Jump to content
Forum Jalan2.com - Silahkan Berbagi & Bertanya Tentang Tujuan Wisata Anda

Leaderboard


Popular Content

Showing content with the highest reputation on 03/06/2016 in all areas

  1. 3 points
    Mei Zahro

    Si Eksotis Yang Tersembunyi

    Siang sobat traveler.. Saya punya tempat eksotis yang masih jarang dijamahi para traveler lhoo.. Tempat eksotis yang keberadaanya jarang diketahui oleh tangan perusak itu adalah "Pantai Menganti Kebumen". Pantai menganti? pertama melihat foto teman saya yang berlokasi di pantai menganti, saya pun langsung jatuh cinta! mata saya dibuat mendelik olehnya.. karena usut punya usut banyak orang juga yang bilang kalau pantai ini kereen, bagus banget, indah, gak kalah sama pantai kuta bali, cuma bedanya di pantai ini gak ada purenya. Kebetulan tempatnya juga tak begitu jauh dari kediamanku, mungkin hanya membutuhkan waktu 1,5 jam untuk bisa mencapai pantai itu.. saat saya mencoba untuk mendatangi menganti eh ternyata benar.. sensasinya wooww! *eksotis,, Namanya juga Si Eksotis Yang Tersembunyi, tentu saja kita harus melewati medan yang ekstreem juga untuk mencapai daerah pantainya. Maka dari itu kita harus berhati-hati dalam berkendara sepanjang perjalanan menuju pantai menganti ini. Tikungan tajam, jalan menanjak juga turunan curam akan kita temui sepanjang perjalanan. So, siapkan bahan bakar kendaraanmu se-full mungkin untuk mengantisipasi kehabisan bensin di tengah-tengah perjalanan. Parahnya lagi jika sampai berhenti di tanjakan atau turunan, waahh bisa berabe tuh urusan.. Beberapa obyek wisata pantai Kebumen yang sudah terkenal, seperti Pantai Logending, Karangbolong, Petanahan dan Suwuk. Namun, tidak seperti pantai lain yang pasirnya hitam. Pantai Menganti Kebumen memiliki hamparan pasir putih yang memikat. Seperti pasir pantai di kepulauan Belitung. Lokasi Pantai Menganti Kebumen arah ke timur tidak jauh dari Pantai Logending (pantai yang sudah lebih lama dikenal sebagai wisata pantai Kebumen ), pantai yang sebelumnya hanyalah tempat berkumpulnya para nelayan lokal. Rasanya untuk mendiskripsikan keindahan Pantai Menganti Kebumen tidak cukup memuaskan hanya dalam bentuk tulisan, tanpa harus mendatangi dan melihat keindahannya sendiri. Pemandangan lebih indah bisa dilihat jika kita mendaki bukit di sisi timur pantai. Di puncak bukit terdapat Mercusuar buatan Belanda tahun (1912-1915) setinggi 20 meter yang bisa dinaiki hingga puncaknya. Dari lokasi ini, mata kita otomatis akan di arah untuk melihat seluruh kawasan pantai, lekuk-lekuk bukit karang membentang, hingga birunya samudera dan sesekali burung lawet beterbangan. Romantisme keindahan dan keagungan Tuhan. Indahnya pemandangan dari atas (source pribadi) Paduan Ombak Dengan Karang besar (source pribadi) sunset yang menakjubkan (source pribadi) bukit sebelum bibir pantai (source pribadi) keseluruhan pemandangan terlihat dari atas.. (source pribadi) jika sobat semua tertarik ingin mengunjungi bisa contact saya kok! Dengan senang hati saya antarkan.. Karena ketagihan dengan cara alam menganti memanjakan mata saya, sesibuk-sibuknya waktu liburan pasti saya sempatkan untuk mampir ke Si Eksotis Yang Tersembunyi ini. Kayak pas kemarin sehari sebelum liburan berakhir, saya bela-belain berangkat demi keindahan Pantai Menganti.. :) *ngono yo ngono tapi ojo ngono lho!
