Jump to content
Forum Jalan2.com - Silahkan Berbagi & Bertanya Tentang Tujuan Wisata Anda

Leaderboard


Popular Content

Showing content with the highest reputation on 10/03/2015 in all areas

  1. 1 point
    Halo, Perkenalkan nama saya Harris (R nya harus 2, ga boleh diskon) Review ini live saya kerjakan pas saya masih sedang menginap di Hotel Red Planet Pasar Baru Jakarta, dulu namanya Tune Hotel (entah kenapa bisa berubah jadi planet merah), mungkin semua berubah semenjak negara api menyerang.. Oh iya, kenapa saya menginap di hotel di Jakarta? Padahal saya juga tinggal di Jakarta, tepatnya di Kemayoran, Jakarta Pusat (kalau weekdays) dan pulang ke Kelapa Gading (kalau weekend). Dan sebenarnya Pasar Baru itu ga nyampe 5 km kok dari Kemayoran, hahahaha. Jadi alasannya adalah karena mantan tetangga saya sedang menikah, dan saya sangat tidak suka dengan pesta pora, hallahh... Entah apa pun itu, mari kita mulai satu satu. 1. Harga Kebetulan saya mendapatkan harga 149k untuk 1 malam, kemarin lagi ada obral promo 50% dari pegipegi.com kalau bayarnya pakai visa. Biasanya memang kalau hotel domestik under rate saya pakai pegipegi atau traveloka. Harga normalnya sih biasanya 300k, dan kalau go show publish rate sekitar 450k. Lumayan murah dapat diskon ini kemarin. Biasanya web semacam ini rajin mengirimkan penawaran penawaran yang cukup menarik, jadi tidak ada salahnya kita subscribekan email kita untuk selalu mendapatkan update promo terbaru 2. Kamar Dengan harga segitu saya mendapatkan jodoh kamar jenis regular tanpa breakfast aka Regular plan double room only, begitulah kira kira namanya. Kamarnya lumayan lega untuk disinggahi 2-3 malam, kalau lebih dari situ sih tidak disarankan, sempit coii... Geser dikit, eh nemu pojokan itu lagi. Geser sono dikit, nubruk dengkul orang lain hahahaha. Saya dapat kamar di lantai 7 (sesuai permintaan saya: top floor) karna entah kenapa kalau menginap di hotel dan berada di lantai bawah, kayaknya belum sah nginap di hotel. Penataan ruangannya sangat simple minimalis, kasurnya empuk. Penempatan meja lipat untuk menaruh baju kotor laptop sangat ergonomis sekali, karena dia bisa berkamuflase ke tembok, dan tidak terlihat kalau itu adalah sebuah meja saudara saudara. TV nya persis berada di bawah depan kasur, jadi kalau tiduran sambil nonton ga bikin sakit kepala. 3. Lokasi Lokasi hotel cukup strategis menurut saya, sejujurnya saya sudah lebih dari 2 kali menginap disini, apabila ada rekan dan handai taulan dari dusun kampung yang menanyakan hotel murah di Jakarta, maka saya akan menyebut nama hotel ini secara otomatikli *otomatis :)) Dari pada minap di rumah gw, ngabis ngabisin sabun selimut makanan aja hahaha. Hotelnya persis berada di seberang gerbang masuk Pasar Baru sisi utara, ke kiri dikit langsung ketemu jalan gunung Sahari yang tersohor itu, ke kanan langsung jalan Gajah Mada, yang artinya sudah dekat dengan Monas, Gambir, Mangga Dua, dan Istana Negara. Tapi ingat, tidak dilewati oleh jalur busway, dan jalan depannya (Jalan Samanhudi) adalah akses jalan besar yang lumayan rame pada jam jam tertentu. Persis di sebelah kanan bangunan, ada kopitiam oey yang menawarkan makanan dan minuman, dan di sebelah kiri persis, ada indomaret yang buka 24Jam. 4. Amenities/Toiletres Handuknya lumayan bersih, walaupun sepertinya sudah tua kusam termakan usia, tapi ga buluk buluk amat sih. Sabun, Shampoo, urusan per gigian dll. Semuanya komplit dan tak kurang satu apapun. Dan tetap, ada si hairdryer yang menggantung disana. 5. Electricity Dimana mana banyak colokan, sampai saya bingung mau nyolok apaan aja, saya hitung hitung ada total sekitar 5 colokan listrik!! Berapa?? LIMAA!! Wawww... Entah apa maksud mereka melakukan hal tersebut. Mungkin mereka tau kalau para tamunya adalah para fakir baterai. Demikian laporan langsung saya dari TKP, dan besok saya masih akan pindah ke hotel yang lainnya, mudah mudahan bisa menuliskan kembali review, dan semoga bermanfaat demi kelangsungan hidup khayalak ramai. Rate Skala 1-10 Harga: 6 Kamar: 5 Lokasi: 7 Amenities/Toiletries: 5 Electricity: 6
