingga saya ga berani snorkeling disini, hanya berenang main-main air saja. Banyak sampahnya disini. Inilah akhir dari komodo tour. Setelah puas bermain air kami lalu lanjut balik ke Labuan Bajo. Sampai Labuan Bajo jam 4 sore. Pada saat saya memulai tur, saya cek out dari hotel Bajo Beach dan menitipkan brang di konter provider tur. Saya sengaja ingin pindah hotel ke Hotel Mutiara di seberang jalan Hotel Bajo. Perbandingan hotel Bajo dengan Mutiara : Luas Kamar : Lebih besar Mutiara Kebersihan : Lebih bersih Mutiara Harga : Lebih murah Mutiara. Permalamnya 200rb. Sementara Bajo Beach 250rb Wifi : Mutiara tidak ada Wifi. Bajo ada. Ga penting-penting amat. Sudah beli paket data juga soalnya Air Panas : Di Bajo beach ada air panas tapi tidak bisa dipakai. Sama aja bo’ong Sarapan : sama-sama dapat sarapan. Roti/pancake Laundry : Bajo tidak punya laundry, jadi harus ngelaundri di Mutiara sebagai lokasi yang terdekat. Sewa Motor : Bajo tidak ada sewa motor, sewanya juga di Mutiara. Malam pertama ketika tiba di Labuan Bajo, Hotel Mutiara penuh sehingga saya mau ga mau menginap di Bajo Beach. Ngomongin soal Hotel, sekalian saya review sedikit mengenai Gardena, sekilas saja karena saya tidak masuk ke dalam. Hotel Gardena tempatnya asik, diatas bukit kecil gitu, didepannya ada teras untuk santai-santai, bisa melnikmati sunset disini. Harganya bervariasi,antara 150-450rb tergantung jenis kamar dan lokasi kamar. Makin ke atas makin murah. Hotel Gardena sebenarnya bagus secara lokasi diatas bukit, tapi itu juga termasuk kekurangannya sekaligus. Naiknya butuh ekstra tenaga. Kalo tiap hari naik turun tangga lumayan bikin betis kenceng. Day #7 Jumat 26 Feb 2016 : Free Hari ke 7 ini saya manfaatkan untuk beristirahat. Capek juga seminggu jalan terus. Baru berenti hari ini. Sebenarnya sayang juga waktumnya, bisa dimanfaatkan ke Goa Rangko. Tapi mempertimbangkan bahwa kesehatan itu lebih penting, maka saya putuskan saja untuk beristirahat seharian di hotel. Jalan-jalan hanya disekitar hotel saja. Apalagi hari jumat juga, harus ke masjid. Jadi seharian itu kami hanya bermalas-malasan di kamar saja. Sesekali main kartu ber tiga, mainan HP. Posting gambar-gambar biar pada mupeng Tidak ada agenda spesial di hari ini. Day #8 Sabtu 27 Feb 2016 : Back to Makassar Hari ini khusu untuk beberes. Packing barang-barang. Jadwal penerbangan pada pukul 13.00 jadi cukup longgar waktunya. Pas waktunya cek out pas berangkat ke Bandara. Bandara Komodo adalah Bandara bangunan baru, jadi masih keren banget. Desainnya agak nyeleneh, lain dari yang lain. Tepat pukul 13.15 pesawat kami terbang meninggalkan Labuan Bajo menuju Denpasar. Kesan saya pada Flores, sungguh saya tidak mengira Flores memiliki alam yang seindah itu. Jalan berkelak kelok cantik, dimana-mana ada pemandangan indah. Tapi yang disayangkan adalah kota Labuan Bajo, kota ini kotor sekali. Jalanan becek berlubang dimana-mana. Sampah dimana-mana. Padahal kota ini banyak turis asingnya. Malu rasanya melihat semua itu. Tapi diluar itu semua, Flores benar-benar memberikan kesan yang baik bagi saya. Pulau yang indah dengan masyarakatnya yang ramah-ramah. Senyum dimana-mana. Seharusnya yang lebih layak disebut Land of Smile itu bukan Thailand, tapi Flores. Sekian dulu FR saya kali ini. Sampai ketemu lagi di trip saya selanjutnya, InsyaAllah.
  26. 7 points
    Hai Sobat Jalan2 Setelah dapat Kaos dari momod @deffa dan disuruh terus ama @Maya Sartika, akhirnya nulis lagi deh tripku ke daeran Jawa Timur. Untuk sobat yang pengen merasakan sensasi gunung teteapi karena kondisi phisik yangtidak mendukung atau usia yang sdh tidak lagi muda, perjalanan kali ini cocok untuk kita2 karena aku juga ada cedera tulang punggung jadi tidak bisa menjadi. OK let's us begin Berawal dengan tugas kantor ke Surabaya, aku ingin sesekali mengeksplore daera Jawa Timur yang konon katanya banyak memiliki spot2 wisata yang keren2 abis dan keinginan untuk merasakan sensasi gunung maka aku browsing2 di internet akhirnya menemukan spot cantik di daerah Lumajang untuk menikmati sunrise dan bromo tanpa perlu mendaki namanya Puncak B29. ok ngga perlu mndaki? Karena untuk sampai ke Puncak B29, bisa ditempuh dengan naik Ojek hahahahhaa.. asyik kan. Akhirnya menyusun jadwal kerja dan mencari2 info untuk menuju ke sana. Rencana awal solo travelling dengan menyewa mobil dari Surabaya sepulang semua aktivitas kerja telah selesai. Tiba di Sby senin dan lsg full kerja ampai Jumat siang, setelah itu baru waktu bebas untuk travelling. Semua rencana dan persiapan telah matang tinggal cuss kata kekiniannya. Ternyata rencana solo travelling buyar dikarenakan ada beberapa sobat di KJJI yang ingin ikut, mereka menyusul dai Jakarta, 2 orang naik kereta ke surabaya pada hr kamis siang dan 1 org naik pesawat ke surabaya hari jumat pagi, jadilah kami ber4 ke sana, setelah semua kerjaan beres dan kamipun berangkat ke Lumajang sekitar jam 2 siang, peserta bertambah lagi 1 org yang berasal dari KJJI regional Jawa Timur. Perjalanan tanpa itinerary dimulai.... Day 1 : tgl 10 February 2017 Surabaya-Lumajang Setelah makan siang, kami memulai perjalanan sari surabaya menuju Lumajang tepatnya ke Senduro ber 5 plus 1 org supir mobil sewaan. Ternyata cuaca lagi tdak bersahabat, keberangkatan kami diringi denga hujan gerimis dan sempat terbesik waduh naik gunung hujan gini dapat sunrise ngga yaa... but the show must go on jadi dengan semangat 45 dan pede yang sangat tinggi kami tetap melanjutkan perjalanan ke Lumajang. Perjalanan Surabaya - Lumajang di temuh dalam waktu 5 jam an , kami tiba di senduro sekitar jam 7an setelah sbeelumnya mengisi peru dengan makan bakso. sesampai di senduro langsung menuju ke homestay yang sdh kami pesan terlebih dahulu melalui tukang Ojek langganannya Arai yaitu Pak Slamet. Cuaca tidak terlalu dingin karena musim hujan. Kami mandi dan beristirahat untuk memulai kegiatan esok harinya. Homestay VIP Rp 150ribu/kamar untuk 4 org cewek : Maya, Valent, Fu Cen dan Wulan, Homestay biasa Rp 100ribu : Arai dan Mas SUgeng (driver) Day 2 : 11 February 2017 Jam 3 pagi kami beriap2 untuk menuju Pangkalan Ojek didesa Argosari yang terkenal dengan sebutan Desa di atas awannya. Jalanan dari senduro meuju desa argosari kurang lebih 1 jam dan sekali lagi cuaca juga tidak bersabat, hujan gerimis kembali menemani kami berangkat. Jika kita belum memesan ojek untuk naik ke Puncak B29, di sepanjang perjalanan kita dapat memesan ojek di pangkalan ojek yang kita lalui. Pintar2 dalam menawar yaa. Jam 4.30 tiba di pangkalan ojeknya Pak Slamet, modil avanza yang kami tumpangi sempat tidak bisa menanjak karena kondis jalan yang rusak. Kami sempat menunggu agak lama di pangkalan ojek karena hujan gerimis tapi akhirnya tetap naik ke atas. Modal nekat semua.. sdh jauh dtg kalau tidak ke sana rugi dong. Karena kondisi jalan yang licin karena hujan, ojek tidak sampai di puncak B29 tapi hanya di RestAreanya saja dan kami harus berjalan kaki menuju puncak, tetapi akses ke Puncak sudah dibuatkan tanggal dan pavlingblock. Cuaca sangat berkabut dan kami tidak mendapatkan sunrise sama sekali. Sehingga kaldera promo dan awan yang jadi daya tarik utama di B29 tidak bisa kami nikmati. Kita tidak bisamemprediksikan alam sehingga belum tentu moment2 alam yang fenomenal dapat kita nikmati sesuai dengan keinginan kita. Akhirnya kami hanya berphoto2 ria sambil jualan balon (hahahaha bercanda doang)karena salah satu teman yang ikut membawa balon Jika cuaca cerah dari B29, kita bisa melihat Gunung Bromo dan Gunung Semeru serta pasir berbisik dari atas B29. Kita juga bisa camping disini untuk melihat setset dan milkyway. Menurut Pak Slamet dari puncak B29 pada malam hari sering terlihat bintang jatuh... keren bingit suatu hari pengen nge-camp di sini. Berikut photo2 cantik dari Pak Slamet jika cuaca cerah Ternyata kami belum beruntung untuk menikmati keindahan alam ini. dan akan k sana lagi untuk menikmatinya. setelah puas berphoto ria, kembali ke desa argosari untuk sarapan yang sudah disediakan oleh pak Slameet di Warungnya. Selesai sarapan kami turu ke senduro lagi untuk bersiap2 ke tujuan berikutnya yaitu Tumpak Sewu. Ternyata homestay kami tepat berada di depan Pura sehingga setelah mandi kami menyempatkan untuk berphoto sebentar di depan Pura SEmeru Agung Sekitar jam 11an kami melanjutkan perjalanan menuju Tumpakk Sewu. Tumpk Sewu adalah air terjun yang berda di dua Kabupaten yaitu Lumajang dan Malang, sehingga untuk masuk ke area ini ada 2 akses yaiyu memalui lumjang atai melalui Malang. Kami mencoba akses yang melalui malang. Di malang empat wisata ini dikenal dengan nama Coban Sewu. Dari senduro menuju Coban sewu memakan waktu 1 jam, pada saat kami tiba di coban sewu, hujan trun dengan derasnya sehingga kami harus berteduh di area parkir yang kebetulan juga ada warung makanannya. sambil menunggu hujan reda kamipun makan siang. Setelah hujan reda kami pun berjalan menuju Coban sewu dari area parkir hanya perlu bberjalan 200m2 untuk menuju lokasi. Sudah dibuatkan tangga2 tapi masih tanah dan diberi pegangan dari bambu. Karena abis hujan jalanan agak licin dan kami tidak bisa sampai ke bawah air terjun, hanya melihat dai atas dan kabut juga sudah mulai turun. Kami tidak menghabiskan waktu agak lama di Coban sewu karena cuaca dan kabut makin menebal. Perjalanan kami lanjutkan kembali meuju Surabaya karena keesokan harinya kami sudah harus balik ke Jakarta dan takut dengan kondisi jalan yang sering macet kami memutuskan untuk kembali ke Surabaya hari itu juga padahal rencana awalnya menginap di Malang.. Tiba di Surabayya sekitar jam 9 malam dan mulai mencari hotel di daerah Jenur Sari Perincian Biaya hr Ini : Ojek Rp 100.000/org sdh termasuk restribusi masuk B29 Makan pagi Rp 10.000/org ( Nasi plus telo dada, tahu tempe + sambal) Makan siang Rp 15.000/org (Nasi, empal dan sayur lodeh) HTM Coban Sewu : Rp 5000/org Parkir : Rp 10.000/mobil Makan malam : Rp 15.000 ( nasi + ikan nila goreng) Hotel di Surabaya Rp 300.000 (utk 3 org) Day 3 : 12 Februari 2017 Perjalanan ei mulai jam 7 pagi dari hotel menuju Madura terlebih dahulu kami sarapan Soto dan mampir sebentar di Kenjeran Park. Di Kenjeran Park terdapat satu tempat Ibadah agama Budha yang sering dijadikan tujuan wisata. Loasi tepat di pinggir pantai dan terdappat Patung Dewi Kwan Im 4 wajah. Sayang kami datang pagi hari dan cuaca agak mendug sehingga photo2nya kurang baik Kemudian perjalanan kami lanjutkan menuju Maduta, tempat yang kami tuju Arosbayan yang merupak pertambangan kapur di Surabaya dan berada di daerah Bangkalan. Perjalanan dari Sby Ke Srosbayan kurang lebih 1 jam. Arosbayan memiliki spot2 cantik yang unki untuk berphoto ria Setelah puas berphoto2 kami kembali ke surabaya untuk mengejar penerbangan di sore hari tak lupa sebelumnya mencicipi Bebek Sinjaynyang terkenal itu. Liburan tlah usah.. Bye2 Surabaya HTM Kenjeran Park : maaf lupa HTM Arosbayan : Rp 5000/org Oarkir di arosbayan : Rp 20ribu/mobil Sewa mobil Rp 500ribu/hari termasuk supir dan bensin Sampai jumpa di FR berikutnya
  27. 7 points
    twindry

    Momiji here i come!! Day 5 - Nikko

    Yosshhh... ketemu lagi kali ini mau berbagi FR lanjutan petualangan saya dengan @Sahat ke Tokyo. Check it out bebeh btw thx untuk @Monfi atas info2nya yang sangat membantu Untuk FR sebelumnya dapat dibaca di sini : Momiji here i come!!! Day 1 - KL Momiji here i come!!! Day 2 - Still KL Momiji here i come!!! Day 3 - KL to Tokyo Momiji here i come!!! Day 4 - Tokyo Keindahan momiji di Nikko Day 05 - 04 November 2016 hari ini kami bangun agak awal karena mau mengejar kereta pertama untuk berangkat ke Nikko yang akan berangkat pukul 06:20. selesai beres2 sekitar pukul 05:00 kami pun mulai berjalan menuju stasiun tobu di asakusa. singgah sebentar di 7-11 dekat penginapan untuk isi perut. saya beli onigiri, lip balm (karena bibieeerr udah kering banget), sama sarung tangan. total semuanya kira2 sekitar 1600 Yen (struk ilang jadi lupa berapa). begitu sampai di stasiun tobu asakusa kita nunggu bentar karena kereta belum datang. tepat pukul 06:20 kereta mulai berangkat menuju stasiun tobu nikko. oh ya kita hari ini kita ke nikko pakai Nikko All Area Pass seharga 4.520 Yen. Adapun kegunaan dari pass ini adalah (info lengkap baca di Tobu Nikko All Area Pass) : Bisa digunakan selama 4 hari berturut2 sejak pemakaian pertama di area Nikko Untuk sekali perjalanan pulang dari stasiun Asakusa - stasiun Tobu Nikko menggunakan limited express train Unlimited ride semua bus di area Nikko Note : sewaktu di asakusa, jika ingin ke nikko harap naik di gerbong nomor 5 dan 6. jika akan ke kinugawa onsen, naik di gerbong nomor 1 sampai 4. gerbong akan mulai terpisah di stasiun shimo-imaichi. jadi sebelum naik kereta, perhatikan nomor gerbong dengan baik. Inside Tobu Asakusa Station Onigiri dan lipbalm karena dalam kereta hangat banget (sampai pantat aja berasa panasnya), saya pun tertidur sebentar. puas2nya tidur tiba2 udah nyampe aja di nikko (perjalanan dari asakusa ke nikko memakan waktu 60 menit). begitu sampai, loh kok orang2 pada berlarian ya? mana kita berdua kebelet banget lagi kan. liat jam udah jam 8:25an. sedangkan bus pertama 8:35 alhasil kita ke wc dengan buru2 lalu langsung berlarian ke halte 2B (untuk ke Chuzenji Lake) daaaaannnn... antrian sudah mengular alhasil kita pun gak kebagian bus pertama dan harus menunggu 1 jam lagi. padahal cuman ngantri beberapa orang lagi. pagi ini cuaca di nikko dingin bangeeeetttt maklum lah ya. liat di papan petunjuk rupanya kita berada di daerah pegunungan dengan tinggi sekitar 300an mdpl. akhirnya bus yang di nanti2 pun tiba. dan our second lucky in this trip terjadi. kita kebagian tempat duduk jadi bisa jepret2 gk kebayang berdiri selama perjalanan dalam bus yang udh hampir gk ada tempat untuk berdiri karena desak2an Note : Terdapat 3 halte bus di stasiun tobu nikko halte bus 2A untuk Yumoto Onsen (bisa ke chuzenji juga) dimana jalur ini yang terpanjang diantara semua jalur bus halte bus 2B untuk Chuzenji Onsen halte bus 2C untuk world heritage Foto dulu sambil nunggu bus di halte stasiun nikko Nikko All Area Pass dan brosur2 yang diambil di TIC Sebelum di Irohazaka Winding Road. Mulai menuju puncak musim gugur perjalanan dari halte bus stasiun nikko ke chuzenji lake memakan waktu 60 menit. meskipun jalanan macet tapi rupanya ada jalur khusus untuk bus. jadi selamat deh kita sepanjang perjalanan kita disuguhi pemandangan yang SUGOI!!!! sumpaaaahhhh.. keren bangeeeeeettttt apalagi pas bus melewati Irohazaka Winding Road gunung dan lembah di hiasi pohon maple yang sudah berubah warnanya. ada yang kuning, coklat, dan merah. sayangnya semua dalam vidio ngak sempat foto lagi. gak tau sahat sempet foto ato ngak. begitu sampai halte chuzenji onsen, kita langsung aja foto2 sama daun2 merah di depan halte ada gunung (ntah apa nama gunungnya) yang udah gersang karena daun2nya sepertinya sudah rontok dan di puncaknya ada SALJU!!!! yes salju braaayyy. meskipun tidak terlalu dekat but still oke Turun dari bus langsung ketemu ini Sebut saja bunga View di depan halte chuzenji onsen (puncak gunungnya ada es) lalu kita berdua asik sibuk sendiri karena kampungan ngak pernah liat daun merah saya sibuk nge rekam si sahat sibuk foto sana sini alhasil tiba2 sampai di depan danau which is Chuzenji Lake. anginnyaaaaaa braaaaaayyyy kenceeeeeeeennnngggg pake banget. tangan sampai beku meskipun pakai sarung tangan. tapi tidak menyurutkan niat kita untuk jepret2 sepanjang jalan di tepian chuzenji lake ini semuanya warna warni 1 pohon aja kita fotonya lumayan banyak pose tepat seperti autumn report yang di suguhkan oleh http://www.japan-guide.com/blog/koyo16/ bahwa pada saat kita ke sana, area okunikko memasuki masa puncaknya di musim gugur Chuzenji Lake Dingin braaaaayyyyyy Bakat terpendam dari sahat. nice pict kita pun berjalan menyusuri sepanjang tepian danau sambil berfoto ria. tiba2 ketemu kuil (yang sepertinya Futarasan Shrine). kita pun singgah untuk foto2 sebentar. komplek sekitar kuil juga mantap banget viewnya. merah merona semua setelah itu kita balik lagi berjalan ke arah stasiun chuzenji untuk mencari makan. baru kerasa lapar karena tadi pagi udah keburu excited akhirnya pilihan jatuh ke salah satu toko yang menjual souvenir khas nikko yang diatas nya ada restoran. saya memilih kinoko udon seharga 950 Yen (ini termasuk murah karena rata2 harga makanan di nikko mulai dari 900 Yen). yang oke dari resto ini adalah kita dapat view chuzenji lake dari dalam. oke bangeet. sayangnya saya ngak foto karena lagi rame pengunjung dan kita ngak dapat seat di dekat jendela. Sempat mendung tapi akhirnya gk jadi hujan.. yeyeyee No caption. Sugoooiiiii (ini spotnya tepat di depan kuil. sebelum nyebrang jalann jangan lupa foto di spot satu ini) Kuil dan Torii Gate nya yang menghadap ke Chuzenji Lake Di salah satu sudut kuil Tentukan sebelum mesan. Ada di tiap restoran Kinoko Udon pesanan saya puas makan kita pun liat2 di toko suvenir di bawah. akhirnya saya belanja coklat mochi khas nikko seharga 580 Yen (yang ini enak. kalo ada ke nikko beli deh. gak rugi ), pajangan three wise monkeys seharga 350 Yen, pajangan toshogu shrine seharga 450 Yen. selesai belanja, liat jam udah hampir jam 2. jadi lah kita memutuskan untuk balik ke stasiun nikko karena last train dari nikko kembali ke asakusa adalah jam 5:39 sore. eh iya.. tadi sewaktu beli oleh2 ada kejadian kamvret. waktu itu saya bayar semuanya campur dengan uang receh. lalu si ibu2 kasir nyodorkan kembali satu koin 20 yen. saya kirain lebih, tapi diitung2 kan pas harusnya. jadilah saya nyodorkan kembali uang 20 yen itu. si ibu nyodorkan balik sambil geleng2 dan bilang no no no. saya pun aneh. kirain ada uang logam palsu kan setelah di cek... rupanya uang ringgit udah ngotot salah lagi kan Mochi Coklat made in Nikko asli loh (mayan enak yang ini) Toshogu Shrine dan Three Wise Monkeys dengan kantong bergambar khas nikko begitu sampai halte loh kok kayak ada antrian gitu ya. kata saya mungkin itu antrian untuk onsen karena halte bus nyatu dengan TIC chuzenji onsen. setelah kita mendekat dan memperhatikan dengan benar, kampret momen terjadi. rupanya itu antrian untuk bus 2B which is itu bus buat balik ke stasiun tobu nikko Wash The Fish!!! antriannya panjang bangeeeettt. sedangkan bus yang jemput cuman tiap 1 jam dan cuman ada 2 bus yang jemput. liat di papan pengumuman jarak bus nya jadi 80 menit.. what?!?! liat lagi. yaappp 80 menit sodaraaaaaa2. kita berdua pun pasrah dan berharap ada the third lucky di trip kali ini. sungguh sangat di sayangkan, di keadaan peak season seperti ini bus yang tersedia cuman 2. asik2 ngantri tiba2 ada cewek nongol katanya itu antrian dia. dalam pikiran saya ahh gpp lah ya cuman 1 orang sampe mana. beberapa saat datang temannya yang rupanya mereka 1 rombongan total 5 orang makin suram nih. bener2 bakal nginap di stasiun malam ini. kita pun akhirnya ngobrol2 dengan rombongan tadi. rupanya mereka 4 orang dari Thailand 1 nya dari KL. yang dari KL mayan euy.. suaranya lembut2 gimanaaa gitu. bikin nger*s bener ngak bang sahat? wakakak oke lupakan cewek tadi. tiba2 datang 1 bus stop di halte 2A (untuk yumoto onsen) yang isinya kosong. pikiran saya kan begitu sampai yumoto onsen pasti muter balik lagi donk buat balik ke stasiun nikko, sebelum naik tanya dulu ke petugas. tapi katanya ngak balik lagi ke stasiun nikko. lah jadi kemana itu bus ceritanya kan?? biasanya rute bus kan muter situ2 aja. akhirnya balik lagi ke antrian. saya udah punya pikiran jahat. kan masih ada kereta limited yang reserved seat di jam 6an. kalo misalnya benar2 telat ngejar kereta express, bisa naik yang reserved seat lalu pura2 linglung kalo itu salah kereta (jangan di tiru ya ). ditengah2 pasrah ngantri lalu tiba2 nongol lagi bus. kali ini stop di halte 2B hati udah senang. tapi kok.... yang turun dikit aja orangnya. sedangkan yang lagi ngantri cuman keangkut dikit aja oh tuhan.. bener2 bakal nginap nih di stasiun. akhirnya setelah nunggu satu jam bus yang agak kosong datang. karena udah pasrah jadi kita nge liatin aja itu orang2 yang lagi ngantri masuk ke dalam bus. daaaaannn... pas didepan rombongan yang 5 orang tadi kita di stop. disuruh nunggu. hati udah deg2an bisa naik apa ngak. eehh yang 5 orang tadi di bolehin naik. kita pas di belakangnya dengan sedihnya mereka melambai2 tanda kami harus tertinggal untuk menunggu bus berikutnya. lalu si sahat maju ke depan nunjukin 2 jari ke petugas bus nya (bukan kampanye ya ini ) daaaaaannnn.. jreng jreeeeng.. our third lucky in this trip!!! kita di bolehin naik choooyyy meskipun desak2an dan si sahat kejepit cuman bisa berdiri pake 1 kaki, yang penting kita bisa pulang dan ngak jadi ngemper di stasiun akhirnya kita pisah dengan rombongan di halte shinkyo bridge karena mereka mau foto2 bentar di sana. karena kami gak mau ambil resiko lagi, kami mutusin ngak turun dan lanjut ke stasiun nikko. tiba di stasiun nikko baru jam 4 sore. masih banyak waktu untuk santai2. akhirnya kita nyantai di depan platform sambil nunggu kereta. karena dingin banget, saya liat ada vending machine. aahh... mungkin anget kali ya isi minumannya. iseng2 lah kita beli 1 orang 1. kita beli kopi seharga 130 Yen. dan benar saja. anggeeeett braaaaayyy saya pegangin kaleng minumannya sampai agak dingin baru diminum isinya akhirya kita pun tiba di asakusa. kita pun bergegas balik ke hostel untuk istirahat karena besok masih harus bangun pagi untuk kejar bus pertama ke kawaguchiko. singgah bentar di 7-11 untuk beli makan malam seharga 560 Yen dan beli penutup kepala yang bisa di jadiin penghangat leher juga seharga 756 Yen. gimana kelanjutan kisah kita besok?? pantau terus next episodenya ya see yaaa. trip hari ini memecahkan rekor saya berfoto2. total 250 foto + vidio yang saya ambil di nikko dalam setengah hari main2 di chuzenji. keren abis Tips and trick : Usahakan ke Nikko pakai kereta paling pertama. Mengapa? karena menurut pengamatan kami, daun2nya masih segar di waktu pagi hari. di waktu sore sekitar jam 3an saat kami pulang, daun2nya udh keliatan agak layu dan kusam One day trip di Nikko? hmm.. saya rasa tidak begitu puas. terbukti kami hanya terhenti di chuzenji lake. sebenarnya masih banyak spot2 yang perlu di sambangi sewaktu puncak musim gugur seperti akechidaira ropeway, kegon waterfall, dll Sebaiknya beli pass ke nikko satu atau dua hari sebelum berangkat. cari sebanyak mungkin informasi di TIC Tobu yang letaknya ada di stasiun tobu asakusa. kakak2 petugasnya sangat informatif dan yang tentunya putih mulus dan kawaii Kalo emang one day trip, usahakan jam 1 atau 2 siang sudah mulai antri bus untuk kembali ke stasiun nikko karena bus yang disediakan cuman 2 dengan selang waktu tiap 1 jam sekali Daerah Nikko mengalami puncak musim gugur yang tidak sama. Untuk daerah Yumoto Onsen sekitar akhir Oktober. Daerah Chuzenji awal November. Area perkotaan Nikko (termasuk world heritage) pertengahan November. Cek autumn report sebelum memutuskan untuk pergi Angin di chuzenji lake benar2 ganas. siapkan baju hangat setebal2 nya Kegon waterfall letaknya tepat di sebelah kanan dari halte chuzenji onsen sedangkan chuzenji lake berada di sebelah kiri. Kami baru sadar kalo kegon waterfall sangat dekat setelah perjalanan pulang Suasana sore di stasiun nikko Makan malam persembahan 7-11 @min0ru @mone @Ikamarizka @Vara Deliasani this is the most anticipated part
  28. 7 points
    Hi JJ'ers Liburan kali ini ke ICon Indonesia bagian timur yaitu Raja Ampat. Untuk trip ini kami mengandeng tour lokal dari Raja Ampat. Trip ya kami pilih Wayag-pianemo 4H3M Rp 5.5jt/org.. Tiket Jakarta sorong PP dengan Garuda Rp 5.1Jt/org. day 01 : 29 September 2016 Meeting point : Bandara Soetta Ultimate 3 jam 9.30 malem, waktu keberangkatan jam 11.35 malam Jakarta ke makassar. Day 02 : 30 september 2016 Jam 03.00 WITA tiba di makasar( transit) sambil menungu keberangkatan dari makasar ke sorong jam 05.00 WITA. Jam 8.45 WIT tiba di sorong. Dikarenakan trip kami mengunakan speedboat dari sorong, maka waktu ketibaan kami di sorong tidak terlambat, tetapi jika temen2 ikut trup yang lain, mohon diperhatikan agar tiba di Sorong sebelum jam * pagi, karena kapal ferry dari pelabuhan sorong berangkat setiap jam 9 pagi dan jam 2 sore. Jika kita tiba lewat dr jam * pagi, maka kita tidak keburu untuk mengejar fery yang jam 9 pagi dan harus naek Ferry yang jam 02 siang sehingga waktu kita terbuang utk menunggu. Dikarenakan kami lsg menggunakan speedboat dr sorong, maka dari bandara kami menuju pelabuhan Usahamina. Tiba dipelabuhan lsg menuju Raja Ampat. Jarak tempuh dari Sorong dengan speedboat sekitar 2-3 jam perjalanan. Bulan september masih bulan angin barat sehingga ombak msh cukup tinggi, sepanjang perjalanan cuaca lumayan bagus hanya ombak tinggi sehingga kami sring tehempas ombak. rencana aal kami bersitirahat terlebih dahulu di Homestay yang berlokasi di Pulau Mansuar sekalian makan siang, di karenakan air laut msh surut sehingga kami tidak bisa merapat kee pulau mansuar dan beralihke tempat wisata yang tersekat yaiyu : YENBUBA sambil menunggu air laut pasang setelah air pasang, kami melanjutkan perjalan ke homestay kami di pulau mansuar yaitu : Mangkur Kodon. Overall homestay ini cukup bagus, viewnya keren dan di sekitarnya bs utk snorkeling. Hanya saja fasilitas umum seperti toilet dan kamar mandi kurang memadai, lokasinya terletak jauh dai pondokan2 homestay dan airnya asin bukan air tawar. Listrik tidak tersedia setiap saat, hanya ada listrik dari jam 6 sore sampai 6 pagi. serelah itu tidak ada listrik. dan makanan juga kurang bervariasi,, menunya hanya telor dan tmpe saja.. Di tiap kamar tidak diediakan kipas angin, sehingga cuaca pada saat malam sangat panas dan kami tidak bisa tidur. Setelah berisitirahat sebentar, kami snorkeling di sekitar homestay sambil menunggu matahari terbenam. kemudian makan malam dan istirahat . Day 03 : 01 Oktober 2016 Mansuar - Wayag Jam 6 pagi kami sarapan, kemusian jam 7 pagi berangkat menuju wayag. Jarak tempuh dari mansuar ke wayag sekitar 3 jam. Cuaca cukup bagus hari ini. Sebelum naik ke wayag, rombongan harus melapor dulu ke kepala adat dan ke wayag pos. Untuk mendapatkan pemandangan yang indah, maka kita harus bersusah2 terlebih dahulu dengan memanjattebing karang yang cukup extreme. Utk itu sangat dianjurkan utk memakai sarung tangan dan sepatu gunung. Tidak ada safety equipment yang disediakan oleh tour disini. kami harus memanjat tebing karang tanpa pengamanan apapun. extra hati2 sangat diperlukan, kita harus mencari pijakan yang kuat serta posisi pegangan yang stabil utk memanjat. Dikarenakan saya bukan anak gunung, saya menemui kesulitan untuk memanjat Wayag2, sesampai di atas wayag, saya sdh gemetar dan pucat pasi hahahahahha. Sesampi di ataas seluruh jerih payah terbayarkan dengan indahnya pemandangan yang tersuguhkan. WAYAG is AMAZING Setelah puas menikmati keindahan wayag, kami gergeas turun ke bawah kembali ke kapal. Untuk turun lebih susah daripada saat naik karena kita tidak bs melihat pijakan yang akan kita tuju, tetapi meraba raba kira2 di mana posisi pijakan yang aman. posisi badan mengahdap ke karang. Setelah semuanya selamat turun ke mbali ke kapan, kami meneuskan perjalanan ke wayag post untuk makan siang dan snorkeling. Jam 5 sore kami menuju homestay "Prajas" yang berlokasi dekat dengan Wayag. Homestay "Prajas" sangat rekomended. Homestaynya bersih, kamar mandinya juga bersih, Makanannya juga eunak hahahahhaa. Pemilik homestay juga sangat friendly. Day 04 : 02 Oktober 2016 Pianemo Jam 6 pagi kami sarapan, kemudian brkemas dari homestay utk berangkat menuju pianemo. Jarag temput dari homestay ke pianemo sekitar 2.5jam. sebelum ke pianemo, kami mampir ke Laguna bintang. Di katakan laguna bintang karena gugusan karang2nya tersy=usun sedemikian rupa sehingga lautnya berbentuk bintang.Utk sampai ke laguna bintang kita juga harus naik ke atas tetapi sdh dibuatkan tangga-tangga dari semen pijakan di laguna bintang sangat kecil dan sempit, sehingga tidak bisa banyak orang sekaligus naek ke atas, harus bergantian max 110 org.. setelah dari laguna bintang kami menuju pianmo yang brjarak hanya 5 menit dari laguna bintang. Akses utk naek ke painemo sudah tertatah dengan rapi, ada anak2 tanggga yang terbuat dari kayu sebanyak 300 anak tangga. Setelah dari pianemo kami menuju arborek untuk snorkeling Setelah itu kami melanjutkan perjalanan ke batu pensil. rencana awal ke pasir timbul terlebih dahulu, dikarenakan air laut pasang sehingga pasir timbul sudah tidak tampak lagi. Setelah itu kami menuju homestay Mangkur kodon lagi utk beristirahat. Day 05: 03 Oktober 2016 Hari terakhir dari tour kami, sehingga kami lbh banyak menghabiskan waktu di homestay untuk hunting spot2 yang bagus sekitar homestay. ini lah hasilnya : Selesai berkemas, kami menuju pasir timbul. di karenakan air laut msh pasang, akhirnya kami mapir telebih dahulu ke resort yang berada di sekitar pasir timbul yaitu Raja Anpat Dive Lodge Setelah air mulai surut. kami menuju pasir timbul selesai dari pasir timbul, kami kembali ke sorong dan di antar ke hotel untuk berisitirahat sambil menunggu flight esok harinya ke jakarta. Liburan tlah usah... RAJA AMPAT IS THE BEST
  29. 7 points
    Vara Deliasani