  2. 2 points
    Permandian alam ini sebenarnya diberikan nama oleh pengelolanya adalah Bah Damanik, tetapi warga sekitar lebih mengenal dengan Aek Manik. Jadi antara kedua nama itu sama saja apabila ditemukan di peta atau penunjuk jalan. Permandian ini terbentuk secara alami, dengan tempat yang tidak begitu luas dan berada di tengah-tengah sebuah perkebunan teh yang dikelola oleh PTPN. Air dalam permandian begitu jernih berwarna kebiruan yang segar, kolam alami yang berada diantara perbukitan kecil dengan rimbunya pepohonan membuat kolam ini tidak begitu panas walaupun pada siang hari. Permandian ini sebenarnya adalah sebuah aliran sungai, akan tetapi keunikannya air di dalam kolam ini seperti tidak bergerak mengalir. Didasar kolam terdapat hamparan pasir putih seperti pasir pantai yang lembut dan bebatuan pegunungan dengan beraneka ukuran. Terdapat beberapa ukiran relief yang menghiasi dinding kolam yang sudah kusam kelumutan. Terdapat pancuran aliran dari atas dengan membawa air pegunungan yang sangat segar. Bahkan air tersebut kata masyarakat sekitar bisa langsung diminum. Pada siang hari apabila sedang beruntung, akan ada segerombolan monyet yang bermain bergelantungan diatas pohon diatas kolam permandian. tangga masuk aek manik pemantang siantar sumatera utaraDiujung permandian ada sebuah camping ground dan temapt untuk menyantap ikan bakar yang bisa didapatkan dengan cara memancing ataupun dengan menombak ikan yang berada di ujung perairan ini karena memang masih banyak terdapat ikan. Selain untuk permandian, aliran sungai ini juga dimanfaatkan oleh warga untuk mangairi sawah dan ladang mereka. Lokasi Permandian Aek Manik terletak di Perkebunan Teh PTPN Sidamanik yang beralamat di Kecamatan Sidamanik, Kota Pemantang Siantar, Propinsi Sumatera Utara. Akses Apabila dari Kota Medan bisa menggunakan Angkutan atau Bus menuju Pematang Siantar seperti sejahtera atau intra. Dari Pematang siantar dilanjutkan dengan menggunakan angkot rute siantar – sidamanik seperti beringin indah. perjalanan memakan waktu tempuh 25 menit , Tepat didepan lapangan desa huta lama (pasar sidamanik) berhenti dan masuk ke Jalan siamatahuting sejauh 700 meter , jika menemukan persimpangan tiga silahkan berbelok kekanan dan menemukan penunjuk jalan bah manik. Jarak tempuh 150 km dengan lama perjalanan sekitar 4 jam. Fasilitas dan Akomodasi Tempat wisata ini belum dikelola penuh untuk tempat wisata, hanya ada sebuah temapt kamar mandi yang hanya buat berganti baju. Belum adanya tempat parkir dan pengunjung bisa menitipkan kendaraan di rumah warga. Disarankan membawa perbekalan seperlunya, karena tidak adanya warung makanan yang ada di sekitar kolam permandian.
  3. 2 points
    eka wibisono

    ST. ALI CAFE JAKARTA

    ST. ALI CAFÉ GOES TO JAKARTA Teman-teman yg sudah pernah ke kota Melbourne di Australia pasti gak asing deh dengan nama café yang satu ini. Yes, it is St. Ali !! St. Ali merupakan salah satu café yang populer di Melbourne dan yg terkenal dari café ini adalah minuman kopinya krn menggunakan jenis kopi yang terbaik. Nah di awal Februari 2016, St. Ali buka cabang di Jakarta lho, lokasinya ada di Gedung Setiabudi 2 lantai Dasar, Jl. H.R. Rasuna Said. Karena penasaran, pengen cobain yg special dari café ini, pas istirahat makan siang di akhir Februari yg lalu, pergilah aku ber 3 dgn