  2. 1 point
    Siapa tak kenal pulau satu ini, Lombok. Ya, Pulau yang berada di bagian Timur Pulau Bali ini tidak hanya terkenal dengan Gunung Rinjaninya, tapi juga terkenal dengan keindahan bahari dan budayanya., termasuk juga gugusan kepulauan di sisi Barat lautnya yaitu Gili Air, Gili Meno, dan Gili trawangan. Saya yakin sudah banyak yang mengulas tips wisata atau sejenisnya tentang pulau ini. Tapi tak ada salahnya sedikit saya berbagi pengalaman sendiri, setidaknya memberikan gambaran tentang kondisi saat ini, tarif terbaru (per agustus 2015), dan tips wisata lainnya. Berikut saya berikan Itinerary perjalanan yang bisa dicoba untuk berliburan akhir pekan di lombok. 1. Tiba di Bandara Lombok Sebenarnya jika kalian dari Jkt atau penerbangan langsung, mengambil penerbangan sepagi mungkin tetap bisa dilakukan. Tapi berhubung saya transit, jadilah tidak mungkin mengambil penerbangan pagi, karena akan membuang waktu percuma. Jadilah saya tiba di Bandara Praya Lombok tengah malam. Tips : - Bagi Backpacker yang ingin menginap di Bandara, saya rasa sangat mungkin. Bandaranya cukup besar dan nyaman. Hanya saja memang akan sangat sepi, mungkin itu akan membuat tidak nyaman. Tapi, bagi backpacker itu tentu bukan masalah, kalian bisa minta izin ke satpam yang ada di bandara, saya rasa sangat mungkin untuk menunggu pagi di dalam bandara. Iya, di dalam bandara saja, karena di luarnya tidak ada tempat nyaman. Mushola juga cukup jauh katanya. - Damri tersedia hingga jam terakhir ketibaan pesawat. Jadi bagi kalian yang mau langsung menuju Mataram , tak perlu khawatir jika mengambil penerbangan termalam. (Bandara Praya, Lombok) 2. Jl Raya Senggigi Sy sendiri akhirnya memilih naik taksi (non resmi) dgn tarif 200rb (bagi 4 orang) menuju Senggigi... tidak berbeda juah jika sy naik damri yg biayanya 45 rb. Dengan pertimbangan akan lebih bebas memilih tempat turun dan meminta bantuan krn mau cari makan, alhasil kami memilih naik taksi tersebut dibanding damri. Tujuan kamipun langsung ke Senggigi dengan alasan agar besok pagi bisa langsung melipir ke pantainya. Info : - Jl Raya Senggigi tergolong hidup saat malam hari hingga pagi karena ada beberapa cafe, minmarket 24 jam, dan warung tenda pinggir jalan. Jadi bagi Backpacker bisa melakukan seperti yang kami lakukan yaitu makan malam di warung, nongkrong dan tidur2an di minimarket sampai subuh. - Backpacker jg biasanya mencari Masjid atau mushoola, apalagi Mataram terkenal dengan kota seribu masjid. tapi sayangnya, di senggigi ini dan kebanyakan tempat lain juga ialah Masjid dikunco pagarnya sejak jam 9 malam. Jadi, nampaknya akan sangat sulit bagi backpacker sekalipun hanya untuk berteduh di pelatarannya. - Bagi kalian yang mau mencari penginapan, di sepanjang Jl Raya ini terdapat banyak pilihan. Hanya saja jika datang seperti saya di akhir pekan dan sangat malam, ada kemungkinan semua penginapan sudah full... krn kami sendiri sempat mencari ke beberapa penginapan untuk seedar mencari tahu, siapa tau ada yang murah. (istirahat di depan minimarket) 3. Pantai Senggigi Ntah apa salah spot atau memang seperti