    Jepang, 2-12 Desember 2016

    Hoolaaaaa... Buat temen yang ada rencana ke Jepang di bulan Desember yuukk kita jalan bareng. Saya rencana berangkat dari Jakarta ke Kansai tanggal 2 Desember malam dengan Garuda, transit di Denpasar. Rencananya akan mulai dari Osaka, lalu menuju Kyoto, Shirakawago, Takayama dan terakhir ke Tokyo. Kembali ke Tokyo ke Jakarta tanggal 12 Desember dengan Garuda. Adapun itinerary lengkap adalah sebagai berikut: DAY 1 02/12/2016 CGK - DPS 20.00 - 22.55 DAY 2 03/12/2016 DPS - KIX 00.40 - 08.30 Haruka + ICOCA KIX ke Shin Osaka 09.01 - 10.13 / 09.31 - 10.44 / 09.49 - 10.59 Haruka + ICOCA Titip Tas + Check In MyStays Shin-Osaka ¥ 22.830 Osaka : ICOCA Osaka Castle Dotonburi Namba Umeda Sky Building Kembali ke Hotel DAY 3 04/12/2016 Universal Studio ¥ 6.900 Kembali ke Hotel DAY 4 05/12/2016 Osaka - Kyoto 07.26 - 07.40 Takayama Hokuriku Pass Titip Tas di Locker Stasiun Kyoto: ICOCA Fushimi Inari Lunch di Nishiki Market Kiyomizudera (Sannen-zaka & Ninen-Zaka) Check In Hotel Guest House Sanjyotakakura Hibiki ¥ 13.960 Gion Kembali ke Hotel DAY 5 06/12/2016 Kyoto: ICOCA Bamboo Forest Tenryuji Temple Kinkakuji Temple Fall Illumination Kiyomizudera Kembali ke Hotel DAY 6 07/12/2016 Check Out Kyoto - Kanazawa 06.58 - 09.13 / 07.29 -09.38 Takayama Hokuriku Pass Kanazawa - Shirakawago 09.40 - 11.05 / 10.50 - 12.15 Takayama Hokuriku Pass Walking Tour Shirakawago Shirakawago - Takayama 16.15 - 17.20 / 17.20 - 18.10 Takayama Hokuriku Pass Check In Hotel K's House Takayama Oasis ¥ 17.200 DAY 7 08/12/2016 Takayama - Shin Hotaka 07.00 - 08.45 / 07.40 -09.16 Shin Hotaka Pass Shin Hotaka Ropeway : Naik Ropeway 1 Outdoor bath / Kamitakarano-yu Visitor Center Footbath Naik Ropeway 2 Snowy Corridor Observation deck Kembali ke Takayama 13.46 - 15.31 Shin Hotaka Pass Old Town/Sanmachi Dinner di Hida Takayama Kyoya DAY 8 09/12/2016 Check Out - Sewa Sepeda Takayama : Jinya Mae & Miyagawa (Morning Market) Hida No Sato Lunch di Heianraku Takayama - Nagoya 14.38 - 17.02 Shin Hotaka Pass Nagoya - Tokyo 17.32 - 19.13 / 17.42 - 19. 23 ¥ 6.500 Check In Nishitetsu Inn Nihonbashi ¥ 28.800 DAY 9 10/12/2016 Tokyo : ICOCA Koishikawa Korakuen Harajuku Shibuya Ginza Akihabara DAY 10 11/12/2016 Tokyo : ICOCA Tsukiji Market Asakusa Sensoji Temple Odaiba DAY 11 12/12/2016 Check Out Tokyo - Haneda 08.30 - 09.30 ICOCA HND - CGK 11.45 - 17.15 Kalo kebetulan ada di Jepang pada tanggal di atas yyuuukk kita jalan bareng atau kalo yang mau bergabung dari awal trip juga boleh.. kebetulan kita baru ber 2. Makin rame pasti makin seru, ada temen nyasar bareng. Untuk tiket dan hotel udah di booked.. untuk visa dan takayama hokuriku pass masih blom diurus, rencananya nanti sekitar awal November. Yang minat bisa email ke deliasani@gmail.com.
  30. 7 points
    Hallo guys, Sebelumnya saya sudah bercerita seputar itinerary dan budget perjalanan selama di Vietnam. nah bagi yang beum baca, baca dulu yaa disini Keliling Vietnam. biar kita nyambung loh ceritanya. Kenapa saya dan travelmate saya tertarik untuk mengunjungi Negara ini ? why? Merasakan negara yang damai walaupun dibawah pemerintahan yang berpaham komunis, walaupun negara komunis, pemerintahan nya tetap membiarkan masyarakatnya untuk bebas memeluk agama dan beribadah sesuai agamanya masing-masing. Bisa dibilang untuk cost traveling dinegara ini cendrung murah, karena rate mata uang Vietnam masih dibawah Rupiah, jadi kita bisa merasa kaya raya disini. hehehe Banyak object wisata yang bisa dikunjungi. Negara yang memanjang dari selatan ke utara, memudahkan kita untuk menelusuri kota-kota nya satu persatu, tanpa harus bolak balik. Sepertinya negara ini mengerti dengan para traveler, karena transportasi antar kotanya sangat banyak dan nyaman lagi. Nah, kali ini saya akan bercerita tentang perjalanan saya di HCMC. HCMC merupakan kota terbesar kedua setelah ibukota Hanoi di Negara Vietnam. HCMC terletak dibagian selatan Negara Vietnam, dan Hanoi terletak dibagian Utara Vietnam. HCMC adalah kota pertama yang menjadi start saya untuk mengelilingi Vietnam. Saya sampai di kota ini berangkat dari Kuala Lumpur pada tanggal 1 Mei 2016 dengan menggunakan maskapai tercinta para backpacker yaitu si burung merah Air Asia. Saya flight jam 11 siang waktu KL. HCMC terkenal dengan sebutan SCAM CITY. mitos apa fakta? Bagi saya itu relatif, bisa dibilang "iya" dan bisa dibilang "tidak" juga. Mungkin bagi mengalaminya akan mengatakan "iya". Dimanapun kita berada, kejahatan bisa aja datang, benar bukan? jangan kan di neraga orang, dinegara kita sendiri ataupun dikampung halaman kita, ada saja kejahatan yang muncul. seperti kata bang napi "kejahatan muncul karena ada kesempatan..waspadalah..waspadalah". Jadi intinya adalah dimanapun kita berada, tetap waspada. sebisa mungkin menghindari yang namanya kerawanan, Nah jadilah saya memilih penerbangan pagi atau siang untuk menuju Ho Chi Minh City, kenapa?. alasannya adalah keamanan tadi. Kalo di Ho Chi Minh City sekarang banyak sekali scam didalam taxi (terutama malam hari) dan jalanan sepi, jadinya saya benar-benar menghindari kedua hal itu. HCMC kota seribu motor, mitos apa fakta ? Pendapat ini begitu lengket di telinga para traveler, bahkan menyeberang jalan disana bagaikan menantang maut. wihhhhh sereeem... Bisa "iya" ataupun "tidak segitunya". Bagi saya ini tidak terlalu seekstrem itu, atau saya memang lihai dalam menyeberang? hahahha, atau waktu itu hari libur, jadi tidak banyak yang keluar pake motor, ga tau juga sih. Pesan saya cuma 1, menyeberang lah di tempat penyebarangan, ada zebra cros dan lampu merah, jangan menyeberang di tengah jalan. Karena kata ibu guru saya begitu waktu SD, masih ingat pelajaran SD kan? kalo uda lupa, coba tanya anak atau ponakan nya yang masih SD. hihihi. Distrik 1 Distrik 1 menjadi tujuan utama para backpacker dan turis-turis yang datang ke kota ini. Banyak hotel-hotel mewah, hostel, guest house dan hotel backpacker di area ini. Di area ini juga banyak spot-spot yang menjadi object wisata, dan semua bisa ditempuh dengan jalan kaki. Jika sampai di Ho Chi Mint City saat pagi hari sampai jam 6 sore, kita masih bisa menggunakan bus untuk menuju ke daerah Distrik 1 ini dari Bandara. Jika sudah malam hanya ada taxi, dan itu cendrung rawan. Kalo emang punya badan gede kaya Aderai yaaa gapapa, tapi kalo badan nya ceking kaya saya... ahhhhh kaga beraniiii... mending cari amann aja dah.. Tan Son Airport HCMC menuju Distrik 1 Dari bandara Tan Son Airport HCMC menuju Distrik 1 kami menaiki Bus no152. Begitu keluar dari bandara pasang wajah sok pinter gitu, dan lansung aja belok ke arah kanan, sampai keliatan Bus no 152. Jangan pikir panjang-panjang, lansung aja naik, ga usah noleh kiri-kanan.. hahahha... harganya berapaa? 5000 VND aja kok... Di Distrik 1 kami turun di Ben Than Market, pusat nya Distrik 1. Jalan Pham Ngu Lao adalah pusatnya Hotel-hotel budget, kebetulan hotel kami yang kami pesan juga didaerah itu, maka turun dari bus belok kiri dan jalan lurus kedepan sampai ketemu jalan Pham Ngu Lao, dekeet kok yaaa. Nah, proses mencari hotel dimulai. kami memperhatikan setia nama jalan dan nama-nama hotel yang terpampang, sampai kami menemukan hotel kami. Begitu ketemu ternyata hotel nya masuk gang lagi. Setelah checkin, mandi dan istirahat sebentar, kami merasakan ada yang tidak enak. Sepertinya terjadi sesuatu di perut kami..ada bunyi kriuk kriuk gitu.. kesimpulan kami adalah.. perutnya mungkin lapar.. hahaha. bermodal peta foto copian yang saya ambil dimeja resepsionis hotel, kami segera keluar untuk cari makan dan jalan-jalan melihat seisi kota dan mengunjungi beberapa tempat wisata. Ben Thanh Market Ini adalah pasar di pusat Distrik 1, biasanya pasar ini menjadi pusat untuk belanja oleh-oleh, sehingga jika masuk kedalam ada banyak sekali turis dan toko-toko pakaian, makanan, cemilan, assesoris, pernah-pernik dan lain-lainnya. Nah jika mau belanja di tempat ini, pastikan dulu perut sudah terisi, karena akan banyak keluar tenaga disini, hehehhe buat apaa? buat nawar. karena mereka ga tanggung-tanggung, bisa memberikan harga 2 kali lipat bahkan lebih. Jadi kadang kita harus menarik urat syaraf untuk menawar rendah dan mereka para penjual akan terlihat marah-marah gitu. tapi akhirnya akan mau juga.. hahhaa kalo saya mah, memilih kabur.. saya ga belanja apa-apa disini. males nawarnya.. hahah Ben Thanh Market saat pagi dan masih sepi oleh kendaraan People Committee Hall, Opera House dan Patung Paman Ho Chi Minh Merupakan bagunan dengan arsitektur ala perancis yang begitu apik disini. Sehingga Little Perancis di Asia disematkan kepada Ho Chi Minh City, Vietnam. Bukan tanpa alasan Kota ini disebut demikian karena dulunya Vietnam sempat dijajah oleh Bangsa Perancis sehingga banyak sekali kita temukan bangunan-bangunan klasik khas negara tersebut. People Committee Hall Ada juga patung panam Ho di depan bangunan ini. Di hall ini pada sore hari akan sangat rame, dan ada beberapa pertunjukan yang bisa kita nikmati secara free... yeeeey. karena sore hari tempat ini sangat ramai, jadilah saya berfoto dengan banyak orang nya dan bagi saya itu sangat tidak nyaman. Sehingga besok paginya saya kembali datang ke tempat ini dan berfoto dengan sangat nyaman, karena orang-orang masih sangat sepi. jadi datang lah dipagi hari yaaa... jika ingin puas dalam berfoto-foto. Saya bersama Patung Paman Ho Chi Minh Tempat ini tidak begitu jauh dari Ben Thanh Market, kalo bagi saya bisa jalan kaki aja menuju tempat ini. dikawasan ini juga ada Opera House yang dapat kita kunjungi. Sebelum pulang ke hotel, kami memesan tiket bus untuk ke Mui Ne esok hari di TheSinhTourist seharga 99.000 vnd (sitting bus). untuk bus berangkat jam 2 siang (lama perjalanan adalah 5 jam). Cathedral Notre-Dame dan Central Post Office Pagi hari setelah benkunjung kembali ke kawasan People Committe Hall, kami melanjutkan dengan jalan kaki ke Gereja yang terkenal di kota ini, yaitu Cathedral Notre-Dame. Basilika Notre-Dame Saigon adalah sebuah katedral yang terletak di pusat kota Ho Chi Minh City, Vietnam. Dibangun oleh kolonialis Perancis, katedral tersebut dibangun pada tahun 1863 dan pertama dibuka tahun 1880. Gereja tersebut memiliki dua menara lonceng, yang memiliki tinggi 58 meter (190 kaki). Cathedral Notre-Dame Cathedral ini sangat canti sehingga tidak jarang digunakan oleh penduduk setempat untuk menjadi latar dalam pemotretan, seperti pemotretan photo pra wedding. Bukti nya pas kami kesini banyak sekali bertemu pasangan-pasangan yang lagi sesi foto.. huhuh saya kapaaaan? hiks.. Interior Central Post Office Pas disamping cathredal ini kita bisa lansung melihat Central Post Office, Saigon Post Office atau Buu Dien Thanh Pho Ho Chi Minh merupakan salah satu bangunan peninggalan Prancis juga, kita bisa lihat arsitektur luar dan interior dalam bagunan ini yang bergaya Prancis. Kantor pos ini merupakan salah satu infrastruktur yang dibangun oleh Prancis dan dibuka pada 11 November tahun 1860. Hingga saat ini bangunan ini masih berfungsi sebagai kantor pos pusat loh di Ho Chi Minh City, kita bisa mengirimkan kartu-kartu post ke penjuru dunia disini. Independence Palace Sepertinya saya tidak sanggup berlama-lama di Cathedral ini, hati saya semakin sakit dan sakit, terpuruk jauh ke dalam dasar bumi, semakin banyak saja pasangan pra wedding yang datang. Lebih baik saya segera pergi dari tempat ini. hihi Independence Palace Kembali saya melihat peta untuk melihat kemana tujuan saya berikutnya. saya memilih Independence Palace, kebetulan tempatnya tidak jauh dari tempat saya sekarang. Dan segera lah kami melanjutkan perjalanan ke tempat ini. tidak sampai 1 kilometer kami sampai di tempat ini, hanya melewati sebuah taman yang sejuk dari cathedral. Independece Palace adalah sebuah bagunan sejarah yang menyimpan banyak bukti kekejaman perang Vetnam. Ada banyak ruangan dan foto serta video disini, mulai dari ruangan presiden sampai ruangan-ruangan yang menyimpan mesin-mesin telekomunikasi di lantai bawah tanah. Untuk masuk ketempat ini kita harus membayar tiket masuk seharga 30.000 vnd. Bagi yang tidak menyukai sejarah mungkin tempat ini akan sangat membosankan, karena di dalam nya hanya lah ruangan-ruangan, dan benda-benda bukti perperangan. wah ternyata matahari sudah semakin terik dan tinggi, saat nya kami untuk segera kembali ke hotel untuk chekout, karena siang ini jam 2 kami akan segera melanjutkan perjalan ke Muine dengan Bus. Sekian dulu ya kisah saya di kota ini, nantikan cerita yang lebih seru saya di kota berikutnya yaitu Muine. silakan beri komentar dan pertanyaan, jika anda yang ingin bertanya... bye bye guys..
  31. 7 points
    Hola Deffa Here !!! Akhirnya beres juga Petualangan Komunitas Jalan2 Indonesia Explore Belitung selama 3 hari di tanggal 25-27 Maret 2016 kemarin dalam rangkaian acara Gathering Nasional X Komunitas Jalan2 Indonesia. Gak nyangka udah yang ke 10 aja, cukup lama juga perjalanan ini heheh Ok lanjut ke Topic acara Gathering Nasional ini kita adakan biasanya 3 / 4 bulan sekali dengan mengundang semua member Komunitas Jalan2 Indonesia baik dari Forum Jalan2 ini maupun di Facebook Groups ataupun di Fanpage Jalan2.com Namun beda nya adalah Gathering Nasional kali ini khusus untuk Member Baru atau yang belum pernah ikutan Gathering Nasional sebelum nya heheh. Maaf ya member lama sedikit kecewa namun tujuan nya untuk memberi kesempatan member baru untuk merasakan juga gimana seh kegiatan Gathering Nasional nya Komunitas ini. Acara berlangsung selama 3 hari dari tanggal 25-27 Maret 2016, namun sesuai dengan Saran para peserta di harapkan sudah hadir dari Tanggal 24 Maret sesuai ketentuan DISINI Sistem Sharing Cost 30 Peserta, perorang Rp. 650.000 dengan rincian : Sewa Bus 30 Seat perhari Rp. 1.750.000 x 3 hari = Rp. 5.250.000 Penginapan Vila permalam Rp. 300.000 x 2 malam x 9 Villa = Rp. 5.400.000 Sewa Boat Island Hopping (Per Boat 15 Orang) Rp. 1.050.000 x 2 Boat = Rp. 2.100.000 Makan Siang Nasi Box, Per Box Rp. 20.000 x 3 hari x 35 orang = Rp. 2.100.000 Tips Supir + Guide = Rp. 1.500.000 Volunteer + Biaya Tak Terduga = Rp. 1.350.000 Kaos Jalan2.com Rp. 60.000 x 30 orang = Rp. 1.800.000 Total Cost Rp. 19.500.000 di Bagi 30 orang = Rp. 650.000 Peserta yang tadi nya pas 30 orang mengecil menjadi 24 peserta karena 6 orang yang batal mendekati hari H karena satu dan lain hal. Peserta yang hadir adalah sebagai berikut : @Jalan2 (Jakarta) @deffa (Dihatimu) @kyosash (Jakarta) @willyhan (Bandung) @ko Acong (Bandung) @Afdhal A Syamsoe (Riau) @Dahlia Tamarini (Palembang) @Jean Mechanic (Pekanbaru) FB Fenny Ria Anggeraini (Serang) Endy (Purwokerto) FB Rafika Wijayanti (Batam) FB Woen Shi Shien FB Dwi Kania Hapsari (Bogor) FB Alena Niman 1 (Tangerang) FB Alena Niman 2 (Tangerang) Sondang Sihotang 1 (Kupang) Sondang Sihotang 2 (Jakarta) FB Diana (Medan) FB Harahap Soleh (Batam) FB Ning Amrini (Surabaya) FB Arini Rahmatika (Bengkulu) FB Yenny Rudi 1 (Bekasi) FB Yenny Rudi 2 (Bekasi) FB Adelina Pelinda Sidabutar (Bekasi) Panitia : @teddymardona (Belitung) FB Joe Parwan (Belitung) Jadi jika di total kan dengan Panitia yaitu 26 orang dengan bus berkapasitas 33 seat berasa lega heheh. DAY 1 : 25 Maret 2016 Itinerary Day 1 : Explore SD Replika Film Laskar Pelangi Explore Museum Sastra Andrea Hirata Kampoeng Ahok Makan Siang Warung Kopi Manggar Dinas Pariwisata Manggar Melihat Tarcius Explore Vihara Dewi Kwan Im Explore Pantai Burung Mandi Makan Malam Dikarenakan semua peserta sudah tiba di Belitung pada tanggal 24 maret 2016 jadi Meeting Point yang tadi nya di Bandara di ubah menjadi 2 Meeting Point yaitu di Jalan KV Senang dan di Villa Bumi Kedaton. Berangkat dari meeting point 2 sekitar pukul 09.00 WIB langsung menuju SD Laskar Pelangi yang seperti di film Laskar Pelangi, perjalanan sekitar 1 jam tidak terasa karena @ko Acong berceramah sepanjang jalan dan Woen Shi Shien yang kena bully terus heheh SD LASKAR PELANGI Sesampai nya di SD Laskar Pelangi kita di wajibkan membayar tiket masuk perorang Rp. 3.000 karena kita ber 26 orang jadi total Rp. 78.000. Di pintu masuk nya kalian bisa menemukan jajanan / kue pasar khas Belitung, lalu tidak jauh dari pintu masuk kalian sudah bisa melihat Bangunan SD Muhammadiyah Gantong yang merupakan set dari film Laskar Pelangi nya Andrea Hirata. Disini kami menghabiskan waktu sekitar 1 jam untuk berfoto ria di area SD Laskar Pelangi ini. Di sekitar bangunan SD Laskar Pelangi ini terdapat semacam Pasir Putih, mirip Pasir Pantai jadi kalian bisa berpose ala-ala di Pantai gitu Oh ya jangan lupa berfoto juga di semacam Gerbang dari SD Laskar Pelangi ini ya, view nya bagus loh dan juga masuk scene nya Laskar Pelangi Setelah puas berfoto di SD Laskar Pelangi kita lanjutkan perjalanan ke destinasi berikut nya yaitu Museum Kata Andrea Hirata. Cukup dekat kok perjalanan hanya sekitar 15 menit saja dari SD Laskar Pelangi ke Museum Kata ini. MUSEUM KATA ANDREA HIRATA Di Museum Kata tidak ada Tiket Masuk alias GRATIS loh. Dan tahu gak Museum Kata ini adalah Museum Literatur Pertama yang ada di Indonesia berdiri sejak 2010 dan di prakarsai oleh Andrea Hirata sendiri. Banyak ruangan yang unik di sini dimana di areal depan rumah adalah Museum dan di areal paling belakang adalah Sekolah Gratis Bagi Orang Tidak Mampu di Belitung. Halaman depan dari Museum Kata ini berupa Mural Tembok yang di cat berwarna-warni sehingga mengesankan tampilan cerah dan bahagia jika kita masuk ke dalam Masuk ke area dalam bagian depan kita akan melihat banyak Foto dan Tulisan berupa Quote dari Andrea Hirata dan juga beberapa Penghargaan yang pernah dia raih. Dari semua Foto dan Tulisan yang ada di sini saya tertarik dengan satu Quote yang berisikan "Bermimpilah Karena Tuhan Akan Memeluk Mipi-Mimpimu" Ke ruang tengah ada semacam Kafe kecil di mana kita bisa bersantai sejenak dengan memesan Kopi Khas Belitung, disini juga tetap terdapat Mural dan Koleksi Kartu Pos yang bisa kita beli dan kirim ke kenalan kita loh Lalu masuk lagi ke area yang lebih unik lagi di mana kita akan menemukan sederet Jendela Warna-Warni yang jika kita buka tedapat beberapa Kliping tulisan baik dari Andrea Hirata dan juga lain nya dari seluruh dunia, yang disebut Book of Windows of The World Project Untuk mengakhiri kunjungan di Museum Kata ini jangan lupa untuk berfoto di Mural bagian depan terdapat tulisan Museum Kata Andrea Hirata, Indonesia First Literary Museum, Since 2010 . Bagi kalian penggemar Sastra museum ini wajib di kunjungi karena selian terdapat banyak tulisan dari Andrea Hirata, juga terdapat buku-buku menarik yang bisa kalian baca di tempat loh. Untuk menambah ilmu sastra kalian dalam hal literatur :) Menyudahi kunjungan di Museum Kata kami pun lanjut ke destinasi berikut nya yaitu Kampoeng Ahok. Unik ya namanya, karena benar Belitung Timur adalah tempat asal Gubernur DKI Jakarta sekarang Bapak Basuki Tjahja Poernama aka Ahok. Dan rumah keluarga beliau di Belitung Timur ini di sulap menjadi Tempat Wisata yang di sebut Kampoeng Ahok. Ada yang unik ketika mau perjalanan kesini : Woen Shi Shien : "Bang Wawan berapa lama sampe ke Kampoeng Ahok ?" Joe Parwan : "Ya kita akan sampai dalam hitungan 3, 2, 1, ya udah sampai ada di sebelah kanan ya" Dan sontak semua peserta tertawa ternyata dekat sekali dari Museum Kata tersebut, sebenarnya jalan kaki juga paling 5 menitan KAMPOENG AHOK Tiba di sini sekitar pukul 11.30 WIB. Di Kampoeng Ahok ini terdapat 2 bagian dimana satu bagian adalah Rumah Kediaman Keluarga Besar Ahok, dan di seberangnya adalah Rumah Adat Belitung yang di buka untuk umum dan dinamakan Kampoeng Ahok. Pada hari tertentu Rumah Keluarga Besar Ahok ini di buka untuk Umum, namun pada hari itu mungkin karena dekat perayaan Ceng Beng, bagi kaum Tionghoa. Jadi rumah keluarga Ahok tidak di buka, hanya bagian pelataran parkir nya saja. Jadi kami cukup poto dari luar saja, walaupun dapat sedikit poto nyolong dari jendela untuk bagian dalam heheh Rumah keluarga Ahok gede ya kayak Gedung gitu rumah nya heheh, lalu lanjut ke seberangnya ke Kampoeng Ahok. Disini terdapat Rumah Adat Belitung berupa Rumah Panggung khas rata-rata rumah adat di daerah Sumatera itu berupa Rumah Panggung dan biasanya terbuat dari Kayu Jati. Oh ya satu yang unik di dalam Rumah Adat ini ternyata Ahok jualan Kerupuk heheh. Maksudnya di dalam Rumah Adat ini memang terdapat Kafe Kecil gitu, yang makanan nya berupa Khas Belitung salah satu nya Kerupuk Belitung, Kopi Belitung dll. Untuk masuk ke areal Kampoeng Ahok ini GRATIS loh. Cuma ya makan dan minum nya bayar donk. Harganya murah kok Di karenakan ini hari Jumat dan sudah masuk waktu Sholat Jumat beberapa dari kami melakukan aktivitas Sholat Jumat di Masjid terdekat yaitu Masjid di dekat Museum Kata jadi kami hanya tinggal jalan kaki sekitar 5 menitan menuju masjid ini. Dan sebagian lagi menyantap Makan Siang yang sudah di persiapkan dari Nasi Box Beres jumatan kami melanjutkan perjalanan berikut nya yaitu mencoba Kopi Manggar di Warung Kopi Manggar yang terkenal yaitu Warkop Millenium WARKOP MILLENIUM MANGGAR Perjalanan sekitar 30 menit dari Kampoeng Ahok tersebut sudah tiba ke area Manggar Kota, dan satu yang unik dari kota ini adalah Tag Line nya yaitu "Manggar Kota Wisata 1001 Warung Kopi" Unik kan jika di tempat lain Kota Wisata Pantai, Gunung, dll. Namun di Manggar banyak sekali Warung Kopi yang berjejer. Mungkin karena warga nya penikmat Kopi dan juga Kopi Khas Belitung rasa nya enak loh. Maka tidak salah kami sempatkan untuk mampir ke salah satu Warung Kopi terkenal di Manggar yaitu Warkop Millenium Untuk harga kopi nya tidak mahal kok, untuk Kopi O Belitung hanya Rp. 6.000. Dan juga menu nya beragam tidak hanya Kopi juga terdapat Teh Susu dll. Ada