teman kantor icip-icip menu St. Ali. Kesan pertama, suasana di St. Ali cozy karena ruangan tanpa sekat, simple, gaya anak muda banget dan ada area open space juga untuk pengunjung yg gak pengen duduk di dalam ruangan. Jam buka St. Ali adalah jam 7.00 pagi sampai jam 18.00. Pengunjungnya banyak lho, terutama di hari Jumat, Sabtu & Minggu. Jadi sebaiknya buat reservasi dulu kalo teman2 mau rame-rame ke sini. Nih no. telponnya 52906814. Untuk menu makanannya ternyata menu ala “breakfast dan brunch (jenis makanan kombinasi makan pagi & makan siang)”, jadi jenis makanannya gak terlalu berat tp porsinya mengenyangkan. Harga makanannya berkisar dari harga Rp.35 ribu – rp.165 ribu. Harga minuman berkisar dari harga Rp. 40 ribu- Rp. 175 ribu. Nih menu makanan & minumannya. Untuk pesanan kami ber 3, hmm.. lumayan mahal sih abisnya Rp. 615 ribu (gak ada tax & service charge) hehehe… bisa jebol juga kantong kalo sering2 ke sini. Ini dia, makanan yg kami coba : The Daddy : terdiri dari burger daging babi, daging asap babi & telur orak arik. Gak recommended karena roti burgernya kering dan dagingnya gak “juicy”. The Fatboy: terdiri dari bacon babi (bisa minta ganti bacon sapi), sosis, hash brown (sejenis perkedel kentang), beberapa potong jamur, 2 iris roti gandum, 2 telor mata sapi, kacang masak saus tomat. Recommended krn enak dan porsinya cukup besar jg. Topnya sih telur mata sapinya, hmm…nyam nyam banget deh krn kuning telurnya ½ mateng. Koo Koo Ca Choo : terdiri dari jamur,hash brown, telur mata sapi, daun2 an. Recommended karena porsinya pas, gak eneg dan enak rasanya. Nah temenku tambah extra bacon, dan tentunya dikenakan extra fee jg. Untuk minumannya kami pesan ice coffee + almond milk dan hot chocolate. Nah rasa kopinya agak asem & pahit nih krn kombinasi kopi Colombia dan Brazil, untuk yg bukan penggemar kopi pahit terpaksa deh harus minta tambahan gula cair hehehe. Minuman coklatnya ok walaupun agak mahal. Oh iya, mereka buat minuman kopi langsung pas kita pesen lho. Jadi kalo mau liat bisa jg krn baristanya buat kopi di meja terbuka deket dapur. Di St. Ali ini sayang pelayanannya agak lambat krn pas kami minta tambahan peralatan makan, sambal, gula cair, beberapa x kami harus mengingatkan waiternya. Jadi teman-teman yg suka nongki-nongki sambil ngopi, boleh lah cobain kopinya St. Ali. Hal-hal yang perlu diperhatikan kalo mau makan di St. Ali: 1 1. Untuk yang beragama Muslim, harus hati-hati banget baca menunya karena ada beberapa jenis makanan gak halal.. 2. Siap bawa uang tunai yang cukup atau kartu debit BCA (gak tau jg sih bisa atau tidak pake kartu debit bank lain) karena St. Ali belum menerima pembayaran kartu kredit. 3. Yg biasa doyan pake saos sambal, mending bawa sendiri saus sambal sachet karena St. Ali cuma menyediakan saus sambal “Tabasco” (saus sambalnya orang bule, rasanya so pasti kurang pedes hehehe) 4. Jangan lupa bikin reservasi kalo datengnya rame-rame, daripada kelamaan nunggu.
  4. 2 points
    antoloentan

    Hi Salam Kenal...

    Hiii salam kenal, saya anto loentan, hobby ya jalan-jalan...kota-kota di Indonesia hampir semuanya sdh dikunjungi kecuali aceh dan jambi di sumatera, untuk kota2 di pulau lainnya pernah singgah tapi beberapa belum explore terlalu dalam..! Perjalanan terakhir ke Jepang, boyongan sekeluarga kecil dengan 2 anak balita...
