Leaderboard


Popular Content

Showing content with the highest reputation since 04/09/2016 in all areas

  1. 8 points
    deffa

    3 Hari di Osaka Itu Seru Loh

    Hola Deffa Here !!! Akhirnya saya mulai menulis Cerita Perjalanan Explore Kansai selama 5 hari dari perjalanan saya kemarin 7-11 Maret 2016. Perjalanan yang sangat menyenangkan dan juga menegangkan. Kok menegangkan ? Karena saya harus berhadapan dengan Last Minute Call, bukan hanya sekali namun 3 kali hahahah Yup rute perjalanan saya yaitu 2 hari di Osaka dan 2 hari di Kyoto - Nara. Jadi kali ini saya akan membahas tentang perjalanan saya ke Osaka dulu agar tidak terlalu panjang membaca nya ya. Semoga tulisan saya ini bisa menjadi informasi buat kalian nanti Word of Advice tulisan ini sangat panjang semoga kalian tidak bosan membaca nya ya, tapi harus di baca dengan seksama kalau kalian mencari info yang detil loh DAY 1 : 7 Maret 2016 Itinerary Day 1 : Bandara Hussein Sastranegara Bandung Bandara KLIA2 Makan Siang di Restoran Nyonya Colors KLIA2 Bandara Kansai International Airport Menginap di Kansai International Airport Akhirnya hari yang di nanti pun tiba setelah hasil hunting tiket promo Air Asia tahun lalu, saya mendapatkan harga tiket ini One Way Bandung - Kuala Lumpur - Osaka sebesar Rp, 1.400.000 atau 1,4 juta rupiah. Untuk pulang nya saya dari Seoul jadi nanti kita bahas itu. Pesawat pukul 08.30 WIB berangkat dari Bandara Hussein Sastranegara Bandung menuju KLIA2 Malaysia. Saya sudah tiba di bandara sejak pukul 07.00 WIB. Karena belum sarapan saya putuskan untuk membeli roti di Circle K terdekat. Ketika mau membayar saya cek dompet, baru lah teringat Uang Yen Jepang dan Won Korea Selatan saya tidak ada. Sontak lah saya kaget dan panik. Saya baru ingat jika uang tersebut masih tersimpan di Lemari pakaian saya di rumah. Tanpa pikir panjang saya langsung mencari Ojek untuk kembali ke rumah, jarak dari Bandara ke Rumah itu sekitar 1,5 jam dan di tambah lagi ini hari Senin. Saya hanya bisa berdoa dan minta tolong ke tukang Ojek untuk melaju dengan sangat cepat. Di jalan menuju balik ke rumah ini saya sempatkan untuk Web Check In dan berhasil, singkat cerita, ketika saya sudah tiba lagi di bandara pukul 08.30 WIB pas, dan ketika saya tiba di dalam Bandara dari petugas bilang saya sudah tidak bisa masuk ke pesawat : Saya : Pak mohon saya untuk naik pesawat masih ada kan Petugas : Sudah ditutup pintu pesawat nya, sudah tidak bisa naik Announcer : Panggilan terakhir untuk bapak Deffa Utama Saya : Tuh pak masih ada tuh Last Call tolong pak Petugas : Bentar saya tanya dulu......... ok masih bisa katanya belum di tutup Saya : Wah terima kasih banyak pak Petugas : Ya sudah santai saja gak usah panik lagi, ditunggu kok sudah di kasih ijin Dan tepat pukul 08.40 WIB pesawat pun tinggal landas, dengan saya duduk di kursi di dalam pesawat dengan keringatan dan rasa panik yang masih melanda, dalam hati "Terima kasih tuhan, semoga tidak terjadi lagi kebodohan seperti ini" KUALA LUMPUR INTERNATIONAL AIRPORT 2 Di dalam pesawat saya pun akhirnya tertidur sebentar karena lama perjalanan ini sekitar 1 jam 30 menit. Dan ketika terbangun sudah landing di bandara KLIA2. Waktu menunjukkan pukul 11.00 WITA beda 1 jam lebih cepat dari Bandung. Karena penerbangan berikut nya adalah pukul 15.00 WITA tujuan Osaka Kansai International Airport jadi saya putuskan untuk mengisi perut yang sudah berteriak karena beban dari belum sarapan dan masih panik karena kejadian Last Minute Call tadi di Bandung. Saya pun memilih untuk makan di area Lantai 3 KLIA2 yaitu di dekat Terminal Keberangkatan. Makan di Bandara kalian pasti tahu donk yaitu Mahal. Tapi saya menemukan satu Restoran yang mempunyai menu enak dan Harga nya murah yaitu Nyonya Colors. Nasi Lemak Pandan nya cuma seharga RM 3.71 loh. Untuk review lengkap nya baca DISINI Jreng jreng disini malapetaka kembali terjadi, apa yang saya doa kan untuk tidak terjadi lagi akhirnya kejadian lagi. Dikarenakan saya terlalu santai di Restoran ini. Tidak saya sadari waktu sudah menunjukkan pukul 14.00 WITA. Kalian harus tahu jika penerbangan Internasional itu maksimal Check In adalah 1 jam sebelum keberangkatan. Dan saya sudah melewati waktu Check In Dengan kaget saya pun langsung buru-buru ke Counter Check In Air Asia, dan kondisi sedang sangat penuh. Saya bertanya kepada petugas yang ada disana Saya : Where can I check in my flight to Kansai ? Petugas : What time your flight is ? Saya : 3 pm Petugas : Its already closed, you should checked in 1 hour before you departure Saya : What, oh no, please can you help me there is still time before the flight Petugas : Ok why don't you go to counter 16 over there and try to check in Saya : Thank you Dan untung lah saya masih bisa check in, namun saya di suruh lari karena waktu hanya tinggal 50 menit lagi. Malapetaka lagi ketika masuk area Imigrasi. Kalian harus tahu bagian Imigrasi di bandara KLIA2 ini salah satu yang terlama di dunia. Kinerja petugas Imigrasi nya lambat sekali. Jika di perhatikan 1 orang bisa sampai 5 menit untuk di periksa. Sedangkan antrian sudah mengular. Disini saya sudah Hopeless. Namun tiba-tiba di belakang saya ada orang Indonesia juga yang bertanya : Orang : Mas mau ke Jakarta juga ? Saya : Gak mas saya mau ke Osaka Jepang Orang : Oh gitu, lambat banget ya ini, padahal saya flight Lion 15.30 WITA neh bisa telat Saya : Wah saya lebih parah mas 15.00 WITA dan sekarang udah 14.10 WITA Orang : Ya sudah kita berdoa saja ya mas, mudah-mudahan di kasih jalan Dan tiba-tiba saya melihat gerak-gerik petugas Imigrasi yang hendak membuka barisan baru untuk Counter di sebelah rombongan saya. Saya pun langsung dengan cepat pindah barisan dan berdiri paling depan. Pertolongan Tuhan masih ada. Saya pun melewati Imigrasi ini lebih cepat. Dan akhirnya saling tos dengan orang Indonesia yang saya ajak ngobrol Dari Imigrasi ini saya lari sekuat tenaga, untuk menuju Gate saya di P12 yaitu paling ujung. Kalian harus tahu jarak dari Imigrasi ke Gate itu sekitar 30 menitan jalan biasa. Dan waktu sudah 14.30 WITA gak mungkin saya jalan biasa. Lari lah saya sekuat tenaga dengan menggendong Backpacke seberat 10 kg mungkin. Tiba di area Gate sebelum di P12 di KLIA2 ini ada pengecekan Scanner lagi yang sangat ketat semua yang bematerialkan logam harus di lepas. Kacamata, Belt, Dompet dll. Akhirnya saya lepas Belt saya karena ada besi nya dan membuat celana panjang saya agak melorot. Petugas bertanya Petugas : Terbang jam berape ? Saya : Jam 3 pak Petugas : Sekarang 2:57 PM. ya sudah lari lari Saya : Iya pak terima kasih Dengan memegang celana panjang yang kedodoran karena belum sempat memasang Belt saya pun berlari. Dari kejauhan saya sudah mendengar "Kansai Last Call, Kansai Last Call". Saya pun berteriak dari jarak sekitar 100 meter mungkin "Kansai, Kansai". Untung petugas itu mendengar dan melihat saya berlari. Dia segera menghubungi rekan nya. Dan segera membantu saya membawakan tas dan memeriksa dokumen. 15.00 WITA akhirnya saya sudah duduk di kursi Air Asia X. Dan pukul 15.10 WITA pesawat pun berangkat. Dan dalam hati "Ya Tuhan 2 kali saya melakukan kebodohan ini, semoga tidak ada yang ketiga". Perjalanan sekitar 6 jam dari KLIA2 ke Kansai International Airport, kebetulan di dekat saya juga ada orang Indonesia yag mau liburan ke Jepang jadi ada teman ngobrol. KANSAI INTERNATIONAL AIRPORT Selama perjalanan ini saya tidak bisa tidur antara Excited dan masih Parno akan Last Minute Call tadi. Tidak terasa ternyata sudah landing saja di Kansai International Airport sekitar pukul 22.00 WIT (beda 2 jam lebih cepat dari Indonesia). Rencana saya malam ini menginap di Bandara Kansai International Airport untuk menghemat biaya menginap semalam. Untuk maskapai Low Cost biasanya mendarat di Gate yang agak terpisah dari Bandara jadi ketika kalian turun dari pesawat akan menggunakan semacam Shuttle Train menuju Terminal Kedatangan Bandara KIX. Sedangkan maskapai yang tidak Low Cost seperti Garuda, langsung mendarat di Gate Terminal Kedatangan. Menginap di Bandara Kansai International Airport emang bisa ? Bisa donk dan sudah banyak yang mencoba, akhirnya saya pun merasakan nikmat nya Kursi Sofa di Bandara KIX ini saya pilih di Lantai 2 Terminal Keberangkatan. Untuk info lengkap Cara Menginap di Bandara Kansai International Airport baca DISINI Malam itu saya tidak bisa tidur jadi saya putuskan untuk membuat Itinerary. Heheh saya memang tipe yang Berangkat dulu Itinerary belakangan. Jadi selalu membuat itinerary ketika sudah tiba di TKP. Saya pun membeli Onigiri seharga 100 yen di Family Mart terdekat, karena sedikit lapar Sekian untuk Hari Pertama yang melelahkan. Ingat jangan sampai kalian mengalami Last Minute Call ya, karena itu melelahkan Jasmani dan Rohani loh PENGELUARAN DAY 1 DAY 2 : 8 MARET 2016 Itinerary Day 2 : Universal Studios Japan The Wizarding World of Harry Potter Osaka Castle Takoyaki Making J-Hopper Osaka Guesthouse Masih di Kansai International Airport dan pukul menunjukkan 05.00 WIT, saya putuskan untuk berangkat karena menggunakan kereta pertama dari bandara KIX ini. Dan saya sebelum nya sudah membeli Kansai Thru Pass dari Indonesia secara online, yang berguna untuk menggunakan semua Transportasi umum yang ada di Kansai ini selain dari Perusahaan JR, seharga 5200 Yen untuk 3 hari penggunaan. Info lengkap cara membeli dan penggunaan nya Baca DISINI Saya tinggal menukar bukti pembelian ke bagian Counter dari Nankai Train Railways yang berada di bandara KIX ini, dari Terminal Keberangkatan tersebut tinggal keluar saja menuju pintu utama tetap di lantai 2 dan setelah di luar akan melewati semacam jembatan. Lalu kita akan bertemu dengan semacam Gerbang di sebelah Kanan untuk menuju ke Stasiun Kereta JR dan di sebelah nya Nankai Line Sebelum nya saya ke kantor Nankai dulu untuk menukar bukti pembelian menjadi kartu Kansai Thru Pass. Karena saya yang duluan dan pertama jadi proses cukup cepat. Oh ya saya juga memutuskan untuk menggunakan kartu ICOCA yang fungsi nya di gunakan untuk semua moda Transportasi dari perusahaan JR. Di Ticket Vending Machine di dekat sini. Harga kartu nya 500 yen dan Saldo saya isi 2000 yen jadi total 2500 yen Tapi jika kalian sudah mempunyai kartu PASMO dari kunjungan di Tokyo, tidak perlu lagi membeli kartu ICOCA karena fungsi nya sama saja dan PASMO CARD bisa di gunakan di Kansai untuk transportasi dari JR. Oh ya saya sempat membeli Onigiri lagi di Family Mart 2 buah seharga 220 yen untuk sarapan heheh Langsung menuju Nankai Line dan menggunakan Kansai Thru Pass ini. Tujuan saya adalah ke Fukushima Station jadi saya harus berkali-kali ganti Kereta di beberapa Station. Kereta pertama Nankai Airport Line Rinku Town Station. Lalu ganti Nankai Main Line menuju Namba Station, lalu Hanshin Namba Line menuju Amagaski Station, terakhir Hanshin Main Line menuju Fukushima Station. Atau bisa coba rute berikut Perjalanan dengan rute ini cukup panjang dan lama, total menghabiskan waktu sekitar 2 jam, namun karena semua di cover oleh Kansai Thru Pass jadi tidak perlu membayar lagi. Tujuan saya yang pertama ini ke penginapan untuk mandi dan menaruh tas yaitu di J-Hoppers Osaka Guesthouse J-HOPPERS OSAKA GUESTHOUSE Letak nya memang dekat dengan Fukushima Station namun yang JR Fukushima Station bukan yang Hanshin Fukushima Station. Karena saya di Hanshin Fukushima Station harus jalan sekitar 10 menit ke JR Fukushima Station lalu 3 menit ke penginapan nya. Cukup mudah di cari kok. Dan penginapan ini worth sekali. Untuk pengalaman menginap di J-Hoppers Osaka Guestouse baca DISINI Semalam untuk Private Room nya seharga 6000 yen Setelah check in dan mandi saya pun beranjak untuk ke destinasi pertama yaitu ke Universal Studios Japan. Yup salah satu impian saya adalah bermain di Theme Park di seluruh dunia jadi salah satu nya disini, apalagi di sini ada Wizarding World of Harry Potter salah satu favorit saya. Saya sebelum nya sudah membeli tiket Universal Studios Japan dari Indonesia membeli nya dari Jalan Tour Travel Agent seharga 7400 Yen sudah termasuk Pajak. Untuk cara pembelian nya Tiket Universal Studios Japan di Indonesia baca DISINI Rute saya kali ini menuju UniversalCity Station karena terlalu jauh dan makan waktu jika menggunakan Hanshin Main Line (Kansai Thru Pass). Saya putuskan menggunakan JR Fukushima Station saja jadi menggunakan ICOCA,. Rute nya adalah JR Fukushima Station (JR Kansai Airport Rapid Service for KANSAI AIRPORT) - NISHIKUJO Station (JR Yumesaki Line for SAKURAJIMA) - UNIVERSALCITY. Total seharga 160 yen UNIVERSAL STUDIOS JAPAN Ok tiba lah di Universal Studios Japan sekitar pukul 10.00 WIT, ternyata sudah rame gak ngaruh walaupun datang pas Low Season dan Weekdays tetap saja ramai. Dari Universal City Station saja sudah mulai rame nya. Dan kebetulan hari ini di buka penjualan Annual Pass USJ sebesar 10000 yen murah banget. Karena saya sudah membeli tiket sebelumnya jadi tinggal masuk saja dan tidak lupa mengambil Map USJ yang luas ini. Karena gerbang utama nya sedang di renovasi jadi background nya agak kurang bagus hehe, tapi bola dunia khas Universal Studios tetap ada Karena disini sangat ramai jadi ya saya sudah maklum tidak akan banyak mengunjungi wahana nya, karena destinasi utama saya kesini yaitu Harry Potter jadi saya langsung antri untuk mengambil Timed Entry Ticket di dekat Gerbang masuk Harry Potter. Kebetulan dapat di pukul 12.30 WIT, jadi masih ada waktu. Universal Studios Japan sendiri di bagi beberapa wilayah : New York Hollywood Parade San Francisco Jurassic Park Amity Village Universal Wonderland Water World Yang pertama saya temui dari pintu masuk adalah area Hollywood disini kita bisa melihat bangunan-bangunan ala abad pertengahan dan juga beberapa Cosplay dari film-film hollywood Karena bingung mau kemana, saya langsung menuju ke wahana Back To The Future. Karena ya saya pernah mengalami masa kejayaan Film ini jadi bernostalgia dulu Disini sebenarnya ada wahana Ride nya yang 4D tapi karena malas antri jadi saya gak ikutan, gila antri nya sampai 2 jam loh. Di sekitar sini juga ada wahana The Amazing Adventures of Spiderman berupa wahana Ride 4D yang kebetulan antrian untuk Single Ride nya tidak terlalu lama sekitar 20 menitan ya sudah saya ikut disini dulu deh Di The Amazing Adventures of Spiderman The Ride ini mirip dengan Transformer 4D Ride nya Universal Studios Singapore loh. Jadi kalian naik di semacam Jet Coaster gitu lalu menggunakan kacamata 4D untuk menonton aksi Spiderman menyelamatkan dunia melawan musuh-musuhnya. Cukup tegang karena jet coaster nya yang jungkir balik. Sambil menunggu waktu lagi saya menghabiskan dengan berkeliling di area San Francisco. Disini ada wahana Jaws namun karena sedang di Maintenance jadi tidak buka, cukup untuk foto-foto saja deh di area Wharf nya. Dan ternyata di USJ ini lagi demam Minions, sampai ada makanan berbentuk seperti bakpau di hias warna kuning mirip Minion, namun sayang Tidak Halal jadi saya tidak mencoba. Oh ya di area San Francisco ini banyak bangunan yang kece-kece loh untuk background foto-foto seru. Jadi jangan sampai di lewatkan ya heheheh Dan akhirnya Pukul 12.30 WIT pun tiba saya langsung bergegas ke Gerbang The Wizarding World of Harry Potter dan menunjukkan Timed Entry Ticket kepada petugas di persilahkan masuk. Yes akhirnya bisa merasakan dunia nya Harry Potter juga. THE WIZARDING WORLD OF HARRY POTTER Masuk area Harry Potter kita akan melalui jalan dengan rimbunan pohon pinus di kiri dan kanan ditemani dengan suara kodok jadi semacam kesan mistis gitu, tidak jauh kita akan bertemu dengan Weasley Flying Car, itu loh Mobil Terbang yang ada di Buku Kedua Harry Potter, pas Ron Weasley jemput (menyelamatkan) Harry di rumah nya Uncle Vernon, karena gak boleh lagi sekolah di Hogwarts. Oh ya antri ya poto nya, seperti biasa Turis dari Cina Tiongkok bikin ulah gak mau antri heheh Lanjut kita akan bertemu Gerbang Utama dari The Wizarding World of Harry Potter ini, kalau di Film ini adalah gerbang nya Desa Hogsmeade. Jadi yang pertama kita masuki adalah memang Desa Hogsmeade seperti yang di film nya. Masuk ke Gerbang Hogsmeade kalian tidak akan pernah bisa melepaskan pandangan dari satu bentuk yang ikonik yaitu Kereta Hogwarts Express, yup kereta yang muncul di tiap Buku dan Film Harry Potter ini nongol juga disini. Lengkap dari Lokomotif sampai Gerbong nya. Bahkan di Gerbong nya kita bisa berfoto mengenakan pakaian Hogwarts dan di dalam Kompartemen khusus seperti di Film. Harga sewa dan poto nya 3000 Yen. Jalan lagi di dekat sini ada Zonko Jokes & Tricks Shop lalu di sebelahnya ada Honeydukes. Di dalam Zonko kalian bisa menemukan semua alat kejahilan yang sering di bawa oleh Fred & George Weasley. Seperti Puking Pastilles, Screaming yo-yo dll. Sedangkan di Honeydukes kalian akan menemukan yang paling terkenal adalah Bertie Bott's Every Flavour Beans. Dan dijual dengan harga 3000 yen Nah yang paling saaya tunggu-tunggu juga untuk datang kesini adalah mencoba Butterbeer, oh kalian penggemar Harry Potter pasti penasaran kan gimana seh rasa Butterbeer itu ? Apakah beer ? Apakah Butter ? Apakah Es Krim ? hahahah. Akhirnya saya mencoba nya dan ini momen yang sangat priceless banget dah Ada stand atau lebih tepatnya Barrel Stand di depan Honeydukes ini yang menjual Butterbeer seharga 900 yen dan 1200 yen. Jika 1200 yen kalian juga mendapatkan gelas / mug khas Butterbeer seperti di film, jika 900 yen hanya menggunakan mug biasa. Saya pilih donk yang 1200 yen buat kenang-kenangan hehehe Mau tahu rasa nya kayak apa ? Bilang aja penasaran ye kan ? hahahahaha (devil smile / gak ada emot nya ). Ok jadi gini Butterbeer ini terdiri dari 2 komposisi Butter dan Beer. Butter itu sendiri yang berada di atas seperti buih warna putih itu, rasanya manis seperti krim Susu Vanilla. Lalu untuk Beer nya rasanya berupa Root Beer yang kayak di A&W itu loh atau kalau jaman dulu Sarsaparila hahah Pokoknya enak banget, saya minum nya pun dikit-dikit takut cepat habis hahah, biarin katro jalan-jalan sambil megang minuman. Oh ya di tempat saya bersantai sejenak sambil minum Butterbeer ini adalah Barvish Banges, disini ada Owl, yup kalian tahu kan di serial Harry Potter, Owl (burung hantu) juga memegang peranan penting. Apalagi di buku terakhir Deathly Hallows, Hedwig lah salah satu yang menyelamatkan Harry Potter Nah disini kita bisa bertemu dengan Live Hedwig well at least ada putih-putih nya lah ya, kalo Hedwig kan Snow White banget putih semua se badan-badan hahah. Tapi gak boleh mendekat jadi poto nya harus dari jauh Three Broomsticks nah kalau yang ini saya tidak sempat masuk karena di sini berupa Restoran, ya mirip seperti di film dan buku seh berupa tempat makan, tapi yang unik adalah satu papan pengumuman yang bertuliksan "Have You Seen This Wizard?". Di depan restoran ini, karena seperti yang kalian bisa tebak di ambil dari film ketiga Harry Potter and The Prisoner of Azkaban yaitu ada Sirius Black disana Selanjut nya kita akan bertemu dengan Restoran Hog's Head. Kalau di serial nya di sini restoran underground yaitu restoran nya para penjahat atau orang-orang yang di Blacklist. Jadi kesan nya agak suram gitu. Nah di depan ini ada satu gedung yang unik yaitu Owl Post, yup disini tempat semua Post dari Owl di kumpulkan, banyak sekali Owl disini walaupun bukan Owl asli tapi nuansa nya seperti di kandang burung hantu. Lengkap dengan surat-surat dan lain sebagai nya. Oh ya di bagian tengah ruangan ini ada The Monster Book of Monster yang di kasih Hagrid ke Harry Potter, di sini juga dia bisa bergerak loh Oh ya di sini juga jual souvenir khas Harry Potter dan yang paling keren adalah disini jual Jubah sekolah Hogwarts dari masing-masing House Grtffindor, Slytherin, Hufflepuff, Ravenclaw. Tapi mahal banget 12000 yen Lanjut di depan dari Owl Post ini ketemu dengan Ollivanders Maker of Fine Wand Since 382 BC. Yup ini Ollivanders Shop yang terkenal itu, dimana Harry mendapatkan Wand pertama nya disini. Dan di sini juga ternyata ada atraksi nya loh, antrian nya tidak panjang hanya menunggu sekitar 20 menitan. Kita akan masuk ke Ollivanders Shop dan akan menyaksikan suatu teatrikal seorang Shopkeeper yang di tunjuk oleh Ollivanders untuk membantu kami para Murid Baru memilih Wand. Dan dalam teatrikal ini ada satu yang di panggil secara Random, untuk memilih Wand nya. Dan adegan berikut nya persis seperti pertama kali Harry memilih wand dimana ruangan menjadi berantakan karena salah Wand. Dan akhirnya ketika Wand yang di pilih sudah ditemukan, dia yang di tunjuk untuk maju itu bisa mendapatkan Wand tersebut secara Gratis. Enak banget ya, padahal gue udah sengaja berdiri paling depan tapi gak di tunjuk huhu, harganya kalau beli 3.800 yen Keluar dari Ollivanders Wand Shop ini kalian akan langsung melihat kemegahan Hogwarts Castle dari jauh. Wuih keren abis dah, apalagi di tambah danau di sekitar nya itu loh keren juga. Tenang dan adem rasanya Nah di jalan menuju Hogwarts Castle ini kalian akan menemukan suatu pertunjukkan dari akademi Beauxbatons dan Durmstang Institute yang memperagakan tarian nya seperti di film Harry Potter ke empat Goblet of Fire. Bagus loh sayang jika di lewatkan Dari sini juga kita sudah bisa melihat kemegahan dari Hogwarts Castle, disini sebenarnya ada wahana unggulan nya yaitu Harry Potter The Ride 4DXD, namun kalian bisa bayangkan berapa lama antrian nya 1 - 2 jam ? Wah itu sih biasa, ini seh antrian nya 5 jam dan masih naik lagi. Gila gak tuh, saya pass deh. Saya pilih untuk mengelilingi Hogwarts Castle nya saja dan menelusuri ruangan dalam Castle. Masuk ke Castle nya dengan penerangan cukup gelap jadi kurang bagus untuk poto namun saya bisa gambarkan, disini kita akan menjelajahi dari Ruang Kelas, Ruang Kelas Potion nya Professor Snape, Ruang Poto Headmaster terdahulu, Ruang Headmaster Dumbledore lengkap dengan Pensieve nya, dan Ruang Defends Against Dark Arts Magic Gggiilllaaa puas banget muterin ini Castle, dan setelah keluar Castle ini pun kita bisa berfoto ria di dengan bendera ke 4 House of Hogwarts. Saya pilih Slytherin karena saya rasa, saya emang cocok dengan filosofi Salazhar Slytherin ahahahah Di dekat sini juga ada penjual Souvenir saya sempatkan untuk membeli Gantungan Kunci berbentuk Deathly Hallows, lumayan harganya 1200 yen. Sudah puas lalu saya pun putuskan untuk menyudahi kunjungan di sini, selama jalan keluar saya memilih untuk mengambil jalan Diagon Alley. Disini bisa melihat Quidditch Shop dan Wiseacres Wizarding Equipment Akhirnya saya keluar dari The