juga cemilan nya berupa Singkong dan Pisang Goreng. Oh iya mirip di Singapura untuk Kopi + Gula saja kalian pesannya Kopi O ya namun jika Kopi Susu pesan nya ya Kopi Susu Tidak lama disini hanya sekitar 30 menitan, kami lanjutkan perjalanan ke destinasi selanjut nya yaitu Dinas Pariwisata Kota Manggar, untuk melihat satu hewan unik yang dilindungi karena hampir punah yaitu Tarcius DINASI PARIWISATA MANGGAR Apa itu Tarcius ? Satu bus ini bertanya-tanya dan langsung Googling dah itu Tarcius. Setelah googling baru lah ngeh. Ternyata seekor hewan mirip Monyet, dengan ukuran yang kecil mungkin segenggam tangan dewasa dengan mata yang besar. Jadi terlihat imut dan lucu sekali. Makananya serangga. Tiba disini lagi-lagi Tiket Masuk GRATIS, memang di Belitung ini Tiket Masuk tempat wisata banyak yang Gratis ataupun Murah loh. Kita di sambut oleh perwakilan dari Dinas Pariwisata yang sedikit memberikan tour dan pengenalan tentang Visi dan Misi dari Dinas Pariwisata di Kota Manggar ini. Nah bagi kalian yang berkunjung kesini di wajibkan untuk mengisi Buku Tamu dan sedikit Questioner untuk kemajuan dari Pariwisata Kota Manggar, Belitung ini. Lalu kita di perbolehkan untuk mengitari Kantor Dinas Pariwisata ini. Di ruangan pertama kita bisa melihat beberapa kerajinan dan perkakas rumah tangga jaman dulu masyarakat Belitung, Masuk ke dalam yang semi outdoor kita akan langsung bertemu dengan seekor Buaya Darat eh Buaya Muara maksudnya hehe berupa Buaya Air Tawar, yang cukup tenang walaupun kita kerumunin untuk berfoto Di sebelah nya ada kandang dari Tarcius ini, langsung deh kepincut dengan mata nya yang bulat besar, lucu sekali. Dia melihat kesana - kemari bingung mungkin karena di kerubungi banyak orang untuk berfoto. Namun harus di ingat foto boleh tapi jangan menggunakan Flash ya, karena kasihan si Tarcius nya. Setelah puas foto dan bermain bentar dengan Tarcius lanjut ke ruangan berikut nya, dimana kita bisa melihat Adat Pernikahan dari Masyarakat Belitung. Dari Mas Kawin, Baju Adat, Seserahan, Hingga Kamar Tidur Pengantin. Disini Endy dari Purwokerto mencoba salah satu pakaian adat pernikahannya, kalau dilihat jadi mirip raja minyak hehehe Sudahi kunjungan di Dinas Pariwisata Kota Manggar, terima kasih sudah menerima rombongan kami dengan baik. Lanjutkan perjalanan berikut nya ke Kuil Dewi Kwan Im KUIL DEWI KWAN IM FYI di Belitung ini cukup banyak penganut agama Buddha dan juga etnis Tionghoa jadi Kuil Dewi Kwan Im ini salah satu wisata religi cukup terkenal di Belitung. Perjalanan kesini sekitar 30 menitan dan lagi-lagi biaya masuk GRATIS loh. Disini @ko Acong menyempatkan untuk ber sembahyang, Arsitektur nya ya dominan warna merah, dan karena terdapat di area ketinggian jadi terdapat tangga-tangga yang bagus untuk spot foto. Dan di bagian Kuil Utama nya juga terdapat orang yang lagi sembahyang. Saya sempatkan untuk ke area Patung Dewi Kwan Im, namun masih di renovasi jadi kita tidak bisa mendekat Sekitar 1 jam disini karena menunggu yang sembahyang juga, kami melanjutkan ke Destinasi berikut nya yaitu ke Pantai Burong Mandi PANTAI BURONG MANDI Perjalanan sekitar 1 jam dari Kuil Dewi Kwan Im ke sini, saya bingung kenapa di sebut Pantai Burong Mandi ? Ternyata setelah tiba di sini baru tahu banyak sekali burung berterbangan disini termasuk Burung Gagak yang jarang sekali ada di Pantai kan. Lalu untuk biaya masuk nya peorang Rp. 3.000 di kali 26 orang jadi total Rp. 78.000 masih murah kan Aktivitas disini hanya berfoto saja, namun bagi kalian yang mau mandi dan bermain di pantai juga bisa. Kontur pantai nya landai dengan ombak yang tenang. Pasir nya juga putih dan halus. Disini juga terdapat Kapal Nelayan Khas Belitung yang di tambatkan di sebut Kater Sesi poto pun di mulai, karena cuaca mendung jadi hari ini tidak mendapatkan Sunset seperti yang di inginkan Karena tidak mendapatkan sunset, akhirnya kami putuskan untuk pulang ke Tanjung Pandan dan penginapan, sebelum nya kami mampir dulu untuk Makan Malam di Dapoer Belitung MAKAN MALAM DI DAPOER BELITUNG Perjalanan sekitar 1 jam 30 menit tibalah kami di Dapoer Belitung dimana kami sudah reserve tempat untuk 26 orang, dan ketika kami tiba juga memang masih kosong. Kami pun memesan makanan sesuai selera masing-masing dimana saya memesan : Ikan Bakar Khas Dapoer Belitung 7 ons = Rp. 112.000 Tumis Kangkung Terasi = Rp. 20.000 Tempe Penyet = Rp. 20.000 Nasi Uduk = Rp. 8.000 Untuk range makanan nya disini dari Rp. 20.000 - Rp. 150.000 ya standar jakarta lah. Untuk makanan nya juga enak-enak kok. Namun kekurangan nya adalah Manajemen Waktu. Terlalu lama pesanan kita di antar padahal sudah menunggu 30 menit lebih dan tamu yang di meja lain datang malah sudah di beri kan pesanan nya. Beberapa kali harus komplain ke bagian Front Desk dan mengambil langsung ke bagian Dapur. Ada beberapa peserta yang membatalkan pesanan karena terlalu lama. Jadi bagi kalian yang Rombongan ke sini Kurang Recommended ya karena Manajeman Waktu nya yang Kurang Cepat. Namun jika 1 - 5 orang mungkin masih oke. Unik Nasi Uduk nya biasanya antara warna Putih dan Kuning namun ini warna nya Hijau. Mungkin ada Pandan disana ya, rasa nya seh ya nasi uduk. Ikan Bakar Sambal Dapoer Belitung nya juga enak Walaupun sedikit kecewa dengan pelayanan nya ya sudah buat pengalaman saja, kami pun berlanjut ke penginapan di Villa Bumi Kedaton VILLA BUMI KEDATON Untuk 2 malam ke depan kami akan menginap di sini yaitu Villa Bumi Kedaton Alamat : Jl. Air Saga, Tanjungpandan, Belitung, IndonesiaPhone: 0819 2957 1112 Kita menyewa 9 Villa di mana 1 Villa nya bisa di isi 3 - 4 orang dan semuanya mendapatkan Sarapan Pagi Dan kamar / villa akan di bagi antara Perempuan dan Laki-Laki jadi tidak ada yang Campur (kecuali jika sekeluarga ber 4) Jika mau sewa Extra Bed biaya tambahan per Bed Rp. 50.000 / malam Mendapatkan harga perkamar Rp. 300.000 untuk di isi 3-4 orang sudah include makan pagi, cukup murah dan worth seh. Walaupun di beberapa kamar terdapat masalah Air Tidak Nyala dan juga Banyak Nyamuk. Namun di kamar yang saya tempati aman-aman saja heheh Bed nya ada yang tipe Single Bed dan Double Bed. Untuk di tempati 3-4 orang Bed nya akan di turunkan jadi bagian atas dan bawah akan di pisah. Kata orang bagian bawah nya keras namun setelah saya coba seh gak juga kok jadi bisa untuk ber 3-4 dengan bed masing-masing hehehe Malam ini sesi terakhir yaitu Perkenalan seperti biasa tiap Gathering Nasional pasti ada acara perkenalan dan pembagian Kaos. Disini akhirnya kita bisa saling berkenalan kembali walaupun mungkin di awal sudah ada yang kenal namun, di acara ini lebih formal dan jadi mudah di ingat Tetap juaranya mah Ko Acong jika urusan perkenalan mah hahahha Ya sekian perjalanan di Hari Pertama Gathering Nasional X Komunitas Jalan2 Indonesia Explore Belitung. Nantikan cerita di hari berikut nya ya
  32. 7 points
    OHaYooo! Hmmmm... ini udah hari ke berapa ya? sampe lupa udah mulai kelamaan di jepang kayaknya. hihihi. lets go! Hari ini jadwal padat banget nget nget. 4 tempat niat bgt harus bisa didatengin. anddddd Hari ini ketemu 1 anggota baruuh... halloww Maya. a new girl from the blok. langsung yesss kita jalan2.. 1. arashiyama bamboo groove. Tempat ini susah susah gampang dicapainya. Namun untuk dapetin suasana yg cozy dan calm mau ga mau harus berangkat super pagi. Rekomen saya sih sampai ditempat ini kalau bisa pukul 6 pagi. Tempat ini bisa dicapai dgn bus ataupun kereta. Nah.. saya kebetulan bosen bgt menggunakan kereta. karena selain dibawah tanah, saya lebih seneng enjoying view di dunia atas. alias dgn bus. untuk rute jgn takut nyasar, kamu tinggal pergi ke halte terdekat, nanti akan ada papan petunjuk bus bus apa sajakah yg mengarah ke daerah yg kita tuju. Namun ada plus minusnya nih naik bus. tadi plus nya kan pemandangan yg oke. minusnya adalah... L a M a.. Jadi agak telat deh ke bamboo grove nya. saya sampai di tkp sekitar pukul 7.30 pagi dan janjian dgn team jepang kemarin di kiyomizu. Jalan kaki yg agak nanjak membuat saya terus menunduk... sampe ga sadar kalo saya udah ditengah2 hutan bambooo. Bau daun mulai kecium... look up and... Oww WOW Udaranya yg bersih dan tatanan bamboo yg tertata apik berhasil membuat saya berdecak kagum. Sepanjang mata memandang bener2 hijau hijau dan hijau. ga cuma itu.. ada beberapa temple yg bisa kita masuki disini. rumah2 tradisional juga ada di sini. Kalo kamu berminat mau coba duduk minum teh ocha sambil duduk di tatami, disini deh tempatnya. yen yg harus kita keluarin juga ga begitu mahal kok. 500 yen per temple. Tapiiii... berhubung waktu cuman sedikit. dan ga berasa foto2 aja sudah menghabiskan waktu 2 jam. Akhirnya kita memutuskan utk skip memasuki temple2 ini dan langsung menelusuri jalan setapak menuju 'Romantic train'. Diperjalanan menuju Sagano scenic train ini saya menemukan banyak pemandangan dan printilan unik jepang. kalo ada waktu banyak, bawa buku dan juga mini karpet utk hanami an pasti enak bgt inih. cemilan dan teh anget.. waduuuh kombinasi "iya" bgt sih ini. view nya bukit2 warna warni hijau plus sakura. saya masih bingung ini sebenernya apa. pasalnya.. batu2 ini tertata rapih dan seperti diatur sebegitu rupanya. warnanyapun beda beda (anaknya emang suka mikir gituh) Oh YA! selama jalan2 ini, ada beberapa toko jajanan yg bisa kita icip2 lho. Tapiii... jajanannya termasuk luar biasa sih. sate OYSTER.. yatalam...600 yen atau skitar 68rb rupiah. Di Jakarta bisa 200rb deh. sabiji. Hellow Cholesterol. 2. Sagano Scenic Train atau biasa disebut kereta romantis. noted. kereta ini ga cuman buat honimun atau orang pacaran yah. maksud dr romantic disini adalah, kita akan melewati rindangnya pohon2 berwarna warni tergantung dari musimnya. Saya rekomendasi in kalo bisa pilih seat didepan karena atap mereka terbuat dari kaca juga, jadi kita bisa melihat view sepanjang mata memandang.. . Tiket bisa dibeli di tempat. dan jgn gunain jr pass (krn ga bisa dipake kalo disini) waktu yg ditempuh utk sampai di pemberhentian terakhir sekitar 30 menit aja. Stasiun juga hanya berhenti di 2 tempat. NAH! kalo kalian kebetulan ada spare waktu lebih.. bisa dicoba turun di stasiun pertama. disitu kita bisa mencoba naik kapal seperti nelayan gitu. mengikuti arus dari si sungai HozugAwa yg bersiiih nan hijau ini coba cek youtube ini deh ga selesai disitu aja. ketika turun dr sagano pun pemandangan masih ga ada habis habisnya. okay... ga sampe2 nih ke fushimi inari kalo foto2 terus ahahha 3. Fushimi inari temple Kalo kamu penggemar film memoir of geisha pasti tau adegan dimana si mata biru berlarian di dalam temple ini. Cinematography dari film ini berhasil membuat saya bertekad “okay… saya harus bisa menapakkan kaki di kuil ini”. Kuil ini biasa disebut sebagai Kuil Rubah (temple of Fox) The Main Gate Kenapa rubah? Karena konon menurut orang jepang, rubah adalah binatang yg mistis. Mereka hanya bisa ditemukan jika memang mereka ingin ditemukan. Jadi kalo kita niat nyari biasanya ga akan bisa liat. Hmmmmm memang sih setelah saya pikir2, belum sekalipun saya melihat dgn kasat mata si rubah ini. Persiapan yg bisa kita lakukan di awal yaitu.. bawa jas ujan or payung kecil. Karena disini tidak banyak tempat untuk kita berlindung dr hujan. Naah… kebetulan saya datang pas gerimis2 jadilah pake sweater dulu hihihi. Ketika masuk.. saya benar2 terhipnotis dgn warna2 kayu2 orange ini. Membentang sepanjang kaki bukit sampai puncaknya. Spot spot view juga sangat memanjakan mata. Di dalam kuil ini juga banyak tempat 2 sembahyang bertebaran dimana mana. Bau dupa yg menentramkan dan semilir angin klop membuat kombinasi magis. JUARA Pink Nyah! Sugar Rush… saya bener2 ga bisa diem wara wiri didalam sini. Sampe ga sadar kalo saya udah terpisah dr rombongan ahahahaha. Ga terasa 2 jam saya mendaki ke atas dan ini baru setengah jalan menuju puncak. Mungkin karena semakin tinggi tempatnya maka semakin tipis oksigen di atas sini. Alhasil saya bener2 merasa sesek nafas (maklum lg flu batuk berat) jadi berat hati saya memutuskan untuk turun gunung untuk kali ini. One day saya harus bisa nyelesaiin sampai puncak dan bunyiin si Lonceng hitam. oh ya kalo Haus juga kita bisa minum di Mata air yg tersedia di beberapa titik di sekitar Fushimi inari. tapi ada tata caranya ya. alias aga jaim laah minumnya ahahaha 4. Philosopher Path Ada sejarah dibalik kenamaan philosopher path ini. Diberi nama oleh philosopher jepang bernama Nishida Kitaro (1870-1945), a Kyoto University professor of philosophy. Beliau biasa berjalan di daerah ini untk bermeditasi sehari hari nya. Saya mengerti bgt ketika saya melihat pemukiman ini. Sebuah jalan setapak dan sungai di higasiyama yg di apit oleh ratusan pohon sakura. Dan di sini tidak diperbolehkan menggunakan motor atau mobil. Kebetulan sekali saya datang di waktu yg tdk begitu terlambat. Walaupun hari sudah sore.. saya masih sempat menangkap indahnya berbagai macam sakura disini. Plus akibat arus hangat di jepang yg datang lebih awal, membuat pohon sakura mekar di Kyoto sebulan lebih cepat dari biasanya ( puncak mekar sakura di april pertengahan) perjalanan ini bisa diselesaikan selama 30 menit. tapi kalo saya sih bisa 1 jam hihi. Arigatoo Kyoto si. Saya benar2 dibuat terpukau olehmu. padahal 4 hari saya menjelajahi Kyoto. tapi sepertinya harus nambah hari lagi nih utk explore all Kyoto detik detik dimana saga bamboo groove blum begitu ramai dan bentar lagi hampir ketabrak taxi gara2 terlalu fokus foto2
  33. 7 points
    Berawal dr obrolan dgn teman penggemar motor trail di Sumawe (Sumber Manjing Wetan) ternyata di pesisir Malang selatan ada 101 pantai. Wow...banyak banget, rasanya jalan2 tiap weekend selama setahun gak cukup utk menjelajah 101 pantai. Masalahnya...hanya beberapa pantai saja yg sdh ada akses jalan aspal, sementara pantai2 lainnya masih offroad. Saya rasa ini bukan destinasi yg cocok utk para flashpacker. Buat sampean yg suka jalan2 naik motor, yuk..mari kita keluarkan sedikit keringat utk mendorong motor melewati jalan terjal menjelajahi pantai dr timur (perbatasan Lumajang) sampai ke barat (perbatasan Blitar) 1 pantai LICIN Lokasi : Desa Lebakharjo, Kec. Ampelgading 2 pantai TENGER Lokasi : Desa Pujiharjo, Kec. Tirtoyudo 3 pantai SIPELOT Lokasi : Desa Pujiharjo, Kec. Tirtoyudo 4 pantai WEDI AWU Lokasi : Desa Purwodadi, Kec. Tirtoyudo 5 pantai PAKISAN Lokasi : Desa Purwodadi, Kec. Tirtoyudo 6 pantai WEDI PUTIH Lokasi : Desa Purwodadi, Kec. Tirtoyudo 7 pantai LENGGOKSONO Lokasi : Desa Purwodadi, Kec. Tirtoyudo 8 pantai BANYU ANJLOK Lokasi : Desa Purwodadi, Kec. Tirtoyudo 9 pantai BOLU-BOLU / BOWELE Lokasi : Desa Purwodadi, Kec. Tirtoyudo 10 pantai KLATAKAN Lokasi : Desa Sidoasri, Kec. Sumbermanjing 11 pantai PANCER Lokasi : Desa Sidoasri, Kec. Sumbermanjing 12 pantai TAMBAK ASRI Lokasi : Desa Sidoasri, Kec. Sumbermanjing 13 pantai PERAWAN SIDOASRI Lokasi : Desa Sidoasri, Kec. Sumbermanjing 14 pantai WEDEN CILIK Lokasi : Desa Tambakrejo, Kec. Sumbermanjing 15 pantai KALIAPUS Lokasi : Desa Tambakrejo, Kec. Sumbermanjing 16 pantai BATU Lokasi : Desa Tambakrejo, Kec. Sumbermanjing 17 pantai SENDIKI Lokasi : Desa Tambakrejo, Kec. Sumbermanjing 18 pantai TAMBAN Lokasi : Desa Tambakrejo, Kec. Sumbermanjing 19 pantai SENDANGBIRU Lokasi : Desa Tambakrejo, Kec. Sumbermanjing 20 pantai KONDANG BUNTUNG Lokasi : Desa Tambakrejo, Kec. Sumbermanjing 21 pantai TIGA WARNA / 3 WARNA Lokasi : Desa Tambakrejo, Kec. Sumbermanjing 22 pantai WATU PECAH Lokasi : Desa Tambakrejo, Kec. Sumbermanjing 23 pantai SAVANNA Lokasi : Desa Tambakrejo, Kec. Sumbermanjing 24 pantai MINI / PANTAI TORONTO Lokasi : Desa Tambakrejo, Kec. Sumbermanjing 25 pantai GATRA Lokasi : Desa Tambakrejo, Kec. Sumbermanjing 26 pantai CLUNGUP Lokasi : Desa Tambakrejo, Kec. Sumbermanjing 27 pantai TELUK ASMORO Lokasi : Desa Tambakrejo, Kec. Sumbermanjing 28 pantai TOMEN / TOMIN Lokasi : Desa Sitiarjo, Kec. Sumbermanjing 29 pantai MBANGSONG Lokasi : Desa Sitiarjo, Kec. Sumbermanjing 30 pantai SUMENGGUNG / PATHUKAN SUMENGGUNG Lokasi : Desa Sitiarjo, Kec. Sumbermanjing 31 pantai GOA CINA Lokasi : Desa Sitiarjo, Kec. Sumbermanjing 32 pantai WATU LETER Lokasi : Desa Sitiarjo, Kec. Sumbermanjing 33 pantai UNGAPAN Lokasi : Desa Gajahrejo, Kec. Gedangan 34 pantai BAJUL MATI Lokasi : Desa Gajahrejo, Kec. Gedangan 35 pantai JOLANGKUNG Lokasi : Desa Gajahrejo, Kec. Gedangan 36 pantai PARANG DOWO / PARANGLOT Lokasi : Desa Gajahrejo, Kec. Gedangan 37 pantai TELOK / NGELENGGUK Lokasi : Desa Gajahrejo, Kec. Gedangan 38 pantai KAJARAN Lokasi : Desa Gajahrejo, Kec. Gedangan 39 pantai WATU LEPEK Lokasi : Desa Gajahrejo, Kec. Gedangan 40 pantai BATU BENGKUNG Lokasi : Desa Gajahrejo, Kec. Gedangan 41 pantai WEDI KLOPO Lokasi : Desa Gajahrejo, Kec. Gedangan 42 pantai NGOPET Lokasi : Desa Gajahrejo, Kec. Gedangan 43 pantai PASANG Lokasi : Desa Gajahrejo, Kec. Gedangan 44 pantai KARANG TENGKORAK Lokasi : Desa Gajahrejo, Kec. Gedangan 45 pantai KARANG BOLONG Lokasi : Desa Gajahrejo, Kec. Gedangan 46 pantai PAWONAN / HEAVENLAND Lokasi : Desa Gajahrejo, Kec. Gedangan 47 pantai KLETEK'AN Lokasi : Desa Sindurejo, Kec. Gedangan 48 pantai NGUDEL Lokasi : Desa Sindurejo, Kec. Gedangan 49 pantai KUNCARAN / PUNCARAN Lokasi : Desa Sindurejo, Kec. Gedangan 50 pantai NGANDOL Lokasi : Desa Sindurejo, Kec. Gedangan 51 pantai NGANTEB / NGANTEP Lokasi : Desa Tumpakrejo, Kec. Gedangan 52 pantai TAMAN AYU Lokasi : Desa Tumpakrejo, Kec. Gedangan 53 pantai WONOGORO Lokasi : Desa Tulungrejo, Kec. Gedangan 54 pantai PESANGGRAHAN Lokasi : Desa Tulungrejo, Kec. Gedangan 55 pantai BALEKAMBANG Lokasi : Desa Srigonco, Kec. Bantur 56 pantai JEMBATAN PANJANG / LONG BRIDGE Lokasi : Desa Srigonco, Kec. Bantur 57 pantai SUMUR PITU / SUMUR 7 Lokasi : Desa Srigonco, Kec. Bantur 58 pantai ROWO GEBANG Lokasi : Desa Sumberbening, Kec. Bantur 59 pantai DALI PUTIH Lokasi : Desa Sumberbening, Kec. Bantur 60 pantai KONDANG MERAK Lokasi : Desa Sumberbening, Kec. Bantur 61 pantai SELOK Lokasi : Desa Sumberbening, Kec. Bantur 62 pantai SUGU Lokasi : Desa Bandungrejo, Kec. Bantur 63 pantai MBEHI Lokasi : Desa Bandungrejo, Kec. Bantur 64 pantai RANTE WULUNG Lokasi : Desa Bandungrejo, Kec. Bantur 65 pantai JEMBLUNG Lokasi : Desa Bandungrejo, Kec. Bantur 66 pantai JAGO KERENG Lokasi : Desa Bandungrejo, Kec. Bantur 67 pantai PRING JOWO Lokasi : Desa Bandungrejo, Kec. Bantur 68 pantai SONDEK Lokasi : Desa Bandungrejo, Kec. Bantur 69 pantai KONDANG IWAK Lokasi : Desa Banjarejo, Kec. Donomulyo 70 pantai KRAMBILAN Lokasi : Desa Banjarejo, Kec. Donomulyo 71 pantai SELING CIUT Lokasi : Desa Banjarejo, Kec. Donomulyo 72 pantai SELING OMBO Lokasi : Desa Banjarejo, Kec. Donomulyo 73 pantai SELING KATES Lokasi : Desa Banjarejo, Kec. Donomulyo 74 pantai MBANTOL / MBANTUL Lokasi : Desa Banjarejo, Kec. Donomulyo 75 pantai KEDUNG CELENG Lokasi : Desa Banjarejo, Kec. Donomulyo 76 pantai PULO DORO Lokasi : Desa Banjarejo, Kec. Donomulyo 77 pantai PAKUTO CIUT Lokasi : Desa Kedungsalam, Kec. Donomulyo 78 pantai PAKUTO OMBO Lokasi : Desa Kedungsalam, Kec. Donomulyo 79 pantai NGLEDAKAN Lokasi : Desa Kedungsalam, Kec. Donomulyo 80 pantai NJULEK Lokasi : Desa Kedungsalam, Kec. Donomulyo 81 pantai KONDANG ROWO Lokasi : Desa Kedungsalam, Kec. Donomulyo 82 pantai PANGOT GUO Lokasi : Desa Kedungsalam, Kec. Donomulyo 83 pantai PADAS PECAH Lokasi : Desa Kedungsalam, Kec. Donomulyo 84 pantai WEDEN CIUT Lokasi : Desa Kedungsalam, Kec. Donomulyo 85 pantai GUNUNG KOMBANG / WATU LAWANG Lokasi : Desa Kedungsalam, Kec. Donomulyo 86 pantai TELUK PUTRI Lokasi: Desa Kedungsalam, Kec. Donomulyo 87 pantai NGLIYEP Lokasi : Desa Kedungsalam, Kec. Donomulyo 88 pantai PASIR PANJANG Lokasi : Desa Kedungsalam, Kec. Donomulyo 89 pantai NGLURUNG Lokasi : Desa Kedungsalam, Kec. Donomulyo 90 pantai NGEKUL Lokasi : Desa Metaraman, Kec. Donomulyo 91 pantai CERUK Lokasi : Desa Metaraman, Kec. Donomulyo 92 pantai JONGGRING SALOKA Lokasi : Desa Metaraman, Kec. Donomulyo 93 pantai NGEBROS / WATU NGGEBROS Lokasi : Desa Metaraman, Kec. Donomulyo 94 pantai KIDANG Lokasi : Desa Purwodadi, Kec. Donomulyo 95 pantai KONDANG WETAN Lokasi : Desa Purwodadi, Kec. Donomulyo 96 pantai KONDANG BANDUNG Lokasi : Desa Purwodadi, Kec. Donomulyo 97 pantai BAKUNG Lokasi : Desa Sumberoto, Kec. Donomulyo 98 pantai KALIAN Lokasi : Desa Sumberoto, Kec. Donomulyo 99 pantai MRUTU Lokasi : Desa Sumberoto, Kec. Donomulyo 100 pantai NGOMBAK Lokasi : Desa Sumberoto, Kec. Donomulyo 101 pantai MODANGAN Lokasi : Desa Sumberoto, Kec. Donomulyo Bagaimana rute jalan menuju kesana ?? Mudah saja...kalo sampean gak punya GPS, banyak2lah bertanya pd warga masyarakat. Jangan pelit utk berbagi selembar rupiah buat warga yg bersedia jadi guide menuju lokasi. Sebaiknya sampean naik motor saja krn gak ada transportasi umum menuju kesana, kalopun ada elf/angkot pasti nunggu penumpang penuh baru berangkat. Asiknya naik motor itu.. bisa menggelinding sepanjang jalan setapak menuju pantai. Kalo sampean bawa mobil, terpaksa parkir sangat jauh dr pantai, kecuali pantai2 mainstream seperti Balekambang, Ngliyep, Goa Cina & Sendang Biru. FYI...Ada banyak pantai yg jaraknya saling berdekatan, hanya dipisahkan sebuah bukit & gak ada akses jalan yg bisa dilalui kendaraan, terpaksa sampean parkir motor & jalan kaki mendaki bukit utk turun ke pantai. Nah.. 1 pulau eksotis di Malang selatan apalagi kalo bukan pulau Sempu. Gak perlu saya deskripsikan, sampean pasti sdh tau, bahkan seluruh dunia juga tau eksotisnya pulau Sempu. Tapi sayangnya skrg sdh banyak sampah berserakan & gak ada petugas kebersihan. Biaya retribusi yg sampean bayarkan ternyata gak dikelola utk kebersihan, lebih parah lagi kelakukan wisatawan yg gak mau membawa kembali sampah mereka sendiri.
  34. 7 points
    feripwardoyo