itu, yg pasti pantai senggigi tidak seperti ekspektasi saya. Kami sndiri masuk di lokasi yang memang dikatakan oleh semua org yg kami tanya, dan memang ada loket khususnya seharga Rp 1000 perorang. Pantainya berpasir kelabu dan pemandangan yg tidk begitu wow.. dan meskipun kami datang di pagi hari, tp sudah ada penjaja barang yg menawarkan dagangannya. (Panorama Pantai Senggigi dan pedagang oleh2) Selanjutnya perjalanan kami lanjutkan untuk menuju Pelabuhan Bangsal Info : - Di sepanjang Jl Raya Senggigi ada cukup banyak taksi resmi yang lewat atau mangkal. Jadi tak perlu bingung. - Selain taksi, kalian bisa menyewa bemo (angkot khas lombok) seperti yang saya lakukan. Mengapa memakai bemo, krn tawarannya cukup murah, cuma 80 rb. sedangkan untuk menuju bangsal memang lumayan jauh, lsekitar 40-50 menit. Jadi biar aman dan merasakan sensasi naik angkutan lokal, bemo adalah pilihan paling tepat. (Bemo-nya lombok) 4. Pelabuhan Bangsal Ini adalah pelabuhan untuk menyebrang ke Gili dari Pulau Lombok. info : - Angkot atau kendaraan umum lainnya tidak diperkenankan masuk ke bagian dalam pelabuhan, jadi hanya sampai gerbang. untuk menuju pelabuhannya, kalian bisa berjalan kaki sebentar hanya sekitar 300 meteram, yg pasti tidak akan bikin capek. Tapi selain itu, bisa juga naik delman istimewa ku duduk dimuka,,, tarifnya cuma 20 rban. (jalan menuju pelabuhan dan andong yang melintas) Sesampainya di pelabuhan, kalian bisa langsung membeli tiket perahu di loket resminya, dibangunan sebelah kiri setelah sampai area pelabuhan. info : - harga tiket untuk ke Gili Trawangan tertera 15ribu di tketnya, tapi katanya ada pajak jd total 19 ribu, Berbeda dengan perjalanan balik (Gili trawangan ke Lombok), dimana harga tiket 15 ribu tanpa pajak tambahan. - Penumpang akan dipanggil sesuai warna tiketnya, jadi langsung tunggu saja didekat lokasi kapal sampai warna tiket diumumkan. (Loket Tiket dan suasana pelabuhan) menunggu beberapa menit saja, penumpangpun akan dipanggil dan langsung naik perahu. bergabung bersama sekitar 30 orang satu perahu. (suasana di dalam kapal dan panorama sepanjang pelayaran) 5. Gili Trawangan sekitar 20 menit terombang ambil di lautan, begitu sampai di garis pantai Gili Trawangan, kejernihan air laut akan menyambut dengan indahnya. Jangan lupa juga mengabadikan diri di signage bertuliskan 'Gili Trawangan' (keindahan Gili Trawangan dan Signage Gili Trawangan) 6. Snorkeling Tak lengkap tentunya jika ke Gili-gili ini tp tdk mencoba snorkeling. tak perlu khawtir juga jk tidak bisa berenang, krn snorkling tetap bisa dilakukan ,,, saya pun tak bisa ,,, hehe.. info : - Jadwal perahu umum untuk snorkeling itu berlangsung dari jam 10 pagi tiap harinya. Snorkling akan dilakukan di beberapa spot dan berakhir di jam 3 atau 4 sore. tarifnya sekitar 120rb per orang. - Bagi kalian yang tidak datang di jam tersebut tetap bisa snorkeling dengan cara menyewa perahu dan segala perlengkapannya, dgn kata lain private spt yang saya dan teman2 lakukan. Keuntungannya dari sewa pribadi ini ialah bisa lebih bebas memilih spot dan bagi yang tdk bisa berenang tdk perlu terlalu malu krn toh satu kapal temen2 sendiri.. heheeheh.... - Tarif snorkeling untuk sewa pribadi ini paling minimun 700rb (setelah tawar menawar). kalian bisa langsung menemukan penyedia jasa ini di sepanjang jalanan dekat pelabuhan gili trawangan. (snorkeling) 7. Sepedaan explore Gili Trawangan Ada banyak penyewaan sepeda di Gili Trawangan ini, dan tarifnya terbilang beragam. Saya sendiri yang menyewa hanya sore hingga malam hari akhirnya diberi tarif 20ribu. Bersepeda adalah salah