Leaderboard


Popular Content

Showing content with the highest reputation since 09/17/2016 in all areas

  1. 10 points
    min0ru

    Jalan2 ke Wedding-nya Mod Deffa

    Dear diary, @deffa buat menghadiri Weddingnya pada tanggal 19 Nov 2016 lalu. Akhirnya saya ngintilin si oppa @mone yang rencana berangkat keretaan ke bandung barengan sama kak @Sari Suwito eh last minute si @Ikamarizka juga joinan ternyata. Baru tau ternyata ada @Fanny Nugraha juga beserta gandengan di kereta yang sama hanya berbeda gerbong. 19 Nov pagi jam 7 sudah sampe di stasiun Gambir, tapi si oppa kesiangan jadi 30 menit sebelom kereta capcus doi baru nongol Perjalanan ditempuh 3 jam 30 menit sampai di stasiun Bandung. Tiba di Bandung jam 12.00 WIB perut laper, pokoknya gamau tau harus makan dulu sebelum lanjut kemana mana. Dipilihlah sate hadori atas rekomendasi om google karena jaraknya deket banget dari stasiun tinggal jalan kaki, tepatnya dijalan stasiun timur. Ternyata ngga enak ini sate udah mahal pula kan tapi berhubung laper ya kita shikat merenggg bae' Perut senang hati riang, perjalanan dilanjutkan untuk check in hotel dulu karena bawaan kita cukup banyak. Nunggu abang go-jek lama bener dah, akhirnya jalan kaki ke Kartika Sari yang Kebon Jukut kalo ga salah (lumayan panas2an) Akhirnya kita ber 6 masing-masing naik gojek (nunggunya juga lama, mungkin karena kondisi bandung juga lagi ramai saat itu). Cas cis cus sampai di Amaris Hotel Cihampelas, taro barang, sebagian ke farmhouse, sebagian ke coffeeshop sekitaran hotel. Cuaca bandung siang itu panas lalu tiba2 mendung bin gerimis mengundang (indomie mana indomie). The Wedding. Acara dimulai pukul 18.00 WIB tapi kita jam 18.00 baru otw dari hotel perjalanan ditempuh 40 menitan juga sudah sampai dilokasi Weddingnya. karena antrian salaman itu lebih panjang daripada antrian makan, ya langkah bijaknya kita makan dulu. Abis makan dan kumpul dengan kloter lainnya yang dari negara lain (baca:kota lain) baru deh berbondong2 naik ke atas panggung buat salaman dan foto bareng. Ini video amatirnya bai de wey. Sepulangnya dari Wedding, kita lanjutkan mini gathering di warung bajigur sampai kira2 jam 12 malam (berubah jadi labu). 20 Nov 2016, Waktunya pulang! Bangun, mandi, sarapan langsung pesen Go-Car buat anter kita ke The Lodge Maribaya karena ogut sama oppa @mone belon pernah ksono. Disana cuma narsisan bentar, makan soerabi, cus balik lagi ke hotel buat check out trus lanjut makan siang di Chung Gi Wa sambil ngobrol ngalor ngidul gosip sana sini Kereta balik ke Jakarta baru berangkat jam 19.30 WIB jadi sekitar jam 17.00 WIB kita menuju ke stasiun dan sempet mampir ke Braga Permai buat makan es krim trus jalan kaki ke stasiun yang berjarak cuma 10 menitan dari situ. Yakkk kira kira gitu aja sih trip singkat jelas padatnya. @mone kalo ada foto yang mau ditambahin silahkan loh @deffa Happy Wedding once again. tolong dimention member2 lain yang hadir dan ada divideo, karena ogut gatau ID masing2nyah euyy. btw hasil foto keyen dari kamera fotografernya mau dong via dropbox or wetransfer kalo ada. Danke!
  2. 8 points
    cnw

    8 DAYS ICELAND 5 jutaan!

    Informasi lengkap baca disini ya, foto & video avaible http://www.sayalia.com/2016/12/iceland.html ICELAND Ini negara impian banyak org termasuk saya. Negara mahal? Iya banget! Klo dibanding Indonesia grocery disini bisa 5x lipat harganya. Tapi based on lifestyle lah, kalo mau hemat juga bisa murah kok! Kalo mau irit ya cari temen buat share cost, klo solo yaa lumayan berat karena tour2nya juga gak murah, waktu gak flexible. Sayang banget klo ikut tur karena Iceland itu LUAR BIASAA!!! Kalo ada yg punya job di Islandia bolehlah tawarin ke saya dengan senang hati bakal kesana lagi *lmao maklum pengangguran* Percaya ato nggak, Total semua pengeluaran bersama 4org -+Rp 22,5jt, per orang cuma Rp 5,6jtan buat 8hr!!! exclude tix pesawat dan pengeluaran pribadi. Detail tar update di blog kalo udh pulang. Mata uang 1ISK= -+Rp 125,-. Negara populasi gak sampai 1/4 dr Indonesia! Lebih banyak domba dan kuda dibanding manusia. Gak perlu bayar parkir2 & tol disini karena gak ada! Semuanya free! Kecuali di Tringvellir bayar parkir 500isk, dan tunnel tol 1000isk kalo dr Akranes ke Reykjavik. Sisanya alam Islandia gratis tanpa tiket masuk! Tinggal nyetir sambil melongo, mau foto tinggal nyari stopan pinggir jalan. Ada banyak camp site sepanjang highway. TICKET Pesawat saya dpt Paris-Reykjavik 1jt transavia dan Reykjavik-Bergen 800rb norwegian air. Semuanya tanpa bagasi. Kabin max 10kg tas -+30lt SIM CARD? Yang ini saya gak bisa kasi info karena saya gak beli sim card selama perjalanan soalnya mahal, klo gak salah -+5000isk 1GB. Jadi mengandalkan google maps offline, maps me ama paper map aja. Dan aman aja kok! Karena jalan di Iceland longgar2, sepi, dan hampir semua ada plang nya. Max speed 90km/jam. Apalagi kalo ke waterfall langsung keliatan dr pinggir jalan! RENT CAR Kita pake Blue Car Rental booking sebelum berangkat di websitenya langsung. Pick up & return airport. Mobilnya Renault Clio manual 2WD Rp 7.2jt untuk 8hr, full insurance, without additional GPS, tapi mobilnya keluaran baru udh built in gps *yehey lucky!*. Nggak ada deposit yg di hold tapi ttp dimintain cc buat jaga2. Bisa pk SIM Lokal Indonesia, International driving licence sih kmrn nggak ditanya. Rent car disini matic lebih mahal, dan kalo pake GPS, additional driver itu harus nambah lagi. BENSIN Total perjalanan 2425km. Bensin isi 4x total nya semua Rp 3,8jt. 1Lt bensin klo gak salah 20rban. FOOD Selama 7hr kita gak makan diluar karena hemat. Makan keluar hari terakhir doang setelah seminggu berhemat wkwkwk, makan hotdog legendaris di Reykjavik. Bawa bekal bumbu instan dr Indonesia. Di Iceland ada jual beras kok jadi jangan takut kangen nasi hehe. Beras disini barga macem2 mulai 650ISK (80rban) 1kg. Paling murah makan kentang dan roti tawar 1kantong 50rban isi -+15slice. Selama 7hr di Iceland total pengeluaran untuk grocery 4orang -+Rp 1,7jt (kelewat hemat kali ya kita lol, yg penting kenyang hati senang). kalo mau makan di luar siapin budget paling murah 850ISK (105rban) dapet mie ayam polos di Reykjavik, pake ayam jadi 1200ISK (150rb). Itu udh paling hemat saya cari muter2 Reykjavik. Atau HotDog 450ISK (67rban), frozen food 700ISKan, sandwich 400ISKan di mini market. ACCOMMODATION Tiap hari kita pindah2 kota. Booking.com h-1 sebelumnya. Paling murah kita dapet 1kamar 4org €95, dan paling mahal cottage €120. Total pengeluaran untuk 6malam 4orang -+Rp 10jt. Rata2 guest house disini ada shared kitchen dan wifi jadi bisa masak tiap hari. Tapi kalau cottage gak ada wifi. Sempet hidup 3hr tanpa internet dan sangat menyenangkan! WEATHER Awal Oktober kmrn paling rendah 3°C paling tinggi 11°C. Iceland memang gak bisa di prediksi! 3hr diawal kita kena cuaca buruk dan hujan terus seharian. Dari 7hari perjalanan kita cuma dapet 1x aurora di Akureyri, 3hari hujan, 1hr badai. Masih bersyukur walau cuma dpt 1 malam northern lights show. Tapi gak bisa di rekam, cm di foto. Jadi ke Iceland jangan berharap terlalu tinggi sama Aurora, fokusin sama Icelandnya aja. Kalo dapet aurora jadi itu BONUS! ✌ CASH or CARD? Rata2 di Iceland semua bisa pake card. Saya cm tuker €100 itu aja jarang kepake, jd sisa isk gak bisa dituker mata uang di negara lain, gak laku. Alhasil jadi koleksi ISKnya ITINENARY DAY 1 Paris-Reykjavik, landing sore. Hello Iceland! DAY 2 Golden Circle : Tringvellir, Geysir, Gulfos + Seljalandfoss DAY 3 Vik to Höfn : Skogafoss, Wrecked D-3 Plane, Reynisfjara, Jökulsalron, Diamond Beach DAY 4 Höfn to Akureyri : Godafoss. Perjalanan terpanjang di jalan -+6jam, sempet berhenti di beberapa kota kecil tapi nggak ada di video. DAY 5 Akureyri to West Iceland : Glaumbær, Hvitserkur, Traðir DAY 6 West Iceland : Budakirkja (black church), Djupallonsandur, Snaefelljoekul, Kikjufell, Hraunfossar & Barnafoss, Akranes DAY 7 Akranes to Reykjavik DAY 8 Reykjavik-Bergen. Bye Iceland!
  3. 7 points
    Hi JJ'ers Liburan kali ini ke ICon Indonesia bagian timur yaitu Raja Ampat. Untuk trip ini kami mengandeng tour lokal dari Raja Ampat. Trip ya kami pilih Wayag-pianemo 4H3M Rp 5.5jt/org.. Tiket Jakarta sorong PP dengan Garuda Rp 5.1Jt/org. day 01 : 29 September 2016 Meeting point : Bandara Soetta Ultimate 3 jam 9.30 malem, waktu keberangkatan jam 11.35 malam Jakarta ke makassar. Day 02 : 30 september 2016 Jam 03.00 WITA tiba di makasar( transit) sambil menungu keberangkatan dari makasar ke sorong jam 05.00 WITA. Jam 8.45 WIT tiba di sorong. Dikarenakan trip kami mengunakan speedboat dari sorong, maka waktu ketibaan kami di sorong tidak terlambat, tetapi jika temen2 ikut trup yang lain, mohon diperhatikan agar tiba di Sorong sebelum jam * pagi, karena kapal ferry dari pelabuhan sorong berangkat setiap jam 9 pagi dan jam 2 sore. Jika kita tiba lewat dr jam * pagi, maka kita tidak keburu untuk mengejar fery yang jam 9 pagi dan harus naek Ferry yang jam 02 siang sehingga waktu kita terbuang utk menunggu. Dikarenakan kami lsg menggunakan speedboat dr sorong, maka dari bandara kami menuju pelabuhan Usahamina. Tiba dipelabuhan lsg menuju Raja Ampat. Jarak tempuh dari Sorong dengan speedboat sekitar 2-3 jam perjalanan. Bulan september masih bulan angin barat sehingga ombak msh cukup tinggi, sepanjang perjalanan cuaca lumayan bagus hanya ombak tinggi sehingga kami sring tehempas ombak. rencana aal kami bersitirahat terlebih dahulu di Homestay yang berlokasi di Pulau Mansuar sekalian makan siang, di karenakan air laut msh surut sehingga kami tidak bisa merapat kee pulau mansuar dan beralihke tempat wisata yang tersekat yaiyu : YENBUBA sambil menunggu air laut pasang setelah air pasang, kami melanjutkan perjalan ke homestay kami di pulau mansuar yaitu : Mangkur Kodon. Overall homestay ini cukup bagus, viewnya keren dan di sekitarnya bs utk snorkeling. Hanya saja fasilitas umum seperti toilet dan kamar mandi kurang memadai, lokasinya terletak jauh dai pondokan2 homestay dan airnya asin bukan air tawar. Listrik tidak tersedia setiap saat, hanya ada listrik dari jam 6 sore sampai 6 pagi. serelah itu tidak ada listrik. dan makanan juga kurang bervariasi,, menunya hanya telor dan tmpe saja.. Di tiap kamar tidak diediakan kipas angin, sehingga cuaca pada saat malam sangat panas dan kami tidak bisa tidur. Setelah berisitirahat sebentar, kami snorkeling di sekitar homestay sambil menunggu matahari terbenam. kemudian makan malam dan istirahat . Day 03 : 01 Oktober 2016 Mansuar - Wayag Jam 6 pagi kami sarapan, kemusian jam 7 pagi berangkat menuju wayag. Jarak tempuh dari mansuar ke wayag sekitar 3 jam. Cuaca cukup bagus hari ini. Sebelum naik ke wayag, rombongan harus melapor dulu ke kepala adat dan ke wayag pos. Untuk mendapatkan pemandangan yang indah, maka kita harus bersusah2 terlebih dahulu dengan memanjattebing karang yang cukup extreme. Utk itu sangat dianjurkan utk memakai sarung tangan dan sepatu gunung. Tidak ada safety equipment yang disediakan oleh tour disini. kami harus memanjat tebing karang tanpa pengamanan apapun. extra hati2 sangat diperlukan, kita harus mencari pijakan yang kuat serta posisi pegangan yang stabil utk memanjat. Dikarenakan saya bukan anak gunung, saya menemui kesulitan untuk memanjat Wayag2, sesampai di atas wayag, saya sdh gemetar dan pucat pasi hahahahahha. Sesampi di ataas seluruh jerih payah terbayarkan dengan indahnya pemandangan yang tersuguhkan. WAYAG is AMAZING Setelah puas menikmati keindahan wayag, kami gergeas turun ke bawah kembali ke kapal. Untuk turun lebih susah daripada saat naik karena kita tidak bs melihat pijakan yang akan kita tuju, tetapi meraba raba kira2 di mana posisi pijakan yang aman. posisi badan mengahdap ke karang. Setelah semuanya selamat turun ke mbali ke kapan, kami meneuskan perjalanan ke wayag post untuk makan siang dan snorkeling. Jam 5 sore kami menuju homestay "Prajas" yang berlokasi dekat dengan Wayag. Homestay "Prajas" sangat rekomended. Homestaynya bersih, kamar mandinya juga bersih, Makanannya juga eunak hahahahhaa. Pemilik homestay juga sangat friendly. Day 04 : 02 Oktober 2016 Pianemo Jam 6 pagi kami sarapan, kemudian brkemas dari homestay utk berangkat menuju pianemo. Jarag temput dari homestay ke pianemo sekitar 2.5jam. sebelum ke pianemo, kami mampir ke Laguna bintang. Di katakan laguna bintang karena gugusan karang2nya tersy=usun sedemikian rupa sehingga lautnya berbentuk bintang.Utk sampai ke laguna bintang kita juga harus naik ke atas tetapi sdh dibuatkan tangga-tangga dari semen pijakan di laguna bintang sangat kecil dan sempit, sehingga tidak bisa banyak orang sekaligus naek ke atas, harus bergantian max 110 org.. setelah dari laguna bintang kami menuju pianmo yang brjarak hanya 5 menit dari laguna bintang. Akses utk naek ke painemo sudah tertatah dengan rapi, ada anak2 tanggga yang terbuat dari kayu sebanyak 300 anak tangga. Setelah dari pianemo kami menuju arborek untuk snorkeling Setelah itu kami melanjutkan perjalanan ke batu pensil. rencana awal ke pasir timbul terlebih dahulu, dikarenakan air laut pasang sehingga pasir timbul sudah tidak tampak lagi. Setelah itu kami menuju homestay Mangkur kodon lagi utk beristirahat. Day 05: 03 Oktober 2016 Hari terakhir dari tour kami, sehingga kami lbh banyak menghabiskan waktu di homestay untuk hunting spot2 yang bagus sekitar homestay. ini lah hasilnya : Selesai berkemas, kami menuju pasir timbul. di karenakan air laut msh pasang, akhirnya kami mapir telebih dahulu ke resort yang berada di sekitar pasir timbul yaitu Raja Anpat Dive Lodge Setelah air mulai surut. kami menuju pasir timbul selesai dari pasir timbul, kami kembali ke sorong dan di antar ke hotel untuk berisitirahat sambil menunggu flight esok harinya ke jakarta. Liburan tlah usah... RAJA AMPAT IS THE BEST
  4. 7 points
    twindry