    Sulawesi? Well..

    Saya gak pernah menyangka kalau perjalanan wisata bisa sampai semelelahkan ini. hahahaha.. Cabut dari Toraja jam 9 pagi, nyampai di penginapan di Tanjung Bira sekitar jam 2 dini hari. Rasanya rontok seluruh tulang dan persendian di badan. Tentang Sulawesi, tentang Makassar, Toraja dan Tanjung Bira in particularly, bisa dibilang saya agak kecewa karena kondisi yg tidak sesuai dengan ekspektasi saya. Oke, saya akui dari awal saya memang sudah agak drop waktu dengar jauhnya waktu dan jarak tempuh dari Makassar ke Toraja. Dan ternyata itu belum ada apa-apanya dibanding perjalanan dari Toraja ke Tanjung Bira. Hahahaha.. VideoWithAudio105_001.mp4 Jadi, kesan saya tentang trip kemaren ini: 1. Ternyata tak ada setetes pun darah Indiana Jones mengalir di dalam tubuh ini. Saya murni anak pantai.. son of a beach, indeed. Saya kurang menikmati atraksi keluar masuk gua dan naik turun tangga untuk melihat deretan tengkorak dalam kondisi tak terawat. Saya tau itu adalah sebuah tradisi, sebuah adat dan kebiasaan yg telah mendarah daging dan menjadi bagian dari kekayaan budaya Indonesia. Tapi waktu lihat tulang-tulang berserakan di Ke'Te Kesu' dan Londa, mau gak mau ingatan saya malah langsung terbang ke Tuol Sleng Genocide Museum di Kamboja. 2. Tanjung Bira itu overrated. Atau mungkin karena saya gak nginep di Amatoa jadinya saya gak merasakan hype dan buzz yg selama ini terpapar ke saya? Entahlah.. 3. Dari jaman Majapahit sampai Steller, dan mungkin sampai Palestina dan Israel nanti rukun seperti pasangan suami istri, mental buang sampah sembarangan tuh kayaknya gak bakalan bisa diilangin dari negeri ini. Gak di bandara, gak di gua, gak di pantai, sampah berserakan di mana-mana. Paling parah pas di Tanjung Bira, pas mau naik ke speed boat buat snorkeling, bungkus Citato dan botol Aqua mengambang mesra bersama plastik-plastik dan aneka bentuk sampah lainnya. Sedih itu ngabisin waktu 16 jam di jalan berharap ketemu pantai yg nyaman, tapi begitu nyampe malah ketemunya bungkus Citato. Itu kesan buruk saya.. Sekarang ganti bahas hala-hal sederhana tapi menyenangkan yg bikin trip kemaren terasa bearable. 4. Bener kata teman, orang Sulawesi itu ramah-ramah. Nada bicaranya halus dan gak pelit senyuman. 5. Kemaren keluar dari Makassar menuju Toraja, dibikin shock sama jeruk Bali. di Sulawesi namanya ajaib bener.. Gula-Gula Bencong. Hahahaha.. Mungkin karena rasanya yg manis enggak, asem pun juga kagak makanya dipanggil bencong. Tapi kata pak Rauf, driver, di Sulawesi yg bencong itu gak cuman Jeruk Bali, tapi juga kuda dan ayam. Walaupun ada embel-embel bencong, tapi kuda dan ayam yg khusus buat diadu ini konon selalu menang di setiap perjudian. 6. Di sekitar Toraja banyak bangunan berarsitektur kece dan tempat makan enak! Favorit saya rumah makan Mambo dan café Aras di Rantepao (pelayanannya super professional, luar biasa ramah walaupun udah dibombardir dengan sejuta pertanyaan oleh serombongan musafir lapar, dan pastinya menu yg dihidangkan sesuai selera.. Mambo hidangannya enak-enak dan atmosfernya kayak resto keluarga di Bandung, sedangkan Aras itu kayak masuk ke galeri seni lalu dihidangi makanan lezat dalam porsi jumbo. PUAS!!! maka tak mengherankan kalau mereka masuk dalam daftar must visit oleh majalah DestinAsian); bangunan gereja Immaculate Heart of Mary di Makale, dekat sama kolam berhias Patung Lakipadada sama patung kemenangan Indonesia di Rose Parade, Pasadena.  7. Toraja ternyata telah menjadi tempat berdirinya patung Yesus tertinggi di dunia. Konon patung Kristus Penebus di Rio de Janeiro yg tersohor itu masih kalah tinggi sama yg di Toraja. Shocking, eh?! 8. Kalo di Toraja ada Toraja Heritage Hotel yg super nyaman (check in jam 11 malam disambut minuman segar dan handuk dingin untuk menyeka wajah yg kusut, menu sarapan yg gak cuman enak dilihat tapi juga enak di lidah, bangunan bungalow berupa Tongkonan yg megah, serta pool yg asik buat renang dan acara minum-minum), di Bulukumba ada Kaluku Cottage. Ini penginapan benar-benar istimewa. Halamannya berupa pasir putih dan Pantai Bara, dikelilingi pohon kelapa yg super tinggi, dan kalau malam penerangan di sekitar cottage sangat temaram jadi taburan bintang terlihat jelas dan terasa dekat ke mata. Beruntung sekali kemaren malam langitnya cerah jadi bisa puas menikmati keindahan langit malam Bulukumba.  9. Benar kata bro @ariegato, Hotel Aston Makassar kece badai! Hehehehe.. 10. Di sekitar Losari ada penginapan cum tempat ngopi yg trendi dan baru seminggu beroperasi. Namanya POD House, konsepnya capsule hotel. Bisa jadi alternatif buat transit. 11. Jangan lupa mencicipi Pa'Piong serta Ballo', arak khas dari Sulawesi yg terbuat dari Palem, Nipa dan Lontar. Rasanya manis-manis kecut, kayak air tape gitu.. Segelas cuman 3 ribu. Ps. Teman perjalanan yg menyenangkan itu nolong.. BANGET!!! Well, at least udah pernah ke Sulawesi..
  35. 7 points
    Liburan Hari Raya Idul Adha tahun ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, kali ini saya merayakan Idul Adha di Malaysia. Saya berangkat H-1 sebelum Hari Raya Idul Adha, esok paginya saya ikut sholat Idul Adha di masjid. Setelah selesai sholat Idul Adha kembali ke rumah, bersalam-salaman dan menikmati kue, kami menuju ke rumah kerabat di Sungai Kertas untuk menyaksikan acara pemotongan hewan kurban. Kali ini daging kurban tidak dibagikan mentah kepada tetangga-tetangga, tetapi akan dimasak lalu mengundang tetangga untuk menikmati daging kurbannya. Jadi setelah selesai pemotongan hewan kurban, daging segera dipotong-potong untuk diolah menjadi berbagai menu masakan untuk dihidangkan pada malam harinya. Hari kedua Idul Adha adalah waktunya jalan-jalan, tujuan wisata kami adalah ke Colmar Tropicale Berjaya Hills. Colmar Tropicale merupakan model dari kota Colmar pada abad ke-16 di daerah timur laut Alsace, Perancis, juga menggabungkan desain dan arsitektur dan unsur-unsur dari desa desa kuno di sekitarnya, seperti Riquewihr, Turckheim and Kaysersberg. Realisasi desa bertema Perancis ini berasal dari wish list Perdana Menteri Malaysia ke empat yaitu Tun Dr. Mahathir bin Muhammad yang sangat terkesan pada saat kunjungannya ke wilayah Alsace. Lalu memberi gagasan kepada Tan Sri Vincent Tan, pendiri Berjaya Corporation Berhad untuk membuat replika serupa dengan Kota Colmar di Malaysia. Begitu kita keluar dari toll kita sekitar 2-3km kita akan menemukan dua papan penunjuk arah ke beberapa obyek wisata dari group Berjaya Co. Bhd, untuk menuju ke Colmar Tropicale kita belok ke kanan. Tak lama kemudian kami sampai di gerbang ticketing, membayar tiket masuk seharga RM 13 untuk dewasa, dan RM 8 untuk anak-anak. Di kawasan ini di paling depan terdapat Colmar Tropicale, lalu di atasnya ada adventure park, dan paling atas ada tempat parkir untuk ke Japanese Village dan Botanical Garden. Dari tempat parkir kita perlu menaiki 88 anak tangga sebelum kita lanjutkan berjalan kaki lagi menuju ke Botanical garden dan Japanese Village. Saya memilih untuk melihat-lihat kawasan Botanical Garden terlebih dahulu. Di bagian depan Botanical garden ini terdapat aneka tanaman hias dan kolam kecil. Disini juga terdapat satu restoran Jepang Ryo Zan Tei tempat untuk melepas lelah setelah berjalan menyusui Botanical Garden. Menyusuri jalan setapak yang menurun kita bisa mengamati aneka tumbuhan herbal maupun tumbuhan langka lainnya. Tanaman yang menarik buat saya adalah sejenis pohon anggur tapi lupa apa nama latinnya. Ada dua jenis yaitu warna pink dan merah, sangat cantiiik... Menyusuri jalan setapak yang menurun, dari kejauhan tampak bangunan Green House, saya pun melihat-lihat beberapa koleksi tanaman yang ada di dalamnya. Semakin jauh kita berjalan kita akan menuju kawasan hutan yang dihuni beberapa spesies monyet liar, bahkan dari sini pun terdengar suaranya yang bersahut-sahutan. Saya pun jadi takut dech, jadi memutuskan untuk keluar aja dari Botanical Garden. Setelah keluar dari Botanical Garden, kami berjalan menuju ke Japanese Village, terlebih dahulu mampir ke toko souvenier untuk beli minuman dan beli souvenier, saya membeli magnet tempelan kulkas bergambar Colmare Tropicale, saya beli 1 pax isi 3pcs seharga RM 10.50. Lanjut...memasuki Japanese Village kita menapaki jalan yang terbuat dari susunan batu-batu kecil di bawah rimbunnya pepohonan hutan hujan tropik. Lalu sampailah kami lokasi di taman dengan aliran sungai yang terdapat ikan koi di dalamnya. Di taman ini juga terdapat beberapa air terjun mini, sayang gambar air terjunnya tertutup badan saya. hehehe.... Japanese Village terletak 3,500 kaki di atas permukaan laut, ini merupakan Japanese Village yang pertama dari jenisnya yang berada di luar Jepang. Taman ini dirancang oleh arsitek terkenal Jepang, Kaio Ariizumi dan dibangun oleh tim dari 22 pengrajin terampil dari Jepang. Taman ini berada dalam hutan hujan tropis yang rimbun dan memiliki fitur menarik seperti Japanese Tea House, disini tamu dapat memilih untuk berpartisipasi dalam Upacara Teh (4 sesi setiap hari) di mana kita akan belajar lebih banyak tentang budaya Jepang atau menyewa kimono untuk berfoto. Setelah keluar dari Japanese Garden, kami kembali ke tempat parkir berhubung tadi sebelum berangkat lupa ga isi BBM maka kami berniat untuk naik bus shuttle untuk ke Colmare Tropicale, tapi setelah bertanya ke security ternyata bus shuttlenya sedang ada masalah atau bahkan rusak, jadi mungkin harus menunggu agak lama. Akhirnya kami bawa mobil aja langsung ke Colmar Tropicale, kami sempat berhenti sebentar di gedung parkir yang berada di bagian depan hotel, bangunan berada di sebelah The Chateau. Gedung parkirannya mirip kastil gitu dech, dari atas kita bisa berfoto dengan latar belakang bangunan Colmare Tropicale. Selesai berfoto, kami lanjut menuju tempat parkir yang berada di bawah lobby hotel Colmar Tropicale, lalu naik lift menuju lobby hotel daaan...taraaaa....sampailah kami di Kota Colmar. Saatnya berfoto-foto...hehehe... Untuk mendapatkan view dari atas, kita bisa naik ke menara yang berada di ujung Colmar Tropicale ini, kita bisa naik lift atau naik tangga. Menara pandang ini terdiri dari 3 lantai, dari atas kita bisa melihat pemandangan bukit di seberang dengan beberapa bangunan bungalow di atasnya. Kami juga sempat menyaksikan pertunjukan tari di stage performance, pengunjung yang berminat juga boleh ikutan menari di atas panggung kok. Kalo saya sih pilih nonton dan berfoto bersama penarinya aja dech. Berikut Jadwal stage performance-nya; Di sini juga terdapat beberapa fasilitas seperti toko souvenier, toko roti, restaurant, tempat bermain anak, 6D motion ride, dll. Berjalan ke bagian ujung luar, kita bisa menuruni tangga untuk menuju ke kanal kecil, diatas aliran kanal ini terdapat beberapa angsa hitam dan putih yang berenang-renang. Terdapat tanda larangan untuk tidak memberi makan, tapi saya melihat beberapa pengunjung memberi makan tuch. hehehe... Setelah berfoto di dekat kanal ini saya kembali ke atas, untuk ambil gambar di bagian jembatan kastil ini, tapi sayaang saya lupa ga berfoto di depan air mancur yang ada patung burung bangaunya. hehehe... Oh ya, sewaktu saya foto-foto di atas jembatan ini tiba-tiba ada cewek panggil-panggil saya, "mak cik mak cik, boleh minta tolong fotokan saya?" Saya langsung noleh, saya bilang "mba dari Jakarta? Saya juga dari Jakarta lho". Dia jawab "Saya dari Bekasi". Lalu saya bilang, baiklah mari saya fotokan. Saya fotokan beberapa pose. Lalu kami berpisah disitu. Setelah itu kami pun kemudian memutuskan untuk pulang karena sudah mulai lapar, tapi sepertinya kami ingin makan siang di rest area Genting Sempah aja, yang lokasinya tak jauh dari terowongan genting sempah. NB : Untuk ke Colmare Tropicale bisa juga naik Shuttle bus dari Berjaya Times Square Kuala Lumpur. Harga tiket (sudah termasuk tiket bus PP, tiket masuk wisata ke Japanese Village dan Botanical Garden) : Dewasa : RM 60 Anak-anak : RM 55 Sebaiknya membeli tiket 1 hari sebelum keberangkatan untuk menghindari full booked. Info lebih lanjut tentang jadwal shuttle bus silahkan baca di http://www.colmartropicale.com.my/services.php
  36. 7 points
    Sore kemaren, Jum’at 8 April 2016 Mas Kenzie @Dhistiraz dan Temen2nya para DJ dari ENTRANCE Music Temple Medan mengajak saya jalan-jalan nyari isian perut ( kuliner ). Pada saat pembahasan sebenarnya kami pun sedang berada di resto yang cukup cozy yaitu Distrik 10 yang bertempat di Gedung Forum 9 atau Plaza CIMB Niaga Jalan Imam Bonjol Medan, namun karena salah satu temen mas kenzie ( DJ Cavin ) dapat kiriman Pic ( Photo ) Martabak + hantu Kuntilanak dari temennya, langsung aja dia call temennya itu dan menanyakan alamat lapak martabak itu, dan saat itu juga kami sepakat untuk melihat dan mengunjungi lapak jualan martabak yang rada nyeremin hanya sekedar untuk memuaskan rasa penasaran kami. Sekitar pukul 7 malam kami menuju tempat jualan Martabak yang ternyata alamatnya sangat mudah di jangkau yaitu di Jl. Gatot Subroto Simpang Jl. Merbau, persisnya di samping kiri Plaza Medan Fair. Setelah memarkir mobil di body jalan sebelah kanan ( karena arus jalan searah jadi boleh parkiri di sebelah kanan jalan ), kami pun keluar dan langsung menuju tempat duduk yang pada saat itu kebetulan masih di lap dan di susun. Owh… ternyata Jualan Martabak ini baru buka jam 7.30 malam,ohh..pantesan masih sepi… Sambil menunggu mereka beres-beres dan menyiapkan lapak dan segala menunya kami pun duduk di tempat duduk yang kebetulan sudah bersih, sambil tetep bercerita sana sini, iseng saya memperhatikan mereka para pekerja dan para koki yang sedang mempersiapkan segala kebutuhan. Guys ,.. perlu saya gambarkan bahwa tempat jualan martabak ini bukanlah tempat yang permanen, namun hanya menggunakan 1 unit Mobil Pick Up yang di sulap jadi counter dagangan, dan mereka menggunakan halaman pertokoan yang memang cukup luas untuk meletakan meja kursi sebagai tempat bagi pengunjung untuk menikmati sajian.. Deg !!! .. pas melihat sisi kanan mobil yang rada gelap saya melihat sekelebat bayangan putih berambut panjang dengan mata melotot yang di sekelilingnya berwarna hitam… Seremmm!!! Setelah saya perhatikan dengan seksama.. Owhhh ternyata mereka para Waitress yang sedang berdandan ala Hantu-hantu yang menyeramkan khas Indonesia, Ada Kuntul eh Kuntilanak, Wewe Gombel, Pocong, Hantu Tengkorak dan ada juga Iblis kepala merah, mungkin temennya Hell Boy. Dan tanpa saya sadari begitu saya kembali melihat ke sisi kiri dimana meja-meja tadi sedang di susun, ternyata sekarang sudah penuh dengan pengunjung… bahkan sudah ada yang ngantri karena nggak kebagian meja… wah ternyata tempat ini menjadi sangat membuat orang penasaran untuk mengunjunginya, sehingga hanya dalam waktu sekitar setengah jam saja semua meja sudah penuuuhh!! Ow..ow..ow… untung saja kami datang lebih awal, kalo nggak bakal berdiri juga kayaknya.. OK Guys, akhirnya mas Kenzie memanggil salah satu kuntilanak yang sedang memegang menu order, dan dia pun menghampiri kami tanpa senyuman…. Siniss dengan mata tajam melotot yang menambah suasana makin nggregess.. mungkin inilah suasana yang membuat orang tertarik datang karena penasaran dengan info yang mereka dapat dari mulut-kemulut & Medsos. Sambil menunggu pesanan makanan ( Martabak ) yang kami pesan, tak mau kalah dengan para pengunjung lain kami pun mengajak si kuntilanak untuk berphoto bareng… untung dia nggak bilang “ Baaang…Sate nya 50 tusuuukk..!!! “ Guys… Selain sibuk untuk menulis orderan, para hantu juga di buat sibuk oleh para pengunjung yang meminta untuk selfie bareng… bahkan malah ada anak-anak yang nangis karena ketakutan hahahahha Daann… akhirnya menu pesanan kami pun tiba… karena perut kami memang sudah terisi sebelumnya di Distrik 10 tadi, ya kami hanya memesan Roti Cane kuah kari + 1 porsi Martabak Horor yang di makan rame2. Yang penting rasa penasaran kami sudah terpuaskan… Karena kami kasihan melihat seorang ibu-ibu muda cantik yang lagi hamil beserta anak dan suaminya yang dari tadi ngantri… akhirnya kamipun mempersilahkan si ibu-cantik tadi untuk bergantian duduk di meja kami sebelum pengunjung yang lain mendudukinya… dan sebelum meninggalkan meja kami pun memanggil hantu kuntilanak untuk mengitung harga pesanan kami sekalian minta billnya. Nah… ada yang menarik Guys… ternyata para Hantu (waitress) dilarang terima Tips dari pengunjung !! taunya hal ini karena pas mereka memberikan kembalian dan saya bermaksud memberikan tips buat mereka, mereka menolaknya dengan alasan “ kami dilarang menerima Tips mas… Makasih ya mass…dan mohon maaf…” OK lah…. Nice Bisnis… saya pikir.. Jadi Guys… yang berada di kota medan dan sekitarnya colek @Muhammad Al Aufa, @just0682, @pancaiwa, @arie arhen lingga, @dhiedhut, @Weny Woyla, @Arrizqi Fadhilah, @thepo, atau temen-temen yang dari luar kota yang kebetulan sedang berada di kota Medan, Kuliner MARTABAK HOROR , mungkin bisa menjadi spot kuliner yang menarik untuk di kunjungi. Karena lokasinya yang sangat mudah di jangkau…karena berada di pusat kota.. Berikut Info Lengkapnya : MARTABAK HOROR Lokasi : Jl. Gatot Subroto Simpang Jl. Merbau , Patokannya adalah Plaza Medan Fair, silahkan jalan ke kirinya disaamping Fly Over sekitar 30 Meteran saja. Buka : Jam 19.30 - abis ( sekitar jam 1 an ) Menu/Harga : Lihat di photo Menu Suasana : nuansa Menyeramkan, asik buat berselfie dengan para hantu Tips : Datanglah lebih cepat sekitar jam 19.00 malam, lebih cepat setengah jam dari jam buka 19.30 wib , agar temen2 tidak rebutan meja dengan pengunjung lain, karena begitu mereka selesai mengelap meja biasanya sudah ada pengunjung yang menunggunya…
  37. 7 points
    Di penghujung tahun 2015, saya memutuskan untuk mengajak si emak untuk backpackingan ke Maldives selama 5 hari 4 malam. Awalnya si emak bahkan ngga tau apa dan dimana Maldives itu, saya cuman cerita kalo Maldives itu sebuah negara yg isinya pantai, sampai akhirnya si emak bisa merasakan sendiri keindahan dan kehangatan negara ini. Sesuai dengan judulnya "backpacker", selama disana kami tidak menginap di resort-resort yg mahal itu, namun menginap dan membaur di pulau tempat masyarakat lokal tinggal. Mengapa Maldives ? Pertama saya ingin tempat liburan yang suhunya bersahabat dengan emak saya yang notabene tidak tahan suhu dingin, kedua saya belum pernah ke Maldives jadi lumayan buat nambah referensi Indonesia Raya Project saya. Akhirnya Indonesia Raya bisa berkibar di Maldives Kondisi Umum Maldives adalah negara kepulauan mirip dengan Indonesia tapi jauh lebih kecil. Letaknya kira-kira di bawah India & Srilanka. Transportasi utama di sana adalah Pesawat Laut dan kapal. Untuk Kapal ada dua pilihan Ferry Lokal punya pemerintah atau Private Boat Swasta / Punya Hotel. Pada jaman dahulu kala (jaman dimana saya masih bersama sang mantan), jika ingin berkunjung ke Maldives kita wajib nginap di resort-resort yang mahal itu, seiring bertambahnya waktu pulau lokal (yang punya pantai tidak kalah cantiknya) pun berlomba-lomba membuka diri. Mereka mulai membangun hotel dan guest house dengan harga terjangkau bagi para wisatawan yang ingin merasakan sensasi berlibur di Maldives. Pulau lokal ini adalah pulau tempat masyarakat asli Maldives tinggal. Untuk pemegang pasport Indonesia kita bisa masuk free ke Maldives 30 hari tanpa visa, jadi semuanya serba mudah. Rute penerbangan bisa ditempuh via Jakarta-Kuala Lumpur-Male ato Jakarta-Singapore-Male tergantung kebutuhan jam penerbangan yang diinginkan. Bahasa yang mereka gunakan disana adalah bahasa Divehi, terdengar sih kaya mirip-mirip bahasa India (hanya mirip menurut telinga saya). Namun jangan khawatir, selama saya disana mereka kebanyakan sangat fasih berbahasa Inggris dan beberapa dari mereka berbicara dengan nada suara yg terdengar halus. *udah berasa kaya di Solo nih :D. Mata uang disana menggunakan Maldivian Rufiyaa (MVR) yang kalo kita google itu mata uang bisa stabil banget dari tahun ke tahun, selain itu mereka disana juga menerima pembayaran berupa USD. Bawalah uang USD secukupnya, begitu sampai di airport ada beberapa money changer yang siap membantu kamu, mesin ATM juga ada jadi bisa buat tarik tunai. Sebelum berangkat perkirakan dahulu pengeluaran kamu selama disana, sehingga kamu ga over uang Maldives (takut susah buah tukar lagi). Biaya hidup di Maldives tergolong lumayan tinggi, untuk sekali makan dengan menu standard (Nasi, Ikan, Salad/Acar, Air Mineral) adalah sekitar 70-150 MVR. Tergantung apa yang dimakan dan di daerah mana kita makan. Di Male jauh lebih murah dibandingkan dengan di Maafushi. Male Ibukota Maldives adalah Male. Airport dan Kota Male adalah dua pulau yang terpisah, jadi habis kamu landing kamu keluar airport menuju pelabuhan ferry ke Kota Male (Hulhumale Ferry Terminal). Tarif Ferry dari Airport ke kota Male adalah 10 MVR dengan lama perjalanan sekitar 10 menit. Dari Male barulah kamu ke pelabuhan Ferry satunya (Vilingili Ferry Terminal) untuk menuju ke pulau lokal tujuan kamu (Gulhi / Maafushi / Guraidhoo) Ferry Lokal menuju pulau lokal memiliki jam operasional tersendiri (bisa liat di download di itinerary) jadi kamu bisa sesuaiin aja dengan jadwal penerbanganmu, jika tidak memungkinkan untuk melanjutkan perjalanan lagi ke pulau lokal maka kita harus menginap di kota Male. Ada banyak penginapan di kota Male, dari yang ratusan ribu sampe jutaan rupiah, semua tergantung lagi dengan spesifikasinya. Tapi biasanya kota Male cuman sekedar dijadikan tempat transit sebelum menuju pulau yang dikehendaki. Kota Male hanya seluas 1 Km2, jadi lumayan kecil untuk ukuran sebuah ibukota. Kota Male dan Airport adalah dua daratan yang terpisah MVR : Maldivian Rufiyaa Salah satu sudut kota Male Laze Hotel - Male Kalo di Indo mungkin Ace Hardware Pelabuhan Niaga di kota Male Ruang tunggu Lokal Ferry - Male Suasana di dalam Ferry Lokal Pemberitahuan Ala Manual Maafushi Ada 3 pulau lokal terkenal di Maldives yang biasa dijadiin tempat wisata "murah" buat kaum wisatawan : Gulhi, Maafushi, Guraidhoo, meskipun masih ada banyak lagi pulau-pulau yang asyik untuk dikunjungin. Sejauh pengamatan saya selama disana, Maafushi adalah pulau yang paling ngehits diantara dua pulau lainnya. Untuk menuju pulau ini kamu bisa menggunakan Ferry Lokal (22 MVR /person) atau dengan jasa private boat punya hotel (20-25$ / person ato 100$ / boat). Ferry lokal beroperasi setiap hari kecuali hari Jumat. Kalo menggunakan Ferry Lokal berarti kamu harus berangkat dari kota Male dan jika kamu menggunakan private boat bisa langsung dari airport. Jangan khawatir untuk menemukan hotel tempat tinggal kita karena begitu tiba di Maafushi kita sudah disambut dengan crew hotel sambil megang papan nama hotel kita (dah kaya di Macau kan yah?? :D) Crystal Sands, Kaani Beach Hotel, White Shell Beach inn adalah 3 hotel yang menurut saya paling OK dan harga yang 'lumayan' (silahkan membaca reviewnya disini). Sekali makan di pulau Maafushi berkisar 100 MVR ato 100 ribuan (nasi + ikan + salad + air mineral), menurut hemat saya semakin jauh dengan pantai harga agak sedikit lebih murah tapi kalo lagi males terpaksa makan sebelah hotel. Ow iya, butuh waktu yang lumayan (sekitar 30mnt lebih) untuk menu kamu bisa tersaji setelah kamu order, jadi pastikan kamu disana pada saat kondisi lapar-sedang dan jangan pada kondisi lapar-banget, ntar pingsan Ada beberapa vendor / penyedia jasa layanan hiburan air untuk kamu bisa bermain-main asyik disekitar pantai kaya Jet Ski, Kayaking, Diving, Day Tour, dsb. Day tour juga bermacam-macam, sesuai aktivitas yang kamu senangi, ada half day snorkling, special day tour, night fishing, dll. Untuk night fishing (30$/person) pastikan kamu tahan dengan gelombang laut karena kondisinya kita akan mancing di tengah laut dengan gelombang yang lumayan kuat. Kalo kamu suka pusing dengan gelombang laut, mending jangan. Aktifitas tersebut dimulai sekitar jam 5.30pm sampai dengan 8 pm, ada dua keuntungan yang kamu dapat disini, kamu bisa liat sunset cantik plus dapat makan malam gratis berupa ikan fresh hasil tangkapan kamu tadi yang akan dimasak oleh pihak hotel, semuanya sudah included di paketnya. Bagi kamu (dan juga saya) yang punya budget pas-pasan tapi tetep pengen ngerasain gimana enaknya Resort Mahal itu, kamu bisa ambil one day tour untuk mengunjungi resort mahal tersebut. Berangkat pagi dan pulang sore dengan biaya sekitar 100-150$ , tergantung resort yang kamu inginkan. Biaya tersebut termasuk biaya fasilitas resort seperti fitness, snorkling di pantai sekitar resort, makan siang buffet, dsb. Kecuali numpang tidur siang di kamarnya itu tidak termasuk yah. Jadi lumayan kan bisa buat pamer poto selfie2 hedon Maldives adalah negara mayoritas penduduk Muslim, jadi kita tidak diperbolehkan pake bikini jalan-jalan di pantai seenaknya. Ada area pantai tertentu yang diberi pagar pembatas untuk area kita bisa bebas berbikini. Harap diingat bikini hanya untuk wanita, laki2 jangan ya, cukup saya aja yang melakukan kesalahan itu. Bagi kamu yang Muslim jangan khawatir ga bisa Sholat Jumat karena disana ada beberapa mesjid dan selama jam Sholat Jumat biasanya semua toko dan tempat makan tutup dan buka lagi setelah jam Sholat berakhir. Tidak ada minuman beralkohol di pulau lokal ini dan bawa dari luar pun adalah tindakan yang dilarang jadi yaa lumayan juga kan jadi hidup sehat. Disana kami menghabiskan malam tahun baru bersama seluruh wisatawan lainnya dengan acara "jingkrak bareng" diiringi musik dari abang DJ di pinggir pantai dan diakhiri dengan pesta kembang api yang cukup OK. Suasana penjemputan oleh staf hotel di pelabuhan Maafushi Peta Letak Pantai bermain di pulau Maafushi Kaani Beach Hotel Sun Deck Hotel Kaani Beach Pembangunan hotel-hotel di pulau lokal yang kini mulai pesat Pagar Khusus Bikini Area Begini kira-kira ketika kita masuk area dalem pagar tadi... Bersiap untuk Night Fishing Tangkapan Night Fishing hari itu, tapi kok yang dimasak sedikit ya ? Makan siang di Sandbank aka Gusung Harus di coba "Maldives Hammock" Pesta Tahun Baruan di Maafushi Kesimpulan Jika ditanya apa bedanya Maldives dengan Bali / Lombok / Derawan ? Di Indo kan juga punya tempat dan resort yang ga kalah ama Maldives, jadi untuk apa kesana? Sejauh pengalaman saya, Indonesia memang tak kalah dengan negara lain dalam hal destinasi, tapi terkadang perjalanan tidak melulu hanya masalah tujuannya semata, tapi proses perjalanan dan pengalaman selama prosesnya memiliki sensasi yang berbeda-beda dan hal itu tidak bisa kita dapatkan di satu tempat dan perjalanan yang sama. Saya masih teringat perkataan salah seorang traveller favorit saya, Bill Weir : Travel before they change, forever. Seiring bertambahnya waktu dan perkembangan zaman, pulau lokal di Maldives kini telah mengalami kemajuan yang pesat. Hotel-hotel mulai semakin tumbuh menjamur dan tentunya akan semakin mengundang lebih banyak wisatawan untuk berkunjung kesana. Hal ini tentu sedikit banyak akan mempengaruhi alam sekitarnya. Jadi ketika ditanya apakah perjalanan ke sana worthed it atau tidak ? maka jawabannya adalah iyess, Its Worthed It ! Travel now, before they change... Bagi kamu yang perlu data rincian perjalanan serta itinerary lengkap bisa di download di sini Semoga bisa bermanfaat, dan Never Stop Travelling. ~AMANK~
  38. 7 points
    KOPDAR Pertama Regional SUMUT ( Medan ), Sabtu, 27 Februari 2016 Akhirnya... Rencana yang sudah lamaaa banget terlaksana juga. Sudah sekitar 3 tahunan lalu rencana kopdar untuk komunitas J2 regional Sumut direncanakan, tapi karena kesibukan dan komunikasi antar jalan2ners yang se ibarat sandi morse " titik garis titik garis " jadi rencana itu belum sempet terlaksana. But, Alhamdulillah dengan rencana yang dibuat mendadak hanya sekitar 4 hari sebelum hari H, malah bisa kelaksana.. Terima kasih kepada Mimin & Momod ( mas Rudi & Mas Deffa ) yang sudah banyak menyemangati dan mendorong anggota komunitas regional Sumut untuk saling bersilaturahmi dengan mengadakan KOPDAR meskipun hanya dimulai dengan 3 atau 4 orang terlebih dahulu. Dan Alhamdulillah Kopdar pertama Regional Sumut di Mulai dengan kehadiran 8 orang anggota komunitas yakni : Kenzie @Dhistiraz, Aufa @Muhammad Al Aufa, Weny @Weny Woyla, Vean @Vean Tristan, Anjas @just0682, Panca @pancaiwa, Rika dan Vika. Kopdarnya Seru ?.. Iyaaaa..!! Meskipun baru 8 orang yang bisa ngumpul tapi suaranya paling rame dari sekian meja pengunjung di cafe...suaranya gede gede soalnya harus rebutan ama suara vokalis band di sebelah, jadi pas music tiba-tiba berhenti nah ketahuan tuh meja kita yang paling gede volumenya.. Meskipun baru pada ketemu, rasanya seperti udah temenan lama, nggak ada ja'im nggak ada ego, nggak ada who are You / who I am, semua haha hehe...... dari jam 18.30 wib kami mulai ngumpul sampai setengah satu malem, banyak yang kami bahas, mulai dari saling tukar pengalaman wisata, kuliner, destinasi sampai bahas harga tiket, namun yang paling menarik adalah bahas rencana explore Wisata lokal, Yakni Wisata Tangkahan. Tangkahan adalah sebuah kawasan di Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL), Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Mungkin ada satu atau 2 orang yang sudah pernah kesana, tapi jika perginya bareng-bareng dengan anggota komunitas jalan2ners ASYIKNYA pasti BEDA...!! Menurut rencana Wisata Tangkahan di adakan sekitar tanggal 25,26,27 Maret, kebetulan rada panjang jadi bisa nginap disana, tapi tanggal pasnya kami masih akan membahasnya kembali, termasuk jumlah peserta dan ini itu nya. Kami sih berharap nanti temen-temen jalan2ers regional Sumut bisa ikut bergabung dan berwisata bareng biar rame dan asyik !. Berikut info photo wisata Tangkahan : Buat temen-temen regional Sumut yang belum sempet ikut kopdar, mudah-mudahan bisa ikut di kopdar mendatang... untuk komunikasi silahkan follow & PM. Dan sebagai penutup saya ucapkan Thanks so much buat temen -temen yang udah bisa hadir di kopdar tadi malam. Salam wisata...... ( ada nggak ya salam ini ? )
  39. 7 points
    adel_lia

