Leaderboard


Popular Content

Showing content with the highest reputation since 03/25/2016 in all areas

  1. 8 points
    deffa

    3 Hari di Osaka Itu Seru Loh

    Hola Deffa Here !!! Akhirnya saya mulai menulis Cerita Perjalanan Explore Kansai selama 5 hari dari perjalanan saya kemarin 7-11 Maret 2016. Perjalanan yang sangat menyenangkan dan juga menegangkan. Kok menegangkan ? Karena saya harus berhadapan dengan Last Minute Call, bukan hanya sekali namun 3 kali hahahah Yup rute perjalanan saya yaitu 2 hari di Osaka dan 2 hari di Kyoto - Nara. Jadi kali ini saya akan membahas tentang perjalanan saya ke Osaka dulu agar tidak terlalu panjang membaca nya ya. Semoga tulisan saya ini bisa menjadi informasi buat kalian nanti Word of Advice tulisan ini sangat panjang semoga kalian tidak bosan membaca nya ya, tapi harus di baca dengan seksama kalau kalian mencari info yang detil loh DAY 1 : 7 Maret 2016 Itinerary Day 1 : Bandara Hussein Sastranegara Bandung Bandara KLIA2 Makan Siang di Restoran Nyonya Colors KLIA2 Bandara Kansai International Airport Menginap di Kansai International Airport Akhirnya hari yang di nanti pun tiba setelah hasil hunting tiket promo Air Asia tahun lalu, saya mendapatkan harga tiket ini One Way Bandung - Kuala Lumpur - Osaka sebesar Rp, 1.400.000 atau 1,4 juta rupiah. Untuk pulang nya saya dari Seoul jadi nanti kita bahas itu. Pesawat pukul 08.30 WIB berangkat dari Bandara Hussein Sastranegara Bandung menuju KLIA2 Malaysia. Saya sudah tiba di bandara sejak pukul 07.00 WIB. Karena belum sarapan saya putuskan untuk membeli roti di Circle K terdekat. Ketika mau membayar saya cek dompet, baru lah teringat Uang Yen Jepang dan Won Korea Selatan saya tidak ada. Sontak lah saya kaget dan panik. Saya baru ingat jika uang tersebut masih tersimpan di Lemari pakaian saya di rumah. Tanpa pikir panjang saya langsung mencari Ojek untuk kembali ke rumah, jarak dari Bandara ke Rumah itu sekitar 1,5 jam dan di tambah lagi ini hari Senin. Saya hanya bisa berdoa dan minta tolong ke tukang Ojek untuk melaju dengan sangat cepat. Di jalan menuju balik ke rumah ini saya sempatkan untuk Web Check In dan berhasil, singkat cerita, ketika saya sudah tiba lagi di bandara pukul 08.30 WIB pas, dan ketika saya tiba di dalam Bandara dari petugas bilang saya sudah tidak bisa masuk ke pesawat : Saya : Pak mohon saya untuk naik pesawat masih ada kan Petugas : Sudah ditutup pintu pesawat nya, sudah tidak bisa naik Announcer : Panggilan terakhir untuk bapak Deffa Utama Saya : Tuh pak masih ada tuh Last Call tolong pak Petugas : Bentar saya tanya dulu......... ok masih bisa katanya belum di tutup Saya : Wah terima kasih banyak pak Petugas : Ya sudah santai saja gak usah panik lagi, ditunggu kok sudah di kasih ijin Dan tepat pukul 08.40 WIB pesawat pun tinggal landas, dengan saya duduk di kursi di dalam pesawat dengan keringatan dan rasa panik yang masih melanda, dalam hati "Terima kasih tuhan, semoga tidak terjadi lagi kebodohan seperti ini" KUALA LUMPUR INTERNATIONAL AIRPORT 2 Di dalam pesawat saya pun akhirnya tertidur sebentar karena lama perjalanan ini sekitar 1 jam 30 menit. Dan ketika terbangun sudah landing di bandara KLIA2. Waktu menunjukkan pukul 11.00 WITA beda 1 jam lebih cepat dari Bandung. Karena penerbangan berikut nya adalah pukul 15.00 WITA tujuan Osaka Kansai International Airport jadi saya putuskan untuk mengisi perut yang sudah berteriak karena beban dari belum sarapan dan masih panik karena kejadian Last Minute Call tadi di Bandung. Saya pun memilih untuk makan di area Lantai 3 KLIA2 yaitu di dekat Terminal Keberangkatan. Makan di Bandara kalian pasti tahu donk yaitu Mahal. Tapi saya menemukan satu Restoran yang mempunyai menu enak dan Harga nya murah yaitu Nyonya Colors. Nasi Lemak Pandan nya cuma seharga RM 3.71 loh. Untuk review lengkap nya baca DISINI Jreng jreng disini malapetaka kembali terjadi, apa yang saya doa kan untuk tidak terjadi lagi akhirnya kejadian lagi. Dikarenakan saya terlalu santai di Restoran ini. Tidak saya sadari waktu sudah menunjukkan pukul 14.00 WITA. Kalian harus tahu jika penerbangan Internasional itu maksimal Check In adalah 1 jam sebelum keberangkatan. Dan saya sudah melewati waktu Check In Dengan kaget saya pun langsung buru-buru ke Counter Check In Air Asia, dan kondisi sedang sangat penuh. Saya bertanya kepada petugas yang ada disana Saya : Where can I check in my flight to Kansai ? Petugas : What time your flight is ? Saya : 3 pm Petugas : Its already closed, you should checked in 1 hour before you departure Saya : What, oh no, please can you help me there is still time before the flight Petugas : Ok why don't you go to counter 16 over there and try to check in Saya : Thank you Dan untung lah saya masih bisa check in, namun saya di suruh lari karena waktu hanya tinggal 50 menit lagi. Malapetaka lagi ketika masuk area Imigrasi. Kalian harus tahu bagian Imigrasi di bandara KLIA2 ini salah satu yang terlama di dunia. Kinerja petugas Imigrasi nya lambat sekali. Jika di perhatikan 1 orang bisa sampai 5 menit untuk di periksa. Sedangkan antrian sudah mengular. Disini saya sudah Hopeless. Namun tiba-tiba di belakang saya ada orang Indonesia juga yang bertanya : Orang : Mas mau ke Jakarta juga ? Saya : Gak mas saya mau ke Osaka Jepang Orang : Oh gitu, lambat banget ya ini, padahal saya flight Lion 15.30 WITA neh bisa telat Saya : Wah saya lebih parah mas 15.00 WITA dan sekarang udah 14.10 WITA Orang : Ya sudah kita berdoa saja ya mas, mudah-mudahan di kasih jalan Dan tiba-tiba saya melihat gerak-gerik petugas Imigrasi yang hendak membuka barisan baru untuk Counter di sebelah rombongan saya. Saya pun langsung dengan cepat pindah barisan dan berdiri paling depan. Pertolongan Tuhan masih ada. Saya pun melewati Imigrasi ini lebih cepat. Dan akhirnya saling tos dengan orang Indonesia yang saya ajak ngobrol Dari Imigrasi ini saya lari sekuat tenaga, untuk menuju Gate saya di P12 yaitu paling ujung. Kalian harus tahu jarak dari Imigrasi ke Gate itu sekitar 30 menitan jalan biasa. Dan waktu sudah 14.30 WITA gak mungkin saya jalan biasa. Lari lah saya sekuat tenaga dengan menggendong Backpacke seberat 10 kg mungkin. Tiba di area Gate sebelum di P12 di KLIA2 ini ada pengecekan Scanner lagi yang sangat ketat semua yang bematerialkan logam harus di lepas. Kacamata, Belt, Dompet dll. Akhirnya saya lepas Belt saya karena ada besi nya dan membuat celana panjang saya agak melorot. Petugas bertanya Petugas : Terbang jam berape ? Saya : Jam 3 pak Petugas : Sekarang 2:57 PM. ya sudah lari lari Saya : Iya pak terima kasih Dengan memegang celana panjang yang kedodoran karena belum sempat memasang Belt saya pun berlari. Dari kejauhan saya sudah mendengar "Kansai Last Call, Kansai Last Call". Saya pun berteriak dari jarak sekitar 100 meter mungkin "Kansai, Kansai". Untung petugas itu mendengar dan melihat saya berlari. Dia segera menghubungi rekan nya. Dan segera membantu saya membawakan tas dan memeriksa dokumen. 15.00 WITA akhirnya saya sudah duduk di kursi Air Asia X. Dan pukul 15.10 WITA pesawat pun berangkat. Dan dalam hati "Ya Tuhan 2 kali saya melakukan kebodohan ini, semoga tidak ada yang ketiga". Perjalanan sekitar 6 jam dari KLIA2 ke Kansai International Airport, kebetulan di dekat saya juga ada orang Indonesia yag mau liburan ke Jepang jadi ada teman ngobrol. KANSAI INTERNATIONAL AIRPORT Selama perjalanan ini saya tidak bisa tidur antara Excited dan masih Parno akan Last Minute Call tadi. Tidak terasa ternyata sudah landing saja di Kansai International Airport sekitar pukul 22.00 WIT (beda 2 jam lebih cepat dari Indonesia). Rencana saya malam ini menginap di Bandara Kansai International Airport untuk menghemat biaya menginap semalam. Untuk maskapai Low Cost biasanya mendarat di Gate yang agak terpisah dari Bandara jadi ketika kalian turun dari pesawat akan menggunakan semacam Shuttle Train menuju Terminal Kedatangan Bandara KIX. Sedangkan maskapai yang tidak Low Cost seperti Garuda, langsung mendarat di Gate Terminal Kedatangan. Menginap di Bandara Kansai International Airport emang bisa ? Bisa donk dan sudah banyak yang mencoba, akhirnya saya pun merasakan nikmat nya Kursi Sofa di Bandara KIX ini saya pilih di Lantai 2 Terminal Keberangkatan. Untuk info lengkap Cara Menginap di Bandara Kansai International Airport baca DISINI Malam itu saya tidak bisa tidur jadi saya putuskan untuk membuat Itinerary. Heheh saya memang tipe yang Berangkat dulu Itinerary belakangan. Jadi selalu membuat itinerary ketika sudah tiba di TKP. Saya pun membeli Onigiri seharga 100 yen di Family Mart terdekat, karena sedikit lapar Sekian untuk Hari Pertama yang melelahkan. Ingat jangan sampai kalian mengalami Last Minute Call ya, karena itu melelahkan Jasmani dan Rohani loh PENGELUARAN DAY 1 DAY 2 : 8 MARET 2016 Itinerary Day 2 : Universal Studios Japan The Wizarding World of Harry Potter Osaka Castle Takoyaki Making J-Hopper Osaka Guesthouse Masih di Kansai International Airport dan pukul menunjukkan 05.00 WIT, saya putuskan untuk berangkat karena menggunakan kereta pertama dari bandara KIX ini. Dan saya sebelum nya sudah membeli Kansai Thru Pass dari Indonesia secara online, yang berguna untuk menggunakan semua Transportasi umum yang ada di Kansai ini selain dari Perusahaan JR, seharga 5200 Yen untuk 3 hari penggunaan. Info lengkap cara membeli dan penggunaan nya Baca DISINI Saya tinggal menukar bukti pembelian ke bagian Counter dari Nankai Train Railways yang berada di bandara KIX ini, dari Terminal Keberangkatan tersebut tinggal keluar saja menuju pintu utama tetap di lantai 2 dan setelah di luar akan melewati semacam jembatan. Lalu kita akan bertemu dengan semacam Gerbang di sebelah Kanan untuk menuju ke Stasiun Kereta JR dan di sebelah nya Nankai Line Sebelum nya saya ke kantor Nankai dulu untuk menukar bukti pembelian menjadi kartu Kansai Thru Pass. Karena saya yang duluan dan pertama jadi proses cukup cepat. Oh ya saya juga memutuskan untuk menggunakan kartu ICOCA yang fungsi nya di gunakan untuk semua moda Transportasi dari perusahaan JR. Di Ticket Vending Machine di dekat sini. Harga kartu nya 500 yen dan Saldo saya isi 2000 yen jadi total 2500 yen Tapi jika kalian sudah mempunyai kartu PASMO dari kunjungan di Tokyo, tidak perlu lagi membeli kartu ICOCA karena fungsi nya sama saja dan PASMO CARD bisa di gunakan di Kansai untuk transportasi dari JR. Oh ya saya sempat membeli Onigiri lagi di Family Mart 2 buah seharga 220 yen untuk sarapan heheh Langsung menuju Nankai Line dan menggunakan Kansai Thru Pass ini. Tujuan saya adalah ke Fukushima Station jadi saya harus berkali-kali ganti Kereta di beberapa Station. Kereta pertama Nankai Airport Line Rinku Town Station. Lalu ganti Nankai Main Line menuju Namba Station, lalu Hanshin Namba Line menuju Amagaski Station, terakhir Hanshin Main Line menuju Fukushima Station. Atau bisa coba rute berikut Perjalanan dengan rute ini cukup panjang dan lama, total menghabiskan waktu sekitar 2 jam, namun karena semua di cover oleh Kansai Thru Pass jadi tidak perlu membayar lagi. Tujuan saya yang pertama ini ke penginapan untuk mandi dan menaruh tas yaitu di J-Hoppers Osaka Guesthouse J-HOPPERS OSAKA GUESTHOUSE Letak nya memang dekat dengan Fukushima Station namun yang JR Fukushima Station bukan yang Hanshin Fukushima Station. Karena saya di Hanshin Fukushima Station harus jalan sekitar 10 menit ke JR Fukushima Station lalu 3 menit ke penginapan nya. Cukup mudah di cari kok. Dan penginapan ini worth sekali. Untuk pengalaman menginap di J-Hoppers Osaka Guestouse baca DISINI Semalam untuk Private Room nya seharga 6000 yen Setelah check in dan mandi saya pun beranjak untuk ke destinasi pertama yaitu ke Universal Studios Japan. Yup salah satu impian saya adalah bermain di Theme Park di seluruh dunia jadi salah satu nya disini, apalagi di sini ada Wizarding World of Harry Potter salah satu favorit saya. Saya sebelum nya sudah membeli tiket Universal Studios Japan dari Indonesia membeli nya dari Jalan Tour Travel Agent seharga 7400 Yen sudah termasuk Pajak. Untuk cara pembelian nya Tiket Universal Studios Japan di Indonesia baca DISINI Rute saya kali ini menuju UniversalCity Station karena terlalu jauh dan makan waktu jika menggunakan Hanshin Main Line (Kansai Thru Pass). Saya putuskan menggunakan JR Fukushima Station saja jadi menggunakan ICOCA,. Rute nya adalah JR Fukushima Station (JR Kansai Airport Rapid Service for KANSAI AIRPORT) - NISHIKUJO Station (JR Yumesaki Line for SAKURAJIMA) - UNIVERSALCITY. Total seharga 160 yen UNIVERSAL STUDIOS JAPAN Ok tiba lah di Universal Studios Japan sekitar pukul 10.00 WIT, ternyata sudah rame gak ngaruh walaupun datang pas Low Season dan Weekdays tetap saja ramai. Dari Universal City Station saja sudah mulai rame nya. Dan kebetulan hari ini di buka penjualan Annual Pass USJ sebesar 10000 yen murah banget. Karena saya sudah membeli tiket sebelumnya jadi tinggal masuk saja dan tidak lupa mengambil Map USJ yang luas ini. Karena gerbang utama nya sedang di renovasi jadi background nya agak kurang bagus hehe, tapi bola dunia khas Universal Studios tetap ada Karena disini sangat ramai jadi ya saya sudah maklum tidak akan banyak mengunjungi wahana nya, karena destinasi utama saya kesini yaitu Harry Potter jadi saya langsung antri untuk mengambil Timed Entry Ticket di dekat Gerbang masuk Harry Potter. Kebetulan dapat di pukul 12.30 WIT, jadi masih ada waktu. Universal Studios Japan sendiri di bagi beberapa wilayah : New York Hollywood Parade San Francisco Jurassic Park Amity Village Universal Wonderland Water World Yang pertama saya temui dari pintu masuk adalah area Hollywood disini kita bisa melihat bangunan-bangunan ala abad pertengahan dan juga beberapa Cosplay dari film-film hollywood Karena bingung mau kemana, saya langsung menuju ke wahana Back To The Future. Karena ya saya pernah mengalami masa kejayaan Film ini jadi bernostalgia dulu Disini sebenarnya ada wahana Ride nya yang 4D tapi karena malas antri jadi saya gak ikutan, gila antri nya sampai 2 jam loh. Di sekitar sini juga ada wahana The Amazing Adventures of Spiderman berupa wahana Ride 4D yang kebetulan antrian untuk Single Ride nya tidak terlalu lama sekitar 20 menitan ya sudah saya ikut disini dulu deh Di The Amazing Adventures of Spiderman The Ride ini mirip dengan Transformer 4D Ride nya Universal Studios Singapore loh. Jadi kalian naik di semacam Jet Coaster gitu lalu menggunakan kacamata 4D untuk menonton aksi Spiderman menyelamatkan dunia melawan musuh-musuhnya. Cukup tegang karena jet coaster nya yang jungkir balik. Sambil menunggu waktu lagi saya menghabiskan dengan berkeliling di area San Francisco. Disini ada wahana Jaws namun karena sedang di Maintenance jadi tidak buka, cukup untuk foto-foto saja deh di area Wharf nya. Dan ternyata di USJ ini lagi demam Minions, sampai ada makanan berbentuk seperti bakpau di hias warna kuning mirip Minion, namun sayang Tidak Halal jadi saya tidak mencoba. Oh ya di area San Francisco ini banyak bangunan yang kece-kece loh untuk background foto-foto seru. Jadi jangan sampai di lewatkan ya heheheh Dan akhirnya Pukul 12.30 WIT pun tiba saya langsung bergegas ke Gerbang The Wizarding World of Harry Potter dan menunjukkan Timed Entry Ticket kepada petugas di persilahkan masuk. Yes akhirnya bisa merasakan dunia nya Harry Potter juga. THE WIZARDING WORLD OF HARRY POTTER Masuk area Harry Potter kita akan melalui jalan dengan rimbunan pohon pinus di kiri dan kanan ditemani dengan suara kodok jadi semacam kesan mistis gitu, tidak jauh kita akan bertemu dengan Weasley Flying Car, itu loh Mobil Terbang yang ada di Buku Kedua Harry Potter, pas Ron Weasley jemput (menyelamatkan) Harry di rumah nya Uncle Vernon, karena gak boleh lagi sekolah di Hogwarts. Oh ya antri ya poto nya, seperti biasa Turis dari Cina Tiongkok bikin ulah gak mau antri heheh Lanjut kita akan bertemu Gerbang Utama dari The Wizarding World of Harry Potter ini, kalau di Film ini adalah gerbang nya Desa Hogsmeade. Jadi yang pertama kita masuki adalah memang Desa Hogsmeade seperti yang di film nya. Masuk ke Gerbang Hogsmeade kalian tidak akan pernah bisa melepaskan pandangan dari satu bentuk yang ikonik yaitu Kereta Hogwarts Express, yup kereta yang muncul di tiap Buku dan Film Harry Potter ini nongol juga disini. Lengkap dari Lokomotif sampai Gerbong nya. Bahkan di Gerbong nya kita bisa berfoto mengenakan pakaian Hogwarts dan di dalam Kompartemen khusus seperti di Film. Harga sewa dan poto nya 3000 Yen. Jalan lagi di dekat sini ada Zonko Jokes & Tricks Shop lalu di sebelahnya ada Honeydukes. Di dalam Zonko kalian bisa menemukan semua alat kejahilan yang sering di bawa oleh Fred & George Weasley. Seperti Puking Pastilles, Screaming yo-yo dll. Sedangkan di Honeydukes kalian akan menemukan yang paling terkenal adalah Bertie Bott's Every Flavour Beans. Dan dijual dengan harga 3000 yen Nah yang paling saaya tunggu-tunggu juga untuk datang kesini adalah mencoba Butterbeer, oh kalian penggemar Harry Potter pasti penasaran kan gimana seh rasa Butterbeer itu ? Apakah beer ? Apakah Butter ? Apakah Es Krim ? hahahah. Akhirnya saya mencoba nya dan ini momen yang sangat priceless banget dah Ada stand atau lebih tepatnya Barrel Stand di depan Honeydukes ini yang menjual Butterbeer seharga 900 yen dan 1200 yen. Jika 1200 yen kalian juga mendapatkan gelas / mug khas Butterbeer seperti di film, jika 900 yen hanya menggunakan mug biasa. Saya pilih donk yang 1200 yen buat kenang-kenangan hehehe Mau tahu rasa nya kayak apa ? Bilang aja penasaran ye kan ? hahahahaha (devil smile / gak ada emot nya ). Ok jadi gini Butterbeer ini terdiri dari 2 komposisi Butter dan Beer. Butter itu sendiri yang berada di atas seperti buih warna putih itu, rasanya manis seperti krim Susu Vanilla. Lalu untuk Beer nya rasanya berupa Root Beer yang kayak di A&W itu loh atau kalau jaman dulu Sarsaparila hahah Pokoknya enak banget, saya minum nya pun dikit-dikit takut cepat habis hahah, biarin katro jalan-jalan sambil megang minuman. Oh ya di tempat saya bersantai sejenak sambil minum Butterbeer ini adalah Barvish Banges, disini ada Owl, yup kalian tahu kan di serial Harry Potter, Owl (burung hantu) juga memegang peranan penting. Apalagi di buku terakhir Deathly Hallows, Hedwig lah salah satu yang menyelamatkan Harry Potter Nah disini kita bisa bertemu dengan Live Hedwig well at least ada putih-putih nya lah ya, kalo Hedwig kan Snow White banget putih semua se badan-badan hahah. Tapi gak boleh mendekat jadi poto nya harus dari jauh Three Broomsticks nah kalau yang ini saya tidak sempat masuk karena di sini berupa Restoran, ya mirip seperti di film dan buku seh berupa tempat makan, tapi yang unik adalah satu papan pengumuman yang bertuliksan "Have You Seen This Wizard?". Di depan restoran ini, karena seperti yang kalian bisa tebak di ambil dari film ketiga Harry Potter and The Prisoner of Azkaban yaitu ada Sirius Black disana Selanjut nya kita akan bertemu dengan Restoran Hog's Head. Kalau di serial nya di sini restoran underground yaitu restoran nya para penjahat atau orang-orang yang di Blacklist. Jadi kesan nya agak suram gitu. Nah di depan ini ada satu gedung yang unik yaitu Owl Post, yup disini tempat semua Post dari Owl di kumpulkan, banyak sekali Owl disini walaupun bukan Owl asli tapi nuansa nya seperti di kandang burung hantu. Lengkap dengan surat-surat dan lain sebagai nya. Oh ya di bagian tengah ruangan ini ada The Monster Book of Monster yang di kasih Hagrid ke Harry Potter, di sini juga dia bisa bergerak loh Oh ya di sini juga jual souvenir khas Harry Potter dan yang paling keren adalah disini jual Jubah sekolah Hogwarts dari masing-masing House Grtffindor, Slytherin, Hufflepuff, Ravenclaw. Tapi mahal banget 12000 yen Lanjut di depan dari Owl Post ini ketemu dengan Ollivanders Maker of Fine Wand Since 382 BC. Yup ini Ollivanders Shop yang terkenal itu, dimana Harry mendapatkan Wand pertama nya disini. Dan di sini juga ternyata ada atraksi nya loh, antrian nya tidak panjang hanya menunggu sekitar 20 menitan. Kita akan masuk ke Ollivanders Shop dan akan menyaksikan suatu teatrikal seorang Shopkeeper yang di tunjuk oleh Ollivanders untuk membantu kami para Murid Baru memilih Wand. Dan dalam teatrikal ini ada satu yang di panggil secara Random, untuk memilih Wand nya. Dan adegan berikut nya persis seperti pertama kali Harry memilih wand dimana ruangan menjadi berantakan karena salah Wand. Dan akhirnya ketika Wand yang di pilih sudah ditemukan, dia yang di tunjuk untuk maju itu bisa mendapatkan Wand tersebut secara Gratis. Enak banget ya, padahal gue udah sengaja berdiri paling depan tapi gak di tunjuk huhu, harganya kalau beli 3.800 yen Keluar dari Ollivanders Wand Shop ini kalian akan langsung melihat kemegahan Hogwarts Castle dari jauh. Wuih keren abis dah, apalagi di tambah danau di sekitar nya itu loh keren juga. Tenang dan adem rasanya Nah di jalan menuju Hogwarts Castle ini kalian akan menemukan suatu pertunjukkan dari akademi Beauxbatons dan Durmstang Institute yang memperagakan tarian nya seperti di film Harry Potter ke empat Goblet of Fire. Bagus loh sayang jika di lewatkan Dari sini juga kita sudah bisa melihat kemegahan dari Hogwarts Castle, disini sebenarnya ada wahana unggulan nya yaitu Harry Potter The Ride 4DXD, namun kalian bisa bayangkan berapa lama antrian nya 1 - 2 jam ? Wah itu sih biasa, ini seh antrian nya 5 jam dan masih naik lagi. Gila gak tuh, saya pass deh. Saya pilih untuk mengelilingi Hogwarts Castle nya saja dan menelusuri ruangan dalam Castle. Masuk ke Castle nya dengan penerangan cukup gelap jadi kurang bagus untuk poto namun saya bisa gambarkan, disini kita akan menjelajahi dari Ruang Kelas, Ruang Kelas Potion nya Professor Snape, Ruang Poto Headmaster terdahulu, Ruang Headmaster Dumbledore lengkap dengan Pensieve nya, dan Ruang Defends Against Dark Arts Magic Gggiilllaaa puas banget muterin ini Castle, dan setelah keluar Castle ini pun kita bisa berfoto ria di dengan bendera ke 4 House of Hogwarts. Saya pilih Slytherin karena saya rasa, saya emang cocok dengan filosofi Salazhar Slytherin ahahahah Di dekat sini juga ada penjual Souvenir saya sempatkan untuk membeli Gantungan Kunci berbentuk Deathly Hallows, lumayan harganya 1200 yen. Sudah puas lalu saya pun putuskan untuk menyudahi kunjungan di sini, selama jalan keluar saya memilih untuk mengambil jalan Diagon Alley. Disini bisa melihat Quidditch Shop dan Wiseacres Wizarding Equipment Akhirnya saya keluar dari The Wizarding World of Harry Potters karena lapar saya mencoba mencari makanan ringan dan menemukan Hot Dog seharga 800 yen, dan saya makan di pinggir Wharf sambil menyaksikan wahana Jet Coaster yang sedang lewat. Dan akhirnysa saya keluar dari Universal Studios Japan sekitar pukul 16.00 WIT dan masih ada cukup waktu saya putuskan untuk menuju ke Osaka Castle. Niat hati ingin melihat Sakura semoga sudah ada yang Early Bloom. Rute yang saya lalui adalah Universal City Station - Nishikujo Station - Bentencho Station - Tanimachiyoncome Station, seharga 400 yen di cover oleh ICOCA OSAKA CASTLE Untuk menuju Osaka Castle kalian di sarankan untuk melalui Otemon Gate itu berada di area South West dari Osaka Castle jadi Station terdekat adalah Tanimachiyonchome atau Tanimachi-4-Chome. Karena jika melalui Otemon Gate ini kalian akan langsung bertemu dengan Nishinomaru Garden. Taman yang sangat cantik apalagi jika musim semi dengan bunga Sakura Namun sayang karena saya tiba sudah sore dan lagi Sakura belum mekar, jadi saya tidak bisa masuk kesana. Saya langsung menuju ke Tower Utama saja. Namun lagi-lagi karena sudah sore Tower Utama di tutup Puku; 17.00 WIT dan tidak bisa masuk ya sudah poto di depan saja Di area ini juga terdapat Museum Osaka Castle yang juga tutup pukul 17.00 WIT jadi hanya bisa di poto dari luar saja. Oh ya jika kalian mau bermain kano di sekitar Osaka Castle ini bisa loh dengan menyewa kano seharga 200 yen. Apalagi jika pas musim Sakura bagus banget pasti Dan akhirnya saya sudahi hari kedua di Osaka ini dengan berkunjung ke Osaka Castle. Namun malam nya saya sudah ada acara di penginapan saya yaitu J-Hoppers Osaka Guesthouse dimana kami akan di ajak untuk membuat Takoyaki seru tuh. Rute pulang nya saya menggunakan Kansai Thru Pass. Tanimachiyonchome Station - Hiasghiumeda Station - Umeda Hanshin Station - Fukushima Hanshin Station di cover oleh Kansai Thru Pass J-HOPPERS OSAKA GUESTHOUSE Pukul 07.00 WIT saya sudah berkumpul di Lobby Hostel bersama tamu yang lain yang mau ikut event Membuat Takoyaki bersama dan bertemu dengan Mr. Yano selaku Manager dari j-Hoppers Osaka ini yang akan mengajak saya dan beberapa tamu lain yang ikut untuk membuat Takoyaki. Ada sekitar 5 orang yang gabung dari berbagai negara, Saya, Momo Hanada dan Yuki Yamamoto dari Okayama Jepang, Andrew Voegel dari United States dan Eric Chen dari Taiwan Untuk cerita lengkap keseruan Acara Takoyaki ini kalian bisa baca DISINI Untuk biaya acara Takoyaki ini perorang 600 yen Demikian lah petualangan Hari Kedua ini yang sangat seru akan di lanjut di Hari Ketiga nanti ya, tunggu saja keseruan berikutnya PENGELUARAN DAY 2 DAY 3 : 9 MARET 2016 Itinerary Day 3 : Umeda Sky Building Shitennoji Temple Shinshaibashi Daisho KitKat Store Curry House CoCo Ichibanya Bangun pagi sekitar pukul 06.30 WIT kondisi di luar ternyata hujan, dan setelah mengecek prakiraan cuaca hari ini, Kansai Area di selimuti hujan seharian. Ya sudah jadi memang itinerary harus rubah dan mungkin akan mengecil Saya awali dengan sarapan membeli Cup Noodles rasa Kare + Onigiri Salmon dari Seven Eleven terdekat. Seharga Cup Noodles 280 yen dan Onigiri Salmon 120 yen, total 400 yen. Memang mahal ya hanya untuk sarapan saja, ya beginilah di Jepang. Karena hujan jadi saya agak santai pukul 07.00 WIT saya sudah ready namun saya habiskan waktu dengan mengadakan Mini Concert di Lobby Guesthouse, karena ada gitar disana. Dan kebetulan teman baru saya Eric Chen suka mendengarkan musik, dia request beberapa lagu dari saya, lalu di ikuti juga Meg dan Keiko Yang paling saya ingat ketika membawakan lagu dari Meteor Garden - Qing Fei De Yi, mereka semua tahu loh lagu ini. Eric Chen dari Taiwan jelas tahu karena F4 Meteor Garden berasal dari sana, namun Meg dan Keiko yang asli Jepang mereka juga tahu hahahaha. Sekitar 10 lagu saya bawakan dan tidak terasa sudah pukul 10.00 WIT, saya putuskan untuk memulai perjalanan. Destinasi pertama saya putuskan ke Umeda Sky Building UMEDA SKY BUILDING Umeda Sky Building ini ternyata lokasi nya dekat dari J-Hoppers Osaka Guesthouse, bisa berjalan kaki sekitar 15 menitan. Dan tiket masuk nya pun bisa di beli disini lebih murah. Harga Tiket Umeda Sky Building 700 yen, namun beli di J-Hoppers Osaka Guesthouse seharga 650 yen, lumayan irit 50 yen Saya pinjam payung dari guesthouse dan memulai perjalanan 15 menit yang butuh perjuangan, karena selain hujan, cuaca dingin nya itu sangat menyulitkan. Berkali-kali saya mampir dulu di Seven Eleven atau Family Mart terdekat untuk menghangatkan badan. Rute untuk ke Umeda Sky Building sangat mudah kalian tinggal search di Google Maps Umeda Sky Building, dan ikutin saja petunjuknya. Namun setelah saya tiba di titik yang ditunjuk, belum menemukan Bangunan yang khas Umeda Sky Building. Malah berada di depan Hotel The Westin. Baru setelah bertanya-tanya ternyata Umeda Sky Building ini ada di area dalam dari The Westin, jadi memang harus masuk dulu Umeda Sky Building adalah bangunan tertinggi ke 19 yang berada di Osaka ini. Dan mempunyai Floating Garden yang berada di Roof Top setelah lantai 46. Terdapat observation deck di lantai 40. Naik dari Entrance West, kalian harus menuju lantai 39 untuk membeli Tiket Masuk. Dan lanjut lagi ke lantai 46 untuk ke Floating Garden nya. Sepanjang lantai ini kalian akan menemukan maket dari Umeda Sky Building ini juga, dan ada toko souvenir, serta semacam Kuil Kecil untuk berdoa Tiba di lantai 46 kalian akan mulai bisa melihat betapa tinggi nya bangunan ini karena akan menaiki elevator yang beralaskan kaca, jadi kita bisa melihat ke bawah, ngeri-ngeri sedap gitu heheh. Lalu naik lagi ke Roof Top untuk menuju Floating Garden nya. Di Roof Top ini kita bisa melihat kota Osaka secara 360 derajat dan juga terdapat area Gembok Cinta loh Namun karena hujan jadi saya tidak berlama-lama disini, angin nya juga kencang sekali. Saya putuskan untuk kembali lagi ke guesthouse untuk Check Out karena perjalanan saya dari Osaka ini akan langsung ke Kyoto, namun akan mampir dulu di beberapa destinasi terlebih dahulu. Destinasi selanjutnya ke Shitennoji Temple SHITENNOJI TEMPLE Saya sudah mendengar jika Shitennoji Temple ini sedang ada renovasi dan hari itu kondisi sedang hujan tapi saya tetap ingin mencoba kesana. Karena selain temple nya saya ingin coba kue Dorayaki yang khas, yang katanya ada di area Shitennoji Temple ini. Berangkat lah saya sekitar pukul 12.00 WIT dari penginapan Rute yang saya lalui menggunakan Kansai Thru Pass menuju ke Shitennoji Temple adalah sebagai berikut : Fukushima Hanshin - Umeda Hanshin - Higashi Umeda - Shitennojimae Yuhigaoka. Total 380 yen di cover oleh Kansai Thru Pass Dari Shitennojimae Yuhigaoka Station masih harus jalan kaki sekitar 10 menitan, di kala hujan itu jalan sepi seh namun dingin sangat terasa, jadi jalan pelan saja. Tapi enak seh jalan kaki di Jepang itu aman dan nyaman, jalan nya memang Pedestrian Friendly. Oh ya saya menitipkan Tas di Coin Locker di Shitennoji Station ini. Penggunaan nya sangat mudah kok tinggal ikuti saja cara nya dan ada bahasa Inggris nya dan juga harganya berbeda berdasarkan ukuran saya pilih ukuran yang sedang seharga 500 yen perhari Untuk cara penggunaan Coin Locker di Jepang baca DISINI Tiba di Shitennoji Temple tidak ada Tiket Masuk alias GRATIS dan suasana agak sedikit sepi, dan memang terlihat sedang ada renovasi, saya masuk dari gerbang utama. Terlihat gerbang dari Shitennoji ini cukup besar dan megah, mirip gerbang nya Sensoji Temple di Asakusa Tokyo Masuk ke area dalam nya langsung terlihat renovasi Temple utama di tengah-tengah yang sedang di kerjakan, jadi tidak bisa masuk ke area utama nya. Namun tetap bisa mengitari area Temple lain nya. Jika tidak sedang hujan pasti lah sangat indah. Saya masuk ke area semacam taman nya ini, terdapat beberapa temple kecil yang di hiasi pohon Sakura, namun belum berbunga Masuk lagi ke area Temple nya yang cukup besar di mana di bagian depan nya terdapat sebuah kolam yang sangat indah, menurut info petugas, di area ini lah ada beberapa toko souvenir termasuk juga penjual Kue Dorayaki khas Sitennoji, namun di karenakan hujan dan mungkin juga weekdays hanya sedikit yang buka, dan Kue Dorayaki tidak buka. Ya tidak apalah saya menikmati keindahan Temple nya saja Oh ya di dalam Temple ini juga sedang ada Biksu atau Pendeta atau apa pun sebutannya sedang berdoa.Jadi jika kalian kesini jangan ribut-ribut ya Pukul 15.00 WIT saya sudahi kunjungan saya di sini dan kembali menuju Shitennojimeu Yuhigaoka Station untuk menuju destinasi berikut nya area Shopping Center Shinshaibashi SHINSHAIBASHI Rute saya dari Shitennoji ini ke Shinsaibashi adalah sebagai berikut : Shitennojimae Yuhigaoka - Tennoji - Shinshaibashi, sebesar 240 yen dan di cover oleh Kansai Thru Pass. Cukup dekat kan ya rute nya Sebenarnya gak niat kesini tapi karena ada titipan untuk membeli Benang Rajut di Daisho dan sekalian mau coba Nasi Kare yang enak katanya ada di sini jadi ya saya kesini deh iseng-iseng berhadiah hahaha. Dan ternyata banyak sekali exit nya loh jadi jika tujuan kalian ke Shinshaibashi-Suji. Gunakan exit Crysta ya. Patokannya ada Uniqlo di bagian depan Gerbang Shinshaibashi nya Shinshaibashi ini sangat lah panjang Shopping Center Complex terbentang dari Shinshaibashi Station sampai ke Yodoyabashi Station kebayang kan berapa panjang nya. Jadi dia hanya semacam jalan mirip lorong / gang yang di kiri kanan nya terdapat banyak toko baik yang Branded atau pun biasa, bahkan ada yang Toko menjual Barang Bekas juga. Rata-rata barang Fashion disini tapi ada juga restoran kok Bagi cewek pasti di sini adalah Surga ya, jujur saya tidak tahu apakah disini harga nya Murah atau Mahal tidak terlalu memperhatikan dan tidak tahu juga beda nya apa ahahahha. DAISHO JAPAN Jadi saya langsung menuju ke Daisho saja mencari Benang Rajut. Ceileh cowok kok maenan nya rajutan hahaha. Pasti kalian yang anak Komunitas Jalan2 Indonesia atau Forum Jalan2 udah tahu donk siapa member yang doyan merajut. Yup dia lah uni Vera @kimonoku dan dalam perjalanan ke Jepang kali ini saya kebetulan di bikinin Syal Rajutan nya loh, jadi lumayan menghangatkan leher di kala dingin begini hehehe . Daisho Japan ini One Stop Shopping with One Fix Price yaitu harga nya semua nya sama 100 yen kurang lebih. Yup jadi saya belikan uni Vera 3 buah benang rajutan yang saya gak tahu apakah udah benar atau belum hahaha. Total 300 yen, cukup murah kan. Kemarin saya ke Jakarta di Kemang ada juga Daisho tapi semua harganya lebih tinggi Rp. 25.000 atau 220 yen. KITKAT STORE Beres dari Daisho eh ketemu Toko KitKat. Wah kayak nya kalau ke Jepang gak bawa KitKat Green Tea gak afdol ya, yowes saya beli satu pak KitKat Green Tea seharga 800 yen. Lumayan lah sebenarnya buat ngemil selama di kereta hehehe. Beres dari KitKat Store saya sudah lapar soal nya sudah pukul 16.30 WIT dan belum makan siang, tapi saya sengaja seh belum makan siang karena mau mencoba Nasi Kare yang cukup terkenal di Shinshaibashi ini yaitu Curry House CoCo Ichibanya. CURRY HOUSE COCO ICHIBANYA Alamat nya rada bingung karena bahasa Jepang, pokok nya dari Gerbang Shinshaibashi-Suji lurus aja sekitar 300 meter (perempatan kedua) belok kanan nah dia ada di sana. Keliatan kok dan ada beberapa Plang petunjuk nya di area Shinshaibashi ini. Saya mencoba yang Shrimp and Asari Clam Curry with Cuttlefish dan dengan tingkat kepedasan Level 2 lalu kekentalan kuah karenya Mild level 3, dan juga nasi 300 gram. Oh ya disini unik setelah memilih Kare nya kita harus memilih ukuran nasi, tingkat kepedasan dan juga kekentalan dari kuah Kare nya yang tiap level nya berbeda harganya, semacam add on gitu. Jadi total 800 + 42 +63 = 905 Yen Ini pengalaman saya memakan Nasi Kare dan saya lakukan di Jepang. Dan saya bisa katakan ini enak banget banget banget hahah, saya nagih banget nasi Kare ini. Gak percuma saya sempatkan waktu ke Shinshaibashi ini. Rasa seafood nya yang di bakar terlebih dahulu enak banget terasa daging nya yang lembut. Lalu kuah nya itu loh di tenggorokkan hangat dan pedas nya ya tidak terlalu pedas seh tapi pas. Pokok pol deh, kalau kalian ke Jepang wajib coba Nasi Kare. Untuk review lengkap nya nanti saya tulis di topic berbeda ya Oh ya saking enak nya saya akhirnya beli Beef Curry Instant nya seharga 550 yen untuk di bawa ke Indonesia. Masih belum saya makan seh karena sayang hahahaha. Dan karena waktu sudah menunjukkan pukul 17.30 WIT dan hujan pun masih mengguyur, saya sudahi kunjungan saya di Osaka kali ini, dengan mengambil train dari Shinshaibashi menuju ke Kyoto dengan menggunakan Kansai Thru Pass dengan rute sebagai berikut : Shinshaibashi - Umeda - Osaka - Kyoto. Seharga 800 yen di cover oleh Kansai Thru Pass Yup demikian lah perjalanan 3 hari di Osaka ini tunggu lanjutannya perjalanan di Kyoto - Nara ya. Semoga info yang saya berikan ini berguna dan silahkan di Share jika berkenan PENGELUARAN DAY 3 INFO DAN TIPS TAMBAHAN Beberapa info dan tips tambahan yang kalian harus tahu mengenai Osaka : Jika kalian ingin melihat Sakura di Osaka paling bagus memang di Osaka Castle, harus di cocok kan waktu kunjungan dengan tanggal berbunga, sekitar Akhir Maret - Awal April Penggunaan Internet Smartphone di Jepang saya sarankan gunakan Sim Card Jepang seperti B-Mobile Visitor Sim 14 hari 2500 yen KLIK Antara Kansai Thru Pass dan ICOCA Card penggunaan nya berdampingan, karena ada wilayah yang tidak di cover oleh Kansai Thru Pass, begitu pula dengan ICOCA / PASMO Card Jika ingin ke Universal Studios Japan, lebih baik beli tiket di Indonesia baca caranya DISINI Jika ingin bermain di semua Wahana Ride di Universal Studios Japan termasuk Harry Potter The Ride, disarankan membeli juga tiket Express Pass agar tidak terlalu lama antri nya, namun harga tiket Express Pass dan tiket masuk Universal Studios Japan berbeda ya Selalu update tentang ramalan cuaca di Jepang, dari Smartphone karena prakiraan cuaca di Jepang cukup akurat Jika kalian tinggal di Guesthouse / Hostel cobalah ikuti Event-Event di penginapan tersebut untuk mendapatkan kenalan baru Baca Juga : Perjalanan Unik 5 Hari di Tokyo Jepang
  2. 8 points
    Hola Deffa Here !!! Akhirnya saya kembali menulis Field Report masih dengan sambungan dari perjalanan saya bulan Maret 2016 lalu yaitu tanggal 7 - 15 Maret 2016. Dengan rute Osaka - Kyoto - Nara dan kemudian dilanjutkan ke Negara kedua yaitu Korea Selatan di ibukota nya Seoul Untuk cerita sebelum nya bisa baca di sini ya : 3 Hari di Osaka Itu Seru Loh Awesome 3 Days in Kyoto Nara in a Glance Perjalanan saya kali ini di lakukan setelah explore Nara selama cuma 3 jam pada tanggal 11 Maret 2016 dan saya langsung menuju bandara Kansai International Airport (KIX) untuk flight saya ke Incheon pukul 18.15 WIT. Saya menggunakan maskapai Fly Peach sayang nya dengan harga yang tidak Promo, yaitu Harga Reguler seharga Rp. 860.000. FYI jika promo bisa Rp. 300.000 - Rp. 500.000 an loh one way. Untuk pengalaman menggunakan Fly Peach baca Pengalaman Menggunakan Maskapai Low Cost FLY PEACH Saya masuk Seoul ini menggunakan Visa Jepang sebagai Visa Transit, namun semenjak tanggal 1 Mei 2016 Visa Jepang sudah Tidak Bisa Lagi Masuk Korea Selatan bagi pemegang Passport Indonesia baca di SINI Jadi saya termasuk yang beruntung masih bisa merasakan masuk Seoul dengan Visa Jepang hehehe Advice tulisan ini akan panjang jadi di sarankan perlu waktu untuk membaca nya, tapi kalian tidak rugi loh membaca nya karena info yang saya berikan Lengkap dan pasti Berguna buat kalian jika mau ke Seoul juga :) DAY 1 : 11 Maret 2016 Itinerary Day 1 : Incheon Airport Top Up T-Money Yakorea Dongdaemun Hostel INCHEON AIRPORT Tiba di Incheon International Airport sekitar pukul 20.10 WIT dan cuaca waktu itu dibawah 0 derajat celcius. Saya tiba di Terminal Low Cost Airlines jadi ketika mendarat mirip di Kansai International Airport kita harus naik Train Link Airport untuk menuju Lobby Utama nya. Tenang saja ikuti saja penumpang lain ke arah Station nya cukup mudah kok arah nya Dari Gate pesawat sampai ke Lobby Utama cukup dekat sekitar 15 menitan, berbeda dengan KLIA2 dan Kansai International Airport yang sangat besar jadi memakan waktu lama untuk tiba ke Lobby. Setiba di Lobby nuansa dekorasi nya Musim Semi, karena saya memang tiba nya bulan Maret jadi sudah mulai masuk Musim Semi. Di tengah lobby ada sebuah Taman Buatan yang cukup cantik, spot yang bagus untuk foto-foto. Dan disini saya katakan dalam hati "Seoul Touchdown" Hal pertama yang saya lakukan adalah harus membeli T-Money. T-Money ini adalah sebuah kartu elektronik yang berfungsi sebagai sistem pembayaran untuk banyak hal dari transportasi bahkan pembelian makanan dan minuman di banyak merchant di Seoul khususnya dan Korea Selatan umumnya. Mirip dengan kartu EZ-Link di Singapura Dari berbagai blog yang saya baca dan juga panduan dari member forum Komunitas Jalan2 Indonesia Korean Holic siapa lagi kalau bukan @mone. Membeli T-Money sangat mudah karena ada di banyak Convinience Store seperti Seven Eleven (7-11). Nah 7-11 terdekat di Incheon ini berada di Lantai 1 Oh ya Incheon Airport ini terdiri dari 4 lantai, lantai Kedatangan berada di Lantai 2, berarti harus turun 1 lantai lagi untuk ke area Seven Eleven dan juga Incheon Train Station. Bentuk dari Bandara Incheon ini Setengah Kurva jadi center nya yaitu Information Center di depan Information Center ini ada eskalator untuk kebawah, lalu ikut saja plang menuju Arex Train Station. Sebelum tiba di Station akan bertemu dengan 7-11. Disini saya membeli T-Money seharga 2500 Won. Hanya kartu saja belum di isi Saldo, isi saldo nya nanti di Vending Machine. Kartu nya unik gambar karakter Line bernama Brown Setelah membeli kartu T-Money nya saya menuju ke Ticket Vending Machine dimana di sini lah untuk mengisi saldo nya. Sebenarnya bisa juga membeli tiket kereta nya tanpa T-Money yaitu dengan tiket sekali jalan, namun tidak efisien untuk traveler yang mempunyai banyak rute. Saya isi Saldo sebesar 20.000 Won, untuk cara pengisian saldo nya sangat mudah kok sama dengan pengisian saldo di Ticket Vending Machine pada umumnya, untuk review nya nanti saya tulis di topic lain ya :) Setelah mengisi saldo dari T-Money saya masuk ke Arex Incheon Train Station. Nah Arex Train Station ini ada 2 jenis yaitu : Express Train, langsung menuju Seoul Station tanpa berhenti di Station lain, harganya 8000 Won dan menempuh waktu sekitar 45 menit Commuter Train, berhenti di tiap Station (total 9 Station), harganya bervariasi setiap station dari 900 - 4150 Won, dan menempuh waktu yang lebih lama dari Express Train sekitar 58 menit Untuk informasi tentang Arex Train ini bisa cek langsung ke website nya di SINI Nah karena saya akan menuju Yakorea Dongdaemun Hostel which is berada di Dongdaemun pasti nya, dekat dengan Cheonggu Station di Line 6, jadi saya harus turun di Gongdeok Station lalu Transfer ke Line 6, menggunakan Arex Commuter All Stop Train. Jadi biaya yang saya keluarkan adalah 4050 Won di cover oleh T-Money. Lalu Geongdeok Station menuju Cheonggu Station dengan biaya 1250 Won di cover oleh T-Money FYI Seoul Subway jauh dekat harga nya sama 1250 Won jika menggunakan T-Money, kecuali Arex Train YAKOREA DONGDAEMUN HOSTEL Sangat gampang banget untuk menuju kesini karena lokasi nya dekat Cheonggu Station. Jadi jika dari Bandara Incheon, ambil AREX Train All-Stop yang berhenti di tiap stasiun (bukan yang langsung direct ke Seoul Station). Turun di Gongdeok Station lalu Transfer ke Line 6 dan ambil Train yang menuju ke Samgakji Station. Turun di Cheonggu Station. Lalu setelah keluar station, kalian harus menyebrang jalan di depan gedung KB Bank. Nah di sebelah kiri gedung KB Bank ini ada jalan kecil masuk kesana dan kalian akan menemukan nya. Bisa search di Google Maps dengan kata kunci Yakorea Hostel Dongdaemun Saya memesan kamar online dari situs mereka, Double Private Room with Private Bathroom dengan harga 38.400 Won (Rp. 438.000). Karena saya mendapatkan diskon sebesar 40.000 Won jadi total yang saya bayarkan hanya 113.600 Won (Rp. 1.300.000) Untuk pengalaman di Yakorea Dongdaemun Hostel bisa baca di sini Review Penginapan Murah di Seoul Yakorea Hostel Dongdaemun Karena saya tiba di Hostel cukup malam sekitar pukul 23.30 WIT jadi saya tidak ada waktu lagi untuk kemana-mana hanya langsung istirahat di Hostel saja, sambil menyiapkan itinerary untuk besok. Sekian Day 1 di Seoul, nantikan lanjutan nya ya :) PENGELUARAN DAY 1 DAY 2 : 12 Maret 2016 Itinerary Day 2 : Gwanghamun Gate Gyeongbokgung Palace The National Folk Museum of Korea Bukchon Hanok Village Unhyeongung Palace Cheong Gye Cheon Stream Insadong Tamiya Plamodel Factory Line Friends Cafe & Store Pajeon Street Kyunghee University "Good Morning Seoul" kalimat pertama yang saya ucapkan dari atas roof top Hostel yang saya tempati selama 3 malam ini, suasana Seoul di pagi hari masih belum terlalu padat apalagi daerah Dongdaemun ini. Sarapan saya hari ini tetap sama dengan seperti di Jepang kemarin yaitu Cup Noodles seharga 1500 Won. Tujuan hari ini saya mengikuti saran dari @mega_yoora yang sudah dengan baik hati memberikan saya itinerary untuk keliling Seoul selama 3 hari, sebelum saya berangkat. Tujuan pertama saya langsung ke Gyeongbokgung Palace GWANGHAMUN GATE Untuk menuju Gwanghamnun Gate di Gyeongbokgung Palace dari Cheounggu Station saya harus menuju ke Gwanghamun Station. Karena masih di line yang sama yaitu Line 5 warna Ungu jadi cukup dekat. Rute nya Line 5 Cheounggu Station - Gwanghamun Station sebesar 1250 Won di cover T-Money. Keluar melalui Exit 2 lalu jalan sekitar 400 meter, sudah terlihat langsung megah nya Patung Kaisar Korea Selatan yaitu King Sejong. Kalian tidak akan melewati nya pasti. Tidak jauh