satu pilihan tepat karena tujuan kami ialah di sisi barat untuk melihat sunset. info : jika pelabuhan dan pusat keramaian pulau berada di sisi timur, maka untuk menuju spot sunset, kalian harus memutar mengelilingi pulau 180 derajat. (sepedaan) 8. Ombak Sunset Di sini ialah spot terbaik untuk memuskan hasrat berfoto apalagi untuk yang datang berpasangan. Objek foto berupa ayunan ini terbuka untuk publik, tapi memang berada di depan cafe dari hotel sehingga seolah private. jadi, nyelonong aja kepantai dan menuju ayunan dan antri untuk foto. Tips : Karena harus antri, perkirakan dengan baik waktu antrian kalian agar pada saat difoto, semburat cahaya dalam posisi terbaik. Jangan sampai ketika giliran foto, eh udah gak ada sinar sunsetnya lagi. Info : Ada petugas fotonya di lokasi ini selain kita bisa foto pakai kamera sendiri. Foto yang dijempret sama petugas khusus, bisa diambil di cafe dengan biaya yang saya sendiri tidak tahu. Jika tertarik, ya bisa diambil foto cetak+filenya.. (antrian) (Ombak Sunset) 9. Pasar Malam Untuk menikmati menu makan malam dengan suasana ramai, tak ada salahnya mencoba membeli makanan di Pasar Malam yang berada sekitar 200 m dari pelabuhan. info : sudah bukan rahasia bahwa harga makanan di Gili Trawangan terbilang mahal-mahal termasuk untuk warung kecil dan pasar malam ini. Sebagai gambaran, harga es teh ada yang 10rb, mie goreng 20 rb, dan tahu isi 5rb. Jadi, jika tidak ada list harga, jangan langsung asal pesan, pastikan tanya terlebih dahulu harga per itemnya agar pengeluaran tdk membengkak. (pasar malam yang dipenuhi menu makanan) 10. Malam-nya Gili Trawangan Di sepanjang jalan utama pulau ini, ada banyak cafe yang mengusung konsep2 unik. Kalian bisa mencobanya atau sekedar menikmati suasana malam saja. (suasana malam) Saya sendiri mencoba salah satu cafe yang saya lupa namanya, dimana cafe ini mengusung tema bioskop outdoor tepi pantai. Ya, kalian akan diajak menonton film dengan sensasi suara deburan ombak krn cafenya berada di ruang terbuka pantai. Saya sendiri memesan jus lemon seharga 35 ribu. menu lain juga seharga sama mulai dari 25 hingga 100ribuan. Film nya memilikijadwalnya sendiri setiap hari nya, dan saya sendiri keberulan menonton ninja turtle teenage mutant (untungnya saya memang belum menonton ini di bioskop). (suasana cafe bisokop) 11. Pagi di Gili trawangan Pagi hari kalian bisa menikmati indahnya suasana sunrise di sekitaran pelabuhan sembari menunggu perahu. info : sama seperti di pelabuhan bangsal, untuk naik perahu kalian juga harus membeli tiket di loketnya. Bedanya seperti yg telah saya ungkap diawal ialah harga tiketnya yang hanya 15ribu tanpa tambahan pajak. Perahu pertama sendiri berangkat jam 8 pagi, dan berselang sekitar 15-30 menit tiap perahunya. ...Bersambung....
  3. 1 point
    via.com itu pernah eror, saya dari Hanoi-KL hanya bayar 14rb saja, hehehe, dibatalin pernah cuma karena merasa dirugikan temen2 banyak yang komplain karena kesalahan bukan dari kami, kami hanya booking sesuai harga yang tertera. Kirim surat komentar ke Air Asia bahkan cc Toni Fernandes, dan akhirnya isued juga tiketnya. Alhamdulillah rejeki. airpaz oke bangett kok, harganya murah dan pelayanannya murah. saya pernah pakai pas mau booking KL- Penang dan KL-JKT, harganya hampir sama dengan web AA nya, kadang bisa lebih murah sendiri karena mereka langsung konversi ke rupiah, dan bayar bisa pakai debit atau transfer. Pernah booking ga dapet jamnya, dan mereka langsung telfon dan menawarkan booking ulang dengan jam berikutnya tapi harganya lebih murah, jadi ga tipu2.
×
×
  • Create New...