    Paris Van Java Amazing Race

    Setelah sukses dengan Batavia Amazing Race yang mengakibatkan momod @deffa and team nyasar ke Angke pada 2014 dan Part 2 yang mengakibatkan peserta pusing di Petak 9 pada 2015 lalu, serta untuk memenuhi permintaan dan mempererat tali silaturahmi dengan konsep edukasi dalam suatu perjalanan, maka kami dari Regional Jabodetabek ingin menyelenggarakan Amazing Race Part 3. Amazing Race kali ini sudah pasti beda dengan yang sebelumnya. Akan lebih banyak hadiah, peserta, dan pengalaman seru lainnya. Lokasinya sendiri berbeda dengan race yang sebelumnya. Selain itu akan ada sedikit aksi sosial yang akan kita lakukan sebagai bentuk kepedulian kita terhadap lingkungan sekitar. Bandung, adalah kota yang kami pilih untuk Amazing Race kali ini. Kenapa Bandung? Harusnya akan ada saja alasan di benak Jalan2ers, kenapa selalu pergi ke Bandung meskipun sudah pernah ke sana. Apaan hayo? Buat Pe eR masing-masing aja yah tapi boleh kok kalau mau di-sharing di comment bawah ini..sekalian tsurhat juga boleh ;p ParisJ Van Java Amazing Race Akan diselenggarakan di Bandung Pada 12 s.d 13 Maret 2016 (Sabtu-Minggu) Karena ini merupakan gathering, jadi peserta diwajibkan untuk menginap untuk acara makrab dan pembagian hadiah plus pedekate lainnya juga boleh lah yaw Berapa biaya yang harus dikeluarkan masing-masing peserta? Sharecost (minimal 30 orang) sebesar: 1. Rp 550.000 untuk peserta dari Jakarta, include: - Transportasi dari Jakarta ke Bandung PP (ELF) - Sharecost Penginapan (Villa) - Makan malam & sarapan di Villa - Perlengkapan games (transport+hang makan+lain2) - HTM Tahura - Hadiah & Doorprize* 2. Rp 350.000 bagi yang ketemuan di Bandung, include: - Sharecost Penginapan (Villa) - Makan malam & sarapan di Villa - Perlengkapan games (transport+uang makan+lain2) - Transport dari Bandung ke Villa & Tahura (one wat + angkutan umum) - HTM Tahura - Hadiah & Doorprize* Cara daftarnya bagaimana? 1. Berikan nama lengkap, ID di foru, domisili & No. Hp yang dapat dihubungi dengan format: Nama Lengkap / ID di forum / Domisili / No. Hp yang dapat dihubungi Contoh: Adel / @adel_lia / Jakarta / 081319808989 2. Melakukan transfer Down Payment (DP) sebesar Rp 250.000 paling lambat tgl. 27 Februari 2016, ke no. rekening berikut: - BCA 1062231747 a.n. Lia Maya Sari - BRI 1177 01 002330 508 a.n. Arda Fauzi Fabriano - Bank Mandiri 103 00061 84317 a.n. Andi Indrawaty Note: DP tidak dapat dikembalikan kecuali ganti peserta (non refunable) 3. Melakukan pelunasan sebelum tgl. 5 Maret 2016. ITINERARY: Sabtu, 12 Maret 2016 06.00 WIB - Berkumpul di Depan Menara Bidakara (untuk yang dari Jakarta) 06.30 WIB - OTW Ke Bandung 10.00 WIB – Tiba di Bandung dan, Berkumpul di Lapangan Depan Telkom Surapati untuk regional Bandung 11.00 WIB – Start Amazing Race 16.00 WIB – Race selesai 16.30 WIB – OTW ke Villa di Dago Pakar 17.30 WIB – Tiba di Villa, bersih-besih, sholat, dsb. 19.00 WIB – Makan malam, Makrab & Pembagian Hadiah 21.00 WIB – Selesai, acara bebas Minggu, 13 Maret 2016 07.00 WIB - Sarapan, persiapan pulang & foto bersama 08.00 WIB - OTW ke Tahura 11.00 WIB - OTW ke Bandung kota 12.00 WIB - Beli oleh-oleh & ishoma 14.00 WIB - OTW ke Jakarta 19.00 WIB – Tiba di Jakarta, see you next event Acara ini terbuka untuk member Jalan2.com dari regional selain Jabodetabek dan juga terbuka untuk umum asalkan dapat menyesuaikan dengan tema acara kita More info: - Adel: 0813 1980 8989 (WA/Call/Line) - Qonita: 0856 7938 032 (WA only) - Rara: 0813 5492 0666 (WA/Call/Line) Cc: @Jalan2 @deffa @kyosash mohon dibantu Pengetahuan tambahan untuk yang belum mengetahui mengenai Amazing Race yang diadopsi dari aslinya yang merupakan acara Televisi dengan judul "The Amazing Race". Jadi, Amazing Race yang kita maksud di sini adalah suatu permainan yang melibatkan beberapa peserta untuk dijadikan dalam beberapa kelompok, untuk berlomba menjelajahi tempat yang dimaksud, khususnya tempat-tempat yang berkaitan dengan pariwisata dan tempat-tempat bersejarah lainnya, melalui pemecahan clue-clue yang telah disediakan panitia. Dalam permainan ini, peserta tidak boleh membawa alat bayar lain selain yang diberikan oleh panitia. Peserta juga harus menyelesaikan tantangan-tantangan yang diberikan oleh panitia untuk menuju finish dan menjadi pemenang. Apa sih yang didapat dari permainan ini? Tujuan kami membuat permainan ini adalah ingin lebih memperkenalkan apa yang tersembunyi dari temp at tersebut. Selain itu, peserta akan mendapatkan tambahan pengetahuan mengenai moda transportasi dan bagaimana kerjasama dalam tim. Oleh karenanya, Amazing Race yang kita buat bukanlah permainan biasa. Penasaran? Makanya ikutan yuk! Nggak bakalan nyesel kok, palingan cuma ketagihan aja sih Daftar Peserta Dari Jakarta (terbatas): 1. @adel_lia 2. @bobbow 3. @rara indrawaty 4. @sari Suwito . 5. @susan . 6. @andi Darmawan . 7. Mala Hayati . 8. Rahma . 9. Vonny Ramali 1 . 10. Vonny Ramali 2 . 11. @indra99 . 12. Stephanie . 13. Yeni . 14. @eunisye 15. 16. 17. 18. 19. (Hanya 19 seats) Peserta dari Bandung: 1. @qonitash 2. @arda fauzi Fabriano 3. @diyanamatir 5. @anitsuya . 6. Anggi . 7. @KABULRIYANTO 8. ... 20.
  40. 7 points
    TRIP REPORT HONGKONG-MACAU-SINGAPORE 17 -25 Oktober 2015 Halo lg guys, mo nulis FR lg nih, kali ini trip ke Hong Kong, Macau dan Singapore selama 1 minggu pada tanggal 18 Oktober - 24 Oktober 2015 lalu. Seperti biasa, saya pergi bersama pasukan, istri dan anak saya, bertiga aja kemana2 :) Sebenernya trip kali ini ga terpikir sebelumya, saya sudah rencana mau ngetrip jauh2 hari, tapi trip domestik. Berhubung sikon kantor kurang kondusif, maksudnya kepastian ijin cuti saya belum didapat dikarenakan hal-hal tertentu sehingga posisi saya waktu itu diPHPin sama kantor. Jadinya semua urusan tiket pesawat, hotel dan lain2 sama sekali blm saya urus. Jelang hari H, kira2 seminggu sblm hari H, eh itu ijin tau-tau keluar ijinnya. Cek cek cek...ternyata tiket ke destinasi domestik saya harganya sudah naik. Ga tau kenapa tiba - tiba terbersit ngerubah haluan...ke Hong Kong!!! Dan saat itu juga saya hunting tiket, penginapan dll. Tiket ke HK dan ke destinasi domestik saya ga jauh bedanya ternyata. Ya sudah sy putuskan saja ke HK. Langsung saja ya... Day #1 Sabtu 17 Oktober 2015 : Makassar - Jakarta - Singapore Ada pengalaman yang cukup bikin kesel stengah mati. Pada tanggal 18 kami berangkat dari Makassar. Jadwal penerbangan pada pukul 14.05 wita. Kami berangkat dari rumah pukul 12.30 wita. Dengan harapan biar cepet kelar urusan, langsung tinggal nungguin aja flightnya. Eh sudah pukul 15.00 baru ada pengumuman kalau delay, mundur jadi jam 16.30. Saya mulai berhitung kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi. Jika jam segitu berangkat berarti masih aman penerbangan lanjutan di CGKnya. Ya sudah tenang - tenang saja. Tapi ternyata sampai jam 16.30 pun tidak ada tanda - tanda kehadiran pesawatnya. Mulai gusarlah saya. Kembali berhitung dan mengira - ngira hmmm... Perkiraan dan kekawatiran saya pun benar terjadi bahwa pesawat akan baru take off jam 18.30, meleset sedikit yaitu tepatnya jam 18.15 wita. Pupus sudah, hangus tiket saya dari CGK-SIN hiks . Pesawat lanjutan ke SIN adalah menggunakan TR jam 19.40 wib. Secara teori, saya sudah mencoba merancang kemungkinan-kemungkinan yang akan tercover jeda durasi dari penerbangan 1 dari Makassar ke penerbangan 2 dari Jakrta yaitu selama 6 jam. Namun apa mau dikata, kenyataan jauh berbeda. Sampai CGK jam 19.30. 10 menit kemudian saya sampai di terminal 2. Harapan saya, pesawat TRnya delay haha . Nanya mbak - mbak counter ternyata pesawatnya on time berangkatnya. Ironisnya, pas saya sampai terminal 2, pas pada saat itu waktu take off pesawat tersebut . Saya kemudian diarahkan mbak counter tadi untuk menuju konter informasi di dalam gedung yang sama di keberangkatan 2E. Atas info mbak itu masih ada flight terakhir ke SIN pake 3K. Dan dia menyarankan untuk menanyakan di konter informasi itu. Sayapun juga baru tau kalau ternyata dikonter informasi ternyata "bisa" melayani tiket go show. Dadakan lagi! Alhamdulillah akhirnya saya dapet tiket ke SIN malam itu juga pakai 3K. Harga tiket perorang 600an, jadi totalnya 1,8jtan sekali jalan. Tiket saya ke HK adalah tiket terusan TR dengan rute CGK-SG-HK, jadi sebisa mungkin saya ngejar flight yang dari SG-HK di pagi hari besoknya (jam 6.05 waktu SIN) supaya ga rugi-rugi amat hangusnya . Opsi terakhir adalah pake AK besok paginya via KL, tp artinya itu benar-benar beli tiket baru dari CGK-HK via KL. Untung aja...(masih bilang untung)...saya masih dapet tiket malam itu. Rencana awal penerbangan jika pakai TR harusnya landed SIN jam 22.30 waktu SIN, sehingga masih banyak cukup waktu untuk beristirahat di Changi. Tapi karena insiden diatas, maka kami baru landed di Changi pada jam 00.30. Karena penerbangan 3K ada di T1 maka saya langsung geser ke T2 dimana penerbangan TR akan berlangsung besok paginya, jadi maksudnya supaya lebih mudah kalo kita kesiangan . Sampailah kami di T2 dan langsung cari spot tidur. Ini adalah pengalaman kami pertama kali tidur di airport. Sebelumnya ga pernah kepikir . Tempat mojok kita saat itu di T2 Lt 2 diatas cekin counter. Ternyata disitu sudah banyak orang-orang yang mojok juga. Gelar kain pantai dan sajadah supaya tidak terlalu dingin, dan tidurlah kita. Saya sendiri cuma bisa tidur 2 jam. Day #2 Minggu 18 Oktober 2015 : Singapore – Hong Kong Jam 4 pagi bangun ternyata sudah ramai dibawah sana. Kami lalu siap - siap, cekin, dan menuju ruang tunggu. Sesuai jadwal penerbangan kami take off jam 6.05. Dipesawat kelar sarapan yang sudah kami pesan online bersamaan dengan reservasi tiket, setelah makan lalu langsung tidur lagi. Jam 10.30 kami akhirnya landed di HKIA. Setelah kelar urusan imigrasi yang ga ribet, kami istirahat bentar di Arrival Hall yang guede itu. Cari ganjelan perut lagi, minum-minuman hangat, dan cari Octopus Card buat modal keliling HK. Mengenai Octopus Card pasti dah banyak yang tau kali ya. Kalo ga tau tinggal gugling aja, banyak kok informasinya, salah satu hal penting dimiliki selama di HK. Tadinya, list itinerary saya pertama setelah landing adalah langsung menuju ke Ngong Ping dan Disneyland. Tapi karena kami sepertinya kelelahan karena kurang tidur, akhirnya saya ubah itin. Setelah istirahat sejenak kami lanjut menuju penginapan kami di Kowloon pake bus. Bisa pake kereta cepat bandara, tp harganya jauh lebih mahal, sayang duitnya . Lokasi terminal bus di HKIA adalah setelah keluar dari Arrival langsung belok kanan, jalan aja terus ikutin orang-orang nanti ga lama ketemu terminal busnya. Rute – rute busnya sendiri terpampang sangat jelas disana jadi tidak perlu bingung. Tarifnya saya lupa…kalo ga salah sih HKD 33 ya. Kalo pake kereta bisa kena HKD 100, 3 kali lipat . Sayang kan, harga segitu bisa buat bertiga padahal. Bus dari airport bisa langsung dibayar pake Octopus Card tadi. Busnya sendiri model double decker, jd enakan ambil seat diatas biar bisa bebas lihat-lihat pemandangan. Jalannya santai jadi ya agak lama, sekitar 1 jam kami baru sampe di Kowloon tepatnya di distrik Tsim Sha Tsui (TST). Lokasi ini sebelumnya sudah saya riset, dan putuskan untuk ambil lokasi disini karena pertimbangan beberapa hal, tapi belakangan saya justru lebih prefer ambil di HK Island aja daripada di TST. Bus berhenti tidak jauh dari lokasi penginapan saya. Sampe Hostel langsung bersih-bersih dan istirahat tidur lagi. Nama penginapannya adalah Ashoka Hostel yang berlokasi di gedung Chungking Mansion. Gedung ini sendiri sepertinya sudah sangat terkenal karena kalo boleh saya bilang, gedung ini adalah sebuah kampung kecil, karena isinya lengkap banget, ada penginapan hostel maupun hotel, restoran, laundry, souvenir, toko kelontong dll, lengkap pokoknya. Satu gedung disebelahnya juga sama, yaitu Mirador Mansion. Sekilas tentang lokasi penginapan ini, kalau boleh saya bilang, daripada Chungking Mansion, masih lebih baik di Mirador. Chungking terlalu rame, ramenya pake banget, ya persis seperti kampung gitu, ramai sekali orang-orang didalamnya dengan berbagai aktifitas. Dan yang sedikit bikin ga nyaman adalah calo-calo penginapan dan restoran yang kadang suka maksa dan ngikutin kita terus. Pertama kali saya masuk gedung langsung dikuntit oleh beberapa orang, cukup saya tunjukkan printout bukingan penginapan saya dan sayapun bebas dari kerumunan mereka . Satu lagi adalah calo-calo restoran, bukan calo sih ya…tapi seperti orang-orang suruhan pemilik resto yang menginginkan dia mencari orang agar datang dan makan di restonya. Orang-orang ini juga gigihnya luar biasa haha . Ga cukup sekali dua kali ditolak/diusir. Bikin risih. Sajauh pengamatan saya, di Mirador Mansion gak gitu-gitu amat deh. Ya tetap ada sih tapi ga seramai di Chungking. Sayangnya saya tidak mengambil foto di depan Chungking Mansion maupun foto ashoka hostelnya. Uniknya, di Chungking Mansion terdapat 2 lift, 1 untuk lantai genap, dan satunya lagi lantai ganjil. Jadi perhatikan saja dimana kita harus naik lift menuju penginapan kita, tertulis di printout bukingan via Booking com. Untuk Ashoka sendiri terletak di lantai 13. Saya ga perhatikan di printoutnya, ternyata sudah tertulis bahwa CSnya hostel ini ada di lantai 16. Aneh banget kan . oke…sayapun naik ke lantai 16 pakai tangga. Yup, pake tangga karena lift dari lantai-lantai setelah lantai dasar tidak ada pencetan keatas lagi, Cuma ada panah ke bawah. Sampai di lantai 16 ternyata disitu ada Delta Hotel. Pemiliknya sama ternyata. Kami cekin waktu itu sekitar jam 12.30, dan ternyata kami diijinkan masuk, padahal seharusnya jam 2 siang baru boleh masuk. Alhamdulillah…bisa cepat istirahat. Masuk, beberes, madi, dan tidur, bayar kurang tidur semalem. Bangu jam 5 sore. Mandi, dan langsung jalan, langsung menuju Avenue of Stars (AOS). Yaitu tempat seperti Walk of Fame nya di LA gitu. Sampai sana ternyata AOS sedang direnov…yaaahhhh…ga bisa deh poto-poto. Akhirnya kami nongkrong aja di dekat clock tower situ melihat-lihat pemandangan malam kota HK diseberang laut sana. Tidak lama disitu akhirnya kami putuskan untuk cari makan, nyebrang ke HK Island tujuannya adalah warung malang. Pelabuhan penyeberangannya dekat banget dengan clock tower. Jalan sekitar 200-300m udah sampai. Karena tujuan kita adalah warung malang, maka kami beli tiket menuju Wan chai pier. Dari Wan chai pier kami jalan kaki, cukup jauh ternyata. Muter muter muter kok ga nemu…nanya sama beberapa orang HK ga ada yang tau. Untungnya ketemu beberapa kali dengan TKW yang baik-baik, mau nunjukin dan nganter pula. Ada satu mba mba TKW yang kita temui bersedia nganter, dalam perjalanan dia banyak cerita ini itu, sampai suggest kita beli kartu SIM HK. Eh ga taunya dia malah nganterin kita ke konter jualan simcard, bukan ke tempat makan . Saya sendiri memang tidak berencana membeli simcard karena kan tidak lama di HK. Soal simcard, di HK ada simcard khusus untuk orang-orang Indonesia, namanya saya lupa, tapi yang jelas disana terpampang gede tulisan berbahasa Indonesia. Kalau lokasinya saya masih inget. Kami lalu berpisah dengan mba nya karena dia beda arah, dan untuk menghargai si mba tadi akhirnya kami berjalan kearah yang ditunjukkan. Tapi karena kami memang tidak rencana beli simcard jadinya ya Cuma muter bentar aja disitu liat-liat. Ga lama kamipun jalan arah balik, dan tanpa sengaja justru menemukan warung “Sedap Gurih”, tertulis Halal. Walaupun saya sendiri agak meragukan kehalalannya karena yang jualan orang-orang Chinese. Bisa berbahasa Indo patah-patah. Karena perut sudah lapar ya sudahlah sikat aja makanan disitu. Mudah-mudahan benar Halal. Selesai makan kami pun balik ke Kowloon. Kali ini tidak pakai kapal penyeberangan tapi pakai MTR. Dari lokasi warung sedap gurih kami pake Tram menuju Admiralty station. Naik sekali aja udah sampai di TST Station. Jarak dari TST staion ke Chingking todak jauh, hanya sekitar 200-300m saja. Sampai hostel istirahat lagi untuk Day #3 Senin 19 Oktober 2015 : Ngong Ping dan Ladies Market Bangun pagi jam 7, mandi, siap-siap, cari sarapan sekedarnya di sevel sebelah Chungking Mansion. Lalu ke TST station untuk menuju Ngong Ping. Perlu 2x ganti kereta. Kereta pertama dengan rute TST-Lai king, lalu dilanjutkan lagi dari Lai king station-Tung cung station. Dari tung cung kami memilih naik Cable Car menuju Ngong Ping. Sebenarnya ada 2 pilihan, bisa naik bus, bisa juga naik cable car. Kami memilih naik Cable Car karena kapan lagi kesini naik Cable Car yang rutenya cukup jauh dan melintas diatas laut… Harga tiket lumayan mahal. Untuk Standar cabin kena HKD115, anak-anak HKD60. Sementara kalo pake bus Cuma sekitar 30an dollar aja. Pembelian tiket bisa booking internet, bisa juga on the spot. Nah untungnya saya ga beli online, coba kalau dah keburu beli waktu itu, badan masih remek masa harus dipaksakan jalan-jalan pada hari pertama, yang ada malah ga menikmati. Tapi ga enaknya ya harus ngantri beli tiketnya. Ngantrinya afgan lagi...puanjaaaaaaang…kami ngantri ada kali 1 jam. Keuntungan naik cable car selain bisa melihat pemandangan, juga jaraknya yang jadi lebih dekat, perjalanan kurang lebih 30 menit. Sementara kalua naik bus, rutenya memutar gunung, jadinya jauh, bisa 1jam dari Tung cung-Ngong ping atau sebaliknya. Pada saat akan sampai, sudah terlihat di kejauhan patung Buddha raksasa. Disitulah lokasi Ngong Ping. Sampai di ngong ping langsung poto-poto dulu dong haha Tempatnya sendiri luas, ada beberapa spot wisata disana, yaitu Tian Tan Buddha, Ngong Ping Piazza, Po lin Monestery, Wisdom Path, Lantau Peak, dan satu lagi saya lupa sebutannya…yaitu jalur treking di bukit-bukit sekitar situ mengitari area Ngong Ping. Pilihan terakhir tidak kami ambil karena sudah lelah. Tian Tan Buddha, Ngong Ping Piazza, dan Po Lin Monestery berada di satu kawasan yang berdekatan, sementara Wisdom Path cukup jauh, sekitar 500m. Kelar dari Ngong Ping kami pulang, tapi ga naik cable car lagi, kami ambil bus ke Tung Cung. Terminal busnya dekat dengan pintu masuk Ngong ping, jadi pas kita datang udah keliatan tuh terminalnya. Jadwalnya juga jelas dan sangat ontime. Dari Tung cung pake MTR lagi menuju TST dengan rute yang sama namun kebalikannya. Tadinya mau langsung ke ladies market, tapi sepertinya ini badan udah lengket ga keruan. Jadi kami balik dulu ke hostel, mandi, dan istirahat bentar. Lepas magrib kami mulai jalan lagi menuju Laddies Market (LM). Kembali kami ke TST station dan ambil rut eke Mong Kok. Lokasi LM mudah sekali dicapai. Pokoknya ikuti saja apa yang ada di Google Maps, semua lengkap dan akurat. Oh iya, sekedar info, tadi kan saya bilang ga beli kartu sim HK, lah kok bisa pake Google Maps??? Jadi gini…Google Maps itu akan menyimpan semua cookies chache dll lokasi-lokasi yang udah pernah kita jelajahi (pernah kita lihat di smartphone kita). Selagi masih di Indonesia, saya buka-buka terus maps yang berlokasi di HK (dan Macau serta Singapore), setidaknya lokasi-lokasi yang akan kita rencanakan untuk dilewati. Begitu sampai di HK, meskipun smartphone kita tidak dapat sinyal internet, kita masih bisa buka maps lengkap dengan keterangan-keterangan yang ada secara offline. Itulah mengapa saya tidak membeli simcard, karena kebutuhan saya/alat bantu yang paling penting dalam sebuah perjalanan hanya GPS dan Mapsnya saja, internet bisa diakses dari wifi hostel ataupun tempat-tempat yang memang menyediakan akses wifi gratis. Nah bicara menganai akses wifi di HK, jangan kuatir, di HK banyak sekali tempat-tempat yang ada akses wifi gratisnya, terutama ditempat-tempat public. Saya juga baru tau…jadi bukan sengaja ga beli simcard karena itu loh…karena hal tersebut baru saya ketahui selama ada disana. Balik ke leptop. Menurut saya, LM tidak begitu menarik. Banyak barang murah, tapi kualitas barang sesuai dengan harganya yang murah alias tidak begitu bagus kualitasnya. Bagi saya, yang disebut barang murah adalah barang dengan harga murah tapi kualitas barang tidak dikorbankan. Alias ada valuenya disitu. Nah di LM tidak demikian. Saya kaget sewaktu tiba-tiba melintas di depan kios tshirt. Penjualnya ngomong “100-5”, maksudnya HKD100 dapet 5 kaos. Lalu saya datangi kios itu, liat-liat barangnya, ga menarik , bahannya menyedihkan. Eh tiba-tiba dia bilang “100-8”. Byuuuuuh….murah amat diobral. Yah karena sy sudah ilfil dengan bahannya jadi ya tetap tidak saya beli. Eh dia teriak lagi…”100-9”…masyaAllah…hahaha . Tapi sesuai yang saya bilang diatas, harga barang berbanding lurus dengan kualitas. Skip deh. Saya Cuma beli beberapa souvenir khas HK saja disana. Karena hampir semua dagangannya tidak begitu menarik, pendapat saya pribadi loh ya… Belakangan ternyata harga souvenir hampir sama dimana-mana, bedanya, kalo di LM kita harus tawar-menawar. Paling males deh sama nawar-nawar gitu. Soalnya salah-salah justru bisa jadi lebih mahal dari tempat lain. Pulang dengan tangan setengah hampa, LM diluar ekspektasi saya dan istri. Banyangan kami, LM itu seperti di Chatuchak atau Pratunam di BKK, yang barang-barangnya murah tapi kualitasnya ga gitu-gitu amat jeleknya. DI BKK pun saya lebih suka beli oleh-oleh di MBK, udah tempatnya bersih, berAC, harga jelas. Bener-bener diluar dugaanlah di LM…Hong Kong gitu loh…kota fashion yang deketan sama daratan China…kirain bakalan dapet harga lebih murah dan punya kualitas bagus daripada di Thailand…eh ternyata… Pulang sampe Chungking langsung cari makan. Bingung cari-cari karena banyak disana, dapetlah restoran Malaysia (katanya sih gituh ). Pesan nasi lemak, yang keluar bubur hahaha . Jadi itu nasinya benyek gitu, ga tau tuh gimana cara masaknya, kaya nasi basi gitulah...benyek-benyek menjijikkan gitu untungnya si owner melihat mimik wajah aneh kami, dia menawarkan untuk ditukar, ya sudah kami minta tukar nasinya menjadi nasi yang normal saja hahaha . Rasanya…haduh…ga lagi-lagi deh . Ini pertama kalinya kami makan di Chungking Mansion, soalnya sudah pada kecapekan, males mau jalan jauh lagi. Dan lagipula harganya itu loh…mahal-mahal euy…rata-rata harga makanan diatas HKD50 atau sekitar IDR100. Ini kantong beraaat banget buat keluarin duit. Mending makanannya jelas…lah ini… . Sebenarnya di warung Sedap Gurih juga ga murah-murah amat, harga makanan juga sama, sekitar HKD 50-70, tapi rasa dan seleranya jelas. Kalau di Chungking banyakan masakan-masakan India gitu. Saya sendiri ga gitu cocok dengan selera India. Paling kalo terpaksa ya briyani atau roti prata/canai aja. Sebenarnya di Chungking banyak warung halalnya, hanya saja hampir semuanya orang India yang punya. Ada 1 chinese food halal disana, belom sempat nyoba juga sih, mahal sih harganya . Ada juga masakan Turki kebab-kebaban gitu. Kalo kalian muslim dan ga rewel soal makanan, sepertinya ga jadi masalah kalo tinggalnya di Chungking Mansion karena banyak makanan halalnya disana. Diluar Chungking saya belom pernah nemu masakan halal selain di HK island. Oh iya, selagi di LM (Mong Kok) juga beberapa kali ditawari orang-orang India gitu bilang Halal food. Disana juga ada 1 resto Indonesia, tapi sayangnya tidak halal, karena jelas-jelas tertulis menu bahan daging babi. Day #4 Selasa 20 Oktober 2015 : The Peak, Time Square, AOS. Kali ini kami bangun agak siang sekitar jam 8 karena si kecil kayanya kecapekan, jadi kami biarkan saja dia tidur sepuasnya dulu. Mulai start jalan sekitar jam 9. Seperti biasa, cari sarapan sekedarnya. Dari penginapan kami menggunakan MTR menuju Admiralty station. Di dekat Admiralty station ada semacam tempat ngetem bus-bus yang akan menuju ke The Peak langsung, maupun ke stasiun Tram menuju The Peak. Saya sendiri pakai bus menuju ke stasiun Tram. Sebenarnya harganya lebih mahal naik tram daripada naik bus. Tapi kapan lagi bisa naik tram yang bisa mendaki gunung? Di loket penjualan tiket tram tersedia tiket one way atau return. Ada juga tiket paketan, tiket tram itu sendiri plus tiket masuk ke Sky Terrace. Saya beli paketan tiket tram one way plus sky terrace. Secara umum, menurut saya satu-satunya hal yang menarik adalah naik tram nya itu sendiri. Di lokasi The Peak kalo boeh dibilang tidak ada yang special. Atraksi utama disana adalah kita bisa liat kota HK dari ketinggian. Udah…gitu aja . Nothing special. Yah…buat sekedar tau aja sih. Mungkin pemandangan akan lebih bagus jika berkunjung pada malam hari. Tapi…menurut cerita-cerita orang-orang, semakin malam akan semakin ramai, artinya antrian menuju the peak dan suasanya diatas sana bakalan heboh dengan keramaian. Pada saat kita baru turun dari Tram, kita akan digiring melewati toko-toko souvenir. Saya cukup kaget juga, ternyata harga-harga souvenir disini ga gitu-gitu mahal. Jadi menurut saya, daripada ke Ladies Market, mending kalo ke The Peak sekalian aja beli beberapa souvenir sekalian. Karena disini kita ga perlu kuatir ketipu dengan harga barang. Jatuhnya sama beti-beti kok. Beberapa item ada yang sama harganya. Okey…setelah “puas” berada disana yang panasnya naujubilah, sampe mata perih karena sangat terik, kamipun turun menuju terminal bus. Ya…kami tidak naik tram lagi, sengaja, biar ngirit hahaha , yang penting udah ngerasain tramnya kan. Ternyata rute bus dari/ke The Peak lumayan beda jauh, muter-muter perbukitan. Kalo naik tram hanya diperlukan waktu hanya 10-15 menit, sementara kalo naik bus bisa 45mnt-1jam. Namanya juga lebih murah . Rute bus nya sendiri hanya ada dari The Peak menuju Central. Padahal saya maunya turun di Admiralty supaya tidak kejauhan. Eh ternyata, saya cek di Gmaps, itu rute busnya sebenarnya juga ngelewatin akses ke Admiralty station, saya lupa daerah apa, jadinya saya ga turun di Central, jalan dikit udah sampe di station. Dari Admiralty saya menuju ke Causeway bay station untuk mencari kembali warung malang yang kemarin ga ketemu. Penasaran. Ternyata, pada hari pertama saya mencari itu, saya disorientasi, jadi agak bingung membaca maps. Nah kali ini, lokasinya ternyata memang sama persis dengan apa yang ada di Gmaps, tertera disitu “Warung Malang Club”. Secara posisi, ini warung memang ga mencuri perhatian, hampir ga keliatan, karena dia berada di lantai 3 ruko-ruko gitu. Kami makan disitu. Masakannya juga enak. Ibunya ramah banget. Ga kaya waktu di Sedap Gurih. Ciciknya agak-agak jutek gitu. Di Warung Malang jelas terlihat label halal, ditambah lagi si ibu penjual dan anak-anak buahnya semua memakai hijab. Sudah kenyang, kami lanjut jalan kaki menuju Jardines Bazzar dan Jardines Cressent. Nah menurut saya, buat para cewe-cewe, disinilah sebaiknya berbelanja. Banyak toko-toko fashion maupun kaki lima yang dagangannya lebih beragam dibanding di Ladies Market. Setelah muter-muter disitu kami lanjut jalan kaki lagi menuju Time Square, mall elitnya HK. Ga belanja sih, cuma pengen tau aja kaya apa. Wong kita Cuma nongkrong-nongkrong aja disana, sambal menfaatin wifi gratis dari beberapa gerai toko di mall itu, skalian ngelurusin kaki. Sudah capek, sudah gempor, kami lalu pulang kembali ke hostel. Istirahat bentar sampe magrib. Selepas magrib kami menuju AOS lagi untuk menikmati malam terkahir kami di HK sambal ngeliat Symphony of Light, yang saya bilang sih juga biasa-biasa aja…permainan lampu dan laser dari gedung-gedung