  5. 1 point
    "Oke jam 4 kumpul, ya. Jangan sampe ada yang telat! Kalo telat langsung tinggal aja, kita berangkat jam setengah 5 habis subuh" Pernah denger kata-kata ini dari mulut manis teman-temanmu, nggak? Hahaha selama kamu di Indonesia dan asli orang Indonesia, jangan percaya! Ini kisah sedih di hari Minggu... etapi nggak sedih juga, ding hehehe Travelling sama temen-temen ke kota tetangga aja planning sampe berbulan-bulan. Kurang profesional? Memang! Karena ini pertama kalinya kita pergi sama temen-temen jaman SD. Gilaaa masih pada inget wkwkwk Oke, kota pertama yang dikunjungi adalah Jogja! Yash! Kata orang-orang, Jogja itu kota yang ngangenin. Bener ga tuh? hehehe Habis subuh udah pada kumpul di rumah Dani, rumahnya suka dibuat tempat nongkrong sama kita-kita hihi. Semua udah pada kumpul habis subuh... Maksudnya, yang udah pada kumpul tuh yang cewek-ceweknya, yang cowok masih pada molor! Ngeselin, kan? Gatau apa cewek nggak suka nunggu~ Nunggu sejam baru pada keluar dan kumpul lengkap. Please, kawan kemarin janjinya jam berapa? dan yang bikin janji siapa? Setelah dibikin agak bete sama the boys, ceileh bahasanya hahaha!. Bete kita ditambahin sama sopir travel. Iya, kita naik travel biar muat. Kita pergi ber-12. Matahari mulai menampakkan cahaya, bedak-bedak udah mulai luntur, dan wajahnya udah mulai layu.. Travel akhirnya datang, warna pink! FYI, travelnya berangkat dari Kudus kita-kita ini di Semarang abaaangg kenapa berangkat dari luar kotaaaa? WHY?! Sudahlah lupakan, yang penting sekarang.... JADI PIKNIK! Kita mulai petualangaaaann wohooooo! Perjalanan kita pertama menuju ke Pantai. Pantai mana? Jogja banyak pantai! Betul..betul... kita ke pantai yang letaknya tetanggaan tuh yang bejibun pantainya. Tepatnya di Gunung Kidul, Yogyakarta. Nama-nama pantainya ada pantai Baron, Kukup, Indrayanti, Krakal, mana lagi? lupa._. huehew Sepanjang perjalanan di dalam travel ruameee bgttt seruuuuu (baca : ini karena aku, yosua, dan sendy ngrumpi) lainnya? PASIF. Pada nikmatin perjalanan aja. Kita perjalanan hampir 5 jam setengah, i don't know why. Padahal Semarang-Jogja cukup dekat. Kita sampai pantai jam setengah 12! Panas bgt? Jelas! Tapi ramee bgttt... Pertama yang didatengin adalah Pantai Indrayanti. Ini setelah berembug lama di perjalanan dan bikin si sopir bingung (maaf, pak). Pantai ini paling diminati, jadi banyak pengunjung tapi sayang sekali tempat main kita terbatas karena banyaak banget yang ke sini. Asik pantainya, denger-denger disini ombaknya mendingan daripada pantai-pantai pesaingnya. Ombaknya lebih kalem! Karena nggak bisa main, jadi kita cuma foto-foto dan sekedar ngerasain airnya bentarrr So, karena kita nggak cocok sama tempatnya, kita pindah ke pantai tetangga.. Pantai Sundak! dekeet bgt kok, jalan kaki juga sampai. Tapi, karena cuma satu dari sekian rombongan yang tahu betul, maka kami ikuti. Kita pindah pantai, juga pindah parkir. Si sopir sebenernya udah bener nih habis keluar dari parkiran langsung belok ke parkiran sebelahnya. Tapi dasar si Ardian, dia bilang itu bukan tempat parkirnya. Kita mundur dah dan ke tempat parkir agak jauhan, tapi nggak ada 5 menit, kok. Udah markir, kita turun dan bawa perlengkapan main. Anehku kebayar sama omongan si Yosua, "Loh.. itu bukannya tempat kita nyasar tadi pas mau parkir?". Ardian bilang "Emang... ya, biar ada sensasinya ajaa kita parkir agak jauhan" santaaii bgt ngomongnya, tak bedosa ~~~ Tau gitu kan jalan kaki aja, ngirit duit parkir malah! Sekarang, pembagian tim. Mau main apa, sih, sebenernya? Wkwk Tim udah dibagi 3. Kok ganjil? Iya, ada yang main dua kali. Dan, yang kedapetan timku huhu Pantai Sundak ini memang lebih enak dari Patai Indrayanti karena sepi... waktu saya kesanaa, sekarang? idk Jeng, jeng... tarik tambang guys, kulit di jari ampe ngelupas gara-gara ketarik sama tambangnya. Pedih, macam hati adik! Candaa! :D. Nggak cuma game aja nih, kita tetap dong mengabadikan moment wkwk. Intinya, selama kamu lagi kumpul sama temen, usahakan gadget ilangin dulu dari kebiasaanmu. Dan ini adalah salah satu tempat liburan menyenangkan di Jogja! #BukanInfoHanyaBercerita *Game Seru Nggak Seru dipersembahkan oleh Gondes Gengs. Tak apa bila tak bermanfaat, just share jea kat semua orang
  6. 1 point