dari Patung tersebut sudah terlihat Gerbang Utama dari Gyeobokgung Palace ini yaitu bernama Gwanghamun Gate. Sempatkan poto-poto dulu. Cuaca saat itu dingin sekali masih berkisar di 0 - 3 derajat celcius loh :) Untuk masuk ke area pelataran Gwanghamun Gate ini GRATIS tapi perlu di ingat hanya pelataran saja ya, dimana disini biasanya ada pertunjukkan The Gate Guard Changing Ceremony. Mereka melakukan upacara ini di jam tertentu jadi pastikan kalian tiba di waktu yang pas yaitu Pukul 10.00 WIT dan 14.00 WIT. Waktu pertunjukkan hanya 15 menit Masuk ke area pelataran Gwanghamun Gate ini sangat lah luas karena saya tiba sekitar pukul 09.50 WIT, cukup pas waktu nya untuk melihat pertunjukkan yang sebentar lagi akan di mulai. Jadi saya sempatkan untuk foto-foto sebentar di area ini Tidak lama sedang asik foto-foto beberapa petugas menarik tali semacam Tali Pengaman gitu di sekeliling area Gwanghamun Gate ini dan dari kejauhan tedengar suara Terompet. Tanda bahwa Ceremony akan di mulai. Saya pun langsung mencari spot di bagian depan agar bisa langsung melihat pertunjukkan nya. Pertunjukkan di mulai dengan Tentara Khas Korea Selatan pada jaman dulu yang dominan baju warna Biru membawa beberapa Bendera, yang kemudian di ikuti oleh tentara yang ber senjata lengkap seperti Pedang dan Tombak menggunakan baju dominan warna Hijau. Lalu di bagian belakang rombongan dari para Musisi dengan alat musik Khas Korea Selatan dengan pakaian mereka yang dominan Merah. Pertunjukkan selama 15 menit ini tidak ada yang spesial, hanya prajurit yang mengikuti Instruksi sang Kapten untuk berjalan teratur dan beberapa prajurit di tempatkan di bagian depan Gerbang untuk berganti posisi dari prajurit yang sebelum nya. Sedangkan para pemain musik terus berkumandang selama 15 menit pertunjukkan ini. Ekspetasi saya kira tadinya akan ada sedikit pertunjukkan mungkin adu pedang lah, silat lah, taekwondo lah atau apapun itu. Namun tidak ada, tapi ya gak papa mungkin memang Ceremony nya seperti ini heheh Selesai Ceremony ini, sebelum acara ini saya sudah melihat satu bangunan yang isi nya adalah penyewaan Kostum Prajurit yang tadi melakukan acara dan ini GRATIS, namun hanya buka setelah / sebelum acara Ceremony berlangsung. Jadi setelah ceremony beres saya langsung menuju ke tempat penyewaan ini yang kebetulan antri hanya 1 orang jadi gak nunggu lama. Penyewaan Baju Perang Korea Selatan Gratis ini letak nya jika kita masuk dari Gwanghamun Gate ada di sebelah kiri. Berupa rumah khas Korea Selatan disana ada plang nya kok. Dan waktu penyewaan hanya pada jam tertentu yaitu Pukul 10.15, 11.10, 13.10, 14.15, 16.15 WIT. First come first served. Dan pilihan kostum nya ada beberapa, saya pun pilih yang warna Biru atau disebut Jungbyoung Setelah dipanggil antrian saya masuk dan langsung dibantu petugas untuk mengenakan pakaian yang saya pilih, jaket dan tas bisa di simpan di loker di sini. Sedangkan waktu menggunakan pakaian ini untuk foto-foto di berikan waktu perorang selama 15 menit, dan boleh berkeliling di area Gwanghamun Gate ini. Juga boleh berfoto dengan Prajurit nya loh Sudah puas foto-foto dengan Baju Prajurit nya sudah 15 menit jadi saya kembalikan lagi ke petugas nya dan kali ini saya bersiap untuk ke area utama dari Gyeobokgung Palace nya. GYEONGBOKGUNG PALACE Gyeongbokgung Palace ini masih satu area dengan Gwanghamun Gate jadi kita tinggal jalan kaki saja, namun untuk masuk ke Palace nya kita harus membeli tiket. Tiket nya berada di sebelah kanan dari Gwanghamun Gate. Dan harga tiket nya untuk dewasa perorang adalah 3000 Won. Ada beberapa jenis tiket nya namun saya hanya pilih yang Gyeongbokgung Palace saja Masuk ke area Gyeongbokgung Palace ini karena masih awal Musim Semi jadi pohon-pohon Sakura nya juga masih belum berbunga, yap disini juga punya Pohon Sakura loh, jadi kalau datang pas musim nya bermekaran akan sangat bagus pasti Kompleks Gyeongbokgung Palace ini sangat lah luas, saya hanya sempat untuk mengelilingi beberapa tempat saja dari Main Palace, Rumah Kerajaan dan Gyeonghoeru sebuah Paviliun di tengah danau yang dulu nya berfungsi sebagai tempat jamuan makan malam terhadap tamu kerajaan. FYI Korea Selatan sudah tidak berbentuk Kerajaan lagi karena Monarki nya sudah di runtuhkan oleh Jepang ketika perang dan Korea Selatan sempat di jajah oleh Jepang. Sehingga semua Keluarga Kerajaan dan berdarah Kerajaan di bunuh. Sekarang Korea Selatan berkonstitusi Republik dan di pimpin oleh Presiden dan Perdana Menteri. Awal nya saya juga mengira mereka masih kerajaan, karena banyak Drama Korea aka DraKor yang menceritakan kisah tentang masa Kerajaan, apalagi dulu favorit saya adalah DraKor Princess Hours dan Prince Hours. Dan saya pun kecele ternyata hanya setting film saja Saya sudahi kunjungan di Gyeongbokgung Palace ini dan menuju ke destinasi berikutnya yang masih berada di area yang sama yaitu The national Folk Museum of Korea THE NATIONAL FOLK MUSEUM OF KOREA Keluar dari Gyeobokgung Palace ambil gerbang Timur kita akan menuju ke arah dari The National Folk Museum Of Korea ini (panjang ya namanya disingkat aja deh jadi National Folk Museum). Jalan kaki paling juga sekitar 10 menit jadi gak ada masalah kan heheh Oh ya yang menarik lagi adalah Tiket nya GRATIS loh. Di dalam museum nya yang tidak terlalu besar ini kita bisa melihat berbagai sejarah dari jaman Manusia Purba nya ala Korea (jangan bayangin Lee Min Ho jaman purba ya ) sampai ke jaman Kerajaan nya. Di bagi 4 lokasi sesuai Tema nya, cukup menarik untuk di pelajari jika kalian punya waktu, tapi sayang saya tak punya waktu banyak hehehe Setelah keliling di area National Folk Museum ini sekitar 30 menitan saya putuskan untuk lanjut lagi, namun di area luar dari Museum ini terdapat patung-patung unik yang bikin saya penasaran. Ternyata setelah di lihat patung-patung tersebut merupakan simbol dari 12 Shio menurut tradisi China loh, Ada shio macan, anjing, kelinci dll. Unik juga Tujuan saya untuk keluar dari area National Folk Museum ini ke arah Timur, namun di tengah jalan saya bertemu dengan sebuah taman yang lebih di peruntukkan untuk anak-anak, dimana terdapat ayunan dan patung dengan karakter lucu, juga beberapa kafe dan toko souvenir yang menarik. Cocok untuk spot selfie loh Sampai juga di Pintu Gerbang Utama dari National Folk Museum yang berada di Timur dari Gyeokbokgung Palace ini. Ada spot foto menarik yaitu logo dari National Folk Museum itu sendiri dan juga ada patung-patung yang unik dimana ada beberapa patung anak kecil yang di deretkan sedang nungging dan anak paling depan berdiri di hadapan mereka hahahah 9Gag Ruined Me Tujuan berikut nya adalah Bukchon Hanok Village yang letak nya tidak jauh dari National Folk Museum ini BUKCHON HANOK VILLAGE Cara paling gampang kesini yaitu jalan kaki saja ya karena menurut Google Maps dari National Folk Museum ini menuju ke Bukchon Hanok Village hanya sekitar 500 meter saja jadi sekitar 10 menit jalan kaki. Sepanjang jalan ini menemukan banyak banyngan-bangunan menarik loh. Seperti kumpulan Pohon Sakura yang walaupun belum bermekaran tapi cukup enak dilihat. Dan juga melewati salah satu cafe unik yang di depan nya terdapat Sebuah Boneka Beruang yang besar bernama Radio M Coffee Dessert or Me ? Saya tidak masuk ke cafe nya karena ya melihat menu nya harga nya agak mahal seh ya standar cafe-cafe di Jakarta lah. Jadi saya lanjutkan perjalanan. Setiba di titik yang di tunjukkan oleh Google Maps saya bingung, loh kok cuma jalan kosong saja dengan rumah-rumah di kiri kanan. Jalan nya juga kecil. Apa saya salah jalan ya, tidak nampak seperti "Village". Akhirnya saya coba google apa seh Bukchon Hanok Village itu Oooo baru ngeh ternyata Bukchon Hanok Village itu ya ini sebuah jalan di antara Gyeongbokgung Palace dan Jongmyo Shrine dengan desain rumah di sekitar nya yang masih Rumah Tradisional Korea disebut Hanok. Setelah saya ingat-ingat lagi emang benar juga seh di beberapa DraKor ada setting seperti di Jalan kecil dan kiri kanan nya banyak Rumah Hanok hahahah Setelah melihat cewek yang menggunakan baju khas Korea disebut Hanbok di atas baru lah saya lebih ngeh, ternyata Bukchon Hanok Village ini lebih berasa jika kita menggunakan Hanbok ketika berfoto di sini. Banyak kok penyewaan Hanbok di Seoul :) Lanjut perjalanan karena memang jalan ini hanya pendek saja, rute saya berikut nya menuju ke Insadong UNHYEONGUNG PALACE Ketika menuju ke Insadong melewati satu komplek Istana lagi bernama Unhyeongung Palace, yang tidak begitu besar namun karena penasaran dan masuk nya GRATIS jadi saya coba aja masuk. Oh ya jika kalian perhatikan dari Gwanghamun sampai sini dan nanti ke Insadong saya tidak menggunakan transportasi apapun alias jalan kaki, karena memang jarak nya berdekatan sekitar 10 - 15 menit jalan kaki loh Well sebenarnya nothing special seh disini mirip dengan Gyeobokgung Palace hanya kompleks nya lebih kecil saja, tapi ya cukup menarik juga untuk di kunjungi sekedar berfoto jika di Gyeobokgung rame disini kalian bisa dapat spot selfie kece yang sepi loh CHEONG GYE CHEON STREAM Untuk destinasi satu ini saya khusus menanyakan langsung ke Korean Holic di forum ini yaitu @mone karena saya agak bingung, karena ini stream atau aliran sungai jadi bingung ujung mana yang harus saya tuju untuk dapat lokasi yang keren nya. Dan menurut mone lokasi utama dari Cheong Gye Cheon Stream ini adalah dekat dengan Gwanghamun Gate. Ya sudah dari Unhyeongung Palace saya berjalan kaki ke arah Selatan dan akhirnya bertemu juga dengan aliran sungai ini, yang memang cukup panjang jadi tidak akan terlewatkan. Karena saya berada di sisi timur dari Gwanghamun jadi saya berjalan menyusuri sungai ini ke arah Barat. Dan selama berjalan di sisi sungai ini saya melihat memang aliran sungai nya sangat bersih. FYI sungai ini pada awal nya hampir sama parah nya dengan sungai di Indonesia sebut saja Citarum di Jakarta, kotor banyak tempat pemukiman kumuh dll. Namun pada tahun 2003 Walikota Seoul saat itu melakukan Restorasi Cheong Gye Cheon selama 3 tahun dan akhirnya menjadi seperti sekarang ini, air nya bersih dan sekitar nya juga sudah nyaman sekali. Restorasi bukan hanya dari infrastruktur nya saja, namun juga moral masyarakat nya agar ikut menjaga dan tidak membuang sampah sembarangan. Semoga saja bisa di tiru oleh masyarakat Indonesia umumnya dan khusunya warga Jakarta Akhirnya tiba juga ke area Cheong Gye Cheon Fountain merupakan area utama dari sungai ini. Disini terdapat sebuah air terjun mini buatan yang sangat cantik. Katanya kalau malam juga terdapat permainan lampu disini, jadi menambahkan kecantikannya INSADONG Lanjut dari Gwanghamun Station yang dekat Cheong Gye Cheon Stream menuju ke Jongno 3(sam-ga) Station yang dekat dengan Insadong. Insadong merupakan sebuah jalan Raya yang di kiri kanan jalan di bagian Pedestrian Walk banyak sekali pedagang baik itu Souvenir, Baju dan Makanan. Jadi salah satu sentra Shopping dan Kuliner di Seoul ini. Satu hal yang saya penasaran untuk coba di Seoul ini adalah Tteokbokki, pasti kalian udah tahu kan apa itu, yap salah satu jajanan khas Korea di setiap DraKor pasti nongol terus neh jajanan berupa Kue Beras dengan saos pedas nya itu. Inin sangat bikin saya penasaran banget. Kebetulan di Insadong ini banyak dan harga nya per cup 3000 won Makannya pun ala-ala DraKor berdiri dekat Ahjuma (Bibi penjual), dan di makan selagi panas, karena Seoul ini dingin dan gue langsung berasa Lee Min Ho hahahahha Karena kebetulan sudah jam makan siang sekitar pukul 12.30 WIT sudah saat nya untuk mencari makan dan saya putuskan untuk mencoba makanan khas Korea, tetap di area Insadong ini. Saya mencoba masuk ke beberapa gang nya dan menemukan satu restoran dengan menu makanan Korea Otentik namanya Tidak Tahu, karena huruf Hangeul Korea hahaha Tapi menu yang di tawarkan seperti Bulgogi, Gopchang Jeonggol, Yang Gomtang, dll. Jadi saya pilih lah di sini, namun jika saya di suruh tunjukkan alamat nya lagi, saya rasa akan sulit ketemu. Karena saya masuk ke salah satu gang / alley nya secara random saja. Tapi saya rasa di sekitar Insadong ini banyak kok Menu Restoran Korea Otentik. Ok saya mencoba untuk makan disini, restoran nya ternyata di dalam nya cukup luas dengan di bagi 2 area, area pertama meja dan kursi biasa dan area kedua Seperti Lesehan tapi ala Korea tentu nya. Saya memilih yang lesehan. Menu yang saya pilih adalah Bulgogi, dan Myeolchi Bap. Bulgogi adalah Makanan tradisional Korea berupa daging sapi panggang, sedangkan Myeolchi Bap adalah campuran sayuran. Tentu saja dengan pendamping Kimchi yang terkenal itu, kali ini saya makan Kimchi nya di Korea Selatan langsung Pertama ketika makanan nya datang, waduh banyak banget ini porsi untuk makan 4 orang sebenar nya. Apakah orang Korea Selatan kalau makan memang sebanyak ini kah hehehe. Yowes mubazir kan kalau gak habis. Yang saya coba pertama kali nya adalah Kimchi yang pasti karena saya penasaran, pernah coba di Bandung tapi ternyata agak beda rasanya Kimchi di Bandung lebih pedas, sedangkan yang di Korea Selatan ini lebih menonjolkan rasa Asam Manis, walaupun ada pedas nya. Untuk Bulgogi nya daging sapi nya enak di panggang merata, oh ya ada kuah nya yang ketika saya rasakan mirip kuah Mie Yamin Bandung heheh. Untuk Myeolchi Bap nya awal nya saya bingung bagaimana cara makan sayuran ini apakah satu persatu, ternyata kata pelayan nya harus di aduk dulu dan tambahkan Kimchi biar makin enak. Memang enak deh kalau tiap hari Salad nya seperti ini saya mau deh jadi vegetarian hehehe Untuk Harga Bulgogi Set 8000 Won, Myeolchi Bap 7000 Won. Jadi total 15.000 Won sekali makan, ini mungkin makan saya paling mahal selama trip ini. Tapi ya gak papa lah kapan lagi makan otentik hidangan Korea TAMIYA PLAMODEL FACTORY SEOUL Salah satu alasan kuat akhirnya saya mau ke Seoul juga adalah karena satu kata yaitu TAMIYA. Hahaha bagi kalian yang lahir jaman TVRI dan Dunia Dalam Berita, ada satu serial kartun Jepang yang sangat populer pada saat itu yaitu Dash Yonkuro, dan permainan yang di mainkan adalah balapan mobil Mini 4WD yang disebut Tamiya. Dan dari kecil saya sudah hobby dan mengumpulkan beragam jenis Tamiya ini, dan ketika sudah dewasa sekarang akhirnya saya punya kesempatan langsung datang ke Pusat Tamiya itu berada yaitu di Jepang. Nah Tamiya ini mempunyai toko Official yang di sebut Tamiya Plamodel Factory. Ada di beberapa negara salah satu nya Korea Selatan di Seoul. Saking ngebet nya kesini saya sampai konsultasi dengan petugas di Tamiya Plamodel Factory Seoul untuk arah nya dan di pandu oleh @mega_yoora tentu nya, kalau lokasinya ini di Gangnam tapi pinggiran nya heheh. Tapi apapun itu saya sempatkan kesini. Alamat lengkap Tamiya Korea Head Office nya berada di 215, Baumoe-ro, Seocho-gu, Seoul. Yang gampang nya adalah dari Yang-Jae Station (Line3) keluar Exit 8 ikutin Google Maps ke arah Showroom Chevrolet. Karena gedung nya bersebelahan Sebenarnya ada yang lebih mudah di In Yong-San I'Park Mall tapi itu cabang nya, mending saya ke pusat nya hehehe. Singkat cerita dari Insadong ke Yang Jae Station menggunakan Subway yang biayanya tetap 1250 won di cover oleh T-Money. Disini saya sempatkan belanja sekitar 35.000 Won, heheh borong soal nya kapan lagi ya kan LINE FRIENDS CAFE & STORE Katanya kalau udah di daerah Gangnam sekalian aja mampir ke Line Friends Store Garosu-Gil (Flagship), sebenarnya seh kesini gak sengaja tadi nya mau ke Rodeo Street yang katanya tempat Luxury and High End Fashion sekaligus tempat beberapa Agency Artis Korea. Tapi apa daya salah turun Station, harusnya di Apgujeong Rodeo Station, saya turunnya di Apgujeong Station heheh. Btw di tengah jalan menuju Line Cafe ini ketemu satu Clinic yang bagi saya unik seh, tpai mungkin bagi orang Korea Selatan biasa saja, yaitu Klinik Bedah Plastik, hahahha. Ya ternyata memang benar area Gangnam ini banyak sekali Clinic Plastic Surgery. Dan istilah "Permak Wajah" itu berlaku banget disini. Btw gue gak masuk ya, muka masih asli loh Ya sudah lah terlanjur sudah di sini, search google ada apa di sekitar Apgujeong Station dan ketemu lah ada Line Cafe salah satu nya di Seoul ini. Yowes saya jalan kesana sekitar 15 menitan tidak terlalu jauh ikuti saja jalan utama ini. Alamat lengkap nya di Gangnam-gu, 15 현대맨션, 535-. Google Maps KLIK Oke ada apa aja di dalam Line Friends Cafe & Store ini, ya sesuai namanya sudah jelas ada cafe dan toko souvenir ya hahah. Tapi kata Friends disini unik juga karena Line Friends disini kumpulan dari semua Karakter yang ada di aplikasi Line seperti Brown, Cony, dll. Ya semua tema dari Aplikasi Line ada disini dari suvenir sampai ke sajian makanan yang ada di Cafe. Hal yang paling pertama akan terlihat ketika masuk, kalian akan langsung bertemu sebuah boneka Brown, yang sangat besar. Jadi satu spot foto wajib pertama kalian. Lalu masuk ke dalam nya, mungkin bagi kalian pengguna aplikasi Line karakter-karakter yang ada disini familiar ya, tapi karena saya jarang menggunakan Line jadi agak asing. Dan saya rasa memang lucu dan unik saja seh. Ada 3 lantai di mana lantai 1 adalah Toko Souvenir, lalu Lantai Underground adalah Cafe, sedangkan lantai 3 Kantor. Saya penasaran dengan Line Cafe nya jadi langsung ke lantai bawah nya, ternyata cafe nya tidak terlalu besar malah kalau di bilang hanya 1/3 bagian dari lantai bawah ini, yang sisa nya juga di peruntukkan untuk Etalase Souvenir. Tapi akhirnya saya putuskan untuk mencoba satu Cake nya yang paling murah hahahah. Yaitu Brown Cheesecake seharga 12000 Won Sebenarnya seh Cheesecake biasa hanya saja pembungkus nya ada gambar karakter Brown nya dan rasa nya sama saja seperti Cheesecake biasa, mahal ya 12000 Won sekitar IDR 135.000 an. Tapi ya sudah lah namanya juga penasaran hehehe Tidak lama di sini karena saya juga memang sambil ngisi waktu sebelum janjian ketemu ama member Forum Komunitas Jalan2 Indonesia yang kebetulan tinggal di Seoul yaitu @mega_yoora dan @uphe. Kita janjian di Resto Imone Pajeon malam sekitar jam 7 an, Jadi sekarang sudah pukul 18.00 WIT jadi cukup waktu lah kesana PAJEON STREET Paling seru kalau ke luar negeri dapat teman baru ya kan, tapi lebih seru lagi kalau ke luar negeri ketemu teman yang di kenal baru via online dan akhirnya bisa janjian ketemuan di Negara Orang pula. Yup inilah yang terjadi dengan saya dan @mega_yoora kami kenal ya di Forum Komunitas Jalan2 Indonesia ini. Sedangkan dengan si @uphe judul nya ketemu lagi setelah bertahun-tahun gak ketemu, yang terakhir ketemu pas Jalan2 Bareng ke Malang-Batu acara Gathering Komunitas Jalan2 Indonesia sekitar tahun 2015 Dan tempat yang di rekomendasi ini Mega adalah Pajeon Street berawal dari chatting sebelum berangkat ke Seoul : A : Meg, ketemuan yuk tar di Seoul sambil kongkow dimana gitu Soju yang asik heheh B : Soju ya, ayo aja asal pas weekend, karena kalo weekdays kan besok nya kerja A : Nah pas tuh kan gue nyampe Jumat, Sabtu nya aja tuh B : Boleh lah, gimana kalo Pajeon aja di mix dengan Makgeolli ? A : Mak apaan ? Ya udah bebas aja yang penting enak aja hahah B : Oke tar meet up di Hoegi Station Line 1 Exit 1 ya Ya begitulah chit-chat singkat via Kakao Talk itu. Dan akhirnya saya pun menuju Hoegi Station dari Apgujeong Station - Oksu Station (Line 3). Pindah ke Line 1 menuju Hoegi Station. Tetap 1250 Won di cover T-Money Nah ternyata kalau mau ketemuan di Station itu memang harus detil seperti yang ditulis Mega "Hoegi Station Line 1 Exit 1". Ok Hoegi Station nya benar, Line 1 nya udah benar, nah yang saya gak cermati adalah Exit nya, karena saya pikir ya exit sama saja deh dekatan ini masih satu area. Ya sudah saya keluar Exit 2. Padahal si Mega sudah nungguin di depan Exit 1. Saling mencari, akhirnya saya ditelepon via Kakao Talk, untuk kembali ke Exit 1 hehehe Ketemu lah dengan Mega dan temannya Ivan orang Indonesia juga tepatnya Lampung, sedangkan Mega dari Jakarta yang asli Medan, berarti semua nya orang Sumatera termasuk saya lahir di Palembang hahaha. Jauh ya orang Sumatera rantauan nya ke Negeri Orang demi sesuap Pajeon dan seteguk Makgeolli hahhaha Yowes tidak lama si @uphe dan temannya pun datang dari "Luar Kota" Seoul. Akhirnya kami langsung menuju ke sebuah Restoran langganan Mega yang ternyata dekat Kosan dia juga hahah, yaitu IMONE PAJEON di Pajeon Street. Bagi kalian yang bingung cara menuju Pajeon Street (Pajeon Alley) / Nakseo Pajeon (Hangeul). Cukup menuju Hoegi Station Line 1, keluar Exit 1. Ketika keluar dari stasiun berjalan lah ke arah kiri sekitar 200 meter kalian akan menemukan banyak sekali Restoran bertemakan Pajeon. Kenapa di sebut Pajeon Alley (Street) ? Ya karena banyak Restoran Pajeon disini dan salah satu yang terkenal adalah IMONE PAJEON. Bagaimana penampakan Restoran atau lebih tepatnya di sebut Warung Makan / Warung Minum ala Korea ? Ya seperti bayangan saya dan banyak lihat di Drama Korea. Dimana tempatnya tidak terlalu luas, rame pengunjung, dan suara berisik dari para pengunjung heheh. Tapi memang inilah yang saya cari, merasakan jadi Anak Nongkrong Korea hahahah Kami pun pesan Paket Pajeon + Tteokbokki + Cheese Corn + Jjampong + Snack = 18.000 Won, lalu Makgeolli 4000 Won jadi total 22.000 Won, ini porsi buat ber 8 mungkin sedangkan kami saat itu ber 6, jadi jika di bagi 6 perorang jadi 3666 Won. Murah banget kan porsi nya juga banyak banget neh. Pajeon adalah makanan khas Korea yang berupa Pancake dengan berisikan Seafood di dalam nya, sedangkan Makgeolli adalah minuman beralkohol sekitar 6-8% hasil dari beras yang di kukus lalu di fermentasi, kalau kata Mega si air tajin hahah. Lalu ada Jjampong merupakan Mie Seafood dengan kuah pedas Anyway Pajeon dan Makgeolli nya emang juara banget, memang benar Pajeon pas banget minum nya Makgeolli loh. Seafood di Pajeon nya juga banyak banget campuran dari Udang dan Cumi gede-gede juga. Belum lagi makanan yang lain nya kenyang abis dah. Ini muka-muka para pelahap hahaha Akhirnya kami pun kenyang dan menyudahi acara makan-makan di negeri orang ini hahaha. @uphe dan temannya memutuskan untuk pulang ke asrama nya karena berada di "Luar Kota" Seoul dan ada jam malam, jam 11 malam pintu di tutup susah untuk masuk katanya. Sedangkan saya dan yang lainnya masih jalan menuju kampus tercinta @mega_yoora yaitu Kyunghee University. Yup dia sedang mengejar S2 disini jurusan nya saya lupa mungkin Sastra Korea, karena bahasa Korea nya fasih banget heheh Karena sudah malam tidak banyak yang di lihat dari Kyunghee University ini, tapi sepanjang jalan ke Kyunghee, Mega menjelaskan kalau toko-toko di sini tergolong murah karena harga pelajar. Dari makanan sampai ke fashion Ya akhirnya kami memutuskan cukup sampai disini untuk meet up kali ini, saya dan Ivan akhirnya pulang bareng menggunakan Bus yang memang searah ke Kosan dia dan penginapan saya di Dongdaemun (tapi saya harus naik Subway lagi). Bus juga di cover oleh T-Money dan keren nya harganya tetap 1250 won, dan ketika naik Kereta juga tidak di potong lagi loh. Jadi 1250 Won tadi Bus + Kereta Subway. Memang bagus sekali mekanisme sistem transportasi nya Akhirnya menyudahi hari kedua ini dengan istirahat di Yakorea Dongdaemun Hostel karena sudah malam sekali. Dan besok adalah Hari Ketiga untuk explore Seoul lagi. Ditunggu lanjutannya ya PENGELUARAN DAY 2 LANJUT KE My Best Moments 5 Days in Seoul : Part 2
  3. 8 points
    Tangkahan, The Hidden Paradise di Sumatera Utara merupakan julukan yang cocok untuk tempat yang satu ini. Sebagian besar kita tidak banyak yang tahu dan Tangkahan ini sudah lama dikenal oleh turis mancanegara, terutama bagi mereka yang berada di luar Pulau Sumatera. Tangkahan terletak di antara dua desa yaitu Namo Sialang dan Sei Serdang. Bagi orang Medan mendengar kata Tangkahan pasti akan terngiang dengan “Gajah”. Ya, memang karena tangkahan dikenal sebagai tempatnya gajah-gajah liar dan sungai yang berada di sini sangat jernih dan masih terjaga kebersihannya. Ekowisata Tangkahan hadir di kawasan Taman Nasional Gunung Leuser yang terletak di Kabupaten Langkat Propinsi Sumatera Utara. Tangkahan mulai ramai dikunjungi karena panorama alamnya yang menakjubkan dan kesegaran udara yang disuguhkan membuat siapa saja betah berlama-lama di sini. Hutan Tangkahan umumnya sangat lebat di mana terdapat sungai, air terjun, air panas, lembah bahkan tumbuhan langka seperti Raflessia juga ada di tempat ini. Tak heran jika turis mancanegara mulai melirik Tangkahan The Hidden Paradise di Sumatera Utara sebagai tujuan wisata sejak dahulu kala. Objek wisata Tangkahan seolah menjadi daya magnet para pecinta keindahan alam, seolah tidak mau ketinggalan dengan yang lain, Komunitas Jalan2 Indonesia (Jalan2.com) Regional SUMUT pun mengawali kegiatan perdananya dengan mengadakan “ Gathering Regional SUMUT pada tanggal 25-26 Maret 2016 dengan spot wisata “ Tangkahan “. Yuk kita lihat apa saja yang di lakukan dalam kegiatan Gathering Regionl SUMUT untuk yang perdana ini. Peserta Gathering ; Sebenarnya kami sangat berharap jika semua member Jalan2ers yang ada di regional sumut bisa ikut bergabung dalam Gathering perdana ini. Di awal rencana yang kami bahas di Kopdar 1 dan kopdar 2, peserta Gathering perdana ini harusnya sekitar 15-20 orang, baik yang sudah join di forum Jalan2.com maupun yang belum join. Namun menjelang hari H, beberapa peserta batal ikut dengan alasannya masing-masing, bahkan salah satu peserta inti @pancaiwa terpaksa tidak bisa ikut gabung karena sakit dan harus opname di Rumah sakit ( GWS ya bro Panca …) sehingga sampai hari H peserta hanya tinggal 5 orang saja yakni : Kenzie @Dhistiraz, Aufa @Muhammad Al Aufa, Vean @Vean Tristan, Anjas @just0682, Arie @arie arhen lingga. Gathering Must Go ON, Hanya ber- 5 ? nggak papa…!! Rencana tetap harus berjalan… Akhirnya pada Jum’at, jam 6 pagi kami berangkat dari Medan menuju Tangkahan menggunakan mobil Avanza miliknya @Dhistiraz, lhoo kok pake mobil pribadi ? iyalah ..secara lebih hemat, wong cuman 5 orang kok .. Karena pada belum sarapan, kami singgah dulu mencari sarapan lontong sayur di samping Pom Bensin dekat kawasan Tomang elok sekalian isi full bahan bakar, setelah perut terisi kami lanjutkan kembali perjalanan. Selama perjalanan selalu aja ada yang jadi bahasan, apapun itu !! … Rute Perjalanan ; Rute perjalanan menuju tangkahan, Dari Medan – Binjai ( bisa dari kota binjai atau bisa juga ambil jalan pintas Jl. Megawati ) menuju Stabat, setelah melewati jembatan panjang sampailah kami di Simpang 3 Hinai, ini adalah patokan awal kita untuk menuju tangkahan. Dari simpang 3 Hinai ini belok ke kiri menuju tangkahan, Bagi yang belum pernah kesana ikuti aja terus jalan besarnya meskipun akan ketemu beberapa persimpangan jalan, karena jalan menuju ke Tangkahan lebih besar dan lebih baik dari jalan-jalan yang lain. Jika Anda bingung menentukan arah jalan, silahkan tanya saja ke penduduk setempat arah menuju Tangkahan, semua pasti tau…hahaha.. Sekitar 1 jam perjalanan sampailah kami di desa Cinta Raja, nah buat agan-agan tidak membawa perbekalan makanan ada baiknya singgah ke Warung Nasi dulu disini untuk isi perbekalan meskipun ditempat tujuan sebenarnya juga ada. Seperti kami, kami membeli nasi bungkus + cemilan pisang goreng di sini. Rumah makan yang kami singgahi, ternyata juga menjadi pavorit para wisatawan yang akan menuju tangkahan, karena biasanya wisatwan sering mampir kemari untuk mengisi perut sebelum melanjutkan perjalanan, bahkan beberapa diantaranya adalah temen-temen dari media televisi dan artis yang berkunjung ke Tangkahan, begitu kata pemilik warung nasi. Hemm… Yuk lanjutt perjalanan, setelah beli nasi bungkus kami melanjutkan perjalanan, nah di ujung desa cintaraja ini jalan Aspal yang muluspun selesai …ahhaha , dan kami pun harus menempuh perjalanan sepanjang 15 km dengan kondisi jalan berbatu dan berdebu dengan pemandangan kanan kiri pohon sawit. Oops jangan bilang aduuh dulu gan…. Meski bukan aspal, berbatu dan berdebu kondisi jalan bagus tidak ada lubang , mungkin baru di perbaiki kali ya.. Nah selama perjalanan yang melewati perkebunan kelapa sawit ini akan ketemu banyak persimpangan jalan perkebunan, pastikan agan-agan memperhatiakan Papan petunjuk arah menuju Tangkahan. Biar nggak salah belok ya gan..hehehe Tapi jangan takutlah..di setiap simpang pasti ada kok Papan Petunjuknya. Dan sekitar 45 menit dari warung nasi tadi dengan kecepatan 10-20km /jam ( jalan santai ) sampailah kami ke tempat yang di tuju, TANGKAHAN !! Jadi total perjalanan dari Medan – Tangkahan sekitar 3 jam sudah termasuk berhenti untuk jepret” dan pipis hiks.. Cek Point TANGKAHAN; begitu memasuki wilayah wisata petugas wisata sudah menunggu di depan dan kamipun harus menghentikan mobil, dan membayar tarif masuk per orang dan parkir mobil ( Rp. 3.000.-/orang dan Rp. 10.000 parkir mobil ) Murah kaaaann… Penginapan di TANGKAHAN; Setelah memarkirkan mobil kami pun turun untuk mencari penginapan. Sebenarnya kami sudah booking sebulan sebelumnya untuk 7 kamar, namun karena perubahan peserta kami memutuskan untuk membatalkannya dan memilih untuk go show aja, dan setelah bertanya ke abang-abang ( panggilan khas medan ) yang lagi duduk di warung nasi, dan ternyata dia juga seorang Guide kami pun di tunjukan ke penginapan yang paling ujung namanya Green Lodge , biar pun paling ujung tapi punya kelebihan lhoo .. Yaitu penginapan kami berada persis di samping penangkarang Gajah dan tempat pemandian Gajah dengan tarif Rp. 150.000 / kamar utk 2-3 orang. Fasilitas kamar mandi di dalam. Kegiatan Hari Pertama ; setelah makan siang ( makan nasi bungkus ) si Guide yang menunjukan penginapan tadi pun mendatangi kami dengan senyuman yang ramah sambil menawarkan ke kami Paket Tubbing, dan setelah tawar menawar harga akhirnya kami sepakat untuk Ikut paket Tubing dengan biaya Rp. 110.000 /orang, dan kamipun turun ke bawah menuju sungai, tepatnya pas di area pemandian Gajah, dan sampai sana Ban-ban besar sudah di persiapkan dan dirakit menjadi satu. Paket tubbing yang kami ikuti adalah paket sedang, dengan spot point Pemandian Gajah- Air terjun kecil-Batu Loncat- Hot Spring, Taman kupu-kupu – Air terjun besar. Kegiatan Hari Kedua; Jam 6 pagi kami sudah bersiap-siap untuk menikmati mandi pagi di sungai yang berair sangat jerniih dan suegerrr..!! Sekitar 2 jam kami bermain air, perut pun bunyi minta di isi.. Sarapan sarapan… untuk sarapan kami makan POP Mie aja + Teh manis panas, sambil menunggu acara yang paling di nanti yaitu acara Memandikan Gajah…. Sekitar jam 8.30 an Gajah-gajah sudah mulai dikeluarkan dari kandangnya dan berbaris teratur menuju ke pemandian. Nah sebagai info; untuk mengikuti acara memandikan Gajah hanya sudah membeli tiket memandikan gajah seharga Rp. 150.000 saja yang boleh masuk ke lokasi pemandian, padahal sangat banyak orang yang ingin menyaksikan acara sakral tersebut, sampai ada anak-anak lucu yang nyletuk “ Loh masa kita yang memandikan gajah, menggosok-gosok badannya kok kita yang bayar? Harusnya kitalah yang dibayar ..” heheheh dan kami pun ikut ketawa.. Sempat juga kami bertanya kepada petugas informasi “ mengapa kami yang tidak membawa tiket nggak boleh masuk? Kan pingin juga sih lihat…. Dan petugas dengan kesopanan dan keramahannya pun menjelaskan kepada kami, bahwa hal itu memang terpaksa di lakukan untuk menghindari hal-hal yang tidak di inginkan, misalnya karena terlalu rame orang apalagi para pengunjung biasanya gemes liat baby gajah yang sangat imut terus ngelus-ngelus di khawatirkan induk gajah akan marah atau panik, nah jika sudah kejadian gini akan repot karena gajah bisa tidak terkendali… it’s OK.. we know lahh….. Ya sudahlah Jepret” dengan background Gajah pun sudah memuaskan hati….hiks… Nah Bagi Anda yang pingin Trekking Naik Gajah silahkan membeli tiketnya seharga Rp. 800.000/orang ( baik Turis asing maupun Domestik ) pada musim normal ( Low Season ), dan Rp. 1.000.000.- / orang ( Asing /Domestik) pada musim Liburan ( High Season ). Perlu di ketahui bahwa; sebagai patokan musim libur adalah masa liburan Eropa buka Indonesia, yakni bulan Mei – Oktober, di bulan ini turis dari eropa sangat banyak, dan biasanya mereka sudah booking jauh hari utk trekking Gajah. Sehingg bulan Mei-Oktober di tetapkan sebagai High Seasion dan selain bulan itu di anggap sebagai Low Seasion. Bagi Anda yang hanya ingin menaiki Gajah, Anda bisa beli tiket Naik gajah keliling penangkaran seharga Rp. 30.000.- Namun kondisi ini hanya jika Gajah sudah kembali dari Trekking normal, atau ada Gajah yang menganggur, mengingat jumlah gajah yang terbatas. Note : Hari Jum’at tidak ada kegiatan Gajah. Hunting Penginapan; mengapa kami hunting penginapan padahal kami sudah mau pulang ? jawabannya adalah “ Untuk Anda !! “ Ya benar untuk Anda.. Dari pengalaman kami ketika merencanakan perjalanan ke mari, kami tidak memiliki referensi penginapan yang lengkap. Sehingga kami sepakat untuk mencari info ini secara lengkap, dengan tujuan agar kunjungan berikutnya bisa lebih jelas dan buat Anda yang belum pernah kemari juga bisa booking penginapan. Berikut Penginapan yang Ada di Tangkahan; MEGA INN Kontak Person : Bpk. MEGA DEPARI ( Owner ) – 085371122213 Posisi Paling Strategis terletak di area persimpangan sungai ( pusat pemandian ) Jumlah kamar : 19 kamar, 4 kamar berada di tepi sungai ( River view ), 2 Family Room ( Rp. 30.000/orang ) Rate : Rp. 100.000.-/malam utk 2-3 orang , extra bed : Rp. 50.000.- Fasilitas hotel : Restoran dan Aula pertemuan Fasilitas Kamar : Kamar mandi didalam, meja kursi, Hammock ( tempat tidur ayunan didepan kamar ) Cek out : Jam 12 siang, atau jam berapa cek in jam segitu pula cek out nya, tapi mereka bilang itu hanya lihat kondisi aja, kalo nggak rame yang boleh aja jam cek outnya molor… Rate Restoran : lihat Menu Parkir kendaraan :silahkan parkir di Parkir Umum di samping Cek Point, banyak tempat dan aman GREEN LODGE Kontak person : Fernando / Novita - 081370084859 Posisi : Paling Ujung / hulu sekitar 500 meter dari Cek Point, Disamping Penangkaran Gajah, dekat dengan tempat pemandian Gajah. Jumlah Kamar : 15 kamar, 4 kamar river view ( pemandangan sungai ) Rate : Rp. 150.000 / malam utk 2-3 orang, extra bed. Rp. 50.000.- Fasilitas Hotel: Restoran, Parkir speda motor / Mobil di depan penginapan. Fasilitas kamar : Kamar mandi, sower, dan meja kursi ( air langsung dari sumber mata air yang di alirkan ke hotel ) Rate makanan : Nasi Putih 1 porsi : Rp. 5.000.- / Indomie rebus – Rp. 13.000.- Popmie Rp. 8.000.- Nasi+ayam Rp. 20.000, Nasi + Ikan Laut Rp. 17.000, Kopi Tubruk Rp. 5.000 yang lain gak sempet nanya hehehe TANGKAHAN INN Kontan Person : Darwin ( Owner) – 085206408090 Posisi : sebelum Green Lodge Jumlah kamar : 10 kamar, 4 kamar view sungai ( 2 kamar diantaranya Harga : Rp. 200.000 ) Rate : Rp. 150.000 / malam 2-3 orang, extra bed Rp. 50.000.- Cek Out : jam 2 siang, atau lihat kondisi Fasilitas : Restoran luas, parkir kendaraan MOUNTAIN VIEW COTTAGES & RESTAURANT Contak : 082360437146, 08126579113, 081263520408 Posisi : sebelum Tangkahan Inn Rate : Rp. 150.000/ malam 2-3 orang, extra bed Rp. 50.000.- Fasilitias : Restauran, parkir kendaraan DREAM LAND RESORT Reservasi: 081269631400 or 081269699057 ( Ucok ), 081260611218 ( Suka ) Posisi di pinggir sungai, sebelah MEGA INN, Jumlah kamar : 3 kamar Rate : Rp. 150.000/malam 2-3 orang, extra bed Rp. 50.000.- Fasilitas : Restauran JUNGLE LODGE Contact : Sitepu - 081376334787 Posisi belakang Megga Inn Jumlah kamar : 9kamar Rate : Rp. 150.000/malam 2-3 orang, extra bed Rp. 50.000.- Fasilitas : Restauran BAMBOO RIVER ( Black Tiger Lodge ) Contact : Wak Youn - 085358676372 Posisi belakang Megga Inn Jumlah kamar : 9 kamar Rate : Rp. 150.000/malam 2-3 orang, extra bed Rp. 50.000.- Fasilitas : Restauran LINNEA RESORT Contact : Benny – 081260463071, 081370531176(kinul), Posisi belakang Megga Inn Jumlah kamar : 8 kamar Rate : Rp. 150.000/malam 2-3 orang, extra bed Rp. 50.000.- Fasilitas : Restaurant, Aula meeting Wisata Kota Binjai ; Sekitar jam 2 siang kami pulang dari tangkahan, dan mampir ke Kota Binjai untuk menikmati ES Krim di HAWAII resto & ICE Cream Café, es krim di sini adalah yang paling favorit di kota ini. Setelah puas makan es krim, kami jalan sebentar mengitari kota binjai, dan mampir ke area wisata kuliner di Jl. Bangkatan. Disini kulinner macem-macem, nggak kalah dengan yang ada di kota medan. Udah kenyang ???...yuk lanjut Mampir ke Binjai Super Mall, dengan langkah cepat kami menuju ke CINEMA 21 Nontooon… ?? Yups.. “ SPIDERMAN vs BATMAN Mungkin masih panas kali yee itu film, jadi semua studio full seat, akhirnya kami dapat yang jam 21.15, nggak papalah meski udah malem, …tapi tetep aja kami dapet seat di baris ke 5 dari depan. Nah mungkin karena pada kecapean dari siang muter-muter pas kena ademnya ruangan studio langsung ada yang ngorok hisk…, malah si @arie arhen lingga , ampe pules dan kebangun pas film udah mo abis, pas ada adegan Superman terbunuh, Arie (sambil ngucek mata): “ Tadi Superman mati kena apa ya …?? Dan tidak berapa lama pintu EXIT studio pun terbuka…… yups kami melajutkan perjalan pulang ke Medan, dengan hati yang senang…………… OK lah… itu adalah acara Gathering Regional Sumut yang perdana Kami berharap untuk Gathering Regional kedepan peserta bisa lebih banyak lagi….Amiinn.. Setelah Agan-agan membaca rentetan kegiatan kami di atas, berikut adalah Tips dan info tambahan yang mungkin berguna buat agan : Transportasi : - BUS Pembangun Semesta ( Anda naik dari terminal Pinang Baris ) dan akan berhenti pas di pemberhentian terakhir di Cek Point Tangkahan. Saya lupa tarifnya: tapi sekitar Rp.15.000- Rp. 20.000 gitu… - Taxi ( travel ), Mini bus, Kendaraan pribadi. - Untuk Sedan, kurang di sarankan, karena ada beberapa bagian jalan yang berlubang ( sayang lecet gan..) - Jika Anda menggunakan Speda Motor, sebaiknya gunakan perlengkapan yang cukup ( Helm, masker, dan sebaiknya membawa perlengkapan tambal ban, mengingat di 15km terakhir adalah jalan berbatu dan disarankan Agan berangakat tidak sendirian, mana tau ada masalah dengan speda motor anda jadi ada yang standby. Pergi bersama rombongan mungkin lebih asik… - Bahan bakar : untuk mobil sejenis Avanza bajet Rp. 150.000 sudah cukup untuk PP, karena hanya di pakai untuk pergi dan pulang saja, selama disana mobil hanya terparkir. Rute : Tangkahan Dari Jalan raya Medan – Stabat – Terminal Bus Hinai (bukan terminal besar, tapi disimpang ini biasanya bus ngetem ) dari simpang ini Belok Kiri menuju Sawit Sebrang – Batang Serangan-Simpang Robet – Tangkahan. Jangan khawatir di setiap persimpangan akan ada papan petunjuk arah ke Tangkahan. Tarif Masuk & Parkir : - Biaya masuk Rp. 3000.-/ Orang - Parkir Roda 2 Rp. 5000.- - Parkir Roda 4 Rp. 10.000 - Biaya nyebrang jembatan gantung Rp. 3000.-/orang jika agan ingin menyebrang lewat jembatan, tapi jika agan pobia ketinggian yang nyebrang naik getek( prahu penyebrangan ) aja, ongkos suka rela aja. Kalo nggak mau ya nyebrang aja wong nggak dalam kok sungainya…keliatan dasarnya, paling hanya se pinggang… Paket Wisata : a. Mandi di sungai sepuasnya Nggak bayar b. Paket Wisata Goa ( Domestik ), Goa Kambing Dan Goa Kelelawar + Makan Siang & Peralatan+ Tubbing (pulang nganyut lewat sungai) hinggak ke Air terjun Besar Rp. 300.000.-/orang, Guide : Darwin ( owner Penginapan Tangkahan Inn ) - 085206408090 c. Paket Camping di dalam Goa Air Terjun 2Hari 1 Malam Include : Tenda, makan, perlengkapan lain2 + Tubbing ( pulang nganyut lewat sungai ) pokoknya terima beres Rp. 800.000.-/orang, Guide : Darwin ( owner Penginapan Tangkahan Inn ) - 085206408090 d. Paket Camping di area camping / luar goa 2hari 1 malam include : makan, tenda, peralatan lain2 + Tubbing ( Pulang nganyut lewat sungai ) pokoknya terima beres : Rp. 650.000.-/orang, Guide : Darwin ( owner Penginapan Tangkahan Inn ) - 085206408090 e. Paket Tubing sedang, dari pemandian Gajah- sampai ke air terjun besar (Spot terakhir ) Include Makan siang Rp. 135.000.-/orang. Dan Jika tanpa makan siang Rp. 90.000.-/orang – paket ini di pandu oleh Guide : Darwin ( owner Penginapan Tangkahan Inn ) - 085206408090 f. Paket Tubing Sedang , dari pemandian Gajah - sampai ke Air terjun besar (spot terakhir) Tanpa makan siang Rp. 120.000 / orang . khusus yg ini kami maren nego jadi Rp. 110.000/orang, Paket Tubing ini dengan Guide : Boy – 082277158251 g. Paket e & f rutenya sama, hanya harga yang beda, karena kebetulan kami ketemu dengan guide pertama ( boy ) ya ikut harga yang Rp. 110.000/orang udah nego. Coba ketemu yang Guide Darwin kan hanya Rp. 90.000.- kan bisa hemat 20 rebu ..hiksss, So Guys…pandai pandailah nawar harga… h. Paket Trekking Gajah – Low Seasion Rp. 800.000.-/orang dan High Season Rp. 1.000.000.-/orang, *high seasion ikut liburan eropa yakni bulan Mei – Oktober, selain itu di anggap Low sesion, meskipun di indonesia sedang musim liburan. Tips: - Sebaiknya agan-agan membawa sendal gunung, jangan sendal jepit bakal putus gan.dan jangan nggak pake alas kaki, soalnya selama kegiatan tubbing kita akan banyak berjalan di bebabutan di dasar/pinggir sungai, dan membawa sepatu gunung jika agan-agan memang mau ikut paket wisata goa, karena agan-agan akan berjalan menyusuri jalan setapak di hutan, pacet gan paceet…hiks - Jika agan punya Kamera anti air itu lebih baik, jika tidak ya udah pake kamera HP juga bisa tapi di bungkus plastik anti air ya gan… pastikan memory agan cukup, karena selama perjalan baik tubbing maupun trekking agan akan di manjakan dengan pemandangan yang indah nan menawan. - Bawalah Tas punggul kecil jika ada, ini untuk menyimpan barang-barang berharga agan, dompet,Hp, masukan aja ke dalam tas jangan tinggalkan di penginapan, Maaf untuk masalah keamanan kamar kami nggak menjamin. Meskipun menurut pemilik penginapan nggak masalah di tinggal di kamar, tapi untuk jaga-jaga ya sebaiknya di bawa saja. - Tidak perlu membawa pakaian yang terlalu banyak, karena selama di sini agan akan banyak bermain air, jadi satu stel pakaian bermain air bisa dipakai lagi untuk besoknya…di cuci dulu ya gan… Nggak perlu membawa jaket tebal, meskipun Tangkahan berada di kaki gunung Leuser tetep aja udaranya nggak sedingin di brastagi atau puncak, alias suhu normal namun udaranya sangat segar. - Untuk menghemat biaya konsumsi, agan tidak harus membawa Rice Cooker, karena kondisi kelistrikan yang nggak stabil. Tapi ada baiknya agan membawa stok lauk semisal ayam goreng dan sambal teri dari rumah, jadi agan tinggal beli nasi putihnya aja paling + mie kuah atau sayur , coz lauk rada mahal disana, tapi ya tetep terjangkau sihh.. - Bagi yang Pobia kegelapan, bawalah lampu emergency atau lampu senter jika punya, tapi yang kecil” aja, mana tau mati lampu,atau agan mau jalan-jalan malam/ mancing ikan di malam hari. - Jika agan hoby mancing, bawa pancing akan lebih asik , ikan jurung paling banyak disana… - Bawalah Power bank yang cukup, jika tidak ingin gadget agan lowbat, tapiii…disana untuk urusan paket data ( internet rada susah ) jadi hanya bisa mengandalkan jaringan telpon aja. - Tidak suka dengan kesunyian di malam hari ? bawalah poket mp3 agan, biar seru. - Owh yaaa…. Jika agan-agan tidak ingin menginap alias pulang hari, sebaiknya pergilah pagi-pagi dari medan, agan bisa pergi sekitar jam 4 atau jam 5 pagi, atau bisa lebih pagi lagi, karena jika agan sudah sampai sana dikisaran jam 8 pagi, agan masih sempet untuk wisata memandikan Gajah di penangkaran, kemudian agan masih sempet untuk tubbing, mengingat tubing akan memakan waktu sekitar 3 jaman, tapi itu bisa lebih lama atau lebih cepat tergantung sport yang mau kita kunjungi aja. - Untuk urusan Guide, silahkan agan bertanya aja biasanya para guide suka duduk di warung, bahkan jika agan menginap di hotel agan bisa minta cariin guide, guide disana ramah–ramah, penyabar dan bertanggung jawab. Tapi kalo mau cepet ya diatas ada 2 nama guide yang bisa agan hubugi. Guide Darwin mungkin akan jadi pilihan… ( secara paket wisatanya murah” ). Tips bagi yang suka selfie ; pakailah pakaian yang full color biar nambah jreng, karena background kebanyakan berwarna hijau gelap, dan bebatuan berwarna gelap, jadi kalo pake baju gelap ya nggak keliatan ahahahhah… Next gathering colek : @thepo, @dhiedhut, @pancaiwa, @Weny Woyla, @Arrizqi Fadhilah, @Gempur Pranata Sumitro
  4. 7 points
    feripwardoyo