Wizarding World of Harry Potters karena lapar saya mencoba mencari makanan ringan dan menemukan Hot Dog seharga 800 yen, dan saya makan di pinggir Wharf sambil menyaksikan wahana Jet Coaster yang sedang lewat. Dan akhirnysa saya keluar dari Universal Studios Japan sekitar pukul 16.00 WIT dan masih ada cukup waktu saya putuskan untuk menuju ke Osaka Castle. Niat hati ingin melihat Sakura semoga sudah ada yang Early Bloom. Rute yang saya lalui adalah Universal City Station - Nishikujo Station - Bentencho Station - Tanimachiyoncome Station, seharga 400 yen di cover oleh ICOCA OSAKA CASTLE Untuk menuju Osaka Castle kalian di sarankan untuk melalui Otemon Gate itu berada di area South West dari Osaka Castle jadi Station terdekat adalah Tanimachiyonchome atau Tanimachi-4-Chome. Karena jika melalui Otemon Gate ini kalian akan langsung bertemu dengan Nishinomaru Garden. Taman yang sangat cantik apalagi jika musim semi dengan bunga Sakura Namun sayang karena saya tiba sudah sore dan lagi Sakura belum mekar, jadi saya tidak bisa masuk kesana. Saya langsung menuju ke Tower Utama saja. Namun lagi-lagi karena sudah sore Tower Utama di tutup Puku; 17.00 WIT dan tidak bisa masuk ya sudah poto di depan saja Di area ini juga terdapat Museum Osaka Castle yang juga tutup pukul 17.00 WIT jadi hanya bisa di poto dari luar saja. Oh ya jika kalian mau bermain kano di sekitar Osaka Castle ini bisa loh dengan menyewa kano seharga 200 yen. Apalagi jika pas musim Sakura bagus banget pasti Dan akhirnya saya sudahi hari kedua di Osaka ini dengan berkunjung ke Osaka Castle. Namun malam nya saya sudah ada acara di penginapan saya yaitu J-Hoppers Osaka Guesthouse dimana kami akan di ajak untuk membuat Takoyaki seru tuh. Rute pulang nya saya menggunakan Kansai Thru Pass. Tanimachiyonchome Station - Hiasghiumeda Station - Umeda Hanshin Station - Fukushima Hanshin Station di cover oleh Kansai Thru Pass J-HOPPERS OSAKA GUESTHOUSE Pukul 07.00 WIT saya sudah berkumpul di Lobby Hostel bersama tamu yang lain yang mau ikut event Membuat Takoyaki bersama dan bertemu dengan Mr. Yano selaku Manager dari j-Hoppers Osaka ini yang akan mengajak saya dan beberapa tamu lain yang ikut untuk membuat Takoyaki. Ada sekitar 5 orang yang gabung dari berbagai negara, Saya, Momo Hanada dan Yuki Yamamoto dari Okayama Jepang, Andrew Voegel dari United States dan Eric Chen dari Taiwan Untuk cerita lengkap keseruan Acara Takoyaki ini kalian bisa baca DISINI Untuk biaya acara Takoyaki ini perorang 600 yen Demikian lah petualangan Hari Kedua ini yang sangat seru akan di lanjut di Hari Ketiga nanti ya, tunggu saja keseruan berikutnya PENGELUARAN DAY 2 DAY 3 : 9 MARET 2016 Itinerary Day 3 : Umeda Sky Building Shitennoji Temple Shinshaibashi Daisho KitKat Store Curry House CoCo Ichibanya Bangun pagi sekitar pukul 06.30 WIT kondisi di luar ternyata hujan, dan setelah mengecek prakiraan cuaca hari ini, Kansai Area di selimuti hujan seharian. Ya sudah jadi memang itinerary harus rubah dan mungkin akan mengecil Saya awali dengan sarapan membeli Cup Noodles rasa Kare + Onigiri Salmon dari Seven Eleven terdekat. Seharga Cup Noodles 280 yen dan Onigiri Salmon 120 yen, total 400 yen. Memang mahal ya hanya untuk sarapan saja, ya beginilah di Jepang. Karena hujan jadi saya agak santai pukul 07.00 WIT saya sudah ready namun saya habiskan waktu dengan mengadakan Mini Concert di Lobby Guesthouse, karena ada gitar disana. Dan kebetulan teman baru saya Eric Chen suka mendengarkan musik, dia request beberapa lagu dari saya, lalu di ikuti juga Meg dan Keiko Yang paling saya ingat ketika membawakan lagu dari Meteor Garden - Qing Fei De Yi, mereka semua tahu loh lagu ini. Eric Chen dari Taiwan jelas tahu karena F4 Meteor Garden berasal dari sana, namun Meg dan Keiko yang asli Jepang mereka juga tahu hahahaha. Sekitar 10 lagu saya bawakan dan tidak terasa sudah pukul 10.00 WIT, saya putuskan untuk memulai perjalanan. Destinasi pertama saya putuskan ke Umeda Sky Building UMEDA SKY BUILDING Umeda Sky Building ini ternyata lokasi nya dekat dari J-Hoppers Osaka Guesthouse, bisa berjalan kaki sekitar 15 menitan. Dan tiket masuk nya pun bisa di beli disini lebih murah. Harga Tiket Umeda Sky Building 700 yen, namun beli di J-Hoppers Osaka Guesthouse seharga 650 yen, lumayan irit 50 yen Saya pinjam payung dari guesthouse dan memulai perjalanan 15 menit yang butuh perjuangan, karena selain hujan, cuaca dingin nya itu sangat menyulitkan. Berkali-kali saya mampir dulu di Seven Eleven atau Family Mart terdekat untuk menghangatkan badan. Rute untuk ke Umeda Sky Building sangat mudah kalian tinggal search di Google Maps Umeda Sky Building, dan ikutin saja petunjuknya. Namun setelah saya tiba di titik yang ditunjuk, belum menemukan Bangunan yang khas Umeda Sky Building. Malah berada di depan Hotel The Westin. Baru setelah bertanya-tanya ternyata Umeda Sky Building ini ada di area dalam dari The Westin, jadi memang harus masuk dulu Umeda Sky Building adalah bangunan tertinggi ke 19 yang berada di Osaka ini. Dan mempunyai Floating Garden yang berada di Roof Top setelah lantai 46. Terdapat observation deck di lantai 40. Naik dari Entrance West, kalian harus menuju lantai 39 untuk membeli Tiket Masuk. Dan lanjut lagi ke lantai 46 untuk ke Floating Garden nya. Sepanjang lantai ini kalian akan menemukan maket dari Umeda Sky Building ini juga, dan ada toko souvenir, serta semacam Kuil Kecil untuk berdoa Tiba di lantai 46 kalian akan mulai bisa melihat betapa tinggi nya bangunan ini karena akan menaiki elevator yang beralaskan kaca, jadi kita bisa melihat ke bawah, ngeri-ngeri sedap gitu heheh. Lalu naik lagi ke Roof Top untuk menuju Floating Garden nya. Di Roof Top ini kita bisa melihat kota Osaka secara 360 derajat dan juga terdapat area Gembok Cinta loh Namun karena hujan jadi saya tidak berlama-lama disini, angin nya juga kencang sekali. Saya putuskan untuk kembali lagi ke guesthouse untuk Check Out karena perjalanan saya dari Osaka ini akan langsung ke Kyoto, namun akan mampir dulu di beberapa destinasi terlebih dahulu. Destinasi selanjutnya ke Shitennoji Temple SHITENNOJI TEMPLE Saya sudah mendengar jika Shitennoji Temple ini sedang ada renovasi dan hari itu kondisi sedang hujan tapi saya tetap ingin mencoba kesana. Karena selain temple nya saya ingin coba kue Dorayaki yang khas, yang katanya ada di area Shitennoji Temple ini. Berangkat lah saya sekitar pukul 12.00 WIT dari penginapan Rute yang saya lalui menggunakan Kansai Thru Pass menuju ke Shitennoji Temple adalah sebagai berikut : Fukushima Hanshin - Umeda Hanshin - Higashi Umeda - Shitennojimae Yuhigaoka. Total 380 yen di cover oleh Kansai Thru Pass Dari Shitennojimae Yuhigaoka Station masih harus jalan kaki sekitar 10 menitan, di kala hujan itu jalan sepi seh namun dingin sangat terasa, jadi jalan pelan saja. Tapi enak seh jalan kaki di Jepang itu aman dan nyaman, jalan nya memang Pedestrian Friendly. Oh ya saya menitipkan Tas di Coin Locker di Shitennoji Station ini. Penggunaan nya sangat mudah kok tinggal ikuti saja cara nya dan ada bahasa Inggris nya dan juga harganya berbeda berdasarkan ukuran saya pilih ukuran yang sedang seharga 500 yen perhari Untuk cara penggunaan Coin Locker di Jepang baca DISINI Tiba di Shitennoji Temple tidak ada Tiket Masuk alias GRATIS dan suasana agak sedikit sepi, dan memang terlihat sedang ada renovasi, saya masuk dari gerbang utama. Terlihat gerbang dari Shitennoji ini cukup besar dan megah, mirip gerbang nya Sensoji Temple di Asakusa Tokyo Masuk ke area dalam nya langsung terlihat renovasi Temple utama di tengah-tengah yang sedang di kerjakan, jadi tidak bisa masuk ke area utama nya. Namun tetap bisa mengitari area Temple lain nya. Jika tidak sedang hujan pasti lah sangat indah. Saya masuk ke area semacam taman nya ini, terdapat beberapa temple kecil yang di hiasi pohon Sakura, namun belum berbunga Masuk lagi ke area Temple nya yang cukup besar di mana di bagian depan nya terdapat sebuah kolam yang sangat indah, menurut info petugas, di area ini lah ada beberapa toko souvenir termasuk juga penjual Kue Dorayaki khas Sitennoji, namun di karenakan hujan dan mungkin juga weekdays hanya sedikit yang buka, dan Kue Dorayaki tidak buka. Ya tidak apalah saya menikmati keindahan Temple nya saja Oh ya di dalam Temple ini juga sedang ada Biksu atau Pendeta atau apa pun sebutannya sedang berdoa.Jadi jika kalian kesini jangan ribut-ribut ya Pukul 15.00 WIT saya sudahi kunjungan saya di sini dan kembali menuju Shitennojimeu Yuhigaoka Station untuk menuju destinasi berikut nya area Shopping Center Shinshaibashi SHINSHAIBASHI Rute saya dari Shitennoji ini ke Shinsaibashi adalah sebagai berikut : Shitennojimae Yuhigaoka - Tennoji - Shinshaibashi, sebesar 240 yen dan di cover oleh Kansai Thru Pass. Cukup dekat kan ya rute nya Sebenarnya gak niat kesini tapi karena ada titipan untuk membeli Benang Rajut di Daisho dan sekalian mau coba Nasi Kare yang enak katanya ada di sini jadi ya saya kesini deh iseng-iseng berhadiah hahaha. Dan ternyata banyak sekali exit nya loh jadi jika tujuan kalian ke Shinshaibashi-Suji. Gunakan exit Crysta ya. Patokannya ada Uniqlo di bagian depan Gerbang Shinshaibashi nya Shinshaibashi ini sangat lah panjang Shopping Center Complex terbentang dari Shinshaibashi Station sampai ke Yodoyabashi Station kebayang kan berapa panjang nya. Jadi dia hanya semacam jalan mirip lorong / gang yang di kiri kanan nya terdapat banyak toko baik yang Branded atau pun biasa, bahkan ada yang Toko menjual Barang Bekas juga. Rata-rata barang Fashion disini tapi ada juga restoran kok Bagi cewek pasti di sini adalah Surga ya, jujur saya tidak tahu apakah disini harga nya Murah atau Mahal tidak terlalu memperhatikan dan tidak tahu juga beda nya apa ahahahha. DAISHO JAPAN Jadi saya langsung menuju ke Daisho saja mencari Benang Rajut. Ceileh cowok kok maenan nya rajutan hahaha. Pasti kalian yang anak Komunitas Jalan2 Indonesia atau Forum Jalan2 udah tahu donk siapa member yang doyan merajut. Yup dia lah uni Vera @kimonoku dan dalam perjalanan ke Jepang kali ini saya kebetulan di bikinin Syal Rajutan nya loh, jadi lumayan menghangatkan leher di kala dingin begini hehehe . Daisho Japan ini One Stop Shopping with One Fix Price yaitu harga nya semua nya sama 100 yen kurang lebih. Yup jadi saya belikan uni Vera 3 buah benang rajutan yang saya gak tahu apakah udah benar atau belum hahaha. Total 300 yen, cukup murah kan. Kemarin saya ke Jakarta di Kemang ada juga Daisho tapi semua harganya lebih tinggi Rp. 25.000 atau 220 yen. KITKAT STORE Beres dari Daisho eh ketemu Toko KitKat. Wah kayak nya kalau ke Jepang gak bawa KitKat Green Tea gak afdol ya, yowes saya beli satu pak KitKat Green Tea seharga 800 yen. Lumayan lah sebenarnya buat ngemil selama di kereta hehehe. Beres dari KitKat Store saya sudah lapar soal nya sudah pukul 16.30 WIT dan belum makan siang, tapi saya sengaja seh belum makan siang karena mau mencoba Nasi Kare yang cukup terkenal di Shinshaibashi ini yaitu Curry House CoCo Ichibanya. CURRY HOUSE COCO ICHIBANYA Alamat nya rada bingung karena bahasa Jepang, pokok nya dari Gerbang Shinshaibashi-Suji lurus aja sekitar 300 meter (perempatan kedua) belok kanan nah dia ada di sana. Keliatan kok dan ada beberapa Plang petunjuk nya di area Shinshaibashi ini. Saya mencoba yang Shrimp and Asari Clam Curry with Cuttlefish dan dengan tingkat kepedasan Level 2 lalu kekentalan kuah karenya Mild level 3, dan juga nasi 300 gram. Oh ya disini unik setelah memilih Kare nya kita harus memilih ukuran nasi, tingkat kepedasan dan juga kekentalan dari kuah Kare nya yang tiap level nya berbeda harganya, semacam add on gitu. Jadi total 800 + 42 +63 = 905 Yen Ini pengalaman saya memakan Nasi Kare dan saya lakukan di Jepang. Dan saya bisa katakan ini enak banget banget banget hahah, saya nagih banget nasi Kare ini. Gak percuma saya sempatkan waktu ke Shinshaibashi ini. Rasa seafood nya yang di bakar terlebih dahulu enak banget terasa daging nya yang lembut. Lalu kuah nya itu loh di tenggorokkan hangat dan pedas nya ya tidak terlalu pedas seh tapi pas. Pokok pol deh, kalau kalian ke Jepang wajib coba Nasi Kare. Untuk review lengkap nya nanti saya tulis di topic berbeda ya Oh ya saking enak nya saya akhirnya beli Beef Curry Instant nya seharga 550 yen untuk di bawa ke Indonesia. Masih belum saya makan seh karena sayang hahahaha. Dan karena waktu sudah menunjukkan pukul 17.30 WIT dan hujan pun masih mengguyur, saya sudahi kunjungan saya di Osaka kali ini, dengan mengambil train dari Shinshaibashi menuju ke Kyoto dengan menggunakan Kansai Thru Pass dengan rute sebagai berikut : Shinshaibashi - Umeda - Osaka - Kyoto. Seharga 800 yen di cover oleh Kansai Thru Pass Yup demikian lah perjalanan 3 hari di Osaka ini tunggu lanjutannya perjalanan di Kyoto - Nara ya. Semoga info yang saya berikan ini berguna dan silahkan di Share jika berkenan PENGELUARAN DAY 3 INFO DAN TIPS TAMBAHAN Beberapa info dan tips tambahan yang kalian harus tahu mengenai Osaka : Jika kalian ingin melihat Sakura di Osaka paling bagus memang di Osaka Castle, harus di cocok kan waktu kunjungan dengan tanggal berbunga, sekitar Akhir Maret - Awal April Penggunaan Internet Smartphone di Jepang saya sarankan gunakan Sim Card Jepang seperti B-Mobile Visitor Sim 14 hari 2500 yen KLIK Antara Kansai Thru Pass dan ICOCA Card penggunaan nya berdampingan, karena ada wilayah yang tidak di cover oleh Kansai Thru Pass, begitu pula dengan ICOCA / PASMO Card Jika ingin ke Universal Studios Japan, lebih baik beli tiket di Indonesia baca caranya DISINI Jika ingin bermain di semua Wahana Ride di Universal Studios Japan termasuk Harry Potter The Ride, disarankan membeli juga tiket Express Pass agar tidak terlalu lama antri nya, namun harga tiket Express Pass dan tiket masuk Universal Studios Japan berbeda ya Selalu update tentang ramalan cuaca di Jepang, dari Smartphone karena prakiraan cuaca di Jepang cukup akurat Jika kalian tinggal di Guesthouse / Hostel cobalah ikuti Event-Event di penginapan tersebut untuk mendapatkan kenalan baru Baca Juga : Perjalanan Unik 5 Hari di Tokyo Jepang
  2. 8 points
    Hola Deffa Here !!! Akhirnya saya kembali menulis Field Report masih dengan sambungan dari perjalanan saya bulan Maret 2016 lalu yaitu tanggal 7 - 15 Maret 2016. Dengan rute Osaka - Kyoto - Nara dan kemudian dilanjutkan ke Negara kedua yaitu Korea Selatan di ibukota nya Seoul Untuk cerita sebelum nya bisa baca di sini ya : 3 Hari di Osaka Itu Seru Loh Awesome 3 Days in Kyoto Nara in a Glance Perjalanan saya kali ini di lakukan setelah explore Nara selama cuma 3 jam pada tanggal 11 Maret 2016 dan saya langsung menuju bandara Kansai International Airport (KIX) untuk flight saya ke Incheon pukul 18.15 WIT. Saya menggunakan maskapai Fly Peach sayang nya dengan harga yang tidak Promo, yaitu Harga Reguler seharga Rp. 860.000. FYI jika promo bisa Rp. 300.000 - Rp. 500.000 an loh one way. Untuk pengalaman menggunakan Fly Peach baca Pengalaman Menggunakan Maskapai Low Cost FLY PEACH Saya masuk Seoul ini menggunakan Visa Jepang sebagai Visa Transit, namun semenjak tanggal 1 Mei 2016 Visa Jepang sudah Tidak Bisa Lagi Masuk Korea Selatan bagi pemegang Passport Indonesia baca di SINI Jadi saya termasuk yang beruntung masih bisa merasakan masuk Seoul dengan Visa Jepang hehehe Advice tulisan ini akan panjang jadi di sarankan perlu waktu untuk membaca nya, tapi kalian tidak rugi loh membaca nya karena info yang saya berikan Lengkap dan pasti Berguna buat kalian jika mau ke Seoul juga :) DAY 1 : 11 Maret 2016 Itinerary Day 1 : Incheon Airport Top Up T-Money Yakorea Dongdaemun Hostel INCHEON AIRPORT Tiba di Incheon International Airport sekitar pukul 20.10 WIT dan cuaca waktu itu dibawah 0 derajat celcius. Saya tiba di Terminal Low Cost Airlines jadi ketika mendarat mirip di Kansai International Airport kita harus naik Train Link Airport untuk menuju Lobby Utama nya. Tenang saja ikuti saja penumpang lain ke arah Station nya cukup mudah kok arah nya Dari Gate pesawat sampai ke Lobby Utama cukup dekat sekitar 15 menitan, berbeda dengan KLIA2 dan Kansai International Airport yang sangat besar jadi memakan waktu lama untuk tiba ke Lobby. Setiba di Lobby nuansa dekorasi nya Musim Semi, karena saya memang tiba nya bulan Maret jadi sudah mulai masuk Musim Semi. Di tengah lobby ada sebuah Taman Buatan yang cukup cantik, spot yang bagus untuk foto-foto. Dan disini saya katakan dalam hati "Seoul Touchdown" Hal pertama yang saya lakukan adalah harus membeli T-Money. T-Money ini adalah sebuah kartu elektronik yang berfungsi sebagai sistem pembayaran untuk banyak hal dari transportasi bahkan pembelian makanan dan minuman di banyak merchant di Seoul khususnya dan Korea Selatan umumnya. Mirip dengan kartu EZ-Link di Singapura Dari berbagai blog yang saya baca dan juga panduan dari member forum Komunitas Jalan2 Indonesia Korean Holic siapa lagi kalau bukan @mone. Membeli T-Money sangat mudah karena ada di banyak Convinience Store seperti Seven Eleven (7-11). Nah 7-11 terdekat di Incheon ini berada di Lantai 1 Oh ya Incheon Airport ini terdiri dari 4 lantai, lantai Kedatangan berada di Lantai 2, berarti harus turun 1 lantai lagi untuk ke area Seven Eleven dan juga Incheon Train Station. Bentuk dari Bandara Incheon ini Setengah Kurva jadi center nya yaitu Information Center di depan Information Center ini ada eskalator untuk kebawah, lalu ikut saja plang menuju Arex Train Station. Sebelum tiba di Station akan bertemu dengan 7-11. Disini saya membeli T-Money seharga 2500 Won. Hanya kartu saja belum di isi Saldo, isi saldo nya nanti di Vending Machine. Kartu nya unik gambar karakter Line bernama Brown Setelah membeli kartu T-Money nya saya menuju ke Ticket Vending Machine dimana di sini lah untuk mengisi saldo nya. Sebenarnya bisa juga membeli tiket kereta nya tanpa T-Money yaitu dengan tiket sekali jalan, namun tidak efisien untuk traveler yang mempunyai banyak rute. Saya isi Saldo sebesar 20.000 Won, untuk cara pengisian saldo nya sangat mudah kok sama dengan pengisian saldo di Ticket Vending Machine pada umumnya, untuk review nya nanti saya tulis di topic lain ya :) Setelah mengisi saldo dari T-Money saya masuk ke Arex Incheon Train Station. Nah Arex Train Station ini ada 2 jenis yaitu : Express Train, langsung menuju Seoul Station tanpa berhenti di Station lain, harganya 8000 Won dan menempuh waktu sekitar 45 menit Commuter Train, berhenti di tiap Station (total 9 Station), harganya bervariasi setiap station dari 900 - 4150 Won, dan menempuh waktu yang lebih lama dari Express Train sekitar 58 menit Untuk informasi tentang Arex Train ini bisa cek langsung ke website nya di SINI Nah karena saya akan menuju Yakorea Dongdaemun Hostel which is berada di Dongdaemun pasti nya, dekat dengan Cheonggu Station di Line 6, jadi saya harus turun di Gongdeok Station lalu Transfer ke Line 6, menggunakan Arex Commuter All Stop Train. Jadi biaya yang saya keluarkan adalah 4050 Won di cover oleh T-Money. Lalu Geongdeok Station menuju Cheonggu Station dengan biaya 1250 Won di cover oleh T-Money FYI Seoul Subway jauh dekat harga nya sama 1250 Won jika menggunakan T-Money, kecuali Arex Train YAKOREA DONGDAEMUN HOSTEL Sangat gampang banget untuk menuju kesini karena lokasi nya dekat Cheonggu Station. Jadi jika dari Bandara Incheon, ambil AREX Train All-Stop yang berhenti di tiap stasiun (bukan yang langsung direct ke Seoul Station). Turun di Gongdeok Station lalu Transfer ke Line 6 dan ambil Train yang menuju ke Samgakji Station. Turun di Cheonggu Station. Lalu setelah keluar station, kalian harus menyebrang jalan di depan gedung KB Bank. Nah di sebelah kiri gedung KB Bank ini ada jalan kecil masuk kesana dan kalian akan menemukan nya. Bisa search di Google Maps dengan kata kunci Yakorea Hostel Dongdaemun Saya memesan kamar online dari situs mereka, Double Private Room with Private Bathroom dengan harga 38.400 Won (Rp. 438.000). Karena saya mendapatkan diskon sebesar 40.000 Won jadi total yang saya bayarkan hanya 113.600 Won (Rp. 1.300.000) Untuk pengalaman di Yakorea Dongdaemun Hostel bisa baca di sini Review Penginapan Murah di Seoul Yakorea Hostel Dongdaemun Karena saya tiba di Hostel cukup malam sekitar pukul 23.30 WIT jadi saya tidak ada waktu lagi untuk kemana-mana hanya langsung istirahat di Hostel saja, sambil menyiapkan itinerary untuk besok. Sekian Day 1 di Seoul, nantikan lanjutan nya ya :) PENGELUARAN DAY 1 DAY 2 : 12 Maret 2016 Itinerary Day 2 : Gwanghamun Gate Gyeongbokgung Palace The National Folk Museum of Korea Bukchon Hanok Village Unhyeongung Palace Cheong Gye Cheon Stream Insadong Tamiya Plamodel Factory Line Friends Cafe & Store Pajeon Street Kyunghee University "Good Morning Seoul" kalimat pertama yang saya ucapkan dari atas roof top Hostel yang saya tempati selama 3 malam ini, suasana Seoul di pagi hari masih belum terlalu padat apalagi daerah Dongdaemun ini. Sarapan saya hari ini tetap sama dengan seperti di Jepang kemarin yaitu Cup Noodles seharga 1500 Won. Tujuan hari ini saya mengikuti saran dari @mega_yoora yang sudah dengan baik hati memberikan saya itinerary untuk keliling Seoul selama 3 hari, sebelum saya berangkat. Tujuan pertama saya langsung ke Gyeongbokgung Palace GWANGHAMUN GATE Untuk menuju Gwanghamnun Gate di Gyeongbokgung Palace dari Cheounggu Station saya harus menuju ke Gwanghamun Station. Karena masih di line yang sama yaitu Line 5 warna Ungu jadi cukup dekat. Rute nya Line 5 Cheounggu Station - Gwanghamun Station sebesar 1250 Won di cover T-Money. Keluar melalui Exit 2 lalu jalan sekitar 400 meter, sudah terlihat langsung megah nya Patung Kaisar Korea Selatan yaitu King Sejong. Kalian tidak akan melewati nya pasti. Tidak jauh dari Patung tersebut sudah terlihat Gerbang Utama dari Gyeobokgung Palace ini yaitu bernama Gwanghamun Gate. Sempatkan poto-poto dulu. Cuaca saat itu dingin sekali masih berkisar di 0 - 3 derajat celcius loh :) Untuk masuk ke area pelataran Gwanghamun Gate ini GRATIS tapi perlu di ingat hanya pelataran saja ya, dimana disini biasanya ada pertunjukkan The Gate Guard Changing Ceremony. Mereka melakukan upacara ini di jam tertentu jadi pastikan kalian tiba di waktu yang pas yaitu Pukul 10.00 WIT dan 14.00 WIT. Waktu pertunjukkan hanya 15 menit Masuk ke area pelataran Gwanghamun Gate ini sangat lah luas karena saya tiba sekitar pukul 09.50 WIT, cukup pas waktu nya untuk melihat pertunjukkan yang sebentar lagi akan di mulai. Jadi saya sempatkan untuk foto-foto sebentar di area ini Tidak