    Momiji here i come!! Day 5 - Nikko

    Yosshhh... ketemu lagi kali ini mau berbagi FR lanjutan petualangan saya dengan @Sahat ke Tokyo. Check it out bebeh btw thx untuk @Monfi atas info2nya yang sangat membantu Untuk FR sebelumnya dapat dibaca di sini : Momiji here i come!!! Day 1 - KL Momiji here i come!!! Day 2 - Still KL Momiji here i come!!! Day 3 - KL to Tokyo Momiji here i come!!! Day 4 - Tokyo Keindahan momiji di Nikko Day 05 - 04 November 2016 hari ini kami bangun agak awal karena mau mengejar kereta pertama untuk berangkat ke Nikko yang akan berangkat pukul 06:20. selesai beres2 sekitar pukul 05:00 kami pun mulai berjalan menuju stasiun tobu di asakusa. singgah sebentar di 7-11 dekat penginapan untuk isi perut. saya beli onigiri, lip balm (karena bibieeerr udah kering banget), sama sarung tangan. total semuanya kira2 sekitar 1600 Yen (struk ilang jadi lupa berapa). begitu sampai di stasiun tobu asakusa kita nunggu bentar karena kereta belum datang. tepat pukul 06:20 kereta mulai berangkat menuju stasiun tobu nikko. oh ya kita hari ini kita ke nikko pakai Nikko All Area Pass seharga 4.520 Yen. Adapun kegunaan dari pass ini adalah (info lengkap baca di Tobu Nikko All Area Pass) : Bisa digunakan selama 4 hari berturut2 sejak pemakaian pertama di area Nikko Untuk sekali perjalanan pulang dari stasiun Asakusa - stasiun Tobu Nikko menggunakan limited express train Unlimited ride semua bus di area Nikko Note : sewaktu di asakusa, jika ingin ke nikko harap naik di gerbong nomor 5 dan 6. jika akan ke kinugawa onsen, naik di gerbong nomor 1 sampai 4. gerbong akan mulai terpisah di stasiun shimo-imaichi. jadi sebelum naik kereta, perhatikan nomor gerbong dengan baik. Inside Tobu Asakusa Station Onigiri dan lipbalm karena dalam kereta hangat banget (sampai pantat aja berasa panasnya), saya pun tertidur sebentar. puas2nya tidur tiba2 udah nyampe aja di nikko (perjalanan dari asakusa ke nikko memakan waktu 60 menit). begitu sampai, loh kok orang2 pada berlarian ya? mana kita berdua kebelet banget lagi kan. liat jam udah jam 8:25an. sedangkan bus pertama 8:35 alhasil kita ke wc dengan buru2 lalu langsung berlarian ke halte 2B (untuk ke Chuzenji Lake) daaaaannnn... antrian sudah mengular alhasil kita pun gak kebagian bus pertama dan harus menunggu 1 jam lagi. padahal cuman ngantri beberapa orang lagi. pagi ini cuaca di nikko dingin bangeeeetttt maklum lah ya. liat di papan petunjuk rupanya kita berada di daerah pegunungan dengan tinggi sekitar 300an mdpl. akhirnya bus yang di nanti2 pun tiba. dan our second lucky in this trip terjadi. kita kebagian tempat duduk jadi bisa jepret2 gk kebayang berdiri selama perjalanan dalam bus yang udh hampir gk ada tempat untuk berdiri karena desak2an Note : Terdapat 3 halte bus di stasiun tobu nikko halte bus 2A untuk Yumoto Onsen (bisa ke chuzenji juga) dimana jalur ini yang terpanjang diantara semua jalur bus halte bus 2B untuk Chuzenji Onsen halte bus 2C untuk world heritage Foto dulu sambil nunggu bus di halte stasiun nikko Nikko All Area Pass dan brosur2 yang diambil di TIC Sebelum di Irohazaka Winding Road. Mulai menuju puncak musim gugur perjalanan dari halte bus stasiun nikko ke chuzenji lake memakan waktu 60 menit. meskipun jalanan macet tapi rupanya ada jalur khusus untuk bus. jadi selamat deh kita sepanjang perjalanan kita disuguhi pemandangan yang SUGOI!!!! sumpaaaahhhh.. keren bangeeeeeettttt apalagi pas bus melewati Irohazaka Winding Road gunung dan lembah di hiasi pohon maple yang sudah berubah warnanya. ada yang kuning, coklat, dan merah. sayangnya semua dalam vidio ngak sempat foto lagi. gak tau sahat sempet foto ato ngak. begitu sampai halte chuzenji onsen, kita langsung aja foto2 sama daun2 merah di depan halte ada gunung (ntah apa nama gunungnya) yang udah gersang karena daun2nya sepertinya sudah rontok dan di puncaknya ada SALJU!!!! yes salju braaayyy. meskipun tidak terlalu dekat but still oke Turun dari bus langsung ketemu ini Sebut saja bunga View di depan halte chuzenji onsen (puncak gunungnya ada es) lalu kita berdua asik sibuk sendiri karena kampungan ngak pernah liat daun merah saya sibuk nge rekam si sahat sibuk foto sana sini alhasil tiba2 sampai di depan danau which is Chuzenji Lake. anginnyaaaaaa braaaaaayyyy kenceeeeeeeennnngggg pake banget. tangan sampai beku meskipun pakai sarung tangan. tapi tidak menyurutkan niat kita untuk jepret2 sepanjang jalan di tepian chuzenji lake ini semuanya warna warni 1 pohon aja kita fotonya lumayan banyak pose tepat seperti autumn report yang di suguhkan oleh http://www.japan-guide.com/blog/koyo16/ bahwa pada saat kita ke sana, area okunikko memasuki masa puncaknya di musim gugur Chuzenji Lake Dingin braaaaayyyyyy Bakat terpendam dari sahat. nice pict kita pun berjalan menyusuri sepanjang tepian danau sambil berfoto ria. tiba2 ketemu kuil (yang sepertinya Futarasan Shrine). kita pun singgah untuk foto2 sebentar. komplek sekitar kuil juga mantap banget viewnya. merah merona semua setelah itu kita balik lagi berjalan ke arah stasiun chuzenji untuk mencari makan. baru kerasa lapar karena tadi pagi udah keburu excited akhirnya pilihan jatuh ke salah satu toko yang menjual souvenir khas nikko yang diatas nya ada restoran. saya memilih kinoko udon seharga 950 Yen (ini termasuk murah karena rata2 harga makanan di nikko mulai dari 900 Yen). yang oke dari resto ini adalah kita dapat view chuzenji lake dari dalam. oke bangeet. sayangnya saya ngak foto karena lagi rame pengunjung dan kita ngak dapat seat di dekat jendela. Sempat mendung tapi akhirnya gk jadi hujan.. yeyeyee No caption. Sugoooiiiii (ini spotnya tepat di depan kuil. sebelum nyebrang jalann jangan lupa foto di spot satu ini) Kuil dan Torii Gate nya yang menghadap ke Chuzenji Lake Di salah satu sudut kuil Tentukan sebelum mesan. Ada di tiap restoran Kinoko Udon pesanan saya puas makan kita pun liat2 di toko suvenir di bawah. akhirnya saya belanja coklat mochi khas nikko seharga 580 Yen (yang ini enak. kalo ada ke nikko beli deh. gak rugi ), pajangan three wise monkeys seharga 350 Yen, pajangan toshogu shrine seharga 450 Yen. selesai belanja, liat jam udah hampir jam 2. jadi lah kita memutuskan untuk balik ke stasiun nikko karena last train dari nikko kembali ke asakusa adalah jam 5:39 sore. eh iya.. tadi sewaktu beli oleh2 ada kejadian kamvret. waktu itu saya bayar semuanya campur dengan uang receh. lalu si ibu2 kasir nyodorkan kembali satu koin 20 yen. saya kirain lebih, tapi diitung2 kan pas harusnya. jadilah saya nyodorkan kembali uang 20 yen itu. si ibu nyodorkan balik sambil geleng2 dan bilang no no no. saya pun aneh. kirain ada uang logam palsu kan setelah di cek... rupanya uang ringgit udah ngotot salah lagi kan Mochi Coklat made in Nikko asli loh (mayan enak yang ini) Toshogu Shrine dan Three Wise Monkeys dengan kantong bergambar khas nikko begitu sampai halte loh kok kayak ada antrian gitu ya. kata saya mungkin itu antrian untuk onsen karena halte bus nyatu dengan TIC chuzenji onsen. setelah kita mendekat dan memperhatikan dengan benar, kampret momen terjadi. rupanya itu antrian untuk bus 2B which is itu bus buat balik ke stasiun tobu nikko Wash The Fish!!! antriannya panjang bangeeeettt. sedangkan bus yang jemput cuman tiap 1 jam dan cuman ada 2 bus yang jemput. liat di papan pengumuman jarak bus nya jadi 80 menit.. what?!?! liat lagi. yaappp 80 menit sodaraaaaaa2. kita berdua pun pasrah dan berharap ada the third lucky di trip kali ini. sungguh sangat di sayangkan, di keadaan peak season seperti ini bus yang tersedia cuman 2. asik2 ngantri tiba2 ada cewek nongol katanya itu antrian dia. dalam pikiran saya ahh gpp lah ya cuman 1 orang sampe mana. beberapa saat datang temannya yang rupanya mereka 1 rombongan total 5 orang makin suram nih. bener2 bakal nginap di stasiun malam ini. kita pun akhirnya ngobrol2 dengan rombongan tadi. rupanya mereka 4 orang dari Thailand 1 nya dari KL. yang dari KL mayan euy.. suaranya lembut2 gimanaaa gitu. bikin nger*s bener ngak bang sahat? wakakak oke lupakan cewek tadi. tiba2 datang 1 bus stop di halte 2A (untuk yumoto onsen) yang isinya kosong. pikiran saya kan begitu sampai yumoto onsen pasti muter balik lagi donk buat balik ke stasiun nikko, sebelum naik tanya dulu ke petugas. tapi katanya ngak balik lagi ke stasiun nikko. lah jadi kemana itu bus ceritanya kan?? biasanya rute bus kan muter situ2 aja. akhirnya balik lagi ke antrian. saya udah punya pikiran jahat. kan masih ada kereta limited yang reserved seat di jam 6an. kalo misalnya benar2 telat ngejar kereta express, bisa naik yang reserved seat lalu pura2 linglung kalo itu salah kereta (jangan di tiru ya ). ditengah2 pasrah ngantri lalu tiba2 nongol lagi bus. kali ini stop di halte 2B hati udah senang. tapi kok.... yang turun dikit aja orangnya. sedangkan yang lagi ngantri cuman keangkut dikit aja oh tuhan.. bener2 bakal nginap nih di stasiun. akhirnya setelah nunggu satu jam bus yang agak kosong datang. karena udah pasrah jadi kita nge liatin aja itu orang2 yang lagi ngantri masuk ke dalam bus. daaaaannn... pas didepan rombongan yang 5 orang tadi kita di stop. disuruh nunggu. hati udah deg2an bisa naik apa ngak. eehh yang 5 orang tadi di bolehin naik. kita pas di belakangnya dengan sedihnya mereka melambai2 tanda kami harus tertinggal untuk menunggu bus berikutnya. lalu si sahat maju ke depan nunjukin 2 jari ke petugas bus nya (bukan kampanye ya ini ) daaaaaannnn.. jreng jreeeeng.. our third lucky in this trip!!! kita di bolehin naik choooyyy meskipun desak2an dan si sahat kejepit cuman bisa berdiri pake 1 kaki, yang penting kita bisa pulang dan ngak jadi ngemper di stasiun akhirnya kita pisah dengan rombongan di halte shinkyo bridge karena mereka mau foto2 bentar di sana. karena kami gak mau ambil resiko lagi, kami mutusin ngak turun dan lanjut ke stasiun nikko. tiba di stasiun nikko baru jam 4 sore. masih banyak waktu untuk santai2. akhirnya kita nyantai di depan platform sambil nunggu kereta. karena dingin banget, saya liat ada vending machine. aahh... mungkin anget kali ya isi minumannya. iseng2 lah kita beli 1 orang 1. kita beli kopi seharga 130 Yen. dan benar saja. anggeeeett braaaaayyy saya pegangin kaleng minumannya sampai agak dingin baru diminum isinya akhirya kita pun tiba di asakusa. kita pun bergegas balik ke hostel untuk istirahat karena besok masih harus bangun pagi untuk kejar bus pertama ke kawaguchiko. singgah bentar di 7-11 untuk beli makan malam seharga 560 Yen dan beli penutup kepala yang bisa di jadiin penghangat leher juga seharga 756 Yen. gimana kelanjutan kisah kita besok?? pantau terus next episodenya ya see yaaa. trip hari ini memecahkan rekor saya berfoto2. total 250 foto + vidio yang saya ambil di nikko dalam setengah hari main2 di chuzenji. keren abis Tips and trick : Usahakan ke Nikko pakai kereta paling pertama. Mengapa? karena menurut pengamatan kami, daun2nya masih segar di waktu pagi hari. di waktu sore sekitar jam 3an saat kami pulang, daun2nya udh keliatan agak layu dan kusam One day trip di Nikko? hmm.. saya rasa tidak begitu puas. terbukti kami hanya terhenti di chuzenji lake. sebenarnya masih banyak spot2 yang perlu di sambangi sewaktu puncak musim gugur seperti akechidaira ropeway, kegon waterfall, dll Sebaiknya beli pass ke nikko satu atau dua hari sebelum berangkat. cari sebanyak mungkin informasi di TIC Tobu yang letaknya ada di stasiun tobu asakusa. kakak2 petugasnya sangat informatif dan yang tentunya putih mulus dan kawaii Kalo emang one day trip, usahakan jam 1 atau 2 siang sudah mulai antri bus untuk kembali ke stasiun nikko karena bus yang disediakan cuman 2 dengan selang waktu tiap 1 jam sekali Daerah Nikko mengalami puncak musim gugur yang tidak sama. Untuk daerah Yumoto Onsen sekitar akhir Oktober. Daerah Chuzenji awal November. Area perkotaan Nikko (termasuk world heritage) pertengahan November. Cek autumn report sebelum memutuskan untuk pergi Angin di chuzenji lake benar2 ganas. siapkan baju hangat setebal2 nya Kegon waterfall letaknya tepat di sebelah kanan dari halte chuzenji onsen sedangkan chuzenji lake berada di sebelah kiri. Kami baru sadar kalo kegon waterfall sangat dekat setelah perjalanan pulang Suasana sore di stasiun nikko Makan malam persembahan 7-11 @min0ru @mone @Ikamarizka @Vara Deliasani this is the most anticipated part
  5. 6 points
    Gak kerasa udh hampir 1 tahun mengikuti Gatnas KJJI ke 9 di Lombok bln Oktober 2015, dan timbul perasaan kangen pingin kumpul2 dgn teman-teman ex Gatnas Lombok. Akhirnya pas bulan Juni 2016, beberapa dari kami @luxia, @siti uko, @menie ketemuan di rumah @sitiuko di Ciawi. Nah disitulah tercetus ide utk ajakin reuni teman2 ex Gatnas Lombok, pergi bersama-sama ke Lombok tgl. 18-20 November 2016, pastinya dgn rute yg berbeda dengan thn 2015. Eh ternyata ngumpulin teman2 ex Gatnas Lombok utk jalan bareng2 lg susah-susah gampang lho hehehe.... ada yg udh daftar...tiba2 cancel. Akhirnya dari teman2 yg sudah daftar, ini lah yg terkumpul: 1. saya 2. @titisetianingsih 3 . @luxia 4. @sitiuko 5. @menie 6. @dimaz 7. @dhan doank 8. fb@dutynath 9. fb@nettyneh 10. fb@gayatrinainggolan 11. fb@onyadeisi Berhubung peserta reuni ex Gatnas Lombok sedikit, akhirnya diputuskan kami boleh ajak teman2 kami yg lain. Jadilah bertambah 4 orang yg salah satunya fb@Lenny Zein (ex Gatnas KJII 8 di Padang). Jadi total peserta 15 orang. Walaupun ada peserta baru, tapi gak kalah seru suasana reuni kami ini hehehe... maklum biang gokilnya jd nambah. Untuk acara kami ini, kami minta tolong ke Dimas untuk atur transportasi dan itinerary selama di sana. Yuk kita mulai perjalanan reuni kami. Hari 1: tgl. 18 November 2016: Gili Petelu, Pantai Tangsi (Pink Beach), Gili Segui (Pink Beach 2), dan Gili Pasir (Lombok Timur) Kami berangkat dari M Hotel di kota Cakranegara sekitar jam 7.00 pagi WITA menuju Pelabuhan Tanjung Luar di daerah Lombok Timur yg memakan waktu perjalanan sekitar +/- 1,5 jam. Dalam perjalanan sempet tuh kami mampir ke daerah Puyung (Lombok Tengah) utk cobain Nasi Balap Inaq Esun yg terkenal di Lombok. Utk menuju tempat makan ini, dr jalan raya kita harus jalan kaki 150 meter memasuki gang rumah penduduk. Gak nyangka, di rumah yg sederhana ini nasi balap yg terkenal itu dijual. Utk teman-teman yg belum tau nasi balap, nih sedikit info ya. Nasi balap yaitu nasi dgn lauk ayam suwir crispy bumbu pedes, ikan asin crispy, sambal dan kacang kedele goreng. Yg terkenal dari nasi balap ini ya pedesnya itu yg super (dijamin perut langsung panas & mules kalo yg gak tahan pedes hahaha...), tp buat yg gak doyan pedes bisa minta kok nasi balap yg tidak pedes dan pedes sedeng. Nasi balap Inaq Esun ini harganya Rp.15 ribu per porsi, enak, murah dan kenyang jg lho. Setelah kenyang, lanjutlah perjalanan kami ke pelabuhan Tanjung Luar. Setelah tiba di pelabuhan Tanjung Luar, gak buang waktu lg kami langsung dibagi menjadi 2 kapal utk explore ke gili-gili. 1. Gili Petelu. Di Gili Petelu ini airnya bening dan keliatan tuh karang-karang yg di bawah laut. Sayang kami gak bisa main lama-lama disini karena arus bawah lautnya tiba-tiba makin kuat. Diputuskan langsung kami lanjut ke Pantai Tangsi (Pink Beach). 2. Pantai Tangsi/Pink Beach. Nah ini lah dia Pink Beachnya Lombok. Warna pasirnya ternyata udah gak terlalu pink lho senasib dgn pink beach di Pulau Komodo, mungkin krn udah byk orang yg berkunjung ya jd plankton pinknya berkurang. Pantai Tangsi ini bagus lho viewnya tp sayang kebersihan di pantai ini kurang terjaga, jd kita mau main air di sini jadi males. Setelah makan siang, krn gak pada mau main air, kita semua pergi ke bukit di Pantai Tangsi utk foto-foto aja deh. Setelah puas foto-foto, lanjut lah perjalanan kami menuju Gili Segui. 3. Gili Segui. Letak Gili Segui ini gak terlalu jauh dari Pantai Tangsi, dan Gili Segui ini dijuluki Pink Beach 2. Hmm...benar lho pantainya msh bersih krn belum banyak dikunjungi orang. Dan pasirnya memang lebih keliatan pinknya dr pada di Pantai Tangsi. Mana tahan deh gak main air di sini. 4. Gili Semangkuk. Dalam perjalanan dari Gili Segui ke Gili Pasir, kami diajak mampir sebentar utk snorkling di Gili Semangkuk ini. Airnya masih bersih dan karang-karangnya juga masih bagus. Nah istimewanya dr Gili Semangkuk yaitu ada sumur di dasar laut. So pasti bikin kita penasaran pingin tau. Ini dia tampilan sumurnya. Bagus kan? Krn airnya msh bening, gak usah susah-susah nyelem dalam-dalam, dgn modal alat snorkling dan ngapung-ngapung santai aja kita udah bisa liat tuh sumur. 5. Gili Pasir. Akhirnya tiba juga kita di Gili terakhir yg dikunjungi yaitu Gili Pasir. Gili Pasir ini akan muncul jika air laut surut menjelang sore hari. Bagus bgt Gili Pasir ini karena selain bentuk pulaunya,bintang lautnya unik lho krn ada berwarna kuning dan pasirnya beralur-alur seperti pasir berbisik di Bromo. Kami semua menghabiskan waktu agak lama di Gili Pasir ini sambil menikmati sunset. Akhirnya lewat magrib kami baru mendarat lagi di Tanjung Luar. Satu hal yg disayangkan nih, fasilitas kamar kecil utk bilas kurang banget krn jumlah kamar kecil cuma 2 dan air bersih utk bilas kurang. Jd terpaksa deh kami bilas sekedarnya...hehehe...lumayan bawa “oleh-oleh” pasir yg nempel di badan dan rambut. Dari gili-gili yg kami kunjungi hari ini, kesan aku sih bagus-bagus kecuali Pantai Tangsi/Pink Beach yg kurang memuaskan, ya itu krn kurang bersih. Hari 2: tgl 19 November 2016: Pulau Paserang dan Pulau Kenawa di Sumbawa Barat. Terinspirasi dgn kunjungan Deffa dan Dimas ke 2 Pulau ini setelah selesai Gatnas Lombok 2015, kami semua penasaran jg pingin liat keindahan Pulau Paserang dan Pulau Kenawa. Makanya 2 Pulau ini kami masukkan ke kunjungan utama kami. Perjalanan dari kota Cakranegara ke Pelabuhan Kayangan yg terletak di Lombok Timur ditempuh +/- 2 jam. Di Pelabuhan Kayangan ini banyak bgt penjual nanas krn Lombok Timur (daerah Masbagik) memang terkenal dgn nanasnya. Sambil nunggu Dimas beli tiket, dr pada penasaran kami beli deh 2 ikat nanas. 1 ikat nanas (5 buah) dihargai Rp. 15 rb (incl. ongkos kupas & potong) murah kan. Wah ternyata enak lho nanasnya,seger dan gak asem. Kalau teman-teman nyebrang ke Pototano via pelabuhan Kayangan jgn lupa cobain nanasnya ya, oh iya sebaiknya membeli jg bekal makan siang di rumah makan yg ada di sini sebelum menyeberang krn lebih higienis. Kapal ferry dari pelabuhan Kayangan ke Pototano (Sumbawa Barat) berangkat setiap 1 jam sekali, beroperasi 24 jam dan perjalanan penyebrangan sekitar 2 jam. Setelah kapal keluar dari pelabuhan Kayangan kita akan disuguhi pemandangan yg bagus bgt. Suasana di kapal ferry ini cukup bersih dan ada hiburan musik organ tunggal tuh. Siapa aja boleh minta lagu, mau joget atau mau nyanyi jg boleh asal nyawer ke pemain organ tunggal. Nah disini lah Netty, Menie, Onya, Ven-Ven dan Abdy (adik Lenny Zein) unjuk kebolehan mereka berjoget hehehe..... pokoke heboh deh. Lumayan sih bikin perjalanan gak bosen. Setelah sampai di pelabuhan Pototano, kami berjalan kaki sebentar menuju ke dermaga kecil utk naik kapal yang akan antar kami ke Pulau Paserang dan Pulau Kenawa. Jgn kaget ya liat dermaganya, hehehe....ya a la kadarnya gitu deh. 1. Pulau Paserang. Dari dermaga ini, kita akan berlayar sekitar 30 menit sudah sampai di Pulau Paserang. Kesannya..... ya ampun ternyata sepi dan gersang bgt ya Pulau Paserang. Sebaiknya bawa bekal makan dan minum deh krn gak ada orang yg jualan di pulau ini. Setelah makan siang, gak buang waktu, langsung deh kami berjalan menuju puncak bukit. Untuk yg gak kuat jalan, gak usah kawatir trekkingnya gak jauh dan gak berat kok... enaknya udah ada jalur trekking yg disemen, tapi.....siap-siap kaki kebaret-baret dengan tanaman liar putri malu yg berduri itu...hehehe... yg minta ampun banyak banget. Setelah sampai puncak bukit, rasa perih di kaki gak berasa lagi krn kita udah terpesona dengan viewnya. Setelah puas foto-foto, cusss.... kami melanjutkan perjalanan ke Pulau Kenawa. 2. Pulau Kenawa Dari Pulau Paserang cuma berlayar sekitar 15 menit udah sampe deh kita di Pulau Kenawa. Apa yg istimewa dari Pulau Kenawa ini? Selain view dari atas bukit, uniknya rumput savananya bergerombol sendiri-sendiri seperti tanaman padi gitu deh. Sambil menunggu panas matahari berkurang, kami santai-santai dulu di warung yg dekat dermaga, ada juga teman2 yg snorkling krn memang lautnya masih bersih dan bagus. Untuk toilet, jgn ngarep toilet yg bagus ya, adanya toilet darurat gitu . Sayang ya, fasilitas umum belum dibikin yg bagus padahal pengunjungnya sudah banyak lho dan ada yg kemping jg. Setelah sinar matahari gak terlalu ngejreng, kami semua memulai trekking ke puncak bukitnya. Sepanjang jalan, mata adem rasanya liat padang rumputnya yg mulai keliatan warna hijaunya. Setelah melewati padang rumput, siap-siap trekking ke atas bukit, gak terlalu tinggi kok, paling cuma 10 menit, asal jangan buru-buru dan harus hati-hati krn selain menanjak byk batu krikil kecil2 yg bisa bikin kepleset. Semua rasa cape dan panas terbayar lho dengan pemandangan yg terhampar di depan kita. Ini buktinya. Gak kerasa, duduk2 sambil menikmati pemandangan, tiba lah waktu sunset di bukit ini. Baguus.....banget sunsetnya. Emang Pulau Kenawa top deh. Udah posisi PW gini males rasanya mo jalan turun lg, tp dr pada kemaleman di atas dan susah turunnya krn gak ada lampu senter, cepet2 kami jalan turun lagi menuju pinggir pantai. Pas sampe di pantai, hari udah lumayan malam dan akhirnya sekitar jam 19.30 WITA kami meninggalkan Pulau Kenawa untuk menuju dermaga asal. Akhirnya kami sampai kembali di Cakranegara sekitar jam 12.30 dinihari. Hari 3: tgl.20 November 2016: Air Terjun Benang Stokel, Air Terjun Benang kelambu dan Bukit Merese di Tanjung Aan. Baru tidur sekitar 3 jam, mau gak mau mata harus melek pagi2 lagi. Waktunya packing! Ini lah hari terakhir perjalanan reuni kami dan kami semua cepat-cepat sarapan dan check out dari Hotel karena gak sabaran pingin liat keindahan Air Terjun Benang Kelambu. Air terjun yg akan kami kunjungi ini termasuk kawasan hutan di kaki Gunung Rinjani tepatnya di Desa Aik Berik, Lombok Tengah. Dari Kota Cakranegara, lama perjalanan sekitar 1 jam, kita bisa menempuh jalur Mataram-Narmada-Sedau-Pancor Dau-Teratak-Desa Aik Berik.Ke 2 air terjun ini belum setenar air terjun Tiu Kelep di kalangan wisatawan, jadi gak heran pengunjungnya sebagian besar orang lokal Lombok. Oh iya kalo teman-teman merasa gak sanggup jalan kaki menuju air terjun, byk ojek motor yg sudah standby di gerbang masuk kawasan air terjun. Ada jg beberapa teman kami yg lsng sewa ojek motor seharga Rp.30.000,- pulang pergi, tp nyesel lho kalo naik ojek motor krn kita gak bisa liat Air Terjun Benang Stokel.Jalan kendaraan bermotor dan mobil ternyata langsung menuju ke lokasi Air Terjun Benang Kelambu. 1. Air terjun Benang Stokel. Setelah kita melewati gerbang masuk, kita mulai berjalan melewati kawasan pepohonan yang rindang dan hiruplah udara segar yg belum kena polusi. Jalur menuju ke lokasi air terjun sudah dibangun undakan2, sehingga kita berjalan menuju ke air terjun dengan cukup nyaman sih. Dari pintu gerbang, kita akan berjalan sekitar 1 km untuk menuju air terjun Benang Stokel. Dr kejauhan kita udah bisa liat tuh Air Terjun Benang Stokel. Di air terjun ini ternyata ada dua air terjun dan nama air terjun ini yaitu “Benang Stokel” dalam bahasa lokal memiliki arti “seikat benang”. Dinamai demikian karena bentuknya yang menyerupai ikatan benang. Air terjun ini memiliki dua air terjun, dengan ketinggian masing-masing sekitar 20 Meter. Airnya sangat jernih dan segar. 2. Air terjun Benang Kelambu. Setelah puas foto-foto di Air Terjun Benang Setokel, lanjutlah perjalanan kami menuju Air Terjun Benang Kelambu. Jalur trekkingnya cukup nyaman sih, gak yg curam banget (lebih gempor trekking di Air Terjun Tiu Kelep hehehe...). Santai aja jalannya supaya gak terlalu capek.Kalo haus atau lapar, gak usah takut, sepanjang jalan setapak ada beberapa warung yg standby jual makanan dan minuman. Taraaa... dari jauh udh keliatan tuh air terjunnya. Baguss kan air terjunnya dan kita cuma bisa bilang memang ciptaan Tuhan indah . Air terjun ini dinamai Air Terjun Benang Kelambu karena terjunan airnya yang berbentuk seperti kelambu. Air terjun ini memiliki 3 tingkat. Tingkat yang paling atas berasal langsung dari mata air, dan memiliki ketinggian sekitar 30 Meter. Tingkat yang kedua merupakan lanjutan dari tingkat pertama, dengan ketinggian sekitar 10 Meter. Tingkat yang ketiga memiliki ketinggian hanya 5 Meter. Gak seperti Air Terjun Benang Setokel, Air Terjun Benang Kelambu tidak memiliki kolam, jadi cuma bisa basah-basahan di bawah terjun. Kalo mau berenang bisa juga sih, dibawah ada tuh kolam buatan utk pengunjung berenang. Nah utk jalan pulang kami cobain lewat jalur kendaraan bermotor, dan ternyata jalannya lebih landai dan gak usah menderita melewati jalan menanjak dan anak tangga yg bikin kaki pegel hehehe... 3. Bukit Merese, Kuta, Lombok Setelah istirahat makan siang, langsung cuss... kita mampir dulu beli oleh-oleh di toko oleh-oleh Gandrung (jual kaos, baju dgn kualitas dr yg biasa sampai yg bagus) dan toko Lestari (jual oleh-oleh makanan lokal). Sebelum menuju ke Bukit Merese, kami antar teman kami bang Duty Nath ke Bandara dulu krn pesawat dia lbh cepat dr pd kita semua. Dr bandara ke Bukit Merese gak terlalu jauh sih... sekitar 45 menit lah. Arah menuju ke Bukit Merese, ternyata melewati Pantai Kuta dulu dan melewati Pantai Tanjung Aan. Bukit Merese ini menarik lho krn ada padang rumputnya yg bagus utk foto-foto dan kita bisa melihat Pantai Tanjung Aan dan Batu Payung di kejauhan. Ini lah dia, view Bukit Merese. Bagus kan teman-teman. Nah karena terlalu menikmati suasana di Bukit Merese ini, jd lupa waktu deh, gak berasa udh jam 18, waah..langsung kami semua panik takut telat sampai di Bandara. Untung sopir mobil Elf kami cepet tuh nyupirnya... pas jam 19 malam sampe di Bandara (pesawat kami sekitar jam 20 malam). Puji Tuhan gak telat. Nah teman-teman demikian sedikit cerita dari reuni ex Gatnas IX. Semoga kami semua tetap kompak deh. Salam jalan-jalan!
  6. 6 points
    Holaaaaa... setelah kemarin sempet cerita soal persiapan ke Jepang (ceritanya bisa dibaca di bawa ini yaaa), kali ini giliran cerita soal Osaka. Osaka merupakan kota pertama dari rangkaian perjalanan yang gw lakukan berdua suami. Untuk trip kali ini gw menggunakan Garuda Indonesia dengan transit di Denpasar. Berangkat dari Jakarta jam 20.00 WIB tanggal 2 Desember, sampe di Denpasar jam 23.00 WIB. Seperti biasa setiap jalan gw selalu membuat kebodohan kali ini kebodohan, kali ini seputar terminal keberangkatan di airport. Kebodohan pertama adalah salah terminal di bandara Soekarno Hatta. Ngooookkkk. Ini pertama kali gw naik pesawat ke luar negeri tapi pake transit di dalam negeri, ga pake nanya2 dengan PD-nya gw dan laki gw langsung minta diturunin supir Uber di terminal 2 Cengkareng dengan bawa 2 koper gede. Gw mikirnya ya kan tujuannya Osaka, ya naiknya dari terminal 2 dooongg.. ternyataaaaaaa begitu sampe pintu disuruh ke terminal 3 dulu. Imigrasinya nanti di Denpasar. OEMJIIIHHHHHH norak banget siiiikkk yaaaaaa.. Dengan berat hati kita geret2 koper pindah ke terminal ultimate . Sampe di Ultimate langsung duduk manis di Liberica sambil nunggu boarding, ternyata banyak Gate yang dipindah2 dan pengumuman tumpang tindih. Rusuh banget, maklumlah hari Jumat, biasanya jadwal penerbangan padet. Akhirnya kita ngga ngeh kalo udh boarding.. Daaaaann baru sadar pas udah last call. Langsung deh lari2 ke Gate. Aaaaaahhhh.. blom apa2 gw udah ngos2an duluan. Kebodohan gw masih berlanjut sampe di Denpasar.. Gw pikir sampe Denpasar masuk ke antrian transit, karena yaaa gw kan emang transit doang. Ternyata udah ngantri lama eeh salah pula. Aaaaakkkkkkkkkk ternyata harus keluar bandara lewat jalan setapak ke terminal internasional. Jam 12 malem, ditengah ngantuk-ngantuk pake jalan kurang lebih 20-30 menit. Mamak lelah.. Dan asli yaa airport Denpasar terminal Internasionalnya udah kaya pasar malem. Rame aja. Untung imigrasi ga pake antri lama. Langsung deh lanjut terbang Denpasar - Kansai. Sepanjang jalan lancar dan gw tidur pules banget. Bangun2 pas menjelang sarapan, 2 jam sebelum landing. Tepat 8.30 pesawat mendarat dengan mulus di Kansai, ga sempet ini itu langsung buru2 ke Namba Ticket Office buat nukerin Yokoso Pass yang udah gw beli online beberapa hari menjelang berangkat. Lokasi exchange counternya ada di lantai 2 persis di depan gate kalo mau naik train ke Osaka - Kyoto. Sampai di counter tiket tinggal tunjukin deh lembaran konfirmasi yang dikirim melalui email. Bentuknya kaya gini, jangan lupa di print yaaa Prosesnya cepet banget kira2 cuma 5 menit, langsung deh dikasih serangkaian tiket kaya gini: btw ini bukan foto tiket gw, ga sempet foto. Ini minjem dari website japanrailpass. Kok banyak banget? Lembaran yang paling gede itu Information memo, isinya gw juga ga ngerti apaan. Yang dibawahnya merupakan tiket Rapid Train Kansai - Namba. Nah kalo yang bawah kanan itu tiket reserved seat, di dalamnya tertera nomor gerbong dan nomor kursi. Kalo yang kuning merupakan tiket 1 day pass untuk naik subway - tram ataupun bus, bisa dipake hari itu juga ataupun bisa diaktifin untuk besoknya. Gw sendiri sih pake buat hari yang sama. Lumayan irit. Menurut gw kalo nginepnya di daerah Namba pass ini deal yang paling oke. Cerita soal Yokoso bisa dibaca disini Abis nuker tiket langsung deh ke seberang buat masuk ke Gate Nakai. Nah gatenya ini sebelahan sama gate JR. Gatenya Nankai yang sebelah kanan. Naik Rapid ini cuma butuh waktu sekitar 35 menitan buat sampe ke Namba station. Lumayan cepet kok. Keretanya juga nyaman banget. Sampe di Stasiun Namba langsung aktifin Day Pass, dan menuju ke Stasiun Shinsaibashi (jaraknya cuma 1 stasiun dari Namba station) untuk nitip koper di Osaka Hana Hostel. Gw menginap di Osaka selama 2 malem. dari tanggal 3 - 5 Desember. Gw merekomendasikan banget Hostel ini buat teman-teman yang berencana ke Osaka. Review soal Osaka Hana Hostel ini bisa dibaca di : Setelah nitip koper langsung jalan ke Osaka Castle, biar ga kesorean. Kebetulan cuaca cerah dan ga terlalu dingin. Tapi efeknya yaaa asli rame banget. Dari Hostel tinggal jalan kaki sekitar 3 menit ke Stasiun Subway Shinsaibashi, naik jalur yang hijau muda lalu turun di Stasiun Morinomiya. Terlampir petanya Setelah itu tinggal ikutin petunjuk menuju Osaka Castle. Sayang banget pas gw kesana Momijinya udah lewat. Daun-daun mulai berguguran dan suhu mulai dingin. Tapi masih tetap bagus kok. Dari Stasiun menuju Osaka Castle dibutuhkan waktu sekitar 20 menit, dengan melewati taman. Gw betah banget muter-muter di taman ini, sambil makan es krim. Pemandangannya kurang lebih seperti ini: Setelah jalan sambil sibuk foto2 ga berasa akhirnya nyampe juga di Osaka Castle. Ga sempet foto banyak-banyak karena waktunya cuma dikit. Kita lebih banyak duduk, ngobrol,nikmatin castle, nontonin kelakuan orang sambil nyemil. Gw mengahbiskan waktu sekitar 2,5 Jam disini, ga pake masuk ke dalam Castle yaaa.. Karena antriannya panjang banget. Maklumlah gw dateng pas hari Sabtu. Hasil foto gw juga ga ada yang bagus karena ga pake kacamata.. padahal mataharinya kenceng banget. Sekitar jam setengah 3 perut udah ga nahan lapernya, akhirnya kita putusin buat pergi makan siang. Browsing sana sini kita putusin buat makan Okonomiyaki. Nah katanya Okonomiyaki paling enak di Osaka ini aa 2, yaitu Kiji dan Ajinoya. Bahkan Ajinoya masuk dalam Michelin Guide. Karena lokasi Ajinoya ini sekitaran Dotonbori jadi lah kita putusin makan disana. Dari Osaka Castle ke Ayinoya tinggal balik ke Stasiun Morinomiya, naik jalur Hijau Tua, turun di Stasiun Hommaci lalu ganti Line Merah menuju Stasiun Namba. Dari Stasiun Namba tinggal jalan kaki sekitar 10 menit ke Ajinoya. Nyampe sana ternyata antriannya panjang bangeeeettt.. Gw nunggu hampir 1 jam baru dapet tempat. Begitu masuk ke dalam baru deh ketauan ternyata karena emang dalamnya kecil banget. Paling cuma ada sekitaran 10 meja, pantesan aja antri. Selain Mixed Okonomiyaki kita juga pesen Garlic Yakisoba (bisa pilih yang non- pork), buat minum cuma pesen air putih aja, nyari yang gratisan. Kerusakan yang terjadi cuma sekitar 2.400 Yen buat ber2. Termasuk murah sih yaaa.. karena sumpaaahh ini ENAAAAAAKKKK BANGEEEEEEETTTTTT!!! Wajib nyoba kalo mampir ke Osaka. Maaf ya fotonya agak ngeblur, maklum perut udah bergejolak kelaparan. Beres makan langsung deh puter-puter Namba sambil nyobain majajanan pinggir jalan Takoyaki, Oyster bakar, Oden, dll. Sepanjang jalan pokoknya kita nyemil. Udah ga kepikir lagi buat foto akibat sibuk ngunya. hahahaha. Yaaahh ukuran badan emang ga boong. Berbanding lurus sama kapasitas perut. Setelah puas dan kenyang muter2 Dotonbori diputuskan baut menyudahi hari dan balik ke Hostel. Kalo ditanya total pengeluaran selama di Osaka gw berapa ga tau berapa karena pake Day Pass, dan karena gw dan laki gw makannya udah kaya orang ga makan 4 hari. Selesai deh hari pertama di Osaka. Nanti dilanjut lagi dengan cerita main ke Universal Studio Japan (USJ) sambil ujan-ujanan. Link Terkait: Winter Wonderlust : Japan (December 2016) : Persiapan Winter Wonderlust : Japan (December 2016) : Part 1/Osaka Winter Wonderlust : Japan (December 2016) : Part 2/Universal Studio Winter Wonderlust : Japan (December 2016) : Part 3/Kyoto Winter Wonderlust : Japan (December 2016) : Part 4/Shirakawago Winter Wonderlust : Japan (December 2016) : Part 5/Shin-Hotaka Winter Wonderlust : Japan (December 2016) : Part 6/Takayama Winter Wonderlust : Japan (December 2016) : Part 7/Tokyo Review Hotel/Hostel : Osaka Hana Hostel Review Hotel/Hostel : Guesthouse Sanjyotakakura Hibiki Kyoto Review Hotel/Hostel :K's House Takayama Oasis Review Takayama Hokuriku Pass (JR East Pass) Review Kyoto Sightseeing Two-day Pass Discount Ticket (Yokoso Pass) Kansai Airport - Namba Station Osaka Panduan Bis di Kyoto Discount Ticket (Haruka+ICOCA) Kansai Airport - Shin-Osaka Alternatif Transportasi : Osaka - Kyoto - Kanazawa - Shirakawago - Takayama - Tokyo
  7. 6 points
    Gulali56