    Sulawesi? Well..

    Saya gak pernah menyangka kalau perjalanan wisata bisa sampai semelelahkan ini. hahahaha.. Cabut dari Toraja jam 9 pagi, nyampai di penginapan di Tanjung Bira sekitar jam 2 dini hari. Rasanya rontok seluruh tulang dan persendian di badan. Tentang Sulawesi, tentang Makassar, Toraja dan Tanjung Bira in particularly, bisa dibilang saya agak kecewa karena kondisi yg tidak sesuai dengan ekspektasi saya. Oke, saya akui dari awal saya memang sudah agak drop waktu dengar jauhnya waktu dan jarak tempuh dari Makassar ke Toraja. Dan ternyata itu belum ada apa-apanya dibanding perjalanan dari Toraja ke Tanjung Bira. Hahahaha.. VideoWithAudio105_001.mp4 Jadi, kesan saya tentang trip kemaren ini: 1. Ternyata tak ada setetes pun darah Indiana Jones mengalir di dalam tubuh ini. Saya murni anak pantai.. son of a beach, indeed. Saya kurang menikmati atraksi keluar masuk gua dan naik turun tangga untuk melihat deretan tengkorak dalam kondisi tak terawat. Saya tau itu adalah sebuah tradisi, sebuah adat dan kebiasaan yg telah mendarah daging dan menjadi bagian dari kekayaan budaya Indonesia. Tapi waktu lihat tulang-tulang berserakan di Ke'Te Kesu' dan Londa, mau gak mau ingatan saya malah langsung terbang ke Tuol Sleng Genocide Museum di Kamboja. 2. Tanjung Bira itu overrated. Atau mungkin karena saya gak nginep di Amatoa jadinya saya gak merasakan hype dan buzz yg selama ini terpapar ke saya? Entahlah.. 3. Dari jaman Majapahit sampai Steller, dan mungkin sampai Palestina dan Israel nanti rukun seperti pasangan suami istri, mental buang sampah sembarangan tuh kayaknya gak bakalan bisa diilangin dari negeri ini. Gak di bandara, gak di gua, gak di pantai, sampah berserakan di mana-mana. Paling parah pas di Tanjung Bira, pas mau naik ke speed boat buat snorkeling, bungkus Citato dan botol Aqua mengambang mesra bersama plastik-plastik dan aneka bentuk sampah lainnya. Sedih itu ngabisin waktu 16 jam di jalan berharap ketemu pantai yg nyaman, tapi begitu nyampe malah ketemunya bungkus Citato. Itu kesan buruk saya.. Sekarang ganti bahas hala-hal sederhana tapi menyenangkan yg bikin trip kemaren terasa bearable. 4. Bener kata teman, orang Sulawesi itu ramah-ramah. Nada bicaranya halus dan gak pelit senyuman. 5. Kemaren keluar dari Makassar menuju Toraja, dibikin shock sama jeruk Bali. di Sulawesi namanya ajaib bener.. Gula-Gula Bencong. Hahahaha.. Mungkin karena rasanya yg manis enggak, asem pun juga kagak makanya dipanggil bencong. Tapi kata pak Rauf, driver, di Sulawesi yg bencong itu gak cuman Jeruk Bali, tapi juga kuda dan ayam. Walaupun ada embel-embel bencong, tapi kuda dan ayam yg khusus buat diadu ini konon selalu menang di setiap perjudian. 6. Di sekitar Toraja banyak bangunan berarsitektur kece dan tempat makan enak! Favorit saya rumah makan Mambo dan café Aras di Rantepao (pelayanannya super professional, luar biasa ramah walaupun udah dibombardir dengan sejuta pertanyaan oleh serombongan musafir lapar, dan pastinya menu yg dihidangkan sesuai selera.. Mambo hidangannya enak-enak dan atmosfernya kayak resto keluarga di Bandung, sedangkan Aras itu kayak masuk ke galeri seni lalu dihidangi makanan lezat dalam porsi jumbo. PUAS!!! maka tak mengherankan kalau mereka masuk dalam daftar must visit oleh majalah DestinAsian); bangunan gereja Immaculate Heart of Mary di Makale, dekat sama kolam berhias Patung Lakipadada sama patung kemenangan Indonesia di Rose Parade, Pasadena.  7. Toraja ternyata telah menjadi tempat berdirinya patung Yesus tertinggi di dunia. Konon patung Kristus Penebus di Rio de Janeiro yg tersohor itu masih kalah tinggi sama yg di Toraja. Shocking, eh?! 8. Kalo di Toraja ada Toraja Heritage Hotel yg super nyaman (check in jam 11 malam disambut minuman segar dan handuk dingin untuk menyeka wajah yg kusut, menu sarapan yg gak cuman enak dilihat tapi juga enak di lidah, bangunan bungalow berupa Tongkonan yg megah, serta pool yg asik buat renang dan acara minum-minum), di Bulukumba ada Kaluku Cottage. Ini penginapan benar-benar istimewa. Halamannya berupa pasir putih dan Pantai Bara, dikelilingi pohon kelapa yg super tinggi, dan kalau malam penerangan di sekitar cottage sangat temaram jadi taburan bintang terlihat jelas dan terasa dekat ke mata. Beruntung sekali kemaren malam langitnya cerah jadi bisa puas menikmati keindahan langit malam Bulukumba.  9. Benar kata bro @ariegato, Hotel Aston Makassar kece badai! Hehehehe.. 10. Di sekitar Losari ada penginapan cum tempat ngopi yg trendi dan baru seminggu beroperasi. Namanya POD House, konsepnya capsule hotel. Bisa jadi alternatif buat transit. 11. Jangan lupa mencicipi Pa'Piong serta Ballo', arak khas dari Sulawesi yg terbuat dari Palem, Nipa dan Lontar. Rasanya manis-manis kecut, kayak air tape gitu.. Segelas cuman 3 ribu. Ps. Teman perjalanan yg menyenangkan itu nolong.. BANGET!!! Well, at least udah pernah ke Sulawesi..
  5. 7 points
    Sore kemaren, Jum’at 8 April 2016 Mas Kenzie @Dhistiraz dan Temen2nya para DJ dari ENTRANCE Music Temple Medan mengajak saya jalan-jalan nyari isian perut ( kuliner ). Pada saat pembahasan sebenarnya kami pun sedang berada di resto yang cukup cozy yaitu Distrik 10 yang bertempat di Gedung Forum 9 atau Plaza CIMB Niaga Jalan Imam Bonjol Medan, namun karena salah satu temen mas kenzie ( DJ Cavin ) dapat kiriman Pic ( Photo ) Martabak + hantu Kuntilanak dari temennya, langsung aja dia call temennya itu dan menanyakan alamat lapak martabak itu, dan saat itu juga kami sepakat untuk melihat dan mengunjungi lapak jualan martabak yang rada nyeremin hanya sekedar untuk memuaskan rasa penasaran kami. Sekitar pukul 7 malam kami menuju tempat jualan Martabak yang ternyata alamatnya sangat mudah di jangkau yaitu di Jl. Gatot Subroto Simpang Jl. Merbau, persisnya di samping kiri Plaza Medan Fair. Setelah memarkir mobil di body jalan sebelah kanan ( karena arus jalan searah jadi boleh parkiri di sebelah kanan jalan ), kami pun keluar dan langsung menuju tempat duduk yang pada saat itu kebetulan masih di lap dan di susun. Owh… ternyata Jualan Martabak ini baru buka jam 7.30 malam,ohh..pantesan masih sepi… Sambil menunggu mereka beres-beres dan menyiapkan lapak dan segala menunya kami pun duduk di tempat duduk yang kebetulan sudah bersih, sambil tetep bercerita sana sini, iseng saya memperhatikan mereka para pekerja dan para koki yang sedang mempersiapkan segala kebutuhan. Guys ,.. perlu saya gambarkan bahwa tempat jualan martabak ini bukanlah tempat yang permanen, namun hanya menggunakan 1 unit Mobil Pick Up yang di sulap jadi counter dagangan, dan mereka menggunakan halaman pertokoan yang memang cukup luas untuk meletakan meja kursi sebagai tempat bagi pengunjung untuk menikmati sajian.. Deg !!! .. pas melihat sisi kanan mobil yang rada gelap saya melihat sekelebat bayangan putih berambut panjang dengan mata melotot yang di sekelilingnya berwarna hitam… Seremmm!!! Setelah saya perhatikan dengan seksama.. Owhhh ternyata mereka para Waitress yang sedang berdandan ala Hantu-hantu yang menyeramkan khas Indonesia, Ada Kuntul eh Kuntilanak, Wewe Gombel, Pocong, Hantu Tengkorak dan ada juga Iblis kepala merah, mungkin temennya Hell Boy. Dan tanpa saya sadari begitu saya kembali melihat ke sisi kiri dimana meja-meja tadi sedang di susun, ternyata sekarang sudah penuh dengan pengunjung… bahkan sudah ada yang ngantri karena nggak kebagian meja… wah ternyata tempat ini menjadi sangat membuat orang penasaran untuk mengunjunginya, sehingga hanya dalam waktu sekitar setengah jam saja semua meja sudah penuuuhh!! Ow..ow..ow… untung saja kami datang lebih awal, kalo nggak bakal berdiri juga kayaknya.. OK Guys, akhirnya mas Kenzie memanggil salah satu kuntilanak yang sedang memegang menu order, dan dia pun menghampiri kami tanpa senyuman…. Siniss dengan mata tajam melotot yang menambah suasana makin nggregess.. mungkin inilah suasana yang membuat orang tertarik datang karena penasaran dengan info yang mereka dapat dari mulut-kemulut & Medsos. Sambil menunggu pesanan makanan ( Martabak ) yang kami pesan, tak mau kalah dengan para pengunjung lain kami pun mengajak si kuntilanak untuk berphoto bareng… untung dia nggak bilang “ Baaang…Sate nya 50 tusuuukk..!!! “ Guys… Selain sibuk untuk menulis orderan, para hantu juga di buat sibuk oleh para pengunjung yang meminta untuk selfie bareng… bahkan malah ada anak-anak yang nangis karena ketakutan hahahahha Daann… akhirnya menu pesanan kami pun tiba… karena perut kami memang sudah terisi sebelumnya di Distrik 10 tadi, ya kami hanya memesan Roti Cane kuah kari + 1 porsi Martabak Horor yang di makan rame2. Yang penting rasa penasaran kami sudah terpuaskan… Karena kami kasihan melihat seorang ibu-ibu muda cantik yang lagi hamil beserta anak dan suaminya yang dari tadi ngantri… akhirnya kamipun mempersilahkan si ibu-cantik tadi untuk bergantian duduk di meja kami sebelum pengunjung yang lain mendudukinya… dan sebelum meninggalkan meja kami pun memanggil hantu kuntilanak untuk mengitung harga pesanan kami sekalian minta billnya. Nah… ada yang menarik Guys… ternyata para Hantu (waitress) dilarang terima Tips dari pengunjung !! taunya hal ini karena pas mereka memberikan kembalian dan saya bermaksud memberikan tips buat mereka, mereka menolaknya dengan alasan “ kami dilarang menerima Tips mas… Makasih ya mass…dan mohon maaf…” OK lah…. Nice Bisnis… saya pikir.. Jadi Guys… yang berada di kota medan dan sekitarnya colek @Muhammad Al Aufa, @just0682, @pancaiwa, @arie arhen lingga, @dhiedhut, @Weny Woyla, @Arrizqi Fadhilah, @thepo, atau temen-temen yang dari luar kota yang kebetulan sedang berada di kota Medan, Kuliner MARTABAK HOROR , mungkin bisa menjadi spot kuliner yang menarik untuk di kunjungi. Karena lokasinya yang sangat mudah di jangkau…karena berada di pusat kota.. Berikut Info Lengkapnya : MARTABAK HOROR Lokasi : Jl. Gatot Subroto Simpang Jl. Merbau , Patokannya adalah Plaza Medan Fair, silahkan jalan ke kirinya disaamping Fly Over sekitar 30 Meteran saja. Buka : Jam 19.30 - abis ( sekitar jam 1 an ) Menu/Harga : Lihat di photo Menu Suasana : nuansa Menyeramkan, asik buat berselfie dengan para hantu Tips : Datanglah lebih cepat sekitar jam 19.00 malam, lebih cepat setengah jam dari jam buka 19.30 wib , agar temen2 tidak rebutan meja dengan pengunjung lain, karena begitu mereka selesai mengelap meja biasanya sudah ada pengunjung yang menunggunya…
  6. 7 points
    Hallo guys, Sebelumnya saya sudah bercerita seputar itinerary dan budget perjalanan selama di Vietnam. nah bagi yang beum baca, baca dulu yaa disini Keliling Vietnam. biar kita nyambung loh ceritanya. Kenapa saya dan travelmate saya tertarik untuk mengunjungi Negara ini ? why? Merasakan negara yang damai walaupun dibawah pemerintahan yang berpaham komunis, walaupun negara komunis, pemerintahan nya tetap membiarkan masyarakatnya untuk bebas memeluk agama dan beribadah sesuai agamanya masing-masing. Bisa dibilang untuk cost traveling dinegara ini cendrung murah, karena rate mata uang Vietnam masih dibawah Rupiah, jadi kita bisa merasa kaya raya disini. hehehe Banyak object wisata yang bisa dikunjungi. Negara yang memanjang dari selatan ke utara, memudahkan kita untuk menelusuri kota-kota nya satu persatu, tanpa harus bolak balik. Sepertinya negara ini mengerti dengan para traveler, karena transportasi antar kotanya sangat banyak dan nyaman lagi. Nah, kali ini saya akan bercerita tentang perjalanan saya di HCMC. HCMC merupakan kota terbesar kedua setelah ibukota Hanoi di Negara Vietnam. HCMC terletak dibagian selatan Negara Vietnam, dan Hanoi terletak dibagian Utara Vietnam. HCMC adalah kota pertama yang menjadi start saya untuk mengelilingi Vietnam. Saya sampai di kota ini berangkat dari Kuala Lumpur pada tanggal 1 Mei 2016 dengan menggunakan maskapai tercinta para backpacker yaitu si burung merah Air Asia. Saya flight jam 11 siang waktu KL. HCMC terkenal dengan sebutan SCAM CITY. mitos apa fakta? Bagi saya itu relatif, bisa dibilang "iya" dan bisa dibilang "tidak" juga. Mungkin bagi mengalaminya akan mengatakan "iya". Dimanapun kita berada, kejahatan bisa aja datang, benar bukan? jangan kan di neraga orang, dinegara kita sendiri ataupun dikampung halaman kita, ada saja kejahatan yang muncul. seperti kata bang napi "kejahatan muncul karena ada kesempatan..waspadalah..waspadalah". Jadi intinya adalah dimanapun kita berada, tetap waspada. sebisa mungkin menghindari yang namanya kerawanan, Nah jadilah saya memilih penerbangan pagi atau siang untuk menuju Ho Chi Minh City, kenapa?. alasannya adalah keamanan tadi. Kalo di Ho Chi Minh City sekarang banyak sekali scam didalam taxi (terutama malam hari) dan jalanan sepi, jadinya saya benar-benar menghindari kedua hal itu. HCMC kota seribu motor, mitos apa fakta ? Pendapat ini begitu lengket di telinga para traveler, bahkan menyeberang jalan disana bagaikan menantang maut. wihhhhh sereeem... Bisa "iya" ataupun "tidak segitunya". Bagi saya ini tidak terlalu seekstrem itu, atau saya memang lihai dalam menyeberang? hahahha, atau waktu itu hari libur, jadi tidak banyak yang keluar pake motor, ga tau juga sih. Pesan saya cuma 1, menyeberang lah di tempat penyebarangan, ada zebra cros dan lampu merah, jangan menyeberang di tengah jalan. Karena kata ibu guru saya begitu waktu SD, masih ingat pelajaran SD kan? kalo uda lupa, coba tanya anak atau ponakan nya yang masih SD. hihihi. Distrik 1 Distrik 1 menjadi tujuan utama para backpacker dan turis-turis yang datang ke kota ini. Banyak hotel-hotel mewah, hostel, guest house dan hotel backpacker di area ini. Di area ini juga banyak spot-spot yang menjadi object wisata, dan semua bisa ditempuh dengan jalan kaki. Jika sampai di Ho Chi Mint City saat pagi hari sampai jam 6 sore, kita masih bisa menggunakan bus untuk menuju ke daerah Distrik 1 ini dari Bandara. Jika sudah malam hanya ada taxi, dan itu cendrung rawan. Kalo emang punya badan gede kaya Aderai yaaa gapapa, tapi kalo badan nya ceking kaya saya... ahhhhh kaga beraniiii... mending cari amann aja dah.. Tan Son Airport HCMC menuju Distrik 1 Dari bandara Tan Son Airport HCMC menuju Distrik 1 kami menaiki Bus no152. Begitu keluar dari bandara pasang wajah sok pinter gitu, dan lansung aja belok ke arah kanan, sampai keliatan Bus no 152. Jangan pikir panjang-panjang, lansung aja naik, ga usah noleh kiri-kanan.. hahahha... harganya berapaa? 5000 VND aja kok... Di Distrik 1 kami turun di Ben Than Market, pusat nya Distrik 1. Jalan Pham Ngu Lao adalah pusatnya Hotel-hotel budget, kebetulan hotel kami yang kami pesan juga didaerah itu, maka turun dari bus belok kiri dan jalan lurus kedepan sampai ketemu jalan Pham Ngu Lao, dekeet kok yaaa. Nah, proses mencari hotel dimulai. kami memperhatikan setia nama jalan dan nama-nama hotel yang terpampang, sampai kami menemukan hotel kami. Begitu ketemu ternyata hotel nya masuk gang lagi. Setelah checkin, mandi dan istirahat sebentar, kami merasakan ada yang tidak enak. Sepertinya terjadi sesuatu di perut kami..ada bunyi kriuk kriuk gitu.. kesimpulan kami adalah.. perutnya mungkin lapar.. hahaha. bermodal peta foto copian yang saya ambil dimeja resepsionis hotel, kami segera keluar untuk cari makan dan jalan-jalan melihat seisi kota dan mengunjungi beberapa tempat wisata. Ben Thanh Market Ini adalah pasar di pusat Distrik 1, biasanya pasar ini menjadi pusat untuk belanja oleh-oleh, sehingga jika masuk kedalam ada banyak sekali turis dan toko-toko pakaian, makanan, cemilan, assesoris, pernah-pernik dan lain-lainnya. Nah jika mau belanja di tempat ini, pastikan dulu perut sudah terisi, karena akan banyak keluar tenaga disini, hehehhe buat apaa? buat nawar. karena mereka ga tanggung-tanggung, bisa memberikan harga 2 kali lipat bahkan lebih. Jadi kadang kita harus menarik urat syaraf untuk menawar rendah dan mereka para penjual akan terlihat marah-marah gitu. tapi akhirnya akan mau juga.. hahhaa kalo saya mah, memilih kabur.. saya ga belanja apa-apa disini. males nawarnya.. hahah Ben Thanh Market saat pagi dan masih sepi oleh kendaraan People Committee Hall, Opera House dan Patung Paman Ho Chi Minh Merupakan bagunan dengan arsitektur ala perancis yang begitu apik disini. Sehingga Little Perancis di Asia disematkan kepada Ho Chi Minh City, Vietnam. Bukan tanpa alasan Kota ini disebut demikian karena dulunya Vietnam sempat dijajah oleh Bangsa Perancis sehingga banyak sekali kita temukan bangunan-bangunan klasik khas negara tersebut. People Committee Hall Ada juga patung panam Ho di depan bangunan ini. Di hall ini pada sore hari akan sangat rame, dan ada beberapa pertunjukan yang bisa kita nikmati secara free... yeeeey. karena sore hari tempat ini sangat ramai, jadilah saya berfoto dengan banyak orang nya dan bagi saya itu sangat tidak nyaman. Sehingga besok paginya saya kembali datang ke tempat ini dan berfoto dengan sangat nyaman, karena orang-orang masih sangat sepi. jadi datang lah dipagi hari yaaa... jika ingin puas dalam berfoto-foto. Saya bersama Patung Paman Ho Chi Minh Tempat ini tidak begitu jauh dari Ben Thanh Market, kalo bagi saya bisa jalan kaki aja menuju tempat ini. dikawasan ini juga ada Opera House yang dapat kita kunjungi. Sebelum pulang ke hotel, kami memesan tiket bus untuk ke Mui Ne esok hari di TheSinhTourist seharga 99.000 vnd (sitting bus). untuk bus berangkat jam 2 siang (lama perjalanan adalah 5 jam). Cathedral Notre-Dame dan Central Post Office Pagi hari setelah benkunjung kembali ke kawasan People Committe Hall, kami melanjutkan dengan jalan kaki ke Gereja yang terkenal di kota ini, yaitu Cathedral Notre-Dame. Basilika Notre-Dame Saigon adalah sebuah katedral yang terletak di pusat kota Ho Chi Minh City, Vietnam. Dibangun oleh kolonialis Perancis, katedral tersebut dibangun pada tahun 1863 dan pertama dibuka tahun 1880. Gereja tersebut memiliki dua menara lonceng, yang memiliki tinggi 58 meter (190 kaki). Cathedral Notre-Dame Cathedral ini sangat canti sehingga tidak jarang digunakan oleh penduduk setempat untuk menjadi latar dalam pemotretan, seperti pemotretan photo pra wedding. Bukti nya pas kami kesini banyak sekali bertemu pasangan-pasangan yang lagi sesi foto.. huhuh saya kapaaaan? hiks.. Interior Central Post Office Pas disamping cathredal ini kita bisa lansung melihat Central Post Office, Saigon Post Office atau Buu Dien Thanh Pho Ho Chi Minh merupakan salah satu bangunan peninggalan Prancis juga, kita bisa lihat arsitektur luar dan interior dalam bagunan ini yang bergaya Prancis. Kantor pos ini merupakan salah satu infrastruktur yang dibangun oleh Prancis dan dibuka pada 11 November tahun 1860. Hingga saat ini bangunan ini masih berfungsi sebagai kantor pos pusat loh di Ho Chi Minh City, kita bisa mengirimkan kartu-kartu post ke penjuru dunia disini. Independence Palace Sepertinya saya tidak sanggup berlama-lama di Cathedral ini, hati saya semakin sakit dan sakit, terpuruk jauh ke dalam dasar bumi, semakin banyak saja pasangan pra wedding yang datang. Lebih baik saya segera pergi dari tempat ini. hihi Independence Palace Kembali saya melihat peta untuk melihat kemana tujuan saya berikutnya. saya memilih Independence Palace, kebetulan tempatnya tidak jauh dari tempat saya sekarang. Dan segera lah kami melanjutkan perjalanan ke tempat ini. tidak sampai 1 kilometer kami sampai di tempat ini, hanya melewati sebuah taman yang sejuk dari cathedral. Independece Palace adalah sebuah bagunan sejarah yang menyimpan banyak bukti kekejaman perang Vetnam. Ada banyak ruangan dan foto serta video disini, mulai dari ruangan presiden sampai ruangan-ruangan yang menyimpan mesin-mesin telekomunikasi di lantai bawah tanah. Untuk masuk ketempat ini kita harus membayar tiket masuk seharga 30.000 vnd. Bagi yang tidak menyukai sejarah mungkin tempat ini akan sangat membosankan, karena di dalam nya hanya lah ruangan-ruangan, dan benda-benda bukti perperangan. wah ternyata matahari sudah semakin terik dan tinggi, saat nya kami untuk segera kembali ke hotel untuk chekout, karena siang ini jam 2 kami akan segera melanjutkan perjalan ke Muine dengan Bus. Sekian dulu ya kisah saya di kota ini, nantikan cerita yang lebih seru saya di kota berikutnya yaitu Muine. silakan beri komentar dan pertanyaan, jika anda yang ingin bertanya... bye bye guys..
  7. 7 points
    Vara Deliasani