tinggi disebrang sana, di pulau HK. Permainan lasernya sih yah…cukupan lah…Cuma yang bikin annoying adalah music pengiringnya, kok kaya ga nyambung dan ga elegan gitu ya. Malamnya cari makan lalu balik ke kamar untuk packing karena besok paginya kami akan bergeser ke Macau. Day #5 Rabu 21 Oktober 2015 : Hong Kong – Macau – Hong Kong Saya sengaja tidak menginap di Macau, karena sebelumya saya sudah cari-cari referensi di blog-blog. Kesimpulan saya, tidak banyak hal menarik di Macau. Dari beberapa tulisan banyak yang memasukkan itinnya ke casino-casino terkenal disana. Hmmm…bagi saya kayanya biasa aja sih ya. Lagian saya kan juga bawa anak kecil, mana bisa masuk casino hahaha . Okey…dari penginapan di chungking kami start jalan kaki jam 6.30 menuju ke pelabuhan Hong Kong China Ferry Terminal. Sampai sana jam 6.45 lah kira-kira. Jarak hanya sekitar 500m. Jadwal kapal paling pagi ada di jam 07.00. Bangunan ini sama sekali tidak menunjukkan ciri-ciri sebuah pelabuhan, tapi lebih ke sebuah Mall. Dan memang benar saja, bangunan ini sebenarnya adalah sebuah Mall, tapi didalamnya ada pelabuhannya. Mungkin dulunya berupa bangunan terpisah trus direnov trus jadi satu kesatuan bangunan. Mungkin loh ya…kira-kiranya saya aja hahaha . Untuk menuju ke hall pelabuhan kita harus naik ke Lt.1. Pelabuhannya juga bersih banget, udah kaya bandara aja, ada gate-gate nya gitu. Nah trus dipelabuhan ini juga ada imigrasinya, karena destinasi-destinasi kapalnya semua keluar “negara” HK. Setelah beli tiket on the spot (bisa juga beli online di http://www.turbojet.com.hk/en/ ), lalu menuju imigrasi, lalu ke ruang tunggu, kapal diberangkatkan tepat jam 07.00. Semua proses-proses itu dilewati dengan tanpa ada masalah. Petugas imigrasinya juga ga ketat-ketat amat jadi semua berjalan lancer hanya dalam waktu kurang lebih 15 menit saja. Masuk kedalam kapal, cari seat dan…konek wifi! Ya…di kapal ini disediakan wifi gratisannya. Asik banget kan . Kapalnya juga bersih banget. Seatnya kaya di pesawat tapi lebih lebar. Perjalanan laut dari Hong Kong menuju Macau ditempuh dalam waktu sekitar 50mnt sampai 1 jam. Ga lama sampailah kami di pelabuhan Macau Outer Ferry Terminal yang ga kalah bersihnya dengan yang ada di HK. Jam 8 kami turun kapal. Tujuan pertama adalah mencari tempat penitipan tas. Menurut keterangan yang ada di blognya mba Vicky Kurniawan, ada 2 tempat penitipan tas. DI lantai 2, dan di lantai dasar. Karena saya mendaratnya masuk ke arrival hall di lantai 2, maka saya mencarinya disitu. Tempat penitipan tas ini modelnya self service, terdiri dari banyak loker-loker penitipan yang cukup besar, sepertinya ada beberapa pilihan ukuran ruang loker, saya ga gitu perhatikan detail. Biayanya kalau ga salah MOP 20/jam (20 Pataca, mata uang Macau). Setelah nukerin uang HKD, saya coba sewa loker ini untuk selama 8 jam. Entah kenapa, beberapa kali saya coba masukkan uang selalu keluar lagi uang saya. Bolak balik, dan coba berbagai pecahan uang lain tetap ga bisa. Padahal masih ada sisa 1 loker lagi yang kosong. Ya sudah, setelah beberapa kali mencoba dan tidak berhasil, kesimpulan saya semua loker penuh terpesan, dan sisa 1 aja rusak. Saya coba cari tempat penitipan tas di lantai dasar, tapi ternyata tidak ada. Mungkin dulunya ada sesuai keterangan di blog nya mba Vicky tadi, nanya ke petugas juga katanya Cuma ada di lantai 2. Apa mau dikata, kami harus jalan-jalan di Macau dengan membawa Backpack kami yang berat L . Apesnya lagi…beberapa keterangan yang mengatakan bahwa untuk nebeng menggunakan free shuttlebus dari pelabuhan ke casinobisa mengakomodir anak-anak. Ternyata saya ditolak! Hiks L. Karena saya bawa anak kecil sementara batas usia buat nebeng minimal 21 tahun. Saya berencana nebeng ke Hotel Grand Lisboa yang bertujuan agar dekat dengan Senado Square, tujuan yang pertama kami sesampainya di Macau. Lalu saya coba tunggu tebengan ke hotel lain yaitu hotel sintra. Tapi ditunggu-tunggu kok ga dateng-dateng. Akhirnya daripada waktu yang sempit ini terbuang, saya terpaksaaaaaaaaaaaaaaa banget naik taksi ke senado square hwuaaaa… L. Kena MOP34, yah sekitar 60-70rb rupiah lah. Ga mahal-mahal amat sih, tapi rasanya ga puas aja harus pake taksi. Oh iya, sekedar info saja, bagi yang belum tau, jadi kalo di Macau itu kita bisa nebeng dengan bebas free shuttlebus yang memang disediakan oleh oleh-hotel yang ada Casino nya di Macau. Katanya sih bebas untuk siapa aja, tp nyatanya karena saya bawa anak kecil, saya tidak diijinkan ikut bus itu. Mungkin tidak semua juga sih. Bagi yang mau ke Pulau Taipa, nunggu bus nya harus nyebrang dari pelabuhan. Tapi kalo cuma mau ke Macau bagian peninsula, ga perlu nyebrang, tinggal jalan aja dikit diluar pelabuhan, keluar dari kedatangan langsung belok kiri, disitu banyak bus-bus yang ngetem nunggu penumpang penuh ke berbagai tujuan. Okey setelah turun dari taksi di Senado Square, kami istirahat bentar disana, duduk-duduk, beli ganjelan perut, ngopi-ngopi bentar dan foto-foto. Saya tidak melihat satupun makanan halal disini. Satu-satunya makanan yang kami rasa paling "aman" adalah McD, pilih burger yang isi ikan. Terlepas dari minyak apa yang dipakai, paling tidak kami sudah sangat berhati-hati dalam memilih makanan karena tidak ada pilihan lain lagi, daripada kelaperan. Setelah puas disana, kita lanjut jalan kaki menuju Ruins of St.Paul, ikon kota Macau, berupa bangunan gereja yang sudah tinggal dinding depannya saja. Jarak dari Senado Sq ke St.Paul tidak jauh, hanya berkisar kira-kira 500-600m, petunjuknya jelas yang terpasang disepanjang sisi jalan mulai dari Senado Sq, tinggal ikuti saja. Foto-foto disitu sambil duduk-duduk istirahat. Setelah itu lanjut ke sebelah St.Paul ada benteng tua peninggalan jaman Portugis, namanya Monte Fort (Mount Fortress), dinamakan demikian karena benteng ini terletak diatas bukit. Jadi agak perlu usaha manjat beberapa anak tangga untuk mencapai benteng ini. Bebas masuk kedalam benteng tanpa dipungut biaya. Enaknya di Macau, mungkin hampir semua tempat-tempat tujuan wisatanya gratis, bahkan ada 1 theme park namanya Fisherman’s Wharf pun juga gratis. Tapi saya tidak kesana, karena selain waktunya juga tidak cukup, beberapa referensi juga mengatakan tidak terlalu bagus isinya alias biasa saja. Setelah itu tidak ada lagi tujuan kami di Macau, jadi saya putuskan untuk kembali ke pelabuhan saja dan menunggu jadwal kapal balik ke HK sambal istirahat di loby nya yang adem. Kami jalan kaki kearah belakang St.Paul lalu belok kanan. Dalam perjalanan itu tanpa sengaja kami lihat sebuah toko souvenir yang bertuliskan “Indonesia Philippines Store”. Penasaran, masuklah kami kedalam. Ternyata penjaga tokonya orang Indonesia. Bosnya orang Chinese Macau, baek banget, ramah. Harga-harganya sih standar, ga murah, tp juga ga mahal-mahal amat. Beli beberapa souvenir lalu lanjut lagi jalan kaki. Sebenarnya istri udah merengek-rengek minta naik taksi. Tapi saya ga mau haha . Namanya juga jalan-jalan, ya harus jalan biar bisa ngelihat dan tau banyak hal. Saya lalu teringat ada satu-satunya masjid di Macau. Karena sudah masuk waktu shalat, sekalian dalam perjalanan pulang itu mampir masjid dulu. Saya bilang aja mau mampir masjid dulu, nanggung jaraknya. (Saya sengaja ga bilang kalau jaraknya nyampe 3 kiloan dari St.Paul, saya tau karena sudah ceh di Gmpas ). Jalan…jalan….jalan…sampailah kami di dekat waduk. Kalau ke kiri ke arah masjid, kalo lurus ke arah waduk dan pelabuhan. Saya mampir shalat. Sementara istri nunggu di taman dekat waduk itu. Kebetulan istri sedang tidak shalat. Di taman waduk itu ternyata tempat berolahraga warga Macau, ada beberapa fasilitas olahraga yang bisa dipakai secara bebas disana. Dan sedikit uraian mengenai masjid Macau, masjidnya kecil banget, mungkin lebih tepatnya disebut mushalla kalau di Indonesia, saking kecilnya. Dari persimpangan waduk yang saya sebutkan tadi sudah keliatan gerbang masjid, kira-kira hanya berjarak 200-300m saja. Pas saya kesana, ternyata edang ada perkumpulan orang-orang muslim yang bermukin di Macau. Banyak orang Indonesia, menurut mereka, sebenarnya ini adalah acaranya orang Pakistan, mereka rutin mengadakan pertemuan di measjid ini setiap bulan untuk silaturrahmi. Mereka membawa makanan masing-masing dan akan memakannya sevara bersama-sama. Tapi karena banyak juga muslim dari negara lain, akhirnya mereka berbaur dan makan bersama dengan seluruh jamaah yang ada disana sat itu. Sayapun sebenarnya juga diundang makan, tapi sungkan, lagipula nanti istri yang lagi nunggu di taman waduk kelamaan nunggu saya. Maka setelah selesai shalat, saya langsung berpamitan saja dengan orang-orang yang ada disitu. Balik ke taman waduk tadi. Dawi waduk itu, sudah keliahatan bangunan pelabuhan Macau, berjarak kira-kira 500m. Lanjut lagi jalan kearah pelabuhan dan menunggu jadwal kapal. Oh iya, sewaktu dari HK dan mendarat di pelabuhan Macau, saya langsung beli tiket balik ke HKIA. Ya, saya beli tiket balik dengan tujuan langsung ke Airport di HK. Dengan tujuan supaya tidak perlu lagi gonta ganti transportasi. Disinilah kesalahan saya, seharusnya duluuu….pas bikin itin…seharusnya saya ambil flight saja dari Macau langsung Singapura tanpa perlu balik lagi ke HK dulu. Tapi entah kenapa…kenapa tidak sampe kepikir saat itu. Saya udah terlanjur beli tiket pesawat HK-SG. Ya sudahlah…dah terlanjur juga. Padahal harga tiket kapalnya juga cukup mahal. Kalo dirupiahin sekitar 500rb per org dewasa. OK, singkat cerita, baliklah saya ke HK langsung ke HKIA. Di pelabuhan Macau kembali masuk imigrasi. Dan perlu diketahui, jika kita ambil rute kapal dari Macau langsung ke HKIA, maka sesampai di bandara HK tidak masuk imigrasi lagi, jadi langsung masuk ke airside dan sudah dianggap steril, ga bisa keluar bandara lagi. Lagi-lagi ini adalah suatu kesalahan, 2x kesalahan. Kesalahan yang pertama, karena akibatnya saya jadi ga bisa refund kartu Octopus saya karena lokasi konternya berada di hall depan airport. Lumayan ada deposit saya sebesar HKD50, kalo dikalikan 3 udah dapet HKD150, ditambah lagi sisa HKD yang masih belum kepakai didalam kartu itu. Buat beli makan malam juga bisa tuh…hiks L . Jadinya kartu itu dibuat sebagi kenang-kenangan aja Kesalahan yang kedua, saya jadinya terlalu cepat tiba di HKIA dimana seharusnya saya masih bisa menghabiskan waktu di Macau. Perkiraan saya kenapa saya ambil jadwal kapal yabg jam 16.30, karena jika kapal berangkat pada jam itu, maka memerlukan waktu 1 jam sampai di HK jam 17.30, masih kena urusan imigrasi dll yang bisa memakan waktu sekitar 1 jam juga, anggaplah kelar semua urusannya jam 18.30. Jadwal pesawat HK-SG jam 21.40, jadi pas waktunya. Ternyata semua perhitungan saya jauh meleset karena tidak hati-hati membaca referensi-referensi yang sudah tertulis di blog. Akibatnya saya sudah tiba di HKIA jam 17.30 dengan hanya perlu melakukan cekin yang memakan waktu tidak lebih dari 15 menit. Kecepetan banget kan. Balik ke urusan kapal. Setelah beres semua urusan, kami lalu ditransfer ke main hall keberangkatan HKIA. Disini baru saya melihat betapa besarnya airport ini. Luas banget…jalan dari ujung ke ujung jauhnya minta ampun. Sambil menunggu jadwal penerbangan kami mencari makan malam dulu. Lagi-lagi saya dapat info dari blognya mba Vicky Kurniawan yang mengatakan ada 2 resto halal di HKIA, satu di landside, satunya lagi di airside, di ruang tungu bandara. Yang di Landside tidak saya temukan sewaktu mendarat pertama kali di HK. Nama restonya adalah “Popeyes Lousiana Kitchen” cari aja ngider-ngider tempat makan di lantai atasnya ruang tunggu. Sejauh ini yang saya lihat memang inilah satu-satunya resto halal yang ada di HKIA. Belakangan saya juga baru tau ternyata di Singapura juga ada banyak cabangnya, dan sama-sama bersertifikat halal. Selesai makan lalu menuju ke ruang tunggu. Karena gate pesawat kami belum tertera di boarding pass, maka kami acak milih kursinya. Gate belum ada karena kita tadi cekin terlalu cepat. Dan setelah beberapa lama menunggu kepastian gate kami, ternyata di display informasi penerbangan, pesawat kami kena delay yang lumayan lama, dari seharusnya boarding jam 21.10 menjadi jam 23.55 L. Saya manfaatkan untuk istirahat. Untuk tempat shalat, tidak saya temukan ruang shalat di bandara HKIA, sama sekali tidak ada petunjuknya. Jadilah kami shalat di ruang tunggu bandara yang luas itu. Sementara si kecil sudah tidur duluan. Setelah menunggu beberapa lamanya, akhirnya saya dapatkan informasi gate pesawat kami. Sialnya jaraknya ternyata lumayan jauh, harus turun lagi 1 lantai. Day #6 Kamis 22 Oktober 2015 : Hong Kong - Singapura Akhirnya tepat jam 00.30 pesawat take off menuju Singapura. Sebenarnya, singapura tadinya tidak masuk dalam list perjalanan saya. Tadinya rencana saya adalah Hong Kong-Senzhen-Macau, tapi karena setelah baca-baca referensi di Senzhen tidak begitu ada hal yang menarik akhirnya saya skip dan alihkan mampir ke Singapura karena kebetulan istri dan anak saya juga belum pernah ke Singapura. Jam 4.00 kami landed Singapura. Langsung mencari tempat pewe buat tidur lagi. Jam 6.30 kami bangun dan keluar bandara. Sebenarnya kalopun eluar kami juga belum tau mau ngapain, kalopun tetap di bandara juga bingung, udah mulai rame dan jd ga tenang juga istirahatnya. Hotel yang kami pesan baru akan menerima kami jam 14.00. Kali ini saya tidak memilih hostel, tapi sengaja pilih hotel. Karena jika kami ambil hostel, biaya rata-rata perkepala kan bisa 200-500rb per malam, ya mending sekalian aja ambil hotel yang tarifnya 800an rb/malam. Saya dapat di Hotel Victoria, di Victoria St. Dari Bugis station jalan kaki sepanjang jalan Victoria kira-kira 500m. Sengaja milih daerah bugis supaya dekat kemana-mana, cari makan tinggal ke albert center, atau popeye bugis. Cari oleh-oleh dan belanja macem-macem tinggal ke bugis street. Ke merlion dekat, ke Gardens by the bay tinggal lurusnya lagi. Ke orchard juga dekat. Ke MRT station bugis dekat. Ke masjid Sultan juga dekat. Selama di Singapura kami jarang pake MRT, jadi keman-mana jalan kaki aja. Jaraknya nanggung-nanggung soalnya. Di Singapura kami stay selama 3H2M saja. Dari tanggal 22-24 Okt 2015. Pada saat pertama kali sampai hotel, sekitar jam 8. Kami langsung nitipin tas di hotel. Ya saya iseng-iseng nanya bisa nggak masuk kamar lebih awal. Saya sudah tau jawabannya tentu saja tidak bisa hahaha :D. Namanya juga nanya :p. Sejak saat itu kami jadi seperti gelandangan di sana. Udah ngabisin waktu di bugis liat-liat, kalo ada yang menarik sekalian dibeli, udah sarapan, udah muter-muter daerah sekitar sana juga. Sepertinya waktu berjalan sangat lamaaaa banget :D. Ini badan uadh mulai kerasa pegel-pegel capek banget, udah gitu rasanya lepek minta ampun karena mandi terakhir kami adalah pagi hari sehari sebelumnya pada saat mau jalan dari HK menuju Macau hihihi :D. Mana di Singapura itu gerah banget rasanya. Keringat ngucur terus. Singkat cerita, akhirnya kami berhasil masuk kamar tepat jam 14.00, tepat bangetlah, ga mo rugi hotelnyah hahaha Langsung beres-beres, mandi, tidur sampe sore. Malamnya kami jalan ke Merlion dan Garden by the Bay. Day #7 Jumat 23 Oktober 2015 : Singapura Hari ini kami jalan ke orchard, cuma jalan dan liat-liat aja. Etapi dapet juga beberapa item diskonan hahaha :D. Dari Orchard kami naik MRT menuju bugis karena ngejar waktu Shalat jumat di masjid Sultan. Sebenarnya hari ini saya berenca ake Henderson Bridge yang unik itu, tapi karena tempatnya agak jauh, dang a bisa sekali diakses pake MRT, harus nyambung bus, padahal saya ga gitu paham rute bus di singapura, akhirnya lagi-lagi saya skip tujuan kesana. Sisa hari hanya dihabiskan di bugis street buat bela beli kebutuhan sendiri dan juga oleh-oleh. Malamnya si bocah malah pengen balik lagi ke Gardens by The Bay karena kemarin ketinggalan light shownya. Day #8 Sabtu 24 Oktober 2015 : Singapura – Jakarta Hari terakhir di Singapura tidak ada agenda khusus mau kemana, hanya kami manfaatkan untuk packing karena siangnya kita harus cekout hotel. Setelah cekout kita nitipin tas lagi karena jam penerbangan saya malam hari jam 20.55. Kami cari sarapan dulu ke albert center. Selasai makan langsung ambil task e hotel dan cabut ke Changi. Sengaja kami langsung ke Changi biar bisa istirahat disana sambal nunggu jam penerbangan. Sampai di Changi kami tidak langsung cekin, tapi nunggu diluar dulu karena masih siang. Kalo butuh makan biar ga repot cari makannya. Soalnya duit di kantong hanya tinggal SGD25 plus beberapa keeping uang sen, bayangin aja duit segitu harus cukup buat 3 orang . Saya ngincer makan di Staff Canteen yang sudah banyak diulas di blog-blog supaya dengan uang segini bisa mencukupi kebutuhan makan buat 3 orang . Agak sorean mulailah saya cari-cari jalan menuju Staff Canteen itu. Ternyata tidak susah karena ada keterangannya juga. Bagi yang belum tau, Staff Canteen ini berlokasi di T1 Changi (katanya di T2 juga ada tapi saya belum coba cari), lokasinya di level B1. Jadi kalo kita berada di cekin hall Changi T1, pergilah ke row 12, lalu masuk ke belakang, lihat arah kanan, disitu ada petunjuk tertulis “Staff Canteen” berdampingan dengan petunjuk menuju Toilet. Carilah Lift yang ada disitu, lift mana saja (Ada 2 lift, lift barang dan orang), tekan level B1. Keluar dari lift sudah bisa kita lihat area kantin tersebut. Makanan-makanan yang dijual disitu seharga standar biaya makan di downtown Singapore. Berkisar antara SGD3-5. Bahkan tertulis 2 harga, harga untuk Staff, dan harga Public. Yang untuk staff lebih murah lagi harganya. Ada makanan halalnya juga disana. Kami makan bertiga hanya menghabiskan sebanyak SGD11.9 saja, duit di kantong masih bersisa juga hahaha , sisa uangnya kami belikan cemilan di Sevel Changi sebagai teman menunggu jadwal penerbangan. Pas deh…uangnya tinggal receh-recehnya aja buat koleksi . Kali ini jadwal penerbangannya ga delay lama lagi. Jam 21.00 kami boarding. Jam 21.30 take off menuju Jakarta. Sampai Jakarta jam 22.30 dan langsung menuju T1 untuk melanjutkan perjalanan lagi menuju Makassar. Day #9 Minggu 25 Oktober 2015 : Jakarta – Makassar Pesawat menuju Makassar kali ini Alhamdulillah ontime. Saya sengaja ambil yang jadwal tengah malam jam 00.05 alias flight pertama pada tanggal 25 Oktober. Jadi waktu tunggu saya dari mulai landing dari Singapura di T3 sampai berangkat lagi lanjut ke Makassar di T1 tidak lama. Pengalaman menggunakan pesawat “S” pada jam yang sama dulu, saya bawa 1 bagasi, pas sampe Makassar bagasi saya ga ada, ternyata terangkut pada pesawat lain pada jam setelahnya. Mau ga mau harus nunggu dulu dan itu sangat menjengkelkan karena badan sudah sangat letih plus ngantuk banget. Nah kali ini, karena saya juga punya bagasi 1, saya akalin aja. Begitu samai di Jakarta, semua barang saya atur ulang. Backpack anak saya dikeluarin semua dan dipepet-pepetin supaya bisa masuk backpack saya dan istri sehingga bagasi yang 1 lagi itu bisa saya tenteng dan masuk ke kabin, aman. Kebetulan juga cabin size. Saya tidak mau terulang kejadian beberapa waktu lalu dimana saya jadinya harus menunggu bagasi sampai pagi, semalam suntuk ga tidur. Bagasi yang saya bawa itu semua berisi pakaian kotor selama di Singapura. Ceritanya saya ga tau harus nyari laundry dimana di singapura, daripada habis waktu, dan juga pasti laundry di sana pasti juga mahal, akhirnya kami membeli saja kaos baru di Singapura yang harganya SGD10 dapet 5 itu…hahaha sebagai ganti baju-baju kami yang kotor :D. Backpack juga ga berat dan penuh seperti waktu kita berangkat. Semua baju kotor masuk ke tas khusus, diiket, di wrap di bandara sampe penyet jadi seukuran cabin size. Jam 3 pagi WITA sampailah kami kembali di Makassar dan berakhirlah trip kami kali ini. Kesimpulan trip kali ini, sebagai pandangan dan perbandingan biaya hidup, atau biaya kehidupan pokok/makan selama di HK dan SG. Kalau di SG sekali makan, perorang rata-rata SGD3-5 atau kalo dirupiahkan ya sekitar 30-50rb. Nah kalo di HK, sekali makan rata-rata bisa HKD50-70, atau kalo dirupiahkan bisa 100-150rb perorang sekali makan. Makanya selama di HK tiap pagi saya sarapannya beli di sevel aja, roti-roti sekedar buat ganjel perut. Standar harganya di warung-warung sederhana ya, bukan di resto gede atau café-café, ga masuk budget kalo itu mah :p. Ok, sekian dulu Trip Report kali ini, semoga bisa menjadi referensi bagi teman-teman yang ingin berkunjung ke HK. Bonus foto kabut asap di Singapore
  41. 7 points
    Lobster. Hewan laut yang satu ini punya banyak kelebihan: dagingnya banyak, proteinnya tinggi, dan rasanya yang enak. Cuma satu kelemahannya: harganya mahal Gak heran sih kenapa harganya mahal, mengembangbiakan lobster cukup susah dan butuh waktu lama. Belum lagi biaya pengiriman dari tempat penangkapannya. Jadi hasil akhirnya harga lobster matang di tempat makan yang jauh dari tempat pengiriman lobster pada mahal2. Salah satu cara supaya bisa makan lobster yang murah adalah dateng langsung ke tempat makan yg dekat sama penangkaran lobster. Pilihan TS jatuh kepada Pusat Ikan Bakar & Resto Pelabuhan Ratu. TS sering denger kalau lobster di tempat ini murah dan enak. LOKASI Pusat Ikan Bakar & Resto Pelabuhan Ratu (PIBR) berada di dermaga yang sejajar sama pantai2 Pelabuhan Ratu. Dermaganya ditandai dengan gapura besar bertuliskan Pelabuhan Perikanan Nusantara Palabuhan Ratu. Gak jauh dari situ ada Tempat Pelelangan Ikan (TPI), yang bersebelahan sama PIBR Pelabuhan Ratu. Buat alamat persisnya TS kurang yakin, tapi sepertinya antara Jalan Raya Cisolok-Pelabuhan Ratu atau Jalan Nasional III. Pelabuhan Ratu bisa dicapai dari Jakarta, Sukabumi, atau kota-kota lainnya. Karena TS udah ke Sukabumi duluan, TS ke arah Selatan menuju Pelabuhan Ratu. TS takjub sendiri liat jalanan Sukabumi-Pelabuhan Ratu yang sekarang udah mulus banget. Jadinya waktu perjalanan yang dibutuhkan lebih cepet, cuma sekitar 1 jam. TS ikutin semua petunjuk arah ke Pelabuhan Ratu sampai tiba di tengah kota Pelabuhan Ratu yang ditandai sama Pasar Pelabuhan Ratu. Pasar ini besar dan ramai banget, jadi gampang ditemukan. Di seberang pasar ada SPBU Pertamina dan disebelahnya ada PIBR Pelabuhan Ratu. PIBR PELABUHAN RATU PIBR tampak depan PIBR Pelabuhan Ratu berbentuk gedung 2 tingkat dengan warna cat bagian depan biru dan hijau. Di bagian atas gedung tertulis Pasar Ikan & Resto Pelabuhan Perikanan Nusantara Palabuhan Ratu. Selain tulisan itu, ada juga spanduk2 bergambar foto2 seafood yang menggugah selera. Lantai 1 PIBR Pelabuhan Ratu digunakan sebagai tempat penyajian ikan dan hewan laut lain yang masih mentah biar pengunjung bisa pilih2 dulu mau hewan apa dan berapa banyak jumlahnya. Hewan2 laut ini berasal dari TPI dan pasar ikan yang ada di sebelahnya. Penjual di TPI dan pasar ikan tentu ngambil hewan laut dari hasil tangkapan hari itu, jadi Jalan2ers gak usah ragu sama kualitas dan kesegaran hewan lautnya. Hewan laut yang dijual Hewan laut yang bisa dipilih ada ikan kakap merah, kakap putih, bawal, tuna, tongkol, layur, salmon, kerapu, dan jenis ikan lainnya. Selain ikan, ada kepiting, udang, cumi, dan tentu saja LOBSTER! Jenis lobster yang ada di TPI dan PIBR Pelabuhan Ratu adalah Homarus americanus atau yang biasa disebut sebagai lobster amerika. Warnanya hitam kemerah2an, panjangnya rata2 10-15 cm. Hewan-hewan laut ini beberapa ada yang masih hidup, tapi banyakan yang udah mati. Yang masih hidup biasanya buat dikirim ke luar kota. Contohnya ke Jakarta, Bandung, dan kota2 besar lain yang membutuhkan supply lobster. Mas2 yang bertugas melayani konsumen Aneka hewan laut tampak dari dekat Cara pesan seafood Kalau Jalan2ers bisa nentuin sendiri mana hewan laut terbaik menurut kalian, silahkan pilih terus bilang ke mas2 atau mbak2 nya biar ditimbang, dibersihin, dan dimasak. Kalau gak bisa nentuin sendiri macem TS, tinggal pasrah minta dipilihin sama mas2nya :") Oh ya, buat Jalan2ers yang mau beli hewan lautnya di pasar ikan atau di TPI boleh banget lho.. Nanti tinggal dibawa aja ke dalam PIBR dan minta dibersihin kemudian dimasak. TS malah saranin begitu karena pilihan hewan lautnya jauh lebih banyak dan bahkan bisa lebih murah karena bisa tawar-menawar. Pilihan cara memasak seafood nya gak sebanyak di tempat2 makan seafood di Jakarta, cuma bisa digoreng biasa, dibakar, bisa juga dimasak dengan saus padang, mentega, asam manis, dan saus tiram. Semua hewan laut bisa dihidangkan dengan cara masak tersebut. Spesial buat Jalan2ers, TS kasih rekomendasi berdasarkan hasil tanya2 dan coba sendiri. Udang paling enak dibakar, ikan dimasak saus asam manis, dan lobster dimasak saus mentega. Jangan lupa juga pesan nasi putih atau menu lain karena belum termasuk. Tempat makan di PIBR Restoran / tempat makan PIBR ada di lantai 2. Jalan2ers yang udah selesai pesan, bisa langsung naik ke lantai ini nanti pesanannya akan diantar. Pesan minum atau lauk lain selain seafood bisa ke pelayan yang ada di lantai ini. Luas lantai 2 lumayan, bisa menampung sekitar 80 orang. Setiap meja adalah meja kayu dengan taplak kotak2 hitam putih, dilengkapi kursi plastik. Di lantai ini juga ada jendela yang cukup besar, dari situ kita bisa liat pemandangan langsung ke laut dan Pelabuhan Ratu. Pelayanan, rasa hidangan, dan total harga Kurang lebih 15 menit, semua pesanan TS, lengkap dengan nasi putih bakul dan lalapan, udah dateng. TS pesen 3 jenis seafood: udang bakar, lobster saus padang, dan ikan kerapu asam manis. Udang dan ikan kerapu nya terasa segar, enak, lobsternya juga tapi agak kurang pas sausnya. Makanya TS menyarankan buat pilih saus jenis yang lain untuk lobsternya. Buat minuman, pilihannya gak banyak dan gak tertera di menu. Jadi Jalan2ers bisa langsung tanya ke pelayan sekaligus pesan. Pelayanan di PIBR tipikal pelayanan restoran daerah. Jumlah yang ada di lantai 2 hanya beberapa, semuanya pake baju bebas yang kasual, dan sibuk mondar-mandir sama kerjaan masing2. Agak susah buat manggil mereka. Untungnya mereka cepet dalam menyelesaikan pesanan dan Alhamdulillah pas TS gak ada pesanan yang salah. Seafood Pelabuhan Ratu TS bilang cukup murah. Total semua pesanan TS sekitar 300.000-an. Itu udah termasuk 1/2 kg udang, 1/2 kg lobster, 1 kg ikan kerapu, nasi 1 bakul, cah kangkung 1 porsi, tempe & tahu goreng 1 porsi, dan lalapan. Rincian untuk seafood: udang Rp 100.000/kg, lobster RP 200.000/kg, ikan kerapu 50.000/kg. Ini harga untuk yang masih mentah. Ada tarif tambahan buat masaknya sebesar Rp 10.000 buat 1/2 kg dan Rp 15.000 buat 1 kg. Tarif ini berlaku untuk satu jenis seafood, tapi berlaku buat semua cara masak. Mau digoreng, dibakar, dicampur saus, semua sama saja. 3 seafood, tempe tahu goreng, lalapan Lobster Saus Padang 1/2 kg Udang Bakar 1/2 kg Kerapu Asam Manis 1 kg Overall TS puas sama rasa seafood Pelabuhan Ratu, terutama lobsternya walau ukurannya gak sebesar yang TS bayangkan. Rasa dan harganya sangat sebanding. Next time kalau ke PIBR lagi TS mau beli hewan lautnya di TPI atau di pasar ikan supaya bisa pilih jenis hewan laut yang lain, yang lebih segar, dengan harga yang lebih murah juga. Jalan2ers yang sedang merencanakan atau bahkan sedang ada di Sukabumi dan sekitarnya, TS sarankan segera meluncur buat coba seafood ala PIBR
  42. 7 points
    Ramdan