lama sedang asik foto-foto beberapa petugas menarik tali semacam Tali Pengaman gitu di sekeliling area Gwanghamun Gate ini dan dari kejauhan tedengar suara Terompet. Tanda bahwa Ceremony akan di mulai. Saya pun langsung mencari spot di bagian depan agar bisa langsung melihat pertunjukkan nya. Pertunjukkan di mulai dengan Tentara Khas Korea Selatan pada jaman dulu yang dominan baju warna Biru membawa beberapa Bendera, yang kemudian di ikuti oleh tentara yang ber senjata lengkap seperti Pedang dan Tombak menggunakan baju dominan warna Hijau. Lalu di bagian belakang rombongan dari para Musisi dengan alat musik Khas Korea Selatan dengan pakaian mereka yang dominan Merah. Pertunjukkan selama 15 menit ini tidak ada yang spesial, hanya prajurit yang mengikuti Instruksi sang Kapten untuk berjalan teratur dan beberapa prajurit di tempatkan di bagian depan Gerbang untuk berganti posisi dari prajurit yang sebelum nya. Sedangkan para pemain musik terus berkumandang selama 15 menit pertunjukkan ini. Ekspetasi saya kira tadinya akan ada sedikit pertunjukkan mungkin adu pedang lah, silat lah, taekwondo lah atau apapun itu. Namun tidak ada, tapi ya gak papa mungkin memang Ceremony nya seperti ini heheh Selesai Ceremony ini, sebelum acara ini saya sudah melihat satu bangunan yang isi nya adalah penyewaan Kostum Prajurit yang tadi melakukan acara dan ini GRATIS, namun hanya buka setelah / sebelum acara Ceremony berlangsung. Jadi setelah ceremony beres saya langsung menuju ke tempat penyewaan ini yang kebetulan antri hanya 1 orang jadi gak nunggu lama. Penyewaan Baju Perang Korea Selatan Gratis ini letak nya jika kita masuk dari Gwanghamun Gate ada di sebelah kiri. Berupa rumah khas Korea Selatan disana ada plang nya kok. Dan waktu penyewaan hanya pada jam tertentu yaitu Pukul 10.15, 11.10, 13.10, 14.15, 16.15 WIT. First come first served. Dan pilihan kostum nya ada beberapa, saya pun pilih yang warna Biru atau disebut Jungbyoung Setelah dipanggil antrian saya masuk dan langsung dibantu petugas untuk mengenakan pakaian yang saya pilih, jaket dan tas bisa di simpan di loker di sini. Sedangkan waktu menggunakan pakaian ini untuk foto-foto di berikan waktu perorang selama 15 menit, dan boleh berkeliling di area Gwanghamun Gate ini. Juga boleh berfoto dengan Prajurit nya loh Sudah puas foto-foto dengan Baju Prajurit nya sudah 15 menit jadi saya kembalikan lagi ke petugas nya dan kali ini saya bersiap untuk ke area utama dari Gyeobokgung Palace nya. GYEONGBOKGUNG PALACE Gyeongbokgung Palace ini masih satu area dengan Gwanghamun Gate jadi kita tinggal jalan kaki saja, namun untuk masuk ke Palace nya kita harus membeli tiket. Tiket nya berada di sebelah kanan dari Gwanghamun Gate. Dan harga tiket nya untuk dewasa perorang adalah 3000 Won. Ada beberapa jenis tiket nya namun saya hanya pilih yang Gyeongbokgung Palace saja Masuk ke area Gyeongbokgung Palace ini karena masih awal Musim Semi jadi pohon-pohon Sakura nya juga masih belum berbunga, yap disini juga punya Pohon Sakura loh, jadi kalau datang pas musim nya bermekaran akan sangat bagus pasti Kompleks Gyeongbokgung Palace ini sangat lah luas, saya hanya sempat untuk mengelilingi beberapa tempat saja dari Main Palace, Rumah Kerajaan dan Gyeonghoeru sebuah Paviliun di tengah danau yang dulu nya berfungsi sebagai tempat jamuan makan malam terhadap tamu kerajaan. FYI Korea Selatan sudah tidak berbentuk Kerajaan lagi karena Monarki nya sudah di runtuhkan oleh Jepang ketika perang dan Korea Selatan sempat di jajah oleh Jepang. Sehingga semua Keluarga Kerajaan dan berdarah Kerajaan di bunuh. Sekarang Korea Selatan berkonstitusi Republik dan di pimpin oleh Presiden dan Perdana Menteri. Awal nya saya juga mengira mereka masih kerajaan, karena banyak Drama Korea aka DraKor yang menceritakan kisah tentang masa Kerajaan, apalagi dulu favorit saya adalah DraKor Princess Hours dan Prince Hours. Dan saya pun kecele ternyata hanya setting film saja Saya sudahi kunjungan di Gyeongbokgung Palace ini dan menuju ke destinasi berikutnya yang masih berada di area yang sama yaitu The national Folk Museum of Korea THE NATIONAL FOLK MUSEUM OF KOREA Keluar dari Gyeobokgung Palace ambil gerbang Timur kita akan menuju ke arah dari The National Folk Museum Of Korea ini (panjang ya namanya disingkat aja deh jadi National Folk Museum). Jalan kaki paling juga sekitar 10 menit jadi gak ada masalah kan heheh Oh ya yang menarik lagi adalah Tiket nya GRATIS loh. Di dalam museum nya yang tidak terlalu besar ini kita bisa melihat berbagai sejarah dari jaman Manusia Purba nya ala Korea (jangan bayangin Lee Min Ho jaman purba ya ) sampai ke jaman Kerajaan nya. Di bagi 4 lokasi sesuai Tema nya, cukup menarik untuk di pelajari jika kalian punya waktu, tapi sayang saya tak punya waktu banyak hehehe Setelah keliling di area National Folk Museum ini sekitar 30 menitan saya putuskan untuk lanjut lagi, namun di area luar dari Museum ini terdapat patung-patung unik yang bikin saya penasaran. Ternyata setelah di lihat patung-patung tersebut merupakan simbol dari 12 Shio menurut tradisi China loh, Ada shio macan, anjing, kelinci dll. Unik juga Tujuan saya untuk keluar dari area National Folk Museum ini ke arah Timur, namun di tengah jalan saya bertemu dengan sebuah taman yang lebih di peruntukkan untuk anak-anak, dimana terdapat ayunan dan patung dengan karakter lucu, juga beberapa kafe dan toko souvenir yang menarik. Cocok untuk spot selfie loh Sampai juga di Pintu Gerbang Utama dari National Folk Museum yang berada di Timur dari Gyeokbokgung Palace ini. Ada spot foto menarik yaitu logo dari National Folk Museum itu sendiri dan juga ada patung-patung yang unik dimana ada beberapa patung anak kecil yang di deretkan sedang nungging dan anak paling depan berdiri di hadapan mereka hahahah 9Gag Ruined Me Tujuan berikut nya adalah Bukchon Hanok Village yang letak nya tidak jauh dari National Folk Museum ini BUKCHON HANOK VILLAGE Cara paling gampang kesini yaitu jalan kaki saja ya karena menurut Google Maps dari National Folk Museum ini menuju ke Bukchon Hanok Village hanya sekitar 500 meter saja jadi sekitar 10 menit jalan kaki. Sepanjang jalan ini menemukan banyak banyngan-bangunan menarik loh. Seperti kumpulan Pohon Sakura yang walaupun belum bermekaran tapi cukup enak dilihat. Dan juga melewati salah satu cafe unik yang di depan nya terdapat Sebuah Boneka Beruang yang besar bernama Radio M Coffee Dessert or Me ? Saya tidak masuk ke cafe nya karena ya melihat menu nya harga nya agak mahal seh ya standar cafe-cafe di Jakarta lah. Jadi saya lanjutkan perjalanan. Setiba di titik yang di tunjukkan oleh Google Maps saya bingung, loh kok cuma jalan kosong saja dengan rumah-rumah di kiri kanan. Jalan nya juga kecil. Apa saya salah jalan ya, tidak nampak seperti "Village". Akhirnya saya coba google apa seh Bukchon Hanok Village itu Oooo baru ngeh ternyata Bukchon Hanok Village itu ya ini sebuah jalan di antara Gyeongbokgung Palace dan Jongmyo Shrine dengan desain rumah di sekitar nya yang masih Rumah Tradisional Korea disebut Hanok. Setelah saya ingat-ingat lagi emang benar juga seh di beberapa DraKor ada setting seperti di Jalan kecil dan kiri kanan nya banyak Rumah Hanok hahahah Setelah melihat cewek yang menggunakan baju khas Korea disebut Hanbok di atas baru lah saya lebih ngeh, ternyata Bukchon Hanok Village ini lebih berasa jika kita menggunakan Hanbok ketika berfoto di sini. Banyak kok penyewaan Hanbok di Seoul :) Lanjut perjalanan karena memang jalan ini hanya pendek saja, rute saya berikut nya menuju ke Insadong UNHYEONGUNG PALACE Ketika menuju ke Insadong melewati satu komplek Istana lagi bernama Unhyeongung Palace, yang tidak begitu besar namun karena penasaran dan masuk nya GRATIS jadi saya coba aja masuk. Oh ya jika kalian perhatikan dari Gwanghamun sampai sini dan nanti ke Insadong saya tidak menggunakan transportasi apapun alias jalan kaki, karena memang jarak nya berdekatan sekitar 10 - 15 menit jalan kaki loh Well sebenarnya nothing special seh disini mirip dengan Gyeobokgung Palace hanya kompleks nya lebih kecil saja, tapi ya cukup menarik juga untuk di kunjungi sekedar berfoto jika di Gyeobokgung rame disini kalian bisa dapat spot selfie kece yang sepi loh CHEONG GYE CHEON STREAM Untuk destinasi satu ini saya khusus menanyakan langsung ke Korean Holic di forum ini yaitu @mone karena saya agak bingung, karena ini stream atau aliran sungai jadi bingung ujung mana yang harus saya tuju untuk dapat lokasi yang keren nya. Dan menurut mone lokasi utama dari Cheong Gye Cheon Stream ini adalah dekat dengan Gwanghamun Gate. Ya sudah dari Unhyeongung Palace saya berjalan kaki ke arah Selatan dan akhirnya bertemu juga dengan aliran sungai ini, yang memang cukup panjang jadi tidak akan terlewatkan. Karena saya berada di sisi timur dari Gwanghamun jadi saya berjalan menyusuri sungai ini ke arah Barat. Dan selama berjalan di sisi sungai ini saya melihat memang aliran sungai nya sangat bersih. FYI sungai ini pada awal nya hampir sama parah nya dengan sungai di Indonesia sebut saja Citarum di Jakarta, kotor banyak tempat pemukiman kumuh dll. Namun pada tahun 2003 Walikota Seoul saat itu melakukan Restorasi Cheong Gye Cheon selama 3 tahun dan akhirnya menjadi seperti sekarang ini, air nya bersih dan sekitar nya juga sudah nyaman sekali. Restorasi bukan hanya dari infrastruktur nya saja, namun juga moral masyarakat nya agar ikut menjaga dan tidak membuang sampah sembarangan. Semoga saja bisa di tiru oleh masyarakat Indonesia umumnya dan khusunya warga Jakarta Akhirnya tiba juga ke area Cheong Gye Cheon Fountain merupakan area utama dari sungai ini. Disini terdapat sebuah air terjun mini buatan yang sangat cantik. Katanya kalau malam juga terdapat permainan lampu disini, jadi menambahkan kecantikannya INSADONG Lanjut dari Gwanghamun Station yang dekat Cheong Gye Cheon Stream menuju ke Jongno 3(sam-ga) Station yang dekat dengan Insadong. Insadong merupakan sebuah jalan Raya yang di kiri kanan jalan di bagian Pedestrian Walk banyak sekali pedagang baik itu Souvenir, Baju dan Makanan. Jadi salah satu sentra Shopping dan Kuliner di Seoul ini. Satu hal yang saya penasaran untuk coba di Seoul ini adalah Tteokbokki, pasti kalian udah tahu kan apa itu, yap salah satu jajanan khas Korea di setiap DraKor pasti nongol terus neh jajanan berupa Kue Beras dengan saos pedas nya itu. Inin sangat bikin saya penasaran banget. Kebetulan di Insadong ini banyak dan harga nya per cup 3000 won Makannya pun ala-ala DraKor berdiri dekat Ahjuma (Bibi penjual), dan di makan selagi panas, karena Seoul ini dingin dan gue langsung berasa Lee Min Ho hahahahha Karena kebetulan sudah jam makan siang sekitar pukul 12.30 WIT sudah saat nya untuk mencari makan dan saya putuskan untuk mencoba makanan khas Korea, tetap di area Insadong ini. Saya mencoba masuk ke beberapa gang nya dan menemukan satu restoran dengan menu makanan Korea Otentik namanya Tidak Tahu, karena huruf Hangeul Korea hahaha Tapi menu yang di tawarkan seperti Bulgogi, Gopchang Jeonggol, Yang Gomtang, dll. Jadi saya pilih lah di sini, namun jika saya di suruh tunjukkan alamat nya lagi, saya rasa akan sulit ketemu. Karena saya masuk ke salah satu gang / alley nya secara random saja. Tapi saya rasa di sekitar Insadong ini banyak kok Menu Restoran Korea Otentik. Ok saya mencoba untuk makan disini, restoran nya ternyata di dalam nya cukup luas dengan di bagi 2 area, area pertama meja dan kursi biasa dan area kedua Seperti Lesehan tapi ala Korea tentu nya. Saya memilih yang lesehan. Menu yang saya pilih adalah Bulgogi, dan Myeolchi Bap. Bulgogi adalah Makanan tradisional Korea berupa daging sapi panggang, sedangkan Myeolchi Bap adalah campuran sayuran. Tentu saja dengan pendamping Kimchi yang terkenal itu, kali ini saya makan Kimchi nya di Korea Selatan langsung Pertama ketika makanan nya datang, waduh banyak banget ini porsi untuk makan 4 orang sebenar nya. Apakah orang Korea Selatan kalau makan memang sebanyak ini kah hehehe. Yowes mubazir kan kalau gak habis. Yang saya coba pertama kali nya adalah Kimchi yang pasti karena saya penasaran, pernah coba di Bandung tapi ternyata agak beda rasanya Kimchi di Bandung lebih pedas, sedangkan yang di Korea Selatan ini lebih menonjolkan rasa Asam Manis, walaupun ada pedas nya. Untuk Bulgogi nya daging sapi nya enak di panggang merata, oh ya ada kuah nya yang ketika saya rasakan mirip kuah Mie Yamin Bandung heheh. Untuk Myeolchi Bap nya awal nya saya bingung bagaimana cara makan sayuran ini apakah satu persatu, ternyata kata pelayan nya harus di aduk dulu dan tambahkan Kimchi biar makin enak. Memang enak deh kalau tiap hari Salad nya seperti ini saya mau deh jadi vegetarian hehehe Untuk Harga Bulgogi Set 8000 Won, Myeolchi Bap 7000 Won. Jadi total 15.000 Won sekali makan, ini mungkin makan saya paling mahal selama trip ini. Tapi ya gak papa lah kapan lagi makan otentik hidangan Korea TAMIYA PLAMODEL FACTORY SEOUL Salah satu alasan kuat akhirnya saya mau ke Seoul juga adalah karena satu kata yaitu TAMIYA. Hahaha bagi kalian yang lahir jaman TVRI dan Dunia Dalam Berita, ada satu serial kartun Jepang yang sangat populer pada saat itu yaitu Dash Yonkuro, dan permainan yang di mainkan adalah balapan mobil Mini 4WD yang disebut Tamiya. Dan dari kecil saya sudah hobby dan mengumpulkan beragam jenis Tamiya ini, dan ketika sudah dewasa sekarang akhirnya saya punya kesempatan langsung datang ke Pusat Tamiya itu berada yaitu di Jepang. Nah Tamiya ini mempunyai toko Official yang di sebut Tamiya Plamodel Factory. Ada di beberapa negara salah satu nya Korea Selatan di Seoul. Saking ngebet nya kesini saya sampai konsultasi dengan petugas di Tamiya Plamodel Factory Seoul untuk arah nya dan di pandu oleh @mega_yoora tentu nya, kalau lokasinya ini di Gangnam tapi pinggiran nya heheh. Tapi apapun itu saya sempatkan kesini. Alamat lengkap Tamiya Korea Head Office nya berada di 215, Baumoe-ro, Seocho-gu, Seoul. Yang gampang nya adalah dari Yang-Jae Station (Line3) keluar Exit 8 ikutin Google Maps ke arah Showroom Chevrolet. Karena gedung nya bersebelahan Sebenarnya ada yang lebih mudah di In Yong-San I'Park Mall tapi itu cabang nya, mending saya ke pusat nya hehehe. Singkat cerita dari Insadong ke Yang Jae Station menggunakan Subway yang biayanya tetap 1250 won di cover oleh T-Money. Disini saya sempatkan belanja sekitar 35.000 Won, heheh borong soal nya kapan lagi ya kan LINE FRIENDS CAFE & STORE Katanya kalau udah di daerah Gangnam sekalian aja mampir ke Line Friends Store Garosu-Gil (Flagship), sebenarnya seh kesini gak sengaja tadi nya mau ke Rodeo Street yang katanya tempat Luxury and High End Fashion sekaligus tempat beberapa Agency Artis Korea. Tapi apa daya salah turun Station, harusnya di Apgujeong Rodeo Station, saya turunnya di Apgujeong Station heheh. Btw di tengah jalan menuju Line Cafe ini ketemu satu Clinic yang bagi saya unik seh, tpai mungkin bagi orang Korea Selatan biasa saja, yaitu Klinik Bedah Plastik, hahahha. Ya ternyata memang benar area Gangnam ini banyak sekali Clinic Plastic Surgery. Dan istilah "Permak Wajah" itu berlaku banget disini. Btw gue gak masuk ya, muka masih asli loh Ya sudah lah terlanjur sudah di sini, search google ada apa di sekitar Apgujeong Station dan ketemu lah ada Line Cafe salah satu nya di Seoul ini. Yowes saya jalan kesana sekitar 15 menitan tidak terlalu jauh ikuti saja jalan utama ini. Alamat lengkap nya di Gangnam-gu, 15 현대맨션, 535-. Google Maps KLIK Oke ada apa aja di dalam Line Friends Cafe & Store ini, ya sesuai namanya sudah jelas ada cafe dan toko souvenir ya hahah. Tapi kata Friends disini unik juga karena Line Friends disini kumpulan dari semua Karakter yang ada di aplikasi Line seperti Brown, Cony, dll. Ya semua tema dari Aplikasi Line ada disini dari suvenir sampai ke sajian makanan yang ada di Cafe. Hal yang paling pertama akan terlihat ketika masuk, kalian akan langsung bertemu sebuah boneka Brown, yang sangat besar. Jadi satu spot foto wajib pertama kalian. Lalu masuk ke dalam nya, mungkin bagi kalian pengguna aplikasi Line karakter-karakter yang ada disini familiar ya, tapi karena saya jarang menggunakan Line jadi agak asing. Dan saya rasa memang lucu dan unik saja seh. Ada 3 lantai di mana lantai 1 adalah Toko Souvenir, lalu Lantai Underground adalah Cafe, sedangkan lantai 3 Kantor. Saya penasaran dengan Line Cafe nya jadi langsung ke lantai bawah nya, ternyata cafe nya tidak terlalu besar malah kalau di bilang hanya 1/3 bagian dari lantai bawah ini, yang sisa nya juga di peruntukkan untuk Etalase Souvenir. Tapi akhirnya saya putuskan untuk mencoba satu Cake nya yang paling murah hahahah. Yaitu Brown Cheesecake seharga 12000 Won Sebenarnya seh Cheesecake biasa hanya saja pembungkus nya ada gambar karakter Brown nya dan rasa nya sama saja seperti Cheesecake biasa, mahal ya 12000 Won sekitar IDR 135.000 an. Tapi ya sudah lah namanya juga penasaran hehehe Tidak lama di sini karena saya juga memang sambil ngisi waktu sebelum janjian ketemu ama member Forum Komunitas Jalan2 Indonesia yang kebetulan tinggal di Seoul yaitu @mega_yoora dan @uphe. Kita janjian di Resto Imone Pajeon malam sekitar jam 7 an, Jadi sekarang sudah pukul 18.00 WIT jadi cukup waktu lah kesana PAJEON STREET Paling seru kalau ke luar negeri dapat teman baru ya kan, tapi lebih seru lagi kalau ke luar negeri ketemu teman yang di kenal baru via online dan akhirnya bisa janjian ketemuan di Negara Orang pula. Yup inilah yang terjadi dengan saya dan @mega_yoora kami kenal ya di Forum Komunitas Jalan2 Indonesia ini. Sedangkan dengan si @uphe judul nya ketemu lagi setelah bertahun-tahun gak ketemu, yang terakhir ketemu pas Jalan2 Bareng ke Malang-Batu acara Gathering Komunitas Jalan2 Indonesia sekitar tahun 2015 Dan tempat yang di rekomendasi ini Mega adalah Pajeon Street berawal dari chatting sebelum berangkat ke Seoul : A : Meg, ketemuan yuk tar di Seoul sambil kongkow dimana gitu Soju yang asik heheh B : Soju ya, ayo aja asal pas weekend, karena kalo weekdays kan besok nya kerja A : Nah pas tuh kan gue nyampe Jumat, Sabtu nya aja tuh B : Boleh lah, gimana kalo Pajeon aja di mix dengan Makgeolli ? A : Mak apaan ? Ya udah bebas aja yang penting enak aja hahah B : Oke tar meet up di Hoegi Station Line 1 Exit 1 ya Ya begitulah chit-chat singkat via Kakao Talk itu. Dan akhirnya saya pun menuju Hoegi Station dari Apgujeong Station - Oksu Station (Line 3). Pindah ke Line 1 menuju Hoegi Station. Tetap 1250 Won di cover T-Money Nah ternyata kalau mau ketemuan di Station itu memang harus detil seperti yang ditulis Mega "Hoegi Station Line 1 Exit 1". Ok Hoegi Station nya benar, Line 1 nya udah benar, nah yang saya gak cermati adalah Exit nya, karena saya pikir ya exit sama saja deh dekatan ini masih satu area. Ya sudah saya keluar Exit 2. Padahal si Mega sudah nungguin di depan Exit 1. Saling mencari, akhirnya saya ditelepon via Kakao Talk, untuk kembali ke Exit 1 hehehe Ketemu lah dengan Mega dan temannya Ivan orang Indonesia juga tepatnya Lampung, sedangkan Mega dari Jakarta yang asli Medan, berarti semua nya orang Sumatera termasuk saya lahir di Palembang hahaha. Jauh ya orang Sumatera rantauan nya ke Negeri Orang demi sesuap Pajeon dan seteguk Makgeolli hahhaha Yowes tidak lama si @uphe dan temannya pun datang dari "Luar Kota" Seoul. Akhirnya kami langsung menuju ke sebuah Restoran langganan Mega yang ternyata dekat Kosan dia juga hahah, yaitu IMONE PAJEON di Pajeon Street. Bagi kalian yang bingung cara menuju Pajeon Street (Pajeon Alley) / Nakseo Pajeon (Hangeul). Cukup menuju Hoegi Station Line 1, keluar Exit 1. Ketika keluar dari stasiun berjalan lah ke arah kiri sekitar 200 meter kalian akan menemukan banyak sekali Restoran bertemakan Pajeon. Kenapa di sebut Pajeon Alley (Street) ? Ya karena banyak Restoran Pajeon disini dan salah satu yang terkenal adalah IMONE PAJEON. Bagaimana penampakan Restoran atau lebih tepatnya di sebut Warung Makan / Warung Minum ala Korea ? Ya seperti bayangan saya dan banyak lihat di Drama Korea. Dimana tempatnya tidak terlalu luas, rame pengunjung, dan suara berisik dari para pengunjung heheh. Tapi memang inilah yang saya cari, merasakan jadi Anak Nongkrong Korea hahahah Kami pun pesan Paket Pajeon + Tteokbokki + Cheese Corn + Jjampong + Snack = 18.000 Won, lalu Makgeolli 4000 Won jadi total 22.000 Won, ini porsi buat ber 8 mungkin sedangkan kami saat itu ber 6, jadi jika di bagi 6 perorang jadi 3666 Won. Murah banget kan porsi nya juga banyak banget neh. Pajeon adalah makanan khas Korea yang berupa Pancake dengan berisikan Seafood di dalam nya, sedangkan Makgeolli adalah minuman beralkohol sekitar 6-8% hasil dari beras yang di kukus lalu di fermentasi, kalau kata Mega si air tajin hahah. Lalu ada Jjampong merupakan Mie Seafood dengan kuah pedas Anyway Pajeon dan Makgeolli nya emang juara banget, memang benar Pajeon pas banget minum nya Makgeolli loh. Seafood di Pajeon nya juga banyak banget campuran dari Udang dan Cumi gede-gede juga. Belum lagi makanan yang lain nya kenyang abis dah. Ini muka-muka para pelahap hahaha Akhirnya kami pun kenyang dan menyudahi acara makan-makan di negeri orang ini hahaha. @uphe dan temannya memutuskan untuk pulang ke asrama nya karena berada di "Luar Kota" Seoul dan ada jam malam, jam 11 malam pintu di tutup susah untuk masuk katanya. Sedangkan saya dan yang lainnya masih jalan menuju kampus tercinta @mega_yoora yaitu Kyunghee University. Yup dia sedang mengejar S2 disini jurusan nya saya lupa mungkin Sastra Korea, karena bahasa Korea nya fasih banget heheh Karena sudah malam tidak banyak yang di lihat dari Kyunghee University ini, tapi sepanjang jalan ke Kyunghee, Mega menjelaskan kalau toko-toko di sini tergolong murah karena harga pelajar. Dari makanan sampai ke fashion Ya akhirnya kami memutuskan cukup sampai disini untuk meet up kali ini, saya dan Ivan akhirnya pulang bareng menggunakan Bus yang memang searah ke Kosan dia dan penginapan saya di Dongdaemun (tapi saya harus naik Subway lagi). Bus juga di cover oleh T-Money dan keren nya harganya tetap 1250 won, dan ketika naik Kereta juga tidak di potong lagi loh. Jadi 1250 Won tadi Bus + Kereta Subway. Memang bagus sekali mekanisme sistem transportasi nya Akhirnya menyudahi hari kedua ini dengan istirahat di Yakorea Dongdaemun Hostel karena sudah malam sekali. Dan besok adalah Hari Ketiga untuk explore Seoul lagi. Ditunggu lanjutannya ya PENGELUARAN DAY 2 LANJUT KE My Best Moments 5 Days in Seoul : Part 2
  3. 7 points
    feripwardoyo