    Jepang, 2-12 Desember 2016

    Hoolaaaaa... Buat temen yang ada rencana ke Jepang di bulan Desember yuukk kita jalan bareng. Saya rencana berangkat dari Jakarta ke Kansai tanggal 2 Desember malam dengan Garuda, transit di Denpasar. Rencananya akan mulai dari Osaka, lalu menuju Kyoto, Shirakawago, Takayama dan terakhir ke Tokyo. Kembali ke Tokyo ke Jakarta tanggal 12 Desember dengan Garuda. Adapun itinerary lengkap adalah sebagai berikut: DAY 1 02/12/2016 CGK - DPS 20.00 - 22.55 DAY 2 03/12/2016 DPS - KIX 00.40 - 08.30 Haruka + ICOCA KIX ke Shin Osaka 09.01 - 10.13 / 09.31 - 10.44 / 09.49 - 10.59 Haruka + ICOCA Titip Tas + Check In MyStays Shin-Osaka ¥ 22.830 Osaka : ICOCA Osaka Castle Dotonburi Namba Umeda Sky Building Kembali ke Hotel DAY 3 04/12/2016 Universal Studio ¥ 6.900 Kembali ke Hotel DAY 4 05/12/2016 Osaka - Kyoto 07.26 - 07.40 Takayama Hokuriku Pass Titip Tas di Locker Stasiun Kyoto: ICOCA Fushimi Inari Lunch di Nishiki Market Kiyomizudera (Sannen-zaka & Ninen-Zaka) Check In Hotel Guest House Sanjyotakakura Hibiki ¥ 13.960 Gion Kembali ke Hotel DAY 5 06/12/2016 Kyoto: ICOCA Bamboo Forest Tenryuji Temple Kinkakuji Temple Fall Illumination Kiyomizudera Kembali ke Hotel DAY 6 07/12/2016 Check Out Kyoto - Kanazawa 06.58 - 09.13 / 07.29 -09.38 Takayama Hokuriku Pass Kanazawa - Shirakawago 09.40 - 11.05 / 10.50 - 12.15 Takayama Hokuriku Pass Walking Tour Shirakawago Shirakawago - Takayama 16.15 - 17.20 / 17.20 - 18.10 Takayama Hokuriku Pass Check In Hotel K's House Takayama Oasis ¥ 17.200 DAY 7 08/12/2016 Takayama - Shin Hotaka 07.00 - 08.45 / 07.40 -09.16 Shin Hotaka Pass Shin Hotaka Ropeway : Naik Ropeway 1 Outdoor bath / Kamitakarano-yu Visitor Center Footbath Naik Ropeway 2 Snowy Corridor Observation deck Kembali ke Takayama 13.46 - 15.31 Shin Hotaka Pass Old Town/Sanmachi Dinner di Hida Takayama Kyoya DAY 8 09/12/2016 Check Out - Sewa Sepeda Takayama : Jinya Mae & Miyagawa (Morning Market) Hida No Sato Lunch di Heianraku Takayama - Nagoya 14.38 - 17.02 Shin Hotaka Pass Nagoya - Tokyo 17.32 - 19.13 / 17.42 - 19. 23 ¥ 6.500 Check In Nishitetsu Inn Nihonbashi ¥ 28.800 DAY 9 10/12/2016 Tokyo : ICOCA Koishikawa Korakuen Harajuku Shibuya Ginza Akihabara DAY 10 11/12/2016 Tokyo : ICOCA Tsukiji Market Asakusa Sensoji Temple Odaiba DAY 11 12/12/2016 Check Out Tokyo - Haneda 08.30 - 09.30 ICOCA HND - CGK 11.45 - 17.15 Kalo kebetulan ada di Jepang pada tanggal di atas yyuuukk kita jalan bareng atau kalo yang mau bergabung dari awal trip juga boleh.. kebetulan kita baru ber 2. Makin rame pasti makin seru, ada temen nyasar bareng. Untuk tiket dan hotel udah di booked.. untuk visa dan takayama hokuriku pass masih blom diurus, rencananya nanti sekitar awal November. Yang minat bisa email ke deliasani@gmail.com.
  8. 7 points
    Hola Deffa Here !!! Akhirnya beres juga Petualangan Komunitas Jalan2 Indonesia Explore Belitung selama 3 hari di tanggal 25-27 Maret 2016 kemarin dalam rangkaian acara Gathering Nasional X Komunitas Jalan2 Indonesia. Gak nyangka udah yang ke 10 aja, cukup lama juga perjalanan ini heheh Ok lanjut ke Topic acara Gathering Nasional ini kita adakan biasanya 3 / 4 bulan sekali dengan mengundang semua member Komunitas Jalan2 Indonesia baik dari Forum Jalan2 ini maupun di Facebook Groups ataupun di Fanpage Jalan2.com Namun beda nya adalah Gathering Nasional kali ini khusus untuk Member Baru atau yang belum pernah ikutan Gathering Nasional sebelum nya heheh. Maaf ya member lama sedikit kecewa namun tujuan nya untuk memberi kesempatan member baru untuk merasakan juga gimana seh kegiatan Gathering Nasional nya Komunitas ini. Acara berlangsung selama 3 hari dari tanggal 25-27 Maret 2016, namun sesuai dengan Saran para peserta di harapkan sudah hadir dari Tanggal 24 Maret sesuai ketentuan DISINI Sistem Sharing Cost 30 Peserta, perorang Rp. 650.000 dengan rincian : Sewa Bus 30 Seat perhari Rp. 1.750.000 x 3 hari = Rp. 5.250.000 Penginapan Vila permalam Rp. 300.000 x 2 malam x 9 Villa = Rp. 5.400.000 Sewa Boat Island Hopping (Per Boat 15 Orang) Rp. 1.050.000 x 2 Boat = Rp. 2.100.000 Makan Siang Nasi Box, Per Box Rp. 20.000 x 3 hari x 35 orang = Rp. 2.100.000 Tips Supir + Guide = Rp. 1.500.000 Volunteer + Biaya Tak Terduga = Rp. 1.350.000 Kaos Jalan2.com Rp. 60.000 x 30 orang = Rp. 1.800.000 Total Cost Rp. 19.500.000 di Bagi 30 orang = Rp. 650.000 Peserta yang tadi nya pas 30 orang mengecil menjadi 24 peserta karena 6 orang yang batal mendekati hari H karena satu dan lain hal. Peserta yang hadir adalah sebagai berikut : @Jalan2 (Jakarta) @deffa (Dihatimu) @kyosash (Jakarta) @willyhan (Bandung) @ko Acong (Bandung) @Afdhal A Syamsoe (Riau) @Dahlia Tamarini (Palembang) @Jean Mechanic (Pekanbaru) FB Fenny Ria Anggeraini (Serang) Endy (Purwokerto) FB Rafika Wijayanti (Batam) FB Woen Shi Shien FB Dwi Kania Hapsari (Bogor) FB Alena Niman 1 (Tangerang) FB Alena Niman 2 (Tangerang) Sondang Sihotang 1 (Kupang) Sondang Sihotang 2 (Jakarta) FB Diana (Medan) FB Harahap Soleh (Batam) FB Ning Amrini (Surabaya) FB Arini Rahmatika (Bengkulu) FB Yenny Rudi 1 (Bekasi) FB Yenny Rudi 2 (Bekasi) FB Adelina Pelinda Sidabutar (Bekasi) Panitia : @teddymardona (Belitung) FB Joe Parwan (Belitung) Jadi jika di total kan dengan Panitia yaitu 26 orang dengan bus berkapasitas 33 seat berasa lega heheh. DAY 1 : 25 Maret 2016 Itinerary Day 1 : Explore SD Replika Film Laskar Pelangi Explore Museum Sastra Andrea Hirata Kampoeng Ahok Makan Siang Warung Kopi Manggar Dinas Pariwisata Manggar Melihat Tarcius Explore Vihara Dewi Kwan Im Explore Pantai Burung Mandi Makan Malam Dikarenakan semua peserta sudah tiba di Belitung pada tanggal 24 maret 2016 jadi Meeting Point yang tadi nya di Bandara di ubah menjadi 2 Meeting Point yaitu di Jalan KV Senang dan di Villa Bumi Kedaton. Berangkat dari meeting point 2 sekitar pukul 09.00 WIB langsung menuju SD Laskar Pelangi yang seperti di film Laskar Pelangi, perjalanan sekitar 1 jam tidak terasa karena @ko Acong berceramah sepanjang jalan dan Woen Shi Shien yang kena bully terus heheh SD LASKAR PELANGI Sesampai nya di SD Laskar Pelangi kita di wajibkan membayar tiket masuk perorang Rp. 3.000 karena kita ber 26 orang jadi total Rp. 78.000. Di pintu masuk nya kalian bisa menemukan jajanan / kue pasar khas Belitung, lalu tidak jauh dari pintu masuk kalian sudah bisa melihat Bangunan SD Muhammadiyah Gantong yang merupakan set dari film Laskar Pelangi nya Andrea Hirata. Disini kami menghabiskan waktu sekitar 1 jam untuk berfoto ria di area SD Laskar Pelangi ini. Di sekitar bangunan SD Laskar Pelangi ini terdapat semacam Pasir Putih, mirip Pasir Pantai jadi kalian bisa berpose ala-ala di Pantai gitu Oh ya jangan lupa berfoto juga di semacam Gerbang dari SD Laskar Pelangi ini ya, view nya bagus loh dan juga masuk scene nya Laskar Pelangi Setelah puas berfoto di SD Laskar Pelangi kita lanjutkan perjalanan ke destinasi berikut nya yaitu Museum Kata Andrea Hirata. Cukup dekat kok perjalanan hanya sekitar 15 menit saja dari SD Laskar Pelangi ke Museum Kata ini. MUSEUM KATA ANDREA HIRATA Di Museum Kata tidak ada Tiket Masuk alias GRATIS loh. Dan tahu gak Museum Kata ini adalah Museum Literatur Pertama yang ada di Indonesia berdiri sejak 2010 dan di prakarsai oleh Andrea Hirata sendiri. Banyak ruangan yang unik di sini dimana di areal depan rumah adalah Museum dan di areal paling belakang adalah Sekolah Gratis Bagi Orang Tidak Mampu di Belitung. Halaman depan dari Museum Kata ini berupa Mural Tembok yang di cat berwarna-warni sehingga mengesankan tampilan cerah dan bahagia jika kita masuk ke dalam Masuk ke area dalam bagian depan kita akan melihat banyak Foto dan Tulisan berupa Quote dari Andrea Hirata dan juga beberapa Penghargaan yang pernah dia raih. Dari semua Foto dan Tulisan yang ada di sini saya tertarik dengan satu Quote yang berisikan "Bermimpilah Karena Tuhan Akan Memeluk Mipi-Mimpimu" Ke ruang tengah ada semacam Kafe kecil di mana kita bisa bersantai sejenak dengan memesan Kopi Khas Belitung, disini juga tetap terdapat Mural dan Koleksi Kartu Pos yang bisa kita beli dan kirim ke kenalan kita loh Lalu masuk lagi ke area yang lebih unik lagi di mana kita akan menemukan sederet Jendela Warna-Warni yang jika kita buka tedapat beberapa Kliping tulisan baik dari Andrea Hirata dan juga lain nya dari seluruh dunia, yang disebut Book of Windows of The World Project Untuk mengakhiri kunjungan di Museum Kata ini jangan lupa untuk berfoto di Mural bagian depan terdapat tulisan Museum Kata Andrea Hirata, Indonesia First Literary Museum, Since 2010 . Bagi kalian penggemar Sastra museum ini wajib di kunjungi karena selian terdapat banyak tulisan dari Andrea Hirata, juga terdapat buku-buku menarik yang bisa kalian baca di tempat loh. Untuk menambah ilmu sastra kalian dalam hal literatur :) Menyudahi kunjungan di Museum Kata kami pun lanjut ke destinasi berikut nya yaitu Kampoeng Ahok. Unik ya namanya, karena benar Belitung Timur adalah tempat asal Gubernur DKI Jakarta sekarang Bapak Basuki Tjahja Poernama aka Ahok. Dan rumah keluarga beliau di Belitung Timur ini di sulap menjadi Tempat Wisata yang di sebut Kampoeng Ahok. Ada yang unik ketika mau perjalanan kesini : Woen Shi Shien : "Bang Wawan berapa lama sampe ke Kampoeng Ahok ?" Joe Parwan : "Ya kita akan sampai dalam hitungan 3, 2, 1, ya udah sampai ada di sebelah kanan ya" Dan sontak semua peserta tertawa ternyata dekat sekali dari Museum Kata tersebut, sebenarnya jalan kaki juga paling 5 menitan KAMPOENG AHOK Tiba di sini sekitar pukul 11.30 WIB. Di Kampoeng Ahok ini terdapat 2 bagian dimana satu bagian adalah Rumah Kediaman Keluarga Besar Ahok, dan di seberangnya adalah Rumah Adat Belitung yang di buka untuk umum dan dinamakan Kampoeng Ahok. Pada hari tertentu Rumah Keluarga Besar Ahok ini di buka untuk Umum, namun pada hari itu mungkin karena dekat perayaan Ceng Beng, bagi kaum Tionghoa. Jadi rumah keluarga Ahok tidak di buka, hanya bagian pelataran parkir nya saja. Jadi kami cukup poto dari luar saja, walaupun dapat sedikit poto nyolong dari jendela untuk bagian dalam heheh Rumah keluarga Ahok gede ya kayak Gedung gitu rumah nya heheh, lalu lanjut ke seberangnya ke Kampoeng Ahok. Disini terdapat Rumah Adat Belitung berupa Rumah Panggung khas rata-rata rumah adat di daerah Sumatera itu berupa Rumah Panggung dan biasanya terbuat dari Kayu Jati. Oh ya satu yang unik di dalam Rumah Adat ini ternyata Ahok jualan Kerupuk heheh. Maksudnya di dalam Rumah Adat ini memang terdapat Kafe Kecil gitu, yang makanan nya berupa Khas Belitung salah satu nya Kerupuk Belitung, Kopi Belitung dll. Untuk masuk ke areal Kampoeng Ahok ini GRATIS loh. Cuma ya makan dan minum nya bayar donk. Harganya murah kok Di karenakan ini hari Jumat dan sudah masuk waktu Sholat Jumat beberapa dari kami melakukan aktivitas Sholat Jumat di Masjid terdekat yaitu Masjid di dekat Museum Kata jadi kami hanya tinggal jalan kaki sekitar 5 menitan menuju masjid ini. Dan sebagian lagi menyantap Makan Siang yang sudah di persiapkan dari Nasi Box Beres jumatan kami melanjutkan perjalanan berikut nya yaitu mencoba Kopi Manggar di Warung Kopi Manggar yang terkenal yaitu Warkop Millenium WARKOP MILLENIUM MANGGAR Perjalanan sekitar 30 menit dari Kampoeng Ahok tersebut sudah tiba ke area Manggar Kota, dan satu yang unik dari kota ini adalah Tag Line nya yaitu "Manggar Kota Wisata 1001 Warung Kopi" Unik kan jika di tempat lain Kota Wisata Pantai, Gunung, dll. Namun di Manggar banyak sekali Warung Kopi yang berjejer. Mungkin karena warga nya penikmat Kopi dan juga Kopi Khas Belitung rasa nya enak loh. Maka tidak salah kami sempatkan untuk mampir ke salah satu Warung Kopi terkenal di Manggar yaitu Warkop Millenium Untuk harga kopi nya tidak mahal kok, untuk Kopi O Belitung hanya Rp. 6.000. Dan juga menu nya beragam tidak hanya Kopi juga terdapat Teh Susu dll. Ada juga cemilan nya berupa Singkong dan Pisang Goreng. Oh iya mirip di Singapura untuk Kopi + Gula saja kalian pesannya Kopi O ya namun jika Kopi Susu pesan nya ya Kopi Susu Tidak lama disini hanya sekitar 30 menitan, kami lanjutkan perjalanan ke destinasi selanjut nya yaitu Dinas Pariwisata Kota Manggar, untuk melihat satu hewan unik yang dilindungi karena hampir punah yaitu Tarcius DINASI PARIWISATA MANGGAR Apa itu Tarcius ? Satu bus ini bertanya-tanya dan langsung Googling dah itu Tarcius. Setelah googling baru lah ngeh. Ternyata seekor hewan mirip Monyet, dengan ukuran yang kecil mungkin segenggam tangan dewasa dengan mata yang besar. Jadi terlihat imut dan lucu sekali. Makananya serangga. Tiba disini lagi-lagi Tiket Masuk GRATIS, memang di Belitung ini Tiket Masuk tempat wisata banyak yang Gratis ataupun Murah loh. Kita di sambut oleh perwakilan dari Dinas Pariwisata yang sedikit memberikan tour dan pengenalan tentang Visi dan Misi dari Dinas Pariwisata di Kota Manggar ini. Nah bagi kalian yang berkunjung kesini di wajibkan untuk mengisi Buku Tamu dan sedikit Questioner untuk kemajuan dari Pariwisata Kota Manggar, Belitung ini. Lalu kita di perbolehkan untuk mengitari Kantor Dinas Pariwisata ini. Di ruangan pertama kita bisa melihat beberapa kerajinan dan perkakas rumah tangga jaman dulu masyarakat Belitung, Masuk ke dalam yang semi outdoor kita akan langsung bertemu dengan seekor Buaya Darat eh Buaya Muara maksudnya hehe berupa Buaya Air Tawar, yang cukup tenang walaupun kita kerumunin untuk berfoto Di sebelah nya ada kandang dari Tarcius ini, langsung deh kepincut dengan mata nya yang bulat besar, lucu sekali. Dia melihat kesana - kemari bingung mungkin karena di kerubungi banyak orang untuk berfoto. Namun harus di ingat foto boleh tapi jangan menggunakan Flash ya, karena kasihan si Tarcius nya. Setelah puas foto dan bermain bentar dengan Tarcius lanjut ke ruangan berikut nya, dimana kita bisa melihat Adat Pernikahan dari Masyarakat Belitung. Dari Mas Kawin, Baju Adat, Seserahan, Hingga Kamar Tidur Pengantin. Disini Endy dari Purwokerto mencoba salah satu pakaian adat pernikahannya, kalau dilihat jadi mirip raja minyak hehehe Sudahi kunjungan di Dinas Pariwisata Kota Manggar, terima kasih sudah menerima rombongan kami dengan baik. Lanjutkan perjalanan berikut nya ke Kuil Dewi Kwan Im KUIL DEWI KWAN IM FYI di Belitung ini cukup banyak penganut agama Buddha dan juga etnis Tionghoa jadi Kuil Dewi Kwan Im ini salah satu wisata religi cukup terkenal di Belitung. Perjalanan kesini sekitar 30 menitan dan lagi-lagi biaya masuk GRATIS loh. Disini @ko Acong menyempatkan untuk ber sembahyang, Arsitektur nya ya dominan warna merah, dan karena terdapat di area ketinggian jadi terdapat tangga-tangga yang bagus untuk spot foto. Dan di bagian Kuil Utama nya juga terdapat orang yang lagi sembahyang. Saya sempatkan untuk ke area Patung Dewi Kwan Im, namun masih di renovasi jadi kita tidak bisa mendekat Sekitar 1 jam disini karena menunggu yang sembahyang juga, kami melanjutkan ke Destinasi berikut nya yaitu ke Pantai Burong Mandi PANTAI BURONG MANDI Perjalanan sekitar 1 jam dari Kuil Dewi Kwan Im ke sini, saya bingung kenapa di sebut Pantai Burong Mandi ? Ternyata setelah tiba di sini baru tahu banyak sekali burung berterbangan disini termasuk Burung Gagak yang jarang sekali ada di Pantai kan. Lalu untuk biaya masuk nya peorang Rp. 3.000 di kali 26 orang jadi total Rp. 78.000 masih murah kan Aktivitas disini hanya berfoto saja, namun bagi kalian yang mau mandi dan bermain di pantai juga bisa. Kontur pantai nya landai dengan ombak yang tenang. Pasir nya juga putih dan halus. Disini juga terdapat Kapal Nelayan Khas Belitung yang di tambatkan di sebut Kater Sesi poto pun di mulai, karena cuaca mendung jadi hari ini tidak mendapatkan Sunset seperti yang di inginkan Karena tidak mendapatkan sunset, akhirnya kami putuskan untuk pulang ke Tanjung Pandan dan penginapan, sebelum nya kami mampir dulu untuk Makan Malam di Dapoer Belitung MAKAN MALAM DI DAPOER BELITUNG Perjalanan sekitar 1 jam 30 menit tibalah kami di Dapoer Belitung dimana kami sudah reserve tempat untuk 26 orang, dan ketika kami tiba juga memang masih kosong. Kami pun memesan makanan sesuai selera masing-masing dimana saya memesan : Ikan Bakar Khas Dapoer Belitung 7 ons = Rp. 112.000 Tumis Kangkung Terasi = Rp. 20.000 Tempe Penyet = Rp. 20.000 Nasi Uduk = Rp. 8.000 Untuk range makanan nya disini dari Rp. 20.000 - Rp. 150.000 ya standar jakarta lah. Untuk makanan nya juga enak-enak kok. Namun kekurangan nya adalah Manajemen Waktu. Terlalu lama pesanan kita di antar padahal sudah menunggu 30 menit lebih dan tamu yang di meja lain datang malah sudah di beri kan pesanan nya. Beberapa kali harus komplain ke bagian Front Desk dan mengambil langsung ke bagian Dapur. Ada beberapa peserta yang membatalkan pesanan karena terlalu lama. Jadi bagi kalian yang Rombongan ke sini Kurang Recommended ya karena Manajeman Waktu nya yang Kurang Cepat. Namun jika 1 - 5 orang mungkin masih oke. Unik Nasi Uduk nya biasanya antara warna Putih dan Kuning namun ini warna nya Hijau. Mungkin ada Pandan disana ya, rasa nya seh ya nasi uduk. Ikan Bakar Sambal Dapoer Belitung nya juga enak Walaupun sedikit kecewa dengan pelayanan nya ya sudah buat pengalaman saja, kami pun berlanjut ke penginapan di Villa Bumi Kedaton VILLA BUMI KEDATON Untuk 2 malam ke depan kami akan menginap di sini yaitu Villa Bumi Kedaton Alamat : Jl. Air Saga, Tanjungpandan, Belitung, IndonesiaPhone: 0819 2957 1112 Kita menyewa 9 Villa di mana 1 Villa nya bisa di isi 3 - 4 orang dan semuanya mendapatkan Sarapan Pagi Dan kamar / villa akan di bagi antara Perempuan dan Laki-Laki jadi tidak ada yang Campur (kecuali jika sekeluarga ber 4) Jika mau sewa Extra Bed biaya tambahan per Bed Rp. 50.000 / malam Mendapatkan harga perkamar Rp. 300.000 untuk di isi 3-4 orang sudah include makan pagi, cukup murah dan worth seh. Walaupun di beberapa kamar terdapat masalah Air Tidak Nyala dan juga Banyak Nyamuk. Namun di kamar yang saya tempati aman-aman saja heheh Bed nya ada yang tipe Single Bed dan Double Bed. Untuk di tempati 3-4 orang Bed nya akan di turunkan jadi bagian atas dan bawah akan di pisah. Kata orang bagian bawah nya keras namun setelah saya coba seh gak juga kok jadi bisa untuk ber 3-4 dengan bed masing-masing hehehe Malam ini sesi terakhir yaitu Perkenalan seperti biasa tiap Gathering Nasional pasti ada acara perkenalan dan pembagian Kaos. Disini akhirnya kita bisa saling berkenalan kembali walaupun mungkin di awal sudah ada yang kenal namun, di acara ini lebih formal dan jadi mudah di ingat Tetap juaranya mah Ko Acong jika urusan perkenalan mah hahahha Ya sekian perjalanan di Hari Pertama Gathering Nasional X Komunitas Jalan2 Indonesia Explore Belitung. Nantikan cerita di hari berikut nya ya
  9. 6 points
    Hola Deffa Here !!! The Lodge Maribaya Will Brighten Your Day, itu adalah judul tulisan saya kali ini, sesuai judul tersebut apa yang saya rasakan ketika berkunjung kesini sungguh membuat saya Ceria kembali, menempuh perjalanan yang cukup lama dan sedikit menyulitkan. Akhirnya di hibur dengan pemandangan Hijau, Cerah dan Udara yang Bersih, dari satu tempat yang bernama The Lodge Maribaya Mungkin kalian pernah dengar tentang The Lodge ini dari Social Media, tempat yang sempat tutup dan khusus untuk pribadi (pemilik) ini. Akhirnya di buka kembali untuk umum awal tahun 2016 ini. Apa saja yang di tawarkan dan bagaimana cara kesini baca terus ya ALAMAT Alamat : Jl. Maribaya Timur Km. 6 Kampung, Kosambi, Cibodas, Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat Telepon : 022-2536110 Google Map : KLIK HTM : Weekdays Rp. 15.000 | Weekend Rp. 25.000 | Periode Liburan Rp. 35.000 Berada di sebelah Timur dari Kota Lembang mungkin sekitar 30 menit perjalanan menggunakan Mobil Pribadi. Jadi kalian harus perhitungkan waktu kunjungan ya. Cara menuju ke The Lodge menggunakan Kendaraan Pribadi. Arahkan kendaraan kalian ke Lembang, lembang berada di Utara Kota Bandung di Kabupaten Bandung Barat. Setelah tiba di tengah kota Lembang arahkan kendaraan kalian menuju Jalan Maribaya. Setelah berada di Jalan Maribaya patokan kalian adalah arah ke Burgundy Dine & Wine Restaurant. Akan banyak plang petunjuk nya di jalan Maribaya ini, ikuti saja. Lalu ikuti saja terus jalan ini sampai tiba di Desa Cibodas, lalu sekitar 500 meter dari Gerbang Desa, di sebelah kanan akan ada Plang Petunjuk The Lodge. Advice jalan di Desa Cibodas ini jelek sekali jadi hati-hati ya Cara menuju ke The Lodge menggunakan Angkutan Umum. Gunakan angkot St. Hall - Lembang biasanya dari Stasiun Bandung, lalu turun di Pasar / Alun-Alun Lembang seharga Rp. 8.000 - 10.000. Lalu lanjut menggunakan angkot Lembang - Cibodas ke arah Maribaya / Desa Cibodas dan turun di Desa Cibodas dekat The Lodge, lalu jalan kaki sekitar 500 meter ke The Lodge, seharga Rp. 5.000 - 8.000 REVIEW Ada apa saja di The Lodge Maribaya ? Mungkin itu kalimat yang paling sering saya dengar jika orang bertanya tentang suatu tempat wisata baru. Garis besar nya di The Lodge kalian bisa Camping dan menikmati keindahan Alam Hutan Pinus dari Ketinggian. Namun sebelum nya saya sudah tulis jika tempat ini sempat di tutup untuk umum sekitar tahun 2015 dan di buka lagi untuk umum di tahun 2016 awal. Ya dulu sebelum tahun 2015 tempat ini merupakan perpaduan dari Restoran, Outbound, Camping Ground dan Rabbit Farm. Namun dengan alasan tertentu akhirnya di tutup lalu di buka lagi dengan konsep yang sedikit berbeda, dengan lebih mengutamakan Camping Ground dan juga Pine View. Walaupun tetap ada cafe nya. Sebelum masuk ke area Parkiran The Lodge kalian akan melewati jalan kecil yang di kiri kanan nya terdapat Ladang yang ditanami Bawang dll. Sekitar 500 meter dari situ yang melewati sebuah pemukiman warga, kalian akan menemukan plang petunjuk ke arah parkiran The Lodge. Dan disini harus hati-hati. Karena jalan ke parkiran nya hanya cukup untuk Satu Mobil saja, jadi harus bergantian, dahulu kan yang mau keluar dari The Lodge ya. Parkiran nya cukup luas Masuk ke dalam kita akan berjalan menuruni tangga, karena posisi The Lodge ini ada di pinggir jurang, dan ketika menuruni tangga di sebelah kanan ada sebuah Villa bernama Villa Kayu. Namun setelah saya tanya petugas villa ini tidak di sewakan, hanya untuk pemilik dan keluarga saja. Di sisi kiri dari Villa ini terdapat sebuah Restoran yang bernama Dapur Hawu. Jika kalian mau makan disini tempatnya karena menunya lebih ke masakan Sunda, dengan konsep semacam Rumah Saung Lalu jalan turun lagi akhirnya kita akan bertemu dengan area utama dari The Lodge ini yang di bagi atas beberapa area. Di area pertama terdapat sebuah kafe bernama Pines Cafe, disini kita bisa bersantai sambil menikmat view The Lodge dan juga menikmati minuman dan makanan ringan. Dengan Range Harga dari Rp. 10.000 - 30.000 Lalu area berikut nya jika kita melihat ke arah Pines Cafe ini di sisi kiri dan kanan dari cafe ini terdapat Camping Ground. Nah disini unik nya Camping Ground nya berupa Glamping atau Glamour Camping. Ya camping yang berasa menginap di Hotel ini sedang booming di Bandung. Karena kalian tetap bisa merasakan seru nya Camping di alam dengan tenda yang sudah di sediakan, namun dengan fasilitas di dalam dan luar tenda setara menginap di Hotel loh. Bentuk Glamping nya juga unik seperti Mini Kubah berwarna orange, satu tenda bisa muat sampai 4 orang dan harga nya pun bervariasi. Daftar Harga Glamping The Lodge : Single Occupancy : IDR 475.000 ++ /pax /night Double Occupancy : IDR 375.000 ++ /pax /night 3 person Occupancy : IDR 325.000 ++ /pax /night 4 person Occupancy : IDR 275.000 ++ /pax /night Rates Include : Entrance Fee Welcome Drink Dinner One Night Stay in Tent Breakfast Guided Trekking Horse Ridding Archery Lalu ada beberapa spot menarik di sini untuk kalian berfoto, seperti di depan Pines Cafe, terdapat sudut yang di lengkapi pagar kayu dengan background Hutan Pinus yang hijau, dan juga Flower Gate sebagai penghubung area atas dan bawah Turun melalui Flower Gate, kita bisa menemui Gardu Pandang loh, ya seperti Gardu Pandang yang ada di Kalibiru. Di The Lodge juga ada hanya beda nya tidak terlalu tinggi dan juga viewnya hanya Hutan Pinus, namun cukup bagus dan indah loh. Untuk naik ini harus antri dan bayar tiket lagi, per orang Rp. 10.000. Bayar tiket nya di Pines Cafe Ke bawah lagi ada satu spot yang menarik yaitu sebuah Meja dan Kursi Kayu seperti foto saya di awal di paling atas, view nya kece badai disini. Jadi kalian harus banget foto di sini ya karena salah satu ikonik The Lodge foto di sini Turun ke bawah lagi kita akan bertemu sebuah pagar kayu yang di bentuk bulat cukup unik untuk tempat foto, dan juga sebuah lapangan hijau yang cukup luas, mungkin di sini biasanya untuk event mungkin Wedding, tapi kemarin sedang tidak bisa di masuki. Karena sudah di reserved Untuk kegiatan Outbound seperti Archery dan Berkuda hanya bisa di lakukan jika kalian menginap di Glamping karena itu paketan dari Glamping tersebut. Lalu jika kalian ingin melakukan Professional Photography seperti Photo Session, Photo Pre Wedding atau pun Booklet School Photo. Harganya berbeda lagi berikut daftar nya : Namun jika selain dari Professional Photography di atas, harga Tiket Masuk tetap Rp. 15.000 dan boleh membawa Kamera DSLR dan Tripod tentu nya Ya sekian review tentang The Lodge Maribaya ini, sangat worth sekali di kunjungi loh, jika kalian punya waktu lebih di Lembang. Cobalah ke bagian timur lembang ini karena kalian akan menemukan tempat dengan View yang Kece Badai. Juga di area Timur Lembang ini juga ada beberapa tempat yang keren lagi loh seperti Pines Forest Camp (Tempat penyanyi Andine melakukan pernikahan). Lalu Air Terjun Maribaya dll Semoga berguna dan silahkan di Share jika berkenan
  10. 6 points
    Assalamu'alaikum Wr. Wb.Tanggal 5 Mei 2016, kebetulan saya mengisi liburan di Pacitan, Jawa Timur.Nah, karena setiap perjalanan ada cerita yang tak bisa dilupakan *lebay, saya ingin berbagi pengalaman kepada pembaca sekalian. Semoga tidak membingungkan..Kami berangkat pukul 21.00 WIB, tanggal 4 Mei 2016, dari Semarang.Janjian pukul 20.00 WIB, kebiasaaaan banget molor molor. Oke, dimaafkan. Belum lama jalan, habis makan malam, eh kena musibah kecil. Ban mobilnya bocor, sempet diganti di jalan pakai ban mobil cadangan. Tetapi karena takut kenapa-napa, akhirnya kami berhenti di tukang tambal ban daerah Salatiga. Karena kami nggak bisa apa-apa, kalau nimbrung takutnya ngrepotin, akhirnya kami duduk-duduk aja, foto ini nunggu ban mobilnya beres.Ada kali, ya, setengah jam, akhirnya beres dan kita lanjut perjalanan. Wuhuuu!!! Baru ngelewatin satu kota, guys, kami udah berhenti lagi di Alun-alun Boyolali. Numpang foto doang, pukul 10 malam. Narsis abis, ya, kami.Lanjut perjalanan, ternyata supirnya nggak tahu jalan! Seisi mobil juga belum pernah ada yang ke Pacitan. Ooow hahaha. Akhirnya handphone salah satu dari kami, Nanang, jadi sasaran buat buka GPS. Ikhlas, ya, Nang... hihiSupir kami, yang pakai baju biru, juga teman sekelas kami. Btw ini teman-teman SD dulu, kurang lebih udah 13 tahun kenal. Masih seruuu...Setelah dibantu GPS dan peta manual supir (coretan di kertas, aba-aba jalan menuju Pacitan), akhirnya sampai juga. Perjalanan kurang lebih 6 jam. Welcome to Pacitan! Gambarnya kok serem, ya?Perjalanan dari Semarang ke Pacitan ini nggak ada yang tidur! Semuanya nemenin supirnya ngobrol biar nggak ngantuk. Sampai ngakak-ngakak. Paling seru main sama mereka ini nih. Oiya, waktu ambil foto di sini, kami bertemu kelompok yang lagi touring naik sepeda motor. Setelah ditanya, ternyata rumahnya tetanggan sama kami. Nggak jauh-jauh amat. Pegelnya kayak apa, ya? Kami aja udah pegel banget badannya.Dari gapura ini, mau masuk ke Pantai Klayar membutuhkan waktu sekitar 1,5 jam. GileeeeKarena pengen ke sana, mau nggak mau harus berjuang, dong. Kami lanjut perjalanan sambil bercanda. Tapi, lama-lama saya teler hahahaha. Jalannya naudzubillah, berkelok-kelok serasa di Bedugul, Bali, atau Gunung Kidul, Jogjakarta, tapi ini lebih parahhhhhhh! Rasa mual, pusing, kembung, laper juga, jadi satu. Nggak kuat melek, deh. Akhirnya saya putuskan untuk tidur. Walaupun nggak beneran tidur, yang penting merem aja, deh, biar nggak tambah mual.Satu jam perjalanan dari gapura Pacitan, jalan mobil kami nggak nurut GPS alias keluar jalur. Akhirnya, dua orang dari kami turun untuk bertanya dan ternyataaaaaaaaaaaaaa kelewatan jauh! Kami harus muter balik dan lewat jalan yang bikin mual tadi. OMG. Sabar...Setelah ditahan-tahan, sudah bener belok ke arah Pantai Klayar, ketemu jalan yang serupa. Astagfirullah...Karena tiga dari kami ada yang kebelet pipis, berhentilah di sebuah mushola. Alhamdulillah bisa menghirup udara segar. Tapi, tetep kembung dan rasa mual. Nggak enak banget deh pokoknya!Jalan masuknya kecil. Cukup satu mobil tapi dipaksain buat bolak-balik, pake jalur buka-tutup. Harus extra hati-hati kalau pengen ke sana.En den... Kami sampai. Ini jalan turun ke Pantai Klayar. Tiket masuknya Rp 10.000 per orang karena datangnya pas liburan. Disediakan ojeg bagi yang tidak kuat jalan, hehehe.Sebetulnya di bawah ada parkiran, tapi melihat medan yang nggak memungkinkan (nyusahin) akhirnya kami parkir di atas supaya mandi dan keluar dari pantainya mudah.Let's Go... Pantainya kereeeeennn abis! Di pinggir pun kami udah kena ombaknya. Untuk pantai pertama yang didatangi, kami nggak main air, cuma jalan-jalan aja. Pantai Klayar memang terkenal dengan ombaknya yang besar. Di sana setiap menit diperingatkan melalui pengeras suara untuk tidak bermain ke tengah pantai, atau mendekati pantai takutnya keseret ombak. Mukanya udah pucet, makan dulu kami wkwkwkw Udah puas main-main sama B612 hahaha. Kami anak pantai alay! Dari jam 6 sampai jam setengah 9 kami di Pantai Klayar, sekarang lanjut ke Pantai Banyu Tibo. Saatnya balas dendam! Main air sepuasnyaaaa!!! Jaraknya cukup dekat, sebelahan. Kayak pantai-pantai di Gunung Kidul. HTM Rp 5.000 per orang. 20 menit...... sampaaaiiiiiii Narsis dulu lah kami ehehehehe. Eh, kok, ada air terjunnya? Emang! Makanya ke sini! Air terjun + pantai. Enaaaak. Walaupun nggak tinggi-tinggi amat, yang penting ini buaguussss Masya Allah. Kami di atas, nih, kalau mau turun, bayar lagi, kalau nggak salah Rp 2.000 per orang. Ombaknya nggak kalah seru dari Pantai Klayar. Kami sudah di bawaaah!!! Ayuuukkk basah-basahan! Ekspresi kegirangan kami hahahaha (maksudnya yang depan girang banget). Ini foto yang paling bikin ketawa nggak berhenti. Gambar pertama, mereka berebutan biar dapet depan, eh, malah jatoh. Nggak ada yang siap.Di Pantai Banyu Tibo sampai jam 11 siang. Setengah 12, kita pulang. Tadinya mau mampir ke Goa Gong, tapi nggak jadi. Huft. Foto terakhir kami, makan di angkringan Salatiga sebelum pulang ke rumah.Terima kasih sudah mau membaca hehehe.Wassalamu'alaikum Wr. Wb.
  11. 6 points