    Melanjutkan tulisan sebelumnya, dari Observatorium Bosscha saya melanjutkan perjalanan ke destinasi ketiga. 3. Kebun Begonia Setelah melewati De Ranch, driver tanya dimana alamat Kebun Begonia, untung saja saya sudah siapin catatan alamatnya, hasil googling sebelum pergi ke Bandung.Saya bilang lokasi Kebun Begonia berada di Jalan Raya Maribaya nomer 120A, samping toko bunga Rizal. Rupanya tak berapa lama kemudian sampailah kami di lokasi. Sambil nunggu antrian beli tiket masuk, saya foto-foto dulu dech. Harga tiket 20ribu dan kalau membawa kamera pocket atau digital dikenakan biaya 50ribu. Masih lebih murah dari TWA Mangrove Pantai Indah Kapuk sich (500ribu). Begitu memasuki Kebun Begonia anda kan langsung disambut oleh lautan bunga warna warna, wow cantik bangeeeett. Oh ya kalau cuaca sedang panas, teman-teman bisa juga meminjam topi anyaman yang tersedia di rak setelah pintu masuk, pinjam topi gratis koq. Hehehe... Kebun bunga begonia (Balinea) memiliki koleksi bunga begonia warna merah dan pink. Bunga begonia merupakan tanaman yang cocok untuk dataran rendah maupun dataran tinggi dengan bunga yang lebat di sepanjang musim. Selain bunga begonia juga terdapat banyak jenis bunga lainnya lho, seperti lavender berbagai warna, sejernis marny, morning glory, dll. Area kebun Begonia ga terlalu luas, tapi lumayanlah untuk foto-foto. Di bagian tengah kebun terdapat aneka bunga dilengkapi dengan properti yang unik untuk befoto, seperti bangku taman, gapura berbentuk hati, bahkan ada juga siput raksasa. Pilih aja spot foto sesukamu. Hehehe... Ada beberapa bangunan yang disediakan untuk acara gathering juga, lalu di bagian belakang ada taman kelinci, stand penjualan buah dan sayuran, dan ada juga kebun sayuran. Oh ya, sebelum masuk ke area kebun sayuran, saya melihat deretan kaktus yang tinggi menjulang, kayaknya sih punya kebon tetangga. Ya udah numpang foto dikit dech. Sebelum keluar dari taman bunga Begonia, saya beli es potong rasa sirsak dan anggur lumayan sambil istirahat dulu di salah satu gazebo. Di bagian luar kebun, di sebelah kantor juga terdapat bangunan yang berfungsi sebagai toko bibit dan benih tanaman, serta peralatan berkebun. Disini saya beli bibit bunga marny mixed isi 15 biji seharga tujuh belas ribu lima ratus. Ada juga dekorasi lucu berbentuk kucing nich...imut imut banget. Setelah selesai beli benih bunga, saya langsung melanjutkan perjalanan ke destinasi berikutnya. 4. Floating Market Lembang Lokasi di Jl. Grand Hotel No. 33 E, Lembang. Sekitar jam 12an saya sampai di floating market, rupanya parkiran sudah rame banget berarti di dalam juga sudah penuh orang nich. Tiket floating market seharga 20ribu bisa ditukarkan dengan segelas kopi tapi saya memilih untuk tidak menukarkan tiket dulu, nanti aja kalau sudah mau keluar baru dech minum kopi sambil istirahat. Dari pintu masuk saya langsung mengarah ke kanan, dan mulai dech cekrek cekrek di seputaran floating market. Di bagian kanan pintu masuk terdapat beberapa kedai yang menjual aneka souvenier, dan di bagian ujung terdapat taman-taman bermain untuk anak seperti taman kelinci. Sampai di ujung jalan, saya berjalan menuju ke area floating marketnya, disini perahu-perahu yang menjual aneka makanan berjajar di tepi dermaga. Wah makanannya banyak banget, jadi pengen jaja mulu. Berhubung jumlah kursi terbatas jadi agak susah juga untuk mencari tempat duduk disini. Berhubung perut sudah mulai lapar, tapi kursi pada penuh, akhirnya saya memilih untuk makan di Warung Ceret, sebelum pesan saya tukar dulu coin belanjanya kemudian saya ke counter untuk pesan paket nasi soto seharga 30ribuan. Taraaa....akhirnya pesanan saya datang...makan yuuuk... Setelah selesai makan saya lanjut mengitari floating market sambil sesekali berhenti untuk foto-foto. Pas jalan koq ada kerumunan rame-rame pas saya samperin ternyata ada anak-anak lagi kasih makan ikan emas, ya udah saya numpang mejeng dech dengan ikan-ikan. Di tepi danau ini juga terdapat gazebo yang bisa disewa, kalau ga salah 100ribu/2 jam. Ada juga semacam aula yang disewakan untuk acara gathering gitu. Iiih..ada rumput lucuu...numpang foto aaah... Tak terasa, saya berjalan tau-tau sudah sampai depan gedung ticketing, sebelum keluar saya sempatkan tuker tiket masuk dengan kopi panas lalu cari tempat duduk di samping bangunan ticketing. Setelah kopi habis, saya lalu keluar dan tampaklah di seberang ada bangunan Clothing Market…saya pun tergelitik untuk lihat-lihat apa yang dijual di dalamnya. Rupanya yang dijual disini baju-baju branded sisa ekspor, kualitas bahan juga bagus dan lumayan ada kemeja dan blouse dengan harga miring 50ribu/pcs. Pas selesai bayar saya lihat paper bagnya, rupanya ada tulisan Victoria Factory Outlet jalan Juanda. Hehehe… Sekitar jam 2 saya meninggalkan floating market untuk menuju destinasi berikutnya.