    FR 3 Malam di kota Paris

    Bonjour! Ini lanjutan dari trip 14 hari 6 negara: Belanda-Perancis-Belgia-Jerman-Swiss-Italy. Day 1-2 di Belanda: http://jalan2.com/forum/topic/22562-fr-amsterdam-zaanse-schans-volendam-marken-20-22-sep-2016/ Day 3- Kamis, 22 Sep 2016 Akhirnya tiba di stasiun Gare du Nord Paris (Thalys 11.17-14.35 Amsterdam Centraal Stn - Paris Nord (3hr18). Disini saya gabung sama 2 teman saya yg start dari Paris. Di stasiun ini langsung disambut dengan pemandangan kumuh dan army2 Perancis yg bawaannya kayak mo perang. Senjata laras panjang, pistol kiri kanan, granat, topi perang. Buset deh. Gare du Nord ini ruame bgt, dan mix byk imigran dan org Africa nya. To be honest, rada shock, semua temen2 yg pernah kemari memang bilang sih Paris skrg kumuh dan gak aman. Eniwei janjian sama temen yg udh dari pagi tiba di Paris, jadi mrk pada ke museum dulu. Janjian jemput di stasiun depan Starbucks.Untung disini Starbucksnya cuman satu. Nanya sama security yg paling cakepan (as usual) mana exit yg ada Starbucksnya, drpd salah ya (bilang aja modus). Hotel kami itu deketnya dari Gare de l'Est Stn , jadi kalo dari Gare du Nord Stn hrs geret2 koper/naik kereta 1x.Berhubung nanggung, jadi terima nasib geret koper sejauh 1,5km. Little Regina. Address: 89 Boulevard de Strasbourg, 75010 Paris. Semlmnya € 104 utk 3orang. Tempat tidur ke-3 nya kasur beneran bukan sofa bed. Jadi mayan lah. Lokasi strategis, sebrang Gare del'Est Stn. Hotel nya imut2 dgn lift imut2 jg, jadi utk mencapai ke kamar di lt.2 hrs satu-satu naiknya. Well drpd gak ada lift ye. Liftnya kalo gak bawa koper, bisa dipaksain masuk 3 org (Asia ya bukan Caucasian). Selesai check in dan ngaso2 bentar. Kami memutuskan mo liat Eiffel tower di sore hari terus makan. Terus terang saya tinggal ikut mrk, krn yg bikin itinerary mrk plus mrk pun beli simcard Europe (Keepgo USD 59 utk data 1GB) sehingga segala arah dicari dari hasil google maps. Disini saya beli carnet 10ticket, semacam beli tiket grosiran. Harga € 14.5 yg bisa dibagi2 ke org lain,dan bisa dipakai kapan pun. valid on Metro, RER (zone 1), bus (except Orlybus, Roissybus),Tram, Montmartre funicular. Connection valid for: metro/metro, metro/RER, RER/RER, bus/bus, bus/tram, tram/tram within 90mins. NOT valid for: metro/bus, metro/tram, RER/bus, RER/tram using the same t+ ticket. Agak pusing ya bacanya. Gampangnya cara saya aja, pegang tiket bekas pakai dan tiket baru, insert ke machine ticketnya yg bekas dulu kalao gak mau baru pake yg baru. Hahaha..namanya jg usah ...Later on 10ticket ini bisa utk 2hari malah sisa 1.Krn kami banyakan explore by foot. Utk liat view Eiffel Tower yg oke ini ada bbrp lokasi strategis. Utk sore ini kami pilih dari École Militaire Stn.Tinggal jalan dikit dari exit kearah taman. Kalo bingung exit yg mana, ada peta stn kok di platformnya. Jadi bisa nentuin mo ambil exit yang mana. Dari taman ini bisa keliatan view Eiffel dikejauhan. Sepiii.. bykn penduduk lokal, bawa anjing2nya jalan2 sore. Turisnya pun dikit jadi enak ambil fotonya. Habis itu kami makan sore menjelang malam di Le Petit Cler. Le Petit Cler Address: 29 Rue Cler, 75007 Paris (near Champ de Mars). Yang terkenal dari resto Perancis ini adalah Croque Madame (€14) dan Steak nya. Saya pesen Croque Monsieur (€ 12) krn beda € 2 lbh murah dan tanpa telur. Temen saya pesen Bavette (flank steak-€13) . Trus kita pesen red wine satu gelas kecil (€ 4.50)…scr harga teh sama wine beda 50cent. Gaya dikit di café Paris. Di Paris ini saya liat tap water lgsg dikasi di botol gede tanpa diminta dan free pula . Nice touch! Ada menu bhs inggris dan free wi-fi juga.Yipee buat saya. Later on di Negara lain pada diem2, dan bahkan tap water pun masih kena charge cuci gelas € 0.5-€1.5.hahaha.. Croque Madame dan Croque Monsieur ini salah 1 khas Perancis (katanya), mnrt saya sih roti goreng sama telur dan ham. Cuma kress aja rotinya.Salad nya jg mayan byk. Di negara2 lain makin sedikit kalo kasi salad. Paris ini tipe yg balance kyknya. Porsi pas, sayur dibanyakin. Tadinya selesai makan mo balik lagi liat view Eiffel dgn lampu2nya menyala.Tp ternyata masih ada matahari msh blm terbenam jg jam 7 ini, jadi kami memutuskan sekalian aja liat view kota Paris dari Montparnasse Tower yg agak jauhan . Montparnasse Tower. Mon-Sun 11am-10pm (closed Tue).Entry:€ 15. How to go: Montparnasse-Bienvenüe (metro lines 4, 6, 12, 13). Bus: 28, 58, 82, 88, 89, 91, 92, 94, 95, 96. Scr view sih oke. Tp sayang semua camera, baik camera DSLR (kurang oke kyknya lensanya ato yg pake yg amatir) apalagi camera HP gak ada yg bisa capture nightview dengan ok. Jujur sih, mending duitnya dipake byr naik Eiffel lift. Stlh itu kami balik hotel, terutama 2teman saya masih jetlag, harus istirahat cepet. Total t+ (ticket) habis 3ticket saja hari ini. Day 4- Jumat, 23 Sep 2016 Hari ini coba sarapan di hotel. Bayar € 7.00. Dpt satu tray isi roti (yg croissant enak, yg lain cocok buat lempar kucing maling saking kerasnya), selai2an, keju, jus, dan susu. Mehong juge ye… Stlh itu kita ke Louvre , kali ini saya terpaksa beli day pass Mobilis € 7.3. Louvre Museum, Tue closed. Open: 9am-6pm. Friday until 10pm. Entrance fee: € 15 How to: Metro: Palais-Royal–Musée du Louvre station (line 1).Bus: stop in front of the Pyramid: 21, 24, 27, 39, 48, 68, 69, 72, 81, 95, and the Paris Open Tour bus. Karena saya gak minat masuk museum. Jadi temen2 saya yg antri, saya jalan2 keliling taman dpn Museum, berbekal peta gratisan dari hotel.Sebenarnya ada bbrp tempat didlm yg bisa buat foto2 tanpa beli ticket. Tp tetep aja antri masuknya panjang. As usual sok2 mo puter2 sekitar malah nyasar sampai sejam gak bisa balik2 ke Louvre lagi stlh sejam akhirnya saya berhasil ke taman Tuileries (Jardin des Tuileries). Tamannya gede tp krn masih sisa sejam dari janjian dengan temen yg didlm Louvre jadinya dgn absurdnya saya jalan dari ujung ke ujung. Dari Place du Carrousel – Musee de l’Orangerie – Place de la Concorde dan balik lagi. Untung nya di taman itu byk bangku taman, jadi kalo cape bisa kongkow2 dulu. Dkt situ ada di arah jalan raya, ada deretan toko souvenirs. Saya terjebak, nasib kecapean jalan kaki kali ya, disapa pake bhs Indonesia ala2 aja udh terbujuk beli t-shirt seharga € 15. Sigh. Later on tips yg harus diketahui, jgn beli souvenirs di tengah kota.MAHAL! Stlh ketemu temen saya, yg ada mrk duluan keluar Louvre drpd saya sampai titik temu, kita jalan lagi.. menuju Pont Neuf, jembatan tertua dan plus love locks nya. Sayang gak ada tambatan hati yg bisa di”gembok” disitu.. #eyaaaa.. Dari situ masih jalan kaki menuju Sainte Chapelle dan Notre Dame. Seriously knp kita beli day pass kita juga gak ngerti. Mending pake carnet ticket sisa kemaren. Sainte Chapelle ini berbayar € 8.5 berhubung kaki saya sudah mo putus, saya pilih duduk dibangku dekat entrance Metro Cité di semilir angin. Kelar dari St Chapelle ini kita mulai cari2 tmpt makan siang, nemu resto yunani Gyros dan makan entah apaan yg pasti isinya karbo karbo dan karbo. Jadi ada sejenis nasi,kentang, masih dpt free flow roti lagi... Harganya € 9. Termasuk minum lemon tea yg berkarbonate. Rasanya gak kyk lemon tea deh. Jgn tergoda beli paketlah.. krn toh dpt tap water gratis juga... Habis itu jalan kaki lagi ke Notre Dame. Notre Dame. 8am-6.45pm. Entrance :Free. How To go: RER- Saint-Michel Stn (Line B/C). Metro:Cité or Saint-Michel Stn (line 4). Station Hôtel de Ville (line1/11). Station Maubert-Mutualité or Cluny – La Sorbonne (line 10). Station Châtelet (line 7/11/14). Notre Dame ini bagusss bgt. Puas2in bgt foto disini. Didlmnya juga cantik. Tp saya memang seneng sih hiasan2 katedral yg tua2 gini. Dari sini barulah kita ke Champs Elysees. Orchardnya Paris. Kebalik ya.. orchard yg niru Champs Elysees Champs-Élysées, how to go : via Franklin D Roosevelt Stn ( line1/ line 9) Disi mampir deh ke Disney store. Kirain bakal ada magnet Disneyland Paris, ternyata rata2 jualannya boneka dan pernak pernik Disneyland Paris nya gak ada sama sekali.Yaaahhh kirain gak perlu ke Disney store di dkt Disneyland. Disney store 44 Av. des Champs-Élysées. Mon-Fri 9am-12pm/2pm-5pm Akhirnya jalan lagi ke butik Longchamp dan khilaf (pdhal emang udh direncanain dari jkt mo beli tas ) Harga medium Le Pliage € 140. Samping Longchamp ada tmpt macaroon yg katanya enak jadi kita mampir lagi utk nge teh cantik disitu. Laduree. Address: 75 avenue des Champs-Élysées. Kita beli 8rasa macaroon yg mini krn mrk py banyak varian. € 10.30/4pcs. Minumnya nyobain infused teh/water/entahlah yg wangi bunga2 gt. Mending buat berendem sih daripada diminum.Hahaha.. alias rasanya ajaib.Harganya € 3.8 segelas. Mending pesen cappucino dah. Untuk macaroon nya , yg rasa rose (warna pink) mnrt saya paling enak.Gak tll manis, dan pewarna nya gak berasa di lidah. Dari situ jalan kaki ke Arch de Triomphe, di ujung jalan Champs Elysees. Untuk ambil foto ini kita harus berada ditengah2 jalan raya pas lampu merah. Tebel muka aja namanya juga turis.. hahahhah .Kalo dipikir2 ibarat kita lg macet2 di jln sudirman terus liat turis foto2 ditengah bund HI No idea mo kemana lagi, akhirnya kita memutuskan balik ke Louvre utk ambil view mlm. Tunggu lampu2 di pyramid nya nyala. Sembari diganggu jualan tongsisnya para imigran. Sigh. Setelah dpt foto2 mlm nya Louvre, ganti lah kita ke Eiffel tower dikala mlm via Trocadero. Naik metro stop di Trocadero stn line 9. Dari sini view nya lbh ok dari École Militaire. Tp ruame nya minta ampun. Ada army2 jagain juga disini. Walo tetep byk imigran penjual tongsis dan souvenir. Disini tongsis dijual € 15 lho. Habis itu, kita balik deh ke hotel. Istirahat. Total2 saya jalan kaki hari ini mencapai 17km (based on gps HP) hahaha.. pada keluar deh senjata koyo dan counterpain. Day 5 – Sabtu, 24 Sep 2016 Hari ini rencana mo nge piknik pinggir sungai sambil nyusurin daerah Le Marais. Nyatanya makanan yg kita beli , falafel dari middle eastern suseh buat dibungkus piknik gt. Jadinya malah makan ditmpt dkt toko kue, yg end up jadi beli kue juga. MI-VA-MI, falafel (middle eastern).Address: 23 Rue des Rosiers, 75004. How to go: Metro 1: St Paul / Metro 7: Pont Marie. Kita beli yg mix beef, dari google translate bilang ini kambing dan sapi, enakkk bumbu dan sayurnya seger. Harga nya € 8.50 dan kenyang bgt. Dari tmpt kita kongkow, akhirnya tergoda beli eclairs di L'eclair de genie, beli 4 rasa. Kisaran harga nya antara € 4-€6/pcs. L'eclair de genie Address: 14 rue Pavée 75004 Paris Tadinya kita dgn belagunya mo menyusuri jalan kaki menuju sungai, setelah melewati Museum Picasso, Jews area dll ......taman.. museum lagi..taman lagi..museum lagi... Akhirnya kita nyerah, batal piknik krn kaki mo copot, jadinya cari metro stn terdekat utk skip ke Père Lachaise Cemetery, pemakamannya para poet, writer, musician terkenal di Perancis dan somehow makamnya Jim Morisson juga. Père Lachaise Cemetery / Cimetière du Père Lachaise.Mon-Fri 8.30am-6pm.Sat 9am-6pm. How to: Gambetta station (line 3) near Oscar Wilde tomb. Paris Métro station Philippe Auguste on line 2 is next to the main entrance.Père Lachaise stn (lines 2/3) is 500 metres away near a side entrance that has been closed to the public. Kita turun di stn Père Lachaise Stn, sebodo katanya yg ini tutup gerbangnya. Ternyataaaa dibuka donkkkk, later on memang jam 4-an, pintunya udh ditutup.Misal ditutup pun masih bisa jalan kaki menuju main entrance sih. Sejujurnya saya suka jalan kaki di pemakaman tua terawat gini. Tapi kaki udh kadung gempor dan dari peta yg kita download ternyata gak semudah itu cari lokasi makam yg kita cari. And fyi, ini makam segede makam tanah kusir, turunan tanjakan kadang jalan2 nya menyempit, cuma versi bangunan2 makam yg rengket2, pohon2 rindang dan sdkt lebih creepy krn byk makam jaman 1700nya. Ada rombongan tur makam juga pas kita masuk, tadinya mo ngintilin, eh ternyata bhs perancis. Bye. Dan later on kita lihat si tour guide ini asli keliling makam dan jelasin tokoh2 yg dimakamkan disitu satu-satu which is ada puluhan kalo mo dirunut satu2. Byee bgt deh. Utk cari makam Jim Morrison pdhal bukan fans nya the Doors juga. Dia mati aja saya blm dibikin ma ortu. Eniwai dari peta yg nampaknya simple tak semudah itu nyari makam yg dicari. Dari list nama2 yg kita mo datangin, berujung cuma 2 makam saja, krn utk nyari makamnya si bung Jim ini aja jauhnya minta ampun. Sampai ketemu di bundaran Casimir Perier yg berarti kita pas di tengah2 pemakaman. Udh bener di daerah divisinya (div.6) gak ketemu juga makamnya. Dipeta ditulis no.46, bahkan ada makam yg byk karangan bunganya , tp kami intip2 kyknya bukan. Dan bener saja, ternyata dari yg keliatannya makam nya si Jim, ternyata masih harus Lintas makam2 ke sbrangnya dan makamnya cuma seimprit ditengah2 dan dibatasi rantai biar dijauhkan dari fans2 fanatik yg hobi vandalisme or congkel2 buat souvenir. Ya haluuu… Tips: lokasi exact nya: dari perkiraan lokasi gbr no.46, jalan naik dikit kearah bunderan ,cari jalan setapak kekanan menuju jl Ch Lesseps, jadi sebnrnya si makam ini di antara jl Ch Lauriston dan Ch Lesseps, bukan di jln CH Lebrun spt si peta gambarkan. Dari foto makam diatas, saya datang dari arah belakangnyaa… Kalo ada yg bilang cari aja org yg rame2, believe me, mrk smua jg nyasar2 juga kok.But worth to try sih..hahahah. Dari situ kita balik lagi ke bundaran utk makanin eclairs kita di bangku2 sekitar bunderan. Sbnrnya gak boleh sih nge piknik disitu. Namanya jg org indo (generalisasi), ga ada yg jaga juga. Toh sampah2 kita buang ke tmptnya. Stlh ngaso2 superlama dikuburan, akhirnya kita mo keluar lanjut mo ke Sacre Coeur. Tp sblmnya saya nge bujuk2 utk mampir dulu ke makam Chopin. Temen2 saya udh males aja tuh tp krn lagi2 dari gambar peta, searah dgn arah kita keluar, jadi akhirnya kita jalanin.. Chopin ini terletak di div.11, dan jalaaannnya nanjak.Jreng bgt sih. Lagi2 sempet desperate gak ketemu2, akhirnya ketemu juga, krn makamnya agak tinggi dikit dari jalan, jadi mayan keliatan. Akhirnya kita keluar dari pintu utama, menuju stn semula. Kita ketemu rombongan tur yg tadi masih blm selesai juga. Mahal kali ya bayarnya, msh aja semangat tuh tur, saya sih udh byeee bgt dari kita nyasar-ketemu-istirahat-nyasar lagi mrk masih blm kelar juga turnya. Montmatre : Sacré-Coeur basilica [the big white church]. Esplanade of the Basilica open 6am-10.30pm. Entrance: Free. How to: Anvers (line 2). Dari sini byk deretan toko souvenirs and hello.. disini lbh mureh lho. T-shirt Paris € 18 dpt 2pcs. Jadinya saya beli lagi, plus beli magnet , € 5 dpt 2. Walo ga ada yg semurah di Amsterdam.Disini juga ada Sympa store, toko baju murah gt, bisa sampai € 2. Tp di tumpuk di bak2 diskonan dan terlihat kusam jadi skip deh. Untuk menuju basilica/gereja ini, ada pilihan 300 anak tangga, ato naik lift (funicular) yg berbayar pake t+ or day pass. Ya haloo saya masih byk nih t+, tentu aja saya pilih naik turun lift. Naik byr 1kartu , turun byr 1kartu lagi.. Tenang masih byk… penampakan dari bwh... Daerah montmatre ini ruameee bgt.Ati2 byk copet ya. Saking parnonya temen saya sampai ga berani ngeluarin DSLR nya.hehehe.. padahal masih terang juga sih langit. ini dlm funicular nya... Cantikkk bgt ya nih tmpt. Stlh puas2in foto didlm dan diluar gereja, kita turun lagi dan naik tram menuju Moulin Rouge, masih tetep byk juga t+ saya. Abis foto2 di dpn Moulin Rouge, mau sok2an cek harga tiket ternyata mehong bgt, bisa dpt tas lagi tuh saya. Akhirnya kita coba naik bis kearah hotel, krn males capek jalan kaki distasiun, toh daerah hotel kita termasuk daerah tengah. Disini bis nya cukup oke ada info2 haltenya, jadi cukup liatin layar monitor nya utk cek nama halte berikutnya. Walo gak se oke Amsterdam yg free wifi. Krn hari ini sudah eneg makan masakan Eropa dan roti2an, maka nyari deh masakan asia. Nemu resto Asia dkt hotel, tp yg jualan org middle east. Udh curig nih, mo cari kuah2 dari mie, malah dptnya mie goreng. Lagian resto Asia, tp menunya full perancis semua. Dan waiternya gak bisa nerangin itu apa. Temen saya pesen Tom yam,bayangannya asem2 pedes. End up rasanya kyk lontong sayur. Ya sudahlah ya. Walo gak sesuai harapan, tp edible sih. Sayur di mie goreng saya fresh bgt, jadi terbantu lah. Habis itu kita istirahat cpt, krn kita mo packing2 besok mo naik kereta pagi ke Brussel. Au revoir Paris Bersambung di Brussel ya..
  8. 6 points
    HOLaaaaH… Akhirnya… last 2 days di Japan. (inipun krn lirik visa udah mau kadaluarsa. Kalo ga ya lanjut terus hehehe) Tapi 2 hari terakhir ini ga menyurutkan semangat untuk terus jalan2 ke sana sini. Malah Sebenernya 2 hari terakhir ini saya Random, a k a banyak bgt mau nya. 1.1 Pengen bgt ke desa Kawagoe di deket Tokyo. Desa nya yg katanyaa udah kaya jaman edo. Penuh dgn pernak pernik dan bangunan tua nya. Namun setelah pikir panjang, desa Kawagoe ini mungkin akan terlalu menguras tenaga saya. (perjalanan Kyoto – Kawagoe bisa memakan waktu 4 jam) sedangkan blum packing untuk pulang. 2.2 Pengen ke Hakone.. namun apa daya cek dompet.. udah mulai bangkrut.. perjalanan juga agak jauh dari Tokyo. 3.3 Pengen nyoba daging Kobe, hmmmm… ajakan ini menggiurkan bgt.. karena perjalanan Kyoto – kobe masih dalam hitungan menit. Cuman biaya jadi kendala no 1. Pilihan akhirnya jatuh ke nomor 3 karena ada 1 bocah berhasil ngeyakinin saya untuk nyoba si daging kobe ini. Dgn iming2 si Restaurant ‘steak land’ kalo di siang hari harganya bisa 50 persen lebih murah, plus kalaupun mahal bgt bisa ada temen sharing utk bayar si bon. Okeh.. it’s a done deal.. brangkat! Jam menunjukkan pukul 10 pagi, langsung lah saya cek out dari penginapan dan ketemu si ogiesan di stasiun kereta. Alasan kenapa kita berangkat pagi, karena gosipnya ini tempat memang rame bgt. Mungkin karena harganya yg miring dan memang jadi salah satu tujuan para turis di trip advisor. Trip subway Kyoto ke Kobe sannomiya memakan waktu sekitar 30 menitan. Ini link nya utk cek2 si subway yah www.hyperdia.com Dari Sannomiya menuju ke steak land bisa dicari di google map kok. Perjalanan nya dgn jalan kaki yah.. sekalian sambil liat2 sekitar. Hmmm… Kobe looks like Singapore kalo menurut saya.. ramai tapi tidak terlalu sumuk. Bangunan bangunannya pun terbilang sudah banyak yg modern. Tapi balik lagi… saya bukan orang kota bgt, jadi saya tidak terlalu mengeksplorenya. Kaki bener2 langsung melangkah ke steak land aja. Gang demi gang di intip satu satu. Dan yessss… we are here. Sesampai disana sekitar pukul 11.20 dan restaurant passs bgt baru buka.. well well well… lucky us. Naik ke lantai 3. Ketika masuk, oh wow… tempatnya gede bgt.. bisa menampung sekitar 80 orang mungkin. Di setiap mejanya pun ada chef yg standby utk 6 customer. Sempet terbesit “kok kayaknya lebay bgt ini ruangan sampe harus gede bgt dan tempatnya penuh dgn chef dan waiter” (maklum selama di jepang pasti makan di restaurant nya kecil2 petit bgt). Ups…. Salah… rentan 30 menit setelah kita duduk. Tempat ini udah 70 persen ter isi dan waiter selalu wara wiri kesana kemari ga berenti berentinya ngeladenin the customer curiosity. Duduk… cek harga.. ouww harganya ada di sekitaran 3500 yen per paketnya. Aslinya mungkin bisa mencapai 6000 sampai 9000 yen per porsi. Apalagi kalo untuk makan malam. Yaiks. Setelah ngobrol basa basi ahahahaha, akhirnya kita memutuskan utk pesen sendiri2 aja. Maklum lafar… ga pake lama si chef ngeluarin si famous Kobe Beef. Dari bau nya sih memang udah keliatan menggiurkan bgt. Okay… let’s give it a try.. spontan kita dari bawel langsung diem seketika.. yah gitu deh… langsung ga perduli sekitar.. sibuk makan. Ahahahhaa. Karakternya memang mudah dikunyah, juicy dan agak crispy. Tapi jujur… kalo harus di kasi piala.. Hiroshima masih memegang di urutan pertama untuk “rasa”, Hida Beef jatoh di urutan kedua krn lembutnya dan bumbunya yg unik. Kobe Beef jatuh di urutan ke 3. Karena menurut saya dari segi daging, kobe beef is pure beef. No fat (si lemak) sedangkan saya suka bgt sama yg namanya lemak. 2 daging di 2 daerah itu bertaburan lemak dimana mana. So yes.. balik lagi ke lidah masing2. OH! Satu lagi.. dari segi Harga 1. Hiroshima.. 1 paket lunch beef harga 1500 yen (ada di cerita hiroshima part) 2. Hida Beef.. 1 paket dinner beef ada di harga 3800 yen (ada di cerita takayama part) 3. Kobe Beef 1 paket lunch 3500 yen So silahkan pilih sendiri option2 nya. Ga terasa jam udah menunjukkan pukul 2 siang. Temen saya harus berpindah ke Osaka dan saya pun harus kembali ke Tokyo.. Sempet goyah juga iman karena pengen bgt ikut ke umeda building di Osaka utk ngejar sunset picture. Tapi setelah hitung2 jam.. ga akan kekejar subway jam 7 dr Osaka – sampai di Tokyo jam 10 malam (blum packing and balikin router di HIS harajuku) so It’s a goodbye for now.. But it was a hell of a crazy trip with ogie. Baru nemu Traveling partner yg bisa diajak susah seneng bareng. So for travel partner.. I do recommended him. Sempet norak sampe mewek di subway pas pisah.. padahal di jakarta juga bisa ketemu lagi ahahahaha… anaknya emang suka mellow. C u soon ogisan.. haik.. Sesampainya di tokyo, lirik jam, masih jam 7 malam. Hmmmm… jalan lagi ah.. blum ngerasain Tokyo dan sekitarnya di waktu malam. Sesampai gi Tokyo, saya langsung ke 1. ueno park lagi.. penasaran bgt hanami an penduduk sekitar gimana ya kalo malem2. Sesampai disana. Oh lord… penuh banget.. dan byk sekali orang mabuk. Not a good idea.. malahan dihimbau oleh polisi udah ada beberapa kali kasus pencopetan. Wah.. baru kali ini denger di jepang ada copet. Entah kenapa saya yakin ini pasti perbuatan para pendatang juga. Karena setau saya jepang terkenal dgn keamanannya. Ga mau ambil resiko, saya tidak mau berlama lama disini. Tapi… ada 2 kuil disini yg indah bgt kalo malam. Lampu2 lampion bertaburan dimana mana. So it’s a a nice quick tour at night for me. 2. Harajuku.. saya masih penasaran dgn cosplay2 ce dan co jepang. So iseng kesini sebentar untuk liat2. Ketika datang, ternyata di depan subway ada stasiun tv seperti aquarium. Jadi penonton bisa menonton idolanya lagi wawancara atau nyanyi disitu. Unyu sekali ini abg abg sini, dgn rok rok mininya di suhu 10 derajat.. saya masih amazing aja alias ngiri. (pake jaket double udah 2) zzzZ lengkap 2 lapis jaket sweater and syal.... 3. SHIBUYA… kesan pertama saya.. Fast and Furious! Dan Lautan Manusia. Lampu lampu kota bertebaran dimana mana. Dan uniknya.. tidak semrawut. Mall disini saya pikir mewah dan glamour. Ups.. salah. Kalah jauh bgt dgn Jakarta punya ahahaha. Sempet kaget kok toko2 disini udah kaya blok m plaza semua. Wow… akhirnya saya ada di persimpangan besar ini. Persimpangan yg sering bgt dibuat film.. dari jaman Tokyo love story sampe fast and furious. Saya dan si Kamera akhirnya manjat di pagar2 sekitar utk klik klik sekitar. Saya bener2 betah duduk selama 30 menit hanya untuk melihat the unique people disini. Dan dari ngelamun ini saya dikagetin dgn mobil2 yg luar biasa berisik dari kejauhan. And entah kenapa ada perasaan iseng pasang kamera standby ke jalan, 10 detik kemudian itu mobil2 fast and furious lagi kebut2an plus dgn sound system audionya yg menggema di shibuya yg ramai bgt itu. Ck ck ck.. selama di shibuya ini, fav saya adalah pengamen jalanan nya. art dance sampe beat box nya berhasil membuat saya bener2 terpukau. jadi menurut saya, bisa jadi salah satu tujuan kalo ke shibuya nih. art people nya banyak. Ok jam sudah menunjukkan pukul 10.30 malam. Daripada ntar ketinggalan kereta terakhir lagi kaya kasus hari2 pertama, ga mau ambil resiko. A k a ga mau sampe naik taxi. Berhubung bawaan saya cuman sedikit (baju tidur dan sendal2 saya tinggal semua di jepang) jadi packing ga pake lama. Flight saya ke esokan harinya untungnya tidak terlalu pagi. Jadi saya masih bisa wara wiri di sekitaran bandara (emang ga bisa diem). Jgn ditiru yah hihihi. Okay.. yeayyy.. or not so yeayy.. karena masih pgn kesana kesini. Someday I’ll be back… Semoga tips tips and cerita saya jalan-jalan di jepang bisa sedikit membantu kepusingan temen2 disini yah. Kalo ada pertanyaan or mungkin masukan daerah2 prefecture mana lagi di jepang yg menarik, jgn sungkan untuk colek Domo ArigatoGozaimashita
  9. 6 points
  10. 6 points
    Goede dag! Akhirnya bisa buka forum jalan2 lagi . Pas banget baru selesai trip keliling Eropa bbrp hari yang lalu. Itinerary nya 14 hari keliling 6 negara: Belanda-Perancis-Belgia-Jerman-Swiss-Italy. Dimulai dari book tiket Qatar di bulan Januari pas bom sarinah. Gara2 ke-2 temen saya udh duluan book tiket dan promo hampir berakhir. Rupiah yang baru aja terpuruk inflasi akhir thn dan instability situation, saya tetep nekat beli juga. Hasilnya, promo yg gak berasa promo. Saya apply visa Schengen di akhir juni via Netherland embassy pas sebelum dialihkan ke- agen visa VFS jadi lebih murah 200rb (agent fee) drpd temen2 saya yg via Italy embassy di VFS Kuningan City. Kenapa beda2? Pertama karena saya start nya dr Belanda. Walao gak ngaruh juga sih, karena temen saya startnya dari Paris, tp karena liat kondisi Perancis yg paranoid gara2 Charlie Hebdo attack, mrk apply via embassy yg berbeda. Yang pasti embassy german kita sama2 hindarin krn terkenal strict nya. Itu juga yg membuat saya pilih Belanda yg terkenal santai dan hampir 100% lolos (katanya). Sempet repot juga, karena salah 1 syarat apply visa di embassy tertentu adalah negara tempat kita apply harus paling byk ditinggali. Padahal itinerary actual , paling lama justru di German. Walhasil harus byk bikin booking-an hotel dgn free cancelation fee yg dibuat seakan2 kita lama di negara tsb. Biaya visa dengan kurs saat itu adalah Rp 910,000 ($60). Stlh visa ditangan, baru deh mulai beli2 tiket kereta,bus dll. Ternyata harga tiket kereta slth kurang dari 3bln semakin mahal padahal visa paling cepet apply 3bln sblm tgl keberangkatan. Tau gini beli tiket 4-5bln seblmnya walo blm dpt visa (sok pede,pdhal deg2an mulu takut gak dpt visa). Day 1 - Selasa, 20 Sep 2016 Akhirnya tibalah di Schipol airport Amsterdam . Selama 18 jam perjalanan termasuk 3jam transit di Doha, saya tidur kurang dari 5 jam krn kegerahan (salah pake baju winter) dan nahan pipis krn kejebak duduk di kursi bgn jendela shg susah keluar masuk buat ke wc. Sebelah saya tidur nya kyk org mati. Yang ada saya sukses nonton The Peanuts movie, Angry Bird, dan Kung Fu Panda 3 selama perjalanan dari CGK ke Doha. Baru setelah pswt lanjutan Doha-Amsterdam bisa tidur padahal seduduk sama cowo2 Belanda yg mayan lucu2 walo curiga rada melambai. Yg saya suka dari Qatar, selain makannya lumayan generous, alias dpt jatah 2x makan+ 1x snack walo pesawat tengah mlm sekalipun, audio entertainmentnya cukup oke touch screen nya, video safety nya pun menarik (baca: pemain2 barca yg ganteng2 yg jadi pemandunya) .Basically satu2nya airlines yg saya niat ngeliatin dari awal sampai akhir iklan2nya. Ok balik lg soal Schipol. Bayangan saya Schipol tuh gedung airport gede yang shopping plazanya gede bgt. Ternyata Schipol plaza itu semacam deretan toko di semi outdoor area,dengan platform kereta di undergroundnya. Untuk beli ticket di mesin pun ternyata, hanya terima pecahan COIN dan credit card. Nah yang gak punya duit coin cukup, mending langsung aja antri di Dutch railways ticket desk. Disana saya bisa top up OV-Chipkaart (hasil pinjeman) sebesar € 10 dan beli single ticket ke Bijlmer Arena tmpt hostel saya berada sebesar € 4.8. Kenapa ngepas bgt. Krn saya bermaksud mo beli day pass Amsterdam&Region Ticket buat besok full day. Jadi € 10 cukup utk hari pertama dan ketiga saja yg cukup utk bolak balik Bijlmer Arena dan Centraal 3x.NOTE: saldo minimum OV-Chipkaart itu € 4 utk naik metro dan tram. € 20 utk naik NS (train airport dan antar kota mrk). Berhubung I Amsterdam office di Schipol panjang bgt antriannya, saya putuskan beli di kantor I Amsterdam di Amsterdam Centraal stn utk day pass besok. Mesin tap utk masuk ke platform kereta itu mirip kyk mesin meter parkiran, jadi pengantar yang tidak akan naik kereta pun bisa masuk ke platform kereta. Jeleknya utk turis yg awam kyk kita, harus inget2 utk tap kartu sblm masuk platform. Karena baca2 ada tulisan huruf2 “I Amsterdam” di dpn Schipol Plaza, saya sempatkan dulu foto2 di depan nya , karena setau saya ”I Amsterdam” di dpn Rijksmuseum rame bgt susah dpt angle bagus. Stlh puas liat2 Schipol Plaza yg mirip Citos satu lantai, saya baru turun ke platform, ternyata salah jalur.hahaha.. lagian pede bgt. Taunya yg platform itu khusus ke Amsterdam Centraal. Untung petugas2nya bisa bhs inggris semua. Airport ke Bijlmer ArenA membutuh kan waktu 35menit. Hostel saya terletak 400mtr dari stasiun Bijlmer Arena. Tp karena buta arah, malah ngelilingin gedung stasiun dulu (untung stasiun kecil) baru ngeh arah. Itu pun berkat google map malah jadi turun naik tangga krn dianggap lbh dekat. Pdhal berat koper saya hampir 20kg. Berkat nyasar ini, akhirnya saya putuskan mandi dulu krn keringetan , dari rencana abis check in jam 4 udh bisa jln lagi keliling kota, yg ada baru jam 5 saya keluar hostel. Kali ini saya naik metro , karena lbh murah dan saldo kartu saya cuma € 10. Naik NS (minimum saldo € 20) utk rute Bijlmer-Centraal sebesar € 2.70.Sedangkan metro hanya € 2.17 dgn minimum saldo € 4. Di Bijlmer, jalur NS dan metro setidaknya dibatasi secara jelas dari jalur eskalatornya, walaupun platformnya sebelah2an. Pokoknya lambang NS itu panah bolak balik sedangkan metro itu tulisan METRO gede-gede. Karena sudah sore dan cape, saya hanya mengelilingi daerah seputar Centraal Stn. Wah byk yg bisa dilihat dan ramai sekali orang lalu lalang , tram, sepeda. Aslik harus waspada jalan disini. Apalagi bentuk jalannya conblock semua , gak jelas mana jalan raya mana jalan org. Untuk I Amsterdam office dpn Centraal Stn masih buka jam 5.30 ini. Saya udh pasrah aja keburu tutup krn terlihat sepi bgt. Setelah beli day pass buat besok, saya lanjut jalan lurus menuju arah Madam Tussaud lalu balik Centraal Stn lagi melalui Red Light Distric. Karena tidak punya sim card local, saya hanya mengandalkan screen shot denah, scr peta2 disini berbayar ternyata. Kirain dpt peta gratis dari airport maupun hostel entah keabisan ato memang disini begitu. Serba byr. Harga peta di I Amsterdam cuma € 2.50 sih tp saya males berbayar gt.hahaha. Dari deretan toko2 souvenir di sepanjang jalan, akhirnya berkat saran teman saya, saya dpt toko souvenir termurah. € 5 dpt 3 magnet. Patokannya toko souvenir setelah hiasan sepatu klompen item dpn toko keju. Dari arah stn berarti sisi sebelah kanan. Rata2 magnet ditmpt lain € 5 cuma dpt 2. Hanya toko ini yg dpt3. Dan model magnetnya banyak. Mrk juga jual peta seharga € 1 tp peta weed.Hahaha..tp saya nyesel jg gak beli.Pdhal unik jg tuh. Krn saya blm makan dari turun pesawat tadi siang, akhirnya saya putuskan beli Pho Bo di Little Saigon, mie Vietnam, krn saya butuh kuah2. Sebodo makanan khan Belanda. Saya butuh kuah drpd seret leher (dan mahal lagi utk beli soup). Mo beli masakan Indonesia, sayang, baru hari pertama, udh harus keluar € 7 utk masakan indo. Berhubung pernah ke Vietnam, ya pho bo nya so so bgt. Mie nya agak alot malahan. Tp dagingnya berlimpah bgt. Sampe bisa saya comotin terus bawa pulang. TIPS: selalu bawa kotak makanan di Eropa sini. Porsi gede2 bow. Mayan buat sarapan besok. Untungnya kuah nya enak bgt panas2 stlh jalan kaki melawan angin mlm di Amsterdam. Bun Bo Noung (rice noodle with beef) saya seharga € 7.5 dan teh sereh yang ternyata air panas dan potongan sereh doank (apa saya salah baca menu ya) € 3.50. No worries menunya ada bhs inggrisnya kok. Dan resto ini ada free Wi-Fi nya.Hihi… Akhirnya jam 8 saya balik hotel, dan lgsg black out tidur stlh mandi. Day 2 - Rabu, 21 Sep 2016 Kesiangan!! Semestinya udh bangun dari pagi2 jam 6 tp malah bangun jam 8, stlh mandi dan sarapan pop mie plus daging sisa pho bo semlm, jam 9 saya segera berangkat. Menggunakan day pass “Amsterdam Region day” saya seharga € 13.50. Day card ini berlaku utk Amsterdam tram, bus, metro dan bus2 menuju Zaanse Schans dan waterland region. Ternyata ada untungnya saya kesiangan. Krn matahari baru terbit jam 7.40 dan kalo blm ada matahari, disini diinginnya banget banget. Siangan pun anginnya masih menusuk, cuman ketolong sedikit dengan sinar matahari. Later on, memang Netherland dingin krn letaknya yg agak ke Utara. Dari Bijlmer Stn saya menuju Centraal Stn utk naik bis #391 di platform E. Untung saya udh browse dulu. Krn penunjuk halte2 bis nya entah dimana, dan platform bis ini gede bgt. Mayan kalo hrs nyari2 dulu. Platform bis ini terletak di lt.1. jadi dari platform metro naik escalator 2x. Bus #391 ini interval nya 15menit sekali. Perjalanan ke Zaanse Schans sekitar 40menitan. Bis nya full Wi-fi. Woohoo. Saya sibuk update socmed deh sepanjang jalan. Petunjuk dlm bis pun cukup jelas. Ada layar monitor yang memberitahu sampai 3 nama halte berikutnya. Jadi bisa siap2 jauh2 sblmnya. Plus Zaanse Schans ini pemberhentian terakhir, jadi aman deh. Zaanse Schans Setiba di Zaanse Schans, saya dan penumpang2 lain yg rata2 turis juga. Sama2 bingung krn lokasi halte nya berasa antah berantah dengan gedung yg spt bekas warehouse.Ternyata memang kea rah gedung dibalik halte itu lah lokasinya. Stlh melewati gedung museum Zaanse Schans, baru deh keliatan arah ke lokasi kincir anginnya. Well mnrt saya dan juga sempet baca2. Memang Zaanse Schans ini newly built windmill buat turis. Ada cheese factory lagi, klompen factory, sempet nonton juga cara pembuatan klompen dan tentunya windmill yang ciamik bgt buat difoto2. Walo dibilang kyk theme park. Saya sih suka.. ga ada entrance fee pula..hahaha.Tapi utk masuk ke windmill ada byr sih. Lupa. Krn gak masuk juga. keramean. Krn saya mengejar wkt makan siang di Volendam. Itinerary saya memang absurd bgt. Saya cuma 1.5jam disini. Puas fotoin kincir angin dari berbagai angle. Saya pun naik bis kembali ke Centraal stn dari halte yang sama. Setiba di Centraal Stn, saya ketemu papan petunjuk nama bis beserta nama haltenya dan estimasi kedatangan. Dari situ saya segera menuju halte tempat bus #314 berada. Volendam Yup disini saya kedapetan bis yg layar info nya matek. Walhasil bukannya buka google maps, gegara liat ada turis2 dari indo dan sempet ngobrol ada yg pernah ke Amsterdam, saya pikir aman donkkk,tinggal liat mrk.Eh kelewatan tuh halte ke Volendam. Hegh. Saya nyadar stlh ngeliat nama2 halte pas bis berhenti sudah ada embel2 Edam, yg saya inget lokasinya setelah Volendam. Walaupun saya pernah baca Edam itu justru lbh bagus dan less touristy, saya gak ada wkt kesana. Akhirnya saya dan turis indo itu memilih keluar di halte selanjutnya yg keliatan ada bis nomer yg sama lagi ngetem kea rah kebalikan. Andddd jrenggg si day pass kami, gak bisa semua. Mungkin krn kita stop dan masuk di jalur halte non turis, bis2 ini memang melewati jalur hunian penduduk, jadi byk penduduk lokal yg turun naik, untung supir nya baekk. Krn gw bilang kita kelewatan halte ke Volendam, kita semua di ijinin masuk . Ternyata kita kelewatan 10menit, dan halte turunnya agak ditengah. Jadi saya balik ke halte tempat semestinya kita turun yang dekat dengan information centre untuk foto2. Sedangkan turis indo yg bareng saya itu langsung menyusuri ke arah dock tempat keramaian turis. Memang beda suasana di Zaanse Schans dengan Volendam, kecuali gak ada windmill ya, di Volendam ini masih merupakan tempat hunian penduduk lokal.Suasananya less touristy (kecuali dkt dock) sepi,nyaman, dan tentram.. pokoknya yang demen sepi2, bakal seneng menyusuri daerah sini. Mendekati daerah dock mulai rame banyak turis dan toko2 souvenir dan restaurant . Disini yg terkenal tentu saja foto ala2 Dutch lady, alias pake baju tradisional sana. Hrg nya € 15/org dan rata2 tarifnya sama aja tuh sepanjang saya jalan kaki nyusurin dock. Mana nih yg bilang bisa dpt € 8. Hrg souvenir stdr. € 5 dpt 2pcs magnet. Berhubung sudah beli 3 kmrn. Jadi saya pass aja. Saya menyusuri deck utk mencari ferry express untuk menyebrang ke Marken.Setelah melihat jadwal saya masih ada waktu 30menit utk keberangkatan berikutnya. Beli tiket dulu € 7.5 utk one way baru cari kibbeling yaitu snack fish n chips. Berhubung harga di resto dengan view laut diatas € 8 semua. Jadinya saya beli yg di food stall seharga € 4.5 fillet fish dengan saus tartar. Terus duduk2 di kursi-kursi yang menghadap laut. Makan sambil menikmati angin laut. Senangnya. (macam gak kedinginan). Tp kalo soal rasa sih.. masih enakan fish n co Jakarta..hahaha .Mnrt saya agak greasy dan msh ada duri ikannya. Yikes, pdhal saya paling illfeel makan ikan ada durinya gt. Yah.. € 4.5 mo complain apa lagi. Dari segi size sih cukup besar. Tp berhubung ga ada French fries nya, dikenyang2in sajalah. Nasib ,ga ada wkt beli waffle disebelah food stall fish n chip, krn cukup antri. Jadinya langsung naik ferry. Org ferry nya ngasih peta seputar waterland region, jadi di ferry bisa baca peta mo ngapain aja di Marken nanti. Soal view, yg bagus sesaat setelah brgkt dan sesaat seblm sampai.. selebihnya ya laut aja yg ga ada view. Makanya di ferry jualan beverages juga buat kongkow2 ngisi waktu. Marken Marken ini ya setipe dengan Volendam. Ada clog (klompen factory) juga, cheese factory (lagi dan lagi). Ada hunian penduduk juga. Berhubung saya absurd dikejar wkt plus nyasar dikit di kotanya. Padahal desanya kecil dan udh ada peta. Akhirnya malah nemu halte bis. Terus saya ambil bis #315 dan balik ke Centraal Stn (pemberhentian terakhir). Summary: Zaanse Schans: Bis #391. Platform E. Interval 15mins. Traveling time 40mins. Volendam: #312 ,#314, #316 .arah Edam. Cari aja yg tercepat. Turun di halte: Julianaweg/centrum Volendam. Traveling time 40mins. Marken : #315. Turun di halte Kerkbuurt-Centrum. Interval 30mins. Traveling time: 35mins. Berhubung sampai Centraal stn masih jam 3-an. Saya akhirnya naik tram #2 ke Rijksmuseum. Ambil foto di depan huruf2 I Amsterdam dan foto di tamannya. Rijksmuseum Amsterdam (everyday:09.00-17.00.Fare 17.50euro. garden area (Museumplein) is free to stroll up to 18.00) and I Amsterdam letter. How to get there: By tram (from Central Station) - lines 2 or 5 (exit on stop Hobbemastraat); from elsewhere in the city - tram 6, 7 or 10 (stop Spiegelgracht). By bus: 145, 170, 172 (stop Hobbemastraat). Please note that the bus stop Museumplein is far from the city museums. Karena saya gak minat masuk museum. Saya jalan kaki ke arah Hard Rock Café Amsterdam utk beli kaosnya. Later on ini kepake banget karena saya keabisan t-shirt. Hard Rock Café Address: Max Euweplein 57, 1017 MA Amsterdam, Netherlands Open: 9am-1am Dari situ jalan kaki lagi ke resto Dutch lokal yang namanya Hap Hmm. Ini katanya recommended. Makanya saya bela2in kemari.Plus ternyata ada menu bhs inggrisnya dan free Wi-fi (penting!). Pesen grandmother meatballs (grootmoeders gehaktbal-€ 8.50) , coklat souffle dengan ice cream vanilla (Chocoladesouffle met ijs ens slagroom-€ 3.5) dan peppermint tea €3.00. Rasa: meatballsnya mayan enak. Dpt 2meatballs tp gede bgt. Dan kentang rebus nya byk bgt . Dpt bayam tumbuk (?) rasanya asiiin dan creamy, jadi saya gak makan byk. Saking gedenya porsinya (mnrt saya) jadi saya masukin ke kotak makan utk besok pagi ¼ nya. Dan itu pun tetap byk lah. Serius kenyang bgt. Souffle saya sampai gak abis. Huhuhuhu padahal justru yg ini enak bgt. Lava cake gt. Coklat dlmnya meleleh pas dipotong… hiksss sediiihh. Gak mungkin juga dibawa pulang. Kotak makannya cuma 1. Hap Hmm Address: Eerste Helmersstraat 33, 1054 CZ Amsterdam, Netherlands Open: Mon-Fri: 4.30pm-8.45pm Selesai makan. Saya mo ke arah Rembrandt House melewati Bloemenmarkt. Naik tram #1 ke arah centraal Stn turun di Koningsplein. Dari situ saya nyasar.. cuma ketemu Bloemenmarkt. Yg udh tutup juga krn sudah jam 5an.Jadi gak festive2 amat. Semestinya ke museum Rembrandt saya malah cuma ketemu patungnya tok. Mungkin deket2 situ ya. Tp krn sudah mulai jam 7, sudah mulai gelap. Saya akhirnya memutuskan ke Anna Frank yang semestinya saya datangin di hari pertama. Nekat sih.. krn sebenarnya kalo udh gelap agak riskan jg cari jalan sendiri. Menimbang betapa payahnya saya membaca peta. Anna Frank ini sebenarnya buka sampai malam. Justru yg beli on the spot itu memang dibolehkan nya stlh sore. Tp nasib. Turun tram #14 yg kebetulan sejalur dari Rembrandtplein, eh bukannya belok kiri saya malah ke kanan. Ya gmn yee.. di screenshot peta, deket canal, nah tiap 2 lajur jalan, canal semua. Mana saya tau arah mana. Setelah jalan 30menit, saya baru berasa, kyknya kebalik arah, nemu laki2 cakep (harus donk nanya sama yg kece2) lg ngafe sendirian diluar sambil maenan gadget, akhirnya saya samperin, saya tanya arah Anna Frank House yg ke mana dan benerlah.. memang arah kebalikan saya. Dia kasi tunjuk google map nya dia. “Approx 30mins walking from here” hiks bgt. Sebenarnya kata si bule cakep itu, patokannya dkt sama gereja. Berhubung udh gelap, gak jelas juga penampakan gerejanya. Akhirnya saya jalan sesuai kata dia. Kyknya ketemu gerejanya. Daaan ternyata memang dkt abis dari tmpt saya turun tadi. Berhubung udh gelap,krn udh jam 9.15. Walaupun masih byk yg antri diluar.Saya cuma foto2 dikegelapan doank.Males masuk.Krn udh gak mood.Dan seinget sy di dlm museum naik2 tangga lagi. Gagal deh mo liat scene first kiss “The Fault in Our Stars” (lho). Maaf saya blm baca buku Anna Frank nya. Sad ending gt gak kuat deh baca ampe akhir (ya iyalah memoar dari diary korban WW1), mending baca ikhtisar nya aja udh cukup. Seandainya masih ada energy dan space diperut. Sebenarnya masih blm kesampaian makan apple tart yg recommended nya itu dkt Anna Frank House. Hiks .sudahlah. Akhirnya naik tram dkt gereja (empet bgt) apalah nomernya yg penting adad tulisannya Amsterdam Centraal. Langsung pulang ke hostel dan packing buat besok ke Paris. Anna Frank House: Open: Daily 9am-9pm (till 10:00 pm on Saturdays).Online visitor up to 3.30pm. Onsite visitor only after evening. Ticket € 9 How to get there: Streetcar 13, 14, or 17 to the Westermarkt stop.Bus 170, 172 or 174 to the Westermarkt stop.The Museum Boat stops directly in front of the Anne Frank House.15 minutes walking from the Central Train Station Day 3- Kamis 22 Sep. Check out. Stlh pake drama krn sekamar sama2 bule2 yg pada gak biasa bangun pagi dan lampu nyala. Akhirnya saya packing diluar kamar dan kehilangan gembok kesayangan saya.HIks. Selesai sarapan dengan meatball sisa semlm. Saya cabut ke Centraal Stn. Biar bisa geret koper dengan santai. Udh santai2 bgt gt, masih aja sampai centraal Stn sejam sebelum keberangkatan. Sampai papan info nomer platform nya aja blm muncul. Untung ada petugasnya, dan kereta Thalys ke Paris yg berangkat jam 11.17 ada di platform 15b. Sesampai di platform 15b saya liat dia anak tangga biasa ke platform yg letaknya diatas. Untungnya saya kekeuh ambil yg 15a pakai escalator. Ternyata nyambung, Dan ternyata dingin ya boookk. Apadaya ternyata di Centraal stn jarang bangku, toko2 pun cuma seimprit. Akhirnya duduk di bangku khusus perokok di platform yg kebuka, dan dingin berangin. Sisi bagusnya , saya jadi mempelajari antara lokasi gerbong saya harus tunggu di tanda stop-an yg mana krn ada denah gerbongnya. 15menit menjelang kereta datang. Penumpang mulai keliatan berkerumun banyak. Dan keretanya datang 5menit seblm waktu keberangkatan. Beuh. Untung saya masih dpt tmpt koper dkt pintu. Krn kalo tidak harus taro koper di rack atas kursi. Bye bgt. Angkat koper 24inchi seberat 18kg. Thalys nya gak se-extraordinary bayangan saya. Masih bagusan Shinkansen Jepang jauhhhh…At least masih dpt free wi-fi, dan colokan later on kereta2 German malah ga kasi apa2. Padahal semua serba mahal. Jarak antar kursi pun memang kurang memungkinkan utk taro koper di kaki kita, gak seperti di Shinkansen. Dgn koper yg sama, saya msh bisa taro kaki disela2 koper dan bangku. Thalys ini saya beli 2.5bln seblmnya, stlh dpt visa. Dpt di harga € 52. Kalo beli 4bln sblmnya bisa dpt diharga € 35 saja. Sedih ya. Hasil dari nunggu kelamaan tadi, saya jadi bisa beli sandwich (€3) dan stroopwafel (€ 1) utk dimakan dikereta. Kepikiran LINDL supermarket dkt hostel yg gak sempat saya datangin, gara2 gak boleh bawa backpack kedlm. Pasti lbh murah2 lagi pilihannya. Ah sudahlah.. bersambung di FR Paris ya..
  11. 5 points
    Selamat siang JJ’er…jangan heran kalau judulnya drama satu babak ya ? Wah pokoknya lain dari pada yang lain deh kisahnya, ada air mata, ada kegalauan dan ada keharuan yang luar biasa. Bermula ketika mommy2 lansia pada kepengin naik gunung, apa daya ? Para bodyguard juga lama jawabnya ketika dimintai pendapatnya, beneran nih moms mau naik gunung ? Kami siy siap aja ngawal mommy2 perkasa, tapi kudu yakin dan semangat kalau bisa sampai atas, kami para bodyguard siap jadi sweaper di belakang. “Saya mau poto sambil pegang bendera merah putih di summit,,,!” “Saya juga mau poto sambil pegang tulisan ‘I’am here Mt. Prau 2.565 mdpl’…” “Saya penasaran sama golden sunrisenya” Duh masing2 pada mau ndapetin dreamnya. So, deal, berangkaaaattttt…! Gak nyangka, setelah di list ngumpul sampai angka 38 orang. Sempat kaget juga awalnya, karena setelah telpon2an ke EO di Dieng ternyata kebutuhan naik gunung itu banyak sekali, dan untuk semua itu kita musti sewa. Kurang lebih satu bulan barangkali persiapannya, dari mulai bikin kaos seragam, ngumpulin dana dan sewa alat2 yang sesuai kebutuhan tidak semudah yang dibayangkan. Dari sini jadi ketahuan letak perbedaannya antara ikut open trip dengan ngrancang sendiri kebutuhan tripnya. Kalau ngrancang sendiri belum tentu benar dalam memperkirakan jumlah kebutuhan, yang kebagian hitung2annya ini yang pusing 7 keliling. Okelaahhhh,,,itu masalah teknis ya ? Yang penting happy2nya sudah terlaksana dengan sukses, dan happy ending. Soal drama satu babak begini cerita lengkapnya : Day 1, tanggal 16 September 2016 Oh yaaa, dari 38 orang yang terdaftar akhirnya pada rontok dan sisa 31 orang, ini juga permasalahannya, jadi untuk teman2 yang sering ngoordinir jalan2, ada tips nih, pastikan jumlah peserta fix diterima sebelum memutuskan untuk rental mobil. Karena bagaimanapun kita kan juga kepengin dipercaya orang lain, jadi walaupun sudah rental mobil sesuai kebutuhan awal, walaupun akhirnya ada peserta yang batal, kita gak mungkin akan membatalkan salah satu armadanya. Saking banyaknya peserta, rombongan akhirnya terbagi menjadi 2 kloter : - Kloter pertama pakai KA Serayu Jurusan Senen – Purwokerto via Bandung, berangkat jam 21.00 sampai Purwokerto jam 07.33 - Kloter kedua pakai KA Progo Jurusan Senen – Kediri via Cirebon, berangkat jam 22.30 sampai Purwokerto jam 03.30. Sebelum berpisah dengan kloter 1, kami ngumpul dulu di ruang tunggu dan makan bakso terlebih dulu. (Salah satu member RM ada yang usaha resto macem2 makanan, jadi sempatkan masak bakso terlebih dahulu untuk kami). Memang jalur utara lebih pendek jaraknya sehingga lebih duluan sampai. Dan yang lewat Selatan secara kebetulan kok kena musibah longsong, jadi penumpang di turunkan di Stasiun Kiara Condong Bandung. Teman2 kami pilih turun dan rental mobil menuju Purwokerto, penumpang lain ada yang menunggu pembersihan di lokasi longsor jadi tetap berada di kereta itu. Akibat musibah tersebut, maka kloter pertama bakal lebih lambat nyampai di Purwokertonya, akhirnya diputuskan untuk meeting point di Wonosobo saja. Daripada kloter 2 yang sudah sampai di Purwokerto duluan bengong2 maka saya telpon sopir mobil elf untuk njemput lebih pagi, supaya kami bisa manfaatkan waktunya di Purwokerto. Day 2, tanggal 17 September 2016 Tepat jam 03.30 kloter 2 sampai di Stasiun Purwokerto, seperti biasanya, biarpun masih dini hari dan belum mandi, kamipun sempatkan untuk mengabadikan kedatangan kami di stasiun. Kemudian, sambil menunggu siang, kami singgah di warung Koko Kumis yang jualan berbagai minuman hangat dan gorengan, special mendoan, sebagai makanan khas Purwokerto. Warung Koko Kumis letaknya di depan Stasiun Purwokerto, jadi kami tinggal jalan kaki saja untuk menuju kemari. Kebetulan suasana masih dingin karena sehabis hujan, terlihat dari jalanannya yang masih basah, maka menyantap mendoan panas2 sangat cucok sekali. Tidak sampai mengeluarkan kocek Rp. 10.000 sudah kenyang. Tak berapa lama mobil elf kami datang, kemudian untuk bekal ke Wonosobo nanti, kami mampir ke Pasar Manis Purwokerto untuk beli cemilan2 buat bekal di Perjalanan. Sesudah dari Pasar Manis kami lanjutkan untuk mandi2 dirumah teman yang rumahnya tidak jauh dari stasiun. Segar sekali rasanya sempat mandi, beda dengan teman2 di Kloter 1, mereka gak sempat mandi dan akan langsung ke Wonosobo via Banyumas. Tiba2 beberapa peserta kepengin nyicipin Soto Sokaraja, makanan khas juga di daerah Purwokerto, kamipun akomodir keinginan mereka dengan singgah di Soto Sokaraja yang ada di Jl Sawangan, cabang dari Soto Lama Sokaraja. Dan surprise, malah kami ketemu dengan rombongan PMI Purwokerto yang di kawal oleh Bapak Wakil Bupati Banyumas dr Budhi Setiawan. Mendadak Komunitas Jalan2 Indonesia langsung ngetop, dan beberapa dari mereka pingin bergabung dengan KJJI. Bravo Mimin n Momod KJJI,,,,,,!! Sesudah sarapan siap meluncur ke Wonosobo, bismillah,,,semoga perjalanan lancar. Kami lewat Sokaraja, karena jalanan lebih mulus dan jadi lebih pendek jarak tempuhnya, jalan pintas tersebut bernama Jembatan LinggaMas, jadi tidak lewat dalam kota Purbalingga tapi dari Sokaraja memintas lewat Desa Petir lalu tembus Banjarnegara. Di Banjarnegara ada 2 orang yang kami jemput. Di Gerbang Kawasan Dieng Plateau kami berhenti, berharap bisa menunggu Kloter 1 yang sudah sampai Banjarnegara, tapi ternyata lama ditunggu tidak muncul2 juga, akhirnya kami lanjutkan perjalanan menuju Pusat Informasi Pariwisata Dieng, karena disana sudah menunggu teman kami yang dari Solo. Begitulah, teman dari berbagai daerah berkumpul jadi satu dibawah bendera KJJI. Begitu sampai kami makan siang terlebih dahulu di RM Edelweis yang ada di depan basecamp, sambil menunggu Kloter 1 yang belum sampai. Sesudah makan, mulai mempersiapkan alat2 yang bakal dipakai buat pendakian, diantaranya matras, sleeping bag, trackpole, headlamp, blanket, tenda, kompor, nesting, gas. Beberapa teman ada yang punya peralatan sendiri, sehingga yang sewa hanya beberapa buah saja disesuaikan dengan kebutuhan. Kurang lebih jam 17.30 kami start menuju basecamp 1 untuk registrasi, HTM ke G Prau Rp. 10.000 per orang. Untuk pengamanan pendakian, peserta kami bagi menjadi 4 pleton, masing2 pleton dikoordinatori oleh 1 orang teman laki2 yang sekaligus berfungsi sebagai sweaper. Satu pleton terdiri dari 8-9 peserta. Yel2 kebersamaan dan kekompakanpun kami kumandangkan,,,,,,RM yessssss,,,!! Sesudah registrasi mulailah perjalanan menuju G Prau, pertama-tama melewati perkampungan penduduk kemudian masuk ke area perkebunan sayur2an dan berubah menjadi jalan setapak. Gerimis rintik2pun menemani perjalanan kami, sehingga kamipun membuka tas perlengkapan untuk kemudian menggunakan jas hujan. Pleton yang telah kami buat akhirnya berantakan, karena kecepatan berjalan dan ketahanan fisik masing2 anggota ber-beda2, jadi yang berjalan lebih cepat akhirnya mendahului yang lambat. Kalau sudah begini bisa ditebak, sayalah yang paling belakang sampai. Disinilah dimulainya drama itu. Karena saya sering singgah2, akhirnya ketinggalan rombongan, saya putuskan agar yang lain jalan duluan saja, biarkan saya sendiri yang penting ada 1 sweaper dan 1 porter yang menemani. Jadi kami bertiga berjalan di paling belakang, lama2 rombongan didepanpun sudah tidak kelihatan, saking sudah jauhnya di depan. Dari pos 1 dan pos 2 signal handphone masih bisa nyambung, sehingga saya masih bisa memantau sampai dimana rombongan yang ada di depan. Kurang lebih jam 19.00 bertepatan dengan adzan shalat Isya, saya seperti sudah tidak kuat rasanya, mata kantuk, perut mual2 dan leher terasa sakit, sementara gerimis masih menemani kami bertiga. Dalam kondisi seperti ini saya paksakan untuk jalan terus, karena saran porter kami agar berhenti di jalanan yang agak landai supaya bisa tidur2an sekalian memijit saya. Dan benar, sebelum area “Akar Cinta” saya berhenti, duduk di rumput2 yang lahannya landai, untuk kemudian dipijit oleh Pak Urip (porter kami) sambil di baluri minyak kayu putih. Seketika itu juga saya bersendawa, tapi menurut sweaper kami, Mas Firman, saya kelihatan pucat, dan memang sempat muntah2. Akhirnya Pak Urip mengusulkan untuk buka tenda di tempat itu, diapun telepon ke basecamp 1 untuk minta diantar peralatan buka tenda sekaligus makan malamnya. Sebelum mereka datang, saya sudah tertidur di rumput2an beralaskan jas hujan dan berselimutkan sarung pak Urip. Begitu tenda sudah berdiri, sayapun terbangun dan pindah ke dalam tenda. Pak Urip dan mas Firman duduk2 di pintu tenda sambil masak air panas untuk menghangatkan kaki saya. Selebihnya saya tidak tahu, tapi saya masih sempat melihat mereka berdua makan nasi goreng yang dibawa porter dan minum kopi. Dan ketika saya terbangun, ternyata sudah jam 2 pagi, saya putuskan untuk tetap naik, gak tega rasanya membiarkan teman2 di atas. Apalagi anak saya juga ikut dengan rombongan depan, tapi saya percaya pasti teman2 care dengan anak saya. Kami menunggu pak Urip beres2 tenda dan alat2 lainnya, sehingga kurang lebih jam 3 kami baru mulai jalan. Rasa mual2 masih terasa di perut saya, sehingga di pagi hari itu saya sempat muntah2 2x. Jamu tolak angin sempat saya minum dan coki2 untuk menambah kekuatan. Singkat cerita, dengan ter-tatih2 kami bertiga sampai juga ke Summit di 2,565 mdpl. Di situ juga saya menyaksikan sunrise yang luar biasa bagusnya, tapi mungkin masih kurang bagus dibanding yang dilihat teman2 saya di camp, karena porter buka tenda tepat di depan Gunung Sindoro Sumbing sehingga kalau mereka buka tenda sudah langsung bisa menyaksikan Sang Bagaskara muncul perlahan untuk kemudian memancarkan sinar kemilau jingganya. Day 3, tanggal 18 September 2016 Tetap bersyukur, dan terima kasih tak terhingga special untuk Mas Firman dan Pak Urip yang dengan sabar menunggu dan mensupport saya tak henti2. “ayoooo bundaaaaa,,,sedikit lagiiiii,,!” “nanjak sekali lagi bunda,,,,,mau istirahat dulu apa lanjut ??” Kalau jawaban saya “lanjuuut” mereka Nampak senang sekali, pertanda saya kuat dan lagi semangat. Ini yang orang2 sering bilang, bawalah teman seperjalanan yang care, karena pasti saat pendakian semua butuh kerja sama dan kekompakan, kalau banyak yang egois apa jadinya ? Ketika sudah di summit, suasana malah sepi, karena orang2 kebanyakan buka tenda di bukit yang ada dibawahnya, dengan pertimbangan kalau di summit lebih dingin dan lebih terbuka jadi angin akan lebih kencang. Jadi kami lanjutkan perjalanan lagi kearah turun, melewati Bukit Teletabbies yang indah. Bunga2 sudah mulai bermekaran, padangnya luas bisa buat ber-lari2an. Pak Urip mendahului kami, dengan alasan hendak kasih tahu teman2 kalau saya sebentar lagi sampai. Dan secara kebetulan, ternyata mereka sudah ber-siap2 hendak turun, menurut mereka mana mungkin saya ikut naik karena sudah siang ? Dan benar saja, begitu saya sampai di tenda2 tempat mereka ngecamp, langsung pada melongok dari dalam tenda dan berhamburan keluar, kecuali yang sedang masak2, merekapun tercengang, benarkan ini saya ???? Teman2 pada happy dan menyambut saya dengan euphoria yang luar baisa, hiruk pikuk mommy2 RM mengusik sekelompok tenda2 anak muda disebelahnya, sehingga merekapun nyeletuk “Golden Memories niihhhh,,,!” Hhhhhmmmmm,,,masing2 pamer foto cantik mereka, dan saya tidak punya dooong ?? Tapi sisa waktu ini kami habiskan untuk foto2 bareng sesuka hati. Bahagianya jika melihat mommy2 lagi pada heboh,,,mengalahkan anak2 muda. Dan beberapa anak2 muda yang ikut di trip ini juga nampak happy, mereka cepat berbaur dan sangat membantu kami yang udah lansia. Daaan, opo tumon ? Baru sebentar foto2, komandan pleton sudah berteriak untuk mengajak turun ? Olala,,porterpun sibuk mengemasi tenda2 dan alat2 masak yang masih berserakan, sementara saya masih menyempatkan untuk sarapan mie rebus terlebih dahulu, takut nanti masuk angin lagi, dan minum teh manis panas buat nambah energy. Sambil sarapan, salah satu teman bercerita kejadian semalam, diantara mommy2 yang sudah duluan sampai ternyata ada yang sakit, ada yang kedinginan, ada yang kelaparan, ada yang gak kebagian tenda dikarenakan belum ketemu kelompoknya saja siy. Iya, termasuk pembagian teman tenda juga sudah kami buat sebelumnya, tapi mungkin karena panic sehingga lupa siapa teman setendanya, dan setiap membuka tabir tenda kok sudah penuh ? Dimana tenda saya ? (Itu sedikit kegaduhan yang terjadi, tapi segera teratasi, lagi2 karena teman2 pada care satu sama lain). Sebagai koordinator saya merasa bersalah, disaat mereka kesusahan saya tidak ada, dan ini akan menjadi mis kalau seandainya saya tidak jelaskan sedang dimana keberadaan saya ketika mereka mengalami ketidak nyamanan itu ? Ternyata saya mengalami hal yang sama, inilah sebuah pembelajaran, keterbukaan sangat diperlukan dalam sebuah team. Dan masing2 dari kami telah berhasil menguasai diri sendiri, maklum namanya juga mommy2, pastilah sudah bisa bersikap lebih dewasa dan tidak kekanak-kanakan. Olrait, selesai sarapan kami turun lagi,,,,,terima kasih Mt Prau, di punggungmu kami berdiri, mengibarkan bendera merah putih kebanggaan kami. Di punggungmu pula kami telah menyaksikan pemandangan alam yang luar biasa indahnya, Mt Sindoro, Mt Sumbing, Mt Merapi, Mt Merbabu, Mt Slamet,,,dan apalagi ya ? Puncak2 mereka bermunculan di tengah2 awan yang berarak putih bagai kapas,,,,Subhanallah,,,tiada kata yang pas untuk melukiskan keindahan itu, hanya mata dan hati kami yang berdecak kagum atas semua ini. Alam telah mengajarkan kami untuk bersyukur dan rendah hati,,,,, Perjalanan turun kami putuskan dengan rombongan tetap ketika berangkat, Mas Firman dkk, anak2 muda yang penuh perhatian sama Mommynya. Sebentar2 istirahat, dan sebentar2 muntah,,,,3x muntah dalam perjalanan turun kali ini. Rombongan lain yang sempat menunggu kami antri menuruni jalan setapak, saya persilahkan duluan. Biarlah kami belakangan, dan hampir di setiap pos kami istirahat lama. Di Pos 2 porter yang membawa kompor berhenti menunggu kami, rupanya rombongan anak muda dari grup lain menginfokan kalau saya muntah2, sehingga butuh teh manis panas untuk tambah energy. Begitulah, entah siapa mereka tetapi perhatiannya luar biasa, anak gunung memang oke, sudah terbukti sikap sosialnya luar biasa. Dan setelah dari Pos 2 kami belok kekiri untuk mengambi jalan lain, melewati jalur Dieng. Disini pemandangannya lebih indah dan jalannya lebih landai ketika turun. Dan jangan dilupakan, sampah yang ada bawalah turun, jangan kotori tempat ini dengan sampah2 kita. Kurang lebih jam 15 urusan administrasi selesai, kami termasuk rombongan terakhir yang meninggalkan basecamp. Dua mobil lainnya sudah berangkat duluan, karena ada yang lebih awal jam keberangkatan keretanya. Di grup whatsapp mereka kirim2 foto, ada yang singgah ke Dawet Ayu khas Banjarnegara, ada yang singgah ke Soto Sokaraja. Semuanya happy,,,,,,dan kebahagiaan itu masih tersisa disini, di dada ini. Salam Jalan2 Indonesia,,,!! Kontributor : Farah Haifa Anisa Rahmadi Titik HS Yulie Pram
  12. 5 points
    Endar