    Sulawesi? Well..

    Saya gak pernah menyangka kalau perjalanan wisata bisa sampai semelelahkan ini. hahahaha.. Cabut dari Toraja jam 9 pagi, nyampai di penginapan di Tanjung Bira sekitar jam 2 dini hari. Rasanya rontok seluruh tulang dan persendian di badan. Tentang Sulawesi, tentang Makassar, Toraja dan Tanjung Bira in particularly, bisa dibilang saya agak kecewa karena kondisi yg tidak sesuai dengan ekspektasi saya. Oke, saya akui dari awal saya memang sudah agak drop waktu dengar jauhnya waktu dan jarak tempuh dari Makassar ke Toraja. Dan ternyata itu belum ada apa-apanya dibanding perjalanan dari Toraja ke Tanjung Bira. Hahahaha.. VideoWithAudio105_001.mp4 Jadi, kesan saya tentang trip kemaren ini: 1. Ternyata tak ada setetes pun darah Indiana Jones mengalir di dalam tubuh ini. Saya murni anak pantai.. son of a beach, indeed. Saya kurang menikmati atraksi keluar masuk gua dan naik turun tangga untuk melihat deretan tengkorak dalam kondisi tak terawat. Saya tau itu adalah sebuah tradisi, sebuah adat dan kebiasaan yg telah mendarah daging dan menjadi bagian dari kekayaan budaya Indonesia. Tapi waktu lihat tulang-tulang berserakan di Ke'Te Kesu' dan Londa, mau gak mau ingatan saya malah langsung terbang ke Tuol Sleng Genocide Museum di Kamboja. 2. Tanjung Bira itu overrated. Atau mungkin karena saya gak nginep di Amatoa jadinya saya gak merasakan hype dan buzz yg selama ini terpapar ke saya? Entahlah.. 3. Dari jaman Majapahit sampai Steller, dan mungkin sampai Palestina dan Israel nanti rukun seperti pasangan suami istri, mental buang sampah sembarangan tuh kayaknya gak bakalan bisa diilangin dari negeri ini. Gak di bandara, gak di gua, gak di pantai, sampah berserakan di mana-mana. Paling parah pas di Tanjung Bira, pas mau naik ke speed boat buat snorkeling, bungkus Citato dan botol Aqua mengambang mesra bersama plastik-plastik dan aneka bentuk sampah lainnya. Sedih itu ngabisin waktu 16 jam di jalan berharap ketemu pantai yg nyaman, tapi begitu nyampe malah ketemunya bungkus Citato. Itu kesan buruk saya.. Sekarang ganti bahas hala-hal sederhana tapi menyenangkan yg bikin trip kemaren terasa bearable. 4. Bener kata teman, orang Sulawesi itu ramah-ramah. Nada bicaranya halus dan gak pelit senyuman. 5. Kemaren keluar dari Makassar menuju Toraja, dibikin shock sama jeruk Bali. di Sulawesi namanya ajaib bener.. Gula-Gula Bencong. Hahahaha.. Mungkin karena rasanya yg manis enggak, asem pun juga kagak makanya dipanggil bencong. Tapi kata pak Rauf, driver, di Sulawesi yg bencong itu gak cuman Jeruk Bali, tapi juga kuda dan ayam. Walaupun ada embel-embel bencong, tapi kuda dan ayam yg khusus buat diadu ini konon selalu menang di setiap perjudian. 6. Di sekitar Toraja banyak bangunan berarsitektur kece dan tempat makan enak! Favorit saya rumah makan Mambo dan café Aras di Rantepao (pelayanannya super professional, luar biasa ramah walaupun udah dibombardir dengan sejuta pertanyaan oleh serombongan musafir lapar, dan pastinya menu yg dihidangkan sesuai selera.. Mambo hidangannya enak-enak dan atmosfernya kayak resto keluarga di Bandung, sedangkan Aras itu kayak masuk ke galeri seni lalu dihidangi makanan lezat dalam porsi jumbo. PUAS!!! maka tak mengherankan kalau mereka masuk dalam daftar must visit oleh majalah DestinAsian); bangunan gereja Immaculate Heart of Mary di Makale, dekat sama kolam berhias Patung Lakipadada sama patung kemenangan Indonesia di Rose Parade, Pasadena.  7. Toraja ternyata telah menjadi tempat berdirinya patung Yesus tertinggi di dunia. Konon patung Kristus Penebus di Rio de Janeiro yg tersohor itu masih kalah tinggi sama yg di Toraja. Shocking, eh?! 8. Kalo di Toraja ada Toraja Heritage Hotel yg super nyaman (check in jam 11 malam disambut minuman segar dan handuk dingin untuk menyeka wajah yg kusut, menu sarapan yg gak cuman enak dilihat tapi juga enak di lidah, bangunan bungalow berupa Tongkonan yg megah, serta pool yg asik buat renang dan acara minum-minum), di Bulukumba ada Kaluku Cottage. Ini penginapan benar-benar istimewa. Halamannya berupa pasir putih dan Pantai Bara, dikelilingi pohon kelapa yg super tinggi, dan kalau malam penerangan di sekitar cottage sangat temaram jadi taburan bintang terlihat jelas dan terasa dekat ke mata. Beruntung sekali kemaren malam langitnya cerah jadi bisa puas menikmati keindahan langit malam Bulukumba.  9. Benar kata bro @ariegato, Hotel Aston Makassar kece badai! Hehehehe.. 10. Di sekitar Losari ada penginapan cum tempat ngopi yg trendi dan baru seminggu beroperasi. Namanya POD House, konsepnya capsule hotel. Bisa jadi alternatif buat transit. 11. Jangan lupa mencicipi Pa'Piong serta Ballo', arak khas dari Sulawesi yg terbuat dari Palem, Nipa dan Lontar. Rasanya manis-manis kecut, kayak air tape gitu.. Segelas cuman 3 ribu. Ps. Teman perjalanan yg menyenangkan itu nolong.. BANGET!!! Well, at least udah pernah ke Sulawesi..
  4. 7 points
    Sore kemaren, Jum’at 8 April 2016 Mas Kenzie @Dhistiraz dan Temen2nya para DJ dari ENTRANCE Music Temple Medan mengajak saya jalan-jalan nyari isian perut ( kuliner ). Pada saat pembahasan sebenarnya kami pun sedang berada di resto yang cukup cozy yaitu Distrik 10 yang bertempat di Gedung Forum 9 atau Plaza CIMB Niaga Jalan Imam Bonjol Medan, namun karena salah satu temen mas kenzie ( DJ Cavin ) dapat kiriman Pic ( Photo ) Martabak + hantu Kuntilanak dari temennya, langsung aja dia call temennya itu dan menanyakan alamat lapak martabak itu, dan saat itu juga kami sepakat untuk melihat dan mengunjungi lapak jualan martabak yang rada nyeremin hanya sekedar untuk memuaskan rasa penasaran kami. Sekitar pukul 7 malam kami menuju tempat jualan Martabak yang ternyata alamatnya sangat mudah di jangkau yaitu di Jl. Gatot Subroto Simpang Jl. Merbau, persisnya di samping kiri Plaza Medan Fair. Setelah memarkir mobil di body jalan sebelah kanan ( karena arus jalan searah jadi boleh parkiri di sebelah kanan jalan ), kami pun keluar dan langsung menuju tempat duduk yang pada saat itu kebetulan masih di lap dan di susun. Owh… ternyata Jualan Martabak ini baru buka jam 7.30 malam,ohh..pantesan masih sepi… Sambil menunggu mereka beres-beres dan menyiapkan lapak dan segala menunya kami pun duduk di tempat duduk yang kebetulan sudah bersih, sambil tetep bercerita sana sini, iseng saya memperhatikan mereka para pekerja dan para koki yang sedang mempersiapkan segala kebutuhan. Guys ,.. perlu saya gambarkan bahwa tempat jualan martabak ini bukanlah tempat yang permanen, namun hanya menggunakan 1 unit Mobil Pick Up yang di sulap jadi counter dagangan, dan mereka menggunakan halaman pertokoan yang memang cukup luas untuk meletakan meja kursi sebagai tempat bagi pengunjung untuk menikmati sajian.. Deg !!! .. pas melihat sisi kanan mobil yang rada gelap saya melihat sekelebat bayangan putih berambut panjang dengan mata melotot yang di sekelilingnya berwarna hitam… Seremmm!!! Setelah saya perhatikan dengan seksama.. Owhhh ternyata mereka para Waitress yang sedang berdandan ala Hantu-hantu yang menyeramkan khas Indonesia, Ada Kuntul eh Kuntilanak, Wewe Gombel, Pocong, Hantu Tengkorak dan ada juga Iblis kepala merah, mungkin temennya Hell Boy. Dan tanpa saya sadari begitu saya kembali melihat ke sisi kiri dimana meja-meja tadi sedang di susun, ternyata sekarang sudah penuh dengan pengunjung… bahkan sudah ada yang ngantri karena nggak kebagian meja… wah ternyata tempat ini menjadi sangat membuat orang penasaran untuk mengunjunginya, sehingga hanya dalam waktu sekitar setengah jam saja semua meja sudah penuuuhh!! Ow..ow..ow… untung saja kami datang lebih awal, kalo nggak bakal berdiri juga kayaknya.. OK Guys, akhirnya mas Kenzie memanggil salah satu kuntilanak yang sedang memegang menu order, dan dia pun menghampiri kami tanpa senyuman…. Siniss dengan mata tajam melotot yang menambah suasana makin nggregess.. mungkin inilah suasana yang membuat orang tertarik datang karena penasaran dengan info yang mereka dapat dari mulut-kemulut & Medsos. Sambil menunggu pesanan makanan ( Martabak ) yang kami pesan, tak mau kalah dengan para pengunjung lain kami pun mengajak si kuntilanak untuk berphoto bareng… untung dia nggak bilang “ Baaang…Sate nya 50 tusuuukk..!!! “ Guys… Selain sibuk untuk menulis orderan, para hantu juga di buat sibuk oleh para pengunjung yang meminta untuk selfie bareng… bahkan malah ada anak-anak yang nangis karena ketakutan hahahahha Daann… akhirnya menu pesanan kami pun tiba… karena perut kami memang sudah terisi sebelumnya di Distrik 10 tadi, ya kami hanya memesan Roti Cane kuah kari + 1 porsi Martabak Horor yang di makan rame2. Yang penting rasa penasaran kami sudah terpuaskan… Karena kami kasihan melihat seorang ibu-ibu muda cantik yang lagi hamil beserta anak dan suaminya yang dari tadi ngantri… akhirnya kamipun mempersilahkan si ibu-cantik tadi untuk bergantian duduk di meja kami sebelum pengunjung yang lain mendudukinya… dan sebelum meninggalkan meja kami pun memanggil hantu kuntilanak untuk mengitung harga pesanan kami sekalian minta billnya. Nah… ada yang menarik Guys… ternyata para Hantu (waitress) dilarang terima Tips dari pengunjung !! taunya hal ini karena pas mereka memberikan kembalian dan saya bermaksud memberikan tips buat mereka, mereka menolaknya dengan alasan “ kami dilarang menerima Tips mas… Makasih ya mass…dan mohon maaf…” OK lah…. Nice Bisnis… saya pikir.. Jadi Guys… yang berada di kota medan dan sekitarnya colek @Muhammad Al Aufa, @just0682, @pancaiwa, @arie arhen lingga, @dhiedhut, @Weny Woyla, @Arrizqi Fadhilah, @thepo, atau temen-temen yang dari luar kota yang kebetulan sedang berada di kota Medan, Kuliner MARTABAK HOROR , mungkin bisa menjadi spot kuliner yang menarik untuk di kunjungi. Karena lokasinya yang sangat mudah di jangkau…karena berada di pusat kota.. Berikut Info Lengkapnya : MARTABAK HOROR Lokasi : Jl. Gatot Subroto Simpang Jl. Merbau , Patokannya adalah Plaza Medan Fair, silahkan jalan ke kirinya disaamping Fly Over sekitar 30 Meteran saja. Buka : Jam 19.30 - abis ( sekitar jam 1 an ) Menu/Harga : Lihat di photo Menu Suasana : nuansa Menyeramkan, asik buat berselfie dengan para hantu Tips : Datanglah lebih cepat sekitar jam 19.00 malam, lebih cepat setengah jam dari jam buka 19.30 wib , agar temen2 tidak rebutan meja dengan pengunjung lain, karena begitu mereka selesai mengelap meja biasanya sudah ada pengunjung yang menunggunya…
  5. 7 points
    OHaYooo! Hmmmm... ini udah hari ke berapa ya? sampe lupa udah mulai kelamaan di jepang kayaknya. hihihi. lets go! Hari ini jadwal padat banget nget nget. 4 tempat niat bgt harus bisa didatengin. anddddd Hari ini ketemu 1 anggota baruuh... halloww Maya. a new girl from the blok. langsung yesss kita jalan2.. 1. arashiyama bamboo groove. Tempat ini susah susah gampang dicapainya. Namun untuk dapetin suasana yg cozy dan calm mau ga mau harus berangkat super pagi. Rekomen saya sih sampai ditempat ini kalau bisa pukul 6 pagi. Tempat ini bisa dicapai dgn bus ataupun kereta. Nah.. saya kebetulan bosen bgt menggunakan kereta. karena selain dibawah tanah, saya lebih seneng enjoying view di dunia atas. alias dgn bus. untuk rute jgn takut nyasar, kamu tinggal pergi ke halte terdekat, nanti akan ada papan petunjuk bus bus apa sajakah yg mengarah ke daerah yg kita tuju. Namun ada plus minusnya nih naik bus. tadi plus nya kan pemandangan yg oke. minusnya adalah... L a M a.. Jadi agak telat deh ke bamboo grove nya. saya sampai di tkp sekitar pukul 7.30 pagi dan janjian dgn team jepang kemarin di kiyomizu. Jalan kaki yg agak nanjak membuat saya terus menunduk... sampe ga sadar kalo saya udah ditengah2 hutan bambooo. Bau daun mulai kecium... look up and... Oww WOW Udaranya yg bersih dan tatanan bamboo yg tertata apik berhasil membuat saya berdecak kagum. Sepanjang mata memandang bener2 hijau hijau dan hijau. ga cuma itu.. ada beberapa temple yg bisa kita masuki disini. rumah2 tradisional juga ada di sini. Kalo kamu berminat mau coba duduk minum teh ocha sambil duduk di tatami, disini deh tempatnya. yen yg harus kita keluarin juga ga begitu mahal kok. 500 yen per temple. Tapiiii... berhubung waktu cuman sedikit. dan ga berasa foto2 aja sudah menghabiskan waktu 2 jam. Akhirnya kita memutuskan utk skip memasuki temple2 ini dan langsung menelusuri jalan setapak menuju 'Romantic train'. Diperjalanan menuju Sagano scenic train ini saya menemukan banyak pemandangan dan printilan unik jepang. kalo ada waktu banyak, bawa buku dan juga mini karpet utk hanami an pasti enak bgt inih. cemilan dan teh anget.. waduuuh kombinasi "iya" bgt sih ini. view nya bukit2 warna warni hijau plus sakura. saya masih bingung ini sebenernya apa. pasalnya.. batu2 ini tertata rapih dan seperti diatur sebegitu rupanya. warnanyapun beda beda (anaknya emang suka mikir gituh) Oh YA! selama jalan2 ini, ada beberapa toko jajanan yg bisa kita icip2 lho. Tapiii... jajanannya termasuk luar biasa sih. sate OYSTER.. yatalam...600 yen atau skitar 68rb rupiah. Di Jakarta bisa 200rb deh. sabiji. Hellow Cholesterol. 2. Sagano Scenic Train atau biasa disebut kereta romantis. noted. kereta ini ga cuman buat honimun atau orang pacaran yah. maksud dr romantic disini adalah, kita akan melewati rindangnya pohon2 berwarna warni tergantung dari musimnya. Saya rekomendasi in kalo bisa pilih seat didepan karena atap mereka terbuat dari kaca juga, jadi kita bisa melihat view sepanjang mata memandang.. . Tiket bisa dibeli di tempat. dan jgn gunain jr pass (krn ga bisa dipake kalo disini) waktu yg ditempuh utk sampai di pemberhentian terakhir sekitar 30 menit aja. Stasiun juga hanya berhenti di 2 tempat. NAH! kalo kalian kebetulan ada spare waktu lebih.. bisa dicoba turun di stasiun pertama. disitu kita bisa mencoba naik kapal seperti nelayan gitu. mengikuti arus dari si sungai HozugAwa yg bersiiih nan hijau ini coba cek youtube ini deh ga selesai disitu aja. ketika turun dr sagano pun pemandangan masih ga ada habis habisnya. okay... ga sampe2 nih ke fushimi inari kalo foto2 terus ahahha 3. Fushimi inari temple Kalo kamu penggemar film memoir of geisha pasti tau adegan dimana si mata biru berlarian di dalam temple ini. Cinematography dari film ini berhasil membuat saya bertekad “okay… saya harus bisa menapakkan kaki di kuil ini”. Kuil ini biasa disebut sebagai Kuil Rubah (temple of Fox) The Main Gate Kenapa rubah? Karena konon menurut orang jepang, rubah adalah binatang yg mistis. Mereka hanya bisa ditemukan jika memang mereka ingin ditemukan. Jadi kalo kita niat nyari biasanya ga akan bisa liat. Hmmmmm memang sih setelah saya pikir2, belum sekalipun saya melihat dgn kasat mata si rubah ini. Persiapan yg bisa kita lakukan di awal yaitu.. bawa jas ujan or payung kecil. Karena disini tidak banyak tempat untuk kita berlindung dr hujan. Naah… kebetulan saya datang pas gerimis2 jadilah pake sweater dulu hihihi. Ketika masuk.. saya benar2 terhipnotis dgn warna2 kayu2 orange ini. Membentang sepanjang kaki bukit sampai puncaknya. Spot spot view juga sangat memanjakan mata. Di dalam kuil ini juga banyak tempat 2 sembahyang bertebaran dimana mana. Bau dupa yg menentramkan dan semilir angin klop membuat kombinasi magis. JUARA Pink Nyah! Sugar Rush… saya bener2 ga bisa diem wara wiri didalam sini. Sampe ga sadar kalo saya udah terpisah dr rombongan ahahahaha. Ga terasa 2 jam saya mendaki ke atas dan ini baru setengah jalan menuju puncak. Mungkin karena semakin tinggi tempatnya maka semakin tipis oksigen di atas sini. Alhasil saya bener2 merasa sesek nafas (maklum lg flu batuk berat) jadi berat hati saya memutuskan untuk turun gunung untuk kali ini. One day saya harus bisa nyelesaiin sampai puncak dan bunyiin si Lonceng hitam. oh ya kalo Haus juga kita bisa minum di Mata air yg tersedia di beberapa titik di sekitar Fushimi inari. tapi ada tata caranya ya. alias aga jaim laah minumnya ahahaha 4. Philosopher Path Ada sejarah dibalik kenamaan philosopher path ini. Diberi nama oleh philosopher jepang bernama Nishida Kitaro (1870-1945), a Kyoto University professor of philosophy. Beliau biasa berjalan di daerah ini untk bermeditasi sehari hari nya. Saya mengerti bgt ketika saya melihat pemukiman ini. Sebuah jalan setapak dan sungai di higasiyama yg di apit oleh ratusan pohon sakura. Dan di sini tidak diperbolehkan menggunakan motor atau mobil. Kebetulan sekali saya datang di waktu yg tdk begitu terlambat. Walaupun hari sudah sore.. saya masih sempat menangkap indahnya berbagai macam sakura disini. Plus akibat arus hangat di jepang yg datang lebih awal, membuat pohon sakura mekar di Kyoto sebulan lebih cepat dari biasanya ( puncak mekar sakura di april pertengahan) perjalanan ini bisa diselesaikan selama 30 menit. tapi kalo saya sih bisa 1 jam hihi. Arigatoo Kyoto si. Saya benar2 dibuat terpukau olehmu. padahal 4 hari saya menjelajahi Kyoto. tapi sepertinya harus nambah hari lagi nih utk explore all Kyoto detik detik dimana saga bamboo groove blum begitu ramai dan bentar lagi hampir ketabrak taxi gara2 terlalu fokus foto2
  6. 7 points
    Hallo guys, Sebelumnya saya sudah bercerita seputar itinerary dan budget perjalanan selama di Vietnam. nah bagi yang beum baca, baca dulu yaa disini Keliling Vietnam. biar kita nyambung loh ceritanya. Kenapa saya dan travelmate saya tertarik untuk mengunjungi Negara ini ? why? Merasakan negara yang damai walaupun dibawah pemerintahan yang berpaham komunis, walaupun negara komunis, pemerintahan nya tetap membiarkan masyarakatnya untuk bebas memeluk agama dan beribadah sesuai agamanya masing-masing. Bisa dibilang untuk cost traveling dinegara ini cendrung murah, karena rate mata uang Vietnam masih dibawah Rupiah, jadi kita bisa merasa kaya raya disini. hehehe Banyak object wisata yang bisa dikunjungi. Negara yang memanjang dari selatan ke utara, memudahkan kita untuk menelusuri kota-kota nya satu persatu, tanpa harus bolak balik. Sepertinya negara ini mengerti dengan para traveler, karena transportasi antar kotanya sangat banyak dan nyaman lagi. Nah, kali ini saya akan bercerita tentang perjalanan saya di HCMC. HCMC merupakan kota terbesar kedua setelah ibukota Hanoi di Negara Vietnam. HCMC terletak dibagian selatan Negara Vietnam, dan Hanoi terletak dibagian Utara Vietnam. HCMC adalah kota pertama yang menjadi start saya untuk mengelilingi Vietnam. Saya sampai di kota ini berangkat dari Kuala Lumpur pada tanggal 1 Mei 2016 dengan menggunakan maskapai tercinta para backpacker yaitu si burung merah Air Asia. Saya flight jam 11 siang waktu KL. HCMC terkenal dengan sebutan SCAM CITY. mitos apa fakta? Bagi saya itu relatif, bisa dibilang "iya" dan bisa dibilang "tidak" juga. Mungkin bagi mengalaminya akan mengatakan "iya". Dimanapun kita berada, kejahatan bisa aja datang, benar bukan? jangan kan di neraga orang, dinegara kita sendiri ataupun dikampung halaman kita, ada saja kejahatan yang muncul. seperti kata bang napi "kejahatan muncul karena ada kesempatan..waspadalah..waspadalah". Jadi intinya adalah dimanapun kita berada, tetap waspada. sebisa mungkin menghindari yang namanya kerawanan, Nah jadilah saya memilih penerbangan pagi atau siang untuk menuju Ho Chi Minh City, kenapa?. alasannya adalah keamanan tadi. Kalo di Ho Chi Minh City sekarang banyak sekali scam didalam taxi (terutama malam hari) dan jalanan sepi, jadinya saya benar-benar menghindari kedua hal itu. HCMC kota seribu motor, mitos apa fakta ? Pendapat ini begitu lengket di telinga para traveler, bahkan menyeberang jalan disana bagaikan menantang maut. wihhhhh sereeem... Bisa "iya" ataupun "tidak segitunya". Bagi saya ini tidak terlalu seekstrem itu, atau saya memang lihai dalam menyeberang? hahahha, atau waktu itu hari libur, jadi tidak banyak yang keluar pake motor, ga tau juga sih. Pesan saya cuma 1, menyeberang lah di tempat penyebarangan, ada zebra cros dan lampu merah, jangan menyeberang di tengah jalan. Karena kata ibu guru saya begitu waktu SD, masih ingat pelajaran SD kan? kalo uda lupa, coba tanya anak atau ponakan nya yang masih SD. hihihi. Distrik 1 Distrik 1 menjadi tujuan utama para backpacker dan turis-turis yang datang ke kota ini. Banyak hotel-hotel mewah, hostel, guest house dan hotel backpacker di area ini. Di area ini juga banyak spot-spot yang menjadi object wisata, dan semua bisa ditempuh dengan jalan kaki. Jika sampai di Ho Chi Mint City saat pagi hari sampai jam 6 sore, kita masih bisa menggunakan bus untuk menuju ke daerah Distrik 1 ini dari Bandara. Jika sudah malam hanya ada taxi, dan itu cendrung rawan. Kalo emang punya badan gede kaya Aderai yaaa gapapa, tapi kalo badan nya ceking kaya saya... ahhhhh kaga beraniiii... mending cari amann aja dah.. Tan Son Airport HCMC menuju Distrik 1 Dari bandara Tan Son Airport HCMC menuju Distrik 1 kami menaiki Bus no152. Begitu keluar dari bandara pasang wajah sok pinter gitu, dan lansung aja belok ke arah kanan, sampai keliatan Bus no 152. Jangan pikir panjang-panjang, lansung aja naik, ga usah noleh kiri-kanan.. hahahha... harganya berapaa? 5000 VND aja kok... Di Distrik 1 kami turun di Ben Than Market, pusat nya Distrik 1. Jalan Pham Ngu Lao adalah pusatnya Hotel-hotel budget, kebetulan hotel kami yang kami pesan juga didaerah itu, maka turun dari bus belok kiri dan jalan lurus kedepan sampai ketemu jalan Pham Ngu Lao, dekeet kok yaaa. Nah, proses mencari hotel dimulai. kami memperhatikan setia nama jalan dan nama-nama hotel yang terpampang, sampai kami menemukan hotel kami. Begitu ketemu ternyata hotel nya masuk gang lagi. Setelah checkin, mandi dan istirahat sebentar, kami merasakan ada yang tidak enak. Sepertinya terjadi sesuatu di perut kami..ada bunyi kriuk kriuk gitu.. kesimpulan kami adalah.. perutnya mungkin lapar.. hahaha. bermodal peta foto copian yang saya ambil dimeja resepsionis hotel, kami segera keluar untuk cari makan dan jalan-jalan melihat seisi kota dan mengunjungi beberapa tempat wisata. Ben Thanh Market Ini adalah pasar di pusat Distrik 1, biasanya pasar ini menjadi pusat untuk belanja oleh-oleh, sehingga jika masuk kedalam ada banyak sekali turis dan toko-toko pakaian, makanan, cemilan, assesoris, pernah-pernik dan lain-lainnya. Nah jika mau belanja di tempat ini, pastikan dulu perut sudah terisi, karena akan banyak keluar tenaga disini, hehehhe buat apaa? buat nawar. karena mereka ga tanggung-tanggung, bisa memberikan harga 2 kali lipat bahkan lebih. Jadi kadang kita harus menarik urat syaraf untuk menawar rendah dan mereka para penjual akan terlihat marah-marah gitu. tapi akhirnya akan mau juga.. hahhaa kalo saya mah, memilih kabur.. saya ga belanja apa-apa disini. males nawarnya.. hahah Ben Thanh Market saat pagi dan masih sepi oleh kendaraan People Committee Hall, Opera House dan Patung Paman Ho Chi Minh Merupakan bagunan dengan arsitektur ala perancis yang begitu apik disini. Sehingga Little Perancis di Asia disematkan kepada Ho Chi Minh City, Vietnam. Bukan tanpa alasan Kota ini disebut demikian karena dulunya Vietnam sempat dijajah oleh Bangsa Perancis sehingga banyak sekali kita temukan bangunan-bangunan klasik khas negara tersebut. People Committee Hall Ada juga patung panam Ho di depan bangunan ini. Di hall ini pada sore hari akan sangat rame, dan ada beberapa pertunjukan yang bisa kita nikmati secara free... yeeeey. karena sore hari tempat ini sangat ramai, jadilah saya berfoto dengan banyak orang nya dan bagi saya itu sangat tidak nyaman. Sehingga besok paginya saya kembali datang ke tempat ini dan berfoto dengan sangat nyaman, karena orang-orang masih sangat sepi. jadi datang lah dipagi hari yaaa... jika ingin puas dalam berfoto-foto. Saya bersama Patung Paman Ho Chi Minh Tempat ini tidak begitu jauh dari Ben Thanh Market, kalo bagi saya bisa jalan kaki aja menuju tempat ini. dikawasan ini juga ada Opera House yang dapat kita kunjungi. Sebelum pulang ke hotel, kami memesan tiket bus untuk ke Mui Ne esok hari di TheSinhTourist seharga 99.000 vnd (sitting bus). untuk bus berangkat jam 2 siang (lama perjalanan adalah 5 jam). Cathedral Notre-Dame dan Central Post Office Pagi hari setelah benkunjung kembali ke kawasan People Committe Hall, kami melanjutkan dengan jalan kaki ke Gereja yang terkenal di kota ini, yaitu Cathedral Notre-Dame. Basilika Notre-Dame Saigon adalah sebuah katedral yang terletak di pusat kota Ho Chi Minh City, Vietnam. Dibangun oleh kolonialis Perancis, katedral tersebut dibangun pada tahun 1863 dan pertama dibuka tahun 1880. Gereja tersebut memiliki dua menara lonceng, yang memiliki tinggi 58 meter (190 kaki). Cathedral Notre-Dame Cathedral ini sangat canti sehingga tidak jarang digunakan oleh penduduk setempat untuk menjadi latar dalam pemotretan, seperti pemotretan photo pra wedding. Bukti nya pas kami kesini banyak sekali bertemu pasangan-pasangan yang lagi sesi foto.. huhuh saya kapaaaan? hiks.. Interior Central Post Office Pas disamping cathredal ini kita bisa lansung melihat Central Post Office, Saigon Post Office atau Buu Dien Thanh Pho Ho Chi Minh merupakan salah satu bangunan peninggalan Prancis juga, kita bisa lihat arsitektur luar dan interior dalam bagunan ini yang bergaya Prancis. Kantor pos ini merupakan salah satu infrastruktur yang dibangun oleh Prancis dan dibuka pada 11 November tahun 1860. Hingga saat ini bangunan ini masih berfungsi sebagai kantor pos pusat loh di Ho Chi Minh City, kita bisa mengirimkan kartu-kartu post ke penjuru dunia disini. Independence Palace Sepertinya saya tidak sanggup berlama-lama di Cathedral ini, hati saya semakin sakit dan sakit, terpuruk jauh ke dalam dasar bumi, semakin banyak saja pasangan pra wedding yang datang. Lebih baik saya segera pergi dari tempat ini. hihi Independence Palace Kembali saya melihat peta untuk melihat kemana tujuan saya berikutnya. saya memilih Independence Palace, kebetulan tempatnya tidak jauh dari tempat saya sekarang. Dan segera lah kami melanjutkan perjalanan ke tempat ini. tidak sampai 1 kilometer kami sampai di tempat ini, hanya melewati sebuah taman yang sejuk dari cathedral. Independece Palace adalah sebuah bagunan sejarah yang menyimpan banyak bukti kekejaman perang Vetnam. Ada banyak ruangan dan foto serta video disini, mulai dari ruangan presiden sampai ruangan-ruangan yang menyimpan mesin-mesin telekomunikasi di lantai bawah tanah. Untuk masuk ketempat ini kita harus membayar tiket masuk seharga 30.000 vnd. Bagi yang tidak menyukai sejarah mungkin tempat ini akan sangat membosankan, karena di dalam nya hanya lah ruangan-ruangan, dan benda-benda bukti perperangan. wah ternyata matahari sudah semakin terik dan tinggi, saat nya kami untuk segera kembali ke hotel untuk chekout, karena siang ini jam 2 kami akan segera melanjutkan perjalan ke Muine dengan Bus. Sekian dulu ya kisah saya di kota ini, nantikan cerita yang lebih seru saya di kota berikutnya yaitu Muine. silakan beri komentar dan pertanyaan, jika anda yang ingin bertanya... bye bye guys..
  7. 7 points
    Vara Deliasani