    Jalan jalan ke Jepang Bagian 3 ini meliputi Harajuku, Shibuya, Shinjuku dan lainnya. Kalau belum baca tulisan bagian 1 dan 2 bisa klik disini ya. Hari ke 6: Harajuku - Shibuya - Shimbashi - Shinjuku Dari Osaka menuju ke Tokyo St dulu untuk nitipin koper (lagi). Tujuan pertama adalah Harajuku! penasaran pengan tau ada apa aja sih disana. Ditengah perjalanan ke Harajuku yang sudah menjelang siang itu, saya browsing ke mbah google kira-kira ada makanan apa ya yang enak disantap di Harajuku(?) dan yang keluar malahan banyak crepes terutama Marion Crepes yang legendaris, jadi penasaran apa sih bedanya crepes di Harajuku ini dibandingkan dengan yang ada di Indonesia. Keluar dari Harajuku St yang super padat langsung nyebrang jalan mengikuti arahan dari googlemaps menuju ke Marion Crepes. Lewatin gang kecil yang entah dimana tapi tetap banyak yang lewat jadi ga usah kuatir nyasar (google maps kasian kok sama turis jadi ga akan parah kalau pun nyasar :p). Sekitar 10 menitan jalan dari Harajuku St, ketemu juga yang namanya Marion Crepes. Pada saat itu udah ampir jam makan siang yang untungnya Marion Crepes nya juga belum ramai. Sedikit tambahan hari itu di Harajuku sangat ramai pengunjung yang mayoritas adalah turis wanita, dijalanan itu memang banyak tempat shopping kosmetik dan fashion dengan harga yang memang cukup miring. Jreng jrenggggg! Gedeeee aja ini crepesnya hahaha. Yang saya pesan ini lupa namanya yang pasti mayoritas coklat isinya. Es krim coklat, wafer, choco crunch, mesyes, kismis dan lainnya. Rasanyaaa enakkk! dan bolehlah untuk ganjel perut sementara karena memang yang menarik untuk dicoba ya crepes ini di Harajuku. Disini ngga cuma Marion Crepes tetapi ada banyak lagi merk lain yang ngga kalah ramai dengan ini. Harga rata-rata untuk crepes ini adalah ¥500. Harajuku terkenal dengan "Harajuku Style" which means kostum dan penampilan anehnya *please correct me if i'm wrong* dan memang saya menemui satu toko yang menjual kostum macam-macam dan cukup unik. Ga cuma tokonya, saya pun ga sengaja berpapasan dengan orang-orang yang berkostum unik ditengah hari bolong. Yang 1 berkostum ala ala Harry Potter dengan menggiring binatang peliharaan yang ternyata adalah boneka ditarik-tarik dan yang satunya Wanita berkostum kurcaci warna warni *ngasal mendeskripsikannya* :p. Melanjutkan eksplorasi ke arah Shibuya karena penasaran dengan patung Hachiko didepan Shibuya St. Tadinya mau naik kereta ke Shibuya tetapi karena liat ke stasiun sangat padat sekali jadi saya memutuskan untuk jalan kaki aja (liat di google maps sih cuma 30 menit jalan kaki). Oh ya saya sempet lihat dibelakang Harajuku St ada yang namanya Meji Shrine ngga begitu paham seberapa dalam masuknya ke dalem, baru 10 menit jalan ke arah dalem aja saya sudah nyerah akhirnya foto-foto bentar. Ngga nyesel deh memutuskan jalan kaki dari Harajuku ke Shibuya, saya melewati toko sepeda yang menurut saya keren sekali (kebetulan doyan sepeda) lalu juga nikmatin cuaca yang tidak begitu terik sambil lihat-lihat sekitar. Perjalanan 30 menit bikin crepesnya cepet diolah sama perut nih, sampe Shibuya laper lagi! Lagi lagi nanya mbah google makanan apa yang enak di Shibuya dan pilihan jatuh kepada Sushi. Tempat sushinya agak susah buat dicari mungkin karena lokasinya ada didalam gedung. Pertama masuk ke gedung udah mulai kuatir "jangan jangan didalam gedung gini mahal nih". Begitu sampai didepan restoran sushinya eh antrinya melingker kayak uler tangga (agak lebay) tapi walaupun panjang waktu antrian saya ngga sampai 10 menit sudah dipanggil, ini membuktikan bahwa orang jepang selesai makan langsung keluar, ngga kongkow gosip dulu macam orang kita hahaha. Saya duduk di sushi bar karena memang sendirian juga kesana, lihat-lihat menu dan murah loh hoho, saya pesen 4 menu + minum cuma ¥1200 aja. Setelah sushi saya menyeberang jalan untuk ke patung hachiko, penuh sekali dengan wisatawan yang ingin foto bareng sama hachiko dan banyak orang indo nya juga :p. Saya mah yang penting pernah lihat, pegang sama foto dah cukup. Sudah cukup puas jalan-jalan di Shibuya, tujuan selanjutnya adalah Shimbashi, singkat cerita sesampainya di Shimbashi St begitu keluar ada banyak stand komik dan majalah didepan stasiun. Tujuannya adalah ke Tamiya Shop yang terletak 10 menitan jalan dari Shimbashi St. Salah satu tempat yang bisa menguras isi dompet nih! harganya pun dibandingkan dengan di Jakarta bisa lebih murah sekitar 40% (IMO). Sayangnya saya ga berani mengambil foto dalamnya takut kena omel :p. Sedikit info bahwa disekitar Shimbashi St banyak sekali kedai makanan dengan menu yang berbeda-beda, mungkin lain waktu mau coba nginap di daerah Shimbashi. Malam ini saya menginap di Boothnet cafe & capsule di Shinjuku. Karena jepang terkenal dengan capsule hotelnya, bolehlah cobain nginep di capsule semalam aja. Reviewnya bisa dibaca disini. Malam itu saya keluar untuk cari makan dan berjalan kaki saja disekitaran hostel. Memang hostel saya ini terletak dilokasi yang sangat strategis karena dekat dengan Shijuku St, beberapa tempat makan, shopping dan saya baru ingat ini adalah salah satu red district di Jepang. Pantas saja malam itu ada beberapa orang kulit hitam yang menawari saya untuk melihat tontonan yang "indah" dengan harga yang bervariatif dan rupanya mereka semacam germo / marketing / sales / apa pun itu haha. Selain itu banyak sekali di pojokkan jalan tulisan DVD 24 hours dan karena penasaran saya masuk ke dalam salah satu toko yang ternyata isinya adalah penyewaan dan penjualan DVD (film box office maupun film yang syur syur) :p. Uniknya dari tempat DVD ini adalah mereka menyediakan ruangan untuk menonton DVD yang disewa oleh orang dengan harga yang cukup murah sekitar Rp. 100.000 / 3 jam (sudah termasuk sewa DVD). Hari ke 7: Mount Fuji, Kawaguchiko Tujuan hari ini adalah Gunung Fuji yang terletak di wilayah Kawaguchiko dan dimulai dari Shijuku St menuju ke Otsuki St. Nanti dari Otsuki St pindah jalur ke Fujikyu Railways menuju Kawaguchiko St. Untuk rute Shinjuku ke Otsuki masih tercover oleh JRPASS (68 menit perjalanan) tetapi Otsuki ke Kawaguchiko harus membeli tiket seharga ¥1140 / trip (60 menit perjalanan). Tiket untuk ke Kawaguchiko bisa dibeli dengan 2 cara yaitu di loket biasa dan dimesin seperti ATM di Otsuki St. Sebisa mungkin kalau memang lagi musim liburan, bangunlah dan berangkatlah sepagi mungkin jika ke gunung Fuji karena memang sangat padat dan ramai pada saat kemarin saya pergi. Pemandangan selama perjalanan menuju Kawaguchiko sangat indah sekali dan gunung Fuji menampakkan puncaknya dengan sangat jelas. Setibanya di Kawaguchiko saya langsung mengantri bus untuk menuju Kawaguchiko lake. Ada beberapa line untuk naik sight seeing bus di Kawaguchiko dan saya naiki adalah bus yang berada di red line dengan biaya ¥480 untuk sampai ujungnya danau Kawaguchiko sedangkan saya hanya membayar ¥150 karena saya hanya sampai di Ropeway. Nah dengan ropeway inilah kita akan dibawah ke viewpoint untuk foto dan menikmati gunung Fuji. Harga tiket ropeway ini ¥710 / return. Sangat disayangkan sesampainya diatas, puncak gunung fuji sudah tertutup oleh awan tebal :(. Saya habiskan waktu sekitar 1 jam diatas menunggu apakah akan hilang awan dipuncaknya dan ternyata tidak. Di lokasi viewpoint terdapat warung oleh-oleh dan snack. Saya pun mencoba membeli semacam sate bulat-bulat yang terbuat dari tepung (lupa namanya) seharga ¥400 termasuk green tea lalu saya juga mencoba eskrim yang dibeli melalui vending machine seharga ¥350. Turun ah! kembali kepinggiran danau Kawaguchiko tempat awal saya turun dari bus red line tadi. Dibawah terdapat satu toko yang menjual cookies khas Kawaguchiko dan saya pun membeli beberapa untuk oleh-oleh karena saya pikir ciri khas dari daerah situ, ternyata setelah dicoba rasanya mirip sama lidah kucing khas Indonesia loh haha! Sekembalinya ke Tokyo dari Kawaguchiko waktu sudah menjelang malam dan saya masih harus seret-seret koper menuju hostel selanjutnya. Malam ini saya menginap di IRORI NIHONBASHI yang reviewnya sudah saya ketik disini. Saya ngga tau menau daerah tempat saya menginap karena memang diluar dari Yamanote Line juga dan menanyakan rekomendasi makan yang enak dari staff hostel. Selama di Jepang belum ngerasain ramen yang enak jadi menu malam itu diputuskan adalah ramen dan rekomendasi dari hostel memang sungguh luar biasa enaknyaaaa! Lagi-lagi saya lupa namanya dan lupa foto ramennya udah laper tingkat dewa (lebay). Pertama kalinya makan di kedai ramen yang pesennya pake koin, noraklah waktu itu ngga ngerti cara pesennya dan pegawainya pun ngga bisa bahasa inggris. Simplenya sih gini, begitu masuk pintu kedai pasti ada mesin (mirip vending machine) disitu kita bisa pilih mau makan apa (mesti nanya ke pegawainya apakah mengandung babi atau tidak bagi yang muslim), setelah pilih mau makan apa baru masukkin koin sesuai harga makanan lalu pencet tombol menu yang pilih. Pork Ramen super enak seharga ¥1080 yang bikin begah perut malam itu :p. Hari ke 8: Ueno Park - Odaiba - Akihabara - Asakusa Belum dapet penampakan bunga sakura yang ciamik bikin saya penasaran dan memutuskan untuk pagi-pagi berangkat ke Ueno Park dan terFujilah ketemu satu pohon yang bagus banget dikelilingi beberapa wisatawan yang sibuk memotret keindahan bunga sakura tersebut, selain itu banyak juga yang sudah duduk ber-Hanami ria. Lagi seru motret eh ada pasangan Indonesia yang pre-wedding disitu juga. Puas berfoto dipohon sakura, lanjut lihat-lihat sekeliling dan masuk ke temple kecil nah dari situ dapet lagi spot bagus untuk foto mengarah ke danau. Jalan kaki dari temple kecil ke danau memakan waktu 5 menit aja dan disitu bisa duduk-duduk sambil bengong. Kebetulan beli sandwich jadi sembari ngemil aja sekitar 30 menitan disitu. Ga kerasa sudah mulai siang jadi balik ke Ueno St buat melanjutkan perjalanan ke Asakusa. Sesampainya di Asakusa ternyata banyak juga pohon sakura dipinggir sungai dan lagi-lagi banyak orang yang berfoto disitu. Cuaca bagus nih, yuklah jalan kaki aja ke Akihabara! berdasarkan info dari googlemaps yang katanya bisa jalan 30 menit akhirnya nekat jalan dan ternyata 1 jam baru sampai hahaha. Dijalan menuju Akihabara saya melewati kantornya BANDAI yang didepannya terdapat beberapa patung seperti Doraemon, Anpan Man, Satria Baja Hitam, Ultraman dan lainnya. Ternyata capek juga jalan kaki ya dan perut udah laper eh ngelewatin Yoshinoya, ya udah deh makan lagi disitu. Sampai juga di Akihabara yang tujuan utamanya adalah hunting barang 2nd hand di SOFMAP! Banyakkk banget gedung SOFMAP disitu tetapi yang saya masukki pertama adalah SOFMAP main building ada 7 lantai dengan macam-macam jenis gadget yang dijual dan berbeda-beda disetiap lantainya. Barang yang kebanyakan dijual di SOFMAP main building adalah barang baru, sedangkan barang 2nd hand banyakan berada di gedung seberang main building yang agak lebih kecil tetapi cukup lengkap (gedung SOFMAP berwarna biru). Sedikit informasi mengenai barang di SOFMAP kalau kalian cari asesoris semacam kabel data, earphone, casing dan lainnya udah jelas lebih murah jika beli di Tokopedia / Kaskus / Indonesia lah pokoknya. Nah sedangkan kalau beli gadget macam PS4 / Handphone / Kamera itu bisa lumayan jauh bedanya karena tanpa tax dan jika transaksi dengan kartu kredit dapat diskon tambahan 5% lagi kalau tidak salah. Puas lirik sana sini di Akihabara saya lanjutkan perjalanan menuju Odaiba, Divercity Mall lebih tepatnya. Disana ada patung Gundam yang super besar dan buat foto seru-seruan aja sih, sisanya ya cuma shopping area aja. Yang lumayan mengejutkan saya adalah ternyata ada bunga tulip yang tumbuh di area dekat Gundam itu dan sangat bagus sekali. Di Divercity juga saya mencari oleh-oleh untuk orang rumah seperti Tokyo Banana dan lainnya. Menjelang sore saya memutuskan untuk pulang ke hostel untuk packing karena besok paginya sudah harus pulang ke Jakarta :(. Makan malam hari terakhir adalah Tonkotsu yang lagi-lagi direkomendasikan oleh staff hotel tempat saya menginap. Jalan kaki pun hanya 10 menit dari hostel. Harga makanannya ¥900. Yak selesai sudah bagian ke 3 Jalan Jalan ke Jepangnya! Semoga semua informasinya walaupun sedikit bisa bermanfaat buat temen-temen yang membaca tulisan saya ini. Cheers!
  12. 6 points
    Hari ini tanggal 24 Maret 2016. Saya sudah berada di tokyo untuk janjian dgn teman saya untuk jalan jalan. aselik hari ini saya cape bgt, karena baru sampe tokyo jam 11 malam. jadi untuk hari ini saya pasrah minta ditunjukin jalan oleh teman saya yg kebetulan mahasiswa disana. Okay rencana hari ini sebenernya mau ke mount fuji, hakone dan illuminated lights di sagamiko. namunnn pas dikasi tau ke temen saya "ilham" namanya. dia bilang rutenya ini jauh sekali. harus pilih salah satu rutenya. awal saya bilang mount fuji.. tapi terus dia bilang "ka, di mount fuji isinya pasir doang lho, are you sure you want to go there? fuji itu bagus dinikmati dari jauh. bukan dari dekat ahahaha" hmmmm.... langsung mikir, okeh kalo gitu ke lake kawaguchi aja. dari situ katanya view nya bagus. sooo... brangkat lah kita dari tokyo jam 7 pagi. dan bener aja, perjalanan yg ditempuh hampir 3 jam dgn pergantian kereta beberapa kali. haduh udah pusing duluan ahahaha. ini aja udah pake dianterin, dan dia nanya2 kita sampe sana tetep jam 12 siang. ahahahaha! kalo sendirian mah alamat magrib kali baru nyampe. ketika nyampe pun harus naik bus lagi utk ke lake nya. lucunya.. ketika di kereta, saya ditegur oleh wisatawan, "excuse me, are you heading to kawaguchiko?" saya " yes.." dia "my name edwan, could you show me the way? or can i join you?" saya "mmmmm.... where r u come from? dia "indonesia" saya "LAH?! Pake bahasa indo aja kaliik" dia "Lah?!! orang indo juga?????!! wakakakakak" tiba2 dari ujung, saya dari surabaya mba.. ada lagi nyaut.. kita dari makasar teruuuuussss aja semua nyaut atu atu sontak saya bertiga ketawa,,, ternyata satu gerbong kawaguciko itu isinya orang indo semua jahahahhaa. emejiiing. edwan, me, ilham Lanjuttt jalaaan... sesampainya di lake kawaguchiko, emang apes, mendung sodara sodara... alhasil kita cuman jalan2 aja disekitar lake tersebut. namun ga lama tangan saya mulai kedinginan bgt. iseng liat suhu, ternyata 3 derajat! waduuuh dan tiba tiba bulir bulir salju pada turun. entah kenapa kita bertiga sontak dangak sambil buka mulut ( n o r a k ) ahahahaha kelakuan. mendung sih.. hiks.. jadi pemandangan ya kelabu semua deh. disini bener2 cuman kita ber 3. orang2 entah pada kemana. yg lewatpun hanya 1 atau 2 orang penjaga restaurant. tapi tenang bgt ya suasananya. saya iseng motret ada burung dr jauh bagus bgt. eh setelah diperhatikan.. ternyata itu elang lagi wara wiri cari ikan. (langsung jongkok ambil ancang2 berasa fotografer national geograpi) udah puas motret, tseperti biasa.. perut kruyuk2. jadilah kita makan di restaurant yg menurut saya enak bgt iniii. harga 1500 yen porsi udah kaya kuli. para cowo pasti seneng bgt nih, saya mah cuman bisa makan1/4 nya aja. namun cowo cowo ini berbaik hati menghabiskan semuaaaah. (emang doyan ) ahahahahah selesai makan kamipun memutuskan utk pulang aja. eh tiba2 ilham menawarkan "mau ga ka kalo ke chureito pagoda?" ga pake pikir panjang "TEMPLE YAH??? MAUUUUUK' ilham "tapi naik 500 anak tangga ya... gmn?" saya "asyeeeeeeeem...... udah sikattttt" langsung brangkat dari kawaguchiko jam 3, sampai disana jam 4 sore. suasana ketika turun dari kereta ga bisa dijabarin kata2. kita kaya dipelosok desa mana tau. mungkin karena sepiiii bgt dan penjaga stasiun nya pun udah ga ada. nah lho... dia bilang sih disini semua self servis. kereeeeen juga yaah. ck ck ck. dannnn utk jalan ke pagoda inipun melewati rumah2 penduduk . so sudah bisa dipastikan saya pasti nyasar kalo kesini (a k a males nyari di peta) maklum lagi sakit. uhuk... haloo sakuraaa nahhhhh... ini dia nih gerbangnnya... pertanjak kan pun dimulaaaaai. selama perjalanan ke atas ini, banyak monyet yg kita temuin... bukan orang ahaha. eh ada deng 1 biksu gitu. jadi ya pagoda ini berasa kaya punya pribadi aja. beuuuh 200 anak tangga udah lewat... istirahat dulu deh. mumpung ada yg motoin. jadi sayah pose dulu. misii... minta doa nya... napas udah pendek2, udara dingin bgt dan masih skitar 100 anak tangga lagi ahhaha. zzzzzzz creepy tapi menenangkan hati hihi view nyaaaa to dieee fooor. kebayar deh tadi ga ngeliat mount fuji. dikiiit lagiiiiiii.... sampaaaaaaiiii....!!! walaupun mendung dan sudah jam 6 sore.. pemandangan disini menyejukkan hati bgt. plus... ada temple besar dibawah yg membunyikan lonceng2nya. jadi gaungnnya terdengar sampai diatas. hmmm... calming for sure. well helloooooow sakurachan. smoga ga bosen liat muka ini lagi ini lagi. ahahahhahhahaa ga berasa hari sudah gelap aja. tapiiiii... saya tetep nyempetin naik lagi skitar 50 anak tangga utk dapat spot view si pagoda dari belakang. tapi abis itu harus cepet2 turun. soalnya makin malam makinnn dingiiiin. ngelihat kondisi badan yg ga memungkinkan utk jalan jauh lagi. plus udah anget si jidad (tapi anehnya saya ga cape) temen saya udah ngomel2 saya disuruh istirahat. karena besok masih mau jalan lagi kan. sedih bgt... brarti saya melewatkan festival lagi di sagamiko. pokoknya next kesini saya harus bener2 fit nih. festival di sagamiko ini pun hanya diselengarakan di musim tertentu untuk waktu tertentu. yaaaah apes deh memang. cuman ya gimana.. kasian si badan udah protes.plus suara juga udah ilang . saya tampilin sedikit yah kira2 seperti ini nih festival led lights di sagamiko lampu2 di sekitar temple mulai nyala satu per satu... angin mulai semakin kenceng.. tapi suasana disini entah kenapa peaceful sekali. pohonnya cantik bgt. (melloooowly halu) kwkwkkwkwkw c youuu soon on Ghibli Museum yaaah...
  13. 6 points
    Hai teman-teman semua. Ingin sharing perjalanan awal tahun 2015 kemarin. Saya melakukan perjalanan ini bersama dengan keluarga untuk menuju tempat paling utara yang bisa kami capai selama musim dingin 2015 kemarin. Merupakan satu impian saya bisa melakukan perjalanan ini, selain ingin merasakan bagaimana suasana polar night di wilayah Arctic dan tentunya sekalian berjumpa kembali dengan si Tricky Lady "Aurora" di Norway. Perjalanan ini saya lakukan setelah sebelumnya saya mampir ke Copenhagen selama beberapa hari dan kemudian ke Pulau Lofoten untuk menikmati kesunyian di sana. Tujuan saya dari Lofoten ini adalah Nordkapp (North Cape), Kota Alta, dan Longyearbyen di Pulau Svalbard. Nordkapp atau North Cape merupakan titik paling utara dari Benua Eropa yang ada di negara Norway, dan merupakan bagian dari daerah Finmark. Perjalanan saya mulai pada malam hari dari Lofoten menuju kota Honningsvag dengan menggunakan kapal Hurtigruten MS Nordnorge yang akan berlayar sepanjang garis pantai Norway. Dari Lofoten ini kami harus tidur di kapal sebelum sampai di kota Tromso dan singgah selama kurang dari 3 jam. Sayang karena cuaca yang sangat buruk dan listrik di kota Tromso tiba-tiba padam selama kami singgah di sana, maka kami hanya berjalan di sekitaran area pelabuhan sambil mengenang pengalaman tahun sebelumnya mengeksplore kota Tromso sampai ke Ersfjordbotn yang menurut saya sangat-sangat indah. Cuaca dingin dan angin kencang sangat menusuk badan, walaupun sudah dilapisi oleh baju dan jaket yang cukup tebal. Karena cuaca yang tidak bersahabat, tidak banyak aktifitas yang bisa kami lakukan dan akhirnya kami balik ke kapal sambil menunggu kapal berlayar. Dari kota Tromso perjalanan dilanjutkan menuju kota Honningsvag, setelah sebelumnya singgah selama beberapa menit di kota Skjervoy, Oksfjord, Hammerfest, dan Havoysund. Kami sampai di kota Honningsvag keesokan harinya di sekitar jam 11 siang. Dari sini langsung kami menuju ke local tourist office setempat yang tidak jauh dari pelabuhan untuk mencari bus ke arah Nordkapp dan Alta. Sebetulnya kita bisa saja mengambil excursion ke Nordkapp dari kapal Hurtigruten karena mereka juga menyediakannya, tetapi karena jauh lebih mahal dan kami harus pergi ke Kota Alta dari station ini juga, maka beli tiket bus sendiri adalah pilihan kami saat itu. Suasana pelabuhan di Honningsvag Perusahaan bus yang menyediakan rute sepanjang area Finmark adalah Boreal Transport. Karena keterbatasan Bahasa dan kami harus registrasi online untuk membeli arctic travel pass, maka supir bus yang menunggu kami terlihat cukup kesal. Arctic travel pass bisa kami gunakan untuk naik bus disepanjang area Finmark di Norway yang meliputi daerah seluas 48.000 km lebih. Bisa dimaklumi karena perjalanan menuju ke Nordkapp harus konvoi kendaraan, dimulai dari kendaraan pengeruk salju yang akan membuka jalan di depan dan kendaraan yang akan menyisir kendaraan lain di belakang. Konvoi kendaraan ini akan dimulai di pertengahan perjalanan pada saat kita akan memasuki daerah Nordkapp. Salju yang cukup tebal dan hamparan daratan yang semuanya putih menjadi landscape perjalanan menuju Nordkapp. Bus yang kami tumpangi hanya berisi kami berempat, supir bus dan 2 orang turis lain yang juga menuju ke sana. Sampai di sana kami harus membayar tiket masuk dan akhirnya kami tiba di titik paling utara benua Eropa. Ditandai dengan tugu bola dunia di pinggiran tebing yang langsung menghadap ke Barents Sea dan Norwegia Sea. Ada perasaan bahagia banget kami bisa sampai di sini, di titik paling ujung benua Eropa. Udara yang sangat dingin dan angin kencang cukup menusuk tulang, terutama di muka dan kaki. Tapi hal itu tidak menyurutkan kami untuk menjelajahi setiap area di sana. Speechless, ga tau apa yang mau dikatakan, kami bisa sampai di titik ini. Sebelumnya kami sudah diingatkan bahwa harus tepat waktu selama di Nordkapp karena apabila kami tidak sesuai dengan skedul yang ditetapkan, bus akan meninggalkan kami di sana. Kami sangat maklum karena bus dan kendaraan yang ke Nordkapp harus dijaga agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan selama berkendara di sana. Di perjalanan balik bus kami merupakan kendaraan pertama yang melaju didahului truk pengeruk es yang lumayan ngebut. Perjalanan balik memakan waktu sekitar 45 menit sampai ke pusat tourist information kota Honningsvag. Kami harus menunggu sekitar 1 jam di sana sebelum berangkat kembali menggunakan bus menuju kota Alta. Semua penumpang bus menggunakan seatbelt, dan semua sangat tertib di sana. Perjalanan yang cukup jauh selama hampir 3,5 jam sebelum sampai di Alta. Beberapa kali bus berhenti untuk mengangkut penumpang sambil menembus udara subzero di atas lingkar artic. Hujan salju yang menemani perjalanan kami, membuat sendu suasana dan akhirnya sempat membuat mata saya tertutup selama beberapa saat. Supir bus yang membawa kami mengingatkan bahwa sebentar lagi kami akan sampai di Alta. Turun di hatle bus yang sangat kecil, kami harus berjalan kurang lebih selama 10 menit menggeret koper menuju penginapan kami di salah satu guesthouse di sana. Olahraga malam di tengah hamparan salju yang cukup tebal yang menutupi jalan, cukup menguras tenaga kami yang jarang berolahraga ini. Berharap dapat melihat aurora di malam pertama kami di Alta, setelah gagal di Lofoten, tetapi sepertinya kami harus gagal lagi karena cuaca yang cukup tidak bersahabat. Esok harinya kami mengeksplore kota Alta dengan berjalan menuju city centre sambil mencari cara bagaimana menemukan cahaya utara ini. Kami sempat meminta dihubungkan dengan Aurora Hunter di sana, tetapi mereka sama sekali tidak menjanjikan bisa melihat karena cuaca di Alta, yang walaupun dikenal cukup stabil, tetapi dalam beberapa hari ini seluruh daerah Finmark ditutupi awan yang tebal. Pemilik guesthouse menyarankan kami untuk menyewa mobil untuk pergi ke salah satu daerah, sedikit di luar Alta untuk mencoba peruntungan di sana. Tetapi hampir semua penyewan mobil di sana tidak mempunyai mobil yang tersedia untuk kami hari itu. Hope terakhir kami kembali ke airport untuk sekali lagi mencoba peruntungan, dan ternyata ada 1 mobil yang tersedia. Malam hari, langit cukup cerah dengan hamparan bintang yang bertebaran, menyemangatkan kami untuk berburu cahaya utara. Akhirnya kami mengarahkan tujuan kami ke daerah bernama Kviby menggunakan aplikasi gps offline di hand phone. Di mana lokasi pastinya, kami juga tidak tahu karena sangat sepi, tidak ada orang yang terlihat, dan kami berjalan terus sampai berhenti di pinggir jalan di mana landscape utamanya berupa danau dan lembah dibelakang kami. Sangat sedikit kendaraan yang melewati daerah ini, tetapi ada beberapa rumah yang cukup sepi dan saya tidak melihat seorang pun di sekitar daerah itu. Istri saya menanyakan berapa lama kami harus menunggu untuk bisa melihat? Tidak ada jawaban yang pasti. Saya bersama dengan ayah mertua mensetting tripod dan kamera di luar sambil mencari spot yang bagus. Hampir 1 jam kami menunggu tidak ada tanda-tanda dan waktu sudah hampir jam 10 malam. Hanya hembusan yang sangat dingin yang bisa kami rasakan. Kami hanya menghangatkan diri di mobil karena yang paling tidak tahan adalah jari kaki, walaupun sudah mengenakan kaus kaki wool 2 lapis masih sangat menusuk. Kami memutuskan untuk mencoba bertahan di tempat yang sama sekali asing, sepi, tidak ada orang, dan gelap. Dan yang dinanti muncul. Perlahan asap putih seperti berhembus di atas langit. Kalau sendiri mungkin serem juga sih untuk nunggu ginian. Dan cahaya hijau semakin membesar di atas. Dari yang semula hanya 1 garis panjang melengkung, dari balik lembah muncul beberapa cahaya hijau. Memang sangat indah dan cantik, dan memenuhi langit malam itu. Tetapi karena saking kagumnya saya lupa menyingkirkan filter uv pada kamera saya dalam mengabadikan aurora ini. Pertunjukan ini tidak berhenti selama hampir 4 jam nonstop tanpa jeda sedikitpun. Project yang harus saya lakukan adalah membuat foto sebanyak mungkin untuk saya jadikan time lapse. Keagungan Tuhan sungguh luar biasa, Aurora yang begitu indah yang sangat kami nantikan berdansa dan mengeluarkan aura magis nya di angkasa. Banyak moment yang akhirnya saya putuskan hanya untuk menikmati keindahan tarian cahaya utara ini dengan mata sendiri. Jari kaki semakin sakit, dan saya hampir tidak merasakan apapun kecuali rasa sakit yang cukup menusuk, tapi pesona aurora masih menguatkan saya untuk tetap bertahan untuk mengabadikannya sambil mengagumi keindahannya. Saya harus masuk ke dalam mobil untuk menghangatkan diri menggunakan heater yang ada. Akhirnya karena udara semakin dingin menusuk, dan anggota keluarga juga sudah mulai ngantuk dan kedinginan, kami putuskan untuk balik, walaupun pikiran dan badan saya masih ingin bertahan. Sambil menyetir kami sempat berhenti dan mengabadikan kembali cahaya aurora ini di spot yang berbeda yang benar-benar bebas polusi cahaya. Perjalanan balik ke kota Alta kami masih sempat diperlihatkan Aurora di Norway ini baik sepanjang kami menyetir bahkan sampai kami masuk ke penginapan. Walaupun di kota cahaya lebih terang, Aurora ini masih mengeluarkan magisnya dan cahaya nya yang luar biasa. Karena kota Alta ini mempunyai sejarah panjang untuk Aurora, sehingga sering dijuluki City Of Norther Light. Kota ini juga mempunyai Gereja yaitu Northern Light Cathedral. Banyak aktifitas yang sebetulnya bisa dilakukan di sini. Tapi karena keterbatasan waktu dan kami harus berangkat ke kota Longyearbyen di Pulau Svalbard, maka terpaksa kami harus tinggalkan kota ini dengan penuh kenangan yang luar biasa. Catatan perjalanan ke Svalbard akan saya tuliskan di kesempatan nanti.
  14. 6 points
    21 maret 2016 atau hari ke 6 sudah nih saya di Jepang. OSAKA! oke ayo kita liat ada apa aja sih di osaka ini. Hari ini saya memulai hari agak siang karena kondisi badan yg lagi drop banget (maklum abis main salju ceileee) badan anget dan batuk ga brenti2. Usut punya usut kayaknya saya termasuk salah satu orang yg alergi dgn serbuk bunga juga, jadi beres deh, pluss saya nekat bgt pake lengan pendek ahahahaha. okeh udah curhat dikitnya, setelah cukup tidur 8 jam, akhirnya saya memutuskan utk berangkat jam 12 siang. Perut langsung menyambung dgn lantuan keroncongnya.. liat2 peta, ternyata ada kaya hawker (jajanan pinggir jalan) di deket hostel saya. saya lupa nama jalannya, yg pasti dibelakang Spa World Osaka, jadi kalo mau kesana, patokannya si spa world ini aja, terkenal dgn jajanan tradisionalnya dan kemurahannya. Bener juga murahnya, 500 yen udah bisa makan enak, tapi ngantri nya doooong... maaf ya foto makanannya cuman atu... kelaperannnnn. tapi yg pasti semua menunya enaaaaak. Nah perut kenyang, langsung cabs kemana ya, Osaka ini kalo saya liat memang kota makanan, jadi agak bingung mau kemana, sakura juga ga keliatan banyak. Liat2 brosur, yaudah ke osaka castle aja deh, looks promising. Tanpa ekspetasi yg besar, badan udah lemes bgt, naik kereta dan turun di stasiun depan osaka castle (lupa namanya apaan ahaha) jalan sedikit sambil batuk batuk. Baru jalan sekitar 50 langkah tiba tiba.... JENG JENG!! ilang batuk seketika.. i'm officially blown away, SAKURA attack dimana mana! antara percaya ga percaya, excited, adrenalin, amazed, baru kali ini ngeliat PINK blossoooom dimana mana Yak! langsung instantly kliatan kaya turis kwkwkwkwkkw. Camera in Action ladies and gentlemen. Sukak bgt dgn suasana osaka garden nya. bunga bunga sepanjang mata memandang, cuaca juga sangat sunny Blue Sky. Suhu saat itu sekitar 10 derajat, tapi matahari bener2 bersahabat dgn badan saya. Jalan kaki terasa enteng bgt, dada mulai berasa hangat karena saya berjemur lumayan lama. Selama jalan di daerah Osaka castle ini, banyak sekali anak2 muda melakukan aktifitasnya. Mulai dari jogging sama anjingnnya, jog sama pasangan, cewe2 ngamen lengkap dgn gitar listriknya, basketball attraction, jajanan aneh2, orang2 pencinta lingkungan yg lagi demo, cewe2 unyu yg suka bgt pake kostum aneh2 berselfie ria (yg ini ga beda jauh ama orang jakarta), dan art artist yg rela dibayar berapa aja utk fee mreke utk sekali gambar. Ada satu nih yg berhasil membuat saya terkejut, ternyata ngamen disini rata2 bukan minta uang. Mereka biasanya udah siapin kompilasi cd yang berisi lagu lagu mereka, jadi kalo mau ngasih mereka uang ya dgn cara beli cd mereka. kreatiip juga yuaaaah. Jajanan nya berhasil membuat saya melirik tajaaaaaaam..apalagi si steak sate ini.. hadeuuuh 800 yen dan ampun enakkkk. saking wanginya, ga sadar saya mantengin si chef deket bgt sampe botol kecap depan saya bergelimpangan ke wajan, mreka satu stand langsung ngetawain ajah. Ga tau orang laper apah abis jalan jauh, lagi sakit pula (alesan) Jangan kaget dengan kapasitas perut kalo lagi kosong yah... intinya sih laper mata, dan akhirnya dibungkus ahahahahahhaa. yg penting beli dulu. ya ga ya ga ya ga. udah ngiler blom???? (ngetik sambil nelen ludah....) Muter lagiiii yuuuuuuk... si langit biru sayang bgt dilewatin, kaki mulai gatel lagi pgn jalan jalan.. hmmmmm.... daerah osaka castle ini gede bgt yah, masa nyasar sih ck ck ck... tanya2 sana sini akhirnya nemu juga nih si osaka castle. oh wow... gede aja PENGANTIIIIN!! langsung nyamperin dia tapi bingung mau ngomong apaan.. masa lagi mau foto wedding tiba2 ada yg kucluk2 muka mupeng pgn foto huahahahahaha. ngeliat muka saya yg melas si white bride ini kayaknya iba dan nyamperin saya utk foto bareng.. wuihiiiii... duh kontras bgt satu putih bersih, satu lagi....... (ga usah dibahas ) Bonus bgt bagi saya bisa ketemu mereka ini, jadi makin kerasa suasana zaman Edo nya. Jam udah menunjukkan pukul 4 sore. Kayaknya mau masuk osaka castle ga akan keburu, antrinya lumayan panjang, kenapa? karena saya datang di hari libur. So next time kalo mau ke daerah2 wisata, usahakan hindari tanggal merah ya guys. Jalan lagi aaah... nemu suasana hutan macem dimanaaaaa gitu.. berasa di lord of the ring. Sesampainya di stasiun sekitar jam 6 sore, saya langsung cabut ke kyoto.. lho kok tiba2 ke Kyoto? karenaaa... hari ini ada "Lantern Festival Kyoto" daaan hari ini adalah hari terakhir. So... pake Shinkansen aja deh biar cepet (gegayaan krn pake Jr pass) padahal pake kereta biasa juga bisa ahahaha. Turun kereta wuzzzzzzz BRrrrrrrrrrr.... liat suhu, oh my god 6 derajat ajah, hidung mulai beku, dada mulai sesek, badan mulai menggigil. but that doesnt stop me! sesampainya di kyoto station, tanya ke tourist line, naik bus no 100 utk ke lantern fest. cuzzz.. 20 menit aja sampai di Yasaka Shrine. Shrine ini bernuansa merah orange dimana mana, dan suka bgt dgn nuansa kyoto, the ladies tua dan muda terlihat memakai yukata dan kimono demi menghargai culture mereka. owwww Wow... eye catchy bgt... Yasaka shrine ini bertepatan disebelah Gion District, jadi suka banyak Geisha dan Maiko yg wara wiri kesana kemari. I really love the shrine vibe.. mystique and calm the Mirror lake Nah Kejutan ga berhenti disini, ketika saya memasuki pintu shrine, ternyata ada 2 Maiko datang dan duduk di tengah panggung Lantern. Spontan semua langsung lari ke arah panggung tersebut (termasuk saya). Kenapa semua orang tiba2 lari ke Maiko? FYI. Maiko hanya datang dan memberi tariannya utk tamu2 khusus. dan mereka biasanya tidak suka difoto, jadi kalo ketemu mereka, biasanya mereka lagi lari krn ga mau difoto zzzzzz. dan ini nih yg luar biasa, Tarif performance mreka utk sekali manggung, yang hanya memakan waktu sekitar 15 sampai 30 menit ini adalah sekitar 80.000 yen. Yup! 10 juta an AJAH utk ngeliat mereka nari, nyanyi dan bermain music. weks... dapet kamera ama lensa itu mah. Jadi wajar ya kalo orang2 langsung pada serentak lari ke arah panggung. Dan bener aja... lucky meee, maiko ini akan menari utk menutup festival lentern ini. WoHoooo panggungnya bagus bgt.... videonya nyusul yah ahahaha. ini ajaib bgt, tangan kanan camera, tangan kiri video in. Mata mau juling ahahaha. Selesai nonton si Maiko, perut mulai keroncongan lagi ahahaha, mar kit jan (mari kita jajan) DORAYAKI sambil makan sambil jalan, tiba2 ketemu temen sma saya aja lho putri namanya, udah hampir 8 thn ga ketemu kok ya bisa bisanya ketemu disini. jadi lah kita janjian buat jalan bareng besok ke Universal studio. Mayan ada temen ahahaha. Udara udah semakin ga asik nih, liat jam udah jam 8 malem aja, mesti balik ke osaka nih. Jalan bareng dgn teman saya ini dan nemuin hal unik lagi, Wish Sakura Lantern"" apa sih wish sakura ini, nulis wish list kita di kertas bintang, dan letakkan di lantern. Beberapa wish berhasil membuat saya ketawadan geleng2 ahahahaha!! ini salah satunya, desperado bener. owwwwww.... uda ah ngetawain orang aja ahahaha. Hmmmmm okay.. Dear Sakura, i have 2 wish for you to see.. and amieeen.... DONE! now lets Post it... see YOU soon Kyoto.. i ll see you again! Universal studio here i come.
  15. 6 points
    Halo, Liburan lebaran kemarin kebetulan bepergian lagi ke Yogyakarta. Semua berawal dari pemesanan tiket murah yang tidak sengaja ke beli hahahaha. Tapi ngga apa apalah, kapan lagi ke Yogyakarta cuma 450k dengan maskapai kebanggan Indonesia Setelah memutuskan untuk fix berangkat, PR berikutnya tentu saja menentukan hotel yang akan di inapin selama berada di Kota Yogyakarta yang ngangenin ini. Akhirnya pilihan jatuh Hotel @HOM Platinum Gowongan, Yogyakarta. Dengan harga di high season Lebaran 2016 kemarin 430k pesan via OTA ternama di Indonesia *hallah Karena saya landing di Adi Sucipto cukup pagi, jadi sempat nongkrong sebentar karena kebetulan ada papasan sama teman yang akan kembali ke Jakarta. Setelah dia siap siap boarding, ya sudah saya lanjutkan perjalanan. Sebenarnya janjian dengan salah 1 teman lagi di Mall Malioboro, jadi saya dari bandara langsung naik Trans Jogja (3.5k) dan tepat langsung turun di halte Malioboro. Tapi karena ybs kena macet di daerah Gunung Kidul, ya sudah saya putuskan untuk check in terlebih dahulu. Dari Malioboro jalan terus sampai ke ujung, kemudian menyebrangi rel Kereta Api Stasiun Tugu dan jalan terus sampai belokan ke 2, kemudian belok kiri. Jalan kaki dari Malioboro menuju hotel sekitar 5-7 menit. Begitu tiba di hotel, langsung disambut oleh greeter yang sangat ramah, termasuk pak Satpam nya juga menyapa dengan keramahan yang sama. Waktu itu baru jam 12 lebih sedikit, tapi saya sudah di perbolehkan early check IN oleh si mba mba resepsionist yang senyumnya manis seperti madu wkwkwkwk Saya mendapatkan kamar di lantai berapa ya, lupa hahahahaha... Kalau ngga salah lantai 5, Begitu dapat kunci dan naik lift, masuk ke kamar, langsung merasa sangat nyaman sekali. Beneran kayak lagi di @HOME sendiri, homey banget Kamarnya cukup luas, dan bersih, semua perabot terurus dan kelihatannya masih baru baru (kayak baru diambil kemarin dari IKEA) *ehh . Complimentary dan Toiletries tersedia komplit tanpa ada masalah. Handuknya masih wangi, dan TV Channel komplit. Hanya saja, lantai kamarnya terlihat tua (mungkin bekas gedung sebelumnya, sebelum dijadikan hotel) dengan motif parquet yang terkesan kuno dan jadul. Tapi tidak apa apa, masih tetap terlihat bersih dan steril Kasurnya tetap masih nyaman, dan sprei dan selimut bersih bersih. Jadi bawaannya pengen mau tidur *lho... Tapi mengingat ada janji mau ketemuan sama teman, niat untuk rebahan pun di urungkan Yang paling saya suka dari hotel ini: ~ Lokasinya cukup strategis, hanya 5 menit jalan kaki dari Pusat Kota, Malioboro, walaupun bukan di prime location Malioboro nya loh ya. Ada banyak pilihan lain kalau memang mau yang persis di Malioboro, jadikan alternatif saja ~ Hotel managed by Horison, jadi standard bintang 3 nya sudah meyakinkan ~ Staff sangat ramah ramah, bahkan ketika jam 5 subuh ke esokan harinya saya keluar untuk Jogging ke daerah Tugu, greeter dan security nya menyapa dengan menyebutkan nama saya ~ Harga masih ok, padahal sedang high season ~ Saya diperbolehkan early check IN dan Late check OUT juga ke esokan harinya (dikasih extend 2 jam tanpa biaya karena keasikan ngobrol di Malioboro) ~ Staff restoran mengingatkan untuk breakfast dengan sangat ramah, padahal saya memang tidak terlalu suka breakfast di resto hotel (lebih suka breakfast di room) ditambah, sehabis jogging, saya sempat nyobain kuliner pagi di sekitaran Tugu, jadi udah ngga lapar lagi Selamat Jalan Jalan!
  16. 6 points
    jazzmania86c