  7. 1 point
    Hai Jalan2ers, Kali ini saya ingin share marathon jalan-jalan cantik di Bandung tepatnya sih ke Lembang dan Bandung Barat. Pas kebetulan waktu itu dalam rangka merayakan Imlek, PT KAI mengeluarkan tiket promo Imlek untuk keberangkatan tanggal 8 sampai 28 Februari. Jadi, saya juga ikutan dech hunting tiket kereta ke Bandung yang walaupun agak telat akhirnya dapat tiket promo Argo Parahyangan kelas eksekutif seharga 44ribu untuk keberangkatan dari Jakarta. Sedangkan untuk tiket balik dari Bandung ga dapat harga promo di jam keberangkatan ya diinginkan jadi ya beli tiket normal seharga 120ribu. Ya ga papa sih, lumayan sudah dapat tiket promo one way. Transport selama explore Lembang dan Bandung Barat saya menyewa mobil untuk satu hari saja, selebihnya saya jalan kaki, naik becak dan naik taksi. Saya berangkat hari jumat pagi, dan tau sendiri kan kalo hari jumat pagi beberapa ruas jalanan ibukota itu macet dan ternyata driver taksinya ga enak banget bawa mobilnya. Trus ketika naik kereta juga merasa seperti ga nyaman gitu, atau mungkin karena perjalanan mendaki ya jadi agak ajut-ajutan. Kepala jadi pening, hiks. Begitu sampai di Bandung, keluar stasiun langsung menuju hotel yang tak jauh dari stasiun Bandung lalu istirahat, tak lupa minum obat sakit kepala dulu, padahal rencananya setelah sampai di Bandung pengen jalan-jalan dan foto-foto di dalam kota Bandung. Sekitar jam 7 malam, sudah berasa lapar, bingung mau makan apa…pengennya makan yang kuah kuah gitu, akhirnya jalan ke RM Ampera Kebon Kawung, tapi tinggal ada lauk-lauk yang di goreng. Ada tempelan menu sop iga, tapi katanya stocknya ga ada, ya udah ga jadi deh makan RM Ampera, akhirnya jalan kaki menyusuri jalan sampai ke jalan pasir kaliki lalu belok kanan. Sepanjang jalan sih ada gerobak-gerobak makanan, tapi ga minat juga sempat berfikir atau balik aja ya kayaknya sudah jalan jauh tapi belum nemu makanan yang dipengenin. Akhirnya sudah hopeless, ngeliat ada gapura tulisan pusat kuliner RW sekian gitu, tapi koq ga keliatan rame-rame gitu. Cuma ada beberapa tenda makan, dan diujung jalan ada warung ayam goreng/bakar rame banget, tapi males juga mau antrinya. Akhirnya memutuskan untuk makan di warung tenda aja, pesen cap cay seafood rebus seharga 24ribu + nasi seharga 3ribu kalo ga salah inget. Sambil nunggu makanan datang saya tinggal dulu beli jus alpukat di kedai jus alpukat yang berada di seberang jalan seharga 5ribu. Selesai makan langsung balik ke hotel untuk istirahat, biar besok ga kesiangan. Keesokan paginya, sekitar jam 7.30 pagi saya sudah sarapan, dan siap untuk marathon Lembang dan Bandung Utara. Ternyata driver rental sudah stand by di depan hotel, langsung dech cuuus berangkat…mumpung masih pagi, semoga aja jalanan ga macet. Oh ya, masih bertanya-tanya kenapa judul artikel ini Marathon Jalan-Jalan Cantik Di Lembang Dan Bandung Barat? Jawabannya adalah karena trip kali ini saya susun itinerary untuk 6 destinasi obyek wisata yang berlokasi di Lembang dan Bandung Barat dengan waktu explore kurang lebih 9 jam. Kebayangkan ngebutnya…harus pinter bagi waktu di tiap obyek wisata. hahaha… Yuk, ikuti cerita perjalanan saya…berhubung ceritanya agak panjang maka tulisan akan saya bagi menjadi tiga bagian yach, biar ga bosan bacanya. Hehehe… 1.Farm House - Lembang Tujuan pertama saya adalah Farm House Lembang, perjalanan lancar dan sekitar jam 8.50 saya sudah sampai di Farm House, ternyataaa…sudah ramai. Tiket masuk seharga 