    Pulau Paserang

    Sudah lama tidak share indahnya Indonesia. Setelah lelah letih naik Rinjani, kurang pas kalau tidak menikmati indahnya laut Nusa Tenggara. Awalnya berencana explore pantai-pantai di Lombok tapi setelah bincang-bincang sambil istirahat di Pelawangan akhirnya diputuskan untuk menyeberang ke Sumbawa. Menyeberang dari Lombok ke Sumbawa sekitar 1,5 jam dengan kapal Ferry, dari pelabuhan Kayangan ke Pelabuhan Poto Tano. Tarif per orang 20000. Sah, saya menginjak bumi Sumbawa. Di Poto Tano sudah ada ketinting yang menunggu untuk island hopping. Awalnya ke pulau Kenawa, ini sudah sering didengar. Nah, yang saya mau bagikan adalah pulau Paserang. Pulaunya tidak jauh dari pulau Kenawa. Awalnya sedikit pesimis karena pulaunya tidak terawat. Ada beberapa pondok-pondok yang sudah hampir hancur. Tidak ada pengunjung selain aku dan teman-teman. Ketinting merapat dermaga kayu, aku melihat ke air di sekitar dermaga dengan warna gelap di dasar. Penasaran entah karang mati atau karang hidup aku segera turun. Dekat tepi pantai banyak karang mati. Namun setelah agak ke tengah saya acungi jempol. Bawah lautnya luar biasa. Clown fish banyak dengan anemone yang sehat. Kalau diperhatikan, mungkin terumbu disini pernah hancur namun setelah itu hidup kembali karena di bawah erumbuyang mati banyak anemon-anemon yang menjadi sarang clown fish. Selain itu juga banyak sampah seperti ban atau kerangka-kerangka besi. Kurang tau dulu ada budidaya terumbu karang dengan media itu atau memang sampah yang sekarang menjadi sarang ikan. Salam lestari, Endar . Pemanasan dulu dengan Pemandangan pulau Kenawa Karangnya sehat di Pulau Paserang Nemonya cantik Nemo di sarangnya
  13. 5 points
    Pagi hari menjelang di long weekend, banyak orang memutuskan menghabiskan longweekend untuk pergi keluar kota. Kenapa anda tidak coba mengeksplor kota Jakarta saja. Gang Gloria dan Petak 9, Glodok (Jakarta Barat) bisa menjadi salah satu pilihan anda untuk menghabiskan hari libur anda baik bersama keluarga maupun bersama teman-teman. Di Gang Gloria anda bisa berwisata kuliner baik makanan ataupun minuman yang pasti ada tidak bisa temukan di tempat lainnya. sementara di petak 9, glodok atau lebih sering dikenal dengan pasar petak 9 anda bisa merasakan suasana pecinan (china town) nuansa merah yang mendominasi. Pilihan utama untuk merasakan kuliner ketika anda di Gang Gloria yaitu Kopi Es Tak Kie. Tempat ini merupakan salah satu tempat makan yang klasik, baik dari setting maupun suasana (ambience) seakan akan kita berada di masa lampau di salah satu kota di daratan china, salah satu faktor yang membentuknya adalah Kopi Es Tak Kie sudah berdiri sejak 1927. Pilihan Minuman yang disajikan di Kopi Es Tak Kie adalah Kopi Hitam (panas/dingin), Kopi Susu (panas/dingin), Es Teh Tarik (tentunya dingin). Kopi Es Tak Kie posisinya berada di bagian tengah Gang Gloria, ketika ada melihat sebelah kanan banyak penjual Sek Ba dibagian belakangnya adalah Kopi Es Tak Kie. Sepanjang gang gloria ada akan menemukan banyak makan khas pecinan (china town) salah satunya adalah Sek Ba, Nasi Campur, Nasi Tim, Mie Kangkung dan tentunya beberapa camilan seperti Cak We, Bacang, maupun Bakso Goreng. Es Kopi Susu - Sumber www.minumkopi.com Ketika ada berada di Kopi Es Tak Kie, ada tidak perlu kuatir untuk membeli makan dari luar karena ada bisa membeli makanan dari luar dan memakannya di Kopi Es Tak Kie. Gang Gloria - sumber : www.chris13jkt.wordpress.com Setelah puas menikmati makanan di Gang Gloria dan membawa pulang beberapa makanan untuk dirumah saatnya menikmati suasana pasar petak 9. Sebenarnya pasar petak 9 tidak jauh beberbeda dengan beberapa pasar lainya, tapi di pasar ini terdiri dari beberapa bagian yang menjual barang yang dijual berbeda baik dari sayur mayur-buah buahan maupun kebutuhan sehari hari. Di bagian pinggir jalan dari petak 9 ada akan melihat kerumunan penjual dan pembeli yang melakukan transaksi jual beli seperti baju (baju dengan warna merah menyala) dan beberapa kebutuhan rumah tangga. Walaupun Tahun Baru China masih lama tapi suasana merah sangat mendominasi area ini bahkan ada beberapa penjual yang menjual angpao. Apabila anda masuk kedalam sedikit dari pasar petak 9, anda akan menemukan pasar yang menjual sayur mayur dan buah buahan yang dijual dengan segar, dan tentunya ada masih akan menemukan beberapa ornamen merah dan pecinan. Bagian dalam pasar petak 9 Kegiatan mengunjungi gang gloria dan petak 9 lebih baik dimulai dari pagi hingga siang hari, tujuan pertama sebaiknya Gang Gloria. Kenapa gang gloria menjadi pilihan pertama karena bila anda kesiangan tiba di Gang Gloria banyak makanan yang sudah habis. Apabila anda mengunjungi tempat ini jangan lupa membawa kamera digital anda untuk dokumentasi pribadi dan baiknya anda menggunka baju kaos dan celana pendek yang nyaman. Dikarenakan susahnya mencari parkir, karena tidak disediakan lapangan parkir yang sesuai standar sebaiknya menggunakan angkutan umum ataupun jasa transportasi online. Selamat menikmati Gang Gloria dan Petak 9.
  14. 5 points
    Setiap liburan, secapek apapun pasti gw kebangun pagi dan langsung seger. Termasuk pagi ini. Mungkin terlalu excited juga karena saking ga sabarnya mau nyobain roller coaster tergila yang pernah ada. Seperti biasa, ritual pagi gw mulai dengan bikin kopi. Sebelumnya pas pesen kamar tadinya ga expect banyak, yang penting deket sama stasiun dan FujiQhighland. Ealah, pas lagi ngaduk kopi, gw buka jendela pelan-pelan. Pelan banget karena takut anginnya dingin… Dan… Pas kebuka… Gw… Dapet… FUJI-SAN!!! Seseneng itu sih, gunungnya jelas banget keliatan. Ga nyangka bakal dapet kamar yang viewnya Fuji. Akhirnya foto2 dulu deh sebelum siap2. Sambil ngopi nikmatin pemandangan dulu. Setelah siap2, kita sarapan dulu. Semalem beli makanan dingin di konbini, tinggal diangetin di microwave hotel. Setelah makan selesai, kita udah ga sabar mau ke FujiQ akhirnya baru jam 8 udah jalan kaki kesana. Rute jalan kakinya agak berliku2 dan ternyata kita dapet pintu belakang yang nyambung sama stasiun Fujikyu Highland. Masih sepi banget. Dan ternyata baru buka jam 9.30. Nunggu sejam deh, mana anginnya super nusuk lagi. Sambil nunggu, ya foto2 deh. Trus liat2 ada pengumuman soal mana yang jalan dan mana yang atraksi yang tutup. Tapi dalam tulisan kanji jadi ngga ngerti. Huft. Eh tiba2 orang2 pada datang dan ngantri, untung aja nyadar, jadi langsung antri paling depan. Oiya untuk tiket FujiQ ini agak tricky. Pernah nelpon ke HIS, katanya mereka ga stock, jadi kalo mau harus nunggu beberapa hari. Malahan disuruh beli langsung karena katanya lebih murah. Lha. Hahahaha. Tapi pas lagi ngantri beli tiket, walaupun banyak juga yang antri, tapi ada beberapa yang langsung masuk. Pernah baca kayaknya ada yang tiket paketan sama transport dari Tokyo. *males googling lagi*. Setelah dapet tiketnya, kita titipin tas di locker. Ga dicek ternyata tasnya, karena pintunya electronic, ngescan sendiri kayak masuk stasiun. Jadi onigiri aman deh. Kayaknya hari ini ga terlalu rame deh. Sebelumnya kita udah atur strategi urutan mainannya. Setelah beres, kita langsung lari ke: 1. EEJANAIKA Langsung kesini karena yang paling deket sama pintu masuk belakang. Untung antrian belum terlalu panjang. Nah selama ngantri ini ada vidoe2 dan update2 soal atraksi2 lain. Perasaannya? Aslik jangan pake perasaan. Kita duduk ngegantung. Dengen tempat duduk yang bebas muter 360 derajat ikutin gravitasi, diputer2 pake lintasan yang bikin adrenalin ga karu2an. Ini edan banget. Ampe engap rasanya. Suara abis tereak2. 2. DODONPA Pas sampe di depan atraksi ini, lho kok sepi? Mmhhh, mencurigakan. Tapi kita tetep masuk. Pas udah di dalem ga ada antrian sama sekali. Cuma ada gw berdua ama orang jepang 2 biji. Begitu naik, kita dikasih google yang buat virtual reality itu lho. Setelah dijelasin cara makenya, fokusin gambar dll. Pas udah siap. Ditayangin lah video tuh, seolah2 kita lagi main dodonpanya. Pemandangannya persis sama. Trus udah. Udah. Udahan aja gitu. Gitu doing dodonpa? Usut punya usut ternyata lintasannya lagi direnovasi. Huft. Dodonpa yang putih bawah, fujiyama yang atas. 3. FUJIYAMA Nah roller coaster tertinggi ini (dulunya) sayangnya tutup karena waktu itu anginnya emang kenceng banget. Nungguin sampe sore juga ga buka2. Sedih. 4. TAKABISHA Ini juga renov. Tambah sedih. 5. ULTIMATE FORT Muter2 akhirnya liat antrian yang mayan panjang. Isinya anak muda semua. Ikutan lha yah kayaknya seru. Jadidisini kita dikasih rompi, kartu, sama timer. Mainnya adalah, kita harus nyolong iedntitas dengan cara ngetab si kartu di alat tab yang tersebar di seluruh labirin tanpa kena kamera pengintai. Kalo kena, rompinya langsung nyala warna merah. Wih berasa kayak mission impossible yah. Dan ternyata kita berhasil. Yeay. Setelah itu lanjut babak dua. Nah disini si kamera pengintainya dipasang di robot yang bergerak. Dan harus bisa keluar dengan cara ngetab di ointu yang sesuai dengan identitas yang tadi kita copy di babak satu. Ealah ketangkep. Hahaha. Mayan seru sih kalo yang suka detektif2an. 6. SHINING FLOWER Kayak bianglala gitu. Harus sih tapi ya supaya bisa liat seluruh area. Dan ternyata bener, dari sini keliatan alat2 berat lagi renov si Takabisha sama Dodonpa. 7. RUMAH HANTU Gw emang penakut, jadi gw ga masuk deh daripada ga bisa tidur sebulan kebayang2. Temen gw juga ga jadi masuk karena ternyata bayar lagi 500JPY. Ga Cuma itu sih, kita juga ke Thomas land dan mainan2 lain. Karena sepi jadi dapet banyak sih. Tapi tetep agak kecewa karena banyak yang ga buka. Akhirnya jam 3an kita memutuskan buat udahan dan ngejar kereta balik ke Tokyo. Biar ga numpang tidur doang juga. Sampe Tokyo, kita langsung lari ke hotel buat checkin dan taro barang trus jalan2 deh. Kita ngejar pengen nyobain burger Shake Shack yang buka cabang di deket stasiun Tokyo. Temen gw sekalian mau poto ama patung Godzilla deket situ. Akhirnya nemu tuh resto burger cabang New York. Antrinya nguler banget tapi cepet sih pelayanannya. Dan pas udah nyobain. Yatuhan, pattynya itu mateng tapi ga kering, dang w pesen yang double jadi agak ga muat masuk mulut gw. Hahahaha. Enak banget. Setelah makan dan temen gw udah foto ama patung Godzilla. Masih sore, akhirnya kita ke shibuya deh beli si Pablo yang disini antrinya parah banget. Udah sampe shibuya, sambil muter2 liat2 sepatu, sambil nyari Pablo. Lha tokonya wis tutup. Forever. Akhirnya kita lanjutin jalan2 aja. Karena masih penasaran akhirnya kita kejar ke stasiun Shinjuku kalo ga salah. Sekalian arah pulang sih. Sampe hotel langsung bebersih dan istirahat. Oh dan berdoa semoga besok di Takaragawa dapet salju. Karena kalo ngga ada saljunya, biasa banget. Meding kalo masih dapet daun2 merah.
  15. 5 points
    Yos