    Jepang, 2-12 Desember 2016

    Hoolaaaaa... Buat temen yang ada rencana ke Jepang di bulan Desember yuukk kita jalan bareng. Saya rencana berangkat dari Jakarta ke Kansai tanggal 2 Desember malam dengan Garuda, transit di Denpasar. Rencananya akan mulai dari Osaka, lalu menuju Kyoto, Shirakawago, Takayama dan terakhir ke Tokyo. Kembali ke Tokyo ke Jakarta tanggal 12 Desember dengan Garuda. Adapun itinerary lengkap adalah sebagai berikut: DAY 1 02/12/2016 CGK - DPS 20.00 - 22.55 DAY 2 03/12/2016 DPS - KIX 00.40 - 08.30 Haruka + ICOCA KIX ke Shin Osaka 09.01 - 10.13 / 09.31 - 10.44 / 09.49 - 10.59 Haruka + ICOCA Titip Tas + Check In MyStays Shin-Osaka ¥ 22.830 Osaka : ICOCA Osaka Castle Dotonburi Namba Umeda Sky Building Kembali ke Hotel DAY 3 04/12/2016 Universal Studio ¥ 6.900 Kembali ke Hotel DAY 4 05/12/2016 Osaka - Kyoto 07.26 - 07.40 Takayama Hokuriku Pass Titip Tas di Locker Stasiun Kyoto: ICOCA Fushimi Inari Lunch di Nishiki Market Kiyomizudera (Sannen-zaka & Ninen-Zaka) Check In Hotel Guest House Sanjyotakakura Hibiki ¥ 13.960 Gion Kembali ke Hotel DAY 5 06/12/2016 Kyoto: ICOCA Bamboo Forest Tenryuji Temple Kinkakuji Temple Fall Illumination Kiyomizudera Kembali ke Hotel DAY 6 07/12/2016 Check Out Kyoto - Kanazawa 06.58 - 09.13 / 07.29 -09.38 Takayama Hokuriku Pass Kanazawa - Shirakawago 09.40 - 11.05 / 10.50 - 12.15 Takayama Hokuriku Pass Walking Tour Shirakawago Shirakawago - Takayama 16.15 - 17.20 / 17.20 - 18.10 Takayama Hokuriku Pass Check In Hotel K's House Takayama Oasis ¥ 17.200 DAY 7 08/12/2016 Takayama - Shin Hotaka 07.00 - 08.45 / 07.40 -09.16 Shin Hotaka Pass Shin Hotaka Ropeway : Naik Ropeway 1 Outdoor bath / Kamitakarano-yu Visitor Center Footbath Naik Ropeway 2 Snowy Corridor Observation deck Kembali ke Takayama 13.46 - 15.31 Shin Hotaka Pass Old Town/Sanmachi Dinner di Hida Takayama Kyoya DAY 8 09/12/2016 Check Out - Sewa Sepeda Takayama : Jinya Mae & Miyagawa (Morning Market) Hida No Sato Lunch di Heianraku Takayama - Nagoya 14.38 - 17.02 Shin Hotaka Pass Nagoya - Tokyo 17.32 - 19.13 / 17.42 - 19. 23 ¥ 6.500 Check In Nishitetsu Inn Nihonbashi ¥ 28.800 DAY 9 10/12/2016 Tokyo : ICOCA Koishikawa Korakuen Harajuku Shibuya Ginza Akihabara DAY 10 11/12/2016 Tokyo : ICOCA Tsukiji Market Asakusa Sensoji Temple Odaiba DAY 11 12/12/2016 Check Out Tokyo - Haneda 08.30 - 09.30 ICOCA HND - CGK 11.45 - 17.15 Kalo kebetulan ada di Jepang pada tanggal di atas yyuuukk kita jalan bareng atau kalo yang mau bergabung dari awal trip juga boleh.. kebetulan kita baru ber 2. Makin rame pasti makin seru, ada temen nyasar bareng. Untuk tiket dan hotel udah di booked.. untuk visa dan takayama hokuriku pass masih blom diurus, rencananya nanti sekitar awal November. Yang minat bisa email ke deliasani@gmail.com.
  8. 6 points
    Hola Deffa Here !!! The Lodge Maribaya Will Brighten Your Day, itu adalah judul tulisan saya kali ini, sesuai judul tersebut apa yang saya rasakan ketika berkunjung kesini sungguh membuat saya Ceria kembali, menempuh perjalanan yang cukup lama dan sedikit menyulitkan. Akhirnya di hibur dengan pemandangan Hijau, Cerah dan Udara yang Bersih, dari satu tempat yang bernama The Lodge Maribaya Mungkin kalian pernah dengar tentang The Lodge ini dari Social Media, tempat yang sempat tutup dan khusus untuk pribadi (pemilik) ini. Akhirnya di buka kembali untuk umum awal tahun 2016 ini. Apa saja yang di tawarkan dan bagaimana cara kesini baca terus ya ALAMAT Alamat : Jl. Maribaya Timur Km. 6 Kampung, Kosambi, Cibodas, Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat Telepon : 022-2536110 Google Map : KLIK HTM : Weekdays Rp. 15.000 | Weekend Rp. 25.000 | Periode Liburan Rp. 35.000 Berada di sebelah Timur dari Kota Lembang mungkin sekitar 30 menit perjalanan menggunakan Mobil Pribadi. Jadi kalian harus perhitungkan waktu kunjungan ya. Cara menuju ke The Lodge menggunakan Kendaraan Pribadi. Arahkan kendaraan kalian ke Lembang, lembang berada di Utara Kota Bandung di Kabupaten Bandung Barat. Setelah tiba di tengah kota Lembang arahkan kendaraan kalian menuju Jalan Maribaya. Setelah berada di Jalan Maribaya patokan kalian adalah arah ke Burgundy Dine & Wine Restaurant. Akan banyak plang petunjuk nya di jalan Maribaya ini, ikuti saja. Lalu ikuti saja terus jalan ini sampai tiba di Desa Cibodas, lalu sekitar 500 meter dari Gerbang Desa, di sebelah kanan akan ada Plang Petunjuk The Lodge. Advice jalan di Desa Cibodas ini jelek sekali jadi hati-hati ya Cara menuju ke The Lodge menggunakan Angkutan Umum. Gunakan angkot St. Hall - Lembang biasanya dari Stasiun Bandung, lalu turun di Pasar / Alun-Alun Lembang seharga Rp. 8.000 - 10.000. Lalu lanjut menggunakan angkot Lembang - Cibodas ke arah Maribaya / Desa Cibodas dan turun di Desa Cibodas dekat The Lodge, lalu jalan kaki sekitar 500 meter ke The Lodge, seharga Rp. 5.000 - 8.000 REVIEW Ada apa saja di The Lodge Maribaya ? Mungkin itu kalimat yang paling sering saya dengar jika orang bertanya tentang suatu tempat wisata baru. Garis besar nya di The Lodge kalian bisa Camping dan menikmati keindahan Alam Hutan Pinus dari Ketinggian. Namun sebelum nya saya sudah tulis jika tempat ini sempat di tutup untuk umum sekitar tahun 2015 dan di buka lagi untuk umum di tahun 2016 awal. Ya dulu sebelum tahun 2015 tempat ini merupakan perpaduan dari Restoran, Outbound, Camping Ground dan Rabbit Farm. Namun dengan alasan tertentu akhirnya di tutup lalu di buka lagi dengan konsep yang sedikit berbeda, dengan lebih mengutamakan Camping Ground dan juga Pine View. Walaupun tetap ada cafe nya. Sebelum masuk ke area Parkiran The Lodge kalian akan melewati jalan kecil yang di kiri kanan nya terdapat Ladang yang ditanami Bawang dll. Sekitar 500 meter dari situ yang melewati sebuah pemukiman warga, kalian akan menemukan plang petunjuk ke arah parkiran The Lodge. Dan disini harus hati-hati. Karena jalan ke parkiran nya hanya cukup untuk Satu Mobil saja, jadi harus bergantian, dahulu kan yang mau keluar dari The Lodge ya. Parkiran nya cukup luas Masuk ke dalam kita akan berjalan menuruni tangga, karena posisi The Lodge ini ada di pinggir jurang, dan ketika menuruni tangga di sebelah kanan ada sebuah Villa bernama Villa Kayu. Namun setelah saya tanya petugas villa ini tidak di sewakan, hanya untuk pemilik dan keluarga saja. Di sisi kiri dari Villa ini terdapat sebuah Restoran yang bernama Dapur Hawu. Jika kalian mau makan disini tempatnya karena menunya lebih ke masakan Sunda, dengan konsep semacam Rumah Saung Lalu jalan turun lagi akhirnya kita akan bertemu dengan area utama dari The Lodge ini yang di bagi atas beberapa area. Di area pertama terdapat sebuah kafe bernama Pines Cafe, disini kita bisa bersantai sambil menikmat view The Lodge dan juga menikmati minuman dan makanan ringan. Dengan Range Harga dari Rp. 10.000 - 30.000 Lalu area berikut nya jika kita melihat ke arah Pines Cafe ini di sisi kiri dan kanan dari cafe ini terdapat Camping Ground. Nah disini unik nya Camping Ground nya berupa Glamping atau Glamour Camping. Ya camping yang berasa menginap di Hotel ini sedang booming di Bandung. Karena kalian tetap bisa merasakan seru nya Camping di alam dengan tenda yang sudah di sediakan, namun dengan fasilitas di dalam dan luar tenda setara menginap di Hotel loh. Bentuk Glamping nya juga unik seperti Mini Kubah berwarna orange, satu tenda bisa muat sampai 4 orang dan harga nya pun bervariasi. Daftar Harga Glamping The Lodge : Single Occupancy : IDR 475.000 ++ /pax /night Double Occupancy : IDR 375.000 ++ /pax /night 3 person Occupancy : IDR 325.000 ++ /pax /night 4 person Occupancy : IDR 275.000 ++ /pax /night Rates Include : Entrance Fee Welcome Drink Dinner One Night Stay in Tent Breakfast Guided Trekking Horse Ridding Archery Lalu ada beberapa spot menarik di sini untuk kalian berfoto, seperti di depan Pines Cafe, terdapat sudut yang di lengkapi pagar kayu dengan background Hutan Pinus yang hijau, dan juga Flower Gate sebagai penghubung area atas dan bawah Turun melalui Flower Gate, kita bisa menemui Gardu Pandang loh, ya seperti Gardu Pandang yang ada di Kalibiru. Di The Lodge juga ada hanya beda nya tidak terlalu tinggi dan juga viewnya hanya Hutan Pinus, namun cukup bagus dan indah loh. Untuk naik ini harus antri dan bayar tiket lagi, per orang Rp. 10.000. Bayar tiket nya di Pines Cafe Ke bawah lagi ada satu spot yang menarik yaitu sebuah Meja dan Kursi Kayu seperti foto saya di awal di paling atas, view nya kece badai disini. Jadi kalian harus banget foto di sini ya karena salah satu ikonik The Lodge foto di sini Turun ke bawah lagi kita akan bertemu sebuah pagar kayu yang di bentuk bulat cukup unik untuk tempat foto, dan juga sebuah lapangan hijau yang cukup luas, mungkin di sini biasanya untuk event mungkin Wedding, tapi kemarin sedang tidak bisa di masuki. Karena sudah di reserved Untuk kegiatan Outbound seperti Archery dan Berkuda hanya bisa di lakukan jika kalian menginap di Glamping karena itu paketan dari Glamping tersebut. Lalu jika kalian ingin melakukan Professional Photography seperti Photo Session, Photo Pre Wedding atau pun Booklet School Photo. Harganya berbeda lagi berikut daftar nya : Namun jika selain dari Professional Photography di atas, harga Tiket Masuk tetap Rp. 15.000 dan boleh membawa Kamera DSLR dan Tripod tentu nya Ya sekian review tentang The Lodge Maribaya ini, sangat worth sekali di kunjungi loh, jika kalian punya waktu lebih di Lembang. Cobalah ke bagian timur lembang ini karena kalian akan menemukan tempat dengan View yang Kece Badai. Juga di area Timur Lembang ini juga ada beberapa tempat yang keren lagi loh seperti Pines Forest Camp (Tempat penyanyi Andine melakukan pernikahan). Lalu Air Terjun Maribaya dll Semoga berguna dan silahkan di Share jika berkenan
  9. 6 points
    Assalamu'alaikum Wr. Wb.Tanggal 5 Mei 2016, kebetulan saya mengisi liburan di Pacitan, Jawa Timur.Nah, karena setiap perjalanan ada cerita yang tak bisa dilupakan *lebay, saya ingin berbagi pengalaman kepada pembaca sekalian. Semoga tidak membingungkan..Kami berangkat pukul 21.00 WIB, tanggal 4 Mei 2016, dari Semarang.Janjian pukul 20.00 WIB, kebiasaaaan banget molor molor. Oke, dimaafkan. Belum lama jalan, habis makan malam, eh kena musibah kecil. Ban mobilnya bocor, sempet diganti di jalan pakai ban mobil cadangan. Tetapi karena takut kenapa-napa, akhirnya kami berhenti di tukang tambal ban daerah Salatiga. Karena kami nggak bisa apa-apa, kalau nimbrung takutnya ngrepotin, akhirnya kami duduk-duduk aja, foto ini nunggu ban mobilnya beres.Ada kali, ya, setengah jam, akhirnya beres dan kita lanjut perjalanan. Wuhuuu!!! Baru ngelewatin satu kota, guys, kami udah berhenti lagi di Alun-alun Boyolali. Numpang foto doang, pukul 10 malam. Narsis abis, ya, kami.Lanjut perjalanan, ternyata supirnya nggak tahu jalan! Seisi mobil juga belum pernah ada yang ke Pacitan. Ooow hahaha. Akhirnya handphone salah satu dari kami, Nanang, jadi sasaran buat buka GPS. Ikhlas, ya, Nang... hihiSupir kami, yang pakai baju biru, juga teman sekelas kami. Btw ini teman-teman SD dulu, kurang lebih udah 13 tahun kenal. Masih seruuu...Setelah dibantu GPS dan peta manual supir (coretan di kertas, aba-aba jalan menuju Pacitan), akhirnya sampai juga. Perjalanan kurang lebih 6 jam. Welcome to Pacitan! Gambarnya kok serem, ya?Perjalanan dari Semarang ke Pacitan ini nggak ada yang tidur! Semuanya nemenin supirnya ngobrol biar nggak ngantuk. Sampai ngakak-ngakak. Paling seru main sama mereka ini nih. Oiya, waktu ambil foto di sini, kami bertemu kelompok yang lagi touring naik sepeda motor. Setelah ditanya, ternyata rumahnya tetanggan sama kami. Nggak jauh-jauh amat. Pegelnya kayak apa, ya? Kami aja udah pegel banget badannya.Dari gapura ini, mau masuk ke Pantai Klayar membutuhkan waktu sekitar 1,5 jam. GileeeeKarena pengen ke sana, mau nggak mau harus berjuang, dong. Kami lanjut perjalanan sambil bercanda. Tapi, lama-lama saya teler hahahaha. Jalannya naudzubillah, berkelok-kelok serasa di Bedugul, Bali, atau Gunung Kidul, Jogjakarta, tapi ini lebih parahhhhhhh! Rasa mual, pusing, kembung, laper juga, jadi satu. Nggak kuat melek, deh. Akhirnya saya putuskan untuk tidur. Walaupun nggak beneran tidur, yang penting merem aja, deh, biar nggak tambah mual.Satu jam perjalanan dari gapura Pacitan, jalan mobil kami nggak nurut GPS alias keluar jalur. Akhirnya, dua orang dari kami turun untuk bertanya dan ternyataaaaaaaaaaaaaa kelewatan jauh! Kami harus muter balik dan lewat jalan yang bikin mual tadi. OMG. Sabar...Setelah ditahan-tahan, sudah bener belok ke arah Pantai Klayar, ketemu jalan yang serupa. Astagfirullah...Karena tiga dari kami ada yang kebelet pipis, berhentilah di sebuah mushola. Alhamdulillah bisa menghirup udara segar. Tapi, tetep kembung dan rasa mual. Nggak enak banget deh pokoknya!Jalan masuknya kecil. Cukup satu mobil tapi dipaksain buat bolak-balik, pake jalur buka-tutup. Harus extra hati-hati kalau pengen ke sana.En den... Kami sampai. Ini jalan turun ke Pantai Klayar. Tiket masuknya Rp 10.000 per orang karena datangnya pas liburan. Disediakan ojeg bagi yang tidak kuat jalan, hehehe.Sebetulnya di bawah ada parkiran, tapi melihat medan yang nggak memungkinkan (nyusahin) akhirnya kami parkir di atas supaya mandi dan keluar dari pantainya mudah.Let's Go... Pantainya kereeeeennn abis! Di pinggir pun kami udah kena ombaknya. Untuk pantai pertama yang didatangi, kami nggak main air, cuma jalan-jalan aja. Pantai Klayar memang terkenal dengan ombaknya yang besar. Di sana setiap menit diperingatkan melalui pengeras suara untuk tidak bermain ke tengah pantai, atau mendekati pantai takutnya keseret ombak. Mukanya udah pucet, makan dulu kami wkwkwkw Udah puas main-main sama B612 hahaha. Kami anak pantai alay! Dari jam 6 sampai jam setengah 9 kami di Pantai Klayar, sekarang lanjut ke Pantai Banyu Tibo. Saatnya balas dendam! Main air sepuasnyaaaa!!! Jaraknya cukup dekat, sebelahan. Kayak pantai-pantai di Gunung Kidul. HTM Rp 5.000 per orang. 20 menit...... sampaaaiiiiiii Narsis dulu lah kami ehehehehe. Eh, kok, ada air terjunnya? Emang! Makanya ke sini! Air terjun + pantai. Enaaaak. Walaupun nggak tinggi-tinggi amat, yang penting ini buaguussss Masya Allah. Kami di atas, nih, kalau mau turun, bayar lagi, kalau nggak salah Rp 2.000 per orang. Ombaknya nggak kalah seru dari Pantai Klayar. Kami sudah di bawaaah!!! Ayuuukkk basah-basahan! Ekspresi kegirangan kami hahahaha (maksudnya yang depan girang banget). Ini foto yang paling bikin ketawa nggak berhenti. Gambar pertama, mereka berebutan biar dapet depan, eh, malah jatoh. Nggak ada yang siap.Di Pantai Banyu Tibo sampai jam 11 siang. Setengah 12, kita pulang. Tadinya mau mampir ke Goa Gong, tapi nggak jadi. Huft. Foto terakhir kami, makan di angkringan Salatiga sebelum pulang ke rumah.Terima kasih sudah mau membaca hehehe.Wassalamu'alaikum Wr. Wb.
  10. 6 points
    Jalan jalan ke Jepang Bagian 3 ini meliputi Harajuku, Shibuya, Shinjuku dan lainnya. Kalau belum baca tulisan bagian 1 dan 2 bisa klik disini ya. Hari ke 6: Harajuku - Shibuya - Shimbashi - Shinjuku Dari Osaka menuju ke Tokyo St dulu untuk nitipin koper (lagi). Tujuan pertama adalah Harajuku! penasaran pengan tau ada apa aja sih disana. Ditengah perjalanan ke Harajuku yang sudah menjelang siang itu, saya browsing ke mbah google kira-kira ada makanan apa ya yang enak disantap di Harajuku(?) dan yang keluar malahan banyak crepes terutama Marion Crepes yang legendaris, jadi penasaran apa sih bedanya crepes di Harajuku ini dibandingkan dengan yang ada di Indonesia. Keluar dari Harajuku St yang super padat langsung nyebrang jalan mengikuti arahan dari googlemaps menuju ke Marion Crepes. Lewatin gang kecil yang entah dimana tapi tetap banyak yang lewat jadi ga usah kuatir nyasar (google maps kasian kok sama turis jadi ga akan parah kalau pun nyasar :p). Sekitar 10 menitan jalan dari Harajuku St, ketemu juga yang namanya Marion Crepes. Pada saat itu udah ampir jam makan siang yang untungnya Marion Crepes nya juga belum ramai. Sedikit tambahan hari itu di Harajuku sangat ramai pengunjung yang mayoritas adalah turis wanita, dijalanan itu memang banyak tempat shopping kosmetik dan fashion dengan harga yang memang cukup miring. Jreng jrenggggg! Gedeeee aja ini crepesnya hahaha. Yang saya pesan ini lupa namanya yang pasti mayoritas coklat isinya. Es krim coklat, wafer, choco crunch, mesyes, kismis dan lainnya. Rasanyaaa enakkk! dan bolehlah untuk ganjel perut sementara karena memang yang menarik untuk dicoba ya crepes ini di Harajuku. Disini ngga cuma Marion Crepes tetapi ada banyak lagi merk lain yang ngga kalah ramai dengan ini. Harga rata-rata untuk crepes ini adalah ¥500. Harajuku terkenal dengan "Harajuku Style" which means kostum dan penampilan anehnya *please correct me if i'm wrong* dan memang saya menemui satu toko yang menjual kostum macam-macam dan cukup unik. Ga cuma tokonya, saya pun ga sengaja berpapasan dengan orang-orang yang berkostum unik ditengah hari bolong. Yang 1 berkostum ala ala Harry Potter dengan menggiring binatang peliharaan yang ternyata adalah boneka ditarik-tarik dan yang satunya Wanita berkostum kurcaci warna warni *ngasal mendeskripsikannya* :p. Melanjutkan eksplorasi ke arah Shibuya karena penasaran dengan patung Hachiko didepan Shibuya St. Tadinya mau naik kereta ke Shibuya tetapi karena liat ke stasiun sangat padat sekali jadi saya memutuskan untuk jalan kaki aja (liat di google maps sih cuma 30 menit jalan kaki). Oh ya saya sempet lihat dibelakang Harajuku St ada yang namanya Meji Shrine ngga begitu paham seberapa dalam masuknya ke dalem, baru 10 menit jalan ke arah dalem aja saya sudah nyerah akhirnya foto-foto bentar. Ngga nyesel deh memutuskan jalan kaki dari Harajuku ke Shibuya, saya melewati toko sepeda yang menurut saya keren sekali (kebetulan doyan sepeda) lalu juga nikmatin cuaca yang tidak begitu terik sambil lihat-lihat sekitar. Perjalanan 30 menit bikin crepesnya cepet diolah sama perut nih, sampe Shibuya laper lagi! Lagi lagi nanya mbah google makanan apa yang enak di Shibuya dan pilihan jatuh kepada Sushi. Tempat sushinya agak susah buat dicari mungkin karena lokasinya ada didalam gedung. Pertama masuk ke gedung udah mulai kuatir "jangan jangan didalam gedung gini mahal nih". Begitu sampai didepan restoran sushinya eh antrinya melingker kayak uler tangga (agak lebay) tapi walaupun panjang waktu antrian saya ngga sampai 10 menit sudah dipanggil, ini membuktikan bahwa orang jepang selesai makan langsung keluar, ngga kongkow gosip dulu macam orang kita hahaha. Saya duduk di sushi bar karena memang sendirian juga kesana, lihat-lihat menu dan murah loh hoho, saya pesen 4 menu + minum cuma ¥1200 aja. Setelah sushi saya menyeberang jalan untuk ke patung hachiko, penuh sekali dengan wisatawan yang ingin foto bareng sama hachiko dan banyak orang indo nya juga :p. Saya mah yang penting pernah lihat, pegang sama foto dah cukup. Sudah cukup puas jalan-jalan di Shibuya, tujuan selanjutnya adalah Shimbashi, singkat cerita sesampainya di Shimbashi St begitu keluar ada banyak stand komik dan majalah didepan stasiun. Tujuannya adalah ke Tamiya Shop yang terletak 10 menitan jalan dari Shimbashi St. Salah satu tempat yang bisa menguras isi dompet nih! harganya pun dibandingkan dengan di Jakarta bisa lebih murah sekitar 40% (IMO). Sayangnya saya ga berani mengambil foto dalamnya takut kena omel :p. Sedikit info bahwa disekitar Shimbashi St banyak sekali kedai makanan dengan menu yang berbeda-beda, mungkin lain waktu mau coba nginap di daerah Shimbashi. Malam ini saya menginap di Boothnet cafe & capsule di Shinjuku. Karena jepang terkenal dengan capsule hotelnya, bolehlah cobain nginep di capsule semalam aja. Reviewnya bisa dibaca disini. Malam itu saya keluar untuk cari makan dan berjalan kaki saja disekitaran hostel. Memang hostel saya ini terletak dilokasi yang sangat strategis karena dekat dengan Shijuku St, beberapa tempat makan, shopping dan saya baru ingat ini adalah salah satu red district di Jepang. Pantas saja malam itu ada beberapa orang kulit hitam yang menawari saya untuk melihat tontonan yang "indah" dengan harga yang bervariatif dan rupanya mereka semacam germo / marketing / sales / apa pun itu haha. Selain itu banyak sekali di pojokkan jalan tulisan DVD 24 hours dan karena penasaran saya masuk ke dalam salah satu toko yang ternyata isinya adalah penyewaan dan penjualan DVD (film box office maupun film yang syur syur) :p. Uniknya dari tempat DVD ini adalah mereka menyediakan ruangan untuk menonton DVD yang disewa oleh orang dengan harga yang cukup murah sekitar Rp. 100.000 / 3 jam (sudah termasuk sewa DVD). Hari ke 7: Mount Fuji, Kawaguchiko Tujuan hari ini adalah Gunung Fuji yang terletak di wilayah Kawaguchiko dan dimulai dari Shijuku St menuju ke Otsuki St. Nanti dari Otsuki St pindah jalur ke Fujikyu Railways menuju Kawaguchiko St. Untuk rute Shinjuku ke Otsuki masih tercover oleh JRPASS (68 menit perjalanan) tetapi Otsuki ke Kawaguchiko harus membeli tiket seharga ¥1140 / trip (60 menit perjalanan). Tiket untuk ke Kawaguchiko bisa dibeli dengan 2 cara yaitu di loket biasa dan dimesin seperti ATM di Otsuki St. Sebisa mungkin kalau memang lagi musim liburan, bangunlah dan berangkatlah sepagi mungkin jika ke gunung Fuji karena memang sangat padat dan ramai pada saat kemarin saya pergi. Pemandangan selama perjalanan menuju Kawaguchiko sangat indah sekali dan gunung Fuji menampakkan puncaknya dengan sangat jelas. Setibanya di Kawaguchiko saya langsung mengantri bus untuk menuju Kawaguchiko lake. Ada beberapa line untuk naik sight seeing bus di Kawaguchiko dan saya naiki adalah bus