    Chiang Mai

    Kali ini, saya berkesempatan mengunjungi Chiang Mai (23-26 Mei 2016). Tapi bukan dalam rangka jalan2, tapi krn ada meeting regional disana (kerja juga urusannya). Tapi tetap, jalan2 tak boleh dilewatkan :D. Berangkat menggunakan Thai Airways. Untuk mencapai Chiang Mai, harus transit dulu di Bangkok. Berhubung penerbangan full board, manfaatkanlah sebaik-baiknya. Sewaktu transit di Bangkok, kami bertemu rekan2 yang berasal dari Filipina. ternyata kita satu pesawat menuju Chiang Mai. Setiba di Chiang Mai Airport, kami segera keluar dan mencari Taxi menuju hotel tempat kami tinggal, di Le Meridien. Ada dua counter taxi, Taxi Meter dan Chiang Mai Airport Taxi. Kami memilih Chiang Mai Airport Taxi krn counternya kosong, dan kena biaya fix dengan menyebut tempat tujuan, yaitu 160 Baht. Esoknya, kami tahu dari rekan kami yang lain yang menggunakan Taxi Meter, ternyata kena fix juga dengan biaya 150 Baht. Jadi silakan pilih yang mana. Taxinya sendiri cukup mengejutkan kami, Pajero lho...hehe. Di sekitar Hotel Le Meridien, ternyata adalah lokasi Night Bazaar. Dan Night Bazaar ini ada beberapa macam. Kami masuk ke salah satu Bazaar utk mencari Food Court. Akhirnya setelah dapat, kami memilih Pad Thai, Papaya Salad, Tom Yum. Harga berkisar antara 50-80 Baht. Setelah itu kami balik ke hotel dan beristirahat. Kami mencoba memanfaatkan waktu yang ada utk explore kota Chiang Mai. Waktu yang tersedia hanyalah pagi hari. Karena meeting dilaksanakan mulai pukul 9AM-17PM. Setelah itu ada acara dinner. Oleh karenanya, pagi hari kami berangkat dari hotel sekitar pukul 5.30. Tujuan kami yang pertama adalah Wat Chedi Luang. Tujuan ini saya pilih karena sesuai petunjuk yg sy gunakan (aplikasi Triposo), terdapat pada daftar nomer 2. Nomer 1 adalah Wat Phra That Doi Suthep, tetapi jaraknya lebih jauh. Di Wat ini, utk masuk tidak dikenakan biaya. tapi mulai Juli, akan dikanakan biaya yang akan digunakan utk merawat/merenovasi Wat tersebut. Sebenarnya, selain ke Wat, sy juga bertujuan mencari momen Almsgiving (memberi makan ke Biksu) yang dilakukan oleh penduduk setempat di pagi hari (rata2 dimulai pada pukul 6AM). Tapi kami rupanya menempuh jalan yang kurang tepat, sehingga tidak menemukan momen tersebut. Kami hanya menemukan para biksu yang jalan saja. Dalam perjalanan pulang, kami menjumpai Wat2 lainnya, salah satunya Wat Phan On. Sore harinya, kami dinner di Windmill Restaurant. Makanannya ok, dengan suasana yang mendukung. Kebetulan cuaca cerah, jadi kami memilih tempat yang outdoor, dengan diiringi musik live. Pada tanggal 25, kami memulai pagi dengan mencoba mencari lagi momen Almsgiving dan ke Wat Chiang Man. Wat ini merupakan Wat tertua di Chiang Mai. Akhirnya momen Almsgiving kami dapatkan juga. Sewaktu balik ke hotel, kami mencoba snack orang lokal. Dan jelas, makanannya non halah. Isinya liver, daging bakar dan usus. Harganya per pcs antara 5-10 baht. Yang enak menurut kami adalah daging bakarnya. Kami sebenarnya ditawari ketan utk menemani makanan tersebut. Tapi kami menolaknya. Pada malam harinya, kami dinner di Old Chiang Mai Cultural Center. Disana makannya buffet dan juga non halal. Banyak sekali yang hadir disini, terutama turis bule. Tadinya kami gak menyangka kalau buffet. Jadi makannya pelan2 mengingat porsinya yang kecil. Ternyata salah sangka kawan! Makanannya juga recommended lho. Setelah makan, kami disuguhi kesenian tradisional Thailand. Tari2an yang menarik, penari yang mempesona, membawa kita pada suasana yang romantis :D. Tari-tarian ini dibawakan di panggung ditengah2 restauran. Setelah selesai, masih ada pertunjukan seni tari di luar. Kali ini yang membawakan adalah penduduk lokal. Kebanyakan dari mereka sudah tua usianya. Setelah puas, kami balik ke hotel. Dan utk menutup hari, sy berdua dengan rekan sekamar mencari Thai Massage. Berhubung sudah cukup malam (10.30 PM), pilihan agak terbatas. Kami memilih tempat yang agak besar dan masih buka, yaitu Le Best Massage yang tak jauh dari hotel. Kami tadinya memilih 1 jam dengan harga 300 baht. Tapi akhirnya memilih utk sekalian 2 jam karena dat diskon menjadi total 500 baht. Sy dan rekan saya sampai tidur ngorok-ngorok sambil di pijet. Lumayan utk menghilangkan lelah setelah 2 hari jalan kaki kira2 5km. Tgl 26 pagi, kami menyempatkan utk pergi ke Warorot Market utk mencari oleh-oleh. kami mendapatkan info ini dari rekan2 Malaysia yang hari sebelumnya belanja kesana. Harganya lebih murah bahkan dibanding dengan di Night Bazaar. Apalagi dibanding di bandara. Kami membeli manisan mangga (1/4kg harga 100 baht, 1/2kg harga 180 baht), bumbu tom yum, kacang mede. Masih banyak yang lainnya, tapi namanya cowok, males bawa barang berat2..hehe. Kami juga bertanya ke penjual, dimana kami bisa mendapatkan durian. Karena disana ternyata lagi musim, jadi cukup banyak durian dijual. Kami mencoba membeli satu seharga 250 baht dan dimakan bareng. Lalu kami mencari warung makan di pasar. Hal ini perlu dilakukan, karena utk mencari makanan khas yang memang disantap orang lokal, kita bisa menemukannya dengan mudah di pasar. Dalam hal ini kami mendapatkannya sesuai harapan kami. Sy memilih Pork Fried Rice dan teman sy Noodle Soup. Harganya masing-masing hanya 30 baht. Sebagai perbandingan makan di Night Bazaar saja lebih mahal. Apalagi di bandara, harga mie goreng saja 240 baht. Dari segi rasa, makanan di pasar ini justru lebih enak. Jadi jangan segan dan sungkan utk masuk ke pasar lokal, anda akan menenemukan kejutan di sana :D. Akhirnya, perjalanan kami sampai pada akhirnya, harus balik ke tanah air. Kembali kami menggunakan Thai Airways dan harus transit lagi di Bangkok. Sampai jumpa di lain perjalanan.
  17. 6 points
    Berburu Salju Udah hari ke 5 aja nih. Dan ini dia nih perjalanan yg paling ter random dan ter gila yg pernah saya alamin. semua bener2 diluar rencana. Ceritanya memang udah mau pulang dari Takayama dan langsung menuju Kyoto, tapiiii... ketika sesampainya di nohi bus, iseng liat kok ada penawaran promo paket ke negeri salju dgn harga yg menurut saya sih murah bgt. 6000yen udah include 1. bus ke shin hotaka ropeway pulang pergi 1 jam 30 menit 2. naik rope way ke puncak gunung bolak balik 3. makan siang 4. dan pemandian onsen di tengah gunung Gak pake pikir panjang, langsung lempar koper ke loker stasiun dan cabut ke rope way ahahahahahhaha. random aselik. eitss...sblum lempar koper, ngubek2 dulu ambil coat, boots sama sarung tangan, dan beli syal hitam di supermarket nya. takut kedinginan. maklum cuman pake 2 lapis. Liat jam pukul 8.00 pagi, jadwal brangkat 8.40. kayaknya masih memungkinkan untuk jalan2 di sekitar takayama, sekitar 40 menit. So.. saya memutuskan utk langsung jalan ke arah takayama old town. Selama jalan kaki ini banyak bgt little cafe yg menggiurkan bgt utk disandangin, cuman apa daya kejar2 an sama waktu jadi saya lebih milih utk foto2 kegiatan sekitar, lingkungannya dan toko tokonya. yang pertama, selalu ngerasa nyaman ngeliat rumah kayu mereka. homey bgt. kentel suasana tradisionalnya kalo di takayama. Toko tokonya pun unik unik seneng bgt tiba2 nemu kuil mungil ngumpet, tapi ada mata air nya. jadilah numpang minum, sruput....yatalam dingin ajah nih air, kaya ngemut es ahaha. Waks ga berasa udah abis waktu saya, liat jam tinggal sisa 15 menit utk jalan balik ke stasiun. cabutt... dan iya pas bgt, kurang 2 menit doang sblum bus brangkat ahahaha (anak nya suka lupa waktu kalo udah pegang camerah) Naik bus hanget and here i come SNOW. Selama perjalanan pemandangannya berhasil bikin dada saya deg deg an bgt. krn blum pernah seumur umur ngeliat salju betumpuk tumpuk. salah satu impian dari kecil sih liat salju ahahahaha, di shirakawago kemarin kan cuman sisa sisa aja. pgn liat yg bener2 massive!! WoHOOoo. 1 jam berlalu.. yak ini dia nih.. breathtaking view di awal perjalanan salju kitah dreamland.. Sampaaaaaaai! BRRRRRRRR.... dingiiiin ajjj jaaah.. tapi terus bengong......... pertama kali liat view se mistis ini. liat ga itu ada atap terbuka di foto yg bawah. itu dibawahnya mengalir sumber mineral air panas dr gunung. atau bisa kita sebut mini onsen. di situ kita bisa duduk sambil merendam kaki yg biasanya utk mati rasa atau kelelahan. Jadi coba dibayangin duduk nyelupin kaki di air panas dgn pemandangan depan belakang kaya bgini. okay jangan kelamaan bengong, langsung ngantri lah di shin hotaka rope way, saya ga motret si ropeway karena udah keburu terlalu excited lari2 masuk ke dalem. jadi foto dr dalem aja deh ahahaha. kira kira kaya gini nih kalo si ropeway difoto dari luar Untuk naik keatas dgn ropeway cuman dibutuhin sekitar 20 menit sepertinya. 2x naik ropeway untuk mencapai ketinggian 2156 meter. yaiks... cek temperature, -3 aja sodara sodaraa. kaki dan tangan pun langsung beku seketika. sarung tangan kulit bener2 ga bisa halangin dinginnya shin hotaka. keadaan juga makin okeeh ketika salju mulai turun, visibility mulai berkabut dan permukaan salju jadi licin bgt. alhasil cuman bisa jalan2 sekitar 10 meter dari welcome door ahahaha. ga papa deh, modal tongsis dan tangan gemeteran mari kita fotoh fotoh.. oh ini yg namanya salju. nggggggg jadi kepingin es serut. nah foto diatas ini sebenernya dek utk mountain view. cuman pemandangan kehalang sama salju yg waktu itu lagi turun lumayan agak deres. ga papa deh, seneng juga kok maen salju ahahahaha. Naik ke Lantai 2 yuk, nah ini dia nih medan sulitnya. kalo ga pake sepatu bergerigi mendingan jgn pergi jauh2. kepleset meluncur terjun bebas kemana mana ahahaha. berhubung saya emang agak 'NGEYEL' Jadi sdikit nekat pegangan ke tali tipis disamping samping pohon. (yaudahlah yaaa.. ga jauh jauh amat kok ahahaha) cuman memang dinginnya ampun ampunan, ga sedikit orang2 yg lewatin saya ngelirik amaze, krn kok pakaian saya cuman se adanya, sedangkan mreka tebel2 bgt. Yang penting dpt foto bagus!! pantang mundur sayaaaah. salju ngebingkai dahannya cantik cantik bgt. yaudah selfie dulu AHAHAHAHA Cuman kuat sekitar 15 menit aja saya diluar. langsung ngerangkak balik ke dalem dek. sampainya didalem dek langsung mojok deket heater dapur brrrrr. oh ya FYI jgn minum air yg disediain cafetaria disini yah. gratis sih memang.. tapi pas saya minum YASALAM AIR DINGIN kaya Salju! haduh haduh haduh... (langsung nyembur) saya kira air anget.. cem macem aja inih caetaria, lg dingin dikasi air salju. Saya menemukan heater yg lebih enak di daerah oleh2, jadilah saya nongkrong disana, duduk skitar 15 menit, langsung cabut lagi ke ropeway 1 buat foto2 dong. scene hutan disini juga banyak bgt. kaya di wonderland Nah puas foto foto, liat jadwal udah jam 3 sore, harus cepet2 balik nih, kan mau ke onsen dulu ehehehe. tapi kali ini ga bisa foto saya lagi berendem yah, byk yg mandi soalnya buahahahahaha. Berendem cuman 10 menit aja dan langsung cabut lagi naik bus ke takayama station. sesampainya di takayama station saya dikejutin dgn berita buruk. HIDA trainnya yg jam 6 sold out!! mati deh!!... gimana cara mau ke osaka ni kalo bgini, penginapan disini jg pasti udah full book. lemes sambil geret2 koper bingung mau ngapain. tiba tiba kok liat ada kereta hida lagi nangkring, liat jam baru jam 5 kok. iseng nanya kondekturnya, ini kereta hida yg jam 6 kah? dia jawab "ini kereta tambahan utk ke osaka dan kyoto, brangkat dalam 2 menit" APAAAAAAAAAH!!!!! langsung masuk lagi ke takayama station, ngomel sama kasirnya "kenapa ga dikasi tau ke saya ada kereta tambahan?!!' dia jawabsambil clinguk keluar "oh iya saya lupa bilang, silahkan naik miss, nanti keburu berangkat, ini tiketnya" #@$%$%^%&%%$^&$!!! udah males marah langsung ambil tiket dan angkat kaki masuk ke HIDA train, dan saya udah kaya adegan mister bean ketinggalan kereta kayaknya "waitt for meeeeeeee" masuk... lempar koper.. cssssss pintu kereta ketutup AHAHAHA bisa gila inih adrenalin. duduk udah gemeteran ajah ahahahaha. okay liat jam nunjukin pukul 5 brati saya akan sampai osaka sekitar pukul 9 malam. FIUH what a day! Lets get Lost bgt ini judulnya kwkwkwkwk
  18. 6 points
    Hola Deffa Here !!! Karena masih banyak yang bertanya tentang biaya yang saya keluarkan selama Explore Kansai Jepang 7 - 11 Maret 2016 kemarin. Kali ini saya akan posting Rangkuman nya langsung beserta Itinerary nya, jadi kalian bisa langsung pelajari dan pahami ya. Sebelum nya perjalanan saya ini inti nya di Kansai adalah Osaka - Kyoto - Nara. Jadi hanya 3 kota tersebut. Dengan masuk dari Bandara Kansai International Airport dari Bandung. Lalu pulang nya saya menuju ke Incheon International Airport di Seoul Korea Selatan. Jadi saya tidak pulang ke Indonesia langsung. Pesawat yang saya gunakan adalah Air Asia dan Fly Peach Saya melakukan perjalanan Solo Traveling ya jadi semua biaya ini perhitungan sendiri Lalu untuk rincian Cerita Perjalanan masing-masing kota tersebut bisa di baca di sini : OSAKA KYOTO NARA Berikut rincian nya semoga berguna ya. Pada waktu saya berangkat Kurs 1 yen = 110 rupiah OSAKA Itinerary Osaka Pengeluaran Osaka Cerita Lengkap nya baca di SINI KYOTO Itinerary Kyoto Pengeluaran Kyoto Cerita lengkap nya baca di SINI Nara Itinerary Nara Pengeluaran Nara Cerita lengkap nya baca di SINI Jadi Total keseluruhan Biaya Perjalanan Saya selama 5 Hari di Kansai adalah Rp. 7,545,200 Note : Selama perjalanan ini untuk transportasi selama di Kansai saya di cover oleh Kansai Thru Pass dan ICOCA Card. Kedua kartu sakti ini meng cover semua jenis Transportasi yang ada di Kansai yang saya gunakan Untuk makan, saya jarang sekali makan siang jadi biasa nya cuma nyemil aja jadi biaya makan siang bisa di potong Tiket Air Asia itu saya mendapatkan promo 6 bulan sebelum berangkat ketika ada Air Asia Carnival. Namun Tiket Fly Peach ini tidak promo atau harga reguler karena saya telat membeli tiketnya 1 bulan sebelum keberangkatan, karena lupa. Kalau promo biasanya Fly Peach itu di 300 - 500 ribuan Untuk kurs Yen saat saya berangkat itu sekitar 110 yen, untuk Ringgit saya lupa jadi saya hitung sesuai Kurs Google per hari ini tanggal 13 May 2016 Total biaya pengeluaran perjalanan ini Rp. 7,545,200. Sebenarnya masih bisa di perkecil lagi jika saya memilih kamar yang Dorm bukan Private room. Lumayan bisa menghemat 1 - 2 juta Sekian Semoga Berguna ya dan Silahkan di Bagikan jika berkenan :) Baca Juga : 3 Hari di Osaka Itu Seru Loh Awesome 3 Days In Kyoto Nara in a Glance
  19. 6 points
    min0ru