20ribu sudah dibayar ketika masuk gerbang, petugas tiket rupanya jemput bola ke mobil-mobil yang masuk jadi ga perlu lagi antri beli tiket di loket. Setelah turun dari mobil, saya langsung ikutan antri tuker tiket masuk dengan susu strawberry ternyata rasanya enaaak banget, satu tiket lagi dituker dengan sosis . Sepanjang rute pintu masuk ke dalam farm house ini, di kiri kanan dihiasi dengan akar pohon tua dan tersedia beberapa kursi kayu, jadi sementara belum masuk bisa duduk-duduk sambil menikmati sosis bakar atau susu sapi segar rasa strawberry. Karena weekend, hampir semua spot foto rame, jadi harus sabar nunggu giliran untuk berpose dech. Di belakang kedai gift, flower dan handycraft ini terdapat berberapa stop foto yang menarik seperti berikut ini. Di bagian belakang terdapat bangungan-bangunan dengan konsep yang unik, yuk mari kita jelajahi. Di bagian belakang farm house terdapat tangga dan trolley line untuk naik menuju ke kebun bunga, nah berhubung agak licin jadi harap berhati-hati kalau tidak mau mengalami kejadian sial seperti seorang bapak yang tergelincir dari atas. Saya sampe kaget waktu dengar suara gedubraaakkk…ternyata ada seorang bapak yang badannya lumayan besar tergelincir di trolley line itu. Di sudut lain farm house terdapat vertical garden dan aneka tanaman hidroponik. Di bagian atas terdapat alun-alun, disini terdapat beberapa meja taman yang dilengkapi payung besar, kita bisa beristirahat disini, terdapat juga kursi gantung rotan yang berbentuk seperti sarang burung, karena semuanya penuh jadi saya ga sempat berfoto disitu dech. Saat saya datang farm house juga masih dalam pengerjaan beberapa bagian taman, tampak beberapa tukang sedang membuat vertical garden seperti dalam gambar di bawah ini. Dari alun-alun saya berpindah ke bagian kiri yaitu peternakan / petting zoo, sebelum sampai ke bagain peternakan terdapat air terjun mini yang merupakan salah satu spot menarik untuk berfoto, jangan lupa berfoto disini ya. Sebelum memasuki area peternakan, terdapat beberapa sangkar besar untuk menyimpan koleksi aneka burung. Selanjutnya memasuki area peternakan, disini terdapat domba, kambing, kelinci, beberapa jenis ayam. Anak-anak pasti suka deh bermain dan memberi makan binantang. Di area ini juga sedang dibangun bangunan khas ala film cowboy, tampak beberapa tukang sedang mengerjakan bagian atas gedung hotel. Oh ya, kalau kalian ingin berfoto dengan binatang yang berada di dalam kandang, bisa juga lho minta bantuan petugas yang memakai topi cowboy. Nggak afdol rasanya kalau ke farm house tidak berfoto di depan rumah hobbit, nah karena ini tempat favorite antriannya lumayan panjang, harus sabar antri ya. Karena saya orangnya sering merasa risih kalau berfoto sementara antrian masih panjang, jadi saya pasrah dan berpuas aja dech dengah hasil fotonya. Ga sempat untuk review dan take ulang. hehehe... Setelah dirasa cukup bernarsis ria di Farm House Lembang, saya melanjutkan perjalanan ke destinasi berikutnya. 