yang berada di red line dengan biaya ¥480 untuk sampai ujungnya danau Kawaguchiko sedangkan saya hanya membayar ¥150 karena saya hanya sampai di Ropeway. Nah dengan ropeway inilah kita akan dibawah ke viewpoint untuk foto dan menikmati gunung Fuji. Harga tiket ropeway ini ¥710 / return. Sangat disayangkan sesampainya diatas, puncak gunung fuji sudah tertutup oleh awan tebal :(. Saya habiskan waktu sekitar 1 jam diatas menunggu apakah akan hilang awan dipuncaknya dan ternyata tidak. Di lokasi viewpoint terdapat warung oleh-oleh dan snack. Saya pun mencoba membeli semacam sate bulat-bulat yang terbuat dari tepung (lupa namanya) seharga ¥400 termasuk green tea lalu saya juga mencoba eskrim yang dibeli melalui vending machine seharga ¥350. Turun ah! kembali kepinggiran danau Kawaguchiko tempat awal saya turun dari bus red line tadi. Dibawah terdapat satu toko yang menjual cookies khas Kawaguchiko dan saya pun membeli beberapa untuk oleh-oleh karena saya pikir ciri khas dari daerah situ, ternyata setelah dicoba rasanya mirip sama lidah kucing khas Indonesia loh haha! Sekembalinya ke Tokyo dari Kawaguchiko waktu sudah menjelang malam dan saya masih harus seret-seret koper menuju hostel selanjutnya. Malam ini saya menginap di IRORI NIHONBASHI yang reviewnya sudah saya ketik disini. Saya ngga tau menau daerah tempat saya menginap karena memang diluar dari Yamanote Line juga dan menanyakan rekomendasi makan yang enak dari staff hostel. Selama di Jepang belum ngerasain ramen yang enak jadi menu malam itu diputuskan adalah ramen dan rekomendasi dari hostel memang sungguh luar biasa enaknyaaaa! Lagi-lagi saya lupa namanya dan lupa foto ramennya udah laper tingkat dewa (lebay). Pertama kalinya makan di kedai ramen yang pesennya pake koin, noraklah waktu itu ngga ngerti cara pesennya dan pegawainya pun ngga bisa bahasa inggris. Simplenya sih gini, begitu masuk pintu kedai pasti ada mesin (mirip vending machine) disitu kita bisa pilih mau makan apa (mesti nanya ke pegawainya apakah mengandung babi atau tidak bagi yang muslim), setelah pilih mau makan apa baru masukkin koin sesuai harga makanan lalu pencet tombol menu yang pilih. Pork Ramen super enak seharga ¥1080 yang bikin begah perut malam itu :p. Hari ke 8: Ueno Park - Odaiba - Akihabara - Asakusa Belum dapet penampakan bunga sakura yang ciamik bikin saya penasaran dan memutuskan untuk pagi-pagi berangkat ke Ueno Park dan terFujilah ketemu satu pohon yang bagus banget dikelilingi beberapa wisatawan yang sibuk memotret keindahan bunga sakura tersebut, selain itu banyak juga yang sudah duduk ber-Hanami ria. Lagi seru motret eh ada pasangan Indonesia yang pre-wedding disitu juga. Puas berfoto dipohon sakura, lanjut lihat-lihat sekeliling dan masuk ke temple kecil nah dari situ dapet lagi spot bagus untuk foto mengarah ke danau. Jalan kaki dari temple kecil ke danau memakan waktu 5 menit aja dan disitu bisa duduk-duduk sambil bengong. Kebetulan beli sandwich jadi sembari ngemil aja sekitar 30 menitan disitu. Ga kerasa sudah mulai siang jadi balik ke Ueno St buat melanjutkan perjalanan ke Asakusa. Sesampainya di Asakusa ternyata banyak juga pohon sakura dipinggir sungai dan lagi-lagi banyak orang yang berfoto disitu. Cuaca bagus nih, yuklah jalan kaki aja ke Akihabara! berdasarkan info dari googlemaps yang katanya bisa jalan 30 menit akhirnya nekat jalan dan ternyata 1 jam baru sampai hahaha. Dijalan menuju Akihabara saya melewati kantornya BANDAI yang didepannya terdapat beberapa patung seperti Doraemon, Anpan Man, Satria Baja Hitam, Ultraman dan lainnya. Ternyata capek juga jalan kaki ya dan perut udah laper eh ngelewatin Yoshinoya, ya udah deh makan lagi disitu. Sampai juga di Akihabara yang tujuan utamanya adalah hunting barang 2nd hand di SOFMAP! Banyakkk banget gedung SOFMAP disitu tetapi yang saya masukki pertama adalah SOFMAP main building ada 7 lantai dengan macam-macam jenis gadget yang dijual dan berbeda-beda disetiap lantainya. Barang yang kebanyakan dijual di SOFMAP main building adalah barang baru, sedangkan barang 2nd hand banyakan berada di gedung seberang main building yang agak lebih kecil tetapi cukup lengkap (gedung SOFMAP berwarna biru). Sedikit informasi mengenai barang di SOFMAP kalau kalian cari asesoris semacam kabel data, earphone, casing dan lainnya udah jelas lebih murah jika beli di Tokopedia / Kaskus / Indonesia lah pokoknya. Nah sedangkan kalau beli gadget macam PS4 / Handphone / Kamera itu bisa lumayan jauh bedanya karena tanpa tax dan jika transaksi dengan kartu kredit dapat diskon tambahan 5% lagi kalau tidak salah. Puas lirik sana sini di Akihabara saya lanjutkan perjalanan menuju Odaiba, Divercity Mall lebih tepatnya. Disana ada patung Gundam yang super besar dan buat foto seru-seruan aja sih, sisanya ya cuma shopping area aja. Yang lumayan mengejutkan saya adalah ternyata ada bunga tulip yang tumbuh di area dekat Gundam itu dan sangat bagus sekali. Di Divercity juga saya mencari oleh-oleh untuk orang rumah seperti Tokyo Banana dan lainnya. Menjelang sore saya memutuskan untuk pulang ke hostel untuk packing karena besok paginya sudah harus pulang ke Jakarta :(. Makan malam hari terakhir adalah Tonkotsu yang lagi-lagi direkomendasikan oleh staff hotel tempat saya menginap. Jalan kaki pun hanya 10 menit dari hostel. Harga makanannya ¥900. Yak selesai sudah bagian ke 3 Jalan Jalan ke Jepangnya! Semoga semua informasinya walaupun sedikit bisa bermanfaat buat temen-temen yang membaca tulisan saya ini. Cheers!
  11. 6 points
    Hari ini tanggal 24 Maret 2016. Saya sudah berada di tokyo untuk janjian dgn teman saya untuk jalan jalan. aselik hari ini saya cape bgt, karena baru sampe tokyo jam 11 malam. jadi untuk hari ini saya pasrah minta ditunjukin jalan oleh teman saya yg kebetulan mahasiswa disana. Okay rencana hari ini sebenernya mau ke mount fuji, hakone dan illuminated lights di sagamiko. namunnn pas dikasi tau ke temen saya "ilham" namanya. dia bilang rutenya ini jauh sekali. harus pilih salah satu rutenya. awal saya bilang mount fuji.. tapi terus dia bilang "ka, di mount fuji isinya pasir doang lho, are you sure you want to go there? fuji itu bagus dinikmati dari jauh. bukan dari dekat ahahaha" hmmmm.... langsung mikir, okeh kalo gitu ke lake kawaguchi aja. dari situ katanya view nya bagus. sooo... brangkat lah kita dari tokyo jam 7 pagi. dan bener aja, perjalanan yg ditempuh hampir 3 jam dgn pergantian kereta beberapa kali. haduh udah pusing duluan ahahaha. ini aja udah pake dianterin, dan dia nanya2 kita sampe sana tetep jam 12 siang. ahahahaha! kalo sendirian mah alamat magrib kali baru nyampe. ketika nyampe pun harus naik bus lagi utk ke lake nya. lucunya.. ketika di kereta, saya ditegur oleh wisatawan, "excuse me, are you heading to kawaguchiko?" saya " yes.." dia "my name edwan, could you show me the way? or can i join you?" saya "mmmmm.... where r u come from? dia "indonesia" saya "LAH?! Pake bahasa indo aja kaliik" dia "Lah?!! orang indo juga?????!! wakakakakak" tiba2 dari ujung, saya dari surabaya mba.. ada lagi nyaut.. kita dari makasar teruuuuussss aja semua nyaut atu atu sontak saya bertiga ketawa,,, ternyata satu gerbong kawaguciko itu isinya orang indo semua jahahahhaa. emejiiing. edwan, me, ilham Lanjuttt jalaaan... sesampainya di lake kawaguchiko, emang apes, mendung sodara sodara... alhasil kita cuman jalan2 aja disekitar lake tersebut. namun ga lama tangan saya mulai kedinginan bgt. iseng liat suhu, ternyata 3 derajat! waduuuh dan tiba tiba bulir bulir salju pada turun. entah kenapa kita bertiga sontak dangak sambil buka mulut ( n o r a k ) ahahahaha kelakuan. mendung sih.. hiks.. jadi pemandangan ya kelabu semua deh. disini bener2 cuman kita ber 3. orang2 entah pada kemana. yg lewatpun hanya 1 atau 2 orang penjaga restaurant. tapi tenang bgt ya suasananya. saya iseng motret ada burung dr jauh bagus bgt. eh setelah diperhatikan.. ternyata itu elang lagi wara wiri cari ikan. (langsung jongkok ambil ancang2 berasa fotografer national geograpi) udah puas motret, tseperti biasa.. perut kruyuk2. jadilah kita makan di restaurant yg menurut saya enak bgt iniii. harga 1500 yen porsi udah kaya kuli. para cowo pasti seneng bgt nih, saya mah cuman bisa makan1/4 nya aja. namun cowo cowo ini berbaik hati menghabiskan semuaaaah. (emang doyan ) ahahahahah selesai makan kamipun memutuskan utk pulang aja. eh tiba2 ilham menawarkan "mau ga ka kalo ke chureito pagoda?" ga pake pikir panjang "TEMPLE YAH??? MAUUUUUK' ilham "tapi naik 500 anak tangga ya... gmn?" saya "asyeeeeeeeem...... udah sikattttt" langsung brangkat dari kawaguchiko jam 3, sampai disana jam 4 sore. suasana ketika turun dari kereta ga bisa dijabarin kata2. kita kaya dipelosok desa mana tau. mungkin karena sepiiii bgt dan penjaga stasiun nya pun udah ga ada. nah lho... dia bilang sih disini semua self servis. kereeeeen juga yaah. ck ck ck. dannnn utk jalan ke pagoda inipun melewati rumah2 penduduk . so sudah bisa dipastikan saya pasti nyasar kalo kesini (a k a males nyari di peta) maklum lagi sakit. uhuk... haloo sakuraaa nahhhhh... ini dia nih gerbangnnya... pertanjak kan pun dimulaaaaai. selama perjalanan ke atas ini, banyak monyet yg kita temuin... bukan orang ahaha. eh ada deng 1 biksu gitu. jadi ya pagoda ini berasa kaya punya pribadi aja. beuuuh 200 anak tangga udah lewat... istirahat dulu deh. mumpung ada yg motoin. jadi sayah pose dulu. misii... minta doa nya... napas udah pendek2, udara dingin bgt dan masih skitar 100 anak tangga lagi ahhaha. zzzzzzz creepy tapi menenangkan hati hihi view nyaaaa to dieee fooor. kebayar deh tadi ga ngeliat mount fuji. dikiiit lagiiiiiii.... sampaaaaaaiiii....!!! walaupun mendung dan sudah jam 6 sore.. pemandangan disini menyejukkan hati bgt. plus... ada temple besar dibawah yg membunyikan lonceng2nya. jadi gaungnnya terdengar sampai diatas. hmmm... calming for sure. well helloooooow sakurachan. smoga ga bosen liat muka ini lagi ini lagi. ahahahhahhahaa ga berasa hari sudah gelap aja. tapiiiii... saya tetep nyempetin naik lagi skitar 50 anak tangga utk dapat spot view si pagoda dari belakang. tapi abis itu harus cepet2 turun. soalnya makin malam makinnn dingiiiin. ngelihat kondisi badan yg ga memungkinkan utk jalan jauh lagi. plus udah anget si jidad (tapi anehnya saya ga cape) temen saya udah ngomel2 saya disuruh istirahat. karena besok masih mau jalan lagi kan. sedih bgt... brarti saya melewatkan festival lagi di sagamiko. pokoknya next kesini saya harus bener2 fit nih. festival di sagamiko ini pun hanya diselengarakan di musim tertentu untuk waktu tertentu. yaaaah apes deh memang. cuman ya gimana.. kasian si badan udah protes.plus suara juga udah ilang . saya tampilin sedikit yah kira2 seperti ini nih festival led lights di sagamiko lampu2 di sekitar temple mulai nyala satu per satu... angin mulai semakin kenceng.. tapi suasana disini entah kenapa peaceful sekali. pohonnya cantik bgt. (melloooowly halu) kwkwkkwkwkw c youuu soon on Ghibli Museum yaaah...
  12. 6 points
    21 maret 2016 atau hari ke 6 sudah nih saya di Jepang. OSAKA! oke ayo kita liat ada apa aja sih di osaka ini. Hari ini saya memulai hari agak siang karena kondisi badan yg lagi drop banget (maklum abis main salju ceileee) badan anget dan batuk ga brenti2. Usut punya usut kayaknya saya termasuk salah satu orang yg alergi dgn serbuk bunga juga, jadi beres deh, pluss saya nekat bgt pake lengan pendek ahahahaha. okeh udah curhat dikitnya, setelah cukup tidur 8 jam, akhirnya saya memutuskan utk berangkat jam 12 siang. Perut langsung menyambung dgn lantuan keroncongnya.. liat2 peta, ternyata ada kaya hawker (jajanan pinggir jalan) di deket hostel saya. saya lupa nama jalannya, yg pasti dibelakang Spa World Osaka, jadi kalo mau kesana, patokannya si spa world ini aja, terkenal dgn jajanan tradisionalnya dan kemurahannya. Bener juga murahnya, 500 yen udah bisa makan enak, tapi ngantri nya doooong... maaf ya foto makanannya cuman atu... kelaperannnnn. tapi yg pasti semua menunya enaaaaak. Nah perut kenyang, langsung cabs kemana ya, Osaka ini kalo saya liat memang kota makanan, jadi agak bingung mau kemana, sakura juga ga keliatan banyak. Liat2 brosur, yaudah ke osaka castle aja deh, looks promising. Tanpa ekspetasi yg besar, badan udah lemes bgt, naik kereta dan turun di stasiun depan osaka castle (lupa namanya apaan ahaha) jalan sedikit sambil batuk batuk. Baru jalan sekitar 50 langkah tiba tiba.... JENG JENG!! ilang batuk seketika.. i'm officially blown away, SAKURA attack dimana mana! antara percaya ga percaya, excited, adrenalin, amazed, baru kali ini ngeliat PINK blossoooom dimana mana Yak! langsung instantly kliatan kaya turis kwkwkwkwkkw. Camera in Action ladies and gentlemen. Sukak bgt dgn suasana osaka garden nya. bunga bunga sepanjang mata memandang, cuaca juga sangat sunny Blue Sky. Suhu saat itu sekitar 10 derajat, tapi matahari bener2 bersahabat dgn badan saya. Jalan kaki terasa enteng bgt, dada mulai berasa hangat karena saya berjemur lumayan lama. Selama jalan di daerah Osaka castle ini, banyak sekali anak2 muda melakukan aktifitasnya. Mulai dari jogging sama anjingnnya, jog sama pasangan, cewe2 ngamen lengkap dgn gitar listriknya, basketball attraction, jajanan aneh2, orang2 pencinta lingkungan yg lagi demo, cewe2 unyu yg suka bgt pake kostum aneh2 berselfie ria (yg ini ga beda jauh ama orang jakarta), dan art artist yg rela dibayar berapa aja utk fee mreke utk sekali gambar. Ada satu nih yg berhasil membuat saya terkejut, ternyata ngamen disini rata2 bukan minta uang. Mereka biasanya udah siapin kompilasi cd yang berisi lagu lagu mereka, jadi kalo mau ngasih mereka uang ya dgn cara beli cd mereka. kreatiip juga yuaaaah. Jajanan nya berhasil membuat saya melirik tajaaaaaaam..apalagi si steak sate ini.. hadeuuuh 800 yen dan ampun enakkkk. saking wanginya, ga sadar saya mantengin si chef deket bgt sampe botol kecap depan saya bergelimpangan ke wajan, mreka satu stand langsung ngetawain ajah. Ga tau orang laper apah abis jalan jauh, lagi sakit pula (alesan) Jangan kaget dengan kapasitas perut kalo lagi kosong yah... intinya sih laper mata, dan akhirnya dibungkus ahahahahahhaa. yg penting beli dulu. ya ga ya ga ya ga. udah ngiler blom???? (ngetik sambil nelen ludah....) Muter lagiiii yuuuuuuk... si langit biru sayang bgt dilewatin, kaki mulai gatel lagi pgn jalan jalan.. hmmmmm.... daerah osaka castle ini gede bgt yah, masa nyasar sih ck ck ck... tanya2 sana sini akhirnya nemu juga nih si osaka castle. oh wow... gede aja PENGANTIIIIN!! langsung nyamperin dia tapi bingung mau ngomong apaan.. masa lagi mau foto wedding tiba2 ada yg kucluk2 muka mupeng pgn foto huahahahahaha. ngeliat muka saya yg melas si white bride ini kayaknya iba dan nyamperin saya utk foto bareng.. wuihiiiii... duh kontras bgt satu putih bersih, satu lagi....... (ga usah dibahas ) Bonus bgt bagi saya bisa ketemu mereka ini, jadi makin kerasa suasana zaman Edo nya. Jam udah menunjukkan pukul 4 sore. Kayaknya mau masuk osaka castle ga akan keburu, antrinya lumayan panjang, kenapa? karena saya datang di hari libur. So next time kalo mau ke daerah2 wisata, usahakan hindari tanggal merah ya guys. Jalan lagi aaah... nemu suasana hutan macem dimanaaaaa gitu.. berasa di lord of the ring. Sesampainya di stasiun sekitar jam 6 sore, saya langsung cabut ke kyoto.. lho kok tiba2 ke Kyoto? karenaaa... hari ini ada "Lantern Festival Kyoto" daaan hari ini adalah hari terakhir. So... pake Shinkansen aja deh biar cepet (gegayaan krn pake Jr pass) padahal pake kereta biasa juga bisa ahahaha. Turun kereta wuzzzzzzz BRrrrrrrrrrr.... liat suhu, oh my god 6 derajat ajah, hidung mulai beku, dada mulai sesek, badan mulai menggigil. but that doesnt stop me! sesampainya di kyoto station, tanya ke tourist line, naik bus no 100 utk ke lantern fest. cuzzz.. 20 menit aja sampai di Yasaka Shrine. Shrine ini bernuansa merah orange dimana mana, dan suka bgt dgn nuansa kyoto, the ladies tua dan muda terlihat memakai yukata dan kimono demi menghargai culture mereka. owwww Wow... eye catchy bgt... Yasaka shrine ini bertepatan disebelah Gion District, jadi suka banyak Geisha dan Maiko yg wara wiri kesana kemari. I really love the shrine vibe.. mystique and calm the Mirror lake Nah Kejutan ga berhenti disini, ketika saya memasuki pintu shrine, ternyata ada 2 Maiko datang dan duduk di tengah panggung Lantern. Spontan semua langsung lari ke arah panggung tersebut (termasuk saya). Kenapa semua orang tiba2 lari ke Maiko? FYI. Maiko hanya datang dan memberi tariannya utk tamu2 khusus. dan mereka biasanya tidak suka difoto, jadi kalo ketemu mereka, biasanya mereka lagi lari krn ga mau difoto zzzzzz. dan ini nih yg luar biasa, Tarif performance mreka utk sekali manggung, yang hanya memakan waktu sekitar 15 sampai 30 menit ini adalah sekitar 80.000 yen. Yup! 10 juta an AJAH utk ngeliat mereka nari, nyanyi dan bermain music. weks... dapet kamera ama lensa itu mah. Jadi wajar ya kalo orang2 langsung pada serentak lari ke arah panggung. Dan bener aja... lucky meee, maiko ini akan menari utk menutup festival lentern ini. WoHoooo panggungnya bagus bgt.... videonya nyusul yah ahahaha. ini ajaib bgt, tangan kanan camera, tangan kiri video in. Mata mau juling ahahaha. Selesai nonton si Maiko, perut mulai keroncongan lagi ahahaha, mar kit jan (mari kita jajan) DORAYAKI sambil makan sambil jalan, tiba2 ketemu temen sma saya aja lho putri namanya, udah hampir 8 thn ga ketemu kok ya bisa bisanya ketemu disini. jadi lah kita janjian buat jalan bareng besok ke Universal studio. Mayan ada temen ahahaha. Udara udah semakin ga asik nih, liat jam udah jam 8 malem aja, mesti balik ke osaka nih. Jalan bareng dgn teman saya ini dan nemuin hal unik lagi, Wish Sakura Lantern"" apa sih wish sakura ini, nulis wish list kita di kertas bintang, dan letakkan di lantern. Beberapa wish berhasil membuat saya ketawadan geleng2 ahahahaha!! ini salah satunya, desperado bener. owwwwww.... uda ah ngetawain orang aja ahahaha. Hmmmmm okay.. Dear Sakura, i have 2 wish for you to see.. and amieeen.... DONE! now lets Post it... see YOU soon Kyoto.. i ll see you again! Universal studio here i come.
  13. 6 points
    Halo, Liburan lebaran kemarin kebetulan bepergian lagi ke Yogyakarta. Semua berawal dari pemesanan tiket murah yang tidak sengaja ke beli hahahaha. Tapi ngga apa apalah, kapan lagi ke Yogyakarta cuma 450k dengan maskapai kebanggan Indonesia Setelah memutuskan untuk fix berangkat, PR berikutnya tentu saja menentukan hotel yang akan di inapin selama berada di Kota Yogyakarta yang ngangenin ini. Akhirnya pilihan jatuh Hotel @HOM Platinum Gowongan, Yogyakarta. Dengan harga di high season Lebaran 2016 kemarin 430k pesan via OTA ternama di Indonesia *hallah Karena saya landing di Adi Sucipto cukup pagi, jadi sempat nongkrong sebentar karena kebetulan ada papasan sama teman yang akan kembali ke Jakarta. Setelah dia siap siap boarding, ya sudah saya lanjutkan perjalanan. Sebenarnya janjian dengan salah 1 teman lagi di Mall Malioboro, jadi saya dari bandara langsung naik Trans Jogja (3.5k) dan tepat langsung turun di halte Malioboro. Tapi karena ybs kena macet di daerah Gunung Kidul, ya sudah saya putuskan untuk check in terlebih dahulu. Dari Malioboro jalan terus sampai ke ujung, kemudian menyebrangi rel Kereta Api Stasiun Tugu dan jalan terus sampai belokan ke 2, kemudian belok kiri. Jalan kaki dari Malioboro menuju hotel sekitar 5-7 menit. Begitu tiba di hotel, langsung disambut oleh greeter yang sangat ramah, termasuk pak Satpam nya juga menyapa dengan keramahan yang sama. Waktu itu baru jam 12 lebih sedikit, tapi saya sudah di perbolehkan early check IN oleh si mba mba resepsionist yang senyumnya manis seperti madu wkwkwkwk Saya mendapatkan kamar di lantai berapa ya, lupa hahahahaha... Kalau ngga salah lantai 5, Begitu dapat kunci dan naik lift, masuk ke kamar, langsung merasa sangat nyaman sekali. Beneran kayak lagi di @HOME sendiri, homey banget Kamarnya cukup luas, dan bersih, semua perabot terurus dan kelihatannya masih baru baru (kayak baru diambil kemarin dari IKEA) *ehh . Complimentary dan Toiletries tersedia komplit tanpa ada masalah. Handuknya masih wangi, dan TV Channel komplit. Hanya saja, lantai kamarnya terlihat tua (mungkin bekas gedung sebelumnya, sebelum dijadikan hotel) dengan motif parquet yang terkesan kuno dan jadul. Tapi tidak apa apa, masih tetap terlihat bersih dan steril Kasurnya tetap masih nyaman, dan sprei dan selimut bersih bersih. Jadi bawaannya pengen mau tidur *lho... Tapi mengingat ada janji mau ketemuan sama teman, niat untuk rebahan pun di urungkan Yang paling saya suka dari hotel ini: ~ Lokasinya cukup strategis, hanya 5 menit jalan kaki dari Pusat Kota, Malioboro, walaupun bukan di prime location Malioboro nya loh ya. Ada banyak pilihan lain kalau memang mau yang persis di Malioboro, jadikan alternatif saja ~ Hotel managed by Horison, jadi standard bintang 3 nya sudah meyakinkan ~ Staff sangat ramah ramah, bahkan ketika jam 5 subuh ke esokan harinya saya keluar untuk Jogging ke daerah Tugu, greeter dan security nya menyapa dengan menyebutkan nama saya ~ Harga masih ok, padahal sedang high season ~ Saya diperbolehkan early check IN dan Late check OUT juga ke esokan harinya (dikasih extend 2 jam tanpa biaya karena keasikan ngobrol di Malioboro) ~ Staff restoran mengingatkan untuk breakfast dengan sangat ramah, padahal saya memang tidak terlalu suka breakfast di resto hotel (lebih suka breakfast di room) ditambah, sehabis jogging, saya sempat nyobain kuliner pagi di sekitaran Tugu, jadi udah ngga lapar lagi Selamat Jalan Jalan!
  14. 6 points
    jazzmania86c