    Europe Trip 8 - 20 November 2016

    EUROPE TRIP 8-20 NOVEMBER 2016 Hi Guys, sorry ya lama banget nih au baru mau bikin FR Europe Trip kemarin di November 2016. Karena baru pertama kali bikin FR, mohon dimaklumi ya klo agak ngaco Day 1-2 : Jakarta - Abu Dhabi - Rome (Vatican) Ok, jadi ceritanya kami memang sudah pengen banget ke Europe tapi baru bisa terwujud tahun ini, dan ini pun juga udah mundur dari Agustus 2016 tp quota peserta ga terpenuhi di tanggal yang sesuai dengan kerjaan, mundur ke September 2016 eh kejadian lagi tanggal yang bisa match dgn kerjaan quotanya ga terpenuhi, mundurrrr lagi smp ke November.... akhirnya jalan juga . Nah emang dasar rejeki ga kemana, di November itu kurs euro turun jadinya total biaya tour dibalikin lagi deh sama pihak tournya sebesar 1.700.000 / orang, wah rejeki jadi total biaya tour all ini sdh termasuk visa, apt tax, tipping sekitar 27jt/orang. Kami pake tour dengan pertimbangan waktu yang terbatas tapi pengen ngunjungin banyak tempat, memang resikonya ga santai dan terkesan diuber2 dibatasin waktu tapi ya gpp deh, siapa tahu nanti ada rejeki bisa pergi lagi. So, tgl 8 November jam 12 malam pswat berangkat dan transit di Abu Dhabi, dan aku kok kecewa ya dengan Abu Dhabi, menurutku ga tll ok airport-nya, pas mau boarding naik lagi bus smp ke pesawat, dan toiletnya itu lhoo penuh banget dan terkesan kurang bersih krn orang2 seenaknya cuci kaki cuci muka gosok gigi tp ga rapih gitu. Tgl 9 November mendarat di Roma siang-siang gitu dan lgs menuju ke Vatican. Suhu bersahabat sekitar 10 derajat. Pas landing di Rome kita naik trem penghubung dulu untuk ke imigrasi, dan selfie dulu dong krn kuper bgt norak baru pertama kalinya menginjakkan kaki di Italy Di Vatican sendiri sebenernya ga boleh foto-foto, dan pas masuk petugasnya udah bilang ga boleh foto-foto tapi tetep aja turis semau foto2, dannn ya aku ikutan juga. Secara pemandangan dan arsitektur gedung bagus2, tapi memang karena ikut tour ya itu waktu terbatas jadi pas keliling pake guide tour lokal disana di dalam Vatican ga sempat banyak foto2 ga keburu tapi bagus banget. di Vatican sempet laper dan celingak celinguk akhirnya beli paket kopi dan sandwich chicken di tolo sekitar, sandwichnya gede, isi dagingnya banyak, 1 latte dan dapet 1 souvenir pencil motif Vatican ceritanya, total 6,9 Euro not bad lah ya krn sandwichnya cukup buat makan berdua, sambil menunggu makan malam. Nah setelah keliling di Vatican, jadwal untuk hari ke-2 selesai,dan kita keluar lagi dr Rome, mampir sebentar di Colloseum tapi sayangnya udah malam jadi colloseum ga keliatan apa-apa, Sehabis itu kita ke Trevi Fountain, ternyata Trevi Fountain itu udah malem pun rame banget, mau foto dgn spot yang bagus agak susah, mendingan makan gelato aja deh... Gelato pertama di Europe, not bad, 1 nya uty kisaran 2-3 Euro Dan iseng-iseng mau foto toko gelatonya tapi nanti penjualnya marah ga ya? karena sepanajang jalan ke Trevi Fountain banyak banget toko gelato, dan toko yang mau kita foto itu tadi kita ga beli gelato disana, eh ternyata penjualnya narsis dan seneng difoto dan balik ke Hotel, malam ini hotelnya adalah Best Western Tor Vergatta. sorry ga kepikir foto2 kamar hotel krn sampe hotel lgs teparrrr, linknya aja ya https://www.agoda.com/id-id/best-western-hotel-roma-tor-vergata/hotel/rome-it.html?checkin=2016-12-27&los=1&adults=2&rooms=1&cid=1416264&tag=d4acd512-998b-77e2-75ea-b6a898abc91d&searchrequestid=2ae48230-7745-49e1-8e34-39478c164bba Day 3 - 5 : Italy (Pissa - Prato - Venice - Milan) Day 3, bangun pagi, sarapan dan meluncurlah kita ke Pissa, perjalanan lumayan lamasekitar 4-5 jam dari Rome ke Pissa, tapi untungnya kita sampai masih siang, jadi foto2nya masih cakep at less mula msh seger . Di Pissa sendiri cuma ada 2 bangunan yaitu semacam katedral dan Leaning Pissa itu sendiri. Susah banget cari lokasi yang bisa buat dapet Pissa dgn lengkap, dan turis2 cina itu ga peduli udah liat ada org lg ngeker mau foto tetep aja dia lewat di depan kamera cuek bebek gitu aja . Oh ya, di Europe secara keseluruhan dogie boleh kemana aja ya, termasuk di Pissa ini banyak dogie jalan2 sore sama pemiliknya, di hotel juga dogie boleh masuk, wah kereennn Nah di hari ke 3 ini kan kita harusnya ganti supir dan bus secara permanen, jadi supir dan bus ini akan menemin kita sampai hari terakhir, supirnya asik orangnya namanya Andrea.....ehhh di tengah jalan busnya rusak dongggg padahal bus baru lho, baru 6 bulan usianya katanya, dan setelah nunggu 1 jam gitu ga bisa bener juga akhirnya vendor busnya memutuskan untuk minta dikiirmkan bus dan supir lain untuk gantiin dia, jadilah kita nunggu di rest area sekitar hmpr 3 jam smp bus baru dateng, supirnya agak galak namanya Fernando. Kenapa ak sebutin namanya nanti ya ada cerita lain tentang supir ini... Dikarenakan waktu sudah terbuang banyak, jadilah kita semua sepaat tujuan ke pusat pembuatan tas kulit Piero Tuci di skip aja , kite semua lebih pilih untuk langsung menuju ke Pissa, kan sayang bangat klo sampe kesorean dan ga bisa foto2 di Pissa. Nah siangnya sebelum sampai di Pissa kita stop dulu di rest area seperti biasa buat lunch dan ke toilet, lumayan menghemat karena di sini ke toilet aja bayar klo di rest area sebagian besar free. Makanan di rest area juga enak2 kok, nah ini ngeliat sandwich napsuin semua bentuknya, harga sekitar 7 Euro dan bisa makan berdua karena perut masih kenyang abis sarapan di hotel paginya. dan ini sandwich pilihan kita harganya cuma 7 Euro blm lagi ngeces liat banyak banget kopi cair di cup gitu, jadilah cobain 1 aja deh, harganya rata-rata 3 Euro per cup. Kalau buat lidahku sih kemanisan. Hubby ku ga mau kalah bergaya gitu di menara PIssa nya Setelah dari Pissa, disini waktu kita fleksibel krn skip 1 tujuan, kita dinner di chinesse food dan abis itu ke hotel lagi istirahat. kali ini hotelnya President Prato. Ohya untuk souvenir disini lumayan terjangkau, gantungan kunci 1 Euro/pc dan 5 Euro dapat 6 pcs, magnet kulkas sedikit lebih mahal 2 Euro/pc dan 5 Euro dapat 3pcs, syal besar 5 Euro/pc. Day 4, pagi dr hotel kita menuju ke Venice, di perjalanan menuju Venice kita lunch dulu di rest area, menu di rest area oke2 ternyata, kita makan berdua udah sampe perut ga muat lagi ga sampe 20 Euro, kali ini kita pilih menu salmon dan pasta untuk masing2. Salmonnya gede dan tebel banget dimasak dengan cara convit direndem dengan minyak sampe mateng jadi warnanya tetap pink tapi matang total, untuk pasta dibuat langsung begitu pesan. Nah di rest area ini juga ada coklat ferero segede bola voli gitu, aku ga beli karena bingung bawanya gimana, keteken kan ancur Habis lunch perjalanan lanjut ke Venice , asik nih udah pengen liat gondola nya, untuk naik gondola itu per gondola muat maksimal 6 orang, dan per orangnya dikenakan biaya 25 Euro, jadi per gondola itu 150 Euro. Kalau mau berdua aja juga boleh kok tapi ya bayar 150 Euro buat berdua. Setelah diskusi ya sudahlah kita naik ber-6 aja toh lumayan asik orang2nya. Dan emang dasarnya ak dan hubby cuek, rasanya ga sah klo ga kissing sambil naik gondola, kapan lagi gitu lho udah jauh2 kesini tp ga kissing pas naik gondola? nah pas gondola keliling sebenernya setelah sekitar 100 meter ya ga banyak yang bisa dilihat, jadi buat temen2 yang ke Venice sini, kalau mau foto di gondola itu pas awal2 naik, karena setelah 200 meter itu suasananya suram ga ada pemandangan. Disini waktu kita banyak banget kebanyakan malah 2,5 jam buat keliling, dengan suhu yang tidak bersahabat dan angin kencang buset deh dingin banget, plus ujan, lengkaplah sudah brrrr.... Souvenir di Venice sini lebih murah kalau beli yang di depan sebelum nyebrang naik boot ke Venice nya, gantungan kunci dan magnet yang di stand2 luar hargamya sama dgn di Pissa, kalau sudah nyebrang ke Venice nya harganya naik rata-rata 1 Euro per pc. Syal besar 7 Euro/pc. Topeng Venesia di dalam bervariasi dan cantik-cantik, ak sampe beli 3 padahal pengen beli lebih banyak tapi bingung ngaturnya di koper karena riskan hancur kalau tertekan. Dan winter boot yang aku pakai entah kenapa protes, rusak dia pinggirnya mulai coak, duh mana ga bawa boot cadangan konsultasi dengan tour leader katanya beli di milan aja besokannya, dan perjalanan dilanjutkan dengan boot yang rusak, yang penting bertahan sampe besok deh. Oh ya, di day 4 ini pas siang2 menuju Venice tiba2 kaca depan mobil kena batu di jalanan yang mental dan retak, buset deh kaca segitu bisa retak, ak udah deg2an kok bisa retak ya? Feeling ga enak tapi ya mau gimana lagi terusin aja deh. Setelah dr Venice seperti biasa dinner chinnese food dan ke hotel. Day 5, pagi setelah breakfast kita berangkat dari Venice ke Milan, udah ga sabar mau cari boot baru karena boot ini tampaknya akan wafat hari ini. Tujuan hari ini kita mau menuju ke Swiss tapi dalam perjalanan akan ke Milan dulu yaitu ke Piazza El Duomo (alun-alun lota Milan) dan kemudian shopping ke Victorio Emanuelle yang jadi satu dengan alun-alun Milan. baru setelah itu melanjutkan perjalanan dan bermalam di Swiss. Seperti biasa lunch di rest area, kali ini kita masih kenyang dan pilih menu lunch risotto (kan pengen cobain rissoto itu kayak gimana sih) , turkey dan potato, itu aja ga habis potatonya kita bawa ke hotel akhirnya abisnya gede banget. harga menurutku sih dengan kualitas dan ukuran lumayan bersahabat. Ternyata Nutella B Ready itu hanya ada di Italy, keluar dari daerah Italy ga bakal ketemu lagi Nutella itu, tour leader kasih tau ayo yang mau beli ini kesempatan terakhir, kalau di Indo harga Nutella B Ready di yang jualan online kan sekitar 100rb-an, nah di Italy harganya 2,9 Euro jadilah aku beli 6 sedikit kalap ya, dan masih nyesel kok ga beli banyakan . Di setiap rest area pasti nemu Nutella ini, dan pimter2nya kita cari coklat yang promo di bundling gitu. Supir kita pas perjalanan dari hotel ke Milan dia berbaik hati menawarkan mau ga mampir sebentar di San Siro Stadium? Tapi hanya mampir ya foto-foto 15 menit karena disana ga boleh parkir jadi kita harus lari-lari untuk supaya deket ke stadiumnya dan bisa foto, dan semua cowo2 mau dong mampir kesana hadeuhhh Piazza El Duomo itu seperti gereja di tengah Alun-alun, kita ga masuk ke sana dan kalau masuk antri dan dikenakan tiket per orang. Harga tiketnya ak ga nanya krn hari ini fokus untuk cari boot pengganti drpd besoknya ga punya boot nyeker kan lucu. Sepanjang El Duomo itu udah shopping area, toko dimana-mana, food truck gelato di tiap persimpangan. Usaha masuk ke tiap toko ternyata yang jual boot itu sedikit, lebih banyak fashion drpd boot, akhirnya dapet juga di 1 toko walau bukan winter boot gpp deh, harga 50 Euri not bad lah... Baru abis itu jalan balik kita makan lagi aja gelato krn waktu udah habis dipakai untuk keliling cari boot jadi ga sempet foto-foto kesana kemari, duh sayang ya tapi yang penting boot udah aman. Ini Milan Gthic Cathedral yang ada di tengah alun-alun Dan dogie dimana-mana Nah seperti biasa, habis dr Milan ini sambil perjalanan pulang kita dinner lagi chinesse food, baru check in ke hotel, tapi ak acungin jempol pilihan chinese food selama kita disana itu lumayan rasanya, bahkan ada yang pake chilli oil duh senengnya krn disana kan ga ada sambal.... jadi selesailah kita di Italy dan resmi malem ini menginap di Swiss. Day 6 - 8 : Swiss (Zurich - Lucerne - Schauhauseen - Frankfurt - Koln) Ok, stamina badan drop, demam dan kena radang duhhh ga asik banget nih, tp untung tour leadernya sigap dia bawa amoxcylin sementara ak sendiri udah bawa redoxon, fg troche, obat flu, tolak angin dll tapi ga nyangka harus stok antibioitik, pengalaman berharga banget lain kali kalau pergi durasi lama bawa deh antibiotik karena ga tau kapan diperlukan. Apalgi tujuan hari ini ke Mt. Pilatus, bisa drop habis stamina. Btw, sebenenrnya tujuan awal itu ke Mt. Titlis yang lebih tinggi sekitar 1000 m daripada Mt. Pilatus, tapi Mt. Titilis mendadak sedang tidak bisa dikunjugi karena renovasi dan jalur yang tersedia pun sedang tidak bisa digunakan, jadi kita beralih ke Mt. Pilatus. Untuk menuju ke Mt. Pilatus ada 2 tahapan naik cable car, pertama naik cable car sekitar 10 menit dan berhenti di Kriens, kemudian lanjut naik cable car lg ke Mt. Pilatus dengan lama perjalanan 20 menit. Pemandangan selama naik cable car beneran bagus, ak sih ga banyak foto-foto biar aja hubbyku yang foto-foto karena rasanya sayang kalau tidak diserap semua pemandangannya , keren banget baru kali itu liat salju sebanyak itu, dan suhu sekitar -2 aja sih tapi anginnya itu lho brrrr... Pemberhentian pertama di kriens Pemandangan selama naik cable car Dan akhirnya narsis di Mt.Pilatus Nah disini kita makan siang sendiri di Mt Pilatus, lumayan kok makanannya untuk harga di Swiss yang mahal, 20 Euro udah dapat porsi yang bisa buat berdua, udah plus hot chocolate. Oh ya, kalau main game kan snowflake itu bentuknya seperti bintang ya, dan ternyata bener spt bintang lhooo karena ada salju yang jatuh di coat dan kita foto zoom ternyata memang bentuknya seperti bintang, norak ya hehehhee Dari Mt. Pilatus kita lanjut ke Lucerne untuk liat Lion Minument, karena aku demam aku ga ikut turun bus, mendingan di bus aja deh buat jaga stamina buat hari berikutnya sayang perjalanan masih panjang, hubby ku turun untuk ke Lion monument , yang berupa pahatan di dinding yang melambangkan sejarah. Dari Lucerne kita lanjut ke acara shopping dan makan sendiri. ak cari foto dinnernya kok ga ketemu ya, sehabis dinner kita balik lagi ke hotel, tidurrrr istirahat untuk lanjut besok. Day 7, hari ini kita akan mengunjungi Rhine Falls (masih area Swiss) dan kemudian masuk ke Jerman dan berkunjung ke Lake Titise dan area yang jual chucko clock. Horeeee, antibiotiknya berhasil, demam menurun dan semangat lagi untuk lanjut Paginya kita langsung menuju Rhine Falls (air terjun) yang ada di Swiss, lumayan tapi ga bisa didekati air terjunnya, cuma bosa diliat aja dari jauh, tpp g[[ lah bagus juga kok pemandangannya, dan disini pisau liat Victorinox itu banyak banget yang jual, harganya lebih murah dari Indo, untuk yang 15 fungsi harganya itu sekitar 30 Euro dan kalau belinya ditoko tertentu bisa langsung digrafir nama free of charge. Nah kita lanjut yuk ke Lake Titise. Overall lake titise ini biasaaaa banget ga banyak yang bisa diliat tapi sepanjang jalan ke ujungnya itu toko-toko semua dan ada drubba shop yang biasa dikunjungi turis dan dapet tax refund. Uniknya kita lunch disini, ada resto Zur Muhle yang terkenal sm prok knuckle nya tapi memang ndeso, kita salah pesen menu lain, tapi gpp lah tetep enak dan juga sekalian cobain bir asli Jerman ini . Dasar maruk pesennya 2 porsi makanannya, megap-megap ngabisin tapi worth it harganya cuma 20 Euroan per porsi tp buanyak banget.Titise ini udah masuk Jerman ya, okelah makanannya, aku suka banget Plus cobain black forest cake nya juga, kepengen tau yang asli itu seperti apa, beda sama di indo, black forest cake asli itu bolunya moist banget dan rhum nya asik kenceng pisan tapi krimnya banyak ga dilapis coklat kyk di indo Sekarang perut udah kenyang, hati senang, bolehlah masuk liat-liat ke Druba shop, akhirnya cuma beli ban pinggang aja sih buat hubby, emang bukan hobi belanja. Malam ini kita dinner chinesse food lagi, dan balik ke hotel untuk besok mulai menuju ke Amsterdam. Day 8, hari ini kita mau ke Koln yang parfum eau de cologne itu, melewati Gothic Cathedral dan lanjut ke Amsterdam untuk bermalam. Buatku hari ini ga efektif, karena berkunjung ke Koln, peserta yang ibu-ibu sih langsung aja semangat hunting shopping parfum, aku sih ga heheheh.... dan Gothic Cathedral itu berdiri di tengah jalan persimpangan, dan suhu sedang tidak bersahabat, jadinya daripada angin-anginan ujan-ujanan dengan resiko drop lagi mendingan ak ngetem di Mcd, chicken wingsnya enak banget sampe nambah dan juga sekalian cobain real apple pie yang mulai dibikin lagi di indo, lumayan lebih enak yang di sono. Selesai dari Gothic Cathedral, menuju ke area yang banyak toko branded, dan yang jual jam Rolex itu lho, harganya menakjubkan ya jam Rolex dan karena aku bukan tipe belanja, sekalian masih jaga stamina, jadilah kita sekalian dinner aja deh di Bachman Chocolatier, itu toko coklat gede, banyak coklat Lindt (tapi di jakarta kan juga banyak jadi ga unik), dan Bachman juga sekaligus caffe pizza jadi kita pesen pizza, kopi dan hot coklat, sambil numpang duduk dan pake wifi nya. ibu-ibu shopping dan makan, perjalanan lanjut lagi untuk ke Amsterdam dan bermalam di Amsterdam. Day 9 - 10 : Amsterdam & Brussel (Zaanse Schans - Volendam - Belgia - Grand Palace - Maneken Piss Sampai di Amsterdam malam sebelumnya, pagi ini kita jalan ke Zaanse Schans yang ada kincir angin tuanya dan sepatu bakiak kayu itu. Pas turun dari bus, udah ada tukang foto yang standby dan dia akan ambil foto candid kita, dia akan cetak foto kita ukuran besar dilengkapi dengan foto kecil untuk dicrop masuk ke gantungan kunci yang juga sudah disertakan, plus kalender. Jadi kalau kita berkenanmaka fotonya bisa kita beli seharga 10 Euro sepaket itu. Kincir aginnya ga terlalu banyak, aku malah sibuk nyariin mana itu si sirup waffle yang katanya enak itu, setelah menghangatkan diri sebentar sekalian beli souvenir di toko, foto2 sebentar pake bakiak kayyu yang guede itu, kita balik lagi ke depan untuk liat foto kita bagus ga, cakep ga? dan bagus kok lagipula sekalian menghargai usaha mereka juga kan, sekalian nanya mana sih yang jual syrup waffle? Ternyata jualannya ngumpet pake jendela, nah balik lagi karena penasaran sama si syrup waffle ini, dengan 2 Euri udah bisa dapetin syrup waffle yang dilumurin coklat, tapi lupa difoto karena udah langsung caplok aja baru nyadar itu belum difoto. Bentuknya seperti waffle yang ada di starbuck tp jauh lebih enak karena fresh lansgung dibikin pas kita pesen. worth it to try... Akku juga suka ngumpulin koin, kalau ketemu mesin yang jual koin souvenir langsung deh mampir, sayangnya ga banyak ketemu mesin ini, sempet ketemu pas di Rome, dan ini ketemul agi jadi buat koleksi Zaanse Schans selesai yuk lanjut ke Volendam,alias pelabuhan dan kita makan siang di Volendam, karena pakai grup jadi bisa pesen steak gitu tinggal pilih mau pork atau beef. Tapi sebelumnya kita foto dulu dong pakai baju khas sana, dan aku keliatan tembem banget di foto omg Sehabis lunch kita lanjut ke Coaster diamond, itu tempat kyk jual diamond gitu, dan ak ga tertarik jadi aku bilang sm hubby silahkan ajaak stay di bus aja istirahat. Turns out ini keputusan yang tepat krn mereka lama sekali di tempat diamond itu, dan ak pengen pee ngacir jalan2 sendirian cari toilet, eh malah ketemu alun-alun amsterdam dan selfie cepet2 disana sebelum dicariin karena hilang ga balik ke bus dan peserta lain ga ngunjungin alun-alun itu lumayan hehehe Dari situ kita ke jalan menuju dinner (chinesefood again) sambil lewatin Royal Palace, ada beberapa peserta yang tertarik ke Sex Museum tapi ak dan hubby lebih milih hunting coklat di minimarket setempat karena krucil-krucil ponakan banyak banget. Sehabis dinnerkita balik lagi ke hotel. Day 10, hari ini kita akan walkimg tour ke Maneken Piss dan nyobain waffle yang bertebaran sepanjang jalan. Yang disebut walking tour itu beneren walking lumayan jauh, intinya sih cuma ngeliat patung Meneken Piss yang kecil itu, tapi jalannya jauh euy. Btw, coklat Godiva asalnya dari sini juga, jadi ada 2 toko Godiva yang aku liat ada disana. Dan tokoh komik Tintin juga dari sini jadi instead of hunting yang enah-aneh, ak dan hubby sepakat kita makan waffle, hunting coklat, dan ke toko Tintin. Grand Palace di Brussel Wafel yang menggoda, enak dan banyak pilihan toppingnya Di TinTin Boutique sayangnya model kaos kerahnya ga banyak. modelnya flat tp at less tetep aja Tintin gitu lhoooo Nah setelah dari Maneken Piss di bus ibu-ibu teriak dong sm tour leadernya," Meicooooo shopping lagi dong" Rembuk punya rembuk, si supir pun setuju untuk mampir dulu ke Rourmont, disana ada Mac Glenn Factory Outlet, dan harganya lebih murah daripada Paris nanti, dan dikaish waktu 2 jam untuk belanja, dan ternyata komplek outletnya guede banget jadi kyk perumahan isinya banyak toko-toko semuanya branded. Ya sutra kita hunting tas buat mertua, eh ketemu winter boot prada lagi sale, dan tas ransel Kipling kecil, dan amaze harganya emang beneran murah disini. Puas belanja, cussss lanjut ke Paris dan bermalam di Paris Day 10 - 11 : Paris (Eiffel Tower - Notre Dame - Arch De Triomphe - Louvre - Galleries Lafayete) Day 10, hari ini akan full keliling Paris, dimulai dari Arch De Triomphe, monumen bentuknya seperti gerbang gitu, letaknya ditengah-tengah jalan persimpangan, kita stop sebentar foto-foto di situ dan terus lanjut ke Eiffel. Di Eiffel dan sekitarnya mulai dari Arch de Triomphe itu sudsah cari toilet, ga ada toilet umum, ada pun jauh dari Eiffel dan bentuknya portable toilet, jadi kita lebih pilih tahan pee aja dan pee nanti di restoran pas lunch. Jadi judulnya hari ini adalah foto-foto dan belanja di Lafayete yang mahal (kita ga belanja apa-apa ) di sana itu. Di Eiffel itu kalau bisa sampai sore-sore lebih bagus lagi pemandangannya, dan kita juga ga maik ke atas Eiffelnya karena antrinya luar biasa, waktunya ga akan terkejar. Dari Eiffel kita lanjut lunch dan abis itu lanjut ke Louvre di depannya aja yang penting dapert foto-foto Louvre, terus lanjut ke Ben Lux (outlet murah buat turis), baru lanjut lagi ke Galerie Lafayete. Di Galerie Lafayete kita lebih pilih dinner aja, dan ini dinner trakhir kita di Paris, kita pilih beef steak, choccolate cake dan minumnya red wine 1 jar yang udah tinggal ambil di etalase pendingin, and quess what? red wine nya itu cuma 4 Euro sebanyak itu udah kita tuang kok ga abis-abis ternyata isinya lumayan banyak ga seperti perkiraan semula krn keliatannya jar nya kecil, dan gara-gara kita makan chocolate cake, beberapa peserta lain ketularan ngeces liat dan beli juga itu chocolate cake Habis dari Galerie Lafayete balik ke hotel, ada beberapa orang yang mau balik lagi ke Eiffel buat dapetin suasana sorenya (tapi dengan syarat mereka balik sendiri ke hotel). kita memilih untuk balik ke hotel untuk packing-packing karena waktunya tinggal besok check out dari hotel dan semuanya sudah harus rapih. Day 12 : Waktu bebas sampai jam 2 siang dan lanjut check in ke airport untuk kembali ke Jakarta Hari ini lebih santai, ga terburu-buru. Sesuai pengambilan suara sebelumnya, sebagian peserta ikut Canal Cruise (tour tambahan naik kapal pesiar) dan sebagian lagi termasuk ak dan hubby lebih milih untuk ngabisin waktu balik lagi ke Louvre. Tiket masuk ke Louvre itu 15 Euro/orang, dan usia di bawah 16 tahun free ga usah beli tiket. Hasilnya, Louvre itu luasnya ga tau deh berapa, kita sudah kelilingin 3 jam masih juga ga tercover semuanya. Lukisan Monalisa yang terkenal itu ukurannya kecil dan cuma bisa difoto dari jauh karena dibuat lagi pembatas supaya pengunjung tidak mendekat. Ada beberapa patung lagi yang terkenal aku lupa namanya apa aja karena memang dasarya minim sejarah tapi bagus-bagus sih, kalau mau ke Louvre dan bisa kelilingin semuanya, harus luanin waktu seharian baru bisa. Dan kalau sudah ke Louvre susah payah masuk kayaknya ga klop kalau ga beli coin nya untuk dikoleksi, ada 2 macam koin untuk dikoleksi, yang 1 monalisa dan yang 1 lagi yang gambar patung sayap itu... Foto-foto di dalam louvre ada lumayan tapi belum di copy sm hubby, isinya mostly semua karya seni. Selesai dr Louvre, kita makan siang di mal Louvre nya. letaknya di samping pintu keluar Louvrenya, baru deh abis itu kita naik taxi ke titik kumpul untuk lanjut ke airport. jam 6 sore, pesawat take off, bye bye Europe.... who know nanti bisa kesana lagi Day 13 : Landing di Jakarta, kembali ke Jakarta yang padat dan macet. Nah balik ke cerita tentang supir kita selama tour si Fernando, setelah beberapa hari sampai di Jakarta kita dapet kabar bahwa pas setelah Fernando drop kita di airport, beberapa menit kemudian dia terkena serangan jantung dan meninggal seketika dan busnya nabrak ppan reklame maish di area airport. Waduh, jadi apakah itu arti dari kaca mobil yang retak? apapun itu untungnya kejadiannya setelah kita semua selamat di drop di airport, kalau ga FR ini ga ada duh serem juga. Semoga berkenan ya teman-teman dengan FR ini, maklum baru pertama kali bikin FR
  16. 5 points
    Persiapan Tiket Nah sebetulnya tiket dari GATF ini udah beli duluan sebelum insiden dibeliin tiket buat trip ke Sapporo kemarin. Alhamdulillah dapetnya open jaw tiket, masuk dari Tokyo keluar di Osaka. Karena kemaren udah kedinginan selama trip, kali ini berdoa supaya agak lebih anget dan sempet liat Sakura di hari2 terakhir d OSAKA karena tripnya masih maret 2-11. Udah sempet googling rute kereta dan memutuskan ga perlu beli JR pass karena perjalanan bakal searah pulang. Jadwal sakura dan bunga2 lain juga dipantau, plus cuaca dan suhu udara pastinya. Untuk liburan kali ini ga terlalu ambisius, jadi lebih santai dan ga padet. Gw pake willer untuk perjalanan dari Tokyo ke Kyoto, kebetulan lg diskon untuk kursi yang supergede. Jadi bisa hemat hotel semalem. Tiket USJ dan Disneysea juga udah dibeli di HIS, kebetulan deket kantor ada cabangnya. Beli Kansai pass buat selama di Kyoto dan Osaka. Pakaian Karena suhu diperkirakan masih aman rata-rata di 3 kota itu 10-15 derajat jadi kayaknya ga seheboh ke Sapporo yah. Tapi setelah ngobrol sama temen yang disana katanya suhu sih bisa segitu, tapi anginnya bisa nusuk banget, yang akhir nya membuat gw bawa semua perlengkapan ke Sapporo kemaren. Ternyata terbukti, pas disana, semuanya gw pake. Capek juga anginnya nusuk banget. Wifi Kalo Wifi gw pake Global Advance Communication total JPY6000 untuk 10 hari termasuk tax dan delivery. Dianter langsung ke kantor pos bandara. Tinggal ambil, dan balikin di kotak pos manapun. Jadi ga masalah walaupun ambilnya di Haneda dan balikin di Kansai. http://globaladvancedcomm.com/ Penginapan Tokyo: Hostel Imano Tokyo Shinjuku. Hostel baru buka banget jadi masih bersih dan diskon pastinya. Memutuskan nginep di Shinjuku karena pengen jalan2 malem dan Shinjuku salah satu yang tetep rame walau udah malem. Kyoto: Piece hostel Kyoto Hostel terkenal di kalangan backpacker. Cuma beberapa menit dari stasiun Kyoto. Osaka: J-hoppers Osaka Apalagi yah, mmhh.. udah agak lama jadi udah gaak lupa juga… nanti kalo ada pertanyaan, silakan di comment aja yah… Day1: CGK – HND Dapet flight malem (GA874) dan direct ke HND jadi pulang kantor masih sempet pulang bebersih dan berangkat ke bandara. Pesawat agak kosong. Mungkin karena belom peak season karena peralihan musim. Salju udah ngga ada, sakura belum mekar. Alhamdulillah bisa selonjoran dan minta snacknya yang semacam wrap gitu 2 biji. Bisa tidur nyenyak banget sampe dibangunin 2 jam sebelum landing, sarapan dibagikan. Day2: HND – Kawaguchiko Mendarat dengan lancer dan aman di HND. Imigrasi agak ramai, kayaknya peak hour ya mendarat jam 8an waktu sana. Karena udah pernah pake waiver waktu ke jepang sebelumnya jadi lebih tenang deh. Cuma ditanya mau ngapain, berapa lama, nginep dimana sama bakal keluar dari mana, trus langsung dicap deh. Oiya setelah lolos imigrasi, langsung menuju kantor pos buat ambil WIFI. Karena udah dapet sarapan di pesawat, langsung ngacir ke Shinjuku buat naik Highway Bus ke Kawaguchiko. Milih naik bus karena tinggal duduk dan ga ribet ganti2 kereta. Dari stasiun Shinjuku lumayan susah nyari si terminal karena kalo ngebayangin terminal ya keluarnya terminal kampong rambutan dll yah. Ternyata lebih kayak shuttle travel bandung cuman ini bus gitu. Letaknya agak di belakang gedung2 dan banyak toko2 elektronik. Jadi musti spare waktu lumayan sih karena stasiunnya juga kan gede banget. Nah karena kelamaan di jalan dan cari lokasinya, akhirnya dapet bus yang agak siangan sedangkan ga berencana nginep di kawaguchiko, jadi waktu explore kawaguchikonya berkurang deh. Sambil nunggu buka HP cek google maps di sekitar situ ada apa aja. Eh akhirnya nyamper taman2 deket situ. Dan ternyata deket sama gedung Tokyo Metropolitan Government Buliding yang atasnya bisa liat Tokyo dari ketinggian. Tapi ga sempet naik jadi cuma liat2 sekitarnya aja. Sempet beli kopi trus jalan ke taman. pas disana ada yang lg latian biola. aslik, angin sepoi2 sejuk, matahari anget, gemerisik daun, biola, sama kesendirian. pas banget.. (buat bunuh diri). 30 menit sebelum schedule balik ke terminal dan naik pas waktunya. Busnya anget (penting!). Oiya ada kejadian lucu waktu naik bis ini. Jadi kan gw solo trip nih (I know, sad, right!) kebetulan kursi bisnya 2-2 gitu. Pas gw duduk, gw liat ada couple gitu naik, ternyata mereka kepisah duduknya. Yang cowok sebelahan ama kakek2, yang cewek sebelahan ama gw. Agar supaya ga nambah kesenduan perjalanan bis ini, dan supaya ada lope2 di udara sepanjang perjalanan nanti, gw tawarin buat tukeran ama si cowok. *im good, thank you* Oiya di luar suhunya sih 12C tapi anginnya lebih dingin lagi (ga kebayang suhu perasaan gw yah). Sepanjang perjalanan ketiduran. *pelor*. Kebangun pas udah deket dan orang2 heboh bediri motion si fuji. Alhamdulillah ga mendung jadi bisa liat Gunung Fuji dengan sangat jelas. Akhirnya turun di stasiun kawaguchiko. Dan anginnya super dingin. Sempet menggigil dan gemeretak gigi gw. Seperti yang udah banyak ditulis yah jadi busnya ada 2 jalur, yang merah dan hijau. Tapi karena gw ga punya terlalu banyak waktu, jadi memutuskan jalur yang lebih pendek. Kalo ga salah yang merah deh. Ikutan keliling si bus. Sempet turun di beberapa halte buat jalan2. Sepertinya emang bukan waktu yang tepat buat liburan yah, secara pemandangan memang lagi aneh. Belum semi banget tapi udah ga salju. Tapi enaknya kawaguchiko jadi sepi banget. Dan gunung Fujinya tampak jelas. Setelah keliling-keliling ga berasa udah mau malem, dan karena makin sepi, akhirnya memutuskan buat balik aja ke stasiun sambil nunggu bus terakhir ke Tokyo. Anginnya makin dingin dan stasiun makin sepi. Aslik serem banget di jalan kayak ga ada orang sama sekali, gelap, lalu kebayang hantu2 jepang di film2. Pas waktunya, si bus datang dan membawa kita balik ke Tokyo. Sampe Tokyo (Shinjuku) langsung jalan kaki ke penginapan Imano Tokyo, hostel baru buka banget waktu itu. Check in dan istirahat karena besok pagi rencana seharian ke Disneysea. Bersambung... ke
  17. 5 points
    Hi jjner , ini FR saya ke yogja tgl 14 s/d 17 oktober 2016 kemaren. Tidak bosen ke yogja ? Gma yah selalu kangen ada ada yg hal baru untuk di kunjungi. Dan ini Kali ke 3 saya ke yogya di tahun 2016 ini. Perjalanan di mulai dgn naik KA jam 18:55, nyampe statsiun tugu jam 02:55 Istirahat dulu di "kafe" yambek jln pasar kembang yg punya keknya orng Papua, pesen nasgor dan hot coklat. Menjelang sholat subuh saya jalan kaki ke malioboro untuk Mandi dulu Dan sholat di mesjid DPRD. Lalu ketemuan sama rental motor di pos polisi depan jln malioboro. Orng yogja penakut ato di siplin ? Saya janjian di sebrang mesjid toko alfamart , dia gak mau gak boleh parkir di Sana, pagi butaaa... Gak ada polisi . ngalah deh saya Day 1 Langsung cus ke arah sleman , tujuan utama ke komplek istana ratu boko, karena satu pengelolaan dgn Candi prambanan Dan bisa ambil tiket terusan yg hemat 5000k plus ada bus mini yg siap antar jemput , jadi nya beli tiket terus an. Jam 7 kurang udah nyampe prambanan, tp ke ratu bokonya Blum di buka, alias jam 8 baru di buka. Jadi jalan2 dulu di prambanan. Jam 7an ternyata udah banyak pengunjung jg. mumpung masih sepi cekrek dulu lagi lagi....ketemu pasangan bule yg minta di potoin, INI aksi bule sambil jump julurin lidah pulak Puas poto2 di prambanan, saya pun menuju shelter , nunggu 10 menitan Dan dikasi no antrian saya pun berangkat ke komplek istana ratu boko. Dari prambanan sekitar 3km . sebelum masuk prambanan ada jln belok ke kanan . jalannya cukup nanjak . sampe lah saya di komplek ratu boko. Kata orang favorite ke ratu boko itu menjelang sunset, ini siang bolong .bodo amat ah.... Yg penting lihaaat INI gerbang utama tampak dari depan INI tampak Dari belakang,spot fav sunset Istana ratu boko itu bukan candi melainkan tempat istirahat raja ratu waktu itu,sama dgn taman sari hanya ratu boko lebih jadul di bangun nya mungkin sama jadul nya dgn candi2. Terdiri dari beberapa bangunan ini komplek pemandiannya tinggal sisa segini. Ada jg pendopo,kaputren ,gua tempat semedi yg sempit bgt luar biasa panas nya disini ...... memaksa saya untuk berteduh sejenak saya senang di spot yg ini , dikanannya ada gua yg sempit . Sudah jam 11an ternyata, panas matahari makin menjadi2, sewa payungan rada ogah Hahahaha. Mampir dulu ke gazebo untukmenikmati kelapa muda.... Sever Lalu cabut ke shelter lg untuk pulang. Nyampe ke prambanan tadinya mau lanjut ke tebing breksi yg lg ngehit itu, Dan candi2 lain yg berdeketan, tapi saya sudah tidak kuat berada di bawah terik matahari selama ITU, ahirnya cabut cek in di hotel cube jln parangrtitis no 5, deket bgt sama prawirotaman itu. Sebelum nyampe nyari makan dulu , makan rawon . Oalah jogja macet parah ... Baru nyampe hotel jam 3 kurang dikit. Rencana nya cek in mandi Dan cabut lagi. Tp melihat waktu yg hampir sore ahirnya diem istirahat dulu di hotel. lumayan deh kamarnya, ada space buat sholat. Masih wangi sprei Dan bantalnyalengkap jg ada safe deposits, kulkas mini segala kamar mandinya yah gitu deh ada jejak kerak2 yg sulit di bersih kan . tapi beruntung gak tercium bau2 anehnya. Planing mendadak setelah magrib mau ke atas UGM kaliurang bawah nya buat ngafe2 , tapi hujaaaaaaannnnn ...grhhhh Meskipun dikasi jas hujan tapi males keluar nya, nengok Dr cendela ada yg jualan tengkleng Dan byk pembelinya . menghibur diri lah dgn menyatromi tkng tengkleng tsb. 12ribu perbiji, terserah mau pesen berapa. Ambil 2 saja dgn jeruk panas, hmmm gak enak menurut Ku. Kambing nya masih kecium bau.kuah bening miskin rempah .tp gila yg beli byk banget, yg bungkus jg banyak. Jam 9an baru reda hujan nya, udah males ke kaliurang. Melipir lah ke prawirotaman. Emng betul yah disana tuh kampung bule. Lirik kafe sana sini penuh dgn bule , males jg ngafe sendiri an terus suasananya yg full Seperti itu. Tempo glato yg ngehit itu ?.tambah gila penuhnya Dan yg beli lokalan . Ya sudah balik lagi ke hotel dan tidur sampe pulas Day 2 Bantul sbg tujuan utama. Karena tidak tau susunan daerah wisata nya apa dulu jadi pake feeling saja mana yg kliatan tulisan itu di kunjungi dulu. Saya gak ngambil breakfasts di hotel, lupa milih nya Hahaha. Jadi sarapan dulu di jalan , beli soto ayam kampung yg rasanya lagi2 tdk enak. Objek wisata yg pertama di temukan adalah watulawang , gardu pandang begitu deh katanya baru 3 bulan di bangun, dikelola warga. Ada sesepuhnya yg standbye disana. Ada bapak2 orng sana yg ngajak ngobrol , konon dgn bantuan sesepuh tsb , bebatuan yg ada disana itu bisa terbuka makanya di sebut watulawang. ada tulisan yg mau selfie2 disini max 5 menit saja Dan 5 orang, Semoga pada baca dan tenggang rasa dgn pengunjung lainnya. gayanya gak nahannn.... Karena pagi2 saya kesini, jd gak banyak orang, nah menjelang pulang langsung membludak. Next... Ke kebuh buah mangunan, deket an sama watulawang . sama2 jg mengandalkan gardu pandang untuk melihat sungai Oyo yg berkelok2 pas datang ke sini udah rame bgt.minta bantuan sama abg tamggung buat potoin, wajib meningalkan jejak disini hihihihi. View fav pas pagi2 bgt ketika ada kabut2nya. Next... Gua cerme kliatan ada petunjuk arah . googling dulu sebentar ternyata bagus di dalam nya Dan curiga harus basah2an . 8 km setelah lepas mangunan. Rada ragu buat kesini , eh malah kelewat sampe bablas ke jln parang tritis Dan melihat plang gua cerme 8km . oalah jg saya sudah 16km toh . Lanjut ke parangritis , wow rame jg sekarang. Jauh bgt dgn waktu tahun 2000 pertama Kali kesini, sepi yg sebenarnya hanya ada beberapa orang. Minum kelapa muda dulu sambil istirahat bukan tujuan utamanya kesini, tapi karena kebetulan 1 jalur dgn gumuk pasir. Gak lama2 di sini. Lanjut ke gumuk pasir keren sih menurutku , lupakan panas menyengat !run run and run Hahahaha, beruntung ada bapak2 yg nawarin buat moto2. kalo orng lain sudah siap dgn properties penunjang kekinian , lihat abg ini ! lagiiiisudah tidak peduli sama panas Dan kulit gosong , naik sampe atas ini tempat makan saya, hidangan soto Dan inkang ayam . dgn view gumuk pasir ! Tp lagi2 sotonya kurang enak . yup panas2 gini emng saya nyari nya yg berkuah2 biar tdk dehidrasi. Sama bapak2 yg ngelola gumuk ini Dan menyediakan skateboard itu ngajak ngobrol ini itu , sampe ahirnya diajak nengok pohon jambu monyat Katanya lg tdk bagus buahnya, Dan saya pun mencoba jambu tsb, yg rasanya keset tp wangi mirip buah dewadaru rasanya. Jambu monyet ITU yg diambil kacang mete nya itu lho. Lanjut ke pantai cemara, sebenarnya salah sasaran . yg lagi ngehit pantai goa cemara. Tp gak apa2 .pantai nya biasa saja tp pohon2 cemara laut itu yg bikin jalan masuk nya indah. Pas buat ngadem soalnya teduh bgt.bagus kan ? Sayang saya tdk ada nyali poto2 di sinilagiiii.... (Bersambung ) cape ngetiknya
  18. 5 points
    . Halo jalan2ner ....... Hari minggu kemaren tgl 11 December 2016 ada undangan pernikahan di sindangbarang. Kami memutuskan untuk sekalian liburan karena hari senin nya libur nasional. Pergi dari bandung jam 4 pagi , rencananya jam 3 pagi .... Biasa lah mana bisa tepat waktu kalo rombongan. Perjalanan menuju cianjur dulu karena harus menjemput seseorang dan 1 Mobil lagi udah menunggu disana untuk jalan bareng. Aha ternyata ke sindangbarang lewat cianjur ini jaraknya sangat jauh, 2x lipat perjalanan dibandingkan via ciwidey ato pangalengan. Kira2 260km deh. Dan perjalananpun sangat tidak asik,pemandangan boring,berlubang dan berkelok2. Mobil saya berisi orang2 yg easy going,doyan makan,berisik dll.Kontras dgn 1 Mobil lain yg tertib .... Nyaris tidak terdengar Hahaha. Denger2 kalo perjalanan daerah situ jrng ada Rumah makan ,emng bener ....makanya temen saya inisiatif masak malam2 buat botram di pinggir jalan ,yay.... Kapan lagi beginian Kita jalannya nyantai2 saja, bahkan Mobil yg satu minta berenti di masjid buat sholat dhuha dulu. Kebetulan ada bangku Dan meja kosong sebelah mesjid,Dan kita pun buka perbekalan Dan makaaaaannnnn. Mobil yg 1 lg terlalu gengsi makan dijalan, mereka tdk ikutan makan .bilang nya udah sarapan bubur . ya udah .... Lanjut perjalanan ... Baru 15 menitan, saya mulai merasa mau mabuk, hwaaas.... Keringat dingin mulai terasa. Dari semalam perut emng lg tdk nyaman,plus jalan yg kulak kelok,berlubang Dan baru diisi perutnya. Tapi beruntung tdk sempet keluar, setelah minum antangin. Nyampe sindangbarang sekitar jam 14an, kami minta dibookingin penginepan sama yg punya hajatan. Sindangbarang adalah "kota" transit , nyebut nya apa yah ? Kota ? Gak ada Kedah kota2nya, lebih tepatnya kampung saja deh. Ada alun2 yg kecil tidak terawat, bank hanya BRI,Alfa SM,selamat SM. Indomaret malah tidak ada. Nasi padang nemu 1 ...bjb udah lenyap. Penginepan jg tdk banyak. Hotel mana Ada. kaya gini penampakan nya, ini lokasi deket dgn alun2 . saya nginep disini rp.200k permalam. Sederhana banget,tapi ada AC nya. So so saja bersih gak jorok jg ngak., ada 20 kamar. Penginepan yg lain malah lebih murah, 150k . sempet tlp dulu ke tiga putri ini, bilang nya 300k/malam.... Wuih untung dibookingin yg punya hajatan. Ada apa saja di sindangbarang ? Ternyata tidak ada apa2 yg bisa menarik wisatawan. Pantesan sepi .ada 2 pantai yaitu pantai arpa dan sereg. Tapi tipe pantai yg hanya buat dilihat saja, gak bisa main2 di pantai. Bahkan penduduk lokal pun yg mancing gak ada yg mendekati ke bibir pantai. Setelah istirahat dulu sebentar, kamipun siap2 menuju pantai arpa yg sangat dekat dgn penginepan, mungkin 500 meteran deh. bibir pantai yg cekung, kagak ada yg berani ke bibir pantaitingginya ada yg semetetan lebih, ngeri kalo ke gulung ombakair laut bisa luber ke atas pasir yg menyerupai tanggul ini,iya kiri adalah muara sungai cisadea, kanan adalah lautan anak2 setempat main perahu2an di muaraada penganut nudist jg menikmati pantai sambil main kucing yg main domba jg adaaamuara sungai cisadea Biji apa yah ? Oya ini pantai sebrangnya adalah benua Australia . jarak terdek via laut ke OZ adalah via sini. Katanya cuma 260km menjelang sunset baru indahyipiiii.... Kamipun ahirnya pulang ke penginepan. Tidak ada aktifitas apa2 dimalam hari, hanya nyari makan di tenda pesen bihun goreng,ada yg nyate,ada yg nyoto . Malam panjang dilewatkan begitu saja, semua pada tidur jam 9an jg. Iya kami memutuskan untuk cabut Dari sini esok hatinya, nyari tempat wisata lain. Dan pilihan adalah rancabuaya. Pagi2 kami udah bangun, ada yg sarapan ada yg cuma diem saja di penginepan. Jam 10an kami cabut Dari penginepan menuju kondangan. Oalah disana itu kondangan dimulai jam 10an, kami yg hanya 10menit perjalanan udah dalam keadaan ngantri macet yg salaman sama pengantin. Perkiraan saya jam 12san jg ini nikahan udah kelar. Makan sedikit disini, karena semua pada ngidam seafood. Masa main ke pantai gak makan seafood ? Cabut lah kita ke pelabuhan jayanti. Kira2 30 menitan Pesen cumi sama ikan kakap , hanya 165k termasuk jasa masak. Murah,enak,puas,kenyang bahkan nyisa pelabuhan jayantipantainya yg kebiru2an . Kamipun makan disaung2 yg disediakan, sempet terjadi insiden. Ada saung yg udah miring tp tetep pada didudukin. Saya yg sebelan kaget setelah saung tsb ambruk. Bruk untung tdk ada yg lg duduk2. Mobil yg 1lg tdk mau gabung jg, bilang nya mau ke mesjid dulu. Eh blakangan tlp mau langsung meluncur ke rancabuaya. Beres makan Dan poto2, kami melanjutkan ke rancabuaya. Ada 2 kubu mau nginep di rancabuaya ato santolo. Kami memuskan ke rancabuaya saja, Karena ada penginepan yg layak huni.nginep disini permalam 350k, 2 bed ,ac,TV gitu doang.tapi kamarnya bersih, lumayan luas bisa gelaran extra bed 2 jg masuk.WC nya kg bersih. Udah ada 4 Vila ini yg dibangun deketan . gak ada yg lebih bagus drpd yg ini. Sampe sini langsung diguyur hujan, ampe magrib baru reda.otomatis gak bisa ngapa2in. Malam nya kita nyifood lg, Mobil yg 1 Kali ini mau gabung. Pesen ikan yg gede nya 3kg plus udang. Pengen sayuran tdk ada. Kata yg jualan adanya seminggu sekali hihihihi. Kena 360k. Murah kenyang jg .tapi kalo rasa enakan yg di jayanti. Ada situasi yg bikin bete, dilingkunan villa tsb ada gazebo , nah ada rombongan yg bawa petalatan sendiri bikin "konser" karaokean disana. Kami masih maklum, lewat jam 10 malam kami mulai mengerutu merasa terganggu karena pengen tidur. Masih mending kalo lagunya chainsmoker clean bandit etc deh ini lagu dandut yg saya sendiri asing dengar nya, dandut jadul . yg tau cuma jeeereraa.... Jera jera jera Hahahaha. Wajar saja sih karena itu rombongan emak2 Dan bapak2. Jam 11an ahirnya saya protes ke receptionists , udah gelap office nya. Aku gedor2 saja. Minta segera dihentikan itu aktifitas dandutan. Setelah protes panjang lebar, saya menuju kamar,dia pun menuju kumpulan dandutan tsb. Langsung senyap ,mengahiri aktifitas mereka. Dipikir2 saya galak Dan berani jg yah protes beginian Hahahaha, Penghuni lain gak ada yg punya nyali. Ini terbukti ketika pagi2 saya Tanya ke penghuni sebelah. Mereka merasa keganggu tapi gak berani protes. Kalo tdk saya protes, konon menurut yg punya warung di seorang rata2 bisa sampe jam 2an .gilax !! Setelah kuping nyaman, kamipun tertidur dgn pulas. Bagi2 udah cabut buat menyusuri pantai rancabuaya. Pantai ini cocok nya buat poto2 doang, kurang ramah buat main2 di air. Byk karangnya.kalo airnya deras,bisa jg spot yg menarik ini air terjun. Malahan sebelum nya saya kesini ini air terjun tdk ada airnya sama sekali Puas main2 , kami cabut otw bandung lg jam 10an, tadinya mau jam 12an soalnya mau ke pantai lain, ahirnya dibatalkan. Perjalanan tetep via cianjur lagi soalnya harus nurunin penumpang , udah bete bgt di perjalanan nya. Nyampe bdg jam 9an malam Via cianjur ada jg kebun teh, tapi tidak seluas ato sebagus kalo lewat ciwidey ato pangalengan diajak lg kesini via cianjur jelas malesin banget, tapi kalo via ciwidey ato pangalengan hayuk aja.
  19. 5 points
    Universal Studio Japan (USJ) Universal Studi Japan (USJ) merupakan tujuan utama gw dalam perjalanan ke Jepang kali ini,, karena gw emang doyan banget baca Harry Potter. Baca loh yaaaa.. bukan nonton, bahkan 1 pun filmnya ga ada yang gw tonton sampe selesai. abisnya kalo setelah baca buku lalu nonton film suka jadi bete karena ga sesuai dengan apa yang gw imajinasikan. So.. daripada kecewa mendingan gw ga nonton filmnya. hahaha Oke balik lagi ke cerita kunjungan ke USJ. Sebenernya pengennya ke USJ pada saat hari kerja biar ga terlalu rame.. tapi apa boleh buat jadwal ga memungkinkan.. Gw kesana tanggal 4 Desember 2016, pas banget jatuhnya di hari minggu. Udah kebayang pasti penuh. Jadilah diniatin sampe USJ harus pagi banget dan begitu pager dibuka mau langsung lari menuju ke area Harry Potter (sebelom keramean). Karena planningnya gitu jadinya gw harus beli tiket USJ dari pas masih di Jakarta. Berhubung yang paling deket rumah itu JTB akhirnya diputusin buat beli di JTB. Tiketnya cuma selembar gitu. Open date dan berlaku selama 1 tahun. Walaupun jangka waktunya 1 tahun tapi cuma bisa dipakai untuk 1 kali kunjungan. Pada saat pembelian tiket dijelasin kalo tiket ini cuma buat sekali masuk, jadi kalo udah keluar gabisa masuk lagi. Beda banget sama Universal Studio Singapore yang keluar masuk sampe pusing. Tiket USJ dari JTB Dari Osaka Hana Hostel menuju USJ harus sekali ganti kereta. Dari Shinsaibashi station menuju ke Osaka Station, lalu ganti ke JR line dan turun di Universal City. Untuk pembayaran transportasi ga di cover yaa sama day pass yang dapet dari paketan Yokoso Pass, kenapa? karena perjalanan ke USJ harus menggunkan JR line. Jadi gw beli ICOCA buat bayar transportasi sekalian nanti selama di Tokyo. ICOCA Card Hari yang di nanti akhirnya tiba!!! Lalu seperti biasa... gw dan kebodohan gw kembali menjadi perusak rencana. Kali ini gw salah setting alarm. AAAAAAAKKKKKKKK!!! Niatnya bangun pagi banget trus jam 8an udah harus sampe di USJ. Tapi kenyataannya jam 8 BARU BANGUN. HAHAHAHAHA. Telaaattt deeehhhh.. Blom lagi pake salah liat peta dan salah stasiun. hahahaha. Jadinya jam 9.30 baru sampe USJ. Udah pengen nangis kebayang pasti bakalan penuh. Turun dari kereta, gw jalannya udah lesu gitu, kehilangan semangat. hahahaha. Tapi begitu liat gerbang USJ waaahh ternyata ga terlalu rame. Belom serame cendol.. Waaaaahhhhh... gw langsung semangat lari ke dalem. Btw kita ber 2 ga sempet sarapan jadinya ngebungkus onigiri, tadinya udah takut tas diperiksa trus onigirinya dibuang.. tapi ternyata pas nyampe gate ga diperiksa. Yeeeeeiiiii... tapi sayang cuma bawa 4 biji. Tau gitu kan bawa 15 bijiiiii, sekalian buat bekel makan siang sampe malem. hahahaha. Padahal lumayan kaaaaann bisa irit... maklum lah rencananya seharian disana dan makanan disana mahal. Pintu Utama USJ Map USJ Oke sampe didalam langsung panik lari ke arah kanan, buru-buru jalan ke arah Harry Potter. Sampe di depan area gw pikir bakalan dibatesin gitu masuknya. Harus pake ngambil tiket yang ada waktu masuknya gitu. tapi ternyataaaaaa.... aaaaaahhhh ga pake tiket. Yeeeeiiiiiii!!! kayanya sih karena masih pagi jadi belom terlalu rame. Masuk area Harry Potter, ga pake liat kiri kanan langsung menuju Hogwarts buat ngantri main Harry Potter and the Forbidden Journey. Antrinya udah 100 menit. Dan ga ada single ride. Ya udahlah yaaaaa... terima aja. Masuk ke antrian sambil makan bekel onigiri. Ga berasa udah nyampe giliran.. semangat banget langsung naik dengan cengengesan. Ternyata cuma bentar banget ride-nya.. cuma kedip-kedip udah kelar aja gitu. Gw sama laki gw begitu selesai cuma liat2an trus langsung ketawa meringis.. udaaaahhh??? gitu doaaaanggg???? hahahahhaha. Ngantri 100 menit, mainnya cuma 5 menit. Udah gitu ga ada single ride.. mungkin karena itungannya sepi kali yaaa jadi ga dibuka single ridenya. Atau mungkin memang ga ada? Ntahlah... tapi saran gw emang pertama masuk harus kesini dulu. Karena ride ini emang yang paling rame. Beres dari situ kita putusin muter-muter area Harry Potter dulu baru setelah itu geser ke area Jaws. Di dalam are ini ada 2 ride utama, selain Harry Potter and the Forbidden Journey ada Flight of The Hippogriff. Laki gw males ngantrinya.. gw juga ikutan males. Masih kebayang pegel ngantri. Jadilah kita muter-muter sambil foto-foto aja. Sebelum keluar kita sempetin mampir ke Wand Magic, kebetulan antrinya cuma 15 menit aja,. Disini bakalan ketemu Ollivander, nanti kita semua disuruh masuk ke ruangan lalu Ollivander bakalan milih satu orang buat nyoba dan milih wand yang pali sesuai. Ntah kenapa tiba-tiba GW YANG KEPILIH!!!! OEEEMMMMJIIIIHHH!!! Majulah gw, disuruh nyobain beberapa tongkat. Ujung2nya "dapet" tongkat yang cocok.. trus disuruh pegang dan keluar ruangan.. gw udah GR aja kaaannn.. Gw pikir beneran dikasih. Lumayaaannn kaaaaannn.. Ternayat begitu diluar ruang disuruh beli aja cuuuiiii. OGAAAAAHHH. hahahaa. Males banget.. mendingan duitnya buat makan. (Iyaaaa gw pelit. hahaha). Oke udah puas muter-muter disini akhirnya kita putusin buat pindah ke area lain. Kalo diliat di peta USJ kita muternya berlawanan dengan jarum jam.. Jadi tujuan berikutnya adalah area Amity Village. Di area ini ride utamanya cuma Jaws. Liat antrian 60 menitan gitu. Cek antrian single ride wah cuma 5 menit. Jadi diputusin buat ambil antrian single ride aja. Ga barengan gpp orang tujuannya emang mau mainya kaaann.. Ga pake lama2 ngantri langsung deh naik ke perahu. Seru sih yaaaaa.. tapi sayang bahasa Jepang. Ya ga paham laaah gw mba2nya cerita apa. Tapi overall oke lah. Seru juga, apalagi ledak2annya gitu. Cuma sayang gw ga kebagian basah2an. hahaha (yang lain berharap ga kena basah gw malah pengennya basah2an). Ya abis ga seru kaaaannn kalo ga basah,,, ga ada ceritanya. Ga sempet foto siang-siang karena pengen ngejer show di waterworld yang udah mau mulai. Jadi foto "ikan"nya pas malem deh. Beres dari area Amity Village pindah ke Waterworld. Seru sih yaa.. cuma lagi-lagi gw ga paham mas mbak nya cerita apa. Ya kaliiiii dia kira semua bisa bahasa Jepang. Jadilah cuma duduk sambil celingak celinguk. Tapi actionnya oke lah. Gw mau sih nonton lagi. Cuma lebih oke kalo pake bahasa inggris. Shownya sendiri sekitar 15-20 menit kalo ga salah. Salah Satu Sudut di Waterworld Beres nonton atraksi di Waterworld kita langsung pindah ke area Jurrasic Park. Tadinya sih laki gw mau naik The Flying Dinosaur, tapi begitu liat cuma digantung gitu trus pake muter-muter langsung dia mundur teratur. hahaha. Kalo gw sih emang udah niat ga bakalan mau naik. Makin berumur makin ga kuat main beginian. Tanda-tanda ke jompo-an. Akhirnya selama di area ini kita cuma ngetawain yang naik roller coaster sambil makan onogiri. Abis itu langsung main Jurrasic Park - The Ride. Ceritanya naik perahu trus keliling area Jurrasic Park, trus nanti ada tanjakan trus meluncur turun gitu. Udah gitu doang. Kita ber2 emang cupu. hahaha. Tapi lagi2 gw ga basah. Kecewaaaaaaaaa....... Setelah itu pindah area lagi.. Kali ini giliran area San Francisco. Di area ini ada 2 ride, yaitu Back to The Future dan Backdraft. Sayangnya back to the futurenya lagi di renovasi. Ngoookkkk. Jadi cuma main Backdraft aja. Backdraft ini kalo di Universal Studio Singapore kaya Lights Camera Action. Kta dibawa ke area yang di set kaya tempat syuting Backdraft. Lagi2 bahasa Jepang,, tapi untung gw udah pernah nonton filmnya, jadi yaa lumayan ngerti lah ya. Antrinya juga ga lama cuma sekitar 40 menitan. Dari situ pindah lagi ke area New York.. disini ada Spiderman dan Terminator. Buat Spiderman kita pake single ride lagi.. cuma ngantri 30 menit aja. Ridenya mirip kaya Transformer di Universal Singapore. Kalo terminator kombinasi 3D dan Live Show. Keren.. tapi gw paham ceritanya. hahaha. Disini juga harusnya ada Space Fantasy tapiiii tapiii tapiiii.. ditutup buat acara Cool Japan. KECEWAAAAAAAAAHHHHHHH. Padahal ini dan Back to The Future merupakan mainan yang paling gw tunggu2. Didepannya Back to The Future aditutup pake kayu-kayu dilukis gambar Minions gitu.. jadilah buat menghibur diri kita foto-foto disini aja. Lalu mendadak ujan aja doooonggg. UJAAAAAAANNNNNNNN Dari situ lanjut ke area Hollywood, disini ada Hollywood Dream - The ride tapi kan ujan.. jadi tutup deeeh... Gw emang ga bakalan naik tapiii tapiii tapiii kan ga asik ajaaaaaaa... Kalo kata @syahrulsiregar gw semacam gadis pengundang hujan (Gadis yaaaa.. gadis..). Karena ujan emang suka ngikutin gw. Bahkan nanti sampe ngikut gw ke Takayama pas gw janjian sama om alul. Karena ujan ya udah deh kita main yang ga penting-penting yang di indoor sambil muter-muter sambil foto-foto. Semua parade juga di cancel. Syeeeddddddiiiiiiiiihhh... Kita keasikan main sampe lupa makan. Padahal udah jam 7 malem. Padahal cuma baru diganjel makan onigiri 2 biji/orang. Mendadak laper... akhirnya kita putusin udaha aaah.. Pulang ke Hotel. Lagian besok pagi-pagi udah harus jalan ke Shirakawago. Kesimpulan : Seru sih yaaa main kesini. Boleh lah dicoba. Kalo antrian panjang manfaatin aja single ride, lumayan bisa menghemat waktu dan tenaga. Toh dateng kesana niatnya main kan.. jadi ga barengan gpp lah yaaa. Perlu beli express pass? hhhmmm... kalo ada duit lebih sih gpp, tapi mending adteng terus liat kondisi dulu aja. kalo emang antriannya udah ga ketolong banget, bahkan dengan single ride, ya boleh lah beli express pass. Dadaaaaaaaahhhh USJ... Sampe ketemu laaaagiiiiiii..... Gw bakalan balik lagi khusus buat main Back to The Future dan Space Fantasy dan nonton Parade. Link Terkait: Winter Wonderlust : Japan (December 2016) : Persiapan Winter Wonderlust : Japan (December 2016) : Part 1/Osaka Winter Wonderlust : Japan (December 2016) : Part 2/Universal Studio Winter Wonderlust : Japan (December 2016) : Part 3/Kyoto Winter Wonderlust : Japan (December 2016) : Part 4/Shirakawago Winter Wonderlust : Japan (December 2016) : Part 5/Shin-Hotaka Winter Wonderlust : Japan (December 2016) : Part 6/Takayama Winter Wonderlust : Japan (December 2016) : Part 7/Tokyo Review Hotel/Hostel : Osaka Hana Hostel Review Hotel/Hostel : Guesthouse Sanjyotakakura Hibiki Kyoto Review Hotel/Hostel :K's House Takayama Oasis Review Takayama Hokuriku Pass (JR East Pass) Review Kyoto Sightseeing Two-day Pass Discount Ticket (Yokoso Pass) Kansai Airport - Namba Station Osaka Panduan Bis di Kyoto Discount Ticket (Haruka+ICOCA) Kansai Airport - Shin-Osaka Alternatif Transportasi : Osaka - Kyoto - Kanazawa - Shirakawago - Takayama - Tokyo
  20. 5 points
    syahrulsiregar