    Marseille : Kota Tertua di Prancis

    Halo teman-teman forum Jalan2 kali ini saya mau berbagi cerita mengenai kota Marseille di Prancis Selatan. Kota Marseille adalah kota pelabuhan di Prancis selatan dengan perjalanan sejarah yang sangat panjang. Kota ini telah berdiri sejak 2600 tahun yang lalu dan dulu bernama Massalia,bahkan bisa dibilang dari kota inilah asal muasal negara Prancis berdiri. Saking kaya sejarahnya, Marseille pada tahun 2013 dinobatkan sebagai Ibukota Budaya di daratan Eropa. Pada awalnya kota tempat lahir Zinedine Zidane ini dibentuk oleh orang-orang yunani yang datang karena melihat topografi daerah Marseille yang penuh dengan bukit bebatuan yang sangat ideal untuk berlindung dari serangan musuh. Lama kelamaan pelabuhan Marseille menjadi pelabuhan perdagangan penting pada masanya. Sehingga pelabuhan Marseille terus berkembang menjadi kota besar. Karena Marseile adalah awalnya kota pelabuhan, maka kota ini sangat multikultural. Disini semua hampir semua suku bangsa di dunia hidup dan tinggal di kota ini. Jangan heran apabila teman-teman ke Marseille banyak ditemui warga prancis keturunan Arab, benua Afrika dan negara Eropa lainnya termasuk orang-orang keturunan Asia. Kayaknya bosen juga ngomongin sejarahnya, hehe langsung saja saya teruskan ceritanya mengenai tempat-tempat di kota Marseille yang biasanya menjadi tujuan para wisatawan. Tempat-tempat yang harus dikunjungi di kota Marseille. Pelabuhan Vieux Port Pelabuhan vieux port (vieux= tua port=pelabuhan) menjadi titik sentral para turis yang berkunjung ke kota Marseille. Saat ini pelabuhan vieux port berubah menjadi tempat parkir ratusan yacht dan kapal-kapal untuk para turis. Aktifitas pelabuhannya sendiri sudah berpindah tempat ke area yang lebih besar yang berjarak beberapa kilometer dari pelabuhan yang lama. Area vieux port ini pada saat musim panas biasanya dibanjiri turis-turis dari seluruh dunia. Saat ini vieux port sudah mengalami peremajaan dengan area pejalan kaki yang sangat ekstra lebar sehingga memberikan kenyamanan untuk para turis. Untuk mencapai area ini bisa ditempuh dengan menggunakan Metro ( kereta bawah tanah) dari stasiun kereta Marseille dengan tiket seharga 1,5 euros sekali jalan dengan lama perjalanan 5-10 menit. Untuk mencapai stasiun kereta ini bisa menggunakan bis langsung dari bandara Marignane( 30 menit dari Marseille). Gereja Notre Dame De La Garde Gereja ciri khas Marseille ini terletak di atas bukit dan memiliki pemandangan ke hampir seluruh kota Marseille. Untuk berkunjung ke gereja ini bisa menggunakan Bis dari area pusat kota atau dari Pelabuhan Vieux Port dengan membeli tiket bus seharga 1,5 euros dengan lama perjalanan 15-20 menit. Les Calanques Les Calangues adalah area bukit bebatuan di pinggiran laut yang sangat indah dan memiliki warna air laut biru jernih. Untuk mencapai area ini bisa menggunakan kapal tour dari area vieux port dengan rute khusus mengunjungi les Calangue ini dengan tarif 29 euros dengan durasi tour kurang lebih 3 jam. Bagi anda yang hobi naik gunung Les Calanqes ini juga bisa dicapai dengan hiking selama 2-3 jam menjelajahi semua bukit bebatuan dengan air laut yang jernih. Selain tempat-tempat populer diatas, layaknya kota-kota lain di Prancis, Marseille juga memiliki banyak museum salah satu diantaranya dan yang paling baru dibuat sekaligus menjadi salah satu museum terbesar di eropa yaitu Museum Mucem. Museum ini kaya dengan karya seni eropa dan bukti-bukti sejarah kota Marseille. Harga tiket masuk 8 euros untuk dewasa dan 5 euros untuk anak kecil. Biasanya kadang hari minggu pertama setiap awal bulan tiket masuk diberikan gratis. Lokasi museum ini masih disekitar area vieux port yang bisa dicapai dengan berjalan kaki. HOW TO GET THERE Penerbangan dari Indonesia biasanya dilayani oleh maskapai Air France/KLM dengan tujuan Bandara Marignane (30 menit dari kota Marseille) dengan 1 atau 2 kali transit di Belanda atau Negara Eropa lain. Sedangkan Maskapai Timur Tengah seperti Etihad biasanya hanya sampai Paris dan harus melanjutkan dengan pesawat atau kereta menuju Prancis selatan. Akan tetapi apabila menggunakan Emirate biasanya melayani tujuan ke kota Nice dengan transit di Dubai, Nice berjarak 1,5 jam dari kota Marseille. Biasanya bagi yang ingin menjelajahi French Riviera biasanya langsung ke Nice. Karena Nice berdekatan dengan kota-kota lain seperti Cannes, Monaco, St-Tropez dan biasanya terakhir baru mengunjungi Marseille. Apabila ingin menjelajahi kota-kota di Prancis selatan yang paling ideal adalah dengan menyewa mobil dengan pertimbangan lebih leluasa dan bisa kemana saja. Biaya sewa mobil disini biasanya berkisar 40-50 euros / hari tergantung jenis mobilnya juga. Bisa juga menggunakan kereta tetapi kurang leluasa menjelajah kota-kota kecil lainnya seperti La Ciotat atau Grasse- kota parfum. Fakta Mengenai Marseille 1. Marseille relatif kotor menurut saya dibandingkan dengan kota-kota lain, terutama di pusat kotanya. 2. Sama halnya dengan Paris, disini juga copet juga kadang masih ada. Waspada tetap harus. 3. DI Marseille ada kantor Konsulat Indonesia, jadi kalo ada apa-apa tidak harus ke Kedutaan Indonesia di Paris. 4. Bagi teman-teman yang muslim dan ingin makan makanan Halal jangan khawatir disini banyak tersedia rumah makan orang-orang keturunan arab yang pasti halal. Bahkan di Marseille ada suatu daerah berbelanja kebutuhan sejari-hari dimana penjualnya 90 persen keturunan arab jadi ketika ke daerah ini kadang saya seperti di Timur Tengah :). Bagusnya harga yang ditawarkan toko-toko tersebut lumayan murah, tidak heran banyak orang Prancis asli yang juga ikut berbelanja disitu. Tempat ini juga adalah tempat favorit saya untuk menemukan bahan-bahan makanan eksotis seperti cabe merah, beras bahkan kerupuk udang. Dibalik kekurangan dan kelebihannya menurut saya Marseille tetap layak untuk dikunjungi mengingat sejarahnya yang sangat tua. 2/3 hari di Marseille saya rasa cukup untuk menjelajahi Marseille, setelah bosan teman-teman bisa berkunjung ke kota lainnya seperti misalnya saja Aix-en-Provence yang juga tidak kalah cantiknya yang hanya berjarak 30 menit dari kota Marseille. Sementara itu yang bisa saya bagikan mengenai kota Marseille, apabila ada waktu saya cerita juga kota-kota lainnya nanti. Sumber foto: sebagian besar koleksi pribadi dan sisanya dari internet
  43. 6 points
    Jalan jalan ke Jepang Bagian 3 ini meliputi Harajuku, Shibuya, Shinjuku dan lainnya. Kalau belum baca tulisan bagian 1 dan 2 bisa klik disini ya. Hari ke 6: Harajuku - Shibuya - Shimbashi - Shinjuku Dari Osaka menuju ke Tokyo St dulu untuk nitipin koper (lagi). Tujuan pertama adalah Harajuku! penasaran pengan tau ada apa aja sih disana. Ditengah perjalanan ke Harajuku yang sudah menjelang siang itu, saya browsing ke mbah google kira-kira ada makanan apa ya yang enak disantap di Harajuku(?) dan yang keluar malahan banyak crepes terutama Marion Crepes yang legendaris, jadi penasaran apa sih bedanya crepes di Harajuku ini dibandingkan dengan yang ada di Indonesia. Keluar dari Harajuku St yang super padat langsung nyebrang jalan mengikuti arahan dari googlemaps menuju ke Marion Crepes. Lewatin gang kecil yang entah dimana tapi tetap banyak yang lewat jadi ga usah kuatir nyasar (google maps kasian kok sama turis jadi ga akan parah kalau pun nyasar :p). Sekitar 10 menitan jalan dari Harajuku St, ketemu juga yang namanya Marion Crepes. Pada saat itu udah ampir jam makan siang yang untungnya Marion Crepes nya juga belum ramai. Sedikit tambahan hari itu di Harajuku sangat ramai pengunjung yang mayoritas adalah turis wanita, dijalanan itu memang banyak tempat shopping kosmetik dan fashion dengan harga yang memang cukup miring. Jreng jrenggggg! Gedeeee aja ini crepesnya hahaha. Yang saya pesan ini lupa namanya yang pasti mayoritas coklat isinya. Es krim coklat, wafer, choco crunch, mesyes, kismis dan lainnya. Rasanyaaa enakkk! dan bolehlah untuk ganjel perut sementara karena memang yang menarik untuk dicoba ya crepes ini di Harajuku. Disini ngga cuma Marion Crepes tetapi ada banyak lagi merk lain yang ngga kalah ramai dengan ini. Harga rata-rata untuk crepes ini adalah ¥500. Harajuku terkenal dengan "Harajuku Style" which means kostum dan penampilan anehnya *please correct me if i'm wrong* dan memang saya menemui satu toko yang menjual kostum macam-macam dan cukup unik. Ga cuma tokonya, saya pun ga sengaja berpapasan dengan orang-orang yang berkostum unik ditengah hari bolong. Yang 1 berkostum ala ala Harry Potter dengan menggiring binatang peliharaan yang ternyata adalah boneka ditarik-tarik dan yang satunya Wanita berkostum kurcaci warna warni *ngasal mendeskripsikannya* :p. Melanjutkan eksplorasi ke arah Shibuya karena penasaran dengan patung Hachiko didepan Shibuya St. Tadinya mau naik kereta ke Shibuya tetapi karena liat ke stasiun sangat padat sekali jadi saya memutuskan untuk jalan kaki aja (liat di google maps sih cuma 30 menit jalan kaki). Oh ya saya sempet lihat dibelakang Harajuku St ada yang namanya Meji Shrine ngga begitu paham seberapa dalam masuknya ke dalem, baru 10 menit jalan ke arah dalem aja saya sudah nyerah akhirnya foto-foto bentar. Ngga nyesel deh memutuskan jalan kaki dari Harajuku ke Shibuya, saya melewati toko sepeda yang menurut saya keren sekali (kebetulan doyan sepeda) lalu juga nikmatin cuaca yang tidak begitu terik sambil lihat-lihat sekitar. Perjalanan 30 menit bikin crepesnya cepet diolah sama perut nih, sampe Shibuya laper lagi! Lagi lagi nanya mbah google makanan apa yang enak di Shibuya dan pilihan jatuh kepada Sushi. Tempat sushinya agak susah buat dicari mungkin karena lokasinya ada didalam gedung. Pertama masuk ke gedung udah mulai kuatir "jangan jangan didalam gedung gini mahal nih". Begitu sampai didepan restoran sushinya eh antrinya melingker kayak uler tangga (agak lebay) tapi walaupun panjang waktu antrian saya ngga sampai 10 menit sudah dipanggil, ini membuktikan bahwa orang jepang selesai makan langsung keluar, ngga kongkow gosip dulu macam orang kita hahaha. Saya duduk di sushi bar karena memang sendirian juga kesana, lihat-lihat menu dan murah loh hoho, saya pesen 4 menu + minum cuma ¥1200 aja. Setelah sushi saya menyeberang jalan untuk ke patung hachiko, penuh sekali dengan wisatawan yang ingin foto bareng sama hachiko dan banyak orang indo nya juga :p. Saya mah yang penting pernah lihat, pegang sama foto dah cukup. Sudah cukup puas jalan-jalan di Shibuya, tujuan selanjutnya adalah Shimbashi, singkat cerita sesampainya di Shimbashi St begitu keluar ada banyak stand komik dan majalah didepan stasiun. Tujuannya adalah ke Tamiya Shop yang terletak 10 menitan jalan dari Shimbashi St. Salah satu tempat yang bisa menguras isi dompet nih! harganya pun dibandingkan dengan di Jakarta bisa lebih murah sekitar 40% (IMO). Sayangnya saya ga berani mengambil foto dalamnya takut kena omel :p. Sedikit info bahwa disekitar Shimbashi St banyak sekali kedai makanan dengan menu yang berbeda-beda, mungkin lain waktu mau coba nginap di daerah Shimbashi. Malam ini saya menginap di Boothnet cafe & capsule di Shinjuku. Karena jepang terkenal dengan capsule hotelnya, bolehlah cobain nginep di capsule semalam aja. Reviewnya bisa dibaca disini. Malam itu saya keluar untuk cari makan dan berjalan kaki saja disekitaran hostel. Memang hostel saya ini terletak dilokasi yang sangat strategis karena dekat dengan Shijuku St, beberapa tempat makan, shopping dan saya baru ingat ini adalah salah satu red district di Jepang. Pantas saja malam itu ada beberapa orang kulit hitam yang menawari saya untuk melihat tontonan yang "indah" dengan harga yang bervariatif dan rupanya mereka semacam germo / marketing / sales / apa pun itu haha. Selain itu banyak sekali di pojokkan jalan tulisan DVD 24 hours dan karena penasaran saya masuk ke dalam salah satu toko yang ternyata isinya adalah penyewaan dan penjualan DVD (film box office maupun film yang syur syur) :p. Uniknya dari tempat DVD ini adalah mereka menyediakan ruangan untuk menonton DVD yang disewa oleh orang dengan harga yang cukup murah sekitar Rp. 100.000 / 3 jam (sudah termasuk sewa DVD). Hari ke 7: Mount Fuji, Kawaguchiko Tujuan hari ini adalah Gunung Fuji yang terletak di wilayah Kawaguchiko dan dimulai dari Shijuku St menuju ke Otsuki St. Nanti dari Otsuki St pindah jalur ke Fujikyu Railways menuju Kawaguchiko St. Untuk rute Shinjuku ke Otsuki masih tercover oleh JRPASS (68 menit perjalanan) tetapi Otsuki ke Kawaguchiko harus membeli tiket seharga ¥1140 / trip (60 menit perjalanan). Tiket untuk ke Kawaguchiko bisa dibeli dengan 2 cara yaitu di loket biasa dan dimesin seperti ATM di Otsuki St. Sebisa mungkin kalau memang lagi musim liburan, bangunlah dan berangkatlah sepagi mungkin jika ke gunung Fuji karena memang sangat padat dan ramai pada saat kemarin saya pergi. Pemandangan selama perjalanan menuju Kawaguchiko sangat indah sekali dan gunung Fuji menampakkan puncaknya dengan sangat jelas. Setibanya di Kawaguchiko saya langsung mengantri bus untuk menuju Kawaguchiko lake. Ada beberapa line untuk naik sight seeing bus di Kawaguchiko dan saya naiki adalah bus yang berada di red line dengan biaya ¥480 untuk sampai ujungnya danau Kawaguchiko sedangkan saya hanya membayar ¥150 karena saya hanya sampai di Ropeway. Nah dengan ropeway inilah kita akan dibawah ke viewpoint untuk foto dan menikmati gunung Fuji. Harga tiket ropeway ini ¥710 / return. Sangat disayangkan sesampainya diatas, puncak gunung fuji sudah tertutup oleh awan tebal :(. Saya habiskan waktu sekitar 1 jam diatas menunggu apakah akan hilang awan dipuncaknya dan ternyata tidak. Di lokasi viewpoint terdapat warung oleh-oleh dan snack. Saya pun mencoba membeli semacam sate bulat-bulat yang terbuat dari tepung (lupa namanya) seharga ¥400 termasuk green tea lalu saya juga mencoba eskrim yang dibeli melalui vending machine seharga ¥350. Turun ah! kembali kepinggiran danau Kawaguchiko tempat awal saya turun dari bus red line tadi. Dibawah terdapat satu toko yang menjual cookies khas Kawaguchiko dan saya pun membeli beberapa untuk oleh-oleh karena saya pikir ciri khas dari daerah situ, ternyata setelah dicoba rasanya mirip sama lidah kucing khas Indonesia loh haha! Sekembalinya ke Tokyo dari Kawaguchiko waktu sudah menjelang malam dan saya masih harus seret-seret koper menuju hostel selanjutnya. Malam ini saya menginap di IRORI NIHONBASHI yang reviewnya sudah saya ketik disini. Saya ngga tau menau daerah tempat saya menginap karena memang diluar dari Yamanote Line juga dan menanyakan rekomendasi makan yang enak dari staff hostel. Selama di Jepang belum ngerasain ramen yang enak jadi menu malam itu diputuskan adalah ramen dan rekomendasi dari hostel memang sungguh luar biasa enaknyaaaa! Lagi-lagi saya lupa namanya dan lupa foto ramennya udah laper tingkat dewa (lebay). Pertama kalinya makan di kedai ramen yang pesennya pake koin, noraklah waktu itu ngga ngerti cara pesennya dan pegawainya pun ngga bisa bahasa inggris. Simplenya sih gini, begitu masuk pintu kedai pasti ada mesin (mirip vending machine) disitu kita bisa pilih mau makan apa (mesti nanya ke pegawainya apakah mengandung babi atau tidak bagi yang muslim), setelah pilih mau makan apa baru masukkin koin sesuai harga makanan lalu pencet tombol menu yang pilih. Pork Ramen super enak seharga ¥1080 yang bikin begah perut malam itu :p. Hari ke 8: Ueno Park - Odaiba - Akihabara - Asakusa Belum dapet penampakan bunga sakura yang ciamik bikin saya penasaran dan memutuskan untuk pagi-pagi berangkat ke Ueno Park dan terFujilah ketemu satu pohon yang bagus banget dikelilingi beberapa wisatawan yang sibuk memotret keindahan bunga sakura tersebut, selain itu banyak juga yang sudah duduk ber-Hanami ria. Lagi seru motret eh ada pasangan Indonesia yang pre-wedding disitu juga. Puas berfoto dipohon sakura, lanjut lihat-lihat sekeliling dan masuk ke temple kecil nah dari situ dapet lagi spot bagus untuk foto mengarah ke danau. Jalan kaki dari temple kecil ke danau memakan waktu 5 menit aja dan disitu bisa duduk-duduk sambil bengong. Kebetulan beli sandwich jadi sembari ngemil aja sekitar 30 menitan disitu. Ga kerasa sudah mulai siang jadi balik ke Ueno St buat melanjutkan perjalanan ke Asakusa. Sesampainya di Asakusa ternyata banyak juga pohon sakura dipinggir sungai dan lagi-lagi banyak orang yang berfoto disitu. Cuaca bagus nih, yuklah jalan kaki aja ke Akihabara! berdasarkan info dari googlemaps yang katanya bisa jalan 30 menit akhirnya nekat jalan dan ternyata 1 jam baru sampai hahaha. Dijalan menuju Akihabara saya melewati kantornya BANDAI yang didepannya terdapat beberapa patung seperti Doraemon, Anpan Man, Satria Baja Hitam, Ultraman dan lainnya. Ternyata capek juga jalan kaki ya dan perut udah laper eh ngelewatin Yoshinoya, ya udah deh makan lagi disitu. Sampai juga di Akihabara yang tujuan utamanya adalah hunting barang 2nd hand di SOFMAP! Banyakkk banget gedung SOFMAP disitu tetapi yang saya masukki pertama adalah SOFMAP main building ada 7 lantai dengan macam-macam jenis gadget yang dijual dan berbeda-beda disetiap lantainya. Barang yang kebanyakan dijual di SOFMAP main building adalah barang baru, sedangkan barang 2nd hand banyakan berada di gedung seberang main building yang agak lebih kecil tetapi cukup lengkap (gedung SOFMAP berwarna biru). Sedikit informasi mengenai barang di SOFMAP kalau kalian cari asesoris semacam kabel data, earphone, casing dan lainnya udah jelas lebih murah jika beli di Tokopedia / Kaskus / Indonesia lah pokoknya. Nah sedangkan kalau beli gadget macam PS4 / Handphone / Kamera itu bisa lumayan jauh bedanya karena tanpa tax dan jika transaksi dengan kartu kredit dapat diskon tambahan 5% lagi kalau tidak salah. Puas lirik sana sini di Akihabara saya lanjutkan perjalanan menuju Odaiba, Divercity Mall lebih tepatnya. Disana ada patung Gundam yang super besar dan buat foto seru-seruan aja sih, sisanya ya cuma shopping area aja. Yang lumayan mengejutkan saya adalah ternyata ada bunga tulip yang tumbuh di area dekat Gundam itu dan sangat bagus sekali. Di Divercity juga saya mencari oleh-oleh untuk orang rumah seperti Tokyo Banana dan lainnya. Menjelang sore saya memutuskan untuk pulang ke hostel untuk packing karena besok paginya sudah harus pulang ke Jakarta :(. Makan malam hari terakhir adalah Tonkotsu yang lagi-lagi direkomendasikan oleh staff hotel tempat saya menginap. Jalan kaki pun hanya 10 menit dari hostel. Harga makanannya ¥900. Yak selesai sudah bagian ke 3 Jalan Jalan ke Jepangnya! Semoga semua informasinya walaupun sedikit bisa bermanfaat buat temen-temen yang membaca tulisan saya ini. Cheers!
  44. 6 points
    Gak kerasa udh hampir 1 tahun mengikuti Gatnas KJJI ke 9 di Lombok bln Oktober 2015, dan timbul perasaan kangen pingin kumpul2 dgn teman-teman ex Gatnas Lombok. Akhirnya pas bulan Juni 2016, beberapa dari kami @luxia, @siti uko, @menie ketemuan di rumah @sitiuko di Ciawi. Nah disitulah tercetus ide utk ajakin reuni teman2 ex Gatnas Lombok, pergi bersama-sama ke Lombok tgl. 18-20 November 2016, pastinya dgn rute yg berbeda dengan thn 2015. Eh ternyata ngumpulin teman2 ex Gatnas Lombok utk jalan bareng2 lg susah-susah gampang lho hehehe.... ada yg udh daftar...tiba2 cancel. Akhirnya dari teman2 yg sudah daftar, ini lah yg terkumpul: 1. saya 2. @titisetianingsih 3 . @luxia 4. @sitiuko 5. @menie 6. @dimaz 7. @dhan doank 8. fb@dutynath 9. fb@nettyneh 10. fb@gayatrinainggolan 11. fb@onyadeisi Berhubung peserta reuni ex Gatnas Lombok sedikit, akhirnya diputuskan kami boleh ajak teman2 kami yg lain. Jadilah bertambah 4 orang yg salah satunya fb@Lenny Zein (ex Gatnas KJII 8 di Padang). Jadi total peserta 15 orang. Walaupun ada peserta baru, tapi gak kalah seru suasana reuni kami ini hehehe... maklum biang gokilnya jd nambah. Untuk acara kami ini, kami minta tolong ke Dimas untuk atur transportasi dan itinerary selama di sana. Yuk kita mulai perjalanan reuni kami. Hari 1: tgl. 18 November 2016: Gili Petelu, Pantai Tangsi (Pink Beach), Gili Segui (Pink Beach 2), dan Gili Pasir (Lombok Timur) Kami berangkat dari M Hotel di kota Cakranegara sekitar jam 7.00 pagi WITA menuju Pelabuhan Tanjung Luar di daerah Lombok Timur yg memakan waktu perjalanan sekitar +/- 1,5 jam. Dalam perjalanan sempet tuh kami mampir ke daerah Puyung (Lombok Tengah) utk cobain Nasi Balap Inaq Esun yg terkenal di Lombok. Utk menuju tempat makan ini, dr jalan raya kita harus jalan kaki 150 meter memasuki gang rumah penduduk. Gak nyangka, di rumah yg sederhana ini nasi balap yg terkenal itu dijual. Utk teman-teman yg belum tau nasi balap, nih sedikit info ya. Nasi balap yaitu nasi dgn lauk ayam suwir crispy bumbu pedes, ikan asin crispy, sambal dan kacang kedele goreng. Yg terkenal dari nasi balap ini ya pedesnya itu yg super (dijamin perut langsung panas & mules kalo yg gak tahan pedes hahaha...), tp buat yg gak doyan pedes bisa minta kok nasi balap yg tidak pedes dan pedes sedeng. Nasi balap Inaq Esun ini harganya Rp.15 ribu per porsi, enak, murah dan kenyang jg lho. Setelah kenyang, lanjutlah perjalanan kami ke pelabuhan Tanjung Luar. Setelah tiba di pelabuhan Tanjung Luar, gak buang waktu lg kami langsung dibagi menjadi 2 kapal utk explore ke gili-gili. 1. Gili Petelu. Di Gili Petelu ini airnya bening dan keliatan tuh karang-karang yg di bawah laut. Sayang kami gak bisa main lama-lama disini karena arus bawah lautnya tiba-tiba makin kuat. Diputuskan langsung kami lanjut ke Pantai Tangsi (Pink Beach). 2. Pantai Tangsi/Pink Beach. Nah ini lah dia Pink Beachnya Lombok. Warna pasirnya ternyata udah gak terlalu pink lho senasib dgn pink beach di Pulau Komodo, mungkin krn udah byk orang yg berkunjung ya jd plankton pinknya berkurang. Pantai Tangsi ini bagus lho viewnya tp sayang kebersihan di pantai ini kurang terjaga, jd kita mau main air di sini jadi males. Setelah makan siang, krn gak pada mau main air, kita semua pergi ke bukit di Pantai Tangsi utk foto-foto aja deh. Setelah puas foto-foto, lanjut lah perjalanan kami menuju Gili Segui. 3. Gili Segui. Letak Gili Segui ini gak terlalu jauh dari Pantai Tangsi, dan Gili Segui ini dijuluki Pink Beach 2. Hmm...benar lho pantainya msh bersih krn belum banyak dikunjungi orang. Dan pasirnya memang lebih keliatan pinknya dr pada di Pantai Tangsi. Mana tahan deh gak main air di sini. 4. Gili Semangkuk. Dalam perjalanan dari Gili Segui ke Gili Pasir, kami diajak mampir sebentar utk snorkling di Gili Semangkuk ini. Airnya masih bersih dan karang-karangnya juga masih bagus. Nah istimewanya dr Gili Semangkuk yaitu ada sumur di dasar laut. So pasti bikin kita penasaran pingin tau. Ini dia tampilan sumurnya. Bagus kan? Krn airnya msh bening, gak usah susah-susah nyelem dalam-dalam, dgn modal alat snorkling dan ngapung-ngapung santai aja kita udah bisa liat tuh sumur. 5. Gili Pasir. Akhirnya tiba juga kita di Gili terakhir yg dikunjungi yaitu Gili Pasir. Gili Pasir ini akan muncul jika air laut surut menjelang sore hari. Bagus bgt Gili Pasir ini karena selain bentuk pulaunya,bintang lautnya unik lho krn ada berwarna kuning dan pasirnya beralur-alur seperti pasir berbisik di Bromo. Kami semua menghabiskan waktu agak lama di Gili Pasir ini sambil menikmati sunset. Akhirnya lewat magrib kami baru mendarat lagi di Tanjung Luar. Satu hal yg disayangkan nih, fasilitas kamar kecil utk bilas kurang banget krn jumlah kamar kecil cuma 2 dan air bersih utk bilas kurang. Jd terpaksa deh kami bilas sekedarnya...hehehe...lumayan bawa “oleh-oleh” pasir yg nempel di badan dan rambut. Dari gili-gili yg kami kunjungi hari ini, kesan aku sih bagus-bagus kecuali Pantai Tangsi/Pink Beach yg kurang memuaskan, ya itu krn kurang bersih. Hari 2: tgl 19 November 2016: Pulau Paserang dan Pulau Kenawa di Sumbawa Barat. Terinspirasi dgn kunjungan Deffa dan Dimas ke 2 Pulau ini setelah selesai Gatnas Lombok 2015, kami semua penasaran jg pingin liat keindahan Pulau Paserang dan Pulau Kenawa. Makanya 2 Pulau ini kami masukkan ke kunjungan utama kami. Perjalanan dari kota Cakranegara ke Pelabuhan Kayangan yg terletak di Lombok Timur ditempuh +/- 2 jam. Di Pelabuhan Kayangan ini banyak bgt penjual nanas krn Lombok Timur (daerah Masbagik) memang terkenal dgn nanasnya. Sambil nunggu Dimas beli tiket, dr pada penasaran kami beli deh 2 ikat nanas. 1 ikat nanas (5 buah) dihargai Rp. 15 rb (incl. ongkos kupas & potong) murah kan. Wah ternyata enak lho nanasnya,seger dan gak asem. Kalau teman-teman nyebrang ke Pototano via pelabuhan Kayangan jgn lupa cobain nanasnya ya, oh iya sebaiknya membeli jg bekal makan siang di rumah makan yg ada di sini sebelum menyeberang krn lebih higienis. Kapal ferry dari pelabuhan Kayangan ke Pototano (Sumbawa Barat) berangkat setiap 1 jam sekali, beroperasi 24 jam dan perjalanan penyebrangan sekitar 2 jam. Setelah kapal keluar dari pelabuhan Kayangan kita akan disuguhi pemandangan yg bagus bgt. Suasana di kapal ferry ini cukup bersih dan ada hiburan musik organ tunggal tuh. Siapa aja boleh minta lagu, mau joget atau mau nyanyi jg boleh asal nyawer ke pemain organ tunggal. Nah disini lah Netty, Menie, Onya, Ven-Ven dan Abdy (adik Lenny Zein) unjuk kebolehan mereka berjoget hehehe..... pokoke heboh deh. Lumayan sih bikin perjalanan gak bosen. Setelah sampai di pelabuhan Pototano, kami berjalan kaki sebentar menuju ke dermaga kecil utk naik kapal yang akan antar kami ke Pulau Paserang dan Pulau Kenawa. Jgn kaget ya liat dermaganya, hehehe....ya a la kadarnya gitu deh. 1. Pulau Paserang. Dari dermaga ini, kita akan berlayar sekitar 30 menit sudah sampai di Pulau Paserang. Kesannya..... ya ampun ternyata sepi dan gersang bgt ya Pulau Paserang. Sebaiknya bawa bekal makan dan minum deh krn gak ada orang yg jualan di pulau ini. Setelah makan siang, gak buang waktu, langsung deh kami berjalan menuju puncak bukit. Untuk yg gak kuat jalan, gak usah kawatir trekkingnya gak jauh dan gak berat kok... enaknya udah ada jalur trekking yg disemen, tapi.....siap-siap kaki kebaret-baret dengan tanaman liar putri malu yg berduri itu...hehehe... yg minta ampun banyak banget. Setelah sampai puncak bukit, rasa perih di kaki gak berasa lagi krn kita udah terpesona dengan viewnya. Setelah puas foto-foto, cusss.... kami melanjutkan perjalanan ke Pulau Kenawa. 2. Pulau Kenawa Dari Pulau Paserang cuma berlayar sekitar 15 menit udah sampe deh kita di Pulau Kenawa. Apa yg istimewa dari Pulau Kenawa ini? Selain view dari atas bukit, uniknya rumput savananya bergerombol sendiri-sendiri seperti tanaman padi gitu deh. Sambil menunggu panas matahari berkurang, kami santai-santai dulu di warung yg dekat dermaga, ada juga teman2 yg snorkling krn memang lautnya masih bersih dan bagus. Untuk toilet, jgn ngarep toilet yg bagus ya, adanya toilet darurat gitu . Sayang ya, fasilitas umum belum dibikin yg bagus padahal pengunjungnya sudah banyak lho dan ada yg kemping jg. Setelah sinar matahari gak terlalu ngejreng, kami semua memulai trekking ke puncak bukitnya. Sepanjang jalan, mata adem rasanya liat padang rumputnya yg mulai keliatan warna hijaunya. Setelah melewati padang rumput, siap-siap trekking ke atas bukit, gak terlalu tinggi kok, paling cuma 10 menit, asal jangan buru-buru dan harus hati-hati krn selain menanjak byk batu krikil kecil2 yg bisa bikin kepleset. Semua rasa cape dan panas terbayar lho dengan pemandangan yg terhampar di depan kita. Ini buktinya. Gak kerasa, duduk2 sambil menikmati pemandangan, tiba lah waktu sunset di bukit ini. Baguus.....banget sunsetnya. Emang Pulau Kenawa top deh. Udah posisi PW gini males rasanya mo jalan turun lg, tp dr pada kemaleman di atas dan susah turunnya krn gak ada lampu senter, cepet2 kami jalan turun lagi menuju pinggir pantai. Pas sampe di pantai, hari udah lumayan malam dan akhirnya sekitar jam 19.30 WITA kami meninggalkan Pulau Kenawa untuk menuju dermaga asal. Akhirnya kami sampai kembali di Cakranegara sekitar jam 12.30 dinihari. Hari 3: tgl.20 November 2016: Air Terjun Benang Stokel, Air Terjun Benang kelambu dan Bukit Merese di Tanjung Aan. Baru tidur sekitar 3 jam, mau gak mau mata harus melek pagi2 lagi. Waktunya packing! Ini lah hari terakhir perjalanan reuni kami dan kami semua cepat-cepat sarapan dan check out dari Hotel karena gak sabaran pingin liat keindahan Air Terjun Benang Kelambu. Air terjun yg akan kami kunjungi ini termasuk kawasan hutan di kaki Gunung Rinjani tepatnya di Desa Aik Berik, Lombok Tengah. Dari Kota Cakranegara, lama perjalanan sekitar 1 jam, kita bisa menempuh jalur Mataram-Narmada-Sedau-Pancor Dau-Teratak-Desa Aik Berik.Ke 2 air terjun ini belum setenar air terjun Tiu Kelep di kalangan wisatawan, jadi gak heran pengunjungnya sebagian besar orang lokal Lombok. Oh iya kalo teman-teman merasa gak sanggup jalan kaki menuju air terjun, byk ojek motor yg sudah standby di gerbang masuk kawasan air terjun. Ada jg beberapa teman kami yg lsng sewa ojek motor seharga Rp.30.000,- pulang pergi, tp nyesel lho kalo naik ojek motor krn kita gak bisa liat Air Terjun Benang Stokel.Jalan kendaraan bermotor dan mobil ternyata langsung menuju ke lokasi Air Terjun Benang Kelambu. 1. Air terjun Benang Stokel. Setelah kita melewati gerbang masuk, kita mulai berjalan melewati kawasan pepohonan yang rindang dan hiruplah udara segar yg belum kena polusi. Jalur menuju ke lokasi air terjun sudah dibangun undakan2, sehingga kita berjalan menuju ke air terjun dengan cukup nyaman sih. Dari pintu gerbang, kita akan berjalan sekitar 1 km untuk menuju air terjun Benang Stokel. Dr kejauhan kita udah bisa liat tuh Air Terjun Benang Stokel. Di air terjun ini ternyata ada dua air terjun dan nama air terjun ini yaitu “Benang Stokel” dalam bahasa lokal memiliki arti “seikat benang”. Dinamai demikian karena bentuknya yang menyerupai ikatan benang. Air terjun ini memiliki dua air terjun, dengan ketinggian masing-masing sekitar 20 Meter. Airnya sangat jernih dan segar. 2. Air terjun Benang Kelambu. Setelah puas foto-foto di Air Terjun Benang Setokel, lanjutlah perjalanan kami menuju Air Terjun Benang Kelambu. Jalur trekkingnya cukup nyaman sih, gak yg curam banget (lebih gempor trekking di Air Terjun Tiu Kelep hehehe...). Santai aja jalannya supaya gak terlalu capek.Kalo haus atau lapar, gak usah takut, sepanjang jalan setapak ada beberapa warung yg standby jual makanan dan minuman. Taraaa... dari jauh udh keliatan tuh air terjunnya. Baguss kan air terjunnya dan kita cuma bisa bilang memang ciptaan Tuhan indah . Air terjun ini dinamai Air Terjun Benang Kelambu karena terjunan airnya yang berbentuk seperti kelambu. Air terjun ini memiliki 3 tingkat. Tingkat yang paling atas berasal langsung dari mata air, dan memiliki ketinggian sekitar 30 Meter. Tingkat yang kedua merupakan lanjutan dari tingkat pertama, dengan ketinggian sekitar 10 Meter. Tingkat yang ketiga memiliki ketinggian hanya 5 Meter. Gak seperti Air Terjun Benang Setokel, Air Terjun Benang Kelambu tidak memiliki kolam, jadi cuma bisa basah-basahan di bawah terjun. Kalo mau berenang bisa juga sih, dibawah ada tuh kolam buatan utk pengunjung berenang. Nah utk jalan pulang kami cobain lewat jalur kendaraan bermotor, dan ternyata jalannya lebih landai dan gak usah menderita melewati jalan menanjak dan anak tangga yg bikin kaki pegel hehehe... 3. Bukit Merese, Kuta, Lombok Setelah istirahat makan siang, langsung cuss... kita mampir dulu beli oleh-oleh di toko oleh-oleh Gandrung (jual kaos, baju dgn kualitas dr yg biasa sampai yg bagus) dan toko Lestari (jual oleh-oleh makanan lokal). Sebelum menuju ke Bukit Merese, kami antar teman kami bang Duty Nath ke Bandara dulu krn pesawat dia lbh cepat dr pd kita semua. Dr bandara ke Bukit Merese gak terlalu jauh sih... sekitar 45 menit lah. Arah menuju ke Bukit Merese, ternyata melewati Pantai Kuta dulu dan melewati Pantai Tanjung Aan. Bukit Merese ini menarik lho krn ada padang rumputnya yg bagus utk foto-foto dan kita bisa melihat Pantai Tanjung Aan dan Batu Payung di kejauhan. Ini lah dia, view Bukit Merese. Bagus kan teman-teman. Nah karena terlalu menikmati suasana di Bukit Merese ini, jd lupa waktu deh, gak berasa udh jam 18, waah..langsung kami semua panik takut telat sampai di Bandara. Untung sopir mobil Elf kami cepet tuh nyupirnya... pas jam 19 malam sampe di Bandara (pesawat kami sekitar jam 20 malam). Puji Tuhan gak telat. Nah teman-teman demikian sedikit cerita dari reuni ex Gatnas IX. Semoga kami semua tetap kompak deh. Salam jalan-jalan!
  45. 6 points
    Gulali56