2. Observatorium Bosscha Ini adalah pertama kalinya saya datang ke Observatorium Bosscha, entah berapa kali ngelewatin jalan raya lembang untuk menuju ke Lembang atau Tangkuban Perahu tapi saya ga pernah tau dimana pastinya lokasi Observatorium Bosscha ini lho…apa kata duniaaa?? Jadi biar afdol, saya masukin observatorium Bosscha ke dalam itinerary kali ini, bagitu sampai di lokasi setelah parker mobil, saya turun menuju ke pos satpam untuk tanya dimana lokasi loket pembelian tiket masuk ke Observatorium Bosscha, lalu ditunjukkan ke kantor yang berada di bagian belakang pos satpam ini, tapi begitu saya tanya ke ibu yang jual tiket masuk malah ibunya ganti nanya, mau masuk ruang multi media nya ga? Saya jawab aja enggak bu, saya cuma mau foto di depan bangunan teropongnya aja. Akhirnya ibu itu bilang, oh kalo itu ga perlu beli tiket, langsung aja jalan kesana. Wohooo…ternyata boleh gratis.. Yipppieee… Ya udah akhirnya cekrek cekrek dech di sekitaran Bossca ini. Observatorium Bosscha (dahulu bernama Bosscha Sterrenwacth) dibangun oleh Nederlandsch Indische Sterrenkundige Vereeniging (NISV) atau Perhimpunan Bintang Hindia Belanda. Nama Bosscha berasal dari nama Karel Albert Rudolf Bosscha, seorang tuan tanah di perkebunan teh Malabar yang bersedia menjadi penyandang dana utama dan memberikan bantuan untuk pembelian teropong bintang. Pembangunan observatorium ini menghabiskan waktu sekitar lima tahun, sejak tahun 1923 sampai tahun 1928, nama A.R. Bosscha dan 1923 tertulis di monumen yang berada di kawasan obeservatorium ini. Observatorium Bosscha adalah lembaga penelitian astronomi modern yang pertama di Indonesia dan dikelola oleh Institut Teknologi Bandung (ITB). Tahun 2004 observatorium Bosscha dinyatakan sebagai Benda Cagar Budaya oleh Pemerintah. Oleh karena itu keberadaan observatorium ini dilindungi UU nomor 2/1992 tentang Benda Cagar Budaya . Pada tahun 2008 Pemerintah menetapkan Observatorium Bosscha sebagai salah satu obyek vital nasional yang harus diamankan. Setelah puas foto-foto langsung dech cuuus ke destinasi berikutnya. Simak kisah perjalanan saya di tulisan berikutnya ya...
  8. 1 point
    salam kenal semua, baru tau ada website yang sangat informatif ini dari teman, dan sangat membantu next trip saya adalah jepang. semoga pada bisa bantu teman2 dari sini Negara yang sudah saya kunjungi masih sebatas South East Asia : Singapura, Malaysia, Vietnam, Thailand, Hongkong, Macau :)
  9. 1 point
    Pellokila Penjelajah

    JELAJAH JEPANG: MIYAJIMA

    Makasih @kyosash. Bener @deffa. lebih afdol kalo bisa seharian di wilayah ini.. bagusnya dari pagi sampe malam sehingga bisa jelajah hingga perbukitannya :). Indah.. jika gunakan JR Pass, naik kereta dan ferrynya ga perlu bayar tiket lagi.
  10. 1 point
    ratub

    The beauty of Lake Toba

    Iya itu semua sekitaran danau toba mas termasuk berastagi jga, Thank you mba, blan depan saya ada buat trip lagi ke danau toba :)
  11. 1 point
    Iyaa apalagi klo awannya tebel berasa bener2 diatas awan walaupun cuma diatas bukit Iyaa ka skrg udah rame banget udah bnyak yg kesana hee Jadi pengen berburu sunrise lagi ni
  12. 1 point
    Waduuh saya baru baca ini.. maap @deffayaa... Aku skrg tinggal di medan. Tp org tua dan keluarga rata2 semua masih di sidamanik. Kompensasi atas keterlambatan replay ini Ayuukk kapan pada mau ke sidamanik ke rumah ortu ku aja
  13. 1 point
    wah..saya belum pernah sama sekali kedaerah sumut,, namun liat keindahan wisata alam disana,,,jadi gregetan sendiri... pengen nya october antara tgl 11-14oct 2015 bisa menikmati danau toba..samosir..piso2..kebun teh dan wisata lainnya lah disumatera utara... mana tau saya bisa gabung...menjelajah wisata sumatera utara.. info2 saja ya..diforum...terimakasih...
  14. 1 point
    @Jenatan Sianipar wah air nya jernih biru banget ya ada di pematang siantar gak terlalu jauh dari medan ternyata itu air nya hangat atau biasa ya ?
×
×
  • Create New...