    Chiang Mai

    Kali ini, saya berkesempatan mengunjungi Chiang Mai (23-26 Mei 2016). Tapi bukan dalam rangka jalan2, tapi krn ada meeting regional disana (kerja juga urusannya). Tapi tetap, jalan2 tak boleh dilewatkan :D. Berangkat menggunakan Thai Airways. Untuk mencapai Chiang Mai, harus transit dulu di Bangkok. Berhubung penerbangan full board, manfaatkanlah sebaik-baiknya. Sewaktu transit di Bangkok, kami bertemu rekan2 yang berasal dari Filipina. ternyata kita satu pesawat menuju Chiang Mai. Setiba di Chiang Mai Airport, kami segera keluar dan mencari Taxi menuju hotel tempat kami tinggal, di Le Meridien. Ada dua counter taxi, Taxi Meter dan Chiang Mai Airport Taxi. Kami memilih Chiang Mai Airport Taxi krn counternya kosong, dan kena biaya fix dengan menyebut tempat tujuan, yaitu 160 Baht. Esoknya, kami tahu dari rekan kami yang lain yang menggunakan Taxi Meter, ternyata kena fix juga dengan biaya 150 Baht. Jadi silakan pilih yang mana. Taxinya sendiri cukup mengejutkan kami, Pajero lho...hehe. Di sekitar Hotel Le Meridien, ternyata adalah lokasi Night Bazaar. Dan Night Bazaar ini ada beberapa macam. Kami masuk ke salah satu Bazaar utk mencari Food Court. Akhirnya setelah dapat, kami memilih Pad Thai, Papaya Salad, Tom Yum. Harga berkisar antara 50-80 Baht. Setelah itu kami balik ke hotel dan beristirahat. Kami mencoba memanfaatkan waktu yang ada utk explore kota Chiang Mai. Waktu yang tersedia hanyalah pagi hari. Karena meeting dilaksanakan mulai pukul 9AM-17PM. Setelah itu ada acara dinner. Oleh karenanya, pagi hari kami berangkat dari hotel sekitar pukul 5.30. Tujuan kami yang pertama adalah Wat Chedi Luang. Tujuan ini saya pilih karena sesuai petunjuk yg sy gunakan (aplikasi Triposo), terdapat pada daftar nomer 2. Nomer 1 adalah Wat Phra That Doi Suthep, tetapi jaraknya lebih jauh. Di Wat ini, utk masuk tidak dikenakan biaya. tapi mulai Juli, akan dikanakan biaya yang akan digunakan utk merawat/merenovasi Wat tersebut. Sebenarnya, selain ke Wat, sy juga bertujuan mencari momen Almsgiving (memberi makan ke Biksu) yang dilakukan oleh penduduk setempat di pagi hari (rata2 dimulai pada pukul 6AM). Tapi kami rupanya menempuh jalan yang kurang tepat, sehingga tidak menemukan momen tersebut. Kami hanya menemukan para biksu yang jalan saja. Dalam perjalanan pulang, kami menjumpai Wat2 lainnya, salah satunya Wat Phan On. Sore harinya, kami dinner di Windmill Restaurant. Makanannya ok, dengan suasana yang mendukung. Kebetulan cuaca cerah, jadi kami memilih tempat yang outdoor, dengan diiringi musik live. Pada tanggal 25, kami memulai pagi dengan mencoba mencari lagi momen Almsgiving dan ke Wat Chiang Man. Wat ini merupakan Wat tertua di Chiang Mai. Akhirnya momen Almsgiving kami dapatkan juga. Sewaktu balik ke hotel, kami mencoba snack orang lokal. Dan jelas, makanannya non halah. Isinya liver, daging bakar dan usus. Harganya per pcs antara 5-10 baht. Yang enak menurut kami adalah daging bakarnya. Kami sebenarnya ditawari ketan utk menemani makanan tersebut. Tapi kami menolaknya. Pada malam harinya, kami dinner di Old Chiang Mai Cultural Center. Disana makannya buffet dan juga non halal. Banyak sekali yang hadir disini, terutama turis bule. Tadinya kami gak menyangka kalau buffet. Jadi makannya pelan2 mengingat porsinya yang kecil. Ternyata salah sangka kawan! Makanannya juga recommended lho. Setelah makan, kami disuguhi kesenian tradisional Thailand. Tari2an yang menarik, penari yang mempesona, membawa kita pada suasana yang romantis :D. Tari-tarian ini dibawakan di panggung ditengah2 restauran. Setelah selesai, masih ada pertunjukan seni tari di luar. Kali ini yang membawakan adalah penduduk lokal. Kebanyakan dari mereka sudah tua usianya. Setelah puas, kami balik ke hotel. Dan utk menutup hari, sy berdua dengan rekan sekamar mencari Thai Massage. Berhubung sudah cukup malam (10.30 PM), pilihan agak terbatas. Kami memilih tempat yang agak besar dan masih buka, yaitu Le Best Massage yang tak jauh dari hotel. Kami tadinya memilih 1 jam dengan harga 300 baht. Tapi akhirnya memilih utk sekalian 2 jam karena dat diskon menjadi total 500 baht. Sy dan rekan saya sampai tidur ngorok-ngorok sambil di pijet. Lumayan utk menghilangkan lelah setelah 2 hari jalan kaki kira2 5km. Tgl 26 pagi, kami menyempatkan utk pergi ke Warorot Market utk mencari oleh-oleh. kami mendapatkan info ini dari rekan2 Malaysia yang hari sebelumnya belanja kesana. Harganya lebih murah bahkan dibanding dengan di Night Bazaar. Apalagi dibanding di bandara. Kami membeli manisan mangga (1/4kg harga 100 baht, 1/2kg harga 180 baht), bumbu tom yum, kacang mede. Masih banyak yang lainnya, tapi namanya cowok, males bawa barang berat2..hehe. Kami juga bertanya ke penjual, dimana kami bisa mendapatkan durian. Karena disana ternyata lagi musim, jadi cukup banyak durian dijual. Kami mencoba membeli satu seharga 250 baht dan dimakan bareng. Lalu kami mencari warung makan di pasar. Hal ini perlu dilakukan, karena utk mencari makanan khas yang memang disantap orang lokal, kita bisa menemukannya dengan mudah di pasar. Dalam hal ini kami mendapatkannya sesuai harapan kami. Sy memilih Pork Fried Rice dan teman sy Noodle Soup. Harganya masing-masing hanya 30 baht. Sebagai perbandingan makan di Night Bazaar saja lebih mahal. Apalagi di bandara, harga mie goreng saja 240 baht. Dari segi rasa, makanan di pasar ini justru lebih enak. Jadi jangan segan dan sungkan utk masuk ke pasar lokal, anda akan menenemukan kejutan di sana :D. Akhirnya, perjalanan kami sampai pada akhirnya, harus balik ke tanah air. Kembali kami menggunakan Thai Airways dan harus transit lagi di Bangkok. Sampai jumpa di lain perjalanan.
  15. 6 points
    Berburu Salju Udah hari ke 5 aja nih. Dan ini dia nih perjalanan yg paling ter random dan ter gila yg pernah saya alamin. semua bener2 diluar rencana. Ceritanya memang udah mau pulang dari Takayama dan langsung menuju Kyoto, tapiiii... ketika sesampainya di nohi bus, iseng liat kok ada penawaran promo paket ke negeri salju dgn harga yg menurut saya sih murah bgt. 6000yen udah include 1. bus ke shin hotaka ropeway pulang pergi 1 jam 30 menit 2. naik rope way ke puncak gunung bolak balik 3. makan siang 4. dan pemandian onsen di tengah gunung Gak pake pikir panjang, langsung lempar koper ke loker stasiun dan cabut ke rope way ahahahahahhaha. random aselik. eitss...sblum lempar koper, ngubek2 dulu ambil coat, boots sama sarung tangan, dan beli syal hitam di supermarket nya. takut kedinginan. maklum cuman pake 2 lapis. Liat jam pukul 8.00 pagi, jadwal brangkat 8.40. kayaknya masih memungkinkan untuk jalan2 di sekitar takayama, sekitar 40 menit. So.. saya memutuskan utk langsung jalan ke arah takayama old town. Selama jalan kaki ini banyak bgt little cafe yg menggiurkan bgt utk disandangin, cuman apa daya kejar2 an sama waktu jadi saya lebih milih utk foto2 kegiatan sekitar, lingkungannya dan toko tokonya. yang pertama, selalu ngerasa nyaman ngeliat rumah kayu mereka. homey bgt. kentel suasana tradisionalnya kalo di takayama. Toko tokonya pun unik unik seneng bgt tiba2 nemu kuil mungil ngumpet, tapi ada mata air nya. jadilah numpang minum, sruput....yatalam dingin ajah nih air, kaya ngemut es ahaha. Waks ga berasa udah abis waktu saya, liat jam tinggal sisa 15 menit utk jalan balik ke stasiun. cabutt... dan iya pas bgt, kurang 2 menit doang sblum bus brangkat ahahaha (anak nya suka lupa waktu kalo udah pegang camerah) Naik bus hanget and here i come SNOW. Selama perjalanan pemandangannya berhasil bikin dada saya deg deg an bgt. krn blum pernah seumur umur ngeliat salju betumpuk tumpuk. salah satu impian dari kecil sih liat salju ahahahaha, di shirakawago kemarin kan cuman sisa sisa aja. pgn liat yg bener2 massive!! WoHOOoo. 1 jam berlalu.. yak ini dia nih.. breathtaking view di awal perjalanan salju kitah dreamland.. Sampaaaaaaai! BRRRRRRRR.... dingiiiin ajjj jaaah.. tapi terus bengong......... pertama kali liat view se mistis ini. liat ga itu ada atap terbuka di foto yg bawah. itu dibawahnya mengalir sumber mineral air panas dr gunung. atau bisa kita sebut mini onsen. di situ kita bisa duduk sambil merendam kaki yg biasanya utk mati rasa atau kelelahan. Jadi coba dibayangin duduk nyelupin kaki di air panas dgn pemandangan depan belakang kaya bgini. okay jangan kelamaan bengong, langsung ngantri lah di shin hotaka rope way, saya ga motret si ropeway karena udah keburu terlalu excited lari2 masuk ke dalem. jadi foto dr dalem aja deh ahahaha. kira kira kaya gini nih kalo si ropeway difoto dari luar Untuk naik keatas dgn ropeway cuman dibutuhin sekitar 20 menit sepertinya. 2x naik ropeway untuk mencapai ketinggian 2156 meter. yaiks... cek temperature, -3 aja sodara sodaraa. kaki dan tangan pun langsung beku seketika. sarung tangan kulit bener2 ga bisa halangin dinginnya shin hotaka. keadaan juga makin okeeh ketika salju mulai turun, visibility mulai berkabut dan permukaan salju jadi licin bgt. alhasil cuman bisa jalan2 sekitar 10 meter dari welcome door ahahaha. ga papa deh, modal tongsis dan tangan gemeteran mari kita fotoh fotoh.. oh ini yg namanya salju. nggggggg jadi kepingin es serut. nah foto diatas ini sebenernya dek utk mountain view. cuman pemandangan kehalang sama salju yg waktu itu lagi turun lumayan agak deres. ga papa deh, seneng juga kok maen salju ahahahaha. Naik ke Lantai 2 yuk, nah ini dia nih medan sulitnya. kalo ga pake sepatu bergerigi mendingan jgn pergi jauh2. kepleset meluncur terjun bebas kemana mana ahahaha. berhubung saya emang agak 'NGEYEL' Jadi sdikit nekat pegangan ke tali tipis disamping samping pohon. (yaudahlah yaaa.. ga jauh jauh amat kok ahahaha) cuman memang dinginnya ampun ampunan, ga sedikit orang2 yg lewatin saya ngelirik amaze, krn kok pakaian saya cuman se adanya, sedangkan mreka tebel2 bgt. Yang penting dpt foto bagus!! pantang mundur sayaaaah. salju ngebingkai dahannya cantik cantik bgt. yaudah selfie dulu AHAHAHAHA Cuman kuat sekitar 15 menit aja saya diluar. langsung ngerangkak balik ke dalem dek. sampainya didalem dek langsung mojok deket heater dapur brrrrr. oh ya FYI jgn minum air yg disediain cafetaria disini yah. gratis sih memang.. tapi pas saya minum YASALAM AIR DINGIN kaya Salju! haduh haduh haduh... (langsung nyembur) saya kira air anget.. cem macem aja inih caetaria, lg dingin dikasi air salju. Saya menemukan heater yg lebih enak di daerah oleh2, jadilah saya nongkrong disana, duduk skitar 15 menit, langsung cabut lagi ke ropeway 1 buat foto2 dong. scene hutan disini juga banyak bgt. kaya di wonderland Nah puas foto foto, liat jadwal udah jam 3 sore, harus cepet2 balik nih, kan mau ke onsen dulu ehehehe. tapi kali ini ga bisa foto saya lagi berendem yah, byk yg mandi soalnya buahahahahaha. Berendem cuman 10 menit aja dan langsung cabut lagi naik bus ke takayama station. sesampainya di takayama station saya dikejutin dgn berita buruk. HIDA trainnya yg jam 6 sold out!! mati deh!!... gimana cara mau ke osaka ni kalo bgini, penginapan disini jg pasti udah full book. lemes sambil geret2 koper bingung mau ngapain. tiba tiba kok liat ada kereta hida lagi nangkring, liat jam baru jam 5 kok. iseng nanya kondekturnya, ini kereta hida yg jam 6 kah? dia jawab "ini kereta tambahan utk ke osaka dan kyoto, brangkat dalam 2 menit" APAAAAAAAAAH!!!!! langsung masuk lagi ke takayama station, ngomel sama kasirnya "kenapa ga dikasi tau ke saya ada kereta tambahan?!!' dia jawabsambil clinguk keluar "oh iya saya lupa bilang, silahkan naik miss, nanti keburu berangkat, ini tiketnya" #@$%$%^%&%%$^&$!!! udah males marah langsung ambil tiket dan angkat kaki masuk ke HIDA train, dan saya udah kaya adegan mister bean ketinggalan kereta kayaknya "waitt for meeeeeeee" masuk... lempar koper.. cssssss pintu kereta ketutup AHAHAHA bisa gila inih adrenalin. duduk udah gemeteran ajah ahahahaha. okay liat jam nunjukin pukul 5 brati saya akan sampai osaka sekitar pukul 9 malam. FIUH what a day! Lets get Lost bgt ini judulnya kwkwkwkwk
  16. 6 points
    Hola Deffa Here !!! Karena masih banyak yang bertanya tentang biaya yang saya keluarkan selama Explore Kansai Jepang 7 - 11 Maret 2016 kemarin. Kali ini saya akan posting Rangkuman nya langsung beserta Itinerary nya, jadi kalian bisa langsung pelajari dan pahami ya. Sebelum nya perjalanan saya ini inti nya di Kansai adalah Osaka - Kyoto - Nara. Jadi hanya 3 kota tersebut. Dengan masuk dari Bandara Kansai International Airport dari Bandung. Lalu pulang nya saya menuju ke Incheon International Airport di Seoul Korea Selatan. Jadi saya tidak pulang ke Indonesia langsung. Pesawat yang saya gunakan adalah Air Asia dan Fly Peach Saya melakukan perjalanan Solo Traveling ya jadi semua biaya ini perhitungan sendiri Lalu untuk rincian Cerita Perjalanan masing-masing kota tersebut bisa di baca di sini : OSAKA KYOTO NARA Berikut rincian nya semoga berguna ya. Pada waktu saya berangkat Kurs 1 yen = 110 rupiah OSAKA Itinerary Osaka Pengeluaran Osaka Cerita Lengkap nya baca di SINI KYOTO Itinerary Kyoto Pengeluaran Kyoto Cerita lengkap nya baca di SINI Nara Itinerary Nara Pengeluaran Nara Cerita lengkap nya baca di SINI Jadi Total keseluruhan Biaya Perjalanan Saya selama 5 Hari di Kansai adalah Rp. 7,545,200 Note : Selama perjalanan ini untuk transportasi selama di Kansai saya di cover oleh Kansai Thru Pass dan ICOCA Card. Kedua kartu sakti ini meng cover semua jenis Transportasi yang ada di Kansai yang saya gunakan Untuk makan, saya jarang sekali makan siang jadi biasa nya cuma nyemil aja jadi biaya makan siang bisa di potong Tiket Air Asia itu saya mendapatkan promo 6 bulan sebelum berangkat ketika ada Air Asia Carnival. Namun Tiket Fly Peach ini tidak promo atau harga reguler karena saya telat membeli tiketnya 1 bulan sebelum keberangkatan, karena lupa. Kalau promo biasanya Fly Peach itu di 300 - 500 ribuan Untuk kurs Yen saat saya berangkat itu sekitar 110 yen, untuk Ringgit saya lupa jadi saya hitung sesuai Kurs Google per hari ini tanggal 13 May 2016 Total biaya pengeluaran perjalanan ini Rp. 7,545,200. Sebenarnya masih bisa di perkecil lagi jika saya memilih kamar yang Dorm bukan Private room. Lumayan bisa menghemat 1 - 2 juta Sekian Semoga Berguna ya dan Silahkan di Bagikan jika berkenan :) Baca Juga : 3 Hari di Osaka Itu Seru Loh Awesome 3 Days In Kyoto Nara in a Glance
  17. 6 points
    min0ru

    Jalan Jalan ke Jepang versi Ogie

    Hai hai hai! Ini dia cerita jalan jalan ke Jepang bagian 1. Tulisan ini bakalan panjang dan mungkin sedikit membosankan cuma sabar2 aja siapa tau ada informasi yang kalian butuhkan disini. Hari 2: Nagoya - Kyoto - Kiyomizu-dera Cerita ini akan saya mulai dihari berikutnya setelah Menginap di Bandara Haneda. Pagi itu sekitar jam 09.00 saya sudah siap untuk keluar dari bandara haneda dan dihari itu saya berencana langsung ke Hiroshima! Kebetulan ada teman yang sudah duluan ke Jepang dan ada lebihan SUICA akhirnya saya pakai aja untuk ke Tokyo Station. Haneda ke Tokyo Station hanya memakan waktu kurang lebih 30-40 menitan dan sesampainya disana langsung ke JR Office untuk menukarkan JRPASS yang sebelumnya sudah dibeli melalui travel agent di Jakarta, ternyata cukup antri dan udah panik lirik2 jam terus. 5-8 menit mengantri tiba juga giliran saya dan proses penukaran hanya memakan waktu 5 menit. Ngacir deh ke peron yang menuju ke Hiroshima. Karena terburu2 akhirnya agak salah naik kereta, harusnya via Shin-Osaka tetapi naiknya yang Shin-Kobe sebenarnya sama saja kok. Ditengah perjalanan menuju ke Hiroshima ternyata baru kerasa badan cape dan lapar karena kurang istirahat dan makan keliatannya lalu diputuskan secara random untuk berhenti di Nagoya dan cari makan disana. Sibuk tanya2 ke mbah Google bingung akhirnya nanya ke petugas di Stasiun yang menunjukkan arah ke bawah tanah dan ternyata banyak makanan dibawah mulai dari Ramen, Curry Rice dan lainnya. Ini makanan kalo ngga salah pork curry yang rasanya lumayan enak (namanya juga lagi laper apa juga enak ) seharga ¥800an kayaknya . Udah kenyang? Yuk lanjut! Setelah berunding dengan rekan seperjalanan akhirnya diputuskan untuk langsung aja ke penginapan di Kyoto lah, kita cancel aja Hiroshima karena memang waktu itu sudah menjelang sore. Perjalanan dilanjutkan ke Kyoto dan berhenti di Kyoto Station! Nah menurut teman yang sebelumnya pernah menginap di guest house yang sama akan lebih mudah jika kita naik bus ke guest house. Halte bus letaknya disebelah kanan ketika keluar dari pintu stasiun Kyoto, kita naik bus nomor 206 yang berhenti langsung di Higashiyama Sanjo dan jalan dikit menuju ke Guest House Gajyun. Review Guest House Gajyun bisa dibaca disini. Selesai check-in dan masukkin koper ke kamar, saya pun lanjut jalan lagi ke Kiyomizu-dera temple yang terletak ngga jauh dari situ. Walaupun dekat kita tetap harus naik bus lagi sekalian memanfaatkan one day bus pass yang udah kita beli sebelumnya. Jalanan sekitar guest house sangat menyenangkan sekali atau mungkin memang beginilah Kyoto! Hmmm... Naik bus sekitar 5 menitan eh sudah sampai di halte dekat Kiyomizu-dera temple, lanjut jalan kaki 10 menitan untuk mencapai templenya. Jalanannya sangat crowded sekali, mungkin karena waktu itu hari sabtu. Sepanjang jalan menuju ke temple banyak sekali penjual makanan, eskrim, oleh2 dan banyak lagi, sehingga banyak orang yang banyak berjalan pelan dan bahkan mampir untuk berbelanja. Sampai di Kiyomizu-dera ternyata keren banget bangunan dibalut warna orange yang pekat dipadu dengan background langit yang biru. Sayangnya saat itu bunga sakura banyak yang belum sepenuhnya mekar dan ngga banyak yang bisa difoto. Selesai foto2 di Kiyomizu-dera gw kembali turun mengarah pulang lalu tak lama terlihat sign "Kodai-ji Temple" ya udah iseng ngikutin arah panah itu mumpung memang searah ke guest house. Ternyata dijalanan yang menurun itu terdapat 1 pohon sakura yang sangat bagus sekali, bunganya mekar penuh! Keren! Berhenti untuk foto2 sebentar! Jalanan menuju ke Kodai-ji Temple ini sama dengan jalanan sebelumnya yang ada pedagang snack dikanan-kiri jalannya. Saya pun terhenti di toko yang menjual roti goreng, yakkk roti goreng! terlihat sangat enak walaupun rasa aslinya biasa saja haha well, yang penting nyobain deh karena harganya juga ga mahal sekitar ¥100 / 6 pcs. Sampai di gerbang Kodai-ji Temple eh udah gelap! Kaki juga udah lumayan capek, ah ya sudah pulang aja deh ke penginapan. Makan malem kali ini dipersembahkan oleh Lawson yaitu Bento berisi Mie, Nasi dan Katsu2an seharga ¥480. Day 3: Hiroshima Makan pagi di guest house dimulai teng jam 07.00 lalu mandi dan bersiap melakukan perjalanan ke Hiroshima, yes akhirnya jadi juga jalan ke Hiroshima secara dadakan. 09.30 sudah meluncur via Kyoto Station dan naik Shinkansen ke Hiroshima Station. Wooofff wooffff *eh berasa naik kereta uap aja* Perjalanan ini ditempuh selama sekitar 110 menit. Di kereta saya ketiduran dan menyebabkan telat turun di Hiroshima Station, padahal sudah cepat2 berdiri eh begitu mau turun kereta, pintunya nutup karena saya pikir dekat, akhirnya saya berdiri di dekat pintu tapi kok lama ngga sampe2 ya di stasiun berikutnya tetiba dicolek sama ibu2 orang jepang yang memberikan saya duduk, antara ga tega atau saya menghalangi pintu antar gerbong yah :p. Ya sudah deh akhirnya duduk dan sekitar 10 menitan tiba di Yamaguchi Station! Kelewatnya lumayan jauh sekitar 20 menitan ternyata :(. Turun dan pindah jalur untuk arah sebaliknya dan lagi2 menunggu kereta datang sekitar 5 menit. Untungnya disepanjang jalan pemandangannya bagus dan ngga membosankan jadi bisa dinikmati. Melongok keluar Yamaguchi Station ada jalur private dengan kereta berwarna warni berjalan senada dan menurut saya menarik untuk difoto, cuaca pun sedang bagus awan biru. Shinkansen yang saya naiki menuju Hiroshima terasa aneh, kok lebih bagus rapih ya? ternyata salah naik, saya naik yang Nozomi (tidak tercover oleh JRPASS) dan naik di gerbong reserved! 2x salah kalau begini sih. Dengan pede saya jalan dari gerbong nomor 14 ke gerbong nomor 1 dan setiap ketemu kondektur *bener ga sih namanya* saya nyapa aja sambil jalan buru2. Emang rejeki anak sholeh, kondekturnya ga memeriksa tiket atau pun JRPASS saya, alhasil aman turun di Hiroshima! :p. Tiba di Hiroshima sudah pukul 13.00 lewat dan genderang perang di perut sudah berbunyi kencang. Karena ngga tau harus makan apa, saya pun memutuskan menuju ke Atomic Bomb Dome dan mencari makanan disekitar sana saja. FYI di Hiroshima ada city tour bus bernama Mei Puru~pu yang bisa kita naikin secara gratis jika memiliki JR PASS. Informasi lengkapnya disini. Naik bus tersebut memakan waktu 10 menit untuk sampai ke Atomic Bomb Dome. Begitu turun dari bus clingak clinguk cari tempat makan, mau masuk mall tapi kok bosen ya sama makanan mall. Iseng jalan ke gang2 kecil dan nemu tempat tersembunyi didalam gedung lantai 2F, karena di depan gedung tersebut sudah tulis perkiraan harga untuk makan dan masih masuk dengan budget makan harian :p. Lets give it a try! Saya pesan Okonomiyaki dan satu lagi adalah daging sapi yang lupa banget namanya apa but it's suprisingly DELICIOUS! you guys should try when you go to Hiroshima. Perut kenyang hati senang dan siap explore si Atomic Bomb Domenya. Jalan kaki ngga sampai 10 menit kok dari restoran itu ke Bomb Domenya. Sight-seeing di Hiroshima memberikan pengalaman yang sangat menyenangkan untuk saya. Tempat ini bisa dibilang hampir ngga ada turis, semuanya yang saya lihat sebagian besar adalah warga kota tersebut. Mereka menikmati kota dengan hanya duduk2 ditaman, ngobrol dengan teman, ada yang foto2, melukis, naik sepeda dan sesekali ada turis tetapi secara garis besar lokasi ini sepi dan enak dikunjungi. Atomic Bomb Dome ini ternyata sangat dekat dengan Peace Memorial Park, tinggal nyebrang jembatan aja sampai adanya dikiri jalan. Tamannya pun sangat bagus dan tertata rapih. Saya menyempatkan diri untuk berfoto dibangku taman dan menikmati pemandangan sekitar taman. 17.30 waktunya pulang kembali ke Kyoto. Depan Bomb Dome persis ada halte tram, dengan PEDEnya saya ngantri dan siap naik, begitu tram datang dan mau masuk eh eh di tap pake SUICA ngga bisa! begitu lihat logo2 di badan tram ternyata harus menggunakan ICOCA. hahaha. Udah deh, nyebrang balik ke halte bus yang sebelumnya kita naikin dan untungnya lagi saya masih kebagian bus slot terakhir yaitu 17.59 hebat bener deh ontimenya negara ini. fyuuhhhh. Bersambung kesini
  18. 6 points
    eka wibisono

    "CIMON" IGA PENYET MAKYUSS

    Abis libur Lebaran kaya sekarang ini, salah satu yg bikin orang kantoran pusing adalah mencari tempat untuk makan siang. Ya maklum aja deh OB belum standby semua di kantor dan yang jual makanan di sekitar kantor jg masih banyak yang tutup. Mau gak mau deh, terpaksa cari ilham menu makan siang dan kudu jalan beli sendiri. Karena udah gak ada ide, jadilah makan siang hari ini, aku, @Luxia dan salah satu teman berburu makan di daerah Karet, dan pilihan jatuh lagi ke rumah makan CIMON. Kalo denger nama tempatnya, orang biasanya ragu tuh mo icipin menu di Cimon. Tp kalo udh cobain..hmm..pasti pengen balik lg (banyak orang2 kantor sekitar Sudirman, Karet & Kuningan udah lama jadi fansnya CIMON). Untung hari ini, belum byk karyawan kantor yg efekti kerja, jd masih belum terlalu ramai org yg makan di sana (gak perlu antri cari tempat duduk). Berhubung laper berat, jadi lah kami memesan Paket Iga Penyet Goreng (2 porsi), Nasi goreng seafood, Tahu kipas, Cumi bakar dan jamur crispy (hehehe...udh kalap krn laper). Ini dia tampilan pesanan kami (cumi bakarnya gak sempet ke foto krn udah terlanjur masuk perut hehehe) CIMON ini banyak macam menunya antara lain Bakmi Bangka, Soto Betawi, Sop Buntut, Chinese Food, Ayam Penyet dll. Tp Menu CIMON yg banyak dicari orang adalah Iga Sapi Penyet goreng atau Iga Sapi kuah. Untuk urusan rasa boleh deh diadu dengan Iga Penyet "TEKO' atau "LEKKO". Oh iya sebelum Iga Penyet "TEKO" atau Iga Penyet "LEKKO" ada, Cimon ini udah duluan jual menu olahan Iga Sapi lho. Jam operasional: 11.00 - 21.00 WIB (Senin-Minggu). Lokasi Cimon ini di Jl. Prof Satrio No. 18. Strategis bgt lokasinya. Nih petunjuknya kalo mau ke Cimon. 1. Kalo dari arah bunderan HI, masuk ke jl. Sudirman, setelah Gedung WTC belok kiri ke Jl. Prof Satrio arah Mall Ambasador. Telusuri aja terus jl. Prof Satrio, nah setelah lewat pertigaan Karet Pedurenan, langsung deh keliatan tuh lokasinya CIMON yg bersebelahan dengan Warung Sate (pokoke sebelum Mall Ambasador). 2. Kalo dari arah Tebet, ambil jalan ke arah Jl. Sudirman tapi jgn naik ke jalan layang yg langsung ke jl. KH Mansyur), nanti putar balik di bawah jalan layang Karet (deket gedung Sampoerna Strategic) masuk ke Jl. Prof Satrio lagi. Udah gitu ikutin deh petunjuk seperti di No. 1. 3. Kalo dari arah Semanggi, setelah halte Benhil, ambil jalan arah ke Jl. KH Mansyur, puter balik di depan Citiwalk, ambil jalan layang Karet yg ke arah mall Ambasador (jangan ambil jalan layang yg langsung ke jl. Casablanca). Tinggal ikutin deh petunjuk seperti di No. 1. Nih aku kasih liat deh daftar menunya (tp udh aku pilih menu yg jd favorit banyak orang) Untuk harga seporsi Nasi, Iga Penyet goreng (4/ 5 potong tergantung besar kecil iga) dan kuah kaldu sapi dibandrol Rp.50 rb. Dibandingin dengan Teko atau Leko harga masih lebih murah di Cimon, menurut aku sih. Yang bikin mantep Iga Penyet Cimon adalah sambelnya yang pedes tp bikin nagih dan kuah kaldu sapi gratis sebagai pendamping. Mo minta tambah sambel lg, jgn kawatir gratiis pula. Abis kepedesan makan Iga Penyet, boleh jg tuh pesen menu Es-Es an buat mengurangi rasa pedes di mulut. Ini dia pilihannya: Jadi teman-teman yg berkantor di segitiga emas Sudirman atau yg kebetulan lewat di seputaran daerah Karet, kalo belum pernah icipin CIMON, jgn ragu deh cobain makan di sana. Dijamin gak nyesel.
  19. 6 points
    Monfi