    Jalan Jalan ke Jepang versi Ogie

    Hai hai hai! Ini dia cerita jalan jalan ke Jepang bagian 1. Tulisan ini bakalan panjang dan mungkin sedikit membosankan cuma sabar2 aja siapa tau ada informasi yang kalian butuhkan disini. Hari 2: Nagoya - Kyoto - Kiyomizu-dera Cerita ini akan saya mulai dihari berikutnya setelah Menginap di Bandara Haneda. Pagi itu sekitar jam 09.00 saya sudah siap untuk keluar dari bandara haneda dan dihari itu saya berencana langsung ke Hiroshima! Kebetulan ada teman yang sudah duluan ke Jepang dan ada lebihan SUICA akhirnya saya pakai aja untuk ke Tokyo Station. Haneda ke Tokyo Station hanya memakan waktu kurang lebih 30-40 menitan dan sesampainya disana langsung ke JR Office untuk menukarkan JRPASS yang sebelumnya sudah dibeli melalui travel agent di Jakarta, ternyata cukup antri dan udah panik lirik2 jam terus. 5-8 menit mengantri tiba juga giliran saya dan proses penukaran hanya memakan waktu 5 menit. Ngacir deh ke peron yang menuju ke Hiroshima. Karena terburu2 akhirnya agak salah naik kereta, harusnya via Shin-Osaka tetapi naiknya yang Shin-Kobe sebenarnya sama saja kok. Ditengah perjalanan menuju ke Hiroshima ternyata baru kerasa badan cape dan lapar karena kurang istirahat dan makan keliatannya lalu diputuskan secara random untuk berhenti di Nagoya dan cari makan disana. Sibuk tanya2 ke mbah Google bingung akhirnya nanya ke petugas di Stasiun yang menunjukkan arah ke bawah tanah dan ternyata banyak makanan dibawah mulai dari Ramen, Curry Rice dan lainnya. Ini makanan kalo ngga salah pork curry yang rasanya lumayan enak (namanya juga lagi laper apa juga enak ) seharga ¥800an kayaknya . Udah kenyang? Yuk lanjut! Setelah berunding dengan rekan seperjalanan akhirnya diputuskan untuk langsung aja ke penginapan di Kyoto lah, kita cancel aja Hiroshima karena memang waktu itu sudah menjelang sore. Perjalanan dilanjutkan ke Kyoto dan berhenti di Kyoto Station! Nah menurut teman yang sebelumnya pernah menginap di guest house yang sama akan lebih mudah jika kita naik bus ke guest house. Halte bus letaknya disebelah kanan ketika keluar dari pintu stasiun Kyoto, kita naik bus nomor 206 yang berhenti langsung di Higashiyama Sanjo dan jalan dikit menuju ke Guest House Gajyun. Review Guest House Gajyun bisa dibaca disini. Selesai check-in dan masukkin koper ke kamar, saya pun lanjut jalan lagi ke Kiyomizu-dera temple yang terletak ngga jauh dari situ. Walaupun dekat kita tetap harus naik bus lagi sekalian memanfaatkan one day bus pass yang udah kita beli sebelumnya. Jalanan sekitar guest house sangat menyenangkan sekali atau mungkin memang beginilah Kyoto! Hmmm... Naik bus sekitar 5 menitan eh sudah sampai di halte dekat Kiyomizu-dera temple, lanjut jalan kaki 10 menitan untuk mencapai templenya. Jalanannya sangat crowded sekali, mungkin karena waktu itu hari sabtu. Sepanjang jalan menuju ke temple banyak sekali penjual makanan, eskrim, oleh2 dan banyak lagi, sehingga banyak orang yang banyak berjalan pelan dan bahkan mampir untuk berbelanja. Sampai di Kiyomizu-dera ternyata keren banget bangunan dibalut warna orange yang pekat dipadu dengan background langit yang biru. Sayangnya saat itu bunga sakura banyak yang belum sepenuhnya mekar dan ngga banyak yang bisa difoto. Selesai foto2 di Kiyomizu-dera gw kembali turun mengarah pulang lalu tak lama terlihat sign "Kodai-ji Temple" ya udah iseng ngikutin arah panah itu mumpung memang searah ke guest house. Ternyata dijalanan yang menurun itu terdapat 1 pohon sakura yang sangat bagus sekali, bunganya mekar penuh! Keren! Berhenti untuk foto2 sebentar! Jalanan menuju ke Kodai-ji Temple ini sama dengan jalanan sebelumnya yang ada pedagang snack dikanan-kiri jalannya. Saya pun terhenti di toko yang menjual roti goreng, yakkk roti goreng! terlihat sangat enak walaupun rasa aslinya biasa saja haha well, yang penting nyobain deh karena harganya juga ga mahal sekitar ¥100 / 6 pcs. Sampai di gerbang Kodai-ji Temple eh udah gelap! Kaki juga udah lumayan capek, ah ya sudah pulang aja deh ke penginapan. Makan malem kali ini dipersembahkan oleh Lawson yaitu Bento berisi Mie, Nasi dan Katsu2an seharga ¥480. Day 3: Hiroshima Makan pagi di guest house dimulai teng jam 07.00 lalu mandi dan bersiap melakukan perjalanan ke Hiroshima, yes akhirnya jadi juga jalan ke Hiroshima secara dadakan. 09.30 sudah meluncur via Kyoto Station dan naik Shinkansen ke Hiroshima Station. Wooofff wooffff *eh berasa naik kereta uap aja* Perjalanan ini ditempuh selama sekitar 110 menit. Di kereta saya ketiduran dan menyebabkan telat turun di Hiroshima Station, padahal sudah cepat2 berdiri eh begitu mau turun kereta, pintunya nutup karena saya pikir dekat, akhirnya saya berdiri di dekat pintu tapi kok lama ngga sampe2 ya di stasiun berikutnya tetiba dicolek sama ibu2 orang jepang yang memberikan saya duduk, antara ga tega atau saya menghalangi pintu antar gerbong yah :p. Ya sudah deh akhirnya duduk dan sekitar 10 menitan tiba di Yamaguchi Station! Kelewatnya lumayan jauh sekitar 20 menitan ternyata :(. Turun dan pindah jalur untuk arah sebaliknya dan lagi2 menunggu kereta datang sekitar 5 menit. Untungnya disepanjang jalan pemandangannya bagus dan ngga membosankan jadi bisa dinikmati. Melongok keluar Yamaguchi Station ada jalur private dengan kereta berwarna warni berjalan senada dan menurut saya menarik untuk difoto, cuaca pun sedang bagus awan biru. Shinkansen yang saya naiki menuju Hiroshima terasa aneh, kok lebih bagus rapih ya? ternyata salah naik, saya naik yang Nozomi (tidak tercover oleh JRPASS) dan naik di gerbong reserved! 2x salah kalau begini sih. Dengan pede saya jalan dari gerbong nomor 14 ke gerbong nomor 1 dan setiap ketemu kondektur *bener ga sih namanya* saya nyapa aja sambil jalan buru2. Emang rejeki anak sholeh, kondekturnya ga memeriksa tiket atau pun JRPASS saya, alhasil aman turun di Hiroshima! :p. Tiba di Hiroshima sudah pukul 13.00 lewat dan genderang perang di perut sudah berbunyi kencang. Karena ngga tau harus makan apa, saya pun memutuskan menuju ke Atomic Bomb Dome dan mencari makanan disekitar sana saja. FYI di Hiroshima ada city tour bus bernama Mei Puru~pu yang bisa kita naikin secara gratis jika memiliki JR PASS. Informasi lengkapnya disini. Naik bus tersebut memakan waktu 10 menit untuk sampai ke Atomic Bomb Dome. Begitu turun dari bus clingak clinguk cari tempat makan, mau masuk mall tapi kok bosen ya sama makanan mall. Iseng jalan ke gang2 kecil dan nemu tempat tersembunyi didalam gedung lantai 2F, karena di depan gedung tersebut sudah tulis perkiraan harga untuk makan dan masih masuk dengan budget makan harian :p. Lets give it a try! Saya pesan Okonomiyaki dan satu lagi adalah daging sapi yang lupa banget namanya apa but it's suprisingly DELICIOUS! you guys should try when you go to Hiroshima. Perut kenyang hati senang dan siap explore si Atomic Bomb Domenya. Jalan kaki ngga sampai 10 menit kok dari restoran itu ke Bomb Domenya. Sight-seeing di Hiroshima memberikan pengalaman yang sangat menyenangkan untuk saya. Tempat ini bisa dibilang hampir ngga ada turis, semuanya yang saya lihat sebagian besar adalah warga kota tersebut. Mereka menikmati kota dengan hanya duduk2 ditaman, ngobrol dengan teman, ada yang foto2, melukis, naik sepeda dan sesekali ada turis tetapi secara garis besar lokasi ini sepi dan enak dikunjungi. Atomic Bomb Dome ini ternyata sangat dekat dengan Peace Memorial Park, tinggal nyebrang jembatan aja sampai adanya dikiri jalan. Tamannya pun sangat bagus dan tertata rapih. Saya menyempatkan diri untuk berfoto dibangku taman dan menikmati pemandangan sekitar taman. 17.30 waktunya pulang kembali ke Kyoto. Depan Bomb Dome persis ada halte tram, dengan PEDEnya saya ngantri dan siap naik, begitu tram datang dan mau masuk eh eh di tap pake SUICA ngga bisa! begitu lihat logo2 di badan tram ternyata harus menggunakan ICOCA. hahaha. Udah deh, nyebrang balik ke halte bus yang sebelumnya kita naikin dan untungnya lagi saya masih kebagian bus slot terakhir yaitu 17.59 hebat bener deh ontimenya negara ini. fyuuhhhh. Bersambung kesini
  20. 6 points
    eka wibisono

    "CIMON" IGA PENYET MAKYUSS

    Abis libur Lebaran kaya sekarang ini, salah satu yg bikin orang kantoran pusing adalah mencari tempat untuk makan siang. Ya maklum aja deh OB belum standby semua di kantor dan yang jual makanan di sekitar kantor jg masih banyak yang tutup. Mau gak mau deh, terpaksa cari ilham menu makan siang dan kudu jalan beli sendiri. Karena udah gak ada ide, jadilah makan siang hari ini, aku, @Luxia dan salah satu teman berburu makan di daerah Karet, dan pilihan jatuh lagi ke rumah makan CIMON. Kalo denger nama tempatnya, orang biasanya ragu tuh mo icipin menu di Cimon. Tp kalo udh cobain..hmm..pasti pengen balik lg (banyak orang2 kantor sekitar Sudirman, Karet & Kuningan udah lama jadi fansnya CIMON). Untung hari ini, belum byk karyawan kantor yg efekti kerja, jd masih belum terlalu ramai org yg makan di sana (gak perlu antri cari tempat duduk). Berhubung laper berat, jadi lah kami memesan Paket Iga Penyet Goreng (2 porsi), Nasi goreng seafood, Tahu kipas, Cumi bakar dan jamur crispy (hehehe...udh kalap krn laper). Ini dia tampilan pesanan kami (cumi bakarnya gak sempet ke foto krn udah terlanjur masuk perut hehehe) CIMON ini banyak macam menunya antara lain Bakmi Bangka, Soto Betawi, Sop Buntut, Chinese Food, Ayam Penyet dll. Tp Menu CIMON yg banyak dicari orang adalah Iga Sapi Penyet goreng atau Iga Sapi kuah. Untuk urusan rasa boleh deh diadu dengan Iga Penyet "TEKO' atau "LEKKO". Oh iya sebelum Iga Penyet "TEKO" atau Iga Penyet "LEKKO" ada, Cimon ini udah duluan jual menu olahan Iga Sapi lho. Jam operasional: 11.00 - 21.00 WIB (Senin-Minggu). Lokasi Cimon ini di Jl. Prof Satrio No. 18. Strategis bgt lokasinya. Nih petunjuknya kalo mau ke Cimon. 1. Kalo dari arah bunderan HI, masuk ke jl. Sudirman, setelah Gedung WTC belok kiri ke Jl. Prof Satrio arah Mall Ambasador. Telusuri aja terus jl. Prof Satrio, nah setelah lewat pertigaan Karet Pedurenan, langsung deh keliatan tuh lokasinya CIMON yg bersebelahan dengan Warung Sate (pokoke sebelum Mall Ambasador). 2. Kalo dari arah Tebet, ambil jalan ke arah Jl. Sudirman tapi jgn naik ke jalan layang yg langsung ke jl. KH Mansyur), nanti putar balik di bawah jalan layang Karet (deket gedung Sampoerna Strategic) masuk ke Jl. Prof Satrio lagi. Udah gitu ikutin deh petunjuk seperti di No. 1. 3. Kalo dari arah Semanggi, setelah halte Benhil, ambil jalan arah ke Jl. KH Mansyur, puter balik di depan Citiwalk, ambil jalan layang Karet yg ke arah mall Ambasador (jangan ambil jalan layang yg langsung ke jl. Casablanca). Tinggal ikutin deh petunjuk seperti di No. 1. Nih aku kasih liat deh daftar menunya (tp udh aku pilih menu yg jd favorit banyak orang) Untuk harga seporsi Nasi, Iga Penyet goreng (4/ 5 potong tergantung besar kecil iga) dan kuah kaldu sapi dibandrol Rp.50 rb. Dibandingin dengan Teko atau Leko harga masih lebih murah di Cimon, menurut aku sih. Yang bikin mantep Iga Penyet Cimon adalah sambelnya yang pedes tp bikin nagih dan kuah kaldu sapi gratis sebagai pendamping. Mo minta tambah sambel lg, jgn kawatir gratiis pula. Abis kepedesan makan Iga Penyet, boleh jg tuh pesen menu Es-Es an buat mengurangi rasa pedes di mulut. Ini dia pilihannya: Jadi teman-teman yg berkantor di segitiga emas Sudirman atau yg kebetulan lewat di seputaran daerah Karet, kalo belum pernah icipin CIMON, jgn ragu deh cobain makan di sana. Dijamin gak nyesel.
  21. 6 points
    Monfi

    Japan Spring 2016 Travelogue

    Day 6, 14 April 2016 Subuh-subuh sekitar pukul 04.35 aku sampai juga di Takayama. Horeee.. Untunglah bus yang aku naikin lumayan nyaman, jadi masih sempet untuk tidur. Karena masih pagi banget dan udaranya dingin, aku menghangatkan badan dulu di ruang tunggu Stasiun JR Takayama. Sebenernya mau ngapain sih ke Takayama? Justru tujuan utama dari trip ini ya untuk ikut menyaksikan salah satu festival terindah di Jepang, yaitu Takayama Spring Festival. Takayama Spring Festival Sebelum lanjut bahas tentang festivalnya, mungkin ada baiknya kita kenalan dulu sama kota Takayama. Sumber : www.hida.jp/english Takayama merupakan salah satu kota yang berada di daerah Hida, Prefektur Gifu, Chubu Region. Lokasinya sendiri berada di daerah pegunungan di tengah-tengah Pulau Honshu. Takayama sering disebut sebagai Hida-Takayama karena untuk membedakan dengan Takayama lainnya yang ada di Jepang. Bagi teman-teman yang suka daerah terpencil dengan suasana pedesaan yang asri, Takayama merupakan daerah yang tepat untuk dikunjungi. Perlu diperhatikan karena letaknya di daerah pegunungan, suhu di daerah ini bisa lebih dingin dibandingkan daerah lainnya, bahkan pada saat musim semi. Sejak dahulu daerah ini terkenal sebagai penghasil kayu yang berkualitas. Didukung dengan keterampilan penduduknya, Takayama menghasilkan banyak kerajinan tangan yang sangat indah, beberapa diantaranya bisa dilihat pada festival ini. Selain itu, di Takayama kita dapat menikmati kelezatan Hida Beef, yang kualitasnya tidak kalah dengan Kobe Beef. Takayama Festival diadakan dua kali dalam satu tahun, yaitu pada saat musim semi (tanggal 14-15 April) dan pada saat musim gugur (tanggal 9-10 Oktober). Spring Festival diselenggarakan oleh Hie Shrine (dikenal pula sebagai Sanno-sama), sedangkan Autumn Festival diselenggarakan oleh Hachiman Shrine, sehingga sering kali Spring Festival disebut sebagai Sanno Festival, dan Autumn Festival disebut sebagai Hachiman Festival. Kedua festival memiliki kesamaan dalam jadwal dan kegiatan yang dipertunjukkan. Perbedaannya ialah untuk Spring Festival skalanya lebih besar dibandingkan Autumn Festival, dengan jumlah replika kuil / float / yatai yang dipamerkan berjumlah 12 yatai (Spring Festival) dan 11 yatai (Autumn Festival). Untuk macam jenis yatai yang ditampilkan pun berbeda, sehingga suasana yang dirasakan pasti juga akan berbeda. Mengenai Spring Festival, kegiatan ini sudah diadakan sejak tahun 1690-an, dan sejak tahun 1700-an, yatai mulai dipertunjukkan. Selain yatai yang sangat extraordinary, banyak kesenian lain yang sangat menarik untuk diikuti, seperti pertunjukan Karakuri / marionette serta musik dan tarian tradisional. Berikut merupakan jadwal Spring Festival di Tahun 2016: 14 April 2016 09.30-16.00 Floats / yatai dipertunjukkan di lokasi berikut: delapan yatai di Shinmei-cho Street dan empat yatai di dekat Nakabashi Bridge 11.00-11.50 Pertunjukkan Karakuri / marionette di Otabisho, dekat Nakabashi Bridge 13.00-16.00 Prosesi Festival dimana portable shrine dipindahkan dari tempat penyimpanannya untuk kemudian dipertunjukkan 15.00-15.50 Pertunjukkan Karakuri / marionette di Otabisho, dekat Nakabashi Bridge (sama seperti pertunjukkan jam 11.00) 18.30-21.00 Night Festival, dimana dua belas yatai akan diarak keliling kota, dimulai dari Kamiichinomachi Street, kemudian Yasugawa Street, hingga ke Honmachi Street. 21.00 Yatai disimpan kembali ke tempat penyimpanannya 15 April 2016 09.30-16.00 Floats / yatai dipertunjukkan di lokasi berikut: enam yatai di Sanmachi Street, dua yatai di Honmachi Street, dan empat yatai di dekat Nakabashi Bridge 10.00-10.50 Pertunjukkan Karakuri / marionette di Otabisho, dekat Nakabashi Bridge (sama seperti pertunjukkan hari sebelumnya) 12.30-16.00 Prosesi Festival dimana portable shrine dipindahkan dari tempat penyimpanannya untuk kemudian dipertunjukkan 14.00-14.50 Pertunjukkan Karakuri / marionette di Otabisho, dekat Nakabashi Bridge (sama seperti pertunjukkan jam 10.00) 16.00 Yatai disimpan kembali ke tempat penyimpanannya Perlu diketahui bahwa Night Festival hanya akan diadakan di tanggal 14 April, sehingga bagi teman-teman yang tidak dapat mengikuti Festival selama dua hari, aku sarankan untuk lebih memilih hadir di tanggal 14 April dan menginap semalam di Takayama. Untuk coin locker tersedia di dekat Stasiun JR Takayama atau di dekat Nohi Bus Center. Jika cuaca tidak mendukung, maka yatai hanya akan dipertunjukkan di setiap Festival Float House / tempat penyimpanannya. Namun jika hujan turun sangat deras, maka sayang sekali yatai tidak dapat dipertunjukkan. Bagi teman-teman yang tidak sempat untuk hadir pada kedua festival diatas, dapat menikmati keindahan empat dari sebelas yatai Autumn Festival di Takayama Yatai Kaikan (08.30-17.00 Mar-Nov dan 09.00-16.30 Des-Feb, 820 yen). Untuk menyaksikan pertunjukan Karakuri / marionette dapat mengunjungi Karakuri Museum (09.00-16.30, 600 yen). Selain Festival, banyak tempat-tempat di Takayama yang menarik untuk dikunjungi. Ada Miyagawa Morning Market (07.00-12.00 Apr-Okt, 08.00-12.00 Nov-Mar), Hida Folk Village (08.30-17.00, 700 yen), daerah Old Town Takayama yang masih well preserved, dan juga tempat-tempat lainnya. Satu hal lagi yang perlu diingat untuk penginapan di Takayama pada saat diadakannya festival harus dipesan sejak jauh-jauh hari. Aku sendiri sudah mulai pesan sejak 6 bulan sebelumnya. Kalaupun separah-parahnya nggak dapet penginapan di Takayama, bisa dicoba di daerah dekat Takayama, seperti Hida-Furukawa, Gero Onsen, Toyama, atau Takaoka (cuman musti naik kereta dulu untuk sampai ke Takayama). Sampai disini dulu semuanya.. Lanjut lagi di postingan berikutnya mengenai Shirakawago dan Desa Ainokura.. Sepertinya Takayama populer di kalangan orang Eropa Ruang tunggu Stasiun JR Takayama Takayama Spring Festival
  22. 5 points
    Welcome to Labuan Bajo! Teman-teman pasti dah sering dengar kan nama Labuan Bajo (selanjutnya disebut “Bajo”) yg merupakan tempat persinggahan utk menuju Pulau Komodo & sekitarnya. Bajo itu merupakan kota kecil yg unik viewnya lho krn terdiri dari bukit-bukit dan pantai. Karena terletak di tepi pantai, cuacanya panass bgt, jd harus rajin2 oles sunblock kalo muka gak mau gosong hehehe... Kota kecil ini terletak di pantai barat Pulau Flores, makanya Bajo merupakan salah satu pintu masuk ke Pulau Flores juga. Oh iya kalo teman-teman mo overland ke Desa Waerebo (desa adat yg terkenal di Kab. Manggarai) - Danau Kelimutu-Ende, start perjalanannya dari sini juga.Bajo ini kotanya kecil, relatif sepi tp cukup aman dan penduduknya ramah2 banget. Luas Bajo hanya sekitar +/- 10 km. Jd kebayang kan, muterin kota Bajo ya ketemunya disitu-situ lg. Untuk akomodasi, biar kota kecil tp hotel yg tersedia banyak lho dari hotel berbintang sampai hotel backpacker. Untuk tempat makan dan nongkrong, paling banyak di jalan utama Soekarno Hatta, pilihannya ada beberapa Resto Italia, Warung Mama, café es krim Scooperific, dan warung2 kecil. Di sekitar pelabuhan, ada rumah makan Padang & warung bakso . Kalo malam hari sih gak usah kawatir cari makan karena byk warung makan seafood di daerah Kampung Ujung & seafoodnya fresh tapi harganya gak murah2 bgt sih. Nah kalo gak doyan seafood, ada juga penjual sate ayam di antara warung2 seafood, dengan harga Rp. 25 ribu per porsi (10 tusuk ) dan jgn kaget ya krn bentuk sate ayamnya kecil2 bgt. Info yg penting bgt, teman-teman yg berkunjung ke Bajo, sebaiknya membawa uang cash yg agak banyak krn toko-toko, mini market, hotel-hotel yg tidak berbintang hanya menerima pembayaran tunai. Dan jumlah ATM yg tersedia terbatas bgt hanya ada ATM Mandiri, BNI dan BRI. Utk ATM BCA, jgn harap nemuin deh krn bank BCA gak ada di sini hehehe… Tp jgn kawatir, pemegang kartu ATM BCA bisa kok ambil uang di mesin ATM Mandiri atau BNI. Oh iya utk supermarket & toko souvenir yg besar atau hotel berbintang hanya menerima kartu kredit/kartu debit Mandiri atau BNI. Gak panjang lebar lagi deh, aku mulai berbagi cerita pengalaman mengexplore Bajo. Berhubung harga tiket Jakarta-Labuan Bajo-Jakarta lumayan mahal (+/- Rp. 3,9 juta), jd setelah mengikuti trip Komodo pada tgl. 5-7 Mei 2016, aku, @Luxia, @Dimaz dan 1 orang teman extend di Labuan Bajo selama 1 hari (tgl. 8 Mei 2016). Jauh-jauh dr Jakarta, kami pengen tau dong ada obyek wisata apa aja sih di Bajo. Untuk penginapan selama di Bajo, kami pilih menginap di Komodo Lodge Hotel. Hotelnya nyaman, bagus dan strategis lokasinya. Mo ke Pelabuhan, ke jl. Soekarno Hatta yg merupakan jalanan utama di Bajo, bisa ditempuh dgn jalan kaki. Utk harga kamar, berhubung kami book via Agoda, harga kamar yg didapat adalah Rp. 457.200 per malam (kalo book langsung harga kamar +/-Rp.550rb). Fasilitas yg didapat breakfast utk 2 org, kamar AC, WIFI tapi No TV di kamar. Mau penginapan yg lebih murah, ada jg kok seperti Pagi Hotel, Hotel Pelangi, Penginapan Indahnesia dll dengan kisaran harga Rp.100rb – Rp.300 rb. Untuk keliling kota Bajo ini kami ber 4 memutuskan untuk sewa mobil spy dpt semua obyek wisata yg mo diliat. Ada alternative lain sih kalo gak mau sewa mobil, yaitu sewa ojek motor. Nah ini jg salah satu keunikan di Bajo, ojek motor banyak bgt yg bisa disewa untuk anter keliling Bajo, dgn sensasi sedikit dag..dig..dug.. sedap krn jalanan di Bajo kan berkelok-kelok naik turun bukit. Oh iya ojek motor ini bisa lho anter kita ke Bandara Komodo dgn biaya rata-rata Rp.20 rb (dianter sampe ke dalam bandara, pas depan pintu masuk keberangkatan, asiik kan). Atas rekomendasi Rubi (TL Indahnesia), kami menghubungi Pak Melki (HP:081339524272) utk urusan sewa mobil. Untuk sewa mobil Avanza selama 8 jam, harga yg dipatok adalah Rp.500rb. Untuk antar ke Bandara Komodo, biaya sewa mobil adalah Rp. 60rb. Di Bajo ini obyek wisatanya lumayan banyak dan menarik, ada wisata gua, air terjun, pantai. Untuk lokasi wisata air terjun yg terkenal adalah Air Terjun Cunca Wulang & Cunca Rami. Sebetulnya pengen jg ke tempat lokasi air terjun tp gak jadi, berhubung kondisi kami sudah kecapean stelah Trip Komodo, nyerah deh kalo harus trekking ke air terjun krn lumayan jauh jg trekkingnya. Setelah berembuk, kami memutuskan ambil rute yg gak terlalu cape. Nih rute yg kami ambil: Goa Batu Cermin Goa Batu Cermin terletak di pinggiran kota Bajo. Dgn berkendaraan mobil, waktu yg ditempuh dari penginapan kami cuma 15 menit. Untuk memasuki kawasan Goa Batu Cermin, kita hrs membayar tiket masuk sebesar Rp.20 rb per orang ( sudah termasuk biaya guide). Untuk menuju lokasi Goa, dari parkiran mobil, kita harus berjalan kaki sekitar 300 meter dan melewati rangkaian pohon bamboo yg menarik. Nih sedikit cerita ya mengenai Goa Batu Cermin. Goa ini ditemukan oleh seorang pastor sekaligus arkeolog dari Belanda yaitu Theodore Verhoven pd thn 1951. Di goa ini ditemukan tanda-tanda goa ini berasal dari dasar lautan jutaan tahun lalu. Ada buktinya lho, ada fosil yg berbentuk kura-kura, ikan dan batu karang. Kenapa bisa disebut Goa Batu Cermin? Hal ini disebabkan ada lubang di bagian atas goa yg merupakan jalan masuk cahaya matahari ked lm goa. Nah sinar matahari yg masuk ini, memantul di dinding batu dan mereflesikan bayangan seperti cermin. Untuk memasuki goa ini kita akan dipandu oleh pemandu yg disediakan oleh pengelola dan kita diwajibkan menggunakan helm. Yuuk kita mulai masuk ke dalam goa. Dari jalan masuk, kita akan berjalan melalui lorong2 yg sempit & kadang2 harus jongkok utk melalui lorong itu (kalo gak jongkok ya lumayan kepala bisa kepentok sama batu krn memang rendah bagian atas lorong). Setelah berjalan sekitar 10 menit, sampe deh kita di ruangan goa yg agak luas utk melihat fosil binatang laut seperti ikan di bagian langit2 gua. Setelahnya kita akan diajak masuk lorong sempit lagi, untuk melihat fosil berbentuk kura-kura, batu yg berbentuk “Bunda Maria” (sebutan org beragama Katolik utk Ibunya Nabi Isa), fosil berbentuk karang laut dan akhirnya sampai ke bagian gua, dimana ada lubang tempat sinar matahari masuk ke dalam gua. Sayang sekali kami tidak dapet moment ‘cahaya matahari masuk ke dalam goa” Menurut pemandu kami, waktu yg tepat adalah sekitar jam 12 siang. Ya sudahlah memang belum jodoh hehehe… Nih penampakan kalo mau liat cahaya matahari pas masuk ke lubang gua (foto diambil dari Google). Setelah selesai mengexplore goa, puas-puasin deh foto2 di luar goa yg gak kalah menarik jg lho buat obyek foto. Setelah puas melihat2 di sekitar goa, hari sudah lumayan siang jg dan perut sudah minta diisi nih. Di area parkiran ada sih rumah makan, tp kurang menarik. Jadi kami memutuskan utk balik ke tengah kota Bajo utk makan siang. Rumah makan yg lumayan oke rata-rata terletak di Jl. Soekarno Hatta yg merupakan jalanan utama di Bajo. Sebelum makan siang, kami sempat mampir sebentar tuh di daerah pelabuhan krn mau beli oleh2 ikan asin khas Bajo yg kata orang enak yaitu ikan Cara. Harga ikan asin Cara dibandrol Rp.25 rb per kg. Selain ikan Cara, ada jg ikan asin yg unik krn kulitnya berwarna hijau dng harga Rp. 40 rb per kg. Kalo orang local Bajo nyebutnya Ikan Mojong, tp nama umumnya adalah Ikan Kakaktua. Dan terbukti memang enak ikan asinnya Untuk makan siang, kami pilih Warung Mama yg terletak di jalan Soekarno Hatta. Tempatnya bersih, nyaman dan dapat bonus cuci mata lho yaitu sambil makan kita bisa melihat view laut dan pelabuhan. Tp jgn kaget ya krn harga makanan agak mahal. Seperti ayam goreng harga Rp.25rb per potong, Rendang Rp.22 rb per potong, Tempe orek Rp. 7 ribu per porsi. Rata-rata makanan yg dijual di Bajo memang agak mahal sih krn mereka hrs mendatangkan bahan makanan dari luar Labuan Bajo, bahkan ada bahan makanan yg didatangkan dari Surabaya, Bali dan Lombok. Nah di Warung Mama ini rasa masakannya oke sih. Dan yg paling enak adalah nasi merah, masakan cumi dan ikan balado. Stelah perut kenyang, kami lanjut deh ke Pantai Waicicu. Pantai Waicicu. Pantai yg kami kunjungi ini terletak di kawasan Silvia Resort. Tenang aja, orang luar boleh kok masuk ke dalam kawasan resort ini dan gratis. Byk bule lho yg menginap di sini, tp yaah agak kecewa sih, krn pantai yg kata orang bagus, ternyata gak sebagus yg dibayangkan. Pantainya agak kotor dan gak istimewa. Setelah liat2 sebentar, kami segera cabut ke tujuan berikutnya yaitu Bukit Silvi. Nih dia pantainya. Setelah liat2 sebentar, kami segera cabut ke tujuan berikutnya yaitu Bukit Silvi. 3. Bukit Silvi. Bukit Silvi ini terletak bersebrangan jalan dgn pintu masuk Silvia Resort. Untuk melihat viewnya, mau gak mau kita harus trekking dikit ke puncak bukit. Tenang aja gak curam kok, yg bikin mantep sinar mataharinya itu lho, panasnya poll bikin kulit gosong hehehe. Tp view yg kita liat sebanding deh sama penderitaan kejemur matahari. Baguss bgt viewnya. Setelah puas foto-foto, saking kepanasan, kami memutuskan utk cari minuman yg bikin seger stelah kejemur matahari. Jadi kami pergi deh ke cafe es krim “Scooperific” yg terletak bersebrangan dengan Warung Mama. Gak nyangka kan di kota sekecil Bajo, ada tempat ngadem yg jual es krim gelato kaya di Jakarta gt. Tempatnya kecil tp nyaman deh kalo buat duduk santai abis panas2 an kejemur matahari. (foto tampilan depan cafe "Scooperific" diambil dari Google) Gelato yg dijual byk macamnya lho dan ada menu lain yg bisa kita pesan seperti crepes dll. Tapiii, jgn kaget ya krn harga yg dibandrol utk gelato dan makanan lainnya hampir sama dgn harga di Jakarta. Nih tampilan es krim kami. Abis puas ngadem, kami lanjut lg deh ke tempat berikutnya yaitu Pantai Pede. 4. Pantai Pede Nah pantai Pede ini merupakan pantai umum, tempat penduduk local Bajo bersantai-santai. Untuk viewnya lbh bgus sih dr pada Pantai Waicicu, tp sayang pantai Pede ini kurang terjaga kebersihannya juga. Setelah puas liat-liat sebentar, cepet2 kami cabut ke tujuan terakhir kami yaitu Bukit Cinta utk melihat sunset. 5. Bukit Cinta Jarak dari Pantai Pede ke Bukit Cinta gak terlalu jauh kok, Cuma 10 menit dah sampe. Kenapa disebut Bukit Cinta? Kata orang sih krn tempatnya romantis pas sunset, cocok deh buat pasangan yg sedang jatuh cinta hehehe. Nah utk liat sunset, mau gak mau kita hrs trekking dikit naik ke atas Bukit Cinta. Hehehe… selama di Bajo pegel jg kaki krn trekking melulu (mengingat selama Trip Komodo kita dijejelin acara trekking tiap hari). Trekking di Bukit Cinta ini lbh curam dikit dibanding di Bukit Silvi, tp gak tinggi kok. Jalan aja pelan-pelan, gak berasa sampe kok di puncak bukitnya. Pas kami sampe di atas bukit jam 5 sore, ternyata lumayan byk orang lho yg udah nongkrong disana buat nunggu moment sunset. Nah view dr atas Bukit Cinta ini agak unik krn kita bisa lihat pesawat naik dan turun di landasan Bandara Komodo + pemandangan laut. Pas bgt, gak lama setelah sampe di atas, moment yg ditunggu-tunggu mulai deh. Waduuh… memang bener, baguuss banget moment sunsetnya. Gak nyesel deh bela-belain ke sini. Berhubung pd tgl. 7 malam kami sudah icip-icip seafood di Kampung Ujung, nah utk makan malam tgl. 8 ini, kami pilih icip-icip ke resto Italia “MadeInItaly” yg namanya cukup populer diantara traveler. Bukannya gaya lho kami pilih makan disini, tp penasaran pengin icip-icip krn ada rekomendasi dari seorang teman kalo makanannya enak & tempatnya nyaman utk ngobrol. Ini dia makanan yg kami pilih. Utk harga lumayan mahal tp sebanding sih sama rasanya dan berhubung patungan jd gak berasa mahalnya hehehe. Oh iya kalo teman-teman mo bawa oleh-oleh khas Bajo selain ikan asin ada juga Kopi Flores (yg kata orang enak). Untuk toko oleh-oleh yg lengkap dan kualitas barang yg bagus, sebaiknya teman-teman pergi ke toko Souvenir Exsotic yg lokasinya berseberangan dgn Bandara Komodo. Nah teman-teman akhirnya selesai juga deh acara explore Bajonya dan esok harinya (tgl. 9 Mei) kami ber 3 harus berpisah dgn Dimaz utk kembali ke kota kami masing-masing. Sampe ketemu lg di trip berikutnya.
  23. 5 points
    Tempat melepas lelah... alias Penginapan bagi saya agak penting sih kalo di takayama, karena sayang bgt kalo udah jauh jauh kesini dan ga nyobain sama yg namanya RYOKAN (penginapan bertema tradisional jepang dgn tataminya) Hal kedua yg saya incar dari jakarta adalah ONSEN apa sih onsen? nah di jepang ini banyak bgt pemandian air panas yg diambil dari air mata gunung nya. Kandungannya bedabeda, mau yg buat kulit halus? atau kesehatan? atau penghilang lemak? penguat tulang? wah banyak bgt deh fungsinya. Tempat saya menginap ini kebetulan menggaet kedua kriteria sayaaaah RYOKAN lengkap dgn ONSEN nya. Nama Penginapan saya HARI 1 TAKAYAMA adalah Takayama Kanko. iya sih memang mahal tempatnya ehehehehhe.. tapi ini termasuk ryokan yg lumayan murah di daerah ini. saya suka sekali dgn letaknya yg di atas bukit takayama. sisanya lebih banyak di Takayama Old town. keunggulan penginapan ini adalah kita bisa minta jasa dijemput di stasiun kereta secara gratis hehehe. minusnya adalah.. penginapan ini jauh dari mana mana, jadi usul, bawa makanan ya utk keperluan kalo lapar, kecuali memang mau mengeluarkan uang lebih untuk makan malam dan sarapan. penting : kebanyakan penginapan di jepang tidak menyediakan sarapan dan makan malam yg termasuk di pembayaran awal. jadi kalo menginap, ya kita hanya bayar penginapan aja sarapan beli lagi, makan malam malah bisa 3x lipet harganya. (GLEK). yuk intip kaya gimana sih si KANKOKimono dan tempat tidur di tatami sudah disiapkan dgn rapih oleh pihak penginapan. hmmmmmm... pemandangan dr luar penginapan. eyegasm bgt... badan pliket jd mari kita... ONSEN! onsen yg dimilikin si penginapan ini ada 8 kalo ga salah WOHOOOoo.. dari yg publik sampe yg private dia punya. dan kita bisa milih pemandangannya, ck ck ck amazing. Utk malam hari saya milih private onsen dgn pemandangan kota takayama Mandi udah... laper iyaah.. oks langsung Mari kita bahas tempat makan enak di Hida TAKAYAMA, apalagi kalo bukan Hida Beef saudara saudara. Hida Beef ini sudah dibahas sedikit waktu post saya di shirakawago ya. Daging sapi yg digunakan hanya menggunakan Sapi yang di ternakkan di Takayama ini. Yang katanya hanya memakan tumbuhan pilihan dan dipantau bgt perkembangannya. psssst... kata peternaknya sih si sapi tiap hari disikatin bulunya, disayang sayang supaya ga stress dan akhirnya menghasilkan daging Wagyu Jepang yg berkualitas tinggi. ( yatalaaaaaaam repotnyooo) tanya tanya pihak penginapan dan juga cek si trip advisor, akhirnya hida beef restaurant jatuh ke restaurant kyoya. Perjalanan dr penginapan ke kyoya lumayan aga jauh, jalan kaki skitar 20 menit, kalo ada uang lebih naik taxi jg bisa. paling sekitar 100rb ehehehe. Sesampainya di kyoya, tempat sudah penuh sekali. good sign nih ehehhe, cuman rada deg deg an liat menunya. Makan malam kan pasti harganya selangit. cek cek ternyata dia menyediakan paket yg lumayan terjangkau dompet saya. sekitar 3500 yen sudah full set. Yuk Makaaaaaan tampilan si wagyu Hida Beef yang penuh marmer lemak itchuuuuuuuuuh... (nulisnya sambil nelen ludah..) sayurnya pun semuanya ga ada yg pahit, manis semanis manisnya. kok bisa ya??? Ga pake lama si chef nya pun tiba2 nyamperin saya. " halo lovely.. where r u come from?" saya " Indonesia" chef "ah Halooo selamat datang...kabar baik?" saya "eh........ baiiiiik ahahahahaha" ternyata dia bisa sedikit bahasa indonesia ahahahaha. ngobrol sebentar dan dia langsung berceloteh, dia senang sekali dgn orang indo krn ramah2 dan biasanya pengunjungnya memang kebanyakan solo traveler. iiiih seneng bgt. akhirnya saya percayain aja deh pesenan saya ke dia. secepet kilat dia langsung menaruh bara arang depan saya dan menyiapkan set makan malam yg menghipnotis mata dan indra perasa. ini dia nih yg juara, menu andalan takayama, hida beef yg dimasak di atas daun khusus (daun ini hanya ada di takayama) aroma yg dikeluarkan dr daun ini menurut saya sedikit seperti bau kopi terbakar. ketika daging dan bumbu khas diletakkan diatas daun.. Aromanya langsung bikin saya shock. Haruuuuuuuummmm. daging hanya dimasak sekitar 30 detik aja, ambil dan tanpa bumbu meluncur ke mulut.. cessssssssssssss lumeeeeers ga ada kata yg bisa gambarin perasaan saya waktu itu. maklum udah seharian hanya makan mochi dan nasi kepal ahahahaha. Chef... dirimu berhasil membuat lidah saya berdansa. Harus diabadikan nih foto sama dia. super ramaaaaaaah, i will be coming back for sure. Pagi Hari saya memutuskan utk mencoba ONSEN publicnya, dan YES fav saya jatuh ke pemandian Public Onsennya. Berhubung datang di low season, si onsen ga ada yg mandiii (asiiiik) jadi satu kolam panas mata air mineral hanya untuk saya aja.. pemandangannya... batu kali bertebaran dan kuncup sakura dgn sedikit salju di perbukitan takayama memanjakan mata dan badan ( berasa kaya mimpi ) suhu takayama pagi itu sekitar 6 drajat aja. mata air 42 derajat. saran.. bawa handuk kecil basah dan taruh diatas kepala (supaya panas badan ga cepet naik) mencegah ga overheat yg akhirnya bisa bikin pusing. Berendem di Onsen juga jgn lama lama yaah ahahahaha, 15 menit cukup. kalo ga bisa mual dan pusing (bawa air putih). Ga usah bawa sampoo dan sabun, disini semua disediain. kita bisa bilas di pemandian indoor nya. cuman ya gitu.. ga usah tengok2 kanan kiri, bisa diliat kan mandinya bareng ahahaha psssst... sampo sabunnya enak bgt rambut dan kulit langsung lembut seketika (buat cewe penting ini ahaha) sampe masker kolagen masker lulur masker facial dan vitamin2 lainnya lengkap disediain disini. gratisss... Sekarang mari kita nikmatin sarapan dan segelas ochaaaa wuihiiii dapet si hida beef on a takayama leaf lagiiiii. Uniknya, setiap meja disediakan secara personal, penuh dgn detail detail printilannya. Membutuhkan sekitar 5 menit bagi mreka utk menyediakan meja penuh dgn full set sarapan. Ngeliatnya aja udah bikin ga pgn makan.. sayang soalnya tertata rapih bgt ahahaha.selesai makan nge "halu" dulu di lantai 2. view nya terlalu sayang utk dilewatkan soalnya. puas mandi2 an, packing dan akhirnya diantar dgn shuttle bus mreka ke stasiun bus takayama, daaaaan saatnya saya me review penginapan ke 2 HARI KE 2 TAKAYAMA.PENSION HIDA NO MORI Saya memilih penginapan Hostel bertema itali ini krn rate nya di agoda yg mendapat nilai perfect! dan benar aja.. saya pun dijemput di stasiun bus takayama oleh keiko dan suaminya. Mreka berbaik hati mengambil koper saya dan mempersilahkan saya utk keliling takayama hida folk village agar menghemat waktu. owww owww i'm falling in love already ehehehe. Setelah saya menikmati hida folk village, mreka pun menjemput saya lagi di stasiun bus takayama. perjalanan memakan waktu skitar 20 menit utk ke penginapan. 5 menit terakhir berhasil membuat saya excited! krn kami memasuki hutan! dan YUP penginapan hostel ini berada ditengah rimbunnya takayama forest malam hari sekitar pukul 7 malam saya gunakan utk jalan jalan sebentar melirik suara semilir Takayama forest. Suhu menunjukkan ke angka 5 derajat, tapi entah kenapa saya ga merasa dingin (mungkin terlalu seneng anaknya ahahahha) wara wiri naik turun setapak hutan sekitar 30 menit sambil bawa bawa tongsis ceprat cepret sampe puas. Sesampainya di dalam hostel, saya langsung manteng di depan tungku pemanas yg vintage hitam itu. minum ocha hangat sambil baca majalah dan ditemani dgn suara kayu yg terbakar api dan music jazz ...3 jam saya betah disini.. kalo bisa tidur disini kayaknya langsung bawa guling deh ahahahaha. Pagi Hari disambut dgn bau sarapan yg bikin perut kroncongan. karena saya harus check out early (pgn eksplore takayama old town market) saya request utk early sarapan juga. Suami keiko sebagai chef menyanggupi keinginan saya utk menyediakan sarapan pukul 7 pagi dan mengantarkan saya ke stasiun pukul 8 nya. sambil menunggu sarapan dibuat, saya manteng lagi depan tungku ajaib ini (aseli nyaman bgt duduk depan tungku) 'miss Marizuka.. ur breakfast is ready' wuihiii... langsung duduk manis deh... ga sabar krn berdasarkan review trip advisor dan traveler lain, masakan disini memang enak bgt. Tapiiii tiba tiba ada yg janggal, saya merasa dagingnya kok terlalu merah, dan yup its PORK. lemes langsung... "excuse me.. so sorry... i dont eat pork, will you be kind change to anything you have?' ryo (nama chef and owner kalo ga salah) langsung pucet dan cepat2 mengangkat piring saya "so sorry i didnt ask you before miss" saya terharu dia langsung ke dapur dan langsung buka kulkas seperti kebingungan mau menyediakan apa, selama menunggu keiko menyediakan saya Latte Hida Milk dgn brown Sugar. yaaah... lumayan lah yah daripada perut keroncongan.. pas di Sip.. ASTAGAH ini susu kok enaaaak bgt (hadeuh langsung pusing) slight langsung meluncur ke tenggorokan ga ada seret2 nya. psssst.... langsung minta tambah 3 gelas ahahahaha ga bersisaaaaaah. best MILK EVER! yang pernah saya coba.. duh nih si sapi hida bisa dibawa pulang ga sih ahahahhaa. 15 mnt kemudian dateng deh sarapan alakadarnya. sempet sedih karena melirik meja sebelah kok ada daging merahnya dan saya cuman sayuran doang dan sup tomat. Tanpa ekspetasi tinggi, yaudah makan aja daripada nanti kelaperan.. paling ya gitu rasanya, kaya rumput ama telor. Tapiiiiiiii.... YuP saya salah lagi... ini sarapan enak se enak enaknyaa,,, ga ngerti dia pake apaan. apa krn fresh pick vegie atau dressingnnya atau apanya deh. ampunnnnn enaknya...
  24. 5 points
    Monfi