    TRIP SALJU JEPANG : SAPPORO

    Perjalanan kereta dari Hakodate ke Sapporo memakan waktu kurang lebih 5 jam. Di tiket sih harusnya 4 jam tapi karena katanya ada badai salju, jadi beberapa kali berhenti ato nurunin kecepatan. Ga terlalu menikmati perjalanan ini karena entah kenapa kepala gw pusing trus rasanya ngga sampe2. Mungkin karena pake kereta limited express yah, jadi sempet liat jalanan dan makin berasa deh lamanya. Tapi aslik pemandangannya bagus dan kayak di negeri antah berantah. Jadi relnya itu di pesisir laut. Jadi hamparan luas warna putih. Ga kebayang kalo kecemplung disana. Agak ngeri sih ya sebetulnya. Akhirnya sekitar jam 6 sampe Sapporo, langsung transfer subway ke hotel buat checkin. kebetulan emang cari hotel yang di daerah Susukino supaya bisa happening sampe malem dan depan hotel persis ada pintu masuk subway. Setelah checkin dan naro tas, tanpa bebersih dan lain2 kita langsung cabut lagi. Itin malem ini ga neko2 sih. Yang penting menikmati Sapporo malam hari. Aslik, udaranya enak banget, adem. Cuman karena anginnya kenceng ya, jadi menggigil. Sebelumnya udah browsing, ada acara apa di Sapporo di awal desember gini. Jadi dari akhir November sampe awal desember, di Sapporo ada winter illumination. Jadi lampu2 hias betebaran di pohon2 dan taman2, dengan latar salju, jadi bagus banget. Areanya di sekitar odori park dan susukino. Selain itu, tepat di odori parknya, ada lampu2 yang lebih heboh lagi. Plus ada si German Christmas Market,. Jadi , karena Sapporo ini sister city sama Munich, orang jerman bikin pasar malem di sini. Isinya makanan dan pernak pernik khas jerman. bahkan yang jualan pun orang jerman. tapi bisa ngomong Jepang. Nah lho. Begitu sampe langsung terkagum sama lampu2 hias yang dibentuk jadi macem. Bengong. PLAKK!!! Ditampar angina dingin. Alhasil, Cuma foto2 bentar sok ga kedinginan, trus lanjut ke pasar malem di ujung taman tepat di bawah TV Tower, keliatannya lebih hangat. Begitu sampe lebih bengong lagi, tempatnya lucu banget. Di tengah2 ada paduan suara nyanyi lagu natal, dan semua mulutnya berasep kedinginan. Kita keluar liat2 sebentar dan berakhir di stand makanan. Hahaha. Asepnya kemana-mana bikin ngiler. Tapi akhirnya pilihan jatuh ke Turkey Leg. Favorit banget ini tiap ke US pasti beli. Setelah khatam kita putusin buat cari oleh2 karena takut besok ga sempet. Kebetulan pas tadi berangkat kita lewat kayak semacam dotonburinya Sapporo gitu. Jadi kita ke situ lagi. Setelah belanja sogokan buat bos dan tim, kita makan. Gw udah berjanji sama diri sendiri buat makan malem coco curry. Hahahah ga penting. Cuman udah ngidam banget dari pertama sampe jepang. Kita pesen nasi yang paling kecil, karena tadi udah makan turkey leg. Seperti biasa, minumnya air es tetep. Kalo ada emak gw, udah diomelin nih. Yatuhan, dikucurin madu sama dicampur pickle sih , langsung meledak di mulut. Setelah makan, temen gw bilang kalo di Jakarta itu lagi happening banget Cheesetart Hokkaido. Nah harusnya asalnya dari sini dong yah. kita cari deh tuh ada dimana. Ternyata yang peling deket itu di Sapporo station. Sayangnya tutup jam 8, sedangkan waktu itu udah 21.30. yaud kita jalan2 lagi muter2 sampe akhirnya badai salju, ujan salju lebat, yang membuat kita nyerah dan pulang aja. Keeseokan harinya… Bangun langsung semangat mau main ski lagiiii. Sebelumnya sempet sedih karena tempat ski andalan (gratis) belum buka. Jadi kudu nyari yang udah buka dan itupun baru beberapa. Akhirnya, dengan pertimbangan waktu dan tempat, kita pilih Sapporo Teine Ski Resort. Selain udah buka duluan, aksesnya mudah. Tinggal naik kereta sambung bus langsung turun di resortnya. Sesudah packing, kita jalan ke Stasiun Sapporo dulu buat naro tas di locker. Trus lanjut naik kereta JR ke stasiun Teine, total 30 menit. Keluar stasiun langsung disambut tumpukan salju karena semalem hujan salju lebat. Tapi uniknya matahari bersinar cerah. Jadi hangat. Untuk kemudian PLAKKK!!!. Ditampar angin. Langsung ke bus stop nomor 3 persis di depan mister donat (patokan). Ternyata bis pertama jam 9.10 (bisnya sejam sekali). kita langsung bediri aja disitu. Celingak celinguk kok sepi. Padahal udah jam 8.50. karena kita lihat info di plangnya bener, kita diri aja situ. Pas jam 9 teng, orang2 mulai berdatangan, ada yang baru keluar dari mister donat, ada yang baru keluar dari ruang tunggu (ternyata ada di belakang kita). Dari tadi kita kedinginan, ternyata orang2 ini anget di dalem. Sad. Tapi gpp jadinya kita paling depan (dan paling kedinginan). Persis jam 9.10 bis dating. Kita semua masuk. Alhamdulillah busnya juga JR, jadi gratis deh perjalanan ski ini. Oiya perlu dicatat, jadwal bisnya berubah menyesuaikan keadaan yah. jadi emang ga update terus di papan bus stop. Perjalanan sekitar 30 menit. Mendaki gunung lewati lembah, sungai mengalir indah ke samudera. Alhamdulillah sampe dengan selamat. Kita ga punya banyak waktu karena harus ngejar flight jam 7 malem ke Osaka. Akhirnya langsung lari ke tempat penyewaan alat. Diputuskan kita nyewa alat aja, satu perlengkapan ski dan satu perlengkapan snowboard masing2 5000an JPY. Alhamdulillah cerah banget, jadi agak hangat. Walaupun anginnya lagi2 PLAKK!!! nampar2 yah. kita nyoba dulu di turunan landai yang emang buat latian. Gw karena udah pernah main jadi lumayan masih inget. Temen gw yang baru pertama kali plus pake acara mau nyobain snowboard, awalnya agak kagok tapi akhirnya bisa seru2an. Setelah nyoba kita beli tiket lift seharga 3000an JPY. Oiya tiket sama harga nyewa tadi itu Cuma untuk 4 jam. Liftnya ada banyak. Kita pilih yang keliatannya ga curam2 banget. Njir, naik lift yang bawahnya gw yakin ada salju setinggi pohon cemara dan tanpa pengaman sih serem juga yah. hahahaha. Sampe diatas, ada 2 turunan. Yang ke kiri dan ke kanan. Pas kita turun di atas agak kagok karena belum biasa. sama bapak penjaganya yang ngeliat kita, dia nyaranin ke kanan aja, lebih landai katanya. Kita liat emang landai. Kita coba deh, lumayan lancar dan seru. Trus di tengah jalan, ngeliat theme park yang tutup, bagus banget, bianglala warna warni di tengah putihnya salju. Oiya sama dari sini kita bisa liat kota Sapporo dari ketinggian. Nah abis foto2 ketawa2 bahagia. Ternyata eh ternyata, si landai itu Cuma sampe tengah, abis itu turunan 45 derajat. Njir. Kita berdua keder lah. Ngeri banget. Sempet diem pengen nangis aja. Tapi itu satu2nya jalan ke bawah L Mau gamau akhirnya kita Cuma pelan2. EALAH YA MANA MUNGKIN BISA PELAN2?!?!. Yang ada nyerodok, meluncur tak terkendali untuk akhirnya jatuh teguling2. Aslik kesel banget ama si bapak yang menjerumuskan kita ke lembah yang dalam ini. Karena yang paling susah adalah berdiri dengan 2 kaki nemplok si alat ski. Susah payah akhirnya sampe bawah juga. Kita cuman bisa ketawa lah. Selanjutnya kita maen2 di yang landai2 aja. Sampe akhirnya udah mau jam 1. Kita putusin buat udahan supaya ngejar bis yang jam 13.30. Walaupun sebentar tapi puas banget sih. Cuacanya cerah banget soalnya. Kebayang kalo lagi badai, pasti dingin banget. Sampe di Stasiun Sapporo, kita beli Hokkaido bake cheese tart dulu buat oleh2 (dan dimakan sendiri). Kita juga sempetin makan siang dulu di stasiun terbesar di Hokkaido ini. Kita ambil tas trus lanjut ke bandara. Sampe bandara Chitose kita masih punya waktu buat muter2 bentar sebelum akhirnya masuk pesawat dan tidur. Bangun2 udah di Kansai airport. rencananya malem ini kita tidur disini aja biar hemat dan ga repot. Area paling enak adalah di terminal 1 lantai 2 di depan information center. Disitu lampunya redup, pojokan dan belakang mcd sama Lawson dan toilet. Jadi tenang deh. Enaknya lagi kursi2 disini ga ada armchairnya jadi bisa nyelonjor. Tadinya disini bisa minjem selimut, tapi karena sekarang harus jalan agak jauh, kita berdua males, lagi pula ga terlalu dingin malem ini. Gw putuskan buat mandi dulu, sebelum tidur karena dr siang kagak mandi, sekalian biar besok pagi ga usah mandi. Mandinya di Kansai Lounge, bayar 510JPY buat 15 menit air. Make kamar mandinya sih bisa 40 menit max. jadi kita bakal dikasih koin gitu buat dimasukin di dalem kamar mandi. Ga perlu kuatir karena sabun dan shampoo sudah ada. Sebetulnya ini persis eksekutif lounge, Cuma siapa aja bisa bayar. Dan ratenya per 30 menit. Setelah mandi bisa tidur dengan tenang. Bangun2 dibangunin satpam. Ga usah kuatir karena dia Cuma ngecek random aja dokumen dan nanya2 dikit. Soalnya ternyata emang banyak juga homeless yang tidur dipojokan bandara. Bebersih bentar di toilet. Checkin. imigrasi. Ini tumben, kamaren2 antriannya panjang ampe luar2, kali ini sepi. Bener2 bukan peak season. Semalem juga ga terlalu rame yang tidur di bandara. Akhirnya naik pesawat. Perjalanan jepang kali ini bener penuh keberuntungan sih. dari awal ngecek semua rencana bakalan gagal tapi ternyata semuanya persis apa yang kita pengenin dari awal. Yeay, thank you Jepang. Thank you teman2 yang udah nemenin deg2an di hari2 menuju keberangkatan (Jemaah Haji kali ah) jalan2 @Vara Deliasani @deffa @twindry @HarrisWang @kyosash dll. Bahkan saat gw naik pesawat, gw udah mikir kapan kemungkinan gw bisa balik lagi. So, that’s my 3rd trip to Japan. Hope you guys enjoy, feel free to ask anything.. ARIGATO!!!
  21. 5 points
    twindry