    FR 3 Malam di kota Paris

    Bonjour! Ini lanjutan dari trip 14 hari 6 negara: Belanda-Perancis-Belgia-Jerman-Swiss-Italy. Day 1-2 di Belanda: http://jalan2.com/forum/topic/22562-fr-amsterdam-zaanse-schans-volendam-marken-20-22-sep-2016/ Day 3- Kamis, 22 Sep 2016 Akhirnya tiba di stasiun Gare du Nord Paris (Thalys 11.17-14.35 Amsterdam Centraal Stn - Paris Nord (3hr18). Disini saya gabung sama 2 teman saya yg start dari Paris. Di stasiun ini langsung disambut dengan pemandangan kumuh dan army2 Perancis yg bawaannya kayak mo perang. Senjata laras panjang, pistol kiri kanan, granat, topi perang. Buset deh. Gare du Nord ini ruame bgt, dan mix byk imigran dan org Africa nya. To be honest, rada shock, semua temen2 yg pernah kemari memang bilang sih Paris skrg kumuh dan gak aman. Eniwei janjian sama temen yg udh dari pagi tiba di Paris, jadi mrk pada ke museum dulu. Janjian jemput di stasiun depan Starbucks.Untung disini Starbucksnya cuman satu. Nanya sama security yg paling cakepan (as usual) mana exit yg ada Starbucksnya, drpd salah ya (bilang aja modus). Hotel kami itu deketnya dari Gare de l'Est Stn , jadi kalo dari Gare du Nord Stn hrs geret2 koper/naik kereta 1x.Berhubung nanggung, jadi terima nasib geret koper sejauh 1,5km. Little Regina. Address: 89 Boulevard de Strasbourg, 75010 Paris. Semlmnya € 104 utk 3orang. Tempat tidur ke-3 nya kasur beneran bukan sofa bed. Jadi mayan lah. Lokasi strategis, sebrang Gare del'Est Stn. Hotel nya imut2 dgn lift imut2 jg, jadi utk mencapai ke kamar di lt.2 hrs satu-satu naiknya. Well drpd gak ada lift ye. Liftnya kalo gak bawa koper, bisa dipaksain masuk 3 org (Asia ya bukan Caucasian). Selesai check in dan ngaso2 bentar. Kami memutuskan mo liat Eiffel tower di sore hari terus makan. Terus terang saya tinggal ikut mrk, krn yg bikin itinerary mrk plus mrk pun beli simcard Europe (Keepgo USD 59 utk data 1GB) sehingga segala arah dicari dari hasil google maps. Disini saya beli carnet 10ticket, semacam beli tiket grosiran. Harga € 14.5 yg bisa dibagi2 ke org lain,dan bisa dipakai kapan pun. valid on Metro, RER (zone 1), bus (except Orlybus, Roissybus),Tram, Montmartre funicular. Connection valid for: metro/metro, metro/RER, RER/RER, bus/bus, bus/tram, tram/tram within 90mins. NOT valid for: metro/bus, metro/tram, RER/bus, RER/tram using the same t+ ticket. Agak pusing ya bacanya. Gampangnya cara saya aja, pegang tiket bekas pakai dan tiket baru, insert ke machine ticketnya yg bekas dulu kalao gak mau baru pake yg baru. Hahaha..namanya jg usah ...Later on 10ticket ini bisa utk 2hari malah sisa 1.Krn kami banyakan explore by foot. Utk liat view Eiffel Tower yg oke ini ada bbrp lokasi strategis. Utk sore ini kami pilih dari École Militaire Stn.Tinggal jalan dikit dari exit kearah taman. Kalo bingung exit yg mana, ada peta stn kok di platformnya. Jadi bisa nentuin mo ambil exit yang mana. Dari taman ini bisa keliatan view Eiffel dikejauhan. Sepiii.. bykn penduduk lokal, bawa anjing2nya jalan2 sore. Turisnya pun dikit jadi enak ambil fotonya. Habis itu kami makan sore menjelang malam di Le Petit Cler. Le Petit Cler Address: 29 Rue Cler, 75007 Paris (near Champ de Mars). Yang terkenal dari resto Perancis ini adalah Croque Madame (€14) dan Steak nya. Saya pesen Croque Monsieur (€ 12) krn beda € 2 lbh murah dan tanpa telur. Temen saya pesen Bavette (flank steak-€13) . Trus kita pesen red wine satu gelas kecil (€ 4.50)…scr harga teh sama wine beda 50cent. Gaya dikit di café Paris. Di Paris ini saya liat tap water lgsg dikasi di botol gede tanpa diminta dan free pula . Nice touch! Ada menu bhs inggris dan free wi-fi juga.Yipee buat saya. Later on di Negara lain pada diem2, dan bahkan tap water pun masih kena charge cuci gelas € 0.5-€1.5.hahaha.. Croque Madame dan Croque Monsieur ini salah 1 khas Perancis (katanya), mnrt saya sih roti goreng sama telur dan ham. Cuma kress aja rotinya.Salad nya jg mayan byk. Di negara2 lain makin sedikit kalo kasi salad. Paris ini tipe yg balance kyknya. Porsi pas, sayur dibanyakin. Tadinya selesai makan mo balik lagi liat view Eiffel dgn lampu2nya menyala.Tp ternyata masih ada matahari msh blm terbenam jg jam 7 ini, jadi kami memutuskan sekalian aja liat view kota Paris dari Montparnasse Tower yg agak jauhan . Montparnasse Tower. Mon-Sun 11am-10pm (closed Tue).Entry:€ 15. How to go: Montparnasse-Bienvenüe (metro lines 4, 6, 12, 13). Bus: 28, 58, 82, 88, 89, 91, 92, 94, 95, 96. Scr view sih oke. Tp sayang semua camera, baik camera DSLR (kurang oke kyknya lensanya ato yg pake yg amatir) apalagi camera HP gak ada yg bisa capture nightview dengan ok. Jujur sih, mending duitnya dipake byr naik Eiffel lift. Stlh itu kami balik hotel, terutama 2teman saya masih jetlag, harus istirahat cepet. Total t+ (ticket) habis 3ticket saja hari ini. Day 4- Jumat, 23 Sep 2016 Hari ini coba sarapan di hotel. Bayar € 7.00. Dpt satu tray isi roti (yg croissant enak, yg lain cocok buat lempar kucing maling saking kerasnya), selai2an, keju, jus, dan susu. Mehong juge ye… Stlh itu kita ke Louvre , kali ini saya terpaksa beli day pass Mobilis € 7.3. Louvre Museum, Tue closed. Open: 9am-6pm. Friday until 10pm. Entrance fee: € 15 How to: Metro: Palais-Royal–Musée du Louvre station (line 1).Bus: stop in front of the Pyramid: 21, 24, 27, 39, 48, 68, 69, 72, 81, 95, and the Paris Open Tour bus. Karena saya gak minat masuk museum. Jadi temen2 saya yg antri, saya jalan2 keliling taman dpn Museum, berbekal peta gratisan dari hotel.Sebenarnya ada bbrp tempat didlm yg bisa buat foto2 tanpa beli ticket. Tp tetep aja antri masuknya panjang. As usual sok2 mo puter2 sekitar malah nyasar sampai sejam gak bisa balik2 ke Louvre lagi stlh sejam akhirnya saya berhasil ke taman Tuileries (Jardin des Tuileries). Tamannya gede tp krn masih sisa sejam dari janjian dengan temen yg didlm Louvre jadinya dgn absurdnya saya jalan dari ujung ke ujung. Dari Place du Carrousel – Musee de l’Orangerie – Place de la Concorde dan balik lagi. Untung nya di taman itu byk bangku taman, jadi kalo cape bisa kongkow2 dulu. Dkt situ ada di arah jalan raya, ada deretan toko souvenirs. Saya terjebak, nasib kecapean jalan kaki kali ya, disapa pake bhs Indonesia ala2 aja udh terbujuk beli t-shirt seharga € 15. Sigh. Later on tips yg harus diketahui, jgn beli souvenirs di tengah kota.MAHAL! Stlh ketemu temen saya, yg ada mrk duluan keluar Louvre drpd saya sampai titik temu, kita jalan lagi.. menuju Pont Neuf, jembatan tertua dan plus love locks nya. Sayang gak ada tambatan hati yg bisa di”gembok” disitu.. #eyaaaa.. Dari situ masih jalan kaki menuju Sainte Chapelle dan Notre Dame. Seriously knp kita beli day pass kita juga gak ngerti. Mending pake carnet ticket sisa kemaren. Sainte Chapelle ini berbayar € 8.5 berhubung kaki saya sudah mo putus, saya pilih duduk dibangku dekat entrance Metro Cité di semilir angin. Kelar dari St Chapelle ini kita mulai cari2 tmpt makan siang, nemu resto yunani Gyros dan makan entah apaan yg pasti isinya karbo karbo dan karbo. Jadi ada sejenis nasi,kentang, masih dpt free flow roti lagi... Harganya € 9. Termasuk minum lemon tea yg berkarbonate. Rasanya gak kyk lemon tea deh. Jgn tergoda beli paketlah.. krn toh dpt tap water gratis juga... Habis itu jalan kaki lagi ke Notre Dame. Notre Dame. 8am-6.45pm. Entrance :Free. How To go: RER- Saint-Michel Stn (Line B/C). Metro:Cité or Saint-Michel Stn (line 4). Station Hôtel de Ville (line1/11). Station Maubert-Mutualité or Cluny – La Sorbonne (line 10). Station Châtelet (line 7/11/14). Notre Dame ini bagusss bgt. Puas2in bgt foto disini. Didlmnya juga cantik. Tp saya memang seneng sih hiasan2 katedral yg tua2 gini. Dari sini barulah kita ke Champs Elysees. Orchardnya Paris. Kebalik ya.. orchard yg niru Champs Elysees Champs-Élysées, how to go : via Franklin D Roosevelt Stn ( line1/ line 9) Disi mampir deh ke Disney store. Kirain bakal ada magnet Disneyland Paris, ternyata rata2 jualannya boneka dan pernak pernik Disneyland Paris nya gak ada sama sekali.Yaaahhh kirain gak perlu ke Disney store di dkt Disneyland. Disney store 44 Av. des Champs-Élysées. Mon-Fri 9am-12pm/2pm-5pm Akhirnya jalan lagi ke butik Longchamp dan khilaf (pdhal emang udh direncanain dari jkt mo beli tas ) Harga medium Le Pliage € 140. Samping Longchamp ada tmpt macaroon yg katanya enak jadi kita mampir lagi utk nge teh cantik disitu. Laduree. Address: 75 avenue des Champs-Élysées. Kita beli 8rasa macaroon yg mini krn mrk py banyak varian. € 10.30/4pcs. Minumnya nyobain infused teh/water/entahlah yg wangi bunga2 gt. Mending buat berendem sih daripada diminum.Hahaha.. alias rasanya ajaib.Harganya € 3.8 segelas. Mending pesen cappucino dah. Untuk macaroon nya , yg rasa rose (warna pink) mnrt saya paling enak.Gak tll manis, dan pewarna nya gak berasa di lidah. Dari situ jalan kaki ke Arch de Triomphe, di ujung jalan Champs Elysees. Untuk ambil foto ini kita harus berada ditengah2 jalan raya pas lampu merah. Tebel muka aja namanya juga turis.. hahahhah .Kalo dipikir2 ibarat kita lg macet2 di jln sudirman terus liat turis foto2 ditengah bund HI No idea mo kemana lagi, akhirnya kita memutuskan balik ke Louvre utk ambil view mlm. Tunggu lampu2 di pyramid nya nyala. Sembari diganggu jualan tongsisnya para imigran. Sigh. Setelah dpt foto2 mlm nya Louvre, ganti lah kita ke Eiffel tower dikala mlm via Trocadero. Naik metro stop di Trocadero stn line 9. Dari sini view nya lbh ok dari École Militaire. Tp ruame nya minta ampun. Ada army2 jagain juga disini. Walo tetep byk imigran penjual tongsis dan souvenir. Disini tongsis dijual € 15 lho. Habis itu, kita balik deh ke hotel. Istirahat. Total2 saya jalan kaki hari ini mencapai 17km (based on gps HP) hahaha.. pada keluar deh senjata koyo dan counterpain. Day 5 – Sabtu, 24 Sep 2016 Hari ini rencana mo nge piknik pinggir sungai sambil nyusurin daerah Le Marais. Nyatanya makanan yg kita beli , falafel dari middle eastern suseh buat dibungkus piknik gt. Jadinya malah makan ditmpt dkt toko kue, yg end up jadi beli kue juga. MI-VA-MI, falafel (middle eastern).Address: 23 Rue des Rosiers, 75004. How to go: Metro 1: St Paul / Metro 7: Pont Marie. Kita beli yg mix beef, dari google translate bilang ini kambing dan sapi, enakkk bumbu dan sayurnya seger. Harga nya € 8.50 dan kenyang bgt. Dari tmpt kita kongkow, akhirnya tergoda beli eclairs di L'eclair de genie, beli 4 rasa. Kisaran harga nya antara € 4-€6/pcs. L'eclair de genie Address: 14 rue Pavée 75004 Paris Tadinya kita dgn belagunya mo menyusuri jalan kaki menuju sungai, setelah melewati Museum Picasso, Jews area dll ......taman.. museum lagi..taman lagi..museum lagi... Akhirnya kita nyerah, batal piknik krn kaki mo copot, jadinya cari metro stn terdekat utk skip ke Père Lachaise Cemetery, pemakamannya para poet, writer, musician terkenal di Perancis dan somehow makamnya Jim Morisson juga. Père Lachaise Cemetery / Cimetière du Père Lachaise.Mon-Fri 8.30am-6pm.Sat 9am-6pm. How to: Gambetta station (line 3) near Oscar Wilde tomb. Paris Métro station Philippe Auguste on line 2 is next to the main entrance.Père Lachaise stn (lines 2/3) is 500 metres away near a side entrance that has been closed to the public. Kita turun di stn Père Lachaise Stn, sebodo katanya yg ini tutup gerbangnya. Ternyataaaa dibuka donkkkk, later on memang jam 4-an, pintunya udh ditutup.Misal ditutup pun masih bisa jalan kaki menuju main entrance sih. Sejujurnya saya suka jalan kaki di pemakaman tua terawat gini. Tapi kaki udh kadung gempor dan dari peta yg kita download ternyata gak semudah itu cari lokasi makam yg kita cari. And fyi, ini makam segede makam tanah kusir, turunan tanjakan kadang jalan2 nya menyempit, cuma versi bangunan2 makam yg rengket2, pohon2 rindang dan sdkt lebih creepy krn byk makam jaman 1700nya. Ada rombongan tur makam juga pas kita masuk, tadinya mo ngintilin, eh ternyata bhs perancis. Bye. Dan later on kita lihat si tour guide ini asli keliling makam dan jelasin tokoh2 yg dimakamkan disitu satu-satu which is ada puluhan kalo mo dirunut satu2. Byee bgt deh. Utk cari makam Jim Morrison pdhal bukan fans nya the Doors juga. Dia mati aja saya blm dibikin ma ortu. Eniwai dari peta yg nampaknya simple tak semudah itu nyari makam yg dicari. Dari list nama2 yg kita mo datangin, berujung cuma 2 makam saja, krn utk nyari makamnya si bung Jim ini aja jauhnya minta ampun. Sampai ketemu di bundaran Casimir Perier yg berarti kita pas di tengah2 pemakaman. Udh bener di daerah divisinya (div.6) gak ketemu juga makamnya. Dipeta ditulis no.46, bahkan ada makam yg byk karangan bunganya , tp kami intip2 kyknya bukan. Dan bener saja, ternyata dari yg keliatannya makam nya si Jim, ternyata masih harus Lintas makam2 ke sbrangnya dan makamnya cuma seimprit ditengah2 dan dibatasi rantai biar dijauhkan dari fans2 fanatik yg hobi vandalisme or congkel2 buat souvenir. Ya haluuu… Tips: lokasi exact nya: dari perkiraan lokasi gbr no.46, jalan naik dikit kearah bunderan ,cari jalan setapak kekanan menuju jl Ch Lesseps, jadi sebnrnya si makam ini di antara jl Ch Lauriston dan Ch Lesseps, bukan di jln CH Lebrun spt si peta gambarkan. Dari foto makam diatas, saya datang dari arah belakangnyaa… Kalo ada yg bilang cari aja org yg rame2, believe me, mrk smua jg nyasar2 juga kok.But worth to try sih..hahahah. Dari situ kita balik lagi ke bundaran utk makanin eclairs kita di bangku2 sekitar bunderan. Sbnrnya gak boleh sih nge piknik disitu. Namanya jg org indo (generalisasi), ga ada yg jaga juga. Toh sampah2 kita buang ke tmptnya. Stlh ngaso2 superlama dikuburan, akhirnya kita mo keluar lanjut mo ke Sacre Coeur. Tp sblmnya saya nge bujuk2 utk mampir dulu ke makam Chopin. Temen2 saya udh males aja tuh tp krn lagi2 dari gambar peta, searah dgn arah kita keluar, jadi akhirnya kita jalanin.. Chopin ini terletak di div.11, dan jalaaannnya nanjak.Jreng bgt sih. Lagi2 sempet desperate gak ketemu2, akhirnya ketemu juga, krn makamnya agak tinggi dikit dari jalan, jadi mayan keliatan. Akhirnya kita keluar dari pintu utama, menuju stn semula. Kita ketemu rombongan tur yg tadi masih blm selesai juga. Mahal kali ya bayarnya, msh aja semangat tuh tur, saya sih udh byeee bgt dari kita nyasar-ketemu-istirahat-nyasar lagi mrk masih blm kelar juga turnya. Montmatre : Sacré-Coeur basilica [the big white church]. Esplanade of the Basilica open 6am-10.30pm. Entrance: Free. How to: Anvers (line 2). Dari sini byk deretan toko souvenirs and hello.. disini lbh mureh lho. T-shirt Paris € 18 dpt 2pcs. Jadinya saya beli lagi, plus beli magnet , € 5 dpt 2. Walo ga ada yg semurah di Amsterdam.Disini juga ada Sympa store, toko baju murah gt, bisa sampai € 2. Tp di tumpuk di bak2 diskonan dan terlihat kusam jadi skip deh. Untuk menuju basilica/gereja ini, ada pilihan 300 anak tangga, ato naik lift (funicular) yg berbayar pake t+ or day pass. Ya haloo saya masih byk nih t+, tentu aja saya pilih naik turun lift. Naik byr 1kartu , turun byr 1kartu lagi.. Tenang masih byk… penampakan dari bwh... Daerah montmatre ini ruameee bgt.Ati2 byk copet ya. Saking parnonya temen saya sampai ga berani ngeluarin DSLR nya.hehehe.. padahal masih terang juga sih langit. ini dlm funicular nya... Cantikkk bgt ya nih tmpt. Stlh puas2in foto didlm dan diluar gereja, kita turun lagi dan naik tram menuju Moulin Rouge, masih tetep byk juga t+ saya. Abis foto2 di dpn Moulin Rouge, mau sok2an cek harga tiket ternyata mehong bgt, bisa dpt tas lagi tuh saya. Akhirnya kita coba naik bis kearah hotel, krn males capek jalan kaki distasiun, toh daerah hotel kita termasuk daerah tengah. Disini bis nya cukup oke ada info2 haltenya, jadi cukup liatin layar monitor nya utk cek nama halte berikutnya. Walo gak se oke Amsterdam yg free wifi. Krn hari ini sudah eneg makan masakan Eropa dan roti2an, maka nyari deh masakan asia. Nemu resto Asia dkt hotel, tp yg jualan org middle east. Udh curig nih, mo cari kuah2 dari mie, malah dptnya mie goreng. Lagian resto Asia, tp menunya full perancis semua. Dan waiternya gak bisa nerangin itu apa. Temen saya pesen Tom yam,bayangannya asem2 pedes. End up rasanya kyk lontong sayur. Ya sudahlah ya. Walo gak sesuai harapan, tp edible sih. Sayur di mie goreng saya fresh bgt, jadi terbantu lah. Habis itu kita istirahat cpt, krn kita mo packing2 besok mo naik kereta pagi ke Brussel. Au revoir Paris Bersambung di Brussel ya..
  46. 6 points
    eka wibisono

    "CIMON" IGA PENYET MAKYUSS

    Abis libur Lebaran kaya sekarang ini, salah satu yg bikin orang kantoran pusing adalah mencari tempat untuk makan siang. Ya maklum aja deh OB belum standby semua di kantor dan yang jual makanan di sekitar kantor jg masih banyak yang tutup. Mau gak mau deh, terpaksa cari ilham menu makan siang dan kudu jalan beli sendiri. Karena udah gak ada ide, jadilah makan siang hari ini, aku, @Luxia dan salah satu teman berburu makan di daerah Karet, dan pilihan jatuh lagi ke rumah makan CIMON. Kalo denger nama tempatnya, orang biasanya ragu tuh mo icipin menu di Cimon. Tp kalo udh cobain..hmm..pasti pengen balik lg (banyak orang2 kantor sekitar Sudirman, Karet & Kuningan udah lama jadi fansnya CIMON). Untung hari ini, belum byk karyawan kantor yg efekti kerja, jd masih belum terlalu ramai org yg makan di sana (gak perlu antri cari tempat duduk). Berhubung laper berat, jadi lah kami memesan Paket Iga Penyet Goreng (2 porsi), Nasi goreng seafood, Tahu kipas, Cumi bakar dan jamur crispy (hehehe...udh kalap krn laper). Ini dia tampilan pesanan kami (cumi bakarnya gak sempet ke foto krn udah terlanjur masuk perut hehehe) CIMON ini banyak macam menunya antara lain Bakmi Bangka, Soto Betawi, Sop Buntut, Chinese Food, Ayam Penyet dll. Tp Menu CIMON yg banyak dicari orang adalah Iga Sapi Penyet goreng atau Iga Sapi kuah. Untuk urusan rasa boleh deh diadu dengan Iga Penyet "TEKO' atau "LEKKO". Oh iya sebelum Iga Penyet "TEKO" atau Iga Penyet "LEKKO" ada, Cimon ini udah duluan jual menu olahan Iga Sapi lho. Jam operasional: 11.00 - 21.00 WIB (Senin-Minggu). Lokasi Cimon ini di Jl. Prof Satrio No. 18. Strategis bgt lokasinya. Nih petunjuknya kalo mau ke Cimon. 1. Kalo dari arah bunderan HI, masuk ke jl. Sudirman, setelah Gedung WTC belok kiri ke Jl. Prof Satrio arah Mall Ambasador. Telusuri aja terus jl. Prof Satrio, nah setelah lewat pertigaan Karet Pedurenan, langsung deh keliatan tuh lokasinya CIMON yg bersebelahan dengan Warung Sate (pokoke sebelum Mall Ambasador). 2. Kalo dari arah Tebet, ambil jalan ke arah Jl. Sudirman tapi jgn naik ke jalan layang yg langsung ke jl. KH Mansyur), nanti putar balik di bawah jalan layang Karet (deket gedung Sampoerna Strategic) masuk ke Jl. Prof Satrio lagi. Udah gitu ikutin deh petunjuk seperti di No. 1. 3. Kalo dari arah Semanggi, setelah halte Benhil, ambil jalan arah ke Jl. KH Mansyur, puter balik di depan Citiwalk, ambil jalan layang Karet yg ke arah mall Ambasador (jangan ambil jalan layang yg langsung ke jl. Casablanca). Tinggal ikutin deh petunjuk seperti di No. 1. Nih aku kasih liat deh daftar menunya (tp udh aku pilih menu yg jd favorit banyak orang) Untuk harga seporsi Nasi, Iga Penyet goreng (4/ 5 potong tergantung besar kecil iga) dan kuah kaldu sapi dibandrol Rp.50 rb. Dibandingin dengan Teko atau Leko harga masih lebih murah di Cimon, menurut aku sih. Yang bikin mantep Iga Penyet Cimon adalah sambelnya yang pedes tp bikin nagih dan kuah kaldu sapi gratis sebagai pendamping. Mo minta tambah sambel lg, jgn kawatir gratiis pula. Abis kepedesan makan Iga Penyet, boleh jg tuh pesen menu Es-Es an buat mengurangi rasa pedes di mulut. Ini dia pilihannya: Jadi teman-teman yg berkantor di segitiga emas Sudirman atau yg kebetulan lewat di seputaran daerah Karet, kalo belum pernah icipin CIMON, jgn ragu deh cobain makan di sana. Dijamin gak nyesel.
  47. 6 points
    Setelah dari pulau lombok yang saat itu masih binggung entah kemana, dan kamipun akhirnya memilih untuk menyebrang ke pulau sebelah, pulau sumbawa tepatnya. dan setelah makan siang kami berangkat dari mataram menuju pelabuhan khayangan, dan menuju pelabuhan poto tano. sekitar jam 16 kami sampai di poto tano dan kami langsung menuju tempat penyebrangan untuk menuju pulau kenawa. Sebelumnya kita negosiasi biayanya, awalnya mereka minta 250rb perkapalnya untuk mengginap di pulau kenawa, setelah nego akhirnya kena 200rb, dan setelah melengkapi logistik kami pun langsung berangkat menuju pulau kenawa, air laut mulai surut jadi kami naik dari pelabuhan poto tano, tak lama waktu berselang, perjalanan dengan air laut yang tenang, sekitar 20 menit kamipun tiba di pulau kenawa. setelah janjian besok minta di jemput jam berapa kami pun menginjakan kaki di pulau kenawa. Tak ada seorangpun selain rombongan kami, berasa pulau pribadi ini, dan tak pakai berfikir lama, seakan merasa kegirangan (senang sekali) kami seolah kembali seperti anak kecil yang berlari lari, karena sore menjelang tengelam, sang surya pun hampir bersembunyi di balik gunung rinjani, kami pun bergesas menuju bukit kecil yang ada di pulau ini untuk menikmati sunset. Setelah matahari bersembunyi di balik gunung rinjani, kami pun mulai turun dari bukit itu, meskipun bukit kecil, tapi lumayan juga bikin ngos2an. kami tak membawa tenda kali ini, tapi di sini banyak gazebo gazebo, meskipun sudah banyak yang mulai rusak sih, mungkin karena tidak terawat. hanya bermodal matras dan sleeping bags saja sudah cukup. malam itu dari pulau ini nampak banyak kapal kapal pesiar yang lewat, mungkin itu kapal pesiar paket LOB lombok - komodo - labuhan bajo. Makan malam dengan bekal nasi bungkus yang kita beli di poto tano menjadi santapan yang nikmat, dengan hening sepi pulau kenawa. dan kebersamaan. bersendau gurau sambil mengisi malam sebelum istirahat. sang mentaripun mulai bersinar, menghangatkan penghuni pulau kenawa. meskipun kami tak bermain air di pulau ini, kami hanya menhabiskan waktu untuk santai dan berfoto foto di pulau ini, sambil menunggu jemputan perahu yang akan mengantarkan kami kembali ke sumbawa, kami makan pagi dengan di temani mie instan (hehehe). dan sekitar jam 9 kami kembali ke sumbawa.
  48. 6 points
    Hola Momod Here !!! Seperti yang kalian tahu tiap 3 - 4 bulan sekali Komunitas Jalan2 Indonesia dari Forum Jalan2 ini mengadakan Gathering Nasional, dimana kita mengumpulkan member dari seluruh Indonesia untuk Jalan2 Bareng mengunjungi suatu daerah dan destinasi yang ada. Nah kali ini tanggal 31 Mei - 2 Juni 2015 Gathering Nasional ke 8 dilaksanakan kembali dengan hasil Voting destinasi Sumatera Barat yang terpilih kita kunjungi. Dan @vitriya saputra dari Regional Padang dengan Sukarela mau menjadi Panitia acara ini, terima kasih banyak vit Btw peserta nya lebih banyak cewek loh, cowok nya total hanya 7 orang hahaha Berikut Cerita Perjalanannya 31 Mei 2015 Peserta yang terkumpul total 31 orang dan ada yang udah tiba dari tanggal 30 Mei 2015 yaitu : @Jalan2 (Singaparna) @deffa (Di Hatimu) @kyosash (Jakarta) @Atana Sarah Dinda Nadhirah (Bogor) @Hasdevi (Bogor) @eka wibisono 1 (Jakarta) FB Luxia Kwan (Jakarta) FB Netty Neh (Jakarta) FB Lenny Zein (Aceh Singkil) FB Azra zahrah nadhirah ikhwani @dediku (Lampung) FB Agnisaa Dwi Handayani (Jakarta) FB Siti Rukoyah 1 (Jakarta) FB Siti Rukoyah 2 (Jakarta) FB Siti Suwarni (Bandung) FB Iva Sativa (Bandung) FB Edhis Subhana 1 (Jakarta) FB Edhis Subhana 2 (Jakarta) FB Edhis Subhana 3 (Jakarta) FB Tri Noviarty (Pontianak) FB Sarah Eyiee (Batam) FB Agustin Darmayanti (Palembang) FB Agustina Soleh (Palembang) FB Eknia Nttu Nunk (Jakarta) FB Triwahyuni Trisnaningsih (Jakarta) @Sari Suwito (Jakarta) FB Junita Sitompul (Bandung) @mone (Jakarta) @vitriya saputra (Padang) FB Bayu Kelana (Palembang) FB Anggun Setianingrum (Palembang) Untuk Rute tanggal 31 Mei 2015 ini adalah : 08.00 : Meeting Point Di Bandara Padang 08.30 : Menuju Bukittinggi 09.30 : Tiba di Lembah Anai (Foto2) 10.30 : Perjalanan menuju Bukittinggi (Melewati Serambi Mekkah Padang Panjang) 11.30 : Tiba di Koto Gadang (Ishoma) 12.30 : Menuju Lubang Jepang, Great Wall Koto, Janjang Seribu, Ngarai Sianok, Taruko. 18.30 : Wisata Kuliner di Sekitar Jam Gadang 22.00 : Menuju Penginapan Hello Guesthouse Bukittinggi BANDARA MINANGKABAU Meeting Point pukul 08.00 WIB di Bandara Minangkabau International Airport, jadi yangs udah tiba di Padang 30 mei, harus kembali lagi ke Bandara ini, karena bandara ini searah dengan rute ke Bukittinggi. Btw yang menginap di Sofyan Inn Rangkayo Basa Hotel, ada kejadian unik, pagi-pagi air nya gak nyala dan sebagian gak mandi cc @Jalan2 @kyosash @dediku Tiba di bandara Minangkabau meeting point ternyata semua nya tepat waktu loh, dan sudah terkumpul 30 orang yang harus nya 31 orang karena @mone harus mengantar orang tua nya ke daerah Dharmasraya sekitar 6 jam dari Bandara, dan janjian ketemu di Bukittinggi saja. Bus menggunakan Bus Pariwisata 35 seater. Yuhu perjalanan pun di mulai dengan destinasi awal ke Air Terjun Lembah Anai, perjalanan sekitar 1 jam lebih, dan disini masih pada malu-malu karena masih belum berkenalan, kecuali rombongan laki-laki di bagian belakang Bus yang di kompori oleh Upin @dediku hahaha AIR TERJUN LEMBAH ANAI Sekitar pukul 09.30 WIB kita tiba di Lembah Anai dan memang Air Terjun ini berada tepat di sisi jalan lintas Padang - Bukittinggi jadi kita tidak akan terlewatkan. Harga tiket masuk perorang Rp. 3.000 perorang untuk weekend, di mulai lah mencar untuk cari spot-spot terbaik, ada yang di sisi kiri-kanan malahan ada yang dekat dengan kolam nya biar oke Tidak lama disini mungkin sekitar 1 jam, lalu kita memulai perjalanan lagi yang cukup jauh sekitar 2 jam untuk ke destinasi berikutnya yaitu Koto Gadang. Seperti biasa kalau perjalanan jauh pasti semua nya tertidur kecuali rombongan belakang bus yang masih semangat karaokean lagu Ria Amelia - Ayam Den Lapeh vokal @dediku featuring @kyosash hahah KOTO GADANG Tiba di Koto Gadang sekitar pukul 11.30 WIB, dan kita langsung sedikit takjub dengan pemandangan yang di berikan di kiri kanan banyak nuansa Hijau dari Sawah dan Padi, dan juga Rumah Adat Koto Gadang ini memberikan kita spot yang bagus untuk Poto-Poto. Oh iya kita disini sekalian makan siang dengan Nasi Box yang sudah di pesan dan juga Sholat di Mesjid nya Setelah selesai istirahat dan makan kita lanjutkan perjalanan ke Great Wall Koto Gadang yang sebenarnya tidak jauh dari tempat kita istirahat sekitar 1 km, namun demi menghemat waktu kita sewa Angkot saja dari sini, karena bus tidak bisa naik jalan nya kecil. Karena angkot cuma 1 jadi kita gantian naik sampai 3 kali bolak balik. Oh ya sambil nunggu angkot nya kita nyobain Ice Cream Cone keliling yang enak dan murah loh cuma Rp. 3.000 Oh ya karena saya dan beberapa peserta lain memutuskan untuk jalan aja sambil nunggu angkot datang lagi, kami melewati perumahan penduduk yang cukup unik bangunan nya GREAT WALL KOTO GADANG Tidak lama kita pun tiba di Great Wall Koto Gadang (Janjang Koto Gadang) alias Tembok Besar Cina nya Bukittinggi (Sumatera Barat), tiket masuk nya Gratis hanya Sumbangan se ikhlasnya saja. Ya jika dilihat sepintas mirip lah dan juga ada semacam View Area yang menyerupai Benteng, nah disana lah yang saya rasa mirip Tembok Besar Cina nya, dan merupakan Spot Foto yang bagus, btw hati-hati ada monyet disini heheh NGARAI SIANOK Oh iya rute Great Wall Koto Gadang ini nyambung sampai ke Ngarai Sianok dan Lobang Jepang jadi banyak spot foto bagus selama perjalanan ini yang sayang jika di lewatkan. Dan juga kita melewati Ngarai Sianok dari jembatan veiwnya bagus loh. LOBANG JEPANG Setelah berjalan yang lumayan cukup jauh akhirnya tiba di depan Lobang Jepang dan ternyata Bus kita parkir disini, ya kita masuk lah ke dalam gua ini, dengan membayar tiket perorang Rp. 8.000 Weekend dan juga membayar jasa guide setelah negosiasi dapat lah harga Rp. 150.000. Dari penjelasan Guide, Lobang Jepang ini dulu nya merupakan tempat persembunyian nya Tentara Jepang selama Perang Dunia II, dimana disini juga di gunakan untuk para tentara Jepang menculik warga yang tidak sengaja lewat daerah ini, karena dulu nya disini adalah pegunungan. Disini terdapat banyak ruangan seperti Penjara, Dapur, dll. JANJANG SARIBU Beres dari Lobang Jepang, kita kembali naik bus dan rute selanjut nya kita ke Ngarai Sianok dan Janjang Saribu, namun sayang ketika di perjalanan ke Ngarai Sianok, busa tidak bisa masuk karena jalan nya yang kecil. Kami terpaksa turun dan jalan melalui arah dari Janjang Saribu ke Ngarai Sianok, tapi entah kenapa kita malah tertarik menaiki Janjang Saribu ini, mungkin karena tadi udah dapat poto dari atas Ngarai Sianok heheh. Oh iya tiket masuk Janjang Saribu Rp. 2.000 perorang Oh iya Janjang Saribu ini berupa tangga yang katanya jika di hitung terdapat 1000 anak tangga dan di Puncak nya terdapat semacam area Panorama untuk melihat dari puncak Walaupun saya gak ikut naik tapi bisa di lihat dari poto diatas kan heheh Beres dari Janjang Saribu ini kita menuju ke destinasi berikut nya yaitu Taruko Sebenarnya perjalanan cukup pendek dari Janjang Saribu hanya sekitar 10 menitan, namun karena lagi-lagi jalan yang kecil, bus tidak bisa lewat, jadi kita haru jalan kaki sejauh 1,5 km untuk menuju ke Taruko ini. Dan melalu jalan yang masih kurang bagus pula. Namun sepanjang perjalanan ini kita di suguhi pemandangan alam yang Ciamik dah TARUKO CAFE Setelah jalan kaki selama sekitar 20 menitan tiba lah kita di Taruko Cafe, yup taruko ini berupa Cafe & Restoran yang menjual berbagai jenis makanan dan juga yang pasti pemandangan alam jadi Point utama mereka. Dari segi makanan rasa nya biasa saja dan harga nya juga standar harga Jakarta. Tapi dari segi pemandangan nya Priceless deh Continue
  49. 6 points
    gung

    traveling, fall in love, be happy

    FYI.. ternyata traveling itu bisa menyebabkan cinlok (cinta lokasi), chemistry itu tumbuh saat pria & wanita melakukan aktifitas bareng di tempat yg gak biasa mereka datangi. Bahkan chemistry juga bisa tumbuh meskipun mereka berdua belum pernah ketemu sebelumnya & baru kenalan dlm perjalanan. Sampean gak percaya?? Coba sampean pikir.. mengapa banyak orang yg cinlok waktu KKN / camping / ospek / study tour ? Waktu study-tour bareng guru & teman2 sekelas, saya gak ada rencana cari pacar, tapi uniknya di perjalanan pulang ada 1 gadis manis yg maksa pengen duduk disamping saya sepanjang perjalanan. Kalo saja saya nembak waktu itu pasti diterima, krn sepulang tour ada teman curhatnya yg bilang kalo dia berharap ditembak. Itulah pengalaman pertama merasakan chemistry saat perjalanan wisata & masih banyak pengalaman lainnya yg akan saya tulis lain kali. Mas.. mbak.. sampean tentu suka nonton film, apapun genre filmnya. Coba sampean ingat2 semua film yg pernah sampean tonton, baik itu film action, komedi, horor. Coba sampean fokus pd bagian romantisnya, kalo ada seorang wanita & seorang pria terjebak dlm sebuah peristiwa secara gak sengaja, maka mereka akan saling bersentuhan & merasakan ketertarikan satu sama lain. Tanpa sampean sadari traveling bareng, kepanasan bareng, kehujanan bareng, kesasar bareng, bahkan ketipu calo traveling juga barengan. Kejadian2 gak terduga itulah yg membuat hati kalian nge-blend. Apalagi kalian berdua sering bersentuhan tanpa kalian sadari saat berjalan di jembatan gantung, atau turun di batu karang yg licin, atau naik tanjakan curam, atau lagi terseret arus gara2 terjatuh waktu rafting. Di situasi seperti ini biasanya (secara instinct) pria & wanita saling membutuhkan satu sama lain. Sentuhan2 itulah yg secara perlahan akan menumbuhkan chemistry diantara mereka. Saya tau sampean pasti bertanya : lo pasti gila ye.. sentuhan bisa menumbuhkan chemistry ?? ini analogi dr mana ?? Lihat saja di sekitar sampean, wanita & pria yg sdh akrab kalo ngobrol pasti banyak melakukan sentuhan, bisa nyubit, mukul, merangkul, bahkan dipeluk juga. Tapi kalo ngobrol sm teman biasa, sama sekali gak ada sentuhan diantara mereka. Jadi.. kalo sampean lagi traveling & ketemu seseorang yg menarik, berikan sentuhan sejak pertama berkenalan dgn berjabat tangan & bersiaplah utk terjebak dlm peristiwa2 tak terduga. Sampean pasti gak kuasa menolak chemistry yg masuk di hati. Kecuali.. sampean hanya duduk & curi2 pandang, tanpa berusaha utk berkenalan & gak melakukan aktifitas bareng selama perjalanan. Tentu saja sampean gak pernah merasakan bahagianya jatuh cinta saat perjalanan wisata.
  50. 6 points
    FYI... cerita bergambar ini terinspirasi kisah nyata saya yg pernah pacaran di waduk Selorejo Tapi saya belum pernah pacaran di Gunung Banyak. Waduk Selorejo selain sbg PLTA juga dikelola pemerintah sbg wahana wisata kluarga, tapi sebenarnya lebih terkenal sbg spot favorit pemancing. Gunung Banyak yg lokasinya tepat diatas kawasan Songgoriti adalah spot paralayang, tapi di malam hari jadi spot pacaran dgn night-view yg sangat kereennn saya juga pernah nongkrong di pagi hari utk menikmati keindahan sunrise yg gak kalah keren juga, sayangnya waktu itu saya belum punya kamera utk mengabadikan view yg spektakular itu. Foto2 diatas adalah hasil jepretan Dieter Behrens, bule Jerman yg berdomisili di kota Batu. Adegan2 itu adalah scene-capture dr film Rab Ne Bana Di Jodhi (jodoh dr Tuhan) yg dibintangi Shah Rukh Khan