    Japan Spring 2016 Travelogue

    Day 6, 14 April 2016 Subuh-subuh sekitar pukul 04.35 aku sampai juga di Takayama. Horeee.. Untunglah bus yang aku naikin lumayan nyaman, jadi masih sempet untuk tidur. Karena masih pagi banget dan udaranya dingin, aku menghangatkan badan dulu di ruang tunggu Stasiun JR Takayama. Sebenernya mau ngapain sih ke Takayama? Justru tujuan utama dari trip ini ya untuk ikut menyaksikan salah satu festival terindah di Jepang, yaitu Takayama Spring Festival. Takayama Spring Festival Sebelum lanjut bahas tentang festivalnya, mungkin ada baiknya kita kenalan dulu sama kota Takayama. Sumber : www.hida.jp/english Takayama merupakan salah satu kota yang berada di daerah Hida, Prefektur Gifu, Chubu Region. Lokasinya sendiri berada di daerah pegunungan di tengah-tengah Pulau Honshu. Takayama sering disebut sebagai Hida-Takayama karena untuk membedakan dengan Takayama lainnya yang ada di Jepang. Bagi teman-teman yang suka daerah terpencil dengan suasana pedesaan yang asri, Takayama merupakan daerah yang tepat untuk dikunjungi. Perlu diperhatikan karena letaknya di daerah pegunungan, suhu di daerah ini bisa lebih dingin dibandingkan daerah lainnya, bahkan pada saat musim semi. Sejak dahulu daerah ini terkenal sebagai penghasil kayu yang berkualitas. Didukung dengan keterampilan penduduknya, Takayama menghasilkan banyak kerajinan tangan yang sangat indah, beberapa diantaranya bisa dilihat pada festival ini. Selain itu, di Takayama kita dapat menikmati kelezatan Hida Beef, yang kualitasnya tidak kalah dengan Kobe Beef. Takayama Festival diadakan dua kali dalam satu tahun, yaitu pada saat musim semi (tanggal 14-15 April) dan pada saat musim gugur (tanggal 9-10 Oktober). Spring Festival diselenggarakan oleh Hie Shrine (dikenal pula sebagai Sanno-sama), sedangkan Autumn Festival diselenggarakan oleh Hachiman Shrine, sehingga sering kali Spring Festival disebut sebagai Sanno Festival, dan Autumn Festival disebut sebagai Hachiman Festival. Kedua festival memiliki kesamaan dalam jadwal dan kegiatan yang dipertunjukkan. Perbedaannya ialah untuk Spring Festival skalanya lebih besar dibandingkan Autumn Festival, dengan jumlah replika kuil / float / yatai yang dipamerkan berjumlah 12 yatai (Spring Festival) dan 11 yatai (Autumn Festival). Untuk macam jenis yatai yang ditampilkan pun berbeda, sehingga suasana yang dirasakan pasti juga akan berbeda. Mengenai Spring Festival, kegiatan ini sudah diadakan sejak tahun 1690-an, dan sejak tahun 1700-an, yatai mulai dipertunjukkan. Selain yatai yang sangat extraordinary, banyak kesenian lain yang sangat menarik untuk diikuti, seperti pertunjukan Karakuri / marionette serta musik dan tarian tradisional. Berikut merupakan jadwal Spring Festival di Tahun 2016: 14 April 2016 09.30-16.00 Floats / yatai dipertunjukkan di lokasi berikut: delapan yatai di Shinmei-cho Street dan empat yatai di dekat Nakabashi Bridge 11.00-11.50 Pertunjukkan Karakuri / marionette di Otabisho, dekat Nakabashi Bridge 13.00-16.00 Prosesi Festival dimana portable shrine dipindahkan dari tempat penyimpanannya untuk kemudian dipertunjukkan 15.00-15.50 Pertunjukkan Karakuri / marionette di Otabisho, dekat Nakabashi Bridge (sama seperti pertunjukkan jam 11.00) 18.30-21.00 Night Festival, dimana dua belas yatai akan diarak keliling kota, dimulai dari Kamiichinomachi Street, kemudian Yasugawa Street, hingga ke Honmachi Street. 21.00 Yatai disimpan kembali ke tempat penyimpanannya 15 April 2016 09.30-16.00 Floats / yatai dipertunjukkan di lokasi berikut: enam yatai di Sanmachi Street, dua yatai di Honmachi Street, dan empat yatai di dekat Nakabashi Bridge 10.00-10.50 Pertunjukkan Karakuri / marionette di Otabisho, dekat Nakabashi Bridge (sama seperti pertunjukkan hari sebelumnya) 12.30-16.00 Prosesi Festival dimana portable shrine dipindahkan dari tempat penyimpanannya untuk kemudian dipertunjukkan 14.00-14.50 Pertunjukkan Karakuri / marionette di Otabisho, dekat Nakabashi Bridge (sama seperti pertunjukkan jam 10.00) 16.00 Yatai disimpan kembali ke tempat penyimpanannya Perlu diketahui bahwa Night Festival hanya akan diadakan di tanggal 14 April, sehingga bagi teman-teman yang tidak dapat mengikuti Festival selama dua hari, aku sarankan untuk lebih memilih hadir di tanggal 14 April dan menginap semalam di Takayama. Untuk coin locker tersedia di dekat Stasiun JR Takayama atau di dekat Nohi Bus Center. Jika cuaca tidak mendukung, maka yatai hanya akan dipertunjukkan di setiap Festival Float House / tempat penyimpanannya. Namun jika hujan turun sangat deras, maka sayang sekali yatai tidak dapat dipertunjukkan. Bagi teman-teman yang tidak sempat untuk hadir pada kedua festival diatas, dapat menikmati keindahan empat dari sebelas yatai Autumn Festival di Takayama Yatai Kaikan (08.30-17.00 Mar-Nov dan 09.00-16.30 Des-Feb, 820 yen). Untuk menyaksikan pertunjukan Karakuri / marionette dapat mengunjungi Karakuri Museum (09.00-16.30, 600 yen). Selain Festival, banyak tempat-tempat di Takayama yang menarik untuk dikunjungi. Ada Miyagawa Morning Market (07.00-12.00 Apr-Okt, 08.00-12.00 Nov-Mar), Hida Folk Village (08.30-17.00, 700 yen), daerah Old Town Takayama yang masih well preserved, dan juga tempat-tempat lainnya. Satu hal lagi yang perlu diingat untuk penginapan di Takayama pada saat diadakannya festival harus dipesan sejak jauh-jauh hari. Aku sendiri sudah mulai pesan sejak 6 bulan sebelumnya. Kalaupun separah-parahnya nggak dapet penginapan di Takayama, bisa dicoba di daerah dekat Takayama, seperti Hida-Furukawa, Gero Onsen, Toyama, atau Takaoka (cuman musti naik kereta dulu untuk sampai ke Takayama). Sampai disini dulu semuanya.. Lanjut lagi di postingan berikutnya mengenai Shirakawago dan Desa Ainokura.. Sepertinya Takayama populer di kalangan orang Eropa Ruang tunggu Stasiun JR Takayama Takayama Spring Festival
  20. 5 points
    Vara Deliasani

    Walks in Vienna

    Mumpung kantor sepi waktu memenuhi janji posting soal Vienna. Vienna atau biasa disebut Wien, merupakan ibukota negara Austria. Vienna merupakan kota yang cantik yang nyaman untuk dijelajahi dengan berjalan kaki. Sebenarnya transportasi umum di Vienna cukup beragam dan mudah untuk digunakan, namun menurut gw pribadi jalan kaki merupakan cara yang paling menarik untuk menikmati keindahan kota Vienna. Seluruh tempat wajib di Vienna sebenarnya terletak di pusat kota, hanya 1 tempat saja yang memang harus ditempuh menggunakan kereta, yaitu Schönbrunn Palace. Sisanya benar-benar berada di Innere Stadt yang bisa dijangkau dengan berjalan kaki. Gw memulai perjalanan dari Hotel dengan Metro ke stasiun the Karslplatz di seberang the Opera building, dari sana menyeberang ke arah gedung Opera lalu menuju Hofburg Palace, jangan lupa berenti di Burggarten sambil berfoto dan menikmati taman di depan gedung yang sekarang berfungsi sebagai museum.. Berjalan ke arah kanan gedung terdapat sebuah cafe lucu bergaya vintage di dalam sebuah lorong, sayang gw ga smpat foto mengingat waktu yang sudah siang. Setelah menyusuri Hofburg Palace jalan ke Volksgarten, salah satu taman lainnya yang berada di komplek Hofburg Palace. Keluar dari komplek Hofburg Palace berjalanlah ke arah kiri dan menyebrang ke Museum Quartier, buat yang tertarik mengunjungi museum bisa mencoba memasuki museum-museum yang berada disana. Namun lagi-lagi karena hanya punya 1 hari untuk mengelilingi Vienna, gw cuma mampir untuk istirahat dan berfoto sejenak. Dari sana perjalanan dilanjut lagi... ga jauh dari sana terdapat gedung Parlement dan Rathaus, yang merupakan salah satu ikon Vienna. Pada saat musim dingin area di depan Rathaus biasanya ditutup dan diubah menjadi area ber-ice skating. kebetulan pada saat kesana area baru aja di bongkar. aaaaaaaaaaahhhh kecewaaaaaaaaaa.... padahal udah kebayang mau ice skatingan di tengah kota Vienna yang kece.... Puas muter-muter di sekitar Rathaus tinggal nyeberang sampailah di Burgtheater. Kalo masih kuat jalan boleh lanjut jalan lagi ke daerah Graben. Gw udah nyeraaaaahhh.. kaki sakit banget... akhirnya naik metro turun di Graben. Graben sendiri merupakan "surga" belanja di Vienna, berbagai macam merk terkenal berada di seputaran area ini. Mau nyobain naik kereta kuda keliling pusat Vienna? Di lapangan sebelum Graben merupakan tempat yang pas. Gw sendiri ga nyobain, maklumlah turis kere. hahaha Menyusuri Graben sambil cuci mata dan nyemil emang paling asik, ga perlu masuk ke toko, udah jelas gw ga akan sanggup belanja apapun. hahaha. Perjalanan dilanjut lagi, ga jauh dari Graben persis diujung jalan terdapat Stephansdom. Ini nih tujuan utama gw ke Vienna. Sampe Stephansdom ternyata bagian kanan gedung lagi di renovasiiii.. AAAAAAAAAAKKKKKKKKKKKKKKKKKKKK.... KECEWAAAAAAAAAA... manalah di hari menjelang sore jadi area di depan Stephansdom rame bangeeeeeeetttt.. susah mau nyari spot foto, Disaat yang lain sibuk nyari cemilan dan coklat gw masih sibuk foto2, sampe akhirnya yaaa lumayanlah dapet foto yang agak layak. hahaha. daripada pulang ga bawa foto trus kebawa mimpi ya kaaaaannn... Beres dari Stephansdom beres lah perjalanan jalan kaki menyusuri pusat kota Vienna. Persis di area ini terdapat U-Bahn untuk menuju kembali ke hotel. Waktu yang gw dan teman2 butuhkan untuk mengexplore kota Vienna sekitar setengah harian. Pengennya sih lanjut ke Schönbrunn Palace tapi apa daya,,, kaki udah nyut-nyutan ditambah hari udah menjelang malam. Mungkin nanti bisa jadi alasan untuk balik lagi ke Vienna Butuh peta dan panduan jalan kaki? silakan cek link berikut. Vienna-Walking-Tour-Center.pdf Vienna-Attractions.pdf Selamat Menjelajah Vienna!!!!
  21. 5 points
    Buat orang-orang yang sudah pernah ke singapore atau yang akan pergi ke singapore pasti sudah terbayang dengan mahalnya "living cost" dinegara ini. Biaya hidup di singapore cukup tinggi, dan kalau mau makan di food court , siap-siap mengeluarkan kocek mulai dari $3-12, dan air minum mineral saja mulai dari $1.2. Dan, sudah bukan rahasia lagi kalau harga makanan di airport cenderung mahal. Apalagi di bandara Changi singapore yang selalu mendapat predikat sebagai salah satu airport terbaik di dunia. Waduh, kebayang dong, mahalnya seperti apa mau makan di sana? Nah karena beberapa hal ini, mulailah saya berpikir untuk menekan pengeluaran makan saya di singapore yang kebetulan hanya transit saja. Kebetulan trip kali ini saya transit di singapore (saya baru saja kembali dari trip Macau-Hongkong , Field Report nya menyusul) dan budget sisa dari perjalanan macau-hongkong sudah sangat-sangat minim. Mulailah memutar otak bagaimana caranya supaya bisa makan hemat dibandara changi ini. Modal connect ke Wifi Airport Changi mulailah search-search soal keberadaan si "Staff Canteen" yang sebelum-sebelumnya sudah pernah saya dengar dan baca dari berbagai sumber. Modal browsing tersebut, mulailah saya dan tiga teman saya yang lain mengeksplore bandara changi. Kebetulan pesawat kita dari Hongkong landed di Terminal 2, dan dari info yang kita baca bahwa staff canteen ini ada di Terminal 1. Mulailah kita pergi ke terminal 1 by sky train changi. Berikut Deskripsi lengkapnya: Di bandara changi singapore terdapat food court atau canteen yang bernama "staff canteen", kali ini saya akan membahas "staff canteen" yang ada di Terminal 1. Saya tidak terlalu tau jika diterminal lain juga ada atau tidak. Untuk itu saya akan membahas yg di Terminal 1 ya. Ok. Lets do it. Untuk makan di "staff canteen" terminal 1 changi ini Saya sudah membuktikannya sendiri, jadi ini bukan sekedar teori saja. Restoran ini sebenarnya lebih dikususkan untuk staff yang bekerja di bandara changi, tetapi tidak tertutup untuk public. Restoran ini tidak dimasukkan didalam denah bandara , sehingga tidak semua orang mengetahuinya. Restoran ini berada di Terminal 1 bandara Changi. Untuk dapat mengakses restoran ini, bisa dengan melihat Block Counter Check In armada AirAsia di block 12, berjalanlah ke arah departure hall (jangan masuk ke departure hall nya), kemudian belok kanan sampai mentok. Akan ada petunjuk Staff Canteen. Tepat di samping toilet, ada lift, masuk lift dan turun ke level B1. Nah di level B1 inilah akan anda jumpai langsung restorannya. Kisaran harga makanannya di range 2 SGD- 5SGD, cukup murah kan untuk ukuran singapore. Walaupun range harga nya cukup murah, food court disini menyajikan banyak varian menu, tempatnya juga cukup nyaman, adem dan sama saja seperti restoran food court lainnya, sangat nyaman. JadiTunggu apalagi, lets check it out.
  22. 5 points
    Halo, Bagi teman teman yang ingin berkeliling beberapa spot wisata utama di kota Hiroshima, bisa naik turun gratis di spot spot utama sightseeing dengan menggunakan Hiroshima Sightseeing Loop Bus atau yang biasa disebut Hiroshima Meipuru-pu (khusus pemegang JRPass gratis). https://www.chugoku-jrbus.co.jp/teikan/meipurupu/en/ Bus ini melintasi 2 route yang mengelilingi kota Hiroshima, yakni "Rute Orange" dan "Rute Green" dengan detail sbb: Berikut pengalaman saya menggunakan Sightseeing Bus tersebut, semoga bermanfaat Perjalanan dimulai dari Stasiun Shin-Kobe karena berpisah dengan teman, jadi saya melanjutkan sendiri perjalanan ke Hiroshima. Pas lagi nunggu Shinkansen Hikari yang akan mengantarkan saya ke Hiroshima, tetiba lewat deh Shinkansen yang cukup seksi ini, soalnya beda dari yang lain (Gw juga gatau sih, dia dari mana hendak kemana ) Skip Skipp... teng nong neng nong... akhirnya muncul juga Shinkansen yang akan saya pakai, karena demennya gratisan (baca: pake JRPass) jadi dari tadi banyak Nozomi dan Mizuho yang lewat tapi ngga boleh naik . Oh iya, sebagai referensi mengenai pembagian gerbong shinkansen, mungkin gambar berikut bisa menjadi referensi. (Terlihat pula perbedaan jumlah gerbong antara Nozomi/Hikari/Mizuho/Sakura/Kodama Dan juga pembagian reserved dan nonreserved cars nya.) Begitu sampai di Stasiun Hiroshima, kalian harus segera mencari toilet petunjuk arah keluar dan harus segera mencari tukang bajigur gedung Hotel Grandvia Hiroshima yang bersebelahan persis dengan bangunan Stasiun Hiroshima tersebut, dan akan menemukan sign sbb. (Ini adalah halte untuk menaikkan dan menurunkan penumpang untuk Sightseeing bus dimaksud) Kita bisa menunggu bus nya disini sambil minum cendol atau makan somay yang bisa dibeli sebelum berangkat ke Jepang . Jangan lupa antri ya, dan persiapkan JRPass nya. Kemarin saya menunggu sekitar 5 menit dan langsung muncul si bus, tunggu sampai penumpang yang turun berhamburan keluar, baru deh kita pada naik. Jangan lupa, tunjukkan JRPass nya ke sopir gantengnya, dan dia akan dengan sangat sopan mempersilahkan kita masuk dan pilih kursi sesuka hati. Kebetulan kemarin sempat ketemu dengan sepasang keluarga (emak dan anak janda gadis) asal Indonesia, tapi karna lagi pengen menyendiri explore sendiri, jadi memutuskan untuk berpisah. Saya memutuskan untuk turun pertama kalinya di pemberhentian Atomic Bomb Dome, si abang sopir akan memberhentikan busnya dan menaik turunkan penumpang, jangan lupa membayar ongkos mengucapkan terima kasih sebelum turun biar si abang selamat sampai tujuan. Gausah pake salim, karna dia bukan bapak kita. Dari pemberhentian yang saya pilih, langsung disambut dengan bangunan sisa pengeboman yang menjadi satu satunya bangunan yang masih dibiarkan berdiri dalam kondisi apa adanya semenjak penyerangan oleh tentara Sekutu pada Agustus 1945 silam (Jadi ingat pelajaran Sejarah zaman SMP) (Atomic Bomb Dome, saksi bisu kekejian perang pada saat itu) A place to reflect what has happened in the past and a reminder of what war can bring. Regardless of who is right or wrong in war, it shows how humanity can bring such devastating destruction...which sadly still occurs today. But Hiroshima is a reflection of how it can eventually rebuild itself even after such massive loss - CatSP79 Pemandangan yang cukup kontras di tengah majunya kota Hiroshima di sekelilingnya, perpaduan antara modernisasi dan kekunoan zaman perang. Entahlah. Hiroshima memorial park ini dibelah oleh 1 sungai yang sangat bersih dan sesekali ada kapal melintas yang membawa nelayan wisatawan menikmati pemandangan yang ada. (Sungai yang membelah Hiroshima Memorial Park) Tidak jauh dari lokasi ini, kita bisa menemukan Hiroshima Peace Memorial Park, dan kebetulan menemukan beberapa orang sedang berdoa/sembahyang untuk mendoakan para korban kejadian pengeboman di lokasi tersebut. Hmm.. padahal udah lama bangat yah, tapi masih tetap didoakan dengan khusyuk. (Peace Memorial Park) (Flame Of Peace: Api yang menyala terus menerus sebagai symbol perdamaian dan diharapkan tidak ada lagi kejadian serupa) Dan satu hal yang menarik adalah, ternyata dari Peace Memorial Park ini, jika ditarik garis lurus ke arah depan, akan sejajar dengan Flame Of Peace, dan Atomic Bomb Dome. Jadi 2 spot lainnya tersebut bisa kelihatan sekaligus dari lokasi sembahyang ini. (Jika dilihat lurus ke depan akan kelihatan Peace memorial park, Flame Of Peace dan Atomic Dome sejajar) Selain itu ada juga Hiroshima Peace Memorial Museum dimana kita bisa melihat dan mendapatkan informasi tentang segala hal di Hiroshima. Ada baiknya ke museum dulu baru ke Park nya, jadi ada informasi yang jadi pegangan sebelum melihat langsung di lapangan. Saya sangat menikmati berkeliling di taman ini, sambil flashback ke zaman sejarah waktu sekolah, selain itu suasananya memang sangat menyenangkan, hening dan seperti "dihantui" oleh kejadian 70 tahun lampau. Ngga kebayang seperti apa yang terjadi di tempat ini dulu. To stand and look a the A-Dome, you will never forget the sight and the feeling that runs though you. We just cannot imagine what happened at 0815 on 6 August 1945 but to the survivors, hell on earth. For the lucky they were vaporised on the spot, for the survivors they wish they had been. This is a stark reminder of what mankind can unleash on its fellow humans and a 'stake in the ground' to never let it happen again. -ChefCliveM BTW, untuk kembali ke Stasiun Hiroshima, bisa mencari halte meipuru-pu yang terdekat, karena lokasi lokasi ini sebenarnya ada di satu area taman yang luas (kecuali nama dan lokasi lainnya), dan bus tersebut akan menurunkan kita kembali ke Stasiun Hiroshima untuk melanjutkan perjalanan berikutnya. (Balik ke Osaka dengan resreved seat Sakura yang sudah dipesan sebelumnya) Oh iya, masing masing kereta juga berbeda beda jenis seat nya juga, yang Sakura lumayan bagus juga seat nya, mungkin keretanya masih baru juga sih (Seat Sakura Train) Jadi kalau teman teman pemegang JRPass, dan suka naik kereta dan mencintai saya sejarah, bisa mampir ke penghulu Hiroshima, selain sudah di cover JRPass, ada banyak hal juga yang bisa kita nikmati disini, berbagai pilihan makanan dan pusat perbelanjaan juga tersedia disini. Kalau gw sih karena bisa nge galau, di taman, dekat sungai, sejuk, angin sepoi sepoi, dan sambil nyemil dan tidur malas malasan di bangku bangku tamannya Semoga bermanfaat!
  23. 5 points
    Hola #Jalan2ers Melanjutkan baksos pada Ramadhan kemarin (Juni 2016), karena memang masih ada lebihan dana, kami berinisiatif untuk menggunakan dana tersebut untuk mensupport kegiatan berlayar-nya SeKoCi. SeKoCi ‘berlayar’ merupakan kegiatan rutin yang diadakan setiap 3 bulan sekali berupa jalan-jalan sambil belajar. Berlayar sendiri merupakan singkatan dari Bermain, Jalan2 sambil Belajar. Berlayar kali ini mereka mengusung tema kemerdekaan karena bertepatan dengan bulan di mana Indonesia merayakan hari jadinya yang ke 71. Berdasarkan pengumpulan dana dari baksos Ramadhan yang lalu, masih ada sisa dana sebesar Rp 2.523.670. Kemudian dilakukan penjualan kaos Jalan2.com sebanyak 6 pcs (@Rp 150.000) dan ditambah dengan donasi-donasi lainnya diluar penjualan kaos hingga terkumpul dana sebesar Rp 4.273.670. Sabtu, 27 Agustus 2016 dimulai dari pukul 7 pagi, anak didik sekolah kolong cikini berkumpul di Taman Surabaya untuk dibagikan snack pagi kemudian lanjut ke Ancol menggunakan bus yang sudah disewa. Sekitar pukul 8 mereka tiba di tujuan dan melanjutkan acara dengan pembukaan dan menyanyikan lagu kemerdekaan Republik Indonesia. Setelah itu, mereka mengadakan lomba-lomba sebagaimana tema acaranya adalah kemerdekaan RI. Pukul 12.00 WIB, perlombaan selesai dilanjutkan dengan makan siang dan sholat. Kemudian dilanjutkan dengan bermain-main disekitar Ancol. Sekitar pukul 14.00 WIB acara ditutup dengan pembagian hadiah pemenang perlombaan sebelumnya dan pembagian snack sore kemudian kembali ke Taman Surabaya untuk kembali ke meeting point dan kemudian pulang. Berikut foto-foto keceriaannya Sekolah Kolong Cikini (SeKoCi) merupakan sekolah non formal yang dibentuk atas dasar rasa keprihatinan foundernya terhadap anak-anak sekitar kolong Stasiun Cikini, Jakarta Pusat. Mereka melakukan kegiatan belajar mengajar setiap hari Minggu, mulai dari pukul 15.00-17.00 WIB, di Taman Surabaya, Jakarta Pusat. Karena menggunakan ruang terbuka, ketika hujan tiba kegiatan mereka terpaksa harus dipindahkan ke kolong stasiun Cikini. Ajeng, merupakan founder dari SeKoCi, yang kemudian mengajak beberapa temannya untuk menjadi pengurus dan pengajar yang hingga kini mencapai kurang lebih sekitar 20 orang. Mereka secara bergantian melakukan kegiatan belajar mengajar setiap minggunya secara sukarela. Bukti transfer dananya: Terima kasih buat #Jalan2ers yang telah memberikan donasi dan mensupport baksos kali ini Sampai jumpa di baksos-baksos selanjutnya Cc: @Jalan2 @deffa
  24. 5 points
    Halo #Jalan2ers Mengingat kurang lebih 1 bulan lagi kita mulai memasukin bulan Ramadhan, untuk mendukung kegiatan rutin kita, bukber dan baksos, maka mulai hari ini kita mulai untuk mengumpukan dana untuk donasi. Untuk bulan Ramadhan nanti, Bukber & Baksos akan diadakan pada Minggu, 26 Juni 2016. Untuk Tujuan Baksos, bisa dicek di link berikut yaa jalan2.com/forum/topic/21437-bukber-baksos-ramadhan-1437h/ Pengumpulan dana dimulai dengan penjualan kaos Jalan2.com dengan harga minimal Rp 150.000 (seratus lima puluh ribu rupiah) diluar ongkos kirim, dsb. Artinya, jika ada yang ingin donasi lebih dari Rp 150.000, kami sangat berterima kasih. Untuk pembelian kaos, pembayaran dapat melalui transfer ke: BCA 604 403686 4 A.n. Lia Maya Sari Jangan lupa konfirmasi apabila sudah melakukan transfer ke saya 085777181772 (WA) Kaos SUDAH HABIS List yang sudah terjual: - 4 ukuran XL cowok - 12 ukuran L cewek - 4 ukuran L cowok Dana terkumpul: Rp 2.706.000 Note: - Kaos akan dikirim H+1 setelah ada konfirmasi pembayaran (via kurir/ojek online/JNE) - Siapa cepat konfirm pembayaran, dia yang dapat kaosnya Apabila ada yang ingin berdonasi di luar pembelian kaos, tetap akan kami terima. Info Baksos & bukbernya Ada di link berikut jalan2.com/forum/topic/21437-bukber-baksos-ramadhan-1437h/ CC: @Jalan2 @deffa @kyosash Contoh kaos
  25. 5 points
    Wisata Kuliner Pontianak : Merasakan Kesegaran Es Krim di Tengah Panasnya Suhu Kota Khatulistiwa Pada Siang Hari Kota Pontianak?!?!?! Tentunya nama kota yang satu ini masih terdengar asing bagi beberapa orang. Bahkan ada yang tidak tahu bahwa Kota Pontianak merupakan ibukota Provinsi Kalimantan Barat. Kota Pontianak memang terbilang kecil jika dibandingkan dengan ibukota provinsi lainnya di Indonesia. Seharian naik motor saja sudah bisa mengelilingi Pontianak dari ujung ke ujung. Bioskop dan beberapa franchise terkenal yang sudah tidak asing di Jakarta saja baru beberapa tahun belakangan ini baru masuk ke Pontianak, dan yang terbaru adalah rencana akan dibukanya gerai Starbucks di Ayani Megamall. Jadi bisa dibayangkan betapa kecilnya Kota Pontianak yang tercinta ini. Ditengah "serangan" gerai-gerai franchise yang menyuguhkan menu ataupun makanan western yang tengah gencar saat ini di Pontianak, gerai tradisional yang menawarkan makanan khas Kota Pontianak masih tidak dilupakan oleh masyarakat Pontianak. Pada kesempatan ini saya akan mencoba mengulas salah satu makanan khas Pontianak yang sayang jika teman-teman jalan2ers berkunjung ke kota yang dilintasi oleh Garis Khatulistiwa ini. Segarnya Es Krim Angi di Tengah Panasnya Suhu Kota Pontianak Es Krim merupakan makanan yang sudah tidak asing lagi ya bagi kita semua. Yap!!! Makanan yang satu ini paling pas dinikmati jika disantap pada saat suhu panas, apalagi di Kota Pontianak. Suhu pada siang hari di Pontianak mencapai 42o C dengan kelembapan 42% juga loh!!! Kebayang kan panasnya seperti apa?!?! Bahkan di waktu hujan saja suhu udara masih berada di kisaran 30ano C. Jadi, makan es krim merupakan salah satu cara untuk mengurangi efek terik panas di kota Pontianak. Apabila Jalan2ers berada di Pontianak dan ingin mencicipi es krim, Es Krim Angi ini lah salah satu gerai es krim yang reccomended di kota ini. Es Krim Angi juga dikenal dengan sebutan Es Krim Petrus karena kebetulan gerainya berada persis di depan komplek persekolahan St. Petrus. Banyak pelancong dari luar kota Pontianak yang membawa pulang Es Krim Angi ini untuk dijadikan oleh-oleh. Bahkan di google map juga ada loh Es Krim Angi ini. Agar es krim tidak meleleh sudah disediakan kotak sejenis tupperw*re yang menjaga es krim tetap bertahan 2 hingga 3 jam. Jadi yang mau pulang ke Jakarta sih enteng-enteng aja karena penerbangan Pontianak-Jakarta hanya memakan waktu sekitar 90 menit. Bagi yang mau makan di tempat, ada 2 jenis cara penyajian Es Krim Angi; yaitu disajikan dengan gelas styrofoam dan dengan batok kelapa muda. Makan es krim dengan gelas styrofoam jelas sudah biasa bagi kita. Nah, yang satu ini yang membuat Es Krim Angi ini begitu spesial. Es Krim yang disajikan dengan menggunakan batok kelapa muda. Hmmm!!!! Bisa dibayangkan betapa segarnya perpaduan es krim dan daging kelapa muda ya. Es Krim Angi menyediakan beberapa varian rasa tergantung musim dari komposisi es krimnya. Yang sudah umum tentu rasa coklat, strawberry dan vanila. Untuk rasa es krim yang musiman adalah rasa cempedak, durian, alpokat, dan ketan hitam. Rasa durian dan cempedak selalu jadi buruan untuk dijadikan oleh-oleh. Selain itu, kita juga bisa menambahkan cincau, agar-agar dan kacang merah pada es krim untuk menambah kesegaran yang tiada tara. Kita juga bisa mix rasa es krimnya loh!!! Jadi dalam satu buah batok kelapa es krim itu kita bisa merasakan beberapa rasa es krim yang berbeda di padu dengan cincau, agar-agar, kacang merah pluuussss daging kelapa muda. Jadilah panas di kota Pontianak ini sedikit teredam oleh segarnya Es Krim Angi ini. Kata Pak Bondan : Top Markotop!!! Informasi Tambahan: Harga per cup Rp10.000,- Harga per batok kelapa Rp15.000,- s/d Rp17.000,- Harga per kotak tupperw*are Rp90.000,- (sudah include cincau, dan teman2nya yah) Alamat: Jl. KS Tubun No. 8, Pontianak Jam Buka: 09.00 - 17:00 Note: Jangan datang pada saat jam pulang sekolah dan jam istirahat makan siang (12:00 - 13:00). Warung ini akan penuh sekali baik yang makan di tempat ataupun yang take away. Takut gak kebagian untuk dijadikan oleh-oleh? Tenang!!! Kita bisa pesan satu hari sebelumnya dan di sesuaikan dengan jadwal penerbangan kita. Jadi, pada saat akan berangkat ke bandara tinggal diambil langsung ke gerainya. Mantap!!! Sumber gambar semua dari Google