    Momiji here i come!! Day 1 - KL

    Yossshhhhhh!!!!!!! Akhirnya nulis lagi setelah sekian lama ngak post di forum. Dan kali ini postingannya adalah FR.. yaaahhh FR CHOYYY!!! (belagu kaya dan sering jalan2 dulu padahal ... ) Sebagai permulaan, ini adalah trip pertama saya menggunakan pesawat WHAT!?!?!?! Secara ini udh 2016, masa lu baru pertama naek pesawat bang? Yeah... begitulah suramnya kehidupan anak2 di Pontianak. sebagian besar ngak pernah merasakan gimana rasanya naik pesawat. Day 1 - 31 Oktober 2016 Yoshhhhhh!!! Akhirnya hari yang ditunggu2 tiba. A : Lah bang, ini kan baru tanggal 31? Gak salah lu? B: Yo'i choyy... baca di atas. kita kan orang kaya Karena penerbangan saya dari Kuala Lumpur ke Tokyo tanggal 2 November itu hari Rabu, dan penerbangan dari Pontianak ke Kuala Lumpur cuman ada hari Senin, Rabu, Jumat dan Minggu maka dengan sangat terpaksa saya harus terbang tanggal 31 Oktober ( dan ini yang membuat budget membengkak). Oke... Let's start the journey.... Karena udah banyak membaca di forum ini, dan banyak bertanya dengan @Vara Deliasani @Sahat saya pun jadi tau tahap2 boarding. Sesampai di bandara Supadio Pontianak, saya pun melewati scanner pertama di depan pintu boarding. Setelah lewat scanner, saya pun dengan belagunya jalan ke counter AA (padahal udh web check-in) dan si abang itu sepertinya tau saya first time traveller. Jadilah koper saya di timbang daaaaannnn.... lebih 1 kg sodara2 alhasil saya memindahkan beberapa baju ke tas ransel saya dan saya pun di perbolehkan lewat. Setelah itu semua proses berjalan aman2 saja dan sampailah saya di ruang tunggu. See ya pontianak take off di sambut hujan Dengan harga tiket PNK - KUL Rp429.000 by AA akhirnya tanggal 31 Oktober siang pesawat saya lepas landas dan sampai di KLIA 2 dengan tepat waktu Sesampainya di KLIA2 saya pun mencari2 informasi tentang SIM Card yang bisa dipakai karena saya gk mau cape dijalan hanya karena nyari jalan dan badan jadi tidak fit sebelum sampai di Tokyo. Sebelum tiba di gate imigrasi, saya pun ketemu counter yang jualan sim card dan pilihan jatuh pada merk DIGI. Sayapun beli paket internet + telepon seharga 50 RM untuk 7 hari. Padahal saya cuman 2 hari di KL. Biasa lah... buang2 duit choy Setelah beli kartu dan keluar dari pintu imigrasi dengan lancar (sempet di takut2in sahat, katanya ada scan sidik jari. AWAS DISANGKA TERORIS NTAR ) perut pun lapar karena hanya makan sedikit pagi tadi. Hello KLIA Im Coming bebehhhhh Tapi karena saya rencananya naik bus ke KL Sentral, dan loket bus dan express ada di depan pintu keluar arrival, saya pun dengan belagunya langsung beli tiket dengan maksud hati setelah itu mau cari makan di bandara . Dengan harga 11 RM dari KLIA ke KL Sentral, saya pun mendapatkan tiket bus. Setelah di perhatiin kok ada tertera jam keberangkatan bus nya, dan di tiket tertera pukul 16:30 waktu Malaysia (1 jam lebih cepat dari WIB). Setelah liat jam tangan.... HELLOOOOOOO!!!!!!! ini udah pukul 16:15 braaaayyy Dengan secepat kilat saya pun berlari keluar dari pintu arrival sambil ngutuk2 si gadis penjual tiket dan belok kanan eehhh..kok mentok? adanya cmn ke ep ci ama kursi pijet doank. Lalu muter balik dan berjalan lurus dari gate arrival dan ketemu dengan information desk. Ketemu mba2 India di information desk, saya nyodorkan tiket bus saya dan sebelum kata pertama meluncur dari bibir untuk bertanya, dengan ketusnya dia nunjuk ke arah eskalator yang berarti saya harus turun. Saya pun berlari secepat mungkin dan ada di basement KLIA. Liat di tiket tertulis Gate A5 dan A6. Pas di depen pintu masuk ada kumpulan turis (dari China ato dari mana lah yang jelas bahasanya ngerti2 dikit) dan di pilar bangunan ada tertulis A5. Di pikir2 gk mungkin kan nunggu bus di dalam, saya pun berlari keluar. Untungnya pintu keluar yang saya lalui tadi pas di depan gate A5 dan A6. Abang2 kernet bus nya udah nungguin dan secepat kilat dia buang koper saya masuk ke bagasi bus dan selagi saya panik dan nyari2 nomor kursi untuk duduk, busnya udh jalan well, karena panik saya mondar mandir dlm bus yg jalan perlahan, ada satu abang2 lagi tidur dan kaget waktu saya berjalan melewati dia. seolah2 saya mau nyopet gitu lu gak tau bang gua siapa? dan setelah di perhatikan nomor seat di tiket bus itu cuman pajangan terserah kita ambil tempat duduk dimana aja. Setelah duduk dan keadaan sudah agak tenang, saya baru sadar kalo pas beli tiket tadi saya ngak liat timetable nya maapin abang ya dek udh ngutuk2 Jarak dari KLIA ke KL Sentral waktu itu saya tempuh selama 1 jam tanpa macet dan selama perjalanan saya antara tertidur dengan enggak (H-3 saya udh ngak bisa tidur. Maklum terlalu excited choy baru pertama kali jalan ). Sampai di KL Sentral saya pun ikut arus penumpang lain yang satu bus dengan saya. Tiba2 sampai lah saya di dalam KL Sentral and then HELLOOOOO!!!!!! Gede choyyy dan orang ramai berlalu lalang. Maklum di Pontianak bangunan paling gede ya A Yani Mega Mall, itupun kalo kita jalan dari ujung ke ujung dalam bangunan ya cuman 5 menitan lah ya . Lalu saya pun mencari2 jalan untuk bisa ke penginapan dan menurut embah saya harus makai MRT Titiwangsa dan turun di stasiun AirAsia Bukit Bintang. Saya pun random berjalan ke arah loket KL Express dan bertanya dengan si penungu loket. Lalu abang penunggu loket pun mengatakan kalo stasiun MRT ada di lantai atas. Dengan belagunya saya pun naik eskalator dan saya melihat ada 1 keluarga lengkap dengan bapaknya ya (bukan kayak gambar di kaleng biskuit itu) dan saya pun mengikuti mereka. Lantai demi lantai mereka naik terus makai eskalator dan entah di lantai berapa mereka pun hilang Dalam pikiran saya kalo MRT itu kan kayak kereta tapi di atas jembatan layang gitu kan, yaudah saya naik aja sampe ke ujung2nya sekalian. Setelah sampai di lantai paling atas (lumayan ngos ya sambil geret2 koper dan bawa ransel laptop yang kalo sletingnya saya tarik semua isinya bisa berhamburan) loh kok mentok. Tinggal atap doank?? saya pun bertanya ke pak satpam. A : Pak Cik, stesien MRT kat mane? B : MRT di lantai C. Awak mesti turun lagi A : WHAT THE H... tiiiittttt Dengan berat hati dan berat kaki, saya pun kembali turun. Setelah di lantai C ada tulisan di pilar bangunan, Stesien MRT YAAYYY.. tapi kok eskalator lagi dengan langkah sedikit ragu saya pun ikutin itu eskalator dan terlihatlah banyak sekali orang berlalu lalang dari stasiun MRT. Untuk beli tiket MRT nya saya tidak menemui kesulitan karena sudah cukup jelas jalur yang akan saya ambil. Tinggal cari jalur MRT yang akan kita pakai dan pilih stasiun yang akan kita tuju. Dengan biaya 2,5 RM tiket MRT berbentuk koin pun keluar dari mesin tiket. Challenge berikutnya adalah naik MRT. Karena gk pernah make MRT (kata orang pontianak SEPOK alias kampungan ) saya pun berjalan lurus aja dan melihat papan Titiwangsa. Begitu MRT sampai saya pun langsung naik tanpa pikir panjang. Karena suara pemberitahuan dari MRT nya yang kurang begitu jelas + jam pulang kerja jadilah saya panik. Saya terus2an memperhatikan lampu petunjuk sudah sampai stasiun mana dan akhirnyaaaaaaaaa saya pun sampai di stasiun bukit bintang aye aye ayeeeeee Setelah dengan cucuran keringat, saya pun sampai di daerah bukit bintang dan tidak terlihat apa2 selain MCD (karena di depan stasiun bukit bintang sedang ada kegiatan proyek). Untung punya koneksi internet kan (hasil buang2 duit di erpot tadi) saya pun berjalan mengikuti arah maps dan menuju ke penginapan. Alhasil setelah jalan tidak jauh, sampai lah saya di jalan alor. Berikutnya adalah WHERE IS THE HOSTEL???? secara jalan alor semuanya jejeran toko dan lapak orang jualan makan. Map mengatakan saya tinggal jalan masuk sedikit lagi di jalan alor ini. Setelah jalan sekitar 100an meter ada plang Budget Inn. Cek2 di bookingan saya DengBa Hostel (Formerly knwon as Budget Inn) Nah loh iya kayaknya ini. Tapi tapi tapi ... kok hostelnya di belakang lapak orang ya? Dan (lagi) dengan belagunya saya pun nyamperin... EEHH.. ternyata kali ini bener ya plang DengBa Hostel (Budget Inn) Source : booking.com Saya pun check in dan 5 menit kemudian saya pun di antar menuju kamar saya. Andddddd theeeennnnnn.... no lift dan tangganya pun yang bentuknya melingkar pulak.. mati lah saya dengan bawaan sebanyak itu dan harus naik tangga muter pleeeesssss kamar saya di lantai 3. Dengan keringat bercucuran, saya pun sampai di kamar. Kebetulan ada 1 abang2 yang kayaknya dari Indo (belagu lagi ) dan saya coba sapa. Abang ini berasal dari Papua sodara2 yeaaayyy.. Si abang rupanya sisa2 penonton MotoGP yang baru saja selesai race nya di Sepang tanggal 30 Oktober kemarin dan akan balik ke Papua tanggal 1 november besok. Setelah itu saya bongkar muatan tas dan mandi. Setelah itu saya dan si abang papua pun berjalan di sekitar penginapan untuk cari makan malam. Pilihan pun jatuh ke salah satu lapak masakan thailand yang harganya lumayan lah. Ngak mahal2 amat. Saya memesan Crab Meat Fried Rice seharga 12 RM dan segelas air apel seharga 6 RM perut pun sedikit terisi (dari pagi belon makan baaaang). Nasi gorengnya banyakan kulit kepiting dibandingin dengan dagingnya untuk minumannya agak aneh rasanya. asam2 sepat gitu dan ada wangi khas apel ijo nya (semoga bukan sachetan pop es ya ) Crab meet fried rice dan minuman kayak jus apel hijau Tampak depan lapak masakan thailand tempat makan malam ini di depan lapak ini ada resto masakan china gitu me and si abang papua ini dengan si bapak2 thailand yang menawarkan menunya ke setiap pejalan kaki di jalan alor Okeeee...selesai makan saya pun memutuskan mau ke Twin Tower dan si abang papua katanya mau ikut (sebenarnya dia udh kesana. tapi karena masih terlalu awal untuk balik ke hostel jadi dia ikut aja). Karena di itin saya rencananya mau make bus Go KL dan kebetulan si abang tau dimana letak haltenya, jadilah kita jalan kaki ke halte bus. Sampailah kami di persimpangan dan dikelilingi oleh mal2 tinggi dengan barang2 brandednya. Saya pun bingung dan kata si abang emang iya di sini halte bus Go KL. Diliat2 benar juga sih karena banyak orang yang nge tem di sini untuk nungguin itu bus. Setelah beberapa saat nunggu, eeh ketemu lagi kawan si abang papua ini (2 orang. 1 malang 1 jogja). Mereka baru sama2 kenal juga sewaktu nonton MotoGP kemarin dan kebetulan sama2 mau ke twin tower juga. Jadilah kami malam itu ber 4 ke twin tower. Ini patokannya kalo mau naik bus Go KL di bukit bintang Suasana bus Go KL lumayan sesak. Maklumlah karena gratisan ya sampailah kami di halte KLCC dan cukup dengan berjalan kaki kami udah sampai di taman pas di bawah menara twin tower. Dan langsung kami ber 3 bilang WOWWWWW begitu melihat keindahan si menara kembar ini (karena si abang papua udh ke sini sebelumnya, jadi dia biasa aja ). Jadi lah kami menghabiskan waktu sekitar 2-3 jam di sini karena mau ngejar bus terakhir untuk pulang ke bukit bintang (menurut info yang saya dapat last bus itu jam 23:00 waktu malaysia / 22:00 WIB cmiiw). Untuk mendapatkan spot foto yang sepi perlu antri di sini. Kecuali jika kalian ketemu dengan turis asal Thailand ato China. Gak bakal dapat giliran deh Disini ada sekelompok turis ibu2 dari China dengan dandanan menor dan pakaian aneh. Manjat2 ke tiang atas taman hanya untuk poto2 lalu ada anak2 muda china juga yang sampai masuk ke dalam air mancur di sekitar taman hanya untuk foto juga. Sampai udh di kasi peluit ama security juga masih ngeyel mereka memang dasar ya orang2 China itu kayak koper album band2 gitu ya Twin Tower dan air mancur di bawahnya KL Tower di kejauhan Offically touched down bebeh le ole ole Sayangnya pas kami ke sini show water dance nya ngak ada jadi yah cuman air mancur warna warni gitu. but still oke lah.. Setelah puas foto2 kami pun bergegas pulang untuk mengejar bus Go KL karena waktu udh menunjukkan pukul 23:00. Sewaktu di halte ada 1 bus Go KL yang mesinnya nyala tapi ngak ada supirnya daaaaaannn sudah dikerubungin sama penumpang2 yang udh rame banget. Suasananya jadi kayak dalam bus itu ada penawar untuk gigitan zombie gitu dan ketika bus yang lain datang, udh dikejar2 sama penumpang kayak mau rusuh (ya iya lah. daripada pulang jalan kaki kan). Kami pun kebagian bus meskipun berdiri dan kami turun di halte bukit bintang. Dan loh loh kok... pemandangannya lain ya? it means that kami salah halte. Lalu kami pun tersesat dan tak tau arah jalan pulaaannnggg (pasti bacanya sambil nyanyi kan ). Seharusnya kami turun di halte Starhill Gallery tapi kami malah turun di stasiun pavilion yang hal ini baru saya sadari setelah keesokan harinya sewaktu pulang dari dataran merdeka (tempat kami tunggu bus pertama itu kami kira halte pavilion karena nama daerah sekitar sana adalah pavilion). Setelah mutar2 hampir sejam dan menerobos masuk lewat mal dan foodcourt nya anak2 high class gitu, kami pun akhirnya tiba2 keluar di dekat halte pertama tadi. Karena mereka ber 3 itu penggemar motoGP jadilah hunting baju2 khas motoGP di sekitaran jalan alor. Setelah kaki lemes dan ujung2nya gk dapat baju satupun karena harganya mahal banget, kami pun memutuskan untuk santai2 di jalan alor sambil nge liatin paha *eehhh* ngeliatan orang mondar mandir dan mendengarkan live music. Saya pun memesan ais kacang yang keliatannya menarik harganya cukup murah 5,5 rm (yang isinya benar2 kacang semua ) dan sudah cukup untuk menemani malam kongkow di jalan alor sampai larut malam sekitar jam 1 subuh. Begitu kembali ke penginapan, ketemu lah saya dengan teman sekamar dari China. (ceritanya kami sekamar ber 3. saya, si abang papua, sama si china ini) Nickname nya Jim dan besok katanya dia mau ikut saya untuk keliling KL karena dia pun ngak tau mau kemana (secara dia stay 30 hari di Malaysia, jadi yah santai2 aja dia jalannya) dan katanya dia hari ini udah jalan sekitar 40.000 langkah untuk ketemu temannya yang baru beli apartemen di KL 40.000 steps bhoookk. ini penampakan bus GOKL (source : google) Map rute bus GOKL (source : GOKL) ketemu air mancur ini ketika keluar dari mal dan foodcourt anak2 orang kaya di bukit bintang Kios tempat kami nongkrong ngabisin malam di jalan alor dan penampakan ais kacang pesanan saya penampakan jalan alor sudah agak sepi ketika jam 1 subuh Sekian perjalanan hari pertama saya di KL.. see ya di post berikutnya ya Tips : 1. Untuk first time traveller seperti saya, pada saat beli tiket bus dari bandara ke KL Sentral harap memperhatikan time table sebelum beli tiket. PENTING!!!! KLIA itu gede banget dan jangan sampai mengeluarkan biaya yang tidak perlu hanya karena ketinggalan bus. 2. Jika dari KLIA ke KL Sentral menggunakan bus dan akan menuju penginapan menggunakan MRT atau KTM, patokannya adalah : - begitu turun bus naik ke lantai atas dan anda akan bertemu dengan gelombang manusia lalu lalang dari segala arah. - jangan panik!!! menepi lah dan cari perlindungan di dekat tiang atau menepi agar tidak terbawa arus - Jika akan menggunakan MRT naik lah 1 lantai saja. YA!! 1 lantai saja. Stasiun MRT letaknya tidak jauh dari eskalator ke lantai C - Jika akan menggunakan KTM maka tidak perlu naik ke lantai atas. KTM dan KL ekspress berada pada lantai yang sama dan letak loketnya pun berseberangan 3. Jika berencana keliling KL menggunakan bus GOKL, perhatikan jalur bus yang tertera di bagian depan atas bus. Kadang ada bus yang warnanya tidak sama dengan jalur bus nya. Misalnya saja bus berwarna merah tapi jalur bus tersebut adalah untuk jalur hijau alias green line. 4. Tidak semua halte bus GOKL ada sign bahwa di sana adalah halte tempat pemberhentian bus. Jika bingung tanyalah kepada petugas di sekitar atau orang2 di sekitar sana. 5. Bus dengan jalur hijau atau green line paling jarang terlihat. Akibatnya adalah bus selalu sesak. Jika bisa hindari naik bus jalur hijau di jam2 ramai (jam berangkat kerja atau jam pulang kerja) karena akan sesak sekali dan hati2.. Biasanya ada copet 6. Jangan beli oleh2 di Jalan Alor kecuali terpaksa. Banyak orang India yang manggil2 hello brother ke kita yang katanya mau kasi special price. Harga barang di China Town lebih murah
  22. 5 points
    Yosshhh!! ketemu lagi kita di FR perjalanan ke tokyo di awal bulan november lalu bareng @Sahat cerita part sebelumnya : Momiji here i come!!! Day 1 - KL Momiji here i come!!! Day 2 - Still KL Momiji here i come!!! Day 3 - KL to Tokyo Momiji here i come!!! Day 4 - Tokyo Momiji here i come!!! Day 5 - Nikko Momiji here i come!!! Day 6 - Kawaguchiko and Chureito Pagoda Tokyo Metropolitan Government Building Day 7 - 06 November 2016 hari ini kita bangun agak siang karena itin udah agak longgar. tujuan hari ini cuman shinjuku, shibuya, dan harajuku. lagian hari ini merupakan hari terakhir sahat di tokyo. dia harus pulang duluan karena tiketnya di reschedule oleh pihak AA begitu bangun kita langsung beres2 dan sahat menitipkan tas nya di resepsionis hostel. sebelum memulai perjalanan tidak lupa singgah ke 7-11 beli sarapan pagi. pagi ini saya beli semacam bakpao tapi isi kacang merah dan roti coklat. rasanya maknyus banggeeeeeet bakpao 120 Yen dan roti coklat 138 Yen akhirnya masuk perut. tapi ngak terasa di dalem perut masih lapar aja bawaannya. lalu kita pun menuju shinjuku menggunakan Metro Pass 24hrs yang tadi malam sudah kita beli. Bakpao isi kacang merah dan roti coklat 1. Shinjuku How to reach Shinjuku from Asakusa menggunakan subway Metro Line : karena menggunakan metro pass (tidak cover jalur A,I,S,E) maka dari asakusa pakai subway Ginza Line (G19) menuju stasiun Tameike-sanno (G06). kemudian ganti ke Marunouichi Line (14) menuju Stasiun Shinjuku (M08) begitu sampai shinjuku kami berdua seperti kebingungan. stasiunnya gedeeeeeeeeeeeeeeeee banget tapi petunjuk arahnya informatif sekali. cukup ikuti papan petunjuk ke mana arah tujuan kita. tapi yah cukup pegel juga. stasiunnya gede banget. lagi asik2 nya nyari jalan eeh ketemu pameran snack gitu. singgah liat2 eeh dikasi sampel. tak cobain deh orang jepang ramah2. suka ngucapin welcome to japan ke orang2 asing oh iya tujuan kita pertama di shinjuku adalah ke gedung Tokyo Metropolitan Government Building. akhirnya kita ketemu jalan raya juga setelah berjalan menyusuri lorong2 stasiun yang gedenya minta ampun. begitu keluar dari stasiun, wowgedungnya tinggi beud kata si sahat sih biasa aja sih. gak tinggi2 amat. kata saya sih tinggi beud soalnya di pontianak gk ada yang begituan (nasib anak kota kecil) dengan bantuan maps kita akhirnya menemukan ujung dari bangungan TMG diantara bangunan2 tinggi lainnya. meskipun ujungnya keliatan, tetep aja masih jauh akhirnya kita ada di bawah kaki bangunan TMG. foto2 dulu di bawah. habis itu kita mulai masuk ke dalam. pertama kita ke south building observation decknya dulu. observation deck nya ada di lantai 45 dan kita dibawa menggunakan lift dari lantai dasar ke lantai 45 dalam hitungan detik tiba2 aja udah di lantai 45. di south building ini viewnya bangunan2 kota di tokyo. perasaan bangunan2 di tokyo udah tinggi2, tapi begitu di liat dari atas sini semuanya jadi kecil oh iya di south building ini isinya stand2 produk unggulan dari seluruh penjuru jepang berdasarkan tiap kota. ngak belanja karena harganya juga lumayan muterin di south building ini aja udh pegel banget. gk ada tempat duduknya juga soalnya. akhirnya kita mutusin untuk turun dan kemudian nyebrang ke north buildingnya. oh ya lantai 45 itu rupanya cuman sampai di tengah2 bangunan aja bukan di bagian paling atas bangunan ya Pemandangan bangunan tinggi ketika keluar dari stasiun Ujung bangunan TMG sudah keliatan Halaman depan TMG From 0 - 45 dalam hitungan detik Pemandangan dari South Building Stand produk2 unggulan dari seantero jepang pemandangan di north building ngak jauh beda sih. tapi kalo cuaca lagi bagus bisa liat gunung fuji. cuman anehnya pagi ini cerah tapi di ujung pandang sana kayak tertutup kabut atau embun gitu. mau nungguin sampai siang tapi udah males di atas sini. ngak ada pemandangan yang menarik selain bangunan2 tinggi di tokyo. kalo di south building ada stand2 dari seluruh penjuru jepang, kalo di north tower ini adanya stand2 suvenir. ketemu suvenir tokyo sky tree yang bisa berubah warna kalo di colok ke listrik. pengen beli tapi liat harga 1.000 Yen, gak jadi beli deh (ujung2nya nyesel ngak beli). alhasil disini cuman liat2 aja dan kemudian kami memutuskan untuk turun dan cari tempat untuk makan siang. View dari North Building. sayangnya gunung fuji ngak keliatan Stand suvenir Rame yang main kartu begitu turun dan lagi cek maps, kata sahat pengen nyobain kare khas jepang. gayung pun bersambut. rupanya ada resto kare di dekat sini. akhirnya kita pun mengikuti petunjuk maps. agak muter2 untuk menemukan restoran kare yang diberikan oleh maps. lalu kita menyusuri lewat ke dalam sebuah bangunan yang entah bangunan perkantoran ato hotel ato mall. yang jelas gede dan membingunkan. akhirnya kita pun menemukan restoran kare yang dimaksud. letaknya persis di sebelah pintu masuk Shinjuku NS Building (tapi entah pintu masuk sebelah mana). nama restonya Coco Curry House. sebelum masuk kita liat2 dulu di luar menu dan harganya. setelah dirasa pas dengan kantong akhirnya kita masuk. saya pesan good luck hand-made minced beef cutlet curry dengan porsi nasi ukuran besar seharga 1.024 Yen dan sahat mesan chicken meatball (with chicken griste) and root vegetable curry in japanese style dengan porsi nasi ukuran biasa. fiuhh.. nama yang agak sulit yang mantap dari setiap resto di tokyo adalah kita disuguhi air dingin selagi menunggu pesanan dan refill sepuasnya jadi lah kita hemat pengeluaran untuk minuman kan rasa karenya mantep. beda dengan yang biasa saya rasakan tapi porsi nya itu loh. luar biasa. saya sampai ngak abis. sisa dikit nasinya kenyang banget. puas makan kita pun beranjak kembali ke stasiun shinjuku untuk menuju ke harajuku. ada yang kelupaan sewaktu di shinjuku, yaitu mengunjungi kabukicho. baru inget waktu udah pulang ke indo tapi sebenarnya biar ada alasan buat balik sih kata @Vara Deliasani jangan di eksplore terlalu abis kata @syahrulsiregar Jam besar di dalam gedung NS Shinjuku Tampak depan resto Coco Curry House Pesanan saya Pesanan Sahat 2. Harajuku How to reach Harajuku from Shinjuku dengan menggunakan subway metro line : dari stasiun shinjuku gunakan Marunouchi Line (M08) menuju stasiun shinjuku-sanchome (M09). kemudian transfer ke Fukutoshin Line (F13) menuju stasiun meiji-jingumae (F15) JR Harajuku Station begitu kita berjalan keluar stasiun, wow.. rame banget bertebaran ABG jepang kata si sahat suasananya kayak di orchard road singapore. setelah ikut arus orang2 yang hilir mudik, akhirnya kita ketemu perempatan dan di depan kita udah keliatan stasiun JR Harajuku. kita ngak nyebrang tapi belok kanan untuk ke Takeshita Dori. suasananya rame banget jadi kita ngak begitu bisa menikmati suasana takeshita dori. di ujung takeshite dori ada Harajuku Street. isi di harajuku saya liat sih yah cuman toko2 baju, cafe tematik atau sejenisnya. menurut kami sih gk ada yang menarik jadinya yah cuman jalan2 bentar aja biar sah aja udah pernah ke sini di harajuku ini sayangnya ngak ketemu cozplayer padahal sengaja ke harajuku pas weekend. adanya ketemu grup yang berdandan kayak pantomim gitu. mayan lah. keren mereka dandanannya. total banget karena ngak ada yang menarik, jadi kita lanjut ke destinasi selanjutnya, yaitu Shibuya Ketemu pantomim di depan stasiun Rame bangeeeet 3. Shibuya How to reach shibuya from harajuku menggunakan subway metro : dari stasiun Meiji-jingumae gunakan Fukutoshin Line (F15) menuju stasiun Shibuya (F16) tujuan utama ke sini adalah cari patung hachiko yang legendaris itu dan tentu saja shibuya crossing. sempet bingung juga dimana letak patung hachiko nya, kita muter sana sini dibikin bingung sama maps. rupanya patung hachiko tepat di sebelah exit stasiun patungnya ketutup sama replika gerbong kereta (TIC nya shibuya) dan shibuya ini bener2 rame banget. apalagi pas weekend. arus pejalan kaki nya gak abis2. sayangnya sewaktu foto di patung hachiko ini ada topi dan botol minum anak2 entah punya siapa jadinya agak ngalangin patungnya deh abis foto sama patung hachiko, kita cobain shibuya crossing. shibuya crossing ini tepat ada di sebelah kanan patung hachiko (kalo kita berdirinya menghadap patung hachiko ya). lumayan seru juga nyebrang di antara arus pejalan kaki yang berdatangan dari segala penjuru arah bahkan ada yang sempet2in berhenti di tengah2 shibuya crossing untuk foto. sepertinya seru ya kalo foto di tengah keramaian gini selesai nyebrang saya nungguin sahat belanja di starbuc* shibuya. katanya mau beli tumblersekitar 30 menit di dalam, akhirnya sahat selesai belanja. rencana mau ngopi di lantai atas sbuck nya tapi sepertinya gak ada tempat. jadi kita cari tempat yang agak tinggi untuk melihat shibuya crossing dari ketinggian. akhirnya pilihan jatuh ke sebuah mall di dekat stasiun. entah mal ato stasiun JR shibuya susah dibedakan yang jelas dari sini bisa keliatan shibuya crossing dengan lumayan jelas. puas nge liatin orang nyebrang. kita pun memutuskan untuk kembali ke hostel karena sahat juga mau ke bandara. Ntah punya siapa ketinggalan. jadi mengganggu Banyak yang menawarkan jasa nya di depan sbuck shibuya Shibuya Crossing begitu sampai stasiun asakusa, loh kok berisik amat. ada suara suling dan gendang. begitu keluar dari stasiun, bingo. our sixth lucky of this trip. ada festival arak2an lampion buatan gitu dan untungnya lagi ujung dari rombongan arak2an itu baru saja berjalan melewati stasiun asakusa. jadi lah kami mengikuti arak2an. arak2an nya mengambil jalur sekitar kuil sensoji dan entah dimana depannya udah berusaha mengejar bagian depan arak2annya juga masih belum ketemu barisan terdepan. alhasil kita ketemu Donquijote Asakusa. kita ngak masuk dan langsung berjalan kembali ke hostel karena udah dekat. di hostel kita santai2 dulu karena baru sekitar jam 6 sore sedangkan flight sahat jam 11 malam. sambil nyantai saya cobain vending machine yang ada di ruang makan hostel. saya penasaran gimana vending machinenya membuat makanan kayak sosis goreng, sandwich, kentang goreng, dll. alhasil saya coba menu takoyaki seharga 370 Yen. rupanya makanan yang kita pesan di masak dalam vending machine setelah menunggu sekitar 3 menitan, akhirnya pesanan saya keluar dari dalam vending machine. hanget pula rasanya pun lumayan. terutama kalo di taburi semacam bubuk rumput laut gitu. sedaaaap dan wangi selesai makan, sahat ambil tas nya di resepsionis hostel dan kemudian pamitan. yaaahhh pisah deh kita karena masih awal, saya pun mau coba explore donquojite asakusa. sahat akhirnya ikut masuk (gak jadi pisah ) isi dalam donquijote yah kayak supermarket gitu. snack, perlengkapan rumah tangga, dan barang2 absurd semacam kostum dan tali2an buat "itu" tuh puas liat2 di dalam, akhirnya kita pun benar2 berpisah besok saya jalan sendiri deh. see you next trip sahat semoga ada kesempatan traveling bareng lagi. seru traveling bareng dia Festival di asakusa sewaktu pulang Don Quijote Asakusa Takoyaki dari vending machine sesampainya di hostel, saya nyantai2 di depan kamar. liat di vending machine ada pokka sapporo vit C. saya pun beli 1 karena kondisi badan udah drop. 1 botol vit C seharga 100 Yen. rasanya suegeeer, asam kayak U*1000 gitu tapi lebih asem pokka ini. abis minum, saya pun bersih2 dan kemudian tidur dengan pulas. gimana cerita saya besok jalan sendiri? See ya next FR ya Pokka Sapporo
  23. 5 points
    Hello Momiji Part 1 cek di sini Momiji here i come!!! Day 4 - Tokyo (Part 1) 3. Odaiba How to reach Odaiba from Asakusa : dari stasiun Asakusa (A18) ke stasiun Shimbashi (A10), kemudian ganti kereta Yurikamome Line ke stasiun Odaiba-Kaihikoen sebelum ganti kereta yurikamome, kita beli tiket ke odaiba menggunakan kartu passmo seharga 350 Yen one way (yurikamome line tidak dicover oleh Subway Pass 24 Hrs). saya sangat menikmati perjalanan dari shimbashi ke odaiba, karena pemandangan yang disuguhkan sungguh2 sugoooiiiii begitu sampai di stasiun, kita langsung berjalan mengikuti arus penumpang (yang menurut insting saya pasti mau ke odaiba juga). lalu karena jalannya bercabang, saya pun tanya ke petugas stasiun. Saya : sumimasen, odaiba doko desuka? (lagi2 songong ) karena terlalu songong, saya ngak ngerti apa perkataan bapak itu. yang jelas dia ngarahin suruh jalan mengikuti jembatan penyebrangan. saya pun jawab Saya : haik. wakata. arigatou (padahal gak ngerti ) lalu kita pun jalan mengikuti JPO yang menurut saya keren banget. JPO aja di desain sedemikian rupa biar bisa foto2 juga dari atas sini dan yang keren lagi... panjang bhoook JPO nya cape juga jalan dari ujung ke ujung. View dari JPO akhirnya kita pun sampai di depan venus fort didekat venus fort ada taman kecil gitu. kita istirahat sejenak sambil nyari tempat makan yang recomended di daera odaiba. hasilnya nihil mahal2 semua. alhasil kita pun jalan menyusuri jalan dan akhirnyaaaaaaaaa..... ketemu dengan EARLY MOMIJI!!!! yeayyy... jadwal tahun ini menurut pantauan autumn forecast yang saya baca di http://www.japan-guide.com/blog/koyo16/ seharusnya daerah tokyo masuk ke autumn di akhir november. Inilah our first lucky di trip ini. jadilah kita foto2 beberapa saat di sekitar pohon2 yang sudah mulai berubah warna menjadi merah. Our first lucky in this trip. EARLY MOMIJI yeayyy Ini bakal keren kalo udah puncak musim gugur di Tokyo kayaknya puas foto2, kami pun lanjut lagi dan tibalah di bawah kaki gundam berukuran 1:1 di depan diver city odaiba. suasananya cukup rame. kita foto2 bentar setelah itu liat2 ke dalam gundam cafe. untungnya saya bukan pengoleksi action figure gundam, jadi gak tergoda untuk beli selamaaaaaatttt selamaaaaaatttt. Replika gundam 1:1 Giliran saya yang di foto, si bapak itu gk mau lari sengaja dia nutup2in Gundam Cafe di diver city odaiba menjelang sore, perut udah keroncongan banget karena tadi pagi cuman makan ramen doank. sambil jalan ke arah aquacity, ketemu konbini di bawah mall aqua city odaiba. jadilah kita beli makan siang merangkap sore di sana. harganya juga lumayan bersahabat 460 Yen + 108 Yen untuk air mineral botol dan belinya pakai saldo sisa di passmo. jadilah kita bawa makanan itu ke atas seaside view deck. cara ke deck tinggal jalan aja lewat mall aqua city nya langsung deh keluar udh hadap ke laut. kita pun menghabiskan sore di odaiba sambil menunggu sunset dan lampu di tokyo bridge nya nyala. semakin larut angin di odaiba semakin kencang akhirnya kita pun nyerah dan memutuskan untuk meninggalkan odaiba dan menuju ke Daimon station untuk melihat tokyo tower dari kejauhan di waktu malam sebelumnya kita beli tiket kembali seharga 350 Yen menuju ke Shimbashi Station. belinya juga pakai saldo sisa di passmo View dari atas deck Makan dulu braaaayy Ini sarapan saya Tokyo Bridge di kala senja Ini dia Feeris Wheel Odaiba 4. Tokyo Tower How to reach there from odaiba : dengan Yurikamome line turun di Shimbashi Station. dari Shimbasi Station (A10) turun di Daimon Station (A09) dengan menggunakan Asakusa line sebenarnya Tokyo Tower masih jauh jika kita turun di Daimon Station. jadi kenapa turun di sini?? yapp.. karena kita cuman foto tokyo tower dari kejauhan. ngak ada planing buat masuk ke observation deck nya karena mahal dan memang ngak nyisihkan budget ke sana juga . Untuk foto tokyo tower dari kejauhan, kita pun menuju ke Zojo-ji Temple (tiket masuk : Free) karena di sini lah spot foto paling oke. biar dapat gambar kayak2 di gugel gitu begitu sampai di zojoji eeehh malah rame banget karena sepertinya ada acara. sialnya lagi acaranya udah mau selesai kayaknya jadilah kita cuman numpang foto2 sebentar kemudian pergi. tujuan selanjutnya adalah Akihabara tempat dedek2 gemes kata @deffa Zojo-ji Temple dan Tokyo Tower 5. Akihabara a.k.a Akiba How to reach there from Daimon Station : dari Daimon Station (A09) turun di Ningyocho Station (A14) pakai Asakusa Line, kemudian ganti ke Hibiya Line masih di Ningyocho Station (H13) menuju Akihabara Station (H15) sampai di akihabara station, baru juga keluar station modem wifi kami sudah tewas alhasil, dengan keadaan kaki gempur kami pun mencari2 arah untuk menuju ke AKB48 cafe dan Gundam Cafe yang terkenal itu. setelah sempat tersesat sana sini, akhirnya ketemu juga ujung2nya karena kaki udah gempur kita cuman foto2 bentar di sini kemudian pulang. ngak explore terlalu banyak lagi di AKB. padahal masih banyak toko2 yang patut untuk di sambangi terutama toko yang menjual barang2 absurd . padahal saya juga udh planning mau hunting figure digimon. tapi ya sudah lah. toh baru hari pertama. kalo pun ketemu figure nya pasti bakal nguras duit lagi Pemandangan begitu keluar dari stasiun subway Yang kayak gini banyak bertebaran di AKB assoooyy Ngak nonton live, numpang foto pun oke lah ya Tepat di sebelah AKB48 Cafe How to back to asakusa : dari Akihabara Station (H15) balik ke Ningyocho Station (H13) pakai Hibiya Line, ganti ke Asakusa Line dari Ningyocho Station (A14) turun di Asakusa Station (A18) sampai di asakusa, perut pun mulai keroncongan lagi. mungkin karena pengaruh cuaca dingin, perut jadi cepat lapar ya . alhasil kita ketemu sebuah toko makan waktu perjalanan pulang. kalo gk salah namanya udon tenya ya. masuk lah kita dan pesan makan di sana. sewaktu menunggu pesanan jadi, kamvret momen terjadi. ada 2 pelayan di toko itu. satunya kasir (sebut saja A) merangkap tugas bersih2 mangkok yang udah dipakai konsumen. satunya lagi (sebut saja B ) yang tukang ngantar2 pesanan yang udah jadi dari dapur ke konsumen. nah si A itu yang kamvret. apa yang dilakukan dia coba. NGUPIL!!!!! anjaaaayyy banget *flip table* udh gitu, makin kita liatin dia makin ngorek kamvretnya lagi udh di korek di MAKAN!!!! BANGSAAAATTT!!!! saya dan sahat udah berdoa agar jangan dia yang nyuguhin makanan pesanan kami. untungnya si B yang nganterin makanan jadinya makanan yang saya pesan rasanya hambar. padahal porsinya lumayan oh ya.. makan malamnya seporsi 500 Yen. murah meriah euy setelah makan, kita pun akhirnya balik ke hostel dan istirahat karena besok mau kejar train pertama ke nikko. gimana kelanjutan kisahnya??? see ya di postingan berikutnya ya Kaminarimon Gate di waktu malam Kampret momen terjadi di sini Tips and Trick : pelajari terlebih dahulu map subway di tokyo sebelum hari keberangkatan untuk lebih menghemat waktu. wifi is a must!!! kami dengan modal wifi aja masih sesat2 setiap stasiun ada nomornya menurut line yang dilintasi (misalnya stasiun asakusa nomor A18 di line asakusa dan nomor G19 di line ginza). setelah tau posisi kita di stasiun nomor berapa dan line apa, selanjutnya tinggal menentukan tempat tujuan kita. misalnya kita mau ke ueno. ueno dilalui oleh ginza line dengan nomor stasiun G16 dan hibiya line dengan nomor stasiun H17. jadi jika kita dari asakusa, ambillah line ginza (G19) dan carilah platform yang mengarahkan kita ke ueno (G16). jangan sampai salah exit!!! bisa berabe jadinya stasiun subway di tokyo rata2 lumayan luas. sebelum menentukan exit yang mana, carilah map stasiun yang biasanya berada di tiang ataupun tembok stasiun. cukup jelas di map kita harus keluar di exit yang mana kalo bingung mau makan dimana, kunjungi aja http://www.picrumb.com cukup lengkap beserta range harga menunya tapi hanya area2 tertentu aja yang ada rekomendasinya kalo picrumb terlalu mahal dan kebetulan tidak ada ulasan di sana, bisa buka google maps kita. ada rekomendasi tempat makan terdekat. lumayan rekomen juga saran2 dari mbah yang satu ini
  24. 5 points
    Yoshhh!!! ketemu lagi di FR dalam rangkaian perjalanan ke Tokyo bareng @Sahat untuk cerita part2 sebelumnya cek di : Momiji here i come!!! Day 1 - KL Momiji here i come!!! Day 2 - Still KL Momiji here i come!!! Day 3 - KL to Tokyo Momiji here i come!!! Day 4 - Tokyo Momiji here i come!!! Day 5 - Nikko Hello Fuji Day 06 - 05 November 2016 pagi ini kita bangun awal lagi untuk ngejar bus pertama ke kawaguchiko. untuk bus kita sudah booking di Highwaybus. sistemnya kita cuman booking seat aja dan pembayaran dilakukan di loket dekat stasiun dengan menunjukkan bukti booking yang di print out sewaktu melakukan booking. karena kami berangkat dari Shibuya, harga tiket bus PP ke kawaguchiko adalah seharga 3.600 Yen. setelah selesai beres2, pagi2 buta kita pun berjalan ke stasiun asakusa untuk menuju shibuya. tidak lupa singgah ke 7-11 beli onigiri seharga 120 Yen. tengah asik2nya jalan dan udah hampir sampai stasiun asakusa, megang kocek. loh kok kayak ada yang ketinggal ya? setelah di pikir lagi.. my goooooddd. hp ketinggalan di hostel daaannn.. kampret momen pun di mulai. buru2 jalan balik lagi ke penginapan lalu jalan balik lagi ke stasiun asakusa udah menghabiskan sekitar 30 menit. buru2 beli tiket ke shibuya (via Ginza line. 240 Yen) langsung lari masuk ke dalam subway. lagi asik2nya ngatur napas, begitu sampai stasiun tameike-sanno loh kok di suruh turun? ditengah kebingungan kami pun hanya bisa belari mengikuti arus. cek di maps dan aplikasi subway, harusnya ngak ganti jalur deh dengan buru2 tanya ke petugas katanya disuruh ganti line ke Chiyoda line menuju stasiun Omote-sando kemudian ganti kembali ke Ginza line menuju shibuya jarak ginza line pindah ke chiyoda line di stasiun tameike-sanno lumayan jauh. akhirnya kita pun memakai jalur sebelah kanan juga di eskalator Jepang ya cek jam sisa 30 menit lagi bus pertama akan berangkat mengingat di jepang ketepatan waktu sangat diutamakan, kemungkinan kami akan ketinggalan bus sepertinya sedang ada perbaikan atau apa di stasiun akasaka-mitsuke dan aoyama-itchome sehingga arus ginza line di tanggal 05 - 06, dan 19 - 20 november di alihkan untuk sementara waktu. ketika sampai di shibuya cek jam udah jam 06.35 sedangkan bus kita berangkat 06:45. dengan buru2 cari exit secara random (untungnya gak salah pintu exit), begitu keluar stasiun ketemu bapak2 sedang nyapu. saya nunjukin gambar halte yang ada dalam bukti booking, di suruh lurus aja. kami pun langsung berlari dan ketemu jalan raya besar banget dan di depannya ada mal dengan tulisan Shibuya Mark City. berarti sudah benar arah yang dikasi tau bapak tadi. berikutnya adalah cari lokasi halte. di map tertulis Shibuya Mark City 5F, yang dalam pikiran saya berarti itu halte ada di bagian dalam mal ini. langsung saja ajak sahat lari masuk ke dalam mal. ketemu satpam di dalam mal, dan kami berlarian menghampiri satpam. gak pake basa basi bahasa jepang lagi, langsung tanya where is this? satpam yang ini sepertinya ngak ngerti, jadi dia tanya temannya. mereka berdua malah sempat2nya berdebat dan akhirnya kita di arahkan untuk turun dan belok kanan. kita pun dengan napas ngos2an turun lagi. loh kok malah ketemu jalan raya lagi? akhirnya kita nekad aja. lari masuk dalam mal lagi dan pakai lift ke lantai 4. setelah itu naik eskalator ke lantai 5. dan benar saja. bus udah lagi ngondek di sana lalu dengan napas terengah2 sahat tanya saya Sahat : lu masih mampu lari gak? Saya : masih lah bang Sahat : gua udah ngos. ya udah lu lari duluan ke sana (soalnya masih ada beberapa menit) dengan buru2 saya berlari dan tanya petugas yang lagi nge data penumpang. dengan sedikit bahasa isyarat bahwa kami baru booking dan mau bayar bookingan kami (karena dia ngak ngerti apa yang kita maksud) akhirnya kami pun di arahkan masuk ke dalam kantor. tiba dalam kantor udah rame yang lagi ngantri buat bayar bus untuk ke kawaguchiko. karena liat kami terburu2, ibu2 petugas tanya kami. Ibu2 : what happen? Saya : we will go to kawaguchiko and we just booked it. now we want to pay the seat. lalu ibu2 itu cek bookingan kami dan liat jamnya 06:45. langsung ibu2 itu meminta orang yang berada di antrian terdepan untuk memberikan kami antriannya terlebih dahulu karena pada saat itu udah jam 6:45. sambil mengarahkan kami, ibu2 itu meminta petugas yang tadi mengarahkan kami ke sini untuk menginformasikan kepada supir bahwa masih ada penumpang yang akan ikut bus sehingga disuruh tunggu untuk tidak berangkat dulu. dengan buru2 saya bayar untuk 2 penumpang lalu berlarian kembali ke bus dan saya tidak sadar kalo saya ninggalin sahat dalam kantor untungnya dia nyusul di belakang waktu mau naik bus. sambil ngomel2 si sahat bilang "lu ninggalin gua" akhirnya our fourth lucky of the trip, kita diperbolehkan naik. cek jam udh lewat 10 menit dari jadwal. we broke the rule kata sahat. ketepatan waktu di jepang berhasil kita pecahkan akhirnya dengan di sambut gerimis ringan, bus perlahan2 meninggalkan tokyo menuju ke stasiun kawaguchiko. kita berdua ketiduran di bus karena kegentingan tadi dan juga kita 2 hari ini sudah bangun awal terus. Note : halte bus dari shibuya ke kawaguchiko terletak di lantai 5 Shibuya Mark City. cara ke haltenya cukup mudah. dari stasiun shibuya cari hachiko exit dan berjalan lurus membelakangi stasiun hingga ketemu jalan raya besar. sebrangi jalan raya dan tibalah kita di bawah mal shibuya mark city. dari basement langsung saja naik lift ke lantai 4 di sambung dengan eskalator ke lantai 5. begitu tiba di lantai 5 sudah kelihatan halte bus nya. sekitar satu jam perjalanan, saya pun terbangun sebentar. begitu buka mata dan wawwwwww its Mt Fuji!!! dan puncaknya keliatan dengan jelas tanpa tertutup oleh awan sedikitpun. puas jepret2 bentar, akhirnya ketiduran lagi. begitu terbangun lagi, gunung fujinya keliatan semakin dekat. sebelum masuk ke terowongan saya liat awan gelap udah mulai menyelimuti area sekitar. tapi begitu keluar dari terowongan loh kok. itu awan gelap ilang.. yeaaayy.. gak jadi ujan perjalanan ke stasiun kawaguchiko dari shibuya sekitar 2 jam dan singgah terlebih dahulu di stasiun FujiQ Highland untuk menurunkan penumpang. Penampakan Gunung Fuji dari dalam bus FujiQ Highland dan pemandangannya Yeeesss... akhirnya sampai di stasiun kawaguchiko. daaaaannn.. viewnya oke bangeeett gunung fujinya clear dihiasi langit cerah dan sedikit awan2 kecil. kita pun jepret2 bentar di depan setelah itu kita beli tiket di vending machine ke shimoyoshida station seharga 600 Yen PP. begitu mau masuk ke platform, belum waktunya untuk masuk. jadi kita gak boleh masuk ke platform dan di suruh tunggu di dalem stasiun. lalu petugas stasiunnya menawarkan tiket untuk kereta spesial menuju shimoyoshida dengan menambahkan 200 Yen / orang one way. setelah berembug, akhirnya kita ambil aja penawarannya. beberapa saat menunggu, akhirnya kita diperbolehkan masuk ke platform dan karcis kita di tandai secara manual karena di sini tidak ada mesin tiket. kereta spesial nya lumayan bagus. desain interiornya kayak di cafe2 dengan pemandangan langsung ke gunung fuji dan ada pemandunya di dalam kereta. sayangnya pemandunya make bahasa jepangtapi tetap keren. gak rugi buang 200 yen untuk naik kereta ini. Touchdown Highway Bus tumpangan kami Tampak dalam stasiun Sambil nunggu kereta dalam stasiun kawaguchiko Kereta retro ke Stasiun Shimoyosida View dari dalam kereta Akhirnya kita sampai di Shimoyoshida Station dengan perjalanan sekitar 30 menit. rupanya kereta retro ini sengaja stop di shimoyoshida untuk memberikan kesempatan kepada penumpang berfoto2 dengan latar belakang gunung fuji sebelum melanjutkan perjalanannya (kereta retro ini ujungnya di stasiun otsuki). mantap euy cara mereka memanjakan penumpang puas jepret2, kita pun lanjut untuk mencari arah ke Chureito Pagoda. perjalanan ke chureito pagoda melewati perumahan penduduk dengan latar gunung fuji. ada juga sawah yang sudah mengering. ketemu pula dengan orang2 tua yang lagi nge teh bareng sambil liat pemandangan gunung fuji. view yang disuguhkan sungguh benar2 wow banget Tiba di stasiun shimoyoshida No caption Shimoyoshida Station Ketemu sawah di perjalanan menuju ke chureito pagoda Tandai rumah ini. pas di belakang rumah ini adalah tangga menuju ke chureito pagoda petunjuk arah ke chureito pagoda lumayan membantu. akhirnya tiba lah kita di sebuah kuil dan ada banyak anak tangga untuk menuju ke atas yang artinya kita sudah berada di jalan yang benar. setelah mendaki 295 anak tangga (sahat saya tinggalin karena udah ngos ) akhirnya kita sampai di puncak daaann.. our fifth lucky in this trip. we can see mt fuji clearly sugoooiiii akhirnya kita diam di sini beberapa saat untuk jepret dan istirahat. akhirnya jam 11an kita memutuskan kembali ke shimoyoshida untuk kejar kereta berikutnya di jam 1 siang. pas turun ketemu spot lorong pohon maple. foto2 lagi sepanjang jalan foto terus deh Spot peristirahatan pertama sewaktu mendaki ke chureito pagoda Chureito Pagoda Our fifth lucky in this trip Asli loh. bukan source dari google Ketemu lorong pohon maple sewaktu turun Ketemu dipekarangan rumah penduduk akhirnya kita pun tiba di shimoyoshida lagi. karena kereta masih lama datangnya, kita nongkrong di Shimoyoshida Club. letaknya persis di sebelah stasiun. saya pesan roti + minuman 480 Yen plus belanja 5 buah biskuit bentuk gunung fuji seharga 140 Yen / pcs. sayangnya biskuit ini ancur begitu sampai di rumah gara2 insiden di bandara pas pulang (nantikan kisahnya) tapi masih enak euy biskuitnya. apalagi yang warna ijo setelah makanan habis, kita duduk2 di stasiun shimoyoshida. dingin bangeeeeettt dan ngak ada penghangatnya. suasana stasiunnya heniiiiiing banget. kayak ngak ada kehidupan oh ya untuk kembali ke stasiun kawaguchiko ngak pakai kereta retro yang tadi lagi. jadinya kita make kereta dengan gambar dan interior bertemakan thomas and friends sesampainya di stasiun kawaguchiko, kita pun ke TIC untuk cari info bus menuju danau kawaguchiko. sempat di tawari one day bus pass seharga 1.200 Yen. tapi kita gak ambil karena waktu juga udah tidak memungkinkan kita untuk explore lebih jauh dan tujuan kita hanya untuk ke Fujikawaguchiko Festival. lokasi fujikawaguchiko festival ini ada di bus stop nomor 19 dengan bus red line. sebenarnya letak stand2 festival nya ada di bus stop 18, sedangkan bus stop 19 merupakan lokasi maples corridor yang saat malam akan ada light illuminationnya. untungnya ketersediaan bus di kawaguchiko ngak separah di nikko. meskipun ramai tapi tetap terakomodir semua penumpangnya. Shimoyoshida Club Biskuit berbentuk gunung fuji maknyus Kereta Thomas and friend akhirnya kita tiba di bus stop 19. explore2 sebentar karena sebagian besar masih hijau pohon maple nya dan perut pun udah keroncongan. lalu kita semperin semua stand yang ada di dekat bus stop 19. ternyata realita berbeda jauh dari ekpektasi. dalam pikiran kami kalo festival2 kayak gini pasti banyak jajanan2 kaki lima atau makanan. tapi realitanya stand2 yang ada kebanyakan menjual hasil perkebunan akhirnya ketemu stand yang jualan mie. keliatannya enak kita pesan seharga 500 Yen / bungkus. rupanya ngak enak mie nya kerasa arangnya aja daripada isi2 nya. mau ngak mau makan deh daripada kelaparan. setelah makan kita berjalan ke arah tepian danau. sudah ada beberapa pohon yang berubah warna tapi belum merata. kita pun nongkrong untuk menunggu sunset di pinggiran danau sambil merhatikan orang2 yang lalu lalang. begitu matahari sudah tenggelam kita berjalan menyusuri pinggiran danau yang akhirnya berujung di jalan raya. karena sudah gelap, ketemulah kita dengan ligh illumination. lumayan lah karena sudah jam 5an dan bus kita jam 7, akhirnya kita memutuskan untuk ambil antrian bus kembali ke stasiun kawaguchiko. Masih hijau pohon maple di maple corridor Gunung fuji di kejauhan Stand2 di festival fujikawaguchiko Akhirnya ketemu juga yang berwarna merah Beli mie di stand bapak itu Tempat tongkrongan menunggu sunset Sunset di kawaguchiko View dari tepi danau menjelang senja Sudah banyak yang merah di jalur menuju ke jalan raya dari tepian danau Light illumination Suvenir yang dijual di stasiun kawaguchiko Banyak mesin gacha di stasiun kawaguchiko sesampainya di stasiun kawaguchiko, kita masih punya cukup banyak waktu. jadilah kita liat2 toko suvenir yang ada di dalam. sepertinya harga barang di sini agak sedikit lebih mahal. biskuit yang saya beli di shimoyoshida tadi siang di sini per bungkusnya 750 Yen (isi 5). akhirnya disini pun cuman liat2 karena ngak ada suvenir yang menarik. tepat jam 7 bus datang dan kita pun perlahan2 mulai berjalan kembali ke tokyo. kita sampai di halte bus shibuya mark city sekitar jam 10an. di stasiun shibuya kita beli Metro Pass 24hrs seharga 600 Yen untuk dipakai malam ini dan besok karena itin kita hanya berada di area downtown tokyo. akhirnya jam 11 malam kita sampai di stasiun asakusa. jalan balik ke hostel dan tidak lupa singgah ke 7-11 beli makanan seharga 408 Yen. puas makan kita pun bersih2 dan tidur dengan pulas. tidak lupa nge alay dulu di socmed Makan malam persembahan 7-11 Gimana cerita berikutnya??? See yaa Tips and trick : jika berangkat ke kawaguchiko menggunakan bus dari Shibuya, halte bus nya ada di lantai 5 gedung Shibuya Mark City. Shibuya Mark City letaknya di sebelah kiri dari patung hachiko dan shibuya crossing. cukup mudah untuk di temukan angin di danau kawaguchiko cukup kencang di bulan november. sediakan jaket yang agak tebal ligh illumination dimulai sekitar jam 5 sore. kalo memang mau lebih menikmati di sarankan untuk menginap di daerah kawaguchiko dan puncak musim gugur di daerah kawaguchiko sepertinya di minggu kedua atau ketiga november jika mengambil trip ke chureito pagoda, saya rasa tidak perlu beli bus pass lagi di danau kawaguchiko karena keterbatasan waktu. mungkin cuman bisa explore 2 atau 3 titik saja di jalur bus red line fujikawaguchiko festival berlangsung tanggal 1 sampai 23 november (cek kembali websitenya http://www.fujisan.ne.jp/event/index_e.php) untuk ke chureito pagoda, begitu keluar dari stasiun langsung ambil ke arah kanan. setelah itu petunjuk menuju ke chureito pagoda akan terlihat jangan teralu siang sampai di stasiun kawaguchiko karena gunung fuji akan tampak seperti gunung biasa ketika jam 3-5 sore
  25. 5 points
    kyosash