    Japan Spring 2016 Travelogue

    Day 9, 17 April 2016 Jam 8 pagi aku sudah bersiap untuk menuju Stasiun Dentetsu Toyama. Saat itu cuaca agak kurang mendukung dimana angin berhembus kencang dan hujan rintik-rintik. Di stasiun ini aku membeli tiket Full Route dari Dentetsu Toyama – Shinano Omachi dengan total harga 10,850 yen (berlaku dalam waktu 5 hari, one way). Perinciannya ialah sebagai berikut: Dentetsu Toyama – Ogizawa : 9,490 yen Ogizawa – Shinano Omachi : 1,360 yen Sumber : http://www.alpen-route.com/en/transport_new/fares.html Note : Jika teman-teman sudah membeli JR Pass apapun, maka dapat membeli Tateyama Kurobe Option Ticket (berlaku dalam waktu 5 hari, one way) yang dijual mulai tanggal 16 April - 9 November 2016 dengan harga 9,000 yen. Untuk lebih jelasnya dapat diakses ke sini. Kesalahanku disini ialah karena kurang cari info maka aku nggak beli option tiket ini, padahal sebelumnya aku sudah membeli JR Tokyo Wide Pass. Lumayan banget bisa hemat 1,850 yen.. Tateyama Kurobe Option Ticket Sumber : http://www.jrtateyama.com/e/ Untuk tahun 2016, jadwal dibukanya Tateyama Kurobe Alpine Route adalah sebagai berikut: Full Route (Dentetsu Toyama – Shinano Omachi) : 16 April - 30 November 2016 Partial Route (Dentetsu Toyama – Midagahara) : 10 - 15 April 2016 Rute ditutup pada tanggal 1 Desember 2016 - 9 April 2017 Sebagai gambaran tabel dibawah ini merupakan informasi suhu di daerah Murodo (lokasi tertinggi di Tateyama Kurobe Alpine Route): Beberapa atraksi yang menarik di sini: Snow Wall Walk (Yuki no Otani) di Murodo Station Square: 16 April - 22 Juni 2016 (weekdays 10.00-15.15, weekend 09.30-15.15) Panorama Road : 16 April – 8 Mei 2016 Snow Maze : 11 - 31 Mei 2016 Snow Slide : 3 - 22 Juni 2016 Exhibition of large snow sculptures : 11 – 22 Juni 2016 Discharging of water at Kurobe Dam : 26 Juni - 15 Oktober 2016 Di Stasiun Dentetsu Toyama terdapat layanan pengiriman luggage ke Shinano Omachi (diambil di Alps Roman Kan, di dekat Stasiun JR Shinano Omachi). Barang dapat di drop off pada waktu keberangkatan kereta pertama hingga pukul 09.30, dan dapat diambil pada hari yang sama pada pukul 15.30-18.00. Selain Stasiun Dentetsu Toyama, layanan pengiriman luggage juga terdapat di beberapa tempat lain. Untuk lebih jelasnya dapat diakses pada link berikut. Nah, mari kita mulai cerita mengenai perjalanan kali ini.. Informasi mengenai Murodo pada saat itu Stasiun Dentetsu Toyama ke Stasiun Tateyama (Toyama Chiho Railway Tateyama Line) Sebelum naik kereta kami harus antri terlebih dahulu. Pada saat mengantri aku bertemu dengan rombongan traveller dari Indonesia. Dikarenakan padatnya itinerary tujuan mereka hanya partial route saja sampai Murodo, sehingga kami nggak sempat jalan bersama. Kereta pun baru diberangkatkan setelah menunggu cuaca sedikit membaik. Diperlukan waktu kurang lebih 60 menit untuk sampai ke Stasiun Tateyama. Stasiun Tateyama ke Bijodaira (Tateyama Cable Car) Perjalanan dari Stasiun Tateyama menuju ke Bijodaira (1.3 km) memerlukan waktu sekitar 7 menit. Cable car akan membawa kita naik 502 meter dengan kemiringan 24 derajat. Semula aku dijadwalkan untuk naik cable car sekitar pukul 10.40, namun dikarenakan ada delay maka aku baru bisa naik jam 11.20. Dan.. disini aku dapat kabar buruk dong teman-teman, kalau hari ini kegiatan Snow Wall Walk / Yuki no Otani ditiadakan.. Bijodaira ke Murodo (Tateyama Highland Bus) Perjalanan dengan bus dari Bijodaira ke Murodo (23 km) memerlukan waktu sekitar 50 menit. Antrian bus di Bijodaira dibagi menjadi dua, yang pertama ialah yang langsung menuju Murodo dan yang kedua bagi yang berminat untuk berhenti di Midagahara maupun Tengudaira. Mayoritas traveller memilih antrian pertama, sedangkan antrian kedua kosong. Karena aku tipe yang nggak mau rugi, aku antri di antrian kedua, udah bayar mahal-mahal masa dilewatkan begitu aja. Disinilah aku bertemu dengan dua orang traveller dari Malaysia, dimana kami berpetualang bersama hingga Ogizawa. Kira-kira hanya 5 orang yang mengantri di antrian kedua. Bus diberangkatkan pada pukul 11.40 dan sampai di Midagahara pada pukul 12.10. Turun dari bus, kami langsung melakukan reservasi untuk jadwal keberangakatan bus ke Murodo untuk jam 13.10. Dikarenakan cuaca buruk maka area yang bisa diexplore-pun terbatas. Untuk foto aja musti ngelawan kencangnya angin yang berhembus. Setelah sekitar 1 jam berada di Midagahara, kami melanjutkan perjalanan ke Murodo. Murodo ke Daikanbo (Tateyama Tunnel Trolley Bus) Tiba di Murodo, kami harus menunggu beberapa saat karena angin yang sangat kencang, sampai-sampai bus yang kami naiki bergoyang-goyang sekitar beberapa menit. Lihat kanan kiri kaca jendela udah nggak keliatan apa-apa karena tertutup oleh es. Beberapa turis udah heboh teriak-teriak nggak jelas. Aku berdoa aja dalam hati mudah-mudahan bisa turun dari bus dengan selamat. Akhirnya setelah kondisi yang cukup mendukung kami turun dari bus dan melanjutkan perjalanan untuk naik trolley bus yang akan membawa kami ke Daikanbo. Trolley Bus yang beroperasi di ketinggian 2,450 m ini merupakan yang tertinggi di Jepang. Bus akan membawa kita masuk ke dalam terowongan yang dibangun di Mt. Tateyama (3,150 m). Trolley bus ini menggunakan tenaga listrik sehingga ramah lingkungan. Perjalanan memakan waktu sekitar 10 menit dengan jarak 3.7 km. Ya Tuhan udah nggak keliatan apa-apa.. Daikanbo ke Kurobedaira (Tateyama Ropeway) Nah, di Daikanbo kita naik cable car yang paling unik di Jepang, dimana ropeway yang kita naiki tidak memiliki penyangga di sepanjang jalurnya (1.7 km), hanya di tiap ujungnya saja. Selama kurang lebih 7 menit kita akan turun sekitar 488 m sambil menikmati pemandangan yang sangat indah. Kurobedaira ke Kurobeko (Kurobe Cable Car) Pukul 14.40 kami naik cable car bawah tanah yang merupakan satu-satunya di Jepang. Perjalanan sepanjang 0.8 km memakan waktu 5 menit, dimana kita akan turun sekitar 373 m. Kurobeko ke Kurobe Dam (Jalan Kaki) Sampai di Kurobeko kami jalan kaki 15 menit untuk sampai ke Kurobe Dam. Sedikit sejarah mengenai Kurobe Dam, bendungan ini dibangun setelah Perang Dunia II. Saat itu dibutuhkan banyak energi listrik untuk mendukung perekomonian Jepang yang sedang berkembang dengan pesatnya, dimana kemudian Pemerintah Jepang memutuskan untuk membangun pembangkit listrik tenaga air. Sekitar 10 juta orang ikut terlibat dalam pembangunan bendungan ini, hingga memakan korban 171 orang. Oleh karena itu dibangunlah monumen untuk menghargai jasa-jasa para pekerja yang telah mengorbankan nyawa demi menyelesaikan proyek ini. Kurobe Dam ke Ogizawa (Kanden Tunnel Trolley Bus) Pukul 15.35 kami melanjutkan perjalanan dengan trolley bus yang akan melewati perbatasan antara Prefektur Toyama dan Prefektur Nagano dalam waktu 16 menit. Terowongan ini dibangun pada awalnya untuk memindahkan material yang digunakan dalam pembuatan Kurobe Dam. Letaknya yang sulit diakses pada saat itu menjadikan terowongan ini proyek tersulit selama pembangunan Kurobe Dam. Ogizawa ke Stasiun Shinano Omachi (Local Bus) Akhirnya sampai juga di Ogizawa. Aku harus mengucapkan salam perpisahan dengan teman-teman seperjalananku, dimana aku harus melanjutkan perjalanan dengan menggunakan bus ke Shinano Omachi, sedangkan mereka akan menuju ke Nagano. Setelah perjalanan selama 40 menit, sampai juga di Shinano Omachi dimana disinilah pertanda berakhirnya petualanganku di Tateyama Kurobe Alpine Route. Teman-teman seperjalananku dari Malaysia Di Stasiun Shinano Omachi aku membeli tiket kereta Oito Line menuju Stasiun Matsumoto (670 yen). Karena lapar maka aku memutuskan untuk makan di warung soba Stasiun Shinano Omachi. Sebelum makan aku tanya dulu ke pemilik warungnya bahan dasar kuahnya terbuat dari apa. Pemilik warung nggak bisa bahasa inggris, jadi mau ngejelasin tentang makanan halal pun juga susah, akhirnya aku pakai kata sederhana saja dalam bahasa Jepang. Untung sang pemilik warung mengerti dan menjelaskan kalau bahan dasarnya kuahnya dari ikan. Aku membeli Kakiage Soba (semacam mie Jepang dari tepung Soba disajikan dengan gorengan mirip bakwan) seharga 370 yen. Kakiage Soba Setelah perut kenyang lanjut menuju Alps Roman Kan untuk mengambil tas. Nah di Stasiun Shinano Omachi ini aku bertemu dengan sesama traveller dari Indonesia, yaitu Mbak Riny dan keluarganya. Ternyata mereka harus ke Nagano karena bagasi mereka dikirimkan kesana. Jadi mereka harus transit dulu di Matsumoto untuk kemudian lanjut ke Nagano. Selama di kereta menuju Matsumoto, kami berbincang-bincang mengenai petualangan kami selama di Jepang. Sampai di Matsumoto kami berpisah dan aku langsung menuju penginapan untuk beristirahat. Sekian dan lanjut lagi ya teman-teman di cerita selanjutnya.. Stasiun Dentetsu Toyama Antrian untuk naik Tateyama Cable Car Boleh pilih langsung ke Murodo atau mau stopover dulu Perjalanan menuju Midagahara Midagahara (ini foto terakhir payungku karena ketinggalan disana ) Tateyama Ropeway (nggak ada tiang penyangganya khan..) Kurobe Dam Maskotnya Kurobe Dam "Kuronyon" Ambil tas dulu di Alps Roman Kan Stasiun Shinano Omachi
  25. 5 points
    Apakah kamu pemburu senja? Mencintai ketenangan yang dihadirkan oleh semburat mentari kala menuju peraduannya? Senja sejatinya tidak hanya menarik bagi mereka yang mencintainya, melainkan bisa dengan mudah dicintai oleh siapapun. Itulah keajaiban senja. Keajaiban yang diciptakan Sang Maha Cipta sebagai bentuk pengingat umatnya untuk setidaknya meluangkan sedikit waktu menikmati keindahan alami dari rutinitas alam. Indonesia sendiri sudah sangat terkenal sebagai surganya penikmat sunset dengan berbagai variasi. Kamu menyukai gunung, lembah, hingga pantai bisa menikmati sunset di Indonesia tercinta ini. Kali ini, kita akan menelusuri tempat-tempat di Pulau Jawa yang memiliki spot terbaik untuk melihat lukisan alam berupa senja. Apakah salah satu atau beberapanya sudah pernah kalian alami? 1. Bagai Terbingkai, Sunset di Istana Ratu Boko Jogja Dijamin Membuatmu Tak Henti Terpanah Sudah mengenal tentang Situs Ratu Boko? Situs atau Candi yang berada di Kabupaten Sleman, Provinsi DI Yogyakarta ini memang sudah sangat populer dan diburu oleh wisatawan. Tidak hanya karena merupakan peninggalan sejarah, namun juga karena situs ratu boko ini memiliki bentuk yang artisitik untuk difoto, apalagi saat senja tiba. Senja menjadi waktu terbaik datang dan menikmati peninggalan agung abad ke-8 ini. Lokasinya yang berada di atas bukit ketingian 196 mdpl menjadi alasan mengapa sunset disana berhasil memanah siapa saja yang datang. Jika kalian berniat datang ke Istana Ratu Boko ini bukanlah hal sulit karena berjarak hanya sekitar 18 km dari Stasiun Tugu Jogja. Jika kebetulan menggunakan angkutan umum, bisa naik Transjogja rute 1A tujuan Prambanan. Barulah kemudian harus dilanjutkan dengan naik ojek karena belum tersedia angkot yang langsung menuju lokasi. Tiket masuknya sendiri terbagi dalam 2 tipe yaitu sebelum jam 3 sore sebesar Rp 25 ribu dan setelah jam 3 sore sebesar Rp 100 ribu. Ya, perbedaan ini dikarenakan memang saat senja merupakan waktu paling populer sehingga dikenakan biaya jauh lebih mahal. Namun jika ingin lebih hemat maka tentu datanglah sebelum jam 3 dengan resiko harus menunggu lebih lama tentunya untuk menuju momen senja yang dinanti. 2. Rasakan Betapa Indahnya Karunia Tuhan Kala Senja di Air Terjun Toroan Madura Sudah pernah mengenal Air Terjun Toroan? Air terjun ini terkenal karena mengalir langsung ke lautan lepas alias berlokasi di tepi pantai. Berlokasi di Desa Ketapang Daja, Kabupaten Sampang, kalian jangan sampai melewatkan mengunjungi objek wisata ini jika ke Pulau Madura. Jika melalui Jembatan Suramadu, kalian bisa mengikuti jalur Jalan Pantura Bangkalan kemudian melalui Kecamatan Ketapang kemudian hanya sekitar 4 km akan sampai di Air Terjun Toroan tersebut. Atau jika dari Kota Sampang, jaraknya sekitar 43 km. Air Terjun Toroan memang menyimpan sejuta pesona. Tidak hanya dari keunikannya karena langsung bermuara ke Laut Jawa, tetapi juga karena kealamian yang masih terbilang perawan. Ya, air terjun ini belum begitu banyak dikenal sehingga memang belum serius dikelola bahkan belum ada fasilitas penunjang wisata seperti toilet, dan sebagainya. Dengan segala kealamiannya tersebutlah yang akhirnya membuat air terjun ini semakin menawan, terutama ketika senja menjelang. Kalian bisa melihat dua mahakarya secara bersamaan yaitu air terjun bersanding dengan semburat jingga dari matahari yang bersiap menuju peraduan. Keindahan yang tidak hanya dapat dinikmati secara visual namun juga secara pendengaran dari riuh air terjun, burung yang berterbangan, dan suasana alam lainnya. Kolaborasi tersebut akhirnya mampu menusuk ke jiwa hingga akan terekam secara indah dalam memori siapa saja. Jadi, bagi kalian pemburu senja, jangan lewatkan melihat keagungan alam milik Air Terjun Toroan, ya ! 3. Pantai Buyutan di Pacitan Tak Sekedar Indah Kala Senja, Tapi Nampak Artistik nan Eksotis Jika kalian pemburu sunset sejati, sangat disarankan untuk menyempatkan diri ke Pantai Buyutan yang berada di Kecamatan Donorojo atau sekitar 44 km dari pusat Kota Pacitan, Jawa Timur. Ada dua pilihan untuk menikmati pantai ini yaitu dari atas tebing atau turun ke pantainya. Keduanya sama-sama mempesona. Jika dari atas, hijaunya rumput berpadu lahan pertanian akan menjadi dasar alam, sedangkan jika turun ke pantai maka putihnya pasir akan membuat terlena mata. Dan beruntungnya lagi ialah untuk turun ke pantainya kini sudah terbangun jalan sehingga tak perlu bertaruh nyawa melewati tebing. Yang menjadikan spesial dari pantai ini ialah keberadaan karang-karang besar dan yang paling artistik ialah sebuah karang bernama Watu Narodo. Bisa dikatakan bahwa karang satu ini menjadi landmark dari Pantai Buyutan itu sendiri. Menikmati keindahan pantai dengan ombaknya yang berkejaran nampak akan membuat terlena, namun tetaplah berhati-hati karena ombak yang besar khas pantai selatan selalu menghantui. Jadi tak perlu dan memang tidak disarankan untuk berenang, cukup nikmati saja keindahan yang sudah sangat mempesona. Tentunya kalian juga tak boleh menyia-nyiakan kesempatan emas melihat langsung spot terbaik sunset di Pacitan ini. Dari pantai ini, semburat jingga akan memberikan kesan dramatis yang tak bisa ditemukan di lokasi lain. Apalagi dengan adanya Karang Watu Narodo yang akan menjadi lukisan siluet terbaik milik alam. Dijamin kalian tidak akan pernah merasa puas untuk mengabadikannya dalam jepretan foto. 4. Magelang Punya Punthuk Sukmojoyo untuk Memuaskan Hasratmu Berburu Senja Ini dia objek wisata di Magelang yang mungkin belum banyak dikenal luas oleh wisatawan pecinta alam, Punthuk Sukmojoyo. Beralamatkan di Dusun Krinjing, Desa Giri Tengah, Kecamatan Borobudur, objek wisata alam di ketinggian 1000 mdpl ini sangat cocok bagi kalian pemburu senja ataupun fajar. Ya, karena berada di atas ketinggian membuat Punthuk Sukmojoyo dapat merekam dua fenomenal rutin sekaligus yaitu sunrise dan sunset. Untuk menuju puncaknya, kalian harus mendaki sekitar 20 menit. Terlihat singkat namun karena cukup curam sehingga akan cukup pula menghasilkan peluh. Siapkan fisik termasuk makanan dan minuman untuk berjaga-jaga. Tetapi, jika sudah sampai di atas puncak, maka tak ada pilihan lain selain menikmati panorama lanskap yang dihadirkan. Dari atas Puncak Puncak Sukmojoyo, kalian bisa melihat Gunung Merapi, Gunung Merbabu, Gunung Sumbing, bahkan termasuk Candi Borobudur. Semuanya nampak terhampar luas didepan mata. Apalagi, sudah tersedia plaza kecil seperti rumah pohon yang siap membuat puas pandangan sekaligus mempercantik foto apalagi saat sunrise dan sunset. Di kala senja, bentang alam yang dilapisi jingganya cahaya mentari akan membuat kalian tak ingin berkedip. Begitu luas dan siap memukau pengunjung, Jangan sia-siakan untuk mengabadikan momen tersebut karena ada banyak pilihan spot untuk menghasilkan foto dengan cerita dan kesan yang berbeda-beda. Jika kalian tertarik untuk datang, kalian bisa langsung menuju arah candi Borobudur lalu ambil jalan ke Amanjiwo atau Rumah Kamera. Ikutlah jalan menuju Desa Giri Tengah, kalian bisa tanya ke penduduk setempat jika bingung karena jalannya cukup banyak kelokan. Jika sudah tiba di Desa Giri Tengah dan melihat Balai desa, kalian tinggal belok kanan dan menemukan masjid, disanalah awal perjalanan kalian untuk mendaki. Kendaraan bisa kalian titipkan dimasjid karena sudah ada petugas parkirnya. 5. Panorama Senja Milik Pantai Puncak Guha di Garut, Tak Kalah Memukau Mata Garut tidak hanya tentang kesejukan di dataran tinggi, karena Garut Selatan berbatasan langsung dengan Samudera Hindia. Salah satu panorama indah yang dimiliki Garut ialah Pantai Puncak Guha. Pantai apa Puncak? Ya, begitulah nama pantai ini, dinamakan demikian karena pantai ini berbatasan langsung dengan tebing tinggi dengan kata lain wisatawan akan menikmati lautan lepas dari atas ketinggian. Lokasi pantai ini berada sekitar 2 km dari Pantai Rancabuaya atau sekitar 90 km dari Pusat Kota Garut. Wisatawan pada umumnya lebih mengenal Pantai Rancabuaya, padahal Pantai Puncak Guha yang berada di tepi jalan ini juga tak kalah menariknya apalagi saat senja mulai menunjukkan dirinya. Tiket masuknya sendiri hanya sebesar Rp 5ribu per orangnya. Sebelum benar-benar berada di puncak, pengunjung memang harus melakukan usaha lebih terlebih dahulu yaitu dengan menaiki tanjakan. Namun semua kelelahan yang mungkin dirasa akan langsung terbayar ketika sudah sampai di puncak. Luas dengan deburan ombak pantai selatan yang terkenal dahsyat. Sebenarnya tidak hanya panorama dari atas bukit saja yang menjadi daya tariknya melainkan juga bisa menuju goa di salah satu sisi tebing. Hanya saja karena terlalu curam, tidak semua orang berani menuju goa tersebut. Sebagaimana tema tulisan kali ini, maka waktu terbaik untuk datang ialah saat sore hari. Romantisme senja yang dihadirkan akan memberikan pengalaman yang spesial. Ditambah lagi, puncak Pantai Guha ini merupakan padang rumput yang luas sehingga akan memberikan pandangan yang seolah tanpa batas langsung menuju barat tepat ke peraduan sang mentari. 6. Pulau Umang di Banten Menjadi Penutup Sunset-nya Pulau Jawa Tidak benar-benar berada di garis ter-Barat dari Pulau Jawa memang, namun cukup menyimbolkan diri sebagai penutupnya mentari di Pulau Jawa. Begitulah Pulau Umang yang berada di provinsi paling Barat Pulau Jawa, Banten. Masuk dalam Kecamatan Sumur, Kabupaten Pandeglang, Perjalanan menuju Kecamatan Sumur dapat ditempuh sekitar 6 jam dari Jakarta. Kemudian dilanjutkan dengan menggunakan boat menyebrang ke Pulau Umang hanya sekitar 10 menit. Untuk urusan akomodasipun tak perlu dikhawatirkan karena ada beberapa pilihan penginapan di dalam pulau umang ini. Menikmati keindahan pulau umang ini ada baiknya dinikmati secara penuh seharian, karena selain melihat sunset, kegiatan snorkeling juga sangat direkomendasikan mengingat keindahan biota laut yang dimiliki perairan barat jawa ini. Jika tidak ingin snorkeling pun, menikmati keindahan laut biru berpadu pasir putih juga bisa dilakukan dengan sekedar bersantai di pantai hingga momen yang ditunggu pun tiba. Ya, keindahan senja dari Pulau Umang. Senja di Pulau Umang ibarat magnet bagi wisatawan untuk datang. Banyak spot yang bisa kalian pilih untuk menghasilkan siluet tersendiri dari hasil kilau mentari sore. Kesemuanya menghadirkan kesan tersendiri yang akan membuat kalian tidak menyesal. Tentunya agar lebih maksimal, datanglah saat musim kemarau, ya.