    Tohoku Trip in Autumn 2016

    Hii Jalan2ers !! Kali saya ingin coba cerita trip saya ke Tohoku pada pertengahan oktober ini. Sebenarnya saya kagak ada rencana ke Jepang tahun ini, dikarenakan serangan promo tiket pesawat begitu mengerikan, akhirnya kagak tahan juga, langsung beli tiket dech. dan semua persiapan beres dilakukan dalam waktu singkat. untuk visanya, kali ini saya menggunakan visa waiver. untuk keterangan detail pengurusan-nya bisa baca pada post salah satu member disini. mengenai pengeluaran tiket pesawat, tempat tinggal kali ini saya akan pisah2 sesuai areanya. tanpa basa basi, Langsung aja dech ke pokok ceritanya Kali ini saya menghabiskan waktu sekitar 2 minggu (19 Oct - 2 Nov) , dimana sekitar 11 hari untuk explore area Tohoku. Penerbangan saya kali ini menggunakan ANA PP Rp. 4 jt-an. Perjalanan dimulai dari Jakarta. pesawat malam yang ingin saya tumpangi delay sekitar 40 menit-an. 19 - 20 Oct (Jakarta → Haneda Airport → Shinagawa + Machida) baru tahu tenyata bisa nonton acara live (TV) di pesawat ini. kebetulan waktu dini hari ada acara sepakbola dan saya menyempatkan nonton Barcelona mempermainkan Man.City karena baru kali ini naik pesawat direct ke Jepang, tak terasa sudah sampai , total penerbangan sekitar 7 jam 30 menit. setelah sampai pagi sekitar 7.40-an saya langsung cari ATM, kemudian ke counter JR, karena perjalanan kali ini saya membutuhkan JR East Pass yang tidak dijual Indonesia. begitu sampai ke counter saya melihat antrian cukup panjang, dan staff yang melayani tidak banyak. sekitar 1.5 jam akhirnya dapat juga. mungkin sudah pada tahu yah kegunaan Pass ini jadinya saya kagak perlu bahas lagi. bagi yang belum tahu bisa lihat detailnya disini. jadi intinya saya bisa pakai Free Pass ini sebanyak 5 hari dalam jangka 2 minggu untuk area Tohoku. Berikut area yang tercover oleh Free Pass ini. sumber : http://www.jreast.co.jp/ Setelah dapat saya langsung buru2 ke tempat nginap yang saya reservasi lewat Airbnb untuk taruh barang, Haneda International Terminal → Shinagawa (Keikyu Line Rapid for AOTO) ¥410 → Nishi Oi (JR Yokosuka Line for ZUSHI) ¥160 → Tempat Nginap Setelah sampai ke tempat tujuan, ternyatanya Hostnya lupa menaruh kunci di kotak posnya, dikarenakan saya kagak ada koneksi internet, lalu saya coba telpon, tapi HP-nya dalm keadaan tidak aktif, mungkin karena sibuk lagi kerja, jadinya saya tinggalin pesan. dikarenakan ada temu janji dengan teman saya di tempat lain, akhirnya saya memutuskan jalan sambil bawa koper. baru kali ini ngelihat mobil polisi secara dekat Nishi Oi → Musashi-Kosugi (JR Shonan-Shinjuku Line) ¥310 → Noborito (Odakyu Odawara Line) ¥250 → Machida Begitu sampai Machida Station, saya langsung menuju ke tempat yang dijanjikan untuk bertemu. Lagi lagi dikarenakan tidak adanya koneksi internet, saya tidak bisa contact, setelah muter2 30 menit kagak ketemu teman saya, akhirnya saya memutuskan untuk explore area untuk cari Free wi-fi, akhirnya saya menemukan spotnya di dekat Tully's Coffee. alhasil dapat bertemu dengan teman saya. memang cukup merepotkan yah kgk ada koneksi inet tanpa basa-basi teman saya mengajak ke tempat makan. nama tempat makan-nya "Tenchuu", kata teman saya disini rasa masakan Shouyu (Soy souce) nomor 1 di jepang. begitu lihat menunya, porsi dan harganya cukup mengerikan , lalu kata teman saya, udah makan aja kgk usah pikirin, dan tanpa basa basi teman saya pilih menu course. baru teringat kembali bahwa orang jepang memang kuat makan, baru setengah course perut saya udah kenyang, tapi makanan terus berdatangan, buset deh. tapi enak2 sih, ada yang gaya makan-nya mirip Fondue (biasa di celup keju), tapi kalau ditempat makan ini di celup Shouyu (soy souce) setelah beres makan, saya ambil titipan ticket konser yang dibeli-in oleh teman saya. lalu kami berpisah disini karena teman saya ada keperluan lain. Gochisousamadeshita ! (Thanks for the food) Lalu saya kembali ke area dekat Tully's Coffee untuk cek pesan dari host tempat menginap, ternyata dia sempat reply bahwa mau pulang sekitar jam 11-an pagi, berhubung waktu itu udah siang jam 2.30-an, lalu saya reply ke dia " saya mau ketempatnya sekarang " , karena udah 20 menit kgk ada balasan, akhirnya saya memutuskan ke tempatnya dengan pikiran (mungkin dia ada balik, trus taruh kunci di kotak posnya). waktu di Machida Station saya melihat stand jualan puding lagi promo, kelihatan-nya enak, lalu saya beli rasa Tomat + Labu Machida → Shinjuku (Odakyu Odawara Line) ¥370 → Nishi Oi (JR Shonan-Shinjuku Line) ¥220 → Tempat Nginap Sebelum ke Tempat Nginap, saya mampir bentar ke Shinjuku untuk reservasi Shinkansen ke Hachinohe untuk esok harinya. Setelah beres, langsung menuju ke tempat nginap, dan ternyata dia tidak ada meninggalkan kunci. yang berarti tapi pagi dia tidak jadi pulang karena tidak ada balasan dari saya. lalu saya coba balik ke station, trus coba explore spot free wi-fi dan akhirnya ketemu yaitu 7eleven, dan begitu lihat pesan, ternyata dia pulang kerjanya jam 11 malam dan dia minta maaf. lalu saya jawab, "ok saya datang lagi pada jam segitu" , karena ini memang ada kesalahan disaya juga tidak memberikan jawaban cepat. dikarenakan paginya kurang tidur dipesawat + bawa koper agak malas jalan2 jauh, akhirnya saya memutuskan nunggu di sekitar Nishi-Oi Station, sambil jalan2 explore sekitarnya. setelah jam 11 malam saya balik ketempatnya ternyata masih belum pulang. sambil menunggu di depan apartemen-nya saya melihat banyak orang2 (pria / wanita) baru pulang kerja jam segini,.. dan akhirnya sekitar jam 12 malam dia pulang. "Akhirnya..." setelah ketemu, kami sempat ngobrol2 dikit , ternyata jam pulang dia rata2 emang jam segitu dan udah berjalan selama 3 tahun.. Keesokan harinya jam 5-an saya sudah bangun, dan siap2 menuju ke Tokyo Station. karena dia masih tidur lelap, jadinya kgk sempat pamitan. 21 - 22 Oct (Lake Towada + Aomori) sumber : http://www.jreast.co.jp/ source : http://www.city.tsugaru.aomori.jp/ Nishi Oi → Tokyo (JR Yokosuka Line) → Hachinohe (Shinkansen Hayabusa) → Lake Towada (JR Bus) ¥2670 NOTE : pengeluaran yang ter-cover sama JR East Pass tidak akan saya hitung harganya. Hari ini saya men-aktifkan JR East Pass-nya sekitar jam 6.30-an, saya berangkat dari Tokyo menuju ke Hachinohe dimana butuh sekitar 3 jam-an. setelah itu dilanjutkan naik Bus menuju ke Towadako sekitar 2.5 jam-an. berhubung JR Bus, saya menunjuk-an pass saya, ternyata tidak bisa, setelah saya baca2 informasinya kembali ternyata JR East Pass tidak mencover, yang mencover adalah JR Pass, dikarenakan udah nanggung, akhirnya naik juga tuh Bus (lumayan mahal ). Untuk Rute Bus harga dan jadwalnya bisa cek disini http://www.jrbustohoku.co.jp/towada/ btw Bus ini melewati beberapa tempat spot obyek wisata juga salah satu Towada Art. berhubung saya kgk turun disini, jadinya cuma bisa dari dalam Bus dalam perjalanan menuju ke Towadako ada 1-2 kali break ke tempat singahan untuk ke toilet. disini ada jualan sayur fresh langsung dari petaninya (direct sell) btw saya disini saya ada beli snack cumi rasa mentaiko dan snack "Kaki no Tane" rasa bawang putih, rasanya enak otomatis menjadi favourite saya dalam perjalanan mendekati Towadako ini sering kali bus jalan perlahan karena disamping kanan kiri terlihat banyak jenis Air Terjun dan Arus Air. Setelah sampai Towadako Bus Station, saya mencoba cari locker ternyata kagak ada, lalu saya coba tanya ke salah satu penjual, dia bilang bisa bantu jaga barang asalkan makan restoran yang diatas. lalu saya men-iyakan walau masih belum terlalu lapar, berhubung cuacanya lumayan dingin kgk ada salahnya lagi. begitu lihat menunya, wow lumayan juga harganya (tapi karena saya pikir udah termasuk ongkos jaga barang jadinya tidak terlalu mahal ), lalu saya pesan Towada Barayaki Set ¥1100. btw teh disini enak banget dan gratis :) . Habis perut terisi langsung coba explore area Todawako (十和田湖) . Suasana di Todawako Bisa keliling Naik Kapal juga untuk keliling danau Towada, harga tiketnya ¥1400 NOTE : Waktu Operasi dari jam 8.00 - 16.00 (1 jam sekali) ; Tutup Awal November - Pertengahan April btw tempat tourist information disini cukup nyaman, ada dispenser untuk air minum dan teh juga. setelah numpang anget badan bentar, saya lanjut explore ke pinggir danau lalu saya coba explore bagian hutan-nya. (hati2 ada Beruang) Setelah habis explore, saya menuju kembali ke Towadako Bus Station, dalam perjalanan balik, saya melihat ada tempat makan yang menjual makanan khas area Aomori dan Akita yaitu Kiritanpo (rice cake) ¥200 dan sekalian mencicipi ikan "Himemasu" dari danau ini ¥1000. rasanya enak juga, daging ikan-nya banyak juga. btw, yang jual cantik mirip banget dengan artis Fueki Yuko lancar bahasa inggris lagi Setelah selesai makan, langsung menuju ke Towadako Bus Station untuk ambil koper. kemudian menuju ke Aomori. Lake Towada → Aomori (JR Bus) ¥3090 → Koyanagi → Tempat Nginap Setelah menunggu beberapa saat di bus station, lalu busnya tiba, kemudian supir busnya memberikan pengumuman bahwa di tengah perjalanan menuju ke Aomori sedang ada Tumpukan Salju yang tebal/tinggi sehingga menutupi jalan, sehingga mesti ganti rute / detour, yang semestinya perjalanan memakan waktu 3 jam menjadi 4-5 jam. yah sudah mau diapakan lagi. mau kgk mau mesti naik bus. dalam perjalanan ke Aomori ada 4-5 kali break untuk ke toilet. dan akhirnya sampai juga ke Aomori Station. Setelah itu langsung cari makan, kemudian langsung naik kereta ke Koyanagi Station untuk ke tempat nginap yang saya book lewat Airbnb. disini saya berkenalan dengan orang Belanda yang dimana origin asal Indonesia, dan juga orang Perancis yang origin nya juga asal Indonesia . Ke-esokan harinya karena cuaca mendung, saya coba explore sekitar Aomori. Koyanagi → Aomori (Aoimori Railway) ¥260 source : http://www.apic-aomori.jp/ begitu sampai Aomori Station dilorongnya disambut oleh foto2 jaman dulu area Aomori. begitu keluar station langsung ambil brosur map, kemudian ambil ATM trus coba explore area sekitar. kemudian coba mampir ke Nebuta House Warrase (ねぶたの家 ワ・ラッセ). di Aomori ini ada festival yang sangat terkenal yaitu Nebuta Matsuri (Festival) yang biasa diadakan pada awal agustus tiap tahun-nya. dan disini merupakan museum mengenai festival tersebut dan bisa melihat koleksi hasil karya kertas "washi" yang diwarnai yang biasa dipakai di festival. Biaya masuk ¥600 ; jam buka 9:00 - 19:00 (18:00 September - April) disini bisa lihat juga tarian yang biasa dilakukan pada Nebuta Matsuri (Festival) setelah selesai lihat - lihat saya langsung menuju ke gedung sebelah yaitu A Factory. disini dijual makanan yang berhubungan dengan Apel (jus, wine, dll), karena Aomori ini sangat terkenal dengan Apel-nya. jadi anda bisa mengira2 kenapa dinamakan A Factory disini saya langsung melihat ada Stand Burger. yang salah satu menu-nya Apple Burger . jadinya saya pesan Lunch Set ¥1200. burgernya enak, cuma daging-nya agak sedikit keras (mungkin karena terburu buru waktu buatnya) setelah selesai makan, lanjut explore. Suasana di Aomori Hakkodamaru Memorial Ship Setelah itu saya langsung menuju ke Aomori Perfectural Museum. saya kesini karena mendapat info dari Host (tempat nginap) bahwa Aomori dulu juga rata dibom oleh Amerika, mungkin kita hanya mendengar Nagasaki dan Hiroshima yang di Bom. dan cerita tersebut tercantum di Museum. tapi sepertinya saya salah mendegar nama tempatnya, karena disini saya tidak menemukan section tersebut dimuseum yang satu ini. Harga tiket masuknya ¥310 , untuk jam bukanya dan informasi detailnya bisa lihat disini. Setelah selesai lihat-lihat , lalu saya lanjut explore kedai yg jualan mainan anak-anak waktu jalan banyak kedai yang jualan apel, karena penasaran akan rasanya saya mampir kesalah satu kedai. lalu saya mencoba Apel Merah, saya merasa kecewa karena kgk beda dengan apel yang saya makan di Indonesia. lalu saya disodori untuk mencicipi Apel Kuning "Toki / とき", wow.. rasanya sangat manis dan juicy serasa ini bukan apel btw, harganya ¥150 (Apel Merah) ¥100 (Apel Kuning) / buah Apel kuning udah murah lebih enak lagi. karena bingung mau kemana lagi, saya coba mampir ke Festival city AUGA. waktu ngiter2 didalam, ternyata gedung ini semacam City Hall. jadi banyak penduduk lokal ngumpul disini. lalu saya lihat ada perpustakaan dilantai atas. dan coba mampir. disini anda bisa lihat/nonton film juga. wah asyik juga yah tak terasa saya menghabiskan waktu 3 jam-an disini, sekalian cari informasi tambahan untuk explore area Tohoku. karena udah malam saya langsung balik ke tempat nginap, karena besok mesti bangun pagi2. Aomori → Koyanagi (Aoimori Railway) ¥260 → Tempat Nginap Begitu sampai tempat Nginap, perut terasa lapar, lalu saya keluar lagi cari makan, disekitar sini karena kagak ada convinient store, saya coba jalan lebih jauh ternyata jalan sekitar 15 menit baru ketemu Supermarket. lalu waktu jalan pulang saya coba ambil rute beda lewat perumahan. dan dalam perjalanan pulang saya melihat ada cafe, dan dilihat dari luar suasana-nya ok. nama tempatnya (Kappatei) 河童亭MASAYUKI, karena laper saya pesan Hamburg + Potato, ternyata porsi Hamburg sendiri udah banyak (udah termasuk sup, salad + Roti/Nasi) kalau tahu kgk tambah (Potato + Onion Ring) source: http://ameblo.jp/kyohro source : http://livedoor.blogimg.jp/ source: https://www.pomit.jp source : https://tabelog.com source : http://ameblo.jp/taisami Note : berhubung saya kagak bawa kamera jadi ambil image dari google. setelah kenyang makan, saya balik ke tempat nginap, dan kebetulan guest lain juga baru balik, ngobrol2 dikit trus kenalan dengan cewek korea yang tinggal di tokyo lama (bisa bahasa indonesia dasar juga ) dan pasangan-nya orang perancis, setelah itu pergi lagi ke supermarket beli snack untuk pesta kecil2-an, lalu kami ngobrol sampai dini hari. lalu tidur karena pagi2 harus udah bangun untuk ke Kota selanjutnya. Untuk Lanjutan-nya bisa lihat disini 23 - 24 Oct (Morioka, Nyuutou Onsen + Akita) 25 Oct (Sakata + Yamagata) 26 - 28 Oct (Yamadera + Ginzan Onsen) Yamagata 29 Oct (Matsushima) Sendai 30 - 31 Oct (Nozawa + Kitakata) Aizu 1 - 2 Nov (Oouchijuku) Aizu + Tokyo Simak juga perjalanan saya lain-nya